MAKALAH TENTANG THAHARAH

Memahami cara-cara bersuci dari hadas dan najis. Sebutkan pembagian najis? 6. Ingin mengetahui tentang thaharah. Sebutkan macam-macam air dan pembagiannya? 4.1 Latar Belakang Allah itu bersih dan suci. wajib suci dari hadas dan suci pula badan. Untuk menemuinya. Benda apa sajakah yang najis? 5. Dalam hukum Islam bersuci dan segala seluk beluknya adalah termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting terutama karena diantaranya syarat-syarat sholat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan melaksanakan sholat. 1. 2. Apa yang dimaksud dengan pengertian? 2. manusia harus terlebih dahulu bersuci atau disucikan. 4. Ingin mengetahui pembagian najis. Ingin memahami benda-benda yang menyebabkan najis. pakaian dan tempatnya dari najis. Ingin mengetahui macam-macam air dan pembagiannya. Allah mencintai sesuatu yang bersih dan suci. Ingin mengetahui pembagian thaharah. Bagaimana cara-cara bersuci dari hadas dan najis? 1.2 Rumusan Masalah 1. . Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari sesuatu (barang) yang kotor dan najis sehingga thaharah dijadikan sebagai alat dan cara bagaimana mensucikan diri sendiri agar sah saat menjalankan ibadah. 6.3 Tujuan 1. 5.BAB I PENDAHULUAN 1. 3. Sebutkan pembagian thaharah? 3.

Menghilangkan najis. tanah. Urusan bersuci meliputi beberapa perkara sebagai berikut: a. Benda yang wajib disucikan. .1. maupun yang tidak nyata seperti aib. 2003:1) Suci dari hadas ialah dengan mengerjakan wudlu. Menurut istilah para fuqaha’ berarti membersihkan diri dari hadas dan najis. Adapun thaharah dalam ilmu fiqh ialah: a. (Saifuddin Mujtaba’. dan janganlah kamu mendekati mereka. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Kaifiat (cara) bersuci. sebelum mereka suci. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran".BAB II PEMBAHASAN 2. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh. mandi dan tayammum. 2:222). d. batu dan sebagainya dijadikan sebagai alat pengganti air. d. b. e. (QS.1 Thaharah 2. Alat bersuci seperti air. c. Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan. Jika tidak ada air maka tanah. Berwudlu. Tayammum. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan. b. c. seperti mandi berwudlu dan bertayammum. baik yang nyata seperti najis. dan sebagainya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. tempat dan pakaian. Apabila mereka telah suci.1 Pengertian Thaharah Thaharah menurut bahasa ialah bersih dan bersuci dari segala kotoran. Alat yang terpenting untuk bersuci ialah air. Mandi. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci.

7. 6. 2. yaitu air telah kemasukan benda najis atau yang terkena najis. yaitu air yang sudah digunakan untuk bersuci. Jika dosa yang dimaksudkan berhubungan dengan manusia. 4. Air salju. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. 3. niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Air sungai. Air mutlak (air yang suci dan mensucikan). Air hujan. Pembagian air Air tersebut dibagi menjadi 4. Air mutanajis (air yang najis dan tidak dapat mensucikan). Bersuci dari dosa (bertaubat). Air dari mata air. Air embun.1. Artinya : “Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.Macam-macam air Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci ada tujuh macam: 1. 2. yaitu air yang masih murni. 3. yaitu : 1. Dan jika kamu berpaling maka sungguh Aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)”. sebelum bertaubat ia harus meminta maaf kepada semua orang yang disakitinya. Air laut. 2. Air musta’mal (air suci tetapi tidak dapat mensucikan). Air sumur. Air musyammas (air yang suci dan dapat mensucikan tetapi makhruh digunakan). yaitu air yang dipanaskan dengan terik matahari di tempat logam yang bukan emas. . Sebab Allah akan menerima taubat hamba-Nya secara langsung jika berhubungan dengan dosa-dosa yang menjadi hak Allah. juga sebagai metode mensucikan diri dari dosa-dosa yang besar maupun yang kecil kepada Allah. dan tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. 5.2 Macam-Macam Thaharah Bertaubat kepada Allah yang merupakan thaharah ruhaniah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an a. 4.

Ciri-cirinya adalah: a. cukup dengan memercikkan air ke bagian yang terkena najis sampai bersih. Bersuci menghilangkan najis. Menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. benda maupun amal perbuatan. Sedangkan menurut fuqaha’ berarti kotoran (yang berbentuk zat) yang mengakibatkan sholat tidak sah.Yang dimaksud dengan taubat nashuha adalah taubat yang sesungguhnya. b. ialah najis yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang. Najis mukhaffafah (ringan). kecuali air mani. d. b. 2. c. 1) Benda-benda najis a) Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang) b) Darah c) Babi d) Khamer dan benda cair apapun yang memabukkan e) Anjing f) Kencing dan kotoran (tinja) manusia maupun binatang g) Susu binatang yang haram dimakan dagingnya h) Wadi dan madzi i) Muntahan dari perut 2) Macam-macam najis Najis dibagi menjadi 3 bagian: 1. Berusaha terus menerus untuk memperbaiki diri dengan memperbanyak perbuatan baik dengan mengharap keridhoan dari Allah SWT. Najis mutawassithah (sedang). . Najis menurut bahasa ialah apa saja yang kotor. Selalu meminta ampunan kepada Allah dan berzikir. ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali ASI. Cara mensucikannya. baik jiwa. Berjanji tidak akan mengulanginya.

adalah perkara yang dianggap mempengaruhi seluruh tubuh lalu menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah. warna. rasa dan rupanya) c.Najis ini dibagi menjadi dua: a. dua tangan dan dua kaki. 6) Darah yang mengenai tukang jagal. Hadas dibagi menjadi dua : 1) Hadas kecil. lebih dulu dihilangkan wujud benda najis itu. kemudian dicuci dengan air bersih 7 kali dan salah satunya dicampur dengan debu. kutu. 3) Najis yang dimaafkan 1) Bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir seperti nyamuk. 2) Najis yang sangat sedikit. Sedangkan menurut syara’ adalah perkara yang dianggap mempengaruhi anggora-anggota tubuh sehingga menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah karenanya. 5) Kotoran ikan d dalam air. Najis hukmiyah. adalah perkara-perkara yang dianggap mempengaruhi empat anggota tubuh manusia yaitu wajah. 2) Hadas besar. kotoran binatang ternak yang mengenai susu ketika diperah. Hadas besar ini bisa hilang dengan cara mandi besar. Najis ‘ainiyah. Hadas kecil ini hilang dengan cara berwudlu. . Najis mughallazah (berat). Cara mensucikannya. b. Bersuci dari hadas Hadas menurut makna bahasa “peristiwa”. dibilas dengan air sehingga hilang semua sifatnya (bau. karena tidak ada sesuatu yang meringankan. Lalu menjadikan sholat dan semisalnya tidak sah. ialah najis yang tidak tampak seperti bekas kencing atau arak yang sudah kering dan sebagainya. 3) Darah bisul dan sebangsanya. dan sebagainya. 7) Darah yang masih ada pada daging. Cara mensucikannya. ialah najis anjing dan babi. ialah najis yang berwujud atau tampak. 4) Kotoran binatang yang mengenai biji-bijian yang akan ditebar. c.

Niat Membasuh dua tangan sampai siku Membasuh kaki sampai mata kaki Tertib. l. kepala dan kedua kaki disertai dengan niat. Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan . Pengertian Wudlu Wudlu secara bahasa berarti keindahan dan kecerahan. Sunnah Wudlu b. Mengusap kepala h. Tertidur dengan posisi tidak duduk yang tetap d.2 Wudlu 1. artinya urut. c. c.2. e. c. 2. Membaca basmallah Berkumur-kumur Menyela-nyela janggut yang tebal Mendahulukan anggota yang kanan b. Mengusap sebagian kepala 3. a. Membasuh tangan sampai pergelangan terlebih dahulu d. kedua tangan. f. Membasuh muka d. e. f. Rukun Wudlu Antara lain: a. mabuk dan sebagainya) Tersentuhnya kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim dan tidak beralas k. Hal-hal yang membatalkan wudlu b. Megusap kedua telinga Membasuh sampai tiga kali Berdo’a sesudah wudlu Keluarnya sesuatu dari dua jalan Hilangnya akal (gila. Berturut-turut 4. Sedangkan menurut istilah syara’ bersuci dengan air dalam rangka menghilangkan hadas kecil yang terdapat pada wajah. Menyela-nyela jari tangan dan jari kaki i. j. a. e. Membersihkan hidung g. pingsan.

f. Memakai basahan 2. c. Mendahulukan anggota yang kanan h. a. Syarat tayammum a. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya. baik berupa rambut maupun kulit Membaca basmallah Menggosok badan dengan tangan Membasuh sampai tiga kali Berturut-turut b. (Imam Zarkasyi. sebagai ganti berwudlu atau mandi apabila berhalangan memakai air. Menyela-nyela pada rambut yang tebal g. Pengertian Tayammum adalah salah satu cara bersuci. e. Sunnah mandi b.4 Tayammum 1. a. Menurut pengertian syara’ berarti meratakan air yang suci pada seluruh tubuh disertai dengan niat.2.3 Mandi 1. Haid 3. Mengeluarkan mani d. Mandi ini ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah. 1995:20) 2. Hubungan suami istri Mati Nifas Wiladah (melahirkan) Niat Meratakan air ke seluruh tubuh. 2. Pengertian lain ialah mengalirkan air ke seluruh tubuh baik yang berupa kulit. ataupun kuku dengan memakai niat tertentu. c. Rukun mandi b. Islam b. rambut. tetapi tidak bertemu . Berwudlu sebelum mandi d. Pengertian Mandi dalam bahasa arab al ghuslu artinya mengalirkan alir pada apa saja. Menghilangkan najis bila terdapat pada badannya 4. c. e. f. Hal-hal yang mewajibkan mandi (mandi besar/ mandi wajib) a.

Tidak buang air di tempat perhentian. yang lebih baik mula-mula dengan batu atau sebagainya kemudian diikuti dengan air. misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya d.c. c. 5. 4. Rukun tayammum a. Mengusap muka dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan .5 Istinja’ Apabila keluar kotoran dari salah satu dua jalan. 6. Mendahulukan anggota kanan d. 7. bagi yang sebabnya ketiadaan air b. Berhalangan mengguankan air. Tidak buang air di lubang lubang tanah. Sunnah tayammum a. jadi dua kali memukul. Dengan debu yang suci f. Tidak buang air di air yang tenang. Niat ke debu c. Sunnah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi. Mengusap kedua tangan sampai siku. d. Bersih dari Haid dan Nifas 3. wajib istinja’ dengan air atau dengan tiga buah batu. 2. dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan ke debu. Hal-hal yang membatalkan tayammum a. Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya. 2. Tidak berbicara selama ada di dalam kamar mandi. mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari kamar mandi. Telah masuk waktu shalat e. Melihat air. c. Berturut-turut 5. 3. (Sulaiman Rasjid. Membaca basmallah Menipiskan debu di telapak tangan b. 1981:37) Adab buang air: 1. Memakai alas kaki. Semua yang membatalkan wudlu Karena murtad b. Tertib 4.

3.2. Memelihara kehormatan dan harga diri orang Islam. 4. Memelihara kesehatan. 5. Menghadap Allah dalam keadaan suci dan bersih. Thaharah berfungsi menghilangkan hadas dan najis juga berfungsi sebagai penghapus dosa kecil dan berhikmah membersihkan kotoran indrawi. .6 Hikmah Bersuci 1. 2. Thaharah termasuk tuntutan fitrah.

BAB III PENUTUP 3. Tidak ada cara bersuci yang lebih baik dari pada cara yang dilakukan oleh syarit Islam. tapi ketika hendak melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah lainnya yang mengharuskan berwudlu. begitu juga dia harus pula membuang kotoran pada diri dan tempat ibadahnya dan mensucikannya karena kotoran itu sangat menjijikkan bagi manusia . karena syariat Islam menganjurkan manusia mandi dan berwudlu.1 Kesimpulan Kebersihan yang sempurna menurut syara’ disebut thaharah. Walaupun manusia masih dalam keadaan bersih. merupakan masalah yang sangat penting dalam beragama dan menjadi pangkal dalam beribadah yang menghantarkan manusia berhubungan dengan Allah SWT.