PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH

DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS

PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN
DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS. Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah. Dibimbing oleh BUDI SETIAWAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah membuat produk suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah. Penelitian ini dilakukan melalui empat bagian yaitu pengambilan data primer, pembuatan tepung ekstrak jahe, pembuatan tablet isap jahe, serta uji kesukaan dan penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe. Pengambilan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pembuatan tepung ekstrak jahe meliputi proses ekstraksi, pengeringan (spray dryer, vaccum dryer, dan freeze dryer), analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe, dan pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik. Pembuatan tablet isap jahe meliputi formulasi, analisis mutu fisik, dan penilaian organoleptik terhadap produk. Uji daya terima tablet meliputi penilaian hedonik dan penerimaan secara umum oleh ibu hamil. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan SAS 6.12., SPSS versi 11.5 for Windows dan Microsoft Excell 2003. Pengaruh perlakuan dianalisis secara non-parametrik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Jika perlakuan berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994). Menurut sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan, terdapat 75% contoh yang mengalami kondisi mual dan muntah, 40% dari contoh yang mengalami mual dan muntah tersebut merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Sebanyak 80% contoh berusia antara 20-35 tahun. Kisaran frekuensi kehamilan dengan proporsi terbesar (30%) pada contoh adalah antara 1-5 kali. Menurut riwayat kehamilan, sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal, sedangkan sisanya mengalami keguguran (15%), melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) (10%), dan prematur (5%). Menurut jenis penyakit yang diderita, baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil, proporsi terbesar (40%) pada contoh menderita influenza. Sebanyak 70% contoh tidak menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 30% menderita KEK Berdasarkan tingkat konsumsi, konsumsi energi pada pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. Tujuh puluh persen dari contoh mengalami defisit kalsium. Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. Pengetahuan ibu hamil contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap, 10% contoh menginginkan produk berbentuk susu, dan 25% menyatakan variasi produk lainnya. Sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. Digunakan tiga jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe yaitu: spray drying, vaccum drying, dan freeze drying. Berdasarkan hasil sidik ragam, jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh yang signifikan (>0,05) terhadap persentase rendemen, estimasi

kehilangan, dan kelarutan tepung ekstrak jahe namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung ekstrak jahe. Secara keseluruhan modus tertinggi diperoleh pada tepung dengan menggunakan metode vaccum drying. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan, maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan metode vaccum drying. Digunakan tiga jenis formula dalam pembuatan tablet isap jahe yaitu: formula 1 (dengan asam sitrat), formula 2 (dengan green tea powder), dan formula 3 (tanpa penambahan flavor). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet isap (>0,05) namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet isap. Tablet yang paling memenuhi standar prasyarat tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. Berdasarkan persentase, penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe untuk parameter secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) menerima setiap formula tablet isap. Aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya, warnanya yang kurang menarik, dan ukurannya yang besar (diameter 2.5 cm dengan bobot 4 gram). Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Secara keseluruhan, ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar dikembangkan dan dipasarkan.

PEMANFAATAN JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH DEVITA KUSUMA RAHINGTYAS Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga PROGRAM STUDI GIZI MASYARAKAT DAN SUMBERDAYA KELUARGA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Ir. Budi Setiawan.Agr. Dosen Pembimbing Dr. M. M. Dr. NIP 131 667 778 Diketahui. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Didy Sopandie.Judul : Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah Nama Mahasiswa Nomor Pokok : Devita Kusuma Rahingtyas : A54104080 Disetujui. NIP 131 124 019 Tanggal lulus: .S. Ir.

M. dan lain-lain) atas kasih sayang. dukungan dan doanya. Rena. bantuan. inspirasi. Marissa. Curly Kun. Mbak Wita. kesabaran. Lilik Kustiyah. Alfinda.PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale) sebagai Tablet Isap untuk Ibu Hamil dengan Gejala Mual dan Muntah”. dukungan. Namun terlepas dari segala kekurangan yang ada. bimbingan. Ibu Rizky. Devi. Ida. Ir. Any. dan menghibur dengan semangat dan canda tawanya. dan waktu luang yang diberikan kepada penulis. Bapak Dian. Aqsa. Ibu Nina. Rizka. Dekus. Angel. penulis berharap semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. Ari. Eka. Ibu Yuli (LAFIAL).Si. Penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada berbagai pihak atas bantuan yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini antara lain : 1. Bapak. 4. Bogor. Dr. 2. menguatkan.S. Penulis menyadari bahwa hasil penelitian ini tidaklah sempurna. Retno. Kak Sigit (GMSK 36). Nova. Bapak Nurwanto. Edo. dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu) untuk selalu ada. Nurlaela. Daru. masukan. Mas Aji. Ima. dan laboran lainnya atas bantuan dan nasihat yang diberikan kepada penulis. Ir. Venny. selaku dosen pembimbing atas segala arahan. Yulia. Keluarga besar penulis (Ibu. 5. Dr. Agustus 2008 Penulis . 3. Achi. Bapak Mashudi. M. Budi Setiawan. Bapak Albert (Takasago). Ratna. Sahabat dan teman-teman GMSK 41 (Adin. selaku dosen pemandu seminar dan penguji atas segala saran membangun yang diberikan kepada penulis. Rika. mengingatkan. Mbah Putri.

Jenjang pendidikan formal penulis dimulai pada tahun 1992 di SD Negeri Pengasinan Bintara 1. pada tanggal 1 Mei 1986. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 138.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta. Beberapa prestasi yang pernah diraih penulis antara lain Finalis Meat and Lifestock Assosiation (MLA)’s Project Proposal tahun 2006. penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi seperti Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) periode 2005/2006 dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB periode 2006/2007 serta berbagai kegiatan kepanitiaan kampus. Institut Pertanian Bogor pada tahun 2004 melalui Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional (KONTEKNAS). Jakarta pada tahun 1998. penulis melanjutkan pendidikan di SMU Negeri 21. Selama di IPB. . Finalis Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Hari Purwadi dan Rr. Jakarta. Kabupaten Klaten pasca peristiwa gempa di Bantul dan Yogyakarta tahun 2006. dan Juara II Lomba Opini Bidang Pendidikan Tingkat Universitas tahun 2007. Pada tahun 2001. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan R. Penulis juga pernah terlibat langsung sebagai relawan posko tumbuh kembang anak korban gempa usia prasekolah di Kecamatan Wedi. dan lain sebagainya. Fakultas Pertanian. Bekasi. Penulis juga sering terlibat dalam berbagai kompetisi di bidang ilmiah seperti Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK). Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan sosial. Dewi Runantari. Penulis diterima sebagai mahasiswa di Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga.

. Jahe dan Kehamilan ................................................................. Kandungan Gizi Jahe...... Gingerol .......................................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ........................ Spray Dryer ................................ Waktu dan Tempat........................................................................ Produk Olahan Jahe di Indonesia ........ Vitamin A ....................................................................................................... Jahe (Zingiber officinale) ........................ Freeze Dryer ..................................................... Bahan Penyusun Tablet Isap .............................. 4 5 5 5 5 6 6 7 9 10 11 12 13 13 14 15 17 18 18 18 19 19 21 21 21 .................................................................................................................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................... Kegunaan ............ ......................................................................... METODE .................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Metode Pengeringan............... Metode Ekstraksi ....................... Manfaat Jahe .......................................... DAFTAR GAMBAR ............. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC)......... Kalsium ...... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) ................. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh ..................................................................... PENDAHULUAN ................ Latar Belakang......................... Tablet Isap ................................. Tujuan ............................................................... Energi .................................................................................................................................................................. Vaccum Dryer ...................................... vii viii ix 1 1 2 3 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil.................................................................................................................................... Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil . Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil ....................................................................................... Zat Besi ....................................................................

................................. Pilihan Produk Pereda MMK ............................. Pengolahan dan Analisis Data ............ Riwayat Kehamilan dan Penyakit .......................................................... Uji Hedonik .. Bahan dan Alat ................................. Perilaku dan Kebiasaan Makan ...........Jenis dan Cara Pengumpulan Data......... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ................................................ Analisis Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe ............................................................................................................................................ Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan ............................................................................................................... Kejadian MMK .......................................................................................................... 22 24 25 25 25 26 27 32 32 32 33 34 35 37 38 40 40 41 41 42 43 43 43 44 44 45 45 46 46 47 47 48 49 49 ........................................................................... Tingkat Konsumsi Zat Gizi .................... Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil............................. Tahapan Penelitian ..................................... Status Gizi ............................................... Kelarutan ............................................................................................................ Rendemen ............................................. Pemeriksaan Kesehatan dan Obat Khusus MMK .............................................. Pembuatan Tablet Isap Jahe ............................................................................................... Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe ........................................................................ Frekuensi MMK ..................................................................................................................................................... Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK ................... Profil Ibu Hamil ........................................................................................................................................................................................................................................... Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) .............. Konsumsi Jahe selama Hamil ...................... Pembuatan Produk .............. Kadar Air ................ HASIL DAN PEMBAHASAN ............................. Kandungan Gingerol ............................................................................................ Frekuensi Konsumsi Pangan .................................................................. Karakteristik Ibu Hamil ............................................................... Jangka Waktu Kejadian MMK .... Estimasi Kehilangan selama Pengeringan ...... Penyebab MMK ......

. Saran ...............................................Tepung Ekstrak Jahe Terbaik ............ 51 51 53 53 54 54 55 57 58 59 61 61 62 63 67 ...................................... Formulasi Tablet Isap Jahe ................................................................................. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe ......................................................................................................................... Kesimpulan ............................................ Derajat Keasaman (pH) ........................................................................................... Kekerasan............................................................................ DAFTAR PUSTAKA.............. LAMPIRAN ........................................................ KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................................................. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet ......................................................... Uji Mutu Hedonik................................................................................................................................... Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe ..... Waktu Larut........... Formula Tablet Isap Jahe Terbaik...............................................

... Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian ....................................................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit ...................................... Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi ......... Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan......... Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan......... Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA ................................................................................. Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya............................................... Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan ........................ Sebaran ibu hamil menurut karakteristik ..... ............ Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) ........................... Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan....................................... 18 19 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Pangan (BTM)……………................................................ Formulasi tablet isap jahe ……………………………………………… 44 52 52 44 36 37 39 41 41 41 42 43 7 11 11 32 33 34 35 .................................... 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi............. Sebaran terjadinya mual dan muntah kehamilan.............................................. Cara pengategorian dan analisis varibel ..........DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil.........

DAFTAR GAMBAR
Halaman 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Jahe ................................................................................................. Struktur senyawa gingerol................................................................ Spray dryer ...................................................................................... Vaccum dryer................................................................................... Freeze dryer .................................................................................... Skema tahapan penelitian................................................................ Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe......................................... Prosedur pembuatan tablet isap jahe ............................................... Beberapa produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan........................................................................... 13. 14. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ......................................................... Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 15. 16. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan…………………… Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................................ 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan ........................................................ Penampakan tablet isap jahe pada berbagai formulasi . ................... Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula .......................... Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula.......................... Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula….. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe .... Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe ..... Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe 51 52 53 54 55 56 57 58 59 50 49 49 48 47 46 10 13 24 24 24 25 26 26 38 45

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kuesioner profil ibu hamil .................................................................... Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe......................... Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe………………………… Kuesioner uji organoleptik tablet isap jahe .......................................... Kuesioner uji organoleptik dan penerimaan tablet isap jahe…………. Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan …………. Hasil analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ Hasil analisis mutu fisik tablet isap jahe pada berbagai formula .......... Hasil sidik ragam karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan........................................................................................ 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula ........... 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet………………… 12 Estimasi harga tablet isap jahe…………………………………………… 13 Kromatogram analisis kadar gingerol .................................................. 82 83 84 85 86 80 81 68 72 74 75 77 79

PENDAHULUAN
Latar Belakang Kondisi kesehatan ibu hamil di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, angka kematian ibu hamil dan melahirkan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa wilayah di Indonesia yang angka kematiannya masih tinggi (±400 orang) antara lain Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angka kematian ibu hamil dapat ditekan dengan mencegah berbagai risiko kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan sejak awal masa kehamilan. Beberapa masalah rawan kesehatan pada ibu hamil terjadi di awal masa kehamilan. Mual dan muntah merupakan gangguan yang umum terjadi di trimester pertama masa kehamilan namun tidak tertutup kemungkinan gejala tersebut akan tetap dialami oleh ibu hamil pada trimester berikutnya. Mual dan muntah kehamilan dapat menurunkan kemampuan dan stamina ibu hamil dalam porsi besar. Menurut Smith et al. (2004), sebanyak 25% ibu hamil yang mengalami masalah mual dan muntah memerlukan waktu untuk beristirahat dari pekerjaannya. Mual dan muntah yang terus menerus dan berlebihan dapat menjadi berbahaya apabila tidak segera dilakukan penanganan. Tubuh ibu hamil akan kekurangan protein dan energi sehingga kebutuhan kalori ibu hamil akan tidak tercukupi. Ibu hamil juga terancam kekurangan gizi jika ia sudah tidak dapat menelan makanan dan tidak dapat minum sehingga diperlukan infus cairan dan makanan. Menurut Nadesul (2005), mual dan muntah yang hebat juga banyak dipengaruhi oleh unsur kejiwaan sehingga perasaan ibu harus ditenangkan. Perawatan di rumah sakit disarankan untuk dilakukan agar tidak terjadi Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada bayi. Sebab mual dan muntah pada kehamilan masih belum diketahui dengan pasti oleh para ahli namun kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti perubahan hormonal selama kehamilan serta pengaruh psikologis. Penggunaan obat untuk mengatasi gangguan mual dan muntah masih terbatas. Produkproduk alami seperti jahe, rasberry merah, dan umbi liar telah disarankan di Amerika sebagai alternatif penanggulangan. Ibu hamil juga menggunakan pertolongan medis dan melakukan berbagai macam strategi untuk meredakan

salah satunya adalah mengonsumsi jahe (Anonim 2008). Tujuan Penelitian Tujuan Umum : Membuat suplemen untuk meminimalisasi terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil dengan memanfaatkan kandungan gingerol di dalam jahe sebagai pencegah mual dan muntah sehingga membantu terpenuhinya kebutuhan gizi ibu hamil sejak awal. riwayat kesehatan. status gizi. Tujuan Khusus : 1. Boy Abidin. Mual dan muntah kehamilan relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai keterangan dan hasil observasi terdahulu sebagai upaya aplikatif untuk menindaklanjuti manfaat jahe sebagai pereda gejala mual dan muntah kehamilan dengan mengolah jahe ke dalam bentuk produk yang dapat dikonsumsi secara aman oleh ibu hamil. sebagai obat antiemetik dan ayurvedik dari Cina. Walaupun beberapa sumber dari pusat informasi pengobatan di Amerika pada awalnya menyatakan bahwa jahe. menyatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu hamil untuk meringankan gejala mual dan muntah kehamilan agar tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin. namun penelitian lanjutan yang dilakukan di beberapa negara membuktikan bahwa jahe efektif dan tidak membawa efek buruk bagi ibu hamil dan bayinya (Kimura et al.. dan tingkat konsumsi zat gizi pada ibu hamil 3.gejala mual dan muntah yang mereka hadapi (Vutyavanich et al . Mempelajari ragam produk olahan jahe yang sudah dikembangkan . SpOG. perilaku dan kebiasaan makan. 2001). Mempelajari karakteristik. 2005). dr. memiliki pengaruh kontradiktif selama masa kehamilan. Spesialis kebidanan dan kandungan. Mempelajari besar sebaran terjadinya mual dan muntah ibu hamil pada masa kehamilan 2. Mempelajari seberapa baik jahe dikenal di masyarakat sebagai pereda mual dan muntah kehamilan serta pilihan bentuk produk pereda mual bagi ibu hamil 4. Konsumsi jahe untuk mengatasi mual dan muntah sebenarnya sudah lama menjadi tradisi di beberapa negara.

Bagi pemerintah dan para pengusaha di bidang industri pangan dan obatobatan.5. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan formula terhadap mutu fisik (kekerasan. 9. estimasi kehilangan selama pengeringan. Diharapkan agar lembaga atau instansi terkait juga lebih tanggap terhadap penggunaan bahan baku yang mengandalkan sumberdaya lokal sehingga sektor ekonomi di Indonesia dapat lebih ditingkatkan pula. penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk membuat produk bagi ibu hamil. Membuat produk pereda mual dan muntah terbuat dari jahe yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dalam bentuk tablet 6. kandungan senyawa gingerol. sebagai langkah preventif penanggulangan masalah kekurangan gizi sejak dini di Indonesia. pH. Mengidentifikasi pengaruh perbedaan metode pengeringan terhadap karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe (kadar air. rendemen. . khususnya yang menderita mual dan muntah. kelarutan. waktu larut) tablet isap jahe dan mengetahui mutu hedonik tablet isap jahe yang dihasilkan 8. Kemudahan akses informasi terhadap penemuan-penemuan baru di bidang penelitian dan pengembangan gizi diharapkan dapat lebih dimanfaatkan serta diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menganalisis kontribusi gingerol dan biaya produksi per tablet Mempelajari daya terima ibu hamil terhadap tablet isap jahe sebagai pereda mual dan muntah kehamilan Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi positif untuk meningkatkan peran masyarakat terutama yang berkecimpung di bidang gizi dan kesehatan agar terpacu dan lebih peka terhadap masalah gizi dan kesehatan di Indonesia. dan aspek-aspek hedonik) serta menyeleksi tepung ekstrak jahe dengan kualitas paling baik 7.

perubahan komposisi. pada dasarnya. faktor ekonomi. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution 1988 dalam Lubis 2003). cukup bulan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. pertambahan besarnya organ kandungan.000 kelahiran hidup. Bagi ibu hamil. Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. Tahun 1997 terdapat 318 orang jumlah ibu meninggal per 100. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. faktor budaya. Kematian ibu hamil disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor sosial.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. AKI meningkat pada tahun 1999 menjadi 380 orang ibu meninggal per 100. dengan berat badan normal sehingga kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (Lubis 2003).000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan 2005). maupun faktor kesehatan (Rahman 2003). Energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta selama trimester III (Hardinsyah & Martianto 1992). terdapat 377 orang ibu meninggal per 100. . dan metabolisme tubuh ibu. pertumbuhan uterus dan payudara. Kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Kesehatan dan Gizi Ibu Hamil Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1999 menunjukan terjadinya peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI).000 kelahiran hidup. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. serta penumpukan lemak. Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi karena kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. semua zat gizi memerlukan tambahan terutama pada intake energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Lubis 2003).

daging. 2005 dalam Andotopo & Arifin 2006). Vitamin A Adanya pertumbuhan janin. cairan amniotik. telur. uterus. Namun. Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. buah berlemak. dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra et al . sayuran berdaun hijau. serealia). di kebanyakan negara berkembang. masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan pentingnya masa kehamilan meskipun kehamilan sudah merupakan bagian dari daur hidup kehidupan pada wanita. ikan. Perubahan ini. pangan sumber karbohidrat (beras. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. Gizi yang Dibutuhkan Ibu Hamil Menurut Gizi dalam Angka. ikan. payudara). dan menyuplai jaringan baru. Sekitar 40 % wanita yang melahirkan prematur disebabkan oleh faktor yang tak diketahui (idiopatik). Kehamilan membutuhkan tambahan asupan pangan karena adanya peningkatan kebutuhan zat-zat gizi (Departemen Kesehatan 2005). Kebutuhan energi selama ibu hamil adalah untuk membentuk atau membangun jaringan baru (fetus. unggas. Beberapa zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan selama masa kehamilan antara lain: Energi Energi merupakan salah satu hasil metabolisme karbohidrat. protein dan lemak. oat. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplementasi vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. akar dan umbi- . keterbatasan nutrisi kehamilan (maternal) pada saat terjadinya proses pembuahan janin dapat berakibat pada kelahiran prematur dan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. Mengkonsumsi buahbuahan. dan biji berminyak). dan pangan sumber protein (daging. Menurut Lubis (2003). peningkatan volume darah. jagung. plasenta.Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah.

Kalsium Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitasnya bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992). Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. sayuran hijau. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu . akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang beresiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. jantung yang sehat. mengonsumsi. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih. syaraf dan otot. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. gigi. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. kacang-kacangan.umbian sehari-hari. dan menggunakan makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Guthe & Mead 1979 dalam Suhardjo 1989). dan keterampilan atau praktek seseorang terhadap makanan. biji-bijian. kacang-kacangan. sayuran daun hijau. Zat Besi Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. Kebiasaan Makan dan Perilaku Konsumsi Pangan Ibu Hamil Perilaku terhadap gizi dan makanan merupakan respon seseorang terhadap makanan yang meliputi pengetahuan. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. sikap.

Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak. Delapan puluh persen wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan.2 +0.2 +0.2 +0.1 mg Seng +30 +30 +30 mg Magnesium +0.seringkali mengalami kelahiran prematur. kurang mengalami masalah yang berarti selama kehamilan. Konsumsi pangan sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.3 +0.4 mg Vitamin B6 +200 +200 +200 mcg Vitamin B9 +0. pada umumnya. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992).3 mg Vitamin B1 +0.2 +0.2 +1. Ditemukan dari penelitian yang dilakukan di .4 +0. terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.3 mg Vitamin B2 +4 +4 +4 mg Vitamin B3 +0. Anak yang mengalami keadaan demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah.2 mcg Vitamin B12 +10 +10 +10 mg Vitamin C +150 +150 +150 mg Kalsium +13 +6 +0 mg Besi +9. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan.3 +0. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Tabel 1 Persyaratan mutu Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2005 ibu hamil Syarat Mutu Satuan AKG 2005 Hamil (Tambahan) Trimester I Trimester II Trimester III +100 +100 +100 Kkal Energi +17 +17 +17 g Protein +300 +300 +300 mcg/RE Vitamin A +0. Konsumsi pangan dan gizi yang mencukupi kebutuhan serta diiringi dengan latihan fisik ringan memberi dampak yang baik pada ibu hamil (Hardinsyah & Martianto 1992). lahir dengan berat badan rendah.2 +0. Ibu hamil yang cukup konsumsi pangan dan gizi sebelum hamil.3 +0.2 mg Mangan +50 +50 +50 mcg Iodium +5 +5 +5 mcg Selenium +0. pada umumnya.2 +0.2 mg Fluor Mual dan Muntah selama Kehamilan Gejala mual dan muntah banyak dialami oleh hampir semua wanita hamil.4 +0. atau lahir dalam keadaan meninggal.0 +4.3 +0.

gangguan metabolisme karbohidrat. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada namun apabila keadaan umum penderita terpengaruh. hipertiroid. pylori. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. ada juga yang sampai muntah-muntah berat sampai tak bisa melakukan apa pun. infeksi H. pertentangan dengan suami atau mertua. takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. pada wanita muda. dan lainnya. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah. terutama di bagian rahim.Cornell University. Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. kekurangan vitamin B. kesulitan sosioekonomi . Progesteron juga mengistirahatkankan kerja saluran pencernaan sehingga proses pengosongan perut berjalan lebih lambat. obesitas. dan lain sebagainya. Amerika Serikat. yang menyebabkan perut kosong lebih lama. meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Berat ringannya gejala mual dan muntah kehamilan berbeda-beda pada setiap wanita. hamil pertama kalinya. dan kehamilan bayi kembar (Anonim 2007). Hormon ini berperan dalam "melembutkan" otot-otot tubuh. Mual dan muntah terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) dan estrogen. Beberapa teori menekankan penyebab mual dan muntah pada ibu hamil adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada penyakit ini antara lain takut terhadap kehamilan dan persalinan. untuk mencegah kelahiran prematur. Hal ini mengakibatkan terjadinya gejala mual dan muntah. . Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. Kedua hormon ini diproduksi oleh plasenta dan janin. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. dan mengakibatkan meningkatnya asam lambung penyebab munculnya mual (Anonim 2007). hiperasiditas lambung. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. Teori lainnya adalah karena pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005).

Nama genus tersebut diturunkan dari kata Sanskrit yang menunjukkan “bentuk tanduk. namun. Biasanya muntah berhenti dalam beberapa hari. penderita dapat mulai memakan makanan lunak dalam porsi kecil.kehamilan kembar. karena memiliki kandungan minyak atsiri. Keluarga jahe merupakan kelompok tanaman tropis. serta vitamin melalui infus. Penderita berpuasa selama 24 jam. Cabang dari rimpang jahe. Kandungan ilmiah lain yang dimiliki jahe adalah gingerol. para ahli menyebutnya sebagai jenis tanaman antioksidan terkuat sedunia (Anonim 2007). Tanaman ini juga mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk membangkitkan energi. Faktor psikis dapat memicu dan memperburuk muntah. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005). Jahe merupakan tanaman jenis rimpang yang sejak dulu digunakan manusia sebagai bahan rempah dan obat-obatan. Rasa dominan pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama . dan limonene. elektrolit.” yang menerangkan tonjolan keluar pada bagian rimpang. Komplikasi lainnya adalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah. terutama yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Bahkan. Ahli botani Inggris William Roscoe (1753-1831) mempopularkan nama Zingiber officinale pada tahun 1807. Dapat pula diberikan obat anti-mual dan obat penenang. Terdiri atas lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. minyak terbang. Jika dehidrasi telah berhasil diatasi. Penderita dirawat dan mendapatkan cairan. glukosa. Cabangnya dikelilingi pelepah sebagai tempat tinggal daun-daunan bertingkat dua. biasanya berbentuk jari manusia dan memiliki bau harum. Berat badan penderita menurun dan terjadi dehidrasi. jahe jarang berbunga dalam pembudidayaan (Foster 2000 dalam Aminah 2004). Tanaman jahe tumbuh tegak selama bertahun-tahun dengan ketinggian 1-3 kaki. Jika gejala kembali kambuh maka pengobatan akan diulang kembali (Kaem 2006). hamil anggur (mola hidatidosa). Muntah yang terus terjadi akan dapat menyebabkan kerusakan hati. Jahe (Zingiber officinale) Jahe merupakan akar-akaran segar atau kering dari Zingiber officinale. Dehidrasi dapat menyebabkan perubahan kadar elektrolit di dalam darah sehingga darah menjadi terlalu asam. Genus Zingiber terdiri dari 85 spesies tanaman obat aromatik yang berasal dari Asia Timur dan Australia tropis. Kayunya menyerupai paku kekuningan dengan bunga-bunga bertepi ungu yang menjadi penguat di bagian bawahnya yang berwarna kuning kehijauan.

zingeron). tergantung umur panen dan tumbuhnya. natrium. dan pengolahan pasca panen. serat 2-4%.1%. jahe kering mengandung oleoresin yang terdiri dari gingerol. pemupukan. vitamin B6. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995). Kandungan kimia tersebut berbeda-beda tergantung dari faktor genetik dan faktor lingkungan tumbuh yang meliputi iklim. kalsium. fenol. enzim proteolitik. ketinggian. dan zingeberen sekitar 0. magnesium. Menurut Young et al. dan asam linolenik.3%.4-3.9%. Friedli (2002) dalam Aminah (2004) menjelaskan kandungan jahe meliputi minyak volatil. jenis tanah. dan getah. vitamin C. shogaol.3%. shogaol. mineral 1-2%. (2003) dalam Amalia (2004). Semakin tua umur umbi akar jahe semakin besar kandungan oleoresinnya.1-2. zingiberol. fosfor.5-5. rimpang jahe mengandung dua bagian utama yaitu minyak volatil yang membawa aroma dan gingerol sebagai pembawa rasa pedas.zingeron. zat tepung. protein 2. Sedangkan menurut Burkill (1953) dalam Khairani (2002).9%. Jahe Kandungan Gizi Jahe Komponen yang terkandung dalam jahe antara lain adalah air 80. kandungan oleoresin dalam jahe segar 0. Jahe mengandung 1-2% minyak volatil. Klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut: Dunia Kelas Subkelas Ordo Famili Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Musales : Zingiberaceae : Zingiber : Zingiber officinale Gambar 1. lemak 0.3%.2% yang memberikan . 5-8% bahan damar. cuaca. Menurut Ketaren dan Djatmiko (1980) dalam Khairani (2002). oleoresin (gingerol. dan karbohidrat 12. Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1.

Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Jahe juga termasuk jenis bahan pangan yang berpotensi dalam pencegah . Jahe adalah salah satu bahan pangan yang mengandung senyawa fenol yang berperan sebagai antioksidan.1 1. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersifat antikoagulan. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh.04% di dalam oleoresin (Whiteley et al.7 3. Menurut Rukmana (2000).rasa pedas dan zingiberol sekitar 0. Pertama.0 1. yaitu mencegah penggumpalan darah.9 7.1 Lemak (g) 116 21 Kalsium (mg) 148 39 Fosfor (mg) 12 4. minyak atsiri pada jahe menimbukan aroma khas. Kedua.0 Energi (KJ) 9. protease yang berfungsi memecah protein.3 Besi (mg) 147 30 Vitamin A (SI) 4 Vitamin C (mg) 5. Jahe dapat menghambat serotonin sebagai senyawa kimia pembawa pesan yang menyebabkan perut berkontraksi dan menimbulkan rasa mual (Sahelian 2007 dalam Amalia 2004).8 10.7 Total abu (g) Sumber : Koswara (1995) Manfaat Jahe Berdasarkan sejumlah penelitian. jahe memiliki manfaat antara lain untuk merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. lipase yang berfungsi memecah lemak. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol. jahe mempunyai beberapa manfaat yaitu sebagai antioksidan dan antikanker.0 Karbohidrat (g) 70. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting.53 Serat kasar (g) 4. sedangkan cita rasa jahe yang pedas dan agak pahit dipengaruhi oleh oleoresin yang merupakan komponen jahe. Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel 3.0 184. Hal tersebut mengakibatkan tekanan darah menjadi turun. Tabel 2 Komposisi kimia jahe per 100 gram (berat basah) Jumlah Komponen Jahe segar Jahe kering 1424. Menurut Schuler (1990) dalam Aminah (2004). 1951 dalam Khairani 2002).5 Protein (g) 6.

muntah. jahe mengurangi risiko mual dan muntah dalam 24 jam setelah operasi sebanyak 31%. jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau vitamin B6 dan dianggap aman untuk wanita hamil. Dikemukakan. dalam beberapa penelitian.Francesca Borelli dan kawan-kawan dari University of Naples Frederico mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari jahe. dan gejala lambung dan usus lainnya. menemukan bahwa 1 gram jahe per hari efektif dalam mengurangi gejala mual dan muntah kehamilan dan tidak terlihat memiliki efek samping atau efek yang buruk terhadap kehamilan. Rasmussan et al. Penggunaan jahe untuk mengatasi mual dan muntah tidak akan meningkatkan risiko negatif pada janin. dapat mengatasi mual. . Smith et al. Beberapa penelitian dalam sepuluh tahun ini telah mengevaluasi efek jahe dalam mencegah mual dan muntah setelah operasi. Dr. 2006). Dibandingkan plasebo. (1991) dalam Kimura et al. 2006). dalam dosis sedikitnya 1 gram. Satu-satunya efek yang terlihat dari pemberian jahe tersebut adalah ketidaknyamanan di bagian perut (Sripramote et al. Jahe. Jahe. bahkan hiperemesis gravidarum. Mengonsumsi jahe dapat merangsang pengeluaran air liur dan memperlancar cairan pencernaan. Persentase harapan pasien meningkat sampai 35% dalam mengatasi mual dan muntah. Menurut Megawati (2007). Beberapa penelitian yang dipublikasikan dua puluh tahun terakhir menerangkan klaim tradisional dalam penggunaan jahe sebagai anti muntah dan agen anti pembawa penyakit (Sripramote et al. mereka menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada wanita hamil. (2004) dalam penelitiannya menyatakan konsumsi tepung jahe dalam dosis 1 gram per hari selama 4 hari terbukti lebih baik dibanding plasebo dalam mengurangi dan mengatasi gejala mual dan muntah dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Jahe telah digunakan sebagai obat tradisional di Cina untuk menghilangkan mual. Jahe dan Kehamilan Jahe efektif untuk mengurangi derita mual dan muntah selama hamil. efektif mencegah mual dan muntah yang sering menimpa pasien setelah menjalani operasi. dengan menggunakan percobaan double-blind randomized cross-over.kanker karena terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker (antikarsinogenik) yang tinggi. (2005). muntah.

Kemudian disimpulkan bahwa 1 gram jahe dalam bentuk sirup per hari bermanfaat bagi pasien pada beberapa kasus mual dan muntah selama trimester pertama kehamilan. karena kandungan minyak atsiri pada jahe merah lebih banyak (Megawati 2007). tapi yang dianggap berkhasiat sebagai obat adalah jahe merah. Gingerol Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan. Gingerol juga dapat menyebabkan pembuluh darah membesar yang biasanya ditandai dengan efek hangat dan menghambat penerimaan serotonin di dalam lambung yang memicu terjadinya rasa mual. Jahe muda dimakan sebagai lalaban. Struktur senyawa gingerol Produk Olahan Jahe di Indonesia Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. Jahe juga digunakan dalam industri obat. Dikenal beberapa jenis jahe. Rimpangnya sangat luas dipakai. melaporkan bahwa jahe direkomendasikan sebagai obat alternatif untuk menangani kehamilan yang berhubungan dengan mual dan muntah di banyak negara bagian barat. Gambar 2. Jahe dapat . Fulder dan Tenne (1996) dalam Kimura et al. Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting. kembang gula dan berbagai minuman. antara lain sebagai bumbu masak serta pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. biskuit. Vutyavanich et al. minyak wangi dan jamu tradisional. (2001) menyimpulkan pada beberapa penelitian double-blind lainnya bahwa jahe bekerja efektif untuk mengatasi gejala mual dan muntah yang timbul selama masa kehamilan tanpa efek buruk yang menyertai. kue. menggunakan sirup jahe dalam air untuk mempelajari efek perbaikan jahe pada rasa mual di awal kehamilan. (2005). (2005). Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual. Penelitian double-blind tersebut menunjukkan perbaikan positif terjadi pada 77% kasus yang diujikan. juga diolah menjadi asinan dan acar.Keating dan Chez (2003) dalam Kimura et al.

telur. dibuat secara kempa-cetak berbentuk rata atau cembung rangkap. mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak. selama waktu melarut masih memenuhi persyaratan (>5 menit) maka tablet isap diharapkan menghasilkan efek terapi yang memadai (Sugiartono 2003). analgesik. atau bahkan vitamin yang diinginkan. wedang jahe. Minuman ini selain cocok untuk mengatasi keluhan mual juga memberikan rasa hangat dan menyegarkan karena jahe bersifat memperlancar aliran darah sehingga vitalitas meningkat dan orang merasa lebih sehat. ronde atau STMJ (susu. di antaranya bandrek. umumnya bulat. Lieberman & Kanig 1994). Tablet Isap Tablet adalah sediaan padat. Tablet isap (troches dan lozenges) biasanya dibuat dengan menggabungkan obat/ bahan aktif seperti antibiotik. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama. Jahe di India biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh (Koswara 1995). Troches dan lozenges merupakan bentuk dari tablet yang dimaksudkan untuk pemakaian rongga mulut. Oleh karena itu. Persyaratan mutu fisik tablet isap berbeda dengan tablet yang biasa. madu. dalam suatu bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma menarik. . sekoteng. tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu kurang dari 30 menit (Lachman. Terdapat produk hasil olahan jahe yang dikenal di masyarakat. Lozenges adalah bentuk sediaan obat atau bahan aktif yang memunyai cita rasa serta ditujukan untuk diisap dan bertahan dalam rongga mulut atau tenggorokan (Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain 2008) Dua bentuk utama lozenges adalah pemen kembang gula keras dan tablet kempa. antiseptik. perbedaan tersebut diantaranya adalah kekerasan lebih tinggi (>10 mg) dan melarut perlahan dalam mulut (sekitar 5-10 menit). sekoteng dan sirup (Koswara 1995). Namun. jahe). Tablet isap dirancang agar tidak mengalami kehancuran dalam mulut.memberi efek rasa panas dalam perut sehingga juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek. digunakan baik untuk tujuan pengobatan lokal maupun sistemik (Anief 2007).

Bahan Penyusun Tablet Isap Bahan-bahan utama yang biasa digunakan dalam pembuatan tablet isap adalah bahan dasar tablet (pengisi dan gula), pengikat, pencitarasa, pewarna, pelumas atau pelincir, dan bahan aktif yang diinginkan (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Tablet tertentu mungkin memerlukan suatu pemacu aliran. Sedangkan yang lainnya mungkin memerlukan zat pewarna, zat perasa, dan zat pemanis pada tablet kunyah (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Maltodekstrin terbuat dari hidrolisis pati dengan asam atau enzim. Kelompok polimer utama yang menyusun maltodekstrin seperti halnya pati adalah amilosa dan amilo pektin, sedangkan lipid, protein, fosfor, abu, dan air merupakan komponen penyusun lain dalam jumlah kecil. Maltodekstrin mempunyai Dekstrose Equivalent (DE) kurang dari 20. Semakin tinggi nilai DE maka produk akan semakin manis. Maltodekstrin digunakan pada produk yang berbentuk cair untuk memberi mouthfeel pada produk pengisi pada saat pengeringan dan sebagai bahan pengental (Luallen 2002 dalam Fardinatri 2007). Sukralosa merupakan pemanis dengan tingkat kemanisan sangat tinggi, mencapai 600 kali dibanding sukrosa. Sukralosa, dengan tingkat kemanisan yang begitu besar, tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Berdasarkan lebih dari 100 penelitian pada hewan dan manusia, Food and Drugs Association (FDA) menyimpulkan bahwa sukralosa tidak bersifat karsinogenik dan tidak menyebabkan gangguan reproduksi maupun risiko neurologik. Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun. Selain itu, karena tingkat kemanisannya yang sangat tinggi, jumlah sukralosa yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan sangat sedikit (Anonim 2008). Sukralosa tidak digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh karena tidak terurai sebagaimana halnya dengan sukrosa. Sukralosa tidak dapat dicerna dan langsung dikeluarkan oleh tubuh tanpa perubahan. Hal tersebut

menempatkan sukralosa dalam golongan Generally Recognized as Safe (GRAS) sehingga aman dikonsumsi wanita hamil dan menyusui serta anak-anak segala usia. Sukralosa teruji tidak menyebabkan karies gigi, perubahan genetik, cacat bawaan, dan kanker. Sukralosa tidak pula berpengaruh terhadap perubahan genetik, metabolisme karbohidrat, reproduksi pria dan wanita, serta terhadap sistem kekebalan. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives

(JECFA) menyatakan sukralosa merupakan bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi manusia dengan ADI sebanyak 10 sampai dengan 15 mg/ kg berat badan. Corporate Affairs Commission (CAC) mengatur maksimum penggunaan sukralosa pada berbagai produk pangan berkisar antara 120 sampai dengan 5.000 mg/ kg produk (Badan Standardisasi Nasional 2000). Sorbitol merupakan isomer optik dari mannitol. Sorbitol bersifat

higroskopis (menyerap air) pada kelembaban lebih dari 65% dan memiliki kalori (2,5 Kal/ gram) dan kemanisan (0,6 kali) yang relatif kurang dibandingkan dengan gula (sukrosa) (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sorbitol merupakan gula alkohol yang dikenal dapat termetabolisme secara lambat di dalam tubuh. Sorbitol merupakan gula pengganti yang sering digunakan dalam makanan diet dan bebas gula. Sorbitol terdapat secara alami pada banyak buah-buahan. Sorbitol juga direferensikan sebagai pemanis karena memberi energi makanan 2,6 Kal/ gram dengan rata-rata 4 Kal gula dan tepung (Anonim 2008). Sorbitol cocok digunakan dalam tablet isap yang terkikis di mulut secara lambat. Sorbitol juga memberikan rasa dingin pada mulut, memilki tekstur licin, dan memiliki kualitas kompresi yang baik. Selain itu, sorbitol tidak bersifat kariogenik pada gigi dan tidak bereaksi dengan bahan aktif dalam tablet (Peters 1989 dalam Fardinatri 2007). Aerosil merupakan bahan yang berfungsi sebagai pelincir sekaligus adsorban pada pembuatan tablet. Pelincir berfungsi untuk melancarkan masuk dan keluarnya bahan pada die (tempat cetakan tablet) sehingga banyak bahan yang masuk seragam serta berat tablet cetakan pertama dan selanjutnya tetap sama. Sebagai adsorban, aerosil dapat mengikat dan mempertahankan bahan yang agak basah tanpa membuat tablet menjadi basah. Adsorban biasanya ditambahkan pada bahan aktif yang basah atau berminyak (seperti vitamin E) sebelum dicampurkan pada bahan lainnya (Peck, Baley, McCurdy & Banker 1989 dalam Fardinatri 2007). Magnesium stearat mudah terbakar langsung dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak. Merupakan bubuk sabun putih dengan pH basa. Magnesium stearat diperoleh dari asam stearit yang banyak diturunkan dari sumber tanaman (Morgan 2008). Magnesium stearat digunakan sebagai pencegah lengket antara tablet dengan peralatan yang digunakan di pabrik-pabrik dalam bidang teknologi farmasi selama proses pengempaan (Anonim 2008). Magnesium stearat berperan sebagai pelumas dalam pembuatan tablet. Penggunaannya dianjurkan

untuk mengurangi gesekan antara dinding tablet dengan dinding die pada saat tablet ditekan keluar. (Lachman, Lieberman & Kanig 1994). Sodium benzoat merupakan bahan pengawet makanan yang tersebar luas dan umumnya digunakan di bawah 0.1% pada berbagai makanan. Pembatasan sodium benzoat pada makanan bukan dikarenakan toksisitasnya namun pada level penggunaan lebih tinggi dari 0.1% akan meninggalkan aftertaste yang tidak enak pada makanan (Anonim 2008). Benzoat bekerja secara optimal pada kisaran pH 2.5-4.0 pada makanan yang asam atau diasamkan. Sodium benzoat efektif digunakan untuk mencegah kontaminasi khamir dan bakteri. Menurut FDA, sodium benzoat aman (UDA/GRAS) dan dapat digunakan sampai 0.2% atau 0.3% dalam bahan makanan karena mekanisme detoksifikasi benzoat dalam tubuh. Syarat ketetapan tersebut terdapat juga di dalam UU no.235/Menkes/Per/VI/1979. Rasa sweetish atau astringent yang tertinggal dapat diatasi dengan mengurangi penggunaannya atau mengombinasikannya dengan kalium sorbat atau ester dari asam parahidroksibenzoat (Fardiaz et al. 1988). Asam sitrat dengan rumus molekul C6H8O7 adalah asam trikarboksilat berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat merupakan asam organik kuat yang memiliki sifat-sifat kimia antara lain mudah larut dalam air, kelarutannya dalam alkohol sedang, dan sedikit larut dalam eter (Branen, Davidson & Salminen 1990). Asam sitrat banyak digunakan pada makanan sebagai asidulan atau zat pengasam. Asidulan dapat bertindak sebagai penegas rasa dan warna atau menyelubungi after taste yang tidak disukai. Sifat asam senyawa ini dapat mencegah pertumbuhan mikroba dan bertindak sebagai bahan pengawet. Derajat keasaman rendah pada buffer yang dihasilkannya mempermudah proses pengolahan. Salah satu tujuan utama penambahan asam pada makanan adalah untuk memberikan rasa asam karena asam dapat mengintensifkan penerimaan rasa-rasa lain. Unsur yang menyebabkan rasa asam adalah ion H+ atau ion H3O+ (Winarno 1997). Asam sitrat digunakan dalam industri makanan karena kelarutannya yang tinggi, memberi rasa asam yang enak, dan tidak bersifat racun. Metode Ekstraksi Ekstraksi adalah pemindahan selektif suatu senyawa dari bentuk cair fase air ke bentuk cair lainnya (fase organik) atau dari bentuk padat ke bentuk cair. Prosesnya disebut ekstruksi cairan. Ekstraksi cairan dapat berupa cairan dan

Beberapa jenis pengering di industri pangan antara lain: Spray Dryer (Pengering Semprot) Pengeringan semprot secara luas digunakan pada produksi pengenziman skala besar karena biayanya yang lebih rendah (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Prinsip dari suatu metode ekstraksi adalah pemisahan suatu komponen tersebut. Jenis pengatomisasi adalah aspek penting karena digunakan untuk menilai energi yang diperoleh dari penyemprotan. dan hasil ekstrak. Umumnya digunakan pada produk susu. Efektivitas suatu ekstraksi dipengaruhi oleh ukuran partikel. Pengeringan juga mengurangi volume produk sehingga distribusi dan penyimpanan produk mudah dilakukan (Hariyadi 2006).4-4 mm). Tekanan pengatom digunakan untuk menghasilkan tetesan dengan menekan cairan melalui lubang kecil (0. tingkat pengeringan. Uap . dan pelarut yang digunakan (Wikandari 1994). Penurunan tekanan juga menurunkan suhu kelembaban produk sehingga penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk. Terjadi perpindahan kelembaban dari produk cair setelah cairan diatomisasi atau disemprot ke dalam udara panas oleh kamar-kamar pengering. Tujuan utama pengeringan adalah untuk memelihara produk selama penyimpanan dengan mengurangi uap air sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh dan mempertahankan kualitas dan nilai gizi. teh.padatan cair. telur. Biaya operasional lebih rendah dengan menggunakan pemercik putar (Hariyadi 2006). ukuran dan distribusi tetesan yang terdapat pada area pemindah panas. kecepatan dan jalur tetesan. kopi. krim. tekstur bahan. Metode Pengeringan Pengeringan merupakan penghilangan kelembaban pada bahan makanan. Alat ini jarang digunakan pada bahan makanan dengan konsentrasi tinggi. sari buah. serta jenis ukuran produk akhir (pemercik hidrolik dan pemercik putar) (Hariyadi 2006). Vacuum Dryer (Pengering Vakum) Dehidrator jenis ini menggunakan vakum untuk mempertahankan tekanan uap paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. Pengeringan produk makanan cair sering dilakukan dengan menggunakan pengering jenis ini. Diameter sebaran tetesan dan konsistensi lapisan rongga produk yang dikeringkan akan menyempit. Tingkat alir maksimal adalah 1 liter/ jam dengan kisaran tekanan antara 300-4000 psig.

Umumnya. Kamar pengeringan dihubungkan dengan kondensor es silinder yang terpisah melalui klep tertutup. kromatografi penukar. Metode kromatografi modern terdiri atas metode HPLC (High Pressure Liquid Chrometography) dan metode TLC (Thin-Layer . kopi. dan beku (Hariyadi 2006).dipindah dan didifusikan terhadap peningkatan kelembaban dengan vakum. dan flakes (Hariyadi 2006). Peralatan yang digunakan digambarkan sebagai rak-rak yang bekerja memutar. Metode Kromatografi Thin Layer Chromatography (TLC) Metode kromatografi adalah metode pemisahan suatu komponen. Kromatografi cair meliputi metode kromatografi sederhana dan metode kromatografi modern. Fase bergerak berupa gas atau cairan. berbentuk kerucut. kromatografi adsorbansi. sayuran. Pengeringan beku secara industri memiliki 20 m3 daerah berbuku-buku. Berdasarkan prinsip pemisahannya. Kamar pengering bagian depan dapat disegel ke dalam dinding pada area yang bersih (Hariyadi 2006). Beberapa jenis enzim diketahui menginaktivasi secara sebagian atau keseluruhan selama proses pengeringan sehingga pengeringan vakum merupakan metode yang baik untuk melindungi enzim-enzim tersebut dari degradasi atau oksidasi termal. 1991 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). di mana komponen yakan dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. dan kromatografi eksklusi. pengering beroperasi pada kisaran temperatur 10-500C pada daerah kontak langsung (Strumillo et al. terutama pada produk dengan hasil kualitas yang diterima dengan baik oleh konsumen. Freeze Dryer (Pengering Beku) Pengeringan beku biasanya digunakan untuk mengeringkan enzim-enzim yang bersifat labil terhadap suhu dalam jumlah sedikit (Yamato & Sano 1992 dalam Pilosof & Terebiznik 2000). Sistem pendingin termasuk kompresor pendingin air dan seri penukar panas terhadap pendinginan atau pemanasan sirkulasi air asin. buah-buahan. Umumnya digunakan pada produk sari buah. sedangkan fase diam berupa padatan atau cairan (Meloan 1999). kromatografi dibedakan menjadi 4 yaitu kromatografi partisi. Pengering beku memegang peranan penting untuk digunakan pada berbagai jenis makanan. udang. Terjadi penurunan suhu produk sehingga sebagian besar kelembaban produk berada dalam level padatan dan menurunkan tekanan sekeliling produk dengan sublimasi es yang didapatkan.

Chromatography) (Tissue 1996). Titik-titik terpisah divisualisasikan dengan cahaya ultraviolet atau dengan menempatkannya pada media dalam iodin yang menguap. Media ditempatkan dalam wadah pelarut dan pelarut bergerak ke atas secara kapiler. Thin-Layer Chromatography (TLC) adalah teknik kromatografi yang berguna untuk memisahkan komponen organik yang terpisah. media tersebut berpindah dari wadah pelarut. TLC sering digunakan untuk mengamati reaksi organik yang terjadi dan untuk mengetahui kemurnian produk karena kepraktisan dan kecepatannya. . Perbedaan komponen campuran bergerak ke atas dengan tingkat berbeda karena perbedaaan reaksi partikel antara fase cair bergerak dan fase diam (Tissue 1996). Jumlah contoh dapat diidentifikasi dengan standar yang simultan. Saat pelarut di depan mencapai tepi lain dari fase diam. TLC terdiri atas fase diam yang terhenti pada media plastik dan pelarut.

Departemen Gizi Masyarakat. Panelis semi terlatih yang dipilih berjumlah 25 orang. Pengambilan contoh ibu hamil dilakukan di Desa Babakan. Kriteria pemilihan contoh antara lain: 1) tinggal di Desa Babakan. Panelis semi terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian organoleptik terhadap tepung ekstrak jahe. Departemen Gizi Masyarakat. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian . Sedangkan. Bogor. Data ibu hamil diperoleh dari Puskesmas serta rekapitulasi data kader Posyandu Desa Babakan. sampai proses analisis dilakukan di Laboratorium Percobaan Makanan dan Laboratorium Analisis Zat Gizi. Kecamatan Dramaga. Jumlah ibu hamil yang terpilih sebagai contoh utama dalam penelitian ini adalah 20 orang dengan usia kehamilan antara 12-30 minggu. Pilot Plant Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center.METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2008 sampai Juli 2008. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive karena letak yang mudah dijangkau sehingga memudahkan akses antara lokasi pembuatan produk dengan tempat tinggal ibu hamil. Institut Pertanian Bogor. Sedangkan. pembuatan tablet isap jahe. Jakarta. pembuatan tepung ekstak jahe. Pembuatan produk yang meliputi pembuatan ekstrak jahe. Institut Pertanian Bogor. serta Laboratorium Lembaga Tenaga Farmasi TNI AL (LAFIAL). Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). penilaian organoleptik dan uji penerimaan produk dilakukan di Puskesmas dan rumah ibu hamil yang menjadi contoh. 2) dapat berkomunikasi dengan baik. Jumlah ibu hamil di Desa Babakan adalah 42 orang. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). untuk uji daya terima produk dipilih 20 orang ibu hamil yang terdiri atas 2 contoh utama yang tersisa (drop out karena melahirkan dan pindah rumah) dan 18 orang ibu hamil lain di Desa Darmaga sebagai pengganti contoh utama yang drop out. Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe dan tablet isap jahe dilakukan di Laboratorium Organoleptik. Institut Pertanian Bogor. Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tropis. Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Contoh yang digunakan sebagai profil untuk mengetahui penerimaan produk adalah ibu hamil. dan 3) bersedia dijadikan contoh.

jenis makanan yang dikonsumsi selama MMK. hipertensi. frekuensi kehamilan dengan MMK terparah. Data primer tersebut meliputi data ibu hamil serta data pembuatan dan analisis produk. dan konsumsi obat MMK. pemeriksaan diri terhadap gangguan MMK. Data ibu hamil tersebut meliputi karakteristik ibu hamil. aborsi. Wanita Usia Subur (WUS) dikatakan menderita Kekurangan Energi Kronis (KEK) jika ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23. Data status gizi ibu hamil dilakukan dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). status gizi ibu hamil. Sedangkan data pengetahuan tentang jahe meliputi pendapat apabila jahe diberikan pada saat kehamilan.5 cm dan akan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). dan 3) bersedia menjadi panelis. Panelis terlatih ini dipilih untuk melakukan penilaian mutu organoleptik terhadap tablet isap jahe. dan 3) bersedia menjadi panelis. Data MMK meliputi frekuensi MMK selama hamil. melahirkan bayi mati. influenza. serta pengetahuan tentang jahe. dan makanan yang menyebabkan alergi. Data riwayat kehamilan meliputi riwayat keguguran. melahirkan bayi kurang dari 37 minggu. batuk. jantung. pilihan produk MMK yang dikehendaki. dan persalinan normal. dan lain-lain. makanan pantangan selama hamil. Data kebiasaan makan meliputi frekuensi makan makanan utama dalam sehari. riwayat kehamilan dan penyakit ibu hamil. tingkat keparahan MMK. Kriteria pemilihan panelis antara lain: 1) merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Panelis terlatih yang dipilih berjumlah 20 orang. Data riwayat penyakit ibu hamil meliputi penyakit anemia. pendapat apabila jahe diolah . 2) pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai penilaian organoleptik atau berpengalaman dalam melakukan penilaian organoleptik. melahirkan bayi sungsang. recall konsumsi pangan ibu hamil 1x24 jam. diare. sebab MMK. frekuensi makan makanan selingan dalam sehari. riwayat mual dan muntah kehamilan (MMK). melahirkan secara ceasar. 2) memahami cara melakukan penilaian organoleptik atau pernah melakukan penilaian organoleptik sebelumnya. typus. diabetes. jangka waktu terjadinya MMK. kebiasaan makan ibu hamil. melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2500 gram. Data ibu hamil diperoleh melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner dengan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup.Bogor (IPB). frekuensi konsumsi pangan ibu hamil. Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data yang digunakan adalah data primer.

estimasi kehilangan selama pengeringan. dan penampakan keseluruhan. Data analisis tepung ekstrak jahe meliputi analisis karakteristik fisik dan kimia tepung ekstrak jahe. dan derajat keasaman (pH). dan sangat tidak suka. Seluruh skala dalam penilaian organoleptik dan mutu organoleptik diubah menjadi skala numerik dengan angka menaik berdasarkan tingkat kesukaan. aroma jahe. rasa flavor. agak tidak suka. dan sangat tidak suka. Masing-masing parameter tersebut diuji mutu organoleptiknya karena memegang peranan penting terhadap kesan pertama konsumen terhadap produk dan lebih lanjut berpengaruh terhadap penerimaan konsumen terhadap produk.sebagai produk pereda MMK. dan warna. aroma keseluruhan. warna. suka. dan penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe. Data penilaian organoleptik tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi parameter rasa jahe. agak tidak suka. rasa pedas. aroma. biasa. tidak suka. aspek- . dan kelarutan. rendemen. suka. dan penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe. data pembuatan. rasa keseluruhan. waktu larut. tekstur saat isap. tekstur. serta data penilaian organoleptik dan uji penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil. mouthfeel. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka. dan kesediaan ibu untuk mencoba produk pereda MMK yang terbuat dari jahe. agak suka. sedangkan karakteristik kimia meliputi kandungan senyawa gingerol. suka. Data penerimaan tablet isap jahe oleh ibu hamil meliputi pertanyaan tentang pendapat ibu hamil tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi MMK. rasa manis. agak suka. Skala penilaian adalah 1-9 yang meliputi kategori amat sangat suka. dan amat sangat tidak suka. Data penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe oleh panelis terlatih meliputi parameter rasa manis. tidak suka. tidak suka. warna. rasa pedas. agak tidak suka. rasa jahe. Data pembuatan produk meliputi data pembuatan. agak suka. aroma keseluruhan. rasa pedas. dan penampakan keseluruhan. tanggapan ibu hamil setelah mencoba produk. tekstur isap. Karakteristik fisik meliputi kadar air. sangat tidak suka. analisis. aroma flavor. Data analisis tablet isap jahe meliputi analisis mutu fisik tablet yang terdiri dari kekerasan. analisis. Data penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe oleh panelis semi terlatih meliputi parameter rasa jahe. sangat suka. aroma jahe. rasa keseluruhan. Skala penilaian adalah 1-6 yang meliputi kategori sangat suka.

Freeze dryer . sodium benzoat sebagai pengawet. aspek-aspek produk yang tidak disukai. vacuum dryer. dan freeze dryer dari Pilot Plant SEAFAST Center. sukralosa diperoleh dari PT Halim Sakti Pratama. magnesium stearat dan talk diperoleh dari Toko Kimia Bratachem. maltodekstrin sebagai bahan pengisi. magnesium stearat dan talk sebagai pelincir dan pelicin. Bogor. Jakarta. aerosil sebagai adsorban. aerosil. Vacuum dryer Gambar 5. dan flavour bubuk rasa teh hijau. Jakarta. dan sodium benzoat diperoleh dari LAFIAL. sukralosa dan sorbitol bubuk sebagai pemanis. green tea powder diperoleh dari Takasago Internasional Singapore. Bogor. maltodekstrin diperoleh dari Toko Kimia Setia Guna. cawan porselen. Jakarta. stopwatch. dan erlenmeyer diperoleh dari Laboratorium Kimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat. Sedangkan alat pengempa diperoleh dari LAFIAL. dan kemungkinan ibu hamil membeli produk apabila produk beredar di pasaran.aspek produk yang disukai. asam sitrat. penetrometer. Alat analisis antara lain neraca analitik. termometer. Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan adalah jahe merah segar sebagai bahan baku utama. Spray dryer Gambar 4. IPB. Jakarta. Alat-alat yang digunakan antara lain spray dryer. Jakarta. oven. IPB. Gambar 3. sorbitol bubuk diperoleh dari PT Kimia Farma. Jahe merah diperoleh dari Pasar Bogor.

metode ekstraksi jahe segar dengan cara refluk menggunakan soxhlet dan penghancuran dengan blender memberikan hasil yang relatif sama. Skema tahapan penelitian Pembuatan Produk Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tahapan ini dimaksudkan untuk memperoleh tepung ekstrak jahe terbaik dari 3 jenis pengeringan yang dilakukan dengan menganalisis karakteristik fisik dan penilaian organoleptis penelis. Semakin banyak kandungan oleoresin dalam bahan tersebut. Menurut Schubert (1981) dalam Wikandari (1994). Luas permukaan terhadap volume menjadi lebih luas dan mempunyai daya kapilaritas yang lebih besar dari pelarut.5 menit dengan perbandingan pelarut dan jahe adalah 20:1. Berdasarkan hasil penelitian Wikandari (1994). keamanan. pelarut juga lebih mudah dan lebih banyak berdifusi ke dalam partikel-partikel jahe sehingga proses ekstraksi . efektivitas.Tahapan Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yang disajikan melalui skema di bawah ini : Pengambilan data ibu hamil Pembuatan tepung ekstrak jahe Uji karakteristik fisik dan kandungan senyawa kimia (gingerol) Pemilihan tepung ekstrak jahe terbaik Pembuatan tablet isap jahe Analisis mutu fisik dan organoleptik Uji kesukaan dan daya terima tablet isap oleh ibu hamil Gambar 6. hanya waktu ekstraksi dengan metode penghancuran menggunakan blender jauh lebih singkat dan sederhana. Pemilihan prosedur ekstraksi dengan campuran air menggunakan blender dilakukan atas pertimbangan harga. metode blender menghasilkan partikel yang lebih halus daripada soxhlet. semakin memungkinkan diperoleh gingerol dalam jumlah yang lebih besar pula. Pemilihan jahe merah sebagai bahan baku zat aktif dilakukan dengan pertimbangan kandungan oleoresinnya yang tinggi. Menurut Wikandari (1994). dan kepraktisan dalam proses pengekstrakan. Jumlah senyawa gingerol optimal diperoleh dengan kecepatan maksimum (skala 7) dalam waktu 7.

Prosedur pembuatan tepung ekstrak jahe (Wikandari 1994) Pembuatan Tablet Isap Jahe Tepung ekstrak jahe dengan karakteristik terbaik selanjutnya digunakan dalam tablet isap. dan bubuk talk). bahan pengisi tablet yang berfungsi juga sebagai pengisi tablet dan pemanis (sukralosa dan sorbitol bubuk). ditambahkan bahan pengisi maltodekstrin ke dalam ekstrak jahe dan dihomogenisasi. dan pengempaan. pencampuran. Rimpang jahe segar dicuci dan dikupas Jahe dipotong kecil-kecil dan diekstraksi bersama air dengan perbandingan 1:20 menggunakan blender dengan skala 7 selama 7. Sebelum dilakukan pengeringan.berjalan lebih singkat. aerosil. Bahan yang digunakan adalah tepung ekstrak jahe. Penimbangan bahan-bahan Pencampuran dalam kantung plastik Pengocokan dalam kantung plastik Pengempaan dengan metode kempa langsung Tablet isap jahe Gambar 8. Pemilihan pengering dari jenis spray dryer. serta bahan pengawet (sodium benzoat) dan bahan perasa (asam sitrat dan green tea powder). Metode pembuatan tablet isap merupakan trial and eror dari metode kempa langsung dengan tahapan: penimbangan bahan. vacuum dryer. Pengaruh perputaran rotor akan memperkuat dan mempercepat kontak antara pelarut dengan partikel-partikel jahe dan mempercepat kontak antara pelarut dengan patikel-partikel bahan. pengocokan. Perbandingan ekstrak jahe dan bahan pengisi adalah 9:1.5 menit Ditambahkan bahan pengisi 10% dan dihomogenisasikan Dikeringkan dengan 3 jenis pengering Dianalisis karakteristik fisik dan kandungan senyawa gingerol Dipilih tepung ekstrak jahe terbaik Gambar 7. bahan anti lengket (magnesium stearat. dan freeze dryer dilakukan dengan pertimbangan ketiganya umum digunakan sebagai pengering bahan pangan yang diambil ekstrak atau sarinya. Prosedur pembuatan tablet isap jahe .

Coding dilakukan dengan cara menyusun code-book sebagai panduan entry dan pengolahan data. pengetahuan ibu hamil tentang jahe. dan selanjutnya dianalisis. dan Statistical Analysed System (SAS). Entry dan cleaning data dilakukan kemudian untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam memasukkan data. zat besi (mg). Statistical Program for Social Sciences (SPSS) versi 11. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan dilakukan terhadap perlakuan dalam dua tahap pembuatan produk yaitu pembuatan tepung ekstrak jahe dan pembuatan tablet isap jahe. Berdasarkan Hardinsyah dan Briawan (1994). dan vitamin A dikategorikan tidak cukup (<77%) dan cukup ( 77%). kalsium (mg). entry. Data frekuensi konsumsi pangan melalui metode food frequency questionnaire secara berturut-turut dikonversikan ke dalam satuan energi (Kal).5 for Windows. dan pilihan produk pereda MMK untuk ibu hamil. Sedangkan analisis Kruskal Wallis dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diteliti dalam pembuatan produk.Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data dilakukan mulai dari editing. konversi dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kgij = (Bj/100) x Gij x BDDj/100) Keterangan: Kgij = kandungan zat gizi dalam bahan makanan j Bj Gij = berat makanan j yang dikonsumsi (g) = kandungan zat gizi dalam 100 gram BDD bahan makanan j Kecukupan zat gizi dihitung berdasarkan angka kecukupan zat gizi yang dianjurkan menurut umur dan berat badan sehat. protein (g). dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) 1994. Analisis data diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excell 2003. Sedangkan menurut Gibson (2005). Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran umum dan profil ibu hamil. Tingkat konsumsi energi dan protein dikategorikan menjadi cukup ( 70%) dan tidak cukup (<70%) (Azwar 2004). dan vitamin A (RE). kalsium. coding. tingkat kecukupan zat besi. Analisis dan uji yang digunakan dalam penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis nonparametrik Kruskal Wallis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). kejadian MMK pada ibu hamil. Perlakuan yang diberikan pada unit BDDj = bagian bahan makanan j yang dapat dimakan . cleaning.

menggunakan vacum dryer. Model matematisnya adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij = Nilai pengamatan respon karena pengaruh taraf ke-i formula pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh formula pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari formulasi pada ulangan ke-j = Banyaknya taraf formula = Banyaknya ulangan (j = 2) i j . dan menggunakan freeze dryer. Peubah yang diamati adalah mutu fisik (kekerasan. pH) dari tablet isap jahe. waktu larut. kelarutan) dan kandungan senyawa gingerol dari tepung ekstrak jahe. rendemen. dengan penambahan green tea powder (formula 2) dan tanpa penambahan asam sitrat maupun green tea powder (formula 3).percobaan pembuatan tepung ekstrak jahe adalah metode pengeringan ekstrak jahe dengan 3 taraf yaitu menggunakan spray dryer. Perlakuan yang diberikan pada unit percobaan adalah penambahan flavor yang terdiri dari tiga taraf yaitu dengan penambahan asam sitrat (formula 1). Unit percobaan yang diamati adalah formula tablet isap jahe terpilih. estimasi kehilangan. Peubah yang diamati adalah karakteristik fisik (kadar air. Model matematisnya (Sudjana 1995) adalah sebagai berikut : Yij = µ + Ai + Keterangan : Yij µ Ai ij ij =Nilai pengamatan pengaruh taraf ke-i metode pengeringan ekstrak jahe pada ulangan ke-j = Nilai rata-rata pengamatan = Pengaruh metode pengeringan : ekstrak jahe pada taraf ke-i =Galat percobaan karena pengaruh taraf ke-i dari metode pengeringan : ekstrak jahe pada ulangan ke-j i j = Banyaknya taraf metode pengeringan : ekstrak jahe = Banyaknya ulangan (j = 2) Rancangan percobaan yang digunakan dalam pembuatan tablet isap jahe adalah RAL dengan dua kali ulangan (Sudjana 1995).

Tabel 3 Cara pengategorian dan analisis variabel No 1. Deskriptif 4.5 cm) 2. 5. Usia ibu hamil Kategori Pengukuran 1. Tidak KEK ( 23.Data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor modus dan rata-rata persentase panelis yang dapat menerima dari masing-masing taraf perlakuan. 6. 4. Usia reproduksi yang kurang aman dan sehat (<20 tahun atau >35 tahun) Analisis Deskriptif 2. 7. 1. Frekuensi pangan . Kebiasaan makan ibu hamil Deskriptif 6. 4. 3. 2. Jenis pangan 3. zat besi. 2. Cukup ( 77%) 2. 4. Tidak cukup (<70%) Tingkat konsumsi kalsium. Riwayat penyakit ibu hamil Deskriptif 5. 8. Jika perlakuan yang dianalisis dengan uji nonparametrik Kruskal Wallis signifikan. KEK (<23. 1. 1. Tidak cukup (<77%) Deskriptif 2. Keguguran Melahirkan BBLR Melahirkan prematur Persalinan normal Anemia Hipertensi Typus Diare Batuk Flu Mag Demam Makanan utama Makanan selingan Makanan pantangan Alergi makanan Jumlah pangan 1. 3.5 cm) Deskriptif 3. Usia kehamilan 3. 3. Usia reproduksi aman dan sehat (20-35 tahun) 2. Cukup ( 70%) 2. Kehamilan keLingkar Lengan Atas (LILA) 1. Status gizi ibu hamil Riwayat kehamilan 2. 2. Konsumsi pangan Tingkat konsumsi energi dan protein: 1. Kelompok Data Karakteristik ibu hamil Variabel 1. dan vitamin A: 1. maka dilakukan uji lanjut multiple comparisson (Gaspersz 1994).

Deskriptif 11. Memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap 9-10 menit) 2. Kelarutan Kandungan senyawa gingerol 1. Belum memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap (<10 mg) 1. Rendemen 3.Tabel 3 (Lanjutan) No 7. 4. Sebab MMK 8. Kadar air 2. Tingkat keparahan MMK 3. Makanan yang dikonsumsi pada saat MMK 4. Rasa jahe Rasa pedas Aroma Tekstur Warna Keseluruhan Kekerasan Kategori Pengukuran Analisis Deskriptif 8. Mutu fisik tablet isap jahe 2. Frekuensi MMK 2. Pengetahuan tentang Jahe dan pilihan produk MMK Deskriptif 9. 2. Konsumsi obat MMK 1. 1. 6. Jangka waktu terjadi MMK 5. 3. Karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Karakteristik kimia tepung ekstrak jahe Penilaian organoleptik tepung ekstrak jahe Kruskal Wallis 10. Frekuensi kehamilan dengan MMK terparah 6. Waktu larut 1. Belum memenuhi prasyarat waktu larut tablet isap (<9-10 menit) Kruskal Wallis 3. Kategori tidak disukai (skor 1-3) Deskriptif 12. Kategori disukai (skor 4-6) 2. 5. Kesediaan mencoba produk pereda MMK dari jahe 1. Kelompok Data Riwayat mual dan muntah kehamilan Variabel 1. Estimasi kehilangan 4. Pilihan produk MMK 3. Pemberian jahe saat kehamilan 2. Pemeriksaan diri terhadap MMK 7. 1. Pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK 4. Memenuhi prasyarat kekerasan tablet isap ( 10 mg) 2. Derajat (pH) keasaman .

2. 2. Kategori bermutu baik (skor 5-9) 2. 3. Variabel Rasa manis Rasa flavor Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma flavor Aroma keseluruhan Mouthfeel Tekstur isap Warna Rasa jahe Rasa manis Rasa pedas Rasa keseluruhan Aroma jahe Aroma keseluruhan Warna Tekstur isap Keseluruhan Produk tablet isap jahe untuk MMK Tanggapan setelah mencoba Aspek-aspek yang disukai Aspek-aspek yang tidak disukai Kemungkinan membeli produk Kategori Pengukuran 1. 5. 2. untuk parameter rasa pedas. 9. 4. 6.Tabel 3 (Lanjutan) No 13. 5. 6. 10. 4. 1. 9. Kategori diterima (skor 4-6) 2. 1. 7. 4. 8. Kategori belum diterima (skor 1-3) Analisis Deskriptif 14. 3. 3. 7. Kelompok Data Penilaian mutu organoleptik tablet isap jahe 1. skor 8 dan 9 juga termasuk ke dalam kategori belum bermutu baik 1. Kategori belum bermutu baik (skor 1-4). 5. Penerimaan produk tablet isap jahe Deskriptif . 8. Penilaian organoleptik tablet isap jahe Deskriptif 15.

usia kehamilan. Tabel 4 Sebaran ibu hamil menurut karakteristik Karakteristik Ibu n % Hamil Usia Ibu Hamil (tahun) <20 1 5 20-35 16 80 >35 3 15 Total 20 100 Min-maks 18-37 tahun Rata-rata±SD 28. mentalnya belum matang sehingga mudah mengalami keguncangan yang mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi selama kehamilannya. yaitu kurang dari 20 tahun.7±5. Usia reproduksi yang sehat dan aman adalah umur 20-35 tahun.HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Ibu Hamil Karakteristik Ibu Hamil Sebaran ibu hamil menurut karakteristik usia ibu hamil. dan lebih dari 35 tahun. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun secara biologis belum optimal.5 Kehamilan ke30 6 1 25 5 2 25 5 3 15 3 4 5 1 5 Total 20 100 Usia ibu hamil dikategorikan menjadi tiga menurut sebarannya. emosinya cenderung labil. Kehamilan di usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun dapat menyebabkan anemia. Usia ibu hamil berkaitan dengan perkembangan alat-alat reproduksinya. dan frekuensi kehamilan disajikan dalam Tabel 4 berikut. Sedangkan kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun terkait dengan kemunduran dan penurunan daya tahan tubuh serta berbagai penyakit (Mawaddah 2008). 20-35 tahun.6 Usia Kehamilan (trimester) II (12-28 minggu) 19 95 III (28-40 minggu) 1 5 Total 20 100 Min-maks 12-30 minggu Rata-rata±SD 20. .5±5.

frekuensi kehamilan merupakan faktor protektif terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Namun. Pembulatan rata-rata usia kehamilan adalah 29 minggu dengan kisaran 12-30 minggu. 25% untuk masing-masing contoh pada kehamilan kedua dan ketiga. Hal tersebut berarti sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh berada pada usia reproduksi yang aman dan sehat. sebagian besar (86. Sembilan puluh lima persen contoh berada pada trimester kedua.Menurut hasil penelitian Papalia & Olds (1981). sebanyak 70% contoh mengalami persalinan normal. sebanyak 80% dari 20 ibu hamil yang dijadikan contoh berusia antara 20-35 tahun. Riwayat Kehamilan dan Penyakit Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan dan riwayat penyakit disajikan pada Tabel 5 dan Tabel 6 berikut. Demikian pula hasil yang didapatkan di Desa Babakan. Tabel 5 Sebaran ibu hamil menurut riwayat kehamilan Riwayat kehamilan n % Keguguran 3 15 Melahirkan BBLR 2 10 Melahirkan prematur 1 5 Persalinan normal 14 70 Menurut riwayat kehamilan. Dilihat dari frekuensi kehamilan. sedangkan sisanya (5%) berada pada trimester ketiga. dan 5% contoh pada kehamilan kelima. kisaran frekuensi kehamilan contoh adalah antara 1-5 kali dengan persentase sebagai berikut: sebanyak 30% contoh adalah ibu hamil pada kehamilan pertama. Hal ini diduga karena banyaknya volume darah yang dikeluarkan pada saat persalinan sehingga ibu hamil rentan mengalami kekurangan darah pada kehamilan selanjutnya apabila ibu hamil kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk membantu produksi hemoglobin yang menghasilkan sel darah merah. masih terdapat pula contoh yang mengalami riwayat kehamilan 2 kali . Menurut usia kehamilannya. contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama (trimester I). Menurut Darlina dan Hardinsyah (2003). 15% contoh pada kehamilan keempat.4%) usia ibu hamil yang diteliti berada pada rentang 20-35 tahun atau pada kategori dewasa awal. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan gizi karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Mawaddah 2008).

dan prematur (5%). Apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan maka akan menimbulkan beberapa akibat fatal bagi bayi seperti BBLR. Ibu hamil yang memiliki banyak riwayat penyakit cenderung memiliki sistem ketahanan tubuh yang lebih rentan dibandingkan dengan ibu hamil dengan riwayat penyakit yang lebih sedikit. anemia pada bayi baru lahir. pertumbuhan janin yang kurang baik selama hamil. Apabila tidak dilakukan pemeliharaan kesehatan oleh ibu hamil sejak dini dengan penambahan konsumsi zat-zat gizi seimbang maka ibu hamil akan mengalami defisiensi zat gizi sehingga rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan selama hamil. dan demam). Menurut Lubis (2003). dan lain-lain (Lubis 2003). melahirkan BBLR (10%). typus. diare. dan 15% (masing-masing batuk dan mag). 10% (masing-masing hipertensi. keterbatasan nutrisi kehamilan pada saat terjadinya proses pembuahan janin juga dapat berakibat pada kelahiran prematur dan mengakibatkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan janin. Sisa penyakit lainnya tersebar dalam kisaran persentase 5% (demam). . dan kurang fahamnya ibu hamil tentang cara merawat diri dan bayi selama kehamilan. Status Gizi Status gizi sebelum dan selama hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. masalah infeksi atau imunitas. abortus.yang buruk seperti keguguran (15%). baik 6 bulan sebelum hamil maupun selama hamil. sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Status gizi ibu hamil dapat diukur dengan menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan keakuratan yang sama dengan pengukuran IMT ibu hamil. Tabel 6 Sebaran ibu hamil menurut riwayat penyakit Jenis Penyakit n % 30 6 Anemia 10 2 Hipertensi 10 2 Typus 10 2 Diare 15 3 Batuk 40 8 Flu 15 3 Mag 5 1 Demam Menurut jenis penyakit yang diderita. terhambatnya pertumbuhan otak janin. Terjadinya riwayat kehamilan yang buruk tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi kesehatan ibu hamil yang kurang menunjang. bayi baru lahir mudah terinfeksi.

Hasil pengukuran LILA ibu hamil disajikan pada Tabel 7.87 Dapat dilihat pada Tabel 6 bahwa terdapat 70% ibu hamil yang memiliki LILA 23.5 dan akan berisiko melahirkan BBLR. Ukuran LILA <23. Bayi yang mengalami kurang gizi selama di kandungan. Hal ini berarti ibu hamil tersebut tidak mengalami KEK. Bayi yang kurang mendapat suplai zat gizi dari ibu seringkali mengalami kelahiran prematur. masih terdapat 30% ibu hamil dengan LILA <23. Perilaku dan Kebiasaan Makan Kebiasaan makan merupakan pola perilaku konsumsi pangan yang diperoleh dari pola praktek yang dilakukan berulang-ulang. WUS yang menderita KEK pada saat hamil akan menghambat kebutuhan janin terhadap akses zat gizi sehingga akan menimbulkan risiko BBLR.5 cm yang berarti menderita KEK. WUS dikatakan menderita KEK jika ukuran LILA kurang dari 23.5 cm) 14 70 Total 20 100 Rata-rata±SD 25. mengalami hambatan pertumbuhan setelah kelahiran meskipun bayi lahir selamat.5 cm. atau lahir dalam keadaan meninggal. Hambatan pertumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan volume otak yang erat kaitannya dengan kecerdasan anak.Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat diketahui dengan pengukuran LILA. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan dan gizi yang kurang selama masa kehamilan berdampak buruk pada bayi yang dilahirkan maupun bagi ibu. Tabel 7 Sebaran ibu hamil berdasarkan LILA Kejadian KEK n % KEK (< 23. namun juga selama kehamilan (Wijianto & Khomsan 2002).6% pada tahun 2002 dan sekitar 11. Tindakan manusia terhadap makan dan makanan dipengaruhi oleh pengetahuan dan perasaan serta persepsi tentang hal tersebut. Namun demikian. pada umumnya.91±3. Cara-cara individu dan kelompok individu memilih dan mengonsumsi makanan yang tersedia didasarkan pada faktor-faktor sosial budaya di mana manusia tersebut hidup (Suhardjo 1989).7 juta WUS berisiko KEK (Azwar 2004).5 cm) 6 30 Tidak KEK ( 23. bukan hanya sebelum hamil. Menurut Departemen Kesehatan (2000). Masalah KEK pada Wanita Usia Subur (WUS) sekitar 17.5 cm pada ibu hamil dapat menggambarkan kemungkinan kekurangan energi pada ibu hamil. lahir dalam keadaan BBLR. Anak yang mengalami keadaan .

Selain makanan utama. Lebih dari separuh contoh yang diteliti (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. . diperoleh hasil bahwa masih terdapat ibu hamil yang mengonsumsi makanan utama kurang dari tiga kali. makanan selingan dianjurkan pula untuk dikonsumsi sebagai kudapan dan tambahan zat gizi.6±0.demikian biasanya mempunyai tingkat kecerdasan dan perkembangan mental yang rendah. Sedangkan untuk jenis makanan selingan. Akibat yang sering membahayakan ibu sendiri adalah terjadinya pendarahan selama melahirkan (Hardinsyah & Martianto 1992). yaitu antara waktu makan pagi dan makan siang dan antara waktu makan siang dan makan malam. ibu hamil sebaiknya mengonsumsi makanan lengkap tiga kali dalam porsi kecil tetapi sering dengan disertai dua kali atau lebih makanan selingan dalam sehari. Frekuensi Makan Kebiasaan makan tiga kali sehari merupakan kebiasaan makan yang cukup baik karena dengan frekuensi makan konsumsi yang semakin sering akan memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih besar. terutama pada trimester kedua. Frekuensi makan dua kali sehari akan berdampak negatif bagi anggota masyarakat yang tergolong rawan fisiologis (Widyaningsih 2007). Menurut Siega (2001). terjadi pula kelambatan dalam sosialisasi dan kepekaan terhadap rangsangan.7 2. Peluang untuk mencukupi kebutuhan gizi akan lebih besar bila frekuensi makan tiga kali sehari. Tabel 8 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi makan utama dan makan selingan Frekuensi Makanan utama (kali) Makanan selingan (kali) n % n % 30 6 0 0 1 40 8 55 11 2 5 1 30 6 3 25 5 15 3 4 Total 20 100 20 100 Rata-rata±SD 2. Makanan selingan umumnya disajikan sebanyak dua kali. Sebaran ini mengindikasi bahwa kemungkinan terjadinya defisiensi zat gizi pada ibu hamil masih cukup besar mengingat kebutuhan konsumsi ibu hamil yang seharusnya lebih besar dibandingkan masa sebelum hamil.2 Berdasarkan Tabel 8. hanya 30% contoh yang mengonsumsi kudapan kurang dari dua kali.3±1. Namun demikian. pembulatan rataan frekuensi konsumsi makanan utama dan selingan masih cukup baik yaitu tiga kali untuk makanan utama dan dua kali untuk makanan selingan.

terdapat beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi. gatal-gatal pada kulit. keguguran. Hal ini tentu akan memperlemah kondisi ibu hamil. atau sulit melahirkan. Tabel 9 Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi Kategori Makanan pantangan Alergi n % n % Ya 16 80 1 5 Tidak 4 20 19 95 Total 20 100 20 100 Adanya mitos bahwa ibu hamil pantang mengonsumsi makanan tertentu ini turut pula menyebabkan ibu kehilangan akses terhadap zat gizi dari makanan. Makanan tersebut umumnya menjadi pantangan karena warisan leluhur yang dipercayai dapat mengakibatkan berbagai macam risiko bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya apabila dilanggar. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil.Makanan Pantangan dan Alergi Selama masa kehamilan. Makanan tersebut antara lain adalah nanas. tape. terutama dalam memberikan penjelasan tentang perlunya zat gizi bagi ibu hamil. Alasan yang dikemukakan oleh contoh antara lain adalah takut perut menjadi panas. dan rasa mual. Sebaran ibu hamil menurut makanan pantangan dan alergi disajikan pada Tabel 9. Frekuensi Konsumsi Pangan Frekuensi konsumsi pangan antara lain dapat diketahui dengan metode food frequency questionnaire. maupun aroma makanan. Frekuensi makan selama kehamilan menjadi komponen utama yang berhubungan dengan kelahiran (Siega 2001). Sebagian besar contoh (95%) tidak memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu selama hamil. Memperhatikan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui serta dampak yang mungkin terjadi pada ibu maupun pada janin serta bayi yang dilahirkan. rasa. durian. serta menimbulkan bercak-bercak merah. Ada sebagian dari makanan yang dikemukakan contoh memang cenderung tidak dikonsumsi walaupun tidak dalam kondisi hamil karena alasan tidak suka terhadap bentuk. Makanan yang menimbulkan alergi selama hamil umumnya tidak terlalu banyak. upaya penanganan perlu ditingkatkan dan diatasi melalui kerjasama barbagai pihak pihak. salak. dan kopi. Frekuensi konsumsi pangan dikelompokkan menjadi empat kategori yaitu setiap hari ( 7 .

dan singkong (35%) cenderung jarang dikonsumsi oleh contoh selama hamil. Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah kacang hijau (50%) dan kacang tanah (50%). sering (4-6 kali/minggu). Makanan yang banyak dikonsumsi contoh setiap hari adalah susu (75%) dan telur ayam negri (40%). . Jenis camilan yang setiap hari dikonsumsi contoh adalah teh manis (60%) dan kerupuk (40%). bubur ayam. dan rambutan (70%). dan kacang tanah. ikan asin. ikan laut (60%). ikan asin (50%). kangkung (75%). Nasi uduk (40%). dan tidak pernah (0 kali/minggu) (Widyaningsih 2007). tempe goreng (45%) dan biskuit (50%). Bahan pangan dikelompokkan atas bahan pangan sumber karbohidrat. ikan air tawar. sawi (65%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis sayuran yang jarang dikonsumsi contoh adalah bayam (70%). mie instan. dan telur ayam negri (45%). apel (55%). nasi goring (50%). sumber protein hewani. dan selingan. tauge (55%). (50%). kacang hijau. bakwan (55%). jeruk (70%). nasi goreng. ikan air laut. pisang (60%). bubur ayam (45%). Makanan yang jarang dikonsumsi contoh adalah daging ayam (60%). nasi uduk. Peningkatan kebutuhan ini digunakan untuk pembentukan sel-sel dan jaringan-jaringan baru. sup (65%). telur ayam negri. Makanan pokok yang dikonsumsi contoh adalah nasi. serta untuk memenuhi energi pertumbuhan dan aktivitas bagi ibu maupun energi pertumbuhan untuk janin yang dikandungnya (Hardinsyah & Martianto 1992).kali/minggu). dan susu. dan roti. tahu. mie instan (30%). Sumber vitamin dan mineral dari jenis buah-buahan yang jarang dikonsumsi contoh adalah papaya (45%). tahu isi (45%). ikan tawar (55%). Sumber protein hewani yang dikonsumsi selama hamil antara lain adalah daging ayam. Sumber protein nabati yang dikonsumsi contoh antara lain adalah tempe. jarang (1-3 kali/minggu). Sumber nabati yang dikonsumsi setiap hari adalah tempe (80%) dan tahu (40%). sumber protein nabati. Camilan yang dikonsumsi dalam frekuensi jarang oleh contoh adalah bakso (55%). labu siam (55%) dan mentimun (55%). siomay (45%). roti (55%). Keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6. sumber vitamin dan mineral (sayuran dan buah-buahan). Tingkat Konsumsi Zat Gizi Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan meningkat sebagai akibat proses anabolik di dalam tubuh ibu hamil. Nasi dikonsumsi oleh contoh secara keseluruhan (100%) setiap hari.

serta penumpukan lemak. energi tambahan pada trimester ketiga digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Arisman 2004). Protein digunakan untuk membuat ari-ari serta pembuatan cairan ketuban. pangan sumber karbohidrat (beras. dan biji berminyak). Hampir 70% protein dipakai untuk kebutuhan janin. Energi tambahan pada trimester kedua diperlukan untuk pertambahan komponen dalam tubuh ibu seperti penambahan volume darah. sayuran hijau. ikan. pertumbuhan uterus dan payudara. Tujuh puluh lima persen dari contoh mengalami defisit kalsium. memelihara. . buah berlemak. Sumber pangan yang banyak mengandung kalsium adalah susu. Hal ini cukup rawan mengingat ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya. yaitu minimal 60 g per hari. Kalsium dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. dan pangan sumber protein (daging. Kekurangan kalsium akan menyebabkan pertumbuhan tulang dan gigi jadi terhambat. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi (Nadesul 2005). Tabel 10 Sebaran ibu hamil menurut tingkat konsumsi zat gizi Kategori Energi Protein Kalsium Besi Vitamin A n % n % n % n % n % Normal 10 50 9 45 5 25 5 25 8 40 Defisit 10 50 11 55 15 75 15 75 12 60 Total 20 100 20 100 20 100 20 100 20 100 Kebutuhan energi pada trimester pertama meningkat secara minimal. syaraf dan otot. Sedangkan. biji-bijian dan ikan (Departemen Kesehatan 2005). jantung yang sehat. jagung. Tingkat konsumsi protein pada lebih dari separuh (55%) ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit.Pangan yang kaya akan sumber energi adalah pangan sumber lemak (lemak atau minyak. Tingkat konsumsi kalsium pada ibu hamil yang menjadi contoh tidak berbeda dengan tingkat konsumsi protein. Ibu yang sedang hamil cenderung kekurangan kalsium. serealia). oat. Selain itu protein juga digunakan untuk menambah jaringan tubuh ibu (Nadesul 2005). Dapat dilihat dari Tabel 10 bahwa tingkat konsumsi energi pada separuh ibu hamil yang menjadi contoh adalah defisit. dan menyalurkan makanan bagi anak sedangkan cairan ketuban sebagai tempat berlindung janin. telur susu dan aneka produk turunannnya) (Departemen Kesehatan 2005). Ari-ari berfungsi untuk menunjang. gigi. Kebutuhan pada trimester kedua dan ketiga akan terus meningkat sampai akhir kehamilan. kacang-kacangan.

Sebagian besar contoh (75%) mengalami defisit zat besi. Berdasarkan Tabel 11. Kekurangan zat besi akan menghambat pembentukan hemoglobin yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah. dan menimbulkan rasa mual. Namun. ikan. diketahui bahwa terdapat 75% contoh yang mengalami MMK. daging. Daging merah dan pangan hewani juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi ibu hamil. Mengkonsumsi buahbuahan. Sumber pangan yang banyak mengandung zat besi adalah nabati kedelai. Dibutuhkan tambahan tablet besi meskipun makanan yang dikonsumsi sudah banyak mengandung zat besi dan tinggi bioavailibilitasnya pada masa kehamilan (Nadesul 2005). dan rumput laut (Departemen Kesehatan 2005). Padahal seharusnya semakin bertambah usia kehamilan maka kebutuhan zat besi semakin banyak (Arisman 2004). Vitamin A dalam bentuk retionic acid mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel dalam jaringan. Adanya pertumbuhan janin. berarti terjadi peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel dalam tubuh ibu. . Sebanyak 60% contoh juga memiliki tingkat konsumsi yang kurang terhadap vitamin A. dan umbi-umbian sehari-hari akan membantu ibu memenuhi kebutuhan vitamin A (Departemen Kesehatan 2005). serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan (Almatsier 2003). telur. sayuran berdaun hijau. kacang-kacangan. meningkatkan asam lambung. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya darah yang dikeluarkan selama masa persalinan. meningkatkan angka kematian karena campak. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak terhadap penyakit infeksi. unggas. sayuran daun hijau. seperti penyakit saluran pernafasan dan diare. ibu tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin A selama hamil karena dosis tinggi vitamin A akan memberikan efek teratogenik (keracunan). Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) Kejadian MMK Mual dan Muntah Kehamilan (MMK) merupakan gejala yang umum terjadi pada masa kehamilan karena adanya pengaruh dari peningkatan kadar hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin ) dan estrogen atau adanya pengaruh hormon progesteron yang dominan selama masa kehamilan yang menyebabkan perut kosong lebih lama. 40% dari ibu hamil yang dijadikan contoh merasa mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Ibu hamil dan ibu menyusui merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi.

0 Diketahui bahwa menurut frekuensi terjadinya.Berat ringannya gejala MMK berbeda-beda pada setiap wanita. Ditemukan dari penelitian yang mual dan muntah kehamilan n % 25 5 25 5 40 8 10 2 20 100 . ada juga yang sampai muntah-muntah berat sehingga tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. maka dapat dianggap sebagai hiperemesis gravidarum (Lestari 2005). Ada yang hanya berupa mual-mual biasa. Jangka Waktu Kejadian MMK Jangka waktu kejadian MMK pada ibu hamil secara rinci disajikan pada Tabel 13. Tabel 11 Sebaran terjadinya Pengalaman MMK Tidak mengalami MMK Ringan Sedang Berat Total Frekuensi MMK Frekuensi MMK dari 15 ibu hamil yang mengalaminya dapat dilihat pada Tabel 12.0 Total 15 100.7 Beberapa kali selama hamil 6 40.3 5 Trimester I-II 6. Tabel 13 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut jangka waktu kejadian Jangka Waktu n % 60 9 Trimester I 33. Batas yang jelas antara mual dan muntah yang fisiologis dengan hiperemesis gravidarum tidak ada. apabila keadaan umum penderita terpengaruh. Gejala mual dan muntah yang parah dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah terjadi dengan intensitas yang sangat sering dan cukup parah.7%). terdapat 40% contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya beberapa kali selama kehamilan. mempunyai frekuensi MMK setiap hari (33.7 1 Trimester I-III Total 15 100 Delapan puluh persen wanita hamil yang mengalami gejala mual dan muntah pada bulan-bulan pertama kehamilan. Sedangkan sisanya. Tabel 12 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut frekuensinya Frekuensi MMK n % Setiap hari 5 33.3%) dan beberapa kali seminggu (26. Namun.3 Beberapa kali seminggu 4 26.

pertentangan dengan suami atau mertua. Sedangkan sisanya berlanjut sampai trimester kedua (33. terdapat pula 26. Faktor ini dapat menyebabkan beban mental yang dapat memperberat mual dan muntah. beban psikologis (banyak pikiran). kelelahan. Penyebab mual dan muntah pada ibu hamil antara lain adalah ketidakseimbangan hormonal selama kehamilan.7%). dan kehamilan bayi kembar.7 Rangsangan dari luar 9 60 Tidak ada sebab spesifik 1 6. hiperasiditas lambung. dan kesulitan sosioekonomi .7% contoh ibu hamil yang mengalami MMK karena tekanan hidup yang mereka alami seperti masalah ekonomi.dilakukan di Cornell University. Tabel 14 Sebaran mual dan muntah kehamilan menurut penyebab kejadian Sebab MMK n % Tekanan hidup 4 26. pada wanita muda. hipertiroid. Rangsangan indrawi ini dapat berupa melihat jenis makanan tertentu atau mencium aroma yang tidak sedap dan tidak mereka sukai. kekurangan vitamin B.7 Kelelahan 1 6.7% contoh yang mengalami MMK tanpa sebab spesifik atau akibat kelelahan. Amerika Serikat. hanya 6. Faktor psikologis juga memegang peranan penting pada MMK antara lain rasa takut terhadap kehamilan dan persalinan. Penyebab MMK Menurut penyebab terjadinya. gangguan metabolisme karbohidrat.3%) dan trimester ketiga (6. MMK dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu tekanan hidup. bahwa gejala morning sickness atau mual dan muntah pada awal kehamilan ini mencapai puncaknya pada minggu ke-6 hingga ke-18 dari masa kehamilan. dan rasa tidak tenang. Selain itu. Terdapat lebih dari separuh (60%) contoh ibu hamil yang mengalami MMK hanya pada trimester pertama. rasa takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu. pylori. Beberapa penelitian juga melaporkan bahwa . dan rangsangan indrawi dari luar.7 Total 15 100 Dapat diketahui berdasarkan Tabel 14 bahwa lebih dari separuh (60%) ibu hamil yang dijadikan contoh mengemukakan bahwa umumnya MMK yang mereka alami disebabkan oleh rangsangan indrawi dari luar. dan meningkatnya sensitivitas terhadap bau selama kehamilan. Morning sickness lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. infeksi H. Sebaran MMK menurut penyebab kejadian disajikan pada Tabel 14. Namun.

obesitas. . Hanya sekitar 15% contoh yang menyatakan bahwa jahe tidak dibolehkan untuk dikonsumsi selama hamil karena dapat menimbulkan rasa panas di perut. hamil pertama kalinya. kehamilan kembar. hamil anggur (mola hidatidosa). Konsumsi obat khusus MMK hanya dilakukan oleh ibu hamil yang merasa mengalami MMK pada tingkatan berat. pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil telah cukup baik (85%). Bahkan terdapat contoh ibu hamil yang aktif memeriksakan diri ke dokter kandungan diberi anjuran mengenai konsumsi jahe selama kehamilan untuk mengurangi mual yang kerap datang pada masa kehamilan. Dengan demikian diharapkan penggunaan jahe sebagai bahan penyusun tablet isap pereda MMK dapat diterima oleh ibu hamil. Obat MMK yang diberikan biasanya berbentuk sirup manis. Pemeriksaan Kesehatan dan Konsumsi Obat Khusus MMK Sebagian besar ibu hamil yang menjadi contoh memeriksakan kondisi kesehatannya kepada bidan. dan pernah mengalami mual dan muntah berat sebelumnya (Lestari 2005).ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mual dan muntah pada ibu hamil yaitu hamil pada usia muda. Pengetahuan Mengenai Jahe dan Pilihan Produk MMK Ibu Hamil Konsumsi Jahe selama Hamil Boleh tidaknya ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 15. Mereka cenderung tidak meminta obat khusus apabila mengalami MMK. Tabel 15 Sebaran pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi jahe selama hamil Konsumsi Jahe selama Hamil n % Dianjurkan 1 5 Dibolehkan 16 80 Tidak dibolehkan 3 15 Total 20 100 Berdasarkan Tabel 15.

berdasarkan Tabel 16. Walaupun terdapat 15% atau 3 orang contoh yang tidak menyetujui gagasan pengolahan jahe sebagai produk pereda MMK. Tabel 16 Sebaran persetujuan ibu hamil terhadap pengolahan jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan Produk Pereda MMK Jahe n % Sangat setuju 2 10 Setuju 15 75 Tidak setuju 3 15 Total 15 100 Gagasan pengolahan jahe sebagai produk untuk meredakan MMK. permen lunak dan makanan ringan. minuman serbuk. hampir seluruh contoh menyatakan kesediaannya.Pengolahan Jahe sebagai Produk Pereda MMK Persetujuan ibu hamil mengonsumsi jahe secara ringkas disajikan pada Tabel 16. Jenis pilihan produk pereda mual dan muntah untuk ibu hamil disajikan pada Tabel 17. Pilihan Produk Pereda MMK Produk pereda MMK ideal merupakan bentuk sediaan produk yang diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pereda mual selain makanan dan minuman alami sesuai dengan persepsi dan permintaan ibu hamil sebagai target konsumen. Hanya 1 orang contoh yang ragu-ragu untuk mencoba produk tersebut. Tabel 17 Sebaran jenis pilihan produk pereda mual dan muntah kehamilan Jenis produk n % Susu 2 10 Tablet isap 13 65 Lain-lain 5 25 Total 15 100 Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan bahwa sebaiknya dibuat produk pereda MMK berbentuk tablet isap. disetujui oleh sebagian besar ibu hamil yang dijadikan contoh (75% setuju dan 10% sangat setuju). Sedangkan sisanya memilih produk pereda mual dan muntah dalam bentuk susu (10%) dan variasi bentuk produk lain (25%) seperti sirup. . Hanya 15% dari contoh yang tidak menyetujui gagasan tersebut. namun ketika ditanyakan kesediaan untuk mencoba produk olahan jahe sebagai pereda MMK.

Berikut merupakan penampakan tepung ekstrak jahe . Harganya antara Rp 800-1. pemilihan prosedur ekstraksi terbaik. kopi. Gambar 9. namun karena penerimaan masyarakat yang kurang maka produk tersebut ditarik kembali dari pasaran. Jahe pernah juga dikembangkan sebagai pencitarasa susu hamil oleh sebuah brand merk susu ibu hamil terkemuka di Indonesia pada awal tahun 2004. diperoleh hasil bahwa sebagian besar jahe yang sudah dikembangkan diolah dalam bentuk minuman serbuk instan dengan berbagai merk. sampai dengan pemilihan tepung terbaik. Beberapa contoh produk olahan jahe yang telah dikembangkan di Indonesia disajikan pada gambar 9. Produk olahan jahe yang ditemui di apotek-apotek di Bogor rata-rata juga berbentuk minuman serbuk herbal instan. Baru-baru ini bahkan dikembangkan jenis minuman energi baru yang menggunakan jahe merah sebagai komposisi utama. Minuman serbuk instan tersebut dikemas dalam dus berisi 8 sachet dengan bobot 13.5 gram per sachet. teh herbal.Produk Olahan Jahe yang Sudah Dikembangkan Melalui survei yang dilakukan di 30 apotek di Bogor dan beberapa toko serta minimarket di Bogor. Jenis jahe yang digunakan sebagai bahan baku dan merk dagangnya adalah jahe merah. dan jamu-jamuan.500 per sachet. Sisanya dikembangkan sebagai gula-gula maupun campuran dalam pembuatan biskuit. Beberapa produk olahan jahe yang telah tersedia di pasaran Pembuatan Tepung Ekstrak Jahe Tepung ekstrak jahe dibuat secara trial and eror. Trial and eror tersebut dilakukan mulai dari pemilihan jenis jahe sebagai bahan baku zat aktif. pemilihan metode pengeringan.

6 5.06%). kecuali pada produk-produk yang dapat mengalami oksidasi akibat adanya kandungan lemak tak jenuh (Winarno 1992). Hal tersebut diduga karena pada pengeringan vakum dipertahankan tekanan uap . jenis pengeringan memberi pengaruh signifikan (<0.05) terhadap persentase kadar air tepung ekstrak jahe.055 5 Kadar Air (%) 4 3. dan freeze drying). Persentase kadar air dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Menurut hasil sidik ragam (Lampiran 9).77 Gambar 11. Gambar 10. diketahui bahwa kadar air tertinggi terdapat pada tepung jahe dengan metode pengeringan semprot (5.33 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Je nis Pengeringa n Freeze Drying 4. sedangkan kadar air terendah terdapat pada tepung jahe dengan pengeringan vakum (3. Penampakan tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Analisis Sifat Fisik dan Penilaian Organoleptik Tepung Ekstrak Jahe Kadar Air Kestabilan optimum bahan makanan akan tercapai pada kisaran kadar air 3-7%.dengan bahan dasar jahe merah dalam tiga jenis metode pengeringan (spray drying. vacuum drying. Berdasarkan Gambar 11.33%).

Rendemen Rendemen merupakan hasil yang diperoleh melalui perbandingan antara bobot bahan keluaran dengan bobot bahan awal.32%). Penguapan kelembaban produk akan meningkat dan menghasilkan perbaikan dalam kualitas produk (Hariyadi 2006). diketahui bahwa jenis tepung yang menghasilkan rendemen terbanyak adalah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan vakum (8. Berdasarkan Gambar 12.35%). dengan demikian dapat diketahui persentase kehilangan dari tiap-tiap metode pengeringan.09 6. Sedangkan rendemen yang paling sedikit dihasilkan adalah dari tepung ekstrak jahe dengan menggunakan metode pengeringan semprot (6. Sedangkan metode pengeringan . 9 8 7 Rendemen (%) 6 5 4 3 2 1 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 6. semakin tinggi penguapan kelembaban produk dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan (diukur berdasarkan rendahnya kandungan kadar air di dalam produk).paling rendah dalam ruang di sekeliling produk. diketahui bahwa metode yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terbesar adalah dengan menggunakan pengering semprot (38. Semakin rendah penurunan tekanan dan suhu kelembaban produk. Namun berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 9). Berdasarkan Gambar 13. Penurunan tekanan akan menurunkan suhu kelembaban produk.165 8. Persentase rendemen dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Estimasi Kehilangan selama Pengeringan Estimasi kehilangan merupakan cara untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kerja pada berbagai metode pengeringan dengan membandingkan antara hasil keluaran ideal dikurangi hasil keluaran faktual dengan hasil keluaran ideal.09%).05) terhadap persentase rendemen tepung ekstrak jahe.335 Gambar 12. jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.

4 Gambar 13.08%).05) terhadap persentase estimasi kehilangan pada tepung ekstrak jahe. Persentase estimasi kehilangan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kelarutan Kelarutan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui besar kemudahlarutan suatu bahan makanan untuk diuraikan.315 37.05) terhadap persentase kelarutan tepung ekstrak jahe. Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0.21%).08 38.57%). Ketiga jenis tepung termasuk ke dalam bahan yang mudah larut karena tingkat kelarutannya yang tinggi (>80%). Hasil sidik ragam (Lampiran 9) menunjukkan bahwa jenis pengeringan tidak memberi pengaruh signifikan (>0. 45 40 Estimasi kehilangan (%) 35 30 25 20 15 10 5 0 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 14. . Sedangkan kelarutan terkecil tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan vakum (93.yang menghasilkan tepung dengan persentase kehilangan terkecil adalah dengan menggunakan metode pengeringan vakum (14. Berdasarkan Gambar 14 diketahui bahwa kelarutan terbesar tepung diperoleh dengan menggunakan metode pengeringan semprot (99.

044 Kandungan gingerol (%) 0.0435 0.041%).375 96 94 92 90 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 93. Persentase kelarutan dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Kandungan Gingerol Gingerol adalah senyawa aktif yang memberikan rasa pedas pada jahe.044%).0445 0.043 0.0415 0.04 0.0425 0.041 0.0405 0. Gingerol menurunkan produk oksidatif dalam saluran pencernaan yang menyebabkan munculnya rasa mual.102 100 Kelarutan (%) 98 96.042 0. Uji Hedonik Dilakukan uji hedonik dengan menggunakan 25 panelis semi terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tepung ekstrak jahe yang .042 0. Persentase kadar gingerol sebagai senyawa aktif dalam tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Melalui analisis yang dilakukan dengan metode TLC. diperoleh hasil kandungan gingerol terbesar terdapat pada tepung dengan menggunakan metode pengeringan semprot (0. Inti jahe yang disebut gingerol merupakan molekul radikal bebas yang kuat dan dapat beraksi sebagai antioksidan.044 Gambar 15.0395 Spray Drying Vacuum Drying Jenis pengeringan Freeze Drying 0. 0.21 99. Sedangkan kandungan gingerol terkecil terdapat pada tepung dengan menggunakan pengeringan vakum (0.041 0.57 Gambar 14.

warna dan tampilan keseluruhan. persentase penerimaan rata-rata Ke s R el ur as a . diketahui bahwa modus penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe adalah pada tepung yang menggunakan metode pengeringan vakum dan beku. tekstur. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penerimaan panelis. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam disukai karena tekstur tepung yang sudah halus homogen. diketahui bahwa persentase rata-rata penerimaan terbaik untuk parameter rasa khas jahe dan rasa pedas adalah pada tepung dengan metode pengeringan semprot. Dilihat dari parameter rasa pedas.dihasilkan melalui parameter rasa khas jahe. rasa pedas. 6 5 Modus penerimaan 4 Spray drying 3 2 1 0 na a he as m tu r pe d Te ks Ar o W uh a ar ja n Vacuum drying Freeze drying a as R Kate gori penilaian Gambar 16. dan tampilan keseluruhan. Secara keseluruhan modus tertinggi terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum. Modus penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Persentase Penerimaan Berdasarkan Gambar 17. Modus Penerimaan Berdasarkan Gambar 16. Sedangkan dari parameter aroma. Penerimaan panelis pada parameter warna terbaik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan vakum dan semprot. tekstur. diketahui bahwa penerimaan untuk ketiga jenis tepung seragam tidak disukai karena dianggap terlalu pedas. warna. Dilihat dari parameter tekstur. aroma. Parameter aroma dengan kategori baik terdapat pada tepung dengan metode pengeringan semprot karena bau jahenya yang tidak menyengat.

33%). estimasi kehilangan selama proses pengeringan yang paling sedikit (14. Namun demikian. Tentunya Ke se R lu .041%) dibandingkan dengan kedua metode pengeringan lainnya (0.044 pada pengeringan semprot dan 0. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan kandungan kadar air paling rendah (3. Walaupun kandungan senyawa gingerolnya lebih sedikit (0.08%). Persentase penerimaan terhadap tepung ekstrak jahe pada berbagai metode pengeringan Tepung Ekstrak Jahe Terbaik Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. kelarutan yang tinggi (93. 100 90 Persentase penerimaan 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he pe da s Ar om ks t W ar ru ha n ur a na 100 80 64 52 40 40 56 48 44 84 76 80 84 68 88 80 68 72 Spray drying Vacuum drying Freeze drying R as a Te as a Kategori penilaian Gambar 17.042% pada pengeringan beku) namun perbedaan tersebut tidak terlalu menonjol sehingga tidak akan mempengaruhi kontribusi gingerol yang diperlukan dalam pembuatan tablet isap jahe sebagai produk pereda mual dan muntah kehamilan. maka terpilihlah tepung ekstrak jahe dengan menggunakan pengeringan vakum. Formulasi Tablet Isap Jahe Pembuatan tablet isap jahe tidak terlepas dari penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sebagai penyusun di dalamnya. rendemen paling banyak (8. Secara keseluruhan. dan skor modus penerimaan yang cukup baik.35%).21%).terbaik adalah pada tepung dengan metode pengeringan beku. Hal tersebut dikarenakan tidak satu pun tepung dari 3 jenis pengeringan yang mencapai skor 60% ke atas pada parameter tersebut. parameter yang dikatakan belum diterima oleh panelis adalah rasa jahe. parameter organoleptik dikatakan diterima adalah apabila persentasenya berada pada sebaran 60% ke atas.

05 Pengawet Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed .1 100 0.05 56.25-5 Pelincir dan pelicin Talk 1-10 Pelincir dan pelicin Aerosil 1-5 Adsorban tablet Sukralosa 0.266 0.1 100 0.274 0.004 4 Tepung jahe Asam sitrat Green tea powder Magnesium stearat Sukralosa Sorbitol bubuk Aerosil Talk Sodium benzoate Total .5 0.05 56.3-2 Flavor Magnesium stearat 0.002 2. (2006) Berdasarkan standar ketetapan penambahan BTM di atas.05 56.04 0.002 2.2 0.85 1 1 0.04 0.04 0.04 0.04 0.004 4 Formula 3 Formulasi Bobot/ (%) tablet (g) 40 1.35 1 1 0. dilakukan beberapa kali formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe secara trial and eror.002 2.04 0.02-0.6 1 0.04 0.02 1 0.6 0.6 0.03-0.04 0.penggunaan BTM tersebut harus memperhatikan standar ketetapan pemakaian untuk dapat memenuhi kelaikan sebagai sediaan tablet dan agar tidak terjadi halhal yang membahayakan konsumen.24 Pengisi dan pemanis Sorbitol 25-90 Pengikat dan pengisi Sodium benzoate 0.254 0.008 1 0.65 1 1 0.1 100 0. Tabel 18 Estimasi pemakaian Bahan Tambahan Makanan (BTM) Jenis Bahan Tambahan % Penggunaan Aplikasi pada Produk Pangan Asam sitrat 0.004 4 Formula 2 Formulasi Bobot (%) /tablet (g) 40 1. Tiga jenis formula yang dipilih dan digunakan kemudian adalah sebagai berikut: Tabel 19 Formulasi tablet isap jahe Bahan Formula 1 Formulasi Bobot/ (%) Tablet (g) 40 1.04 0.

Lieberman & Kanig 1994). Tablet yang besar juga memerlukan tenaga lebih banyak untuk mematahkannya (Lachman.05) terhadap kekerasan tablet isap jahe. Namun karena bobot tablet maupun proporsi pelincir yang digunakan dalam ketiga jenis formulasi sama. sedangkan kekerasan terendah adalah pada formula 2 (6. Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya adalah kekerasan lebih tinggi dari 10 mg. maka perbedaan tingkat kekerasan tersebut diduga karena . Penampakan Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formulasi: Karakteristik Fisik dan Mutu Organoleptik Tablet Isap Jahe tanpa kemasan (kiri) dengan kemasan (kanan) Kekerasan Berdasarkan Gambar 18. Pelincir dapat mempengaruhi kekerasan tablet bila terlalu pekat atau pencampurannya terlalu lama. Kekerasan tablet isap dipersyaratkan lebih tinggi dari tablet yang lain dengan harapan bahwa waktu melarutnya akan lebih lama (Sugiartono 2003). Kekerasan tertinggi adalah pada formula 1 (15 mg). Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0.5 mg). Biasanya tablet akan lebih keras beberapa jam setelah mesin dipakai. kekerasan tablet untuk masing-masing formula beragam.Gambar 18. Namun kekerasan dari tablet isap bukan merupakan persyaratan mutlak.

Waktu larut tertinggi terdapat pada formula 1 (9. Kekerasan tablet isap jahe pada berbagai formula Waktu larut Persyaratan mutu fisik tablet di antaranya melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit) (Sugiartono 2003). masing-masing formulasi telah memenuhi persyaratan standar waktu larut tablet isap.5 9. . Kekerasan sangat tergantung pada berat dari materi serta ruangan antara punch atas dan bawah pada waktu pencetakan (Lachman. Kesalahan dapat pula diakibatkan karena kesalahan kalibrasi atau kelelahan per pada alat kempa. 16 14 12 Kekerasan (m g) 10 8 6 4 2 0 F. 2 (+Tea Powder) Formula F. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) menunjukkan bahwa perbedaan formulasi tidak memberi pengaruh signifikan (>0.59 menit) dan waktu larut terendah terdapat pada formula 3 (8.adanya perbedaan antara volume materi atau jarak punch pada saat mengempa. Lieberman & Kanig 1994).3 menit).25 15 Gambar 19.05) terhadap waktu larut tablet isap jahe. 1 (+Asam Sitrat) F. Berdasarkan Gambar 20. 3 (Tanpa Flavor) 6.

595 9. Hal tersebut diduga dapat terjadi karena penambahan asam sitrat dalam formula 1 sehingga pH tablet dalam formula 1 lebih rendah dibandingkan dengan kedua formula tablet lainnya. 8 7 6 5 pH 4 3 2 1 0 F. terutama.05) terhadap derajat keasaman (pH) tablet isap jahe. Hal ini diduga karena bahan yang digunakan dalam formulasi memiliki pH yang cenderung asam.10 9. seperti tepung jahe (2. memiliki pH rataan di bawah tablet dengan formulasi lainnya (5. Formula 1. 2 (+Tea Powder) Formula F.75 Gambar 21.7-3).3 6.3). 3 (Tanpa Flavor) Gambar 20. 3 (Tanpa Flavor) 5.9 6. Hasil sidik ragam (Lampiran 10) juga menunjukkan bahwa perbedaan formulasi memberi pengaruh signifikan (<0. diketahui bahwa derajat keasaman/pH formula tablet secara keseluruhan termasuk asam (<7). 1 (+Asam Sitrat) F.3 8. 1 (+Asam Sitrat) F. Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe pada berbagai formula Uji Mutu Hedonik . 2 (+Tea Powder) Formula F.735 8.5 8 7.5 F.5 Waktu Larut (menit) 9 8. Waktu larut tablet isap jahe pada berbagai formula Derajat Keasaman (pH) Berdasarkan Gambar 21.

Rasa secara keseluruhan terhadap formulasi campuran dalam tablet meraih skor tertinggi 7 (enak) pada tablet dengan formula 1 dan formula 2. 1 (+Asam Sitrat) ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. mouthfeel. sedangkan formula 1 memperoleh skor 5 (pedas sedang). 9 8 modus penilaian panelis 7 6 5 4 3 2 1 0 ja he ke se lu ru ha n ar om a ja he ar om a ar fla om vo a ur ke se lu ru ha n vo ur pe da s m ou te th ks fe tu el rs aa td iis ap m an is fla w ar na ra sa ra sa ra sa F. Digunakan modus dan persentase untuk mengetahui sebaran penilaian panelis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh formulasi pada tablet tersebut tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan asam sitrat maupun green tea powder sebagai tambahan citarasa. modus penilaian panelis untuk setiap formula tablet adalah 5 atau manis sedang.Uji mutu hedonik tablet dilakukan oleh 20 orang panelis terlatih. Skala penilaian berbentuk skalar dengan skor antara 1-9. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 22. dan 7 (berasa) untuk formula 2. rasa jahe. dan warna. rasa pedas. Tambahan asam sitrat pada formula 1 dan green tea flavor pada formula 2. campuran rasa keseluruhan. rasa flavor. Terhadap parameter rasa jahe. aroma jahe. Penilaian terhadap parameter rasa pedas memperoleh modus skor penilaian 8 (sangat pedas) terhadap formula 2 dan formula 3. aroma flavor. 2 (+Tea Powder F. tekstur saat diisap. dari parameter rasa manis. Penilaian meliputi rasa manis. meningkatkan modus penilaian panelis dari parameter rasa flavor menjadi 8 (sangat berasa) untuk formula 1. Modus Penilaian Berdasarkan Gambar 22. Sebaran modus penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe . panelis memberikan skor 7 (terasa) pada tablet formula 3. campuran aroma keseluruhan.

Sedangkan untuk parameter tekstur saat isap tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari panelis. Lieberman & Kanig 1994). skor penilaian tertinggi adalah 7 (homogen) terhadap formula 1 dan formula 2. diketahui bahwa dari parameter rasa manis. Dilihat dari parameter mouthfeel. Dilihat dari parameter aroma secara keseluruhan skor modus yang diperoleh adalah 4 (agak kurang tercium) untuk formula 1 dan formula 2. Mottling adalah keadaan di mana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. atau membuat partikel yang lebih kecil. Sedangkan dari parameter warna. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dan lebih tinggi daripada hasil persentase tablet formula 1 dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. Untuk mengatasi kesulitan ini ahli formulasi dapat mengganti sistem pelarut dan sistem pengikat. Suatu zat warna dapat menyebabkan mottling dengan bermigrasi ke permukaan granul selama proses pengeringan. Persentase Penilaian Berdasarkan Gambar 23. Pemakaian zat warna pada formulasi yang langsung dikempa dapat menyebabkan mottling jika zat warna tidak terbagi rata. Penyebab mottling adalah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau jika hasil urai obatnya berwarna. aroma flavor.Diketahui bahwa pada parameter aroma jahe. skor modus yang diberikan adalah 4 (agak tidak meninggalkan rasa) untuk setiap formula. Demikian pula untuk aroma flavor-nya. Skor penilaian tertinggi yang diberikan terhadap parameter tekstur saat diisap adalah 6 (agak halus) untuk tablet dengan formula 1 dan formula 2. atau jika ukuran partikelnya terlalu besar (Lachman. Pemberian zat pewarna dapat memecahkan masalah mottling namun dapat juga menimbulkan masalah lain. Perbedaan skor penilaian dari parameter warna terhadap ketiga formula tablet isap yang diberi perlakuan seragam (tanpa pewarna) dapat terjadi karena pengocokan bahan yang kurang baik pada saat formulasi atau masalah mottling dalam proses pembuatan tablet. menurunkan suhu pengeringan. rasa jahe. Dilihat dari parameter rasa flavor. Sedangkan tablet formula 3 memperoleh skor 4 (agak tidak homogen). mouthfeel dan warna. formula 3 paling menonjol di antara kedua formula lainnya yaitu pada skor 7 (tercium). ketiga jenis formula tablet isap memperoleh hasil persentase yang sama (70%). . aroma jahe. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi.

Sebaran persentase penilaian panelis terhadap mutu tablet isap jahe Formula Tablet Isap Jahe Terbaik Berdasarkan skor modus dan hasil persentase uji mutu organoleptik oleh panelis terhadap ketiga jenis tablet isap jahe. Belakangan ini hubungan kekerasan dan daya hancur serta kecepatan melarut obat menjadi sangat penting. Uji Hedonik dan Penerimaan Ibu Hamil terhadap Tablet Isap Jahe yang cukup serta tahan penyerbukan dan kerenyahan merupakan persyaratan penting bagi penerimaan ra s parameter penilaian organoleptik a ke fla v f la pe .p e r s e n ta s e p e n il a i a n p a n e li s 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 r lu r uh a m n ou te th f ks tu ee rs l aa td ii s ap se nis ja h an ja h vo da ou ma wa rna ur e s e ruh om lu a om ar ar om ar a sa sa sa ra sa ra ra ra ke se a F. dan pengapalan. Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu serta tahan atas kerenyahan agar dapat bertahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan. pengepakan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal mutu. 2 (+Tea Powder) F. maka tablet yang paling memenuhi syarat sebagai tablet isap adalah tablet fomula 1. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati syarat sebagai tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). 3 (Tanpa Flavor) Gambar 23. Lieberman & Kanig 1994). Kekerasan tablet konsumen (Lachman. 1 (+Asam Sitrat) F. disimpulkan bahwa tidak didapatkan formula tablet isap jahe terbaik yang benar-benar memenuhi seluruh parameter yang diujikan secara sempurna. Namun apabila dinilai dari karakteristik fisiknya seperti kekerasan dan waktu larut. Selain itu tablet juga harus dapat bertahan terhadap perlakuan berlebihan oleh konsumen.

tekstur saat diisap. 85% terhadap parameter rasa keseluruhan formula 2 dan formula 3. Sedangkan berdasarkan persentasenya (Gambar 25). rasa manis. Sebaran modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Berdasarkan Gambar 24. diketahui bahwa skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. 3 (Tanpa Flavor) Gambar 24. modus penerimaan ibu hamil 6 5 4 3 2 1 0 ke se lu ru ha n n ja he w ar te na ks tu rs aa td iis ap pe da s ke se lu ru ha ar om a ra sa ov er al l ja he m an is ra sa ra sa parameter penilaian organoleptik F. rasa keseluruhan. 70% terhadap parameter rasa pedas formula 1 dan formula 3. 95% terhadap parameter aroma jahe dan aroma keseluruhan formula 1. dan 95% terhadap parameter tampilan keseluruhan formula 3. 90% terhadap parameter warna formula 2 dan formula 3. Duapuluh ibu hamil tersebut terdiri atas 2 contoh utama (drop out 18 orang) dan 18 ibu hamil lain sebagai pengganti. dan tampilan keseluruhan terhadap masing-masing formula tablet isap. 2 (+ Tea Powder) F. 1 (+ Asam Sitrat) F. Penerimaan tersebut meliputi 80% terhadap parameter rasa jahe formula 2 dan formula 3. rasa pedas. 90% terhadap parameter rasa manis formula 2 dan formula 3. ar om a ra sa . penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe secara keseluruhan adalah lebih dari separuh contoh (>50%) untuk setiap formula. 85% terhadap parameter tekstur saat diisap formula 3. warna. aroma jahe. Parameter yang dinilai antara lain rasa jahe.Digunakan 20 ibu hamil sebagai contoh untuk melakukan uji hedonik dan penerimaan tablet isap jahe. aroma keseluruhan.

Terdapat persenyawaan kimia gingerol 1. 1 (+ Asam Sitrat) F. Sedangkan aspek yang kurang disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa pedasnya. maka gingerol yang merupakan komponen harapan utama untuk meredakan mual dan muntah memberikan kontribusi 0. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh ibu hamil contoh. Menurut Khairani (2002). Sebaran persentase penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe Melalui wawancara diketahui bahwa aspek yang banyak disukai ibu hamil contoh terhadap tablet isap jahe adalah rasa dan aroma jahenya yang segar. Adapula yang kurang menyukai tekstur tablet yang kasar.2% yang memberikan rasa pedas dalam oleoresin.1-2. Melalui hasil perhitungan.041% dalam tepung. Kontribusi Gingerol dan Estimasi Harga per Tablet Berdasarkan jumlah tepung jahe yang diformulasikan sebanyak 1.66 mg per tablet dengan asumsi kandungan senyawa aktif gingerol sebesar 0. dan ukurannya yang besar (diameter 2. Secara keseluruhan.4-3. kontribusi gingerol dalam 1 gram jahe segar dengan ar te ks tu rs ke ke td .3 cm dengan bobot 4 gram). kandungan oleoresin dalam jahe segar adalah 0. 2 (+ Tea Powder) Gambar 25.6 gram/tablet. ibu hamil contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut benar-benar akan dikembangkan dan dipasarkan. warnanya yang kurang menarik.persentase pen erimaan ibu hamil 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ja he da s rn a e is ja h an wa lu ru h pe uh iis ov er al an ap an l aa F. 3 (Tanpa Flavor) sa m a ra ra se ar se lu r om sa sa ra sa a ra om parameter penilaian organoleptik F. tergantung umur panen dan tumbuhnya.1%. Hal tersebut tidak memberikan kontribusi jauh berbeda dengan kandungan gingerol jahe segar.

Terdapat 30% contoh yang mengalami riwayat kehamilan . dan biaya tenaga kerja. Melalui perhitungan.044 mg–0. Harga tablet isap jahe dihitung berdasarkan 3 prakiraan biaya produksi antara lain biaya alat. 40% dari contoh tersebut mengalami mual dan muntah pada tingkatan sedang. Contoh secara keseluruhan berada pada usia kehamilan di atas tiga bulan pertama sehingga membuktikan bahwa MMK tidak hanya terjadi pada trimester awal. biaya bahan baku. diperoleh estimasi harga pabrik Rp 350/ tablet dan harga eceran Rp 500/ tablet dengan prakiraan keuntungan 75% per tablet untuk harga pabrik. Rincian perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 11.4%-3.682 mg/1g jahe segar (Lampiran 10). Sebanyak 80% contoh berada pada usia reproduksi yang sehat dan aman (20-35 tahun).kandungan oleoresin 0.1% atau sekitar 4-31mg oleoresin adalah pada kisaran 0. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sebagian besar contoh (75%) mengalami mual dan muntah kehamilan (MMK).

protein. Lebih dari separuh contoh (55%) mengonsumsi makanan utama hanya dua kali dalam sehari. tekstur. terpilih tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum sebagai tepung ekstrak jahe yang paling sesuai dijadikan tablet isap. Berdasarkan karakteristik fisik dan mutu . Berdasarkan tingkat konsumsi energi. Berdasarkan analisis fisik dan penilaian organoleptik yang dilakukan. Tablet formula 1 memperoleh hasil persentase tertinggi dari parameter tekstur saat diisap. Sebanyak 40% contoh menderita influenza dan 30% contoh mengalami anemia. Dilihat dari parameter rasa flavor. dan kelarutan namun berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap kadar air tepung. Sebagian besar contoh (80%) memiliki makanan yang pantang dikonsumsi selama hamil. zat besi dan memiliki tingkat konsumsi yang defisit. warna. estimasi kehilangan selama pengeringan. ketiga jenis formula tablet memperoleh hasil persentase yang sama (70%) pada parameter rasa manis. tablet formula 3 memperoleh hasil persentase tertinggi. Pengetahuan ibu hamil yang menjadi contoh tentang konsumsi jahe selama hamil cukup baik (85%).yang buruk. Kandungan gingerol terbesar diperoleh tepung dengan metode pengeringan semprot (0. aroma jahe.044%) dan kandungan terkecil diperoleh tepung dengan metode pengeringan vakum (0.05) namun berpengaruh signifikan (<0. Tepung dengan metode pengeringan vakum memperoleh modus tertinggi dengan skor 5 atau suka untuk masing-masing parameter rasa jahe. Sebagian besar jahe yang dikembangkan di Indonesia diolah dalam bentuk minuman serbuk instan sehingga pembuatan tablet isap jahe untuk ibu hamil dengan gejala mual dan muntah dapat dijadikan langkah aplikatif untuk meminimalisasi masalah mual dan muntah kehamilan. kalsium.05) terhadap kekerasan dan derajat keasaman (pH) tablet. Terdapat 30% contoh yang masih menderita kekurangan energi kronis (KEK). lebih dari separuh contoh keseluruhan. mouthfeel dan warna.041%).05) terhadap persentase rendemen. Tablet formula 2 dan formula 3 memperoleh hasil persentase yang sama dilihat dari parameter rasa pedas dan aroma keseluruhan. dan penampakan vitamin A. Perbedaan formulasi dalam pembuatan tablet isap jahe tidak memberi pengaruh signifikan terhadap waktu larut tablet (>0. rasa jahe. aroma flavor. Lebih dari separuh contoh (65%) menyatakan permintaannya terhadap produk pereda mual berbentuk tablet isap. Jenis pengeringan dalam pembuatan tepung ekstrak jahe tidak memberi pengaruh signifikan (>0. Berdasarkan uji mutu hedonik.

Skor modus penerimaan ibu hamil terhadap tablet isap jahe adalah 5 atau suka untuk setiap formula. maupun mutu hedonik dengan memperbaiki efisiensi dan efektivitas prosedur serta meminimalisir kesalahan yang terjadi selama pembuatan. Sedangkan berdasarkan persentase. DAFTAR PUSTAKA Almatsier S. Saran Produk olahan jahe sebagai tablet isap dapat lebih disempurnakan pada penelitian selanjutnya baik dari aspek fisik. Hal tersebut karena tablet formula 1 memiliki tingkat kekerasan yang mendekati standar prasayarat tablet isap yaitu lebih dari 10 mg dan melarut perlahan dalam mulut (±5-10 menit). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Disarankan untuk melakukan observasi terhadap ibu hamil di tempat lain yang lebih mewakili untuk mendapatkan gambaran hasil yang lebih valid. Penuntun Diet. 2005. Pemanfaatan jahe sebagai tablet isap untuk meredakan mual dan muntah kehamilan dinilai sangat baik oleh contoh. Secara keseluruhan. Institut Pertanian Bogor.organoleptik. contoh menyatakan kesediaannya untuk membeli tablet isap jahe jika produk tersebut dikembangkan. sebagian besar ibu hami (>75%) menerima semua formula tablet. tablet formula 1 paling memenuhi syarat sebagai tablet isap. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antikanker pada Minuman Susu Jahe (Zingiber officinale Amarum) [skripsi]. Amalia R. . Kandungan gingerol per tablet isap adalah 0. Intervensi dapat pula dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tablet isap jahe kepada ibu hamil dengan gejala mual dan muntah. 2004.66 mg dengan estimasi harga pabrik Rp 350 dan harga eceran per tablet isap adalah Rp 500. output senyawa gingerol. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Tablet dapat juga dilengkapi dengan zat-zat gizi yang diperlukan ibu hamil namun cenderung defisit dari tingkat konsumsi.

Morning Sickness? Banyak Cara Mengatasinya!. . http://www. Dalam Soekirman et al. Jakarta: Fakultas Kedokteran.L. ______.B. 2005. 2008. Senyawa Antimikroba.Aminah S. ______. 2000. http//:www. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.com/indo/index. Food Additives. Jakarta.depkes. LIPI.. [terhubung berkala]. 2007. Badan Standardisasi Nasional. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.net [30 September 2007]. Peningkatan Angka Kematian Ibu Hamil (AKI). Salminen. Universitas Indonesia Press. Gizi Wanita Hamil.net [30 September 2007]. Davidson. Laboratorium Mikrobiologi Pangan. [terhubung http://www. Andonotopo & Arifin.weddingku. Fardiaz S. Branen A.sorbitol. New York : Marcel Dekker. Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2003. 107). Anonim. 2008.M. Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Kota Bogor. Arisman M.wikipedia. Magnesium. P.cyberwoman. Departemen Kesehatan. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. S. (Eds. http//:www. Kiat Mengatasi Morning Sickness . Ratih D. Sukralose. 2004. Sorbitol.madsci. 27 (2) Juli 2003. Inc. Pedoman 8-2000 Penulisan Standar Nasional Indonesia. [terhubung http://en. Azwar A.com/ [30 September 2007]. berkala]. 2008]. ______.org/posts/archives/ [5 Agustus 2008]. 1988. 2006. Jurnal Media Gizi dan Keluarga.ca/ [13 Februari 2008]. Aspek Kesehatan dan Gizi dalam Ketahanan Pangan. berkala]. 2004. 14. Institut Pertanian Bogor. [terhubung berkala].html [5 Agustus 2008]. [terhubung berkala].com (30 September 2007). 2008.) Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII (hlm. http//:www. 1990.halalguide. Darlina & Hardinsyah. 2007. ______. 2004. Institut Pertanian Bogor. Farmastika. [terhubung berkala]. Anief M.org/wiki/magnesium [13 Februari berkala]. 2007. http//:www. [terhubung http://www. Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin. Gizi dalam Daur Kehidupan. ______. Aktivitas Antioksidan dan Antipoliferasi Sel Kanker K-562 pada Minuman Formulasi Susu Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Sterilisasi [skripsi]. Sodium Benzoate. Suliantari.cbn.info. 2008..jksucralose.

& Babu K.D. Megawati. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Institut Pertanian Bogor. 1994. editor. Proses Pembuatan Kembang Gula Tablet Pastilles dengan Penambahan Gambir [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1992. .A. Hardinsyah. 2005.P. Institut Pertanian Bogor. Ada Apa dengan Kehamilan? [terhubung berkala].cbn.net [30 September 2007]. [terhubung berkala]. D.N. Pusat Antar Universitas. Bogor: Fakultas Pertanian. Kaem D. London. Kailaku S. 1995. Terjemahan dari: The Teory and Practise of Industrial Farmacy. Sikap dan Praktek Gizi serta Tingkat Konsumsi Ibu Hamil di Kelurahan Kramat Jati dan Kelurahan Ragunan Propinsi DKI Jakarta [skripsi]. Hariyanto P. Armico. hlm.I. Boca Raton. 2003..D.Fardinatri I. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Lestari K. Bandung. Gizi Terapan pada Masa Hamil dan Menyusui. Lubis Z. Jahe dan Hasil Olahannya. H. Institut Pertanian Bogor.info. Khairani N.hiperemesisgravidarum/med/ [13 [terhubung berkala]. Pengembangan dan Evaluasi Tepung dan Tablet Isap Kaya Antioksidan Berbahan Dasar Tomat [skripsi]. Kanig. http//:www. http//:www. http//:www. Metode Rancangan Percobaan. Hiroshi T. 2002. Satuan Operasi Industri Pangan II: Pengering dan Pengeringan. Kimura I. Ed ke-2.. [terhubung berkala]. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.L.N. J. 2006. Ginger The Genus Zingiber. Mawaddah N. London: Oxford University Press.cyberwoman. CV. http://www. 2005. 2003. Di dalam: Ravindran P. Pengetahuan.telkom. 2008.net [30 September 2007]. Tablet Gonoderma Effervescent. 493-494.halalguide. Bogor: Fakultas Pertanian. Principles of Nutritional Assessment. 2006. Status Gizi Ibu Hamil serta Pengaruhnya Terhadap Bayi yang Dilahirkan. Mual dan Muntah Kehamilan: Apa yang Melatarbelakangi?. Lieberman. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Gaspersz V. Lachman L. Pharmacology of Ginger. Washington D. New York.C: CRC Press. Suyatmi S. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian. Gibson RA. 2005. Martianto. 2007. Koswara S. [skripsi]. Penerjemah. Morningsickness. Februari 2008].net [30 September 2007]. 2007. Leonara R. Jakarta UI Press.

Olds SW. Obstet Gynecol 2004. Makanan Sehat untuk Ibu Hamil.net [30 September 2007]. American Journal of Epidemiology. A Randomized Controlled Trial of Ginger to Treat Nausea and Vomiting in Pregnancy. McMillian V. 1983.Morgan E. USA: McGraw Hill. [terhubung berkala]. 2004.ac. Drying Technology in Agriculture and Food Science. . 2006. [terhubung berkala]. Pilosof A. http://www.org. Bandung : Tarsito. Siega P.unair.M. EzineArticles 17 May 2006. The John Hopkins University School of Hygiene Ang Public Health. 2008. http://www. USA & Plymouth.uk/pdfs/mussheet04. Nazir M. Inc.com/?Magnesium-Stearate&id=200360. Caroline C. pg.J.R. Depok: Puspa Swara. [terhubung berkala]. Enfield. editor. Terebiznik M. Handbook of Pharmaceutical Excipient Fifth Ed. 2003. 2001. http://www.103:639–45. UK: Science Publishers. Social and Cultural Perspective in Nutririon. Rahman A.pdf [13 Februari 2008]. Yogyakarta: Kanisius..ezinearticles. Lozzenges and Pastilles. Jakarta: Ghalia Indonesia. Spray and Freeze Drying of Enzymes. 2005. Museum of The Royal Pharmaceutical Society of Great Britain.C. P-Press. 2000. Papalia DE. Desain dan Analisis Eksperimen. Obstet Gynecol 2000. Ed.R. ke-2. Pengembangan Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Jahe (Zingiber officinalis Rosc. 1982. [terhubung berkala]. Metode Penelitian. [13 Februari 2008]. 1995.id/login/jurnal/filer/MFA-3-2-07.oxfordjournals.pdf [13 Februari 2008]. 1981. Human Development.journal. 167-168. Sugiartono. N. Krystin W. Paul J. 2003. [terhubung berkala]. S. Prentice Hall Inc. Neil H. http://www.S. © 2004 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2000. London & Chicago.. Rukmana R. Sudjana.97: 111–182. Magnesium Stearate.pasificchain. Sanjur. Di dalam: Mujumdar A. A Randomized Comparison of Ginger and Vitamin B6 in the Treatment of Nausea and Vomiting of Pregnancy. Rowe R. http//:www. [9 September 2008]. Frequency of Eating During Pregnancy and Its Effect on Preterm Delivery.C. Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia. Sripramote et al. © 2000 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. Owen.. Smith C. 2008.S. 2000. 1983.org. Nadesul H.) dengan Bahan Pengikat Etil Selulosa dan Gelatin B.rpsgb. Usaha Tani Jahe..

[terhubung http://elchem. Kismia Pangan dan Gizi. . Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. 2002.htm 2008]. L. Fakultas Pertanian. Jakarta: Puspa Swara.1 Juli 2002. Thin Layer-Chromatography.kr/vt/chemed/sep/tlc/tlc. PlaceboControlled Trial . 1996. Double-Masked. Wikandari P. 2007. berkala]. Theerajana K. Widyaningsih.ac. Bogor: Institut Pertanian Bogor.Suhardjo. Jurnal Media Gizi dan Keluarga tahun XXVI No. 1994. Winarno FG.R. Tissue. Pengembangan Metode Ekstraksi dalam Analisis Gingerol dalam Jahe Segar dan Beberapa Produk Jahe Olahan. Institut Pertanian Bogor. Sosio Budaya Gizi. Ruangsri R. Februari [13 Vutyavanich T. 1989. © 2001 by The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2001. 1992. Obstet Gynecol 2001. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ginger for Nausea and Vomiting in Pregnancy: Randomized. Wijianto & Khomsan.kaist. Kajian Pola Konsumsi Pangan Kaitannya dengan Kadar Vitamin A Serum pada Ibu Hamil di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor [skripsi].97: 577–82. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Anemia Gizi dan Ibu Hamil di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah.S.

LAMPIRAN .

Status Gizi Ibu hamil 1. Nama sheet: Cover R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R9 1. bara 6. NO. Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. Fakultas Pertanian. Islam R16 2. TANGGAL KUNJUNGAN 3. badoneng 5. Islam 14. DESA 8. Tinggi badan 6. Nama sheet: SG BUMIL A. ENUMERATOR 4. Institut Pertanian Bogor. LILA saat ini A1: A2: A3: A4: A5: A6: mgg kg kg cm cm . RW : R10 R11 R12 R13 R14 R15 10. Hindu : 4.Lampiran 1 Kuesioner profil ibu hamil KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). TELP 12. KECAMATAN 6. Kristen 3. AGAMA BUMIL 1.cangkurawok 4. kerahasiaan data Anda terjamin. NAMA BUMIL 5. 1. BB sebelum hamil 4. AGAMA SUAMI : : : : 4. Kristen 3. leuwi kopo : : : : : : : 3. USIA BUMIL 13. Kehamilan ke 3. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 30 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. Budha 5.lainnya (sebutkan) : : 2. Hindu 1. BB saat ini 5.lainnya 16. JUMLAH ANAK A.RT 11. Usia kehamilan 2. Budha 5. DUSUN/KAMPUNG 1. radar 2. bateng 7. NO RESPONDEN 2. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. NAMA SUAMI 15.sengked 9.

... Persalinan normal Ba22i i................... Influenza Ba12i Ba13i i...... Alasan: . Apakah ada makanan yang dianjurkan selama hamil? a..................................... Batuk Ba12h Ba13h h............... Diare Ba12g Ba13g g.................................... ............. 1x b.... Alasan: ....2x c.............. C7........... Jika YA sebutkan jenis makanan yang dianjurkan tersebut a................... 1x b. B2............ Ya b.. C11...... RIWAYAT KESEHATAN DAN KEHAMILAN IBU HAMIL B1........ Nama sheet: RiwKes B.............. Typus Ba12f Ba13f f.. Makanan yang tidak disukai:............................. Riwayat Kehamilan Ibu Hamil Ba21 Ba22 Ba23 Riwayat kehamilan Kode Frekuensi selama hamil Ba22a a..... Tidak C10.... C9...... Melahirkan bayi <37 minggu Ba22e e......... Riwayat Penyakit Ibu Hamil Ba11 Ba12 6 bln sebelum hamil Jenis Penyakit kode kode Frekuensi/6 bulan Ba12a Ba13a a........2x c.. 2=jika jawaban tidak) C 1... Apakah ibu memiliki jenis makanan pantangan: a.................... KEBIASAAN MAKAN IBU HAMIL (kode: 1=jika jawaban ya................... Persalinan caesar Ba22h h............... Jantung Ba12c Ba13c c................................ Melahirkan bayi sungsang Ba22g g.............................. Jika YA sebutkan jenis makanan pantangan tersebut a........ Aborsi Ba22c c........... Diabetes Ba12e Ba13e e............................ Alasan: .......................................... Siapakah yang menganjurkan untuk tidak memakan makanan pantangan ...... 3x d.................. Ya b.... Nama sheet: kebiasaan C......... C12... Melahirkan bayi mati Ba22f f.......... Berapa frekuensi Anda makan selingan dalam sehari: a.. Berapa frekuensi Anda makan makanan utama dalam sehari: a...... Ba13 Saat hamil Frekuensi selama hamil Ba24 Keterangan C...........>3x C3............ Melahirkan bayi <2500g Ba22d d......... Ba12j Ba13j j............. 3x d........a... Jika YA sebutkan jenis makanan yang menyebabkan alergi tersebut a................. C6...............>3x C2...... Tidak C4........ Hipertensi Ba12d Ba13d d.... b. Ya b.......... Alasan: ...... C5.............. Keguguran Ba22b b...................... Anemia Ba12b Ba13b b.................. b.......... Tidak C8...... b........ Apakah ibu alergi terhadap suatu jenis makanan? a............. Siapakah yang menganjurkan................... Anggota keluarga yang menjadi prioritas konsumsi pangan.....................82 Lampiran 1 (lanjutan) B.........

1 Labu siam 6.5 Daun singkong 5.7 Tempe goreng 8.3 Sawi 5.4 Ikan asin 3.3 Jeruk 7.3 Pisang goreng 8.5 Melon 7.8 Kerupuk 8.3 Kacang panjang 4. SUSU DAN TELUR 3.6 Tahu goreng 8.5 Telur negeri 3.2 Nasi uduk 1.2 Siomay 8.2 Ikan laut 3.3 Singkong 3.1 Tempe 4.6 Daun melinjo 5. Nama sheet: FFQ D.5 Kacang tanah 5.1 Daging ayam 3.2 Kangkung 5.10 Teh 8. KACANG-KACANGAN 4.1 Bakso 8.4 Apel 7. Frekuensi Konsumsi Pangan Ibu Hamil D1 D2 D3 1) No Jenis Pangan Frekuensi … kali per Hari Ming Bln Thn 1.2 Pisang 7.1 Bayam 5.7 Daun katuk 6.2 Talas 2.4 Nasi goreng 1. SAYURAN BUAH 6.7 Mangga 7. JAJANAN 8.5 Bakwan 8.8 Rambutan 8.3 Bubur ayam 1.2 Tahu 4.11 Biskuit D4 Rata-rata/konsumsi URT Gram .3 Ikan tawar 3.4 Kacang hijau 4. kol) 5.1 Pepaya 7.6 Susu 4.5 Mie instan 1.83 Lampiran 1 (lanjutan) D. DAUN-DAUNAN 5.1 Nasi 1.4 Sup (wortel.4 Mie ayam 8.2 Tomat 6. DAGING. UMBI-UMBIAN 2.1 Singkong 2. BUAH 7.6 Roti 2.3 Mentimun 7.6 Semangka 7. IKAN.

Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a.>2 d. tidak tahu F3.. camilan d. tidak dibolehkan d. beberapa kali seminggu a. tidak pernah d.84 Lampiran 1 (lanjutan) E.. rangsangan dari luar d. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil mual dan muntah kehamilan: dengan gejala mual dan muntah: a.. Mual dan Muntah serta Produk Olahan Jahe Untuk Mengatasi Masalah Tersebut F1.. tidak setuju d. F5.. 1 b. F13. sedang a. susu c. ringan b. F11. tidak tentu . susu b. sebutkan d. buah-buahan a. 2 c.. tanggal………… Kode Pangan Jenis makanan Sarapan E3 Banyaknya URT Gram Selingan (camilan) Siang Selingan (camilan) Malam F. tidak bersedia d.setuju c.. Tidak pernah c. tidak pernah periksa c. tidak tahu . tidak ada sebab spesifik F2... tekanan / stres b... F12. kelelahan c. trimester pertama sampai trimester akhir c. sering b. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk ke-: mengatasi mual dan muntah kehamilan: a. tablet isap d. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. Hiperemesis (sangat berat) c... Keseluruhan a... dokter b. dibolehkan b. tidak tahu F4.. bidan a. sangat setuju b. sangat tidak setuju F6. F10. ragu-ragu c. bersedia b. dianjurkan b. setiap hari b. berat d. beberapa kali selama hamil d. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. orang terpercaya d. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. jarang c. makanan berat b.. bubur c. F9.. lain-lain. F8. Konsumsi Pangan Ibu Hamil Recall 1x24 Jam E1 E2 Waktu makan Hari……………. trimester pertama dan kedua a..

Botol timbang dikeringkan pada oven bersuhu 1050C selama 3 jam. Setelah itu. Nilai kelarutan dinyatakan dalam persentase berat residu yang yang tidak dapat melalui kertas saring terhadap contoh bahan yang digunakan. kertas saring dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 3 jam. Rendemen (%) = a x 100% b Keterangan : a = berat ekstrak kering. Selanjutnya. dalam g C = berat kertas saring + berat residu. dalam g W1 = bobot contoh sebelum dikeringkan. Kadar air bahan dihitung dengan menggunakan persamaan: Kadar air = W x 100% W1 Keterangan: W = kehilangan bobot setelah dikeringkan. botol ditimbang. botol dimasukkan ke dalam desikator. dalam g B = berat kertas saring. Setelah dingin. Sebelumnya.42 dengan bantuan pompa vakum. % Kelarutan = 1 – (C – B) (100 – KA)% x A x 100% Keterangan : A = berat contoh yang digunakan. kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring Whatman No. dalam g Rendemen Ekstraksi (Khairani 2002) Rendemen ekstraksi didapatkan dari perbandingan antara berat ekstrak jahe kering dengan berat tubuh buah jahe kering dikali 100%. dalam g KA= kadar air (%) . didinginkan di dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang. dalam g Kelarutan (AOAC 1971 diacu dalam Khairani 2002) Penilaian nilai kelarutan dilakukan dengan melarutkan sejumlah sampel ke dalam 100 ml akuades panas (80-85)0C.85 Lampiran 2 Metode analisis karakteristik fisik tepung ekstrak jahe Kadar Air (Kailaku 2003) Pengukuran dilakukan dengan metode oven. Tahapan yang dilakukan anatara lain adalah penimbangan 1-2 g contoh dengan seksama pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya. dalam g b = berat buah kering. Pengeringan dan penimbangan dilakukan hingga diperoleh bobot tetap.

sepersepuluh milimeter division.850C sehingga seluruh tablet larut. dari Precisison Scientific Petroleum Instrument. Sampel tablet diletakkan pada bantalan penekan. Waktu larut diukur saat tablet dimasukkan ke dalam air dengan suhu 800C . jarum yang dapat dipenetrasi akan ditunjukkan pada jarum penetrometer.86 Lampiran 2 (lanjutan) Kekerasan (Kailaku 2003) Dilakukan dengan alat penetrometer. kemudian diambil air sebanyak 100 ml dan diukur pH-nya dengan pHmeter. Sampel dipenetrasi dengan membebankan jarum dengan skala beban tertentu. kemudian ditekan dengan jarum pengukur. Setelah penekanan. Pengukuran berlangsung 10 detik dengan beban 50 g. Nilai pH (Hartanto 1992) Tablet dilarutkan ke dalam 200 ml akuades panas dengan suhu 800C 850C . Kekerasan produk berbanding terbalik dengan jarak yang dapat dipenetrasi oleh jarum pengukur dalam jangka waktu tertentu. Waktu Larut (Nurharini 1997 diacu dalam Khairani 2002) Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stopwatch. .

................. sangat tidak suka 2......... warna... suka 6............... agak tidak suka 4................................................................................................. ................................................................. ........ warna dan penampakan keseluruhan dari tepung jahe............. Kode Sampel Rasa Jahe Rasa Pedas Aroma Tekstur Warna Penampakan Keseluruhan 101 102 103 Keterangan: 1. rasa pedas....... tidak suka 3......................................... ............................................. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Anda............ Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain...... ....................... Pengujian tepung ekstrak jahe dilakukan satu demi satu............................................ Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap rasa jahe........................................................................... sangat suka Komentar/saran : ....87 Lampiran 3 Kuesioner uji organoleptik tepung ekstrak jahe UJI HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan beberapa tepung ekstrak jahe............................................................................................. agak suka 5................................................... tekstur................. .... aroma............

Berilah nomor sesuai dengan peringkat penilaian yang Anda berikan.88 Lampiran 4 Kuesioner Uji Organoleptik Tablet Isap Jahe UJI MUTU HEDONIK Nama Jenis Kelamin Tanggal Pengujian : : L/P : Dihadapan Anda disajikan tiga jenis tablet isap jahe. Pengujian dilakukan satu demi satu. Anda diminta untuk melakukan penilaian terhadap kategori-kategori yang mempengaruhi mutu tablet isap tersebut. Bungkus Kuning Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa asam (amat sangat tidak asam – amat sangat asam) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma asam (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) . Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. 1 untuk yang paling rendah dan 9 untuk yang paling tinggi.

89 Lampiran 4 (lanjutan) Bungkus Hijau Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa teh hijau (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma teh hijau (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) Bungkus Merah Rasa manis (amat sangat tidak manis – amat sangat manis) Rasa jahe (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Rasa pedas (amat sangat tidak pedas – amat sangat pedas) Rasa keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Aroma jahe (amat sangat tidak tercium – amat sangat tercium) Aroma keseluruhan (amat sangat tidak pas – amat sangat pas) Mouthfeel (amat sangat tidak terasa – amat sangat terasa) Tekstur saat diisap (amat sangat kasar – amat sangat halus) Warna (amat sangat tidak homogen – amat sangat homogen) TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA .

lain-lain. dianjurkan b. hiperemesis (sangat berat) c. Fakultas Pertanian. kelelahan c. sebutkan d. USIA BUMIL 10. beberapa kali seminggu a. Tingkat keparahan mual dan muntah ibu selama hamil: Konsumsi obat khusus selama mual dan muntah: a.. KEHAMILAN KE: : : : 3. R1 R2 R3 R4 R5 1.. TANGGAL KUNJUNGAN 2.setuju c..RT 8. sangat setuju b. Saya mohon kesediaan Anda meluangkan waktu (± 15 menit) untuk mengisi kuesioner ini secara jujur dan lengkap. kerahasiaan data Anda terjamin.90 Lampiran 5 Kuesioner Uji Organoleptik dan Penerimaan Tablet Isap Jahe KUESIONER PENELITIAN PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH Kuesioner ini digunakan sebagai bahan untuk penelitian PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI TABLET ISAP UNTUK IBU HAMIL DENGAN GEJALA MUAL DAN MUNTAH oleh Devita Kusuma Rahingtyas (A54104080). sedang a.. jarang c. radar R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 1. Keseluruhan mengatasi mual dan muntah kehamilan: a.. berat d. A8.. Institut Pertanian Bogor.. leuwi kopo 6. A10. 2 c.. Jangka waktu terjadinya mual dan muntah kehamilan: Produk pencegah mual dan muntah kehamilan yang ibu a. TELP 9. susu b.. tidak ada sebab spesifik A2. KECAMATAN 4. tidak tahu A4. A9. tekanan / stres b. USIA KEHAMILAN 12.. A13.. Frekuensi mual dan muntah ibu selama hamil: Sebab mual dan muntah yang ibu alami: a.. sepanjang trimester pertama kehendaki: b. tidak tahu . tidak dibolehkan d. Jenis makanan yang banyak ibu konsumsi selama kondisi Pendapat ibu apabila jahe diberikan kepada ibu hamil dengan mual dan muntah kehamilan: gejala mual dan muntah: a. A11. RW 7. bidan a. orang terpercaya d. 1 b. trimester pertama dan kedua a. tidak tahu A3... bateng Mual dan Muntah Kehamilan serta Jahe dan Produk Olahannya A1. DESA 5.. bara 6. NAMA BUMIL 3. tidak pernah periksa c. Ke mana ibu memeriksakan diri apabila terjadi gangguan Bersediakah ibu untuk mencoba produk olahan jahe untuk kehamilan: mengatasi mual dan muntah yang ibu alami: a.. tidak pernah d... badoneng : : : 5. ragu-ragu c.. tidak bersedia d. tidak setuju d.cangkurawok : : : : : 4. NO. setiap hari b.. bersedia b.. sangat tidak setuju A6. sering b. Kondisi mual dan muntah terparah terjadi pada kehamilan ke-: Pendapat ibu apabila jahe diolah menjadi produk untuk a.. trimester pertama sampai trimester akhir c. buah-buahan a.... Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda. makanan berat b. camilan d. tablet isap d. Mahasisiwi Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga.. A12.. dibolehkan b.. Susu c. rangsangan dari luar d. beberapa kali selama hamil d.>2 d. Tidak pernah c. JUMLAH ANAK 11. ringan b. bubur c. tidak tentu .. dokter b. A5. DUSUN/KAMPUNG 2.

Apa tanggapan Ibu setelah mencoba produk tersebut? 3. Bagaimana pendapat Ibu tentang produk tablet isap yang terbuat dari jahe untuk mengatasi mual dan muntah kehamilan? 2. Saran yang dapat Ibu berikan kepada peneliti? . sangat suka Rasa Jahe Rasa Manis Rasa Pedas Rasa Keseluruhan Aroma Jahe Aroma Keseluruhan Warna Tekstur Isap Overall DAYA TERIMA 1. apakah Ibu akan membeli produk tersebut apabila beredar di pasaran? Mengapa? 6. sangat tidak suka tidak suka 3. Apabila Ibu mengalami mual dan muntah. agak tidak suka 4. Aspek-aspek manakah yang Ibu sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 4. Aspek-aspek manakah yang Ibu tidak sukai dari produk tersebut? Berikan alasannya! (Jawaban boleh lebih dari 1) 5. Beri nomor sesuai dengan pilihan jawaban Ibu. Ibu diminta untuk melakukan penilaian terhadap beberapa aspek-aspek di bawah ini.suka 6. 2.91 Lampiran 5 (lanjutan) UJI KESUKAAN Dihadapan Ibu disajikan beberapa jenis tablet isap jahe. Pengujian produk dilakukan satu demi satu. agak suka 5. Sebaiknya tidak dilakukan pembandingan antara produk satu dengan produk yang lain. Warna Kemasan Kuning Hijau Merah Keterangan: 1.

Sumber Vitamin dan Mineral (Sayuran) Bayam 4 20 14 70 Kangkung 4 20 15 75 Sawi 7 35 13 65 Sup 2 10 13 65 Dsingkong 16 80 4 20 Katuk 13 65 6 30 Syr Asem 8 40 10 50 Tauge 8 40 11 55 Labu siam 9 45 11 55 Mentimun 8 40 11 55 5. Sumber Karbohidrat Nasi 0 0 0 0 Nasi uduk 8 40 8 40 Bubur 9 45 9 45 Nasgor 10 50 10 50 Mie instan 11 55 6 30 Roti 5 25 11 55 Singkong 11 55 7 35 2. Sumber Vitamin dan Mineral (Buah-buahan) Pepaya 6 30 9 45 Pisang 6 30 12 60 Jeruk 2 10 14 70 Apel 9 45 11 55 Melon 12 60 8 40 Rambutan 3 15 14 70 6. Sumber Protein Hewani Ayam 6 30 12 60 Ikan laut 7 35 12 60 Ikan twar 7 35 11 55 Ikan asin 5 25 10 50 Telur neg. 3 15 9 45 Susu 4 20 1 5 3.92 Lampiran 6 Sebaran ibu hamil menurut frekuensi konsumsi pangan Bahan pangan Tidak pernah (0 kali/minggu) Jarang (1-3 kali/minggu) n % Sering (4-7 kali/minggu) n % 0 0 1 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 2 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 5 0 0 0 0 0 5 10 0 0 0 0 10 0 0 5 5 0 0 5 0 0 5 5 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 0 5 5 Setiap hari (>7 kali/minggu) n % 20 4 1 0 3 4 2 2 0 0 5 8 15 16 8 2 4 0 1 1 0 4 0 1 1 0 0 1 5 2 4 0 0 2 0 3 5 1 3 1 3 8 12 3 1 100 20 5 0 15 20 10 10 0 0 25 40 75 80 40 10 20 0 5 5 0 20 0 5 5 0 0 5 25 10 20 0 0 10 0 15 25 5 15 5 15 40 60 15 5 Total n % 1. Selingan Bakso 9 45 11 55 Siomay 8 40 9 45 Pisgor 9 45 6 30 Mie ayam 14 70 5 25 Bakwan 6 30 11 55 Tahu isi 9 45 9 45 Temgor 8 40 9 45 Kerupuk 5 25 6 30 Teh 3 15 5 25 Biskuit 6 30 10 50 Ekstrusi 14 70 4 20 n 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 . Sumber Protein Nabati Tempe 0 0 4 20 Tahu 2 10 8 40 Kcg pjg 10 50 8 40 Kcg hijau 6 30 10 50 Kcg tanah 9 45 10 50 4.

83 11.3 Kelarutan tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 100 95.83 14.82 16.09 8.49 8.4 pengeringan Jenis Contoh Gingerol tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode Tepung Ekstrak Jahe Hasil Pengujian terhadap Jenis Pengeringan (%) Spray Vacum Freeze 0.85 6.375 Lampiran 7.57 93.95 30.69 8.7701 Lampiran 7.34 6.17 Lampiran 7.2834 4.41 Ratarata Ulangan Rata-rata Estimasi Kehilangan (%) 38.98 Ulangan Kedua (%) 99.50 95.14 90.041 0.2 Rendemen tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Ulangan Pertama (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Pertama (%) 32.08 37.7773 Rata-rata Ulangan (%) 5.1 Kadar air tepung ekstrak jahe dengan berbagai metode pengeringan Metode Pengeringan Spray Vacum Freeze Ulangan Pertama (%) 7.6285 3.042 Metode Penelitian TLC scanner .043 0.92 96.8799 3.54 6.21 44.1314 3.7638 Ulangan Kedua (%) 4.39 Ulangan Kedua (%) Estimasi Kehilangan Ulangan Kedua (%) 44.13 5.21 96.4 Spray Vacum Freeze 6.3306 4.93 Lampiran 7 Hasil Analisis Karakteristik Fisik Tepung Ekstrak Jahe pada Berbagai Pengeringan Lampiran 7.3777 4.77 Rata-rata Ulangan (%) 99.48 5.

47 Rata-rata Ulangan (menit) 10 8.5 9.2 6.8 Rata-rata Ulangan 5.5 Rata-rata Ulangan 15 6.41 8.5 9 Ulangan Kedua 15 4.74 8.5 9.30 Lampiran 8.01 8.9 6.9 6.74 8.94 Lampiran 8 Hasil Analisis Mutu Fisik Tablet Isap Jahe pada Berbagai Formula Lampiran 8.3 6.1 Kekerasan tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 15 8.2 Waktu larut tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama (menit) 10.3 Derajat keasaman (pH) tablet isap jahe dengan berbagai formula Formula 1 2 3 Ulangan Pertama 5.9 6.4 6.13 Ulangan Kedua (menit) 9.18 8.25 Lampiran 8.7 Ulangan Kedua 5.75 .

84 Galat 3 15.74250000 0.87881667 Total 5 934.42030000 1.63645000 59.3 Hasil sidik ragam estimasi kehilangan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Pr > F Keragaman Perlakuan 2 754.1.79005000 5.75 Galat 3 0.3300 2 2 Lampiran 9.50303333 3.22495000 3.45675000 Lampiran 9.0843 Galat 3 179.71015000 140.2 Hasil sidik ragam rendemen tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 6.01215000 Total 5 3.95 Lampiran 9 Hasil sidik ragam dan Uji Lanjut Duncan terhadap karakteristik fisik tepung ekstrak jahe pada berbagai pengeringan Lampiran 9.25151667 5.1 Hasil sidik ragam kadar air tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 3.0971 Lampiran 9.23995000 Pr > F 0.33161667 6.7700 2 3 B 3.0550 2 1 A 4.29968333 Lampiran 9.66323333 377.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh pengeringan terhadap kadar air Duncan Mean N Perlakuan Grouping A 5.58083333 Total 5 8.1488 .60 Galat 3 1.0011 Pr > F 0.24553333 Pr > F 0.26335000 Total 5 56.30 0.44990000 20.4 Hasil sidik ragam kelarutan tepung ekstrak jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 40.03645000 0.

61350000 0.20450000 Total 5 2.33333333 41.0066 Lampiran 10.90000 A 2 2 6.25000000 21.02500000 3.1.73723333 0.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap kekerasan Duncan Mean N Perlakuan Grouping 8.2 Hasil sidik ragam waktu larut tablet isap jahe Sumber Db JK KT F hit Keragaman Perlakuan 2 1.56166667 0.3.96 Lampiran 10 Hasil sidik ragam mutu fisik tablet isap pada berbagai formula Lampiran 10.86861667 4.17 Pr > F 0.25 Galat 3 0.40 0.3 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 Pr > F 0.7500 A 2 3 4.1 Hasil uji lanjut Duncan pengaruh formula tablet terhadap pH Duncan Mean N Perlakuan Grouping 6.35073333 Lampiran 10.12333333 0.30000 B 2 1 Lampiran 11 Perhitungan kontribusi kandungan gingerol per tablet .75000 A 2 3 5.58333333 10.00833333 187.5000 A 2 1 7.75000000 0.0007 Lampiran 10.1333 ragam serajat keasaman (pH) tablet isap jahe JK KT F hit Pr > F 3.29166667 0.14833333 1.2500 B 2 2 Lampiran 10.1 Hasil sidik Sumber Db Keragaman Perlakuan 2 Galat 3 Total 5 ragam kekerasan tablet isap jahe JK KT F hit 20.

34 – 0.656 miligram terkandung 0.68 mg gingerol/ 1 g jahe segar Lampiran 12 Estimasi harga tablet isap jahe .2% dalam oleoresin.2 % gingerol 0.68 mg 0.04 .66 mg gingerol/ tablet isap jahe Jika dalam 1 gram jahe segar terkandung 0. 4 mg .1% oleoresin 4 – 31 mg oleoresin Sehingga.041% gingerol di dalam tepung ekstrak jahe maka : Kandungan gingerol per tablet = 1.6 gram x 0.4 – 3.0.6 gram tepung ekstrak jahe dengan metode pengeringan vakum per tablet isap. maka estimasi kandungan gingerol dalam 1 gram jahe segar adalah : 1 gram jahe segar 0.1 – 2.04 – 0.31 mg 1.56 x 10-4 gram = 0.1% oleoresin dengan kisaran kandungan gingerol antara 1.1 – 2.09 mg 0.97 Digunakan 1. Jika terkandung 0.4 – 3.041% = 6.

016/ kg 8 Rp 6. Sukralosa 1.5 jam x Rp 218.5 g Total Tenaga Kerja 6 orang x Rp 875.400 Rp 400 Rp 3. Biaya perawatan = Rp 500.000 Rp 15.000 2.83/ 8 jam kerja 15 x 365 365 1 kg x 8 jam = 5.000 Rp 250 Rp 1.750/ hari 24 1.022.000/ tahun 3.73 = Rp 8.5 jam Rp 5.000 = 5.219.000. Harga = Rp 30.000.750 = Rp 41. Sorbitol bubuk 1.33 kg 1.000.98 Biaya alat : Vacuum dryer 1.18/ 8 jam kerja 15 x 365 365 2 kg x 8 jam = 5.750 Rp 44.45 + 2.369.4 kg 8. Magnesium stearat 25 g 5.219.000 = 3.000 2.25 g 7. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional vaccum dryer per hari adalah : 30.800 Rp 4.000 + 1.022.000 3. Umur = 15 tahun Sehingga biaya operasional alat kempa per hari adalah : 20.83 = Rp 942/ kg tepung 5.542 + 942 = Rp 2. Harga = Rp 20.484/ kg tepung Bahan Tambahan Makanan (BTM) 1 kg tepung ekstrak jahe membutuhkan : 1.5 kg 2.33 kg 3 jam Rp 8.97 + 1. Asam sitrat 12.86 = Rp 5.542/ kg tepung 5.000.000.600/ kg Biaya total/ kg tepung : . Talk 25 g 6. Jahe 0.000 = Rp 218.18 = Rp 1. Maltodekstrin 1 kg 3. Sodium benzoate 2.739.250 Rp 50 + Rp 77.652.33 Biaya vaccum dryer + Biaya alat kempa = 1.000.479.5 g 4.33 Alat kempa 1.000 + 500. Aerosil 25 g 9. Biaya perawatan = Rp 1.

75/ tablet Jika ingin didapatkan keuntungan 50% maka harga jual tablet adalah: Rp 193.08/ tablet Sehingga diperoleh harga jual tablet = Rp 350/ tablet untuk harga pabrik = Rp 500/ tablet untuk harga eceran Lampiran 13 Kromatogram analisis gingerol .100 = Rp 193.484 = Rp 77.76 1000 + Biaya pengemasan (Rp 50/ tablet) = Rp 192.016 + Rp 121.76 + (Rp 193.100 1.99 Biaya alat Biaya BTM Biaya tenaga kerja Total Lampiran 12 (lanjutan) Biaya tablet isap : = Rp 2.76 x 75%) = Rp 339.600 = Rp 41.6 x Rp 121.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful