P. 1
74005612-study-kasus

74005612-study-kasus

|Views: 1|Likes:
Published by Allona Angellia

More info:

Published by: Allona Angellia on Jul 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

LAPORAN STUDI KASUS LINGKUNGAN PERGAULAN BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI SISWA KELAS XII TKR-1 DALAM PEMAHAMAN MATA

PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK NEGERI KUDU TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012

OLEH: NAMA NIM PRODI : LUNGIT WAWASTIONO : 087169 : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

UNIT PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA 2011
1

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN STUDI KASUS KESULITAN BELAJAR BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS DI SMK NEGERI KUDU JOMBANG

OLEH : NAMA NIM PRODI : LUNGIT WAWASTIONO : 087169 : PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Telah Disetujui oleh: Kepala Sekolah Guru Bimbingan Konseling

Drs. GATOT WACHID WIDHARTO NIP. 19601012 198703 1 013

NGATMINAH NIP.19680422 200501 2 003

2

g. Seluruh dewan guru. Pada kesempatan kali ini praktikan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala bantuan dan bimbingannya. f. khususnya: a. Oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak sangat kami harapkan untuk penyempurnaan penyusunan laporan selanjutnya. Ed. M.KATA PENGANTAR Puji Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya.Si selaku kepala UPPL STKIP PGRI Jombang. Pd. Dalam rentang waktu kurang lebih dua bulan satu minggu. praktikan terjun langsung dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga memberi pelayanan dan pengalaman tersendiri bagi praktikan mengenai dunia pendidikan. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan adalah hanya milik Allah SWT. d. 29 September 2011 3 . selaku Guru Pamong. Diah Puji Nalibrata. e. Drs. Bambang Setyawan. Ngatminah selaku Guru Bimbingan dan Konseling. Ida setyowati. Hj. selaku Kepala Sekolah SMKN Kudu Jombang. c. Dra. Dra. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi suatu sumbangsih bagi perkembangan pendidikan di Indonesia khususnya di SMK Negeri Kudu Jombang. akan tetapi kekurangan dan kesalahan adalah milik manusia. M. Gatot Wachid Widharto. Teman-teman praktikan SMK Negeri Kudu Jombang dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya laporan individu ini. Jombang. Dra. Kepada praktikan dalam menyusun dan menyelesaikan laporan individu ini yang merupakan salah satu bagian dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang harus dilaksanakan di SMK Negeri Kudu Jombang. M. staf TU dan karyawan serta siswa-siswa kelas XII TKR-1 yang menjadi sampel penelitian SMK Negeri Kudu Jombang. b.

......Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................... B.Identitas Orang Tua.......................... 4.... BAB I PENDAHULUAN 1...............................................................Gambaran Fisik Anak...................................................................... BAB II LANDASAN TEORI/ KAJIAN PUSTAKA....................... A.... BAB III IDENTIFIKASI KASUS..............…................ Kesimpulan.......................... Sasaran Masalah.......................... Tujuan Masalah......... 3.......................................................................... 13 14 V 1 2 2 2 3 6 6 6 7 7 9 9 11 11 i ii iii iv 4 ............. B........................... DAFTAR ISI.............................................Identitas Anak.............................................................................................................................................................. BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING..... Diagnosis kasus............................................... KATA PENGANTAR......................... Tempat dan Waktu Pelaksanaan............................................................... • Riwayat Anak............................................................................. DAFTAR PUSTAKA....... Saran............................................................... .. Treatment dan layanan yang diberikan..... Latar Belakang Masalah.......................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A........................................... LEMBAR PENGESAHAN........................................................ • .................................. C................................................................... .......... 2..................................................................... Hasil Treatment dan Layanan ............................................................

sehingga bahasa Inggris sangat diminati oleh masyarakat. sehingga mau tidak mau masyarakat sedikit banyak harus mempelajari bahasa Inggris untuk mengoperasikannya. dibutuhkan sumber daya manusia yang bermutu. perekrutan tenaga kerja untuk perusahaan asing juga semakin besar. logo. dll. Salah satu keterampilan itu adalah mampu menguasai beberapa bahasa yang menjadi bahasa dunia /internasional.BAB I PENDAHULUAN D. Bahkan mereka mendapatkan izin untuk mendirikan pabrik/perusahaan di negara lain. tetapi juga keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh SDM itu sendiri. yang tidak terbatas pada gelar. dll juga menggunakan bahasa Inggris dalam pengoprasiannya. Artinya. poster. Tidak hanya terbatas pada semua itu. Peserta didik dihadapkan pada pengenalan 5 . CD. Karena pada saat ini bahasa Inggris sering digunakan dalam iklan-iklan. Lembaga pendidikan pada umumnya dan sekolah pada khususnya telah menjadikan bahasa asing (Bahasa Inggris) sebagai mata pelajaran yang penting. bahkan menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam ujian akhir nasional untuk semua jurusan sehingga bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang dirasa sulit bagi peserta didik itu sendiri. untuk meraih sebuah kedudukan di era pasar bebas menembus manca negara ini. tetapi alat-alat elektronika seperti komputer. slogan. semua negara bebas memasarkan produk-produk mereka ke negara-negara lain. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. yang siap di hadapkan pada ketatnya persaingan. disebabkan oleh kemampuan afektif dan kognitif setiap peserta didik yang berbeda satu dengan yang lainnya. dan hampir semua negara menggunakan bahasa ini sebagai bahasa kedua di negara mereka. laptop. Kesulitan peserta didik dalam mempelajari bahasa Inggris. Sehingga daya serap mereka dalam menerima materi bahasa Inggris juga berbeda-beda. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dewasa ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga. Oleh karena itu.

Oleh sebab itu penulis mengadakan penelitian terhadap kesulitan belajar siswa dengan judul “LINGKUNGAN PERGAULAN BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI SISWA KELAS XII TKR-1 DALAM PEMAHAMAN MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK NEGERI KUDU”. dan harus ditangani lebih lanjut guna mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Hal ini menjadi kendala/hambatan dalam proses belajar mengajar. Sehingga. Tujuan Penyusunan Tujuan dari diagnosa ini adalah: Mengadakan interprestasi dan diagnosa karakter peserta didik Mengatasi faktor-faktor yang menghambat pemahaman peserta sesuai dengan permasalahan yang dialami. mampu menyerap materi bahasa asing yang dipelajari secara optimal. pengucapan.kosa kata yang asing. serta aturan/struktur kalimat dalam bahasa asing tersebut yang sulit. 1. 3. Dengan berbagai bimbingan dan motivasi diharapkan perkembangan kognitif dan afektif peserta didik dapat tumbuh secara seimbang. didik terhadap pelajaran Bahasa Inggris. 2. 1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan • • Tempat Waktu Pelaksaan : SMK Negeri Kudu : Selama melaksanakan PPL BAB II LANDASAN TEORI/KAJIAN PUSTAKA 6 . Sasaran Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. yang membuat mereka merasa kesulitan untuk menangkap/mengingat setiap detailnya dengan baik. 2. maka penulis memutuskan untuk mengambil salah satu siswa kelas XII TKR-1 yang bermasalah dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat menghambat prestasi belajarnya.

Perubahan yang diperoleh seseorang setelah melalui suatu proses belajar meliputi 7 . Perubahan terjadi secara sadar. (Azkia Alawi : 2010 hal 1) Hintzman (1978) dalam (Azkia Alawi : 2010 hal 2) dalam bukunya The Psycology of Learning and Memory berpendapat bahwa “Learning is a change in organism due to experience which can affect the organism’s behavior” (Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. 6. 5. Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanen. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fugsional sebagai hasil belajar. 3. Beberapa ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar (Azkia Alawi : 2010 hal 2) : 1. Perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru dapat dikatakan belajar apabila mempengaruhi organisme. disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut). 4.Di dalam setiap kehidupan. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Belajar secara etimologi adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Ini berarti seseorang yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya ia merasakan telah terjadi suatu perubahan dalam dirinya. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. perubahan yang terjadi dalam diri seseorang berlangsung secara berkesinambungan dan tidak statis. manusia butuh belajar dan belajar dilakukan oleh mereka disetiap hari. manusia atau hewan. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Belajar berasal dari kata ajar yang artinya petunjuk yang di berikan kepada orang supaya diketahui atau diturut. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya. Jadi. dalam pandangan Hintzman. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. 2.

Keberhasilan adalah kebebasan. Bruner (dalam Dageng 1989) mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah perspektif dan teori belajar adalah deskriptif. sedangkan teori belajar bersifat deskritif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses belajar. Dan keberhasilan belajar adalah tercapainya keadaan proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. (2009.2004) dalam (2009. Dengan kata lain.teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variable kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens dan menempatkan hasil belajar sebagai varibael yang diamati. rasa frustasi dan kegagalan. Joegolan) 8 . Joegolan). Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan aantara variable-variabel yang menentukan hasil belajar. Dengan kata lain teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol variable yang dispesifikasikan dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar. Sedangkan teori pembelajaran sebaliknya teori ini menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Teori Deskriptif dan Perspektif digunakan untuk membedakan antara teori belajar dan teori pembelajaran bisa diamati dari posisional teorinya. Asri Budiningsih (2004) dalam buku Belajar dan Pembelajaran menjelaskan bahwa upaya dari Bruner untuk membedakan antara teori belajar yang deskriptif dan teori pembelajaran yang perspektif dikembangkan lebih lanjut oleh Reigeluth. (C. Keberhasilan itu bisa diartikan sebagai penghargaan diri.perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap. Perspektif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal. kondisi dan metode pembelajaran sebagai variable bebas dan hasil pembelajaran sebagai variable tergantung. Harapan bagi setiap manusia setelah belajar adalah mencapai keberhasilan. dan sebagainya. pengetahuan. kebebasan dari rasa takut. rasa cemas. keterampilan. apakah berada pada tataran teori deskriptif atau perspektif.Asri Budiningsih.

9 .

l. Pd. Dra. Seluruh dewan guru. selaku Kepala Sekolah SMKN Kudu Jombang. staf TU dan karyawan serta siswa-siswa kelas XII TKR-1 yang menjadi sampel penelitian SMK Negeri Kudu Jombang. Teman-teman praktikan SMK Negeri Kudu Jombang dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya laporan individu ini. Dra. Diah Puji Nalibrata. Ngatminah selaku Guru Bimbingan dan Konseling. khususnya: h. Drs. 29 September 2011 3 . Bambang Setyawan. akan tetapi kekurangan dan kesalahan adalah milik manusia. Hj.Si selaku kepala UPPL STKIP PGRI Jombang. M. Gatot Wachid Widharto. M. i. Ed. k. Pada kesempatan kali ini praktikan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala bantuan dan bimbingannya. n. Jombang. praktikan terjun langsung dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga memberi pelayanan dan pengalaman tersendiri bagi praktikan mengenai dunia pendidikan. selaku Guru Pamong. Ida setyowati. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan adalah hanya milik Allah SWT. Dalam rentang waktu kurang lebih dua bulan satu minggu. Oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak sangat kami harapkan untuk penyempurnaan penyusunan laporan selanjutnya. Kepada praktikan dalam menyusun dan menyelesaikan laporan individu ini yang merupakan salah satu bagian dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang harus dilaksanakan di SMK Negeri Kudu Jombang. j. M. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi suatu sumbangsih bagi perkembangan pendidikan di Indonesia khususnya di SMK Negeri Kudu Jombang.KATA PENGANTAR Puji Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. m. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Dra.

............................................ 7...................Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..... Tujuan Masalah..... Hasil Treatment dan Layanan ..........................................…................................................................................................. • Riwayat Anak...................... BAB I PENDAHULUAN 5....... Kesimpulan. Saran............................................................................................................. BAB III IDENTIFIKASI KASUS 13 14 V 1 2 2 2 3 6 6 6 7 7 9 9 11 11 i ii iii iv 4 . Diagnosis kasus................................................ Tempat dan Waktu Pelaksanaan................ DAFTAR PUSTAKA.......................................... Treatment dan layanan yang diberikan. G...................................... F................... ........................................................................................................................................................................ BAB V KESIMPULAN DAN SARAN C... BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING..............................Gambaran Fisik Anak.. 6.. D........ E...............................................Identitas Anak.. BAB III IDENTIFIKASI KASUS....... 8............ Latar Belakang Masalah..................................................................................... ........................................................................................Identitas Orang Tua.............................................................................. KATA PENGANTAR.............................................. BAB II LANDASAN TEORI/ KAJIAN PUSTAKA.............................................................................................................................. DAFTAR ISI.................................................................................... Sasaran Masalah...... LEMBAR PENGESAHAN................... • ..............

A. tanggal lahir Agama Alamat Jarak rumah ke sekolah Waktu belajar Lama belajar Dengan siapa belajar Pelajaran yang tidak disukai Alasan : Agung Prayitno : Jombang. Jombang : ± 5 km : 18. Keadaan jasmani Bentuk muka 5 : Lonjong : Siti Astutik : Islam : Tani : SMK : Mustaji : Islam : Tani : SMA : : 1 (Satu) : 1 (Satu) : Orang tua Kendaraan yang dipakai ke sekolah : Sepeda motor  GAMBARAN FISIK ANAK .00 WIB : 1 jam : Sendiri : Bahasa Inggris : Karena pelajarannya susah dimengerti. susah menghafalkan kosa kata bahasa inggris dan pengucapannya Cita-cita Jumlah saudara kandung Anak keSekarang tinggal dengan  IDENTITAS ORANG TUA AYAH Nama Agama Pekerjaan Pendidikan terakhir IBU Nama Agama Pekerjaan Pendidikan terakhir 1.00 – 19. a. IDENTITAS SISWA Nama Tempat. 08 Januari 1994 : Islam : Sumbernongkoh.

c. a.b. b. 2. c. RIWAYAT ANAK Umur masuk sekolah Lamanya pendidikan TK SD / MI SLTP / MTs Pernah tidak naik kelas Jam belajar khusus Jadwal waktu belajar Lama belajar Orang yang membantu dalam belajar Ruang belajar khusus Penerangan khusus Waktu belajar Orang yang membantu dalam belajar Dorongan orang tua untuk belajar Suasana di rumah Sikap terhadap guru Sikap terhadap pelajaran Sikap terhadap teman Bersikap pemalu Bersikap pendiam Cara belajar 6 : 4 tahun : : 2 tahun : 6 tahun : 3 tahun : Tidak pernah : Tidak ada : Ya : 1 jam : Teman / orang tua / tetangga : Tidak ada : Tidak ada : Malam hari (18.00 – 19. Warna kulit Rambut Tinggi badan Keadaan kesehatan Mata Telinga : Sawo matang : Pendek berombak : ± 150 cm : Normal : Normal Tangan dan kaki : Normal B. d.00) WIB : : Ya / ada : Tenang dan terkadang ramai : Menghormati : Kurang memperhatikan pelajaran : Menghargai : Tidak : Tidak : Menyendiri .

dan anak ingin berusaha lebih keras lagi untuk menjadi kebanggaan keluarga. fisiknya bagus sehat jasmani dan rohani. Kurang memperhatikan pelajaran. 3. Sering tidak masuk sekolah. sehingga lambat laun prestasi yang didapat mengalami penurunan. anak berharap agar bisa menjadi kebanggaan orang tua. Kurangnya pemahaman terhadap pentingnya pelajaran. dan anak mempunyai keinginan yang lebih besar untuk untuk menjadi lebih baik terutama yang berhubungan dengan prestasi. 2. tetapi tidak diimbangi dengan cara bergaul dan aktivitas yang dilakukan. keadaan perekonomian keluarga mereka kelas menengah. Tidak ada rencana atau tujuan yang pasti ketika akan masuk dan akan keluar sekolah. 1. karena itu merupakan impiannya. 7 . Banyaknya pengaruh negatif dari teman sebaya. 2. tetapi perhatian atau pengawasan dari keluarga kurang sehingga terpengaruh oleh pergaulan yang kurang baik. Hubungan anak dengan keluarga lumayan baik.Anak adalah seseorang yang mampu berprestasi dibidang akademik maupun non akademik. Adapun jenis masalah yang Nampak adalah : 1.

diantaranya adalah : 1. Anak mempunyai sifat kurang peduli terhadap materi pelajaran yang diterangkan. siswa cenderung sangat sulit untuk menerima penjelasan guru maupun penjelasan teman. Kurangnya siswa belajar. Lingkungan Keluarga (Orang tua) Lingkungan keluarga menjadi faktor yang penting terhadap prestasi belajar peserta didik di sekolah. jika bisa mengerti cuma sebentar kemudian lupa begitu saja walaupun sudah diterangkan berulang-ulang. Dari data angket.BAB IV PELAKSAAN BIMBINGAN KONSELING • Diagnosa Kasus Anak Diagnosa kesulitan belajar dilakukan sebagai bahan penindak lanjut dari apa yang sudah di ketahui oleh pembimbing agar nantinya proses penyelesaian permasalahan anak dapat berjalan seperti apa yang di harapkan. Lingkungan Pegaulan (Teman Sebaya) 8 . 2. Mudah terpengaruh ajakan teman. 3. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. interview dan observasi yang diperoleh oleh penulis diketahui bahwa anak memiliki hambatan dalam belajar khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris. Anak terlalu sibuk sendiri dengan teman selama kegiatan belajarmengajar. Faktor Intern (siswa) • • • • • Anak tidak berani mengemukakan pendapat / bertanya bila belum mengerti penjelasan guru. Akan tetapi orang tua jarang memperhatikan perkembangan prestasi anaknya di sekolah dan membiarkan saja anaknya belajar tanpa pengawasan di rumah.

Dalam kasus Agung prayitno. Namun. anak tersebut jarang memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan karena faktor lingkungan pergaulan yang kurang baik. selama jam pelajaran disekolah. Suka bermain di luar pada jam pelajaran karena ajakan teman.Masa remaja adalah masa yang rentan terhadap pengaruh buruk. dan membiarkannya begitu saja karna anak di kelas jumlahnya cukup banyak sehingga perhatian guru kurang terfokus pada individu setiap anak. Beberapa pelayanan atau treatment yang diberikan kepada anak adalah sebagai berikut: 9 . hal tersebut dapat dilihat dari angket siswa yang telah diisi bahwa kegiatannya setelah pulang sekolah adalah membantu orang tuanya dengan menjaga toko. Pendidik (Guru) Guru adalah orang tua kedua bagi peserta didik yang bertugas untuk membimbing. 4. hal tersebut diasebabkan kerena pengaruh pergaulan yang berada disekitarnya. Lingkungan pergaulan dirumah/ pergaulan teman-temannya yang kurang baik juga mempengaruhi anak dalam prestasi belajarnya. Dalam hal ini yang perlu di lakukan adalah memberikan pengarahan dan motivasi pada anak pada aspek yang satu dengan yang lainnya. • Treatment dan layanan Yang Diberikan Kepada Anak Setelah mengidentifikasi masalah yang di hadapi anak. Guru mempunyai peranan penting terhadap tumbuh kembang prestasi belajar peserta didik. dia adalah seorang anak yang suka tidak masuk kelas saat jam pelajaran berlangsung. mengajar dan membina peserta didik tersebut selama di sekolah. Dan juga hasil angket orang tua yang mengatakan bahwa putranya selalu belajar dirumah dengan jadwal yang sudah ditentukan. oleh karena itu pengaruh teman sebaya sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak. Namun dalam hal ini guru kurang peka terhadap masalah anak. mendidik. Dia adalah anak yang rajin.

diantaranya : a. tetapi harus ada kesinambungan dan motivasi dari berbagai pihak. Mengajar dengan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi lebih nyaman dalam menerima pelajaran tersebut. • b. Memberikan pengarahan agar mampu berkonsentrasi pada pelajaran dan dapat memahami pelajaran dengan baik. ketika timbul sebuah masalah dalam diri anak khususnya masalah pelajaran di kelas (di sekolah). Membantu memecahkan masalah.- Memperhatikan setiap tingkah laku siswa yang perlu ditingkatkan di kelas dalam hal pelajaran. tidak sering menyendiri dan memendam setiap persoalan yang dihadapi. agar berani mempresentasikan setiap tugasnya di depan kelas. Anak (Siswa) • • • Anak lebih banyak membaca (belajar) agar dapat berprestasi lebih baik di sekolah. Maka siswa akan termotivasi untuk menerima materi-materi berikutnya dan suka terhadap mata pelajaran tersebut yang pasti akan memperbaiki prestasinya. Penyelesaian masalah tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja. • Hasil Treatment dan Layanan Dalam studi kasus ini dan melihat bimbingan intensif yang telah dilakukan guna memperlancar prestasi belajarnya. Anak tidak malu untuk bertanya kepada guru / teman apabila belum mengerti materi yang dijelaskan. Memberikan masukan / semangat kepada siswa apabila terlihat ada masalah dalam diri mereka. Memberikan motivasi dan dukungan kepada anak untuk kegiatan yang bersifat positif. Keluarga (Orang tua) 1 . Anak harus meningkatkan rasa percaya diri. Anak harus lebih terbuka dengan teman.

Guru memberikan penjelasan secara individu kepada anak di sela-sela kegiatan belajar mengajar apalagi anak ini daya serap dalam menerima penjelasan sangat sulit. Memberikan motivasi dan dukungan kepada anak untuk semua kegiatan positif.Guru (Pendidik) • • Guru memperhatikan anak selama di kelas. BAB V PENUTUP A. Memperhatikan nilai-nilai yang diperoleh anak. Memberikan bimbingan tambahan seperti mengikutkan bimbingan privat apabila mampu. yakni bawaan sejak lahir ataupun karena adanya pengaruh dari lingkungan di sekitarnya. KESIMPULAN Perkembangan kemampuan afektif dan kognitif peserta didik berbeda satu dengan yang lainnya. c. Guru mereview materi yang belum dimengerti anak. Kesuksesan belajar seseorang tidak hanya dilihat dari tamatan sekolah atau 1 . Memberikan masukan dan semangat apabila anak merasa putus asa. • • • Memberikan motivasi untuk belajar.• • • • • Memperhatikan jam belajar anak (selalu mengingatkan anaknya untuk belajar). Mendampingi anak saat belajar di rumah. dan juga pendidikan yang terdapat di dalamnya. Hal ini disebabkan adanya pengaruh internal maupun eksternal.

SARAN Setelah mengetahui beberapa faktor penghambat kesulitan siswa. pengajaran yang berupa sebuah pendidikan. B. Untuk meningkatkan daya kembang kemampuan afektif dan kognitif peserta didik. apalagi di era global dewasa ini.gelar saja. Daya serap peserta didik mempunyai peranan penting untuk mencapai kesuksesan sebuah pendidikan. siswa tidak berani bertanya kepada guru ataupun teman ketika tidak mengerti penjelasan guru. dll yang bisa menunjang prestasi peserta didik di lembaga formal. maka dibutuhkan bimbingan. tetapi lebih pada prestasi yang telah diraih selama pembelajaran itu sendiri. Adapun ruang lingkup pendidikan itu tidak terbatas pada lembaga-lembaga formal saja. dan mempunyai inteligensi tinggi. penulis memiliki beberapa saran yang kedepannya dapat dijadikan sebagai solusi diantaranya : 1 . dan bila guru bertanya pada siswa. tetapi bisa dalam bentuk bimbingan kursus. siswa menjadi semakin pasif di kelas dan siswa sangat kurang memperhatikan guru saat dijelaskan. Apalagi menghadapi pelajaran yang tidak disukainya yakni bahasa Inggris. study banding. siswa tetap rajin mengikuti pelajaran tersebut dan selalu mengerjakan tugas-tugas semampu yang dia kerjakan. siswa sering tidak bisa menjawabnya dengan tepat. serta mempunyai sifat yang sangat pemalu kepada teman-temannya bahkan juga suka ‘. Dalam diagonosa diketahui siswa mengalami kesulitan menerima materi yang dijelaskan oleh guru sehingga prestasi siswa jauh tertinggal oleh teman-temannya di kelas. les privat. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antara siswa dengan guru maupun keluarga. maka dunia pendidikan dituntut untuk mampu menghasilkan generasi-generasi yang bermutu untuk dipersiapkan mengarungi samudra kompetisi-kompetisi guna memperebutkan sebuah posisi. guru kurang memberikan perhatian / penjelasan secara individu terhadap siswa padahal siswa selalu memperhatikan guru walaupun tidak suka bahasa Inggris. Di samping itu. dimana dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.

4. 6. mata pelajaran agar lebih aktif dalam artian aktif yang bersifat positif dan lebih dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Siswa hendaknya mengurangi sifat kurang pedulinya terhadap siswa. 2. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap penjelasan guru. dalam kelas. 5. 3.1. Hendaknya ada kesinambungan kerja sama antara pihak guru. Untuk meningkatkan prestasi belajar hendaknya siswa terus belajar Siswa hendaknya meningkatkan rasa percaya diri ketika berada di Guru hendaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk dan banyak membaca terutama pelajaran-pelajaran yang tidak disukai. 1 . bertanya materi yang belum dimengerti di luar jam pelajaran (misalnya saat jam istirahat) dan bersedia meluangkan waktu untuk menjelaskan secara individu. dan orang tua. hendaknya siswa tidak segan untuk bertanya kepada guru jika belum memahami.

golan. Andi : Yogyakarta. 2005 New Zealand 1 v . University Press IKIP SURABAYA : Surabaya • Child Development.Pd. Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Pengantar Pendidikan Bagian I. 2005. 2010.htm Pendidikan. The Psycology of Learning and Memory file:///E:/TEORI%20PEMBELAJARAN%20%20%20Joe. Rineka cipta • Tjiptojoewono. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta Mulyadi. • Slameto.2003. 1990. M. 1996.DAFTAR PUSTAKAN • • • Azkia Alawi. Prof.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->