P. 1
Andrologi

Andrologi

|Views: 168|Likes:
Published by Iyounks Lee

More info:

Published by: Iyounks Lee on Jul 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

Andrologi (dari bahasa Yunani andros yang berari laki-laki) adalah spesialisasi medis yang berhubungan dengan

kesehatan pria, secara khusus kepada masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan sistem urin pria. Andrologi merupakan lawan dari ginekologi yang menangani masalah kesehatan wanita. Andrologi dipelajari sejak akhir 1960-an. Jurnal yang membahas andrologi pertama kali adalah jurnal berbahasa Jerman Andrologie (sekarang Andrologia), yang dipublikasikan sejak 1969[1]. Andrologi sebagai cabang ilmu dalam bidang Kedokteran, belum banyak diketahui orang tentang apa saja yang termasuk dalam keilmuan ini, baik bagi kalangan sejawat dokter, apalagi bagi kalangan awam. Andrologi dikenal sebagai ilmu yang menangani permasalahan pria karena berasal dari kata ”Andro” (salah satu hormon penting bagi pria).

Sejarah Andrologi di Indonesia (dari Spermatologi ke Andrologi) : - Tahun 1974 : dr. F.X. Arif Adimoelja pulang ke Indonesia setelah mengikuti pendidikan pasca sarjana di St Rafael Academic Hospital / School of Medicine, Catolic University Louvain di bawah bimbingan Prof. Dr. P. Omer Steeno. Dengan dukungan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Kepala Bagian Biomedik FK Unair, dan Kepala Bagian Obgyn menyelenggarakan Simposium Nasional Spermatologi I di Surabaya pada tahun 1978. - Tahun 1978 : Pada tanggal 19-21 Januari 1978 di Surabaya diselenggarakan Simposium Spermatologi I. Pada kesempatan tersebut para peserta sepakat mengembangkan Andrologi di Indonesia dengan mendirikan perkumpulan seminat yang diberi nama Perkumpulan Andrologi Indonesia yang disingkat PANDI pada tanggal 20 Januari 1978. - Tahun 1979 : Kongres I PANDI dilaksanakan bersama-sama dengan Kongres Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) di Yogyakarta yang dihadiri oleh pakar Andrologi dari luar negeri : Prof. Dr. Carl Schirren (The Father of the German Andrologist), Prof. Dr. Emil and Anna Steinbergers (USA), Prof. Dr. R. Schoysman (Belgium), Prof. Dr. Runne Eliasson (Stockholm, Representative WHO). - Tahun 1980 : Bagian Biomedik FK Unair merintis pendidikan Andrologi dengan peserta dari Denpasar, Manado, Palembang dan Surabaya. Semiloka Andrologi diselenggarakan di Jakarta dengan penyelenggara FKUI dan didukung oleh BKKBN dan WHO. Tahun 1982 : Kongres Nasional II PANDI dan Simposium International I diselenggarakan di Denpasar dengan dukungan BKKBN, WHO Task Force For Male Fertility Regulation Prof. Dr. MRN Prasad (Chairperson of the WHO Male Task Forcef), Prof. Dr. CA Paulsen (USA), Prof. Dr. E. Nieschlag (Germany) dan DR. Harjono Soejono (BKKBN Pusat) diadakan juga Post Graduate Course Andrology dengan penatar pakar dari luar negeri dibantu oleh WHO. Sejak itu Kongres Nasional PANDI selalu disertai dengan pelaksanaan simposium international dan post graduate Andrologi dengan dukungan WHO dan BKKBN Pusat, dukungan BKKBN ini khususnya datang karena komitmen dari DR Harjono Soejono sebagai Kepala BKKBN Pusat yang selalu hadir pada Kongres dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT). Dengan bertambahnya

yaitu : Infertilitas Pria. . mendapatkan namanama dokter yang bergabung dalam PANDI untuk dinyatakan sebagai Dokter Spesialis Andrologi. akan tetapi ditunjang oleh bidang keilmuan biologi. Tahun 2002 : Setelah melalui perjalanan panjang dari MDSp IDI ke MKKI IDI. . walaupun tidak fokus dan spesifik. Pelayanan yang diberikan oleh Dokter spesialis Andrologi. Seperti halnya pada bidang ilmu Kebidanan dan Kandungan yang khusus menangani permasalahan pada wanita. 2. dapat dikembangkan lagi pada . .Tahun 1996 : Surat Keputusan Nomor 09/PP-PANDI/IX/1996 tanggal 25 September 1996 tentang pembentukan dan susunan pengurus organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia yang disingkat PERSANDI. Neorologi dll.Tahun 1994 : Mulai dari KONAS IV dan PIT VII gagasan tersebut bergulir dan pada KONAS VI PANDI 19-24 September 1994 di Manado diputuskan untuk memebentuk PEER Group dengan tugas menyusun kriteria persyaratan Dokter Spesialis Andrologi. Kasus-kasus yang di tangani Andrologi (WHO. farmasi dan lain-lain. meliputi : 1. peternakan. Walaupun ilmu ini termasuk cabang dari ilmu kedokteran dan menangani masalah kesehatan.dokter anggota PANDI yang telah mendapat pendidikan Andrologi dirasakan perlu untuk pengakuan keahlian ini sebagai profesi klinik. 1997) dibagi dalam 5 kelompok besar. Hipogonadotropik – Hipogonadism. Berbantu (TRB).Tahun 2006 : Pengesahan Kolegium Andrologi Indonesia hasil kongres I PERSANDI 2005 oleh MKKI dengan Surat Keputusan Nomor 051/Skep/MKKI/III/2006 tanggal 9 Maret 2006 dan Pengesahan Spesialis Andrologi oleh MKKI tanggal 1 Maret 2006 menyempurnakan perjuangan panjang perkembangan Andrologi sebagai ilmu kedokteran yang baru. KB Pria dan Male Aging. Ilmu Bedah Urologi. Disfungsi Ereksi. seperti bidang ilmu kedokteran lainnya. Teknologi Reproduksi Dengan demikian Andrologi membutuhkan kemitraan dengan bidang-bidang ilmu lain yang sudah lebih dahulu berkembang untuk hal tersebut. demikian juga dengan permasalahan pria yang ditangani oleh Dokter spesialis Andrologi. Ilmu Kesehatan Anak. Klinis. spesialisasi kedokteran yang menangani hal tersebut adalah Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan. memberikan sertifikat keahlian dan membentuk Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia. 3. dari CHS KDIK dan Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan Direktorat jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI maka pada tanggal 13 September 2002 terbitlah Surat Keputusan Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) Nomor : 49/MKKI/IX/2002 tentang Pengesahan Program Studi Dokter Spesialis Andrologi sebagai Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I). Ilmu Psikiatri. Dari 5 materi pokok yang disebutkan diatas. Laboratorium Andrologi. antara lain Ilmu Kebidanan dan Kandungan.

mikropenis. merupakan kelainan yang dapat dipantau pada usia anak-anak dan dapat mengantisipasi gangguan fungsi seksual dan reproduksi di kemudian hari. rambut alat kemaluannya. Seyogyanya setiap anak mulai dari balita sampai usia dewasa muda mendapatkan pelayanan dan kontrol secara rutin terhadap perkembangan gonad dan organ reproduksi oleh Dokter spesialis Andrologi.masing-masing materi seperti. hiper dan hipo gonadotrophin. antibodi antisperma. Laki-laki usia remaja atau setelah masuk usia pubertas merupakan usia anak yang mulai perhatian terhadap diri sendiri dan sering membandingkan apa yang ada pada dirinya dengan teman-teman sebayanya. Dalam hal ini peran Dokter spesialis Andrologi sangat dibutuhkan. Keadaan ini akan menjadi lebih mudah apabila remaja tersebut lebih terbuka dan terus terang mengemukakan kekhawatirannya tersebut kepada orang tuanya. 2. memerlukan konsultasi pada Dokter spesialis Andrologi untuk mendianosis dan melakukan terapi. Setelah usia dewasa muda. ilmu pengetahuan kedokteran harus dapat menjelaskan dan memberi solusi yang tepat. Jumlah kelahiran anak laki-laki dari kelahiran pertahun di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara maju lain. alat kemaluannya. ejakulasi dini. apakah alat kejantannya termasuk katagori normal atau tidak. salah satu penyebabnya adalah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan keilmuan itu sendiri terutama yang menyangkut fungsi-fungsi dalam kehidupan dan hajat hidup orang banyak. Sangat banyak pria remaja dan dewasa muda yang membutuhkan penjelasan yang tepat tentang kekhawatiran akan dirinya dimasa depan. andropause. sehingga orang tua akan cepat mencari solusi kepada Dokter spesialis Andrologi. . Masalah hipogonadisme saja atau disertai dengan masalah mikropenis. Laki-laki pada usia balita dan anak-anak. dll. Perhatian terhadap perkembangan gonad setiap anak laki-laki apakah sudah turun sempurna pada waktu yang tepat dan apakah ukuran testis sesuai dengan umur. Perkembangan ilmu kedokteran termasuk sangat cepat dibandingkan dengan ilmu pengetahuan lainnya. Apabila ada hal yang kurang pada dirinya dan tidak sama dibandingkan temannya dari tanda-tanda dan sifat-sifat kejantannya. Setiap anak laki-laki memerlukan pelayanan yang memadai terhadap perkembangan organ seks dan reproduksinya. hipospermatogenesis. Demikian pula kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan di bidang Andrologi terutama untuk masalah infertilitas dan seksualitas. Kepedulian orang tua terhadap gangguan perkembangan organ reproduksi dan seksual anaknya akan membantu dokter untuk mendiagnosis lebih dini setiap kelainan dan tentu akan memberikan terapi dan solusi lebih tepat pula sebelum fungsi-fungsi organ tersebut diperlukan. hipoandrogen. Kesemuanya itu adalah permasalahan pada pria yang wadahnya ada pada Andrologi. anak laki-laki mulai mencari jalan untuk mengetahui. jenggot. Hal-hal seperti ini akan menjadi pemikiran terus dan keraguan bagi si anak terhadap fungsinya sebagai laki-laki di kemudian hari. Ruang Lingkup : 1. disfungsi ereksi. sedangkan jumlah Dokter spesialis Andrologii saat ini masih sangat terbatas. Laki-laki pada usia Remaja dan Dewasa muda. imunologi sperma. Perhatian orang tua terhadap anak laki-laki pada awal masa perkembangan organ reproduksi sangat diperlukan. bentuk tubuh dan jalannya apakah seperti pria umumnya dan cukup untuk dikatakan jantan. kumis.

3. Pengurus PP Persandi. Sekarang ini sedang dikembangkan KB hormonal dengan target adalah pihak pria (suami). Referensi : • Arsyad. kehidupan dan aktifitas sebagai suami istri harus dipertahankan sebagaimana mestinya. fisik harus dapat dijaga dan dirawat supaya tetap sehat dan segar.org?page=detail_news&id=21 diakses tanggal 1 Juni 2011 jam 15. terutama masalah pada pria dan yang termasuk ”unexplained infertility”. umumnya melalui pihak wanita (istri). pihak pria (suami) perlu berpartisipasi dalam masalah ini. salah satu harapan pasangan adalah mendapatkan keturunan.com/ diakses tanggal 1 Juni 2011 jam 16. proses menjadi tua diperlambat. Andrologi: Kebutuhan & solusi. Dengan tingginya kesadaran akan pentingnya Keluarga Berencana bagi keluarga di Indonesia. baik dalam masa berproduksi maupun diluar masa berproduksi karena berada diruang lingkup Andrologi. tidak ejakulasi. Salah satu fungsi utama dan penting dalam pernikahan adalah kemampuan melakukan hubungan seksual secara benar dan menyenangkan. Dalam website http://andrologiindonesia-pandi. • Mansur. Selama masa pernikahan. 40% dari pihak wanita dan 25% termasuk dalam ”unexplained Infertility”. hubungan seksual harus bisa dinikmati oleh pasangan.18 . 10 Tahun PERSANDI (Indonesian Andrologist Association). KM. adalah masalah yang harus dicari solusinya melalui konsultasi dan pengobatan oleh Dokter spesialis Andrologi. kontrol kesehatan secara rutin.. dengan demikian KB dalam keluarga bisa dilakukan secara bergantian antara suami dan istri. Andrologi. gangguan ereksi. tentu ingin mendapatkan keterangan dan penjelasan yang memadai mengenai KB pria. waktu untuk keluarga harus lebih banyak. Indra. Dalam website http://klinikandrologi. Dalam hal ini suatu tuntutan terhadap Dokter spesialis Andrologi untuk menjawab masalah tersebut. aktifitas seksual tak boleh berhenti selama salah satu pasangan masih menginginkannya. Diketahui bahwa 15% dari pasangan suami istri mempunyai kesulitan untuk mendapatkan keturunan. ejakulasi dini. makanan harus dijaga.. penampilan harus tetap berwibawa. Kesemuanya itu memerlukan Dokter spesialis Andrologi sebagai solusi dari permasalahan masing-masing pasangan. Sebagai penyebab dari pasangan infertilitas tersebut adalah 35% dari pihak pria. 2009. 2008. Anton Darsono. Setiap pasangan yang menjadi aseptor KB selama ini. Laki-laki pada masa Perkawinan dan Reproduksi Pasangan suami istri yang baru menikah tentu mengharapkan pernikahannya dapat dijalankan dengan penuh kebahagiaan dan menghasilkan keturunan sesuai dengan salah satu tujuan pernikahan itu sendiri. Disini peran Dokter spesialis Andrologi harus bisa sebagai solusi bagi masyarakat. Secara umum dapat dikatakan bahwa pasangan suami istri akan memerlukan keahlian Dokter spesialis Andrologi di dalam hidupnya. Gangguan pada hubungan seksual. 5.. Laki-laki pada Usia Tua Setelah masa bereproduksi. frekuensi melakukan hubungan seksual sangat jarang dan lain-lain. disebut disfungsi seksual yang dapat dibagi menjadi penurunan libido. 2006.15 • Wongso. Hal ini merupakan kebutuhan setiap pasangan suami istri dalam menjalani masa pernikahannya. Keluarga Berencana Pria Selama ini pengaturan kehamilan. 4.

blogspot. 2008.• Wongso.. Anton Darsono.com/ diakses tanggal 1 Juni 2011 jam 16. Dalam website http://andrologist.38 . Mikropenis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->