BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
FINAL DRAFT

BAGIAN – 1 BAGIAN – 2 BAGIAN – 3

PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA KAYU PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF

EDISI 2006

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA

PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL
_26/07/2005

BAGIAN – 1 PLASTIK DIPERKUAT SERAT DAN PEREKATANNYA
EDISI 2006

Daftar Isi

iii

Daftar Isi

Bab 1 A. B. C. D. E. F.

Persyaratan Material and Produksi Definisi .......................................................................…........................................................ Bahan .…….................................................................................................................................. Persetujuan Bahan .........................…...….................................................................................... Persyaratan Pabrik Pembuat ………............................................................................................. Ketentuan Pemrosesan ......................................................................................................... Pengawasan Proses Pembuatan .....................................................……...................................... 1111111 1 3 3 4 6

Bab 2 A.
..

Pemeriksaan dan Pengujian Material Komposit Serat Persyaratan .....................................................................................................…........................ 2- 1

Bab 3 A. B. C. D.

Perbaikan Komponen Umum ....................................................................................................................................... Prosedur .........................................................................................................................…......... Dokumentasi .............................................................................................................….............. Lampiran ....................................................................................................................…............. 33331 2 3 3

Bab 1 - Persyaratan Bahan dan Produksi

A, B

1–1

Bab 1 Persyaratan Bahan dan Produksi

A. 1.

Definisi Plastik diperkuat serat (FRP)

formulasi dasar resin tidak sama. 1.1 Resin gelcoat dan resin lapisan atas

Bahan heterogen yang terdiri dari resin termoset sebagai matriks dan bahan penguat yang diisikan. 2. Resin termoset

Campuran dua-komponen yang terdiri dari resin dan pengeras serta bahan tambahan (aditif) yang mungkin. 3. Bahan penguat

Bahan biasanya berbentuk produk serat yang diisikan dalam matrik untuk meningkatkan sifat tertentu. Dalam pengerjaannya, serat dari bahan yang berbeda yang menunjukkan sifat isotropik atau anisotropik diproses dalam bentuk produk tekstil semi-jadi (mat, roving, fabric, non-woven). Untuk persyaratan khusus, campuran bahan serat yang berbeda juga digunakan (hibrid). 4. Prepreg

Resin gelcoat dan resin lapisan atas harus melindungi permukaan laminasi dari pengaruh kerusakan mekanis dan lingkungan. Oleh karena itu, pada kondisi kering, resin harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap media yang ada (misalnya bahan bakar, air sungai dan air laut), terhadap lingkungan laut dan industri, dan terhadap abrasi, selain kemampuan penyerapan air yang rendah. Zat thixotropic dan pigmen pewarna adalah satu-satunya aditif yang diperbolehkan untuk resin gelcoat. Pada resin lapisan atas, aditif untuk penguapan styrene yang rendah juga diperbolehkan. 1.2 Resin laminasi

Bahan penguat yang sebelumnya telah direndam dengan resin termoset yang dapat diproses tanpa penambahan resin atau pengeras lagi. 5. Laminasi

Resin laminasi harus mempunyai karakteristik peresapan yang baik ketika diproses. Pada kondisi kering, resin harus tahan terhadap bahan bakar, air sungai dan air laut, dan harus dapat menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap penuaan. Selanjutnya, ketahanan yang cukup terhadap hidrolisa harus dijamin jika digunakan bersama dengan aditif dan bahan pengisi yang diizinkan. Jika menggunakan polyester tak jenuh (UP) sebagai resin, maka ketahanan terhadap hidrolisa harus lebih tinggi dari pada resin UP standar (sebagai contoh penggunaan resin dengan bahan dasar asam isophtalic). 1.3 Aditif

Bagian yang dicetak yang dibuat dengan meletakkan lapisan-lapisan bahan penguat diatas satu sama lain bersama dengan resin termoset. 6. Laminasi sandwich

Dua lapisan laminasi yang digabungkan dengan memakai inti tengah dari bahan yang lebih ringan.

1.3.1 Semua aditif (katalis, akselerator, bahan pengisi, pigmen pewarna dll.) harus cocok untuk resin termoset dan harus sesuai dengan resin tersebut serta aditif lain, sehingga dapat dipastikan pengeringan resin yang sempurna. Aditif harus disebarkan dengan hatihati ke seluruh resin, sesuai dengan petunjuk pabrik. 1.3.2 Katalis, yang memulai proses pengerasan, dan akselerator, yang mengontrol waktu pengerjaan (umur pakai, masa pengentalan) dan waktu pengeringan, harus digunakan sesuai dengan petunjuk pemrosesan yang diberikan oleh pabrik. Untuk sistem prosesdingin (cold-setting systems), katalis harus diatur sedemikian rupa sehingga pengeringan menyeluruh dipastikan terjadi diantara suhu 16°C sampai 25°C.

B. 1.

Bahan Resin termoset

Tergantung pada penggunaan, dan tentunya persyaratannya, dibuat perbedaan antara resin laminasi dan resin pelindung. Kesepadanan dari kombinasi antara resin gelcoat dan resin laminasi harus ditunjukkan jika

3.1 Tersedia berbagai jenis bahan penguat dengan filamen dari gelas. Jumlah zat thixotropic dalam senyawa resin gelcoat tidak boleh melebihi 3% berat. zat penggabung atau bahan pelapis harus disesuaikan dengan resin termoset. Bahan tersebut tidak boleh menghalangi pengeringan resin laminasi. dapat digunakan setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. Prepreg Serat penguat yang telah direndam sebelumnya dengan resin laminasi harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada komponen dimana serat digunakan. 4. guna menjamin pengikatan yang optimal (lihat.4 Pigmen pewarna harus tahan cuaca dan terdiri dari bahan celup anorganik atau organik yang tidak luntur. 2.72. serta terhadap kerapuhan.3 Bahan inti selain dari yang disebutkan dibawah ini dapat dipakai. Jenis dan jumlah bahan pengisi harus disetujui BKI Pusat dan tidak boleh menunjukkan ketidakmampuan memenuhi sifat minimum resin (lihat Bab 2). harus dari tipe sel tertutup (closed-cell type) dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap resin laminasi atau adhesif. 3. Lapisan tersebut dilekatkan dengan helai serat tipis.3 Hanya gelas aluminium boron silicate dengan alkali rendah yang dapat digunakan sebagai serat gelas (kadar oksida alkali ≤ 1%). air sungai dan laut.lapisan serat searah yang dirajut secara selang seling. Mat: lapisan filamen menerus yang tak beraturan (fleeces). serta perekatan yang cukup pada suhu proses.1 Harus ditunjukkan bahwa bahan inti yang digunakan sesuai untuk tujuan penggunaannya. atau sebagai konstruksi utama (shear webs). Jika pabrik menetapkan angka yang lebih kecil.3. kandungan volume resin sebesar minimum 35% volume harus dipastikan. E-glass sesuai dengan VDE 0334/ Bagian 1. maka pigmen pewarna tidak boleh melebihi 5 % berat. dan − mempunyai kandungan uap air rata-rata maksimum 12 %. Jumlah maksimum yang diizinkan tidak boleh melebihi angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. Fabric tak dianyam: Lapisan .3. Sebagai tambahan. Harus dipastikan bahwa suhu izin bahan busa tidak terlewati selama reaksi pengeringan (reaksi eksotermik). 1.2 Permukaan sambungan dari penguatan lokal yang terbuat dari bahan logam (misalnya saluran masuk. dan terhadap pengaruh dari media.2 Perlakuan permukaan serat dengan senyawa perekat. bersama dengan densitas semu minimum 60 kg/m³. jika tidak ada angka yang ditentukan oleh pabrik pembuat. . Laminasi yang digunakan untuk tangki bahan bakar dan tangki air tidak boleh mengandung bahan pengisi. Bahan dan/atau filamen yang berbeda ketebalan yang berbeda dimungkinkan untuk digulung. baik bersama maupun pada mat. bahan bakar.3 Bahan pengisi harus nyata-nyata tidak boleh mempengaruhi sifat resin yang telah kering. Bahan inti konstruksi sandwich 3. DIN 53281. atau roving yang dipotong-potong (panjang minimum 50 mm) yang dihubungkan dengan menggunakan perekat. Kayu balsa yang digunakan sebagai bahan inti laminasi sandwich harus memenuhi persyaratan berikut. Bahan busa padat yang digunakan sebagai bahan inti untuk laminasi sandwich.1-2 Bab 1 . − dikeringkan dalam tungku selama 10 hari setelah penebangan. − dibersihkan dan dihomogenkan. 3. maka angka tersebut yang harus digunakan. Bahan penguat 2.5 Kayu balsa Fabric: Roving yang dianyam bersama dengan teknik penganyaman yang digunakan dalam industri tekstil.4 Bahan busa padat 2. 1. jumlah bahan pengisi dalam senyawa resin laminasi tidak boleh melebihi 12% berat (termasuk maksimum 1. 2. Kemampuan penyerapan air yang rendah diperlukan. Kayu tersebut harus : − segera diolah setelah penebangan untuk mencegah serangan jamur dan serangga. Bab 4. penghubung) harus dibersihkan dengan cara yang sama seperti pada proses pengeleman. Bahan yang berbeda dan/atau filamen yang berbeda ketebalan dimungkinkan dalam masing-masing lapisan.5% berat zat thixotropic). 3. Pada umumnya. asalkan bahan inti tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya dan disetujui terlebih dahulu oleh BKI Pusat. karbon dan aramid: Roving: filamen paralel dalam jumlah banyak yang ditempatkan bersama dengan atau tanpa pemuntiran. 3. 9. misalnya. guna memastikan sifat bahan yang memadai.Persyaratan Bahan dan Produksi B Sistem proses-dingin yang suhu pengeringannya diluar rentang suhu tersebut demikian juga sistem pengeringan-hangat. Part 1).

2. Suhu ruang penyimpanan harus dicatat terus menerus dengan menggunakan alat termograf. 2.1 Resin laminasi harus disimpan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Bengkel laminasi C.Bab 1 . Jika instruksi tersebut tidak diberikan. Adhesif D. C. Persetujuan oleh organisasi lain dapat diakui setelah kesepakatan dengan BKI. 1.4 Adhesif harus dapat digunakan dalam rentang suhu – 20 ° s/d + 60 °C. Untuk tujuan ini. 4. dengan catatan pabrik pembuat senyawa resin laminasi tidak menetapkan lain. suhu ruangan harus dipertahankan antara 16°C s/d 25°C dan kelembaban nisbi maksimum 70%. Prinsipnya.1 Semua fasilitas produksi. 1.4 Tempat kerja harus diberi penerangan yang cukup dan sesuai. Rekaman alat tersebut harus disimpan selama minimal 10 tahun dan diserahkan ke BKI bila diminta. 3. Semua bahan yang akan digunakan pada waktu pembuatan komponen FRP harus terlebih dahulu diperiksa dan disetujui BKI. tetapi pada waktu yang sama tindakan pencegahan harus dilakukan untuk menjamin bahwa proses pengeringan terkontrol dari senyawa resin laminasi tidak terganggu oleh sinar matahari maupun peralatan penerangan. mesin yang dapat menimbulkan debu tidak boleh dioperasikan demikian juga operasi pengecatan atau penyemprotan tidak boleh dilaksanakan. maka resin harus disimpan dalam ruang yang gelap dan kering pada suhu antara 10°C s/d 18°C. . 5. atau dengan bahan lain.2 Bahaya kontaminasi dari bahan laminasi harus diminimalkan melalui pemisahan fasilitas produksi dari ruang penyimpanan. Pabrik pembuat sepenuhnya bertanggung-jawab untuk memenuhi persyaratan ini. Hal ini berlaku khususnya bila menggunakan adhesif leleh-panas (hot-melt adhesive) komponen tunggal. Persyaratan Pabrik Pembuat Umum 5.sifat bahan dasar dapat ditunjukkan sebagai bagian dari pengujian bahan komponen laminasi.3 Fasilitas ventilasi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada sejumlah bahan pelarut yang tidak diizinkan lepas dari laminasi. dan juga tidak terjadi konsentrasi tempat kerja yang tidak diizinkan (MAC values). 2.1 Bengkel laminasi harus ruangan tertutup yang dapat dipanasi dan mempunyai ventilasi masuk dan keluar.3 Selama proses laminasi dan perekatan di bengkel laminasi.3 Adhesif harus digunakan sesuai dengan petunjuk proses yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. Pengaruh suhu operasi pada kekuatan adhesif harus rendah. hanya adhesif yang bebas pelarut (solvent-free) yang boleh digunakan. alat termograf dan hydrograf dapat dipasang. bukti dari sifat .2 Laminasi hanya boleh direkatkan pada kondisi kering. 2. atau tidak semua persetujuan yang disyaratkan diperoleh. jumlah dan penempatannya tergantung pada kondisi operasional. 3. Jika tidak ada persetujuan. maka sebagai pengecualian dan setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. Peralatan tersebut harus disetel setelah mendapatkan persetujuan BKI. D 1–3 5. diperlukan pengujian khusus yang dilakukan dibawah pengawasan BKI atau hasil pengujian harus didokumentasikan dalam laporan lembaga pengujian yang diakui. Kriteria pengujian tersebut diatas diberikan dalam Lampiran. dengan catatan pengujian yang disyaratkan untuk persetujuan sesuai dengan persyaratan BKI. 5. 5. pekerjaan tersebut harus dilaksanakan di ruang terpisah. 1. Sebelum produksi dimulai. 2.2 Untuk mengontrol kondisi cuaca. Persetujuan Bahan 2. Peralatan tersebut harus dikalibrasi sesuai dengan peraturan pemerintah. Pabrik pembuat dan/atau pemasok bahan harus mengajukan permohonan persetujuan ke BKI Pusat. 5. Adhesif proses-panas (hot-setting adhesives) umumnya mempunyai kekuatan yang lebih tinggi. Persetujuan diberikan jika bahan memenuhi persyaratan BKI. persetujuan bahan yang disyaratkan harus dikirim ke BKI Pusat dan/atau kantor cabang BKI. akan tetapi. ruang penyimpanan dan peralatan operasionalnya harus memenuhi persyaratan pihak berwenang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan kerja dan asosiasi asuransi kecelakaan kerja yang profesional. jika memungkinkan dengan bahan dasar yang sama seperti resin laminasi. Ruang penyimpanan 1.Persyaratan Bahan dan Produksi B. suhu izin maksimum yang diizinkan dari bahan yang akan direkatkan tidak boleh dilebihi. Adhesif tidak boleh mempengaruhi bahan yang akan direkatkan dan harus menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap kelembaban dan kerapuhan. Pengemasan atau pembungkusan bahan harus memuat informasi tentang persetujuan. Selama proses laminasi dan pengeringan.1 Ketika merekatkan FRP bersama-sama. Pertimbangan harus diberikan pada adhesif reaksi dua komponen. 1. 3.

mempunyai kekakuan yang cukup untuk mencegah deformasi yang tidak diizinkan selama proses laminasi atau pengeringan.2 Bahan prepreg harus disimpan dalam ruang pendingin khusus sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Cetakan harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan produk dari cetakan tanpa terjadi cacat. 2. kondisi penyimpanan dan periode maksimum penyimpanan (tanggal kadaluarsa) sesuai yang ditentukan oleh pabrik pembuat dapat dilihat dengan jelas. dan sebaliknya tidak berpengaruh pada proses pengeringan laminasi. Sebagai tambahan terhadap pemilihan bahan yang tepat dan telah disetujui. Pengeluaran udara dari senyawa resin mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu. 3.3 Resin. Ketentuan Pemrosesan Umum 1. Cetakan yang terbuat dari FRP hanya boleh digunakan setelah mengering sempurna dan dilakukan proses pemanasan (temper). bahan yang diambil dari gudang dan telah dipergunakan sebagian boleh dikembalikan ke gudang (misalnya bahan prepreg pengeringan panas) dan dengan persetujuan BKI.3 Laminasi harus dibuat sesuai dengan dokumentasi teknis yang disetujui dan berkonsultasi dengan BKI berkenaan dengan metode yang digunakan. dalam hal khusus penyimpangan dimungkinkan dengan persetujuan BKI. waktu pemrosesan yang ditetapkan oleh pabrik pembuat untuk senyawa resin 3. Serat mat atau fabric dengan berat per satuan luas yang kecil dan kadar resin yang tinggi harus digunakan (misalnya untuk serat gelas: maksimum 450 g/m² dan gelas maksimum 30 % berat). 2. Oleh karena itu. 1. bahan pengeras dan aditif resin harus dicampur sedemikian rupa untuk memastikan penyebaran yang merata dan sedapat mungkin meminimalkan jumlah udara yang masuk dalam campuran. bahan pengisi dan aditif harus disimpan dalam wadah tertutup. Tidak diperbolehkan menggunakan zat pemisah dengan bahan silikon. Jika instruksi tersebut tidak diberikan.2 Dalam hal cetakan untuk produk dibuat dengan menggunakan kantong vakum. 2. Peraturan ini.1-4 Bab 1 . Jika waktu tersebut tidak ditetapkan.2 Untuk persiapan dan pemrosesan senyawa resin dan bahan penguat.2 Lapisan laminasi pertama harus diberikan sesegera mungkin setelah pemakaian gelcoat. 1.Persyaratan Bahan dan Produksi D. katalis dan akselerator harus disimpan dalam ruang gelap dan kering dengan suhu antara 10 °C s/d 18 °C.4 Selama proses laminasi. Pembentukan laminasi E. kekedapan udara yang mutlak dari cetakan harus dijamin. Persyaratan cetakan 2. 1. Bahan yang masa penyimpanannya melebihi tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari ruang penyimpanan.4 Bahan penguat.3 Bahan pengeras.3 Permukaan cetakan harus sehalus mungkin dan tidak boleh mempunyai tepi yang tajam.7 Dalam hal khusus. bahan pengeras.5 Adalah tidak mungkin untuk mencakup semua jenis cetakan dan metode pemrosesan secara rinci. 3.1 Pada prinsipnya. 3. permukaan komponen harus diproses dengan zat pemisah yang sesuai dalam jumlah yang cukup dan dipanasi sampai suhu yang diperlukan untuk laminasi..5 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. 3. 2. 3. Permukaan harus kering dan bebas debu. Suhu umumnya tidak boleh melebihi – 22 °C. katalis dan akselerator harus disimpan secara terpisah dalam ruang berventilasi cukup sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. dalam kondisi kering dan bebas debu. maka umur pakai harus ditetapkan melalui pengujian pendahuluan dan waktu pemrosesan kemudian ditetapkan setelah konsultasi dengan BKI.6 mm.6 Jumlah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan harus dibawa ke bengkel produksi secepat mungkin dengan wadah yang tetap tertutup untuk menjamin penyesuaian yang sempurna terhadap suhu proses (∆T ≤ 2° C). hanya bahan yang disetujui BKI yang harus digunakan. maka senyawa resin gelcoat harus diberikan dengan ketebalan yang sama antara 0. dengan menggunakan proses yang tepat. yang disiapkan tidak boleh dilewati. 3. 1.4 Sebelum proses laminasi dimulai. 1. maka sebagai tambahan. instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat bahan dan ketentuan dari pihak berwenang setempat juga harus diperhatikan. E 3. perhatian khusus harus diberikan saat memproses bahan tersebut karena akan berpengaruh besar pada sifat produk.4 s/d 0.1 Cetakan harus terbuat dari bahan yang cocok. Pertambahan . 3. 3. Udara harus dikeluarkan dari lapisan penguat dan lapisan tersebut harus dipadatkan sedemikian rupa untuk memastikan bahwa jumlah resin yang disyaratkan dapat dicapai.1 Jika perlindungan permukaan ingin dicapai dengan memberikan gelcoat.

Bila tidak. Penyemprotan resin serat-gelas Penyemprotan resin serat-gelas. 4. Waktu pemanasan tergantung pada . 4.1 Komponen yang sudah jadi hanya boleh diambil dari cetakan setelah pengeringan yang cukup dari senyawa resin termoset. 5.2 Kualifikasi ahli penyemprot resin-serat.3). 5.5 Powder-bound textile glass mat sebesar maksimum 450 g/m² harus digunakan untuk lapisan laminasi pertama. 4. komponen harus diberi perlakuan akhir pada suhu yang lebih tinggi (tempering). atau harus diberi potongan penguat. 4. 3. Permukaan perekatannya dengan laminasi harus disiapkan dengan cara yang sesuai (pengasaran. 3. maka tepi potongan harus berhimpit. waktu pengeringan selama minimum 12 jam harus dipenuhi untuk sistem prosesdingin.7 Udara harus dibuang dan komposit harus dipadatkan. Perhatian khusus harus diberikan pada bagian perpotongan laminasi. 5. Kalibrasi harus diperiksa secara teratur sebelum penyemprotan resin-serat.6 Berat serat gelas per satuan luas dari lapisan laminasi yang disemprot pada laminasi gabungan tidak boleh melebihi 1150 g/m². laminasi harus digerinda seluruhnya guna mendapatkan permukaan yang menunjukkan sifat adhesi yang memadai setelah debu dihilangkan. 4. Bagian serat gelas dari lapisan tersebut (yang harus digunakan secara manual) harus kurang dari 30 % berat.Bab 1 .8 Pengujian harus dilaksanakan secara teratur untuk memeriksa apakah penempatan lapisan yang diperkuat telah merata serta prosentase penyebaran berat gelas yang merata telah dicapai.Persyaratan Bahan dan Produksi E 1–5 kadar resin harus dihindarkan. dianggap tidak kritis berkaitan dengan laminasi. Pada daerah ujung atau sambungan laminasi. Prosedur yang sama harus diterapkan saat memperlakukan permukaan bahan yang akan direkatkan (lihat E. dan bila perlu pembantunya.3 Peralatan harus dikalibrasi sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat.6. paling lambat pada awal setiap hari produksi.7 Peralihan antara laminasi yang berbeda ketebalan harus dibuat secara bertahap.3 Segera setelah pengeringan. maka harus dilaksanakan pengujian untuk memverifikasi tingkat kerekatan antara laminasi dasar dan laminasi atas. permukaan laminasi harus dibersihkan sampai ke lapisan mat. 3. setiap lapisan penguat harus ditumpangkan minimal 25 mm per 600 g/m². Untuk resin UP pada asam orthophthalic dan standard glycol basis yang tidak mengandung zat pembentuk kulit (skinforming agents) proses laminasi dapat dihentikan selama 48 jam. 4.5 Jika proses laminasi terhenti selama waktu tertentu yang mengakibatkan resin laminasi dasar melebihi titik pengentalan (gelation). 3. mensyaratkan pemenuhan terhadap persyaratan khusus berikut: 4. Untuk tiap-tiap sistem resin.2. bahan inti harus ditirus dengan kemiringan tidak lebih dari 1: 2. Dalam hal kantong vakum. radiasi UV dan/atau peningkatan suhu harus diperlakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat.6 Ketika menggerinda laminasi yang mengandung resin dengan penguapan styrene yang rendah sebagai sistem matriks. harus dibuktikan ke BKI melalui prosedur pengujian.2 Sistem resin yang mengering dibawah tekanan. 3.10 Bahan sisipan atau tambahan harus bebas dari uap air dan pencemaran (kotoran).9 Komponen yang berbeda hanya boleh dilaminasi bersama-sama selama komponen tersebut belum kering seluruhnya. 3. 3. metode laminasi mekanis secara manual. Pengeringan dan pemanasan 5. pada kondisi pemrosesan yang diberikan. BKI berhak untuk meminta dibuatkan benda uji untuk memeriksa sifat mekanis yang dihasilkan.8 Jika pemotongan lapisan penguat tidak dapat dihindari. maka permukaan harus dipoles dengan menggunakan kertas amplas baru. Pada daerah transisi dari konstruksi sandwich ke laminasi padat. 4. Waktu pengeringan yang disyaratkan biasanya tergantung pada instruksi pabrik pembuat. Bila periode ini dilewati. zat penggabung atau yang serupa). setelah serat gelas disemprotkan s/d maksimum 1150 g/m². Nilai minimum 25 mm per 600 g/m² bahan penguat (untuk fabric gelas pada arah serat) dapat digunakan. Untuk menjamin bahwa tidak ada elemen zat pembentuk kulit (misalnya parafin) yang tertinggal pada permukaan.4 Tebal maksimum bahan yang dapat dikeringkan pada satu kali proses ditentukan dengan peningkatan panas maksimum yang diizinkan. 4. dalam hal cetakan yang rumit.4 Panjang potongan roving harus diantara 25 mm s/d 50 mm. tanpa menyerahkan bukti lebih lanjut. periode penghentian proses laminasi yang diizinkan harus ditentukan.1 Peralatan yang akan digunakan harus dicoba sebelum digunakan dan ketepatannya harus terjamin. lazimnya faktor yang menentukan adalah jumlah maksimum lapisan yang kandungan udaranya masih dapat dihilangkan seluruhnya.

2.2 Permukaan bahan yang akan direkatkan harus kering dan bebas dari gemuk.Persyaratan Bahan dan Produksi E. Pengawasan Proses Pembuatan Umum 1.5 Dalam hal adhesif untuk resin termoset proses-dingin.4 Dalam banyak kasus.1 Untuk komponen yang terbuat dari FRP.2.3 Proses 6.3 Adhesif tidak boleh mempunyai pengaruh negatif pada bahan yang akan direkatkan.4 Batasan penggunaan bahan adhesif.1 Permukaan laminasi tanpa perlindungan permukaan harus dikedapkan setelah pengeringan atau pemanasan. sambungan lem setebal 5 mm atau lebih tidak dapat dihindari. 7.1-6 Bab 1 .3.2 Untuk perekatan bahan serat komposit. dimana suhu tersebut harus dibawah suhu kestabilan ukuran pada kondisi panas dan harus disepakati dengan BKI. perhatian harus diberikan pada kesesuaian pelarut dengan bahan. harus dipatuhi. Jika nilai tersebut tidak tersedia.4 Tidak diperbolehkan memberikan beban pada sambungan lem sebelum adhesif kering dengan sempurna. bebas dari pori dan tidak terlalu tebal. 6.2. Permukaan sambungan harus dibuat seluas mungkin. 6. debu dan bahan pelarut. bahan pengedap harus sesuai untuk komponen tersebut.1. Terutama. permukaan tersebut harus dikasarkan misalnya secara mekanis dengan penggerindaan atau semprot pasir (sand blasting).3.2.1 Adhesif harus digunakan sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat. karena alasan khusus.3 Untuk permukaan yang halus. 6. 6. atau secara kimia dengan cara pickling.2 Bahan pengedap yang digunakan tidak boleh merusak sifat laminasi atau perekatan. 6. peningkatan kekuatan adhesif dapat dicapai dengan penggunaan pelapis dasar yang sesuai.6).1. 6. 6. dan gaya-gaya harus diberikan pada daerah yang luas. maka pada umumnya kondisi pemanasan berikut dapat digunakan (resin polyester/epoxy): paling sedikit paling sedikit 16 jam pada 40°C/ 50°C atau 9 jam pada 50°C/ 60°C bahan yang akan direkatkan yang dapat merusak daya adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin polyester. hanya adhesif yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan. 6. atau nilai pengeringan akhir tersedia yang didukung dengan hasil percobaan. utamanya. Lingkup pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan persetujuan BKI. 6. 6. . F resin yang digunakan dan suhu yang dicapai dalam komponen selama pemanasan. dimana jumlah bahan pengisi tidak boleh melebihi nilai yang diizinkan.1. Disamping itu. 6. dan tebal lapisan adhesif harus dibuat setipis mungkin. Hal ini mutlak diperlukan bila ada lapisan pada permukaan F. bagian tepi potongan dan perekatan harus dilindungi terhadap penembusan media asing (uap air). maka bahan yang akan direkatkan harus terlebih dahulu diberi lapisan tipis dari resin adhesif murni.2 Adhesif harus digunakan secara merata pada bahan yang akan direkatkan. Sistem prosesdingin yang tidak diberikan pemanasan harus di simpan selama 30 hari pada suhu 16 °C. 6. Khususnya pada saat pembersihan gemuk. lihat E. dan pada waktu yang lebih singkat pada suhu s/d 25 °C. seperti yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 6. 1.2 Perlakuan awal permukaan 7.3. Pengedap 6.1. 6.3.3. direkomendasikan untuk dilakukan proses pemanasan lanjutan pada lem. dengan menggunakan bahan yang sesuai.1 Perekatan Umum 6.1 Sambungan pada komponen penahan beban pada umumnya harus diverifikasi menggunakan suatu prosedur pengujian yang disetujui untuk setiap kasus. 7. pengawasan proses pembuatan meliputi pengawasan mutu bahan dasar. dengan syarat spesifikasi pabrik pembuat perihal pengeringan akhir tersedia. Rancangan perekatan yang sesuai yang sedapat mungkin menghindari momen dan gaya yang menyebabkan pengelupasan harus digunakan.3.3 Jika. 6. Periode penyimpanan dapat diperpendek dengan persetujuan BKI.6 Bagian tepi dari daerah yang diberi adhesif harus dilindungi dengan cara yang tepat terhadap penetrasi media asing (misalnya uap air).3. pengawasan produksi dan pemeriksaan mutu komponen yang sudah jadi.1 Berbagai perlakuan awal permukaan terdapat dalam petunjuk VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) 2229 dan 3821 atau standar lain yang setara. penggunaan pelapis dasar yang direkomendasikan untuk perekatan yang akan menerima pengaruh lingkungan yang negatif.

2. mutu produksi secara umum.1 Nilai karakteristik dan sifat mekanis yang ditetapkan dalam persetujuan bahan harus dikonfirmasikan oleh pabrik pembuat. maka laminasi contoh yang dibuat dengan ukuran kira-kira 50x50cm2 harus disiapkan. Perhatian khusus harus diberikan pada perekatan dan mutu pengeringan komponen.1 Pada saat produksi dan setelah produksi selesai. 4.1 Rincian produksi harus dicantumkan dalam daftar isian dan kartu urutan yang menyertai masingmasing tahap produksi dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas.Bab 1 .2 Dalam hal pengawasan proses pembuatan. Jumlahnya tergantung pada jumlah komponen. kelembaban dll.2 Pengawasan produksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan oleh bagian mutu internal. Utamanya. 3. 1. Menurut peraturan ini. 3.2 Produk harus dicatat dalam arsip inventaris dan harus disimpan sesuai dengan persyaratan Peraturan ini.4 Lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi bila fasilitas produksi mempunyai sistem manajemen mutu yang bersertifikat. Pada saat produk tiba. Lingkup pengawasan harus diuraikan dalam suatu rencana pemeriksaan dan pengujian dan ditanda-tangani oleh karyawan yang bertugas. dan sampel produksi ini harus diberi label. 2. Nilai kekuatan bahan harus memenuhi nilai yang ditetapkan. 4. dan paling lambat pada saat produksi selesai. jika mungkin pada saat produksi. . pengawasan pihak ketiga adalah pemeriksaan secara berkala dan secara acak oleh BKI terhadap pengawasan internal termasuk mutu komponen. Sebagai tambahan. dibuat perbedaan antara pengawasan internal dan pengawasan eksternal (pihak ketiga). F 1–7 1. harus diperiksa.7 Pada saat produksi.4 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan secara menyeluruh dan jelas. Pengujian konstruksi 4. perhatian harus ditujukan pada pori-pori. Pemeriksaan bahan yang baru datang Parameter yang berkaitan dengan mutu (suhu. 1.2).2 Dengan menggunakan prosedur pengujian yang sesuai. minimal dengan laporan pengujian (DIN EN 10204-2.3 Setelah kesepakatan dengan BKI. kerusakan dll. pemeriksaan harus dilaksanakan untuk memastikan apakah produk telah sesuai dengan persyaratan.5 Rincian (termasuk arah) dari lapisan penguat dalam laminasi harus segera diperiksa selama proses produksi. komponen harus diperiksa visual.6 Sampel harus diambil dari setiap kumpulan senyawa resin termoset yang telah dicampur. 2. Pengawasan produksi 4. atau jumlah hari produksi (jumlah yang lebih sedikit dapat dipilih). perubahan warna.) harus dicatat dalam dokumentasi produksi.4 BKI harus diberitahu berkenaan dengan perbaikan atas setiap cacat yang terkait dengan kekuatan komponen. 3. pengujian terpisah atau acak harus dilakukan terhadap komponen yang sudah jadi dengan beban statis dan/atau dinamis. dikeringkan dan disimpan. delaminasi. dan prosedur yang digunakan untuk melaksanakan perbaikan harus sesuai dengan Bab 3. 4. misalnya mutu permukaan akhir. Pabrik pembuat harus memberikan akses bagi Surveyor ke semua lokasi yang digunakan untuk produksi.3 Karyawan yang terlibat dalam produksi harus diberi pelatihan yang sesuai dan harus bekerja dalam supervisi yang berkualifikasi dan profesional. 3. pengerutan.3 BKI berhak untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap fasilitas produksi tanpa pemberitahuan sebelumnya. sampel laminasi harus disiapkan dan harus digunakan untuk memeriksa nilai karakteristik dan sifat mekanis.Persyaratan Bahan dan Produksi E. Sampel tersebut secara acak harus diuji kadar pengeringannya dan hasilnya harus didokumentasikan. 3. penyimpanan dan pengujian dan harus menunjukkan semua dokumen yang berkaitan dengan catatan dan pengujian yang telah dilaksanakan. 3. 3. mutu komponen harus ditentukan. 3. Jika dari potongan atau bagian laminasi tidak dapat diperoleh sampel laminasi dengan ukuran yang cukup. Sifat bahan harus diperiksa dengan pengambilan sampel secara acak.

3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai dengan standar yang disebutkan dalam peraturan ini. maka BKI Pusat akan menerbitkan sertifikat persetujuan bahan.2 Uraian umum dari resin termoset. perhatian harus diberikan pada hal berikut (jumlah untuk 6 pengujian): − Jika satu atau dua batang uji menghasilkan nilai yang tidak memadai.1.Bab 2 . Persetujuan diberikan untuk bahan berikut: − Gelcoat dan/atau resin laminasi − Bahan penguat − Prepreg − Bahan inti − Adhesif 1. Kemampuan penggunaan bahan ini dengan bahan lain yang disetujui harus dibuktikan secara terpisah oleh pabrik pembuat. 1. 2. 1. 1. 2. 1.10 Persetujuan hanya ditujukan/ berlaku untuk bahan yang disetujui. bahan yang digunakan untuk pembuatan komponen yang terbuat dari FRP dibawah pengawasan BKI harus disetujui oleh BKI. − Jika hasil pengujian tiga atau lebih batang uji tidak memadai.Pusat secara kasus per kasus.7 BKI . Bila terdapat keraguan. maka BKI berhak untuk menangguhkan atau mencabut persetujuan. Sertifikat ini umumnya berlaku selama 4 tahun.9 BKI berhak untuk meminta dan/atau melaksanakan pengujian di tempat terhadap sifat bahan selama periode yang disyaratkan dalam persetujuan bahan. dimana dimungkinkan dilakukan perpanjangan. 2. 1.6 Jika bahan memenuhi persyaratan BKI. Bersama dengan permohonan. persetujuan bahan dapat ditangguhkan atau dicabut oleh BKI. tidak ada pembanding yang cukup dengan nilai yang disyaratkan. atau pengguna. Jika. Namun demikian.Pusat: − Keterangan produk − Lembar data keselamatan − Instruksi penyimpanan dan proses − Pernyataan tertulis dari pemohon yang menyatakan bahwa bahan yang diuji memenuhi semua persyaratan persetujuan yang diminta.4 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua benda uji. dengan cara yang tepat. Jika pada saat pengujian ulang diperoleh nilai yang tidak memadai meski hanya satu sampel.8 Mutu bahan yang konstan harus dihasilkan oleh pabrik pembuat melalui langkah – langkah manajemen mutu yang tepat. 1. dan bahwa sampel dibuat sesuai dengan Peraturan Biro Klasifikasi Indonesia. Persyaratan Umum − 1.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–1 Bab 2 Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A. BKI berhak untuk mensyaratkan pemeriksaan terhadap sifat dari kombinasi bahan tersebut. terhadap bahan. standar pembanding dari negara lain juga dapat diterima setelah persetujuan dengan BKI . misalnya laboratorium pengujian yang terakreditasi atau lembaga pengujian yang tercatat.1 Sesuai dengan Peraturan dan Regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).1.Pusat harus segera diberitahu bila ada modifikasi atau perubahan yang lain. − Salinan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.1 Resin termoset Umum 2. kondisi prosesnya serta sifat resin pada tahapan . 1. pengujian dapat diulang pada batang uji baru. 1. Jika mutu bahan tidak dapat dijamin.5 Dalam hal hasil pengujian masing-masing batang uji tidak memadai. 1. maka persetujuan tidak dapat diberikan. Keputusan mengenai kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan dapat dibuat untuk setiap kasus.2 Permohonan untuk mendapat persetujuan BKI harus dibuat oleh pabrik pembuat bahan atau perwakilannya. dengan syarat BKI menyetujui hal ini. dalam pelaksanaan pengujian tersebut. dokumen berikut harus diserahkan kepada BKI . pengujian harus diulang dengan jumlah batang uji dua kali lipat.

2. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan. maka suhu pengujian harus ditetapkan dengan persetujuan BKI Pusat. hanya empat sifat pertama yang harus diverifikasi: − − − − − Densitas (DIN 53479 . 3 batang uji Kuat tarik.4.1 Untuk produk resin yang terdiri dari resin UP.3 Resin polyester tak jenuh (UP) proses-dingin dan resin epoxy (EP) proses-dingin diuraikan secara khusus dibawah ini.4 Sifat pada kondisi kering 2.4.3 . 6.2. Namun demikian.ISO 1183.5 Sifat minimum 2. harus digunakan batang uji yang dibuat sesuai dengan petunjuk proses yang diserahkan.2.5) 2. data berikut ini harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.4. Untuk gelcoat dan resin lapisan atas.ISO 2555) − Reaktifitas: resin UP: Nomor asam (DIN 53402 . informasi tambahan berikut harus diserahkan: − Ketahanan abrasi (DIN 53754 .ISO 2114) resin EP: Epoxy equivalent (DIN 16945 .ISO 75. dan 2. 3 batang uji Daya serap air (DIN ISO 175.3 Berkaitan dengan sifat resin.4.4. bahan bakar. 3 sampel − ketahanan terhadap air laut.ISO DIS 3001) − Resin WP: Jumlah monomer (ISO 3251) − Masa pengentalan (peningkatan suhu) (DIN 16945. 6 batang uji Kekuatan tekuk (DIN EN ISO 178). kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa sehingga regangan batang uji atau regangan serat tepi sebesar sekitar 1% per menit dapat diperoleh.1 Sifat berikut harus diserahkan untuk semua resin termoset pada kondisi kering: − − − Densitas Daya serap air Kekuatan. 3 batang uji Modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 178).ISO 9352).25%.ISO 2535) − Penyusutan pengeringan (DIN 16945. sifat minimum berikut ditetapkan untuk penggunaan sebagai resin laminasi (nilai di dalam kurung untuk resin gelcoat): . 2.5. Untuk tujuan tersebut. batang uji 1 B). section 6. asam dan alkali lemah (DIN ISO 175) 2.2 Sebagai tambahan.05% s/d 0. Jika rentang suhu operasi resin yang diharapkan tidak berada diantara -20°C s/d +50°C.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A proses harus diserahkan. Batang uji harus dikeringkan dan dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C (untuk resin polyester) atau 16 jam pada suhu 50°C (untuk resin epoxy). modulus regangan patah tarik elastisitas tarik. Kecepatan pengujian harus didokumentasikan dalam laporan uji. sifat minimum resin tersebut paling tidak harus memenuhi sifat minimum resin UP. Sifat dasar dari resin termoset kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. section 6.1 Uraian resin termoset harus diserahkan guna memudahkan identifikasi secara jelas: − − − − Jenis dan kondisi resin Penggunaan Pabrik pembuat Nama dagang 2.2. metoda A). Jenis resin lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi dengan BKI Pusat. minyak hidrolik. Modulus elastisitas ditentukan sebagai modulus perpotongan antara regangan 0. 2. pemanasan Sifat pada pengeringan tahap proses dan saat − Sifat resin harus ditentukan sesuai dengan standar berikut: − Densitas (DIN EN ISO 1675) − Viskositas (DIN 53015 .4 Sifat mekanis biasanya ditentukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%). regangan patah. batang uji 50 mm x 50 mm x 4mm). dimana sifat minimum yang disyaratkan ditetapkan oleh BKI Pusat untuk masing – masing kasus.3 Kondisi penyimpanan Kondisi lingkungan untuk proses Jenis dan jumlah aditif yang diizinkan Kondisi pengeringan.5 Dalam hal uji tarik dan uji tekuk.2 Untuk gelcoat dan resin lapisan atas. 3 batang uji Stabilitas ukuran pada kondisi panas (DIN 53461 . 2. 3 batang uji 2. metode A).1. data berikut ini harus disebutkan: − − − − 2.2 Uraian − − Kekuatan dan modulus elastisitas tekuk Stabilitas ukuran pada kondisi panas 2. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-2.2-2 Bab 2 . Daya serap air ditentukan secara khusus pada suhu 23°C setelah 24 ± 1 jam dan 168 ± 2 jam.

setelah kesepakatan dengan BKI-Pusat. − Rentan − Tidak tahan 3.ISO DIS 3616) − Perekat (lihat 3. maka hanya produk yang paling umum yang dapat dicantumkan.ISO R 137) − Zat penggabung yang telah disetujui atau perekat − Kesesuaian resin Untuk produk serat gelas. Bila roving digunakan sebagai gun roving (DIN 52316 .2.Pusat dan pemohon.Bab 2 . semua jenis serat harus disebutkan.2 Mat (mat menerus dan mat dengan serat yang terpotong-potong) − Panjang serat (untuk mat dengan serat yang terpotong-potong) − Densitas linear serat (DIN 53830-T1 .) − Pabrik pembuat − Nama dagang 3.2 − − − Sebagai tambahan.5 Jika. Nilai tersebut harus memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan.2. 3. tidak digunakan E-glass atau R-glass yang sesuai dengan DIN 1259-1. − Ketahanan abrasi yang ditentukan dalam pengujian (laju abrasi akibat gesekan) harus mencukupi.4 Untuk produk penguat yang terdiri dari kombinasi bahan serat dan/atau filamen yang berbeda. 3. maka harus dilakukan verifikasi tambahan terhadap kekakuannya dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui. 3. Produk dengan serat penguat lain dapat juga disetujui.3.1.3 Dalam hal resin gelcoat.1.5. 3.2.c harus ditentukan setelah 24 jam dan 168 jam pada suhu 23°C. untuk produk penguat gelas tekstil. dapat juga disetujui.1 − − Sifat produk penguat Roving jumlah filamen dalam roving kehalusan roving (DIN 53830-1 . setelah kesepakatan dengan BKI . 3.5) .3.1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi bahan penguat secara jelas: − Bahan serat − Jenis penguatan (mat.0%) (––) (––) (60°C) (––/60 mg) 3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–3 Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air 24 jam / 168 jam 40 MPa 2. hybrids). dengan catatan sifat minimum akan ditetapkan untuk tiap-tiap kasus.3 3.Pusat. dapat ditentukan oleh pemohon. Produk yang tidak tercakup (misalnya complexes. 3.ISO 4602) 3. fabric dll. diameter filamen rata-rata tidak boleh melebihi 19 µm.3.5%) 3.4 a . Dengan memperhitungkan sifat tersebut dan setelah kesepakatan antara BKI.2. 3. − Sifat yang ditetapkan dalam DIN 53476 pada butir 7.3 Filamen dan perlakuan/perekatnya harus diserahkan: − Diameter filamen (DIN 53811 .1.ISO DIS 3375).3 Hal berikut berlaku untuk serat penguat yang terbuat dari gelas.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.0 % 2700 MPa 80 MPa 60 °C ––/70 mg (––) (3.1.2 Sifat minimum berikut berlaku untuk produk resin yang terdiri dari resin EP: Kekuatan tarik: Regangan patah: Modulus elastisitas: (tarik) 2700 Mpa Kekuatan tekuk: Stabilitas ukuran pada kondisi panas: Daya serap air: 24 jam / 168 jam 55 MPa 2. maka kandungan oksida alkali (DIN ISO 719) yang lebih kecil dari 1% harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1 Bahan penguat Umum 3. karbon dan aramid. sifat tahan abrasi dan sifat tahan terhadap media disekitarnya.4 Karena jumlah produk serat penguat sangat banyak di pasaran.5 % (––) 100 Mpa 70 °C – mg / 50 mg (––) (70°C) (–mg/50 mg) (––) (3. dibuat klasifikasi berikut: − Tahan.2 Uraian 2.2.ISO 3374) − Tebal lapisan (DIN 53855-T1 .2 Uraian umum tentang bahan penguat dan filamen harus disediakan. data berikut diperlukan: Bentuk pengiriman Kondisi penyimpanan Instruksi proses 2.ISO 1889) − Berat per satuan luas (DIN 53854 . 3.5. Sifat dasar batang uji laminasi yang diambil dari bahan penguat harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.

3. modulus elastisitas tekuk (DIN EN ISO 14125. Untuk jenis ikatan mekanis. Tergantung pada jumlah arah penguat.6 Untuk produk penguat dengan bahan serat yang berbeda.4.3. batang uji harus diambil dari setiap arah penguat laminasi untuk menguji sifat mekanisnya. kekuatan tarik dan modulus elastisitas harus ditentukan sesuai dengan DIN 65469 pada batang uji rata yang disiapkan untuk pengujian tarik.ISO 4605) Tebal fabric tak dianyam (DIN 53855-T1 .1 Untuk pembuatan laminasi. batang uji harus diambil dari setiap dua arah dengan sudut yang tegak lurus satu sama lain. karena alasan tertentu. 3. metode A). Modulus elastisitas tarik ditentukan sebagai modulus perpotongan pada regangan patah antara 10% dan 50%.8 Kecepatan pengujian harus dipilih sedemikian rupa untuk memastikan laju regangan benda uji atau serat tepi 1% per menit.4. regangan patah. 3. modulus elastisitas tarik (DIN EN ISO 527-4. karbon DIN EN 2564. sama untuk aramid). prosentase bahan yang digunakan pada arah masing-masing penguat harus disebutkan. benda uji III).5 Perbedaan harus dibuat antara jenis ikatan kimia dan mekanis. arah warp dan arah weft (DIN 53853) Berat per satuan luas (DIN 53854 .6 Batang uji harus diuji sesuai dengan DIN EN ISO 291 setelah berada pada kondisi cuaca standar selama paling kurang 16 jam. Seksi 5. maka uji tambahan harus dilaksanakan pada batang uji yang sebelumnya telah menjalani pengkondisian selama 720 ± 8 jam pada suhu 23°C dalam air suling. 3. arah warp dan arah weft (DIN 53830-T3 .4. Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui harus diserahkan untuk memverifikasi kekuatan tarik. 3.Pusat. .4.2-4 Bab 2 . maka hal tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh BKI.3.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 3.2 Untuk roving.5.3 (Metode C). karbon DIN 29965) dan kemampuan larutnya (DIN 52332) harus disebutkan.ISO 4605) Tebal fabric (DIN 53855-T1 . 3.1.7 Sifat bahan berikut harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui: − − − kandungan serat (gelas EN 60-ISO 1887. Jika serat aramid digunakan sebagai bahan penguat. Selama pengkondisian.3. Kecepatan pengujian harus disebutkan.ISO 4603) Perekat (lihat 3. Dalam pelaksanaannya.3 − − − − − 3. 6 batang uji Sebagai tambahan.4. Selanjutnya.4. 3. batang uji tarik harus disiapkan untuk semua bahan serat sesuai dengan DIN 29965. laminasi harus mempunyai ketebalan berikut: laminasi searah 2 mm. kekuatan tekan dan modulus elastisitas tekan harus dibuktikan (karbon. prosentase berat (gelas ISO 1887.4. maka densitas linear dan. 6 batang uji kekuatan tekuk. aramid DIN 65356-2).5 Jumlah batang uji yang ditentukan berdasarkan spesifikasi alat (gun) harus dipotong dari panel uji untuk setiap pengujian. Dalam menyiapkan panel uji. 3.4 Untuk penggunaan gun roving. 3. Dalam hal ini panjang dari gun roving harus 35 mm. perekat. panjang seratnya harus disebutkan. sangat direkomendasikan untuk menggunakan resin UP proses dingin yang telah disetujui oleh BKI. Jika. produk penguat harus disusun dengan kelurusan yang sama. laminasi dua arah 4 mm dan laminasi banyak arah 5 mm.ISO 4603) Anyaman (DIN 61101-T2) Fabric yang tak dianyam Susunan lapisan penguat Densitas linear serat pada semua arah Berat per satuan luas tiap lapisan fabric tak dianyam (DIN 53854 . regangan patah dan modulus elastisitas yang merupakan nilai rata-rata dari 6 pengujian yang dilaksanakan sesuai dengan DIN 65382. panel uji yang sesuai harus disiapkan dengan penyemprotan resin serat.5) 2374.3 Untuk semua produk penguat lainnya. Setelah pengeringan.3. untuk serat karbon dan aramid.4 Sifat laminasi dari produk penguat 3. Untuk produk dengan arah penguat yang terdistribusi secara acak.ISO 1889) Jumlah. bila sesuai. batang uji harus dipanaskan selama 16 jam pada suhu 40°C. Waktu pengkondisian dapat dikurangi 50% untuk setiap peningkatan temperatur sebesar 10°C.3. 3.4. panel uji laminasi harus disiapkan sesuai dengan DIN EN Sebagai tambahan. Seksi 4. Draft DIN EN 2850. harus digunakan resin termoset (proses-hangat) lain. suhu kestabilan ukuran resin termoset tidak boleh dilewati. 3 batang uji kekuatan tarik. Untuk jenis ikatan kimia. jenis anyamannya harus disebutkan.4 − − − − − Fabric Densitas linear serat. jika fabric yang tak dianyam terdiri dari lapisan mat atau fabric. batang uji A1 dengan panjang ukur 8 mm. 3.

koreksi terhadap susunan yang sebenarnya harus dilakukan.00 1.2 Nilai minimum dari semua sifat mekanis yang harus diverifikasi ditentukan dengan rumus berikut bersama dengan nilai yang diberikan dalam Tabel 2. nilai minimum untuk prosentase kandungan berat serat 0.55 0. 3. 3.Pusat.40 0.45 0.45 0. 3.45 0. φ ⎤ ⎡ ) α ⎢ X ref ( 0 .8 [Mpa] 3.5.50 0.55 0.45 - .40 0.4.5.50 0.45 0. Jika suhu operasi serat tidak berada diantara –20°C s/d +50°C.45 0.7 Kekakuan dari roving gun yang akan diverifikasi sesuai dengan DIN 52316 tidak boleh dibawah 130 mm.00 1. 3. nilai bahan dengan sifat minimum yang lebih rendah harus dipenuhi.00 1.50 0°/ ± 45° 0.55 0.1: Koefisien untuk penentuan sifat minimum Serat Sifat Xref [Mpa] Gelas Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Young Kekuatan Tekuk Carbon Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan Aramid Kekuatan Tarik Modulus Elastisitas Kekuatan Tekuk Kekuatan Tekan Modulus Elastisitas Tekan 500 26000 650 800 80000 725 600 80000 650 40000 400 170 38000 α 0° 1.3 Dalam hal produk penguat dengan susunan lapisan penguat ke berbagai arah.00 1.5.Bab 2 .00 1. produk yang diperkuat dengan serat harus memenuhi nilai minimum yang telah ditetapkan untuk sifat mekanis.5.2 ≤ φ ≤ 0.35 Tabel 2.42 0.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–5 3.55 0.5. maka suhu pengujian tambahan harus disepakati dengan BKI . dalam hal ini.55 0. 3.50 0°/90°/±45° 0.1: X min = dimana: Xmin Xref α φ = nilai minimum yang disyaratkan = nilai acuan untuk kandungan volume serat φ = 0. 3.55 0.00 1.55 0.55 0.57 0.75]x 103 [MPa] Kekuatan tekuk: RB = 502 φ2 + 106.1 Untuk persetujuan.4 = faktor untuk susunan serat penguat = kandungan volume serat 0. Pengaruh kandungan volume serat pada sifat bahan telah diperhitungkan saat penetapan nilai tersebut.6 Nilai minimum untuk batang uji yang dikondisikan yang terbuat dari serat aramid adalah 90% dari nilai kekuatan tarik yang ditetapkan dan 80% dari nilai kekuatan tekan dan tekuk yang ditetapkan.00 1.00 1.71 0.55 0.00 0°/90° 0.45 0.4 Untuk produk penguat dengan bahan serat berlainan dalam satu arah.5 Nilai minimum untuk fabric adalah 95% dari nilai yang ditentukan untuk susunan serat arah 0°/90°.00 1. nilai tersebut harus dibuktikan paling sedikit untuk satu arah (lebih diutamakan arah 0°).00 1. Untuk susunan serat penguat yang seragam nilai mengacu pada arah 0°.50 0.5.4 ⎥ ⎣ ⎦ penyimpangan dari spesifikasi tersebut di atas diperbolehkan untuk laminasi dengan mat gelas atau roving gun.5. 3. Jika diperlukan.00 1.55 0.25 ≤ φ ≤ 0.50 0.5 Sifat minimum adalah: − − − Kekuatan tarik: Rz = 1278 φ2 – 510 φ + 123 [MPa] Modulus Young (tarik]: E = [37 φ – 4.8 Hubungan linier antara sifat dan kandungan volume serat yang diasumsikan saat penentuan nilai minimum tidak berlaku untuk semua sifat bahan.6 3.5.00 1. dan oleh karena itu tidak boleh digunakan untuk mengekstrapolasi nilai yang diukur.9 Pengujian harus dilaksanakan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/kelembaban nisbi 50%).55 0.

Prepreg lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI . 4.3 Pengujian laminasi prepreg kering identik dengan pengujian laminasi dari produk yang diperkuat dengan serat.1) 4.1.3 Bahan busa kaku dan kayu balsa butir melintang secara khusus dianggap sebagai bahan inti dalam lingkup Regulasi ini. tegak lurus terhadap bidang panel uji Kekuatan geser (DIN 53294).1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.2 Sifat bahan berikut harus diserahkan untuk bahan prepreg yang tidak dikeringkan: − Berat per satuan luas (DIN 53854) − Prosentase berat resin (DIN 29971. petunjuk pemrosesan 4. 3 batang uji Kekuatan tekan (DIN 53421 .3 Sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui yang memverifikasi sifat berikut harus diserahkan: − − − − − − Densitas semu (DIN 53420 . Pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23/50 (suhu 23°C/ kelembaban nisbi 50%).2 Sifat bahan Prepreg 5. 4. tegak lurus terhadap bidang panel uji Modulus elastisitas tekan (DIN53457) 3 batang uji.2.Pusat. 4.1.2.2. Suhu operasi jangka panjang paling tidak harus mencakup rentang temperature –20°C hingga +50°C.Pusat.1 Bahan inti Umum 5. 6 batang uji 5.1 Prepreg Umum 5. tebal sampel ≥ 25 mm.Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 4. 5.1.ISO 2896).1 Informasi berikut diperlukan gambaran umum: − Bahan dasar dan aditif − Nama dagang − Pembuat − Sistim resin yang sesuai pengikatan/ pelapisan − Kondisi penyimpanan untuk 4. Inti yang terbuat dari bahan lain dapat juga disetujui setelah kesepakatan dengan BKI Pusat. benda uji III.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan.4) − Tebal lapisan (DIN 53855-1) − Prosentase berat fluks resin (DIN 65090. maka disyaratkan untuk berkonsultasi dengan BKI Pusat menyangkut proses pengeringan resinnya. 6 batang uji Modulus geser (DIN 53294). .1 Uraian diperlukan guna memudahkan identifikasi prepreg dengan jelas: − Bahan serat − Sistem resin − Jenis penguatan − Nama dagang − Pembuat − Kondisi penyimpanan. 5. Section 5.2 Karena prepreg didasarkan pada sistem resin yang mengering dalam pemanasan.1.1.2-6 Bab 2 .2 Pabrik pembuat harus menyediakan rincian suhu pemrosesan maksimum yang diizinkan dan batasan suhu operasi.2.ISO 137) − Jumlah (DIN 53853) − Jenis perekat (hanya untuk prepreg tenun) 5. Prosedur pengujian diberikan utamanya untuk busa kaku. sedangkan untuk busa ulet harus berkonsultasi dengan BKI . Sifat dasar bahan harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.1.4 Prepreg bukan tenun dan prepreg tenun satu arah dianggap termasuk dalam lingkup Peraturan ini.2.3 Data berikut ini diperlukan untuk bahan penguat: − Diameter filamen (DIN 53811 .4 Batang uji harus diuji tanpa kulit busa. Dengan memperhitungkan sistem resin.1. nilai karakteristik minimum harus disepakati dengan BKI .1.2. 5.2. 4. 5.5 Sifat minimum berikut ditetapkan untuk densitas semu 60 kg/m³ dan 200 kg/m³: 5. 4. 6 batang uji.ISO R 845).ISO 844).2.Pusat jika terdapat keraguan. 5.2 Gambaran umum tentang bahan inti harus diserahkan. Section 5.1.2 Busa padat untuk 4. 3 batang uji Daya serap air (DIN53433 .1.

1. 6.Pusat.5 Sifat minimum 5.3 Sifat adhesif bahan 6.3. 5. 6. bahan pendukung harus ditentukan. Dalam pelaksanaannya.5 15 2 200 kg/m3 3.2.1 Sifat-sifat berikut harus dicapai untuk batang uji yang diuji langsung serta batang uji yang diuji setelah penyimpanan basah: − Kekuatan tarik geser : 9 MPa − Ketahanan kelupas : 2 N/mm 6.3.5.2 Pengujian harus dilakukan pada tiga tahap pengkondisian batang uji yang berbeda: − 24 ± 1 jam setelah pengeringan pada suhu 23°C dan penyimpanan pada kelembaban nisbi 50%.4.1 Persyaratan dasar yang terdapat pada butir 1 berlaku untuk persetujuan bahan. Sebagai tambahan. harus dilakukan interpolasi linier dari densitas tersebut untuk menentukan kekuatan dan modulus.6 Untuk densitas semu lainnya.6 65 2 − − Berat jenis (DIN EN ISO 1675) Kekentalan (DIN 53019) Kekuatan geser [MPa] Modulus geser [MPa] Daya serap air [vol.1 Persyaratan untuk kayu balsa butir melintang ditetapkan dalam Peraturan kayu “Persyaratan untuk Bahan Inti Laminasi Sandwich” (Bab 2).5.2 Dalam hal resin termoset dua komponen yang mengering pada suhu kamar.4. 6. uji tarik geser dengan kurun waktu yang lama (long-duration shear tension test) harus dilaksanakan sesuai DIN 53283. 6. 6. 6.2 Penjelasan 6.Bab 2 .Pemeriksaan dan Pengujian Bahan Komposit Serat A 2–7 60 kg/m3 Kekuatan tekan [MPa] Modulus [MPa] elastisitas (tekan) 0.-%] (setelah 28 hari) 6. 6.1 Adhesif Umum 6. 6. 6.3 Peraturan berikut khusus adhesif thermoset proses-dingin dan proses-panas serta adhesif lelehpanas.5 mm dan 3 mm harus digunakan. 6. kekuatan tarik geser harus diverifikasi pada suhu 60°C pada batang uji dengan tebal lapisan adhesif 3 mm dan dikenakan pengkondisian cuaca pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% selama 1000 ± 12 jam sebelum pengujian. sifat minimum tersebut diatas harus dikurangi sebesar 15%.2.4. batang uji dengan tebal lapisan adhesif 0.3. − 1000 ± 12 jam penyimpanan pada suhu 60°C dan kelembaban nisbi maksimum 20% .5 200 2. informasi berikut harus diberikan: .4 Sifat pada kondisi kering 5.2 Penjelasan umum adhesif harus disediakan.2 Untuk batang uji yang disimpan pada suhu tinggi.3 Untuk setiap pengujian dan tahap pengkondisian.5.2 Untuk lapisan adhesif dengan pendukung.1 Penjelasan tentang adhesif harus diserahkan guna memungkinkan dilakukan identifikasi dengan jelas: − Jenis adhesif − Pabrik pembuat − Nama dagang − Kondisi penyimpanan − Petunjuk pemrosesan dan pengeringan − Penyusutan volume setelah melewati titik pengentalan − Suhu transisi gelas (ASTM E 1356-91) 6. − 1000 ± 12 jam penyimpanan dalam air suling pada suhu 23°C 6.6 40 0. 6.1 Sifat mekanis berikut harus diverifikasi dengan sertifikat dari lembaga pengujian yang diakui (masing-masing pada 6 batang uji): − Kekuatan tarik geser (DIN EN 1465) − Ketahanan kelupas (DIN 53282) Sebagai tambahan. Adhesif lain.1.3) juga harus disebutkan.4. Sifat dasar dari adhesif kering harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui.2. asalkan adhesif tersebut dapat digunakan untuk pemrosesan FRP (misalnya adhesif ekspansi) dapat juga digunakan.3 Regangan mulur (creep) harus di bawah 0. setelah kesepakatan dengan BKI .3 Kayu balsa butir melintang 6.1 Pada tahap pemrosesan. 6.1.4 Semua pengujian harus dilakukan pada cuaca standar 23°C/kelembaban nisbi 50%. sampel dibebani pada cuaca standar 23°C / kelembaban nisbi 50 % pada 60 % dari kekuatan tarik geser rata-rata selama 192 ± 2 jam. umur pakai (DIN 16945. Section 6.35 mm pada pengujian tarik geser dengan kurun waktu panjang.

2 Perbaikan terhadap resin gelcoat dan perbaikan (kecil) yang tidak termasuk dalam butir 2.1 Perbaikan komponen yang dibuat dari resin termoset yang diperkuat serat hanya boleh dilaksanakan oleh bengkel yang telah mendapatkan persetujuan BKI. bersama dengan pelatihan internal dan beberapa bulan pengalaman.2 Persetujuan bengkel untuk pembuatan komponen yang terbuat dari plastik yang diperkuat serat (FRP) yang menggunakan metode penyusunan manual meliputi persetujuan untuk memperbaiki komponen didalam fasilitas produksi tersebut. Umum Persyaratan untuk operasi dan personil − − bengkel dan selama pekerjaan lapangan Kemampuan proses mekanis Peralatan produksi. 1. Jika sertifikat tersebut tidak tersedia.1 Untuk perbaikan yang mempengaruhi integritas konstruksi dari komponen. Elongasi patah dari resin termoset yang digunakan untuk perbaikan sekurang-kurangnya harus 2.Bab 3 . semua gambar rancangan dan perbaikan yang diperlukan untuk menilai perbaikan komponen harus dimasukkan ke BKI. 2. Untuk perbaikan yang dilakukan diluar fasilitas produksi (misalnya di lapangan).3 Perbaikan hanya boleh dilakukan oleh orang yang mempunyai pengetahuan profesional yang memadai. maka rencana perbaikan harus dibuat dan disetujui oleh BKI sebelum memulai pekerjaan perbaikan.5 Hanya bahan yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan dalam perbaikan. 2. 1.6 Resin termoset yang digunakan untuk perbaikan paling tidak harus sama dengan resin termoset awal yang digunakan untuk produksi. 2. rencana perbaikan umum dapat dibuat dan diserahkan ke BKI untuk persetujuan. maka kesesuaian dan kesetaraan dari kombinasi bahan tersebut terhadap material asli harus diverifikasi. Sebagai tambahan. Prasyarat 2.3 Untuk persetujuan perbaikan sesuai butir 2.4 Kepala tim perbaikan bertanggung-jawab atas pengerjaan perbaikan dengan benar dan namanya harus disebutkan secara eksplisit dalam persetujuan bengkel. Jika perbaikan yang sama dilaksanakan beberapa kali. 2. maka disyaratkan perluasan lingkup persetujuan bengkel. .Perbaikan komponen A 3–1 Bab 3 Perbaikan Komponen A. Pelaporan berisi hal-hal sebagai berikut: − − − − − Informasi umum tentang bengkel Personil Manajemen mutu internal Pemeriksaan bahan yang baru datang Penyimpanan material untuk perbaikan di 2.5 %. Pengetahuan profesionalnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait dan pengalaman profesional selama beberapa tahun.1 harus distandarisasi dan disetujui oleh BKI sesuai dengan prosedur standarisasi.4 Laporan disyaratkan untuk setiap perbaikan dan harus ditandatangani oleh kepala tim perbaikan.7 Jika bahan dan laminasi yang digunakan untuk perbaikan tidak sama dengan yang dipakai saat komponen dibuat. 1. 1. 2. 1.5 Persetujuan bengkel diberikan oleh BKI Pusat berdasarkan pada informasi yang diserahkan oleh bengkel dan laporan yang diserahkan oleh surveyor BKI. Untuk memastikan tegangan sisa yang rendah pada daerah yang diperbaiki. persyaratan minimum harus terdiri dari pelatihan untuk pekerjaan teknis. 2. Pengetahuan profesional tersebut. Rencana perbaikan akan diperiksa oleh BKI-Pusat dan disetujui jika memenuhi syarat. penggunaan resin termoset yang mudah bereaksi dengan cepat harus dihindarkan. pada umumnya harus diverifikasi dengan sertifikat dari kursus pelatihan terkait. 1.1. uji prosedur disyaratkan untuk dilaksanakan di bengkel dibawah pengawasan BKI.

Jika pabrik pembuat resin atau adhesif tidak menetapkan nilai izin yang lain. Prosedur Persiapan disebabkan oleh beratnya sendiri. Dalam hal perbaikan dilaksanakan di lapangan. misalnya dengan menggunakan kertas amplas dengan kekasaran butir 80 atau 120.8 Sejauh memungkinkan. lihat gambar.7 Laminasi harus diberi perlindungan permukaan yang cukup dengan resin pelindung. 1.10 Untuk perbaikan di lapangan. Pengerjaan 1.2 Daerah yang berdekatan dengan daerah yang rusak harus ditirus. 2. σMat.5 Perhatian harus diberikan agar bahan penguat mendapatkan peresapan yang baik. 1. atau bahan yang tidak menunjukkan ikatan yang sempurna lagi. maka resin pelindung disyaratkan memiliki .1 Daerah sambungan yang ditirus untuk perbaikan (Skema) 1. 2. Gambar. maka nilai tersebut harus digunakan.2 Termometer dan hygrometer yang sudah dikalibrasi harus digunakan untuk memonitor daerah disekitar perbaikan atau pada lokasi yang disetujui BKI.Perbaikan komponen B B.1 Selama pekerjaan perbaikan dan waktu pengeringan. 2. 1. 1.11 Suhu komponen. 1. 2. Perbandingan pencampuran yang sebenarnya dan jumlah yang digunakan harus dicatat dalam laporan takaran. dan tegangan geser yang diizinkan τ.3 Harus dipastikan bahwa tidak ada perubahan panjang yang terjadi pada laminasi selama perbaikan. 2.1 Bahan yang rusak.9 Untuk perbaikan di lapangan. 2.1). 1.6 Daerah yang akan diperbaiki seluruhnya harus dibersihkan dan digerinda. Kekosongan harus dihindari. 1. Perbandingan penirusan minimum harus dihitung dengan rumus berikut : σ mat l s = τ ts Tegangan geser yang dizinkan harus 10 N/mm2 untuk perbaikan yang dilaksanakan di bengkel dan 7 N/mm2 untuk perbaikan di lapangan. 3.3 Panjang minimum himpitan untuk setiap lapisan tidak boleh lebih kecil dari 10 mm pada semua sisi.5 Agar supaya peningkatan tegangan yang terkait dengan sambungan yang ditirus serendah mungkin. sekurangnya pada daerah perbaikan. maka berat per satuan luas dari bahan penguat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan. 2.12 Perbandingan pencampuran resin terhadap pengeras harus dipertahankan setepat mungkin (dalam hal resin epoxy. deviasi relatif dari perbandingan pencampuran tidak boleh melebihi 3%). sejauh memungkinkan. 1. daerah yang akan diperbaiki harus dibebaskan dari tegangan yang 2. 1.3-2 Bab 3 . laminasi harus dikeringkan dengan benar sebelum pekerjaan perbaikan dimulai. 3. 1. harus dibuang dari daerah yang diperbaiki.1. langkah-langkah pengamanan harus diambil berkaitan dengan kelembaban serta radiasi langsung UV. Arah serat harus sama. 1. tidak boleh melebihi 600 g/m2 per lapisan (makin banyak lapisan dengan berat per satuan luas yang rendah lebih baik dari pada hanya beberapa lapisan dengan berat persatuan luas yang tinggi). dalam urutan yang sama dengan urutan yang digunakan untuk laminasi aslinya.4 Susunan lapisan penguat pada daerah yang disiapkan untuk diperbaiki harus dilaksanakan dengan metode manual. maka paling sedikit tiga lapisan penguat harus digunakan untuk setiap daerah yang akan diperbaiki. sejauh memungkinkan.4 Karena diperlukannya kemampuan penyesuaian yang disyaratkan (untuk permukaan melengkung dan pada daerah sambungan yang ditirus.7 Jika laminasi telah mengalami kontak langsung dengan air untuk waktu yang lama. Perbandingan penirusan (panjang penirusan ls terhadap tebal penirusan ts) tergantung pada kuat tarik bahan yang diperbaiki. harus dijaga agar berada dalam rentang yang diizinkan pada butir 2. pada arah penirusan. tempat kerja harus diatur sedemikian hingga keleluasaan menjangkau daerah yang diperbaiki dan penerangan yang cukup dapat dijamin.6 Mat atau fabric dengan berat per satuan luas sekitar 225 g/m2 (maksimum 450 g/m2 untuk kapal) dan presentase kandungan berat serat yang rendah (sekitar 30%) harus digunakan sebagai lapisan akhir. Jika daerah perbaikan mengalami peningkatan kandungan uap air. suhu udara sekitar dan suhu komponen harus dijaga diantara 16o dan 25°C serta kelembaban nisbi maksimum 70%. pengaturan khusus harus dilakukan jika perlu untuk mencegah terjadinya beban eksternal (misalnya yang disebabkan oleh getaran).

jika ada.Perbaikan komponen B. Untuk suhu tetap 25 °C: paling sedikit 38 jam. nomor identifikasinya . laporan takaran sistem resin 3. – – Lampiran Contoh laporan berikut dilampirkan: Contoh laporan perbaikan Contoh laporan survey C. Pengeringan − − − − − Tanggal dan lokasi perbaikan bengkel atau lokasi lapangan) Waktu dimulainya perbaikan Posisi dan jenis kerusakan (alamat Rencana perbaikan dan nomor persetujuan Kondisi cuaca selama perbaikan dan waktu pengeringan (dan kecepatan angin.4 Jika komponen yang diperbaiki dipanasi (temper) pada waktu pembuatan. 3. Dokumentasi Laporan perbaikan 1. maka masalah hambatan harus dihindari dengan mengeluarkan kandungan oksigen (misalnya dengan menambah parafin atau menggunakan penutup kertas timah). 3. periode waktu berikut harus digunakan untuk sistem resin proses-dingin: − − Untuk suhu tetap 16 °C: paling sedikit 72 jam. 1.2 Komponen yang diperbaiki hanya boleh dikenai beban atau digunakan dalam operasi selanjutnya setelah resin termoset telah cukup kering. − − − − − − − Susunan lapisan penguat (jumlah lapisan dan arah) Penyimpangan dari rencana perbaikan Kurun waktu perbaikan Waktu pengeringan Tanda tangan kepala tim perbaikan Catatan : Untuk membantu dalam menguraikan dan menjelaskan perbaikan. 2. jika tidak ada bukti untuk menunjukkan bahwa pemanasan ini tidak diperlukan lagi.1 Laporan perbaikan paling tidak harus berisi hal-hal berikut: − Penandaan komponen dan. D. 1. C. harus dipastikan bahwa tidak terjadi perubahan panjang pada laminasi. 3.3 Jika tidak ada nilai eksplisit yang dinyatakan untuk proses pengeringan oleh pabrik pembuat sistem resin termoset.1 Selama proses pengeringan. D 3–3 ketahanan yang tinggi terhadap hidrolisa.8 Jika resin polyester tak jenuh atau resin vinyl digunakan untuk lapisan atas. daerah yang diperbaiki juga harus dipanasi setelah pengerjaan. 3. dalam hal pekerjaan tidak dilaksanakan didalam ruang tertutup) Bahan yang digunakan (dengan nomor batch) Rasio pencampuran untuk termoset.Bab 3 . sketsa atau gambar boleh ditambahkan pada laporan perbaikan.

2006 . Identifikasi Lainnya : No. F. climatic conditions. execution) ? Uraian Description : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………… • Laporan Perbaikan disertakan Repair report enclosed Tempat/ Tanggal Place/ Date : 1 : Ya/ Yes 2 : Tidak/ No Tanda Tangan Signature ………………………. Survey Survey Date Pemilik : Owner Pemeriksaan terhadap kelayakan bengkel kerja Examination of suitability of workshop • Pengakuan bengkel oleh BKI Shop approval by BKI • Nama kepala tim perbaikan Name of head of the repair team • Kepala tim disebutkan namanya dengan jelas dalam (sertifikat) pengakuan bengkel Head of repair team named explicitly in the shop approval • Tim Perbaikan mengetahui Peraturan Perbaikan Komponen Repair team familiar with Rules of Perbaikan komponen Pengawasan Perbaikan Repair Surveillance • Rencana perbaikan telah disetujui oleh BKI Repair plan approved by BKI • Penyimpangan dari Peraturan BKI atau dari rencana perbaikan (misalnya: bahan.Perbaikan komponen D Laporan Survey Perbaikan Komponen . Perbaikan Date of Repair Tgl. Reg.3-4 Bab 3 .Surveyor Form. Reg. No.304.g. materials.………… BKI . No Nama Kapal Ship Name Lokasi Perbaikan Site of Repair Tgl. kondisi cuaca..FRP Survey Report for Repair of FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Komponen/ Pembuat Component/ (Manufacturer) : : Lokasi (WEC) Site (WEC) Other Identification No. pengerjaan) ? Deviation from BKI rules or from the repair plan (e..

Designation …………. Lapisan atas Topcoat Adhesif Adhesive Material Penguat Reinforcement material ……………………………. Resin Resin Bahan Pengering Curing Agent Akselerator Accelerator Waktu Time. …………………………………………. 1/2 ..……………………… Site (of the repair) Tanggal :……………. ……………………………. Lokasi (untuk WEC) :………………………………. ……………………………. Identifikasi lainnya : ……………………………. Site (for WEC) No. Dated Kondisi cuaca pada saat perbaikan (setiap 3 jam) Climatic conditions during repair (every 3 h) Waktu Time Temperatur Temperature Kelembaban relatif Relative Humadity Kecepatan Angin Wind speed Mulai : Begin Selesai : End Bahan yang digunakan Materials used No. Pemilik : ……………………………………………. Owner Rincian Perbaikan : Details of Repair Lokasi yang diperbaiki :……... Lot Lot – No...... ……………………………..FRP Repair Report for FRP-Components Biro Klasifikasi Indonesia Data Komponen Component Data Penandaan : ………………………………………….. Laporan Takaran Dosing Report No. Other Identification No. No..Perbaikan komponen D 3–5 LOGO PERUSAHAAN COMPANY SYMBOL Laporan Perbaikan Komponen .Bab 3 ..………………………………... Kelompok Batch number Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Ya Yes Pengakuan BKI BKI Approval Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Tidak No Sistem resin Resin system ……………………………. Register (untuk Kapal) :………………………… Register No. ……………………………..

Tempat/ Tanggal Place/Date Cap Perusahaan Stamp of Company . Tanda Tangan Kepala Tim Perbaikan Signature of the head of the repair team 2/2 . [oC] Min : Min. [oC] Penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Comissioning of the repaired component Tanggal : Date Waktu : Time .Perbaikan komponen D Posisi dan tipe kerusakan (jika perlu sketsa atau gambar pada lembar/ halaman terpisah) Position and type of damage (if necessary sketches or pictures on separate page(s)) Uraian Penyimpangan dari rencana perbaikan (bila ada) Description of deviations from the repair plan (if any) Suhu maksimum dan minimum antara mulainya perbaikan dan penggunaan kembali komponen yang diperbaiki Maximum and minimum temperature between start of the repair and commissioning of the repaired component Maks : Max.3-6 Bab 3 .

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT Bagian – 2 KAYU EDISI 2006 .

.

........................................ Jenis kayu dan Klasifikasi .......Daftar Isi iii Daftar isi Bab 1 A..................1 1........... Perlindungan Kayu ...............................................................9 1......1 ....................................................……….... B... D. Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich Kayu Balsa …............................................................ Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu Umum ............... F...... E.3 1................................................... Kayu Lapis untuk Pesawat Udara ............................................................... 1............................. Persyaratan Material............ 2........................................................... Kayu Lapis Bangunan Kapal ........ C..................................................................................1 1......................................................................................................................................................... Menyambung Bahan Kayu ..15 Bab 2 A..............14 1.............................

berat jenis. B 1–1 Bab 1 Persyaratan Material. Pabrik pembuat selalu bertanggung-jawab terhadap pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat. yaitu kayu dengan ketahanan yang baik terhadap air dan cuaca. kayu yang mempunyai tingkat keawetan yang rendah boleh digunakan. tonjolan. Saat memproses. 3. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A.2 Tabel 1. tarik dan tekuk. serangan jamur dan serangga. 1.1 Kayu yang digunakan harus dikeringkan dengan baik dan cukup. berdasarkan pada berat tetap pada suhu 103±2°C dan perhitungan berat yang hilang sebagai prosentase dari berat kering. 1. serta dengan sifat mekanis yang baik yang juga cocok untuk penggunaan khusus. 2. Disamping itu kayu harus mempunyai sifat muai dan kerut yang rendah. 1.6 Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disetujui BKI untuk setiap kasus. serta kekuatan lengkung.lingkar atau kayu yang sulit digergaji tidak boleh digunakan. 3. dan tidak memerlukan kekuatan.Bab 1 . B. yaitu bebas dari getah. kayu jenis lain dapat digunakan jika keawetan dan sifat teknisnya diverifikasi dan hasilnya sama. 1. dan tidak terjadi gangguan terhadap fungsi komponen karena arah koefisien ekspansi uap air. sehingga pengeringan yang merata dapat terjamin.2 menunjukkan sejumlah kayu dengan jenis yang berbeda dan sifatnya yang paling penting.3 Untuk pengeringan dengan bantuan energi. Karena sifat – sifat tersebut dapat bervariasi untuk kayu dengan jenis yang sama. kadar uap air sisa tidak boleh lebih dari 10%. Harus dipastikan bahwa arah utama tegangan terletak pada arah kekuatan terbesar dari kayu.5 Karena kayu mempunyai sifat an-isotropik. kayu harus ditumpuk dalam tumpukan yang sekecil mungkin.2.1 Kayu yang digergaji secara melingkar umumnya digunakan untuk pembuatan kapal. 1. atau harus dikeringkan dengan benar dalam tungku pengeringan yang tepat. Mutu 1. 1. maka hal ini harus diperhitungkan pada saat merancang komponen. Perhitungan ini harus dilakukan sesuai 1.4 Sebagai pengganti kayu yang terdapat pada Tabel 1. . Kayu yang tumbuhnya melingkar .Persyaratan Material. 1. tetapi lebih sebagai nilai acuan saja. maka tidak ada nilai mutlak yang ditunjukkan dalam tabel tersebut. seperti keawetan.1 Hanya kayu bangunan kapal yang telah terbukti mendapatkan persetujuan untuk pembangunan kapal yang boleh digunakan untuk semua komponen dari kayu yang ekspos ke air dan cuaca. Jenis kayu dan Klasifikasi Kayu padat 1. Pengeringan 3.2 Untuk komponen yang terbuka ke air atau cuaca.2 Untuk maksud tersebut. kadar tersebut tidak boleh melebihi maksimum 15% sebagai akibat dari sifat penyerapan air (higroskopis).4 Kadar uap air harus ditentukan dengan menghitung berat sampel yang hilang antara berat pada waktu pengasapan dan berat setelah pengeringan. Kayu dalam tabel tersebut dibagi dalam kelompok keawetan dari I sampai V. atau bahkan dalam batang kayu yang sama. Sudut lingkar tahunan terhadap tepi gergaji bagian bawah tidak boleh lebih kecil dari 45°. jika terbuka ke cuaca atau digunakan untuk komponen konstruksi utama kapal. dimana: I = II = III = IV = V = sangat baik baik rata-rata rentan buruk Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal harus berbutir yang panjang dan dari mutu terbaik. Umum Klasifikasi sesuai dengan jenis pemakaian dengan DIN 52375 atau ISO 9425. 3. mata kayu yang tidak diizinkan dan cacat-cacat yang lain. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu A. 3.3 Kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal paling tidak harus termasuk dalam kelompok keawetan III.

lapisan .1 Panel kayu lapis harus dilem tanpa cacat (BFU 100 sesuai dengan DIN 68705). termasuk ketahanan terhadap adhesif. suhu penekanan.6.2. 2. "Kayu lapis bangunan kapal "dan D.3. 2.2 Kualitas hati-hati. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan kendali mutu internal pada semua tahap pekerjaan.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan didalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. Jumlah lapisan veneer tergantung pada ketebalan dan ditentukan dalam sub-bagian C. 2. 2. kekuatan penekanan. pemilihan kayu dan pemrosesannya selama produksi panel kayu lapis.1 Kayu lapis (Plywood) Umum 2.7. 2.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui.6 Sertifikat 2.7. disebabkan cacat yang tidak diizinkan dalam lapisan tengah dan lapisan terluar hanya dapat digunakan secara terpisah setelah cacat tersebut dihilangkan.1–2 Bab 1 .1 Kayu lapis (plywood) terdiri dari lapisan lapisan terpisah yang direkatkan bersama-sama.3. 2. sebagaimana tertera dalam bagian C. 2.7 Penyimpanan panel kayu lapis 2.1 Ukuran panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai.2.2 Sertifikat tersebut menjelaskan. maka penanganan dan pengeleman yang sempurna dan bebas kesalahan harus ditunjukkan kepada BKI demikian juga ketahanan yang mutlak terhadap air dan pendidihan. Perbedaannya hanyalah bahwa panel kualitas KI I cocok untuk digunakan secara utuh.4.3 Penyimpangan tebal yang diizinkan adalah sampai dengan 3 mm ± 10% melebihi 3 mm ± 5%. 2.7. lama penekanan. .3 Terpisah dari pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia.7. 2. "Kayu lapis untuk pesawat udara". Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan dengan pengujian jangka panjang dan di ruang terbuka.2 Panel kayu lapis terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang direkatkan dengan cara melintang satu dengan yang lain (Tabel 1. Toleransi memanjang dan melintang adalah ± 5 mm.2 Kedua kualitas identik dalam hal kekuatan yang disyaratkan.8 Perhitungan kekuatan 2. adhesif berbasis sintetis berikut disetujui oleh BKI untuk produksi kayu lapis: − Adhesif phenol (termasuk lapisan adhesif phenolic) − Adhesif resin melamin − Adhesif resin resorcinol 2. pemenuhan terhadap semua faktor yang menentukan seperti kandungan uap air kayu.1 Panel kayu lapis dibagi menjadi dua kualitas KI I dan KI II.2 Panel kayu lapis jika berada hanya boleh disimpan secara horizontal paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding. nilai rata-rata dari hasil uji. dapat mengakibatkan pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan batal. tetapi maksimum ± 0. 2.3.3) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. 2. Untuk maksud tersebut. 2. untuk menghindari pengaruh uap air. jenis kayu lapis. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu B 2. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat dan atau pemakai. sedangkan kualitas KI II.1. Panel yang dijelaskan dalam Regulasi ini sebagai kayu lapis harus terdiri dari lapisan veneer seluruhnya. pengisian.4 2.1 atau 1. 2.5 Konstruksi dan persyaratan Regulasi yang berbeda berlaku untuk konstruksi dan panel kayu lapis yang digunakan pada pembuatan kapal dan pesawat terbang.5 mm Pengeleman 2.6.lapisan tersebut dapat terdiri dari veneer.Persyaratan Material. 2.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. antara lain. jika ukuran standar sesuai dengan DIN 4078 tidak digunakan. dll harus dipenuhi secara terus menerus dan Faktor keselamatan yang digunakan dalam perhitungan kekuatan harus disepakati dengan BKI untuk masing – masing kasus.2 Panjang panel diukur sejajar dengan butir lapisan terluar.3 Ukuran panel 2.4. jika diminta. dan D. Pada umumnya. dan selalu ditentukan terlebih dahulu. papan kayu atau potongan papan kecil.4 Tidak terpenuhinya regulasi penyimpanan tersebut.6. stempel dan. 2.2 Jika lem baru digunakan. 2. karakteristik lem.1. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa. Pada saat ini.

5 Lapisan veneer harus simetris pada lapisan tengah.3 Sambungan yang dirapatkan diantara semua lapisan adalah tahap awal untuk pembuatan kapal panel kayu lapis.6 mm karena berpotensi 3.6 Kekuatan panel kayu lapis dapat ditingkatkan. 2. okumé . 2.2 Kayu lapis bangunan kapal terdiri dari paling sedikit tiga veneer yang dilem dengan bersilangan bersama sama secara diagonal (Tabel 1.8 mm 2. sempurna. atau yang digunakan dalam komponen konstruksi utama (seperti geladak. harus dibuat dari kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan memenuhi 10.6 mm 5 7 7 9 11 13 15 17 1.4 Terpisah pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. lapisan veneer dalam panel kayu lapis yang ketebalannya sampai 15 mm tidak boleh memiliki ketebalan melebihi 2. Sebaliknya.2 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga lembaran lembaran tersebut cocok dalam hal kayu dan warnanya. tanpa cacat.2) .4 Tabel berikut menunjukkan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1. Akan tetapi.5 mm digunakan untuk lapisan terluar. Konstruksi Sampai dengan 6 Diatas 6 s/d 10 Diatas 10 s/d 15 Diatas 15 Diatas 20 Diatas 26 Diatas 34 Diatas 40 Diatas 48 s/d s/d s/d s/d s/d s/d 20 26 34 40 48 55 1.1) dengan menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. hanya kayu yang mempunyai mutu terbaik. panel kayu lapis dari kayu yang lebih ringan. 1. kurang kuat.5 Ketentuan yang terdapat pada B.1 Semua komponen kayu lapis yang terbuka ke air dan cuaca. pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal pada semua tahap pekerjaannya. Panel kayu lapis tersebut kemudian ditetapkan sebagai kelompok kekuatan F2 dan diberi tanda dengan stempel BKI 2. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.3 Karena kayu lapis dapat juga dirusak pada kondisi tertentu oleh binatang atau hama tumbuhtumbuhan.misalnya khaya mahogany. 2.6.dengan lapisan veneer dalam yang lebih tebal dan lebih sedikit dan perlindungan permukaan yang baik cocok digunakan untuk pelapis.5 mm 3. Ketahanan dari adhesif ini terhadap air dan cuaca harus ditunjukkan dengan pengujian jangka panjang dan diluar ruangan.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai untuk jenis aplikasinya. atau sifatnya disesuaikan dengan persyaratan tertentu. 1.3 Hanya dalam kasus tertentu dan dengan izin tertulis dari Biro Klasifikasi Indonesia pembatasan ini dapat diabaikan. lapisan veneer yang lebih tebal dari 3.dengan beberapa lapisan veener dalam yang tipis harus dipilih untuk komponen pemikul beban yang menerima tegangan yang tinggi. Namun. baik dalam hal butiran maupun tebal lapisan. kayu yang digunakan harus memiliki sifat tahan terhadap alam.2 harus diperhatikan. 3. serta melalui penyisipan lapisan fabric. sehat.2 Pada umumnya. 3. bebas dari getah dan kayu yang rusak harus digunakan untuk lapisan luar dan dalam. 3.5 mm 2. upaya harus dilakukan untuk menggunakan lapisan terluar yang lebih tebal disebabkan pengerjaan kembali yang diperlukan dalam pembuatan kapal. 2. Untuk panel kayu lapis yang lebih tebal dari 15 mm. dan kurang awet dari kelompok kekuatan F2 .Persyaratan Material.1 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan rata. 3. 1. veneer dengan tebal 1.1: Jumlah dan tebal minimum lapisan veneer Tebal Kayu lapis [mm] Jumlah Tebal Tebal minimum minimum terbesar lapisan lapisan Lapisan veneer terluar dalam 3 1. Sambungan harus dilem dengan mesin perekat sambungan yang sesuai.4 Lembaran kertas atau plastik adhesif tidak .8 mm tidak boleh digunakan. Kayu Lapis Bangunan Kapal Umum terjadi cacat. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–3 C. penambahan lem ekstra dan peningkatan tenaga pengepresan. 1. kayu yang kuat & awet misalnya makoré dan jenis mahoni keras dan awet dari kelompok kekuatan F1 (Tabel 1.7 Untuk produksi panel kayu lapis bangunan kapal.6 mm disebabkan bahaya tonjolan yang meningkat dalam veneer. 2. Sambungan veneer 2. Tergantung pada aplikasinya. ketebalannya tidak boleh melebihi 2. kulit kapal dan sekat).Bab 1 . 1. Untuk lapisan bagian dalam. melalui penambahan jumlah lapisan veneer.

Tabel 1. bertanggung jawab kayu yang benar. 5.I I. Kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu. atau 3. Penjepit tersebut tidak boleh berada di panel saat panel dipotong menjadi ukuran standar.64 0. Permukaan yang tidak terlihat boleh sedikit mempunyai perbedaan warna atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi menjadi kayu lapis bangunan kapal. 5.45 0.49 0. jenis kayu yang terdapat pada Tabel 1. Perbedaan kualitas I dan II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seutuhnya. kekuatan. maka semua panel dimasukkan dalam kelompok dengan kekuatan yang lebih rendah dan dibubuhi stempel kelompok kekuatan F2. Dalam kaitan dengan kelompoknya.1–4 Bab 1 . Juga ditunjukkan didalam tabel tingkat keawetan dan ketahanan terhadap cuaca dari jenis kayu yang disebutkan.62 0. 5. produksi dan pengeleman.2 Panel kayu lapis dapat dibuat dari satu atau beberapa jenis kayu yang disetujui. 4.62 0.V ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 1 P P 2 P P Hanya untuk komponen yang tidak memikul beban Untuk bahan kayu yang lain kecuali mempunyai kekuatan yang sama .2 Kelompok kekuatan kayu lapis Kuat tarik rata-rata kayu lapis Memanjang [N/mm2] P P Jenis kayu Nama tumbuhan Berat jenis . 5. 4. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan parsial disebabkan oleh cacat selama pembuatan lokal atau cacat kayu. atau berbeda dari persyaratan BKI. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. selanjutnya. udara kering kira-kira[g/cm3] P P Keawetan Melintang [N/mm2] P P Kelompok kekuatan : F1 (untuk komponen yang berbeban) Jati Makore Douka Mahoni Afrika Mahoni Sapele Oak Tectona grandis Dumoria hekelii Dumoria Afrilapisana Entandrophragma utile Entandrophragma cylindricum Quercus sp.3 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi tertentu dan persyaratan pembeli.2 saat ini disetujui. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C boleh digunakan untuk mengamankan memperbaiki veneer lapisan dalam.1 Kayu lapis bangunan kapal dari dua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya.63 I.6 Penjepit logam yang digunakan untuk tujuan pengamanan hanya boleh diletakkan pada tepi panel. Jika panel terdiri dari jenis kayu yang berbeda dari kedua kelompok kekuatan.4 Kayu jenis pembuatan panel persetujuan BKI. dimasukkan dalam kelompok yang sesuai dan distempel sesuai dengan jenis kayu lapis.41 II II – III IV . lain hanya dapat digunakan untuk kayu lapis setelah mendapat Pabrik pembuat harus selalu untuk pemilihan mutu dan jenis Kualitas Kayu lapis 4. Kayu dibagi dalam dua kelompok kekuatan. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.II III II ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 40 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 ≥ 30 Kelompok kekuatan: F2 1 Mahoni daun lebar Mahoni Khaya Okume (Gaboon) 1 P P Switenia macrophylla Khaya ivorensis Aucoumea klaineana 0.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar benar tanpa cacat dan. Duapertiga dari panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. P P 0. mutu. Kelompok kekuatan 4. 4.5 Sambungan dari lapisan veneer yang berbeda harus dibuat zig-zag.Persyaratan Material.2 Cacat dari kualitas II harus di batasi sampai sepertiga dari luas panel. 3.57 0.59 0.

1. yang tergantung pada jenis dan mutu dari kayu lapis dan dicap.2 Lapisan luar panel kayu lapis yang dipotong menjadi ukuran akhir tebal pada titik paling tipis (setelah pengepresan dan pengampelasan) minimal harus 1.2. seratnya sangat keriting. Perlakuan permukaan 6.Persyaratan Material. Cacat dengan diameter sampai 5 mm dapat diperbaiki dengan dempul kayu yang berwarna sama. Ukuran panel f) Cacat berikut dapat diizinkan: a) sampai dengan tiga mata kayu yang sehat dengan diameter maksimum 15 mm untuk masing-masing sisi panel sampai dengan tiga mata kayu dengan diameter maksimum 25 mm pada masing-masing sisi dari panel yang telah diperbaiki secara sempurna sampai dengan tiga retakan pada tepi veneer yang telah diperbaiki dengan sempurna. utamanya pada pengeleman.1.3 BKI juga berhak untuk memonitor produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. ditetapkan kualitas .2 Tonjolan (shake) sampai 1/10 dari panjang panel dan lebar 1 mm. Retak tersebut dapat sampai dengan 1/10 dari panjang panel dan pada masing-masing panel. 7.1. Saat mengampelas panel.1 Perbaikan dapat dilaksanakan pada panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi yang dipres sampai batasan tertentu. Dalam mengerjakannya. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–5 6. perhatian khusus harus diberikan untuk menjamin bahwa persyaratan tersebut dipenuhi.Bab 1 . 10. 7. 10. kayu dipotong melintang perubahan warna kayu atau noda jamur yang besar dan mencolok yang cenderung menyebabkan pembusukan dan semua cacat lain yang secara nyata mempengaruhi kekuatan panel perubahan warna kayu pada kedua sisi.1 Pada umumnya. Perhatian ditujukan. kayu berserat pendek tumbuh tegak lurus terhadap arah butir. Pekerjaan perbaikan harus dilaksanakan dibawah tekanan sesuai dengan DIN 68705 BFU 100. lubang.2 Pemeriksaan panel kayu lapis d) Hanya satu jenis dari cacat yang diizinkan yang terdapat pada a) sampai c) yang boleh ada. dan lubang mata kayu kecil 10.3 Tonjolan dan cacat yang lebih lebar sampai 1/10 dari panjang panel harus direkatkan sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca. 10. cacat yang local dan kecil dengan panjang 3 cm tidak perlu dipertimbangkan.1 Setelah pengepresan.1 Kondisi semua panel kayu lapis bangunan kapal setelah selesai dibuat diperiksa dan diuji oleh Surveyor BKI. 8. sambungan yang lepas atau retak pada lapisan veener tumpang tindih lapisan veneer (berlipat) c) d) e) 8. 9. 10.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan untuk kondisi pengujian yang lebih ketat.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji. atau lelehan lem yang berlebihan pada kedua sisi mata kayu (mati) yang goyang.1 Pengujian Umum b) c) 10.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diperbolehkan pada lapisan veneer luar dan dalam: a) b) semua cacat pengeleman lepasan kayu tersayat. 8. 9. dengan syarat mutu panel kayu tidak terpengaruh dalam hal apapun. perhatian harus diberikan saat memasang dan memilih lembaran sehingga lembaran berasal dari kayu yang sesuai dan mempunyai warna yang sama.0 mm. 10.2. 7. Panel dikelompokkan pada kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai. 10. Panel kayu lapis dapat dibiarkan tidak diampelas atau sedikit diampelas. panel kayu lapis harus menjalani perendaman yang cukup untuk menjamin bahwa kandungan uap airnya naik kembali menjadi 6 – 12%.1 Jika tidak digunakan ukuran standar maka ukuran dari panel kayu lapis ditentukan oleh pemakai. panel kayu lapis bangunan kapal yang sudah jadi diuji dan disetujui ditempat pembuatan oleh Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. Perbaikan 7. Perbaikan harus dilaksanakan pada suhu yang tepat dibawah tenaga pengepresan dengan lem yang tahan terhadap air dan cuaca.

4.1 Dua sampel delaminasi dan delapan sampel tarik geser digunakan untuk uji kekuatan perekatan dari lem. 10. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada waktu pemeriksaan ini.1–6 Bab 1 .2 Delapan sampel sesuai dengan DIN 53255 untuk uji tarik .1 Perlakuan awal dan pengujian sampel Sampel kekuatan rekat lem 10.geser sederhana harus digunakan sesuai Gb.3 Penentuan kualitas panel kayu lapis sebagai sampel. 10.1.3. atau jika Surveyor BKI mendapat kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya.6. 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C awalnya. 10.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut: 10.6 10.5.5.3 Harus dipastikan bahwa panel uji mencakup semua ketebalan dan jenis kayu lapis.5. maka seluruh kelompok tersebut harus ditolak. 10.3 Penyimpanan sampel dalam air mendidih dengan pengeringan antara pada suhu 60°C dalam siklus berikut: 4 jam perebusan 16 jam pengeringan 4 jam perebusan 2 jam pendinginan diair pada suhu 20°C .1 Penentuan kualitas panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditetapkan dalam sub-bab C. maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih teliti untuk menentukan apakah kesalahan tersebut bersifat lokal atau terjadi pada seluruh panel.4. 10. dikirimkan untuk keperluan pemeriksaan.6. panel sampel diambil dari kelompok uji dimaksudkan untuk pemeriksaan dan dilengkapi nomor sampel. 10.4.3 Enam sampel untuk uji kekuatan memanjang dan enam sampel untuk uji kekuatan melintang untuk menentukan kekuatan tarik kayu lapis sesuai dengan DIN 52377.5.6. 10. maka perlu untuk menaruh potongan potongan tepi tersebut terpisah.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis bangunan kapal. dan jika upaya yang diperlukan dalam pemotongan panel tersebut terlalu besar. 10.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% dari jumlah panel dari produksi yang ada saat itu untuk digunakan 10.4. 10.6. Surveyor BKI akan menentukan apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.6. dan kembali diberi nomor sampel panel uji.4.4 Jika persoalan produksi timbul. saat memotong panel tersebut. Jika terjadi pada seluruh panel.5. Sampel uji tarik . Jika. 10.4.Persyaratan Material. Panel ditandai dengan stempel kualitas yang sesuai.4. maka surveyor dapat meminta jumlah panel uji yang lebih banyak.6.1 Jika pemeriksaan kontinyu oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis bangunan kapal dilakukan secara andal dan jika produksi diawasi secara terus menerus dengan sarana otomatis atau supervisi yang sesuai.1.1.2 Sebelum pengujian.1 Dua sampel untuk uji delaminasi sesuai dengan DIN 53255 guna menentukan kekuatan rekat dari lem. 10.5 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pemeriksaan. maka cacat tersebut tidak boleh ditutup sebelum dilakukan pemeriksaan oleh BKI. sampel berikut harus diambil dan dipersiapkan: 10. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam. Jika ada beberapa panel seperti itu dalam suatu kelompok uji. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji. 10. 10.5. 10.1.3.4.1.4.3 Sampel yang diperlukan dipersiapkan dari potongan sampel tersebut. sampel tersebut harus uji perebusan/pengeringan bergantian dan uji singkat BFU 100 sesuai dengan DIN 68705 dan harus memenuhi kondisi pengujian 10.4 Pengambilan sampel Dari setiap panel uji (atau kepingan uji) yang akan diuji. 10.4 Jika hanya sedikit panel dari jenis kayu lapis tertentu. atau panel yang sangat tebal dan besar. 10. sekali lagi.5.5 Jenis dan jumlah sampel 10.5.5. atau apakah panel tersebut harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II.4 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven untuk penentuan kandungan uap air lapis dan berat jenis (densitas semu) sesuai dengan DIN 52375.geser adhesif untuk memeriksa uji delaminasi. maka sampel dapat juga diambil dari potongan yang dipotong dari tepi panel tersebut.2 Benda uji dengan panjang sekitar 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari panel sampel tersebut dan diberi nomor sampel panel uji. sudah jadi dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa oleh Surveyor BKI. Untuk maksud tersebut. 10.4. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan perhatian khusus.

5 Kayu lapis yang terbuat dari jenis kayu yang lain harus dimasukkan dalam kelompok kekuatan yang memenuhi sifat materialnya. dan daerah per patahan harus menunjukkan patahan kayu dan perekatan yang tanpa cacat (lihat diagram per patahan DIN 53255).Persyaratan Material.6. .6.6. distempel sesuai dengan jenis kayu lapis dan kelompok kekuatannya.Bab 1 .6.6.3.6.2.2 Pengukuran kandungan uap air kayu lapis dengan menggunakan peralatan pengukuran elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang kurang lebih sama.2.2 Uji kekuatan kayu lapis 10.6.2 N/mm2 P P 10. 10.5 Delapan sampel uji tarik geser harus diuji pada kondisi basah pada mesin uji dan memenuhi nilai minimum berikut: Untuk kayu dari kelompok kekuatan F1: paling sedikit 1.4 Sampel harus memiliki kekuatan minimum kayu lapis seperti yang ditetapkan pada Tabel 1. Sampel yang patah selanjutnya tidak digunakan untuk tujuan evaluasi.6. 10.2. tiga sampel memanjang dan tiga sampel melintang harus diuji pada mesin uji dan nilai kekuatan rata-rata ditentukan untuk 3 sampel tersebut.6.4 Dua sampel delaminasi harus menjalani uji delaminasi setelah perlakuan awal ini.2.1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.3 Dua kelompok dari tiga sampel yang lain digunakan sebagai sampel pengganti untuk sampel yang menunjukkan perpatahan pada alat penjepit dengan nilai yang tidak memadai.6.2. 10. Sampel tersebut harus diuji sesuai dengan DIN 52375.1 Enam sampel kekuatan tarik memanjang dan enam sampel kekuatan tarik melintang harus menjalani penyesuaian sebelum pengujian pada peralatan uji dan kandungan uap air harus diatur 12 – 15%.8 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang dibuat sesuai dengan spesifikasi khusus dan persyaratan pemakai.7 Jika panel kayu lapis dari kayu dan kelompok kekuatan F1 tidak mencapai nilai kekuatan kayu lapis minimum yang disyaratkan dari kelompok ini. atau yang berbeda dari regulasi BKI.6.4 10.2 Dari setiap keenam sampel. Penyimpangan atau spesifikasi khusus dari panel kayu lapis tersebut harus dicatat dalam sertifikat uji.2.2. 10. Kandungan uap air kayu lapis setelah pembuatan harus 5–12%. 10.6.6 Jika produksi dan kekuatan kayu lapis pada bengkel pembuatan dimonitor secara kontinyu oleh BKI dan jika penentuan kekuatan kayu lapis dari setiap kelompok uji dianggap tidak sesuai.2.1 Penentuan berat jenis Untuk penentuan berat jenis panel Untuk kayu dari kelompok kekuatan F2: paling sedikit 1.1 Tipikal yang mennggambarkan sampel uji tarik – geser memanjang 3-lapisan dan melintang 5 lapis 10.4. Sampel 5 lapisan melintang 10.2. 10. 10.1. maka panel tersebut dapat dimasukkan dalam kelompok kekuatan kayu lapis F2 dan selanjutnya diberi stempel.3.5 N/mm2 P P 10.6. Perekatan harus memberikan ketahanan yang memadai terhadap delaminasi yang kuat dari veener dengan alat delaminasi. 10.3 Uji kandungan air Gambar 1. maka pemeriksaan dan penentuan kekuatan kayu lapis dari kelompok uji tersebut dapat diabaikan. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C 1–7 Sampel 3 lapisan memanjang 10.6. 10.1.6.6.

maka surveyor berhak menetapkan uji tambahan pada kelompok uji berdasar pilihannya. jika secara khusus diminta oleh pemakai.01. dengan rincian sebagai berikut: − Kayu lapis bangunan kapal − Kualitas kayu lapis I (atau II) − Biro Klasifikasi Indonesia − Tanggal uji − Stempel gelinding BKI disepanjang ujung panel dengan identitas kualitas I atau II dan tanggal uji. Dimensi pertama menunjukkan panjang panel pada arah serat memanjang dari lapisan luar.5 Pemeriksaan sambungan tirus kayu lapis 10.6. kualitas dan produksi: − penyetempelan oleh pabrik: − Simbol atau tanda bengkel pembuat − Ukuran dan tebal panel Tebal kayu lapis dinyatakan dalam mm.2006 10.01. uji bengkok. maka uji lengkung harus dilaksanakan untuk kedua sisi panel. 11. stempel harus dibubuhkan pada sebelah kanan bawah dari bagian panel yang kualitasnya lebih rendah (al. − penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: − Stempel BKI persegi panjang.2006 K I Stempel gelinding untuk menyatakan kelompok kekuatan K I 15.2006 K I 12. Jika sambungan tirus ditemukan mutunya terlihat meragukan. . Ikatan sambungan tirus harus diperiksa dengan membengkokkan panel melalui mal uji atau rol.5. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. uji lengkung. dan direkatkan dengan lem yang disetujui oleh BKI (B.Persyaratan Material.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat panel kayu lapis bangunan kapal yang telah diuji dan disetujui.2 Dalam hal panel dengan sambungan tirus yang panjang.6 Pengujian tambahan Kelompok kekuatan F1 atau F2 dibubuhkan dengan stempel gelinding yang sama. namun dengan tambahan "F1" atau "F2" dibawah tanggal. 10. 11. Lazimnya. dan sertifikat tersebut diberikan kepada pabrik pembuat atau pemakai.6.01.2. uji pukul. yaitu tanpa rincian pabrik pembuat. sebagai contoh: Stempel pabrik pembuat: Tanda Pabrik Pembuat 250 × 122 × 6 Macoré – Macoré Rotary veneer Rotary veneer BFU 100 Biro Klasifikasi Indonesia 15. panjang dan lebar panel dalam cm.1 Semua panel kayu lapis bangunan kapal yang diperiksa oleh surveyor BKI dan memenuhi persyaratan harus dibubuhi stempel berikut untuk jenis kayu lapis. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C kayu lapis.6. uji rendam dll. − Jenis pengeleman: "BFU 100" Panel dapat distempel secara netral. 11.01. 10. yaitu pada bagian belakang).4 Stempel mempunyai tampilan sebagai berikut.2. Stempel gelinding untuk menyatakan Kualitas 15.3 Karena pemeriksaan hanya dilakukan secara acak. dua sampel yang dikeringkan dengan oven harus diukur dan ditimbang setepat mungkin pada kondisi udara kering sebelum dikeringkan dengan oven.6.2006 K I K I K I 15. jika terbukti panel tersebut cacat.) pada tenaga dan suhu pengepresan tanpa ada cacat. Sertifikat 12.6. − Kayu yang digunakan untuk lapisan luar dan dalam (dipisahkan dengan tanda strip datar).1–8 Bab 1 .1 Jika karena alasan tertentu surveyor BKI mempunyai keragu-raguan berkaitan dengan produksi dan khususnya ikatan panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. misalnya uji membuka dengan paksa (prising-open test). 11. stempel BKI harus dibubuhkan pada kedua ujung panel. Penandaan dan stempel Stempel BKI: Kayu lapis Bangunan Kapal Kualitas I (atau II) 11.1 Penyambungan kayu lapis secara tirus harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ditentukan pada E.

4 Tabel berikut memberikan daftar jumlah dan tebal lapisan veneer minimum yang disyaratkan: Tabel 1.1 Panel dapat diproduksi dalam kondisi tanpa diampelas.2 Panel kayu lapis hanya boleh ditempatkan dalam posisi horizontal yaitu paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.3 Ketebalan harus dipilih dengan cara . D 1–9 12. 3.2 Kayu lapis sekurang kurangnya terdiri dari 3 lapisan veneer melintang (Tabel 1. Sambungan Veneer 3.2 Lapisan veneer harus simetris disekitar lapisan tengah. 3. BKI berhak untuk mengeluarkan setiap panel dengan konstruksi yang tidak sesuai dari pengujian.1 Pemilihan kayu dan konstruksi panel (jumlah lapisan veneer) harus sesuai dengan bidang aplikasinya. 2.2 harus diperhatikan.1 Kecuali telah disepakati lain antara kontraktor dan pabrik pembuat. 13.6 Hanya bahan pengikat (adhesif) yang disetujui oleh BKI yang boleh digunakan.2 Sambungan harus dirapatkan dengan sempurna dan harus merekatkan veneer satu dengan yang lain dengan sambungan datar. 2. nilai rata-rata hasil pengujian. diberi atau tanpa diberi resin.2 Sertifikat menunjukkan. 13. jika diminta. Pengeleman menggunakan adhesif resin sintetis yang dapat mengering. 2. baik yang berkaitan dengan butir maupun ketebalan lapisan. 2. jenis kayu lapis. panel kayu lapis yang diperiksa.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat menyebabkan pengujian yang dilaksanakan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.7 Perlakuan permukaan D. 13. 1. untuk menghindari pengaruh uap air.3: Jumlah dan tebal minimum l apisan veneer Tebal kayu lapis [mm] s/d 2 dari 2 sampai 6 dari 6 sampai 14 lebih sampai 14 Jumlah minimum lapisan veneer 3 5 7 ≥9 Keterangan 13.3 Terpisah dengan pengujian yang dilakukan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. 1. Konstruksi 2.3). pabrik pembuat diwajibkan untuk secara terus menerus melaksanakan pengawasan mutu internal atas semua tahap pekerjaan. panel yang dilem dengan adhesif resin sintetis boleh memiliki sambungan veneer yang sejajar dengan arah serat pada lapisan tengah dan lapisan luar. stempel dan.5 Lembar adhesif kertas atau plastik tidak boleh digunakan untuk mengamankan atau memperbaiki lapisan veneer bagian dalam. 3. 2.2 Lapisan luar harus masih cukup tebal setelah pemrosesan sehingga pemrosesan berikutnya yang dapat dipercaya dapat dipastikan. 3. Penyimpanan panel kayu lapis sedemikian rupa sehingga.4 Ketentuan butir butir yang terdapat pada B. Kayu lapis untuk Pesawat Udara Umum 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu C. 2.5 Kayu birch.Persyaratan Material. pemilihan kayu dan prosesnya selama produksi panel kayu lapis.7.4 Lembaran veneer dari lapisan terluar harus di tempatkan bersama-sama sehingga veneer tersebut sesuai dalam hal kayu dan warnanya.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. diampelas sedikit. Ketahanan adhesif terhadap air dan cuaca harus dibuktikan melalui pengujian dengan jangka yang lama dan di ruang terbuka. 3. antara lain. jumlah. dihaluskan. 1.7. 13. 2.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang ditempatkan dalam gudang harus disimpan dalam ruang tertutup dan disimpan secara horizontal. okumé (gaboon) atau kayu lain dapat digunakan. Lapisan tidak boleh lebih tebal dari 2 mm 2. alder. sejauh memungkinkan kekuatan yang sama dipastikan pada arah memanjang dan melintang. dengan catatan sifat dari kelompok kekuatan masing-masing kayu dipenuhi. 2. Sambungan harus dilem pada mesin perekat sambungan yang sesuai. digosok.1 Pengujian kayu lapis untuk pesawat udara telah dilaksanakan oleh Biro Klasifikasi Indonesia dan berlaku untuk kayu lapis tahan air dan tahan didih yang akan digunakan untuk tujuan penerbangan.Bab 1 .3 Sambungan dari berbagai lapisan veneer harus dibuat zig-zag/ selang seling. beech. 1.

Permukaan yang tidak terlihat 6.4: Kelompok kekuatan Kekuatan tarik rata-rata kayu lapis MPa Jenis Kayu Kelompok Kekuatan Mema njang ≥ 70 ≥ 70 ≥ 70 ≥ 45 F2 ≥ 45 ≥ 30 ≥ 90 Memanjang + Melintang (tambahan) ≥ 140 ≥ 140 ≥ 140 ≥ 90 Melintang Birch Beech Alder Okume (Gaboon) Poplar F1 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 45 ≥ 30 4.3 Sisi panel kayu lapis yang terlihat harus dibuat benar. Disamping itu.2 Untuk panel yang dengan tebal diatas 3 mm.2 Cacat dari kualitas II harus dibatasi sampai 1/3 dari luas panel. 4. – Mata kayu dan goresan dari cabang kayu dan mata kayu yang tumbuh kedalam (lihat foto. kerusakan pada lapisan lem sehingga luasan tersebut tidak tertutup – Kebocoran lem yang deras pada lebih dari satu sisi panel. lipatan atau tonjolan yang lebih kecil dari 30 mm dari tepi panel dapat diabaikan jika tidak berada dibalik panel. − Kayu dengan butiran yang pendek. Mata kayu dengan jarak sampai dengan 30 mm dari tepi tidak harus dipertimbangkan.3 Jenis kayu lain hanya dapat digunakan untuk pembuatan panel kayu lapis setelah mendapat persetujuan BKI. sementara panel kualitas II dibatasi untuk penggunaan sebagian akibat cacat pembuatan atau cacat kayu.1 Berkaitan dengan kecocokannya untuk diproduksi sebagai kayu lapis untuk pesawat terbang. 4. kesalahan pembuatan berikut tidak diizinkan: – Sambungan yang merusak jenis tertentu. Sampai dengan tiga jenis kerusakan. mutu. 5. kekuatan.1 Kayu lapis dari kedua kelompok kekuatan dibagi menjadi dua kualitas setelah memeriksa mutu eksternal dan internalnya. butiran yang bergelombang dan butiran yang melintang.1–10 Bab 1 . kualitas I dan II memiliki kesamaan dalam hal jenis kayu.1 Cacat kayu dan cacat produksi berikut tidak diizinkan pada lapisan veneer lapisan luar dan dalam: – Goyah. Dalam kaitan dengan kelompoknya masing. DIN 68256). – Panel yang bergelombang atau bengkok – Daerah tanpa bahan perekat misalnya. mata kayu berjamur.6 Penjepit baja yang digunakan untuk tujuan hanya boleh ditempatkan pada tepi-tepi panel. mata kayu membusuk. Penjepit tersebut tidak boleh tetap berada di panel ketika panel dipotong menjadi ukuran standar. – Jarak yang kurang dari 200 mm diantara mata kayu tersebut.benar tanpa cacat dan. lebih dari 4 mata kayu dalam 1 lapisan dari 100 x 100 cm panel besar. 5. jumlah mata kayu yang diizinkan berubah sesuai dengan luasnya. Kayu dengan butiran pendek atau butiran bergelombang meliputi kayu yang butirannya terpotong dan yang memiliki arah pertumbuhan yang berbeda (lihat foto. membuka dan sambungan tertutup yang buruk – Cacat berupa lipatan dan tonjolan. Tanda noda jamur yang kecil demikian juga kelupasan yang kecil tidak harus dipertimbangkan. 5. Jika ukuran panel berbeda dari yang ditentukan diatas. Cacat 4. 2/3 panel harus bebas dari cacat dan layak untuk digunakan. tampilan yang beraneka warna dan pembentukan warna dan noda jamur jika menurunkan kekuatan dan kemampuan lengkung secara signifikan. Kelompok kekuatan boleh mempunyai perbedaan warna sedikit atau cacat kecil yang tidak mempengaruhi kekuatan panel. 6. nilai dalam tabel tersebut dapat dikurangi sampai maksimum 10%. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 3. . DIN 68256). pecah serta mengelupas dan menggelembung demikian juga cacat tertentu yang menurunkan kekuatan panel. Cacat diidentifikasi selama pemeriksaan dengan diberi tanda. selanjutnya. warna dan butiran harus dikombinasikan sedemikian rupa sehingga terlihat sesuai.masing. Kualitas Kayu lapis 5. kayu yang tercantum dibawah ini dapat disetujui. lubang pada lapisan tengah – Mata kayu keras dengan diameter lebih dari 6 mm – Untuk panel 3 lapis. − Untuk panel 5 lapis atau lebih banyak. lebih dari 6 mata kayu dalam 1 lapisan dan jarak kurang dari 150 mm jarak antara mata kayu tersebut. produksi dan pengeleman. Perbedaan kualitas I & II adalah bahwa panel kualitas I dapat digunakan seluruhnya.Persyaratan Material. Tabel 1. dan bagian yang disisipkan (shims) – Tidak merekat. kayu ini yang dibagi menjadi dua kelompok kekuatan. Pabrik pembuat harus selalu bertanggung jawab atas pemilihan mutu dan jenis kayu yang tepat.

maka dua panel tambahan dari kelompok uji yang sama harus diuji. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–11 7.1 Mutu umum pada panel harus ditentukan dengan pengujian eksternal.1 Jika pemeriksaan berkelanjutan oleh BKI pada bengkel pembuatan menunjukkan bahwa produksi panel kayu lapis terlihat dapat dipercaya. dan jika produksi dipantau secara terus menerus dengan fasilitas atau supervise otomatis yang sesuai. Panel diberi tanda dengan stempel kualitas yang sesuai.4 Penentuan Sampel 7.5.5 Jumlah panel uji ditentukan sesuai dengan faktor berikut : 7. Panel dengan pengeleman yang salah harus diperiksa lebih seksama untuk menentukan apakah kesalahan tersebut terbatas hanya setempat atau terjadi pada keseluruhan panel. Jika ditemukan sambungan yang bocor atau retak kayu pada tepi kayu lapis dari lapisan dalam.5. Untuk maksud tersebut.4.4. maka seluruh kelompok uji harus diuji dengan penanganan khusus.5.5 Mutu umum panel 7. dan jika upaya memotong panel tersebut terlalu besar.3 Harus dipastikan bahwa panel uji meliputi semua ketebalan dan jenis kayu lapis.3 Pemeringkatan panel kayu lapis 7. 7. Kemudian panel dikelompokkan dalam kualitas dan dibubuhi stempel kualitas dan kelompok yang sesuai.1. semua panel kayu lapis diperiksa oleh BKI dan diuji secara hati.4.4 Jika hanya beberapa panel dari jenis kayu lapis tertentu.5.3.4. Jika.6 Jika satu atau beberapa panel uji menunjukkan nilai yang tidak mencukupi pada saat pemeriksaan.5.4. 7. 7. dan khususnya pengeleman.2 Mutu internal harus diperiksa dengan cahaya yang berasal dari sumber penerangan dengan intensitas yang memadai dalam ruang yang digelapkan dengan baik. 7. 7. persyaratan minimum tidak dipenuhi pada saat pemeriksaan ini.1 Untuk pemeriksaan panel kayu lapis.3 BKI berhak untuk juga memantau produksi panel kayu lapis di bengkel pembuatan. sekali lagi. 7.3 Dari benda uji ini. 7. 7.2.1 Pengujian Umum 7. maka seluruh kelompok uji seluruhnya harus ditolak. sampel yang diperlukan dipersiapkan dan diberi nomor sampel dari panel uji. maka Surveyor dapat meminta pemilihan panel uji dalam jumlah yang lebih banyak. panel kayu lapis yang sudah jadi diuji dan disetujui pada bengkel pembuatan oleh surveyor Biro Klasifikasi Indonesia. atau apakah panel harus ditolak atau dimasukkan dalam kualitas II. Panel dimasukkan dalam kelompok kekuatan dan kualitas kayu lapis yang sesuai tergantung pada jenis dan mutu kayu lapis. .4.4. atau jika Surveyor BKI mempunyai kesan bahwa produksi tidak selalu dapat dipercaya. 7. 7.5. 7. maka seluruh kelompok uji harus ditolak.4.2 Cukup untuk memilih sekitar 2% (dari jumlah) panel dari produksi saat itu untuk digunakan sebagai sampel. 7.1. atau panel yang sangat tebal dan besar. Jika terjadi pada keseluruhan panel.1 Berkaitan dengan konstruksi. 7.4.6. 7. maka tidak perlu untuk mengambil panel uji dari setiap kelompok uji.2 Pemeriksaan panel kayu lapis yang sudah jadi diluar bengkel pembuatan dapat dilaksanakan oleh BKI hanya dengan pengecualian dan dilakukan pada kondisi pengujian yang lebih ketat. maka sampel dapat juga diambil dari potongan – potongan tepi panel tersebut.Bab 1 .2 Benda uji dengan panjang kira-kira 25 cm dan lebar 100 cm diambil dari sampel panel ini dan diberi nomor sampel dari panel uji. 7.Persyaratan Material. maka cacat tersebut tidak boleh ditambal sebelum diperiksa BKI dan diputuskan Surveyor BKI apakah cacat tersebut dapat diperbaiki. 7. Jika terdapat beberapa panel seperti ini dalam satu kelompok uji.hati setelah selesai dibuat oleh Surveyor BKI.4 Jika masalah produksi terjadi.2. untuk memisahkan potongan – potongan tepi tersebut.5. diselesaikan dan kemudian dibagi dalam kelompok uji atau pesanan oleh pabrik pembuat sebelum diperiksa BKI. yang dikirimkan untuk pemeriksaan.4.1 Pada umumnya. panel uji diambil dari kelompok uji yang dikirimkan untuk pemeriksaan dan diberi nomor sampel.1.2 Pemeriksaan panel kayu lapis 7.1 Pemeringkatan panel harus sesuai dengan perbedaan antara kualitas I dan II yang ditentukan pada D. maka perlu saat memotong panel tersebut.2 Panel kayu lapis yang dikirimkan ke BKI untuk pemeriksaan harus diuji.3 Semua panel sampai suatu ketebalan yang 7. 7.

geser (Tensile lap-shear test) + Gambar 1. Jika tidak ada spesifikasi lain. 1.geser harus ditentukan dengan paling sedikit lima sampel dari tiap panel uji dalam kondisi basah dengan memotong daerah yang dilem pada mesin uji terkalibrasi.7 Sampel untuk panel 9-lapis sesuai dengan Gambar 1. khususnya yang berkaitan dengan ketebalan. serta dengan dua sampel yang dididihkan dengan ukuran 10 cm × 10 cm: – Sampel untuk panel 3-lapis sesuai dengan Gambar.3 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 5-lapisan Panjang pemotongan 7.9. 7.1 Kekuatan tarik dari paling sedikit tiga sampel yang sejajar dan tiga sampel yang tegak lurus terhadap arah serat lapisan terluar dari setiap panel uji harus ditentukan melalui pengujian tarik pada mesin uji yang terkalibrasi. 7. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D memungkinkan pemeriksaaan dengan cahaya harus dikenakan pemeriksaan ini: – – Kayu terang. Kayu yang lebih gelap.8.Persyaratan Material. harus memenuhi persyaratan pemakai.7.2 harus digunakan. Kadar uap air kayu lapis pasca pengerjaan harus 5 – 12 %. Penyimpangan ketebalan – – Sampel untuk panel 7-lapis sesuai dengan Gambar 1.4 dan 1. 7.7.9 Uji tarik .8.3 Nilai rata-rata dari hasil uji untuk panel uji yang sama diambil sebagai hasil pengujian. 7.6 Penyimpangan dalam produksi.6 + Tebal panel Gambar 1. 7. menggunakan benda uji yang ditetapkan dalam standar tersebut. 7. Hal ini harus dilakukan sesuai dengan DIN 52375.2 Kekuatan tarik .1 Dua sampel yang dikeringkan dengan oven digunakan untuk menentukan kandungan uap air kayu lapis.5 mm.geser harus dilaksanakan sesuai dengan DIN 53255. 7.1 Uji tarik .8 Kekuatan tarik Gambar 1.2 Kekuatan tarik harus ditentukan sesuai dengan DIN 52377.9. 7.1–12 Bab 1 .4 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 7-lapisan .8.0 mm.2 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 3-lapisan Panjang pemotongan 7.7 Uji kadar uap air + Panjang pemotongan 7.5. misalnya birch: sampai ketebalan 3.2 Pengukuran kadar uap air kayu lapis dengan menggunakan alat ukur elektrik hanya dapat disetujui jika tes pengukuran dengan menggunakan sampel yang dikeringkan dengan oven menunjukkan nilai yang mendekati sama. seperti beech atau okumé (gaboon): sampai ketebalan 1. maka nilai yang terdapat pada B.3 dan 1.2 – Sampel untuk panel 5-lapis sesuai dengan Gambar 1.

uji pendidihan dapat diabaikan sesuai dengan penilaian Surveyor BKI.1.1. 7. waktu yang diperlukan ditentukan dengan ekstrapolasi linier. dan sejajar dengan arah memanjang sampel untuk panel 7 lapisan.3 Sampel melintang sampel untuk panel kayu lapis 7-lapisan Nilai rujukan untuk panjang dari sampel adhesif Daerah pengeleman yang diuji harus cukup kecil sehingga tidak terjadi retak kayu. dan pada sisi lain harus cukup besar sehingga lapisan – lapisan tidak terlalu mudah terlepas.6 Sampel memanjang untuk panel kayu lapis 5-lapisan 7.6 dan 1. uji lengkung.9.7 7. didinginkan dalam air hangat selama dua jam pada suhu 20°C dan kemudian. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D 1–13 + suhu kamar (15 – 20°C): − 24 jam untuk sampel dengan tebal sampai dengan 2 mm − untuk tebal lebih besar dari 2 mm.6.4 dan 1.10 Untuk pengeleman dengan resin phenolic. maka surveyor harus menambah jumlah pengujian dan melaksanakan pengujian pada panel tersebut. uji perendaman. 1 x lebar sampel. namun. tidak boleh ada tanda pelanggaran dari masing-masing lapisan veneer.3.5 Sampel melintang untuk panel kayu lapis 9-lapisan lubang Gambar 1. Gambar. Perendaman sampel dapat diganti dengan tiga jam pendidihan (dicelup selama tiga-jam dalam air mendidih).9. maka surveyor BKI berhak meminta dilakukan pengujian tambahan pada kelompok uji tersebut.5 5 3 5 7.3. Lihat Tabel 1. dll. 7.10.10 Pengujian tambahan lubang Gambar 1.2. serat dari lapisan terluar harus dalam arah melintang untuk panel 5 lapisan. Sebagai contoh: uji buka paksa.Persyaratan Material.9.4 Sampel adhesif panel 5 lapisan dan panel banyak lapisan yang mempunyai ketebalan veneer yang tipis yang tidak dapat atau tidak mudah ditembus sesuai dengan Gambar 1. Setelah itu. dididihkan lagi selama 3 jam. Sampel pertama kali harus dididihkan selama 3 jam dalam air dan kemudian dikeringkan pada suhu 60°C. dalam kondisi basah.5 Sampel harus dicelupkan dalam air sebelum pengujian selama periode waktu yang cukup untuk memastikan perendaman yang menyeluruh. 1. uji pukulan.Bab 1 .4 dan 1.9. uji bengkok.8 3 1-2 4 2.9. terutama menyangkut pengeleman yang benar dari panel kayu lapis dan sambungan tirusnya. P P Gambar 1.9 Jika Surveyor BKI menemukan ada kejanggalan dalam hal tersebut. 7.7 Nilai yang terisolasi boleh sampai dengan 10% dibawah persyaratan ini.7. Gambar.6 dan 1.9. .9. uji pendidihan selama 3 jam harus dilaksanakan dua kali pada dua sampel 10 cm x 10 cm dari tiap panel uji. baik dengan manual atau dengan peralatan yang tepat dibengkokkan beberapa kali ke belakang dan kedepan sampai patah. 1.5 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. 7. tidak ada penggetasan atau penampilan dari sambungan lem yang tidak baik.5 Tebal panel = s (mm) Panjang potongan = l (mm) s/d 0. Dalam pelaksanaannya. Tiga atau 4 lapisan harus dilaksanakan tiap sisi. 1.6 Kekuatan setelah perendaman atau setelah pendidihan sampel harus ditentukan dalam keadaan basah dan paling sedikit harus 2 N/mm2. 7. harus dipersiapkan sesuai dengan Gambar.9.8 Sebagai tambahan. 1. Nilai yang direkomendasikan untuk perendaman pada Tabel 1. 4 6 5 7 6 8 8 9 10-14 10 16-20 12 Permukaan lem untuk sampel sesuai dengan. 7.5 untuk panjang yang direkomendasikan.1 Jika Surveyor BKI memiliki keraguan berkaitan dengan produksi dan. 7.7 = panjang potongan = 2 x panjang potongan 1 x lebar sampel.

9. guna menghindari pengaruh uap air. jika diminta. Komponen laminasi adalah komponen yang direkatkan yang terdiri dari lapisan – lapisan terpisah (paling sedikit 3) dari kayu gergajian yang mempunyai arah butiran yang sama. E 8. Sebagai alternatif. stempel dan.2 − Penyetempelan oleh Biro Klasifikasi Indonesia: Stempel yang menandai mutu KI I atau II. Penandaan dan pemberian stempel 10.2 Karena pemeriksaan hanya dilaksanakan secara acak. 10. − 8. kayu dihomogenkan dengan menggunakan laminasi.1 − − − Penyetempelan oleh pabrik pembuat: Tanda atau simbol pabrik pembuat Tebal panel dalam mm dan kayu yang digunakan Huruf yang mengidentifikasi jenis pengeleman misalnya: T = dilem dengan lapisan Tego PH = dilem dengan resin phenolic M = dilem dengan resin melamine R = dilem dengan resin resorcinol E. jika panel tersebut terbukti ada cacat. dan sertifikat tersebut diserahkan kepada pabrik pembuat atau pemakai. Pengkondisian pendahuluan untuk pelaksanaan prosedur pengeleman adalah ketersediaan alat kontrol suhu dan kelembaban serta fasilitas penjepitan pada bengkel kerja. misalnya "2 . 9. jenis pengeleman dapat ditandai dengan "BFU 100". 1.Persyaratan Material. 8.masing lapisannya (paling sedikit 3) terdiri dari kayu gergajian dan mempunyai arah butiran yang berbeda.1 Tiap panel yang memenuhi Peraturan ini dan disetujui harus dibubuhi stempel berikut: 8.1 Biro Klasifikasi Indonesia menerbitkan sertifikat untuk panel kayu lapis yang telah diuji dan disetujui. tebal laminasi tidak boleh. 8.2 mm).2 Sertifikat menjelaskan antara lain.masing laminasi tergantung pada bentuk komponen yang dilaminasi. jumlah panel kayu lapis yang diperiksa.3 BKI berhak menghentikan pemberian stempel jika cacat produksi terjadi secara terus-menerus.1 – 0. 1.1.3 Masing-masing tumpukan harus dilindungi terhadap uap air dari satu sisi dengan menutupi panel. 8. 1.1–14 Bab 1 .4 Kandungan uap air kayu harus 12–15% pada saat pengeleman. tebal laminasi tidak boleh lebih dari 40 mm. direkomendasikan kayu dikeringkan sampai kandungan uap air rata-rata sama dengan. Tebal dari masing . nilai rata – rata hasil pengujian. dan D. 1. surveyor berhak menolak panel yang telah distempel. Upaya harus dilakukan untuk menjaga sambungan yang dilem setipis mungkin (0.5 Karena tegangan tekan melintang pada waktu kayu mengembang kurang merusak dibandingkan dengan tegangan tarik melintang yang ditimbulkan kontraksi volume maka. . 1.2 Panel kayu lapis hanya boleh diletakkan dalam penyimpanan horizontal yang berada paling sedikit 30 cm diatas lantai dan dari dinding.6 Jika adhesif dengan basis formaldehyde digunakan (misalnya untuk kayu bangunan kapal). tahun pengujian.26/06" (kelompok uji 2 pada minggu ke-26 tahun 2006).2 Komponen berlapis banyak adalah komponent yang direkatkan yang masing . jenis kayu lapis. 10. 1. lebih kecil dari 5 mm dan tidak boleh melebihi 25 mm untuk bagian yang melengkung. Stempel harus dibubuhkan dengan menggunakan stempel gulung melintang panel pada sisi dengan kualitas mutu yang lebih rendah.1 Panel kayu lapis yang sudah jadi yang diletakkan dalam tempat penyimpanan harus disimpan dalam ruang tertutup. Untuk bagian yang lurus.1 Guna mengurangi keragaman pada nilai karakteristik kayu dan oleh karena itu untuk mencapai faktor keselamatan yang realistis yang akan diberlakukan dalam merancang elemen konstruksi. jumlah kelompok uji. jika mungkin. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu D.3 Adhesif hanya dapat digunakan yang tahan terhadap air dingin dan air mendidih dan yang disambungan lemnya mempunyai kekuatan yang sama seperti pada kayu (lihat juga C.4 Penyimpangan dari regulasi penyimpanan ini dapat membuat pengujian sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.1. Namun. Penyimpanan panel kayu lapis 10. Sertifikat 9. Menyambung Bahan Kayu 1. Komponen laminasi dan komponen lapis banyak. atau sedikit dibawah kandungan uap air ratarata komponen. tetapi tidak boleh melebihi 18%. 10.).

Sambungan tirus Dalam hal ini. 2. Perhatian khusus harus diberikan pada tepi kayu lapis dan lubang bor dengan memberikan perlakuan awal dengan lapisan pelindung tepi yang telah terbukti bagus dan diakui. Untuk bagian yang dilengkungkan atau dilas.6 Informasi lebih lanjut diberikan pada standar VG 81243 (Perekatan kayu dalam Pembuatan kapal kayu). 1. Metode Pengeleman dan Perlindungan kayu E. .8 Sambungan tirus melintang tebal 2. 2.Bab 1 . 2. Semua kayu (dengan pengecualian kayu kelompok keawetan I. tergantung pada suhu pengeleman. Cara yang digambarkan pada Gambar C juga salah dan menyebabkan bermacam-macam cacat.4 Sambungan tirus kayu padat yang dilem harus mempunyai panjang ketirusan 8 kali tebal panel. kulit. waktu penjepitan harus diperpanjang. 2.2) harus dilindungi terhadap gangguan jamur dan serangga dengan beberapa lapisan cat pelindung yang sesuai. khususnya saat mengampelas panel kayu lapis sampai halus. 2.3 Tenaga pengepresan minimum tidak boleh kurang dari 4 kg/cm². 1. Perlindungan Kayu Gambar 1. Perendaman adalah cara yang diutamakan untuk permukaan interior komponen kapal yang terbuka ke air atau cuaca (misalnya. F 1–15 maka waktu pengeringan awal untuk permukaan sambungan yang lembab selama 5 – 10 menit diperlukan guna mengeluarkan zat dengan molekul rendah. perbandingan tebal kayu lapis dengan panjang ketirusan harus sebagai berikut : − − untuk panel sampai dengan 10 mm: paling sedikit 1:10 untuk panel lebih dari 10 mm: paling sedikit 1:8 2. Tabel 1.5 Untuk sambungan tirus kayu lapis yang dilem. Semua bagian kayu lapis harus dilindungi dengan beberapa lapisan cat atau pernis. F.7 Waktu penjepitan yang cukup lama harus ditambahkan. bangunan atas) dan yang telah diberi lapisan cat yang tahan terhadap tekanan penguapan.1 Ujung-ujung sambungan harus digabungkan secara presisi untuk menghindari kesalahan pengeleman atau cacat yang lain. geladak. lapisan terluar akan terampelas secara berlebihan. Gambar B menggambarkan cara yang tidak benar. Panjang ketirusan 2. cara tersebut tidak sesuai. karena kesalahan pengeleman terjadi sering kali dikarenakan tenaga pengepresan yang tidak cukup.Persyaratan Material.2 Gambar A melukiskan cara yang benar. atau dengan cara perendaman dengan bahan pengawet kayu yang terbukti bagus.

1 Untuk persetujuan bahan material. persyaratan dasar pada sub-item A. 3 benda uji Kandungan uap air (DIN 52183). 1. Kayu Balsa 1) − − 1.1 dalam Peraturan Lambung. Sifat dasar harus diverifikasi dengan sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. Kandungan uap air harus 12 ±2 %.4 kg/m3 MPa MPa 1) Potongan melintang atau potongan butiran kayu melintang adalah kayu yang dipotong butirannya secara melintang. (DIN 52185).3 − − − Hal berikut ini berlaku sebagai sifat minimum: Densitas semu Kekuatan tekani II Kekuatan tekan 96 5. 6 benda uji Kekuatan geser (DIN 53294). 2.Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A 2–1 Bab 2 Persyaratan Bahan Inti Laminasi Sandwich A. cuaca standard 23/50 (suhu 23°C / kelembaban nisbi 50 %) harus digunakan. Permukaan harus datar dan diamplas.1 105 MPa MPa MPa 1.2 Gambaran umum dari bahan inti harus diberikan. Section 2 harus diberlakukan.0 0. 6 benda uji Modulus elastisitas (tekan) II. .1 Rincian berikut diperlukan untuk gambaran umum: − − − Nama dagang Perlakuan kayu Kondisi penyimpanan 2. 6 benda uji Modulus geser (DIN 53294). Spesifikasi 2.Bab 2 . dan tegak lurus terhadap butir kayu) 2. Umum − − 2. 2.4 Modulus elastisitas (tekan) II Modulus elastisitas (tekan) kekuatan geser modulus geser 2275 MPa 35 1.2 Melalui sertifikat uji dari lembaga pengujian yang diakui. nilai berikut harus diverifikasi : − − − − − − Densitas dasar (DIN 52182). Untuk kondisi lingkungan pengujian.5 Pengujian harus dilaksanakan pada benda uji yang tidak menunjukkan adanya cacat yang masih diizinkan untuk pemrosesan. 6 benda uji (dimana: II sejajar terhadap butiran. (DIN 52185). Volume II. 3 benda uji Kekuatan kompresi II.

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA PERATURAN UNTUK MATERIAL – NON METAL FINAL DRAFT BAGIAN – 3 PETUNJUK UNTUK ADHESIF ELASTOMER DAN SAMBUNGAN ADHESIF EDISI 2006 .

Petunjuk berikut ini mulai berlaku pada Agustus 2005 .

.... Standar dan Petunjuk yang Berlaku .............. Persetujuan Adhesif Elastomer Persyaratan ….3 Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) …….................................................. B.. E...........5 ................ B...........................................1 Lampiran A A................................................................................................................ Pengawasan Pembuatan pada Pemakai ............................................................................................................................................... A...........................................................................Daftar Isi iii Daftar Isi Bab 1 A B. D.1 A...................... C.............................................. B.................................................... B........................ Persyaratan Untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif Umum .................................................................................................................................................... 2........ 111111 1 2 2 4 Bab 2 A..............1 Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) ........... Pengerjaan Penyambungan ……………..... Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur Dokumentasi ............................ B................................. C................................................................................................................................................ Persetujuan Adhesif ................ Persyaratan Untuk Bengkel Pemroses Adhesif dan Personil .........................................1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Lampiran B A... .......

5. Tergantung pada lingkup penerapan. 8. 7. Oleh karena itu adhesif elastomer yang digunakan harus memiliki sifat elastomer dalam keadaan kering.5 m) dinding pemecah angin 4.5 m × 0. dengan syarat pengujian tersebut memenuhi persyaratan dari Petunjuk ini. panel tunggal gelas pengaman atau gelas pengaman berlaminasi rel untuk mengencangkan tempat duduk bingkai pintu 1. Persetujuan diberikan jika adhesif memenuhi persyaratan yang tercantum pada Bab 2. lingkup penerapan untuk kelas A dan B diberikan dengan contoh dibawah ini : Pembagian kelas A atau B harus dilakukan dengan berkonsultasi kepada BKI. alkali. Harus dimungkinkan untuk menggunakan adhesif secara permanen dalam rentang temperatur dari -20oC sampai dengan + 60oC. plastik dan bahan lain dapat diikat menggunakan adhesif elastomer. B 1–1 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. 2. Adhesif dan perlakuan permukaan dari permukaan ikatan tidak boleh memberikan pengaruh yang merusak terhadap sifat bahan dari bagian yang akan disambung. Bukti bahwa persyaratan telah dipenuhi harus dibuktikan oleh sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang diakui. . 3. Untuk pemahaman yang lebih baik. Dalam permohonan harus disebutkan apakah permohonan diajukan untuk persetujuan menurut kelas A atau kelas B. harus mengajukan persetujuan ke Biro Klasifikasi Indonesia. bahan bakar. Adhesif elastomer tidak perlindungan permanen terhadap korosi. maka hanya adhesif yang telah disetujui oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang boleh digunakan. Pembuat adhesif. Umum Kelas A: Sambungan ikat pada tegangan mekanis yang tinggi (kekuatan tinggi dengan pemenuhan tingkat medium) : – – – panel dari gelas isolasi. Lingkup penerapan dari Petunjuk ini dibatasi pada penyambungan komponen konstruksi dan komponen penerima beban yang terintergrasi pada konstruksi. Persyaratan yang berkaitan dengan perlindungan kebakaran harus selalu terjaga untuk masing-masing kasus. adhesif harus menunjukkan ketahanan yang tinggi.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif A. dapat menahan sudut geser lebih dari 100% secara statis selama beberapa saat pada temperatur kamar. Pengujian yang diakui oleh badan klasifikasi lain dapat juga disetujui setelah berkonsultasi. Tergantung pada penggunaannya. maka uji bahan yang lebih dari uji persetujuan harus dilakukan (Bab 2). 2. Untuk penyambungan elastis dari komponen konstruksi dan komponen yang terintegrasi didalam konstruksi. asam. Untuk sambungan ikat yang menerima tegangan dinamis yang sedemikian tinggi sehingga hal ini menjadi parameter yang menentukan bagi ikatan tersebut. gemuk dan radiasi UV. 3. persetujuan adhesif untuk kelas A atau kelas B disyaratkan. 6. yaitu fungsi dari bagian setelah disambung dan sambungan ikat itu sendiri tidak boleh rusak. Sambungan adhesif elastomer dalam lingkup Petunjuk ini adalah sambungan adhesif yang. dan juga komponen yang terkait dengan keselamatan kapal. pada uji tarik geser. atau perwakilan yang diakui. misalnya ketahanan terhadap uap/kelembaban udara (termasuk air laut). memberikan Kelas B: Sambungan ikat pada tegangan mekanis menengah (pemenuhan tingkat tinggi dengan kekuatan menengah): – – lembaran plastik transparan (panel tunggal dengan ukuran dibawah 0. Persetujuan Adhesif 1. B. Bagian dan komponen dari logam.

1 Semua fasilitas produksi. pada bagian.2 Penyimpanan harus diatur sedemikian rupa sehingga identifikasi bahan. menghindari momen dan gaya pengelupasan dan untuk mana. 3. 1.6 Untuk penyambungan elastis plastik dengan plastik lainnya atau bahan lainnya. Jika waktu pemrosesan tidak disebutkan.1 Perlakuan awal dari permukaan sambungan dan ikatan komponen konstruksi hanya boleh dilakukan oleh orang dengan keterampilan dan pengetahuan profesional yang memadai. 3.1–2 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif C. 1. . Contoh uji prosedur diberikan pada Lampiran B. waktu pemrosesan adhesif sebagaimana ditentukan oleh pembuat tidak boleh dilampaui. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif dan perancang. 1.3 Tempat kerja harus diberi penerangan secara memadai dan sesuai. resin thermoset dan komponen yang dicat hanya boleh disambung ketika telah kering secara keseluruhan.3 Selama proses penyambungan. harus digunakan adhesif dengan kadar solvent yang rendah. 3.2 Jika disyaratkan tegangan yang rendah.1 Suatu rancangan yang cocok untuk penyambungan harus digunakan yang sejauh memungkinkan. Pengetahuan profesional ini harus dibuktikan dengan sertifikat dari kursus pelatihan yang terkait. Berdasarkan nilai-nilai ini.2 Fasilitas ventilasi harus ditata sedemikian rupa sehingga uap bahan pelarut (misalnya bahan pelapis dasar) dapat dihilangkan dengan baik dan dikeluarkan. 1.1 Adhesif harus disimpan sesuai dengan spesifikasi pembuat.5 Plastik berpenguat serat (FRP). Lingkup dari pengujian yang disyaratkan harus ditentukan dengan berkonsultasi dengan BKI. Temperatur ruang penyimpanan harus dicatat secara terus menerus oleh alat pencatat suhu udara (termograf).1 Karakteristik sambungan ikatan yang disyaratkan untuk bagian penahan beban harus diverifikasi. 2. namun langkah-langkah pencegahan harus diambil untuk menjamin bahwa proses pengeringan tidak dirusak oleh sinar matahari atau peralatan penerangan. BKI harus dihubungi untuk berkonsultasi. 2. dibawah beban statis jangka panjang. Penyimpanan 2. tidak terlewati pada saat proses pengeringan.4 Peralatan untuk penyambungan komponen harus dirancang sehingga batas deformasi yang diizinkan dari komponen. Dalam hal terjadi konflik dari persyaratan. Pengerjaan Penyambungan Umum 1. D C. 4. kebersihan dan kesehatan dapat terpenuhi. serta tidak terjadi konsentrasi yang tidak diizinkan di tempat kerja (nilai MAC). Adhesif yang kurun waktu penyimpanannya telah melewati tanggal kadaluarsa harus segera dikeluarkan dari tempat penyimpanan. ruang penyimpanan dan perlengkapan operasional harus memenuhi persyaratan pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan. maka uji kualifikasi harus dilaksanakan untuk menentukan waktu tunggu yang diizinkan (dalam hal adhesif resin thermoset) atau waktu pembentukan kulit (dalam hal sistem satu komponen) untuk lingkungan terkait dan jumlah bahan. Persyaratan untuk Adhesif dan Personil Bengkel Pemroses D. tidak terjadi mulur yang dapat merusak fungsi dari sambungan lem.2 Untuk pemrosesan adhesif. yang terkait dengan deformasi dari bagian yang akan disambung. kondisi penyimpanannya dan periode penyimpanan maksimum (tanggal kadaluarsa) sebagaimana ditentukan oleh pembuat terlihat dengan jelas. Pabrik pembuat harus bertanggung jawab atas pemenuhan persyaratan ini. Personil 4. 2. menggunakan prosedur uji yang harus disetujui untuk tiap-tiap kasus. 1. Umum 1. instruksi dari pembuat adhesif dan juga persyaratan dari pihak penanggung jawab keselamatan dan asosiasi asuransi kecelakaan karyawan harus diperhatikan sebagai tambahan dari Petunjuk ini. kemudian waktu pemrosesan harus ditentukan dengan persetujuan dari BKI. 1. maka lapisan penyambungan harus tebal. Fasilitas produksi 3. 2. 1.1 Fasilitas produksi harus ditata sedemikian rupa sehingga persyaratan untuk pemrosesan dan pengeringan sistem adhesif yang terkait dengan lingkungan. Rancangan konstruksi 2.

Jika hal ini tidak dapat dipastikan. harus disetujui dengan BKI secara kasus per kasus. antara perlakuan awal mekanis dari aluminium dan pemakaian adhesif atau lapisan dasar.1 Perlakuan awal permukaan harus dilakukan sehingga diperoleh permukaan yang bersih. Perhatian harus diberikan untuk menjamin pembasahan yang baik terhadap permukaan yang disambung. sebagaimana ditentukan oleh pembuat adhesif.3 Batasan penggunaan untuk adhesif yang berkaitan dengan ketahanannya terhadap temperatur dan media tertentu harus diperhatikan. lapisan ini harus dihilangkan dengan menggunakan prosedur yang sesuai. embun/uap dan radiasi UV. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan kelembaban relatif sekurangnya 30%. Dokumentasi pembuat harus diperiksa untuk nilai-nilai referensi. 3. pemisah yang fleksibel (jika mungkin dengan kekerasan Shore A yang sama seperti adhesif yang telah kering) harus dipasang.3 Ketika menggunakan sistem lapisan dasar. Jika tebal kurang dari 3 mm dimungkinkan. 5. 3.5 Adhesif harus digunakan secara seragam dan bebas dari pori pada bagian yang akan disambung. 3. bagian yang akan disambung dan permukaan sambungan harus diperlakukan dengan sistem pelindung korosi. Dengan bertambah panjangnya arah difusi. 3. atau arah difusi untuk adhesif satu komponen). Untuk masingmasing obyek.4 Jika mungkin. 3.2 Prosedur perlakuan permukaan harus diterapkan. penundaan dari 20 sampai 120 menit (tergantung pada jenis paduan) harus diperhatikan. dan perbandingan dari luas permukaan terhadap volume dari sambungan adhesif. 4. Jika kondisi lingkungan ini tidak dapat diadakan.5 Rancangan harus memberikan kemungkinan untuk menjangkau lapisan ikat dengan baik untuk pemeriksaan dan kemungkinan pekerjaan perbaikan. Spesifikasi pembuat tentang waktu penguapan harus diperhatikan. 4. 2. 4. adhesif harus dibasahi setelah terbentuk kulit. peningkatan kekuatan antar muka dapat dicapai melalui penggunaaan lapisan dasar yang sangat cocok dengan adhesif.3 Jika terdapat lapisan cat pada permukaan bahan yang akan diikat yang merusak proses adhesi (misalnya zat pembentuk kulit pada resin UP). 3. Pada waktu proses pengeringan. perhatian harus diberikan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bagian yang akan diikat. penggunaan pelapis dasar harus dikoordinasikan dengan pemasok adhesif. kecepatan pengeringan menurun secara cepat.2 Untuk pengeringan sistem satu komponen. Demikian pula. 4. waktu penguapan yang ditentukan oleh pembuat harus diperhatikan. Perlakuan awal permukaan asli. langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa sifat permukaan tidak rusak sebelum proses penyambungan dimulai. Pemrosesan 4. Contoh untuk penilaian perlakuan permukaan adalah uji kelupas setelah diberikan pengkondisian iklim.Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D 1–3 Tegangan untuk deformasi yang besar harus dijaga rendah diseluruh tebal lapisan sambungan. Selanjutnya.4 Jika sambungan ikat digunakan pada lingkungan dengan media yang korosif. adhesif harus dipakai pada permukaan sambungan segera setelah perlakuan awal permukaan selesai dilakukan.4 Jika perlu. karena adhesif ini memerlukan air untuk mengering dengan baik. 5. langkah-langkah yang tepat harus diambil untuk melindungi tepi dari ikatan terhadap pengaruh langsung dari media yang agresif (misalnya minyak/oli hidrolik). Untuk memastikan bahwa lapisan penyambungan memiliki tebal yang sama. misalnya dengan membuat kabut air yang tipis pada kurun waktu yang teratur disekitar sambungan adhesif dengan menggunakan botol penyemprot.6 Jika pelapis dasar atau zat penghilang gemuk digunakan.7 Kesesuaian perlakuan permukaan untuk jenis adhesif yang dipilih harus diverifikasi dengan pengujian yang sesuai dengan menggunakan bahan dasar yang 5. temperatur kamar antara 10°C s/d 30°C dan kelembaban relatif maksimum 70% harus dipertahankan. . hanya batas temperatur yang perlu diperhatikan.1 Adhesif yang digunakan untuk pemrosesan dan bagian yang akan disambung harus dibawa ke bengkel produksi pada waktu yang tepat untuk menjamin penyesuaian iklim yang tepat ke temperatur pemrosesan (∆T ≤ 2 °C). 2. 2. memungkinkan untuk disambung dengan cara yang efektif untuk sistem adhesif dan untuk bagian yang akan dilem.5 Dalam banyak kasus. 3. 3. 4.2 Selama penyambungan. Kesesuaian pelindung korosi dengan sistem adhesif harus diverifikasi dalam uji prosedur.8 Berbagai perlakuan awal permukaan untuk logam dan plastik tercantum dalam VDI (Asosiasi Insinyur Jerman) Petunjuk 2229 dan 3821.1 Waktu pengeringan yang diperlukan tergantung pada kondisi lingkungan (temperatur/kelembaban. Pengeringan 3. kondisi pemrosesan harus dikoordinasikan dengan pembuat adhesif dan BKI.

jika mungkin. bagian yang akan disambung. retak akibat tegangan. dan sampel ini harus diberi label.5 Bersamaan dengan proses penyambungan.3 Bahan yang digunakan dalam produksi harus didokumentasikan. 2. Disini perhatian khusus harus diberikan pada pembasahan yang baik dari permukaan sambungan dengan adhesif. lingkup pengujian struktural dapat dikurangi. 4. Pengertian dari Petunjuk ini. Ruang lingkup harus ditentukan dalam rencana pemeriksaan dan pengujian.4 Sampel yang ditangguhkan harus diambil dari tiap kumpulan adhesif termoset dua komponen yang dicampur. 1.2 Barang-barang harus disimpan sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat. maka diizinkan untuk menggunakan laporan takaran dari kumpulan kedua dan mengabaikan sampel yang ditangguhkan. Jumlah sampel acuan harus disetujui oleh BKI secara kasus per kasus. Jika banyak kumpulan kecil diambil dari satu satuan kemasan pada satu hari. rongga yang besar. Metode uji lain termasuk pemeriksaan radiografi dan analisa gelombang suara. 3. 1. dan celah antara adhesif serta permukaan sambungan. Pemenuhan terhadap urutan kerja yang disyaratkan harus didokumentasikan pada setiap tahap produksi (Lampiran B). struktur permukaan. 3.1 Untuk penyambungan komponen. Pengawasan Pembuatan pada Pemakai Umum 1. 1. 3.3 Dalam hal produksi seri. dan ditandatangani oleh orang yang berwenang.2 Mutu dari sambungan harus ditentukan dengan metode pengujian tak merusak.6 Dokumentasi yang menyertai setiap tahapan produksi harus disimpan selama minimal 10 tahun. Uji ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan keberadaan adhesif. 3. kerusakan atau cacat yang serupa. tebal lapisan ikat. mutu (misalnya temperatur dan kelembaban) harus juga dicatat dalam dokumen produksi. 2. perbedaan dibuat antara pengawasan internal dan pengawasan pihak ketiga.1–4 Bab 1 Persyaratan untuk Adhesif dan Sambungan Adhesif D. Parameter yang berkaitan dengan .2 Dalam hal pengawasan pembuatan. Pemeriksaan yang akan datang 4.4 Untuk fasilitas produksi yang memiliki sistem manajemen mutu yang telah disertifikasi menurut ISO 9000.2 Pengawasan produksi penyambungan komponen harus dilakukan secara terus menerus oleh bagian mutu internal. Sampel yang ditangguhkan dan laporan takaran digunakan untuk menemukan kesalahan dalam pencampuran dan untuk mendeteksi ketidakcukupan dalam siklus pengeringan.3 Dalam lingkup pengawasan pembuatan. Melalui penggunaan sampel acuan. pengawasan pihak ketiga berarti pemeriksaan periodik dan acak terhadap pengawasan internal dan juga mutu komponen. permukaan sambungan dan adhesif harus menjalani pemeriksaan visual. lingkup pengawasan pihak ketiga dapat dikurangi. Pembuat harus memberikan kepada pemeriksa akses ke semua daerah produksi. 4. sampel acuan harus diproduksi yang akan dilakukan uji kelupas. sebagaimana yang ditetapkan oleh uji kualifikasi. 3. adhesif. dan juga pada rongga. pengawasan prosedur penyambungan dan pemeriksaan mutu komponen akhir. Sampel acuan digunakan untuk memeriksa kesesuaian struktur permukaan yang disyaratkan dan mutu perlakuan awal. dengan metode uji tak merusak tidak mungkin untuk mendeteksi perbedaan dalam proses adhesi antara adhesif dan bagian yang disambung. dan harus memperlihatkan semua dokumentasi yang menyangkut catatan dan pengujian yang dilakukan.1 Selama dan pada akhir proses penyambungan. dan perlakuan awal permukaan ikatan. 3. 1. inspektor yang sudah berpengalaman dapat menemukan cacat dalam kasus tertentu.1 Sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan datang. E 5. Namun demikian. hasilnya harus didokumentasikan. pemeriksaan harus dilakukan untuk meyakinkan apakah adhesif yang dikirim memiliki persetujuan dari BKI yang masih berlaku. penyimpanan dan pengujian. E. Pengawasan produksi Pengujian 4.1 Rincian dari urutan kerja yang diperlukan untuk pengerjaan sambungan adhesif harus diuraikan dalam instruksi kerja yang dilengkapi setiap tahapan produksi dan ditandatangani oleh orang yang berwenang. Sampel referensi harus sama dengan bagian yang akan disambung dalam hal bahan dasar.3 Bagian yang telah diikat harus dibebani dengan berat mereka sendiri atau beban tambahan setelah adhesif mengalami pengeringan yang cukup. Dengan memukul (ketukan) pada sambungan lem. pengawasan pembuatan yang terdiri dari kontrol mutu dari bahan yang digunakan pada penyambungan. dikeringkan dan disimpan selama minimal 2 tahun. Sampel yang ditangguhkan harus dikenai pengujian acak berdasarkan tingkat pengeringan mereka. 2. pengujian acak dari sambungan komponen yang telah selesai harus dilakukan berkoordinasi dengan BKI. perubahan warna. 3. BKI memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan pada fasilitas produksi tanpa memberitahukan dahulu sebelumnya.

Umum 1.3 Jika hasil uji dari masing-masing sampel tidak memuaskan. maka persetujuan tidak akan diberikan.1 Persyaratan Umum 1. Jika tiga atau lebih sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi. jika sistem tersebut ada.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–1 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A. 1. konfirmasi tertulis dari pembuat yang menyatakan bahwa adhesif contoh adalah identik dengan adhesif yang digunakan untuk mendapatkan persetujuan. kondisi berikut harus diperhatikan (untuk jumlah dasar atas 6 pengujian): – Jika satu atau dua sampel menunjukkan hasil uji yang tidak mencukupi.2.1. Persyaratan 5 tahun.1.1 Untuk persetujuan adhesif. 1. dan bahwa Petunjuk ini telah diperhatikan pada waktu pembuatan sampel.5 Modifikasi atau perubahan lainnya pada bahan harus dilaporkan kepada BKI tanpa ditunda. 2. berlaku ketentuan dasar yang tercantum pada butir 1. – – 2. pembuat harus memastikan bahwa sifat yang ditetapkan pada butir 2 dan sifat minimum yang disyaratkan pada butir 3 diperhatikan.1. pengujian harus diulang dengan jumlah sampel dua kali lipat. 2.3 Pengujian harus dilaksanakan sesuai standar yang tercantum dibawah ini. Sifat dasar dari adhesif yang telah dikeringkan harus diverifikasi oleh sertifikat uji dari laboratorium uji yang telah diakreditasi.2 Deskripsi – – 1.7 Selama kurun waktu masa berlaku persetujuan adhesif. dengan syarat BKI setuju untuk mengulangi pengujian Bila hanya satu sampel menunjukkan hasil yang tidak mencukupi pada waktu pengujian ulang. 2. 2.1. Persetujuan ini dibatasi selama kurun waktu 2. dengan catatan perpanjangan masa berlaku mungkin dapat dilakukan.1 Pabrik pembuat adhesif. Dalam kasus tertentu. pengujian lebih lanjut (misalnya uji kelelahan) dapat dimasukkan dalam persetujuan. Pengujian ini kemudian akan dicantumkan secara terpisah pada sertifikat. maka BKI memiliki hak untuk menangguhkan atau menarik kembali persetujuan. standar yang setara dari negara lain dapat juga digunakan. 2. harus mengajukan persetujuan adhesif elastomer kepada Biro Klasifikasi Indonesia.2 Sifat minimum yang disyaratkan oleh BKI untuk pengujian harus dipenuhi oleh semua sampel. Keputusan tentang kelanjutan masa berlaku persetujuan bahan akan diputuskan kemudian secara kasus per kasus. persetujuan adhesif menurut kelas A atau B akan diberikan.1 Untuk memudahkan identifikasi yang jelas dari adhesif diperlukan: . maka persetujuan bahan akan kehilangan masa berlakunya.4 Atas permintaan pemohon. atau perwakilan yang ditunjuk. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi. Jika diperoleh hasil yang tidak mencukupi dibandingkan nilai yang diserahkan.6 Dengan menggunakan langkah-langkah jaminan mutu yang sesuai.2 Penjelasan umum adhesif harus diberikan. 1. pengujian dapat diulang pada sampel yang baru dibuat. BKI berhak untuk meminta atau melaksanakan pemeriksaan terhadap sifat bahan. 1. Hal-hal berikut harus dilampirkan dalam permohonan: – – – – uraian produk lembar data keselamatan petunjuk penyimpanan dan pemrosesan Salinan dari sertifikat uji yang diterbitkan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi Bukti dari sistem manajemen mutu sesuai ISO 9000.4 Jika bahan memenuhi persyaratan Petunjuk ini. 2. 1.

7 dan 28 hari. dan memverifikasi mereka pada uji tarik geser dengan durasi yang lama. sifat minimum harus ditetapkan oleh pembuat dan diverifikasi pada pengujian relaksasi.1 Untuk persetujuan adhesif.2 Untuk proses pengeringan.3 Untuk kondisi kering. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas B diminta.3.3.3. hal berikut harus diberikan: – jarak pengeringan pada 10°C / 30% RH dan 30°C / 70% RH setelah 24 jam. sifat-sifat berikut harus diverifikasi dengan sertifikat yang diterbitkan oleh badan pengujian yang telah terakreditasi: – modulus geser puntir menurut DIN EN ISO 6721-2B (minimal rentang temperatur – 30 °C sampai dengan + 80 °C) tegangan tarik pada regangan luluh dan patah menurut DIN 53504 pada . penyimpanan harus dilakukan pada 10°C dan untuk yang lain pada 30°C. tegangan tarik pada hasil/produk menurut DIN 53504.1 Hal berikut harus dinyatakan untuk kondisi siap pakai – – berat jenis. untuk sistem dua komponen. sifat berikut harus dinyatakan: 2.25 Mpa (kelas A) dalam iklim yang standard dan dengan 0. dan juga setelah 3. 4. dengan panjang yang bertumpuk 20 mm dan kecepatan pengujian 5 mm/menit): – – uji tarik geser menurut DIN EN 1465 selanjutnya.2 Untuk adhesif.3. Pengukuran ini dapat dilakukan di laboratorium milik pembuat sendiri.15 Mpa (kelas A) pada 60 °C selama minimal tiga bulan.3. misalnya terhadap : – air laut – radiasi UV – bahan bakar – minyak mineral – cairan hidrolik – gemuk – larutan asam dan alkali 3. misalnya DIN EN ISO 1675 waktu tunggu untuk produk dua komponen (campuran 100 gr dalam gelas kimia) pada 10°C dan 30% kelembaban relatif (RH) dan juga pada 30 °C dan 70 RH waktu pembentukan kulit pada 10°C dan 30% RH dan juga pada 30°C dan 70% RH 2. Dalam hal adhesif jika persetujuan menurut kelas A diminta. Sifat minimum 3. dan 7 hari.20°C. jika deformasi yang terjadi pada waktu uji tarik geser pada 0. Sebagai bagian dari uji relaksasi (berdasarkan pada DIN EN 1465).3. uji tarik geser dengan masa pakai yang lama (berdasarkan DIN EN 1465) harus dilakukan untuk menentukan regangan mulur.1 Hal berikut harus ditentukan untuk adhesif (oleh pembuat) – – kekerasan shore A menurut DIN 53505 penilaian kualitatif dari ketahanan terhadap media tertentu.3. sampel uji dengan tebal sampel uji minimal 10 mm harus digunakan.2–2 Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A – – – – – – 2. – 2.3. Perubahan yang berkaitan dengan temperatur pada penambahan panjang dapat diizinkan. pembuat harus menetapkan sifat minimum untuk 23 °C dan 60 °C. untuk sistem satu komponen.1 harus dicapai: . sifat minimum berikut menurut Tabel 2. dan 2. Disini sampel harus dibebani dengan tegangan tarik geser rata-rata 0.25 Mpa (kelas A) ditentukan oleh laboratorium uji yang telah diakreditasi dan jika hal ini berhubungan dengan pengukuran yang dilakukan oleh pembuat. misalnya menurut DIN 52451 – – – 2.3 Hal-hal berikut harus ditentukan pada sambungan ikat dengan tebal lapisan adhesif 3 mm untuk iklim standar (menyimpang dari DIN EN 1465. ditambah 60 °C dan iklim standard (23 °C dan 50% RH) ketahanan perambatan retak menurut DIN 53515 untuk iklim standard – petunjuk pemrosesan dan pengeringan volume penyusutan pada waktu pengeringan Sifat dari adhesif – 2.3. sampel harus disimpan selama 90 hari dengan penambahan panjang yang konstan sebesar 30% (kelas B pada temperatur ruang) dengan kondisi menurut DIN 50017-KFW.3 jenis adhesif pembuat nama dagang kondisi penyimpanan 2. Untuk satu seri. diukur setelah 24 jam. Iklim pengujian : 23°C / 50% RH volume penyusutan.

7 Mpa ditentukan oleh pembuat 30% ± 1 % DIN 53505 DIN 53504 DIN 53504 DIN 53515 DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 Berdasarkan DIN EN 1465 dan DIN 50017 Tidak boleh terjadi kegagalan dalam uji tarik geser kurun waktu lama.15 MPa 1 ditentukan oleh pembuat Kelas B ≥ 30 ≥ 100 % ≥ 0.1 Sifat minimum yang harus dicapai Standard Shore A Regangan patah pada – 20 °C Tegangan tarik pada luluh untuk + 60 °C Ketahanan perambatan retak Kekuatan tarik geser Nilai untuk uji tarik geser jangka lama pada 23 oC/ 50% kelembaban relatif pada 60 oC Uji relaksasi setelah pengkondisian selama 90 hari 1 Kelas A ≥ 45 ≥ 50 % ≥ 1.25 MPa 1 0.5 MPa ≥ 4 N/mm ≥ 2 MPa 0.Bab 2 Persetujuan Adhesif Elastomer A 2–3 Tabel 2. Nilai regangan mulur yang ditentukan harus ditetapkan terhadap waktu. .6 Mpa ≥ 4 N/mm ≥ 0.

95 06. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 2 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 2 Bab Judul Determination of tensile lap-shear strength of rigid-to-rigid bonded assemblies Plastics . tensile stress at yield.82 05. elongation at break and stress values in a tensile test Prüfung von Kautschuk. Härteprüfung nach Shore A und Shore D Testing of rubber.1 Standar DIN EN 10204 VDI 2229 VDI 3821 B.2 Standar DIN EN 1465 DIN EN ISO 1625 DIN EN ISO 6324 DIN 50017 DIN 52451 DIN 53504 DIN 53505 DIN 53515 2 1 . condesated water containing climates Prüfung von Dichtstoffen für das Bauwesen. Bestimmung der Volumenänderung.79 09.98 12. Determination of density by the pyknometer method Climates and their technical application. Elastomeren und Kunststoffen. Determination of density by the pyknometer method Plastics . tear test using the Graves angle test piece with incision Edisi 01.91 05.Lampiran A – Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.95 02.96 10.87 01. B A–1 Lampiran A Standar dan Petunjuk yang Berlaku A.90 Tabel A. Standar dan Petunjuk yang Berlaku untuk Bab 1 Standar dan petunjuk yang berlaku untuk Bab 1 Bab Judul Metallic products .78 Tabel A.Types of inspection documents Metal bonded joints – Instructions for design and production Adhesive bonding of plastics Edisi 08. liquid resins. Pyknometer-Verfahren Testing of rubber.94 06. liquid resins. determination of tensile strength at break.

Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. 1 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No.2 Joining part no.1 Dokumentasi Documentation Bahan yang akan digunakan Materials used Bagian sambungan No.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A B–1 Lampiran B Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A.5 Adhesif/ Pabrik pembuat: _____________________________________________________________________ Adhesive / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. 2 Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Penandaan bahan :_____________ No. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date 1. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.1 Joining part no. Kelompok_________________________ Coupling agent / Trade name Batch No.3 Bahan perlakuan permukaan mekanis Mechanical surface treatment agents Amplas: Sanding Kualitas kertas amplas : _______________________________________________ Sandpaper grade Semprot: Blasting Bahan semprot pasir: _________________________________________________ Grit-blasting agent Mutu : _____________________________________________________________ Grade 1. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition 1. Kelompok__________________________ Material designation: Batch No. Dasar :_______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis: Expiry date: 1. Pengaktif Activators Dasar : _______________________Tanggal Kadaluarsa______________________ Basis Expiry date .2 Bahan pembersih Cleaning agent Pabrik pembuat ______________________________________________________ Manufacturer Nama dagang : ________________No. 1. Kelompok__________________________ Trade name: Batch No. Kondisi permukaan :__________________________________________________ Surface condition Bagian sambungan No.4 Lapisan Dasar / Pabrik pembuat ________________________________________________________________ Primer / Manufacturer Bahan pengikat / Nama dagang : __________________________No. 1.

1 Pembersihan permukaan Cleaning of the surface Tanggal :______________________________lokasi________________________waktu___________________ Date location time 2. in case of an anodised surface) semprot pasir grit-blasting Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time Tingkat kontaminasi media penyemprot: Contamination level of blasting medium rendah low seperti baru as new baru new Amplas Sanding dengan mesin by machine dengan tangan by hand Tanggal : ________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time 2.3 Pembersihan atau perlakuan akhir permukaan Cleaning or post-treatment of the surface Tanggal :______________________________tipe_________________________________________________ Date type Lokasi : _______________________________waktu:______________________________________________ Location time 2. 2.1.4 Diberi lapisan dasar Application of primer tidak dilakukan not performed dilakukan performed Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu__________________ Date location time .1 Proses penyambungan Bonding process Persiapan permukaan Surface preparation Personil penanggung jawab : ____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.2 Perlakuan awal secara mekanis Mechanical surface pre-treatment tidak dilakukan (misalnya.1.B-2 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A 2. dalam kasus permukaan yang dianodisasi) not performed (e.1. g.1.

2.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur A. Pemeriksaan Sambungan Ikat (dalam hal Dokumentasi yang Menyertai setiap Tahapan Produksi) Check of the Bonded Joints (in the Case of Documentation Accompanying each Stage of Production) Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 1.3 Pengeringan sambungan Curing of the bonded joints Cuaca yang diperlukan (temperatur dan kelembaban relatif) Required climate (temperature and relative humidity) Alat pencatat temperatur dan kelembaban relatif tersedia dan diaktifkan ? Recording device for temperature and relative humidity was available and switched on ? ya yes tidak no B. Pemeriksaan visual Visual inspection Tampilan yang mencolok : Conspicuous features ya yes tidak no .1 Kondisi cuaca Climatic conditions Temperatur bagian yang disambung: ___________________temperatur adhesif___________________________ Temperature of the joining parts temperature of the adhesive Temperatur ruang : _________________________________kelembaban relatif__________________________ Ambient temperature relative humidity 2.2 Waktu penyambungan Time of bonding Tanggal : _____________________________lokasi________________________waktu____________________ Date location time 2.2.2 Penyambungan antar bagian Joining of the parts Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) 2.2. B B–3 2.3 Ukuran celah adhesif Dimensions of the adhesive gap Sasaran : ___________________________________________________________________________________ Target Ukuran terkecil : _____________________________________________________________________________ Smallest dimension is Ukuran terbesar : ____________________________________________________________________________ Largest dimension is 2.

please describe the type of deviation(s) and what measures were taken. 2.B-4 Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur B Jika “ya”. jelaskan jenis penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Pemeriksaan oleh ahli pengeleman Check by adhesive bonding specialist Personil penanggung jawab : _____________________________________ Person responsible _________________________ Tanda tangan (Signature) . Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Tipe kegagalan : terdiri dari Type of failure:comprising % kegagalan penyambungan tanpa pengkondisian % adhesion failure without conditioning Catatan : Remarks 4. If "yes". Uji kelupas pada sampel acuan dengan atau tanpa pengkondisian cuaca Peeling test on reference sample with and without climatic conditioning • • 3.

A.Lampiran B – Contoh Dokumentasi yang Menyertai Setiap Tahapan Produksi/ Uji Prosedur C B–5 C. Setelah pengeringan adhesif secara menyeluruh pada cuaca yang standar (23oC dan kelembaban relatif 50%). spesimen harus juga disimpan dalam media ini dan kemudian dikenakan uji adhesi. Kemudian spesimen harus disimpan selama 7 hari pada temperatur 23oC dalam air destilasi dan selama 2 jam dalam cuaca standar. pengulangan pengkondisian menurut metode B dan uji adhesi lagi. 2. diikuti dengan uji adhesi. Jika telah diketahui sebelumnya bahwa sambungan ikat/lem akan dikenakan pada media khusus (misalnya asam. alkali atau zat pembersih untuk industri. • Untuk pengikatan luar atau dalam daerah muatan: ASTM D 1183 metode D (tergantung pada jenis muatan kapal. harus dioleskan pada permukaan yang akan diikat. Setelah pengkondisian ini.3. pengulangan pengkondisian menurut metode D dan uji adhesi lagi. 1. Penuaan dari sampel uji dengan uji tarik geser menurut Bab 2.3.3. Untuk evaluasi perpatahan. uji adhesi pertama harus dilakukan. dengan diameter 10 mm dan panjang kira-kira 200 mm. Tipe pengkondisian cuaca berikut direkomendasikan: • Untuk pengikatan pada panel gelas: Uji kataplasma (pengkondisian 7 hari pada temperatur 70oC dan kelembaban relatif 100% ditambah 1 hari pada temperatur -30oC dan 1 hari pada temperatur 23oC dan kelembaban relatif 50%). dan ini harus dibandingkan dengan hasil dari sampel uji yang belum mengalami pengkondisian cuaca. uji adhesi kedua harus dilakukan. pengkondisian cuaca dengan objek khusus harus dilakukan. diikuti dengan uji adhesi. . diikuti dengan uji adhesi. temperatur uji minimum – 57oC dapat dinaikkan setelah persetujuan dengan BKI Pusat). Bersamaan dengan itu. Pengujian Sambungan Ikat (dalam Kasus Uji Prosedur) Uji kelupas dengan dan tanpa pengkondisian Tiga lapis manik adhesif. suatu pernyataan pada hubungan antara kegagalan adhesi dan kegagalan kohesi harus dibuat.2. • Untuk pengikatan interior: ASTM D 1183 metode B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful