KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 086 TAHUN 1987 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN

GUGUS DEPAN PRAMUKA YANG BERPANGKALAN DI KAMPUS PERGURUAN TINGGI
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka; Menimbang : Bahwa untuk lebih memantapkan pembinaan dan pengembangan Gugus Depan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi perlu diterbitkan petunjuk pelaksanaan untuk menyempurnakan/melengkapi petunjuk pelaksanaan yang diterbitkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 054 Tahun 1982; 1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka; 2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka; 3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 027 Tahun 1980 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan Pramuka; 4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 022/KN/77 tahun 1977 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka; 5. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Nomor : 047/DJ/KEP/1981 Nomor : 021 Tahun 1981

Mengingat

:

tanggal

11 Februari 1981 tentang Kerjasama dalam Usaha Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Kepramukaan di Gugus depan yang berpangkalan di Kampus-kampus Perguruan Tinggi; 6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 054 Tahun 1982 tentang Keputusan Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi; 7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 053 Tahun 1987 tentang Pengendalian Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi; Memperhatikan : 1. Saran Andalan Nasional dan Staf Kwartir Nasional; 2. Saran Tim Ahli Pengembangan Gerakan Pramuka berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi; MEMUTUSKAN : Menetapkan Pertama : : Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini sebagai penyempurnaan/pelengkap Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus yang

maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan. Ketua. Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini. Kedua Ketiga : : Hal-hal yang bertentangan dengan petunjuk pelaksanaan ini dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Pada tanggal : : Jakarta 16 Juli 1987 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.Perguruan Tinggi yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 054 Tahun 1982. 113300098 . Letjen TNI (Purn) Mashudi Disalin sesuai aslinya Kwartir Cabang Kota Semarang Sekretaris. TTD Gunawan Surendro NTA.

Pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi. Sesuai dengan Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor : IV/MPR/78. Untuk melengkapi petunjuk pelaksanaan yang ada perlu disusun petunjuk pelaksanaan yang meliputi : 1) Tujuan dan Sasaran 2) Organisasi dan Tatakerja 3) Kegiatan 4) Penutup c. tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. f. bahwa Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda yang perlu di kembangkan. Umum a. Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan ilmiah mempunyai potensi yang menguntungkan dalam pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi. Untuk dapat terselenggaranya pendidikan kepramukaan tersebut diatas secara baik. dan penalaran para mahasiswa.LAMPIRAN I KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 086 TAHUN 1987 PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GUGUS DEPAN PRAMUKA YANG BERPANGKALAN DI KAMPUS PERGURUAN TINGGI I PENDAHULUAN 1. e. . maka telah diusahakan adanya Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi dengan Keputusan Kwarnas Nomor : 054 Tahun 1982 yang memberi kesempatan kepada para remaja. Pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi merupakan pula realisasi tujuan pendidikan pendahuluan bela negara. pemuda. g. merupakan realisasi tujuan pendidikan nasional. d. dan mahasiswa di dalam dan di sekeliling kampus yang bersedia dan berminat mengikuti kegiatan kepramukaan. antara lain dengan banyaknya mahasiswa yang pernah menjadi anggota Gerakan Pramuka dan adanya minat di kalangan mahasiswa pada kegiatan kepramukaan. bakat. b. maka perlu pedoman pembinaan dan pengembangan yang jelas dan terinci. yang menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa. termasuk didalamnya menghasilkan sarjana yang sujana yang mengabdikan dirinya sebagai pembina Gerakan Pramuka di Tanah Air Indonesia. Didalam Perguruan Tinggi terdapat unit-unit kegiatan yang menampung minat. sehingga kegiatan kepramukaan di kampus perguruan tinggi memperoleh wadahnya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa.

keterampilan. c. tentang Pokok-Pokok Organisasi Universitas/Institut Negeri. 3) Mampu menjadi Pembina Pramuka Mahir dan Pelatih Pembina Pramuka. g. dan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman di dalam Gerakan Pramuka. Pendidikan Jasmani. .2. kecakapan. kepribadian. d. sikap. 4) Mampu melaksanakan Trisatya dan Dasadarma Pramuka serta melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi secara optimal. Ikut berperan secara aktif pada kegiatan kepramukaan di luar Kampus Perguruan Tinggi. c. b. Tujuan Tujuan pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi adalah untuk : a. e. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Pola Pengembangan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. sikap. semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta yakin akan kesaktian Pancasila. tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 053 Tahun 1987 tentang Pengendalian Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1980. dan Olah Raga. II TUJUAN DAN SASARAN 3. keterampilan. Dasar a. 2) Menjadi Pimpinan Gerakan Pramuka. Ketetapan MPR RI Nomor : IV/MPR/83. dan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman di dalam Gerakan Pramuka. tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Menigkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. budi pekerti. Para mahasiswa : 1) Mempunyai bekal pengetahuan. Keputusan Presiden RI Nomor 46 Tahun 1984. kecakapan. f. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor 445/1984 dan Nomor 0225/1984 tentang Penanganan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda. b. rela berkorban untuk negara dan meningkatkan kemampuan awal bela negara melalui pendidikan kepramukaan. Undang-Undang No. Para remaja dan pemuda mempunyai bekal pengetahuan. ketrampilan. kecerdasan. 4. h. i. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai adalah agar : a. tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 54 Tahun 1982. Menyiapkan anggotanya agar menjadi kader Gerakan Pramuka. 0323/U/1978 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda.

dan Kakwarran dalamrangka pembinaan dan pengembangan Gugusdepan di kampusnya. Garis Hubungan pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi adalah sebagaimana tertera dalam bagan lampiran II. Pengembangan Gugusdepan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi diwajibkan mengembangkan Gugusdepan yang lengkap sehingga memiliki : 1) Perindukan Siaga 2) Pasukan Penggalang 3) Ambalan Penegak 4) Racana Pandega c. Pimpinan Perguruan Tinggi dapat mengadakan koordinasi dan konsultasi dengan Kakwarda. Penegak. Ambalan Penegak. dan finansial oleh Rektor selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan. Kelengkapan Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut : 1) Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) terdiri dari : a) Ketua. Satu Perguruan Tinggi mempunyai satu Gugusdepan Pramuka Putra dan satu Gugusdepan Pramuka Putri yang masing-masing terdiri dari beberapa Racana Pandega. Organisasi a. Pasukan Penggalang. c. b. b. dijabat oleh Rektor b) Wakil Ketua c) Sekretaris d) Beberapa anggota e) Pembina Gugusdepan (secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan). dan Perindukan Siaga. e. Gugusdepan yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi diberi bimbingan organisatoris serta bantuan moril. materiil. 2) Pembina Pramuka dalam Gugusdepan yang terdiri dari : a) Pembina Gugusdepan b) Pembina Siaga c) Pembina Penggalang d) Pembina Penegak e) Pembina Pandega f) Beberapa Pembantu Pembina Siaga. d. f. kakwarcab.III ORGANISASI DAN TATA KERJA 5. 6. Tata Kerja a. Kegiatan Gugusdepan diluar atau antar Gugusdepan dalam rangka Bina Satuan atau kegiatan bersama harus seizin Kwartir yang bersangkutan. Pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka di Kampus Perguruan Tinggi dilakukan oleh Kwartir Cabang di bawah pembinaan dan pengembangan Kwartir Daerah yang bersangkutan di wilayahnya masing-masing. . dan Pandega. Kegiatan Gugusdepan di dalam dan di luar kampus diatur oleh Pembina Gugusdepan seizin Mabigus setempat. Penggalang.

Pasal 103. (3) Kursus Pelatih Pembina Pramuka. dan Pasal 106 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. IV KEGIATAN 7. Pembinaan Latihan untuk menjadi Pembina Pramuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dapat diupayakan melalui : 1) Pembantu Pembina Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang. e. b. Pasal 104. Ambalan Penegak dan Racana Pandega dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan di Kampus Perguruan Tinggi bertanggungjawab kepada Pembina dan Penegak atau Pembina Pandega. g. 3) Pelantikan Pembina Gugusdepan. Pasal 105. Pasal 101. b) Menyusun program kerja Gugusdepan untuk tahun berikutnya. Pembina Pramuka. (2) Kursus Pembina Mahir bagi para pembina di lingkungan Kampus Perguruan Tinggi. Program Kegiatan a. Pasal 102. Pasal 100. c) Memilih Pembina Gugusdepan. Musyawarah 1) Gugusdepan yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi diwajibkan menyelenggarakan Musyawarah Gugusdepan (Mugus) satu tahun sekali. Pembina Penegak dan Pembina Pandega. Program kegiatan Gugusdepan yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi disusun secara terpadu dengan kegiatan akademis dan sesuai dengan program kerja kegiatan Kwartir yang bersangkutan. 2) Pelantikan anggota Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing yang dikukuhkan dengan keputusan Kwartir Cabang. Pelatikan/Pengukuhan 1) Pelatikan Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan dilakukan oleh ketua Majelis Pembimbing Kwartir Cabang. 4) Keputusan Mugus dilaporkan kepada Kamabigus dan Kwartir Cabang. 3) Kursus Pembina Pramuka Mahir yang dilaksanakan oleh Lemdika di Kwartir masing-masing. Pasukan Penggalang dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan di Kampus Perguruan Tinggi bertanggungjawab kepada Pembina Penggalang. . Perindukan Siaga dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan di Kampus Perguruan Tinggi bertanggungjawab kepada Pembina Siaga.d. 2) Acara Mugus adalah : a) Laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan selama satu tahun. f. 4) Kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan di tiap-tiap Kwartir. 2) Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3) Syarat-syarat Mugus sesuai dengan ketentuan dalam BAB VI Pasal 99. dan Pembantu Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan berdasarkan keputusan Kwartir Cabang. Jenis kegiatan : 1) Anggota dewasa a) Mengikuti kursus kepramukaan (1) Orientasi bagi dosen dan anggota Majelis Pembimbing serta karyawan di Kampus Perguruan Tinggi. Pembina Penggalang serta Pembina Siaga bertanggungjawab kepada Pembina Gugusdepan dan memberi laporan kepada Kamabigus.

IV.b) Memberikan kursus penunjang pengembangan kepramukaan : (1) Latihan pengembangan kepemimpinan. meliputi pula kemampuan bela negara. (6) Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman. (4) Perbaikan Menu Makanan Rakyat. (2) Koperasi. (9) Raimuna di tingkat : (a) Jajaran Gerakan Pramuka (b) Kawasan Asia-Pasifik (c) Nasional Negara Sahabat. II. dan V (4) Gladian Pimpinan Satuan Penegak dan Pandega (Dianpinsat) (5) Pencapaian SKU (6) Pencapaian SKK (7) Kegiatan keagamaan (8) Jambore di tingkat : (a) Jajaran Gerakan Pramuka (b) Kawasan Asia-Pasifik (c) Dunia (d) Nasional Negara Sahabat. (3) Kependudukan dan Keluarga Berencana. (10) Satuan Karya Pramuka (11) Pembangunan Masyarakat : (a) Bakti Masyarakat (b) Bakti Sosial (c) ABRI Masuk Desa (AMD) (12) Gerakan Tunas (13) Pelestarian Lingkungan Hidup (14) Penghijauan (15) Perkembangan Wirakarya (16) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (17) Search and Rescue (SAR) (18) Jambore di Udara (JOTA) (19) Hari Bersejarah (20) Napak Tilas (21) Hari Pramuka (22) Menabung (23) Seni Budaya (24) Olah Raga (25) Penataran P4 (26) Rapat Kerja (RAKER) (27) Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri (Musppanitera) (28) Musyawarah Jajaran Gerakan Pramuka (29) Karang Pamitran (30) Lomba Drum Band (31) Petugas Haji (32) Pelayanan . (5) Perindustrian. III. 2) Peserta didik a) Mengikuti kegiatan kepramukaan antara lainsebagai berikut : (1) Kegiatan Siaga (2) Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) (3) Lomba Tingkat I. (7) Penyuluhan yang berkaitan dengan program studi/disiplin ilmu tertentu.

TTD Gunawan Surendro NTA. Hal-hal lain yang belum diatur dalam petunjuk pelaksanaan ini akandiatur lebih lanjut dalam petunjuk teknis oleh Perguruan Tinggi masing-masing sesuai dengan kewenangannya. Jakarta. Berhasilnya pembinaan dan pengembangan Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi bergantung pada peran serta para Pembina. anggota Gerakan Pramuka dan Pimpinan Perguruan Tinggi serta dukungan dari Kwartir setempat. V PENUTUP 8. 16 Juli 1987 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Ketua. Ttd Letjen TNI (Purn) Mashudi Disalin sesuai dengan aslinya Kwartir Cabang Kota Semarang Sekretaris. 113300098 .(33) (34) (35) (36) (37) (38) Kemah Kerja Nyata Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Lokakarya Perasuransian Kerjasama dengan berbagai badan/instansi Ikutserta dalam pencegahan dan penanggulangan musibah/bencana alam dan penyalahgunaan narkotika (39) Kepalangmerahan (40) Pemadam Kebakaran (41) Lalu lintas b) Mengikuti kegiatan kepramukaan yang belum ada dalam butir 2) a).

LAMPIRAN II KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 086 TAHUN 1987 GARIS HUBUNGAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GUGUS DEPAN PRAMUKA YANG BERPANGKALAN DI KAMPUS PERGURUAN TINGGI DITJEN DIKTI KWARNAS PERGURUAN TINGGI KWARDA KWARCAB KAMPUS PT MABIGUS GUDEP KWARRAN GUDEP Garis Pembinaan dan Pengembangan Garis Koordinasi Garis Bimbingan dan Teknis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful