Pusat Kesehatan Masyarakat

Yusuf Alam Romadhon

Sasaran belajar
Mahasiswa mampu menjelaskan : 1. Ruang lingkup dan batasan kerja fungsi puskesmas 2. Upaya penjabaran pelayanan kesehatan masyarakat baik ditinjau dari mutu manajemen dan pelayanan profesionalnya 3. Usaha-usaha pokok puskesmas ditinjau dari tujuannya, indikator keberhasilan, dan ruang lingkup kegiatannya 4. Dapat memberikan penjelasan tentang comprehensive health care service, quality of care, quality of service, basic health care services 5. Dapat membedakan kegiatan utama dan kegiatan terintegrasi yang menyusun program pokok puskesmas 6. Komponen sebuah program kesehatan 7. Mekanisme kegiatan terpadu program puskesmas 8. Membedakan antara kegiatan pelayanan dan kegiatan manajemen 9. Sub sistem manajemen di puskesmas meliputi sub keuangan, logistik, personalia, pencatatan dan pelaporan

Faktor yang berpengaruh pada status kesehatan dan peranan manajemen

Faktor Sosial, Ekonomi, Politik dan Budaya
KETURUNAN Paparan Lingkungan Pelayanan Kesehatan Perilaku

Surveilan epidemiologi

Sehat

Berisiko

Gangguan Kesehatan
Diagnosis dini

SAKIT

Ketidakmampuan
Rehabilitasi

Kecacatan

Sekarat

Promosi kesehatan

Proteksi spesifik

Pengobatan tepat

Legislasi

Paliasi

Upaya Kesehatan

Upaya Masyarakat

Pembiayaan Kesehatan

Manajemen Kesehatan

Dengan berkembangnya penduduk  satu puskesmas mempunyai penduduk binaan antara 30. • Puskesmas sebagai suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.000 – 50.000 jiwa .Batasan puskesmas • Puskesmas adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bidang kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. • Wilayah kerja puskesmas semula di tetapkan satu kecamatan.

Tujuan pelayanan kesehatan di Puskesmas • Membangkitkan kesadaran. berjenjang. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh. pencegahan penyakit (preventif). terpadu dan berkesinambungan . kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal • Untuk mencapai tujuan ini diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif).

Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya b. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat c. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya .Fungsi puskesmas a.

Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri b. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat e. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program puskesmas . Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan d.Proses implementasi fungsi puskesmas a. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien c.

2. 2. Puskesmas pembantu Puskesmas keliling Posyandu Bidan di desa Strategi mencapai cakupan pelayanan kesehatan yang luas dan merata • Non organisatoris Poliklinik / balai pengobatan Balai kesehatan Ibu dan Anak Dokter praktik swasta Polindes (pondok bersalin desa) dikelola bidan desa • Peran serta masyarakat  kader kesehatan  PKMD (pembangunan kesehatan masyarakat desa) 1. 3.• Secara organisatoris ditunjang oleh : 1. 2. 3. 5. Upaya Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK) Kegiatan KB Posyandu Pemberantasan penyakit diare Pengembangan Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM) . 4. 1. 4. 3. 4.

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (tingkatkan keterampilan dan motivasi kerja staf ) 3. bidan desa dengan polindes) 2. puskesmas pembantu. Meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa (puskesmas baru. Sistem rujukan di tingkat pelayanan kesehatan dasar lebih diperkuat dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sampai ke tingkat desa 5. pos kesehatan. Pengadaan peralatan dan obat-obatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (analisis epidemiologi penyakit) 4.Penjabaran pusat pengembangan kesehatan 1. Peran serta masyarakat melalui pengembangan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD)  berkembangnya kegiatan masyarakat dalam rangka menolong diri mereka sendiri. . posyandu.

Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KIA – KB) 4. Kesehatan lingkungan (KesLing) 3.6 pelayanan wajib di Puskesmas (the basic six) 1. Upaya perbaikan gizi 5. Promosi kesehatan (PromKes) 2. Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) 6. Pengobatan dasar .

antara lain : 1. Kesehatan olah raga 3. Kesehatan mata 7.Program pengembangan Puskesmas Dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat masing-masing. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) 2. Perkesmas (Perawatan kesehatan masyarakat) 10. Dan sebagainya . Kesehatan jiwa 6. Kesehatan kerja 4. Pembinaan battra (pengobatan tradisional) 9. Kesehatan gigi dan mulut 5. Kesehatan usia lanjut 8.

dasa wisma. terintegrasi dengan semua usaha pokok puskesmas. dsb) • Ruang lingkup kegiatan : kegiatan penyuluhan.Promosi Kesehatan • Tujuan : meningkatkan kesadaran penduduk akan nilai kesehatan. melalui upaya promosi kesehatan sehingga masyarakat dengan sadar mau mengubah perilakunya menjadi perilaku sehat • Sasaran : adalah kelompok-kelompok masyarakat yang berisiko tertular penyakit maupun masyarakat umum (PKK. kelompok penderita penyakit tertentu. peserta KB lestari. bimbingan dan konseling kesehatan secara berkala. dan idealnya dilakukan oleh semua orang di puskesmas. kelompok remaja. .

dan E coli. pembuangan limbah).Kesehatan Lingkungan • Tujuan : menanggulangi dan menghilangkan unsur-unsur fisik pada lingkungan sehingga faktor lingkungan yang kurang sehat tidak menjadi faktor risiko timbulnya penyakit di masyarakat • Sasaran : tempat-tempat umum yang berdiri sendiri (pasar. pengolah makanan (food handler  rectal swab  carier penyakit menular seperti cholera. tempat umum yang merupakan bagian dari satu kesatuan (pencemaran air. . tempat ibadah. salmonella typhosa. sumber air minum. restoran. pembuangan sampah dan limbah lainnya).

Pengawasan terhadap tempat-tempat umum Pengawasan pada perusahaan penghasil limbah cair. 2. tempattempat umum dan sanitasi perumahan . tempat penjualan dan pengolahan makanan. 2. Menyediakan air bersih 1.Lanjutan kesehatan lingkungan (Ruang lingkup Kegiatan) a. 4. 3. Pembuangan sampah Bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat d. c. Memperbaiki sistem pembuangan kotoran manusia 1. Pembuatan dan penyediaan jamban keluarga (inpres jaga) Penyuluhan kesehatan lingkungan dilakukan melalui demonstrasi pembuatan jamban keluarga (kegiatan integratif) Perlindungan terhadap sumber mata air yang digunakan penduduk (kaporitisasi sumur yang tercemar oleh bakteria baccil cholera) Penyuluhan melalui demonstrasi tentang pembuatan sumur Penyediaan sumur pompa tangan dan sarana air minum lainnya Mengadakan penyuluhan kesehatan tentang air minum sehat b.

Kesehatan Ibu dan Anak – Keluarga Berencana (KIA – KB) .

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) • Tujuan umum: a. pada saat persalinan dan menyusui) b. Menurunkan kematian (mortalitas) dan kejadian sakit (morbiditas) di kalangan ibu (selama kehamilan. Meningkatkan derajat kesehatan anak (pemantauan status gizi dan pencegahan dini untuk penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi dasar tumbuh kembang anak optimal) .

6 %  jumlah penduduk setempat . Misalnya di propinsi Bali jumlah bayi = 2. Pendataan langsung  staf puskesmas dengan survei & kader sebagai informan (VALID untuk menyusun rencana program) 2. Perkiraan (estimasi)  hasil perkalian angka standar (%) jumlah penduduk di suatu wilayah (ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Tk I atau KanWil DepKes.1 %  jumlah penduduk setempat.Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) • Sasaran : – Ibu hamil. ibu menyusui dan anak-anak (sampai dengan usia 5 tahun)  sasaran primer program – Dukun bersalin dan kader kesehatan  sasaran sekunder • Jumlah sasaran ibu hamil dan anak ditetapkan dengan : 1.6 %  jumlah penduduk setempat. jumlah ibu hamil = 3. jumlah balita = 4.

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Ruang lingkup kegiatan: • Pokok (murni milik KIA) – Pemeriksaan kesehatan ibu hamil – Mengadakan latihan untuk dukun bersalin • Integratif (bersama program layanan lain) – Mengamati tumbuh kembang anak balita (integrasi dengan program gizi) – Memberikan nasihat tentang makanan. mencegah timbulnya masalah gizi karena kekurangan kalori dan protein serta memperkenalkan jenis makanan tambahan (vitamin dan garam beryodium)  integrasi dengan program layanan PromKes dan Gizi – Memberikan pelayanan KB kepada pasangan usia subur (Integrasi program layanan KB) – Merujuk ibu atau anak yang memerlukan pengobatan (integrasi dengan program layanan pengobatan) – Memberikan pertolongan persalinan dan bimbingan selama masa nifas (integrasi dengan program layanan perawatan kesehatan masyarakat) .

. pertemuan dengan kelompok masyarakat) Penyediaan alat-alat kontrasepsi Mengadakan kursus keluarga berencana untuk para dukun bersalin  dukun bersalin  motivator KB Kegiatan KB terintegrasi dengan KIA 4. Mengadakan penyuluhan dan konseling KB (di puskesmas. posyandu. 3. Jumlah PUS yang menjadi sasaran ditetapkan berdasarkan survey PUS yang dilaksanakan sekali setiap tahun dan pelaksanaannya dikoordinir oleh PLKB (Petugas Lapangan KB) di masing-masing desa • Ruang Lingkup Kegiatan 1. kunjungan rumah. Menurunkan angka kelahiran Meningkatkan kesehatan ibu  Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) • Sasaran : Pasangan Usia Subur (PUS). 2. 2.Keluarga Berencana (KB) • Tujuan (jangka panjang) : 1.

Upaya Perbaikan Gizi • Tujuan : meningkatkan status gizi masyarakat melalui usaha pemantauan status gizi kelompok masyarakat yang mempunyai risiko tinggi (ibu hamil dan balita). ibu menyusui dan anak balita . pemberian makanan tambahan (PMT) • Sasaran : Ibu hamil.

sektor agama. pertanian. e. • PMT penyuluhan • PMT pemulihan • Terintegrasi dengan KIA b. S = jumlah semua balita. Indikator keberhasilan pemantauan status gizi balita digunakan SKDN dan ditulis di KMS. K = anak yang mempunyai KMS. D = balita datang teratur ke tempat penimbangan.Upaya perbaikan gizi • Ruang lingkup kegiatan : a. Pembagian vitamin A untuk bayi 2  setahun. tablet besi (sulfas ferrosus) untuk ibu hamil bersifat suplemen. Memantau pertumbuhan anak melalui penimbangan anak secara rutin setiap bulan (di puskesmas atau posyandu). N = balita datang teratur BB naik. Melakukan pemeriksaan Hb dan BB ibu hamil secara rutin Mengembangkan kegiatan perbaikan gizi bekerja sama dengan masyarakat setempat. c. peternakan. d. pemberian obat cacing untuk anak kurang gizi karena parasit cacing . dan penerangan yang ada di tingkat kecamatan Memberikan penyuluhan gizi masyarakat.

– Sasaran sekunder : lingkungan pemukiman masyarakat – Sasaran khusus : kelompok-kelompok tertentu masyarakat yang berperilaku risiko tinggi. misalnya untuk pemberantasan penyakit menular tertenu seperti penyakit kelamin  para pekerja seks komersial di lokalisasi . dan mengurangi berbagai faktor risiko lingkungan masyarakat yang memudahkan terjadinya penyebaran suatu penyakit menular • Sasaran : – Sasaran primer : ibu hamil.Pemberantasan Penyakit Menular • Tujuan : menemukan kasus penyakit menular sedini mungkin. balita dan anak sekolah untuk kegiatan imunisasi.

. Ada dua jenis kegiatan 1. 4. Polio mielitis. Tetanus. 3. fogging dan abatiasi untuk DHF. Batuk rejan (pertusis). Active case detection (ACD) Pasive case detection (PCD) Pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan rutin Sistem pencatatan dan pelaporan di daerah sentinel Survei khusus untuk penyakit menular tertentu Investigasi kasus (ledakan kasus / KLB) Empat cara • Imunisasi  untuk memberikan perlindungan kepada kelompokkelompok masyarakat  mencegah terjadi penularan penyakit seperti TBC. drainage genangan air. 2. dan perbaikan sistem pembuangan sampah untuk pemberantasan malaria. Difteria. 1.Pemberantasan Penyakit Menular Ruang lingkup kegiatan • Surveilan epidemiologi  untuk menemukan kasus penyakit menular sedini mungkin. 2. campak dan hepatitis B (PR membuat jadwal dan frekuensi pemberian imunisasi) • Pemberantasan vektor  dilakukan dengan penyemprotan menggunakan insektisida. oiling.

memberikan pengobatan untuk penderita yang berobat jalan atau pelayanan rawat tinggal khusus di Puskesmas yang mempunyai tempat tidur (puskesmas perawatan) 2.Pengobatan dasar • Tujuan : memberi pengobatan dan perawatan di Puskesmas (khusus untuk puskesmas perawatan) • Sasaran : masyarakat yang mengunjungi puskesmas untuk mencari pengobatan • Ruang lingkup kegiatan : 1. Merujuk penderita sesuai dengan jenis pelayanan yang diperlukan 3. Menyelenggarakan puskesmas keliling terutama untuk wialyah kerja puskesmas yang belum mempunyai Puskesmas Pembantu dan wilayah pemukiman penduduk yang masih sulit transportasinya . Menegakkan diagnosis.

Laboratorium • Tujuan : memeriksa sediaan (speciment) darah. Merupakan penunjang kegiatan program lain seperti program layanan pengobatan. KB dan P2M • Sasaran : – Pasien yang berkunjung ke Puskesmas (passive case detection) – Penderita penyakit menular dan keluarganya yang dicari di rumahnya masing-masing (active case detection) . KIA. sputum. feces. urine untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit.

. b. SLTP. SLTA dan lingkungan sekolahnya.Usaha Kesehatan Sekolah • Tujuan : meningkatkan derajat kesehatan anak dan lingkungan sekolah • Sasaran : – Sasaran primer : murid SD. kesehatan gigi. – Sasaran sekunder : guru olah raga dan kesehatan • Ruang lingkup : a. Mengupayakan lingkungan sekolah yang sehat (penyediaan air bersih. d. c. e. kesehatan lingkungan Mengembangkan pelayanan kesehatan primer (P3K) di sekolah Imunisasi BCG dan DT untuk anak SD kelas I Dan VI Melaksanakan penimbangan anak yang baru masuk SD untuk memantau status gizinya. jamban dan bak sampah) Pendidikan kesehatan tentang kebersihan perorangan.

Lingkungan fisik rumah tangga 3. peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya Sasaran : 1. Panti asuhan . Memberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau keluarganya di rumah pasien dengan mengikutsertakan keluarga dan kelompok masyarakat di sekitarnya 2. Membantu keluarga dan masyarakat mengenai kebutuhan kesehatannya sendiri dan cara-cara penanggulangan sesuai batas kemampuan 3. ibu nifas.Perawatan Kesehatan Masyarakat Tujuan : 1. anak kekurangan gizi dan pasien penyakit kronis yang memerlukan perawatan di rumah) 2. Kelompok masyarakat risiko tinggi (ibu hamil dengan risiko tinggi. Menunjang program kesehatan lain dalam usaha pencegahan penyakit.

Perawatan kesehatan masyarakat Ruang lingkup • Melaksanakan perawatan kesehatan perorangan. keluarga dan kelompok masyarakat lain • Pelaksanaan di luar gedung puskesmas yaitu di tingkat rumah tangga (aktivitas pertolongan persalinan. peningkatan sanitasi lingkungan dilakukan di rumah penduduk sasaran) • Pembinaan panti asuhan . perwatan penyakit kronis.

3. . Mengenali penderita yang memerlukan pelayanan kesehatan psikiatri Memberikan pertolongan pertama psikiatri. 2. memberikan pengobatan atau merujuk pasien ke RS Jiwa Memberikan penyuluhan kesehatan jiwa kepada kelompokkelompok penduduk di wilayah kerja puskesmas Memberikan perawatan lanjutan dan rehabilitasi sosial untuk penderita yang kembali pulang ke keluarganya sesudah dirawat di RS Jiwa 4.Usaha Kesehatan Jiwa • Tujuan : mencapai tingkat kesehatan jiwa masyarakat secara optimal • Sasaran : penderita gangguan jiwa dan keluarganya yang datang ke Puskesmas termasuk pasien yang dirujuk oleh RS Jiwa untuk rehabilitasi sosial • Ruang lingkup kegiatan : 1.

anak sekolah dan masyarakat yang datang ke puskesmas dengan keluhan gangguan kesehatan gigi • Ruang lingkup 1. Melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan perawatan gigi secara rutin untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil 2.Usaha Kesehatan Gigi • Tujuan : menghilangkan atau mengurangi gangguan kesehatan gigi dan mempertinggi kesadaran kelompokkelompok masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi • Sasaran : ibu hamil. Penyuluhan kesehatan gigi di sekolah .

Kegiatan utama dan kegiatan terintegrasi Program Puskesmas PROGRAM POKOK KIA / KB KEGIATAN UTAMA ANC Pertolongan persalinan Latihan dukun bayi Pemasangan alat kontrasepsi Pemeriksaan efek samping KEGIATAN INTEGRASI Imunisasi Pemeriksaan Hb Penimbangan berat badan anak Pembagian Tablet Fe Pembagian vitamin A Konseling P2M Surveilan epidemiologi Imunisasi Pemberantasan vektor Penimbangan anak Pemeriksaan Hb PMT. vit A. Tablet Fe Pemeriksaan pasien Diagnosis Pengobatan Rujukan Penyuluhan Kebersihan lingkungan Pengobatan Penyuluhan Konseling Pendidikan kesehatan Konseling Gizi Pengobatan .

Kegiatan utama dan kegiatan terintegrasi Program Puskesmas PROGRAM POKOK Kesehatan Lingkungan KEGIATAN UTAMA Pengawasan tempat-tempat umum Pengadaan Sami-JAGA (sarana air minum – jamban keluarga). urin. darah. SPAL(sistem pembuangan air limbah) Perlindungan sumber air minum penduduk Penyuluhan dan konseling secara berkelompok Perawatan pasien di rumah (community out-reach program) KEGIATAN INTEGRASI Penyuluhan PromKes Masalah kesehatan masingmasing program yang akan dijadikan topik penyuluhan Penyuluhan / konseling Kegiatan pengobatan Kegiatan kesehatan lingkungan Kegiatan KIA PHN (public health nursing) Laboratorium Pemeriksaan sediaan (sputum. feces) Rujukan .

Kegiatan utama dan kegiatan terintegrasi Program Puskesmas PROGRAM POKOK UKG KEGIATAN UTAMA Pemeriksaan gigi Pengobatan Rujukan Pelayanan kesehatan yang dilakukan di sekolah dengan sasaran murid dan lingkungan sekolah Pemeriksaan kesehatan jiwa Pengobatan Rujukan KEGIATAN INTEGRASI Penyuluhan UKS Pemeriksaan kesehatan Pengobatan Pemeriksaan gigi Penyuluhan Imunisasi Penyuluhan Konseling PHN UKJ .

personalia) Sistem pencatatan dan pelaporan Tujuan Operasional Tujuan umum Program Kegiatan Terintegrasi .Komponen sebuah program pokok puskesmas Kegiatan pokok Sumber daya (logistik. dana.

Penimbangan anak 10 . Pengobatan malaria 16. 8. 7. Usaha kesehatan sekolah Perawatan untuk ibu 4. Perbaikan kesehatan lingkungan Upaya pengobatan 14. Pengobatan TBC 15. 6. 5. 9.KEGIATAN PELAYANAN Pelayanan kesehatan umum 1. Pencatatan pelaporan . Kunjungan rumah 2. 4. Penyuluhan kesehatan 3. Buta senja 18. KB Perawatan Anak 8. ANC 5. Imunisasi 11. Perencanaan Manajemen personalia Pelatihan Supervisi Manajemen keuangan Manajemen logistik Monitoring program Kerjasama / koordinasi Kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat 10. Anemia 17. Menyusui bayi 9. 2. Gondok endemik KEGIATAN MANAJEMEN UNTUK TIAP PROGRAM 1. Perawatan ibu masa nifas 7. Pertolongan persalinan 6. Pemberian oralit 13. 3. Penanggulangan diare 12.

Sub sistem pencatatan dan pelaporan 6.Enam sub sistem manajemen 1. Sub sistem pengembangan peran serta masyarakat . Sub sistem personalia (pengembangan staf) 5. Sub sistem keuangan 3. Sub sistem pelayanan kesehatan (promosi. pengobatan. rehabilitasi medis dan sosial)  sudah di jelaskan 2. pencegahan. Sub sistem logistik 4.

uang jasa pelayanan dikembalikan lagi ke puskesmas sebesar 25% yang dapat digunakan oleh puskesmas untuk menunjang pelaksanaan kegiatan program Ditunjuk bendahara puskesmas oleh KaPuskes Tugas bendahara. Sumber – – 3. obat dan jasa pelayanan Puskesmas  ke kas daerah. Pencatatan pelaporan – – – . mencatat dan melaporkan semua dana yang diterima dan yang dikeluarkan oleh Puskesmas. Puskesmas memiliki dua bendahara .Sub sistem manajemen keuangan 1. Jenis anggaran – – Dana rutin (gaji pegawai) Dana operasional / proyek untuk masing-masing program  biaya kunjungan pembinaan ke lapangan. pemeliharaan dan pembelian peralatan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan rutin program APBN dan APBD Uang dari karcis. Sesuai peraturan pemerintah. bendahara rutin (mengurus gaji pegawai dan pemasukan keuangan rutin Puskesmas) bendahara proyek (mencatat dan melaporkan dana operasional kegiatan proyek) 2.

Lanjutan sub sistem manajemen keuangan • Bendahara bertugas membuat laporan neraca dan pengeluaran uang (setiap bulan) • Dana yang bersumber dari jasa pelayanan kesehatan harus dicatat dan dilaporkan secara rutin ke Kas Pemda melalui Bank (biasanya Bank Pembangunan Daerah) dengan tembusan dikirimkan ke Dinkes Tk II • Sesuai ketentuan laporan keuangan dikirim bendahara setiap dua minggu sekali • Pemeriksaan keuangan (audit kas) secara rutin wajib dilakukan oleh pimpinan Puskesmas • Pemeriksaan keuangan oleh pihak BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Projek) biasanya dilakukan apabila dikehendaki oleh pihak BPKP .

jarum dan spuit. termos. kulkas. obatobat efek samping. termometer. alat semprot nyamuk. Jenis Logistik – Direncanakan untuk menunjang pelaksanaan program pokok Puskesmas – Setiap program butuh logistik dengan jumlah dan jenis yang berbeda-beda (P2M butuh vaksin. spekulum. sarung tangan) – Jenis dan jumlah logistik ditentukan berdasarkan kebutuhan Puskesmas dalam setahun – Penyusunan kebutuhan logistik satu tahun disusun dengan lokakarya mini puskesmas (LKMP) . KB butuh alat kontrasepsi.Sub Sistem Manajemen Logistik 1.

Sub sistem Manajemen Logistik 2. dengan sistem FIFO (first in first out) 3. Sumber – – – – – – – Kebutuhan logistik Puskesmas dalam satu kabupaten disediakan oleh pihak kantor Dinas Kesehatan Tk II dan BKKBN (khusus untuk program KB) Jumlah dan jenis disesuaikan dengan perencanaan yang telah diajukan Dana proyek pengadaan logistik dan obat sudah dialokasikan setiap tahun Harus dilakukan oleh petugas khusus Pimpinan puskesmas mempunyai wewenang dan wajib memeriksa administrasi barang dan obat secara rutin Penyusunan perencanaan didasarkan pada pola konsumsi yang tercatat Khusus obat penyimpanan harus perhatikan masa kedaluwarsa. Pencatatan dan pelaporan .

keterampilan rendah. bidan.Sub sistem manajemen personalia • Staf  sumber daya manusia yang utama di Puskesmas  dibina. dikembangkan motivasi. petugas sanitasi. tata usaha yang biasanya merangkap sebagai bendahara • Terbatasnya staf  staf mendapatkan tugas ganda dimana tugas tambahan bersifat integratif . kualifikasi staf tidak sesuai dengan kebutuhan • Tenaga minimal yang harus dimiliki : dokter umum. perawat umum. dan keterampilannya  bekerja produktif • Karena bukan organisasi profit  tidak tepat diterapkan sistem bonus • Sistem kerja yang integratif dan berkelompok  lebih tepat untuk dikembangkan di puskesmas • Jumlah dan jenis tenaga yang tersedia bervariasi tergantung lokasi. perawat gigi. kebutuhan dan lama berdirinya puskesmas • Masalah ketenagaan yang sering dihadapi : jumlah terbatas. inisiatif.

dokter selaku manajer puskesmas diberikan wewenang mengangkat staf. merencanakan tugas-tugas dan lakukan supervisi kegiatan • Bentuk supervisi  evaluasi buku laporan harian staf atau supervisi langsung pada staf dan unit kerjanya • Pimpinan puskesmas  pertemuan rutin (mingguan dan bulanan)  bagian aktuating (penggerakan)  tingkatkan komunikasi staf – pimpinan • Pertemuan rutin  koordinasi tugas lintas program. • Dokter sebagai pimpinan puskesmas bertanggung jawab memberikan bimbingan teknis untuk meningkatkan keterampilan staf  tugas pokok + tugas integratif • Pimpinan puskesmas  kembangkan motivasi kerja. penyampaian hasil supervisi pimpinan puskesmas terhadap pelaksanaan program di lapangan. umumkan kebijakan pimpinan serta umpan balik staf terhadap penerapan kebijakan . tetapi hanya berhak mengusulkan kebutuhan staf (jumlah dan jenis) ke Dinkes Tk II.Sub sistem manajemen personalia • Untuk manajemen personalia di puskesmas.

• Data yang sudah disajikan  masukan perencanaan masing-masing kegiatan program • Data dapat pula diperoleh dari hasil supervisi langsung ke lapangan . grafik atau dilaporkan secara naratif. “you can not manage if you can not measure” • Data siap pakai adalah informasi yang berguna karena sudah dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel. • Analisa data hasil pencatatan kegiatan program puskesmas cukup diolah dengan menggunakan statistik sederhana dan distribusi permasalahan dianalisa dengan menggunakan pendekatan epidemiologi diskriptif.Sub sistem pencatatan dan pelaporan program • Untuk perencanaan pengembangan program pokok puskesmas butuh data yang siap pakai • Prinsip manajemen.

Standar keberhasilan • DinKes Tk I dan II menetapkan standar kuantitatif keberhasilan masing-masing program • Standar pelaksanaan program  performance standard • Keberhasilan  membandingkan output yang dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya  kinerja staf • Indikator derajat kesehatan masyarakat yang paling peka untuk menilai dampak program kesehatan : – IMR (Infant Mortality Rate) – MMR (Maternal Mortality Rate) – BR (Birth Rate) .

perbaikan lingkungan (KesLing) • Pencegahan sekunder : Early diagnosis dan prompt treatment  ANC. pasca kecelakaan. Rehabilitasi medis misalnya pasien stroke.Comprehensive Health Care Service • Adalah layanan perawatan kesehatan yang meliputi tiga aspek pencegahan : – Pencegahan primer – Pencegahan sekunder – Pencegahan tersier • Pencegahan primer : Health Promotion  PromKes. Specific protection  Imunisasi (P2M). pemeriksaan Hb pada bumil. penimbangan rutin dsb • Pencegahan tersier : Medical and Social Rehabilitation  mengurangi ketidakmampuan dan rehabilitasi yang bersifat sosial dan medis. kegiatan surveilan. rehabilitasi sosial  pasien pasca perawatan di RSJ dengan pendekatan keluarga pasien dan masyarakat setempat . pap smear.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful