P. 1
KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL BUDAYA

KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL BUDAYA

|Views: 222|Likes:
Published by NurFitrianaZS
Konflik sosial dapat dimaknai ke dalam 2 sudut pandang yaitu yang pertama adalah bahwa konflik merupakan pertikaian terbuka seperti revolusi, pemogokan dan gerakan perlawanan. Sedangkan sudut pandang yang kedua memaknai konflik sebagai sautu hal yang selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosialnya.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antar dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Sebagi proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang di bawah individu yang terlibat dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantanya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat , keyakinan dan lain sebagainya.
Konflik sosial dapat dimaknai ke dalam 2 sudut pandang yaitu yang pertama adalah bahwa konflik merupakan pertikaian terbuka seperti revolusi, pemogokan dan gerakan perlawanan. Sedangkan sudut pandang yang kedua memaknai konflik sebagai sautu hal yang selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosialnya.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antar dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Sebagi proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang di bawah individu yang terlibat dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantanya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat , keyakinan dan lain sebagainya.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: NurFitrianaZS on Jul 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as EHTML, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

MAKALAH “KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL BUDAYA“

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Manusia lahir kedunia sebagai makhluk individu, namun karena jumlahnya banyak dan saling berhubungan serta tergantung satu dengan yang lain, maka manusia juga disebut makhluk sosial. Hakikat manusia sebagai mahluk idividu dan makluk sosial dalam beberapa segi kehidupan dapat mendatangkan ketidakselarasan apabila tidak diatur dan diarahkan sebagaimana mestinya. Suatu keteraturan dan ketertiban sosial dapat tercipta apabila kegiatan masing-masing individu berlangsung dengan teratur dan dapat mencapai tujuannya. Keteraturan dan ketertiban sosial diperlukan untuk menjamin keberlangsungan hidup bersama dan menjaga agar norma dan nilai sosial tetap ditegakkan. Suatu masy arakat pada dasarnya kumpulan individu yang membentuk organisasi yang bersifat konfleks. Didalam organisasi sosial tersebut terdapat nilai-nilai, norrma-norma, pranata-pranata sosial, dan peraturan untuk bertingkah laku dalam kelompoknya. Meskipun setiap kelompok mempunyai norma tetapi tidak semua anggota mengetahuinya. Selalu ada penyimpangan perilaku dalam kelompok tersebuut. Kenyataan ini yang menyebabkan ketidak selarasan dalam kelompok atau bahkan bisa mendatangkan pertentangan dalam masyarakat. Masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman etnis, budaya, dan latar belakang, sangat berpotensi mengakibatkan konflik. Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif, yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis.

1. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian konflik? 2. Faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik? 3. Bagaimana situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik? 4. Bagaimana hubungan konflik dan kekerasan? 5. Apa pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya? 6. Apa syarat-syarat integrasi sosial budaya? 7. Apa bentuk-bentuk integrasi sosial budaya? 8. Faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya?

Konflik sosial dapat dimaknai ke dalam 2 sudut pandang yaitu yang pertama adalah bahwa konflik merupakan pertikaian terbuka seperti revolusi. sebaliknya konflik dapat menimbulkan konsensus dan integrasi. konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antar dua orang atau lebih (atau juga kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Mengetahui situasi pemicu konflik dan dampak dari konflik. 2. contohnya seorang nyonya dari Prancis tidak mungkin berkonflik dengan pemain catur dari Chili karena tidak ad kontak diantara mereka sebelumnya dan tidak ada kesepakatan yang menyediakan bahan untuk berkonflik. pemogokan dan gerakan perlawanan.1. 8. pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari . BAB II ISI 2. yaitu suatu poses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Sedangkan sudut pandang yang kedua memaknai konflik sebagai sautu hal yang selalu ada dan mewarnai segenap aspek interaksi manusia dan struktur sosialnya. teori konflik dan teori konsensus. disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan1. kondisi demikian disebut dengan konflik. yaitu konflik dan konsensus3. 1. Karl Heinrich Marx (lahir di Trier. kepandaian. 7.1 PENGERTIAN KONFLIK Dalam suatu integrasi pastilah terjadi suatu keadaan di mana antara individu maupun kelompok tersebut saling bertentangan / terjadi ketidaksepakatan. Contohnya. Mengetahui syarat-syarat integrasi sosial budaya. Dan juga masyarakat takkan ada konsensus dan konflik yang menjadi persyaratan satu dengan yang lain. Secara sosiologis. keyakinan dan lain sebagainya. Mengetahui faktor-faktor apa saja pendorong integrasi sosial budaya. Mengetahui pengertian dari integrasi sosial dan integrasi budaya. sehingga tori sosiologi harus dibagi menjadi dua bagian. 5 Mei 1818 – meninggal di London. Jadi. Konflik sebagai pertentangan atau pertikaian. 14 Maret 1883 pada umur 64 tahun) adalah seorang filsuf. kita tidak akan punya konflik jika tidak mempunyai konsensus terlebih dahulu. Mengetahui hubungan konflik dan kekerasan. masyarakat mempunyai dua wajah. Jerman. 4. Perbedaan-perbedaan tersebut diantanya adalah menyangkut ciri fisik. Sebagi proses sosial konflik dilatar belakangi oleh perbedaan yang di bawah individu yang terlibat dalam suatu interaksi. 3. Mengetahui pengertian konflik. Banyak teoritis konflik berpedoman pada pemikran karl marx2. TUJUAN 1. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan konflik. 6. 5. pengetahuan. adat istiadat . Mengetahui bentuk-bentuk integrasi sosial budaya. aliasi Amerika Serikat dan Jepang yang berkembang pasca Perang Dunia II4. Soerjono S oekanto(1990) 2.

Orang atau kelompok mempunyai kepentinga yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable). Orang dibesarkan dari lingkunga kebudayaan yang berbeda-beda. Ralf Dahrendorf (1959:165-173) Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk. namun ada pula yang melihatnta sebagai ketimpangan. Contohnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami peoses industrilisasi akan barkuarang nilai-nilai kegoton-royongan menjadi nilai konrtak kerja dengan upah. sebab dalam menjalani hubungan sosial. Perbedaan pendirian dan perasaan akan suatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. artinya setiap orang memliki pendirian dan perasaan yang berbeba satu denga yang lain. jadi benutran mungkin terjadi karena adanya kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan5 2.2 FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN KONFLIK. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat Nilai-nilai sosial baik nilai kebenaran. Perbedaan individu setiap manusia adalah individu yang unik. Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : a. nilai kebersamaan berubah menjadi nilai individualis dan masih banyak contoh lainnya. petani. Perbedaan pola pikiran dan perasaan masing-masing yang didasarkan pada latar belakng kebudayaan masing-masing. pengusaha dan pecinta alam d. Ia meliahat seseoarang memiliki kepentinga sendiri. 3. seseorang tidak akan elalu sejalan dengan kelompoknya. Perbedaan latar belakang kebudayaan. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka.Prusia. Banyak konflik yang diakibatkan oleh perbedaan tujuan ataupun nilai-nilai. . sopan santun. Dalam lingkup yang luas masing-masing kelompok kebudayaan memilikinilai-nlai dan norma-norma yang sosial berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. b. hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan srtutural. Kebanyakan teoritis berpendapat konflik bersumber dari perebutan atas esuatu hal yang terbatas. maupun niali materialdari suatu benda mengalami perubahan. Konsensus adalah sebuah frase untuk menghasilkan atau menjadikan sebuah kesepakatan yang disetujui secara bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya perdebatan dan penelitian yang dilakukan dalam kolektif intelijen untuk mendapatkan konsensus pengambilan keputusan 4. Contoh dalam hal pemanfaatan hutan perbedaan kepentingan antara masyarakat. Konflik bisa terjadi dalam hubungan sosial karena penggunaan kekerasan oleh seorang atau banyak orang dalm lingkunga pergaulannya. Perbedaan kepentingan. c.

3. konflik antara atau peran sosial kelompok antara kelompok-kelompok sosial kelompok yang terorganisis dan tidak terorganisis konflik antara satuan nasional 2. paman. Konflik dengan suami atau istri Kesulitan-kesulitan dalm perkawinan. 7. Pengharapanpengharapan orang tua dan kewajiban-kawajiban seorang anak kepada kedua orang tuanya sulit sekali dijalankan bersamaan secara serasi.3 SITUASI PEMICU KONFLIK DAN DAMPAK DARI KONFLIK 2.3. 3. Konflik dengan orang lain Konflik jenis ini timbul dalam hubungan sosial dengan teman. mengurangi hak-hak mereka dan lain sebagainya. tidak lulus ujian dll. 4. tetangga. 2.1 SITUASI PEMICU KONFLIK Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: 1. Konflik disekolah Berbagai macam konflik disekolah antara lain berupa tidak dapat mengikuti pelajaran. Konflik ini terjadi misalnya setelah orang tua mengetahui tingkah laku seorang anak yang tidak sesuai dengan harapannya. nenek. pertentangan kecil mengenai persoalan hidup sehari-hari dapat menjadi konflik antar suami dan istri. Konflik dalam pemilihan pekerjaan Konflik yang timbul dari pekerjaan sendiri. Konflik dengan sanak keluarga Pada masa kanak-kanak dan remaja dapat menimbulkan konflik teruma dengan kakek. atau keluarga suami atau istri yang dipandang terlalu ikut campur. . Konflik dengan anak sendiri. misalnya maslah dengan teman sekerja. Randall Collins (1975) Menurut Ralf Dahdendrorf ( 1959 ) konflik ada empat macam: 1. akibatnya orang tua memberikan tanggapan yang berlebihan. 5. 2.5. Pada masa-masa berikutnya dapat timbul konflik dengan mertua. Konflik dengan orang tua sendiri Konflik ini terjadi akibat situasi-situasi hidup bersama orang tua. dan orang-orang lain dilingkungannya. atau bibi yang ikut dalam proses sosialisasi anak. misalnya menghukum. teman sekerja. dapat timbul karena adanya perbedaan pendirian atau pendapat antara-anggota-anggota masyarakat mengenai suatu hal. 4. 6.

Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi7. Konflik agama Berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat dan tujuan hidup. maka pengendalian atas konflik yang terjadi dapat dengan mudah dilakukan. 2.1 Pengertian Kekerasan Kekerasan tidak akan terjadi apabila kelompok-kelompok yang saling bertentangan dapat memenuhi beberapa syarat sebagai berikut. 2. Misalnya.8. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. Jalan untuk mengurangi ketergantungan individu dan kelompoknya. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma dan nilai serta hubungan sosial dalm kelompok yang bersangkutan. karena apabila kelompok-kelompok sosial yang berkonflik terorganisir dengan jelas maka akan lebih mudah dilakukan pelembagaan sosial .4. pindah dari suatu agama ke agama lain dan sebagainya. Dapat menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma yang baru. Adanya kesadaran masing-masing kelompok yang terlibat konflik tentang situasi konflik yang terjadi da antara mereka. Ursula Lehr ( 1980 ) 7. Menumbuhkan semangat baru pada staf. Apabila kelompok-kelompok yang berkonflik terorganisir dengan jelas. Dapat berfungsi sebagai saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.http://wartawarga.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ 2. 9. 3.ac. 4. 6. aturan yang bertentangan dengan agama. tidak ada keuletan atau tidak ada kemampuan untuk mengembangkan diri dan meluaskan hidup6.gunadarma.2 DAMPAK DARI KONFLIK Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik.4 HUBUNGAN KONFLIK DAN KEKERASAN 2. 3. Segi positif dari suatu konflik : 1. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 2. sehingga dengan adanya kesadaran tersebut muncul pulakesadaran untuk melaksanakan prinsip keadilan secara jujur bagi semua pihak dan menyelesaikan konflik yang terjadi dengan jalan yang terbaik bagi semua pihak. konflik dapat menggerakan suatu perubahan : 1. 5. 5. 4. Memperjelas aspek-aspek sosial. Konflik pribadi Misalnya timbul karena minat yang berlawanan. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.3.

Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). Masyarakat terintegrasi oleh karena anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial.5 PENGERTIAN DARI INTEGRASI SOSIAL DAN INTEGRASI BUDAYA Para penganut paham fungsionalisme struktrua menyatakan bahwa sistem sosial terintegrasi di atas dua landasan yaitu.sehingga konflik lebih mudah dikendalikan. Empat macam bentuk pengendalian konflik : a. Adanya kemauan dan kesadaran masing-masing kelompok yang berkonflik untuk mematuhi aturan-aturan main tertentu sehingga menjamin keberlangsungan hidup kelompok-kelompok itu sendiri. Masyarakat terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus di antara sebagian besar anggota masyarakat mengenai nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental. dan akhirnya dapat menghindarkan terjadinya konflik dan provokasi8. Konsiliasi ( lembaga) Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik sosial yang utama. Sehingga ketidakadilan akan dapat dihindarkan.htm c. 8. Mediasi ( pihak ketiga ) Pengendalian konflik dngan cara mediasi dilaksanakan apabila kedua belah pihak yang terlibat konflik bersama-sam sepakat untuk menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan nasihat-nasihat tentang bagaiman mereka debaiknya menyelesaikan petrtentangan mereka. Arbitrasi ( perwasitan ) Arbitrasi dilakukan apabila kedua belah pihak yang bertentangan bersepakat untuk menerima atau terpaksa meneriama hadinya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan yang dapat menyelesaikan konflik yang terjadi diantar mereka d. b. Hal ini akan meminimalisir terjadinya suatu konflik karena dengan adanya loyalitas ganda maka konflik yang akan segera dinetralkan. http://smatengaran. Pengendalian seperti ini terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan terjadinya pola diskusi yang dan pengambilan keputusan-keputusan diantar pihak-pihak yang belawananan mengenai persoalan yang mereka pertentangkan. Ajodikasi ( pengadilan ) 2. Hal tersebut dikenal dengan cross cuting affiliations yaitu adanya loyalitas ganda para anggota masyarakat.blogspot.com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial. .

termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya. dan norma serta pranata sosial yang berlaku dalam masyarakat tersebut.. Di samping itu juga diperlakukan adanya kesepakatan mengenai batas teretorial / wilayah yang jelas akan tempat / negara yang mereka tinggali. 9. sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi bagi masyarakat tersebut Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakat9. 2. . Individu dan kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami dengan benar norma-norma sosial dan nilai-nilai yang berlaku. atau pun adanya saling ketergantungan di bidang ekonomi antara berbagai kelompok / satuan sosial yang ada dalam masyarakat.Sedangkan para penganut paham pendekatan konflik. b.7 BENTUK-BENTUK INTEGRASI SOSIAL BUDAYA a. S.6 SYARAT-SYARAT INTEGRASI SOSIAL Integrasi sosial dapat tebentuk apabila para anggota masyarakat bersepakat mengenai stuktur kemasyarakatan. Widiada Ganakaya. 2. Sosial Order: Merupakan suatu sistem atau tatanan norma dan nilai sosialyang diakuiNdan dipatuhi oleh warga masyarakat. nilai-nilai. Individu atau kelompok dalam masyarakat menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku.H. Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan sosial. Asimilasi Asimilasi merupakan prose sosial tahap lanjuatan yang ditandai dengan adanya usahausaha mengurangi perbedaan yang terdapat diantar individu atau kelompok masyarakat. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial 10. c. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya. menyatakan bahwa suatu integrasi dapat terwujud atas adanya coecion (paksaan) dari suatu kelompok / satuan sosial dominan terhadap kelompok / satuan kelompok lain. 2. Adapun ciri-ciri dari tertib sosial : Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas. 3. Syarat berhasilnya suatu integrasi sosial : a. Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. Sosiologi dan Antroplogi (1986: 35:37) 1. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain.

b. Siksp terbuka dari golongan yang berkuasa dimasyarakat dengan memberikan kesempatan pada golongan minoritas untuk hidup lebih baik 10. 3. Bila terdapatmusuh bersama dari luar maka proses asimilasi akan semakin cepat.Suatu asimilasi akan mudah terjadi apabila didorong oleh faktor-faktor : 1. 6. Tidak ada hambatan geografis. Pengetahuan tentang persamaanunsur kebudayaan yang berlainan akan mendekatkanmasyarakat pendukung kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. norma-norma dan tingkah laku yang sama serta adanya suatu kesepakatan bersama tentang tata cara operasional. Mobilitas Geografis . 2. Kebudayaan itu berdifat kebendaan. Homogenitas Kelompok. William F. Integrasi yang besar biasanya merupakan hasil dari adanya minat dan kepentingan bersama. peraturan dan lain sebagainya Integrasi sosial akan lebih mudah di capai ketika tingkat kemajemukan suatu masyarakat tersebut kecil.ciri-ciri. Besar Kecilnya Kelompok Kelompok dengan hubungan kelompok relasi primer pada umumnya mempunyai tingkat integrasi yang relatif tinggi jika dibandingkan kelompok relasi sekunder. Diperlukan sikap saling menghargai terhadap kebudayaan didukung oleh masyaralakt lain. Tingkat kemajemukan suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh besar kecilnya kelompok yang ada. Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan 5. Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih besar bila dibandingkan dengan kebudayaan lama 3.8 FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL BUDAYA Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor. Kebudayaan asing akan relatif mudah untuk diteriama masyarakat apabila : 1. Perkawinan campuran 7. Tiap-tiap individu dan kelompok memiliki kesempatan yang sama. 1. 2. 3. Toleransi antara kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan sendiri yang akan tercapai melalui suatu proses yang disebut akomodasi 2. Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda sehingga unsur kjebudayaan asing itu lambat laun diterima dan dioloah kedalam kebudayaan sendiri10. 2. 4. Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama 4. Ogburn dan Mayer Nimkoff (susanto 2001: 108 ) 5.

Manusia adalah makhluk yang senantiasa ingin melakukan perpindahan secara geografis. Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi Komunikasi merupakan media yang sangat penting dari proses integrasi sosial yang akan diciptakan11. 4.Terjadinya perpindahan (mobilitas) menyebabkan terjadinya penyesuaian diri dengan keadaan sosial budaya masyarakat yang dituju. .

blogspot. tetapi juga mudah berkonflik dalm hubungan sosial mereka. konflik dapat menggerakan suatu perubahan : Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.1.1.1 KESIMPULAN 3.htm BAB II PENUTUP 3.1 Konflik adalah proses sentral dalam kehidupan sosial sehingga dia tidak menganggap konflik itu baik atau buruk.2 Faktor-faktor yang dapa menyebabkan konflik : Perbedaan individu Perbedaan latar belakang kebudayaan Perbedaan kepentingan. Perubahan-perubahan nilai yang sangat cepat 3. Setiap orang memiliki sifat sosial (sociable).1.1. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.4 Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendali oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud tindakan merusak (destruktif). http://smatengaran.com/2008/06/konflik-dan-integrasi-sosial. 3.11.5 Integritas Sosial adalah proses penyesuain diantar unsur-unsur yang saling berbeda yang . Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi 3.1. Menumbuhkan semangat baru pada staf. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. Misalnya.3 Konflik yang terjadi diantar individu menjalankan interaksi: konflik dengan orang tua sendiri konflik dengan anak sendiri konflik dengan sanak keluarga konflik dengan orang lain konflik dengan suami atau istri konflik disekolah konflik dalam pemilihan ekerjaan konflik agama konflik pribadi Dampak Dari Konflik Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. 3.

Meningkatkan kesadaran dan kemampuan untuk dapat mengelolah konflik menjadi sesuatu yang positif.1. New York : Basic Book.6 Syarat integrasi sosial budaya Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan datu dama lainnya. termasuk menyepakati hal-hal yang dilarang menuru kebudayaannya.2 SARAN Karena kita manusia adalah mahkluk sosial yang membutuh orang lain maka diharapkan kita untuk lebih peka terhadap masalah-masalah sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar kita. Gidtens. Sosiologi Oxford :Polity Press _____.. Integritas budaya adalah proses penyesuaian diantar unsyr kebudayaan yang saling berbeda sehingga mencapai keserasian fungsinya dalam kehidupan masyarakaT 3.8 Integrasi sosial dapat terjadi apabila didukung oleh berbagai faktor: Homogenitas Kelompok Besar Kecilnya Kelompok Mobilitas Geografis Efektivitas dan Efisiensi Komunikasi 3.1.ada dalm kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat itu sendiri. Akulturasi. 3. Norma-norama dan nilai-nilai sosial itu berlaku cukup lama dan dijalankan secara konsisten serta tidakm mudah mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dapat melangsungkan proses interaksi sosial. DAFTAR PUSTAKA Geertz. 1989. Masalah kesukubangsaan dan Integrasi Nasional. 3. Clifford.7 Bentuk integrasi sosial budaya adalah Asimilasi. Anthony. Jakarta : Dika Rakyat .1973. The Integrative Revolution: Primodial Sentiment and Civil Politic In The New States In The Interpretation of Culture. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus ) bersama mengenai normanorma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam berinteraksi datu denga yang lain. 1993. yaitu dangan cara mengendalikan dan menjaga integrasi sosial budaya yang harmonis.1.

1976.google. Sooerjono . Class and Class Conflict in Industrict Society . Ganeca Exact Bandung http:/www. 1986.gunadarma. Ralf .2006.Soekanto.H . Widiada.co. Sosiologi dan Antropologi : Bandung .ac. Idianto . Sosiologi SMA/MA jilid 2 kelas IX.erlangga.id http://wartawarga.id/2009/11/aspek-positif-dan-penyebab-suatu-konflik-dalamorganisasi/ www. S. Sosiologi Suatu Pengantar .com . London and Hendley : Rout Ledge and Kegan Paul Muin. Jakarta : Erlangga Gunakaya. Jakarta : PT Raja Grafindo Dahdenrorf.com www.wikipedia. 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->