Thyroid

CASE REPORT SESSION TUMOR TIROID

Nataya Regiza Sutriso Rizka Vinkan Septiani Atheswaren 1301-1211-0139 1301-12101301-1210-175

Pembimbing:

BAGIAN ILMU BEDAH ONKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2011

ANAMNESIS Keluhan utama : Benjolan di leher depan kiri Anamnesa khusus : ± 6 bulan sebelum masuk rumah sakit. penderita mengetahui adanya benjolan di leher depan kiri. berkeringat banyak. kontak dengan penderita batukbatuk lama. Tidak terdapat riwayat rasa tidak enak di perut kanan bagian atas. Keluhan tidak disertai sesak saat beraktivitas. Penderita tidak pernah tinggal di daerah pegunungan dan pantai. Tidak ada riwayat penyinara . Tidak terdapat batuk lama lebih dari 3 minggu. KETERANGAN UMUM Nama Umur Pekerjaan Pendidikan Alamat Agama Status : Ny. sering gugup dan berat badan yang menurun sejak setahun yang lalu sebanyak 6 kg. nyeri pada tulang dan batuk darah. Tidak terdapat suara yang serak.T : 42 tahun : Swasta : SMP : KP. Penderita belum pernah mengobati keluhannya. berdebar-debar. tangan gemetar dan nafsu makan yang bertambah. benjolan tersebut mula-mula sebesar buah duku dan dirasakan makin membesar sehingga sampai sebesar buah jeruk. gangguan menelan. teraba kenyal dan ikut bergerak saat menelan. lebih suka hawa dingin. panas badan yang hilang timbul yang tidak terlalu tinggi dengan sebab yang tidak jelas. Benjolan tidak dirasakan nyeri. Tidak ada riwayat benjolan di leher sebelumya serta keluhan serupa pada keluarga atau penduduk di sekitar tempat tinggal penderita. sesak nafas. Keluhan disertai lekas lelah. Pamoyanan : Islam : Menikah Jenis kelamin : Wanita Tanggal pemeriksaan: 28 November 2011 II.I.

permukaan rata. nyeri tekan ( . III.n rontgen waktu anak-anak. .2 ˚C Tanda vital : Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu Status generalis: Kepala Leher : Konjungtiva tidak anemis. berukuran 4x3x1 cm. ronkhi (-) Bunyi jantung murni reguler breath sound normal Abdomen : Datar lembut. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Kesadaran : Tampak sakit ringan : Compos mentis : 120/80 mmHg : 100x/ menit : 24x / menit : 37. sonor. mobile. ikut bergerak saat menelan. deviasi trakhea (+) Palpasi : teraba massa. vesicular kanan=kiri. hepar dan lien tidak teraba. sklera tidak ikterik Eksoftalmus (-). konsistensi kenyal.). single. retraksi palpebra (-) : Kelenjar getah bening tidak teraba membesar Tekanan vena jugularis tidak meningkat Lain-lain : lihat status lokalis Thorax : Bentuk dan gerak simetris Vocal fremitus normal kanan = kiri. batas tegas. bising usus (+) normal Ekstremitas: edema (-/-). ikut bergerak saat menelan. siaosis (-/-) Kulit teraba lembab dan hangat Tremor (+/+) Status Lokalis: a/r colli anterior sinistra: Inspeksi: tampak massa bentuk bulat.

hepar. konsistensi kenyal. paraaorta. Indeks wanyne = 7. palpitasi (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan takikardi. trombosit. USUL PEMERIKSAAN Pemeriksaan Hb. leukosit. nyeri tekan ( . single. mobile. permukaan rata. penderita mengetahui adanya massa di regio colli anterior sinistra. bleeding time. V. deviasi trakhea (+) Palpasi : teraba massa. batas tegas. datang ke RSHS dengan keluhan utama massa di regio colli anterior sinistra. Status generalis lain dalam batas normal. Auskultasi : Bruit IV. ikut bergerak saat menelan. batas tegas. ikut bergerak saat menelan. berusia 42 tahun. bentuk bulat. lebih suka hawa dingin (+).5 cm.5 cm. bentuk bulat. bertempat tinggal di Bandung.). massa tersebut mula-mula sebesar kelereng dan dirasakan makin membesar sehingga sampai sebesar telor ayam.Auskultasi : Bruit (-) a/r colli anterior dextra : Inspeksi: tampak massa bentuk bulat. berukuran 2x1x0. Keluhan lekas lelah (+). berukuran 4x3x1cm a/r colli anterior dextra didapatkan massa (+). Pada status lokalis a/r colli anterior sinistra didapatkan massa (+). Metastase ke tulang ataupun metastase jauh (-). sering gugup (+) dan berat badan yang menurun sejak setahun yang lalu sebanyak 6 kg. ikut bergerak saat menelan. dan parailiaka Sidik tiroid dan fungsi tiroid . Dari anamnesis didapatkan bahwa sejak satu tahun sebelum masuk rumah sakit. berukuran 2x1x0. DIAGNOSIS KERJA Tumor tiroid bilateral suspek benigna VI. ikut bergerak saat menelan. dan clotting time Foto soft tissue leher AP dan lateral Foto thoraks USG leher. batas tegas. konsistensi kenyal. RESUME Seorang wanita. Massa teraba kenyal dan ikut bergerak saat menelan. Riwayat pengobatan (-). konsistensi kenyal.

PENATALAKSANAAN Rencana isthmolobektomi dekstra VIII. kanker tiroid merupakan kanker dengan insidensi tertinggi urutan ke-9. Karsinoma tiroid sering terjadi pada goiter non toksik yang uni noduler dan jarang pada goiter difus maupun goiter noduler toksik. Berdasarkan dari “Patholoycal Based Registration” di Indonesia.- FNAB VII. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : ad bonam DISKUSI Epidemiologi Tumor tiroid merupakan neoplasma sistem endokrin yang terbanyak dijumpai. Neoplasma tiroid lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria dan jarang ditemukan pada anak-anak. Klasifikasi Histopatologi dan sistem TNM: Berdasarkan gambaran histopatologi menurut Ackerman: . Pada 73% penderita ditemukan riwayat radiasi pada leher.

Atipikal .Karsinoma sel skuamosa Berdasarkan WHO : Tumor epitel maligna: Tumor maligna lainnya: Karsinoma folikuler Karsinoma papiler Campuran karsinoma folikuler-papiler Karsinoma anaplastik (undifferentiated) Karsinoma sel skuamosa Karsinoma tiroid meduler Fibrosarkoma Lain-lain Tumor non epitel maligna: .Oksifil (Hurtle Cell) 2.Spindle cell .Sarkoma . Adenoma : .Giant cell 4.Folikuler . Karsinoma yang berdiferensiasi baik: .Folikuler . Karsinoma meduler 5.Limfoma maligna . Karsinoma yang berdiferensiasi buruk : .Plasmositoma . Lain-lain: .Small cell .1.Papilifer .Oksifil 3.Campuran papilifer dan folikuler .

midline kontralateral atau ke KGB mediastinal M : metastasis jauh Mx : metastasis jauh belum dapat dinilai Mo : tidak terdapat metastasis jauh M1 : terdapat metastasis jauh Prosedur Diagnostik a. Anamnesis 1. Pengaruh usia dan jenis kelamin .- Sarkoma Limfoma maligna Haemangiothelioma maligna Teratoma maligna Klasifikasi klinik TNM (1997) T : tumor primer Tx : tumor primer tidak dapat dinilai To : tidak terdapat tumor primer T1 : tumor degan ukuran 1 cm atau kurang masih terbatas pada tiroid T2 : tumor dengan ukuran >1 cm tetapi tidak >4 cm masih terbatas pada tiroid T3 : tumor denan ukuran >4 cm masih terbatas pada tiroid T4 : tumor dengan ukuran berapa saja yang telah berekstensi keluar kapsul tiroid N : KGB regional Nx No N1 N1a N1b : KGB tidak dapat dinilai : tidak didapat metastasis ke KGB : terdapat metastasis ke KGB : metastasis pada KGB servikal ipsilateral : metastasis pada KGB servikal bilateral.

dan nyeri dapat terjadi akibat desakan dan/atau infiltrasi tumor 7. harus curiga kemungkinan adanya malignansi tiroid tipe meduler 4. Kecepatan tumbuh tumor • Nodul membesar tidak terlalu cepat kemungkinan jinak • Nodul membesar dengan cepat. Jenis kelamin laki-laki mempunyai risiko malignansi lebih tinggi. keluhan nyeri pada tulang. Pengaruh radiasi di daerah leher dan kepala Radiasi pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan malignansi pada tiroid kurang lebih 33-37% 3. Riwayat gangguan mekanik di daerah leher Keluhan gangguan menelan. 2. perubahan suara. perasaan sesak napas. Geografis Apakah berasal dari daerah pantai atau pegunungan 5.Risiko malignansi apabila nodul tiroid terdapat pada usia di bawah 20 tahun dan diatas 50 tahun. Benjolan di leher lateral. Pemeriksaan Fisik • • Status generalis : tekanan darah tinggi  hati-hati terhadap kanker tiroid meduler Benjolan di leher depan yang ikut bergerak ke atas pada waktu menelan . dan benjolan pada tulang b. kemungkinan ganas • Nodul anaplastik membesar sangat cepat • Kista dapat membesar dengan cepat 6. Riwayat penyakit serupa pada famili atau keluarga Bila ada.

.• Pada tumor primer dapat berupa suatu nodul soliter atau multipel dengan konsistensi bervariasi dari kistik sampai dengan keras bergantung pada jenis patologi anatominya • • Perlu diketahui ada tidaknya pembesaran KGB regional secara lengkap Disamping ini. perlu dicari ada tidaknya benjolan pada kalvaria. tulang belakang. serta tempat metastasis jauh lainnya yaitu paru-paru. Jaringan diperiksa setelah dilakukan tindakan lobektomi atau isthmolobektomi • Untuk kasus inoperabel. hati. dan otak. meduler. dan papiler hampir mendekati 100%. tergantung dari gambaran invasi ke kapsul dan vaskular yang hanya dapat dinilai dari gambaran histopatologi. Pemeriksaan Laboratorium • Pemeriksaan kadar fT4 dan TSHs 2. jaringan yang diperiksa diambil dari tindakan biopsi insisi. Pemeriksaan Histopatologis • Merupakan pemeriksaan diagnostik utama. c. Pemeriksaan radiologis • Foto soft tissue leher • Foto thoraks PA • Pemeriksaan sidik tulang bila ada tanda-tanda metastasis ke tulang yang bersangkutan 3. tetapi untuk jenis folikuler hampir tidak dapat dipakai karena gambaran sitologi untuk adenomatous goiter. 5. dll. sternum. ginjal. Pemeriksaan FNAB Ketepatan pemeriksaan sitologi untuk kanker tiroid anaplastik. klavikula. Pemeriksaan sidik tiroid 4. adenoma folikuler. dan adenokarsinoma folikuler adalah sama. Pemeriksaan Penunjang 1.

untuk melihat ada tidaknya kalsifikasi. permukaan tidak berbenjol-benjol. dan parailiaka . • • • Tidak ditemukan pembesaran KGB Usul pemeriksaan Pemeriksaan Hb. leukosit.DISKUSI STATUS Pasien ini didiagnosa sebagai tumor tiroid suspek benigna. didapatkan : • Tampak dan teraba massa berukuran 3x3x2 cm di colli anterior dekstra. konsistensi kenyal. batas tegas. paraaorta. gangguan menelan Tidak ada riwayat keluarga dengan sakit serupa. sedangkan massa kistik biasanya jinak • USG hepar. Dari pemeriksaan fisik. Tidak ada benjolan di tempat lain Tidak ada riwayat nyeri tulang maupun perut terasa penuh Penderita tidak pernah mengalami operasi di leher maupun mendapat paparan radiasi sebelumnya. karena : Dari anamnesa. Karsinoma tiroid biasanya padat. ikut bergerak saat menelan. mobile. trombosit. tidak ada suara serak. sesak nafas. bleeding time dan cloting time Foto soft tissue leher AP dan lateral Foto polos leher anteroposterior dan lateral dengan metode soft tissue technique dengan posisi leher hiperekstensi. • • Foto thoraks Foto thoraks untuk melihat ada tidaknya metastasis dan desakan trakhea USG leher Untuk membedakan dengan cermat antara massa padat dan massa kistik. didapatkan : • • • • • • • • Pasien adalah laki-laki berusia 24 tahun Adanya benjolan di leher depan yang ikut bergerak saat menelan Benjolan membesar tidak terlalu cepat Benjolan tidak terasa nyeri. nyeri tekan (-).

yaitu klasifikasi penyebaran tumor dan tingkat keganasan sel tumor. . Sedangkan USG pada kelenjar-kelenjar paraaorta dan parailiaka digunakan untuk mencari tahu apakah telah terjadi metastasis keganasan ke kelenjar getah bening. dan bila afinitasnye lebih maka disebut nodul panas ( hot nodule). karena batas isthmus itu imajiner melewati pinggir tepi trakhea kontralateral Prognosis Prognosis tergantung dari ada tidaknya metastasis jauh. Bila akan dilakukan pemeriksaan sidik tiroid maka obat-obatan yang mengganggu penangkapan iodium oleh tiroid harus dihentikan selama 2-4 minggu sebelumnya.Kegunaan utama USG hepar adalah untuk mendeteksi adanya metastasis ke hati. bila sama afinitasnya maka disebut nodul hangat (warm nodule). Karsinoma tiroid sebagian besar adalah nodul dingin. • Sidik tiroid Bila nodul menangkap iodium lebih sedikit dari jaringan tiroid yang normal disebut nodul dingin (cold nodule). Sekitar 10-17% struma dengan nodul dingin ternyata adalah suatu keganasan. • • Pemeriksaan kadar fT4 dan TSHs untuk menilai fungsi tiroid FNAB Penatalaksanaan Rencana isthmolobektomi dekstra Isthmolobektomi artinya mengangkat isthmus .

Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia.nlm.Konsep Klinis ProsesProses Penyakit.gov/medlineplus/ency/article/000374.htm .DAFTAR PUSTAKA 1.htm. 2003 3. diambil tanggal 9 Februari 2006 4. In: Patofisiologi. Wilson Lorraine. Price Sylvia. www. www. 2.com/med/topic2464.emedicine. Neoplasma Tiroid. 1995:1078-80.nih. Jakarta:EGC. Protokol Penatalaksanaan Tumor/Kanker Tiroid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful