P. 1
Makalah Len Eutanasia

Makalah Len Eutanasia

|Views: 68|Likes:
Published by M Syaiful Islam
makalah
makalah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: M Syaiful Islam on Jul 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Pada saat ini dengan kemajuan teknologi bidang medis,hampir setiap hari perhatian media massa difokuskan pada masalah ilmu pengetahuan medis berikut aplikasinya atau perkembangan baru(transplantasi organ tubuh, bedah mayat,euthanasia,pembuahan in vintro dan sebagainya) yang mau tidak mau dapat menimbulkan permasalahan baru mungkin sebanyak seperti yang telah dipecahkannya terutama dari segi etik. Untuk hal tersebut diatas,bioetik membahas/mengkaji dimensi etik dari masalah-masalah teknologi,ilmu kedokteran,dan biologi,sejauh yang diterapkan pada kehidupan.Dengan demikian cakupan bidangnya akan luas sekali.Hal ini mengakibatkan bioetik menjadi bidang yang kompleks.Adanya bioetik menuntut perubahan besar dalam cara berpikir kita, karena tidak ada satu bidang ilmiah pun yang dapat mengklaim kehidupan sebagai monopolinya yang eksklusif, maka banyak spesialisasi dan disiplin yang harus diikutsertakan.Suatu cara berfikir dan tindakan yang memerlukan cara pendekatan interdisipliner.Seperti misalnya dalam perkembangan/inovasi teknologi medis yang baru dalam mengakibatkan konsekuensi ekonomis yang mau tidak mau akan menimbulkan permasalahan dalam alokasi, pengadaan dan biaya. Hakikat arti “bio” mencakup tatanan yang menentang dan kompleks dari arti ilmu kedokteran,biologi,psikologi,bioteknologi,genetic dan laiinya.Hal ini menuntut perlunya kita mendalami bidang-bidang tersebut,agar dapat menghayati revolusi biologis yang terjadi di sekitar kita.Paling tidak memiliki informasi karemna perkembangan bidang-bidang tersebut dapat menimbulkan dampak yang mendalam atas kehidupan kita, terutama yang erat terkait dengan dilemma etik dalam bioetik. Pada tahun 1997,filsuf Amerika,Samuel Gorovitz(dikutip dari Shannon,1987) mendefisinikan bioetik sebagai “penyelidikan kritis tentang dimensi-dimensi moral dari pengambilan keputusan dalam konteks yang berkaitan dengan kesehatan dan dalam konteks yang melibatkan ilmu-ilmu biologis. Berdasarkan batasan pengertian tersebut,bioetik dalam pengetrapannya banyak menyangkut kegiatan dalam proses pengambilan keputusan.

1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimanakah tentang etika hukum Eutanasia,Transplantasi dan Bedah mayat ?

Mahasiswa mengetahui etika keperawatan? . Mahasiswa mengetahui Etika dan hukum dibidang kesehatan tentang Eutanasia ? 2. Mahasiswa mengetahui Etika dan hukum dibidang kesehatan tentang Transplantasi ? 3.Transplantasi dan Bedah mayat ? I.3 Tujuan I.3.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.I.1 Tujuan Umum Adapun tujuan umum dari penulisan makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui tentang etika hukum Eutanasia. Mahasiswa mengetahui Etika dan hukum dibidang kesehatan tentang Bedah mayat ? 4.3.

Eutanasia non agresif pada dasarnya adalah suatu praktik eutanasia pasif atas permintaan pasien yang bersangkutan. Eutanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal.1. yaitu: 1. Eutanasia pasif Adalah perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yangperlu untuk mempertahankan hidup manusia. Eutanasia agresif dapat dilakukan dengan pemberian suatu senyawa yang mematikan. 2. meniadakan tindakan operasi yang seharusnya dilakukan guna memperpanjang hidup pasien. Eutanasia non agresif /eutanasia otomatis (autoeuthanasia)/ eutanasia negatif Adalah kondisi dimana seorang pasien menolak secara tegas dan dengan sadar untuk menerima perawatan medis meskipun mengetahui bahwa penolakannya akan memperpendek atau mengakhiri hidupnya. Mengakhiri penderitaan hidup orang sakit dengan sengaja atau permintaan klien sendiri dan keluarganya.salah satu contoh dengan tidak memberikan bantuan oksigen bagi pasien yang mengalami kesulitan dalam pernapasan. baik secara oral maupun melalui suntikan.1. bahagia dan thanatos yang berarti kematian. 3.BAB II ISI II. 3. Salah satu contoh senyawa mematikan tersebut adalah tablet sianida.diiringankan penderitaan klien dengan memberi obat penenang. eutanasia dapat dibagi menjadi tiga kategori. Ditinjau dari cara pelaksanaannya. Eutanasia II. Sedangkan di Indonesia menurut kode etik Kedokteran Indonesia. 2.1 Pengertian Eutanasia berasal dari bahasa Yunani eu yang artinya baik.Biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. tidak memberikan antibiotika kepada penderita pneumonia berat. ataupun pemberian obat penghilang rasa sakit seperti morfin yang disadari justru akan mengakibatkan kematian.mayat. Berpindah kea lam baka dengan tenang dan aman tanpa penderitaan dan bagi mereka yang beriman dengan menyebut nama TUHAN dibibir. . Penolakan tersebut diajukan secara resmi dengan membuat sebuah "codicil" (pernyataan tertulis tangan).Eutanasia ialah: 1. Waktunya hidup akan berakhir . Eutanasia agresif (eutanasia aktif) Adalah suatu tindakan secara sengaja yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk mempersingkat atau mengakhiri hidup seorang pasien.

Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan. dan menjadi sulit pula untuk menerima praktik euthanasia dan aborsi. terminologi etik dan moral adalah sama. Suatu prinsip etika yang sangat mendasar ialah kita harus menghormati kehidupan manusia. Dari sudut pandang etika. baik dan buruk dalam hubungan dengan orang lain. karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang. dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku. Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup. Etik merupakan studi tentang perilaku. Etik memiliki terminologi yang berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Jika kita dengan konsekuen mengakui kehidupan manusia sebagai suci. Tidak pernah boleh kita mengorbankan manusia kepada suatu tujuan lain.II. karena itu di mana-mana harus selalu dihormati. Moral mendeskripsikan perilaku aktual. menjadi sulit untuk membenarkan eksperimentasi laboratorium dengan embrio muda. tetapi dalam salah satu bentuk dicantumkan juga dalam sistem hukum beberapa Negara. prinsip ini sudah lama dirumuskan sebagai "kesucian kehidupan" (The Sanctity Of Life). Secara umum.1. yang layak”. . meski usianya baru beberapa hari.Eutanasia dilihat dari sudut etika Etik berasal dari kata Yunani ethos. Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah. Prinsip kesucian kehidupan ini bukan saja menandai suatu tradisi etika yang sudah lama. Bahkan kita harus menghormatinya dengan mutlak. Berdasarkan uraian diatas. nilai-nilai atau pola tingkah laku kelompok profesi terentu dalam memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat. sehingga etik merefleksikan sifat. euthanasia dan aborsi menghadapi kesulitan yang sama. Dalam etika. Kehidupan manusia adalah suci karena mempunyai nilai absolut. apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain. prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional. yang berarti ”yang baik. Etik merupakan morma-norma.2. yang dengan sengaja mengakhiri kehidupan manusia. kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.

perawatan atau pemeliharaan pada orang itu karena hukum yang berlaku atsnya atau karena menurut perjanjian.000(empat ratus ribu rupiah). Catatan: Pasal 344 KUHP ini isinya mirip dengan tindakan euthanasia aktif. dihukum penjara selama-lamanya 12(dua belas) tahun.Namun demikian ada ketentuan pasal-pasal dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) di mana euthanasia ini diatur secara tersirat yaitu:pasal 304.dihukum penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak Rp 400.sedang ia wajib memberi kehidupan. .1. Pasal 344 KUHP Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri. Catatan: Isi pasal diatas mirip dengan tindakan euthanasia pasif dimana ancaman pidananya lebih tinggi apabila orang yang dibiarkan itu akhirnya meninggal dunia seperti yang diatur dalam pasal 306 KUHP ayat (2).II.3.pasal 306 dan pasal 344 KUHP. yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh-sungguh. Pasal 306 KUHP Kalau salah satu perbuatan yang diterangkan dalam pasal 304 mengakibatkan orang mati.tersangka dihukum penjara paling lama 9 (Sembilan) tahun.Dalam kaitannya dengan baik dengan euthanasia aktif maupun pasif tanpa permintaan terdapat ketentuan dalam pasal-pasal berikut.Aspek hukum Eutanasia di Indonesia Di Indonesia belum ada peraturan perundang-undangan yang secara jelas mengatur tentang euthanasia. karena ada tindakan menghilangkan nyawa orang lain. Pasal 304 KUHP Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau membiarkan orang dalam kesengsaraan. Pasal 304 dan pasal 306 KUHP merupakan ketentuan yang diatur dalam Bab XV KUHP tentang meninggalkan orang yang perlu ditolong.

II.Apabila tindakan itu dilakukan atas permintaan orang lain.maka hal tersebut dapat dimaafkan berdasarkan pasal 48 KUHP yang berbunyi: Barang siapa melakukan perbuatan karena terpaksa oleh sesuatu kekuasaan yang tak dapat dihindarkan tidak boleh dihukum. maka tim medis harus mempunyai bukti berupa sebuah pernyataan tertulis yang disertai tanda tangan dan saksi dari pihak keluarga apabila keluarga betul-betul menghendaki tindakanini. membantunya dalam perbuatan itu.4. atau memberikan daya upaya itu jadi bunuh diri.1.dengan hukuman mati atau penjara selamalamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20(dua puluh) tahun. Pasal 345 KUHP Barang siapa dengan sengaja menghasut orang lain untuk bunuh diri. Pasal 359 KUHP Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang lain. dihukum penjara selama-lamanya 5(lima) tahun atau kurungan selama-lamanya 1(satu) tahun.Peran keluarga penderita dalam tindakan Eutanasia Apabila keluarga yang menghendaki tindakan euthanasia.karena pembunuhan yang direncanakan . Namun demikian.Pasal 338 KUHP Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. dihukum karena makar mati. dihukum penjara selamalamanya 4(empat) tahun. misalnya dengan alasan ekonomi (tidak mampu membiayai pengobatan dan perawatan penderita) dan lain-lain. dengan penjara selama-lamanya 15 (lima belas) tahun. apabila hal itu dilakukan dengan alas an daya paksa. . Pada pasal 344 pengakhiran hidupnya itu harus diatas permintaan penderita. Pasal 340 KUHP Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain. misalnya keluarganya maka tindakan keluarga tersebut sama dengan tindakan pembunuhan.

2.1. yaitu: 1.2. yaitu : 1. dapat dibedakan menjadi: 1. Transplantasi ini ditujukan untuk menggantikan organ yang rusak atau tak befungsi pada penerima dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor. Donor organ dapat merupakan orang yang masih hidup ataupun telah meninggal. Transplantasi ditinjau dari sudut si penerima. atau dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu pada tubuh yang sama. Adaptasi donasi Adalah usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya. 2. ada dua komponen penting yang menunjang keberhasilan tindakan transplantasi. mengganti yang sudah tidak dapat berfungsi lagi. Eksplantasi Adalah usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hidup atau yang sudah meninggal. Ada dua komponen penting yang mendasari tindakan transplantasi. 3.Transplantasi II. untuk berfungsi baik.II. Disamping itu. secara biologis dan psikis. Adaptasi resepien Adalah usaha dan kemampuan diri dari penerima jaringan / organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak jaringan / organ tersebut.Pengertian Transplantasi adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ ( transplantasi organ) dari satu tubuh ke tubuh yang lain. 2.2. Autotransplantasi Adalah pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. untuk hidup dengan kekurangan jaringan / organ. . Heterotransplantasi Adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari suatu spesies ke tubuh spesies lainnya. Implantasi Adalah usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Homotransplantasi Adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain.

2.2.2. transplantasi organ merupakan terapi yang bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan organ baik dengan proses pencakokan atau melalui proses operasi. Transplantasi organ ini diperbolehkan jika adanya persetujuan dari berbagai pihak seperti.serta bedah plastik dan rekonstruksi. II. Pasal 33 UUK:  Ayat (1) UUK: Dalam penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan dapat dilakukan transplantasi organ dan atau jaringan tubuh. pendonor dan keluarga pendonor. Pasal 34  Ayat (1): .II.berlandaskan dalam KODEKI.4.transfusi darah. Berdasarkan Sudut Pandangan Medis Dalam dunia medis. Pasal 10. II.dari segi etik kedokteran tindakan ini wajib dilakukan jika ada indikasi.Aspek hukum Transplantasi di Indonesia Dalam undang-undang No 23 tahun 1992 tentang kesehatan tercantum dalam beberapa ketentuan mengenai transplantasi sebagai berikut: Pasal 1 butir 5: Transplantasi adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ atau jaringan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik.yaitu : Pasal 2.Aspek Etik Transplantasi Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk menolong seorang pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuhnya.2. Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi.  Ayat (2): Transplantasi organ atau jaringan tubuh serta transfuse darah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan hanya untuk tujuan kemanusiaan dan dilarang untuk tujuan komersial. Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan kewajibannya melindungi hidup insani.3.implan obat/ alat kesehatan.

Transplantasi organ atau jaringantubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan di sarana kesehatan tertentu.pengolahan penyampaian kepada pasien termasuk donor hewan.pengambilan organ. Penjelasan: Pasal 34  Ayat (1): Sarana kesehatan tertentu dalam ayat ini adalah tempat yang harus memenuhi persyaratan ketenagaan dan peralatan syarat lainnya untuk melaksanakan tindakan medis tersebut. diatur dalam: Pasal 80 ayat (3) UUK . Ketentuan Pidana: Ketentuan pidana untuk transplantasi.transplantasi hanya dapat dilakukan untuk tujuan kemanusiaan. Penjelasan: Pasal 33 ayat (2) menyatakan bahwa mengingat organ atau jaringan tubuh termasuk tubuh termasuk darah merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa. Ayat (3): Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penyelenggaraan transplantasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.  Ayat (3): Dalam peraturan pemerintah akan diatur mengenai syarat dan tata cara pengamanan.  Ayat (2): Pengambilan organ atau jaringan tubuh dari seorang donor harus memperhatikan kesehatan donor yang bersangkutan dan ada persetujuan ahli waris atau keluarganya.Darah dalam pengertian transfuse darah dalam pasal ini tidak termasuk produk plasma darah.maka dilarang untuk dijadikan sebagai objek untuk mencari keuntungan atau komersial melalui jual beli. Oleh karena itu.

000.000 (seratus empat puluh juta rupiah). II.000 (tiga ratus juta rupiah). dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 140.3.3.000 (seratus empat puluh juta rupiah). II. baik untuk kepentingan ilmu kedokteran maupun menjawab misteri suatu tindak kriminal. Pembagian bedah mayat Ditinjau dari aspek dan tujuannya bedah mayat dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu : 1. dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda pidana paling banyak Rp 140.000. Agar bisa mendeteksi organ tubuh yang tidak normal dan terserang penyakit . Sedangkan secara terminologi bedah mayat adalah suatu penyelidikan atau pemeriksaan tubuh mayat.1. dengan tujuan menentukan sebab kematian seseorang. Bedah Mayat Pendidikan Adalah pembedahan mayat dengan tujuan menerapkan teori yang diperoleh oleh mahasiswa kedokteran atau peserta didik kesehatan lainnya sebagai bahan praktikum tentang ilmu viral tubuh manusia (anatomi).000. Pasal 81  Ayat (1) a: Barang siapa tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja memerlukan transplantasi organ atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 ayat (1). termasuk alat-alat organ tubuh dan susunannya pada bagian dalam.  Ayat (2) a: Barang siapa dengan sengaja mengambil organ dari seorang donor tanpa memperhatikan kesehatan donor dan atau tanpa persetujuan donor ahli waris atau keluarganya sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 ayat (2). Setelah dilakukan pembedahan atau pelukaan.Bedah mayat Secara Etimologi Bedah mayat adalah pengobatan dengan jalan memotong bagian tubuh seseorang. Praktek yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran untuk mengetahui seluk-beluk organ tubuh manusia.Barang siapa dengan sengaja melakukan perbuatan dengan tujuan komersial dalam pelaksanaan transplantasi organ tubuh atau jaringan tubuh atau transfuse darah sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 300.

dan hasil visum ini akan mempengaruhi keputusan hakim dalam menentukan hukuman yang akan dijatuhkan. Akan tetapi jika tidak diketahui secara pasti pelakunya dan jika bukan karena kematian secara alamiah maka bedah mayat ini merupakan alat bukti bahwa kematiannya bukan secara alamiah dengan dugaan pelakunya orang-orang tertentu. maka visum ini berfungsi sebagai penguat atas dugaan yang terjadi.Aspek hukum Bedah mayat Ketentuan mengenai bedah mayat diatur di dalam pasal 70 UUKyang menyebutkan: Ayat (1): Dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan dapat dilakukan bedah mayat untuk penyelidikan sebab penyakit atau sebab kematian serta pendidikan tenaga kesehatan. Jika sebelum divisum telah diketahui pelakunya. Bedah Mayat Keilmuan Adalah pembedahan yang dilakukan terhadap mayat yang meninggal di rumah sakit. demi kemashlahatan. karena tindak pidana kriminal atau kematian alamiah melalui visum dokter kehakiman (visum et reperthum) biasanya akan diperoleh penyebab sebenarnya.Sifat perubahan suatu penyakit setelah dilakukan pengobatan secara intensif terlebih dahulu semasa hidupnya dan untuk mengetahui secara pasti jenis penyakit mayat yang tidak diketahui secara sempurna selama dia sakit. setelah mendapat perawatan yang cukup dari para dokter. 2. Ayat (2): . Autopsi Forensik merupakan salah satu cara atau media untuk menemukan bukti.Dengan melakukan otopsi ini seorang dokter dapat mengetahui penyakit yang menyebabkan kematian jenazah tersebut. Misalnya.untuk mengobatinya sedini mungkin atau tujuan lainnya seperti untuk mengetahui penyebab kematiannya seiring maraknya dunia kriminal saat ini. Bedah Mayat Kehakiman Adalah bedah mayat yang bertujuan mencari kebenaran hukum dari suatu peristiwa yang terjadi. Bedah mayat semacam ini biasanya dilakukan atas permintaan pihak kepolisian atau kehakiman untuk memastikan sebab kematian seseorang. sehingga kalau memang itu suatu wabah dan di khawatirkan akan menyebar bisa segera diambil tindakan preventif. dengan membedah jasad manusia. bunuh diri atau kecelakaan.3.2. II. seperti dugaan pembunuhan. Bedah mayat ini biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara umum atau secara mendalam. 3. Seorang hakim wajib memutuskan suatu perkara hukum secara benar dan adil diperlukan bukti-bukti yang sah dan akurat.

Oleh karena itu harus dilakukan tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untik itu pelaksanaan tindakan medis tersebut dilakukan dengan memperhatikan norma yang berlaku dalam masyarakat yaitu norma hukum.yang disebut bedah mayat forensik.Bedsh mayat dapat pula digunakan untuk kepentingan pendidikan yang disebut bedah mayat anatomis. Pasal 70 ayat(2) menyebutkan: Bedah mayat adalah tindakan medis dengan melakukan pembedahan tubuh mayat sesuai dengan prosedur teknis ilmiah tertentu. Selain itu bedah mayat juga dilakukan untuk pembuktian. Ayat (3): Ketentuan mengenai bedah mayat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) ditetapkan dengan peraturan pemerintahan.000. dan norma kesopanan. . baik yang berkaitan dengan peristiwa pidana maupun peristiwa hukum lainnya.norma agama.000 (seratus empat puluh juta rupiah). Hasil penyelidikan ini dapat digunakan untuk mengembangkan cara penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Ketentuan pidana: Pasal 82 ayat (1) e menyebutkan: Barang siapa yang tanpa keahlian dan kewenangan dengan sengaja melakukan bedah mayat sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 ayat(2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5(lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 140.Bedah mayat hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian atau kewenangan untuk itu dan dengan memperhatikan norma yang berlaku dalam masyarakat.norma kesusilaan. Penjelasan: Pasal 70 ayat (1) UUK menyebutkan: Bedah mayat yang dilakukan untuk mengetahui dengan pasti diagnosis penyakit atau kelainan yang menjadi sebab kematian disebut bedah mayat klinis.

Perawat menghindari pembicaraan mengenai kondisi klien dengan siapapun yang tidak secara langsung terlibat dalam perawatan klien. pemikiran etis. perawat melaporkannya dan memulaiperawatan untuk mencegah trauma lebih lanjut. saatdan pascaintervensi yaitu evaluasi. profesi. Perawat selelu menjaga kerahasiaan info yang berkaitan dengankesehatan pasien termasuk info yang tertulis. perawat bertanggung gugat pada klien yang menerima medikasi tersebut.Jika anggota keluarganyamenanggung perawatan klien perawat mungkin merasa bahwa mereka memiliki hak untuk di beri tau. Tanggung gugat artinya dapat memberikan alasan atas tindakannya. perawat harus bertindak menurutkode etik professional. dan masyarakat. verbal dsb. Dan harus tetap menjaga prinsip prinsip legal dan etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan.seorang perawatbertanggung gugat atas dirinya sendiri. Accountability Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap segala tindakan yangdilakukan. Respectfor autonomi( penentuan pilihan) . serta menunjukkan keinginan untuk bertindak menurutpanduan etik profesi. klien.Seorang perawat yang bertanggung jawab akan tetap kompeten dalampengetahuan dan kemampuan. dan pertumbuhan pribadi pada pihak professional perawatan kesehatan •Untuk memberikan dasar pengambilan keputusan etis 2.BAB III ETIKA KEPERAWATAN Dalam praktiknya. Tanggung jawab mengacu pada pelaksanaan tugas yang dikaitkan dengan peran tertentu perawat. 3. Kode etis keperawatan yang dimaksud yaitu: 1. perawat bertanggung jawab atas mulai dari prosespengkajian.seseorang perawat yang bertindak secara bertanggung jawab akan meningkatkan rasapercaya klien. Confidentiality Prinsip etika dasar yang menjamin kemandirian klien. Untuk melakukan tanggung gugat. Tanggung jawab memicu evaluasiefektivitas perawat dalam praktik. ketika memberikan medikasi.Pada kasus semua kasus. sebagai contoh.memberikannya dengan benar dan dalam dosis yang aman serta mengevaluasi responnya.perawat bertanggung jawab dalam mengkaji kebutuhan klien terhadap obat-obatan. intervensi keperawatan hingga segala informasi mengenai asuhankeperawatan yang di lakukan. baik sebelum. Jika suatu kesalahan terjadi.jika dosismedikasi salah di berikan. tenaga medis pun khususnya perawat tetap harus memperhatikan kode etik dalam menjalakan suatu tindakan yang dilakukannya. Tanggung gugat professional memiliki tujuan sebagai berikut: • Untuk mengevaluasi praktisi professional baru dan mengkaji ulang yang telah ada • Untuk mempertahankan standar perawatan kesehatan • Untuk memudahkan refleksi pribadi. atasan. membuat diagnosa keperawatan.

Setiap individu harus memiliki kebebasan untuk memilih rencana mereka sendiri. perawat dapat berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya untuk menentukan terapi farmakologik. Sebagai contoh. resikomembahayakan.Bahaya dapat berarti dengan sengaja membahayakan. perawat tidak boleh membeda-bedakanpengobatan antara klien yang satu dengan yang lain. Pada kasus. karena itu merupakan kebebasan keluarga untuk mengetahui semua tindakan yang akan dilakukan. Inform consent dilakukan saat pengkajian.Ketika ada sumber untuk di berikan dalam perawatan.Perawat memiliki kewajiban untuk melakukan dengan baik. Dalam kasus. tujuan .Penting bagi perawat juga untuk memberikan health education dalam mendukung prosespenyembuhan klien. Sehingga. ketika seseorang jujur dan memegang janji yang di buatnya. namun disesuaikan dengan kondisiklien saat ini. perawat dapat mengalokasikan dalam cara pembagian yang adil umtuk setiap penerima atau bagaimana supaya kebutuhan paling besar dari apa yang merekabutuhkan untuk bertahan hidup.Dalam kasus. Dengan menghargai hak autonomi berarti perawat menyadari keunikan induvidu secara holistic. . Loyalitas (Setia) Prinsip kesetiaan menyatakan bahwa perawat harus memegang janji yang dibuatnya kepada klien. perawat harus memegang janji yang telah di bicarakan sebelumnyakepada klien. Justice ( perlakuan adil) Prinsip keadilan menuntut perlakuan terhadap orang lain yang adil dan memberikan apa yang menjadi kebutuhanan mereka. Veracity (Kebenaran) Veracity mengacu pada mengatakan kebenaran. manfaat dan prosedur tindakan. perawat perlu melakukan pengkajian fisik. perawat harus berkata jujur. 5.Pada kasus.Kewajiban bagi perawat untuk tidak menimbulkan injury pada klien.Jadi. Non-malefisience ( tidak membahayakan klien) Non Maleficence berarti tugas yang dilakukan perawat tidak menyebabkan bahaya bagi kliennya. 7.Prinsip ini adalah prinsip dasar sebagaian besar kode etik keperawatan. Perawat sering mengambil keputusan denganmenggunakan rasa keadilan. saat akan di obati dansetelah pengobatan. 4. dan bahaya yang tidak disengaja. nutrisi dan segala tindakan selama proses pengobatan hingga setelah pengobatan 6. sebelum pengobatan. Fidelity berarti setia terhadap kesepakatan dan tanggung jawab yang dimikili oleh seseorangperawat. Pada kasus .Perawat yang mengikuti prinsip autonomi menghargai hak klien untuk mengambil keputusan sendiri. Beneficience Beneficence berarti melakukan yang baik. nutrisi yang diberikan baik sebelum pengobatanmaupun setelah pengobatan.rasa percaya yang sangat penting dalam hubungan perawat-klien akan terbentuk. perawat semestinya tidak marah saat keluarga menanyakan status kesehatan klien. yaitu.Meningkatkan kesejahteraan klien dengan cara melindungi hk-hak klien. mengimplemtasikan tindakan yang mengutungkan klien dan keluarga. 8.terapi farmakologik yang benar. perawat memberikan inform consen tentang asuhan yang akan diberikan.Prinsip mengatakan yang sebenarnya mengarahkan praktisi untuk menghindari melakukankebohongan pada klien atau menipu mereka.

Transplantasi ini ditujukan untuk menggantikan organ yang rusak atau tak befungsi pada penerima dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor. Dalam praktiknya. IV. Respectfor autonomi( penentuan pilihan).BAB IV PENUTUP IV. Justice ( perlakuan adil). Secara Etimologi Bedah mayat adalah pengobatan dengan jalan memotong bagian tubuh seseorang. Transplantasi adalah pemindahan seluruh atau sebagian organ ( transplantasi organ) dari satu tubuh ke tubuh yang lain. dengan tujuan menentukan sebab kematian seseorang.2. Kode etis keperawatan yang dimaksud yaitu: Acountability.Biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. tenaga medis pun khususnya perawat tetap harus memperhatikan kode etik dalam menjalakan suatu tindakan yang dilakukannya. Setelah dilakukan pembedahan atau pelukaan. Dan harus tetap menjaga prinsip prinsip legal dan etis pada pengambilan keputusan dalam konteks keperawatan. Beneficience. bahagia dan thanatos yang berarti kematian. kita sudah selayaknya bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip legal dan etis keperawatan untuk menciptakan keamanan serta terwujudnya pelayanan kesehatan yang baik dan benar. Eutanasia adalah praktik pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal.1 Kesimpulan Eutanasia berasal dari bahasa Yunani eu yang artinya baik. baik untuk kepentingan ilmu kedokteran maupun menjawab misteri suatu tindak kriminal. Confidentiality.Saran Sebagai perawat. Loyalitas (Setia). atau dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu pada tubuh yang sama. . Sedangkan secara terminologi bedah mayat adalah suatu penyelidikan atau pemeriksaan tubuh mayat. Dan juga harus sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Donor organ dapat merupakan orang yang masih hidup ataupun telah meninggal. Non-malefisience ( tidak membahayakan klien). termasuk alat-alat organ tubuh dan susunannya pada bagian dalam.mayat. Veracity (Kebenaran).

Thomas (Diterjemahkan K.2008.Hermien.Surabaya: Airlangga University press.Bertense).Etik dan hukum di bidang kesehatan .wikipedia.Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.org/wiki/Transplantasi_organ . ETIKA KEDOKTERAN dan HUKUM KESEHATAN. Shannon.Hariadi.DAFTAR PUSTAKA Pitono(alm). Jakarta:EGC http://id.Pengantar Biotika.cet2.1995. 1999.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->