MAKALAH “KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL BUDAYA“

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Manusia lahir kedunia sebagai makhluk individu, namun karena jumlahnya banyak dan saling berhubungan serta tergantung satu dengan yang lain, maka manusia juga disebut makhluk sosial. Hakikat manusia sebagai mahluk idividu dan makluk sosial dalam beberapa segi kehidupan dapat mendatangkan ketidakselarasan apabila tidak diatur dan diarahkan sebagaimana mestinya. Suatu keteraturan dan ketertiban sosial dapat tercipta apabila kegiatan masing-masing individu berlangsung dengan teratur dan dapat mencapai tujuannya. Keteraturan dan ketertiban sosial diperlukan untuk menjamin keberlangsungan hidup bersama dan menjaga agar norma dan nilai sosial tetap ditegakkan. Suatu masy arakat pada dasarnya kumpulan individu yang membentuk organisasi yang bersifat konfleks. Didalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai, norrma-norma, pranata-pranata sosial, dan peraturan untuk bertingkah laku dalam kelompoknya. Meskipun setiap kelompok mempunyai norma tetapi tidak semua anggota mengetahuinya. Selalu ada penyimpangan perilaku dalam kelompok tersebuut. Kenyataan ini yang menyebabkan ketidak selarasan dalam kelompok atau bahkan bisa mendatangkan pertentangan dalam masyarakat. Masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan latar belakang, sangat berpotensi mengakibatkan konflik. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif, yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis.

1. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian konflik? 2. Faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik? 3. Bagaimana situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik? 4. Bagaimana hubungan konflik dan kekerasan? 5. Apa pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya? 6. Apa syarat-syarat integrasi sosial budaya? 7. Apa bentuk-bentuk integrasi sosial budaya? 8. Faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya?

konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antar dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. 4. Mengetahui situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik. sebaliknya konflik dapat menimbulkan konsensus dan integrasi. Jadi. pemogokan dan gerakan perlawanan. Mengetahui faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya. Sedangkan sudut pandang yang kedua memaknai konflik sebagai sautu hal yang selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosialnya. Mengetahui hubungan konflik dan kekerasan.1 PENGERTIAN KONFLIK Dalam suatu integrasi pastilah terjadi suatu keadaan di mana antara individu maupun kelompok tersebut saling bertentangan / terjadi ketidaksepakatan. Sebagi proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang di bawah individu yang terlibat dalam suatu interaksi. Mengetahui pengertian konflik. Konflik sosial dapat dimaknai ke dalam 2 sudut pandang yaitu yang pertama adalah bahwa konflik merupakan pertikaian terbuka seperti revolusi. 5. 5 Mei 1818 – meninggal di London. BAB II ISI 2. 7. yaitu suatu poses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Konflik sebagai pertentangan atau pertikaian. 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf. Banyak teoritis konflik berpedoman pada pemikran karl marx2. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik.1. Secara sosiologis. Contohnya. teori konflik dan teori konsensus. aliasi Amerika Serikat dan Jepang yang berkembang pasca Perang Dunia II4. Dan juga masyarakat takkan ada konsensus dan konflik yang menjadi persyaratan satu dengan yang lain. Soerjono S oekanto(1990) 2. Jerman. contohnya seorang nyonya dari Prancis tidak mungkin berkonflik dengan pemain catur dari Chili karena tidak ad kontak diantara mereka sebelumnya dan tidak ada kesepakatan yang menyediakan bahan untuk berkonflik. yaitu konflik dan konsensus3. Mengetahui pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya. kita tidak akan punya konflik jika tidak mempunyai konsensus terlebih dahulu. disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan1. kepandaian. keyakinan dan lain sebagainya. 3. 2. kondisi demikian disebut dengan konflik. 1. Mengetahui syarat-syarat integrasi sosial budaya. TUJUAN 1. 8. Mengetahui bentuk-bentuk integrasi sosial budaya. pengetahuan. pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari . Perbedaan-perbedaan tersebut diantanya adalah menyangkut ciri fisik. masyarakat mempunyai dua wajah. Karl Heinrich Marx (lahir di Trier. 6. sehingga tori sosiologi harus dibagi menjadi dua bagian. adat istiadat .

Contohnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami peoses industrilisasi akan barkuarang nilai-nilai kegoton-royongan menjadi nilai konrtak kerja dengan upah. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat Nilai-nilai sosial baik nilai kebenaran. Kebanyakan teoritis berpendapat konflik bersumber dari perebutan atas esuatu hal yang terbatas. Konsensus adalah sebuah frase untuk menghasilkan atau menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan 4. Banyak konflik yang diakibatkan oleh perbedaan tujuan ataupun nilai-nilai. Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : a. pengusaha dan pecinta alam d. b.Prusia. maupun niali materialdari suatu benda mengalami perubahan. Ia meliahat seseoarang memiliki kepentinga sendiri. seseorang tidak akan elalu sejalan dengan kelompoknya. Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable).2 FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN KONFLIK. Ralf Dahrendorf (1959:165-173) Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka. nilai kebersamaan berubah menjadi nilai individualis dan masih banyak contoh lainnya. jadi benutran mungkin terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan5 2. sebab dalam menjalani hubungan sosial. Contoh dalam hal pemanfaatan hutan perbedaan kepentingan antara masyarakat. Perbedaan latar belakang kebudayaan. Perbedaan kepentingan. Orang atau kelompok mempunyai kepentinga yang berbeda-beda. petani. sopan santun. namun ada pula yang melihatnta sebagai ketimpangan. 3. artinya setiap orang memliki pendirian dan perasaan yang berbeba satu denga yang lain. hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan srtutural. . c. Perbedaan individu setiap manusia adalah individu yang unik. Perbedaan pendirian dan perasaan akan suatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Konflik bisa terjadi dalam hubungan sosial karena penggunaan kekerasan oleh seorang atau banyak orang dalm lingkunga pergaulannya. Orang dibesarkan dari lingkunga kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkup yang luas masing-masing kelompok kebudayaan memilikinilai-nlai dan norma-norma yang sosial berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan pola pikiran dan perasaan masing-masing yang didasarkan pada latar belakng kebudayaan masing-masing.

2. 3. Konflik dengan sanak keluarga Pada masa kanak-kanak dan remaja dapat menimbulkan konflik teruma dengan kakek. paman. 6. Konflik dalam pemilihan pekerjaan Konflik yang timbul dari pekerjaan sendiri. Pengharapanpengharapan orang tua dan kewajiban-kawajiban seorang anak kepada kedua orang tuanya sulit sekali dijalankan bersamaan secara serasi. Konflik dengan orang lain Konflik jenis ini timbul dalam hubungan sosial dengan teman. dan orang-orang lain dilingkungannya. . Konflik dengan suami atau istri Kesulitan-kesulitan dalm perkawinan. 3. nenek. konflik antara atau peran sosial kelompok antara kelompok-kelompok sosial kelompok yang terorganisis dan tidak terorganisis konflik antara satuan nasional 2. atau bibi yang ikut dalam proses sosialisasi anak. 4.3 SITUASI PEMICU KONFLIK DAN DAMPAK DARI KONFLIK 2. misalnya menghukum.5. Konflik disekolah Berbagai macam konflik disekolah antara lain berupa tidak dapat mengikuti pelajaran. atau keluarga suami atau istri yang dipandang terlalu ikut campur. 7. mengurangi hak-hak mereka dan lain sebagainya. Pada masa-masa berikutnya dapat timbul konflik dengan mertua.3. teman sekerja. Randall Collins (1975) Menurut Ralf Dahdendrorf ( 1959 ) konflik ada empat macam: 1. 4. Konflik dengan anak sendiri. tetangga. dapat timbul karena adanya perbedaan pendirian atau pendapat antara-anggota-anggota masyarakat mengenai suatu hal. Konflik ini terjadi misalnya setelah orang tua mengetahui tingkah laku seorang anak yang tidak sesuai dengan harapannya. akibatnya orang tua memberikan tanggapan yang berlebihan. pertentangan kecil mengenai persoalan hidup sehari-hari dapat menjadi konflik antar suami dan istri. 2. 5.1 SITUASI PEMICU KONFLIK Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: 1. tidak lulus ujian dll. misalnya maslah dengan teman sekerja. Konflik dengan orang tua sendiri Konflik ini terjadi akibat situasi-situasi hidup bersama orang tua.

4. 5.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ 2. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi7. Konflik pribadi Misalnya timbul karena minat yang berlawanan. Segi positif dari suatu konflik : 1. Konflik agama Berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat dan tujuan hidup. pindah dari suatu agama ke agama lain dan sebagainya.http://wartawarga. Menumbuhkan semangat baru pada staf. karena apabila kelompok-kelompok sosial yang berkonflik terorganisir dengan jelas maka akan lebih mudah dilakukan pelembagaan sosial . sehingga dengan adanya kesadaran tersebut muncul pulakesadaran untuk melaksanakan prinsip keadilan secara jujur bagi semua pihak dan menyelesaikan konflik yang terjadi dengan jalan yang terbaik bagi semua pihak.gunadarma. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Ursula Lehr ( 1980 ) 7.2 DAMPAK DARI KONFLIK Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. 2.3. Adanya kesadaran masing-masing kelompok yang terlibat konflik tentang situasi konflik yang terjadi da antara mereka. aturan yang bertentangan dengan agama. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma dan nilai serta hubungan sosial dalm kelompok yang bersangkutan. Memperjelas aspek-aspek sosial. Misalnya.ac. 9. Jalan untuk mengurangi ketergantungan individu dan kelompoknya. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. Apabila kelompok-kelompok yang berkonflik terorganisir dengan jelas. 2.8. 3. Dapat berfungsi sebagai saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. tidak ada keuletan atau tidak ada kemampuan untuk mengembangkan diri dan meluaskan hidup6. 2. 5. 4. maka pengendalian atas konflik yang terjadi dapat dengan mudah dilakukan. 6. 3. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.4 HUBUNGAN KONFLIK DAN KEKERASAN 2. konflik dapat menggerakan suatu perubahan : 1.4. Dapat menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma yang baru.1 Pengertian Kekerasan Kekerasan tidak akan terjadi apabila kelompok-kelompok yang saling bertentangan dapat memenuhi beberapa syarat sebagai berikut.

Pengendalian seperti ini terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan terjadinya pola diskusi yang dan pengambilan keputusan-keputusan diantar pihak-pihak yang belawananan mengenai persoalan yang mereka pertentangkan.sehingga konflik lebih mudah dikendalikan. Masyarakat terintegrasi oleh karena anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial.com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial.blogspot. Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). Arbitrasi ( perwasitan ) Arbitrasi dilakukan apabila kedua belah pihak yang bertentangan bersepakat untuk menerima atau terpaksa meneriama hadinya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan yang dapat menyelesaikan konflik yang terjadi diantar mereka d. 8. b. Sehingga ketidakadilan akan dapat dihindarkan. Adanya kemauan dan kesadaran masing-masing kelompok yang berkonflik untuk mematuhi aturan-aturan main tertentu sehingga menjamin keberlangsungan hidup kelompok-kelompok itu sendiri.5 PENGERTIAN DARI INTEGRASI SOSIAL DAN INTEGRASI BUDAYA Para penganut paham fungsionalisme struktrua menyatakan bahwa sistem sosial terintegrasi di atas dua landasan yaitu. Empat macam bentuk pengendalian konflik : a. . Konsiliasi ( lembaga) Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang utama. Masyarakat terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus di antara sebagian besar anggota masyarakat mengenai nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental. Ajodikasi ( pengadilan ) 2. Hal ini akan meminimalisir terjadinya suatu konflik karena dengan adanya loyalitas ganda maka konflik yang akan segera dinetralkan. dan akhirnya dapat menghindarkan terjadinya konflik dan provokasi8.htm c. Hal tersebut dikenal dengan cross cuting affiliations yaitu adanya loyalitas ganda para anggota masyarakat. Mediasi ( pihak ketiga ) Pengendalian konflik dngan cara mediasi dilaksanakan apabila kedua belah pihak yang terlibat konflik bersama-sam sepakat untuk menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan nasihat-nasihat tentang bagaiman mereka debaiknya menyelesaikan petrtentangan mereka. http://smatengaran.

2. 2. nilai-nilai. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain. sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi bagi masyarakat tersebut Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakat9. menyatakan bahwa suatu integrasi dapat terwujud atas adanya coecion (paksaan) dari suatu kelompok / satuan sosial dominan terhadap kelompok / satuan kelompok lain. termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya. Sosial Order: Merupakan suatu sistem atau tatanan norma dan nilai sosialyang diakuiNdan dipatuhi oleh warga masyarakat. S. atau pun adanya saling ketergantungan di bidang ekonomi antara berbagai kelompok / satuan sosial yang ada dalam masyarakat. Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial. . Adapun ciri-ciri dari tertib sosial : Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas. 3.H.. b. Asimilasi Asimilasi merupakan prose sosial tahap lanjuatan yang ditandai dengan adanya usahausaha mengurangi perbedaan yang terdapat diantar individu atau kelompok masyarakat. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial 10. c.6 SYARAT-SYARAT INTEGRASI SOSIAL Integrasi sosial dapat tebentuk apabila para anggota masyarakat bersepakat mengenai stuktur kemasyarakatan. Individu dan kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami dengan benar norma-norma sosial dan nilai-nilai yang berlaku. Syarat berhasilnya suatu integrasi sosial : a. 9.7 BENTUK-BENTUK INTEGRASI SOSIAL BUDAYA a. Widiada Ganakaya. Sosiologi dan Antroplogi (1986: 35:37) 1.Sedangkan para penganut paham pendekatan konflik. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya. Di samping itu juga diperlakukan adanya kesepakatan mengenai batas teretorial / wilayah yang jelas akan tempat / negara yang mereka tinggali. dan norma serta pranata sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Individu atau kelompok dalam masyarakat menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku. 2.

Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda sehingga unsur kjebudayaan asing itu lambat laun diterima dan dioloah kedalam kebudayaan sendiri10. Kebudayaan asing akan relatif mudah untuk diteriama masyarakat apabila : 1. Bila terdapatmusuh bersama dari luar maka proses asimilasi akan semakin cepat. 2. peraturan dan lain sebagainya Integrasi sosial akan lebih mudah di capai ketika tingkat kemajemukan suatu masyarakat tersebut kecil. Besar Kecilnya Kelompok Kelompok dengan hubungan kelompok relasi primer pada umumnya mempunyai tingkat integrasi yang relatif tinggi jika dibandingkan kelompok relasi sekunder. Kebudayaan itu berdifat kebendaan. Integrasi yang besar biasanya merupakan hasil dari adanya minat dan kepentingan bersama. Tidak ada hambatan geografis. Homogenitas Kelompok. Ogburn dan Mayer Nimkoff (susanto 2001: 108 ) 5. 3. 2. Pengetahuan tentang persamaanunsur kebudayaan yang berlainan akan mendekatkanmasyarakat pendukung kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. 3.Suatu asimilasi akan mudah terjadi apabila didorong oleh faktor-faktor : 1. Diperlukan sikap saling menghargai terhadap kebudayaan didukung oleh masyaralakt lain. Toleransi antara kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan sendiri yang akan tercapai melalui suatu proses yang disebut akomodasi 2. 2. Mobilitas Geografis .8 FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL BUDAYA Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor. Tingkat kemajemukan suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya kelompok yang ada. norma-norma dan tingkah laku yang sama serta adanya suatu kesepakatan bersama tentang tata cara operasional. William F. Tiap-tiap individu dan kelompok memiliki kesempatan yang sama. Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama 4. 4. b. 6. Perkawinan campuran 7.ciri-ciri. Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan 5. Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan kebudayaan lama 3. Siksp terbuka dari golongan yang berkuasa dimasyarakat dengan memberikan kesempatan pada golongan minoritas untuk hidup lebih baik 10. 1.

Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi Komunikasi merupakan media yang sangat penting dari proses integrasi sosial yang akan diciptakan11.Terjadinya perpindahan (mobilitas) menyebabkan terjadinya penyesuaian diri dengan keadaan sosial budaya masyarakat yang dituju. 4.Manusia adalah makhluk yang senantiasa ingin melakukan perpindahan secara geografis. .

Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi 3. Misalnya.1.htm BAB II PENUTUP 3. 3.2 Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : Perbedaan individu Perbedaan latar belakang kebudayaan Perbedaan kepentingan.1 KESIMPULAN 3.5 Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang . konflik dapat menggerakan suatu perubahan : Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Menumbuhkan semangat baru pada staf.1. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka.4 Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable).com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat 3.1 Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk.1.1.blogspot. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.1. 3. http://smatengaran.11. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.3 Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: konflik dengan orang tua sendiri konflik dengan anak sendiri konflik dengan sanak keluarga konflik dengan orang lain konflik dengan suami atau istri konflik disekolah konflik dalam pemilihan ekerjaan konflik agama konflik pribadi Dampak Dari Konflik Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik.

ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. 1993.1. Sosiologi Oxford :Polity Press _____.6 Syarat integrasi sosial budaya Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya.. Akulturasi. 3. New York : Basic Book. Clifford. yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis. Masalah kesukubangsaan dan Integrasi Nasional.7 Bentuk integrasi sosial budaya adalah Asimilasi. Gidtens. DAFTAR PUSTAKA Geertz. 1989.1. Jakarta : Dika Rakyat . 3. termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya. The Integrative Revolution: Primodial Sentiment and Civil Politic In The New States In The Interpretation of Culture. Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakaT 3.1973.2 SARAN Karena kita manusia adalah mahkluk sosial yang membutuh orang lain maka diharapkan kita untuk lebih peka terhadap masalah-masalah sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar kita. Meningkatkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain.8 Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor: Homogenitas Kelompok Besar Kecilnya Kelompok Mobilitas Geografis Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi 3.1. Anthony.

Jakarta : PT Raja Grafindo Dahdenrorf. Sooerjono .com www.id http://wartawarga. Ganeca Exact Bandung http:/www.ac. London and Hendley : Rout Ledge and Kegan Paul Muin. Sosiologi Suatu Pengantar . Idianto . Sosiologi SMA/MA jilid 2 kelas IX.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ www.2006.1976. Ralf . S. Sosiologi dan Antropologi : Bandung .wikipedia. Jakarta : Erlangga Gunakaya.com . Class and Class Conflict in Industrict Society .co.erlangga.google. Widiada.H . 1986. 1990.gunadarma.Soekanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.