PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Dekan Fakultas Pertanian Prof. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: . M. M. Didy Sopandie. Budi Setiawan. Dr. NIP 131 667 778 Diketahui. Ir.Agr.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. Ir. Dosen Pembimbing Dr.S.

Ir. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. Ibu Nina. Marissa.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. Eka. Nurlaela. mengingatkan. Agustus 2008 Penulis . Curly Kun. Alfinda. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Ida. Bapak Nurwanto.Si. Mbah Putri. Rizka. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Mbak Wita. Kak Sigit (GMSK 36). 5. Lilik Kustiyah. Ari. M. bantuan. Angel. Ir. dukungan dan doanya. Retno. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Any. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Bapak Dian. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. inspirasi. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. kesabaran. Ibu Yuli (LAFIAL). 3. Dekus. Bapak Mashudi. Ratna. Yulia. Budi Setiawan. Keluarga besar penulis (Ibu. Ibu Rizky. masukan. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. dan lain-lain) atas kasih sayang.S. Devi. menguatkan. Bapak. Rika. Bogor. Rena. bimbingan. Nova. Daru. dukungan. Aqsa. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Mas Aji. Achi. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. Bapak Albert (Takasago). Venny. Dr. Dr. Ima. M. 2. 4. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. Edo.

pada tanggal 1 Mei 1986. Selama di IPB. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Dewi Runantari. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. . Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Bekasi. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. Pada tahun 2001. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Fakultas Pertanian. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Jakarta. dan lain sebagainya. Jakarta pada tahun 1998. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. Hari Purwadi dan Rr. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS).

.................................. .................... Spray Dryer .................... Tujuan ................................... Metode Pengeringan..................................................................................... Freeze Dryer .................................................................... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC).............................................................................. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 ....................................................................................... Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ............................................. Energi ........................................................................................................................................... Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil ...................................................... Kandungan Gizi Jahe......................... Manfaat Jahe ............ DAFTAR LAMPIRAN ....... METODE ....................................................................... Jahe (Zingiber officinale) ............. Waktu dan Tempat.............................. Vaccum Dryer .......................................................................................................................... Latar Belakang.............................................. Kegunaan ................................................................................................................ Produk Olahan Jahe di Indonesia .............................................. Kalsium ................................................ DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. PENDAHULUAN . Vitamin A ... Metode Ekstraksi .................................. Zat Besi ........... Bahan Penyusun Tablet Isap ................................................................................... Tablet Isap .................. vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil.......................................................................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................................ Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil ............................................................................................................................................................................................................................................................................................. Gingerol .......................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ..... Jahe dan Kehamilan ........................................................................................................................................................................................................................................................

............................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ............................ Riwayat Kehamilan dan Penyakit ..................... Perilaku dan Kebiasaan Makan ............................... Tingkat Konsumsi Zat Gizi ................................... Kelarutan ...................................................................................................... Uji Hedonik ................ Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe .................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) .................................................................................................... Bahan dan Alat ........................................................................................................ Frekuensi Konsumsi Pangan ..................... Kejadian MMK ............................................ Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan ............................................................... Rendemen ....................................................................................................................................................................................................... Profil Ibu Hamil .... Pengolahan dan Analisis Data ............................................................................ Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ........................... Pembuatan Tablet Isap Jahe .................................................................................................................................................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe .. Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ............ Karakteristik Ibu Hamil .. Status Gizi ............................ Kadar Air ...................................................................................................................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN ............ Penyebab MMK ................................................................................... Pilihan Produk Pereda MMK .................................................................. Pembuatan Produk ............................................................................. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil.................................................................................. 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 .......Jenis dan Cara Pengumpulan Data................................... Kandungan Gingerol ...................................................... Estimasi Kehilangan selama Pengeringan .............................................. Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ............................... Tahapan Penelitian ......... Frekuensi MMK .................................... Jangka Waktu Kejadian MMK ...................................

.............................................................................................................................. KESIMPULAN DAN SARAN ........................ DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... Derajat Keasaman (pH) ...........Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ............................................................. Waktu Larut................................................................................................................................................................................................. Saran ........... Formulasi Tablet Isap Jahe ........................................................................... Formula Tablet Isap Jahe Terbaik.......................................... Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ................................................................................................................................................................ Uji Mutu Hedonik...................... 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 .................................... Kesimpulan ........................ LAMPIRAN .. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ............................ Kekerasan............. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet .

.......................................... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan. 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)…………….............................................................DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil. Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) ................... Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ........... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya................... Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan........................ Cara pengategorian dan analisis varibel .............. Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit ... Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ................................................................. ......................................................................................... Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ....................... Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 .................................. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan......... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi............................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ................................................... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ....................

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. Tujuan Khusus : 1. Mempelajari karakteristik. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008).. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Spesialis kebidanan dan kandungan. SpOG. 2005). status gizi. dr. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara.gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . riwayat kesehatan. 2001). menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. perilaku dan kebiasaan makan. sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. Boy Abidin.

Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. kandungan senyawa gingerol.5. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. khususnya yang menderita mual dan muntah. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. pH. 9. estimasi kehilangan selama pengeringan. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. kelarutan. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. rendemen. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. . Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8.

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. . Bagi ibu hamil. pertumbuhan uterus dan payudara. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. perubahan komposisi. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. pada dasarnya.000 kelahiran hidup. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. cukup bulan.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. dan metabolisme tubuh ibu. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. serta penumpukan lemak. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003). semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003). Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial.000 kelahiran hidup. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. pertambahan besarnya organ kandungan.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI).000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. faktor ekonomi. Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). faktor budaya. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100.

Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. sayuran berdaun hijau. dan biji berminyak). protein dan lemak. Mengkonsumsi buahbuahan. begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . unggas. peningkatan volume darah. buah berlemak. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. ikan. ikan. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. payudara). pangan sumber karbohidrat (beras. di kebanyakan negara berkembang. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Menurut Lubis (2003). keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). uterus. jagung. plasenta. dan pangan sumber protein (daging. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). dan menyuplai jaringan baru. cairan amniotik. serealia). daging. Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. akar dan umbi- . Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. Perubahan ini. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). oat.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. Namun. telur.

Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. mengonsumsi. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). sayuran hijau. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. gigi. kacang-kacangan.umbian sehari-hari. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. biji-bijian. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. sayuran daun hijau. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan. akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. jantung yang sehat. kacang-kacangan. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. sikap. syaraf dan otot. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat.

Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil.2 +0. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. pada umumnya. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.0 +4.2 +0.2 +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992).3 +0. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.2 +0. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil.2 +0. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. atau lahir dalam keadaan meninggal.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .3 mg Vitamin B1 +0.2 +0.3 +0.2 +1.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0.4 +0. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.seringkali mengalami kelahiran prematur. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. pada umumnya.3 +0.4 +0.3 +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. lahir dengan berat badan rendah.

kekurangan vitamin B. pylori. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). gangguan metabolisme karbohidrat. hiperasiditas lambung. Amerika Serikat. infeksi H. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. pada wanita muda. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. hamil pertama kalinya. hipertiroid. obesitas. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. kesulitan sosioekonomi . ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. dan lain sebagainya. Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. dan lainnya. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. pertentangan dengan suami atau mertua. . Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. terutama di bagian rahim. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita.Cornell University. untuk mencegah kelahiran prematur.

Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. elektrolit. serta vitamin melalui infus. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera.kehamilan kembar. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). karena memiliki kandungan minyak atsiri. Bahkan. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. glukosa. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). hamil anggur (mola hidatidosa). Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). namun. Penderita berpuasa selama 24 jam. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. minyak terbang. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. Cabang dari rimpang jahe. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. dan limonene. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk.

Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. zingiberol.9%. fenol. natrium. dan karbohidrat 12. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). kandungan oleoresin dalam jahe segar 0. vitamin C. magnesium. shogaol. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. Menurut Young et al. lemak 0. kalsium. pemupukan.3%.1%. dan zingeberen sekitar 0. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1.5-5.2% yang memberikan . dan pengolahan pasca panen. protein 2. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1.zingeron. shogaol. vitamin B6. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil.1-2. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002). zingeron). Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995).3%. 5-8% bahan damar.4-3. dan asam linolenik. zat tepung. serat 2-4%. enzim proteolitik. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. jenis tanah.9%. dan getah. Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. (2003) dalam Amalia (2004). Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. mineral 1-2%. ketinggian. oleoresin (gingerol. tergantung umur panen dan tumbuhnya. fosfor. cuaca.3%.

minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004). Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.0 Energi (KJ) 9. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.0 184.8 10.53 Serat kasar (g) 4. Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan. yaitu mencegah penggumpalan darah.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Pertama.5 Protein (g) 6. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004).3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. Kedua.1 1. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar.9 7. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.0 Karbohidrat (g) 70.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al.7 3. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. protease yang berfungsi memecah protein.0 1.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . 1951 dalam Khairani 2002). Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Menurut Rukmana (2000). lipase yang berfungsi memecah lemak. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424.

Dr. (2005). dalam dosis sedikitnya 1 gram. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. muntah. 2006). Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. Menurut Megawati (2007). (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. bahkan hiperemesis gravidarum. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. Dikemukakan. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. Jahe. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. (1991) dalam Kimura et al. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi.kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. dapat mengatasi mual. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. . muntah. Rasmussan et al. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. dan gejala lambung dan usus lainnya. 2006). Dibandingkan plasebo. dalam beberapa penelitian. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. Jahe. Smith et al.

Dikenal beberapa jenis jahe. Jahe dapat . Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Rimpangnya sangat luas dipakai. Jahe juga digunakan dalam industri obat. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Gambar 2. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. Vutyavanich et al. (2005). Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). juga diolah menjadi asinan dan acar. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. biskuit. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. kue. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. minyak wangi dan jamu tradisional. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. (2005). Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. kembang gula dan berbagai minuman.

selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). sekoteng dan sirup (Koswara 1995). Oleh karena itu. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. sekoteng. atau bahkan vitamin yang diinginkan. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. . dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). telur. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. wedang jahe. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. jahe). ronde atau STMJ (susu. antiseptik. mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Namun. analgesik. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. umumnya bulat. Lieberman & Kanig 1994). madu. di antaranya bandrek. Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). dan hasil ekstrak. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. sari buah. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. tingkat pengeringan. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. kecepatan dan jalur tetesan.padatan cair. Uap . Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi.4-4 mm). Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. teh. kopi. Umumnya digunakan pada produk susu. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. tekstur bahan. krim. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. telur. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006).

Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. Fase bergerak berupa gas atau cairan. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. Berdasarkan prinsip pemisahannya. berbentuk kerucut. dan kromatografi eksklusi. kromatografi adsorbansi. buah-buahan. kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Umumnya. kromatografi penukar. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006). udang. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). Umumnya digunakan pada produk sari buah. sayuran. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. dan flakes (Hariyadi 2006). 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . dan beku (Hariyadi 2006).dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. kopi.

Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler. TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. . Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan. media tersebut berpindah dari wadah pelarut. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam.Chromatography) (Tissue 1996).

sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). pembuatan tablet isap jahe. dan 3) bersedia dijadikan contoh. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Sedangkan. Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Institut Pertanian Bogor. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Jakarta.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Institut Pertanian Bogor. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. Departemen Gizi Masyarakat. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Bogor. Kecamatan Dramaga. Institut Pertanian Bogor. pembuatan tepung ekstak jahe. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Sedangkan. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Departemen Gizi Masyarakat.

dan 3) bersedia menjadi panelis. influenza. status gizi ibu hamil. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. hipertensi. serta pengetahuan tentang jahe. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. diare. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. makanan pantangan selama hamil. typus. aborsi. pilihan produk MMK yang dikehendaki. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. dan lain-lain. sebab MMK. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. dan konsumsi obat MMK. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. melahirkan secara ceasar. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). dan persalinan normal. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). dan 3) bersedia menjadi panelis. diabetes. melahirkan bayi sungsang. jangka waktu terjadinya MMK. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. batuk. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. kebiasaan makan ibu hamil. tingkat keparahan MMK. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). melahirkan bayi mati. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. dan makanan yang menyebabkan alergi. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA).Bogor (IPB). melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. pendapat apabila jahe diolah . 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. jantung.

dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. sangat suka. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. tekstur. suka. tidak suka. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. rasa manis. rasa flavor. dan penampakan keseluruhan. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. estimasi kehilangan selama pengeringan. agak suka. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. rasa pedas. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe.sebagai produk pereda MMK. warna. Karakteristik fisik meliputi kadar air. tidak suka. analisis. aroma jahe. rasa keseluruhan. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. tidak suka. rasa keseluruhan. biasa. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. agak tidak suka. aroma keseluruhan. aspek- . Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. dan penampakan keseluruhan. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. suka. dan derajat keasaman (pH). mouthfeel. agak tidak suka. analisis. rasa pedas. suka. rasa pedas. rasa jahe. agak suka. dan amat sangat tidak suka. aroma flavor. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. agak suka. agak tidak suka. aroma keseluruhan. data pembuatan. aroma jahe. tekstur saat isap. dan warna. dan sangat tidak suka. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. aroma. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. waktu larut. sangat tidak suka. dan kelarutan. warna. tekstur isap. rendemen. dan sangat tidak suka.

magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. dan flavour bubuk rasa teh hijau. asam sitrat. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. Jakarta. vacuum dryer. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. IPB. aspek-aspek produk yang tidak disukai. Jakarta. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. oven. Bogor. aerosil sebagai adsorban. cawan porselen. Freeze dryer . Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. penetrometer. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. IPB. aerosil. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. stopwatch. Alat analisis antara lain neraca analitik. Jakarta. Spray dryer Gambar 4. Bogor. Vacuum dryer Gambar 5. termometer. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. Jakarta. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL.aspek produk yang disukai. sodium benzoat sebagai pengawet. Gambar 3. Jakarta.

Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga. Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. keamanan. efektivitas.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama. Menurut Wikandari (1994). Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula.

berjalan lebih singkat. dan bubuk talk).5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. pengocokan. Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. bahan anti lengket (magnesium stearat. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. pencampuran. vacuum dryer. Sebelum dilakukan pengeringan. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). dan pengempaan. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. aerosil.

Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). kalsium (mg). Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. cleaning. zat besi (mg). dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). dan selanjutnya dianalisis. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk.5 for Windows. entry. Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. dan vitamin A (RE). Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). kalsium. tingkat kecukupan zat besi. dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. Sedangkan menurut Gibson (2005). konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. protein (g). coding.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. kejadian MMK pada ibu hamil. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). dan Statistical Analysed System (SAS). Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data.

waktu larut. Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. estimasi kehilangan. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . dan menggunakan freeze dryer. pH) dari tablet isap jahe. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. menggunakan vacum dryer.percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. rendemen. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995).

maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. 2. Cukup ( 77%) 2. 4.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. zat besi. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. Cukup ( 70%) 2. 5.5 cm) 2. 1. 3. Jenis pangan 3. dan vitamin A: 1. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. 8. 4. Frekuensi pangan . Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. 1. 7. Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. 2. 4. Usia kehamilan 3. 3. KEK (<23. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. Tidak KEK ( 23. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. Deskriptif 4. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. 2. 6. 3. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. 1.5 cm) Deskriptif 3. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2.

Waktu larut 1. Estimasi kehilangan 4. 2. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Derajat (pH) keasaman . Jangka waktu terjadi MMK 5. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Sebab MMK 8. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. 6.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. 1. 3. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. 5. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Pilihan produk MMK 3. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Kadar air 2. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. Konsumsi obat MMK 1. Deskriptif 11. 1. Frekuensi MMK 2. Tingkat keparahan MMK 3. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Rendemen 3. Mutu fisik tablet isap jahe 2. Pemberian jahe saat kehamilan 2. 4.

Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 5. 6. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. 4. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . 9. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 7. 5. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. 3. 4. 8. 2. 8. 2. 1. 3. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). Kategori diterima (skor 4-6) 2. 3. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 7. 2. 4. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. 10. 5. 6. untuk parameter rasa pedas. 1. 9.Tabel 3 (Lanjutan) No 13.

7±5. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. yaitu kurang dari 20 tahun. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. dan lebih dari 35 tahun. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28. emosinya cenderung labil.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20.5±5.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. 20-35 tahun. usia kehamilan. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. .

contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. dan 5% contoh pada kehamilan kelima. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. 15% contoh pada kehamilan keempat. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. Dilihat dari frekuensi kehamilan. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. Menurut usia kehamilannya. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . sebagian besar (86.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). Namun. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan.

diare.yang buruk seperti keguguran (15%). dan prematur (5%). Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. bayi baru lahir mudah terinfeksi. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. dan lain-lain (Lubis 2003). 10% (masing-masing hipertensi. Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. melahirkan BBLR (10%). dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. Menurut Lubis (2003). Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. typus. abortus. anemia pada bayi baru lahir. . Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. dan demam). Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. terhambatnya pertumbuhan otak janin. masalah infeksi atau imunitas. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil.

91±3.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Anak yang mengalami keadaan . WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23. Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7. lahir dalam keadaan BBLR. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. pada umumnya.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11.7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004).5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. Namun demikian. bukan hanya sebelum hamil. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. atau lahir dalam keadaan meninggal. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. Ukuran LILA <23. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK. Menurut Departemen Kesehatan (2000). Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17.5 cm yang berarti menderita KEK. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002).5 cm. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989).

Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari.3±1.6±0. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. Selain makanan utama.7 2. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Menurut Siega (2001). Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). terutama pada trimester kedua.2 Berdasarkan Tabel 8. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. .demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. Namun demikian.

rasa. Makanan tersebut antara lain adalah nanas. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. dan rasa mual. dan kopi. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. gatal-gatal pada kulit. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). serta menimbulkan bercak-bercak merah. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. atau sulit melahirkan. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. tape. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. durian. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. keguguran. salak. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 .Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. maupun aroma makanan.

Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). sering (4-6 kali/minggu). ikan laut (60%). Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. mie instan. dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). mie instan (30%). dan susu. ikan air tawar. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. jeruk (70%). dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). ikan air laut. Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). nasi goring (50%).kali/minggu). nasi goreng. Nasi uduk (40%). dan selingan. Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). ikan asin. kangkung (75%). ikan asin (50%). . bakwan (55%). labu siam (55%) dan mentimun (55%). sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). ikan tawar (55%). dan kacang tanah. tauge (55%). telur ayam negri. dan telur ayam negri (45%). nasi uduk. bubur ayam (45%). sup (65%). (50%). Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). siomay (45%). pisang (60%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). apel (55%). tahu isi (45%). kacang hijau. Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. sumber protein hewani. bubur ayam. dan roti. tahu. sawi (65%). Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. dan rambutan (70%). Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. jarang (1-3 kali/minggu). roti (55%). Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. sumber protein nabati. Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%).

kacang-kacangan. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). pangan sumber karbohidrat (beras. Sedangkan. serealia). dan biji berminyak). jagung. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. sayuran hijau. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. . dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). oat. jantung yang sehat. memelihara. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. yaitu minimal 60 g per hari. syaraf dan otot. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). pertumbuhan uterus dan payudara. serta penumpukan lemak. dan pangan sumber protein (daging. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. gigi. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Ari-ari berfungsi untuk menunjang. buah berlemak. ikan. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya.

Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. daging. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Berdasarkan Tabel 11. . diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. dan menimbulkan rasa mual. unggas. Adanya pertumbuhan janin. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). kacang-kacangan. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. telur. meningkatkan angka kematian karena campak. meningkatkan asam lambung. Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). sayuran daun hijau. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Mengkonsumsi buahbuahan.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. sayuran berdaun hijau. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. ikan. Namun.

0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 .7%). Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12. Namun. apabila keadaan umum penderita terpengaruh.7 Beberapa kali selama hamil 6 40. Sedangkan sisanya. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 5 Trimester I-II 6. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan.0 Total 15 100. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33.3%) dan beberapa kali seminggu (26. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.3 Beberapa kali seminggu 4 26. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33.

hipertiroid.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan.dilakukan di Cornell University. kelelahan. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. beban psikologis (banyak pikiran). Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Selain itu. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. kekurangan vitamin B. dan rangsangan indrawi dari luar.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. hanya 6.7 Kelelahan 1 6. pylori. pada wanita muda. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. dan rasa tidak tenang. dan kehamilan bayi kembar.7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. pertentangan dengan suami atau mertua.3%) dan trimester ketiga (6. Amerika Serikat. gangguan metabolisme karbohidrat. Namun. dan kesulitan sosioekonomi . Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. infeksi H. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. terdapat pula 26.7%). hiperasiditas lambung.

Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. hamil anggur (mola hidatidosa). Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. obesitas. Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. kehamilan kembar. . Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. hamil pertama kalinya.

namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. minuman serbuk. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. permen lunak dan makanan ringan. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. . disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. berdasarkan Tabel 16. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut.

5 gram per sachet. Harganya antara Rp 800-1. pemilihan metode pengeringan. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. sampai dengan pemilihan tepung terbaik.500 per sachet. teh herbal. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. dan jamu-jamuan. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. Gambar 9.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. kopi. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik.

Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . 6 5. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe.dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. dan freeze drying).33%). Berdasarkan Gambar 11. jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992).77 Gambar 11.055 5 Kadar Air (%) 4 3.06%). Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9). Gambar 10.33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4. vacuum drying.

Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9).05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Berdasarkan Gambar 13. 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6.32%).09%). Berdasarkan Gambar 12. Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal. Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. Sedangkan metode pengeringan .35%).335 Gambar 12.165 8. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38.09 6. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.

Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.57%). Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.4 Gambar 13.08 38.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe. .21%).08%). 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.315 37. Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%).

041 0. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.041 0.0445 0.102 100 Kelarutan (%) 98 96. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang . diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.0405 0.0435 0.21 99. 0.042 0.57 Gambar 14.044%).04 0.0425 0. Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.043 0. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.044 Gambar 15.042 0.041%).044 Kandungan gingerol (%) 0.0415 0.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC.

persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. Dilihat dari parameter tekstur. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. tekstur. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. aroma. Dilihat dari parameter rasa pedas. warna. rasa pedas. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. Sedangkan dari parameter aroma. dan tampilan keseluruhan. warna dan tampilan keseluruhan. tekstur.

35%). Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. Namun demikian.33%). Secara keseluruhan.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan.044 pada pengeringan semprot dan 0. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0. rendemen paling banyak (8. dan skor modus penerimaan yang cukup baik.21%).08%). Tentunya Ke se R lu . Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3. parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. kelarutan yang tinggi (93.

24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.04 0.05 56. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.6 0.2 0.04 0.03-0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.04 0.65 1 1 0.6 0. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.1 100 0.04 0.04 0.008 1 0.04 0.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .254 0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.35 1 1 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.04 0.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.85 1 1 0.02-0.5 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.04 0.1 100 0.002 2.002 2.1 100 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.002 2.05 56.266 0.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .6 1 0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.274 0.05 56.02 1 0.04 0.

Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama.5 mg). Lieberman & Kanig 1994). kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena . Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18. Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003).Gambar 18. Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama.

.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8. 2 (+Tea Powder) Formula F. 3 (Tanpa Flavor) 6.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003). Berdasarkan Gambar 20. Lieberman & Kanig 1994). 1 (+Asam Sitrat) F. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0. masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap.3 menit).5 9.25 15 Gambar 19. Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman. Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9.

Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik . Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F. 1 (+Asam Sitrat) F. 3 (Tanpa Flavor) 5.5 Waktu Larut (menit) 9 8. Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21. 2 (+Tea Powder) Formula F. terutama. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5. 1 (+Asam Sitrat) F. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).3 6. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.10 9.3).595 9.7-3).3 8. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam.735 8.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe. 2 (+Tea Powder) Formula F.5 F. seperti tepung jahe (2. Formula 1.9 6.5 8 7.75 Gambar 21.

aroma flavor. rasa pedas. Penilaian meliputi rasa manis. rasa jahe. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. dan warna. campuran aroma keseluruhan.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. Terhadap parameter rasa jahe. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. tekstur saat diisap. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. mouthfeel. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. dari parameter rasa manis. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. rasa flavor. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . campuran rasa keseluruhan. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). dan 7 (berasa) untuk formula 2. 2 (+Tea Powder F. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. aroma jahe.

aroma jahe. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. atau membuat partikel yang lebih kecil. Dilihat dari parameter rasa flavor. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. aroma flavor. mouthfeel dan warna. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. Dilihat dari parameter mouthfeel. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. Sedangkan dari parameter warna. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. Lieberman & Kanig 1994). diketahui bahwa dari parameter rasa manis. . menurunkan suhu pengeringan. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. rasa jahe.

disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. pengepakan. maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. 2 (+Tea Powder) F. Lieberman & Kanig 1994). 1 (+Asam Sitrat) F. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. Kekerasan tablet konsumen (Lachman. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . dan pengapalan. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit).

Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. rasa manis. aroma keseluruhan. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. ar om a ra sa . Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. aroma jahe. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. rasa pedas. warna. 2 (+ Tea Powder) F. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. 1 (+ Asam Sitrat) F. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). tekstur saat diisap.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. rasa keseluruhan. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3.

3 cm dengan bobot 4 gram). Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. Melalui hasil perhitungan.4-3. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar.6 gram/tablet. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . Menurut Khairani (2002). warnanya yang kurang menarik. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25. tergantung umur panen dan tumbuhnya.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. dan ukurannya yang besar (diameter 2. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar.041% dalam tepung.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. 1 (+ Asam Sitrat) F.1-2. Secara keseluruhan.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F.1%. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya.

Melalui perhitungan.4%-3. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK). Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). dan biaya tenaga kerja. Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun).kandungan oleoresin 0. Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat. Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. biaya bahan baku. diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan .044 mg–0.

Berdasarkan uji mutu hedonik. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Dilihat dari parameter rasa flavor. kalsium. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. mouthfeel dan warna. lebih dari separuh contoh keseluruhan. warna. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. aroma flavor.05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis. rasa jahe.yang buruk. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. protein. aroma jahe.05) terhadap persentase rendemen. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). estimasi kehilangan selama pengeringan.05) terhadap kadar air tepung. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. tekstur. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap.041%). dan penampakan vitamin A.

Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. Institut Pertanian Bogor. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. output senyawa gingerol. Amalia R. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. Penuntun Diet. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. 2004.organoleptik.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Secara keseluruhan. Sedangkan berdasarkan persentase. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. 2005. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. .

. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. [terhubung berkala]. Institut Pertanian Bogor. 2008. 2008. 2008. 1988.net [30 September 2007].sorbitol. 2003.cbn. LIPI. Anief M.org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. Jakarta: Fakultas Kedokteran. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. http//:www. Dalam Soekirman et al. [terhubung http://www. [terhubung http://en. [terhubung berkala]. Jurnal Media Gizi dan Keluarga. 2006. Institut Pertanian Bogor. 2007. Jakarta. P. Inc. Branen A. berkala]. Badan Standardisasi Nasional (BSN). http//:www. Salminen. 27 (2) Juli 2003.jksucralose. Departemen Kesehatan. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. Azwar A.L.wikipedia. Sorbitol. Universitas Indonesia Press.html [5 Agustus 2008].) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. [terhubung http://www.Aminah S. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. ______. Food Additives. Kiat Mengatasi Morning Sickness . Ratih D. http//:www. Gizi dalam Daur Kehidupan.ca/ [13 Februari 2008].com/indo/index. 2004. 2004.info.halalguide. Sukralose. http://www. 2008]. 2007. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. ______. Senyawa Antimikroba. 14. Gizi Wanita Hamil. Darlina & Hardinsyah.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. berkala]. Fardiaz S.depkes.madsci. New York : Marcel Dekker.net [30 September 2007]. S.com/ [30 September 2007]. (Eds.. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). 2004. ______. Magnesium.weddingku. 2008. 107).cyberwoman. [terhubung berkala]. [terhubung berkala]. Davidson.com (30 September 2007). http//:www.B.M. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Anonim. Andonotopo & Arifin. 2007. 2000. ______. ______. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi]. Farmastika. Suliantari. . 2005. 1990. Sodium Benzoate. Badan Standardisasi Nasional. Arisman M.

Kaem D. D. Kimura I. Bogor: Fakultas Pertanian. Hiroshi T. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui.N. 1994. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.D. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. http//:www. 1994. Pengetahuan. Koswara S. http://www.N.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. Hardinsyah.. Megawati. Morningsickness. Kailaku S. New York.cbn. 2007. Metode Rancangan Percobaan. Gibson RA. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. hlm.cyberwoman.P.L.Fardinatri I. 2007. 2006. Jahe dan Hasil Olahannya.info. London. 2003. 2005. Washington D.A.. Ed ke-2. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala]. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor.net [30 September 2007]. Bandung. [terhubung berkala]. Penerjemah.net [30 September 2007]. Armico.halalguide. 2008.net [30 September 2007]. Suyatmi S. Lachman L. Institut Pertanian Bogor. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. [terhubung berkala]. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. Leonara R. Hariyanto P. 2006. Lubis Z. Tablet Gonoderma Effervescent. Institut Pertanian Bogor. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.D. Kanig. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. & Babu K. 2005. Pharmacology of Ginger. Bogor: Fakultas Pertanian. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. H. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.C: CRC Press. Februari 2008]. Boca Raton. Khairani N.telkom. . http//:www. Martianto. 2002.I. London: Oxford University Press. http//:www. Lestari K. 1995. Gaspersz V. 1992. J. [skripsi]. Pusat Antar Universitas. Lieberman. Jakarta UI Press. Ginger The Genus Zingiber. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. editor. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. 2005. 493-494. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. 2003. Di dalam: Ravindran P. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. Principles of Nutritional Assessment. Mawaddah N. CV.

R. [terhubung berkala]. Social and Cultural Perspective in Nutririon. Lozzenges and Pastilles. 2004. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. P-Press.. Smith C. 1983. American Journal of Epidemiology.org. editor. 2006. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. Magnesium Stearate. Human Development. .com/?Magnesium-Stearate&id=200360. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc.journal. S. [terhubung berkala]. Pilosof A.ezinearticles. Sudjana.R.org.97: 111–182.. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery. Caroline C. USA & Plymouth. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. Siega P. 2000. UK: Science Publishers..S. Enfield. 2008. Rahman A. Paul J. [terhubung berkala]. London & Chicago. http://www. 2000. Yogyakarta: Kanisius.pasificchain.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. 1981. [9 September 2008]. 2003. Obstet Gynecol 2000. 2003. http//:www. Bandung : Tarsito. http://www. Metode Penelitian. Olds SW. Sanjur.103:639–45. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health.C. Terebiznik M. Krystin W. Sugiartono. Desain dan Analisis Eksperimen.pdf [13 Februari 2008]. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. Neil H. N. 2000. Rowe R. 1983.rpsgb.uk/pdfs/mussheet04. USA: McGraw Hill. [terhubung berkala]. EzineArticles 17 May 2006.Morgan E. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy. Sripramote et al. Spray and Freeze Drying of Enzymes. Papalia DE. 1995. http://www.oxfordjournals.J. Inc. Ed. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists.pdf [13 Februari 2008].unair. ke-2. 167-168. Depok: Puspa Swara. Nadesul H. pg. 1982. Drying Technology in Agriculture and Food Science. Obstet Gynecol 2004. 2008. McMillian V. 2001.. Jakarta: Ghalia Indonesia.M.ac. Di dalam: Mujumdar A. 2005. Rukmana R. Owen. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. [terhubung berkala]. Prentice Hall Inc.C. Nazir M. http://www. [13 Februari 2008].S. Usaha Tani Jahe.net [30 September 2007].

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. PlaceboControlled Trial . Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Double-Masked.Suhardjo.htm 2008]. Sosio Budaya Gizi. Institut Pertanian Bogor.ac. Jakarta: Puspa Swara. Wikandari P. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. Wijianto & Khomsan.S. Kismia Pangan dan Gizi. [terhubung http://elchem. . © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists.97: 577–82. berkala]. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Tissue. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. 1996. L. 1992. Widyaningsih. 1994. Fakultas Pertanian. Theerajana K.R.1 Juli 2002. 2001. Februari [13 Vutyavanich T.kaist. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Ruangsri R.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. 1989. 2007. Obstet Gynecol 2001. Thin Layer-Chromatography. Winarno FG. 2002. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.

LAMPIRAN .

kerahasiaan data Anda terjamin. BB sebelum hamil 4. Islam 14. Fakultas Pertanian.lainnya (sebutkan) : : 2. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. NAMA SUAMI 15. AGAMA SUAMI : : : : 4. AGAMA BUMIL 1. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. Islam R16 2. Budha 5. Hindu : 4.cangkurawok 4. JUMLAH ANAK A. DUSUN/KAMPUNG 1. KECAMATAN 6. Kehamilan ke 3. radar 2. badoneng 5.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080).sengked 9. Status Gizi Ibu hamil 1. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. bateng 7. Kristen 3. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. bara 6. Institut Pertanian Bogor. NO RESPONDEN 2. Hindu 1.lainnya 16. TELP 12. DESA 8. leuwi kopo : : : : : : : 3. TANGGAL KUNJUNGAN 3. USIA BUMIL 13. NAMA BUMIL 5. ENUMERATOR 4.RT 11. BB saat ini 5. NO. 1. Tinggi badan 6. Nama sheet: SG BUMIL A. Budha 5. Kristen 3. Usia kehamilan 2.

. Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a..... 3x d. Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a........ Melahirkan bayi mati Ba22f f. ...... Aborsi Ba22c c........ C11........... Typus Ba12f Ba13f f................ 1x b......... Diabetes Ba12e Ba13e e....... Melahirkan bayi <2500g Ba22d d.. 3x d.. Jantung Ba12c Ba13c c............................ Tidak C8......82 Lampiran 1 (lanjutan) B.......... Persalinan caesar Ba22h h........................................................... Nama sheet: kebiasaan C..... Batuk Ba12h Ba13h h........... Ya b............................. Nama sheet: RiwKes B. Alasan: ................. B2... b....... Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a...........2x c..... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya....................................... Anemia Ba12b Ba13b b............ Ya b... C6............................................................................ Makanan yang tidak disukai:..................... Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a..................... Ba12j Ba13j j................. Alasan: .......... Hipertensi Ba12d Ba13d d.... Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.............. 1x b.....2x c...... Siapakah yang menganjurkan.... Alasan: .............. Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan ...........a............ 2=jika jawaban tidak) C 1........................... Influenza Ba12i Ba13i i.........>3x C3.......... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a............ Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a.......... Tidak C10............. Alasan: .. Keguguran Ba22b b.......... Tidak C4..... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan.... b. Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a.............. Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a.......... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1. Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C........... C7................... Melahirkan bayi sungsang Ba22g g....... Diare Ba12g Ba13g g........................ C12....... C5.>3x C2...... Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a............... C9........ Persalinan normal Ba22i i..................... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e.................. b.............. Ya b..

6 Daun melinjo 5. JAJANAN 8.1 Pepaya 7.3 Pisang goreng 8.6 Susu 4.4 Apel 7.5 Melon 7.1 Tempe 4.2 Pisang 7.7 Daun katuk 6. BUAH 7.2 Ikan laut 3. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.2 Siomay 8.8 Rambutan 8.5 Bakwan 8.1 Bakso 8.3 Mentimun 7.3 Bubur ayam 1.1 Singkong 2.4 Nasi goreng 1.3 Jeruk 7.2 Nasi uduk 1. Nama sheet: FFQ D.2 Kangkung 5. KACANG-KACANGAN 4.6 Tahu goreng 8. SUSU DAN TELUR 3. IKAN. SAYURAN BUAH 6.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .4 Kacang hijau 4. DAGING.4 Sup (wortel.2 Tomat 6.1 Nasi 1.3 Kacang panjang 4.3 Ikan tawar 3. kol) 5.2 Talas 2.7 Mangga 7.83 Lampiran 1 (lanjutan) D.5 Kacang tanah 5.5 Telur negeri 3. DAUN-DAUNAN 5.6 Roti 2.5 Daun singkong 5.4 Mie ayam 8.3 Singkong 3.1 Bayam 5. UMBI-UMBIAN 2.4 Ikan asin 3.1 Labu siam 6.2 Tahu 4.6 Semangka 7.1 Daging ayam 3.5 Mie instan 1.7 Tempe goreng 8.10 Teh 8.8 Kerupuk 8.3 Sawi 5.

dianjurkan b. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. sedang a. tablet isap d. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. F9. Tidak pernah c.. F11. dibolehkan b. tidak dibolehkan d. susu c. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F.. bersedia b. setiap hari b. buah-buahan a. tidak tentu .. F5.. bubur c. bidan a. F8.. 1 b... F10.setuju c. susu b.. jarang c.84 Lampiran 1 (lanjutan) E... camilan d. Keseluruhan a.. tidak bersedia d. tidak pernah d. sering b. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. tidak tahu . trimester pertama dan kedua a. tidak tahu F4. kelelahan c.. Hiperemesis (sangat berat) c. ringan b. sangat tidak setuju F6. ragu-ragu c. rangsangan dari luar d. 2 c. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari…………….. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.>2 d. beberapa kali seminggu a.. trimester pertama sampai trimester akhir c. tidak pernah periksa c. tekanan / stres b. berat d.. sangat setuju b. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a. F13. tidak tahu F3. orang terpercaya d. dokter b..... beberapa kali selama hamil d. F12. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. tidak ada sebab spesifik F2. makanan berat b. sebutkan d. tidak setuju d.. lain-lain.

Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. botol dimasukkan ke dalam desikator. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. botol ditimbang. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. dalam g b = berat buah kering. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. dalam g B = berat kertas saring.42 dengan bantuan pompa vakum. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. Selanjutnya. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. Setelah dingin. Sebelumnya. didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. dalam g KA= kadar air (%) . Setelah itu. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan.

Setelah penekanan.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu. . kemudian ditekan dengan jarum pengukur. sepersepuluh milimeter division. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g.850C sehingga seluruh tablet larut. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch.

........ suka 6. rasa pedas.. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.............................. agak suka 5........ ............................................. warna..............................................87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe.................................................. warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe.................................... Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe....................... sangat tidak suka 2............................ ........................................................... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu................................. agak tidak suka 4............................ .......................................................................................... aroma.................................. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda........................................... sangat suka Komentar/saran : ................... tidak suka 3.............. tekstur..... .......................... Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1......... .........................

Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. Pengujian dilakukan satu demi satu.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

tidak tahu . A12. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080).>2 d. TANGGAL KUNJUNGAN 2. A10.. Fakultas Pertanian. ragu-ragu c..... trimester pertama sampai trimester akhir c. tidak pernah periksa c. DUSUN/KAMPUNG 2. bara 6... A9... Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda.. JUMLAH ANAK 11. susu b. camilan d. makanan berat b. tidak pernah d. dokter b.cangkurawok : : : : : 4.. DESA 5... sangat setuju b. NO. hiperemesis (sangat berat) c. USIA KEHAMILAN 12. berat d.. TELP 9. tidak bersedia d. lain-lain. 1 b. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. tidak tahu A4. dianjurkan b... kerahasiaan data Anda terjamin. Susu c. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. bidan a.. USIA BUMIL 10. tidak tahu A3. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. bubur c. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. tablet isap d. KECAMATAN 4. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Institut Pertanian Bogor.. KEHAMILAN KE: : : : 3. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a. sebutkan d... trimester pertama dan kedua a. setiap hari b. kelelahan c. sedang a.RT 8. A5. tidak setuju d.setuju c. 2 c.. sering b. tidak dibolehkan d. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a. ringan b. Tidak pernah c. A13. dibolehkan b. tekanan / stres b.. sangat tidak setuju A6.... beberapa kali seminggu a.. A8. badoneng : : : 5. tidak ada sebab spesifik A2.. orang terpercaya d. A11. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. beberapa kali selama hamil d. rangsangan dari luar d. NAMA BUMIL 3. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. leuwi kopo 6. buah-buahan a. jarang c... RW 7. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. bersedia b. tidak tentu . R1 R2 R3 R4 R5 1.

Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu.suka 6. 2. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. agak tidak suka 4. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. agak suka 5. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. sangat tidak suka tidak suka 3. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? .

Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4. Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1.

69 8.49 8.21 96.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.85 6.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.54 6.6285 3.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.7701 Lampiran 7.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.14 90.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.13 5.043 0.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.7638 Ulangan Kedua (%) 4.57 93.50 95.2834 4.82 16.21 44.98 Ulangan Kedua (%) 99.08 37.83 11.09 8.042 Metode Penelitian TLC scanner .3306 4.34 6.3777 4.1314 3.48 5.83 14.95 30.92 96.041 0.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.4 Spray Vacum Freeze 6.8799 3.375 Lampiran 7.17 Lampiran 7.

2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.74 8.74 8.2 6.9 6.18 8.01 8.3 6.5 9 Ulangan Kedua 15 4.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.5 9.7 Ulangan Kedua 5.5 Rata-rata Ulangan 15 6.41 8.9 6.13 Ulangan Kedua (menit) 9.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.30 Lampiran 8.25 Lampiran 8.9 6.5 9.75 .1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.8 Rata-rata Ulangan 5.4 6.

84 Galat 3 15.22495000 3.29968333 Lampiran 9.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.42030000 1.7700 2 3 B 3.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.75 Galat 3 0.58083333 Total 5 8.45675000 Lampiran 9.30 0.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.03645000 0.24553333 Pr > F 0.79005000 5.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.63645000 59.66323333 377.0011 Pr > F 0.50303333 3.3300 2 2 Lampiran 9.60 Galat 3 1.0971 Lampiran 9.71015000 140.1488 .74250000 0.01215000 Total 5 3.0550 2 1 A 4.44990000 20.23995000 Pr > F 0.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.26335000 Total 5 56.25151667 5.1.0843 Galat 3 179.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.33161667 6.87881667 Total 5 934.

33333333 41.17 Pr > F 0.58333333 10.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.90000 A 2 2 6.12333333 0.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.25000000 21.20450000 Total 5 2.0007 Lampiran 10.29166667 0.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.75000000 0.35073333 Lampiran 10.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.73723333 0.0066 Lampiran 10.40 0.02500000 3.2500 B 2 2 Lampiran 10.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .56166667 0.61350000 0.5000 A 2 1 7.1.86861667 4.25 Galat 3 0.14833333 1.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.3.00833333 187.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.7500 A 2 3 4.75000 A 2 3 5.

34 – 0.04 – 0. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.041% = 6.68 mg 0.31 mg 1.1 – 2.656 miligram terkandung 0. Jika terkandung 0.4 – 3.2 % gingerol 0.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1. 4 mg .04 .6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.0.1 – 2.97 Digunakan 1.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.4 – 3.6 gram x 0.2% dalam oleoresin.56 x 10-4 gram = 0.09 mg 0.

000 = 5.000/ tahun 3.33 Alat kempa 1.000.369.000 Rp 250 Rp 1.33 kg 1.4 kg 8.000 = Rp 218.000 2.45 + 2.86 = Rp 5.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.000 3.479.000 + 500. Biaya perawatan = Rp 500.542/ kg tepung 5. Asam sitrat 12. Sodium benzoate 2.5 g 4.219.5 jam Rp 5.000 + 1.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.750 = Rp 41. Sukralosa 1.750 Rp 44. Harga = Rp 30.5 kg 2. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30. Magnesium stearat 25 g 5. Sorbitol bubuk 1.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5.83 = Rp 942/ kg tepung 5.600/ kg Biaya total/ kg tepung : .97 + 1.33 kg 3 jam Rp 8.000. Jahe 0.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.000 Rp 15.25 g 7.542 + 942 = Rp 2.000 = 3. Talk 25 g 6.022. Harga = Rp 20.000.250 Rp 50 + Rp 77.400 Rp 400 Rp 3. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.652.18 = Rp 1. Biaya perawatan = Rp 1.000.022.5 jam x Rp 218.800 Rp 4.73 = Rp 8.219.750/ hari 24 1.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5. Aerosil 25 g 9.000.739.000.000 2. Maltodekstrin 1 kg 3.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.016/ kg 8 Rp 6.

75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.016 + Rp 121.600 = Rp 41.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.484 = Rp 77.76 x 75%) = Rp 339.100 = Rp 193.76 + (Rp 193.100 1.6 x Rp 121.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful