P. 1
Majas Dan Contoh

Majas Dan Contoh

|Views: 209|Likes:
Published by Septian Ian
333
333

More info:

Published by: Septian Ian on Jul 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2015

pdf

text

original

MACAM-MACAM MAJAS A.

Macam-macam Majas Penegasan Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas penegasanbeserta contohnya yang berhasil blogbintang.com dapatkan :
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Majas Klimaks : Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan. Majas Antiklimaks: Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namany Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan. Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. Majas Interupsi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain. Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil. Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati. Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami. Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara Majas Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas. Majas Aliterasi: Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang Majas Tautologi: Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah

Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi ) Majas Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan. Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya. yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya. 19. contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri. keheranan kami melihat peranginya. Majas Anastrof atau Inversi : Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. 16. Contoh: Kita berjuang sampai titik darah penghabisan Majas Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Majas Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan. dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia. contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya. bagai”.com dapatkan : 1. 7. Majas Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. 22. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ? Majas Elipsis: Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Majas Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana. 6. 2. Majas Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. Macam -macam Majas Perbandingan Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas perbandingan beserta contohnya yang berhasil blogbintang. seperti layaknya. dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. 5. . Contoh: Hujan itu menarinari di atas genting Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung. 18. B. 23. bagaikan. “ibarat”. 4. Majas Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku atau Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah ) Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja. 8.”bak”.15. Majas Alegori: Menyatakan dengan cara lain. Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. 21. Atau yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. yang rela menerima segala sampah. Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing. 3. melalui kiasan atau penggambaran. Majas Retoris : Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar. 20. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami. Majas Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu. Majas Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.ah mencapai langit. ” umpama”. 17. dihubungkan dengan kata penghubung.

Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek. 20. Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada) . Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah. Majas Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang. 22. besar kecil. susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut. contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya. Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat. Macam-macam Majas Pertentangan Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas pertentangan beserta contohnya yang berhasil blogbintang. namun dinyatakan sama. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini. Contoh : Kaya miskin. contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya? Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya. contoh:Kita bermain ke rumah Ina. Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita. 13. Contoh : dalam tulisan Cesar. Majas Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek. Majas Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud. smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa. Majas Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. 15. 2. atau atribut. 18. 17. contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis Majas Antitesis : Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh:Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah (Motor merk Jupiter) Majas Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib. Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya Majas Antonomasia: Adalah yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh. 19. Contoh: Masalahnya rumit. Majas Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa. 14. ciri khas. Majas Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. 3. sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. C. 23. Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. 24. Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. 11. Majas Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. tua muda. 12. Majas Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Majas Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda. 16. 21.com dapatkan : 1. 10. gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.9.

Paralelisme.4.com dapatkan : 1. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya Majas Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Pleonasme. Innuendo. Metonimia. Tautologi. 5. Majas Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Alegori. Eufimisme. Kontradiksi interminus. Paradoks . Contoh : Ya. Pars pro toto. Parabel. 4. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil. dll. namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Preterito. Antonomasia. Antropomorfisme Antropomorfisme. Apofasis atau Preterisio . pertentang dan berbagai jenis seperti Litotes. Sinisme . Disfemisme. Fabel. Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut. ironi. suku kata. 5. Asosiasi. Perifrasa. Hipokorisme. Silepsis dan Zeugma . Kolokasi. Simbolik. Simile . Retoris . Depersonifikasi. Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ? Majas Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme. penegasan dan. Majas Paradoks : Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolaholah bertentangan. D. 2. Anakronisme . Interupsi . Ampun! Soal mudah kayak gini. diberi nasihat aku tak peduli. diberi nasihat masuk ketelinga Diatas adalah macam-macam majas dan contohnya. 6. Macam-macam Majas Sindiran Dan berikut ini adalah berbagai macam dari majas sindiran beserta contohnya yang berhasil blogbintang. Metafora. untuk mengecam atau menertawakan gagasan. Ironi. Majas Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar. Klimaks . Adalah gaya bahasa yang paling kasar. Antanaklasis Anastrof atau Inversi . termasuk untuk majas perbandingan. sindiran. Antiklimaks. Koreksio. Aptronim. kau tak bisa mengerjakannya! Majas Innuendo: Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Polisindenton. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Eksklmasio . Elipsis. Satire. Sigmatisme. Oksimoron . 3. Hiperbola. Pararima. Reptisi . Contoh: Mampuspun aku tak peduli. . Totum pro parte. Enumerasio . Sarkasme. atau parodi. Alusio. Personifikasi. Eponim. Alonim. kebiasaan. Antitesis . kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Aliterasi. Majas Reptisi adalah perulangan bunyi. bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Asindeton .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->