MAKALAH TENTANG THAHARAH

. 4. 1.3 Tujuan 1. 3. pakaian dan tempatnya dari najis. Benda apa sajakah yang najis? 5. Ingin mengetahui tentang thaharah. Ingin mengetahui pembagian najis. Ingin mengetahui pembagian thaharah. Dalam hukum Islam bersuci dan segala seluk beluknya adalah termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting terutama karena diantaranya syarat-syarat sholat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan melaksanakan sholat.BAB I PENDAHULUAN 1. Ingin mengetahui macam-macam air dan pembagiannya. Allah mencintai sesuatu yang bersih dan suci. manusia harus terlebih dahulu bersuci atau disucikan. 2. Ingin memahami benda-benda yang menyebabkan najis. 5. Bagaimana cara-cara bersuci dari hadas dan najis? 1. Untuk menemuinya. Sebutkan macam-macam air dan pembagiannya? 4. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari sesuatu (barang) yang kotor dan najis sehingga thaharah dijadikan sebagai alat dan cara bagaimana mensucikan diri sendiri agar sah saat menjalankan ibadah. wajib suci dari hadas dan suci pula badan.1 Latar Belakang Allah itu bersih dan suci. 6. Sebutkan pembagian najis? 6. Apa yang dimaksud dengan pengertian? 2. Sebutkan pembagian thaharah? 3. Memahami cara-cara bersuci dari hadas dan najis.2 Rumusan Masalah 1.

Apabila mereka telah suci. Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan.1. seperti mandi berwudlu dan bertayammum. Menurut istilah para fuqaha’ berarti membersihkan diri dari hadas dan najis. 2003:1) Suci dari hadas ialah dengan mengerjakan wudlu. (Saifuddin Mujtaba’. Menghilangkan najis. Alat yang terpenting untuk bersuci ialah air. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. dan sebagainya. sebelum mereka suci. e. tempat dan pakaian. Alat bersuci seperti air. (QS. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. maupun yang tidak nyata seperti aib. c. Adapun thaharah dalam ilmu fiqh ialah: a. Berwudlu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Tayammum. b. Jika tidak ada air maka tanah. dan janganlah kamu mendekati mereka. baik yang nyata seperti najis. Mandi.BAB II PEMBAHASAN 2. batu dan sebagainya dijadikan sebagai alat pengganti air. Kaifiat (cara) bersuci. 2:222). tanah. c. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. . Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". b. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci. Benda yang wajib disucikan. mandi dan tayammum.1 Pengertian Thaharah Thaharah menurut bahasa ialah bersih dan bersuci dari segala kotoran.1 Thaharah 2. d. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan. Urusan bersuci meliputi beberapa perkara sebagai berikut: a. d.

2. 2. 4. 3. 6. yaitu air telah kemasukan benda najis atau yang terkena najis. yaitu air yang dipanaskan dengan terik matahari di tempat logam yang bukan emas.2 Macam-Macam Thaharah Bertaubat kepada Allah yang merupakan thaharah ruhaniah. Air mutlak (air yang suci dan mensucikan). yaitu air yang masih murni.1. yaitu air yang sudah digunakan untuk bersuci. Pembagian air Air tersebut dibagi menjadi 4. Air salju. 4. Air musta’mal (air suci tetapi tidak dapat mensucikan). niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. 2.Macam-macam air Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci ada tujuh macam: 1. 7. yaitu : 1. juga sebagai metode mensucikan diri dari dosa-dosa yang besar maupun yang kecil kepada Allah. Air sumur. 3. Air laut. Jika dosa yang dimaksudkan berhubungan dengan manusia. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Air sungai. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an a. Sebab Allah akan menerima taubat hamba-Nya secara langsung jika berhubungan dengan dosa-dosa yang menjadi hak Allah. Air musyammas (air yang suci dan dapat mensucikan tetapi makhruh digunakan). . Air mutanajis (air yang najis dan tidak dapat mensucikan). dan tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. Air embun. sebelum bertaubat ia harus meminta maaf kepada semua orang yang disakitinya. Bersuci dari dosa (bertaubat). Air hujan. 5. Artinya : “Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Dan jika kamu berpaling maka sungguh Aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)”. Air dari mata air.

ialah najis yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang. . kecuali air mani. cukup dengan memercikkan air ke bagian yang terkena najis sampai bersih. Bersuci menghilangkan najis. 2. Berusaha terus menerus untuk memperbaiki diri dengan memperbanyak perbuatan baik dengan mengharap keridhoan dari Allah SWT. Menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. b. Ciri-cirinya adalah: a. Najis mukhaffafah (ringan). 1) Benda-benda najis a) Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang) b) Darah c) Babi d) Khamer dan benda cair apapun yang memabukkan e) Anjing f) Kencing dan kotoran (tinja) manusia maupun binatang g) Susu binatang yang haram dimakan dagingnya h) Wadi dan madzi i) Muntahan dari perut 2) Macam-macam najis Najis dibagi menjadi 3 bagian: 1.Yang dimaksud dengan taubat nashuha adalah taubat yang sesungguhnya. Sedangkan menurut fuqaha’ berarti kotoran (yang berbentuk zat) yang mengakibatkan sholat tidak sah. d. Selalu meminta ampunan kepada Allah dan berzikir. benda maupun amal perbuatan. ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali ASI. Najis mutawassithah (sedang). Cara mensucikannya. baik jiwa. c. b. Berjanji tidak akan mengulanginya. Najis menurut bahasa ialah apa saja yang kotor.

b. dua tangan dan dua kaki. 7) Darah yang masih ada pada daging. Najis mughallazah (berat). Lalu menjadikan sholat dan semisalnya tidak sah. Cara mensucikannya. 3) Najis yang dimaafkan 1) Bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir seperti nyamuk. warna. ialah najis yang tidak tampak seperti bekas kencing atau arak yang sudah kering dan sebagainya. kemudian dicuci dengan air bersih 7 kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Hadas dibagi menjadi dua : 1) Hadas kecil. Najis hukmiyah. Hadas kecil ini hilang dengan cara berwudlu. Najis ‘ainiyah. adalah perkara yang dianggap mempengaruhi seluruh tubuh lalu menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah. dibilas dengan air sehingga hilang semua sifatnya (bau. c. Hadas besar ini bisa hilang dengan cara mandi besar. Cara mensucikannya. 6) Darah yang mengenai tukang jagal. Sedangkan menurut syara’ adalah perkara yang dianggap mempengaruhi anggora-anggota tubuh sehingga menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah karenanya. . kutu. dan sebagainya. 2) Hadas besar. karena tidak ada sesuatu yang meringankan. 3) Darah bisul dan sebangsanya. ialah najis yang berwujud atau tampak. adalah perkara-perkara yang dianggap mempengaruhi empat anggota tubuh manusia yaitu wajah.Najis ini dibagi menjadi dua: a. kotoran binatang ternak yang mengenai susu ketika diperah. 2) Najis yang sangat sedikit. Bersuci dari hadas Hadas menurut makna bahasa “peristiwa”. rasa dan rupanya) c. 5) Kotoran ikan d dalam air. 4) Kotoran binatang yang mengenai biji-bijian yang akan ditebar. ialah najis anjing dan babi. lebih dulu dihilangkan wujud benda najis itu.

Mengusap kepala h. artinya urut. c. Megusap kedua telinga Membasuh sampai tiga kali Berdo’a sesudah wudlu Keluarnya sesuatu dari dua jalan Hilangnya akal (gila. c. mabuk dan sebagainya) Tersentuhnya kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim dan tidak beralas k. e. l. f.2 Wudlu 1. Membersihkan hidung g. a. a. e. Pengertian Wudlu Wudlu secara bahasa berarti keindahan dan kecerahan. Berturut-turut 4. c. Sedangkan menurut istilah syara’ bersuci dengan air dalam rangka menghilangkan hadas kecil yang terdapat pada wajah. Membasuh muka d. pingsan. Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan . Membasuh tangan sampai pergelangan terlebih dahulu d. Tertidur dengan posisi tidak duduk yang tetap d. kedua tangan. 2. Sunnah Wudlu b. Hal-hal yang membatalkan wudlu b. e. f. Rukun Wudlu Antara lain: a. kepala dan kedua kaki disertai dengan niat. Niat Membasuh dua tangan sampai siku Membasuh kaki sampai mata kaki Tertib. Mengusap sebagian kepala 3. Menyela-nyela jari tangan dan jari kaki i.2. Membaca basmallah Berkumur-kumur Menyela-nyela janggut yang tebal Mendahulukan anggota yang kanan b. j.

Pengertian lain ialah mengalirkan air ke seluruh tubuh baik yang berupa kulit. 1995:20) 2. Islam b. f. Mandi ini ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah. Sunnah mandi b. sebagai ganti berwudlu atau mandi apabila berhalangan memakai air. ataupun kuku dengan memakai niat tertentu. baik berupa rambut maupun kulit Membaca basmallah Menggosok badan dengan tangan Membasuh sampai tiga kali Berturut-turut b. Memakai basahan 2. Hal-hal yang mewajibkan mandi (mandi besar/ mandi wajib) a. c. 2. rambut.3 Mandi 1. c. Menurut pengertian syara’ berarti meratakan air yang suci pada seluruh tubuh disertai dengan niat. Haid 3. (Imam Zarkasyi. Syarat tayammum a. tetapi tidak bertemu . a. Hubungan suami istri Mati Nifas Wiladah (melahirkan) Niat Meratakan air ke seluruh tubuh. Pengertian Mandi dalam bahasa arab al ghuslu artinya mengalirkan alir pada apa saja. Menghilangkan najis bila terdapat pada badannya 4. e. a. c.2. Mendahulukan anggota yang kanan h. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya. Menyela-nyela pada rambut yang tebal g. e. Pengertian Tayammum adalah salah satu cara bersuci. f. Mengeluarkan mani d. Rukun mandi b. Berwudlu sebelum mandi d.4 Tayammum 1.

Tidak berbicara selama ada di dalam kamar mandi. 5. Tidak buang air di air yang tenang. Dengan debu yang suci f. Mendahulukan anggota kanan d.c. Semua yang membatalkan wudlu Karena murtad b. 2. Hal-hal yang membatalkan tayammum a. Berhalangan mengguankan air. wajib istinja’ dengan air atau dengan tiga buah batu. jadi dua kali memukul. Tertib 4. Rukun tayammum a. Melihat air. 4. Niat ke debu c. Telah masuk waktu shalat e. Mengusap muka dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan . mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari kamar mandi. c. yang lebih baik mula-mula dengan batu atau sebagainya kemudian diikuti dengan air. Sunnah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi. 2.5 Istinja’ Apabila keluar kotoran dari salah satu dua jalan. c. 1981:37) Adab buang air: 1. Bersih dari Haid dan Nifas 3. Memakai alas kaki. bagi yang sebabnya ketiadaan air b. Berturut-turut 5. 7. Tidak buang air di lubang lubang tanah. misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya d. Mengusap kedua tangan sampai siku. 6. 3. Tidak buang air di tempat perhentian. Membaca basmallah Menipiskan debu di telapak tangan b. d. Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya. dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan ke debu. (Sulaiman Rasjid. Sunnah tayammum a.

Memelihara kesehatan. 3. 4. 2. 5. . Thaharah berfungsi menghilangkan hadas dan najis juga berfungsi sebagai penghapus dosa kecil dan berhikmah membersihkan kotoran indrawi.2.6 Hikmah Bersuci 1. Memelihara kehormatan dan harga diri orang Islam. Menghadap Allah dalam keadaan suci dan bersih. Thaharah termasuk tuntutan fitrah.

tapi ketika hendak melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah lainnya yang mengharuskan berwudlu. merupakan masalah yang sangat penting dalam beragama dan menjadi pangkal dalam beribadah yang menghantarkan manusia berhubungan dengan Allah SWT. Tidak ada cara bersuci yang lebih baik dari pada cara yang dilakukan oleh syarit Islam. begitu juga dia harus pula membuang kotoran pada diri dan tempat ibadahnya dan mensucikannya karena kotoran itu sangat menjijikkan bagi manusia .BAB III PENUTUP 3. karena syariat Islam menganjurkan manusia mandi dan berwudlu.1 Kesimpulan Kebersihan yang sempurna menurut syara’ disebut thaharah. Walaupun manusia masih dalam keadaan bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful