PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Didy Sopandie. M. Ir. Ir.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. NIP 131 667 778 Diketahui. Dosen Pembimbing Dr. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr.S. Budi Setiawan.Agr. M. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: .

Any. Ir. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. Curly Kun. bantuan. M. Angel. menguatkan. Nova. dukungan dan doanya. kesabaran. Ratna. Keluarga besar penulis (Ibu. 2. masukan. Bapak. Mas Aji. Edo. Ir. Ida. Budi Setiawan. Achi. Retno. Bapak Dian. Bapak Mashudi. Yulia. Mbak Wita. dan lain-lain) atas kasih sayang. Rizka. Bogor. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. 4. inspirasi. 5. Ibu Nina. dukungan. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. Kak Sigit (GMSK 36). Lilik Kustiyah. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Marissa. Rena. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Daru. Aqsa. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. mengingatkan. Bapak Albert (Takasago). Devi. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. Ibu Yuli (LAFIAL). 3. bimbingan.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. Dr. Ari. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Dr. Dekus. Venny. M. Rika. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Ima.S. Bapak Nurwanto. Agustus 2008 Penulis . Mbah Putri.Si. Nurlaela. Ibu Rizky. Eka. Alfinda.

Hari Purwadi dan Rr. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Pada tahun 2001. Fakultas Pertanian. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Dewi Runantari. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. dan lain sebagainya. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. Jakarta pada tahun 1998. Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). . pada tanggal 1 Mei 1986. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Jakarta. Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Bekasi. Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. Selama di IPB. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta.

......................................................................................... Gingerol ..............................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL .. PENDAHULUAN .............................. Kandungan Gizi Jahe...... Kegunaan ..................................................... Kalsium ............................. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 .......................................... Vaccum Dryer ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC).................................. ................... Spray Dryer ............................................. Tujuan ............................................................................................................ Tablet Isap ........... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ................................................ Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil ... Energi ........................................................................................................ Vitamin A ................................................................................... Waktu dan Tempat............................ METODE ............................................................... Manfaat Jahe ........................................................................................................ Metode Ekstraksi ...................... Latar Belakang................... Zat Besi ................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ........................................................ DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Metode Pengeringan................................................................................ vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil............................ Freeze Dryer .................................................................................................................... Jahe (Zingiber officinale) ........................................................ Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ........................................................................... Produk Olahan Jahe di Indonesia ................................................... Bahan Penyusun Tablet Isap ......... Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil ...... Jahe dan Kehamilan ....................................

......................................................................................................................................................................................................... Estimasi Kehilangan selama Pengeringan ............ Karakteristik Ibu Hamil ........................................................................................................................................................................................................................................ 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 ................. Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe .. Pilihan Produk Pereda MMK ............................................... Tahapan Penelitian ............................................................. Frekuensi MMK ....................................................................................................... Pembuatan Tablet Isap Jahe .......................... Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK ............ Kandungan Gingerol . Pembuatan Produk .................................................................................................................. Tingkat Konsumsi Zat Gizi ....................... Uji Hedonik ............................Jenis dan Cara Pengumpulan Data................................................. Kadar Air ... Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ...... Riwayat Kehamilan dan Penyakit ................................................... Status Gizi .............................................................. Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan ................... Frekuensi Konsumsi Pangan ................................ Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ................................................................................................................................................................................................................................. Bahan dan Alat ......... Profil Ibu Hamil ................................................. Kelarutan ........... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ........... Jangka Waktu Kejadian MMK ............. Pengolahan dan Analisis Data ................................................................................................................................................................... Konsumsi Jahe selama Hamil ................................................................................................................... Perilaku dan Kebiasaan Makan ................... Kejadian MMK ...................................................... HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................ Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ...................... Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil. Rendemen ........................................ Penyebab MMK ............................

................... Formula Tablet Isap Jahe Terbaik.................................. Formulasi Tablet Isap Jahe ..................... Waktu Larut.................................................................. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe .................... Saran ............... Kesimpulan .... KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... DAFTAR PUSTAKA........................... Uji Mutu Hedonik........................................................... Derajat Keasaman (pH) ................................................................................ Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ..................................................... Kekerasan............................................... 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 .......................................................................................Tepung Ekstrak Jahe Terbaik .............. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet ................................. LAMPIRAN ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

........................................... ........................................................ Cara pengategorian dan analisis varibel .. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya........................................ Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit ............................................................... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan............................................................................................ Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ..... Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 ... Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan............. Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ....................... 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)……………....................DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil......... Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ................................................................. Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan...................... Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) ........... Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan.............................. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian .. Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ..... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi................................

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

dr. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4..gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . 2001). dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. perilaku dan kebiasaan makan. Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al. riwayat kesehatan. status gizi. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . SpOG. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. Boy Abidin. Mempelajari karakteristik. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. Tujuan Khusus : 1. 2005). sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. Spesialis kebidanan dan kandungan. salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008).

Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. pH. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. estimasi kehilangan selama pengeringan. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. rendemen. Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan. . Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. 9.5. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7. kandungan senyawa gingerol. Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. khususnya yang menderita mual dan muntah. kelarutan.

Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. faktor ekonomi. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. serta penumpukan lemak. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. faktor budaya. Bagi ibu hamil. pertumbuhan uterus dan payudara. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI). Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). . pada dasarnya.000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003).000 kelahiran hidup. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003).000 kelahiran hidup. cukup bulan. pertambahan besarnya organ kandungan. perubahan komposisi. dan metabolisme tubuh ibu. terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992).000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari.

pangan sumber karbohidrat (beras. plasenta. Menurut Lubis (2003). oat. dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . Mengkonsumsi buahbuahan. buah berlemak. Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. akar dan umbi- . dan biji berminyak). unggas. di kebanyakan negara berkembang. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). serealia). begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. daging. Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. cairan amniotik. payudara). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Namun.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah. Perubahan ini. keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. dan menyuplai jaringan baru. Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). peningkatan volume darah. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. jagung. dan pangan sumber protein (daging. ikan. sayuran berdaun hijau. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. telur. ikan. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). protein dan lemak. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). uterus. Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005).

Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan.umbian sehari-hari. kacang-kacangan. syaraf dan otot. gigi. Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). sayuran daun hijau. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. jantung yang sehat. sikap. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). sayuran hijau. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. biji-bijian. kacang-kacangan. mengonsumsi. Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat.

2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil.2 +1.2 +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992).2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0.3 +0.seringkali mengalami kelahiran prematur. atau lahir dalam keadaan meninggal. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .2 +0. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. pada umumnya.2 +0. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.4 +0. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil. lahir dengan berat badan rendah.3 +0.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0. pada umumnya.3 +0.2 +0.2 +0. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.3 +0.3 mg Vitamin B1 +0.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0.0 +4.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0.4 +0.2 +0. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.

gangguan metabolisme karbohidrat. . Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. dan lain sebagainya. infeksi H. Amerika Serikat. obesitas. dan lainnya. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. pertentangan dengan suami atau mertua. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. kekurangan vitamin B. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. untuk mencegah kelahiran prematur. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. hipertiroid.Cornell University. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). hiperasiditas lambung. kesulitan sosioekonomi . dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). terutama di bagian rahim. pylori. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. pada wanita muda. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. hamil pertama kalinya. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen.

biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. namun.kehamilan kembar. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. serta vitamin melalui infus. Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Cabang dari rimpang jahe. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). minyak terbang. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. elektrolit. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. dan limonene. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Penderita berpuasa selama 24 jam. Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). Bahkan. karena memiliki kandungan minyak atsiri. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). glukosa. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil. Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. hamil anggur (mola hidatidosa). para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia.

Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). fosfor. shogaol. dan karbohidrat 12. (2003) dalam Amalia (2004). shogaol. mineral 1-2%. zingeron). dan asam linolenik. vitamin B6. lemak 0. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). dan getah. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas. fenol.4-3. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1.1%. Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. vitamin C. pemupukan. zingiberol. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. 5-8% bahan damar. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80.5-5. ketinggian. kandungan oleoresin dalam jahe segar 0.1-2. magnesium. protein 2. zat tepung. enzim proteolitik.3%. tergantung umur panen dan tumbuhnya.zingeron. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. jenis tanah. cuaca. oleoresin (gingerol. serat 2-4%.9%. dan zingeberen sekitar 0. Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya. dan pengolahan pasca panen.9%. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. natrium.3%. Menurut Young et al. kalsium.2% yang memberikan . Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002).3%.

Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424. yaitu mencegah penggumpalan darah. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. 1951 dalam Khairani 2002). Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004). Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan.0 Karbohidrat (g) 70. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. Menurut Rukmana (2000). lipase yang berfungsi memecah lemak.rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. protease yang berfungsi memecah protein.0 Energi (KJ) 9.7 3.8 10. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.0 184. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Pertama. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh.0 1. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004).9 7.53 Serat kasar (g) 4.5 Protein (g) 6. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al.1 1. Kedua.

Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. dan gejala lambung dan usus lainnya. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. bahkan hiperemesis gravidarum. dalam beberapa penelitian. muntah. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. Jahe.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Rasmussan et al. dalam dosis sedikitnya 1 gram. Dikemukakan. Menurut Megawati (2007). 2006). dapat mengatasi mual. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. . Dibandingkan plasebo. Dr. (2005). Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. muntah. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over. Jahe. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. 2006).kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. Smith et al. (1991) dalam Kimura et al. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil.

Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. kue. Rimpangnya sangat luas dipakai. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. (2005). Jahe dapat . Jahe muda dimakan sebagai lalaban. (2005). juga diolah menjadi asinan dan acar. tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. minyak wangi dan jamu tradisional. Gambar 2. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007).Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. Dikenal beberapa jenis jahe. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Jahe juga digunakan dalam industri obat. Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. biskuit. Vutyavanich et al. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. kembang gula dan berbagai minuman. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat.

wedang jahe. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). ronde atau STMJ (susu. telur. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Lieberman & Kanig 1994). Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. . dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007). tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. umumnya bulat.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. madu. atau bahkan vitamin yang diinginkan. kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. analgesik. Oleh karena itu. Namun. Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut. antiseptik. sekoteng. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. sekoteng dan sirup (Koswara 1995). dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. jahe). Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. di antaranya bandrek. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa.

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. Umumnya digunakan pada produk susu. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. Uap . tekstur bahan. ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006). tingkat pengeringan. Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. kecepatan dan jalur tetesan. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. telur. sari buah.padatan cair. Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig. Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. kopi. dan hasil ekstrak.4-4 mm). krim. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. teh.

dan flakes (Hariyadi 2006). Berdasarkan prinsip pemisahannya. Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. berbentuk kerucut. Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . sayuran. Fase bergerak berupa gas atau cairan. Umumnya. terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. buah-buahan. dan kromatografi eksklusi. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan. dan beku (Hariyadi 2006). Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006).dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. kromatografi penukar. kopi. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. Umumnya digunakan pada produk sari buah. kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. udang. kromatografi adsorbansi. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000).

media tersebut berpindah dari wadah pelarut. Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan. TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut. Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. . Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam.Chromatography) (Tissue 1996). TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler.

Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. Departemen Gizi Masyarakat. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Institut Pertanian Bogor. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center. Sedangkan. Kecamatan Dramaga. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Institut Pertanian Bogor. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Institut Pertanian Bogor. Departemen Gizi Masyarakat. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. Jakarta. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). pembuatan tablet isap jahe. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. Bogor. pembuatan tepung ekstak jahe. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. dan 3) bersedia dijadikan contoh.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Sedangkan.

dan 3) bersedia menjadi panelis. dan persalinan normal. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. dan 3) bersedia menjadi panelis. sebab MMK. dan konsumsi obat MMK. dan lain-lain.Bogor (IPB). frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. jantung. serta pengetahuan tentang jahe. jangka waktu terjadinya MMK. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. batuk. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. melahirkan secara ceasar. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. tingkat keparahan MMK. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan. typus. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer. dan makanan yang menyebabkan alergi. influenza. 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. pendapat apabila jahe diolah . Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. kebiasaan makan ibu hamil. aborsi. melahirkan bayi sungsang.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). diabetes. melahirkan bayi mati. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. diare. makanan pantangan selama hamil. status gizi ibu hamil. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. pilihan produk MMK yang dikehendaki. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. hipertensi.

tidak suka. tekstur. Karakteristik fisik meliputi kadar air. dan penampakan keseluruhan. tidak suka. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. aroma keseluruhan.sebagai produk pereda MMK. dan derajat keasaman (pH). agak suka. waktu larut. analisis. analisis. aspek- . Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. rasa manis. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. agak suka. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. estimasi kehilangan selama pengeringan. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. rasa keseluruhan. agak tidak suka. aroma jahe. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. aroma flavor. tekstur saat isap. dan amat sangat tidak suka. tidak suka. agak tidak suka. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. rasa pedas. rasa jahe. agak tidak suka. aroma. warna. rasa pedas. dan warna. dan kelarutan. data pembuatan. agak suka. sangat suka. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. dan sangat tidak suka. aroma keseluruhan. sangat tidak suka. biasa. rasa flavor. dan sangat tidak suka. warna. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. rasa keseluruhan. rasa pedas. mouthfeel. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. suka. rendemen. dan penampakan keseluruhan. tekstur isap. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. suka. aroma jahe. suka.

dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran. penetrometer. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. dan flavour bubuk rasa teh hijau. Spray dryer Gambar 4. Vacuum dryer Gambar 5. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore.aspek produk yang disukai. Jakarta. Bogor. Freeze dryer . oven. sodium benzoat sebagai pengawet. stopwatch. Jakarta. aspek-aspek produk yang tidak disukai. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor. IPB. aerosil sebagai adsorban. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. aerosil. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. cawan porselen. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. IPB. Jakarta. Jakarta. Alat analisis antara lain neraca analitik. Gambar 3. asam sitrat. Bogor. vacuum dryer. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. termometer. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. Jakarta. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL.

Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Menurut Wikandari (1994). metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. efektivitas. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. keamanan. metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1. hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7. Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga.

dan bubuk talk).berjalan lebih singkat. dan pengempaan. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1. bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. bahan anti lengket (magnesium stearat. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. Prosedur pembuatan tablet isap jahe . serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder).5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. vacuum dryer. Sebelum dilakukan pengeringan. ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. aerosil. pencampuran. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. pengocokan.

coding. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk. kejadian MMK pada ibu hamil. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). zat besi (mg). Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . dan selanjutnya dianalisis.5 for Windows. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. dan Statistical Analysed System (SAS). Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). Sedangkan menurut Gibson (2005). dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). dan vitamin A (RE). Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. protein (g). pengetahuan ibu hamil tentang jahe. kalsium. kalsium (mg). entry. tingkat kecukupan zat besi. Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal). cleaning.

pH) dari tablet isap jahe. dan menggunakan freeze dryer. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. estimasi kehilangan. Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j .percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. rendemen. dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3). menggunakan vacum dryer. Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). waktu larut. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995).

Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. Cukup ( 77%) 2. Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. 3. Frekuensi pangan . Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. 3. Deskriptif 4. Cukup ( 70%) 2. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). zat besi. 5. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. 2. Tidak KEK ( 23. 7. 1. 2. 8.5 cm) Deskriptif 3. Usia kehamilan 3. Jenis pangan 3. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. dan vitamin A: 1. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. 1. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. 3. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. 4. 4. 2. Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. 1. KEK (<23. 4. 6. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5.5 cm) 2.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2.

Deskriptif 11. Sebab MMK 8. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. 5. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. Konsumsi obat MMK 1. Tingkat keparahan MMK 3. 2. Waktu larut 1. Frekuensi MMK 2. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Derajat (pH) keasaman . Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Jangka waktu terjadi MMK 5. 3. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. 1. Pilihan produk MMK 3.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. 4. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Kadar air 2. Rendemen 3. Estimasi kehilangan 4. Mutu fisik tablet isap jahe 2. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Kategori disukai (skor 4-6) 2. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. 1. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. 6.

5. 7. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15. 3. 8.Tabel 3 (Lanjutan) No 13. 2. 2. 9. Kategori diterima (skor 4-6) 2. 10. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. 8. 5. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 7. 6. 4. 1. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 2. untuk parameter rasa pedas. 9. 3. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. 4. 3. 1. 5. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. 4. 6.

7±5.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya.5±5. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal. emosinya cenderung labil.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008).5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. . dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. 20-35 tahun. usia kehamilan. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun. dan lebih dari 35 tahun. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28. yaitu kurang dari 20 tahun.

Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. 15% contoh pada kehamilan keempat. frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. Namun. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). Menurut usia kehamilannya. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008).4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. dan 5% contoh pada kehamilan kelima. Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. Dilihat dari frekuensi kehamilan. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. sebagian besar (86.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981).

baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. abortus.yang buruk seperti keguguran (15%). 10% (masing-masing hipertensi. Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. terhambatnya pertumbuhan otak janin. keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. Menurut Lubis (2003). masalah infeksi atau imunitas. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. bayi baru lahir mudah terinfeksi. melahirkan BBLR (10%). sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. anemia pada bayi baru lahir. dan lain-lain (Lubis 2003). dan prematur (5%). . Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. dan demam). diare. dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. typus. Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. dan 15% (masing-masing batuk dan mag).

Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7. Menurut Departemen Kesehatan (2000).5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. Anak yang mengalami keadaan .7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004). Ukuran LILA <23.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989). WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23. Namun demikian.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA. Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17.5 cm. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002). Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.5 cm yang berarti menderita KEK. bukan hanya sebelum hamil. atau lahir dalam keadaan meninggal. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. pada umumnya. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu.6% pada tahun 2002 dan sekitar 11.91±3. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. lahir dalam keadaan BBLR.5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut.

Sedangkan untuk jenis makanan selingan.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Namun demikian. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil.2 Berdasarkan Tabel 8. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007).3±1.7 2. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi. diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. Menurut Siega (2001). . terutama pada trimester kedua. yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). Selain makanan utama. Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar.6±0. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari.

terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. durian. rasa. dan rasa mual. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. dan kopi. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 . serta menimbulkan bercak-bercak merah. salak. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. maupun aroma makanan. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. gatal-gatal pada kulit.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. tape. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. atau sulit melahirkan. keguguran. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). Makanan tersebut antara lain adalah nanas. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak.

tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). ikan air laut. ikan laut (60%). roti (55%). jeruk (70%). telur ayam negri. ikan air tawar. ikan tawar (55%). nasi goring (50%). ikan asin. dan susu. nasi uduk. dan selingan. apel (55%). dan roti. ikan asin (50%). siomay (45%). jarang (1-3 kali/minggu). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. kangkung (75%). dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. tahu. dan telur ayam negri (45%). Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. sumber protein nabati. bubur ayam. Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari. mie instan (30%). . Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). (50%). sering (4-6 kali/minggu). kacang hijau. labu siam (55%) dan mentimun (55%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). sawi (65%). pisang (60%). bakwan (55%). sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). tauge (55%). Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). nasi goreng. Nasi uduk (40%). Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. bubur ayam (45%). dan rambutan (70%).kali/minggu). tahu isi (45%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. mie instan. Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). sumber protein hewani. Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). dan kacang tanah. Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. sup (65%).

Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). yaitu minimal 60 g per hari. jantung yang sehat. pertumbuhan uterus dan payudara. pangan sumber karbohidrat (beras. Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Ari-ari berfungsi untuk menunjang. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. kacang-kacangan. Sedangkan. gigi. . ikan. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. buah berlemak.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. dan biji berminyak). Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. syaraf dan otot. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. memelihara. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. oat. serta penumpukan lemak. dan pangan sumber protein (daging. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). jagung. Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. sayuran hijau. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. serealia).

40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). unggas. serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Mengkonsumsi buahbuahan. ikan. Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). sayuran berdaun hijau. meningkatkan angka kematian karena campak. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Berdasarkan Tabel 11. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). daging. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. Namun. sayuran daun hijau. dan menimbulkan rasa mual. Adanya pertumbuhan janin. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. . telur. kacang-kacangan. meningkatkan asam lambung.

3 5 Trimester I-II 6. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).7%). Sedangkan sisanya. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13.3 Beberapa kali seminggu 4 26.3%) dan beberapa kali seminggu (26. Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33. Namun.7 Beberapa kali selama hamil 6 40. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 . apabila keadaan umum penderita terpengaruh.0 Total 15 100.0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya. terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.

Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. infeksi H. kelelahan. hipertiroid. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. pada wanita muda. beban psikologis (banyak pikiran). bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. pertentangan dengan suami atau mertua. dan rangsangan indrawi dari luar. hiperasiditas lambung. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama.dilakukan di Cornell University. Amerika Serikat. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. pylori.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. dan kehamilan bayi kembar. gangguan metabolisme karbohidrat. terdapat pula 26. kekurangan vitamin B. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. dan rasa tidak tenang. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya.7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi. Selain itu.7 Kelelahan 1 6. hanya 6.7%).7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar.3%) dan trimester ketiga (6. dan kesulitan sosioekonomi . Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. Namun.

Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. . Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. hamil pertama kalinya. Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). hamil anggur (mola hidatidosa). pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. obesitas. Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15.ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. kehamilan kembar. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15.

Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. berdasarkan Tabel 16. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK. minuman serbuk.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. permen lunak dan makanan ringan. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. . Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut.

500 per sachet.5 gram per sachet. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Harganya antara Rp 800-1. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. kopi. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13. pemilihan metode pengeringan. sampai dengan pemilihan tepung terbaik. dan jamu-jamuan. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. teh herbal. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Gambar 9. Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe .Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit.

Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9). 6 5.77 Gambar 11.055 5 Kadar Air (%) 4 3. kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992). jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0.33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4. Berdasarkan Gambar 11.dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe. dan freeze drying). Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%.33%). Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap .06%). Gambar 10. vacuum drying.

9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6.paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. Berdasarkan Gambar 13.165 8. diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk).09%).09 6. Berdasarkan Gambar 12.32%). Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006).05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9). Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal. dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan. Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal. Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. Sedangkan metode pengeringan .35%). jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk. diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38.335 Gambar 12.

45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14.08%). Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%). Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.08 38.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14.05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe.4 Gambar 13. .21%).315 37. Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe.57%).

041 0. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang .0435 0. Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.042 0.043 0. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.044%).102 100 Kelarutan (%) 98 96.57 Gambar 14.041%).041 0. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.21 99.04 0.044 Kandungan gingerol (%) 0.042 0.0405 0.0425 0. 0.0415 0.375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93.0445 0.044 Gambar 15.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0.

Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. Dilihat dari parameter rasa pedas. tekstur. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. tekstur. aroma. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. Sedangkan dari parameter aroma. warna. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. warna dan tampilan keseluruhan. rasa pedas. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat. Dilihat dari parameter tekstur. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. dan tampilan keseluruhan.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas.

Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. kelarutan yang tinggi (93. dan skor modus penerimaan yang cukup baik.044 pada pengeringan semprot dan 0. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. rendemen paling banyak (8.35%). Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. Namun demikian. parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas.terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe.041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0.08%).042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan. Secara keseluruhan. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.21%). Tentunya Ke se R lu .33%). Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3.

05 56.04 0.02 1 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.5 0.04 0.03-0.2 0.05 56.002 2.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.1 100 0.1 100 0.35 1 1 0. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.85 1 1 0.008 1 0.1 100 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1.6 0.04 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.002 2.6 1 0.04 0.02-0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.266 0.05 56.04 0.04 0.254 0.04 0. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.002 2.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.274 0.04 0.05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .6 0.04 0.65 1 1 0.

Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. Lieberman & Kanig 1994). sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman. kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam. Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.5 mg). maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena .Gambar 18. Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18. Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama.

5 9. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. 3 (Tanpa Flavor) 6. .25 15 Gambar 19.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa. Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003). Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman. masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8. Berdasarkan Gambar 20.3 menit). Lieberman & Kanig 1994). Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. 2 (+Tea Powder) Formula F. 1 (+Asam Sitrat) F.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe.

595 9.3 6. terutama. 3 (Tanpa Flavor) 5.7-3).75 Gambar 21. 1 (+Asam Sitrat) F. seperti tepung jahe (2.10 9. Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7).3 8.5 8 7.735 8. Formula 1. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20.5 Waktu Larut (menit) 9 8.3). 2 (+Tea Powder) Formula F. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam.5 F. 2 (+Tea Powder) Formula F.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik . Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. 1 (+Asam Sitrat) F.9 6.

3 (Tanpa Flavor) Gambar 22.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. mouthfeel. 2 (+Tea Powder F. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. Penilaian meliputi rasa manis. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. rasa pedas. 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. campuran rasa keseluruhan. dan 7 (berasa) untuk formula 2. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). aroma flavor. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. tekstur saat diisap. dan warna. rasa jahe. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . dari parameter rasa manis. campuran aroma keseluruhan. Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. rasa flavor. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. Terhadap parameter rasa jahe. aroma jahe.

ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). Sedangkan dari parameter warna. Dilihat dari parameter mouthfeel. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. atau membuat partikel yang lebih kecil. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. menurunkan suhu pengeringan. Lieberman & Kanig 1994). Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. diketahui bahwa dari parameter rasa manis. rasa jahe. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. .Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). aroma jahe. Dilihat dari parameter rasa flavor. mouthfeel dan warna. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. aroma flavor. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat.

Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. Lieberman & Kanig 1994). Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe . maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen.p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. 2 (+Tea Powder) F. Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. Kekerasan tablet konsumen (Lachman. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. 1 (+Asam Sitrat) F. pengepakan. dan pengapalan.

ar om a ra sa . penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). aroma keseluruhan. 2 (+ Tea Powder) F. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. rasa keseluruhan. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. aroma jahe. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. 1 (+ Asam Sitrat) F. rasa pedas. warna. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. tekstur saat diisap. rasa manis. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3.

1%.3 cm dengan bobot 4 gram). Melalui hasil perhitungan. Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. dan ukurannya yang besar (diameter 2.6 gram/tablet. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar.041% dalam tepung. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya.1-2. Menurut Khairani (2002). kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td . Secara keseluruhan. warnanya yang kurang menarik. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. tergantung umur panen dan tumbuhnya.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. 1 (+ Asam Sitrat) F. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh.4-3.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK).682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10).1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0. Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11.4%-3. Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal.044 mg–0. Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat. biaya bahan baku. diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun).kandungan oleoresin 0. dan biaya tenaga kerja. Melalui perhitungan.

rasa jahe. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. Dilihat dari parameter rasa flavor. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap.041%). Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu .044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0. aroma flavor. Berdasarkan tingkat konsumsi energi. estimasi kehilangan selama pengeringan.05) terhadap persentase rendemen. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. lebih dari separuh contoh keseluruhan. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. warna. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis.05) namun berpengaruh signifikan (<0. protein. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. dan penampakan vitamin A. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe.yang buruk. tekstur. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. Berdasarkan uji mutu hedonik. kalsium.05) terhadap kadar air tepung. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0. aroma jahe. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%). Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). mouthfeel dan warna. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia.

DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi. 2005. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. Institut Pertanian Bogor. Penuntun Diet. output senyawa gingerol.organoleptik.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. Secara keseluruhan. Sedangkan berdasarkan persentase. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. . Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Amalia R. Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. 2004. Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid.

Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi].org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. 2008. Suliantari. Sodium Benzoate. Gizi dalam Daur Kehidupan. . Darlina & Hardinsyah. Universitas Indonesia Press. Senyawa Antimikroba.B. 2008.cbn. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor.jksucralose. berkala]. Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. Farmastika. http//:www.wikipedia..com/ [30 September 2007]. [terhubung berkala]. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 14. P. ______. Badan Standardisasi Nasional. [terhubung berkala]. LIPI. Institut Pertanian Bogor. http://www. Magnesium. Kiat Mengatasi Morning Sickness .sorbitol. Jakarta. http//:www. ______. Inc. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia.L. Jakarta: Fakultas Kedokteran. New York : Marcel Dekker. S.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. 1988. Azwar A. 2006. 2007. [terhubung http://www.net [30 September 2007].net [30 September 2007]. 2007. Dalam Soekirman et al. 2004. Departemen Kesehatan. http//:www. Gizi Wanita Hamil. (Eds. Jurnal Media Gizi dan Keluarga. [terhubung http://www.halalguide. Anief M. 2004. [terhubung http://en. ______. ______. Sorbitol. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2003. Andonotopo & Arifin. Salminen.depkes. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. 2005. http//:www. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). Laboratorium Mikrobiologi Pangan. 27 (2) Juli 2003. [terhubung berkala]. Institut Pertanian Bogor. 2004. 2008].Aminah S..cyberwoman. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.info. 2008. 1990.html [5 Agustus 2008]. Ratih D. berkala].com/indo/index. Food Additives.madsci. Anonim.com (30 September 2007).ca/ [13 Februari 2008]. Arisman M.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008].M. Branen A. Davidson. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. 2008. ______. Sukralose. 2007. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan.weddingku. 107). [terhubung berkala]. Fardiaz S. 2000.

1994.I. H. Armico.D.C: CRC Press. Kimura I. editor. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. D.A. Institut Pertanian Bogor. Leonara R. http//:www.. Pengetahuan. London. Lachman L. Hardinsyah. Februari 2008]. 2005. Institut Pertanian Bogor. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala]. Martianto. Bandung. Jahe dan Hasil Olahannya. http//:www. 493-494. New York.L. Morningsickness. Institut Pertanian Bogor. hlm.net [30 September 2007].net [30 September 2007]. Hariyanto P. Gibson RA. . Ed ke-2.cyberwoman. Tablet Gonoderma Effervescent. Jakarta UI Press. Kailaku S. Kaem D. Bogor: Fakultas Pertanian.net [30 September 2007]. Pharmacology of Ginger. Di dalam: Ravindran P. 2003. http://www. Lestari K. Boca Raton. Pusat Antar Universitas. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. Institut Pertanian Bogor. Kanig. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. London: Oxford University Press. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Bogor: Fakultas Pertanian. Gaspersz V. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. CV. 2005. 2007. Principles of Nutritional Assessment.info. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. J. & Babu K. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Lieberman. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 2005. 2006. Megawati. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.cbn. Hiroshi T. Ginger The Genus Zingiber. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian.halalguide. Suyatmi S. Lubis Z.P.N. Mawaddah N. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.. Metode Rancangan Percobaan. 2006. 1994. [terhubung berkala]. 1992.D. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. 1995.N. 2008. 2007. Penerjemah. Washington D.telkom. Khairani N. 2003. 2002. [terhubung berkala]. http//:www. Institut Pertanian Bogor.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala].Fardinatri I. Koswara S. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. [skripsi]. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy.

1982. Rahman A. ke-2. Obstet Gynecol 2004. Pilosof A. [9 September 2008]. Obstet Gynecol 2000. http://www. [terhubung berkala]..C. pg. 2004. Nazir M.rpsgb. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. [terhubung berkala]. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. Smith C.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery.97: 111–182. Magnesium Stearate. Terebiznik M. Olds SW. 2000.. Usaha Tani Jahe. 2008. Enfield. Rowe R. McMillian V. Sanjur. http://www. Sripramote et al. Bandung : Tarsito. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. Desain dan Analisis Eksperimen. Siega P..unair. [13 Februari 2008]. 1995.ezinearticles. American Journal of Epidemiology. 2000. Ed. Jakarta: Ghalia Indonesia. Lozzenges and Pastilles. Sudjana.net [30 September 2007]. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil. Human Development. 2000. . P-Press. Di dalam: Mujumdar A. 2008. USA: McGraw Hill.org. Papalia DE. editor. Neil H. S. 2006. 2001. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. USA & Plymouth. 1983. 1983. N. 2005. Social and Cultural Perspective in Nutririon. Caroline C. 2003. http://www. [terhubung berkala]. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. [terhubung berkala].J. [terhubung berkala]. London & Chicago. EzineArticles 17 May 2006.Morgan E. Drying Technology in Agriculture and Food Science.org.M. Depok: Puspa Swara. Yogyakarta: Kanisius. Krystin W.pdf [13 Februari 2008].oxfordjournals.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07.ac.pdf [13 Februari 2008]. Prentice Hall Inc.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B. http//:www. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. 1981.R..S. Owen.uk/pdfs/mussheet04.pasificchain.R. Spray and Freeze Drying of Enzymes. UK: Science Publishers. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2003.C. Rukmana R. Metode Penelitian.journal. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy.S.103:639–45. http://www. Inc. Sugiartono. Nadesul H. Paul J. 167-168.

1994. [terhubung http://elchem. Winarno FG. Widyaningsih. 1996. PlaceboControlled Trial . © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Wijianto & Khomsan. berkala].kaist. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ruangsri R. Sosio Budaya Gizi. Institut Pertanian Bogor.Suhardjo. Jakarta: Puspa Swara. 2002. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi]. Februari [13 Vutyavanich T. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Tissue.97: 577–82. 1989. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. Kismia Pangan dan Gizi.1 Juli 2002.R. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Theerajana K.S. Double-Masked. 2001. 2007.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. Fakultas Pertanian.htm 2008]. Wikandari P. Thin Layer-Chromatography. Obstet Gynecol 2001. . Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.ac. L. 1992. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.

LAMPIRAN .

USIA BUMIL 13. NAMA SUAMI 15. KECAMATAN 6. kerahasiaan data Anda terjamin. Institut Pertanian Bogor. badoneng 5. leuwi kopo : : : : : : : 3.cangkurawok 4. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. Status Gizi Ibu hamil 1.lainnya (sebutkan) : : 2. DUSUN/KAMPUNG 1. DESA 8. bara 6. radar 2. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. Nama sheet: SG BUMIL A. Hindu : 4. Kristen 3. JUMLAH ANAK A. 1. bateng 7. TANGGAL KUNJUNGAN 3. Kristen 3.sengked 9. Tinggi badan 6. NO. BB sebelum hamil 4. BB saat ini 5. Usia kehamilan 2. AGAMA SUAMI : : : : 4. Budha 5. Budha 5. Islam R16 2. NAMA BUMIL 5. ENUMERATOR 4. NO RESPONDEN 2. TELP 12. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Kehamilan ke 3. Islam 14. RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. AGAMA BUMIL 1. Hindu 1. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm .lainnya 16.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). Fakultas Pertanian.RT 11.

. Persalinan normal Ba22i i... C7........... Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a........ Jantung Ba12c Ba13c c........ Hipertensi Ba12d Ba13d d.... Influenza Ba12i Ba13i i....... Melahirkan bayi mati Ba22f f....... C9....................................... Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan ................. Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a. Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a. Melahirkan bayi sungsang Ba22g g........ ............a... 1x b..... Ya b................ 2=jika jawaban tidak) C 1..... 1x b.... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e......... Alasan: ............. Nama sheet: RiwKes B..........>3x C2.................. Keguguran Ba22b b... C6....... Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a.......... Tidak C10.......... C12... Persalinan caesar Ba22h h. Ba12j Ba13j j......... Diare Ba12g Ba13g g.................... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1... Nama sheet: kebiasaan C... B2............ Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a........ b......2x c. Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan................................................ Batuk Ba12h Ba13h h...............................................>3x C3....................... C11.. b. Siapakah yang menganjurkan.... Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a....................................... Makanan yang tidak disukai:..................... C5. 3x d................... Tidak C8... Tidak C4..... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya..................... b. Alasan: ......................... Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a............... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a........................... Alasan: ......... Typus Ba12f Ba13f f............... 3x d................. Melahirkan bayi <2500g Ba22d d... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a.... Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C........................................ Ya b..................................82 Lampiran 1 (lanjutan) B.......... Ya b........ Alasan: .2x c.. Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a..... Diabetes Ba12e Ba13e e.... Anemia Ba12b Ba13b b............. Aborsi Ba22c c..............................................

1 Pepaya 7.5 Daun singkong 5. IKAN.3 Singkong 3.83 Lampiran 1 (lanjutan) D. BUAH 7.6 Tahu goreng 8.1 Daging ayam 3.6 Roti 2.4 Ikan asin 3.5 Melon 7. DAGING. SAYURAN BUAH 6.3 Sawi 5.1 Singkong 2.7 Tempe goreng 8.1 Bakso 8. KACANG-KACANGAN 4.2 Talas 2.2 Nasi uduk 1.3 Kacang panjang 4.1 Tempe 4.3 Ikan tawar 3.5 Telur negeri 3.7 Daun katuk 6. JAJANAN 8.6 Semangka 7.4 Apel 7. UMBI-UMBIAN 2.4 Nasi goreng 1.3 Pisang goreng 8.4 Sup (wortel.3 Jeruk 7.2 Ikan laut 3.2 Pisang 7.2 Tahu 4.6 Susu 4.5 Kacang tanah 5.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .8 Kerupuk 8.1 Labu siam 6. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.4 Kacang hijau 4.5 Mie instan 1.6 Daun melinjo 5.3 Bubur ayam 1.2 Kangkung 5.2 Siomay 8.4 Mie ayam 8.1 Nasi 1.5 Bakwan 8. kol) 5.8 Rambutan 8.1 Bayam 5. DAUN-DAUNAN 5.7 Mangga 7. Nama sheet: FFQ D.2 Tomat 6. SUSU DAN TELUR 3.10 Teh 8.3 Mentimun 7.

bidan a.. Tidak pernah c.setuju c. Hiperemesis (sangat berat) c... susu b.. sedang a. makanan berat b. tidak tahu F4. tidak tentu . sangat setuju b.. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. sangat tidak setuju F6.. bubur c. tidak bersedia d.. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. tablet isap d. tidak tahu ... sepanjang trimester pertama kehendaki: b. camilan d. F5. sebutkan d.. trimester pertama sampai trimester akhir c. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a. tekanan / stres b..>2 d. trimester pertama dan kedua a. dianjurkan b. rangsangan dari luar d.. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. F9. beberapa kali selama hamil d. jarang c. susu c. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. 2 c. lain-lain. sering b.. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1. 1 b. F10. bersedia b. ringan b. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F.. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. orang terpercaya d. berat d. tidak ada sebab spesifik F2. F13. F11. beberapa kali seminggu a. F8. tidak pernah d. ragu-ragu c. dibolehkan b. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. Keseluruhan a. tidak pernah periksa c. kelelahan c.. F12... dokter b. setiap hari b.. tidak setuju d.. buah-buahan a. tidak dibolehkan d..84 Lampiran 1 (lanjutan) E. tidak tahu F3.

didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. Setelah itu. Sebelumnya. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. dalam g B = berat kertas saring. Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. dalam g b = berat buah kering. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. botol dimasukkan ke dalam desikator. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C. Selanjutnya. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. botol ditimbang. dalam g KA= kadar air (%) .42 dengan bantuan pompa vakum. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. Setelah dingin.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven.

86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer.850C sehingga seluruh tablet larut. Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. . Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. kemudian ditekan dengan jarum pengukur. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch. Setelah penekanan. sepersepuluh milimeter division. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C .

..................................................................................................................... tekstur................. Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1............................ suka 6........................................... Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain............................ sangat suka Komentar/saran : ............................................ Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda........................... ...................................................... ...... warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe...... agak tidak suka 4.... Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe.................. warna.................................. aroma.............. tidak suka 3..87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe......................................................................... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu..................................................... ........................... .............. rasa pedas............................... agak suka 5......... sangat tidak suka 2........ .....

1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan. Pengujian dilakukan satu demi satu. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

KECAMATAN 4.. bubur c. 1 b. susu b. USIA BUMIL 10. A5. setiap hari b. tablet isap d.. tidak tentu . buah-buahan a. A10.. NO. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a.... tekanan / stres b.. A8.. Fakultas Pertanian.setuju c.. rangsangan dari luar d. kerahasiaan data Anda terjamin. beberapa kali selama hamil d. leuwi kopo 6. JUMLAH ANAK 11. bara 6.. sedang a. hiperemesis (sangat berat) c. R1 R2 R3 R4 R5 1.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). Institut Pertanian Bogor.. makanan berat b. tidak tahu A3. DUSUN/KAMPUNG 2. camilan d. Tidak pernah c. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga... RW 7. tidak pernah periksa c... badoneng : : : 5. berat d. dibolehkan b. A9. NAMA BUMIL 3. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. sangat setuju b. dokter b. A13. bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. sangat tidak setuju A6. KEHAMILAN KE: : : : 3. trimester pertama sampai trimester akhir c.>2 d.. orang terpercaya d. 2 c. jarang c. Susu c. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a.. TELP 9. tidak dibolehkan d. TANGGAL KUNJUNGAN 2.. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. beberapa kali seminggu a.. sepanjang trimester pertama kehendaki: b... Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. bersedia b. kelelahan c.. lain-lain. sebutkan d. bidan a. sering b. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a. dianjurkan b. tidak tahu ... tidak setuju d. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a. A12. tidak tahu A4. DESA 5.. ringan b. ragu-ragu c.... tidak pernah d..cangkurawok : : : : : 4.RT 8. trimester pertama dan kedua a. A11. USIA KEHAMILAN 12. tidak ada sebab spesifik A2. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a. tidak bersedia d.

suka 6. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? .91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. agak tidak suka 4. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. sangat tidak suka tidak suka 3. agak suka 5. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. 2.

Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1.

4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.98 Ulangan Kedua (%) 99.57 93.21 44.1314 3.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.043 0.54 6.82 16.13 5.21 96.17 Lampiran 7.3306 4.95 30.08 37.09 8.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.50 95.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.3777 4.83 11.8799 3.4 Spray Vacum Freeze 6.7638 Ulangan Kedua (%) 4.6285 3.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.34 6.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.7701 Lampiran 7.14 90.2834 4.49 8.85 6.92 96.042 Metode Penelitian TLC scanner .48 5.69 8.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.375 Lampiran 7.041 0.83 14.

5 9.3 6.7 Ulangan Kedua 5.5 Rata-rata Ulangan 15 6.5 9 Ulangan Kedua 15 4.13 Ulangan Kedua (menit) 9.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.41 8.4 6.47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.18 8.9 6.8 Rata-rata Ulangan 5.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.25 Lampiran 8.01 8.2 6.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.74 8.74 8.9 6.30 Lampiran 8.5 9.9 6.75 .

66323333 377.22495000 3.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.74250000 0.44990000 20.1.33161667 6.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.0843 Galat 3 179.3300 2 2 Lampiran 9.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.45675000 Lampiran 9.63645000 59.58083333 Total 5 8.50303333 3.24553333 Pr > F 0.25151667 5.75 Galat 3 0.60 Galat 3 1.23995000 Pr > F 0.03645000 0.29968333 Lampiran 9.71015000 140.42030000 1.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.0550 2 1 A 4.0971 Lampiran 9.01215000 Total 5 3.0011 Pr > F 0.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.7700 2 3 B 3.1488 .79005000 5.26335000 Total 5 56.84 Galat 3 15.30 0.87881667 Total 5 934.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.

25000000 21.20450000 Total 5 2.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.0066 Lampiran 10.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.58333333 10.2500 B 2 2 Lampiran 10.90000 A 2 2 6.7500 A 2 3 4.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .33333333 41.40 0.56166667 0.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.17 Pr > F 0.5000 A 2 1 7.29166667 0.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.61350000 0.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.12333333 0.0007 Lampiran 10.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.35073333 Lampiran 10.86861667 4.3.14833333 1.25 Galat 3 0.1.73723333 0.00833333 187.75000000 0.75000 A 2 3 5.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.02500000 3.

1 – 2.56 x 10-4 gram = 0.4 – 3.04 . maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.2% dalam oleoresin.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .656 miligram terkandung 0. 4 mg .6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap.31 mg 1.04 – 0.34 – 0.97 Digunakan 1.0.4 – 3.2 % gingerol 0.66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0.68 mg 0. Jika terkandung 0.1 – 2.041% = 6.09 mg 0.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.6 gram x 0.

600/ kg Biaya total/ kg tepung : .000 2.000 3.000 = Rp 218. Maltodekstrin 1 kg 3.000 + 1.000.750/ hari 24 1.86 = Rp 5.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.800 Rp 4.83 = Rp 942/ kg tepung 5.000 = 5.000 + 500.4 kg 8. Biaya perawatan = Rp 500.000.000/ tahun 3.750 Rp 44.000 2.219. Talk 25 g 6.250 Rp 50 + Rp 77.5 jam Rp 5.022.000 = 3.25 g 7.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.73 = Rp 8. Aerosil 25 g 9.5 kg 2.542 + 942 = Rp 2.750 = Rp 41. Magnesium stearat 25 g 5.18 = Rp 1.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5.000.022.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.000. Asam sitrat 12.000.5 jam x Rp 218.739.000 Rp 250 Rp 1.000. Sorbitol bubuk 1. Jahe 0. Harga = Rp 20. Biaya perawatan = Rp 1.000 Rp 15. Harga = Rp 30.33 kg 3 jam Rp 8.45 + 2.542/ kg tepung 5. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.219.369.016/ kg 8 Rp 6. Sukralosa 1.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5. Sodium benzoate 2.97 + 1.652.33 kg 1.479.33 Alat kempa 1.5 g 4. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.400 Rp 400 Rp 3.

100 1.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.484 = Rp 77.016 + Rp 121.75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.76 + (Rp 193.76 x 75%) = Rp 339.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.6 x Rp 121.100 = Rp 193.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .600 = Rp 41.