BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat.5% berat zat thixotropic). penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman.72.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. 1. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan.1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung.3. Part 1). Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran. − dibersihkan dan dihomogenkan. DIN 53281.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. misalnya. Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. bahan bakar. 2. guna memastikan sifat bahan yang memadai. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. Bahan penguat 2. 3. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi.4 Bahan busa padat 2. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering.3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). 3. serta perekatan yang cukup pada suhu proses. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga.1-2 Bab 1 .3.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat. 2. Sebagai tambahan. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. 3. Bahan inti konstruksi sandwich 3. atau sebagai konstruksi utama (shear webs). Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Bab 4. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. serta terhadap kerapuhan. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. air sungai dan laut. Pada umumnya. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi. Fabric tak dianyam: Lapisan .lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling. 3. . 4. baik bersama maupun pada mat. jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. maka angka tersebut yang harus digunakan. dan terhadap pengaruh dari media. E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset. Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil. 3.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat. 9. 1.

Bab 1 . Untuk tujuan ini. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI. Bengkel laminasi C. Ruang penyimpanan 1. Adhesif D. bukti dari sifat . suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. 2. 3. Jika instruksi tersebut tidak diberikan. 3. 2. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. 5.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. 2. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. atau dengan bahan lain. D 1–3 5. Selama proses laminasi dan pengeringan. 5.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering.Persyaratan Bahan dan Produksi B.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. . 2. 5. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. 3. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. akan tetapi. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. 1. Sebelum produksi dimulai. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI.1 Semua fasilitas produksi. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. 4.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. Persetujuan Bahan 2. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan. 1.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca. 2. 5.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. C. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. Prinsipnya. Jika tidak ada persetujuan. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar. 1. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. 1.

3. 3. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum. 2.4 s/d 0.4 Selama proses laminasi. 1. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat.4 Bahan penguat. hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. Persyaratan cetakan 2.7 Dalam hal khusus.5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. Pembentukan laminasi E.6 mm. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI. bahan pengeras. Jika waktu tersebut tidak ditetapkan. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi.4 Sebelum proses laminasi dimulai. Pertambahan . 3. Jika instruksi tersebut tidak diberikan. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI. 3. 1. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. 2.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci.Persyaratan Bahan dan Produksi D. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C).2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat.1-4 Bab 1 . Peraturan ini. 2. 1. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat).3 Bahan pengeras. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat. 1.. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon. Permukaan harus kering dan bebas debu. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk.3 Resin. Ketentuan Pemrosesan Umum 1.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). 3. dengan menggunakan proses yang tepat. 3. maka sebagai tambahan. yang disiapkan tidak boleh dilewati. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. 2. 3. 1. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai. mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan.1 Pada prinsipnya. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. 3. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. E 3. Oleh karena itu. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. dalam kondisi kering dan bebas debu.

4. 4.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm.6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. 5. atau harus diberi potongan penguat. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan. metode laminasi mekanis secara manual. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran. Bila periode ini dilewati. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. maka tepi potongan harus berhimpit. 3.6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. Bila tidak.2. 4.Bab 1 . 3.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². 4.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran). 4.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3. 4.9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. dan bila perlu pembantunya.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation).3).8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. paling lambat pada awal setiap hari produksi.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan. 5.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap.6. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan. tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. Waktu pemanasan tergantung pada . lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. 3. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. Untuk tiap-tiap sistem resin. 3. dalam hal cetakan yang rumit. 4. Dalam hal kantong vakum. zat penggabung atau yang serupa). harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian. bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi. 5. Pengeringan dan pemanasan 5. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. 3. 4. setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m².3 Segera setelah pengeringan.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi. 3. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E.

dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI. harus dipatuhi.4 Dalam banyak kasus. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem.1. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan.3. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI.1. lihat E. 6. 6. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. karena alasan khusus. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1. 6. 6. 6. 7.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP.1.2 Untuk perekatan bahan serat komposit. 6. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari.3. utamanya.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan.1. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan.3 Proses 6. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin. atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan.2 Perlakuan awal permukaan 7. Jika nilai tersebut tidak tersedia.Persyaratan Bahan dan Produksi E.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus.2. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air). 6.3.3.3 Untuk permukaan yang halus.2.1-6 Bab 1 . Khususnya pada saat pembersihan gemuk.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna. 6.3. Disamping itu.3. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan.2.2. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut.6).4 Batasan penggunaan bahan adhesif. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk. F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi. 6. Terutama. dengan menggunakan bahan yang sesuai. .1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara. 6. 6. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai. atau secara kimia dengan cara pickling. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin.2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. 6.3. 1.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan.1 Perekatan Umum 6. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air). debu dan bahan pelarut. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI. 6. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. 6. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. 7.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.3 Jika. 6. Pengedap 6. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).

3. misalnya mutu permukaan akhir. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup. perhatian harus ditujukan pada pori-pori. Menurut peraturan ini. Sebagai tambahan. 2.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. 4. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu. 1. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi. 4.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. harus diperiksa. delaminasi.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. 3.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur. 2. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. F 1–7 1. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen.Bab 1 . kerusakan dll. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. perubahan warna.Persyaratan Bahan dan Produksi E. 1.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. 3.3 Setelah kesepakatan dengan BKI.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. .1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan. mutu produksi secara umum. pengerutan. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. mutu komponen harus ditentukan. 3. komponen harus diperiksa visual. 3.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. Pengawasan produksi 4. dikeringkan dan disimpan. dan sampel produksi ini harus diberi label. 3. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih).4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas.2). pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen. 3.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai.7 Pada saat produksi. Pengujian konstruksi 4. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. kelembaban dll. 2.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. Utamanya. 3.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. Pada saat produk tiba. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). jika mungkin pada saat produksi. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis. 4. dan paling lambat pada saat produksi selesai. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak.

1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. Bila terdapat keraguan. pengujian dapat diulang pada batang uji baru. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. Persyaratan Umum − 1. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun. 1. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan .1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). maka persetujuan tidak dapat diberikan. 1.7 BKI .8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat. misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A. Bersama dengan permohonan. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus.1.1.Pusat secara kasus per kasus. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI . 2. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini.Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain. Jika. 1.2 Uraian umum dari resin termoset.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. atau pengguna. 1. 2. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia. 1. 1. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan. dalam pelaksanaan pengujian tersebut.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel. terhadap bahan. 1. 1.Bab 2 . dengan cara yang tepat. 2. 1.1 Resin termoset Umum 2.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta. Namun demikian. Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut.

25%. dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus. Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2. section 6.4 Sifat pada kondisi kering 2.2. 2. minyak hidrolik.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. bahan bakar. section 6.2-2 Bab 2 .ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 . batang uji 1 B).4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat. Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. 2.4. Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy). modulus regangan patah tarik elastisitas tarik. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 .ISO 75.5) 2. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2.ISO 1183.ISO 9352).4. regangan patah. dan 2. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam. 3 batang uji Kuat tarik.4.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini. Untuk tujuan tersebut.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945. Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm). 6.4.2. 2. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . metoda A).1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.5 Sifat minimum 2. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 . 3 batang uji 2. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk.1.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0.2 Sebagai tambahan.05% s/d 0.2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2.5. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.2.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945. metode A).2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2. 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178).3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan. Namun demikian. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).3 Berkaitan dengan sifat resin. sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP.3 . 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh. 2.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 .4. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 .

5. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 .1.3.4 a .ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas. Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI. 3.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan. 3. 3.Bab 2 .5. setelah kesepakatan dengan BKI .3 Dalam hal resin gelcoat.1. hybrids). − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan. fabric dll. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1. dapat juga disetujui.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2. 3. maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 .3. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan.5 Jika.ISO DIS 3375). karbon dan aramid. untuk produk penguat gelas tekstil. sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya. 3.2.1.2.1.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 .2.2 Uraian 2. − Rentan − Tidak tahan 3.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7. setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat.5) .ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 . 3.Pusat.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat. Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui. dapat ditentukan oleh pemohon.2.3 3. 3. 3.5%) 3.c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 .ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3.4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran.1 Bahan penguat Umum 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2.3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.ISO 4602) 3.2 − − − Sebagai tambahan.3.Pusat dan pemohon.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 . semua jenis serat harus disebutkan. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm.2. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda.

produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat.2 Untuk roving.3. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit.4.ISO 1889) Jumlah. Selama pengkondisian.3 (Metode C). laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik. suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3. 3. metode A). aramid DIN 65356-2). jenis anyamannya harus disebutkan. 3. Selanjutnya. Kecepatan pengujian harus disebutkan. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. karena alasan tertentu. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat. Jika.4 − − − − − Fabric Densitas linear serat. perekat. 3.4 Untuk penggunaan gun roving. Dalam pelaksanaannya.2-4 Bab 2 . modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . 3. karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. bila sesuai.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887. Seksi 4. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon.4.3. Dalam menyiapkan panel uji. 3. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm. 6 batang uji kekuatan tekuk.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 . Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm. 3. 3.1.3.4. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric. sama untuk aramid). untuk serat karbon dan aramid. Seksi 5.4. karbon DIN EN 2564.6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan.3. Untuk jenis ikatan kimia.3. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI. Setelah pengeringan. Untuk jenis ikatan mekanis. benda uji III).4. Tergantung pada jumlah arah penguat. 6 batang uji Sebagai tambahan. . Draft DIN EN 2850.5) 2374.3 Untuk semua produk penguat lainnya. 3 batang uji kekuatan tarik. prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan.Pusat.4.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 . 3. regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382.4.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 .3. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak.ISO 4603) Perekat (lihat 3.5. maka densitas linear dan. 3. prosentase berat (gelas ISO 1887.4. panjang seratnya harus disebutkan.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965.3 − − − − − 3. 3. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 .1 Untuk pembuatan laminasi. regangan patah. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik.

φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 .00 1.40 0. dalam hal ini.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun.45 0.00 1. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.55 0.00 1.42 0.55 0.5.00 1.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).5.5.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106.00 0°/90° 0.00 1.45 0.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.5.00 1.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.71 0.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).57 0.55 0. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.00 1.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2.1 Untuk persetujuan.55 0.00 1.Bab 2 . 3.5.Pusat.45 0. 3.45 0.45 0.55 0.55 0.40 0.55 0. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°. 3. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.55 0.45 - .50 0.50 0°/ ± 45° 0.8 [Mpa] 3.6 3.50 0.50 0°/90°/±45° 0.4.5.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur. Jika diperlukan.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi. 3.55 0. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan.00 1.55 0.45 0. 3.00 1.50 0. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.5.35 Tabel 2.5. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI . 3.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0.00 1.00 1.50 0.55 0.25 ≤ φ ≤ 0. 3.2 ≤ φ ≤ 0.

5.1) 4. 4.2. 6 batang uji.2.1.1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4.ISO R 845).2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini. Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya.1 Prepreg Umum 5.2.1. Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%).ISO 844).1.Pusat. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI .1.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.1.2 Sifat bahan Prepreg 5. 6 batang uji 5.1.1.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi.3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 . tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.ISO 2896).4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini. Dengan memperhitungkan sistem resin.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090.Pusat jika terdapat keraguan.2.1.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan. tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294). Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 4.1 Bahan inti Umum 5.2.2-6 Bab 2 .ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5.4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa. 4. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 .5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5. 5. Section 5. 5.2.2. benda uji III. 4. Section 5. petunjuk pemrosesan 4. . Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.1.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI .1.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. tebal sampel ≥ 25 mm. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 . 4. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 .Pusat.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat.2 Busa padat untuk 4. 5. 5.

Sebagai tambahan.5.2 Penjelasan 6.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.4 Sifat pada kondisi kering 5. 6.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang.5 200 2. Dalam pelaksanaannya.Bab 2 .2.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan. umur pakai (DIN 16945. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.-%] (setelah 28 hari) 6. 6.5 mm dan 3 mm harus digunakan. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.1. informasi berikut harus diberikan: .6 40 0. 6.1.1. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% . Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.Pusat.6 Untuk densitas semu lainnya.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi.4.5. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.5.4.3.3 Kayu balsa butir melintang 6.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2).3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol.4. Section 6. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%.5 Sifat minimum 5.3 Sifat adhesif bahan 6. Adhesif lain. 6. 6.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus. 6. 6.3.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%.1 Pada tahap pemrosesan.1 Adhesif Umum 6.3.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung.1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan. bahan pendukung harus ditentukan.3) juga harus disebutkan. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian. 5.2.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan. 6. 6.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian. 6.5 15 2 200 kg/m3 3.4. 6. 6.2. setelah kesepakatan dengan BKI .

Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. 2. Prasyarat 2.2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. 2. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat. bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman.5 %. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI.Bab 3 .2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. 2.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat.1. 2. 1. 2.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). Pengetahuan profesional tersebut. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. 2. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2.3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai. 1. Sebagai tambahan. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. 1. 1. 1.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan. .1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan. 1.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2.

10 Untuk perbaikan di lapangan. Kekosongan harus dihindari.9 Untuk perbaikan di lapangan.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. 2. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%).3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi. atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. 1.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI.11 Suhu komponen.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama. pada arah penirusan.12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik. 3. 2.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus. 1. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin. dan tegangan geser yang diizinkan τ. sejauh memungkinkan. 2. σMat. Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. maka resin pelindung disyaratkan memiliki . sekurangnya pada daerah perbaikan. 1. 2. 1. Pengerjaan 1. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. 1. 1. tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). sejauh memungkinkan. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. Gambar.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran). 1.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. 1. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki. 1. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. 2.Perbaikan komponen B B. maka nilai tersebut harus digunakan. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan.1).1.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung. langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV.1 Bahan yang rusak. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki. lihat gambar. dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain.8 Sejauh memungkinkan. Arah serat harus sama.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. 1.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%. 3. 2. 1. 2.3-2 Bab 3 . harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan.

jika ada. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan. 3. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah).1 Selama proses pengeringan. 2. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan.Bab 3 . 1. 3. D. laporan takaran sistem resin 3. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. 3. Dokumentasi Laporan perbaikan 1. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan.8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi.Perbaikan komponen B. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. 3. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin. C.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. 1. nomor identifikasinya . periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam.

Surveyor Form. No..………… BKI . F.2006 . Reg. climatic conditions. Perbaikan Date of Repair Tgl.g.3-4 Bab 3 . kondisi cuaca.Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen . No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl.304. materials. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan.FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No. Reg. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ……………………….. Identifikasi Lainnya : No.

Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :……. Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………. Designation ………….. Lot Lot – No. Register (untuk Kapal) :………………………… Register No... ……………………………...Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen . Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time. 1/2 . ……………………………. No. Identifikasi lainnya : ……………………………. Laporan Takaran Dosing Report No. Site (for WEC) No..……………………………….……………………… Site (of the repair) Tanggal :…………….. …………………………………………..FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : …………………………………………... Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material ……………………………. ……………………………. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No. Lokasi (untuk WEC) :………………………………..Bab 3 .. Other Identification No. Pemilik : ……………………………………………... ……………………………..

[oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time . Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . [oC] Min : Min. Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max.3-6 Bab 3 .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

.................................................3 1.............. Persyaratan Material.............................. E............................. 2.......………....... D.......... 1...................................................................................9 1..............Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A............................. Jenis kayu dan Klasifikasi .............................................. B.......................... Kayu Lapis Bangunan Kapal .......14 1.............................................1 .. C.................................................................................................................................................................................. Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ...........15 Bab 2 A....... Menyambung Bahan Kayu ................................... Perlindungan Kayu ............ F.......1 1................ Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …...................1 1.................................................................. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum ........................................

Kayu yang tumbuhnya melingkar .2. yaitu bebas dari getah. tonjolan.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis). maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan. 1. Saat memproses. 1.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik.2 Tabel 1. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. 3. serangan jamur dan serangga. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup. serta kekuatan lengkung.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. dan tidak memerlukan kekuatan. 3. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. 1.2 Untuk maksud tersebut. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. 1. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425. serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1. 1. Pengeringan 3. seperti keawetan.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca. 3. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1.Bab 1 . kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. 2. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. berat jenis.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus.Persyaratan Material. tarik dan tekuk. B. 1. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. 3. Mutu 1. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. 1. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material. . Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca.

1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal. dan D.6 Sertifikat 2.1–2 Bab 1 . Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.6. jika diminta. dan selalu ditentukan terlebih dahulu.2. 2. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D. lapisan . 2. tetapi maksimum ± 0. karakteristik lem. untuk menghindari pengaruh uap air. 2.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2.7.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer.4.3.2 Jika lem baru digunakan.1.4. 2. 2. kekuatan penekanan.Persyaratan Material.5 mm Pengeleman 2.3. "Kayu lapis untuk pesawat udara". 2.5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar. termasuk ketahanan terhadap adhesif.2 Sertifikat tersebut menjelaskan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2. 2. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka. 2. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.3 Ukuran panel 2. sedangkan kualitas KI II.1. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan. 2. pengisian. 2. 2. stempel dan. jenis kayu lapis.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis. 2. . 2.6.7.3.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II. dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus.4 2.2 Kualitas hati-hati.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.8 Perhitungan kekuatan 2. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan. nilai rata-rata dari hasil uji.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2.7.1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705). dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. lama penekanan. antara lain.2. sebagaimana tertera dalam bagian C.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.6. Pada saat ini. 2. Untuk maksud tersebut. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya.1 atau 1.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut. suhu penekanan. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu. papan kayu atau potongan papan kecil.7. Pada umumnya. 2. 2.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.

4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. kurang kuat. 3. 2. kulit kapal dan sekat). sempurna. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai. Namun. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3. 1.5 mm 2.2 Pada umumnya. Untuk lapisan bagian dalam. Sebaliknya. Sambungan veneer 2. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal. 3.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca.2 harus diperhatikan. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. serta melalui penyisipan lapisan fabric. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C.8 mm 2. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu.4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan. veneer dengan tebal 1. 1.6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat. Tergantung pada aplikasinya. tanpa cacat. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm.5 mm digunakan untuk lapisan terluar.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya. 2. Akan tetapi. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1.Bab 1 .misalnya khaya mahogany.Persyaratan Material. 2.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak . harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1. 1. melalui penambahan jumlah lapisan veneer.6 mm karena berpotensi 3. sehat. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. 2.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1.5 mm 3.6.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. 1.8 mm tidak boleh digunakan.2) . dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 .3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. 3. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan. okumé . pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan.5 Ketentuan yang terdapat pada B. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. 2.5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. 3.

49 0. atau berbeda dari persyaratan BKI. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan. Tabel 1.41 II II – III IV .4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI. produksi dan pengeleman.59 0.6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis.2 saat ini disetujui.62 0. 4. 5. Dalam kaitan dengan kelompoknya. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya. 5.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. 5.62 0. P P 0.Persyaratan Material. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp.57 0.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis .3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2. bertanggung jawab kayu yang benar. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. selanjutnya. 4.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. kekuatan.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama . 5. 3. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan. mutu.45 0. atau 3.1–4 Bab 1 .5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli.63 I.I I.64 0. 4. Kelompok kekuatan 4. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4.

seratnya sangat keriting. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. 8. 10. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama. lubang. Perbaikan 7. 10.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. Dalam mengerjakannya.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1.1. yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap. utamanya pada pengeleman. 9. 10. 10. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai. 9. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat.1 Setelah pengepresan.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.1 Pada umumnya. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. 10. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel.0 mm.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir.2. dan lubang mata kayu kecil 10. 7. ditetapkan kualitas . Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. 7. panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. 8. Saat mengampelas panel. Perlakuan permukaan 6.1 Pengujian Umum b) c) 10.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada.1.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang.Bab 1 .1.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.Persyaratan Material. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi. 10. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama.2. Perhatian ditujukan. 7.

2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji.1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C.5.5 Jenis dan jumlah sampel 10.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10.6 10.4. sekali lagi. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI. 10.4. 10.6.1.Persyaratan Material.4.4 Jika persoalan produksi timbul.3. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak. 10.6.6.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah. 10. 10.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem.4.1.3. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel. 10. 10.6.5. 10. Untuk maksud tersebut.1–6 Bab 1 .3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis. Sampel uji tarik . dan kembali diberi nomor sampel panel uji. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI.4. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan.6. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus.1.6. Jika. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji. 10. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.4. 10.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.1. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar.4. 10.4.5.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10.5. 10. atau panel yang sangat tebal dan besar. 10. Jika terjadi pada seluruh panel. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji.5. 10. 1. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10.4. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut.5. 10.2 Sebelum pengujian.5.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C .3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai.2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik .5. saat memotong panel tersebut.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal.1. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem.4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10. 10. 10.4.5. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji.

10. 10.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%.6.4.2.6.2 N/mm2 P P 10. .7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini. atau yang berbeda dari regulasi BKI.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.2.6.6.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.6. Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.2 Uji kekuatan kayu lapis 10.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1.1. 10. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya.6. 10.6.1.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai. 10.6. Sampel 5 lapisan melintang 10. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut.6. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.6. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255).3.6. 10.2.5 N/mm2 P P 10. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.6.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai. 10.6.3 Uji kandungan air Gambar 1.Persyaratan Material.Bab 1 .1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.6. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10.2.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai. 10. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi.3.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%.2.2.2.2.2 Dari setiap keenam sampel.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1.6.2.4 10. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375. 10.6.

2. jika terbukti panel tersebut cacat.5. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel. .Persyaratan Material. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. 11.2006 K I K I K I 15.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. 11. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal.1–8 Bab 1 . Lazimnya.6. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11.01. 11. − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral. yaitu pada bagian belakang). 10.01. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10. uji lengkung.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut.6.2. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test).6. panjang dan lebar panel dalam cm. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang.01.2006 10.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis. uji pukul.01. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar. 10.2006 K I 12. 11. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan. Sertifikat 12.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E. uji rendam dll. jika secara khusus diminta oleh pemakai. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar).6.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15.6.3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. uji bengkok.6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai.

Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka. 2. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi. stempel dan. 2.3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. 1. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan. diberi atau tanpa diberi resin.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. panel kayu lapis yang diperiksa.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13. 2.5 Kayu birch.4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. 3.2 harus diperhatikan. 13.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.7.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. antara lain.Bab 1 . jumlah. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. diampelas sedikit. alder. 2.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. 3. 2.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 1.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. jenis kayu lapis.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam. untuk menghindari pengaruh uap air. digosok.7. 1. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. D 1–9 12. Konstruksi 2. beech. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian. 2.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1. Sambungan Veneer 3. 1. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. 3. 3. 2. dihaluskan. nilai rata-rata hasil pengujian. 2.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan.Persyaratan Material. jika diminta.3). 13.2 Sertifikat menunjukkan. 13.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas.7 Perlakuan permukaan D. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara . 3. 13.

1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. 6. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. . membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya. mutu. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. produksi dan pengeleman. selanjutnya. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. kekuatan. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3. mata kayu berjamur. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu. Tabel 1. 5.1–10 Bab 1 . dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. 4. Cacat 4. Permukaan yang tidak terlihat 6. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI.masing. mata kayu membusuk. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. DIN 68256). Sampai dengan tiga jenis kerusakan. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. 4.benar tanpa cacat dan. Kualitas Kayu lapis 5. Disamping itu. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm.Persyaratan Material. − Kayu dengan butiran yang pendek. 5. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. DIN 68256). kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. 5.

Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai.5.3.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. sekali lagi.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. 7.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan. Jika. . 7.4.4. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak. yang dikirimkan untuk pemeriksaan. 7.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7. maka perlu saat memotong panel tersebut.6. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.2. 7. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.5.5.3 Dari benda uji ini.Bab 1 .hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI.5. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.4. 7. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak. 7. dan khususnya pengeleman.4. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel. Jika terjadi pada keseluruhan panel. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik.5.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7. 7.Persyaratan Material. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel.1.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI.1 Pengujian Umum 7. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut. 7.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel.4.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7. 7. 7.4.4.4 Jika masalah produksi terjadi. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis. 7. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.5. 7. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji.1. atau panel yang sangat tebal dan besar. 7. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.4. Untuk maksud tersebut. 7.1.2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji. 7. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. 7.5.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat.2.4.4 Penentuan Sampel 7. 7. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis.4.1 Berkaitan dengan konstruksi.5 Mutu umum panel 7.1 Pada umumnya. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai.

Jika tidak ada spesifikasi lain. Kayu yang lebih gelap. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7. 7.2 Kekuatan tarik . Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375. 7.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.7. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1. misalnya birch: sampai ketebalan 3. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang. 7.9. 7.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377.4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan .7.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.9. maka nilai yang terdapat pada B. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut. 7. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.8 Kekuatan tarik Gambar 1. 7.3 dan 1.0 mm.8.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1.8. harus memenuhi persyaratan pemakai.9 Uji tarik .2 harus digunakan.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1.6 Penyimpangan dalam produksi.4 dan 1. 1.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama. 7.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7.1 Uji tarik .5 mm.5. 7.1–12 Bab 1 .8.Persyaratan Material. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.6 + Tebal panel Gambar 1.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255.

7. uji lengkung.7 7.9. dll.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut. 7. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian.4 dan 1. P P Gambar 1.3.8 3 1-2 4 2.6 dan 1. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. dididihkan lagi selama 3 jam. 7. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik. 7. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan.1. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih).10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini.9.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel.9. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas.4 dan 1.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan.3. 1. 7.2. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.9.7.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1.5 5 3 5 7. . uji perendaman. dalam kondisi basah.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu. 1. 1. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut. 7. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi. Lihat Tabel 1.1.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1. uji bengkok.6. 1 x lebar sampel.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh.Bab 1 . waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier. Setelah itu. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar. 7. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer. Dalam pelaksanaannya.8 Sebagai tambahan. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah. 1.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji.10.9. Gambar.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm. Gambar. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1. Sebagai contoh: uji buka paksa.6 dan 1. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI.9.Persyaratan Material.5 untuk panjang yang direkomendasikan.9. uji pukulan.9. namun.

Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja. jumlah kelompok uji. 1. tahun pengujian. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm. E 8.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka. Penandaan dan pemberian stempel 10. lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. 1. 8.1. jika panel tersebut terbukti ada cacat. misalnya "2 . 8.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8.2 mm). 1. Tebal dari masing . 9.2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. 10. . − 8.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C. Komponen laminasi dan komponen lapis banyak. direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan. Menyambung Bahan Kayu 1. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen.1. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. tebal laminasi tidak boleh. jenis kayu lapis. jika mungkin.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). Untuk bagian yang lurus.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. Namun. dan D.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup. Sebagai alternatif.4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel.Persyaratan Material. kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi.). Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . 1.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006). Penyimpanan panel kayu lapis 10. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100". jika diminta. nilai rata – rata hasil pengujian.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai. 1.1–14 Bab 1 . Sertifikat 9. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D. 10.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi. tetapi tidak boleh melebihi 18%.1 – 0. 8. guna menghindari pengaruh uap air. 9.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 10.3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi. 1. stempel dan.2 Sertifikat menjelaskan antara lain.

2. Panjang ketirusan 2. waktu penjepitan harus diperpanjang. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. geladak. 1.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. Tabel 1. 2. F.Persyaratan Material. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. 1. karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm². .2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai.8 Sambungan tirus melintang tebal 2. 2. Perlindungan Kayu Gambar 1.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. tergantung pada suhu pengeleman. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus.6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. Sambungan tirus Dalam hal ini. kulit. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. 2. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat.Bab 1 . Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E.7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan. 2. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain. cara tersebut tidak sesuai. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah.

1 dalam Peraturan Lambung. (DIN 52185). Untuk kondisi lingkungan pengujian.1 105 MPa MPa MPa 1. Umum − − 2. 1. 2.1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. Section 2 harus diberlakukan. . 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183). nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182). Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 2. Volume II.0 0.Bab 2 .1 Untuk persetujuan bahan material. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang.3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. (DIN 52185). Kayu Balsa 1) − − 1. Permukaan harus datar dan diamplas. persyaratan dasar pada sub-item A. dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). 6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294).2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan.2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. Spesifikasi 2. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. 3 benda uji Kekuatan kompresi II.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan. Kandungan uap air harus 12 ±2 %.

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

.......................................................................................................... 2..................... B.......................... B...............1 Lampiran A A........................... Pengerjaan Penyambungan ……………............................................................................................... A........................ Standar dan Petunjuk yang Berlaku .........1 A........................................................................... Persetujuan Adhesif ................................................... B.......................................................................................................Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B..............5 ....... 111111 1 2 2 4 Bab 2 A.................................................... Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil .............. .................................. E.............. B............................................................................................................... Pengawasan Pembuatan pada Pemakai .. C..... B............................................ Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan ….1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A.. Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum ..................................................... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi .............3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) ……..................... C.......... D...................................................1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) ...........................................................................

dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. 2. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). B. Pembuat adhesif. atau perwakilan yang diakui. 7. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). Persetujuan Adhesif 1.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. asam. 8. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. 6. gemuk dan radiasi UV. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering. bahan bakar.5 m) dinding pemecah angin 4. Tergantung pada lingkup penerapan. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. Tergantung pada penggunaannya. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. Bagian dan komponen dari logam. Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. 3. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer.5 m × 0. 2. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. 3. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. 5. . pada uji tarik geser. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. Untuk pemahaman yang lebih baik. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. alkali.

menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus. Personil 4. dibawah beban statis jangka panjang. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. Umum 1. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. 2.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi.2 Untuk pemrosesan adhesif. pada bagian. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. Fasilitas produksi 3.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). tidak terlewati pada saat proses pengeringan. D C. Berdasarkan nilai-nilai ini. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan. 2. 1. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. 3.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI. 2. 3. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui. 1.1 Semua fasilitas produksi. 2. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Penyimpanan 2. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC). . 1.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya.3 Selama proses penyambungan. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. 1. maka lapisan penyambungan harus tebal. 1. 4. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. 1.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan.5 Plastik berpenguat serat (FRP). Pengerjaan Penyambungan Umum 1. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah. 3. Rancangan konstruksi 2. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait. 1.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan.

adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit. Jika hal ini tidak dapat dipastikan. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif.2 Selama penyambungan.4 Jika mungkin. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur. 5. 3. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. 4. Pemrosesan 4. 3.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen).5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. kecepatan pengeringan menurun secara cepat.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. Demikian pula. 4. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C).8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim.4 Jika perlu. Pada waktu proses pengeringan. 4. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi. 3. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan. 4. . embun/uap dan radiasi UV. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. Pengeringan 3. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. Perlakuan awal permukaan asli. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. 5. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. 4. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif.5 Dalam banyak kasus.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. Selanjutnya. Untuk masingmasing obyek. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. 2. 3. 3. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. 3. 3. 2. 2.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan. 3. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban.

pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000. dan juga pada rongga. Pemeriksaan yang akan datang 4. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. 3. 4. hasilnya harus didokumentasikan.1 Untuk penyambungan komponen. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen.2 Dalam hal pengawasan pembuatan. 2.3 Dalam hal produksi seri. 1. 1. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. rongga yang besar. 3. E.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat. penyimpanan dan pengujian. bagian yang akan disambung. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. Namun demikian. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. Melalui penggunaan sampel acuan. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung. 1. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. Pengawasan produksi Pengujian 4.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu. 3. jika mungkin. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. tebal lapisan ikat. retak akibat tegangan. 3. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi.5 Bersamaan dengan proses penyambungan.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. 2. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. 1. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. E 5. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. kerusakan atau cacat yang serupa. 4. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. adhesif. dan sampel ini harus diberi label.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. perubahan warna. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. 3. dan perlakuan awal permukaan ikatan. Parameter yang berkaitan dengan . Pengertian dari Petunjuk ini. struktur permukaan.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. 2. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B). pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. 3. 3.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan.

Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat.1. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan.1. 1. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. atau perwakilan yang ditunjuk. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan.1 Pabrik pembuat adhesif. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi. 2.1 Untuk persetujuan adhesif.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan.1. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan. Persyaratan 5 tahun. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan. 1.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif. maka persetujuan tidak akan diberikan. 2. jika sistem tersebut ada. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan. 2.1 Persyaratan Umum 1.2 Deskripsi – – 1. Dalam kasus tertentu. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan. 1. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. – – 2. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi.4 Atas permintaan pemohon. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2. 2.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan.2. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. Umum 1. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. 1. 2. 2. 1.1. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: .

Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan.1 harus dicapai: . sifat minimum berikut menurut Tabel 2. 7 dan 28 hari. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2.3.3. sifat berikut harus dinyatakan: 2.2 Untuk adhesif. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2.3. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada .3. misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2.15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta.3. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya. 4. dan 7 hari.3. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat.2 Untuk proses pengeringan. Sifat minimum 3. diukur setelah 24 jam. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465). untuk sistem satu komponen. dan 2.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta. – 2.3. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW. Untuk satu seri.3.1 Untuk persetujuan adhesif.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C.3. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu. untuk sistem dua komponen.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. dan juga setelah 3. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama.3 Untuk kondisi kering.20°C. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri.

Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu. .25 MPa 1 0.6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1.7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2.

liquid resins. elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk.78 Tabel A.98 12.82 05.79 09. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber. Bestimmung der Volumenänderung.Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 .87 01.91 05.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B. condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .95 02. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics .Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. Determination of density by the pyknometer method Plastics .94 06.95 06. liquid resins. Elastomeren und Kunststoffen. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application.90 Tabel A. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber. B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A. tensile stress at yield. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01. determination of tensile strength at break.96 10.

Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. 1.1 Joining part no. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date . Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1. 1. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No.2 Joining part no.

4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time .1.1.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.1.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2. g.1. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2. 2.

B B–3 2. Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no .3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2.2.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.2.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2.2.

2.B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3. If "yes". Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) .

3. diikuti dengan uji adhesi. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B. A. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. 2.3. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%). diikuti dengan uji adhesi.3. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). alkali atau zat pembersih untuk industri. Setelah pengkondisian ini. Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat.2. diikuti dengan uji adhesi. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%).Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. . pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. Bersamaan dengan itu. Untuk evaluasi perpatahan. uji adhesi pertama harus dilakukan. uji adhesi kedua harus dilakukan. 1.