DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilakuperilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka

berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.Dari sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami

anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. alias buka paha tinggi-tinggi.Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat.Selain itu. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki. Konyolnya. . dan gambar bupati”. alias sekitar wilayah dada. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Video klip lagu dangdut saja. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas.godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Dengan demikian. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Ditambah lagi. maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar sekwilda”. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. namun bukan pendidikan seks secara vulgar.

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. 155 orang atau 23.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 1031% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama. usia 20-29 tahun 352 orang. Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan. sebagian besar menyerang usia produktif. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah . budaya dan adat bangsa. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat. Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari. Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang. cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. usia 30-39 tahun 185 orang. khususnya pada kelompok umur remaja. “Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang. salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. usia 15-19 tahun 21 orang. dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia.Dampak dari Pergaulan Bebas Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Phd. (sebelum dapat lahir secara alamiah). Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya.daging dalam masyarakat. tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. . Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah . penderitaan kehilangan harga diri (82%). Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi.Kematian mendadak karena pendarahan hebat. .Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita. Pertama. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks.Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). kandungan lemah. Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami . dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%). pola makan yang salah dan keracunan. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat. . Kedua. mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%). berteriak-teriak histeris (51%). . penyebabnya.Kanker indung telur (Ovarian Cancer). kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan. Risiko Aborsi Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja.Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Abortus terbagi dua. terjerat obat-obat terlarang (41%). .Rahim yang sobek (Uterine Perforation). . ingin bunuh diri (28%). Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut. . terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. .

sekolah (19%). Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman. jika mau berhubungan seksual. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “PostAbortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan.Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.Kanker leher rahim (Cervical Cancer). pengarahan sex kepada anak. karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya. Namun disadari. Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.. Bandung dan Surabaya. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. .Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. . Jakarta.Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. dan orangtua (5%). . masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan. Film Porno (35%). Nilai Pancasila Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin. kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk . . Kurang perhatian orangtua. Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Tetapi. padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini. . Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan.Kanker hati (Liver Cancer).

” (QS 5:36) Nilai Yuridis/Hukum Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih. atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang. Perubahan Zaman. membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Seperti model pakaian (fasion). Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia. atau bukan karena kerusuhan di muka bumi. Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai.” (QS 5:32 ) Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh. Nilai Agama Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran. Pertama. . atau diasingkan dari masyarakatnya. maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Kedua.” ( QS 17:31 ). remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai. bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia. Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orangorang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati. Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu. dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. atau disalib. teman. Ketiga. Pada zaman modren sekarang ini. Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Faktor Lingkungan seperti orangtua. Faktor agama dan iman. kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang. Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Keempat. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.bertanggung jawab terjadilah aborsi. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. tetangga dan media.

prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya. legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama. Kesimpulan Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.000. sebagai mata pencarian. memberikan pendidikan seks . maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. dan ayat (2) melanjutkan. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas. Agama dan Hukum yang berlaku. Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara.-. perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.000. berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara. jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal.000.-. jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut. bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah. Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian. memberikan pendidikan agama. dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu. maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi. 32. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun. 4. Dengan demikian. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.000. maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut.

Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.yang benar. . agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut.

media massa atau internet. Disaat remajalah proses menjadi manusia dewasa berlangsung. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan. sedih. Daya tarik persahabatan antar kelompok. gembira. agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. berkembangnya naruli seks akibat matangnya alat-alat kelamin sekunder. kaburnya nilainilai moral yang dianut. karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent psychology.Bab I Pendahuluan a) Latar Belakang Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan. rasa ingin dianggap sebagai manusia dewasa. banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. Sayangnya. pahit. Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. membahas dengan temanteman. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh. Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Pengalaman manis. masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut. kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam hal ini orang tua). Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. maka remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. buku-buku tentang seks. Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan. ditambah kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah/lembaga formal serta bertubi-tubinya berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks dan . lucu bahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. 1980). Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi.

penyakit kelamin. Film dan game menyerbu remaja yang dikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks dianggap lumrah dan menyenangkan. komik dewasa. Sebagian kecil remaja Indonesia telah melakukan seks bebas terhadap pacar atau temanya. Banyak diantaranya yang telah melakuka seks bebas. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja. Memasuki Milenium baru ini sudah selayaknya bila orang tua dan kaum pendidik bersikap lebih tanggap dalam menjaga dan mendidik anak dan remaja agar ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial. Untuk remaja yang tidak . Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa. pekerjaan. Pendidikan seks dan dampaknya masih kurang diperkenalkan kepada remaja Indonesia. Sarwono (Psikologi Remaja. b) Permasalahan Arus modernisasi juga berdampak negatif di kalangan remaja. nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah.1994) adalah sebagai berikut : 1. Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja. Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaan usia perkawinan. Akses informasi yang begitu cepat melalui internet. dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang sering terjadi pada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru mengenai seksualitas. menurut Sarlito W. Seiring perkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian penerangan dan pengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja ditingkatkan. persiapan mental dan lain-lain) 3. aborsi. dll. Remaja yang hamil di luar nikah. Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu 2. yang nantinya akan diketahui dengan sendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Norma-norma agama yang berlaku.menimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua ataupun lingkungan keluarganya. Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap seksualitas merupakan suatu hal yang alamiah. yang berlangsung saat ini. terutama yang berkaitan dengan masalah seksual. baik secara hukum oleh karena adanya undangundang tentang perkawinan. maupun karena norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan (pendidikan.

dan bukan sematamata menyangkut masalah biologis atau fisiologis. secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. Menurut Singgih. Dengan demikian pendidikan seksual ini bermaksud untuk menerangkan segala hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar. mengingat yang paling . Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual. remaja dan keluarga. apa yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi serta education in sexuality meliputi bidang-bidang etika. penyampaian materi pendidikan seksual ini seharusnya diberikan sejak dini ketika anak sudah mulai bertanya tentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain. moral. apa yang dilarang. anak. bahaya penyakit kelamin dan sebagainya. kejiwaan dan kemasyarakatan. Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam artiheterosexual. agama. fisikologi. Dalam hal ini pendidikan seksual idealnya diberikan pertama kali oleh orangtua di rumah. dan pengetahuan lainnya. disesuaikan dengan kebutuhan dan umur anak serta daya tangkap anak ( dalam Psikologi praktis. berkesinambungan dan bertahap. Sex instruction tanpa education in sexuality dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan-hubungan seks yang menyimpang.dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut. kehamilan sampai kelahiran. Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994). tingkah laku seksual. mengenai biologi dari reproduksi. ekonomi. hubungan seksual. yang meliputi proses terjadinya pembuahan. melainkan juga meliputi psikologis. Bab II Pembahasan a) Pendidikan Seks 1) Pengertian Pendidikan Seks Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia. Masalah pendidikan seksual yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. dan kesehatan. Dalam pendidikan sek dapat dibedakan antara sex intruction yaitu penerangan mengenai anatomi. D. 1991). sosio-kultural. Gunarsa. dan aspek-aspek kesehatan. Pendidikan seks bisa juga diartikan sebagai sex play yang hanya perlu diberikan kepada orang dewasa.

Dalam hal ini maka sebenarnya peran dunia pendidikan sangatlah besar. mereka mendiskusikan materi pendidikan seks dengan sang anak. menurut Arief Rahman. Pada anak perempuan. perkembangan fisik dan mental remaja. Jenis dan kedalaman materinya disesuaikan dengan usia Materi yang diberikan dimulai dengan dijelaskan tentang anatomi dan fungsi alat reproduksi. kehamilan dan pencegahan kehamilan (alat kontrasepsi). ada nama untuk laki-laki dan untuk perempuan. Pada tahap ini jangan sampai anak laki-laki dan anak perempuan dianggap sama di dalam segala hal. Pemberian baju laki-laki dan perempuan yang dibedakan juga merupakan pendidikan seks. misalnya mulai mengenakan bra juga mulai . Misalnya warna pink selalu untuk perempuan. Contoh lain misalnya bahan pakaian. Menurut dokter yang juga aktif di RS Pantai Indah Kapuk. materi pendidikan seks diberikan oleh orang tua secara langsung. meliputi pemberian nama-nama yang berbeda untuk laki-laki dan untuk perempuan. Dengan iklim yang sangat terbuka. Penyampaian materi pendidikan seks. Tetapi sayangnya di Indonesia tidak semua orangtua mau terbuka terhadap anak di dalam membicarakan permasalahan seksual. seorang anak dimulai dari bajunya. Pendidikan seks jangan diartikan sebagai mengajarkan bagaimana cara berhubungan seks. Aksesoris baju pada usia akil balig juga bertambah. Ketajaman seksualitas .tahu keadaan anak adalah orangtuanya sendiri. sebaiknya diberikan oleh pendidik teman sebaya atau disebut dengan peer educator. Klinik Wira Medika dari Klinik Keluarga Berencana ini. akan tetapi pemberian materi kesehatan reproduksi secara keseluruhan. pemberian materi pendidikan seks tersebut juga disertai dengan pendidikan dan penghayatan agama yang kuat. Yang disebut jati diri seksual makin tampak sebab secara biologis akan terjadi perubahan-perubahan fisik. Raditya. kesehatan seksual hubungan seks. Bahkan warna bajunya. definisi seks dan seksualitas. Cara ini dinilai lebih baik ketimbang anak mencari pengetahuan seks sendiri melalui media internet atau majalah. kata Dr. dan warna biru untuk laki-laki. Di Amerika. Bentuk praktis pendidikan seks. Menjelang akil balig. Secara kultural dan agama. Selain itu tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan yang heterogen di Indonesia menyebabkan ada orang tua yang mau dan mampu memberikan penerangan tentang seks tetapi lebih banyak yang tidak mampu dan tidak memahami permasalahan tersebut.

Menurut Kartono Mohamad pendidikan seksual yang baik mempunyai tujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks Bagi Remaja. Jika laki-laki harus bermain volley ball 5 set. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Hal tersebut menyebabkan anak remaja mencontoh gaya hidup Barat yang cenderung memuaskan diri. diberikan cerita-cerita tentang perbedaan peran lakilaki dan perempuan. 1991). Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga. pendidikan formal dan masyarakat secara bersama-sama melakukan upaya pendidikan seks yang saling mengisi satu sama lain. agama dan adat istiadat serta kesiapan mental dan . maka perempuan hanya 3 set. Di dalam bahasa Indonesia. Khususnya di dalam pendidikan formal. Pelajaran pendidikan jasmani akan menekankan perbedaan pertandingan olah raga untuk laki-laki dan perempuan. Pendidikan seks merupakan upaya yang menyeluruh. Keluarga. seperti di sekolah-sekolah umum. kalau nilai-nilai Barat seperti itu dikembangkan di negara kita. akan hancurlah remaja Indonesia. Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yang baik harus dilengkapi dengan pendidikan etika. materi pendidikan seks diberikan pada semua mata pelajaran. Jadi. menurut pendidik yang humoris ini. Waria dan homoseks diklaim sebagai hak asasi. Juga dikatakan bahwa tujuan dari pendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja. tetapi ingin menyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibatakibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkan pendidikan seks yang integral dan bermutu.mengenal pembalut. pendidikan tentang hubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam masyarakat. 2) Tujuan Pendidikan Seks Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Banyak tantangannya yang paling berat adalah kebocoran-kebocoran sistem nilai dari luar (Barat). tidak harus di dalam bentuk mata ajaran khusus. Mata pelajaran biologi menceritakan tentang alat-alat reproduksi. kata Arief Rahman.

• Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran. sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo. 1987) Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagai berikut : • Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik. • Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual. orang tua. . anggota masyarakat. • Mengembangkan pengertian diri sendiri dengan fungsi dan kebutuhan seks. • Membantu siswa dalam memngembangkan kepribadian. Selain itu pendidikan seksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual. • Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya. tuntutan dan tanggungjawab) • Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi • Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga. sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab. • Memberikan pengertian tentang perbedaan antara pria dan wanita. mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja. Seksualitet dalam mengenal dunia remaja. • Untuk mengurangi prostitusi. sesuai dengan norma agama. Jadi pendidikan seks dalam arti sempit (in context) adalah pendidikan mengenai seksualitas manusia. • Memberikan pengertian tentang peranan seks dalam kehidupan manusia. misalnya sebagai istri atau suami. • Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran. ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.material seseorang.

Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor.Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.3686).0941). perilaku lainnya cenderungan tidak pernah dilakukan responden (min antara 1. kecenderungan bergaul dengan WTS. b) Bahaya Seks Bebas Pergaulan bebas dalam penelitian ini ialah kecenderungan menghabiskan waktu di diskotik/ bar/karaoke. berkawan dengan pecandu narkoba. dan supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja. Tetapi lebih sebagai bawaan manusia. dan kecenderungan bergaul dengan teman yang suka melacur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang paling banyak dilakukan responden ialah berkawan dengan pecandu narkoba (min 1. yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia. .0157 – 1.

043 1 Berkawan dengan pecandu narkoba 66.5 2.078 4 Bergaul dengan pelacur 96. Di Amerika. Raditya.8 1.Pergaulan Bebas Yang Dilakukan Responden Alternatif Jawaban Selal u% Sekalikali % Tidak Pernah % Min Menghabiskan waktu di diskotik/bar/karao ke 92.3 30.9 6.1 1.3 0.368 6 Bergaul dengan teman yang suka melacur 91. setiap tahunnya hampir satu juta remaja Perempuan menjadi hamil dan sebanyak 3.8 1.2 1.094 1 Menurut Dr.8 7.7 juta kasus baru infeksi penyakit kelamin diderita oleh remaja. ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual.6 3.1 1. .7 0.

c)Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. remaja yang sering berganti-ganti pasangan atau berhubungan dengan pasangan yang menderita penyakit kelamin. b)Mengakibatkan kehamilan. karena dapat mengakibatkan kematian. pendarahan. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa.Untuk menghindari perilaku seks remaja yang berisiko. peran orang tua dalam masa tumbuh kembang remaja sangatlah penting. Penyakit kelamin akan menular melalui . Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur. diperlukan komunikasi yang baik dan efektif. Selain akan membawa cacat kepada bayi. Penyakit tersebut ditularkan oleh perilaku seks yang tidak aman atau tidak sehat. d)Penyebaran Penyakit. dan lain-lain. Kehamilan remaja bahkan sudah terbukti dapat memberikan risiko terhadap ibu dan janinnya. antara lain bahwa orang tua harus bisa menjadi sahabat remaja. Seringkali remaja berperilaku seks berisiko karena tidak punya cukup pengetahuan mengenai akibatnya. cacat bawaan janin. Biasanya dampak negatif atau akibat buruk dari perilaku seks bebas tidak aman tersebut lebih berat dirasakan oleh remaja putri ketimbang remaja putra. Misalnya. Selain hamil. baik pada remaja putra maupun putri. Perilaku seks bebas tidak aman di kalangan remaja dapat dan banyak menimbulkan dampak negatif . Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya. Penyakit menular seks yang menyerang usia remaja juga dapat mengakibatkan penyakit kronis dan gangguan kesuburan di masa mendatang. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. Agar hubungan orang tua dengan remaja terjalin dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah remaja dengan baik dan tuntas. Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks pranikah atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. a) Menciptakan kenangan buruk. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. prematurilas. timbulnya penyakit menular seksual pada remaja juga perlu dicermati. Risiko tersebut adalah disproporsi (ketiduksesuaian ukuran) janin. Apakah akibat perilaku seks bebas tidak aman bagi remaja ? Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikah dan seks bebas. Keluarga besar pelaku pun turut menanggung malu sehingga menjadi beban mental yang berat.

f) kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin.pasangan dan bahkan keturunannya. bukan karena cinta). 7. 5. e) Timbul rasa ketagihan. Sebaiknya pendidikan seks diberikan dengan terencana. Salah satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV. Sebaiknya pada saat anak menjelang remaja dimana proses kematangan baik fisik. sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu. Dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab. Pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual. kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan. 6. mungkin patut anda perhatikan: . Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun. sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak. Bahaya kehamilan pada remaja: 1. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang. kekakuan. sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya. sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa. pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum. maupun mentalnya mulai timbul dan berkembang kearah kedewasaan. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja. 3. kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat. Dalam memberikan pendidikan seks pada anak jangan ditunggu sampai anak bertanya mengenai seks. 2. Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual. Pasangan pengantin remaja. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya. Kemudian usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan. seperti yang diuraikan oleh Singgih D. c) Menghindari Seks Bebas Para ahli berpendapat bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri. terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Hancurnya masa depan remaja tersebut. Baik yang meminta. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap. sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). 4. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Gunarsa (1995) berikut ini. tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks.

c) Mengajarkan adab memandang lawan jenis. juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat(reinforcement) apa yang telah diketahui agar benarbenar menjadi bagian dari pengetahuannya. sejauh diperhatikan bahwa uraiannya tetap rasional. 1) Pencegahan Menurut Agama Iman. Pengetahuan agama remaja dalam penelitian dibatasi pada pengetahuan agama yang berhubungan dengan pergaulan bebas. karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak. namun jangan menerangkan yang tidak-tidak. penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks di luar nikah. "Say Good Bye" sajalah. Mayoritas Pencegahan menurut agama antara lain : a) Memisahkan tempat tidur anak. . Justru penilaian kepribadian pasangan dapat dinilai saat berpacaran. Seandainya iapun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma-norma pun selalu ada. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-norma yang dianut.! Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia..• Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana. Untuk itu. • Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. jangan terlihat ragu-ragu atau malu. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak. tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. d) Larangan menyebarkan rahasia suami-istri. boleh mempergunakan contoh atau simbol seperti misalnya : proses pembuahan pada tumbuh. • Pada akhirnya perlu diperhatikan bahwa usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak.tumbuhan. merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi. karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut. • Isi uraian yang disampaikan harus obyektif. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun t belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin.. b) Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua. • Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi.

• Jauhilah narkotika dan pergaulan tanpa batas. c) Jangan menjelaskan masalah seks kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang yang sama. . c) Saran-saran • Tingkatkan keimanan dan selalu dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bisa juga diberikan saat anak mulai bertanya-tanya pada orang tuanya tentang bagaimana bayi lahir. Pembacaan ayat-ayat suci dari Kitab Suci sangat penting. Waktu pemberian materi pendidikan seks dimulai pada saat anak sadar mulai seks. b) Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki. identitas seks manusia sudah dimulai sejak di dalam kandungan. tidak hanya berakibat terhadap diri sendiri tetapi juga keluarga dan orang sekitar. h) Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak. e) Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa teman-teman mereka adalah teman yang baik. agar ia mulai dapat memberikan mana cirri-laki-laki dan mana ciri perempuan. pendidikan seks sebaiknya dimulai dari kandungan. Menurut Afief Rahman. Bahkan bila seorang bayi mulai dapat diberikan pendidikan seks. sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka. g) Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat karena itu merupakan sesuata yang paling berharga. sehingga memang sepantasnya pendidikan seks dimulai pada fase tersebut.2) Pencegahan Seks Bebas dalam Keluarga Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga prilaku seks bebas dapat dihindari. • Isi hari-hari kita dengan beraktivitas dan berolahraga. f) Memberikan perhatian kemampuan anak di bidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan seks pada usia dini. • Hindari hal-hal negatif. Bab III Penutup a) Kesimpulan Dampak seks bebas sangat besar. dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks. gunakan kata-kata yang sopan.Tingkatkan keimanan sebagai benteng dari perbuatan dosa. Hal ini ditujukan agar anak yang dikandung mendapatkan keberkahan dari Sang pencipta seperti diketahui. • Tumbuhkan norma dan nilai-nilai sosial. Pencegahan seks bebas dalam keluarga antara lain : a) Keluarga harus mengertitentang permasalahan seks. d) Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks. • Hindari pergaulan negatif. Jauhilah pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas.

3. seumur hidup ia akan menderita. • Pikirkan segala tindakan kita dengan efektif dan komprehensif sesuai dengan akibat yang akan kita terima. Sehat Emosional. 2. • Oleh karena itu bahwa gaya pacaran yang sehat merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. menampar ataupun menendang. jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaran melebihi batas. • Jangan hancurkan masa depan. Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran. Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran. jangan dipenuhi. • Loya namun tetap hati-hati mengikuti perkembangan teknologi. Ingat. . Berbeda dengan wanita. Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual. sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak. • Capai cita-cita tanpa seks bebas. karena norma yang dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. • Katakan "tidak". Gaya pacaran yang sehat mencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut: 1. Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat. 5. karena yang paling rugi adalah pihak wanita. sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran. Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan. saling pengertian dan keterbukaan. Sehat Fisik. Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan. • Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran. Dilarang saling memukul. Harus mampu mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. 2. • Hindari seks bebas sejak dini dengan tidak bergaul tanpa batasan norma dan etika. sekali wanita kehilangan kegadisannya.• Selektif terhadap teman-teman sebaya. 4. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai "bukti cinta". untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai: 1. • Hidup sehat tanpa terpau narkotika. Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman.

books. Apakah arti dari perilaku seksual? Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual. Sehat Sosial. yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan.google. Hal ini tentunya akan membuat para orangtua merasa khawatir.com www.com www. Pacaran tidak mengikat.slideshare. pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. Untuk itu perlu diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks. Tidak baik apabila seharian penuh bersama dengan pacar. www. misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan. Dalam berpacaran kita harus saling menjaga. 4.geocities. Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan . apalagi melakukan hubungan seks.com sumber-sumber lain yang relevan dan dapat dipercaya. www. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko. yaitu tidak melakukan hal-hal yang beresiko. Apakah arti dari seksual? Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks. Apakah arti hubungan seksual? Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual.com . Lampiran Apakah arti dari seks? Seks berarti jenis kelamin.3. maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri. www.wikipedia. www.bknn.com .com . Bagaimana jika remaja diberi pendidikan seks? Pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin. Sehat Seksual.scribd.

Diantara kedua kutub orientasi seksual tersebut. Apakah yang dimaksud orientasi seksual? Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebih tertarik secara seksual. . Bagi remaja yang belum aktif seksual. Remaja yang sejak awal mengetahui bahwa melakukan hubungan seksual dengan sembarang orang akan memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit kelamin. cenderung akan menghidari tingkah laku tersebut. masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya. Berbagai studi justru menunjukan bahwa remaja yang mendapatkan informasi yang benar tentang kehidupan seksualitas akan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka.wajar terjadi pada semua orang. Apakah dengan mendapatkan pendidikan seks remaja menjadi ingin mencoba? Sebetulnya sampai saat ini tidak ada bukti bahwa pendidikan seks justru akan menyebabkan remaja ingin mencoba. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebih tertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). pendidikan seks justru akan menunda umur pertama kali melakukan hubungan seks. selain itu remaja juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya.