P. 1
Makalah Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Makalah Manusia Sebagai Makhluk Sosial

|Views: 58|Likes:
Published by ekonainggolan

More info:

Published by: ekonainggolan on Jul 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

Makalah Manusia Sebagai Makhluk Sosial

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Manusia sebagai Makhluk Sosial, bermula dari kemampuan yang terbatas timbullah sifat membutuhkan bantuan orang lain kemudian dengan sendirinya hidup ini harus bergaul dengan masyarakat agar kesatuan sebagai individu ataupun sebagai warga Negara bisa saling meringankan beban satu sama lainnya. Agar dinamika kehidupan ini tidak terlalu berat untuk dijalani. Disitulah pentingnya manusia lain dalam kehidupan kita.

B.
1. 2.

Tujuan Makalah
Tujuan Makalah ini diantaranya sebagai berikut:

Memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Sosio Antropologi; Membedah teori dan kebenaran dilapangan tentang Manusia sebagai Makhluk Sosial, asal mula keragaman hidup, kodrat manusia bermasyarakat, alasan-alasannya, norma sosial, nilai sosial, interaksi sosial, dan sebagainya

3.

Menumbuhkan kesadaran hidup bermasyarakat dan menerapkan nilai-nilai sosial yang

telah lama lumpuh dikarenakan kalah dengan kepentingan ekonomi, keegoisan diri, dan sebagainya. Haruslah ditanamkan sikap saling membantu, empati (peduli kesusahan
orang lain), dan hal lainnya.

Asal Mula Manusia sebagai Makhluk Sosial Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat. Penerbit: PT. Metode Penulisan Metode Penulisan yang digunakan antara lain: Pengumpulan data dari berbagai sumber. (DR. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk. manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Psych. karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.C. Super ego yang terdiri dari atas hati nurani. super-ego pribadi manusia sudah mulai dibentuk ketika ia berumur 5-6 tahun dan perkembangan super-ego tersebut berlangsung terus menerus selama ia hidup. Batasan Masalah Manusia sebagai Makhluk Sosial itulah batasan masalahnya. Diperkuat dengan dalil Aristoteles mengatakan Manusia itu Zoon Politicon yang artinya satu individu dengan individu lainnya saling membutuhkan satu sama lain sehingga keterkaitan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial. sehingga tidak membahas Manusia sebagai Makluk Berketuhanan. Dipl. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. 2. Cetakan Pertama. Hal. Refika Aditama. Psikologi Sosial. sehingga sudah jelas bahwa tanpa pergaulan sosial itu manusia itu tidak dapat berkembang sebagai manusia seutuhnya. WA Gerungan. Makhluk Individu. 1. Makhluk Budaya dan hal lainnya. Juli 2004. Bandung. dan cita-cita pribadi itu tidak mungkin terbentuk dan berkembang tanpa manusia itu bergaul dengan manusia lainnya. 27) . Makhluk Individu. D. Jika memungkinkan makalah lainnya tentang Manusia sebagai Makluk Berketuhanan. manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Pembatasan masalah ini agar adanya kefokusan dalam membedah secara mendalam materi dari tema yang harus dibahas. Makhluk Budaya dan hal lainnya itu dibuatkan namun untuk saat ini cukuplah makalah ini sebagai permulaan. Menyimpulkan dan memberi tambahan dengan pendapat sendiri semoga dapat diterima BAB II PEMBAHASAN A. Sedang menurut Freud. norma-norma.

Jika dalam bekerjasama dan bersaing mereka berlaku fair (terbuka) maka harmoni sosial akan tercipta. d. c. Kesanggupan seseorang untuk mengambil hikmah dari keragaman keadaan. dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masing-masing etnis. lancar-tersendat. al Hujurat:13). tetapi perbedaan itu dimaksud untuk menjadi sarana pergaulan. manusia diperlakukan sama dalam martabat kemanusiaannya. Berfikir negatip dan buruk sangka bukan hanya merugikan secara psikologis. dan bagaimana sosok kedirian seorang manusia terbentuk oleh lingkungan yang menjadi sosiokulturnya. sebaliknya dendam. Bahwa berfikir positif kepada orang lain akan meringankan beban hidup. yakni menjadi kontra produktif. Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran orang lain. dan sebagainya. Sebagai makhluk social manusia merindukan harmoni social (perdamaian) tetapi juga tak pernah berhenti dari konflik. akan membuat hidupnya menjadi indah dan dinamis. (QS. Manusia menjadi manusia jika ia berkumpul dengan manusia. Bahwa manusia itu diciptakan Tuhan memiliki identitas bersuku-suku.Disamping sebagai makhluk yang unik. manusa juga menjadi makhluk social. tetapi juga berasal dari Tuhan Sang Pencipta. Sebaliknya buruk sangka dan curiga/berfikir negatip kepada orang lain hanya akan mempersempit ruang lingkup pergaulan. warna kulit) dan sosok fisiknya sebagai suatu kelebihan. f. saling mengenal dan saling bekerjasama dalam kebaikan (ta'aruf) (QS. Tetapi jika mereka bersaing secara tidak fair (tertutup) maka konflik antar manusia bisa terjadi. antara lain: a. Kitab Suci penuh dengan pesan-pesan harmoni sosial. kaya miskin. Adanya perbedaan kapasitas pada manusia (pintar-bodoh. Manusia menjadi siapa tergantung pengalamannya dengan siapa. tetapi juga secara ekonomi. Bahwa di hadapan Tuhan. al Hujurat : 13) b.Tuhan tidak memandang identitas etnis (bahasa. Bahwa Tuhan yang Maha Pengasih itu telah memberi kepada manusia begitu banyak kenikmatan yang tak terhitung jumlah dan nilainya (al kautsar). Bahwa pergaulan sosial dan silaturrahmi dapat menumbuhkan rasa indah dalam kehidupan serta menimbulkan suasana dinamis dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Hanya takwa (kualitas rohani) manusia yang dinilai oleh Tuhan. tetapi hatinya yang dinilai (hadits). berbangsa-bangsa. manusia pasti membutuhkan orang lain. memojokkan diri sendiri. Sebagai makhluk sosial ia memiliki tabiat suka kerjasama dan bersaing sekaligus. Sebagai makhluk sosial. iri hati dan dengki hanya akan . Tuhan tidak menilai rupa dan warna kulit. e. Desain manusia sebagai makhluk social bukan fikiran manusia. g.) merupakan bagian dari ujian dan tantangan hidup yang di dalamnya terkandung hikmah yang tak ternilai.

Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya. Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. misalnya dalam bidang kebajikan dan kebaikan universal niscaya tidak terjadi iri dan dengki karena medankebajikan sangat luas untuk menampung semua peserta. Iri hati yang positip hanya ada pada dua hal. tetapi ia menggunakan hartanya itu untuk kemasalahan masyarakat dan halhal lain yang terpuji. psikis dan materiil).html) Teori Manusia Menurut Cooley Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Iri dan dengki timbul pada manusia disebabkan karena mereka bersaing untuk menjadi yang tertinggi dalam bidang yang sempit. bagaikan api yang membakar dirinya (amal ibadahnya) dan membakar orang lain (fisik. Lihat gambar diatas. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. (1) Persepsi orang lain terhadapnya sebagai bentuk dorongan untuk berinteraksi sosial. http://mubarok-institute. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self. yaitu harta dan pangkat (al mal wa al jah). (2) Persepsi . (Mubarok institute.Manusia Sebagai Makhluk Sosial. Iri kepada orang yang dianugerahi Tuhan ilmu yang banyak. dan orang itu mengamalkan ilmunya ke semua masyarakat dan melakukan nya dengan senang serta mengajarkannya kepada orang lain.com/2010/01/manusia-sebagai-makhluksosial. Jika manusia bersaing dalam bidang yang luas.blogspot. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu. dapat dijelaskan Manusia Sebagai Makhluk Sosial. yaitu iri kepada orang yang dianugerahi Tuhan harta banyak.menguras energi. h.

Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial. Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. c. Tanpa bantuan manusia lainnya. Dorongan untuk makan. . Dorongan untuk melangsungkan jenis. Dapat disimpulkan. Dorongan untuk mempertahankan diri. Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis. karena beberapa alasan. b. norma sosial. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. manusia bisa menggunakan tangan. Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. 2. dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. yaitu: a. (3) Reaksi penilaian orang lain sebagai bentuk dorongan untuk belajar. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari: 1.orang lain terhadap penampilannya sebagai bentuk dorongan untuk saling membutuhkan. 3. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain. penghematan tenaga dimana ini merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. Dengan bantuan orang lain. Manusia tunduk pada aturan. yang terdiri dari: 1. bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. d. penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. bisa berkomunikasi atau bicara. 2.

Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri. . Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula. ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup. manusia tidak hidup dalam kesendirian. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Tiaptiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. harga diri pengakuan. dan berbagai rasa emosional lainnya. Imanuel Kant mengatakan. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi.Di dalam kehidupannya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni : a. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. b. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis. Isolasi sosial. Harga diri yang rendah. Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja. c. "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". dan warga negara. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya. kasih sayang.dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. Manusia memerlukan pengertian. manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Tekanan emosional. warga masyarakat. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Dalam berhubungan dan berinteraksi. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia.

Nilai Sosial Nilai Sosial adalah nilai yang tertanam dalam kehidupan bermasyarakat diantaranya: kesetiakawanan. cepat tanggap terhadap apa yang menimpa tetangga. rumah pun dipagari dengan setinggi-tingginya bermaksud tidak menyelinap secara diam-diam (ada kecurigaan sosial yang tidak jelas . Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. akan memperoleh hukuman. kepedulian terhadap sesama. Norma Sosial Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar. kebersamaan mulai menjemukan lebih senang sendiri-sendiri pada akhirnya banyak kasus jika menengok orang meninggal karna hanya ingin dapatkan bingkisan nasi bukan berniat meringankan beban atau menghiburnya. Pada awalnya. Lama-kelamaan norma-norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Misalnya. C. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib. aktif bermusyawarah. Pada dasarnya.Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disampingmanusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah. saat ini nilai sosial di masyarakat Indonesia sebagian banyaknya mengalami penurunan drastis antara tetangga mulai berjarak. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu. bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan. Sayangnya. aturan. aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya. bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas. menyukai kerjasama. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani. dan seterusnya. aktif bergotong royong. sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma tidak boleh dilanggar. B.

harus menanamkan kembali nilai sosial yang mulai merosot tersebut dikarenakan beban ekonomi. mereka melihat selain kebutuhan pokok. sudah terbentuk dengan lama.alasannya). kecurigaan timbul disebabkan adanya sikap tertutup sehingga hanya menduga-duga akhirnya terjadi salah paham antar masyarakat. Unsurunsur masyarakat yaitu: kumpulan orang. untungnya kerja bakti. Pengertian dan Jenis Masyarakat Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakukan antar hubungan. mungkin tidaklah aneh semua itu terjadi disebabkan susahnya mencari uang akhirnya beberapa jalan yang sekiranya tidak pantas pun sering dilakukan oleh masyarakat sekarang. Lain dengan pandangan orang kota. berlandaskan perhatian dan tujuan bersama. Selain itu. khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya. b. harus ada keterbukaan biar kecurigaan tidak akan timbul. sedikit banyak bersifat kekal. serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. padahal jika tidak mementingkan diri sendiri pasti masyarakat tidak akan duduk diam melihat kesengsaraan masyarakat pasti nanti ada pengumpulan data untuk melakukan bakti sosial bagi orang-orang yang membutuhkan. a. bekerja bakti pun terkadang harus diiming-iming dengan upah yang akan didapatkannya sehingga segala sesuatu itu sekarang ditentukan oleh nominal uang. yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan pokok. Masyarakat Setempat (community) Masyarakat setempat menunjukan pada bagianmasyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya. Di desa. namun ternyata harus melakukan terlebih dahulu sosialisasi tentang pentingnya hidup bermasyarakat. pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan. untungnya meluangkan waktu untuk mengakrabkan diri. Tentunya. Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Soerjono Soekamto. sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri. fungsi-fungsi yang lain diabaikan. memiliki kepercayaan. adanya kesinambungan dan pertahanan diri. D. dan memiliki kebudayaan. c. sikap. dan perilaku yang dimiliki bersama. mereka melihat selain kebutuhan pokok. sebab sering untung rugi sekarang malah jadi patokan dalam bermasyarakat. Masyarakat Multikultural . masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda.

Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru. saling berbicara. berjabat tangan. baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik. Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegur. bahasa dan budaya yang berbeda. bahasa ataupun agama. keragaman. konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu. E.Perlu diketahui. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. ras. Sugesti adalah suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dikritik terlebih dahulu. Seperti kita ketahui. bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain. dan bahkan tidak dapat dipersamakan. tanpa memperdulikan perbedaan budaya. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan. dan multikultural. heterogen. lalu diterima oleh orang lain di luarnya. Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu. ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama. c. Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran dan tindakan. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic. . Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Jadi. b. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya. dengan interaksi sosial adalah hampir sama. etnik. apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan. atau bahkan mungkin berkelahi. Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). gender. dan masyarakat. baik secara lahiriah maupun batiniah. kelompok sosial. yaitu pluralitas. Sementara itu. Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya. sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya.

Bargainng. 5. Proses Asosiatif. asimilasi. keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi. melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi. Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial. pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. di antaranya: 4. Arbiration. suatu bentuk akomodasi. yaitu: a. Compromise. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. sebagai salah satu carta untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan. mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikain. yaitu: 1. Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation). Menurut mereka ada dua macam pross sosial yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi sosial. agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. dan akulturasi.d. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi. Proses Disosiatif. Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama ada tiga bentuk kerja sama. Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah: 1) a. suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri . Coertion. 6. persaingan (competition). Akomodasi (accomodation) Adapun bentuk-bentuk akomodasi. Cooperation. b. Gilin and Gilin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. di mana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya. Bentuk Interaksi Asosiatif Kerja sama (cooperation) Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional. kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempynyai tujuan yang sama. b. 3. dan pertentangan (conflict). 2. Coalition.

7. game sytage. suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih. Peter Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger. antara lain: pertentangan pribadi. pertentangan rasional. Meditation. Stelemate. dan tahap generalized other. Persaingan (competition) bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan kekerasan. 3) Sosialisasi. Self. berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan. hampir menyerupai arbiration diundang pihak ke tiga yang retial dalam persoalan yang ada. bagi tercapainya suatu tujuan bersama. Pertentangan (conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage. 2) Bentuk Interaksi Disosiatif Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang a. b. Conciliation. Salah satu teori peranan dikaitkan sosialisasi ialah teori George Herbert Mead. merupakan suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang. Kontaversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang. pertentangan kelas sosial. perasaan tidak suka yang disembunyikannya dan kebencian terhadap kepribadian orang. Adjudication¸ yaitu perselisihan atau perkara di pengadilan. 1978:116). Menurut Mead pada tahap pertama. c. . Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Kontraversi (contaversion) Kontraversi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Pertentangan memiliki bentuk khusus. 10. 8. and Society (1972). Dalam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind. seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya. akan tetapi gejalagejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian. play stage. 9. dan pertentanfan politik.

b. 4. tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. kelompok bermain. Pada tahap ketiga sosialisasi. atau pendidikan berkesinambungan. yaitu pola represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Pola-pola Sosialisasi Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi. seseorang dianggap telah mampu mengambil peranperan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga. dan sistem pendidikan. Dan pola partisipatori yangmerupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi. Bentuk-bentuk Sosialisasi Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi. media massa. pendidikan sepanjang hidup. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak. Bentuk dan Pola Sosialisasi a. .Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya.

kita makhluk yang memiliki keterbatasan sehingga bantuan orang lain diperlukan disini. bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial.BAB III PENUTUP A. B. . b. c. manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. yaitu: a. Kesimpulan Tanpa bantuan manusia lainnya. karena beberapa alasan. Manusia tunduk pada aturan. manusia bisa menggunakan tangan. Dapat disimpulkan. Dengan bantuan orang lain. Jangan mengganggap orang lain rendah dihadapan kita sebab belum tentu semua itu. karena bagaimana pun kita hidup tidak akan terpisahkan dari keberadaan manusia lain. meski beratnya dalam hal keuangan bersifat ekonomi. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain. d. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia. tapi tidak mementingkan kepentingan diri sendiri. bisa berkomunikasi atau bicara. Saran Haruslah menanamkan nilai-nilai sosial yang pada saat ini mulai luntur. dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. norma sosial. bukan berpura-pura ramah dihadapannya. dan mengalami perubahan yang signifikan. Semoga hal ini bisa diterapkan. satu sama lain harus punya kesadaran yang tumbuh dalam pola pikir masingmasing. malah itu menyebabkan penyakit sombong dan dendam tumbuh di hati kita dari situlah harus menanamkan sikap ramah pula.

blogspot.html DR.wordpress. Psikologi Sosial.htm http://www. Hakikat Manusia. Refika Aditama.com/2010/01/manusia-sebagai-makhluk-sosial.htm . WA Gerungan. Bandung. http://mubarokinstitute. Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Cetakan Pertama.Muhammad. Manusia sebagai Makhluk Sosial. Penerbit: PT.com/2009/01/manusia-sebagai-makhlukindividu-dan.blogspot.blogspot. 27 Mubarok institute.co.html Risa. Hal.com/2010/10/manusia-sebagai-makhluk sosial.Daftar Pustaka Aabied. Dipl. Psych.com/2010/10/14/hakikat-manusia/ Apa Definisinya.http://apadefinisinya.cc/2011/03/makalah-manusia-sebagai-makhluk-sosial. Juli 2004. Manusia sebagai Makhluk Sosial:http://muhammadrisa. http://aabied.adamsains.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->