PEMBUATAN TABLET

TEORI SEDIAAN TABLET

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Definisi Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) . . I.2 Kriteria Tablet . . Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. (Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) . . I.3 Keuntungan Sediaan Tablet . .

Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih; 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis; 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan; 4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.

Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan; 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah; 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil; 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil; 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air; 6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet; 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul; 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi; 9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali); 10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, dan untuk terapi lokal (salut enterik); 11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah; 12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah; 13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26)

I.4 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : · Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis; · Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa); · Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294)

Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.

I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuat sediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas, organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan. Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi : 1. OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya). 2. Stabilitas zat aktif : a. Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yang tidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya.

idealnya 15%. Untuk mengatasinya. bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh. 3. Pada pembuatan tablet dengan metode KL. volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapat diberikan sebagai serbuk. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%. Tetapi pada tahap awal. 9. 5. maka untuk memperbaiki alirannya dapat digunakan Primogel atau Starch 1500. 4. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatan tablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering · Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah fines <30%) dapat dibuat dengan KL · Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah fines >30%) dapat dibuat dengan GK. 12. Karena Avicel memiliki kompresibilitas yang baik tapi alirannya kurang baik. Di samping itu.c. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%. Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapat dicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek. 11. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akan mempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah kering sulit ditembus air. 8. PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%. Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah fine sesedikit mungkin) 6. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif.15%) sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik.05%-0. Jumlah fines total Jumlah fines yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%. Jika terlalu besar akan terjadi laminating. Untuk zat yang higroskopis. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet. jangan menggunakan metode granulasi basah memakai mucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan. Untuk mengatasi kekeringan granul akibat pengeringan yang tidak terkontrol maka perlu penambahan humektan yaitu gliserin atau propilen glikol 1 – 4% dihitung terhadap . sebagai pembawa dapat digunakan kombinasi Avicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan Aliyah) atau 3:1. 7. 10. d. Pengeringan amylum dilakukan pada suhu 70 °C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum. Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena dengan adanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. perlu ditambah pembasah (Tween 80 0.

Jumlah Tween yang tepat tergantung pada: · Jumlah zat aktif · Jumlah bahan pembantu yang digunakan 13. sehingga aliran jelek. gunakan pelarut yang tidak melarutkan massa tablet. 14. masukan dalam mortir dan digerus. Bila bobot tablet terlalu tinggi dan bervariasi Kemungkinan disebabkan oleh: · Distribusi pada hoover yang disebabkan proses getaran. Jumlah aerosil yang ditambahkan tidak boleh lebih dari 3% karena aerosil bersifat voluminous dan menyerap air sehingga tablet dapat membatu yang menyebabkan waktu hancur lebih lama. Gliserin ditambahkan pada mucilago (pengikat) untuk mempermudah homogenitas gliserin pada tablet. karena ada proses pemampatan. granul yang besar akan keluar lebih dahulu. sehingga perlu penambahan Tween agar tablet tidak pecah. Campuran Eutektik Timbang kedua zat aktif secara proporsional.Tween : dikhawatirkan komposisi yang digunakan menolak air. Permasalahan-Permasalahan Khusus 1. Jika zat aktif larut air: · Jangan menggranulasi dengan air · Sebagai pengikat. Penambahan gliserin dan Tween adalah untuk tujuan: . Bila meleleh berarti eutektik.Gliserin : dikhawatirkan pada waktu pengeringan air hilang/menguap semua . Ketentuan : misalkan digunakan pelarut X. boleh saja ada zat yang larut dalam pelarut X yang digunakan sebagai pelarut pengikat.mucilago. Oleh karena itu perlu diusahakan ukuran granul yang seragam. tetapi maksimal 30%. . 15. sama halnya dengan penambahan Tween untuk zat aktif hidrofob pada mucilago. karena bobot jenis berbeda jauh. · Lubrikan kurang sehingga alirannya jelek. Sehingga yang kecil terdesak. · Aliran granul yang kurang baik · Distribusi partikel tidak normal.

friabilitas menjadi tinggi. amilum kering dihilangkan sehingga komposisi FL : R/ Avicel 6% Talk 1% (dikurangi) Mg Stearat 1% Demikian juga jika digunakan Aerosil sebagai fasa luar. gunakan Avicel yang dapat bertindak sebagai pengisi juga penghancur. Vitamin C Jangan gunakan Avicel. Untuk mengatasi hal ini. 3. atau juga granulasi basah tetapi sebagai pengisi. Penggunaan Pharmacot. Yang baik gunakan Avicel adalah selama tidak OTT dengan zat aktif. ini mempercepat oksidasi vitamin C. jumlah Avicel dikurangi dan Starch-nya 30%. Pembuatan Granulasi Kering ARC 591 jangan memakai alkohol yang mengandung air (pakai alkohol yang tidak berair). kekompakan akan turun. lebih baik disalut dengan Cetosel. 4. Pakai musilago dalam ruang hampa udara/bisa juga dipakai Cetosel dalam alkohol/eksplotab/starch. Starch Starch yang baik jumlahnya 30%. jangan digunakan sebagai pengisi. Kombinasi Starch 1500/Avicel hanya untuk cetak langsung. Dengan slugging. Jika Avicel tidak larut air dapat bertindak sebagai fasa luar dan fasa dalam. talk dikurangi karena telah berfungsi juga sebagai glidan. bila tidak kering berarti eutektik. maka starch ditambahkan kurang dari 30% yang membuat aliran menjadi jelek. pelincir. atau musilago diganti dengan PVP alkohol. Jika mengandung air sulit direkonstitusi. PVP Hanya untuk zat aktif yang tidak boleh kena air (karena akan terurai). Jika Avicel sebagai fasa luar. Bisa digunakan PVP tapi jelek. 5. Jadi cetak langsung atau granulasi kering/slugging. Avicel dapat digunakan untuk cetak langsung. 2.Cara lain adalah setelah dicampur kedua zat aktif tambahakan musilago pakai air. . Jangan digunakan dengan granulasi basah karena waktu hancurnya akan jelek. Teknik penambahan PVP : tambahkan dulu PVP kedalam massa cetak sampai homogen lalu ditambahkan alkohol sehingga jumlahnya tepat. jika zat jumlahnya tinggi bila ditambah Starch 1500 30% maka bobot tablet akan semakin besar sedangkan yang harus ditambahkan adalah lubrikan. 6. Pembuatan tablet Etambutol Harus disalut dengan pahan penyalut yang larut alkohol larut asam lemak tetapi tidak larut air. Kombinasi Starch 1500 dan Eksplotab baik untuk pembuatan tablet secara cetak langsung sebagai penghancur. Etambutol jika digranulasi dengan PVP/alkohol akan semakin melengket. Etocel.

perlu diajukan uji keseragaman kandungan. · Penisilin VK terbaik dibuat dengan cara slugging · Mg(OH)3 + alukol terbaik digunakan cetak langsung. vitamin B12 terikat sangat kuat dengan mucilago amyli sehingga waktu hancurnya lama. jika menggunakan mucilago amyli. jarang untuk obat kunyah. berat jenis rendah dapat digunakan untuk suspensi. dapat granulasi basah menggunakan PVP dalam alkohol. Tetapi sebagai penghancur untuk SL dapat digunakan dengan teknik granulasi basah. Avicel dengan mucilago amyli membentuk adonan lengket yang sukar digranulasi. Selain itu. jika dibuat granul akan kasar. Kadarnya sangat kecil. Perlu dilakukan uji penetralan terhadap bahan baku dan tablet (minta dispensasi). keringkan dengan dehumidifier. tablet kunyah. · Fe mempunyai bobot jenis yang tinggi. oleh karena itu dapat dihaluskan terlebih dahulu. · Zat hidrofob seperti Fenilbutazon. gunakan pelarut non air. · Alukol berat jenis tinggi untuk tablet (aliran baik). Masalah Pada Beberapa Senyawa Aktif · Papaverin HCl. Karena ekstraknya pahit. Parasetamol. jika digunakan air dapat larut maka gunakan pelarut yang tidak melarutkan zat tersebut. · Untuk garam-garam Kalsium. . · Etambutol. Penanganan Ekstrak untuk Tablet Ekstrak kental larutkan dulu dalam etanol 70% kemudian dikeringkan dengan SL. OTT terhadap CMC. Bila dibuat obat kunyah maka tambahkan asam siklamat dan sakarin untuk mengatasi rasa pahit. Alukol dengan antasid lain. · Untuk vitamin C dan Parasetamol. Granulasi dengan alkohol atau disalut atau ditambahkan etambutol sebagai fines. Ester Kloramfenikol dapat dilakukan penambahan Tween 80 0. voluminous. Ca Pantotenat dan lainnya tidak dapat memakai mucilago amyli sebagai pengikat sebab akan terbentuk massa seperti lem.Starch 1500 tidak boleh untuk granulasi basah sebagai pengisi karena Starch dengan air akan membentuk gel yang dapat berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat. kapasitas penetralan dapat turun. gunakan SL sebagai pengisi. gerus 1 g + etanol + SL (99 g). Untuk ekstrak Belladona 1:3. · Untuk vitamin B12. Vioform.01% bobot tablet atau saponin 5% bobot tablet (ditambahkan mucilago amyli sebanyak 0. maka gunakan pengikat PVP dalam alkohol karena jika digunakan air akan terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+. 7. · Alukol + ekstrak Belladona. keringkan jika minta dispensasi bahwa tidak ada yang hilang selama proses berarti 100 g sebanding dengan 1 g vitamin B12. tablet cepat basah.03%) · Diazepam.

Pengisi tablet tidak lebih dari 30%. maksimum 25%. 2. dilakukan dengan slugging atau dehumidifier (dengan alkohol + air) disedot pada suhu 30 °C tetapi hasilnya kurang baik. jangan menggunakan Mg stearat dan Eksplotab. · INH dan PAS tidak dapat dibuat kombinasi dalam tablet karena PAS diabsorbsi di usus tidak boleh terdisolusi di lambung (?). 3. Eksplotab Tidak tahan asam. akibat getaran. ekstrak kental dilarutkan dulu dalam etanol 70%. Fines Maksimum 30% dari bobot tablet termasuk Fase Luar (FL) jika lebih dapat terjadi capping. Jika jumlah zat aktif kecil dan berbentuk hablur. resiko ketidakseragaman kandungan zat aktif besar jika dibuat secara cetak langsung. Catatan Lain 1. Jika basis kasar dan zat aktif halus. Untuk cetak langsung gunakan zat aktif yang halus dengan aliran baik. Avicel pH 101. digerus halus dan dicampurkan dengan pengisi sedikit demi sedikit. · Ekstrak untuk tablet. Starch 1500 Pengisi tablet untuk cetak langsung.102. Jumlah yang berbeda. 7. maka distribusi menjadi tidak merata karena terjadi distribusi ukuran partikel yang tidak merata.· Mg-stearat dan Eksplotab. karena kurang homogen. bila zat aktif bersifat asam. · Antibiotika. 6. sebab potensi akan menurun karena kontak dengan air. digunakan 3-5%. 4. baru dikeringkan dengan SL. Jika ada air akan menjadi gel sehingga zat aktif terhambat. distribusi berbeda dapat diatasi dengan hoover yang tidak bergetar dan atau adanya pengaduk. tidak bisa untuk granulasi basah. ganti saja Mg-stearat dengan asam stearat. · Untuk zat-zat berkhasiat yang sangat pahit seperti Kloramfenikol harus disalut (dispensasi). . Ekstrak Belladona 1:3 artinya dalam 3 bagian ada 1 bagian. hanya untuk penghancur luar. Contohnya jika diinginkan 20 mL ekstrak Belladona maka yang diambil adalah 60 mL. daya mengembang kurang sehingga waktu hancur menjadi jelek. terutama saat pencetakan. terutama yang tidak tahan pemanasan.103 baik untuk tablet cetak langsung 5. Kloramfenikol palmitat tidak bisa dibuat tablet karena masih ada sisa asam palmitat yang menyebabkan tablet mudah pecah karena sukar diikat.

9. Untuk cetak langsung. lebih sering di bagian atas-tengah · Picking : perpidahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch · Sticking : keadaan dimana granul menempel pada dinding die (ada adhesi) · Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata . 20-22. Jika zat aktif 200 mg per tablet. dan hancur. pengembangan. bukan dengan SL.5 g/dt atau lebih sudah cukup baik. Granulasi dibuat terpisah dengan pertimbangan jumlah granul sama banyak. gunakan pengayak dengan ukuran mesh sama 16. surfaktan. Ac di sol 3% sebagai penghancur luar untuk memperbaiki waktu hancur. granulasi seperti biasa. jika kecepatan aliran masa cetak 1. siap-siap untuk dibuat secara cetak langsung. pilih pengikat yang tidak mengubah potensi. Gunakan pengisi manitol. yang biasa 16-16 Jika granul pengikatnya lemah. distribusi granul sama di mana perbandingan granul A dan B sama. FL sekecil mungkin. Mekanisme umum hancurnya tablet adalah pembasahan. 12. 13. seperti : · Capping : pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas/bawah tablet dari badan tablet · Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih · Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong · Cracking : keadaan dimana tablet pecah. desintegrator lebih baik yang hidrofob.8. Untuk antibiotika. 17. Zat aktif dengan bobot jenis tinggi (umumnya BJ zat anorganik). 14. CaCO3 dapat digunakan sebagai penghancur di dalam lambung yang akan menyerap asam lambung dan berubah menjadi CO2. Permasalahan Dalam Pencetakan Tablet Masalah-masalah yang dapat muncul selama proses pencetakan tablet secara umum. kelemahan distribusi tidak selalu sama. Dalam evaluasi waktu hancur tablet. PVP mudah ditembus air. Vitamin B12 untuk cetak langsung harus dihaluskan terlebih dahulu. Ukuran (mesh) 18-20. 11. tinjau mekanisme waktu hancur. 10. penetrasi air. 15.

§ Kandungan air (aspek kadar air) tinggi akan menyebabkan penempelan pada die. sedangkan kadar air rendah dapat menyebabkan laminating atau capping. karena tablet menjadi kurang baik. § Kemungkinan karena interaksi kimia atau fisika. Penyelesaian Masalah : · Meningkatkan antiadheren dan lubrikan · Penggantian lubrikan yang cocok · Mengurangi jumlah granul yang kasar · Mengurangi jumlah air tapi jangan sampai berada di bawah optimum. kadang-kadang hitam Penyebab : § Antiadheren kurang § Lubrikan kurang atau tidak tepat Contoh : Tablet asetosal dengan Mg stearat lengket. contoh interaksi fisika etoksi benzamin dengan kafein. sehingga kesulitan dalam masalah pencetakan. · Jika terjadi lengket mungkin karena punch dan die yang rusak. Gliseril guaiakolat. seharusnya digunakan asam stearat (yang mikronize karena fungsi lubrikan adalah antar partikel sehingga kalau halus akan terselimuti oleh lubrikan). Jika sudah diketahui jumlah pembasah yang paling baik maka agar pembasahnya pas. maka akan melekat sehingga ratakan punch dan die. gliseril guaiakolat dengan prometazin HCl. § Bahan baku dengan titik leleh sangat rendah. sisi tablet kasar. yaitu bahan pembantu yang tidak menguap tapi basah. yaitu terjadinya pelelehan sehingga adhesivitas tinggi dan akhirnya menjadi lengket. sebab kalau cacat pada punch.Masalah Lain Pada Pencetakan Tablet Secara Khusus 1. jelek. contoh : Ibuprofen. · Kalau mungkin pencetakan pada suhu rendah dan humuditas rendah karena khusus untuk bahan aktif dengan titik leleh rendah atau terjadi campuran eutektik maka zat campuran . Siprofloksasin (Antibiotik turunan Imidazol). dilakukan dengan menambahkan pembasah ke dalam larutan pengikat. Lengket pada Cetakan Manifestasinya : · Melekat pada die dan sulit untuk dikeluarkan · Bunyi keras pada mesin · Tablet kopak. contoh Propilen glikol atau gliserin.

khususnya pada penggunaan pons yang baru. seperti SiO2 dan aerosil (adsorben). Capping/Laminating Capping : copot Laminating : belah Penyebab : § Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus · Porositas tinggi. 3. Oleh karena itu. pembuatannya dilakukan dalam suhu dan RH yang rendah. sehingga adhesivitas tablet dan pons sangat kecil. dimana asam klavulanat mudah hancur dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi. yaitu dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die § Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal) . Lengket pada pons Manifestasi : · Terkelupasnya bagian tablet karena permukaan tablet melekat pada pons. namun waktu hancur semakin panjang. Contoh : Kombinasi ampisilin dengan asam klavulanat. bahan pengisi dengan titik leleh tinggi dan dapat mengadsorbsi.eutektik semakin mudah menyerap air. 2. Penyebab sama dengan tadi · Kurangnya anti adheren · Kandungan air tinggi · Lengket pada pons Penanggulangannya sama : § Ubah ukuran granul § Tambah adsorben § Perbaiki alat · Alat dipoles. jernih dan mengkilat. · Perubahan bahan pengisi. Penambahan aercsil pada tablet akan menyebabkan penampilan tablet yang bagus.

lengket atau kadang-kadang karena pons yang terlalu dalam.Perbaiki atau ulangi proses pembuatan granul. sehingga meningkatkan kekompakan tablet. sebab dengan demikian mungkin saja timbul porositas tinggi. Keseragaman bobot (FI III) Penyebab pertama : . . karena spesifikasi ukuran harus sama. granulasi. LHPC 21. perbaikan pencampuran massa cetak. PVP.§ Granul yang terlalu kering. § Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil) Penanggulangannya · Pembuatan granul diulang jika penyebabnya adalah kelebihan atau kekurangan pengikat atau tidak cocok. pengikat. Sumbing atau retak-retak pada permukaan tablet Manifestasinya : Akibat dari ketiga masalah sebelumnya : laminating. sorbitol. 4. Metilselulosa dengan konsistensi tinggi.Sistem pencampuran yang tidak benar. .Distribusi ukuran granul yang tidak tepat. sehingga mesin harus terkunci baik terutama pons bawah karena dapat berubah-ubah sehingga bobot berbeda-beda. Penyelesaian masalah : . yang tidak dapat menjamin keseragaman bobot karena adanya distribusi baru pada saat pencetakan. NHPC. · Pengurangan ukuran partikel dari granul. · Diganti pons dan die · Tambahkan pengikat kering 5. perbaikan ukuran granul. cara : tambahkan dalam pelarut pengikat tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap § Zat pengikat yang kurang tepat. kurangi partikel granul. Penyelesaian : · Pons dan die supaya di poles · Untuk ukuran granul yang besar.Aliran kurang baik . · Tambahkan pengikat kering seperti gom arab. sakarin.

. Lachman Hal 706-717) Berdasarkan prinsip pembuatan.999) Dilakukan bila : · Kadar bahan aktif dibawah 50 mg · Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% Penyebab jeleknya keseragaman kandungan : · Karena aliran jelek · Pencampuran pregranulasi tidak benar maka tentukan dulu homogenitas zat aktif dalam granul (di pabrik) · Karena kadar fines tinggi maka porositas tinggi (bobot berbeda-beda) · Kandungan air yang tinggi sehingga aliran kurang baik · Kondisi mesin tidak benar. Penyebab kedua : distribusi granul tidak baik. porositas meningkat. granulasi.Kecepatan aliran dapat menyebabkan bobot tablet yang berbeda-beda. perubahan pengikat. porositas tinggi. tablet terdiri atas : a.Kurangi kadar air . Jumlah fines meningkat.Pembuatan granul baru sehingga menyebabkan porositas kecil.. udara terjebak banyak karena fines dan pengikat yang tidak cocok atau kurang. Penyelesaian Masalah : .6 Jenis Sediaan Tablet (Catatan Kuliah P’ Charles + Teori dan Praktek Farmasi Industri. I. aliran tidak baik. 6 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm.Perbaikan mesin tablet yaitu validasi mesin tablet. Tablet Kempa . · Kalibrasi mesin. distribusi granul optimal sehingga aliran bagus. Penyelesaian masalah · Perbaikan ukuran granul meliputi pencampuran. Penyebab kecepatan aliran : kandungan air tinggi sehingga adesivitas tinggi dan aliran menjadi kurang .

Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: · Pengisi (memberi bentuk) : laktosa · Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan): musilago amili. amilum · Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan Berdasarkan tujuan penggunaan. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. Tablet Lepas Terkendali . (misal tablet lepas lambat 6 jam. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan) c. tetapi terlarut dalam usus halus. d. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. b. tablet terdiri atas : 1. reaksi asam. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Disebut juga sebagai tablet berlapis. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. e.Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. dsb). 12 jam. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung.

Bekerja sistemik. c. dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). f. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. berisi nitrogliserin.Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. Tablet Efervesen Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi. menaikkan penampilan tablet. Tablet Hisap/Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. Biasanya keras dan berisi hormon. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. atau untuk mengurangi . b. lembab). h. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. d. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi.. Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a.Yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. 2. menutup rasa dan bau tidak enak. g. Penyalutan tidak perlu berkalikali. i.

oleh ahli farmasi atau konsumen. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). b. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. 5. 3. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain (Di Lachman disebutkan Jenis Tablet untuk Membuat Larutan) a. . mencegah kehamilan). Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Tablet Vaginal Tabler kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu.perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. mesin tablet harus steril. 3-6 bulan. 4. Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. Biasanya mengandung antiseptik. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB. astringen. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet Implantasi/Pelet Dibuat berdasarkan teknik aseptik. NaCl atau suatu asam amino.

dan kempa langsung. Tablet polos 2. Tablet salut gula 3. Tablet pelepasan biasa 2. Tablet vaginal 4. Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. Tablet lepas tunda 4.Berdasarkan Rute Pemberian : 1. Tablet rektal 3. Tablet lepas lambat 3.1 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode. Tablet oral (dalam mulut) 2. Tablet salut film Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet. dan lain sebagainya. yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat . Granulasi Basah. kestabilannya. Tablet lepas terkendali BAB II METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET II. apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab. granulasi kering. besar kecilnya dosis. yaitu granulasi basah. Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut : a.

ikatannya didapat melalui gaya. Teknik ini yang cukup baik. gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul. Keuntungan metode granulasi basah : · Memperoleh aliran yang baik · Meningkatkan kompresibilitas · Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai · Mengontrol pelepasan · Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses · Distribusi keseragaman kandungan · Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: · Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi · Biaya cukup tinggi · Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air b. digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa . Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis. Granulasi Kering disebut juga slugging. tehnik ini membutuhkan larutan. jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat. suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. kemudian masa basah tersebut digranulasi. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan.sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja.

dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa. namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya. praktis. alirannya baik. pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu · Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab · Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat Kekurangan cara granulasi kering adalah: · Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug · Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam · Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang c. prosesnya disebut slugging. roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. bentuknya kristal. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa. kompresibilitasnya baik. secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah. dan cepat pengerjaannya. Metode Kempa Langsung. Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : · Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi · Zat aktif susah mengalir · Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab Keuntungan cara granulasi kering adalah: · Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit . selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh).tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg.langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban.

Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak.Insoluble. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu.Bertindak sebagai pembantu mengikat. menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata.Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk. kompresibilitas yang baik. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. · Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal. Kerugian metode kempa langsung : · Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. waktu stabilitas panjang. menghasilkan granul yang keras dengan sedikit fines. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. kapasitas pegang 50%. . Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali. Avicel (mikrokristalin selulosa) . · Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat. kohesifitas dan adhesifitas yang baik II. . disintegran.2 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. . 1. aliran kurang baik. tetapi langsung menjadi partikel. mudah mengalir.Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah.Bisa bersifat pengikat kering. .Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101. 102 karena volume spesifiknya kecil. . non-reaktif. aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat. . tablet kempa langsung berisi partikel halus. lubrikan dan glidan. maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu.Lebih singkat prosesnya. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul.

Avicel digunakan sebagai pengisi dan pengikat tambahan.Pengikat yang disarankan: PVP. .Insoluble.Semakin tinggi grade-nya semakin putih. . . .Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran. kalsium karbonat. mencegah migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan seragam. . manitol. Kalsium sulfat trihidrat .Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras. Kalsium fosfat dibasic . tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam .Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%.Untuk obat dengan dosis kecil. PH 103: serbuk Sebagai disintegran : . PH 102: granul. snow white filler.Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti ―clay‖ yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi.Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan. MC. . kalsium sulfat. netral. 3.Penggunaannya membutuhkan lubrikan. . tidak mahal. 2. mengurangi capping dan friabilitas tablet.. tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel . bisa dipakai untuk zat aktif asam. Contoh: kaolin.Sinonim: terra alba.60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat massa lembab mudah digranulasi.Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi 10% atau lebih tinggi. punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak. starch paste. non-higroskopis. . membentuk granul yang kuat pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya terbuat dari amilum. penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa. basa. Avicel dapat menyebabkan tablet lengket pada lidah saat akan digunakan.Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen. . . .Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. starch.Perhatian: pada konsentrasi tinggi. .Bentuk PH 101: serbuk. pengisi paling murah.

granulnya cepat kering.Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%. phenilephrine HCl .Dikenal sebagai gula susu. punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa . salisilamid.Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% .Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard .Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif.Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik.Untuk pengisi kempa langsung. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat). disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan (Handbook of Pharm Excipient) . .Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa.Untuk GB pakai laktosa HIDRAT. Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai pembawa . dapat dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct compression-nya . granul halus (80-100 mesh). Laktosa (Lachman Tablet) . tetapi menyerap lembab.Pengisi yang paling umum.4. pyrilamine maleat. asam askorbat.Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh).Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) .Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin dan Mg-stearat . ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat . umumnya digabung dengan Avicel.Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab. dan laktosa anhidrat . atau senyawa lain yang mengandung furaldehid . granul spray dried (100-200 mesh). Spray-dried Lactose (Lachman Industri) .Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) . amin.

sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi.Memiliki banyak bentuk.Jika digunakan sebagai pengikat tunggal. aliran jelek. 3% modified dekstrin c.Jika digunakan sebagai pengisi kering. dingin (negatif heat solution) .Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. paling sering digunakan bentuk ―confectioner‖ untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk mencegah caking . Sugartab : 90-93% sukrosa. Dekstrosa . membutuhkan lebih banyak cairan pengikat .Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat . Nu Tab : 95% sukrosa.Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak.Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan. Campuran air dan alkohol akan menghasilkan granul yang lebih lunak. Mg stearat 6. biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol. Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan. cenderung menghasilkan tablet yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat .Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet ..Gunakan lubrikan netral atau asam 5.Dapat digunakan untuk formulasi vitamin. 1% corn starch.Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat . sedikit manis. Di Pac : 97% sukrosa.2% . dekstrosa. . 4% gula invert. Manitol .Digunakan mirip dengan sukrosa. halus. dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain . Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis . menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa . 7-10% invert sugar b.Menjadi coklat pada penyimpanan 7.Non-higroskopis.Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung: a. Sukrosa .

Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa .Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna.. . . jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan. Pengikat . trikalsium fosfat Aerosil C. Adsorben .Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. Mg silikat. .Pengikat yang berupa polimer alam: starch. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi. hidroksipropilselulosa . gelatin) . etilselulosa. gum (acacia. Bekerja menyerap lelehan zat aktif.Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi .Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif.Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. Contoh: Avicel Bolus alba Kaolin. MgO. mengandung 8-10% lembab. 9.Pengikat bisa berupa gula dan polimer. bentonit. kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan . Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan. Emdex dan Celutab (Lachman Industri) . Starch (amylum) . Starch 1500 (penjelasan ada di bagian Pengikat) B.Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum pada tabel (Lachman Tablet halaman 161) 1. metilselulosa.Bisa dengan cara kering/basah.Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP. tragacanth. jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif 8.Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung.

starch diganti dengan penghacur yang lebih baik.Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin. Jika dosis zat aktif besar.Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk .Dapat digunakan sebagai pengisi. tidak terhidrolisis.Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran .Dalam bentuk musilago amili 5-10% . yaitu avicel.Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch.Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan . dan penghancur .Dapat digunakan sebagai pengikat basah. . kering.Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar. dan tidak mengarang . dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam jumlah besar Sebagai disintegran: . pengikat.Pemakaian: 1-20%. tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan . dan kandungan air massa cetak . tekanan pengempaan.Mengandung kadar air 11-14%.(Lachman Tablet) . merupakan disintegran yang paling umum digunakan .Perhatian: sebelum digunakan. akan menyebabkan tablet terdisintegrasi dengan cepat (hal 161) .Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan . starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2. Starch 1500 (Lachman Tablet) .Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) .Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik. dan disintegran .Pemakaian terbaik maksimal 30%.

25% colloidal silicon dioxide) .Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi. sebagai pengganti digunakan asam stearat Sebagai disintegran: . atau dalam fasa luar pada metoda granulasi basah) . digantikan PVP. larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan 5. Amilum pragelatinasi . Gelatin . Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif .Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat.Aliran bagus. merupakan directly compressible starch .Sudah jarang digunakan. (Lachman Industri) .Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah 3. tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0. yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih.Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat .Dapat dikempa sendiri.5%. MC. Dapat digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut dalam air hangat tanpa pemanasan .Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering. dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%.menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama .Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda granulasi kering atau kempa langsung. pada fasa luar.Kelemahan: rentan bakteri dan jamur .Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat .Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan dengan air membentuk massa lembab 4. Larutan sukrosa .Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0.Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula .

sedikit higroskopis. larutan 5% menghasilkan kekerasan yang sama dengan musilago amili .Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba .PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium hidroksida.Inkompatibel dengan Mg. untuk mengurangi mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi) . dan garamnya .Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili.Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu pencetakan tablet dan disintegrasi tablet 7. Mg(OH)2 8.Digunakan pada konsentrasi 10-25%.Membentuk granul keras.Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble powder. PVP . Selulosa Metil selulosa . CMC Na .Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada penyimpanan . Al. . .Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi cepat dan disolusi cepat. asetaminofen. digunakan dalam konsentrasi 3-15%.Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat..Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan warna beragam . kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa 20-85% . larut air dan alkohol.Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin.5-15% . manitol. Larutan akasia .Nama dagang: Kollidon atau Plasdon . dan gula . tidak mengeras pada penyimpanan b.Keuntungan: dapat dikompres cepat. tidak mengeras selama penyimpanan (baik untuk tablet kunyah) . asetopheretidin. Ca.Inert. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul. meprobamate 6. pengikat yang baik untuk eksipien laktosa. pada tablet ferro sulfat.1-5% larutan air. bertindak sebagai pengikat dan pelindung ferrosulfat dr oksidasi .

Jika digunakan sebagai pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air atau alkohol. Polivinil alkohol . ferofu. Flavour (Lachman Industri) . mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri . . umumnya tablet mempunyai waktu disintegrasi yang lebih lama c.Larut air.Larut dalam air dan pelarut organik alkohol. propilen glikol. N-HPC (Nisso-HPC) .Larutan dalam alkohol. PEG 6000 . .20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk. dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk yang tidak tahan air seperti asam askorbat . arat. Setelah itu ditambahkan sisa air. Melaruntukan dalam pelarut organik D.N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk kuat . biasanya sebagai fasa luar. meprobamat. kafein.Digunakan untuk tablet kunyah .Dapat memperlambat disintegrasi 9. menghasilkan tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada penyimpanan 10.PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-750C dan mengeras pada 56630C 11. Dengan cara ini pelarutan lebih cepat. Low grades digunakan sebagai pengikat 2-10% dalam etanol .Sebagai pengikat anhidrat.. aseton dan kloroform.Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan untuk mengeras.Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering. dimana air dan alkohol tidak dapat digunakan .Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar digranulasi: asetaminofen.Cara: Melarutkan dalam air . metilen klorida.Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia. Etil selulosa .

Disintegran Fungsi : untuk memecah tablet Cara pakai : – saat granulasi .Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan pengempaan . Selulosa (selulosa. karena kapasitas pengembangannya yang relatif rendah 6.Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan ke adsorben . tragacant.Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4% . Acdisol) .Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu disolusi 4.5-0. guar gum) . merupakan starch termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300% .Pemakaian: 2-10%.Pemakaian: 1-10% . 5. Penggunaan 2-5%. Starch (amylum) 2. metilselulosa.Mekanisme sama dengan starch secara umum. . CMC. Avicel. Sodium starch glycolate (primogel.sebelum dicetak (paling baik) 1. pectin.75% E.sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak . sifat hilang jika digranulasi .Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki afinitas yang besar pada air. CMC-Na.Jumlah yang digunakan maksimal 0. Clays . Gums (agar. Starch 1500 3.Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam .Acdisol ini digolongkan pada super disintegran. explotab) .Bukan merupakan disintegran yang baik.

Bukan merupakan disintegran yang baik.Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline.Memiliki afinitas yang besar terhadap air F.Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob .Konsentrasi optimum: 1% . dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu pencampuran 10-30 menit .Mekanisme: Fluid type lubricant Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan. mereka akan membentuk lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet setelah dikempa. Dapat meninggalkan noda pada tablet Boundary type lubricant Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul pada permukaan logam. elastik. Penggantinya dapat digunakan talk. dan memberikan hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah . Alginat (asam alginat dan Na-alginat) . misalnya lubrikan alkalin stearat.Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2.Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah homogen. dibutuhkan lubrikan yang semakin banyak . mudah melar.Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan . Tipe ini memiliki adheren terhadap cetakan lebih baik .Jenis: Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti tablet/serbuk effervescent Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah .Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi. Lubrikan .Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul dibentuk) .Semakin kecil ukuran granul.5-10% (Na-alginat) .. Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan tablet menjadi labih berpori.Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan . .Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alkohol . karena dapat menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan 7.

5% H. Aerosil : 1-3% 4. dapat Mg-lauril sulfat : 1-2% dikombinasi dengan Mg-stearat Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5% G.1-0.Secara umum. Cab-O-Sil : 5-10% 2. Ca. fine silica > Mg stearat > talk murni .Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. Talk : 5% 5. Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe 1. Syloid : 0. Anti Adheren . Glidan . Na) stearat : ¼-2% Sodium chloride : 5% Asam stearat : ¼-2% DL-Leusine :1-5% Sterofex : ¼-2% Carbowax 4000/6000 : 1-5% Talk : 1-5% Sodium oleat : 5% Waxes : 1-5% Sodium benzoat : 5% Stearowet : 1-5% Sodium asetat : 5% Gliseril behapte (Compritol 888): Sodium lauril sulfat : 1-5% dapat pula sebagai pengikat. Corn starch : 5-10% 3.Sebagai lubrikan tunggal.memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi . Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat Water soluble lubricant Water insoluble lubricant Asam borat : 1% Logam (Mg.

Corn starch : 3-10% 6.Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking 1.3 Perkembangan Formula Tablet Pada bagian ini akan diterangkan pembuatan tablet dan permasalahannya. Granulasi Basah 1.. Logam stearat : <1% 3.Yang paling baik adalah yang larut air. DL-Leusine : 3-10% 7. Karena umumnya bahan disini berasal dari catatan atau pengalaman.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% . aplikasi formula teoritik. dan penanggulangan permasalahan yang mungkin terjadi pada pembuatan. Zat Aktif A Fase Dalam (92%) Zat Aktif Sesuai dosis Amilum Kering 10% bobot total Musilago amili 10% bobot total (atau 1/3 bobot tablet) Laktosa q.5% 4. I.1-0. Syloid : 0. Talk : 1-5% 2.5% 5. maka tidak ada pustaka pada bagian ini. Na-lauril sulfat: <1% II.1-0. dan yang paling efisien adalah DL-Leusine . Bagian ini dibuat untuk pertimbangan pemilihan metode dan formulasi teoritik. Cab-O-Sil : 0.

Tetapi karena ac-di-sol mahal harganya maka sebagai alternatif dapat digunakan starch 1500 atau primogel/eksplotab sebagai penghancur fasa luar. dan friabilitas yang jelek. Amilum kering bukan penghancur FD yang baik. tapi formula ini jarang digunakan. 3. tapi sebenarnya dengan 2% tidak terlalu bermasalah. maka dapat ditambahkan ac-di-sol (± 3%) untuk memperbaiki waktu hancur. PVP larut dalam air.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% PVP sifatnya higroskopis. Jika sedikit bermasalah dapat digunakan aerosil sebanyak 1% sehingga formula fase luar menjadi : Mg Stearat 1%. Aerosil 1%. Talk 1%. Formula akan menjadi : . Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. waktu hancur granul lama sehingga menyebabkan waktu hancur tablet menjadi lama. karena musilago amili yang sudah kering sulit ditembus sehingga disolusi zat aktif dari granul akan lebih sukses. Jika bercampur dengan air maka sifat penghancurnya akan berkurang. 2.Amilum kering 5% Pada tablet yang dinuat dengan menggunakan musilago amili sebagai pengikat. jika fungsinya sebagai penghancur. Sifat dari amilum kering : kompresibilitas kecil. pengeringan granul memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan suhu pengeringan yang tinggi. Amilum kering 5%. Pengikat diganti PVP untuk zat yang sukar dikompresi. tetapi penguapannya akan diperlama sehingga digunakan pelarut etanol 95%. Selain itu. sehingga dapat mengakibatkan tablet menjadi basah.s Amilum kering 10% dari bobot total Laktosa q. Amilum harus dalam keadaan kering. Amilum kering yang bisa digunakan adalah amprotab. disolusi zat aktif dari dalam granul akan dipersulit.

s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% Umumnya starch 1500 dan eksplotab digunakan sebagai penghancur luar.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Laktosa q.Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. Untuk memperoleh tablet yang lebih baik. Terdapat tiga jenis avicel yang sering digunakan yaitu : Avicel pH 101 (berbentuk serbuk. Formula tablet akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% . 4. umumnya digunakan dalam formulasi GB). Avicel pH 103 (berbentuk granul dengan ukuran lebih kecil dan dapat menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat). maka laktosa dapat diganti dengan avicel. umumnya digunakan dalam formulasi Gkdan KL). Laktosa mempunyai kompresibilitas yang buruk sehingga friabilitasnyapun buruk. jarang digunakan sebagai penghancur fasa dalam. Avicel pH 102 (berbentuk granul.

5%) .5% = 98. lalu dicetak dan dihancurkan (slug) hingga kecepatan aliran ≥4 gr/dt.s Fase Luar (3%) Mg stearat 1% Talk 2% Pembuatan slug : FD + ½ FL = 97% + 1.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% II. 1 Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% Laktosa q.5%. Setelah jadi slug kemudian ditambahkan sisa ½ FL (1. Granulasi Kering Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.Eatanol q. misalnya antibiotik.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Avicel q.

2. LHPC 21 dapat diganti dengan eksplotab/primorgel atau starch 1500. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Avicel q. III.s Modifikasi fase luar hampir sama dengan modifikasi fase luar pada formulasi GB. Kempa Langsung Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab dan dosisnya kecil. . Karena kompresibilitas laktosa buruk.s Karena laktosa memiliki sifat aliran yang jelek. Penggunaan LHPC 21 akan meningkatkan ongkos produksi karena harga LHPC 21 mahal. maka dapat diganti dengan : Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Laktosa q. laktosa dapat diganti dengan avicel. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Eksplotab/starch 1500 5% Avicel q.s LHPC 21 juga dapat penghancur sehingga amilum kering dapat dihilangkan.

eksplotab. tetapi alirannya kurang baik. mg stearat. Jika terlalu besar sebaiknya disluging. sehingga dapat ditambahkan penghancur luar seperti amilum kering. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Starch 1500 (3:1) q. atau ac-di-sol. Zat aktif A sesuai dosis Laktosa spray dried q. Jumlah maksimal dari fine adalah 30%. Running powder ini memiliki sifat aliran dan kompresibilitas yang baik.s Mg stearat 1% Talk 2% 3. Untuk memperbaik alirannya maka diguanakan eksplotab. kohesif. Selain itu eksplotab berfungsi pula sebagai penghancur.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Eksplotab 5% atau Ac-di-sol 3% . Umumnya dosis zat aktif yang digunakan adalah dibawah 50% agar keseragaman kandungan produk akhir bagus. Syarat-syarat zat aktif untuk cetak langsung adalah : mempunyai sifat aliran yang bagus.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% 2. dan zat aktif). Digunakan kombinasi avicel dan eksplotab.Formulasi KL dibatasi oleh jumlah fine (serbuk yang tidak mempunyai sifat aliran (seperti talk. kompresibilitas. 1. Digunakan kombinasi starch 1500 dan avicel (3:1) yang dikenal pula sebagai ‖running powder‖. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Eksplotab (3:7) q. Avicel memiliki kompresibilitas yang baik. Tapi daya hancur running powder tidak bagus.

98 x 600 = 588 g. Granulasi Basah Contoh : Zat aktif paracetamol 500 mg Direncanakan bobot tablet 700 mg.5 g Misalnya : Granul FD yang diperoleh 600 g dengan kadar air 2%. bobot granulnya = 0.Musilago amili = 1/3 x 644 g = 215 g setelah dikeringkan = 10% x 215 g = 21.5) = 52. Fase luar yang ditambahkan : .5 g Laktosa 52.5 g 644 g Fase Luar (8%) Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% Cara menghitung : .Laktosa = 644 – (500 + 70 + 21.5 g . Jumlah tablet yang diperoleh = 588/644 x 1000 tablet = 913. maka untuk kadar air 0%. dibuat 1000 tablet Formula : Fase Dalam (92%) Paracetamol 500 g Amilum 10% dari bobot tablet 70 g Musilago amili 10% (1/3 FD) 21.04 tablet.Contoh Perhitungan Tablet I.

52 g Talk 2% = 2/92 x 600 g = 13.5%) Zat A 400 g Amilum 60 g Laktosa 122 g .04 g + 32.04 = 714.6 g 913.04 g Amilum kering 5% = 5/92 x 600 g = 32.Mg stearat 1% = 1/92 x 600 g = 6.27 g II.52 g + 13.60 g Bobot tablet yang diperoleh = 600 g + 6. bobot tablet 600 mg. Granulasi Kering Contoh : Zat A 400 mg. jumlah tablet 1000 tablet Formula : Fase dalam (97%) Zat A 400 g Amilum 10% bobot tablet 60 g Laktosa 122 g 582 g Fase Luar (3%) Mg stearat 1% 6 g Talk 2% 12 g Slug (98.

s 217.538 g Talk = 500/591 x 6 = 5.5 g Mg stearat (1%) 2.076 g Slug + sisa FL = 500 g + 7.!!!!! .5 g Talk (2%) 5 g 250 g Bahan siap dikempa menjadi tablet….. bobot tablet 250 mg. Kempa Langsung Contoh : Zat A 25 mg.614 g = 507. maka sisa FL yang ditambahkan : Mg stearat = 500/591 x 3 = 2.024 ≈ 0.614 g Jumlah tablet yang diperoleh = 500/591 x 1000 = 846.Mg stearat 3 g Talk 6 g 591 g Misalnya : slug yang diperoleh = 500 mg.614/846.6 g III.024 g Bobot tablet = 507. dibuat 1000 tablet Formula : Zat A 25 g Pengisi q.

Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Bobot jenis nyata . Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Evaluasi granul meliputi: 1. Evaluasi Granul Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula.BAB III EVALUASI TABLET A. Bobot Jenis a. Jika ukuran granul berdekatan. Bobot jenis sejati Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer gas Beckman b. · Timbang 100 gr granul · Letakkan granul pada pengayak paling atas · Getarkan mesin 5-30 menit. Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. tergantung dari ketahanan granul pada getaran · Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak · Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. aliran akan lebih baik. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. 2. Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran.

Mampatlkan 500 x dengan alat volumeter . Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan Pemampatan 500 x BJ nyata BJ nyata setelah pemampatan 3. Baca volume. Kompresibilitas . Kadar Pemampatan %T = Vo – V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran. Lihat volume setelah pemampatan. Bobot jenis nyata = bobot/volume c.Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Obat jenis nyata setelah pemampatan Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. 4.

aliran buruk 5. cara tidak bebas (paksa) digetarkan Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik. cara bebas b. Metode corong (128)/132 Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai. Aliran a. Metode sudut istirahat Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) Tampung granul di atas kertas grafik .% K= Dapt –Davc x 100 % Dapt Davc = Berat jenis nyata sebelum pemampatan Dapt = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. b.

Keragaman sediaan . Jika x = 25. Friabilitas 4. Rupa.40 mudah mengalir 40. Rasa 2.30 sangat mudah mengalir 30. Sifat fisika kimia 1. % KB = W1/W x 100 % % KB = Kandungan bobot % KL = Wa/W1 x 100 % % KL = Kandungan lembab Wa = W – W1 W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan B.Hitung x.45 mengalir > 45 kurang mengalir 6. Keseragaman ukuran a. Kandungan Lembab Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . Keseragaman tebal b. dengan cara visual menggunakan loop agar permukaan tablet lebih jelas terlihat b. Visual /Organoleptik a. Kekerasan 3. Evaluasi Tablet (Produk Akhir) 1. Keseragaman diameter 2. Bau c.

Untuk tablet dengan bobot < 650 mg. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. Uji Keamanan/Toksisitas Untuk menguji apakah ada bahan-bahan lain yang toksik dalam tablet 4. . . timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6. Jadi ada 100 putaran. Pada proses pengukuran friabilitas. Friabilitas diukur dengan friabilator (gambar terlampir). Keseragaman kandungan 5. keluarkan tablet dari alat. Sering kali tablet bersalut lebih banyak dikontaminasi oleh bakteri disbandingkan oleh tablet tidak bersalut karena kelembaban internal tablet salut merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar). Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator. . timbang tablet sebanyak 10 buah. Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian.a. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah. maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri). alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %. Lingkungan produksi yang kurang bersih juga merupakan likungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Setelah selesai. Waktu hancur 6. Disolusi 7. Uji Friabilitas Tablet . Uji Mikrobiologi Terutama dilakukan pada tablet yang mengandung bahan-bahan yang mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. Untuk tablet dengan bobot > 650 mg. Uji kadar zat aktif 3. bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama. Keragaman bobot b. Oleh karena itu beberapa industri memberikan persyaratan kemurnian yaitu batas angka mikroba.5 g. . Jalankan alat selama 4 menit.

Lebih dianjurkan wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola. gesekan dan guncangan mekanik. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Kondisi khusus penyimpanan dan pengemasan direkomendasikan pada monograpi masing-masing . Penggunaan alat yang memungkinkan pengamatan contoh dan pengadukan selama pengujian berlangsung. Penyimpanan Tablet . suatu motor. tinggi 160 mm hingga 175 mm. goncangan atau getaran signifikan yang melebihi gerakan akibat perputaran alat pengaduk. Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing-masing monografi. Untuk tablet efervesen. sedangkan dalam masing-masing monografi. untuk mencegah penguapan dapat digunakan suatu penutup yang pas.4 hal 28) Uji Disolusi <1231> Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul. . misal pada saat pengemasan dan transportasi. Batang logam berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada tiap titik dari sumbu vertikal wadah berputar dengan halus dan tanpa goyangan yang berarti.(USP & NF 1994) .menjaga agar gerakan air dalam tangas air halus dan tetap. Pada bagian atas wadah ujungnya melebar.5 ºC selama pengujian berlangsung dan. tanpa harus kehilangan intregitasnya. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan. diameter dalam 98 mm hingga 106 mm dan kapasitas nominal 1000 ml. harus disimpan pada wadah yang tertutup sangat rapat atau kemasan yang kedap terhadap lembab dan mungkin perlu ditambahkan zat adsorbent seperti silika gel. . Alat terdiri dari sebuah wadah bertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Bagian dari alat. Dari jenis alat yang diuraikan disini. pergunakan salah satu sesuai dengan yang tertera dalam masing-masing monografi. lembab. Alat 1. (The International Pharmacopoeia 3rd ed Vol. termasuk lingkungan tempat alat diletakkan tidak dapat memberikan gerakan. suatu batang logam yang digerakkan oleh motor dan keranjang berbentuk silinder. maka digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera pada uji Pelepasan Obat <961>. Wadah tercelup sebagian di dalam suatu tangas air yang sesuai berukuran sedemikian sehingga dapat mempertahankan suhu dalam wadah pada 37º ± 0. Komponen batang logam dan keranjang yang me-rupakan bagian dari pengaduk terbuat . Suatu alat pengatur kecepatan digunakan sehingga memungkinkan untuk memilih kecepatan putaran yang dikehendaki dan mempertahankan kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi dalam batas lebih kurang 4%. Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.

cuplikan dapat diambil hanya pada waktu yang ditentukan dengan toleransi ± 2%. Jarak antara dasar bagian dalam wadah dan keranjang adalah 25 mm ± 2 mm selama pengujian berlangsung.5 µm).5º. pasang alat. pengujian dapat diakhiri dalam waktu yang lebih singkat bila persyaratan jumlah minimum yang terlarut telah dipenuhi. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. Prosedur untuk kapsul. Masukkan 1 tablet atau 1 kapsul ke dalam alat. Dayung memenuhi spesifikasi pada Gambar 2. bedanya pada alat ini digunakan dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. Alat dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari kalibrator yang bersangkutan. gas terlarut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum pengujian dimulai. Lakukan penetapan .dari baja tahan karat tipe 316 atau yang sejenis sesuai dengan spesifi-kasi pada Gambar 1. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan.] Waktu Bila dalam spesifikasi hanya terdapat satu waktu. Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung. Bila Media disolusi adalah suatu larutan dapar. atur pH larutan sedemikian hingga berada dalam batas 0.05 satuan pH yang tertera pada masing-masing monografl. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dan 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti. Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Sama seperti Alat 1. Media disolusi Gunakan pelarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. biarkan Media disolusi hingga suhu 37º ± 0. Alat 2. Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar. gunakan kasa 40 mesh. tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah. Bila dinyatakan dua waktu atau lebih. Uji kesesuaian alat Lakukan pengujian masing-masing alat menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis disintegrasi dan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi sesuai dengan kondisi percobaan yang tertera. Sediaan dimasukkan ke dalam keranjang yang kering pada tiap awal pengujian. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan suatu penyalut inert yang sesuai. [Catatan Gas terlarut dapat membentuk gelcmbung yang dapat merubah hasil pengujian. dan angkat termometer. tidak kurang 1 cm dari dinding wadah.0001 inci (2. Dapat juga digunakan keranjang berlapis emas setebal 0. Oleh karena itu. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi.

Interpretasi Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan. larutkan cangkang kapsul dalam sejumlah volume Media disolusi seperti yang dinyatakan. penetapan. keluarkan isi tidak kurang dari 6 kapsul sesempuma mungkin. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Harga Q adalah jumlah zat aktif yang terlarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket. tidak . Tabel Penerimaan Tahap Jumlah yang diuji Kriteria Penerimaan S1 6 Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5% S2 S3 6 12 Rata-rata dari 12 unit (S1 +S2) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% Rata-rata dari 24 unit (S1 + S2+ S3) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q. Bila cangkang kapsul mengganggu. persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang diuji sesuai dengan tabel penerimaan. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S atau S. Buat koreksi seperlunya. Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima. angka 5% dan 15% dalam tabel adalah persentase kadar pada etiket. dengan demikian mempunyai arti yang sama dengan Q.

dengan enam buah lubang.25 cm. Waktu yang diperlukan bergerak ke atas adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk bergerak ke bawah dan perubahan pada arah gerakan merupakan perubahan yang halus. masing-masing dengan diameter 9 cm. kawat kasa berada paling sedikit 2. digunakan vntuk menggantungkan rangkaian keranjang. Rancangan rangkaian keranjang dapat sedikit berbeda asalkan spesifikasi tabung kaca dan .75 cm ± 0.lebih dari 2 unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% dan tidak satu unit pun yang lebih kecil dari Q – 25%. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut. termostat untuk memanaskan cairan media antara 35º hingga 39º dan alat untuk menaikturunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5. tanpa gerakan horizontal yang berarti atau gerakan sumbu dari posisi vertikalnya.5 cm dari dasar wadah. Pada permukaan bawah lempengan dipasang suatu kasa baja tahan karat berukuran 10 mesh nomor 23 (0. Bagian-bagian alat dirangkai dan dikencangkan oleh tiga buah baut melalui kedua lempengan plastik. bukan gerakan yang tiba-tiba dan kasar. masing-masing dengan panjang 7.7 cm.3 cm dan tidak lebih dari 5. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. Alat Alat terdiri atas suatu rangkaian keranjang. Rangkaian keranjang Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas.5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm. Suatu alat pengait dipasang pada alat yang menaikturunkan rangkaian keranjang melalui satu titik pada sumbunya. Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan aktifnya terlarut sempurna. tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempengan plastik. Rangkaian keranjang bergerak vertikal sepanjang sumbunya. diameter dalam lebih kurang 21.5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah ber-jarak tidak kurang dari 2. gelas piala berukuran 1000 ml.025 inci). Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih. kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul yang tidak larut. Volume cairan dalam wadah sedemikian sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas. tebal 6 mm. masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya.

15 mm dan diameter 20. masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. tanpa menggunakan cakram.15 mm.dalam monografi. termasuk pencelupan dalam air dan cairan lambung buatan LP adalah sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi ditambah 30 menit. tebal 9. Ukuran tiap lekukan sedemikian hingga bagian yang terbuka pada dasar silinder luasnya 1. Setelah alat dijalankan selama satu jam. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. . Pada sisi silinder terdapat 4 lekukan dengan jarak sama berbentuk V yang tegak lurus terhadap ujung silinder. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. mempunyai bobot jenis antara 1. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Setelah alat dijalankan telama 30 menit. Terdapat lima lubang berukuran 2 mm yang tembus dari atas ke bawah. sedangkan lubang lain paralel terhadapnya dengan radius jarak 6 mm. Tablet bersalut bukan enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang.60 mm persegi dan pada bagian atas silinder lebar 9. angkat keranjang dan amati semua tablet: tablet tidak hancur. refak atau menjadi lunak. gunakan air bersuhu 37º ± 2º sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi.20. Cakram dibuat dari bahan plastik transparan yang sesuai. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Seluruh permukaan cakram licin.18 hingga 1. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna.5 mm ± 0.55 mm. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Bila tablet tidak hancur sempurna. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. salah satu lubang melalui sumbu silinder. ganti dengan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º dan teruskan pengujian hingga jangka waktu keseluruhan. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Tablet bukal Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. gunakan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media selama jangka waktu 2 jam ditambah dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi atau bila dalam monografi dinyatakan hanya tablet salut enterik. Ajigkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.ukuran kasa dipertahankan. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur. Cakram Tiap tabung mempunyai cakram berbentuk silinder dengan perforasi. Prosedur Tablet tidak bersalut Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. angkat keranjang dan amati semua tablet. Tanpa menggunakan cakram jalankan alat.5 mm dan dalam 2. Setelah 4 jam. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. maka hanya selama batas waktu yang dinyatakan. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.7 mm ± 0. Tablet salut enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang.

. CONTOH TABLET . 44 Acyclovir. 43 Acetohydroxamide acid. BAB IV . . . tanpa menggunakan cakram. Acepromazine maleate. Daftar Tablet pada USP 26 2003 . 56 Allopurinol. Amati kapsul dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi. 66 . . Bila 1 tablet atau 2 kapsul tidak hancur sempurna. Kapsul gelatin keras Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. tanpa menggunakan cakram. 50 Albendazole. semua kapsul harus hancur.ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. kasa ini ditempatkan pada permukaan lempengan atas dari rangkaian keranjang. Amati tablet dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi: semua tablet harus hancur. kecuali bagian dari cangkang kapsul. 41 Acetohexamide. . 54 Albuterol. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Acetazolamide. 64 Alprazolam. Tablet sublingual Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet iidak bersalut. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Sebagai pengganti cakram digunakan suatu kasa berukuran 10 mesh seperti yang diuraikan pada rangkaian keranjang. 15 Acetaminophen. Kapsul gelatin lunak Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Kapsul gelatin keras. ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya: tidak kurang 16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna.

209 Barium hydroxide lime sulfate. 185 Atenolol. 156 Apomorphine HCl. 204 Baclofen. 128 Amiosalycylic acid. Aminobenzoate potassium. 197 Azathioprine. 2762 Aspirin. 142 Ampicillin. 124 Aminophylline. 171 Asian ginseng. 127 Aminosalicylate sodium. 138 Amoxicillin. 133 Amodiaquine HCl. 193 Azatadine maleate.Alumina. 186 Atropine sulfate. 150 Anileridine HCl. 130 Amitriptyline HCl. 166 Ascorbic acid. 117 Aminocarproic acid. 212 Bendroflumethiazide. 120 Aminoglutethimide 122 Aminopentamide sulfate. 175 Astemizole. 198 Bacampicillin HCl. 216 .

280 Buspirone HCl. 341 Carteolol HCl. 320 Carbamazepine. 309. 286 Butalbital. 329 Carbinoxamine maleate. 275 Bupropion HCl. 302. 330 Carboxymethylcellulose sodium. 299. 228 Bethametasone. Caffeine. 311. 348 Cefaclor. 324 Carbidopa. 272 Bumetadine. 234 Betaxolol. 282 Busulfan. 314 Captopril. 345 Cascara. 245 Biperiden HCl. 250 Bisacodyl. 354 . 283 Butabarbital sodium. 244 Bethanecol chloride. 352 Cefadroxil. 252 Bromocriptine mesylate. 268 Bromopheniramine maleate.Benztropine mesylate. Calcium. 343 Corisoprodol.

441 Chlorzoxazone. 508 Colchicine. 426 Chlorpeniramine maleate. 415 Chloroquine phosphate. 488 Clonidine HCl. 468 Clomiphene citrate. 507. 518 Cyclizine HCl. 500 Codein. 485 Clonazepam. 402 Chlorambucil. 381 Cephalexine. 409 Chlordiazepoxide. 437 Chlorthalidone. 489 Clozapine. 466 Clemastine fumarate. 406 Chloramphenicol.Cefixime. 430 Chlorpromazine HCl. 396 Cepharadine. 424 Chlorothiazide. 460 Clarithromycin. 442 Cimetidine. 436 Chlorpropamide. 362 Cefpodoxime proxetil. 509 Cortisone acetate. 454 Ciprofloxacin. 380 Cefprozil. 526 .

578 Diazepam.Cyclobenzaprine HCl. 570 Dextroamphetamine sulfate. 630 Diphenhydramine. 602 Diethyl propion HCl. 547 Demeclocycline HCl. 609 Digitalis. 611 Digoxin. 645 . 552 Dexchlorpheniramine maleate. 616 Dihydrotachisterol. 641 Dipyridamole. 527 Cyclophosphamide. 599 Diethylcarbamazine citrate. 594 Diclofenac sodium. 530 Cyproheptadine HCl. 550 Desipramine HCl. 589 Dichlorpenamide. 605 Diflunisal. 596 Dicyclomine HCl. 543 Dehydrocholic acid. 604 Diethyl stilbestrol. 638 Diphenoxylate. 536 Dapsone. 628 Dimenhydrinace. 624 Diltiazem HCl. 621 Dihydroxyalumunium Na-carbonat.

768 Etodolac. 649 Divalproex sodium. 731 Estrogen. 753 Ethacrinic acid. 658 Doxycycline hydate. 755 Ethambutol HCl. 679 Enalapril maleate. 759 Ethionamide. 720 Ergonovine maleate. 670 Doxylamine succinate. 717 Ergoloid mesylate. 748 Estropipate. 650 Docusate sodium. 700 Ephedrine.Dirithromycin. 764 Ethynodiol diacetate. 756 Ethynil estradiol. 677 Dyphylline. 760 Ethotoin. 722 Ergotamine tartrate. 1806 Ergocalciterol. 672 Dydrogestrone. 770 . 725 Erythromycin. 765 Etidronate disodium. 646 Disulfiram.

819 Fluphenazine HCl. 859 Glucosamine. 886 Guanadrel sulfate. 850 Glipizide. 877 Guaifenesine. 775 Fenoprofen calcium. 836 Furosemide. 839 Gemfibrozil. 870 Griseofulvin. 791 Flecainide acetate. 832 Furozolidone. 886 Guanathidine monosulfate. 894 . 796 Fluoxetine. 780 Ferrous sulfate. 890 Haloperidol.Famotidine. 828 Folic acid. 866 Glycopirrolate. 817 Fluoxymesterone. 788 Finasteride. 880 Guanabenz acetate. 793 Fludrocortisone acetate. 823 Flurbiprofen. 2765 Glyburide. 888 Guanfacine.

1000 Isoniazide. 995 Iopanoic acid. 1063 Levamisole HCl. 1061 Leucovorin calcium. 947 Imipramine HCl. 916 Hydroflumethiazide. 1047 Ketorolac thromethamine.Hydralazine HCl. 1026 Isopropamide iodide. 961 Iodoquinol. 928 Hydroxychloroquine sulfate. 1027 Isosorbide dinitrate. 1065 . 910 Hydrocodone bitartrate. 940 Ibuprofen. 909 Hydrochlorthiazide. 937 Hyoscyamine. 1037 Isoxsuprine HCl. 1042 Ketoconazole. 958 Indapamide. 926 Hydromorphone HCl. 912 Hydrocortisone. 932 Hydroxyzine HCl. 1050 Labetalol HCl. 1053 Letrozole.

1136 Medroxyprogesterone acetate. 1069 Levodopa. 1146 Meperidine HCl. 1143 Melphalan. 1087 Lithium carbonate. 1144 Menadiol sodium diphosphate. 1109 Magnesium trisilikat. 1071 Levonogestrel. 1152 Mephenytoin. 1089 Loperamide HCl. 1074 Liothyronine sodium. 1154 .Levocarnithine. 1100 Magaldarate. 1072 Levorphanol tartrate. 1093 Lorazepam. 1129 Mebendazole. 1085 Liotrix. 1098 Lovastatin. 1132 Mecamylamine HCl. 1140 Megestrole acetate. 1106 Magnesia. 1068 Lisinopril. 1128 Mazindol. 1120 Maprotiline HCl. 1134 Meclizine HCl. 1153 Mephobarbital.

1186 Methocarbamol. 1188 Methotrexate. 1179 Methdilazine HCl. 1216 Metoclopramide.Meprobamate. 1178 Methazolamide. 1207 Methylpenidate HCl. 1191 Methyclothiazide. 1208 Methylprednisolone. 1228 Metyrapone. 1165 Mesoridazine besylate. 1158 Mercaptopurine. 1220 Metoprolol tartrate. 1181 Methenamine. 1183 Methimazole. 1215 Methysergide maleate. 1210 Methyltestosterone. 1168 Metaproterenol sulfate. 1196 Methylcellulose. 1219 Metolazone. 1223 Metronidazole. 1159 Mesolamine. 1201 Methylergonovine maleate. 1172 Methadone HCl. 1229 . 1177 Methamphetamine HCl. 1167 Mestranol. 1200 Methyldopa.

Minicycline HCl. 1260 Nafcillin sodium. 1335 Norgestrel. 1362 Oxybutynin chloride. 1305 Niacinamide. 1328 Norfloxacin. 1366 Oxycodone HCl. 1359 Oxprenolol HCl. 1361 Oxtriphylline. 1245 Moricizine HCl. 1313 Nitrofurantoin. 1266 Naltrexone HCl. 1263 Nalidixic acid. 1368 . 1337 Nystatin. 1358 Oxazepam. 1306 Nifedipine. 1274 Niacin. 1253 Nadolol. 1269 Naproxen. 1317 Nitroglycerin. 1343 Oxandrolone. 1243 Molindone HCl. 1241 Mitotane. 1240 Minoxidil. 1321 Norethindrone.

1449 Phentermine HCl. 1486 Praziquantel. 1476 Pimozide. 1436 Perphenazine. 1464 Phenytoin. 1398 Penbutolol sulfate. 1458 Phenylpropanolamine HCl. 1376 Oxytetracycline. 1394 Papaverine HCl. 1439 Phenazopyridine HCl.Oxymetholone. 1454 Phenylbutazone. 1482 Piperazine citrate. 1413 Pergolide. 1396 Paramethasone acetate. 1391 Pancrealipase. 1480 Pindolol. 1467 Phytonadione. 1443 Phendimetrazine tartrate. 1403 Penicillamine. 1406 Penicillin. 1529 . 1446 Phenmetrazine HCl. 1379 Pancreatin. 1524 Prednisolone. 1444 Phenelzine sulfate. 1447 Phenobarbital.

1565 Propoxyphene napsylate. 1545 Prochlorperazine maleate. 1604 Quazepam. 1609 Quinin sulfate. 1543 Procainamide HCl. 1598 Pyridoxine HCl. 1574 Propranolol HCl. 1618 . 1562 Propantheline bromide. 1612 Ranitidine. 1539 Probenecide. 1579 Propylthiouracil. 1602 Pyrvinium pamoate. 1538 Primadone. 1600 Pyrilamine maleate. 1588 Pyrazinamide. 1536 Primaquine phosphate.Prednisone. 1560 Promethazine HCl. 1601 Pyrimetamine. 1541 Probucol. 1585 Protriptyline HCl. 1553 Procyclidine HCl. 1596 Pyridostigmine bromide. 1554 Promazine HCl. 1604 Quinidine sulfate.

1705 Sucralfate. 1693 Sodium fluoride. 1658 Salsalate. 1747 . 1627 Riboflavine. 1679 Simethicone. 1682 Simvastatin. 1745 Sulindac. 1719 Sulfadiazine. 1684 Sodium bicarbonate. 1621 Repaglinide.Rauwolfia serpentina. 1745 Sulfisoxazole. 1696 Sodium salicylate. 1642 Reserpine. 1690 Sodium chloride. 1663 Scopolamine HBr. 1743 Sulfinpyrazone. 1670 Selegiline HCl. 1732 Sulfamethizole. 1737 Sulfapyridine. 1674 Sennosides. 1741 Sulfasalazine. 1736 Sulfametoxazole. 1729 Sulfadimethoxine. 1637 Ritrodine HCl. 1653 Saccharin sodium.

1895 Triprolidine HCl. 1780 Theopylline. 1831 Timolol maleate. 1825 Thyroid. 1821 Thioridazine HCl. 1859 Triamcinolone. 1882 Triflupromazine HCl. 1863 Triazolam.Tamoxifen citrate. 1815 Thiethylperazine maleate. 1855 Trazodone HCl. 1876 Trifluoperazine HCl. 1811 Thiamine HCl. 1818 Thioguanine. 1898 . 1893 Trioxsalem. 1854 Tolmetin sodium. 1851 Tolbutamide. 1874 Trichlormethiazide. 1885 Trihexyphenidyl HCl. 1755 Terbutaline sulfate. 1850 Tolazamide. 1891 Trimethoprim. 1776 Testolactone. 1888 Trimeperazine tartrate. 1840 Tocainide HCl. 1805 Thiabendazole.

2854 Ursodiol. 1953 Daftar Tablet pada BP 2001 Acebutolol. 1938 Zalcitabine. 1844 . 1843 Aminoglutethimide. 1832 Aciclovir . 2856 Verapamil HCl. 1914 Valerian. 1837 Allopurinol. Dispersible. 1837 Aloxiprin. 1839 Aluminium Hydroxide. 1833 Alimemazine /Trimeprazine.Trisulfapyrimidines. 1828 Aciclovir. 1828 Acetazolamide. 1842 Amiloride. 1950 Zidovudine. 1827 Acenocoumarol /Nicoumalone. 1901 Ubidecarenone. 1925 Warfarin sodium.

1893 Bumetanide. 1858 Aspirin . 1886 Bisacodyl. 1867 Bendroflumethiazide /Bendrofluazide. 1866 Baclofen. 1862 Atropine. 1859 Atenolol. 1893 Brompheniramine.Aminophylline. Effervescent Soluble. 1872 Benorilate. Dispersible. 1860 Aspirin. 1858 Aspirin and Caffeine. 1864 Azapropazone. 1874 Benzatropine. 1847 Ascorbic Acid. 1847 Amitriptyline. 1865 Azathioprine. 1845 Amiodarone. Enteric-coated. 1899 . 1895 Bumetanide and Slow Potassium. 1858 Aspirin . 1887 Betamethasone. 1859 Aspirin . 1889 Bromocriptine. 1875 Betamethasone Sodium Phosphate. 1896 Busulfan.

1905 Calcium Gluconate. 1914 Cefaclor . 1908 Captopril. 1944 Choline Theophyllinate. 1916 Cefalexin. 1941 Chlorpromazine. 1943 Chlortalidone. Slow. 1946 Cimetidine. 1942 Chlorpropamide. 1962 . 1907 Calcium Lactate. 1904 Calcium Folinate. 1920 Cefuroxime Axetil. 1907 Calcium Gluconate . 1929 Chlordiazepoxide Hydrochloride. 1949 Ciprofloxacin. 1909 Carbamazepine. 1910 Carbimazole. 1950 Clemastine. 1927 Chlorambucil. 1933 Chloroquine Phosphate. Chewable. 1954 Clomifene. 1911 Cascara. 1937 Chloroquine Sulphate. 1902 Calcium and Ergocalciferol. 1903 Calcium Carbonate . Effervescent. 1938 Chlorphenamine /Chlorpheniramine.Calcium and Colecalciferol.

1974 Co-codamol. 1997 Codeine Phosphate. Dispersible. 1993 Co-trimoxazole. Paediatric. 1985 Colecalciferol. 1996 Co-trimoxazole . 1968 Co-amilozide. 1985 Colistin. Dispersible. 1970 Co-amoxiclav. 1971 Co-beneldopa . 1992 Co-triamterzide. Dipersible.Clonidine. 2002 . 1999 Cyclizine. 1996 Co-trimoxazole . 1964 Co-amilofruse. 1980 Colchicine. 1990 Co-proxamol. 1977 Co-dergocrine. 1975 Co-codaprin. 1991 Cyanocobalamin. 1990 Co-tenidone. 1982 Co-magaldrox. 1976 Co-codaprin . 1989 Cortisone. 1980 Co-dydramol. 1973 Co-careldopa. 2000 Cyclopenthiazide. 2000 Cyclophosphamide.

2006 Desipramine. 2002 Cyproterone. 2015 Diazoxide. 2009 Dexamfetamine. 2034 Docusate. 2010 Dextromoramide. 2008 Dexamethasone. 2021 Diflunisal. 2025 Dihydrocodeine. 2023 Digitoxin. 2045 . 2028 Dipipanone and Cyclizine. 2020 Diethylstilbestrol. 2012 Diazepam. 2030 Dipyridamole. 2031 Disulfiram. 2016 Dichlorophen. Slow. 2042 Dosulepin /Dothiepin. 2016 Diclofenac. 2027 Dimenhydrinate. 2003 Dapsone. 2041 Domperidone. 2018 Diclofenac . 2024 Digoxin. 2027 Diloxanide. 2018 Dicycloverine /Dicyclomine.Cyproheptadine.

Doxycycline . 2081 Ferrous Sulphate. 2076 Ferrous Fumarate and Folic Acid. 2067 Etodolac. 2062 Estropipate. 2056 Ergocalciferol. 2082 Flecainide. 2049 Droperidol. 2080 Ferrous Gluconate. 2059 Ergotamine Sublingual. 2082 Ferrous Sulphate . 2080 Ferrous Fumarate. 2082 Flavoxate. 2064 Erythromycin. 2088 . 2072 Fenbufen. Dispersible. 2057 Ergometrine. 2084 Flucytosine. 2067 Ethinylestradiol. Prolonged-release. 2052 Ephedrine Hydrochloride. 2070 Famotidine. 2076 Fenoprofen. 2059 Erythromycin Ethyl Succinate. 2063 Erythromycin Stearate. 2051 Dydrogesterone. 2065 Ethambutol.

2156 Hyoscine Butylbromide. 2104 Folic Acid. 2119 Gliclazide. 2128 Guanethidine. 2108 Furosemide /Frusemide.Fludrocortisone. 2125 Griseofulvin. 2129 Haloperidol. 2139 Hydralazine. 2121 Glyceryl Trinitrate. 2143 Hydrochlorothiazide. 2088 Fluphenazine. 2157 Hyoscine. 2159 Ibuprofen. 2121 Gliquidone. 2162 . 2105 Fosfestrol. 2115 Glibenclamide. 2099 Flurbiprofen. 2143 Hydroflumethiazide. 2102 Fluvoxamine. 2111 Gemfibrozil. 2154 Hydroxychloroquine. 2153 Hydrotalcite. 2120 Glipizide.

2207 Lofepramine. 2206 Lithium Carbonate. 2194 Levodopa. 2212 Magnesium Trisilicate . 2210 Lorazepam. 2219 Mebeverine. 2212 Lormetazepam. 2189 Labetalol. 2228 . 2164 Indoramin. 2185 Isosorbide Mononitrate. 2176 Isoniazid. Slow. 2165 Inositol Nicotinate. 2199 Liothyronine.Imipramine. 2166 Iopanoic Acid. 2183 Isosorbide Dinitrate. 2222 Megestrol. 2208 Loprazolam. 2226 Menadiol Phosphate. 2186 Isradipine. Compound. 2204 Lisinopril. 2223 Melphalan. 2198 Levonorgestrel and Ethinylestradiol. 2198 Levothyroxine /Thyroxine. 2207 Lithium Carbonate .

2268 Niclosamide. Prolonged-release. 2230 Mepyramine. 2244 Metronidazole. 2259 Nalidixic Acid. 2238 Methylprednisolone. 2251 Mitobronitol. 2247 Mianserin. 2234 Methotrexate. 2235 Methylcellulose. 2231 Metformin. 2239 Methysergide. 2264 Neomycin. 2237 Methylphenobarbital. 2258 Nabumetone. 2266 Neostigmine. 2260 Naproxen. 2231 Methadone. 2240 Metoclopramide. 2236 Methyldopa. 2253 Morphine. 2249 Minocycline.Meptazinol. 2268 . 2257 Moxisylyte /Thymoxamine. 2242 Metoprolol Tartrate. 2230 Mercaptopurine. 2256 Morphine Sulphate .

Soluble. 2279 Nystatin. 2280 Orciprenaline. 2285 Orphenadrine Hydrochloride. 2288 Oxymetholone. 2276 Norfloxacin. 2287 Oxybutynin. 2293 Paracetamol. 2303 Perphenazine. 2270 Nimodipine.Nicotinamide. 2289 Oxytetracycline. 2297 Penicillamine. 2269 Nicotinyl Alcohol. 2272 Nitrazepam. 2299 Pentazocine. 2269 Nicotinic Acid. 2296 Paracetamol . 2287 Oxazepam. 2296 Paracetamol . 2291 Pancreatin. Dispersible. 2277 Nortriptyline. 2287 Oxprenolol. 2275 Norethisterone. 2303 Pentobarbital. 2274 Nitrofurantoin. 2307 .

2319 Pimozide. 2309 Phenelzine. 2345 Prochlorperazine. 2339 Procainamide. 2346 Proguanil.Pethidine. 2309 Phenindione. 2311 Phenobarbital. 2327 Potassium Chloride . 2333 Prednisolone. 2310 Phenobarbital Sodium. 2311 Phenoxymethylpenicillin. 2317 Phytomenadione. 2335 Prednisolone . 2325 Poldine. Effervescent. 2344 Procyclidine. 2346 . 2326 Polythiazide. 2336 Primidone. 2321 Piperazine Phosphate. 2330 Potassium Iodate. Enteric-coated. 2330 Potassium Chloride . 2320 Pindolol. Slow. 2323 Pizotifen. 2313 Phenytoin. 2332 Prazosin. 2340 Prochlorperazine Buccal. 2338 Probenecid.

2356 Pyridostigmine. 2352 Propranolol. 2359 Quinine Bisulphate. 2356 Pyrazinamide. 2372 Selegiline. 2357 Pyridoxine. Compound. 2360 Quinine Sulphate. 2367 Salbutamol. 2355 Pseudoephedrine. 2353 Propylthiouracil. 2377 Sodium Bicarbonate . 2354 Protriptyline. 2381 Sodium Chloride. 2384 Sodium Citrate. 2389 .Promazine. 2349 Promethazine Hydrochloride. 2364 Ritodrine. 2361 Ranitidine. 2385 Sodium Fluoride. 2374 Senna. 2350 Promethazine Teoclate. 2358 Quinidine Sulphate. 2351 Propantheline. 2357 Pyrimethamine.

Sodium Valproate, 2396 Sodium Valproate , Enteric-coated, 2396 Sotalol, 2400 Spironolactone, 2402 Stanozolol, 2404 Sulindac, 2409 Sulfasalazine, 2407 Sulfinpyrazone, 2408 Sulpiride, 2410

Tamoxifen, 2412 Temazepam, 2415 Tenoxicam, 2416 Terbutaline, 2417 Terfenadine, 2419 Tetracycline, 2424 Thiamine, 2425 Thioridazine, 2427 Tiabendazole, 2428 Timolol, 2429 Tioguanine, 2431 Tocopheryl Succinate , Alpha, 2433 Tolazamide, 2433 Tolbutamide, 2434 Tranexamic Acid, 2435 Tranylcypromine, 2436 Triamcinolone, 2440

Trifluoperazine, 2441 Trihexyphenidyl /Benzhexol, 2442 Trimethoprim, 2443 Trimipramine, 2443 Triprolidine, 2444

Ursodeoxycholic Acid, 2447

Verapamil, 2450 Verapamil , Prolonged-release, 2450 Vigabatrin, 2451

Warfarin, 2456

Zuclopenthixol, 2462

Daftar Tablet pada Codex

Acetazolamide 708 Acetylcysteine 710 Acyclovir 711 Allopurinol 716 Aminophlline 721 Amitriptyline 725 Ammonium Chloride 727 Amoxycillin 728

Amphotericin 731 Ampicillin 733 Apomorphine 739 Aspirin 741 Atenolol 747 Atropine 748 Azathioprine 751

Baclofen 753 Benzylpenicillin 760 Betamethasone 765

Caffeine 771 Captopril 772 Carbamazepine 774 Cefuroxime 779 Cephalexin 780 Chlorambucil 785 Chlorampenicol 786 Chlordiazepoxide 790 Chlormethiazole 792 Chloroquine 794 Chlorpheniramine 797 Chlorpromazine 799 Chlorthalidone 802 Cimetidine 803 Codeine 813

Cortisone 817 Cyclophosphamide 819 Dapsone 823 Dexamethasone 824 Diazepam 830 Diclofenac 835 Diethylcarbamazine 839 Diethylpropion 839 Digoxin 840 Doxycycline 850 Ergometrine 852 Ergotamine 854 Erythromycin 855 Ethacrynic acid 861 Ethinyloestradiol 863 Fenoprofen 864 Ferrous salts 866 Fludrocortisone 870 Fluphenazine 871 Folic acid 873 Furosemide 875 Glibenclamide 882 Glyceryl trinitrate 884 .

Griseofulvin 888 Haloperidol 892 Hydralazine 897 Hydrochorothiazide 899 Hydrocortisone 901 Ibuprofen 908 Imipramine 911 Isoniazid 928 Isosorbide 931 Ketoprofen 933 Levodopa 96 Lithium salts 940 Lorazepam 942 Meprobamate 945 Mesalazine 946 Methadone 947 Methotrexate 949 Methyldopa 952 Methylprednisolone 953 Metoclopramide 956 Metronidazole 959 Miconazole 964 .

Morphine 966 Naproxen 971 Nifedipine 975 Nitrazepam 979 Nitrofurantoin 980 Norethisterone 983 Nystatin 984 Orphenadrine 986 Paracetamol 987 Pethidine 993 Phenobarbitone 994 Phenoxymethylpenicillin 998 Phenytoin 1001 Piperazin 1008 Piroxicam 1010 Prednisolone 1013 Primidone 1018 Prochorperazine 1020 Promethazine 1022 Propanolol 1025 Quinidine 1029 Quinine 1032 .

Ranitidine 1034 Riboflavine 1037 Salbutamol 1041 Sodium valproate 1046 Spironolactone 1046 Sulphadimidine 1049 Sulphamethoxazole 1051 Tamoxifen 1055 Tetracycline 1062 Theophylline 1067 Thyroxine 1073 Timolol 1074 Tolbutamide 1076 Triamcinolone 1078 Trimethoprim 1082 Verapamil 1083 Daftar Tablet pada FI IV Aloksiprin 76 Alopurinol 74 Alprazolam 80 Alprenolol hidroklorida 82 .

Amfetamin sulfat 100 Amilorida hidroklorida 89 Aminofilin 91 Ampisilin 105 Antalgin 538 Asam aminokaproat 36 Asam asetilsalisilat 32 Asam asetilsalisilat didapar 33 Asam askorbat 39 Asam folat 42 Asam nalidiksat 45 Asetaminofen 650 Asetazolamida 25 Asetosal 32 Atenolol 115 Atropine sulfat 116 Azatioprin 121 Besi (II) fumarat 379 Betametason 136 Bisakodil 146 Bromokriptin mesilat 151 Dusulfan 156 Dapson 278 Deksametason 288 Diazepam 304 .

Dietilkarbamazin sitrat 302 Difenhidramin teoklat 325 Digitalis 315 Digitoksin 316 Digoksin 319 Diltiazem hidroklorida 323 Dimenhidrinat 325 Dipiridamol 332 Efedrin hidroklorida 350 Efervesen asam asetilsalisilat 35 Ekstrak beladon 127 Ergometrin maleat 354 Ergonovin maleat 354 Eritromisin 358 Eritromisin etilsuksinat 359 Eritromisin stearat 359 Etambutol hidroklorida 62 Fenfluramin hidroklorida 374 Fenobarbital 660 Fenoksimetilpenisilin 665 Fitonadion 674 Furosemida 402 Glibenklamida 411 Griseofulvin 420 .

Guaifenesin 422 Haloperidol 425 Hidroklortiazida 434 Hiosin hrobromida 445 Ibuprofen 445 Isoniazid 473 Kalsium laktat 165 Karbamazepin 170 Karisoprodol 176 Ketokonazol 486 Klemastin fumarat 231 Klomifen sitrat 240 Klonidin hidroklorida 244 Klordiazepoksida 199 Klordiazepoksida hidroklorida 201 Klorfeniramin maleat 211 Klorokuin fosfat 208 Klorpromazin hidroklorida 215 Klorpropamida 215 Klortalidon 216 Klorzoksazon 218 Kotrimoksazol 770 Kuinidin sulfat 727 Kuinin sulfat 732 .

Lepas tunda asam asetilsalisilat 34 Levamisol hidroklorida 491 Levotiroksin natrium 495 Lorazepam 505 Luminal 660 Mebendazol 522 Merkaptopurin 533 Metadon hidroklorida 536 Metampiron 538 Metenamin mendelat 540 Metformin hidroklorida 535 Metildopa 547 Metilergometrin maleat 548 Metilergonovin maleat 548 Metoklopramida hidroklorida 556 Metoprolol tartrat 542 Metronidazol 561 Nadolol 573 Naproksen natrium 579 Natrium aminosalisilat 582 Natrium bikarbonat 604 Neostigmin bromide 607 Nistatin 626 Nitrazepam 615 Nitrogliserin 619 .

Norethisteron 622 Noretindron 622 Papaverin hidroklorida 647 Parasetamol 650 Penisilin V 665 Piperazin fosfat 682 Piperazin sitrat 681 Pirazinamida 722 Piridoksin hidroklorida 724 Prazikuantel 690 Prazosin hidroklorida 692 Prednisone 697 Primakuin fosfat 698 Probenesid 700 Propanolol hidroklorida 710 Propel flourasil 714 Ranitidine hidroklorida 734 Reserpin 739 Sefaleksin 182 Sefradin 182 Siklofosfamida 267 Simetidin 224 Siproheptadin hidroklorida 272 Skopolamin hidrobromida 445 .

Sublingual isosorbid dinitrat 475 Sulfametoksazol dan trimetoprim 770 Tamoksifen sitrat 773 Tiamina hidroklorida 785 Tolbutamida 799 Triheksifenidil hidroklorida 805 Vaginal nistatin 626 Vaginal klotrimazol 248 Verapamil hidroklorida 825 Vitamin B1 785 Vitamin K1 674 Daftar Tablet pada Fornas Acipheco 7 Alopurinol 17 Alprenolol 18 Alukol 19 Aluminium hidroksida 19 Aminofilina 20 Amitriptilina 22 Amobarbital 23 Amobarbital natrium 24 Amodiakina 25 .

Antalgin 108 Antazolina 28 Antinfluenza Dep Kes 6 APC 7 Asam asetilsalisilat 5 Asam asetilsalisilat kamfer opium 6 Asam asetilsalisilat kofeina fenasetina 7 Asam askorbat 8 Asam folat 11 Asam nikotinat 12 Asetaminofen 3 Asetaminofen asetilsalisilat kofeina 4 Asetazolamida 4 Asetosal 5 Atropine difenoksilat 33 Barbital 39 Beladon 39 Bendrofluazida 40 Benzheksolium 41 Benzotropina 42 Besi (II) fumarat 129 Besi (II) glukonat 130 Besi (II) sulfat 131 Betametason 47 Betametason fosfat 48 Biperidena 50 .

Bisakodil 51 Busulfan 53 Butobarbital 54 Dapson 93 Deksametason 93 Deksamfetamina 96 Deksklorofeniramina 97 Dekstrometorfan 100 Dekstromoramida 101 Diazepam 103 Didrogesteron 116 Dienesterol 106 Dietilkarbamazina 101 Dietilstilbestrol 102 Difenhidramina teoklat 114 Digilanida C 173 Digitalis 107 Digitoksin 107 Digoksin 108 Diiodoksikinolina 109 Dikorfenamida 105 Diloksanida 109 Dimenhidrinat 114 Dimetusteron 111 Dioktil sulfosuksinat 111 Doksikorton 114 .

Dover 219 Efedrina 118 Efervesen asetosal 6 Ergometrina 123 Ergonovina 123 Ergotamina 124 Eritromisina 125 Etambutol 12 Etundron 16 Etunilestradiol 15 Etusteron 16 Fenetisilina 236 Fenfluramina 128 Fenilbutazon 240 Fenindamina 237 Fenitoina 242 Fenobarbital 237 Fenoksimetilpenisilina 240 Fenolftalein 238 Fitomenadion 244 Fludrokortison 131 Flufenazina 131 Fluprednisolon 133 Ftalilsulfatiazol 243 Furosemida 133 .

Gliserol trinitrat 141 Glutetimida 140 Griseofulfina 140 Guanetidina 143 Haloperidol 143 HCT 150 Heksamina 146 Heksamina mandelat 146 Hidralazina 149 Hidroflumetiazida 156 Hidroklortiazida 150 Hidrokodon 150 Hidrokortison 150 Hidroksizina 158 Hiosina 159 Hiosina metilbromida 161 Imipramina 163 INH 167 Iodokloroksikinolina 77 Isokarboksazida 167 Isoksuprina 169 Isoniazid 167 Isoprenalina 168 Isopropamida 169 .

Isoproterenol 168 Kalek 57 Kalsiferol 57 Kalsium benzamidosalisilat 55 Kalsium glukonat 55 Kalsium laktat 57 Kalsium pantotenat 57 Karbamazepina 59 Karbarson 59 Karbimazol 60 Karbinoksamina 61 Karbromal 62 Kina 266 Kinidina 264 Kinina bisulfat 264 Kinina hidroklorida 265 Kinina sulfat 266 Kiniofon 266 Kliokinolina 77 Klomifen 80 Klorambusil 64 Klordiazepoksida 68 Klorfeniramina 69 Klorguanida 69 Klorkina 73 Klorpromazina 70 .

Klorpropamida 72 Klortalidon 74 Klortiazida 75 Kodeina 82 Kolina teofilinat 75 Kolistina 84 Kortison 87 Lanatosida-C 173 Lapis 312 Levodopum 175 Levotiroksina 176 Liotironina 179 Mebhidrolina 181 Meditren 166 Melfalan 182 Menadion 182 Mepakrina 184 Mepenzolium 184 Mepiramina 186 Meprobamat 185 Merkantopurina 186 Metampiron 188 Metandienon 189 Metandrostelonon 189 Metantelina 189 .

Metenamina 146 Metenamina mendelat 146 Metilklotiazida 192 Metildopum 192 Metildopum hidroklortiazida 193 Metilergometrina 193 Metilergonovina 193 Metilpredmisolon 195 Metiltestosteron 196 Metiltiourasil 197 Metimazol 190 Metionina 191 Metisergida 197 Metronidazol 197 Multivitamin 199 Natrium bikarbonat 207 Natrium subkarbonat 207 Neomisina 208 Neostigmina 210 Niklosamida 210 Nikotinamida 211 Nistatina 214 Nitrazepam 212 Nitrofurantoina 212 Nitrogliserin 141 Noretandrolon 213 .

Noreundron 213 Noretundron asetat 213 Noretusteron 213 Noretusteron asetat 213 Novobiosina 214 Oksifensiklimina 222 Oksitosina 225 Opial 226 Opium majemuk 219 Orsiprenalina 219 Papaveretum 226 Papaverina 226 Paraminosalisilat 228 Parasetamol 3 PASNA 228 Penisilina-V 240 Pentaeritritol 230 Pentobarbital 231 Perfenazina 232 Petidina 234 Piperazina adipat 247 Piperazina sitrat 247 Piridoksina 262 Piridostigmina 262 Pirimetamina 263 .

Pirvinum 263 Polimiksina 249 Politiazida 250 Prednisolon 251 Prednison 254 Primakina 254 Primidon 254 Proguanil 69 Prokainamida 255 Proklorperazina 256 Promazina 258 Prometazina hidroklorida 259 Prometazina teoklat 260 Propanolol 267 Propantelina 260 Propiltiourasil 261 Propisilina 261 Ragi 271 Reseprina 266 Riboflavina 269 Sakarina 270 Sakaromises 271 Salisilamida 271 Salut kering 312 Sefaleksina 62 .

Sianokobalamina piridoksina tiamina 89 Siklofosfamida 90 Sikloserina 91 Sinkofen 76 Siproheptadina 91 Sisip 312 Skopolamina 159 Skopolamina metilbromida 161 Spironolakton 274 Stilbestrol 102 Sublingual 312 Sulfadiazina 277 Sulfadimetoksida 277 Sulfadimidina 278 Sulfafurazol 281 Sulfaguanidina 279 Sulfametazina 278 Sulfamerazina 279 Sulfametizol 280 Sulfametoksazol 280 Sulfametoksipiridazina 280 Sulfasomidina 281 Sulfisoksazol 281 Sulfisomidina 281 Tiamina 288 Tietilperazina 288 .

TABLET EFFERVESCENT .Tioridazina 289 Tiroksina 176 Tolazolina 291 Tolbutamida 291 Triamsinolon 292 Trifluoperazina 295 Triheksifenidil 41 Trimoksazol I 296 Trimoksazol II 296 Tripelenamina 296 Trisulfa 297 Trisulfapirimidina 297 Vioform 77 Vitamin-B kompleks 302 Vitamin-B1 288 Vitamin-B2 269 Vitamin-B6 262 Vitamin-C 8 Vitamin-D 57 Vitamin-K 182 Warfarin 303 BAB V TABLET KHUSUS A.

Pendahuluan I. 3. Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat. Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan. 1. Tablet Effervecent Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. Tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam penyimpanan. tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu.I. yang mengandung dosis yang tepat 2. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat. 2. Rasa menyenangkan karena karbonisasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak 3. 4. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang. I. Di samping menghasilkan larutan yang jernih. 1. Kerugian yang terdapat pada tablet effervescent. sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat. Dengan rasa asam sedikit berlebih. Pembuatan Efervescent . 1. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia 2. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescen I. asam tartrat) dan Natrium bikarbonat. Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. antara lain. Keuntungan dan Kerugian Effervecent Keuntungan yang dimiliki tablet effervescent. antara lain. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dulu dalam air baru diminum 5.

Cara Pemanasan. 3. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur. Metode fluidisasi dengan metode wurster.Tablet effervecent dibuat dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah. kelembabab harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara. Granulasi Basah Umumnya sama dengan tablet konvensional Prosesnya: 1. . Granulasi dengan Cairan Reaktif. maka dari itu tablet Efervescent selama perjalanannya mulai akhir produksi sampai ke tangan pasien tidak boleh sedikitpun kontak dengan air. Proses pembuatan tablet efervesen membutuhkan kondisi khusus. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan. Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Reaksi kedua bahan ini akan dipercepat dengan adanya air. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Selain itu suhu tinggi juga dapat mempercepat perusakan bahan tablet. menggunakan suatu alat semprot khusus yang dilangkapi dengan saluran penyemprot bahan pengikat dan saluran udara pemanas. Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil.1-0. a.5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. Granulasi dengan Cairan Non Reaktif. Biasanya komponen asam yang dipanaskan. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP. Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. dan dengan metode fluidisasi. 2. Tablet effervecent memerlukan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai penghasil karbondioksida. sehingga juga harus dijaga pada suhu yang relatif rendah. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0. granulasi kering.

Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. 4. Sekali dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi adalah pertambahan air. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti: a. Granulometri d. Keseragaman distribusi e. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesen yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya. I. Bahan dihaluskan menjadi granul dalam mesin granul. artinya bahan baku yang digunakan harus kering. . Bahan Tambahan Tablet Effervecent Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering. Bentuk partikel c. Apabila bahan baku yang digunakan tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai.b. Ukuran partikel b. Granul harus dapat dikompresi 2. Aliran bebas granul f. Karakteristik komponen tablet Efervesen: 1. Cara Kompaktor Menggunakan mesin khusus rol kompaktor yang mengempa serbuk premix menjadi bentuk pita/lempeng diantara dua rol yang berputar berlawanan. Cara Slugging Dibuat bongkah-bongkah tablet ukuran besar menggunakan mesin tablet kemudian tablet dimasukkan ke dalam mesin granulasi untuk dihaluskan menjadi ukuran yang dikehendaki 2. Granulasi Kering Dilakukan dengan dua cara: 1. Banyak dari proses dan alat proses yang sama.

5. Molekul air memang masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa. 1. Garam yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat.Contoh: CH2COOH CH2COONa CH2COOH + 3NaHCO3 CHCOONa + 3 CO2 + 3 H2O CH2COOH CH2COONa Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat (kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi. I. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat. 3. garam ini dapat menghasilkan proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. Asam anhidrat Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber karbondioksida. antara lain : Asam Sitrat. Jika komponen tablet tidak larut.85% menunjukan pH 8. natrium karbonat dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11. asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat. Natrium karbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi efervesen. merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang murah. Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat digunakan natrium perborat anhidrat. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga mempunyai sifat higrokopis. Sumber Asam Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat digolongkan menjadi. 2. 4. . Garam Asam Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan.3. Asam Tartrat. reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet tidak akan terdisintegrasi secara cepat. dan dalam bentuk granul dapat mengalir dengan bebas. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen. I. Natrium bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0. Contohnya adalah natrium hidrogen fosfat. Contohnya adalah suksinat anhidrat. Asam Makanan. Kecepatan kelaurtan lebih penting dari kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet terdisintegrasi. 4. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. Sumber Karbondioksida Sumber karbondioksida dari tablet efervesen didapat dari garam-garam karbonat.

natrium dihidrogen fosfat, dan natrium bisulfit. I. 4. 3. Bahan Tambahan Lainnya Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan pengikat, bahan pengisi, dan lubrikan. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam jumlah yang terbatas. Seperti halnya pengisi, hanya digunakan sedikit saja, karena dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam.

a. Pengikat dan zat penggranul Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan pengikat seperti gelatin, amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat ketidakstabilan tablet efervesen. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP. PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol, etanol atau hidroalkohol. Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk pelarut PVP.

b. Pengisi Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan efervesen sudah cukup besar. Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik. Pengisi lain adalah Na. Klorida, Na. Sulfat dan Na. Bikarbonat.

c. Lubrikan Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat digunakan sebagai lubrikan. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan lubrikan larut air yang efektif. II. CONTOH FORMULA (VITAMIN C) II. 1. Formulasi Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1,5 gram. Formula untuk 1 buah tablet effervescent : Vitamin C 500 mg Pyridoxine 20 mg

PVP 3% 45 mg Sukrosa 15% 225 mg Asam sitrat monohidrat 208 mg Asam tartrat 222,9 mg Natrium bikarbonat 249,5 mg PEG 8000 30 mg II. 2. Perhitungan Bobot tablet effervescent 1500 mg Fasa dalam bobot 98% = 98/100 ´1500 mg = 1470 mg Fasa luar (terdiri dari pelincir) bobot 2% = 2/100 ´ 1500 mg = 30 mg Fasa dalam terdiri dari zat aktif, asam, basa, pengikat, dan pengisi. Bobot asam dan basa = fasa dalam – (zat aktif + pengikat + pengisi) = 1470 mg – ( 520 + 45 + 225 ) mg = 680 mg Asam sitrat monohidrat: BM = 210,13 Bilangan ekivalen = 3 Bobot ekivalen = 210,13/3 = 70,04 Asam tartrat: BM = 150,09 Bilangan ekivalen = 2 Bobot ekivalen = 150,09/2 = 75,05 Natrium bikarbonat: BM = 84,01 Bilangan ekivalen = 1 Bobot ekivalen = 84,01/1 = 84,01 70,04 mol ekivalen + 75,05 mol ekivalen + 84,01 mol ekivalen = 680 mg 229,1 mol ekivalen = 680 mg mol ekivalen = 2,97

Asam sitrat monohidrat = 70,04 ´ 2,97 = 208 mg Asam tartrat = 75,05 ´ 2,97 = 222,9 mg Natrium bikarbonat = 84,01 ´ 2,97 = 249,5 mg Pertimbangan pemilihan bahan-bahan dalam formula dan metode pembuatan Bobot tablet yang dipilih 1500 mg karena bobot tersebut cukup untuk bobot tablet effervescent Dosis asam askorbat yang dipilih 500 mg/hari karena dosis tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sariawan akibat defisiensi vitamin C. Jumlah pyridoxine yang dikonsumsi per hari sebanyak 2,2 mg harus terpenuhi untuk lakilaki dan 2 mg untuk perempuan. Pyridoxine yang digunakan untuk pengobatan anemia sideroblastik dan untuk merawat kelainan metabolisme akibat defisiensi pyridoxine memiliki dosis sebesar 100-400 mg per hari. Dosis pyridoxine yang dipilih dalam formula ini sebesar 20 mg/hari karena masih termasuk rentang dosis yang dapat digunakan untuk profilaksis dan defisiensi pyridoxine, juga untuk memenuhi bobot tablet effervescent sebesar 1,5 gr. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut air dan konsentrasi yang dipilih 3% karena PVP yang digunakan sebagai pengikat dalam formulasi dan teknologi Farmasi sebesar 0,5-5% Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam tablet effervescent adalah gula. Konsentrasi yang dipilih 15% karena sukrosa yang digunakan sebagai pengisi pada formulasi dan teknologi Farmasi 2-20%. Asam yang digunakan adalah kombinasi antara asam sitrat monohidrat dan asam tartrat karena dengan kombinasi akan diperoleh tablet effervescent yang bik. Bila digunakan asam sitrat monohidrat tunggal maka granul yang dihasilkan lengket dan lunak sehingga tidak dapat dikempa, sedangkan bila digunakan asam tartrat tunggal maka akan dihasilkan tablet effervescent yang keras dan retak-retak. Basa yang digunakan adalah natrium bikarbonat karena basa tersebut biasa digunakan dalam kombinasi dengan asam tartrat. Lubrikan yang digunakan harus larut air sehingga dipilih PEG 8000 Metode pembuatan yang dipilih adalah granulasi kering karena zat aktif merupakan vitamin yang tidak tahan panas sehingga dengan granulasi kering maka tidak diperlukan proses pengeringan yang memerlukan panas.

Penimbangan dilakukan untuk membuat 500 buah tablet effervescent Asam askorbat 500 mg ´ 500 = 250 g Pyridoxine 20 mg ´ 500 = 10 gr PVP 3% 45 mg ´ 500 = 22,5 gr Sukrosa 15% 225 mg ´ 500 = 112,5 gr Asam sitrat monohidrat 208 mg ´ 500 = 104 gr Asam tartrat 222,9 mg ´ 500 = 111,45 gr Natrium bikarbonat 249,5 mg ´ 500 = 124,75 gr

. b.4. Diayak dengan pengayak nomor 16 mesh.4.PEG 8000 30 mg ´ 500 = 15 gr II. II. Piring logam dipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan.2 Prosedur i) Kandungan Air (hanya untuk granul hasil granulasi basah) a. Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det iii) Kadar Pemampatan . Evaluasi Granul . Jika tidak diperoleh aliran sebesar itu. ii) Kecepatan Aliran (Menggunakan Flow Tester) a. II. c. Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). II. harus dilakukan slugging kembali hingga diperoleh aliran yang dikehendaki. b. Aliran yag diperoleh harus sebesar 10 gr/detik. .1 Tujuan Untuk memeriksa apakah granul yang terbentuk memenuhi syarat atau tidak untuk dikempa. Dilakukan uji aliran granul yang diperoleh.4.5 gr. Dicampur menjadi satu kemudian dicampur hingga homogen. Sejumlah tertentu granul dimasukkan kedalam alat penentuan (corong) penguji aliran. Granul siap dikempa menjadi tablet dengan bobot 1. Alat dijalankan dan dicatat waktu yang dibutuhkan oleh massa granul untuk melewati corong.3 Prosedur Pembuatan Metode Granulasi Kering Zat aktif dan eksipien masing-masing dihaluskan dlam tempat yang terpisah. Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. Setelah granul memiliki aliran 10 gr/detik. Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam. Massa serbuk dislugging. pada granul ditambahkan lubrikan. . kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance). kemudian dihancurkan hingga derajat kehalusan tertentu.

100. Catat volumenya (V10 dan V500). Masukkan 100 gr granul dalam gelas ukur 250 mL . diukur. Bobot jenis mampat · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. Bobot jenis nyata · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur. 50.a. Hitung kadar pemampatan dengan persamaan berikut ini: Kp = [(Vo-Vt)/Vo] x 100 % Kp = kadar pemampatan Vo = volume granul sebelum pemampatan Vt = volume granul pada t ketukan Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika Kp < 20%. · Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat . dan volume pada ketukan ke 10. · Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali. d. · Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. Lakukan pengetukan. iv) Bobot jenis a. c. b. Volume mula-mula dicatat sebagai ketukann 0 (Vo). Catat volumenya (Vo). · Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan b. Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. · Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini.

tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu . Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet.2 Prosedur i) Pemeriksaan penampilan Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakkan. . .1 Tujuan Untuk memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak.5. II. iii) Keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet. ii) Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. § Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika angka Haussner > 1. dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan.5. II. Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. Jika ditimbang satu persatu. . II.W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan v) Indeks kompresibilitas Hitung dengan persamaan : [(Pn-P)/Pn] x 100 % vi) Perbandingan Haussner Hitung dengan persamaan berikut ini : § Angka Haussner = BJ setelah pemampatan/BJ sebelum pemampatan.5 Evaluasi Tablet .

tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari hanya yang ditetapkan kolom B. ( FI ed III hlm. v) Friabilitas a. tablet dikeluarkan. hentikan alat. Lakukan penetapan kadar sesuai monografi. kemudian ditimbang (Wo). vii) Uji Disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi. Dalam interval waktu yang ditetapkan. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo). kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Friksibilitas = (Wo – W1)/W1 X 100 %. b. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2. c. tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah. lalu dibersihkan dari debu dan timbang (W1). ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara media disolusi dan bagian atas keranjang atau dayung. III. Masukkan tablet ke dalam alat. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. . iv) Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. Editor: Ainley Wade and Paul J. Pharmaceutical Excipients.50C Masukkan 1 tablet kedalam alat. Weller. 1994. 2nd edition. dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi. 7). bersihkan dari debu. kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator.Indeks friabilitas (f) = (Wo -W1)/Wo X 100% vi) Friksibilitas 20 tablet diambil secara acak. alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 370 + 0. Alat diputar 25 rpm selama 4 menit. Setelah 4 menit. DAFTAR PUSTAKA 1. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1).

London: The Pharmaceutical Press. meningkatkan kepatuhan penderita terutama anak-anak dengan rasa yang enak. B. 522-523. Faktor Formulasi Beberapa faktor yang terlibat dalam formulasi tablet kunyah diantaranya adalah jumlah zat aktif. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak. ―The Extra Pharmacopeia‖ 29TH Edition. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. Council Of The Royal Pharmaceutical Society Of Great Britain. 123-125. dan antibiotika tertentu. disintegrasi. 500-504 2. Page 436-478. sebagai pengganti bentuk sediaan cair yang memerlukan kerja obat yang cepat. ―Principle and Practice of Pharmaceutics‖. London: The Pharmaceutical Press. kompresibilitas. Produk harus mempunyai sifat aliran. Formulator dapat menggunakan satu pendekatan atau lebih untuk sampai pada penentuan formula dan proses yang menghasilkan produk dengan sifat organoleptik yang baik. Karakteristik : memiliki bentuk yang halus setelah hancur. 392-399. mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995). . mempunyai rasa enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. meskipun demikian sifat organoleptik zat aktif merupakan faktor yang paling utama. 12nd ed. 1208-1209 3. kenyamanan bagi penderita dengan meniadakan perlunya air untuk menelan. aliran. sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. hal. Kekurangan : Zat aktif yang rasanya tidak baik dan dosis yang tinggi sangat sulit dibuat tablet kunyah. TABLET KUNYAH I. kompresibilitas dan stabilitas yang dapat diterima. kompatibilitas-stabilitas. lubrikan. umumnya menggunakan manitol. London. dan pertimbangan organoleptik. Pendahuluan Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa. Martindale. The Pharmaceutical Press. Empat faktor pertama di atas merupakan faktor yang umum untuk tablet biasa dan juga tablet kunyah. antasida. 1989. terutama formulasi multivitamin. Keuntungan : ketersediaan hayati lebih baik dan dapat meningkatkan disolusinya. 1994. II. The Pharmaceutical CODEX.

desintegran. aldehid dan sedikit alkohol memberikan rasa manis. kelarutan dalam air. cairan berminyak. Sedangkan sensasi dingin dan sejuk dengan tekstur licin seperti manitol. lembab. sakarin memberikan rasa pahit dalam mulut. rasa. bau. rasa dalah respon panca indera sebagai hasil angsangan kimiawi pada ujung rasa di lidah. 4. penyedap. Misalnya beberapa garam besi meninggalkan rasa karat. pemanis. b. sakarida. Istilah penyedap (flavor) berkaitan dengan sensasi gabungan rasa dan bau. pasca rasa.strukutur kimia dan golongan kimia. pembawa. Pengkajian masalah formulasi Bila memungkinkan. kompresibilitas. Sedangkan pertimbangan organoleptik adalah sebagai berikut : 1. Raba mulut Raba mulut adalah sentuhan yang dihasilkan tablet dalam mulut ketika dikunyah. 2. raba mulut. Pasca efek Pasca efek yang umum dari banyak senyawa adalah pasca rasa (after taste) yaitu rasa yang timbul dalam mulut setelah tablet hilang. kompatibilitas dan sama halnya untuk tablet biasa. Sifat fisik : . amorf/cairan. Pasca efek umum yang lain adalah sensasi mati rasa sebagian dari permukaan lidah. misalnya antihistamin seperti piribenzamin-HCl menimbulkan rasa pahit kemudian mati rasa. Banyak zat aktif organik merangsang respon pahit.Pada umumnya. 5. Profil ini biasanya menuntun keberhasilan paling efisien dari produk stabil dan bermutu sebab zat aktif biasanya menetapkan pemilihan senyawa pengisi. . Raba mulut sangat penting dalam tablet kunyah. stabilitas zat aktif. langkah pertama dalam formulasi tablet kunyah adalah memperoleh profil lengkap dari zat aktif. melebur. disukai. Profil zat aktif secara ideal harus mengandung informasi berikut : a. Rasa dan Penyedap Secara fisiologis. kristal. serbuk.warna. jika jumlah zat aktif dalam tablet sedikit dan rasanya sedikit buruk maka formulasinya mudah. . Umumnya tekstur pasir atau bergetah tidak dikehendaki dalam tablet. 3. Sifat kimiawi : . kompresibilitas. kebanyakan disakarida. Faktor aliran.suhu mencair. sifat polimorfisa. Walaupun tidak mampu terionisasi dalam air. lubrikan. Sebaliknya jika jumlah zat aktif besar dan rasanya buruk sangat sulit diformulasikan menjadi tablet kunyah. Rasa asin/asam diperoleh dari zat yang mampu terionisasi dalam larutan. dan lain-lain. Aroma Misal tablet kunyah diberi aroma jeruk diformulasi baik rasa manis dan sedikit asam.

- reaksi utama dari golongan kimia tersebut; - tidak tersatukannya zat aktif. c. Dosis zat aktif dan batas pada ukuran dosis akhir. d. Informasi lain yang terkait.

III. Teknik Formulasi Masalah formulasi mencakup rasa yang dikehendaki atau rasa yang buruk. Produk yang diinginkan harus dihindari dari rasa yang tidak enak dengan menambahkan flavor, pemanis, serta untuk mendapatkan raba mulut yang enak dan kompresibilitas yang dapat diterima. Beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah formulasi adalah sebagai berikut : 1. Menyalut dengan granulasi basah Walaupun proses granulasi basah terutama diperlukan untuk mudah mengalir dan dikempa pada zat halus di bawah kondisi tertentu, metode granulasi basah dapat berguna dalam penyalutan partikel zat aktif guna mengurangi rasanya. Contoh formulasi tablet kunyah vitamin C : Zat mg/tablet Asam askorbat (berlebih 10%) 275 Ethocel 7 cp, 10% dalam isopropanol q.s. NuTab 275 Sta-Rx-1500 50 Na-sakarin 1 Lake (FD&C) q.s. Penyedap q.s. Mg-stearat 5 Pembuatan :

- Asam askorbat + Ethocel, keringkan semalam pada suhu 50 °C di oven, diayak dengan ayakan 16 mesh; - Tambahkan NuTab + Sta-Rx-1500, kocok 15 menit; - Tambahkan campuran Na-sakarin, lake, penyedap, dan Mg-stearat yang sebelumnya telah diayak; - Campur kemudian dicetak.

Formula di atas menggunakan ethocel yang merupakan polimer yang tidak larut dalam air, di mana vitamin C disalut dengan cara granulasi basah. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah terlalu asam. Pada umumnya cara ini merupakan pendekatan yang paling sederhana untuk menutupi rasa. Granulasi basah tertentu dapat dilakukan tanpa penambahan eksipien seperti laktosa, manitol, sorbitol, sukrosa, dan lain-lain. Walaupun pendekatan ini serupa dengan granulasi basah biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Zat penggranulasi harus membentuk selaput pada permukaan zat aktif; 2. Tidak mempunyai rasa dan bau yang tidak enak; 3. Tidak larut dalam saliva; 4. Tidak mempengaruhi disolusi zat aktif setelah ditelan. Idealnya pengisi rasa manis seperti gula perlu dimasukkan dalam granulasi, disintegran baik dimasukkan dalam granulasi basah untuk menjamin disolusi yang baik setelah granul itu dikunyah. Prosedur tersebut merupakan prosedur konvensional. Saat ini banyak digunakan metode suspensi udara. Dalam teknik tersebut, partikel zat aktif yang akan disalut disuspensikan dalam aliran udara panas yang terkendali kecepatan tinggi langsung melalui lempeng perforasi dalam tabung salut. Partikel zat aktif melakukan aliran putaran lewat penembak atomisasi zat penyalut dalam larutan/suspensi. Setelah partikel basah, partikel tersebut disingkirkan dari daerah semprotan dan dikeringkan dalam aliran udara panas dan disalut ulang. Putaran tersebut dilanjutkan sampai ketebalan salut yang diinginkan tercapai. Pengaliran partikel zat aktif meningkatkan pemaparan luas permukaan guna penyalutan dan pengeringan yang lebih efisien. Walaupun perbaikan rasa dengan penyalutan menarik karena sederhana, tetapi metode ini hanya cukup untuk zat aktif yang rasanya tidak enak.

2. Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi adalah suatu metode penyalutan partikel zat aktif atau tetesan-tetesan cairan dengan polimer yang menyalut rasa dan membentuk mikrokapsul dengan ukuran 5 – 5000 mm. Mikroenkapsulasi dapat dibuat dengan berbagai metode, yaitu :

a. Metode Pemisahan Koaservasi Metode koaservasi adalah metode pengendapan makromolekul dari larutannya menjadi 2 lapisan cairan. Dalam metode ini ada 3 langkah yaitu : i) Pembentukan tiga fasa kimia yang tidak bercampur yaitu fasa pembawa air, fasa inti (zat aktif), dan fasa penyalut. Caranya : fasa penyalut dilarutkan dalam fasa pembawa cair kemudian ditambahkan zat aktif sehingga terjadi suspensi. Proses pemisahan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : - menaikkan suhu; - menambahkan cairan bahan pelarut yang bercampur baik dengan fasa pembawa sehingga makromolekul mengendap; - menambahkan garam; - menambahkan polimer lain yang tidak tercampurkan misalnya gelatin (ditambah gom arab). ii) Terbentuk campuran di mana makromolekul terdapat paling banyak. Di sini mulai proses penyalutan (diaduk). iii) Pengeringan partikel pada suhu rendah. Untuk metode koaservasi, zat salut yang biasa digunakan adalah CMC, selulosa asetat ftalat (CAP), etilselulosa, gelatin, polivinil alkohol, gelatin-gom arab, shellac, dan beberapa malam tergantung pada penggunaannya. b. Metode Suspensi Udara Zat aktif disuspensikan dalam udara. c. Metode Semprot Beku Proses semprot beku adalah pendinginan zat yang dicairkan jadi bentuk partikel halus selama perjalanannya dari penembak semprotan dan wadah penyemprotan pada suhu di bawah titik beku. Contoh formula : Tablet kunyah Asetaminofen (Mikroenkapsulasi) Zat mg/tablet Mikrokapsul (100 mesh) Asetaminofen Penyalut (selulosa-malam) Eksipien Manitol Mikrokristalin selulosa (Avicel)

5 2.5 10 10 1301 Pembuatan : . Dispersi solida Zat aktif dengan rasa yang tidak enak dapat dicegah dengan mengadsorpsikannya pada substrat yang mampu mempertahankan tetap teradsorpsi dalam mulut tetapi setelah di saluran cerna zat aktif dilepaskan.Talk Sakarin Gom Guar Flavor Mg-stearat 327 35 393 3. Contoh Dekstrometorfan dengan menggunakan substrat Mg-trisilikat. Contoh formula : Zat mg/tablet Adsorbat Dekstrometorfan-HBr 10% (berlebih 2%) Benzokain Flavor Mg-stearat Sorbitol (kristalin) 76. Adsorbat sudah tersedia di perdagangan dalam bentuk serbuk termikronisasi yang mengandung zat aktif 10% b/b (tinggal dicampur lalu dicetak).

Tambahkan sisa sorbitol. 5. Kemudian padatan tersebut diserbuk menjadi partikel yang diinginkan.Campur adsorbat. dan glisin. Metode pencairan : zat aktif dan pembawa dilebur bersama-sama dengan pemanasan pada suhu yang cocok (tidak merusak zat aktif). Pembentukan garam/turunannya Dilakukan upaya modifikasi komposisi kimia zat aktif sehingga senyawa itu kurang larut dalam saliva karena itu rangsangannya kurang pada ujung rasa atau memodifikasi zat aktif menjadi tidak berasa. . zat penukar ion menjadi suatu sarana untuk mengikat zat aktif pada matriks polimer yang tidak larut dan dapat secara aktif menutup rasa dan bau dari zat aktif yang diformulasi menjadi tablet kunyah. Misalnya rasa ampisilin diperbaiki secara nyata dengan menggranulasikannya dengan glisin. Kompleks inklusi Pembentukan kompleks inklusi yaitu molekul zat aktif masuk ke dalam lubang-lubang molekul zat pengompleks membentuk kompleks stabil.Sorbitol diayak 10 mesh . b. 7. Metode pelarut : zat aktif dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap. Pertukaran ion Pertukaran ion adalah pertukaran reversibel dari ion-ion antara fasa solida dan cairan dan tidak ada perubahan permanen dalam struktur solida. alanin. Kompleks ini mampu menutup rasa pahit zat aktif dengan menurunkan jumlah partikel zat aktif yang terpapar atau mengurangi kelarutan zat aktif pada waktu dikunyah. penyedap. Apabila digunakan sebagai pembawa zat aktif. solida adalah zat penukar ion sedangkan ionnya adalah zat aktif. Ada beberapa metode dalam pembuatan adsorbat : a. Penambahan asam amino dan hidrolisat protein Dengan menggabungkan asam-asam amino dan garam-garamnya atau campurannya akan mengurangi rasa pahit dari penisilin. flavor dengan ¼ dari jumlah sorbitol yang diperlukan . kemudian ditambahkan amilum. Dalam hal ini. Aduk dan cetak sehingga diperoleh tablet kunyah dengan kekerasan 6 kp. glidan.. pemanis lalu dicetak. benzokain. Kemudian campuran didinginkan secara cepat dan terjadi pemadatan (dilakukan dalam penangas es). 6. Asam amino yang umum digunakan adalah sarkosin. taurin. 4. aduk. asam glutamat. Misalnya kloramfenikol menjadi kloramfenikol stearat. campur kemudian pelarutnya diuapkan lalu dihaluskan. lubrikan. tambahkan substrat (zat padat). lalu tambahkan Mg-stearat.

Zat aktif tidak larut air dilarutkan dalam pelarut organik yang tidak bercampur dengan air. b. Kompleks molekular Pembentukan kompleks molekular melibatkan zat aktif dan molekul organik pengompleks. Pewarna Pewarna yang digunakan dalam tablet kunyah bertujuan untuk : . dikocok dengan siklodekstrin dalam air yang pekat. perlu diperhartikan kadar lembab. strawberry. B. Flavoring (Penyedap) 1.meningkatkan daya tarik estetika . mampu kunyah. Beberapa eksipien untuk tablet kunyah yang umum digunakan adalah sebagai berikut : A. aliran. Aroma Misal aroma vanila. peppermint. granulasi kering dan cetak langsung pada tablet konvensional dapat juga diterapkan pada tablet kunyah. Metode ini menurunkan kelarutan zat aktif dalam air. manis. kompresibilitas. dan kompleks ini dapat menutup rasa yang pahit atau bau yang tidak diinginkan. akan terjadi senyawa terkristalisasi yang mengendap. coklat. Ada 3 metode utama dalam pembuatan siklodekstrin. IV. Dalam hal ini. dua diantaranya adalah skala laboratorium sedangkan yang lainnya adalah skala industri. Untuk skala laboratorium adalah sebagai berikut : a. Eksipien Proses granulasi basah. kristal dicuci untuk menghilangkan zat aktif yang tidak membentuk kompleks. Selain itu. distribusi ukuran granul. kemungkinan kompatibel. lalu dikeringkan. Pemanis Pemanis alam dan pemanis buatan yang paling banyak digunakan adalah : Yang perlu diperhatikan status peraturan dalam negara.memberi identitas pada produk dan membuat perbedaan antar produk . 8. dan tidak toksik.Gaya yang terlibat dalam kompleks inklusi adalah gaya Van der Waals dan b-siklodekstrin (digunakan sebagai zat pengompleks inklusi) merupakan molekul oligosakarida dari amilum. dan raba mulut. Banyak eksipien yang umum digunakan dalam tablet konvensional dapat juga digunakan dalam tablet kunyah. Siklodekstrin dilarutkan dalam air panas yang dicampur zat aktif. hal yang perlu diperhatikan adalah kemanisan. jeruk. kemudian didinginkan dan terjadi penghabluran dari senyawa inklusi (pada pengeringan). 2.

Pewarna celup yang digunakan pada metode granulasi basah biasanya dilarutkan dalam cairan granulasi. makin tinggi daya pewarnaan lake karena bertambahnya luas permukaan. dan asam sitrat. misalnya propilenglikol..pemanasan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama (jadi pewarnaan harus diproses pada suhu rendah dan waktu singkat).zat pereduksi terutama gula invert.3%. Fe.pH yang ekstrim. Na-benzoat. Lake yang digunakan untuk tablet kunyah cetak langsung : 0. VII.03%.mikroba terutama jamur dan bakteri. zat warna tidak tahan. Selama penyimpanan. Lake dibuat dengaan presipitasi dan mengadsorpsikan pewarna celup pada substrat yang tidak larut air.menutup warna yang kurang menarik . Pewarna celup untuk tablet kunyah biasanya digunakan 0. Biasanya sebagai substrat digunakan Alumina hidrat. ion logam (Al. . Stabilitas lake terhadap cahaya dan panas lebih tinggi dibandingkan warna celup dan kompatibel dengan banyak komponen yang digunakan dalam tablet kunyah. dan Sn). 2) Warna Lake Pewarba lake tidak larut dan biasanya didispersikan. . beberapa penyedap. Harus dilakukan penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak larut. Zn. biasanya mengandung 80-93% murni.pemaparan cahaya matahari langsung. asam fosforik. asam askorbat. .mengimbangi dan menyesuaikan penyedap yag digunakan dalam formulasi Ada dua bentuk pewarna yang digunakan : 1) Warna Celup Adalah senyawa kimia yang menunjukkan pewarnaan apabila dicelupkan dalam suatu larutan. Oleh karena itu yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel harus halus.zat pengoksidasi terutama klorin dan hipoklorit. misalnya pH < 5.1-0. Lake biasanya digunakan dalam pembuatan tablet kunyah dengan metode cetak langsung. penggunaan dan proses pewarna celup harus dilindungi terhadap : . Larutan pewarna celup dalam air dapat disimpan selama beberapa jam dan jika lebih dari 24 jam perlu diawetkan dengan penambahan suatu zat pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. . Pembuatan .01-0. Umumnya makin kecil ukuran partikel. Pelaksanaan granulasi dan pengeringan untuk meminimalkan migrasi larutan pewarna celup harus dibuat dalam besi tahan karat atau wadah kaca untuk menghindari inkompatibilitas antara zat warna dan wadah. .

4. Tablet kunyah yang diharapkan mempunyai kekerasan 8-11 SCA unit. Antasida yang umumnya digunakan dalam kombinasi dari 2 atau lebih untuk menghasilkan efek terapeutik yang baik adalah sebagai berikut : Alumunium hidroksida (80-600 mg). 2. kadar lembab yang memenuhi syarat. Antasida Kebanyakan sediaan padat antasida dibuat dalam bentuk tablet kunyah. Ca-karbonat (194-850 mg). . Pembuatan : campur semua zat. dimetillpolisiloksan) dengan dosis 20-40 mg/tablet sebagai antiflatulen.Empat aspek yang penting dalam pembuatan tablet kunyah adalah : 1. berasa seperti kapur atau berasa pasir dan kombinasi ini menyebabkan rasa yang tidak enak saat dikunyah. sifat kekerasan tablet. Umumnya zat aktif terdiri dari logam. A. Contoh formula : Tablet kunyah antasida dengan metode cetak langsung Zat mg/tablet Al(OH)3 dan Mg-karbonat 325 Di-Pac DTE 675 Avicel 75 Starch 30 Ca-stearat 22 Flavor q. sifat tersatukannya zat aktif dengan zat warna. Sebagai tambahan digunakan zat lain seperti :simetikon (dimetikon. Mg-hidroksida/Mg-oksida (65-400 mg). distribusi ukuran partikel.s. cetak. 3. astringent. Mg-trisilikat (20-500 mg). dan lain. peppermint oil 3 mg/tablet digunakan sebagai karminatif dan asam alginat 200-400 mg. Formulasi antasida sangat sulit mengingat sifat dan jumlah zat aktif.

5 2 2 . Semua zat aktif yang telah disebutkan mempunyai sifat kompresibilitas yang cukup baik. klorfeniramin. Tablet kunyah Asetaminofen : metode granulasi basah Zat mg/tablet Asetaminofen Manitol Na-sakarin Larutan pengikat Peppermint oil Syloid 244 Banana. dan dekstrometorfan. Jadi untuk asetaminofen dipilih metode granulasi basah sedangkan zat aktif lain digunakan metode cetak langsung. pseudoefedrin. Contoh formula : 1. Permaseal F-2837 NaCl (serbuk) Mg-stearat 120 720 6 21. Umumnya dosis kurang dari atau sama dengan ¼ dosis dewasa. Obat yang umum adalah aspirin. asetaminofen. misalnya aspirin berasa asam sedangkan yang lain pahit.6* 0. kecuali asetaminofen.B. Sifat umum yang diperoleh dari zat aktif tersebut adalah rasa tidak enak. Obat batuk/obat flu Formulasi biasanya untuk anak-anak. Permaseal F-4932 Anise.5 0.

Tambahkan 180 ml larutan pengikat untuk 1000 tablet .Campur dengan Asetaminofen.Cetak tablet dengan kekerasan 12-15 kp Catatan : pengikat gom arab-gelatin menghasilkan tablet dengan kekerasan yang tinggi.Granulasi dan keringkan 1 malam pada 140-150 °F.5 * Mengandung 5. dan air ad 400 ml .Ayak manitol dan Na sakarin dengan ayakan 40 mesh . Tablet kunyah Aspirin untuk anak-anak Zat mg/ tablet AlOH (dried gel) Aspirin Talk Primogel NuTab Mafco Magna Sweet Flavor Jeruk 13 81 .6 27. gelatin (granul) 45 g.4 mg gom arab dan 16. Larutan pengikat harus dibuat segar untuk menghindari pertumbuhan mikroba.Campur granul kering dengan flavor lalu tambahkan Mg stearat .Siapkan larutan pengikat yang terdiri dari gom arab (serbuk) 15 g. 2. Ayak dengan ayakan 12 mesh .Adsorpsikan peppermint oil pada syloid 244 dan campur dengan flavor dan NaCl .2 mg gelatin Pembuatan : .

Kocok NuTab dan AlOH.Tambahkan (2) ke (1).6 2 Pembuatan : .2 8 93. begitu juga dengan flavor jeruk. tidak ada reaksi inkompatibilitas antara aspirin dengan basa AlOH. Vitamin A dan D dalam bentuk bebas dilindungi dengan matriks gelatin. tambahkan aspirin dan kocok (1) . kocok dan cetak Kombinasi NuTab dan Magna Sweet sebagai pemanis untuk mengurangi rasa asam dari aspirin. rasa sabun. pahit. talk. flavor. C. dan Magna Sweet dan ayak 16 mesh (2) . gula atau starch dan pengawet 5. Beberapa parameter yang dievaluasi di bawah sebagian besar mengacu pada evaluasi tablet konvensional. Rasa asam ditekan dengan cara : 2. Untuk itu dilakukan proses penyalutan dengan monogliserida atau digliserida dari asam lemak tersaturasi dengan teknik beku semprot 3. 3. Dalam keadaan kering. Ferro fumarat dan ferri pirofosfat terasa hambar. Rasa pahit seperti vitamin B kompleks disalut (salut tunggal) dengan monogliserida atau digliserida 4.4 0. Vitamin/Mineral/Food Supplement Vitamin dan mineral mempunyai rasa yang tidak enak seperti asam. asin. Evaluasi Evaluasi tablet kunyah tidak diatur dalam FI IV.Campur primogel. Beberapa cara untuk menutup rasa tersebut : 1. hambar atau rasa seperti logam. Vitamin E dalam serbuk kering teradsorpsi VIII. Evaluasi kimia .

Uji Stabilitas Stabilitas dipercepat dengan suhu tertentu Stabilitas dalam kondisi nyata Pemeriksaan stabilitas meliputi : . ada bau) . Evaluasi Fisik a. ambil 6 gram. b. b. titrimetri.Periksa terhadap adanya perubahan fisik (totol-totol pada tablet. Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan terhadap adanya capping atau rengat dan parameter penampilan lainnya. kemudian timbang bobot yang hilang. kecepatan disolusi. Penentuan Kadar Metode analisis yang sesuai (kromatografi. Nilai yang diperoleh harus berada dalam batas-batas yang telah ditentukan untuk masing-masing zat aktif.Periksa perubahan kekerasan. c. kristalisasi zat aktif pada permukaan tablet. Rasa 4. tentukan kadar zat aktif . Kekerasan ambil 10 – 20 tablet secara acak. tetapkan kekerasan. Nilai friabilitas tidak melebihi 4%. Keseragaman kandungan perlu dilakukan jika kandungan zat aktif kurang dari 50 mg. migrasi zat warna. Friabilitas 20 tablet digerus. masukkan ke dalam friabilator selama 100 putaran. 3.Pada waktu tertentu. d.a. friabilitas. dan lain-lain) bisa digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada sampel yang representatif (biasanya aliquot dari 20 tablet yang dipilih acak yang dihaluskan). Jumlah kadar yang diperoleh dinyatakan dalam persentase terhadap kadar obat di label. spektrofotometri. Keseragaman Sediaan Keragaman bobot tidak boleh melebihi 6% untuk tablet dengan kadar zat aktif lebih dari 50 mg atau 50% terhadap obot seluruhnya.Periksa stabilitas rasa . Waktu hancur e. waktu hancur . Disolusi f. Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum di FI IV.