MAKALAH TENTANG THAHARAH

pakaian dan tempatnya dari najis. Ingin mengetahui tentang thaharah. 5. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari sesuatu (barang) yang kotor dan najis sehingga thaharah dijadikan sebagai alat dan cara bagaimana mensucikan diri sendiri agar sah saat menjalankan ibadah. Sebutkan macam-macam air dan pembagiannya? 4. Allah mencintai sesuatu yang bersih dan suci. Memahami cara-cara bersuci dari hadas dan najis. Dalam hukum Islam bersuci dan segala seluk beluknya adalah termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting terutama karena diantaranya syarat-syarat sholat telah ditetapkan bahwa seseorang yang akan melaksanakan sholat. Untuk menemuinya. . 2.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1. Ingin mengetahui pembagian thaharah. wajib suci dari hadas dan suci pula badan. 1. Benda apa sajakah yang najis? 5.1 Latar Belakang Allah itu bersih dan suci. Ingin mengetahui pembagian najis. Sebutkan pembagian thaharah? 3. Apa yang dimaksud dengan pengertian? 2. 3. Ingin memahami benda-benda yang menyebabkan najis. Bagaimana cara-cara bersuci dari hadas dan najis? 1. Sebutkan pembagian najis? 6. 6. Ingin mengetahui macam-macam air dan pembagiannya. 4.BAB I PENDAHULUAN 1. manusia harus terlebih dahulu bersuci atau disucikan.

Menghilangkan najis. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Kaifiat (cara) bersuci. maupun yang tidak nyata seperti aib. d. Menurut istilah para fuqaha’ berarti membersihkan diri dari hadas dan najis. Alat bersuci seperti air. tanah. Urusan bersuci meliputi beberapa perkara sebagai berikut: a. Benda yang wajib disucikan. Mandi. e. Berwudlu. batu dan sebagainya dijadikan sebagai alat pengganti air.1. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh.BAB II PEMBAHASAN 2. 2:222). Apabila mereka telah suci. Alat yang terpenting untuk bersuci ialah air. c. 2003:1) Suci dari hadas ialah dengan mengerjakan wudlu. seperti mandi berwudlu dan bertayammum.1 Pengertian Thaharah Thaharah menurut bahasa ialah bersih dan bersuci dari segala kotoran. Adapun thaharah dalam ilmu fiqh ialah: a. .1 Thaharah 2. b. Jika tidak ada air maka tanah. c. b. baik yang nyata seperti najis. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Suci dari najis ialah menghilangkan najis yang ada di badan. (Saifuddin Mujtaba’. dan sebagainya. mandi dan tayammum. dan janganlah kamu mendekati mereka. Tayammum. tempat dan pakaian. Sebab-sebab atau keadaan yang menyebabkan wajib bersuci. sebelum mereka suci. d. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Macam dan jenis-jenis najis yang perlu disucikan. (QS.

Air hujan. Pembagian air Air tersebut dibagi menjadi 4. Bersuci dari dosa (bertaubat). 4. 2. juga sebagai metode mensucikan diri dari dosa-dosa yang besar maupun yang kecil kepada Allah. yaitu air yang sudah digunakan untuk bersuci. Air mutanajis (air yang najis dan tidak dapat mensucikan). Air musta’mal (air suci tetapi tidak dapat mensucikan). Air dari mata air. 2. Air musyammas (air yang suci dan dapat mensucikan tetapi makhruh digunakan). niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. yaitu : 1. dan tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Air laut. 2. 3. Air sumur. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an a.Macam-macam air Air yang dapat dipergunakan untuk bersuci ada tujuh macam: 1. Sebab Allah akan menerima taubat hamba-Nya secara langsung jika berhubungan dengan dosa-dosa yang menjadi hak Allah. Air mutlak (air yang suci dan mensucikan).2 Macam-Macam Thaharah Bertaubat kepada Allah yang merupakan thaharah ruhaniah. Dan jika kamu berpaling maka sungguh Aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)”. 3. yaitu air yang masih murni. . 6.1. Air salju. yaitu air yang dipanaskan dengan terik matahari di tempat logam yang bukan emas. 4. 5. Artinya : “Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. yaitu air telah kemasukan benda najis atau yang terkena najis. Air sungai. 7. Air embun. Jika dosa yang dimaksudkan berhubungan dengan manusia. sebelum bertaubat ia harus meminta maaf kepada semua orang yang disakitinya.

Najis mukhaffafah (ringan). b. Sedangkan menurut fuqaha’ berarti kotoran (yang berbentuk zat) yang mengakibatkan sholat tidak sah. c. Najis mutawassithah (sedang). Berusaha terus menerus untuk memperbaiki diri dengan memperbanyak perbuatan baik dengan mengharap keridhoan dari Allah SWT. Bersuci menghilangkan najis. ialah najis yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang. Berjanji tidak akan mengulanginya. d.Yang dimaksud dengan taubat nashuha adalah taubat yang sesungguhnya. cukup dengan memercikkan air ke bagian yang terkena najis sampai bersih. ialah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali ASI. baik jiwa. 2. Menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan. Selalu meminta ampunan kepada Allah dan berzikir. Cara mensucikannya. benda maupun amal perbuatan. 1) Benda-benda najis a) Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang) b) Darah c) Babi d) Khamer dan benda cair apapun yang memabukkan e) Anjing f) Kencing dan kotoran (tinja) manusia maupun binatang g) Susu binatang yang haram dimakan dagingnya h) Wadi dan madzi i) Muntahan dari perut 2) Macam-macam najis Najis dibagi menjadi 3 bagian: 1. . Ciri-cirinya adalah: a. kecuali air mani. Najis menurut bahasa ialah apa saja yang kotor. b.

Hadas kecil ini hilang dengan cara berwudlu. warna. adalah perkara yang dianggap mempengaruhi seluruh tubuh lalu menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah. Cara mensucikannya. Hadas dibagi menjadi dua : 1) Hadas kecil. Najis mughallazah (berat). adalah perkara-perkara yang dianggap mempengaruhi empat anggota tubuh manusia yaitu wajah. 3) Najis yang dimaafkan 1) Bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir seperti nyamuk. 5) Kotoran ikan d dalam air. ialah najis anjing dan babi. 6) Darah yang mengenai tukang jagal. Hadas besar ini bisa hilang dengan cara mandi besar. kemudian dicuci dengan air bersih 7 kali dan salah satunya dicampur dengan debu. Cara mensucikannya. Najis hukmiyah. karena tidak ada sesuatu yang meringankan. Lalu menjadikan sholat dan semisalnya tidak sah. kotoran binatang ternak yang mengenai susu ketika diperah. ialah najis yang tidak tampak seperti bekas kencing atau arak yang sudah kering dan sebagainya.Najis ini dibagi menjadi dua: a. 2) Najis yang sangat sedikit. 2) Hadas besar. lebih dulu dihilangkan wujud benda najis itu. b. Bersuci dari hadas Hadas menurut makna bahasa “peristiwa”. kutu. dua tangan dan dua kaki. . 3) Darah bisul dan sebangsanya. Sedangkan menurut syara’ adalah perkara yang dianggap mempengaruhi anggora-anggota tubuh sehingga menjadikan sholat dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sehukum dengannya tidak sah karenanya. dibilas dengan air sehingga hilang semua sifatnya (bau. c. ialah najis yang berwujud atau tampak. dan sebagainya. Najis ‘ainiyah. rasa dan rupanya) c. 7) Darah yang masih ada pada daging. 4) Kotoran binatang yang mengenai biji-bijian yang akan ditebar.

f. Pengertian Wudlu Wudlu secara bahasa berarti keindahan dan kecerahan.2 Wudlu 1. c.2. Hal-hal yang membatalkan wudlu b. c. artinya urut. f. Rukun Wudlu Antara lain: a. Menyela-nyela jari tangan dan jari kaki i. Membasuh tangan sampai pergelangan terlebih dahulu d. e. 2. a. e. pingsan. Membersihkan hidung g. mabuk dan sebagainya) Tersentuhnya kulit laki-laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim dan tidak beralas k. Membasuh muka d. Membaca basmallah Berkumur-kumur Menyela-nyela janggut yang tebal Mendahulukan anggota yang kanan b. Sunnah Wudlu b. e. j. Sedangkan menurut istilah syara’ bersuci dengan air dalam rangka menghilangkan hadas kecil yang terdapat pada wajah. Niat Membasuh dua tangan sampai siku Membasuh kaki sampai mata kaki Tertib. Berturut-turut 4. l. Megusap kedua telinga Membasuh sampai tiga kali Berdo’a sesudah wudlu Keluarnya sesuatu dari dua jalan Hilangnya akal (gila. a. Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan . Mengusap kepala h. c. Tertidur dengan posisi tidak duduk yang tetap d. kedua tangan. kepala dan kedua kaki disertai dengan niat. Mengusap sebagian kepala 3.

Mendahulukan anggota yang kanan h. baik berupa rambut maupun kulit Membaca basmallah Menggosok badan dengan tangan Membasuh sampai tiga kali Berturut-turut b. Pengertian lain ialah mengalirkan air ke seluruh tubuh baik yang berupa kulit. Rukun mandi b. f. Syarat tayammum a. a. Hal-hal yang mewajibkan mandi (mandi besar/ mandi wajib) a. Mandi ini ada yang hukumnya wajib dan ada yang sunnah. ataupun kuku dengan memakai niat tertentu. c. e. sebagai ganti berwudlu atau mandi apabila berhalangan memakai air. c. Menyela-nyela pada rambut yang tebal g. a. e. Menurut pengertian syara’ berarti meratakan air yang suci pada seluruh tubuh disertai dengan niat. tetapi tidak bertemu . (Imam Zarkasyi. Pengertian Tayammum adalah salah satu cara bersuci. rambut. Mengeluarkan mani d. Menghilangkan najis bila terdapat pada badannya 4.2. Islam b.4 Tayammum 1. c. Memakai basahan 2. Sunnah mandi b. 1995:20) 2. Pengertian Mandi dalam bahasa arab al ghuslu artinya mengalirkan alir pada apa saja. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya.3 Mandi 1. f. 2. Haid 3. Berwudlu sebelum mandi d. Hubungan suami istri Mati Nifas Wiladah (melahirkan) Niat Meratakan air ke seluruh tubuh.

Berhalangan mengguankan air. Melihat air. Tidak berbicara selama ada di dalam kamar mandi. mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari kamar mandi. Bersih dari Haid dan Nifas 3. wajib istinja’ dengan air atau dengan tiga buah batu. dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan ke debu. misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya d. Hendaklah jauh dari orang sehingga bau kotoran tidak sampai kepadanya. d. 7.5 Istinja’ Apabila keluar kotoran dari salah satu dua jalan. bagi yang sebabnya ketiadaan air b. yang lebih baik mula-mula dengan batu atau sebagainya kemudian diikuti dengan air. Niat ke debu c. Sunnah tayammum a. 2. Tertib 4. Mendahulukan anggota kanan d. 4. Dengan debu yang suci f. Tidak buang air di tempat perhentian. c. Hal-hal yang membatalkan tayammum a. (Sulaiman Rasjid. jadi dua kali memukul. 5. 6. c. Mengusap muka dengan debu dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakkan .c. Rukun tayammum a. Memakai alas kaki. Mengusap kedua tangan sampai siku. 1981:37) Adab buang air: 1. Sunnah mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi. 3. Tidak buang air di air yang tenang. Membaca basmallah Menipiskan debu di telapak tangan b. 2. Telah masuk waktu shalat e. Tidak buang air di lubang lubang tanah. Semua yang membatalkan wudlu Karena murtad b. Berturut-turut 5.

Memelihara kehormatan dan harga diri orang Islam. . 5. 2. 4.2. Thaharah termasuk tuntutan fitrah. 3. Menghadap Allah dalam keadaan suci dan bersih.6 Hikmah Bersuci 1. Memelihara kesehatan. Thaharah berfungsi menghilangkan hadas dan najis juga berfungsi sebagai penghapus dosa kecil dan berhikmah membersihkan kotoran indrawi.

merupakan masalah yang sangat penting dalam beragama dan menjadi pangkal dalam beribadah yang menghantarkan manusia berhubungan dengan Allah SWT. karena syariat Islam menganjurkan manusia mandi dan berwudlu.1 Kesimpulan Kebersihan yang sempurna menurut syara’ disebut thaharah. tapi ketika hendak melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah lainnya yang mengharuskan berwudlu.BAB III PENUTUP 3. begitu juga dia harus pula membuang kotoran pada diri dan tempat ibadahnya dan mensucikannya karena kotoran itu sangat menjijikkan bagi manusia . Walaupun manusia masih dalam keadaan bersih. Tidak ada cara bersuci yang lebih baik dari pada cara yang dilakukan oleh syarit Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful