DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilakuperilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.Sekarang ini zaman globalisasi. Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan free sex itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya. Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka

berpacaran dengan sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat. Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua. Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.Dari sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami

Selain itu. Ditambah lagi. alias buka paha tinggi-tinggi. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’.Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. Video klip lagu dangdut saja. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya. . sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. Konyolnya. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. dan gambar bupati”. maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar sekwilda”. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. alias sekitar wilayah dada. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. namun bukan pendidikan seks secara vulgar.

Dampak dari Pergaulan Bebas Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). 155 orang atau 23. dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang. sebagian besar menyerang usia produktif. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat. “Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”. cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. budaya dan adat bangsa. Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. khususnya pada kelompok umur remaja. semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang.4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II. terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari. usia 30-39 tahun 185 orang.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 1031% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. usia 20-29 tahun 352 orang. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah . usia 15-19 tahun 21 orang.

Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah . . Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Phd. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat. Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja.Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan.Kanker indung telur (Ovarian Cancer). Pertama. tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir. . Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya. Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita. terjerat obat-obat terlarang (41%). Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia.Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. .daging dalam masyarakat. Kedua. mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%). berteriak-teriak histeris (51%). Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami . pola makan yang salah dan keracunan. . terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi.Kematian mendadak karena pendarahan hebat. kandungan lemah. Abortus terbagi dua. Risiko Aborsi Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. (sebelum dapat lahir secara alamiah). . penyebabnya.Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).Rahim yang sobek (Uterine Perforation).Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. ingin bunuh diri (28%). . Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%). . penderitaan kehilangan harga diri (82%). .

Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. pengarahan sex kepada anak. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan.. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan. Jakarta. padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini.Kanker leher rahim (Cervical Cancer). dan orangtua (5%). Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan. . . Tetapi. Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. jika mau berhubungan seksual. Bandung dan Surabaya. Kurang perhatian orangtua.Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin. . Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “PostAbortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. . .Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). Namun disadari. Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Film Porno (35%). Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan.Kanker hati (Liver Cancer). Nilai Pancasila Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru. kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk . karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya. sekolah (19%). Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman.Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).

” ( QS 17:31 ). kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya. atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia. Faktor agama dan iman.bertanggung jawab terjadilah aborsi. Perubahan Zaman. atau diasingkan dari masyarakatnya. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai.” (QS 5:32 ) Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh. Pada zaman modren sekarang ini. Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Keempat. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih. remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia. maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Seperti model pakaian (fasion).” (QS 5:36) Nilai Yuridis/Hukum Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah. atau bukan karena kerusuhan di muka bumi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. tetangga dan media. Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu. Ketiga. model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang. dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. teman. Kedua. membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orangorang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati. Faktor Lingkungan seperti orangtua. atau disalib. bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash. Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan. . Pertama. Nilai Agama Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga.

000.-. Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 32. jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut. sebagai mata pencarian. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi. memberikan pendidikan seks . Dengan demikian. legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama. 4. perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.000.Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi. berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp.000. Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara. memberikan pendidikan agama. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas. jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal. dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu. Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun. maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. dan ayat (2) melanjutkan. maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun. Kesimpulan Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya. dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.000. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja.-. prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan. bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah. maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Agama dan Hukum yang berlaku. Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.yang benar. agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut. .

karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent psychology. media massa atau internet. gembira. Disaat remajalah proses menjadi manusia dewasa berlangsung. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Oleh karena itu remaja mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh. 1980). agar remaja tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. membahas dengan temanteman. ditambah kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah/lembaga formal serta bertubi-tubinya berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks dan . Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan.Bab I Pendahuluan a) Latar Belakang Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. rasa ingin dianggap sebagai manusia dewasa. misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi. Pengalaman manis. seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut. Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang berada dalam potensi seksual yang aktif. lucu bahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. kaburnya nilainilai moral yang dianut. maka remaja berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. sedih. Daya tarik persahabatan antar kelompok. banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. pahit. berkembangnya naruli seks akibat matangnya alat-alat kelamin sekunder. pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Sayangnya. Dari sumber informasi yang berhasil mereka dapatkan. buku-buku tentang seks. Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam hal ini orang tua). Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan. masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak.

adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang sering terjadi pada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru mengenai seksualitas. Sarwono (Psikologi Remaja. Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja. terutama yang berkaitan dengan masalah seksual. persiapan mental dan lain-lain) 3. dll. Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaan usia perkawinan. b) Permasalahan Arus modernisasi juga berdampak negatif di kalangan remaja. Norma-norma agama yang berlaku. dimana seseorang dilarang untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah. aborsi. Pendidikan seks dan dampaknya masih kurang diperkenalkan kepada remaja Indonesia. yang berlangsung saat ini. Untuk remaja yang tidak . yang nantinya akan diketahui dengan sendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja. Remaja yang hamil di luar nikah. Akses informasi yang begitu cepat melalui internet. Banyak diantaranya yang telah melakuka seks bebas. pekerjaan. Sebagian kecil remaja Indonesia telah melakukan seks bebas terhadap pacar atau temanya. komik dewasa. Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap seksualitas merupakan suatu hal yang alamiah. Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu 2. Film dan game menyerbu remaja yang dikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks dianggap lumrah dan menyenangkan. penyakit kelamin. Seiring perkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian penerangan dan pengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja ditingkatkan. Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa. nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah.menimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua ataupun lingkungan keluarganya. Memasuki Milenium baru ini sudah selayaknya bila orang tua dan kaum pendidik bersikap lebih tanggap dalam menjaga dan mendidik anak dan remaja agar ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial. baik secara hukum oleh karena adanya undangundang tentang perkawinan.1994) adalah sebagai berikut : 1. maupun karena norma sosial yang semakin lama semakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan (pendidikan. menurut Sarlito W.

Menurut Singgih. mengingat yang paling . kehamilan sampai kelahiran.dapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-hal tersebut. Dengan demikian pendidikan seksual ini bermaksud untuk menerangkan segala hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuk yang wajar. Sex instruction tanpa education in sexuality dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja) serta hubungan-hubungan seks yang menyimpang. sosio-kultural. penyampaian materi pendidikan seksual ini seharusnya diberikan sejak dini ketika anak sudah mulai bertanya tentang perbedaan kelamin antara dirinya dan orang lain. berkesinambungan dan bertahap. apa yang dilarang. secara umum pendidikan seksual adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. anak. hubungan seksual. Dalam pendidikan sek dapat dibedakan antara sex intruction yaitu penerangan mengenai anatomi. D. moral. Masalah pendidikan seksual yang diberikan sepatutnya berkaitan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong muda-mudi untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual. remaja dan keluarga. agama. Bab II Pembahasan a) Pendidikan Seks 1) Pengertian Pendidikan Seks Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia. kejiwaan dan kemasyarakatan. apa yang dilazimkan dan bagaimana melakukannya tanpa melanggar aturan-aturan yang berlaku di masyarakat. 1991). tingkah laku seksual. Dalam hal ini pendidikan seksual idealnya diberikan pertama kali oleh orangtua di rumah. Pendidikan seks bisa juga diartikan sebagai sex play yang hanya perlu diberikan kepada orang dewasa. melainkan juga meliputi psikologis. dan aspek-aspek kesehatan. dan bukan sematamata menyangkut masalah biologis atau fisiologis. Menurut Sarlito dalam bukunya Psikologi Remaja (1994). Gunarsa. pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi serta education in sexuality meliputi bidang-bidang etika. dan kesehatan. fisikologi. disesuaikan dengan kebutuhan dan umur anak serta daya tangkap anak ( dalam Psikologi praktis. mengenai biologi dari reproduksi. ekonomi. Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam artiheterosexual. yang meliputi proses terjadinya pembuahan. bahaya penyakit kelamin dan sebagainya. dan pengetahuan lainnya.

ada nama untuk laki-laki dan untuk perempuan. Bentuk praktis pendidikan seks. Pemberian baju laki-laki dan perempuan yang dibedakan juga merupakan pendidikan seks. pemberian materi pendidikan seks tersebut juga disertai dengan pendidikan dan penghayatan agama yang kuat. Menjelang akil balig. Aksesoris baju pada usia akil balig juga bertambah. meliputi pemberian nama-nama yang berbeda untuk laki-laki dan untuk perempuan. Secara kultural dan agama.tahu keadaan anak adalah orangtuanya sendiri. menurut Arief Rahman. materi pendidikan seks diberikan oleh orang tua secara langsung. Pada tahap ini jangan sampai anak laki-laki dan anak perempuan dianggap sama di dalam segala hal. Jenis dan kedalaman materinya disesuaikan dengan usia Materi yang diberikan dimulai dengan dijelaskan tentang anatomi dan fungsi alat reproduksi. misalnya mulai mengenakan bra juga mulai . Misalnya warna pink selalu untuk perempuan. Bahkan warna bajunya. Pada anak perempuan. Ketajaman seksualitas . Penyampaian materi pendidikan seks. Cara ini dinilai lebih baik ketimbang anak mencari pengetahuan seks sendiri melalui media internet atau majalah. kehamilan dan pencegahan kehamilan (alat kontrasepsi). Contoh lain misalnya bahan pakaian. Tetapi sayangnya di Indonesia tidak semua orangtua mau terbuka terhadap anak di dalam membicarakan permasalahan seksual. akan tetapi pemberian materi kesehatan reproduksi secara keseluruhan. definisi seks dan seksualitas. kesehatan seksual hubungan seks. Selain itu tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan yang heterogen di Indonesia menyebabkan ada orang tua yang mau dan mampu memberikan penerangan tentang seks tetapi lebih banyak yang tidak mampu dan tidak memahami permasalahan tersebut. perkembangan fisik dan mental remaja. Klinik Wira Medika dari Klinik Keluarga Berencana ini. Raditya. sebaiknya diberikan oleh pendidik teman sebaya atau disebut dengan peer educator. Menurut dokter yang juga aktif di RS Pantai Indah Kapuk. mereka mendiskusikan materi pendidikan seks dengan sang anak. Yang disebut jati diri seksual makin tampak sebab secara biologis akan terjadi perubahan-perubahan fisik. Dengan iklim yang sangat terbuka. dan warna biru untuk laki-laki. Di Amerika. seorang anak dimulai dari bajunya. kata Dr. Pendidikan seks jangan diartikan sebagai mengajarkan bagaimana cara berhubungan seks. Dalam hal ini maka sebenarnya peran dunia pendidikan sangatlah besar.

1991). pendidikan tentang hubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam masyarakat. 2) Tujuan Pendidikan Seks Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. kalau nilai-nilai Barat seperti itu dikembangkan di negara kita. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga. agama dan adat istiadat serta kesiapan mental dan . Di dalam bahasa Indonesia. Jika laki-laki harus bermain volley ball 5 set. Hal tersebut menyebabkan anak remaja mencontoh gaya hidup Barat yang cenderung memuaskan diri. pendidikan formal dan masyarakat secara bersama-sama melakukan upaya pendidikan seks yang saling mengisi satu sama lain. Menurut Kartono Mohamad pendidikan seksual yang baik mempunyai tujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks Bagi Remaja. Mata pelajaran biologi menceritakan tentang alat-alat reproduksi. seperti di sekolah-sekolah umum. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkan pendidikan seks yang integral dan bermutu. Pendidikan seks merupakan upaya yang menyeluruh.mengenal pembalut. Pelajaran pendidikan jasmani akan menekankan perbedaan pertandingan olah raga untuk laki-laki dan perempuan. Banyak tantangannya yang paling berat adalah kebocoran-kebocoran sistem nilai dari luar (Barat). tidak harus di dalam bentuk mata ajaran khusus. diberikan cerita-cerita tentang perbedaan peran lakilaki dan perempuan. Waria dan homoseks diklaim sebagai hak asasi. Khususnya di dalam pendidikan formal. Keluarga. akan hancurlah remaja Indonesia. menurut pendidik yang humoris ini. maka perempuan hanya 3 set. kata Arief Rahman. tetapi ingin menyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibatakibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum. Jadi. Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yang baik harus dilengkapi dengan pendidikan etika. Juga dikatakan bahwa tujuan dari pendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja. materi pendidikan seks diberikan pada semua mata pelajaran.

Seksualitet dalam mengenal dunia remaja. • Untuk mengurangi prostitusi. Selain itu pendidikan seksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual. .material seseorang. • Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya. • Memberikan pengertian tentang peranan seks dalam kehidupan manusia. sesuai dengan norma agama. anggota masyarakat. • Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual. • Memberikan pengertian tentang perbedaan antara pria dan wanita. sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo. misalnya sebagai istri atau suami. tuntutan dan tanggungjawab) • Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi • Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga. sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab. • Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran. • Mengembangkan pengertian diri sendiri dengan fungsi dan kebutuhan seks. • Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran. mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja. ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan. 1987) Penjabaran tujuan pendidikan seksual dengan lebih lengkap sebagai berikut : • Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik. Jadi pendidikan seks dalam arti sempit (in context) adalah pendidikan mengenai seksualitas manusia. orang tua. • Membantu siswa dalam memngembangkan kepribadian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang paling banyak dilakukan responden ialah berkawan dengan pecandu narkoba (min 1. Tetapi lebih sebagai bawaan manusia. yang merupakan anugrah Tuhan dan berfungsi penting untuk kelanggengan kehidupan manusia. kecenderungan bergaul dengan WTS.0941). perilaku lainnya cenderungan tidak pernah dilakukan responden (min antara 1. dan kecenderungan bergaul dengan teman yang suka melacur.0157 – 1.3686). Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak menganggap seks itu suatu yang menjijikan dan kotor. berkawan dengan pecandu narkoba. b) Bahaya Seks Bebas Pergaulan bebas dalam penelitian ini ialah kecenderungan menghabiskan waktu di diskotik/ bar/karaoke. dan supaya anak-anak itu bisa belajar menghargai kemampuan seksualnya dan hanya menyalurkan dorongan tersebut untuk tujuan tertentu (yang baik) dan pada waktu yang tertentu saja. .Jadi tujuan pendidikan seksual adalah untuk membentuk suatu sikap emosional yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing anak dan remaja ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksualnya.

5 2.9 6.1 1.Pergaulan Bebas Yang Dilakukan Responden Alternatif Jawaban Selal u% Sekalikali % Tidak Pernah % Min Menghabiskan waktu di diskotik/bar/karao ke 92.8 1.043 1 Berkawan dengan pecandu narkoba 66. Raditya.368 6 Bergaul dengan teman yang suka melacur 91.8 7.078 4 Bergaul dengan pelacur 96.094 1 Menurut Dr. setiap tahunnya hampir satu juta remaja Perempuan menjadi hamil dan sebanyak 3. ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual.1 1.3 30.6 3.2 1.8 1. Di Amerika. .7 juta kasus baru infeksi penyakit kelamin diderita oleh remaja.3 0.7 0.

Penyakit tersebut ditularkan oleh perilaku seks yang tidak aman atau tidak sehat. c)Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. d)Penyebaran Penyakit. antara lain bahwa orang tua harus bisa menjadi sahabat remaja. Agar hubungan orang tua dengan remaja terjalin dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah remaja dengan baik dan tuntas. peran orang tua dalam masa tumbuh kembang remaja sangatlah penting. remaja yang sering berganti-ganti pasangan atau berhubungan dengan pasangan yang menderita penyakit kelamin. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. prematurilas. Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks pranikah atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. cacat bawaan janin.Untuk menghindari perilaku seks remaja yang berisiko. Penyakit menular seks yang menyerang usia remaja juga dapat mengakibatkan penyakit kronis dan gangguan kesuburan di masa mendatang. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Risiko tersebut adalah disproporsi (ketiduksesuaian ukuran) janin. Perilaku seks bebas tidak aman di kalangan remaja dapat dan banyak menimbulkan dampak negatif . timbulnya penyakit menular seksual pada remaja juga perlu dicermati. dan lain-lain. Keluarga besar pelaku pun turut menanggung malu sehingga menjadi beban mental yang berat. karena dapat mengakibatkan kematian. pendarahan. baik pada remaja putra maupun putri. a) Menciptakan kenangan buruk. diperlukan komunikasi yang baik dan efektif. Kehamilan remaja bahkan sudah terbukti dapat memberikan risiko terhadap ibu dan janinnya. Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur. Biasanya dampak negatif atau akibat buruk dari perilaku seks bebas tidak aman tersebut lebih berat dirasakan oleh remaja putri ketimbang remaja putra. Apakah akibat perilaku seks bebas tidak aman bagi remaja ? Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikah dan seks bebas. Selain hamil. Selain akan membawa cacat kepada bayi. Misalnya. Penyakit kelamin akan menular melalui . Seringkali remaja berperilaku seks berisiko karena tidak punya cukup pengetahuan mengenai akibatnya. b)Mengakibatkan kehamilan.

Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja. kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat. tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis. e) Timbul rasa ketagihan. 7. c) Menghindari Seks Bebas Para ahli berpendapat bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri. Bahaya kehamilan pada remaja: 1. sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya. Baik yang meminta. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya. sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa. sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Gunarsa (1995) berikut ini. Salah satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV. Pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual. sesuai dengan keadaan dan kebutuhan anak. Sebaiknya pendidikan seks diberikan dengan terencana. 2. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Kemudian usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana. Sebaiknya pada saat anak menjelang remaja dimana proses kematangan baik fisik. f) kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. kekakuan. bukan karena cinta). 6. pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum. Dalam memberikan pendidikan seks pada anak jangan ditunggu sampai anak bertanya mengenai seks. Pasangan pengantin remaja. terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan. mungkin patut anda perhatikan: . maupun mentalnya mulai timbul dan berkembang kearah kedewasaan. Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual. 5. seperti yang diuraikan oleh Singgih D. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan. 4.pasangan dan bahkan keturunannya. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap. sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu. Hancurnya masa depan remaja tersebut. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun. 3.

penyalahgunaan narkoba dan hubungan seks di luar nikah. seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi. Untuk itu. jangan terlihat ragu-ragu atau malu. Mayoritas Pencegahan menurut agama antara lain : a) Memisahkan tempat tidur anak. c) Mengajarkan adab memandang lawan jenis.. Justru penilaian kepribadian pasangan dapat dinilai saat berpacaran. • Pada akhirnya perlu diperhatikan bahwa usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak. • Isi uraian yang disampaikan harus obyektif. karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut. Pengetahuan agama remaja dalam penelitian dibatasi pada pengetahuan agama yang berhubungan dengan pergaulan bebas. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-norma yang dianut. juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat(reinforcement) apa yang telah diketahui agar benarbenar menjadi bagian dari pengetahuannya. "Say Good Bye" sajalah. • Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. Seandainya iapun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma-norma pun selalu ada. boleh mempergunakan contoh atau simbol seperti misalnya : proses pembuahan pada tumbuh.. namun jangan menerangkan yang tidak-tidak.tumbuhan. • Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi. d) Larangan menyebarkan rahasia suami-istri. sejauh diperhatikan bahwa uraiannya tetap rasional. tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik.• Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana. b) Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak. karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak.! Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia. 1) Pencegahan Menurut Agama Iman. merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun t belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin. .

b) Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki. • Jauhilah narkotika dan pergaulan tanpa batas. dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks. h) Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak. pendidikan seks sebaiknya dimulai dari kandungan. . sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka. d) Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks. e) Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa teman-teman mereka adalah teman yang baik. Bisa juga diberikan saat anak mulai bertanya-tanya pada orang tuanya tentang bagaimana bayi lahir. Bab III Penutup a) Kesimpulan Dampak seks bebas sangat besar. tidak hanya berakibat terhadap diri sendiri tetapi juga keluarga dan orang sekitar. agar ia mulai dapat memberikan mana cirri-laki-laki dan mana ciri perempuan. identitas seks manusia sudah dimulai sejak di dalam kandungan. Waktu pemberian materi pendidikan seks dimulai pada saat anak sadar mulai seks. Menurut Afief Rahman. gunakan kata-kata yang sopan. sehingga memang sepantasnya pendidikan seks dimulai pada fase tersebut. Hal ini ditujukan agar anak yang dikandung mendapatkan keberkahan dari Sang pencipta seperti diketahui. g) Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat karena itu merupakan sesuata yang paling berharga. Bahkan bila seorang bayi mulai dapat diberikan pendidikan seks. • Hindari hal-hal negatif. Pembacaan ayat-ayat suci dari Kitab Suci sangat penting. Pencegahan seks bebas dalam keluarga antara lain : a) Keluarga harus mengertitentang permasalahan seks. • Hindari pergaulan negatif. • Tumbuhkan norma dan nilai-nilai sosial. Jauhilah pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas. c) Jangan menjelaskan masalah seks kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang yang sama. • Isi hari-hari kita dengan beraktivitas dan berolahraga.2) Pencegahan Seks Bebas dalam Keluarga Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga prilaku seks bebas dapat dihindari. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan seks pada usia dini.Tingkatkan keimanan sebagai benteng dari perbuatan dosa. c) Saran-saran • Tingkatkan keimanan dan selalu dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. f) Memberikan perhatian kemampuan anak di bidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas.

Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran. untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai: 1. Harus mampu mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai "bukti cinta". 3. karena yang paling rugi adalah pihak wanita. jangan dipenuhi. jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaran melebihi batas. karena norma yang dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat. sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran.• Selektif terhadap teman-teman sebaya. Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran. sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak. • Hindari seks bebas sejak dini dengan tidak bergaul tanpa batasan norma dan etika. • Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran. Gaya pacaran yang sehat mencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut: 1. 4. • Hidup sehat tanpa terpau narkotika. Sehat Fisik. 5. Berbeda dengan wanita. . sekali wanita kehilangan kegadisannya. seumur hidup ia akan menderita. Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan. • Pikirkan segala tindakan kita dengan efektif dan komprehensif sesuai dengan akibat yang akan kita terima. • Loya namun tetap hati-hati mengikuti perkembangan teknologi. keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan. • Oleh karena itu bahwa gaya pacaran yang sehat merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. saling pengertian dan keterbukaan. Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman. Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. 2. Dilarang saling memukul. • Capai cita-cita tanpa seks bebas. Ingat. • Katakan "tidak". Sehat Emosional. • Jangan hancurkan masa depan. Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual. menampar ataupun menendang. 2.

Sehat Sosial. pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Apakah arti dari perilaku seksual? Perlaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.com .com www.slideshare. Tidak baik apabila seharian penuh bersama dengan pacar.com sumber-sumber lain yang relevan dan dapat dipercaya.scribd.com . www. Bagaimana jika remaja diberi pendidikan seks? Pada umumnya orang menganggap bahwa pendidikan seks hanya berisi tentang pemberian informasi alat kelamin dan berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin.3.books.com . www. yaitu tidak melakukan hal-hal yang beresiko. Hal ini tentunya akan membuat para orangtua merasa khawatir. Dalam berpacaran kita harus saling menjaga. misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk kepada jenis kelamin yang dilecehkan.bknn.google.com www. Untuk itu perlu diluruskan kembali pengertian tentang pendidikan seks. www. www. Dengan pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang alamiah dan . Lampiran Apakah arti dari seks? Seks berarti jenis kelamin. Apakah arti dari seksual? Seksual berarti yang ada hubungannnya dengan seks atau yang muncul dari seks. 4. Apakah arti hubungan seksual? Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual. Pacaran tidak mengikat. apalagi melakukan hubungan seks. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko. Sehat Seksual.geocities.wikipedia. maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri.

Apakah dengan mendapatkan pendidikan seks remaja menjadi ingin mencoba? Sebetulnya sampai saat ini tidak ada bukti bahwa pendidikan seks justru akan menyebabkan remaja ingin mencoba. masih ada perilaku-perilaku seksual yang sulit dimasukkan dalam satu kategori tertentu karena banyak sekali keragaman di dalamnya. Diantara kedua kutub orientasi seksual tersebut. Bagi remaja yang belum aktif seksual. Berbagai studi justru menunjukan bahwa remaja yang mendapatkan informasi yang benar tentang kehidupan seksualitas akan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kehidupan mereka. selain itu remaja juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya. Secara ekstrem orientasi seksual dikategorikan menjadi dua yaitu heteroseks (orang yang secara seksual tertarik dengan lawan jenis) dan homoseks (orang yang secara seksual lebih tertarik dengan orang lain yang sejenis kelamin). cenderung akan menghidari tingkah laku tersebut.wajar terjadi pada semua orang. Remaja yang sejak awal mengetahui bahwa melakukan hubungan seksual dengan sembarang orang akan memiliki resiko yang tinggi terkena penyakit kelamin. Apakah yang dimaksud orientasi seksual? Orientasi seksual adalah dengan jenis kelamin dimana seseorang lebih tertarik secara seksual. . pendidikan seks justru akan menunda umur pertama kali melakukan hubungan seks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful