P. 1
Desain Tata Letak for Manajemen Operasional

Desain Tata Letak for Manajemen Operasional

|Views: 1,939|Likes:
Published by nizarmuhammad

More info:

Published by: nizarmuhammad on Jul 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2014

pdf

text

original

Desain Tata Letak

BAB 7 DESAIN TATA LETAK A. Pendahuluan Lahan kosong di Indonesia semakin tahun berkurang dan harganya semakin tahun meningkat. Sedangkan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun bertambah. Oleh karena itu tidak jarang kita menemui masyarakat yang tidak mempunyai tempat tinggal segingga mereka membanggun rumah di tepi sunggai, bawah jembatan dan tidur di emperan toko. Minimnya lahan kosong dan mahalnya lahan saat ini menyebabkan masyarakat tega menebanggi hutan dan menjadikan lahan persawahan sebagai pemukiman. Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, adalah akibat dari ditebangnya pohon-pohon sehingga kurangnya tempat tadah hujan. Bahan makanan harus impor dari luar negeri semua itu juga akibat dari kurangnya lahan pertanian, sehingga hasil tanaman tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Semua itu berimbas lagi pada rakyat kecil. Dalam hal ini desain tata letak sangat dibutuhkan bagi seluruh golongan. Bagi Pemerintah desain tata letak sanggat dibutuhkan untuk menata tata letak kota sehingga tidak akan ada lagi pemukkiman kumuh, pemukiman tepi sungai dan lain-lain. Bagi para Arsitek, desain tata letak berguna untuk membuat suatu bangunan mewah tanpa memerlukan lahan yang banyak. Para Penggusaha memerlukan desain tata letak untuk efesiensi bisnis dan dapat mengurangi biaya operasional.
~ 73 ~

Desain Tata Letak
B. Definisi Tata Letak Tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas–fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut akan memanfaatkan luas area (space) untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan–gerakan material, penyimpanan material (storage) baik yang bersifat temporer maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya. Tata letak merupakan keputusan kunci yang menentukan efesiensi operasi jangka panjang. Tata letak mempunyai sejumlah implikasi strategi karena hal tersebut dapat menyusun prioritas persaingan perusahaan yang berkaitan dengan kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya seperti kualitas kehidupan kerja, kontak pelanggan dan penampilan. C. Tipe Layout Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam penaturan rumah sakit atau departemen store). Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, manusia dan informasi di dalam suatu wilayah dan antar wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan. Di antara pendekatanpendekatan tersebut: 1. Tata letak dengan posisi tetap, guna memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat, seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.
74
Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
2. Tata letak yang berorientasi pada proses, berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut “job shop” atau produksi sesaat). 3. Tata letak kantor, menempatkan para pekerja, peralatan, dan ruangan guna melancarkan aliran informasi. 4. Tata letak ritel, menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan. 5. Tata letak gudang, melihat Kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan. 6. Tata letak yang berorientasi pada produk, mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang continue atau berulang. D. Macam-macam Tipe Tata Layout Pada umumnya terdapat empat tipe tata letak, yaitu: 1. Tata Letak Aliran Fleksibel Tata letak ini digunakan pada kantor yang langsung berhubungan dengan pelanggan (front office) dan jop proses dengan aliran kerja beragam, volume rendah, dan kastemisasi tinggi. Keunggulan tipe tata letak fleksibel adalah diatur secara linier, menggunakan peralatan yang bersifat umum dan dengan sumber daya yang sedikit, lebih fleksibel dalam menangani perubahan dalam bauran produk, karyawan lebih ahli dalam pengtahuan teknis, dan peralatan yang multi fungsi. 2. Tata Letak Aliran Lini Tata letak ini digunakan pada pabrikasi (black office) dan proses lini yang memiliki aliran kerja linier dan tugas yang berulang-ulang. Manejer harus menentukan sumber daya bagi pelayanan, produk, atau tugas individual.
Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

75

Desain Tata Letak
3. Tata letak Campuran Tata letak mengkombinasi elemen-elemen dari proses yang berbeda dan proses lini. Beberapa fasilitas diatur dalam tata letak dengan aliran fleksibel dan yang lain diatur dengan tata letak lini. Tata letak campuran digunakan dalam fasilitas yang mempunyai kegiatan operasi pabikasi dan rakitan (assembly). Operasi pablikasi merupakan komponen yang dibuat dari bahan mentah dengan aliran campuran, sedangkan pada operasi rakitan, komponennya dirakit menjadi produk akhir. 4. Tata Letak Posisi Tetap Tipe tata letak ini digunakan dalam perusahaan manufaktur dan jasa dengan lokasi yang tetap, sementara karyawan dan pelaratan di datangkan ke lokasi tersebut. Tata letak posisi tetap digunakan apabila produk yang dihasilkan sulit di bawah, seperti gedung, lokomotif bendungan. E. Pola Tata Letak Secara umum, ada empat pola dasar tata letak, yakni: tata letak fungsional, tata letak produk, tata letak kelompok, dan tata letak posisi tetap. Masing-masing pola tata letak digunakan sesuai dengan proses dalam produksinya. 1. Tata letak fungsional (jop lot lay out) Mesin dan peralatan yang mempuyai karakter atau fungsi yang sama ditempatkan dalam satu departemen. Misalnya mesin bubut, mesin drill, dan mesin las. Layout proses dapat digunakan sebagai suatu tipe yang menyediakan keluwesan output atau produksi berdasar pesanan, desain produk, dan metode-metode proses
76
Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
pabrikasinya. Layout proses adalah karakteristik yang cocok untuk proses manufacturing yang terputus-putus. Tata letak ini berkaitan dengan proses produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi, seperti mesin dan peralatan yang dikelompokkan bersama. Tata letak yang berorientasi pada proses sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch kecil, atau disebut job-lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam bentuk dan ukuran yang berbeda. Kelemahan tata letak ini pada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadualan sangat sulit, penyetelan mesin beruba, dan penanganan bahan yang unik. Peralatan yang memiliki kegunaan umum membutuhkan tenaga kerja terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan proses produksi. Tenaga kerja terampil yang dibutuhkan juga meningkat, dan jumlah barang setengah jadi cukup tinggi sehingga mengakibatkan kebutuhan modal meningkat. 2. Layout produk (tata letak garis/line layout) Pengaturan tata letak fasilitas produksi berdasar aliran produk. Tipe ini sangat popular dan sering digunakan pada pabrik yang menghasilkan produk secara massal (mass production), dengan tipe produk relatif kecil dan standar untuk jangka waktu relatif lama. Pengaturannya adalah dengan urutan operasi dari satu bagian ke bagian lain hingga produk selesai diproses.
Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

77

Desain Tata Letak
Tujuan utama layout ini adalah mengurangi pemindahan bahan dan memudahkan pengawasan. Misalnya pabrik perakitan mobil, lemari pendingin, dan televisi. Layout produk adalah karakteristik yang cocok untuk proses manufacturing yang terus menerus. 3. Layout kelompok (group layout) Tata letak kelompok ini memisakan ruanganruangan dan kelompok-kelompok mesin untuk membuat komponen yang memerlukan pemrosesan yang sama. Masing-masing komponen akan di produksi di ruangan yang khusus, dengan suatu rangkaian mesin yang ditempatkan dalam ruangan tersebut. 4. Layout posisi tetap (fixed position layout) Pengaturan material atau komponen produk akan tetap pada posisinya, sedangkan fasilitas produksi seperti peralatan, perkakas, mesin, dan pekerja yang bergerak berpindah menuju lokasi material tersebut. Misalnya pabrik perakitan pesawat terbang, perakitan kapal, dan pembuatan gedung. Layout ini mengatasi kebutuhna tata letak proyek yang tidak berpindah atau proyek yang menyita tempat yang luas. F. Metode Desain Tata Letak Dalam membuat sebuah tata letak pabrik, ada langkahlangkah yang berurutan sebagai prosedur perencanaan tata letak pabrik. Berikut adalah uraian beberapa metode yang telah dikembangkan dari beberapa sumber antara lain: Tompkins, Engineering Approach, Richard Muther dan Metode Konvensional.

78

Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
1. Metode Desain Fasilitas menurut Tompkins, et.al. Tompkins, et.al. menggambarkan siklus perencanaan fasilitas sebagai mana terlihat pada gambar 7.1. Adapun metodenya adalah dengan langkah pertama menentukan aktivitas-aktivitas yang terkait untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Kedua tentukan kebutuhan ruang untuk semua aktivitas. Ketiga apakah kondisi yang ada telah dapat terpenuhi? Bila belum terpenuhi tentukan lokasi fasilitas yang lebih tepat. Bila ya lakukan langkah selanjutnya, yakni menggambarkan rencana alternatif-alternatif yang dapat dilakukan sekaligus melakukan evaluasi. Setelah itu menentukan pilihan rencana fasilitas dari rencana alternatif-alternatif dan hasil evaluasi yang dilakukan. Langkah terakhir melakukan implementasi rencana yang ditetapkan. Setelah rencana terimplementasi, perlu dilakukan pemeliharaan dan perbaikan berkelanjutan. Gambar 7.1 Siklus Perencanaan Fasilitas

Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

79

Desain Tata Letak
2. Metode Engineering Design Approach Engineering Approach sebagai pendekatan untuk merancang tata letak pabrik. Pendekatan ini terdiri dari tujuh langkah, yaitu: a. Mengidentifikasikan masalah. b. Mengumpulkan data. c. Memformulasikan model dari masalah. d. Mengembangkan algorima penyelesaian model. e. Membangun alternatif, mengevaluasi, dan memilih. f. Mengimplementasikan solusi. g. Tinjauan terus-menerus setelah implementasi. Gambar 7.2 Tujuh Langkah Engineering Design Problem Appproach
1. Identify the problem

2. Gather the required data

3. Formulate a model for the problem

4. Develop an algorithm for the model and solve it

5. Generate alternative solutions, evaluate, and select

6. Implement the solution

7. Continuously review after implementation

3. Metode SLP oleh Richard Muther Metode SLP (Systematic Layout Planning) yang dikembangkan oleh Richard Muther, yakni: dapat dilihat pada Gambar 7.3 berikut ini. a. Input data (pengumpulan data masukan dan aktivitas). b. Flow of material (aliran material). c. Activity relationship (analisa hubungan aktivitas kerja). d. Relationship diagram (menyusun diagram hubungan).
80
Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
e. Space requiremant (luas ruang yang dibutuhkan). f. Space available (pertimbangan terhadap luas ruang yang tersedia). g. Space relationship diagram (pembuatan diagram hubungan ruangan). h. Modifying constraints dan practical limitations (modifikasi layout berdasarkan pertimbangan praktis). i. Develop layout alternatives (membuat alternatif tata letak). j. Evaluation (evaluasi). Gambar 7.3 Prosedur Systematic Layout Planning (SLP)
1. Masuk Data

2. Aliran Material

3. ARC

4. ARD

5. Kebutuhan Ruang

6. Kesediaan Ruang

7. Ruang Relationship Diagram

8. Pertimbangan Modifikasi

9. Pertimbangan Praktis

10. Pembuatan Alternatif Tata Letak

11. Evaluasi

Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

81

Desain Tata Letak
4. Metode Konvensional Tahapan yang perlu dilalui dalam teknik konvensional terdiri atas tiga bagian, yaitu tahap analisis tingkat hubungan, perencanaan kebutuhan luas lantai, dan tata letak akhir. Teknik konvensional tidak menggunakan formulasi matematis yang rumit, sehingga mudah memahaminya. Namun, pada sisi lain persyaratan utama dalam menerapkan teknik konvensional adalah pengalaman perancang. Berdasarkan tiga bagian utama teknik konvensional perancanaan tata letak pabrik yang dirinci sebagai berikut: Gambar 7.4 Diagram Perancangan dengan Teknik Konvensional

82

Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
a. Menidentifikasi aktivitas-aktivitas yang telah didefinisikan sebagai fasilitas-fasilitas pabrik. b. Menyiapkan lembaran Activity Relationship Chart (ARC) dan mengisinya dengan nama-nama fasilitas yang telah ditetapkan pada langkah 1. c. Merumuskan alasan-alasan yang dapat dijadikan dasar bahwa fasilitas-fasilitas dapat didekatkan atau harus dijauhkan. d. Memberikan penilaian berdasarkan sistem penilaian yang telah disepakati. e. Merangkum hasil penilaian ARC ke dalam Work Sheet. f. Menyiapkan Block Template sejumlah fasilitas yang akan didesain tata letaknya. g. Menyusun Activity Relationship Diagram (ARD) berdasarkan tingkat hubungan. h. Meyiapkan Area Template berdasarkan kebutuhan luas lantai setiap fasilitas. i. Membuat Area Allocation Diagram (AAD) sebagai tata letak akhir rancangan. G. Pentingnya Desain Tata Letak Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator. Lebih spesifik lagi tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungankeuntungan dalam sistem produksi, yaitu antara lain sebagai berikut:

Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

83

Desain Tata Letak
1. Menaikkan output produksi. Suatu tata letak yang baik akan memberikan keluaran (output) yang lebih besar atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan mengurangi jam kerja mesin (machine hours). 2. Mengurangi waktu tunggu (delay) Mengatur keseimbangan antara waktu operasi produksi dan beban dari masing-masing departemen atau mesin adalah bagian kerja dari mereka yang bertanggung jawab terhadap desain tata letak pabrik. Pengaturan tata letak yang terkoordinir dan terencana baik akan dapat mengurangi waktu tunggu (delay) yang berlebihan. 3. Mengurangi proses pemindahan bahan (material handling) Proses perencanaan dan perancangan tata letak pabrik akan lebih menekankan desainnya pada usaha– usaha memindahkan aktivitas –aktivitas pemindahan bahan pada saat proses produksi berlangsung. 4. Penghematan penggunaan areal untuk produksi, gudang dan service. Jalan lintas, material yang menumpuk, jarak antara mesin–mesin yang berlebihan, dan lain–lain semuanya akan menambah area yang dibutuhkan untuk pabrik. Suatu perencanaan tata letak yang optimal akan mencoba mengatasi segala masalah pemborosan pemakaian ruangan ini dan berusaha untuk mengkoreksinya.

84

Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi lainnya. Faktor–faktor pemanfaatan mesin, tenaga kerja, dan lain–lain adalah erat kaitannya dengan biaya produksi. Suatu tata letak yang terencana baik akan banyak membantu pendayagunaan elemen–elemen produksi secara lebih efektif dan lebih efisien sebagai berikut: a. Mengurangi inventory in process Sistem produksi pada dasarnya menghendaki sedapat mungkin bahan baku untuk berpindah dari suatu operasi langsung ke operasi berikutnya secepat – cepatnya dan berusaha mengurangi bertumpuknya bahan setengah jadi (material in process). Problem ini terutama bisa dilaksanakan dengan mengurangi waktu tunggu (delay) dan bahan yang menunggu untuk segera diproses. b. Proses manufacturing yang lebih singkat Dengan memperpendek jarak antara operasi satu dengan operasi berikutnya dan mengurangi bahan yang menunggu serta storage yang tidak diperlukan maka waktu yang diperlukan dari bahan baku untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam pabrik dapat diperpendek sehingga secara total waktu produksi akan dapat pula diperpendek. c. Mengurangi resiko bagi kesehatan dan keselamatan kerja Perencanaan tata letak pabrik adalah juga ditujukan untuk membuat suasana kerja yang nyaman dan aman bagi mereka yang bekerja didalamnya. Hal–hal yang

Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

85

Desain Tata Letak
bisa dianggap membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan kerja dari operator haruslah dihindari. d. Memperbaiki moral dan kepuasan kerja Pada dasarnya orang menginginkan untuk bekerja dalam suatu pabrik yang segala sesuatunya diatur secara tertib, rapi dan baik. Penerangan yang cukup, sirkulasi yang enak, dan lain–lain akan menciptakan suasana lingkungan kerja yang menyenangkan sehingga moral dan kepuasan kerja akan dapat lebih ditingkatkan. Hasil positif dari kondisi ini tentu saja berupa performance kerja yang lebih baik dan menjurus kearah peningkatan produktivitas kerja. e. Mempermudah aktivitas supervise. Tata letak pabrik yang terencana baik akan dapat mempermudah aktivitas supervise. Dengan meletakkan kantor atau ruangan diatas, maka seorang supervisor akan dapat dengan mudah mengamati segala aktivitas yang sedang berlangsung diarea kerja yang berada dibawah pengawasan dan tanggung jawabnya. f. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran Material yang menunggu, gerakan pemindahan yang tidak perlu, serta banyaknya perpotongan (intersection) dari lintas yang ada akan menyebabkan kesimpangsiuran yang akhirnya akan membawa kearah kemacetan. Dengan memakai material secara langsung dan secepatnya, serta menjaganya untuk selalu bergerak, maka labor cost akan dapat dikurangi sekitar 40% dan yang lebih penting hal ini akan mengurangi problema kesimpangsiuran dan kemacetan didalam aktivitas pemindahan bahan. Layout yang baik akan
86
Manajemen Operasional

Desain Tata Letak
memberikan luasan yang cukup untuk seluruh operasi yang diperlukan dan proses bisa berlangsung mudah dan sederhana. g. Mengurangi faktor yang bisa merugikan dan mempengaruhi kualitas dari bahan baku atau pun produk jadi. Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapat mengurangi kerusakan–kerusakan yang bisa terjadi pada bahan baku ataupun produk jadi. Getaran – getaran, debu, panas, dan lain–lain dapat secara mudah merusak kualitas material ataupun produk yang dihasilkan. H. Kesimpulan Desain tata letak berpengaruh besar terhadap efesiensi operasi bisnis. Tujuan utama dari tata letak ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk beroperasi produksi aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performance dari operator. Tata letak yang baik akan dapat memberikan keuntungan–keuntungan dalam sistem produksi. Pemilihan desain yang tepat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan kita. Ketika kita salah memilih desain maka untuk jangka pendek atau jangka panjang pekerjaan yang terjadi di perusahaan juga akan terganggu. Maka dari itu sebelum memulai bisnis kita juga harus lebih memperhatikan desain tata letak perusahaan kita.

Sugiantoro, Sanjaya, Rofiqi

87

Desain Tata Letak

88

Manajemen Operasional

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->