BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

Bab 4. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan. 9. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat. 1.72.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil. dan terhadap pengaruh dari media. 3. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 4. DIN 53281. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan. − dibersihkan dan dihomogenkan. 3.4 Bahan busa padat 2. Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). baik bersama maupun pada mat. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. 1. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %.1-2 Bab 1 . Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³. Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. maka angka tersebut yang harus digunakan. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. Bahan inti konstruksi sandwich 3. 2.3. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. guna memastikan sifat bahan yang memadai. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran. 3.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya.3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). . jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 2. Sebagai tambahan. serta terhadap kerapuhan. misalnya. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1. atau sebagai konstruksi utama (shear webs). Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil. 3. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. Pada umumnya. air sungai dan laut. guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur.5% berat zat thixotropic). E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. Fabric tak dianyam: Lapisan .lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. bahan bakar. serta perekatan yang cukup pada suhu proses. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat.1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. Bahan penguat 2. 3.3. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). Part 1).

Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf. 3. Persetujuan Bahan 2.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. atau dengan bahan lain. 5. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). 1. Jika instruksi tersebut tidak diberikan. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar. Ruang penyimpanan 1. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. 2. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. 3. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. Prinsipnya.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. Bengkel laminasi C.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5.Persyaratan Bahan dan Produksi B. Sebelum produksi dimulai. Jika tidak ada persetujuan. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. 1. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. bukti dari sifat . 5. . Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. 2. akan tetapi. 4. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. 3. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. 5.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. 2. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. C.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi.Bab 1 .1 Semua fasilitas produksi. Adhesif D. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. Untuk tujuan ini. D 1–3 5. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 5. 2. 1. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. Selama proses laminasi dan pengeringan. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. 2. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. 1.

3. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. bahan pengeras.6 mm. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. 3. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C). 1. 2. Permukaan harus kering dan bebas debu. 1. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. 2. maka sebagai tambahan. hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. Pertambahan .5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan.4 Selama proses laminasi. 3. E 3.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat. Oleh karena itu. yang disiapkan tidak boleh dilewati. mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). Jika waktu tersebut tidak ditetapkan. 3. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. dalam kondisi kering dan bebas debu. Peraturan ini. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon. 1. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. 3.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 2. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. 3. Ketentuan Pemrosesan Umum 1.1 Pada prinsipnya. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. 3.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui. dengan menggunakan proses yang tepat. 2.4 Sebelum proses laminasi dimulai. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. 1.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci.7 Dalam hal khusus. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.3 Resin. 1. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan. Persyaratan cetakan 2. Pembentukan laminasi E. 3.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI.1-4 Bab 1 .4 s/d 0..Persyaratan Bahan dan Produksi D. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat.3 Bahan pengeras.4 Bahan penguat. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi.

Bila periode ini dilewati. 3. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E. zat penggabung atau yang serupa).4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. 4. Pengeringan dan pemanasan 5. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan. Waktu pemanasan tergantung pada .5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). 5.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat. 3. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. metode laminasi mekanis secara manual. 4. tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap. 4. Dalam hal kantong vakum. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi. Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m².Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan.2.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4.3 Segera setelah pengeringan. bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran).6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan.8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. 3. dalam hal cetakan yang rumit. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m².9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian. 4.Bab 1 . dan bila perlu pembantunya. Untuk tiap-tiap sistem resin. 4.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan.6. 4. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. 5. paling lambat pada awal setiap hari produksi. 3. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi.3). 4. atau harus diberi potongan penguat. 4. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. Bila tidak.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan.6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks. maka tepi potongan harus berhimpit. 3. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat. 3. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. 5. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. 3. lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama.

atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan. 7.3.3.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk.3.1-6 Bab 1 .1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara.2. Jika nilai tersebut tidak tersedia.3.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F.3 Proses 6. Terutama.3.2 Untuk perekatan bahan serat komposit. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air).5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin. 6. karena alasan khusus.1. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin.1.1 Perekatan Umum 6. 6. 6. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut.3 Jika. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan. 6.2.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari. 6. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi. 6. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus. 6.2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. dengan menggunakan bahan yang sesuai. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin. 6. F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. 6. atau secara kimia dengan cara pickling. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat.4 Batasan penggunaan bahan adhesif. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. 6. Khususnya pada saat pembersihan gemuk. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan.4 Dalam banyak kasus. 7. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas.6). debu dan bahan pelarut. 1. . bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air). 6. 6.Persyaratan Bahan dan Produksi E. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI. harus dipatuhi. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).2 Perlakuan awal permukaan 7.1. lihat E. utamanya.3.3.1.3 Untuk permukaan yang halus. Disamping itu. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C. 6. 6. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. Pengedap 6.2. 6.2. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan.

2.7 Pada saat produksi.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. Pada saat produk tiba.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. harus diperiksa. 4. 1.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. 3. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup. 4. komponen harus diperiksa visual. Sebagai tambahan. pengerutan. 3. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu.Bab 1 . Utamanya. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2. perhatian harus ditujukan pada pori-pori. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). jika mungkin pada saat produksi. perubahan warna. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak. mutu komponen harus ditentukan. 3. Pengujian konstruksi 4.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. F 1–7 1. 3.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut peraturan ini. dan paling lambat pada saat produksi selesai.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. delaminasi. 3.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan. pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen. 3. 4.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini. .) harus dicatat dalam dokumentasi produksi.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. misalnya mutu permukaan akhir. 2. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan. dan sampel produksi ini harus diberi label. mutu produksi secara umum. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih). Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. 2.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. 3. 1. Pengawasan produksi 4.2). 3. dikeringkan dan disimpan. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis. kerusakan dll. kelembaban dll. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen.Persyaratan Bahan dan Produksi E.

1. maka persetujuan tidak dapat diberikan. 1.1. 1.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta. 2.2 Uraian umum dari resin termoset. 1. 2. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan. atau pengguna.Bab 2 .9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan.Pusat secara kasus per kasus. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan.Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai. Namun demikian.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A. terhadap bahan.1. misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. 1.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. 1.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat. dengan cara yang tepat.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). pengujian dapat diulang pada batang uji baru. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Jika. 2. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan . 1. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya. Bila terdapat keraguan. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun. dalam pelaksanaan pengujian tersebut. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat. bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI.7 BKI .1 Resin termoset Umum 2. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI . Persyaratan Umum − 1. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI .10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai. 1. Bersama dengan permohonan. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus. 1.

25%. metoda A). minyak hidrolik.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP. Namun demikian. maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat.ISO 75. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam.5) 2.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 . modulus regangan patah tarik elastisitas tarik. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C. sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy).2.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Untuk tujuan tersebut.2. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.5.ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 .3 . Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. 2.4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).2.4. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 .2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): .Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 . batang uji 1 B). 2. regangan patah. section 6. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.2-2 Bab 2 .1. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan. Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji.4. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan. 3 batang uji Kuat tarik.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945. 2.ISO 1183. dan 2.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini.5 Sifat minimum 2.1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan.ISO 9352). 3 batang uji 2. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm).4 Sifat pada kondisi kering 2.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk.2 Sebagai tambahan.4. kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh. bahan bakar. section 6.05% s/d 0. 2. metode A).3 Berkaitan dengan sifat resin. 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178). Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. 6.4. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 .4.

c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C.ISO DIS 3375).5%) 3. Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes. maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. untuk produk penguat gelas tekstil.1. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 .3. hybrids).1.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 .2.3 Dalam hal resin gelcoat. 3.2 Uraian 2. dapat ditentukan oleh pemohon. 3.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus.ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi.3.3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas.Pusat. 3. 3.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .3. semua jenis serat harus disebutkan.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2. fabric dll.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3.ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas. 3.5. setelah kesepakatan dengan BKI .1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 .4 a . karbon dan aramid.2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan. 3.5 Jika.2.2 − − − Sebagai tambahan.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2.1.1 Bahan penguat Umum 3.Pusat dan pemohon. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2. setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.ISO 4602) 3. 3.) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 . Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya. dapat juga disetujui. Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 .5. 3. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7.2.2.1. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm.4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran.5) .Bab 2 . − Rentan − Tidak tahan 3.2.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3.3 3.

1. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain. perekat. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan.3.5.3.3. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI. 3. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm. 3.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%.4.4 Untuk penggunaan gun roving. 3. jenis anyamannya harus disebutkan. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis. regangan patah. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik. Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm.6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda. Tergantung pada jumlah arah penguat. 3 batang uji kekuatan tarik. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . 3.3. 6 batang uji kekuatan tekuk.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 .8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit. 3.4. Seksi 4. metode A). jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric.4.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat.5) 2374. untuk serat karbon dan aramid.4. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125.4 − − − − − Fabric Densitas linear serat. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965. Kecepatan pengujian harus disebutkan. produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. Setelah pengeringan. 3.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian. prosentase berat (gelas ISO 1887. Untuk jenis ikatan kimia. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 . 3. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 . batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan.3 Untuk semua produk penguat lainnya.4. karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. Selama pengkondisian.3.3 − − − − − 3. 3. sama untuk aramid).4. karbon DIN EN 2564. karena alasan tertentu. bila sesuai.2 Untuk roving. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat.1 Untuk pembuatan laminasi. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon.3 (Metode C). Dalam pelaksanaannya.4. aramid DIN 65356-2). maka densitas linear dan. Jika.ISO 4603) Perekat (lihat 3. . laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. Dalam menyiapkan panel uji.3. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 . benda uji III). regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382. suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam. 6 batang uji Sebagai tambahan. Draft DIN EN 2850.Pusat.ISO 1889) Jumlah. 3. Seksi 5.4. Selanjutnya. Untuk jenis ikatan mekanis. panjang seratnya harus disebutkan.2-4 Bab 2 .

5.00 0°/90° 0.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).00 1. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi. 3.50 0.00 1.55 0. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.5.45 0.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.45 - .00 1.00 1.55 0.1 Untuk persetujuan.4.5.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.55 0.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI .1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0.00 1.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0.Pusat.00 1.00 1.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.5. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.40 0. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.5.45 0. 3.00 1.5.8 [Mpa] 3.45 0.5. φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 .3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah.50 0.2 ≤ φ ≤ 0.00 1.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2. 3. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.42 0.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4.45 0.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan.40 0.Bab 2 . 3.57 0.45 0.00 1.50 0°/ ± 45° 0.55 0. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).55 0.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.50 0. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.00 1.25 ≤ φ ≤ 0.45 0. 3. Jika diperlukan.55 0.55 0.55 0.55 0.35 Tabel 2.5. 3. dalam hal ini.71 0.55 0.6 3.50 0°/90°/±45° 0.50 0.00 1. 3.55 0.

1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.1.ISO 2896). Dengan memperhitungkan sistem resin. Section 5.1.2.2. maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya.1.4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa.3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 . Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5.1.2-6 Bab 2 .4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini. 4.2. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku.Pusat.ISO 844). 5.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 . 5. 4. 6 batang uji.1 Bahan inti Umum 5. 5. benda uji III. Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%). tebal sampel ≥ 25 mm.1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).1 Prepreg Umum 5. Section 5.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.2.1. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI .1. 5.1.1.2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI . 4.1) 4.1.2.Pusat. Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat.2.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat. tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 . .ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090. 6 batang uji 5. 5.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI . tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294). 4. petunjuk pemrosesan 4.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.ISO R 845).2 Busa padat untuk 4. 4.1. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 .2.Pusat jika terdapat keraguan.2 Sifat bahan Prepreg 5.2.

6 40 0.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol. Section 6.1.-%] (setelah 28 hari) 6.Bab 2 .4.3 Sifat adhesif bahan 6.2. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.2 Penjelasan 6. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% . informasi berikut harus diberikan: . 6.4. 6.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2). 5.5 15 2 200 kg/m3 3.3.3. 6.5.3) juga harus disebutkan.5. setelah kesepakatan dengan BKI . bahan pendukung harus ditentukan.1 Adhesif Umum 6. 6.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0.1 Pada tahap pemrosesan. 6.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%.3.5. umur pakai (DIN 16945.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang.2.5 Sifat minimum 5.1.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.3 Kayu balsa butir melintang 6.1. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus.5 mm dan 3 mm harus digunakan. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0. 6.6 Untuk densitas semu lainnya.4. 6.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.4. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan.1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan. 6. 6.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.2. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6. Adhesif lain.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. 6.5 200 2.4 Sifat pada kondisi kering 5. Sebagai tambahan. Dalam pelaksanaannya. 6.Pusat. 6.

3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai.2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi. 2.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. 1. 1.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi. 1. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. 1. Prasyarat 2.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen.1. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan. 2. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan. . Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI.Bab 3 . Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). 2.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. Pengetahuan profesional tersebut. 2. Sebagai tambahan. Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. 1. 2.5 %. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. 1.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman. 2.

misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. 3. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. 2.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda. Pengerjaan 1. 1. langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV.1). Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung. sejauh memungkinkan. 2.Perbaikan komponen B B. 1. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. pada arah penirusan. 1. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran). 1. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki.1 Bahan yang rusak. dan tegangan geser yang diizinkan τ.9 Untuk perbaikan di lapangan.3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi. Arah serat harus sama.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. 2. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus. 3.10 Untuk perbaikan di lapangan. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%). 2. 1. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2. dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya.3-2 Bab 3 . atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. lihat gambar. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%.8 Sejauh memungkinkan.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik. 1. Gambar. maka nilai tersebut harus digunakan.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain. σMat. 2. 1. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. 2.1. 1. tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). 1. sekurangnya pada daerah perbaikan. 1. maka resin pelindung disyaratkan memiliki .12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan. 2.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus.11 Suhu komponen. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran. sejauh memungkinkan.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI. Kekosongan harus dihindari. 1.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan.

periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam.Perbaikan komponen B. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi. D. C. laporan takaran sistem resin 3.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan. 3.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin.Bab 3 . 3. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah). daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan. 2. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. 1. nomor identifikasinya . D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa. 3. 1. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan.8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset. Dokumentasi Laporan perbaikan 1.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. jika ada. 3.1 Selama proses pengeringan.

F. No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ……………………….g. Identifikasi Lainnya : No.3-4 Bab 3 .Surveyor Form.FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No. Reg. kondisi cuaca. climatic conditions. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan. Reg. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e..Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen .2006 . No.304.. Perbaikan Date of Repair Tgl.………… BKI . materials.

.Bab 3 .FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : …………………………………………. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No... Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………. Lokasi (untuk WEC) :……………………………….……………………… Site (of the repair) Tanggal :…………….. Designation …………. …………………………….. Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :…….. ……………………………...Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen .. …………………………………………... Register (untuk Kapal) :………………………… Register No. …………………………….. Lot Lot – No... ……………………………. 1/2 . Laporan Takaran Dosing Report No. No. Site (for WEC) No. Other Identification No. Identifikasi lainnya : ……………………………. Pemilik : ……………………………………………. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time.……………………………….. Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material …………………………….

[oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time .3-6 Bab 3 . [oC] Min : Min.Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max. Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

........................................................................................................... 1................................ Menyambung Bahan Kayu ......................................................................................1 1................................. B......................................14 1............................ Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum .Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A...................... E... Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ..………........................................ D........................15 Bab 2 A..................................9 1...................................... Persyaratan Material........................................................1 ............ C......................... Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa ….........................................................1 1..... Perlindungan Kayu ..... Kayu Lapis Bangunan Kapal . F........... Jenis kayu dan Klasifikasi ....3 1...................................................................... 2.......................................................

1. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. 3.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°. 2. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain.2. maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan.Persyaratan Material. 3. serangan jamur dan serangga. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. Mutu 1. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus.2 Tabel 1. 3.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik. 1.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca. Saat memproses. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin. 1. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis). serta kekuatan lengkung.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu. Pengeringan 3. berat jenis. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama.2 Untuk maksud tersebut. seperti keawetan. .Bab 1 . dan tidak memerlukan kekuatan. 1. B. serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. tonjolan. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. 1.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup. tarik dan tekuk. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. yaitu bebas dari getah. 3. Kayu yang tumbuhnya melingkar . Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. 1.

2.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II.1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705). dan selalu ditentukan terlebih dahulu. 2. 2.3. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm. .4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan.3. 2.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar.6. 2. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh.4 2. Pada umumnya. sedangkan kualitas KI II.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.7. 2.1 atau 1. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. 2.4.1.6. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.7. karakteristik lem.2 Kualitas hati-hati.6. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D.Persyaratan Material.4. nilai rata-rata dari hasil uji.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer. 2.2 Sertifikat tersebut menjelaskan.3. 2. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. lama penekanan. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2.8 Perhitungan kekuatan 2. 2. kekuatan penekanan. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. Untuk maksud tersebut. termasuk ketahanan terhadap adhesif. jenis kayu lapis. stempel dan. 2.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2. sebagaimana tertera dalam bagian C.2. Pada saat ini. 2. 2. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis. tetapi maksimum ± 0.5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang.5 mm Pengeleman 2. "Kayu lapis untuk pesawat udara". Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. 2. papan kayu atau potongan papan kecil. suhu penekanan.2 Jika lem baru digunakan. antara lain. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan. 2.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. jika diminta. untuk menghindari pengaruh uap air.7. dan D.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. pengisian. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu.3 Ukuran panel 2. 2.6 Sertifikat 2.2. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan.1–2 Bab 1 . jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. lapisan .1.7. dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus.

5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah.5 Ketentuan yang terdapat pada B. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak . okumé .4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. 1. 3.Persyaratan Material. sehat. 1. 3. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam.misalnya khaya mahogany.8 mm 2. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal. 3. serta melalui penyisipan lapisan fabric. Tergantung pada aplikasinya. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu. 2.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya. 1. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam.5 mm digunakan untuk lapisan terluar. 2. Untuk lapisan bagian dalam.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. Namun. harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis. dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 . kurang kuat. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C.2 Pada umumnya. 2. tanpa cacat.6 mm karena berpotensi 3.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis. melalui penambahan jumlah lapisan veneer. 2.6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. kulit kapal dan sekat).5 mm 2.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1.5 mm 3. 3.8 mm tidak boleh digunakan.2) .4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya. Sebaliknya. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. 1. Akan tetapi.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm.Bab 1 .1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1. veneer dengan tebal 1. sempurna.2 harus diperhatikan. Sambungan veneer 2. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan. 2.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan.6. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak.

59 0.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya.1–4 Bab 1 .6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel. 5. 3. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel.I I. 5. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. 4.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal. mutu.62 0.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0.62 0. 4. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam.45 0. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. 5.41 II II – III IV .Persyaratan Material. produksi dan pengeleman. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu.2 saat ini disetujui.57 0.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama .3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan.49 0. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan. Kelompok kekuatan 4. 5. bertanggung jawab kayu yang benar. Dalam kaitan dengan kelompoknya. kekuatan. atau berbeda dari persyaratan BKI. 4. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. P P 0. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. Tabel 1. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis . dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis. selanjutnya. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan.64 0.63 I. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp. atau 3.

10.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. 10. seratnya sangat keriting. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai.2. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8. lubang. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi. Perbaikan 7. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama.0 mm. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel.1.Persyaratan Material. Perlakuan permukaan 6. Saat mengampelas panel.2. Dalam mengerjakannya. 9.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. 8. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca. 10.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca. 7.1.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat. yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap.1 Setelah pengepresan. 10.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. dan lubang mata kayu kecil 10.1 Pengujian Umum b) c) 10.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1. 9. 8.1 Pada umumnya. Perhatian ditujukan. ditetapkan kualitas . utamanya pada pengeleman. 10.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. 7. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang. 10. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun.Bab 1 . kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%. 7.1. panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.

dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar.1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C. Sampel uji tarik .4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu. 10. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. 10. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.6.5. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah. 10. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10.4.6. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji.4 Jika persoalan produksi timbul.1. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI.5. 10.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem.4. 10.3.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal.2 Sebelum pengujian. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini.4. 10. 10.4.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut.5 Jenis dan jumlah sampel 10.5. 10. 10.6. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel.4.5.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.5. Jika. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji. 10. saat memotong panel tersebut. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel.4.6 10.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi.5.5.4.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai.2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik .1. 10. 10.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis.1.3.1.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C .4. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.1. Untuk maksud tersebut.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem. 10. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai. dan kembali diberi nomor sampel panel uji. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.4. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus.6.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak.6. atau panel yang sangat tebal dan besar. 10. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji.6.5.4.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10. 10. maka seluruh kelompok uji harus ditolak. 10. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.Persyaratan Material. 10. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut. Jika terjadi pada seluruh panel. 1. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya.5. sekali lagi.1–6 Bab 1 .5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan.

2 N/mm2 P P 10.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.2.3. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.1.2.6.2. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi.6.6. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut.6.6.6.Persyaratan Material.2. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255). 10.6.6.6.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375.6.Bab 1 . 10.6. 10.4. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.6.2. Sampel 5 lapisan melintang 10.2. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan. 10.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.6.2 Uji kekuatan kayu lapis 10.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya.6. 10.5 N/mm2 P P 10.6.2.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%.3 Uji kandungan air Gambar 1.2 Dari setiap keenam sampel. 10.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.2. 10.3.2.6.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini.1.4 10. 10.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1. . atau yang berbeda dari regulasi BKI. 10. Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.

. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm.6. uji bengkok. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar.6. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji. uji pukul. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15. uji rendam dll.01.2006 10.01. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B.3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. 10. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10.01.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang. uji lengkung.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15.6. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang. jika terbukti panel tersebut cacat.6. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar). stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel. 11. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal. Lazimnya. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan.2006 K I 12. yaitu pada bagian belakang). misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test).6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama.2. panjang dan lebar panel dalam cm.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. Sertifikat 12.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel.2.2006 K I K I K I 15.1–8 Bab 1 . 11.5.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut.01.Persyaratan Material. jika secara khusus diminta oleh pemakai. 10.6. 11. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. 11.

okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan.5 Kayu birch. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.Bab 1 . diampelas sedikit. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka. 2. alder.2 harus diperhatikan.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. beech. digosok.7. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi. 13. 2. stempel dan.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. 2.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1. 1. 3. diberi atau tanpa diberi resin. 2. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. 3. 13.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. 1. 2. 13. jenis kayu lapis.2 Sertifikat menunjukkan. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga. dihaluskan.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas.7.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Sambungan Veneer 3.3). jumlah. 1. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan. Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. panel kayu lapis yang diperiksa. 3.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13. 3. untuk menghindari pengaruh uap air.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C. 2.3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. D 1–9 12. 13. 2. Konstruksi 2. 3.Persyaratan Material.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya. antara lain. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya. 1.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan.4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. jika diminta.7 Perlakuan permukaan D. nilai rata-rata hasil pengujian.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian. 2.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara .

mata kayu berjamur. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. Permukaan yang tidak terlihat 6. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai. DIN 68256).3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. 5. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut.1–10 Bab 1 .6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3.Persyaratan Material. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. − Kayu dengan butiran yang pendek. 5.masing. Cacat 4. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing. 6.benar tanpa cacat dan. mutu. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. Kualitas Kayu lapis 5. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. Sampai dengan tiga jenis kerusakan. 5. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. 4. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya. DIN 68256). Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. kekuatan. produksi dan pengeleman. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. Tabel 1.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang. selanjutnya. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. 4. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto. Disamping itu. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. mata kayu membusuk.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm. . lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar.

5.Bab 1 .2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. 7. 7.5. atau panel yang sangat tebal dan besar. 7.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis.6. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai. 7.4 Jika masalah produksi terjadi.4. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai.5. 7. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji.1. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai.5.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. 7.1 Berkaitan dengan konstruksi. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. 7. 7. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati. 7.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu.5 Mutu umum panel 7.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7.5.4.4. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar. 7. sekali lagi.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya. . 7.5. 7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7. Jika terjadi pada keseluruhan panel. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik.4.4. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis.4 Penentuan Sampel 7.1.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak.4. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI.4.Persyaratan Material. 7. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel.1.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7.1 Pengujian Umum 7.1 Pada umumnya. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.3 Dari benda uji ini. 7. 7. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat.2.2. yang dikirimkan untuk pemeriksaan. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji.4. dan khususnya pengeleman. Untuk maksud tersebut.4. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut. maka seluruh kelompok uji harus ditolak. 7.2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji.4.5. Jika.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis. 7.3. maka perlu saat memotong panel tersebut.

7. harus memenuhi persyaratan pemakai.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.2 harus digunakan. 7.0 mm.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi.1–12 Bab 1 .6 Penyimpangan dalam produksi. Jika tidak ada spesifikasi lain.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377.8 Kekuatan tarik Gambar 1.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama.9.8.7.7.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian.5.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.5 mm.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7. misalnya birch: sampai ketebalan 3. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.9 Uji tarik . Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375.8. 7.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1. 7. 7.4 dan 1.1 Uji tarik .7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.3 dan 1.9.Persyaratan Material. Kayu yang lebih gelap.2 Kekuatan tarik . 7.6 + Tebal panel Gambar 1. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar. 1. 7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang.8.4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan . maka nilai yang terdapat pada B. 7.

didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer.6 dan 1.9. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier.9. uji bengkok. namun.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic. 7.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1.7 7. Sebagai contoh: uji buka paksa. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. 7.5 untuk panjang yang direkomendasikan.9.6.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi.10. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut.3.9. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas.2. Dalam pelaksanaannya. dalam kondisi basah. 7. uji pukulan. uji perendaman. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm.1. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1.1.Bab 1 . 1 x lebar sampel. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan. uji lengkung.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.9.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu. Lihat Tabel 1.7.9.5 5 3 5 7.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan.8 Sebagai tambahan. 7.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut.9.3.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah. Gambar. 7.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1.4 dan 1. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh. Setelah itu.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji.4 dan 1. 1. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. dididihkan lagi selama 3 jam. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. dll. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1. 1. 7. 1. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik. Gambar.6 dan 1. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan. P P Gambar 1. 1. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih).8 3 1-2 4 2.9.Persyaratan Material. . 7.

3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus. 10. . 1. 8.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). Tebal dari masing . 9. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja. Menyambung Bahan Kayu 1.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 10.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen. Penyimpanan panel kayu lapis 10. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama. 8.4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D. 10. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai.1.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006). lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel.1 – 0. Sebagai alternatif. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka. misalnya "2 . 1. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0. tetapi tidak boleh melebihi 18%.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. nilai rata – rata hasil pengujian. E 8.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C. kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi. jenis kayu lapis. 1.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . jika mungkin.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E. jika panel tersebut terbukti ada cacat. 1. jumlah kelompok uji.2 Sertifikat menjelaskan antara lain. Penandaan dan pemberian stempel 10.1. Sertifikat 9. dan D.2 mm).Persyaratan Material. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100".2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. 8. 1. jika diminta. tebal laminasi tidak boleh. Komponen laminasi dan komponen lapis banyak. Namun.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup. tahun pengujian. stempel dan.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi.1–14 Bab 1 . guna menghindari pengaruh uap air. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. 9. Untuk bagian yang lurus.). direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan. 1.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. − 8.

7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. Perlindungan Kayu Gambar 1.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm². karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. F. tergantung pada suhu pengeleman. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. 1. 2.Bab 1 .2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas.6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). 2. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. geladak. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan. waktu penjepitan harus diperpanjang. 2.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain.8 Sambungan tirus melintang tebal 2. Panjang ketirusan 2.Persyaratan Material. 2. 2. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah. 1. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis. Tabel 1. kulit.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. cara tersebut tidak sesuai. . Sambungan tirus Dalam hal ini. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I.

0 0. 6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294). (DIN 52185). persyaratan dasar pada sub-item A. Volume II. Kandungan uap air harus 12 ±2 %.2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. . 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). (DIN 52185).1 105 MPa MPa MPa 1. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan. 2. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 2. Untuk kondisi lingkungan pengujian.1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. Umum − − 2.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang. 1. Kayu Balsa 1) − − 1.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1.1 dalam Peraturan Lambung.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II. nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182).2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan.Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. 3 benda uji Kekuatan kompresi II. Section 2 harus diberlakukan. 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183). Spesifikasi 2.3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. Permukaan harus datar dan diamplas.Bab 2 .1 Untuk persetujuan bahan material.

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

...........................................3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) ……...............................................................................................................5 ............................................ Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum ......1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) ............................................................................... B.................................................................. 111111 1 2 2 4 Bab 2 A.......1 Lampiran A A....... B.................................1 A.................................... Standar dan Petunjuk yang Berlaku ............................... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi ...................... Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil ............................ A.................. ......... D.................................... B............. Persetujuan Adhesif ............Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B................................................................... B..................................................... Pengerjaan Penyambungan ……………................................ B.............................................. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ............................................. C.......................................................................... 2.............................. Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan ….......................................................................... E......1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A..................... C..........................

asam. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi. 2. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering.5 m × 0. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. Persetujuan Adhesif 1. 7. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. 6. pada uji tarik geser. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. alkali. . Untuk pemahaman yang lebih baik. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. Pembuat adhesif. 3.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). bahan bakar. 8. 2. Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. 3. Tergantung pada lingkup penerapan. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. gemuk dan radiasi UV. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). atau perwakilan yang diakui. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. Tergantung pada penggunaannya. Bagian dan komponen dari logam. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. B. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. 5. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal.5 m) dinding pemecah angin 4. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI.

BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. Rancangan konstruksi 2. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus. dibawah beban statis jangka panjang.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai. Umum 1. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. 1. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan. 1. 2. 4. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. pada bagian. Berdasarkan nilai-nilai ini. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. D C. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan. 1. 1. tidak terlewati pada saat proses pengeringan. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. 3.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. Personil 4. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI. 2. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait. . serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC).6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya. Fasilitas produksi 3.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat.2 Untuk pemrosesan adhesif.3 Selama proses penyambungan.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B.5 Plastik berpenguat serat (FRP). Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah. 3. 1.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. Penyimpanan 2.1 Semua fasilitas produksi. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana. 2.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. maka lapisan penyambungan harus tebal. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. 1. 3. 1. 2.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen.

peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif. Jika hal ini tidak dapat dipastikan. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. 2. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan.5 Dalam banyak kasus. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik. 3. 3. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. Dengan bertambah panjangnya arah difusi.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. Pada waktu proses pengeringan. 4. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). 3. adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit. 3. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang. . 4. 2. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan. 4. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif.4 Jika mungkin. Selanjutnya. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. 4. Pengeringan 3.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban. kecepatan pengeringan menurun secara cepat. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. 5. embun/uap dan radiasi UV. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen).4 Jika perlu.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan. 2. 4. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. Perlakuan awal permukaan asli.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. 5. 3. Demikian pula. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus. 3. Pemrosesan 4. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). 3. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. Untuk masingmasing obyek. 3.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan.2 Selama penyambungan.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan.

Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. Parameter yang berkaitan dengan . 1. rongga yang besar. perubahan warna.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. Namun demikian. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. 3. 3. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. dan perlakuan awal permukaan ikatan. dan sampel ini harus diberi label. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. kerusakan atau cacat yang serupa. adhesif. Pengawasan produksi Pengujian 4. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir.3 Dalam hal produksi seri. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. 3. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI. Pemeriksaan yang akan datang 4. 3.5 Bersamaan dengan proses penyambungan.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. jika mungkin. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. 4.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. struktur permukaan.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. 2. 2. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. Melalui penggunaan sampel acuan. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. 2. E 5. 3. tebal lapisan ikat. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan. 3. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. hasilnya harus didokumentasikan. dan juga pada rongga. bagian yang akan disambung. E. Pengertian dari Petunjuk ini. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B).2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. 1. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. 1. 4.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. 3. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan. retak akibat tegangan. penyimpanan dan pengujian. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000.1 Untuk penyambungan komponen.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. 1. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus.2 Dalam hal pengawasan pembuatan.

1. 1. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan.2.2 Deskripsi – – 1. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel. 1.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi.1. jika sistem tersebut ada. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan. 2. 1.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus.1. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan. 2. 2. 1.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda. atau perwakilan yang ditunjuk. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi.4 Atas permintaan pemohon.1 Untuk persetujuan adhesif.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. 2. maka persetujuan tidak akan diberikan. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat.1 Persyaratan Umum 1. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi. – – 2. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan.1. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2. Persyaratan 5 tahun. Umum 1. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia.1 Pabrik pembuat adhesif.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan. maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. Dalam kasus tertentu. 2. 2.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan.1.

misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2. diukur setelah 24 jam.1 Untuk persetujuan adhesif.2 Untuk adhesif.3. 4.2 Untuk proses pengeringan. 7 dan 28 hari.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat. dan 2.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2. sifat minimum berikut menurut Tabel 2. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C.3. dan juga setelah 3.3.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465.3. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0. dan 7 hari. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada .15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan.3.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya.3. untuk sistem dua komponen.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0. Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan.3. – 2. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan. sifat berikut harus dinyatakan: 2. Untuk satu seri.3 Untuk kondisi kering.3.1 harus dicapai: . Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0. Sifat minimum 3. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam.3.20°C. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465). untuk sistem satu komponen. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur.

Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2.7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1. .25 MPa 1 0. Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0.5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.

94 06. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application.79 09.98 12. Elastomeren und Kunststoffen.96 10. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 . liquid resins.91 05. condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen.95 02. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01. tensile stress at yield. elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk. liquid resins. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber.82 05. Determination of density by the pyknometer method Plastics .Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A. determination of tensile strength at break.Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics .87 01. B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.95 06.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B.90 Tabel A. Bestimmung der Volumenänderung.78 Tabel A. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .

5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No. 1. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No.2 Joining part no.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1.1 Joining part no. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. 1. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date .4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.

g.1.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time .B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2.1.1.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2. 2.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.1.

3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B.2.2.2.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no . Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2. B B–3 2.

B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . If "yes". Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3. please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. 2.

diikuti dengan uji adhesi. Bersamaan dengan itu. uji adhesi kedua harus dilakukan. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B.3.3. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). Setelah pengkondisian ini. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%).Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. 2. harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat. diikuti dengan uji adhesi. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%). pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. uji adhesi pertama harus dilakukan. diikuti dengan uji adhesi. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. alkali atau zat pembersih untuk industri. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. 1. A. Untuk evaluasi perpatahan. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. .3.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful