P. 1
Meningkatkan Kedisiplinan Guru Smp Negeri Satu Atap Pallantikang Melalui Penerapan Pencatatan Piket Secara Ketat Dan Berkelanjutan

Meningkatkan Kedisiplinan Guru Smp Negeri Satu Atap Pallantikang Melalui Penerapan Pencatatan Piket Secara Ketat Dan Berkelanjutan

|Views: 66|Likes:
Published by gustiawan22

More info:

Published by: gustiawan22 on Jul 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

Sections

  • ABSTRAK
  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Identifikasi Masalah
  • C. Pembatasan Masalah
  • D. Perumusan masalah
  • E. Tujuan Penelitian
  • 1. Tujuan umum:
  • 2. Tujuan khusus
  • 3. Manfaat Penelitian
  • BAB II
  • TINJAUAN PUSTAKA
  • A. Deskripsi sekolah (profil sekolah)
  • B. Pengertian Disiplin
  • C. Kepribadian Guru
  • D. Pengertian Guru
  • E. Tugas Guru
  • F. Kompetensi Guru
  • G. PERATURAN-PERATURAN YANG TERKAIT
  • BAB III
  • METODE PENELITIAN
  • A. Lokasi Penelitian
  • B. Waktu Penelitian
  • 1. C. Tim Peneliti
  • D. Pentahapan Penelitian
  • E. Objek, sasaran, dan jenis tindakan
  • F. Siklus Tindakan
  • G. Teknik pengumpulan data dan jenis instrumen yang digunakan
  • H. Teknik analisis data
  • BAB IV
  • SIKLUS TINDAKAN
  • A. Siklus I
  • B. Siklus II
  • BAB V
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU SMP NEGERI SATU ATAP PALLANTIKANG MELALUI PENERAPAN PENCATATAN PIKET SECARA KETAT DAN

BERKELANJUTAN

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan pencatatan piket secara ketat dan berkelanjutan guru SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan selama dua siklus pada guru-guru SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros tahun pelajaran 2010 – 2011. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru untuk datang mengajar pada jam pertama. (2) Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru mengajar sesuai jadwal. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 1 minggu. Hasil dari penelitian ini, antara lain bahwa (1) Nampak adanya peningkatan kedisiplinan kehadiran guru masuk mengajar sesuai jadwal dari siklus satu 30 % kategori sedang menjadi 10 % mencapai kategori rendah/normal pada siklkus kedua. (2) Peningkatan kedisiplinan guru keluar dari kelas sesuai jadwal dari siklus satu 33,33 % atau berada pada kategori sedang menjadi 2,22 % mencapai kategori rendah/normal pada siklkus dua. Sebagai implikasi dari hasil yang diperoleh melalui penelitian ini, disarankan sistem pencatatan secara ketat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendekatan bukan saja untuk guru guru namun untuk pegawai lainnya.. Kata kunci: disiplin,pencatatan,piket,ketat, dan berkelanjutan.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah menegaskan bahwa seorang kepala yaitu;

sekolah/madrasah harus

memiliki minimal 5 (lima) kompetensi

kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Kompetensi dimensi kepribadian dan manajerial yang selama ini dilaksanakan ternyata masih belum memadai untuk menjangkau seluruh kepala sekolah dalam waktu yang relatif singkat. Kompetensi tersebut harus dimiliki kepala sekolah untuk mengelola guru dan staf tata usaha dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah dan berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah. Pendayagunaan sumber daya sekolah serta berakhlak mulia,

mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia sangat erat kaitannya dengan kedisiplinan kerajinan untuk melaksanakan tugas di sekolah. Seorang guru yang berkompetensi adalah guru yang memiliki kompetensi berdasarkaan Undangundang No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen bahwa guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kedisiplinan adalah salah satu bagian dalam kompetensi kepribadian. Kedisiplinan yang dimaksud adalah disiplin: masuk dan keluar kelas;

menyediakan perangkat pembelajaran; mengadakan penilaian dengan benar dan; membuat program remedial. Pada program pendidikan di sekolah menengah pertama (SMP) dan yang setara, jumlah jam mata pelajaran sekurang-kurangnya 32 jam pelajaran setiap minggu. Setiap jam pelajaran lamanya 40 menit. Jenis program pendidikan di SMP dan yang setara, terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum berjumlah 10, sementara keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan oleh kebijakan Dinas setempat dan kebutuhan sekolah. Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. Setiap satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. Dengan adanya tambahan waktu, satuan pendidikan diperkenankan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Misalnya mengadakan program remediasi bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal. Pengaturan beban mengajar guru berdasarkan standar pelaksaanaan PBM , bahwa setiap guru profesional wajib mengajar tatap muka dikelas antara 24 jam

memeriksa hasil ulangan siswa serta tugas lain serta pengembangan profesi . 2250 menit kurang 960menit yaitu 1290 meit. maka 24 kali 40 menit adalah 960 menit. serta perubahan beban mengajar guru dari paling sedikit 18 jam tatap muka per minggu menjadi 24 jam tatap muka per minggu. Hal tersebut terjadi karena kondisi sekolah yang kelebihan guru atau lokasi sekolah yang berada di daerah terpencil. yaitu dengan beban mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Khusus sekolahsekolah di daerah terpencil. Berdasarkan kewajiban pegawai negeri sipil 37. maka masih terdapat 21 jam perminggu diluar jam tatap muka. Seorang guru adalah PNS yang wajib bekerja selama 2250 menit tiap minggu. Hingga saat ini. pada umumnya peserta didiknya sedikit sehingga mempengaruhi jumlah rombongan belajar (rombel) dan rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya. Jika dijadikan jam . Jika dihitung dengan menit. namun kenyataannya masih banyak dan sering di antara guru-guru tidak melaksanakan . Berdasarkan kenyataan yang terjadi di SMP Negeri Satu Atap Pallantikan bahwa benar guru sudah diberikan beban mengajar dalam kelas .perminggu hingga 40 jam perminggu. Kelebihan guru terjadi karena ada perubahan kebijakan dalam perencanaan dan rekruitment guru. belum semua guru dapat melaksanakan tugas ideal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.5 jam perminggu yang bila dijadikan menit maka 37. Perhitungan 24 jam perminggu artinya bahwa guru wajib berdiri dikelas selama 24 kali 40 menit dalam perminggu.5 kali 60 menit = 2250 menit. maka guru yang hanya mempunyai jam tatap muka 24 jam perminggu masih mempunyai waktu disekolah untuk mengerjakan persiapann mengajar.

Guru –guru banyak yang terlambat datang pada jam pertama Setelah jam istirahat guru-guru sering melupakan jam mengajar karena keasikan cerita di kantor . Peningkatan kedisiplinan mengajar guru merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan mengingat bahwa volume belajar siswa tidak dapat terpenuhi secara maksimal. Keterlambatan tiba di sekolah pada jam pertama dan cepatnya keluar pada jam terakhir adalah salah satu kenyataan yang sering terjadi sehingga menyebabakan terlambat masuk di kelas atau cepat keluar. B. Melihat kenyataan tersebut maka masalah yang harus diselesaikan adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru dalam pelaksanaan pembelajaran. 2. salah satu upaya yang akan dilakukan oleh penulis adalah pencatatan piket secara ketat dan berkelanjutan.dengan sepenuhnya. Selain keteralambatan datang disebabkan juga kegiatan guru pada waktu istirahat di ruang guru yang sering terlupakan jika jam mengajar telah masuk masih melanjutkan cerita dengan sesama guru. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka dapat diindentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. akhirnya 1 jam 40 menit hanya terlaksana sekitar 35 menit. Untuk itu diperlukan upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk memperbaiki kondisi tersebut.

mengabsen terlalu lama. Kadang-kadang guru terhalang tiba di kelas karena hujan keras.‖ D. Apakah dengan pencatatan piket yang ketat terhadap kedatangan guru pada jam pertama dapat mengurangi keterlambatan guru mengajar. 7. 6. 2. 5. Perumusan masalah 1. C.3. Pada jam terakhir terkadang ada guru yang lebih cepat meninggalkan kelas sebelum bel pulang dibunyikan 4. Guru-guru terlambat datang karena macet dalam perjalanan. Pembatasan Masalah Berdasarkan analisis potensi dan kewenangan yang dimiliki peneliti dan kemendesakan serta prioritas masalah tersebut untuk segera ditangani maka masalah dibatasi pada “Sebagian guru sering terlambat datang pada jam pertama dan cepat keluar pada jam terakhir. Guru-guru sibuk dengan kegiatan lain di luar. Guru-guru kadang mengahbiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting di kelas seperti memarahi siswa . Apakah dengan pencatatan piket yang ketat terhadap kepulangan guru pada jam terakhir dapat mengurangi kecepatan guru meninggalkan kelas sebelum waktunya .

Tujuan khusus a. b. Siswa belajar lebih lama di dalam kelas. Meningkatkan kredit point kepala sekolah. Meningkatkan motivasi guru dalam mengatur waktu lebih tepat Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru dalam menjalankankan tugasnya. . Memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan target kurikulum. Tujuan umum: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bagi siswa a. 2. Tujuan Penelitian 1. b. 2. Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru datang mengajar pada jam pertama b. Bagi kepala sekolah a. Meningkatkan profesionalisme kepala sekolah dalam bidang kepribadian dan manajerial.E. Manfaat Penelitian 1. 3. Meningkatkan kedisiplinan kehadiran guru mengajar sesuai jam yang tersedia pada jadwal 3. c. b. Memudahkan siswa dalam memahami informasi dari guru. Bagi guru a.

Bagi sekolah a.4. . b. Terciptanya budaya kultur positif di lingkungan sekolah. Meningkatnya kuantitas pembelajaran.

Seakolah ini beroperasi sejak tahun pelajaran 2005/2006. Keadaan sarana dan prasarana belum dapat dikatakan cukup. kira-kira 2 KM. meskipun demikian proses pembelajaran berjalan dengan lancar. Kelurahan Pallantikang. Deskripsi sekolah (profil sekolah). SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros Baru adalah salah satu sekolah yang terdapat di Indonesia tepatnya di kampung Bantabantaeng Lingkungan Panaikang. Gedung SMPN Satu Atap Pallantikang hanya memiliki 2 (dua) gedung. Perkembngan sekolah ini dilihat dari peningkaran siswanya termasuk sekolah yang berkembang . Proses belajar mengajar dilaksanakan di pagi hari dan di siang hari. Lokasi sekolah ini tergolong sekolah pedesaan karena tidak terdapat di pusat kota kabupaten atau di kota kecamatan. mengingat . Kecamatan Maros Baru. Jumlah rombongan belajar terdiri dari 5 kelas dengan rasio rata-rata 38 tiap rombongan belajar. Secara geograpis jaraknya tidak jauh dari kota kabupaten.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tenaga guru yang mengajar di sekolah ini terdiri dari 11 guru PNS dan 12 orang guru honor. 1 (satu) untuk Perpustakaan dan 1 (satu) untuk gedung untuk belajar yang terdiri 3 (tiga) ruang belajar. Keadaan siswa selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa sekolah ini diminati masyarakat yang ditunjukkan bahwa pada penerimaan siswa baru selalu meningkat calon siswa baru. Propinsi Sulawesi Selatan. Perlu diketahui bahwa sekolah ini tidak memiliki lahan yang luas. Kabupaten Maros. Sekolah ini satu lokasi dengan SDN 9 Panaikang.

Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertujuan kepada orang yang selalu hadir tepat waktu. berperilaku sesuai dengan norma. baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal). Pengertian Disiplin Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. dan pengendalian. pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal). B. Pertama. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. namun perlu ada perhatian di sisi lain seperti sarana prasarana. dan sejenisnya. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.ruang belajar terbas dengan jumlah yang ada hanya 5 (lima) ruangan saja. Tenaga kependidikan yang mengelola administrasi terdiri dari 1 PNS dan 5 tenaga honorer. .norma yang berlaku. Sebaliknya. Dalam kehidupan sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi. taat terhadap aturan. sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku. Kedaan seperti ini menunjukkan kekuatan untuk dapat berbuat lebih banyak dalam meningkatkan mutu pembelajaran. khususnya pengadaan lahan.

hukuman dimaksud sebagai . diskusi dan penalaran untuk membantu guru memahami mengapa diharapkan mematuhi dan menaati peraturan yang ada.Pengertian kedisiplinan dilihat dari profesi seorang guru adalah sikap dan nilai-nilai di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sanksi atau hukuman dapat diberikan kepada yang menolak atau melanggar tata tertib. tidak atau kurang fleksibel. ada guru yang malas dalam menjalankan tugasnya. kurikulum yang tidak terlalu kaku. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum. Tapi. terlalu dipaksakan dan lain-lain bisa menimbulkan perilaku yang tidak disiplin. bahkan ada guru yang datang ke sekolah ketika akan menerima gaji saja. Oleh sebab itu baik buruknya suatu sekolah akan sangat ditentukan oleh kinerja kepala sekolahnya. sekaligus dapat menindak tegas guru bantunya yang tidak profesional dan kurang disiplin didalam melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan utama dan kode keguruan. Selain berperan sebagai administrator. kepala sekolah juga berperan sebagai pengambil kebijaksanaan keputusan tertinggi di sekolah. Akan tetapi. Pendekatan peraturan demokratis dilakukan dengan memberi penjelasan. Teknik ini menekankan aspek edukatif bukan aspek hukuman. banyak fakta yang kita sering temukan dalam kehidupan sehari-hari tentang buruknya kedisiplinan dan kurangnya profesionalisme seorang guru. dalam proses belajar mengajar pada khususnya dan dalam proses pendidikan pada umumnya. Selain guru sosok kepala sekolah juga memiliki peranan yang sangat penting. Misalnya.

melainkan atas kesadaran bahwa hal itu baik dan ada manfaat. Mengikuti peraturan yang ada bukan karena terpaksa. mengoreksi dan mendidik. Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang ketentuan disiplin Pegawai Negeri Sipil khususnya menyangkut ketentuan jam kerja. Semuanya bermula dari disiplin diri. Seorang pemimpin. Disiplin diri menjadi kata kunci kemajuan dan kesuksesan serta kebesaran orangorang besar yang pernah hidup dalam sejarah. nasib bangsa ini akan menjadi bangsa kerdil yang penuh dengan bencana.upaya menyadarkan. guru patuh dan taat karena didasari kesaadaran dirinya. harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan dan bagi yang melanggar telah dipersiapkan sanksinya. kecelakaan dan KKN. . Berdasarkan pengertian di atas . Dalam disiplin sekolah yang demokratis. Jika tidak. Surat Edaran Bupati Maros nomor 800/788/set/ tahun 2010 tentang Penegakan Kedisiplinan PNS menegaskan bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil (Guru) tentang pengelolaan dan penanganan Absensi Pegawai Negeri Sipil Pemkab Maros. Seruan tobat dan perbaikan kultur bangsa oleh berbagai pihak akan sia-sia jika tidak ada pendisiplinan diri lebih dulu. kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang. atau siapa saja bisa mencapai kesejatian di bidangnya masing-masing karena pernah mempraktikkan disiplin diri.maka dalam mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum dan peningkatan mutu pendidikan secara khusus maka pengembangan disiplin diri bagi guru perlu dikembangkan.

guru juga berperan sebagai panutan.Dr Zakiah Dardjat ( 1982) menegaskan : Kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya.ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi hari depan anak didik terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat SD) dan mereka yang . C. Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Pondasi utama dan pertama dalamIslam adalah disiplin. McLeod dalam Muhibbin (1997) mengartikan kepribadian (personality) sebagai sipat yang khas yang dimiliki oleh seseorang.kepribadian berarti sipat hakiki individu yang tercermin pada sikap dan perbuatanya yang membedakan dirinya dari yang lain. Dalam hal ini kepribadian adalah karakter atau identitas.Karena disamping sebagai pembimbing dan pembantu. disiplin dalam menjalankan tugas berarti mempunyai kepribadian yang tinggi. mulai dariakidah sampai persoalan mualamalah.Mengenai pentingnya kepribadian guru. Kepribadian Guru Kepribadian erat kaitannya dengan kedidsiplinan.Seorang pemimpin nomor satu didunia Nabi Muhammad SAW yang hanya dengan waktu 20 tahun mengembangkan agama islam. Kepribadian sebagai ―sesuatu‖ yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. islam dapat menyebar keseluruh dunia. Menurut tinjauan psikologi. seorang psikolog terkemuka Prof.

teman sejawat.Selain itu ia juga mempunyai resistensi (daya tahan ) terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menngah) .guru hendaknya berkepribadianh Pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan YME.Ketika mengamati dan mengenali suatu objek atau situasi tertentu seorang guru yang fleksibel selalu berpikir kritis.dan lingkungan pendidikan tempatnya . Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru adalah 1) fleksibilitas kognitip. (2) keterbukaan psikologis.Berpikir kritis adalah berpikir dengan penuh pertimbangan akal sehat yang di pusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu.Secara konstitsional.Guru yang fleksibel pada umunya di tandai dengan keterbukaan berpikir dan beradaptasi.Kebalikanya adalah frgiditas kognitif atau kekakuan ranah cipta yang ditandai dengan kekurang mampuan berpikir dan bertindak yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi.disamping itu dia harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar.Guru yang terbuka secara psikologi akan di tandai dengan kesediaanya yang relatip tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antar lain siswa. Keterbukaan Psikologis pribadi guru hal lain yang menjadi paktor menentukan keberhasilan tugas guru adalah keterbukaan psikologs guru itu sendiri. dan melakukan atau menghindari sesuatu Heger dalam Muhibbin (1997). Fleksibilitas kognitif ( keluwesan ranah cipta ) merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu.

Keterbukaan psikologis juga di perlukan untuk menciptakan suasana hubungan antar pribadi guru dan siswa yang harmonis.yakni respon afektip terhadap pengalaman emosionalnya dan perasaan tertentu orang lain .Contohnya jika seorang muridnya di ketahui sedang mengalami kemalangan.(Reber.Disamping itu ia juga memiliki emphati. Keterbukaan psikologis merupakan prakondisi atau prasyarat penting yang perlu dimiliki guru untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Pengertian Guru Pendidik/guru merupakan pelaku utama dalam proses peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Dari kutipan UU tersebut jelaslah bahwa pendidikan di Indonesia harus mampu membawa perubahan bagi anak/pelajar. nasional maupun global. Keterbukaan psikologis sangat penting bagi guru mengingat posisinya sebagai anutan siswa. D. peningkatan mutu serta revelensi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan lokal.20 Tahun 2003 yang berbunyi ‖Sistem pendidikan nasional harus menjamin pemerataan pendidikan. merupakan masalah yang sangat kompleks dan penting sesuai dengan UU RI No.maka ia turut bersedih dan menunjukan simpati serta berusaha memberi jalan keluar. kedisiplinan dan profesionalisme guru . nasional maupun global. Masalah peningkatan mutu pendidikan di Indonesia terutama di sekolah dasar.1988). sehingga mereka mampu menghadapi persaingan baik lokal.bekerja.Ia mau menerima kritik dengan ikhlas.sehingga mendorong siswa untuk mengembangkan dirinya secara bebas dan tanpa ganjalan. Maka.

agar memiliki rasa tanggung jawab yang penuh dalam diri seorang guru. melatih. pendidikan menengah. II pasal 2 mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar. mengarahkan. Karena itu idaklah heran bila sehari-harinya sebagai pengajar lazim juga di sebut pendidik. Jadi pada hakekatnya mengajar itu sama dengan mendidik. dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang – undangan. dan pendidikan menengah. Pantaskah seorang guru menjadi seorang tukang ojek pada sore hari atau menjadi pedagagng asongan di stasiun pada hari-hari libur? Persoalan ini tampaknya akan terus berlangsung sampai pemerintah mampu menaikan gaji guru secara merata dan menyeluruh sebagaimana adanya tunjangan . Guru diartikan sebagai pendidik professional dengan tugas utama mendidik. para guru walaupun tidak mengganggu tugas utama mereka sebagai pengajar. membimbing.Kebolehan mengerjakan tugas lainya memberi kesan berkurangnya derajat profesional keguruan. Guru menurut pasal 35 PP 38/1992 diperkenankan bekerja di luar tugasnya untuk memperoleh penghasilan tambahan sepanjang tidak mengganggu tugas utamanya. jalur pendidikan formal. pendidikan dasar. dan mengevaluasi perserta didik pada pendidikan anak usia dini. Guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 bab.harus lebih ditingkatkan. menilai.apalagi jika mengingat tidak tegasnya batasan tidak mengganggu tugas utama. mengajar. Sebagaimana ketentuan umum dalam UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

mengingat di perlukan waktu 5 tahun untk memperoleh SI untuk belajar dan berlatih mengelola PBM. Kita memang tak perlu berburuk sangka.Jadi seorang sarjana tehnik bisa menjadi guru.Namun yang perlu diwaspadai adalah kekurang mampuan mereka mengelola PBM.Tunjangan profesi yang telah dipenuhi oleh pemerintah sejak tahun 2006 yang lalu sampai sekarang dan rencananya akan rampung pada tahun 2014 akan mengubah makna guru pada masa akan datang.Konotasinya. Idealnya seorang yang memiliki bakat untuk menjadi guru terlebih dahulu menempuh pendidikan formal keguruan selama kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan institusi kependidikan yang akan menjadi tempat kerjanya.belun memuaskan. Tidak ada keharusan memiliki pengalaman pendidikan dan ijazah sarjana keguruan misalnya dari IKIP dan fakultas tarbiyah .Selain itu ragam mata kuliah yang dipelajari juga harus lebih spesipik dan berorientasi pada kompetensi dan profesionalisme keguruan yang memadai. juga masih rendahnya kualitas dosen pengelola LPTK itu sendiri. Selain itu kenyataan di lapangan menunjukan bahwa out put LPTK seperti yang diakui oleh Mendikbud RI. terbukti dengan tidak sesuainya guru bidang studi dan rendahnya kualitas PBM. Hal lain adalah sarjana non keguruan boleh menjadi guru asal mempunyai Akta mengajar.semua sarjana non kependidikan boleh mengajar.Akta ini dikeluarkan oleh LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan program akta pada fakultas tarbiyah untuk menjadi guru agama. Adanya perbaikan .profesi yang diperoleh melalui persyaratan sertipikasi yangsampai sekarang belum bisa menyentuh guru secara keseluruhan.

Tugas Guru Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 24 ayat (7) menyatakan bahwa guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala satuan pendidikan. dari profesi yang direndahkan dimasyarakat menjadi profesi yang diminati.tapi sebagian sudah ada yang mendaftar menjadi calon guru. dan keberhasilan suatu sekolah.penghasilan bagi profesi guru akan mengubah makna guru dari profesi yang kering manjadi profesi yang cukup basah. Guru yang paling banyak terlibat dengan proses mengajar-belajar (PMB) atau yang paling populer dengan proses belajar mengajar ( PBM). wakil kepala satuan pendidikan. Guru merupakan salah satu issu penting yang menjadi sorotan dari berbagai media massa. Ada sebagian masyarakat kita beranggapan keberhasilan suatu pendidikan sangat ditentukan oleh mutu guru itu sendiri. Masyarakat memaknai bahwa seorang guru adalah penentu keberhasilan anaknya. Bertambahnya peminat jurusan keguruan diperguruan tinggi menandakan tanda bahwa guru akan dating akan membawa warna cerah. Mutu pendidikan akan dengan sendirinya akan meningkat seiring dengan adanya guru yang secara genetic mempunyai daya IQ yang tinggi para guru masa dating. Lulusan SMA yangmenjacai peringkat di SMA tidak lagi ramai-ramai hanya mendaptar pada jurusan kedokteran. Sementara kita ketahui bersama keberhasilan atau kegagalan pendidikan bukan dari factor guru satu satunya yang menjadi penentu. berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan. teknik dan jurusan yang penting . ketua program keahlian satuan . E.

Menjaga keamanan dan ketertiban pada saat jam pelajaran sedang berlangsung 2. pemadaman listrik mendadak yang bisa merusak peralatan sekolah dan sebagainya. Mengisi jam pelajaran yang kosong 3. Selanjutnya. Melarang/mengijinkan siswa yang akan meninggalkan jam pelajaran tertentu 7. Mengawasi siswa pada saat istirahat dan selama proses KBM berlangsung 5. sesuai dengan isi Pasal 52 ayat (1) huruf e. pengawas satuan pendidikan. sehingga perlu pengelolaan khusus. Mencatat siswa yang terlambat dan tidak masuk sekolah dalam buku piket . Penerapan piket ini ditujukan agar tidak terjadi hal-hal seperti kebakaran. guru dapat diberi tugas tambahan yang melekat pada tugas pokok misalnya menjadi pembina pramuka. Mencatat semua kegiatan/kejadian selama proses KBM berlangsung 6. kepala laboratorium. Guru piket ini juga menjaga keamanan sekolah selama berlangung Prose pembelajaran. atau unit produksi.pendidikan. pencurian. Adapun rincian tugas piket yang dimaksud dalam pelaksanaan pros belajar mengar khususnya sebagai berikut. dan guru piket. Daftar tugas piket adalah pedoman yang harus diikuti agar pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan. 1. Melayani tamu 4. bengkel. pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja. kepala perpustakaan. Tugas tambahan sebagai guru piket memang suatu pekerjaan yang berat bagi guru.

Kompetensi Guru. Mencatat guru yang terlambat dan tidak hadir dalam buku piket 9. Pengertian guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi sebagai sumber kehidupan. Melaporkan hal-hal yang dianggap perlu kepada Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah Namun hingga saat ini. yaitu dengan beban mengajar paling sedikit 24 jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. belum semua guru dapat melaksanakan tugas ideal sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mengisi laporan piket dengan cermat 10. serta perubahan beban mengajar guru dari paling sedikit 18 jam tatap muka per minggu menjadi 24 jam tatap muka per minggu. Khusus sekolah-sekolah di daerah terpencil. Hal tersebut terjadi karena kondisi sekolah yang kelebihan guru atau lokasi sekolah yang berada di daerah terpencil. Kelebihan guru terjadi karena ada perubahan kebijakan dalam perencanaan dan rekruitment guru.8. . Jadi kompetensi guru adalah merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban –kewajibanya secara bertanggung jawab dan layak. Pengertian kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. pada umumnya peserta didiknya sedikit sehingga mempengaruhi jumlah rombongan belajar (rombel) dan rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya F.Selain kemampuan kompetensi juga berarti keadaan berwenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum.

Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. yaitu kompetensi pedagogik. empatik. sosial. dan kebudayaan nasional Indonesia. setiap kompetensi diuraikan lagi menjadi beberap kompetensi inti. hukum. dan profesional. dan intelektual Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. emosional. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.Seorang guru seharusnya mnemiliki standar kompetenis sebagai mana yang ditetapkan dalam Permen 16 tahun 2007 ―Standar kompetensi guru ini dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. dan SMK/MAK‖. Dari masing masing standar kompetensi guru mata pelajaran. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA. sosial. Kompetensi inti dari kompetensi pedagogik adalah : Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki Berkomunikasi secara efektif. SMA/MA. guru kelas SD/MI. dan guru mata pelajaran pada SD/MI. SMP/MTs. moral. Adapunyang termasukkopmpetensi keperibadian adalah : Bertindak sesuai dengan norma agama. dan santun dengan peserta didik Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. spiritual. kepribadian. sosial. kultural. .

Adapun taermasuk Kompetensi Profesional : Menguasai materi. konsep. bertindak objektif. dan masyarakat. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. dewasa. . stabil. ras.Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. dan santun dengan sesama pendidik. dan rasa percaya diri. Standar sosial juga dapat diuraikan menjadi kompetensi inti yaitu: Bersikap inklusif. dan status sosial ekonomi. Berkomunikasi secara efektif. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. orang tua. arif. dan berwibawa Menunjukkan etos kerja. serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. struktur. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. kondisi fisik. Dari Kompetensi Inti Guru yang terakhir untuk setiap guru mata pelajaran dijabarkan lagi sewcara khusus sesuai mata pelajarannya. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. tenaga kependidikan. latar belakang keluarga. berakhlak mulia. tanggung jawab yang tinggi. empatik. agama. rasa bangga menjadi guru.

Kepala sekolah/madrasah mempertanggung-jawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang aka-demik pada rapat dewan pendidik dan bidang non-akademik pada rapat komite sekolah/madrasahdalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaranyang disampaikan sebelum penyusunan rencanakerja tahunan berikutnya. menilai hasil pembelajaran.Kegiatan sekolah/madrasah: 1)dilaksanakan berdasarkan rencana kerjatahunan. Beban kerja minimal guru a. c. Peraturan menteri pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan dalam bab 2 tentang pelaksanaan kegiatan sekolah ―. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran. Dasar dan menengah ―.Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidaksesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan perlumendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidikdan komite sekolah/madrasah. . membimbing dan melatih peserta didik. 2)dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatanyang didasarkan pada ketersediaan sumberdaya yang ada. Berdsarkan permen diatas jelas bagi kepala sekolah tetnatng tanggung jawab pengelolaan sekolah bertanggungjawab dalam melaksanakan rencana kerja dengan mengoptimlakna komponen sekolah yang ada. b. Peraturan Menteri pendidikan Nasional nomor 19 tahun 2007 tetntang standar pengelolaan pendidikan. Peraturan menteri pendidikan Nasional nomor 41 tahun 2007 Tentang standar proses untuk satuan pendidikan.G. PERATURAN-PERATURAN YANG TERKAIT 1. melaksanakan pembelajaran. 1.

Dalam permen ini juga dijelaskan tentang penyelenggaraan proses pembelajaran yang ditiuntut kegiatan tatap muka adalah minimal 34 minggu dalam setahun.‖ Oleh karena itu maka tidak adalagi alasan bagi suatu sekolah untuk tidak berusaha mencapai standar tersebut karena merupkan standar yang paling di bawah. Peraturan menteri pendidikan nasional republiikn idonesia nomor 15 tahun 2010 tentang standarp pelayanamn minimal pendidikan dasar di kabupaten/kota Dalam permen ini dikatakan dalam ketentuan umum bahwa ― Standar pelayanan minimal pendidikan Dasar Selanjutnya disebut SPM.5 jam perminggu. Pendidikan adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan diselenggarak daerah kabupaten / kota. maka dalam permen ini juga dijelaskan kewajiban guru untuk bekerja selalam 37. karena apabila sering terlambat. . maka pasti tidak akan bias terpenuhi beban kerjanya sekalipun tidak perna alpa dalam mengajar. 3. Untuk mencapai kerja 24 jam perminggu maka seorang guru tidak boleh terlambat sesuai jadwal. Pada sisi lain bahwa guru tetap adalah pegawai negeri sipil . Dan lebih husus lagi pada tingkat SMP yaitu kelas VII sampai IX minimal 27 jam perminggu. . maka ini menunjukkan tidak tercapainya standar minimal tersebut. Untukmencapai hal ini semua maka jika dalam jadwal pembelajaran sudah terdapat minkmal 34 minggu dan 27 jam perminggu tetapi dalam pelaksanaan setiap hari terjadi keterlambatan beberapa menit tiap jam pelajaran . beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu..serta melaksanakan tugas tambahan.

termasuk merencanakan pembelajaran.Sebagaimana dikatakan bahwa ― Setiap guru tetap bekerja 37.5 jam per minggu di satuan pendidikan. Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan selama 4 minggu yaitu pada tanggal 01 s/d 26 Novembe Tahun 2010 dengan jadwal penelitian sebagai berikut: NO KEGIATAN MG-1 25 OKT 1. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri Satu Atap Pallantikang Maros yang beralamat di kampung Bantabantaeng Lingkungan Panaikang. menilai hasil pembelajaran. dan melaksanakan tugas tambahan‖ . Kabupaten Maros.   MG-2 30 01 s/d MG-3 06 08 s/d MG-4 13 15 s/d 20 NOV s/d NOV NOV Membentuk tim peneliti √ Koordinasi pihak terkait dengan  Melengkapi dan . kecamatan Maros Baru. melaksanakan pembelajaran. kelurahan Pallantikang. B. Provinsi Sulawesi Selatan. membimbinga tau melatihp esertad idik. Dengan ketentuan seperti ini maka semakin jelas bagi guru bahwa keterlambatan datang mengajar merupakan kekurangan dalam melaksanakan pelayananan minimal terhadap tugas guru.

S. Kes. Tim Peneliti Tim peneliti terdiri dari 3 orang sebagai berikut: NO NAMA 1. Herlina Amrah.  Membuat tindak lanjut rencana v  Membuat laporan hasil penelitian 1. C. Pd JABATAN Kepala SMPN STATUS Satap Ketua Peneliti Pallantikang Maros 2.memperbaiki penelitian  proposal Menyiapkan yang fasilitas diperlukan (instrumen. S. Pd Ur. Kur. 3. SMPN Satap Anggota Peneliti . dll) 2. SMPN Satap Anggota Peneliti Pallantikang Maros 3.  Melaksanakan penelitian √ v   Mengolah data Merencanakan siklus II Jika ada. S. Pd Ur. Husain. Muhammad Akib.

Menganalisis permasalahan yang penting untuk diteliti 2. Membuat laporan penelitian E. Pentahapan Penelitian Langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan penelitian adalah: 1.Pallantikang Maros (curiculum vitae tim peneliti terlampir) D. Mengkoordinasikan rencana penelitian kepada pihak terkait 5. dan jenis tindakan OBJEK PENELITIAN SASARAN PENELITIAN  JENIS TINDAKAN Semua guru SMP Negeri Satu Kompetensi Atap Pallantikang Maros keperibadian Pencatatan piket berkelanjuta F. bahan dll) 7. Membentuk tim peneliti 4. Menyiapkan fasilitas penelitian (sarara prasarana. Mengolah data hasil penelitian 9. Membuat proposal penelitian 6. Membuat rencana penelitian 3. Melaksanakan penelitian dan melakukan pengamatan dengan menggunakan instrumen sesuai perencanaan 8. Objek. peralatan. sasaran. Siklus Tindakan Penelitian ini dilakukan 2 (dua) siklus dengan perencanaan penelitian tindakan masing-masing siklus sebagai berikut: . Merefleksikan hasil penelitian dan membuat rencana tindak lanjut 10.

langkah tindakan. tempat. Dampak tindakan I SIKLUS II PERENCANAAN II  melakukan penyempurnaan tindakan apabila hasil refleksi I belum menunjukkan hasil yang sesuai harapan (menjadi perencanaan II) . tindakan dilakukan. Skenario pelaksanaan tindakan (waktu. tim pengamat. dll) PELAKSANAAN I Pelaksanaan tindakan I (pencatatan jam masuk kelas dan jam keluar di kelas) berdasarkan jadwal pelajaran. Jenis data yang akan dijaring dan jenis instrumen yang digunakan. Identifikasi permasalahan. fasilitas yang diperlukan. Cara pengolahan data hasil pengamatan. yang akan sasaran penelitian. 2. jenis objek penelitian. peserta. Indikator keberhasilan dari tindakan. Proses tindakan I 2.SIKLUS I PERENCANAAN I MENYIAPKAN: 1. PENGAMATAN I Pengamatan objek dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan di perencanaan I REFLEKSI I Pengkajian Dan Evaluasi Terhadap 1. 3. 4. 5.

Dampak tindakan I G. JENIS INSTRUMEN 1.atau  menetapkan untuk mengulang perencanaan apabila hasil refleksi i sudah menunjukkan hasil yang sesuai harapan PELAKSANAAN II  pelaksanaan tindakan ii (pencatatan jam tiba disekolah) atau  pengulangan pelaksanaan tindakan i (untuk memastikan bahwa hasil siklus i bukan merupakan faktor kebetulan) PENGAMATAN II pengamatan dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan di perencanaan ii REFLEKSI II Pengkajian Dan Evaluasi Terhadap 1. lembar observasi jam keluar . Teknik pengumpulan data dan jenis instrumen yang digunakan Berikut adalah data yang akan dijaring pada penelitian ini dan instrumen yang digunakan untuk penjaringan data. Proses tindakan II 2. NO DATA YANG DIJARING Kesesuaian Jam masuk kelas dengan Jam Mengajar. Lembar observasi jam masuk lesa pada jam pertama 2.

Teknik analisis data Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif . Siklus I Secara sistematik hasil penelitian ini disajikan dalam susunan: (1) Perencanaan. jumlah guru yang terlambat mengajar pada jam pertama pada setiap harinya dirata-ratakan kemudian diprosesntasekan. sampai meyusun Rencana Pelaksanaan Pendisiplinan. Kategori tinggi yaitu 41% – keatas 2. Perencanaan Solusi untuk mengatasi masalah kedisiplinan guru perlu disusun kedalam suatu program tindakan pendisiplinan. Kategori rendah/ normal yaitu 0 – 20 % BAB IV SIKLUS TINDAKAN A. hasil prosentase dari hasil prosentase dapat dilihat kategori keterlabantan sebagaimana dipertimbangkan sebagai nilai kewajaran. 1. dilanjutkan dengan . Setelah mendapatkan masalah tersebut di atas. Yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu : 1. dan (4) Refleksi. berlangsung sejak mulai peneliti memberikan arahan. (2) Pelaksanan tindakan. (3) Pengamatan. Kategori sedang yaitu 21 – 40 % 3.dikelas pada jam terakhir H. Penyusunan program tindakan pendisiplinan dalam arti luas. Permasalahan yang perlu diatasi untuk usaha peningkatan kedisiplinan guru dalam pelaksanaan tugas adalah kedisiplinan masuk mengajar dan kedisiplinan meninggalkan kelas setelah pembelajaran.

Data Frekwensi keterlambatan guru menjar pada jam pertama No Tanggal Frekwensi (%) Keterangan . maka dapat dituliskan 2 macam data. 1. suatu tindakan dapat dikembangkan. 2.. Tindakan solusi masalah yang digunakan oleh peneliti. maka peneliti melaksanakan perencanaan dengan menyediakan lembar observasi yang akan digunakan setiap hari pada jam pertam dan jam terakhir. 3. yaitu perobahan sikap terhadap tugas dengan cara pencatatan secara ketat oleh piket dan berkelanjutan. Pengamatan /observasi Berdasarkan hasil observasi dari tim peneliti yang dilakukan setiap hari sebelum jam pertama hingga jam terakhir di sekolah diadakan pencatatn pergantian jam. Peneliti menganggap bahwa penyebab masalah adalah sikap yang sudah terbiasa dilakukan karena kurangnya pengawasan. Pertama tentang frekwensi keterlambatan guru mengajar pada jam pertama dapat di lihart pada tabel 1 berikut ini. Karena melalui pemahaman berbagai kemungkinan penyebab masalah. Dari masalah serta solusi pemecahan masalah. Tabel.mengidentifikasi faktor penyebab lainnya. Kedua frekwensi cepatnya guru meninggalkan kelas pada jam terakhir dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini. Pelaksanaan Tindakan Tindakan pendisiplinan dengan pencatatan secara ketat untuk meningkatkan kedisiplinan guru adalah sebagai berikut : 1)mencacat jam masuknya kelas oleh guru yang mengajar pada jam pertama 2) mencatat keluarnya guru dari kelas pada jam terakhir.

2. Data Frekwensi cepatnya guru selesai mengajar pada jam terakhir.50 60 20 0 20 60 20 — 30 Tabel. Pada hari pertama pencatatan terdapat 3 guru yang terlambat atau 60 % dari 5 guru yang mengajar . No 1 2 3 4 5 6 Tanggal 01 – 11 – 2010 02 – 11 – 2010 03 – 11 – 2010 04 – 11 – 2010 05 – 11 – 2010 06 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata Frekwensi 2 1 1 2 2 2 10 1.66 % cepat keluar Keterangan 40 20 20 40 40 40 — 33.33 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh kolaborasi tim peneliti yang dituliskan pada tabel frekwensui di atas dapat dilihat bahwa.keterlambatan 1 2 3 4 5 6 01 – 11 – 2010 02 – 11 – 2010 03 – 11 – 2010 04 – 11 – 2010 05 – 11 – 2010 06 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata 3 1 0 1 3 1 9 1.

. angka ini menunjukkan kategori normal. Pada Hari kedua dan keempat prosentase keterlambatan menurun hingga 1 orang guru atau 20 %. Angka ini menunjukkan masih tingginya angka keterlambatan guru yang masih berada di atas batas kategori tinggi yaitu 60%. Hasil observasi terhadap guru yang cepat keluar berdasarkan data frekwensi menunjukkan bahwa pada hari pertama pencatatan terdapat 2 guru yang cepat keluar atau 40 % dari 5 guru yang mengajar pada jam terakhir. Pada hari kelima kembali menunjukkan kenaikan kembali menjadi 3 orang guru yang terlambat atau 60 %. Angka ini menunjukkan penurunan. Angka ini sudah berada pada kategori normal. Secara keseluruhan keterlambatan guru pada minggu pertama ini menuinjukkan angka rata-rata yang berada pada kategori sedang yaitu 30 %. Pada hari keempat.pada jam pertama. Angka ini menunjukkan batas sedang yang mendekati tingginya angka kelalaian guru yang menghampiri kategori tinggi. angka ini masih berada pada kategori tinggi.33 %. kelima. Pada Hari kedua dan ketiga prosentase kelalaian menurun hingga 1 orang guru atau 20 %. Angka ini berada pada angka kategori sedang namun perlu mendapat perhatian serius sebab menghampiri angka tinggi. Pada hari keenam keterlambatan derastis menurun pada angka 1 orang guru atau 20 % . Secara keseluruhan kelalaian guru pada minggu pertama menunjukkan angka yang sedang yaitu 33. Angka ini masih perlu diturunkan. Angka ini menunjukkan ke batas sedang yang mendekati kategori tinggi . Angka ini masih berada pada angka kategori sedang. Angka menunjukkan kategori tinggi. dan keenam menunjukkan kenaikan kembali hingga ada 2 orang guru yang lalai atau 40 %. angka ini menunjukan kategori normal.

ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. bahkan hingga tidak ada lagi guru yang ingin terlambat dan cepat meninggalkan kelas pada jam terakhir. ada urusan keluarga. Guru seperti ini yang kedua tadi sudah langsung berobah dengan sistem pencatatn yang berkelanjutan tetapi masih ada yang belum mempercayai bila hanya dicatat dan tidak akan berpengaruh terhadap penilaian yang akan datang. Memang disadari oleh peneliti bahwa yang sering terlambat dan cepat keluar pada jam yang tersedia adalah guru yang jarak tempat tinggalnya agak jauh. ada ulangan. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dari tindakan pada siklus satu terlihat bahwa sudah ada perubahan prilaku sebagian guru yang sering terlambat dan cepat keluar dari kelas. Sehingga secara tidak sengaja guru –guru yang terlambat. Dari hasil pertemuan dengan tim peneliti terdapat satu masukan bahwa masih perlu ada perbaikan tindakan untuk lebih meminimalkan. Perubahan yang terjadi belum keseluruhan karena masih ada guru yang menganggap bahwa pencatatan ini tidak ada apa-apanya. 1.Selain pencatatan ketat yang dilakukan oleh kolaborasi peneliti juga ditugaskan mendengarkan tanggapan sikap guru-guru yang berkembang . Dari hasil wawancara dengan guru. hanya sampai pada buku catatan piket saja. Namun sebagain juga sudah menngemukakan bahwa selalam ini kita terlambat karena tidak perna juga dicatat dan dibukukan oleh kepala sekolah. . siswa tidak bergairah. tim peneliti menemukan masukan faktor penyebab datang terlambat dan cepat keluar diantaranya. karena memang sering terlambat mengatakan sikap bahwa pencatatan itu hanya sebatas dalam kertas dan tidak punya epek pengaruh sedikitpun terhadap penilaian dari kepala sekolah.

(2) Pelaksanaan tindakan. dan (4) Repleksi. Siklus II Pelaksanaan siklus II ini pada dasarnya sama dengan silus I yaitu: (1) Perencanaan. (3) Observasi. Perencanan yang dilakukan pada siklus II pada dasarnya sama yang dilaksanakan pada siklus I dengan tambahan menyediakan papan pengumamn khusus untuk mengumumkan hasil pencatatan piket pada hari terakhir serta wawancara dengan guru-guru tersebut. Pengamatan /observasi . dan lain-lain. Perbaikan tindakan yang disepakati pada siklus II adalah mewawancarai guru-guru dan mengumumkan hasil pengamatan keterlambatan dan kelalaian cepat keluar setiap hari senin pada papan informasi secara khusus. Berdasarkan hasil yang dipoeroleh pada siklus I belum memuaskan peneliti maka tim peneliti menyepakati untuk melajutkan pada siklus II. Perencanaan. 3. Pelaksanaan tindakan pada siklus II pada dasarnya sama yang dilaksanakan pada siklus I. Ditambah perjalanan yang sering menjadi penghalang yaitu macet dan cuaca yang tidak menentu.siswa gelisah. 1. Pelaksanaan tindakan. B. 1. Sebagai tambahan tindakan pada siklus II adalah setiap hari sabtu sebelum peneliti meninggalkan sekolah menuliskan hasil observasi selama enam hari yang berlalu pada papan pengumuan yang sudah disediakan dan mewawancarai guru yang bersangkutan..

5 20 0 0 0 20 20 — 7. Angka ini menunjukkan angka keterlambatan guru yang sudah berada pada kategori rendah atau sudah dikatakan normal. Pada hari pertama .50 lambat Keterangan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh kolaborasi tim peneliti yang dituliskan pada tabel frekwensui 3 di atas dapat dilihat bahwa. Secara keseluruhan keterlambatan guru pada minggu kedua ini sudah .Sebagaimana hasil observasi pada siklus I. 3. Pertama tentang frekwensi keterlambatan guru mengajar pada jam pertama dapat dilihart pada tabel 3 berikut ini. dan keenam masih terdapat masing –masing 1 guru yang terlambat atau 20 % dari 5 guru yang mengajar pada jam pertama.kelim. Kedua frekwensi cepatnya guru meninggalkan kelas pada jam terakhir dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini. Tabel. maka pada siklus II dari tim peneliti yang dilakukan setiap hari sebelum jam pertama hingga jam terakhir di sekolah diadakan pencatatan pergantian jam maka dapat dituliskan 2 macam data. Data Frekwensi terlambat mengajar mengajar pada jam pertama No Tanggal Frekwensi % mengajar 1 2 3 4 5 6 08 – 11 – 2010 09 – 11 – 2010 10 – 11 – 2010 11 – 11 – 2010 12 – 11 – 2010 13 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata 1 0 1 0 1 0 3 0.

67 Hasil observasi terhadap guru yang cepat keluar berdasarkan data frekwensi menunjukkan bahwa pada hari pertama. Data Frekwensi cepatnya guru selesai mengajar pada jam terakhir. ketiga. No 1 2 3 4 5 6 Tanggal 08 – 11 – 2010 09 – 11 – 2010 10 – 11 – 2010 11 – 11 – 2010 12 – 11 – 2010 13 – 11 – 2010 Jumlah Rata-rata Frekwensi 0 1 0 0 1 0 2 0. Namun pada hari kedua dan kelima masih terdapat masing-masing 1 orang guru atau 20 % guru yang keluar sebelum waktunya. . atau keseluruhan guru yang mengajar pada jam terakhir keluar tepat pada waktunya.33 % cepat keluar Keterangan 0 0 0 20 20 0 — 6.50 % Tabel. Terbukti pada minggu kedua Ini telah menunjukkan angka keterlambatan guru sudah mencapai 7. Secara keseluruhan kelalaian guru pada minggu kedua ini sudah menuinjukkan angka yang cukup rendah yaitu 6.menuinjukkan kategori yang rendah karena yang terlambat sudah menunjukkan di bawah angka 20 %. Angka ini sudah berada di bawah angka rendah atau normal yaitu 20 %. 4. dan keenam pencatatan sudah tidak terdapat guru yang cepat keluar atau 0 % .67 %. Angka ini menunjukkan bahawa angka kelalaian guru yang sudah berada di batas kategori rendah atau normal. keempat.

Guru menyadari bahwa masuk dan keluar tepat waktu adalah suatu kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Masuk dan keluar tepat waktu dalam melaksanakan tugas menjadi tekad bulat teman-teman guru. sehingga pada hari – hari akan datang diharapkan tidak ada lagi guru yang tidak mau berusaha keras untuk tidak terlambat datang mengajar dan keluar dari kelas sebelum waktunya. . Pencatatan yang ketat oleh piket terhadap kedatangan guru pada jam pertama dapat mengurangi keterlambatan guru mengajar. Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan dari tindakan pada siklus dua terlihat bahwa sudah ada perubahan prilaku guru yang sering terlambat dan cepat keluar dari kelas secara signipikan. Berdasarkan hasil yang dipoeroloeh pada silus II peneliti merasa puas maka tim peneliti menyepakati untuk tidak melanjutkan lagi pada siklus berikutnya.4. A. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pemabahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Usaha keras untuk datang ke sekolah menjadi prioritas peneliti untuk peningkatan pendisiplinan guru di sekolah. Perubahan yang terjadi belum keseluruhan namun peneliti menganggap bahwa sebenarnya dalam jiwa guru sudah terdapat perubahan sikap namun maish perlu waktu pembiasaan yang cukup. Tindakan pencatatan piket diperlukan untuk kelanjutan kedisiplinan di sekolah.

Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Saran Berdasarkan hasil penelitian. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. 2007. . 2. Republik Indonesia.2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Nasional Pendidikan. maka dapat peneliti sarankan : 1. Republik Indonesia. kesimpulan yang peneliti temukan . Kepada Kepala Dinas dan jajaranya hingga pengawas sekolah agar dapat menyarankan kepada kepala sekolah untuk menerapkan pencatatan piket secara ketat untuk menertibkan guru yang ada di sekolah. B. Republik Indonesia. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1. 2007. Pencatatan yang ketat oleh piket terhadap jam mengajar terakhir dapat mengurangi cepatnya guru pulang sebelum waktunya. Kepada kepala sekolah agar dapat menjadikan hasil penelitian sebagai pertimbangan untuk menertibkan jam mengajar guru yang ada di sekolah. Jakarta. Jakarta. 2007. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 3. 2. Lembaran Negara RI Tahun 2005.

Atmajaya.4. Jakarta. Kusuma. Republik Indonesia.‖ . 2007.1984.―Peran Seorang Kepala Sekolah di Dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Kerajinan Guru Bantunya di Sekolah. 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar proses Departemen Pendidikan Nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->