Pembuatan Tablet

PEMBUATAN TABLET

TEORI SEDIAAN TABLET

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Definisi Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) . . I.2 Kriteria Tablet . . Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. (Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) . . I.3 Keuntungan Sediaan Tablet . .

Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih; 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis; 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan; 4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.

Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan; 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah; 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil; 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil; 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air; 6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet; 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul; 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi; 9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali); 10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, dan untuk terapi lokal (salut enterik); 11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah; 12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah; 13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26)

I.4 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : · Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis; · Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa); · Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294)

Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.

I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuat sediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas, organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan. Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi : 1. OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya). 2. Stabilitas zat aktif : a. Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yang tidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya.

Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena dengan adanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapat dicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek. Pengeringan amylum dilakukan pada suhu 70 °C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum. 4. 3. Karena Avicel memiliki kompresibilitas yang baik tapi alirannya kurang baik. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet. volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapat diberikan sebagai serbuk. Untuk mengatasinya. PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%. maka untuk memperbaiki alirannya dapat digunakan Primogel atau Starch 1500. 11. perlu ditambah pembasah (Tween 80 0. Untuk zat yang higroskopis. Pada pembuatan tablet dengan metode KL. d. Jumlah fines total Jumlah fines yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%. jangan menggunakan metode granulasi basah memakai mucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akan mempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah kering sulit ditembus air. Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah fine sesedikit mungkin) 6. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%. Jika terlalu besar akan terjadi laminating. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%. idealnya 15%.05%-0. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif. 10. 12.c. 7. bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat. Di samping itu. 9. 8. sebagai pembawa dapat digunakan kombinasi Avicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan Aliyah) atau 3:1. 5. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatan tablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering · Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah fines <30%) dapat dibuat dengan KL · Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah fines >30%) dapat dibuat dengan GK. Tetapi pada tahap awal. Untuk mengatasi kekeringan granul akibat pengeringan yang tidak terkontrol maka perlu penambahan humektan yaitu gliserin atau propilen glikol 1 – 4% dihitung terhadap .15%) sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik.

Jumlah Tween yang tepat tergantung pada: · Jumlah zat aktif · Jumlah bahan pembantu yang digunakan 13. sama halnya dengan penambahan Tween untuk zat aktif hidrofob pada mucilago. tetapi maksimal 30%. sehingga perlu penambahan Tween agar tablet tidak pecah. karena ada proses pemampatan.Gliserin : dikhawatirkan pada waktu pengeringan air hilang/menguap semua . boleh saja ada zat yang larut dalam pelarut X yang digunakan sebagai pelarut pengikat.Tween : dikhawatirkan komposisi yang digunakan menolak air. masukan dalam mortir dan digerus. Jumlah aerosil yang ditambahkan tidak boleh lebih dari 3% karena aerosil bersifat voluminous dan menyerap air sehingga tablet dapat membatu yang menyebabkan waktu hancur lebih lama. Bila meleleh berarti eutektik. 15. granul yang besar akan keluar lebih dahulu. Penambahan gliserin dan Tween adalah untuk tujuan: . · Lubrikan kurang sehingga alirannya jelek. Ketentuan : misalkan digunakan pelarut X. Jika zat aktif larut air: · Jangan menggranulasi dengan air · Sebagai pengikat. 14. Permasalahan-Permasalahan Khusus 1.mucilago. . Sehingga yang kecil terdesak. Campuran Eutektik Timbang kedua zat aktif secara proporsional. · Aliran granul yang kurang baik · Distribusi partikel tidak normal. sehingga aliran jelek. Oleh karena itu perlu diusahakan ukuran granul yang seragam. Gliserin ditambahkan pada mucilago (pengikat) untuk mempermudah homogenitas gliserin pada tablet. karena bobot jenis berbeda jauh. Bila bobot tablet terlalu tinggi dan bervariasi Kemungkinan disebabkan oleh: · Distribusi pada hoover yang disebabkan proses getaran. gunakan pelarut yang tidak melarutkan massa tablet.

lebih baik disalut dengan Cetosel. pelincir. Teknik penambahan PVP : tambahkan dulu PVP kedalam massa cetak sampai homogen lalu ditambahkan alkohol sehingga jumlahnya tepat. PVP Hanya untuk zat aktif yang tidak boleh kena air (karena akan terurai). . Jadi cetak langsung atau granulasi kering/slugging. Etocel. jumlah Avicel dikurangi dan Starch-nya 30%. Starch Starch yang baik jumlahnya 30%. Jika mengandung air sulit direkonstitusi. kekompakan akan turun. friabilitas menjadi tinggi. Jangan digunakan dengan granulasi basah karena waktu hancurnya akan jelek.Cara lain adalah setelah dicampur kedua zat aktif tambahakan musilago pakai air. 3. Pembuatan Granulasi Kering ARC 591 jangan memakai alkohol yang mengandung air (pakai alkohol yang tidak berair). atau musilago diganti dengan PVP alkohol. Penggunaan Pharmacot. Untuk mengatasi hal ini. Jika Avicel tidak larut air dapat bertindak sebagai fasa luar dan fasa dalam. amilum kering dihilangkan sehingga komposisi FL : R/ Avicel 6% Talk 1% (dikurangi) Mg Stearat 1% Demikian juga jika digunakan Aerosil sebagai fasa luar. Pembuatan tablet Etambutol Harus disalut dengan pahan penyalut yang larut alkohol larut asam lemak tetapi tidak larut air. ini mempercepat oksidasi vitamin C. atau juga granulasi basah tetapi sebagai pengisi. jika zat jumlahnya tinggi bila ditambah Starch 1500 30% maka bobot tablet akan semakin besar sedangkan yang harus ditambahkan adalah lubrikan. jangan digunakan sebagai pengisi. Avicel dapat digunakan untuk cetak langsung. 5. Kombinasi Starch 1500/Avicel hanya untuk cetak langsung. Vitamin C Jangan gunakan Avicel. 4. 6. gunakan Avicel yang dapat bertindak sebagai pengisi juga penghancur. talk dikurangi karena telah berfungsi juga sebagai glidan. Dengan slugging. Bisa digunakan PVP tapi jelek. Jika Avicel sebagai fasa luar. maka starch ditambahkan kurang dari 30% yang membuat aliran menjadi jelek. Yang baik gunakan Avicel adalah selama tidak OTT dengan zat aktif. Kombinasi Starch 1500 dan Eksplotab baik untuk pembuatan tablet secara cetak langsung sebagai penghancur. Etambutol jika digranulasi dengan PVP/alkohol akan semakin melengket. 2. bila tidak kering berarti eutektik. Pakai musilago dalam ruang hampa udara/bisa juga dipakai Cetosel dalam alkohol/eksplotab/starch.

voluminous. · Etambutol. Tetapi sebagai penghancur untuk SL dapat digunakan dengan teknik granulasi basah. keringkan dengan dehumidifier. · Zat hidrofob seperti Fenilbutazon. Penanganan Ekstrak untuk Tablet Ekstrak kental larutkan dulu dalam etanol 70% kemudian dikeringkan dengan SL. · Untuk vitamin C dan Parasetamol. kapasitas penetralan dapat turun. · Untuk vitamin B12. Ester Kloramfenikol dapat dilakukan penambahan Tween 80 0. gunakan pelarut non air.03%) · Diazepam. Karena ekstraknya pahit. · Alukol + ekstrak Belladona. vitamin B12 terikat sangat kuat dengan mucilago amyli sehingga waktu hancurnya lama. · Alukol berat jenis tinggi untuk tablet (aliran baik).01% bobot tablet atau saponin 5% bobot tablet (ditambahkan mucilago amyli sebanyak 0. tablet cepat basah. Ca Pantotenat dan lainnya tidak dapat memakai mucilago amyli sebagai pengikat sebab akan terbentuk massa seperti lem. Alukol dengan antasid lain.Starch 1500 tidak boleh untuk granulasi basah sebagai pengisi karena Starch dengan air akan membentuk gel yang dapat berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat. Bila dibuat obat kunyah maka tambahkan asam siklamat dan sakarin untuk mengatasi rasa pahit. gerus 1 g + etanol + SL (99 g). tablet kunyah. jika menggunakan mucilago amyli. Avicel dengan mucilago amyli membentuk adonan lengket yang sukar digranulasi. Vioform. jarang untuk obat kunyah. OTT terhadap CMC. · Penisilin VK terbaik dibuat dengan cara slugging · Mg(OH)3 + alukol terbaik digunakan cetak langsung. Parasetamol. Perlu dilakukan uji penetralan terhadap bahan baku dan tablet (minta dispensasi). . perlu diajukan uji keseragaman kandungan. Selain itu. Kadarnya sangat kecil. Masalah Pada Beberapa Senyawa Aktif · Papaverin HCl. oleh karena itu dapat dihaluskan terlebih dahulu. · Untuk garam-garam Kalsium. jika digunakan air dapat larut maka gunakan pelarut yang tidak melarutkan zat tersebut. Untuk ekstrak Belladona 1:3. gunakan SL sebagai pengisi. dapat granulasi basah menggunakan PVP dalam alkohol. · Fe mempunyai bobot jenis yang tinggi. 7. berat jenis rendah dapat digunakan untuk suspensi. Granulasi dengan alkohol atau disalut atau ditambahkan etambutol sebagai fines. jika dibuat granul akan kasar. keringkan jika minta dispensasi bahwa tidak ada yang hilang selama proses berarti 100 g sebanding dengan 1 g vitamin B12. maka gunakan pengikat PVP dalam alkohol karena jika digunakan air akan terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+.

7. jangan menggunakan Mg stearat dan Eksplotab. terutama saat pencetakan. · Ekstrak untuk tablet. maksimum 25%. sebab potensi akan menurun karena kontak dengan air. · Untuk zat-zat berkhasiat yang sangat pahit seperti Kloramfenikol harus disalut (dispensasi). . ganti saja Mg-stearat dengan asam stearat. Pengisi tablet tidak lebih dari 30%.102. resiko ketidakseragaman kandungan zat aktif besar jika dibuat secara cetak langsung. Starch 1500 Pengisi tablet untuk cetak langsung. Eksplotab Tidak tahan asam. hanya untuk penghancur luar. 4. Kloramfenikol palmitat tidak bisa dibuat tablet karena masih ada sisa asam palmitat yang menyebabkan tablet mudah pecah karena sukar diikat. Untuk cetak langsung gunakan zat aktif yang halus dengan aliran baik. 3. karena kurang homogen. Fines Maksimum 30% dari bobot tablet termasuk Fase Luar (FL) jika lebih dapat terjadi capping. Jumlah yang berbeda. Catatan Lain 1. Jika jumlah zat aktif kecil dan berbentuk hablur. distribusi berbeda dapat diatasi dengan hoover yang tidak bergetar dan atau adanya pengaduk. bila zat aktif bersifat asam. ekstrak kental dilarutkan dulu dalam etanol 70%. digunakan 3-5%. Jika ada air akan menjadi gel sehingga zat aktif terhambat. · INH dan PAS tidak dapat dibuat kombinasi dalam tablet karena PAS diabsorbsi di usus tidak boleh terdisolusi di lambung (?). akibat getaran.· Mg-stearat dan Eksplotab. Jika basis kasar dan zat aktif halus. tidak bisa untuk granulasi basah. terutama yang tidak tahan pemanasan. daya mengembang kurang sehingga waktu hancur menjadi jelek. Contohnya jika diinginkan 20 mL ekstrak Belladona maka yang diambil adalah 60 mL. · Antibiotika. maka distribusi menjadi tidak merata karena terjadi distribusi ukuran partikel yang tidak merata. 2. Avicel pH 101. digerus halus dan dicampurkan dengan pengisi sedikit demi sedikit. dilakukan dengan slugging atau dehumidifier (dengan alkohol + air) disedot pada suhu 30 °C tetapi hasilnya kurang baik. Ekstrak Belladona 1:3 artinya dalam 3 bagian ada 1 bagian.103 baik untuk tablet cetak langsung 5. 6. baru dikeringkan dengan SL.

CaCO3 dapat digunakan sebagai penghancur di dalam lambung yang akan menyerap asam lambung dan berubah menjadi CO2. siap-siap untuk dibuat secara cetak langsung. seperti : · Capping : pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas/bawah tablet dari badan tablet · Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih · Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong · Cracking : keadaan dimana tablet pecah. Dalam evaluasi waktu hancur tablet. tinjau mekanisme waktu hancur. gunakan pengayak dengan ukuran mesh sama 16. yang biasa 16-16 Jika granul pengikatnya lemah. 12. Zat aktif dengan bobot jenis tinggi (umumnya BJ zat anorganik). Permasalahan Dalam Pencetakan Tablet Masalah-masalah yang dapat muncul selama proses pencetakan tablet secara umum. FL sekecil mungkin. jika kecepatan aliran masa cetak 1. distribusi granul sama di mana perbandingan granul A dan B sama. Ac di sol 3% sebagai penghancur luar untuk memperbaiki waktu hancur. Mekanisme umum hancurnya tablet adalah pembasahan. 13. 20-22.8. 9. Untuk cetak langsung. Untuk antibiotika. PVP mudah ditembus air. lebih sering di bagian atas-tengah · Picking : perpidahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch · Sticking : keadaan dimana granul menempel pada dinding die (ada adhesi) · Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata . kelemahan distribusi tidak selalu sama. Jika zat aktif 200 mg per tablet. 15. bukan dengan SL. desintegrator lebih baik yang hidrofob. 14. pilih pengikat yang tidak mengubah potensi. pengembangan. 11. 17. dan hancur. penetrasi air. granulasi seperti biasa. Gunakan pengisi manitol.5 g/dt atau lebih sudah cukup baik. Ukuran (mesh) 18-20. 10. Vitamin B12 untuk cetak langsung harus dihaluskan terlebih dahulu. surfaktan. Granulasi dibuat terpisah dengan pertimbangan jumlah granul sama banyak.

Gliseril guaiakolat. · Kalau mungkin pencetakan pada suhu rendah dan humuditas rendah karena khusus untuk bahan aktif dengan titik leleh rendah atau terjadi campuran eutektik maka zat campuran . § Bahan baku dengan titik leleh sangat rendah. gliseril guaiakolat dengan prometazin HCl. karena tablet menjadi kurang baik. · Jika terjadi lengket mungkin karena punch dan die yang rusak. sisi tablet kasar. maka akan melekat sehingga ratakan punch dan die. Penyelesaian Masalah : · Meningkatkan antiadheren dan lubrikan · Penggantian lubrikan yang cocok · Mengurangi jumlah granul yang kasar · Mengurangi jumlah air tapi jangan sampai berada di bawah optimum. Jika sudah diketahui jumlah pembasah yang paling baik maka agar pembasahnya pas. Siprofloksasin (Antibiotik turunan Imidazol). § Kandungan air (aspek kadar air) tinggi akan menyebabkan penempelan pada die. sedangkan kadar air rendah dapat menyebabkan laminating atau capping. § Kemungkinan karena interaksi kimia atau fisika. yaitu terjadinya pelelehan sehingga adhesivitas tinggi dan akhirnya menjadi lengket. kadang-kadang hitam Penyebab : § Antiadheren kurang § Lubrikan kurang atau tidak tepat Contoh : Tablet asetosal dengan Mg stearat lengket. contoh Propilen glikol atau gliserin. seharusnya digunakan asam stearat (yang mikronize karena fungsi lubrikan adalah antar partikel sehingga kalau halus akan terselimuti oleh lubrikan). yaitu bahan pembantu yang tidak menguap tapi basah. sebab kalau cacat pada punch. sehingga kesulitan dalam masalah pencetakan. jelek. contoh : Ibuprofen. dilakukan dengan menambahkan pembasah ke dalam larutan pengikat. contoh interaksi fisika etoksi benzamin dengan kafein.Masalah Lain Pada Pencetakan Tablet Secara Khusus 1. Lengket pada Cetakan Manifestasinya : · Melekat pada die dan sulit untuk dikeluarkan · Bunyi keras pada mesin · Tablet kopak.

dimana asam klavulanat mudah hancur dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi. yaitu dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die § Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal) . 3. seperti SiO2 dan aerosil (adsorben). jernih dan mengkilat. Penambahan aercsil pada tablet akan menyebabkan penampilan tablet yang bagus. Capping/Laminating Capping : copot Laminating : belah Penyebab : § Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus · Porositas tinggi. khususnya pada penggunaan pons yang baru. sehingga adhesivitas tablet dan pons sangat kecil. bahan pengisi dengan titik leleh tinggi dan dapat mengadsorbsi. pembuatannya dilakukan dalam suhu dan RH yang rendah. Contoh : Kombinasi ampisilin dengan asam klavulanat. namun waktu hancur semakin panjang. Penyebab sama dengan tadi · Kurangnya anti adheren · Kandungan air tinggi · Lengket pada pons Penanggulangannya sama : § Ubah ukuran granul § Tambah adsorben § Perbaiki alat · Alat dipoles. · Perubahan bahan pengisi.eutektik semakin mudah menyerap air. Oleh karena itu. 2. Lengket pada pons Manifestasi : · Terkelupasnya bagian tablet karena permukaan tablet melekat pada pons.

sakarin. sebab dengan demikian mungkin saja timbul porositas tinggi. yang tidak dapat menjamin keseragaman bobot karena adanya distribusi baru pada saat pencetakan. PVP.Sistem pencampuran yang tidak benar.Aliran kurang baik . Metilselulosa dengan konsistensi tinggi. lengket atau kadang-kadang karena pons yang terlalu dalam. Keseragaman bobot (FI III) Penyebab pertama : . . · Diganti pons dan die · Tambahkan pengikat kering 5. karena spesifikasi ukuran harus sama.Distribusi ukuran granul yang tidak tepat.§ Granul yang terlalu kering. Penyelesaian : · Pons dan die supaya di poles · Untuk ukuran granul yang besar. granulasi. · Tambahkan pengikat kering seperti gom arab. 4. sorbitol. kurangi partikel granul. Sumbing atau retak-retak pada permukaan tablet Manifestasinya : Akibat dari ketiga masalah sebelumnya : laminating. perbaikan pencampuran massa cetak. . cara : tambahkan dalam pelarut pengikat tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap § Zat pengikat yang kurang tepat. sehingga mesin harus terkunci baik terutama pons bawah karena dapat berubah-ubah sehingga bobot berbeda-beda. perbaikan ukuran granul. · Pengurangan ukuran partikel dari granul. pengikat. § Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil) Penanggulangannya · Pembuatan granul diulang jika penyebabnya adalah kelebihan atau kekurangan pengikat atau tidak cocok. LHPC 21. NHPC.Perbaiki atau ulangi proses pembuatan granul. Penyelesaian masalah : . sehingga meningkatkan kekompakan tablet.

perubahan pengikat.999) Dilakukan bila : · Kadar bahan aktif dibawah 50 mg · Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% Penyebab jeleknya keseragaman kandungan : · Karena aliran jelek · Pencampuran pregranulasi tidak benar maka tentukan dulu homogenitas zat aktif dalam granul (di pabrik) · Karena kadar fines tinggi maka porositas tinggi (bobot berbeda-beda) · Kandungan air yang tinggi sehingga aliran kurang baik · Kondisi mesin tidak benar. udara terjebak banyak karena fines dan pengikat yang tidak cocok atau kurang. Tablet Kempa . aliran tidak baik. Penyebab kecepatan aliran : kandungan air tinggi sehingga adesivitas tinggi dan aliran menjadi kurang . . tablet terdiri atas : a. · Kalibrasi mesin.. distribusi granul optimal sehingga aliran bagus. 6 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm.Pembuatan granul baru sehingga menyebabkan porositas kecil. porositas meningkat.Kecepatan aliran dapat menyebabkan bobot tablet yang berbeda-beda.6 Jenis Sediaan Tablet (Catatan Kuliah P’ Charles + Teori dan Praktek Farmasi Industri. I. Lachman Hal 706-717) Berdasarkan prinsip pembuatan. porositas tinggi. granulasi. Penyelesaian masalah · Perbaikan ukuran granul meliputi pencampuran. Penyelesaian Masalah : .Kurangi kadar air .Perbaikan mesin tablet yaitu validasi mesin tablet. Jumlah fines meningkat. Penyebab kedua : distribusi granul tidak baik.

e. dsb). Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. d. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. reaksi asam. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. b. amilum · Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: · Pengisi (memberi bentuk) : laktosa · Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan): musilago amili. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan Berdasarkan tujuan penggunaan. tablet terdiri atas : 1. Tablet Lepas Terkendali . 12 jam. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan) c. (misal tablet lepas lambat 6 jam. Disebut juga sebagai tablet berlapis.Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. tetapi terlarut dalam usus halus.

menaikkan penampilan tablet. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Bekerja sistemik. atau untuk mengurangi . menutup rasa dan bau tidak enak. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. 2. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. g. f.Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. c. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan.. Biasanya keras dan berisi hormon. Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. i. h. Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. lembab). Tablet Hisap/Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. Penyalutan tidak perlu berkalikali. berisi nitrogliserin.Yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). Tablet Efervesen Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. b. d. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi.

Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain (Di Lachman disebutkan Jenis Tablet untuk Membuat Larutan) a. Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. 5.perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. mencegah kehamilan). 4. Tablet Vaginal Tabler kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Biasanya mengandung antiseptik. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet Implantasi/Pelet Dibuat berdasarkan teknik aseptik. b. astringen. oleh ahli farmasi atau konsumen. . NaCl atau suatu asam amino. Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu. 3. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB. mesin tablet harus steril. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). 3-6 bulan.

Tablet polos 2. dan kempa langsung.Berdasarkan Rute Pemberian : 1. Tablet lepas lambat 3. Tablet vaginal 4. Tablet rektal 3. granulasi kering. kestabilannya. apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab. Tablet salut film Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet.1 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode. Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. Tablet pelepasan biasa 2. besar kecilnya dosis. yaitu granulasi basah. Tablet salut gula 3. Tablet lepas terkendali BAB II METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET II. Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut : a. Tablet lepas tunda 4. dan lain sebagainya. yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat . Tablet oral (dalam mulut) 2. Granulasi Basah.

suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. ikatannya didapat melalui gaya. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul. Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis. Granulasi Kering disebut juga slugging. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air b. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat. digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa . setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). kemudian masa basah tersebut digranulasi. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan. jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat. Keuntungan metode granulasi basah : · Memperoleh aliran yang baik · Meningkatkan kompresibilitas · Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai · Mengontrol pelepasan · Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses · Distribusi keseragaman kandungan · Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: · Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi · Biaya cukup tinggi · Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. tehnik ini membutuhkan larutan. Teknik ini yang cukup baik.sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi.

Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. praktis. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu · Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab · Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat Kekurangan cara granulasi kering adalah: · Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug · Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam · Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang c. bentuknya kristal.langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. kompresibilitasnya baik. Metode Kempa Langsung. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : · Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi · Zat aktif susah mengalir · Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab Keuntungan cara granulasi kering adalah: · Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. alirannya baik. dan cepat pengerjaannya. secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah. tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa. namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya. Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg. selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). prosesnya disebut slugging. yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya. Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit . pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang.

Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali. · Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat. maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat. mudah mengalir. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. Avicel (mikrokristalin selulosa) . Kerugian metode kempa langsung : · Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet.Bertindak sebagai pembantu mengikat. lubrikan dan glidan.Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah.Lebih singkat prosesnya. . Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. kompresibilitas yang baik. Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak. kohesifitas dan adhesifitas yang baik II. 1. . 102 karena volume spesifiknya kecil. disintegran. . . kapasitas pegang 50%.Insoluble.Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning.Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk. . Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul. tablet kempa langsung berisi partikel halus.2 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. · Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal. non-reaktif. menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata. menghasilkan granul yang keras dengan sedikit fines.Bisa bersifat pengikat kering. tetapi langsung menjadi partikel. aliran kurang baik. aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat. waktu stabilitas panjang. .

pengisi paling murah. mengurangi capping dan friabilitas tablet. kalsium sulfat. .Insoluble. basa.Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran. starch paste. . non-higroskopis.Penggunaannya membutuhkan lubrikan. bisa dipakai untuk zat aktif asam. membentuk granul yang kuat pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya terbuat dari amilum.Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. .Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti ―clay‖ yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi.Pengikat yang disarankan: PVP.Bentuk PH 101: serbuk. . MC. tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel . .Perhatian: pada konsentrasi tinggi. kalsium karbonat.Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi 10% atau lebih tinggi. .Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras.Sinonim: terra alba. snow white filler.Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%. penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa. 3.60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat massa lembab mudah digranulasi. PH 102: granul. Contoh: kaolin.Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen. PH 103: serbuk Sebagai disintegran : . punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak. Avicel dapat menyebabkan tablet lengket pada lidah saat akan digunakan. Kalsium fosfat dibasic . . mencegah migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan seragam. starch. . . . . 2.. manitol. . tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam . Avicel digunakan sebagai pengisi dan pengikat tambahan. Kalsium sulfat trihidrat .Semakin tinggi grade-nya semakin putih. tidak mahal. netral.Untuk obat dengan dosis kecil.Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan.

Spray-dried Lactose (Lachman Industri) .Untuk GB pakai laktosa HIDRAT.Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik. granul halus (80-100 mesh). phenilephrine HCl .Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh).Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%. granul spray dried (100-200 mesh). ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat . amin. asam askorbat. umumnya digabung dengan Avicel. dan laktosa anhidrat .Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) . .Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard .Pengisi yang paling umum. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat).Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) . granulnya cepat kering.Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif.Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab. Laktosa (Lachman Tablet) . disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan (Handbook of Pharm Excipient) .Dikenal sebagai gula susu. tetapi menyerap lembab. punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa .Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% .4. dapat dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct compression-nya .Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin dan Mg-stearat .Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa. pyrilamine maleat. salisilamid. Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai pembawa . atau senyawa lain yang mengandung furaldehid .Untuk pengisi kempa langsung.

dingin (negatif heat solution) . aliran jelek.Jika digunakan sebagai pengikat tunggal.Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet . Nu Tab : 95% sukrosa. sedikit manis. Campuran air dan alkohol akan menghasilkan granul yang lebih lunak. dekstrosa.Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak. Di Pac : 97% sukrosa. . biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol.Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung: a. Sugartab : 90-93% sukrosa.Memiliki banyak bentuk.Jika digunakan sebagai pengisi kering. Manitol .Menjadi coklat pada penyimpanan 7. Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan.Non-higroskopis. membutuhkan lebih banyak cairan pengikat . sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi. cenderung menghasilkan tablet yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat .2% . Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain .Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan. paling sering digunakan bentuk ―confectioner‖ untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk mencegah caking . dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0.Gunakan lubrikan netral atau asam 5. Sukrosa . Dekstrosa . Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis .Digunakan mirip dengan sukrosa. 7-10% invert sugar b. 3% modified dekstrin c.Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat . 1% corn starch.Dapat digunakan untuk formulasi vitamin..Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. Mg stearat 6. 4% gula invert. halus. menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa .Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat .

Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung.. Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan. .Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa . metilselulosa. bentonit. Emdex dan Celutab (Lachman Industri) .Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif. jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan. .Bisa dengan cara kering/basah. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi. Mg silikat.Pengikat yang berupa polimer alam: starch. MgO. kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan .Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. trikalsium fosfat Aerosil C. mengandung 8-10% lembab.Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna.Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. . tragacanth. gum (acacia. hidroksipropilselulosa . Bekerja menyerap lelehan zat aktif. Contoh: Avicel Bolus alba Kaolin. Adsorben . gelatin) . jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif 8. 9. Starch 1500 (penjelasan ada di bagian Pengikat) B. Pengikat . Starch (amylum) .Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi .Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP.Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum pada tabel (Lachman Tablet halaman 161) 1. etilselulosa.Pengikat bisa berupa gula dan polimer.

Jika dosis zat aktif besar.Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik.Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar. dan disintegran .Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) . dan kandungan air massa cetak .Perhatian: sebelum digunakan. Starch 1500 (Lachman Tablet) .Pemakaian terbaik maksimal 30%. starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2. akan menyebabkan tablet terdisintegrasi dengan cepat (hal 161) .Pemakaian: 1-20%. .Dapat digunakan sebagai pengikat basah. tekanan pengempaan.Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch. kering. dan penghancur . tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan .(Lachman Tablet) .Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran . tidak terhidrolisis.Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk . starch diganti dengan penghacur yang lebih baik. dan tidak mengarang . yaitu avicel.Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan . pengikat. merupakan disintegran yang paling umum digunakan .Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin.Mengandung kadar air 11-14%. dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam jumlah besar Sebagai disintegran: .Dapat digunakan sebagai pengisi.Dalam bentuk musilago amili 5-10% .Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan .

Larutan sukrosa .Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah 3. sebagai pengganti digunakan asam stearat Sebagai disintegran: .25% colloidal silicon dioxide) . Amilum pragelatinasi . digantikan PVP.Kelemahan: rentan bakteri dan jamur . atau dalam fasa luar pada metoda granulasi basah) . yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih.menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama . pada fasa luar.Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat . tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0.Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula .5%.Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda granulasi kering atau kempa langsung. dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%.Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0. Gelatin .Dapat dikempa sendiri. MC. larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan 5. (Lachman Industri) . Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif .Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering.Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat.Sudah jarang digunakan.Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat .Aliran bagus. merupakan directly compressible starch . Dapat digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut dalam air hangat tanpa pemanasan .Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan dengan air membentuk massa lembab 4.Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi.

Ca. dan gula .Inert. larut air dan alkohol. CMC Na . larutan 5% menghasilkan kekerasan yang sama dengan musilago amili . . pengikat yang baik untuk eksipien laktosa. Mg(OH)2 8. manitol.Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi cepat dan disolusi cepat.Inkompatibel dengan Mg.Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble powder. PVP .. bertindak sebagai pengikat dan pelindung ferrosulfat dr oksidasi .5-15% .Nama dagang: Kollidon atau Plasdon . pada tablet ferro sulfat. Selulosa Metil selulosa . Larutan akasia .Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada penyimpanan .Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin. sedikit higroskopis. tidak mengeras selama penyimpanan (baik untuk tablet kunyah) . digunakan dalam konsentrasi 3-15%.Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili.Digunakan pada konsentrasi 10-25%.Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan warna beragam . untuk mengurangi mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi) . .Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba . dan garamnya . meprobamate 6. kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa 20-85% .1-5% larutan air.Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu pencetakan tablet dan disintegrasi tablet 7. asetopheretidin.PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium hidroksida. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul.Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat.Keuntungan: dapat dikompres cepat. Al. tidak mengeras pada penyimpanan b. asetaminofen.Membentuk granul keras.

dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk yang tidak tahan air seperti asam askorbat . PEG 6000 . metilen klorida.Larutan dalam alkohol. Setelah itu ditambahkan sisa air.PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-750C dan mengeras pada 56630C 11. Flavour (Lachman Industri) .Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia. dimana air dan alkohol tidak dapat digunakan .Digunakan untuk tablet kunyah . Jika digunakan sebagai pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air atau alkohol. Etil selulosa . . Dengan cara ini pelarutan lebih cepat.N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk kuat . meprobamat. Polivinil alkohol . Melaruntukan dalam pelarut organik D. N-HPC (Nisso-HPC) . Low grades digunakan sebagai pengikat 2-10% dalam etanol . ferofu. mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri .Larut air. menghasilkan tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada penyimpanan 10.Larut dalam air dan pelarut organik alkohol. biasanya sebagai fasa luar. propilen glikol. . aseton dan kloroform.Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar digranulasi: asetaminofen.Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering.Sebagai pengikat anhidrat. kafein.Cara: Melarutkan dalam air .Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan untuk mengeras. arat. umumnya tablet mempunyai waktu disintegrasi yang lebih lama c.Dapat memperlambat disintegrasi 9.20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk..

Pemakaian: 1-10% . Disintegran Fungsi : untuk memecah tablet Cara pakai : – saat granulasi . Starch (amylum) 2.Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4% . Penggunaan 2-5%. pectin.Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan ke adsorben . Clays . Sodium starch glycolate (primogel.Jumlah yang digunakan maksimal 0. Selulosa (selulosa. Gums (agar.Mekanisme sama dengan starch secara umum. metilselulosa.sebelum dicetak (paling baik) 1. 5. CMC-Na. tragacant.Acdisol ini digolongkan pada super disintegran. Avicel.sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak .Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan pengempaan .Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki afinitas yang besar pada air.Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam .5-0. guar gum) .Pemakaian: 2-10%. sifat hilang jika digranulasi . Acdisol) . CMC. explotab) . Starch 1500 3.75% E. karena kapasitas pengembangannya yang relatif rendah 6.Bukan merupakan disintegran yang baik.Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu disolusi 4. merupakan starch termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300% . .

Tipe ini memiliki adheren terhadap cetakan lebih baik . Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan tablet menjadi labih berpori.. misalnya lubrikan alkalin stearat.Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul dibentuk) .Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2.Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan . Dapat meninggalkan noda pada tablet Boundary type lubricant Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul pada permukaan logam.Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alkohol .Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan . karena dapat menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan 7.Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi.Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob .Memiliki afinitas yang besar terhadap air F. mudah melar. dibutuhkan lubrikan yang semakin banyak .Semakin kecil ukuran granul. elastik.Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline.Konsentrasi optimum: 1% .Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah homogen.Bukan merupakan disintegran yang baik. . mereka akan membentuk lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet setelah dikempa. Penggantinya dapat digunakan talk.5-10% (Na-alginat) . dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu pencampuran 10-30 menit . Alginat (asam alginat dan Na-alginat) . Lubrikan .Jenis: Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti tablet/serbuk effervescent Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah .Mekanisme: Fluid type lubricant Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan. dan memberikan hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah .

dapat Mg-lauril sulfat : 1-2% dikombinasi dengan Mg-stearat Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5% G.memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi . fine silica > Mg stearat > talk murni .5% H.Sebagai lubrikan tunggal.1-0. Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe 1. Corn starch : 5-10% 3. Talk : 5% 5. Na) stearat : ¼-2% Sodium chloride : 5% Asam stearat : ¼-2% DL-Leusine :1-5% Sterofex : ¼-2% Carbowax 4000/6000 : 1-5% Talk : 1-5% Sodium oleat : 5% Waxes : 1-5% Sodium benzoat : 5% Stearowet : 1-5% Sodium asetat : 5% Gliseril behapte (Compritol 888): Sodium lauril sulfat : 1-5% dapat pula sebagai pengikat.Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. Anti Adheren . Glidan . Aerosil : 1-3% 4. Syloid : 0. Ca. Cab-O-Sil : 5-10% 2.Secara umum. Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat Water soluble lubricant Water insoluble lubricant Asam borat : 1% Logam (Mg.

Zat Aktif A Fase Dalam (92%) Zat Aktif Sesuai dosis Amilum Kering 10% bobot total Musilago amili 10% bobot total (atau 1/3 bobot tablet) Laktosa q. Granulasi Basah 1.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% .3 Perkembangan Formula Tablet Pada bagian ini akan diterangkan pembuatan tablet dan permasalahannya. Cab-O-Sil : 0.. Logam stearat : <1% 3.Yang paling baik adalah yang larut air. Bagian ini dibuat untuk pertimbangan pemilihan metode dan formulasi teoritik. Na-lauril sulfat: <1% II.5% 4. Talk : 1-5% 2.5% 5. Corn starch : 3-10% 6.1-0. Karena umumnya bahan disini berasal dari catatan atau pengalaman. I. Syloid : 0.Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking 1. dan penanggulangan permasalahan yang mungkin terjadi pada pembuatan. maka tidak ada pustaka pada bagian ini. DL-Leusine : 3-10% 7. dan yang paling efisien adalah DL-Leusine . aplikasi formula teoritik.1-0.

pengeringan granul memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan suhu pengeringan yang tinggi. Amilum kering bukan penghancur FD yang baik. Amilum harus dalam keadaan kering. maka dapat ditambahkan ac-di-sol (± 3%) untuk memperbaiki waktu hancur. jika fungsinya sebagai penghancur.s Amilum kering 10% dari bobot total Laktosa q. tapi formula ini jarang digunakan.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% PVP sifatnya higroskopis. sehingga dapat mengakibatkan tablet menjadi basah.Amilum kering 5% Pada tablet yang dinuat dengan menggunakan musilago amili sebagai pengikat. Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. PVP larut dalam air. Amilum kering yang bisa digunakan adalah amprotab. Formula akan menjadi : . 3. Amilum kering 5%. Talk 1%. Selain itu. Aerosil 1%. dan friabilitas yang jelek. tapi sebenarnya dengan 2% tidak terlalu bermasalah. Jika bercampur dengan air maka sifat penghancurnya akan berkurang. Tetapi karena ac-di-sol mahal harganya maka sebagai alternatif dapat digunakan starch 1500 atau primogel/eksplotab sebagai penghancur fasa luar. disolusi zat aktif dari dalam granul akan dipersulit. Sifat dari amilum kering : kompresibilitas kecil. Pengikat diganti PVP untuk zat yang sukar dikompresi. 2. waktu hancur granul lama sehingga menyebabkan waktu hancur tablet menjadi lama. karena musilago amili yang sudah kering sulit ditembus sehingga disolusi zat aktif dari granul akan lebih sukses. Jika sedikit bermasalah dapat digunakan aerosil sebanyak 1% sehingga formula fase luar menjadi : Mg Stearat 1%. tetapi penguapannya akan diperlama sehingga digunakan pelarut etanol 95%.

maka laktosa dapat diganti dengan avicel. Avicel pH 103 (berbentuk granul dengan ukuran lebih kecil dan dapat menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat). umumnya digunakan dalam formulasi Gkdan KL). Formula tablet akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% . Untuk memperoleh tablet yang lebih baik. Terdapat tiga jenis avicel yang sering digunakan yaitu : Avicel pH 101 (berbentuk serbuk. Avicel pH 102 (berbentuk granul. Laktosa mempunyai kompresibilitas yang buruk sehingga friabilitasnyapun buruk.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% Umumnya starch 1500 dan eksplotab digunakan sebagai penghancur luar.Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. umumnya digunakan dalam formulasi GB). jarang digunakan sebagai penghancur fasa dalam.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Laktosa q. 4.

5%. 1 Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% Laktosa q.5%) .5% = 98.s Fase Luar (3%) Mg stearat 1% Talk 2% Pembuatan slug : FD + ½ FL = 97% + 1.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Avicel q. misalnya antibiotik. lalu dicetak dan dihancurkan (slug) hingga kecepatan aliran ≥4 gr/dt.Eatanol q.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% II. Setelah jadi slug kemudian ditambahkan sisa ½ FL (1. Granulasi Kering Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.

s Modifikasi fase luar hampir sama dengan modifikasi fase luar pada formulasi GB.s LHPC 21 juga dapat penghancur sehingga amilum kering dapat dihilangkan. .2. III. Penggunaan LHPC 21 akan meningkatkan ongkos produksi karena harga LHPC 21 mahal.s Karena laktosa memiliki sifat aliran yang jelek. maka dapat diganti dengan : Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Laktosa q. LHPC 21 dapat diganti dengan eksplotab/primorgel atau starch 1500. laktosa dapat diganti dengan avicel. Kempa Langsung Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab dan dosisnya kecil. Karena kompresibilitas laktosa buruk. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Eksplotab/starch 1500 5% Avicel q. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Avicel q.

Jika terlalu besar sebaiknya disluging. Digunakan kombinasi avicel dan eksplotab. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Starch 1500 (3:1) q. dan zat aktif). Tapi daya hancur running powder tidak bagus. kompresibilitas.s Mg stearat 1% Talk 2% 3. Selain itu eksplotab berfungsi pula sebagai penghancur. Avicel memiliki kompresibilitas yang baik. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Eksplotab (3:7) q. Syarat-syarat zat aktif untuk cetak langsung adalah : mempunyai sifat aliran yang bagus.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% 2. Umumnya dosis zat aktif yang digunakan adalah dibawah 50% agar keseragaman kandungan produk akhir bagus. Zat aktif A sesuai dosis Laktosa spray dried q. 1. Digunakan kombinasi starch 1500 dan avicel (3:1) yang dikenal pula sebagai ‖running powder‖. Untuk memperbaik alirannya maka diguanakan eksplotab. mg stearat. tetapi alirannya kurang baik. atau ac-di-sol. sehingga dapat ditambahkan penghancur luar seperti amilum kering. kohesif. Running powder ini memiliki sifat aliran dan kompresibilitas yang baik.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Eksplotab 5% atau Ac-di-sol 3% . Jumlah maksimal dari fine adalah 30%.Formulasi KL dibatasi oleh jumlah fine (serbuk yang tidak mempunyai sifat aliran (seperti talk. eksplotab.

5 g . maka untuk kadar air 0%.Musilago amili = 1/3 x 644 g = 215 g setelah dikeringkan = 10% x 215 g = 21.Contoh Perhitungan Tablet I. bobot granulnya = 0.98 x 600 = 588 g.5 g Laktosa 52.5) = 52. Granulasi Basah Contoh : Zat aktif paracetamol 500 mg Direncanakan bobot tablet 700 mg.5 g 644 g Fase Luar (8%) Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% Cara menghitung : .5 g Misalnya : Granul FD yang diperoleh 600 g dengan kadar air 2%.Laktosa = 644 – (500 + 70 + 21. dibuat 1000 tablet Formula : Fase Dalam (92%) Paracetamol 500 g Amilum 10% dari bobot tablet 70 g Musilago amili 10% (1/3 FD) 21. Jumlah tablet yang diperoleh = 588/644 x 1000 tablet = 913.04 tablet. Fase luar yang ditambahkan : .

Mg stearat 1% = 1/92 x 600 g = 6.04 = 714.60 g Bobot tablet yang diperoleh = 600 g + 6.6 g 913. jumlah tablet 1000 tablet Formula : Fase dalam (97%) Zat A 400 g Amilum 10% bobot tablet 60 g Laktosa 122 g 582 g Fase Luar (3%) Mg stearat 1% 6 g Talk 2% 12 g Slug (98.04 g Amilum kering 5% = 5/92 x 600 g = 32.27 g II.5%) Zat A 400 g Amilum 60 g Laktosa 122 g . Granulasi Kering Contoh : Zat A 400 mg.04 g + 32. bobot tablet 600 mg.52 g + 13.52 g Talk 2% = 2/92 x 600 g = 13.

5 g Mg stearat (1%) 2.5 g Talk (2%) 5 g 250 g Bahan siap dikempa menjadi tablet…. bobot tablet 250 mg.614/846.614 g = 507.Mg stearat 3 g Talk 6 g 591 g Misalnya : slug yang diperoleh = 500 mg..024 g Bobot tablet = 507.024 ≈ 0.s 217.6 g III.076 g Slug + sisa FL = 500 g + 7. dibuat 1000 tablet Formula : Zat A 25 g Pengisi q.614 g Jumlah tablet yang diperoleh = 500/591 x 1000 = 846. Kempa Langsung Contoh : Zat A 25 mg.!!!!! .538 g Talk = 500/591 x 6 = 5. maka sisa FL yang ditambahkan : Mg stearat = 500/591 x 3 = 2.

Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. tergantung dari ketahanan granul pada getaran · Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak · Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. aliran akan lebih baik.BAB III EVALUASI TABLET A. Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran. 2. Bobot Jenis a. Bobot jenis nyata . Evaluasi Granul Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula. Jika ukuran granul berdekatan. · Timbang 100 gr granul · Letakkan granul pada pengayak paling atas · Getarkan mesin 5-30 menit. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. Evaluasi granul meliputi: 1. Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Bobot jenis sejati Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer gas Beckman b.

Kadar Pemampatan %T = Vo – V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran. Obat jenis nyata setelah pemampatan Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. Lihat volume setelah pemampatan. Bobot jenis nyata = bobot/volume c. Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan Pemampatan 500 x BJ nyata BJ nyata setelah pemampatan 3. Mampatlkan 500 x dengan alat volumeter . Kompresibilitas . 4. Baca volume.Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul .

Aliran a. Metode sudut istirahat Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) Tampung granul di atas kertas grafik . cara tidak bebas (paksa) digetarkan Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik.aliran buruk 5. Metode corong (128)/132 Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai. cara bebas b. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. b.% K= Dapt –Davc x 100 % Dapt Davc = Berat jenis nyata sebelum pemampatan Dapt = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——.

30 sangat mudah mengalir 30.45 mengalir > 45 kurang mengalir 6. Keseragaman tebal b. Kekerasan 3. Keragaman sediaan . dengan cara visual menggunakan loop agar permukaan tablet lebih jelas terlihat b. % KB = W1/W x 100 % % KB = Kandungan bobot % KL = Wa/W1 x 100 % % KL = Kandungan lembab Wa = W – W1 W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan B. Visual /Organoleptik a. Jika x = 25.40 mudah mengalir 40. Evaluasi Tablet (Produk Akhir) 1. Rasa 2. Sifat fisika kimia 1. Bau c. Rupa. Keseragaman ukuran a. Friabilitas 4. Kandungan Lembab Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . Keseragaman diameter 2.Hitung x.

timbang tablet sebanyak 10 buah. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. . Untuk tablet dengan bobot > 650 mg. bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %. Untuk tablet dengan bobot < 650 mg. Jadi ada 100 putaran. Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. Sering kali tablet bersalut lebih banyak dikontaminasi oleh bakteri disbandingkan oleh tablet tidak bersalut karena kelembaban internal tablet salut merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. Jalankan alat selama 4 menit. Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator.5 g. timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. Lingkungan produksi yang kurang bersih juga merupakan likungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. Keseragaman kandungan 5. . Uji Friabilitas Tablet . Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian. . Waktu hancur 6. . Disolusi 7. Keragaman bobot b. maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Setelah selesai. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar).a. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah. alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Friabilitas diukur dengan friabilator (gambar terlampir). Uji Mikrobiologi Terutama dilakukan pada tablet yang mengandung bahan-bahan yang mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Uji kadar zat aktif 3. Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri). Uji Keamanan/Toksisitas Untuk menguji apakah ada bahan-bahan lain yang toksik dalam tablet 4. maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Pada proses pengukuran friabilitas. bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama. keluarkan tablet dari alat. Oleh karena itu beberapa industri memberikan persyaratan kemurnian yaitu batas angka mikroba.

Suatu alat pengatur kecepatan digunakan sehingga memungkinkan untuk memilih kecepatan putaran yang dikehendaki dan mempertahankan kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi dalam batas lebih kurang 4%. sedangkan dalam masing-masing monografi. Komponen batang logam dan keranjang yang me-rupakan bagian dari pengaduk terbuat .5 ºC selama pengujian berlangsung dan. Dari jenis alat yang diuraikan disini. tinggi 160 mm hingga 175 mm. suatu motor.menjaga agar gerakan air dalam tangas air halus dan tetap. maka digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera pada uji Pelepasan Obat <961>. Penggunaan alat yang memungkinkan pengamatan contoh dan pengadukan selama pengujian berlangsung. Batang logam berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada tiap titik dari sumbu vertikal wadah berputar dengan halus dan tanpa goyangan yang berarti. tanpa harus kehilangan intregitasnya. misal pada saat pengemasan dan transportasi. Kondisi khusus penyimpanan dan pengemasan direkomendasikan pada monograpi masing-masing . diameter dalam 98 mm hingga 106 mm dan kapasitas nominal 1000 ml. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing-masing monografi. . pergunakan salah satu sesuai dengan yang tertera dalam masing-masing monografi. Lebih dianjurkan wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. suatu batang logam yang digerakkan oleh motor dan keranjang berbentuk silinder. Pada bagian atas wadah ujungnya melebar. Untuk tablet efervesen.4 hal 28) Uji Disolusi <1231> Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul. lembab. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. Alat terdiri dari sebuah wadah bertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan. harus disimpan pada wadah yang tertutup sangat rapat atau kemasan yang kedap terhadap lembab dan mungkin perlu ditambahkan zat adsorbent seperti silika gel. untuk mencegah penguapan dapat digunakan suatu penutup yang pas. . kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.(USP & NF 1994) . termasuk lingkungan tempat alat diletakkan tidak dapat memberikan gerakan. Bagian dari alat. (The International Pharmacopoeia 3rd ed Vol. gesekan dan guncangan mekanik. goncangan atau getaran signifikan yang melebihi gerakan akibat perputaran alat pengaduk. Wadah tercelup sebagian di dalam suatu tangas air yang sesuai berukuran sedemikian sehingga dapat mempertahankan suhu dalam wadah pada 37º ± 0. Penyimpanan Tablet . Alat 1.

05 satuan pH yang tertera pada masing-masing monografl. Oleh karena itu. Sama seperti Alat 1. Lakukan penetapan . Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung. tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah. Bila Media disolusi adalah suatu larutan dapar.5 µm). Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar.] Waktu Bila dalam spesifikasi hanya terdapat satu waktu. Prosedur untuk kapsul.0001 inci (2. Uji kesesuaian alat Lakukan pengujian masing-masing alat menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis disintegrasi dan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi sesuai dengan kondisi percobaan yang tertera. bedanya pada alat ini digunakan dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. atur pH larutan sedemikian hingga berada dalam batas 0. tidak kurang 1 cm dari dinding wadah. Dayung memenuhi spesifikasi pada Gambar 2. dan angkat termometer. Jarak antara dasar bagian dalam wadah dan keranjang adalah 25 mm ± 2 mm selama pengujian berlangsung. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan. cuplikan dapat diambil hanya pada waktu yang ditentukan dengan toleransi ± 2%. gunakan kasa 40 mesh. Sediaan dimasukkan ke dalam keranjang yang kering pada tiap awal pengujian. [Catatan Gas terlarut dapat membentuk gelcmbung yang dapat merubah hasil pengujian.dari baja tahan karat tipe 316 atau yang sejenis sesuai dengan spesifi-kasi pada Gambar 1. gas terlarut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum pengujian dimulai. Media disolusi Gunakan pelarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. pengujian dapat diakhiri dalam waktu yang lebih singkat bila persyaratan jumlah minimum yang terlarut telah dipenuhi. biarkan Media disolusi hingga suhu 37º ± 0. Bila dinyatakan dua waktu atau lebih. Masukkan 1 tablet atau 1 kapsul ke dalam alat. Dapat juga digunakan keranjang berlapis emas setebal 0. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dan 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti. Alat 2. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Alat dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari kalibrator yang bersangkutan. pasang alat.5º. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan suatu penyalut inert yang sesuai.

Buat koreksi seperlunya. larutkan cangkang kapsul dalam sejumlah volume Media disolusi seperti yang dinyatakan. angka 5% dan 15% dalam tabel adalah persentase kadar pada etiket. Interpretasi Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Harga Q adalah jumlah zat aktif yang terlarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. dengan demikian mempunyai arti yang sama dengan Q. penetapan. Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan. Tabel Penerimaan Tahap Jumlah yang diuji Kriteria Penerimaan S1 6 Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5% S2 S3 6 12 Rata-rata dari 12 unit (S1 +S2) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% Rata-rata dari 24 unit (S1 + S2+ S3) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q. tidak .seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang diuji sesuai dengan tabel penerimaan. Bila cangkang kapsul mengganggu. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket. Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S atau S. keluarkan isi tidak kurang dari 6 kapsul sesempuma mungkin.

lebih dari 2 unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% dan tidak satu unit pun yang lebih kecil dari Q – 25%. kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul yang tidak larut.75 cm ± 0. Alat Alat terdiri atas suatu rangkaian keranjang. diameter dalam lebih kurang 21. kawat kasa berada paling sedikit 2. termostat untuk memanaskan cairan media antara 35º hingga 39º dan alat untuk menaikturunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5.25 cm.7 cm.025 inci). Rangkaian keranjang bergerak vertikal sepanjang sumbunya. Rancangan rangkaian keranjang dapat sedikit berbeda asalkan spesifikasi tabung kaca dan . Suatu alat pengait dipasang pada alat yang menaikturunkan rangkaian keranjang melalui satu titik pada sumbunya. digunakan vntuk menggantungkan rangkaian keranjang. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas. tanpa gerakan horizontal yang berarti atau gerakan sumbu dari posisi vertikalnya.5 cm dari dasar wadah. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih. tebal 6 mm. bukan gerakan yang tiba-tiba dan kasar. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut. Waktu yang diperlukan bergerak ke atas adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk bergerak ke bawah dan perubahan pada arah gerakan merupakan perubahan yang halus. Pada permukaan bawah lempengan dipasang suatu kasa baja tahan karat berukuran 10 mesh nomor 23 (0. gelas piala berukuran 1000 ml. Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan aktifnya terlarut sempurna. tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempengan plastik. dengan enam buah lubang.3 cm dan tidak lebih dari 5. Bagian-bagian alat dirangkai dan dikencangkan oleh tiga buah baut melalui kedua lempengan plastik.5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah ber-jarak tidak kurang dari 2. masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya.5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm. masing-masing dengan panjang 7. masing-masing dengan diameter 9 cm. Rangkaian keranjang Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka. Volume cairan dalam wadah sedemikian sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas.

Ukuran tiap lekukan sedemikian hingga bagian yang terbuka pada dasar silinder luasnya 1. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. Bila tablet tidak hancur sempurna. Ajigkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Tanpa menggunakan cakram jalankan alat. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. tanpa menggunakan cakram. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Cakram Tiap tabung mempunyai cakram berbentuk silinder dengan perforasi.7 mm ± 0.20.15 mm dan diameter 20. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Setelah alat dijalankan telama 30 menit. Prosedur Tablet tidak bersalut Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. Cakram dibuat dari bahan plastik transparan yang sesuai. maka hanya selama batas waktu yang dinyatakan.ukuran kasa dipertahankan. Pada sisi silinder terdapat 4 lekukan dengan jarak sama berbentuk V yang tegak lurus terhadap ujung silinder.5 mm dan dalam 2. Tablet bersalut bukan enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang.5 mm ± 0. Setelah alat dijalankan selama satu jam. masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Setelah 4 jam. angkat keranjang dan amati semua tablet: tablet tidak hancur. termasuk pencelupan dalam air dan cairan lambung buatan LP adalah sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi ditambah 30 menit. ganti dengan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º dan teruskan pengujian hingga jangka waktu keseluruhan. refak atau menjadi lunak. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. salah satu lubang melalui sumbu silinder. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.dalam monografi.18 hingga 1. gunakan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media selama jangka waktu 2 jam ditambah dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi atau bila dalam monografi dinyatakan hanya tablet salut enterik. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media.55 mm. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Tablet bukal Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. Seluruh permukaan cakram licin. Terdapat lima lubang berukuran 2 mm yang tembus dari atas ke bawah. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut.15 mm.60 mm persegi dan pada bagian atas silinder lebar 9. Tablet salut enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur. tebal 9. angkat keranjang dan amati semua tablet. sedangkan lubang lain paralel terhadapnya dengan radius jarak 6 mm. . Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. mempunyai bobot jenis antara 1. gunakan air bersuhu 37º ± 2º sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi.

Amati tablet dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi: semua tablet harus hancur. Acetazolamide. kasa ini ditempatkan pada permukaan lempengan atas dari rangkaian keranjang. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. kecuali bagian dari cangkang kapsul. 43 Acetohydroxamide acid. BAB IV . semua kapsul harus hancur. . 15 Acetaminophen. Kapsul gelatin keras Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. . Acepromazine maleate. 56 Allopurinol. CONTOH TABLET . Kapsul gelatin lunak Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Kapsul gelatin keras. ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya: tidak kurang 16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna. Sebagai pengganti cakram digunakan suatu kasa berukuran 10 mesh seperti yang diuraikan pada rangkaian keranjang. 44 Acyclovir. Bila 1 tablet atau 2 kapsul tidak hancur sempurna. . Amati kapsul dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi. tanpa menggunakan cakram. 54 Albuterol. Tablet sublingual Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet iidak bersalut. . . 50 Albendazole. 41 Acetohexamide. 66 . Daftar Tablet pada USP 26 2003 . 64 Alprazolam. tanpa menggunakan cakram.

Aminobenzoate potassium. 142 Ampicillin. 186 Atropine sulfate. 185 Atenolol. 124 Aminophylline. 193 Azatadine maleate. 216 . 2762 Aspirin. 150 Anileridine HCl. 127 Aminosalicylate sodium. 120 Aminoglutethimide 122 Aminopentamide sulfate. 156 Apomorphine HCl. 117 Aminocarproic acid.Alumina. 130 Amitriptyline HCl. 166 Ascorbic acid. 138 Amoxicillin. 197 Azathioprine. 175 Astemizole. 128 Amiosalycylic acid. 198 Bacampicillin HCl. 133 Amodiaquine HCl. 204 Baclofen. 171 Asian ginseng. 212 Bendroflumethiazide. 209 Barium hydroxide lime sulfate.

252 Bromocriptine mesylate. 302. 345 Cascara. 228 Bethametasone. 324 Carbidopa. 320 Carbamazepine. 283 Butabarbital sodium. 341 Carteolol HCl. 282 Busulfan. 299. 311. 272 Bumetadine. 330 Carboxymethylcellulose sodium. 244 Bethanecol chloride. 268 Bromopheniramine maleate. 250 Bisacodyl. 354 . 275 Bupropion HCl. 234 Betaxolol. 309. 280 Buspirone HCl. 343 Corisoprodol. 245 Biperiden HCl. 286 Butalbital. 329 Carbinoxamine maleate. Calcium. 314 Captopril. 348 Cefaclor.Benztropine mesylate. Caffeine. 352 Cefadroxil.

460 Clarithromycin. 380 Cefprozil. 424 Chlorothiazide. 430 Chlorpromazine HCl. 442 Cimetidine.Cefixime. 489 Clozapine. 485 Clonazepam. 508 Colchicine. 507. 441 Chlorzoxazone. 468 Clomiphene citrate. 437 Chlorthalidone. 436 Chlorpropamide. 381 Cephalexine. 396 Cepharadine. 526 . 488 Clonidine HCl. 500 Codein. 409 Chlordiazepoxide. 415 Chloroquine phosphate. 454 Ciprofloxacin. 362 Cefpodoxime proxetil. 509 Cortisone acetate. 406 Chloramphenicol. 402 Chlorambucil. 426 Chlorpeniramine maleate. 518 Cyclizine HCl. 466 Clemastine fumarate.

589 Dichlorpenamide. 605 Diflunisal. 641 Dipyridamole. 645 . 599 Diethylcarbamazine citrate. 609 Digitalis. 624 Diltiazem HCl. 536 Dapsone. 638 Diphenoxylate.Cyclobenzaprine HCl. 596 Dicyclomine HCl. 621 Dihydroxyalumunium Na-carbonat. 527 Cyclophosphamide. 628 Dimenhydrinace. 604 Diethyl stilbestrol. 616 Dihydrotachisterol. 547 Demeclocycline HCl. 543 Dehydrocholic acid. 550 Desipramine HCl. 578 Diazepam. 594 Diclofenac sodium. 630 Diphenhydramine. 611 Digoxin. 602 Diethyl propion HCl. 530 Cyproheptadine HCl. 570 Dextroamphetamine sulfate. 552 Dexchlorpheniramine maleate.

765 Etidronate disodium. 764 Ethynodiol diacetate. 731 Estrogen. 672 Dydrogestrone. 725 Erythromycin. 717 Ergoloid mesylate. 720 Ergonovine maleate. 748 Estropipate. 722 Ergotamine tartrate.Dirithromycin. 768 Etodolac. 759 Ethionamide. 649 Divalproex sodium. 756 Ethynil estradiol. 1806 Ergocalciterol. 650 Docusate sodium. 700 Ephedrine. 753 Ethacrinic acid. 658 Doxycycline hydate. 679 Enalapril maleate. 770 . 677 Dyphylline. 646 Disulfiram. 755 Ethambutol HCl. 760 Ethotoin. 670 Doxylamine succinate.

894 . 859 Glucosamine. 866 Glycopirrolate. 788 Finasteride. 877 Guaifenesine. 888 Guanfacine. 880 Guanabenz acetate. 796 Fluoxetine. 791 Flecainide acetate. 819 Fluphenazine HCl. 870 Griseofulvin. 832 Furozolidone. 836 Furosemide. 890 Haloperidol. 850 Glipizide. 2765 Glyburide. 828 Folic acid. 793 Fludrocortisone acetate. 839 Gemfibrozil.Famotidine. 780 Ferrous sulfate. 886 Guanathidine monosulfate. 823 Flurbiprofen. 886 Guanadrel sulfate. 817 Fluoxymesterone. 775 Fenoprofen calcium.

958 Indapamide.Hydralazine HCl. 1027 Isosorbide dinitrate. 926 Hydromorphone HCl. 940 Ibuprofen. 932 Hydroxyzine HCl. 1063 Levamisole HCl. 1047 Ketorolac thromethamine. 912 Hydrocortisone. 1000 Isoniazide. 909 Hydrochlorthiazide. 1065 . 1053 Letrozole. 1050 Labetalol HCl. 910 Hydrocodone bitartrate. 1042 Ketoconazole. 928 Hydroxychloroquine sulfate. 1037 Isoxsuprine HCl. 995 Iopanoic acid. 961 Iodoquinol. 937 Hyoscyamine. 1026 Isopropamide iodide. 947 Imipramine HCl. 916 Hydroflumethiazide. 1061 Leucovorin calcium.

1152 Mephenytoin. 1153 Mephobarbital. 1136 Medroxyprogesterone acetate. 1132 Mecamylamine HCl. 1146 Meperidine HCl. 1144 Menadiol sodium diphosphate. 1074 Liothyronine sodium. 1106 Magnesia. 1087 Lithium carbonate. 1072 Levorphanol tartrate. 1120 Maprotiline HCl. 1109 Magnesium trisilikat.Levocarnithine. 1140 Megestrole acetate. 1085 Liotrix. 1128 Mazindol. 1068 Lisinopril. 1071 Levonogestrel. 1143 Melphalan. 1134 Meclizine HCl. 1100 Magaldarate. 1154 . 1093 Lorazepam. 1129 Mebendazole. 1098 Lovastatin. 1089 Loperamide HCl. 1069 Levodopa.

1178 Methazolamide. 1229 . 1207 Methylpenidate HCl. 1188 Methotrexate.Meprobamate. 1177 Methamphetamine HCl. 1210 Methyltestosterone. 1158 Mercaptopurine. 1179 Methdilazine HCl. 1196 Methylcellulose. 1215 Methysergide maleate. 1165 Mesoridazine besylate. 1208 Methylprednisolone. 1220 Metoprolol tartrate. 1223 Metronidazole. 1172 Methadone HCl. 1181 Methenamine. 1200 Methyldopa. 1183 Methimazole. 1186 Methocarbamol. 1159 Mesolamine. 1168 Metaproterenol sulfate. 1191 Methyclothiazide. 1228 Metyrapone. 1216 Metoclopramide. 1219 Metolazone. 1167 Mestranol. 1201 Methylergonovine maleate.

1269 Naproxen. 1366 Oxycodone HCl. 1361 Oxtriphylline. 1240 Minoxidil. 1306 Nifedipine. 1274 Niacin. 1253 Nadolol. 1317 Nitroglycerin. 1368 . 1358 Oxazepam. 1243 Molindone HCl.Minicycline HCl. 1343 Oxandrolone. 1241 Mitotane. 1260 Nafcillin sodium. 1245 Moricizine HCl. 1335 Norgestrel. 1321 Norethindrone. 1337 Nystatin. 1266 Naltrexone HCl. 1328 Norfloxacin. 1359 Oxprenolol HCl. 1313 Nitrofurantoin. 1305 Niacinamide. 1263 Nalidixic acid. 1362 Oxybutynin chloride.

1436 Perphenazine. 1458 Phenylpropanolamine HCl. 1476 Pimozide. 1486 Praziquantel. 1454 Phenylbutazone. 1443 Phendimetrazine tartrate. 1446 Phenmetrazine HCl. 1439 Phenazopyridine HCl. 1406 Penicillin. 1529 . 1379 Pancreatin. 1398 Penbutolol sulfate. 1394 Papaverine HCl. 1464 Phenytoin. 1467 Phytonadione. 1444 Phenelzine sulfate. 1482 Piperazine citrate. 1524 Prednisolone. 1413 Pergolide. 1447 Phenobarbital. 1480 Pindolol. 1403 Penicillamine. 1376 Oxytetracycline. 1391 Pancrealipase. 1396 Paramethasone acetate. 1449 Phentermine HCl.Oxymetholone.

1560 Promethazine HCl. 1579 Propylthiouracil. 1601 Pyrimetamine. 1539 Probenecide. 1585 Protriptyline HCl. 1618 . 1541 Probucol. 1612 Ranitidine. 1602 Pyrvinium pamoate. 1609 Quinin sulfate. 1543 Procainamide HCl. 1598 Pyridoxine HCl. 1604 Quinidine sulfate. 1536 Primaquine phosphate. 1562 Propantheline bromide. 1554 Promazine HCl.Prednisone. 1596 Pyridostigmine bromide. 1538 Primadone. 1604 Quazepam. 1545 Prochlorperazine maleate. 1574 Propranolol HCl. 1600 Pyrilamine maleate. 1553 Procyclidine HCl. 1565 Propoxyphene napsylate. 1588 Pyrazinamide.

1642 Reserpine. 1736 Sulfametoxazole.Rauwolfia serpentina. 1627 Riboflavine. 1682 Simvastatin. 1684 Sodium bicarbonate. 1663 Scopolamine HBr. 1696 Sodium salicylate. 1743 Sulfinpyrazone. 1737 Sulfapyridine. 1637 Ritrodine HCl. 1690 Sodium chloride. 1729 Sulfadimethoxine. 1732 Sulfamethizole. 1719 Sulfadiazine. 1745 Sulfisoxazole. 1741 Sulfasalazine. 1653 Saccharin sodium. 1621 Repaglinide. 1679 Simethicone. 1658 Salsalate. 1693 Sodium fluoride. 1745 Sulindac. 1705 Sucralfate. 1670 Selegiline HCl. 1674 Sennosides. 1747 .

1780 Theopylline. 1859 Triamcinolone. 1821 Thioridazine HCl. 1885 Trihexyphenidyl HCl. 1863 Triazolam. 1882 Triflupromazine HCl. 1850 Tolazamide. 1893 Trioxsalem. 1825 Thyroid. 1888 Trimeperazine tartrate. 1898 . 1811 Thiamine HCl.Tamoxifen citrate. 1874 Trichlormethiazide. 1854 Tolmetin sodium. 1840 Tocainide HCl. 1876 Trifluoperazine HCl. 1895 Triprolidine HCl. 1831 Timolol maleate. 1805 Thiabendazole. 1891 Trimethoprim. 1818 Thioguanine. 1755 Terbutaline sulfate. 1815 Thiethylperazine maleate. 1855 Trazodone HCl. 1776 Testolactone. 1851 Tolbutamide.

1938 Zalcitabine. 1914 Valerian. 2856 Verapamil HCl. 2854 Ursodiol. 1827 Acenocoumarol /Nicoumalone. 1901 Ubidecarenone. 1925 Warfarin sodium. 1828 Acetazolamide. Dispersible.Trisulfapyrimidines. 1844 . 1837 Aloxiprin. 1828 Aciclovir. 1837 Allopurinol. 1950 Zidovudine. 1832 Aciclovir . 1833 Alimemazine /Trimeprazine. 1842 Amiloride. 1843 Aminoglutethimide. 1839 Aluminium Hydroxide. 1953 Daftar Tablet pada BP 2001 Acebutolol.

1845 Amiodarone. 1867 Bendroflumethiazide /Bendrofluazide. 1895 Bumetanide and Slow Potassium. 1859 Aspirin . 1872 Benorilate. 1896 Busulfan. 1893 Brompheniramine. 1862 Atropine. 1859 Atenolol. 1858 Aspirin and Caffeine. 1887 Betamethasone. Enteric-coated. Effervescent Soluble. 1858 Aspirin . 1847 Amitriptyline. 1889 Bromocriptine. Dispersible. 1858 Aspirin .Aminophylline. 1874 Benzatropine. 1864 Azapropazone. 1886 Bisacodyl. 1893 Bumetanide. 1847 Ascorbic Acid. 1866 Baclofen. 1865 Azathioprine. 1875 Betamethasone Sodium Phosphate. 1860 Aspirin. 1899 .

Effervescent. 1944 Choline Theophyllinate. 1954 Clomifene. 1914 Cefaclor . 1907 Calcium Lactate. 1920 Cefuroxime Axetil. 1902 Calcium and Ergocalciferol. 1943 Chlortalidone.Calcium and Colecalciferol. 1949 Ciprofloxacin. 1942 Chlorpropamide. 1911 Cascara. 1910 Carbimazole. Chewable. 1946 Cimetidine. 1916 Cefalexin. 1941 Chlorpromazine. 1907 Calcium Gluconate . 1950 Clemastine. 1937 Chloroquine Sulphate. 1962 . 1904 Calcium Folinate. 1909 Carbamazepine. 1929 Chlordiazepoxide Hydrochloride. 1903 Calcium Carbonate . Slow. 1933 Chloroquine Phosphate. 1905 Calcium Gluconate. 1927 Chlorambucil. 1908 Captopril. 1938 Chlorphenamine /Chlorpheniramine.

Dispersible. 1982 Co-magaldrox. Dispersible. 1996 Co-trimoxazole . 1971 Co-beneldopa . 1990 Co-proxamol. Paediatric. 1974 Co-codamol. 1985 Colistin. Dipersible. 1985 Colecalciferol. 1975 Co-codaprin. 1997 Codeine Phosphate. 1991 Cyanocobalamin. 1964 Co-amilofruse. 1973 Co-careldopa. 1996 Co-trimoxazole . 1990 Co-tenidone. 1989 Cortisone. 2000 Cyclopenthiazide. 1993 Co-trimoxazole. 1980 Co-dydramol. 1970 Co-amoxiclav. 1977 Co-dergocrine.Clonidine. 2002 . 1968 Co-amilozide. 2000 Cyclophosphamide. 1992 Co-triamterzide. 1976 Co-codaprin . 1980 Colchicine. 1999 Cyclizine.

2020 Diethylstilbestrol. 2016 Dichlorophen. 2015 Diazoxide. 2028 Dipipanone and Cyclizine. 2045 . 2008 Dexamethasone. Slow.Cyproheptadine. 2009 Dexamfetamine. 2012 Diazepam. 2018 Dicycloverine /Dicyclomine. 2024 Digoxin. 2030 Dipyridamole. 2018 Diclofenac . 2002 Cyproterone. 2027 Diloxanide. 2006 Desipramine. 2023 Digitoxin. 2010 Dextromoramide. 2025 Dihydrocodeine. 2031 Disulfiram. 2003 Dapsone. 2027 Dimenhydrinate. 2034 Docusate. 2042 Dosulepin /Dothiepin. 2041 Domperidone. 2016 Diclofenac. 2021 Diflunisal.

2072 Fenbufen. 2082 Flavoxate. 2067 Ethinylestradiol.Doxycycline . 2059 Erythromycin Ethyl Succinate. 2056 Ergocalciferol. 2076 Ferrous Fumarate and Folic Acid. 2064 Erythromycin. Dispersible. 2049 Droperidol. 2082 Flecainide. 2076 Fenoprofen. 2070 Famotidine. 2052 Ephedrine Hydrochloride. 2084 Flucytosine. 2057 Ergometrine. 2065 Ethambutol. 2062 Estropipate. 2051 Dydrogesterone. 2059 Ergotamine Sublingual. 2080 Ferrous Fumarate. 2088 . Prolonged-release. 2080 Ferrous Gluconate. 2063 Erythromycin Stearate. 2081 Ferrous Sulphate. 2067 Etodolac. 2082 Ferrous Sulphate .

2099 Flurbiprofen. 2121 Gliquidone. 2128 Guanethidine. 2121 Glyceryl Trinitrate. 2088 Fluphenazine. 2143 Hydrochlorothiazide. 2156 Hyoscine Butylbromide. 2159 Ibuprofen. 2102 Fluvoxamine. 2157 Hyoscine. 2139 Hydralazine. 2143 Hydroflumethiazide. 2154 Hydroxychloroquine. 2162 . 2119 Gliclazide. 2120 Glipizide.Fludrocortisone. 2111 Gemfibrozil. 2153 Hydrotalcite. 2108 Furosemide /Frusemide. 2105 Fosfestrol. 2125 Griseofulvin. 2129 Haloperidol. 2115 Glibenclamide. 2104 Folic Acid.

2207 Lithium Carbonate . 2222 Megestrol. 2186 Isradipine. 2212 Magnesium Trisilicate .Imipramine. 2194 Levodopa. 2207 Lofepramine. 2183 Isosorbide Dinitrate. 2176 Isoniazid. 2165 Inositol Nicotinate. 2185 Isosorbide Mononitrate. 2198 Levothyroxine /Thyroxine. 2210 Lorazepam. 2199 Liothyronine. 2204 Lisinopril. Slow. 2208 Loprazolam. 2198 Levonorgestrel and Ethinylestradiol. Compound. 2166 Iopanoic Acid. 2223 Melphalan. 2228 . 2164 Indoramin. 2226 Menadiol Phosphate. 2219 Mebeverine. 2212 Lormetazepam. 2206 Lithium Carbonate. 2189 Labetalol.

2235 Methylcellulose. 2231 Metformin. 2258 Nabumetone. Prolonged-release. 2230 Mercaptopurine. 2238 Methylprednisolone. 2237 Methylphenobarbital. 2242 Metoprolol Tartrate. 2239 Methysergide. 2264 Neomycin. 2266 Neostigmine. 2268 Niclosamide. 2236 Methyldopa. 2231 Methadone. 2251 Mitobronitol. 2259 Nalidixic Acid. 2234 Methotrexate. 2247 Mianserin.Meptazinol. 2253 Morphine. 2260 Naproxen. 2240 Metoclopramide. 2257 Moxisylyte /Thymoxamine. 2256 Morphine Sulphate . 2249 Minocycline. 2244 Metronidazole. 2268 . 2230 Mepyramine.

2269 Nicotinic Acid. 2296 Paracetamol . 2303 Pentobarbital. 2287 Oxazepam. 2307 . 2285 Orphenadrine Hydrochloride. 2276 Norfloxacin. 2269 Nicotinyl Alcohol. 2288 Oxymetholone. Soluble. 2279 Nystatin. 2280 Orciprenaline. 2275 Norethisterone. 2274 Nitrofurantoin. 2287 Oxybutynin. 2291 Pancreatin. 2287 Oxprenolol. 2299 Pentazocine. 2272 Nitrazepam. Dispersible. 2296 Paracetamol . 2277 Nortriptyline. 2270 Nimodipine. 2303 Perphenazine. 2297 Penicillamine.Nicotinamide. 2289 Oxytetracycline. 2293 Paracetamol.

2338 Probenecid. 2311 Phenobarbital. 2340 Prochlorperazine Buccal. 2313 Phenytoin. 2344 Procyclidine. 2335 Prednisolone . 2346 Proguanil. 2346 . 2319 Pimozide. 2330 Potassium Chloride . 2325 Poldine. 2309 Phenelzine. 2332 Prazosin. 2345 Prochlorperazine.Pethidine. 2323 Pizotifen. 2311 Phenoxymethylpenicillin. 2333 Prednisolone. Slow. 2309 Phenindione. 2310 Phenobarbital Sodium. 2321 Piperazine Phosphate. Enteric-coated. 2336 Primidone. Effervescent. 2330 Potassium Iodate. 2327 Potassium Chloride . 2317 Phytomenadione. 2339 Procainamide. 2320 Pindolol. 2326 Polythiazide.

2356 Pyrazinamide. 2374 Senna. 2361 Ranitidine. Compound. 2367 Salbutamol. 2352 Propranolol. 2359 Quinine Bisulphate. 2356 Pyridostigmine. 2357 Pyrimethamine. 2364 Ritodrine. 2357 Pyridoxine. 2372 Selegiline. 2349 Promethazine Hydrochloride. 2385 Sodium Fluoride. 2355 Pseudoephedrine. 2384 Sodium Citrate. 2354 Protriptyline. 2360 Quinine Sulphate. 2389 . 2350 Promethazine Teoclate. 2381 Sodium Chloride.Promazine. 2358 Quinidine Sulphate. 2353 Propylthiouracil. 2377 Sodium Bicarbonate . 2351 Propantheline.

Sodium Valproate, 2396 Sodium Valproate , Enteric-coated, 2396 Sotalol, 2400 Spironolactone, 2402 Stanozolol, 2404 Sulindac, 2409 Sulfasalazine, 2407 Sulfinpyrazone, 2408 Sulpiride, 2410

Tamoxifen, 2412 Temazepam, 2415 Tenoxicam, 2416 Terbutaline, 2417 Terfenadine, 2419 Tetracycline, 2424 Thiamine, 2425 Thioridazine, 2427 Tiabendazole, 2428 Timolol, 2429 Tioguanine, 2431 Tocopheryl Succinate , Alpha, 2433 Tolazamide, 2433 Tolbutamide, 2434 Tranexamic Acid, 2435 Tranylcypromine, 2436 Triamcinolone, 2440

Trifluoperazine, 2441 Trihexyphenidyl /Benzhexol, 2442 Trimethoprim, 2443 Trimipramine, 2443 Triprolidine, 2444

Ursodeoxycholic Acid, 2447

Verapamil, 2450 Verapamil , Prolonged-release, 2450 Vigabatrin, 2451

Warfarin, 2456

Zuclopenthixol, 2462

Daftar Tablet pada Codex

Acetazolamide 708 Acetylcysteine 710 Acyclovir 711 Allopurinol 716 Aminophlline 721 Amitriptyline 725 Ammonium Chloride 727 Amoxycillin 728

Amphotericin 731 Ampicillin 733 Apomorphine 739 Aspirin 741 Atenolol 747 Atropine 748 Azathioprine 751

Baclofen 753 Benzylpenicillin 760 Betamethasone 765

Caffeine 771 Captopril 772 Carbamazepine 774 Cefuroxime 779 Cephalexin 780 Chlorambucil 785 Chlorampenicol 786 Chlordiazepoxide 790 Chlormethiazole 792 Chloroquine 794 Chlorpheniramine 797 Chlorpromazine 799 Chlorthalidone 802 Cimetidine 803 Codeine 813

Cortisone 817 Cyclophosphamide 819 Dapsone 823 Dexamethasone 824 Diazepam 830 Diclofenac 835 Diethylcarbamazine 839 Diethylpropion 839 Digoxin 840 Doxycycline 850 Ergometrine 852 Ergotamine 854 Erythromycin 855 Ethacrynic acid 861 Ethinyloestradiol 863 Fenoprofen 864 Ferrous salts 866 Fludrocortisone 870 Fluphenazine 871 Folic acid 873 Furosemide 875 Glibenclamide 882 Glyceryl trinitrate 884 .

Griseofulvin 888 Haloperidol 892 Hydralazine 897 Hydrochorothiazide 899 Hydrocortisone 901 Ibuprofen 908 Imipramine 911 Isoniazid 928 Isosorbide 931 Ketoprofen 933 Levodopa 96 Lithium salts 940 Lorazepam 942 Meprobamate 945 Mesalazine 946 Methadone 947 Methotrexate 949 Methyldopa 952 Methylprednisolone 953 Metoclopramide 956 Metronidazole 959 Miconazole 964 .

Morphine 966 Naproxen 971 Nifedipine 975 Nitrazepam 979 Nitrofurantoin 980 Norethisterone 983 Nystatin 984 Orphenadrine 986 Paracetamol 987 Pethidine 993 Phenobarbitone 994 Phenoxymethylpenicillin 998 Phenytoin 1001 Piperazin 1008 Piroxicam 1010 Prednisolone 1013 Primidone 1018 Prochorperazine 1020 Promethazine 1022 Propanolol 1025 Quinidine 1029 Quinine 1032 .

Ranitidine 1034 Riboflavine 1037 Salbutamol 1041 Sodium valproate 1046 Spironolactone 1046 Sulphadimidine 1049 Sulphamethoxazole 1051 Tamoxifen 1055 Tetracycline 1062 Theophylline 1067 Thyroxine 1073 Timolol 1074 Tolbutamide 1076 Triamcinolone 1078 Trimethoprim 1082 Verapamil 1083 Daftar Tablet pada FI IV Aloksiprin 76 Alopurinol 74 Alprazolam 80 Alprenolol hidroklorida 82 .

Amfetamin sulfat 100 Amilorida hidroklorida 89 Aminofilin 91 Ampisilin 105 Antalgin 538 Asam aminokaproat 36 Asam asetilsalisilat 32 Asam asetilsalisilat didapar 33 Asam askorbat 39 Asam folat 42 Asam nalidiksat 45 Asetaminofen 650 Asetazolamida 25 Asetosal 32 Atenolol 115 Atropine sulfat 116 Azatioprin 121 Besi (II) fumarat 379 Betametason 136 Bisakodil 146 Bromokriptin mesilat 151 Dusulfan 156 Dapson 278 Deksametason 288 Diazepam 304 .

Dietilkarbamazin sitrat 302 Difenhidramin teoklat 325 Digitalis 315 Digitoksin 316 Digoksin 319 Diltiazem hidroklorida 323 Dimenhidrinat 325 Dipiridamol 332 Efedrin hidroklorida 350 Efervesen asam asetilsalisilat 35 Ekstrak beladon 127 Ergometrin maleat 354 Ergonovin maleat 354 Eritromisin 358 Eritromisin etilsuksinat 359 Eritromisin stearat 359 Etambutol hidroklorida 62 Fenfluramin hidroklorida 374 Fenobarbital 660 Fenoksimetilpenisilin 665 Fitonadion 674 Furosemida 402 Glibenklamida 411 Griseofulvin 420 .

Guaifenesin 422 Haloperidol 425 Hidroklortiazida 434 Hiosin hrobromida 445 Ibuprofen 445 Isoniazid 473 Kalsium laktat 165 Karbamazepin 170 Karisoprodol 176 Ketokonazol 486 Klemastin fumarat 231 Klomifen sitrat 240 Klonidin hidroklorida 244 Klordiazepoksida 199 Klordiazepoksida hidroklorida 201 Klorfeniramin maleat 211 Klorokuin fosfat 208 Klorpromazin hidroklorida 215 Klorpropamida 215 Klortalidon 216 Klorzoksazon 218 Kotrimoksazol 770 Kuinidin sulfat 727 Kuinin sulfat 732 .

Lepas tunda asam asetilsalisilat 34 Levamisol hidroklorida 491 Levotiroksin natrium 495 Lorazepam 505 Luminal 660 Mebendazol 522 Merkaptopurin 533 Metadon hidroklorida 536 Metampiron 538 Metenamin mendelat 540 Metformin hidroklorida 535 Metildopa 547 Metilergometrin maleat 548 Metilergonovin maleat 548 Metoklopramida hidroklorida 556 Metoprolol tartrat 542 Metronidazol 561 Nadolol 573 Naproksen natrium 579 Natrium aminosalisilat 582 Natrium bikarbonat 604 Neostigmin bromide 607 Nistatin 626 Nitrazepam 615 Nitrogliserin 619 .

Norethisteron 622 Noretindron 622 Papaverin hidroklorida 647 Parasetamol 650 Penisilin V 665 Piperazin fosfat 682 Piperazin sitrat 681 Pirazinamida 722 Piridoksin hidroklorida 724 Prazikuantel 690 Prazosin hidroklorida 692 Prednisone 697 Primakuin fosfat 698 Probenesid 700 Propanolol hidroklorida 710 Propel flourasil 714 Ranitidine hidroklorida 734 Reserpin 739 Sefaleksin 182 Sefradin 182 Siklofosfamida 267 Simetidin 224 Siproheptadin hidroklorida 272 Skopolamin hidrobromida 445 .

Sublingual isosorbid dinitrat 475 Sulfametoksazol dan trimetoprim 770 Tamoksifen sitrat 773 Tiamina hidroklorida 785 Tolbutamida 799 Triheksifenidil hidroklorida 805 Vaginal nistatin 626 Vaginal klotrimazol 248 Verapamil hidroklorida 825 Vitamin B1 785 Vitamin K1 674 Daftar Tablet pada Fornas Acipheco 7 Alopurinol 17 Alprenolol 18 Alukol 19 Aluminium hidroksida 19 Aminofilina 20 Amitriptilina 22 Amobarbital 23 Amobarbital natrium 24 Amodiakina 25 .

Antalgin 108 Antazolina 28 Antinfluenza Dep Kes 6 APC 7 Asam asetilsalisilat 5 Asam asetilsalisilat kamfer opium 6 Asam asetilsalisilat kofeina fenasetina 7 Asam askorbat 8 Asam folat 11 Asam nikotinat 12 Asetaminofen 3 Asetaminofen asetilsalisilat kofeina 4 Asetazolamida 4 Asetosal 5 Atropine difenoksilat 33 Barbital 39 Beladon 39 Bendrofluazida 40 Benzheksolium 41 Benzotropina 42 Besi (II) fumarat 129 Besi (II) glukonat 130 Besi (II) sulfat 131 Betametason 47 Betametason fosfat 48 Biperidena 50 .

Bisakodil 51 Busulfan 53 Butobarbital 54 Dapson 93 Deksametason 93 Deksamfetamina 96 Deksklorofeniramina 97 Dekstrometorfan 100 Dekstromoramida 101 Diazepam 103 Didrogesteron 116 Dienesterol 106 Dietilkarbamazina 101 Dietilstilbestrol 102 Difenhidramina teoklat 114 Digilanida C 173 Digitalis 107 Digitoksin 107 Digoksin 108 Diiodoksikinolina 109 Dikorfenamida 105 Diloksanida 109 Dimenhidrinat 114 Dimetusteron 111 Dioktil sulfosuksinat 111 Doksikorton 114 .

Dover 219 Efedrina 118 Efervesen asetosal 6 Ergometrina 123 Ergonovina 123 Ergotamina 124 Eritromisina 125 Etambutol 12 Etundron 16 Etunilestradiol 15 Etusteron 16 Fenetisilina 236 Fenfluramina 128 Fenilbutazon 240 Fenindamina 237 Fenitoina 242 Fenobarbital 237 Fenoksimetilpenisilina 240 Fenolftalein 238 Fitomenadion 244 Fludrokortison 131 Flufenazina 131 Fluprednisolon 133 Ftalilsulfatiazol 243 Furosemida 133 .

Gliserol trinitrat 141 Glutetimida 140 Griseofulfina 140 Guanetidina 143 Haloperidol 143 HCT 150 Heksamina 146 Heksamina mandelat 146 Hidralazina 149 Hidroflumetiazida 156 Hidroklortiazida 150 Hidrokodon 150 Hidrokortison 150 Hidroksizina 158 Hiosina 159 Hiosina metilbromida 161 Imipramina 163 INH 167 Iodokloroksikinolina 77 Isokarboksazida 167 Isoksuprina 169 Isoniazid 167 Isoprenalina 168 Isopropamida 169 .

Isoproterenol 168 Kalek 57 Kalsiferol 57 Kalsium benzamidosalisilat 55 Kalsium glukonat 55 Kalsium laktat 57 Kalsium pantotenat 57 Karbamazepina 59 Karbarson 59 Karbimazol 60 Karbinoksamina 61 Karbromal 62 Kina 266 Kinidina 264 Kinina bisulfat 264 Kinina hidroklorida 265 Kinina sulfat 266 Kiniofon 266 Kliokinolina 77 Klomifen 80 Klorambusil 64 Klordiazepoksida 68 Klorfeniramina 69 Klorguanida 69 Klorkina 73 Klorpromazina 70 .

Klorpropamida 72 Klortalidon 74 Klortiazida 75 Kodeina 82 Kolina teofilinat 75 Kolistina 84 Kortison 87 Lanatosida-C 173 Lapis 312 Levodopum 175 Levotiroksina 176 Liotironina 179 Mebhidrolina 181 Meditren 166 Melfalan 182 Menadion 182 Mepakrina 184 Mepenzolium 184 Mepiramina 186 Meprobamat 185 Merkantopurina 186 Metampiron 188 Metandienon 189 Metandrostelonon 189 Metantelina 189 .

Metenamina 146 Metenamina mendelat 146 Metilklotiazida 192 Metildopum 192 Metildopum hidroklortiazida 193 Metilergometrina 193 Metilergonovina 193 Metilpredmisolon 195 Metiltestosteron 196 Metiltiourasil 197 Metimazol 190 Metionina 191 Metisergida 197 Metronidazol 197 Multivitamin 199 Natrium bikarbonat 207 Natrium subkarbonat 207 Neomisina 208 Neostigmina 210 Niklosamida 210 Nikotinamida 211 Nistatina 214 Nitrazepam 212 Nitrofurantoina 212 Nitrogliserin 141 Noretandrolon 213 .

Noreundron 213 Noretundron asetat 213 Noretusteron 213 Noretusteron asetat 213 Novobiosina 214 Oksifensiklimina 222 Oksitosina 225 Opial 226 Opium majemuk 219 Orsiprenalina 219 Papaveretum 226 Papaverina 226 Paraminosalisilat 228 Parasetamol 3 PASNA 228 Penisilina-V 240 Pentaeritritol 230 Pentobarbital 231 Perfenazina 232 Petidina 234 Piperazina adipat 247 Piperazina sitrat 247 Piridoksina 262 Piridostigmina 262 Pirimetamina 263 .

Pirvinum 263 Polimiksina 249 Politiazida 250 Prednisolon 251 Prednison 254 Primakina 254 Primidon 254 Proguanil 69 Prokainamida 255 Proklorperazina 256 Promazina 258 Prometazina hidroklorida 259 Prometazina teoklat 260 Propanolol 267 Propantelina 260 Propiltiourasil 261 Propisilina 261 Ragi 271 Reseprina 266 Riboflavina 269 Sakarina 270 Sakaromises 271 Salisilamida 271 Salut kering 312 Sefaleksina 62 .

Sianokobalamina piridoksina tiamina 89 Siklofosfamida 90 Sikloserina 91 Sinkofen 76 Siproheptadina 91 Sisip 312 Skopolamina 159 Skopolamina metilbromida 161 Spironolakton 274 Stilbestrol 102 Sublingual 312 Sulfadiazina 277 Sulfadimetoksida 277 Sulfadimidina 278 Sulfafurazol 281 Sulfaguanidina 279 Sulfametazina 278 Sulfamerazina 279 Sulfametizol 280 Sulfametoksazol 280 Sulfametoksipiridazina 280 Sulfasomidina 281 Sulfisoksazol 281 Sulfisomidina 281 Tiamina 288 Tietilperazina 288 .

Tioridazina 289 Tiroksina 176 Tolazolina 291 Tolbutamida 291 Triamsinolon 292 Trifluoperazina 295 Triheksifenidil 41 Trimoksazol I 296 Trimoksazol II 296 Tripelenamina 296 Trisulfa 297 Trisulfapirimidina 297 Vioform 77 Vitamin-B kompleks 302 Vitamin-B1 288 Vitamin-B2 269 Vitamin-B6 262 Vitamin-C 8 Vitamin-D 57 Vitamin-K 182 Warfarin 303 BAB V TABLET KHUSUS A. TABLET EFFERVESCENT .

1.I. Pendahuluan I. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat. Dengan rasa asam sedikit berlebih. 2. Tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam penyimpanan. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dulu dalam air baru diminum 5. 4. sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan. antara lain. Rasa menyenangkan karena karbonisasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak 3. 3. Kerugian yang terdapat pada tablet effervescent. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia 2. Keuntungan dan Kerugian Effervecent Keuntungan yang dimiliki tablet effervescent. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. asam tartrat) dan Natrium bikarbonat. Di samping menghasilkan larutan yang jernih. 1. I. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescen I. Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat. yang mengandung dosis yang tepat 2. 1. yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. Tablet Effervecent Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. Pembuatan Efervescent . Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika. tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu. antara lain. Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat.

Granulasi dengan Cairan Non Reaktif.5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. granulasi kering. 3. Reaksi kedua bahan ini akan dipercepat dengan adanya air. Biasanya komponen asam yang dipanaskan. a. menggunakan suatu alat semprot khusus yang dilangkapi dengan saluran penyemprot bahan pengikat dan saluran udara pemanas.Tablet effervecent dibuat dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah. . Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur. sehingga juga harus dijaga pada suhu yang relatif rendah. Proses pembuatan tablet efervesen membutuhkan kondisi khusus. Metode fluidisasi dengan metode wurster. dan dengan metode fluidisasi. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP. Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil. Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. Granulasi dengan Cairan Reaktif. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak. Selain itu suhu tinggi juga dapat mempercepat perusakan bahan tablet. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0. Granulasi Basah Umumnya sama dengan tablet konvensional Prosesnya: 1.1-0. Tablet effervecent memerlukan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai penghasil karbondioksida. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan. Cara Pemanasan. kelembabab harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara. maka dari itu tablet Efervescent selama perjalanannya mulai akhir produksi sampai ke tangan pasien tidak boleh sedikitpun kontak dengan air. 2. Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol.

Bahan dihaluskan menjadi granul dalam mesin granul. Aliran bebas granul f. Bahan Tambahan Tablet Effervecent Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesen yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya. I. Cara Slugging Dibuat bongkah-bongkah tablet ukuran besar menggunakan mesin tablet kemudian tablet dimasukkan ke dalam mesin granulasi untuk dihaluskan menjadi ukuran yang dikehendaki 2. Granulometri d. 4. Ukuran partikel b. Banyak dari proses dan alat proses yang sama. Bentuk partikel c. Karakteristik komponen tablet Efervesen: 1. Apabila bahan baku yang digunakan tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai. . Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. Sekali dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi adalah pertambahan air. Granulasi Kering Dilakukan dengan dua cara: 1. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti: a. Keseragaman distribusi e. artinya bahan baku yang digunakan harus kering. Cara Kompaktor Menggunakan mesin khusus rol kompaktor yang mengempa serbuk premix menjadi bentuk pita/lempeng diantara dua rol yang berputar berlawanan. Granul harus dapat dikompresi 2.b.

Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat digunakan natrium perborat anhidrat. asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat. reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet tidak akan terdisintegrasi secara cepat. Sumber Karbondioksida Sumber karbondioksida dari tablet efervesen didapat dari garam-garam karbonat. Garam Asam Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan. Asam anhidrat Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber karbondioksida. Asam Tartrat. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. 1. Natrium karbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi efervesen. merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang murah.85% menunjukan pH 8. . Kecepatan kelaurtan lebih penting dari kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet terdisintegrasi. 3. 2. Garam yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat.Contoh: CH2COOH CH2COONa CH2COOH + 3NaHCO3 CHCOONa + 3 CO2 + 3 H2O CH2COOH CH2COONa Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat (kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi. 4. garam ini dapat menghasilkan proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. dan dalam bentuk granul dapat mengalir dengan bebas. antara lain : Asam Sitrat. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen.3. I. Contohnya adalah suksinat anhidrat.5. 4. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga mempunyai sifat higrokopis. Molekul air memang masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa. Contohnya adalah natrium hidrogen fosfat. Jika komponen tablet tidak larut. I. Natrium bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0. natrium karbonat dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11. Sumber Asam Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat digolongkan menjadi. Asam Makanan.

natrium dihidrogen fosfat, dan natrium bisulfit. I. 4. 3. Bahan Tambahan Lainnya Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan pengikat, bahan pengisi, dan lubrikan. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam jumlah yang terbatas. Seperti halnya pengisi, hanya digunakan sedikit saja, karena dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam.

a. Pengikat dan zat penggranul Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan pengikat seperti gelatin, amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat ketidakstabilan tablet efervesen. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP. PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol, etanol atau hidroalkohol. Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk pelarut PVP.

b. Pengisi Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan efervesen sudah cukup besar. Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik. Pengisi lain adalah Na. Klorida, Na. Sulfat dan Na. Bikarbonat.

c. Lubrikan Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat digunakan sebagai lubrikan. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan lubrikan larut air yang efektif. II. CONTOH FORMULA (VITAMIN C) II. 1. Formulasi Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1,5 gram. Formula untuk 1 buah tablet effervescent : Vitamin C 500 mg Pyridoxine 20 mg

PVP 3% 45 mg Sukrosa 15% 225 mg Asam sitrat monohidrat 208 mg Asam tartrat 222,9 mg Natrium bikarbonat 249,5 mg PEG 8000 30 mg II. 2. Perhitungan Bobot tablet effervescent 1500 mg Fasa dalam bobot 98% = 98/100 ´1500 mg = 1470 mg Fasa luar (terdiri dari pelincir) bobot 2% = 2/100 ´ 1500 mg = 30 mg Fasa dalam terdiri dari zat aktif, asam, basa, pengikat, dan pengisi. Bobot asam dan basa = fasa dalam – (zat aktif + pengikat + pengisi) = 1470 mg – ( 520 + 45 + 225 ) mg = 680 mg Asam sitrat monohidrat: BM = 210,13 Bilangan ekivalen = 3 Bobot ekivalen = 210,13/3 = 70,04 Asam tartrat: BM = 150,09 Bilangan ekivalen = 2 Bobot ekivalen = 150,09/2 = 75,05 Natrium bikarbonat: BM = 84,01 Bilangan ekivalen = 1 Bobot ekivalen = 84,01/1 = 84,01 70,04 mol ekivalen + 75,05 mol ekivalen + 84,01 mol ekivalen = 680 mg 229,1 mol ekivalen = 680 mg mol ekivalen = 2,97

Asam sitrat monohidrat = 70,04 ´ 2,97 = 208 mg Asam tartrat = 75,05 ´ 2,97 = 222,9 mg Natrium bikarbonat = 84,01 ´ 2,97 = 249,5 mg Pertimbangan pemilihan bahan-bahan dalam formula dan metode pembuatan Bobot tablet yang dipilih 1500 mg karena bobot tersebut cukup untuk bobot tablet effervescent Dosis asam askorbat yang dipilih 500 mg/hari karena dosis tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sariawan akibat defisiensi vitamin C. Jumlah pyridoxine yang dikonsumsi per hari sebanyak 2,2 mg harus terpenuhi untuk lakilaki dan 2 mg untuk perempuan. Pyridoxine yang digunakan untuk pengobatan anemia sideroblastik dan untuk merawat kelainan metabolisme akibat defisiensi pyridoxine memiliki dosis sebesar 100-400 mg per hari. Dosis pyridoxine yang dipilih dalam formula ini sebesar 20 mg/hari karena masih termasuk rentang dosis yang dapat digunakan untuk profilaksis dan defisiensi pyridoxine, juga untuk memenuhi bobot tablet effervescent sebesar 1,5 gr. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut air dan konsentrasi yang dipilih 3% karena PVP yang digunakan sebagai pengikat dalam formulasi dan teknologi Farmasi sebesar 0,5-5% Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam tablet effervescent adalah gula. Konsentrasi yang dipilih 15% karena sukrosa yang digunakan sebagai pengisi pada formulasi dan teknologi Farmasi 2-20%. Asam yang digunakan adalah kombinasi antara asam sitrat monohidrat dan asam tartrat karena dengan kombinasi akan diperoleh tablet effervescent yang bik. Bila digunakan asam sitrat monohidrat tunggal maka granul yang dihasilkan lengket dan lunak sehingga tidak dapat dikempa, sedangkan bila digunakan asam tartrat tunggal maka akan dihasilkan tablet effervescent yang keras dan retak-retak. Basa yang digunakan adalah natrium bikarbonat karena basa tersebut biasa digunakan dalam kombinasi dengan asam tartrat. Lubrikan yang digunakan harus larut air sehingga dipilih PEG 8000 Metode pembuatan yang dipilih adalah granulasi kering karena zat aktif merupakan vitamin yang tidak tahan panas sehingga dengan granulasi kering maka tidak diperlukan proses pengeringan yang memerlukan panas.

Penimbangan dilakukan untuk membuat 500 buah tablet effervescent Asam askorbat 500 mg ´ 500 = 250 g Pyridoxine 20 mg ´ 500 = 10 gr PVP 3% 45 mg ´ 500 = 22,5 gr Sukrosa 15% 225 mg ´ 500 = 112,5 gr Asam sitrat monohidrat 208 mg ´ 500 = 104 gr Asam tartrat 222,9 mg ´ 500 = 111,45 gr Natrium bikarbonat 249,5 mg ´ 500 = 124,75 gr

Diayak dengan pengayak nomor 16 mesh.5 gr. Dilakukan uji aliran granul yang diperoleh. Jika tidak diperoleh aliran sebesar itu. Setelah granul memiliki aliran 10 gr/detik.2 Prosedur i) Kandungan Air (hanya untuk granul hasil granulasi basah) a. harus dilakukan slugging kembali hingga diperoleh aliran yang dikehendaki. kemudian dihancurkan hingga derajat kehalusan tertentu. b.4. Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det iii) Kadar Pemampatan . Massa serbuk dislugging. . Aliran yag diperoleh harus sebesar 10 gr/detik. Evaluasi Granul . kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance). Granul siap dikempa menjadi tablet dengan bobot 1. Piring logam dipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan. .1 Tujuan Untuk memeriksa apakah granul yang terbentuk memenuhi syarat atau tidak untuk dikempa.PEG 8000 30 mg ´ 500 = 15 gr II.4. Dicampur menjadi satu kemudian dicampur hingga homogen.3 Prosedur Pembuatan Metode Granulasi Kering Zat aktif dan eksipien masing-masing dihaluskan dlam tempat yang terpisah. II. Sejumlah tertentu granul dimasukkan kedalam alat penentuan (corong) penguji aliran. Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam. b. . pada granul ditambahkan lubrikan. c. Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det.4. II. Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). II. Alat dijalankan dan dicatat waktu yang dibutuhkan oleh massa granul untuk melewati corong. ii) Kecepatan Aliran (Menggunakan Flow Tester) a.

Bobot jenis nyata · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur. d. Masukkan 100 gr granul dalam gelas ukur 250 mL . c. dan volume pada ketukan ke 10. Hitung kadar pemampatan dengan persamaan berikut ini: Kp = [(Vo-Vt)/Vo] x 100 % Kp = kadar pemampatan Vo = volume granul sebelum pemampatan Vt = volume granul pada t ketukan Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika Kp < 20%. Catat volumenya (Vo). · Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali. b. 100. 50. Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. iv) Bobot jenis a. Bobot jenis mampat · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. · Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. diukur. Catat volumenya (V10 dan V500).a. · Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat . Volume mula-mula dicatat sebagai ketukann 0 (Vo). · Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan b. · Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. Lakukan pengetukan.

tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu .5. . iii) Keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet.5.2 Prosedur i) Pemeriksaan penampilan Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakkan. Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet. Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. II. . II. ii) Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan.W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan v) Indeks kompresibilitas Hitung dengan persamaan : [(Pn-P)/Pn] x 100 % vi) Perbandingan Haussner Hitung dengan persamaan berikut ini : § Angka Haussner = BJ setelah pemampatan/BJ sebelum pemampatan.1 Tujuan Untuk memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak.5 Evaluasi Tablet . . § Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika angka Haussner > 1. Jika ditimbang satu persatu. II.

50C Masukkan 1 tablet kedalam alat. III. Alat diputar 25 rpm selama 4 menit. hentikan alat. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1). v) Friabilitas a. Lakukan penetapan kadar sesuai monografi. kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator. 2nd edition. lalu dibersihkan dari debu dan timbang (W1).tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari hanya yang ditetapkan kolom B. Pharmaceutical Excipients. Masukkan tablet ke dalam alat. c. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara media disolusi dan bagian atas keranjang atau dayung. 1994. . dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2.Indeks friabilitas (f) = (Wo -W1)/Wo X 100% vi) Friksibilitas 20 tablet diambil secara acak. Friksibilitas = (Wo – W1)/W1 X 100 %. ( FI ed III hlm. alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 370 + 0. 7). Setelah 4 menit. kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah. Weller. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. b. iv) Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. DAFTAR PUSTAKA 1. vii) Uji Disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi. bersihkan dari debu. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. Editor: Ainley Wade and Paul J. kemudian ditimbang (Wo). tablet dikeluarkan. Dalam interval waktu yang ditetapkan. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo).

1994. 522-523. sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Page 436-478. kompresibilitas dan stabilitas yang dapat diterima. II. London: The Pharmaceutical Press. Keuntungan : ketersediaan hayati lebih baik dan dapat meningkatkan disolusinya. Council Of The Royal Pharmaceutical Society Of Great Britain. meningkatkan kepatuhan penderita terutama anak-anak dengan rasa yang enak. Martindale. disintegrasi. kompresibilitas. 1989. 12nd ed. antasida. Karakteristik : memiliki bentuk yang halus setelah hancur. The Pharmaceutical CODEX. ―The Extra Pharmacopeia‖ 29TH Edition. B. meskipun demikian sifat organoleptik zat aktif merupakan faktor yang paling utama. mempunyai rasa enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. 392-399. London. dan antibiotika tertentu. sebagai pengganti bentuk sediaan cair yang memerlukan kerja obat yang cepat. 500-504 2. lubrikan. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. TABLET KUNYAH I. The Pharmaceutical Press.London: The Pharmaceutical Press. . Empat faktor pertama di atas merupakan faktor yang umum untuk tablet biasa dan juga tablet kunyah. ―Principle and Practice of Pharmaceutics‖. Pendahuluan Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. Faktor Formulasi Beberapa faktor yang terlibat dalam formulasi tablet kunyah diantaranya adalah jumlah zat aktif. umumnya menggunakan manitol. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak. terutama formulasi multivitamin. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa. aliran. 123-125. hal. kenyamanan bagi penderita dengan meniadakan perlunya air untuk menelan. Formulator dapat menggunakan satu pendekatan atau lebih untuk sampai pada penentuan formula dan proses yang menghasilkan produk dengan sifat organoleptik yang baik. kompatibilitas-stabilitas. 1208-1209 3. mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995). Produk harus mempunyai sifat aliran. dan pertimbangan organoleptik. Kekurangan : Zat aktif yang rasanya tidak baik dan dosis yang tinggi sangat sulit dibuat tablet kunyah.

Rasa asin/asam diperoleh dari zat yang mampu terionisasi dalam larutan. pemanis. pasca rasa. Sedangkan pertimbangan organoleptik adalah sebagai berikut : 1. desintegran. Profil zat aktif secara ideal harus mengandung informasi berikut : a. kompatibilitas dan sama halnya untuk tablet biasa. Rasa dan Penyedap Secara fisiologis. kelarutan dalam air. kristal. langkah pertama dalam formulasi tablet kunyah adalah memperoleh profil lengkap dari zat aktif. Sedangkan sensasi dingin dan sejuk dengan tekstur licin seperti manitol. kompresibilitas. Profil ini biasanya menuntun keberhasilan paling efisien dari produk stabil dan bermutu sebab zat aktif biasanya menetapkan pemilihan senyawa pengisi. Walaupun tidak mampu terionisasi dalam air. Banyak zat aktif organik merangsang respon pahit. Aroma Misal tablet kunyah diberi aroma jeruk diformulasi baik rasa manis dan sedikit asam. Sebaliknya jika jumlah zat aktif besar dan rasanya buruk sangat sulit diformulasikan menjadi tablet kunyah. aldehid dan sedikit alkohol memberikan rasa manis. misalnya antihistamin seperti piribenzamin-HCl menimbulkan rasa pahit kemudian mati rasa. Sifat kimiawi : . Raba mulut Raba mulut adalah sentuhan yang dihasilkan tablet dalam mulut ketika dikunyah. kompresibilitas. rasa. dan lain-lain. . melebur. Pasca efek Pasca efek yang umum dari banyak senyawa adalah pasca rasa (after taste) yaitu rasa yang timbul dalam mulut setelah tablet hilang. pembawa. lembab. Umumnya tekstur pasir atau bergetah tidak dikehendaki dalam tablet.suhu mencair. Istilah penyedap (flavor) berkaitan dengan sensasi gabungan rasa dan bau. bau. sifat polimorfisa. kebanyakan disakarida. b. Misalnya beberapa garam besi meninggalkan rasa karat. stabilitas zat aktif. penyedap. amorf/cairan. serbuk. . jika jumlah zat aktif dalam tablet sedikit dan rasanya sedikit buruk maka formulasinya mudah. Raba mulut sangat penting dalam tablet kunyah. 5. cairan berminyak.strukutur kimia dan golongan kimia. 4. disukai. rasa dalah respon panca indera sebagai hasil angsangan kimiawi pada ujung rasa di lidah. Faktor aliran. 2. Sifat fisik : . sakarida.Pada umumnya. 3. lubrikan. raba mulut.warna. Pasca efek umum yang lain adalah sensasi mati rasa sebagian dari permukaan lidah. Pengkajian masalah formulasi Bila memungkinkan. sakarin memberikan rasa pahit dalam mulut.

- reaksi utama dari golongan kimia tersebut; - tidak tersatukannya zat aktif. c. Dosis zat aktif dan batas pada ukuran dosis akhir. d. Informasi lain yang terkait.

III. Teknik Formulasi Masalah formulasi mencakup rasa yang dikehendaki atau rasa yang buruk. Produk yang diinginkan harus dihindari dari rasa yang tidak enak dengan menambahkan flavor, pemanis, serta untuk mendapatkan raba mulut yang enak dan kompresibilitas yang dapat diterima. Beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah formulasi adalah sebagai berikut : 1. Menyalut dengan granulasi basah Walaupun proses granulasi basah terutama diperlukan untuk mudah mengalir dan dikempa pada zat halus di bawah kondisi tertentu, metode granulasi basah dapat berguna dalam penyalutan partikel zat aktif guna mengurangi rasanya. Contoh formulasi tablet kunyah vitamin C : Zat mg/tablet Asam askorbat (berlebih 10%) 275 Ethocel 7 cp, 10% dalam isopropanol q.s. NuTab 275 Sta-Rx-1500 50 Na-sakarin 1 Lake (FD&C) q.s. Penyedap q.s. Mg-stearat 5 Pembuatan :

- Asam askorbat + Ethocel, keringkan semalam pada suhu 50 °C di oven, diayak dengan ayakan 16 mesh; - Tambahkan NuTab + Sta-Rx-1500, kocok 15 menit; - Tambahkan campuran Na-sakarin, lake, penyedap, dan Mg-stearat yang sebelumnya telah diayak; - Campur kemudian dicetak.

Formula di atas menggunakan ethocel yang merupakan polimer yang tidak larut dalam air, di mana vitamin C disalut dengan cara granulasi basah. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah terlalu asam. Pada umumnya cara ini merupakan pendekatan yang paling sederhana untuk menutupi rasa. Granulasi basah tertentu dapat dilakukan tanpa penambahan eksipien seperti laktosa, manitol, sorbitol, sukrosa, dan lain-lain. Walaupun pendekatan ini serupa dengan granulasi basah biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Zat penggranulasi harus membentuk selaput pada permukaan zat aktif; 2. Tidak mempunyai rasa dan bau yang tidak enak; 3. Tidak larut dalam saliva; 4. Tidak mempengaruhi disolusi zat aktif setelah ditelan. Idealnya pengisi rasa manis seperti gula perlu dimasukkan dalam granulasi, disintegran baik dimasukkan dalam granulasi basah untuk menjamin disolusi yang baik setelah granul itu dikunyah. Prosedur tersebut merupakan prosedur konvensional. Saat ini banyak digunakan metode suspensi udara. Dalam teknik tersebut, partikel zat aktif yang akan disalut disuspensikan dalam aliran udara panas yang terkendali kecepatan tinggi langsung melalui lempeng perforasi dalam tabung salut. Partikel zat aktif melakukan aliran putaran lewat penembak atomisasi zat penyalut dalam larutan/suspensi. Setelah partikel basah, partikel tersebut disingkirkan dari daerah semprotan dan dikeringkan dalam aliran udara panas dan disalut ulang. Putaran tersebut dilanjutkan sampai ketebalan salut yang diinginkan tercapai. Pengaliran partikel zat aktif meningkatkan pemaparan luas permukaan guna penyalutan dan pengeringan yang lebih efisien. Walaupun perbaikan rasa dengan penyalutan menarik karena sederhana, tetapi metode ini hanya cukup untuk zat aktif yang rasanya tidak enak.

2. Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi adalah suatu metode penyalutan partikel zat aktif atau tetesan-tetesan cairan dengan polimer yang menyalut rasa dan membentuk mikrokapsul dengan ukuran 5 – 5000 mm. Mikroenkapsulasi dapat dibuat dengan berbagai metode, yaitu :

a. Metode Pemisahan Koaservasi Metode koaservasi adalah metode pengendapan makromolekul dari larutannya menjadi 2 lapisan cairan. Dalam metode ini ada 3 langkah yaitu : i) Pembentukan tiga fasa kimia yang tidak bercampur yaitu fasa pembawa air, fasa inti (zat aktif), dan fasa penyalut. Caranya : fasa penyalut dilarutkan dalam fasa pembawa cair kemudian ditambahkan zat aktif sehingga terjadi suspensi. Proses pemisahan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : - menaikkan suhu; - menambahkan cairan bahan pelarut yang bercampur baik dengan fasa pembawa sehingga makromolekul mengendap; - menambahkan garam; - menambahkan polimer lain yang tidak tercampurkan misalnya gelatin (ditambah gom arab). ii) Terbentuk campuran di mana makromolekul terdapat paling banyak. Di sini mulai proses penyalutan (diaduk). iii) Pengeringan partikel pada suhu rendah. Untuk metode koaservasi, zat salut yang biasa digunakan adalah CMC, selulosa asetat ftalat (CAP), etilselulosa, gelatin, polivinil alkohol, gelatin-gom arab, shellac, dan beberapa malam tergantung pada penggunaannya. b. Metode Suspensi Udara Zat aktif disuspensikan dalam udara. c. Metode Semprot Beku Proses semprot beku adalah pendinginan zat yang dicairkan jadi bentuk partikel halus selama perjalanannya dari penembak semprotan dan wadah penyemprotan pada suhu di bawah titik beku. Contoh formula : Tablet kunyah Asetaminofen (Mikroenkapsulasi) Zat mg/tablet Mikrokapsul (100 mesh) Asetaminofen Penyalut (selulosa-malam) Eksipien Manitol Mikrokristalin selulosa (Avicel)

Talk Sakarin Gom Guar Flavor Mg-stearat 327 35 393 3. Adsorbat sudah tersedia di perdagangan dalam bentuk serbuk termikronisasi yang mengandung zat aktif 10% b/b (tinggal dicampur lalu dicetak).5 10 10 1301 Pembuatan : . Contoh formula : Zat mg/tablet Adsorbat Dekstrometorfan-HBr 10% (berlebih 2%) Benzokain Flavor Mg-stearat Sorbitol (kristalin) 76. Dispersi solida Zat aktif dengan rasa yang tidak enak dapat dicegah dengan mengadsorpsikannya pada substrat yang mampu mempertahankan tetap teradsorpsi dalam mulut tetapi setelah di saluran cerna zat aktif dilepaskan.5 2. Contoh Dekstrometorfan dengan menggunakan substrat Mg-trisilikat.

. 4. 5. asam glutamat. Metode pencairan : zat aktif dan pembawa dilebur bersama-sama dengan pemanasan pada suhu yang cocok (tidak merusak zat aktif). pemanis lalu dicetak. zat penukar ion menjadi suatu sarana untuk mengikat zat aktif pada matriks polimer yang tidak larut dan dapat secara aktif menutup rasa dan bau dari zat aktif yang diformulasi menjadi tablet kunyah. campur kemudian pelarutnya diuapkan lalu dihaluskan. aduk. Dalam hal ini. lubrikan. .Tambahkan sisa sorbitol. Apabila digunakan sebagai pembawa zat aktif. Pembentukan garam/turunannya Dilakukan upaya modifikasi komposisi kimia zat aktif sehingga senyawa itu kurang larut dalam saliva karena itu rangsangannya kurang pada ujung rasa atau memodifikasi zat aktif menjadi tidak berasa. tambahkan substrat (zat padat). 7. Kompleks inklusi Pembentukan kompleks inklusi yaitu molekul zat aktif masuk ke dalam lubang-lubang molekul zat pengompleks membentuk kompleks stabil. glidan. alanin. flavor dengan ¼ dari jumlah sorbitol yang diperlukan . Penambahan asam amino dan hidrolisat protein Dengan menggabungkan asam-asam amino dan garam-garamnya atau campurannya akan mengurangi rasa pahit dari penisilin. dan glisin. Pertukaran ion Pertukaran ion adalah pertukaran reversibel dari ion-ion antara fasa solida dan cairan dan tidak ada perubahan permanen dalam struktur solida. Misalnya kloramfenikol menjadi kloramfenikol stearat. Kemudian padatan tersebut diserbuk menjadi partikel yang diinginkan. kemudian ditambahkan amilum. benzokain. Kompleks ini mampu menutup rasa pahit zat aktif dengan menurunkan jumlah partikel zat aktif yang terpapar atau mengurangi kelarutan zat aktif pada waktu dikunyah.Campur adsorbat. penyedap. Metode pelarut : zat aktif dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap. lalu tambahkan Mg-stearat.Sorbitol diayak 10 mesh . b. Aduk dan cetak sehingga diperoleh tablet kunyah dengan kekerasan 6 kp. Ada beberapa metode dalam pembuatan adsorbat : a. 6. solida adalah zat penukar ion sedangkan ionnya adalah zat aktif. Kemudian campuran didinginkan secara cepat dan terjadi pemadatan (dilakukan dalam penangas es). Misalnya rasa ampisilin diperbaiki secara nyata dengan menggranulasikannya dengan glisin. taurin. Asam amino yang umum digunakan adalah sarkosin.

dua diantaranya adalah skala laboratorium sedangkan yang lainnya adalah skala industri. hal yang perlu diperhatikan adalah kemanisan. Ada 3 metode utama dalam pembuatan siklodekstrin.Gaya yang terlibat dalam kompleks inklusi adalah gaya Van der Waals dan b-siklodekstrin (digunakan sebagai zat pengompleks inklusi) merupakan molekul oligosakarida dari amilum. Untuk skala laboratorium adalah sebagai berikut : a. dan tidak toksik. mampu kunyah. dan raba mulut. Pemanis Pemanis alam dan pemanis buatan yang paling banyak digunakan adalah : Yang perlu diperhatikan status peraturan dalam negara. peppermint. Banyak eksipien yang umum digunakan dalam tablet konvensional dapat juga digunakan dalam tablet kunyah. IV. akan terjadi senyawa terkristalisasi yang mengendap. manis. B. aliran. b. Beberapa eksipien untuk tablet kunyah yang umum digunakan adalah sebagai berikut : A. Aroma Misal aroma vanila. Flavoring (Penyedap) 1. granulasi kering dan cetak langsung pada tablet konvensional dapat juga diterapkan pada tablet kunyah. kemungkinan kompatibel. perlu diperhartikan kadar lembab. 8. Kompleks molekular Pembentukan kompleks molekular melibatkan zat aktif dan molekul organik pengompleks. Dalam hal ini. kristal dicuci untuk menghilangkan zat aktif yang tidak membentuk kompleks. coklat. Eksipien Proses granulasi basah. 2. lalu dikeringkan. kemudian didinginkan dan terjadi penghabluran dari senyawa inklusi (pada pengeringan).memberi identitas pada produk dan membuat perbedaan antar produk . Pewarna Pewarna yang digunakan dalam tablet kunyah bertujuan untuk : . Siklodekstrin dilarutkan dalam air panas yang dicampur zat aktif. jeruk. distribusi ukuran granul. dan kompleks ini dapat menutup rasa yang pahit atau bau yang tidak diinginkan. Metode ini menurunkan kelarutan zat aktif dalam air.meningkatkan daya tarik estetika . dikocok dengan siklodekstrin dalam air yang pekat. strawberry. Selain itu. Zat aktif tidak larut air dilarutkan dalam pelarut organik yang tidak bercampur dengan air. kompresibilitas.

ion logam (Al. Fe. misalnya pH < 5.pemanasan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama (jadi pewarnaan harus diproses pada suhu rendah dan waktu singkat). . biasanya mengandung 80-93% murni.pH yang ekstrim.menutup warna yang kurang menarik . beberapa penyedap. makin tinggi daya pewarnaan lake karena bertambahnya luas permukaan.. Selama penyimpanan. Oleh karena itu yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel harus halus. Pewarna celup yang digunakan pada metode granulasi basah biasanya dilarutkan dalam cairan granulasi. asam askorbat. 2) Warna Lake Pewarba lake tidak larut dan biasanya didispersikan. Lake biasanya digunakan dalam pembuatan tablet kunyah dengan metode cetak langsung. Stabilitas lake terhadap cahaya dan panas lebih tinggi dibandingkan warna celup dan kompatibel dengan banyak komponen yang digunakan dalam tablet kunyah.01-0.3%. Zn. Pelaksanaan granulasi dan pengeringan untuk meminimalkan migrasi larutan pewarna celup harus dibuat dalam besi tahan karat atau wadah kaca untuk menghindari inkompatibilitas antara zat warna dan wadah. penggunaan dan proses pewarna celup harus dilindungi terhadap : . Umumnya makin kecil ukuran partikel. Harus dilakukan penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak larut. asam fosforik. . . dan asam sitrat.1-0. Na-benzoat. zat warna tidak tahan. . Lake yang digunakan untuk tablet kunyah cetak langsung : 0. Biasanya sebagai substrat digunakan Alumina hidrat. VII. . Pembuatan .pemaparan cahaya matahari langsung. dan Sn). Pewarna celup untuk tablet kunyah biasanya digunakan 0.zat pereduksi terutama gula invert. misalnya propilenglikol. Larutan pewarna celup dalam air dapat disimpan selama beberapa jam dan jika lebih dari 24 jam perlu diawetkan dengan penambahan suatu zat pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba.mengimbangi dan menyesuaikan penyedap yag digunakan dalam formulasi Ada dua bentuk pewarna yang digunakan : 1) Warna Celup Adalah senyawa kimia yang menunjukkan pewarnaan apabila dicelupkan dalam suatu larutan.zat pengoksidasi terutama klorin dan hipoklorit. Lake dibuat dengaan presipitasi dan mengadsorpsikan pewarna celup pada substrat yang tidak larut air.03%.mikroba terutama jamur dan bakteri.

Sebagai tambahan digunakan zat lain seperti :simetikon (dimetikon. Ca-karbonat (194-850 mg). astringent. . Umumnya zat aktif terdiri dari logam. peppermint oil 3 mg/tablet digunakan sebagai karminatif dan asam alginat 200-400 mg. 2. A. Mg-trisilikat (20-500 mg). 3.s. Formulasi antasida sangat sulit mengingat sifat dan jumlah zat aktif. sifat tersatukannya zat aktif dengan zat warna. distribusi ukuran partikel. cetak. Tablet kunyah yang diharapkan mempunyai kekerasan 8-11 SCA unit. Mg-hidroksida/Mg-oksida (65-400 mg). kadar lembab yang memenuhi syarat. dan lain. dimetillpolisiloksan) dengan dosis 20-40 mg/tablet sebagai antiflatulen. Contoh formula : Tablet kunyah antasida dengan metode cetak langsung Zat mg/tablet Al(OH)3 dan Mg-karbonat 325 Di-Pac DTE 675 Avicel 75 Starch 30 Ca-stearat 22 Flavor q.Empat aspek yang penting dalam pembuatan tablet kunyah adalah : 1. Antasida Kebanyakan sediaan padat antasida dibuat dalam bentuk tablet kunyah. Pembuatan : campur semua zat. Antasida yang umumnya digunakan dalam kombinasi dari 2 atau lebih untuk menghasilkan efek terapeutik yang baik adalah sebagai berikut : Alumunium hidroksida (80-600 mg). berasa seperti kapur atau berasa pasir dan kombinasi ini menyebabkan rasa yang tidak enak saat dikunyah. 4. sifat kekerasan tablet.

klorfeniramin. Semua zat aktif yang telah disebutkan mempunyai sifat kompresibilitas yang cukup baik. Obat batuk/obat flu Formulasi biasanya untuk anak-anak. Obat yang umum adalah aspirin.5 0. Jadi untuk asetaminofen dipilih metode granulasi basah sedangkan zat aktif lain digunakan metode cetak langsung. pseudoefedrin. dan dekstrometorfan.6* 0. misalnya aspirin berasa asam sedangkan yang lain pahit. Permaseal F-4932 Anise. Tablet kunyah Asetaminofen : metode granulasi basah Zat mg/tablet Asetaminofen Manitol Na-sakarin Larutan pengikat Peppermint oil Syloid 244 Banana.B. Umumnya dosis kurang dari atau sama dengan ¼ dosis dewasa. kecuali asetaminofen. Contoh formula : 1. Permaseal F-2837 NaCl (serbuk) Mg-stearat 120 720 6 21.5 2 2 . asetaminofen. Sifat umum yang diperoleh dari zat aktif tersebut adalah rasa tidak enak.

Cetak tablet dengan kekerasan 12-15 kp Catatan : pengikat gom arab-gelatin menghasilkan tablet dengan kekerasan yang tinggi. Larutan pengikat harus dibuat segar untuk menghindari pertumbuhan mikroba.6 27.4 mg gom arab dan 16.2 mg gelatin Pembuatan : . Tablet kunyah Aspirin untuk anak-anak Zat mg/ tablet AlOH (dried gel) Aspirin Talk Primogel NuTab Mafco Magna Sweet Flavor Jeruk 13 81 .Siapkan larutan pengikat yang terdiri dari gom arab (serbuk) 15 g.Campur dengan Asetaminofen.Granulasi dan keringkan 1 malam pada 140-150 °F. 2. dan air ad 400 ml . Ayak dengan ayakan 12 mesh .5 * Mengandung 5.Ayak manitol dan Na sakarin dengan ayakan 40 mesh . Tambahkan 180 ml larutan pengikat untuk 1000 tablet .Adsorpsikan peppermint oil pada syloid 244 dan campur dengan flavor dan NaCl .Campur granul kering dengan flavor lalu tambahkan Mg stearat . gelatin (granul) 45 g.

hambar atau rasa seperti logam. C. Vitamin E dalam serbuk kering teradsorpsi VIII. Untuk itu dilakukan proses penyalutan dengan monogliserida atau digliserida dari asam lemak tersaturasi dengan teknik beku semprot 3. dan Magna Sweet dan ayak 16 mesh (2) . 3. Beberapa parameter yang dievaluasi di bawah sebagian besar mengacu pada evaluasi tablet konvensional.Kocok NuTab dan AlOH. Rasa pahit seperti vitamin B kompleks disalut (salut tunggal) dengan monogliserida atau digliserida 4. talk. tidak ada reaksi inkompatibilitas antara aspirin dengan basa AlOH.6 2 Pembuatan : . flavor.Campur primogel. Rasa asam ditekan dengan cara : 2. rasa sabun. Beberapa cara untuk menutup rasa tersebut : 1. kocok dan cetak Kombinasi NuTab dan Magna Sweet sebagai pemanis untuk mengurangi rasa asam dari aspirin. Evaluasi Evaluasi tablet kunyah tidak diatur dalam FI IV. pahit.2 8 93. Vitamin/Mineral/Food Supplement Vitamin dan mineral mempunyai rasa yang tidak enak seperti asam. begitu juga dengan flavor jeruk. tambahkan aspirin dan kocok (1) .4 0. Dalam keadaan kering.Tambahkan (2) ke (1). asin. Ferro fumarat dan ferri pirofosfat terasa hambar. Vitamin A dan D dalam bentuk bebas dilindungi dengan matriks gelatin. gula atau starch dan pengawet 5. Evaluasi kimia .

Periksa terhadap adanya perubahan fisik (totol-totol pada tablet. Jumlah kadar yang diperoleh dinyatakan dalam persentase terhadap kadar obat di label.Pada waktu tertentu. Keseragaman kandungan perlu dilakukan jika kandungan zat aktif kurang dari 50 mg. c.a. Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan terhadap adanya capping atau rengat dan parameter penampilan lainnya. waktu hancur . dan lain-lain) bisa digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada sampel yang representatif (biasanya aliquot dari 20 tablet yang dipilih acak yang dihaluskan). Nilai friabilitas tidak melebihi 4%. Friabilitas 20 tablet digerus. spektrofotometri. masukkan ke dalam friabilator selama 100 putaran. d. kecepatan disolusi. Disolusi f. Keseragaman Sediaan Keragaman bobot tidak boleh melebihi 6% untuk tablet dengan kadar zat aktif lebih dari 50 mg atau 50% terhadap obot seluruhnya. tentukan kadar zat aktif . friabilitas. Waktu hancur e. Nilai yang diperoleh harus berada dalam batas-batas yang telah ditentukan untuk masing-masing zat aktif.Periksa perubahan kekerasan.Periksa stabilitas rasa . tetapkan kekerasan. Rasa 4. b. b. titrimetri. kristalisasi zat aktif pada permukaan tablet. ambil 6 gram. Penentuan Kadar Metode analisis yang sesuai (kromatografi. Uji Stabilitas Stabilitas dipercepat dengan suhu tertentu Stabilitas dalam kondisi nyata Pemeriksaan stabilitas meliputi : . Evaluasi Fisik a. Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum di FI IV. migrasi zat warna. 3. ada bau) . Kekerasan ambil 10 – 20 tablet secara acak. kemudian timbang bobot yang hilang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful