Hormon Kalin Dihasilkan pada jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan Jenisnya adalah: a.

Fitokalin : memacu pertumbuhan daun b. Kaulokalin: memacu pertumbuhan batang c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar d. Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga Dengan penyususnan makalah yang mengenai hormone tumbuhan ini bertujuan untuk ikut serta menyumbangkan buah pikiran dalam bidang mata kuliah Fisiologi Tumbuhan. Khususnya tentang hormone-hormon yang ada pada tumbuhan yang berkaitan dengan keadaan tumbuhan. 1.3.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari penelitian ini dapat dijelaskan sebagai beriku: 1.3.2.1 Untuk mengetahui yang dimaksud atau disebut dengan hormone tumbuhan. 1.3.2.2 Untuk mengetahui hormon yang merangsang pertumbuhan tumbuhan. 1.3.2.3 Untuk mengetahui hormone yang menghambat tumbuhan. 1.1 Manfaat Penyususnan makalah ini memiliki dua manfaat yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Kedua manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.4.1 Manfaat Teoritis Manfaat teoritis yang didapatkan dari hasil penyususnan makalah ini adalah salah satu pelajaran dalam rangka menambah wawasan dalam bidang Fisiologi Tumbuhan yang mengenai hormone tumbuhan. 1.4.2 Manfaat Praktis Praktikum ini juga memberi manfaat praktis yaitu sebagai acuan dan bahan perbandingan dalam mempelajari Fisiologi Tumbuhan. Sebagai pelatihan dalam menyusun makalah. Materi-materi yang ada di dalam makalah ini dapat sebagai acuan untuk mempelajari hormone tumbuhan. BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hormon Hormon tumbuhan, atau pernah dikenal juga dengan fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil (di bawah satu milimol per liter, bahkan dapat hanya satu mikromol per liter) mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan (taksis) tumbuhan Penggunaan istilah “hormon” sendiri menggunakan analogi fungsi hormon pada hewan. Namun demikian, berbeda dari hewan, hormon tumbuhan dapat bersifat endogen, dihasilkan sendiri oleh individu yang bersangkutan, maupun eksogen, diberikan dari luar sistem individu. Hormon eksogen dapat juga merupakan bahan non-alami (sintetik, tidak dibuat dari ekstraksi tumbuhan). Oleh karena itu, untuk mengakomodasi perbedaan ini dipakai pula istilah zat pengatur tumbuh Hormon tumbuhan merupakan bagian dari sistem pengaturan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Kehadirannya di dalam sel pada kadar yang sangat rendah menjadi prekursor (“pemicu”) proses transkripsi RNA. Hormon tumbuhan sendiri dirangsang pembentukannya melalui signal berupa aktivitas senyawa-senyawa reseptor sebagai tanggapan atas perubahan lingkungan yang terjadi di luar sel. Kehadiran reseptor akan mendorong reaksi pembentukan hormon tertentu. Apabila

Namun diseluruh bab ini nama auksin digunakan khusus untuk IAA. Auksi alamiah yang diekstraksi dari tumbuhan merupakan suatu senyawa yang dinamai asam indolasetat ( Indolecetid acid. Pengelompokan dilakukan untuk memudahkan identifikasi. Dari gambar-gambar di atasdapatdisimpulkanbahwahormonauksinlebihaktifapabila di tempatgelap. memperbesar ukuran dan meningkatkan kualitas produk (misalnya dalam teknologi semangka tanpa biji).2 Hormon Auksin Istilah auksin ( auxin ) sebetulnya digunakan untuk menjelaskan segala jenis bahan kimia yang membantu proses pemanjangan koleoptil. Terdapat ratusan hormon tumbuhan atau zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dikenal orang. Beberapa senyawa sintetik berperan sebagai inhibitor (penghambat perkembangan). yang manauntukmembandingkan pertumbuhan biji kacang hijau kitaakanmencobadi dua tempat yang berbeda yaitutempat terang dan tempat gelap. Hormon tumbuhan tidak dihasilkan oleh suatu kelenjar sebagaimana pada hewan. Dalam menjalankan perannya. seperti Oligosakarin san brasinosteroid. ditranslokasi ke bagian tumbuhan yang lain untuk aktif bekerja di sana. Pada saat biji berada pada kondisi yang sesuai bagi proses perkecambahan. meskipun auksin sesungguhnya memiliki banyak fungsi baik pada monokotil maupun dikotil. yaitu auksin (auxins). lebih umum. Selanjutnya. baik yang endogen maupun yang eksogen. giberelin dihasilkan. Aplikasi zat pengatur tumbuh dalam pertanian modern mencakup pengamanan hasil. maupun ruang-ruang antarsel. Contoh koordinasi antar hormon ditunjukkan oleh proses perkecambahan. yaitu : 2. Embrio biji tidak tumbuh karena salah satunya dihambat oleh produksi ABA dalam jaringan embrio biji. dan etilena (etena.konsentrasi suatu hormon di dalam sel telah mencapai tingkat tertentu. melainkan dibentuk oleh sel-sel yang terletak di titik-titik tertentu pada tumbuhan. Berikutadalahcontohpengaruhcahayaterhadaphormonauksin yang mempengaruhiperkembanganselpadabijikacanghijau. pembuluh kayu. Meskipun auksin mempengaruhi beberapa aspek perkembangan tumbuhan. atau menyeragamkan waktu berbunga (misalnya dalam aplikasi etilena untuk penyeragaman pembungaan tanaman buah musiman). Selain itu. atau mencapai suatu nisbah tertentu dengan hormon lainnya. hormon akan bekerja pada jaringan di sekitarnya atau. terutama titik tumbuh di bagian pucuk tunas maupun ujung akar. bukan kemiripan struktur kimia. perkecambahan gagal. sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai berekspresi. Sejauh ini dikenal sejumlah golongan zat yang dianggap sebagai fitohormon. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan. giberelin (gibberellins. hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Apabila nisbah giberelin:ABA tidak mencapai titik tertentu. termasuk beberapa senyawa sintetik. Jika terkena cahaya . Selain auksin alamiah ini beberapa senyawa lain. IAA ). Apabila nisbah ini melebihi nilai tertentu. dan didasarkan terutama berdasarkan perilaku fisiologi yang sama. GAs). Pergerakan hormon dapat terjadi melalui pembuluh tapis.. terjadi perkecambahan. Apabila nisbah giberelin:ABA masih berada di sekitar ambang. sitokinin (cytokinins). Dari sudut pandang evolusi. Pemahaman terhadap fitohormon pada masa kini telah membantu peningkatan hasil pertanian dengan ditemukannya berbagai macam zat sintetik yang memiliki pengaruh yang sama dengan fitohormon alami. ABA). ETH). salah satu fungsinya yang peling penting adalah merangsang perkembangan sel pada tunas muda yang sedang berkembang. konsentrasi sitokinin menjadi penentu perkecambahan. dikenal pula kelompok-kelompok lain yang berfungsi sebagai hormon tumbuhan namun diketahui bekerja untuk beberapa kelompok tumbuhan atau merupakan hormon sintetik. Pada saat ini dikenal lima kelompok utama hormon tumbuhan. asam absisat (abscisic acid. hormon dapat berperan secara tunggal maupun dalam koordinasi dengan kelompok hormon lainnya. memiliki aktivitas auksin.

dari satu sel ke sel berikutnya. Inilah yang menjadi penyebab kecambah yang berada di tempat gelap lebih cepat pertumbuhan tingginya. karena auksin bergerak kea rah atas pada percobaan dimana suatu segmen batang atau potongan koleoptil ditempatkan terbalik. auksin menjadi tidak aktif. Auksin juga mningkatkan aktivitas pembentukan akar adventif pada pangkal potongan dari suatu batang. Efek lain auksin . 2. Kecepatan auksin menuruni batang dari apeks tunas sekitar 10 mm/jam. Auksin juga merangsang respons pertumbuhan berkelanjutan ini. auksin merangsang pompa proton. Benih yang sedang berkembang juga mensintesis auksin. tumbuhan akan membengkok ke arah cahaya matahari. Hal ini barangkali disebabkan oleh tingginya level auksin yang menginduksi sintesis hormon lain. sel-sel harus membuat lebih banyak sitoplasma dan bahan dinding. Namun agar bias tumbuh terus setelah perubahan awal ini. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral. Pengasaman dinding ini mengakibatkan enzim-enzim yang memecahkan ikatan silang (ikatan hydrogen) yang terdapat antara mikrofibril-mikrofibril selulosa. jauh lebih cepat untuk ukuran difusi. hormon akan merangsang pertumbuhan sel-sel tersebut. yang umumnya bekerja sebagai inhibitor pertumbuhan tumbuhan akibat pemanjangan sel. pompa proton yang terletak didalam membran plasma memainkan peranan dalam respons pertumbuhan dari sel-sel terhadap auksin. Menurut hipotesis pertumbuhan asam. Transpor auksin searah ini disebut transport polar. selain merangsang pemanjangan sel untuk pertumbuhan primer. pemanfaatan gradient H+ yang dibangkitkan oleh pompa proton.3Sifatauksin yang menjauhimatahari Maristem apikal suatu tunas merupakan tempat utama sintesis auksin. pembelahan dan diferensiasi sel tumbuhan. sehingga melonggarkan serat-serat dinding sel. Akibatnya. Mekanisme dari transport polar auksin merupakan satu contoh kerja seluler yang digerakkan oleh kemiosmosis. Transport polar auksin memerlukan energy. Pada tahun 1940-an johanes van Overbeek yang bekerja pada Cold Spring Harbor Laboratory di new York. Transpor polar tidak memiliki kaitan sama sekali dengan gravitasi. menemukan bahwa ia dapat merangsang pertumbuhan embrio . Karena dindingnya sekarang lebih plastis. meskipun lebih lambat dari pada translokasi pada floem. Auksin yang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan. Bila tunas apikal batang dipotong maka tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. auksin bisa menghambat pemanjangan sel. yang meningkatkan pertumbuhan buah pada banyak tumbuhan. yaitu suatu tindakan yang menurunkan pH pada dinding sel ( gambar 1. yaitu sekitar 10-8 sampai 10-3M. dibandingkan dengan kecambah yang berada di tempat terang Gambar 2.1 ). Ini memungkinkan kita untuk menanam tomat tanpa biji dengan menggantikan auksin dalam keadaan normal akan disintesis oleh biji. auksin mempengaruhi pertumbuhan sekunder dengan cara menginduksi pembelahan sel pada kambium dan dengan mempengaruhi diferensiasi xylem sekunder. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Auksin sintetik disemprotkan ke pohon tomat untuk menginduksi perkembangan buah tanpa perlu melakukan penyerbuakan. Auksin berpindah hanya dari ujung tunas ke pangkalnya. suatu efek auksin yang digunakan dalam budang hortikultura dengan cara mencelupkan potongan-potongan batang di dalam media perakaran yang mengandung auksin sintetik. Karena auksin dari apeks tunas bergerak turun ke daerah pemanjangan sel. pada konsentrasi yang lebih tinggi. yaitu etilen. Peristiwa ini disebut dominansi apikal. Pada daerah pemanjangan suatu tunas. bukan dengan arah sebaliknya.3 Sitokinin Sitokinin ( cytokinin ) ditemukan pada waktu para saintis sedang melakukan upaya uji coba untuk menemukan aditif kimiawi yang bias meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel tumbuhan di dalam kultur jaringan. Auksin kelihatannya diedarkan langsung melalui jaringan parenkim.matahari. sel bebas mengambil tambahan air melalui osmosis dan bertambah panjang.

Dari berbagai macam sitokinin yang terdapat secara alamiah pada tumbuhan yang paling umum adalah zeatin. Giberelin merangsang pertumbuhan pada daun dan batang. ke media kulturnya. Kemungkinan sitokinin juga memperlambat penurunan kondisi daun pada tumbuhan utuh yang masih hidup. meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dalam setiap spesies tumbuhan. Pengaruh sitokinin terhadap sel-sel yang tumbuh pada kulit jaringan member petunjuk bagaimana kelompok ini berfungsi didalam suatu tumbuhan yang utuh. Pada akhir tahun 1930-an. padi tumbuh sedemikian tinggi dan kurus sehingga roboh. Folke skoog dan Carlos O. Ketika konsentrasi kedua hormon itu hamper sama.4 Giberelin Beberapa abad yang lalu petani di asia mengamati beberapa benih yang tumbuh luar biasa tinggi di sawahnya. di university of Wisconsin. Giberelin mempunyai berbagai pengaruh pada tumbuhan yaitu: 1. . giberelin merangsang pemanjangan sel dan pembelahan sel. Pada batang yang sedang tumbuh. Saintis barat akhirnya mengetahui dan mempelajari giberelin setelah PD II. sitokinin merangsang pembelahan sel dan mempengaruhi jalur diferensiasi. tunas batang akan berkembang dari kalus tersebut. Pemanjangan batang Akar dan daun muda merupakan tempat utama produksi giberelin. sel. Satu decade sesudahnya. namun tetap sebagai kalus yang tidak terdiferensiasi. Adalah hal yang sangat luar biasa bahwa ekspresi gen dapat dikontrol sedemikian ekstensif hanya dengan memanipul konsentrasi dua sinyal kimia tersebut. akan tetapi sedikit pengaruhnya pada pertumbuhan akar. kelainan pola pertumbuhan ini dikenal sebagai bukanea.sel itu akan tumbuh sangat besar tapi tidak membelah diri. Sitokinin dihasilkan di dalam jaringan-jaringan yang tumbuh secara aktif khususnya di dalam akar. saintis jepang telah meyakini bahwa fungsi menyebabkan pemanjangan padi secara berlebihan dengan cara mensekresi suatu bahan kimia. menginduksi pembelahan sel tembakau yang sedang ditumbuhkan dalam kultur dengancara menambahkan sempel DNA yang sudah membusuk. endosperma cairdari biji kelapa raksasa. Pada batang. jika sitokinin ditambahkan bersama-sama dengan auksinsel-sel akan membelah. daun tersebut akan tetap hijau lebih lama dibandingkan dengan yang tidak direndam. Pengatur-pengatur pertumbuhan ini diberi nama sitokinin karena mereka merangsang sitokinesis atau pembelahan sel. Selama 30 tahun belakangan. Miller. Jika sitokinin lebih banyak dari auksin.tumbuhan dengan cara menambahkan santan. Namun. Unsure penyusun aktif pada kedua adiktif itu ternyata adalah bentuk-bentuk adenine yang sudah termodifikasi. Jika daun yang dipotong dari suatu tumbuhan direndam dalam larutan sitokinin. yaitu salah satu komponen asamnukleat. Sitokin yang dihasilkan pada akar akan mencapai jaringan sasaranya dengan cara bergerak naik sepanjangtumbuhan itu dalam getah xylem. masa aka terus bertambah. Bersama-sama dengan auksin. embrio dan buah. para para penjual bunga menyemprotkan sitokinin untuk mempertahankan potongan bunga agar tetap segar. Karena pengaruh anti penuaan ini. Jika hanya sitokinin saja yang ditambahkan ke dalam kulit tidak aka nada pengaruh apapun. Jika auksin lebih pekat dibandingkan dengan sitokinin. atau “ Penyakit Benih Bodoh “ pada tahun 1926. yang diberi nama giberelin. Sitokinin dapat menghambat penuaan beberapa organ tumbuhan. menderita kelebihan dosis pengaturan pertumbuhan yang biasanya ditemukan dengan konsentrasi yang lebih rendah pada tumbuhan lain. giberelin dan auksin harus bekerja bersama secara sinergis dengan mekanisme yang masih belum kita pahami.ketika potongan parenkhima dari batang dibiakkan tanpa sitokinin. Benih padi yang jelek kelihatannya. E. saintis telah mengidentifikasi lebih dari 80 giberelin yang berbeda yang ditemukan secara alami dalam tumbuhan. seorang saintis jepang menemukan bahwa penyakit itu disebabkan oleh genus gibbereila. akar akan terbentuk. 2. Sebelum bibit padi ini dewasa dan berbunga. yang dinamai demikian karena senyawa ini pertama kali ditemukan pada jagung ( Zea mays ) setelah mempelajari beberapa fungsi sitokinin. Kurosawa. Di jepang. kemungkinan dengan menghambat perombakan proteindengan merangsang sintesis RNA dan protein dan dengan memobilisasi zat-zat makanan dari jaringan disekitarnya. Rasio sitokinin terhadap auksin mengontrol diferensiasi sel. perhatikan bahwa hormon-hormon ini diperkuat atau diperlemah oleh hormon-hormon lain khususnya auksin.

Hormon tersebut juga menghambat pembelahan sel kambium pembuluh. jeruk dimatangkan dengan “memeram” dalam lumbung yang dilengkapi dengan komporminyak tanah. atau dengan membuangnya atau melalui peningkatan aktivitas giberelin. Tahapan lain dalam kehidupan suatu tumbuhan yang menguntungkan apabila pertumbuhan dientikan adalah pada saat permulaan dormansi biji. Sebagai contoh. 2. yang dihasilkan pada tunas terminal. . Di alam. seperti pemaparan pada cahaya atau suhu dingin. Selain peranannya sebagai suatu penghambat pertumbuhan. akan mengakhiri dormansinya jika biji tersebut diberi perlakuan dengan suatu larutan giberelin. kedua hormon itu harus ada supaya dapat berbuah. umumnya merangsang pertumbuhan tumbuhan.sebaliknya. mengurangi transpirasi dan kehilangan air lebih banyak. Beberapa biji yang memerlukan kondisi lingkungan yang khusus untuk dapat berkecambah.2. giberelin dalam biji kemungkinan merupakan penghubung antara petunjuk lingkungan dengan proses metabolik yang memperbaharui kembali pertumbuhan embrio. akan tetapi kompor baru yang pembakarannya lebih bersih tidak menyebabkan buah menjadi matang. Dengan demikian. Pada sebagian besar khasus. Pada beberapa khasus. Para ahli fisiologi tumbuhan kemudian mempelajari bahwa pematangan dalam lumbung sesungguhnya disebabkan oleh etilen. Aplikasi komersial giberelin yang paling adalah penyemprotan buah anggurThompson yang tidak berbiji. Biji tumbuhan lain memerlukan cahaya atau stimulus lain untuk memicu perombakan asam abisat. ABA tersebut membantu mempersiapkan tumbuhan untuk menghadapi musim dingindengan cara menghentikan pertumbuhan primer dan sekunder. ketika suatu tumbuhan mulai layu. dan ABA yang di angkut dari akar ke daun bias berfungsi sebagai “sistem peringatan didi” 2. Pada beberapa tumbuhan. Pertumbuhan buah Perkembangan buah adalah khasus lain dimana kita dapat mengamati control auksin dan giberelin. ABA). Etilen berbeda dari hormon tumbuhan lainnya karena hormon etilen berwujud gas. ABA akan terakumulasi di daun dan menyebabkan stomata menutup. Hormon tersebut menyebabkan buah anggur tumbuh lebih besar dan terpisah jauh satu sama lain. asam abisat bertindak sebagai hormon “cekaman”.6 Etilen Pada awal abad kedua puluh. Etilen berdifusi ke dalam tumbuhan melalui ruangan udara di antara sel-sel. khususnya pada embrio. yang membantu tumbuhan dengan menghadapi kondisi yang buruk. Hormon asam abisat (Abscisic acid. Setelah air diimbibisipembebasan giberelin dari embrio akan memberikan sinyal pada biji untuk mengakhiri dormansinya dan berkecambah. Biji beberapa tumbuhan gurun mengakhiri dormansinya ketika hujan lebat melunturkan ABA dari biji. Petani buah yakin bahwa panas itulah yang mematangkan buat itu. rasiao ABA terhadap giberelin akan enentukan apakah biji itu akan tetap dorman atau berkecambah.sitokinin dan giberelin. yaitu suatu gas hasil samping pembakaran minyak tanah. dan kemungkinan asam abisatlah yang bertindak sebagai penghambat pertumbuhan. 3.5 Asam Abisat Hormon yang telah kita pelajari sejauh ini yaitu auksin. terdapat masa pada kehidupan tumbuhan yang sangat menguntungkan apabila tumbuhan memperlambat pertumbuhan dan mengambil suatu keadaan dorman (istirahat). kekurangan air dapat member cekaman pada sistem akar sebelum menekan sistem tunas. Fungsi ini bergantung pada ABA yang berasal dari akar. akan memperlambat pertumbuhan dan mengarahkan primordial daun untuk berkembang menjadi sisik yang akan melindungi tunas yang dorman pada musim dingin. Para peneliti kemudian menunjukkan bahwa tumbuhan menghasilkan etilennya sendiri sebagai hormon. Perkecambahan Banyak benih memiliki giberelin dalam konsentrasi tinggi. Biji akan berkecambah ketika ABA dihambat dengan cara membuatnya tidak aktif. Etilen yang terlarut dapat masuk dari satu sel ke sel lain melalui simplas. dan hormon ini memicu berbagai macam respons selain pematangan buah.

para peneliti telah melacak mutasi sampai pada gen yang secara normal mengkode salah satu enzim yang diperlukan untuk sintetis hormon steroid ini.diferensiasi seluler dan perkembangan bunga. etilen juga dikaitkan dengan berbagai proses penuaan pada tumbuhan.1 Kesimpulan .Pada beberapa khasus. etilen bertindak dalam penghambatan pemanjangan sel. Daun musim gugur akan berhenti membuat klorofil yang baru sehingga kehilangan warna hijaunya. banyak zat-zat nutrisi esensial dialirkan ke jaringan penyimpanan dalam batang. Hormon ini memicu respon pertahanan tumbuhan akibat masuknya pathogen. Absisi dikontrol oleh perubahan keseimbangan etilen dan auksin.7 Oligosakarin Oligosakarin (oligossaccaharin) adalah gula berantai pendek yang dilepaskan dari dinding sel melalui kerja enzim hidrolitik pada selulosa dan pektin. Hormon ini sekarang diketahui ada pada seluruh kingdom tumbuhan dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Karena pengaruh etilen pada lapisan absisi masih ada. Auksin yang dihasilkan oleh daun yang menua akan semakin sedikit. dapat dianggap sebagai proses penuaan.8 Brasinostreroid Brasinostreroid adalah nama yang diberikan karena strukturnya (brasinosteroid adalah steroid yang secara kimiawi mirip dengan kolesterol dan hormon kelamin hewan) dan asal tumbuhan dimana mereka ditemukan pertama kali (anggota family mustard brassicaceae). Diantara perubahan ini. Zat-zat nutrisi ini didaur ulang kembali untuk membentuk daun pada musim semi berikutnya. BAB IV PENUTUP 3. 2. Banyak pengaruh penghambatan yang dulu di anggap disebabkan oleh auksin. Oligosakarin juga membantu mengatur pertumbuhan . Selain peranannya sebagai inhibitor pertumbuhan. senesens bias terjadi pada individu tahap sel. termasuk juga perombakan dinding sel yang melunakkan buah dan penurunan kandungan klorifil yang menyebabkan kehilangan warna kehijauan. Tumbuhan tahunan menua dan mati setelah berbunga. Unsur pembuluh xylem dan sel gabus menua dan mati sebelum mendapatkan fungsi khususnya. Warna musim gugur adalah kombinasi pigmen yang barudibuat selama musim gugur dan pigmen yang sebelumnya telah ada pada daun. Penuaan atau senesens adalah perkembangan dari perubahan yang tidak dapat berbalik arah yangakhirnya menuju pada kematian. Sebagai suatu bagian normal dari perkembangan tumbuhan. Pergeseran dalam keseimbangan hormonal ini memperkuat tumbuhan itu sendirikarena sel dalam lapisan absisi muali menghasilkan tambahan absisi. 2. sekarang diyakini disebabkan oleh sintesis etilenyang diinduksi oleh konsentrasi auksin yang tinggi. yang menghambat sintesis auksin oleh daun. Pada proses penuaan yang telah banyak dipelajariyang dipengaruhi horinon adalah pematangan buah dan pengguguran daun Beberapa erubahan struktur dan metabolisme menyertai pematangan ovarium menjadi buah.Sebagai contoh. Etilen memicu dan mempercepat perubahan tersebut.seluruh organ atau seluruh tumbuhan. juga menyebabkan beberapa jenis buah yang matang jatuh dari pohon. akan tetapi diselubungi oleh klorofil yang berwarna hijau gelap. Daun musim gugur dan mahkota bunga yang layu adalah contoh organ senesens. kemungkinan etilenlah yang menghambat pemanjangan akar dan perkembangan tunas aksiler dalam kondisi auksin berlebih. Sebelum daun gugur. Kehilangan daun setiap musim gugur merupakan adaptasi pohon untuk menjaga agar dirinya tidak mengalami kekeringan selama musim dingin karena akar tidak dapat menyerap air tanah yang membeku.suatu mutan Arabidopsis dengan pertumbuhan yang sangat terhambat akan tumbuh secara normal jika diterapi dengan brasinosteroid tertentu. sel akan menghasilkan enzim yang mencerna selulosa dan komponen lain pada dinding sel. Sebagi contoh.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Dengan adanya hormon-hormon tersebut tumbuhan dapat menyesuaikan diri untuk tetap bertahan hidup menghadapi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Pusat Penerbit Universitas Terbuka Tim Penyusun. Biologi 2A Kelas 2 SMU Semester 1. atau mengubah pertumbuhan. Hormon tumbuhan ada yang berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan seperti hormon etilen.1 Ketahuilah hormon-hormon yang terdapat pada tumbuhan dan fungsinya agar mampu memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 3. yang dalam kadar sangat kecil (di bawah satu milimol per liter. Apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini kami mohon maaf. DAFTAR PUSTAKA Anggorowati. dan pergerakan (taksis) tumbuhan.Hormon tumbuhan adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien). menghambat.2. hormon sitokinin dan hormon auksin. baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia.2. Dengan demikian kami ucapkan terima kasih.2 Saran Adapun saran-saran yang dapat kami sampaikan dalam makalah ini dalah: 3. 2003. Sulastri. 3. perkembangan. Klaten: Intan Pariwara Hadiah untuk para pengunjung karena telah membuka blog ini maka akan saya berikan alamat website yang dikunjungi paling banyak dan mungkin sangat berguna.Ada juga hormon yang berfungsi sebagai penghambat tumbuhan seperti hormon asam absisat dan hormon pertahanan terhadap patogen seperti hormon oligosakarin. Fisiologi Tumbuhan. 1 2 3 .2 Demikianlah makalah ini kami susun. bahkan dapat hanya satu mikromol per liter) mendorong. hormon geberelin.