P. 1
non_ina12

non_ina12

|Views: 13|Likes:
Published by tebongede
rules bki for non metalic
rules bki for non metalic

More info:

Published by: tebongede on Jul 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2014

pdf

text

original

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. 2. bahan bakar. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %. 9. Bahan inti konstruksi sandwich 3.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat. Bahan penguat 2. 4. Sebagai tambahan. guna memastikan sifat bahan yang memadai. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1. 3. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. serta terhadap kerapuhan. Fabric tak dianyam: Lapisan .3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). 3.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil. Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1. Pada umumnya. atau sebagai konstruksi utama (shear webs).3. 1. baik bersama maupun pada mat. 3. maka angka tersebut yang harus digunakan.lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset.72. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³.3. .1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. misalnya. 3. DIN 53281. 3. Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil. dan terhadap pengaruh dari media. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. air sungai dan laut. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). Bab 4. serta perekatan yang cukup pada suhu proses. Part 1). penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman.5% berat zat thixotropic).2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan.1-2 Bab 1 .3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. 2. 1. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat. Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). − dibersihkan dan dihomogenkan.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur.4 Bahan busa padat 2. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran.

1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. 5. bukti dari sifat . suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. 1. 2. 2. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI. 1.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. 1. atau dengan bahan lain. akan tetapi. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. 5. 3. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. Adhesif D. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. 5. Jika tidak ada persetujuan.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf. D 1–3 5. Untuk tujuan ini. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. 4. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). C. 3. Bengkel laminasi C. Sebelum produksi dimulai. Prinsipnya. Ruang penyimpanan 1. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah. Selama proses laminasi dan pengeringan. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. 3.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. 2. 2.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. 2. Persetujuan Bahan 2. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5. . Jika instruksi tersebut tidak diberikan. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. 1.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C.1 Semua fasilitas produksi.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat.Persyaratan Bahan dan Produksi B. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. 5.Bab 1 .

1 Pada prinsipnya. maka sebagai tambahan. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon.4 Bahan penguat. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat. Jika waktu tersebut tidak ditetapkan. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui. Persyaratan cetakan 2. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan. Pertambahan . 3. 2. 3. Ketentuan Pemrosesan Umum 1. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. dengan menggunakan proses yang tepat. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C.6 mm.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat.. mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan. Peraturan ini. 1. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. Oleh karena itu. 3. 3.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C).3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. 2.7 Dalam hal khusus. 3. 1. 1.3 Bahan pengeras. 1.4 Selama proses laminasi. bahan pengeras.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. 3. 3.3 Resin.1-4 Bab 1 . hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan.4 Sebelum proses laminasi dimulai. 1.Persyaratan Bahan dan Produksi D. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. 2. E 3. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI. 3. 2. dalam kondisi kering dan bebas debu. Permukaan harus kering dan bebas debu.5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas.4 s/d 0. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). Pembentukan laminasi E.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum. yang disiapkan tidak boleh dilewati. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup.

9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E. Untuk tiap-tiap sistem resin. Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran). tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. 5. 5. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. 3.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. 4. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan. 5.3 Segera setelah pengeringan. 4. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. dalam hal cetakan yang rumit. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). metode laminasi mekanis secara manual. maka tepi potongan harus berhimpit.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). 4. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat.6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². 4. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan. Bila periode ini dilewati. Pengeringan dan pemanasan 5. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi.3).2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru.8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. 4. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. 3. 3. 3. 3. Dalam hal kantong vakum.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin. 4. zat penggabung atau yang serupa). 3. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. dan bila perlu pembantunya. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². atau harus diberi potongan penguat. 3.Bab 1 .6. paling lambat pada awal setiap hari produksi. 4.6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks. Waktu pemanasan tergantung pada . bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2. lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya. 4. Bila tidak. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan.2. setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m². Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat.

2.1.3. 1. Pengedap 6.1-6 Bab 1 . Khususnya pada saat pembersihan gemuk. 6. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI.3 Jika. atau secara kimia dengan cara pickling. 6. 6.3 Untuk permukaan yang halus. harus dipatuhi.2. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. 7. 6.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting). F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan.1. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai. debu dan bahan pelarut. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk. 6. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI.6).2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan.1. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin. 6.Persyaratan Bahan dan Produksi E. Jika nilai tersebut tidak tersedia. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. 6. 6.2 Untuk perekatan bahan serat komposit. utamanya. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air). atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan. 6.3.4 Dalam banyak kasus.3.3. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. 6. . 6. 7. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem. dengan menggunakan bahan yang sesuai.2.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna.2.1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara.3. 6. 6.4 Batasan penggunaan bahan adhesif. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. karena alasan khusus.1 Perekatan Umum 6.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus.3 Proses 6. 6. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C.2 Perlakuan awal permukaan 7. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin.1. Terutama. lihat E.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air). 6. Disamping itu. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar.3.3.

jika mungkin pada saat produksi. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis. 4. harus diperiksa. mutu produksi secara umum. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih).1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. misalnya mutu permukaan akhir. 4. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. dan sampel produksi ini harus diberi label.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. 3.Persyaratan Bahan dan Produksi E.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen.2). 2. Pengujian konstruksi 4. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. Sebagai tambahan. 3.7 Pada saat produksi. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2. 2. Menurut peraturan ini. delaminasi. Utamanya.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. . perhatian harus ditujukan pada pori-pori.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. perubahan warna. F 1–7 1.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. Pada saat produk tiba.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. 3. Pengawasan produksi 4. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur. 3.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi. pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. kelembaban dll. 2.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini. dikeringkan dan disimpan. kerusakan dll.Bab 1 . 3. pengerutan. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu. 3. 3.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. dan paling lambat pada saat produksi selesai. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi. 1. 3. 4.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). 1. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. mutu komponen harus ditentukan. komponen harus diperiksa visual.

7 BKI . 2. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut. Bersama dengan permohonan. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan.1 Resin termoset Umum 2. 1. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. dalam pelaksanaan pengujian tersebut. 2. 1. atau pengguna.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini. dengan syarat BKI menyetujui hal ini.1.Pusat secara kasus per kasus. 1. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. 1. Jika. misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan. pengujian dapat diulang pada batang uji baru.2 Uraian umum dari resin termoset. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya. terhadap bahan. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . 1. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan . Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun. 1. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. maka persetujuan tidak dapat diberikan. Persyaratan Umum − 1. dengan cara yang tepat. 1. 2.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel. Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Bila terdapat keraguan. 1.Bab 2 .Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai. 1.1.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta. Namun demikian. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan.

2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. 2. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm). sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. 3 batang uji 2. metode A).4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). section 6. bahan bakar. kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh.1. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945. regangan patah. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.ISO 1183. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . batang uji 1 B).Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. Namun demikian. metoda A). pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 . 3 batang uji Kuat tarik. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 .4. 6.3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175. maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat.ISO 75.05% s/d 0. 2.4.2-2 Bab 2 . data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.3 Berkaitan dengan sifat resin. section 6.2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2. dan 2.2 Sebagai tambahan. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam.4.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2.5 Sifat minimum 2. dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk. Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C. 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178). Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat.25%.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.2. 2.4.2.5) 2.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 . minyak hidrolik.2.4.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 .3 .4 Sifat pada kondisi kering 2. modulus regangan patah tarik elastisitas tarik.ISO 9352). 2. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.5.ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 . 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0.1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan. Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy). Untuk tujuan tersebut.

maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan.2.2 Uraian 2.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 . dapat ditentukan oleh pemohon.2.ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas.5.3.1.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 . setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat. karbon dan aramid.3.5 Jika.4 a . 3. 3. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 .4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran. 3. sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya. setelah kesepakatan dengan BKI .5) .0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3. 3.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .Pusat dan pemohon.Pusat. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. fabric dll. untuk produk penguat gelas tekstil.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 . 3.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan. 3.2. semua jenis serat harus disebutkan.) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.2. Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI. 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2. − Rentan − Tidak tahan 3.5.5%) 3.1. Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi.ISO DIS 3375).2.c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C.ISO 4602) 3. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1.1.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat.1 Bahan penguat Umum 3.1.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 . diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7. dapat juga disetujui.3 3.3 Dalam hal resin gelcoat. hybrids).ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3.Bab 2 . 3.3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan.3.2 − − − Sebagai tambahan.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.

produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis. Dalam pelaksanaannya.ISO 1889) Jumlah. bila sesuai.4. untuk serat karbon dan aramid. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric.1 Untuk pembuatan laminasi.5) 2374.4. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. 3. 3. Seksi 5. Selama pengkondisian.4. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik.4 Untuk penggunaan gun roving. regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382. .Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3.3. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat. 3.3. karbon DIN EN 2564. 3.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 . Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C. metode A).4 − − − − − Fabric Densitas linear serat. Untuk jenis ikatan kimia. 3. 3 batang uji kekuatan tarik. 3. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4.ISO 4603) Perekat (lihat 3. benda uji III).3.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3. perekat. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI. Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm.4.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . Untuk jenis ikatan mekanis. sama untuk aramid). Draft DIN EN 2850. maka densitas linear dan. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. prosentase berat (gelas ISO 1887.3 − − − − − 3. Tergantung pada jumlah arah penguat. karena alasan tertentu. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak. karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan.4.4.Pusat. regangan patah.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit.3 (Metode C). 3.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan. 3. panjang seratnya harus disebutkan. 3. Selanjutnya.3. Jika.1. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam. Kecepatan pengujian harus disebutkan. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon. Seksi 4. prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan.2 Untuk roving. 6 batang uji kekuatan tekuk.5. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik.4. 6 batang uji Sebagai tambahan. aramid DIN 65356-2).6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda. suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati.3 Untuk semua produk penguat lainnya. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 .2-4 Bab 2 .3. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125.3. laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm.4.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 . Dalam menyiapkan panel uji. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 . batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965. jenis anyamannya harus disebutkan. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI. 3. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat. Setelah pengeringan.

40 0.6 3.40 0.55 0.00 1.55 0.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4.50 0.00 1.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0.71 0.55 0.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106. Jika diperlukan.5.00 1.00 1.5.25 ≤ φ ≤ 0.00 1.4.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0.00 1. 3.5.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.00 1.Pusat.5.5. 3.55 0.45 0.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1. 3.00 0°/90° 0.57 0.8 [Mpa] 3.50 0. 3. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.50 0. dalam hal ini.55 0.Bab 2 . φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 .45 0.35 Tabel 2.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.00 1.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah.00 1.50 0°/90°/±45° 0.45 0.5. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi.00 1.5. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.5.55 0.50 0°/ ± 45° 0.55 0.1 Untuk persetujuan. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.55 0.45 0.2 ≤ φ ≤ 0.42 0.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.55 0.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.00 1. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.45 0.50 0.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.45 - .6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI . 3. 3.55 0.55 0. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°). 3.45 0.00 1. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.

1.Pusat. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 . Dengan memperhitungkan sistem resin.2.2. 5.2-6 Bab 2 .1.1.1) 4.Pusat. 4.2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. 6 batang uji 5.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini.1.2. Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya. 5.3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 .1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2.1. tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294).2. Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%).1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 . 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).2 Sifat bahan Prepreg 5.2.ISO 844).4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa.1 Bahan inti Umum 5.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan.2 Busa padat untuk 4.ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI .3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 .1. tebal sampel ≥ 25 mm.1. 4. . Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. petunjuk pemrosesan 4. 5.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4.1. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI .1. Section 5. 4. tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.2. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI .Pusat jika terdapat keraguan.2.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku.ISO R 845). 4. Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.1. 6 batang uji.ISO 2896). 4. Section 5. 5.1 Prepreg Umum 5. benda uji III. 5.

3) juga harus disebutkan.3. 5.3 Kayu balsa butir melintang 6. 6.-%] (setelah 28 hari) 6.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan.2. 6. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%. 6. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan.5 mm dan 3 mm harus digunakan.1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan.5. 6.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6. Sebagai tambahan. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.Bab 2 .5.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol.Pusat.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.6 40 0.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang.2.6 Untuk densitas semu lainnya. 6.4. setelah kesepakatan dengan BKI .5.4.5 Sifat minimum 5. 6.1.2 Penjelasan 6.2. 6.4. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian. informasi berikut harus diberikan: . Section 6. 6.5 200 2. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%.4.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.1 Adhesif Umum 6.3. bahan pendukung harus ditentukan. Dalam pelaksanaannya.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus.1.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas. Adhesif lain.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0. 6.1 Pada tahap pemrosesan. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2). − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% . umur pakai (DIN 16945.3.4 Sifat pada kondisi kering 5.1. 6. 6.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283.5 15 2 200 kg/m3 3. 6.3 Sifat adhesif bahan 6.

7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat. 2. 2.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. 1. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan. Sebagai tambahan. 2. Prasyarat 2. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis.Bab 3 . bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. 1.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel. 1. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan. 1. 1. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. 1. . Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat.3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai. 2. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. 2.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. 2.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI. Pengetahuan profesional tersebut.5 %.2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI.1.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2.

harus dibuang dari daerah yang diperbaiki. 2. Arah serat harus sama. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki. 1. Pengerjaan 1.3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi.1.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung. langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama.10 Untuk perbaikan di lapangan. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. maka nilai tersebut harus digunakan. pada arah penirusan. 1. Kekosongan harus dihindari. 2. 3. tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). σMat.8 Sejauh memungkinkan. lihat gambar. 1.12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain.Perbaikan komponen B B. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2. dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya. 2. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. 2. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. 1.1).6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin. 2.11 Suhu komponen. 1. 1.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%). atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. sejauh memungkinkan.3-2 Bab 3 . 2.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran). 1. dan tegangan geser yang diizinkan τ. sejauh memungkinkan.9 Untuk perbaikan di lapangan.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. 1. Gambar. maka resin pelindung disyaratkan memiliki . Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. 2.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus.1 Bahan yang rusak. sekurangnya pada daerah perbaikan. 1. 1. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan. 3.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. 1.

1. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan.8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset. 3. D. jika ada. Dokumentasi Laporan perbaikan 1. 3. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. C. 3. laporan takaran sistem resin 3. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi.Perbaikan komponen B. 1.Bab 3 .3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset.1 Selama proses pengeringan. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. 2. 3.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah). periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam. nomor identifikasinya .

2006 . kondisi cuaca.g.304..Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen . materials. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ………………………..FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No. No. No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl.Surveyor Form. Reg. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan. F.3-4 Bab 3 . Identifikasi Lainnya : No. climatic conditions.………… BKI . Perbaikan Date of Repair Tgl. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e. Reg.

…………………………………………. Lokasi (untuk WEC) :………………………………..……………………… Site (of the repair) Tanggal :…………….Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen . …………………………….. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No. Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time. …………………………….. …………………………….. Site (for WEC) No... Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material ……………………………... …………………………….. Register (untuk Kapal) :………………………… Register No. 1/2 . Identifikasi lainnya : ……………………………. Laporan Takaran Dosing Report No.Bab 3 ..………………………………... No. Designation ………….. Other Identification No.FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : …………………………………………. Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :…….. Lot Lot – No.. Pemilik : …………………………………………….

[oC] Min : Min. Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . [oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time .3-6 Bab 3 . Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max.

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

.......................... Persyaratan Material............ 1.........1 ..........................1 1....................................................3 1...................9 1..........................................Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A.......................................................... E.............................................. B...... F........................ Perlindungan Kayu .................. Jenis kayu dan Klasifikasi ......... Kayu Lapis Bangunan Kapal .........................................14 1.........15 Bab 2 A................................1 1...... 2......................................................................................................................... C........................................... D................................................................ Menyambung Bahan Kayu ...... Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ............………...................................................... Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …........................... Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum ...........................

serta kekuatan lengkung. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. Mutu 1. tarik dan tekuk. seperti keawetan. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. Saat memproses. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis). maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen. 1. 1.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus. serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. B.2. 1. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. 1. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. 3.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. Kayu yang tumbuhnya melingkar . 2. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat.Bab 1 . 1. berat jenis. tonjolan. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu. Pengeringan 3.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik. serangan jamur dan serangga. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik. 3.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca. dan tidak memerlukan kekuatan.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin. 1.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup. 1. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1.2 Untuk maksud tersebut. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material.Persyaratan Material.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan.2 Tabel 1. 3. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. . Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. yaitu bebas dari getah. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425. 3.

2.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer. 2. 2.1.7.2 Kualitas hati-hati. lama penekanan.1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705).6. 2.2 Sertifikat tersebut menjelaskan. lapisan .3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan. dan selalu ditentukan terlebih dahulu.2 Jika lem baru digunakan. 2. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka. tetapi maksimum ± 0. pengisian. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2.4.4. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu.6. papan kayu atau potongan papan kecil. 2.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2.3. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. 2. jika diminta.8 Perhitungan kekuatan 2. dan D. sebagaimana tertera dalam bagian C.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan.7. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D. 2. "Kayu lapis untuk pesawat udara".2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut.3. 2. 2. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. 2. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. sedangkan kualitas KI II. karakteristik lem.4 2. 2.1.5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang. 2. stempel dan.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2. untuk menghindari pengaruh uap air.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.7.Persyaratan Material.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama. Pada saat ini.6 Sertifikat 2. dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan.3.6. nilai rata-rata dari hasil uji. Pada umumnya. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis. jenis kayu lapis.7. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal. suhu penekanan. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh.3 Ukuran panel 2. 2. termasuk ketahanan terhadap adhesif.1–2 Bab 1 . 2. antara lain.1 atau 1.2. Untuk maksud tersebut. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm. . 2.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan. 2.5 mm Pengeleman 2. kekuatan penekanan.

1. 2.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1. veneer dengan tebal 1. 2. 1.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak .6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer. 2. Sebaliknya.5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah. 3. melalui penambahan jumlah lapisan veneer. 3.Persyaratan Material. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak.6 mm karena berpotensi 3.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis.5 Ketentuan yang terdapat pada B.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca.5 mm 2. harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10.4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. Namun.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3. Sambungan veneer 2. okumé .2 Pada umumnya.2) . lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm. 1. sempurna.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal. Untuk lapisan bagian dalam. sehat. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan.5 mm 3.misalnya khaya mahogany. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1. 1. 2. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam. serta melalui penyisipan lapisan fabric. kurang kuat.5 mm digunakan untuk lapisan terluar. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan. kulit kapal dan sekat).2 harus diperhatikan. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya. 3.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya.8 mm tidak boleh digunakan. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan.4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1. dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 .dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. tanpa cacat. 3.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. Tergantung pada aplikasinya.Bab 1 . Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. Akan tetapi.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.8 mm 2. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik.6. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C. 1. 2.

2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. selanjutnya.2 saat ini disetujui.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4.Persyaratan Material. 4. 5.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis .63 I. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. 5.6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel.62 0. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. 3. 4. atau berbeda dari persyaratan BKI.62 0. 5. Dalam kaitan dengan kelompoknya. Kelompok kekuatan 4. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya.45 0. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal. P P 0. 4.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama .3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan. 5. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. Tabel 1.64 0. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.41 II II – III IV . kekuatan. mutu. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan.49 0.I I. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan. bertanggung jawab kayu yang benar. produksi dan pengeleman.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1. atau 3. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan.59 0.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui.1–4 Bab 1 .57 0.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0.

Perhatian ditujukan.Bab 1 . 7. 10.Persyaratan Material. yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap.1 Pada umumnya. Dalam mengerjakannya. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi. 10.1 Pengujian Umum b) c) 10.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel. 10. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. utamanya pada pengeleman.0 mm. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. Saat mengampelas panel. 7. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang. seratnya sangat keriting. 9. 10. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%. ditetapkan kualitas . perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. 10. 8. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna.1. lubang. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.2. Perbaikan 7.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu. 9. 7.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca.1.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1.1 Setelah pengepresan. Perlakuan permukaan 6.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI.1. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100.2. dan lubang mata kayu kecil 10.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat. 10.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. 8.

6 10.5.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji.4.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375.6. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem.5.6. Sampel uji tarik . 10.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel. 10.4.4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.4 Jika persoalan produksi timbul. 10. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut. 10.4. saat memotong panel tersebut.6. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai.1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji. sekali lagi. 10. 10. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel.5 Jenis dan jumlah sampel 10. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan.6.2 Sebelum pengujian. 10.5.5.4.5.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut. 10.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb. 10. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak. dan kembali diberi nomor sampel panel uji.3.4. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan.1–6 Bab 1 .1. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II. 10.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C .4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji. 10.2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik . Jika. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya.5. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel.1.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.1.1.1. 10. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai.3. 10. atau panel yang sangat tebal dan besar. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10.5. 10.5.6. 10.4.4.4. 10.6. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. 10. Untuk maksud tersebut. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.4. Jika terjadi pada seluruh panel.4. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI.Persyaratan Material. 1.5.

6.3. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.2 N/mm2 P P 10. . Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.6.6.6. 10.Persyaratan Material.6.2.3 Uji kandungan air Gambar 1.6.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan.2. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375.2 Uji kekuatan kayu lapis 10.2.6. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255). tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1. 10.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.2.Bab 1 .1.6. 10.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.2. 10.6. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%. 10.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.6.6.4 10. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.2.5 N/mm2 P P 10.2. atau yang berbeda dari regulasi BKI. 10. Sampel 5 lapisan melintang 10.2.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis. 10. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya.2 Dari setiap keenam sampel.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1.6.4.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini.1. 10.3.2.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1. 10.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai.6.6. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.6.6.

− Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B.2006 10. jika secara khusus diminta oleh pemakai.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis.01. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal. 11.6. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. 10. Sertifikat 12.6. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel. uji pukul. uji rendam dll.6.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15. Lazimnya.Persyaratan Material.3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak.2. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar). Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11. 11.01. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai. 11.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut.2006 K I K I K I 15. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al.2006 K I 12.01.1–8 Bab 1 . kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm. uji lengkung.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. panjang dan lebar panel dalam cm.2. uji bengkok.5.6. jika terbukti panel tersebut cacat. 10.6.01. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat. yaitu pada bagian belakang). .6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama. 11. misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test).

digosok. Konstruksi 2.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C. 1.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. diampelas sedikit. 2. beech. 2. 13.3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. nilai rata-rata hasil pengujian. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan.7. Sambungan Veneer 3. untuk menghindari pengaruh uap air.2 Sertifikat menunjukkan. jika diminta. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.7.Persyaratan Material. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. jenis kayu lapis.3).5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. 1. 3.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. panel kayu lapis yang diperiksa.7 Perlakuan permukaan D. 2.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan.2 harus diperhatikan. 13.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya.4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13.Bab 1 . antara lain. 2. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. 2. stempel dan.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. dihaluskan. 3.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka. diberi atau tanpa diberi resin.5 Kayu birch. jumlah. 3. 1. Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara . alder.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. 3.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya. 3. 13. 2. 13. D 1–9 12. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. 2. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan. 1. 2.

Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. produksi dan pengeleman. mata kayu membusuk. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya. DIN 68256). jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. . lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. Disamping itu. Permukaan yang tidak terlihat 6. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. Kualitas Kayu lapis 5. 5. DIN 68256). Sampai dengan tiga jenis kerusakan.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. − Kayu dengan butiran yang pendek. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.masing.Persyaratan Material.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut. selanjutnya. 6. Tabel 1.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. 4. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. 5.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.1–10 Bab 1 . 4. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel.benar tanpa cacat dan. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. kekuatan. mata kayu berjamur. mutu. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya. Cacat 4. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. 5. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel.

3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7. 7.1 Berkaitan dengan konstruksi.5 Mutu umum panel 7.6. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus. 7.5. sekali lagi. dan khususnya pengeleman.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. 7.1 Pengujian Umum 7. Untuk maksud tersebut. maka perlu saat memotong panel tersebut.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai.5. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7.5. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis. yang dikirimkan untuk pemeriksaan.4.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat. 7.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan.4.2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.4.5. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel.4. 7.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.2. 7.4.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis.4. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini.4. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.5.4 Jika masalah produksi terjadi. 7. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. 7. 7. 7. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. 7. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai. Jika.4. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji.3. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak.1.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI. atau panel yang sangat tebal dan besar.4. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. 7. 7.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D.Persyaratan Material. 7.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel. 7. 7.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis.5.4 Penentuan Sampel 7.1. .5. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya.1 Pada umumnya. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak.Bab 1 . Jika terjadi pada keseluruhan panel. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.1.2. 7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7.4.3 Dari benda uji ini. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI.

geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7.8 Kekuatan tarik Gambar 1.8. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut.9 Uji tarik . Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.1–12 Bab 1 .3 dan 1.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7.7. Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.6 Penyimpangan dalam produksi.5.2 Kekuatan tarik . harus memenuhi persyaratan pemakai. maka nilai yang terdapat pada B.4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan . Kayu yang lebih gelap.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1.5 mm. 7. misalnya birch: sampai ketebalan 3. 7.4 dan 1.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377. 1. Jika tidak ada spesifikasi lain. 7. 7. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi.7.8.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1. 7. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.1 Uji tarik . 7.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.9.9.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar.Persyaratan Material.0 mm.8.2 harus digunakan. 7. 7.6 + Tebal panel Gambar 1.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.

9.Persyaratan Material. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7. dididihkan lagi selama 3 jam. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier. 7. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian. 7. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi.9.6.8 3 1-2 4 2.3.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah. 7.6 dan 1. 7.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh. uji lengkung. dalam kondisi basah. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1.6 dan 1.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel. namun.4 dan 1.7 7.1.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini. 1. dll. Dalam pelaksanaannya. 7.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan.Bab 1 . uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji.9.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.8 Sebagai tambahan.9.5 5 3 5 7. uji bengkok.1.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut.2.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1.9.9. 7. Sebagai contoh: uji buka paksa. 1 x lebar sampel. 1. . Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih). maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut.4 dan 1. Lihat Tabel 1.9. uji perendaman. Setelah itu. 7.3. 1. P P Gambar 1.10. 1.5 untuk panjang yang direkomendasikan.9. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. Gambar. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm. uji pukulan.7. Gambar. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer.

stempel dan. Sertifikat 9. guna menghindari pengaruh uap air.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. 9. 1. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama. 10. E 8.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E. Tebal dari masing . jumlah kelompok uji. 1.2 Sertifikat menjelaskan antara lain.Persyaratan Material. − 8.). Sebagai alternatif. jika mungkin.2 mm). direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . 1.1.1. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0. 1. 9. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja. Penandaan dan pemberian stempel 10. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm.3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus. jika diminta. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen. Penyimpanan panel kayu lapis 10.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai. dan D. tahun pengujian. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. nilai rata – rata hasil pengujian. Menyambung Bahan Kayu 1. Namun.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi. . 8.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. 10.4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. misalnya "2 . kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006). jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.1–14 Bab 1 . lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak. jenis kayu lapis. tetapi tidak boleh melebihi 18%. jika panel tersebut terbukti ada cacat. 1. tebal laminasi tidak boleh.2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100". Komponen laminasi dan komponen lapis banyak.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup. 10. 8.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C. Untuk bagian yang lurus. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D.1 – 0. 1. 8.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.

kulit. tergantung pada suhu pengeleman. Panjang ketirusan 2.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain. 2. cara tersebut tidak sesuai.Persyaratan Material. 2. F. 2.Bab 1 . 2.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm².5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. Sambungan tirus Dalam hal ini. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. 1. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. geladak.8 Sambungan tirus melintang tebal 2.2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai.7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I. waktu penjepitan harus diperpanjang. karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui. Tabel 1. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. Perlindungan Kayu Gambar 1. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus. 1. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas. .6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). 2.

6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294). Kayu Balsa 1) − − 1. (DIN 52185). 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183). 2.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan. 2. Kandungan uap air harus 12 ±2 %. Umum − − 2. Permukaan harus datar dan diamplas. .0 0. 1.2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1.2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182). (DIN 52185).Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang. Volume II. dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 105 MPa MPa MPa 1.Bab 2 .1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. 3 benda uji Kekuatan kompresi II.3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran.1 dalam Peraturan Lambung.1 Untuk persetujuan bahan material. Untuk kondisi lingkungan pengujian. persyaratan dasar pada sub-item A. Spesifikasi 2. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). Section 2 harus diberlakukan. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II.

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

..........1 A..................... 111111 1 2 2 4 Bab 2 A.............................................................................. B............................................ Pengerjaan Penyambungan …………….............1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A.... Persetujuan Adhesif .......................................................................................................... Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan …...................... Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ........................ .................................................... B..................... Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil .............................................................................. Standar dan Petunjuk yang Berlaku ...............1 Lampiran A A.................... B....5 .... D........................................................................................................................Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B....... A................. B.............3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) …….................................................................. B.... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi .................. E............................................................................................................................................. Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum ............................................... 2.............................. C........................................1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) . C.......................................................

atau perwakilan yang diakui.5 m × 0. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. 8. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. pada uji tarik geser. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. Persetujuan Adhesif 1. 3. Tergantung pada lingkup penerapan. . Bagian dan komponen dari logam. Untuk pemahaman yang lebih baik. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. 2. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. gemuk dan radiasi UV. 7. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. alkali. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). 2. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering.5 m) dinding pemecah angin 4. Pembuat adhesif. asam. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal. 3. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi. 6. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. B. bahan bakar. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. 5. Tergantung pada penggunaannya.

waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. 2. dibawah beban statis jangka panjang. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana. Umum 1.2 Untuk pemrosesan adhesif. Rancangan konstruksi 2. 3. 1. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan. Berdasarkan nilai-nilai ini. Personil 4. 2. Penyimpanan 2. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan. 1. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. pada bagian.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. tidak terlewati pada saat proses pengeringan. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC).3 Selama proses penyambungan.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. 3. 4. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. 2. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. 1. Fasilitas produksi 3.1 Semua fasilitas produksi. .2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah. D C. 1. 1.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen. 3. menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai.5 Plastik berpenguat serat (FRP). maka lapisan penyambungan harus tebal. 1. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). 1. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. 2. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem.

4.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi. 3. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. 4. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif. 3. Demikian pula.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. 3. 4.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. kecepatan pengeringan menurun secara cepat. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan. 3.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan.4 Jika mungkin. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai.4 Jika perlu. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. 2.2 Selama penyambungan.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. Pemrosesan 4. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. embun/uap dan radiasi UV. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik).4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. Perlakuan awal permukaan asli. Pada waktu proses pengeringan. 3. kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. Untuk masingmasing obyek.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821. 3.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. Pengeringan 3. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan. 3. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus. 2. Jika hal ini tidak dapat dipastikan. adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar. . 3. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot. 5.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. 5.5 Dalam banyak kasus.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. 4. Selanjutnya. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. 4. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. 2. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen).

inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000. hasilnya harus didokumentasikan. E.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan. Pengawasan produksi Pengujian 4. bagian yang akan disambung. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi. Pemeriksaan yang akan datang 4. Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus. 1.2 Dalam hal pengawasan pembuatan. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. tebal lapisan ikat.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. dan sampel ini harus diberi label. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. rongga yang besar. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. 3.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan. 2. 3. 3. Melalui penggunaan sampel acuan. dan perlakuan awal permukaan ikatan. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan. 3.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. Namun demikian. 1. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. 4. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. dan juga pada rongga. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. perubahan warna. jika mungkin. 2.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat. 3. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya. 3.3 Dalam hal produksi seri. retak akibat tegangan. 1. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B). pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. Pengertian dari Petunjuk ini.1 Untuk penyambungan komponen. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. 1. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar.5 Bersamaan dengan proses penyambungan. 2. 4. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. struktur permukaan. penyimpanan dan pengujian.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. adhesif. 3.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan. E 5. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. kerusakan atau cacat yang serupa. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. Parameter yang berkaitan dengan .

1 Untuk persetujuan adhesif. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan.1 Pabrik pembuat adhesif. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan. jika sistem tersebut ada. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. Dalam kasus tertentu. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia.1. 1. atau perwakilan yang ditunjuk.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini.2. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan.1 Persyaratan Umum 1. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya. 1. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. 1. 2.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan.4 Atas permintaan pemohon. 2.1. maka persetujuan tidak akan diberikan. 2.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda. Persyaratan 5 tahun. 2. 2. 1. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan.2 Deskripsi – – 1. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. 2.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan.1. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2.1. Umum 1. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1. 1. – – 2.

3. – 2. untuk sistem dua komponen.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2.3.1 harus dicapai: .25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0.3. untuk sistem satu komponen. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465).3. sifat berikut harus dinyatakan: 2. dan juga setelah 3. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504. diukur setelah 24 jam.20°C.1 Untuk persetujuan adhesif.15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada . Sifat minimum 3.3. Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan. sifat minimum berikut menurut Tabel 2.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta.2 Untuk proses pengeringan.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C. 7 dan 28 hari. dan 2. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan.3.3. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2.3.2 Untuk adhesif. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri. Untuk satu seri. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2. misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2.3.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu. 4.3 Untuk kondisi kering. dan 7 hari.

Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu.25 MPa 1 0.5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1. .Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2.

94 06. B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.96 10. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics .95 06.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 .95 02.90 Tabel A.Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. Elastomeren und Kunststoffen.79 09. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber. liquid resins.98 12. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .82 05.78 Tabel A. Bestimmung der Volumenänderung.87 01. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber.91 05. liquid resins. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application. condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen. tensile stress at yield. determination of tensile strength at break.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B. Determination of density by the pyknometer method Plastics . elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk.

2 Joining part no. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1.1 Joining part no.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. 1. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date .1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No. 1.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1.

1.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2. 2. g.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time . dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya.1.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2.1.1.

1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2.3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2.2.2.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no . Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1. B B–3 2.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.2.

Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3.B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. If "yes". jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. 2.

pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. diikuti dengan uji adhesi. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm.3. uji adhesi pertama harus dilakukan. diikuti dengan uji adhesi. 2. diikuti dengan uji adhesi. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. Setelah pengkondisian ini. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%). Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%). harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. Bersamaan dengan itu. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C.2. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. Untuk evaluasi perpatahan. uji adhesi kedua harus dilakukan. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. A. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. . 1. alkali atau zat pembersih untuk industri.3.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->