PEMANFAATAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam pembelajaran yang dilaksanakan di kelas guru menggunakan berbagai metode dan strategi guna mencapai tujuan pembelajaran yang di harapkan. Selain itu guru juga menggunakan berbagai alat bantu sebagai penunjang dalam mengajar seperti buku paket, media pembelajaran serta lembar kerja siswa (LKS). Lembar Kerja Siswa (LKS) biasanya digunakan untuk tiap mata pelajaran sebagai alat bantu bagi guru dalam menyediakan materi ringkas beserta soal-soal yang dapat dikerjakan siswa. Dalam pemanfaatannya Lembar Kerja Siswa (LKS) biasanya di berikan kepada tiap siswa yang mana nantinya guru akan menugaskan siswa untuk mengerjakan berbagai soal yang terdapat di dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tersebut. Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh guru sangat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran karena pada Lembar kerja Siswa (LKS) ini terdapat soal-soal yang dapat langsung dikerjakan. Ketika guru telah selesai memberikan materi pelajaran kepada siswa, maka siswa dapat memantapkan materi tersebut dengan mengerjakan soal-soal latihan yang terdapat pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun dalam pemanfaatannya Lembar Kerja Siswa ini kurang efektif karena sering tidak sesuai dengan kurikulum dan materi yang diajarkan ke pada peserta didik, tetapi peserta didik dituntut harus tetap mengerjakan tanpa ada evaluasi soal-soal dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. B. Permasalahan

1

Dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi soal-soal yang harus dikerjakan siswa. Tujuan Tujuan penulisan makalah “ Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa dalam Proses Belajar Mengajar “ adalah : 2 . Akibatnya. soalsoal yang ada pada Lembar Kerja Siswa sering kali tidak sesuai dengan kurikulum yang ada sehingga membuat siswa bingung dengan soal-soal yang ada dan tidak ada kecocokan antara materi yang diajarkan dengan soal-soal yang ada. siswa mengerjakan LKS cetak dengan perasaan yang terpaksa.Permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah tentang pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran dimana terdapat dampak positif dan negatif. C. hal itu justru membatasi kreativitas guru karena mereka tidak bisa mengembangkan materi secara luas dan hanya berpatokan pada Lembar Kerja Siswa. akan mempermudah guru dalam menyediakan soal-soal latihan bagi siswa serta akan meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima pelajaran karena setelah diajarkan materi siswa langsung mengerjakan soal yang berhubungan dengan materi yang baru di pelajarinya. Namun. dan asal-asalan. keberadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) cetak atau biasa disebut pula dengan istilah Buku Kerja Siswa hingga saat ini masih sangat minimalis dan belum efektif sebagai sarana pembelajaran. maupun isi. Dampak positif yang ada dengan adanya Lembar Kerja Siswa ini adalah akan dapat memperkaya siswa dengan soal-soal yang ada pada Lembar Kerja Siswa. Sebagian besar waktu belajar siswa sekolah dasar dan menengah dipergunakan untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa ( LKS ). Baik dari segi tampilan. Dampak negatif dari penggunaan Lembar Kerja Siswa ini antara lain. kurang bersemangat. Kemudian guru akan malas membuat dan menyediakan soal-soal untuk siswa karena sering kali hanya mengandalkan Lembar Kerja Siswa (LKS) saja.

Untuk mengetahui apa pengertian dari Lembar Kerja Siswa (LKS) b. 3 . Untuk melihat dampak positif. negatif serta permasalahan yang ada dalam pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) d. b. Untuk melihat pemecahan terhadap permasalahan terkait dengan Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa (LKS) D. c. Agar dapat mengetahui dampak positif dan negatif penggunaan LKS dalam pembelajaran dan mengetahui cara mengatasi dampak negatif yang di timbulkan. Kegunaan dan Manfaat Kegunaan dan manfaat penulisan makalah ini adalah : a. Untuk mengetahui pemanfaatan Lembar Kerja Siswa dalam Pembelajaran c. Untuk menambah pengetahuan dalam bidang Pemanfaatan LKS dalam pembelajaran khusus nya bagi guru yang menggunakan LKS dalam mengajar.a. Agar penulis dan pembaca dapat mengetahui tentang pemanfaatan LKS dalam Pembelajaran.

informasi singkat. tugas/kegiatan yang harus dikerjakan oleh siswa dan ini termasuk kepada jenis bahan ajar. KD yang akan dicapai. Lembar Kegiatan Siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi petunjuk.PEMBAHASAN A. judul. Lembar kegiatan siswa akan memuat paling tidak. waktu penyelesaian. misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. tugas yang harus dilakukan. Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu. Lembar Kerja Siswa (LKS) Merupakan salah satu jenis alat bantu pembelajaran. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis.Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. langkah kerja. Pengertian Lembar Kerja Siswa Bentuk bahan ajar sederhana yang kemungkinan terbuka untuk dilaksanakan oleh semua guru yaitu Lembar Kegiatan Siswa. intrupsi. Pengertian 1.Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. dan laporan yang harus dikerjakan. Dalam pengertian lainnya Lembar kerja siswa (LKS) ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada 4 . bahkan ada yang menggolongkan dalam jenis alat peraga pembelajaran. kemudian membuat resume untuk dipresentasikan.

mengamati. seperti seorang guru mengajarkan matematika pada siswanya. Pengertian proses belajar mengajar Menurut Sardiman dalam bukunya “interaksi dan motivasi belajar mengajar” belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca. mendengarkan. LKS ini sangat baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan. atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar merupakan sistem atau serangkaian kegiatan yang terstruktur dalam rangka menstransfer atau memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik serta pembentukan akhlak mulia sebagai tujuan dari pendidikan nasional. B. meniru dan lain sebagainya (Sardiman : 20). Mengajar dapat diartikan sebagai transfer ilmu pengetahuan. Pemanfaatan Lembar Kerja Siswa dalam Proses Belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar. Jadi antara mengajar dan mendidik tidak dapat dipisahkan satu dan yang lainnya. Analisis 1. Lembar kerja siswa berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik.siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja. praktek. Secara umum LKS merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2. guru membutuhkan alat sebagai pendukung atau penunjang dalam menyampaikan materi serta untuk mencapai tujuan 5 . Mendidik merupakan pemeliharan serta pembentukan akhlak anak didik kepada yang lebih baik.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus. materi pelajaran biasanya tidak disampaikan dalam bentuk uraian/bacaan. siswa-siswa cenderung langsung mengerjakan soal-soal. Beberapa pandangan terhadap LKS Pandangan pertama tentang LKS. ketika menggunakan LKS ini. Hampir tiap mata pelajaran menggunakan LKS dalam proses belajar mengajar. dan berpikir kreatif tidak akan berkembang. Alat yang digunakan dapat berupa media dan bahan ajar. Saat ini di sekolah-sekolah banyak ditemui penggunaan buku jenis LKS (Lembar Kerja Siswa) yang sebenarnya merupakan buku rangkuman materi pelajaran yang disertai dengan kumpulan soal. berpikir kritis. LKS yang semestinya dikerjakan di sekolah dalam kegiatan pembelajaran. melainkan sudah dalam bentuk rangkuman atau poin-poin penting saja. yang pada umumnya berupa soal-soal pilihan ganda. terutama soal-soal pilihan ganda. Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut. sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik.yang diinginkan.  Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disajikan.  Memberi pengetahuan. Salah satu contoh bahan ajar yang digunakan dalam menunjang pembelajaran adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). Jika siswa tidak dapat mengerjakan sebuah soal. Dalam LKS jenis ini. Akibatnya. maka siswa akan mencari jawabannya dalam rangkuman materi pelajaran di LKS tersebut. Masalah ini terjadi pada 6 .  Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara lisan 2. seringkali juga harus dikerjakan di rumah sebagai PR. bukan tidak mungkin bahwa kemampuan siswa untuk memahami bacaan. LKS sangat banyak digunakan oleh guru.

Berdasarkan fakta yang terjadi dalam pemanfaatan LKS dalam pembelajaran ini perlu dilakukan berbagai cara agar pemanfaatan tidak salah dan tidak menyesatkan serta kreativitas guru dan siswa dapat berkembang. berpikir kritis. dan berpikir kreatif. Pandangan kedua tentang LKS. LKS yang di berikan guru biasanya ada yang dikerjakan di rumah maupun di sekolah. 7 . Lembar kerja siswa (LKS) dapat dianggap sebagai suatu media atau alat pembelajaran. Pengerjaan LKS tanpa bimbingan guru akan menyesatkan siswa bila LKS tersebut tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Suatu kegiatan belajar yang menggunakan LKS memberikan kesempatan penuh kepada siswa untuk mengungkapkan kemampuan dan keterampilan. Solusi Pemanfaatan LKS dalam pembelajaran. Penggunaan LKS yang tidak dibimbing oleh guru akan membuat siswa bingung dan asal-asalan dalam mengerjakannya. 3. LKS juga dapat menghambat kreativitas guru karena hanya berpatokan pada LKS tanpa membuat soal latihan dari buku atau referensi lain.anak-anak di SD .yang semestinya banyak dilatih untuk memiliki kemampuan membaca yang baik. karena dipergunakan guru sebagai perantara dalam melaksanakan kegiatan pengajaran untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau tujuan pembelajaran khusus. LKS dikatakan sebagai sarana belajar. Selain itu LKS juga mendorong siswa untuk mengolah sendiri bahan yang dipelajari atau bersama dengan temannya dalam suatu bentuk diskusi kelompok. karena dengan LKS siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar untuk mencapai suatu TIK. Berbagai dampak penggunaan LKS ini harus bisa disikapi guru dengan metode dan strategi agar tidak salah dan tidak menyesatkan siswa. didorong dan dibimbing berbuat sendiri untuk mengembangkan proses berpikirnya.bukan di jenjang pendidikan tinggi seperti SMA dan Perguruan Tinggi .

melainkan sebagai sarana memahami materi pelajaran. d. dan memperkaya wawasan siswa dengan pendapat-pendapat siswa. b. 8 . sebaiknya dibahas di dalam kelas secara bersama-sama. Untuk penugasan. c. namun dalam pengerjaan LKS siswa harus menggunakan buku cetak sebagai buku utama. guru harus memberikan model yang lainnya. Siswa tidak berpatokan pada LKS saja. Guru harus lebih memperkaya soal-soal siswa dengan membuat soalsoal dari berbagai referensi dan tidak hanya dari LKS. tetapi digunakan dalam proses pembelajaran. dan dikembangkan kebiasaan mengemukakan alasan (reasoning) kenapa siswa menjawab pilihan jawaban tertentu. Buku-buku LKS tersebut diperbaiki dan dikembalikan lagi kepada peran yang sebenarnya. soal-soal pilihan ganda dalam LKS tersebut bukan digunakan sebagai bentuk tugas. Buku-buku LKS jenis tersebut tidak digunakan oleh siswa secara mandiri (misalnya dalam bentuk penugasan PR).a. yaitu sebagai lembar kerja siswa. Guru sebagai Fasilitator harus melihat secara teliti kecocokan antara isi LKS dengan kurikulum yang sedang dipelajari sebelum menggunakan LKS tersebut. misalnya model pemecahan masalah. di mana guru mengajak siswa untuk mendiskusikan rangkuman materi yang disajikan dengan anak. yang merupakan pendamping dari buku teks pelajaran. Dalam kaitannya dengan soal-soal pilihan ganda yang diberikan. Jadi.

maka siswa bisa melakukan uji pemahaman dengan mengerjakan soal-soal yang ada pada LKS tersebut. begitu juga dengan siswa. Kesimpulan Dalam proses belajar mengajar guru membutuhkan Lembar Kerja Siswa sebagai salah satu alat bantu yang termasuk ke dalam bahan ajar. B. namun perlu memperhatikan fungsinya tanpa mengesampingkan kemampuan guru sendiri dalam menyediakan soal-soal bagi siswa sebagai evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. LKS menghimpun materi dan soal-soal per materi. Saran Berdasarkan makalah yang dibuat. LKS terkadang tidak sesuai dengan kurikulum dan materi sehingga membuat siswa bingung dalam mengerjakan soal-soal. maka kreativitas guru tidak akan berkembang. Namun dalam pelaksanaannya. Ketika guru selesai memberikan materi. Agar kreativitas guru dan siswa tetap berkembang. guru lah sebagai fasilitator utama dalam menyediakan soal-soal yang akan diberikan agar sesuai dengan materi dan kurikulum. LKS hanya lah sebagai alat bantu. penulis menyarankan ke pada pembaca khususnya para guru agar menjadi kan LKS sebagai alat bantu dalam mengajar. Oleh karena itu guru juga perlu melihat terlebih dahulu kesesuaian LKS dengan kurikulum dan materi yang dipelajari pada mata pelajaran yang ia pegang. penggunaan LKS ini memiliki dampak yang baik dan tidak baik bagi guru dan siswa. Apabila guru hanya menggunakan LKS saja sebagai penyedia soal-soal latihan. Dengan menggunakan LKS siswa dapat mengerjakan soal-soal sesuai dengan materi yang diajarkan.PENUTUP A. 9 . guru tidak hanya berpatokan pada LKS saja dalam menyediakan soal-soal. maka mereka akan terpaksa mengerjakan dan terkesan asal-asalan saja. siswa akan bosan bila selalu di beri tugas mengerjakan soal-soal LKS saja.

Jakarta : Rineke Cipta Sardiman.DAFTAR PUSTAKA Slameto. Jakarta : Rajawali Pers Hamalik.html file:///C:/Users/user/Downloads/LKS. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta : Bumi Aksara file:///C:/Users/user/Downloads/lembar-kerja-siswa. 2003.html 10 . Proses belajar mengajar.html file:///C:/Users/user/Downloads/html file:///C:/Users/user/Downloads/LembarKerjaSiswaInteraktif/HematDwiNuryanto. 2009. Oemar. 2009. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful