MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN KULTUR / BUDAYA SEKOLAH SMA ISLAM PB SOEDIRMAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang SMA Islam PB SOEDIRMAN yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid PB Soedirman, didirikan pada tahun 1971 dengan No. SK pendirian : 127 – II – 1966. Sebagai lembaga pendidikan Islam, SMA Islam PB Soedirman terus memperbaharui semangat dan komitmen untuk menjadi yang terbaik dalam pelayanan pendidikan keislaman, sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi disertai dengan penghayatan religius/keagamaan yang kuat sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Era globalisasi dengan segala implikasinya menjadi salah satu pemicu cepatnya perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan bila tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengantisipasinya maka hal tersebut akan menjadi masalah yang sangat serius. Dalam hal ini dunia pendidikan mempunyai tanggung jawab yang besar, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh sehingga mampu hidup selaras didalam perubahan itu sendiri. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat dan dirasakan secara instan, sehingga sekolah sebagai ujung tombak dilapangan harus memiliki arah pengembangan jangka panjang dengan tahapan pencapaiannya yang jelas dan

tetap mengakomodir tuntutan permasalahan faktual kekinian yang ada di masyarakat. Pendidikan di SMA Islam PB Soedirman diselenggarakan sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan, standar penilaian, standar pengelolaan, standar sarana prasarana dan standar pembiayaan. Peningkatan peningkatan mutu pendidikan standar tentunya pendidikan mengacu tersebut, kepada serta delapan

penciptaan lingkungan dan kultur/budaya sekolah. SMA Islam PB Soedirman sebagai sebuah institusi pendidikan mempunyai budaya (culture) yang mendefinisikan standar-standar perilaku Islami yang dapat diterima secara baik, yang tersirat dalam budaya dominan sekolah . Setiap sekolah merupakan suatu sistem yang khas, mempunyai kepribadian dan jati diri sendiri, sehinga memiliki kultur atau budaya yang khas pula. Budaya sekolah bisa merupakan bagian atau subkultur dari kuktur masyarakat atau bahkan budaya bangsa dan negara. Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah inilah yang memberi ciri khas dan warna tersendiri bagi SMA Islam PB Soedirman di mata masyarakat luas, yang membuat sekolah ini tetap diminati masyarakat sejak berdiri hingga saat ini. Manajemen sekolah yang berbudaya mutu mengalami perubahan yang mendasar dengan pendekatan desentralistik sebagai implikasi otonomi pendidikan, yang memberikan otonomi yang luas pada sekolah dan partisipasi masyarakat yang intensif; menggunakan terpusat; dan pendekatan adanya profesional bukan seluruh pendekatan potensi atau birokratik; pengambilan keputusan bersifat partisipatif bukan pemberdayaan

sumberdaya yang ada untuk peningkatan mutu pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang menekankan kemandirian sekolah merupakan penjabaran dari otonomi pendidikan di sekolah. Pemberian otonomi pendidikan kepada sekolah merupakan usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan secara luas, sehingga sekolah dapat leluasa mengelola sumberdaya dengan mengalokasikanya sesuai prioritas kebutuhan serta tanggap terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. Pengelolaan pendidikan berbasis manajemen mutu lebih menekankan pada kemandirian, kreativitas sekolah dan perbaikan proses yang lebih dijiwai oleh budaya mutu. Sekolah bertanggung jawab atas mutu pendidikan kepada pemerintah, orangtua peserta didik, masyarakat, dan customer/pelanggan pendidikan. Di sinilah pentingnya membangun budaya mutu sebagai sebuah filosofi dan pijakan dasar sekolah dalam mengembangkan diri secara berkesinambungan. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, kultur salah sekolah satu dari hal baik. tersebut Kultur adalah sekolah membangun dengan

merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan. Kultur sekolah sebagai kualitas kehidupan sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai yang dianut sekolah, yakni dalam bentuk bagaimana warga sekolah seperti komite sekolah, yayasan (untuk swasta), kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa bekerja, belajar, dan berhubungan satu sama lain. Kultur sekolah merupakan faktor yang esensial dalam membantuk siswa menjadi manusia yang optimis, berani tampil, berprilaku kooperatif serta memiliki kecakapan personal dan akademik. II. MANAJEMEN LINGKUNGAN DAN KULTUR/BUDAYA SEKOLAH

para penilik sekolah. sopan dan santun setiap kali bertemu antar siswa. peluang. Tuntutan sekolah yang professional membutuhkan pengelolaan Berbasis yang tepat (MBS). pemberian sanksi pada siswa yang terlambat datang ke sekolah. budaya senyum. guru atau siswa dan guru. karakteristik karena itu dalam konteks penerapan MBS disarankan agar para pengambil kebijakan. dsb. Contoh budaya sekolah misalnya : adanya Budaya sekolah itulah yang membedakan sebuah sekolah dengan lainnya. tradisi. dan kepala sekolah menggunakan pendekatan budaya sekolah dengan alasan : 1. dari analisis sebuah tersebut akan tampak perbedaan Oleh sekolah dengan sekolah lainnya. Pendekatan budaya lebih menitikberatkan pada fator manusia di atas faktor-faktor lainnya. dimana kekuatan-kekuatan kebutuhannya. siswa dan masyarakat sekitar sekolah (Deal dan Peterson. salam. 1999). petugas administrasi . hambatan dan tantangan yang mungkin Pendekatan ini sering disebut dengan analisa SWOT. pencantuman angka/nilai siswa per mata pelajaran di papan pengumuman. Pengertian Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi prilaku. guru. Budaya sekolah merupakan ciri khas. dan symbolsimbol yang dipraktikan oleh kepala sekolah. Peran manusia sangat sentral . kebiasaan keseharian. karakter atau watak sekolah dan citra sekolah tersebut di masyarakat luas. melalui Dengan pelaksanaan MBS dan Manajemen dapat kebutuhanSekolah lembaga menginventarisir ada. sapa.A. melakukan Tadarrus selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai .

dalam menciptakan budaya sekolah. Sekolah harus dapat menciptakan budaya sekolahnya sendiri sebagai identitas diri dan juga sebagai rasa kebanggaan akan sekolahnya. Selain itu. Kegiatan sekolah tidak hanya terfokus pada intrakurikuler saja. Pendekatan budaya menekankan pada pentingnya peran nilai dan keyakinan dalam diri dan perilaku. serta mengacu pada empat tingkatan kecerdasan. Pendekatan budaya memberikan penghormatan dan rasa penerimaan terhadap perbedaan-perbedaan yang ada.dalam suatu proses perubahan berencana. Aspek ini ini merupakan dalam membentuk sikap itu pendekatan budaya elemen yang sangat berpengaruh karena mendahulukan tranformasi nilai dan keyakinan . (3) kecerdasan rohani (SQ) dan (4) kecerdasan sosial (EC) . sebelum perubahan yang bersifat regulasi/kebijakan. dan kerjasama ini akan mewujudkan sikap profesionalme yang membawa perubahan sehingga mengubah paradigma lama yang menghambat dengan paradigma baru yang mendukung MBS. Oleh manusia. 3. (2) kecerdasan emosional (EQ). Sikap menerima dan saling menghormati akan menciptakan saling percaya dan rasa kebersamaan/persaudaraan di antara anggota. bakat dan minat siswa. yaitu : (1) kecerdasan intelektual (IQ). 2. tetapi juga ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan kreatifitas . Manusia adalah faktor penentu keberhasilan suatu perubahan. hendaknya berpedoman pada misi dan visi sekolah yang tidak hanya mencerdaskan otak saja. bukan struktur atau peraturan. Rasa kebersamaan ini akan memunculkan kerjasama . tetapi juga watak siswa.

(3) lebih terbuka dan transparan. (2) membuka seluruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horisontal. Dimensi ini menuntut para guru. Upaya pengembangan budaya sekolah seyogyanya mengacu kepada beberapa prinsip berikut ini : 1. Prinsip-Prinsip Manajemen Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah Pengetahuan dan kesopanan para personil sekolah yang disertai dengan kemampuan untuk memperoleh kepercayaan dari siapa saja akan memberikan kesan yang meyakinkan bagi orang lain. . Pengembangan budaya sekolah harus senantiasa sejalan dengan visi. orang tua dan masyarakat. keolahragaan. (4) menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi. misi dan tujuan sekolah. Berfokus pada Visi. profesional dan terlatih dalam memainkan perannya memenuhi tuntutan dan kebutuhan siswa. staf dan kepala sekolah trampil. Tujuan Manajemen Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah Beberapa manfaat yang bisa diambil dari upaya pengembangan kultur/budaya sekolah. C. dan (6) dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan IPTEK. (5) jika menemukan kesalahan akan segera dapat diperbaiki. Misi dan Tujuan Sekolah.Budaya sekolah juga harus dapat mencakup bidang akademik. diantaranya : (1) menjamin kualitas kerja yang lebih baik. (4) meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan. kerohanian. misi. Fungsi visi. kesenian dan kemasyarakatan. B. non akademik.

Menerapkan metode pembelajaran berbasis IT/ICT dan melakukan inovasi-inovasi setiap saat . Menerapkan ketuntasan belajar pelajaran. Menerapkan kurikulum berdifferensiasi yang berorientasi pada kompetensi setiap peserta didik (student centre) dan berkompetitif dalam masyarakat internasional. Dengan demikian kedua . guna mengikuti perkembangan pendidikan modern. 2. Komunikasi merupakan dasar bagi koordinasi dalam sekolah. Meningkatkan jumlah lulusan yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) favorit. 2. 5. menyampaikan Komunikasi pesan-pesan sama informal melalui kegiatan matrikulasi. 4. Berikut ini adalah contoh dari Visi dan Misi SMA Islam PB Soedirman : Visi : SMA Islam PB Soedirman menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan Misi : 1. 3.dan tujuan sekolah adalah mengarahkan pengembangan budaya sekolah. Mengintegrasikan materi pembelajaran dengan nilai-nilai Al Quran dan Al Hadis sebagai pembentukan jati diri peserta didik dan perilaku yang Islami dalam kehidupan sehari-hari. baik dalam maupun luar negeri. pentingnya dengan komunikasi formal. Penciptaan Komunikasi Formal dan Informal. Visi tentang keunggulan mutu misalnya. pentingnya termasuk budaya dalam sekolah. harus disertai dengan program-program yang nyata mengenai penciptaan budaya sekolah. pengayaan materi dan klinik untuk setiap mata memiliki keunggulan kompetitif di bidang IMTAQ dan IPTEK yang berwawasan global.

6. Pengembangan budaya sekolah perlu ditopang oleh strategi ditempuh operasional 5. 3. program. Sasaran yang dapat diukur akan mempermudah pengukuran capaian kinerja dari suatu sekolah. siapa yang melakukan dan mekanisme tindak lanjut yang harus dilakukan. Berorientasi Kinerja. yang perlu Startegi mencakup Strategi cara-cara dan yang sedangkan program dilakukan. Untuk mengetahui kinerja pengembangan budaya sekolah perlu dilakukan evaluasi secara rutin dan bertahap: jangka pendek. Karena itu perlu dikembangkan sistem evaluasi terutama dalam hal: kapan evaluasi dilakukan. sedang. . dan . Sistem Evaluasi yang Jelas. dan jangka panjang.jalur komunikasi tersebut perlu digunakan dalam menyampaikan pesan secara efektif dan efisien. Setiap perubahan budaya sekolah menyebabkan bagi para adanya resiko yang harus diterima resiko khususnya pembaharu. Ketakutan akan menyebabkan kurang beraninya seorang pemimpin mengambil sikap dan keputusan dalam waktu cepat. Inovatif dan Bersedia Mengambil Resiko. 4. Memiliki Strategi yang Jelas. Pengembangan budaya sekolah perlu diarahkan pada sasaran yang sedapat mungkin dapat diukur. menyangkut kegiatan program merupakan dua hal yang selalu berkaitan. Salah satu dimensi budaya organisasi adalah inovasi dan kesediaan mengambil resiko.

Pengembangan budaya sekolah hendaknya disertai dengan sistem imbalan meskipun tidak selalu dalam bentuk barang atau uang.7. 8. Ciri budaya organisasi yang positif adalah pengembilan keputusan partisipatif yang berujung pada pengambilan keputusan secara konsensus. Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan curah pendapat atau menggunakan skala penilaian diri. Sistem Imbalan yang Jelas. Komitmen dari pimpinan dan warga sekolah sangat implementasi program-program pengembangan menentukan budaya sekolah. D. Kepala sekolah dapat mengembangkan metode penilaian diri yang berguna bagi pengembangan budaya sekolah. Bentuk lainnya adalah penghargaan atau kredit poin terutama bagi siswa yang menunjukkan perilaku positif yang sejalan dengan pengembangan budaya sekolah. Keputusan Berdasarkan Konsensus. Azas-Azas Menejemen Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah . Memiliki Komitmen yang Kuat. Evaluasi Diri. namun pada umumnya konsensus dapat meningkatkan komitmen anggota organisasi dalam melaksanakan keputusan tersebut. Meskipun hal itu tergantung pada situasi keputusan. Banyak bukti menunjukkan bahwa komitmen yang lemah terutama dari pimpinan menyebabkan programprogram tidak terlaksana dengan baik. 10. Evaluasi diri merupakan salah satu alat untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi di sekolah. 9.

. 3. Semua nilai di atas tidak berarti apa-apa jika tidak diiringi dengan keinginan. guru. dan staf dalam memberikan pelayanan kepada siswa dan masyarakat.Selain mengacu kepada sejumlah prinsip di atas. Keinginan juga harus diarahkan pada usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai budaya yang muncul dalam diri pribadi baik sebagai kepala sekolah. nilai kerja sama merupakan suatu keharusan dan kerjasama merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membangun kekuatan-kekuatan atau sumber daya yang dimilki oleh personil sekolah. Untuk itu. Kerjasama tim (team work) Pada dasarnya sebuah komunitas sekolah merupakan sebuah tim/kumpulan individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. 2. Kemampuan (ability) Menunjuk pada kemampuan untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab pada tingkat kelas atau sekolah. Dalam lingkungan pembelajaran. upaya pengembangan budaya sekolah juga seyogyanya berpegang pada asas-asas berikut ini: 1. kemampuan profesional guru bukan hanya ditunjukkan dalam bidang akademik tetapi juga dalam bersikap dan bertindak yang mencerminkan pribadi pendidik. Keinginan (desire) Keinginan di sini merujuk pada kemauan atau kerelaan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab untuk memberikan kepuasan terhadap siswa dan masyarakat.

bahagia dan bangga sebagai bagian dari personil sekolah.4. Keluhankeluhan yang terjadi karena perasaan tidak dihargai atau tidak diperlakukan dengan wajar akan menjadikan sekolah kurang dipercaya. seperti taman sekolah ditata dengan baik dan dibuat wilayah bebas masalah atau wilayah harus senyum dan sebagainya. 5. Hormat (respect) Rasa hormat merupakan nilai yang memperlihatkan penghargaan kepada siapa saja baik dalam lingkungan sekolah maupun dengan stakeholders pendidikan lainnya. Jujur (honesty) Nilai kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam lingkungan sekolah. Sikap respect dapat diungkapkan dengan cara memberi senyuman dan sapaan kepada siapa saja yang kita temui. Nilai kejujuran tidak terbatas pada kebenaran dalam melakukan pekerjaan atau tugas tetapi mencakup cara terbaik dalam membentuk pribadi yang . Jika perlu dibuat wilayahwilayah yang dapat membuat suasana dan memberi nuansa yang indah. asri dan menyenangkan. baik kejujuran pada diri sendiri maupun kejujuran kepada orang lain. nyaman. nyaman. Kegembiraan (happiness) Nilai kegembiraan ini harus dimiliki oleh seluruh personil sekolah dengan harapan kegembiraan yang kita miliki akan berimplikasi pada lingkungan dan iklim sekolah yang ramah dan menumbuhkan perasaan puas. 6. bisa juga dengan memberikan hadiah yang menarik sebagai ungkapan rasa hormat dan penghargaan kita atas hasil kerja yang dilakukan dengan baik. Atau mengundang secara khusus dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diperoleh dan sebagainya.

jujur dalam mengelola keuangan. . 8. tidak akan menjamin untuk dipatuhi apabila tidak didukung dengan suasana atau iklim lingkungan sekolah yang disiplin. Jujur dalam memberikan penilaian. kepercayaan tidak akan diperoleh. guru dan staf.obyektif. 7. Aturan atau tata tertib yang dipajang dimana-mana bahkan merupakan atribut. Disiplin tidak hanya berlaku pada orang tertentu saja di sekolah tetapi untuk semua personil sekolah tidak kecuali kepala sekolah. Tanpa kejujuran. Disiplin (discipline) Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan pada peraturan dan sanksi yang berlaku dalam lingkungan sekolah. Empati (empathy) Empati adalah kemampuan menempatkan diri atau dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain namun tidak ikut larut dalam perasaan itu. Disiplin yang dimaksudkan dalam asas ini adalah sikap dan perilaku disiplin yang muncul karena kesadaran dan kerelaan kita untuk hidup teratur dan rapi serta mampu menempatkan sesuatu sesuai pada kondisi yang seharusnya. Jadi disiplin disini bukanlah sesuatu yang harus dan tidak harus dilakukan karena peraturan yang menuntut kita untuk taat pada aturan yang ada. Sikap ini perlu dimiliki oleh seluruh personil sekolah agar dalam berinteraksi dengan siapa saja dan dimana saja mereka dapat memahami penyebab dari masalah yang mungkin dihadapai oleh orang lain dan mampu menempatkan diri sesuai dengan harapan orang tersebut. jujur dalam penggunaan waktu serta konsisten pada tugas dan tanggung jawab merupakan pribadi yang kuat dalam menciptakan budaya sekolah yang baik. Oleh karena itu budaya jujur dalam setiap situasi dimanapun kita berada harus senantiasa dipertahankan.

orang tua dan masyarakat. Konteks yang umumnya terdiri dari: tuntutan pengembangan diri dan peluang masa depan tamatan. 9. Konteks adalah eksternalitas sekolah yang berpengaruh terhadap yang penyelenggaraan sekolah dan karenanya ke harus dalam diinternalisasikan ke dalam penyelenggaraan sekolah. E. profesional dan terlatih dalam memainkan perannya memenuhi tuntutan dan kebutuhan siswa.Dengan sifat empati warga sekolah dapat menumbuhkan budaya sekolah yang lebih baik karena dilandasi oleh perasaan yang saling memahami. staf dan kepala sekolah trampil. Konteks Sekolah Sekolah berada dalam lingkungan atau konteks yang dinamis. yaitu konteks sekolah dan kultur sekolah. Dimensi ini menuntut para guru. dukungan pemerintah dan masyarakat . Standar Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah Standar lingkungan dan budaya/kultur sekolah mencakup dua hal utama. Sekolah mampu menginternalisasikan konteks penyelenggaraan sekolah akan membuat sekolah sebagai bagian dari konteks dan bukannya terisolasi darinya. Pengetahuan dan Kesopanan (knowledge and politness) Pengetahuan dan kesopanan para personil sekolah yang disertai dengan kemampuan untuk memperoleh kepercayaan dari siapa saja akan memberikan kesan yang meyakinkan bagi orang lain. 1.

dan tuntutan globalisasi harus diinternalisasikan ke dalam penyelenggaraan sekolah. misi. kemajuan ipteks. nilai. keunggulan. rasa. Budaya sekolah peleburan unsur-unsur aset kualitas batiniyah (akal. Standar: Sekolah bersikap responsif. simbol. lingkungan belajar yang kondusif. nilai dan harapan masyarakat terhadap pendidikan. makin kondusif budaya sekolah. penekanan pada pembelajaran. dan tradisi/kebiasaan oleh warga yang telah dibentuk dan disepakati merupakan bersama sekolah. Kultur sekolah perlu ditumbuhkan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas sekolah antara lain: berpusat pada pengembangan peserta didik.makin efektif sekolahnya. harapan tinggi.terhadap pendidikan. budaya korporasi atau kebiasaan bekerja secara kolaboratif/kolektif. tanggap. dan peka terhadap dinamika konteks dan secara jelas menginternalisasikannya ke dalam rumusan visi. kebijakan pendidikan. profesionalisme. tuntutan otonomi. keadilan. norma. emosi. respect terhadap setiap individu warga sekolah. landasan hukum. . kultur atau budaya sekolah adalah karakter atau pandangan hidup (a way of life) sekolah yang merefleksikan keyakinan. Kultur/Budaya Sekolah Seperti telah disinggung sebelumnya. tujuan. spirit) yang kemudian diekspresikan dalam bentuk sikap dan perbuatan lahiriyah. 2. dan strategi pengembangan sekolah. Hasil-hasil penelitian menyimpulkan bahwa budaya sekolah sangat berpengaruh yang terhadap efektifitas dan sekolah. Artinya. sasaran. kepastian.

seperti lingkungan yang asri. yang dibuktikan oleh penerapan setiap sub budaya sekolah . 2. . sopan dan santun. termasuk di dalamnya pemeliharaan drainase . Penciptaan/Pengembangan Lingkungan dan Kultur/Budaya Sekolah 1. F. Terwujudnya kerja sama dengan pihak lain di luar sekolah melaui perjanjian/MOU. WC dan kamar mandi yang bersih . salam . wawasan masa depan (visi) yang sama. Terwujudnya pelaksanaan budaya tata krama” in action” yang Islami melalui kegiatan senyum. Terwujudnya dukungan pelaksanaan regulasi sekolah oleh Komite Sekolah. Tertatanya Lingkungan sekolah yang kondusif dan berbudaya yang mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar yang efektif . ruang kelas yang bersih dan nyaman. dan kepemimpinan transformatif dan partisipatif. kolegialitas. perencanaan bersama. 3. resik dan sejuk / tamanisasi. pemberdayaan bersama. wangi dan terawat .kebiasaan menjadi masyarakat belajar. budaya masyarakat belajar. 4. tenaga kependidikan sebagai pengajar. Standar: Sekolah menumbuhkan dan mengembangkan budaya/kultur yang kondusif bagi peningkatan efektivitas proses pendidikan di sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. sapa . dan kantin sehat. bersih.

kesehatan) III. sehingga diharapkan pada saat siswa lulus dari SMA Islam PB Soedirman.Melaksanakan sekolah. kekeluargaan. Sopan dan Santun dimana setiap kali bertemu (antar siswa. siswa telah khatam Al Qur’an. kreativitas dan lingkungan (Keamanan.Tugas Pokok Bidang Pengembangan Standar Budaya dan Lingkungan Sekolah 1. Melaksanakan pengembangan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar 4. KULTUR/BUDAYA SEKOLAH SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Budaya sekolah yang telah diciptakan dan tetap eksis di SMA Islam PB Soedirman hingga kini antara lain : 1. Sapa. Tadarrus sebelum pelajaran dimulai yang dipimpin oleh guru selama 15 menit. Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7 K pengembangan lainnya yang berhubungan dengan pengembangan budaya. Salam. Budaya 5 S : Senyum . . Mengembangkan ide kreatif untuk pengembangan sekolah 5. ketertiban. Melaksanakan pengembangan budaya mutu di sekolah 2. antar siswa dan guru ) dengan mottonya : Iman. Menciptakan pengembangan kreativitas sekolah 3. 6. keindahan. Ilmu dan Amal. 2. yang kemudian dicatat dalam buku kemajuan Tadarrus dan dikontrol oleh wali kelas. kebersihan. kerindangan. antar guru.

3. melakukan sholat tarawih bersama masyarakat desa. 4. Kegiatan siswa Home Stay untuk Ramadhan yang dilakukan berpuasa di di luar tengah lingkungan sekolah. Melakukan doa bersama ( doa belajar) sebelum dan sesudah pelajaran selesai ( doa pulang) yang dipimpin oleh guru. Doa bersama juga dilakukan sebelum pelaksanaan UN dan US oleh seluruh siswa kelas XII di mesjid sekolah yang dipimpin oleh beberapa orang guru agama Islam dan melakukan Sujud Syukur setelah pelaksanaan UN/US. Sholat Dzuhur berjamaah di mesjid sekolah bersama guru dan seluruh siswa di lingkungan Yayasan Masjid PB Soedirman. Sahur On The Road dikoordinir oleh OSIS. 9. 5. Pembacaan ayat suci Al Qur’an setiap hari Jumat sebelum pelajaran dimulai oleh guru agama Islam yang dapat didengar oleh seluruh siswa melalui pengeras suara yang berada di setiap ruang kelas. di mana dilatih ikut merasakan masyarakat miskin dengan jalan tinggal / bermalam di rumah penduduk selama tiga hari. tadarrus dan membayar zakat fitrah dan bersedekah. 6. 7. Kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) yang dilakukan pada bulan Ramadhan di mesjid sekolah. Desa ini pula menjadi Desa Binaan SMA Islam PB Soedirman. Kegiatan Amaliyah dengan jalan memberi infak setiap hari Jumat yang diedarkan oleh seorang guru yang ditunjuk oleh sekolah yang kemudian disetorkan ke kas BAZIS sekolah dan bersama kaum dhuafa di jalan yang . dan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT). seperti di desa Cibunian-Bogor. 8.

Lima hari belajar efektif mulai hari Senin . peternakan sapi. Pertemuan wali kelas dengan siswanya pada hari Senin pagi untuk berbagi informasi dan pembinaan. 15. Saung Ujo . Perum Peruri. sedangkan untuk siswa IPS mengadakan kunjungan ke Museum . 13. BI. Misalnya untuk siswa IPA dengan mengadakan kunjungan ke LIPI Bandung. Studi Lapangan (Field Trip) ke tempat-tempat yang sesuai bidang studinya. 16. Candi Blandongan. SMA. 10. 12.melakukan qurban pada Hari Raya Idul Adha dimana pemotongan hewan qurban dilakukan di sebuah desa yang sudah ditunjuk sekolah. Upacara Bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin yang diikuti oleh seluruh siswa SMA Islam PB Soedirman dan setiap hari Senin minggu ke-dua setiap bulannya yang diikuti oleh seluruh siswa SMP. Gedung Sate.30 WIB. Majalah sekolah dan majalah dinding (Mading) untuk melatih bakat jurnalistik siswa. dan SMK Islam PB Soedirman. Sabuga. 14. Kegiatan LDK OSIS untuk melatih jiwa kepemimpinan siswa menjalankan organisasi.Jumat dari pukul 06. Seragam sekolah yang berbeda setiap hari Kamis (Seragam Batik untuk seluruh siswa) dan Jumat (Baju Koko untuk siswa laki-laki). . dan pertemuan antara pimpinan sekolah. pertemuan antara wali kelas dengan pimpinan sekolah. dan BATAN . Karinda. 11.30 – 15. wali kelas dan orang tua/wali siswa.

(2) Basket (3) Volley . Penggunaan IT/ICT dalam proses belajar mengajar dan pemberian Test On-line. baik seni tradisional maupun kegiatan siswa kelas XII hingga lulus sekolah. 23. (5) Bulu Tangkis. Buku Tahunan adalah buku kenangan yang merekam melatih sportifitas siswa dalam bernuansa seni. 20. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-akademik yang member wadah / kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya. 24. (13) Sains Club. dsb. Class Meeting untuk melatih siswa melaksanakan kegiatan olah raga antar kelas dan bertanding.17. ke sekolah mitra yaitu SMA Al Kautsar – Lampung. (10) Rohani Islam/Rohis. 21. Pentas Seni (Pensi) untuk melatih siswa melaksanakan kegiatan modern. (15) . 18. 19. (6) Taekwondo. ke SMA Negeri di Lombok. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Islam PB Soedirman yaitu : (1) Musik ( marawis dan Paduan Suara). sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Pelepasan Siswa yaitu melepas siswa kelas XII yang telah lulus dari sekolah yang diadakan di Sasono Langen Budoyo – TMII. (8) Graffiti. Out Bond (indoor / outdoor) 22. (4) Futsal. (12) Pramuka. (14) Kelompok Ilmiah Remaja/KIR. (7) Merpati Putih. (9) Jurnalistik. Studi banding ke Sister School yaitu Sekolah Menengah Alam Shah – Malaysia. (11) PMR.

Pd 3. S. Drs. 2007 Tim SMP Labschool Jakarta.smasoedirman24. Jakarta: Depdiknas. (17) Palang Merah Remaja /PMR DAFTAR ACUAN : http://www.com/2011/08/manajemenlingkungan-dan-budaya-sekolah. http://www. S.blogspot. Sudrajat .go. S.depdiknas. Nur Muchofah. Tari Merak dan Tari Melayu ). 27 Oktober 2011 Penjab LBS.id Depdiknas. 2000. (16) Tarian (Tari Saman.html Jakarta.sch.Pd Team Work : 1.2007.S . 2010. Fitris Roza.Paskibra. PEPI FIDIA. Program Kerja SMP Labschool Jakarta.id/ http://samsudinjupri. Suroto 2. Pedoman Kegiatan Kesiswaan SMP Labschool Jakarta. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. A. Pengembangan Budaya Sekolah Tim SMP Labschool Jakarta.

4. STANDARD OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) A. SOP 6.2 LAYANAN KEBERSIHAN KELAS D. SOP 6.4.2 LAYANAN KEBERSIHAN KAMAR MANDI E. SOP 6.4.2 LAYANAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH B. SOP 6. QUALITY PROCEDURE (QP) A.c PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE F. SOP 6.LAMPIRAN I.4. QP 6. SOP 6.2 PENILAIAN LOMBA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH C.4.d PENGELOLAAN SAMPAH DAN LINGKUNGAN SEKOLAH II.4.4.1 PENGELOLAAN LINGKUNGAN KERJA .

H Junaidi Lubis NIP : . Suhardi NRP. 4. Ketua Bidang Pengembangan Budaya.30 WIB.337093 Drs. 6.30 – 15. menyirami tanaman dan menanam tanaman di sekitar sekolah. Petugas memantau kegiatan siswa memberikan pengarahan. TUJUAN Menciptakan suasana yang asri. Kreatifitas dan Lingkungan menyusun program kerja kegiatan kebersihan sekolah. Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs. Sebelum melaksanakan kegiatan kebersihan sekolah. petugas memberikan pengarahan kepada siswa untuk membersihkan taman dan kelas. Pada saat di dalam kelas salama kegiatan belajar mengajar siswa diharapkan menjaga kebersihan kelas 8. resik dan sejuk di lingkungan sekolah SMA Islam PB Soedirman. Setelah selesai siswa masuk ke kelas dengan tertib. 3. 2. Jika terdapat sampah yang tercecer didalam kelas di harapkan ada kesadaran diri untuk membersihkan dan merapihkannya tanpa intruksi dari siapapun 9. 7. PROSES KERJA : 1. Petugas mendata kehadiran siswa. Seluruh warga sekolah agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah selama berada di lingkungan sekolah B.SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 01 27 Oktober 2011 0 22 of 33 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE LAYANAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH A. 5. bersih. Ketua Bidang Pengembangan Budaya. Kreatifitas dan Lingkungan dan tim membuat jadwal kegiatan kebersihan sekolah yang dilaksanakan setiap hari pada saat jam pembelajaran dari pukul 06.

SMA ISLAM PB SUDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 01 27 Oktober 2011 0 23 of 33 STANDARD OPRATIONAL PROCEDURE LAYANAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH C.Daftar alat . Siswa mengembalikan peralatan kebersihan 5. Junaidi Lubis NIP. H. kebersihan lingkungan sesuai dengan jadwal dan area yang sudah ditentukan 4. DIAGRAM ALUR Alur Aktifitas 1. Dokumen Terkait : Form 01 – SOP-BUDAYA-01/L1 Daftar Area dan peralatan yang dibutuhkan Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs. .Daftar pembagian area/ lokasi kebersihan lingkungan Mulai Pembagian area kebersihan Pendistribusian peralatan kebersihan Pelaksanaan kebersihan oleh petugas Pengembalian alat kebersihan Selesai D. Petugas gudang menerima dan menyimpan peralatan kebersihan Hasil . Petugas bagian lingkungan membuat pembagian area kebersihan 2. Drs. Suhardi NRP.Program kegiatan kebersihan lingkungan . Petugas gudang mendistribusikan peralatan kebersihan 3.

Sebelum melaksanakan penilaian lomba kebersihan. Kreatifitas dan Lingkungan menyusun jadwal kegiatan penilaian lomba kebersihan yang dilaksanakan setiap minggu sekali (hari Sabtu pukul 08. Kreatifitas dan Lingkungan memantau pelaksanaan penilaian lomba kebersihan 6.Realisasi program kerja lomba kebersihan B. Petugas pelaksana. Kabid Budaya. Kabid Budaya.Daftar nilai hasil lomba . Kabid Budaya. Kreatifitas dan Lingkungan melakukan rekapitulasi data untuk diumumkan kepada siswa saat dilaksanakan upacara bendera (trophy) 7. PROSES KERJA : Alur Aktifitas 1. indah dan tertib di lingkungan sekolah SMA Islam PB Soedirman. melakukan kegiatan penilaian lomba kebersihan dengan mengisi blangko (terlampir) 5.00 – 13.00 WIB) 3.Daftar hasil juara kebersihan menerima tophy . Kreatifitas dan Lingkungan Rekapitulasi data dan pengumuman Laporan kepada Kepala Sekolah Selesai .SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 07 27 Oktober 2011 0 24 of 33 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE PENILAIAN LOMBA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH A. Melaporkan hasil rekapitulasi setiap 4 minggu kepada Kepala Sekolah Hasil . Menciptakan lingkungan bersih. Kreatifitas dan Lingkungan menyusun program kerja Lomba Kebersihan lingkungan 2. Mulai Koordinasi Pelaksanaan penilaian oleh petugas Program kerja bidang lingkunga n Pemantauan oleh PP Urusan Budaya. Kabid Budaya.Daftar nama kelas peserta lomba . Kabid Budaya. TUJUAN 1. Kreatifitas dan Lingkungan mengadakan koordinasi dengan petugas pelaksana 4.

Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs.2 27 Oktober 2011 0 25 of 33 SMA ISLAM PB SUDIRMAN STANDARD OPRATIONAL PROCEDURE PENILAIAN LOMBA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH C.2 – 00 Blanko penilaian lomba kebersihan Form 02 – IKLS – E4 – 6. H.4. Suhardi NRP. Junaidi Lubis. Dokumen Terkait : Form 01 – IKLS – E4 – 6. NIP.4.2 – 00 Blanko rekapitulasi penilaian lomba kebersihan Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR . Drs. Document Number Date Revision Page SOP – 6.4.

5. siswa membiasakan diri untuk membersihkan dan merapihkan kelas dan tempat duduknya masing-masing 9. 4. PROSES KERJA : 1. B. guru yang mengajar pada jam tersebut memberikan pengarahan kepada siswa untuk membersihkan halaman dan ruang kelas. merapihkan dan menata seluruh peralatan kelas.30 WIB. 7. NIP. H. Sebelum memulai pembelajaran Guru mendata kehadiran siswa.30 – 15. TUJUAN Menciptakan suasana yang bersih.Setelah jam belajar berakhir sebelum meninggalkan kelas. Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk menjaga kebersihan kelasnya sehingga tidak terdapat sampah yang tercecer di dalam kelas. Pada saat di dalam kelas salama kegiatan belajar mengajar siswa diharapkan menjaga kebersihan kelas 8. rapih. Junaidi Lubis. 3. resik dan sejuk di dalam kelas. Suhardi NRP. SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP–BUDAYA03 27 Oktober 2011 0 26 of 33 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE LAYANAN KEBERSIHAN KELAS A. Seluruh alat dan prasarana berada pada tempatnya dan setiap sarana yang ada di dalam kelas siap untuk digunakan. 6. Wali kelas dan tim membuat jadwal kegiatan kebersihan yang dilaksanakan setiap hari pada saat jam pembelajaran dari pukul 06. Setiap pergantian jam belajar. di harapkan seluruh siswa untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan kelas Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR . 2. Jika terdapat sampah yang tercecer didalam kelas di harapkan ada kesadaran diri untuk membersihkan dan merapihkannya tanpa intruksi dari siapapun 10. Sebelum melaksanakan kegiatan kebersihan kelas. Drs.Drs. Wali kelas dan Ketua Kelas menyusun program kerja kegiatan kebersihan kelas.

2 – 00 Daftar Area dan peralatan yang dibutuhkan .Drs. Dokumen Terkait : Form 01 – lkls– E4 – 6.2 27 Oktober 2011 0 27 of 33 STANDARD OPRATIONAL PROCEDURE LAYANAN KEBERSIHAN KELAS C. H Junaidi Lubis NIP. Apabila terdapat kerusakan pada alat-alat kebersihan. kebersihan lingkungan sesuai dengan jadwal dan area yang sudah ditentukan 9.Program kegiatan kebersihan lingkungan . Petugas bagian lingkungan menerima dan menyimpan peralatan kebersihan pada tempatnya 11. Suhardi NRP. petugas secepatnya melaporkan kepada wali kelas Hasil . DIAGRAM ALUR Alur Aktifitas 6.4. Drs. Petugas bagian lingkungan mendistribusikan peralatan kebersihan 8.Daftar pembagian area/ lokasi kebersihan lingkungan Mulai Pembagian area kebersihan Pendistribusian peralatan kebersihan Pelaksanaan kebersihan oleh petugas Pengembalian alat kebersihan Selesai D. Petugas bagian lingkungan membuat jadwal piket/kebersihan kelas 7.Daftar alat . Siswa mengembalikan peralatan kebersihan pada tempat yang sudah disediakan 10. SMA ISLAM PB SUDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – 6.4.

Peralatan kamar mandi tersedia dengan rapih. Junaidi Lubis NIP. SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 06 27 Oktober 2011 0 28 of 1 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE LAYANAN KEBERSIHAN KAMAR MANDI A. Tidak ada kebocoran dan kerusakan pada keran dan bak mandi 5. B. Kebutuhan penerangan mencukupi 4. Drs. Suhardi NRP. 2. Pengurasan bak mandi dilakukan setiap seminggu sekali 6. H. PROSES KERJA : 1.Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs. Setiap pintu kamar mandi memiliki kunci yang lengkap 7. TUJUAN Menciptakan suasana yang bersih. Tersedianya pengharum kamar mandi agar lebih sejuk dan tidak tercium bau tidak sedap Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR . resik dan sejuk di dalam kelas. 3. Petugas kebersihan membersihkan kamar mandi setiap hari sekali.

Petugas pemeliharaan - Hasil Program kerja Kabid Budaya. PROSES KERJA : Alur B. Mengidentifikasi sistem drainase yang telah terbangun 2. Menghindari terjadinya banjir i. Apabila telah selesai membangun drainase. H. Kreatifitas dan Lingkungan melaksanakan pembangunan drainase 4. Kabid Budaya. TUJUAN Menciptakan suasana lingkungan sekolah bersih dan aliran air yang lancar tanpa ada hambatan ii. Kreatifitas dan Lingkungan membuat progam pemeliharaan 6. 5. diajukan kepada kepala sekolah yang telah disetujui waka kesiswaan untuk disyahkan 3. Apabila sistem drainase telah ada dan layak. Kreatifitas dan Lingkungan membuat rancangan sistem yang akan diterapkan. dan sejuk Terlaksananya program drainase Mulai Identifikasi sistem drainase yang ada Tidak - Perlu perbaikan? Ya Rancangan system drainase Pengesahan rancangan Pembangunan sistem drainase Pemeliharaan sistem drainase selesai . Kreatifitas dan Lingkungan membuat laporan kepada kepala sekolah melalui waka kesiswaan. Kabid Budaya. resik. Kabid Budaya. Kabid Budaya. Suhardi NRP. bersih. Junaidi Lubis NIP. Aktifitas 1. Apabila perlu ada perbaikan. Drs. Kreatifitas dan Lingkungan Lingkungan yang Asri.Drs. Apabila telah disyahkan kepala sekolah. SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 04 27 Oktober 2011 0 29 of 33 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE A.

. H. Junaidi Lubis NIP.drainase membersihkan dan menjaga kelancaran aliran air pembuangan secara periodik Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs. Drs. PROSES KERJA: Alur Aktifitas Hasil B. Suhardi NRP. SMA ISLAM PB SOEDIRMAN Document Number Date Revision Page SOP – BUDAYA 02 27 Oktober 2011 0 30 of 33 STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE A. PENGELOLAAN SAMPAH DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TUJUAN Memanfaatkan limbah sekaligus menjaga kebersihan di lingkungan sekolah SMA Islam PB Soedirman.

Realisasi pemanfaatan limbah . di bawa ke pusat sampah • Sampah yang ada di SMP Islam PB. Document Number Date Revision Page QP – 6.1. Drs. Pengumpulan barangMulai Pemilahan Barang-barang buangan sampah Pengangkut an ke TPS Sampah/limbah ? limbah Dijual kepada pedagang rongsok Diangkut Dinas Kebersihan ke TPA Selesai barang buangan 2. Suhardi NRP. Soedirman. maka : • Sampah dari berbagai tempat sampah. Junaidi Lubis NIP. Pemilahan barangbarang buangan (organik dan anorganik) 3. Berupa limbah.4.Realisasi kebersihan lingkungan sekolah .1 27 Oktober 2011 0 31 of 33 SMA ISLAM PB SOEDIRMAN QUALITY PROCEDURE PENGELOLAAN LINGKUNGAN KERJA . H. dibawa ke tempat pembuangan pusat sampah 4.Terlaksananya program “Go Green” Diperiksa oleh Waka II Disahkan oleh QMR Drs. maka : • Limbah di masingmasing unit kerja dikumpulkan tersendiri di tempat tertentu • Berupa kertas : Dijual kepada pedagang kertas bekas • Berupa plastik/gelas : Dijual kepada pedagang barang rongsokan • Berupa logam : Dijual kepada pedagang limbah logam . Bila berupa sampah.

Tujuan Prosedur ini memberikan pedoman dalam pelaksanaan identifikasi dan pengelolaan faktor-faktor lingkungan kerja dan pembelajaran yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian persyaratan pelayanan pendidikan. Document Number Date Revision Page QP – 6.3.1. aula.2.4. 3. Menetapkan persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran setiap ruang dengan formulir persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran QP. Faktor lingkungan kerja dan pembelajaran yang dimaksud di sini mencakup: 3.1.1. Lingkungan kerja yang dimaksud meliputi ruang kantor.1.4. 3.2.1.1.2. kelas. Memberikan pengesahan dan atau penolakan persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran yang diajukan kepala unit kerja dengan disertai alternatir-alternatif pemecahan yang sesuai.2. 3. laboratorium.3. Ruang Lingkup Prosedur ini berlaku bagi seluruh lingkungan kerja dan pembelajaran di SMA ISLAM PB SOEDIRMAN. 6.2. Kepala Unit Kerja 4. Kepala Sekolah 4.3. dilaksanakan dan dipelihara secara konsisten.1 27 Oktober 2011 0 32 of 33 SMA ISLAM PB SOEDIRMAN QUALITY PROCEDURE PENGELOLAAN LINGKUNGAN KERJA .1. 4.2. perpustakaan. 3. Prosedur ini dilaksanakan untuk menjamin faktor-faktor lingkungan kerja dipenuhi.2. 4.5. Mengevaluasi persyaratan lingkungan kerja dan pemelajaran yang diajukan oleh kepala unit kerja. 3. Uraian Umum 3.2. Mengajukan persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran kepada Kepala Sekolah untuk mendapat pengesahan. kamar mandi dan lingkungan lainnya yang terkait.2. 3.2. 3.4.1. 4. masjid.1/L1.2. Faktor kondisi penerangan lingkungan kerja dan pembelajaran Faktor kondisi kenyamanan lingkungan kerja dan pembelajaran Faktor kondisi kebersihan lingkungan kerja dan pembelajaran Faktor kondisi kesehatan lingkungan kerja dan pembelajaran Faktor kondisi keamanan lingkungan kerja dan pembelajaran 4. 2. halaman. Prosedur 4.

4. Lampiran 5.2. 5. 6. Menjaga kondisi lingkungan kerja dan pembelajaran sesuai persyaratan yang ditetapkan.2. Kepala Unit Kerja 4. 4.1. Mensosialisasikan persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran yang telah disahkan Kepala Sekolah kepada guru dan karyawan. 6. 4.4. PM.3.3. 5.2.3.4. Membuat permintaan perbaikan kepada Kepala sekolah bila ada kondisi lingkungan kerja dan pembelajaran yang menyimpang dari persyaratan dengan formulir permintaan perbaikan kondisi lingkungan kerja dan pembelajaran QP.3.1/L2.4. 4. 6. Memastikan setiap persyaratan lingkungan kerja dan pembelajaran yang disahkan dilaksanakan secara konsisten.3.3.1.1/L2 Formulir Persyaratan Lingkungan Kerja dan Pembelajaran Formulir Permintaan Perbaikan Kondisi Lingkungan Kerja dan Pembelajaran .1/L1 PM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful