PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Ir. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: .Agr. M. Dosen Pembimbing Dr. Dr. NIP 131 667 778 Diketahui. Budi Setiawan. Didy Sopandie.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui.S. Ir. M. Dekan Fakultas Pertanian Prof.

Retno. 5. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. menguatkan.S. Ratna. Angel. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. bantuan. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Ari. Any. Agustus 2008 Penulis . dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. M. Edo. Eka. Nova. Kak Sigit (GMSK 36).Si. Dekus. Bapak Dian. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. M.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. Keluarga besar penulis (Ibu. Dr. dukungan dan doanya. Bapak. Ibu Yuli (LAFIAL). Venny. Rizka. Lilik Kustiyah. kesabaran. masukan. Curly Kun. 2. Ir. Rena. inspirasi. 3. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Nurlaela. bimbingan. dukungan. Ima. Achi. mengingatkan. Alfinda. dan lain-lain) atas kasih sayang. Bapak Mashudi. Mbak Wita. Mas Aji. Ibu Rizky. Yulia. Dr. Bapak Nurwanto. Devi. Ibu Nina. Ida. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Rika. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. 4. Daru. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. Bapak Albert (Takasago). Bogor. Marissa. Ir. Mbah Putri. Budi Setiawan. Aqsa.

dan lain sebagainya. Fakultas Pertanian. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. . Bekasi. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Jakarta. pada tanggal 1 Mei 1986. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Selama di IPB. Dewi Runantari. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. Jakarta pada tahun 1998. Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Hari Purwadi dan Rr. Pada tahun 2001. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1.

......................................................................................................... Tujuan ....................................................................... Spray Dryer ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... .................................... vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil................................................ METODE ................... Bahan Penyusun Tablet Isap .................................................................. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil .......................................................................................... Energi .................................................................................................................................................................... Freeze Dryer ........................................................................................................... Manfaat Jahe .... Jahe dan Kehamilan ................... Kandungan Gizi Jahe............................. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil .............................. Gingerol ......... Latar Belakang.................................... Tablet Isap .......................................................................... 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 .................................................................................................................. Vitamin A .......... PENDAHULUAN ....... Metode Pengeringan............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ........................................................... Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ..................................... Jahe (Zingiber officinale) ...............................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ........ Metode Ekstraksi ....................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................ Produk Olahan Jahe di Indonesia ........................ Kegunaan ......................... Vaccum Dryer ...... Waktu dan Tempat........................................................................... Kalsium ....... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)................ Zat Besi ......................................

..................................... Pengolahan dan Analisis Data ................................... Rendemen ....................................................................................................................... Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ........ Tingkat Konsumsi Zat Gizi .................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ........................................................................................................................................... Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan ............................................................................................................................. Pembuatan Produk ........................ HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ....................................................... Kejadian MMK ................................................................................................................. Kandungan Gingerol ........................................................................................................................................ Frekuensi Konsumsi Pangan .......................................Jenis dan Cara Pengumpulan Data........................................ Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ......... Kadar Air ............. Penyebab MMK ....................................................... Profil Ibu Hamil ........................................................................... Pembuatan Tablet Isap Jahe ................... 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 ...................................................... Pilihan Produk Pereda MMK ... Estimasi Kehilangan selama Pengeringan .................................................................................................................... Kelarutan .................... Uji Hedonik ...................................................... Status Gizi ..................... Bahan dan Alat ......... Frekuensi MMK ....................................................................................................................................................................................................................................... Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil. Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe .......................................... Tahapan Penelitian ................................................................................................................................. Karakteristik Ibu Hamil ... Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ...................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) .............................. Perilaku dan Kebiasaan Makan ........................ Jangka Waktu Kejadian MMK .......... Riwayat Kehamilan dan Penyakit ....................

............................................................. Formulasi Tablet Isap Jahe ................................ Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ......................................................... Kekerasan............................................................................ Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet .................... Waktu Larut............................. Formula Tablet Isap Jahe Terbaik....................... Kesimpulan ....................................... LAMPIRAN ...........................................................................................................................................Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ..................................................................................... Saran .......... KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 .............................................................. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ........................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................. Uji Mutu Hedonik. Derajat Keasaman (pH) ...............................

..................... Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ...... 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)…………….................. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya............... Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) ............... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan... ........... Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ................ Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit .......................... Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan............................................................................... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ................ Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi .. Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 ................................................................................DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil......................................................... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan....... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ............................................................................... Cara pengategorian dan analisis varibel .................................................................. 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi.............. Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan.....

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. perilaku dan kebiasaan makan. SpOG. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. 2005). Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. riwayat kesehatan. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). Spesialis kebidanan dan kandungan. 2001). status gizi. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3..gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . Mempelajari karakteristik. Boy Abidin. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. dr. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara. Tujuan Khusus : 1.

Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. . kelarutan. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. estimasi kehilangan selama pengeringan. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. khususnya yang menderita mual dan muntah. rendemen. 9.5. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. pH. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. kandungan senyawa gingerol.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. faktor ekonomi. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. faktor budaya. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003). . Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. pada dasarnya.000 kelahiran hidup. serta penumpukan lemak. pertambahan besarnya organ kandungan. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. cukup bulan. Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003).000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). dan metabolisme tubuh ibu.000 kelahiran hidup. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003).000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. pertumbuhan uterus dan payudara. Bagi ibu hamil. perubahan komposisi.

dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. payudara). Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). ikan. telur. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. ikan. Mengkonsumsi buahbuahan. dan pangan sumber protein (daging. unggas. Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. plasenta. Perubahan ini. Namun. akar dan umbi- . pangan sumber karbohidrat (beras. uterus. peningkatan volume darah. sayuran berdaun hijau. di kebanyakan negara berkembang. buah berlemak. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. cairan amniotik. serealia). telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). oat. dan menyuplai jaringan baru. daging. dan biji berminyak). masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. protein dan lemak. Menurut Lubis (2003). jagung.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah.

Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . mengonsumsi. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. kacang-kacangan. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). jantung yang sehat. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. kacang-kacangan. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. sayuran daun hijau. syaraf dan otot.umbian sehari-hari. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. gigi. akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). sikap. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). sayuran hijau. Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. biji-bijian.

4 +0. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0. pada umumnya.0 +4.3 +0.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9.seringkali mengalami kelahiran prematur. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil. atau lahir dalam keadaan meninggal.3 +0.3 +0.2 +0. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.2 +0.4 +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992). pada umumnya.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).2 +0.2 +0. lahir dengan berat badan rendah. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.2 +1.2 +0.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0.3 +0.3 mg Vitamin B1 +0.2 +0. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.

gangguan metabolisme karbohidrat. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). hiperasiditas lambung. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. dan lainnya. pada wanita muda. kekurangan vitamin B. untuk mencegah kelahiran prematur. Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. obesitas. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). . Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007).Cornell University. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. pylori. hipertiroid. hamil pertama kalinya. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. terutama di bagian rahim. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. pertentangan dengan suami atau mertua. infeksi H. Amerika Serikat. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. dan lain sebagainya. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. kesulitan sosioekonomi .

dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). glukosa. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. elektrolit. Penderita berpuasa selama 24 jam. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. namun. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. serta vitamin melalui infus. Bahkan. karena memiliki kandungan minyak atsiri. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. minyak terbang. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . dan limonene. Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.kehamilan kembar. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. hamil anggur (mola hidatidosa). Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. Cabang dari rimpang jahe.

dan asam linolenik. dan pengolahan pasca panen. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. Menurut Young et al. natrium. zat tepung. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). vitamin C. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. tergantung umur panen dan tumbuhnya. zingiberol.9%. mineral 1-2%.4-3. fosfor.1-2.9%. pemupukan.3%.2% yang memberikan . Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. cuaca. enzim proteolitik. zingeron). vitamin B6. 5-8% bahan damar. protein 2. shogaol.3%. magnesium. dan zingeberen sekitar 0. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. ketinggian. jenis tanah. kandungan oleoresin dalam jahe segar 0.5-5.1%. (2003) dalam Amalia (2004). Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. lemak 0. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). dan karbohidrat 12. fenol. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002).3%. dan getah.zingeron. oleoresin (gingerol. shogaol. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. serat 2-4%. kalsium.

04% di dalam oleoresin (Whiteley et al.5 Protein (g) 6. Pertama. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.0 Karbohidrat (g) 70. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.0 1. 1951 dalam Khairani 2002).1 1.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004).0 Energi (KJ) 9. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Menurut Rukmana (2000). jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar.53 Serat kasar (g) 4. Kedua.9 7.0 184.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe.7 3. protease yang berfungsi memecah protein. yaitu mencegah penggumpalan darah. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004). Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. lipase yang berfungsi memecah lemak.8 10.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker. Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan.

Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. dan gejala lambung dan usus lainnya. bahkan hiperemesis gravidarum. Rasmussan et al. Smith et al. (1991) dalam Kimura et al. Dikemukakan. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. dalam beberapa penelitian. muntah. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. Dr. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. Menurut Megawati (2007). 2006). jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. dalam dosis sedikitnya 1 gram. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. 2006). Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. Dibandingkan plasebo. (2005). Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. dapat mengatasi mual. Jahe. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. muntah. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. Jahe. .kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi.

Rimpangnya sangat luas dipakai. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. (2005). minyak wangi dan jamu tradisional. kue. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. Vutyavanich et al. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. (2005). biskuit. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. kembang gula dan berbagai minuman.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. juga diolah menjadi asinan dan acar. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). Gambar 2. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Jahe juga digunakan dalam industri obat. Jahe dapat . Dikenal beberapa jenis jahe.

Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. analgesik. atau bahkan vitamin yang diinginkan. umumnya bulat. madu. di antaranya bandrek. Lieberman & Kanig 1994). Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. Namun. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. . jahe). Oleh karena itu. Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. ronde atau STMJ (susu. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. sekoteng dan sirup (Koswara 1995). telur. antiseptik. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. sekoteng. dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. wedang jahe.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

telur. Umumnya digunakan pada produk susu. tingkat pengeringan.4-4 mm). Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini.padatan cair. dan hasil ekstrak. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. sari buah. Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. tekstur bahan. ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. teh. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. kopi. krim. Uap . Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). kecepatan dan jalur tetesan.

Berdasarkan prinsip pemisahannya. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. kopi. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. buah-buahan. kromatografi penukar. udang. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. sayuran. terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006). sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). Umumnya. Umumnya digunakan pada produk sari buah. Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. dan flakes (Hariyadi 2006). Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. dan beku (Hariyadi 2006). Fase bergerak berupa gas atau cairan. dan kromatografi eksklusi. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). berbentuk kerucut. kromatografi adsorbansi.dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum.

TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler.Chromatography) (Tissue 1996). media tersebut berpindah dari wadah pelarut. . Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya.

Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Institut Pertanian Bogor. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Institut Pertanian Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Sedangkan. Departemen Gizi Masyarakat. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Jakarta. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Institut Pertanian Bogor. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Sedangkan. dan 3) bersedia dijadikan contoh. Kecamatan Dramaga. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. pembuatan tablet isap jahe. Bogor. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). pembuatan tepung ekstak jahe.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Departemen Gizi Masyarakat.

serta pengetahuan tentang jahe. pendapat apabila jahe diolah . frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. jangka waktu terjadinya MMK. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. melahirkan bayi sungsang. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. aborsi. melahirkan bayi mati. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. influenza. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). dan konsumsi obat MMK. tingkat keparahan MMK. jantung. makanan pantangan selama hamil. status gizi ibu hamil.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. pilihan produk MMK yang dikehendaki. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). typus. dan persalinan normal. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. dan 3) bersedia menjadi panelis. diabetes. kebiasaan makan ibu hamil. dan makanan yang menyebabkan alergi. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). dan lain-lain. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. dan 3) bersedia menjadi panelis. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. batuk. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. melahirkan secara ceasar. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. hipertensi. diare. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. sebab MMK.Bogor (IPB). Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe.

dan amat sangat tidak suka. dan derajat keasaman (pH). aroma jahe. dan sangat tidak suka. aroma. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. biasa. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. rasa pedas. tekstur. aroma keseluruhan. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. dan sangat tidak suka. suka. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. suka. analisis. mouthfeel. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. suka. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. sangat tidak suka. tidak suka. agak tidak suka. warna. estimasi kehilangan selama pengeringan. aroma keseluruhan. data pembuatan. agak suka. tidak suka. tekstur isap. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. rasa pedas. waktu larut. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan.sebagai produk pereda MMK. dan warna. rasa flavor. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. warna. rasa keseluruhan. tidak suka. Karakteristik fisik meliputi kadar air. agak tidak suka. dan penampakan keseluruhan. dan penampakan keseluruhan. dan kelarutan. agak suka. tekstur saat isap. rasa manis. agak tidak suka. rasa keseluruhan. aroma jahe. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. analisis. rendemen. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. agak suka. aroma flavor. rasa jahe. aspek- . rasa pedas. sangat suka. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe.

maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. Alat analisis antara lain neraca analitik. Bogor. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. Jakarta. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. dan flavour bubuk rasa teh hijau. Gambar 3. cawan porselen. vacuum dryer. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. Bogor. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. IPB. oven. stopwatch. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. penetrometer. Jakarta. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. Vacuum dryer Gambar 5. Spray dryer Gambar 4. aerosil. aspek-aspek produk yang tidak disukai.aspek produk yang disukai. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. asam sitrat. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. Freeze dryer . magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. IPB. Jakarta. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. Jakarta. sodium benzoat sebagai pengawet. termometer. aerosil sebagai adsorban. Jakarta.

Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. keamanan. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. Menurut Wikandari (1994). efektivitas.

serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). pengocokan. bahan anti lengket (magnesium stearat. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. dan bubuk talk). Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya.5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. Sebelum dilakukan pengeringan. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . vacuum dryer. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. pencampuran. dan pengempaan. aerosil.berjalan lebih singkat.

Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. zat besi (mg).5 for Windows. kejadian MMK pada ibu hamil. entry. Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). dan selanjutnya dianalisis. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. kalsium (mg). Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk. dan Statistical Analysed System (SAS). coding. cleaning. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. dan vitamin A (RE). kalsium. Sedangkan menurut Gibson (2005). tingkat kecukupan zat besi. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. protein (g).Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing.

percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . dan menggunakan freeze dryer. rendemen. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. estimasi kehilangan. Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. pH) dari tablet isap jahe. dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). menggunakan vacum dryer. waktu larut. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995).

4. 1. 4. 2. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. Cukup ( 77%) 2. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. 4. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. Usia kehamilan 3. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan.5 cm) 2. 3. Tidak KEK ( 23. Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. 2. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. 6. 1. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. KEK (<23. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. Frekuensi pangan . Cukup ( 70%) 2. 3. zat besi. 5. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). dan vitamin A: 1. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. Deskriptif 4. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. 8. Jenis pangan 3. 2. 3. 1. 7.5 cm) Deskriptif 3.

1. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. Estimasi kehilangan 4. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Deskriptif 11.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Derajat (pH) keasaman . Kadar air 2. Waktu larut 1. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. 4. Konsumsi obat MMK 1. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. 3. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. 2. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. 5. Frekuensi MMK 2. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Tingkat keparahan MMK 3. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. 6. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Sebab MMK 8. Mutu fisik tablet isap jahe 2. Jangka waktu terjadi MMK 5. 1. Pilihan produk MMK 3. Rendemen 3. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10.

9. 5. 1. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. 4. 6. 6. 9. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 3. Kategori diterima (skor 4-6) 2. 5. 3. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14.Tabel 3 (Lanjutan) No 13. 1. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. 4. 2. 5. 2. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 7. untuk parameter rasa pedas. 2. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 7. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . 4. 3. 10. 8. 8. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1.

yaitu kurang dari 20 tahun. . emosinya cenderung labil.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. usia kehamilan. dan lebih dari 35 tahun. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. 20-35 tahun. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut.5±5.7±5.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya.

Namun. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. Dilihat dari frekuensi kehamilan.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. sebagian besar (86. 15% contoh pada kehamilan keempat. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). Menurut usia kehamilannya. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. dan 5% contoh pada kehamilan kelima. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama.

dan demam). baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. terhambatnya pertumbuhan otak janin. dan lain-lain (Lubis 2003). bayi baru lahir mudah terinfeksi. 10% (masing-masing hipertensi. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. Menurut Lubis (2003). Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. abortus. anemia pada bayi baru lahir. keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin.yang buruk seperti keguguran (15%). masalah infeksi atau imunitas. dan prematur (5%). Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. diare. typus. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. . melahirkan BBLR (10%).

Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23.5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.5 cm. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. atau lahir dalam keadaan meninggal. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. pada umumnya.5 cm yang berarti menderita KEK. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989). Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR.91±3.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Ukuran LILA <23.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11. bukan hanya sebelum hamil.7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002). Menurut Departemen Kesehatan (2000).5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. lahir dalam keadaan BBLR. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Namun demikian. Anak yang mengalami keadaan . Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur.

7 2. Menurut Siega (2001). yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. . Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar.6±0.3±1.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Namun demikian. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali.2 Berdasarkan Tabel 8. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Selain makanan utama. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. terutama pada trimester kedua.

Makanan tersebut antara lain adalah nanas. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). dan rasa mual. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. keguguran. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. salak. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. durian. gatal-gatal pada kulit. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. rasa. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. tape. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . serta menimbulkan bercak-bercak merah. dan kopi. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. maupun aroma makanan. atau sulit melahirkan.

dan selingan. apel (55%).kali/minggu). tauge (55%). dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). kacang hijau. Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. sawi (65%). sering (4-6 kali/minggu). dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. nasi goreng. jeruk (70%). tahu isi (45%). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). mie instan. ikan asin (50%). roti (55%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). (50%). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). nasi goring (50%). sup (65%). Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). ikan air laut. bubur ayam. ikan asin. jarang (1-3 kali/minggu). dan roti. . pisang (60%). dan kacang tanah. ikan tawar (55%). Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). mie instan (30%). sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. telur ayam negri. Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). dan susu. sumber protein hewani. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). tahu. kangkung (75%). sumber protein nabati. Nasi uduk (40%). labu siam (55%) dan mentimun (55%). Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. ikan air tawar. ikan laut (60%). dan rambutan (70%). siomay (45%). dan telur ayam negri (45%). bakwan (55%). nasi uduk. Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). bubur ayam (45%).

ikan. gigi. . sayuran hijau. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Sedangkan. Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Ari-ari berfungsi untuk menunjang. yaitu minimal 60 g per hari. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005).Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. jantung yang sehat. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. dan pangan sumber protein (daging. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. serta penumpukan lemak. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. serealia). Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. pertumbuhan uterus dan payudara. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). kacang-kacangan. memelihara. syaraf dan otot. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. dan biji berminyak). jagung. oat. pangan sumber karbohidrat (beras. buah berlemak.

dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. Adanya pertumbuhan janin. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. daging. sayuran berdaun hijau.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. telur. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. kacang-kacangan. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). ikan. . 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. sayuran daun hijau. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Namun. unggas. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Berdasarkan Tabel 11. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. meningkatkan angka kematian karena campak. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. Mengkonsumsi buahbuahan. dan menimbulkan rasa mual. meningkatkan asam lambung.

Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33.3%) dan beberapa kali seminggu (26.0 Total 15 100.3 5 Trimester I-II 6. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 . Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa.0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13.7%). Namun. Sedangkan sisanya. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33.7 Beberapa kali selama hamil 6 40. apabila keadaan umum penderita terpengaruh. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita.3 Beberapa kali seminggu 4 26. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan.

dan rangsangan indrawi dari luar. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. Amerika Serikat.7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. infeksi H. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. hiperasiditas lambung. Namun. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. dan kehamilan bayi kembar. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. dan rasa tidak tenang.7 Kelelahan 1 6. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. dan kesulitan sosioekonomi . pada wanita muda. Selain itu.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. pylori.dilakukan di Cornell University. hipertiroid. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.3%) dan trimester ketiga (6. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. gangguan metabolisme karbohidrat. hanya 6. terdapat pula 26.7%). pertentangan dengan suami atau mertua. kelelahan. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . kekurangan vitamin B. beban psikologis (banyak pikiran). dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama.

kehamilan kembar. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. hamil anggur (mola hidatidosa). Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. obesitas. pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). .ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. hamil pertama kalinya. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15.

Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. minuman serbuk. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). permen lunak dan makanan ringan.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. berdasarkan Tabel 16. .

sampai dengan pemilihan tepung terbaik.5 gram per sachet. pemilihan metode pengeringan. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran.500 per sachet. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. kopi. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. Harganya antara Rp 800-1. teh herbal. dan jamu-jamuan. Gambar 9. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror.

dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. dan freeze drying).33%). jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0. vacuum drying. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992).06%). Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9).33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe. Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . Gambar 10. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%. 6 5. Berdasarkan Gambar 11. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3.77 Gambar 11. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5.055 5 Kadar Air (%) 4 3.

Berdasarkan Gambar 13. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9).paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Berdasarkan Gambar 12. Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.09 6. dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan.35%).335 Gambar 12.05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. Sedangkan metode pengeringan .09%).165 8. Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal.32%). semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6. Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38.

Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.08 38.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe.315 37.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.57%).08%). Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. .4 Gambar 13. 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14. Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99. Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%).21%).

0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0.043 0.57 Gambar 14.042 0. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0.04 0. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.0435 0.102 100 Kelarutan (%) 98 96. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.044 Gambar 15.044%). Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.041 0.21 99.0425 0.042 0.0415 0.0445 0.041 0.041%). Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.0405 0.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang . 0.044 Kandungan gingerol (%) 0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC.

diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. Dilihat dari parameter tekstur. tekstur. rasa pedas. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. dan tampilan keseluruhan. Dilihat dari parameter rasa pedas. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. aroma. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. Sedangkan dari parameter aroma. warna dan tampilan keseluruhan. tekstur. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. warna. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a .

041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. rendemen paling banyak (8. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17. Tentunya Ke se R lu . parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe.08%).terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku.044 pada pengeringan semprot dan 0.35%). Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan. dan skor modus penerimaan yang cukup baik. kelarutan yang tinggi (93.21%).33%). Namun demikian. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. Secara keseluruhan. parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas.

85 1 1 0.2 0.04 0.002 2.04 0.04 0. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.1 100 0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.274 0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.266 0.02 1 0.008 1 0.6 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.04 0.1 100 0. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.04 0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.254 0.04 0.05 56.05 56.6 0.6 1 0.002 2.5 0.002 2.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.02-0.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .35 1 1 0.04 0.04 0.65 1 1 0.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.1 100 0.03-0.05 56.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .04 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.

Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena .Gambar 18. sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Lieberman & Kanig 1994). Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003).5 mg). Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama.

Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003). Berdasarkan Gambar 20. Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0.3 menit). .25 15 Gambar 19.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa. Lieberman & Kanig 1994). 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. 2 (+Tea Powder) Formula F. 1 (+Asam Sitrat) F. masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap.5 9. 3 (Tanpa Flavor) 6.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe.

10 9.3 8. 1 (+Asam Sitrat) F. 3 (Tanpa Flavor) 5.75 Gambar 21.9 6. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).3 6. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik .595 9. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F. Formula 1.3). Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam. 1 (+Asam Sitrat) F. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.7-3). Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe.5 8 7.5 Waktu Larut (menit) 9 8. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. seperti tepung jahe (2. 2 (+Tea Powder) Formula F.735 8. terutama. 2 (+Tea Powder) Formula F.5 F.

Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. campuran aroma keseluruhan. campuran rasa keseluruhan. dan 7 (berasa) untuk formula 2. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. aroma flavor. dari parameter rasa manis. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. Terhadap parameter rasa jahe. rasa pedas. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. rasa jahe. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. Penilaian meliputi rasa manis. 2 (+Tea Powder F. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. tekstur saat diisap. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). mouthfeel. dan warna. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. rasa flavor. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. aroma jahe.

rasa jahe. menurunkan suhu pengeringan. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Sedangkan dari parameter warna. aroma jahe. atau membuat partikel yang lebih kecil. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. Dilihat dari parameter rasa flavor. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. mouthfeel dan warna. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. aroma flavor. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). diketahui bahwa dari parameter rasa manis. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. Lieberman & Kanig 1994). Dilihat dari parameter mouthfeel. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. . skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi.

2 (+Tea Powder) F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). dan pengapalan. maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. Lieberman & Kanig 1994). Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. 1 (+Asam Sitrat) F. Kekerasan tablet konsumen (Lachman. pengepakan. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe .

90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. 2 (+ Tea Powder) F. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. aroma jahe.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. warna. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe. rasa pedas. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). ar om a ra sa . aroma keseluruhan. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. rasa manis. 1 (+ Asam Sitrat) F. tekstur saat diisap. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. rasa keseluruhan. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F.

Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. warnanya yang kurang menarik. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar.4-3.041% dalam tepung.3 cm dengan bobot 4 gram). 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0.1%. dan ukurannya yang besar (diameter 2. tergantung umur panen dan tumbuhnya. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar. 1 (+ Asam Sitrat) F. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. Menurut Khairani (2002). Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan.6 gram/tablet. Melalui hasil perhitungan.1-2. Secara keseluruhan. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1.

4%-3.kandungan oleoresin 0. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK). Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. biaya bahan baku. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0. Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun). Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat. dan biaya tenaga kerja.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). Melalui perhitungan.044 mg–0.

aroma flavor. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap.041%). Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). mouthfeel dan warna. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. kalsium. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. aroma jahe. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. estimasi kehilangan selama pengeringan. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0.05) terhadap kadar air tepung. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%).05) terhadap persentase rendemen. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu .yang buruk. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. tekstur. Dilihat dari parameter rasa flavor. warna. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia.05) namun berpengaruh signifikan (<0. protein.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. dan penampakan vitamin A.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. Berdasarkan uji mutu hedonik. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. lebih dari separuh contoh keseluruhan. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. rasa jahe.

tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Amalia R. Institut Pertanian Bogor. 2005. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. Penuntun Diet. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.organoleptik.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. output senyawa gingerol. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. Secara keseluruhan. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. 2004. Sedangkan berdasarkan persentase.

berkala]. [terhubung berkala]. Davidson. 2008. 2004. 2000. Gizi dalam Daur Kehidupan. Institut Pertanian Bogor. Inc.org/wiki/magnesium [13 Februari berkala].wikipedia. Badan Standardisasi Nasional (BSN). Institut Pertanian Bogor. 2007. Azwar A. Farmastika. Jakarta: Fakultas Kedokteran. Food Additives. New York : Marcel Dekker.html [5 Agustus 2008]. ______. 2004. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi].halalguide.Aminah S. http//:www. Kiat Mengatasi Morning Sickness .org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. ______.cyberwoman. . Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Fardiaz S.com/indo/index.M. P. Sodium Benzoate. Universitas Indonesia Press. Sorbitol. Ratih D. Branen A.depkes. 2008.jksucralose.. 14. 2008]. [terhubung http://www.B. [terhubung http://www. 2007. (Eds.com/ [30 September 2007]. http//:www. http://www. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. 107). Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Suliantari. S.ca/ [13 Februari 2008]. Darlina & Hardinsyah. 2006. Departemen Kesehatan. [terhubung berkala]. http//:www. 27 (2) Juli 2003. 2007. Jakarta. Jurnal Media Gizi dan Keluarga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.net [30 September 2007]. Anief M. Andonotopo & Arifin. Anonim. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. 2008. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. Sukralose. Senyawa Antimikroba. 2005.L. [terhubung berkala]. [terhubung http://en. 1988. 2003. 2008. Badan Standardisasi Nasional.sorbitol. 2004. [terhubung berkala]. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!.weddingku.madsci. Gizi Wanita Hamil.net [30 September 2007]. berkala]. http//:www. ______. Salminen.info. LIPI. Dalam Soekirman et al. Magnesium. ______.com (30 September 2007).cbn. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI).. 1990. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Arisman M. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. ______.

Kaem D. Pusat Antar Universitas. editor. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala]. 2003. CV. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. [skripsi]. 2007. Kimura I. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. http//:www. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.. Hiroshi T. http//:www. 1994.L. Jahe dan Hasil Olahannya. Di dalam: Ravindran P. Washington D. http://www. 2008. Institut Pertanian Bogor. Ginger The Genus Zingiber. Lieberman. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.cyberwoman. Bandung. Pengetahuan. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. 2003.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. London: Oxford University Press.D. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Lestari K. Armico.. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. Gaspersz V. 493-494. [terhubung berkala]. Kailaku S.I. H.halalguide. Hariyanto P.telkom. http//:www. Institut Pertanian Bogor.net [30 September 2007].cbn.A. Penerjemah.net [30 September 2007].D. Lachman L. Metode Rancangan Percobaan. 2002. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. D. 1994. Kanig. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. Boca Raton. Principles of Nutritional Assessment. Mawaddah N. Februari 2008]. Koswara S. Khairani N. Institut Pertanian Bogor. J. Institut Pertanian Bogor. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. [terhubung berkala]. Bogor: Fakultas Pertanian. & Babu K. Suyatmi S.Fardinatri I.C: CRC Press. Martianto. Pharmacology of Ginger. London. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.P. 2006. Bogor: Fakultas Pertanian. 2005. 1992. Leonara R. Jakarta UI Press. Hardinsyah.info. Megawati. New York. Gibson RA. Ed ke-2. 1995. Tablet Gonoderma Effervescent. Institut Pertanian Bogor. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Institut Pertanian Bogor. hlm. 2007. 2006.net [30 September 2007]. Morningsickness. 2005. 2005. Lubis Z.N. .N.

A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. 2001.R. Metode Penelitian. Social and Cultural Perspective in Nutririon. 2000.J.97: 111–182. Olds SW. Nadesul H.journal. Rukmana R.C. Enfield. 1981. [terhubung berkala].103:639–45. S.oxfordjournals. Sudjana. Sripramote et al.org. Spray and Freeze Drying of Enzymes. 2003.S. [terhubung berkala]. editor. 1983.. Caroline C. Jakarta: Ghalia Indonesia. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy. 2004.org. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. Papalia DE. Rowe R. [13 Februari 2008]. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil. Drying Technology in Agriculture and Food Science.. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2008. Bandung : Tarsito. Sanjur. Owen.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. [terhubung berkala]. Prentice Hall Inc. 167-168. Inc. pg. Human Development. ke-2. 2000. 2006. . 2005. 1995. USA: McGraw Hill. http://www. N. Terebiznik M. 2003. P-Press.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. 1983. EzineArticles 17 May 2006.rpsgb. Pilosof A. Usaha Tani Jahe. Desain dan Analisis Eksperimen.pdf [13 Februari 2008].ac. Lozzenges and Pastilles. http://www. Krystin W. [9 September 2008]. Yogyakarta: Kanisius. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. London & Chicago. American Journal of Epidemiology.M. UK: Science Publishers. Magnesium Stearate. [terhubung berkala].C. Smith C. Nazir M.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists.S. 2008.Morgan E. Sugiartono.pdf [13 Februari 2008]. http://www. Paul J.R.uk/pdfs/mussheet04. Obstet Gynecol 2000. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery..net [30 September 2007]. Neil H. http://www. USA & Plymouth. Siega P. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. Rahman A. Ed.unair.. [terhubung berkala]. 2000. http//:www. Obstet Gynecol 2004. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. McMillian V. 1982. Di dalam: Mujumdar A. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc.pasificchain.ezinearticles. Depok: Puspa Swara.

2001. Theerajana K. Thin Layer-Chromatography. 2002. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Institut Pertanian Bogor. Februari [13 Vutyavanich T. Obstet Gynecol 2001. Wijianto & Khomsan. 1996. . Sosio Budaya Gizi.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. 1994. PlaceboControlled Trial . Tissue. Double-Masked.kaist. 1989. L. [terhubung http://elchem.htm 2008]. Kismia Pangan dan Gizi. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Wikandari P. Winarno FG. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No.ac.97: 577–82.1 Juli 2002. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Jakarta: Puspa Swara. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. 1992. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bogor: Institut Pertanian Bogor.R. 2007.S. berkala]. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Widyaningsih. Fakultas Pertanian. Ruangsri R.Suhardjo.

LAMPIRAN .

Kristen 3. NAMA SUAMI 15.RT 11. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. DESA 8. DUSUN/KAMPUNG 1.cangkurawok 4. AGAMA BUMIL 1. bara 6. badoneng 5. Islam R16 2. JUMLAH ANAK A. KECAMATAN 6. Tinggi badan 6. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. BB sebelum hamil 4. Usia kehamilan 2. Budha 5. ENUMERATOR 4. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. TELP 12. AGAMA SUAMI : : : : 4. Institut Pertanian Bogor. Hindu : 4. 1. leuwi kopo : : : : : : : 3. NAMA BUMIL 5. Hindu 1.lainnya 16. Islam 14. Kehamilan ke 3. Nama sheet: SG BUMIL A. kerahasiaan data Anda terjamin. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. NO. Kristen 3.sengked 9. TANGGAL KUNJUNGAN 3. radar 2. USIA BUMIL 13. bateng 7. Status Gizi Ibu hamil 1. BB saat ini 5. Fakultas Pertanian. Budha 5.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . NO RESPONDEN 2.lainnya (sebutkan) : : 2. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda.

..>3x C2. B2....................................................................... b. Ya b........................ C7.. Alasan: ... Alasan: ......... C6... b........ ........................ Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a.... b.......................................... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan............ Ya b. 3x d............ Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a....... 1x b..........2x c.............................. C11...... Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a.... Diare Ba12g Ba13g g....... 3x d.....82 Lampiran 1 (lanjutan) B..................... Hipertensi Ba12d Ba13d d.. KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya....... Ya b........... Influenza Ba12i Ba13i i....... Alasan: ........................... Alasan: .. Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.......................... Melahirkan bayi mati Ba22f f.......... Batuk Ba12h Ba13h h.... Persalinan caesar Ba22h h........ Nama sheet: RiwKes B.... Persalinan normal Ba22i i... Melahirkan bayi <2500g Ba22d d........... Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a....... Tidak C10..... C5.............. 1x b.... Makanan yang tidak disukai:.... Melahirkan bayi sungsang Ba22g g............................................................ Typus Ba12f Ba13f f... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a. Tidak C4....... Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C.... C12.................................. Tidak C8........... Siapakah yang menganjurkan.... Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a.......... Nama sheet: kebiasaan C......... Aborsi Ba22c c..... Anemia Ba12b Ba13b b..... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e................................... Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan .................. Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a..... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1........................ Diabetes Ba12e Ba13e e.... C9....2x c................... Keguguran Ba22b b....... Jantung Ba12c Ba13c c.............................a..............................>3x C3... 2=jika jawaban tidak) C 1..... Ba12j Ba13j j........... Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a.. Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a.....

3 Singkong 3.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .4 Nasi goreng 1.4 Sup (wortel. BUAH 7.3 Pisang goreng 8. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1. IKAN.83 Lampiran 1 (lanjutan) D. SUSU DAN TELUR 3.4 Apel 7.3 Mentimun 7.3 Bubur ayam 1.2 Ikan laut 3.1 Singkong 2.2 Tomat 6. DAUN-DAUNAN 5.5 Kacang tanah 5.5 Mie instan 1.3 Sawi 5. JAJANAN 8. SAYURAN BUAH 6.1 Bayam 5. kol) 5.2 Nasi uduk 1.3 Kacang panjang 4.1 Bakso 8.3 Jeruk 7.2 Talas 2.5 Bakwan 8.8 Kerupuk 8.6 Semangka 7. DAGING.1 Nasi 1.7 Tempe goreng 8.1 Daging ayam 3.3 Ikan tawar 3.5 Daun singkong 5.6 Daun melinjo 5.2 Siomay 8.2 Pisang 7.10 Teh 8. UMBI-UMBIAN 2.4 Kacang hijau 4.6 Roti 2.5 Melon 7.1 Pepaya 7.4 Mie ayam 8.5 Telur negeri 3.7 Daun katuk 6.7 Mangga 7.1 Tempe 4.6 Tahu goreng 8.2 Kangkung 5. Nama sheet: FFQ D.4 Ikan asin 3.6 Susu 4.8 Rambutan 8.1 Labu siam 6. KACANG-KACANGAN 4.2 Tahu 4.

lain-lain. tablet isap d. tidak tahu F3. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1.84 Lampiran 1 (lanjutan) E. susu c.... tidak tahu . sebutkan d. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a.. sering b. makanan berat b. tidak bersedia d. bubur c. F8. kelelahan c. beberapa kali selama hamil d. trimester pertama sampai trimester akhir c. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. tidak ada sebab spesifik F2. F12.setuju c. dianjurkan b. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. sangat tidak setuju F6.. Tidak pernah c. tidak setuju d. tekanan / stres b. camilan d.... jarang c. tidak tahu F4. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a... sedang a. dokter b. setiap hari b. ragu-ragu c. beberapa kali seminggu a. trimester pertama dan kedua a. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F.. rangsangan dari luar d. sangat setuju b. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. berat d. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a.. bersedia b. Keseluruhan a. 1 b. orang terpercaya d..>2 d. tidak tentu . 2 c.. bidan a. Hiperemesis (sangat berat) c. F5. F10. buah-buahan a.. ringan b.. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. susu b. F11. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. tidak pernah d. tidak dibolehkan d. tidak pernah periksa c. dibolehkan b... F9.. F13.

42 dengan bantuan pompa vakum. Sebelumnya. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. Setelah itu. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. dalam g b = berat buah kering. Setelah dingin. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. botol dimasukkan ke dalam desikator. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. dalam g KA= kadar air (%) . botol ditimbang. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. Selanjutnya. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. dalam g B = berat kertas saring.

. kemudian ditekan dengan jarum pengukur. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu.850C sehingga seluruh tablet larut. Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. sepersepuluh milimeter division. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. Setelah penekanan. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C .

........................................................................................................ Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1...........................87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe................. .................. warna....................... rasa pedas............................ tidak suka 3.................................................................. agak suka 5.......... ........................................................................ tekstur............... ............................... suka 6......................................................... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu.. ............. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe............................................... ........................... aroma... sangat tidak suka 2....... warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe.... Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda.......... agak tidak suka 4.............................. sangat suka Komentar/saran : .................................................. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.

Pengujian dilakukan satu demi satu. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) .88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

dibolehkan b. camilan d.RT 8. leuwi kopo 6. tidak ada sebab spesifik A2. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a..90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). JUMLAH ANAK 11. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a.. bara 6. sebutkan d... DUSUN/KAMPUNG 2. bidan a. A10. makanan berat b. buah-buahan a. beberapa kali selama hamil d. trimester pertama dan kedua a... lain-lain. TANGGAL KUNJUNGAN 2. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a. DESA 5. dokter b... tidak dibolehkan d. A8. NO. kerahasiaan data Anda terjamin. tidak tahu A3. tidak tahu . tidak bersedia d. susu b... badoneng : : : 5.>2 d. sangat setuju b. Institut Pertanian Bogor. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. tidak setuju d. KEHAMILAN KE: : : : 3. USIA KEHAMILAN 12. USIA BUMIL 10... A12. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. Fakultas Pertanian. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap.. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a.. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. Tidak pernah c. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. 2 c. bersedia b. sangat tidak setuju A6. tekanan / stres b.. NAMA BUMIL 3. tidak pernah periksa c. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. A13. RW 7. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. beberapa kali seminggu a. orang terpercaya d.cangkurawok : : : : : 4. KECAMATAN 4. A11.. hiperemesis (sangat berat) c. R1 R2 R3 R4 R5 1... tidak pernah d. tablet isap d. berat d. trimester pertama sampai trimester akhir c... A9. setiap hari b. kelelahan c. jarang c..setuju c. rangsangan dari luar d. tidak tahu A4. A5. tidak tentu .. dianjurkan b. TELP 9. sering b.. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a. Susu c... bubur c... ringan b. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. sedang a. ragu-ragu c. 1 b.

Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? . apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. 2. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. agak suka 5. sangat tidak suka tidak suka 3. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. agak tidak suka 4. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu.suka 6. Pengujian produk dilakukan satu demi satu.

Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4. Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6.

8799 3.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.54 6.21 96.57 93.7701 Lampiran 7.49 8.34 6.69 8.7638 Ulangan Kedua (%) 4.6285 3.043 0.041 0.1314 3.50 95.042 Metode Penelitian TLC scanner .4 Spray Vacum Freeze 6.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.92 96.08 37.83 11.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.82 16.85 6.98 Ulangan Kedua (%) 99.21 44.83 14.2834 4.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.48 5.3306 4.3777 4.375 Lampiran 7.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.95 30.14 90.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.09 8.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.17 Lampiran 7.13 5.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.

2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.5 9 Ulangan Kedua 15 4.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.74 8.5 9.9 6.18 8.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.9 6.3 6.4 6.5 9.75 .47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.41 8.2 6.7 Ulangan Kedua 5.8 Rata-rata Ulangan 5.9 6.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.13 Ulangan Kedua (menit) 9.74 8.5 Rata-rata Ulangan 15 6.25 Lampiran 8.01 8.30 Lampiran 8.

1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.84 Galat 3 15.30 0.45675000 Lampiran 9.7700 2 3 B 3.0971 Lampiran 9.60 Galat 3 1.33161667 6.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.58083333 Total 5 8.79005000 5.0843 Galat 3 179.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.0550 2 1 A 4.26335000 Total 5 56.23995000 Pr > F 0.50303333 3.24553333 Pr > F 0.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.1.1488 .29968333 Lampiran 9.63645000 59.3300 2 2 Lampiran 9.66323333 377.25151667 5.44990000 20.42030000 1.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.01215000 Total 5 3.71015000 140.03645000 0.74250000 0.75 Galat 3 0.0011 Pr > F 0.87881667 Total 5 934.22495000 3.

5000 A 2 1 7.40 0.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.0007 Lampiran 10.35073333 Lampiran 10.12333333 0.0066 Lampiran 10.02500000 3.90000 A 2 2 6.33333333 41.20450000 Total 5 2.17 Pr > F 0.61350000 0.2500 B 2 2 Lampiran 10.56166667 0.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.3.75000000 0.86861667 4.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.75000 A 2 3 5.73723333 0.7500 A 2 3 4.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.14833333 1.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.58333333 10.29166667 0.1.25000000 21.25 Galat 3 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.00833333 187.

4 mg .1 – 2.656 miligram terkandung 0.04 – 0.04 .34 – 0.2 % gingerol 0.09 mg 0.4 – 3.97 Digunakan 1.1 – 2.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.31 mg 1.2% dalam oleoresin.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.6 gram x 0. Jika terkandung 0.4 – 3.041% = 6.68 mg 0.041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.0.6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.56 x 10-4 gram = 0.

45 + 2.022.000. Aerosil 25 g 9.800 Rp 4. Jahe 0.000 + 1.000 = 5.022.000.5 jam Rp 5.250 Rp 50 + Rp 77.219.97 + 1.000 2.750/ hari 24 1. Sukralosa 1. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.219.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.000 = Rp 218. Sorbitol bubuk 1.479.750 = Rp 41.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.000.73 = Rp 8.542/ kg tepung 5.33 Alat kempa 1.652.400 Rp 400 Rp 3.5 g 4.5 jam x Rp 218.016/ kg 8 Rp 6.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.000 Rp 15. Harga = Rp 20.83 = Rp 942/ kg tepung 5.000 3.33 kg 1. Biaya perawatan = Rp 1.86 = Rp 5.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5.542 + 942 = Rp 2. Sodium benzoate 2. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20. Harga = Rp 30.18 = Rp 1. Magnesium stearat 25 g 5.369.000. Asam sitrat 12.750 Rp 44.33 kg 3 jam Rp 8.000 2.25 g 7. Talk 25 g 6.000.000 + 500. Maltodekstrin 1 kg 3.739. Biaya perawatan = Rp 500.600/ kg Biaya total/ kg tepung : .5 kg 2.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5.000 Rp 250 Rp 1.4 kg 8.000/ tahun 3.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.000.000 = 3.

6 x Rp 121.100 = Rp 193.600 = Rp 41.76 x 75%) = Rp 339.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.100 1.76 + (Rp 193.484 = Rp 77.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.016 + Rp 121.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.