P. 1
jurnal jahe

jurnal jahe

|Views: 844|Likes:
jurnal hiperemesis
jurnal hiperemesis

More info:

Published by: Sri Kuspartianingsih on Jul 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2014

pdf

text

original

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

NIP 131 124 019 Tanggal lulus: . Dr.S. M. Budi Setiawan.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. Ir. Ir.Agr. Dosen Pembimbing Dr. Didy Sopandie. NIP 131 667 778 Diketahui. Dekan Fakultas Pertanian Prof. M.

Ibu Yuli (LAFIAL). Ima. Rizka. 5. 4. dukungan dan doanya. Rika. Ari. dukungan. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. Bogor.Si. M. Bapak Dian.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. inspirasi. Ir. Ibu Rizky. Eka. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. Ratna. kesabaran. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Marissa. Daru. 3. masukan. Bapak. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Ir. Dekus. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Agustus 2008 Penulis . mengingatkan. Edo. Bapak Nurwanto. Rena. Bapak Albert (Takasago). Yulia. dan lain-lain) atas kasih sayang. Aqsa. Any. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Dr. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. Bapak Mashudi. Curly Kun. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. Mbak Wita. Ibu Nina. Venny. Budi Setiawan. Ida. bimbingan. Nova. Devi. Achi. M. Dr. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Mbah Putri. Alfinda. bantuan. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Retno. Kak Sigit (GMSK 36). Nurlaela. Angel. Keluarga besar penulis (Ibu.S. Lilik Kustiyah. menguatkan. 2. Mas Aji. selaku dosen pembimbing atas segala arahan.

Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. pada tanggal 1 Mei 1986. Pada tahun 2001. Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Fakultas Pertanian. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. Jakarta pada tahun 1998. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Selama di IPB. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. dan lain sebagainya. Dewi Runantari. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Jakarta. Hari Purwadi dan Rr. . Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Bekasi. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus.

. Metode Pengeringan........................................................................................... Energi .................................................................................. Gingerol ............................. Jahe (Zingiber officinale) ................................................................................................................................................................... Bahan Penyusun Tablet Isap . Spray Dryer ..................................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) .............................................................. Waktu dan Tempat......... Vitamin A .................................................................................................................................. Zat Besi ...................................................... ........................................................................................................................................................................ Kandungan Gizi Jahe.................................................................................... vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil......................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................... Metode Ekstraksi .......................... Vaccum Dryer .......... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)........... METODE ................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil .......... Latar Belakang......................................................................................................................................................................................................................................................................................... Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil ............................................. Jahe dan Kehamilan .................................................................................................... Kalsium ..... Freeze Dryer . Kegunaan ....................................... Tablet Isap ....................... Produk Olahan Jahe di Indonesia .................................................................................... Tujuan ................................................. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 ......... Jumlah dan Cara Penarikan Contoh .. DAFTAR GAMBAR ........................................................................... Manfaat Jahe ............................................. PENDAHULUAN ...............................................................................................

.................................................................. Kandungan Gingerol .......................................................................... Pengolahan dan Analisis Data .................................................................................................. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil...................................................................................................................................................................................... Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ................................................................................................................................................................................ Bahan dan Alat ............................................................. Pilihan Produk Pereda MMK ....................................... Penyebab MMK .... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ............................ Estimasi Kehilangan selama Pengeringan . Tahapan Penelitian ........... Karakteristik Ibu Hamil ......... Jangka Waktu Kejadian MMK .... 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 .................................. Riwayat Kehamilan dan Penyakit ...................................................................................................... Perilaku dan Kebiasaan Makan ......................................... Profil Ibu Hamil ........................... Uji Hedonik .................Jenis dan Cara Pengumpulan Data................................................................................................................ Tingkat Konsumsi Zat Gizi ....................................................................................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ................................................... Kadar Air .................................................................................................................................................................. Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe .............. Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan . Status Gizi .......... Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ............................... Frekuensi MMK ........................... Rendemen ..... Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ......................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ................... Pembuatan Produk ..................... HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................... Kelarutan ........................................................................................................................ Pembuatan Tablet Isap Jahe ................................................ Frekuensi Konsumsi Pangan ........................................................................................... Kejadian MMK ........................

............................................................................................................................................................................................. Uji Mutu Hedonik........................................................................................................................................ Formulasi Tablet Isap Jahe ................................ Derajat Keasaman (pH) .................................... Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet .......................... Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ....................... Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ..........................................Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ........................................................................... 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 ................................. DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ LAMPIRAN .............................................. Kekerasan....................... Kesimpulan ........ Formula Tablet Isap Jahe Terbaik................ Waktu Larut.............................. Saran ......................................................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN ......

........................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit ............. 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)…………….. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ................................................. Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) .... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan............................. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya.............. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan................. Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan..................................................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ....... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi.............. Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan.............................................................. Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ....................... Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 ...................................................................... ............................................................. Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA .................... Cara pengategorian dan analisis varibel ..................... Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ..........DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil........

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). Boy Abidin. namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al.gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. riwayat kesehatan. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. 2005). Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2.. SpOG. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . 2001). memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. dr. Tujuan Khusus : 1. Mempelajari karakteristik. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara. perilaku dan kebiasaan makan. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. status gizi. Spesialis kebidanan dan kandungan.

kandungan senyawa gingerol. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula.5. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. khususnya yang menderita mual dan muntah. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. estimasi kehilangan selama pengeringan. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. 9. pH. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. kelarutan. rendemen. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. . Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia.

cukup bulan. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. faktor budaya. Bagi ibu hamil. pertumbuhan uterus dan payudara. pertambahan besarnya organ kandungan.000 kelahiran hidup. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003). Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. faktor ekonomi.000 kelahiran hidup. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100. pada dasarnya. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. perubahan komposisi. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). serta penumpukan lemak. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003). dan metabolisme tubuh ibu. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). . Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung.000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005).

berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Perubahan ini. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. Namun. di kebanyakan negara berkembang. Menurut Lubis (2003). Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006).Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. payudara). dan menyuplai jaringan baru. sayuran berdaun hijau. begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. akar dan umbi- . protein dan lemak. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Mengkonsumsi buahbuahan. dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . telur. daging. Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). serealia). dan biji berminyak). ikan. ikan. peningkatan volume darah. plasenta. uterus. cairan amniotik. oat. buah berlemak. jagung. Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). unggas. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. pangan sumber karbohidrat (beras. dan pangan sumber protein (daging.

Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. syaraf dan otot. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. sayuran hijau. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. gigi. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. sayuran daun hijau. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. biji-bijian. sikap. kacang-kacangan. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). mengonsumsi. kacang-kacangan. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut.umbian sehari-hari. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan. jantung yang sehat. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang.

kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).4 +0.2 +0. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .3 +0. pada umumnya.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0. pada umumnya. lahir dengan berat badan rendah.0 +4. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.seringkali mengalami kelahiran prematur.2 +0.2 +1. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. atau lahir dalam keadaan meninggal.3 +0.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0.2 +0.2 +0. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil.2 +0.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992).3 mg Vitamin B1 +0.4 +0. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 +0.3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9.3 +0.2 +0. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil.

Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. hamil pertama kalinya. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. kekurangan vitamin B. pada wanita muda. Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh.Cornell University. hipertiroid. hiperasiditas lambung. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. dan lain sebagainya. terutama di bagian rahim. dan lainnya. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. infeksi H. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Amerika Serikat. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. untuk mencegah kelahiran prematur. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). pylori. pertentangan dengan suami atau mertua. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. gangguan metabolisme karbohidrat. . Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. obesitas. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. kesulitan sosioekonomi . Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin.

Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. elektrolit. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama .kehamilan kembar. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). Cabang dari rimpang jahe. Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. minyak terbang. hamil anggur (mola hidatidosa). Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. namun. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. serta vitamin melalui infus. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. dan limonene. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. Bahkan. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Penderita berpuasa selama 24 jam. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). glukosa. karena memiliki kandungan minyak atsiri.

natrium. pemupukan. Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil. fenol. dan karbohidrat 12. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002).3%. protein 2. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). tergantung umur panen dan tumbuhnya. ketinggian. dan zingeberen sekitar 0.4-3.9%. (2003) dalam Amalia (2004).zingeron. kalsium. vitamin C. fosfor. jenis tanah. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. enzim proteolitik. dan getah. magnesium. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. dan asam linolenik.2% yang memberikan . serat 2-4%. shogaol. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. zat tepung. shogaol.9%. kandungan oleoresin dalam jahe segar 0. lemak 0. 5-8% bahan damar. dan pengolahan pasca panen.5-5. zingeron).3%. vitamin B6. Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995).3%. oleoresin (gingerol.1%. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. cuaca. Menurut Young et al. zingiberol. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. mineral 1-2%.1-2.

rasa pedas dan zingiberol sekitar 0.1 1. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting.8 10. Menurut Rukmana (2000).0 184. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas.7 3. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. lipase yang berfungsi memecah lemak. yaitu mencegah penggumpalan darah. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.0 1.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah .0 Karbohidrat (g) 70. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. Pertama. 1951 dalam Khairani 2002). Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. protease yang berfungsi memecah protein. Kedua.9 7. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004). Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424.5 Protein (g) 6. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004).0 Energi (KJ) 9.53 Serat kasar (g) 4.

jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. muntah. . Menurut Megawati (2007).kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. (2005). Dr. Rasmussan et al. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. dan gejala lambung dan usus lainnya. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. Jahe. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. 2006). muntah. (1991) dalam Kimura et al. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. Dibandingkan plasebo. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. Dikemukakan. Jahe. Smith et al.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. dapat mengatasi mual. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. dalam dosis sedikitnya 1 gram. 2006). dalam beberapa penelitian. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. bahkan hiperemesis gravidarum.

melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. juga diolah menjadi asinan dan acar. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). biskuit. Dikenal beberapa jenis jahe. Gambar 2. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. (2005). Rimpangnya sangat luas dipakai. (2005). Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Jahe dapat . Jahe juga digunakan dalam industri obat. Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. kue. Vutyavanich et al. kembang gula dan berbagai minuman.

mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Oleh karena itu. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. madu. Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. wedang jahe. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). . sekoteng dan sirup (Koswara 1995). dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). umumnya bulat. analgesik. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). telur. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. sekoteng. Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. atau bahkan vitamin yang diinginkan. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. antiseptik. di antaranya bandrek. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. ronde atau STMJ (susu. Lieberman & Kanig 1994). dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. jahe).memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. Namun.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). kopi. tingkat pengeringan. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. tekstur bahan.padatan cair. Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. dan hasil ekstrak. Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Uap . Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi.4-4 mm). Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. sari buah. Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. kecepatan dan jalur tetesan. telur. krim. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. Umumnya digunakan pada produk susu. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). teh.

Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. kopi. sayuran. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. Umumnya. dan beku (Hariyadi 2006). kromatografi adsorbansi.dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. Berdasarkan prinsip pemisahannya. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. berbentuk kerucut. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). dan flakes (Hariyadi 2006). udang. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). dan kromatografi eksklusi. kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. kromatografi penukar. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . buah-buahan. Umumnya digunakan pada produk sari buah. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. Fase bergerak berupa gas atau cairan. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006).

TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan.Chromatography) (Tissue 1996). media tersebut berpindah dari wadah pelarut. TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. . Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam. Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler.

Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Kecamatan Dramaga. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Institut Pertanian Bogor. Jakarta. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. pembuatan tablet isap jahe. dan 3) bersedia dijadikan contoh. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Sedangkan. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. Departemen Gizi Masyarakat. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Sedangkan. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Bogor. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Departemen Gizi Masyarakat.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. pembuatan tepung ekstak jahe. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan.

typus. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). melahirkan bayi mati. influenza. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. dan 3) bersedia menjadi panelis. pilihan produk MMK yang dikehendaki. dan lain-lain. jangka waktu terjadinya MMK. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. status gizi ibu hamil. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. dan persalinan normal. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. sebab MMK. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. melahirkan bayi sungsang. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. jantung. kebiasaan makan ibu hamil. tingkat keparahan MMK. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. makanan pantangan selama hamil. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK.Bogor (IPB). batuk. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. diare. diabetes. dan 3) bersedia menjadi panelis. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. dan makanan yang menyebabkan alergi. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. dan konsumsi obat MMK. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. pendapat apabila jahe diolah . riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. melahirkan secara ceasar. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. hipertensi. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. serta pengetahuan tentang jahe. aborsi.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari.

Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. biasa. sangat suka. tekstur. agak tidak suka. dan sangat tidak suka. suka. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. tekstur isap. rasa pedas. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. analisis. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. aroma jahe. mouthfeel. rasa pedas. warna. estimasi kehilangan selama pengeringan. data pembuatan. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. tidak suka. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. dan warna. aroma. tidak suka. aspek- .sebagai produk pereda MMK. aroma keseluruhan. Karakteristik fisik meliputi kadar air. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. rasa flavor. dan derajat keasaman (pH). agak suka. agak suka. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. tekstur saat isap. dan penampakan keseluruhan. suka. dan penampakan keseluruhan. rasa manis. sangat tidak suka. waktu larut. suka. agak tidak suka. agak tidak suka. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. rasa keseluruhan. agak suka. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. dan sangat tidak suka. dan kelarutan. tidak suka. warna. dan amat sangat tidak suka. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. rasa keseluruhan. analisis. rendemen. rasa jahe. aroma flavor. aroma jahe. aroma keseluruhan. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. rasa pedas. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka.

Vacuum dryer Gambar 5. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. aspek-aspek produk yang tidak disukai. Spray dryer Gambar 4. cawan porselen. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. IPB. Jakarta. IPB. vacuum dryer. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. Jakarta. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. Jakarta. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. Jakarta. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Freeze dryer . Bogor. stopwatch. Gambar 3. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. asam sitrat. termometer. dan flavour bubuk rasa teh hijau. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. Jakarta. Alat analisis antara lain neraca analitik. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. oven. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. sodium benzoat sebagai pengawet.aspek produk yang disukai. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. aerosil. aerosil sebagai adsorban. penetrometer. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. Bogor.

Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. keamanan. efektivitas. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga. Menurut Wikandari (1994). pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1.

pencampuran. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi.berjalan lebih singkat. aerosil. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. vacuum dryer. dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. bahan anti lengket (magnesium stearat. Sebelum dilakukan pengeringan. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. pengocokan. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . dan bubuk talk). Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan.5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. dan pengempaan.

Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). tingkat kecukupan zat besi. Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). kejadian MMK pada ibu hamil. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. cleaning. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk. Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. coding. dan vitamin A (RE). Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. dan selanjutnya dianalisis. Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). kalsium. protein (g).5 for Windows. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. kalsium (mg). entry. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). Sedangkan menurut Gibson (2005). dan Statistical Analysed System (SAS). Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. zat besi (mg).Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing.

dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). estimasi kehilangan. rendemen. waktu larut. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. menggunakan vacum dryer. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. pH) dari tablet isap jahe.percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. dan menggunakan freeze dryer. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995).

3. 3. Usia kehamilan 3. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. Tidak KEK ( 23. Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. 1. dan vitamin A: 1. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. 1.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. 3. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. Jenis pangan 3. 4. zat besi. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. 2. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. Frekuensi pangan . Cukup ( 70%) 2. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. 7. 4. Deskriptif 4. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. KEK (<23. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). 5. Cukup ( 77%) 2. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. 2. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. 6.5 cm) Deskriptif 3.5 cm) 2. 2. 4. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. 1. 8.

Estimasi kehilangan 4. Deskriptif 11. Pemberian jahe saat kehamilan 2. 1. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Konsumsi obat MMK 1. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Kadar air 2. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. 6. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. 3. Waktu larut 1. Rendemen 3. Jangka waktu terjadi MMK 5. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Frekuensi MMK 2. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Sebab MMK 8. 2. Mutu fisik tablet isap jahe 2.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. 5. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Pilihan produk MMK 3. 4. 1. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Tingkat keparahan MMK 3. Derajat (pH) keasaman . Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7.

Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 3. 1. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. 4. 7. 5. 5. 7. 4. 10. 6. 3. 2. Kategori diterima (skor 4-6) 2. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 9. 3. 2. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. 8. 4. 2. 5. 6.Tabel 3 (Lanjutan) No 13. 8. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 1. untuk parameter rasa pedas. 9.

yaitu kurang dari 20 tahun. 20-35 tahun. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal.7±5. usia kehamilan.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20.5±5. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. emosinya cenderung labil. dan lebih dari 35 tahun. .

Dilihat dari frekuensi kehamilan. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). dan 5% contoh pada kehamilan kelima. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). Menurut usia kehamilannya. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. sebagian besar (86. Namun.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. 15% contoh pada kehamilan keempat. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat.

Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil.yang buruk seperti keguguran (15%). Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. dan prematur (5%). anemia pada bayi baru lahir. baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. bayi baru lahir mudah terinfeksi. diare. dan lain-lain (Lubis 2003). Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. dan demam). abortus. masalah infeksi atau imunitas. terhambatnya pertumbuhan otak janin. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). . dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. melahirkan BBLR (10%). Menurut Lubis (2003). typus. 10% (masing-masing hipertensi. keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil.

Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. Namun demikian.5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR. pada umumnya.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002). Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989). atau lahir dalam keadaan meninggal. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Menurut Departemen Kesehatan (2000). Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17.7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). bukan hanya sebelum hamil.5 cm yang berarti menderita KEK.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur. Ukuran LILA <23. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. lahir dalam keadaan BBLR. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7. Anak yang mengalami keadaan .5 cm.91±3.

hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali.6±0. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. Selain makanan utama.3±1. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. . Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari. Namun demikian. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil.2 Berdasarkan Tabel 8. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. terutama pada trimester kedua.7 2. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar. Menurut Siega (2001). Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.

Makanan tersebut antara lain adalah nanas. durian. salak. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. dan rasa mual. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . gatal-gatal pada kulit. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. atau sulit melahirkan. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. keguguran. serta menimbulkan bercak-bercak merah. tape. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. rasa. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). dan kopi. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. maupun aroma makanan.

Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). nasi goreng. dan rambutan (70%). sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). ikan air laut. Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). ikan laut (60%).kali/minggu). . ikan asin. sumber protein hewani. bubur ayam. dan selingan. Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). dan roti. dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. nasi goring (50%). jarang (1-3 kali/minggu). bubur ayam (45%). kangkung (75%). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). mie instan (30%). tauge (55%). ikan air tawar. dan kacang tanah. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. apel (55%). telur ayam negri. (50%). roti (55%). sawi (65%). kacang hijau. dan telur ayam negri (45%). sumber protein nabati. tahu. ikan tawar (55%). Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. jeruk (70%). Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. pisang (60%). bakwan (55%). nasi uduk. Nasi uduk (40%). Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. sup (65%). tahu isi (45%). Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). siomay (45%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). sering (4-6 kali/minggu). dan susu. ikan asin (50%). mie instan. Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. labu siam (55%) dan mentimun (55%).

Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. pertumbuhan uterus dan payudara. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. . memelihara. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). Sedangkan. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. jantung yang sehat. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. jagung. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). serta penumpukan lemak. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). yaitu minimal 60 g per hari. Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. syaraf dan otot. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). serealia). dan pangan sumber protein (daging. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. buah berlemak.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. dan biji berminyak). Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. ikan. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Ari-ari berfungsi untuk menunjang. gigi. oat. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). kacang-kacangan. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. pangan sumber karbohidrat (beras. sayuran hijau. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya.

meningkatkan angka kematian karena campak. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). Namun. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. telur. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. kacang-kacangan. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. ikan. Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. sayuran berdaun hijau. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Mengkonsumsi buahbuahan. sayuran daun hijau. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. . dan menimbulkan rasa mual. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Berdasarkan Tabel 11. Adanya pertumbuhan janin. daging. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. unggas. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. meningkatkan asam lambung.

maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).0 Total 15 100. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. Namun. Sedangkan sisanya. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada.7 Beberapa kali selama hamil 6 40.7%). Ada yang hanya berupa mual-mual biasa.3%) dan beberapa kali seminggu (26.3 Beberapa kali seminggu 4 26. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 5 Trimester I-II 6.0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 . Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan.

dan kesulitan sosioekonomi . pylori. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. gangguan metabolisme karbohidrat. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. dan rasa tidak tenang.3%) dan trimester ketiga (6. terdapat pula 26. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. kelelahan. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. hipertiroid. dan kehamilan bayi kembar. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. infeksi H.7 Kelelahan 1 6. Namun.dilakukan di Cornell University. Selain itu. pada wanita muda. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. pertentangan dengan suami atau mertua. kekurangan vitamin B. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar.7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. hanya 6.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. hiperasiditas lambung. beban psikologis (banyak pikiran). Amerika Serikat. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. dan rangsangan indrawi dari luar.7%). Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.

hamil anggur (mola hidatidosa). obesitas. Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. kehamilan kembar. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. hamil pertama kalinya. Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. . Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15. Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan.

permen lunak dan makanan ringan. Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. . minuman serbuk. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. berdasarkan Tabel 16. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut.

Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. dan jamu-jamuan. teh herbal. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . Gambar 9. Harganya antara Rp 800-1. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan.500 per sachet. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. kopi. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk.5 gram per sachet. sampai dengan pemilihan tepung terbaik. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. pemilihan metode pengeringan.

Gambar 10. Berdasarkan Gambar 11.06%). dan freeze drying). 6 5. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992). Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap .dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%.33%).33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3.77 Gambar 11.055 5 Kadar Air (%) 4 3. Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9). vacuum drying. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5.

09%). Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6.35%).165 8.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan. 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6.335 Gambar 12. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk.05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. Berdasarkan Gambar 12. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9). Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal. diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38. Berdasarkan Gambar 13. Sedangkan metode pengeringan .09 6. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.32%).

08 38.315 37. 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.4 Gambar 13. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.08%). Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%).21%). Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.57%). . Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.

0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC.57 Gambar 14.0405 0. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.0435 0.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.041%). diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0. Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.04 0.0445 0. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.043 0. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang .042 0.044 Gambar 15. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.044 Kandungan gingerol (%) 0.044%).102 100 Kelarutan (%) 98 96.0425 0.0415 0.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0.041 0.041 0.042 0.21 99.

tekstur. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. warna. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. tekstur. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. dan tampilan keseluruhan. Sedangkan dari parameter aroma. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. Dilihat dari parameter tekstur. aroma. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. rasa pedas. warna dan tampilan keseluruhan. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. Dilihat dari parameter rasa pedas. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot.

044 pada pengeringan semprot dan 0. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3.08%).terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. Secara keseluruhan. parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.21%). parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. Namun demikian.35%). Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0. rendemen paling banyak (8. kelarutan yang tinggi (93. Tentunya Ke se R lu .33%). maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. dan skor modus penerimaan yang cukup baik. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut.

Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.04 0.2 0.6 0.05 56.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.65 1 1 0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.05 56.04 0.04 0.04 0.03-0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.04 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.1 100 0.274 0.04 0.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .254 0.35 1 1 0.04 0.02 1 0.04 0.5 0.1 100 0.002 2.002 2.05 56.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .266 0.6 1 0.002 2.85 1 1 0.6 0.04 0. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.1 100 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.02-0.008 1 0.

Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg.Gambar 18. Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Lieberman & Kanig 1994). Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena . kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama. Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18.5 mg). Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe.

25 15 Gambar 19. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9. Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman. 3 (Tanpa Flavor) 6.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8.3 menit). Lieberman & Kanig 1994). . Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. 1 (+Asam Sitrat) F. masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap. Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe. Berdasarkan Gambar 20. 2 (+Tea Powder) Formula F. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003).adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa.5 9.

1 (+Asam Sitrat) F.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe. terutama.735 8. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. 1 (+Asam Sitrat) F. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5.595 9. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam.3 8. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya.5 Waktu Larut (menit) 9 8.10 9. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F. Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).5 8 7.3 6.5 F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20.9 6.75 Gambar 21. seperti tepung jahe (2. 2 (+Tea Powder) Formula F. Formula 1.3). 2 (+Tea Powder) Formula F.7-3). 3 (Tanpa Flavor) 5. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik .

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. rasa pedas. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. dan warna. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. Terhadap parameter rasa jahe. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. 2 (+Tea Powder F. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). rasa jahe. aroma flavor. campuran aroma keseluruhan. mouthfeel. campuran rasa keseluruhan. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. rasa flavor. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . tekstur saat diisap. Penilaian meliputi rasa manis. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. aroma jahe. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. dari parameter rasa manis. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. dan 7 (berasa) untuk formula 2.

Dilihat dari parameter mouthfeel. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Sedangkan dari parameter warna. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. aroma jahe. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Dilihat dari parameter rasa flavor. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. Lieberman & Kanig 1994). Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). diketahui bahwa dari parameter rasa manis. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. rasa jahe. atau membuat partikel yang lebih kecil. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. . Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. aroma flavor. menurunkan suhu pengeringan. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. mouthfeel dan warna. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet.

3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. pengepakan. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . dan pengapalan. Lieberman & Kanig 1994). Kekerasan tablet konsumen (Lachman. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. 1 (+Asam Sitrat) F. 2 (+Tea Powder) F.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting.

90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). ar om a ra sa . 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. tekstur saat diisap. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. rasa pedas. rasa keseluruhan. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. aroma jahe. warna. 2 (+ Tea Powder) F. rasa manis. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. 1 (+ Asam Sitrat) F. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. aroma keseluruhan. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe.

persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. 1 (+ Asam Sitrat) F. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . Melalui hasil perhitungan. warnanya yang kurang menarik. kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar.1%. Menurut Khairani (2002). Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.6 gram/tablet.4-3.3 cm dengan bobot 4 gram). maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. dan ukurannya yang besar (diameter 2. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0.1-2.041% dalam tepung. tergantung umur panen dan tumbuhnya. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar.

Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan .kandungan oleoresin 0. Melalui perhitungan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK). Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun). Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0.044 mg–0. Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11. dan biaya tenaga kerja.4%-3.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. biaya bahan baku.

05) terhadap persentase rendemen. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. Dilihat dari parameter rasa flavor. dan penampakan vitamin A. rasa jahe. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0.yang buruk. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. kalsium. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Berdasarkan uji mutu hedonik.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. aroma jahe. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. aroma flavor.05) terhadap kadar air tepung. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. protein. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). warna. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. estimasi kehilangan selama pengeringan.05) namun berpengaruh signifikan (<0. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap. tekstur. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). Berdasarkan tingkat konsumsi energi. mouthfeel dan warna. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap.041%). lebih dari separuh contoh keseluruhan. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis.

Amalia R.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. . Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Institut Pertanian Bogor. Sedangkan berdasarkan persentase. Secara keseluruhan. 2005. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 2004. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. Penuntun Diet.organoleptik. tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. output senyawa gingerol.

Dalam Soekirman et al. ______. ______.cbn.cyberwoman. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.wikipedia. Fardiaz S. http://www. 2000. Magnesium. Farmastika. Suliantari. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi]. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin.net [30 September 2007]. 2004. 2008. 2005.Aminah S. http//:www. Sodium Benzoate.halalguide. 2008. LIPI. Anief M. [terhubung berkala]. Sorbitol. [terhubung http://www. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI).M.org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. Andonotopo & Arifin.info. 2008]. Jakarta.. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.L. Food Additives. [terhubung berkala]. 2003.weddingku. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. http//:www. [terhubung berkala]. Darlina & Hardinsyah. http//:www. Institut Pertanian Bogor.html [5 Agustus 2008]. Ratih D. Jakarta: Fakultas Kedokteran.B.depkes. New York : Marcel Dekker.com/ [30 September 2007].madsci. 2004. Azwar A. Kiat Mengatasi Morning Sickness . Universitas Indonesia Press. 1988. Jurnal Media Gizi dan Keluarga. 2008. ______. berkala]. Anonim.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm.sorbitol. [terhubung http://www. Salminen. Arisman M. 2007. Gizi Wanita Hamil. ______. S. 2008..com/indo/index. (Eds. 14. Institut Pertanian Bogor.ca/ [13 Februari 2008]. [terhubung berkala]. Departemen Kesehatan.com (30 September 2007). Davidson. 27 (2) Juli 2003. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan. 107).jksucralose. http//:www. 2007. Badan Standardisasi Nasional. Inc. Sukralose.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. [terhubung http://en. 1990. berkala]. Senyawa Antimikroba. ______. 2006. P. Badan Standardisasi Nasional (BSN). . Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor.net [30 September 2007]. Branen A. 2004.

2003. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Bandung. editor. Lachman L. Hiroshi T. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1995. Institut Pertanian Bogor.net [30 September 2007]. Ginger The Genus Zingiber. Jakarta UI Press. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. Gaspersz V. Mawaddah N. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. Di dalam: Ravindran P. Institut Pertanian Bogor. 2008. New York.net [30 September 2007]. 2002. Gibson RA. Martianto. & Babu K.L.cyberwoman. Pharmacology of Ginger.A. Kanig. http//:www. [terhubung berkala]. Bogor: Fakultas Pertanian. Lubis Z.P. 493-494. Institut Pertanian Bogor.net [30 September 2007].halalguide. Lestari K.info.cbn. H. Jahe dan Hasil Olahannya. Washington D. London: Oxford University Press. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. http//:www. Megawati.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. D. Armico. Morningsickness. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. Ed ke-2. Hariyanto P. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Pertanian. J.telkom. Hardinsyah. Kailaku S. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala].N..D. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Boca Raton. http://www. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan.D.. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. 1994. London. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Fardinatri I. Koswara S. Institut Pertanian Bogor. 2003. 1994. 2006. 2005. Metode Rancangan Percobaan. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. 2005. 2007. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. [skripsi]. Pusat Antar Universitas. 2006. Leonara R.I. . 2005. Pengetahuan. Khairani N. Tablet Gonoderma Effervescent. [terhubung berkala]. Kaem D. CV. 2007.N. 1992. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. hlm. Suyatmi S. Lieberman. Februari 2008].C: CRC Press. Kimura I. Principles of Nutritional Assessment. Institut Pertanian Bogor. Penerjemah. http//:www.

© 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. [terhubung berkala]. 2003. http://www.C. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2001. American Journal of Epidemiology. Pilosof A. Prentice Hall Inc. 2008. Di dalam: Mujumdar A.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. EzineArticles 17 May 2006. Rowe R. [terhubung berkala]. Enfield. P-Press.S.. Bandung : Tarsito. pg. ke-2. Obstet Gynecol 2000. Rahman A. USA & Plymouth. 2004. 1982. Drying Technology in Agriculture and Food Science.net [30 September 2007]. Sugiartono.oxfordjournals. Obstet Gynecol 2004. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. . Krystin W. 1995.. Sanjur. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. 2006.ezinearticles.pdf [13 Februari 2008]. Siega P. 1981.uk/pdfs/mussheet04.97: 111–182. [13 Februari 2008].pdf [13 Februari 2008]. 2000. Spray and Freeze Drying of Enzymes. Owen. http://www..J. 2000. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. [9 September 2008]. Metode Penelitian. Smith C. 2005. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil. 167-168. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Inc. Yogyakarta: Kanisius. Nadesul H. London & Chicago. Olds SW.unair. S. Lozzenges and Pastilles. [terhubung berkala]. Sudjana. Papalia DE.journal.. Caroline C.pasificchain.rpsgb. Rukmana R. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia.ac. http://www. Sripramote et al.103:639–45. N.org.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. Terebiznik M.R. Social and Cultural Perspective in Nutririon. Paul J. UK: Science Publishers.R.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. 2003. [terhubung berkala].S. 2008.Morgan E. Desain dan Analisis Eksperimen. Nazir M. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy. Human Development. Usaha Tani Jahe. [terhubung berkala]. Depok: Puspa Swara. USA: McGraw Hill. Neil H. http//:www. http://www. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.M. McMillian V. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery.org. 2000. Ed. Magnesium Stearate. editor. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. 1983. 1983.C.

Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. 2007. Double-Masked. Wikandari P. Jakarta: Puspa Swara. Kismia Pangan dan Gizi. 1992. Obstet Gynecol 2001. 1994. Winarno FG. Thin Layer-Chromatography. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Theerajana K.R.ac. Wijianto & Khomsan. [terhubung http://elchem.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc.S. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. L. 1989.97: 577–82. Sosio Budaya Gizi. Tissue. Institut Pertanian Bogor. PlaceboControlled Trial . .htm 2008].Suhardjo. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. berkala]. 1996. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2002. 2001.kaist. Februari [13 Vutyavanich T. Widyaningsih.1 Juli 2002. Ruangsri R.

LAMPIRAN .

radar 2. Budha 5. Institut Pertanian Bogor. Hindu 1. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap.lainnya 16. TELP 12. Tinggi badan 6. JUMLAH ANAK A. NO RESPONDEN 2. TANGGAL KUNJUNGAN 3. Budha 5. Usia kehamilan 2. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. DUSUN/KAMPUNG 1. KECAMATAN 6. Kristen 3. DESA 8. bateng 7. Status Gizi Ibu hamil 1. Hindu : 4. 1. USIA BUMIL 13. NAMA BUMIL 5. Nama sheet: SG BUMIL A. ENUMERATOR 4. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. kerahasiaan data Anda terjamin. BB sebelum hamil 4. AGAMA BUMIL 1. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. bara 6.RT 11.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). leuwi kopo : : : : : : : 3. Kristen 3. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . Islam 14.lainnya (sebutkan) : : 2. NO. BB saat ini 5. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. Kehamilan ke 3. NAMA SUAMI 15. Fakultas Pertanian. Islam R16 2. badoneng 5. AGAMA SUAMI : : : : 4.sengked 9.cangkurawok 4.

................. Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a.... 2=jika jawaban tidak) C 1.. Ba12j Ba13j j. Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan .................................... 3x d.. C5.... Keguguran Ba22b b... Melahirkan bayi sungsang Ba22g g............ Anemia Ba12b Ba13b b............ Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a...... b...................>3x C3.... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya.... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a.......... Alasan: ..................... C12... Tidak C10..... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan.............. Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a.... B2..................................... C11.. Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a.. Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a.. Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a..... .. Alasan: .......... Siapakah yang menganjurkan.................................. Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a.............................. Jantung Ba12c Ba13c c........................ Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C... Diare Ba12g Ba13g g................. Nama sheet: kebiasaan C........ C9.. Nama sheet: RiwKes B........ b........ Melahirkan bayi mati Ba22f f....2x c... Batuk Ba12h Ba13h h..................... 1x b.. Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.. Ya b.... Tidak C8..........82 Lampiran 1 (lanjutan) B............ Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a............. Alasan: ...................... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e............................>3x C2.......................................................................... Aborsi Ba22c c..........a....... Persalinan normal Ba22i i.... Typus Ba12f Ba13f f................... Melahirkan bayi <2500g Ba22d d.. 1x b.......... Hipertensi Ba12d Ba13d d............................ 3x d.. Makanan yang tidak disukai:...................... Ya b..... Tidak C4......... Influenza Ba12i Ba13i i............. Persalinan caesar Ba22h h......... Diabetes Ba12e Ba13e e..................................... Alasan: ............ C7....... b..... Ya b.................................. RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1....2x c... C6.....

2 Tahu 4.2 Tomat 6.3 Ikan tawar 3.6 Semangka 7.4 Kacang hijau 4.6 Daun melinjo 5.2 Ikan laut 3.4 Apel 7. UMBI-UMBIAN 2. KACANG-KACANGAN 4.5 Daun singkong 5.2 Kangkung 5.3 Pisang goreng 8.3 Kacang panjang 4.5 Telur negeri 3. JAJANAN 8.3 Sawi 5.2 Talas 2. DAUN-DAUNAN 5.1 Tempe 4.7 Daun katuk 6.7 Tempe goreng 8.3 Mentimun 7.2 Pisang 7.5 Melon 7.5 Bakwan 8.10 Teh 8. SUSU DAN TELUR 3.8 Rambutan 8.4 Mie ayam 8.5 Mie instan 1.1 Singkong 2.1 Daging ayam 3.5 Kacang tanah 5.6 Tahu goreng 8.83 Lampiran 1 (lanjutan) D.1 Bayam 5.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .6 Susu 4. IKAN. kol) 5.6 Roti 2. SAYURAN BUAH 6.2 Nasi uduk 1. DAGING.1 Labu siam 6.4 Sup (wortel.8 Kerupuk 8.1 Nasi 1.1 Pepaya 7.7 Mangga 7. BUAH 7.3 Bubur ayam 1.3 Jeruk 7.1 Bakso 8.4 Ikan asin 3. Nama sheet: FFQ D. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.3 Singkong 3.4 Nasi goreng 1.2 Siomay 8.

. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. bubur c.setuju c. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari…………….. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. F11.. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a.. camilan d.. tidak pernah d... Hiperemesis (sangat berat) c. Keseluruhan a. sangat tidak setuju F6. berat d. beberapa kali seminggu a. dibolehkan b.. sering b. 2 c... Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a. F9. bersedia b. F5. tidak ada sebab spesifik F2. F8. makanan berat b. tidak bersedia d. trimester pertama sampai trimester akhir c.. tidak tentu . tablet isap d. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. tidak dibolehkan d. F13. sedang a. Tidak pernah c. tidak tahu . tidak tahu F4.84 Lampiran 1 (lanjutan) E.. tekanan / stres b... beberapa kali selama hamil d. setiap hari b. lain-lain.. ringan b. rangsangan dari luar d... tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F. tidak pernah periksa c. susu b. orang terpercaya d.. sangat setuju b. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1. tidak tahu F3. susu c. 1 b. tidak setuju d. sebutkan d.. dianjurkan b. F10.>2 d. buah-buahan a.. kelelahan c. ragu-ragu c. jarang c. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. dokter b. trimester pertama dan kedua a. bidan a. F12.

Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. botol ditimbang.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. botol dimasukkan ke dalam desikator. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. Sebelumnya. Setelah dingin. dalam g b = berat buah kering. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. Setelah itu. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. dalam g B = berat kertas saring.42 dengan bantuan pompa vakum. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. Selanjutnya. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. dalam g KA= kadar air (%) . dalam g C = berat kertas saring + berat residu.

Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu. jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. . Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . kemudian ditekan dengan jarum pengukur.850C sehingga seluruh tablet larut. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. sepersepuluh milimeter division. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . Setelah penekanan. Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument.

... . sangat suka Komentar/saran : ... agak tidak suka 4.................. aroma................ rasa pedas................................................ suka 6..............................87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe............................................................... Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.............................. warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe.............................. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda......................................................... ..................... tekstur............... Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe......... . agak suka 5.................................. ................... warna............. Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu.......................................................................................... Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1...................................................... sangat tidak suka 2.................................................................... ......................... tidak suka 3..............

Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. Pengujian dilakukan satu demi satu.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

lain-lain. camilan d. sangat setuju b. DESA 5. leuwi kopo 6. ragu-ragu c. Susu c. hiperemesis (sangat berat) c. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. bidan a. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. orang terpercaya d. KECAMATAN 4. tidak bersedia d.. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1.. setiap hari b.setuju c. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. USIA KEHAMILAN 12. DUSUN/KAMPUNG 2. A10.. tidak pernah periksa c. tidak tahu . bersedia b... TELP 9.. 1 b. USIA BUMIL 10. tidak tahu A4. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a.RT 8. bara 6. tidak tentu .. berat d. beberapa kali seminggu a. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. tekanan / stres b.. trimester pertama dan kedua a. tidak ada sebab spesifik A2. beberapa kali selama hamil d. dianjurkan b. JUMLAH ANAK 11. R1 R2 R3 R4 R5 1.. NAMA BUMIL 3... A12.cangkurawok : : : : : 4. A5. tidak pernah d.. RW 7... Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. jarang c. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a.. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. dokter b.. trimester pertama sampai trimester akhir c. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. susu b. ringan b. TANGGAL KUNJUNGAN 2. buah-buahan a.. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. A8.. bubur c. makanan berat b..... sedang a.. sangat tidak setuju A6. tidak tahu A3.. kerahasiaan data Anda terjamin. dibolehkan b. Fakultas Pertanian. tidak dibolehkan d. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda.. sering b. NO. Institut Pertanian Bogor. kelelahan c. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. Tidak pernah c. rangsangan dari luar d.. A11.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). A9.>2 d.. KEHAMILAN KE: : : : 3. sebutkan d. badoneng : : : 5. 2 c. A13.. tidak setuju d. tablet isap d.

Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? . Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe.suka 6. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. agak tidak suka 4. sangat tidak suka tidak suka 3. 2. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. agak suka 5. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1.

Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 .92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1.

3306 4.49 8.4 Spray Vacum Freeze 6.08 37.57 93.83 14.69 8.375 Lampiran 7.95 30.7701 Lampiran 7.85 6.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.2834 4.7638 Ulangan Kedua (%) 4.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.34 6.13 5.21 44.042 Metode Penelitian TLC scanner .98 Ulangan Kedua (%) 99.09 8.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.50 95.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.041 0.48 5.92 96.043 0.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.8799 3.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.82 16.1314 3.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.14 90.17 Lampiran 7.54 6.3777 4.21 96.6285 3.83 11.

3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.5 9.74 8.3 6.75 .4 6.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.5 Rata-rata Ulangan 15 6.74 8.41 8.30 Lampiran 8.9 6.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.9 6.25 Lampiran 8.8 Rata-rata Ulangan 5.18 8.9 6.2 6.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.13 Ulangan Kedua (menit) 9.5 9 Ulangan Kedua 15 4.7 Ulangan Kedua 5.01 8.5 9.

29968333 Lampiran 9.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.3300 2 2 Lampiran 9.71015000 140.1.45675000 Lampiran 9.1488 .01215000 Total 5 3.7700 2 3 B 3.25151667 5.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.58083333 Total 5 8.66323333 377.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.26335000 Total 5 56.33161667 6.79005000 5.0971 Lampiran 9.24553333 Pr > F 0.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.23995000 Pr > F 0.87881667 Total 5 934.0550 2 1 A 4.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.0011 Pr > F 0.42030000 1.22495000 3.63645000 59.50303333 3.84 Galat 3 15.03645000 0.44990000 20.74250000 0.30 0.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.60 Galat 3 1.0843 Galat 3 179.75 Galat 3 0.

1.12333333 0.25 Galat 3 0.58333333 10.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .73723333 0.02500000 3.5000 A 2 1 7.61350000 0.17 Pr > F 0.25000000 21.3.0007 Lampiran 10.56166667 0.0066 Lampiran 10.2500 B 2 2 Lampiran 10.00833333 187.75000 A 2 3 5.29166667 0.14833333 1.33333333 41.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.35073333 Lampiran 10.7500 A 2 3 4.75000000 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.40 0.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.86861667 4.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.20450000 Total 5 2.90000 A 2 2 6.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.

1 – 2. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0. Jika terkandung 0.09 mg 0.656 miligram terkandung 0.56 x 10-4 gram = 0.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap. 4 mg .4 – 3.68 mg 0.31 mg 1.04 .041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.041% = 6.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.4 – 3.04 – 0.97 Digunakan 1.0.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .6 gram x 0.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.2 % gingerol 0.1 – 2.2% dalam oleoresin.34 – 0.

022.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.5 jam Rp 5. Maltodekstrin 1 kg 3.33 kg 3 jam Rp 8.000/ tahun 3.542/ kg tepung 5.800 Rp 4.000 Rp 250 Rp 1.000 = 5.5 jam x Rp 218. Sodium benzoate 2.000.000.219. Aerosil 25 g 9. Harga = Rp 20.000.25 g 7.652.000.000 = Rp 218. Sukralosa 1.000 2.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5.83 = Rp 942/ kg tepung 5.000. Magnesium stearat 25 g 5.750/ hari 24 1.479. Talk 25 g 6.97 + 1.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.016/ kg 8 Rp 6.000 = 3.000 + 500.000 2. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30. Sorbitol bubuk 1. Biaya perawatan = Rp 500. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.5 kg 2.000 Rp 15. Harga = Rp 30.750 = Rp 41.33 kg 1.000 + 1.739.86 = Rp 5. Asam sitrat 12.5 g 4.600/ kg Biaya total/ kg tepung : .98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.33 Alat kempa 1.022.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5. Biaya perawatan = Rp 1.45 + 2.369.750 Rp 44.400 Rp 400 Rp 3.000.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1. Jahe 0.18 = Rp 1.73 = Rp 8.4 kg 8.219.250 Rp 50 + Rp 77.542 + 942 = Rp 2.000 3.

100 = Rp 193.484 = Rp 77.600 = Rp 41.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .100 1.016 + Rp 121.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.76 + (Rp 193.6 x Rp 121.76 x 75%) = Rp 339.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->