P. 1
manipulasi laporan keuangan pt kai tahun 2005

manipulasi laporan keuangan pt kai tahun 2005

|Views: 1,127|Likes:
pelanggaran etika oleh pihak-pihak yang terkait
pelanggaran etika oleh pihak-pihak yang terkait

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Marlina Neng Geuliss on Jul 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/10/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG Berkembangnya dunia usaha yang semakin pesat saat ini, membuat pelaku bisnis meningkatkan kinerja perusahaan untuk mempertahankan dalam persaingan usaha yang terjadi. Untuk mempertahankan eksistensi didunia usaha, perusahaan dapat membuat suatu laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai informasi kepada pengguna laporan. Laporan keuangan yang dikeluarkan tersebut harus sesuai dengan Satandar Akuntansi Keuangan yang telah diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Banyak perusahaan yang kurang memperhatikan terhadap laporan keuangan tersebut apakah sudah sesuai atau kurang sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia. Untuk itu, perusahaan dapat menggunakan jasa audit yang dianggap independen dalam memeriksa laporan keuangan tersebut, jasa audit yang dimaksud adalah dengan menggunakan jasa auditor eksternal yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik. Akuntansi dengan standar yang berlaku, adalah alat yang digunakan manajemen (dengan bantuan akuntan) untuk menyajikan laporan keuangan. Praktek akuntansi tentunya tidak terlepas dari kebijakan manajemen dalam memilih metode yang sesuai dan diperbolehkan. Kebijakan dan metode yang dipilih dipengaruhi oleh kemampuan interpretasi standar akuntansi, dan kepentingan manajemen sendiri. Standar akuntansi mengharuskan adanya pengungkapan (dislosure) atas praktek dan kebijakan akuntansi yang dipilih, dan diterapkan. Dalam proses penyajian laporan keuangan, potensial sekali terjadinya „asimetri informasi‟ atau aliran informasi yang tidak seimbang antara penyaji (manajemen) dan penerima informasi (investor dan kreditor). Dalam hal ini yang memiliki informasi lebih banyak (manajemen) “diduga” potensial memanfaatkannya informasi yang dimiliki untuk mengambil keuntungan maksimal. Pelaku „creative accounting‟ sering juga dipandang sebagai opportunis. Dalam teori keagenan (agency theory) dijelaskan, adanya kontrak antara pemegang saham (principal) dengan manajer sebagai pengelola perusahaan (agent), dimana manajer bertanggung jawab memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, namun disisi lain manajer juga mempunyai kepentingan pribadi mengoptimalkan kesejahteraan mereka sendiri melalui tercapainya bonus yang dijanjikan pemegang saham.
1

Berdasarkan hal tersebut Menurut Velasques (2002) salah satu karakteristik utama standar moral untuk menentukan etis atau tidaknya suatu perbuatan adalah perbuatan tersebut tidak merugikan orang lain. Cara pandang seseorang dan pengalaman hidup seseoranglah yang akan berpengaruh terhadap etis tidaknya suatu perbuatan. Sehingga acuan terbaik dari „creative accounting‟ atau „earning management‟ adalah standar moral dan etika. Pengungkapan atau discolusre yang memadai adalah sebuah media yang diharuskan standar akuntansi, agar manajemen dapat menjelaskan kebijakan dan praktek akuntansi yang dipilih. Salah satu contoh kasus manipulasi laporan keuangan adalah yang dialami oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Kasus ini menunjukkan bagaimana proses tata kelola yang dijalankan dalam suatu perusahaan dan bagaimana peran dari tiap-tiap organ pengawas dalam memastikan penyajian laporan keuangan tidak salah saji dan mampu menggambarkan keadaan keuangan perusahaan yang sebenarnya. Kasus PT. KAI berawal dari perbedaan pandangan antara Manajemen dan Komisaris, khususnya Ketua Komite Audit dimana Komisaris menolak menyetujui dan menandatangani laporan keuangan yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal. Komisaris meminta untuk dilakukan audit ulang agar laporan keuangan dapat disajikan secara transparan dan sesuai dengan fakta yang ada. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kasus PT. KAI adalah rumitnya laporan keuangan. Adanya ketidakyakinan manajemen akan laporan keuangan yang telah disusun, ketika komite audit mempertanyakan laporan tersebut, manajemen merasa tidak yakin sehingga pihak manajemen menggunakan jasa auditor ekternal. Manfaat dari jasa audit adalah memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kewajarannya lebih dapat dipercaya. 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas dapat dibuat rumusan masalah yakni: 1. Apa yang dimaksud dengan etika? 2. Bagaimana etika dalam dunia bisnis? 3. Bagaimana etika seorang akuntan manajemen? 4. Bagaimana etika seorang akuntan public? 5. Apa sebaiknya yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi dan mencegah kecurangan seperti kasus PT KAI?

2

1.3 TUJUAN 1. Mengetahui arti etika. 2. Mengetahui arti etika dalam dunia bisnis. 3. Mengetahui bagaimana etika seorang akuntan manajemen. 4. Mengetahui bagaimana etika seorang akuntan public. 5. Mengetahui apa sebaiknya dilakukan perusahaan untuk mengatasi dan mencegah kecurangan seperti kasus PT KAI

3

4 . Dari kasus manipulasi laporangan keuangan PT KAI dapat diketahui bahwa manajemen telah melakukan sikap egoisme dengan tidak jujur dalam melaporkan keuangannya hanya untuk untuk menampillkan bahwa kinerja yang dilakukan oleh manajemen sudah baik padahal yang terjadi adalah hal yang sebaliknya. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.1. tetapi dalam kegiatan seharihari terdapat perbedaan. Dua aliran etika teleologi : 1. yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik. Etika Teleologi Teori teleologi. Etika adalah perilaku yang baik yang telah melekat pada diri manusia itu sendiri sebagai pedoman hidup. Egoisme Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. baik dilakukan dalam kehidupan pribadi maupun sosial dimasyarakat. sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. artinya mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu.1 Macam-macam Teori Etika a. yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan. Etika biasanya berkaitan erat dengan Moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan). dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”. yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya.1 ETIKA DALAM BISNIS DAN PROFESI Secara etimologi Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos”. Sesuatu pekerjaan dinilai baik jika mempunyai tujuan yang baik pula. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis.

Keutamaan merupakan disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. berarti kalaupun tujuan tidak tercapai. tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Ada tiga prinsip yg harus dipenuhi :   Supaya tindakan punya nilai moral. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal c. tindakan itu sudah dinilai baik  Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini. karena berkaitan dengan kewajiban. tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu. Utilitarianisme Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Merupakan suatu aspek dari teori deontologi. atau jujur. Teori Keutamaan Memandang sikap atau akhlak seseorang. dibedakan menjadi dua macam :   Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism) Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism) Istilah deontologi berasal dari kata Yunani „deon‟ yang berarti b. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama.2. Deontologi kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. 5 . atau murah hati dan sebagainya. Utilitarianisme. Teori Hak Teori hak adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya sesuatu. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat. sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil. d.

Contoh keutamaan :     Kebijaksanaan Keadilan Suka bekerja keras Hidup yang baik Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia : a. Etika Deskriptif. Etika Normatif. b. Beberapa manfaat Etika adalah sebagai berikut :     Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai. Prinsip-prinsip etika :       Tanggungjawab Kepentingan masyarakat Integritas Objektivitas dan independensi Keseksamaan Lingkup dan sifat jasa 6 . Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang diambil. yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

norma dan prilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja. perusahaan dan juga masyarakat. Karena hanya kaum profesional ahli dan terampil dalam bidang 7 . yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu. dan meta-etika adalah studi tentang etika normatif yang mengkaji makna serta istilah-istilah moral dan logika dari penalaran moral. Tindakan yang bertentangan dengan etika bisnis dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum. Prinsip ini terutama menuntut orang yang profesional agar dalam menjalankan profesinya ia tidak merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu. kebudayaan dan bangsa. yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Prinsip Keadilan. pemegang saham dan masyarakat. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Prinsip yang dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberi kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya. Etika bisnis dalam sebuah perusahaan dapat membentuk nilai. Pelanggaran etika bisnis adalah penyimpangan standar – standar nilai (moral) yang menjadi pedoman atau acuan sebuah perusahaan (manajer dan segenap karyawannya) dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. etika normatif secara sistematis berusaha menyajikan norma-norma moral yang berlaku bagi praktek bisnis. serta memberikan suatu sistem moral. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika. Etika Bisnis memiliki tiga aspek yaitu etika deskriptif mempelajari dan menguraikan moral suatu masyarakat. Prinsip Otonomi. khususnya orang-orang yang dilayani dalam rangka profesinya 2.Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis. Pengertian perbuatan yang melawan hukum dikemukakan dalam pasal 1365 KUH Perdata. Prinsip-prinsip etika profesi : 1.

Dalam fokus informasi.profesinya. pembuatan keputusan. mulai dari biayabiaya di masa lalu (historical cost). seperti bagian produksi. pengungkapan kepada pemilik dan pihak luar. Akuntansi Manajemen berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi para pemakai laporan keuangan yang berada dalam perusahaan (manajemen) sebagai bahan pertimbangan yang mendukung dalam pengambilan keputusan. ataupun perhitungan. optimalisasi penggunaan sumber daya. tidak lagi berfokus pada perusahaan sebagai satu entitas melainkan lebih detil karena lingkup informasi bertujuan untuk melaporkan bagian-bagian tertentu dari perusahaan. agar pelaksanaan profesi tertentu tidak sampai merugikan kepentingan umum 2. biaya sekarang (current cost) atau biaya masa datang (future cost). aktivitas perencanaan dan pengendalian. penyajian dan penafsiran informasi yang digunakan untuk perumusan strategi. selama itu memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan. dan pada waktunya malah ikut campur tangan. bagian pemasaran dan lainnya. Lingkup informasi pada Akuntansi Manajemen cenderung lebih sempit. pengamanan asset. pengungkapan kepada pekerja.2 AKUNTANSI MANAJEMEN Akuntasi manajemen adalah penyatuan bagian manajemen yang mencakup. Kriteria bagi informasi Akuntansi Manajemen tidak dibatasi oleh prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum. namun untuk sumber informasi yang akan diolah bisa bervariasi. Akuntansi Manajemen cenderung berorientasi pada masa yang akan datang. Namun kompleksitas lingkup informasi keuangan yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen ini nantinya akan sejalan dengan tingkat-tingkat manajemen yang terlibat dalam membuat keputusan. Dalam Akuntansi 8 . karena pengambilan keputusan selalu menyangkut tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan di masa yang akan datang. baik itu dalam hal pengukuran. tidak boleh ada pihak luar yang ikut campur tangan dalam pelaksanaan profesi tersebut Batas-batas prinsip otonomi :   Tanggung jawab dan komitmen profesional (keahlian dan moral) atas kemajuan profesi tersebut serta (dampaknya pada) kepentingan masyarakat Kendati pemerintah di tempat pertama menghargai otonomi kaum profesional. pemerintah tetap menjaga. Chartered Institute of Management Accountant (1994:30).

Selain itu. Secara umum tujuan dari sistem akuntansi manajemen adalah :    Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk penghitungan harga pokok jasa. dan perbaikan berkelanjutan Memberikan informasi untuk pengambilan keputusan Tahap perencanaan dan pengendalian manajerial yaitu :      Perencanaan tujuan Perencanaan operasional Penganggaran Pengendalian Pelaporan 9 . selama itu bermanfaat untuk manajemen perusahaan maka perusahaan akan terus menggunakan praktik-praktik tersebut. Akuntansi Manajemen menghasilkan informasi yang akan membantu manajemen untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan. dan pengendalian. dan tujuan lain yang diinginkan manajemen Memberikan informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan.manajemen. produk. baik untuk perencanaan. Akuntansi Manajemen sering mengumpulkan informasi-informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan dan bersifat taksiran karena pengambilan keputusan selalu menyangkut tentang masa yang akan datang. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang dikaitkan dengan kedaan ekonomi dan politik saat ini. praktik-praktik yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat pada suatu perusahaan kebanyakan akan ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain yang kemudian akan menyebar luas dalam dunia industri. pengarahan. pengevaluasian. pada Akuntansi Manajemen tidak ada organisasi ataupun undang-undang yang mengatur praktik-praktiknya. pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kebijakan dalam perusahaan selalu menyangkut masa yang akan datang. pengendalian. pengorganisasian. Akuntansi manajemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk memfasilitasi perencanaan.

Manajemen Risiko . serta membantu memilih cara terbaik untuk bertindak Pengendalian. dan memilih cara-cara yang tepat untuk memonitor arah kemajuan dalam pencapaian sasaran   Pengevaluasian. mempertimbangkan implikasi-implikasi historical dan kejadiankejadian yang diharapkan. menyusun sasaran-sasaran yang diharapkan. Manajemen Kinerja . mengukur.Permasalahan dalam akuntansi manajemen antara lain :    Efisiensi biaya Kualitas produk Pelayanan The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) menyatakan bahwa akuntansi manajemen sebagai praktik meluas ke tiga bidang berikut : 1. mengelola dan melaporkan risiko untuk mencapai tujuan organisasi Tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang akuntan manajemen. menyusun dan berpartisipasi dalam mengembangkan sistem perencanaan. Manajemen Strategi .Berkontribusi untuk membuat kerangka kerja dan praktik untuk mengidentifikasi. ikut berpartisipasi dalam proses mengembangkan prinsipprinsip akuntansi yang mendasari pelaporan eksternal 10 . yaitu:  Perencanaan.Mengembangkan praktik pengambilan keputusan bisnis dan mengelola kinerja organisasi 3. mengimplementasikan suatu sistem pelaporan yang disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban dalam suatu organisasi sehingga sistem pelaporan tersebut dapat memberikan kontribusi kepada efektifitas penggunaan sumber daya dan pengukuran prestasi manajemen  Pelaporan eksternal. dan mengadakan tindakan koreksi yang diperlukan untuk mengembalikan kegiatan pada cara-cara yang diharapkan  Menjamin pertanggungjawaban sumber.Memajukan peran akuntan manajemen sebagai mitra strategis dalam organisasi 2. menjamin integritas informasi finansial yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dan sumber-sumbernya. memonitor dan mengukur prestasi.

4. 2. Berbagai metode akuntansi digunakan dengan tujuan penghematan pajak pendapatan. 6. 5. Motif politik Motivasi politik timbul karena manajemen memanfaatkan kelemahan akuntansi yang menggunakan estimasi akrual serta pemilihan metode akuntansi dalam rangka menghadapi berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah. proses perencanaan dan pengendalian. Bagian integral dari manajemen yang berkaitan dengan proses identifikasi penyajian dan interpretasi/penafsiran atas informasi yang berguna untuk merumuskan strategi. Pergantian CEO Bonus plan hipotesis mempredikasi bahwa semakin mendekati periode pensiun seorang CEO akan cenderung melakukan strategi income maximization untuk meningkatkan bonus mereka. Penawaran saham perdana (IPO) Perusahaan yang akan go public belum memiliki nilai pasar. Manajer perusahaan yang memperoleh laba dibawah target laba akan melakukan manipulasi laba agar memperoleh bonus yang maksimal di masa yang akan datang. Motif kontrak bonus Perusahaan yang memberikan bonus/kompensasi kepada manajer berdasarkan kinerja mereka yang didasarkan pada laba perusahaan yang dicapai maka hal tersebut akan mendorong manajer untuk malakukan manajemen laba. pengungkapan entitas 11 . 3.Beberapa hal yang memotivasi manajer untuk melakukan manajemen laba : 1. pengambilan keputusan. pengungkapan pemegang saham dan pihak luar. dan menyebabkan manajer perusahaan yang akan go public melakukan manajemen laba dalam prospectus mereka dengan harapan dapat menaikkan harga saham perusahaan. Motif kontrak hutang Hipotesis debt covenant menyatakan bahwa manajer termotivasi melakukan manajemen laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian utang. optimalisasi keputusan. Pihak manajemen perusahaan cenderung untuk mentransfer labanya pada periode setelah undang-undang perpajakan karena pada periode ini tarif pajak penghasilannya telah menurun sehingga perusahaan dapat memperoleh penghematan pajak. Motif perpajakan Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi yang paling nyata.

sesuai atau menyimpang. Penghargaan kepada orang lain (respect for others) 8. Kejujuran (honesty) 2. Kode etik mengatur seseorang dalam besikap dan berperilaku secara etis didalam suatu organisasi profesi tersebut. Tingkah laku kita mungkin benar atau salah. Pencapaian kesempurnaan (pursuit of excellence) 10. Keadilan (fairness) 6. Kesetiaan (fidelity) 5. Memegang janji (promise keeping) 4. Kewarganegaraan yang bertanggung jawab (responsible citizenship) 9. Prinsip ini diekspresikan oleh keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab untuk kebaikan anggota lainnya. Perilaku etis melibatkan pemilihan tindakan-tindakan yang benar dan sesuai serta tepat. Kepedulian terhadap sesama (caring for others) 7.1 KODE ETIK AKUNTANSI MANAJEMEN Kode Etik merupakan suatu pedoman bagi seseorang dalam menjalankan profesinya secara profesional. Keinginan untuk berkorban demi kebaikan kelompoknya merupakan inti dari tindakan yang etis. 2. Orang sering berbeda pandangan terhadap arti istilah etis. tatapi tampaknya terdapat suatu prinsip umum yang mendasari semua sistem etika. Akuntan manajemen tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan standar ini atau mereka tidak akan menerima pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut dari orang lain dalam organisasi mereka.organisasi bagi karyawan. Sepuluh nilai tersebut adalah : 1. Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting) berhubungan dengan pengidentifikasian dan pemilihan yang terbaik dari beberapa alternatif kebijakan atau tindakan dengan menggunakan data historis atau taksiran untuk membantu pimpinan. Integritas (integrity) 3.2. dan perlindungan atas aset organisasi. Akuntabilitas (accountibility) IMA (Institute of Management Accountants) mengeluarkan suatu pernyataan yang menguraikan tentang standar perilakuk etis akuntan manajemen. dan keputusan yang kita buat dapat adil atau berat sebelah. Ada sepuluh nilai inti yang diidentifikasi menghasilkan prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam kerangka umum. 12 .

memantau dan menilai pekerjaan dengan memberikan umpan balik. menetapkan standar kinerja dan mengevaluasi kinerja dari karyawan untuk mempertahankan tenaga kerja yang beragam untuk mengelola dan memastikan kepatuhan dengan sumber daya manusia kebijakan dan prosedur. peraturan dan standar teknis. Pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi yang berlaku dan sistem untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan. mengikuti hukum. c) Pengambilan keputusan adalah penggunaan pendekatan yang efektif untuk memilih tindakan atau mengembangkan solusi yang sesuai untuk mencapai kesimpulan. memberikan teknis pengawasan. a) Pengetahuan Profesional adalah menunjukkan tingkat mahir keahlian profesional dalam pengetahuan akuntansi agar menjaga tetap terkini dengan perkembangan dan tren. e) Komunikasi dan keterampilan interpersonal adalah menyampaikan informasi kepada perorangan atau kelompok dengan memberikan presentasi yang cocok untuk karakteristik dan kebutuhan penonton. keterampilan dan kemampuan karyawan. yaitu : 1. b) Keuangan monitoring dan analisis adalah memantau dan mengumpulkan data untuk menilai akurasi dan integritas kuat dalam menganalisis data yang bertujuan untuk memastikan kepatuhan dengan standar yang berlaku dengan peraturan dan sistem pengendalian internal. d) Pengawasan adalah menunjukkan sifat disiplin. dan membuat laporan yang jelas dan lengkap berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan. mengembangkan pengetahuan. Competence (kompetensi) Artinya dia harus memelihara pengetahuan dan keahlian yang sepantasnya. menafsirkan dan mengevaluasi hasil guna mempersiapkan dokumentasi dan membuat laporan keuangan dan/atau presentasi.Standar etika akuntan manajemen. menyampaikan informasi secara lisan atau secara tertulis kepada individu atau kelompok untuk memastikan bahwa mereka mengerti informasi dan pesan serta mendengarkan dan 13 . rencana dan dukungan karyawan di peluang pengembangan karir. mengambil tindakan yang konsisten dengan fakta-fakta yang tersedia.

Auditor harus menjaga kemampuan dan pengetahuan profesional mereka pada tingkatan yang cukup tinggi dan tekun dalam mengaplikasikannya ketika memberikan jasanya. Melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hukum. menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang diperoleh. Menahan diri untuk tidak mengungkapkan tanpa ijin informasi rahasia berkenaan dengan tugas-tugasnya. khususnya untuk komputer yang bersifat standalone atau tidak terhubung ke jaringan. Auditor harus dapat menghormati dan menghargai kerahasiaan informasi yang diperoleh dari pekerjaan dan hubungan profesionalnya. Aspek penting dari kerahasiaan adalah pengidentifikasian atau otentikasi terhadap user. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk : 1. Menjaga tingkat kompetensi profesional yang diperlukan dengan terus menerus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya 2. dan standar teknis yang berlaku 3. Kemampuan untuk membangun hubungan kerja yang efektif yang mendorong keberhasilan organisasi. Menyusun laporan dan rekomendasi yang lengkat serta jelas setelah melakukan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan dan dapat dipercaya 2. Akuntan manajemen bertanggun jawab untuk : 1.merespons dengan tepat kepada orang lain. diantaranya menjaga tingkat kompetensi profesional. Confidentiality (kerahasiaan) Kerahasian harus terdefinisi dengan baik. menginformasikan pada bawahan (subordinat) dengan memperhatikan kerahasiaan informasi. diantaranya meliputi menahan diri supaya tidak menyingkap informasi rahasia. kecuali diharuskan secara hukum 14 . peraturan. Identifikasi positif dari setiap user sangat penting untuk memastikan efektivitas dari kebijakan yang menentukan siapa saja yang berhak untuk mengakses data tertentu. melaksanakan tugas profesional yang sesuai dengan hukum dan menyediakan laporan yang lengkap dan transparan. dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi harus diterapkan secara berhati-hati.

Auditor harus jujur dan bersikap adil serta dapat dipercaya dalam hubungan profesionalnya. penghargaan. Menghindari konflik kepentingan aktual atau terlihat nyata dan mengingatkan semua pihak terhadap potensi konflik 2. Meliputi menghindari konflik kepentingan yang tersirat maupun tersurat. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk : 1. Integrity (integritas) Integritas (integrity) adalah perlindungan terhadap sistem dari perubahan yang tidak terotorisasi. mengetahui dan mengkomunikasikan batas-batas profesionalitas. mengkomunikasikan informasi yang baik maupun tidak baik. menolak hadiah. Menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang merugikan profesi 15 . bantuan. baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja.2. Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia yang berkaitan dengan tugastugasnya untuk tujuan tidak etis dan sah baik secara pribadi maupun melalui pihak ketiga 3. atau keramahan yang akan mempengaruhi segala macam tindakan dalam pekerjaan. Menolak pemberian. baik secara pasif maupun aktif 5. dan keramah-tamahan yang dapat mempengaruhi mereka dalam bertugas 4. Mengenali dan mengkomunikasikan berbagai batasan profesional atau kendala lainnya yang akan menghalangi munculnya penilaian yang bertanggung jawab atau kinerja sukses dari suatu aktivitas 6. menghindarkan diri dalam keikutsertaan atau membantu kegiatan yang akan mencemarkan nama baik profesi. Memberitahu bawahan seperlunya kerahasiaan dari informasi yang berkenaan dengan tugas-tugasnya dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasiaan tersebut 3. Menahan diri dari keterlibatan berbagai aktivitas yang akan menimbulkan kecurigaan terhadap kemampuan mereka untuk melakukan tugasnya secara etis 3. Mengkomunikasikan informasi yang baik atau buruk dan penilaian atau opini profesional 7. menahan diri dari aktivitas yang akan menghambat kemampuan. Menahan diri untuk tidak melakukian penggerogotan terhadap legitimasi organisasi dan tujuan-tujuan etis.

kejujuran. lembaga. Whistle blowing sering disamakan begitu saja dengan membuka rahasia perusahaan. untuk membangun iklim bisnis yang baik dan etis memang dibutuhkan perangkat legal yang adil dan baik 16 . loyalitas moral bukan tertuju pada orang. kedudukan. merancang perencanaan dan kinerja sistem manajemen. dan menyediakan keahlian dalam melalui laporan keuangan dan kontrol untuk membantu manajemen dalam perumusan dan implementasi strategi organisasi. Whistle Blowing eksternal. motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi banyak orang. Whistle blowing Merupakan Tindakan yang dilakukan seorang atau beberapa karyawan untuk membocorkan kecurangan perusahaan kepada pihak lain. seperti memberitahukan informasi dengan wajar dan objektif dan mengungkapkan sepenuhnya informasi relevan. konflik kepentingan dan terpengaruh orang lain. yang perlu diperhatikan adalah langkah yang tepat sebelum membocorkan kecurangan terebut ke masyarakat. yaitu kecurangan dilaporkan kepada pimpinan perusahaan tertinggi. Whistle blowing dibagi menjadi dua yaitu : 1. dan rekomendasi yang dikeluarkan 5. Mengungkapkan semua informasi relevan yang dapat diharapkan mempengaruhi pemahaman pengguna terhadap laporan. Auditor tidak boleh berkompromi mengenai penilaian profesionalnya karenadisebabkan prasangka. Objective of Management Accountant (Tujuan dari Akuntansi Manajemen) Tujuan dari Akuntansi Manajemen adalah profesi yang melibatkan bermitra dalam keputusan manajemen membuat. dan dengan demikian bukan karyawan yang harus selalu loyal dan setia pada pemimpin melainkan sejauh mana pimpinan atau perusahaan bertindak sesuai moral 2. otoritas. Motivasi utamanya adalah moral. melainkan pada nilai moral: keadilan. Whistle Blowing internal. komentar. yaitu membocorkan kecurangan perusahaan kepada pihak luar seperti masyarakat karena kecurangan itu merugikan masyarakat. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk : 1. pemimpin yang diberi tahu harus bersikap netral dan bijak.4. ketulusan. Mengkomunikasikan informasi dengan adil dan objektif 2.

menggelapkan dan mencuri. membuat pihak luar sukar untuk melakukan pencurian. yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan (bias). menipu. Creative Accounting (Akuntansi kreatif) Creative Accounting adalah praktek akuntansi yang mengikuti peraturan dan undang-undang yang diperlukan. Fraud (kecurangan) Kecurangan (Fraud) sebagai suatu tindak kesengajaan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara tidak wajar dan salah menyajikan fakta untuk memperoleh keuntungan pribadi. baik dengan tindakan atau penghapusan. seperti permainan pembukuan (memilih penggunaan metode alokasi. fraud adalah penipuan yang disengaja. Fraudulent financial reporting adalah perilaku yang disengaja atau ceroboh. Fraud umumnya dilakukan oleh orang dalam perusahaan (internal fraud) yang mengetahui kebijakan dan prosedur perusahaan. Akuntansi kreatif memanfaatkan pada celah di standar akuntansi untuk memerankan palsu citra yang lebih baik perusahaan. teknik. Mengingat adanya pengendalian (control) yang diterapkan secara ketat oleh hampir semua perusahaan untuk menjaga asetnya. Fraudulent financial reporting yang terjadi disuatu perusahaan memerlukan perhatian khusus dari auditor independen. Dalam bahasa yang lebih sederhana. Hal ini termasuk berbohong. 17 . dll) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan. penyajian laporan keuangan yang tidak benar. Creative accounting melibatkan begitu banyak manipulasi. Internal fraud terdiri dari 2 (dua) kategori yaitu Employee fraud yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk memperoleh keuntungan finansial pribadi maupun kelompok dan Fraudulent financial reporting. mempercepat atan menunda pengakuan atas suatu transasksi dalam suatu periode ke periode yang lain). Semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar. 7. Fraud dapat dilakukan oleh seseorang dari dalam maupun dari luar perusahaan. tetapi menyimpang dari standar apa yang mereka berniat untuk menyelesaikan. penipuan.6. Yang dimaksud dengan penggelapan disini adalah merubah asset/kekayaan perusahaan yang dipercayakan kepadanya secara tidak wajar untuk kepentingan dirinya.

equipment atau data). supplies. Jenis-jenis fraud. maka perlu dilakukan rotasi auditor independen dalam melakukan audit suatu perusahaan. yaitu pencurian (theft) dari sesuatu yang berharga (cash. mengingat pembuktiannya relatif sulit. penyajian (presentation) dan pengungkapan (disclosure). Salah penyajian (misrepresentation) atau kesalahan informasi yang signifikan dalam laporan keuangan 3. Penggelapan kas adalah kecurangan dalam pengalihan hak milik perorangan 18 . Salah penerapan (misapplication) dari prinsip akuntansi yang berhubungan dengan jumlah. Pemalsuan (Falsification) data dan tuntutan palsu (illegal act). Unsur-unsur fraud antara lain sekurang-kurangnya melibatkan dua pihak (collussion). Manipulasi. ternyata tidak mudah usaha untuk menangkap para pelaku fraud. pencurian persediaan/aset (Theft of inventory / asset) dan kesalahan (false) atau misleading catatan dan dokumen. falsifikasi. tindakan penggelapan/penghilangan atau false representation dilakukan dengan sengaja. Hal ini terjadi manakala seseorang secara sadar dan sengaja memalsukan suatu fakta. Meskipun perusahaan secara hukum dapat menuntut pelaku fraud. Salah satu upaya untuk mencegah adanya kolusi tersbut. yaitu : 1. laporan. menimbulkan kerugian nyata atau potensial atas tindakan pelaku fraud. alterasi atas catatan akuntansi dan dokumen pendukung atas laporan keuangan yang disajikan 2. konversi (conversion) asset yang dicuri kedalam cash dan pengelabuhan / penutupan (concealment) tindakan kriminal agar tidak dapat terdeteksi. Fraudulent financial reporting juga dapat disebabkan adanya kolusi antara manajemen dengan auditor independen. penyajian atau klaim yang mengakibatkan kerugian keuangan atau ekonomi dari para pihak yang menerima laporan atau data palsu tersebut. Proses fraud biasanya terdiri dari 3 macam. Penggelapan kas (embezzlement cash). tools.Penyebab fraudulent financial reporting umumnya 3 (tiga) hal : 1. inventory. klasifikasi. 2.

yang dilakukan oleh seseorang yang mempunyai hak milik itu di mana pemilikan diperoleh dari suatu hubungan kepercayaan. atau informasi penting dari laporan keuangan. Faktor Pemicu Fraud : 1. kejadian. yaitu salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva (misstatements arising from misappropriation of assets). yaitu salah saji yang timbul karena kecurangan pelaporan keuangan (misstatements arising from fraudulent financial reporting). pemalsuan. 2. Karakteristik Kecurangan : a.  Pegawai untuk keuntungan individu. mitra usaha. 3. Oleh pihak perusahaan. yaitu :  Manajemen untuk kepentingan perusahaan. Salah saji yang timbul karena kecurangan terhadap pelaporan keuangan lebih dikenal dengan istilah irregularities (ketidakberesan). Bentuk kecurangan seperti ini seringkali dinamakan kecurangan manajemen (management fraud). yaitu pelanggan. investigation atau prosecution. Kesengajaan dalam salah menyajikan atau sengaja menghilangkan (intentional omissions) suatu transaksi. Oleh pihak di luar perusahaan. Greed (keserakahan) Opportunity (kesempatan) Need (kebutuhan) 19 . Dengan menggunakan sebuah komputer seorang fraud perpetrator dapat mencuri lebih banyak dalam waktu lebih singkat dengan usaha yang lebih kecil. dan pihak asing yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pelaku fraud telah menggunakan berbagai metode untuk melakukan Computer fraud . Kecurangan pelaporan keuangan biasanya dilakukan karena dorongan dan ekspektasi terhadap prestasi pengubahan terhadap catatan akuntansi atau dokumen pendukung yang merupakan sumber penyajian kerja manajemen. 3. atau laporan keuangan. Kecurangan Komputer (Computer fraud) meliputi tindakan ilegal yang mana pengetahuan tentang teknologi komputer adalah esensial untuk perpetration. misalnya berupa manipulasi. b.

Exposure (pengungkapan) Faktor Greed dan Need merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual). Sedangkan faktor Opportunity dan Exposure merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (disebut juga faktor generik/umum). Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan. faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed). perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut. Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan  Pengungkapan (exposure) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. Selain itu tekanan (pressure) yang dihadapi dalam bekerja dapat menyebabkan orang yang jujur mempunyai motif untuk melakukan kecurangan Gejala Adanya Fraud : Fraud (Kecurangan) yang dilakukan oleh manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. a. setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap. Gejala kecurangan pada manajemen :   Ketidakcocokan diantara manajemen puncak Moral dan motivasi karyawan rendah 20 .4. Oleh karena itu. Faktor generic  Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. Namun. Motivasi. yang lebih cenderung berhubungan yang dengan terkait pandangan/pikiran dengan aset dan yang keperluan dimiliki pegawai/pejabat perusahaan/instansi/organisasi tempat ia bekerja. Oleh karena itu. adapun gejala tersebut adalah : 1. faktor ini berhubungan dengan kebutuhan (need). b. Faktor individu   Moral. ada yang mempunyai kesempatan besar dan ada yang kecil.

Corporate Governance dilakukan oleh manajemen yang dirancang dalam rangka mengeliminasi atau setidaknya menekan budaya kemungkinan perusahaan. pengrusakan dokumen pendukung Pencegahan dan Pendeteksian Fraud : Dalam mencegah dan mendeteksi serta menangani fraud sebenarnya ada beberapa pihak yang terkait: yaitu akuntan (baik sebagai auditor internal. mendapat otorisasi yang memadai yang dicatat dan melindungi perusahaan dari kerugian. Corporate governance meliputi kebijakan-kebijakan. 1. 2.         Departemen akuntansi kekurangan staf Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak konsumen.       2. pembayaran Kekurangan barang yang diterima Kemahalan harga barang yang dibeli Faktur ganda Penggantian mutu barang penghilangan. Transaction Level Control Process yang dilakukan oleh auditor internal. 21 . atau auditor forensik) dan manajemen perusahaan. dan pendelegasian wewenang. atau badan otoritas Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku Gejala kecurangan pada karyawan/pegawai Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan tanpa perincian/penjelasan pendukung Pengeluaran tanpa dokumen pendukung Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar Penghancuran. terjadinya fraud. pemasok. pada dasarnya adalah proses yang lebih bersifat preventif dan pengendalian yang bertujuan untuk memastikan bahwa hanya transaksi yang sah. auditor eksternal.

Peran auditor forensik adalah menentukan tindakan yang harus diambil terkait dengan ukuran dan tingkat kefatalan fraud. tanpa memandang apakah fraud itu hanya berupa pelanggaran kecil terhdaap kebijakan perusahaan ataukah pelanggaran besar yang berbentuk kecurangna dalam laporan keuangan atau penyalahgunaan aset.3 ETIKA PROFESIONAL AUDITOR DAN STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK Etika profesional diperlukan setiap profesi karena kebutuhan profesi tersebut akan kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yang diserahkan. Perkembangan teknologi informasi. Retrospective Examination yang dilakukan oleh Auditor Eksternal diarahkan untuk mendeteksi fraud sebelum menjadi besar dan membahayakan perusahaan. 22 . siapapun orangnya. kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit akan menjadi lebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit. pendeteksian ataupun dalam investigasinya 2. Operations managers yang ingin mengembangkan wawasan dan pengetahuannya dalam pendeteksian dan pencegahan kecurangan. karena masyarakat merasa terjamin akan memperoleh jasa yang dapat diandalkan. 2. Begitu juga terhadap profesi akuntan publik. Auditor Internal yang ingin memiliki landasan pengetahuan yang kuat di bidang fraud auditing baik menyangkut pencegahan.3. 4. Tugasnya ada 2 yaitu : 1. Investigation and Remediation yang dilakukan forensik auditor. 8. e-commerce dsb yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung dalam operasional perusahaan telah membuka celah baru bagi munculnya praktek-praktek fraud yang berakibat fatal bagi perusahaan. Mengantisipasi hal itu maka Auditor Internal sudah seyogianya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan mencegah timbulnya kecurangan tersebut serta mencari solusi terbaik agar hal itu tidak terjadi. Masyarakat akan menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan anggota profesinya. Fraud auditing (kecurangan auditor) Fraud Auditing (Audit Kecurangan) yang merupakan salah satu bidang tugas Auditor.

2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang di dalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode 23 . Standar Umum 1. Standar auditing terdiri dari 10 standar dan semua Pernyataan Standar Auditing yang berlaku. C. 3. Anggota IAI yang berpraktik sebagai akuntan publik bertanggung jawab mematuhi pasal-pasal yang tercantum dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. 3. B. pengajuan pertanyaan. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. etika profesional semacam ini dikenal dengan nama Kode Etik Akuntan Indonesia. Sedangkan Standar Auditing adalah suatu ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit. Standar Auditing dan beberapa standar serta pernyataan lainnya dikodifikasi dalam buku Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) sejak Agustus 1994. partner. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. saat. termasuk juga semua orang yang bekerja dalam praktik profesi akuntan publik. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat. 2. Standar Pelaporan 1. pengamatan. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor. dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. seperti karyawan. Atau dapat juga disebut sebagai ukuran baku atas mutu jasa auditing.Bagi profesi akuntan. 2. Standar Auditing A. dan staf. Bahan bukti kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi. Standar Pekerjaan Lapangan 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

Dalam semua hal yang nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan. kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. Sedang Dewan Pertimbangan Profesi yang sekarang bernama Majelis Kehormatan beranggotakan tokoh-tokoh profesi yang dihormati dari berbagai kalangan akuntan. Tetapi jika terdapat akuntan publik yang mengajukan banding atas keputusan sanksi yang dijatuhkan. jika ada. dan tokoh masyarakat. maka alasannya harus dinyatakan.beranggotakan kalangan akuntan publik di Kompartemen Akuntan Publik yang diusulkan dan diangkat oleh Rapat Anggota Kompartemen. Fungsi dari Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik ini secara garis besar adalah mengawasi kepatuhan dan melakukan penilaian pelaksanaan Kode Etik Akuntan Indonesia dan SPAP oleh akuntan publik. Kemudian jika menemukan pelanggaran Kode Etik Akuntan Indonesia SPAP. Badan ini berwenang untuk menetapkan sanksi kepada akuntan publik yang melanggar. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan. Selain itu Badan ini juga dapat mengajukan usul dan saran mengenai pengembangan kode etik akuntan kepada Komite Kode Etik. Badan Pengawas Profesi --yang sekarang bernama Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik (BP2AP) dan berfungsi sebagai lembaga peradilan tingkat I ini-. kalangan pemakai jasa akuntan. Badan ini juga menangani pengaduan dari masyarakat menyangkut pelanggaran akuntan publik terhadap Kode Etik Akuntan Indonesia atau SPAP. Pengawasan kepatuhan dan penilaian pelaksanaan kode etik serta SPAP oleh akuntan publik dilaksanakan oleh Badan Pengawas Profesi di tingkat Kompartemen Akuntan Publik dan Dewan Pertimbangan Profesi di tingkat IAI.berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya. 4. 3. 24 . Majelis ini diangkat oleh Kongres IAI dan bertanggung jawab kepada kongres tersebut. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai. laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor. maka kasus ini kemudian ditangani oleh lembaga banding. dan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya. pejabat Pemerintah.

Majelis ini dapat mengenakan sanksi berupa pemberhentian keanggotaan sementara atau tetap.4 GOOD CORPORATE GOVERNANCE Corporate Governance dapat didefinisikan sebagai proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders yang lain (pemegang saham. Dalam review ini setiap anggota IAI tidak boleh menghalangi atau menghindari pelaksanaan review dari anggota lainnya yang ditunjuk IAI atau instansi yang ditunjuk untuk itu. Bermula dari pemikiran ini. pelanggan. Hal ini membuat mereka lupa bahwa perusahaan sebagai bagian dari suatu komunitas juga memiliki tanggung jawab lain.yaitu Majelis Kehormatan IAI. pegawai perusahaan. kreditor. Majelis ini berwewenang untuk menangani semua kasus pelanggaran kode etik atau SPAP pada tingkat banding dan menetapkan sanksi yang bersifat final. Tetapi Majelis ini bertindak atas dasar pengaduan tertulis mengenai pelanggaran kode etik oleh anggota IAI atau atas permintaan pengurus IAI. pemasok. IAI menyusun Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik. berupa pernyataan Standar Pengendalian Mutu. corporate governance mengangkat issue pertanggungjawaban tersebut sebagai salah satu tujuan yang harus diperhitungkan oleh perusahaan dalam operasinya. yaitu: :  Mengejar laba 25 . Pertanggungjawaban (Responsibility) Selama ini paradigma para manajer dalam perusahaan selalu dibatasi oleh motif mengejar laba semata (single bottom line). pekerjaan seorang akuntan publik dapat direview oleh akuntan publik lain atau institusi yang berwenang. Selain itu dalam rangka pengendalian mutu kantor akuntan publik. pemerintah dan masyarakat yang berinteraksi dengan perusahaan). yaitu BPKP sejak tahun 1983. Hal ini disebut juga peer review. yaitu tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. yaitu BPKP. 2. Dalam sistem tersebut. Dengan perubahan tersebut perusahaan harus mulai menerapkan prinsip triple bottom line dalam bisnisnya. Empat Prinsip Utama dalam Implementasi Good Corporate Governance : 1.

peran pemegang saham sebagai pihak yang mengendalikan manajemen hampir tidak berjalan. 3. Untuk itu. misalnya dalam kasus manajemen buyout (perusahaan yang dibeli oleh manajemennya sendiri) 4. Akutanbilitas Sebuah perusahaan yang sahamnya banyak dimiliki oleh publik. Prinsip ini mengisyaratkan manajemen sebisa mungkin untuk menghindari situasi yang mengandung conflik of interest. Hal ini disebabkan para investor lebih suka berperan sebagai traders ketimbang owners. Prinsip ini harus diterapkan dalam setiap aspek perusahaan yang berkesinambungan dengan kepentingan publik ataupun pemegang saham. Maalah akan timbul jika ketidaksetujuan sebagian besar pemegang saham diwujudkan dengan aksi jual. Manfaat Corporate Governance bagi Perusahaan Ada beberapa keuntungan yang bisa dipetik oleh perusahaan dengan diterapkannya Good Corporate Governance 1. Transparansi bisa dimulai dengan menyajikan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu. karena jika pemegang saham tidak menyukai kebijakan manajemen mereka tinggal melepas saham yang mereka miliki. dalam corporate governance harus dibangun suatu sistem agar manajemen tetap meniaga akuntabilitas kepada stakeholders. baik mayoritas maupun minoritas. perusahaan akan terancam bangkrut. Perputaran saham di bursa menjadi sedemikian cepat.  Memenuhi tanggung jawab sosial Menjaga pertumbuhan yang berkesinambungan (sustainable) 2. sistem penggajian eksekutif dan komisaris di perusahaan samapai dengan informasi informasi lain yang relevan di pasar modal. Harga saham tentu akan anjlok begitusajadan jika ini berlangsung terus. Transparansi Transaparan berarti jernih dan tidak menyembunyikan. Keadilan (fairness) Prinsip fairness mnyiratkan adanya perlakuan yang sama (equal) terhadap para pemegang saham. Meminimalkan agency cost 26 .

biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperbaiki citra jauh lebih mahal ketimbang yang didapat dari mengabaikannya. 3. Kondisi ini sangat berperan dalam meminimalkan biaya modal yang harus ditanggung bila perusahaan mengajukan pinjaman. Dalam beberapa kasus. Meminimalkan cost of capital Perusahaan yang dikelola dengan baik dan sehat akan menciptakan suatu referensi positif bagi kreditor. Meningkatkan nilai saham perusahaan Sebuah perusahaan yang dikelola dengan baik akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.Selama ini pemegang saham harus menanggung biaya yang timbul sebagai akibat dari pendelegasian kewenangan kepada manajemen. 27 . Hal ini akan terlihat terutama ketika seorang investor bermaksud melakukan investasi untuk jangka waktu yang lama 4. Bisya biaya inilah yang disebut dengan agency cost. Sebuah survey yang dilakukan oelh Russell Reynolds Associaties (1997) mengungkapkan bahwa kualitas komisaris adalah salah satu faktor utama yang dinilai oleh investor institusional sebelum mereka memutuskan untuk membeli saham. Mengangkat citra perusahaan Salah jika kitaberpendapat bahwa citra perusahaan bukan faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan penyusunan struktur dan pembagian fungsi yang baik biaya ini dapat ditekan serendah mungkin 2. Hal tersebut selain dapat memperkuat kinerja keuangan juga akan membuat produk perusahaan yang dilepas ke pasaran menjadi lebih kompetitif. Biaya ini bisa berupa kerugian karena manajemen menggunakan sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi maupun berupa biaya pengawasan yang dikeluarkan perusahaan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

2 Miliar yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada akhir tahun 2003 disajikan dalam laporan keuangan sebagai piutang atau tagihan kepada beberapa pelanggan yang seharusnya menanggung beban pajak itu. Hasil audit tersebut kemudian diserahkan direksi PT. Pada akhir tahun 2005 masih tersisa saldo penurunan nilai yang belum dibebankan sebagai kerugian sebesar Rp 6 Miliar. KAI untuk membayar surat ketetapan pajak (SKP) pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 95. Penurunan nilai persediaan suku cadang dan perlengkapan sebesar Rp 24 Miliar yang diketahui pada saat dilakukan inventarisasi tahun 2002 diakui manajemen PT KAI sebagai kerugian secara bertahap selama lima tahun. KAI untuk disetujui sebelum disampaikan dalam rapat umum pemegang saham. Pajak pihak ketiga sudah tiga tahun tidak pernah ditagih. laporan keuangan itu telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik S. untuk tahun 2004 diaudit oleh BPK dan akuntan publik. ditemukan adanya kejanggalan dari laporan keuangan PT. Komisaris PT. Setelah hasil audit diteliti dengan seksama. Bantuan pemerintah yang belum ditentukan statusnya dengan modal total nilai komulatif sebesar Rp 674. Hekinus Manao yang juga sebagai Direktur Informasi dan Akuntansi Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan mengatakan. pajak pihak ketiga yang tidak pernah ditagih itu tidak bisa dimasukkan sebagai aset. KAI tahun 2005 yang telah diaudit oleh akuntan publik. perusahaan seharusnya menderita kerugian sebesar Rp 63 Miliar.5 Miliar dan penyertaan modal negara sebesar Rp 70 Miliar oleh 28 . tetapi dalam laporan keuangan itu dimasukkan sebagai pendapatan PT KAI selama tahun 2005. KAI tahun 2005.KASUS Manipulasi Laporan Keuangan PT KAI Diduga terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT KAI tahun 2005. Manan. KAI. Di PT. perusahaan BUMN itu dicatat meraih keutungan sebesar Rp 6. Audit terhadap laporan keuangan PT.9 Miliar. dan komisaris PT. Padahal berdasarkan Standart Akuntansi. yang seharusnya dibebankan seluruhnya dalam tahun 2005. KAI yaitu Hekinus Manao menolak menyetujui laporan keuangan PT. Padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci. Kewajiban PT. KAI untuk tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya dilakukan oleh Badan Pemeriksan Keuangan (BPK). KAI ada kekeliruan direksi dalam mencatat penerimaan perusahaan selama tahun 2005.

Egoisme etis. Pembahasan Tujuan dibuatnya laporan keuangan adalah selain untuk alat pertanggungjawaban manajemen juga sebagai bahan pertimbangan yang mendukung dalam pengambilan keputusan. Perbedaan pendapat terhadap laporan keuangan antara komisaris dan auditor akuntan publik terjadi karena PT. Akan tetapi menurut Hekinus bantuan pemerintah dan penyertaan modal harus disajikan sebagai bagian dari modal perseroan. KAI bermuara pada perbedaan pandangan antara Manajemen dan Komisaris. sehingga laporan keuangan yang dihasilkan tidak menunjukkan kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Akuntan publik yang telah mengaudit laporan keuangan PT KAI tahun 2005 segera diperiksa oleh Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik. KAI tidak melakukan pencadangan kerugian terhadap kemungkinan tidak tertagihnya kewajiban pajak yang seharusnya telah dibebankan kepada pelanggan pada saat jasa angkutannya diberikan PT KAI tahun 1998 sampai 2003. Dan komisaris meminta untuk dilakukan audit ulang agar laporan keuangan dapat disajikan secara transparan dan sesuai dengan fakta yang ada. terdapat banyak kejanggalan yang ada pada laporan keuangan yang menjadi hasil pekerjaan akuntan public tersebut. Manajemen melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan perusahaan demi memajukan dirinya sendiri agar dilihat 29 bahwa dia telah sukses . tetapi dalam kasus ini manajemen telah memanipulasi laporan keuangan. Ketiadaan tata kelola yang baik itu juga membuat komite audit (komisaris) PT. Manajemen PT. Dari kasus diatas. jika dikaitkan dengan teori etika ada beberapaa teori yang sudah dilanggar yaitu : 1. akuntan publik itu diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek. Kasus PT. KAI baru bisa dibuka akses terhadap laporan keuangan setelah diaudit akuntan publik. KAI tidak memiliki tata kelola perusahaan yang baik.manajemen PT KAI disajikan dalam neraca per 31 Desember 2005 sebagai bagian dari hutang. Jika terbukti bersalah. khususnya Komisaris yang merangkap sebagai Ketua Komite Audit dimana Komisaris tersebut menolak menyetujui dan menandatangani laporan keuangan yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal. Dalam kasus di atas.

Padahal seorang manajer harus mempunyai sikap jujur karena. Deontologi. Dalam prinsip-prinsip etika profesi seseorang dituntut untuk profesional dalam profesinya. kejujuran merupakan etika yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Utilitarianisme. Di dalam standar kode etik Akuntan Manajemen. Tujuan dari laporan keuangan tidak hanya sebagai alat pertanggung jawaban manajemen tapi juga sebagai alat untuk pengambilan keputusan. ada beberapa yang dilanggar oleh manajemen yakni: 1. Hak. 4. Bagi perusahaan berdampak pada menurunnya kepercayaan para investor dan calon investor serta merusak citra perusahaan.mengatur perusahaan. Tindakannya tersebut tidak hanya merugikan dirinya sendiri yang mungkin saja ia akan dipecat dari perusahaan tapi juga bagi perusahaan dan orang lain. Sehingga akibatnya perusahaan kekurangan modal karena menurunnya jumlah invetor yang mau menanamkan modal ke perusahaan tersebut. Seharusnya seorang manajer yang memiliki kedudukan tinggi diperusahaan memberikan contoh yang baik kepada bawahaan agar menjalankan kewajibannya diperusahaan sesuai dengan etika-etika yang diberlakukan. Dalam kasus ini manajemen telah merugikan hak dan kepentingan orang lain seperti karyawan dan para investor. 2. dan tidak membuat laporan yang jelas dan lengkap berdasarkan informasi yang dapat dipercaya dan relevan melainkan dengan memanipulasi data. Manajemen tidak menjalankan kewajibannya sebagai manajemen perusahaan dengan semestinya. Manajemen melakukan beberapa manipulasi seperti data mengenai pendapatan. Manajemen telah menyalah gunakan kekuasaan yang diberikan kepadanya. 3. Yakni seperti para karyawan dan para investor mempunyai hak untuk mengetahui informasi-informasi mengenai kinerja perusahaan 5. utang dan cadangan kerugian piutang. Pada kasus ini manajemen tidak bersikap jujur dalam menyusun laporan keungan. peraturan dan standar teknis. Competensi. Teori etika ini berkaitan dengan teori deontologi. Dengan dimanipulasinya laporan keuangan oleh manajemen maka keputusan yang diambil pun akan tidak tepat dan bisa merugikan orang banyak (orang yang berkepentingan). Sikap keutamaan yang diperlukan dalam dunia bisnis yakni seperti kejujuran. Keutamaan. 30 . Akuntan manajemen tidak kompetensi karena tidak memelihara pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya dengan sepantasnya. selain itu tidak mengikuti hukum.

kepentingan publik. integritas. Creative Accounting. KAI juga belum sepenuhnya menerapkan 8 prisip etika akuntan. Kesalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kesalahan yang lain. Selain auditor eksternal dan komite audit yang melakukan kesalahan dalam hal pencatatan laporan keuangan. Karena Komite Audit tidak menunjuk auditor yang akan diberi penugasan. Komite Audit seharusnya ikut untuk melihat apakah auditor eksternal layak dipilih dan melihat keadilan proses pemilihan. Manajemen perusahaan melakukan banyak maanipulasi dalam menyajikan laporan keuangan. Dalam kasus ini. maka tugas komite audit untuk melaksanakan kewajibannya untuk mengajak auditor untuk mendiskusikan masalah audit saat audit berlangsung tidak dipenuhi dengan baik. 3. akuntan internal (manajemen) di PT. Padahal seharusnya Komite selesainya Audit melakukan audit. komite audit tidak ikut dalam proses penunjukan auditor sehingga tidak terlibat dalam proses audit. kompetensi dan kehati31 . sehingga laporan keuangan tersebutlangsung bisa dilakukan audit investigasi dan koreksi apabila terjadi kesalahan pencatatan. Karena komunikasi yang buruk antara Komite Audit dengan auditor. maka komunikasi yang terjadi antara komite audit dengan auditor bisa diperkirakan sangat sedikit bahkan tidak efektif. Dalam hal kecurangan yang dilakukan oleh akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan perusahaan ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pada hasil laporan keuangan PT. Komite Audit justru tidak mau menandatangani laporan keuangan yang telah diaudit. Fraud. Manajemen telah sengaja melakukan kecurangan dengan menyajikan laporan keuangan tidak dengan data yang sebenarnya. review yang bersama dengan auditor eksternal menjelang penugasan artinya sebelum laporan auditor diterbitkan. Pada kenyataannya. yaitu tidak adanya atau sangat minimnya komunikasi antara pihak Komite Audit dengan Auditor Eksternal (akuntan publik).2. setelah laporan audit diterbitkan. yaitu Komite Audit tidak mereview laporan keuangan dan laporan auditor dengan auditor eksternal menjelang selesainya penugasan audit. maka hal seperti itu bisa terjadi. objektifitas. Akuntan manajemen telah menyimpang dari praktek akuntansi yang mengikuti peraturan dan undang-undang. KAI yaitu pada saat proses lelang. Dari kedelapan prinsip akuntan yaitu tanggung jawab profesi. Komite Audit juga tidak perlu berbicara kepada publik. Kesalahan ini menimbulkan kesalahan berikutnya. Akibat komunikasi yang kurang intens.

KAI tidak menjaga integritasnya. investor. Dalam kasus ini akuntan PT. dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. dan standar teknis. 6. akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian. KAI bisa tidak sanggup menanggulangi kerugian tersebut. Perilaku profesional. 2. Dalam kasus ini akuntan PT. kompetensi. Tanggung jawab profesi. Kompetensi dan kehati-hatian professional. dan ketekunan. 5. Hal ini tentu saja sangat berbahaya. maka PT. Kepentingan Publik. Dalam kasus ini akuntan PT. 4. dimana akuntan harus bekerja demi kepentingan publik atau mereka yang berhubungan dengan perusahaan seperti kreditur. KAI yang seharusnya menderita kerugian namun dalam laporan keuangan mengalami keuntungan. 3. KAI diduga tidak berperilaku profesional yang menyebabkan kekeliruan dalam melakukan pencatatan 32 . Integritas. prinsip-prinsip etika akuntan yang dilanggar antara lain : 1. perilaku profesional. Objektifitas. dan lain-lain. KAI diduga tidak bekerja demi kepentingan publik karena diduga sengaja memanipulasi laporan keuangan sehingga PT. apabila kerugian tersebut semakin besar namun tidak dilaporkan. akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. termasuk bagi PT. KAI terlihat mengalami keuntungan. kerahasiaan. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan.hatian profesional. Akuntan Internal PT. KAI diduga tidak obyektif karena diduga telah memanipulasi laporan keuangan sehingga hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu yang berada di PT. KAI tidak melaksanakan kehati-hatian profesional sehingga terjadi kesalahan pencatatan yang mengakibatkan PT. dimana seorang akuntan harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. KAI kurang bertanggung jawab karena dia tidak menelusuri kekeliruan dalam pencatatan dan memperbaiki kesalahan tersebut sehingga laporan keuangan yang dilaporkan merupakan keadaan dari posisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Dalam kasus ini akuntan PT. akuntan PT. KAI yang seharusnya menderita kerugian namun karena manipulasi tersebut PT. karena diduga telah melakukan manipulasi laporan keuangan. dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini. KAI. KAI. Karena.

Secara tidak langsung. Kep-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002. Perlu diketahui juga akan pentingnya kejujuran dalam membuat laporan keuangan. Padahal. 7. Contohnya. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. upaya ini menunjang perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pengampu kepentingan. Kemudian. dalam laporan keuangan itu. sebagai auditor eksternal wajib melakukan komunikasi secara baik dan benar dengan komite audit yang ada pada PT Kereta Api Indonesia untuk membangun kesepahaman (understanding) diantara seluruh unsur lembaga. hubungan antar lembaga diharapkan tercipta dengan baik. Apabila laporan keuangan yang menjadi dasar hal tersebut sudah tidak layak.laporan keuangan. Selain itu. Menerapkan Good Corporate goernance (GCG). Standar teknis: akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. Pada surat tersebut 33 . Hal tersebut bukan hanya penting sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap publik maupun investor. Auditor eksternal yang dipercayai harus benar-benar memiliki integritas serta prosesnya harus terlaksana berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya. sehingga mempermudah penerapan sistem pengendalian manajemen yang ada di dalamnya. Akan tetapi hal tersebut juga penting bagi perusahaan sendiri karena dari laporan keuangan biasanya perusahaan menganalisis bagaimana perkiraan tahun mendatang dan menjadi dasar pengambilan keputusan. berdasarkan standar akuntansi keuangan tidak dapat dikelompokkan dalam bentuk pendapatan atau asset. Tetapi. Dalam kasus ini akuntan tidak melaksanakan prinsip standar teknis karena tidak malaporkan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan. akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas. dan hal ini dapat mendiskreditkan (mencoreng nama baik) profesinya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan agar kecurangan seperti ini bisa diantisipasi yakni 1. pajak pihak ketiga dinyatakan sebagai pendapatan. pada saat PT Kereta Api Indonesia telah tiga tahun tidak dapat menagih pajak pihak ketiga. tentu hasil akan jauh dari yang diharapkan dan bahkan bisa berimbas pada perusahaan. Dalam Surat Keputusan Menteri BUMN No.

efisien dan efektif. adil dan transparan. juga menghindari perselisihan dengan Komite Audit. Dengan diterapkannya GCG maka para pelaku dunia usaha dituntut untuk bertanggung jawab. Dengan komunikasi yang efektif. 34 . Komite Audit berperan aktif dalam mengkoordinasikan seluruh tahapan proses auditing. Apabila Dewan Komisaris tidak setuju dengan Komite Audit namun Komite Audit tetap pada pendiriannya. karena kasus PT. Kesalahan-kesalahan sudah terakumulasi dari tahun-tahun sebelumnya sehingga terdapat dua alternatif. Komite Audit. Perbaikan sistem akuntansi dan konsistensi penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di perusahaan. mengevaluasi dan memberikan hasil evaluasi kepada Dewan Komisaris. karena konsistensi yang salah tidak boleh dipertahankan.BUMN dituntut untuk menerapkan GCG tujuannya untuk mendorog pengelolaan BUMN secara profesional. 6. 9. maka data dan bukti yang terkumpul akan semakin akurat dan memadai. mulai dari penunjukan. Harus ada upaya untuk membenarkan kesalahan tahun-tahun lalu. 7. akuntabilitas. Komite Audit tidak berbicara kepada publik. dan auditor intern. akurat dan full disclosure. Manajemen menyusun laporan keuangan secara tepat waktu. 5. Keputusan mengenai opsi yang dipilih sepenuhnya tergantung dari Badan Peradilan Profesi Akuntan Publik (BP2AP). 4. Memilih auditor yang benar-benar kompeten dan profesional. Membangun pengawasan yang efektif di tubuh perusahaan. pembuatan program. yaitu di restatement atau dikoreksi. 2. yang akan mengkomunikasikannya kepada Direksi. 8. karena esensinya Komite Audit adalah organ Dewan Komisaris sehingga pendapat dan masukan Komite Audit harus disampaikan kepada Dewan Komisaris. Komite Audit dapat mencantumkan pendapatnya pada laporan komite audit yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan. 3. Kereta Api sedang diproses disana. Selain itu juga mendorong agar perusahaan menjalankan tindakan dengan dilandasi nilai moral yang tinggi dan patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan. yaitu manajemen. Memperbaiki komunikasi antara auditor dengan pihak-pihak yang berinteraksi.

tetapi dalam kasus ini manajemen telah memanipulasi laporan keuangan. Pentingnya kejujuran dalam membuat laporan keuangan.1 KESIMPULAN Tujuan dibuatnya laporan keuangan adalah selain untuk alat pertanggungjawaban manajemen juga sebagai bahan pertimbangan yang mendukung dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut bukan hanya penting sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap publik maupun investor. sehingga laporan keuangan yang dihasilkan tidak menunjukkan kinerja perusahaan yang sesungguhnya.BAB III PENUTUP 3. 35 . Apabila laporan keuangan yang menjadi dasar hal tersebut sudah tidak layak. Akan tetapi hal tersebut juga penting bagi perusahaan sendiri karena dari laporan keuangan biasanya perusahaan menganalisis bagaimana perkiraan tahun mendatang dan menjadi dasar pengambilan keputusan. upaya ini menunjang perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pengampu kepentingan. Selain itu. tentu hasil akan jauh dari yang diharapkan dan bahkan bisa berimbas pada perusahaan. Auditor eksternal yang dipercayai harus benar-benar memiliki integritas serta prosesnya harus terlaksana berdasarkan kaidah-kaidah yang telah diakui validitasnya. hubungan antar lembaga diharapkan tercipta dengan baik. Kemudian. sehingga mempermudah penerapan sistem pengendalian manajemen yang ada di dalamnya. sebagai auditor eksternal wajib melakukan komunikasi secara baik dan benar dengan komite audit yang ada pada PT Kereta Api Indonesia untuk membangun kesepahaman (understanding) diantara seluruh unsur lembaga. Secara tidak langsung.

com/2013/02/berbagai-hal-yang-memotivasimanajer.com/2013/03/teori-etika-deontologi-dan-teori.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Agoes.blogspot.wordpress.html http://20208837. Etika Bisnis dan Profesi Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya.com/doc/22547071/Pembahasan-Kasus-Pt-Kai-Indonesia.html http://sijenius.html http://byebby.blogspot.blogspot.wordpress. http://fapertaunej2011.com/2011/11/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.html 36 .html http://kuliahku-kampusku.blogspot.html http://id.com/2013/03/manipulasi-laporan-keuangan-pt-kai. 2009 http://www.wikipedia. Sukrisno dan I Cernik Ardana.com/2013/05/akuntansi-manajemen.blogspot.com/2012/11/28/tanggungjawab-akuntan-keuangan-dan-akuntanmanajemen-tanggungjawab-akuntan-keuangan-dan-akuntan-manajemen-tanggungjawabakuntan-keuangan-dan-akuntan-manajemen/ http://xsaelicia.scribd. Jakarta: Salemba Empat.com/2011/11/pelanggaran-kode-etik-akuntansi.com/2013/03/pengertian-etika-profesi-dan.blogspot.org/wiki/Akuntansi_manajemen http://tipsmotivasihidup.com/2012/11/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.wordpress.blogspot.com/2010/12/22/mengupas-seluk-beluk-fraud-dan-caramengatasinya/ http://meriherliyani.html http://akuntansibisnis.html http://adiietdit.blogspot.com/2011/11/tugas.com/2013/03/membahas-tentang-materi-kuliah.blogspot.blogspot.com/2012/12/etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan.html http://ishalmorons.com/2013/05/03/perbedaan-akuntansi-keuangan-dan-akuntansimanajemen/ http://gilangdewi.blogspot.html http://arifa7x.com/2011/11/jenis-jenis-teori-etika.html http://akbarwindra.html http://muaramasad.

com/2009/11/kasus-pt-kai.com/2012/05/contoh-kasus-etika-profesi-akuntansi.blogspot.html http://nadhiadisiini.blogspot.html 37 .http://tacitra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->