Arti dan Manfaat Pupuk Makro dan Pupuk Mikro

Oleh : Chandra Tama Setiap tanaman mempunyai kebutuhan pupuk / unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya dengan jumlah kebutuhan yang berbeda – beda berdasarkan jenis tanaman dan kondisi lingkungannya. Secara umum pupuk dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu pupuk makro dan pupuk mikro, yang bisa diperjelas seperti berikut : Pupuk makro Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. Beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Phospat (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S). Pupuk mikro Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil. Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn), Cobalt (Co), Natrium (Na), Silikon (Si), Nikel (Ni), dan Klor (Cl) Fungsi masing – masing unsur hara : Nitrogen ( N ) - Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan - Berfungsi untuk sintesa klorofil, asam amino dan protein dalam tanaman - Merangsang pertumbuhan vegetatif seperti batang dan daun Gejala defisiensi / kekurangan unsur N : - Pertumbuhan lambat / kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daundaun tua cepat menguning dan mati Phospat ( P ) - Berperan terhadap pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman - Merangsang pembungaan dan pembuahan - Merangsang pertumbuhan akar - Merangsang pembentukan biji - Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel Gejala defisiensi / kekurangan unsur P : Pembentukan buah dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ) Kalium ( K ) - Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air. - Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

Menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen . . Kalsium (Ca) . sistein dan metionin.Sebagai aktifator dalam proses biokimia didalam tanaman. dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.Gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa .Berperan dalam pertumbuhan sel . dan berakibat penyerapan hara terhambat.Menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar . Gejala kekurangan kalsium : Terjadi perubahan bentuk daun. dan pembentuk beberapa enzim Gejala kekurangan Fe : .Berperan dalam transportasi enzim .Belerang juga berfungsi sebagai aktivator.Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan . Jaringan menjadi lemah dan jarak antar ruas panjang. kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman Gejala defisiensi S : . timbul bercak coklat pada pucuk daun. Ciri-ciri persis seperti gejala etiolasi-kekurangan cahaya pada tanaman. Muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua. daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat. Magnesium (Mg) .Berperan dalam sintesis protein Gejala defisiensi Mg : Terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer. dan akhirnya rontok. Belerang (S) .Berperan dalam pembentukan klorofil. ujung daun menguning dan kering. Hal ini terjadi karena Mg diangkut ke daun muda.Berperan sangat penting pada titik tumbuh akar . dan mengatur daya tembus . mengeriting.Pada daun muda warna daun menguning ( Penurunan kandungan klorofil secara drastis pada daun merupakan gejala khas pada tanaman yang mengalami kahat S ) . pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu.Komponen inti pembentukan klorofil dan enzim .Berperan dalam pembentukan asama amino sistin.Menguatkan . . Bunga gugur juga efek kekurangan kalsium. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar.Gejala defisiensi / kekurangan unsur K : Batang dan daun menjadi lemas/rebah. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat.Terhambatnya sintesis protein yang berkorelasi dengan akumulasi N dan nitrat organik terlarut Ferrit / besi (Fe) . serta merawat dinding sel .Berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel. kecil.

Gejala kekurangan unsur Mo : Daun berubah warna keriput dan melengkung seperti mangkok. batang dari tanaman kaku menjadi pecah-pecah/retak.Pembentukan buah.Terjadi karena kerusakan akar Tembaga / Cupprum (Cu) . ukuran menjadi lebih kecil.Tunas daun menguncup dan tumbuh kecil . Boron (B) .kemudian diikuti kematian pada jaringan daun. apabila temperatur tinggi dan tanaman kekurangan B dapat menyebabkan kelopak bunga menjadi pecah (calyx splinting) atau dapat juga sebagai akibat perbedaan temperatur udara siang dan malam terlalu tinggi (lebih dari 10°C).Mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman Gejala kekurangan Zn : Dapat menyebabkan klorosis. ruas pada bagian pucuk lebih pendek. – Salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil Gejala kekurangan Cu : . daun layu dan berwarna kuning. pembentukan titik tumbuh Gejala Defisiensi B : Daun dengan tanda-tanda yang mengering dan kurus. Gejala kekurangan Cl : Pertumbuhan akar yang tertekan. pertumbuhan rata-rata tanaman merosot.. sempit dan menebal. ujung daun menjadi coklat. . pembentukan warna kuning diantara tulang daun. muncul bintil-bintil kuning disetiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti Klorida (Cl) . pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tidak dapat sama sekali berbuah. Seng / zink (Zn) : .Berperan sebagai pengikat nitrogen yang bebas diudara untuk pembentukan protein .Menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman. .Pertumbuhan bunga terhambat.Pengaturan tekanan osmosis didalam sel tanaman. pertumbuhan kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan dapat juga berhenti pertumbuhannya.Berperan sebagai aktfiator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan. Molibdenum (Mo) . .Sebagai katalisator dalam pembentukan protein .Berperan dalam proses fotosintesis .Berperan dalam pembentukan dinding sel .Katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat.Daun berwarna hijau kebiruan .Daun muda tampak putih karena kurang klorofil .

Cobalt dapat digantikan perannya dengan Natrium (Na). Penggunaan uji tanah dan analisa daun sebagai dasar rekomendasi pemupukan. No. ACIAR. Bogor. Management of Acid Soils in the Humid Tropics of Asia. 2007. Dalam : E. Dalam Pelatihan Optimalisasi Pemupukan Proyek Pembinaan Kelembagaan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Faperta IPB. Gejala Defisiensi Mn : Daun akan tampak berwarna gelap dan muda. dan Molibdenum (Mo). sebagai kofaktor beberapa enzim. Pustaka : Lahuddin.G. IP. T. Natrium (Na) Sebagai keseimbangan ion pada regulasi energi untuk membuka dan menutupnya stomata. 19-31 Januari 1996 . Pada tanaman tingkat rendah. Perannya dapat digantikan dengan Seng (Zn) dan Besi (Fe). Nikel (Ni) Pada tanaman Keras/tumbuhan tingkat tinggi sebagai aktivasi urease (enzim yang berperan dalam metabolisme Nitrogen untuk proses perombakan urea). Pusparajah (eds). Silicon (Si) Tersimpan dalam dinding sel yang mengakibatkan sifat mekanis sel yaitu kaku atau elastis.Berfungsi dalam pembelahan sel dan di gunakan dalam proses pernapasan dan fotosintesis. T. 13: 62. perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan. Widjaja – Adhi. Cobalt (Co) Untuk Fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur N (Nitrogen). Medan: USU Notohadiprawiro.68. Aspek Unsur Mikro dalam Kesuburan Tanah. dan pertumbuhan tanaman terhambat. Farming Acid Mineral Soils for Food Crops : an Indonesian Experience.Mangan (Mn) . Monograph. M. 1996. 1990. Craswell and E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful