P. 1
JADWAL IMUNISASI

JADWAL IMUNISASI

|Views: 27|Likes:
Published by crushboy99
imunisasi
imunisasi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: crushboy99 on Jul 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

IMUNISASI REKOMENDASI IDAI 2011

1. Hepatitis B Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Dosis pertama diberikan segera setelah bayi lahir atau jika ibunya memiliki HBsAg negatif, bisa diberikan pada saat bayi berumur 2 bulan. Imunisasi dasar diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 1 bulan antara suntikan HBV I dengan HBV II, serta selang waktu 5 bulan antara suntikan HBV II dengan HBV III. Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah suntikan HBV III. Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar HBsAg. Vaksin disuntikkan pada otot lengan atau paha. Kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif, diberikan vaksin HBV pada lengan kiri dan 0,5 mL HBIG (hepatitis B immune globulin) pada lengan kanan, dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan pada saat anak berumur 1-2 bulan, dosis ketiga diberikan pada saat anak berumur 6 bulan. Kepada bayi yang lahir dari ibu yang status HBsAgnya tidak diketahui, diberikan HBV I dalam waktu 12 jam setelah lahir. Pada saat persalinan, contoh darah ibu diambil untuk menentukan status HBsAgnya; jika positif, maka segera diberikan HBIG (sebelum bayi berumur lebih dari 1 minggu). Pemberian imunisasi kepada anak yang sakit berat sebaiknya ditunda sampai anak benar-benar pulih. Vaksin HBV dapat diberikan kepada ibu hamil.

OPV. oral. Polio bisa menyebabkan nyeri otot dan kelumpuhan pada salah satu maupun kedua lengan/tungkai. dilanjutkan dengan vaksin kombinasi DTwP/hepatitis B pada umur 2-3-4 bulan. IPV dalam kemasan 0. 2. Bentuk trivalen (TOPV) efektif melawan semua bentuk polio. yang akan hilang dalam beberapa hari. Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I. hidup dilemahkan. Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio IV. Polio juga bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot pernafasan dan otot untuk menelan. 2. in-aktif.II.1 mL) langsung ke mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang berisi air gula. 2. suntikan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0. Polio Imunisasi polio memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis. Apabila sampai dengan usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi hepatitis B. Vaksin IPV dapat diberikan tersendiri atau dalam kemasan kombinasi (DPT/IPV). Tujuan vaksin hepatitis B diberikan dalam kombinasi dengan DTwP untuk mempermudah pemberian dan meningkatkan cakupan hepatitis B-3 yang masih rendah. OPV diberikan 2 tetes peroral.IPV.5 ml. lesu. Di Indonesia umumnya diberikan vaksin Sabin. (1. dan IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu.).Departemen kesehatan mulai tahun 2005 memberikan vaksin hepatitis B-0 monovalen (dalam kemasan uniject) saat lahir. intramuscular. kortikosteroid) Kehamilan. perasaan tidak enak pada saluran pencernaan). . III. kemudian pada saat masuk SD (5-6 tahun) dan pada saat meninggalkan SD (12 tahun).. Polio bisa menyebabkan kematian Terdapat 2 kemasan vaksin polio yang berisi virus polio -1. bentuk monovalen (MOPV) efektif melawan 1 jenis polio. tetes. dan 3. maka secepatnya diberikan imunisasi hepatitis B dengan jadwal 3 kali pemberian Efek samping dari vaksin HBV adalah efek lokal (nyeri di tempat suntikan) dan sistemis (demam ringan. Kontra indikasi pemberian vaksin polio:    Diare berat Gangguan kekebalan (karena obat imunosupresan. kemoterapi.

terapi kanker. . Jika anak sedang menderita penyakit ringan atau berat. polimiksin B atau neomisin. Dosis 0. sebaiknya pelaksanaan imunisasi ditunda sampai mereka benar-benar pulih. Imunisasi BCG diberikan pada umur sebelum 3 bulan. streptomisin. leukemia. Sebaiknya diberikan OPV. sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. BCG Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).05 mL dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0. Vaksin BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif. Imunisasi BCG ulangan tidak dianjurkan. sedangkan dosis ketiga dan keempat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibodi sampai pada tingkat yang tertinggi. Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan. infeksi HIV. Dosis pertama dan kedua diperlukan untuk menimbulkan respon kekebalan primer. 3. kanker. untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0. yang biasanya berlangsung hanya selama beberapa hari. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. Kepada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita AIDS. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi dasar.1 ml untuk anak (>1 tahun).05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. Kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan perlu menjalani imunisasi. kecuali jika dia hendak bepergian ke daerah dimana polio masih banyak ditemukan. IPV juga diberikan kepada orang yang sedang menjalani terapi penyinaran. kepada orang dewasa tidak perlu dilakukan pemberian booster secara rutin.000-1. dianjurkan untuk diberikan IPV.1 mL.000 partikel/dosis. limfoma).Efek samping yang mungkin terjadi berupa kelumpuhan dan kejang-kejang. kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya. Kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi hebat (anafilaktik) setelah pemberian IPV.000. sebanyak 50. namun dapat mencegah komplikasinya. Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan kanan atas. sebaiknya hanya diberikan IPV. IPV bisa menyebabkan nyeri dan kemerahan pada tempat penyuntikan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Vaksin BCG tidak dapat mencegah infeksi tuberculosis. BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan.. IPV bisa diberikan kepada anak yang menderita diare. tidak boleh diberikan IPV.

Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah).  Limfadenitis supurativa. sebaiknya dilakukan aspirasi (pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan. DPT Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri. penderita infeksi HIV). Reaksi yang mungkin terjadi:  Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas. lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). DPT-2 pada umur 4 . pertusis dan tetanus. Abses ini akan menghilang secara spontan. pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. seperti pneumonia. makan atau minum. Untuk mempercepat penyembuhan. 4.  Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher. yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang Imunisasi DPT primer diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan (DPT tidak boleh diberikan sebelum umur 6 minggu) dengan interval 4-8 minggu. kejang dan kerusakan otak. Interval terbaik diberikan 8 minggu. penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang. jadi DPT-1 diberikan pada umur 2 bulan. Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringan parut. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius. Komplikasi yang mungkin timbul adalah:  Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. bila abses telah matang. tanpa disertai nyeri tekan maupun demam.

DPT sering menyebakan efek samping yang ringan.5° Celsius) Kejang Kejang demam (resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat riwayat kejang dalam keluarganya) Syok (kebiruan. Jika anak pernah mengalami kejang. pucat. bukan DPT. Untuk mengurangi nyeri di . bisa diberikan asetaminofen (atau ibuprofen). lemah. tidak memberikan respon). 3 bulan (DPT II) dan 4 bulan (DPT III). kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. DTP menyebabkan komplikasi berikut:     Demam tinggi (lebih dari 40. yang disuntikkan pada otot lengan atau paha. Vaksin DPT adalah vaksin 3-in-1 yang bisa diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 7 tahun. seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. Vaksin DPT dapat diberikan secara kombinasi dengan vaksin lain yaitu DPT/Hepatitis B dan DPT/IPV. yaitu pada saat anak berumur 2 bulan (DPT I). Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada flu ringan. Biasanya vaksin DPT terdapat dalam bentuk suntikan. penyakit otak atau perkembangannya abnormal.bulan dan DPT-3 pada umur 6 bulan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam. intramuskular. sebaiknya diberikan booster vaksin Td pada usia 14-16 tahun kemudian setiap 10 tahun (karena vaksin hanya memberikan perlindungan selama 10 tahun.5 ml. Dosis DPT adalah 0. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam vaksin. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi awal. Setelah mendapatkan suntikan DPT mungkin akan terjadi demam ringan. nyeri. baik untuk imunisasi dasar maupun ulangan. akan memperoleh perlindungan terhadap difteri selama 10 tahun. maka sebaiknya diberikan DT. imunisasi DPT bisa ditunda sampai anak sehat. Imunisasi DPT ulang diberikan 1 tahun setelah DPT III dan pada usia prasekolah (5-6 tahun). setelah 10 tahun perlu diberikan booster). penyuntikan DPT sering ditunda sampai kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan. Pada kurang dari 1% penyuntikan. Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap vaksin pertusis. selang waktu tidak kurang dari 4 minggu. Hampir 85% anak yang mendapatkan minimal 3 kali suntikan yang mengandung vaksin difteri. Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali.

pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi 6 bulan kemudian. namun keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur > 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu. Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam. Pada umur 7-12 bulan. 6. pada umur > 1 tahun diberikan 1 kali. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis. konjungtivitis dan gejala kataral serta ensefalitis (jarang). ruam kulit. 8. PCV Dapat diberikan pada umur 2.5 mL. diare. Vaksin Hib diberikan sebanyak 3 kali suntikan. 4 dan 6 bulan. 4. Campak Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). biasanya pada saat anak berumur 2.tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerakgerakkan lengan maupun tungkai yang bersangkutan. Rotavirus Monovalen diberikan 2 kali. 12-15 bulan. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali. vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin disuntikkan secara subkutan dalam sebanyak 0. diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan. dosis ke-2 diberikan . 5. Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih. Kontra indikasi pemberian vaksin campak:       infeksi akut yang disertai demam lebih dari 38°Celsius gangguan sistem kekebalan pemakaian obat imunosupresan alergi terhadap protein telur hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin wanita hamil. Hib Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. 7. 6.

Campak Jerman (rubella) menyebabkan demam ringan. Untuk imunisasi primer anak 6 bln – < 9 tahun diberi 2 x dengan interval minimal 4 minggu. Influenza Diberikan pada umur >6 bulan. gondongan dan campak Jerman. setiap tahun. Vaksin MMR adalah vaksin 3-in-1 yang melindungi anak terhadap campak. ruam kulit. 9. Terdapat dugaan bahwa vaksin MMR bisa menyebabkan autisme. interval dosis ke-2. sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Suntikan pertama diberikan pada saat anak berumur 12-15 bulan. dan ke-3 4-10 minggu. hidung meler dan mata berair. Campak menyebabkan demam. dosis ke-3 diberikan pada umur < 32 minggu (interval minimal 4 minggu). Suntikan pertama mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup yang adekuat. 10. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius. tetapi penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dengan pemberian vaksin MMR. Rubella juga bisa menyebakban pembengkakan otak atau gangguan perdarahan. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. MMR Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak. seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian.dengan interval minimal 4 minggu. gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Jika seorang wanita hamil menderita rubella. Vaksin rotavirus pentavalen : dosis ke-1 diberikan umur 6-12 minggu. misalnya jika dianggap perlu memberikan imunisasi kepada bayi yang berumur 9-12 bulan. . Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan. Gondongan menyebabkan demam. ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. bisa terjadi keguguran atau kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkannya (buta atau tuli). Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Vaksin tunggal untuk setiap komponen MMR hanya digunakan pada keadaan tertentu. batuk. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu.

yang belum pernah mendapatkan vaksinasi varisella dan belum pernah menderita cacar air. Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster dan sangat menular. 11. Suntikan kedua diberikan untuk memberikan perlindungan adekuat yang tidak dapat dipenuhi oleh suntikan pertama. Anak-anak yang mendapatkan suntikan varisella sebelum berumur 13 tahun hanya memerlukan 1 dosis vaksin. tetapi pada sejumlah kasus terjadi penyakit yang sangat serius sehingga penderitanya harus dirawat di rumah sakit dan beberapa diantaranya meninggal. kemudian secara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas. sebaiknya diberikan 2 dosis vaksin dengan selang waktu 4-8 minggu. suntikan MMR akan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap campak. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan. Pada 90-98% orang yang menerimanya. 13.karena itu diberikan suntikan kedua pada saat anak berumur 4-6 tahun (sebelum masuk SD) atau pada saat anak berumur 11-13 tahun (sebelum masuk SMP). Kepada anak-anak yang berumur 13 tahun atau lebih. Efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh masing-masing komponen vaksin. 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Varisela Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Dewasa yang lahir pada tahun 1956 atau sebelum tahun 1956. 12. Imunisasi MMR juga diberikan kepada orang dewasa yang berumur 18 tahun atau lebih atau lahir sesudah tahun 1956 dan tidak yakin akan status imunisasinya atau baru menerima 1 kali suntikan MMR sebelum masuk SD. . Tifoid Tifoid polisakarida injeksi diberikan pada umur 2 tahun. diduga telah memiliki kekebalan karena banyak dari mereka yang telah menderita penyakit tersebut pada masa kanak-kanak. diulangi setiap 3 tahun. Setiap anak yang berumur 12-18 bulan dan belum pernah menderita cacar air dianjurkan untuk menjalani imunisasi varisella. Biasanya infeksi bersifat ringan dan tidak berakibat fatal. campak Jerman dan gondongan. Hepatitis A Hepatitis A diberikan pada umur > 2 tahun.

mungkin juga seumur hidup. Efek samping dari vaksin varisella biasanya ringan. pusing dan perubahan perilaku. kaligata. yang bisa menyebabkan gangguan pernafasan. Imunisasi varisella sebaiknya tidak diberikan kepada:   Wanita hamil atau wanita menyusui Anak-anak atau orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan imunosupresif bawaan  Anak-anak atau orang dewasa yang alergi terhadap antibiotik neomisin atau gelatin karena vaksin mengandung sejumlah kecil kedua bahan tersebut  Anak-anak atau orang dewasa yang menderita penyakit serius. kanker atau gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya AIDS)   Anak-anak atau orang dewasa yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid Setiap orang yang baru saja menjalani transfusi darah atau komponen darah lainnya . diperkirakan selama 10-20 tahun. Vaksin varisella memberikan kekebalan jangka panjang. tetapi kasusnya biasanya ringan. Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam setelah suntikan dilakukan dan sangat jarang terjadi.   ensefalitis penurunan koordinasi otot.Cacar air pada orang dewasa cenderung menimbulkan komplikasi yang lebih serius. yaitu berupa:    demam nyeri dan pembengkakan di tempat penyuntikan ruam cacar air yang terlokalisir di tempat penyuntikan. Efek samping yang lebih berat adalah:    kejang demam. Terdapat sejumlah kecil orang yang menderita cacar air meskipun telah mendapatkan suntikan varisella. yang bisa terjadi dalam waktu 1-6 minggu setelah penyuntikan pneumonia reaksi alergi sejati (anafilaksis). denyut jantung yang cepat. bersin. hanya menimbulkan beberapa lepuhan (kasus yang komplit biasanya menimbulkan 250-500 lepuhan yang terasa gatal) dan masa pemulihannya biasanya lebih cepat. Vaksin ini 90-100% efektif mencegah terjadinya cacar air.

14. vaksin HPV tetravalen 0. .2.6 bulan. HPV Dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Anak-anak atau orang dewasa yang 3-6 bulan yang lalu menerima suntikan immunoglobulin. 6 bulan. Jadwal vaksin HPV bivalen 0. 1.

BB >20 kg = 1. . BB 10-20 kg = 1.500 mL + 20 mL untuk setiap kg kenaikan B di atas 20 kg.000 mL + 50 mL untuk setiap kg kenaikan BB di atas 20 kg.Kebutuhan air per hari berdasarkan rumus Darrow Dihitung berdasarkan dosis maintenance:    BB <10 kg = 100 mL/kgBB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->