APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK MENENTUKAN LETAK DAN KEDALAMAN AQUIFER AIR TANAH (Studi Kasus

di Desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah)

SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Pada Universitas Negeri Semarang

Disusun Oleh : Wuryantoro NIM : 4250402039

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk ditunjukkan ke sidang ujian skripsi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Semarang, 23 Juli 2007

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Drs. Moch. Aryono Adhi, M.Si. NIP 132150462

Dr. Supriadi Rustad NIP 131695157

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Senin : 6 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua, Sekretaris,

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP 130781011

Drs. M. Sukisno, M.Si. NIP 130529522

Penguji I,

Penguji II,

Drs. Hadi Susanto, M.Si. NIP 130819142

Drs. Moch. Aryono Adhi, M.Si. NIP 132150462

Penguji III,

Dr. Supriadi Rustad NIP 131695157

iii

bukan jiplakan dari karya tulis orang lain baik sebagian maupun seluruhnya. Juli 2007 Wuryantoro NIM 4250402039 iv .PERNYATAAN saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Wuryanto dan Maryati) dan si kecil Elfatia ™ Anita “my Soul” yang selalu menemani dalam suka dan duka v . karena segala sesuatu tidak terjadi sekaligus”(Albert Einstein). Rochayati. PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk ™ ™ Ayah (alm) dan Ibu tercinta Kakak-kakakku (Imam.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO “remember that life is a ladder not an escalator” “satu-satunya alasan mengapa ada waktu.

dorongan dari berbagai pihak.. bantuan. dosen pembimbing II yang selalu memberikan waktu dan bantuannya dalam penyelesaian penulisan skripsi ini 6. sebagai penguji skripsi yang telah meluangkan waktunya 7. Moch. S. M. M. Penyelesaian skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1... Supriadi Rustad. Drs.Si. Hadi Susanto. M.Si. Sukisno. Dr. Keluargaku yang selalu membantu dan memberikan kepercayaannya untukku dalam menggapai semua asa vi . Drs. Kasmadi IS. Dr. Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Sudijono Sastroatmodjo. Ketua Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang 4..Si. M.. dosen pembimbing I yang telah memberikan banyak ilmu dan mendampingi penulis dalam setiap bimbingan 5. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang 3.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmatNya sehingga penulis diberi kekuatan untuk menghadapi segala rintangan dalam menyelesaikan skripsi ini. Drs. H. M. Drs. Aryono Adhi. M. Prof.Si.

Endar yang selalu memberi motivasi dan keceriaan 11. Juli 2007 Penulis vii . Mas Tulus.8. Eha. Dwi. Miqdad dan Yoyok yang telah memberikan bantuan tenaga dalam penelitian ini 10. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca yang budiman. Mbak Isna. semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini Semoga semua amal dan budi baiknya mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Irfan. Hermawan. Semarang. Danis. Komunitas Neo Boeaja yang telah memberi motivasi selama kuliah 13. Budhe. Mbak Umi dan Mbak Tika yang setia memberi keceriaan dalam kebersamaan 9. Niati. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu dengan besar hati penulis sangat berterima kasih terhadap saran dan kritik yang akan dijadikan masukan guna perbaikan. Mbak Yuyun. Mas Trie. Ibu Encha. Achwandi yang telah memberikan pencerahan teknologi padaku 12.

. Data hasil pengukuran di lapangan berupa beda potensial dan arus dapat digunakan untuk menghitung harga resistivitas semu. Jawa Tengah). Dengan mengacu dari hasil pengolahan Interpex-1D dapat dibuat penampang dua dimensi secara manual guna mengetahui model pelapisan dan ketebalannya. Prinsip kerja metode geolistrik adalah mempelajari aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah di desa Temperak kecamatan Sarang kabupaten Rembang dengan metode tahanan jenis (Resistivity). 13 dan 15 berpotensi sebagai daerah akumulasi akuifer terbesar.ABSTRAK Wuryantoro. viii .2 – 2. sesuai dengan konfigurasi alat yang dipakai (metode Schlumberger). Metode tahanan jenis didasari oleh hukum Ohm. Dengan menginjeksikan arus melalui dua elektroda arus maka beda potensial yang muncul dapat terukur dari elektroda potensial. dimana nilai tahanan jenis yang terukur bukan merupakan harga sebenarnya akan tetapi merupakan nilai tahanan jenis semu (apparent Resistivity). 2007. Setelah dibuat harga resistivitas semu kemudian dibuat matching curve. Supriadi Rustad Kata kunci : Geolistrik. Kecamatan Sarang. Pembimbing II: Dr. Hasil penelitian geolistrik menunjukkan bahwa akuifer air tanah di desa temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah.4 Ωm . dengan kedalaman lebih dari 82 m. Aplikasi metode geolistrik tahanan jenis untuk menentukan letak dan kedalaman aquifer air tanah (Studi kasus di Desa Temperak. akuifer. memiliki resistivitas yang bervariasi yaitu berkisar 1. Aryono Adhi. dengan menggunakan program Interpex-1D untuk mengetahui nilai resistivitas dan kedalaman tiap lapisan. M.Si. Kabupaten Rembang. Pada titik 10. metode tahanan jenis. bertujuan mengetahui jenis pelapisan batuan didasarkan pada distribusi nilai resistivitas pada tiap lapisan. Pembimbing I: Drs. Pada metode tahanan jenis diasumsikan bahwa bumi bersifat homogen isotropik. Variasi harga tahanan jenis akan didapatkan jika jarak masing-masing elektroda diubah. Moch. air tanah Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang dimanfaatkan dalam eksplorasi sunber daya alam bawah permukaan.

....................................................DAFTAR ISI Halaman Judul................................ Daftar Tabel ......... I.......................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................... Alasan Pemilihan Judul ......... Pernyataan .......................... I.................................................... I.............................4.. Tujuan Penelitian................................................................................................................................................................6.................1........................................ II................................ Abstrak ........................................................................................................................................... Daftar Lampiran .....................................................................................................5.............................. Permasalahan................... I..3........................... Manfaat....................................................... i ii iii iv v vi viii ix xi xii xiv 1 2 5 6 6 7 7 9 9 18 ix .............................................. Daftar Gambar... II.................................................................... Motto dan Persembahan ................................................2..................................................................................... Kata Pengantar ...........................................1......................................................................... I. Pegesahan Kelulusan.............................................................................. I......................... Sistematika Penyusunan Skripsi.....................................................2............................... Daftar Isi ............................................................... Persetujuan Pembimbing......................... Air Tanah......................................... Permeabilitas dan Porositas............ Pengesahan Istilah . BAB II LANDASAN TEORI ..............................................................................

..............1................................................................................................. II................................ B........ BAB III METODE PENELITIAN ........ II...............5........................ Geologi Daerah Penelitian .1..... V.... Resistivitas Batuan ............... II.. Sifat Listrik di Dalam Bumi .............................................6................II. IV........ Kondisi Geologi .. Analisis dan Interpretasi Data ..................................................... Pembahasan .................... II........................................................................................................4.................. III.......... x .....3...... 22 25 27 30 33 37 37 41 44 46 47 47 47 47 48 51 60 60 61 62 63 III............. A..................................................................................................... Lokasi dan Waktu Penelitian ............... LAMPIRAN................ III............................. BAB V SIMPULAN DAN SARAN ........................................2............2.........1.......................................................... V........... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............. Metode Pengumpulan Data ..... Aspek Hidrogeologi .. Saran.....................................................................................................................4............. C............. IV........................... Geolistrik Metode Tahanan Jenis...................................... III...............3......................................... Simpulan. Desain Penelitian ................2............................ Metode Analisis dan Interpretasi Data.................7... DAFTAR PUSTAKA ...................................................... Hasil Penelitian .................................. Sifat Listrik Dalam Batuan.....

1......... Tabel Spesifikasi Geolistrik ............. Interpretasi litologi penampang dua dimensi titik 10-11-9.............. Tabel 4.. Tabel 4......3..... Macam-Macam Batuan Tipe Kerapatannya (Densitas) ........ Interpretasi litologi penampang dua dimensi titik 15-5-3-9......3..DAFTAR TABEL Tabel 2.................. Tabel 3................ Tabel 4......... Tabel 2..... Perositas Pada Macam-Macam Batuan .................1..... interpretasi litologi penampang dua dimensi titik 14-13-12-7-2 13 21 29 41 56 57 58 xi ...... Tabel 2.. Variasi Material Bumi (Batuan)................2..........1...........2...

...................... Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)..... Gambar 3............................ 15 16 16 17 Gambar 2............................ Gambar 2..........11......................1..... Gambar 2.2.... Diagram memperlihatkan posisi relatif beberapa istilah yang berkaitan dengan air bawah permukaan .....12....... 18 21 23 Gambar 2. sistem artesis dan permukaan piezometrik....DAFTAR GAMBAR Gambar 2................... Akuifer Bocor (Leakage Aquifer) .7....................... 26 Gambar 2........................................ Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan (Unconfidened Aquifer) .............. Penampang vertikal ketika arus diinjeksikan pada Permukaan yang seragam ............................. Medium tak homogen (berlapis) dan medium homogen ............... Silinder Konduktor.................... 26 31 32 36 37 38 xii ..8..6.......................... Skema Konfigurasi Schlumber ....2....... Akuifer Melayang (Perched Aquifer) ............. Suatu rencana penelitian pada permukaan bumi ditunjukkan oleh empat buah elektroda ..............................10.1........................ Rembang ...... Peta geologi daerah rembang............... Peta wilayah Kab........ Gambar 2..... Gambar 3........... Gambar 2. Permeabilitas dan Porositas.5 Gambar 2... 10 Gambar 2..........4 Gambar 2.................... jateng ....... Gambar 2......13. Peta jawa tengah yang menunjukkan posisi rembang ................................. Gambar 2.... Diagram penampang memperlihakan akuifer-akuifer confine dan unconfine.........................9..................3.

................................................ 39 42 43 52 53 54 55 xiii .... Skema alat geolistrik ... Gambar 3........2 Gambar 4.1 Gambar 4.. Penampang dua dimensi TPR-1 ....................... Peta garis penampang daerah penelitian (desa tempeak)................................. Gambar 3....................Gambar 3.... Skema peralatan revitalitas model schlumbeger ......5 Gambar 4.....3.......4. penampang dua dimensi TPR-2 ...............3 Gambar 4.............4 Peta daerah penelitian (Desa Temparak)..... penampang dua dimensi TPR-3 ......................................

....... Lampiran 2............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.......... Data hasil pengolaan interpex...... Lampiran 3............. 63 78 112 xiv ................................. Tabel data pengelolaan geolistrik dengan interpex ..... Data lapangan Revistivity Sounding (VES) ....

Sumber daya air tanah bersifat dapat di perbaharui (renewable) secara alami. karena air tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus 1 . Pemanfaatan air tanah merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan air di masa sekarang dan yang akan datang. Pada musim kemarau. Air tanah bebas dari penularan penyakit.1. masyarakat di dua daerah ini harus menempuh jalan beberapa kilometer dengan kondisi daerah yang naik turun hanya untuk mendapatkan satu ember air. oleh karena itu air memegang peranan yang sangat vital bagi kehidupan di muka bumi ini. Namun demikian. ALASAN PEMILIHAN JUDUL Lebih dari tujuh puluh lima persen bagian bumi di lingkupi oleh air. dalam hal ini adalah masalah air bersih. Daratan yang menempati seperempat bagian juga tidak terpisah dari perairanperairan di dalamnya. ternyata Indonesia juga tidak lepas dari masalah yang berhubungan dengan air. Di beberapa daerah seperti Gunung Kidul dan Wonogiri. Indonesia sebagai negara kepulauan dan lebih dari dua pertiga bagian berupa perairan memiliki kandungan air yang sangat melimpah. lebih terlindung dari polusi atau pencemaran serta pengotoran lainnya. serta merupakan alternatif yang terbaik apabila air di permukaan sudah tidak mencukupi atau terjangkau.BAB I PENDAHULUAN I. keberadaan akan air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

dalam kenyataannya terdapat berbagai faktor pembatas yang mempengaruhi pemanfaatannya.2 hidrologi di bumi. Pendeteksian di atas permukaan bumi meliputi pengukuran baik medan potensial arus dan akibat elektromagnetik yang terjadi secara alamiah maupun penginjeksian arus ke dalam bumi. irigasi dan industri. sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut masyarakat berusaha mendapatkannya pada tempat-tempat yang mempunyai potensi air tanah. yang ditemukan pada formasi geologi tembus air yang dikenal dengan reservoir air tanah yaitu formasi pengikat air yang memungkinkan jumlah air yang cukup besar untuk bergerak melaluinya pada kondisi lapangan yang biasa. sehingga sebagian ada yang merembes kedalam tanah yang pada akhirnya tersimpan dalam pori-pori batuan didalam tanah. Kebutuhan ini dari waktu kewaktu akan meningkat. Dalam hal ini terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi air tanah. Keunggulan metode ini adalah dapat di gunakan untuk mengadakan eksplorasi dangkal yang tidak bersifat merusak dalam pendeteksiannya. baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Air tanah di pergunakan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga. Namun demikian. Salah satunya adalah metode geolistrik yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi. . air tanah akan mengalami penurunan kemampuan penyediaan apabila jumlah yang di gunakan melebihi ketersediaannya. Reservoir pada umumnya adalah sebuah tandon air alami yang berasal dari peresapan air hujan yang turun bumi. Dari segi kuantitas.

Endapan Permukaan membentuk satuan Aluvium yang banyak mengandung kerakal. berumur Miosen Awal yang terendapkan dalam lingkungan laut dangkal neritik tepi yaitu daerah laut dangkal yang masih dapat ditembus oleh cahaya sampai kedasar sampai dengan laut batial atas yang merupakan daerah remang-remang. Sarang dan sekitarnya tersusun oleh Endapan Permukaan. dan Batuan Gunung Api. masing-masing perlapisan batuan terpresentasikan oleh variasi nilai tahanan jenis. dan lempung. Desa Temperak. berdasarkan hasil pemetaan geologi lembar Rembang (Kadar. Satuan batuan ini dicirikan oleh batuan klastika dan batu gamping. serta ditindih secara selaras oleh Formasi Ngrayong yang berumur Miosen Awal sampai Miosen Tengah.D dan Sudijono) stratigrafi daerah Temperak. sifat kimia air dan porositas batuan maka dengan mengetahui nilai tahanan jenis dari perlapisan batuan dapat di pelajari jenis material batuan dan kondisi air tanahnya. Formasi Ngrayong dicirikan oleh batuan klastika dan . Satuan batuan tertua yang tersingkap di daerah ini adalah Formasi Tawun. kandungan air dalam batuan.1996: 81). Batuan Sedimen. Metode geolistrik merupakan salah satu cara dalam penelitian air tanah dengan melaksanakan pengukuran berdasar sifatsifat listrik yaitu sifat tahanan jenis dari batuan dilapangan. Pada metode ini. Di mana nilai tahanan jenis setiap lapisan batuan di tentukan oleh faktor jenis material penyusunnya. Kabupaten Rembang secara geografis terletak pada 111˚00’-111˚30’ BT dan 6˚20’-7˚00’ LS.3 Dalam hal pencarian reservoir air dapat di lakukan suatu studi awal dengan penentuan lapisan batuan yang mengandung air dalam jumlah air jenuh (Kodoatie. lanau. pasir. kerikil.

sedang endapan gunung api Muria dicirikan oleh bahan-bahan piroklastika yang tersusun dari fragmen natuan leusit. desa Lodanwetan. Satuan batuan ini terdiri dari lava andesit. Endapan Gunung api Lasem diperkirakan terbentuk oleh kegiatan gunung api zaman kuarter. penggunaan sumur galian telah di lakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih yang tersebar di beberapa desa seperti di desa Kalopang. Formasi Ngrayong ditindih secara selaras oleh Formasi Bulu yang terendapkan dalam lingkungan laut bercirikan batu gamping dengan sisipan napal. Berdasar observasi yang telah di lakukan di desa Temperak. batu lanau dan sisipan batu gamping berumur Miosen Awal ditindih secara selaras oleh Formasi Mundu yang terendapkan dalam lingkungan laut dalam. napal. desa Kemadu. dan desa Temperak. kalkarenit. Satuan batuan ini ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Lidah yang diendapkan dalam lingkungan laut dangkal bercirikan batu lempung. andesit.4 sisipan batu gamping yang terendapkan dalam lingkungan fluvial (nonmarine). dan sisipan batu pasir serta batu lempung. Formasi Bulu. Namun pemanfaatan sumur galian ini tidak dapat selalu memenuhi kebutuhan air disebabkan karena . ditindih secara selaras oleh atau menjari dengan Formasi Wonocolo yang diendapkan dalam lingkungan laut dangkal. Satuan batuan tersebut dicirikan oleh batu lempung bersisipan batu gamping dan lapisan tipis batu pasir. desa Kalipang. Formasi ini ditindih secara tak selaras oleh Formasi Ledok yang terendapkan dalam lingkungan laut terbuka yang dicirikan oleh batuan sedimen klastika seperti batu lempung. satuan batuan ini terletak selaras dan kadang-kadang menjari dengan Formasi Tawun. dan basal.

5 keringnya air sumur ketika memasuki musim kemarau. Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah? . I. maka diperlukan suatu alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan akan air. sehingga perlu adanya suatu penelitian lebih lanjut tentang pencarian sumber air tanah di daerah tersebut. Berdasarkan observasi dan informasi geologi di atas. Dalam hal ini intrusi tersebut akan mempengaruhi kualitas air sumur galian. maka permasalahan yang muncul adalah bagaimanakah aplikasi metode geolistrik tahanan jenis untuk menentukan letak dan kadalaman akuifer air tanah di desa Temperak. Oleh karena itu. dapat dilakukan dengan cara menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. sehingga memungkinkan terjadinya intrusi air laut.2. penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang “APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK MENENTUKAN LETAK DAN KEDALAMAN AQUIFER AIR TANAH”(Studi kasus desa Temperak Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Jawa Tengah). Selain itu letak desa Temperak kecamatan Sarang merupakan daerah yang berdekatan dengan garis pantai. Untuk mendapatkan sumber air tersebut. PERMASALAHAN Berdasarkan alasan pemilihan judul di atas.

TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi resistivitas batuan untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah melalui metode geolistrik tahanan jenis di desa Temperak. 3. Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. Geolistrik adalah alat yang digunakan dalam survei metode geofisika yang bekerja atas prinsip aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. I. 2001:12). air tanah adalah air yang mengisi celah-celah atau ruang pori-pori tanah dan batuan yang berada di bawah tanah ( Michelcic. formasi. Metode tahanan jenis adalah suatu metode geofisika dengan menggunakan prinsip distribusi tahanan jenis pada lapisan-lapisan bumi untuk mengetahui jenis batuannya. 5. 4. maka diperlukan penegasan sebagai berikut : 1. . 1999: 193 ).6 I. Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara global.3. 1996: 81 ).4. komposisi dan sejarahnya. asal kejadian. atau kelompok formasi satuan geologi yang permeable baik yang terkonsolidasi dengan kondisi jenuh air dan mempunyai konduktivitas hidraulik (K) sehingga membawa air dalam jumlah yang ekonomis ( Kodoatie. 2. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari penafsiran yang berbeda terhadap beberapa istilah yang digunakan. (Marbun dalam Tofani. struktur. Aquifer adalah suatu lapisan.

Bagian awal skripsi Bagian ini berisi halaman judul. daftar gambar. daftar isi. kata pengantar. MANFAAT Manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Memberikan informasi bagi masyarakat sekitar tentang lokasi yang tepat untuk di gunakan sebagai sumur galian.6. dan daftar lampiran. Bagian isi skripsi Bagian ini terdiri dari lima bab yang meliputi: . pernyataan. Sebagai acuan penelitian lain dengan alat Geolistrik.7 1. persetujuan pembimbing. pengesahan kelulusan. daftar tabel. 3. 2. Memberikan informasi bagi instansi terkait tentang metode geolistrik tahanan jenis sebagai salah satu metode untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer air tanah. I. motto dan persembahan. 2. SISTEMATIKA PENYUSUNAN SKRIPSI Adapun sistematika yang akan digunakan oleh penulis dalam penyusunan skripsi untuk mempermudah dalam menelaahnya adalah sebagai berikut: 1. Sebagai bahan masukan bagi peneliti lain dalam mengembangkan penelitian lain tentang akuifer air tanah.5. sari.

tujuan penelitian. Bab V. .8 a. b. Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran sebagai implikasi dari hasil penelitian. Bab II. e. Landasan Teori Bab ini terdiri dari kajian mengenai landasan teori yang mendasari penelitian. d. desain penelitian. Metode Penelitian Bab ini menguraikan metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi. manfaat penelitian dan sistematika skripsi. Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini berisi hasil-hasil penelitian dan pembahasannya. metode pengumpulan data. Metode penelitian ini meliputi. Bab III. Bagian akhir skripsi Bagian ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran. permasalahan. Pendahuluan Bab ini memuat alasan pemilihan judul yang melatar-belakangi masalah. penegasan istilah. Bab I. c. Bab IV. 3. dan metode analisis serta interpretasi data.

Sebagian menguap lagi ke atmosfir dan sisanya merupakan cadangan bagi tumbuhan selama belum ada hujan. persentase air mengalir di permukaan lebih banyak daripada meresap ke bawah. persentase air yang meresap lebih banyak. Meskipun curah hujan besar tetapi lerengnya curam. Sebagian air yang meresap tidak bergerak jauh karena tertahan oleh daya tarik molekuler sebagai lapisan pada butiran-butiran tanah. 2000:81). Air hujan yang meresap ke dalam tanah menjadi bagian dari air tanah. kondisi material permukaan tanah dan jenis serta banyaknya vegetasi dan curah hujan. Banyaknya air yang meresap ke tanah bergantung pada selain ruang dan waktu. ditutupi material impermeabel. perlahan-lahan mengalir ke laut. Air yang tidak tertahan dekat permukaan menerobos kebawah sampai zona dimana seluruh ruang terbuka pada sedimen atau batuan terisi air 9 .BAB II LANDASAN TEORI II. atau mengalir langsung dalam tanah atau di permukaan dan bergabung dengan aliran sungai.1. juga di pengaruhi kecuraman lereng. pada lereng landai dan permukaannya permiabel. AIR TANAH Air tanah dapat didefinisikan sebagai semua air yang terdapat dalam ruang batuan dasar atau regolith. Dapat juga disebut aliran yang secara Alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan (Noer Aziz. Kebanyakan air tanah berasal dari hujan. Sedangkan pada curah hujan sedang.

Air tanah berasal dari bermacam sumber.1. Batas atas zona ini disebut muka air tanah ( water table ). tetapi lebih kurang mengikuti permukaan topografi diatasnya.10 (jenuh air). Lapisan tanah. sedimen atau batuan diatasnya yang tidak jenuh air disebut zona aerasi ( zone of aeration ). Selain berasal dari air permukaan. Air dalam zona saturasi ( zone of saturation ) ini dinamakan air tanah ( ground water ). karena hujan akan mengisi ( recharge) lagi. Namun hal ini tidak terjadi. air tanah dapat juga berasal dari air yang terjebak pada waktu pembentukan batuan sedimen. Gambar 2. Air tanah yang berasal dari peresapan air permukaan disebut air meteoric (meteoric water). Diagram memperlihatkan posisi relatif beberapa istilah yang berkaitan dengan air bawah permukaan. Dan daerah dimana air tanah keluar dinamakan discharge area. Apabila tidak ada hujan maka muka air di bawah bukit akan menurun perlahan-lahan sampai sejajar dengan lembah. Daerah dimana air hujan meresap kebawah (precipitation ) sampai zona saturasi dinamakan daerah rembesan ( recharge area ). Air tanah jenis ini disebut air konat . Muka air tanah umumnya tidak horisontal.

campuran pasir dan kerikil. Material lepas (unconsolidated materials) b. dasar-dasar yang tembus air) yang merupakan formasi pengikat air yang memungkinkan jumlah air yang cukup besar untuk bergerak melaluinya pada kondisi lapangan yang biasa. Berdasarkan material penyusunnya. Aktivitas magma di dalam bumi dapat membentuk air tanah. Dari ketiga sumber air tanah tersebut air meteoric merupakan sumber air tanah terbesar. Air tanah yang berasal dari aktivitas magma ini disebut dengan air juvenil (juvenile water). . kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumbersumber air yang sangat baik. karena adanya unsur hydrogen dan oksigen yamg menyusun magma. yaitu: a. dan sebagainya. fomasi pengikat air. Air tanah di temukan pada formasi geologi permeabel (tembus air) yang dikenal sebagai aquifer (juga disebut reservoir air tanah. Material kompak (consolidated materials) Kira–kira 90 % air tanah terdapat pada material lepas misalnya pasir. Air tanah juga di temukan pada akiklud (atau dasar semi permeabel) yaitu suatu formasi yang berisi air tetapi tidak dapat memindahkannya dengan cukup cepat untuk melengkapi persediaan yang berarti pada sumur atau mata air. kerikil. maka terdapatnya air tanah dapat dibedakan menjadi 2. Deposit glasial pasir dan kerikil.11 (connate water).

riolit Batu gamping politik Breksi vulkanik. pasir lempung . garbo. sekif Basalt.12 Tabel 2. truf apung batu Zone pelapukan gneiss Zone pelapukan Batuan vulkanik lepas.1. yaitu: . gneiss. lempung pasiran Antar butiran dan retakan Retakan Breksi konglom erat. andesit. diorite. batu pasir Batu gamping dolomite dan non dolomite gamping Granit. blok sampai debu vulkanik Batuan Vulkanik Kompak Lepas dari granit basalt batu kwasit. macam-macam batuan tipe kerapatannya (densitas) Tipe Kerapatan Batuan Endapan Kompak Lepas Karbonat Batuan Beku dan Batuan Ubahan Antar butiran Pasir kerikil. Berdasarkan daerah pembentukannya terdapat air tanah pada material lepas dapat dibedakan menjadi 4 wilayah.

b. Materialnya berupa pasir kerikil dan sifatnya akan menerima air di pengisian di atasnya. Daerah lembah mati Potensial air tanah di daerah ini cukup besar akan suplai air yang diterima tidak sebesar daerah aliran sir. Faktor ini menyebabkan daerah ini sangat potensial sebab materialnya lepas dan air sungai mensuplai air tanah. Daerah daratan Daerah ini adalah dataran yang luas dengan endapan yang belum mengeras misalnya pasir. Daerah lembah antar gunung Lembah yang dikelilingi oleh pegunungan biasanya terdiri dari material lepas yang jumlahnya sangat besar.Daerah aliran air terdiri dari aluvial yang terletak di kanan kiri sungai yang mengalir. terutama yang terletak tidak seberapa jauh dari bagian kaki gunung api. Lembah tersebut dibatasi oleh lipatan. Daerah aliran air (water course) . material ini berasal dari pegunungan sekitarnya. kerikil. d. Pada dataran antar gunung yang dibatasi oleh kaki-kaki gunung api akan mempunyai perbedaan besar pada butir setiap tahap kegiatan gunung api tersebut sehingga dapat menyebabkan terbentuknya kondisi air tanah tertekan. Potensi air tanah cukup besar apabila muka air sungainya lebih tinggi dari muka air tanah. c. sangat perlu diperhatikan akan luasnya penyebaran litologi yang diperkirakan dapat .13 a.

Air tanah pada endapan ini mengisi ruang antar butir. Akuifer karena sifatnya seperti yang disebutkan di depan merupakan lapisan batuan yang sangat penting dalam usaha penyerapan air tanah. fisik dan kimia. .Endapan Vulkanik muda : merupakan endapan hasil kegiatan gunung api. Endapan ini tersebar di daerah dataran.Batu gamping : merupakan endapan laut yang mengandung karbonat.14 bertindak sebagai akuifer. yang disebut karst. Litologi atau penyusupan batuan di lapisan akuifer di Indonesia yang penting adalah: . yaitu: . Air tanah di sini mengisi terbatas pada rekahan rongga. Endapan ini tersebar di tempat-tempat yang dahulu berwujud lautan karena proses geologis. yang terdiri dari batuan-batuan lepas maupun padu. . Akuifer Berdasarkan litologinya. Di beberapa daerah sebaran endapan batuan ini membentuk suatu morfologi khas. yang karena proses geologis diangkat ke permukaan. Air tanah pada endapan ini menempati baik ruang antar butir pada material lepas maupun mengisi rekah-rekah atau rongga batuan padu. maupun saluran hasil pelarutan.Endapan aluvial : merupakan endapan hasil rombakan dari batuan yang telah ada. akuifer dapat dibedakan menjadi 4 macam. Endapan ini tersebar disekitar wilayah gunung api.

Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan (Unconfined Aquifer) Akuifer bebas atau akuifer tak tertekan adalah air tanah dalam akuifer tertutup lapisan impermeable.15 1. Gambar 2. Lapisan pembatasnya yang merupakan aquitard.2 Akuifer bebas atau akuifer tidak tertekan (Unconfined Aquifer) 2. hanya pada bagian bawahnya dan tidak ada pembatas aquitard di lapisan atasnya. Unconfined Aquifer adalah akuifer jenuh air (satured). dan merupakan akuifer yang mempunyai muka air tanah. karena confined aquifer merupakan akuifer yang jenuh air yang dibatasi oleh lapisan atas dan bawahnya. Akuifer tertekan (Confined Aquifer) Akuifer tertekan adalah suatu akuifer dimana air tanah terletak di bawah lapisan kedap air (impermeable) dan mempunyai tekanan lebih besar daripada tekanan atmosfer. jadi permukaan air tanah bebas adalah batas antara zone yang jenuh dengan air tanah dan zone yang aerosi (tak jenuh) di atas zone yang jenuh. Permukaan air tanah di sumur dan air tanah bebas adalah permukaan air bebas. non artesian aquifer atau free aquifer. Akuifer jenuh disebut juga sebagai phriatic aquifer. Air yang mengalir (no flux) pada lapisan pembatasnya. . batas di lapisan atas berupa muka air tanah.

Akuifer bocor (Leakage Aquifer) Akuifer bocor dapat didefinisikan suatu akuifer dimana air tanah terkekang di bawah lapisan yang setengah kedap air sehingga akuifer di sini terletak antara akuifer bebas dan akuifer terkekang.4 Akuifer bocor (Leakage Aquifer) 4. .3 Akuifer tertekan (Confined Aquifer) 3. Gambar 2. karena mempunyai variasi permukaan air dan volumenya yang besar.16 Gambar 2. Akuifer melayang ini tidak dapat dijadikan sebagai suatu usaha pengembangan air tanah. Akuifer melayang (Perched Aquifer) Akuifer disebut akuifer melayang jika di dalam zone aerosi terbentuk sebuah akuifer yang terbentuk di atas lapisan impermeable.

yaitu lapisan yang impermeabel dengan konduktivitas hidrolik sangat kecil sehingga tidak memungkinkan air melewatinya. tipe dan potensi akuifer. Air tersebut kemudian mengalir kebawah karena pengaruh gaya gravitasi melalui pori-pori akuifer. tekanan ini tidak dapat hilang atau berpindah karena akuifer terisolasi oleh akiklud diatas dan dibawahnya. dan dapat menentukan kualitas air tanah. Jika sumur di bor hingga confined aquifer. Daerah tangkapan biasanya terletak di gunung atau pegunungan dan daerah buangan terletak di daerah pantai. maka air akan memancar ke atas melawan gaya gravitasi bahkan hingga mencapai permukaan tanah. Jenis dan umur batuan juga berpengaruh terhadap daya hantar listrik. serta kedudukan air tanah. Air yang berada dibagian bawah akuifer mendapat tekanan yang besar oleh berat air diatasnya.17 Gambar 2. kedalaman dan ketebalan akuifer. .5 Akuifer melayang (Perched Aquifer) Struktur geologi berpengaruh terhadap arah gerakan air tanah. Pada mulanya air memasuki akuifer melewati daerah tangkapan (recharge area) yang berada lebih tinggi daripada daerah buangan (discharge area). Stratigrafi yang tersusun atas beberapa lapisan batuan akan berpengaruh terhadap akuifer.

2. sedimen dan tanah sangat bergantung pada permeabilitas. II. Jika rongganya sangat kecil. Air tanah mengalir melewati rongga-rongga yang kecil.6.18 Sumur yang airnya memancar keatas karena tekanannya sendiri di sebut sumur artesis. Kejadian semacam ini terjadi pada lempung. Gambar 2. Banyak peneliti telah mengkaji problema permeabilitas dan mengembangkan . PERMEABILITAS DAN POROSITAS Keadaan material bawah tanah sangat mempengaruhi aliran dan jumlah air tanah. akan mengakibatkan molekul air akan tetap tinggal. Diagram penampang memperlihatkan akuifer-akuifer confine dan unconfine. sistem artesis dan permukaan piezometrik. Jumlah air tanah yang dapat di simpan dalam batuan dasar. Secara kuantitatif permeabilitas diberi batasan dengan koefisien permeabilitas. Permeabilitas merupakan kemampuan batuan atau tanah untuk melewatkan atau meloloskan air. semakin kecil rongganya semakin lambat alirannya.

19 beberapa rumus. Aliran melalui pori adalah laminer. Porositas adalah jumlah atau persentase pori atau rongga dalam total volume batuan atau sedimen.1) Di mana: x = permeabilitas spesifik m = faktor pemadatan ≅5 θ = faktor bentuk pasir (6 untuk butiran berbentuk bola dan 7. Porositas primer adalah porositas yang ada sewaktu bahan tersebut terbentuk sedangkan porositas sekunder di hasilkan oleh retakan-retakan dan alur yang terurai. Porositas juga sangat berpengaruh pada aliran dan jumlah air tanah. . Pori-pori merupakan ciri batuan sedimen klastik dan bahan butiran lainnya. (2. Perumusan tersebut adalah sebagai berikut: x= 1 ⎡ (1 − n )2 ⎢ n3 ⎢ ⎣ ⎡ θ P⎤ ⎤ ∑ ⎥ ⎥m ⎢ ⎣100 d m ⎦ ⎥ ⎦ 2 . Porositas dapat di bagi menjadi dua yaitu porositas primer dan porositas sekunder.7 n untuk butiran bersudut) = porositas P = persentase pasir yang ditahan antara dua ayakan yang berdekatan (%) d m = rata-rata geometrik ukurn dua ayakan yang berdekatan (m). Pori berukuran kapiler dan membawa air yang disebut air pori. Rumus Fair dan Hatch (1933) dapat dipandang sebagai sumbangan yang khas. Kapasitas penyimpanan atau cadangan air suatu bahan ditunjukkan dengan . .

Umumnya untuk tanah normal mempunyai porositas berkisar antara 25 % sampai 75 % sedangkan untuk batuan yang terkonsolidasi (consolidated rock) berkisar antara 0 sampai 10 %. (2. Hal ini dapat dilihat dengan besarnya porositas untuk jenis tanah di bawah ini: .Kerikil → porositas berkisar antara 25 – 40 % . dan padat cm 3 Porositas merupakan angka tak berdimensi biasanya diwujudkan dalam bentuk %. .Pasir → porositas berkisar antara 25 – 50 % . . Porositas pada material seragam lebih besar dibandingkan material beragam (well graded material). hal ini dapat dilihat dari diameter butiran material. . cair. yang dirumuskan sebagai berikut: n= Vv X 100% V .Lanau → porositas berkisar antara 35 – 50 % . Material dengan diameter kecil mempunyai porositas besar.2) Di mana: n = persen porositas (%) Vv = volume rongga cm 3 ( ) ( ) V = volume total batuan (gas.20 porositas yang merupakan nisbah volume rongga (Vv ) dengan volume total batuan (V ) .Lempung → porositas berkisar antara 40 – 75 % Tanah berbutir halus mempunyai porositas yang lebih besar dibandingkan dengan tanah berbutir kasar.

porositas pada macam-macam batuan No 1.21 Gambar 2. 4. 3.2. 8. 7. 2. 5. 10 11 Tanah Lempung Lumpur Pasir kasar Pasir sedang Pasir halus dan sedang Kerikil Kerikil dan batu pasir Batu pasir Shale Batu gamping Batuan Porositas (%) 50 – 60 45 – 55 40 – 50 35 – 40 30 – 40 30 – 35 30 – 40 20 – 35 10 – 20 1 – 10 1 – 10 . 6.7 Permeabilitas dan Porositas Table 2. 9.

yaitu konduksi secara elektronik. Aliran listrik ini juga di pengaruhi oleh sifat atau karakteristik masing-masing batuan yang di lewatinya. dimana resistansi tidak hanya bergantung pada bahan tetapi juga bergantung pada faktor geometri atau bentuk bahan tersebut. Resistivitas memiliki pengertian yang berbeda dengan resistansi (hambatan). konduksi secara elektrolitik. a. begitu pula sebaliknya. dan konduksi secara dielektrik. SIFAT LISTRIK DALAM BATUAN Aliran arus listrik di dalam batuan dan mineral dapat di golongkan menjadi tiga macam. sedangkan resistivitas tidak bergantung pada faktor geometri. II. Salah satu sifat atau karakteristik batuan tersebut adalah resistivitas (tahanan jenis) yang menunjukkan kemampuan bahan tersebut untuk menghantarkan arus listrik. batuan yang mempunyai porositas antara 5 – 20 % adalah batuan yang dapat meloloskan air dan air yang melewatinya dapat ditampung. . Konduksi secara elektronik Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral mempunyai banyak elektron bebas sehingga arus listrik di alirkan dalam batuan atau mineral oleh elektron-elektron bebas tersebut. Semakin besar nilai resistivitas suatu bahan maka semakin sulit bahan tersebut menghantarkan arus listrik.3.22 Lempung mempunyai kerapatan porositas yang tinggi sehingga tidak dapat meloloskan air.

5) namun banyak orang lebih sering menggunakan sifat konduktivitas (σ) batuan yang merupakan kebalikan dari resistivitas (ρ) dengan satuan mhos/m. Silinder konduktor Di mana secara fisis rumus tersebut dapat di artikan jika panjang silinder konduktor (L) dinaikkan. dan apabila diameter silinder konduktor diturunkan yang berarti luas penampang (A) berkurang maka resistansi juga meningkat. (2.3) A L Gambar 2. . luas penampang A. (2. σ = 1/ρ = IL ⎛ I ⎞ ⎛ L ⎞ J =⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = VA ⎝ A ⎠ ⎝ V ⎠ E . (2. . . . Sedangkan menurut hukum Ohm. . maka resistansi akan meningkat.4) Sehingga didapatkan nilai resistivitas (ρ) ρ= VA IL . . resistivitas R dirumuskan : R= V I .8. (2.6) . dan resistansi R.23 Jika di tinjau suatu silinder dengan panjang L. . . Di mana ρ adalah resistivitas (tahanan jenis) dalam Ωm. maka dapat di rumuskan: R=ρ L .

. Untuk nilai 1996: 8). di mana konduksi arus listrik dibawa oleh ion-ion elektrolitik dalam air. Sedangkan a. (2. Konduktivitas dan resistivitas batuan porus bergantung pada volume dan susunan pori-porinya.7) ρe adalah resistivitas batuan. φ adalah porositas. schlumberger menyarankan n = 2. dan n adalah konstanta.24 Di mana J adalah rapat arus (ampere/m 2 ) dan E adalah medan listrik (volt/m). Menurut rumus Archie: ρe= aφ di mana −m s −n ρ w . n yang sama. Konduksi secara elektrolitik Sebagian besar batuan merupakan konduktor yang buruk dan memiliki resistivitas yang sangat tinggi. terutama air. . 1996: 1) b. S adalah fraksi pori-pori yang berisi air. Akibatnya batuan-batuan tersebut menjadi konduktor elektrolitik. . (Mr. Rob & Perry. Namun pada kenyataannya batuan biasanya bersifat porus dan memiliki pori-pori yang terisi oleh fluida. (NN. dan sebaliknya resistivitas akan semakin besar jika kandungan air dalam batuan berkurang. m. dan ρ w adalah resistivitas air. m disebut juga faktor sementasi. Konduktivitas akan semakin besar jika kandungan air dalam batuan bertambah banyak.

4. Konduksi secara dielektrik Konduksi ini terjadi jika batuan atau mineral bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik. . Peristiwa ini tergantung pada konduksi dielektrik batuan yang bersangkutan. II.25 c. Misalkan kemudian diinjeksikan arus +I pada titik C 1 . yang memiliki resistivitas yang seragam ( ρ ). Sehingga equipotensial di belahan tadi akan dipusatkan di titik C 1 (gambar 2.9) .3) dan (2. Persamaan (2. (2. potensial diantara jarak belahan bumi adalah: -dV= Iρ dr 2πr 2 . (2.8) dimana integrasi diberikan potensial V pada jarak r dari sumber arus +I sehingga: V= Iρ 2πr . bahkan tidak sama sekali. contoh : mika. .4) di daerah antara dua belahan titik yang konsentris pada jarak r dan r+dr. artinya batuan atau mineral tersebut mempunyai elektron bebas sedikit. ALIRAN LISTRIK DI DALAM BUMI Asumsikan bumi homogen. sehingga terjadi poliarisasi. . . Elektron dalam batuan berpindah dan berkumpul terpisah dalam inti karena adanya pengaruh medan listrik di luar. yang akan mengalir secara radial setengah bola di dalam bumi.9).

Potensial titik P1 diberikan : Iρ 2π ⎛ 1 1 ⎞ ⎜ − ⎟ ⎜C P C P ⎟ 2 2 ⎠ ⎝ 1 1 V1= . pada integrasi bernilai nol ketika V=0 pada r=~.9. Suatu rencana penelitian pada permukaan bumi ditunjukkan oleh empat buah elektroda.9) memungkinkan jumlah distribusi potensial dari kombinasi sumber masukan ditemukan disetiap tempat. (2. . Penampang vertikal ketika arus diinjeksikan pada permukaan yang seragam C1 2 C2 P1 2l P2 A B L Gambar 2.10.10) dan persamaan (2. Jika ada dua elektroda arus dipermukaan sumber +I di titik C1 dan –I dititik C2 (gambar 2.26 Bernilai tetap.10) C1 Ground surface +I Arus injeksi r r+dr ρ Bidang Equipotensial (equipotencial) Gambar 2. . .

(2. . . RESISTIVITAS BATUAN Dari semua sifat fisika batuan dan mineral. (2.13) Persamaan ΔV I sebagai resistansi diantara titik P1 dan P2 dan persamaan dalam kurung sebagai faktor geometri (K) bergantung pada posisi semua empat titik (posisi elektroda dalam penelitian). (2. . resistivitas memperlihatkan variasi harga yang sangat banyak.11) Potensial diantara P1 dan P2 kemudian menjadi: ΔV = Iρ 2π ⎛ 1 1 1 1 ⎞ ⎜ − − − ⎟ ⎜C P C P C P C P ⎟ 2 1 1 2 2 2 ⎠ ⎝ 1 1 . dengan komposisi yang bermacam-macam akan menghasilkan range . . Pada mineral-mineral logam. harganya berkisar pada 10 −8 Ωm hingga 10 7 Ωm . II.27 Potensial dititik P2 diberikan: Iρ 2π ⎛ 1 1 ⎞ ⎜ − ⎟ ⎜C P C P ⎟ 2 2 ⎠ ⎝ 1 2 V2= .5.12) Sehingga diperoleh resistivitas rho ( ρ ) ditulis: 1 1 1 ⎞⎤ ΔV ⎡ 1 ⎛ 1 ⎟ ×⎢ ⎜ − − − ρ= ⎟⎥ I ⎣ 2π ⎜ C P C P C P C P 2 1 1 2 2 2 ⎠⎦ ⎝ 1 1 ⎡ 1 dengan K= ⎢ ⎣ 2π ⎛ 1 1 1 1 ⎞⎤ ⎜ ⎜C P − C P − C P − C P ⎟ ⎟⎥ 2 1 1 2 2 2 ⎠⎦ ⎝ 1 1 −1 −1 . Begitu juga pada batuan-batuan lain. . .

Sehingga range resistivitas maksimum yang mungkin adalah dari 1. batuan dan mineral dapat dikelompokkan menjadi tiga. Secara umum. Konduktor biasanya didefinisikan sebagai bahan yang memiliki resistivitas kurang dari 10 −8 Ωm . meskipun air tanah bukan konduktor listrik yang baik Variasi resistivitas material bumi ditunjukkan sebagai berikut: .28 resistivitas yang bervariasi pula. jumlah elektron bebasnya lebih sedikit. Dan di antara keduanya adalah bahan semikonduktor. And Sheriff. yaitu: • • • Kondukror baik Konduktor pertengahan isolator : 10 −8 < ρ < 1Ωm : 1 < ρ < 10 7 Ωm : ρ > 10 7 Ωm (Telford W.6 x 10 −8 (perak asli) hingga 1016 Ωm (belerang murni). Di dalam konduktor berisi banyak elektron bebas dengan mobilitas yang sangat tinggi. berdasarkan harga resistivitas listriknya. Air tanah secara umum berisi campuran terlarut yang dapat menambah kemampuannya untuk menghantar listrik. 1982) Kebanyakan mineral membentuk batuan penghantar listrik yang tidak baik walaupun beberapa logam asli dan grafit menghantarkan listrik Resistivitas yang terukur pada material bumi utamanya ditentukan oleh pergerakan ion-ion bermuatan dalam pori-pori fluida. Sedangkan pada semikonduktor. Isolator dicirikan oleh ikatan ionik sehingga elektron-elektron valensi tidak bebas bergerak. sedangkan isolator memiliki resistivitas lebih dari 10 7 Ωm .

3 X 102 0.1. 1 X 108 20 s.d.5 s. d. d. d. 1 X 106 10 s. 104 1 s. ukuran dan bentuk pori-pori batuan. kandungan air. 1 X 107 1 s.2 Harga tahanan jenis batuan tergantung macam-macam materialnya. porositas. 2001 : 140) Resistivitas (Ωm) ~ 3 X 10-1 2 X 10-3 4 X 1010 s. 1 X 107 50 s. d. d. d. 2 X 1014 1 X 1012 s.29 Tabel 5. d. d. d. 102 0. 1 X 103 102 s. d. 1 X 1013 30 s. 1 X 106 1 X 103 s. d. d. 1 X 1013 9 X 1012 s. d. 103 1 s. 1 X 1014 102 s. Variasi Material Bumi (Batuan) Bahan Udara Pirit Galana Kwarsa Kalsit Batuan Garam Mika Garnit Gabro Basalt Batuan Gamping Batuan Pasir Batuan Serpih Dolomit Pasir Lempung Air Tanah Air Laut (Djoko Santoso. . densitas.

GEOLISTRIK METODE TAHANAN JENIS Geolistrik merupakan alat yang dapat diterapkan untuk beberapa metode geofisika. Dari sekian banyak metode geofisika yang diterapkan dalam geolistrik. arus. Metode ini pada prinsipnya bekerja dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus sehingga menimbulkan beda potensial. magnetotelurik. Mineral lempung bersifat menghantarkan arus listrik sehingga harga tahanan jenis akan kecil. Metode geofisika tersebut di antaranya adalah metode potensial diri. metode arus telurik. Hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda dapat digunakan untuk menurunkan variasi harga tahanan jenis lapisan . IP (Induced Polarization). di mana prinsip kerja metode tersebut adalah mempelajari aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi. II. Dan beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. dengan demikian tidak ada kepastian harga tahanan.6. dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi (buatan). Jenis untuk setiap macam batuan pada akuifer yang terdiri atas material lepas mempunyai harga tahanan jenis yang berkurang apabila makin besar kandungan air tanahnya atau makin besar kandungan garamnya (misal air asin). elektromagnetik. metode tahanan jenis adalah metode yang paling sering di gunakan. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial.30 kualitas dan suhu. dan resistivitas (tahanan jenis).

ρ = KΔV / I . dikenal beberapa jenis metode geolistrik tahanan jenis. bumi diasumsikan sebagai bola padat yang mempunyai sifat homogen isotropis. maka seharusnya resistivits yang terukur merupakan resistivitas sebenarnya dan tidak bergantung atas spasi elektroda. antara lain metode Schlumberger. Dengan asumsi ini. dan eksplorasi geothermal (panas bumi). Metode ini lebih efektif dan cocok di gunakan untuk eksplorasi yng sifatnya dangkal. Skema Konfigurasi Schlumberger Pada metode tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 kaki atau 1500 kaki. Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus dan potensialnya.31 dibawah titik ukur (sounding point). C1 2 C2 P1 2l P2 A B L Gambar 2. metode Wenner dan metode Dipole Sounding. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak di gunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman basement (batuan dasar).11. pencarian reservoir (tandon) air. Namun pada kenyataannya bumi terdiri atas lapisan-lapisan dengan ρ yang berbeda- .

32 beda sehingga potensial yang terukur merupakan pengaruh dari lapisanlapisan tersebut. Untuk kasus tak homogen. Medium tak homogen (berlapis) dan medium homogen Medium berlapis yang ditinjau terdiri dari dua lapis yang berbeda resistivitasnya ( ρ1 dan ρ 2 )dianggap sebagi medium satu lapis homogen yang mempunyai satu harga resistivitas. Maka harga resistivitas yang terukur bukan merupakan harga resistivitas untuk stu lapisan saja. II. Sebagai contoh adalah sebagai berikut: ρ1 ρ2 ρ3 ρa ρ3 Gambar 2. yaitu resistivitas semu ρa.12. Resistivitas semu merupakan resisitivitas dari suatu medium fiktif homogen yang ekivalen dengan medium berlapis yng ditinjau. bumi diasumsikan berlapis-lapis dengan masing-masing lapisan mempunyai harga resisitivitas yang berbeda. tetapi beberapa lapisan. dengan konduktansi lapisan fiktif sama dengan jumlah konduktansi masing-masing lapisan. Hal ini terutama untuk spasi elektroda yang lebar. GEOLOGI DAERAH PENELITIAN .7. ρa = K ΔV I Dengan ρa adalah apparent resistivity (resistivitas semu) yang bergantung pada spasi elektroda.

yang juga merupakan perbatasan kabupaten Rembang. kadang-kadang berlapis dan pasiran. Jawa Tengah dengan Jatirogo. formasi Tawun dan formasi Ngrayong.33 Hasil survei di desa Temperak kecamatan Sarang yang berjumlah lima belas data didapatkan di wilayah barat kabupaten Rembang. formasi Wonocolo. 315 m dan 52 m. Sisipan batu pasir berbutir halus sampai sedang bersifat gampingan dengan kuarsa dan Foraminifera sebagai fragmen dalam batuan. Deskripsi masing-masing formasi diuraikan sebagai berikut : • Formasi Mundu Formasi ini terdiri dari napal. Satuan batuan ini tersebar cukup luas dan menipis kearah barat. sering membentuk pelat-pelat dengan sisipan napal dan batu pasir. Berbagai variasi tersebut meliputi formasi Mundu. Jawa Timur. Di beberapa tempat satuan batuan ini mengandung koral dengan diameter mencapai 0. • Formasi Bulu Formasi ini terdiri dari batu gamping berwarna putih keabu-abuan. Larangan dan Lemah abang ketebalannya berturut-turut 328 m. formasi ini menunjukkan umur Miosen Akhir sampai Pliosen. formasi Bulu.5 . Di sungai-sungai Klateng. masif dan kaya akan Foraminifera Plangton. Pemetaan geologi daerah ini pernah dilakukan oleh D. Kadar dan Sudijono (1994) lembar Rembang dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi yang memperlihatkan bahwa stratigrafi daerah Rembang dan sekitarnya tersusun dari berbagai variasi satuan litologi. formasi Ledok.

Ostrakoda fauna dan ini jumlah Asosiasi . • Formasi Ledok Formasi ini terdiri dari batu lempung abu-abu. Batu lempung abu-abu umumnya mengandung Foraminifera dalam jumlah sedang. batu lanau dan kalkarenit. sedang. • Formasi Tawun Formasi ini terdiri dari batu lempung bersisipan batu gamping.34 m. Lingkungan pengendapan berkisar dari daerah dekat pantai berenergi tinggi sampai laut dangkal berenergi rendah. sedikit gampingan Foraminifera mengandung dalam Pirit. Batu lempung berwarna abu-abu. Kumpulan Foraminifera tersebut menunjukkan umur formasi ini adalah Miosen Tengah dengan lingkungan pengendapan laut dangkal dan neritik tepi sampai tengah. Satuan batuan ini tersingkap setebal 110 m terdiri dari batu lempung bersisipan batu gamping. napal. Kadangkadang terdapat batu pasir glaukonit. kalkarenit dan batu lanau. Gastropoda. Lingkungan pengendapan berkisar antara neritik tengah sampai batial atas. Formasi ini menunjukkan umur Miosen Tengah. batu pasir. • Formasi Wonocolo Formasi ini terdiri dari batu lempung gampingan dengan selingan tipis batu gamping dan batu pasir glaukonit dilapisan bagian bawah. batu lanau gampingan dengan sisipan-sisipan tipis batu gamping.

sedangkan batu lempung kadangkadang mengandung banyak Foramplangton. serpih. Serpih sering sekali mengandung sisa tumbuhan berwarna hitam. • Formasi Ngrayong Formasi ini terdiri dari batu pasir. .35 menunjukkan umur Miosen Awal dengan lingkungan pengendapan laut agak dangkal. neritik tepi sampai neritik tengah. Kadang-kadang terdapat sisipan batu bara dan lignit. Asosiasi fauna ini menunjukkan umur Miosen Awal sampai Miosen Tengah. batu lempung. batu lanau dan sisipan-sisipan batu gamping.

Jawa Tengah . Peta Geologi daerah Rembang.13.36 KETERANGAN : Qa Tmpm Qvl Tmb Tml Tmw Tmt Tmn : ALUVIUM (ALLUVIAL) : FORMASI MUNDU (MUNDU FORMATION) : BATUAN GUNUNG API LASEM (LASEM VOLCANIC ROCK) : FORMASI BULU (BULU FORMATION) : FORMASI LEDOK (LEDOK FORMATION) : FORMASI WONOCOLO (WONOCOLO FORMATION) : FORMASI TAWUN (TAWUN FORMATION) : FORMASI NGRAYONG (NGRAYONG FORMATION) Gambar 2.

sebelah timur berbatasan dengan Jatirogo. Adapun secara geografis Kabupaten Rembang terletak pada 111º00’-111º30’ Bujur Timur dan 6º20’-7º00’ Lintang Selatan (Gambar 3. Peta Jawa Tengah yang menunjukkan posisi Kabupaten Rembang 37 .1. Kabupaten Rembang.1. Jawa Tengah.1). Gambar 3.BAB III METODE PENELITIAN III. Batas wilayah administrasinya meliputi di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa. Kecamatan Sarang. di sebelah barat berbatasan dengan Kudus serta di sebelah selatan berbatasan dengan Ngawi. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian dengan geolistrik untuk menentukan kedalaman air tanah ini dilakukan di desa Temperak.

skala 1: 25.3 berikut ini: Gambar 3.2 dan gambar 3. Peta wilayah Kabupaten Rembang .2. Secara lebih detail lokasi penelitian dan lokasi pengukuran ditunjukkan pada peta wilayah Rembang dan peta desa.38 Pelaksanaan penelitian ini di lakukan pada tanggal 3 Juli 2006.000 seperti terlihat pada gambar 3.

tanah blok Sekalang.3. Jalan utama desa melintasi tanah blok Sareyan. tanah blok . Peta daerah penelitian (Desa Temperak) Desa Temperak dilewati aliran anak sungai Kali Juwono.39 Gambar 3.

5” jarak antara titik 1 dan 2 adalah ± 80 meter.2”.8” dan bujur timur 111˚40’56.9”. Titik 10 berada di desa Babad Tulung dan berdekatan dengan jalan desa. Titik 1 berada di tanah blok Bogag terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’00” dan bujur timur 111˚40’56”. terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’23.5” dan bujur timur 111˚39’16.5” dan bujur timur 111˚40’54. Titik 6 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’03.6”. tanah blok Sakimah. Pada peta daerah penelitian terdapat 15 titik sounding. Titik 5 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’02. Titik 8 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’11.3”. Titik 11 berada di tanah blok Tail terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’15.4” dan bujur timur 111˚40’53”.5” dan bujur timur 111˚40’49. terletak pada koordinat lintang selatan 06˚44’59. tanah blok Gong.6” dan bujur timur 111˚40’50.9” dan bujur timur 111˚40’53. Titik 3 berada di tanah blok Bogag terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’01.5”.7” dan bujur timur 111˚40’50. Titik 4 berada di lokasi jembatan timbang dan berdekatan dengan jalan raya. Titik 2 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚44’59. Titik 9 berada di garis pantai Laut Jawa berdekatan dengan daerah Tuban Jawa Timur.9”.5”. Titik 7 berada di tanah blok Sekalang terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’08. Di dekat titik 12 . tanah blok Tail. tanah blok Serbung.3” dan bujur timur 111˚40’55”. dan tanah blok Segoro.1” dan bujur timur 111˚41’24.5” dan bujur timur 111˚40’57. terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’14.7”.40 Bogag. Titik 12 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’29.

3”. Ketelitian arus Maksimum 2000 mA 1 mA Penerima (receiver) 1. III. DESAIN PENELITIAN a. Impedansi 2. Catu daya 2.1 V .8” dan bujur timur 111˚39’49.9”.5” dan bujur timur 111˚40’39. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah geolistrik (resistivity meter) Naniura NRD 22 S dengan spesifikasi sebagai berikut : Tabel 3. Tegangan Keluar Maksimum 350 V (12 V) Maksimum 450 V (24 V) 4. Ketelitian Spesifikasi 10 M-ohm 0. Batas ukur pembacaan 3.5”.1 mV hingga 500 V 0. dari informasi masyarakat sekitar air yang dihasilkan dari sumur galian ini merupakan air asin. Titik 15 berada di desa Bajingjawa dan berdekatan dengan jalan setapak.1. terletak pada koordinat lintang selatan 06˚44’55.41 ini terdapat sumur galian dengan kedalaman ± 7 meter. Titik 13 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’41. Titik 14 terletak pada koordinat lintang selatan 06˚45’48.2. minimal 6 AH 200 W (12 V) 300 W (24 V) 3. Daya spesifikasi 12/24 volt. Arus keluar 5.7” dan bujur timur 111˚40’47. Tabel spesifikasi geolistrik Pemancar (transmitter) 1.

Dua buah elektroda potensial (terbuat dari tembaga) c. Dua gulung kabel (elektroda potensial) sepanjang ± 30 meter e. Dua buah elektroda arus (terbuat dari stainless steel) b. Skema alat Geolistrik b. Dua gulung kabel (elektroda arus) sepanjang ± 400 meter d. Di .42 4. Baterai kering 24 volt f.4. dalam penelitian ini akan digunakan konfigurasi Schlumberger. Kompensator * Kasar 10x putar (precision multi turn potensiometer) * Halus 1x putar (wire wound resistor) Dan dilengkapi dengan : a. Cara penelitian Dari beberapa konfigurasi geolistrik metode tahanan jenis yang ada. Dua buah palu untuk menanam elektroda I(mA) M P1 Volt Fuse + Coarse Fine NANIURA Resistivity Meter Model NRD 22 S N P2 V(mV) A C1 C2 B Current Loop Input Compensator Start Hold Potensiometer On Off Power Gambar 3.

dan seterusnya bergantung kebutuhan. Pemilihan konfigurasi ini didasarkan atas prinsip kemudahan baik dalam pengambilan data maupun dalam analisisnya. Jarak antara dua elektroda arus (AB) Jarak ini diubah-ubah untuk memperoleh gambaran tiap-tiap lapisan. Semakin lebar jarak AB. 30 m. Sebagai contoh: mula-mula diambil jarak MN = 1 m dan pembacaan dilakukan untuk setiap AB sama dengan 10 m. 200 m.43 mana pada konfigurasi Schlumberger ini elektroda-elektroda potensial diam pada suatu tempat pada garis sentral AB sedangkan elektrodaelektroda arus digerakkan secara simetri keluar dalam langkah-langkah tertentu dan sama. 70 m. POWER A V A L M O I N B Gambar 3. 50 m. Semakin jauh jarak antara elektroda arus. maka jarak MN dapat di perbesar. maka semakin dalam pula . 20 m. 125 m. Jika kemudian potensial antara elektoda-elektroda terlalu kecil. 100 m.5. maka semakin dalam jangkauan geolistrik ke dalam tanah. skema peralatan resistivitas model Schlumberger Data yang diperlukan untuk pengukuran resistivitas aquifer air tanah meliputi: a.

pemodelan. Hasil dari proses ini berupa kurva lapangan yang selanjutnya di analisis dengan bantuan kurva baku ( naik-turun ).3. Beda potensial ( ΔV ) antara kedua elektroda potensial. dan K ) dan perhitungan matematis untuk memperoleh ketebalan lapisan ( h ) dan . Arus listrik ( I ) yang diinjeksikan ke dalam tanah. c. yaitu secara manual dan komputer. Dari dua data AB dan MN ini akan diperoleh harga faktor koreksi geometri (K) dan dapat diturunkan nilai tahanan jenis ( ρ ). Jarak AB biasanya dituliskan dalam bentuk AB/2.44 alat geolistrik dapat mendeteksi aquifer air tanah dibawahnya (juga bergantung pada besarnya arus yang diinjeksikan).A. III. yaitu mengeplot data lapangan yang berupa AB/2 dan ρ pada kertas bilogaritmik. Analisis data secara manual dilakukan dengan cara mencocokkan kurva ( matching curve ). b. e. Jarak antara dua elektroda potensial (MN).Q. nilai K dapat diturunkan menjadi: K =π (L 2 AB MN − l2 dan l = di mana L = l 2 2 ) Pengukuran ini dilakukan untuk beberapa titik sounding dengan tujuan memperoleh informasi yang cukup bagi analisis. dan interpretasi datanya. kurva bantu ( tipe H. Untuk konfigurasi Schlumberger di atas. METODE ANALISIS DAN INTERPRETASI DATA Analisis dan interpretasi data dapat dilakukan dengan dua cara . d.

Disamping itu. Dengan memasukkan data yang ada yaitu nilai arus dan beda potensial. dalam penelitian ini analisis secara manual tidak dilakukan. kemudian dapat kita interpretasikan data tersebut dengan membaca hasil kurva sounding serta informasi geologi . hal ini dapat terlihat dengan grafik yang halus. kemudian dilihat grafiknya diusahakan diperoleh model yang bagus yaitu dengan nilai besaran yang sangat kecil. maka pengolahan data dilakukan secara manual dengan membuat penampang silangnya.45 harga ρ masing-masing lapisan. untuk mengetahui kedalaman lapisan batuan. Hal ini untuk mengetahui seberapa dalam batuan dasar. informasi pada saat survei. di mana paa lapisan itu terdapat volume air tanah. Namun. Di mana software ini merupakan program yang dibuat untuk menghitung serta menggambarkan harga resistivitas dari hasil perhitungan di lapangan. kita bisa langsung melihat harga resistivitanya . Setelah diperoleh nilai h dan ρ . Setelah dibuat penampang silangnya. . dengan tujuan untuk menemukan gambaran tentang pelapisan batuan guna mengetahui letak dan kedalaman lapisan batuan. sebagai gantinya analisis data dilakukan dengan komputer menggunakan software Interpex-1D. maka dibuat penampang geologi berdasarkan referensi harga tahanan jenis batuan dan peta geologi.

yaitu: a.4. . yaitu pengambilan data dengan melakukan penelitian dan pengukuran langsung di lapangan dengan alat geolistrik. b. Metode observasi. peta dan informasi geologi daerah survei. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam penelitian ini digunakan beberapa metode dalam pengumpulan data. yaitu menggunakan bahan pustaka sebagai referensi penunjang untuk memperoleh data tentang range resistivitas batuan.46 III. Metode literatur.

Jawa Tengah dengan Jatirogo. Jawa Timur. maka dilakukan pengulangan pengukuran pada MN/2 yang lama dan yang baru. Data-data tersebut memiliki jarak elektroda arus (AB/2) mulai dari 1 sampai 200 m dan jarak elektroda potensial (MN/2) mulai dari 0. sehingga akan didapatkan data yang lebih baik. Pemetaan geologi daerah ini memperlihatkan bahwa stratigrafi daerah Rembang dan sekitarnya tersusun dari berbagai variasi satuan 47 . IV. kecamatan Sarang.2. Adapun data hasil pengukuran geolistrik terlampir. Pembahasan A.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN IV.5 sampai 200 m (kurang dari 1/3 jarak elektroda arus). Hasil Penelitian Data hasil pengukuran geolistrik yang dilakukan dengan metode Schlumberger di desa Temperak. Ketika jarak elektroda diubah.1. yang juga merupakan perbatasan kabupaten Rembang. Untuk setiap pengambilan data yang belum konsisten dilakukan pengulangan pengukuran. Kondisi Geologi Hasil survei di desa Temperak kecamatan Sarang yang berjumlah lima belas data didapatkan di wilayah barat kabupaten Rembang. Rembang terdiri dari limka belas (15) titik sounding.

pasir. Berbagai variasi tersebut meliputi formasi Mundu. deskripsi masing-masing produktivitas akuifer di uraikan sebagai berikut : • Akuifer produktif dengan penyebaran luas Akuifer berlapis banyak dengan keterusan sedang. batu pasir. Direktorat Geologi Tata Lingkungan memperlihatkan bahwa daerah penelitian tersebut dapat dilihat dari dua aspek utama.D Said dan Sukrisno. formasi Wonocolo. breksi. muka air tanah beragam umumnya dekat permukaan tanah. akuifer berproduksi sedang . dan kerikil. napal. • Akuifer produktif sedang dengan penyebaran luas Akuifer berlapis banyak dengan keterusan sedang sampai rendah. formasi Bulu. Kelulusan rendah sampai sedang. B. • Setempat. komposisi batuan terdiri dari : batu gamping. dan perselingan lempung. formasi Tawun dan formasi Ngrayong.48 litologi. yaitu : 1) Komposisi litologi batuan dan kelulusannya Litologi daerah survei merupakan endapan aluvium dataran pantai dan sungai. Aspek Hidrogeologi Hasil pemetaan hidrogeologi oleh H. muka air tanah beragam umumnya dekat dengan permukaan tanah. 2) Terdapatnya air tanah dan produktivitas akuifer Akuifer pada daerah ini memiliki tingkat produktivitas yang beragam. formasi Ledok. batu lempung.

49 Merupakan akuifer dangkal. kecamatan Sarang terletak di sebelah barat gunung Lasem. tidak menerus. Hampir semua mata air muncul dari akuifer batu gamping sebagai mata air sentuh atau dari aliran air tanah yang muncul melalui bidang perlapisan. Di daerah batuan lempung yang terdapat pada bagian tengah dan inti perbukitan rembang. tipis dengan keterusan rendah sampai sedang. dan menjadi lebih dalam dan sulit diperoleh di daerah perbukitan. sehingga air tanah terdapat pada kedalaman yang relatif mudah diperoleh di sebagian besar daerah yang tertutup endapan aluvium. sehingga akan banyak ditemukan formasi yangt berumur Miosen. setempat air tanah dalam jumlah terbatas dapat diperoleh terutama pada daerah rendah atau zona pelapukan batuan padu. air tanah terkumpul dalam endapan aluvium yang menutupi bagian bertopografi rendah. Desa Temperak. • Akuifer produktif kecil setempat berarti Keterusan umumnya rendah sampai sangat rendah. airnya payau atau asin ini disebabkan karena penguapkeringatan yang tinggi serta pengaliran yang buruk menyebabkan terjadinya kenaikan penggaraman dalam air. Mutu air tanah yang terdapat dalam endapan aluvium di daerah pantai umumnya jelek. zona rekahan dan patahan. akumulasi air tanah jarang ditemukan. Di samping itu. bentuk medan . Akibatnya dalam satu desa terdapat perbedaan keterdapatan air tanah yang sangat mencolok. Di daerah ini.

air tanah yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik. . Batu gamping dalam bentuk hablur dan keras. kecuali di daerah yang menjorok kepantai mutu air di daerah batu gamping umumnya baik. Di daerah batu gamping yang tidak atau sedikit tertutup lapisan lempung. tetapi pada sumur bor yang terdapat beberapa kilometer dari garis pantai akan dihasilkan air yang asin. air tanah terdapat dalam sistem saluran pelarutan di sepanjang celahan dan bidang perlapisan. sebagian besar air tanahnya bersifat tak tertekan. Kebanyakan batuan sedimen yang menempati daerah penelitian merupakan formasi pengandung air berproduksi rendah sampai sedang. batu gamping dan batu pasir merupakan formasi pengandung air produktif yang terdapat di daerah ini. Kelulusan dan daya simpan batu gamping bermacam-macam. sedang untuk batu pasir memiliki kandungan porus yang lebih banyak dibandingkan batuan yang lain sehingga ketebalan batu pasir akan sangat menentukan dimensi akuifer. tergantung pada tingkat keterdapatan sistem celahan dan rongga pelarutan yang berlangsung didalamnya. dan karenanya sebaran air tanah akan lebuh merata. Oleh karena itu. ini diperkuat dari informasi yang berasal dari masyarakat sekitar daerah penelitian yang menyatakan bahwa untuk daerah yang menjorok dan berdekatan dengan pantai. air tanah akan terdapat dalam kerangka ruang antara primer batuan. Dalam batu gamping lunak.50 yang sangat datar dengan ketinggian hanya beberapa meter di atas permukaan laut menyebabkan paras air tanah sangat dangkal.

51

C. Analisis dan Interpretasi Data Sebaran titik pengukuran geolistrik diusahakan dapat mewakili daerah survei, sehingga informasi yang diperoleh dapat memberikan deskripsi yang lengkap tentang daerah survei. Dari penelitian di desa Temperak telah dilakukan pengukuran sebanyak 15 titik sounding. Kelima belas titik tersebut dapat dilihat pada gambar 4.1. Data sounding geolistrik tersebut diolah dengan program Interpex1D yang hasilnya berupa perlapisan batuan dengan nilai resistivitas, kedalaman, dan ketebalannya. Hasil pengolahan data dengan program interpex-1D tersebut dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk membuat penampang dua dimensi secara manual. Dengan cara mengurutkan setiap titik dalam satu garis lurus pada satu lembaran kemudian dibuat model pelapisannya dengan menarik setiap batas nilai resistivitas yang sama antar titik. Dari hasil penampang dua dimensi manual dapat digunakan sebagai bahan untuk interpretasi data selanjutnya. Pada tahap ini dibuat tiga buah penampang dua dimensi, yaitu; titik 15 – 5 – 3 – 9 (TPR-1) dengan arah

bentangan timur-barat serta titik 10 – 11 – 9 (TPR-2) dan titik 14 – 13 – 12 – 7 – 2 (TPR-3) dengan arah bentangan selatan-utara.

52

Gambar 4.1. Peta Daerah Penelitian (Desa Temperak)

53

15

5

3

9

3,1 - 18,9 Ohm-m

1,5 - 1,9 Ohm-m

49,7 - 78 Ohm-m

Gambar 4.2. Penampang Dua Dimensi TPR – 1

78 Ohm-m Gambar 4.17.6 .2.4 Ohm-m 35 .3.54 10 11 9 3 .9 Ohm-m 1. Penampang Dua Dimensi TPR – 2 .

14.5 Ohm-m 1.55 14 13 12 7 2 2.3 .1.39.4.99 Ohm-m 15 .9 Ohm-m 77 . Penampang Dua Dimensi TPR – 3 .2 .6 Ohm-m Gambar 4.

? Berdasarkan tabel 4.5 – 1.3 .9 – 36.7 Kedalaman (m) 0 – 36. Interpretasi Litologi Penampang Dua Dimensi Titik 15 – 5 – 3 – 9 Resistivitas Lapisan 1 2 3 (Ωm) 3.2 90.5 m yang menunjukkan kedalaman sekitar 16.5 30.56 1) penampang dua dimensi titik 15 – 5 – 3 – 9 (TPR – 1) Berdasarkan penampang dua dimensi pada gambar 4. Interpretasi litologi dari penampang dua dimensi pada titik 15 – 5 – 3 – 9 dapat kita tabelkan rentang nilai resistivitas dan ketebalan tiap lapisannya sebagai berikut.2 dapat kita interpretasikan adanya pelapisan tanah maupun batuan berdasarkan nilai resistivitasnya dan juga ketebalannya.5 47.9 m dari permukaan tanah.2 – 53.5 – 1.9 Ωm diperkirakan merupakan lapisan batu pasir yang diharapkan berfungsi sebagai lapisan akuifer.1 – 9 Ωm dengan ketebalan 16.2 terlihat lapisan batuan dengan nilai resistivitas antara 3.1 – 9 1. dan gambar 4.7 – 78 Ketebalan (m) 16.9 49. sehingga dimungkinkan sebagai lapisan tanah penutup bagian atas (soil).1 – 90.1. Lapisan berikutnya. Nilai resistivitas tersebut dapat diperkirakan merupakan satu lapisan paling atas dari lokasi penelitian.1. Sedangkan lapisan di bawahnya dengan nilai resistivitas 1. Hal ini karena batu pasir memiliki kandungan porus yang lebih banyak dibandingkan batuan yang lain sehingga ketebalan batu pasir akan sangat menentukan dimensi akuifer. dalam hal ini lapisan terdalam yang dapat dideteksi dalam . Tabel 4.9 – 36.

9 Ωm dengan ketebalan 19.8 m.8 56. Interpretasi Litologi Penampang Dua Dimensi Titik 10 – 11 – 9 Resistivitas Lapisan 1 2 3 (Ωm) 3 – 17.2.3 dapat kita interpretasikan adanya pelapisan tanah maupun batuan berdasarkan nilai resistivitasnya dan juga ketebalannya.6 .9 – 32.3 terlihat adanya lapisan batuan yang memanjang dari arah barat ke timur.7 – 78 Ωm. dengan resistivitas 49. dengan nilai resistivitas antara 3 – 17.6 – 2.? Berdasarkan tabel 4.3 – 50 Kedalaman (m) 0 – 32. Potensi akumulasi akuifer terdapat dititik 15.3 – 82. 2) penampang dua dimensi titik 10 – 11 – 9 (TPR – 2) Berdasarkan penampang dua dimensi pada gambar 4. Tabel 4.9 – 32.4 35 – 78 Ketebalan (m) 19. Interpretasi litologi dari penampang dua dimensi pada titik 10 – 11 – 9 dapat kita tabelkan rentang nilai resistivitas dan ketebalan tiap lapisannya sebagai berikut.9 83 . sehingga diperkirakan lapisan ini merupakan lapisan impermeabel yang berperan sebagai lapisan penutup tanah bagian atas. 3 dan 9 karena pada titik ini diperkirakan terdapat tandon air pada kedalaman lebih dari 63 meter dengan ketebalan kurang dari 53 meter. Diperkirakan merupakan lapisan impermeabel sehingga diharapkan lapisan ini dapat berfungsi untuk menahan air tanah agar tidak turun ke lapisan bawahnya.8 36.57 penelitian ini.2 dan gambar 4.9 1. lapisan dibawahnya dengan kisaran resistivitas antara 1.

3 – 14.5 – 105. diperkirakan merupakan lapisan batuan dasar yang bersifat impermeabel.3 – 50.4 Ωm diperkirakan merupakan lapisan batu pasir yang diharapkan berfungsi sebagai lapisan akuifer. dan gambar 4.58 – 2.99 Ketebalan (m) 13.3 – 14. berfungsi menahan air agar tidak turun ke lapisan bawahnya.5 1.2 - Berdasarkan tabel 4.2 – 58. Tabel 4.2 – 1. dengan ketebalan maksimum 50 m.4 yang membentang dari arah selatan-utara.4 terlihat bahwa lapisan batuan di bagian paling atas permukaan tanah memiliki nilai resistivitas 2. Potensi ditemukannya lapisan akuifer berada pada titik 10 dan 9 pada kedalaman lebih dari 56 m.3. Lapisan dibawahnya mempunyai nilai resistivitas 35 – 78 Ωm.5 Ωm. Interpretasi litologi dari penampang dua dimensi pada titik 14 – 13 – 12 – 7 – 2 dapat kita tabelkan rentang nilai resistivitas dan ketebalan tiap lapisannya sebagai berikut. Interpretasi Litologi Penampang Dua Dimensi 14 – 13 – 12 – 7– 2 Resistivitas Lapisan 1 2 3 (Ωm) 2. dapat kita interpretasikan adanya pelapisan tanah maupun batuan berdasarkan nilai resistivitasnya dan juga ketebalannya.4 Kedalaman (m) 0 – 58. Dasar lapisan permukaan ini terlihat bergelombang dan dibatasi oleh lapisan di bawahnya.3.4 20.9 15 .4 33. lapisan pembatas ini diperkirakan merupakan lapisan . 3) Penampang dua dimensi titik 14 – 13 – 12 – 7 – 2 (TPR – 3) Berdasarkan penampang dua dimensi pada gambar 4.

9. Dengan memperhatikan uraian hasil interpretasi data geolistrik di atas dan dikaitkan dengan tatanan geologi regional. Dengan memperhatikan penampang dua dimensi. 13. 3.9 Ωm.4 Ωm berada di antara lapisan lain. yang berfungsi untuk menahan air tanah agar tidak turun ke lapisan bawahnya. akumulasi terbesar lapisan akuifer air tanah pada potongan ini akan ditemukan pada titik 13 di kedalaman maksimum 105 m. Sedangkan pada lapisan di bawahnya dengan nilai resistivitas 15 – 99 Ωm. kecamatan Sarang. Hal ini terlihat dengan dijumpainya lapisan batu pasir yang diperkirakan porus sebagai lapisan akuifer air tanah dengan nilai resistivitas 1. Rembang memungkinkan ditemukan akuifer air tanah. . 10. 13 dengan potensi akumulasi akuifer terbesar pada titik 10. maka kemungkinan ditemukannya akuifer air tanah terdapat pada titik 15.59 impermeabel yang berfungsi sebagai lapisan penutup atas sehingga bagian yang lebih rendah dari lapisan permukaan diharapkan sebagai akuifer dengan rentang nilai resistivitas 1. karena pada daerah ini akan dapat ditemui daerah tandon air yang cukup besar. diperkirakan merupakan lapisan batuan dasar dengan pelapisan jenis batuan yang berbeda akibat dari adanya sisipan tataan stratigrafi geologi daerah penelitian. maka dapat dianalisis lebih lanjut bahwa di daerah Temperak.6 – 2. Secara umum. 15 di kedalaman lebih dari 82 m.2 – 1.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN V. berdasarkan informasi tentang kondisi geologi dan hidrogeologi daerah penelitian dalam kaitannya dengan geolistrik pada bab-bab sebelumnya. resistivitas daerah penelitian terdistribusi dalam lapisan batu pasir.I. 3.2 – 2. 60 . batu lempung dan batu gamping dengan resistivitas bervariasi dari 1. Daerah yang dimungkinkan mempunyai potensi besar mengandung air tanah dalam jumlah besar adalah daerah di sekitar titik 10. Secara hidrogeologis daerah penelitian termasuk zona air tanah potensi sedang dengan sebaran luas untuk akuifer dangkalnya mengingat litologinya yang didominasi oleh batu pasir dan batu lempung yang bersifat porus. 13 dan 15 dengan ketebalan di atas 20 meter.4 Ωm. litologi yang diharapkan dapat berperan sebagai akuifer adalah lapisan yang tersusun oleh batu pasir. maka dapat disimpulkan: 1. Simpulan Secara garis besar. 2.

II. Dilakukan pengeboran di sekitar titik 10. 2. maka dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode lain.61 V. Untuk pembanding data penelitian dengan geolistrik metode tahanan jenis. . 13 dan 15 untuk memperoleh kandungan air tanah yang relatif besar. Saran Saran-saran yang bisa penulis berikan guna perbaikan penelitian lebih lanjut adalah: 1.

Ersin. 2003. Bandung: Penerbit ITB. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Inc. Santoso. Boas. Linsley.62 DAFTAR PUSTAKA Adhi. Tony. New York: John Wiley and Sons. 1990. Peta Hidrogeologi Indonesia. M. Metode Geofisika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Bandung: Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Introduction to Electrodynamics Second Edition. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hidrologi Untuk Insinyur. Bandung: Departemen Teknik Geofisika ITB. Mary L. Mathematical Methods In The Physical Sciences Second Edition. Kodoatie. Peta Geologi Lembar Rembang Jawa.1994. 1992. Griffiths. 2000. Geologi Fisik. Semarang: Universitas Diponegoro. Ray K. Pengantar Hidrogeologi. Semarang : Universitas Negeri Semarang.D dan Sukrisno. David J. Verhoef. 1996. Said. Aryono. 1983. Jakarta: Penerbit Erlangga. Yulianto. 1996. Pengantar Teknik Geofisika. Kadar D dan Sudijono. New Delhi: Prentice-Hall of India Private Limited. Geologi Untuk Teknik Sipil. H. Yogyakarta: ANDI offset. Seyhan. Robert J. 1988. Magetsari. Direktorat Jendral Geologi dan Sumber Daya Mineral Departemen Pertambangan dan Energi. 1995. 2004. 2002. Noer Aziz. Dasar-Dasar Hidrologi. . Djoko. Praktikum Metode Geolistrik.

16 29.60 47.02 16.93 14.14 1.22 50.17 1.93 16.27 43.85 28. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 4.10 13. Keterangan Resistivitas 2 1.34 0.62 73.60 70.59 ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 1 9. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 5.44 60.23 43.53 30. titik 1.30 77.48 17.74 26.16 65. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 6.93 29. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 7.32 55.44 1.82 12. SARANG.TABEL DATA PENGOLAHAN GEOLISTRIK DENGAN INTERPEX – 1D KONFIGURASI SCHLUMBERGER STUDI KASUS DESA TEMPERAK.64 26.47 20.34 - 2.76 90.37 33. KAB.13 1.74 9.72 17. REMBANG No.21 77. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 3.22 3 84.13 1. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) .58 12.41 61.22 28.93 9.91 84. KEC.22 13.82 2.22 49.22 5.24 47.72 3.99 99.

54 69.90 19.94 4. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) .99 53.98 45.99 50.90 36. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 10.77 - 9.75 90.58 1. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 11.71 36. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 13.44 50.89 17.28 58.12 3.74 105.89 32.76 2. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 4.54 36.08 82.06 15.8.29 35.95 19.60 55.30 1.59 35.91 32.95 9.12 50.35 56.66 1.39 25.15 37.43 46.90 19. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 15.79 39.94 19.43 87.56 37. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 14.97 1.62 42.52 78.68 32.68 7.90 50.15 19.54 0.23 35.20 1.46 14.15 18.15 28. ρ ( Ωm ) d (ketebalan) (m) h (kedalaman) (m) 12.08 32.08 74.46 58.92 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful