PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

NIP 131 667 778 Diketahui. Ir. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: .S. M.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Didy Sopandie. Dosen Pembimbing Dr. Budi Setiawan.Agr. Ir. Dr. M.

Alfinda. Ibu Yuli (LAFIAL). dukungan. Curly Kun. inspirasi. Edo. Rena. Ima. dan lain-lain) atas kasih sayang. Venny.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Aqsa. menguatkan. Ibu Rizky. Daru. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. 4. Keluarga besar penulis (Ibu. Ibu Nina. Lilik Kustiyah. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. Devi. Nurlaela. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Mas Aji. Yulia. dukungan dan doanya. Dr. Ari. bantuan. Ir. Kak Sigit (GMSK 36). Dr. Any. Mbah Putri. M. mengingatkan. Agustus 2008 Penulis .Si. Rizka. Rika. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. Angel. Bapak Nurwanto. Dekus. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Marissa. Achi. masukan. Eka. Bapak Dian. Ir. 5. Ratna. Ida. bimbingan. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis.S. Bapak Mashudi. 2. 3. Nova. Mbak Wita. kesabaran. Budi Setiawan. Bapak. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. M. Retno. Bogor. Bapak Albert (Takasago).

Selama di IPB. Pada tahun 2001. Hari Purwadi dan Rr. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. . dan lain sebagainya. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Jakarta pada tahun 1998. Bekasi. Jakarta. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. Dewi Runantari. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. pada tanggal 1 Mei 1986. Fakultas Pertanian. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R.

................. Vitamin A ............................. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ...................................................................................... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)................................................................................................................................ Jahe (Zingiber officinale) ..... Energi ............................. Spray Dryer ...................................................................................................................................... Kandungan Gizi Jahe.................. DAFTAR LAMPIRAN ..................... PENDAHULUAN ..... Manfaat Jahe .. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 ................................................................................................................................................................................................. Kalsium ............ Kegunaan ................................................................................................................................................... Tablet Isap ................................................. Waktu dan Tempat................................................................................................................... Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil .................................................................................. Metode Pengeringan.......... Latar Belakang..................................................... Zat Besi ........................................................................................................................................ Metode Ekstraksi ......................... Tujuan ......................................................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) . DAFTAR GAMBAR ................................................. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil ............................................................................................................................................................................................................... Freeze Dryer .......................................................................................................................................................................................................................... METODE ......................... vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil..................................................................................................................... Jahe dan Kehamilan ....................................................... Gingerol ................................... Produk Olahan Jahe di Indonesia ............................................................................................. ................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ...................................... Bahan Penyusun Tablet Isap ........... Vaccum Dryer ..........................

................... Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil.................................................................... Jangka Waktu Kejadian MMK ............. Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK .......................................................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ....................................................................... Pengolahan dan Analisis Data ............................................................................................. 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 .......................................................................................................... Bahan dan Alat ...................................................... Estimasi Kehilangan selama Pengeringan ................................................................................................................. Kadar Air .................................................................................................................................................... Uji Hedonik ...................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ............................ Kejadian MMK ............................................ Rendemen .............................................. Frekuensi Konsumsi Pangan .......... Kandungan Gingerol ..................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ................................................. Pembuatan Tablet Isap Jahe ................................................ Pembuatan Produk ................................................................................................ Tingkat Konsumsi Zat Gizi ................................................................................................ Pilihan Produk Pereda MMK ........................................................................................................................................ Perilaku dan Kebiasaan Makan ................Jenis dan Cara Pengumpulan Data....................... Penyebab MMK .................................................... Karakteristik Ibu Hamil .............................................. Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ...................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ............. Tahapan Penelitian ............ Status Gizi ................ Frekuensi MMK ....................... HASIL DAN PEMBAHASAN ............................ Riwayat Kehamilan dan Penyakit ...................................................... Kelarutan ......................................................................... Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ............ Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan ............... Profil Ibu Hamil .............................................................................................

.......................................................................................................................................... Kekerasan..................................... Formulasi Tablet Isap Jahe ......... Waktu Larut....... LAMPIRAN ................................. Saran ......................................... Derajat Keasaman (pH) .........Tepung Ekstrak Jahe Terbaik .......................................................... KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................................................................................................. Formula Tablet Isap Jahe Terbaik............................................ Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ........................................................................................................................... 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 .............. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ...................................................................................................... Kesimpulan ............................................................................................. Uji Mutu Hedonik............... Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet ..................................... DAFTAR PUSTAKA............

....................................................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ........................... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan........................................................ Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan....................................... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan.......... Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit .......................... 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)…………….... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya.... ..................................................... Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 .............................. Cara pengategorian dan analisis varibel .. Sebaran ibu hamil menurut karakteristik .......... Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi . 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi.................................... Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan................................................... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ............................. Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) .............................................DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil.............................. Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ............

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . Boy Abidin. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. dr. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. Mempelajari karakteristik. Tujuan Khusus : 1. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. 2001). 2005). namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. riwayat kesehatan. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. status gizi. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. SpOG. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan.gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . perilaku dan kebiasaan makan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.. Spesialis kebidanan dan kandungan.

kelarutan. estimasi kehilangan selama pengeringan. 9. . pH. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6.5. khususnya yang menderita mual dan muntah. rendemen. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. kandungan senyawa gingerol. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8.

pada dasarnya. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003). AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100.000 kelahiran hidup. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.000 kelahiran hidup. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat.000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). pertambahan besarnya organ kandungan. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. cukup bulan. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. dan metabolisme tubuh ibu. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial. faktor budaya. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003).000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. serta penumpukan lemak. perubahan komposisi. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. . pertumbuhan uterus dan payudara. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. faktor ekonomi. Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bagi ibu hamil.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI).

serealia). Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. daging. Mengkonsumsi buahbuahan. uterus. Namun. Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. dan biji berminyak). oat. dan pangan sumber protein (daging. keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. dan menyuplai jaringan baru. ikan.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. unggas. pangan sumber karbohidrat (beras. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). di kebanyakan negara berkembang. jagung. sayuran berdaun hijau. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). telur. plasenta. ikan. protein dan lemak. begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. cairan amniotik. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). akar dan umbi- . Perubahan ini. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. buah berlemak. peningkatan volume darah. Menurut Lubis (2003). payudara). dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. Vitamin A Adanya pertumbuhan janin.

dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan.umbian sehari-hari. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. biji-bijian. sikap. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. gigi. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. sayuran hijau. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). sayuran daun hijau. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. kacang-kacangan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. kacang-kacangan. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. mengonsumsi. syaraf dan otot. jantung yang sehat. dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru.

3 +0.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0. lahir dengan berat badan rendah.0 +4.2 +1.3 mg Vitamin B1 +0. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.2 +0. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.seringkali mengalami kelahiran prematur. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. pada umumnya. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.4 +0.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0.4 +0.2 +0.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil. pada umumnya. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 +0. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0.3 +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992). Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).3 +0.2 +0.2 +0. atau lahir dalam keadaan meninggal.2 +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.2 +0. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .

untuk mencegah kelahiran prematur. gangguan metabolisme karbohidrat. Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. obesitas. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita.Cornell University. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. kekurangan vitamin B. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. pertentangan dengan suami atau mertua. hiperasiditas lambung. terutama di bagian rahim. Amerika Serikat. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. pylori. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). hipertiroid. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). hamil pertama kalinya. . maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). pada wanita muda. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. dan lain sebagainya. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. dan lainnya. kesulitan sosioekonomi . infeksi H.

Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki.kehamilan kembar. hamil anggur (mola hidatidosa). Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). Cabang dari rimpang jahe. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . karena memiliki kandungan minyak atsiri. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. minyak terbang. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. elektrolit. glukosa. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). dan limonene. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. Bahkan. serta vitamin melalui infus. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. namun. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. Penderita berpuasa selama 24 jam. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi.

magnesium.4-3. cuaca. dan pengolahan pasca panen. Menurut Young et al.3%. protein 2. vitamin B6.3%. fenol. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. 5-8% bahan damar. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. shogaol. Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). pemupukan. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). natrium. enzim proteolitik. ketinggian.3%. dan getah.2% yang memberikan . serat 2-4%. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol.5-5. dan karbohidrat 12. shogaol. dan asam linolenik.9%. zat tepung. jenis tanah. oleoresin (gingerol. fosfor. zingiberol. lemak 0. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. kandungan oleoresin dalam jahe segar 0.zingeron.1%. tergantung umur panen dan tumbuhnya. (2003) dalam Amalia (2004). Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. mineral 1-2%. vitamin C. zingeron). Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002). dan zingeberen sekitar 0. kalsium.9%.1-2.

04% di dalam oleoresin (Whiteley et al.5 Protein (g) 6. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe.0 1. Menurut Rukmana (2000).7 3. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Kedua.1 1.9 7. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004).7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. protease yang berfungsi memecah protein.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. Pertama. 1951 dalam Khairani 2002).53 Serat kasar (g) 4. lipase yang berfungsi memecah lemak. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. yaitu mencegah penggumpalan darah.0 Karbohidrat (g) 70. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424.0 184. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004). Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.8 10.0 Energi (KJ) 9.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.

Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. Jahe. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. Dr. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. Dikemukakan. bahkan hiperemesis gravidarum. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. . Menurut Megawati (2007). Jahe. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. dan gejala lambung dan usus lainnya. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. (1991) dalam Kimura et al. Smith et al. muntah. 2006). menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. dalam dosis sedikitnya 1 gram. muntah. Dibandingkan plasebo. dalam beberapa penelitian. (2005). 2006). dapat mengatasi mual. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil.kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. Rasmussan et al. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe.

Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. Dikenal beberapa jenis jahe. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. biskuit. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Gambar 2. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). (2005). kue. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. (2005).Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. kembang gula dan berbagai minuman. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. Vutyavanich et al. Jahe juga digunakan dalam industri obat. minyak wangi dan jamu tradisional. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. Rimpangnya sangat luas dipakai. juga diolah menjadi asinan dan acar. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. Jahe dapat .

sekoteng. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). di antaranya bandrek. Lieberman & Kanig 1994). sekoteng dan sirup (Koswara 1995). Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. . digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. analgesik. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut. Oleh karena itu. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). umumnya bulat. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. antiseptik. wedang jahe. mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. jahe). dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. atau bahkan vitamin yang diinginkan. Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. madu. telur. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. Namun. ronde atau STMJ (susu. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

kopi. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. dan hasil ekstrak.padatan cair. Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. kecepatan dan jalur tetesan. ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. teh. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. sari buah. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. tingkat pengeringan. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). krim. telur. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig.4-4 mm). Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. Uap . Umumnya digunakan pada produk susu. tekstur bahan. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0.

kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. buah-buahan. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). berbentuk kerucut. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. kromatografi penukar. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). sayuran. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). kromatografi adsorbansi. dan kromatografi eksklusi. udang. dan flakes (Hariyadi 2006). Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. Umumnya digunakan pada produk sari buah. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006).dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. dan beku (Hariyadi 2006). Umumnya. Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. Berdasarkan prinsip pemisahannya. kopi. Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. Fase bergerak berupa gas atau cairan.

Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. . Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler. media tersebut berpindah dari wadah pelarut. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996).Chromatography) (Tissue 1996). Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam.

pembuatan tablet isap jahe. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. dan 3) bersedia dijadikan contoh. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Jakarta. Sedangkan. pembuatan tepung ekstak jahe. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Institut Pertanian Bogor. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Sedangkan. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. Bogor. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. Departemen Gizi Masyarakat. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Institut Pertanian Bogor. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Kecamatan Dramaga. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. Institut Pertanian Bogor. Departemen Gizi Masyarakat. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe.

Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. pendapat apabila jahe diolah . dan lain-lain. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. hipertensi. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. jangka waktu terjadinya MMK. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. aborsi. dan konsumsi obat MMK. jantung. diabetes. batuk. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). frekuensi makan makanan selingan dalam sehari.Bogor (IPB). Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). kebiasaan makan ibu hamil. dan 3) bersedia menjadi panelis. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. makanan pantangan selama hamil. tingkat keparahan MMK. serta pengetahuan tentang jahe. influenza. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. diare. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. status gizi ibu hamil. melahirkan secara ceasar. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. melahirkan bayi sungsang. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. dan 3) bersedia menjadi panelis. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. typus. pilihan produk MMK yang dikehendaki. melahirkan bayi mati. dan makanan yang menyebabkan alergi. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. dan persalinan normal. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. sebab MMK. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang.

tidak suka. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. estimasi kehilangan selama pengeringan. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. rasa pedas. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. warna. analisis. aspek- . aroma. rasa manis. aroma keseluruhan. data pembuatan. agak suka. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. dan sangat tidak suka. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. aroma jahe. waktu larut. biasa. sangat suka. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. dan derajat keasaman (pH). rasa keseluruhan. dan penampakan keseluruhan. rasa pedas. warna. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. Karakteristik fisik meliputi kadar air. dan warna. agak tidak suka. rasa keseluruhan. dan penampakan keseluruhan. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. agak tidak suka. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe.sebagai produk pereda MMK. suka. rasa jahe. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. suka. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. dan kelarutan. suka. agak tidak suka. sangat tidak suka. dan amat sangat tidak suka. rendemen. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. tekstur saat isap. rasa flavor. analisis. aroma keseluruhan. dan sangat tidak suka. agak suka. tekstur isap. aroma jahe. rasa pedas. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. mouthfeel. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. tidak suka. agak suka. aroma flavor. tidak suka. tekstur.

dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. sodium benzoat sebagai pengawet. vacuum dryer. Jakarta. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. Alat analisis antara lain neraca analitik. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. Spray dryer Gambar 4. IPB. stopwatch. Vacuum dryer Gambar 5. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Jakarta. cawan porselen. penetrometer. Freeze dryer . Jakarta. Jakarta. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. aerosil sebagai adsorban. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. Bogor. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. asam sitrat. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. termometer. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. aerosil. oven. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. Gambar 3.aspek produk yang disukai. aspek-aspek produk yang tidak disukai. Bogor. Jakarta. dan flavour bubuk rasa teh hijau. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. IPB.

Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga. efektivitas.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). keamanan. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. Menurut Wikandari (1994). pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6.

serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder).5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. pengocokan. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. aerosil.berjalan lebih singkat. Sebelum dilakukan pengeringan. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. dan bubuk talk). dan pengempaan. Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. pencampuran. bahan anti lengket (magnesium stearat. vacuum dryer. Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe.

Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). kejadian MMK pada ibu hamil. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). Sedangkan menurut Gibson (2005). Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. zat besi (mg). cleaning. entry. dan vitamin A (RE). Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. tingkat kecukupan zat besi. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. dan Statistical Analysed System (SAS). kalsium. kalsium (mg). protein (g). dan selanjutnya dianalisis.5 for Windows. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. coding.

estimasi kehilangan. rendemen. Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air.percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. dan menggunakan freeze dryer. dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995). Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). menggunakan vacum dryer. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. waktu larut. pH) dari tablet isap jahe. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe.

Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. 2. KEK (<23. 1. Cukup ( 70%) 2. Cukup ( 77%) 2. 5. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. Frekuensi pangan . Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. Jenis pangan 3. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. 3.5 cm) 2. 2. Deskriptif 4. 4. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. 3. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). 8. zat besi. 3. 1. dan vitamin A: 1. 1. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium.5 cm) Deskriptif 3. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. 2. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. 6. Usia kehamilan 3. 4. Tidak KEK ( 23. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. 4. 7.

Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. 5. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Konsumsi obat MMK 1. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Derajat (pH) keasaman . Pilihan produk MMK 3. Deskriptif 11. 1. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Sebab MMK 8. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. 1. Kadar air 2. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. 6. Jangka waktu terjadi MMK 5. 3. Frekuensi MMK 2. Rendemen 3. Waktu larut 1. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. 4. Mutu fisik tablet isap jahe 2.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Estimasi kehilangan 4. 2. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Tingkat keparahan MMK 3.

Kategori diterima (skor 4-6) 2. 3. 5. 4. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 9. 8. 3. 7. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 5. 10. 6. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. untuk parameter rasa pedas. 2. 5. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 2. 8.Tabel 3 (Lanjutan) No 13. 1. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . 7. 3. 9. 6. 2. 1. 4. 4.

. emosinya cenderung labil. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. 20-35 tahun. dan lebih dari 35 tahun. yaitu kurang dari 20 tahun. usia kehamilan.7±5. dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20.5±5.

Menurut usia kehamilannya. dan 5% contoh pada kehamilan kelima. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). 15% contoh pada kehamilan keempat. frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. Dilihat dari frekuensi kehamilan.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). Namun. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). sebagian besar (86.

melahirkan BBLR (10%). Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. masalah infeksi atau imunitas. dan demam). keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. diare. bayi baru lahir mudah terinfeksi. Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. dan prematur (5%). . abortus. anemia pada bayi baru lahir. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR.yang buruk seperti keguguran (15%). Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. typus. Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. dan lain-lain (Lubis 2003). Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. 10% (masing-masing hipertensi. dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. terhambatnya pertumbuhan otak janin. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). Menurut Lubis (2003). pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia.

6% pada tahun 2002 dan sekitar 11. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Namun demikian.7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. pada umumnya. Ukuran LILA <23.5 cm yang berarti menderita KEK. Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17. atau lahir dalam keadaan meninggal.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. bukan hanya sebelum hamil.91±3. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002). lahir dalam keadaan BBLR.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA. Anak yang mengalami keadaan .5 cm. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23. Menurut Departemen Kesehatan (2000). Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989).5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut.

7 2. Menurut Siega (2001). Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. Namun demikian. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali.6±0.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.3±1. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. terutama pada trimester kedua. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar. .2 Berdasarkan Tabel 8. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari. Selain makanan utama. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari.

Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. Makanan tersebut antara lain adalah nanas. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. dan rasa mual. tape. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. keguguran. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. dan kopi. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. serta menimbulkan bercak-bercak merah. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. salak. gatal-gatal pada kulit. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. rasa. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. atau sulit melahirkan.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. maupun aroma makanan. durian. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil.

sumber protein hewani. tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). ikan air laut. Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. (50%). Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). ikan laut (60%). ikan air tawar. roti (55%). dan susu. ikan asin. dan rambutan (70%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). sumber protein nabati. nasi goreng. Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. kangkung (75%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). nasi goring (50%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%).kali/minggu). ikan asin (50%). sup (65%). Nasi uduk (40%). dan telur ayam negri (45%). Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. tahu isi (45%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). ikan tawar (55%). . bubur ayam (45%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). nasi uduk. mie instan. dan selingan. labu siam (55%) dan mentimun (55%). jeruk (70%). kacang hijau. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. bubur ayam. tauge (55%). apel (55%). Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). pisang (60%). mie instan (30%). dan roti. Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. sawi (65%). telur ayam negri. dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). siomay (45%). tahu. dan kacang tanah. Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). bakwan (55%). jarang (1-3 kali/minggu). dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. sering (4-6 kali/minggu).

Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005).Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. oat. buah berlemak. dan biji berminyak). serta penumpukan lemak. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. kacang-kacangan. jagung. yaitu minimal 60 g per hari. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). Ari-ari berfungsi untuk menunjang. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). gigi. memelihara. syaraf dan otot. . pertumbuhan uterus dan payudara. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. dan pangan sumber protein (daging. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. pangan sumber karbohidrat (beras. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. serealia). sayuran hijau. Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. jantung yang sehat. ikan. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Sedangkan.

Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. . dan menimbulkan rasa mual. daging. Namun. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). Berdasarkan Tabel 11. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. kacang-kacangan. Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. sayuran daun hijau. ikan. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. meningkatkan asam lambung. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. unggas. sayuran berdaun hijau. Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Mengkonsumsi buahbuahan. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). meningkatkan angka kematian karena campak. Adanya pertumbuhan janin.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). telur.

Namun.3%) dan beberapa kali seminggu (26. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12.0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 Beberapa kali seminggu 4 26.0 Total 15 100. Sedangkan sisanya. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa.7 Beberapa kali selama hamil 6 40.7%). apabila keadaan umum penderita terpengaruh.3 5 Trimester I-II 6. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 .

dan rangsangan indrawi dari luar.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. pylori. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. kekurangan vitamin B. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. pertentangan dengan suami atau mertua. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup.3%) dan trimester ketiga (6.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. dan kehamilan bayi kembar. hiperasiditas lambung. Amerika Serikat.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Selain itu. infeksi H. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. hipertiroid. dan rasa tidak tenang. hanya 6. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. kelelahan. Namun. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan.7 Kelelahan 1 6.7%). Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . dan kesulitan sosioekonomi .7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. gangguan metabolisme karbohidrat. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. terdapat pula 26. beban psikologis (banyak pikiran). Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. pada wanita muda.dilakukan di Cornell University.

Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. . obesitas. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. hamil pertama kalinya. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). kehamilan kembar. hamil anggur (mola hidatidosa). pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15.

minuman serbuk. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. berdasarkan Tabel 16. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. permen lunak dan makanan ringan. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. .Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16.

Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. teh herbal. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. Gambar 9. kopi. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. Harganya antara Rp 800-1. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9.5 gram per sachet. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. sampai dengan pemilihan tepung terbaik.500 per sachet. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. pemilihan metode pengeringan. dan jamu-jamuan. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe .

Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992). diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe.33%).055 5 Kadar Air (%) 4 3. dan freeze drying). Gambar 10. Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9). jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0. vacuum drying.77 Gambar 11.33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4.dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3. 6 5. Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . Berdasarkan Gambar 11.06%).

335 Gambar 12.05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6. Berdasarkan Gambar 13.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. Berdasarkan Gambar 12.35%).09 6. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal. Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9).165 8. Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk.09%).32%). Sedangkan metode pengeringan .

yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.315 37.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.08%). Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.4 Gambar 13.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe.21%). Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93. . Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%). Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan. 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.57%).08 38.

041%). 0.0435 0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang . Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.044%). Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.0405 0.57 Gambar 14. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.04 0.0425 0.043 0.102 100 Kelarutan (%) 98 96.21 99. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0.044 Gambar 15.044 Kandungan gingerol (%) 0.041 0.042 0.0445 0.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.041 0.042 0.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0.0415 0.

Dilihat dari parameter tekstur. aroma. Sedangkan dari parameter aroma. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. dan tampilan keseluruhan.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. rasa pedas. tekstur. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. warna. warna dan tampilan keseluruhan. Dilihat dari parameter rasa pedas. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. tekstur. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen.

terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. kelarutan yang tinggi (93.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0.044 pada pengeringan semprot dan 0. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17. rendemen paling banyak (8.21%).042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan.08%). dan skor modus penerimaan yang cukup baik. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. Namun demikian. Tentunya Ke se R lu .33%). parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas. Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0.35%). estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3. parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. Secara keseluruhan.

penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.008 1 0.266 0.02-0.274 0.6 0.05 56.1 100 0.254 0.04 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.2 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.04 0.03-0.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .65 1 1 0.04 0.5 0. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.002 2.04 0.1 100 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.05 56.04 0.04 0.04 0.85 1 1 0.1 100 0.04 0.04 0.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.6 1 0.002 2. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.02 1 0.6 0.05 56. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.002 2.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.35 1 1 0.

Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena .Gambar 18.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18.5 mg). Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama. Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Lieberman & Kanig 1994).

3 menit). . Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. Lieberman & Kanig 1994). Berdasarkan Gambar 20.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa.5 9. 3 (Tanpa Flavor) 6.25 15 Gambar 19. Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman. masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003).05) terhadap waktu larut tablet isap jahe. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. 1 (+Asam Sitrat) F. 2 (+Tea Powder) Formula F. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9.

Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21.7-3).5 8 7.9 6. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe.3 6.735 8. 3 (Tanpa Flavor) 5. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik .595 9. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5.10 9. 2 (+Tea Powder) Formula F. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).5 Waktu Larut (menit) 9 8. 2 (+Tea Powder) Formula F.75 Gambar 21. 1 (+Asam Sitrat) F. terutama. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. Formula 1.5 F. seperti tepung jahe (2. 1 (+Asam Sitrat) F. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.3).3 8.

Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. rasa flavor. campuran rasa keseluruhan. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. 2 (+Tea Powder F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. dan 7 (berasa) untuk formula 2. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. campuran aroma keseluruhan. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). Terhadap parameter rasa jahe. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. aroma jahe. rasa pedas. Penilaian meliputi rasa manis. dan warna. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. mouthfeel. dari parameter rasa manis. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. rasa jahe. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . tekstur saat diisap. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. aroma flavor.

ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. mouthfeel dan warna. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. atau membuat partikel yang lebih kecil. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. . Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. aroma jahe. Dilihat dari parameter rasa flavor. menurunkan suhu pengeringan. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. rasa jahe. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. Dilihat dari parameter mouthfeel. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. aroma flavor. diketahui bahwa dari parameter rasa manis. Sedangkan dari parameter warna. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Lieberman & Kanig 1994).

Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). pengepakan. Kekerasan tablet konsumen (Lachman. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. 1 (+Asam Sitrat) F. dan pengapalan. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . 2 (+Tea Powder) F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Lieberman & Kanig 1994).

3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. 2 (+ Tea Powder) F. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. tekstur saat diisap.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. rasa keseluruhan. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. ar om a ra sa . warna. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. aroma jahe. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. rasa manis. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. 1 (+ Asam Sitrat) F. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. aroma keseluruhan. rasa pedas.

ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan.1%. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin.4-3. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . Secara keseluruhan. Melalui hasil perhitungan.6 gram/tablet.3 cm dengan bobot 4 gram). Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1. tergantung umur panen dan tumbuhnya.041% dalam tepung.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. warnanya yang kurang menarik. 1 (+ Asam Sitrat) F. dan ukurannya yang besar (diameter 2.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0.1-2. Menurut Khairani (2002).

Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat.kandungan oleoresin 0. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK). Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun). Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11.4%-3. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. Melalui perhitungan. dan biaya tenaga kerja. biaya bahan baku.044 mg–0. diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0.

Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap.yang buruk. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. dan penampakan vitamin A.041%). protein. aroma jahe. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit.05) terhadap kadar air tepung. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. rasa jahe. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi.05) terhadap persentase rendemen. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. lebih dari separuh contoh keseluruhan. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0. kalsium. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. Dilihat dari parameter rasa flavor. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). tekstur. estimasi kehilangan selama pengeringan. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. mouthfeel dan warna.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. Berdasarkan uji mutu hedonik. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis. warna. aroma flavor.05) namun berpengaruh signifikan (<0.

DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. . sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. 2005. 2004. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. Amalia R. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit).organoleptik. Institut Pertanian Bogor. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Secara keseluruhan. output senyawa gingerol. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Penuntun Diet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. Sedangkan berdasarkan persentase.

http//:www. 2008. Arisman M. P. Anief M. . ______. (Eds. Food Additives. [terhubung berkala].org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. Jakarta. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.Aminah S. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. http//:www. Andonotopo & Arifin.info. 1988. 107). Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan.L. ______.depkes. Suliantari.sorbitol.. Salminen. [terhubung http://www.jksucralose. Senyawa Antimikroba. LIPI. Badan Standardisasi Nasional (BSN). Departemen Kesehatan. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi]. [terhubung http://www. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Institut Pertanian Bogor. http//:www. berkala].madsci. 2000.com/indo/index. 2005.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. Sorbitol. 2008. 27 (2) Juli 2003. Gizi dalam Daur Kehidupan. ______. 2007. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. Ratih D.html [5 Agustus 2008]. 2008]. Farmastika. 2004. Davidson.com/ [30 September 2007]. Inc. 2006. Magnesium. Darlina & Hardinsyah.net [30 September 2007]. [terhubung berkala].cbn. Universitas Indonesia Press. Kiat Mengatasi Morning Sickness .wikipedia.net [30 September 2007].org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. 2008. 2007. New York : Marcel Dekker. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. ______. Fardiaz S. 2008. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). [terhubung berkala]. [terhubung http://en. [terhubung berkala]. Jakarta: Fakultas Kedokteran. S. 1990. 2004.com (30 September 2007).cyberwoman. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. Badan Standardisasi Nasional. Branen A. http://www. Institut Pertanian Bogor. Anonim. Gizi Wanita Hamil. 14. http//:www. Sukralose.B. 2003. Jurnal Media Gizi dan Keluarga. Sodium Benzoate.halalguide.ca/ [13 Februari 2008]. Azwar A. ______. 2007.. berkala]. Dalam Soekirman et al.M. 2004.weddingku. Laboratorium Mikrobiologi Pangan.

Lachman L. Pengetahuan. CV. 2003. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.I. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.halalguide. Kanig.net [30 September 2007]. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala]. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan.N. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. 1994.cbn. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Koswara S. 2007. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Kailaku S. 2006. Boca Raton. http//:www. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. hlm. Di dalam: Ravindran P. Metode Rancangan Percobaan.. Pharmacology of Ginger. 2005. Principles of Nutritional Assessment. editor. [terhubung berkala]. Gibson RA. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Kimura I. . 493-494. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 2008.cyberwoman. Megawati.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. Kaem D. H. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Hiroshi T. Suyatmi S.Fardinatri I. Khairani N. [terhubung berkala]. Lieberman. 2005.A. Ginger The Genus Zingiber. J. Martianto. Gaspersz V.N. Jakarta UI Press. Hariyanto P.telkom. D. Lubis Z. Tablet Gonoderma Effervescent. Armico. Washington D. 1992. Februari 2008]. 2006. 1995. http://www.info.net [30 September 2007].P.L. Bandung. Morningsickness. New York. Institut Pertanian Bogor. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. & Babu K. Leonara R. 2003. 2007. Penerjemah. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. http//:www.net [30 September 2007].D. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 2005. Ed ke-2. London: Oxford University Press. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. [skripsi]. Institut Pertanian Bogor. 1994. http//:www. Institut Pertanian Bogor.. Hardinsyah. Jahe dan Hasil Olahannya. London. Mawaddah N.C: CRC Press. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Bogor: Fakultas Pertanian. Lestari K.D. 2002. Bogor: Fakultas Pertanian. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi].

Usaha Tani Jahe. . [9 September 2008]. Desain dan Analisis Eksperimen. American Journal of Epidemiology. P-Press. 2004. Inc.S. 2003. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy.oxfordjournals. Sanjur. 2001. Sudjana. Spray and Freeze Drying of Enzymes. editor.org. 2008. 1981. Bandung : Tarsito. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. Krystin W. Prentice Hall Inc. Magnesium Stearate. 2005. 1983. Human Development. Lozzenges and Pastilles.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.org. S. 1982. Pilosof A.journal. Social and Cultural Perspective in Nutririon.pdf [13 Februari 2008]. Terebiznik M. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. Ed. [terhubung berkala]. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. Obstet Gynecol 2000. Smith C. http//:www. N. [terhubung berkala].. Caroline C. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health.C. Neil H. London & Chicago. Sugiartono. 2000. http://www. Owen. Metode Penelitian. 1995. [terhubung berkala]. EzineArticles 17 May 2006. Drying Technology in Agriculture and Food Science.R. 2003.. 167-168. 2006.Morgan E. http://www.J. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Rahman A. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. USA: McGraw Hill. Jakarta: Ghalia Indonesia. Rowe R. ke-2. http://www.rpsgb. UK: Science Publishers. Rukmana R. http://www. 1983. Yogyakarta: Kanisius. Nadesul H.. Di dalam: Mujumdar A. pg. [terhubung berkala]. McMillian V.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B.pasificchain. [13 Februari 2008]. Paul J. 2008. Enfield.ezinearticles. Obstet Gynecol 2004. Nazir M.S. [terhubung berkala]. Olds SW.uk/pdfs/mussheet04. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. Papalia DE..net [30 September 2007].pdf [13 Februari 2008]. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists.97: 111–182.103:639–45.M. Depok: Puspa Swara. Siega P.R. USA & Plymouth. 2000.unair. 2000.ac. Sripramote et al. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil.C.

L. Institut Pertanian Bogor. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Ruangsri R. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.ac. 1996.kaist.1 Juli 2002.97: 577–82. Sosio Budaya Gizi. 2002. Fakultas Pertanian. 1992. 1994.htm 2008]. Tissue. Wikandari P. 2007. .S. Theerajana K. PlaceboControlled Trial .kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. [terhubung http://elchem. Wijianto & Khomsan. 2001. Jakarta: Puspa Swara. Februari [13 Vutyavanich T.Suhardjo. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Thin Layer-Chromatography. Widyaningsih. Obstet Gynecol 2001. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Double-Masked. Kismia Pangan dan Gizi.R. 1989. Winarno FG. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. berkala].

LAMPIRAN .

bateng 7. Kristen 3.cangkurawok 4. Budha 5. BB sebelum hamil 4. BB saat ini 5. AGAMA BUMIL 1. Fakultas Pertanian. Tinggi badan 6. Hindu 1. NAMA SUAMI 15.lainnya 16. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. NO. kerahasiaan data Anda terjamin. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1.lainnya (sebutkan) : : 2. DUSUN/KAMPUNG 1. Budha 5. Kehamilan ke 3. Islam 14.RT 11. KECAMATAN 6. leuwi kopo : : : : : : : 3. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. TELP 12. Institut Pertanian Bogor.sengked 9. Nama sheet: SG BUMIL A. 1. NO RESPONDEN 2. radar 2. NAMA BUMIL 5. Islam R16 2. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. TANGGAL KUNJUNGAN 3. badoneng 5. bara 6. Status Gizi Ibu hamil 1. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . Usia kehamilan 2. AGAMA SUAMI : : : : 4. DESA 8. Hindu : 4.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). Kristen 3. ENUMERATOR 4. USIA BUMIL 13. JUMLAH ANAK A.

...... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1. Hipertensi Ba12d Ba13d d..... C12..........82 Lampiran 1 (lanjutan) B................. Diabetes Ba12e Ba13e e............................ Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a.............. Alasan: ............................... C6................. b........ Alasan: ......... 3x d. Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a.......................... C7... Nama sheet: RiwKes B..... Ya b................... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a... Nama sheet: kebiasaan C... Alasan: ..... Ya b. Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C.... Tidak C8.......... Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a............................... Influenza Ba12i Ba13i i.. Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan........>3x C3... Ba12j Ba13j j....... Persalinan normal Ba22i i.... 3x d................ Siapakah yang menganjurkan...... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya........ Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan .......... Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a......................... B2..... C5..................................... Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.................2x c..... ... 2=jika jawaban tidak) C 1.. Aborsi Ba22c c.... 1x b.......... Melahirkan bayi mati Ba22f f.... Typus Ba12f Ba13f f....... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a................ C11......... b............... Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a............................................. b........... Jantung Ba12c Ba13c c.... Tidak C10.............. Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e................. Diare Ba12g Ba13g g..........................>3x C2.............. Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a...... Anemia Ba12b Ba13b b........................ Makanan yang tidak disukai:... Ya b..............................2x c.................... Melahirkan bayi sungsang Ba22g g........ Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a.. Melahirkan bayi <2500g Ba22d d....................... Persalinan caesar Ba22h h............................ 1x b............ Batuk Ba12h Ba13h h......... Alasan: ...........a........ Keguguran Ba22b b. Tidak C4... C9....................

2 Siomay 8.8 Rambutan 8. BUAH 7.2 Tomat 6.8 Kerupuk 8.4 Nasi goreng 1.3 Pisang goreng 8.2 Tahu 4.4 Mie ayam 8.7 Daun katuk 6.1 Pepaya 7.1 Labu siam 6.6 Roti 2.5 Kacang tanah 5.2 Pisang 7.6 Tahu goreng 8.3 Bubur ayam 1.6 Daun melinjo 5.3 Ikan tawar 3. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.10 Teh 8.2 Kangkung 5.7 Mangga 7.5 Mie instan 1.4 Kacang hijau 4. KACANG-KACANGAN 4.1 Singkong 2. SAYURAN BUAH 6. JAJANAN 8.6 Susu 4.1 Bakso 8.2 Talas 2. DAUN-DAUNAN 5.3 Jeruk 7.1 Daging ayam 3.2 Ikan laut 3. SUSU DAN TELUR 3.5 Bakwan 8. kol) 5.1 Nasi 1.2 Nasi uduk 1.83 Lampiran 1 (lanjutan) D.3 Singkong 3.3 Mentimun 7.4 Apel 7.6 Semangka 7.4 Sup (wortel. Nama sheet: FFQ D.7 Tempe goreng 8.5 Daun singkong 5. DAGING.3 Kacang panjang 4.5 Telur negeri 3. IKAN.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .1 Bayam 5.5 Melon 7.1 Tempe 4. UMBI-UMBIAN 2.3 Sawi 5.4 Ikan asin 3.

tekanan / stres b... tidak tahu F3. Keseluruhan a. sedang a.. tablet isap d... sering b. Tidak pernah c. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.setuju c. dokter b. makanan berat b. susu c. sangat tidak setuju F6. F8. tidak pernah d.. 1 b. bubur c.. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. trimester pertama sampai trimester akhir c.. bersedia b. trimester pertama dan kedua a. ragu-ragu c... Hiperemesis (sangat berat) c. tidak tentu . setiap hari b. tidak pernah periksa c. 2 c. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F. beberapa kali seminggu a. tidak ada sebab spesifik F2. sebutkan d. susu b.. F9. sepanjang trimester pertama kehendaki: b.. kelelahan c. sangat setuju b.. berat d. tidak tahu F4. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1.. lain-lain. ringan b. F12... dibolehkan b.. F11. tidak tahu . F10. dianjurkan b. orang terpercaya d. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a.84 Lampiran 1 (lanjutan) E.. tidak setuju d. tidak dibolehkan d. F13. F5. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. camilan d. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a.. beberapa kali selama hamil d. rangsangan dari luar d. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. bidan a.. buah-buahan a.>2 d. tidak bersedia d. jarang c.

dalam g B = berat kertas saring. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. Setelah itu. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. botol ditimbang. Selanjutnya. didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. botol dimasukkan ke dalam desikator. dalam g b = berat buah kering. Setelah dingin. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan.42 dengan bantuan pompa vakum. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. Sebelumnya. dalam g KA= kadar air (%) .

Setelah penekanan. . Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . kemudian ditekan dengan jarum pengukur. jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer.850C sehingga seluruh tablet larut. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. sepersepuluh milimeter division. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C .

....................... sangat tidak suka 2................................................. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe.......................... rasa pedas........... tidak suka 3...... warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe.................................................. Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1.............. ....87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe... agak suka 5............................. .............................. .................. agak tidak suka 4............... .................................................. sangat suka Komentar/saran : .................................................... Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain................. suka 6............................................................................... tekstur... warna... aroma........................... ............................................................... Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda....... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu...................................................................................

1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Pengujian dilakukan satu demi satu.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) .

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. tidak tahu A3.. 1 b. tidak bersedia d. JUMLAH ANAK 11. TELP 9. NO.... bidan a... DUSUN/KAMPUNG 2.. tidak tahu A4. beberapa kali seminggu a.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080).. tekanan / stres b.. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. A13. A9. sangat tidak setuju A6. kelelahan c. ragu-ragu c. camilan d. trimester pertama dan kedua a. dianjurkan b. ringan b. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. tablet isap d. KEHAMILAN KE: : : : 3. USIA BUMIL 10. tidak dibolehkan d.RT 8. A5. A11. tidak ada sebab spesifik A2. tidak setuju d.setuju c... KECAMATAN 4. dokter b. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. lain-lain. 2 c. USIA KEHAMILAN 12. TANGGAL KUNJUNGAN 2. dibolehkan b. Susu c.. Tidak pernah c. beberapa kali selama hamil d.. A10. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a. tidak tentu . susu b.. kerahasiaan data Anda terjamin. makanan berat b... bara 6. trimester pertama sampai trimester akhir c. RW 7.. sering b.cangkurawok : : : : : 4. tidak tahu . hiperemesis (sangat berat) c. Institut Pertanian Bogor. R1 R2 R3 R4 R5 1. tidak pernah d. sebutkan d.. berat d. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. A12.... Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. orang terpercaya d. jarang c. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. bubur c.. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. sangat setuju b. Fakultas Pertanian. DESA 5. A8... tidak pernah periksa c. NAMA BUMIL 3. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. buah-buahan a. badoneng : : : 5. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1.>2 d.. sedang a. rangsangan dari luar d. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. setiap hari b. bersedia b. leuwi kopo 6...

agak suka 5. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? . Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. 2.suka 6. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. agak tidak suka 4.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. sangat tidak suka tidak suka 3.

Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2.

92 96.042 Metode Penelitian TLC scanner .041 0.48 5.375 Lampiran 7.1314 3.8799 3.13 5.50 95.7638 Ulangan Kedua (%) 4.21 44.82 16.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.7701 Lampiran 7.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.09 8.4 Spray Vacum Freeze 6.17 Lampiran 7.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.83 11.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.14 90.83 14.3777 4.85 6.49 8.3306 4.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.57 93.043 0.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.95 30.34 6.6285 3.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.54 6.21 96.69 8.98 Ulangan Kedua (%) 99.08 37.2834 4.

5 9.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.13 Ulangan Kedua (menit) 9.5 9.41 8.3 6.74 8.25 Lampiran 8.8 Rata-rata Ulangan 5.30 Lampiran 8.9 6.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.5 9 Ulangan Kedua 15 4.2 6.01 8.74 8.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.4 6.9 6.5 Rata-rata Ulangan 15 6.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.9 6.75 .7 Ulangan Kedua 5.18 8.

26335000 Total 5 56.1.01215000 Total 5 3.42030000 1.45675000 Lampiran 9.84 Galat 3 15.30 0.87881667 Total 5 934.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.7700 2 3 B 3.63645000 59.0550 2 1 A 4.50303333 3.23995000 Pr > F 0.29968333 Lampiran 9.25151667 5.03645000 0.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.44990000 20.1488 .24553333 Pr > F 0.22495000 3.0971 Lampiran 9.79005000 5.0011 Pr > F 0.71015000 140.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.66323333 377.33161667 6.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.75 Galat 3 0.3300 2 2 Lampiran 9.58083333 Total 5 8.60 Galat 3 1.74250000 0.0843 Galat 3 179.

75000000 0.2500 B 2 2 Lampiran 10.14833333 1.58333333 10.40 0.73723333 0.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.3.90000 A 2 2 6.29166667 0.0066 Lampiran 10.33333333 41.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.25000000 21.1.56166667 0.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.20450000 Total 5 2.86861667 4.61350000 0.5000 A 2 1 7.17 Pr > F 0.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.25 Galat 3 0.35073333 Lampiran 10.12333333 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.02500000 3.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.75000 A 2 3 5.00833333 187.0007 Lampiran 10.7500 A 2 3 4.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .

041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.04 .1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.09 mg 0.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.34 – 0. Jika terkandung 0.56 x 10-4 gram = 0.68 mg 0.4 – 3.041% = 6.97 Digunakan 1. 4 mg .6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.04 – 0.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.2% dalam oleoresin.0.1 – 2.6 gram x 0.4 – 3.1 – 2.656 miligram terkandung 0.31 mg 1.2 % gingerol 0.

000 + 500.652.000.000. Jahe 0.4 kg 8.739.219.000. Asam sitrat 12.400 Rp 400 Rp 3.750 Rp 44.33 Alat kempa 1.479.000 = 3. Biaya perawatan = Rp 500. Sorbitol bubuk 1. Aerosil 25 g 9.369.5 jam x Rp 218.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.83 = Rp 942/ kg tepung 5.18 = Rp 1. Sukralosa 1.5 g 4.5 jam Rp 5.33 kg 3 jam Rp 8. Harga = Rp 30.022.250 Rp 50 + Rp 77.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.000 2. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.33 kg 1.000 Rp 250 Rp 1.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5.45 + 2. Magnesium stearat 25 g 5. Biaya perawatan = Rp 1.000 = 5.542 + 942 = Rp 2. Sodium benzoate 2.219.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.600/ kg Biaya total/ kg tepung : .000 = Rp 218. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.000.97 + 1.022.000.5 kg 2.016/ kg 8 Rp 6.000/ tahun 3.73 = Rp 8.750/ hari 24 1.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.750 = Rp 41.542/ kg tepung 5.25 g 7.000.800 Rp 4.000 3. Talk 25 g 6.000 + 1.000 2.000 Rp 15. Harga = Rp 20.86 = Rp 5.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5. Maltodekstrin 1 kg 3.

6 x Rp 121.600 = Rp 41.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.100 1.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .100 = Rp 193.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.76 + (Rp 193.76 x 75%) = Rp 339.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.016 + Rp 121.484 = Rp 77.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful