PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL

Unit 4 : Modul PERSALINAN KALA II

[TYPE THE COMPANY NAME] 1 Juni, 2012 Authored by: Bambang Widjanarko

Membuat diagnosis dan penatalaksanaan distosia bahu. Melakukan penatalaksanaan kala II memanjang 8. Menentukan saat pasien meneran 3. 2012 54 . Melakukan observasi yang tepat pada persalinan kala II 6. Menilai kemajuan persalinan kala II secara tepat 7. Berkomunikasi secara efektif dengan penderita saat persalinan 4. mahasiswa memiliki 1. Melakukan identifikasi awal persalinan kala II 2. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni.PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL Unit 4 : Modul PERSALINAN KALA II TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menyelesaikan modul PERSALINAN KALA II kemampuan untuk : ini. Memanfaatkan upaya ibu saat meneran 5.

4. kepala disebut sudah engage bila hasil palpasi 2/5 atau kurang.4 APA YANG DIMAKSUD DENGAN ENGAGEMEN KEPALA DAN SAAT ITU BERAPA BAGIAN KEPALA JANIN YANG DAPAT DIRABA DIATAS PANGGUL? Kepala janin dikatakan sudah engage bila diameter tranversal terbesar kepala (diameter biparetal) sudah melewati pintu atas panggul. Ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan palpasi abdomen dalam rangka menentukan derajat desensus bagian terendah janin dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dalam (vaginal toucher) 4. 55 . Berdasarkan palpasi perlimaan. 2012 4.4. Engagemen biasanya dimulai sebelum awal persalinan.3 APAKAH PARTURIEN HARUS SEGERA MENERAN SAAT DILATASI SUDAH LENGKAP? Tidak. perineum menonjol dan merang akibat terdorong kepala janin.1 TANDA KLINIS APA YANG MENANDAI AWAL DAN AKHIR KALA II? Kala II diawali saat dilatasi servik lengkap dan diakhiri saat anak sudah lahir. Kepala janin dikatakan sudah engage (masuk panggul) bila pada perabaan per limaan menunjukkan angka 2/5.2 SEBUTKAN GEJALA DAN TANDA YANG MENUNJUKKAN BAHWA KALA II AKAN SEGERA DIMULAI ! Terjadi satu atau beberapa dari hal-hal berikut ini : Frekuensi dan durasi his (kontraksi uterus) bertambah (his menjadi semakin sering dan semakin lama) Pasien menjadi gelisah Pasien kadang-kadang mengeluh mual dan muntah Pasien merasakan keinginan kuat untuk meneran Setiap kali terjadi his. biasanya hasil palpasi adalah 5/5 dan saat dilatasi lengkap maka kepala janin tidak lagi dapat diraba (0/5). Pada awal persalinan. Pasien diminta untuk sedikit bersabar sampai perineum teregang oleh kepala anak dan ibu merasakan adanya keinginan kuat untuk meneran. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni.

4. Posisi semi Fowler memudahkan aktivitas penolong maupun parturien. Bila setelah 1 jam kepala belum engage. Posisi melahirkan umumnya adalah telentang (posisi dorsal) agar pengaturan persalinan mudah dilakukan. Pada umumnya dalam waktu 1 jam sudah terjadi engagemen kepala dan diikuti oleh keinginan ibu untuk meneran. 3.tanda CPD 4. Posisi lateral (miring) dapat menghindarkan hipotensi postural dan memudahkan pengamatan vulva dan perineum. Kala II menjadi lebih singkat c. 56 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni.4. Pada primigravida engagemen kepala seringkali terjadi sebelum awal persalinan. Bila tidak terdapat tanda – tanda gawat janin 2. bila kwalitas his adekwat maka diberikan kesempatan tambahan 1 jam kecuali bila keadaan ibu dan atau anak tidak menunjang atau ditemukan adanya tanda. Posisi ini memiliki keuntungan : a. APA INDIKASI MENUNGGU TERJADINYA ENGAGEMEN SEBELUM PASIEN DIPERBOLEHKAN MENERAN? 1.8 BAGAIMANA POSISI IBU SAAT MELAHIRKAN? 1. Posisi ini menyebabkan relaksasi otot panggul sehingga persalinan menjadi lebih mudah. Posisi semi-Fowler. 4. Bila tidak terdapat tanda – tanda disproporsi sepalo pelvik 4. 2012 . 3. Bila setelah ditunggu selama 2 jam dengan his adekwat masih belum juga terjadi engagemen dan ibu tidak ada keinginan untuk meneran maka harus dilakukan penilaian ulang untuk menentukan ada tidaknya kesempitan panggul – bayi besar atau kelainan posisi kepala. pasien setengah duduk (miring 450) dan posisi ini adalah alternatif dari posisi vertikal. Posisi vertikal (berdiri atau jongkok). 4. Namun posisi ini memiliki kerugian akibat kemungkinan adanya hipotensi postural.7 SAMPAI BERAPA LAMA ENGAGEMEN DAPAT DITUNGGU SETELAH DILATASI SERVIK LENGKAP? 1. Parturien menduduki kedua tumit dan menyangga tubuh dengan kedua lengannya. Tenaga meneran menjadi semakin efektif b.5 APAKAH AWAL KALA II PADA PRIMIGRAVIDA BERBEDA DENGAN MULTIGRAVIDA? Ya. Masalah ini dapat dihindari dengan mengganjal salah satu bokong ibu dengan bantal lunak sehingga posisi pasien miring 150 2.6 PADA PASIEN DENGAN DILATASI SERVIK SUDAH LENGKAP NAMUN KEPALA MASIH BELUM ENGAGE. 2. Bila tidak ada tanda-tanda gawat janin dan keadaan umum ibu menunjang maka penilaian ulang dilakukan 1 jam kemudian. posisi ini saat ini menjadi favorit. Namun pada multigravida. seringkali engagemen terjadi saat inpartu atau bahkan beberapa saat setelah dilatasi servik lengkap. Angka persalinan operatif pervaginam (assisted delivery) menjadi turun.

parturien hendaknya mengambil nafas dalam-dalam dan beristirahat untuk mengumpulkan tenaga. 6. Pada mutigravida.11 APA YANG HARUS DIAMATI SELAMA KALA II? Bila kepala masih belum engage dan diputuskan untuk menunggu proses engagemen. Pada puncak his. Tetapi bila frekuensi DJJ menurun pada akhir His dan angka tersebut bertahan lebih dari 30 detik 57 . 4. Usaha meneran dilakukan selama mungkin. Aktivitas meneran akan semakin efektif dan mudah dilakukan bila kedua tungkai diletakkan pada penyangga. Parturien harus mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan agar persalinan berlangsung dengan baik. Bila kepala sudah engagemen dan pasien diminta untuk meneran maka observasi berikut harus dilakukan : Dengarkan DJJ diluar His dan tentukan nilai dasar DJJ Dengarkan DJJ segera setelah His. 2012 4. maka semua jenis pengamatan pada kala I harus dilanjutkan. Penolong persalinan harus menjelaskan kapan parturien harus meneran (yaitu saat kontraksi uterus mencapai puncaknya) 3. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. 2. Bila pasien ingin bernafas saat meneran maka hal tersebut harus dilakukannya dengan cepat dan kemudian menahan nafas dan kembali meneran. Pada persalinan kala II parturien harus aktif untuk mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu kontraksi otot rahim. Semakin efektif usaha meneran ibu semakin pendek kala II berlangsung. Kerjasama dan upaya meneran yang optimal dari ibu patut mendapatkan apresiasi dari penolong persalinan. 7.4. Diluar his. pasien diminta mengambil nafas dalam-dalam dan dengan menempelkan dagu kedadanya dia mengerahkan tenaganya untuk meneran seperti yang dilakukan saat BAB. Komunikasi antara pasien dan penolong persalinan serta semua staf kamar bersalin merupakan faktor penting. 4.9 BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN KERJA SAMA YANG BAIK ANTARA PARTURIEN DAN PENOLONG PERSALINAN? 1. Penolong persalinan harus senantiasa memberikan dukungan dan semangat agar parturien mampu bekerja sama dengan baik. 2. kadang-kadang parturien harus lebih sering mengambil nafas untuk mencegah berlangsungnya persalinan kepala yang terlampau cepat. 5.10 BAGAIMANA MENGUSAHAKAN AGAR PARTURIEN MAMPU MENERAN SECARA EFEKTIF? 1. Rasa percaya satu sama lain harus dikembangkan sejak kala I (atau bahkan saat perawatan antenatal) dan berlanjut sampai persalinan berakhir dan kala IV. Bila frekuensinya masih sama dengan nilai dasar maka dapat dipastikan bahwa janin dalam keadaan baik.

Bila tidak ada kemajuan proses desensus dan terdapat tanda CPD (derajat molase 3+) maka pasien diminta tidak meneran lebih lanjut dan mengambil nafas saat His. Kosongkan kandung kemih 2. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni.13 BAGAIMANA CARA MENGAMATI KEMAJUAN PERSALINAN KALA II ? Pada tiap His dan kegiatan meneran harus terjadi kemajuan dalam proses desensus kepala janin 4. maka dapat dipertimbangkan pemberian oksitosin untuk memperkuat His. Ini dilakukan dengan memberikan tekanan ringan pada perineum diatas anus 58 .15 BAGAIMANA PENATALAKSANAAN PERSALINAN KALA II? Penolong persalinan harus siap menghadapi komplikasi yang mungkin terjadi. Observasi frekuensi dan durasi His Perhatikan apaka tidak terjadi perdarahan per vaginam Catat kemajuan proses persalinan. 4. Perineum dilapisi dengan kain bersih untuk mencegah kontaminasi dari anus kevulva dan muka janin. 2. maka dapat dipertimbangkan untuk mempercepat kala II dengan persalinan operatif pervaginam (ekstraksi vakum atau ekstraksi cunam) bila tidak terdapat CPD. 1. 4.14 APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA TIDAK TERJADI DESENSUS? 1. Pada primigravida dengan His tidak adekwat dan tidak terdapat tanda-tanda CPD (derajat molase 2+ atau kurang).- sebelum kembali ke nilai dasar (terjadi deselerasi lambat) maka persalinan harus segera diakhiri oleh karena sudah terjadi gawat janin. lakukan episiotomisaat pasien meneran sehingga janin dapat lahir pada His dan usaha meneran berikutnya. 3. Bila kepala belum meregang perineum dan nampaknya janin belum dapat lahir dengan 1 – 2 kali meneran.12 BAGAIMANAKAH PENATALAKSANAAN GAWAT JANIN PADA KALA II? 1. Peralatan harus tersedia dan siap pakai. Bila dalam waktu 10 menit terjadi his 2 kali atau lebih dan masing-masing berlangsung sekitar 40 detik dan setelah 4 kali usaha meneran tidak terjadi kemajuan desensus maka harus dipertimbangkan kemungkinan mempercepat kala II 2. Menyangga perineum. Obat-obatan yang dibutuhkan harus sudah disiapkan. Bila kepala sudah didasar panggul (perineum teregang). 2012 4. Penderita dipersiapkan untuk persalinan SC. Perineum disangga dengan tangan yang beralas kain bersih (perasat Ritgen) dengan maksud : Mempertahankan fleksi kepala janin sehingga bagian kepala janin yang melewati jalan lahir adalah diameter terkecil kepala.

lepaskan lilitan melalui bagian atas kepala janin dan bila lilitan terlalu erat lakukan pemotongan talipusat diantara dua klem. Sisa tubuh janin dilahirkan dengan mengikuti lengkungan panggul dan bukan sekedar menarik keluar dari vagina. Penolong persalinan meletakkan tangan kirinya pada vertex untuk mempertahankan posisi fleksi dan mencegah persalinan kepala yang terlalu cepat. 4. MELAHIRKAN BAHU DAN TUBUH JANIN : Kedua sisi kepala janin dicekap dengan kedua telapak tangan dan dengan traksi curam bawah bahu depan anak dilahirkan dibawah simfisis pubis dan dengan elevasi keatas bahu belakang lahir didepan perineum. 5. pada maneuver ini kepala janin bukan didorong masuk. 59 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. 2012 MERABA TALIPUSAT : Setelah kepala lahir. Perlu diperhatikan. CROWNING : Pada saat crowning (diameter kepala janin yang terlihat berukuran sekitar 5 cm ). Bila ada. vagina akan mengalami regangan dan ini merupakan saat yang baik untuk melakukan episiotomi.3. . diperiksa kemungkinan adanya lilitan talipusat. Tangan kanan diletakkan pada perineum untuk membantu ekstensi kepala.

Ibu sangat lelah iii. Robekan jalan lahir tingkat dua lebih mudah diperbaiki dan sembuh lebih cepat serta dengan komplikasi yang lebih ringan dibandingkan episiotomi. Ibu dilarang meneran ( payah jantung. Riwayat mengalami ruptura perinei totalis pada persalinan yang lalu iii. Gawat janin pada kala II ii. 4. Kala II memanjang iv. Episiotomi tidak dilakukan secara rutin pada primigravida. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Perineum tipis dan sangat teregang ii. Riwayat pasca reparasi rektokel 4.4. preeklampsia berat) 2. Persalinan preterm .16 EPISIOTOMI DALAM OBSTETRI MODERN Episiotomi tidak dilakukan secara rutin pada primigravida namun berdasarkan indikasi : 1.18 JENIS EPISIOTOMI APA YANG SEBAIKNYA DIKERJAKAN? Umumnya adalah episiotomi mediolateral mengingat bahwa jenis episiotomi ini jarang menyebabkan ruptura perinei totalis meskipun jenis ini lebih sulit diperbaiki dan reposisi anatomis lebih sulit dicapai dibandingkan episiotomi medial. Persalinan sungsang atau persalinan buatan dengan ekstraksi cunam / ekstraksi vakum 3. 2012 Episiotomi Mediolateral Episiotomi Medial 60 . Percepatan kala II : i. Persalinan dengan resiko ruptura perinei totalis: i.17 APAKAH ROBEKAN JALAN LAHIR DERAJAT DUA SEMBUH LEBIH CEPAT DAN MEMILIKI KOMPLIKASI YANG LEBIH SEDIKIT LEBIH DIBANDINGKAN EPISIOTOMI? Ya.

Faktor – faktor pada kala I : i. 2012 GANGGUAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA I SERING DIIKUTI ENGAN KALA II MEMANJANG 61 .19 APA YANG DIMAKSUD DENGAN KALA II MEMANJANG? Pada primigravida : 2 jam dan pada multigravida 1 jam ( tidak menggunakan anaesthesi) 4. Setelah mencapai dilatasi servik 7 – 8 cm. 2. Bila fasilitas tersedia. Berat badan pasien lebih dari 85 kg iv. 2. Bila fasilitas tidak tersedia maka parturien harus dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas lengkap. Gangguan OGTT atau DM iii. PERSALINAN KALA II MEMANJANG ADALAH KOMPLIKASI PERSALINAN BERAT DAN MEMERLUKAN PENATALAKSANAAN YANG CEPAT DAN TEPAT 4. kepala sudah didasar panggul (desensus 1/5) dan tidak ada indikasi CPD maka dilakukan persalinan berbantu (ekstraksi vakum/cunam). Jarak FU sampai tepi atas simfisis lebih dari 90 persentil tanpa disertai tanda dugaan hidramnion atau kehamilan kembar ii. TBJ lebih dari 4 kg ii. Pasang infus dan bila tidak ada kontraindikasi berikan tokolitik (bricasma ampul) atau 3 tablet nifedipine 10 mg peroral.22 FAKTOR APA YANG DITEMUKAN PADA PERIODE ANTENATAL YANG MENEMPATKAN PENDERITA PADA RESIKO TINGGI MENGALAMI PEMANJANGAN KALA II? 1. His menjadi lemah dan tidak ada kemajuan persalinan. Pasien dengan riwayat melahirkan bayi lebih dari 4 kg. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Kemajuan persalinan buruk iii. Faktor-faktor yang mengarah pada dugaan terdapat bayi besar : i. 4. Penolong persalinan harus melakukan penilaian ulang. Bila terdapat gawat janin.21 BAGAIMANA CARA MERUJUK PASIEN DENGAN KALA II MEMANJANG? 1. sebaiknya pasien mengambil nafas dalam 2. Bila ada keinginan meneran.4. berikan oksigen dalam sungkup dengan kecepatan 5LO2 /menit.20 BAGAIMANA PENATALAKSANAAN KALA II MEMANJANG? 1. Bila diperkirakan terdapat indikasi CPD maka diputuskan untuk melakukan tindakan SC. Pasien berbaring sedikit miring dan dilarang meneran bila ada His. 3.

Begitu pula dengan postur tubuh parturien yang biasanya juga obese. Ukuran kepala dan bentuk pipi menunjukkan bahwa bayi gemuk dan besar.24 PASIEN YANG BAGAIMANA YANG MEMILIKI RESIKO MENGALAMI DISTOSIA BAHU? Pasien resiko tinggi mengalami pemanjangan kala II seperti yang dibahas pada no 22. Lakukan fleksi maksimal pada sendi paha dan sendi lutut kedua tungkai parturien sedemikian rupa sehingga lutut hampir menempel pada bahu. Pada distosia bahu kepala akan tertarik kedalam dan tidak dapat mengalami putar paksi luar yang normal. Penolong persalinan menahan kepala anak dan pada saat yang sama seorang asisten memberikan tekanan diatas simfisis. Geser posisi pasien sehingga bokong berada dipinggir tempat persalinan sedemikian sehingga memudahkan traksi curam bahwa kepala anak. **** ini adalah serangkaian tindakan maneuver Mc Robert. 2012 .26 BAGAIMANA PENATALAKSANAAN DISTOSIA BAHU? Langkah-langkah berikut dilakukan secara bertahap : 1. proses persalinan dihentikan dan segera bersihkan mulut dan hidung anak. 2.4. 3. 62 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Beritahu parturien bahwa terjadi komplikasi yang gawat dan diperlukan kerja sama lebih lanjut. Bersihkan mulut lebih dulu dan kemudian bersihkan hidung. Tekanan suprapubik ini dimaksudkan untuk membebaskan bahu depan dari tepi bawah simfsis pubis. 4. Setelah seluruh tubuh anak lahir dan anak segera bernafas tindakan membersihkan jalan nafas tidak perlu dilakukan.25 APA GEJALA DAN TANDA TERJADINYA PERISTIWA DISTOSIA BAHU? 1. 2. 4. fleksi lateral dan traksi tidak berhasil melahirkan bahu. BILA AIR KETUBAN JERNIH : Tindakan diatas tidak perlu dilakukan. 4. Usaha untuk melakukan putar paksi luar. 4. BILA AIR KETUBAN BERCAMPUR MEKONIUM : Segera setelah kepala anak lahir.23 PADA KEADAAN APA ANDA HARUS SEGERA MEMBERSIHKAN JALAN NAFAS ANAK SAAT PERSALINAN? 1. 2. Parturien diminta untuk meneran sekuat tenaga saat penolong persalinan berusaha untuk melahirkan bahu. Pada proses persalinan normal kepala lahir melalui gerakan ekstensi. Lahirkan bahu anak setelah mulut dan hidung bersih. 3.

Bahu yang terperangkap dapat dibebaskan dengan memasukkan tangan ke bagian posterior seperti yang sudah dijelaskan diatas (i. Bila bahu depan masih belum dapat dilahirkan maka tubuh anak harus dirotasi 1800 . 2012 5. Lakukan gerakan fleksi pada sendi siku dan lahirkan lengan belakang melalui bagian depan dada.Saat melakukan gerakan rotasi tersebut. Bila prosedur diatas tidak membawa hasil maka LAHIRKAN BAHU BELAKANG: i. iii.iii) . Arah putaran sesuai dengan bahu yang sudah dilahirkan (putar tubuh anak mengikuti bagian bahu yang sudah dilahirkan). Telusuri bahu sampai mencapai siku. Ruangan sacrum cukup luas untuk meneuver ini ii. tubuh anak dicekap. Masukkan telapak tangan kanan kejalan lahir diantara bahu belakang dan dinding belakang vagina.63 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Bahu depan dilahirkan lebih lanjut dengan melakukan traksi curam bawah kepala (traksi ke posterior) iv.ii. Dengan lahirnya lengan belakang ini maka bahu belakang anak juga lahir.

DISTOSIA BAHU ADALAH KOMPLIKASI GAWAT YANG MEMERLUKAN PENANGANAN YANG CEPAT – TEPAT DAN TERENCANA SECARA JELAS PROBLEMA KASUS KASUS 1 Parturien multipara inpartu sejak jam 18.00 menunjukkan bahwa dilatasi servik sdah lengkap akan tetapi saat itu kepala anak masih belum engage. kepala anak dapat meregang perineum. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah fraktura klavikula – fraktura humerus – Erb’s paralysa (paralisa pleksus brachialis. Selain itu. Dilakukan persiapan untuk segera memimpin persalinan dan parturien diminta untuk meneran sekuat tenaga saat His. Pada pemeriksaan ulangan pukul 21.Usaha melahirkan bahu jangan dilakukan dengan kepanikan.00. 1. Pasien diminta meneran hanya bila engagemen kepala sudah sempurna dan kepala sudah berada didasar panggul. Palpasi abdomen menunjukkan desensus pada 3/5 dan dilatasi servik 7 cm. Setujukah anda bila saat itu parturien diminta untuk segera meneran oleh karena dilatasi servik sudah lengkap? Tidak. PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Bila prosedur ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 5 menit maka diperkirakan tidak akan terjadi cedera pada otak anak. Jangan buang-buang waktu dengan melakukan menuver yang tidak efektif. 2012 64 . pada palpasi abdomen kepala sudah engage dengan sempurna dan saat meneran. Apa gejala dan tanda yang menunjukkan bahwa pasien harus segera meneran? Pasien merasakan adanya keinginan kuat untuk segera meneran. 2.

Tidak terdapat CPD (molase kurang dari 2+) 4. 5. hal lain apa yang harus diperhatikan sebelum meminta pasien meneran? Tidak terjadi gawat janin. berikan tokolitik untuk menghentikan His (Bricasma atau Adalat) Bila terjadi gawat janin. berikan oksigen dalam sungkup PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. Pastikan tidak ada deselerasi lambat. Bagaimana saudara mengatur rujukan akan akan saudara lakukan dengan baik ? Pasien dibaringkan secara miring dan dipasang cairan infus. saat dilatasi servik lengkap biasanya kepala sudah engage oleh karena itu kemungkinan adanya CPD pada primigravida yang kepala janin masih belum engage saat dilatasi servik lengkap lebih besar. Kemungkinan komplikasi persalinan yang dapat terjadi dengan memperhatikan kemajuan persalinan kala I? Pemanjangan persalinan kala II ( pada persalinan kala I. Bila palpasi abdomen tidak menunjukkan bahwa kepala sudah engage sempurna. Berapa lama waktu yang tersedia secara aman untuk menanti sampai terjadinya engagemen? Penilaian ulang dilakukan 1 jam kemudian. 65 .3. Mengingat adanya kemungkinan CPD maka sebaiknya dilakukan SC. Bila tidak ada kontraindikasi. KASUS 2 Parturien dengan kemajuan persalinan kala I berlangsung normal sampai dengan dilatasi servik 7cm dan selanjutnya mencapai pembukaan servik lengkap setelah 5 jam. Persiapan persalinan kala II sudah dilakukan dan parturien diminta untuk meneran saat His mencapai puncaknya. setelah dilatasi 7 cm nampaknya terjadi penurunan kecepatan dilatasi servik) Apa penyebab pemanjangan kala II tersebut ? CPD seperti yang terlihat dari hasil pemeriksaan molase 3+ Apakah anda sependapat bila pasien diminta untuk segera meneran setelah dilatasi servik lengkap? Tidak. Apakah anda diperkenankan untuk melakukan penatalaksanaan tersebut diatas pada primigravida ? Pada primigravida. 2012 2. Pada pemeriksaan terakhir memperlihatkan desensus masih 3/5 dan molase 3+. 1. Apa yang harus saudara lakukan bila keadaan ini terjadi di Rumah Bersalin? Parturien harus diujuk ke RS dengan fasilitas yang lebih lengkap. 4. 3. Bila masih belum juga terjadi engage anda boleh menambahkan waktu 1 jam lagi dengan catatan tidak terdapat tanda-tanda CPD 5.

4. 3. 2012 . 2. Kepala masuk tertarik kembali dan tidak terjadi putar paksi luar. 1.KASUS 3 Proses persalinan kala II pada parturien primigravida masih belum terselesaikan setelah 60 menit. Palpasi abdomen 0/5 dan kepala sudah didasar panggul . 66 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. KASUS 4 Pasien multigravida dengan berat tubuh 110 kg inpartu dan kemajuan proses persalinan berlangsung sampai dilatasi servik lengkap.Bila pimpinan sudah dilakukan dengan baik dan parturien sudah meneran dengan baik dan benar maka diagnosa situasi diatas adalah kala II memanjang Apa yang harus saudara lakukan bila memang selama 60 menit pasien sudah meneran dengan baik ? Lakukan episiotomi Bila setelah meneran beberapa kali persalinan kala II belum selesai. Apakah anda setuju dengan diagnosis kala II memanjang (prolonged second Stage) ? . Komplikasi persalinan kala II apa yang terjadi pada kasus ini? Distosia bahu. Parturien harus mengetahui dengan jelas apa yang harus dia lakukan. 1. Parturien harus senantiasa memperoleh dukungan dan semangat serta penghargaan atas kerja sama yang diperlihatkannya. Episiotomi hanya dikerjakan atas dasar indikasi Apa yang harus dilakukan bila pemanjangan kala II disebabkan oleh kurang kerja sama antara penolong persalinan – parturien dan usaha meneran yang tidak efektif? Komunikasi penolong persalinan – parturien harus dikembangkan sejak persalinan kala I untuk membina kepercayaan parturien.Tergantung pada fakta apakah selama 60 menit parturien dipimpin dengan baik dan dia mampu meneran dengan baik dan benar . pertimbangkan percepatan kala II (ekstraksi vakum/cunam) Apakah episiotomi merupakan tindakan rutin pada semua primigravida? Tidak. Setelah 30 menit meneran terjadi kesulitan persalinan kepala.

2. Bagaimana penatalaksanaan kasus ini lebih lanjut ? Geser parturien dan letakkan bokong ke pinggir tempat tidur persalinan (atau lepaskan bagian ujung tempat persalinan) sedemikian rupa sehingga traksi kepala janin mudah dilakukan. 3. Pada kasus ini . bagaimana komplikasi ini dapat diramalkan akan terjadi? Pasien dengan berat badan 110 kg. Apa yang harus saudara lakukan bila cara diatas tidak berhasil mengatasi keadaan dan kepala masih belum dapat dilahirkan? Lakukan persalinan bahu belakang. 67 PANDUAN PENDIDIKAN PERINATAL | 1 Juni. 2012 . Lakukan maneuver Mc Robert 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful