PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

S. Budi Setiawan. NIP 131 667 778 Diketahui.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. Dosen Pembimbing Dr. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: . Ir.Agr. Dr. Ir. Didy Sopandie. M. Dekan Fakultas Pertanian Prof. M.

Venny. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Ida. Mas Aji. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Alfinda. 4. Dr. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Aqsa. dan lain-lain) atas kasih sayang.Si. Ibu Nina. Agustus 2008 Penulis . Retno. Any. Kak Sigit (GMSK 36). Bapak Albert (Takasago). Mbah Putri. dukungan dan doanya. Ratna. inspirasi. Dekus. M. Nurlaela. Ibu Rizky. Eka. mengingatkan.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. Achi. kesabaran. Angel. Rena. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Ima. Curly Kun. Bapak Nurwanto. bimbingan. Ir. Rika. 2. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. Bapak Mashudi.S. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Bogor. Mbak Wita. Ibu Yuli (LAFIAL). menguatkan. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. dukungan. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. Yulia. Devi. Bapak. Nova. Bapak Dian. Rizka. Budi Setiawan. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. Edo. 3. Lilik Kustiyah. Marissa. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. masukan. 5. M. bantuan. Keluarga besar penulis (Ibu. Ir. Daru. Dr. Ari.

Dewi Runantari. Bekasi. Fakultas Pertanian. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. Hari Purwadi dan Rr. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. . Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Pada tahun 2001. Jakarta. Selama di IPB. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. dan lain sebagainya. Jakarta pada tahun 1998. pada tanggal 1 Mei 1986. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

............................................ Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil ............................................................ METODE ..................................................................................................................................................................................................................................................... Kalsium ............................................................ Zat Besi .................................... Latar Belakang. PENDAHULUAN ..................................................................................... Gingerol .................. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil .................................... Tujuan ..... Produk Olahan Jahe di Indonesia ........................................................................................................................... Freeze Dryer ............................................................. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 .......... Metode Pengeringan............................................................................................................................... Waktu dan Tempat................................................................................................................................................................. Vitamin A ....................................................................................................................................... Manfaat Jahe .................................................................. Kandungan Gizi Jahe............................ ................................................................................................ Vaccum Dryer ........... Kegunaan ...................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ DAFTAR GAMBAR ........................... Spray Dryer .......................................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL .......................... Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ..................... Tablet Isap ................................................................ Bahan Penyusun Tablet Isap ............................................. Jahe dan Kehamilan ................................................................................................................................................ Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ..................... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)............................................................. vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil................................. Metode Ekstraksi ....................................... Energi ............................................................................................... Jahe (Zingiber officinale) .......................................................................................................

................................... Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ................................................................. Uji Hedonik ........................................................................................................................ Pengolahan dan Analisis Data .................................................. Frekuensi Konsumsi Pangan ......................................................................................................................... Jangka Waktu Kejadian MMK ......................................................Jenis dan Cara Pengumpulan Data............... Kadar Air ................................. Karakteristik Ibu Hamil ................................................................................................................................................. Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ............................................... Tahapan Penelitian ...... Kelarutan ............................................................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ............................................................. Profil Ibu Hamil ........................................ Perilaku dan Kebiasaan Makan .............. Riwayat Kehamilan dan Penyakit ...................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ........... Pilihan Produk Pereda MMK .................. Penyebab MMK ............................ HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................................................................................................................... Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ................ Pembuatan Produk ........................................................ Estimasi Kehilangan selama Pengeringan ........................................ Rendemen ......... Tingkat Konsumsi Zat Gizi ... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ..................... Bahan dan Alat ......... 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 ............................................... Frekuensi MMK ................................. Kandungan Gingerol .................. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil....................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ........................................................................................... Kejadian MMK ........................................................................... Pembuatan Tablet Isap Jahe ......................................... Status Gizi ............ Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan .................................................................................................................................................................................................................................

....................................... Formula Tablet Isap Jahe Terbaik......... 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 ........................................... Kekerasan.................................................................................... Kesimpulan .. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe .................. Formulasi Tablet Isap Jahe ................ Waktu Larut.............................................................................................................................. Uji Mutu Hedonik.............................................................................................................. Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ............................................... Derajat Keasaman (pH) .............................. LAMPIRAN ............................................................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN ................Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ............................................................................................................................................. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet ........ DAFTAR PUSTAKA................................................. Saran .................................................................................

....................................................................DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil........................................ Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 ....................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit ........................................ Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ............................. Cara pengategorian dan analisis varibel ....... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan.................................................... ................................... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ....... Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA .. Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan........... Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) .... Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan........... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya.......................................................................... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi................................................................ Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ............. Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan............................................ Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan .... 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)……………........

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. Mempelajari karakteristik. SpOG. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin.gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. dr. perilaku dan kebiasaan makan. status gizi. Spesialis kebidanan dan kandungan. Boy Abidin. sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan .. Tujuan Khusus : 1. riwayat kesehatan. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. 2005). 2001).

dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. estimasi kehilangan selama pengeringan. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. . Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. rendemen. 9. kelarutan.5. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. pH. khususnya yang menderita mual dan muntah. kandungan senyawa gingerol. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula.

000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). faktor budaya. perubahan komposisi. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003). Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003).TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). pada dasarnya. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. . Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. serta penumpukan lemak. Bagi ibu hamil. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100.000 kelahiran hidup. faktor ekonomi.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. cukup bulan. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003). pertambahan besarnya organ kandungan. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. pertumbuhan uterus dan payudara. dan metabolisme tubuh ibu.000 kelahiran hidup.

Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. Perubahan ini. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). jagung. daging. cairan amniotik. sayuran berdaun hijau. dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . Mengkonsumsi buahbuahan. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. dan biji berminyak). ikan. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. payudara). telur. oat.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. Menurut Lubis (2003). begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. dan pangan sumber protein (daging. peningkatan volume darah. unggas. plasenta. Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. protein dan lemak. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Namun. akar dan umbi- . Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. serealia). pangan sumber karbohidrat (beras. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. buah berlemak. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). uterus. keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). dan menyuplai jaringan baru. di kebanyakan negara berkembang. ikan.

Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. gigi. jantung yang sehat. sayuran hijau. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). kacang-kacangan. dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. biji-bijian. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. kacang-kacangan.umbian sehari-hari. syaraf dan otot. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. sikap. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan. sayuran daun hijau. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . mengonsumsi. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005).

2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0.2 +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. pada umumnya.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).2 +0.2 +0.3 +0. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.2 +1.0 +4.4 +0.2 +0. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.4 +0. lahir dengan berat badan rendah. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992).seringkali mengalami kelahiran prematur.3 +0. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.3 +0. atau lahir dalam keadaan meninggal. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0.3 mg Vitamin B1 +0.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil.3 +0. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.2 +0. pada umumnya.2 +0.

infeksi H. kekurangan vitamin B. hiperasiditas lambung.Cornell University. obesitas. terutama di bagian rahim. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). . Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. kesulitan sosioekonomi . pada wanita muda. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. dan lainnya. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. pertentangan dengan suami atau mertua. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. hamil pertama kalinya. pylori. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). yang menyebabkan perut kosong lebih lama. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. untuk mencegah kelahiran prematur. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. dan lain sebagainya. Amerika Serikat. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. gangguan metabolisme karbohidrat. hipertiroid. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan.

para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. serta vitamin melalui infus. Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Cabang dari rimpang jahe. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). namun. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. glukosa. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. hamil anggur (mola hidatidosa). Bahkan.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang.kehamilan kembar. dan limonene. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Penderita berpuasa selama 24 jam. karena memiliki kandungan minyak atsiri. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. elektrolit. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. minyak terbang.

protein 2. vitamin B6. shogaol. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). kandungan oleoresin dalam jahe segar 0.5-5. fosfor. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. 5-8% bahan damar. zingeron). Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). dan asam linolenik. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil.9%.4-3. mineral 1-2%. fenol.1%. Menurut Young et al. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. zat tepung.3%. tergantung umur panen dan tumbuhnya. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. dan karbohidrat 12. dan pengolahan pasca panen. Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya.3%. dan zingeberen sekitar 0. magnesium.zingeron. lemak 0. natrium. enzim proteolitik. zingiberol. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol.2% yang memberikan . dan getah. pemupukan.1-2. vitamin C. oleoresin (gingerol. (2003) dalam Amalia (2004). Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. shogaol. serat 2-4%. cuaca.3%.9%. kalsium. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002). ketinggian. jenis tanah.

Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004). Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Pertama. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. lipase yang berfungsi memecah lemak.0 1. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.0 Energi (KJ) 9.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan. 1951 dalam Khairani 2002). sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas.5 Protein (g) 6.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004).53 Serat kasar (g) 4. yaitu mencegah penggumpalan darah.9 7. protease yang berfungsi memecah protein.8 10. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah .0 184.0 Karbohidrat (g) 70. Menurut Rukmana (2000). Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting.7 3. Kedua.1 1.

dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over.kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. (2005). 2006). 2006). jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. Smith et al. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. dapat mengatasi mual. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. Menurut Megawati (2007). Jahe. bahkan hiperemesis gravidarum. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. . Dibandingkan plasebo. Rasmussan et al. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. dalam dosis sedikitnya 1 gram. muntah. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. dalam beberapa penelitian. Jahe. Dr. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. muntah. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. dan gejala lambung dan usus lainnya. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. (1991) dalam Kimura et al. Dikemukakan. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil.

(2005). Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. Gambar 2. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. (2005). tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. kembang gula dan berbagai minuman. juga diolah menjadi asinan dan acar. minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe dapat . melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Jahe juga digunakan dalam industri obat. kue. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. Rimpangnya sangat luas dipakai. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Dikenal beberapa jenis jahe. biskuit. Vutyavanich et al. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan.

mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. telur. jahe). Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. madu. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). Namun. sekoteng dan sirup (Koswara 1995). Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut. wedang jahe. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). umumnya bulat. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. sekoteng. analgesik. . Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. Oleh karena itu.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. ronde atau STMJ (susu. dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. antiseptik. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. atau bahkan vitamin yang diinginkan. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. di antaranya bandrek. Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. Lieberman & Kanig 1994). kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini.4-4 mm). Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). krim. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. sari buah. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering.padatan cair. kopi. telur. Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. kecepatan dan jalur tetesan. Uap . tekstur bahan. Umumnya digunakan pada produk susu. tingkat pengeringan. dan hasil ekstrak. Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. teh.

Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin.dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. sayuran. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. kopi. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. Umumnya digunakan pada produk sari buah. dan kromatografi eksklusi. berbentuk kerucut. dan beku (Hariyadi 2006). udang. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. buah-buahan. Umumnya. Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. Fase bergerak berupa gas atau cairan. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006). kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. kromatografi penukar. kromatografi adsorbansi. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . dan flakes (Hariyadi 2006). Berdasarkan prinsip pemisahannya. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern.

TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler. media tersebut berpindah dari wadah pelarut. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan.Chromatography) (Tissue 1996). Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam. . TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya.

Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Sedangkan. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Institut Pertanian Bogor. pembuatan tepung ekstak jahe. pembuatan tablet isap jahe. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Kecamatan Dramaga. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. Sedangkan. Departemen Gizi Masyarakat. Departemen Gizi Masyarakat. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian .METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. dan 3) bersedia dijadikan contoh. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Institut Pertanian Bogor. Jakarta.

riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). batuk. hipertensi. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. pilihan produk MMK yang dikehendaki. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. diabetes. dan lain-lain. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. makanan pantangan selama hamil. jangka waktu terjadinya MMK. kebiasaan makan ibu hamil.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). jantung. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. melahirkan bayi sungsang. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. aborsi. serta pengetahuan tentang jahe. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. sebab MMK. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. diare.Bogor (IPB). melahirkan bayi mati. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. dan persalinan normal. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. typus. dan konsumsi obat MMK. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. dan makanan yang menyebabkan alergi. tingkat keparahan MMK. dan 3) bersedia menjadi panelis. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. dan 3) bersedia menjadi panelis. melahirkan secara ceasar. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. influenza. status gizi ibu hamil. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. pendapat apabila jahe diolah .

waktu larut. tidak suka. tekstur saat isap. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. sangat tidak suka. rasa pedas. agak tidak suka. suka. dan warna. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. biasa. estimasi kehilangan selama pengeringan. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. rasa jahe. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. rasa pedas. dan sangat tidak suka. rasa keseluruhan. mouthfeel. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. suka. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. aroma keseluruhan. data pembuatan. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. dan kelarutan. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. tidak suka. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. rendemen. analisis. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. agak tidak suka. agak suka. warna. dan amat sangat tidak suka.sebagai produk pereda MMK. agak tidak suka. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. dan derajat keasaman (pH). rasa flavor. agak suka. aroma keseluruhan. warna. suka. rasa keseluruhan. rasa pedas. dan penampakan keseluruhan. tidak suka. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. Karakteristik fisik meliputi kadar air. dan penampakan keseluruhan. dan sangat tidak suka. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. rasa manis. tekstur. aroma. agak suka. sangat suka. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. tekstur isap. aroma jahe. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. aroma flavor. aspek- . analisis. aroma jahe.

dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. Bogor.aspek produk yang disukai. dan flavour bubuk rasa teh hijau. Jakarta. stopwatch. sodium benzoat sebagai pengawet. Vacuum dryer Gambar 5. Gambar 3. Alat analisis antara lain neraca analitik. Jakarta. Spray dryer Gambar 4. IPB. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. asam sitrat. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. aspek-aspek produk yang tidak disukai. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. vacuum dryer. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. cawan porselen. Freeze dryer . dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. Jakarta. IPB. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. penetrometer. Jakarta. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. termometer. oven. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Bogor. aerosil sebagai adsorban. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. aerosil. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. Jakarta. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna.

Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. efektivitas.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama. Menurut Wikandari (1994). keamanan. dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994).5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga.

vacuum dryer. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. aerosil. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. pencampuran. serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. pengocokan. dan bubuk talk).5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. bahan anti lengket (magnesium stearat. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi.berjalan lebih singkat. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. dan pengempaan. Sebelum dilakukan pengeringan.

Sedangkan menurut Gibson (2005). Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. entry. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). kalsium. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). coding. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. dan Statistical Analysed System (SAS). cleaning. protein (g). Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). kejadian MMK pada ibu hamil. tingkat kecukupan zat besi. Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk. dan selanjutnya dianalisis. Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. zat besi (mg). Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994).5 for Windows. dan vitamin A (RE). kalsium (mg). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994.

Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. menggunakan vacum dryer. dan menggunakan freeze dryer. Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995). dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . rendemen.percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. waktu larut. pH) dari tablet isap jahe. estimasi kehilangan. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan.

1. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. KEK (<23.5 cm) Deskriptif 3. 8.5 cm) 2. 4. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. Usia kehamilan 3. 1. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. 3. 6. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. Cukup ( 70%) 2. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. 4. Cukup ( 77%) 2. 1. 3. Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. 2. 3. 2. dan vitamin A: 1. Tidak KEK ( 23. 7.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. 4. Frekuensi pangan . Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. Deskriptif 4. 2. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. 5. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. Jenis pangan 3. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. zat besi. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1.

Mutu fisik tablet isap jahe 2. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Tingkat keparahan MMK 3. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Derajat (pH) keasaman . 5. Kadar air 2. 2.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Waktu larut 1. Konsumsi obat MMK 1. Deskriptif 11. Frekuensi MMK 2. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Estimasi kehilangan 4. Jangka waktu terjadi MMK 5. 3. 1. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Sebab MMK 8. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. 1. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. 6. Rendemen 3. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Pilihan produk MMK 3. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. 4. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1.

untuk parameter rasa pedas. 1. 4. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. 7. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 2. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 4. 8. 6. 2. 5. 3. 4. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . 10. 5. 9. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 2. 1. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 8. 9. 7. 6. 3. Kategori diterima (skor 4-6) 2. 5. 3.Tabel 3 (Lanjutan) No 13.

Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28.7±5. .6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. dan lebih dari 35 tahun. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). 20-35 tahun. usia kehamilan. dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. emosinya cenderung labil.5±5. yaitu kurang dari 20 tahun. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya.

sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. Namun. 15% contoh pada kehamilan keempat. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Dilihat dari frekuensi kehamilan. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). sebagian besar (86. Menurut usia kehamilannya. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. dan 5% contoh pada kehamilan kelima.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut.

baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). 10% (masing-masing hipertensi. Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. masalah infeksi atau imunitas. diare. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. dan prematur (5%). Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. . Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). dan demam). melahirkan BBLR (10%).yang buruk seperti keguguran (15%). Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. dan lain-lain (Lubis 2003). keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. terhambatnya pertumbuhan otak janin. Menurut Lubis (2003). Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. abortus. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. bayi baru lahir mudah terinfeksi. anemia pada bayi baru lahir. dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. typus.

masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989). mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002).5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang.5 cm. Menurut Departemen Kesehatan (2000). Namun demikian.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. Ukuran LILA <23. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA. pada umumnya. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. bukan hanya sebelum hamil. Anak yang mengalami keadaan . lahir dalam keadaan BBLR. atau lahir dalam keadaan meninggal. Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17.5 cm yang berarti menderita KEK. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.91±3. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.

Selain makanan utama. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari.2 Berdasarkan Tabel 8. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari.6±0. Menurut Siega (2001). hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali.7 2. Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. Namun demikian.3±1. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. . pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. terutama pada trimester kedua. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam.

rasa. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. gatal-gatal pada kulit. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. keguguran. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. atau sulit melahirkan. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. salak. durian. tape. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. Makanan tersebut antara lain adalah nanas. maupun aroma makanan. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. dan rasa mual. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. dan kopi. serta menimbulkan bercak-bercak merah.

sumber protein hewani. dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). mie instan. Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. mie instan (30%). sering (4-6 kali/minggu). sumber protein nabati. ikan air tawar. ikan asin. dan kacang tanah.kali/minggu). tauge (55%). Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. bubur ayam. kacang hijau. dan selingan. siomay (45%). tahu. telur ayam negri. apel (55%). Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. bubur ayam (45%). Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). pisang (60%). jarang (1-3 kali/minggu). ikan asin (50%). roti (55%). nasi uduk. tahu isi (45%). sawi (65%). nasi goreng. sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. dan susu. nasi goring (50%). ikan air laut. Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. (50%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. dan telur ayam negri (45%). ikan tawar (55%). Nasi uduk (40%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). dan roti. kangkung (75%). jeruk (70%). dan rambutan (70%). . Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. labu siam (55%) dan mentimun (55%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). bakwan (55%). sup (65%). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. ikan laut (60%).

Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. sayuran hijau. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. dan pangan sumber protein (daging. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. serta penumpukan lemak. oat. syaraf dan otot. buah berlemak. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). gigi. jantung yang sehat.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Ari-ari berfungsi untuk menunjang. Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). jagung. serealia). telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). . Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. pertumbuhan uterus dan payudara. yaitu minimal 60 g per hari. Sedangkan. pangan sumber karbohidrat (beras. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. dan biji berminyak). Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. memelihara. ikan. kacang-kacangan. Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu.

Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. sayuran daun hijau. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). unggas. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. ikan. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. daging. Berdasarkan Tabel 11. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. Namun. . Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan).Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. kacang-kacangan. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. dan menimbulkan rasa mual. Adanya pertumbuhan janin. meningkatkan angka kematian karena campak. meningkatkan asam lambung. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. sayuran berdaun hijau. telur. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). Mengkonsumsi buahbuahan.

Sedangkan sisanya. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan. Namun. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33.3 Beberapa kali seminggu 4 26. Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.7 Beberapa kali selama hamil 6 40. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah.0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita. apabila keadaan umum penderita terpengaruh.0 Total 15 100.7%).3 5 Trimester I-II 6. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 .3%) dan beberapa kali seminggu (26.

7%).7 Kelelahan 1 6. hipertiroid. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. terdapat pula 26. dan rasa tidak tenang. hanya 6.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. dan rangsangan indrawi dari luar. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. dan kesulitan sosioekonomi . Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6.3%) dan trimester ketiga (6. beban psikologis (banyak pikiran). Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. dan kehamilan bayi kembar. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.dilakukan di Cornell University. Selain itu. Amerika Serikat. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. kelelahan.7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. gangguan metabolisme karbohidrat. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. pylori. Namun. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. hiperasiditas lambung. kekurangan vitamin B. infeksi H. pertentangan dengan suami atau mertua. pada wanita muda.

hamil pertama kalinya. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. hamil anggur (mola hidatidosa). Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. . obesitas. Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. kehamilan kembar. pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis.

Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. permen lunak dan makanan ringan. berdasarkan Tabel 16. Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. . Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju).Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. minuman serbuk. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK.

pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. sampai dengan pemilihan tepung terbaik. pemilihan metode pengeringan. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. kopi. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan. teh herbal. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Gambar 9. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. dan jamu-jamuan.5 gram per sachet. Harganya antara Rp 800-1.500 per sachet.

dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. vacuum drying. dan freeze drying).33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4.33%).77 Gambar 11. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3.06%).055 5 Kadar Air (%) 4 3. jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0. Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . Gambar 10. Berdasarkan Gambar 11.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe. Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9). 6 5. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992).

Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006).09%). diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38. Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal. dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan.09 6.05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk.35%). 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6.335 Gambar 12.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk.165 8. Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.32%). Berdasarkan Gambar 13. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9). Berdasarkan Gambar 12. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. Sedangkan metode pengeringan .

Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.4 Gambar 13.08 38. Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.57%). Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan.315 37.08%). Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%). .05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe.21%). 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.

042 0. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.044%). Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0.0415 0. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0.044 Kandungan gingerol (%) 0. 0.57 Gambar 14.21 99.0405 0.043 0.0435 0.041%).0445 0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC.042 0.0425 0.041 0.04 0.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.044 Gambar 15. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang .102 100 Kelarutan (%) 98 96.041 0.

tekstur. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. rasa pedas. Dilihat dari parameter rasa pedas. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. aroma.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. Sedangkan dari parameter aroma. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. warna dan tampilan keseluruhan. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. dan tampilan keseluruhan. Dilihat dari parameter tekstur. warna. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. tekstur.

044 pada pengeringan semprot dan 0.33%). Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.08%). dan skor modus penerimaan yang cukup baik.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan. parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3. kelarutan yang tinggi (93. rendemen paling banyak (8. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. Namun demikian.terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku.21%). Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Secara keseluruhan.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0. Tentunya Ke se R lu .35%). parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum.

004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .04 0.35 1 1 0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.1 100 0.04 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.6 1 0.002 2.002 2.04 0.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.04 0.03-0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed . Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.04 0.85 1 1 0.008 1 0.04 0.02 1 0.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.05 56. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.65 1 1 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.266 0.6 0.04 0.04 0.6 0.05 56.002 2.274 0.5 0.1 100 0.05 56.2 0.254 0.1 100 0.02-0.04 0.

Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18. Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama. sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam.Gambar 18. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.5 mg). Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena .05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Lieberman & Kanig 1994). Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai.

Lieberman & Kanig 1994). masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8. Berdasarkan Gambar 20.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe. Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. . Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0.3 menit). Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman.25 15 Gambar 19. 2 (+Tea Powder) Formula F. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003).5 9.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa. 3 (Tanpa Flavor) 6. 1 (+Asam Sitrat) F. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9.

05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe.595 9.5 F. 1 (+Asam Sitrat) F. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F.5 8 7. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.3 6. 2 (+Tea Powder) Formula F.3 8.735 8. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5.10 9. 1 (+Asam Sitrat) F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik . terutama. seperti tepung jahe (2.5 Waktu Larut (menit) 9 8.3).7-3). diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7). Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam. Formula 1.9 6. 2 (+Tea Powder) Formula F.75 Gambar 21. 3 (Tanpa Flavor) 5.

Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. rasa flavor. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. aroma jahe. dari parameter rasa manis. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. rasa pedas. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. rasa jahe. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. Terhadap parameter rasa jahe. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. Penilaian meliputi rasa manis. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. mouthfeel. tekstur saat diisap. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . aroma flavor. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. dan warna. 2 (+Tea Powder F. campuran aroma keseluruhan. dan 7 (berasa) untuk formula 2. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. campuran rasa keseluruhan. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa.

Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Dilihat dari parameter rasa flavor. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. mouthfeel dan warna. aroma jahe. rasa jahe. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). Sedangkan dari parameter warna. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. diketahui bahwa dari parameter rasa manis. ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). atau membuat partikel yang lebih kecil. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. . Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. aroma flavor. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. menurunkan suhu pengeringan. Dilihat dari parameter mouthfeel. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Lieberman & Kanig 1994).Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2.

Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. 1 (+Asam Sitrat) F. dan pengapalan. maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Kekerasan tablet konsumen (Lachman. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. 2 (+Tea Powder) F. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. pengepakan. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. Lieberman & Kanig 1994).

rasa manis. 1 (+ Asam Sitrat) F. 2 (+ Tea Powder) F. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. rasa keseluruhan. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. aroma jahe. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. ar om a ra sa . Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. aroma keseluruhan. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. tekstur saat diisap. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. rasa pedas. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. warna.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3.

3 cm dengan bobot 4 gram). Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. dan ukurannya yang besar (diameter 2. kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar. Secara keseluruhan.6 gram/tablet. Melalui hasil perhitungan.1-2.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar. Menurut Khairani (2002). 1 (+ Asam Sitrat) F.041% dalam tepung.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1.1%. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F.4-3. warnanya yang kurang menarik. tergantung umur panen dan tumbuhnya.

biaya bahan baku.044 mg–0. Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. Melalui perhitungan.kandungan oleoresin 0. Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0. Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat. diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik.4%-3. Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . dan biaya tenaga kerja. Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun). SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK).682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10).

Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis.05) terhadap persentase rendemen.yang buruk. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. aroma flavor.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. lebih dari separuh contoh keseluruhan. tekstur. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. dan penampakan vitamin A. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap.05) namun berpengaruh signifikan (<0. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. estimasi kehilangan selama pengeringan. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. kalsium. warna. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). Dilihat dari parameter rasa flavor. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Berdasarkan uji mutu hedonik. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. aroma jahe. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe.041%). Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . rasa jahe. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. protein. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit.05) terhadap kadar air tepung. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. mouthfeel dan warna.

Sedangkan berdasarkan persentase. Penuntun Diet. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. Institut Pertanian Bogor. 2004. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. 2005. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. Amalia R. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. output senyawa gingerol.organoleptik. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. .

LIPI. S. [terhubung http://www. Inc.html [5 Agustus 2008]. 1990. Farmastika.weddingku. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Food Additives. Ratih D. Senyawa Antimikroba. http//:www. 2006. [terhubung berkala]. ______. 2008. P. 2004. Sorbitol.com/ [30 September 2007].ca/ [13 Februari 2008]. Universitas Indonesia Press.cyberwoman. berkala]. Jakarta. Darlina & Hardinsyah. http://www. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. [terhubung berkala]. (Eds... Jurnal Media Gizi dan Keluarga. [terhubung berkala]. http//:www. ______. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Departemen Kesehatan. [terhubung http://en. ______. Suliantari.M.info.depkes. Davidson.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. Branen A. Magnesium. 107). New York : Marcel Dekker. 2008. ______. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi]. Gizi dalam Daur Kehidupan. Andonotopo & Arifin. Arisman M. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. ______. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). Jakarta: Fakultas Kedokteran. 2004. Azwar A. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. 2007.halalguide. 2008].com/indo/index.wikipedia. Salminen. 2004. Institut Pertanian Bogor. Anonim. http//:www. Dalam Soekirman et al.B. 1988. Sodium Benzoate. Anief M. berkala].sorbitol. 2007.net [30 September 2007].L. [terhubung http://www.com (30 September 2007). 2005.cbn. Badan Standardisasi Nasional. Kiat Mengatasi Morning Sickness . Fardiaz S. http//:www. 2008. 2003. Sukralose.madsci. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. [terhubung berkala]. 2000. 2007. 27 (2) Juli 2003. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. 2008. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 14. Gizi Wanita Hamil. Institut Pertanian Bogor.jksucralose.net [30 September 2007].Aminah S.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008].org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. .

493-494. http://www. Tablet Gonoderma Effervescent. 2006.P. Institut Pertanian Bogor. 2005. 2005. http//:www. Pengetahuan.cyberwoman.. Jakarta UI Press. H. J.I.C: CRC Press. London. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Martianto. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.halalguide. Gaspersz V. Bogor: Fakultas Pertanian. Morningsickness. Leonara R. Ed ke-2. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. Kanig. Washington D. Februari 2008].L. Institut Pertanian Bogor. Penerjemah. Armico. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Ginger The Genus Zingiber.D.net [30 September 2007]. Lubis Z. D. CV. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. Suyatmi S.Fardinatri I. Jahe dan Hasil Olahannya. Principles of Nutritional Assessment. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Hardinsyah.net [30 September 2007]. 2006. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. Koswara S. Metode Rancangan Percobaan. Lachman L. 2007.D. 2003. London: Oxford University Press. Gibson RA. [terhubung berkala]. 2002. http//:www. Institut Pertanian Bogor. Bandung. Boca Raton. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. [skripsi]. editor. Hiroshi T. Institut Pertanian Bogor. New York. 2003. Di dalam: Ravindran P.info. Pharmacology of Ginger. 1995. Megawati. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi].hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. 1994.telkom. Kailaku S. 1994. Kaem D. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Lestari K.A. Kimura I. Lieberman.cbn. 2008. Pusat Antar Universitas. Mawaddah N. Hariyanto P. 1992. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.N. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. & Babu K. [terhubung berkala]. Institut Pertanian Bogor.N. Khairani N. 2005. hlm.. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. http//:www. 2007. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala].net [30 September 2007]. Institut Pertanian Bogor. .

2006.Morgan E.pasificchain.. 2000.ac. McMillian V. Rahman A.C. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Yogyakarta: Kanisius.net [30 September 2007]. . 1981. 2005.pdf [13 Februari 2008].R. [terhubung berkala]. [13 Februari 2008]. Sudjana. American Journal of Epidemiology.M.org. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. 2008. Enfield. 2000. Owen. Obstet Gynecol 2000. UK: Science Publishers. S. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. London & Chicago. 1983.J. Terebiznik M. Bandung : Tarsito. ke-2. Ed. Inc. Social and Cultural Perspective in Nutririon. P-Press. 2004. Metode Penelitian.97: 111–182.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy.rpsgb. [9 September 2008]. Paul J.oxfordjournals.org. EzineArticles 17 May 2006. 1995. Prentice Hall Inc. 1983.. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. 2000. Siega P. Spray and Freeze Drying of Enzymes. Sripramote et al. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy.unair. Sugiartono. Drying Technology in Agriculture and Food Science. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Usaha Tani Jahe. USA: McGraw Hill.. 2003. [terhubung berkala]. Desain dan Analisis Eksperimen. 2008. Caroline C. pg.pdf [13 Februari 2008]. Nadesul H. Magnesium Stearate. Nazir M.C. http://www.R. [terhubung berkala].id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2001. [terhubung berkala]. Di dalam: Mujumdar A. Papalia DE. http://www. Rowe R. Depok: Puspa Swara. USA & Plymouth. Olds SW. Krystin W. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery.S. http//:www.103:639–45. Human Development. N. 1982. Lozzenges and Pastilles. editor. Rukmana R. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. 2003. 167-168.. Obstet Gynecol 2004. [terhubung berkala]. http://www. Sanjur.S. http://www.ezinearticles.uk/pdfs/mussheet04.journal. Smith C. Neil H.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. Pilosof A.

Tissue. Obstet Gynecol 2001. PlaceboControlled Trial .Suhardjo.kaist. Ruangsri R. Thin Layer-Chromatography. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized.ac. Institut Pertanian Bogor. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. Sosio Budaya Gizi.S. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. berkala]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 2002. 1996. 1989. Februari [13 Vutyavanich T.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. Wijianto & Khomsan. . Double-Masked. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Wikandari P. 1992. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. 1994.htm 2008]. Widyaningsih.97: 577–82. Fakultas Pertanian. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.1 Juli 2002. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi].R. Theerajana K. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. 2007. Winarno FG. [terhubung http://elchem. L. 2001. Kismia Pangan dan Gizi. Jakarta: Puspa Swara.

LAMPIRAN .

NAMA SUAMI 15. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. BB saat ini 5. BB sebelum hamil 4. radar 2.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Hindu 1. Kristen 3. TELP 12.RT 11. USIA BUMIL 13. Nama sheet: SG BUMIL A. Islam 14. AGAMA BUMIL 1. Kehamilan ke 3. leuwi kopo : : : : : : : 3. Budha 5. Tinggi badan 6. Kristen 3. AGAMA SUAMI : : : : 4. Status Gizi Ibu hamil 1. 1. ENUMERATOR 4. KECAMATAN 6. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm .lainnya 16. badoneng 5. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. DUSUN/KAMPUNG 1. Hindu : 4.sengked 9. NO. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. NO RESPONDEN 2. Fakultas Pertanian.lainnya (sebutkan) : : 2. Islam R16 2. kerahasiaan data Anda terjamin. NAMA BUMIL 5. Budha 5. Institut Pertanian Bogor. bara 6.cangkurawok 4. bateng 7. JUMLAH ANAK A. Usia kehamilan 2. TANGGAL KUNJUNGAN 3. DESA 8. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap.

Influenza Ba12i Ba13i i................ 3x d. Siapakah yang menganjurkan... C6..... Nama sheet: RiwKes B............... Alasan: .......>3x C3.... 1x b.................... Tidak C10.. Melahirkan bayi mati Ba22f f..... Jantung Ba12c Ba13c c............... Hipertensi Ba12d Ba13d d.. Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a.........a.. Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a.................... Alasan: .... 1x b................... C5.......>3x C2....... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan..2x c.... Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C.. b.......... C12....................... Alasan: ..... Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a.......................................... Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a...................................... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1................................ Tidak C8..................................2x c.... Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan .. 3x d........................... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a.. KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya............ . Melahirkan bayi sungsang Ba22g g. Keguguran Ba22b b.. Ya b.......................... Persalinan caesar Ba22h h..... Ba12j Ba13j j. Alasan: .. b................. Persalinan normal Ba22i i................. Typus Ba12f Ba13f f............ Melahirkan bayi <2500g Ba22d d...... Diabetes Ba12e Ba13e e......... Batuk Ba12h Ba13h h.......... C11........ Diare Ba12g Ba13g g................ Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e...82 Lampiran 1 (lanjutan) B. Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a.......................... Tidak C4.... C9...... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a............. Aborsi Ba22c c................................................. Ya b.... Ya b............................................. B2...... 2=jika jawaban tidak) C 1........................................... Makanan yang tidak disukai:.... Nama sheet: kebiasaan C.... C7........... Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a....... Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.... Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a........................................ Anemia Ba12b Ba13b b.. b............

83 Lampiran 1 (lanjutan) D.1 Nasi 1.7 Mangga 7.1 Pepaya 7.4 Apel 7.6 Daun melinjo 5. JAJANAN 8.2 Tomat 6.2 Kangkung 5.4 Ikan asin 3. SAYURAN BUAH 6.8 Kerupuk 8.2 Talas 2.2 Pisang 7.1 Tempe 4. KACANG-KACANGAN 4.1 Daging ayam 3. kol) 5.5 Telur negeri 3.3 Ikan tawar 3. DAUN-DAUNAN 5.5 Daun singkong 5.6 Semangka 7.7 Tempe goreng 8. DAGING.2 Tahu 4. SUSU DAN TELUR 3.1 Bakso 8. UMBI-UMBIAN 2.3 Kacang panjang 4.5 Mie instan 1.5 Melon 7.1 Singkong 2.4 Kacang hijau 4. IKAN.5 Kacang tanah 5.4 Mie ayam 8.3 Jeruk 7.3 Sawi 5.2 Siomay 8.2 Ikan laut 3.3 Mentimun 7.1 Bayam 5.6 Susu 4.2 Nasi uduk 1. BUAH 7.6 Tahu goreng 8.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram . Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.10 Teh 8.3 Singkong 3.6 Roti 2.5 Bakwan 8.4 Sup (wortel.8 Rambutan 8.4 Nasi goreng 1. Nama sheet: FFQ D.7 Daun katuk 6.3 Bubur ayam 1.1 Labu siam 6.3 Pisang goreng 8.

rangsangan dari luar d.. bubur c. setiap hari b.. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a.setuju c. ringan b. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. dibolehkan b. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F. susu b. tidak setuju d.. sangat setuju b.. F8.. tidak tentu ... Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. sangat tidak setuju F6. F9. dianjurkan b. tidak tahu . tidak pernah periksa c. tablet isap d. sebutkan d.>2 d.. orang terpercaya d. Hiperemesis (sangat berat) c. kelelahan c. berat d... tidak tahu F4. F12. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. tidak pernah d. jarang c. Keseluruhan a. lain-lain.. sedang a. Tidak pernah c.84 Lampiran 1 (lanjutan) E. tekanan / stres b.. 2 c. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a.. trimester pertama dan kedua a. beberapa kali selama hamil d. F11. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. beberapa kali seminggu a. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1. tidak bersedia d. 1 b.. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. F13.. sering b. tidak ada sebab spesifik F2. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. buah-buahan a. ragu-ragu c. susu c. tidak tahu F3. trimester pertama sampai trimester akhir c.. bidan a. dokter b. F5. bersedia b.. tidak dibolehkan d. camilan d. F10.. makanan berat b.

kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. dalam g b = berat buah kering. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. Setelah dingin. dalam g B = berat kertas saring. botol dimasukkan ke dalam desikator. Setelah itu. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. Selanjutnya. Sebelumnya. didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. botol ditimbang. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. dalam g KA= kadar air (%) . Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven.42 dengan bantuan pompa vakum.

dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . kemudian ditekan dengan jarum pengukur. Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch.850C sehingga seluruh tablet larut. Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . Setelah penekanan. jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. sepersepuluh milimeter division. . Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g.

................ agak tidak suka 4........................................... .......................................................................................... ........................... ................................................................ warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe............................ Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain................. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda............... warna......... aroma...................... ..............87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe..................................... Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe............................................................ tidak suka 3............................................... Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1......... tekstur................... . agak suka 5....... suka 6................................................... rasa pedas........ Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu............................................ sangat tidak suka 2........................... sangat suka Komentar/saran : .......

Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. Pengujian dilakukan satu demi satu. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

. USIA KEHAMILAN 12. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a. trimester pertama sampai trimester akhir c.. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap.. tablet isap d. buah-buahan a. R1 R2 R3 R4 R5 1.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). A5. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. tidak dibolehkan d.. kerahasiaan data Anda terjamin.RT 8. KECAMATAN 4.. bidan a. dibolehkan b.. rangsangan dari luar d.. tidak setuju d. RW 7.. Institut Pertanian Bogor. TANGGAL KUNJUNGAN 2.. trimester pertama dan kedua a. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. tidak pernah periksa c. Tidak pernah c. sangat setuju b. tidak tentu . Susu c. 2 c. A9... tidak pernah d. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. tidak tahu A4. KEHAMILAN KE: : : : 3. dianjurkan b.>2 d.. susu b. TELP 9. JUMLAH ANAK 11. kelelahan c. bara 6.. tekanan / stres b. berat d. tidak tahu .. A12. bersedia b. sedang a... orang terpercaya d. beberapa kali selama hamil d. A11... Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. beberapa kali seminggu a. USIA BUMIL 10. dokter b.. ringan b. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. NAMA BUMIL 3. DUSUN/KAMPUNG 2.. badoneng : : : 5.. jarang c. bubur c. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. A10. DESA 5.. hiperemesis (sangat berat) c. tidak tahu A3.. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a. leuwi kopo 6. A8..setuju c.. A13.. setiap hari b.. makanan berat b.. tidak bersedia d. lain-lain.. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. ragu-ragu c.cangkurawok : : : : : 4. camilan d. NO. sangat tidak setuju A6. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. sebutkan d. 1 b. sering b. tidak ada sebab spesifik A2. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. Fakultas Pertanian.

sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. agak tidak suka 4. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? . apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. agak suka 5. sangat tidak suka tidak suka 3. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. 2.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini.suka 6. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1.

3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5.

09 8.08 37.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.83 14.69 8.98 Ulangan Kedua (%) 99.2834 4.54 6.92 96.4 Spray Vacum Freeze 6.3306 4.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.50 95.7701 Lampiran 7.85 6.14 90.48 5.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.17 Lampiran 7.49 8.041 0.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.21 44.82 16.375 Lampiran 7.043 0.7638 Ulangan Kedua (%) 4.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.3777 4.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.57 93.21 96.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.83 11.8799 3.6285 3.1314 3.042 Metode Penelitian TLC scanner .34 6.13 5.95 30.

13 Ulangan Kedua (menit) 9.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.74 8.41 8.5 Rata-rata Ulangan 15 6.9 6.75 .25 Lampiran 8.5 9.5 9 Ulangan Kedua 15 4.01 8.4 6.9 6.74 8.8 Rata-rata Ulangan 5.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.9 6.18 8.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.3 6.2 6.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.30 Lampiran 8.7 Ulangan Kedua 5.5 9.

44990000 20.33161667 6.23995000 Pr > F 0.63645000 59.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.01215000 Total 5 3.84 Galat 3 15.87881667 Total 5 934.30 0.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.66323333 377.79005000 5.26335000 Total 5 56.22495000 3.0971 Lampiran 9.75 Galat 3 0.1.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.50303333 3.74250000 0.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.0011 Pr > F 0.0843 Galat 3 179.1488 .25151667 5.58083333 Total 5 8.7700 2 3 B 3.24553333 Pr > F 0.60 Galat 3 1.03645000 0.3300 2 2 Lampiran 9.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.71015000 140.29968333 Lampiran 9.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.42030000 1.45675000 Lampiran 9.0550 2 1 A 4.

0066 Lampiran 10.75000 A 2 3 5.61350000 0.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .5000 A 2 1 7.02500000 3.7500 A 2 3 4.12333333 0.14833333 1.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.25000000 21.20450000 Total 5 2.29166667 0.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.58333333 10.17 Pr > F 0.90000 A 2 2 6.73723333 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.1.56166667 0.75000000 0.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.3.2500 B 2 2 Lampiran 10.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.40 0.00833333 187.25 Galat 3 0.0007 Lampiran 10.33333333 41.86861667 4.35073333 Lampiran 10.

4 – 3.656 miligram terkandung 0.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.2 % gingerol 0.6 gram x 0.2% dalam oleoresin.4 – 3.56 x 10-4 gram = 0.97 Digunakan 1.09 mg 0.68 mg 0.041% = 6.31 mg 1.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.34 – 0.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.04 .04 – 0. Jika terkandung 0. 4 mg .1 – 2.1 – 2.6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.0.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .

369. Biaya perawatan = Rp 500. Harga = Rp 30.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5. Talk 25 g 6.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.000.000.4 kg 8. Magnesium stearat 25 g 5.400 Rp 400 Rp 3.022. Aerosil 25 g 9.000.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.5 jam x Rp 218.000 + 500.800 Rp 4.33 kg 3 jam Rp 8.000 + 1. Harga = Rp 20. Jahe 0.000/ tahun 3.33 Alat kempa 1.86 = Rp 5.542 + 942 = Rp 2.750/ hari 24 1.000 = Rp 218.000 2.000 = 5.000 2. Sorbitol bubuk 1. Maltodekstrin 1 kg 3.000 3. Biaya perawatan = Rp 1.000.000.022.97 + 1.33 kg 1.219.739.000 = 3. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.000.5 jam Rp 5.5 kg 2.600/ kg Biaya total/ kg tepung : . Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.18 = Rp 1.652.45 + 2.016/ kg 8 Rp 6.750 = Rp 41.250 Rp 50 + Rp 77.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.542/ kg tepung 5.000 Rp 250 Rp 1.25 g 7.750 Rp 44.83 = Rp 942/ kg tepung 5. Sukralosa 1.5 g 4. Asam sitrat 12. Sodium benzoate 2.000 Rp 15.479.219.73 = Rp 8.

600 = Rp 41.76 + (Rp 193.100 1.100 = Rp 193.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .76 x 75%) = Rp 339.484 = Rp 77.016 + Rp 121.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.6 x Rp 121.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful