PEMBUATAN TABLET

TEORI SEDIAAN TABLET

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Definisi Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung substansi obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet kompresi .(USP 26, Hal 2406) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. (FI IV, Hal 4) . . I.2 Kriteria Tablet . . Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan; 2. Harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil; 3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik/mekanik; 4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan; 5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan; 6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan; 7. Bebas dari kerusakan fisik; 8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan; 9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu; 10. Tablet memenuhi persayaratan Farmakope yang berlaku. (Proceeding Seminar Validasi, Hal 26) . . I.3 Keuntungan Sediaan Tablet . .

Sediaan tablet banyak digunakan karena memiliki beberapa keuntungan, yaitu : 1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih; 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis; 3. Tablet dapat mengandung dosis zat aktif dengan volume yang kecil sehingga memudahkan proses pembuatan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan; 4. Bebas dari air, sehingga potensi adanya hidrolisis dapat dicegah/diperkecil.

Dibandingkan dengan bentuk sediaan lain, sediaan tablet mempunyai keuntungan, antara lain : 1. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat (merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak), memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutan; 2. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh (mengandung dosis zat aktif yang tepat/teliti) dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah; 3. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah besar dengan volume yang kecil; 4. Tablet merupakan sediaan yang kering sehingga zat aktif lebih stabil; 5. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut dalam air; 6. Zat aktif yang rasanya tidak enak akan berkurang rasanya dalam tablet; 7. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah; tidak memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul; 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi; 9. Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali); 10. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat aktif, menutupi rasa dan bau yang tidak enak, dan untuk terapi lokal (salut enterik); 11. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana, cepat, sehingga biaya produksinya lebih rendah; 12. Pemakaian oleh penderita lebih mudah; 13. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294 dan Proceeding Seminar Validasi, Hal 26)

I.4 Kerugian Sediaan Tablet Di samping keuntungan di atas, sediaan tablet juga mempunya beberapa kerugian, antara lain : 1. Ada orang tertentu yang tidak dapat menelan tablet (dalam keadaan tidak sadar/pingsan); 2. Formulasi tablet cukup rumit, antara lain : · Beberapa zat aktif sulit dikempa menjadi kompak padat, karena sifat amorfnya, flokulasi, atau rendahnya berat jenis; · Zat aktif yang sulit terbasahi (hidrofob), lambat melarut, dosisnya cukup besar atau tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna, atau kombinasi dari sifat tersebut, akan sulit untuk diformulasi (harus diformulasi sedemikian rupa); · Zat aktif yang rasanya pahit, tidak enak, atau bau yang tidak disenangi, atau zat aktif yang peka terhadap oksigen, atmosfer, dan kelembaban udara, memerlukan enkapsulasi sebelum dikempa. Dalam hal ini sediaan kapsul menjadi lebih baik daripada tablet. (The Theory & Practice of Industrial Pharmacy, Lachman Hal 294)

Tetapi jika dibandingkan dengan keuntungannya, kerugian sediaan tablet jauh lebih sedikit sehingga sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak dijumpai di perdagangan.

I.5 Masalah-Masalah Dalam Pembuatan Tablet Permasalahan yang mungkin timbul adalah berkenaan dengan bagaimana cara membuat sediaan yang baik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk membuat sediaan yang baik diperlukan data preformulasi yang meliputi stabilitas, organoleptik, sifat fisikokimia, dan data-data lain yang menunjang sehingga dapat diperkirakan bahan baku yang cocok untuk terbentuknya suatu sediaan yang baik dan tercapainya tujuan penggunaan. Adapun masalah-masalah yang mungkin terjadi : 1. OTT zat aktif (meleleh, berubah warna, terurai, dan sebagainya). 2. Stabilitas zat aktif : a. Untuk zat yang rusak oleh adanya air, dibuat dengan metode pembuatan tablet yang tidak menggunakan air dan perlu diperhatikan pelarut yang digunakan untuk granulasi. b. Untuk zat yang mudah teroksidasi dengan pemanasan dan sinar UV, digunakan metode pembuatan tablet yang tidak memakai pemanasan dan sinar UV dalam prosesnya.

Amylum yang digunakan sebagai penghancur luar haruslah amylum kering karena dengan adanya air akan menurunkan kemampuannya sebagai penghancur. 5. Untuk zat yang higroskopis. Untuk mengatasi kekeringan granul akibat pengeringan yang tidak terkontrol maka perlu penambahan humektan yaitu gliserin atau propilen glikol 1 – 4% dihitung terhadap . Perbandingan bobot jenis zat aktif dengan pembawa (jika terlalu jauh hendaknya jumlah fine sesedikit mungkin) 6. 8. 11.05%-0. 7.15%) sehingga tablet mempunyai waktu hancur lebih baik. idealnya 15%. Pengeringan amylum dilakukan pada suhu 70 °C karena pada suhu ini tidak terjadi gelatinasi dari amylum. 12. Pemilihan bahan pembantu yang cocok Untuk penentuan eksipien perlu diperhatikan OTT dengan zat aktif. perlu ditambah pembasah (Tween 80 0. 10. Konsentrasi Mg stearat sebagai lubrikan maksimal 2%. Tetapi pada tahap awal. bahan pembantu yang digunakan harus mempunyai titik leleh yang cukup tinggi sehingga pada pencetakan tidak meleleh. Jumlah fines total Jumlah fines yang ditambahkan pada masa cetak maksimal 30%. Karena Avicel memiliki kompresibilitas yang baik tapi alirannya kurang baik. Jika lebih besar akan menyusahkan pada pencetakan tablet. 4. Untuk zat yang tidak tahan air dan pemanasan dapat digunakan metode pembuatan tablet dengan cara kempa langsung atau granulasi kering · Untuk zat dengan jumlah kecil (jumlah fines <30%) dapat dibuat dengan KL · Untuk zat dengan jumlah besar (jumlah fines >30%) dapat dibuat dengan GK. maka untuk memperbaiki alirannya dapat digunakan Primogel atau Starch 1500.c. Hal ini dapat diatasi dengan penambahan adsorben seperti Aerosol < 3%. Di samping itu. Penggunaan mucilago amyli sebagai pengikat pada proses pembuatan tablet akan mempersulit disolusi zat aktif dari dalam granul karena mucilago amyli yang sudah kering sulit ditembus air. Jika terlalu besar akan terjadi laminating. Penggunaan amylum yang terlalu banyak (maksimal 30%) menyebabkan tablet tidak dapat dicetak karena kompresibilitasnya sangat jelek. Pada penggunaan PVP sebagai pengikat. sebagai pembawa dapat digunakan kombinasi Avicel dengan Primogel atau Avicel dan Starch 1500 dengan perbandingan 7:3 (penelitan Aliyah) atau 3:1. Untuk mengatasinya. PVP sebaiknya dilarutkan dalam alkohol 95%. 3. 9. Pada pembuatan tablet dengan metode KL. volume alkohol yang digunakan tidak diketahui sehingga dapat diberikan sebagai serbuk. jangan menggunakan metode granulasi basah memakai mucilago amyli karena massa cetak yang terjadi sulit untuk dikeringkan. d.

karena ada proses pemampatan. Ketentuan : misalkan digunakan pelarut X.mucilago. · Aliran granul yang kurang baik · Distribusi partikel tidak normal. Jumlah Tween yang tepat tergantung pada: · Jumlah zat aktif · Jumlah bahan pembantu yang digunakan 13. sama halnya dengan penambahan Tween untuk zat aktif hidrofob pada mucilago. Sehingga yang kecil terdesak. Gliserin ditambahkan pada mucilago (pengikat) untuk mempermudah homogenitas gliserin pada tablet. Bila meleleh berarti eutektik. boleh saja ada zat yang larut dalam pelarut X yang digunakan sebagai pelarut pengikat. Penambahan gliserin dan Tween adalah untuk tujuan: . Jika zat aktif larut air: · Jangan menggranulasi dengan air · Sebagai pengikat.Tween : dikhawatirkan komposisi yang digunakan menolak air. masukan dalam mortir dan digerus. · Lubrikan kurang sehingga alirannya jelek. granul yang besar akan keluar lebih dahulu. karena bobot jenis berbeda jauh. sehingga aliran jelek. Permasalahan-Permasalahan Khusus 1. Oleh karena itu perlu diusahakan ukuran granul yang seragam. sehingga perlu penambahan Tween agar tablet tidak pecah. 14. Campuran Eutektik Timbang kedua zat aktif secara proporsional. Jumlah aerosil yang ditambahkan tidak boleh lebih dari 3% karena aerosil bersifat voluminous dan menyerap air sehingga tablet dapat membatu yang menyebabkan waktu hancur lebih lama. tetapi maksimal 30%. . Bila bobot tablet terlalu tinggi dan bervariasi Kemungkinan disebabkan oleh: · Distribusi pada hoover yang disebabkan proses getaran. 15.Gliserin : dikhawatirkan pada waktu pengeringan air hilang/menguap semua . gunakan pelarut yang tidak melarutkan massa tablet.

atau juga granulasi basah tetapi sebagai pengisi. PVP Hanya untuk zat aktif yang tidak boleh kena air (karena akan terurai). Avicel dapat digunakan untuk cetak langsung. Jika Avicel tidak larut air dapat bertindak sebagai fasa luar dan fasa dalam. ini mempercepat oksidasi vitamin C. amilum kering dihilangkan sehingga komposisi FL : R/ Avicel 6% Talk 1% (dikurangi) Mg Stearat 1% Demikian juga jika digunakan Aerosil sebagai fasa luar. Kombinasi Starch 1500/Avicel hanya untuk cetak langsung. friabilitas menjadi tinggi. Jadi cetak langsung atau granulasi kering/slugging. jangan digunakan sebagai pengisi. Jika mengandung air sulit direkonstitusi. Pembuatan Granulasi Kering ARC 591 jangan memakai alkohol yang mengandung air (pakai alkohol yang tidak berair). Penggunaan Pharmacot. Starch Starch yang baik jumlahnya 30%.Cara lain adalah setelah dicampur kedua zat aktif tambahakan musilago pakai air. Jangan digunakan dengan granulasi basah karena waktu hancurnya akan jelek. Yang baik gunakan Avicel adalah selama tidak OTT dengan zat aktif. Dengan slugging. gunakan Avicel yang dapat bertindak sebagai pengisi juga penghancur. jumlah Avicel dikurangi dan Starch-nya 30%. Untuk mengatasi hal ini. maka starch ditambahkan kurang dari 30% yang membuat aliran menjadi jelek. Kombinasi Starch 1500 dan Eksplotab baik untuk pembuatan tablet secara cetak langsung sebagai penghancur. 5. kekompakan akan turun. jika zat jumlahnya tinggi bila ditambah Starch 1500 30% maka bobot tablet akan semakin besar sedangkan yang harus ditambahkan adalah lubrikan. Teknik penambahan PVP : tambahkan dulu PVP kedalam massa cetak sampai homogen lalu ditambahkan alkohol sehingga jumlahnya tepat. Pakai musilago dalam ruang hampa udara/bisa juga dipakai Cetosel dalam alkohol/eksplotab/starch. 4. 3. Bisa digunakan PVP tapi jelek. atau musilago diganti dengan PVP alkohol. talk dikurangi karena telah berfungsi juga sebagai glidan. Etambutol jika digranulasi dengan PVP/alkohol akan semakin melengket. bila tidak kering berarti eutektik. Etocel. 6. Jika Avicel sebagai fasa luar. . Pembuatan tablet Etambutol Harus disalut dengan pahan penyalut yang larut alkohol larut asam lemak tetapi tidak larut air. pelincir. Vitamin C Jangan gunakan Avicel. lebih baik disalut dengan Cetosel. 2.

jika digunakan air dapat larut maka gunakan pelarut yang tidak melarutkan zat tersebut. perlu diajukan uji keseragaman kandungan.Starch 1500 tidak boleh untuk granulasi basah sebagai pengisi karena Starch dengan air akan membentuk gel yang dapat berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat. jika dibuat granul akan kasar. Avicel dengan mucilago amyli membentuk adonan lengket yang sukar digranulasi. · Alukol + ekstrak Belladona. Ca Pantotenat dan lainnya tidak dapat memakai mucilago amyli sebagai pengikat sebab akan terbentuk massa seperti lem. Perlu dilakukan uji penetralan terhadap bahan baku dan tablet (minta dispensasi). vitamin B12 terikat sangat kuat dengan mucilago amyli sehingga waktu hancurnya lama.01% bobot tablet atau saponin 5% bobot tablet (ditambahkan mucilago amyli sebanyak 0. · Etambutol. Kadarnya sangat kecil. tablet kunyah. Masalah Pada Beberapa Senyawa Aktif · Papaverin HCl. dapat granulasi basah menggunakan PVP dalam alkohol. Selain itu. Penanganan Ekstrak untuk Tablet Ekstrak kental larutkan dulu dalam etanol 70% kemudian dikeringkan dengan SL. keringkan jika minta dispensasi bahwa tidak ada yang hilang selama proses berarti 100 g sebanding dengan 1 g vitamin B12. · Fe mempunyai bobot jenis yang tinggi. 7. Tetapi sebagai penghancur untuk SL dapat digunakan dengan teknik granulasi basah. maka gunakan pengikat PVP dalam alkohol karena jika digunakan air akan terjadi oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+. OTT terhadap CMC. · Untuk vitamin C dan Parasetamol. . · Alukol berat jenis tinggi untuk tablet (aliran baik). Vioform. Ester Kloramfenikol dapat dilakukan penambahan Tween 80 0. gerus 1 g + etanol + SL (99 g). Parasetamol. tablet cepat basah. gunakan pelarut non air. Granulasi dengan alkohol atau disalut atau ditambahkan etambutol sebagai fines. · Penisilin VK terbaik dibuat dengan cara slugging · Mg(OH)3 + alukol terbaik digunakan cetak langsung. kapasitas penetralan dapat turun. jika menggunakan mucilago amyli. · Untuk garam-garam Kalsium. berat jenis rendah dapat digunakan untuk suspensi. gunakan SL sebagai pengisi. · Zat hidrofob seperti Fenilbutazon.03%) · Diazepam. keringkan dengan dehumidifier. Alukol dengan antasid lain. Untuk ekstrak Belladona 1:3. oleh karena itu dapat dihaluskan terlebih dahulu. jarang untuk obat kunyah. Karena ekstraknya pahit. Bila dibuat obat kunyah maka tambahkan asam siklamat dan sakarin untuk mengatasi rasa pahit. · Untuk vitamin B12. voluminous.

tidak bisa untuk granulasi basah. Jika ada air akan menjadi gel sehingga zat aktif terhambat. · Untuk zat-zat berkhasiat yang sangat pahit seperti Kloramfenikol harus disalut (dispensasi). resiko ketidakseragaman kandungan zat aktif besar jika dibuat secara cetak langsung. sebab potensi akan menurun karena kontak dengan air. 6. digunakan 3-5%. maksimum 25%. bila zat aktif bersifat asam. hanya untuk penghancur luar. Jika basis kasar dan zat aktif halus. 3. 7. ekstrak kental dilarutkan dulu dalam etanol 70%. daya mengembang kurang sehingga waktu hancur menjadi jelek. Ekstrak Belladona 1:3 artinya dalam 3 bagian ada 1 bagian. digerus halus dan dicampurkan dengan pengisi sedikit demi sedikit. distribusi berbeda dapat diatasi dengan hoover yang tidak bergetar dan atau adanya pengaduk.· Mg-stearat dan Eksplotab. · Ekstrak untuk tablet. Jumlah yang berbeda. Starch 1500 Pengisi tablet untuk cetak langsung. Catatan Lain 1. Fines Maksimum 30% dari bobot tablet termasuk Fase Luar (FL) jika lebih dapat terjadi capping. jangan menggunakan Mg stearat dan Eksplotab. Kloramfenikol palmitat tidak bisa dibuat tablet karena masih ada sisa asam palmitat yang menyebabkan tablet mudah pecah karena sukar diikat.103 baik untuk tablet cetak langsung 5.102. Untuk cetak langsung gunakan zat aktif yang halus dengan aliran baik. dilakukan dengan slugging atau dehumidifier (dengan alkohol + air) disedot pada suhu 30 °C tetapi hasilnya kurang baik. akibat getaran. . terutama yang tidak tahan pemanasan. karena kurang homogen. 4. 2. · Antibiotika. Eksplotab Tidak tahan asam. terutama saat pencetakan. Avicel pH 101. Jika jumlah zat aktif kecil dan berbentuk hablur. Contohnya jika diinginkan 20 mL ekstrak Belladona maka yang diambil adalah 60 mL. Pengisi tablet tidak lebih dari 30%. ganti saja Mg-stearat dengan asam stearat. maka distribusi menjadi tidak merata karena terjadi distribusi ukuran partikel yang tidak merata. · INH dan PAS tidak dapat dibuat kombinasi dalam tablet karena PAS diabsorbsi di usus tidak boleh terdisolusi di lambung (?). baru dikeringkan dengan SL.

Vitamin B12 untuk cetak langsung harus dihaluskan terlebih dahulu. 10. 17.8. Ukuran (mesh) 18-20. Mekanisme umum hancurnya tablet adalah pembasahan. bukan dengan SL. 13. siap-siap untuk dibuat secara cetak langsung. 9. distribusi granul sama di mana perbandingan granul A dan B sama. pilih pengikat yang tidak mengubah potensi. 12. penetrasi air. granulasi seperti biasa. desintegrator lebih baik yang hidrofob. seperti : · Capping : pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas/bawah tablet dari badan tablet · Laminasi : pemisahan tablet menjadi dua bagian atau lebih · Chipping : keadaan dimana bagian bawah tablet terpotong · Cracking : keadaan dimana tablet pecah. surfaktan. 11. pengembangan. Dalam evaluasi waktu hancur tablet. FL sekecil mungkin. yang biasa 16-16 Jika granul pengikatnya lemah. Ac di sol 3% sebagai penghancur luar untuk memperbaiki waktu hancur. Untuk antibiotika. 14. lebih sering di bagian atas-tengah · Picking : perpidahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch · Sticking : keadaan dimana granul menempel pada dinding die (ada adhesi) · Mottling : keadaan dimana distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata . kelemahan distribusi tidak selalu sama. tinjau mekanisme waktu hancur. Permasalahan Dalam Pencetakan Tablet Masalah-masalah yang dapat muncul selama proses pencetakan tablet secara umum. Zat aktif dengan bobot jenis tinggi (umumnya BJ zat anorganik). PVP mudah ditembus air. jika kecepatan aliran masa cetak 1. gunakan pengayak dengan ukuran mesh sama 16. Jika zat aktif 200 mg per tablet. 15.5 g/dt atau lebih sudah cukup baik. Untuk cetak langsung. Gunakan pengisi manitol. 20-22. Granulasi dibuat terpisah dengan pertimbangan jumlah granul sama banyak. dan hancur. CaCO3 dapat digunakan sebagai penghancur di dalam lambung yang akan menyerap asam lambung dan berubah menjadi CO2.

Penyelesaian Masalah : · Meningkatkan antiadheren dan lubrikan · Penggantian lubrikan yang cocok · Mengurangi jumlah granul yang kasar · Mengurangi jumlah air tapi jangan sampai berada di bawah optimum. sebab kalau cacat pada punch. seharusnya digunakan asam stearat (yang mikronize karena fungsi lubrikan adalah antar partikel sehingga kalau halus akan terselimuti oleh lubrikan). sehingga kesulitan dalam masalah pencetakan. dilakukan dengan menambahkan pembasah ke dalam larutan pengikat. jelek. kadang-kadang hitam Penyebab : § Antiadheren kurang § Lubrikan kurang atau tidak tepat Contoh : Tablet asetosal dengan Mg stearat lengket. contoh Propilen glikol atau gliserin. contoh interaksi fisika etoksi benzamin dengan kafein. yaitu terjadinya pelelehan sehingga adhesivitas tinggi dan akhirnya menjadi lengket. sedangkan kadar air rendah dapat menyebabkan laminating atau capping. · Kalau mungkin pencetakan pada suhu rendah dan humuditas rendah karena khusus untuk bahan aktif dengan titik leleh rendah atau terjadi campuran eutektik maka zat campuran . · Jika terjadi lengket mungkin karena punch dan die yang rusak. § Bahan baku dengan titik leleh sangat rendah. Siprofloksasin (Antibiotik turunan Imidazol). contoh : Ibuprofen. Gliseril guaiakolat. Lengket pada Cetakan Manifestasinya : · Melekat pada die dan sulit untuk dikeluarkan · Bunyi keras pada mesin · Tablet kopak. gliseril guaiakolat dengan prometazin HCl. maka akan melekat sehingga ratakan punch dan die. § Kandungan air (aspek kadar air) tinggi akan menyebabkan penempelan pada die. Jika sudah diketahui jumlah pembasah yang paling baik maka agar pembasahnya pas. sisi tablet kasar. yaitu bahan pembantu yang tidak menguap tapi basah. § Kemungkinan karena interaksi kimia atau fisika.Masalah Lain Pada Pencetakan Tablet Secara Khusus 1. karena tablet menjadi kurang baik.

Contoh : Kombinasi ampisilin dengan asam klavulanat. Lengket pada pons Manifestasi : · Terkelupasnya bagian tablet karena permukaan tablet melekat pada pons. Penambahan aercsil pada tablet akan menyebabkan penampilan tablet yang bagus. namun waktu hancur semakin panjang. bahan pengisi dengan titik leleh tinggi dan dapat mengadsorbsi. Capping/Laminating Capping : copot Laminating : belah Penyebab : § Terjebaknya udara pada tablet karena granul sangat halus · Porositas tinggi.eutektik semakin mudah menyerap air. 3. jernih dan mengkilat. dimana asam klavulanat mudah hancur dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi. Oleh karena itu. sehingga adhesivitas tablet dan pons sangat kecil. Penyebab sama dengan tadi · Kurangnya anti adheren · Kandungan air tinggi · Lengket pada pons Penanggulangannya sama : § Ubah ukuran granul § Tambah adsorben § Perbaiki alat · Alat dipoles. seperti SiO2 dan aerosil (adsorben). · Perubahan bahan pengisi. pembuatannya dilakukan dalam suhu dan RH yang rendah. 2. yaitu dengan adanya udara yang terjebak antara pons dan die § Kekerasan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (ada yang optimal) . khususnya pada penggunaan pons yang baru.

· Tambahkan pengikat kering seperti gom arab. § Pengikat yang jumlahnya terlalu sedikit (tepat tetapi jumlahnya kecil) Penanggulangannya · Pembuatan granul diulang jika penyebabnya adalah kelebihan atau kekurangan pengikat atau tidak cocok. .Aliran kurang baik . cara : tambahkan dalam pelarut pengikat tambahkan bahan cair dan tidak mudah menguap § Zat pengikat yang kurang tepat.§ Granul yang terlalu kering. perbaikan pencampuran massa cetak. sorbitol. NHPC.Distribusi ukuran granul yang tidak tepat. Penyelesaian masalah : . . Keseragaman bobot (FI III) Penyebab pertama : . kurangi partikel granul.Sistem pencampuran yang tidak benar. granulasi. lengket atau kadang-kadang karena pons yang terlalu dalam. Penyelesaian : · Pons dan die supaya di poles · Untuk ukuran granul yang besar. · Diganti pons dan die · Tambahkan pengikat kering 5. 4. · Pengurangan ukuran partikel dari granul. perbaikan ukuran granul. LHPC 21. karena spesifikasi ukuran harus sama. pengikat. Sumbing atau retak-retak pada permukaan tablet Manifestasinya : Akibat dari ketiga masalah sebelumnya : laminating. yang tidak dapat menjamin keseragaman bobot karena adanya distribusi baru pada saat pencetakan. sehingga mesin harus terkunci baik terutama pons bawah karena dapat berubah-ubah sehingga bobot berbeda-beda. PVP. sakarin. sehingga meningkatkan kekompakan tablet.Perbaiki atau ulangi proses pembuatan granul. sebab dengan demikian mungkin saja timbul porositas tinggi. Metilselulosa dengan konsistensi tinggi.

.999) Dilakukan bila : · Kadar bahan aktif dibawah 50 mg · Bila perbandingan kadar bahan aktif dengan bobot tablet lebih kecil dari pada 50% Penyebab jeleknya keseragaman kandungan : · Karena aliran jelek · Pencampuran pregranulasi tidak benar maka tentukan dulu homogenitas zat aktif dalam granul (di pabrik) · Karena kadar fines tinggi maka porositas tinggi (bobot berbeda-beda) · Kandungan air yang tinggi sehingga aliran kurang baik · Kondisi mesin tidak benar. 6 Keseragaman Kandungan (FI IV hlm. porositas meningkat. Penyelesaian Masalah : . Penyebab kedua : distribusi granul tidak baik.Pembuatan granul baru sehingga menyebabkan porositas kecil. I. Tablet Kempa . udara terjebak banyak karena fines dan pengikat yang tidak cocok atau kurang. porositas tinggi. Penyebab kecepatan aliran : kandungan air tinggi sehingga adesivitas tinggi dan aliran menjadi kurang . Jumlah fines meningkat.6 Jenis Sediaan Tablet (Catatan Kuliah P’ Charles + Teori dan Praktek Farmasi Industri. Penyelesaian masalah · Perbaikan ukuran granul meliputi pencampuran. · Kalibrasi mesin. granulasi. distribusi granul optimal sehingga aliran bagus. tablet terdiri atas : a.Kurangi kadar air . Lachman Hal 706-717) Berdasarkan prinsip pembuatan.Perbaikan mesin tablet yaitu validasi mesin tablet. perubahan pengikat. . aliran tidak baik.Kecepatan aliran dapat menyebabkan bobot tablet yang berbeda-beda.

12 jam. Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. tablet terdiri atas : 1. b. (misal tablet lepas lambat 6 jam. Disebut juga sebagai tablet berlapis. Keuntungannya dapat memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan) c. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan.Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja. tetapi terlarut dalam usus halus. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih lapisan. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu. e. d. dsb). amilum · Desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. reaksi asam. Tablet Lepas Terkendali . Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti: · Pengisi (memberi bentuk) : laktosa · Pengikat (memberi adhesivitas/kelekatan saat bertemu saluran pencernaan): musilago amili. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan Berdasarkan tujuan penggunaan.

g. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi. Penyalutan tidak perlu berkalikali. menutup rasa dan bau tidak enak. lembab). Tablet Hisap/Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. c. i. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara gusi dan pipi. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak..Yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut.Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. Tujuan: melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a. f. atau untuk mengurangi . h. bewarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. Tablet Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. berisi nitrogliserin. b. Tablet Efervesen Tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. menaikkan penampilan tablet. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. Biasanya keras dan berisi hormon. Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. d. 2. dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. Bekerja sistemik.

Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. 4. Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. oleh ahli farmasi atau konsumen. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk KB. 3. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. . Pembawa yang umum digunakan adalah Na bikarbonat. Tablet Dispensing Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat/cair. mencegah kehamilan). NaCl atau suatu asam amino. 5. mesin tablet harus steril. Tablet Hipodermik Tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah larut/melarut sempurna dalam air. Biasanya mengandung antiseptik. Tablet Vaginal Tabler kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya. Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. b. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet Implantasi/Pelet Dibuat berdasarkan teknik aseptik. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain (Di Lachman disebutkan Jenis Tablet untuk Membuat Larutan) a. untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. 3-6 bulan.perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. astringen.

apakah zat tersebut tahan terhadap panas atau lembab. Granulasi Basah. yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat . Tablet lepas lambat 3. Tablet lepas terkendali BAB II METODE DAN BAHAN PEMBUATAN TABLET II. Tablet salut film Berdasarkan Pelepasan Zat Aktif : 1. Tablet oral (dalam mulut) 2. yaitu granulasi basah. besar kecilnya dosis. Tablet vaginal 4.1 Metode Pembuatan Tablet Sediaan tablet ini dapat dibuat melalui tiga macam metode. Tablet implantasi Berdasarkan Penyalutan : 1. kestabilannya. Tablet polos 2. granulasi kering. Pemilihan metode pembuatan sediaan tablet ini biasanya disesuaikan dengan karakteristik zat aktif yang akan dibuat tablet.Berdasarkan Rute Pemberian : 1. dan lain sebagainya. Tablet rektal 3. dan kempa langsung. Berikut merupakan penjelasan singkat dari ketiga macam metode tersebut : a. Tablet lepas tunda 4. Tablet pelepasan biasa 2. Tablet salut gula 3.

Keuntungan metode granulasi basah : · Memperoleh aliran yang baik · Meningkatkan kompresibilitas · Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai · Mengontrol pelepasan · Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses · Distribusi keseragaman kandungan · Meningkatkan kecepatan disolusi Kekurangan metode granulasi basah: · Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi · Biaya cukup tinggi · Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini. Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air b.sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi. bila cairan sudah ditambahkan pencampuran dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja. Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. ikatannya didapat melalui gaya. Teknik ini yang cukup baik. digunakan untuk zat aktif yang memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa . Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan meningkat. gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada awal pembentukan granul. Prinsip dari metode ini adalah membuat granul secara mekanis. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula. Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan. suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan dimasukan terpisah. jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat. setelah pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang dugunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat. tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut. kemudian masa basah tersebut digranulasi. Granulasi Kering disebut juga slugging. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas. tehnik ini membutuhkan larutan. yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul).

secara umum sifat zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah. Metode Kempa Langsung. dan mampu menciptakan adhesifitas dan kohesifitas dalam massa tablet. mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu · Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab · Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat Kekurangan cara granulasi kering adalah: · Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug · Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam · Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang c. tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsung dikempa.langsung atau zat aktif yang sensitif terhadap pemanasan dan kelembaban. kompresibilitasnya baik. NaBr dan KCl yang mungkin langsung dikempa. Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga diperoleh massa yang disebut slug. serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan lembab. alirannya baik.tanpa melalui perlakuan awal terlebih dahulu. dan dengan bantuan tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling. dan cepat pengerjaannya. prosesnya disebut slugging. bentuknya kristal. Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut : · Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi · Zat aktif susah mengalir · Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab Keuntungan cara granulasi kering adalah: · Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat. praktis. yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering. Sedangkan keuntungan metode kempa langsung yaitu : Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit . roller compactor memakai dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yang lainnya. selain itu zat aktif tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tablet kebanyakan sulit untuk pecah jika terkena air (cairan tubuh). Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg. pada proses selanjutnya slug kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang. Metode ini merupakan metode yang paling mudah. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl. namun hanya dapat digunakan pada kondisi zat aktif yang kecil dosisnya.

Karena proses yang dilakukan lebih sedikit. aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat.2 Bahan Pembantu Granulasi Basah A. tetapi langsung menjadi partikel. sehingga tidak melalui proses dari granul ke partikel halus terlebih dahulu. 102 karena volume spesifiknya kecil. tablet kempa langsung berisi partikel halus. Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali.Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah.Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101. disintegran. · Sulit dalam pemilihan eksipien karena eksipien yang digunakan harus bersifat.Bertindak sebagai pembantu mengikat. tenaga dan mesin yang dipergunakan juga lebih sedikit. kompresibilitas yang baik. Avicel (mikrokristalin selulosa) . menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata. non-reaktif. . maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat. mudah mengalir.Insoluble. . . Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul. . menghasilkan granul yang keras dengan sedikit fines.Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk. 1.Bisa bersifat pengikat kering. . lubrikan dan glidan. Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. Pengisi Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak. kapasitas pegang 50%. Kerugian metode kempa langsung : · Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet. kohesifitas dan adhesifitas yang baik II. waktu stabilitas panjang.Lebih singkat prosesnya. Pada kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu. aliran kurang baik. . · Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang dibutuhkanpun makin banyak dan mahal.

Pada GB Avicel tidak bersifat disintegran. . . pengisi paling murah. . .60% avicel PH 101 dan 40% amilum sebagai pasta 10% membuat massa lembab mudah digranulasi. kalsium karbonat. Kalsium fosfat dibasic . PH 102: granul. manitol. Contoh: kaolin.Insoluble. . 2. punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak.Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen. tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel .Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%.Sinonim: terra alba. . tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam . . . membentuk granul yang kuat pada pengeringan dengan sedikit fine daripada pasta yang hanya terbuat dari amilum. snow white filler. starch. netral. PH 103: serbuk Sebagai disintegran : .Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa. Avicel dapat menyebabkan tablet lengket pada lidah saat akan digunakan. kalsium sulfat.Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan. . bisa dipakai untuk zat aktif asam.Bentuk PH 101: serbuk. 3.Untuk obat dengan dosis kecil.Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras. Kalsium sulfat trihidrat .Merupakan disintegran yang sangat baik terutama pada konsentrasi 10% atau lebih tinggi.Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti ―clay‖ yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi.Perhatian: pada konsentrasi tinggi. .Semakin tinggi grade-nya semakin putih. Avicel digunakan sebagai pengisi dan pengikat tambahan.Pengikat yang disarankan: PVP. MC. . mencegah migrasi pewarna larut air dan membantu agar evaporasi cepat dan seragam. basa.. starch paste. non-higroskopis. tidak mahal.Penggunaannya membutuhkan lubrikan. . mengurangi capping dan friabilitas tablet.

Jika tunggal digunakan dalam konsentrasi 40-50% sebagai pembawa .Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) .Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab. pyrilamine maleat. dapat dicampur dengan 20-25% zat aktif tanpa kehilangan sifat direct compression-nya .Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik.Keburukan: laktosa dpr berubah warna dengan adanya basa amin dan Mg-stearat . granulnya cepat kering. punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa .Pengisi yang paling umum. umumnya digabung dengan Avicel. dan laktosa anhidrat . amin.Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% . atau senyawa lain yang mengandung furaldehid .Untuk GB pakai laktosa HIDRAT.Dikenal sebagai gula susu.Dikenal 4 macam bentuk: granul kasar (60-80 mesh).Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa. asam askorbat. granul halus (80-100 mesh). tetapi menyerap lembab.4. granul spray dried (100-200 mesh). . Spray-dried Lactose (Lachman Industri) . ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat .Untuk pengisi kempa langsung. phenilephrine HCl . disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan (Handbook of Pharm Excipient) .Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) . Laktosa (Lachman Tablet) .Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard . salisilamid.Sifat direct compression-nya berkurang jika kadar air < 3%. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat).Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif.

membutuhkan lebih banyak cairan pengikat ..Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi.Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet . Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis .Jika digunakan sebagai pengikat tunggal. Nu Tab : 95% sukrosa. dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0. Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan. Di Pac : 97% sukrosa. halus.Non-higroskopis.Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain . dekstrosa. sedikit manis. biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol. Sukrosa .Penggunannya terbatas pada GB sebagai pengisi dan pengikat . 4% gula invert. Sugartab : 90-93% sukrosa.Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat .Dapat digunakan untuk formulasi vitamin. Campuran air dan alkohol akan menghasilkan granul yang lebih lunak.Jika digunakan sebagai pengisi kering. aliran jelek. paling sering digunakan bentuk ―confectioner‖ untuk GB yang mengandung 3% pati jagung untuk mencegah caking .Menjadi coklat pada penyimpanan 7. Dekstrosa . 7-10% invert sugar b.Gunakan lubrikan netral atau asam 5. Mg stearat 6.Turunan sukrosa yang dapat digunakan untuk kempa langsung: a. 3% modified dekstrin c. 1% corn starch.Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan. dingin (negatif heat solution) .2% .Memiliki banyak bentuk. cenderung menghasilkan tablet yang keras terutama jika menggunakan dekstrosa anhidrat . menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa . .Digunakan mirip dengan sukrosa. Manitol .

Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna. bentonit. etilselulosa.Adsorben harus memiliki titik leleh yang tinggi. Bekerja menyerap lelehan zat aktif.Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP.Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi .Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. hidroksipropilselulosa . 9.Pengikat bisa berupa gula dan polimer. MgO. jika tablet basah maka tablet akan lengket dalam cetakan.Manfaat adsorben: mencegah tablet basah oleh lelehan zat aktif. jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif 8.Jumlah larutan pengikat yang dibutuhkan untuk 3 kg pengisi tercantum pada tabel (Lachman Tablet halaman 161) 1. gelatin) .Pengikat yang berupa polimer alam: starch. . Mg silikat. Pengikat . kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan . . Adsorben . Contoh: Avicel Bolus alba Kaolin. mengandung 8-10% lembab. metilselulosa. Starch (amylum) . Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan. gum (acacia. tragacanth..Bisa dengan cara kering/basah. trikalsium fosfat Aerosil C. Emdex dan Celutab (Lachman Industri) .Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa . .Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung. Dengan titik leleh tinggi setelah terjadi lelehan pertama akan terbentuk massa yang bertitik leleh lebih tinggi. Starch 1500 (penjelasan ada di bagian Pengikat) B.

starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2. tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan .Mengandung kadar air 11-14%. . Jika dosis zat aktif besar.Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk .Dapat digunakan sebagai pengisi.Perhatian: sebelum digunakan. dan penghancur .Pemakaian: 1-20%. pengikat.Dalam bentuk musilago amili 5-10% . kering. merupakan disintegran yang paling umum digunakan .Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin. tekanan pengempaan.Dapat digunakan sebagai pengikat basah.Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan . starch diganti dengan penghacur yang lebih baik.Amilum yang tidak dimodifikasi tidak mempunyai sifat kompresibilitas yang baik dan mempunyai friabilitas yang besar. dan akan terjadinya capping pada tablet jika digunakan dalam jumlah besar Sebagai disintegran: .Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran . dan disintegran . yaitu avicel.Tablet yang mengandung amilum dengan konsentrasi tinggi menunjukkan tablet yang rapuh dan sukar dikeringkan .Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch. Starch 1500 (Lachman Tablet) . dan tidak mengarang . tidak terhidrolisis.Pemakaian terbaik maksimal 30%. dan kandungan air massa cetak .(Lachman Tablet) .Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) . akan menyebabkan tablet terdisintegrasi dengan cepat (hal 161) .Pembuatannya harus hati-hati agar diperoleh musilago yang baik.

Sudah jarang digunakan. larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan 5. MC. merupakan directly compressible starch . Dapat digunakan sebagai pengganti starch paste karena lebih mudah larut dalam air hangat tanpa pemanasan .Merupakan disintegran yang baik dan ditambahkan dalam campuran kering (dalam fasa dalam dan atau fasa luar pada metoda granulasi kering atau kempa langsung.Dapat ditambahkan kering ke dalam serbuk kemudian dibasahkan dengan air membentuk massa lembab 4. atau dalam fasa luar pada metoda granulasi basah) . tetapi jika dicampur dengan 5-10% obat membutuhkan lubrikan tambahan (misalnya 0.Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat.Perhatian: tidak boleh diberikan pada massa basah 3.Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat . digantikan PVP.25% colloidal silicon dioxide) .5%.Aliran bagus. (Lachman Industri) . Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif . Gelatin .Kelemahan: rentan bakteri dan jamur .Dapat dikempa sendiri.Mengandung 10% lembab dan menyebabkan tablet menjadi lunak jika dikombinasi dengan Mg stearat > 0. Larutan sukrosa .Merupakan pati yang sudah dimasak dan dikeringkan lagi. yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih. pada fasa luar. dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%.menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama .Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula . sebagai pengganti digunakan asam stearat Sebagai disintegran: . Amilum pragelatinasi .Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat .Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering.

CMC Na . Selulosa Metil selulosa .Senyawa lain yang pengikatnya bisa berupa gula: aminofilin.Dapat digunakan untuk menggranulasi soluble/insoluble powder. bertindak sebagai pengikat dan pelindung ferrosulfat dr oksidasi . untuk mengurangi mephenesin (dosis besar dan sukar digranulasi) . manitol.Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat.PVP baik untuk tablet kunyah terutama untuk alumunium hidroksida.Sangat baik sebagai pembawa soluble dyes dan menghasilkan warna beragam . digunakan dalam konsentrasi 3-15%. meprobamate 6. Larutan akasia . Al.Keuntungan: dapat dikompres cepat.Inkompatibel dengan Mg.Nama dagang: Kollidon atau Plasdon . tidak mengeras selama penyimpanan (baik untuk tablet kunyah) .Digunakan untuk menggranulasi tribasic fosfat yang umumnya memerlukan pengikat yang lebih kohesif dari musilago amili.Membentuk granul keras. asetopheretidin. asetaminofen. tidak mengeras pada penyimpanan b. Mg(OH)2 8. larutan 5% menghasilkan kekerasan yang sama dengan musilago amili . . kekerasan diatur dari konsentrasi sukrosa 20-85% . Ca. sedikit higroskopis.Konsentrasi 5% menghasilkan kompresibilitas yang baik dari serbuk Natrium bikarbonat dan asam sitrat sehingga tablet bereaksi cepat dan disolusi cepat. PVP .Menghasilkan granul yang keras tetapi tidak mengeras pada penyimpanan . pengikat yang baik untuk eksipien laktosa.. pada tablet ferro sulfat.Inert. Jangan menggunakan isopropanol anhidrat karena meninggalkan bau pada granul. larut air dan alkohol.Kelemahan: dapat terkontaminasi mikroba .Digunakan pada konsentrasi 10-25%. dan gula .5-15% . dan garamnya . .1-5% larutan air.Kadang ditambah lubrikan cair PEG 6000 untuk membantu pencetakan tablet dan disintegrasi tablet 7.

aseton dan kloroform.20-30% air dipanaskan sampai 600C dan N-HPC ditambahkan perlahan-lahan sambil diaduk.Dapat memperlambat disintegrasi 9. kafein.Sebagai pengikat anhidrat. metilen klorida.Larutan dalam alkohol.Membentuk granul yang lebih lunak dari acacia. ferofu. mirip akasia tapi tidak terlalu rentan dengan bakteri . propilen glikol.N-HPC ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk kuat . menghasilkan tablet yang disintegrasi lebih cepat dan tidak mengeras pada penyimpanan 10. . Polivinil alkohol . meprobamat.Dapat digunakan untuk menggranulasi serbuk yang sukar digranulasi: asetaminofen.Menghasilkan granul yang lebih rapuh dari PVP kecenderungan untuk mengeras. Flavour (Lachman Industri) . dan dapat digunakan sebagai pengikat non air untuk serbuk yang tidak tahan air seperti asam askorbat . PEG 6000 . umumnya tablet mempunyai waktu disintegrasi yang lebih lama c. Dengan cara ini pelarutan lebih cepat.PEG 6000 merupakan padatan putih yang meleleh pada 70-750C dan mengeras pada 56630C 11.Larut air. Etil selulosa . dimana air dan alkohol tidak dapat digunakan . Jika digunakan sebagai pelarut pada granulasi basah N-HPC dilaruntukan dalam air atau alkohol.Larut dalam air dan pelarut organik alkohol. Melaruntukan dalam pelarut organik D. arat.Penambahan pewangi dapat dilakukan dalam keadaan kering. Low grades digunakan sebagai pengikat 2-10% dalam etanol . .Cara: Melarutkan dalam air . Setelah itu ditambahkan sisa air.Digunakan untuk tablet kunyah . biasanya sebagai fasa luar.. N-HPC (Nisso-HPC) .

75% E.5-0. sifat hilang jika digranulasi .Perhatian: pada suhu dan kelembaban yang tinggi dapat memperlama waktu disintegrasi sehingga memperlambat waktu disolusi 4. Selulosa (selulosa.Flavour yang digunakan adalah bentuk flavour oil yang diabsorbsikan ke adsorben . Sodium starch glycolate (primogel. Penggunaan 2-5%. Avicel.Mekanisme sama dengan starch secara umum. pectin.Bukan merupakan disintegran yang baik. . Disintegran Fungsi : untuk memecah tablet Cara pakai : – saat granulasi .Explotab tidak dapat sebagai penghancur dalam . guar gum) . CMC. Starch 1500 3. CMC-Na. merupakan starch termodifikasi sehingga mampu menyerap air 200-300% .Acdisol merupakan ikatan silang dari CMC-Na dan sangat baik untuk digunakan sebagai disintegran karena larut air dan memiliki afinitas yang besar pada air. karena kapasitas pengembangannya yang relatif rendah 6.Jumlah yang digunakan maksimal 0.Pemakaian: 1-20% dengan konsentrasi optimum 4% . metilselulosa.sebelum dicetak (paling baik) 1. Starch (amylum) 2. Gums (agar.Pemakaian: 1-10% .Waktu disintegrasi ditentukan pula oleh besarnya tekanan pengempaan .Pemakaian: 2-10%.sedangkan yang cair ditambahkan dengan menyemprotkan ke dalam massa cetak . Clays . explotab) . Acdisol) . tragacant. 5.Acdisol ini digolongkan pada super disintegran.

Secara umum lubrikan dapat memperlama waktu hancur tablet dan menurunkan kecepatan disolusi karena sifatnya yang hidrofob . misalnya lubrikan alkalin stearat. Penggantinya dapat digunakan talk. dibutuhkan lubrikan yang semakin banyak . Lubrikan ..Bukan merupakan disintegran yang baik. mudah melar.Perhatian: aspirin tidak stabil dengan adanya senyawa alkaline. . mereka akan membentuk lapisan di sekitar granul sehingga dapat mengurangi kerusakan tablet setelah dikempa.Lubrikan seringkali ditambahkan secara kering ketika semuanya telah homogen. Dapat meninggalkan noda pada tablet Boundary type lubricant Dengan berinteraksi antara gugus polar lubrikan dengan molekul pada permukaan logam.Jenis: Water soluble: banyak digunakan untuk tablet larut air seperti tablet/serbuk effervescent Water insoluble: paling banyak dan digunakan konsentrasi rendah .Fungsi: sebagai eksipien untuk menghilangkan gesekan/friksi saat pengempaan dan penarikan tablet ke luar cetakan . dan memberikan hasil tablet yang lebih besar sehingga tablet mudah pecah . karena dapat menyebabkan perubahan warna secara keseluruhan 7.Mekanisme: Fluid type lubricant Membentuk lapisan cair antara massa cetak dengan logam cetakan. Alginat (asam alginat dan Na-alginat) .Memiliki afinitas yang besar terhadap air F. dan dicampur pada 2-5 menit akhir dari total waktu pencampuran 10-30 menit . elastik.5-10% (Na-alginat) .Lubrikan dapat menyebarkan tekanan saat pengempaan dan meningkatkan bobot jenis partikel secara keseluruhan .Pemakaian: 1-5% (asam alginat) atau 2.Ketika lubrikan ditambahkan saat granulasi. Pembentukan lapisan ini juga akan menyebabkan tablet menjadi labih berpori.Konsentrasi optimum: 1% . Tipe ini memiliki adheren terhadap cetakan lebih baik .Semakin kecil ukuran granul.Lubrikan carbowax seringkali diberikan dalam bentuk larutan alkohol .Metode penambahan lubrikan di akhir (sebagai fasa luar-setelah granul dibentuk) .

Ca. Corn starch : 5-10% 3.memberikan hasil yang lebih baik terhadap kekerasan tablet dan kemudahannya untuk dikeluarkan dibandingkan dengan metode penambahan lubrikan saat dilakukan granulasi . Harus hati-hati untuk zat aktif yang penguraiannya dikatalisis oleh Fe 1. dapat Mg-lauril sulfat : 1-2% dikombinasi dengan Mg-stearat Sodium benzoat + sodium asetat: 1-5% G. fine silica > Mg stearat > talk murni . Cab-O-Sil : 5-10% 2.Secara umum. Na) stearat : ¼-2% Sodium chloride : 5% Asam stearat : ¼-2% DL-Leusine :1-5% Sterofex : ¼-2% Carbowax 4000/6000 : 1-5% Talk : 1-5% Sodium oleat : 5% Waxes : 1-5% Sodium benzoat : 5% Stearowet : 1-5% Sodium asetat : 5% Gliseril behapte (Compritol 888): Sodium lauril sulfat : 1-5% dapat pula sebagai pengikat. Syloid : 0. Aerosil : 1-3% 4.1-0.5% H. Talk : 5% 5. Mg-lauril sulfiat pada konsentrasi yang lebih rendah dapat dikombinasi dengan Mg-stearat Water soluble lubricant Water insoluble lubricant Asam borat : 1% Logam (Mg. Glidan .Sebagai lubrikan tunggal. Anti Adheren .Talk mengandung sejumlah kecil Al silikat dan Fe.

5% 5. Corn starch : 3-10% 6. dan penanggulangan permasalahan yang mungkin terjadi pada pembuatan. Granulasi Basah 1. Syloid : 0. Cab-O-Sil : 0.3 Perkembangan Formula Tablet Pada bagian ini akan diterangkan pembuatan tablet dan permasalahannya. aplikasi formula teoritik. Na-lauril sulfat: <1% II. Logam stearat : <1% 3.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% .. DL-Leusine : 3-10% 7. I. Bagian ini dibuat untuk pertimbangan pemilihan metode dan formulasi teoritik. Zat Aktif A Fase Dalam (92%) Zat Aktif Sesuai dosis Amilum Kering 10% bobot total Musilago amili 10% bobot total (atau 1/3 bobot tablet) Laktosa q.Biasa digunakan pada produk yang mengandung vitamin E dosis tinggi karena cenderung terjadi picking 1. maka tidak ada pustaka pada bagian ini. Talk : 1-5% 2.Yang paling baik adalah yang larut air. dan yang paling efisien adalah DL-Leusine .5% 4. Karena umumnya bahan disini berasal dari catatan atau pengalaman.1-0.1-0.

Sifat dari amilum kering : kompresibilitas kecil. waktu hancur granul lama sehingga menyebabkan waktu hancur tablet menjadi lama. tapi formula ini jarang digunakan. Amilum kering yang bisa digunakan adalah amprotab. Talk 1%. 3. PVP larut dalam air. Tetapi karena ac-di-sol mahal harganya maka sebagai alternatif dapat digunakan starch 1500 atau primogel/eksplotab sebagai penghancur fasa luar. sehingga dapat mengakibatkan tablet menjadi basah. tapi sebenarnya dengan 2% tidak terlalu bermasalah. Formula akan menjadi : . Amilum kering 5%.s Amilum kering 10% dari bobot total Laktosa q. Selain itu.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% PVP sifatnya higroskopis. Amilum harus dalam keadaan kering. Jika bercampur dengan air maka sifat penghancurnya akan berkurang. Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. disolusi zat aktif dari dalam granul akan dipersulit. pengeringan granul memerlukan waktu yang lebih lama dan memerlukan suhu pengeringan yang tinggi. Pengikat diganti PVP untuk zat yang sukar dikompresi. tetapi penguapannya akan diperlama sehingga digunakan pelarut etanol 95%. karena musilago amili yang sudah kering sulit ditembus sehingga disolusi zat aktif dari granul akan lebih sukses. Amilum kering bukan penghancur FD yang baik. dan friabilitas yang jelek. maka dapat ditambahkan ac-di-sol (± 3%) untuk memperbaiki waktu hancur. Jika sedikit bermasalah dapat digunakan aerosil sebanyak 1% sehingga formula fase luar menjadi : Mg Stearat 1%. jika fungsinya sebagai penghancur. 2. Aerosil 1%.Amilum kering 5% Pada tablet yang dinuat dengan menggunakan musilago amili sebagai pengikat.

s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Laktosa q. 4. Avicel pH 102 (berbentuk granul.Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% Eatanol q. maka laktosa dapat diganti dengan avicel. umumnya digunakan dalam formulasi Gkdan KL). Formula tablet akan menjadi : Fase Dalam (92%) Zat aktif A sesuai dosis PVP 2% . jarang digunakan sebagai penghancur fasa dalam. Avicel pH 103 (berbentuk granul dengan ukuran lebih kecil dan dapat menghasilkan waktu hancur yang lebih cepat). Untuk memperoleh tablet yang lebih baik.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% Umumnya starch 1500 dan eksplotab digunakan sebagai penghancur luar. umumnya digunakan dalam formulasi GB). Terdapat tiga jenis avicel yang sering digunakan yaitu : Avicel pH 101 (berbentuk serbuk. Laktosa mempunyai kompresibilitas yang buruk sehingga friabilitasnyapun buruk.

lalu dicetak dan dihancurkan (slug) hingga kecepatan aliran ≥4 gr/dt.5%) . Granulasi Kering Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.s Fase Luar (8%) Mg Stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Acdisol 3% atau Eksplotab 5% atau Starch 1500 5% II. 1 Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% Laktosa q.5%.Eatanol q. Setelah jadi slug kemudian ditambahkan sisa ½ FL (1.5% = 98. misalnya antibiotik.s Fase Luar (3%) Mg stearat 1% Talk 2% Pembuatan slug : FD + ½ FL = 97% + 1.s Amilum kering 10% dari bobot total atau Ac-di-sol 3% Avicel q.

Penggunaan LHPC 21 akan meningkatkan ongkos produksi karena harga LHPC 21 mahal. III. . Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Avicel q. Karena kompresibilitas laktosa buruk.s LHPC 21 juga dapat penghancur sehingga amilum kering dapat dihilangkan. Kempa Langsung Digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab dan dosisnya kecil. Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Eksplotab/starch 1500 5% Avicel q.s Modifikasi fase luar hampir sama dengan modifikasi fase luar pada formulasi GB. laktosa dapat diganti dengan avicel. LHPC 21 dapat diganti dengan eksplotab/primorgel atau starch 1500. maka dapat diganti dengan : Fase Dalam (97%) Zat aktif A sesuai dosis Amilum kering 10% LHPC 21 10% Laktosa q.s Karena laktosa memiliki sifat aliran yang jelek.2.

Formulasi KL dibatasi oleh jumlah fine (serbuk yang tidak mempunyai sifat aliran (seperti talk. atau ac-di-sol. Digunakan kombinasi avicel dan eksplotab. Running powder ini memiliki sifat aliran dan kompresibilitas yang baik.s Mg stearat 1% Talk 2% 3. kohesif.s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% 2. Zat aktif A sesuai dosis Laktosa spray dried q. Avicel memiliki kompresibilitas yang baik. eksplotab. Untuk memperbaik alirannya maka diguanakan eksplotab. Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Eksplotab (3:7) q. tetapi alirannya kurang baik. Selain itu eksplotab berfungsi pula sebagai penghancur. Jumlah maksimal dari fine adalah 30%. sehingga dapat ditambahkan penghancur luar seperti amilum kering. Digunakan kombinasi starch 1500 dan avicel (3:1) yang dikenal pula sebagai ‖running powder‖. dan zat aktif).s Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% atau Eksplotab 5% atau Ac-di-sol 3% . Zat aktif A sesuai dosis Avicel : Starch 1500 (3:1) q. kompresibilitas. Jika terlalu besar sebaiknya disluging. Tapi daya hancur running powder tidak bagus. 1. mg stearat. Umumnya dosis zat aktif yang digunakan adalah dibawah 50% agar keseragaman kandungan produk akhir bagus. Syarat-syarat zat aktif untuk cetak langsung adalah : mempunyai sifat aliran yang bagus.

dibuat 1000 tablet Formula : Fase Dalam (92%) Paracetamol 500 g Amilum 10% dari bobot tablet 70 g Musilago amili 10% (1/3 FD) 21.Musilago amili = 1/3 x 644 g = 215 g setelah dikeringkan = 10% x 215 g = 21. bobot granulnya = 0.04 tablet. maka untuk kadar air 0%.5 g Misalnya : Granul FD yang diperoleh 600 g dengan kadar air 2%. Granulasi Basah Contoh : Zat aktif paracetamol 500 mg Direncanakan bobot tablet 700 mg.98 x 600 = 588 g.5 g 644 g Fase Luar (8%) Mg stearat 1% Talk 2% Amilum kering 5% Cara menghitung : . Fase luar yang ditambahkan : .5 g .Laktosa = 644 – (500 + 70 + 21.5 g Laktosa 52.5) = 52.Contoh Perhitungan Tablet I. Jumlah tablet yang diperoleh = 588/644 x 1000 tablet = 913.

04 g + 32.52 g Talk 2% = 2/92 x 600 g = 13.52 g + 13.Mg stearat 1% = 1/92 x 600 g = 6. Granulasi Kering Contoh : Zat A 400 mg.5%) Zat A 400 g Amilum 60 g Laktosa 122 g . bobot tablet 600 mg.04 = 714.6 g 913.04 g Amilum kering 5% = 5/92 x 600 g = 32.27 g II. jumlah tablet 1000 tablet Formula : Fase dalam (97%) Zat A 400 g Amilum 10% bobot tablet 60 g Laktosa 122 g 582 g Fase Luar (3%) Mg stearat 1% 6 g Talk 2% 12 g Slug (98.60 g Bobot tablet yang diperoleh = 600 g + 6.

!!!!! .Mg stearat 3 g Talk 6 g 591 g Misalnya : slug yang diperoleh = 500 mg.614 g Jumlah tablet yang diperoleh = 500/591 x 1000 = 846.076 g Slug + sisa FL = 500 g + 7.024 ≈ 0.5 g Talk (2%) 5 g 250 g Bahan siap dikempa menjadi tablet…. bobot tablet 250 mg. maka sisa FL yang ditambahkan : Mg stearat = 500/591 x 3 = 2.614/846.024 g Bobot tablet = 507.6 g III. dibuat 1000 tablet Formula : Zat A 25 g Pengisi q..5 g Mg stearat (1%) 2.614 g = 507. Kempa Langsung Contoh : Zat A 25 mg.s 217.538 g Talk = 500/591 x 6 = 5.

Granulometri Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul). Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. 2. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil. Bobot jenis sejati Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer gas Beckman b. Untuk formula yang sama evaluasi granul tidak perlu dilakukan.BAB III EVALUASI TABLET A. aliran akan lebih baik. Evaluasi granul meliputi: 1. Evaluasi Granul Evaluasi granul terutama dilakukan untuk formula baru atau pada modifikasi formula. · Timbang 100 gr granul · Letakkan granul pada pengayak paling atas · Getarkan mesin 5-30 menit. Jika ukuran granul berdekatan. Bobot Jenis a. tergantung dari ketahanan granul pada getaran · Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak · Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. Bobot jenis nyata . Diharapkan ukuran granul mengikuti kurva distribusi normal. Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda. Dalam melakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran.

Lihat volume setelah pemampatan. Bobot jenis nyata = bobot/volume c. Baca volume. Kompresibilitas .Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Kadar Pemampatan %T = Vo – V500 Vo %T = Kadar pemampatan Vo = Volume sebelum pemampatan V500 = Volume setelah pemampatan 500 x %T < 20 atau ^V<20 ml granul memiliki aliran yang baik Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran. Obat jenis nyata setelah pemampatan Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. 4. Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan Pemampatan 500 x BJ nyata BJ nyata setelah pemampatan 3. Mampatlkan 500 x dengan alat volumeter .

cara bebas b. cara tidak bebas (paksa) digetarkan Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik. Metode sudut istirahat Masukkan 100 g granul (tutup bagian bawah corong) Tampung granul di atas kertas grafik . b.% K= Dapt –Davc x 100 % Dapt Davc = Berat jenis nyata sebelum pemampatan Dapt = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——.aliran buruk 5. Metode corong dapat dilakukan dengan 2 cara : a. Aliran a. Metode corong (128)/132 Mengukur kecepatan aliran 100 g granul menggunakan corong kaca dengan dimensi sesuai.

Keseragaman ukuran a. Evaluasi Tablet (Produk Akhir) 1. dengan cara visual menggunakan loop agar permukaan tablet lebih jelas terlihat b. Rupa. Keragaman sediaan . Bau c.40 mudah mengalir 40. % KB = W1/W x 100 % % KB = Kandungan bobot % KL = Wa/W1 x 100 % % KL = Kandungan lembab Wa = W – W1 W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan B.30 sangat mudah mengalir 30. Kekerasan 3.Hitung x. Rasa 2. Jika x = 25. Kandungan Lembab Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . Visual /Organoleptik a. Keseragaman diameter 2. Sifat fisika kimia 1.45 mengalir > 45 kurang mengalir 6. Friabilitas 4. Keseragaman tebal b.

Friabilitas diukur dengan friabilator (gambar terlampir). bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %. keluarkan tablet dari alat. Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator. . Keragaman bobot b. maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman. Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah. bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama. Uji Friabilitas Tablet . Sering kali tablet bersalut lebih banyak dikontaminasi oleh bakteri disbandingkan oleh tablet tidak bersalut karena kelembaban internal tablet salut merupakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri. . Jadi ada 100 putaran. Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri). maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Uji Keamanan/Toksisitas Untuk menguji apakah ada bahan-bahan lain yang toksik dalam tablet 4. timbang tablet sebanyak 10 buah. Untuk tablet dengan bobot > 650 mg. timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6.5 g. . Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. Setelah selesai. Waktu hancur 6. Uji Mikrobiologi Terutama dilakukan pada tablet yang mengandung bahan-bahan yang mudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Untuk tablet dengan bobot < 650 mg. Pada proses pengukuran friabilitas. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan. .a. Lingkungan produksi yang kurang bersih juga merupakan likungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. Uji kadar zat aktif 3. Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar). Jalankan alat selama 4 menit. alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Oleh karena itu beberapa industri memberikan persyaratan kemurnian yaitu batas angka mikroba. Disolusi 7. Keseragaman kandungan 5. Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu. Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian.

kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah. Kondisi khusus penyimpanan dan pengemasan direkomendasikan pada monograpi masing-masing . termasuk lingkungan tempat alat diletakkan tidak dapat memberikan gerakan. Penyimpanan Tablet . tanpa harus kehilangan intregitasnya.menjaga agar gerakan air dalam tangas air halus dan tetap. Pada bagian atas wadah ujungnya melebar. uji disolusi atau uji waktu hancur tidak secara khusus dinyatakan untuk sediaan bersalut enterik. Alat terdiri dari sebuah wadah bertutup yang terbuat dari kaca atau bahan transparan lain yang inert. Lebih dianjurkan wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola. misal pada saat pengemasan dan transportasi. Tablet harus cukup bertahan selama proses penanganan. lembab. diameter dalam 98 mm hingga 106 mm dan kapasitas nominal 1000 ml. sedangkan dalam masing-masing monografi. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing-masing monografi. suatu batang logam yang digerakkan oleh motor dan keranjang berbentuk silinder. harus disimpan pada wadah yang tertutup sangat rapat atau kemasan yang kedap terhadap lembab dan mungkin perlu ditambahkan zat adsorbent seperti silika gel. . Batang logam berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dari 2 mm pada tiap titik dari sumbu vertikal wadah berputar dengan halus dan tanpa goyangan yang berarti. Bagian dari alat. Penggunaan alat yang memungkinkan pengamatan contoh dan pengadukan selama pengujian berlangsung.5 ºC selama pengujian berlangsung dan. goncangan atau getaran signifikan yang melebihi gerakan akibat perputaran alat pengaduk. Suatu alat pengatur kecepatan digunakan sehingga memungkinkan untuk memilih kecepatan putaran yang dikehendaki dan mempertahankan kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi dalam batas lebih kurang 4%. Wadah tercelup sebagian di dalam suatu tangas air yang sesuai berukuran sedemikian sehingga dapat mempertahankan suhu dalam wadah pada 37º ± 0.(USP & NF 1994) . Komponen batang logam dan keranjang yang me-rupakan bagian dari pengaduk terbuat .4 hal 28) Uji Disolusi <1231> Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul. untuk mencegah penguapan dapat digunakan suatu penutup yang pas. maka digunakan cara pengujian untuk sediaan lepas lambat seperti yang tertera pada uji Pelepasan Obat <961>. (The International Pharmacopoeia 3rd ed Vol. Bila pada etiket dinyatakan bahwa sediaan bersalut enterik. Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. Dari jenis alat yang diuraikan disini. suatu motor. kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. gesekan dan guncangan mekanik. Alat 1. Untuk tablet efervesen. pergunakan salah satu sesuai dengan yang tertera dalam masing-masing monografi. . Kondisi penyimpanan khusus harus dicantumkan dalam etiket. tinggi 160 mm hingga 175 mm.

Media disolusi Gunakan pelarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Jarak 25 mm ± 2 mm antara daun dan bagian dalam dasar wadah dipertahankan selama pengujian berlangsung.5º.05 satuan pH yang tertera pada masing-masing monografl. Dayung memenuhi spesifikasi pada Gambar 2. Prosedur untuk kapsul. tablet tidak bersalut dan tablet bersalut bukan enterik Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah. tidak kurang 1 cm dari dinding wadah. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Alat dianggap sesuai bila hasil yang diperoleh berada dalam rentang yang diperbolehkan seperti yang tertera dalam sertifikat dari kalibrator yang bersangkutan. Sediaan dimasukkan ke dalam keranjang yang kering pada tiap awal pengujian.dari baja tahan karat tipe 316 atau yang sejenis sesuai dengan spesifi-kasi pada Gambar 1. Alat 2. [Catatan Gas terlarut dapat membentuk gelcmbung yang dapat merubah hasil pengujian.] Waktu Bila dalam spesifikasi hanya terdapat satu waktu. bedanya pada alat ini digunakan dayung yang terdiri dari daun dan batang sebagai pengaduk. Uji kesesuaian alat Lakukan pengujian masing-masing alat menggunakan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis disintegrasi dan 1 tablet Kalibrator Disolusi FI jenis bukan disintegrasi sesuai dengan kondisi percobaan yang tertera. Lakukan penetapan . Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan. gas terlarut harus dihilangkan terlebih dahulu sebelum pengujian dimulai. biarkan Media disolusi hingga suhu 37º ± 0. Dapat juga digunakan keranjang berlapis emas setebal 0. gunakan kasa 40 mesh. Bila Media disolusi adalah suatu larutan dapar.0001 inci (2. Sama seperti Alat 1. Daun dan batang logam yang merupakan satu kesatuan dapat disalut dengan suatu penyalut inert yang sesuai. Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi. Sediaan dibiarkan tenggelam ke dasar wadah sebelum dayung mulai berputar. pengujian dapat diakhiri dalam waktu yang lebih singkat bila persyaratan jumlah minimum yang terlarut telah dipenuhi. Jarak antara dasar bagian dalam wadah dan keranjang adalah 25 mm ± 2 mm selama pengujian berlangsung.5 µm). Oleh karena itu. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung. Masukkan 1 tablet atau 1 kapsul ke dalam alat. atur pH larutan sedemikian hingga berada dalam batas 0. cuplikan dapat diambil hanya pada waktu yang ditentukan dengan toleransi ± 2%. Daun melewati diameter batang sehingga dasar daun dan batang rata. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan. Bila dinyatakan dua waktu atau lebih. pasang alat. dan angkat termometer. Batang berada pada posisi sedemikian sehingga sumbunya tidak lebih dan 2 mm pada setiap titik dari sumbu vertikal wadah dan berputar dengan halus tanpa goyangan yang berarti.

Faktor koreksi lebih besar 25% dari kadar pada etiket tidak dapat diterima. Tabel Penerimaan Tahap Jumlah yang diuji Kriteria Penerimaan S1 6 Tiap unit sediaan tidak kurang dari Q + 5% S2 S3 6 12 Rata-rata dari 12 unit (S1 +S2) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q dan tidak satu unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% Rata-rata dari 24 unit (S1 + S2+ S3) adalah sama dengan atau lebih besar dari Q. angka 5% dan 15% dalam tabel adalah persentase kadar pada etiket. dinyatakan dalam persentase kadar pada etiket. persyaratan dipenuhi bila jumlah zat aktif yang terlarut dari sediaan yang diuji sesuai dengan tabel penerimaan. dengan demikian mempunyai arti yang sama dengan Q. Bila cangkang kapsul mengganggu. Lanjutkan pengujian sampai tiga tahap kecuali bila hasil pengujian memenuhi tahap S atau S. Buat koreksi seperlunya.seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. keluarkan isi tidak kurang dari 6 kapsul sesempuma mungkin. larutkan cangkang kapsul dalam sejumlah volume Media disolusi seperti yang dinyatakan. Harga Q adalah jumlah zat aktif yang terlarut seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. tidak . penetapan. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Lanjutkan pengujian terhadap bentuk sediaan tambahan. Interpretasi Kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.

tebal 6 mm. Rangkaian keranjang bergerak vertikal sepanjang sumbunya.25 cm. Rancangan rangkaian keranjang dapat sedikit berbeda asalkan spesifikasi tabung kaca dan .75 cm ± 0. Waktu yang diperlukan bergerak ke atas adalah sama dengan waktu yang diperlukan untuk bergerak ke bawah dan perubahan pada arah gerakan merupakan perubahan yang halus.7 cm. Alat Alat terdiri atas suatu rangkaian keranjang. masing-masing berdiameter lebih kurang 24 mm dan berjarak sama dari pusat lempengan maupun antara lubang satu dengan lainnya. Tetapkan jenis sediaan yang akan diuji dari etiket serta dari pengamatan dan gunakan prosedur yang tepat untuk 6 unit sediaan atau lebih. tabung-tabung ditahan pada posisi vertikal oleh dua lempengan plastik. diameter dalam lebih kurang 21. masing-masing dengan diameter 9 cm. Bagian-bagian alat dirangkai dan dikencangkan oleh tiga buah baut melalui kedua lempengan plastik. kecuali pada etiket dinyatakan bahwa tablet atau kapsul digunakan sebagai tablet isap atau dikunyah atau dirancang untuk pelepasan kandungan obat secara bertahap dalam jangka waktu tertentu atau melepaskan obat dalam dua periode berbeda atau lebih dengan jarak waktu yang jelas di antara periode pelepasan tersebut.5 mm dan tebal dinding lebih kurang 2 mm. bukan gerakan yang tiba-tiba dan kasar.lebih dari 2 unit sediaan yang lebih kecil dari Q -15% dan tidak satu unit pun yang lebih kecil dari Q – 25%. Uji waktu hancur tidak menyatakan bahwa sediaan atau bahan aktifnya terlarut sempurna. dengan enam buah lubang. kecuali bagian dari penyalut atau cangkang kapsul yang tidak larut.025 inci).5 cm dari dasar wadah. Uji Waktu Hancur Tablet Dan Kapsul Uji ini dimaksudkan untuk menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. masing-masing dengan panjang 7. digunakan vntuk menggantungkan rangkaian keranjang. Sediaan dinyatakan hancur sempurna bila sisa sediaan yang tertinggal pada kasa alat uji merupakan masa lunak yang tidak mempunyai inti yang jelas. Suatu alat pengait dipasang pada alat yang menaikturunkan rangkaian keranjang melalui satu titik pada sumbunya. Pada permukaan bawah lempengan dipasang suatu kasa baja tahan karat berukuran 10 mesh nomor 23 (0. termostat untuk memanaskan cairan media antara 35º hingga 39º dan alat untuk menaikturunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi yang tetap antara 29 kali hingga 32 kali per menit melalui jarak tidak kurang dari 5.3 cm dan tidak lebih dari 5. Volume cairan dalam wadah sedemikian sehingga pada titik tertinggi gerakan ke atas. kawat kasa berada paling sedikit 2. gelas piala berukuran 1000 ml.5 cm di bawah permukaan cairan dan pada gerakan ke bawah ber-jarak tidak kurang dari 2. tanpa gerakan horizontal yang berarti atau gerakan sumbu dari posisi vertikalnya. Rangkaian keranjang Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya terbuka.

55 mm. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur. tanpa menggunakan cakram. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Setelah alat dijalankan selama satu jam. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. Kemudian masukkan cakram pada tiap tabung dan jalankan alat.15 mm dan diameter 20. Tablet bersalut bukan enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. Tanpa menggunakan cakram jalankan alat. angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Cakram Tiap tabung mempunyai cakram berbentuk silinder dengan perforasi. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Pada sisi silinder terdapat 4 lekukan dengan jarak sama berbentuk V yang tegak lurus terhadap ujung silinder. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. Setelah alat dijalankan telama 30 menit. Seluruh permukaan cakram licin.15 mm. gunakan air bersuhu 37º ± 2º sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Prosedur Tablet tidak bersalut Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat. celupkan keranjang dalam air pada suhu kamar selama 5 menit. ganti dengan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º dan teruskan pengujian hingga jangka waktu keseluruhan. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. mempunyai bobot jenis antara 1. Setelah 4 jam. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. bila tablet mempunyai penyalut luar yang dapat larut. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.20.5 mm ± 0. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. maka hanya selama batas waktu yang dinyatakan. tebal 9. gunakan cairan lambung buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna.7 mm ± 0. gunakan cairan usus buatan LP bersuhu 37º ± 2º sebagai media selama jangka waktu 2 jam ditambah dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi atau bila dalam monografi dinyatakan hanya tablet salut enterik. sedangkan lubang lain paralel terhadapnya dengan radius jarak 6 mm. Ajigkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.18 hingga 1.60 mm persegi dan pada bagian atas silinder lebar 9. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat.5 mm dan dalam 2. salah satu lubang melalui sumbu silinder. Terdapat lima lubang berukuran 2 mm yang tembus dari atas ke bawah. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi.dalam monografi. Tablet salut enterik Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. angkat keranjang dan amati semua tablet: tablet tidak hancur. termasuk pencelupan dalam air dan cairan lambung buatan LP adalah sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi ditambah 30 menit. refak atau menjadi lunak.ukuran kasa dipertahankan. . Tablet bukal Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. Cakram dibuat dari bahan plastik transparan yang sesuai. angkat keranjang dan amati semua tablet. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. Bila tablet tidak hancur sempurna. Ukuran tiap lekukan sedemikian hingga bagian yang terbuka pada dasar silinder luasnya 1.

56 Allopurinol. Kapsul gelatin keras Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet tidak bersalut. Sebagai pengganti cakram digunakan suatu kasa berukuran 10 mesh seperti yang diuraikan pada rangkaian keranjang. Acepromazine maleate. Kapsul gelatin lunak Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Kapsul gelatin keras. Amati tablet dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi: semua tablet harus hancur. 41 Acetohexamide. 43 Acetohydroxamide acid.ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna. Acetazolamide. kecuali bagian dari cangkang kapsul. Bila 1 tablet atau 2 kapsul tidak hancur sempurna. 66 . CONTOH TABLET . tanpa menggunakan cakram. BAB IV . . Tablet sublingual Lakukan pengujian dengan prosedur seperti yang tertera pada Tablet iidak bersalut. 50 Albendazole. . kasa ini ditempatkan pada permukaan lempengan atas dari rangkaian keranjang. 64 Alprazolam. 15 Acetaminophen. Daftar Tablet pada USP 26 2003 . 54 Albuterol. . . Amati kapsul dalam batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing monografi. 44 Acyclovir. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna. semua kapsul harus hancur. tanpa menggunakan cakram. ulangi pengujian dengan 12 kapsul lainnya: tidak kurang 16 dari 18 kapsul yang diuji harus hancur sempurna. .

204 Baclofen. 166 Ascorbic acid. 138 Amoxicillin. 128 Amiosalycylic acid. 150 Anileridine HCl. 212 Bendroflumethiazide. 142 Ampicillin. 133 Amodiaquine HCl. 2762 Aspirin. 198 Bacampicillin HCl. 216 . 197 Azathioprine. Aminobenzoate potassium. 175 Astemizole. 117 Aminocarproic acid. 171 Asian ginseng. 209 Barium hydroxide lime sulfate. 156 Apomorphine HCl. 127 Aminosalicylate sodium. 124 Aminophylline. 193 Azatadine maleate. 130 Amitriptyline HCl. 186 Atropine sulfate. 185 Atenolol.Alumina. 120 Aminoglutethimide 122 Aminopentamide sulfate.

245 Biperiden HCl. 311. 329 Carbinoxamine maleate. 283 Butabarbital sodium. 244 Bethanecol chloride. Caffeine.Benztropine mesylate. 252 Bromocriptine mesylate. 234 Betaxolol. 343 Corisoprodol. 268 Bromopheniramine maleate. 309. 272 Bumetadine. 348 Cefaclor. Calcium. 330 Carboxymethylcellulose sodium. 228 Bethametasone. 282 Busulfan. 299. 341 Carteolol HCl. 302. 280 Buspirone HCl. 250 Bisacodyl. 320 Carbamazepine. 286 Butalbital. 354 . 324 Carbidopa. 345 Cascara. 352 Cefadroxil. 314 Captopril. 275 Bupropion HCl.

508 Colchicine. 436 Chlorpropamide. 430 Chlorpromazine HCl. 424 Chlorothiazide. 406 Chloramphenicol. 489 Clozapine. 468 Clomiphene citrate. 409 Chlordiazepoxide. 442 Cimetidine. 415 Chloroquine phosphate. 466 Clemastine fumarate. 402 Chlorambucil. 380 Cefprozil. 396 Cepharadine. 441 Chlorzoxazone. 500 Codein. 518 Cyclizine HCl. 488 Clonidine HCl. 460 Clarithromycin. 381 Cephalexine. 485 Clonazepam. 454 Ciprofloxacin.Cefixime. 507. 437 Chlorthalidone. 526 . 362 Cefpodoxime proxetil. 426 Chlorpeniramine maleate. 509 Cortisone acetate.

596 Dicyclomine HCl. 638 Diphenoxylate. 609 Digitalis. 624 Diltiazem HCl. 550 Desipramine HCl.Cyclobenzaprine HCl. 547 Demeclocycline HCl. 616 Dihydrotachisterol. 543 Dehydrocholic acid. 602 Diethyl propion HCl. 604 Diethyl stilbestrol. 641 Dipyridamole. 611 Digoxin. 594 Diclofenac sodium. 630 Diphenhydramine. 527 Cyclophosphamide. 628 Dimenhydrinace. 578 Diazepam. 605 Diflunisal. 536 Dapsone. 552 Dexchlorpheniramine maleate. 621 Dihydroxyalumunium Na-carbonat. 599 Diethylcarbamazine citrate. 530 Cyproheptadine HCl. 570 Dextroamphetamine sulfate. 589 Dichlorpenamide. 645 .

753 Ethacrinic acid. 760 Ethotoin. 720 Ergonovine maleate. 725 Erythromycin. 677 Dyphylline. 748 Estropipate. 672 Dydrogestrone. 755 Ethambutol HCl. 756 Ethynil estradiol. 722 Ergotamine tartrate. 765 Etidronate disodium. 649 Divalproex sodium. 770 . 768 Etodolac. 700 Ephedrine. 731 Estrogen. 764 Ethynodiol diacetate. 670 Doxylamine succinate. 646 Disulfiram. 650 Docusate sodium. 759 Ethionamide. 1806 Ergocalciterol. 717 Ergoloid mesylate.Dirithromycin. 658 Doxycycline hydate. 679 Enalapril maleate.

793 Fludrocortisone acetate. 832 Furozolidone. 791 Flecainide acetate. 859 Glucosamine. 890 Haloperidol. 839 Gemfibrozil. 866 Glycopirrolate. 886 Guanadrel sulfate. 888 Guanfacine. 877 Guaifenesine. 880 Guanabenz acetate. 796 Fluoxetine. 850 Glipizide. 819 Fluphenazine HCl. 823 Flurbiprofen. 780 Ferrous sulfate. 886 Guanathidine monosulfate. 788 Finasteride. 775 Fenoprofen calcium. 828 Folic acid. 2765 Glyburide. 894 .Famotidine. 836 Furosemide. 817 Fluoxymesterone. 870 Griseofulvin.

995 Iopanoic acid. 1053 Letrozole. 1026 Isopropamide iodide. 1037 Isoxsuprine HCl. 937 Hyoscyamine. 1063 Levamisole HCl. 932 Hydroxyzine HCl. 926 Hydromorphone HCl. 958 Indapamide. 947 Imipramine HCl. 1050 Labetalol HCl. 912 Hydrocortisone.Hydralazine HCl. 1047 Ketorolac thromethamine. 1027 Isosorbide dinitrate. 1061 Leucovorin calcium. 928 Hydroxychloroquine sulfate. 1000 Isoniazide. 961 Iodoquinol. 910 Hydrocodone bitartrate. 1042 Ketoconazole. 1065 . 916 Hydroflumethiazide. 940 Ibuprofen. 909 Hydrochlorthiazide.

1136 Medroxyprogesterone acetate. 1074 Liothyronine sodium. 1098 Lovastatin. 1146 Meperidine HCl. 1129 Mebendazole. 1100 Magaldarate. 1085 Liotrix. 1093 Lorazepam. 1154 . 1120 Maprotiline HCl. 1072 Levorphanol tartrate. 1134 Meclizine HCl. 1143 Melphalan. 1068 Lisinopril. 1128 Mazindol. 1069 Levodopa. 1153 Mephobarbital. 1109 Magnesium trisilikat. 1144 Menadiol sodium diphosphate. 1089 Loperamide HCl. 1106 Magnesia.Levocarnithine. 1140 Megestrole acetate. 1152 Mephenytoin. 1132 Mecamylamine HCl. 1071 Levonogestrel. 1087 Lithium carbonate.

1220 Metoprolol tartrate. 1158 Mercaptopurine. 1210 Methyltestosterone. 1165 Mesoridazine besylate. 1181 Methenamine. 1200 Methyldopa.Meprobamate. 1215 Methysergide maleate. 1159 Mesolamine. 1219 Metolazone. 1208 Methylprednisolone. 1196 Methylcellulose. 1168 Metaproterenol sulfate. 1216 Metoclopramide. 1178 Methazolamide. 1191 Methyclothiazide. 1223 Metronidazole. 1179 Methdilazine HCl. 1207 Methylpenidate HCl. 1201 Methylergonovine maleate. 1229 . 1188 Methotrexate. 1228 Metyrapone. 1183 Methimazole. 1186 Methocarbamol. 1167 Mestranol. 1177 Methamphetamine HCl. 1172 Methadone HCl.

1321 Norethindrone. 1240 Minoxidil. 1359 Oxprenolol HCl. 1337 Nystatin. 1328 Norfloxacin. 1358 Oxazepam. 1266 Naltrexone HCl. 1313 Nitrofurantoin. 1343 Oxandrolone. 1243 Molindone HCl. 1260 Nafcillin sodium. 1245 Moricizine HCl. 1361 Oxtriphylline. 1241 Mitotane. 1263 Nalidixic acid. 1306 Nifedipine. 1305 Niacinamide. 1335 Norgestrel. 1317 Nitroglycerin. 1366 Oxycodone HCl.Minicycline HCl. 1253 Nadolol. 1368 . 1274 Niacin. 1269 Naproxen. 1362 Oxybutynin chloride.

Oxymetholone. 1394 Papaverine HCl. 1480 Pindolol. 1447 Phenobarbital. 1446 Phenmetrazine HCl. 1396 Paramethasone acetate. 1454 Phenylbutazone. 1403 Penicillamine. 1486 Praziquantel. 1406 Penicillin. 1436 Perphenazine. 1529 . 1443 Phendimetrazine tartrate. 1476 Pimozide. 1482 Piperazine citrate. 1464 Phenytoin. 1458 Phenylpropanolamine HCl. 1413 Pergolide. 1449 Phentermine HCl. 1524 Prednisolone. 1439 Phenazopyridine HCl. 1444 Phenelzine sulfate. 1391 Pancrealipase. 1379 Pancreatin. 1376 Oxytetracycline. 1398 Penbutolol sulfate. 1467 Phytonadione.

1538 Primadone. 1612 Ranitidine. 1604 Quazepam. 1579 Propylthiouracil. 1618 . 1541 Probucol. 1536 Primaquine phosphate. 1565 Propoxyphene napsylate. 1596 Pyridostigmine bromide. 1545 Prochlorperazine maleate. 1554 Promazine HCl. 1598 Pyridoxine HCl. 1539 Probenecide. 1604 Quinidine sulfate. 1588 Pyrazinamide. 1602 Pyrvinium pamoate. 1553 Procyclidine HCl. 1609 Quinin sulfate. 1601 Pyrimetamine. 1574 Propranolol HCl. 1600 Pyrilamine maleate. 1585 Protriptyline HCl. 1560 Promethazine HCl. 1562 Propantheline bromide.Prednisone. 1543 Procainamide HCl.

1719 Sulfadiazine. 1670 Selegiline HCl. 1736 Sulfametoxazole. 1745 Sulindac. 1693 Sodium fluoride. 1732 Sulfamethizole. 1729 Sulfadimethoxine. 1741 Sulfasalazine. 1682 Simvastatin. 1684 Sodium bicarbonate. 1674 Sennosides. 1747 . 1637 Ritrodine HCl. 1743 Sulfinpyrazone. 1690 Sodium chloride. 1627 Riboflavine. 1696 Sodium salicylate. 1705 Sucralfate. 1745 Sulfisoxazole. 1663 Scopolamine HBr.Rauwolfia serpentina. 1737 Sulfapyridine. 1642 Reserpine. 1653 Saccharin sodium. 1621 Repaglinide. 1679 Simethicone. 1658 Salsalate.

1811 Thiamine HCl. 1815 Thiethylperazine maleate. 1831 Timolol maleate. 1855 Trazodone HCl. 1863 Triazolam. 1776 Testolactone. 1851 Tolbutamide. 1888 Trimeperazine tartrate. 1818 Thioguanine. 1898 . 1876 Trifluoperazine HCl. 1859 Triamcinolone. 1780 Theopylline. 1895 Triprolidine HCl. 1850 Tolazamide. 1885 Trihexyphenidyl HCl. 1882 Triflupromazine HCl. 1840 Tocainide HCl. 1893 Trioxsalem. 1874 Trichlormethiazide.Tamoxifen citrate. 1854 Tolmetin sodium. 1805 Thiabendazole. 1891 Trimethoprim. 1825 Thyroid. 1821 Thioridazine HCl. 1755 Terbutaline sulfate.

1832 Aciclovir . 1842 Amiloride. 1828 Acetazolamide. 1914 Valerian. 2854 Ursodiol. 1843 Aminoglutethimide.Trisulfapyrimidines. 1833 Alimemazine /Trimeprazine. 1827 Acenocoumarol /Nicoumalone. 1837 Aloxiprin. Dispersible. 1837 Allopurinol. 1828 Aciclovir. 1953 Daftar Tablet pada BP 2001 Acebutolol. 1925 Warfarin sodium. 2856 Verapamil HCl. 1950 Zidovudine. 1938 Zalcitabine. 1901 Ubidecarenone. 1839 Aluminium Hydroxide. 1844 .

1859 Atenolol. Dispersible. 1895 Bumetanide and Slow Potassium. 1845 Amiodarone. 1887 Betamethasone. 1847 Ascorbic Acid. 1847 Amitriptyline. Effervescent Soluble. 1896 Busulfan. 1872 Benorilate. 1866 Baclofen.Aminophylline. 1862 Atropine. 1893 Bumetanide. 1865 Azathioprine. 1859 Aspirin . 1886 Bisacodyl. 1875 Betamethasone Sodium Phosphate. 1889 Bromocriptine. 1860 Aspirin. Enteric-coated. 1874 Benzatropine. 1893 Brompheniramine. 1867 Bendroflumethiazide /Bendrofluazide. 1858 Aspirin . 1858 Aspirin and Caffeine. 1899 . 1864 Azapropazone. 1858 Aspirin .

1927 Chlorambucil. 1908 Captopril. 1905 Calcium Gluconate. 1916 Cefalexin. 1902 Calcium and Ergocalciferol. 1950 Clemastine. 1907 Calcium Lactate. 1903 Calcium Carbonate . 1933 Chloroquine Phosphate. 1944 Choline Theophyllinate. 1949 Ciprofloxacin. Chewable. 1937 Chloroquine Sulphate. 1929 Chlordiazepoxide Hydrochloride. 1910 Carbimazole. Slow. 1962 . Effervescent. 1938 Chlorphenamine /Chlorpheniramine. 1942 Chlorpropamide. 1954 Clomifene. 1943 Chlortalidone. 1914 Cefaclor . 1920 Cefuroxime Axetil. 1946 Cimetidine. 1941 Chlorpromazine. 1904 Calcium Folinate. 1911 Cascara.Calcium and Colecalciferol. 1907 Calcium Gluconate . 1909 Carbamazepine.

1977 Co-dergocrine. 1997 Codeine Phosphate. 1996 Co-trimoxazole . 2002 . 1971 Co-beneldopa . 1989 Cortisone. 1999 Cyclizine. 1968 Co-amilozide. 1996 Co-trimoxazole . 1975 Co-codaprin. 1982 Co-magaldrox. 1974 Co-codamol. 1993 Co-trimoxazole. 1964 Co-amilofruse. 1970 Co-amoxiclav. 1985 Colecalciferol. 1976 Co-codaprin . 1991 Cyanocobalamin. 1990 Co-proxamol.Clonidine. 1980 Co-dydramol. 1973 Co-careldopa. Dipersible. 1985 Colistin. Dispersible. 1992 Co-triamterzide. 1990 Co-tenidone. 2000 Cyclopenthiazide. Paediatric. Dispersible. 2000 Cyclophosphamide. 1980 Colchicine.

2031 Disulfiram. 2016 Dichlorophen. 2034 Docusate. 2045 . 2042 Dosulepin /Dothiepin. 2024 Digoxin. 2027 Dimenhydrinate. 2020 Diethylstilbestrol. 2025 Dihydrocodeine. 2018 Diclofenac . 2008 Dexamethasone. 2006 Desipramine. 2023 Digitoxin. 2021 Diflunisal. 2016 Diclofenac. 2030 Dipyridamole. Slow. 2027 Diloxanide. 2041 Domperidone. 2002 Cyproterone. 2009 Dexamfetamine.Cyproheptadine. 2003 Dapsone. 2028 Dipipanone and Cyclizine. 2012 Diazepam. 2015 Diazoxide. 2010 Dextromoramide. 2018 Dicycloverine /Dicyclomine.

2063 Erythromycin Stearate. 2082 Ferrous Sulphate . 2080 Ferrous Gluconate.Doxycycline . 2057 Ergometrine. 2059 Ergotamine Sublingual. 2070 Famotidine. 2051 Dydrogesterone. 2082 Flavoxate. 2062 Estropipate. 2052 Ephedrine Hydrochloride. 2067 Etodolac. 2082 Flecainide. 2081 Ferrous Sulphate. 2080 Ferrous Fumarate. 2065 Ethambutol. 2084 Flucytosine. 2049 Droperidol. 2064 Erythromycin. 2072 Fenbufen. 2076 Fenoprofen. 2076 Ferrous Fumarate and Folic Acid. Dispersible. 2088 . Prolonged-release. 2056 Ergocalciferol. 2067 Ethinylestradiol. 2059 Erythromycin Ethyl Succinate.

2156 Hyoscine Butylbromide. 2153 Hydrotalcite. 2143 Hydroflumethiazide. 2115 Glibenclamide. 2121 Gliquidone. 2099 Flurbiprofen. 2111 Gemfibrozil.Fludrocortisone. 2102 Fluvoxamine. 2143 Hydrochlorothiazide. 2104 Folic Acid. 2129 Haloperidol. 2162 . 2157 Hyoscine. 2121 Glyceryl Trinitrate. 2159 Ibuprofen. 2154 Hydroxychloroquine. 2128 Guanethidine. 2125 Griseofulvin. 2119 Gliclazide. 2088 Fluphenazine. 2105 Fosfestrol. 2139 Hydralazine. 2120 Glipizide. 2108 Furosemide /Frusemide.

Slow. 2210 Lorazepam. 2228 . 2199 Liothyronine. 2165 Inositol Nicotinate. 2176 Isoniazid. 2212 Lormetazepam. 2223 Melphalan. 2183 Isosorbide Dinitrate. 2208 Loprazolam. 2204 Lisinopril. 2207 Lithium Carbonate . Compound. 2198 Levonorgestrel and Ethinylestradiol. 2222 Megestrol. 2194 Levodopa. 2226 Menadiol Phosphate. 2206 Lithium Carbonate. 2219 Mebeverine. 2207 Lofepramine. 2198 Levothyroxine /Thyroxine. 2212 Magnesium Trisilicate .Imipramine. 2164 Indoramin. 2166 Iopanoic Acid. 2185 Isosorbide Mononitrate. 2186 Isradipine. 2189 Labetalol.

2238 Methylprednisolone. 2239 Methysergide. 2230 Mercaptopurine. 2231 Metformin. 2234 Methotrexate. 2256 Morphine Sulphate . 2231 Methadone. 2242 Metoprolol Tartrate. 2253 Morphine.Meptazinol. 2266 Neostigmine. 2251 Mitobronitol. 2249 Minocycline. 2240 Metoclopramide. 2247 Mianserin. 2258 Nabumetone. 2236 Methyldopa. 2237 Methylphenobarbital. 2230 Mepyramine. 2268 Niclosamide. 2264 Neomycin. 2268 . 2259 Nalidixic Acid. 2257 Moxisylyte /Thymoxamine. 2235 Methylcellulose. 2260 Naproxen. 2244 Metronidazole. Prolonged-release.

2299 Pentazocine. 2296 Paracetamol . 2280 Orciprenaline. 2288 Oxymetholone. 2303 Perphenazine. 2291 Pancreatin. 2277 Nortriptyline. 2285 Orphenadrine Hydrochloride. 2272 Nitrazepam. 2270 Nimodipine. 2296 Paracetamol . 2293 Paracetamol. 2279 Nystatin.Nicotinamide. 2276 Norfloxacin. 2275 Norethisterone. Soluble. Dispersible. 2289 Oxytetracycline. 2287 Oxybutynin. 2307 . 2287 Oxprenolol. 2269 Nicotinic Acid. 2303 Pentobarbital. 2274 Nitrofurantoin. 2269 Nicotinyl Alcohol. 2287 Oxazepam. 2297 Penicillamine.

2335 Prednisolone . 2321 Piperazine Phosphate. 2311 Phenobarbital. 2338 Probenecid. 2319 Pimozide. 2330 Potassium Chloride . 2345 Prochlorperazine. 2309 Phenindione. 2326 Polythiazide. 2346 Proguanil. 2336 Primidone. 2344 Procyclidine. 2317 Phytomenadione. 2327 Potassium Chloride . 2330 Potassium Iodate. 2309 Phenelzine.Pethidine. 2310 Phenobarbital Sodium. Slow. 2346 . 2323 Pizotifen. 2313 Phenytoin. 2325 Poldine. 2332 Prazosin. 2333 Prednisolone. 2320 Pindolol. Enteric-coated. 2339 Procainamide. 2340 Prochlorperazine Buccal. Effervescent. 2311 Phenoxymethylpenicillin.

2350 Promethazine Teoclate. 2384 Sodium Citrate. 2353 Propylthiouracil. 2389 . 2385 Sodium Fluoride. Compound. 2374 Senna. 2360 Quinine Sulphate. 2358 Quinidine Sulphate. 2355 Pseudoephedrine.Promazine. 2352 Propranolol. 2351 Propantheline. 2349 Promethazine Hydrochloride. 2377 Sodium Bicarbonate . 2357 Pyrimethamine. 2359 Quinine Bisulphate. 2356 Pyridostigmine. 2356 Pyrazinamide. 2357 Pyridoxine. 2361 Ranitidine. 2364 Ritodrine. 2381 Sodium Chloride. 2367 Salbutamol. 2354 Protriptyline. 2372 Selegiline.

Sodium Valproate, 2396 Sodium Valproate , Enteric-coated, 2396 Sotalol, 2400 Spironolactone, 2402 Stanozolol, 2404 Sulindac, 2409 Sulfasalazine, 2407 Sulfinpyrazone, 2408 Sulpiride, 2410

Tamoxifen, 2412 Temazepam, 2415 Tenoxicam, 2416 Terbutaline, 2417 Terfenadine, 2419 Tetracycline, 2424 Thiamine, 2425 Thioridazine, 2427 Tiabendazole, 2428 Timolol, 2429 Tioguanine, 2431 Tocopheryl Succinate , Alpha, 2433 Tolazamide, 2433 Tolbutamide, 2434 Tranexamic Acid, 2435 Tranylcypromine, 2436 Triamcinolone, 2440

Trifluoperazine, 2441 Trihexyphenidyl /Benzhexol, 2442 Trimethoprim, 2443 Trimipramine, 2443 Triprolidine, 2444

Ursodeoxycholic Acid, 2447

Verapamil, 2450 Verapamil , Prolonged-release, 2450 Vigabatrin, 2451

Warfarin, 2456

Zuclopenthixol, 2462

Daftar Tablet pada Codex

Acetazolamide 708 Acetylcysteine 710 Acyclovir 711 Allopurinol 716 Aminophlline 721 Amitriptyline 725 Ammonium Chloride 727 Amoxycillin 728

Amphotericin 731 Ampicillin 733 Apomorphine 739 Aspirin 741 Atenolol 747 Atropine 748 Azathioprine 751

Baclofen 753 Benzylpenicillin 760 Betamethasone 765

Caffeine 771 Captopril 772 Carbamazepine 774 Cefuroxime 779 Cephalexin 780 Chlorambucil 785 Chlorampenicol 786 Chlordiazepoxide 790 Chlormethiazole 792 Chloroquine 794 Chlorpheniramine 797 Chlorpromazine 799 Chlorthalidone 802 Cimetidine 803 Codeine 813

Cortisone 817 Cyclophosphamide 819 Dapsone 823 Dexamethasone 824 Diazepam 830 Diclofenac 835 Diethylcarbamazine 839 Diethylpropion 839 Digoxin 840 Doxycycline 850 Ergometrine 852 Ergotamine 854 Erythromycin 855 Ethacrynic acid 861 Ethinyloestradiol 863 Fenoprofen 864 Ferrous salts 866 Fludrocortisone 870 Fluphenazine 871 Folic acid 873 Furosemide 875 Glibenclamide 882 Glyceryl trinitrate 884 .

Griseofulvin 888 Haloperidol 892 Hydralazine 897 Hydrochorothiazide 899 Hydrocortisone 901 Ibuprofen 908 Imipramine 911 Isoniazid 928 Isosorbide 931 Ketoprofen 933 Levodopa 96 Lithium salts 940 Lorazepam 942 Meprobamate 945 Mesalazine 946 Methadone 947 Methotrexate 949 Methyldopa 952 Methylprednisolone 953 Metoclopramide 956 Metronidazole 959 Miconazole 964 .

Morphine 966 Naproxen 971 Nifedipine 975 Nitrazepam 979 Nitrofurantoin 980 Norethisterone 983 Nystatin 984 Orphenadrine 986 Paracetamol 987 Pethidine 993 Phenobarbitone 994 Phenoxymethylpenicillin 998 Phenytoin 1001 Piperazin 1008 Piroxicam 1010 Prednisolone 1013 Primidone 1018 Prochorperazine 1020 Promethazine 1022 Propanolol 1025 Quinidine 1029 Quinine 1032 .

Ranitidine 1034 Riboflavine 1037 Salbutamol 1041 Sodium valproate 1046 Spironolactone 1046 Sulphadimidine 1049 Sulphamethoxazole 1051 Tamoxifen 1055 Tetracycline 1062 Theophylline 1067 Thyroxine 1073 Timolol 1074 Tolbutamide 1076 Triamcinolone 1078 Trimethoprim 1082 Verapamil 1083 Daftar Tablet pada FI IV Aloksiprin 76 Alopurinol 74 Alprazolam 80 Alprenolol hidroklorida 82 .

Amfetamin sulfat 100 Amilorida hidroklorida 89 Aminofilin 91 Ampisilin 105 Antalgin 538 Asam aminokaproat 36 Asam asetilsalisilat 32 Asam asetilsalisilat didapar 33 Asam askorbat 39 Asam folat 42 Asam nalidiksat 45 Asetaminofen 650 Asetazolamida 25 Asetosal 32 Atenolol 115 Atropine sulfat 116 Azatioprin 121 Besi (II) fumarat 379 Betametason 136 Bisakodil 146 Bromokriptin mesilat 151 Dusulfan 156 Dapson 278 Deksametason 288 Diazepam 304 .

Dietilkarbamazin sitrat 302 Difenhidramin teoklat 325 Digitalis 315 Digitoksin 316 Digoksin 319 Diltiazem hidroklorida 323 Dimenhidrinat 325 Dipiridamol 332 Efedrin hidroklorida 350 Efervesen asam asetilsalisilat 35 Ekstrak beladon 127 Ergometrin maleat 354 Ergonovin maleat 354 Eritromisin 358 Eritromisin etilsuksinat 359 Eritromisin stearat 359 Etambutol hidroklorida 62 Fenfluramin hidroklorida 374 Fenobarbital 660 Fenoksimetilpenisilin 665 Fitonadion 674 Furosemida 402 Glibenklamida 411 Griseofulvin 420 .

Guaifenesin 422 Haloperidol 425 Hidroklortiazida 434 Hiosin hrobromida 445 Ibuprofen 445 Isoniazid 473 Kalsium laktat 165 Karbamazepin 170 Karisoprodol 176 Ketokonazol 486 Klemastin fumarat 231 Klomifen sitrat 240 Klonidin hidroklorida 244 Klordiazepoksida 199 Klordiazepoksida hidroklorida 201 Klorfeniramin maleat 211 Klorokuin fosfat 208 Klorpromazin hidroklorida 215 Klorpropamida 215 Klortalidon 216 Klorzoksazon 218 Kotrimoksazol 770 Kuinidin sulfat 727 Kuinin sulfat 732 .

Lepas tunda asam asetilsalisilat 34 Levamisol hidroklorida 491 Levotiroksin natrium 495 Lorazepam 505 Luminal 660 Mebendazol 522 Merkaptopurin 533 Metadon hidroklorida 536 Metampiron 538 Metenamin mendelat 540 Metformin hidroklorida 535 Metildopa 547 Metilergometrin maleat 548 Metilergonovin maleat 548 Metoklopramida hidroklorida 556 Metoprolol tartrat 542 Metronidazol 561 Nadolol 573 Naproksen natrium 579 Natrium aminosalisilat 582 Natrium bikarbonat 604 Neostigmin bromide 607 Nistatin 626 Nitrazepam 615 Nitrogliserin 619 .

Norethisteron 622 Noretindron 622 Papaverin hidroklorida 647 Parasetamol 650 Penisilin V 665 Piperazin fosfat 682 Piperazin sitrat 681 Pirazinamida 722 Piridoksin hidroklorida 724 Prazikuantel 690 Prazosin hidroklorida 692 Prednisone 697 Primakuin fosfat 698 Probenesid 700 Propanolol hidroklorida 710 Propel flourasil 714 Ranitidine hidroklorida 734 Reserpin 739 Sefaleksin 182 Sefradin 182 Siklofosfamida 267 Simetidin 224 Siproheptadin hidroklorida 272 Skopolamin hidrobromida 445 .

Sublingual isosorbid dinitrat 475 Sulfametoksazol dan trimetoprim 770 Tamoksifen sitrat 773 Tiamina hidroklorida 785 Tolbutamida 799 Triheksifenidil hidroklorida 805 Vaginal nistatin 626 Vaginal klotrimazol 248 Verapamil hidroklorida 825 Vitamin B1 785 Vitamin K1 674 Daftar Tablet pada Fornas Acipheco 7 Alopurinol 17 Alprenolol 18 Alukol 19 Aluminium hidroksida 19 Aminofilina 20 Amitriptilina 22 Amobarbital 23 Amobarbital natrium 24 Amodiakina 25 .

Antalgin 108 Antazolina 28 Antinfluenza Dep Kes 6 APC 7 Asam asetilsalisilat 5 Asam asetilsalisilat kamfer opium 6 Asam asetilsalisilat kofeina fenasetina 7 Asam askorbat 8 Asam folat 11 Asam nikotinat 12 Asetaminofen 3 Asetaminofen asetilsalisilat kofeina 4 Asetazolamida 4 Asetosal 5 Atropine difenoksilat 33 Barbital 39 Beladon 39 Bendrofluazida 40 Benzheksolium 41 Benzotropina 42 Besi (II) fumarat 129 Besi (II) glukonat 130 Besi (II) sulfat 131 Betametason 47 Betametason fosfat 48 Biperidena 50 .

Bisakodil 51 Busulfan 53 Butobarbital 54 Dapson 93 Deksametason 93 Deksamfetamina 96 Deksklorofeniramina 97 Dekstrometorfan 100 Dekstromoramida 101 Diazepam 103 Didrogesteron 116 Dienesterol 106 Dietilkarbamazina 101 Dietilstilbestrol 102 Difenhidramina teoklat 114 Digilanida C 173 Digitalis 107 Digitoksin 107 Digoksin 108 Diiodoksikinolina 109 Dikorfenamida 105 Diloksanida 109 Dimenhidrinat 114 Dimetusteron 111 Dioktil sulfosuksinat 111 Doksikorton 114 .

Dover 219 Efedrina 118 Efervesen asetosal 6 Ergometrina 123 Ergonovina 123 Ergotamina 124 Eritromisina 125 Etambutol 12 Etundron 16 Etunilestradiol 15 Etusteron 16 Fenetisilina 236 Fenfluramina 128 Fenilbutazon 240 Fenindamina 237 Fenitoina 242 Fenobarbital 237 Fenoksimetilpenisilina 240 Fenolftalein 238 Fitomenadion 244 Fludrokortison 131 Flufenazina 131 Fluprednisolon 133 Ftalilsulfatiazol 243 Furosemida 133 .

Gliserol trinitrat 141 Glutetimida 140 Griseofulfina 140 Guanetidina 143 Haloperidol 143 HCT 150 Heksamina 146 Heksamina mandelat 146 Hidralazina 149 Hidroflumetiazida 156 Hidroklortiazida 150 Hidrokodon 150 Hidrokortison 150 Hidroksizina 158 Hiosina 159 Hiosina metilbromida 161 Imipramina 163 INH 167 Iodokloroksikinolina 77 Isokarboksazida 167 Isoksuprina 169 Isoniazid 167 Isoprenalina 168 Isopropamida 169 .

Isoproterenol 168 Kalek 57 Kalsiferol 57 Kalsium benzamidosalisilat 55 Kalsium glukonat 55 Kalsium laktat 57 Kalsium pantotenat 57 Karbamazepina 59 Karbarson 59 Karbimazol 60 Karbinoksamina 61 Karbromal 62 Kina 266 Kinidina 264 Kinina bisulfat 264 Kinina hidroklorida 265 Kinina sulfat 266 Kiniofon 266 Kliokinolina 77 Klomifen 80 Klorambusil 64 Klordiazepoksida 68 Klorfeniramina 69 Klorguanida 69 Klorkina 73 Klorpromazina 70 .

Klorpropamida 72 Klortalidon 74 Klortiazida 75 Kodeina 82 Kolina teofilinat 75 Kolistina 84 Kortison 87 Lanatosida-C 173 Lapis 312 Levodopum 175 Levotiroksina 176 Liotironina 179 Mebhidrolina 181 Meditren 166 Melfalan 182 Menadion 182 Mepakrina 184 Mepenzolium 184 Mepiramina 186 Meprobamat 185 Merkantopurina 186 Metampiron 188 Metandienon 189 Metandrostelonon 189 Metantelina 189 .

Metenamina 146 Metenamina mendelat 146 Metilklotiazida 192 Metildopum 192 Metildopum hidroklortiazida 193 Metilergometrina 193 Metilergonovina 193 Metilpredmisolon 195 Metiltestosteron 196 Metiltiourasil 197 Metimazol 190 Metionina 191 Metisergida 197 Metronidazol 197 Multivitamin 199 Natrium bikarbonat 207 Natrium subkarbonat 207 Neomisina 208 Neostigmina 210 Niklosamida 210 Nikotinamida 211 Nistatina 214 Nitrazepam 212 Nitrofurantoina 212 Nitrogliserin 141 Noretandrolon 213 .

Noreundron 213 Noretundron asetat 213 Noretusteron 213 Noretusteron asetat 213 Novobiosina 214 Oksifensiklimina 222 Oksitosina 225 Opial 226 Opium majemuk 219 Orsiprenalina 219 Papaveretum 226 Papaverina 226 Paraminosalisilat 228 Parasetamol 3 PASNA 228 Penisilina-V 240 Pentaeritritol 230 Pentobarbital 231 Perfenazina 232 Petidina 234 Piperazina adipat 247 Piperazina sitrat 247 Piridoksina 262 Piridostigmina 262 Pirimetamina 263 .

Pirvinum 263 Polimiksina 249 Politiazida 250 Prednisolon 251 Prednison 254 Primakina 254 Primidon 254 Proguanil 69 Prokainamida 255 Proklorperazina 256 Promazina 258 Prometazina hidroklorida 259 Prometazina teoklat 260 Propanolol 267 Propantelina 260 Propiltiourasil 261 Propisilina 261 Ragi 271 Reseprina 266 Riboflavina 269 Sakarina 270 Sakaromises 271 Salisilamida 271 Salut kering 312 Sefaleksina 62 .

Sianokobalamina piridoksina tiamina 89 Siklofosfamida 90 Sikloserina 91 Sinkofen 76 Siproheptadina 91 Sisip 312 Skopolamina 159 Skopolamina metilbromida 161 Spironolakton 274 Stilbestrol 102 Sublingual 312 Sulfadiazina 277 Sulfadimetoksida 277 Sulfadimidina 278 Sulfafurazol 281 Sulfaguanidina 279 Sulfametazina 278 Sulfamerazina 279 Sulfametizol 280 Sulfametoksazol 280 Sulfametoksipiridazina 280 Sulfasomidina 281 Sulfisoksazol 281 Sulfisomidina 281 Tiamina 288 Tietilperazina 288 .

Tioridazina 289 Tiroksina 176 Tolazolina 291 Tolbutamida 291 Triamsinolon 292 Trifluoperazina 295 Triheksifenidil 41 Trimoksazol I 296 Trimoksazol II 296 Tripelenamina 296 Trisulfa 297 Trisulfapirimidina 297 Vioform 77 Vitamin-B kompleks 302 Vitamin-B1 288 Vitamin-B2 269 Vitamin-B6 262 Vitamin-C 8 Vitamin-D 57 Vitamin-K 182 Warfarin 303 BAB V TABLET KHUSUS A. TABLET EFFERVESCENT .

Selain itu gas korbondiokasida ini juga memberi rasa segar seperti halnya pada minuman kaleng berkarbonasi. Kandungan tablet effervecent merupakan campuran asam (asam sitrat.I. Tablet Effervecent Tablet Effervecent adalah tablet yang mengeluarkan buih ketika dimasukkan ke dalam air. Memungkinkan penyiapan larutan dalam waktu seketika. Pendahuluan I. Gas korbondioksida ini membantu mempercepat hancurnya tablet dan meningkatkan kelarutan zat aktif. Bentuk sediaan dengan dosis terukur tepat. Tablet effervescent harus disimpan dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Rasa menyenangkan karena karbonisasi membantu menutup rasa zat aktif yang tidak enak 3. Dengan rasa asam sedikit berlebih. 4. 1. Tablet biasanya cukup besar dan dapat dikemas secara individual sehingga bisa menghindari masalah ketidakstabilan zat aktif dalam penyimpanan. Kerugian yang terdapat pada tablet effervescent. Kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktifitas effervescen I. Di samping menghasilkan larutan yang jernih. yang jika dilarutkan dalam lingkungan berair akan bereaksi menghasilkan karbondioksida yang berasal dari penguraian basa bikarbonat akibat penetralan oleh asam. Mudah menggunakannya karena tablet dilarutkan terlebih dulu dalam air baru diminum 5. antara lain. sehingga berasa sedikit asam ini merupakan faktor tambahan yang membuat sediaan efervesen dapat diterima di masyarakat. Buih yang keluar tersebut adalah gas karbondioksida yang dihasilkan dari reaksi antara asam organik dengan garam turunan karbonat. sedangkan pada etiket tertera tidak langsung ditelan. 1. I. 2. Keuntungan dan Kerugian Effervecent Keuntungan yang dimiliki tablet effervescent. Kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia 2. tablet juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu. 3. yang mengandung dosis yang tepat 2. antara lain. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu 1 menit atau kurang. asam tartrat) dan Natrium bikarbonat. Pembuatan Efervescent . 1.

Tablet effervecent memerlukan kondisi kerja dan metode khusus dalam pembuatannya karena dalam tablet ini terdapat dua bahan yang tidak dapat tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai penghasil karbondioksida. Granul yang masih lembab ditransfer ke mesin tablet kemudian dikempa lalu tablet masuk ke dalam oven terjadi proses pengeringan untuk menghilangkan air sehingga tablet menjadi stabil. Granulasi dengan Cairan Non Reaktif.Tablet effervecent dibuat dengan beberapa metode yaitu dengan cara granulasi basah. Granulasi dengan Cairan Reaktif. Dalam hal ini perlu ditambahkan pengikat kering seperti PVP. 2.5%) yang disemprotkan pada campuran sehingga terjadi reaksi menghasilkan granul. Proses berdasarkan penambahan sedikit air (0. Reaksi kedua bahan ini akan dipercepat dengan adanya air. granulasi kering. 3. Selain itu suhu tinggi juga dapat mempercepat perusakan bahan tablet. Kemudian dihaluskan lagi baru dicetak. Cairan ditambahkan perlahan-lahan ke dalam campuran pada mesin pencampur. Setelah itu masa granul dimasukkan ke dalam oven lalu dikeringkan. Metode fluidisasi dengan metode wurster.1-0. sehingga juga harus dijaga pada suhu yang relatif rendah. Granulasi Basah Umumnya sama dengan tablet konvensional Prosesnya: 1. kelembabab harus relatif rendah dan suhu harus dingin untuk mencegah granul atau tablet melekat pada mesin karena pengaruh kelembaban dari udara. menggunakan suatu alat semprot khusus yang dilangkapi dengan saluran penyemprot bahan pengikat dan saluran udara pemanas. Cairan yang digunakan adalah etanol atau isopropanol. Karena proses ini sangat tidak konstan dan sulit dikendalikan jarang digunakan. Cara Pemanasan. Proses pembuatan tablet efervesen membutuhkan kondisi khusus. maka dari itu tablet Efervescent selama perjalanannya mulai akhir produksi sampai ke tangan pasien tidak boleh sedikitpun kontak dengan air. dan dengan metode fluidisasi. Bahan penggranulasi yang efektif adalah air. a. Biasanya komponen asam yang dipanaskan. .

artinya bahan baku yang digunakan harus kering. Satu sifat bahan baku yang dipilih untuk digunakan dalam tablet efervesen yang lebih penting dari tablet konvensional yaitu kondisi lembabnya. Cara Slugging Dibuat bongkah-bongkah tablet ukuran besar menggunakan mesin tablet kemudian tablet dimasukkan ke dalam mesin granulasi untuk dihaluskan menjadi ukuran yang dikehendaki 2. Bahan dihaluskan menjadi granul dalam mesin granul. 4. Bahan Tambahan Tablet Effervecent Perlu diperhatikan bahwa bahan yang digunakan dalam tablet effervecent seharusnya mempunyai kandungan lembab yang sangat rendah dan sewaktu pembuatan sediaan ini harus dilakukan pada tempat yang kering.b. Ukuran partikel b. Granulasi Kering Dilakukan dengan dua cara: 1. Aliran bebas granul f. Keseragaman distribusi e. Sekali dimulai reaksi maka akan berlanjut lebih cepat karena produk samping reaksi adalah pertambahan air. Cara Kompaktor Menggunakan mesin khusus rol kompaktor yang mengempa serbuk premix menjadi bentuk pita/lempeng diantara dua rol yang berputar berlawanan. Bentuk partikel c. Banyak dari proses dan alat proses yang sama. Demikian juga sifat umum granul yang diperlukan untuk memdapatkan tablet yang sesuai persyaratan seperti: a. Granul harus dapat dikompresi 2. Dalam banyak hal prinsip yang digunakan dalam memproduksi tablet efervesen sama dengan yang digunakan untuk tablet konvensional. . Granulometri d. I. Apabila bahan baku yang digunakan tidak kering (mengandung lembab) maka terjadi reaksi asam dan karbonatnya akan menyebabkan produk menjadi tidak stabil secara fisik dan terurai. Karakteristik komponen tablet Efervesen: 1.

1. 3. merupakan asam yang paling sering digunakan karena harganya yang murah. 4. dan dalam bentuk granul dapat mengalir dengan bebas. .85% menunjukan pH 8. Kelarutan merupakan sifat bahan baku yang penting dalam tablet efervesen. garam ini dapat menghasilkan proton dan menghasilkan larutan dengan pH dibawah 7. Jika komponen tablet tidak larut. Terdapat juga bentuk anhidratnya sehingga mempunyai sifat higrokopis. Asam Tartrat. Kecepatan kelaurtan lebih penting dari kelarutan karena zat yang terlarut lambat dapat merintangi desintegrasi tablet dan larut lambat menghasilkan residu yang tidak disukai setelah tablet terdisintegrasi. Sumber Asam Sumber asam yang umumnya digunakan pada tablet efervesen dapat digolongkan menjadi. Sumber Karbondioksida Sumber karbondioksida dari tablet efervesen didapat dari garam-garam karbonat. Asam anhidrat Jika asam anhidrat dilarutkan dalam air maka akan terjadi hidrolisi yang membebaskan bentuk asamnya yang dapat bereaksi dengan sumber karbondioksida. 2. reaksi efervesen tidak akan terjadi dan tablet tidak akan terdisintegrasi secara cepat. Karena garam ini dapat menghasilkan 53 % karbondioksida. Molekul air memang masih ada tapi sangat sedikit karena air dibutuhkan sedikit untuk kebutuhan mengikat granul karena granul yang terlampau kering tidak dapat dikempa. Asam Makanan. Oksigen dapat pula menjadi sumber efervesen dengan sumbarnya dapat digunakan natrium perborat anhidrat. I.3. asam ini mempunyai kelarutan yang lebih besr dari asam sitrat. Garam yang sering digunakan adalah natrium bikarbonat dan natrium karbonat. Natrium bikarbonat dengan kosentrasi dalam air 0. 4. natrium karbonat dengan konsentrasi 1 % dalam air mempunyai pH 11. Contohnya adalah natrium hidrogen fosfat. Natrium karbonat menunjukan pula efek stabilisasi di dalam tablet efervesen karena kemampuannya mengabsorbsi lembab terlebih dahulu yang dapat mencegah permulaan reaksi efervesen. Contohnya adalah suksinat anhidrat. I.Contoh: CH2COOH CH2COONa CH2COOH + 3NaHCO3 CHCOONa + 3 CO2 + 3 H2O CH2COOH CH2COONa Oleh karena itu bahan baku yang digunakan harus dalam keaadan anhidrat (kering) dengan sedikit kadar lembab yang diabsorpsi. Asam sitrat dapat larut dengan mudah dan cepat. Garam Asam Garam ini dapat digunakan karena dalam larutan. antara lain : Asam Sitrat.5.

natrium dihidrogen fosfat, dan natrium bisulfit. I. 4. 3. Bahan Tambahan Lainnya Bahan tambahan lainnya pada tablet efervesen antara lain seperti bahan pengikat, bahan pengisi, dan lubrikan. Namun bahan-bahan ini penggunaannya dalam jumlah yang terbatas. Seperti halnya pengisi, hanya digunakan sedikit saja, karena dalam formula tablet efervesen sudah banyak mengandung karbonat dan asam.

a. Pengikat dan zat penggranul Untuk pembuatan tablet efervesen dengan metode granulasi penggunaan pengikat seperti gelatin, amilum dan gom tidak dapat digunakan karena kelarutan lambat atau karena kandungan residu air tinggi yang dapat mempercepat ketidakstabilan tablet efervesen. Pengikat efektif untuk tablet efervesen adalah PVP. PVP ditambahkan pada serbuk yang digranulasi dalam keadaan kering kemudian dibasahi oleh cairan penggranulasi yaitu isopropanol, etanol atau hidroalkohol. Alkohol tidak bersifat pengikat tapi ditambahkan sebagai zat penggranulasi untuk pelarut PVP.

b. Pengisi Biasanya hanya dibutuhkan sedikit pengisi karena zat yang menghasilkan efervesen sudah cukup besar. Natrium bikarbonat merupakan pengisi yang baik. Pengisi lain adalah Na. Klorida, Na. Sulfat dan Na. Bikarbonat.

c. Lubrikan Lubrikan yang larut air atau zat yang dapat terdispersi dalam air dapat digunakan sebagai lubrikan. Serbuk natrium benzoat dan PEG 8000 merupakan lubrikan larut air yang efektif. II. CONTOH FORMULA (VITAMIN C) II. 1. Formulasi Satu tablet effervescent dibuat dengan bobot 1,5 gram. Formula untuk 1 buah tablet effervescent : Vitamin C 500 mg Pyridoxine 20 mg

PVP 3% 45 mg Sukrosa 15% 225 mg Asam sitrat monohidrat 208 mg Asam tartrat 222,9 mg Natrium bikarbonat 249,5 mg PEG 8000 30 mg II. 2. Perhitungan Bobot tablet effervescent 1500 mg Fasa dalam bobot 98% = 98/100 ´1500 mg = 1470 mg Fasa luar (terdiri dari pelincir) bobot 2% = 2/100 ´ 1500 mg = 30 mg Fasa dalam terdiri dari zat aktif, asam, basa, pengikat, dan pengisi. Bobot asam dan basa = fasa dalam – (zat aktif + pengikat + pengisi) = 1470 mg – ( 520 + 45 + 225 ) mg = 680 mg Asam sitrat monohidrat: BM = 210,13 Bilangan ekivalen = 3 Bobot ekivalen = 210,13/3 = 70,04 Asam tartrat: BM = 150,09 Bilangan ekivalen = 2 Bobot ekivalen = 150,09/2 = 75,05 Natrium bikarbonat: BM = 84,01 Bilangan ekivalen = 1 Bobot ekivalen = 84,01/1 = 84,01 70,04 mol ekivalen + 75,05 mol ekivalen + 84,01 mol ekivalen = 680 mg 229,1 mol ekivalen = 680 mg mol ekivalen = 2,97

Asam sitrat monohidrat = 70,04 ´ 2,97 = 208 mg Asam tartrat = 75,05 ´ 2,97 = 222,9 mg Natrium bikarbonat = 84,01 ´ 2,97 = 249,5 mg Pertimbangan pemilihan bahan-bahan dalam formula dan metode pembuatan Bobot tablet yang dipilih 1500 mg karena bobot tersebut cukup untuk bobot tablet effervescent Dosis asam askorbat yang dipilih 500 mg/hari karena dosis tersebut dapat digunakan untuk pengobatan sariawan akibat defisiensi vitamin C. Jumlah pyridoxine yang dikonsumsi per hari sebanyak 2,2 mg harus terpenuhi untuk lakilaki dan 2 mg untuk perempuan. Pyridoxine yang digunakan untuk pengobatan anemia sideroblastik dan untuk merawat kelainan metabolisme akibat defisiensi pyridoxine memiliki dosis sebesar 100-400 mg per hari. Dosis pyridoxine yang dipilih dalam formula ini sebesar 20 mg/hari karena masih termasuk rentang dosis yang dapat digunakan untuk profilaksis dan defisiensi pyridoxine, juga untuk memenuhi bobot tablet effervescent sebesar 1,5 gr. Pengikat yang digunakan dipilih PVP karena PVP merupakan pengikat yang larut air dan konsentrasi yang dipilih 3% karena PVP yang digunakan sebagai pengikat dalam formulasi dan teknologi Farmasi sebesar 0,5-5% Pengisi yang digunakan adalah sukrosa karena pengisi yang digunakan dalam tablet effervescent adalah gula. Konsentrasi yang dipilih 15% karena sukrosa yang digunakan sebagai pengisi pada formulasi dan teknologi Farmasi 2-20%. Asam yang digunakan adalah kombinasi antara asam sitrat monohidrat dan asam tartrat karena dengan kombinasi akan diperoleh tablet effervescent yang bik. Bila digunakan asam sitrat monohidrat tunggal maka granul yang dihasilkan lengket dan lunak sehingga tidak dapat dikempa, sedangkan bila digunakan asam tartrat tunggal maka akan dihasilkan tablet effervescent yang keras dan retak-retak. Basa yang digunakan adalah natrium bikarbonat karena basa tersebut biasa digunakan dalam kombinasi dengan asam tartrat. Lubrikan yang digunakan harus larut air sehingga dipilih PEG 8000 Metode pembuatan yang dipilih adalah granulasi kering karena zat aktif merupakan vitamin yang tidak tahan panas sehingga dengan granulasi kering maka tidak diperlukan proses pengeringan yang memerlukan panas.

Penimbangan dilakukan untuk membuat 500 buah tablet effervescent Asam askorbat 500 mg ´ 500 = 250 g Pyridoxine 20 mg ´ 500 = 10 gr PVP 3% 45 mg ´ 500 = 22,5 gr Sukrosa 15% 225 mg ´ 500 = 112,5 gr Asam sitrat monohidrat 208 mg ´ 500 = 104 gr Asam tartrat 222,9 mg ´ 500 = 111,45 gr Natrium bikarbonat 249,5 mg ´ 500 = 124,75 gr

PEG 8000 30 mg ´ 500 = 15 gr II. Dicampur menjadi satu kemudian dicampur hingga homogen. Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). II. b. II. harus dilakukan slugging kembali hingga diperoleh aliran yang dikehendaki. Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det iii) Kadar Pemampatan . Setelah granul memiliki aliran 10 gr/detik.4. Piring logam dipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan.4. Alat dijalankan dan dicatat waktu yang dibutuhkan oleh massa granul untuk melewati corong.4. Diayak dengan pengayak nomor 16 mesh. c. pada granul ditambahkan lubrikan. . ii) Kecepatan Aliran (Menggunakan Flow Tester) a. kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance).5 gr. Dilakukan uji aliran granul yang diperoleh. Aliran yag diperoleh harus sebesar 10 gr/detik. Sejumlah tertentu granul dimasukkan kedalam alat penentuan (corong) penguji aliran. kemudian dihancurkan hingga derajat kehalusan tertentu. b. Granul siap dikempa menjadi tablet dengan bobot 1. Evaluasi Granul . Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam.3 Prosedur Pembuatan Metode Granulasi Kering Zat aktif dan eksipien masing-masing dihaluskan dlam tempat yang terpisah. Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. . Massa serbuk dislugging. Jika tidak diperoleh aliran sebesar itu. .1 Tujuan Untuk memeriksa apakah granul yang terbentuk memenuhi syarat atau tidak untuk dikempa.2 Prosedur i) Kandungan Air (hanya untuk granul hasil granulasi basah) a. II.

Catat volumenya (Vo). Volume mula-mula dicatat sebagai ketukann 0 (Vo). diukur.a. Hitung kadar pemampatan dengan persamaan berikut ini: Kp = [(Vo-Vt)/Vo] x 100 % Kp = kadar pemampatan Vo = volume granul sebelum pemampatan Vt = volume granul pada t ketukan Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika Kp < 20%. Catat volumenya (V10 dan V500). 50. Masukkan 100 gr granul dalam gelas ukur 250 mL . iv) Bobot jenis a. · Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. · Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. · Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan b. · Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat . Lakukan pengetukan. dan volume pada ketukan ke 10. 100. · Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali. Bobot jenis mampat · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. d. b. Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini. c. Bobot jenis nyata · Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur.

II. § Penafsiran hasil : Granul memenuhi syarat jika angka Haussner > 1. .W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan v) Indeks kompresibilitas Hitung dengan persamaan : [(Pn-P)/Pn] x 100 % vi) Perbandingan Haussner Hitung dengan persamaan berikut ini : § Angka Haussner = BJ setelah pemampatan/BJ sebelum pemampatan. II. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu . ii) Keseragaman ukuran 20 tablet diambil secara acak. .2 Prosedur i) Pemeriksaan penampilan Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakkan. iii) Keseragaman bobot Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet. . II.5 Evaluasi Tablet .1 Tujuan Untuk memeriksa apakah tablet memenuhi persyaratan resmi (Farmakope) atau non resmi (Non Farmakope) atau tidak. Jika ditimbang satu persatu. Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet. Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan.5.5.

Dalam interval waktu yang ditetapkan. ( FI ed III hlm. vii) Uji Disolusi Masukkan sejumlah volume media disolusi sesuai monografi. kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. Friksibilitas = (Wo – W1)/W1 X 100 %. Lakukan penetapan kadar sesuai monografi. bersihkan dari debu.tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih dari hanya yang ditetapkan kolom B. alat dipasang dan biarkan media hingga mencapai suhu 370 + 0. dan jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tercantum pada monografi. ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara media disolusi dan bagian atas keranjang atau dayung. hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan. tidak kurang dari 1 cm dari dinding wadah. tablet dikeluarkan. kemudian ditimbang (Wo). Alat diputar 25 rpm selama 4 menit. Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2. kemudian tablet dibersihkan dari debu dan ditimbang (W1). III. b. Setelah 4 menit. hentikan alat. iv) Kekerasan tablet 20 tablet diambil secara acak. v) Friabilitas a.50C Masukkan 1 tablet kedalam alat. DAFTAR PUSTAKA 1. 7). Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2. kemudian jalankan selama 4 menit dengan kecepatan 25 rpm. Pharmaceutical Excipients. 2nd edition. . kemudian dimasukkan ke dalam friksibilator. c. Bersihkan 20 tablet dari debu kemudian ditimbang (Wo). 1994.Indeks friabilitas (f) = (Wo -W1)/Wo X 100% vi) Friksibilitas 20 tablet diambil secara acak. Editor: Ainley Wade and Paul J. Weller. lalu dibersihkan dari debu dan timbang (W1). Masukkan tablet ke dalam alat.

Kekurangan : Zat aktif yang rasanya tidak baik dan dosis yang tinggi sangat sulit dibuat tablet kunyah. antasida. 500-504 2. London. disintegrasi. Martindale. meningkatkan kepatuhan penderita terutama anak-anak dengan rasa yang enak. Keuntungan : ketersediaan hayati lebih baik dan dapat meningkatkan disolusinya. mempunyai rasa enak dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak. 522-523. 392-399. Empat faktor pertama di atas merupakan faktor yang umum untuk tablet biasa dan juga tablet kunyah. Council Of The Royal Pharmaceutical Society Of Great Britain. Tablet kunyah dibuat dengan cara dikempa. 1994. ―Principle and Practice of Pharmaceutics‖. 1208-1209 3. dan pertimbangan organoleptik. The Pharmaceutical Press. sebagai pengganti bentuk sediaan cair yang memerlukan kerja obat yang cepat. . sorbitol atau sukrosa sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. dan antibiotika tertentu. Karakteristik : memiliki bentuk yang halus setelah hancur. kompatibilitas-stabilitas. The Pharmaceutical CODEX. terutama formulasi multivitamin. aliran. kenyamanan bagi penderita dengan meniadakan perlunya air untuk menelan. Faktor Formulasi Beberapa faktor yang terlibat dalam formulasi tablet kunyah diantaranya adalah jumlah zat aktif. Memberikan residu dengan rasa enak dalam rongga mulut. ―The Extra Pharmacopeia‖ 29TH Edition. Page 436-478. kompresibilitas. lubrikan. 12nd ed. Produk harus mempunyai sifat aliran. II. Formulator dapat menggunakan satu pendekatan atau lebih untuk sampai pada penentuan formula dan proses yang menghasilkan produk dengan sifat organoleptik yang baik. TABLET KUNYAH I.London: The Pharmaceutical Press. meskipun demikian sifat organoleptik zat aktif merupakan faktor yang paling utama. 1989. mengandung bahan pewarna dan bahan pengaroma untuk meningkatkan penampilan dan rasa (FI IV 1995). Pendahuluan Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah. hal. Jenis tablet ini digunakan dalam formulasi tablet untuk anak. London: The Pharmaceutical Press. kompresibilitas dan stabilitas yang dapat diterima. umumnya menggunakan manitol. 123-125. B. mudah ditelan dan tidak meninggalkan rasa pahit atau tidak enak.

dan lain-lain. . rasa dalah respon panca indera sebagai hasil angsangan kimiawi pada ujung rasa di lidah. kompresibilitas. Misalnya beberapa garam besi meninggalkan rasa karat. Istilah penyedap (flavor) berkaitan dengan sensasi gabungan rasa dan bau. b. langkah pertama dalam formulasi tablet kunyah adalah memperoleh profil lengkap dari zat aktif. aldehid dan sedikit alkohol memberikan rasa manis. . Sifat fisik : . raba mulut. Sedangkan sensasi dingin dan sejuk dengan tekstur licin seperti manitol. kelarutan dalam air. 2. Sedangkan pertimbangan organoleptik adalah sebagai berikut : 1. kebanyakan disakarida. desintegran. 5. Aroma Misal tablet kunyah diberi aroma jeruk diformulasi baik rasa manis dan sedikit asam. pasca rasa. serbuk. kompatibilitas dan sama halnya untuk tablet biasa. Umumnya tekstur pasir atau bergetah tidak dikehendaki dalam tablet.Pada umumnya. Banyak zat aktif organik merangsang respon pahit. sifat polimorfisa. penyedap. melebur. 4. rasa. Profil ini biasanya menuntun keberhasilan paling efisien dari produk stabil dan bermutu sebab zat aktif biasanya menetapkan pemilihan senyawa pengisi.warna. Faktor aliran. Rasa dan Penyedap Secara fisiologis. kompresibilitas. Sifat kimiawi : . misalnya antihistamin seperti piribenzamin-HCl menimbulkan rasa pahit kemudian mati rasa. jika jumlah zat aktif dalam tablet sedikit dan rasanya sedikit buruk maka formulasinya mudah.suhu mencair. kristal. Profil zat aktif secara ideal harus mengandung informasi berikut : a. bau. Rasa asin/asam diperoleh dari zat yang mampu terionisasi dalam larutan. lembab. 3. sakarida. Raba mulut Raba mulut adalah sentuhan yang dihasilkan tablet dalam mulut ketika dikunyah. stabilitas zat aktif. sakarin memberikan rasa pahit dalam mulut. Pasca efek Pasca efek yang umum dari banyak senyawa adalah pasca rasa (after taste) yaitu rasa yang timbul dalam mulut setelah tablet hilang. Pengkajian masalah formulasi Bila memungkinkan. cairan berminyak. pemanis. lubrikan. Pasca efek umum yang lain adalah sensasi mati rasa sebagian dari permukaan lidah. Sebaliknya jika jumlah zat aktif besar dan rasanya buruk sangat sulit diformulasikan menjadi tablet kunyah. Walaupun tidak mampu terionisasi dalam air. disukai. Raba mulut sangat penting dalam tablet kunyah. pembawa. amorf/cairan.strukutur kimia dan golongan kimia.

- reaksi utama dari golongan kimia tersebut; - tidak tersatukannya zat aktif. c. Dosis zat aktif dan batas pada ukuran dosis akhir. d. Informasi lain yang terkait.

III. Teknik Formulasi Masalah formulasi mencakup rasa yang dikehendaki atau rasa yang buruk. Produk yang diinginkan harus dihindari dari rasa yang tidak enak dengan menambahkan flavor, pemanis, serta untuk mendapatkan raba mulut yang enak dan kompresibilitas yang dapat diterima. Beberapa teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah formulasi adalah sebagai berikut : 1. Menyalut dengan granulasi basah Walaupun proses granulasi basah terutama diperlukan untuk mudah mengalir dan dikempa pada zat halus di bawah kondisi tertentu, metode granulasi basah dapat berguna dalam penyalutan partikel zat aktif guna mengurangi rasanya. Contoh formulasi tablet kunyah vitamin C : Zat mg/tablet Asam askorbat (berlebih 10%) 275 Ethocel 7 cp, 10% dalam isopropanol q.s. NuTab 275 Sta-Rx-1500 50 Na-sakarin 1 Lake (FD&C) q.s. Penyedap q.s. Mg-stearat 5 Pembuatan :

- Asam askorbat + Ethocel, keringkan semalam pada suhu 50 °C di oven, diayak dengan ayakan 16 mesh; - Tambahkan NuTab + Sta-Rx-1500, kocok 15 menit; - Tambahkan campuran Na-sakarin, lake, penyedap, dan Mg-stearat yang sebelumnya telah diayak; - Campur kemudian dicetak.

Formula di atas menggunakan ethocel yang merupakan polimer yang tidak larut dalam air, di mana vitamin C disalut dengan cara granulasi basah. Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah terlalu asam. Pada umumnya cara ini merupakan pendekatan yang paling sederhana untuk menutupi rasa. Granulasi basah tertentu dapat dilakukan tanpa penambahan eksipien seperti laktosa, manitol, sorbitol, sukrosa, dan lain-lain. Walaupun pendekatan ini serupa dengan granulasi basah biasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Zat penggranulasi harus membentuk selaput pada permukaan zat aktif; 2. Tidak mempunyai rasa dan bau yang tidak enak; 3. Tidak larut dalam saliva; 4. Tidak mempengaruhi disolusi zat aktif setelah ditelan. Idealnya pengisi rasa manis seperti gula perlu dimasukkan dalam granulasi, disintegran baik dimasukkan dalam granulasi basah untuk menjamin disolusi yang baik setelah granul itu dikunyah. Prosedur tersebut merupakan prosedur konvensional. Saat ini banyak digunakan metode suspensi udara. Dalam teknik tersebut, partikel zat aktif yang akan disalut disuspensikan dalam aliran udara panas yang terkendali kecepatan tinggi langsung melalui lempeng perforasi dalam tabung salut. Partikel zat aktif melakukan aliran putaran lewat penembak atomisasi zat penyalut dalam larutan/suspensi. Setelah partikel basah, partikel tersebut disingkirkan dari daerah semprotan dan dikeringkan dalam aliran udara panas dan disalut ulang. Putaran tersebut dilanjutkan sampai ketebalan salut yang diinginkan tercapai. Pengaliran partikel zat aktif meningkatkan pemaparan luas permukaan guna penyalutan dan pengeringan yang lebih efisien. Walaupun perbaikan rasa dengan penyalutan menarik karena sederhana, tetapi metode ini hanya cukup untuk zat aktif yang rasanya tidak enak.

2. Mikroenkapsulasi Mikroenkapsulasi adalah suatu metode penyalutan partikel zat aktif atau tetesan-tetesan cairan dengan polimer yang menyalut rasa dan membentuk mikrokapsul dengan ukuran 5 – 5000 mm. Mikroenkapsulasi dapat dibuat dengan berbagai metode, yaitu :

a. Metode Pemisahan Koaservasi Metode koaservasi adalah metode pengendapan makromolekul dari larutannya menjadi 2 lapisan cairan. Dalam metode ini ada 3 langkah yaitu : i) Pembentukan tiga fasa kimia yang tidak bercampur yaitu fasa pembawa air, fasa inti (zat aktif), dan fasa penyalut. Caranya : fasa penyalut dilarutkan dalam fasa pembawa cair kemudian ditambahkan zat aktif sehingga terjadi suspensi. Proses pemisahan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : - menaikkan suhu; - menambahkan cairan bahan pelarut yang bercampur baik dengan fasa pembawa sehingga makromolekul mengendap; - menambahkan garam; - menambahkan polimer lain yang tidak tercampurkan misalnya gelatin (ditambah gom arab). ii) Terbentuk campuran di mana makromolekul terdapat paling banyak. Di sini mulai proses penyalutan (diaduk). iii) Pengeringan partikel pada suhu rendah. Untuk metode koaservasi, zat salut yang biasa digunakan adalah CMC, selulosa asetat ftalat (CAP), etilselulosa, gelatin, polivinil alkohol, gelatin-gom arab, shellac, dan beberapa malam tergantung pada penggunaannya. b. Metode Suspensi Udara Zat aktif disuspensikan dalam udara. c. Metode Semprot Beku Proses semprot beku adalah pendinginan zat yang dicairkan jadi bentuk partikel halus selama perjalanannya dari penembak semprotan dan wadah penyemprotan pada suhu di bawah titik beku. Contoh formula : Tablet kunyah Asetaminofen (Mikroenkapsulasi) Zat mg/tablet Mikrokapsul (100 mesh) Asetaminofen Penyalut (selulosa-malam) Eksipien Manitol Mikrokristalin selulosa (Avicel)

Talk Sakarin Gom Guar Flavor Mg-stearat 327 35 393 3. Contoh Dekstrometorfan dengan menggunakan substrat Mg-trisilikat.5 10 10 1301 Pembuatan : . Dispersi solida Zat aktif dengan rasa yang tidak enak dapat dicegah dengan mengadsorpsikannya pada substrat yang mampu mempertahankan tetap teradsorpsi dalam mulut tetapi setelah di saluran cerna zat aktif dilepaskan. Contoh formula : Zat mg/tablet Adsorbat Dekstrometorfan-HBr 10% (berlebih 2%) Benzokain Flavor Mg-stearat Sorbitol (kristalin) 76. Adsorbat sudah tersedia di perdagangan dalam bentuk serbuk termikronisasi yang mengandung zat aktif 10% b/b (tinggal dicampur lalu dicetak).5 2.

5. . asam glutamat. solida adalah zat penukar ion sedangkan ionnya adalah zat aktif. Metode pencairan : zat aktif dan pembawa dilebur bersama-sama dengan pemanasan pada suhu yang cocok (tidak merusak zat aktif). Dalam hal ini. zat penukar ion menjadi suatu sarana untuk mengikat zat aktif pada matriks polimer yang tidak larut dan dapat secara aktif menutup rasa dan bau dari zat aktif yang diformulasi menjadi tablet kunyah. Metode pelarut : zat aktif dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap. campur kemudian pelarutnya diuapkan lalu dihaluskan.Tambahkan sisa sorbitol. Misalnya rasa ampisilin diperbaiki secara nyata dengan menggranulasikannya dengan glisin. 6. Apabila digunakan sebagai pembawa zat aktif. kemudian ditambahkan amilum.Campur adsorbat. tambahkan substrat (zat padat). lalu tambahkan Mg-stearat. Kemudian campuran didinginkan secara cepat dan terjadi pemadatan (dilakukan dalam penangas es). glidan. Aduk dan cetak sehingga diperoleh tablet kunyah dengan kekerasan 6 kp. b. Kompleks inklusi Pembentukan kompleks inklusi yaitu molekul zat aktif masuk ke dalam lubang-lubang molekul zat pengompleks membentuk kompleks stabil. lubrikan. benzokain. 4. Ada beberapa metode dalam pembuatan adsorbat : a. aduk. dan glisin. Kompleks ini mampu menutup rasa pahit zat aktif dengan menurunkan jumlah partikel zat aktif yang terpapar atau mengurangi kelarutan zat aktif pada waktu dikunyah. taurin. Pertukaran ion Pertukaran ion adalah pertukaran reversibel dari ion-ion antara fasa solida dan cairan dan tidak ada perubahan permanen dalam struktur solida. Pembentukan garam/turunannya Dilakukan upaya modifikasi komposisi kimia zat aktif sehingga senyawa itu kurang larut dalam saliva karena itu rangsangannya kurang pada ujung rasa atau memodifikasi zat aktif menjadi tidak berasa. Kemudian padatan tersebut diserbuk menjadi partikel yang diinginkan. Asam amino yang umum digunakan adalah sarkosin. Penambahan asam amino dan hidrolisat protein Dengan menggabungkan asam-asam amino dan garam-garamnya atau campurannya akan mengurangi rasa pahit dari penisilin.Sorbitol diayak 10 mesh . penyedap. 7. alanin.. Misalnya kloramfenikol menjadi kloramfenikol stearat. pemanis lalu dicetak. flavor dengan ¼ dari jumlah sorbitol yang diperlukan .

Pemanis Pemanis alam dan pemanis buatan yang paling banyak digunakan adalah : Yang perlu diperhatikan status peraturan dalam negara. b. Metode ini menurunkan kelarutan zat aktif dalam air. dua diantaranya adalah skala laboratorium sedangkan yang lainnya adalah skala industri. Banyak eksipien yang umum digunakan dalam tablet konvensional dapat juga digunakan dalam tablet kunyah. aliran. kemungkinan kompatibel. Kompleks molekular Pembentukan kompleks molekular melibatkan zat aktif dan molekul organik pengompleks.meningkatkan daya tarik estetika . hal yang perlu diperhatikan adalah kemanisan. Eksipien Proses granulasi basah. dan raba mulut. B. Zat aktif tidak larut air dilarutkan dalam pelarut organik yang tidak bercampur dengan air. peppermint. kompresibilitas. Dalam hal ini. Selain itu. dan tidak toksik. Pewarna Pewarna yang digunakan dalam tablet kunyah bertujuan untuk : . Untuk skala laboratorium adalah sebagai berikut : a. kemudian didinginkan dan terjadi penghabluran dari senyawa inklusi (pada pengeringan). mampu kunyah. IV. Aroma Misal aroma vanila. dikocok dengan siklodekstrin dalam air yang pekat. perlu diperhartikan kadar lembab. Flavoring (Penyedap) 1. lalu dikeringkan.memberi identitas pada produk dan membuat perbedaan antar produk .Gaya yang terlibat dalam kompleks inklusi adalah gaya Van der Waals dan b-siklodekstrin (digunakan sebagai zat pengompleks inklusi) merupakan molekul oligosakarida dari amilum. 8. manis. Siklodekstrin dilarutkan dalam air panas yang dicampur zat aktif. strawberry. 2. Beberapa eksipien untuk tablet kunyah yang umum digunakan adalah sebagai berikut : A. kristal dicuci untuk menghilangkan zat aktif yang tidak membentuk kompleks. dan kompleks ini dapat menutup rasa yang pahit atau bau yang tidak diinginkan. distribusi ukuran granul. akan terjadi senyawa terkristalisasi yang mengendap. coklat. jeruk. Ada 3 metode utama dalam pembuatan siklodekstrin. granulasi kering dan cetak langsung pada tablet konvensional dapat juga diterapkan pada tablet kunyah.

pH yang ekstrim.zat pereduksi terutama gula invert. Zn. Biasanya sebagai substrat digunakan Alumina hidrat. . . misalnya pH < 5. Pewarna celup yang digunakan pada metode granulasi basah biasanya dilarutkan dalam cairan granulasi.pemanasan dengan suhu yang tinggi dan waktu yang lama (jadi pewarnaan harus diproses pada suhu rendah dan waktu singkat). Lake yang digunakan untuk tablet kunyah cetak langsung : 0. misalnya propilenglikol. Larutan pewarna celup dalam air dapat disimpan selama beberapa jam dan jika lebih dari 24 jam perlu diawetkan dengan penambahan suatu zat pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. dan asam sitrat. . dan Sn). penggunaan dan proses pewarna celup harus dilindungi terhadap : .03%. Pewarna celup untuk tablet kunyah biasanya digunakan 0. zat warna tidak tahan.1-0. Harus dilakukan penyaringan untuk menghilangkan partikel yang tidak larut. Umumnya makin kecil ukuran partikel.mengimbangi dan menyesuaikan penyedap yag digunakan dalam formulasi Ada dua bentuk pewarna yang digunakan : 1) Warna Celup Adalah senyawa kimia yang menunjukkan pewarnaan apabila dicelupkan dalam suatu larutan. makin tinggi daya pewarnaan lake karena bertambahnya luas permukaan.pemaparan cahaya matahari langsung. 2) Warna Lake Pewarba lake tidak larut dan biasanya didispersikan.. Lake dibuat dengaan presipitasi dan mengadsorpsikan pewarna celup pada substrat yang tidak larut air. ion logam (Al. biasanya mengandung 80-93% murni. beberapa penyedap. Selama penyimpanan. asam fosforik.3%. VII. Stabilitas lake terhadap cahaya dan panas lebih tinggi dibandingkan warna celup dan kompatibel dengan banyak komponen yang digunakan dalam tablet kunyah.menutup warna yang kurang menarik . Na-benzoat. Lake biasanya digunakan dalam pembuatan tablet kunyah dengan metode cetak langsung.mikroba terutama jamur dan bakteri. Pembuatan . Pelaksanaan granulasi dan pengeringan untuk meminimalkan migrasi larutan pewarna celup harus dibuat dalam besi tahan karat atau wadah kaca untuk menghindari inkompatibilitas antara zat warna dan wadah.zat pengoksidasi terutama klorin dan hipoklorit. . Oleh karena itu yang sangat penting diperhatikan adalah ukuran partikel harus halus.01-0. . asam askorbat. Fe.

Tablet kunyah yang diharapkan mempunyai kekerasan 8-11 SCA unit. 3. Antasida Kebanyakan sediaan padat antasida dibuat dalam bentuk tablet kunyah. 2. Mg-trisilikat (20-500 mg). Antasida yang umumnya digunakan dalam kombinasi dari 2 atau lebih untuk menghasilkan efek terapeutik yang baik adalah sebagai berikut : Alumunium hidroksida (80-600 mg). Formulasi antasida sangat sulit mengingat sifat dan jumlah zat aktif. Contoh formula : Tablet kunyah antasida dengan metode cetak langsung Zat mg/tablet Al(OH)3 dan Mg-karbonat 325 Di-Pac DTE 675 Avicel 75 Starch 30 Ca-stearat 22 Flavor q. distribusi ukuran partikel. A. Pembuatan : campur semua zat. astringent. sifat tersatukannya zat aktif dengan zat warna. 4. dimetillpolisiloksan) dengan dosis 20-40 mg/tablet sebagai antiflatulen. peppermint oil 3 mg/tablet digunakan sebagai karminatif dan asam alginat 200-400 mg. dan lain. Ca-karbonat (194-850 mg). kadar lembab yang memenuhi syarat. Sebagai tambahan digunakan zat lain seperti :simetikon (dimetikon. berasa seperti kapur atau berasa pasir dan kombinasi ini menyebabkan rasa yang tidak enak saat dikunyah. .Empat aspek yang penting dalam pembuatan tablet kunyah adalah : 1. sifat kekerasan tablet. Mg-hidroksida/Mg-oksida (65-400 mg). Umumnya zat aktif terdiri dari logam. cetak.s.

Sifat umum yang diperoleh dari zat aktif tersebut adalah rasa tidak enak. Jadi untuk asetaminofen dipilih metode granulasi basah sedangkan zat aktif lain digunakan metode cetak langsung. Permaseal F-4932 Anise. asetaminofen. dan dekstrometorfan. Contoh formula : 1.6* 0.5 0. klorfeniramin. Permaseal F-2837 NaCl (serbuk) Mg-stearat 120 720 6 21. Obat yang umum adalah aspirin. Tablet kunyah Asetaminofen : metode granulasi basah Zat mg/tablet Asetaminofen Manitol Na-sakarin Larutan pengikat Peppermint oil Syloid 244 Banana. Obat batuk/obat flu Formulasi biasanya untuk anak-anak. kecuali asetaminofen. Umumnya dosis kurang dari atau sama dengan ¼ dosis dewasa.5 2 2 . pseudoefedrin. misalnya aspirin berasa asam sedangkan yang lain pahit. Semua zat aktif yang telah disebutkan mempunyai sifat kompresibilitas yang cukup baik.B.

Ayak dengan ayakan 12 mesh . Tambahkan 180 ml larutan pengikat untuk 1000 tablet .4 mg gom arab dan 16.Cetak tablet dengan kekerasan 12-15 kp Catatan : pengikat gom arab-gelatin menghasilkan tablet dengan kekerasan yang tinggi.2 mg gelatin Pembuatan : .Adsorpsikan peppermint oil pada syloid 244 dan campur dengan flavor dan NaCl .6 27.Siapkan larutan pengikat yang terdiri dari gom arab (serbuk) 15 g. Tablet kunyah Aspirin untuk anak-anak Zat mg/ tablet AlOH (dried gel) Aspirin Talk Primogel NuTab Mafco Magna Sweet Flavor Jeruk 13 81 .Campur granul kering dengan flavor lalu tambahkan Mg stearat . dan air ad 400 ml .Ayak manitol dan Na sakarin dengan ayakan 40 mesh .Campur dengan Asetaminofen.5 * Mengandung 5. gelatin (granul) 45 g.Granulasi dan keringkan 1 malam pada 140-150 °F. Larutan pengikat harus dibuat segar untuk menghindari pertumbuhan mikroba. 2.

Kocok NuTab dan AlOH. tidak ada reaksi inkompatibilitas antara aspirin dengan basa AlOH.6 2 Pembuatan : . Rasa pahit seperti vitamin B kompleks disalut (salut tunggal) dengan monogliserida atau digliserida 4. pahit. Evaluasi Evaluasi tablet kunyah tidak diatur dalam FI IV. C. Vitamin E dalam serbuk kering teradsorpsi VIII. Dalam keadaan kering. tambahkan aspirin dan kocok (1) . Beberapa parameter yang dievaluasi di bawah sebagian besar mengacu pada evaluasi tablet konvensional. Vitamin/Mineral/Food Supplement Vitamin dan mineral mempunyai rasa yang tidak enak seperti asam. talk. kocok dan cetak Kombinasi NuTab dan Magna Sweet sebagai pemanis untuk mengurangi rasa asam dari aspirin. Vitamin A dan D dalam bentuk bebas dilindungi dengan matriks gelatin. dan Magna Sweet dan ayak 16 mesh (2) . Ferro fumarat dan ferri pirofosfat terasa hambar. rasa sabun.Campur primogel. Rasa asam ditekan dengan cara : 2. Evaluasi kimia . Beberapa cara untuk menutup rasa tersebut : 1. 3. Untuk itu dilakukan proses penyalutan dengan monogliserida atau digliserida dari asam lemak tersaturasi dengan teknik beku semprot 3.2 8 93.Tambahkan (2) ke (1). begitu juga dengan flavor jeruk. hambar atau rasa seperti logam. gula atau starch dan pengawet 5.4 0. flavor. asin.

Pada waktu tertentu. ambil 6 gram. tentukan kadar zat aktif .Periksa terhadap adanya perubahan fisik (totol-totol pada tablet. Uji Stabilitas Stabilitas dipercepat dengan suhu tertentu Stabilitas dalam kondisi nyata Pemeriksaan stabilitas meliputi : . d. dan lain-lain) bisa digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada sampel yang representatif (biasanya aliquot dari 20 tablet yang dipilih acak yang dihaluskan). b. kristalisasi zat aktif pada permukaan tablet. masukkan ke dalam friabilator selama 100 putaran. Penentuan Kadar Metode analisis yang sesuai (kromatografi. Waktu hancur e. Disolusi f. b. migrasi zat warna. spektrofotometri. ada bau) . Friabilitas 20 tablet digerus. tetapkan kekerasan. c.a. friabilitas. 3. waktu hancur . titrimetri.Periksa stabilitas rasa . Jumlah kadar yang diperoleh dinyatakan dalam persentase terhadap kadar obat di label. Pemeriksaan Fisik meliputi pemeriksaan terhadap adanya capping atau rengat dan parameter penampilan lainnya. Rasa 4. Kekerasan ambil 10 – 20 tablet secara acak. Prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan yang tercantum di FI IV. kecepatan disolusi. Evaluasi Fisik a. kemudian timbang bobot yang hilang. Keseragaman kandungan perlu dilakukan jika kandungan zat aktif kurang dari 50 mg.Periksa perubahan kekerasan. Nilai friabilitas tidak melebihi 4%. Nilai yang diperoleh harus berada dalam batas-batas yang telah ditentukan untuk masing-masing zat aktif. Keseragaman Sediaan Keragaman bobot tidak boleh melebihi 6% untuk tablet dengan kadar zat aktif lebih dari 50 mg atau 50% terhadap obot seluruhnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful