MAKALAH “KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL BUDAYA“

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Manusia lahir kedunia sebagai makhluk individu, namun karena jumlahnya banyak dan saling berhubungan serta tergantung satu dengan yang lain, maka manusia juga disebut makhluk sosial. Hakikat manusia sebagai mahluk idividu dan makluk sosial dalam beberapa segi kehidupan dapat mendatangkan ketidakselarasan apabila tidak diatur dan diarahkan sebagaimana mestinya. Suatu keteraturan dan ketertiban sosial dapat tercipta apabila kegiatan masing-masing individu berlangsung dengan teratur dan dapat mencapai tujuannya. Keteraturan dan ketertiban sosial diperlukan untuk menjamin keberlangsungan hidup bersama dan menjaga agar norma dan nilai sosial tetap ditegakkan. Suatu masy arakat pada dasarnya kumpulan individu yang membentuk organisasi yang bersifat konfleks. Didalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai, norrma-norma, pranata-pranata sosial, dan peraturan untuk bertingkah laku dalam kelompoknya. Meskipun setiap kelompok mempunyai norma tetapi tidak semua anggota mengetahuinya. Selalu ada penyimpangan perilaku dalam kelompok tersebuut. Kenyataan ini yang menyebabkan ketidak selarasan dalam kelompok atau bahkan bisa mendatangkan pertentangan dalam masyarakat. Masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan latar belakang, sangat berpotensi mengakibatkan konflik. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif, yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis.

1. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian konflik? 2. Faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik? 3. Bagaimana situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik? 4. Bagaimana hubungan konflik dan kekerasan? 5. Apa pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya? 6. Apa syarat-syarat integrasi sosial budaya? 7. Apa bentuk-bentuk integrasi sosial budaya? 8. Faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya?

pemogokan dan gerakan perlawanan. Sedangkan sudut pandang yang kedua memaknai konflik sebagai sautu hal yang selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosialnya. yaitu konflik dan konsensus3.1 PENGERTIAN KONFLIK Dalam suatu integrasi pastilah terjadi suatu keadaan di mana antara individu maupun kelompok tersebut saling bertentangan / terjadi ketidaksepakatan. 1. 7. Jadi. 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf. Perbedaan-perbedaan tersebut diantanya adalah menyangkut ciri fisik. 5. Soerjono S oekanto(1990) 2. Mengetahui pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya. Mengetahui pengertian konflik. Mengetahui syarat-syarat integrasi sosial budaya. BAB II ISI 2. 3. TUJUAN 1. Mengetahui bentuk-bentuk integrasi sosial budaya. Mengetahui faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya. aliasi Amerika Serikat dan Jepang yang berkembang pasca Perang Dunia II4. sebaliknya konflik dapat menimbulkan konsensus dan integrasi. keyakinan dan lain sebagainya. yaitu suatu poses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. contohnya seorang nyonya dari Prancis tidak mungkin berkonflik dengan pemain catur dari Chili karena tidak ad kontak diantara mereka sebelumnya dan tidak ada kesepakatan yang menyediakan bahan untuk berkonflik. 6. 5 Mei 1818 – meninggal di London. Konflik sosial dapat dimaknai ke dalam 2 sudut pandang yaitu yang pertama adalah bahwa konflik merupakan pertikaian terbuka seperti revolusi. Sebagi proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang di bawah individu yang terlibat dalam suatu interaksi. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antar dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. pengetahuan. Konflik sebagai pertentangan atau pertikaian. 8. Contohnya. sehingga tori sosiologi harus dibagi menjadi dua bagian. Banyak teoritis konflik berpedoman pada pemikran karl marx2. Karl Heinrich Marx (lahir di Trier. masyarakat mempunyai dua wajah. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik. kepandaian. Dan juga masyarakat takkan ada konsensus dan konflik yang menjadi persyaratan satu dengan yang lain. Jerman. kondisi demikian disebut dengan konflik. kita tidak akan punya konflik jika tidak mempunyai konsensus terlebih dahulu. disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan1. 4. teori konflik dan teori konsensus.1. Mengetahui situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik. 2. Secara sosiologis. pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari . adat istiadat . Mengetahui hubungan konflik dan kekerasan.

sopan santun. Konflik bisa terjadi dalam hubungan sosial karena penggunaan kekerasan oleh seorang atau banyak orang dalm lingkunga pergaulannya. Ralf Dahrendorf (1959:165-173) Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk. c. Contoh dalam hal pemanfaatan hutan perbedaan kepentingan antara masyarakat. Perbedaan kepentingan. Konsensus adalah sebuah frase untuk menghasilkan atau menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan 4. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat Nilai-nilai sosial baik nilai kebenaran. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka. Orang atau kelompok mempunyai kepentinga yang berbeda-beda. Banyak konflik yang diakibatkan oleh perbedaan tujuan ataupun nilai-nilai. Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : a. maupun niali materialdari suatu benda mengalami perubahan. Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable). namun ada pula yang melihatnta sebagai ketimpangan.2 FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN KONFLIK. pengusaha dan pecinta alam d.Prusia. seseorang tidak akan elalu sejalan dengan kelompoknya. artinya setiap orang memliki pendirian dan perasaan yang berbeba satu denga yang lain. Orang dibesarkan dari lingkunga kebudayaan yang berbeda-beda. nilai kebersamaan berubah menjadi nilai individualis dan masih banyak contoh lainnya. petani. Kebanyakan teoritis berpendapat konflik bersumber dari perebutan atas esuatu hal yang terbatas. sebab dalam menjalani hubungan sosial. Perbedaan pendirian dan perasaan akan suatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Dalam lingkup yang luas masing-masing kelompok kebudayaan memilikinilai-nlai dan norma-norma yang sosial berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan pola pikiran dan perasaan masing-masing yang didasarkan pada latar belakng kebudayaan masing-masing. b. Perbedaan individu setiap manusia adalah individu yang unik. Contohnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami peoses industrilisasi akan barkuarang nilai-nilai kegoton-royongan menjadi nilai konrtak kerja dengan upah. jadi benutran mungkin terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan5 2. Ia meliahat seseoarang memiliki kepentinga sendiri. hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan srtutural. 3. Perbedaan latar belakang kebudayaan. .

akibatnya orang tua memberikan tanggapan yang berlebihan. tetangga. teman sekerja. 4. tidak lulus ujian dll. dan orang-orang lain dilingkungannya. pertentangan kecil mengenai persoalan hidup sehari-hari dapat menjadi konflik antar suami dan istri. misalnya maslah dengan teman sekerja. 2. nenek. konflik antara atau peran sosial kelompok antara kelompok-kelompok sosial kelompok yang terorganisis dan tidak terorganisis konflik antara satuan nasional 2. misalnya menghukum. Konflik dengan orang lain Konflik jenis ini timbul dalam hubungan sosial dengan teman. Konflik dengan sanak keluarga Pada masa kanak-kanak dan remaja dapat menimbulkan konflik teruma dengan kakek. atau keluarga suami atau istri yang dipandang terlalu ikut campur. 4. mengurangi hak-hak mereka dan lain sebagainya. Pada masa-masa berikutnya dapat timbul konflik dengan mertua. 2.3. Konflik disekolah Berbagai macam konflik disekolah antara lain berupa tidak dapat mengikuti pelajaran. atau bibi yang ikut dalam proses sosialisasi anak. paman. dapat timbul karena adanya perbedaan pendirian atau pendapat antara-anggota-anggota masyarakat mengenai suatu hal. 6. . Konflik dalam pemilihan pekerjaan Konflik yang timbul dari pekerjaan sendiri. 5. 3.1 SITUASI PEMICU KONFLIK Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: 1. 7. Pengharapanpengharapan orang tua dan kewajiban-kawajiban seorang anak kepada kedua orang tuanya sulit sekali dijalankan bersamaan secara serasi. Konflik dengan suami atau istri Kesulitan-kesulitan dalm perkawinan.5. Randall Collins (1975) Menurut Ralf Dahdendrorf ( 1959 ) konflik ada empat macam: 1.3 SITUASI PEMICU KONFLIK DAN DAMPAK DARI KONFLIK 2. 3. Konflik dengan anak sendiri. Konflik ini terjadi misalnya setelah orang tua mengetahui tingkah laku seorang anak yang tidak sesuai dengan harapannya. Konflik dengan orang tua sendiri Konflik ini terjadi akibat situasi-situasi hidup bersama orang tua.

sehingga dengan adanya kesadaran tersebut muncul pulakesadaran untuk melaksanakan prinsip keadilan secara jujur bagi semua pihak dan menyelesaikan konflik yang terjadi dengan jalan yang terbaik bagi semua pihak. 6.2 DAMPAK DARI KONFLIK Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Konflik pribadi Misalnya timbul karena minat yang berlawanan. 5.ac.1 Pengertian Kekerasan Kekerasan tidak akan terjadi apabila kelompok-kelompok yang saling bertentangan dapat memenuhi beberapa syarat sebagai berikut. maka pengendalian atas konflik yang terjadi dapat dengan mudah dilakukan. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. tidak ada keuletan atau tidak ada kemampuan untuk mengembangkan diri dan meluaskan hidup6.4 HUBUNGAN KONFLIK DAN KEKERASAN 2.3. 9. Dapat menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma yang baru. 2.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ 2. karena apabila kelompok-kelompok sosial yang berkonflik terorganisir dengan jelas maka akan lebih mudah dilakukan pelembagaan sosial . Menumbuhkan semangat baru pada staf. Dapat berfungsi sebagai saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. konflik dapat menggerakan suatu perubahan : 1.gunadarma. Apabila kelompok-kelompok yang berkonflik terorganisir dengan jelas. Memperjelas aspek-aspek sosial. Ursula Lehr ( 1980 ) 7. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma dan nilai serta hubungan sosial dalm kelompok yang bersangkutan. Adanya kesadaran masing-masing kelompok yang terlibat konflik tentang situasi konflik yang terjadi da antara mereka. Konflik agama Berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat dan tujuan hidup. 3. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. 2. 5. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. 3. 2. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi7. 4.http://wartawarga. Jalan untuk mengurangi ketergantungan individu dan kelompoknya. pindah dari suatu agama ke agama lain dan sebagainya. Segi positif dari suatu konflik : 1.4.8. 4. Misalnya. aturan yang bertentangan dengan agama.

htm c. Konsiliasi ( lembaga) Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang utama. Arbitrasi ( perwasitan ) Arbitrasi dilakukan apabila kedua belah pihak yang bertentangan bersepakat untuk menerima atau terpaksa meneriama hadinya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan yang dapat menyelesaikan konflik yang terjadi diantar mereka d. http://smatengaran. Mediasi ( pihak ketiga ) Pengendalian konflik dngan cara mediasi dilaksanakan apabila kedua belah pihak yang terlibat konflik bersama-sam sepakat untuk menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan nasihat-nasihat tentang bagaiman mereka debaiknya menyelesaikan petrtentangan mereka. Pengendalian seperti ini terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan terjadinya pola diskusi yang dan pengambilan keputusan-keputusan diantar pihak-pihak yang belawananan mengenai persoalan yang mereka pertentangkan.5 PENGERTIAN DARI INTEGRASI SOSIAL DAN INTEGRASI BUDAYA Para penganut paham fungsionalisme struktrua menyatakan bahwa sistem sosial terintegrasi di atas dua landasan yaitu. 8. . Masyarakat terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus di antara sebagian besar anggota masyarakat mengenai nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental.com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial. b. Empat macam bentuk pengendalian konflik : a.blogspot. Hal tersebut dikenal dengan cross cuting affiliations yaitu adanya loyalitas ganda para anggota masyarakat. Hal ini akan meminimalisir terjadinya suatu konflik karena dengan adanya loyalitas ganda maka konflik yang akan segera dinetralkan. Adanya kemauan dan kesadaran masing-masing kelompok yang berkonflik untuk mematuhi aturan-aturan main tertentu sehingga menjamin keberlangsungan hidup kelompok-kelompok itu sendiri. dan akhirnya dapat menghindarkan terjadinya konflik dan provokasi8. Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). Sehingga ketidakadilan akan dapat dihindarkan. Masyarakat terintegrasi oleh karena anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial. Ajodikasi ( pengadilan ) 2.sehingga konflik lebih mudah dikendalikan.

Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial. Individu atau kelompok dalam masyarakat menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Sosiologi dan Antroplogi (1986: 35:37) 1. Sosial Order: Merupakan suatu sistem atau tatanan norma dan nilai sosialyang diakuiNdan dipatuhi oleh warga masyarakat.6 SYARAT-SYARAT INTEGRASI SOSIAL Integrasi sosial dapat tebentuk apabila para anggota masyarakat bersepakat mengenai stuktur kemasyarakatan. c.Sedangkan para penganut paham pendekatan konflik. termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain.H. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial 10. 9. dan norma serta pranata sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya. .7 BENTUK-BENTUK INTEGRASI SOSIAL BUDAYA a. nilai-nilai. atau pun adanya saling ketergantungan di bidang ekonomi antara berbagai kelompok / satuan sosial yang ada dalam masyarakat. menyatakan bahwa suatu integrasi dapat terwujud atas adanya coecion (paksaan) dari suatu kelompok / satuan sosial dominan terhadap kelompok / satuan kelompok lain. Syarat berhasilnya suatu integrasi sosial : a. Asimilasi Asimilasi merupakan prose sosial tahap lanjuatan yang ditandai dengan adanya usahausaha mengurangi perbedaan yang terdapat diantar individu atau kelompok masyarakat. b. Adapun ciri-ciri dari tertib sosial : Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas. Widiada Ganakaya. 2. Di samping itu juga diperlakukan adanya kesepakatan mengenai batas teretorial / wilayah yang jelas akan tempat / negara yang mereka tinggali. 3. 2. S. Individu dan kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami dengan benar norma-norma sosial dan nilai-nilai yang berlaku. 2. sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi bagi masyarakat tersebut Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakat9..

1. Tiap-tiap individu dan kelompok memiliki kesempatan yang sama. Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama 4. 2. 3. peraturan dan lain sebagainya Integrasi sosial akan lebih mudah di capai ketika tingkat kemajemukan suatu masyarakat tersebut kecil. Besar Kecilnya Kelompok Kelompok dengan hubungan kelompok relasi primer pada umumnya mempunyai tingkat integrasi yang relatif tinggi jika dibandingkan kelompok relasi sekunder. Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan kebudayaan lama 3. Bila terdapatmusuh bersama dari luar maka proses asimilasi akan semakin cepat. Tidak ada hambatan geografis. Perkawinan campuran 7. Integrasi yang besar biasanya merupakan hasil dari adanya minat dan kepentingan bersama. Kebudayaan itu berdifat kebendaan. Mobilitas Geografis .ciri-ciri. William F. 2. 3. Ogburn dan Mayer Nimkoff (susanto 2001: 108 ) 5. Kebudayaan asing akan relatif mudah untuk diteriama masyarakat apabila : 1. Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda sehingga unsur kjebudayaan asing itu lambat laun diterima dan dioloah kedalam kebudayaan sendiri10. Tingkat kemajemukan suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya kelompok yang ada. Siksp terbuka dari golongan yang berkuasa dimasyarakat dengan memberikan kesempatan pada golongan minoritas untuk hidup lebih baik 10.Suatu asimilasi akan mudah terjadi apabila didorong oleh faktor-faktor : 1. norma-norma dan tingkah laku yang sama serta adanya suatu kesepakatan bersama tentang tata cara operasional. Diperlukan sikap saling menghargai terhadap kebudayaan didukung oleh masyaralakt lain. Toleransi antara kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan sendiri yang akan tercapai melalui suatu proses yang disebut akomodasi 2. Pengetahuan tentang persamaanunsur kebudayaan yang berlainan akan mendekatkanmasyarakat pendukung kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.8 FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL BUDAYA Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor. 2. Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan 5. b. 4. Homogenitas Kelompok. 6.

. 4.Terjadinya perpindahan (mobilitas) menyebabkan terjadinya penyesuaian diri dengan keadaan sosial budaya masyarakat yang dituju. Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi Komunikasi merupakan media yang sangat penting dari proses integrasi sosial yang akan diciptakan11.Manusia adalah makhluk yang senantiasa ingin melakukan perpindahan secara geografis.

1 KESIMPULAN 3. Misalnya. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. konflik dapat menggerakan suatu perubahan : Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.5 Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang .4 Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi 3.1.1.1 Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk.3 Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: konflik dengan orang tua sendiri konflik dengan anak sendiri konflik dengan sanak keluarga konflik dengan orang lain konflik dengan suami atau istri konflik disekolah konflik dalam pemilihan ekerjaan konflik agama konflik pribadi Dampak Dari Konflik Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. http://smatengaran. 3.htm BAB II PENUTUP 3.com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial.11.1.1.blogspot. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat 3.2 Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : Perbedaan individu Perbedaan latar belakang kebudayaan Perbedaan kepentingan. Menumbuhkan semangat baru pada staf.1. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka. Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable). 3.

termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya. 3. 3.1.ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. 1989. The Integrative Revolution: Primodial Sentiment and Civil Politic In The New States In The Interpretation of Culture. Sosiologi Oxford :Polity Press _____. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain. Clifford. Akulturasi. Jakarta : Dika Rakyat . Meningkatkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif. 1993. Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakaT 3. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial. Anthony.7 Bentuk integrasi sosial budaya adalah Asimilasi.1..2 SARAN Karena kita manusia adalah mahkluk sosial yang membutuh orang lain maka diharapkan kita untuk lebih peka terhadap masalah-masalah sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar kita. New York : Basic Book.6 Syarat integrasi sosial budaya Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya.8 Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor: Homogenitas Kelompok Besar Kecilnya Kelompok Mobilitas Geografis Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi 3. DAFTAR PUSTAKA Geertz. Gidtens.1. yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis.1973. Masalah kesukubangsaan dan Integrasi Nasional.

2006.1976.google.ac.gunadarma.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ www. Jakarta : PT Raja Grafindo Dahdenrorf. London and Hendley : Rout Ledge and Kegan Paul Muin. Sosiologi Suatu Pengantar .com .co. S. Jakarta : Erlangga Gunakaya. Widiada. Class and Class Conflict in Industrict Society .wikipedia. Ganeca Exact Bandung http:/www.com www. Ralf . Sosiologi SMA/MA jilid 2 kelas IX.Soekanto. Sosiologi dan Antropologi : Bandung .erlangga. 1990. 1986. Idianto . Sooerjono .id http://wartawarga.H .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful