Jika mikroorganisme gagal menyebabkan cedera yang serius terhadap sel atau jaringan. infeksi ini disebut asimptomatik. . penyakit ini merupakan `penyakit menular atau contagius (Perry. Jika penyakit infeksi dapat ditularkan langsung dari satu orang ke orang lain. Penyakit timbul jika patogen berkembang biak dan menyebabkan perubahan pada jaringan normal.Definisi … Infeksi adalah invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit. 2005: 933).

atau saat transfusi darah denga n darah yang terkontaminasi mikroba pathogen. gigitan. atau adanya droplet nuclei saat bersin. Sebagai contoh adalah adanya sentuhan. .1. ciuman. Transmisi langsung (direct transmission) Penularan langsung oleh mikroba pathogen ke pintu masuk yang sesuai dari penjamu. batuk berbicara.

baik berupa barang/bahan. .Penularan mikroba pathogen yang memerlukan adanya “media perantara”. air. udara. maupun vector. makanan/minuman.

Tahap rentan  Tahap inkubasi  Tahap klinis  Tahap akhir penyakit  .

Sembuh sempurna  Sembuh dengan cacat  Pembawa (carrier)  Kronis  Meninggal dunia  .

Aseptik Antiseptik Dekontaminasi .

Dr. Sulianti Saroso (2006) Kewaspadaan Universal adalah suatu cara penanganan baru untuk meminimalkan pajanan darah dan cairan tubuh dari semua pasien.1. . Pengertian  Menurut Prof. tanpa memperdulikan status infeksi.

› Memastikan standar adekuat bagi mereka yang tidak terdiagnosa atau tidak terlihat seperti risiko. › Asumsi bahwa risiko atau infeksi berbahaya . Menurut Nursalam (2007). › Mengurangi risiko bagi petugas kesehatan dan pasien. kewaspadaan umum perlu diterapkan dengan tujuan: › Mengendalikan infeksi secara konsisten.

2008): Kebersihan tangan merupakan komponen terpenting dari Kewaspadaan Standar dan merupakan salah satu metode yang paling efektif dalam mencegah penularan patogen yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan .a. (WHO. Kebersihan tangan (cuci tangan).

kacamata.b. Alat Pelindung Diri (APD). yang terdiri dari:      Penggunaan sarung tangan Pelindung wajah (masker.) Gaun pelindung Penutup kepala Sepatu pelindung .

pisau. 2) Bersihkan alat-alat yang telah digunakan. dan alatalat tajam lainnya. maka seorang perawat harus berhati-hati dalam melakukan : 1) Memegang jarum. 3) Buang jarum dan alat-alat tajam lainya yang telah digunakan . Dalam mencegah luka tusukan jarum dan benda tajam lainnya.

. serta membersihkan tangan setelah kontak dengan sekret saluran napas. Seseorang dengan gejala gangguan napas harus menerapkan langkah-langkah pengendalian sumber dengan cara tutup hidung dan mulut saat batuk/bersin dengan tisu dan masker.

.Gunakan prosedur yang memadai untuk kebersihan rutin dan disinfeksi permukaan lingkungan dan benda lain yang sering disentuh.

dan pemrosesan linen yang telah dipakai dengan cara:  Cegah pajanan pada kulit dan membran mukosa serta kontaminasi pada pakaian.  Cegah penyebaran patogen ke pasien lain dan lingkungan. transportasi.Penanganan.  .

sekret. berdasarkan peraturan setempat.    Pastikan pengelolaan limbah yang aman. dan ekskresi sebagai limbah infeksius. Buang alat sekali pakai dengan benar . Jaringan manusia dan limbah laboratorium yang secara langsung berhubungan dengan pemrosesan spesimen harus juga diperlakukan sebagai limbah infeksius. cairan tubuh. Perlakukan limbah yang terkontaminasi darah.

disinfeksi. dan penyebaran patogen ke pasien lain atau lingkungan dapat dicegah.  2) Bersihkan. dan proses kembali perlengkapan yang digunakan ulang dengan benar sebelum digunakan pada pasien lain. kontaminasi pakaian. sekret. dan ekskresi harus diperlakukan sedemikian rupa sehingga pajanan pada kulit dan membran mukosa. cairan tubuh.1) Peralatan yang ternoda oleh darah.  .

merendam barang-barang yang terkontaminasi dalam larutan klorin 0. terutama jika akan dibersihkan dengan tangan misalnya.5 % atau disinfektan lainnya yang tersedia dengan cepat dapat membunuh HBV dan HIV. . Menurut Nystrom (1981) yang dikutip Tietjen (2004). sarung tangan dan peralatan lainnya yang kotor (terkontaminasi). dekontaminasi adalah\ langkah pertama dalam mensterilkan instrumen bedah/tindakan.

Pengkajian  Status mekanisme pertahanan  Kerentanan klien  Manifestasi klinis  Data laboratorium  Klien dengan infeksi .1.

Contoh diagnosa keperawatan: resiko infeksi.  .  Keberhasilan dalam merencanakan intervensi keperawatan yang sesuai tergantung pada keakuratan diagnosis dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan klien. gangguan membrane mukosa. isolasi social dan gangguan integritas jaringan. resiko gangguan integritas kulit. ketidakseimbangan nutrisi.

 Tujuan dan hasil  Menentukan prioritas  Pelayanan kolaborasi .

Promosi kesehatan Perawatan akut Asepsis .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful