P. 1
jurnal

jurnal

|Views: 65|Likes:
Published by Soetandie

More info:

Published by: Soetandie on Jul 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

PENGARUH PENGGUNAAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP

oleh
Mochamad Ramdan Hamdani

Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Suryakancana Cianjur

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang difokuskan pada pemahaman konsep matematika siswa SMP dengan menerapkan pendekatan Pemecahan Masalah. Masalah yang melatar belakangi penelitian ini adalah rendahnya Pemahaman Konsep Matematika siswa sehingga diperlukan alternatif pembelajaran yang dapat Mempengaruhi Pemahaman Konsep Matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui apakah pengaruh Pemahaman Konsep Matematika siswa SMP dengan penggunaan pendekatan pemecahan masalah lebih baik daripada pembelajaran konvensional; 2) mengetahui sikap siswa terhadap pemahaman konsep matematika dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen desain “pretest posttest control group design”, yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri Warungkondang dengan sampel kelas eksperimen adalah kelas VII E dan sampel kelas kontrol adalah kelas VII F. Indikator pemahaman konsep matematika yang diukur dalam penelitian ini adalah: 1) menyatakan ulang sebuah konsep; 2) mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya); 3) memberikan contoh dan noncontoh dari konsep; 4) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representative matematis; 5) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep; 6) menggunakan,memanfaatkan,dan memilih prosedur atau operasi tertentu; 7) mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengaruh pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah lebih baik daripada pengaruh pemahaman konsep matematika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) sikap siswa cenderung positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah, dapat dilihat dari angket siswa.

Kata kunci: Pendekatan Pemecahan Masalah, pemahaman konsep matematika

PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan manusiamanuasia berkualitas.Pendidikan memerlukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk melahirkan insaninsan yang cerdas, kreatif, terampil, bertanggung jawab, produktif dan berbudi pekerti luhur. Pada hakekatnya pendidikan dalam konteks pembangunan nasional

mempunyai fungsi (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan dan, (3) pengembangan potensi diri. Standar nasional memuat minimal tentang komponen pendidikan yang memungkinkan setiap jenjang dan jalur pendidikan untuk mengembangkan pendidikan secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Demikian juga untuk jalur pendidikan non formal yang memiliki karakteristik tidak terstruktur untuk mengembangkan programnya sesuai kebutuhan masyarakat. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai 1

Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah

Membuat lembar pengisian data yang dibagikan kepada tiap-tiap siswa. Membawa siswa ke situasi yang mendorong untuk menyelesaikan masalah. (3) menyelesaikan masalah sesuai rencana. Mempersiapkan alat peraga yang sesuai dengan materi. kekritisan. atau menyatakan dalam bentuk gambar. dan (4) memeriksa kembali hasil yang diperoleh (dikutip oleh Erman Suherman.dengan tuntutan kebutuhan potensi berbasis sumber daya alam Indonesia. penguasaaan akan ilmu – ilmu murni dan tekhnologi sangatlah penting. Memahami masalah Pada langkah ini. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. terarah dan. berkesinambungan. Matematika sebagai salah satu ilmu murni mutlak harus dikuasai dan dipahami siswa. f. Karena sifat – sifat tersebut. karena banyak permasalahan dalam kehidupan kita sehari – hari secara langsung maupun tidak langsung membutuhkan matematika sebagai salah satu alat untuk menyelesaikannya. siswa harus menentukan apa yang diketahui. sebaiknya siswa disuruh oleh guru untuk menulis kembali persoalan dengan katakata sendiri dalam bentuk yang lebih operasional. (2) merencanakan masalah. Penggunaan pendekatan pemecahan masalah Dalam Pengajaran Matematika Untuk mengajarkan materi dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. dalam pemecahan suatu masalah terdapat empat langkah yang harus dilakukan. baik yang datang dari guru maupun dari siswa sendiri. Supaya siswa mampu menyelesaikan masalah-maslah. dan kekonsistensian siswa dalam menghadapai setiap permasalahan. Seiring dengan kemajuan jaman. d. menentukan notasi yang tepat. Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 2 . Untuk lebih memahami masalah. Membuat siswa mengerti masalah. Dalam kegiatan pemecahan masalah. bersifat tunggal dan selalu dapat dibuktikan. apa yang ditanyakan dan apa prasyaratnya. dan konsisten. Membantu siswa yang menghimpun pengalamanpengalaman belajar yang relevan yang dapat memudahkan perencanaan penyelesaian. jelas. yaitu : (1) memahami masalah. Menurut Polya. c. e. Langkah – langkah dalam setiap memecahkan permasalahan tersusun secara teratur. Oleh karena itu sangatlah tepat ungkapan yang mengatakan bahwa matematika itu sebagai Ratunya ilmu (Queen of Science) karena sifatnya yang melayani setiap disiplin ilmu. sebaiknya guru membantu siswa supaya siswa dapat menyelesaikan masalah byang dihadapinya. Dalam matematika batasan benar dan salah sangatlah jelas karena kebenaran dalam matematika berlaku mutlak. maka secara tidak langsung matematika akan berperan dalam meningkatkan cara berfikir. diperlukan bimbingan guru. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana. 2001 : 91) a. b. Berikut ini merupakan petunjuk bagaimana guru membantu siswa dalam menyelesaikan masalah : a. Metode tersebut adalah metode ceramah untuk menjelaskan persoalan yang akan dipecahkan dan metode pemberian tugas untuk mengevaluasi berhasil tidaknya kegiatan belajar mengajar. diperlukan metode lain sebagai penunjang.

Menguji kebenaran hasil Pada langkah ini ditelaah kembali kevalidan langkah ketiga. dicari oleh siswa untuk keperluan pemecahan masalah. Menyusun hipotesis dan strategi pemecahan d. Membuat rencana penyelesaian Pada langkah ini harus ditentukan alat yang berupa konsep-konsep atau rumus-rumus dan strategi yang cocok untuk menyelesaikan masalah. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut e. f. Menyadari adanya masalah b. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut d.generalisasi dan aplikasi (Pasaribu. e. Data tentang masalah. John Dewey mengemukakan langkah-langkah dalam memecahkan masalah sebagai berikut : a. d. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah c. b. c. Merumuskan permasalahan yang jelas b. Persiapan Pada siswa dimunculkan suatu masalah. d. Masalah ini dicoba dirumuskan sehingga siswa memahami masalah yang dihadapinya. Melaksanakan rencana Pada langkah ini dilakukan proses pengolahan data dengan operasi dan prosedur yang telah direncanakan sampai ditemukan hasilnya. Mengajukan hipotesis mengumpulkan data Mengumpulkan data Analisis dan sintesis data Mengambil kesimpulan Mencoba dan menerapkan kesimpulan Mengevaluasi seluruh proses pemecahan masalah Nana Sudjana (1998:85-86) mengemukakan langkah-langkah metode pemecahan masalah sebagai berikut : a. dapat disimpulkan bahwa langkahlangkah pendekatan pemecahan masalah adalah : a. d. Generalisasi Pada langkah ini dicari kesimpulan atau pengertian-pengertian umum untuk memecahkan masalah. Adanya masalah jelas untuk dipecahkan b. penyajian. Dibuktikan bahwa hasil tersebut sudah dapat dinyatakan dalam bentuk umum (generalisasi). c. Penyajian Bahan yang akan disajikan oleh guru dipersiapkan. Menarik kesimpulan Sementara itu Ruseffendi (1991:341) menyebut langkah-langkah sebagai berikut: a. Melakukan evaluasi terhadap pemecahan Dari beberapa pendapat tersebut. Menyatakan kembali permasalahan dalam bentuk yang dapat diselesaikan c. g. h. d. e. c. perbandingan dan abtraksi. 1986 : 116-117) a. Aplikasi Walaupun sudah diketahui jawabannya. tetapi perlu diaplikasikan dalam situasi-situasi lain untuk menguji kebenarannya.b. Perbandingan dan abtraksi Bahan yang dikumpulkan ditinjau dan dinilai dalam hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi siswa. c. Sementara itu Herbart menyebutkan bahwa langkah-langkah dalam memecahkan masalah adalah: persiapan. Melaksanakan prosedur pemecahan e. Mengidentifikasi masalah Menentukan rencana penyelesaian Mengumpulkan data Melaksanakan rencana Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 3 . Memahami hakekat masalah dengan jelas. b.

bila objek matematika tersebut dihubungkan dengan jaringan-jaringan yang ada maka keterkaitan antara objek tersebut makin lebih kuat dan banyak. Karena siswa akan menjalani suatu proses yang memampukannya membangun pengetahuannya dengan bantuan fasilitas dari guru. 2009). Dalam proses belajar tersebut perlu disediakan aktivitas untuk memberdayakan pengetahuan yang sudah dimiliki itu agar siswa memahami dan menguasai pengetahuan yang baru. maka keterlibatannya dalam proses belajar haruslah nampak. Suatu konsep. Pemahaman konsep adalah kekuatan yang terkait antara informasi yang terkandung pada konsep yang dipahami dengan skema yang telah dimiliki sebelumnya Hiebert (dalam Tim PLPG 2008:42). Dengan demikian tingkat pemahaman konsep siswa dapat ditentukan oleh banyaknya jaringan informasi yang telah dimiliki. Sementara Bansul Ansari mengemukakan bahwa: Tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. sekaligus memperkokoh pengetahuan yang sudah ada sebelumnya pada siswa. Konsep dipelajari melalui contoh dan bukan contoh. 1988:81). Kegiatan belajar dipandang tidak hanya sejauh mengenalkan suatu pengetahuan yang baru kepada siswa. ini mengandung arti bahwa benda-benda atau objekobjek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika (Wangmuba. Jadi siswa dituntut lebih aktif. sehingga suatu konsep itu telah dipelajari jika siswa dapat menampilkan perilaku-perilaku tertentu (Dahar. sehingga mampu mengetahui asal muasal dari konsep yang di hasilkan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran tentang konsep haruslah disertai oleh contoh dan juga memperlihatkan yang bukan contoh dari konsep itu. dan fakta dapat dipahami oleh siswa secara menyeluruh. Sekarang kita ingin mengetahui tentang pengertian pemahaman konsep. Satuan Dalam Kurikulum Tingkat Pendidikan (KTSP) juga Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 4 . Mempelajari konsep tentu melibatkan mengidentifikasi contoh dan bukan contoh untuk konsep itu (Arends. 2009). tetapi juga sebagai suatu upaya untuk memberdayakan serta memperkuat pengetahuan yang sudah dimiliki siswa. Menurut Costa bahwa “Seorang siswa apabila dirinya sudah memahami konsep. mengidentifikasi konsep. f. Berdasarkan kurikulum 2004 Depdiknas (2003:20) menyatakan bahwa “beberapa kemampuan yang perlu diperlihatkan dalam penilaian matematika adalalah pemahaman konsep yang meliputi kemampuan mendefinisikan konsep. artinya konsep tersebut sudah tersimpan dalam pikirannya berdasarkan pola-pola tertentu yang dibutuhkan oleh siswa untuk ditetapkan dalam pikiran mereka sendiri sebagai ciri dari kesan mental untuk membuat suatu contoh konsep dan membedakan contoh dan non contoh (Fikriam. dapat memberikan contoh yang bukan dari konsep”. Membuat kesimpulan Mengevaluasi hasil Pemahaman Konsep Suatu konsep dapat diartikan sebagai suatu absrakasi mental yang mana abstraksi mental tersebut memiliki kelas-kelas stimulus. prosedur.e. 2008: 325).

2009). Sementara itu pemahaman konsep adalah kekuatan yang terkait antara informasi yang terkandung pada konsep yang dipahami dengan skema yang telah dimiliki sebelumnya Hiebert (dalam Tim PLPG 2008:42). Indikator tersebut adalah: 1) Menyatakan ulang sebuah konsep. 7) mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. 1988). artinya konsep tersebut sudah tersimpan dalam pikirannya berdasarkan pola-pola tertentu yang dibutuhkan oleh siswa untuk ditetapkan dalam pikiran mereka sendiri sebagai ciri dari kesan mental untuk membuat suatu contoh konsep dan membedakan contoh dan non contoh (Fikriam. Mempelajari konsep tentu melibatkan mengidentifikasi contoh dan bukan contoh untuk konsep itu (Arends. 6) Menggunakan. yang meliputi: (1) memahami dan menerapkan konsep. (5) melakukan komunikasi matematika (mathematical communication). Sa’dijah (2006) Mejelaskan bahwa setidaknya ada tujuh indikator pemahaman konsep matematika yang dapat dilihat oleh siswa. Pada petunjuk teknis peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas No:506/C/PP/2004 tanggal 11 November 2004 (dalam Tim PPPG Matematika. 2) Mengklasifikasikan objek menurut sifatsifat tertentu sesuai dengan konsepnya. indikator-indikator tersebut meliputi: 1) menyatakan ulang sebuah konsep. (4) melakukan koneksi matematika (mathematical connection). 7) Mengaplikasikan konsep atau logaritma pemecahan masalah. 5) Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. memanfaatkan. (3) memberikan contoh dan non-contoh dari konsep. a. dan ide matematika. (2) mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya). memanfaatkan. 2005) tentang penilaian perkembangan anak didik SMP dicantumkan indikator dari kemampuan pemahaman komsep sebagai hasil belajar matematika. (3) melakukan penalaran matematika (mathematical reasoning). Dalam penelitan ini yang menjadi indikator pemahaman konsep adalah Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 5 . Menurut Costa bahwa “Seorang siswa apabila dirinya sudah memahami konsep. 2008: 325). prinsip. teorema. 4) Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. (6) menggunakan. prosedur. bila objek matematika tersebut dihubungkan dengan jaringan-jaringan yang ada maka keterkaitan antara objek tersebut makin lebih kuat dan banyak. (2) menyelesaikan masalah matematika (mathematical problem solving). (4) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representative matematis.. Suatu konsep.menyatakan agar guru senantiasa mengarahkan aktivitas belajar matematika di sekolah pada pencapaian standar kompetensi. Pengukuran Pemahaman Konsep Sebagaimana telah dikemukakan pada tinjauan teori diatas bahwa konsep merupakan suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok obyek atau kejadian (Dahar. prosedur. Dengan demikian tingkat pemahaman konsep siswa dapat ditentukan oleh banyaknya jaringan informasi yang telah dimiliki. (5) mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep. Konsep dipelajari melalui contoh dan bukan contoh. dan fakta dapat dipahami oleh siswa secara menyeluruh. dan memilih prosedur tertentu. dan memilih prosedur atau operasi tertentu. 3) Memberikan contoh dan non contoh dari konsep.

METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuntitatif dan kualitatif. daya pembeda. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang sifatnya studi yakni studi eksperimen yang dilaksanakan di Tabel 1.2010 : 125). 2.63. Untuk instrumen jenis tes adalah tes Pemahaman Terhadap Konsep Matematika. Pengolahan data yang diperoleh menggunakan program SPSS 17. Pada penelitian ini terdapat dua subjek penelitian yaitu kelas eksperimen dengan menggunakan Pendekatan pemecahan Masalah dan pada kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. reliabilitas.63 dan kelas kontrol 22. Pada penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan jenis intrumen tes dan non tes.0. Deskriftif Statistik Pretes Kelas N Xmin Xmak Eksperimen 39 5 100 Kontrol 37 5 100 Pada Tabel 1.0 dan uji coba tes untuk mengetahui validitas.756 19. 4. dan tingkat kesukaran menggunakan Anates Versi 4. sampel yang digunakan untuk kelas eksperimen kelas VII-E dan sampel kelas kontrol kelas VII-F. menunjukan bahwa ratarata pretes pada kelas eksperimen 22. Menyatakan ulang sebuah konsep yaitu menyebutkan definisi berdasarkan konsep esensial yang dimiliki oleh sebuah objek Mengklasifikasikan objek yaitu menganalisis suatu objek dan mengklasifikasikannya menurut sifat-sifat/ciri-ciri tertentu yang dimiliki sesuai dengan konsepnya Memberikan contoh dan non contoh yaitu memberikan contoh lain dari sebuah objek baik untuk contoh maupun untuk non contoh Mengaplikasikan konsep yaitu Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis sebagai suatu logaritma pemecahan masalah SMP Negeri 1 Warungkondang dengan populasi kelas VII pada tahun ajaran 2012/213. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah“desain countrol group pretestpostes” ( Arikunto. Berikut alur pengolahan data yang dilakukan yaitu:  Data → Normal → Homogen → Independent Sampel T Test Data → Normal → Tidak Homogen → Independent Sampel T ’ Test Data → Tidak Normal → Non Prametik (Uji Mann whitney. Mean 22. Sehingga kelas eksperimen Dan Kelas Kontrol sama artinya kemampuan awal kedua kelas   HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Uji normalitas distribusi populasi menggunakan uji kolmogorof- Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 6 . sedangkan untuk instrumen jenis nontes berupa angket skala sikap.63 Standar deviasi 19. dan untuk pengolahan angket dibuat persentase modus.63 22.1. Akan tetapi untuk membuktikannya di uji statistik lebih lanjut.756 sama. Analisis dan Pembahasan Data Hasil Pretes Analisis ini digunakan untuk menggetahui kemampuan awal siswa pada kedua kelas yang diperlihatkan pada tabel 1. 3.

000 0.Sig.05 3.000 0.hasil analisis diperlihatkan tabel berikut menggunakan α = 0. berikut hasil yang diperoleh dengan menghitung persentase pernyataan yang dipilih yang diperlihatkan oleh tabel. Uji Signifikasi data Pretes uji kolmogorof.354 Karena data memiliki kesamaan kemampuan awal pemahaman konsep matematika siswa pada kedua kelas. artinya siswa yang belajar dengan pendekatan pemecahan masalah lebih cepat memahami konsep materi yang diberikan. Uji normalitas distribusi populasi menggunakan uji kolmogorofSmirnov. Sikap Siswa terhadap keseluruhan pernyataan Jumlah 20 15 Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 7 . Maka dilanjutkan uji nonparamentrik mennggunakan uji mann-whitney. Tabel Sikap Positif Negatif 4. dibandingkan siswa yang belajar dengan pendekatan Mean Standar deviasi 75. hasil analisis diperlihatkan tabel berikut menggunakan α = 0. Analisis dan Pembahasan Data Hasil Postest Analisis mengetahui konsep digunakan untuk peningkatan pemahaman matematika siswa. Deskriftif Statistik Postest Kelas N Xmin Xmak Eksperimen 39 15 100 Kontrol 37 15 100 Berdasarkan tabel 3 ternyata memiliki rata-rata yang jauh pada kedua kelompok sehingga pada kelas eksperimen memiliki rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Tabel 3.509 konvensional. maka dilanjutkan analisis Postest bukan analisis Gain dalam menganalis peningkatan.05 Tabel 2.509 75. Eksperimen kontrol uji Man-Whitney Sig (2-tailed) 0.Smirnov. Analisis dan Pembahasan Data Hasil Angket Analisis ini digunakan untuk mengetahui sikap siswa terhadap metode pembelajaran yang telah dilakukan. 2. Setelah diuji ternyata pemahaman konsep matematika siswa dengan pendekatan pemecahan masalah lebih meningkat daripada pendekatan pembelajaran konvensional. Setelah diuji ternyata terdapat kesamaan rata-rata kemampuan awal Pemahaman konsep matematika siswa.46 28.46 28. Smirnov. Setelah di uji ternyata kedua kelas berdistribusi tidak normal. Hasil kedua tersebut menunjukan perbedaan hasil. untuk membuktikannya di uji statistic lebih lanjut. Setelah di uji ternyata kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berdistribusi normal sehingga dilanjutkan dengan statistik nonparametik menggunakan uji ManWhitney.

(http://fikriam.W. dan setelah dihitung modusnya lebih mengarah kea rah positif . Dari ketiga analisis ter sebut ternyata siswa Pada umumnya bersikap positif dan sebagian kecil bersikap negatif.92 18.. Yokyakarta: Pustaka Pelajar..21 N 27.177 dan jika diinterpretasikan menujukan hubungan yang rendah sekali atau lemah sekali. Dari tabel 4 menunjukan sikap siswa terhadap keselu`ruhan pernyataan bersikap positif.17 9.7%.29 TS 34. Prosedur Penelitian. Tabel 6. Korelasi Hasil Angket dengan Hasil Postest Besar korelasi 0. Meningkatkan Pemahaman Konsep matematika siswa. (2010).blogspot. Pengajaran Matematika CBSA. Richard I.73 N 9. DAFTAR PUSTAKA Suharsimi Arikunto.Tabel 5. sehingga didapat siswa bersikap positif terhadap Pendekatan pemecahan masalah.29 27.19 S 44.177 Tabel 6 menunjukan korelasi sebesar 0. (1988). Respon dan sikap siswa terhadap penggunaan pendekatan pemecahan masalah positif. Analisis Korelasi Data Hasil Angket dan Data Hasil Postest Analisis ini digunakan untuk mengetahui besar pengaruh yang diperoleh dari hasil perlakuan.11 Positif Negatif Negatif Positif KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pada hasil analisis data dan pengujian hipotesisyang telahdilakukan oleh penulis di SMP Negeri 1 Warungkondang dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. (2009). Strategi Pembelajaran Kontemporer.47 54. Jakarta: P2LPTK. Bandung : Tarsito. pada tabel 5 menunjukan siswa bersikap positif pada pernyataan angket yang berbentuk pernyatan positif dan bersikap negatif pada bentuk pernyataan negatif. terbukti dengan sebagian siswa setuju terhadap penggunaan pendekatan Konvensional.com/2009/05 /meningkatkan pemahaman konsepsiswa/ Erman Suherman.58 STS 20. Dahar. Arends. (2008). Bandung : Jurusan Pendidikan Matematika Upi Bandung. 4.46 89. R.64 STS 0.37 1.17 TS 1. Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah 8 . data angket dirubah dahulu menjadi kuantitatif yang diperlihatkan oleh tabel. 2. Learning To Teach (Belajar Untuk Mengajar) Edisi ke Tujuh. Jakarta : Rineka Cipta Fikriam. Persentase Sikap siswa Berdasarkan Bentuk Pernyataan Sikap Sifat Sikap (%) Sikap (%) SS 44. (2001).27 SS 5. Ruseffendi. Dan jika dihitung besar pengaruh diperoleh 17. pengaruh siwa yang belajar dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah lebih baik daripada siswa yang menggunakan metode konvensional. maka diperoleh kesimpulan bahwa: 1. (1991). Teori-teori Belajar.13 S 12.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->