TUGAS MATA KULIAH PANCASILA tentang Analisis Perbedaan dan Persamaan Rumusan Pancasila

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pancasila

Oleh : 1. Galih Widiasto 1041220009

JURUSAN TEKNIK MESIN PROGRAM STUDI D-IV OTOMOTIF ELEKTRONIK POLITEKNIK NEGERI MALANG 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis

Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. Namun dibalik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketatanegaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan dapat mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan kajian tentang rumusan pancasila. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, diperlukan rumusan masalah sebagai acuan pembuatan makalah ini. Rumusan masalah dapat disusun sebagai berikut : 1. Sebutkan rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia ? 2. Jelaskan persamaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia ? 3. Jelaskan perbedaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia ?

1.3 Tujuan Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Menjelaskan rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia. 2. Menjelaskan persamaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia.

Dapat memahami perbedaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia. manfaat yang bisa kami dapatkan adalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan perbedaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia. 1. Dapat memahami rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia. 2. Dapat memahami persamaan dari rumusan pancasila yang berkembang di Indonesia.3.4 Manfaat Di dalam makalah rumusan pancasila ini. . 3.

dalam upaya merumuskan pancaila sebagai dasar Negara yang resmi. Peri Kerakyatan 5. 2.2. Mohammad Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.1 Pengertian Pancasila Kata “Pancasila” terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerta yaitu palica yang artinya lima dan sila artinya asas atau prinsip. Mr.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Yamin. pancasila mempunyai sejarah yang sangat panjang tentang terbentuknya perumusan-perumusan pancasila dalam ketatanegaraan Indonesia. terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam perjalanan sejarah. Peri Kemanusiaan 3. Jadi pancasila dalam arti keseluruhan adalah 5 prinsip atau asas. Rumusan I: Moh. Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahanbahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. dan kelima prinsip tersebut telah menjadi rumusan dan pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga Indonesia. Kesejahteraan Rakyat Rumusan Tertulis Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Rumusan Pidato Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu[1]: 1. Peri Kebangsaan 2.2. Menurut wikipedia. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Rumusan Pancasila 2. Peri ke-Tuhanan 4. Maka dari itu kita sebagai warga Negara Indonesia sangatlah penting mempelajari sejarah perumusan pancasila sebagai dasar ideology Negara Indonesia tercinta ini. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda .

Kesejahteraan sosial 5. yaitu[2]: 1. Socio-nationalisme 2. Trisila. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Rumusan Pancasila 1. dan Ekasila[4]. Internasionalisme. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Gotong-Royong . Socio-demokratis 3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 4. ke-Tuhanan yang maha esa Rumusan Trisila 1. diantaranya adalah Ir Sukarno[3]. beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara. Mufakat. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila. Rumusan II: Soekarno. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan. ke-Tuhanan Rumusan Ekasila 1.2. Selain Muh Yamin. Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip. Kebangsaan Persatuan Indonesia 3.-atau peri-kemanusiaan 3. tiga prinsip. Usul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muhammad Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno.-atau demokrasi 4. dan satu prinsip.2. Ir. Kebangsaan Indonesia 2.

menurut dasar. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan.2. persatuan Indonesia.2. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal.” Alternatif pembacaan Alternatif pmbacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Muh Yamin. Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945. delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Rumusan III: Piagam Jakarta Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945.1] kemanusiaan yang adil dan beradab. [A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama. “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. . [A. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.3. Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa".

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Persatuan Indonesia 4.2] persatuan Indonesia. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat .2. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Persatuan Indonesia 4. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan populer Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah: 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1.[A. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). dan [A. Rumusan IV: BPUPKI Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945.4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.

5.. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945. . Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.terakhir. dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maramis. dan Kalimantan). dan Ki Bagus Hadikusumo. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI. jarang dikenal oleh masyarakat luas[9]. Mr. wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua. keberatan dengan usul penghapusan itu. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Persatuan Indonesia 4. Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam. Rumusan V: PPKI (18 Agustus 1945) Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. 2. Sulawesi. Semula.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kasman Singodimedjo. diantaranya Teuku Moh Hasan. Nusa Tenggara. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan. wakil golongan Islam. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia. Mr. Maluku. A. diantaranya A. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. persatuan Indonesia.2. yang merupakan rumusan resmi pertama.

2. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. kebangsaan. 3.Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini. UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945. kerakyatan dan keadilan sosial. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. 2. perikemanusiaan. . Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS. Rumusan kalimat “…. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ke-Tuhanan Yang Maha Esa.2. Persatuan Indonesia 4. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.6. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta. Rumusan VI: Konstitusi RIS Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja.

Rumusan VIII: DEKRIT 5 JULI 1959 Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. dan keadilan sosial 2. NIT[13]. TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. 4. mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara.2. kerakyatan 5. sebagai kuasa dari NIT dan NST. perikemanusiaan. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. Rumusan kalimat “…. kebangsaan.2. dan NST[14]. menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan . perikemanusiaan. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS. 3. dan keadilan sosial 2. ke-Tuhanan Yang Maha Esa.2. …” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu. 3. 2. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56. Sukarno.8. Rumusan VII: UUD Sementara Segera setelah RIS berdiri. perikemanusiaan. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta. 4. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950. kerakyatan dan keadilan sosial.7. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. kebangsaan. kerakyatan 5. kebangsaan.

Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam berbagai produk ketetapannya. yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004. 3. 2. dan 2. Rumusan 1. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. Persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia .9. diantaranya: 1. MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. Persatuan Indonesia 4. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia. 3. 2. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. 2. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara.Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan.2. Rumusan IX: AMANDEMEN UUD 1945 Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan.

. 2. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945. Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) Rumusan 1. 2. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara.10. 3. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Rumusan X: Versi Populer Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Persatuan Indonesia 4.2.4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir. Keadilan sosial. Ketuhanan Yang Maha Esa. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Isi pancasila diatas dapat digunakan sebagai acuan untuk menganalisa isi dari rumusan pancasila yang pernah dibuat apakah memiliki persamaan dan perbedaan. Dari isi pembukaan UUD 1945 tersebut terdapat batang tubuh pancasila yang jika dipisahkan menurut penomoran sebagai berikut : 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 5. yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk menganalisa dari persamaan dan perbedaan rumusan pancasila maka digunakan acuan sebagai pembanding dalam menganalisa.BAB III ANALISI PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DARI RUMUSAN PANCASILA Pada bab ini akan dibahas tentang perbedaan dan persamaan dari rumusan pancasila yang pernah dibuta dan sudah dijelaskan pada bab sebelumnya. Persatuan Indonesia. dan Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Pada pembukaan undang-undang dasar 1945. dan 4. . perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Untuk memudahkan dalam menganalisa persamaan dan perbedaan tersebut maka dari itu analisa tersebut akan dibuat dalam suatu tabel sebagai berikut. Dalalm hal ini maka digunakan Pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang menjadi dasar Negara Indonesia hingga saat ini. pada alinea ke-4 tertulis “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Persatuan Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab.

-atau demokrasi 4. Mufakat. Perbedaan pada isi dari sila ke-dua yang terbalik dengan sila ke-3. baik isi maupun tersebut penulisan memiliki dari sila 1 Moh.5. Sedangkan pada sila ke 3 terdapat kesamaan dengan pancasila yang terdapat pada pembukaan UUD 1945. Internasionalisme. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. 1. Kesejahteraan sosial 1. Terdapat persamaan pada isi dari sila ke-5 yang sama dengan isi dari sila-1 dari pancasila pada UUD1945 2. Selain itu juga terdapat perbedaan pada penulisan sila kedua terdapat penambahan kata kebangsaan yang berbeda dengan sila ke-3 pancasila UUD1945.-atau perikemanusiaan 3. 2 Soekarno. dan ke.No Rumusan Pancasila Perbedaan Berdasarkan Pancasila pada UUD 1945 Persamaan Berdasarkan Pancasila pada UUD 1945 1 Persamaan nya terdapat pada sila ke-1. Ir. 2. Selain itu perbedaan urutan dari sila 1. Kebangsaan Indonesia 2. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia permusyawaratan Persatuan 1. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan 5. Kebangsaan Indonesia 3. Terdapat penambahan sila tentang internasionalisme yang tidak ada pada pancasila. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 4. 3. Terdapat kesamaan isi yang . 1. terkandung pada sila ke-2 dan ke3 jika dibandingkan dengan isi sila ke-3 dan ke-2 pada pancasila UUD 1945. 2 Persamaan dari isi yang penambahan kata rasa secara penulisan. Mr. Yamin. Terdapat perbedaan secara penulisan dan isi. 2. ke-4.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia permusyawaratan 1. 4 BPUPKI 1. Pada sila ke-2 hingga ke-5 terdapat kesamaan isi maupun tulisan. terkandung dari sila kedua yaitu tentang kemanusiaan.5. Tidak ada kata hubung “ dan “ pada sila ke-3. Isi dari seluruh sila secara tersirat hampir memiliki . Persatuan Indonesia 4. Terdapat pergantian sila ke-1 sampai ke-4 sehingga isi yang tergandung berbeda dengan pancasila saat ini. 2. Ketuhanan dengan kewajiban 1. Dengan demikian maka isi dari pancasila meiliki perbedaan yitu hanya di utamakan bagi pemeluk agama islam. ke-Tuhanan yang maha esa ke-5 yang seharusnya pada sila-1. Perbedaan penulisan danisi pada sila pertama yang menambahkan 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. 2. 3. Perbedaan isi yang ditambahkan 1. Perbedaan terdapat pergantian dari penulisan sila pertama. 4. Indonesia harus bertuhan. Sehingga tidak relevan dengan keadaan bangsa Indonesia yang beranekaragam. 3. Jadi bangsa dengan menjalankan syariat isla bagi pemeluknya. Isi yang terkandung berbeda dengan isi keseluruhan dari pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan 5. 3 Piagam Jakarta 1. Pada sila pertama juga terdapat kesamaan isi yitu menjunjung tinggi rasa ketuhanan pada manusia.

terdapat pada akhir ari sila ke-3. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Sehingga terjadi perubahan isi yang diharapkan yaitu hanya pada dasarnya saja dari nilai kemanusian dan tidak global. 2. 3. Perbedaan peletakan kata hubung “ dan “ pada awal sila ke-4 yang berbeda dengan pancasila UUD1945 yang kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan 5. 5 PPKI (18 Agustus 1945) 1. Penambahan kata “dengan mewujudkan” pada sila ke-5 sehingga mengubah isi yang ingin dicapai yang tidak hanya terwujud tetapi terus berkembang. arti dari kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan . 2. Hanya saja terdapat penambahan dan pegerucutan. Penulisan dan isi dari sila ketiga meiliki kesamaan yang sama persis. Dan dipimpin kerakyatan oleh yang hikmat dalam 1. Penulisan sila ke-1 hingga ke3 adalah sama. Penambahan kata “ serta dengan mewujudkan suatu” pada sila ke-5 sehingga mengubah isi yang ingin dicapai atau dalam arti lain. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 2. Perbedaan “menurut pada dasar” penambahan pada sila kata ke-2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Dan dipimpin kerakyatan oleh yang hikmatdalam menjalankan syariat islam. Persatuan Indonesia 4. Sehinga arti dari sila ke-5 berdampak lebih sempit. kesamaan dengan sila yang terdapat pada pancasila UUD 1945. 2.menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. 3. Isi dari semua sila yang terkandung memiliki kesamaan dengan pancasila dalam pembukaan UUD 1945. 1.

3. 2. kemanusiaan walupun tidak ditekankan pada nilai keadilan dan peradaban. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. keke-4 dan ke-5 sehingga berdampak perbedaan dari penulisan. sila ke-5 berdampak lebih sempit. ke-4 dan ke-5 sehingga berdampak perbedaan dari penulisan. kerakyatan 5. 2. perikemanusiaan. Nilai yang ditekankan pada sila ke-4 dan ke-5 meiliki kesamaan yaitu kerakyatan dan keadilan sosial. perikemanusiaan. 7 UUD Sementara 1. Sila ke-1 memiliki kesamaan isi yang tersirat didalamnya yaitu menjunjung tinggi nilai . kebangsaan. Sila ke-1 memiliki keamaan baik penulisan maupun isi yang tersirat didalamnya yaitu menjunjung ketuhanan. 4. 6 Konstitusi RIS 1. 3. berdasar pengakuan Tuhanan Yang Maha Esa. penyederhanaan kalimat pada sila ke-2. 2. dan keadilan sosial 1. 1. penyederhanaan kalimat pada sila ke-2.5. 1. 1. Perbedaan isi dari sila ke-3 yang seharusnya menjunjung tinggi nilai persatuan namun pada konstitusi RIS diganti dengan nilai kebangsaan. Pada sila kedua juga terdapat kesamaan isi yaitu nilai tinggi nilai Sehingga dalam hal ini nilai nilai tentang persatuan tidak ditekankan. 2.

1. Persatuan Indonesia 4. Pada sila kedua juga terdapat kesamaan isi yaitu nilai kemanusiaan walupun tidak ditekankan pada nilai keadilan dan peradaban. Ketuhanan Yang Maha Esa. Perbedaan pada penambahan kata “ serta dengan mewujudkan suat…” pada sila ke5. Perbedaan isi dari sila ke-3 yang seharusnya menjunjung tinggi nilai persatuan namun pada konstitusi RIS diganti dengan nilai kebangsaan. 3. kebangsaan. ketuhanan. 4. 3. 3. Penambahan kata “berdasarkan pengakuan “ pada sila pertama. Nilai yang ditekankan pada sila ke-4 dan ke-5 meiliki kesamaan yaitu kerakyatan Sehingga dalam hal ini nilai nilai tentang persatuan tidak ditekankan. 2. 2. dan keadilan sosial 2. dan keadilan sosial. kebijaksanaan permusyawaratan/perwak ilan . Sehingga seluruh isi dari kelima sila memiliki dipimpin kesamaan dengan pancasila yang digunakan pada saat ini.3. 8 DEKRIT 5 JULI 1959 1. Dan kerakyatan oleh yang hikmat dalam 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan pemberlakuan UUD 1945 maka kembali rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan menjadi UUD kembali yang rumusan resmi digunakan. kerakyatan 5.

Pada sila ke-5 waluoun memiliki perbedaan isi yangcukup besar namun meiliki persamaan nilai yang terkandung yaitu keadilan sosial. Serta mewujudkan keadilan sosial dengan suatu bagi seluruh rakyat Indonesia. . 3. Ketuhanan Yang Maha Esa.ke-2 dalam penulisan maupun dalam isi. 2. 9 AMANDEMEN UUD 1945 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab. dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwak ilan 5. Persatuan Indonesia 4. Perbedaan penulisan kata hikmah dalam sila ke-4 dengan kata hikmat pada sila ke-4 pancasila UUD 1945. Persamaan isi yang terdapat pada sila ke-3 dan ke-4 yang sama dengan pancasila sekarang.bagi seluruh rakyat Indonesia. 1. 2. 3. Perbedaan penulisan sila ke-5 yaitu dengan penghapusan kata “ ….” Sehingga memilki arti yang lebih luas lagi dan tidek terfokus pada rakyat Indonesia itu sendiri. Persamaan pada sila ke-1. Keadilan sosial. 2.5. Kerakyatan yang 1.

Namun dari semua itu mayoritas memiliki kesamaan pada nilai-nilai yang terkandung didalamnya. .BAB IV KESIMPULAN Dari pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan yaitu setiap rumusan pancasila meiliki perbedaan yang berfariatif. Baik perbedaan dari isi yang terkandung maupun perbedaaan pada penulisan serta letak setiap sila.