LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN II PEMASAKAN BUAH

Oleh: Nama NIM Kelompok Rombongan Hari/Jam Asisten : Ayiguna Mada Wardiana : B1J006084 :2 : VI : Sabtu / 15.45-17.45 WIB : Iis Istianah

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PURWOKERTO 2008

Hasil Tabel Hari 500 ppm I Warna : hijau Bau : tidak berbau Tekstur : keras II Warna : hijau Bau : tidak berbau Tekstur : keras Warna : agak kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak 700 ppm Warna : hijau Bau : tidak berbau Tekstur : keras Warna : hijau Bau : tidak berbau Tekstur : keras Warna : hijau Bau : tiak berbau Tekstur : lunak Warna : agak kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak 900 ppm Warna : hijau Bau : mentah Tekstur : keras Warna : hijau Bau : tiak berbau Tekstur : lunak Warna : agak kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : tidak berabau Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : harum Tekstur : lunak Warna : kuning Bau : harum Tekstur : lunak III IV V VI . Menentukan besarnya konsentrasi ZPT untuk memacu pematangan buah tertentu Hasil dan Pembahasan : A.LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN II Acara Praktikum Tujuan : Pemasakan Buah : 1. Melakukan percepatan kemasakan buah dengan menggunakan ZPT 2.

1961). Berdasarkan hasil praktikum. Dapat disimpulkan bahwa klimaterik adalah suatu periode mendadak yang unik bagi buah tertentu dimana selama proses itu terjadi pembuatan etilen disertai dengan dimulainya proses pematangan buah. Etilen adalah senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang pada suhu kamar berbentuk gas. ternyata buah mangga pada etilen 500 ppm lebih cepat matang yaitu pada hari 1. Menurut Abidin (1985) etilen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan auksin. Klimaterik merupakan fase peralihan dari proses pertumbuhan menjadi layu. Klimaterik merupakan suatu fase yang banyak sekali perubahan yang berlangsung (Zimmermar. etilen akan berbentuk gas dan struktur kimianya sangat sederhana sekali. Di alam etilen akan berperan apabila terjadi perubahan secara fisiologis pada suatu tanaman. buah menunjukkan peningkatan CO2 yang mendadak selama pematangan buah. meningkatnya respirasi tergantung pada jumlah etilen yang dihasilkan serta meningkatnya sintesis protein dan RNA (Heddy. Berdasarkan sifat . Dalam keadaan normal.B. Pemasakan buah terlihat dengan adanya buah yang menjadi lunak. Etilen yang digunakan yaitu 500 ppm. buah tersebut digolongkan non klimaterik (Zimmermar. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam proses pertumbuhan dan pematangan hasil-hasil pertanian. Pembahasan Praktikum pemasakan buah ini menggunakan buah mangga sebagai objek untuk melihat pengaruh etilen dalam pemasakan buah. Hai tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Abidin (1985) yaitu pada konsentrasi yang semakin tinggi maka buah akan cepat matang. 1989).1961). Mangga optimal pada keadaan jumlah etilen 400-800ppm. 1984). 700 ppm dan 900 ppm. sehingga disebut buah klimaterik. Bila pola respirasi berbeda karena setelah CO 2 dihasilkan tidak meningkat tetapi turun secara perlahan. Hormon ini akan berperan dalam proses pematangan buah dalam fase klimaterik. Klimaterik juga diartikan sebagai suatu keadaan „auto stimulation“ dalam buah sehingga buah menjadi matang yang disertai dengan adanya peningkatan proses respirasi (Hall. giberellin dan sitokinin.

Kecepatan pemasakan buah terjadi karena zat tumbuh mendorong pemecahan tepung dan penimbunan gula (Kusumo. pepaya. tekstur buah dan bau pada buah atau terjadinya pemasakan buah. anggur. Saat terjadi klimaterik klorofilase bertanggung jawab atas terjadinya penguraian klorofil. mangga. Hipotesa antara hubungan etilen dan pematangan buah : . Buah-buah yang mengalami proses klimakterik diantaranya yaitu tomat. proses klimakterik dalam buah dapat dibagi dalam 3 tahap yaitu klimakterik menaik. semangka. Kandungan protein meningkat karena etilen telah merangsang sintesis protein. Bagian profirin pada molekul klorofil dapat mengalami oksidasi atau saturasi. nenas dan arbei (Kusumo.klimakteriknya. sehingga warna akan hilang. Proses pemecahan tepung dan penimbunan gula tersebut merupakan proses pemasakan buah dimana ditandai dengan terjadinya perubahan warna. alpokat. limau. Kandungan klorofil buah yang sedang masak lambat laut berkurang. maka klorofilida yang bersangkutan tidak akan mengakibatkan perubahan warna. Proses pematangan buah meliputi dua proses yaitu : 1. 1986). 1990). Kebanyakan buah tanda kematangan pertama adalah hilangnya warna hijau. Protein yang terbentuk terlibat dalam proses pematangan buah karena akan meningkatkan enzim yang menyebabkan respirasi klimakterik (Wereing dan Philips. puncak klimakterik dan klimakterik menurun. jeruk. 1990). Pematangan biasanya meningkatkan jumlah gula-gula sederhana yang memberi rasa manis (Fantastico. Etilen mempengaruhi permeabilitas membran sehingga daya permeabilitas menjadi lebih besar 2. peach dan pear karena buah-buahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan CO2 yang mendadak selama pematangan buah. 1970). Penguraian hidrolitik klorofilase yang memecah klorofil menjadi bagian vital dan inti porfirin yang masih utuh. Lunaknya buah disebabkan oleh adanya perombakan photopektin yang tidak larut. Buah-buah yang mengalami pola berbeda dengan pola diatas diantaranya yaitu ketimun.

4. mendukung respirasi klimaterik dan pematangan buah. yaitu : 1. koleoptil dan mesokotil pada tanaman tertentu. . Pematangan diartikan sebagai perwujudan dari proses mulainya proses kelayuan dimanha antar sel menjadi terganggu. 3. Pematangan diartikan sebagai fase akhir dari proses penguraian substrat dan merupakan proses yang dibutuhkan oleh bahan untuk sintesis enzim spesifik dalam proses layu (Heddy. menstimulasi perkecambahan. 2. jaringan tanaman terhadap etilen yang konsentrasinya sangat rendah yang bervariasi sesuai dengan umurnya menstimulasi pertumbuhan secara isodiametrical lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan secara longitudinal (Wereing dan Philips. Jangka waktu yang diperlukan bagi etilen untuk menyelesaikan proses pematangan Etilen mempunyai sifat-sifat yang sangat unik di dalam proses pematangan buah dan dalam bagian tanaman lainnya Dalam konsentrasi yang sangat rendah dapat memberikan rangsangan pada aktivitas fisiologi Sensitivitas (Abidin. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membahas mekanisme kerja etilen.1.1989). Pengelompokkan pengaruh etilen dalam fisiologi tanaman antara lain mendukung terbentuknya bulu-bulu akar. menghambat transportasi auksin secara basipetal dan lateral. menghambat perpanjangan batang dan akar pada beberapa spesies tanaman walaupun etilen ini dapat menstimulasi perpanjangan batang. mendukung epinast. mendukung adanya flower fading dalam proses persarian anggrek. 1970). mendukung proses pembuangan pada nenas. mendukung terjadinya abscission pada daun. 2.1981).

Chaitimatun Nisa dan Rodinah. English.Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. CV Rajawali. S. Fisiologi Pasca Panen. mangga akan cepat terpacu pemasakannya. 1985. The Control of Growth and Differentation in Plants.L. S. Jakarta. Yogyakarta. Hall. Selama proses pematangan terjadi perubahan warna. Yasaguna. Pada konsentrasi etilen 900 ppm. Fantastico. J. bau dan rasa 4. 1990. tekstur. Kusumo. Wereing. 23-36. Program Studi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Zummermar. Plant Press.The Lowa State University . 1989. Hormon Tumbuhan. D. Daftar Referensi Abidin. No. Kalimantan Selatan. 1986. Makin tinggi konsentrasi etilen maka makin cepat proses pematangan buah tertentu 2.F and I.Plany Cell Structure and Metabolism. Language Book society. 2. Bandung. Phillips.USA Growth Regulation.P. Gajah Mada University Press. Heddy. Jakarta. Kulktur Jaringan Beberapa Kultivar Buah Pisang ( Musa paradisiacal L.J.) Dengan Pemberian Campuran NAA dan Kinetin. Perendaman buah dalam etilen dengan konsentrasi yang cukup tinggi dapat mempercepat proses pematangan buah 3. D. Zat Pengatur Tumbuhan Tanaman. New York.W. Pergamon Press. Angkasa. Bioscientiae Vol. 1970. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh.1984. Hal. Z. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful