BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

3. dan terhadap pengaruh dari media.lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. Pada umumnya. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. atau sebagai konstruksi utama (shear webs).3. penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman. 3. DIN 53281.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. Bab 4.4 Bahan busa padat 2. Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat. 3. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat. 3. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset. Bahan inti konstruksi sandwich 3. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan. 1. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich. 4.1-2 Bab 1 . Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil. Bahan penguat 2. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. Part 1).3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). maka angka tersebut yang harus digunakan. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil. E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung.5% berat zat thixotropic). 9. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur. guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat. 2. baik bersama maupun pada mat.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat. guna memastikan sifat bahan yang memadai.3. harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. serta perekatan yang cukup pada suhu proses.72. bahan bakar.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk. air sungai dan laut. misalnya. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %. Fabric tak dianyam: Lapisan . Sebagai tambahan. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis. . jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 3. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). 1.1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. 2.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. − dibersihkan dan dihomogenkan. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1. serta terhadap kerapuhan. Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan. − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan.

4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. Selama proses laminasi dan pengeringan.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. 1. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. 1. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. 1. 2. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. Untuk tujuan ini. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. 2. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi. 5. Ruang penyimpanan 1. atau dengan bahan lain. Jika tidak ada persetujuan. Sebelum produksi dimulai. .1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. 2. 5. D 1–3 5. 4. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain.Bab 1 .3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. 1.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. 2. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. C. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf. 2.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi. 3. 3. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI. 5.1 Semua fasilitas produksi.Persyaratan Bahan dan Produksi B. Persetujuan Bahan 2. Prinsipnya. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. bukti dari sifat . Jika instruksi tersebut tidak diberikan. akan tetapi.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi. Bengkel laminasi C.2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. Adhesif D. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. 5. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI.

4 Bahan penguat. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat. Pertambahan . mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan. 2. 2. 3.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.1-4 Bab 1 ..2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat. Pembentukan laminasi E. E 3. Oleh karena itu. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat.4 s/d 0. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C. bahan pengeras. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi.3 Resin.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum.4 Sebelum proses laminasi dimulai. 3.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan.1 Pada prinsipnya. Ketentuan Pemrosesan Umum 1. maka sebagai tambahan. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. 3. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui. 1.3 Bahan pengeras.Persyaratan Bahan dan Produksi D. 2.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk. hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. 1. dalam kondisi kering dan bebas debu. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. 3. Peraturan ini. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. Jika waktu tersebut tidak ditetapkan. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). 1. dengan menggunakan proses yang tepat. 1. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.6 mm.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C). 1.4 Selama proses laminasi. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. 2. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Permukaan harus kering dan bebas debu. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran. Persyaratan cetakan 2. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. 3. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI.5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. yang disiapkan tidak boleh dilewati. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. 3.7 Dalam hal khusus. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). 3. 3.

3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. 3.6.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin.Bab 1 . Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. 3.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. 4. 4.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap. 3. 4. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari.9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. Untuk tiap-tiap sistem resin. 4. dan bila perlu pembantunya. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m². Dalam hal kantong vakum. tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering).2.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. Bila tidak. Pengeringan dan pemanasan 5. paling lambat pada awal setiap hari produksi. zat penggabung atau yang serupa).6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². metode laminasi mekanis secara manual. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. 5. lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya. 5. 4. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat.3). Waktu pemanasan tergantung pada .6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas. dalam hal cetakan yang rumit. 3. atau harus diberi potongan penguat. 5. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. 3. bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran).8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai. Bila periode ini dilewati.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat. Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. 4. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan. maka tepi potongan harus berhimpit. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan.3 Segera setelah pengeringan. 3. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan. Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. 4. 3. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². 4. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi.

3 Untuk permukaan yang halus. Terutama. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin. harus dipatuhi.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat.3.1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara. debu dan bahan pelarut.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus.1.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan.1. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Disamping itu.1-6 Bab 1 .Persyaratan Bahan dan Produksi E. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan. Pengedap 6. 6. 6. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI. 6. 6.3 Jika.2 Untuk perekatan bahan serat komposit. 7.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin.1 Perekatan Umum 6. dengan menggunakan bahan yang sesuai.2. Jika nilai tersebut tidak tersedia.3.2. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan. 7. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.6). F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. 6. lihat E. karena alasan khusus. atau secara kimia dengan cara pickling. 6. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari. 1. atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan.2.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. 6. 6. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. 6. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI.3. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar.3.2.1. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna.3.2 Perlakuan awal permukaan 7.1.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air). 6.4 Batasan penggunaan bahan adhesif. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air).3 Proses 6. utamanya.3. . 6. Khususnya pada saat pembersihan gemuk. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1.4 Dalam banyak kasus. maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif. 6.3.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP. 6. 6. 6. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI.

pengerutan.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. komponen harus diperiksa visual. pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen. Menurut peraturan ini. 3.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas.Bab 1 . 4.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi. perubahan warna. misalnya mutu permukaan akhir. Pengawasan produksi 4. 4. dikeringkan dan disimpan.2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai. 3.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. 2. 2. kerusakan dll. delaminasi. dan paling lambat pada saat produksi selesai.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. Pada saat produk tiba. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup.2). F 1–7 1.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. 2.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. jika mungkin pada saat produksi. 3. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu. dan sampel produksi ini harus diberi label. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. 3. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis.2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. Pengujian konstruksi 4. 1. mutu komponen harus ditentukan.Persyaratan Bahan dan Produksi E. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih). Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. 4.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan. Sebagai tambahan. 3.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini.7 Pada saat produksi. . kelembaban dll.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. harus diperiksa. 3. perhatian harus ditujukan pada pori-pori. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi. 3. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. 1. Utamanya. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. 3. mutu produksi secara umum.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis.

Namun demikian. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai. Bila terdapat keraguan.1.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. 1. dengan cara yang tepat. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia. misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat.1. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta. pengujian dapat diulang pada batang uji baru.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan.Bab 2 . Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . Jika mutu bahan tidak dapat dijamin. maka persetujuan tidak dapat diberikan.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan. 1.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus. Bersama dengan permohonan. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. 1.7 BKI . Jika. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. terhadap bahan. atau pengguna. 1. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. 1. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan. 1. 1. 2. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI . 2. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan .1 Resin termoset Umum 2. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan. dalam pelaksanaan pengujian tersebut.Pusat secara kasus per kasus. 1. 1.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai. pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat.Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat. Persyaratan Umum − 1.2 Uraian umum dari resin termoset. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI. 2. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI.

2.2 Sebagai tambahan.3 . 3 batang uji 2.1. 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178).4. 2.2. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Untuk tujuan tersebut.5) 2. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 .3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.5. minyak hidrolik. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan.1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 .2.4. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 . data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.4 Sifat pada kondisi kering 2.4. dan 2.4. dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus.5 Sifat minimum 2. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). 6. 2.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945. sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0.05% s/d 0. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 . maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat. Namun demikian.ISO 9352).1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP.2-2 Bab 2 . 3 batang uji Kuat tarik. Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam. Untuk gelcoat dan resin lapisan atas.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk.ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 .ISO 1183. Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy).2. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . metoda A).ISO 75.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945.3 Berkaitan dengan sifat resin. bahan bakar. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm).4. modulus regangan patah tarik elastisitas tarik. Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji. Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. section 6. kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh. section 6. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2. metode A).2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2. 2. informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 . regangan patah. batang uji 1 B).25%.

Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan.) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.3 Dalam hal resin gelcoat.1.3.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .1.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. 3.3.5.ISO 4602) 3.2.Pusat dan pemohon.1.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 .2.4 a .4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 . Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI.2 Uraian 2. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui.2. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 . tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda. setelah kesepakatan dengan BKI . sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya.3.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3. 3.2. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes. 3.1.ISO DIS 3375). dapat ditentukan oleh pemohon. untuk produk penguat gelas tekstil.Bab 2 .ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas. setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat.2 − − − Sebagai tambahan.2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat. fabric dll. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan. 3. 3. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. 3. dapat juga disetujui.5.Pusat. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2. 3.5) .3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2.3 3. karbon dan aramid.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 .1 Bahan penguat Umum 3. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm. − Rentan − Tidak tahan 3.5%) 3. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2.5 Jika. semua jenis serat harus disebutkan. dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus. hybrids). maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.2.ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 .c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C. 3.

maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm.5) 2374.4. maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI. jenis anyamannya harus disebutkan. karbon DIN EN 2564. produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. Draft DIN EN 2850. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm.3 (Metode C).3. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI.1 Untuk pembuatan laminasi.3. prosentase berat (gelas ISO 1887. perekat.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 . Kecepatan pengujian harus disebutkan. sama untuk aramid). batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. panjang seratnya harus disebutkan. metode A). Seksi 4.3 − − − − − 3. Selanjutnya. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965. Selama pengkondisian. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 . Seksi 5.4. Dalam menyiapkan panel uji. Setelah pengeringan. karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan.4. regangan patah.ISO 4603) Perekat (lihat 3. maka densitas linear dan. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain.3.5. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric.3. 6 batang uji kekuatan tekuk.3 Untuk semua produk penguat lainnya. aramid DIN 65356-2). bila sesuai.5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis. 3 batang uji kekuatan tarik. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 .4.ISO 1889) Jumlah.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3.2-4 Bab 2 .1. . Dalam pelaksanaannya.5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian.6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam.4. 3. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm.4. 3. 3. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon. Untuk jenis ikatan kimia. untuk serat karbon dan aramid. 3. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak. Jika.2 Untuk roving.6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda. 3. karena alasan tertentu. Tergantung pada jumlah arah penguat.Pusat.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3. 3.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 . 3.4 Untuk penggunaan gun roving.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 .3. Untuk jenis ikatan mekanis. 3. benda uji III).4 − − − − − Fabric Densitas linear serat.4. suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain. 3. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat. prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan. Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%. 3. regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382.4. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat.3. laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm. 6 batang uji Sebagai tambahan.

55 0. dalam hal ini. 3.00 1.00 1. Jika diperlukan.5.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah. φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 . Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).5.42 0.6 3.5.35 Tabel 2.55 0.55 0. 3. 3.00 1.55 0.55 0.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.50 0.45 - .50 0.4.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun.40 0. 3.5.45 0. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.55 0.45 0.45 0.50 0.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.2 ≤ φ ≤ 0.00 1.00 1.45 0.00 1.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.5.00 1. 3.00 0°/90° 0.40 0.Bab 2 .57 0.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106.50 0.Pusat.25 ≤ φ ≤ 0.55 0.50 0°/90°/±45° 0. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI .71 0.45 0.00 1.00 1. koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.45 0. 3.55 0. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.55 0. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.1 Untuk persetujuan.50 0°/ ± 45° 0.00 1. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah. 3.55 0.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.8 [Mpa] 3.55 0. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).00 1.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan.5.00 1.5.5.

1) 4. Section 5.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan.1 Bahan inti Umum 5. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294).1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. 5.4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa.1.Pusat. Dengan memperhitungkan sistem resin.1 Prepreg Umum 5.2-6 Bab 2 .2. Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C. Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini.2.2.ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5.ISO R 845). Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%).ISO 844). petunjuk pemrosesan 4. 4. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI . .3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 . Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku. 5.1. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 .2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. benda uji III. Section 5.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 . tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294). 6 batang uji.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan. 5.1.Pusat.2.4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini. Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1.2.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.2. 5. 6 batang uji 5.2 Sifat bahan Prepreg 5. 4. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI . tebal sampel ≥ 25 mm.Pusat jika terdapat keraguan.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4. 4. 4.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2. 4.2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi.1.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat.1. Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI . 5.1.1.2.1.1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4.ISO 2896). maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya.2 Busa padat untuk 4. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 . tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.1.

kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian.2. 6.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian.5.3. 6. 6. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0.5 200 2.5 Sifat minimum 5.1. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283. 6. 6. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus.1 Pada tahap pemrosesan. 6.6 Untuk densitas semu lainnya.3.1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol.2.5 mm dan 3 mm harus digunakan.1 Adhesif Umum 6. 6.5.-%] (setelah 28 hari) 6.6 40 0.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% .4.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2). 6. bahan pendukung harus ditentukan. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0.Pusat. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas. umur pakai (DIN 16945. Section 6. 6. 5.4.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0. setelah kesepakatan dengan BKI .1.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6.1. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%.4 Sifat pada kondisi kering 5. 6. Sebagai tambahan. Adhesif lain. Dalam pelaksanaannya.3 Sifat adhesif bahan 6. informasi berikut harus diberikan: .2.Bab 2 . sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam.4.5.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%.3 Kayu balsa butir melintang 6.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang.3.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%. 6.3) juga harus disebutkan.5 15 2 200 kg/m3 3.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.2 Penjelasan 6.4.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi. 6.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.

2. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan. 1. Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2.Bab 3 .4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI. 2. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia. semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan.1. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. 1.5 %. 2.Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. 1. bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman. 1. Sebagai tambahan. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. 2. Pengetahuan profesional tersebut. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. 1. 2.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2.3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi. Prasyarat 2.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat. .2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan). 1. 2.

4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. 2. 2. dan tegangan geser yang diizinkan τ. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus.1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. 1. Gambar. σMat. tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). 1. 1. 1. 3.10 Untuk perbaikan di lapangan. dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya. 2. Pengerjaan 1. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran). 1. 1. 1. maka nilai tersebut harus digunakan.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus. sejauh memungkinkan. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2. 1. Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain. pada arah penirusan. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120. 2.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung.12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%. maka resin pelindung disyaratkan memiliki . Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan. Kekosongan harus dihindari. 1. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki. 2.Perbaikan komponen B B.1. 3. 1. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai.8 Sejauh memungkinkan. sejauh memungkinkan.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin. 2. lihat gambar. Arah serat harus sama.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir.1). Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan.11 Suhu komponen.3-2 Bab 3 .9 Untuk perbaikan di lapangan. langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV. 1. sekurangnya pada daerah perbaikan. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki.1 Bahan yang rusak. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. 2. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%).3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik.

1 Selama proses pengeringan. periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam. D. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. 3. C. sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah).8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset.Bab 3 . nomor identifikasinya . laporan takaran sistem resin 3. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa. 1. Dokumentasi Laporan perbaikan 1. 2. 3.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. 3. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. 3.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi.Perbaikan komponen B. 1. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. jika ada.

3-4 Bab 3 . climatic conditions.304. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan.. No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl. Reg.2006 . F.………… BKI . materials. Identifikasi Lainnya : No. Reg.. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e.FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No.Surveyor Form. kondisi cuaca. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ………………………. Perbaikan Date of Repair Tgl.g. No.Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen .

Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material …………………………….Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen . Lot Lot – No. …………………………….FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : …………………………………………. Register (untuk Kapal) :………………………… Register No.... No. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No. Designation …………... Identifikasi lainnya : …………………………….………………………………. ……………………………. Other Identification No.. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time. Pemilik : ……………………………………………..……………………… Site (of the repair) Tanggal :……………. Lokasi (untuk WEC) :………………………………... Laporan Takaran Dosing Report No. ……………………………. ………………………………………….Bab 3 . 1/2 .. Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………... Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :……. ……………………………. Site (for WEC) No....

Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max. [oC] Min : Min. Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . [oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time . Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company .3-6 Bab 3 .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

............................................................................................... Jenis kayu dan Klasifikasi ..................................................................... E........................... F........................................................................................................................ Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …....9 1........... C.....................................................3 1... 2...........1 ....................Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A...... B............................................. Perlindungan Kayu .......................………............1 1.......... 1...................... Kayu Lapis Bangunan Kapal ............... Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ....................................................14 1....... Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum ... D.........15 Bab 2 A............................................................................................... Menyambung Bahan Kayu ..............................1 1............................ Persyaratan Material...................

Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik. 1. Pengeringan 3. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu. serta kekuatan lengkung. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. Kayu yang tumbuhnya melingkar .lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan.4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. 3. 1. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. atau bahkan dalam batang kayu yang sama.Persyaratan Material. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. berat jenis. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis). serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain. tonjolan.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting. 2.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik. 1. 1. maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. 1. 1.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III. 3. dan tidak memerlukan kekuatan. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425. serangan jamur dan serangga. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. tarik dan tekuk. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. 3.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca.2.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup.Bab 1 .2 Tabel 1. 3. yaitu bebas dari getah. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material. Mutu 1. 1. Saat memproses. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. . maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. B. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin.2 Untuk maksud tersebut. seperti keawetan. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca.

5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang.2.3. termasuk ketahanan terhadap adhesif.1.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. Pada umumnya. .2 Kualitas hati-hati.6.2. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. 2.1. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. nilai rata-rata dari hasil uji. tetapi maksimum ± 0. 2.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu.1 atau 1. untuk menghindari pengaruh uap air.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.6.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering.3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.4. 2. suhu penekanan.3 Ukuran panel 2.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2. karakteristik lem. 2. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2.6 Sertifikat 2. 2. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. dan selalu ditentukan terlebih dahulu. dan D. lapisan . sebagaimana tertera dalam bagian C.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer. 2. dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus.7. kekuatan penekanan. 2. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan. 2.5 mm Pengeleman 2. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan.Persyaratan Material. 2. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D.4.7. lama penekanan.1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama.2 Jika lem baru digunakan.4 2. jenis kayu lapis.7. Pada saat ini. 2. pengisian.8 Perhitungan kekuatan 2. 2.7. Untuk maksud tersebut. "Kayu lapis untuk pesawat udara".1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705).2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan. papan kayu atau potongan papan kecil. antara lain. stempel dan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2. 2.6. 2. 2.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh. 2. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.2 Sertifikat tersebut menjelaskan.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II. sedangkan kualitas KI II. 2.3.3. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.1–2 Bab 1 . jika diminta.

dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis.2) .6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer. dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 . kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam. 2.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. veneer dengan tebal 1.5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis.4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. 1.6.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan. 3. 1. Akan tetapi. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan.5 mm digunakan untuk lapisan terluar.6 mm karena berpotensi 3.4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Untuk lapisan bagian dalam. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis. 3. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. 2. melalui penambahan jumlah lapisan veneer. 1. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan. okumé . atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. sempurna.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya.8 mm 2.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak .8 mm tidak boleh digunakan. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm. Tergantung pada aplikasinya.2 Pada umumnya. Sebaliknya.Persyaratan Material. Sambungan veneer 2. 3.5 mm 3.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1. kulit kapal dan sekat). 1.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik.5 Ketentuan yang terdapat pada B.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan. serta melalui penyisipan lapisan fabric.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal. 1. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1. 2. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan. 2. 2.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1. kurang kuat. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1. Namun.5 mm 2. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam. sehat.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan. tanpa cacat.misalnya khaya mahogany. harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10. 3. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat.2 harus diperhatikan.Bab 1 . upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya.

Tabel 1. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI. 4. mutu.2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis . maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama .2 saat ini disetujui. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp.62 0. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. kekuatan.62 0. 5. P P 0.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan.63 I. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel.I I. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0.6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel. Dalam kaitan dengan kelompoknya. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya. 4.41 II II – III IV . 3. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan.45 0. produksi dan pengeleman. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. bertanggung jawab kayu yang benar.57 0. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar. 5. selanjutnya.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui.Persyaratan Material. Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. Kelompok kekuatan 4.1–4 Bab 1 . 5.49 0.59 0. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1.64 0. atau berbeda dari persyaratan BKI. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis. 5. atau 3. lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4. 4.

yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai. ditetapkan kualitas .3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca. 10. 9. 10.1. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat. 8.1 Pengujian Umum b) c) 10.1 Setelah pengepresan. lubang. Saat mengampelas panel.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi. 9.1 Pada umumnya. seratnya sangat keriting. panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. 7. 10. dan lubang mata kayu kecil 10.2. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.0 mm. Perbaikan 7. Perlakuan permukaan 6. 10. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100.Bab 1 . dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir.Persyaratan Material. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. 10. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca.2. Dalam mengerjakannya. utamanya pada pengeleman.2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. 7. 7.1.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI. 8.1. 10. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1. Perhatian ditujukan. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama.

Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi.5.5 Jenis dan jumlah sampel 10. sekali lagi. dan kembali diberi nomor sampel panel uji.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal. 10.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan.4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini.1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10.4.4 Jika persoalan produksi timbul. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah.1. Untuk maksud tersebut.4.Persyaratan Material.4. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI. atau panel yang sangat tebal dan besar.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis.3.4.4. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak.5. 10. 10. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji.4. 10. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel. 1.5. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.6.1.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10. 10.1.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10.6. 10.5. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan. 10. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10.5.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai.5.5.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai.2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik .3. 10. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar. 10.5.6. 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.5. 10.4. saat memotong panel tersebut.6 10.4.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C . 10. 10. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10. 10. 10. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji. 10. Jika. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. Sampel uji tarik . Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.4.6. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. Jika terjadi pada seluruh panel.4.6. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus.1–6 Bab 1 .1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C.1.6. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut.1. 10.2 Sebelum pengujian.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel.

2.6. . distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya.6. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan.2 Uji kekuatan kayu lapis 10. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.1.4 10.6.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1.6.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai.3.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1.2.3.3 Uji kandungan air Gambar 1.6. Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.2.2.6.6. 10.2.2. 10.2.5 N/mm2 P P 10.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.6. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255). Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%.1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10.Bab 1 .2 Dari setiap keenam sampel.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.Persyaratan Material. 10.6.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375. 10.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%. 10. 10. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut.6. 10.4.6.2.6. Sampel 5 lapisan melintang 10.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.2 N/mm2 P P 10. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.6.2. 10.6.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.6.6.5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1. atau yang berbeda dari regulasi BKI. 10.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini.

panjang dan lebar panel dalam cm. uji pukul. 10. maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. . yaitu pada bagian belakang). 10. Lazimnya.2006 K I 12.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10. Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol.6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven.2. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm. 11. uji bengkok.1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya.5. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai.01. jika secara khusus diminta oleh pemakai. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui. 11. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis. Sertifikat 12. − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral. uji rendam dll.01.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15.6. 11. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15.6.01.4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut. jika terbukti panel tersebut cacat.Persyaratan Material. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel.01.6.2006 10.1–8 Bab 1 . misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test).3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat.6. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar. uji lengkung. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal.2. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11.2006 K I K I K I 15. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang. 11. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji.6.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar). dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B.

beech.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan.5 Kayu birch.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.2 Sertifikat menunjukkan. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. alder.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam. 2. 1.2 harus diperhatikan.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan. nilai rata-rata hasil pengujian.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. antara lain. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi. 2. 2. 3. 3. Sambungan Veneer 3.7.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13.7 Perlakuan permukaan D. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah. 13. 2.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. D 1–9 12. 1.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. 2.4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.7. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. 2.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas. Konstruksi 2.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara . 13. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. jika diminta. 13. 1. digosok. panel kayu lapis yang diperiksa. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga. diampelas sedikit.Persyaratan Material.Bab 1 . Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. dihaluskan. 3. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar. diberi atau tanpa diberi resin. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 3. stempel dan. untuk menghindari pengaruh uap air. jumlah. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C.3). Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka. 2. 3. 2. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan.3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan. 13.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. jenis kayu lapis.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. 1.

2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. Tabel 1. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. Cacat 4.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. Sampai dengan tiga jenis kerusakan. mutu. 6. 4. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto. kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. kekuatan. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. − Kayu dengan butiran yang pendek. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing. – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. produksi dan pengeleman. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. 5. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4. Disamping itu. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. DIN 68256). . – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut. Permukaan yang tidak terlihat 6. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu.masing. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. mata kayu berjamur. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. DIN 68256). membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. 5. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu. Kualitas Kayu lapis 5. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel.1–10 Bab 1 . Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. 4. selanjutnya. 5.Persyaratan Material. mata kayu membusuk. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel.benar tanpa cacat dan.

Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji.4. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II. 7.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji.5.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis.5. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI.2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini. maka perlu saat memotong panel tersebut.5.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7.4.1 Berkaitan dengan konstruksi.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.Persyaratan Material. 7.4.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu.2.1. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya.4.4. 7.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis.1.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7. 7. yang dikirimkan untuk pemeriksaan.1. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut.2. Jika terjadi pada keseluruhan panel. Untuk maksud tersebut. 7.1 Pada umumnya.5.4.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. 7.4.6. atau panel yang sangat tebal dan besar. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7. dan khususnya pengeleman. . Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia.4. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai. 7.5 Mutu umum panel 7.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat.5. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis. 7.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak.3 Dari benda uji ini. 7.3.5. sekali lagi. 7.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D.4.1 Pengujian Umum 7. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.4 Jika masalah produksi terjadi. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai. 7.5. 7. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar. 7.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. 7. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki.4 Penentuan Sampel 7. 7. 7. Jika. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.4.Bab 1 . 7.

8 Kekuatan tarik Gambar 1.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1.3 dan 1.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377. Kayu yang lebih gelap. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %.7. misalnya birch: sampai ketebalan 3.9 Uji tarik . Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375.7.2 harus digunakan.8. 7. maka nilai yang terdapat pada B. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis. 7.8. 1.1–12 Bab 1 . harus memenuhi persyaratan pemakai.9.geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar.5.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255.4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan . 7.6 + Tebal panel Gambar 1.0 mm.6 Penyimpangan dalam produksi. 7. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.8. 7. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan.9. Jika tidak ada spesifikasi lain.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama.4 dan 1.5 mm.1 Uji tarik . 7. 7. 7.Persyaratan Material.2 Kekuatan tarik .

9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut. uji lengkung.7 7. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji.10. dalam kondisi basah. 1 x lebar sampel. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan.Persyaratan Material.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2.6 dan 1.8 3 1-2 4 2. 1. Lihat Tabel 1. Dalam pelaksanaannya. uji perendaman. 7. uji bengkok.5 untuk panjang yang direkomendasikan. 7. 7.4 dan 1. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut. .9. dll.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1.6.8 Sebagai tambahan. P P Gambar 1.9.3. 7.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel. dididihkan lagi selama 3 jam.5 5 3 5 7.7.9. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. 1.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.9. Gambar.1.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1. Setelah itu. namun. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas. 1. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan.9. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm. uji pukulan. Gambar. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar. 7.Bab 1 . Sebagai contoh: uji buka paksa.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer. 7. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1. uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh.4 dan 1.3.9. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih). baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya.1.9. 1.9. 7. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian.6 dan 1. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier.2.

2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. Sebagai alternatif.2 mm).1. 10. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm. jika mungkin.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E. dan D.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. stempel dan. 9. tahun pengujian. lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D. Sertifikat 9. 1.2 Sertifikat menjelaskan antara lain.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). jumlah kelompok uji. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama. 8. Untuk bagian yang lurus. − 8. guna menghindari pengaruh uap air. Namun.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak. 1.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka.Persyaratan Material.1–14 Bab 1 . Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah. nilai rata – rata hasil pengujian. E 8. jenis kayu lapis.2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . 8. tetapi tidak boleh melebihi 18%. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100". . jika panel tersebut terbukti ada cacat. jika diminta.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C. 10.3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus. Penandaan dan pemberian stempel 10. misalnya "2 . Menyambung Bahan Kayu 1.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda. 8. Penyimpanan panel kayu lapis 10. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai.1 – 0. Tebal dari masing . 1.2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. tebal laminasi tidak boleh. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006). Komponen laminasi dan komponen lapis banyak.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8. 1. 10. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan.4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. 9.).1.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi. kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi. 1. 1.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.

Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan. cara tersebut tidak sesuai. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. 2. Panjang ketirusan 2.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain. 1.6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). 2. Sambungan tirus Dalam hal ini. Perlindungan Kayu Gambar 1.2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. kulit. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis. . F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah. 2. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup. Tabel 1.7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan. geladak. 2. 1.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm². waktu penjepitan harus diperpanjang.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus.8 Sambungan tirus melintang tebal 2.Persyaratan Material.Bab 1 . Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I. 2. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas. F. tergantung pada suhu pengeleman.

6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294).1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182). dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. persyaratan dasar pada sub-item A.1 Untuk persetujuan bahan material. Untuk kondisi lingkungan pengujian.Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. 2.2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan. Permukaan harus datar dan diamplas. Kandungan uap air harus 12 ±2 %. Spesifikasi 2.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II. Kayu Balsa 1) − − 1. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. (DIN 52185).3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. 3 benda uji Kekuatan kompresi II. .4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang. 1. Section 2 harus diberlakukan. 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183).2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.Bab 2 .0 0.1 105 MPa MPa MPa 1. 2. Umum − − 2. Volume II. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan.1 dalam Peraturan Lambung. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). (DIN 52185).

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

......................................................................................................... Pengerjaan Penyambungan ……………........................................................................................... .............1 Lampiran A A............... B... A...................... B...................................................... 111111 1 2 2 4 Bab 2 A... D................................................................................................ B.....Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B............................. C.................................................................................................... C........................................................................................................................................... Persetujuan Adhesif ................................... 2..................3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) ……...............................................1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) ............. Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi ............. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ...... B.....5 ........................ Standar dan Petunjuk yang Berlaku ......... B.............................1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A...... Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil ..............................................1 A....................... Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan …............................................................ Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum ...... E............................................................

maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. gemuk dan radiasi UV. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. B. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. Tergantung pada penggunaannya. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. 3. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. atau perwakilan yang diakui. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. 2. Pembuat adhesif. . maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). asam. 8. 5. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal. Untuk pemahaman yang lebih baik. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. Bagian dan komponen dari logam. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. bahan bakar.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. alkali. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. 3. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. 7. pada uji tarik geser. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. Tergantung pada lingkup penerapan. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi.5 m) dinding pemecah angin 4. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering. Persetujuan Adhesif 1. 6. 2. memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0.5 m × 0. Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI.

1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan. 1. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui. Rancangan konstruksi 2. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem. dibawah beban statis jangka panjang. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan. 2. 2. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. maka lapisan penyambungan harus tebal.1 Semua fasilitas produksi. menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus. 1.2 Untuk pemrosesan adhesif. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan.5 Plastik berpenguat serat (FRP). pada bagian. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan. 3. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. 1.1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. Umum 1.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat. Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. 1.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf). 2. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. 1. Personil 4. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. . 1. Penyimpanan 2. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah. 3.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC). D C. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan. Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan. 1. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya. tidak terlewati pada saat proses pengeringan. Berdasarkan nilai-nilai ini. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan. 2. 3. Fasilitas produksi 3. Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. 4. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan.3 Selama proses penyambungan.

adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. Perlakuan awal permukaan asli. Pada waktu proses pengeringan.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan. embun/uap dan radiasi UV. 4. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). 3.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP).2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI. 3. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim. . 4. 2. 2. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan. hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan.2 Selama penyambungan. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. Pengeringan 3. 3. Jika hal ini tidak dapat dipastikan. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem. 4.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. Untuk masingmasing obyek. 3. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. 3.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. Selanjutnya.5 Dalam banyak kasus. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen). Demikian pula. Pemrosesan 4. kecepatan pengeringan menurun secara cepat. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar. Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama.4 Jika mungkin.4 Jika perlu. 2.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821. 5. 3. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif. 3. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. 4. 5.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban. 4. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan. 3.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan.

penyimpanan dan pengujian. 2. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. dan juga pada rongga. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. 3. 3. 3. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan. 2. hasilnya harus didokumentasikan. 1.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. E 5. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. Melalui penggunaan sampel acuan. 3. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. struktur permukaan. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. 3. 2.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000. tebal lapisan ikat. kerusakan atau cacat yang serupa.3 Dalam hal produksi seri.5 Bersamaan dengan proses penyambungan. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. Parameter yang berkaitan dengan .2 Dalam hal pengawasan pembuatan.1 Untuk penyambungan komponen.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. 4.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. bagian yang akan disambung.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak. rongga yang besar. 1. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. retak akibat tegangan. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari. Pengertian dari Petunjuk ini. Namun demikian. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. dan sampel ini harus diberi label. 4. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar. Pemeriksaan yang akan datang 4.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. adhesif. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. 1. E. 3. 3. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. jika mungkin. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi. dan perlakuan awal permukaan ikatan.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan. perubahan warna.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu. Pengawasan produksi Pengujian 4. 1. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B). Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus.

atau perwakilan yang ditunjuk. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus. 1.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini. Persyaratan 5 tahun.4 Atas permintaan pemohon. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. 1.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. 1. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1.1.1 Persyaratan Umum 1. 2. 2. 2. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000. maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya. 2.1 Pabrik pembuat adhesif. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat. Dalam kasus tertentu. maka persetujuan tidak akan diberikan.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . 2.1. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif. Umum 1. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi. 1. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel.1 Untuk persetujuan adhesif.1.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. 1. – – 2. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan. jika sistem tersebut ada. 2.2.2 Deskripsi – – 1.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan.1. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan.

pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada . sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0.3. dan 7 hari. – 2. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur.2 Untuk proses pengeringan. 4.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan. dan 2. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2. Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis.3 Untuk kondisi kering. penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C. untuk sistem satu komponen. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465). misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri.3. Sifat minimum 3. diukur setelah 24 jam. sifat minimum berikut menurut Tabel 2. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2.3. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta.3.20°C. dan juga setelah 3.1 Untuk persetujuan adhesif.3.15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan.3. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi. sifat berikut harus dinyatakan: 2. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama.3.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2.2 Untuk adhesif. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0. Untuk satu seri.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat.3.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. untuk sistem dua komponen. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya. 7 dan 28 hari.3. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504.1 harus dicapai: . misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2.

5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1. .6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.25 MPa 1 0.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0. Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2.

B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application.90 Tabel A.96 10.94 06. Determination of density by the pyknometer method Plastics . elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk. liquid resins. tensile stress at yield.95 06.Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A. tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01. Elastomeren und Kunststoffen. Bestimmung der Volumenänderung. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics . Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .79 09. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber.95 02.82 05. liquid resins.87 01.91 05.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 .Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08.78 Tabel A. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber. condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen. determination of tensile strength at break.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B.98 12.

Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1.1 Joining part no.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1. 1. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No.2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No. 1.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date . Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No.2 Joining part no. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No.

1.1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.1.1.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2. g. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time .1. 2.

3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B. B B–3 2.1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2.2.2.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2.2.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no .Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.

B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. If "yes". Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3. please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. 2. Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4.

3. Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. A. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. uji adhesi pertama harus dilakukan. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. diikuti dengan uji adhesi. Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2. . alkali atau zat pembersih untuk industri. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. diikuti dengan uji adhesi. diikuti dengan uji adhesi. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%).Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. 1.3. Bersamaan dengan itu.2. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. Setelah pengkondisian ini. uji adhesi kedua harus dilakukan. pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi.3. 2. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat. dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%). Untuk evaluasi perpatahan.