jurnal jahe

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

M. NIP 131 667 778 Diketahui. Budi Setiawan. M. Dosen Pembimbing Dr. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr.Agr. Ir.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. Didy Sopandie. Ir.S. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: .

Dr. Nova. Mbah Putri. bantuan. 5. bimbingan. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Rizka.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. Mas Aji. Curly Kun. Agustus 2008 Penulis . menguatkan. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Daru. Ida. M. Bapak Albert (Takasago). Yulia. Keluarga besar penulis (Ibu. Bapak Mashudi. Bapak Nurwanto. Marissa. 2. Eka. Venny. Ari. inspirasi. Ratna. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. Mbak Wita. kesabaran. Nurlaela. dukungan. Ir. Kak Sigit (GMSK 36). Ibu Rizky. masukan. Rena. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. Dr. dan lain-lain) atas kasih sayang. Budi Setiawan. mengingatkan. Aqsa.S. Bapak. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. 4. Any. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis.Si. Ima. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Angel. Edo. Achi. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Devi. Rika. 3. Bogor. M. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. Bapak Dian. Alfinda. Lilik Kustiyah. dukungan dan doanya. Ir. Ibu Nina. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Ibu Yuli (LAFIAL). Dekus. Retno.

Dewi Runantari. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Pada tahun 2001. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. pada tanggal 1 Mei 1986. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. Hari Purwadi dan Rr. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. Jakarta. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Selama di IPB. dan lain sebagainya. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK).RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Jakarta pada tahun 1998. . Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Fakultas Pertanian. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. Bekasi.

....... Manfaat Jahe ............................................................................. Spray Dryer ........ vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil..................................... Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)................................................................................................. Jahe (Zingiber officinale) ................................................................................................................................................. Kegunaan ......... Kandungan Gizi Jahe............ METODE .................................................................. Jahe dan Kehamilan ........................................................ 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 ............................................................................................................................................... Tablet Isap ........................................................................................................................................................ Energi .............................................................................................. .......................... Freeze Dryer . Tujuan ............. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil ................................................. Vitamin A .................................................................................. Kalsium .............................................................................................................................. Waktu dan Tempat................................................................................................................................................................... Metode Ekstraksi ............................................... Metode Pengeringan....................... Jumlah dan Cara Penarikan Contoh .............. Latar Belakang............................... PENDAHULUAN ............................................................... DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................... Gingerol ................................................................................................................................................ Zat Besi ....................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL .............................. Bahan Penyusun Tablet Isap ............ DAFTAR LAMPIRAN ................................. Vaccum Dryer ................................................ Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ...................................................................................................................................................................................................................................................................................... Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil ................................. Produk Olahan Jahe di Indonesia ..................................

......................................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ............................................................................................... Tingkat Konsumsi Zat Gizi .................. Status Gizi .................................................................................................................. Pengolahan dan Analisis Data .... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ......................................................... Jangka Waktu Kejadian MMK ...................................................... Pembuatan Produk .............................. Pilihan Produk Pereda MMK ........ Kandungan Gingerol .................. Bahan dan Alat ......................................................................... Uji Hedonik ................................. Pembuatan Tablet Isap Jahe ............Jenis dan Cara Pengumpulan Data..................................................... Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ................................................ Karakteristik Ibu Hamil ................................. Riwayat Kehamilan dan Penyakit . Estimasi Kehilangan selama Pengeringan ............................................................................ Profil Ibu Hamil ........ HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan .......................... Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ........................................................................................................... Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe .............. Penyebab MMK ....................................................................................................................................................................................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ............................................... Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil.................................................. Kadar Air .................................................................... Frekuensi Konsumsi Pangan ................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ......................................................................................... Perilaku dan Kebiasaan Makan ......................................................................................................... Kelarutan .... Frekuensi MMK ....................... 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 ................................................................................................................................. Tahapan Penelitian .............................. Kejadian MMK ........................................................................................ Rendemen ...........................

..................................................... Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet ................................................................ Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ............................................................................................................................................................. Waktu Larut................... LAMPIRAN .................................................................................. Saran .......................... Derajat Keasaman (pH) ................................................................ Formulasi Tablet Isap Jahe ................................................ KESIMPULAN DAN SARAN .............Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ................................................................... DAFTAR PUSTAKA...................................................... Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ............................................. Kesimpulan ....................... Uji Mutu Hedonik............. Formula Tablet Isap Jahe Terbaik.................................................................................................................................................. 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 ......................................... Kekerasan...............

........................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit .......................................... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya................................................ Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan... Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan.................. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan......................................... Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ......................................... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ........................ Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 .................................................................................... Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ........ 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)……………............. ......... Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) .DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil................ Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ................................................... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi........................................ Cara pengategorian dan analisis varibel ......................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ..........................

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. 2001). SpOG. Boy Abidin. Spesialis kebidanan dan kandungan. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara.. sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. riwayat kesehatan. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. 2005).gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . Tujuan Khusus : 1. Mempelajari karakteristik. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. status gizi. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. perilaku dan kebiasaan makan. dr.

sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. pH. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. rendemen. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. 9. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. kelarutan. . Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. kandungan senyawa gingerol. Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia.5. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. estimasi kehilangan selama pengeringan. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. khususnya yang menderita mual dan muntah.

TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. pertambahan besarnya organ kandungan. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003). Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.000 kelahiran hidup. dan metabolisme tubuh ibu. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. Bagi ibu hamil. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. perubahan komposisi.000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. serta penumpukan lemak. faktor budaya. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. cukup bulan. pertumbuhan uterus dan payudara. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003). Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). . Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.000 kelahiran hidup. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). faktor ekonomi. pada dasarnya. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung.

Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). telur. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. payudara). berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. oat. dan pangan sumber protein (daging. peningkatan volume darah. Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. ikan. dan menyuplai jaringan baru. begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. uterus. protein dan lemak. buah berlemak. di kebanyakan negara berkembang. jagung. pangan sumber karbohidrat (beras. cairan amniotik. Perubahan ini. Namun. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. daging. dan biji berminyak). sayuran berdaun hijau. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005).Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. Mengkonsumsi buahbuahan. plasenta. Menurut Lubis (2003). unggas. akar dan umbi- . ikan. Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. serealia). dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak.

mengonsumsi. syaraf dan otot. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan.umbian sehari-hari. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). jantung yang sehat. sayuran hijau. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). kacang-kacangan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . sayuran daun hijau. sikap. biji-bijian. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. gigi. kacang-kacangan. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu.

3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.2 +0. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil.2 +0. lahir dengan berat badan rendah.3 mg Vitamin B1 +0. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .3 +0.2 +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992). atau lahir dalam keadaan meninggal.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9.2 +0. pada umumnya.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0.2 +1.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).3 +0. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.3 +0.4 +0.2 +0.4 +0. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.0 +4.seringkali mengalami kelahiran prematur.3 +0.2 +0. pada umumnya. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.

Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. pada wanita muda. kekurangan vitamin B. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. dan lain sebagainya. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. pylori. terutama di bagian rahim. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). hiperasiditas lambung. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. Amerika Serikat. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. . untuk mencegah kelahiran prematur. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. dan lainnya. hamil pertama kalinya. obesitas. pertentangan dengan suami atau mertua. kesulitan sosioekonomi . Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. infeksi H. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. gangguan metabolisme karbohidrat. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. hipertiroid.Cornell University.

namun. karena memiliki kandungan minyak atsiri. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Bahkan. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). glukosa. Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang.kehamilan kembar. Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. serta vitamin melalui infus. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). minyak terbang. dan limonene. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. hamil anggur (mola hidatidosa). Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. Penderita berpuasa selama 24 jam. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. elektrolit. Cabang dari rimpang jahe.

Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). dan karbohidrat 12. shogaol. shogaol. vitamin C.9%.3%.1%. 5-8% bahan damar. ketinggian. zingiberol. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002). kandungan oleoresin dalam jahe segar 0.9%.1-2. vitamin B6.5-5. protein 2. serat 2-4%. natrium. Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim.3%. dan pengolahan pasca panen. Menurut Young et al. enzim proteolitik.zingeron. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80.2% yang memberikan . cuaca. tergantung umur panen dan tumbuhnya. oleoresin (gingerol. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. pemupukan. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. jenis tanah. fenol.3%. magnesium. dan getah. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. zat tepung. fosfor. Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. dan asam linolenik. zingeron). lemak 0.4-3. dan zingeberen sekitar 0. kalsium. mineral 1-2%. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. (2003) dalam Amalia (2004). Jahe mengandung 1-2% minyak volatil.

Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3. protease yang berfungsi memecah protein. Menurut Rukmana (2000). Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. lipase yang berfungsi memecah lemak. Pertama.0 184. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004).8 10. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004).9 7.53 Serat kasar (g) 4. yaitu mencegah penggumpalan darah.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. 1951 dalam Khairani 2002). Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0.5 Protein (g) 6. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun.0 1. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.1 1.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5.0 Karbohidrat (g) 70.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian.0 Energi (KJ) 9. Kedua.7 3.

dan gejala lambung dan usus lainnya. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. Dikemukakan. Jahe. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. Smith et al. Dr. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. dalam dosis sedikitnya 1 gram. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Menurut Megawati (2007). efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. Jahe. muntah. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. dalam beberapa penelitian. Rasmussan et al. 2006). mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. Dibandingkan plasebo. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. . Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. 2006). muntah. (2005). Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. (1991) dalam Kimura et al.kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. dapat mengatasi mual. bahkan hiperemesis gravidarum.

(2005). Vutyavanich et al. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. (2005). Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Rimpangnya sangat luas dipakai. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. Jahe dapat . Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. juga diolah menjadi asinan dan acar. Dikenal beberapa jenis jahe. kue. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. kembang gula dan berbagai minuman. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. minyak wangi dan jamu tradisional. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. Jahe juga digunakan dalam industri obat. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. biskuit. Gambar 2.

selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). di antaranya bandrek. analgesik. kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. madu. antiseptik. Oleh karena itu. mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). Lieberman & Kanig 1994). jahe). perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). umumnya bulat. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. atau bahkan vitamin yang diinginkan. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. sekoteng dan sirup (Koswara 1995).memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. . wedang jahe. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. Namun. ronde atau STMJ (susu. sekoteng. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. telur.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. teh. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. tekstur bahan. tingkat pengeringan. Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). sari buah. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006).padatan cair. Umumnya digunakan pada produk susu. krim. kecepatan dan jalur tetesan. Uap . ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. kopi. telur. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan.4-4 mm). Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. dan hasil ekstrak.

kromatografi adsorbansi. Umumnya digunakan pada produk sari buah. dan beku (Hariyadi 2006). sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). buah-buahan. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. Berdasarkan prinsip pemisahannya. kopi. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. sayuran.dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. udang. kromatografi penukar. Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. berbentuk kerucut. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006). terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. dan kromatografi eksklusi. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. Fase bergerak berupa gas atau cairan. Umumnya. dan flakes (Hariyadi 2006).

. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. media tersebut berpindah dari wadah pelarut. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam. Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan.Chromatography) (Tissue 1996). TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler.

Sedangkan. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. Sedangkan. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. dan 3) bersedia dijadikan contoh. Departemen Gizi Masyarakat. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Institut Pertanian Bogor. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Departemen Gizi Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). pembuatan tepung ekstak jahe. Institut Pertanian Bogor. Kecamatan Dramaga. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Jakarta. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Bogor. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). pembuatan tablet isap jahe. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian .

jangka waktu terjadinya MMK. dan 3) bersedia menjadi panelis. diabetes. sebab MMK. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. status gizi ibu hamil.Bogor (IPB). melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. influenza. melahirkan secara ceasar. dan konsumsi obat MMK. hipertensi. serta pengetahuan tentang jahe. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. aborsi. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. pendapat apabila jahe diolah . batuk. dan 3) bersedia menjadi panelis. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. diare. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. makanan pantangan selama hamil. melahirkan bayi mati. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. dan lain-lain. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. kebiasaan makan ibu hamil. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. dan makanan yang menyebabkan alergi. dan persalinan normal. pilihan produk MMK yang dikehendaki. tingkat keparahan MMK. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). melahirkan bayi sungsang. jantung. typus. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia.

suka. sangat tidak suka. dan sangat tidak suka. tekstur saat isap. dan amat sangat tidak suka. tekstur. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. warna. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. dan penampakan keseluruhan. aroma. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. rasa flavor. aroma jahe. agak tidak suka. tidak suka. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. tidak suka. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. agak suka. rasa keseluruhan. dan sangat tidak suka. estimasi kehilangan selama pengeringan. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. agak tidak suka. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. aroma jahe. biasa. analisis. rasa pedas. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. tidak suka. rasa jahe. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. data pembuatan. agak suka. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka.sebagai produk pereda MMK. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. aroma keseluruhan. aspek- . analisis. rasa pedas. aroma flavor. agak tidak suka. suka. waktu larut. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. sangat suka. suka. dan derajat keasaman (pH). rasa keseluruhan. warna. aroma keseluruhan. agak suka. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. mouthfeel. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. dan penampakan keseluruhan. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. Karakteristik fisik meliputi kadar air. dan kelarutan. rasa manis. rendemen. dan warna. rasa pedas. tekstur isap.

aerosil. vacuum dryer. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. Jakarta. cawan porselen.aspek produk yang disukai. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. IPB. penetrometer. asam sitrat. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. Bogor. termometer. Spray dryer Gambar 4. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. aerosil sebagai adsorban. sodium benzoat sebagai pengawet. oven. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. Jakarta. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. Gambar 3. stopwatch. Bogor. Alat analisis antara lain neraca analitik. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. Jakarta. Jakarta. dan flavour bubuk rasa teh hijau. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. Jakarta. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. aspek-aspek produk yang tidak disukai. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. Freeze dryer . IPB. Vacuum dryer Gambar 5.

Menurut Wikandari (1994). hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. keamanan.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. efektivitas. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga. metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama.

Sebelum dilakukan pengeringan. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7.berjalan lebih singkat. Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. dan bubuk talk). Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. dan pengempaan. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. vacuum dryer. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan.5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). pengocokan. pencampuran. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). aerosil. bahan anti lengket (magnesium stearat.

protein (g). tingkat kecukupan zat besi. dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. dan Statistical Analysed System (SAS). entry. kalsium (mg). kalsium. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . dan selanjutnya dianalisis. kejadian MMK pada ibu hamil.5 for Windows. dan vitamin A (RE). zat besi (mg). Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. coding. Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). Sedangkan menurut Gibson (2005). Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. cleaning. Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. pengetahuan ibu hamil tentang jahe.

dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). pH) dari tablet isap jahe. Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). menggunakan vacum dryer. Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. waktu larut. rendemen. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995). Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan.percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. estimasi kehilangan. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. dan menggunakan freeze dryer.

Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6.5 cm) 2. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. dan vitamin A: 1.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. 4. 1. Tidak KEK ( 23. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. Frekuensi pangan . Cukup ( 77%) 2. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. 1. 8. 3. Cukup ( 70%) 2.5 cm) Deskriptif 3. 4. KEK (<23. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. Deskriptif 4. Jenis pangan 3. 5. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. 1. 2. Usia kehamilan 3. 3. zat besi. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. 4. 3. 7. 2. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. 2. 6.

Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. 1. Derajat (pH) keasaman . 3. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Mutu fisik tablet isap jahe 2. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. Waktu larut 1. 5. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Pilihan produk MMK 3. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. 2. Jangka waktu terjadi MMK 5. Tingkat keparahan MMK 3. 1. Estimasi kehilangan 4. Rendemen 3. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Sebab MMK 8. Deskriptif 11.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Kadar air 2. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Konsumsi obat MMK 1. 6. 4. Frekuensi MMK 2.

5. untuk parameter rasa pedas. Kategori diterima (skor 4-6) 2. 3. 1. 2. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. 7. 4. 4. 3. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 4. 9. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 5. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. 5. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 2. 6. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 2. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. 8. 6. 9. 7. 3. 10. 8. 1.Tabel 3 (Lanjutan) No 13.

5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya.5±5. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. usia kehamilan. dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). yaitu kurang dari 20 tahun. dan lebih dari 35 tahun. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. emosinya cenderung labil. 20-35 tahun.7±5. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28. . Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil.

Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). 15% contoh pada kehamilan keempat. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008). sebagian besar (86. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I).Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. Namun. Dilihat dari frekuensi kehamilan. frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. Menurut usia kehamilannya. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. dan 5% contoh pada kehamilan kelima.

diare. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). melahirkan BBLR (10%). anemia pada bayi baru lahir. dan prematur (5%). 10% (masing-masing hipertensi. Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. bayi baru lahir mudah terinfeksi. baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. typus. terhambatnya pertumbuhan otak janin. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. dan lain-lain (Lubis 2003). Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. . abortus. Menurut Lubis (2003). Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. masalah infeksi atau imunitas. dan demam). Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR.yang buruk seperti keguguran (15%). keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin.

Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989). mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7. Namun demikian. Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17. atau lahir dalam keadaan meninggal. Anak yang mengalami keadaan .7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002).Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA.5 cm yang berarti menderita KEK. Ukuran LILA <23. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. pada umumnya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu.91±3. lahir dalam keadaan BBLR.5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. Menurut Departemen Kesehatan (2000). bukan hanya sebelum hamil.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur.5 cm. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil.

. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. terutama pada trimester kedua.3±1. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari.2 Berdasarkan Tabel 8. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil.6±0. Menurut Siega (2001). Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar.7 2.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Namun demikian. Selain makanan utama. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali.

serta menimbulkan bercak-bercak merah. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. maupun aroma makanan. Makanan tersebut antara lain adalah nanas.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). dan kopi. dan rasa mual. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. tape. atau sulit melahirkan. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. gatal-gatal pada kulit. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. durian. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. salak. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. rasa. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. keguguran. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9.

sering (4-6 kali/minggu). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). Nasi uduk (40%). apel (55%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). bubur ayam. Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). ikan asin. roti (55%). Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). ikan tawar (55%). kangkung (75%). siomay (45%). Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. dan susu. Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). tauge (55%). pisang (60%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. telur ayam negri. Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. ikan air tawar. sawi (65%). ikan asin (50%). Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. . kacang hijau. sup (65%). nasi goreng. tahu. jeruk (70%). ikan laut (60%). jarang (1-3 kali/minggu). dan selingan. labu siam (55%) dan mentimun (55%). nasi goring (50%).kali/minggu). dan kacang tanah. (50%). sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). mie instan. sumber protein hewani. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). bubur ayam (45%). Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). dan rambutan (70%). sumber protein nabati. bakwan (55%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. tahu isi (45%). nasi uduk. mie instan (30%). ikan air laut. dan roti. Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. dan telur ayam negri (45%).

Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. sayuran hijau. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. oat. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). ikan. serta penumpukan lemak. memelihara. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. pertumbuhan uterus dan payudara. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. syaraf dan otot. . pangan sumber karbohidrat (beras. yaitu minimal 60 g per hari. serealia). Ari-ari berfungsi untuk menunjang. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. kacang-kacangan. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. jagung. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). gigi. buah berlemak. dan pangan sumber protein (daging. Sedangkan.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. jantung yang sehat. dan biji berminyak).

dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. kacang-kacangan. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. meningkatkan angka kematian karena campak. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). Mengkonsumsi buahbuahan. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Namun. unggas. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. sayuran daun hijau. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. dan menimbulkan rasa mual. Adanya pertumbuhan janin. daging. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). telur. Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. sayuran berdaun hijau. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. . Berdasarkan Tabel 11. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. ikan. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). meningkatkan asam lambung.

Ada yang hanya berupa mual-mual biasa.7 Beberapa kali selama hamil 6 40.7%).3 5 Trimester I-II 6.3 Beberapa kali seminggu 4 26. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan. Namun. apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.3%) dan beberapa kali seminggu (26. Sedangkan sisanya.0 Total 15 100. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 .0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya.

pylori. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. terdapat pula 26. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. gangguan metabolisme karbohidrat.7%).7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. Namun.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan.dilakukan di Cornell University.3%) dan trimester ketiga (6. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. hiperasiditas lambung. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Selain itu. dan kesulitan sosioekonomi . Amerika Serikat. infeksi H. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. pertentangan dengan suami atau mertua.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. kelelahan. dan rasa tidak tenang. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah.7 Kelelahan 1 6. dan kehamilan bayi kembar. hanya 6. beban psikologis (banyak pikiran). MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. pada wanita muda. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. kekurangan vitamin B. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. hipertiroid. dan rangsangan indrawi dari luar.

Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. hamil anggur (mola hidatidosa). Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. kehamilan kembar. Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. . Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. hamil pertama kalinya. obesitas. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15.

Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. permen lunak dan makanan ringan. Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. berdasarkan Tabel 16.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. . Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. minuman serbuk. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya.

teh herbal. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. Harganya antara Rp 800-1.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. dan jamu-jamuan. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Gambar 9. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. sampai dengan pemilihan tepung terbaik.5 gram per sachet. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. pemilihan metode pengeringan. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . kopi.500 per sachet. Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan.

Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9).05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe.33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4.77 Gambar 11. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%. vacuum drying. Berdasarkan Gambar 11. Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . dan freeze drying). diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5.dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. 6 5. Gambar 10.06%).33%). jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0.055 5 Kadar Air (%) 4 3. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992).

Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6.35%). Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Berdasarkan Gambar 12.32%). Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8.335 Gambar 12. Sedangkan metode pengeringan .05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. Berdasarkan Gambar 13. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk). Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9).09 6. Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6. Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.165 8.09%). diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38.

08%). 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.57%). .21%). Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.4 Gambar 13. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.08 38. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan. Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%).05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.315 37.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.

044%).375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.0445 0. 0.0415 0.04 0.0435 0. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe. Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0.57 Gambar 14.043 0.041 0.044 Kandungan gingerol (%) 0.042 0.102 100 Kelarutan (%) 98 96. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.0425 0.042 0.0405 0.041 0.041%). Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang .044 Gambar 15. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0.21 99.

dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. tekstur. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. rasa pedas. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. dan tampilan keseluruhan. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. tekstur. Dilihat dari parameter rasa pedas. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . warna dan tampilan keseluruhan. aroma. Dilihat dari parameter tekstur. warna. Sedangkan dari parameter aroma.

parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. dan skor modus penerimaan yang cukup baik. Namun demikian. Secara keseluruhan.08%). rendemen paling banyak (8.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0. Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. kelarutan yang tinggi (93. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3.terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan.35%). 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.21%).044 pada pengeringan semprot dan 0. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum.33%). Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. Tentunya Ke se R lu . parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas.

05 56.1 100 0.04 0.1 100 0.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .2 0.002 2.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.04 0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.35 1 1 0.002 2.04 0.02 1 0.6 0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.03-0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.04 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.04 0.254 0.002 2.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .266 0. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.5 0.05 56.1 100 0.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.04 0.274 0. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.6 0.04 0.04 0.04 0.02-0.008 1 0.6 1 0.05 56.85 1 1 0.65 1 1 0.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.

Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena . Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18.Gambar 18. sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Lieberman & Kanig 1994). Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama. Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai.5 mg).

Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0. 2 (+Tea Powder) Formula F. Lieberman & Kanig 1994). masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap. Berdasarkan Gambar 20. 1 (+Asam Sitrat) F. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman.5 9. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003).3 menit).05) terhadap waktu larut tablet isap jahe.25 15 Gambar 19. .59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa. 3 (Tanpa Flavor) 6.

8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F.735 8.3 8. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).5 Waktu Larut (menit) 9 8. 2 (+Tea Powder) Formula F. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21.7-3). memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe. terutama. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.75 Gambar 21. Formula 1.5 F. 1 (+Asam Sitrat) F.10 9. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik .595 9.3). 1 (+Asam Sitrat) F. seperti tepung jahe (2.3 6. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam. 3 (Tanpa Flavor) 5. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. 2 (+Tea Powder) Formula F.9 6.5 8 7.

1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. Penilaian meliputi rasa manis. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. campuran aroma keseluruhan. 2 (+Tea Powder F. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. dan warna. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. Terhadap parameter rasa jahe. aroma flavor. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). rasa flavor. tekstur saat diisap. rasa pedas. aroma jahe. dan 7 (berasa) untuk formula 2. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. mouthfeel. rasa jahe. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. campuran rasa keseluruhan. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. dari parameter rasa manis. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih.

tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. diketahui bahwa dari parameter rasa manis. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. atau membuat partikel yang lebih kecil. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. mouthfeel dan warna. Dilihat dari parameter mouthfeel.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). Lieberman & Kanig 1994). menurunkan suhu pengeringan. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. aroma flavor. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. rasa jahe. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). . Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Sedangkan dari parameter warna. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. aroma jahe. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. Dilihat dari parameter rasa flavor.

maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Lieberman & Kanig 1994). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. pengepakan. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. dan pengapalan. 1 (+Asam Sitrat) F. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen. Kekerasan tablet konsumen (Lachman. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. 2 (+Tea Powder) F. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F.

dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. 2 (+ Tea Powder) F. penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. warna. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. rasa manis. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. 1 (+ Asam Sitrat) F. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. aroma keseluruhan. ar om a ra sa . aroma jahe. rasa keseluruhan. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). tekstur saat diisap. rasa pedas. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe.

Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan. warnanya yang kurang menarik. Menurut Khairani (2002).4-3. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.3 cm dengan bobot 4 gram).1%. dan ukurannya yang besar (diameter 2. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar. tergantung umur panen dan tumbuhnya. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td .2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. 1 (+ Asam Sitrat) F. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1.1-2. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1.6 gram/tablet.041% dalam tepung. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. Melalui hasil perhitungan.

diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK).1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0. Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal.kandungan oleoresin 0. Melalui perhitungan. Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun). Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat.4%-3.044 mg–0. Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11. dan biaya tenaga kerja. biaya bahan baku.

Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. rasa jahe. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Berdasarkan uji mutu hedonik. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis.05) terhadap kadar air tepung. dan penampakan vitamin A. mouthfeel dan warna. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi.05) namun berpengaruh signifikan (<0. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. aroma jahe. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan.05) terhadap persentase rendemen. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . aroma flavor. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). kalsium. warna.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0.yang buruk. tekstur. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. protein. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. estimasi kehilangan selama pengeringan. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. Dilihat dari parameter rasa flavor.041%). Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). lebih dari separuh contoh keseluruhan.

contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. Institut Pertanian Bogor.organoleptik. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Sedangkan berdasarkan persentase.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Penuntun Diet. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. 2005. output senyawa gingerol. 2004. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. . tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Secara keseluruhan. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Amalia R.

Badan Standardisasi Nasional. Dalam Soekirman et al.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. (Eds.net [30 September 2007]. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). Jurnal Media Gizi dan Keluarga. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. Darlina & Hardinsyah.info. Jakarta. ______.net [30 September 2007]. ______. P.weddingku. ______. LIPI.cbn. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. Branen A. 2008]. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. Salminen.jksucralose. Jakarta: Fakultas Kedokteran. Departemen Kesehatan. Universitas Indonesia Press. [terhubung berkala]. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. Food Additives. Gizi dalam Daur Kehidupan.wikipedia. [terhubung http://www. 2004. Gizi Wanita Hamil.ca/ [13 Februari 2008]. ______. Sorbitol.L. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Magnesium. 2005. 107). Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin.M. Anief M. Sodium Benzoate. http//:www.. Farmastika. 2000. 2004.cyberwoman. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. Anonim. Davidson. [terhubung berkala]. 2008. http://www. 1988.. Badan Standardisasi Nasional (BSN). http//:www. 2006.halalguide. [terhubung berkala]. 2004. 2008.Aminah S. 2008. http//:www.html [5 Agustus 2008]. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Inc. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 2007. Fardiaz S.B. Suliantari. Andonotopo & Arifin. Institut Pertanian Bogor. 2007. 2007. Institut Pertanian Bogor.depkes. Sukralose. Arisman M.org/wiki/magnesium [13 Februari berkala].) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. 2008. 27 (2) Juli 2003. Senyawa Antimikroba. Azwar A. [terhubung http://en. 1990. berkala].com/ [30 September 2007]. S. ______.com (30 September 2007). . New York : Marcel Dekker.sorbitol.com/indo/index.madsci. Kiat Mengatasi Morning Sickness . berkala]. 2003. Ratih D. 14. http//:www. [terhubung berkala]. [terhubung http://www. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi].

http//:www. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan.Fardinatri I. Institut Pertanian Bogor. Kailaku S. http//:www. Jakarta UI Press.net [30 September 2007]. Jahe dan Hasil Olahannya. Kaem D.A. Megawati. Martianto. Institut Pertanian Bogor.cbn. & Babu K. [skripsi].net [30 September 2007]. 2006. Metode Rancangan Percobaan. Lachman L. Khairani N. Armico. Institut Pertanian Bogor. 2002. 2006. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. Mawaddah N. Institut Pertanian Bogor. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. 2007. Ed ke-2. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. http://www. 2003. CV.P. Tablet Gonoderma Effervescent.net [30 September 2007]. D. hlm. Kanig. Morningsickness. New York. Koswara S. Hariyanto P. Di dalam: Ravindran P.cyberwoman. Lestari K. 2005.info.D. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. editor. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian. 1995.D. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 493-494. Hiroshi T. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Pharmacology of Ginger. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Leonara R. Suyatmi S. . Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala]. Ginger The Genus Zingiber. 2007. Pengetahuan. 2003. 1994. 1994. [terhubung berkala].. Institut Pertanian Bogor.L. Lubis Z.I. J. Lieberman. 2005. Kimura I. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. Washington D. 1992.. Pusat Antar Universitas. Februari 2008].N. Penerjemah.C: CRC Press. Boca Raton.telkom. Hardinsyah. http//:www. [terhubung berkala]. Principles of Nutritional Assessment. Gibson RA. London: Oxford University Press. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. London. 2005.halalguide. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. Bandung.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. Gaspersz V. H. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.N. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy.

[9 September 2008]. Human Development. Sanjur.S.C. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. Jakarta: Ghalia Indonesia. UK: Science Publishers. 1983. [terhubung berkala]. http://www. Rukmana R. [terhubung berkala]. http://www. Sripramote et al. Desain dan Analisis Eksperimen. Rowe R.org. 2000.J.ezinearticles. 1983.C. 2006.ac. Neil H. USA: McGraw Hill.103:639–45. Terebiznik M. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Obstet Gynecol 2004. 2003. Magnesium Stearate. Nazir M. 1995. Nadesul H. Owen. http//:www. Siega P. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil.. [13 Februari 2008]. 2003.97: 111–182. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. Metode Penelitian. Smith C. Drying Technology in Agriculture and Food Science.R. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.S. 2001.rpsgb. Rahman A.M.pdf [13 Februari 2008]. [terhubung berkala].journal.oxfordjournals. Lozzenges and Pastilles. Krystin W. Caroline C.org.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. [terhubung berkala]. Yogyakarta: Kanisius.net [30 September 2007]. 1982. Obstet Gynecol 2000. 2000. Social and Cultural Perspective in Nutririon. Inc. 2004. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery. Di dalam: Mujumdar A. N.uk/pdfs/mussheet04. Usaha Tani Jahe. http://www. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. Enfield. Pilosof A. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. 2008.. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy. American Journal of Epidemiology. 167-168. London & Chicago. Olds SW.Morgan E. Prentice Hall Inc. [terhubung berkala]. EzineArticles 17 May 2006.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. P-Press.pasificchain. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy.. Ed. Depok: Puspa Swara. Sudjana. Papalia DE. 2008.unair. 2000. 1981.pdf [13 Februari 2008]. .. USA & Plymouth. Spray and Freeze Drying of Enzymes. http://www. pg. Sugiartono.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07. Bandung : Tarsito.R. S. McMillian V. Paul J. 2005. ke-2. editor.

2007. Winarno FG. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Februari [13 Vutyavanich T.S. Tissue. PlaceboControlled Trial .1 Juli 2002. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Obstet Gynecol 2001. Ruangsri R.kaist. Wijianto & Khomsan.ac.R.Suhardjo.htm 2008]. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Jakarta: Puspa Swara. Kismia Pangan dan Gizi. Thin Layer-Chromatography. 1992. L. . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sosio Budaya Gizi. Institut Pertanian Bogor. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. Widyaningsih.97: 577–82. Fakultas Pertanian. Double-Masked. 2001.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. 1994. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah. [terhubung http://elchem. 1996. 2002. Wikandari P. berkala]. 1989. Theerajana K. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN .

NO. JUMLAH ANAK A. Usia kehamilan 2. Fakultas Pertanian. Islam 14. NO RESPONDEN 2.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). KECAMATAN 6. NAMA SUAMI 15. DESA 8. radar 2. BB sebelum hamil 4. Hindu : 4. Budha 5. bara 6. NAMA BUMIL 5. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. TELP 12. kerahasiaan data Anda terjamin.lainnya (sebutkan) : : 2. Budha 5.sengked 9. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. 1. TANGGAL KUNJUNGAN 3. leuwi kopo : : : : : : : 3. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Nama sheet: SG BUMIL A. AGAMA BUMIL 1. Kristen 3. Status Gizi Ibu hamil 1. Institut Pertanian Bogor. BB saat ini 5. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10.RT 11. Kehamilan ke 3. Islam R16 2. AGAMA SUAMI : : : : 4. ENUMERATOR 4. Tinggi badan 6. bateng 7. USIA BUMIL 13.cangkurawok 4.lainnya 16. DUSUN/KAMPUNG 1. Kristen 3. Hindu 1. badoneng 5.

...................2x c...... Nama sheet: kebiasaan C...... Makanan yang tidak disukai:................. Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a..... B2........... b......................... Aborsi Ba22c c. C6..... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e...... b........ Melahirkan bayi sungsang Ba22g g.. Ya b.................. Persalinan normal Ba22i i............ Ya b.>3x C2.................... Alasan: ..... 1x b........................ Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a......>3x C3.......... C7...... Persalinan caesar Ba22h h............ b................... Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a......... Tidak C10............................ Alasan: . Ba12j Ba13j j... Melahirkan bayi mati Ba22f f..... C9....... Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a.......... Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C.................... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya.......... Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan ......................... .......... Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a.. Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a.82 Lampiran 1 (lanjutan) B.................... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a................. 3x d........... Diare Ba12g Ba13g g.............................................................. Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a.. Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a.............. Tidak C4....... 2=jika jawaban tidak) C 1. Melahirkan bayi <2500g Ba22d d.... Hipertensi Ba12d Ba13d d.... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1... Ya b................. Siapakah yang menganjurkan..........a. Tidak C8............. C11................................. C5................................... Jantung Ba12c Ba13c c........... Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a..............................................2x c.................... Alasan: ............. Anemia Ba12b Ba13b b.... C12.. Influenza Ba12i Ba13i i.......... Typus Ba12f Ba13f f.... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan...... Alasan: ............................. Keguguran Ba22b b................ Nama sheet: RiwKes B.... 1x b.. Batuk Ba12h Ba13h h..... 3x d................. Diabetes Ba12e Ba13e e.

6 Tahu goreng 8.3 Kacang panjang 4.7 Mangga 7.3 Mentimun 7. Nama sheet: FFQ D. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .5 Melon 7.3 Jeruk 7.2 Tomat 6.7 Daun katuk 6.1 Singkong 2.10 Teh 8.5 Bakwan 8. kol) 5.6 Daun melinjo 5.6 Susu 4.4 Mie ayam 8.2 Pisang 7. JAJANAN 8.7 Tempe goreng 8.1 Daging ayam 3.8 Kerupuk 8.5 Daun singkong 5.8 Rambutan 8. SAYURAN BUAH 6.2 Nasi uduk 1.5 Mie instan 1.4 Apel 7.3 Sawi 5.3 Pisang goreng 8.5 Telur negeri 3.5 Kacang tanah 5.2 Ikan laut 3.3 Ikan tawar 3.3 Singkong 3.4 Ikan asin 3.1 Nasi 1.6 Semangka 7. SUSU DAN TELUR 3.1 Tempe 4. BUAH 7. KACANG-KACANGAN 4.1 Bayam 5.2 Kangkung 5.1 Bakso 8. DAUN-DAUNAN 5.2 Tahu 4.1 Pepaya 7.4 Sup (wortel. IKAN.6 Roti 2. DAGING.2 Siomay 8.83 Lampiran 1 (lanjutan) D.1 Labu siam 6. UMBI-UMBIAN 2.4 Nasi goreng 1.2 Talas 2.3 Bubur ayam 1.4 Kacang hijau 4.

. susu c. F5. beberapa kali seminggu a.setuju c. buah-buahan a. Keseluruhan a.. tidak tahu F3. rangsangan dari luar d.. lain-lain... susu b. bidan a. sebutkan d. F12. tidak tahu .. orang terpercaya d. tablet isap d. tidak tentu . tidak pernah periksa c. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. tidak bersedia d.. Tidak pernah c. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. tidak dibolehkan d... makanan berat b.. trimester pertama sampai trimester akhir c. ragu-ragu c.. dianjurkan b.. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. sering b. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. dokter b. kelelahan c. 1 b. setiap hari b. dibolehkan b. tidak pernah d. tekanan / stres b. tidak tahu F4. bubur c. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. sangat setuju b. trimester pertama dan kedua a. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. Hiperemesis (sangat berat) c. camilan d.. F9. tidak setuju d. jarang c. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1. F13..84 Lampiran 1 (lanjutan) E. sedang a. ringan b.. bersedia b. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a. F8. 2 c.. sangat tidak setuju F6.. beberapa kali selama hamil d. tidak ada sebab spesifik F2. F11. berat d. F10.>2 d. sepanjang trimester pertama kehendaki: b...

botol ditimbang. dalam g b = berat buah kering. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. botol dimasukkan ke dalam desikator. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. dalam g B = berat kertas saring. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%.42 dengan bantuan pompa vakum. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. dalam g KA= kadar air (%) . didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. Sebelumnya. Selanjutnya. Setelah dingin. Setelah itu. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam.

jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. kemudian ditekan dengan jarum pengukur.850C sehingga seluruh tablet larut. Setelah penekanan. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. sepersepuluh milimeter division. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. . Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch.

...................................... sangat tidak suka 2. agak tidak suka 4.................................. tekstur....... suka 6.................................................... .. warna................................. agak suka 5... aroma................ warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe.......................... sangat suka Komentar/saran : ...... Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.................................... rasa pedas..................................... Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe..............................87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe......... ......................................................................................................... ..................................... Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1..................................................... ........................... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu................................. ......................... tidak suka 3....................... Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda.............................

88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. Pengujian dilakukan satu demi satu. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

KECAMATAN 4. dokter b.RT 8. makanan berat b. trimester pertama sampai trimester akhir c. KEHAMILAN KE: : : : 3. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. hiperemesis (sangat berat) c. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a.. RW 7.. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. beberapa kali seminggu a.. sangat setuju b.. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. 2 c. NAMA BUMIL 3. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. leuwi kopo 6.. tidak tentu . jarang c. tidak tahu .. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a.>2 d. trimester pertama dan kedua a. dianjurkan b.. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a.. tidak tahu A4. rangsangan dari luar d. Tidak pernah c.. tidak pernah periksa c. DESA 5.. A8. kerahasiaan data Anda terjamin. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a...cangkurawok : : : : : 4.setuju c. sering b. tidak setuju d. tekanan / stres b. sedang a. setiap hari b. A9. orang terpercaya d. TANGGAL KUNJUNGAN 2. ringan b.. berat d.. sepanjang trimester pertama kehendaki: b... Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. sebutkan d.. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. A12. bara 6. sangat tidak setuju A6. A5. kelelahan c.. TELP 9. beberapa kali selama hamil d. buah-buahan a. R1 R2 R3 R4 R5 1.. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. bersedia b. dibolehkan b. A11. ragu-ragu c. tablet isap d.. USIA KEHAMILAN 12. camilan d. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. badoneng : : : 5. bidan a.. tidak pernah d. DUSUN/KAMPUNG 2...... tidak bersedia d. tidak ada sebab spesifik A2. susu b. tidak dibolehkan d. Institut Pertanian Bogor... USIA BUMIL 10. 1 b. lain-lain. tidak tahu A3.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). A13. NO. A10. Susu c. bubur c. JUMLAH ANAK 11. Fakultas Pertanian.

Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1. sangat tidak suka tidak suka 3. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. agak tidak suka 4. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1.suka 6. agak suka 5. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. 2. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? .

92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6.

95 30.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.50 95.57 93.6285 3.3777 4.08 37.7701 Lampiran 7.82 16.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.17 Lampiran 7.69 8.7638 Ulangan Kedua (%) 4.4 Spray Vacum Freeze 6.375 Lampiran 7.8799 3.21 44.34 6.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.21 96.85 6.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.49 8.98 Ulangan Kedua (%) 99.14 90.2834 4.48 5.042 Metode Penelitian TLC scanner .043 0.54 6.09 8.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.83 11.1314 3.13 5.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.041 0.83 14.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.3306 4.92 96.

8 Rata-rata Ulangan 5.13 Ulangan Kedua (menit) 9.75 .5 9 Ulangan Kedua 15 4.9 6.25 Lampiran 8.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.5 Rata-rata Ulangan 15 6.5 9.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.4 6.41 8.74 8.2 6.01 8.9 6.3 6.18 8.74 8.7 Ulangan Kedua 5.30 Lampiran 8.9 6.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.5 9.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.

2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.74250000 0.26335000 Total 5 56.75 Galat 3 0.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.60 Galat 3 1.87881667 Total 5 934.58083333 Total 5 8.03645000 0.23995000 Pr > F 0.24553333 Pr > F 0.1.63645000 59.22495000 3.1488 .7700 2 3 B 3.71015000 140.50303333 3.3300 2 2 Lampiran 9.25151667 5.0550 2 1 A 4.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.0011 Pr > F 0.29968333 Lampiran 9.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.84 Galat 3 15.33161667 6.30 0.01215000 Total 5 3.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.0971 Lampiran 9.44990000 20.42030000 1.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.0843 Galat 3 179.66323333 377.79005000 5.45675000 Lampiran 9.

86861667 4.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.1.73723333 0.2500 B 2 2 Lampiran 10.14833333 1.0007 Lampiran 10.3.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.35073333 Lampiran 10.00833333 187.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.17 Pr > F 0.7500 A 2 3 4.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.75000 A 2 3 5.90000 A 2 2 6.61350000 0.5000 A 2 1 7.75000000 0.25000000 21.29166667 0.58333333 10.56166667 0.02500000 3.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .0066 Lampiran 10.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.12333333 0.40 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.25 Galat 3 0.33333333 41.20450000 Total 5 2.

0.4 – 3.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0. 4 mg .1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.56 x 10-4 gram = 0.09 mg 0.656 miligram terkandung 0.1 – 2.68 mg 0. Jika terkandung 0.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .6 gram x 0.04 . maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.34 – 0.97 Digunakan 1.4 – 3.2% dalam oleoresin.1 – 2.2 % gingerol 0.6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.04 – 0.31 mg 1.041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.041% = 6.

000 Rp 15.000/ tahun 3.600/ kg Biaya total/ kg tepung : .000 = 5.000 = Rp 218.33 kg 1.000. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.750 = Rp 41.25 g 7. Sorbitol bubuk 1.479. Aerosil 25 g 9.000.4 kg 8.000 3.000 2.000 Rp 250 Rp 1.542 + 942 = Rp 2. Biaya perawatan = Rp 1. Maltodekstrin 1 kg 3.5 jam x Rp 218.369.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5. Harga = Rp 20.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.000 2.000. Harga = Rp 30.18 = Rp 1. Asam sitrat 12.800 Rp 4. Sodium benzoate 2.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.022.652.739.750/ hari 24 1.000.000.5 jam Rp 5. Magnesium stearat 25 g 5.73 = Rp 8.000 + 500. Sukralosa 1. Biaya perawatan = Rp 500.45 + 2.016/ kg 8 Rp 6. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.219.219. Jahe 0.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5. Talk 25 g 6.000 = 3.97 + 1.022.250 Rp 50 + Rp 77.5 kg 2.400 Rp 400 Rp 3.5 g 4.542/ kg tepung 5.86 = Rp 5.000 + 1.83 = Rp 942/ kg tepung 5.33 kg 3 jam Rp 8.000.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.750 Rp 44.33 Alat kempa 1.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.

76 + (Rp 193.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .600 = Rp 41.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.016 + Rp 121.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.6 x Rp 121.100 1.76 x 75%) = Rp 339.484 = Rp 77.100 = Rp 193.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful