ASKEP GANGGUAN MENSTRUASI

2.1 Konsep haid Haid adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium. Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia pubertas dan menopause. Menstruasi pada wanita adalah suatu perdarahan rahim yang sifatnya fisiologik (normal) yang datangnya teratur setiap bulan (siklus haid), dan timbulnya perdarahan tersebut sebagai akibat perubahan hormonal yaitu estrogen dan progesteron (Hawari, 1997). Haid adalah darah yang keluar dari uterus perempuan sehat :
   

Lamanya 3-6 hari Ganti pembalut 2-5 pembalut perhari Satu siklus normal 21-35 hari Terjadi akibat penurunan kadar progesteron, siklus haid yang berovulasi

2.2 Fisiologi menstruasi Usia normal bagi seorang perempuan mendapatkan menstruasi untuk kali pertama adalah 12 atau 13 tahun. Namun kalau sampai usia 16 tahun belum juga datang bulan perlu di waspadai, mungkin ada kelainan. Menstruasi itu sendiri nantinya akan berhenti saat perempuan memasuki masa menopause, yakni sekitar usia 50 tahun. Namun sebelum memasuki masa menopause, haid tetap datang hanya jangka waktunya lebih lama dan prosesnya cepat, paling hanya 2-3 hari. Siklus haid/ menstruasi pada perempuan (reproduksi) normalnya terjadi setiap 23-35 hari sekali dengan lama haid berkisar 5-7 hari. Namun ada sebagian perempuan yang mengalami haid tidak normal. Diantaranya mulai dari usia haid yang datang terlambat, darah haid sangat banyak sampai harus berulang kali mengganti pembalut wanita, nyeri atau sakit saat haid, gejala PMS (pree menstruasi syndrom), siklus haid yang tidak teratur dan masih banyak lagi. Gangguan ini jangan didiamkan karena dapat berdampak serius, haid yang tidak teratur misalnya dapat menjadi pertanda seorang perempuan kurang subur (infertil). Gangguan yang terjadi saat haid dinilai masih normal jika terjadi selama dua tahun pertama setelah haid kali pertama. Artinya, bila seorang perempuan telah mendapatakan haid pertamanya saat berusia 11 tahun, maka hingga usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur. Tapi bila setelah usia 13 tahun haidnya masih tidak teratur juga, dipastikan ia mengalami gangguan haid. Haid Dipengaruhi berbagai hormon: GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dan memicu hipofisis anterior mengeluarkan hormon FSH. FSH (Folikel Stimulating Hormon)

memicu pematangan folikel diovarium, sehingga terjadi sintesis estrogen dalam jumlah besar. Estrogen akan mengakibatkan proliferasi sel endometrium (penebalan dari endometrium). Estrogen yang tinggi memberi tanda kepada hipofisis untuk mengeluarkan hormon LH (Luteinizing hormon). LH akan mengakibatkan ovulasi dan memicu korpus luteum untuk mensintesis progesterone. Progesteron sendiri menyebabkan perubahan sekretorik pada endometrium sehingga terjadi Fase sekresi / fase luteal. Fase sekresi selalu tetap 14 hari, meskipun siklus haid bervariasi, yang berbeda adalah fase proliferasinya, sehingga harus berhati2 untuk menentukan masa subur 2.1.1 Siklus Menstruasi Panjang siklus haid ialah jarak tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Hari pertama terjadinya perdarahan dihitung sebagai awal setiap siklus menstruasi (hari ke-1), siklus berakhir tepat sebelum siklus menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari, hanya 10-15%wanita yang memiliki siklus 28 hari. Tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama, bahkan kakak beradik dan saudara kembar jarak antara siklus yang paling panjang biasanya terjadi sesaat setelah menarke dan sesaat sebelum menopause. Lama haid biasanya antara 3 – 5 hari, ada yang 1 – 2 hari diikuti darah sedikitsedikit kemudian ada yang 7 – 8 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata + 16 cc, pada wanita yang lebih tua darah yang keluar lebih banyak begitu juga dengan wanita yang anemi. Pada awalnya, siklus mungkin tidak teratur, jarak antar 2 siklus bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam 1 bulan mungkin terjadi 2 siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama siklus akan menjadi lebih teratur. Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada kalender dengan menggunakan kalender tersebut, tandailah siklus anda setiap bulannya. Setelah beberapa bulan, anda bisa mengetahui pola siklus anda dan hal ini akan membantu anda dalam memperkirakan siklus yang akan datang. Tandai setiap hari ke-1 dengan tanda silang, lalu hitung sampai tanda silang berikutnya dengan demikian anda dapat mengetahui siklus anda. Setiap bulan, setelah hari ke-5 dari siklus menstruasi, endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. Sekitar hari ke-14, terjadi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi). Sel telur ini masuk ke dalam salah satu tuba falopii dan di dalam tuba bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Jika terjadi pembuahan, sel telur akan masuk kedalam rahim dan mulai tumbuh menjadi janin. Pada sekitar hari ke-28, jika tidak terjadi pembuahan maka endometrium akan dilepaskan dan terjadi perdarahan (siklus menstruasi). Siklus ini berlangsung selama 3 – 5 hari kadang sampai 7 hari. Proses pertumbuhan dan penebalan endometrium kemudian dimulai lagi pada siklus berikutnya. Siklus ovarium terbagi menjadi 3 fase: 1. Fase Folikuler Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 – 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur, tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur. Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan

lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang sebanyak 28 -283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat. 2. Fase ovulasi Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjadi peningkatan kadar LH. Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya, nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam. 3. Fase Luteal Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari. Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan membentuk korpus luteum yang menghasilkan sebagian besar progesteron. Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase lutuel dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai. Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya ovulasi. Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (hormone chorionic gonadotropin). Hormon ini memelihara korpus luteum yang menghasilkan progesterone sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendiri. Tes kehamilan didasarkan kepada adanya peningkatan kadar HCG. Siklus endometrium dapat dibedakan 4 fase dalam siklus haid, yaitu : 1. Fase Menstruasi atau dekuamasi Dalam fase ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai perdarahan hanya stratum basale yang tinggal utuh. Darah haid mengandung darah vena dan arteri dangan sel-sel darah merah dalam hemolisis atau aglutinasi, sel-sel epitel dan struma yang mengalami disintegrasi dan otolisis, dan sekret dari uterus, cervik, dan kelenjar-kelenjar vulva. Fase ini berlangsung 3 – 4 hari. 2. Fase pasca haid atau fase regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan sebagian besar berangsur-angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir yang tumbuh dari sel-sel endometrium. Fase ini telah mulai sejak fase menstruasi dan berlangsung kurang lebih 4 hari. 3. Fase Proliferasi Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid. Fase Proliferasi dapat dibagi atas 3 subfase, yaitu: a. Fase proliferasi dini (early proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel, terutama dari mulut kelenjar. b. Fase proliferasi madya (mid proliferation phase) Berlangsung antara hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenal dari epitel permukaan yang berbentuk torak dan tinggi. Tampak adanya banyak mitosis dengan inti berbentuk telanjang (nake nukleus). c. Fase proliferasi akhir (late proliferation)

Fase ini berlangsung pada hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Stoma bertumbuh aktif dan padat. 4. Fase pra haid atau fase sekresi Fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Pada fase ini endometrium tebalnya tetap, bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkeluk-keluk, dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Di dalam endimetrium tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. 2.3 Jenis-jenis gangguan haid a). Hipermenore (Menorraghia) Definisi Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi. Etiologi 1. Hipoplasia uteri, dapat mengakibatkan amenorea, hipomenorea, menoragia. Terapi : uterotonika 2. Asthenia, terjadi karena tonus otot kurang. Terapi : uterotonika, roborantia. 3. Myoma uteri, disebabkan oleh : kontraksi otot rahim kurang, cavum uteri luas, bendungan pembuluh darah balik. 4. Hipertensi 5. Dekompensio cordis 6. Infeksi, misalnya : endometritis, salpingitis. 7. Retofleksi uteri, dikarenakan bendungan pembuluh darah balik. 8. Penyakit darah, misalnya Werlhoff, hemofili

Patofisiologi Pada siklus ovulasi normal, hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH), yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH). Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus, pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. Perkembangan folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar berproliferasi. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. Folikel yang telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum, dan korpus luteum akan mensekresi progesteron. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum. Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis. Pada siklus anovulasi, perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari FSH, tetapi dengan berkurangnya LH, maka ovulasi tidak terjadi. Akibatnya tidak ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. Endometrium berplroliferasi dengan cepat, ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan perdarahan. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan

pendarahan yang normal, namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan pendarahan hebat. Manifestasi Klinis Kram selama haid yang tidak bisa dihilangkan dengan obat-obatan. Penderita juga sering merasakan kelemahan, pusing, muntah dan mual berulang selama haid. b). Hypomenorhoe (kriptomenorrhea) Definisi Suatu keadaan dimana perdarahan haid lebih pendek atau lebih kurang dari biasanya. Lama perdarahan : Secara normal haid sudah terhenti dalam 7 hari. Kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenerasi selaput lendir kurang. Misal pada endometritis, mioma. Etiologi 1.Setelah dilakukan miomektomi/ gangguan endokrin 2.kesuburan endometrium kurang akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal. Patofisiologi Manifestasi klinis Waktu haid singkat, jumlah darah haid sangat sedikit (<30cc), kadang-kadang hanya berupa spotting. c).Polimenorea (Epimenoragia) Definisi Adalah siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Etiologi Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya. Patofisiologi Manifestasi klinis Gejala berupa siklus kurang dari 21 hari (lebih pendek dari 25 hari). d). Oligomenorrhoe Definisi Suatu keadaan dimana haid jarang terjadi dan siklusnya panjang lebih dari 35 hari Etiologi Perpanjangan stadium folikuler ( lamanya 8 -9 hari dimulai dari hari ke-5 menstruasi ) Perpanjangan stadium luteal ( lamanya 15 -18 hari setelah ovulasi ) Kedua stadium diatas panjang yang mengakibatkan perpanjangan siklus haid. Patofisiologi Manifestasi klinis Haid jarang, yaitu setiap 35 hari sekali Perdarahan haid biasanya berkurang

  

 

ketidakadekuatan hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen dan progesteron. Klasifikasi 1. Disgenesis gonad menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder. adanya galaktore. 4. atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasi ovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome. Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat. cacat bawaan. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum. Terjadilah amenore. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun. Patofisiologi Amenore primer dapat diakibatkan oleh tidak adanya uterus dan kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. 2. penyakit TB. stress berat. Gangguan di hipotalamus. Akibatnya. uji estrogen dan progesteron negatif. Etiologi 1.e). Amenorea Sekunder. diabetes melitus. Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamushipofosis-ovarium. hipofisis. kanker. 3. Manifestasi klinis f). seperti adenoma pitiutari. Amenorea Primer. Metroragia . Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadap aliran darah yang akan keluar uterus. apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.Amenorea Definisi Adalah keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut. Hal ini adalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior. kelainan kongenital 5. infertilitas. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior. dan vagina 2. Adanya tanda-tanda maskulinisasi. Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer. ketidastabilan emosi dan kurang zat makanan yang mempunyai nilai gizi lebih. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat bekerja secara fungsional. penyakit hati. uterus (endometrium). ovarium (folikel). Disgenesis gonad atau prematur menopause adalah penyebab yang mungkin. Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yang cukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang.

2. hypofiser. seperti abortus. penyakit akut maupun kronis. atau prolaktin Kelebihan hormon anti diuresis Kelebihan atau defisiensi prostaglandin Etiologi Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. metabolik. androgen. disebabkan oleh psikis. Patofisiologi      . 2. neurogen. Faktor kejiwaan. pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron. kelainan pelepasan endometrium. hipertensi. Metroragia diluar kehamilan. Manifestasi klinis Adanya perdarahan tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid namun keadaan ini sering dianggap oleh wanita sebagai haid walaupun berupa bercak. Metroragia oleh karena adanya kehamilan. carcinoma cervicitis. kehamilan ektopik. Klasifikasi 1. Perdarahan fungsional : a) Perdarahan Anovulatoar. peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis haemorrhagia. penambahan berat badan. g). tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. hormonal. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh. akibat korpus luteum persisten. Etiologi 1. carcinoma corpus uteri. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang menstruasi. Disebabkan oleh : Sekresi estrogen yang abnormal Kelebihan atau defisiensi progesteron Kelebihan atau defisiensi kortisol. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.juga memegang peranan penting. b) Perdarahan Ovulatoar.Definisi Adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis. Terapi : kuretase dan hormonal. masalah sosial. PMS merupakan sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari ke-2 sampai hari ke-4 sebelum menstruasi dan segera mereda setelah menstruasi dimulai. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis. Pra Menstruasi Syndrom Definisi Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi berlangsung. ovarial (tumor atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi. dan kadang-kadang edema. dll. endometritis haemorrhagia). masalah dalam keluarga.

Klasifikasi 1. retroflexio). polip corpus uteri. 6. emosi jadi lebih labil. Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). ingin makan terus. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitamin anti depresi. hormonal. (obstetric : cervic sempit. 2. Karakteristik dismenorea primer menurut Ali Badziad (2003): 1. h). dan nyeri kepala. Bukan itu saja. Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus yang spastik dan sering disertai mual. badan menjadi lemas. mudah capek.Dismenore Definisi Adalah nyeri sewaktu haid. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. Terapi : psikoterapi. Etiologi : psikis. muntah. badan lemas. sensitif.Dismenorea Primer (dismenore sejati. Sering ditemukan pada usia muda. sensitif. kelelahan. mioma submucosa. 2. Dismenorea Sekunder. hormon steroid seks. Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen. progesterone). pengaruh pelepasan dinding rahim selama menstruasi juga kerap memunculkan rasa pegal dan sakit pada pinggang serta membuat kepala terasa nyeri. intrinsik. kadar vasopresin tinggi). Jarang ditemukan kelainan genitalia pada pemeriksaan ginekologis. sistem saraf. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan pengobatan. yang akan menyebabkan gejala depresi.Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah. Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Cepat memberikan respon terhadap pengobatan medikamentosa. esensial ataupun fungsional). Nafsu makan meningkat dan suka makan makanan yang rasanya asam. 3. TBC). analgetika. 4. diare. Nyeri sering timbul segera setelah mulai timbul haid teratur. Emosi menjadi labil. mudah marah. serta mudah merasa lelah. Hal ini terjadi pada kasus infeksi. 5. Manifestasi klinis Perasaan malas bergerak. (konstitusionil: anemia. terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenore. Manifestasi klinis Beberapa gejala yang kerap menyertai saat menstruasi antara lain : perasaan malas bergerak. Biasanya perempuan mudah uring-uringan. endokrin (peningkatan kadar prostalandin. adalah nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat kandungan. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. hyperanteflexio. dan perasaan negatif lainnya. kelelahan. dan sebagai anti peradangan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas. kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis seperti kelemahan umum. Nyeri haid timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid. . Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal.

terapi hormonal (Tujuannya untuk menekan ovulasi) i). 1997): 1. Dismenorea terjadi selama siklus pertama atau kedua setelah menarche (haid pertama). Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya). 1993.endometriosis. dan adenomyosis. Manifestasi klinis Berikut ini merupakan manifestasi klinis dismenorea sekunder (Smith. adanya AKDR. gynatresi. 3. pemberian obat analgetik (biasanya diberikan aspirin. pelvic inflammatory disease. Smith. yang merupakan indikasi adanya obstruksi outflow kongenital. stenosis kanalis servikalis. 2. PATHWAY AMENORE . sehingga terjadi retensi air dan garam yang disertai hiperemia didaerah payudara.Mastodinia atau Mastalgia Definisi Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid. retroflexio uteri fixata. pelvic adhesion (perlengketan pelvis). Etiologi Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen. Terdapat ketidaknormalan (abnormality) pelvis dengan pemeriksaan fisik: pertimbangkan kemungkinan endometriosis. fenasetin dan kafein). tumor ovarium. Dismenorea dimulai setelah berusia 25 tahun.

.

PATHWAY DISMENORE .

.

PATHWAY PMS (PRE MENSTRUAL SINDROM) BAB 3 PEMBAHASAN .

muntah dan diare. Kadang-kadang pasien mengemukakan riwayat kelelahan yang berlebihan dan ketegangan saraf. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada  Nutrisi  Pola Latihan  Pengetahuan Klien mengenai penyakitnya  Konsep diri (body image)  Skala nyeri 4-6 Pengkajian juga dapat dilakukan pemeriksaan fisik mulai B1-B6 B1 (Breath)  Pernapasan tidak teratur B2 (Blood)  Tekanan darah Rendah (90/60 mmHg)  Akral Basah dan dingin B3 (Brain)  Penurunan Konsentrasi  Pusing  Konjungtiva Anemia B4 (Bladder)  Warna kuning dan Volume 1. Riwayat Penyakit Sekarang Tidak Ada c. b.Kasus Nona L. Riwayat penyakit dahulu pasien-pasien dengan dismenore mungkin menceritakan riwayat nyeri serupa yang timbul pada setiap siklus haid. 3. pemeriksaan pelvis adalah normal.2 Analisis Data No. Dismenore primer biasanya mulai sesaat setelah menarche. 17 tahun datang ke rumah sakit dengan mengeluh lemas letih dan lesu serta nyeri hebat ketika haid. Bising usus normal  Pemeriksaan Pelvis : Pada kasus dismenore Primer. Pasien juga mengeluh mual. sampai tidak mampu melakukan aktivitas karena nyeri abdomen akan bertambah.1 Pengkajian Pengkajian pada klien dengan dismenore dapat dilakukan dengan mengadakan wawancara mengenai aspek-aspek umum seperti:  Riwayat Penyakit a. 3.5 L/Hari B5 (Bowel)  Nyeri pada adomen  Nafsu makan Menurun B6 (Bone)  Badan mudah capek  Nyeri pada punggung Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan Abdomen : Abdomen lunak tanpa adanya rangsangan peritoneum atau suatu keadaan patologik yang terlokalisir. DATA ETIOLOGI MASALAH KEPERAWATAN .

1      DS: Penyebab timbulnya nyeri: disminore. terlihat pucat Sclera/ konjungtiva anemi 3  DS: Px. menyatakan merasa gelisah DO: Ansietas  Pucat Memperlihatkan kurang . Nyeri dirasakan meningkat saat aktivitas Lokasi nyeri abdomen Skala nyeri 4-6 Nyeri sering dan terus – menerus DO: Menstruasi ↓ Regresi korpus luteum ↓ progesteron↓ ↓ Miometrium terangsang ↓ Kontraksi&disritmia uterus↑ ↓ Aliran darah ke uterus↓ ↓ Iskemia ↓ Nyeri haid Nyeri akut  Wajah tampak menahan nyeri 2  DS: Pasien menyatakan mudah lelah DO: Menstruasi ↓ Pendarahan ↓ Anemia ↓ Kelemahan ↓ Intoleran aktivitas Menstruasi ↓ Nyeri haid ↓ Kurang pengetahuan ↓ Ansietas Intoleran aktivitas    Nadi lemah (TD 90/60 mmHg) Px.

Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgesic 3. Mengurangi rasa nyeri dan memperlancar aliran darah 5.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen 3. Beri linkungan tenang dan kurangi rangsangan penuh stress 2. Intoleran aktivitas b. Beri lingkungan tenang dan perode 1.d kelemahan akibat anemia 3. Evaluasi dan dukung mekanisme koping px RASIONAL 1. Meningkatkan istirahat dan meningkatkan kemampuan koping 2. Intoleran aktivitas b.inisiatif 3. Analgesik dapat menurunkan nyeri 3.d kelemahan akibat nyeri abdomen  Tujuan: Pasien dapat beraktivitas seperti semula  Kriteria hasil:  Pasien dapat mengidentifikasi faktor – faktor yang memperberat dan memperingan intoleran aktivitas  Pasien mampu beraktivitas INTERVENSI RASIONAL 1.4 Intervensi keperawatan 1. Penggunaan persepsi sendiri atau prilaku untuk menghilangkan nyeri dapat membantu mengatasinya lebih efektif 5. Menghemat energi untuk aktivitas . Nyeri akut b. Nyeri akut b. nafas dalam.d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi  Tujuan: Nyeri dapat diadaptasi oleh pasien  Kriteria hasil:  Skala nyeri 0-1  Pasien tampak rileks INTERVENSI 1.d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi 2. terapi non farmakologi tambahan 4. bimbingan imajinasi 4. Memudahkan relaksasi. Ajarkan strategi relaksasi (misalnya nafas berirama lambat. Ansietas b.3 Diagnosa keperawatan 1. Kompres hangat 2.

blogspot. Tingkatkan aktivitas secara bertahap dan regenerasi seluler/ penyembuhan jaringan 2. Menurunkan penggunaan energi dan membantu keseimbangan supply dan kebutuhan oksigen 3.com/2012/06/askep-gangguan-menstruasi. Memindahkan pasien dari stress luar meningkatkan relaksasi. Bantu pasien belajar mekanisme koping baru. Keterlibatan akan membantu pasien merasa stres dalam rencana perawatan berkurang. Tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan 3. Berikan bantuan sesuai kebutuhan 4. Libatkan pasien/ orang terdekat 1. dorong istirahat sebelum makan 2. Belajar cara baru untuk mengatasi masalah dapat membantu dalam menurunkan stress dan ansietas 3.istirahat tanpa gangguan.memungkinkan energi untuk ditujukan pada penyembuhan 2. Ansietas b. Bantu pasien untuk mengidentifikasi/ memerlukan perilaku koping yang digunakan pada masa lalu 4. Berikan lingkungan tenang dan istirahat 2.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen  Tujuan: Pasien bisa kembali  Kriteria hasil:  Pasien menyatakan kesadaran perasaan ansietas  Pasien menunjukkan relaksasi  Pasien menunjukkan perilaku untuk menangani stres INTERVENSI RASIONAL 1. membantu menurunkan ansietas 3.html . misalnya teknik mengatasi stres http://perawathati. Perilaku yang berhasil dapat dikuatkan pada penerimaan masalah stress saat ini. meningkatkan rasa control diri pasien 4.

. SERTA GANGGUAN HAID DALAM MASA REPRODUKSI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan kehendakNyalah makalah yang berjudul “Siklus Haid........ Padang..... berkat dorongan dan bimbingan berbagai pihak.. sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah ini..... Februari 2009 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan rekan mahasiswa... Dalam penulisan makalah ini penulis banyak menemukan kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan. penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif dan bersifat membangun agar makalah ini memiliki daya guna di masa yang akan datang. SINDROM PRA-HAID... atas ilmu yang telah Ibu berikan kepada penulis............ DCN. i ... Sindrom Pra-Haid...... Namun... M.. Oleh karena itu... Teman-temanku dan semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu per satu.... akhirnya makalah ini dapat diselesaikan.... bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan.. Dosen pembimbing.. Harapan penulis.SIKLUS HAID......... Bapak Usman..... serta Gangguan Haid dalam Masa Reproduksi” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya..... Oleh karena itu.... Penulis menyadari... 2.... Kom. penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1...........

.......2 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi .........DAFTAR ISI ......... 16 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.................................................................................................. 10 2........2 Hipomenorea.......................7 Mastalgia.. 3 2............. kecuali pada saat hamil................................................... 14 BAB III PENUTUP 3...6..................................................6.......................................................................... 12 2................................. 4 2... 13 2............................................................................3 Tujuan...............................4 Oligomenorea..1 Latar Belakang..................................................................................................2 Rumusan Masalah................................. .........5 Amenorea. 11 2....3 Sindrom Pra-Haid...........6..........1 Pengertian ............... 1 1..................... 14 2......9 Dismenorea....6 Premenstrual Tension.................................................................................................................1 Hipermenorea..........3 Polimenorea................................6.........................................6............................ 3 2......................................................................... 12 2............... 7 2....6 Gangguan Haid..... 13 2...... 15 3...................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN 2...........2 Saran.............................................................................................................................................................. ii BAB I PENDUHULUAN 1........5 Siklus Haid Perempuan Aktif.....6.......................................... Sedangkan siklus haid adalah waktu sejak hari pertama haid sampai datangnya haid periode berikutnya......................4 Siklus Haid............................ 13 2......1 Latar Belakang Haid atau yang sering disebut dengan menstruasi merupakan pelepasan lapisan dalam (endometrium) yang disertai pendarahan...... 10 2............6.......................................6.........................1 Kesimpulan.................................................................... 1 1.......................................................................... 12 2.............6..............8 Mittelschmerz... terjadi berulang setiap bulan secara periodik..............

sindrom pra-haid. 1. serta gangguan haid dalam masa reproduksi. Agar para perempuan lebih mengetahui tentang sindrom pra-haid.1 Pengertian Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus. gangguangangguan selama haid. tetapi juga pada perempuan yang sama. dr. setiap perempuan umumnya mengalami sindrom bulanan atau yang lebih dikenal dengan sindrom pra-haid. Menstruasi adalah penumpahan lapisan uterus yang terjadi setiap bulan berupa darah dan jaringan. dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dialami oleh para perempuan. 2. bukan saja antara beberapa perempuan. 2005: 103). siklus haid. SpOG . Agar perempuan aktif dapat mengatur siklus haidnya tanpa mengalami gangguan selama beraktifitas. Agar perempuan tahu bagaimana cara mengurangi sindrom pra-haid yang sering mengganggu aktifitas mereka. ketika seorang perempuan mulai memproduksi cukup hormon tertentu („kurir‟ kimiawi yang dibawa didalam aliran darah) . sindrom pra-haid. Selain itu. Hanifa Wiknjosastro.Siklus haid setiap perempuan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. maka penulis tertarik untuk membahas tentang masalah yang sering dialami oleh setiap perempuan ini. yang dimulai pada masa pubertas. serta hal-hal lain yang berhubungan dengan haid.2 Rumusan Masalah Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah mengenai siklus haid. terutama mereka yang aktif bekerja diluar rumah. Sindrom ini sangat mengganggu aktifitas perempuan. BAB II PEMBAHASAN 2. Sebelum datangnya haid. gangguan haid juga sering terjadi seperti: dismenorea. hipemenorea. hipermenorea. 1. disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Prof. amenorea. Juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar siklus haidnya tidak terlalu sama.3 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. 3. Karena kurangnya pengetahuan serta informasi yang dimiliki oleh sebagian besar perempuan tentang siklus haid. serta gangguan-gangguan haid apa saja yang dialami oleh perempuan dalam masa reproduksi.

tetapi selalu terdapat perempuan yang mengalaminya pada usia lebih awal. Pada pertumbuhan endometrium ikut tumbuh pula arteria-arteria. 2002: 19). cara . Ini semua bergantung pada produksi dan pelepasan hormon. yang mengganggu metabolisme sehingga mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan. Cepat atau lambatnya haid (kematangan seksual) ini kecuali ditentukan oleh konstitusi fisik individual. Secara khusus. 3) Faktor vascular Mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. juga dipengaruhi oleh faktor ras atau suku bangsa.yang menyebabkan mulainya aliran darah ini (Robert P. prostaglandin terlepas dan menyebabkan kontraksi myometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid. 4) Faktor Prostaglandin Endometrium mengandung prostaglandin E2 dan F2. Dengan regresi endometrium timbul statis dalm vena-vena serta saluran-saluran yang menghubungkannya dengan arteri. dengan desintegrasi endometrium. vena-vena dan hubungan antaranya. dan akhirnya terjadi nekrosis dan perdarahan dengan pembentukan hematom. baik dari arteri maupun dari vena. Menstruasi adalah puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi karena adanya serangkaian interaksi antara beberapa kelenjer didalam tubuh (Virnye Winiastri.dkk. kira-kira sepuluh tahun. 2004: 51).2 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya haid antara lain : 1) Faktor hormon Hormon-hormon yang mempengaruhi terjadinya haid pada seorang wanita yaitu:  FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dikeluarkan oleh Hipofise  Estrogen yang dihasilkan oleh ovarium  LH (Luteinizing Hormone) dihasilkan oleh Hipofise  Progesteron dihasilkan oleh ovarium 2) Faktor Enzim Enzim hidrolitik yang terdapat dalam endometrium merusak sel yang berperan dalam sintesa protein. 2. beberapa perempuan mungkin belum mengalami haid pada usia lima belas atau enam belas tahun. perempuan mengalami haid pada usia dua belas dan tiga belas tahun. Masland dan David Estridge. dan beberapa diantaranya bahkan lebih dini. Dilain pihak . faktor iklim.

semua itu tidak hanya meningkatkan memuncaknya atau semakin panasnya reaksi-reaksi sexual saja.3 Sindrom Pra-Haid Beberapa saat sebelum mulai haid. pergelangan kaki. Meskipun penyebabnya belum diketahui. 2. rangsangan-rangsangan kuat dari luar. artinya kultur dan peradapan dapat memperlambat atau mempercepat tempo kematangan sexual anak. juga memperlambat atau mempercepat awal dari haid anak gadis. terasa kaku)  Sakit kepala dan serangan migren  Pegal dan nyeri pada otot  Dismenore kongestif. Selanjutnya . kekurangan vitamin. Sekitar lima persen dari perempuan yang mengalami PMS disarankan untuk mengurangi kegiatan sehari-hari mereka karena mereka sangat terganggu. kombinasi dari faktor-faktor itu. jari. dll)  Ketidaknyamanan buah dada (pembesaran. Jadi.2002:23). pengamatan secara langsung terhadap perbuatan sex/coitus. umpamanya bisa memperlambat tibanya menstruasi. Gejala-gejala atau perubahan-perubahan fisik dan mental yang sering dikeluhkan oleh para penderita sindrom pra-haid diantaranya yaitu: a) Gejala fisik:  Perasaan bengkak dan Pembengkakan (perut.hidup. akan tetapi juga mengakibatkan kematangan sexual yang lebih cepat pada diri anak. terasa berat. Sindrom pra-haid adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari pertama hingga hari keempat belas sebelum masa haid dimulai dan diikuti dengan tahap bebas gejala jika masa ini telah lewat (Anthony Tan. umpamanya saja berupa film-film sex (blue film) buku bacaan dan majalah-majalah bergambar sex godaan dan rangsangan dari kaum pria. Badan yang lemah atau penyakit yang mendera seorang anak gadis. atau bisa pada hari-hari haid. Maka pengaruh kultur dan peradaban itu tampaknya ambivalen sifatnya. yaitu sakit perut atau sakit pinggang bagian bawah Kenaikan berat badan . Beberapa dokter percaya bahwa sindrom pra-haid dialami oleh separuh dari total perempuan yang berada pada masa reproduktif. dan milieu yang melingkungi anak. Mereka biasanya merasakan satu atau beberapa gejala yang disebut sebagai kumpulan gejala sebelum haid atau istilah populernya Pre-menstrual syndrome (PMS). sejumlah gadis dan perempuan biasanya mengalami rasa tidak enak. tungkai. atau bukan salah satunya. perubahan yang tetap dalam bichemicals didalam otak yang mempengaruhi mood. nyeri tekan. sejumlah teori sedang diteliti. rendahnya kadar gula. PMS mungkin berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon setiap bulan.

terutama bagi mereka yang baru mengenal konsep sindrom pra-haid. Sindrom pra-haid ini sangat menyiksa. pingsan. dan pembengkakan-pembengkakan lain  Perubahan nafsu makan (kehilangan nafsu makan atau keinginan makan makanan yang berlemak)  Perubahan tidur ( kurang tidur atau tidur berlebihan)  Tidak ada gairah untuk aktif serta badan terasa lelah  Mata terasa sakit. beraktifitas. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dasar fisiologis pada sindroma pra-haid. pertandingan olahraga. para ilmuwan menyarankan bahwa sindroma pra-haid disebabkan oleh tali-temali yang rumit antara ketidakseimbangan hormon. dsb. dan epilepsy  Kejang. dan timbul reaksi alergi  Mual. terutama dalam memecahkan masalah mental  Dorongan yang kuat untuk banyak makan. stress. tidak ada hubungan dengan nafsu makan  Bertambahnya kecenderungan minum obat. bercak putih. ibadah puasa. Sindrom ini dirasakan juga sangat mengganggu dalam keadaan-keadaan khusus. Berkurangnya air kencing  Perubahan kulit. hidung tersumbat. termasuk kurang percaya diri dan perasaan tidak berharga Stres Kelesuan Berkurangnya daya konsentrasi dan daya ingat berkurang Kecenderungan kearah keagresifan dan/atau kekerasan fisik Control emosi yang rendah dan reaksi emosi yang tidak logis Penurunan efisiensi. Namun banyak juga perempuan yang mengalami kesulitan untuk mengenali sindrom pra-haid ini pada dirinya sendiri. serta ibadah haji. dan kekurangan gizi. termasuk bisul. ujian. asma. b) Gejala mental (psikis) Ketegangan dan cepat marah (emosional) Depresi. jerawat. terjadi karena dinding-dinding otot uterus dengan perlahan akan mengkerut untuk membantu mengeluarkan lapisan. tablet. Kurang atau tidak ada dorongan seks . misalnya ketika ingin melakukan perjalanan jauh. Meskipun satu sebab tunggal dari sindroma pra-haid belum ditemukan. karena hampir semua perempuan mengalaminya.

alkohol dan kafein yang tinggi. perubahan suasana hati. sehingga mengurangi rasa penuh diperut bagian bawah  Meminum ramuan tradisional enambah serat encakup satu hingga dua sendok makan minyak safflower dalam diet  Mengurangi jumlah garam yang dimakan jika retensi cairan merupakan masalah. karbohidrat yang diolah. Banyak perempuan telah berkurang penderitaannya dengan ancangan gaya hidup yang moderat ini dan dianjurkan untuk pengobatan awal bagi sindroma pra-haid. atau sindroma hiperhidrasi. teristimewa jika kecemasan dan kelunakan buah dada merupakan masalah Selain itu :  Mencakup kegiatan fisik dalam kegiatan sehari-hari. dan  Mempraktekkan teknik-teknik pengurangan stress secara teratur. dan diet yang mengandung gula. gejala-gejala pun mencakup sakit kepala.Berbagai faktor gaya hidup tampaknya menjadikan gajala-gajala lebih buruk termasuk stress. kebingungan dan sukar tidur. dan kembungnya perut. menangis. Para perempuan yang diganggu oleh sindrom pra-haid dapat memperbaiki gejalagejala mereka dengan melakukan perubahan-perubahan diet sebagai berikut: engurangi jumlah gula yang dimakan  Makan makanan yang berprotein tinggi karena dapat menyebabkan lebih banyak air yang keluar tubuh . kelelahan. rasa terganggu dan kecemasan. Empat kelompok gejala utama sindrom pra-haid telah diidentifikasi. 2) Hiperhidrasi.4 Siklus Haid engurangi jumlah lemak yang dimakan . 3) Hasrat makan yang berarti bertambahnya selera dengan hasrat makan makanan-makanan manis atau asin. garam. 2. sehingga menyebabkan rasa penuh diperut bagian bawah  Menghindari kafein dan beberapa minuman ringan seperti cola. kelunakan buah dada. pusing. pembengkakan ditangan dan kaki. Setiap perempuan dapat mengalami gejala-gejala dalam satu atau beberapa kelompok. 1) Ketegangan Pra-haid berciri khas ketegangan syaraf. dan jantung yang berdebar. karena garam menyebabkan tubuh berusaha menyimpan air dalam tubuh. 4) Depresi pun umum dan mencakup mudah lupa. lemak. ditandai oleh penambahan berat badan. jumlah kegiatan fisik luar yang tidak memadai.

hormon-hormon seksualnya belum stabil. endometrium mulai tumbuh dan menebal sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut dengan stratum basale. walaupun tetap saja bisa maju atau mundur karena faktor stres atau kelelahan.2005:103). bisa maju atau mundur beberapa hari. Pada wanita dengan anemia defisiensi besi jumlah darah haidnya juga lebih banyak. Stadium ini berlangsung selama 4 hari. stres. maka panjang siklus mengandung kesalahan ± 1 hari. Pada sekitar hari ke-28. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33. Rata-rata panjang siklus haid gadis usia 12 tahun ialah 25.Siklus haid merupakan waktu sejak hari pertama haid sampai datangnya haid periode berikutnya. Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor. Panjangnya siklus haid ini dipengaruhi oleh usia seseorang. Pada masa remaja biasanya memang mempunyai siklus yang belum teratur. Hanifa Wiknjosastro. haid berlangsung sekitar 3-7 hari. Sedangkan panjang siklus haid adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya (Prof.2 ± 16 cc. Setiap bulannya. potongan-potongan endometrium dan lendir dari servix.1 hari.9 hari. dr. yaitu dinding rahim makin menebal sebagai persiapan jika terjadi kehamilan. jika tidak terjadi pembuahan. Pada masa remaja. dan pada perempuan usia 55 tahun 51. dengan haid itu keluar darah. pada perempuan usia 43 tahun 27. Semakin dewasa biasanya siklus haid menjadi lebih teratur. misalnya gizi. . Hari mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Jumlah darah haid lebih dari 80 cc dianggap patologik. Dalam satu siklus terjadi perubahan pada dinding rahim sebagai akibat dari produksi hormon-hormon oleh ovarium. Karena jam mulainya haid tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar haid dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui. Siklus haid perempuan tidak selalu sama setiap bulannya. Siklus haid selama ± 1 bulan dapat kita bedakan dalam 4 masa (stadium): 1) Stadium Menstruasi atau desquamasi Pada masa ini endometrium dicampakkan dari dinding rahim disertai dengan perdarahan.1 hari. pada wanita yang lebih tua biasanya yang keluar lebih banyak. SpOG . endometrium meluruh dan terjadilah siklus berikutnya. dan usia. Siklus haid perempuan normal berkisar antara 21-35 hari dan hanya 10-15 persen perempuan yang memiliki siklus haid 28 hari. Jadi. Setelah hari kelima dari siklus haid.

lapisan mampung (stratum spongiosum). 3) Stadium Intermenstruum atau stadium proliferasi Pada masa ini endometrium tumbuh menjadi tebal ± 3. Pada saat ini tebalnya endometrium ± 0. misalnya empat kali dalam setahun. Mengatur siklus haid dapat dilakukan dengan berbagai cara. hal ini hanya dapat terjadi jika perempuan mengkonsumsi kontrasepsi oral yang mengandung hormon estrogen dan hormone progesterone. dimungkinkan dapat mengatur sendiri siklus haid mereka. maka bagi perempuan yang akan melaksanakan ibadah haji atau ibadah puasa sekarang tidak akan .5 mm. Hanya kalau banyak darah keluar maka fermen tersebut tidak mencukupi hingga timbul bekuan-bekuan darah dalam darah haid. diluar maupun didalam rumah. Stadium proliferasi berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari hari pertama haid. 2) Stadium Post menstruum atau stadium regenerasi Luka yang terjadi karena endometrium dilepaskan. 4) Stadium Praemenstruum atau stadium sekresi Pada stadium ini endometrium kira-kira tetap tebalnya tapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah. berangsur-angsur ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang terjadi dari sel epitel kelenjer-kelenjer endometrium.5 mm. stadium ini sudah mulai waktu stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari. Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (stratum compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar-kelenjar. yang banyak lubang-lubangnya karena disini terdapat rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bawah yang disebut stratum basale. Kelenjar-kelenjar tumbuhnya lebih cepat dari jaringan lain hingga berkelok. Namun.5 Siklus Haid Perempuan Aktif Kini perempuan aktif yang sibuk bekerja.Darah itu tidak membeku karena ada fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan-potongan mucosa. Haid dimungkinkan tidak terjadi setiap bulan. Stadium sekresi ini berlangsung dari hari ke-14 sampai 28. Memang maksud dari perubahan ini tidak lain dari pada mempersiapkan endometrium untuk menerima telur. tetapi dalam kurun waktu tertentu. Banyaknya perdarahan selama haid normal adalah ± 50 cc. yaitu dengan cara menunda haid atau menjarangkannya. Kalau tidak terjadi kehamilan maka endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus menstruasi. 2. Dalam endometrium sudah tertimbun glycogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur. Dengan demikian.

tidak teraturnya haid merupakan keadaan wajar. pada saat mandi organ reproduksi luar perlu cermat dibersihkan. hal ini mungkin menunjukkan tanda kehamilan. seperti hati ayam/sapi. dan masih dapat diatasi (ringan). hal ini hampir selalu menjadi tanda permulaan suatu keguguran atau abortus (kematian bayi didalam kandungan) Apabila masa haid berlangsung lebih dari enam hari. Juga bagi kita yang akan melakukan perjalanan jauh pun tidak akan mengalami gangguan haid lagi. atau mungkin adanya infeksi atau tumor dalam rahim (uterus). maka anda harus meminta nasehat dokter. dan darah yang dikeluarkan banyak dan tidak seperti biasanya. khususnya dalam masa reproduksi. maka sebaiknya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Menjaga kebersihan dengan mandi dua kali sehari menggunakan sabun mandi biasa. gangguan gizi (malnutrisi).6 Gangguan Haid Adapun tanda-tanda gangguan haid adalah: Bagi perempuan tertentu. atau haid lebih dari satu kali dalam sebulan. kecuali sangat mengganggu kegiatan sehari-hari. namun bagi perempuan lainnya keadaan ini dapat merupakan tanda bagi penyakit menahun. c) Bila perut. daging. kekurangan darah (anemia). Apabila perdarahan mulai terjadi selama kehamilan. Karena siklus haid ini rutin terjadi pada setiap perempuan. Akan tetapi masa haid yang tidak teratur atau tidak mendapat haid sering merupakan keadaan yang wajar bagi banyak remaja yang baru saja mendapatkan haid dan bagi perempuan yang berusia diatas 40 tahun. e) Aktivitas harian tidak perlu diubah kecuali bila ada aktivitas fisik yang berlebihan misalnya olahraga berat.terganggu lagi. terutama daerah sekitar rahim. Kecemasan dan gangguan emosional dapat menyebabkan seorang wanita tidak mendapatkan haid. b) Mengganti pembalut minimal empat kali sehari terutama sehabis buang air kecil. tidak usah dibiasakan minum obat penghilang rasa sakit. dapat digolongkan kedalam: 1. Gangguan haid dan siklusnya. d) Makan makanan bergizi terutama yang banyak mengandung zat besi dan vitamin. sayur-sayuran. kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid: . seperti misalnya hingga menyebabkan pingsan. 2. terasa nyeri. dan buah-buahan. Apabila haid tidak terjadi pada saat yang seharusnya. telur.

Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) d. Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus. perdarahan diluar haid: a.1 Hipermenorea (Menoragia) Hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal. premenstrual tension (ketegangan prahaid) b. 2. Kecuali jika ditemukan sebab yang . atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).6. Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri. mastodinia c. metroragia 4. amenorea 3. dan lain-lain.2 Hipomenorea Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. pada uterus (misalnya sesudah miomektomi). oligomenorea c. misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. sedangkan diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan. hipermenorea atau menoragia b. kelainan siklus: a. polimenorea b. pada gangguan endokrin.a. gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid. polip endometrium. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita. Pada gangguan pelepasan endometrium biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti dengan gangguan pelepasannya pada waktu haid. hipomenorea 2. Dismenorea 2. gangguan lain yang ada hubungan dengan haid: a. dan sebagainya.6.

Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui. lebih dari 35 hari. Gejala-gejala yang tidak seberapa berat banyak dijumpai. Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi. seperti gangguan gizi. Sebab lain adalah kongesti ovarium karena peradangan. dan lain-lain. dan fertilitas cukup baik. Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa. 2. 2. pembesaran dan rasa . walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti. 2. tumor-tumor.6 Premenstrual Tension (Tegangan Prahaid) Premenstrual tension merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas. gelisah. terutama pada wanita berumur antara 30 dan 45 tahun. nyeri kepala. hal itu sudah mulai dinamakan amenorea. Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan. dan sebagainya. sukar tidur. insomia. Lazim diadakan pembagian antara amenorea primer dan amenorea sekunder.6. atau menjadi pendeknya masa luteal. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang. Amenorea primer apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas tidak pernah dapat haid. Siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasa.6.4 Oligomenorea Di sini siklus haid lebih panjang. mudah tersinggung. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu. terapi terdiri atas menenangkan penderita. Oligomenorea dan Amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama.nyata. Keluhan-keluhan terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas.3 Polimenorea Pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa ( kurang dari 21 hari). dan menghilang sesudah haid datang.6. 2. gangguan metabolisme.5 Amenorea Amenorea adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya tiga bulan berturut-turut. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita. Hal yang terakhir ini diberi nama polimenoragia atau epimenoragia. sedangkan pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid tetapi kemudian tidak dapat lagi. perut kembung. penyakit infeksi.6. mual. endometriosis. perbedannya terletak tingkat. seperti kelainan-kelainan congenital dan kelainan-kelainan genetic.

8 Mittelschmerz Mittelschmerz atau nyeri antara haid terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid. teapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin. dan peningkatan gejala-gejala fisik tersebut diatas.6. Penanganan umumnya terdiri atas penerangan pada wanita yang bersangkutan. Pada pemeriksaan harus diperhatikan adanya radang atau neoplasma. gangguan konsentrasi. Rasa nyeri dapat disertai atau tidak disertai dengan perdarahan. berat atau intensitasnya sukar dinilai. 2. Karena gangguan ini sifatnya subjektif. sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari.7 Mastalgia Gejala mastalgia adalah rasa nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid. maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya. dilatasi kanalis servikalis. Sedangkan pada kasus yang berat terdapat depresi. Walaupun frekwensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal. tetapi mungkin juga berat. tetapi pada beberapa kasus sampai 2-3 hari.nyeri pada mamma. terapi hormonal. pada saat ovulasi. namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan. dan tidak disertai mual dan muntah.6. Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak dibawah perut sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual. BAB III PENUTUP . tidak menjalar.6.9 Dismenorea Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Penanganan dismenorea ini dapat dilakukan dengan cara penerangan dan nasehat. Lamanya mungkin hanya beberapa jam. rasa ketakutan. pemberian obat analgesic. dan lain sebagainya. Bromokriptine dalam dosis kecil dapat membantu pengurangan penderitaan. Sebabnya edema dan hiperemi karena peningkatan relative dari kadar estrogen. sedang pada kasus lain dapat merupakan perdarahan seperti haid biasa. Rasa nyeri yang terjadi mungkin ringan. yang kadang-kadang sangat sedikit berupa getah berwarna coklat. 2. dan sebagainya. Diagnosis dibuat berdasarkan saat terjadinya peristiwa dan bahwa nyerinya tidak mengejang. sedang pada mastalgia keras kadangkadang perlu diberikan metiltestosteron 5 mg sehair secara sublingual. Terapi biasanya terdiri atas pemberian diuretikum. 2. untuk beberapa jam atau beberapa hari.

rendahnya kadar gula. setiap perempuan dianjurkan untuk melakukan perubahan-perubahan diet atau mengatur pola makan seperti yang telah dijelaskan pada bab pembahasan. amenorea. agar selalu memperhatikan siklus haidnya. karena mereka dapat mengatur siklus haid mereka dengan cara mengkonsumsi kontrasepsi oral yang mengandung hormone estrogen dan progesterone. Sekarang para perempuan aktif yang sibuk bekerja.3. misalnya gizi. polimenorea. kekurangan vitamin. Siklus haid ini berlangsung dalam 4 masa (stadium) yaitu stadium menstruasi. Adapun gangguan haid yang terjadi dalam masa reproduksi seperti hipermenorea. Setiap perempuan normal akan mengalami haid setiap bulannya. Haid merupakan salah satu perubahan siklik yang terjadi pada alat kandungan sebagai persiapan untuk kehamilan. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya. dan prostaglandin. stres. Siklus haid biasanya 28 hari. premenstrual mention. stadium inter menstruum. oligomenorea. atau bukan salah satunya. yang dipengaruhi oleh faktor hormon. Sindrom pra-haid ini tidak selalu sama pada setiap orang. mittelschmerz. b) Untuk menghindari terjadinya sindrom pra-haid. begitu juga dengan siklus haid juga berbeda antara setiap perempuan walau saudara kembar sekalipun. yang berlangsung selama 3-7 hari.1 Kesimpulan Haid atau menstruasi merupakan ciri khas kematangan biologis seorang perempuan. . untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan yang berhubungan dengan haid.2 Saran Saran yang dapat penulis sampaikan melalui makalah ini adalah: a) Kepada setiap perempuan. perubahan yang tetap dalam bichemicals didalam otak yang mempengaruhi mood. yang berupa perubahan-perubahan atau gejala-gejala fisik maupun mental. dan usia. stadium post menstruum. Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor. dan stadium pramenstruum. 3. vascular. hipomenorea. Sindrom pra-haid ini berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon setiap bulan. Sebelum datangnya haid perempuan akan mengalami sindrom pra-haid yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. mastalgia. kombinasi dari faktor-faktor itu. enzim . tidak perlu khawatir lagi. dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dirasakan oleh setiap perempuan. baik didalam maupun diluar rumah. disminorea.

2005. Zein. DAFTAR PUSTAKA Affandi. David.dkk. Gangguan Haid pada Remaja dan Dewasa. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak. Biran. Anthony. 1993. Bumi Aksara: Jakarta. dkk. Asmar Yetty. 1999. 1996. Latar Belakang Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Winiastri. dkk.html Asuhan Keperawatan Pada Pasien Menstruasi Posted on Desember 5. Menstruasi biasanya dimulai . Hanifa. Masland.c) Kepada setiap orang tua. August.askep-askeb-kita. d) Kepada tenaga kesehatan. Shreeve. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta.com/2009/09/siklus-haid-sindrom-pra-haid-dan. Pengalaman Materi Membantu Remaja Mengatasi Dirinya. Burns. 2005. Robert. walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini. Apa yang Ingin Diketahui Remaja tentang Seks. Wiknjosastro. Deputi Bidang KB dan Kespro BKKBN: Jakarta.com http://askep-askeb-kita.blogspot. Ilmu Kandungan. 2002. Apa Yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta.1.blogspot. Wanita dan Nutrisi. terutama gangguan-gangguan selama haid. Werner. Caroline. agar dapat menjelaskan tentang haid kepada anak-anaknya sedini mungkin. Yayasan Essentia Medica dan Andi Offset: Yogyakarta. Arcan Penerbit Umum: Jakarta. Tan. untuk mengurangi rasa takut yang sering dialami oleh anak-anak ketika menghadapi menarche (haid yang pertama kali datang). Yayasan Essentia Medica: Yogyakarta. Pemberdayaan Wanita dalam Bidang Kesehatan. dkk. terutama orang tua perempuan. Bumi Aksara: Jakarta. Virnye. 2002. 2012 by elfriana 0 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 2004. Psikologi Ibu dan Anak. Fitramaya: Yogyakarta www. 2000. Sindrom Pramenstruasi. agar dapat menjelaskan mengenai segala hal yang berhubungan dengan haid. dkk.

4. sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Kehamilan dapat di konfirmasi dengan pemeriksaan darah sederhana. Apakah definisi menstruasi ? Bagaimana siklus menstruasi ? Apakah definisi dari gangguan dalam menstruasi ? Apakah definisi dari macam – macam gangguan dalam menstruasi ? Bagaimana patofisiologi dari macam – macam gangguan dalam menstruasi ? Bagaimana manifestasi klinis gangguan dalam mentruasi ? Bagaimana penatalaksanaan medis dari macam – macam gangguan dalam mentruasi ? 8. status nutrisi. 1. Bagaimana Asuhan Keperawatan klien dengan gangguan dalam menstruasi ? 1. menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa seorang wanita sedang hamil. 2. 5. sebuah telur dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke rahim. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil.2. Menstruasi berlangsung kirakira sekali sebulan sampai wanita mencapai usia 45 – 50 tahun. Tujuan khusus . berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. 1. tergantung pada berbagai faktor. atau haid). dan indung telur.3. dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal. Panjang rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari. Bagaimana Web of Caution dari macam – macam gangguan dalam menstruasi ? 9.3. Hormon memberi sinyal pada telur di dalam indung telur untuk mulai berkembang. termasuk kesehatan wanita. Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Tak lama kemudian.1. Tujuan Umum Menjelaskan patofisiologi dan asuhan keperawatan gangguan dalam menstruasi. lapisan sel rahim mulai berkembang dan menebal. termasuk kesehatan fisik. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat inseminasi buatan). namun berkisar antara 21 hingga 40 hari. emosi. dikenal sebagai periode menstruasi (atau mens.antara umur 10 dan 16 tahun.2. Periode pengeluaran darah. dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. dan nutrisi wanita tersebut. Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam hidupnya. Pada permulaan daur. Tujuan 1. lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh serta akan dikeluarkan melalui vagina. kelenjar dibawah otak depan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus. Rumusan Masalah 1. Bila seorang wanita menjadi hamil. Oleh karena itu. 3.3. 7. menstruasi bulanannya akan berhenti. 6.

2000). Manfaat 1. Siklus menstruasi Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari. Perawat dapat menerapkan asuhan keperawatan yang tepat pada klien dengan gangguan dalam menstruasi. karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan – perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi (Greenspan et al. etiologi. sebagai aspek dari kerja hormon-hormon retorik (Yanto Kadarusman. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. 2. serta patofisiologi gangguan yang terjadi pada saat menstruasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.4. Menjelaskan Asuhan Keperawatan klien dengan gangguan dalam menstruasi 1. berlangsung secara teratur. 6. 2. 4. penatalaksanaan medis. Pembaca dapat memahami definisi. 5.1. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini. 3. Menjelaskan definisi dari menstruasi Menjelaskan siklus menstruasi Menjelaskan definisi dari gangguan dalam menstruasi Menjelaskan definisi dari macam – macam gangguan dalam menstruasi Menjelaskan patofisiologi dari macam – macam gangguan dalam menstruasi Menjelaskan manifestasi klinis gangguan dalam mentruasi Menjelaskan penatalaksanaan medis dari macam – macam gangguan dalam mentruasi 8. hipofisis. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Definisi Menstruasi Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. dan ovarium dengan perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal.2. manifestasi klinis. yang berasal dari rahim. Normalnya. 7. menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari. Menjelaskan Web of Caution dari macam – macam gangguan dalam menstruasi 9. . Menstruasi adalah keluarnya darah melalui vagina. 3.1. 2. Pembaca khususnya mahasiswa keperawatan dapat memahami asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pada saat menstruasi. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus. 1998). namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan.

Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Normalnya. sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Gangguan dalam menstruasi 2. Kemudian. maka endometrium akan meluruh dan terjadilah proses menstruasi. Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.3. sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG).3. sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium.1.000 hingga 400.2. Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi. 2. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”. Definisi Gangguan menstruasi adalah kelainan-kelainan pada keadaan menstruasi yang dapat berupa kelainan atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan. Ketika sel telur telah matang. Pada permulaan siklus.1. maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi. ketika sel telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Seorang wanita memiliki 2 ovarium dimana masing-masing menyimpan sekitar 200.000 telur yang belum matang/folikel (follicles). mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Jika pada saat ini.2. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.3. hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya. Premenstrual Tension (Ketegangan Prahaid) .Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai. sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut.3. Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi. 2. Macam – macam gangguan menstruasi 2.

juga memegang peranan penting. insomnia. progesterone). Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitaminanti depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. pembesaran dan rasa nyeri pada mammae. penambahan berat badan. dan kadang-kadang edema. dsb. Definisi Keteganagan prahaid adalah keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti. pada tegangan prahaid terdapat defisiensi luteal dan pengurangan produksi progesteron. masalah sosial. gelisah. Faktor kejiwaan. dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Manifestasi klinis Keluhan terdiri dari gangguan emosional berupa iritabilitas. dan sebagai anti peradangan.a. dan peningkatan gejala-gejal fisik tersebut diatas. b. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal. d. e. nyeri kepala. Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf. masalah dalam keluarga. tetapi mungkin faktor penting ialah ketidakseimbangan esterogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium. Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). Etiologi Etiologi ketegangan prahaid tidak jelas. c. rasa ketakutan. Terapi Progesteron sintetik dosis kecil dapat diberikan selama 8 jam sampai 10 hari sebelum haid . mual. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Yang lebih mudah menderita tegangan prahaid adalah wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid dan terhadap faktor-faktor psikologis. Sedang pada kasus yang berat terdapat depresi. Patofisiologi Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah. yang akan menyebabkan gejala deprese dan khususnya gangguan mental. Dalam hubungan dengan kelainan hormonal. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala premenstruasi adalah prolaktin. gangguan konsentrasi. sistem saraf. perut kembung. Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen. dll.

kurang darah. Disminore primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus haid berovulasi. Patofisiologi  Pada disminorea primer : Bila tidak terjadi kehamilan. dan seperti stres. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.3.2. Dikenal adanya disminore primer dan sekunder.- Metiltestosteron 5mg sebagai tablet isap.2. perasaan mau pingsan. b. dan kondisi tubuh yang menurun. shock. Nyeri haid itu normal. jangan lebih dari 7 hari Pemberian diuretik selama 5 hari dapat bermanfaat Pemakaian garam dibatasi dan minum sehari-hari dikurang selama 7-10 hari sebelum haid Psikoterapi suportif 2. Diduga faktor psikis sangat berperan terhadap timbulnya nyeri. Etiolog Penyebab pasti disminore primer belum diketahui. maka korpus luteum akan mengalami regresi dan hal ini akan mengakibatkan penurunan kadar progesteron. penyakit yang menahun. Disminorea a. Definisi Disminorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid. Penurunan ini akan mengakibatkan labilisasi . kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya. penyempitan pembuluh darah. tumor sekitar kandungan. namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik. Penyebab tersering disminore sekunder adalah endometriosis dan infeksi kronik genitalia interna c. sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. lekas marah.  Nyeri haid sekunder Biasanya baru muncul kemudian. sakit kepala. Nyeri sering bersamaan dengan rasa mual. kista atau polip. yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim. Nyeri haid atau disminorea ada dua macam :  Nyeri haid primer Timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu. tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan.

diare. muntah.membran lisosom. yang akan merangsang miometrium dengan akibat terjadinya peningkatan kontraksi dan distrimi uterus. Wanita dengan disminorea primer didapatkan adanya peningkatan kadar PGE dan PGF2 alfa di dalam darahnya.  Pada disminorea sekunder : Adanya kelainan pelvis. sehingga mudah pecah dan melepaskan enzim fosfolipase A2. Terapi  Penerangan dan nasihat . Fosfolipase A2 ini akan menghidrolisis senyawa fosfolipid yang ada di membran sel endometrium menghasilkan asam arakhidonat. kelelahan. Adanya asam arakhidonat bersama dengan kerusakan endometrium akan merangsang kaskade asam arakhidonat yang akan menghasilkan prostaglandin. mioma uteri. antara lain PGE2 dan PGF2 alfa. misalnya : endometriosis. Akibatnya akan terjadi penurunan aliran darah ke uterus dan ini akan mengakibatkan iskemia. malposisi uterus atau adanya IUD dapat menyebabkan kram pada uterus sehingga timbul rasa nyeri d. Prostaglandin sendiri dan endoperoksid juga menyebabkan sensitisasi dan selanjutnya menurunkan ambang rasa sakit pada ujung-ujung syaraf aferen nervus pelvicus terhadap rangsang fisik dan kimia. dan nyeri kepala Disminore Sekunder          Usia lebih tua Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur Tidak berhubungan dengan paritas Nyeri sering terasa terus-menerus dan tumpul Neri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah Berhubungan dengan kelainan pelvik Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi Seringkali memerlikan tindakan operatif Terdapat kelainan pelvik e. Manifestasi klinis Disminore Primer            Usia lebih muda Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur Sering pada nulipara Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik Nyeri timbul mendahului haid Nyeri meningkat pada hari pertama dan kedua saat haid Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa Pemeriksaan pelvik normal Sering disertai nausea. stenosis serviks.

Hendaknya pengobatan diberikan sebelum haid mulai 1 sampai 3 hari sebelum haid dan pada hari pertama haid. Etiologi  40-60% wanita yang mengaku mengalami perdarahan hebat saat haid tidak ada patologi pada sistem reproduksinya dan hal ini disebut perdarahan uterus disfungsional. Pada hipermenore perdarahan menstruasi berat berlangsung sekitar 8-10 hari dengan kehilangan darah lebih dari 80ml b.  Terapi hormonal Tujuan terapi hormonal ialah menekan ovulasi. Jika rasa nyerinya berat. Hendaknya diadakan penjelasan dan diskusi mengenai cara hidup. dan olahraga mungkin berguna. Obat-obat paten beredar di pasaran ialah antara novalgin.  Pemberian obat analgesik Dewasa ini telah banyak beredar obat-obat analgesik yang dapat diberikan sebagai terapi simptomatik. Obat analgesik yang sering diberikan adalah preparat kombinasi aspirin. dan naproksen dalam kurang lebih 70% penderita dapat disembuhkan atau mengalami banyak perbaikan. Perdarahan Uterus Abnormal 1) Hipermenore (Menorraghia) a. istirahat yang cukup. Tindakan ini bersifat sementara dengan maksud untuk membuktikan bahwa gangguan benar-benar disminore primer.3. pekerjaan. atau untuk memungkinkan penderita melaksanakan pekerjaan penting pada waktu haid tanpa gangguan. acet-aminophen dan sebagainya. Bisa disebut juga dengan perdarahan haid yang jumlahnya banyak hingga 6-7 hari. ponstan. ibuprofen. Nasihat-nasihat mengenai makanan sehat.2. lingkungan penderita. Kadang-kadang diperlukan psikoterapi. .3. dan kafein. ganti pembalut 5-6 kali/hari tetapi masih memiliki siklus-siklus yang teratur. Termasuk disini indometasin. kegiatan. diperlukan istirahat di tempat tidur dan kompres panas pada perut bawah untuk mengurangi penderitaan.  Terapi dengan obat nonstreoid antiprostaglandin Memegang peranan yang makin penting terhadap disminore primer. fenasetin. 2. Tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian salah satu jenis pil kombinasi kontrasepsi.Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa disminore adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. Definisi Hipermenore adalah perdarahan berkepanjangan atau berlebihan pada waktu menstruasi teratur.

Pada siklus anovulasi. Siklus anovulasi juga terjadi pada beberapa kondisi patologis. hipermenorrhoe (uterus kecil jadi luka kecil). Folikel yang telah kehilangan ovum akan berkembang menjadi korpus luteum. Gejala lain yang dapat menyertainya antara lain : 1) Sakit kepala . pelepasan leteinzing hormon (LH) dan FSH menghasilkan ovulasi. hipotalamus mensekresi Gonadotropin releasing hormon (GnRH). Menorrhagia terjadi karena tonus otot pada umumnya kurang. Decompensatio cordis. Kebanyakan siklus anovulasi berlangsung dengan pendarahan yang normal. Perkembangan folikel menghasilkan esterogen yang berfungsi menstimulasi endometrium agar berproliferasi. Hal ini pada gilirannya menyebabkan folikel di ovarium tumbuh dan matur pada pertengahan siklus. Penyakit darah : Hemofili c. tetapi dengan berkurangnya LH. uterus retro versi. Penggunaan IUCD (Intra Uterine Contraceptive Device). Retroflexio uteri. d. karena kandungan pembuluh darah balik. juga karena tonus otot kurang. namun ketidakstabilan poliferasi endometrium yang berlangsung tidak mengakibatkan pendarahan hebat. Endometrium berplroliferasi dengan cepat. Patofisiologi Pada siklus ovulasi normal. Menstruasi berasal dari dari peluruhan endometrium sebagai akibat dari penurunan kadar esterogen dan progesteron akibat involusi korpus luteum. first menstrual period after childbirth or abortion (MPT). Hypopalsia Uteri. ketika folikel tidak terbentuk produksi esterogen menurun dan mengakibatkan perdarahan. seperti hipertiroidisme dan gangguan perdarahan. Setelah ovum dilepaskan kadar FSH dan LH rendah. menurut beratnya hipoplasia dapat mengakibatkan amenorrhoe (uterus sangat kecil). yang menstimulasi pituitary agar melepaskan Folicle-stimulating hormone (FSH). Infeksi : endometriosis. Penggunaan IUCD akan meningkatkan aliran menstruasi. endometril polip. tumor sel granulosa di ovarium. maka ovulasi tidak terjadi. Manifestasi klinis Menorrhagia yang berat dapat menyebabkan anemia. Sealama atau sesudah menderita suatu penyakit atau karena terlalu lelah. salphingitis. Siklus anovulasi pada umumnya terjadi 2 tahun pertama setelah menstruasi awal yang disebabkan oleh HPO axis yang belum matang. Hypertensi. Penyakit sistemik. dan korpus luteum akan mensekresi progesteron. Akibatnya tidak ada korpus luteum yang terbentuk dan tidak ada progesteron yang disekresi. 14 hari setelah ovulasi terjadilah menstruasi.           Penyebab lokal seperti : myomata. Astheni. Progesteron menyebabkan poliferasi endometrium untuk berdeferemnsiasi dan stabilisasi. perkembangan folikel terjadi dengan adanya stimulasi dari FSH.

Kontrasepsi oral (ovulation inhibitor) Progesteron (terapi hormon) Hysteroctomy (operasi untuk menghilangkan uterus) 2) Amenore a. kelainan darah yang disebabkan oleh defisiensi sel darah merah atu hemoglobin).2) 3) 4) 5) 6) Kelemahan Kelelahan Kesemutan pada kaki dan tangan Meriang Penurunan konsentrasi e. Terapi Terapi spesifik untuk menorrhagia diberikan berdasarkan : 1) 2) 3) Umur dan riwayat kesehatan Kondisi sebelumnya Toleransi pada terapi pengobatan spesifik Terapi untuk menorrhagia. Klasifikasi amenore : 1) Amenore primer. Definisi Amenore bukan suatu penyakit tetapi merupakan gejala. yaitu : 1) Suplemen zat besi (jika kondisi menorrhagia disertai anemia. Amenore adalah tidak adanya haid selama 3 bulan atau lebih. 2) 3) 4) 5) Prostaglandin inhibitor seperti medications (NSAID). seperti aspirin atau ibuprofen. tejadi apabila seseorang wanita belum pernah mendapat menstruasi dan tidak boleh didiagnosa sebelum pasien mencapai usia 18 tahun 2) Amenore sekunder ialah hilangnya haid selama menarche .

Sindroma feminisasi testis 11. serviks yang sempit. selama menyusui dan setelah menapause. dan lain – lain ) 4. Hipoglikemia 8. Kraniofaringioma. tumor ovarium. Tertundanya menarke ( menstruasi pertama ) 2. Kelainan bawaan pada sistem kelamin 5. Sindroma Prader-willi 21. Penurunan berat badan yang drastis ( akibat kemiskinan. Hipogonadisme hipogonadotropik 10. Hermafrodit sejati 12. Etiologi 1.3) Amenore yang normal hanya terjadi sebelum masa pubertas. lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit / himen imperforata ) 3. adanya sekat pada vagina. Disgenesis gonad 9. b. Hipotiroidisme 19. Sindroma adrenogenital 20. diet berlebihan. anoreksia nervosa. tumor adrenal 18. selama kehamilan. Penyakit jantung bawaan ( sianotik ) 17. Kelainan kromosom ( misalnya sindroma Turner atau sindroma hanya mengandung 1 kromosom X ) 6. Penyakit ovarium polikista Swyer ) dimana sel . Penyakit menahun 13. Penyakit Cushing 15. Fibrosis kistik 16. bulimia. Kelainan bawaan pada pada sistem kelamin ( misalnya tidak memiliki rahim atau vagina. Kekurangan gizi 14. Obesitas yang ekstrim 7.

Vagina tersebut berakhir sebagai kantong kosong dan tidak terdapat uterus. ketidakadekuatan hormon ini menyebabkan kegagalan stimulus terhadap ovarium untuk melepaskan estrogen dan progesteron. yang secara morfologi adalah testis berada di kanal inguinalis. seperti adenoma pitiutari. adalah penyebab utama dari amenore primer. baik itu sebagai kelainan atau sebagai bagian dari sindrom hemaprodit seperti testicular feminization.22. Terjadilah amenore. fenotiazid ) 12. Hypogonadotropic amenorrhoea menunjukkan keadaan dimana terdapat sedikit sekali kadar FSH dan SH dalam serum. Lemak tubuh kurang dari 15 – 17 % extreme 6. Menopause 10. Akibatnya. pil KB. klorambusil. Obat – obatan ( misalnya busulfan. Hypergonadotropic amenorrhoea adalah kondisi dimnana terdapat kadar FSH dan LH yang cukup untuk menstimulasi ovarium tetapi ovarium tidak mampu menghasilkan estrogen dan progesteron. Kecemasan akan kehamilan 3. Penurunan berat badan yang drastis 4. Patofisiologi Tidak adanya uterus. memiliki tubuh feminin. Hal ini menandakan bahwa ovarium atau gonad tidak berespon terhadap rangsangan FSH dan LH dari hipofisis anterior. Prosedur dilatasi kuratesa 13. Kehamilan 2. Kelinan endrokin ( misalnya sindorma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hoemon kortisol oleh kelenjar adrenal ) 11. Stres emosional 9. Kegagalan pembentukan estrogen dan progesteron akan menyebabkan tidak menebalnya endometrium karena tidak ada yang merasang. Obesitas 8. Pasien dengan aminore primer yang diakibatkan oleh testicular feminization menganggap dan menyampaikan dirinya sebagai wanita yang normal. Amenore primer juga dapat diakibatkan oleh kelainan pada aksis hipotalamus-hipofisisovarium. Disgenesis gonad atau prematur . seperti mola hidatidosa ( tumor plasenta ) dan sindrom Asherman ( pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan ) c. Hypergonadotropic amenorrhoea merupakan salah satu penyebab amenore primer. Mengkonsumsi hormon tambahan 7. siklofosfamid. tapi biasanya terdapat vagina. Gonad. Vagina kadang – kadang tidak ada atau mengalami kecacatan. Hal ini adalah tipe keterlambatan pubertas karena disfungsi hipotalamus atau hipofosis anterior. Olah raga yang berlebihan 5. Kelainan pada rahim. Keadaan seperti ini menyebabkan pasien mengalami amenore yang permanen. hiperplasia adrenal kongenital Penyebab amenore sekunder : 1. Testicular feminization disebabkan oleh kelainan genetik.

Jika seorang anak perempuan yang belum pernah mengalami menstruasi ( amenore primer ) dan selama hasil pemeriksaan normal. Disgenesis gonad menyebabkan seorang wanita tidak pernah mengalami menstrausi dan tidak memiliki tanda seks sekunder. kulit yang hangat dan lembab. . Jika penyebanya adalah kehamilan. maka tidak akan ditemukan tanda – tanda pubertas seperti pembesaran payudara. penderita dianjurkan untuk menguranginya. Hal ini berarti bahwa aksis hipotalamus-hipofosis-ovarium dapat bekerja secara fungsional. yang mengikuti pola pria ). akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut. Jika penyebabnya adalah kegagalan mengalami pubertas. Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat ( moon face ). Amenore yang terjadi mungkin saja disebabkan oleh adanya obstruksi terhadap aliran darah yang akan keluar uterus. Manifestasi klinis Manifestasi klinisnya bervariasi. Amenore sekunder disebabkan oleh faktor lain di luar fungsi hipotalamus-hipofosisovarium. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada amenore :       Sakit kepala Galaktore ( pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang menyusui ) Gangguan penglihatan ( pada tumor hipofisa ) Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti Vagina yang kering Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan. atau bisa juga karena adanya abnormalitas regulasi ovarium sperti kelebihan androgen yang menyebabkan polycystic ovary syndrome. Hal ini dikarenakan gonad ( oavarium ) tidak berkembang dan hanya berbentuk kumpulan jaringan pengikat. perubahan suara dan perubahan ukuran payudara d. c. dan lengan serta tungkai yang lurus. Jika penyebabnya adalah kadar hoemon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat. Jika penyebabnya adalah olah raga yang berlebihan. maka dilakukan pemeriksaan setiap 3 – 6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya. pertumbuhan rambut kemaluan dan rambut ketiak serta perubahan bentuk tubuh. perut buncit.menopause adalah penyebab yang mungkin. penderita dianjurkan untuk menjalani diet yang tepat. tergantung penyebabnya. Jika penyebanya adalah penurunan berat badan yang drastis atau obesitas. Terapi Pengobatan untuk kasus amenore tergantung kepada penyebabnya. Pada tes kromosom seorang individu yang masih muda dapat menunjukkan adanya hypergonadotropic amenorrhoea. kecemasan.

TTV: TD. Pusing. datang ke dokter dengan keluhan kolik abdomen pada hari pertama.4 Pemeriksaan fisik Observasi pemeriksaan fisik (ROS: Review of System): Keadaan umum.2. tekanan darah 90/60 mmHg. suhu badan. Sklera/ konjungtiva anemia 1. pada saat melakukan aktivitas nyeri abdomen bertambah.1 Keluhan utama: nyeri abdomen 3.BAB III PROSES KEPERAWATAN 3. Breath Pola nafas: teratur. Bowel Siklus: 28 hari Lamanya: 7 hari Keluhan: disminore . Jenis: normal.3 Riwayat menstruasi: Menarche usia: 12 th Banyaknya: normal HPHT: 2 hari yg lalu 3.1 Contoh Kasus Nn.2.5 L/hari 1. Akral basah dan dingin 1.N berumur 19 th. Suara nafas: vesikuler.2. nadi. pasien mengeluh lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari – hari.2. 3. mudah merasa lelah. belum kawin. kedua dan ketiga menstruasi. 1. Brain Penurunan konsentrasi. merasa gelisah. 3. Blood Tekanan darah rendah (90/60 mmHg).2 Pengkajian 3. terlihat pucat dan lemas. RR.2 Riwayat penyakit saat ini: Pasien mengeluh nyeri abdomen pada saat menstruasi hari pertama sampai ketiga. 1. kesadaran. Bladder Warna kuning dan volume 1. tidak terdapat sesak nafas.

3. Bau: Khas. Nyeri dirasakan meningkat saat aktivitas Lokasi nyeri abdomen Skala nyeri menunjukkan lebih dari Nyeri sering dan terus – menerus ↓ Regresi korpus luteum ↓ progesteron↓ ↓ Miometrium terangsang ↓ Wajah tampak menahan nyeri Kontraksi&disritmia uterus↑ ↓ Pasien menyatakan mudah lelah Aliran darah ke uterus↓ ↓ DO: Iskemia    No. DATA 1 DS:   MASALAH KEPERAWATAN Nyeri akut    DO:  DS:  Nadi lemah (TD 90/60 mmHg) ↓ Px. terlihat pucat Sclera/ konjungtiva Nyeri haid anemi DS: 2  Menstruasi Px. Mukosa: lembab.Nafsu makan: baik. Peristaltik (9x/menit). 1. Minum (1500cc/hari). Konsistensi: padat. Analisis Data ETIOLOGI Menstruasi Penyebab timbulnya nyeri: disminore. Kuning kecoklatan. 3. Bone Badan mudah capek. BAB (1x/hari). Porsi makan habis. Kebersihan mulut: bersih. Tenggorokan: normal. Nyeri pada punggung. menyatakan merasa gelisah Intoleran aktivitas ↓ .

d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi 2. Nyeri akut b. Nyeri akut b.DO:  Pendarahan Pucat ↓ Anemia ↓ Kelemahan ↓ Intoleran aktivitas Memperlihatkan kurang inisiatif Menstruasi 3 ↓ Nyeri haid ↓ Kurang pengetahuan ↓ Ansietas Ansietas 3.d peningkatan kontraksi uterus saat menstruasi  Tujuan: .4 Diagnosa keperawatan 1.d kelemahan akibat anemia 3.5 Intervensi keperawatan 1. Intoleran aktivitas b. Ansietas b.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen 3.

Intoleran aktivitas b. Analgesik dapat menurunkan nyeri pemberian analgesic 3. Menurunkan penggunaan energi dan membantu keseimbangan supply dan kebutuhan oksigen 3. Kompres hangat 5.Nyeri dapat diadaptasi oleh pasien    Kriteria hasil: Skala nyeri 0-1 Pasien tampak rileks INTERVENSI RASIONAL 1. Ajarkan strategi relaksasi (misalnya nafas berirama lambat. Kolaborasi dengan dokter dalam 2. Menghemat energi untuk aktivitas istirahat tanpa gangguan.d kelemahan akibat nyeri abdomen  Tujuan: Pasien dapat beraktivitas seperti semula    Kriteria hasil: Pasien dapat mengidentifikasi faktor – faktor yang memperberat dan memperingan intoleran aktivitas Pasien mampu beraktivitas INTERVENSI RASIONAL 1. Evaluasi dan dukung mekanisme farmakologi tambahan koping px 4. bimbingan imajinasi 3. Tirah baring lama dapat menurunkan kemampuan 3. Berikan bantuan sesuai kebutuhan . Penggunaan persepsi sendiri atau prilaku untuk menghilangkan nyeri dapat membantu mengatasinya lebih efektif 5. Beri linkungan tenang dan kurangi 1. Meningkatkan istirahat dan rangsangan penuh stress meningkatkan kemampuan koping 2. Mengurangi rasa nyeri dan memperlancar aliran darah 2. Memudahkan relaksasi. dorong dan regenerasi seluler/ penyembuhan istirahat sebelum makan jaringan 2. nafas dalam. Beri lingkungan tenang dan perode 1. terapi non 4. Tingkatkan aktivitas secara bertahap 2.

4. Bantu pasien belajar mekanisme koping baru. membantu menurunkan ansietas 3. Berikan lingkungan tenang dan istirahat 3.memungkinkan energi untuk ditujukan pada penyembuhan INTERVENSI 1. misalnya teknik mengatasi stres 2. Belajar cara baru untuk mengatasi masalah dapat membantu dalam menurunkan stress dan ansietas BAB IV PENUTUP 4. Simpulan . Libatkan pasien/ orang terdekat dalam rencana perawatan 2. Bantu pasien untuk mengidentifikasi/ memerlukan perilaku koping yang digunakan pada masa lalu 4. Ansietas b. meningkatkan rasa control diri pasien 4.d ketidaktahuan penyebab nyeri abdomen  Tujuan: Pasien bisa kembali     Kriteria hasil: Pasien menyatakan kesadaran perasaan ansietas Pasien menunjukkan relaksasi Pasien menunjukkan perilaku untuk menangani stres RASIONAL 1.1. Perilaku yang berhasil dapat dikuatkan pada penerimaan masalah stress saat ini. Keterlibatan akan membantu pasien merasa stres berkurang. Memindahkan pasien dari stress luar meningkatkan relaksasi.

oligomenore (jarang) 3. spotting (perdarahan bercak)  Perdarahan diluar haid (metroragia) http://elfriana. polimenore (sering) 2.wordpress. Gangguan menstruasi adalah kelainan-kelainan pada keadaan menstruasi yang dapat berupa kelainan atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan. Macam – macam gangguan menstruasi :   Menurut gangguan siklusnya : 1.Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. hypomenore (sedikit) 3.com/2012/12/05/asuhan-keperawatan-pada-pasien-menstruasi/ . ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini. karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan – perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus. amenore (tidak haid) Menurut gangguan perdarahan : 1. hipofisis. hypermenore (banyak) 2. dan ovarium dengan perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal. tidak teratur 4.