P. 1
Pembuatan Tablet

Pembuatan Tablet

|Views: 244|Likes:
nujg
nujg

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Putry Primia Ath-Thahirah on Jul 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

PEMBUATAN TABLET

TEORI SEDIAAN TABLET

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Definisi Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) . . I.2 Kriteria Tablet . . Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. (Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) . . I.3 Keuntungan Sediaan Tablet . .

Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih; 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis; 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan; 4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.

Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan; 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah; 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil; 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil; 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air; 6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet; 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul; 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi; 9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali); 10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, dan untuk terapi lokal (salut enterik); 11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah; 12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah; 13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26)

I.4 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : · Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis; · Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa); · Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294)

Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.

I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuat sediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas, organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan. Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi : 1. OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya). 2. Stabilitas zat aktif : a. Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yang tidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya.

05%-0. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet. Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah fine sesedikit mungkin) 6. 10. Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena dengan adanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. Pada pembuatan tablet dengan metode KL. sebagai pembawa dapat digunakan kombinasi Avicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan Aliyah) atau 3:1. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%.15%) sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik. 11. 9. bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh. 4. 5. 8. maka untuk memperbaiki alirannya dapat digunakan Primogel atau Starch 1500. d. 3.c. 12. Untuk zat yang higroskopis. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%. 7. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatan tablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering · Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah fines <30%) dapat dibuat dengan KL · Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah fines >30%) dapat dibuat dengan GK. Pengeringan amylum dilakukan pada suhu 70 °C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat. Di samping itu. Tetapi pada tahap awal. Karena Avicel memiliki kompresibilitas yang baik tapi alirannya kurang baik. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akan mempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah kering sulit ditembus air. idealnya 15%. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif. perlu ditambah pembasah (Tween 80 0. Untuk mengatasi kekeringan granul akibat pengeringan yang tidak terkontrol maka perlu penambahan humektan yaitu gliserin atau propilen glikol 1 – 4% dihitung terhadap . Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapat dicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek. Jika terlalu besar akan terjadi laminating. Jumlah fines total Jumlah fines yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%. Untuk mengatasinya. PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%. volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapat diberikan sebagai serbuk. jangan menggunakan metode granulasi basah memakai mucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan.

boleh saja ada zat yang larut dalam pelarut X yang digunakan sebagai pelarut pengikat. Bila meleleh berarti eutektik.Tween : dikhawatirkan komposisi yang digunakan menolak air. sama halnya dengan penambahan Tween untuk zat aktif hidrofob pada mucilago. Oleh karena itu perlu diusahakan ukuran granul yang seragam. Gliserin ditambahkan pada mucilago (pengikat) untuk mempermudah homogenitas gliserin pada tablet. Jika zat aktif larut air: · Jangan menggranulasi dengan air · Sebagai pengikat. . gunakan pelarut yang tidak melarutkan massa tablet. · Aliran granul yang kurang baik · Distribusi partikel tidak normal.mucilago. Penambahan gliserin dan Tween adalah untuk tujuan: . Jumlah aerosil yang ditambahkan tidak boleh lebih dari 3% karena aerosil bersifat voluminous dan menyerap air sehingga tablet dapat membatu yang menyebabkan waktu hancur lebih lama. Campuran Eutektik Timbang kedua zat aktif secara proporsional. Ketentuan : misalkan digunakan pelarut X. · Lubrikan kurang sehingga alirannya jelek. Jumlah Tween yang tepat tergantung pada: · Jumlah zat aktif · Jumlah bahan pembantu yang digunakan 13. 14. tetapi maksimal 30%. granul yang besar akan keluar lebih dahulu. masukan dalam mortir dan digerus. karena bobot jenis berbeda jauh. Sehingga yang kecil terdesak. karena ada proses pemampatan. Bila bobot tablet terlalu tinggi dan bervariasi Kemungkinan disebabkan oleh: · Distribusi pada hoover yang disebabkan proses getaran.Gliserin : dikhawatirkan pada waktu pengeringan air hilang/menguap semua . sehingga perlu penambahan Tween agar tablet tidak pecah. Permasalahan-Permasalahan Khusus 1. 15. sehingga aliran jelek.

friabilitas menjadi tinggi. Pakai musilago dalam ruang hampa udara/bisa juga dipakai Cetosel dalam alkohol/eksplotab/starch. Avicel dapat digunakan untuk cetak langsung. Jika Avicel sebagai fasa luar. Kombinasi Starch 1500 dan Eksplotab baik untuk pembuatan tablet secara cetak langsung sebagai penghancur. Yang baik gunakan Avicel adalah selama tidak OTT dengan zat aktif. Dengan slugging. 4. Vitamin C Jangan gunakan Avicel. 2. gunakan Avicel yang dapat bertindak sebagai pengisi juga penghancur. Pembuatan Granulasi Kering ARC 591 jangan memakai alkohol yang mengandung air (pakai alkohol yang tidak berair). ini mempercepat oksidasi vitamin C. lebih baik disalut dengan Cetosel. kekompakan akan turun. Pembuatan tablet Etambutol Harus disalut dengan pahan penyalut yang larut alkohol larut asam lemak tetapi tidak larut air. . atau juga granulasi basah tetapi sebagai pengisi. Jangan digunakan dengan granulasi basah karena waktu hancurnya akan jelek. Jadi cetak langsung atau granulasi kering/slugging. atau musilago diganti dengan PVP alkohol. Untuk mengatasi hal ini. Teknik penambahan PVP : tambahkan dulu PVP kedalam massa cetak sampai homogen lalu ditambahkan alkohol sehingga jumlahnya tepat. pelincir. Kombinasi Starch 1500/Avicel hanya untuk cetak langsung. Jika Avicel tidak larut air dapat bertindak sebagai fasa luar dan fasa dalam. 5. bila tidak kering berarti eutektik. Starch Starch yang baik jumlahnya 30%. PVP Hanya untuk zat aktif yang tidak boleh kena air (karena akan terurai). Etambutol jika digranulasi dengan PVP/alkohol akan semakin melengket. jumlah Avicel dikurangi dan Starch-nya 30%. talk dikurangi karena telah berfungsi juga sebagai glidan. 6. Bisa digunakan PVP tapi jelek. jika zat jumlahnya tinggi bila ditambah Starch 1500 30% maka bobot tablet akan semakin besar sedangkan yang harus ditambahkan adalah lubrikan. 3. amilum kering dihilangkan sehingga komposisi FL : R/ Avicel 6% Talk 1% (dikurangi) Mg Stearat 1% Demikian juga jika digunakan Aerosil sebagai fasa luar. Penggunaan Pharmacot. Etocel. Jika mengandung air sulit direkonstitusi. maka starch ditambahkan kurang dari 30% yang membuat aliran menjadi jelek.Cara lain adalah setelah dicampur kedua zat aktif tambahakan musilago pakai air. jangan digunakan sebagai pengisi.

Granulasi dengan alkohol atau disalut atau ditambahkan etambutol sebagai fines. OTT terhadap CMC. dapat granulasi basah menggunakan PVP dalam alkohol. Ester Kloramfenikol dapat dilakukan penambahan Tween 80 0. · Untuk vitamin B12. Masalah Pada Beberapa Senyawa Aktif · Papaverin HCl. berat jenis rendah dapat digunakan untuk suspensi. oleh karena itu dapat dihaluskan terlebih dahulu. Tetapi sebagai penghancur untuk SL dapat digunakan dengan teknik granulasi basah. maka gunakan pengikat PVP dalam alkohol karena jika digunakan air akan terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+.01% bobot tablet atau saponin 5% bobot tablet (ditambahkan mucilago amyli sebanyak 0. Ca Pantotenat dan lainnya tidak dapat memakai mucilago amyli sebagai pengikat sebab akan terbentuk massa seperti lem. · Fe mempunyai bobot jenis yang tinggi. Vioform. · Untuk garam-garam Kalsium. · Zat hidrofob seperti Fenilbutazon. kapasitas penetralan dapat turun. jika menggunakan mucilago amyli. jika digunakan air dapat larut maka gunakan pelarut yang tidak melarutkan zat tersebut. tablet kunyah. Selain itu. Untuk ekstrak Belladona 1:3. Alukol dengan antasid lain. keringkan dengan dehumidifier. jika dibuat granul akan kasar. · Penisilin VK terbaik dibuat dengan cara slugging · Mg(OH)3 + alukol terbaik digunakan cetak langsung. jarang untuk obat kunyah.Starch 1500 tidak boleh untuk granulasi basah sebagai pengisi karena Starch dengan air akan membentuk gel yang dapat berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat. vitamin B12 terikat sangat kuat dengan mucilago amyli sehingga waktu hancurnya lama. gerus 1 g + etanol + SL (99 g). · Etambutol. Kadarnya sangat kecil. Parasetamol. Karena ekstraknya pahit. voluminous. Bila dibuat obat kunyah maka tambahkan asam siklamat dan sakarin untuk mengatasi rasa pahit. tablet cepat basah.03%) · Diazepam. 7. gunakan SL sebagai pengisi. Perlu dilakukan uji penetralan terhadap bahan baku dan tablet (minta dispensasi). Avicel dengan mucilago amyli membentuk adonan lengket yang sukar digranulasi. . gunakan pelarut non air. · Alukol berat jenis tinggi untuk tablet (aliran baik). keringkan jika minta dispensasi bahwa tidak ada yang hilang selama proses berarti 100 g sebanding dengan 1 g vitamin B12. perlu diajukan uji keseragaman kandungan. · Alukol + ekstrak Belladona. · Untuk vitamin C dan Parasetamol. Penanganan Ekstrak untuk Tablet Ekstrak kental larutkan dulu dalam etanol 70% kemudian dikeringkan dengan SL.

karena kurang homogen. 2. distribusi berbeda dapat diatasi dengan hoover yang tidak bergetar dan atau adanya pengaduk. Starch 1500 Pengisi tablet untuk cetak langsung. ekstrak kental dilarutkan dulu dalam etanol 70%. 3. maka distribusi menjadi tidak merata karena terjadi distribusi ukuran partikel yang tidak merata. Jumlah yang berbeda. Untuk cetak langsung gunakan zat aktif yang halus dengan aliran baik. Kloramfenikol palmitat tidak bisa dibuat tablet karena masih ada sisa asam palmitat yang menyebabkan tablet mudah pecah karena sukar diikat. · Antibiotika. Pengisi tablet tidak lebih dari 30%. tidak bisa untuk granulasi basah. · Untuk zat-zat berkhasiat yang sangat pahit seperti Kloramfenikol harus disalut (dispensasi). hanya untuk penghancur luar. terutama saat pencetakan. bila zat aktif bersifat asam. Jika ada air akan menjadi gel sehingga zat aktif terhambat. terutama yang tidak tahan pemanasan. digunakan 3-5%. jangan menggunakan Mg stearat dan Eksplotab. Contohnya jika diinginkan 20 mL ekstrak Belladona maka yang diambil adalah 60 mL. ganti saja Mg-stearat dengan asam stearat. Catatan Lain 1. · Ekstrak untuk tablet. resiko ketidakseragaman kandungan zat aktif besar jika dibuat secara cetak langsung. daya mengembang kurang sehingga waktu hancur menjadi jelek. dilakukan dengan slugging atau dehumidifier (dengan alkohol + air) disedot pada suhu 30 °C tetapi hasilnya kurang baik. . 4. baru dikeringkan dengan SL. 7. maksimum 25%. digerus halus dan dicampurkan dengan pengisi sedikit demi sedikit. Eksplotab Tidak tahan asam. 6. akibat getaran. Avicel pH 101. sebab potensi akan menurun karena kontak dengan air. · INH dan PAS tidak dapat dibuat kombinasi dalam tablet karena PAS diabsorbsi di usus tidak boleh terdisolusi di lambung (?). Fines Maksimum 30% dari bobot tablet termasuk Fase Luar (FL) jika lebih dapat terjadi capping.· Mg-stearat dan Eksplotab. Ekstrak Belladona 1:3 artinya dalam 3 bagian ada 1 bagian.103 baik untuk tablet cetak langsung 5. Jika jumlah zat aktif kecil dan berbentuk hablur. Jika basis kasar dan zat aktif halus.102.

Vitamin B12 untuk cetak langsung harus dihaluskan terlebih dahulu. Dalam evaluasi waktu hancur tablet. distribusi granul sama di mana perbandingan granul A dan B sama. yang biasa 16-16 Jika granul pengikatnya lemah. Granulasi dibuat terpisah dengan pertimbangan jumlah granul sama banyak. Jika zat aktif 200 mg per tablet. Untuk cetak langsung. Gunakan pengisi manitol. gunakan pengayak dengan ukuran mesh sama 16. Permasalahan Dalam Pencetakan Tablet Masalah-masalah yang dapat muncul selama proses pencetakan tablet secara umum. 9. 10. 17. seperti : · Capping : pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas/bawah tablet dari badan tablet · Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih · Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong · Cracking : keadaan dimana tablet pecah. 14. kelemahan distribusi tidak selalu sama.8. Untuk antibiotika. Zat aktif dengan bobot jenis tinggi (umumnya BJ zat anorganik). 11. Ac di sol 3% sebagai penghancur luar untuk memperbaiki waktu hancur. siap-siap untuk dibuat secara cetak langsung. FL sekecil mungkin. 15. 12. jika kecepatan aliran masa cetak 1. pilih pengikat yang tidak mengubah potensi. granulasi seperti biasa. bukan dengan SL. pengembangan.5 g/dt atau lebih sudah cukup baik. Mekanisme umum hancurnya tablet adalah pembasahan. dan hancur. 20-22. PVP mudah ditembus air. penetrasi air. 13. lebih sering di bagian atas-tengah · Picking : perpidahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch · Sticking : keadaan dimana granul menempel pada dinding die (ada adhesi) · Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata . tinjau mekanisme waktu hancur. CaCO3 dapat digunakan sebagai penghancur di dalam lambung yang akan menyerap asam lambung dan berubah menjadi CO2. Ukuran (mesh) 18-20. surfaktan. desintegrator lebih baik yang hidrofob.

Jika sudah diketahui jumlah pembasah yang paling baik maka agar pembasahnya pas. § Kemungkinan karena interaksi kimia atau fisika. · Kalau mungkin pencetakan pada suhu rendah dan humuditas rendah karena khusus untuk bahan aktif dengan titik leleh rendah atau terjadi campuran eutektik maka zat campuran . kadang-kadang hitam Penyebab : § Antiadheren kurang § Lubrikan kurang atau tidak tepat Contoh : Tablet asetosal dengan Mg stearat lengket.Masalah Lain Pada Pencetakan Tablet Secara Khusus 1. sebab kalau cacat pada punch. dilakukan dengan menambahkan pembasah ke dalam larutan pengikat. · Jika terjadi lengket mungkin karena punch dan die yang rusak. Gliseril guaiakolat. sehingga kesulitan dalam masalah pencetakan. yaitu terjadinya pelelehan sehingga adhesivitas tinggi dan akhirnya menjadi lengket. Lengket pada Cetakan Manifestasinya : · Melekat pada die dan sulit untuk dikeluarkan · Bunyi keras pada mesin · Tablet kopak. contoh interaksi fisika etoksi benzamin dengan kafein. yaitu bahan pembantu yang tidak menguap tapi basah. jelek. karena tablet menjadi kurang baik. gliseril guaiakolat dengan prometazin HCl. seharusnya digunakan asam stearat (yang mikronize karena fungsi lubrikan adalah antar partikel sehingga kalau halus akan terselimuti oleh lubrikan). Penyelesaian Masalah : · Meningkatkan antiadheren dan lubrikan · Penggantian lubrikan yang cocok · Mengurangi jumlah granul yang kasar · Mengurangi jumlah air tapi jangan sampai berada di bawah optimum. contoh : Ibuprofen. sedangkan kadar air rendah dapat menyebabkan laminating atau capping. sisi tablet kasar. § Bahan baku dengan titik leleh sangat rendah. maka akan melekat sehingga ratakan punch dan die. contoh Propilen glikol atau gliserin. § Kandungan air (aspek kadar air) tinggi akan menyebabkan penempelan pada die. Siprofloksasin (Antibiotik turunan Imidazol).

Capping/Laminating Capping : copot Laminating : belah Penyebab : § Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus · Porositas tinggi. seperti SiO2 dan aerosil (adsorben). khususnya pada penggunaan pons yang baru. pembuatannya dilakukan dalam suhu dan RH yang rendah. jernih dan mengkilat. sehingga adhesivitas tablet dan pons sangat kecil. 2. Contoh : Kombinasi ampisilin dengan asam klavulanat. Penyebab sama dengan tadi · Kurangnya anti adheren · Kandungan air tinggi · Lengket pada pons Penanggulangannya sama : § Ubah ukuran granul § Tambah adsorben § Perbaiki alat · Alat dipoles. 3. namun waktu hancur semakin panjang. bahan pengisi dengan titik leleh tinggi dan dapat mengadsorbsi. Lengket pada pons Manifestasi : · Terkelupasnya bagian tablet karena permukaan tablet melekat pada pons. Oleh karena itu. yaitu dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die § Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal) . · Perubahan bahan pengisi.eutektik semakin mudah menyerap air. Penambahan aercsil pada tablet akan menyebabkan penampilan tablet yang bagus. dimana asam klavulanat mudah hancur dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi.

· Tambahkan pengikat kering seperti gom arab. lengket atau kadang-kadang karena pons yang terlalu dalam. . § Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil) Penanggulangannya · Pembuatan granul diulang jika penyebabnya adalah kelebihan atau kekurangan pengikat atau tidak cocok.Aliran kurang baik .Distribusi ukuran granul yang tidak tepat. kurangi partikel granul. sehingga meningkatkan kekompakan tablet. Keseragaman bobot (FI III) Penyebab pertama : . Penyelesaian masalah : . 4. sehingga mesin harus terkunci baik terutama pons bawah karena dapat berubah-ubah sehingga bobot berbeda-beda. sebab dengan demikian mungkin saja timbul porositas tinggi.§ Granul yang terlalu kering. LHPC 21. perbaikan pencampuran massa cetak. Sumbing atau retak-retak pada permukaan tablet Manifestasinya : Akibat dari ketiga masalah sebelumnya : laminating. sakarin. PVP.Sistem pencampuran yang tidak benar. granulasi. sorbitol. . yang tidak dapat menjamin keseragaman bobot karena adanya distribusi baru pada saat pencetakan. · Pengurangan ukuran partikel dari granul. karena spesifikasi ukuran harus sama.Perbaiki atau ulangi proses pembuatan granul. Metilselulosa dengan konsistensi tinggi. cara : tambahkan dalam pelarut pengikat tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap § Zat pengikat yang kurang tepat. Penyelesaian : · Pons dan die supaya di poles · Untuk ukuran granul yang besar. perbaikan ukuran granul. · Diganti pons dan die · Tambahkan pengikat kering 5. NHPC. pengikat.

.Perbaikan mesin tablet yaitu validasi mesin tablet. .Kurangi kadar air .6 Jenis Sediaan Tablet (Catatan Kuliah P’ Charles + Teori dan Praktek Farmasi Industri. Penyelesaian masalah · Perbaikan ukuran granul meliputi pencampuran. Tablet Kempa . Penyebab kedua : distribusi granul tidak baik. I. distribusi granul optimal sehingga aliran bagus.999) Dilakukan bila : · Kadar bahan aktif dibawah 50 mg · Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% Penyebab jeleknya keseragaman kandungan : · Karena aliran jelek · Pencampuran pregranulasi tidak benar maka tentukan dulu homogenitas zat aktif dalam granul (di pabrik) · Karena kadar fines tinggi maka porositas tinggi (bobot berbeda-beda) · Kandungan air yang tinggi sehingga aliran kurang baik · Kondisi mesin tidak benar.Kecepatan aliran dapat menyebabkan bobot tablet yang berbeda-beda. porositas tinggi. Jumlah fines meningkat. 6 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm. perubahan pengikat. granulasi. aliran tidak baik. Penyelesaian Masalah : .Pembuatan granul baru sehingga menyebabkan porositas kecil. udara terjebak banyak karena fines dan pengikat yang tidak cocok atau kurang. porositas meningkat. Lachman Hal 706-717) Berdasarkan prinsip pembuatan. tablet terdiri atas : a. Penyebab kecepatan aliran : kandungan air tinggi sehingga adesivitas tinggi dan aliran menjadi kurang . · Kalibrasi mesin.

amilum · Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. Tablet Lepas Terkendali . tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan Berdasarkan tujuan penggunaan. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. tetapi terlarut dalam usus halus. d. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. tablet terdiri atas : 1. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: · Pengisi (memberi bentuk) : laktosa · Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan): musilago amili. b. dsb). Disebut juga sebagai tablet berlapis.Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. (misal tablet lepas lambat 6 jam. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan) c. 12 jam. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. e. reaksi asam. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu.

Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. h. Penyalutan tidak perlu berkalikali. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. f. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. lembab). atau untuk mengurangi . dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. 2. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a.. menaikkan penampilan tablet.Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. i. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). Bekerja sistemik. b. Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. berisi nitrogliserin. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. Tablet Hisap/Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. g. Tablet Efervesen Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. d. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. menutup rasa dan bau tidak enak.Yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. c. Biasanya keras dan berisi hormon.

Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. astringen. mesin tablet harus steril. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. 3-6 bulan. Biasanya mengandung antiseptik. Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet Implantasi/Pelet Dibuat berdasarkan teknik aseptik. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. 3. mencegah kehamilan). Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. b. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain (Di Lachman disebutkan Jenis Tablet untuk Membuat Larutan) a. Tablet Vaginal Tabler kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB.perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. NaCl atau suatu asam amino. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu. . Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. 5. oleh ahli farmasi atau konsumen. 4.

dan lain sebagainya. Tablet salut gula 3. dan kempa langsung. Tablet oral (dalam mulut) 2. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet. Tablet pelepasan biasa 2. Tablet lepas tunda 4.Berdasarkan Rute Pemberian : 1. Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut : a.1 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode. Granulasi Basah. yaitu granulasi basah. Tablet rektal 3. kestabilannya. Tablet salut film Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Tablet lepas lambat 3. Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat . besar kecilnya dosis. Tablet lepas terkendali BAB II METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET II. Tablet polos 2. apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab. Tablet vaginal 4. granulasi kering.

suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air b. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. Keuntungan metode granulasi basah : · Memperoleh aliran yang baik · Meningkatkan kompresibilitas · Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai · Mengontrol pelepasan · Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses · Distribusi keseragaman kandungan · Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: · Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi · Biaya cukup tinggi · Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis. ikatannya didapat melalui gaya.sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa . yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat. jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula. Granulasi Kering disebut juga slugging. tehnik ini membutuhkan larutan. Teknik ini yang cukup baik. kemudian masa basah tersebut digranulasi. gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul.

yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah. tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa. roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya. namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya. praktis. dan cepat pengerjaannya. Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : · Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi · Zat aktif susah mengalir · Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab Keuntungan cara granulasi kering adalah: · Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab.langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban. Metode Kempa Langsung. Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit . NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa. dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. kompresibilitasnya baik. dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. alirannya baik. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu · Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab · Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat Kekurangan cara granulasi kering adalah: · Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug · Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam · Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang c. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang. prosesnya disebut slugging. Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. bentuknya kristal. selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu.

Lebih singkat prosesnya.Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk.Insoluble. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu. Avicel (mikrokristalin selulosa) . . aliran kurang baik. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. · Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal.Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah. maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat. non-reaktif. kompresibilitas yang baik. Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali.Bertindak sebagai pembantu mengikat. . aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat. . tablet kempa langsung berisi partikel halus. 102 karena volume spesifiknya kecil. mudah mengalir. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. 1.2 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. disintegran. .Bisa bersifat pengikat kering. · Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. tetapi langsung menjadi partikel. kapasitas pegang 50%. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul. . waktu stabilitas panjang. Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak.Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101. kohesifitas dan adhesifitas yang baik II. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. menghasilkan granul yang keras dengan sedikit fines. Kerugian metode kempa langsung : · Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. . menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata. lubrikan dan glidan.

Bentuk PH 101: serbuk. mencegah migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan seragam. 2. pengisi paling murah. PH 103: serbuk Sebagai disintegran : .Insoluble.Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti ―clay‖ yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi. Kalsium sulfat trihidrat . Avicel digunakan sebagai pengisi dan pengikat tambahan.. non-higroskopis. .Sinonim: terra alba. bisa dipakai untuk zat aktif asam.Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan. . snow white filler. manitol. Avicel dapat menyebabkan tablet lengket pada lidah saat akan digunakan. .Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%. starch paste.Untuk obat dengan dosis kecil. . penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa.Semakin tinggi grade-nya semakin putih. basa. Kalsium fosfat dibasic .Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel . kalsium karbonat. tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam .Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran. . .Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi 10% atau lebih tinggi. PH 102: granul. MC.Penggunaannya membutuhkan lubrikan. Contoh: kaolin.Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen.Pengikat yang disarankan: PVP. punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak. starch. 3. membentuk granul yang kuat pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya terbuat dari amilum. mengurangi capping dan friabilitas tablet.Perhatian: pada konsentrasi tinggi. .60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat massa lembab mudah digranulasi. . tidak mahal. kalsium sulfat.Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras. . . netral. . .

tetapi menyerap lembab. salisilamid.Dikenal sebagai gula susu. Spray-dried Lactose (Lachman Industri) .Pengisi yang paling umum.Untuk pengisi kempa langsung. dapat dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct compression-nya . umumnya digabung dengan Avicel. Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai pembawa .Untuk GB pakai laktosa HIDRAT.Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik.Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab.Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%. disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan (Handbook of Pharm Excipient) . atau senyawa lain yang mengandung furaldehid .Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif. Laktosa (Lachman Tablet) .Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% .Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa.Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh). granul spray dried (100-200 mesh).Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin dan Mg-stearat . granul halus (80-100 mesh).Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) .4. asam askorbat. phenilephrine HCl . amin. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat). granulnya cepat kering.Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) . dan laktosa anhidrat . pyrilamine maleat.Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard . ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat . . punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa .

cenderung menghasilkan tablet yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat .Gunakan lubrikan netral atau asam 5.Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. Sukrosa .Jika digunakan sebagai pengikat tunggal. dekstrosa.Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat . Mg stearat 6. membutuhkan lebih banyak cairan pengikat . Manitol . sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi. biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol.Menjadi coklat pada penyimpanan 7. Nu Tab : 95% sukrosa.. Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan. Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis . 4% gula invert. dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0. aliran jelek. paling sering digunakan bentuk ―confectioner‖ untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk mencegah caking .Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet . Dekstrosa .Jika digunakan sebagai pengisi kering. Di Pac : 97% sukrosa. 1% corn starch.Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan.Digunakan mirip dengan sukrosa.Non-higroskopis. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain .Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak. Sugartab : 90-93% sukrosa.Memiliki banyak bentuk. 3% modified dekstrin c. 7-10% invert sugar b. halus. dingin (negatif heat solution) .Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat .Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung: a.2% .Dapat digunakan untuk formulasi vitamin. sedikit manis. Campuran air dan alkohol akan menghasilkan granul yang lebih lunak. menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa . .

Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan.Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP.Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung. 9.Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif. . Emdex dan Celutab (Lachman Industri) .Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. Pengikat . Bekerja menyerap lelehan zat aktif. .Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi.Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna. Starch 1500 (penjelasan ada di bagian Pengikat) B. hidroksipropilselulosa . jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan.Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa . kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan . jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif 8. Contoh: Avicel Bolus alba Kaolin. MgO. Mg silikat. etilselulosa. gelatin) . bentonit.Pengikat bisa berupa gula dan polimer. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi.Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum pada tabel (Lachman Tablet halaman 161) 1.Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi . mengandung 8-10% lembab.Bisa dengan cara kering/basah. tragacanth. . Adsorben ..Pengikat yang berupa polimer alam: starch. trikalsium fosfat Aerosil C. metilselulosa. Starch (amylum) . gum (acacia.

dan disintegran . tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan . starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2. tekanan pengempaan.Perhatian: sebelum digunakan. Starch 1500 (Lachman Tablet) . yaitu avicel.Mengandung kadar air 11-14%. dan kandungan air massa cetak . akan menyebabkan tablet terdisintegrasi dengan cepat (hal 161) .(Lachman Tablet) .Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran .Dapat digunakan sebagai pengisi. kering. merupakan disintegran yang paling umum digunakan .Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) . Jika dosis zat aktif besar.Dalam bentuk musilago amili 5-10% .Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan . starch diganti dengan penghacur yang lebih baik.Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan .Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar.Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin. pengikat.Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk .Dapat digunakan sebagai pengikat basah. dan penghancur . .Pemakaian terbaik maksimal 30%.Pemakaian: 1-20%.Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch. dan tidak mengarang . tidak terhidrolisis. dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam jumlah besar Sebagai disintegran: .Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik.

Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda granulasi kering atau kempa langsung.Dapat dikempa sendiri.Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan dengan air membentuk massa lembab 4. merupakan directly compressible starch . Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif .Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat .Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi.Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat . yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih.5%.Sudah jarang digunakan. MC. pada fasa luar.Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat. Larutan sukrosa . digantikan PVP.menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama .Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah 3.Kelemahan: rentan bakteri dan jamur . larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan 5. atau dalam fasa luar pada metoda granulasi basah) .Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering. Gelatin .Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula . sebagai pengganti digunakan asam stearat Sebagai disintegran: .25% colloidal silicon dioxide) . dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%. Dapat digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut dalam air hangat tanpa pemanasan . tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0.Aliran bagus. Amilum pragelatinasi .Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0. (Lachman Industri) .

Digunakan pada konsentrasi 10-25%. Larutan akasia . bertindak sebagai pengikat dan pelindung ferrosulfat dr oksidasi . PVP . tidak mengeras selama penyimpanan (baik untuk tablet kunyah) . kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa 20-85% . sedikit higroskopis. pengikat yang baik untuk eksipien laktosa.Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili. .Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan warna beragam . dan gula .5-15% . meprobamate 6.Nama dagang: Kollidon atau Plasdon . Selulosa Metil selulosa . Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul. .Inert. dan garamnya . manitol. untuk mengurangi mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi) .Membentuk granul keras.Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi cepat dan disolusi cepat. larutan 5% menghasilkan kekerasan yang sama dengan musilago amili . larut air dan alkohol.Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat. digunakan dalam konsentrasi 3-15%.Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada penyimpanan .PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium hidroksida. CMC Na .. asetopheretidin.Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble powder.Inkompatibel dengan Mg. pada tablet ferro sulfat.1-5% larutan air.Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba . asetaminofen.Keuntungan: dapat dikompres cepat. Ca. Mg(OH)2 8. tidak mengeras pada penyimpanan b.Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin.Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu pencetakan tablet dan disintegrasi tablet 7. Al.

biasanya sebagai fasa luar. ferofu. kafein. Low grades digunakan sebagai pengikat 2-10% dalam etanol . Jika digunakan sebagai pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air atau alkohol. . meprobamat. aseton dan kloroform. Setelah itu ditambahkan sisa air. Flavour (Lachman Industri) . umumnya tablet mempunyai waktu disintegrasi yang lebih lama c.Larut air.N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk kuat . dimana air dan alkohol tidak dapat digunakan . Polivinil alkohol . mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri .Larut dalam air dan pelarut organik alkohol.Cara: Melarutkan dalam air . arat.Digunakan untuk tablet kunyah . dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk yang tidak tahan air seperti asam askorbat .Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering. N-HPC (Nisso-HPC) .Larutan dalam alkohol. Etil selulosa .Dapat memperlambat disintegrasi 9. PEG 6000 .Sebagai pengikat anhidrat. .PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-750C dan mengeras pada 56630C 11. metilen klorida.Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar digranulasi: asetaminofen. Melaruntukan dalam pelarut organik D.Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan untuk mengeras. propilen glikol.. Dengan cara ini pelarutan lebih cepat. menghasilkan tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada penyimpanan 10.20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk.Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia.

Acdisol ini digolongkan pada super disintegran. metilselulosa. Avicel. 5.Jumlah yang digunakan maksimal 0.5-0.Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan pengempaan .Bukan merupakan disintegran yang baik.Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki afinitas yang besar pada air. Acdisol) . .Mekanisme sama dengan starch secara umum. Starch (amylum) 2. Disintegran Fungsi : untuk memecah tablet Cara pakai : – saat granulasi . pectin. Clays . Sodium starch glycolate (primogel. Penggunaan 2-5%. karena kapasitas pengembangannya yang relatif rendah 6.75% E. tragacant. explotab) .Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4% . merupakan starch termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300% . CMC.Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu disolusi 4. guar gum) . Starch 1500 3.Pemakaian: 1-10% .Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan ke adsorben .sebelum dicetak (paling baik) 1. CMC-Na.Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam .Pemakaian: 2-10%. Gums (agar. sifat hilang jika digranulasi .sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak . Selulosa (selulosa.

Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan .Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah homogen. Lubrikan . dibutuhkan lubrikan yang semakin banyak .Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi.Jenis: Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti tablet/serbuk effervescent Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah . Penggantinya dapat digunakan talk.Bukan merupakan disintegran yang baik. Dapat meninggalkan noda pada tablet Boundary type lubricant Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul pada permukaan logam.Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline.Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul dibentuk) . misalnya lubrikan alkalin stearat. dan memberikan hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah . Alginat (asam alginat dan Na-alginat) . . dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu pencampuran 10-30 menit . mudah melar.Memiliki afinitas yang besar terhadap air F. karena dapat menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan 7. mereka akan membentuk lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet setelah dikempa. Tipe ini memiliki adheren terhadap cetakan lebih baik . elastik. Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan tablet menjadi labih berpori.5-10% (Na-alginat) .Mekanisme: Fluid type lubricant Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan.Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2.Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alkohol .Semakin kecil ukuran granul.Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan ..Konsentrasi optimum: 1% .Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob .

Talk : 5% 5. Anti Adheren .Secara umum. Corn starch : 5-10% 3. Cab-O-Sil : 5-10% 2. Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe 1.memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi .Sebagai lubrikan tunggal. Ca.5% H.Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe. fine silica > Mg stearat > talk murni . Syloid : 0. Na) stearat : ¼-2% Sodium chloride : 5% Asam stearat : ¼-2% DL-Leusine :1-5% Sterofex : ¼-2% Carbowax 4000/6000 : 1-5% Talk : 1-5% Sodium oleat : 5% Waxes : 1-5% Sodium benzoat : 5% Stearowet : 1-5% Sodium asetat : 5% Gliseril behapte (Compritol 888): Sodium lauril sulfat : 1-5% dapat pula sebagai pengikat. dapat Mg-lauril sulfat : 1-2% dikombinasi dengan Mg-stearat Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5% G.1-0. Glidan . Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat Water soluble lubricant Water insoluble lubricant Asam borat : 1% Logam (Mg. Aerosil : 1-3% 4.

I. maka tidak ada pustaka pada bagian ini. Bagian ini dibuat untuk pertimbangan pemilihan metode dan formulasi teoritik. dan penanggulangan permasalahan yang mungkin terjadi pada pembuatan. DL-Leusine : 3-10% 7. Talk : 1-5% 2. Zat Aktif A Fase Dalam (92%) Zat Aktif Sesuai dosis Amilum Kering 10% bobot total Musilago amili 10% bobot total (atau 1/3 bobot tablet) Laktosa q. Granulasi Basah 1. Syloid : 0.Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking 1. Cab-O-Sil : 0. aplikasi formula teoritik..1-0.5% 5. dan yang paling efisien adalah DL-Leusine .Yang paling baik adalah yang larut air. Corn starch : 3-10% 6. Logam stearat : <1% 3.5% 4. Karena umumnya bahan disini berasal dari catatan atau pengalaman.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% .1-0. Na-lauril sulfat: <1% II.3 Perkembangan Formula Tablet Pada bagian ini akan diterangkan pembuatan tablet dan permasalahannya.

2. Jika sedikit bermasalah dapat digunakan aerosil sebanyak 1% sehingga formula fase luar menjadi : Mg Stearat 1%.s Amilum kering 10% dari bobot total Laktosa q. jika fungsinya sebagai penghancur. Tetapi karena ac-di-sol mahal harganya maka sebagai alternatif dapat digunakan starch 1500 atau primogel/eksplotab sebagai penghancur fasa luar. tapi sebenarnya dengan 2% tidak terlalu bermasalah. Aerosil 1%. tapi formula ini jarang digunakan. sehingga dapat mengakibatkan tablet menjadi basah. 3. Formula akan menjadi : . PVP larut dalam air. Talk 1%. waktu hancur granul lama sehingga menyebabkan waktu hancur tablet menjadi lama. Amilum kering bukan penghancur FD yang baik. Jika bercampur dengan air maka sifat penghancurnya akan berkurang. disolusi zat aktif dari dalam granul akan dipersulit. tetapi penguapannya akan diperlama sehingga digunakan pelarut etanol 95%. maka dapat ditambahkan ac-di-sol (± 3%) untuk memperbaiki waktu hancur. Amilum harus dalam keadaan kering. pengeringan granul memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan suhu pengeringan yang tinggi. dan friabilitas yang jelek. karena musilago amili yang sudah kering sulit ditembus sehingga disolusi zat aktif dari granul akan lebih sukses. Amilum kering yang bisa digunakan adalah amprotab. Pengikat diganti PVP untuk zat yang sukar dikompresi. Selain itu. Amilum kering 5%.Amilum kering 5% Pada tablet yang dinuat dengan menggunakan musilago amili sebagai pengikat. Sifat dari amilum kering : kompresibilitas kecil.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% PVP sifatnya higroskopis. Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q.

Untuk memperoleh tablet yang lebih baik.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Laktosa q.Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. Terdapat tiga jenis avicel yang sering digunakan yaitu : Avicel pH 101 (berbentuk serbuk. Avicel pH 102 (berbentuk granul. jarang digunakan sebagai penghancur fasa dalam. umumnya digunakan dalam formulasi Gkdan KL). Laktosa mempunyai kompresibilitas yang buruk sehingga friabilitasnyapun buruk. 4.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% Umumnya starch 1500 dan eksplotab digunakan sebagai penghancur luar. Avicel pH 103 (berbentuk granul dengan ukuran lebih kecil dan dapat menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat). umumnya digunakan dalam formulasi GB). maka laktosa dapat diganti dengan avicel. Formula tablet akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% .

s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Avicel q. lalu dicetak dan dihancurkan (slug) hingga kecepatan aliran ≥4 gr/dt. Setelah jadi slug kemudian ditambahkan sisa ½ FL (1.5%) .s Fase Luar (3%) Mg stearat 1% Talk 2% Pembuatan slug : FD + ½ FL = 97% + 1.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% II. Granulasi Kering Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.5% = 98.Eatanol q.5%. misalnya antibiotik. 1 Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% Laktosa q.

Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Eksplotab/starch 1500 5% Avicel q. Kempa Langsung Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab dan dosisnya kecil. LHPC 21 dapat diganti dengan eksplotab/primorgel atau starch 1500. Penggunaan LHPC 21 akan meningkatkan ongkos produksi karena harga LHPC 21 mahal. . laktosa dapat diganti dengan avicel. maka dapat diganti dengan : Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Laktosa q. Karena kompresibilitas laktosa buruk.s LHPC 21 juga dapat penghancur sehingga amilum kering dapat dihilangkan. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Avicel q.s Modifikasi fase luar hampir sama dengan modifikasi fase luar pada formulasi GB.s Karena laktosa memiliki sifat aliran yang jelek.2. III.

Jika terlalu besar sebaiknya disluging. Jumlah maksimal dari fine adalah 30%. Digunakan kombinasi starch 1500 dan avicel (3:1) yang dikenal pula sebagai ‖running powder‖. kompresibilitas. 1. Umumnya dosis zat aktif yang digunakan adalah dibawah 50% agar keseragaman kandungan produk akhir bagus. mg stearat. tetapi alirannya kurang baik.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Eksplotab 5% atau Ac-di-sol 3% . dan zat aktif). kohesif. atau ac-di-sol. Tapi daya hancur running powder tidak bagus. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Eksplotab (3:7) q. eksplotab. Running powder ini memiliki sifat aliran dan kompresibilitas yang baik. Selain itu eksplotab berfungsi pula sebagai penghancur. Avicel memiliki kompresibilitas yang baik. sehingga dapat ditambahkan penghancur luar seperti amilum kering. Syarat-syarat zat aktif untuk cetak langsung adalah : mempunyai sifat aliran yang bagus. Untuk memperbaik alirannya maka diguanakan eksplotab. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Starch 1500 (3:1) q.s Mg stearat 1% Talk 2% 3. Zat aktif A sesuai dosis Laktosa spray dried q.Formulasi KL dibatasi oleh jumlah fine (serbuk yang tidak mempunyai sifat aliran (seperti talk. Digunakan kombinasi avicel dan eksplotab.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% 2.

5 g 644 g Fase Luar (8%) Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% Cara menghitung : .Laktosa = 644 – (500 + 70 + 21.Contoh Perhitungan Tablet I.5) = 52. Granulasi Basah Contoh : Zat aktif paracetamol 500 mg Direncanakan bobot tablet 700 mg.98 x 600 = 588 g. maka untuk kadar air 0%.5 g Laktosa 52.5 g Misalnya : Granul FD yang diperoleh 600 g dengan kadar air 2%. bobot granulnya = 0. dibuat 1000 tablet Formula : Fase Dalam (92%) Paracetamol 500 g Amilum 10% dari bobot tablet 70 g Musilago amili 10% (1/3 FD) 21. Fase luar yang ditambahkan : .5 g .04 tablet. Jumlah tablet yang diperoleh = 588/644 x 1000 tablet = 913.Musilago amili = 1/3 x 644 g = 215 g setelah dikeringkan = 10% x 215 g = 21.

60 g Bobot tablet yang diperoleh = 600 g + 6.04 g Amilum kering 5% = 5/92 x 600 g = 32. jumlah tablet 1000 tablet Formula : Fase dalam (97%) Zat A 400 g Amilum 10% bobot tablet 60 g Laktosa 122 g 582 g Fase Luar (3%) Mg stearat 1% 6 g Talk 2% 12 g Slug (98. Granulasi Kering Contoh : Zat A 400 mg.5%) Zat A 400 g Amilum 60 g Laktosa 122 g .52 g + 13.52 g Talk 2% = 2/92 x 600 g = 13.04 = 714. bobot tablet 600 mg.27 g II.Mg stearat 1% = 1/92 x 600 g = 6.6 g 913.04 g + 32.

024 g Bobot tablet = 507.Mg stearat 3 g Talk 6 g 591 g Misalnya : slug yang diperoleh = 500 mg. maka sisa FL yang ditambahkan : Mg stearat = 500/591 x 3 = 2.024 ≈ 0.s 217.614 g = 507.5 g Talk (2%) 5 g 250 g Bahan siap dikempa menjadi tablet…. bobot tablet 250 mg.5 g Mg stearat (1%) 2.. dibuat 1000 tablet Formula : Zat A 25 g Pengisi q.538 g Talk = 500/591 x 6 = 5.!!!!! .614/846.076 g Slug + sisa FL = 500 g + 7.614 g Jumlah tablet yang diperoleh = 500/591 x 1000 = 846.6 g III. Kempa Langsung Contoh : Zat A 25 mg.

Bobot Jenis a. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Bobot jenis nyata . Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan. Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran. Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). aliran akan lebih baik. tergantung dari ketahanan granul pada getaran · Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak · Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. Jika ukuran granul berdekatan.BAB III EVALUASI TABLET A. · Timbang 100 gr granul · Letakkan granul pada pengayak paling atas · Getarkan mesin 5-30 menit. Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. 2. Evaluasi Granul Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula. Bobot jenis sejati Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer gas Beckman b. Evaluasi granul meliputi: 1.

Kadar Pemampatan %T = Vo – V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran. Lihat volume setelah pemampatan. 4. Mampatlkan 500 x dengan alat volumeter . Kompresibilitas . Bobot jenis nyata = bobot/volume c. Baca volume. Obat jenis nyata setelah pemampatan Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul.Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan Pemampatan 500 x BJ nyata BJ nyata setelah pemampatan 3.

cara bebas b.aliran buruk 5. Aliran a. Metode corong (128)/132 Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. cara tidak bebas (paksa) digetarkan Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik. b. Metode sudut istirahat Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) Tampung granul di atas kertas grafik .% K= Dapt –Davc x 100 % Dapt Davc = Berat jenis nyata sebelum pemampatan Dapt = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——.

Keseragaman ukuran a. Keragaman sediaan .30 sangat mudah mengalir 30.40 mudah mengalir 40. Sifat fisika kimia 1. Visual /Organoleptik a. Bau c. Rasa 2. Friabilitas 4. Jika x = 25. Rupa. % KB = W1/W x 100 % % KB = Kandungan bobot % KL = Wa/W1 x 100 % % KL = Kandungan lembab Wa = W – W1 W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan B.45 mengalir > 45 kurang mengalir 6. Keseragaman tebal b. Kekerasan 3. dengan cara visual menggunakan loop agar permukaan tablet lebih jelas terlihat b.Hitung x. Kandungan Lembab Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . Keseragaman diameter 2. Evaluasi Tablet (Produk Akhir) 1.

Waktu hancur 6. timbang tablet sebanyak 10 buah. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar). . Uji kadar zat aktif 3. . Jalankan alat selama 4 menit. Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri). Oleh karena itu beberapa industri memberikan persyaratan kemurnian yaitu batas angka mikroba. Jadi ada 100 putaran. . Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian. Setelah selesai. . timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6. Lingkungan produksi yang kurang bersih juga merupakan likungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. Friabilitas diukur dengan friabilator (gambar terlampir). keluarkan tablet dari alat. Uji Friabilitas Tablet . bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama.a. Keragaman bobot b. Disolusi 7. Untuk tablet dengan bobot > 650 mg. alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. Uji Mikrobiologi Terutama dilakukan pada tablet yang mengandung bahan-bahan yang mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator. Sering kali tablet bersalut lebih banyak dikontaminasi oleh bakteri disbandingkan oleh tablet tidak bersalut karena kelembaban internal tablet salut merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %. Untuk tablet dengan bobot < 650 mg. maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah. Pada proses pengukuran friabilitas.5 g. Uji Keamanan/Toksisitas Untuk menguji apakah ada bahan-bahan lain yang toksik dalam tablet 4. Keseragaman kandungan 5.

(The International Pharmacopoeia 3rd ed Vol.5 ºC selama pengujian berlangsung dan. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. tanpa harus kehilangan intregitasnya. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Untuk tablet efervesen. suatu batang logam yang digerakkan oleh motor dan keranjang berbentuk silinder. suatu motor. Alat 1. Komponen batang logam dan keranjang yang me-rupakan bagian dari pengaduk terbuat . tinggi 160 mm hingga 175 mm. sedangkan dalam masing-masing monografi. Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. Penyimpanan Tablet . . Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing-masing monografi. Penggunaan alat yang memungkinkan pengamatan contoh dan pengadukan selama pengujian berlangsung. Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. Dari jenis alat yang diuraikan disini. goncangan atau getaran signifikan yang melebihi gerakan akibat perputaran alat pengaduk. Wadah tercelup sebagian di dalam suatu tangas air yang sesuai berukuran sedemikian sehingga dapat mempertahankan suhu dalam wadah pada 37º ± 0. Kondisi khusus penyimpanan dan pengemasan direkomendasikan pada monograpi masing-masing . Pada bagian atas wadah ujungnya melebar. Lebih dianjurkan wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola.(USP & NF 1994) .4 hal 28) Uji Disolusi <1231> Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. gesekan dan guncangan mekanik. harus disimpan pada wadah yang tertutup sangat rapat atau kemasan yang kedap terhadap lembab dan mungkin perlu ditambahkan zat adsorbent seperti silika gel. misal pada saat pengemasan dan transportasi. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan.menjaga agar gerakan air dalam tangas air halus dan tetap. diameter dalam 98 mm hingga 106 mm dan kapasitas nominal 1000 ml. untuk mencegah penguapan dapat digunakan suatu penutup yang pas. Suatu alat pengatur kecepatan digunakan sehingga memungkinkan untuk memilih kecepatan putaran yang dikehendaki dan mempertahankan kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi dalam batas lebih kurang 4%. Alat terdiri dari sebuah wadah bertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert. termasuk lingkungan tempat alat diletakkan tidak dapat memberikan gerakan. Batang logam berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada tiap titik dari sumbu vertikal wadah berputar dengan halus dan tanpa goyangan yang berarti. maka digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera pada uji Pelepasan Obat <961>. . pergunakan salah satu sesuai dengan yang tertera dalam masing-masing monografi. Bagian dari alat. kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. lembab.

pengujian dapat diakhiri dalam waktu yang lebih singkat bila persyaratan jumlah minimum yang terlarut telah dipenuhi. Lakukan penetapan . Jarak antara dasar bagian dalam wadah dan keranjang adalah 25 mm ± 2 mm selama pengujian berlangsung. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. Alat dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari kalibrator yang bersangkutan. Sama seperti Alat 1. Bila Media disolusi adalah suatu larutan dapar. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan.0001 inci (2. pasang alat. Sediaan dimasukkan ke dalam keranjang yang kering pada tiap awal pengujian.dari baja tahan karat tipe 316 atau yang sejenis sesuai dengan spesifi-kasi pada Gambar 1. dan angkat termometer. Oleh karena itu. Media disolusi Gunakan pelarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Dapat juga digunakan keranjang berlapis emas setebal 0. cuplikan dapat diambil hanya pada waktu yang ditentukan dengan toleransi ± 2%. Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Bila dinyatakan dua waktu atau lebih. biarkan Media disolusi hingga suhu 37º ± 0. Alat 2. Masukkan 1 tablet atau 1 kapsul ke dalam alat. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dan 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti. Dayung memenuhi spesifikasi pada Gambar 2. gunakan kasa 40 mesh. Prosedur untuk kapsul. tidak kurang 1 cm dari dinding wadah. atur pH larutan sedemikian hingga berada dalam batas 0. bedanya pada alat ini digunakan dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung. Uji kesesuaian alat Lakukan pengujian masing-masing alat menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis disintegrasi dan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi sesuai dengan kondisi percobaan yang tertera.5 µm).] Waktu Bila dalam spesifikasi hanya terdapat satu waktu. [Catatan Gas terlarut dapat membentuk gelcmbung yang dapat merubah hasil pengujian. gas terlarut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum pengujian dimulai. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan suatu penyalut inert yang sesuai.05 satuan pH yang tertera pada masing-masing monografl. tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah. Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan.5º.

tidak . Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. angka 5% dan 15% dalam tabel adalah persentase kadar pada etiket. dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket. Bila cangkang kapsul mengganggu. keluarkan isi tidak kurang dari 6 kapsul sesempuma mungkin. Buat koreksi seperlunya.seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima. Tabel Penerimaan Tahap Jumlah yang diuji Kriteria Penerimaan S1 6 Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5% S2 S3 6 12 Rata-rata dari 12 unit (S1 +S2) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% Rata-rata dari 24 unit (S1 + S2+ S3) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q. persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang diuji sesuai dengan tabel penerimaan. Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S atau S. penetapan. Interpretasi Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Harga Q adalah jumlah zat aktif yang terlarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. dengan demikian mempunyai arti yang sama dengan Q. larutkan cangkang kapsul dalam sejumlah volume Media disolusi seperti yang dinyatakan.

75 cm ± 0. diameter dalam lebih kurang 21.5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah ber-jarak tidak kurang dari 2. digunakan vntuk menggantungkan rangkaian keranjang. Rancangan rangkaian keranjang dapat sedikit berbeda asalkan spesifikasi tabung kaca dan . Alat Alat terdiri atas suatu rangkaian keranjang.7 cm. kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul yang tidak larut. Bagian-bagian alat dirangkai dan dikencangkan oleh tiga buah baut melalui kedua lempengan plastik.5 cm dari dasar wadah.25 cm. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih.3 cm dan tidak lebih dari 5. masing-masing dengan diameter 9 cm. dengan enam buah lubang. Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan aktifnya terlarut sempurna. gelas piala berukuran 1000 ml.lebih dari 2 unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% dan tidak satu unit pun yang lebih kecil dari Q – 25%.025 inci).5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm. Waktu yang diperlukan bergerak ke atas adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk bergerak ke bawah dan perubahan pada arah gerakan merupakan perubahan yang halus. tebal 6 mm. bukan gerakan yang tiba-tiba dan kasar. Pada permukaan bawah lempengan dipasang suatu kasa baja tahan karat berukuran 10 mesh nomor 23 (0. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas. tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempengan plastik. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. Rangkaian keranjang bergerak vertikal sepanjang sumbunya. tanpa gerakan horizontal yang berarti atau gerakan sumbu dari posisi vertikalnya. masing-masing dengan panjang 7. termostat untuk memanaskan cairan media antara 35º hingga 39º dan alat untuk menaikturunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5. kawat kasa berada paling sedikit 2. Volume cairan dalam wadah sedemikian sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas. Rangkaian keranjang Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka. masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut. Suatu alat pengait dipasang pada alat yang menaikturunkan rangkaian keranjang melalui satu titik pada sumbunya.

ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Tablet salut enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. Cakram dibuat dari bahan plastik transparan yang sesuai. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut.5 mm dan dalam 2. Tanpa menggunakan cakram jalankan alat. Bila tablet tidak hancur sempurna.55 mm. Prosedur Tablet tidak bersalut Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. Ukuran tiap lekukan sedemikian hingga bagian yang terbuka pada dasar silinder luasnya 1. angkat keranjang dan amati semua tablet. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. gunakan air bersuhu 37º ± 2º sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada sisi silinder terdapat 4 lekukan dengan jarak sama berbentuk V yang tegak lurus terhadap ujung silinder. maka hanya selama batas waktu yang dinyatakan. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna.dalam monografi. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. Setelah 4 jam. mempunyai bobot jenis antara 1. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. Seluruh permukaan cakram licin.7 mm ± 0. tebal 9. . gunakan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media selama jangka waktu 2 jam ditambah dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi atau bila dalam monografi dinyatakan hanya tablet salut enterik. ganti dengan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º dan teruskan pengujian hingga jangka waktu keseluruhan.15 mm. Tablet bukal Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. sedangkan lubang lain paralel terhadapnya dengan radius jarak 6 mm. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. refak atau menjadi lunak. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat.60 mm persegi dan pada bagian atas silinder lebar 9.5 mm ± 0. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. Tablet bersalut bukan enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. termasuk pencelupan dalam air dan cairan lambung buatan LP adalah sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi ditambah 30 menit.15 mm dan diameter 20. Ajigkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Cakram Tiap tabung mempunyai cakram berbentuk silinder dengan perforasi.18 hingga 1. Setelah alat dijalankan selama satu jam. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. salah satu lubang melalui sumbu silinder. Terdapat lima lubang berukuran 2 mm yang tembus dari atas ke bawah. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur.ukuran kasa dipertahankan. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. tanpa menggunakan cakram. angkat keranjang dan amati semua tablet: tablet tidak hancur.20. Setelah alat dijalankan telama 30 menit.

. Bila 1 tablet atau 2 kapsul tidak hancur sempurna. tanpa menggunakan cakram. Kapsul gelatin keras Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. 66 . 64 Alprazolam. 15 Acetaminophen. Sebagai pengganti cakram digunakan suatu kasa berukuran 10 mesh seperti yang diuraikan pada rangkaian keranjang. Amati kapsul dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi. Amati tablet dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi: semua tablet harus hancur. 54 Albuterol. kasa ini ditempatkan pada permukaan lempengan atas dari rangkaian keranjang. Daftar Tablet pada USP 26 2003 . tanpa menggunakan cakram. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. . 41 Acetohexamide. Tablet sublingual Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet iidak bersalut. 56 Allopurinol. BAB IV . semua kapsul harus hancur. .ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. 43 Acetohydroxamide acid. kecuali bagian dari cangkang kapsul. Acepromazine maleate. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. CONTOH TABLET . 44 Acyclovir. Acetazolamide. 50 Albendazole. . ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya: tidak kurang 16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna. . Kapsul gelatin lunak Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Kapsul gelatin keras.

150 Anileridine HCl. 185 Atenolol. 212 Bendroflumethiazide. 193 Azatadine maleate. 138 Amoxicillin. 197 Azathioprine. Aminobenzoate potassium. 156 Apomorphine HCl. 171 Asian ginseng. 120 Aminoglutethimide 122 Aminopentamide sulfate. 128 Amiosalycylic acid. 117 Aminocarproic acid. 166 Ascorbic acid. 175 Astemizole. 124 Aminophylline. 133 Amodiaquine HCl. 216 . 142 Ampicillin. 130 Amitriptyline HCl. 2762 Aspirin. 186 Atropine sulfate. 127 Aminosalicylate sodium. 198 Bacampicillin HCl.Alumina. 209 Barium hydroxide lime sulfate. 204 Baclofen.

341 Carteolol HCl. 309. Calcium. 228 Bethametasone. 282 Busulfan. 272 Bumetadine. 275 Bupropion HCl. 348 Cefaclor. 280 Buspirone HCl. 320 Carbamazepine. 352 Cefadroxil. 354 . 330 Carboxymethylcellulose sodium. 324 Carbidopa. 234 Betaxolol. 283 Butabarbital sodium. 314 Captopril. 311. 250 Bisacodyl. 244 Bethanecol chloride. 345 Cascara. 329 Carbinoxamine maleate. 268 Bromopheniramine maleate. 299. 252 Bromocriptine mesylate.Benztropine mesylate. 302. 245 Biperiden HCl. 286 Butalbital. 343 Corisoprodol. Caffeine.

409 Chlordiazepoxide. 460 Clarithromycin. 468 Clomiphene citrate. 396 Cepharadine. 430 Chlorpromazine HCl. 509 Cortisone acetate. 406 Chloramphenicol. 442 Cimetidine. 488 Clonidine HCl. 466 Clemastine fumarate. 489 Clozapine. 441 Chlorzoxazone. 424 Chlorothiazide. 454 Ciprofloxacin. 485 Clonazepam. 380 Cefprozil. 381 Cephalexine. 436 Chlorpropamide.Cefixime. 526 . 507. 500 Codein. 508 Colchicine. 426 Chlorpeniramine maleate. 437 Chlorthalidone. 518 Cyclizine HCl. 415 Chloroquine phosphate. 362 Cefpodoxime proxetil. 402 Chlorambucil.

605 Diflunisal. 596 Dicyclomine HCl. 527 Cyclophosphamide. 611 Digoxin. 570 Dextroamphetamine sulfate. 621 Dihydroxyalumunium Na-carbonat. 552 Dexchlorpheniramine maleate. 578 Diazepam. 599 Diethylcarbamazine citrate. 536 Dapsone. 628 Dimenhydrinace. 594 Diclofenac sodium. 624 Diltiazem HCl. 616 Dihydrotachisterol.Cyclobenzaprine HCl. 638 Diphenoxylate. 641 Dipyridamole. 604 Diethyl stilbestrol. 547 Demeclocycline HCl. 602 Diethyl propion HCl. 589 Dichlorpenamide. 530 Cyproheptadine HCl. 543 Dehydrocholic acid. 550 Desipramine HCl. 609 Digitalis. 645 . 630 Diphenhydramine.

765 Etidronate disodium. 764 Ethynodiol diacetate. 649 Divalproex sodium. 753 Ethacrinic acid. 679 Enalapril maleate. 748 Estropipate. 677 Dyphylline. 756 Ethynil estradiol. 760 Ethotoin. 722 Ergotamine tartrate. 770 . 731 Estrogen. 759 Ethionamide. 658 Doxycycline hydate. 768 Etodolac. 725 Erythromycin. 646 Disulfiram. 720 Ergonovine maleate. 670 Doxylamine succinate. 1806 Ergocalciterol. 650 Docusate sodium. 672 Dydrogestrone.Dirithromycin. 717 Ergoloid mesylate. 755 Ethambutol HCl. 700 Ephedrine.

788 Finasteride. 880 Guanabenz acetate. 894 . 850 Glipizide. 836 Furosemide. 791 Flecainide acetate. 890 Haloperidol. 866 Glycopirrolate. 828 Folic acid. 859 Glucosamine. 870 Griseofulvin. 775 Fenoprofen calcium. 793 Fludrocortisone acetate. 886 Guanadrel sulfate. 839 Gemfibrozil.Famotidine. 817 Fluoxymesterone. 886 Guanathidine monosulfate. 823 Flurbiprofen. 832 Furozolidone. 2765 Glyburide. 780 Ferrous sulfate. 877 Guaifenesine. 819 Fluphenazine HCl. 796 Fluoxetine. 888 Guanfacine.

947 Imipramine HCl. 1065 . 909 Hydrochlorthiazide. 932 Hydroxyzine HCl. 961 Iodoquinol.Hydralazine HCl. 995 Iopanoic acid. 1061 Leucovorin calcium. 958 Indapamide. 910 Hydrocodone bitartrate. 1000 Isoniazide. 1050 Labetalol HCl. 1047 Ketorolac thromethamine. 926 Hydromorphone HCl. 912 Hydrocortisone. 937 Hyoscyamine. 1063 Levamisole HCl. 928 Hydroxychloroquine sulfate. 1027 Isosorbide dinitrate. 1026 Isopropamide iodide. 1042 Ketoconazole. 940 Ibuprofen. 1037 Isoxsuprine HCl. 1053 Letrozole. 916 Hydroflumethiazide.

1146 Meperidine HCl. 1154 . 1093 Lorazepam. 1153 Mephobarbital. 1129 Mebendazole. 1132 Mecamylamine HCl. 1071 Levonogestrel. 1100 Magaldarate. 1068 Lisinopril. 1144 Menadiol sodium diphosphate. 1074 Liothyronine sodium. 1106 Magnesia. 1085 Liotrix. 1087 Lithium carbonate.Levocarnithine. 1089 Loperamide HCl. 1152 Mephenytoin. 1120 Maprotiline HCl. 1072 Levorphanol tartrate. 1098 Lovastatin. 1128 Mazindol. 1140 Megestrole acetate. 1069 Levodopa. 1134 Meclizine HCl. 1136 Medroxyprogesterone acetate. 1109 Magnesium trisilikat. 1143 Melphalan.

1186 Methocarbamol. 1215 Methysergide maleate. 1168 Metaproterenol sulfate. 1208 Methylprednisolone. 1191 Methyclothiazide. 1178 Methazolamide. 1201 Methylergonovine maleate. 1229 . 1210 Methyltestosterone. 1196 Methylcellulose.Meprobamate. 1177 Methamphetamine HCl. 1216 Metoclopramide. 1219 Metolazone. 1165 Mesoridazine besylate. 1159 Mesolamine. 1172 Methadone HCl. 1181 Methenamine. 1179 Methdilazine HCl. 1220 Metoprolol tartrate. 1183 Methimazole. 1228 Metyrapone. 1167 Mestranol. 1223 Metronidazole. 1200 Methyldopa. 1188 Methotrexate. 1207 Methylpenidate HCl. 1158 Mercaptopurine.

1241 Mitotane. 1269 Naproxen.Minicycline HCl. 1266 Naltrexone HCl. 1245 Moricizine HCl. 1366 Oxycodone HCl. 1274 Niacin. 1306 Nifedipine. 1343 Oxandrolone. 1317 Nitroglycerin. 1253 Nadolol. 1358 Oxazepam. 1361 Oxtriphylline. 1260 Nafcillin sodium. 1263 Nalidixic acid. 1337 Nystatin. 1305 Niacinamide. 1243 Molindone HCl. 1362 Oxybutynin chloride. 1368 . 1321 Norethindrone. 1240 Minoxidil. 1359 Oxprenolol HCl. 1328 Norfloxacin. 1313 Nitrofurantoin. 1335 Norgestrel.

1443 Phendimetrazine tartrate. 1458 Phenylpropanolamine HCl. 1444 Phenelzine sulfate.Oxymetholone. 1529 . 1467 Phytonadione. 1376 Oxytetracycline. 1396 Paramethasone acetate. 1476 Pimozide. 1454 Phenylbutazone. 1449 Phentermine HCl. 1391 Pancrealipase. 1486 Praziquantel. 1403 Penicillamine. 1482 Piperazine citrate. 1446 Phenmetrazine HCl. 1439 Phenazopyridine HCl. 1398 Penbutolol sulfate. 1413 Pergolide. 1447 Phenobarbital. 1394 Papaverine HCl. 1524 Prednisolone. 1379 Pancreatin. 1480 Pindolol. 1464 Phenytoin. 1436 Perphenazine. 1406 Penicillin.

1604 Quazepam. 1598 Pyridoxine HCl. 1574 Propranolol HCl. 1579 Propylthiouracil. 1562 Propantheline bromide. 1560 Promethazine HCl. 1565 Propoxyphene napsylate. 1539 Probenecide. 1543 Procainamide HCl. 1604 Quinidine sulfate. 1588 Pyrazinamide. 1554 Promazine HCl. 1609 Quinin sulfate. 1538 Primadone. 1618 . 1612 Ranitidine. 1601 Pyrimetamine. 1541 Probucol. 1596 Pyridostigmine bromide. 1602 Pyrvinium pamoate.Prednisone. 1600 Pyrilamine maleate. 1536 Primaquine phosphate. 1545 Prochlorperazine maleate. 1553 Procyclidine HCl. 1585 Protriptyline HCl.

1719 Sulfadiazine. 1682 Simvastatin. 1747 . 1741 Sulfasalazine. 1637 Ritrodine HCl. 1736 Sulfametoxazole. 1670 Selegiline HCl. 1732 Sulfamethizole. 1684 Sodium bicarbonate. 1627 Riboflavine. 1745 Sulindac. 1705 Sucralfate. 1663 Scopolamine HBr. 1621 Repaglinide. 1743 Sulfinpyrazone. 1696 Sodium salicylate. 1653 Saccharin sodium. 1679 Simethicone. 1642 Reserpine. 1737 Sulfapyridine. 1658 Salsalate. 1693 Sodium fluoride. 1690 Sodium chloride.Rauwolfia serpentina. 1745 Sulfisoxazole. 1729 Sulfadimethoxine. 1674 Sennosides.

1893 Trioxsalem. 1859 Triamcinolone. 1885 Trihexyphenidyl HCl. 1831 Timolol maleate. 1840 Tocainide HCl. 1882 Triflupromazine HCl. 1863 Triazolam. 1818 Thioguanine. 1874 Trichlormethiazide. 1776 Testolactone. 1891 Trimethoprim. 1854 Tolmetin sodium. 1825 Thyroid. 1780 Theopylline. 1855 Trazodone HCl. 1876 Trifluoperazine HCl. 1815 Thiethylperazine maleate. 1851 Tolbutamide. 1811 Thiamine HCl. 1805 Thiabendazole. 1850 Tolazamide. 1821 Thioridazine HCl. 1895 Triprolidine HCl.Tamoxifen citrate. 1888 Trimeperazine tartrate. 1755 Terbutaline sulfate. 1898 .

2854 Ursodiol. 1901 Ubidecarenone. 1843 Aminoglutethimide. 1827 Acenocoumarol /Nicoumalone. 1925 Warfarin sodium. Dispersible. 1842 Amiloride. 1950 Zidovudine. 1837 Allopurinol. 1839 Aluminium Hydroxide. 1832 Aciclovir .Trisulfapyrimidines. 1837 Aloxiprin. 1844 . 1828 Aciclovir. 1938 Zalcitabine. 1833 Alimemazine /Trimeprazine. 2856 Verapamil HCl. 1953 Daftar Tablet pada BP 2001 Acebutolol. 1914 Valerian. 1828 Acetazolamide.

1893 Bumetanide. 1875 Betamethasone Sodium Phosphate. 1899 . 1896 Busulfan. 1889 Bromocriptine. 1887 Betamethasone. Dispersible. 1858 Aspirin . 1895 Bumetanide and Slow Potassium. 1872 Benorilate. 1859 Atenolol. 1845 Amiodarone. 1866 Baclofen. 1862 Atropine. Effervescent Soluble. 1847 Amitriptyline. 1867 Bendroflumethiazide /Bendrofluazide. Enteric-coated. 1886 Bisacodyl. 1893 Brompheniramine. 1858 Aspirin and Caffeine. 1874 Benzatropine. 1859 Aspirin . 1858 Aspirin .Aminophylline. 1847 Ascorbic Acid. 1865 Azathioprine. 1864 Azapropazone. 1860 Aspirin.

1949 Ciprofloxacin. 1920 Cefuroxime Axetil. 1911 Cascara. 1929 Chlordiazepoxide Hydrochloride. 1904 Calcium Folinate. 1910 Carbimazole. 1902 Calcium and Ergocalciferol. 1907 Calcium Lactate. 1908 Captopril. 1943 Chlortalidone. Slow. Chewable. 1950 Clemastine. 1914 Cefaclor . 1927 Chlorambucil. 1941 Chlorpromazine. 1962 . 1946 Cimetidine. 1938 Chlorphenamine /Chlorpheniramine. 1933 Chloroquine Phosphate. 1905 Calcium Gluconate.Calcium and Colecalciferol. Effervescent. 1942 Chlorpropamide. 1937 Chloroquine Sulphate. 1916 Cefalexin. 1954 Clomifene. 1944 Choline Theophyllinate. 1903 Calcium Carbonate . 1907 Calcium Gluconate . 1909 Carbamazepine.

1985 Colecalciferol. 1973 Co-careldopa. 1997 Codeine Phosphate. 1974 Co-codamol. 1971 Co-beneldopa . 1982 Co-magaldrox. 1968 Co-amilozide. 1977 Co-dergocrine. Paediatric. 2002 . Dipersible. 1964 Co-amilofruse. 1975 Co-codaprin. Dispersible. 1993 Co-trimoxazole. 1976 Co-codaprin . 1985 Colistin. 1970 Co-amoxiclav. 1990 Co-tenidone. 1991 Cyanocobalamin. 1996 Co-trimoxazole . 1990 Co-proxamol. 1996 Co-trimoxazole . Dispersible. 2000 Cyclophosphamide. 1980 Colchicine. 1980 Co-dydramol.Clonidine. 1999 Cyclizine. 1992 Co-triamterzide. 2000 Cyclopenthiazide. 1989 Cortisone.

2015 Diazoxide. 2010 Dextromoramide. 2006 Desipramine. 2002 Cyproterone. 2025 Dihydrocodeine. 2034 Docusate. 2042 Dosulepin /Dothiepin. 2020 Diethylstilbestrol. 2031 Disulfiram. 2045 . 2009 Dexamfetamine. 2016 Diclofenac. 2027 Diloxanide. 2018 Diclofenac . 2024 Digoxin. 2023 Digitoxin. 2003 Dapsone. 2012 Diazepam. Slow. 2030 Dipyridamole. 2008 Dexamethasone. 2021 Diflunisal.Cyproheptadine. 2028 Dipipanone and Cyclizine. 2016 Dichlorophen. 2027 Dimenhydrinate. 2018 Dicycloverine /Dicyclomine. 2041 Domperidone.

2076 Fenoprofen. 2081 Ferrous Sulphate. 2051 Dydrogesterone. 2049 Droperidol. 2062 Estropipate. 2084 Flucytosine. 2088 . 2063 Erythromycin Stearate. 2067 Ethinylestradiol. 2082 Flecainide. 2082 Flavoxate. 2065 Ethambutol. 2064 Erythromycin. 2052 Ephedrine Hydrochloride. 2080 Ferrous Fumarate. 2059 Erythromycin Ethyl Succinate. 2070 Famotidine.Doxycycline . 2057 Ergometrine. 2080 Ferrous Gluconate. 2082 Ferrous Sulphate . 2059 Ergotamine Sublingual. 2056 Ergocalciferol. 2076 Ferrous Fumarate and Folic Acid. 2067 Etodolac. Dispersible. Prolonged-release. 2072 Fenbufen.

2125 Griseofulvin. 2088 Fluphenazine. 2143 Hydroflumethiazide. 2104 Folic Acid. 2115 Glibenclamide. 2162 . 2156 Hyoscine Butylbromide. 2102 Fluvoxamine. 2157 Hyoscine. 2099 Flurbiprofen. 2108 Furosemide /Frusemide. 2121 Glyceryl Trinitrate. 2120 Glipizide. 2129 Haloperidol. 2105 Fosfestrol. 2128 Guanethidine. 2154 Hydroxychloroquine. 2119 Gliclazide. 2153 Hydrotalcite. 2111 Gemfibrozil.Fludrocortisone. 2139 Hydralazine. 2143 Hydrochlorothiazide. 2121 Gliquidone. 2159 Ibuprofen.

2165 Inositol Nicotinate. 2212 Lormetazepam. 2226 Menadiol Phosphate. 2204 Lisinopril. Compound. 2164 Indoramin. 2183 Isosorbide Dinitrate. Slow. 2176 Isoniazid. 2166 Iopanoic Acid. 2212 Magnesium Trisilicate . 2208 Loprazolam. 2198 Levonorgestrel and Ethinylestradiol. 2186 Isradipine. 2222 Megestrol. 2194 Levodopa. 2219 Mebeverine. 2223 Melphalan. 2206 Lithium Carbonate. 2228 . 2207 Lithium Carbonate . 2189 Labetalol. 2198 Levothyroxine /Thyroxine. 2185 Isosorbide Mononitrate. 2199 Liothyronine.Imipramine. 2207 Lofepramine. 2210 Lorazepam.

2231 Metformin. 2238 Methylprednisolone. 2253 Morphine. 2268 . 2251 Mitobronitol. 2247 Mianserin. 2244 Metronidazole. 2257 Moxisylyte /Thymoxamine. 2268 Niclosamide. 2259 Nalidixic Acid. 2258 Nabumetone. 2237 Methylphenobarbital. 2230 Mercaptopurine. 2230 Mepyramine. 2240 Metoclopramide. 2260 Naproxen.Meptazinol. 2264 Neomycin. 2242 Metoprolol Tartrate. 2231 Methadone. 2266 Neostigmine. 2236 Methyldopa. 2235 Methylcellulose. 2239 Methysergide. Prolonged-release. 2234 Methotrexate. 2249 Minocycline. 2256 Morphine Sulphate .

2274 Nitrofurantoin. 2307 .Nicotinamide. 2297 Penicillamine. 2275 Norethisterone. Soluble. 2287 Oxazepam. 2287 Oxybutynin. 2270 Nimodipine. 2303 Pentobarbital. 2276 Norfloxacin. 2293 Paracetamol. 2303 Perphenazine. 2277 Nortriptyline. 2296 Paracetamol . 2288 Oxymetholone. 2289 Oxytetracycline. 2272 Nitrazepam. Dispersible. 2269 Nicotinyl Alcohol. 2279 Nystatin. 2296 Paracetamol . 2285 Orphenadrine Hydrochloride. 2269 Nicotinic Acid. 2299 Pentazocine. 2280 Orciprenaline. 2287 Oxprenolol. 2291 Pancreatin.

2320 Pindolol. Slow.Pethidine. 2330 Potassium Chloride . 2311 Phenobarbital. 2326 Polythiazide. 2333 Prednisolone. 2346 Proguanil. 2309 Phenindione. 2327 Potassium Chloride . 2339 Procainamide. 2338 Probenecid. Effervescent. 2325 Poldine. 2317 Phytomenadione. 2311 Phenoxymethylpenicillin. 2332 Prazosin. 2319 Pimozide. 2321 Piperazine Phosphate. 2313 Phenytoin. Enteric-coated. 2336 Primidone. 2345 Prochlorperazine. 2340 Prochlorperazine Buccal. 2323 Pizotifen. 2344 Procyclidine. 2346 . 2310 Phenobarbital Sodium. 2335 Prednisolone . 2330 Potassium Iodate. 2309 Phenelzine.

2381 Sodium Chloride. 2354 Protriptyline. 2361 Ranitidine. 2357 Pyrimethamine.Promazine. 2356 Pyridostigmine. 2360 Quinine Sulphate. 2377 Sodium Bicarbonate . 2384 Sodium Citrate. 2353 Propylthiouracil. 2374 Senna. 2350 Promethazine Teoclate. 2364 Ritodrine. 2359 Quinine Bisulphate. 2367 Salbutamol. 2357 Pyridoxine. 2355 Pseudoephedrine. 2358 Quinidine Sulphate. 2372 Selegiline. 2356 Pyrazinamide. 2352 Propranolol. 2349 Promethazine Hydrochloride. 2389 . 2351 Propantheline. Compound. 2385 Sodium Fluoride.

Sodium Valproate, 2396 Sodium Valproate , Enteric-coated, 2396 Sotalol, 2400 Spironolactone, 2402 Stanozolol, 2404 Sulindac, 2409 Sulfasalazine, 2407 Sulfinpyrazone, 2408 Sulpiride, 2410

Tamoxifen, 2412 Temazepam, 2415 Tenoxicam, 2416 Terbutaline, 2417 Terfenadine, 2419 Tetracycline, 2424 Thiamine, 2425 Thioridazine, 2427 Tiabendazole, 2428 Timolol, 2429 Tioguanine, 2431 Tocopheryl Succinate , Alpha, 2433 Tolazamide, 2433 Tolbutamide, 2434 Tranexamic Acid, 2435 Tranylcypromine, 2436 Triamcinolone, 2440

Trifluoperazine, 2441 Trihexyphenidyl /Benzhexol, 2442 Trimethoprim, 2443 Trimipramine, 2443 Triprolidine, 2444

Ursodeoxycholic Acid, 2447

Verapamil, 2450 Verapamil , Prolonged-release, 2450 Vigabatrin, 2451

Warfarin, 2456

Zuclopenthixol, 2462

Daftar Tablet pada Codex

Acetazolamide 708 Acetylcysteine 710 Acyclovir 711 Allopurinol 716 Aminophlline 721 Amitriptyline 725 Ammonium Chloride 727 Amoxycillin 728

Amphotericin 731 Ampicillin 733 Apomorphine 739 Aspirin 741 Atenolol 747 Atropine 748 Azathioprine 751

Baclofen 753 Benzylpenicillin 760 Betamethasone 765

Caffeine 771 Captopril 772 Carbamazepine 774 Cefuroxime 779 Cephalexin 780 Chlorambucil 785 Chlorampenicol 786 Chlordiazepoxide 790 Chlormethiazole 792 Chloroquine 794 Chlorpheniramine 797 Chlorpromazine 799 Chlorthalidone 802 Cimetidine 803 Codeine 813

Cortisone 817 Cyclophosphamide 819 Dapsone 823 Dexamethasone 824 Diazepam 830 Diclofenac 835 Diethylcarbamazine 839 Diethylpropion 839 Digoxin 840 Doxycycline 850 Ergometrine 852 Ergotamine 854 Erythromycin 855 Ethacrynic acid 861 Ethinyloestradiol 863 Fenoprofen 864 Ferrous salts 866 Fludrocortisone 870 Fluphenazine 871 Folic acid 873 Furosemide 875 Glibenclamide 882 Glyceryl trinitrate 884 .

Griseofulvin 888 Haloperidol 892 Hydralazine 897 Hydrochorothiazide 899 Hydrocortisone 901 Ibuprofen 908 Imipramine 911 Isoniazid 928 Isosorbide 931 Ketoprofen 933 Levodopa 96 Lithium salts 940 Lorazepam 942 Meprobamate 945 Mesalazine 946 Methadone 947 Methotrexate 949 Methyldopa 952 Methylprednisolone 953 Metoclopramide 956 Metronidazole 959 Miconazole 964 .

Morphine 966 Naproxen 971 Nifedipine 975 Nitrazepam 979 Nitrofurantoin 980 Norethisterone 983 Nystatin 984 Orphenadrine 986 Paracetamol 987 Pethidine 993 Phenobarbitone 994 Phenoxymethylpenicillin 998 Phenytoin 1001 Piperazin 1008 Piroxicam 1010 Prednisolone 1013 Primidone 1018 Prochorperazine 1020 Promethazine 1022 Propanolol 1025 Quinidine 1029 Quinine 1032 .

Ranitidine 1034 Riboflavine 1037 Salbutamol 1041 Sodium valproate 1046 Spironolactone 1046 Sulphadimidine 1049 Sulphamethoxazole 1051 Tamoxifen 1055 Tetracycline 1062 Theophylline 1067 Thyroxine 1073 Timolol 1074 Tolbutamide 1076 Triamcinolone 1078 Trimethoprim 1082 Verapamil 1083 Daftar Tablet pada FI IV Aloksiprin 76 Alopurinol 74 Alprazolam 80 Alprenolol hidroklorida 82 .

Amfetamin sulfat 100 Amilorida hidroklorida 89 Aminofilin 91 Ampisilin 105 Antalgin 538 Asam aminokaproat 36 Asam asetilsalisilat 32 Asam asetilsalisilat didapar 33 Asam askorbat 39 Asam folat 42 Asam nalidiksat 45 Asetaminofen 650 Asetazolamida 25 Asetosal 32 Atenolol 115 Atropine sulfat 116 Azatioprin 121 Besi (II) fumarat 379 Betametason 136 Bisakodil 146 Bromokriptin mesilat 151 Dusulfan 156 Dapson 278 Deksametason 288 Diazepam 304 .

Dietilkarbamazin sitrat 302 Difenhidramin teoklat 325 Digitalis 315 Digitoksin 316 Digoksin 319 Diltiazem hidroklorida 323 Dimenhidrinat 325 Dipiridamol 332 Efedrin hidroklorida 350 Efervesen asam asetilsalisilat 35 Ekstrak beladon 127 Ergometrin maleat 354 Ergonovin maleat 354 Eritromisin 358 Eritromisin etilsuksinat 359 Eritromisin stearat 359 Etambutol hidroklorida 62 Fenfluramin hidroklorida 374 Fenobarbital 660 Fenoksimetilpenisilin 665 Fitonadion 674 Furosemida 402 Glibenklamida 411 Griseofulvin 420 .

Guaifenesin 422 Haloperidol 425 Hidroklortiazida 434 Hiosin hrobromida 445 Ibuprofen 445 Isoniazid 473 Kalsium laktat 165 Karbamazepin 170 Karisoprodol 176 Ketokonazol 486 Klemastin fumarat 231 Klomifen sitrat 240 Klonidin hidroklorida 244 Klordiazepoksida 199 Klordiazepoksida hidroklorida 201 Klorfeniramin maleat 211 Klorokuin fosfat 208 Klorpromazin hidroklorida 215 Klorpropamida 215 Klortalidon 216 Klorzoksazon 218 Kotrimoksazol 770 Kuinidin sulfat 727 Kuinin sulfat 732 .

Lepas tunda asam asetilsalisilat 34 Levamisol hidroklorida 491 Levotiroksin natrium 495 Lorazepam 505 Luminal 660 Mebendazol 522 Merkaptopurin 533 Metadon hidroklorida 536 Metampiron 538 Metenamin mendelat 540 Metformin hidroklorida 535 Metildopa 547 Metilergometrin maleat 548 Metilergonovin maleat 548 Metoklopramida hidroklorida 556 Metoprolol tartrat 542 Metronidazol 561 Nadolol 573 Naproksen natrium 579 Natrium aminosalisilat 582 Natrium bikarbonat 604 Neostigmin bromide 607 Nistatin 626 Nitrazepam 615 Nitrogliserin 619 .

Norethisteron 622 Noretindron 622 Papaverin hidroklorida 647 Parasetamol 650 Penisilin V 665 Piperazin fosfat 682 Piperazin sitrat 681 Pirazinamida 722 Piridoksin hidroklorida 724 Prazikuantel 690 Prazosin hidroklorida 692 Prednisone 697 Primakuin fosfat 698 Probenesid 700 Propanolol hidroklorida 710 Propel flourasil 714 Ranitidine hidroklorida 734 Reserpin 739 Sefaleksin 182 Sefradin 182 Siklofosfamida 267 Simetidin 224 Siproheptadin hidroklorida 272 Skopolamin hidrobromida 445 .

Sublingual isosorbid dinitrat 475 Sulfametoksazol dan trimetoprim 770 Tamoksifen sitrat 773 Tiamina hidroklorida 785 Tolbutamida 799 Triheksifenidil hidroklorida 805 Vaginal nistatin 626 Vaginal klotrimazol 248 Verapamil hidroklorida 825 Vitamin B1 785 Vitamin K1 674 Daftar Tablet pada Fornas Acipheco 7 Alopurinol 17 Alprenolol 18 Alukol 19 Aluminium hidroksida 19 Aminofilina 20 Amitriptilina 22 Amobarbital 23 Amobarbital natrium 24 Amodiakina 25 .

Antalgin 108 Antazolina 28 Antinfluenza Dep Kes 6 APC 7 Asam asetilsalisilat 5 Asam asetilsalisilat kamfer opium 6 Asam asetilsalisilat kofeina fenasetina 7 Asam askorbat 8 Asam folat 11 Asam nikotinat 12 Asetaminofen 3 Asetaminofen asetilsalisilat kofeina 4 Asetazolamida 4 Asetosal 5 Atropine difenoksilat 33 Barbital 39 Beladon 39 Bendrofluazida 40 Benzheksolium 41 Benzotropina 42 Besi (II) fumarat 129 Besi (II) glukonat 130 Besi (II) sulfat 131 Betametason 47 Betametason fosfat 48 Biperidena 50 .

Bisakodil 51 Busulfan 53 Butobarbital 54 Dapson 93 Deksametason 93 Deksamfetamina 96 Deksklorofeniramina 97 Dekstrometorfan 100 Dekstromoramida 101 Diazepam 103 Didrogesteron 116 Dienesterol 106 Dietilkarbamazina 101 Dietilstilbestrol 102 Difenhidramina teoklat 114 Digilanida C 173 Digitalis 107 Digitoksin 107 Digoksin 108 Diiodoksikinolina 109 Dikorfenamida 105 Diloksanida 109 Dimenhidrinat 114 Dimetusteron 111 Dioktil sulfosuksinat 111 Doksikorton 114 .

Dover 219 Efedrina 118 Efervesen asetosal 6 Ergometrina 123 Ergonovina 123 Ergotamina 124 Eritromisina 125 Etambutol 12 Etundron 16 Etunilestradiol 15 Etusteron 16 Fenetisilina 236 Fenfluramina 128 Fenilbutazon 240 Fenindamina 237 Fenitoina 242 Fenobarbital 237 Fenoksimetilpenisilina 240 Fenolftalein 238 Fitomenadion 244 Fludrokortison 131 Flufenazina 131 Fluprednisolon 133 Ftalilsulfatiazol 243 Furosemida 133 .

Gliserol trinitrat 141 Glutetimida 140 Griseofulfina 140 Guanetidina 143 Haloperidol 143 HCT 150 Heksamina 146 Heksamina mandelat 146 Hidralazina 149 Hidroflumetiazida 156 Hidroklortiazida 150 Hidrokodon 150 Hidrokortison 150 Hidroksizina 158 Hiosina 159 Hiosina metilbromida 161 Imipramina 163 INH 167 Iodokloroksikinolina 77 Isokarboksazida 167 Isoksuprina 169 Isoniazid 167 Isoprenalina 168 Isopropamida 169 .

Isoproterenol 168 Kalek 57 Kalsiferol 57 Kalsium benzamidosalisilat 55 Kalsium glukonat 55 Kalsium laktat 57 Kalsium pantotenat 57 Karbamazepina 59 Karbarson 59 Karbimazol 60 Karbinoksamina 61 Karbromal 62 Kina 266 Kinidina 264 Kinina bisulfat 264 Kinina hidroklorida 265 Kinina sulfat 266 Kiniofon 266 Kliokinolina 77 Klomifen 80 Klorambusil 64 Klordiazepoksida 68 Klorfeniramina 69 Klorguanida 69 Klorkina 73 Klorpromazina 70 .

Klorpropamida 72 Klortalidon 74 Klortiazida 75 Kodeina 82 Kolina teofilinat 75 Kolistina 84 Kortison 87 Lanatosida-C 173 Lapis 312 Levodopum 175 Levotiroksina 176 Liotironina 179 Mebhidrolina 181 Meditren 166 Melfalan 182 Menadion 182 Mepakrina 184 Mepenzolium 184 Mepiramina 186 Meprobamat 185 Merkantopurina 186 Metampiron 188 Metandienon 189 Metandrostelonon 189 Metantelina 189 .

Metenamina 146 Metenamina mendelat 146 Metilklotiazida 192 Metildopum 192 Metildopum hidroklortiazida 193 Metilergometrina 193 Metilergonovina 193 Metilpredmisolon 195 Metiltestosteron 196 Metiltiourasil 197 Metimazol 190 Metionina 191 Metisergida 197 Metronidazol 197 Multivitamin 199 Natrium bikarbonat 207 Natrium subkarbonat 207 Neomisina 208 Neostigmina 210 Niklosamida 210 Nikotinamida 211 Nistatina 214 Nitrazepam 212 Nitrofurantoina 212 Nitrogliserin 141 Noretandrolon 213 .

Noreundron 213 Noretundron asetat 213 Noretusteron 213 Noretusteron asetat 213 Novobiosina 214 Oksifensiklimina 222 Oksitosina 225 Opial 226 Opium majemuk 219 Orsiprenalina 219 Papaveretum 226 Papaverina 226 Paraminosalisilat 228 Parasetamol 3 PASNA 228 Penisilina-V 240 Pentaeritritol 230 Pentobarbital 231 Perfenazina 232 Petidina 234 Piperazina adipat 247 Piperazina sitrat 247 Piridoksina 262 Piridostigmina 262 Pirimetamina 263 .

Pirvinum 263 Polimiksina 249 Politiazida 250 Prednisolon 251 Prednison 254 Primakina 254 Primidon 254 Proguanil 69 Prokainamida 255 Proklorperazina 256 Promazina 258 Prometazina hidroklorida 259 Prometazina teoklat 260 Propanolol 267 Propantelina 260 Propiltiourasil 261 Propisilina 261 Ragi 271 Reseprina 266 Riboflavina 269 Sakarina 270 Sakaromises 271 Salisilamida 271 Salut kering 312 Sefaleksina 62 .

Sianokobalamina piridoksina tiamina 89 Siklofosfamida 90 Sikloserina 91 Sinkofen 76 Siproheptadina 91 Sisip 312 Skopolamina 159 Skopolamina metilbromida 161 Spironolakton 274 Stilbestrol 102 Sublingual 312 Sulfadiazina 277 Sulfadimetoksida 277 Sulfadimidina 278 Sulfafurazol 281 Sulfaguanidina 279 Sulfametazina 278 Sulfamerazina 279 Sulfametizol 280 Sulfametoksazol 280 Sulfametoksipiridazina 280 Sulfasomidina 281 Sulfisoksazol 281 Sulfisomidina 281 Tiamina 288 Tietilperazina 288 .

Tioridazina 289 Tiroksina 176 Tolazolina 291 Tolbutamida 291 Triamsinolon 292 Trifluoperazina 295 Triheksifenidil 41 Trimoksazol I 296 Trimoksazol II 296 Tripelenamina 296 Trisulfa 297 Trisulfapirimidina 297 Vioform 77 Vitamin-B kompleks 302 Vitamin-B1 288 Vitamin-B2 269 Vitamin-B6 262 Vitamin-C 8 Vitamin-D 57 Vitamin-K 182 Warfarin 303 BAB V TABLET KHUSUS A. TABLET EFFERVESCENT .

I. Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. 1. 1. Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat. yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. Keuntungan dan Kerugian Effervecent Keuntungan yang dimiliki tablet effervescent. asam tartrat) dan Natrium bikarbonat. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dulu dalam air baru diminum 5. sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan. Kerugian yang terdapat pada tablet effervescent. 4. Rasa menyenangkan karena karbonisasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak 3. Tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam penyimpanan. Di samping menghasilkan larutan yang jernih. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang.I. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia 2. 2. Pendahuluan I. Dengan rasa asam sedikit berlebih. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika. Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. 3. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat. Pembuatan Efervescent . sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat. Tablet Effervecent Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. antara lain. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescen I. 1. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. antara lain. yang mengandung dosis yang tepat 2. tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu.

Granulasi Basah Umumnya sama dengan tablet konvensional Prosesnya: 1. Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil. Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Granulasi dengan Cairan Non Reaktif. Cara Pemanasan. Proses pembuatan tablet efervesen membutuhkan kondisi khusus. granulasi kering.5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. Selain itu suhu tinggi juga dapat mempercepat perusakan bahan tablet. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0. Granulasi dengan Cairan Reaktif. Reaksi kedua bahan ini akan dipercepat dengan adanya air. sehingga juga harus dijaga pada suhu yang relatif rendah. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak. menggunakan suatu alat semprot khusus yang dilangkapi dengan saluran penyemprot bahan pengikat dan saluran udara pemanas. maka dari itu tablet Efervescent selama perjalanannya mulai akhir produksi sampai ke tangan pasien tidak boleh sedikitpun kontak dengan air. Biasanya komponen asam yang dipanaskan. . 2. 3. Bahan penggranulasi yang efektif adalah air.Tablet effervecent dibuat dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan. dan dengan metode fluidisasi. Metode fluidisasi dengan metode wurster. a. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur.1-0. Tablet effervecent memerlukan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai penghasil karbondioksida. kelembabab harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP.

Bentuk partikel c. Cara Slugging Dibuat bongkah-bongkah tablet ukuran besar menggunakan mesin tablet kemudian tablet dimasukkan ke dalam mesin granulasi untuk dihaluskan menjadi ukuran yang dikehendaki 2. . Karakteristik komponen tablet Efervesen: 1. Granul harus dapat dikompresi 2. I. Cara Kompaktor Menggunakan mesin khusus rol kompaktor yang mengempa serbuk premix menjadi bentuk pita/lempeng diantara dua rol yang berputar berlawanan. Granulometri d. Bahan dihaluskan menjadi granul dalam mesin granul. Apabila bahan baku yang digunakan tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai. Keseragaman distribusi e. Sekali dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi adalah pertambahan air. Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. Aliran bebas granul f. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti: a. Banyak dari proses dan alat proses yang sama. Bahan Tambahan Tablet Effervecent Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering. artinya bahan baku yang digunakan harus kering. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesen yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya.b. 4. Granulasi Kering Dilakukan dengan dua cara: 1. Ukuran partikel b.

antara lain : Asam Sitrat. Sumber Asam Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat digolongkan menjadi. garam ini dapat menghasilkan proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. Kecepatan kelaurtan lebih penting dari kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet terdisintegrasi. merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang murah.Contoh: CH2COOH CH2COONa CH2COOH + 3NaHCO3 CHCOONa + 3 CO2 + 3 H2O CH2COOH CH2COONa Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat (kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi.5. 4. Natrium bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0. Asam anhidrat Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber karbondioksida. Natrium karbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi efervesen. Molekul air memang masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa. Asam Makanan. Jika komponen tablet tidak larut. asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat.3. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga mempunyai sifat higrokopis. Garam Asam Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan. Contohnya adalah suksinat anhidrat. I. 2. 1. 4. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat. natrium karbonat dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11. Garam yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat.85% menunjukan pH 8. 3. I. Asam Tartrat. Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat digunakan natrium perborat anhidrat. dan dalam bentuk granul dapat mengalir dengan bebas. reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet tidak akan terdisintegrasi secara cepat. Sumber Karbondioksida Sumber karbondioksida dari tablet efervesen didapat dari garam-garam karbonat. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. Contohnya adalah natrium hidrogen fosfat. .

natrium dihidrogen fosfat, dan natrium bisulfit. I. 4. 3. Bahan Tambahan Lainnya Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan pengikat, bahan pengisi, dan lubrikan. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam jumlah yang terbatas. Seperti halnya pengisi, hanya digunakan sedikit saja, karena dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam.

a. Pengikat dan zat penggranul Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan pengikat seperti gelatin, amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat ketidakstabilan tablet efervesen. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP. PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol, etanol atau hidroalkohol. Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk pelarut PVP.

b. Pengisi Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan efervesen sudah cukup besar. Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik. Pengisi lain adalah Na. Klorida, Na. Sulfat dan Na. Bikarbonat.

c. Lubrikan Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat digunakan sebagai lubrikan. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan lubrikan larut air yang efektif. II. CONTOH FORMULA (VITAMIN C) II. 1. Formulasi Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1,5 gram. Formula untuk 1 buah tablet effervescent : Vitamin C 500 mg Pyridoxine 20 mg

PVP 3% 45 mg Sukrosa 15% 225 mg Asam sitrat monohidrat 208 mg Asam tartrat 222,9 mg Natrium bikarbonat 249,5 mg PEG 8000 30 mg II. 2. Perhitungan Bobot tablet effervescent 1500 mg Fasa dalam bobot 98% = 98/100 ´1500 mg = 1470 mg Fasa luar (terdiri dari pelincir) bobot 2% = 2/100 ´ 1500 mg = 30 mg Fasa dalam terdiri dari zat aktif, asam, basa, pengikat, dan pengisi. Bobot asam dan basa = fasa dalam – (zat aktif + pengikat + pengisi) = 1470 mg – ( 520 + 45 + 225 ) mg = 680 mg Asam sitrat monohidrat: BM = 210,13 Bilangan ekivalen = 3 Bobot ekivalen = 210,13/3 = 70,04 Asam tartrat: BM = 150,09 Bilangan ekivalen = 2 Bobot ekivalen = 150,09/2 = 75,05 Natrium bikarbonat: BM = 84,01 Bilangan ekivalen = 1 Bobot ekivalen = 84,01/1 = 84,01 70,04 mol ekivalen + 75,05 mol ekivalen + 84,01 mol ekivalen = 680 mg 229,1 mol ekivalen = 680 mg mol ekivalen = 2,97

Asam sitrat monohidrat = 70,04 ´ 2,97 = 208 mg Asam tartrat = 75,05 ´ 2,97 = 222,9 mg Natrium bikarbonat = 84,01 ´ 2,97 = 249,5 mg Pertimbangan pemilihan bahan-bahan dalam formula dan metode pembuatan Bobot tablet yang dipilih 1500 mg karena bobot tersebut cukup untuk bobot tablet effervescent Dosis asam askorbat yang dipilih 500 mg/hari karena dosis tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sariawan akibat defisiensi vitamin C. Jumlah pyridoxine yang dikonsumsi per hari sebanyak 2,2 mg harus terpenuhi untuk lakilaki dan 2 mg untuk perempuan. Pyridoxine yang digunakan untuk pengobatan anemia sideroblastik dan untuk merawat kelainan metabolisme akibat defisiensi pyridoxine memiliki dosis sebesar 100-400 mg per hari. Dosis pyridoxine yang dipilih dalam formula ini sebesar 20 mg/hari karena masih termasuk rentang dosis yang dapat digunakan untuk profilaksis dan defisiensi pyridoxine, juga untuk memenuhi bobot tablet effervescent sebesar 1,5 gr. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut air dan konsentrasi yang dipilih 3% karena PVP yang digunakan sebagai pengikat dalam formulasi dan teknologi Farmasi sebesar 0,5-5% Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam tablet effervescent adalah gula. Konsentrasi yang dipilih 15% karena sukrosa yang digunakan sebagai pengisi pada formulasi dan teknologi Farmasi 2-20%. Asam yang digunakan adalah kombinasi antara asam sitrat monohidrat dan asam tartrat karena dengan kombinasi akan diperoleh tablet effervescent yang bik. Bila digunakan asam sitrat monohidrat tunggal maka granul yang dihasilkan lengket dan lunak sehingga tidak dapat dikempa, sedangkan bila digunakan asam tartrat tunggal maka akan dihasilkan tablet effervescent yang keras dan retak-retak. Basa yang digunakan adalah natrium bikarbonat karena basa tersebut biasa digunakan dalam kombinasi dengan asam tartrat. Lubrikan yang digunakan harus larut air sehingga dipilih PEG 8000 Metode pembuatan yang dipilih adalah granulasi kering karena zat aktif merupakan vitamin yang tidak tahan panas sehingga dengan granulasi kering maka tidak diperlukan proses pengeringan yang memerlukan panas.

Penimbangan dilakukan untuk membuat 500 buah tablet effervescent Asam askorbat 500 mg ´ 500 = 250 g Pyridoxine 20 mg ´ 500 = 10 gr PVP 3% 45 mg ´ 500 = 22,5 gr Sukrosa 15% 225 mg ´ 500 = 112,5 gr Asam sitrat monohidrat 208 mg ´ 500 = 104 gr Asam tartrat 222,9 mg ´ 500 = 111,45 gr Natrium bikarbonat 249,5 mg ´ 500 = 124,75 gr

Sejumlah tertentu granul dimasukkan kedalam alat penentuan (corong) penguji aliran.4. Aliran yag diperoleh harus sebesar 10 gr/detik. ii) Kecepatan Aliran (Menggunakan Flow Tester) a. kemudian dihancurkan hingga derajat kehalusan tertentu.4. II. Jika tidak diperoleh aliran sebesar itu. Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. b. pada granul ditambahkan lubrikan. . Evaluasi Granul .5 gr. Diayak dengan pengayak nomor 16 mesh. harus dilakukan slugging kembali hingga diperoleh aliran yang dikehendaki. Alat dijalankan dan dicatat waktu yang dibutuhkan oleh massa granul untuk melewati corong. kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance). Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det iii) Kadar Pemampatan .4.PEG 8000 30 mg ´ 500 = 15 gr II. Dicampur menjadi satu kemudian dicampur hingga homogen. Massa serbuk dislugging. b. . c. Piring logam dipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan.3 Prosedur Pembuatan Metode Granulasi Kering Zat aktif dan eksipien masing-masing dihaluskan dlam tempat yang terpisah. . Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). Granul siap dikempa menjadi tablet dengan bobot 1.1 Tujuan Untuk memeriksa apakah granul yang terbentuk memenuhi syarat atau tidak untuk dikempa. II. II. Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam. Setelah granul memiliki aliran 10 gr/detik. Dilakukan uji aliran granul yang diperoleh.2 Prosedur i) Kandungan Air (hanya untuk granul hasil granulasi basah) a.

Catat volumenya (Vo). iv) Bobot jenis a. · Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan b. 50. · Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. d. b. · Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat . diukur. c. dan volume pada ketukan ke 10. Hitung kadar pemampatan dengan persamaan berikut ini: Kp = [(Vo-Vt)/Vo] x 100 % Kp = kadar pemampatan Vo = volume granul sebelum pemampatan Vt = volume granul pada t ketukan Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika Kp < 20%. Bobot jenis nyata · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur. Volume mula-mula dicatat sebagai ketukann 0 (Vo). · Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. 100. Catat volumenya (V10 dan V500). Bobot jenis mampat · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. Masukkan 100 gr granul dalam gelas ukur 250 mL .a. Lakukan pengetukan. · Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali.

Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. . II.5 Evaluasi Tablet . . .5. II. iii) Keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet. ii) Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. Jika ditimbang satu persatu. Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet. II.W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan v) Indeks kompresibilitas Hitung dengan persamaan : [(Pn-P)/Pn] x 100 % vi) Perbandingan Haussner Hitung dengan persamaan berikut ini : § Angka Haussner = BJ setelah pemampatan/BJ sebelum pemampatan.5. dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan.1 Tujuan Untuk memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu .2 Prosedur i) Pemeriksaan penampilan Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakkan. § Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika angka Haussner > 1.

dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi. ( FI ed III hlm. Pharmaceutical Excipients. 1994. bersihkan dari debu. Editor: Ainley Wade and Paul J.tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari hanya yang ditetapkan kolom B. v) Friabilitas a. III. b. iv) Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara media disolusi dan bagian atas keranjang atau dayung. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2. Setelah 4 menit. kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 370 + 0. Friksibilitas = (Wo – W1)/W1 X 100 %. 7). lalu dibersihkan dari debu dan timbang (W1). kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. kemudian ditimbang (Wo). 2nd edition. Lakukan penetapan kadar sesuai monografi.Indeks friabilitas (f) = (Wo -W1)/Wo X 100% vi) Friksibilitas 20 tablet diambil secara acak. tablet dikeluarkan. tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah. Alat diputar 25 rpm selama 4 menit. c. DAFTAR PUSTAKA 1. vii) Uji Disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi. Dalam interval waktu yang ditetapkan. Masukkan tablet ke dalam alat.50C Masukkan 1 tablet kedalam alat. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. Weller. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo). . kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator. hentikan alat. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1).

522-523. Keuntungan : ketersediaan hayati lebih baik dan dapat meningkatkan disolusinya. kenyamanan bagi penderita dengan meniadakan perlunya air untuk menelan. umumnya menggunakan manitol. 12nd ed. meskipun demikian sifat organoleptik zat aktif merupakan faktor yang paling utama. disintegrasi. antasida. Council Of The Royal Pharmaceutical Society Of Great Britain. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak. mempunyai rasa enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. kompresibilitas. terutama formulasi multivitamin. kompresibilitas dan stabilitas yang dapat diterima. aliran. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. Empat faktor pertama di atas merupakan faktor yang umum untuk tablet biasa dan juga tablet kunyah. 1994.London: The Pharmaceutical Press. Karakteristik : memiliki bentuk yang halus setelah hancur. TABLET KUNYAH I. kompatibilitas-stabilitas. Page 436-478. The Pharmaceutical CODEX. mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. Martindale. Faktor Formulasi Beberapa faktor yang terlibat dalam formulasi tablet kunyah diantaranya adalah jumlah zat aktif. 1989. Kekurangan : Zat aktif yang rasanya tidak baik dan dosis yang tinggi sangat sulit dibuat tablet kunyah. dan pertimbangan organoleptik. ―Principle and Practice of Pharmaceutics‖. London. mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995). London: The Pharmaceutical Press. sebagai pengganti bentuk sediaan cair yang memerlukan kerja obat yang cepat. II. meningkatkan kepatuhan penderita terutama anak-anak dengan rasa yang enak. dan antibiotika tertentu. B. Produk harus mempunyai sifat aliran. Pendahuluan Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. Formulator dapat menggunakan satu pendekatan atau lebih untuk sampai pada penentuan formula dan proses yang menghasilkan produk dengan sifat organoleptik yang baik. 392-399. lubrikan. 500-504 2. sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa. The Pharmaceutical Press. ―The Extra Pharmacopeia‖ 29TH Edition. . hal. 123-125. 1208-1209 3.

misalnya antihistamin seperti piribenzamin-HCl menimbulkan rasa pahit kemudian mati rasa. Istilah penyedap (flavor) berkaitan dengan sensasi gabungan rasa dan bau. Walaupun tidak mampu terionisasi dalam air. Profil ini biasanya menuntun keberhasilan paling efisien dari produk stabil dan bermutu sebab zat aktif biasanya menetapkan pemilihan senyawa pengisi. aldehid dan sedikit alkohol memberikan rasa manis.Pada umumnya. bau. kristal. . Banyak zat aktif organik merangsang respon pahit. Sedangkan pertimbangan organoleptik adalah sebagai berikut : 1. Sedangkan sensasi dingin dan sejuk dengan tekstur licin seperti manitol. amorf/cairan. penyedap. rasa dalah respon panca indera sebagai hasil angsangan kimiawi pada ujung rasa di lidah. disukai. 4. b. Pasca efek umum yang lain adalah sensasi mati rasa sebagian dari permukaan lidah. Raba mulut sangat penting dalam tablet kunyah. stabilitas zat aktif. raba mulut.suhu mencair. 5. pemanis. Pengkajian masalah formulasi Bila memungkinkan. sakarin memberikan rasa pahit dalam mulut. kelarutan dalam air. Faktor aliran. Rasa asin/asam diperoleh dari zat yang mampu terionisasi dalam larutan. Sifat kimiawi : . desintegran. sakarida.strukutur kimia dan golongan kimia. lembab. rasa. Aroma Misal tablet kunyah diberi aroma jeruk diformulasi baik rasa manis dan sedikit asam. kompresibilitas. Rasa dan Penyedap Secara fisiologis. melebur. pembawa. Raba mulut Raba mulut adalah sentuhan yang dihasilkan tablet dalam mulut ketika dikunyah. Sifat fisik : . Misalnya beberapa garam besi meninggalkan rasa karat. pasca rasa. Pasca efek Pasca efek yang umum dari banyak senyawa adalah pasca rasa (after taste) yaitu rasa yang timbul dalam mulut setelah tablet hilang. cairan berminyak. serbuk. lubrikan. dan lain-lain. kompresibilitas. 3. Sebaliknya jika jumlah zat aktif besar dan rasanya buruk sangat sulit diformulasikan menjadi tablet kunyah. 2. kebanyakan disakarida. jika jumlah zat aktif dalam tablet sedikit dan rasanya sedikit buruk maka formulasinya mudah. sifat polimorfisa. kompatibilitas dan sama halnya untuk tablet biasa. Profil zat aktif secara ideal harus mengandung informasi berikut : a. Umumnya tekstur pasir atau bergetah tidak dikehendaki dalam tablet. langkah pertama dalam formulasi tablet kunyah adalah memperoleh profil lengkap dari zat aktif.warna. .

- reaksi utama dari golongan kimia tersebut; - tidak tersatukannya zat aktif. c. Dosis zat aktif dan batas pada ukuran dosis akhir. d. Informasi lain yang terkait.

III. Teknik Formulasi Masalah formulasi mencakup rasa yang dikehendaki atau rasa yang buruk. Produk yang diinginkan harus dihindari dari rasa yang tidak enak dengan menambahkan flavor, pemanis, serta untuk mendapatkan raba mulut yang enak dan kompresibilitas yang dapat diterima. Beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah formulasi adalah sebagai berikut : 1. Menyalut dengan granulasi basah Walaupun proses granulasi basah terutama diperlukan untuk mudah mengalir dan dikempa pada zat halus di bawah kondisi tertentu, metode granulasi basah dapat berguna dalam penyalutan partikel zat aktif guna mengurangi rasanya. Contoh formulasi tablet kunyah vitamin C : Zat mg/tablet Asam askorbat (berlebih 10%) 275 Ethocel 7 cp, 10% dalam isopropanol q.s. NuTab 275 Sta-Rx-1500 50 Na-sakarin 1 Lake (FD&C) q.s. Penyedap q.s. Mg-stearat 5 Pembuatan :

- Asam askorbat + Ethocel, keringkan semalam pada suhu 50 °C di oven, diayak dengan ayakan 16 mesh; - Tambahkan NuTab + Sta-Rx-1500, kocok 15 menit; - Tambahkan campuran Na-sakarin, lake, penyedap, dan Mg-stearat yang sebelumnya telah diayak; - Campur kemudian dicetak.

Formula di atas menggunakan ethocel yang merupakan polimer yang tidak larut dalam air, di mana vitamin C disalut dengan cara granulasi basah. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah terlalu asam. Pada umumnya cara ini merupakan pendekatan yang paling sederhana untuk menutupi rasa. Granulasi basah tertentu dapat dilakukan tanpa penambahan eksipien seperti laktosa, manitol, sorbitol, sukrosa, dan lain-lain. Walaupun pendekatan ini serupa dengan granulasi basah biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Zat penggranulasi harus membentuk selaput pada permukaan zat aktif; 2. Tidak mempunyai rasa dan bau yang tidak enak; 3. Tidak larut dalam saliva; 4. Tidak mempengaruhi disolusi zat aktif setelah ditelan. Idealnya pengisi rasa manis seperti gula perlu dimasukkan dalam granulasi, disintegran baik dimasukkan dalam granulasi basah untuk menjamin disolusi yang baik setelah granul itu dikunyah. Prosedur tersebut merupakan prosedur konvensional. Saat ini banyak digunakan metode suspensi udara. Dalam teknik tersebut, partikel zat aktif yang akan disalut disuspensikan dalam aliran udara panas yang terkendali kecepatan tinggi langsung melalui lempeng perforasi dalam tabung salut. Partikel zat aktif melakukan aliran putaran lewat penembak atomisasi zat penyalut dalam larutan/suspensi. Setelah partikel basah, partikel tersebut disingkirkan dari daerah semprotan dan dikeringkan dalam aliran udara panas dan disalut ulang. Putaran tersebut dilanjutkan sampai ketebalan salut yang diinginkan tercapai. Pengaliran partikel zat aktif meningkatkan pemaparan luas permukaan guna penyalutan dan pengeringan yang lebih efisien. Walaupun perbaikan rasa dengan penyalutan menarik karena sederhana, tetapi metode ini hanya cukup untuk zat aktif yang rasanya tidak enak.

2. Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi adalah suatu metode penyalutan partikel zat aktif atau tetesan-tetesan cairan dengan polimer yang menyalut rasa dan membentuk mikrokapsul dengan ukuran 5 – 5000 mm. Mikroenkapsulasi dapat dibuat dengan berbagai metode, yaitu :

a. Metode Pemisahan Koaservasi Metode koaservasi adalah metode pengendapan makromolekul dari larutannya menjadi 2 lapisan cairan. Dalam metode ini ada 3 langkah yaitu : i) Pembentukan tiga fasa kimia yang tidak bercampur yaitu fasa pembawa air, fasa inti (zat aktif), dan fasa penyalut. Caranya : fasa penyalut dilarutkan dalam fasa pembawa cair kemudian ditambahkan zat aktif sehingga terjadi suspensi. Proses pemisahan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : - menaikkan suhu; - menambahkan cairan bahan pelarut yang bercampur baik dengan fasa pembawa sehingga makromolekul mengendap; - menambahkan garam; - menambahkan polimer lain yang tidak tercampurkan misalnya gelatin (ditambah gom arab). ii) Terbentuk campuran di mana makromolekul terdapat paling banyak. Di sini mulai proses penyalutan (diaduk). iii) Pengeringan partikel pada suhu rendah. Untuk metode koaservasi, zat salut yang biasa digunakan adalah CMC, selulosa asetat ftalat (CAP), etilselulosa, gelatin, polivinil alkohol, gelatin-gom arab, shellac, dan beberapa malam tergantung pada penggunaannya. b. Metode Suspensi Udara Zat aktif disuspensikan dalam udara. c. Metode Semprot Beku Proses semprot beku adalah pendinginan zat yang dicairkan jadi bentuk partikel halus selama perjalanannya dari penembak semprotan dan wadah penyemprotan pada suhu di bawah titik beku. Contoh formula : Tablet kunyah Asetaminofen (Mikroenkapsulasi) Zat mg/tablet Mikrokapsul (100 mesh) Asetaminofen Penyalut (selulosa-malam) Eksipien Manitol Mikrokristalin selulosa (Avicel)

5 2. Contoh Dekstrometorfan dengan menggunakan substrat Mg-trisilikat. Adsorbat sudah tersedia di perdagangan dalam bentuk serbuk termikronisasi yang mengandung zat aktif 10% b/b (tinggal dicampur lalu dicetak).5 10 10 1301 Pembuatan : . Contoh formula : Zat mg/tablet Adsorbat Dekstrometorfan-HBr 10% (berlebih 2%) Benzokain Flavor Mg-stearat Sorbitol (kristalin) 76. Dispersi solida Zat aktif dengan rasa yang tidak enak dapat dicegah dengan mengadsorpsikannya pada substrat yang mampu mempertahankan tetap teradsorpsi dalam mulut tetapi setelah di saluran cerna zat aktif dilepaskan.Talk Sakarin Gom Guar Flavor Mg-stearat 327 35 393 3.

penyedap. Misalnya rasa ampisilin diperbaiki secara nyata dengan menggranulasikannya dengan glisin. Asam amino yang umum digunakan adalah sarkosin. aduk. Kemudian campuran didinginkan secara cepat dan terjadi pemadatan (dilakukan dalam penangas es). Apabila digunakan sebagai pembawa zat aktif. Pembentukan garam/turunannya Dilakukan upaya modifikasi komposisi kimia zat aktif sehingga senyawa itu kurang larut dalam saliva karena itu rangsangannya kurang pada ujung rasa atau memodifikasi zat aktif menjadi tidak berasa. Ada beberapa metode dalam pembuatan adsorbat : a. 7.Sorbitol diayak 10 mesh . lalu tambahkan Mg-stearat. asam glutamat. . Metode pelarut : zat aktif dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap. Aduk dan cetak sehingga diperoleh tablet kunyah dengan kekerasan 6 kp. Misalnya kloramfenikol menjadi kloramfenikol stearat. Kemudian padatan tersebut diserbuk menjadi partikel yang diinginkan. 4. Penambahan asam amino dan hidrolisat protein Dengan menggabungkan asam-asam amino dan garam-garamnya atau campurannya akan mengurangi rasa pahit dari penisilin. taurin. lubrikan. Kompleks ini mampu menutup rasa pahit zat aktif dengan menurunkan jumlah partikel zat aktif yang terpapar atau mengurangi kelarutan zat aktif pada waktu dikunyah. 5. b..Tambahkan sisa sorbitol. campur kemudian pelarutnya diuapkan lalu dihaluskan. Dalam hal ini. dan glisin. flavor dengan ¼ dari jumlah sorbitol yang diperlukan . Metode pencairan : zat aktif dan pembawa dilebur bersama-sama dengan pemanasan pada suhu yang cocok (tidak merusak zat aktif). Pertukaran ion Pertukaran ion adalah pertukaran reversibel dari ion-ion antara fasa solida dan cairan dan tidak ada perubahan permanen dalam struktur solida. glidan. tambahkan substrat (zat padat). 6. solida adalah zat penukar ion sedangkan ionnya adalah zat aktif. pemanis lalu dicetak.Campur adsorbat. alanin. benzokain. zat penukar ion menjadi suatu sarana untuk mengikat zat aktif pada matriks polimer yang tidak larut dan dapat secara aktif menutup rasa dan bau dari zat aktif yang diformulasi menjadi tablet kunyah. kemudian ditambahkan amilum. Kompleks inklusi Pembentukan kompleks inklusi yaitu molekul zat aktif masuk ke dalam lubang-lubang molekul zat pengompleks membentuk kompleks stabil.

perlu diperhartikan kadar lembab. kompresibilitas. manis. strawberry. akan terjadi senyawa terkristalisasi yang mengendap. Pewarna Pewarna yang digunakan dalam tablet kunyah bertujuan untuk : . aliran. Eksipien Proses granulasi basah.memberi identitas pada produk dan membuat perbedaan antar produk . kristal dicuci untuk menghilangkan zat aktif yang tidak membentuk kompleks. IV. Untuk skala laboratorium adalah sebagai berikut : a. 2. kemungkinan kompatibel. Siklodekstrin dilarutkan dalam air panas yang dicampur zat aktif. dua diantaranya adalah skala laboratorium sedangkan yang lainnya adalah skala industri. granulasi kering dan cetak langsung pada tablet konvensional dapat juga diterapkan pada tablet kunyah. Banyak eksipien yang umum digunakan dalam tablet konvensional dapat juga digunakan dalam tablet kunyah.meningkatkan daya tarik estetika . b. distribusi ukuran granul. Ada 3 metode utama dalam pembuatan siklodekstrin. Metode ini menurunkan kelarutan zat aktif dalam air. dan kompleks ini dapat menutup rasa yang pahit atau bau yang tidak diinginkan. jeruk. mampu kunyah. Beberapa eksipien untuk tablet kunyah yang umum digunakan adalah sebagai berikut : A. hal yang perlu diperhatikan adalah kemanisan. B. dan raba mulut. 8. Selain itu. dan tidak toksik. Aroma Misal aroma vanila. Dalam hal ini. peppermint. Zat aktif tidak larut air dilarutkan dalam pelarut organik yang tidak bercampur dengan air. Kompleks molekular Pembentukan kompleks molekular melibatkan zat aktif dan molekul organik pengompleks. coklat. kemudian didinginkan dan terjadi penghabluran dari senyawa inklusi (pada pengeringan). dikocok dengan siklodekstrin dalam air yang pekat. lalu dikeringkan.Gaya yang terlibat dalam kompleks inklusi adalah gaya Van der Waals dan b-siklodekstrin (digunakan sebagai zat pengompleks inklusi) merupakan molekul oligosakarida dari amilum. Pemanis Pemanis alam dan pemanis buatan yang paling banyak digunakan adalah : Yang perlu diperhatikan status peraturan dalam negara. Flavoring (Penyedap) 1.

Lake biasanya digunakan dalam pembuatan tablet kunyah dengan metode cetak langsung. . Biasanya sebagai substrat digunakan Alumina hidrat.mikroba terutama jamur dan bakteri. VII.pemaparan cahaya matahari langsung. dan asam sitrat.1-0. Lake yang digunakan untuk tablet kunyah cetak langsung : 0. asam askorbat. Stabilitas lake terhadap cahaya dan panas lebih tinggi dibandingkan warna celup dan kompatibel dengan banyak komponen yang digunakan dalam tablet kunyah. Selama penyimpanan.. Pelaksanaan granulasi dan pengeringan untuk meminimalkan migrasi larutan pewarna celup harus dibuat dalam besi tahan karat atau wadah kaca untuk menghindari inkompatibilitas antara zat warna dan wadah.01-0.zat pengoksidasi terutama klorin dan hipoklorit.mengimbangi dan menyesuaikan penyedap yag digunakan dalam formulasi Ada dua bentuk pewarna yang digunakan : 1) Warna Celup Adalah senyawa kimia yang menunjukkan pewarnaan apabila dicelupkan dalam suatu larutan. .pemanasan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama (jadi pewarnaan harus diproses pada suhu rendah dan waktu singkat).3%. . Pembuatan . Fe. ion logam (Al.menutup warna yang kurang menarik . penggunaan dan proses pewarna celup harus dilindungi terhadap : . 2) Warna Lake Pewarba lake tidak larut dan biasanya didispersikan. Zn. Larutan pewarna celup dalam air dapat disimpan selama beberapa jam dan jika lebih dari 24 jam perlu diawetkan dengan penambahan suatu zat pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. .pH yang ekstrim. . Lake dibuat dengaan presipitasi dan mengadsorpsikan pewarna celup pada substrat yang tidak larut air. makin tinggi daya pewarnaan lake karena bertambahnya luas permukaan.03%. zat warna tidak tahan. beberapa penyedap. dan Sn).zat pereduksi terutama gula invert. Umumnya makin kecil ukuran partikel. misalnya propilenglikol. misalnya pH < 5. Oleh karena itu yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel harus halus. Pewarna celup yang digunakan pada metode granulasi basah biasanya dilarutkan dalam cairan granulasi. Na-benzoat. biasanya mengandung 80-93% murni. Harus dilakukan penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak larut. Pewarna celup untuk tablet kunyah biasanya digunakan 0. asam fosforik.

3. distribusi ukuran partikel. Contoh formula : Tablet kunyah antasida dengan metode cetak langsung Zat mg/tablet Al(OH)3 dan Mg-karbonat 325 Di-Pac DTE 675 Avicel 75 Starch 30 Ca-stearat 22 Flavor q. Antasida yang umumnya digunakan dalam kombinasi dari 2 atau lebih untuk menghasilkan efek terapeutik yang baik adalah sebagai berikut : Alumunium hidroksida (80-600 mg). .Empat aspek yang penting dalam pembuatan tablet kunyah adalah : 1. 2. Ca-karbonat (194-850 mg). cetak.s. dan lain. Mg-hidroksida/Mg-oksida (65-400 mg). Sebagai tambahan digunakan zat lain seperti :simetikon (dimetikon. Tablet kunyah yang diharapkan mempunyai kekerasan 8-11 SCA unit. Mg-trisilikat (20-500 mg). Antasida Kebanyakan sediaan padat antasida dibuat dalam bentuk tablet kunyah. peppermint oil 3 mg/tablet digunakan sebagai karminatif dan asam alginat 200-400 mg. astringent. Umumnya zat aktif terdiri dari logam. Pembuatan : campur semua zat. Formulasi antasida sangat sulit mengingat sifat dan jumlah zat aktif. A. sifat kekerasan tablet. sifat tersatukannya zat aktif dengan zat warna. dimetillpolisiloksan) dengan dosis 20-40 mg/tablet sebagai antiflatulen. berasa seperti kapur atau berasa pasir dan kombinasi ini menyebabkan rasa yang tidak enak saat dikunyah. kadar lembab yang memenuhi syarat. 4.

Sifat umum yang diperoleh dari zat aktif tersebut adalah rasa tidak enak.5 0. Semua zat aktif yang telah disebutkan mempunyai sifat kompresibilitas yang cukup baik. asetaminofen. Obat yang umum adalah aspirin. pseudoefedrin. Permaseal F-4932 Anise. Tablet kunyah Asetaminofen : metode granulasi basah Zat mg/tablet Asetaminofen Manitol Na-sakarin Larutan pengikat Peppermint oil Syloid 244 Banana. Obat batuk/obat flu Formulasi biasanya untuk anak-anak. Permaseal F-2837 NaCl (serbuk) Mg-stearat 120 720 6 21.5 2 2 . Umumnya dosis kurang dari atau sama dengan ¼ dosis dewasa. klorfeniramin. Contoh formula : 1. dan dekstrometorfan. Jadi untuk asetaminofen dipilih metode granulasi basah sedangkan zat aktif lain digunakan metode cetak langsung. kecuali asetaminofen.6* 0.B. misalnya aspirin berasa asam sedangkan yang lain pahit.

Larutan pengikat harus dibuat segar untuk menghindari pertumbuhan mikroba. Tablet kunyah Aspirin untuk anak-anak Zat mg/ tablet AlOH (dried gel) Aspirin Talk Primogel NuTab Mafco Magna Sweet Flavor Jeruk 13 81 . Tambahkan 180 ml larutan pengikat untuk 1000 tablet .Campur granul kering dengan flavor lalu tambahkan Mg stearat . Ayak dengan ayakan 12 mesh . 2.Campur dengan Asetaminofen.Adsorpsikan peppermint oil pada syloid 244 dan campur dengan flavor dan NaCl .2 mg gelatin Pembuatan : .6 27.Cetak tablet dengan kekerasan 12-15 kp Catatan : pengikat gom arab-gelatin menghasilkan tablet dengan kekerasan yang tinggi. dan air ad 400 ml .5 * Mengandung 5.Siapkan larutan pengikat yang terdiri dari gom arab (serbuk) 15 g.4 mg gom arab dan 16.Granulasi dan keringkan 1 malam pada 140-150 °F. gelatin (granul) 45 g.Ayak manitol dan Na sakarin dengan ayakan 40 mesh .

begitu juga dengan flavor jeruk. gula atau starch dan pengawet 5. tambahkan aspirin dan kocok (1) . Untuk itu dilakukan proses penyalutan dengan monogliserida atau digliserida dari asam lemak tersaturasi dengan teknik beku semprot 3. Evaluasi Evaluasi tablet kunyah tidak diatur dalam FI IV.Kocok NuTab dan AlOH. hambar atau rasa seperti logam. dan Magna Sweet dan ayak 16 mesh (2) . Beberapa parameter yang dievaluasi di bawah sebagian besar mengacu pada evaluasi tablet konvensional. Vitamin A dan D dalam bentuk bebas dilindungi dengan matriks gelatin. tidak ada reaksi inkompatibilitas antara aspirin dengan basa AlOH. rasa sabun. talk. pahit. flavor. Beberapa cara untuk menutup rasa tersebut : 1. kocok dan cetak Kombinasi NuTab dan Magna Sweet sebagai pemanis untuk mengurangi rasa asam dari aspirin.6 2 Pembuatan : .Tambahkan (2) ke (1). Vitamin/Mineral/Food Supplement Vitamin dan mineral mempunyai rasa yang tidak enak seperti asam. asin. Dalam keadaan kering. Ferro fumarat dan ferri pirofosfat terasa hambar.4 0.2 8 93. C.Campur primogel. 3. Vitamin E dalam serbuk kering teradsorpsi VIII. Evaluasi kimia . Rasa pahit seperti vitamin B kompleks disalut (salut tunggal) dengan monogliserida atau digliserida 4. Rasa asam ditekan dengan cara : 2.

Waktu hancur e. b. friabilitas. kemudian timbang bobot yang hilang. b.Periksa perubahan kekerasan.Periksa stabilitas rasa . Disolusi f. 3. masukkan ke dalam friabilator selama 100 putaran. tetapkan kekerasan. c. dan lain-lain) bisa digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada sampel yang representatif (biasanya aliquot dari 20 tablet yang dipilih acak yang dihaluskan). Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum di FI IV. Penentuan Kadar Metode analisis yang sesuai (kromatografi. Friabilitas 20 tablet digerus. ada bau) .Periksa terhadap adanya perubahan fisik (totol-totol pada tablet. kecepatan disolusi. Keseragaman Sediaan Keragaman bobot tidak boleh melebihi 6% untuk tablet dengan kadar zat aktif lebih dari 50 mg atau 50% terhadap obot seluruhnya. d. Keseragaman kandungan perlu dilakukan jika kandungan zat aktif kurang dari 50 mg. spektrofotometri. Jumlah kadar yang diperoleh dinyatakan dalam persentase terhadap kadar obat di label.Pada waktu tertentu. titrimetri. tentukan kadar zat aktif . Nilai yang diperoleh harus berada dalam batas-batas yang telah ditentukan untuk masing-masing zat aktif. Nilai friabilitas tidak melebihi 4%. Evaluasi Fisik a. ambil 6 gram. Kekerasan ambil 10 – 20 tablet secara acak. Rasa 4. kristalisasi zat aktif pada permukaan tablet. Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan terhadap adanya capping atau rengat dan parameter penampilan lainnya. migrasi zat warna. waktu hancur . Uji Stabilitas Stabilitas dipercepat dengan suhu tertentu Stabilitas dalam kondisi nyata Pemeriksaan stabilitas meliputi : .a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->