PRODUK WISATA

MEMET A SAYUTI, MM

.PRODUK WISATA • Produk Pariwisata dibanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa lainnya memiliki ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari produk pariwisata. yaitu produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang merupakan suatu paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi kebutuhan wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat tujuannya dan kembali lagi ketempat asalnya. transportasi. yaitu produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang terpadu. yang terdiri dari objek dan daya tarik wisata. maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang dikemukakan oleh : – (Burkat dan Medlik). – (Medlik dan Middleton). akomodasi dan hiburan. dimana tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah kepada konsumen (wisatawan/tourist).

maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3(tiga) unsur yang membentuk suatu Produk Pariwisata. yaitu : – Daya Tarik dari Destinasi – Fasilitas dari Destinasi – Kemudahan dari Destinasi .UNSUR PRODUK Berdasarkan kedua pengertian ini.

 Jasa Travel Agent & Tour Operator. Berikut ini terdapat sejumlah 6(enam) unsur produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan berdasarkan kebutuhan wisatwan. .UNSUR PRODUK WISATA Selanjutnya ketiga unsur tersebut menyatu dan menghasilkan citra terhadap suatu destinasi.  Jasa Perusahaan Angkutan. Restoran. Rekreasi dan Hiburan.  Jasa Souvenir (Cinderamata).  Jasa Perusahaan Pendukung. antara lain:  Objek dan Daya Tarik Wisata. apakah baik atau buruk.  Jasa Pelayanan Akomodasi.

Memahami produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memehami ciri-ciri produk pariwisata. . antara lain:  Tidak dapat dipindahkan  Tidak memerlukan perantara (middlemen) untuk mencapai kepuasan  Tidak dapat ditimbun atau disimpan  Sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis  Tidak dapat dicoba atau dicicipi  Sangat tergantung pada faktor manusia  Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi  tidak memiliki standart atau ukuran yang objektif dalam menilai tingkat mutu produk.

. usaha pengolahan makanan. • Menurut Suswantoro (2007:75) pada hakekatnya pengertian produk wisata “adalah keseluruhan palayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempat tinggalnya sampai ke daerah tujuan wisata yang dipilihnya dan sampai kembali kerumah dimana ia berangkat semula” Produk wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki unsur-unsur utama yang terdiri 3 bagian (Oka A. termasuk didalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan  Fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata. parkir.  Kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata tersebut. trasportasi. yaitu jasa yang dihasilkan dari berbagai perusahaan (segi ekonomis). meliputi akomodasi. Yoeti. 2002:211) :  Daya tarik daerah tujuan wisata. rekreasi dan lain-lain.• Produk wisata merupakan rangkaian dari berbagai jasa yang saling terkait. jasa masyarakat (segi sosial) dan jasa alam.

nasional maupun internasional. yaitu kemudahan dalam memperoleh atau mencapai tujuan wisata seperti organisasi kepariwisataan (travel agent)  Amenities yaitu fasilitas untuk memperoleh kesenangan. kebersihan dan keramahtamahan  Networking. yaitu daya tarik wisata baik alam. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi. yaitu jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal. .Mason (2000:46) dan Poerwanto (1998:53) telah membuat rumusan tentang komponen-komponen produk wisata yaitu :  Atraksi. budaya maupun buatan manusia seperti festival atau pentas seni  Aksesbilitas.

transportasi (jasa angkutan). Produk wisata dapat berupa alam. atraksi wisata. sampai ke daerah tujuan wisata yang telah dipilihnya dan kembali ke rumah dimana ia berangkat semula. yang terdiri dari obyek wisata. budaya serta hasil kerajinan masyarakat. Ada beberapa pendapat yang dikemukan oleh para ahli terhadap pengertian produk pariwisata.1986:151) mendeskripsikan produk wisata sebagai susunan produk yang terpadu. konsumen yang tertarik pada tempat-tempat yang menarik. SDM yang terlibat didalam organisasi dan terobosan atau ide-ide baru.  Suwantoro (1997:49). layanan. akomodasi dan hiburan di mana tiap unsur dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan dan ditawarkan secara terpisah. berpendapat produk wisata merupakan keseluruhan pelayanan yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan tempat tinggalnya.PENGERTIAN Produk wisata merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan kepada wisatawan untuk mengunjungi sebuah daerah tujuan wisata.  Bukart dan Medlik (dalam Yoeti. . diantaranya :  Menurut Gooddall (1991: 63). kebudayaan asli dan festival-festival kebudayaan.  Menurut Burns and Holden (1989:172) produk wisata dinyatakan sebagai segala sesuatu yang dapat dijual dan diproduksi dengan menggabungkan faktor produksi. produk wisata dimulai dari ketersediaan sumber yang berwujud (tangible) hingga tak berwujud (intangible) dan secara totalitas lebih condong kepada kategori jasa yang tak berwujud (intangible).  Menurut Kotler dan Amstrong (1989:463) yaitu sebagai sesuatu yang ditawarkan kepada konsumen atau pangsa pasar untuk memuaskan kemauan dan keinginan termasuk di dalam objek fisik.

aksesibilitas pendukung yang dapat mempermudah kegiatan perjalanan wisata. . dapat dideskripsikan bahwa produk wisata merupakan pelayanan yang dapat dinikmati oleh wisatawan dari tempat asal. harga produk.di daerah tujuan wisata. yang ditunjang oleh atraksi wisata.PENGERTIAN Dari beberapa pengertian di atas. fasilitas dan layanan. sampai kembali ke rumah.

budaya.  A.  Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik. Pendit dalam bukunya “ Ilmu Pariwisata” tahun 1994 mendefiniskan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat. dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan. istilah yang lebih sering digunakan. keunikan dan nilai yang tinggi. yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu. yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu  Nyoman S. 10 tahun 2009. dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam. . Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan.DAYA TARIK WISATA Daya Tarik Wisata sejatinya merupakan kata lain dari obyek wisata namun sesuai peraturan pemerintah Indonesia tahun 2009 kata obyek wisata sudah tidak relevan lagi untuk menyebutkan suatu daerah tujuan wisatawan maka digunakanlah kata “ Daya Tarik Wisata” maka untuk mengetahui apa arti dan makna dari daya tarik wisata di bawah ini adalah beberapa definisi/pengertian mengenai DayaTarik Wisata menurut beberapa ahli :  Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. Yoeti dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pariwisata” tahun 1985 menyatakan bahwa daya tarik wisata atau “tourist attraction”. kemudahan.

AGROWISATA Agrowisata merupakan terjemahan dari istilah Bahasa Inggris. peternakan dan perikanan (Sudiasa. Pertanian dalam arti luas mencakup pertanian rakyat. . agrotourism. perkebunan. 2005:11). Agrowisata adalah berwisata ke daerah pertanian. Agro berarti pertanian dan tourism berarti pariwisata/kepariwisataan.

ikan) bisa diserap oleh hotel dan restoran dengan harga yang memadai tentu akan sangat membantu peningkatan pendapatan petani. sayur.S. bunga. Aspek-aspek itu antara lain jenis tanaman yang khas. lingkungan alam dan juga sosial budaya disekelilingnya. daging.Pengembangan agrowisata atau desa wisata akan membangun komunikasi yang intensif antara petani dengan wisatawan. cara budidaya dan pengelolaan produknya.  R. yang telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga berbagai aspek yang terkait dengan jenis tumbuhan yang dibudidayakan itu telah menimbulkan motivasi dan daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjunginya. . aspek kesejarahannya. Kemudian batasan mengenai agrowisata dinyatakan bahwa agrowisata adalah suatu jenis pariwisata yang khusus menjadikan hasil pertanian. perkebunan sebagai daya tarik bagi wisatawan. Damardjati (1995:5) dalam bukunya “Istilah-istilah Dunia Pariwisata” mengatakan bahwa yang dimaksud dengan agrowisata adalah wisata pertanian dengan objek kunjungan daerah pertanian atau perkebunan yang sifatnya khas. Harapannya petani bisa lebih kreatif mengelolausaha taninya sehinggamampu menghasilkan produk yang menyentuh hati wisatawan.  Yoeti (2000:143) dalam bukunya “Ekowisata. Pariwisata Berwawasan Lingkungan Hidup” mengatakan bahwa agrowisata merupakan salah satu alternatif potensial untuk dikembangkan di desa. peternakan. Bila hasil pertanian (buah. penggunaan teknik dan teknologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful