Teknik Improvisasi

Teknik Improvisasi adalah teknik dasar permainan tanpa ada persiapan atau bersifat spontan. Teknik ini berguna untuk mengasah kepekaan seorang pemeran untuk mengatasi suatu masalah yang timbul pada saat pementasan. Dengan latihan improvisasi seorang calon pemeran juga terasah daya cipta dan daya khayalnya. Latihan ini berfungsi untuk melatih akting calon pemeran menjadi lebih jelas. Improvisasi juga berguna untuk menggambarkan karakter yang dimainkan agar mengandung daya khayal yang mampu mempesona penonton. Latihan-Latihan Improvisasi a. Improvisasi Dengan Benda Siapkan sebuah benda. Misalnya benda tersebut adalah kursi, maka kursi tersebut bisa dianggap sebagai teman, ajak ngobrol kursi tersebut seperti mengajak ngobrol teman. Dengarkan masalah-masalahnya, beri masukan atau nasehat, kalau memang tidak sesuai, bisa membantahnya dan mungkin bisa memarahinya atau menghiburnya dan lain lain. Catatan: latihan awalnya mungkin dilakukan dengan satu orang dan satu benda tetapi kalau sudah terbiasa maka benda tersebut dapat diganti dengan teman anda. b. Improvisasi Dengan Permainan Ngerumpi Semuanya berada dalam lingkaran. Seseorang mulai ngerumpi dengan berkata ”Pernahkah kamu dengar bahwa......., dan seterusnya” dengan menunjuk seseorang. Orang yang ditunjuk meneruskan kalimat rumpian tersebut dan mempertajamnya. Jika ada partisipan lain yang tertawa atau geli mendengar rumpian tersebut, maka permainan diulangi lagi dari orang yang berada di sebelah kiri (boleh kanan) dari orang kedua yang diajak ngerumpi tadi Catatan: Lebih menarik jika yang dibicarakan adalah topik yang sedang hangat, kawan dekat, persoalan sekkolah, dan atau kehidupan sehari-hari. Presentasi Terusan Seorang maju mempresentasikan sesuatu (topik bisa ditentukan). Partisipan lain boleh menghentikan presentasi itu dengan cara maju ke depan. Ketika ada yang maju, maka presenter pertama berhenti, kemudian mengulangi kalimat terakhir yang diucapkan. Selanjutnya, orang yang maju tadi harus meneruskan atau mengganti topik presentasi dimulai dengan kalimat terakhir yang diucapkan presenter sebelumnya. Catatan: Cobalah rileks dan bebas untuk meneruskan presentasi tersebut. Lebih baik meneruskan prsentasi dari presenter sebelumnya dari pada membuat topik baru. Tanda untuk mengganti presenter bisa diganti tidak hanya dengan satu orang maju ke depan tetapi mungkin dengan kode lain yang lebih menarik misalnya berkata ‘stop’. Ganti Peran Buat adegan sederhana dan dimainkan oleh dua orang atau lebih. Ambillah cerita atau permasalahan yang sangat sederhana sehingga semua pemain mampu memainkannya. Di saat adegan sedang berlangsung, pembimbing menghentikan cerita dan meminta para pemain bertukar peran, dan cerita terus dilanjutkan. Keadaan ini bisa dilakukan berulang, hingga para pemain bisa benar-benar saling bertukar peran. Catatan: satu permainan kreatif dengan improvisasi untuk mengenal, mengobservai, serta melakukan karakter dengan cepat.

Langkah terpenting dalam menganalisis karakter adalah membaca dan mempelajari seluruh naskah. perasaan. Pemeran adalah orang yang diberi kepercayaan oleh penulis lakon atau sutradara untuk mewujudkan imajinasinya. Maksudnya. watak dan jasmani karakter. adegan peradegan dari keseluruhan naskah. Untuk dapat menghayati karakter tersebut. Pemeran tidak dapat mengerti siapa karakternya jika tidak mengenal bagaimana karakternya terkait dengan keseluruhan struktur naskah. perasaan. dan jasmaninya yang terlatih. Seorang pemeran tidak bisa berpurapura menjadi karakter tersebut. ia hanya mampu memainkan peran sebuah karakter yang tidak jelas dan tidak mempunyai tujuan. . cita-cita atau ide yang disebut visi. diperlukan suatu langkah kerja mulai dari menganalisis karakter. seorang pemeran akan berhasil menggambarkan bahkan menghayati peran tersebut. Ketika menganalisis karakter. tetapi karakter itulah yang berbicara dan hidup sebagai suatu imajinasi. Pemeran yang baik akan berusaha mewujudkan hasil imajinasi tersebut menjadi hidup. Kata-kata dan kalimat yang diucapkan oleh karakter akan mengekspresikan visi seorang penulis lakon. pemeran harus mampu melihat naskah itu sebagai satu kehidupan yang sedang terjadi dan tahu apa pesan yang disampaikan oleh penulis lakon. Seorang pemeran yang baik akan menggambarkan karakter itu sedetail mungkin agar tampak hidup. Usaha seorang pemeran adalah menganalisis seluruh naskah untuk menemukan karakter-karakter yang dibuat oleh penulis lakon. watak dan jasmaninya untuk berubah sementara menjadi pikiran. Artinya pemeran harus bisa membuat pikiran. Untuk mencapai gambaran itu seorang pemeran harus berusaha menggali dan meneliti peran yang akan dimainkan. Seorang pemeran harus mampu melihat naskah dimana karakter-karakternya bukan diciptakan dengan maksud tertentu sebagai bagian dari keseluruhan struktur yang saling terkait. perasaan. Dengan bisa mewujudkan karakter-karakter yang ditulis oleh penulis lakon tersebut maka penonton akan lebih mudah terpengaruh dan menikmati pementasan tersebut. Karakter-karakter ini akan diwujudkan oleh pemeran serta disajikan dalam suatu pementasan teater dalam wujud tokoh-tokoh.1 Analisis Karakter Lakon ditulis oleh penulis lakon berdasarkan suatu pengalaman hidup. Jika pemeran hanya membaca adegan yang hendak dimainkan. interpretasi kemudian memerankan karakter tersebut. Walaupun kelihatannya mudah tetapi banyak pemeran yang tidak mempelajari kata perkata. Dengan dasar visi itulah maka karakter yang ada dalam lakon tersebut hidup. Tugas seorang pemeran adalah membalikkan proses yang dilakukan oleh penulis ketika menulis lakon tersebut. Dengan bantuan pikiran. Untuk dapat memainkan dan menghidupkan karakter tersebut perlu adanya analisis. tetapi harus menghayatinya. Tugas seorang pemeran adalah menghidupkan dan memainkan karakterkarakter yang menjadi visi penulis lakon. Hal ini berarti membaca dari halaman pertama sampai halaman terakhir. observasi.5. Penulis lakon tidak pernah langsung menuliskan atau menjelaskan karakter tokoh yang diciptakannya. PENGHAYATAN KARAKTER Seni teater adalah seni yang dalam pementasannya menggunakan media pemeran untuk mengkomunikasikan ide-ide dan gagasan penulis lakon. Pemeran adalah orang yang memainkan peran yaitu gambaran-gambaran karakter tokoh. maka ketika harus mementaskan seluruh naskah. pemeran harus sanggup menjiwai peran yang dimainkan sehingga seperti benar-benar wujud dari karakter tersebut. 5. Karakter adalah gambaran tokoh peran yang diciptakan oleh penulis lakon melalui keseluruhan ciri-ciri jiwa dan raga seorang peran. Proses penciptaan karakter ini menuntut seorang pemeran mempunyai daya cipta yang tinggi serta mencoba semaksimal mungkin menjadi karakter tersebut.