BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. serta terhadap kerapuhan. jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. DIN 53281. Pada umumnya. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat.lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. 3. Bahan inti konstruksi sandwich 3. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. Part 1). . bahan bakar.3. 2. air sungai dan laut. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. 1. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. 3. 2. Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). Fabric tak dianyam: Lapisan .Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat. 3.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil.3. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan.72. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. 3. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman. dan terhadap pengaruh dari media. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat.4 Bahan busa padat 2. Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi. maka angka tersebut yang harus digunakan. Bahan penguat 2. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. − dibersihkan dan dihomogenkan. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %.3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat. Sebagai tambahan. E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1. 9. baik bersama maupun pada mat. serta perekatan yang cukup pada suhu proses. 3. misalnya.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. 4. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset. 1.5% berat zat thixotropic).4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. guna memastikan sifat bahan yang memadai. atau sebagai konstruksi utama (shear webs).1-2 Bab 1 . Bab 4. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis.

dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. atau dengan bahan lain. akan tetapi. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. 2. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3. 1. 5. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). 1. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI. Ruang penyimpanan 1. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan. Jika instruksi tersebut tidak diberikan. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. 2. 2. . maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. Jika tidak ada persetujuan. Persetujuan Bahan 2. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. 4.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar. 2. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. bukti dari sifat . Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. 2. 5. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. Prinsipnya.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. 3. C. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain. Adhesif D.Bab 1 . 1.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. Selama proses laminasi dan pengeringan. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. Untuk tujuan ini. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. 1. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. Bengkel laminasi C. D 1–3 5. 5.Persyaratan Bahan dan Produksi B. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. 5. Sebelum produksi dimulai.1 Semua fasilitas produksi. 3.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI.

3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. Jika waktu tersebut tidak ditetapkan.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok. 3. yang disiapkan tidak boleh dilewati.1 Pada prinsipnya. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Persyaratan cetakan 2.4 Bahan penguat. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi. 3. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. 3. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. 1.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum.5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan.4 s/d 0. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI. 2. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. 2. 3. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Pertambahan . waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. 1. Pembentukan laminasi E.3 Bahan pengeras. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. dalam kondisi kering dan bebas debu. E 3.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. 2. 3.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin.3 Resin. maka sebagai tambahan. 2. 1. dengan menggunakan proses yang tepat. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran.4 Selama proses laminasi. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat. Oleh karena itu. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. bahan pengeras. Ketentuan Pemrosesan Umum 1. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai.7 Dalam hal khusus.6 mm.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci. 1. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). Permukaan harus kering dan bebas debu.4 Sebelum proses laminasi dimulai. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI. mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C).Persyaratan Bahan dan Produksi D.1-4 Bab 1 . 1.. Peraturan ini. 3. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk. 3.

komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). Pengeringan dan pemanasan 5.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap. Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. 3. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. metode laminasi mekanis secara manual. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi. 3.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E. Untuk tiap-tiap sistem resin. dalam hal cetakan yang rumit. dan bila perlu pembantunya. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m². 4. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan. atau harus diberi potongan penguat. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan. 3. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat. 3. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat. paling lambat pada awal setiap hari produksi. 4. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. 5. 3. Bila periode ini dilewati.Bab 1 . 5.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset.9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. zat penggabung atau yang serupa).6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. 4. maka tepi potongan harus berhimpit.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran). bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan.3 Segera setelah pengeringan. Dalam hal kantong vakum.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat. Waktu pemanasan tergantung pada .6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya. 4.6. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas.3). tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut. 4. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). Bila tidak. 3. 4. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran.8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. 4.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan. 3.2.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. 5.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. 4.

sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari.1-6 Bab 1 . penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan. lihat E.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP. Disamping itu. 6. 6. 6.3.1.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air). 6.3.1.1 Perekatan Umum 6. 1. Jika nilai tersebut tidak tersedia. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI. 6.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat.4 Dalam banyak kasus.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C.3. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. 6. Terutama. 6. Khususnya pada saat pembersihan gemuk. . 7. 6.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk.3. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI. debu dan bahan pelarut. 6.2. 6. atau secara kimia dengan cara pickling.1.3 Jika. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan. utamanya. 6.3 Proses 6.2 Untuk perekatan bahan serat komposit.4 Batasan penggunaan bahan adhesif. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.2. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan.6). Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1. 6.1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI.3.Persyaratan Bahan dan Produksi E.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan. dengan menggunakan bahan yang sesuai.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. 6. atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan. F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. Pengedap 6.2. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. 7. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi.2.3 Untuk permukaan yang halus. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air).3.1.3. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).2 Perlakuan awal permukaan 7. 6. 6.2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. karena alasan khusus. harus dipatuhi.

pengerutan. jika mungkin pada saat produksi. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi. 3. pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen. kerusakan dll. 1. 1.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. Menurut peraturan ini.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan. mutu produksi secara umum. 3. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak.2). penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. Pengawasan produksi 4. 3. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. Pada saat produk tiba. dan sampel produksi ini harus diberi label. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini. .Persyaratan Bahan dan Produksi E.Bab 1 .7 Pada saat produksi. misalnya mutu permukaan akhir.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. perhatian harus ditujukan pada pori-pori. dan paling lambat pada saat produksi selesai. komponen harus diperiksa visual. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). perubahan warna.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih). 3. 4. Utamanya. 4.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas. 4.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. dikeringkan dan disimpan. F 1–7 1. harus diperiksa. 2. 3. 3. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis. Sebagai tambahan. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. 2. delaminasi. 3. 3.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. kelembaban dll. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. mutu komponen harus ditentukan. 2. Pengujian konstruksi 4.

pengujian dapat diulang pada batang uji baru.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A. 1.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta. 1. Jika.1 Resin termoset Umum 2. 1. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai.1.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan .Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai.7 BKI . 1. 1.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat. Persyaratan Umum − 1. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan.1. 1. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. Bersama dengan permohonan. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI.Bab 2 . 2. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . Namun demikian. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin. 1.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat. 2. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia.Pusat secara kasus per kasus. bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 2. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan. 1. 1. dalam pelaksanaan pengujian tersebut. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus. terhadap bahan. Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. Bila terdapat keraguan.2 Uraian umum dari resin termoset.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. maka persetujuan tidak dapat diberikan. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut. atau pengguna. dengan cara yang tepat.

ISO 75. 6.2. 2. regangan patah.3 Berkaitan dengan sifat resin.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam. dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus.2. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. dan 2. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178). Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. minyak hidrolik. 2. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 .2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2. metode A).ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945.4 Sifat pada kondisi kering 2. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk. Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2.2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.4. batang uji 1 B).ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 . 2.5 Sifat minimum 2. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0.4. kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh. bahan bakar.4.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.ISO 1183. 2.05% s/d 0. 3 batang uji Kuat tarik.4.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP.5. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm).4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178). harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan.2 Sebagai tambahan.2-2 Bab 2 .1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 .3 .ISO 9352).1. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 .2.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. Namun demikian. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 . Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy). section 6. Untuk tujuan tersebut. 3 batang uji 2.4. section 6.3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan. metoda A). sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat. modulus regangan patah tarik elastisitas tarik. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C.25%.5) 2.

data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2. 3.5. 3.2 Uraian 2.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3. dapat juga disetujui. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus.1.2.ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3. sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya.4 a . Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 . maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui.ISO DIS 3375).ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas.Bab 2 . − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7. maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran. dapat ditentukan oleh pemohon.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1.c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 3.3 Dalam hal resin gelcoat.2 − − − Sebagai tambahan.3 3.ISO 4602) 3. 3.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.2. fabric dll. 3.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 .Pusat dan pemohon. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.1.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 . − Rentan − Tidak tahan 3. karbon dan aramid. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm.1. hybrids). 3.2.3. setelah kesepakatan dengan BKI .2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 . Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui.3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas.1.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan.5%) 3. Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI.2. 3.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda. semua jenis serat harus disebutkan. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2.5 Jika.5.Pusat.5) .2. untuk produk penguat gelas tekstil.3.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2.) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3. setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes.1 Bahan penguat Umum 3.3. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan. 3. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat.

jenis anyamannya harus disebutkan. produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. 3.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian.3. maka densitas linear dan. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan. benda uji III).3 (Metode C). arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 . Untuk jenis ikatan kimia. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya.6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda.ISO 1889) Jumlah.4.1.4 Untuk penggunaan gun roving. Setelah pengeringan. Seksi 5. untuk serat karbon dan aramid. karena alasan tertentu. karbon DIN EN 2564. prosentase berat (gelas ISO 1887.4. sama untuk aramid). Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm. 3 batang uji kekuatan tarik. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI. Untuk jenis ikatan mekanis.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 . karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan.ISO 4603) Perekat (lihat 3.3. laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm. 3. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965.2 Untuk roving.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3. Dalam menyiapkan panel uji. Tergantung pada jumlah arah penguat. 3. Dalam pelaksanaannya. 3. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%. perekat.5) 2374. 6 batang uji kekuatan tekuk.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain. bila sesuai. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik.5. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887.3. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak. panjang seratnya harus disebutkan. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI.1 Untuk pembuatan laminasi. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125.2-4 Bab 2 . aramid DIN 65356-2). suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati. .4. Kecepatan pengujian harus disebutkan.3 − − − − − 3.4 − − − − − Fabric Densitas linear serat. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat. regangan patah.4. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 . 3.4. Selanjutnya.4.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis.3.Pusat. 6 batang uji Sebagai tambahan. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain. Draft DIN EN 2850. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 . 3. Selama pengkondisian. 3. 3.3. 3. 3. regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382. metode A).3 Untuk semua produk penguat lainnya.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan. Seksi 4.4. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C. Jika.4.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam.3.

Jika diperlukan.35 Tabel 2. 3.5.2 ≤ φ ≤ 0.55 0.00 1. 3.45 0.5.55 0.50 0°/90°/±45° 0.00 1.55 0.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0.71 0.45 - . 3.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.Pusat.5. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.5.45 0.00 1.50 0. 3.5. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.00 1. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.45 0.55 0. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.00 1.5.55 0.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2.55 0.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.1 Untuk persetujuan.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 .00 1.5.00 1.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106. 3.55 0. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.8 [Mpa] 3.50 0°/ ± 45° 0.45 0.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan. 3.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.25 ≤ φ ≤ 0.55 0.Bab 2 . nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0.55 0.50 0.00 1. 3.55 0.4.50 0.55 0.45 0.6 3. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.42 0.5.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI .57 0.00 1.40 0.40 0.00 1.00 1.00 1.45 0.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.00 0°/90° 0. dalam hal ini.50 0.

2.Pusat. 5. 5.Pusat. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI .2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 .4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa. 5. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI .2.1. Dengan memperhitungkan sistem resin.1.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.ISO 2896).2. tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294).2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini.1. maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090. benda uji III.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 .1.1 Prepreg Umum 5. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI .ISO R 845). Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat.2.2. 5.2 Busa padat untuk 4.2-6 Bab 2 . 5.1. 4. Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%). .1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan.2. Section 5. petunjuk pemrosesan 4. Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.1. 4. Section 5. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku.1 Bahan inti Umum 5.4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini.Pusat jika terdapat keraguan.2.1.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5. 4. 4.2 Sifat bahan Prepreg 5.1. tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5.3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 .1) 4.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4.1. tebal sampel ≥ 25 mm. 6 batang uji 5.ISO 844). 4.1. 6 batang uji. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 .

1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan.5 200 2.1 Adhesif Umum 6.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0.2. 6.1.Pusat. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.3 Sifat adhesif bahan 6. 6.5 Sifat minimum 5.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6. 6.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan. Sebagai tambahan.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.5.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang. 6.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.3. bahan pendukung harus ditentukan.5.1 Pada tahap pemrosesan.6 Untuk densitas semu lainnya.4 Sifat pada kondisi kering 5.3. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%.1. 6.5 15 2 200 kg/m3 3. setelah kesepakatan dengan BKI .6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.3) juga harus disebutkan. Adhesif lain. informasi berikut harus diberikan: .3. 6. 6.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2).-%] (setelah 28 hari) 6. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283. 6.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%. 6.Bab 2 . 6.3 Kayu balsa butir melintang 6. Dalam pelaksanaannya.1.4.5 mm dan 3 mm harus digunakan.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%. 6. 5.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas.4.4.5.2 Penjelasan 6.6 40 0.2.4.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0. Section 6.2. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% . harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus. 6.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0. umur pakai (DIN 16945. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan.

Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan. Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. 2. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. 1. Sebagai tambahan.1.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan.5 %. 2.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. Pengetahuan profesional tersebut. . 2. 1. 2.2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2. 1. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan. 2. 1.Bab 3 . 1.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. Prasyarat 2.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi.3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat. bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2. 1. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. 2.

langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV. 1. dan tegangan geser yang diizinkan τ.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan.10 Untuk perbaikan di lapangan.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. 1.1. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI.1). tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi).9 Untuk perbaikan di lapangan. Kekosongan harus dihindari. 1. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki.1 Bahan yang rusak. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. 1. sekurangnya pada daerah perbaikan. 2. 2.Perbaikan komponen B B. Gambar. lihat gambar. 2. 1. 3. 3. 1. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir. 1. maka nilai tersebut harus digunakan. 2. 2. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran).12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. pada arah penirusan. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin. dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya. 1. σMat. 1. sejauh memungkinkan.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik.8 Sejauh memungkinkan. Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran.3-2 Bab 3 . Pengerjaan 1. maka resin pelindung disyaratkan memiliki . 2.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus. atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. 1.3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%. Arah serat harus sama.11 Suhu komponen. sejauh memungkinkan. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%). Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan. 1. 2.

3. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah). 3. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset. 1. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan. 3.Bab 3 .2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. D. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. laporan takaran sistem resin 3. nomor identifikasinya .8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam. C. 1.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan. Dokumentasi Laporan perbaikan 1. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. 3.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset.Perbaikan komponen B. jika ada. 2.1 Selama proses pengeringan.

FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e. Reg.Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen . Identifikasi Lainnya : No. No. kondisi cuaca.304. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ………………………. F. No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl. climatic conditions...3-4 Bab 3 .2006 . materials. Reg.g. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan.………… BKI . Perbaikan Date of Repair Tgl.Surveyor Form.

Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………... Lokasi (untuk WEC) :……………………………….……………………………….. Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :…….... ……………………………. 1/2 .……………………… Site (of the repair) Tanggal :……………. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No. Designation …………. Other Identification No.Bab 3 . Register (untuk Kapal) :………………………… Register No... Lot Lot – No.FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : ………………………………………….. Pemilik : ……………………………………………. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time... Identifikasi lainnya : ……………………………. ……………………………. ……………………………. …………………………….. Site (for WEC) No.. No. Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material …………………………….Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen . …………………………………………. Laporan Takaran Dosing Report No...

[oC] Min : Min. [oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time . Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max.3-6 Bab 3 . Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

............................ Menyambung Bahan Kayu .................... E........................................... Persyaratan Material...................................... B........................................................................................................................14 1................ Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …............................................... F................................. 1. Jenis kayu dan Klasifikasi ....................................Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A............................………..........1 1................. D.................................................................................................1 1..... Kayu Lapis Bangunan Kapal ............................................................ 2..................................9 1............ C...... Perlindungan Kayu ..........15 Bab 2 A.......1 ......................................................................................................3 1........ Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum ... Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ........

serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. yaitu bebas dari getah.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. berat jenis.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. seperti keawetan. 1. 3. Pengeringan 3. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. 3. B. tarik dan tekuk.2 Tabel 1. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu. 3. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. . B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material. 1. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis). Kayu yang tumbuhnya melingkar . 1. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. dan tidak memerlukan kekuatan. 2. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin. 3. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1. 1. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering.2 Untuk maksud tersebut. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. Mutu 1. tonjolan.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat. Saat memproses.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen.Bab 1 .5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. 1.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi.2. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. serta kekuatan lengkung.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca. serangan jamur dan serangga. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. 1. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%.Persyaratan Material. 1. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik.

dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. 2. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan. pengisian. 2.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama.1–2 Bab 1 . 2.5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh. papan kayu atau potongan papan kecil. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka.6.4 2.2 Sertifikat tersebut menjelaskan.3.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan.1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705).6.7.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2.1. 2. 2. 2.8 Perhitungan kekuatan 2. 2. 2. 2.1. 2. untuk menghindari pengaruh uap air. termasuk ketahanan terhadap adhesif. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan. jika diminta.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. 2.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis.6 Sertifikat 2.2 Jika lem baru digunakan.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. 2. 2. antara lain.7. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. 2. kekuatan penekanan. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2. dan selalu ditentukan terlebih dahulu. Pada umumnya. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.1 atau 1. lapisan .5 mm Pengeleman 2. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.7.4.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut. "Kayu lapis untuk pesawat udara". jenis kayu lapis.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1. 2.2 Kualitas hati-hati. 2. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D. suhu penekanan.3.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. nilai rata-rata dari hasil uji. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan.3.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II.3 Ukuran panel 2.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar. . tetapi maksimum ± 0.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2.2.7.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. Pada saat ini. lama penekanan. dan D.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.6. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. karakteristik lem. sebagaimana tertera dalam bagian C. Untuk maksud tersebut. sedangkan kualitas KI II.2. stempel dan.Persyaratan Material.4.

Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm. 3.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan.8 mm tidak boleh digunakan.Persyaratan Material. okumé . 2. 3.misalnya khaya mahogany. 2.5 Ketentuan yang terdapat pada B.2) .2 Pada umumnya. veneer dengan tebal 1.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1.5 mm 2.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis.5 mm 3.5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik. Sebaliknya. 1. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat.6. sempurna. 2. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam. Tergantung pada aplikasinya. 1.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi.8 mm 2.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak .Bab 1 . harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10. 1. kurang kuat.6 mm karena berpotensi 3.2 harus diperhatikan. 1.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan. Namun.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan. 2. 3. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya. sehat. 1. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal.4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. Akan tetapi. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1. 3. 2.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan.5 mm digunakan untuk lapisan terluar.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1.4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. Untuk lapisan bagian dalam.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. melalui penambahan jumlah lapisan veneer. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan. tanpa cacat. Sambungan veneer 2. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal. serta melalui penyisipan lapisan fabric.6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer. kulit kapal dan sekat). dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 .

Persyaratan Material. selanjutnya.49 0.41 II II – III IV .1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan.59 0. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. mutu. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. atau 3. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai. 4.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. 4. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp. 5.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli. P P 0. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya. bertanggung jawab kayu yang benar.I I.62 0. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. Tabel 1. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. Dalam kaitan dengan kelompoknya.1–4 Bab 1 . Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. 5.63 I. 3. 5. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya.2 saat ini disetujui.62 0.57 0.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan.6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel. produksi dan pengeleman. atau berbeda dari persyaratan BKI.45 0.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI. 4. 5.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis . Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama . kekuatan.64 0. Kelompok kekuatan 4.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui.

1.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. 10. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca.2. dan lubang mata kayu kecil 10. 10.0 mm. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu. Perhatian ditujukan. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi.2. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi. Saat mengampelas panel.1. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca. 10. 10.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100.Persyaratan Material. 10.1 Pengujian Umum b) c) 10. Perlakuan permukaan 6.1. 7.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%.1 Setelah pengepresan. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel.Bab 1 . yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat. 9. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8. Dalam mengerjakannya. utamanya pada pengeleman. 8. lubang.1 Pada umumnya. Perbaikan 7. seratnya sangat keriting. 7. 8. 10. 7.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. 9. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. ditetapkan kualitas . panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.

10. saat memotong panel tersebut. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10.4.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem.Persyaratan Material.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb.5.4. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. 10. 10.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji.5.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji.5.5.4 Jika persoalan produksi timbul.2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik .4.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis. Jika terjadi pada seluruh panel. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel. 10. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.6.1. atau panel yang sangat tebal dan besar.3. 10.1.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai.6.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.5. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel. 10.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus. 10.6.5.5. 10.5. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10.1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C.3. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI.5. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.6 10. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10.1–6 Bab 1 .4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu.4. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah. Untuk maksud tersebut. 10. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak.4. sekali lagi. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.1.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut.2 Sebelum pengujian. 10.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C . panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel. 10.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji.4. dan kembali diberi nomor sampel panel uji. Sampel uji tarik .4. 10.1.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10. 10. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan. 10.4. 10.6. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar.6.4. Jika. 1.5 Jenis dan jumlah sampel 10. 10. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya.1.6.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi.4.

3.6.1. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%. Sampel 5 lapisan melintang 10.Bab 1 .5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.6. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan.2 Uji kekuatan kayu lapis 10.2.2. Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.3. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut. . dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255).3 Uji kandungan air Gambar 1.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai.6. 10.2. 10.6. 10.6.6. 10.2. atau yang berbeda dari regulasi BKI.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.2.6.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini.Persyaratan Material.6.2 N/mm2 P P 10.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%.4 10. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel. 10.4.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.6.6. 10.6.2 Dari setiap keenam sampel.2.2.6. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya. 10. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.6. 10.5 N/mm2 P P 10.1.6.2.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1. 10.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1.2.6.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai.6.

10.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai.5.2006 K I K I K I 15.6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama. misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test). 10. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15. jika terbukti panel tersebut cacat.6.2. 11. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang. yaitu pada bagian belakang).3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak.1–8 Bab 1 .Persyaratan Material. .1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar). yaitu tanpa rincian pabrik pembuat.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10.6. uji lengkung. uji pukul.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven.6. uji bengkok. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol. 11. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel.6. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B. panjang dan lebar panel dalam cm. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal.6.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis. Sertifikat 12. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. Lazimnya.2006 K I 12. 11. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji.2006 10. − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral. uji rendam dll.01. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan.01. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm.01.2. jika secara khusus diminta oleh pemakai.01. 11.

1. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. 13.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. 2.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.Persyaratan Material. 3.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1. untuk menghindari pengaruh uap air. diampelas sedikit. Sambungan Veneer 3.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. 13.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2. 2. diberi atau tanpa diberi resin. Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. 2. dihaluskan. nilai rata-rata hasil pengujian. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. antara lain. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga.2 harus diperhatikan. 13.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. 2. D 1–9 12.7. stempel dan. alder. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka.2 Sertifikat menunjukkan.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. beech. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian. 1.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13. 1.3).3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. 13. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan. 3. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan. Konstruksi 2. jenis kayu lapis.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya.7. 3.7 Perlakuan permukaan D.5 Kayu birch.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya. digosok. 2. jumlah. 3. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah. 2. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. 2.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara .4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. jika diminta.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar.Bab 1 . 1. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar. panel kayu lapis yang diperiksa. 3.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. 2.

1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. − Kayu dengan butiran yang pendek. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. mata kayu membusuk. Tabel 1. 5. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu.1–10 Bab 1 . selanjutnya. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel.masing. 4. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. 6. DIN 68256). – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui.Persyaratan Material. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel. membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. Cacat 4. 4. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. Disamping itu. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.benar tanpa cacat dan.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. . Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. kekuatan. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. 5. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. 5. produksi dan pengeleman. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. mata kayu berjamur. Kualitas Kayu lapis 5.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. mutu.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. Permukaan yang tidak terlihat 6. Sampai dengan tiga jenis kerusakan. DIN 68256). Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.

Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis.4 Penentuan Sampel 7.1. 7. 7. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini. sekali lagi.3 Dari benda uji ini.Persyaratan Material.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya. 7.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu. maka perlu saat memotong panel tersebut. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji. Untuk maksud tersebut.5. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.5.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.3.2. 7.4. . 7. 7.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7. 7. 7. Jika.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai.4. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.4. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.4. 7. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak. maka seluruh kelompok uji harus ditolak. yang dikirimkan untuk pemeriksaan.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.1. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel.4.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7.4. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel. dan khususnya pengeleman.1 Pengujian Umum 7.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik.4. 7.5.1 Pada umumnya.5.5. 7. 7.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.1 Berkaitan dengan konstruksi.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.Bab 1 .4. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat.4 Jika masalah produksi terjadi.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.4. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7.5. atau panel yang sangat tebal dan besar. Jika terjadi pada keseluruhan panel.1. 7. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji.5 Mutu umum panel 7.2.6. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D. 7. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji. 7. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.4.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. 7. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak. 7.5.

9.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi.7. Jika tidak ada spesifikasi lain.8.1–12 Bab 1 . 7. Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375. 7.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.6 + Tebal panel Gambar 1. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut. harus memenuhi persyaratan pemakai.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1.1 Uji tarik . khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.Persyaratan Material.7.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1. 7.4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan . 7. 7. 7.8. Kayu yang lebih gelap. 7.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.4 dan 1.2 harus digunakan.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar.0 mm. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.5 mm.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.9.3 dan 1.9 Uji tarik .2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1. 7.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255.6 Penyimpangan dalam produksi.8 Kekuatan tarik Gambar 1.8.5.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian. maka nilai yang terdapat pada B. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377. misalnya birch: sampai ketebalan 3.2 Kekuatan tarik .

Setelah itu.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C.9.3.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1.6 dan 1. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.6. 7. Gambar.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. 1 x lebar sampel.Persyaratan Material.9. uji pukulan. 7.5 5 3 5 7. 1. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji. namun.4 dan 1. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi. dalam kondisi basah. dididihkan lagi selama 3 jam.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu.9. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI.7 7. Sebagai contoh: uji buka paksa.1.8 3 1-2 4 2. 1. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel. 7. 7. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier.9. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer.9.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan.9. dll. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1.4 dan 1. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut. P P Gambar 1. uji bengkok. uji lengkung. 7.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih).3.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. 7.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1. 1. 7. Lihat Tabel 1.9.10.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan.8 Sebagai tambahan.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar.2.7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm. 1. .6 dan 1.9.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1. Dalam pelaksanaannya.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.1. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian. Gambar. uji perendaman.5 untuk panjang yang direkomendasikan.Bab 1 .

2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. 10. tebal laminasi tidak boleh. jumlah kelompok uji.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai. 1. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100".3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. stempel dan.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. 1.2 mm).Persyaratan Material. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen. 8. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0.3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus.1. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi.1–14 Bab 1 .4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka.1. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja. Penyimpanan panel kayu lapis 10.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup.1 – 0. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah. 1. Namun. jika diminta. guna menghindari pengaruh uap air. 10. lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. jenis kayu lapis.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). dan D. 1.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. 1. Tebal dari masing . . kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi. − 8. 1. jika panel tersebut terbukti ada cacat.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak. nilai rata – rata hasil pengujian. tahun pengujian. tetapi tidak boleh melebihi 18%. Sebagai alternatif. Penandaan dan pemberian stempel 10. 8. Untuk bagian yang lurus.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006).4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. 10. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. Komponen laminasi dan komponen lapis banyak. jika mungkin. Sertifikat 9. Menyambung Bahan Kayu 1.2 Sertifikat menjelaskan antara lain. E 8. direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan. 9. 8. misalnya "2 . 9. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D.).1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E.

8 Sambungan tirus melintang tebal 2.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis.7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain. 2. F.Persyaratan Material.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I.Bab 1 . 2. Sambungan tirus Dalam hal ini. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus.2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai. 1. kulit. Tabel 1. Perlindungan Kayu Gambar 1. tergantung pada suhu pengeleman. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui. 2. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. cara tersebut tidak sesuai. karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan. waktu penjepitan harus diperpanjang. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan. 2. 1. 2. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. Panjang ketirusan 2.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm².6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. geladak. .

3 benda uji Kekuatan kompresi II. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II. Untuk kondisi lingkungan pengujian.Bab 2 . 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183).1 105 MPa MPa MPa 1. Section 2 harus diberlakukan.0 0. persyaratan dasar pada sub-item A. (DIN 52185).Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A.2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan. 2. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). 1. Kandungan uap air harus 12 ±2 %.1 dalam Peraturan Lambung. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. 2.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang.3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182). Spesifikasi 2.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan. Umum − − 2.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1.1 Untuk persetujuan bahan material. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Volume II. .2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. 6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294). dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. Permukaan harus datar dan diamplas. Kayu Balsa 1) − − 1. (DIN 52185).

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

........................ C.......................................................................... Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan ….................................. D................1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) .................................................................................................................................................... B.................................... C.............. B........ Pengerjaan Penyambungan ……………..................................... Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil ............................. Standar dan Petunjuk yang Berlaku ............................................................... 2....... Persetujuan Adhesif ...................................................................1 Lampiran A A............................. B.................................................... .....................................Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B......................................................3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) ……........................................................... Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ................................................................ A.......................1 A.....5 . 111111 1 2 2 4 Bab 2 A......................... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi ................. Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum .............................. B........................................................... B............... E............................1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A....................

Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. Persetujuan Adhesif 1. 3. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. pada uji tarik geser. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. 2. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering. Bagian dan komponen dari logam. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. asam. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. . persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak.5 m × 0. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. 6. 7. Pembuat adhesif. Tergantung pada penggunaannya. alkali. 5. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. 3. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). B. Untuk pemahaman yang lebih baik. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. atau perwakilan yang diakui. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B.5 m) dinding pemecah angin 4. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. bahan bakar. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). 8. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. 2. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI. Tergantung pada lingkup penerapan. gemuk dan radiasi UV. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A.

1.5 Plastik berpenguat serat (FRP). 1.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen. 2. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat. 1.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). . kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI. 3. pada bagian.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya. 3. tidak terlewati pada saat proses pengeringan. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan. D C. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah. 1. 1. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. maka lapisan penyambungan harus tebal. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai. Rancangan konstruksi 2. 2.2 Untuk pemrosesan adhesif. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem.3 Selama proses penyambungan. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. Penyimpanan 2. 2. 1. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC).1 Semua fasilitas produksi. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. 4. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Personil 4. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. Fasilitas produksi 3. 1. 3. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. Berdasarkan nilai-nilai ini. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan. 2. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. Umum 1. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. dibawah beban statis jangka panjang.

misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif. 3.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. 3. 3.4 Jika mungkin. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. Pemrosesan 4. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan. 4.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5. Selanjutnya. 3. 2.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. 3. Untuk masingmasing obyek. Jika hal ini tidak dapat dipastikan. 4.5 Dalam banyak kasus. adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. Perlakuan awal permukaan asli. .2 Selama penyambungan. 5.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan. Pada waktu proses pengeringan. 2. 4. 4. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. Pengeringan 3. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi. 3. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. 3. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim.4 Jika perlu. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih. Demikian pula. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus. 2. embun/uap dan radiasi UV. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur. 3. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. 4. kecepatan pengeringan menurun secara cepat. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen). langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar. 5.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung.

Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. 1. 3.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI. Parameter yang berkaitan dengan . Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat. Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus. 1.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. 4. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu. hasilnya harus didokumentasikan.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. Pemeriksaan yang akan datang 4. struktur permukaan. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. Melalui penggunaan sampel acuan. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. adhesif. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. 4. 2. perubahan warna.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. rongga yang besar. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar. E 5.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. tebal lapisan ikat.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B).1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung. bagian yang akan disambung. retak akibat tegangan. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. 3. 2.5 Bersamaan dengan proses penyambungan.2 Dalam hal pengawasan pembuatan. 3. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. 3. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan. dan juga pada rongga. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. dan perlakuan awal permukaan ikatan. jika mungkin.1 Untuk penyambungan komponen. kerusakan atau cacat yang serupa. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan.3 Dalam hal produksi seri. Pengawasan produksi Pengujian 4. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. 1. 2.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. Pengertian dari Petunjuk ini.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. E.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan. 3. penyimpanan dan pengujian. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. 3. 1. Namun demikian. 3. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan. dan sampel ini harus diberi label.

harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia. 2. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan.2 Deskripsi – – 1. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan. 1.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. 2. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2.1 Pabrik pembuat adhesif. 2.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. 2. 1. maka persetujuan tidak akan diberikan.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . jika sistem tersebut ada. 2.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi.1. Umum 1. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan.1 Persyaratan Umum 1. maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya.1.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi. Persyaratan 5 tahun. 1. 1.1. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan. – – 2.1.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan. Dalam kasus tertentu.4 Atas permintaan pemohon. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel. 2. atau perwakilan yang ditunjuk. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. 1.2. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan.1 Untuk persetujuan adhesif. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi.

3.1 harus dicapai: . Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan. untuk sistem satu komponen.3. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta. misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2.3. untuk sistem dua komponen.3. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta.3. Untuk satu seri. sifat minimum berikut menurut Tabel 2.3. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW.15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2.3. dan juga setelah 3.3.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada . ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0.20°C.2 Untuk adhesif. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam. 7 dan 28 hari.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu.2 Untuk proses pengeringan. 4. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2. dan 2.3 Untuk kondisi kering. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504. dan 7 hari.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C.1 Untuk persetujuan adhesif.3. – 2.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465). diukur setelah 24 jam. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. Sifat minimum 3. sifat berikut harus dinyatakan: 2.

6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2. Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu.25 MPa 1 0.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0. .7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1.

condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen.78 Tabel A. B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A. determination of tensile strength at break.82 05. liquid resins. elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application.87 01.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 .79 09.96 10. Bestimmung der Volumenänderung.95 02.95 06. liquid resins. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics . Elastomeren und Kunststoffen.Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01.94 06. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber. Determination of density by the pyknometer method Plastics .Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B.91 05. tensile stress at yield.98 12. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .90 Tabel A.

Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. 1.1 Joining part no.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No.2 Joining part no. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date . Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. 1.

3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2.1.1.1.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2. 2.1. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time . in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2. g.

2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2.2. Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no .2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.2.3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2. B B–3 2.2.

Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3. If "yes". 2. Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . please describe the type of deviation(s) and what measures were taken.B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”.

Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%). Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi.3. uji adhesi kedua harus dilakukan. uji adhesi pertama harus dilakukan. harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat. diikuti dengan uji adhesi. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat).Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. 1. spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. . 2.3. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. Untuk evaluasi perpatahan. A. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. diikuti dengan uji adhesi. pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%).3. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. Setelah pengkondisian ini. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. Bersamaan dengan itu.2. diikuti dengan uji adhesi. alkali atau zat pembersih untuk industri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful