BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces).1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas.1-2 Bab 1 . bahan bakar. serta terhadap kerapuhan.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat.3. DIN 53281.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. Part 1). 3. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. 3. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat. − dibersihkan dan dihomogenkan. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). 3. Bahan penguat 2. atau sebagai konstruksi utama (shear webs). Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. 3. Bab 4. E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1.72. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur. dan terhadap pengaruh dari media. Pada umumnya.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil. 9. baik bersama maupun pada mat. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. guna memastikan sifat bahan yang memadai.4 Bahan busa padat 2. serta perekatan yang cukup pada suhu proses. Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil.3. Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung. penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman. Bahan inti konstruksi sandwich 3. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. . bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. 2.lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling. 1. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan. 1. 2. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. maka angka tersebut yang harus digunakan.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. 3.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk. Sebagai tambahan. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset. misalnya. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis. jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Fabric tak dianyam: Lapisan . air sungai dan laut.5% berat zat thixotropic).3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). 4.

Persetujuan Bahan 2. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. 4.Persyaratan Bahan dan Produksi B.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. bukti dari sifat . D 1–3 5. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI. 1. Prinsipnya. .1 Semua fasilitas produksi. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. 3. Selama proses laminasi dan pengeringan. 1.Bab 1 . 2. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI. 3. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain. Jika tidak ada persetujuan.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. 5. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. atau dengan bahan lain. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. Ruang penyimpanan 1. Bengkel laminasi C.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. 5. akan tetapi. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi. 3. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. 2. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. 1. 2. 2. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. Adhesif D. 1. 5.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. Jika instruksi tersebut tidak diberikan. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. Untuk tujuan ini. C. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar. Sebelum produksi dimulai. 2. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5. 5.

Jika waktu tersebut tidak ditetapkan. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. yang disiapkan tidak boleh dilewati. dengan menggunakan proses yang tepat. Pembentukan laminasi E.6 mm.4 s/d 0. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. 3. 3. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C). Ketentuan Pemrosesan Umum 1.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3.1 Pada prinsipnya. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.3 Bahan pengeras.. maka sebagai tambahan.4 Bahan penguat. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. 3. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat.3 Resin. E 3.4 Sebelum proses laminasi dimulai. mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan. 3. 1. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. 2.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum. bahan pengeras. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. 1. 2. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. 3.1-4 Bab 1 . maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. 3. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). 1.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. 1.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam. Persyaratan cetakan 2.5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. dalam kondisi kering dan bebas debu.7 Dalam hal khusus. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. 2. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi. Oleh karena itu. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon. 2. Peraturan ini. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu.4 Selama proses laminasi. 3. 1. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. Permukaan harus kering dan bebas debu. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan.Persyaratan Bahan dan Produksi D. Pertambahan .

mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4. Waktu pemanasan tergantung pada .7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. Bila periode ini dilewati. tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat.2. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². Bila tidak. 4. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat. 3. atau harus diberi potongan penguat. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. 3. 5. zat penggabung atau yang serupa). 3. 5.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. dalam hal cetakan yang rumit. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi.6.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin. 3.6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². dan bila perlu pembantunya. 3.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. 3. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian. paling lambat pada awal setiap hari produksi. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. 4.3). Pengeringan dan pemanasan 5.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi. 4. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan. lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. metode laminasi mekanis secara manual. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2. Dalam hal kantong vakum. maka tepi potongan harus berhimpit. 4. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru.9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran). 4.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.Bab 1 . 4.3 Segera setelah pengeringan. 3.8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. Untuk tiap-tiap sistem resin. setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m². 4. 5. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan.6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi. 4.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan.

Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar.3. 6. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin. dengan menggunakan bahan yang sesuai. 6. 6.2.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan. F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. atau secara kimia dengan cara pickling. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Jika nilai tersebut tidak tersedia. 6. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut.2 Perlakuan awal permukaan 7. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif. Pengedap 6.2 Untuk perekatan bahan serat komposit.3. harus dipatuhi. lihat E. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. 7. 6. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. 6. 6. utamanya. 6.2. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester.4 Batasan penggunaan bahan adhesif. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem.1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari.1-6 Bab 1 .3 Proses 6. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI.1 Perekatan Umum 6. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C.1.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. Disamping itu.3 Untuk permukaan yang halus.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus. karena alasan khusus. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan. 6.Persyaratan Bahan dan Produksi E.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin. 7. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. 6. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air).1.3 Jika. Khususnya pada saat pembersihan gemuk.3. .3.3. 6. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C. debu dan bahan pelarut. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai.1. 6. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP. Terutama. atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan.4 Dalam banyak kasus.6).3. 6.2. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin.2. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air). 6. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 1.3.2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan.1. 6.

dikeringkan dan disimpan. Pada saat produk tiba.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi. 4.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. 4. . 2. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. 4. 1.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen. dan paling lambat pada saat produksi selesai. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. 2. 3. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. Utamanya.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. 3. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. 3. perubahan warna. 3. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini. Sebagai tambahan. perhatian harus ditujukan pada pori-pori.7 Pada saat produksi. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan. kelembaban dll. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu. misalnya mutu permukaan akhir. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup. 3.Persyaratan Bahan dan Produksi E.2). mutu produksi secara umum. jika mungkin pada saat produksi. delaminasi.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur. Pengawasan produksi 4. 3.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas. 3. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. 3. pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas.Bab 1 . kerusakan dll. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2. mutu komponen harus ditentukan. Pengujian konstruksi 4. pengerutan.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. komponen harus diperiksa visual. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak. dan sampel produksi ini harus diberi label.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. F 1–7 1.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih). 2. harus diperiksa.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. Menurut peraturan ini. 1.

Namun demikian.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . pengujian dapat diulang pada batang uji baru. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan. 2.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI . BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut.1.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. terhadap bahan. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui.Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI.1.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya. 1. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan. 1. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. 1. dengan cara yang tepat. 2. 1.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta.7 BKI . bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Bila terdapat keraguan. atau pengguna. Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Bersama dengan permohonan.1 Resin termoset Umum 2. Persyaratan Umum − 1. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan . misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat. 1. maka persetujuan tidak dapat diberikan. 2. 1. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus. 1.2 Uraian umum dari resin termoset. dalam pelaksanaan pengujian tersebut.Pusat secara kasus per kasus. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. Jika. 1. 1. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel.Bab 2 .

sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945.1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan. dan 2. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan. bahan bakar. section 6.25%. Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. modulus regangan patah tarik elastisitas tarik.1. 2.4. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk.ISO 1183.4 Sifat pada kondisi kering 2. 2. Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. 2.2.5 Sifat minimum 2. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175.4. Untuk tujuan tersebut. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam. regangan patah.3 Berkaitan dengan sifat resin.3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan.5. 3 batang uji 2. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 . metode A).ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 .2 Sebagai tambahan. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini.2.4.5) 2. metoda A).4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178). 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 .Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).2. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.4.ISO 9352). Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm). Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy).2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh. Namun demikian.2-2 Bab 2 . dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus.2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2.05% s/d 0.3 .4.ISO 75. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . 3 batang uji Kuat tarik. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. 2. section 6.ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 . Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 . Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. minyak hidrolik. maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat. 6. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2. batang uji 1 B).

1. setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat. 3. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes.ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3.2. semua jenis serat harus disebutkan.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat.2.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 .) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.Pusat dan pemohon. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7.3 3.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 . maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 3.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2. karbon dan aramid.5. setelah kesepakatan dengan BKI . Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3.4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 . hybrids). dapat ditentukan oleh pemohon. 3. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus. fabric dll.ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 .Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2.3.4 a .1.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .Bab 2 . 3. 3. 3.ISO DIS 3375).1. dapat juga disetujui. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan. Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2.3.2 − − − Sebagai tambahan.3.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. untuk produk penguat gelas tekstil.Pusat.5%) 3.2.2.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 . Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1.5.3 Dalam hal resin gelcoat.2 Uraian 2. − Rentan − Tidak tahan 3.5) . sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya.2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui. 3.2.3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas. 3.1 Bahan penguat Umum 3.c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C.5 Jika.ISO 4602) 3. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.1.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda.

suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati.3. 3. 3. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat. 3. Draft DIN EN 2850. 3 batang uji kekuatan tarik.3. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C.3. 6 batang uji Sebagai tambahan.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam. 3. regangan patah. 3. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965.1. Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling.2-4 Bab 2 . 3. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm. aramid DIN 65356-2). 6 batang uji kekuatan tekuk.3 Untuk semua produk penguat lainnya. regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik. Selanjutnya.3 − − − − − 3. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik.1 Untuk pembuatan laminasi.4. karbon DIN EN 2564.4. bila sesuai.3 (Metode C).3. panjang seratnya harus disebutkan. Kecepatan pengujian harus disebutkan.ISO 1889) Jumlah. .6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda.4. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 . kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon. jenis anyamannya harus disebutkan.4.3. 3. Seksi 5. untuk serat karbon dan aramid.Pusat.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan. Jika. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan. metode A).4. Tergantung pada jumlah arah penguat. Untuk jenis ikatan kimia. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. benda uji III). Dalam menyiapkan panel uji.4 Untuk penggunaan gun roving. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak. maka densitas linear dan. Setelah pengeringan.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3.2 Untuk roving. prosentase berat (gelas ISO 1887. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. Untuk jenis ikatan mekanis. karena alasan tertentu. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain.ISO 4603) Perekat (lihat 3. 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3. 3. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 .5.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian. perekat.3. produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. 3. Dalam pelaksanaannya. Selama pengkondisian.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 . laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm.4.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit. sama untuk aramid). sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI.5) 2374.4 − − − − − Fabric Densitas linear serat.4. prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan. Seksi 4. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 .4.

2 ≤ φ ≤ 0.50 0.00 1.45 0.55 0.55 0.50 0.00 1. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.50 0.40 0.5.55 0.4.Pusat.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.5.8 [Mpa] 3.55 0.5.55 0. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.00 1.25 ≤ φ ≤ 0.5.5. dalam hal ini. 3.50 0°/ ± 45° 0.55 0. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.45 0.55 0.42 0.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0.00 1.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan. φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 . 3.Bab 2 .4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0.5.55 0.00 1. 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.6 3.5.00 1.45 0.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.57 0. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI .50 0.00 1.00 1. 3.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106.45 0. Jika diperlukan. 3.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan. 3.5.50 0°/90°/±45° 0. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.55 0.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.45 0. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.55 0.1 Untuk persetujuan.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah.00 0°/90° 0.71 0.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun.00 1.55 0.40 0. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.00 1. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).45 0.00 1. 3.00 1.45 - .5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4.35 Tabel 2.

4.2 Sifat bahan Prepreg 5.1 Prepreg Umum 5.2.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 .1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4. 5. 6 batang uji.2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.1.2-6 Bab 2 .1. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI .1. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).1 Bahan inti Umum 5.2.1.1. tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294).ISO 844).2. 6 batang uji 5. Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%). Dengan memperhitungkan sistem resin. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 .1.2 Busa padat untuk 4. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI . 5.ISO 2896). 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 .2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.1.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.2. 4.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini.1) 4.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5. 5. benda uji III.2. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI . Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.2. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku.1. Section 5. Section 5.Pusat.2. 4.1.Pusat.ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4.1.ISO R 845). maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090. tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji. petunjuk pemrosesan 4. 4.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat. 5. . tebal sampel ≥ 25 mm. Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. 4. 5.4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini.3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2.Pusat jika terdapat keraguan.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi.4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa.

2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6.4 Sifat pada kondisi kering 5. 6.1.6 40 0. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian.5 15 2 200 kg/m3 3.2.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan.3. Sebagai tambahan.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi. 6.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol. setelah kesepakatan dengan BKI .3 Sifat adhesif bahan 6. 6. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0. 6.2. 6.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%. Section 6.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung. Adhesif lain. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% . 6.3 Kayu balsa butir melintang 6.1 Pada tahap pemrosesan. umur pakai (DIN 16945.1.4.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2).1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan.1. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283.1 Adhesif Umum 6.5 200 2. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%.3) juga harus disebutkan. informasi berikut harus diberikan: . 6.Pusat.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.5. Dalam pelaksanaannya.4. 6. bahan pendukung harus ditentukan. 6.Bab 2 .2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian.4.5 Sifat minimum 5.2 Penjelasan 6.6 Untuk densitas semu lainnya. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.4.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.3. 6. 6.5.3. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus. 6.-%] (setelah 28 hari) 6.5.2.5 mm dan 3 mm harus digunakan. 5.

Prasyarat 2. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi.Bab 3 . Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. 2.1. 1. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. 2. 1.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi. 2. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun. 1. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat.2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. 1.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. 1. 2. Sebagai tambahan. 2.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. 2. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki. Pengetahuan profesional tersebut.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2. .5 %. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. 1.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI.3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai.

10 Untuk perbaikan di lapangan. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki. 1.1). Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. 2. 1.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. 1. 2. 3. Kekosongan harus dihindari. sejauh memungkinkan. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. maka nilai tersebut harus digunakan. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. 2. 1. 1.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus.12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%. 1. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. 1. 1.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda. sekurangnya pada daerah perbaikan. sejauh memungkinkan. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki.1 Bahan yang rusak. 2. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan. 2. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung.1. 2. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. 2. atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. 1. maka resin pelindung disyaratkan memiliki . dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik.8 Sejauh memungkinkan. 1.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin. σMat. lihat gambar. 1. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. Pengerjaan 1.3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%). langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV. Arah serat harus sama.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir. pada arah penirusan.Perbaikan komponen B B.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin. Gambar.3-2 Bab 3 .11 Suhu komponen. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran). tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). dan tegangan geser yang diizinkan τ. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran.9 Untuk perbaikan di lapangan. 3. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan.

Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. 1.1 Selama proses pengeringan.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah). D. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi. 3. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin. 2.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. 1. 3. nomor identifikasinya . periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. jika ada. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. 3.Bab 3 .Perbaikan komponen B. laporan takaran sistem resin 3. Dokumentasi Laporan perbaikan 1.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan.8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan. C. 3.

Reg.Surveyor Form.g.2006 . execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ………………………. F. Reg.Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen . kondisi cuaca..3-4 Bab 3 . No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl. materials.FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No.………… BKI .. Identifikasi Lainnya : No. climatic conditions. Perbaikan Date of Repair Tgl.304. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan. No.

.... Pemilik : …………………………………………….. ……………………………... Designation …………. Lot Lot – No. Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :…….. Site (for WEC) No.……………………… Site (of the repair) Tanggal :……………. …………………………………………. ……………………………. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No.Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen ..………………………………. Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material ……………………………. No. ……………………………..FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : ………………………………………….. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time. Identifikasi lainnya : ……………………………. 1/2 .. Laporan Takaran Dosing Report No.Bab 3 . ……………………………. Lokasi (untuk WEC) :………………………………. Register (untuk Kapal) :………………………… Register No. Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………. Other Identification No....

3-6 Bab 3 .Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max. [oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time . Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . [oC] Min : Min. Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

........................ Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …........... Kayu Lapis Bangunan Kapal ..1 1..................................................................................................................... Jenis kayu dan Klasifikasi ......................................................................... F........................... 2.........................................9 1........................ E.............................15 Bab 2 A..1 ......................3 1....................................... C. D.......................................................... Perlindungan Kayu ..............................................................................Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A..........................................1 1................... Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum .............………................................................ Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ..................................... Persyaratan Material...................................14 1.................. B... Menyambung Bahan Kayu ................... 1.......

serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. 3. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. 1. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III. 1.2 Tabel 1.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik. 3. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis).2 Untuk maksud tersebut.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. 1. Kayu yang tumbuhnya melingkar . . 1. yaitu bebas dari getah. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca. tonjolan.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja.2. tarik dan tekuk. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup. berat jenis. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat. 3. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. serta kekuatan lengkung. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. 2.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus.Bab 1 . Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425.Persyaratan Material. 1. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik. Mutu 1.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. Saat memproses. 3. dan tidak memerlukan kekuatan.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. B. Pengeringan 3.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin. serangan jamur dan serangga. 1.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°. maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. 1. seperti keawetan. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama.

adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2. 2. antara lain.7.1 atau 1.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan.4 2. "Kayu lapis untuk pesawat udara".5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang.2 Kualitas hati-hati. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. 2. 2. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2.5 mm Pengeleman 2. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh.2 Jika lem baru digunakan.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama. 2.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. untuk menghindari pengaruh uap air.7. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu. sedangkan kualitas KI II. lapisan .2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. sebagaimana tertera dalam bagian C.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D. 2.6. jika diminta. 2.3. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm.2.2.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut.6 Sertifikat 2. tetapi maksimum ± 0.1–2 Bab 1 . Pada saat ini. 2.6. Untuk maksud tersebut.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2. 2. . dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan.8 Perhitungan kekuatan 2. dan D. pengisian. nilai rata-rata dari hasil uji. lama penekanan. kekuatan penekanan.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. dan selalu ditentukan terlebih dahulu. jenis kayu lapis. 2.3. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. suhu penekanan. 2.3 Ukuran panel 2. stempel dan. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. 2.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.2 Sertifikat tersebut menjelaskan. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka. termasuk ketahanan terhadap adhesif.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.1.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II.4. 2. papan kayu atau potongan papan kecil. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C.3. 2.4.1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705). 2. Pada umumnya.7. 2.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer.6. karakteristik lem.1. 2.Persyaratan Material.7. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan.

2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal.2 Pada umumnya. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat. 1.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam. melalui penambahan jumlah lapisan veneer. 3. sehat. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai. 1. 3. 3.6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan.8 mm tidak boleh digunakan. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu. Akan tetapi. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan. 3.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak. 1. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan.Persyaratan Material.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal.4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.2 harus diperhatikan.4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.6.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan. serta melalui penyisipan lapisan fabric. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan.8 mm 2. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 . Namun. Tergantung pada aplikasinya.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis. 2. Untuk lapisan bagian dalam. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. 2. ketebalannya tidak boleh melebihi 2.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak .1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan. 1. veneer dengan tebal 1. Sambungan veneer 2.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1. 1. okumé .5 Ketentuan yang terdapat pada B.5 mm digunakan untuk lapisan terluar.5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm. Sebaliknya. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan.2) .6 mm karena berpotensi 3. tanpa cacat.Bab 1 .5 mm 2. 2. 2. sempurna. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. kurang kuat.5 mm 3. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. kulit kapal dan sekat). harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10. 2.misalnya khaya mahogany.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam.

6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel.I I. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan. 5. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. mutu. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4. atau 3.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis . udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp. produksi dan pengeleman. Tabel 1. bertanggung jawab kayu yang benar. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis. 3. selanjutnya.45 0.1–4 Bab 1 .64 0.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam. 5.63 I. 4. 4. 4. 5. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1. atau berbeda dari persyaratan BKI.2 saat ini disetujui.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama . Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan.57 0. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya. 5.62 0. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI.41 II II – III IV .Persyaratan Material.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2. Kelompok kekuatan 4.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag. Dalam kaitan dengan kelompoknya. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. kekuatan.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui.62 0.59 0.49 0. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. P P 0.

panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. lubang. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi. 10.0 mm.Persyaratan Material.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada.1. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama. 8. 10.1. 7.Bab 1 .3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. 10.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100.1 Setelah pengepresan. 10.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. Saat mengampelas panel. seratnya sangat keriting. Dalam mengerjakannya.1 Pada umumnya.2. ditetapkan kualitas . yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap. 7. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca.1. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang. 9.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca.2.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8. Perhatian ditujukan. 10. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. Perlakuan permukaan 6. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel. 10.1 Pengujian Umum b) c) 10. Perbaikan 7.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1. 7. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir. 9. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai. dan lubang mata kayu kecil 10. 8. utamanya pada pengeleman. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat.

2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik . Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji.1.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel.2 Sebelum pengujian.1–6 Bab 1 .6. 10.5. Jika terjadi pada seluruh panel. 10. 10.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai.4.6.5. 10.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C .1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C.4. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.4. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji. 10. 10.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.5.4.1.Persyaratan Material. 10.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10. 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar. 10.5. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. 1. 10. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. 10. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut.5.4 Jika persoalan produksi timbul. 10.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai. atau panel yang sangat tebal dan besar. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10. 10.4.5 Jenis dan jumlah sampel 10. 10.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak.4. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.1.5.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI.4.3.4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini.6 10.4.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10.4.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem.1. Untuk maksud tersebut.5. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10. 10.4. 10.5. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah. Sampel uji tarik . atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.1.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan. dan kembali diberi nomor sampel panel uji.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10. Jika.6. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.3. saat memotong panel tersebut. sekali lagi.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375.5. 10.6.6.6.

6.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.5 N/mm2 P P 10.3.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini.2. 10.6.Bab 1 .6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.2 Uji kekuatan kayu lapis 10. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.2.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.2. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji. 10.6.3. 10.2 N/mm2 P P 10.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi.2.2 Dari setiap keenam sampel. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut. 10.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10.2. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255).6.6. atau yang berbeda dari regulasi BKI.2. 10.6.6.6.2. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%.6.6.6. . Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi. 10.4.1.6.4 10.3 Uji kandungan air Gambar 1. 10.1.6.6.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%.6.6. 10.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai.Persyaratan Material. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375. Sampel 5 lapisan melintang 10. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya. 10.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.2.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1.2.

Lazimnya.01. 11.2.2006 K I K I K I 15.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10.3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven.6. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm. jika secara khusus diminta oleh pemakai.6. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15.6. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar.6. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar). 11. uji rendam dll.5. uji pukul. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15.1–8 Bab 1 . yaitu pada bagian belakang). .01. uji bengkok. 11. 11.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis.2006 10. misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test). − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. 10.6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E.01.Persyaratan Material. 10.2006 K I 12.01.2.6. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol. Sertifikat 12. uji lengkung. jika terbukti panel tersebut cacat. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji. panjang dan lebar panel dalam cm.

2. Sambungan Veneer 3. Konstruksi 2. 13. 1.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. stempel dan.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam. diberi atau tanpa diberi resin.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.7. 2. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai.4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. 2. 2. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan. 13. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka.7 Perlakuan permukaan D. jika diminta.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan. panel kayu lapis yang diperiksa. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2. 1. antara lain.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 2. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara . Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya. 3.5 Kayu birch.2 harus diperhatikan. 13.7. 1. 3. 2.3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. jenis kayu lapis.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1.Persyaratan Material. alder. diampelas sedikit. jumlah. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian. 3. 13.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan. 3. 2.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13. digosok. nilai rata-rata hasil pengujian.3). 3.2 Sertifikat menunjukkan. 1.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. beech.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. D 1–9 12. dihaluskan. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas. 2.Bab 1 . Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. untuk menghindari pengaruh uap air. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan.

1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. Disamping itu. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. 6. Kualitas Kayu lapis 5.Persyaratan Material. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. 5. Permukaan yang tidak terlihat 6. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. . mutu. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. 4.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. Cacat 4. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. − Kayu dengan butiran yang pendek.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu. membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. selanjutnya. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. Tabel 1. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. DIN 68256). produksi dan pengeleman. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. DIN 68256). Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3. 5. kekuatan. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. mata kayu berjamur. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing.1–10 Bab 1 . mata kayu membusuk. Sampai dengan tiga jenis kerusakan.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. 5.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.benar tanpa cacat dan. 4.masing.

Persyaratan Material. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak. 7.4. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.4.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. 7. sekali lagi. dan khususnya pengeleman. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai. 7.1 Pengujian Umum 7.5 Mutu umum panel 7.2.4. . maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat.5. Jika. 7.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7.4.1 Pada umumnya.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji.1. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. 7.1. maka seluruh kelompok uji harus ditolak. 7. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.4 Penentuan Sampel 7. 7. 7. Jika terjadi pada keseluruhan panel.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak.5.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya. 7.4. 7.4. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI.4.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. 7.2.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik. maka perlu saat memotong panel tersebut.5.3.1 Berkaitan dengan konstruksi. 7.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis.5.4.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu.6. 7. atau panel yang sangat tebal dan besar.4 Jika masalah produksi terjadi.5. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut. 7. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.4. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.3 Dari benda uji ini.5.1. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar. 7. Untuk maksud tersebut. 7. 7.Bab 1 .2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji.5.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.4.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal. yang dikirimkan untuk pemeriksaan.

2 Kekuatan tarik . Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.8.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.9. 7. 7.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian.0 mm.Persyaratan Material.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7.7.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255. 7. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.5 mm.9. 7.7. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1. 7.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.4 dan 1.3 dan 1.1 Uji tarik .1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis. 7.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1.6 + Tebal panel Gambar 1. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut.1–12 Bab 1 .4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan .9 Uji tarik .8.2 harus digunakan. Jika tidak ada spesifikasi lain.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar. maka nilai yang terdapat pada B.8. 1. Kayu yang lebih gelap.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1.8 Kekuatan tarik Gambar 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang.5.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama. harus memenuhi persyaratan pemakai. misalnya birch: sampai ketebalan 3. Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375. 7.6 Penyimpangan dalam produksi.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi. 7.

Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi.9. uji pukulan. uji perendaman.9. 7.9.2.9. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier. dididihkan lagi selama 3 jam. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1. Setelah itu. dll.7. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar. Gambar. 1. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut.3. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. uji bengkok. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut. 1.8 3 1-2 4 2.1.5 untuk panjang yang direkomendasikan.6.3.Bab 1 . 7.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.9. Sebagai contoh: uji buka paksa. Lihat Tabel 1.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini. 1. .6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1. P P Gambar 1. namun. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer.9. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji. Gambar. 7. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih). 7. uji lengkung.8 Sebagai tambahan. 7. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya.4 dan 1.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1. 7.7 7.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.4 dan 1. Dalam pelaksanaannya.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1. 1 x lebar sampel.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut.5 5 3 5 7. 7.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik. dalam kondisi basah. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.6 dan 1. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm.9.1. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas.9.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh.6 dan 1.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic.10.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu.Persyaratan Material.

direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0.).Persyaratan Material. 8. Penandaan dan pemberian stempel 10. Sebagai alternatif.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . Namun. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama. 1. Menyambung Bahan Kayu 1.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi. 1. jumlah kelompok uji. jika panel tersebut terbukti ada cacat. nilai rata – rata hasil pengujian.2 Sertifikat menjelaskan antara lain.4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen.2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. 10. 8. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm.1. 9. Komponen laminasi dan komponen lapis banyak. dan D.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup. tebal laminasi tidak boleh. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100".26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006).5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka. E 8. Untuk bagian yang lurus. Tebal dari masing . tahun pengujian. tetapi tidak boleh melebihi 18%.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. 1.1. 1.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi. 10. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah. 8.1–14 Bab 1 . jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. stempel dan.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal).3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus.2 mm). kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi. 1. .4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Penyimpanan panel kayu lapis 10.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. − 8.1 – 0. jika mungkin.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E. jenis kayu lapis. 10. lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. 9. jika diminta. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. guna menghindari pengaruh uap air. Sertifikat 9.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C. misalnya "2 .

7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain.2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. 1. 2. . cara tersebut tidak sesuai. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat. Panjang ketirusan 2. 1.6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu).3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm². karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. 2. Tabel 1. waktu penjepitan harus diperpanjang.Persyaratan Material. Sambungan tirus Dalam hal ini. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus. Perlindungan Kayu Gambar 1. 2. tergantung pada suhu pengeleman. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah. F. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas. 2.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan.8 Sambungan tirus melintang tebal 2.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan. geladak. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui. 2. kulit.Bab 1 .

Untuk kondisi lingkungan pengujian. . nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182).Bab 2 .1 Untuk persetujuan bahan material. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294).0 0. Volume II.1 105 MPa MPa MPa 1. (DIN 52185).2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Kandungan uap air harus 12 ±2 %.3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. Umum − − 2.1 dalam Peraturan Lambung. Kayu Balsa 1) − − 1. 1. 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183). 3 benda uji Kekuatan kompresi II.1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. Spesifikasi 2. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II. dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. Section 2 harus diberlakukan. persyaratan dasar pada sub-item A.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang. (DIN 52185). 2. 2.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1. Permukaan harus datar dan diamplas.2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan.Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. 6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294).

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

.....1 Lampiran A A......1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) ....... 111111 1 2 2 4 Bab 2 A....1 A.......... ................................................................ Standar dan Petunjuk yang Berlaku .......................................................................... E........ C........................ Pengerjaan Penyambungan ……………..................................................................................... Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ............3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) ……................................................................................................................ B....Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B......................................................................1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A............ Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan …................................................5 .... B........ D............................ Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil .................... Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum .................................................................. 2................................ A...................................................................... Persetujuan Adhesif ........... B.................................................................. B.................... B............................................................................................................................................................................................... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi ..... C.........

Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. Untuk pemahaman yang lebih baik. 3. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). 6. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). Pembuat adhesif. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI. 3. bahan bakar. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. atau perwakilan yang diakui. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. 5. asam. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. B.5 m) dinding pemecah angin 4. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. 8. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi. pada uji tarik geser. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. . Tergantung pada lingkup penerapan. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. gemuk dan radiasi UV. 7.5 m × 0. 2. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. 2. Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. Persetujuan Adhesif 1. alkali. Bagian dan komponen dari logam. Tergantung pada penggunaannya.

3. 2. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan.5 Plastik berpenguat serat (FRP). kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. 3. Penyimpanan 2. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). 1. Umum 1.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. 2. menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. 4. 2.1 Semua fasilitas produksi. D C. Personil 4.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC). 1. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. 1. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. 1. pada bagian. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan. . 2. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui. Rancangan konstruksi 2. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. dibawah beban statis jangka panjang. 3. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. 1.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. 1. maka lapisan penyambungan harus tebal. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. 1. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan. Berdasarkan nilai-nilai ini. Fasilitas produksi 3.3 Selama proses penyambungan.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat. tidak terlewati pada saat proses pengeringan. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah.2 Untuk pemrosesan adhesif. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah.

Jika hal ini tidak dapat dipastikan. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan. 4. 3. adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit. Untuk masingmasing obyek. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. Perlakuan awal permukaan asli.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. 3.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821. 3. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. 4. embun/uap dan radiasi UV. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang. 4. kecepatan pengeringan menurun secara cepat. Pengeringan 3. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. 3. 2. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban.5 Dalam banyak kasus. 3. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. 4. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot.4 Jika perlu. 5. Pada waktu proses pengeringan. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan.4 Jika mungkin.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan.2 Selama penyambungan.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. 4. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. . lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). 5. 2. 3.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. Selanjutnya. 3. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. Pemrosesan 4. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. 2. 3. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen). Demikian pula.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan.

inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu. 3. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. Parameter yang berkaitan dengan . Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000.5 Bersamaan dengan proses penyambungan. 3. 4.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. struktur permukaan. dan perlakuan awal permukaan ikatan. 3. Pengawasan produksi Pengujian 4. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B). 1. E 5. perubahan warna. bagian yang akan disambung. dan juga pada rongga. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal.1 Untuk penyambungan komponen.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. hasilnya harus didokumentasikan. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. kerusakan atau cacat yang serupa. adhesif. 3. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. E. 3. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. 1. 1. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. 3. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. 2. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. jika mungkin. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan. rongga yang besar. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. penyimpanan dan pengujian. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. dan sampel ini harus diberi label. Pemeriksaan yang akan datang 4. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan. 2. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat.2 Dalam hal pengawasan pembuatan. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi.3 Dalam hal produksi seri. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. Melalui penggunaan sampel acuan. Pengertian dari Petunjuk ini. tebal lapisan ikat.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. 4. Namun demikian. 3. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. 2.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. retak akibat tegangan. 1.

2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan.4 Atas permintaan pemohon. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi.1.1 Pabrik pembuat adhesif.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini.1 Untuk persetujuan adhesif. 2. 1. 2.1. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1. – – 2.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . Umum 1. 2. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda. maka persetujuan tidak akan diberikan. jika sistem tersebut ada. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang.2 Deskripsi – – 1. 1. Persyaratan 5 tahun.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan.1. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat. 1. 2. 2. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan. Dalam kasus tertentu.2.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. 1. 1. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. atau perwakilan yang ditunjuk. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai.1. 2.1 Persyaratan Umum 1.

3 Untuk kondisi kering. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri. dan juga setelah 3.3.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465).15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0.3. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504.3.2 Untuk proses pengeringan. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta. dan 2. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW. untuk sistem satu komponen.3. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2.3. diukur setelah 24 jam. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C.3. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. Sifat minimum 3.3.1 harus dicapai: .25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C. Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu. Untuk satu seri. sifat berikut harus dinyatakan: 2. 4. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0. dan 7 hari.2 Untuk adhesif. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada . 7 dan 28 hari. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2. misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2.3. untuk sistem dua komponen. – 2.20°C. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0.3. sifat minimum berikut menurut Tabel 2.1 Untuk persetujuan adhesif.

5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.25 MPa 1 0.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0.6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1. .7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama. Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu.

B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.98 12.Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.90 Tabel A. Determination of density by the pyknometer method Plastics .95 02. Elastomeren und Kunststoffen.95 06.91 05. liquid resins.87 01.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber.82 05.78 Tabel A. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 . liquid resins. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics . Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber. condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen.94 06.96 10. Bestimmung der Volumenänderung.Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. tensile stress at yield.79 09. determination of tensile strength at break. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application. elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01.

Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date .2 Joining part no. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No.1 Joining part no. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No. 1. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1. 1. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.

2.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time .1. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.1.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2.1.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2.1. g.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.

3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2. B B–3 2.2.1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no .2.2.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B. Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1.

Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3. If "yes".B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. 2.

diikuti dengan uji adhesi. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. Bersamaan dengan itu. diikuti dengan uji adhesi. Untuk evaluasi perpatahan.2.3. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. uji adhesi pertama harus dilakukan. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. 2. Setelah pengkondisian ini. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%). Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%). diikuti dengan uji adhesi. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. alkali atau zat pembersih untuk industri. uji adhesi kedua harus dilakukan. . spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. A. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. 1.3.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful