BAB I PENDAHULUAN Masalah kesehatan merupakan suatu masalah yang kompleks.

Mulai dari ilmu yang digunakan dalam penyelesaian merupakan multidisiplin, sektor yang terkait pun multisektoral, serta subjek yang melaksanankannya pun berasal dari berbagai pihak. Masyarakat memiliki porsi yang perlu diperhitungkan dalam penyelesaian masalah kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan. Membicarakan pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari fungsi pelayanan kesehatan daerah setempat sebagai fasilitator masyarakat untuk memainkan perannya dalam pembangunan kesehatan di daerahnya sendiri. Selain itu, masalah pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang harus dicermati oleh pemerintah mengingat mulai dikembangkannya paradigma sehat di Indonesia. Penerapan paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan dalam jangka panjang agar mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam memelihara kesehatan, melalui peningkatan pelayanan promotif dan preventif disamping kuratif dan rehabilitatif untuk mewujudkan Indonesia Sehat. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Secara nasional standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan. Apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah desa/kelurahan atau dusun (Depkes, 2003). (2)Secara sederhana, Puskesmas merupakan unit pelaksana pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan. Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Dengan kata lain, puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas adalah penanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat pertama. Berdasarkan adanya bentuk pelayanan maka Puskesmas berada dalam tingkat yang pertama (primary health care) yang mana pelayanan jenis ini diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan (jumlah kelompok ini

merupakan jumlah populasi sekitar 85%). Pada saat ini Puskesmas telah didirikan hampir di seluruh pelosok tanah air. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya, Puskesmas diperkuat dengan Puskemas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Kecuali itu untuk daerah yang jauh dari sarana pelayanan rujukan, Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian

wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh Bupati atau Walikota, dengan saran teknis dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah puskesmas rata - rata 30.000 penduduk setiap puskesmas. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Khusus untuk kota besar dengan jumlah penduduk satu juta atau lebih, wilayah kerja Puskesmas bisa meliputi satu kelurahan. Puskesmas di ibukota kecamatan dengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan “Puskesmas Pembina“ yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi. Pelayanan Kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi pelayanan : 1. 2. 3. 4. Promotif (peningkatan kesehatan). Preventif (upaya pencegahan). Kuratif (pengobatan). Rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk, tidak membedaan jenis kelamin dan golongan umur, sejak pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia. Sebelum ada puskesmas, pelayanan kesehatan di Kecamatan meliputi Balai Pengobatan, Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak, Usaha Hyegiene Sanitasi Lingkungan, Pemberantasan Penyakit Menular, dan lain - lain. Usaha-usaha tersebut masih bekerja sendiri-sendiri dan langsung melapor kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Petugas Balai Pengobatan tidak tahu menahu apa yang terjadi di BKIA, begitu juga petugas BKIA tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh petugas Hygiene Sanitasi dan sebaliknya. Dengan adanya sistem pelayanan

kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat yakni puskesmas, maka berbagai kegiatan pokok puskesmas dilaksanakan bersama di bawah satu koordinasi dan satu pimpinan. Dalam perkembangannya, batasan - batasan di atas makin kabur seiring dengan diberlakukannya UU Otonomi Daerah yang lebih mengedepankan desentralisasi. Dengan Otonomi, setiap daerah tingkat II punya kesempatan mengembangkan Puskesmas sesuai Rencana Strategis (renstra) Kesehatan Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bidang Kesehatan sesuai situasi dan kondisi daerah Tingkat II. Konsekuensinya adalah perubahan struktur organisasi kesehatan serta tugas pokok dan fungsi yang menggambarkan lebih dominannya kepentingan daerah tingakt II, yang memungkinkan terjadinya perbedaan penentuan skala prioritas upaya peningkatan pelayanan kesehatan ditiap daerah tingkat II, dengan catatan setiap kebijakan tetap mengacu kepada Renstra Kesehatan Nasional. Di sisi lain daerah tingkat II dituntut melakukan akselerasi di semua sektor penunjang upaya pelayanan kesehatan.

kesehatan ibu dan anak. dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi. penyuluhan kesehatan. penyediaan oralit mencegah kematian akibat diare. yang merupakan unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan kabupaten mempunyai 3 fungsi utama yaitu : 1. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit . Pemberi pelayanan kesehatan dan kedokteran secara menyeluruh (holistic). keluarga berencana untuk tujuan pencegahan kesakitan dan kematian balita dengan . imunisasi. Dr. seperti mengawasi (melalui surveillans) dan mencegah penyakit menular serta penyakit lain dalam masyarakat. Sebagai pusat pengembangan kesehatan wilayah.unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas.1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1. selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. paripurna. J. memperbaiki kesehatan lingkungan seperti pengawasan tempat -tempat umum. penyuluhan dan perbaikan gizi. Leimena berperan dalam dimulainya prinsip pendekatan pelayanan kesehatan masyarakat primer berbasis masyarakat yang terintegrasi secara horizontal (antar program . perbaikan gizi. Puskesmas. 3. seperti pengobatan umum. terpadu dan berkesinambungan kepada rakyat di wilayah kerja. Pada tahun 1969 . Leimena mencetuskan gagasan sistem pelayanan kesehatan dasar di tingkat primer yang dikenal dengan Bandung Plann (1951).program kesehatan di tingkat primer) dan vertikal (antara Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas Kecamatan). Hingga awal tahun 1990-an Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat. KB. Posyandu yang terdiri dari .BAB II KONSEP DASAR PUSKESMAS A. Sejarah Puskesmas Dr. Pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan dengan pendekatan PKMD. kesehatan gigi. 2. artinya berfungsi membina dan mengontrol kesehatan wilayah dan rakyatnya. Pada era pemerintahan Soeharto. penimbangan balita secara berkala. J.

2. dengan manajemen yang baik serta pembinaan dan pengawasan dari Dinkes Kabupaten. yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu. Visi Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Misi tersebut adalah seperti berikut : 1. Pengertian Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Perilaku sehat. Ketiga fungsi utama ini harus terlaksana dengan baik. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. D. . Misi Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Derajat kesehatan penduduk kecamatan. Balok SKDN dan sistem 5 meja agar benar-benar dapat mewujudkan peran serta masyarakat. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi -tingginya. 3. B. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan. C. Lingkungan sehat. Adapun indikator kecamatan sehat yang ingin dicapai merangkumi 4 indikator utama yakni : 1. Dengan kata lain Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya. 4.pemantauan yang baik menggunakan KMS.

d.2. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. 3. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi -tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Tujuan Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran.sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program Puskesmas. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. e. dilaksanakan dengan cara : a. Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya. Peran Puskesmas: . 2. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. peran dan kedudukan Fungsi Puskesmas: 1. Proses dalam melaksanakan fungsinya. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya. 3. Bekerja sama dengan sektor . Fungsi. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. b. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. c. 4. F. E. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Memelihara dan meningkatkan mutu.

Rangkaian material di atas bermanfaat dalam penentuan skala prioritas daerah dan sebagai bahan kesesuaian dalam menentukan RAPBD yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. preventif. Di bidang penunjang kuratif. Peran tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan kebijakan daerah melalui sistem perencanaan yang matang dan realisize. serta sistem evaluasi dan pemantauan yang akurat. Puskesmas juga dituntut berperan dalam pemanfaatan teknologi informasi terkait upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan terpadu. Adapun ke depan. sesuai SKN maka Puskesmas berkedudukan pada Tingkat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pertama. tatalaksana kegiatan yang tersusun rapi. 2. pimpinan Puskesmas dapat mengupayakan medical review dan prosedur tetap pelayanan medis. Puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sebagai institusi pelaksana teknis.Dalam konteks Otonomi Daerah saat ini. puskesmas dapat meningkatkan dan mengembangkan diri ke arah modernisasi sistem pelayanan kesehatan di semua lini. Di bidang pengembangan SDM petugas. baik promotif. Kedudukan Puskesmas: 1. agar mutu pelayanan meningkat dan masyarakat dapat menikmati berbagai pelayanan kesehatan di Puskesmas. kuratif maupun rehabilitatif sesuai kebijakan Rencana Strategis daerah tingkat II di bidang kesehatan. dituntut memiliki kemampuan manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. USG. Yang dimaksud Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama adalah fasilitas. agar upaya kuratif lebih bermutu dan dapat dipertanggung jawabkan. Sebagai contoh : di bidang promotif. EEG dan lain -lain secara bertahap. puskesmas dimungkinkan menggunakan LCD proyektor sebagai sarana penyuluhan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi terkini yang bersifat interaktif menggunakan perangkat audiovisual multimedia. Kedudukan secara administratif : Puskesmas merupakan perangkat teknis Pemerintah Daerah Tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administratif kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Puskesmas dapat mengembangkan Laboratorium modern menggunakan Elektro Fotometri. . sedangkan dalam hal pengembangan pelayanan kesehatan. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan : Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan.

penggerakan pelaksanaan dan pengawasan. Dalam rangka peningkatan menejemen di tingkat Puskesmas. Manajemen Puskesmas Manajemen puskesmas berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Di samping itu dengan adanya Perencanaan Tingkat Puskesmas ini diharapkan adanya nilai tambah berupa meningkatnya kemampuan menejemen Puskesmas dalam merencanakan kegiatan .lain sesuai skala priotitas dan kondisi tiap Puskesmas. Diharapkan hasil penyusunan rencana tingkat Puskesmas ini dapat seragam sehingga dapat mempermudah dalam pengolahan selanjutnya di tingkat Kabupaten menjadi suatu rencana tahunan kesehatan di daerah tingkat II. 1. semisal brosur jadwal makan diabetes saat puasa dan lain lain. Nomor : 128/Menkes/SK/II/2004.kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah masalah yang dihadapi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan. Secara umum perencanaan dapat dikatakan sebagai suatu proses penyusunan yang sistematis mengenai kegiatan . Perencanaan di tingkat Puskesmas atau yang disebut juga Microplanning dikeluarkan pada tahun 1986. Disamping itu dijumpai permasalahan bahwa belum semua Puskesmas melaksanakan mikropalanning dan kurang dimanfaatkannya hasil mikroplanning oleh Dinas Kesehatan II. puskesmas dapat mengembangkannya dalam bentuk pembuatan brosur semisal brosur jadwal imunisasi. brosur DBD (Demam Berdarah Dengue). Di bidang rehabilitatif. Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran puskesmas yang efektif dan efisien. Mikroplanning ini dirasakan kurang bersifat operasional karena kurun waktu rencana yang disusun berjangka waktu lima tahunan. Microplanning atau perencanaan mikro di tingkat Puskesmas adalah penyusunan rencana di tingkat Puskesmas untuk lima tahun termasuk rincian tiap tahunnya.kegiatan yang akan dilakukannya yang meliputi seluruh .Di bidang preventif. pengendalian dan penilaian telah dikernbangkan. G. diare dan lain . maka unsur -unsur manejemen yang terdiri atas perencanaan. Oleh karena itu dikembangkan Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) yang akan memuat petunjuk dalam menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun. juga dapat dikembangkan transfer pengetahuan kesehatan kepada khalayak berupa brosur.

Penggalangan kerja sama dalam tim .langkah Perencanaan Tingkat Puskesmas. volume kegiatan. Data yang perlu dikumpulkan adalah data situasi umum (data kependudukan.pihak atau petugas yang akan terlibat dalam proses perencanaan agar memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan dalam melaksanakan langkah . Pada tahap ini diperoleh data dan informasi untuk mengetahui keadaan dan masalah operasional Puskesmas yang perlu ditanggulangi. Tahap ini dilaksanakan melalui pertemuan. b. Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK). a. dan rapat kerja tribulanan lintas sektoral. Penggerakan pelaksanaan Dalam rangka menejemen Puskesrnas yang terdiri atas perencanaan (PI). Yang dimaksud dengan masalah operasional adalah tidak tercapainya target pelayanan kesehatan seperti yang diharapkan dan penyebabnya. pengendalian dan penelitian (P3). sumber biaya dan penjadwalannya. Penyusunan Rencana Tingkat Puskesmas dilakukan dalam 4 tahap yaitu tahap persiapan. 2. Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan pihak .kegiatan pokok Puskesmas. data sekolah) dan data pencapaian target program. penggerakan pelaksanaan (P2) dan Pengawasan. Lokakarya Mini Puskesmas terdiri atas 4 komponen yaitu penggalangan kerja sama lintas sektoral. langkah perumusan pendekatan pemecahan masalah dan langkah penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK). Tahap ini meliputi tiga langkah yaitu perumusan masalah dan penyebabnya. a. maka Lokakarya Mini Puskesmas merupakan pedoman penggerakan pelaksanaan. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang disebut pula dengan Plan Of Action (POA) adalah penyusunan rencana yang mencakup rincian kegiatan. d. Tahap analisis situasi. Tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dan tahap penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). tahap analisis situasi. tenaga pelaksana. Tahap persiapan. lokasi pelaksanaan. c. pembahasan atau pelatihan sesuai keperluannya. data wilayah.

pemantauan. b. c. Apabila dijumpai masalah akan dibahas bersama untuk dipecahkan bersama dan kernudian menyusun rencana kerja bulan berikutnya. d. penggerakan pelaksanaan. sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh Puskesmas. Dalam menejemen diperlukan adanya data yang akurat. pengendalian dan penilaian penampilan Puskesmas serta situasi kesehatan masyarakat umumnya. berlaku Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP).sektor yang bersangkutan. pengendalian dan penelitian. Berdasarkan SK Mentri No. Sebagai hasil pertemuan adalah kesepakatan rencana kerja sama lintas sektoral dalam membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.Yaitu lokakarya yang dilaksanakan sebulan sekali di dalam lingkungan puskesmas sendiri. Penggalangan kerja sama lintas sektoral Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor . pengawasan. Rapat kerja triwulan lintas sektoral Sebagai tindak lanjut pertemuan penggalangan kerja sama lintas sektoral dilakukan pertemuan lintas sektoral setiap 3 bulan sekali untuk mengkaji hasil kegiatan kerja sama lintas sektoral selama 3 bulan yang lalu dan memecahkan masalah yang dihadapi kemudian disusun rencana kerja sama lintas sektoral bulan berikutnya. Dengan melakukan SP2TP yang baik maka akan didapat data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan. Untuk itu perlu dijelaskan manfaat bersama pembinaan upaya peran serta mayarakat dalarn bidang kesehatan bagi sektor . SP2TP adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan Puskesmas meliputi keadaan fisik. dalarn rangka meningkatkan kerja sama antar petugas puskesmas untuk meningkatkan fungsi Puskesmas. Pengawasan. 3. tenaga. 63/Menkes/II/1981. SP2TP dilakukan oleh semua .sektor yang bersangkutan diperlukan penggalangan kerja sama lintas sektoral serta dilaksanakan dalam satu pertemuan lintas sektoral setahun sekali. tepat waktu dan kontiniu serta mutakhir secara periodik. Rapat kerja bulanan Puskesmas Sebagai tindak lanjut rapat penggalangan kerja sama dalam tim setiap akhir bulan diadakan pertemuan antar tenaga puskesmas untuk membandingkan rencana kerja bulan yang lalu dengan hasil kegiatannya.

Strata Puskesmas dengan prestasi kerja cukup. data sarana yang dimiliki Puskesmas yang dilakukan secara periodik (bulanan.masing kegiatan. Pencatatan dan pelaporan mencakup data umum dan demografi wilayah kerja Puskesmas. Strata Puskesmas dengan prestasi kerja baik. Stratifikasi Puskesmas dilaksanakan setahun sekali secara menyeluruh dan serentak di semua Puskesmas dan bertahap sesuai dengan jenjang administrasi sampai ke Pusat. Propinsi sampai ke tingkat Pusat.Puskesmas termasuk Puskesmas Perawatan. Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Kabupaten. Aspek yang dinilai dalam Stratifikasi Puskesmas meliputi 4 aspek atau kelompok variabel yaitu hasil kegiatan Puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing . pengolahan data. Strata Puskesmas dengan prestasi kerja kurang. data ketenagaan. sumber daya yang tersedia di Puskesmas serta keadaan lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan Puskesmas. Kegiatan stratifikasi mencakup pengumpulan data. analisis masalah dan penentuan langkah penanggulangannya yang dilakukan mulai dari tingkat Puskesmas. . semester dan tahunan) dengan menggunakan formulir yang baku. Penilaian prestasi kerja Puskesmas dilakukan dengan menggunakan pedoman Stratifikasi Puskesmas dimana Puskesmas dikelompokkan dalam 3 strata yaitu : a. c. hasil dan cara pelaksanaan menejemen Puskesmas. Dalam upaya peningkatan fungsi Puskesmas telah dikembangkan suatu pola pembinaan Puskesmas melalui stratifikasi Puskesmas. tribulan. b.

V. VI dan VII [ lihat bagan ] Struktur Organisasi Puskesmas Kepala Puskesmas Urusan Tata Usaha Unit I – III Pelaksanan Teknis Puskesmas Pembantu Unit IV – VII Pelaksana Teknis Bagan 1: Struktur Organisasi Puskesmas secara Umum B. Ringkasan Uraian Tugas: Kepala Puskesmas: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: memimpin. struktur organisasi merupakan kaitan sistemik antarberbagai komponen. Organisasi Puskesmas Susunan organisasi Puskesmas terdiri dari: a. Secara teoritis. Unit terdiri dari: unit I. mengawasi dan mengkoordinir kegiatan Puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan struktural dan jabatan fungsional. Unit yang terdiri dari tenaga / pegawai dalam jabatan fungsional 2. Unsur Pelaksana : 1. IV. Unsur Pimpinan : Kepala Puskesmas b. Struktur mengacu ke Kepmenkes 128/2004 A. Unsur Pembantu Pimpinan : Urusan Tata Usaha c. dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. jumlah unit tergantung kepada kegiatan.BAB III STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS Struktur organisasi adalah rencana formal untuk menciptakan pembagian kerja yang efisien dan koordinasi yang efektif dari kegiatan-kegiatan anggota organisasi. II. III. Komponen sumber daya manusia (SDM) adalah komponen yang paling dominan. . Struktur organisasi mengandung pengertian tentang bagaimana tugas kerja akan dibagi. tenaga dan fasilitas tiap daerah 3.

Unit VI: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan pengobatan Rawat Jalan dan Rawat Inap ( Puskesmas Perawatan ). Ringkasan Tata Kerja Dalam melaksanakan tugasnya. Unit II: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan laboratorium. Unit I: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan Kesejahteraan Ibu dan Anak. Kesehatan Jiwa. Keluarga Berencana dan Perbaikan Gizi. Kepala Puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi. Unit III: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut. penyakit. Setiap unsur di lingkungan Puskesmas wajib . memberikan bimbngan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas masing-masing petugas bawahannya. perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. Kesehatan Mata dan kesehatan khusus lainnya. mengkoordinasi semua unsur dalam lingkungan Puskesmas. kesehatan lingkungan dan C. Unit V: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan di bidang pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. keungan. Kesehatan tenaga Kerja dan Lansia ( lanjut usia ). Kepala Puskesmas bertanggung jawab memimpin. khususnya imunisasi. Unit VII: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan pengelolaan Farmasi. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan Puskesmas maupun dengan satuan organisasi di luar Puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kesehatan Sekolah dan Olah Raga. Unit IV: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: melaksanakan kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat.Kepala Urusan Tata Usaha: Mempunyai tugas pokok dan fungsi: di bidang kepegawaian.

juga dapat dimodifikasi sesuai kemudahan koordinasi dan integrasi personal maupun program serta akses layanan. Perlu diingat.mengikuti dan mematuhi petunjuk dari dan bertanggung jawab kepada Kepala Puskesmas. Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral dari Puskesmas. bergantung kepada jumlah dan jenis tenaga. Contoh: Unit V yang mestinya melaksanakan Rawat Jalan dan Rawat Inap. kegiatan dan fasilitas di masing-masing Puskesmas atau Daerah Tingkat II. Pada akhir Pelita V di wilayah kerja Puskesmas Pembantu diperkirakan meliputi 2 – 3 desa. mengingat kemudahan akses dan alur pelayanan. dan Rawat Jalan sebagai koordinator. Setiap modifikasi sistem unit hendaknya disertai narasi atau keterangan agar tidak berulangkali ditanyakan oleh Tim Supervisi Dinas kesehatan Dati II. dengan sasaran penduduk anatara 2. kurang memahami keterkaitan Struktur sistem Unit dengan Renstra Daerah maupun kondisi setiap Puskesmas ( dikarenakan mungkin pandangan yang kaku atau kurangnya koordinasi di SubDin Dinas Kesehatan Dati II ). Selain itu. dapat ditambahkan Lab. Hal-hal yang menyangkut tata hubungan dan koordinasi dengan instansi vertikal Departemen Kesehatan RI (akan diatur dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan RI) Catatan: Dalam realisasi pelaksanaan penyusunan Struktur Orgaanisasi dan Penempatan petugas dapat dilakukan secara fleksibel. adalah unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. atau setiap Puskesmas memiliki beberapa .000 jiwa ( di perkotaan Jawa-Bali ). yang penting dapat dilihat oleh petugas maupun pengunjung. Bentuk dan tampilan Struktur organisasi juga fleksibel dan tidak mengikat. D. untuk itu diperlukan penjelasan dalam bentuk tertulis yang termuat dalam narasi Rencana Kerja dan Evaluasi Puskesmas. Fasilitas Penunjang a.500 jiwa ( di luar Jawa-Bali ) hingga 10. adakalanya Supervisor atau staf SubDin Dinas Kesehatan Dati II. Puskesmas Pembantu Puskesmas Pembantu yang lebih sering dikenal sebagai Pustu atau Pusban. Berarti di Unit II tanpa Laboratorium karena sudah disubstitusi.

Selain itu juga menerima rujukan masalah kesehatan anggota keluarga Dasawisma untuk diberi pelayanan seperlunya atau dirujuk lebih lanjut ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu dan terjangkau secara rasional. Wilayah kerja bidan desa adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3. . d. Melakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audiovisual. Puskesmas Keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatankegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Tugas utama bidan desa adalah membina peran serta masyarakat melalui pembinaan Posyandu dan pembinaan kelompok Dasawisma. b. Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan Keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan. b. khususnya di daerah Perkotaan. disamping memberikan pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan persalinan di rumah penduduk. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil atau daerah yang tidak atau sulit dijangkau oleh pelayanan Puskesmas atau Puskesmas Pembantu dengan frekuensi 4 kali dalam seminggu. c. ditempatkan seorang Bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas.Puskesmas Pembantu didalam wilayah kerjanya. atau disesuaikan dengan kondisi geografis tiap Puskesmas. Dapat dipergunakan sebagai alat transport penderitra dalam rangka rujukan bagi kasus darurat. Namun adakalanya Puskesmas tidak memiliki Puskesmas Pembantu. Bidan Desa Pada setiap desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatannya. peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga dari Puskesmas. c. Melakukan penyelidikan tentang Kejadian Luar Biasa ( KLB ). Kegiatan Puskesmas Keliling adalah: a.000 jiwa.

Program Pokok Puskesmas Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga maupun fasilitasnya. baik petunjuk pelaksanaan maupun perbekalan akan diberikan oleh Pemerintah Pusat . Keluarga Berencana 3. Kesehatan Usia Lanjut 18. Karenanya. Disamping penyelenggaraan usaha-usaha kegiatan pokok Puskesmas seperti tersebut diatas. Usaha Kesehatan Sekolah 9. Pemberantasan Penyakit Menular 6. Upaya Pengobatan termasuk Pelayanan Darurat Kecelakaan 7. kegiatan pokok Puskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Usaha Kesehatan Jiwa 14. Kesehatan Olah Raga 10. Setiap kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa ( PKMD ). Puskesmas sewaktu-waktu dapat diminta untuk melaksanakan program kesehatan tertentu oleh Pemerintah Pusat ( contoh: Pekan Imunisasi Nasional ). Dalam hal demikian. Kesehatan Lingkungan 5. Kesejahteraan ibu dan Anak ( KIA ) 2. Usaha Peningkatan Gizi 4. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat 8. Kesehatan Mata 15.E. Pembinaan Pengobatan Tradisional Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil. Usaha Kesehatan Kerja 12. Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Kesehatan 17. karenanya kegiatan pokok di setiap Puskesmas dapat berbeda-beda. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut 13. Perawatan Kesehatan Masyarakat 11. Laboratorium ( diupayakan tidak lagi sederhana ) 16. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang lazim dan seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1.

misalnya karena timbulnya wabah penyakit menular atau bencana alam.bersama Pemerintah Daerah. pengobatan. Jenis Rujukan: Sistem Rujukan secra konsepsional menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. Adalah rujukan yang menyangkut masalah kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif yang antara lain meliputi bantuan: . Sesuai dengan keadaan geografis. meliputi:  Konsultasi penderita untuk keperluan diagnostik. kepada yang lebih kompeten. Agar jangkauan pelayanan Puskesmas lebih merata dan meluas. 2.  Mendatangkan atau mengirim tenaga yang lebih kompeten atau ahli untuk meningkatkan mutu pelayanan pengobatan. b. 1. Rujukan Kesehatan.  Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap. Puskesmas perlu ditunjang dengan Puskesmas Pembantu. Untuk mengatasi kejadian darurat seperti di atas bisa mengurangi atau menunda kegiatan lain. Dukungan Rujukan. sarana perhubungan dan kepadatan penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas. terjangkau dan dilakukan secara rasional. Keadaan darurat mengenai kesehatan dapat terjadi. luas wilayah. Disamping itu penggerakan peran serta masyarakat untuk mengelola Posyandu dan membina dasawisma akan dapat menunjang jangkauan pelayanan kesehatan. baik secara vertikal maupun horisontal. tindakan operatif dan lain-lain. Sistem Rujukan Upaya Kesehatan: Adalah suatu sistem jaringan pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat. Rujukan Medik. Bidan desa di daerah yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan yang sudah ada. Jangkauan Pelayanan Kesehatan. tidak semua penduduk dapat dengan mudah mendapatkan akses layanan Puskesmas.

3. Praktek Dokter Swasta. bantuan teknologi penanggulangan keracunan dan bantuan obta-obtatan atas terjadinya keracunan masal  Pemberian makanan. Jenjang Tingkat Pelayanan Kesehatan Jenjang ( Hirarki ) Tingkat Rumah Tangga Komponen / unsur pelayanan kesehatan Pelayanan Kesehatan oleh individu atau oleh keluarganya sendiri Kegiatan swadaya masyarakat dalam menolong mereka sendiri oleh Kelompok Paguyuban. dan lain-lain Tingkat Masyarakat Fasilitas Peleyanan Kesehatan Profesional Tingkat Pertama . Khusus:  Dihasilkannya upaya pelayanan kesehatan klinik yang bersifat kuratif dan rehabilitatif secara berhasil guna dan berdaya guna  Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif secara berhasil guna dan berdaya guna. Umum: Dihasilkannya pemerataan upaya pelayanan kesehatan yang didukung kualitas pelayanan yang optimal dalam rangka memecahkan masalah kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna b. PKK. anggota RW. Survey epidemiologi dan pemberantasan penyakit atas kejadian Luar Biasa atau berjangkitnya penyakit menular  Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan di suatu wilayah  Penyidikan penyebab keracunan. Puskesmas Keliling. dan lain-lain. 4. Puskesmas Pembantu. Tujuan Sistem Rujukan Upaya Kesehatan a. Poloklinik Swasta. RT dan masyarakat Puskesmas. Saka Bhakti Husada. tempat tinggal dan obat-obatan untuk pengungsi atas terjadinya bencana alam  Saran dan teknologi untuk penyediaan air bersih atas masalah kekurangan air bersih bagi masyarakat umum  Pemeriksaan spesimen air di Laboratorium Kesehatan.

Fasilitas Pelayanan Rujukan Tingkat Pertama Fasilitas Pelayanan Rujukan yang lebih tinggi Rumah Sakit Kabupaten / Kota. baik rujukan medik maupun rujukan kesehatan  Meningkatkan upaya dana sehat masyarakat untuk menunjang pelayanan rujukan. Klinik Swasta. . Laboratorium. Daerah. Alur Rujukan Rujukan medik:  Intern antara petugas puskesmas  Antara Puskesmas pembantu dengan Puskesmas  Antara masyarakat dengan Puskesmas  Antara Puskesmas yang satu dengan Puskesmas yang lain  Antara Puskesmas dengan RS. dan lalin-lain RS type B dan type A. RS Swasta. Kes. Lab. 6. Upaya Peningkatan Mutu Rujukan Langkah-langkah dalam upaya meningkatkan mutu rujukan:  Meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas dalam menampung rujukan dari Puskesmas Pembantu dan Pos kesehatan lain dari masyarakat  Mengadakan Pusat rujukan antara dengan mengadakan ruangan tambahan untuk 10 tempat tidur perawatan penderita gawat darurat di lokasi yang strategis  Meningkatkan sarana komunikasi antara unit pelayanan kesehatan  Menyediakan Puskesmas Keliling di setiap Kecamatan dalam bentuk kendaraan roda 4 atau perahu bermotor yang dilengkapi alat komunikasi  Menyediakan sarana pencatatan dan pelaporan bagi sistem rujukan. Laboratorium. Lembaga Spesialistik Swasta. atau fasilitas kesehatan lainnya. Lab. dll Table 1: Jenjang Tingkat Pelayanan Kesehatan 5. Klinik Swasta.

Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur : : : : berbatasan dengan Kecamatan Tallo berbatasan dengan Kecamatan Maradekaya berbatasan dengan Kecamatan Wajo berbatasan dengan Kecamatan Ujung Tanah Wilayah kerja Puskesmas Layang Meliputi: Adapun willayah kerja puskesmas layang sebagai berikut : No Wilayah Kerja Puskesmas 1 2 3 4 Kelurahan Layang Kelurahan Bunga Ejaya Kelurahan Parang Layang Kelurahan Bontoala Jumlah RW 6 4 4 2 .21 Km2.BAB IV GAMBARAN UMUM PUSKESMAS LAYANG Keadaan Geografis Gambar 1. Kecamatan Bontoala Kota Makassar dengan luas wilayah 0. Puskesmas Layang Puskesmas Layang terletak di Kelurahan Layang. 2. 3. Kelurahan Layang berbatasan dengan : 1. 4.

Pustu 2 di Kelurahan Bunga Ejaya c. 1 Unit Mobil Ambulance 4 Unit Sepeda Motor . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut : No Kelurahan 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Layang Kelurahan Bunga Ejaya Kelurahan Parang Layang Kelurahan Bontoala Kelurahan Bontoala Tua Kelurahan Gaddong Kelurahan Bontoala Parang Jumlah Penduduk 9088 5849 4830 2433 5060 4831 4685 Sarana Kesehatan Puskesmas Layang terdapat beberapa fasilitas kesehatan yaitu: 1. Puskesmas Pembantu yang terdiri dari 3 : a. 3.5 6 7 Kelurahan Bontoala Tua Kelurahan Gaddong Kelurahan Bontoala Parang 5 5 4 Kondisi Demografis Jumlah penduduk Puskesmas Layang sesuai hasil pendataan BPS tahun 2010 dalam wilayah kerja Puskesmas Layang sebanyak 36. Pustu 1 di Kelurahan Layang b. Pustu 3 di Kelurahan Gaddong 2.776 jiwa.

Denah Kecamatan Bontoala . Ada pun tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Layang adalah sebagai berikut : No Fasilitas kesehatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dokter Umum Dokter Gigi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Bidan Perawat Kesehatan (SPK) Perawat Gigi Tenaga Laboratorium (SMAK) Tenaga Farmasi Apoteker Jumlah 3 2 9 2 6 1 1 1 1 1 Gambar 2.Tenaga Kesehatan Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas perlu didukung oleh tenaga kesehatan yang cukup.

Peran Serta Masyarakat Adapun peran serta masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Layang. Kecamata Bontoala makassar adalah : Jumlah Posyandu Jumlah Kader Jumlah SD 30 150 19 .

BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN Puskesmas Layang merupakan salah satu tempat stase saat menjalani pendidikan di Bagian Ilmu Kedokteran Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas pada minggu III dan IV. Program kegiatan yang dilakukan selama 2 minggu stase di Puskesmas Kassi-Kassi adalah Orientasi (Pengenalan) Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu. Gambar 3. mulai pukul 07. Pada pelaksanaan kegiatan ini kami mendapat bimbingan/arahan dari Kepala Puskesmas dan para staf dan pegawai puskesmas.00 WITA (Jumat 07. dengan 6 hari dinas. Posyandu dan Penyuluhan Kesehatan.Puskesmas pembantu.00 WITA). Poliklinik Umum.30-11.30-12. Kegiatan Dipuskesmas Layang . mulai tanggal 9 Juli – 20 Juli 2012.

Sri menjelaskan bahwa belum ada tanda-tanda khusus yang dapat dilihat dengan . Untuk itu. Pelyanan Gizi Balita Di Puskesmas Layang GIZI merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik. Selain itu. Pada tahap ini. juga penting untuk perkembanganotak.Gambar 4. Kegiatan posyandu. Dengan gizi yang baik. disebut sebagai Kurang Energi Protein Ringan. Pertama . Kurang gizi pada anak terbagi menjadi tiga. orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak. karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan. orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak agar anak tidak mengalami kurang gizi.

perhatian si ibu untuk si kakak sudah tersita dengan keberadaan adiknya. dan terkadang terjadi borok pada kornea. Faktor Penyebab Kurang Gizi Pertama. Selain tanda-tanda atau gejala-gejala tersebut. diare yang sering terjadi. Pada tahap ini. Selain itu. berat badan si anak hanya mencapai 70 persen dari berat badan normal. jika tinggi badan si anak tidak terus bertambah atau kurang dari normal. Faktor penyebab Kurang gizi pada anak. . serta pecah-pecah di sudut mulut. infeksi. yaitu kurang sekali. selain berat badan. ada juga tanda lainnya. anak yang mulai bisa berjalan mudah terkena infeksi atau juga tertular oleh penyakit-penyakit lain. dan warna rambut berubah agak kemerahan. Ketiga. Oleh karena itu akhirnya si kakak menjadi kurang gizi. Kedua. Penyakit-penyakit penyerta tersebut misalnya adalah anemia atau kurang darah. bisa terjadi di usia Balita (Bawah Lima Tahun). Kedua. disebut sebagai Kurang Energi Protein Sedang. seperti penyakit penyertanya. mata menjadi rabun. Selain marasmus. jarak antara usia kakak dan adik yang terlalu dekat ikut mempengaruhi. disebut sebagai Kurang Energi Protein Berat. Hanya saja. ada tanda yang bisa dilihat dengan jelas adalah wajah menjadi pucat. Pada kwashiorkor. Antara lain adalah kaki mengalami pembengkakan. Pada bagian ini terbagi lagi menjadi dua. Tanda pada marasmus ini adalah berat badan si anak hanya mencapai 60 persen atau kurang dari berat badan normal. Dengan demikian. berat badan si anak hanya mencapai 80 persen dari berat badan normal. ada beberapa tanda lainnya yang bisa secara langsung terlihat. biasa disebut Marasmus. kemudian karena kekurangan vitamin A. rambut berwarna merah dan mudah dicabut.jelas. itu menandakan bahwa kurang gizi pada anak tersebut sudah berlangsung lama. sehingga kakak cenderung tidak terurus dan tidak diperhatikan makanannya. ada lagi yang disebut sebagai Kwashiorkor. kulit mengerak dan pecah sehingga keluar cairan. sehingga mata bisa pecah. “Pedoman untuk mengetahui anak kurang gizi adalah dengan melihat berat dan tinggi badan yang kurang dari normal. kornea mengalami kekeringan.

akan sembuh dalam waktu yang lama. Si Ibu harus dapat memberikan makanan yang kandungan gizinya cukup. anak yang kurang gizi tersebut. bisa juga diberikan makanan yang murah. misalnya mengganti susu dengan telur. anak akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit.Selain itu. melakukan pengobatan kepada si anak dengan memberikan makanan yang dapat menjadikan status gizi si anak menjadi lebih baik. Dengan demikian kondisi ini juga akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. antara lain protein. Untuk itu. kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit. bisa menyiasatinya. anak kurang gizi bisa juga karena adanya penyakit bawaan yang memaksa anak harus dirawat. karena jika anak sudah jarang makan. Tidak harus mahal. Kelima. karbohidrat. dan mineral. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut antara lain adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi. bagi anak yang mengalami kurang gizi. zat besi. Dan akan lebih baik jika memberikan vitamin dan protein melalui susu. Keenam. selain karena makanan. maka otomatis mereka akan kekurangan gizi. harus dilakukan upaya untuk memperbaiki gizinya. anak menjadi kurang gizi. kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi. memberi makanan si anak berapa piring sehari adalah sesuai kebutuhannya. Dengan demikian. Upaya yang terakhir adalah dengan mengobati penyakit-penyakit penyerta. Misalnya. Misalnya penyakit jantung dan paruparu bawaan. asal kualitasnya baik. Faktor ini cukup banyak mempengaruhi. makanan yang kualitasnya baik adalah makanan yang mengandung semua zat gizi. makanan yang baik adalah makanan yang kuantitas dan kualitasnya baik. Makanan dengan kuantitas yang baik adalah makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan si anak. Upaya yang harus dilakukan Bila kekuangan gizi. sehingga anak mudah sakit-sakitan. Bagi keluarga yang tidak mampu. yang ketiga adalah karena lingkungan yang kurang bersih. Kemudian. Karena sakit-sakitan tersebut. . Oleh karena itulah si Ibu harus pintar-pintar memilihkan makanan untuk anak. Keempat. harus dilakukan pemilihan makanan yang baik untuk si anak. “Kurang gizi yang murni adalah karena makanan.

Tabel I.Risqwan 24/06/2009 Zainal/zaskia 10.Dari data yang kami peroleh dari bagian gizi puskesmas layang masih banyak didapatkan balita yang mengalami gizi kurang bahkan sudah mencapai gizi buruk sehingga pelayanan dan penyuluhan bagi keluarga di daerah pelayanan puskesmas harus ditingkatkan lagi sehingga angka gizi kurang balita dapatditekan.4Kg Laki-laki 7 Rasti 26/05/2008 Onenk/Megawati 12.5Kg Laki-Laki 6 Pratama 18/04/2008 Firdaus/Risma 12.3Kg Laki-laki 10 Muh.Nurhidayah Hasti Rifki 27/07/20111 23/12/2011 04/07/07 Zesi/Halijah Saifuddin/Rahmawati Bernaidius/winarni 7Kg 6Kg 14Kg Laki-laki Perempuan Laki-laki .5 Laki-laki 11 12 13 M.7Kg Laki-Laki 5 Muh. Jumlah Pasien Gizi Kurang Di Kecamatan Gaddong RW I No Nama Tanggal lahir 11/2/2008 Nama Orang Tua Berat Badan 12Kg Jenis Kelamin Laki-laki Umur (Bulan) 47 Bulan 39 Bulan 26 Bulan 35 Bulan 32 Bulan 45 Bulan 47 Bulan 17 Bulan 34 Bulan 36 Bulan 9 Bulan 5 Bulan 58 Bulan 1 Reski Ronny/Pasi 2 Sawaliah 10/10/2008 Fery/Halijah 11Kg Perempuan 3 Eno 16/11/2009 Jenny/Nani 10Kg Laki-laki 4 Aldi 04/02/2009 Jamad/lili 11. Syukur 01/03/2009 Safaruddin/Fatma 11.7Kg Perempuan 8 Maulanma 16/08/2010 Sanusi/Saldiawati 9Kg Laki-laki 9 Muh. Mulia 05/01/2009 Ansaruddin/irmawati 11.

1Kg Laki-laki 17 Saruni 16/08/2010 Mulyadi/Fausiah 9Kg Perempuan 18 Makqa 27/01/2009 Suprianto/Falfiah 12Kg Perempuan .5Kg Laki-Laki 54 Bulan 11 Bulan 15 Bulan 22 Bulan 42 Bulan 15 Safira 07/08/2011 Adi/Hikmah 6Kg Perempuan 16 Fajar 19/04/2010 Ossin/Erwin 8.14 M.Amin 29/11/2007 Irwan/Asnawati 13.

Preventif . Upaya kesehatan di tingkat Puskesmas dilakukan secara terpadu melalui empat pendekatan pelayanannya. Kegiatan dokter muda bagian IKM/IKK selama stase di Puskesmas Layang adalah mengikuti poliklinik umum. Diharapkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada dapat dimaksimalkan. 5. posyandu. (pencegahan). Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular. Kuratif (pengobatan) dan Rehabilitatif (perawatan). Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat. yaitu Promotif (peningkatan kesehatan).BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Demikian pula diharapkan adanya pembaharuan sarana dan prasarana yang sudah ada dalam Puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. 4. serta Upaya Pengobatan. Diharapkan pelaksanaan program .program Puskesmas yang sudah berhasil dapat dipertahankan. 2. penyuluhan kesehatan dan puskesmas pembantu. 3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana. Angka Gizi kurang pada daerah pelayanan puskesmas Layang masih cukup banyak ditemui sehingga penyuluhandan pelayanan kesehatan masih perlu ditingkatkan SARAN 1. 2. Upaya Kesehatan Lingkungan. Pelayanan diperinci dalam basic six program pokok yaitu Upaya Promosi Kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful