Peran Bidan Sebagai Konselor KB

Posted by duniasehatpekanbaru ⋅ April 15, 2011 ⋅ Leave a Comment By: Midwife_Amelia Susanti Work at : Rumah Bersalin Gratiis (RBG) Rumah Zakat cabang Pekanbaru

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alat kontrasepsi atau KB tidak asing lagi di tengah – tangah masyarakat. Dimana lebih dari 120 juta perempuan di seluruh dunia ingin mencegah kehamilannya. Walaupun kontrasepsi tidak asing lagi ditengah – tengah masyarakat namun masih ada pasangan yang tidak memilih menggunakan alat kontrasepsi. Alasan dari masyarakat yang tidak berKB dikarenakan pelayanan atau alat belum tersedia atau terbatas di suatu daerah, kekhawatiran akan efek sampingnya, kondisi kesehatan, kurangnya pengetahuan tentang pilihan dan penggunaan kontrasepsi. Program KB secara Nasional berkaitan erat dengan program Nasional di bidang kesehatan, karena program KB Nasional bersifat mendukung dan mempunyai sasaran serupa dengan program kesehatan. Program Keluarga Berencana Nasional memberikan arahan kebijakan untuk meningkatkan kualitas penduduk melalui pegendalian kelahiran, memperkecil angka kematian dan peningkatan kualitas program KB. Di Indonesia sejak zaman dulu telah dipakai obat dan jamu yang maksudnya untuk mencegah kehamilan. Di Indonesia keluarga berencana modren mulai dikenal pada tahun 1953. Kontrasepsi yang ideal hingga sekarang belum diketahui, dikarenakan kontrasepsi yang ideal itu harus memenuhi syarat – syarat seperti dapat dipercaya, tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan, daya kerja dapat diatur sesuai kebutuhan. Tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam memberikan informasi tentang metode KB calon akseptor yang dalam hal ini khusus ibu hamil, bersalin dan nifas. Pemberian informasi ini dilakukan melalui konseling dengan menggunakan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) berKB. ABPK adalah lembar balik yang dikembangkan WHO dan telah diadaptasi untuk Indonesia oleh STARH untuk digunakan dalam konseling. Disini tenaga kesehatan yang memegang peran adalah bidan. Bidan melakukan itu sesuai dengan perannya. Dalam memberikan pelayanan bidan melakukannya secara professional dan sesuai standar. Peran bidan sebagai konselor KB pasca persalinan bertujuan agar masyarakat khususnya ibu setelah melahirkan tidak bingung mengenai pemakaian KB setelah persalinan. Masih banyak perempuan mengalami kesulitan didalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak

Sebagai pelaksana bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri. Alat kontrasepsi tidak hanya digunakan oleh perempuan saja namun pria juga mempunyai alat kontrasepsi tersendiri.2 Pilihan kontrasepsi pascapersalinan 1. Dimana usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen. kecemasan dalam usahanya untuk memahami permasalahan yang sedang dihadapinya. 5. dan tugas ketergantungan. Berbagai faktor harus dipertimbangkan. sikap. Bidan akan melaksanakan perannya dengan sebagai mana mestinya PEMBAHASAN 2. 2. Kontrasepsi merupakan usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. pengelola.3 Manfaat 1. Dalam profesinya bidan memiliki berbagai peran yaitu sebagai pelaksana. Menyelesaikan tugas dari lembaga Masyarakat lebih memahami tentang KB Agar bidan lebih mengetahui akan perannya Meningkatkan angka penggunaan dan penerimaan kontrasepsi Meningkatkan kualitas SDM 1. termasuk keinginan. konseling merupakan bagian integral yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana. Agar karyawan lembaga mengetahui tentang Alat Kontrasepsi 2. 4.2 Tujuan 1. persetujuan pasangan bahkan norma budaya lingkungan dan orang tua. Agar pengguna kontrasepsi dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai untuk dirinya dan keinginannya 1. tugas kolaborasi. termasuk status kesehatan. pendidik dan peneliti. efek samping potensial. 2. tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut.1 Definisi Konseling adalah bentuk wawancara untuk membantu orang lain memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai dirinya.hanya karena keterbatasan metode yang tersedia. besar keluarga yang direncanakan. 1. Untuk itu semua. Peran bidan merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang bidan dalam berperan sebagai bidan yang profesional. konsekuensi kegagalan atau kehamilan yang tidak diinginkan. MOW . 3.

Waktu pemasangan MOW ibu pasca persalinan dapat digunakan pada hari ke. Sedangkan pada pria dinamai vasektomi dan dapat dilakukan kapan saja. Kondom Dapat digunakan setiap waktu. Kerugiannya kenikmatan terganggu. 1. Keuntungan kondom murah. Bidan sebagai konselor memiliki kemampuan teknik konseling. Cara kerja kondom adalah menampung spermatozoa sehingga tidak masuk kedalam kanalis servikalis. 2. pengetahuan tentang alat kontrasepsi dan yang berkaitan dengan pemakaiannya. MOW untuk wanita dinamai tubektomi yaitu tindakan yang dilakukan pada kedua tuba Fallopii wanita. Waktu pemasangan IUD pasca persalinan pada 42 hari setelah persalinan. Minipil Alat kontrasepsi ini dapat digunakan segera minimal 3 hari pasca persalinan. mendampingi serta menolong ibu yang akan melahirkan. tidak perlu pengawasan medis. 1.13 siklus haid. Calon pemakai kontrasepsi untuk menggunakan salah satu alat KB adalah pilihan calon sendiri. 1. Waktu Pemasangan pasca persalinan yaitu paling cepat digunakan 1 minggu pasca persalinan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya sangat mulia. setelah mereka memahami manfaat dari setiap alat kontrasepsi. 1. memberi semangat. Dan pemilihan alat kontrasepsi oleh bidan dan keluarganya merupakan hak calon dan keluarganya untuk dapat merencanakan dengan baik tentang pengaturan kelahiran mereka. Waktu pemasangannya dapat digunakan 7 hari pasca persalinan. mudah didapat.MOW merupakan kontrasepsi mantap untuk wanita melalui operasi. AKDR Alat kontrasepsi dengan cara memasukkan suatu benda kedalam uterus dengan tujuan mencegah kehamilan. 1.3 Peran bidan sebagai konselor Keluarga Berencana Bidan merupakan satu profesi tertua didunia sejak adanya peradaban umat manusia. alergi. Salah satu tugas mandiri bidan yaitu memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana dimana mencakup : . IUD yang telah terpasang akan mengeluarkan hormone progesteron sehingga dapat menghalangi sperma dalam usahanya untuk memasuki cervix dan uterus. Implan Implan merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan atau disusukkan dibawah kulit lengan kiri ibu. Suntik KB suntik yang dapat diberikan pada ibu pasca persalinan dan menyusui yaitu suntik 3 bulan atau yang mengandung progesterone saja.6 sampai ke.

Peran bidan sebagai konselor keluarga berencana ini tidak hanya diperuntukan untuk wanita saja tapi pria juga. Hal-hal yang harus dipenuhi : 1. 3. Mengkaji kebutuhan pelayanan keluarga berencana pada PUS Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan Menyusun rencana pelayanan KB sesuai prioritas masalah bersama klien Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana yang telah dibuat Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan Membuat rencana tindak lanjut pelayanan bersama Membuat pencatan dan pelaporan Bidan yang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang kebidanan khususnya akan dapat berperan sebagai konselor. Pelayanan harus dilakukan sesuai standar Terpadu dengan komponen kespro lainnya SDM. social dan budaya Setiap pelayanan profesi yang diberikan bidan harus selalu memberikan kesempatan pasien untuk memilih ( informedchoice ) dan memberi persetujuan ( informed concent ). 3. 2. Minat untuk menolong orang lain Mampu untuk empati Mampu untuk menjadi pendengar yang baik dan aktif Mempunyai daya pengamat yang tajam Terbuka terhadap pendapat orang lain Mampu mengenali hambatan psikologis. 6. 5. sarana dan prasarana sesuai ketentuan Dokumentasi tindakan Monitoring dan evaluasi Bidan sebagai konselor hendaknya memiliki pribadi : 1. Dalam tugasnya sebagai konselor KB. 4. 2. salah satunya konselor KB. 4.1. 2. 5. 3. Konseling keluarga berencana pascapersalinan yang diberikan oleh bidan tidak hanya diberikan pada ibu sendiri tapi pada saat berlangsungnya konseling diikuti oleh suami istri. tidak memaksakan suatu metode kontrasepsi tertentu. 4.4 Sistem Pelayanan KB Dalam memberikan pelayanan KB bidan harus dapat memenuhi hal – hal tertentu agar pelayanan yang diberikan dapat optimal. 2.5 Langkah-langkah konseling KB . 2. 7. 6. Dikarenakan alat kontrasepsi tidak hanya digunakan oleh wanita saja namun pria juga mempunyai alat kontrasepsi tersendiri. Dalam pelayanan KB hal ini tetap berlaku karena bidan harus menjelaskan keuntungan dan kerugian setiap jenis alkon dengan jujur dan netral. bidan memberikan peyuluhan pertama tentang pemanfaatan kontrasepsi kemudian menjelsakan macam – macam alkon serta keutungan dan kerugian dari masingmasing KB. 5.

3. Jakarta : EGC Verallis. tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. 1997. H. khususnya bagi calon klien KB yang baru bidan hendaknya dapat menerapkan enam langkah yang sudah dikenal dengan kata kunci SATU TUJU. Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan. I. 2007. 1998. S. Konsep Kebidanan. Hal ini tidak hanya karena keterbatasan metode yang tersedia.2 Saran Sebagai bidan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang KB serta lebih memahami akan peran sebagai konselor. J : Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya. Masih banyak perempuan mengalami kesulitan didalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Ilmu Kandungan.Dalam memberikan konseling. DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka . T : Tanyakan pada klien informasi tentang dirinya. U : perlunya dilakukan kunjungan Ulang. Selanjutnya agar masyarakat khususnya ibu-ibu dapat mengetahui tentang jenis KB dan jenis KB yang dapat digunakan setelah melahirkan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan. TU : banTU klien menentukan pilihan. U : Uraikan kepada klien mengenai pilihannya termasuk beberapa jenis kontrasepsi. 2005. yang dalam makalah ini sebagai konselor keluarga berencana. Penerapan SATU TUJU tersebut tidak perlu dilakukan secara berurutan karena petugas harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien. Jakarta : EGC Wiknjosastro. Jakarta : EGC Soepardan. PENUTUP 3. S.1 Kesimpulan Peran bidan sebagai konselor KB pasca persalinan bertujuan agar masyarakat khususnya ibu setelah melahirkan tidak bingung mengenai pemakaian KB setelah persalinan. Kata kunci dari SATU TUJU adalah sbb:       SA : SAlam dan SApa kepada klien secara terbuka dan sopan.