P. 1
Kajian Reservat Perikanan di Tulang Bawang Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Kajian Reservat Perikanan di Tulang Bawang Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

4.0

|Views: 1,628|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Kajian tentang usulan reservat perikanan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk melindungi keberadaan ikan-ikan lokal yang terancam punah
Kajian tentang usulan reservat perikanan di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, untuk melindungi keberadaan ikan-ikan lokal yang terancam punah

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Indra Gumay Yudha on May 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2013

pdf

text

original

Berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk 2000-2005, jumlah penduduk Kabupaten Tulang

Bawang tahun 2005 sebesar 743.945 orang. Dari jumlah penduduk tersebut, sebanyak

390.158 atau 52,44% berkelamin laki-laki; sedangkan sisanya, yaitu 47,56% atau

sebanyak 353.787 orang berkelamin perempuan. Dengan luas wilayah sebesar 777.084

ha, berarti kepadatan penduduknya mencapai 96 jiwa per km2
.

Profil kependudukan di beberapa kecamatan yang menjadi kajian studi disajikan pada

Tabel 6. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Tulang Bawang Tengah;

sedangkan yang terendah adalah di Pagar Dewa.

INDRA GUMAY YUDHA: Kajian Usulan Kawasan Reservat Ikan Air Tawar di Kabupaten Tulang Bawang

8

Tabel 6. Jumlah penduduk dan kepadatan di beberapa kecamatan lokasi studi

No.

Kecamatan

Luas (ha)

Jumlah pddk
(jiwa)

Kepadatan
/km2

1. Menggala

65.998,6

49.053

74

2. Tulang Bawang Tengah

26.989

71.198

264

3. Pagar Dewa

13.328

4.459

33

4. Gedung Aji

28.622

23.026

80

5. Penawar Aji

10.950

16.936

155

6. Gedung Meneng

47.165

68.518

145

Sumber: Lampung dalam Angka 2004/2005

Mengetahui tingkat kepadatan penduduk ini sangat bermanfaat untuk dapat digunakan

sebagai bahan pertimbangan dalam memprediksi tingkat intensitas penduduk terhadap

lahan. Dalam pengelolaan sumberdaya alam, termasuk juga rawa-rawa, jika di suatu

wilayah jumlah kepadatan penduduknya masih jarang, maka kemungkinan intensitas

pemanfaatan sumberdaya alamnya juga rendah. Sehubungan dengan pelaksanaan

kegiatan reservat perikanan, maka calon lokasi yang berada pada wilayah dengan

tingkat kepadatan penduduk yang rendah dapat menjadi pertimbangan untuk dipilih.

Sebagai daerah agraris, sebagian besar masyarakat yang tinggal di lokasi kajian

memiliki mata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan. Beberapa jenis

komoditas pertanian yang ditanam oleh masyarakat adalah padi, jagung, ubi kayu, ubi

jalar, kacang tanah, kacang kedelai, dan kacang hijau. Kegiatan perkebunan rakyat

meliputi jenis-jenis komoditas kopi, karet, dan kelapa.

Selain kegiatan pertanian, aktivitas penangkapan dan budidaya ikan juga dilakukan.

Umumnya masyarakat membudidayakan berbagai jenis ikan, seperti nila, patin, dan lele

dumbo dalam karamba apung yang terbuat dari bambu (cage). Beberapa di antaranya

bahkan membudidayakan ikan-ikan lokal, seperti gabus, toman, dan tambakan, yang

benihnya mereka peroleh dari alam. Kegiatan perikanan ini dapat dilakukan sepanjang

tahun, namun intensitasnya menurun saat musim kemarau.

INDRA GUMAY YUDHA: Kajian Usulan Kawasan Reservat Ikan Air Tawar di Kabupaten Tulang Bawang

9

Gambar 5. Keramba yang tidak dioperasikan saat musim kemarau
(Lokasi: Rawa Bakung, September 2006)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->