PENGANTAR REDAKSI
Penerbitan Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 12 Nomor 02 ini menyajikan enam artikel yang membahas: Tinjauan Teoritis tentang Resistensi Petani, Membangun dan Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keluarga Berketahanan Sosial, Pelayanan Sosial Terkait Dengan Anak yang Dilibatkan dalam Perdagangan NAPZA, Peningkatan Kesejahteraan Sosial KAT Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Kehidupan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya. Masyarakat petani di Indonesia, faktanya merupakan masyarakat yang termarjinalisasi. Proses marjinalisasi ini sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Permasalahan ini dibahas oleh Oetami Dewi dalam tulisannya, “Resistensi Petani : Suatu Tinjauan Teoritis”. Diuraikan oleh Suradi dalam tulisannya “Membangun dan Memberdayakan Masyarakat : Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis”, bahwa pembangunan dalam rangka memberdayakan masyarakat yang tepat apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, maka intervensi pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat tersebut, dan mengintegrasikan berbagai dimensi yaitu sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan personal/spiritual. Melalui pendekatan terintegrasi ini, maka akan tercapai taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dewasa ini, keluarga menghadapi dampak perubahan sosial yang sangat cepat. Irmayani dalam tulisannya “Membangun Keluarga Berketahanan Sosial Dalam Era Modernisasi”, menguraikan, bahwa keluarga yang berketahanan sosial, adalah keluarga yang mampu bertahan terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pada era modernisasi ini, keluarga diharapkan mampu melaksanakan fungsinya, membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya, serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan sosial, dapat berdampak pada kehidupan anak antara lain anak terlibat dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, kareana melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja, tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Dalam hal ini, peranan pekerja sosial sangat penting, selain tentunya polisi, hukum, dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Permasalahan ini dibahas oleh Hari Hariyanto dalam tulisannya ”Pelayanan Sosial Bagi Anak Yang Dilibatkan Dalam Perdagangan Napza : Pengalaman Bekerja Bersana Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur”.

i

sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu. REDAKSI ii . pepohonan. yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT.Rustanto dalam tulisannya ”Peningkatan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil Berbasis Kearifan Lokal’ menguraikan. KAT adalah komunitas yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya. bahwa manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatan kesejahteraannya. mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjaga alam tetap lestari. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Hal ini dibahas oleh Sugiyanto dan Moch. upaya mewujudian KAT ini tampaknya masih dihadapkan pada berbagai kesulitan. Hidup serasi dengan alam ini dicontohkan oleh KAT. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Syawie dalam tulisannya ”Mewujudkan Komunitas Adat Terpencil Sejajar dengan Masyarakat Pada Umumnya”. mata air dan gunung. Namun demikian. mereka perlu diberdayakan agar dapat menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana.

If we are talking about the resistance. PENDAHULUAN Konsep tentang petani perlu diperjelas terlebih dahulu sebelum berbicara konteks hubungan petani dengan kelompok sosial lainnya. Peasant ini memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan farmer. mampu mengakumulasi surplus usaha taninya. Briefly in this paper I would like to convey that if we want to know deeply about the resistance we should now first about the history and concept for building the theory. In this paper. Mereka memiliki modal usaha dan jaringan sosial yang kuat dengan tokohtokoh dari kelas sosial atas. The form of resistance also many kinds relating to the situation. since their willingness never gives more attention until they can’t stand up anymore. For passive the characteristics are different than in active resistance by the appearance from the kind of how the peasant react to what they think it could be different from what they want to. because the concept for resistance actually came from the peasant. Farmer adalah petani yang menguasai faktor produksi secara memadai. tradisi etnografi budaya. try to make many differences and understanding meaning from many references that talking about resistance relating to the peasant. dan tradisi Durkheimian yang dikembangkan oleh Informasi. tanah pertanian yang relatif luas. Berbeda dengan farmer. we can’t avoid talking and discussing about the peasant. 12. Farmer ini juga digolongan sebagai kelompok petani lapisan atas yang mengadopsi budaya kelas dominan dalam struktur negara. meliputi seluruh jenis struktur sosial. Mereka sering disebut petani gurem. tahun 2007 1 . Key word : resistance. seperti elite politik dan elite ekonomi. But for active resistance the appearance more destructive than in passive. tipologi ilmu ekonomi khusus. and the main resistances are active and passive resistance. atau budaya marginal yang berbeda dengan budaya yang dikem-bangkan oleh lapisan penguasa. dan termasuk buruh tani yang tidak memiliki tanah dan meng-gantungkan hidupnya pada kerja bagi hasil. Mereka ini disebut mengembangkan budaya kecil. That resistance can be divided into many meaning. the peasant I. 02. Secara umum kita dapat membedakan atau melihat empat tradisi konseptual utama dalam pembahasan tentang keberadaan kaum tani (peasantry) sebagai hal yang khusus. condition and the culture form the communities. Pengertian petani dibedakan antara farmer dan peasant. Vol. petani yang termasuk dalam pengertian peasant adalah petani yang menguasai sedikit sumber daya alam. No. sehingga kebudayaan farmer dalam terminologi Redfield dan Singer (1971) disebut Great Tradition.RESISTENSI PETANI : SUATU TINJAUAN TEORITIS Oetami Dewi Abstract. yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial pada jaman ini yakni: teori kelas Marxist.

dan diterima sebagai dasar konseptulisasi oleh mayoritas antropolog Amerika. Tradisi kedua. Pertanian tradisional meliputi suatu kombinasi tugas spesifik pada suatu spesialisasi tingkat rendah dan latihan suatu kebebasan. Tindakan ekonomi melekat dengan hubungan keluarga. Pendekatan ini dikembangkan oleh Marx. keunggulan sikap kompromis dan tradisional. hal yang sangat penting di mana kepalsuan dianggap cara keluarga petani bekerja. Vol. kemampuan membangun hubungan sosial dan kesejahteraan. Sedikit bagian dari pola budaya ini berhubungan dengan karakteristik masyarakat kecil. memandang struktur sosial petani ditentukan oleh suatu jenis ekonomi khusus. yakni: 1. tapi secara eksplisit dibuat Vasil’cakov dan secara keseluruhan dibangun Chayanov. Tradisi Marxist tentang analisa kelas menggunakan perspektif pemahaman terhadap kaum tani dalam konteks pola hubungan kekuasaan. Peasant sebagai bagian segmen telah diulas oleh Redfield. kepentingan dan 3. dan hanyalah kebun yang menyediakan kebutuhan konsumsi keluarga dan pembayaran kewajibankewajibannya kepada pemilik atau penguasa ekonomi dan politik. pertimbangan tindakan individu dalam hal pengalaman masa lalu dan kehendak masyarakat. Hanyalah keluarga yang menyediakan tenaga kerja pada kebun. telah mengikuti suatu alur yang agak kompleks.Kroeber dan sejawatnya dalam teori perubahan sosialnya ke sosiologi fungsional (Shanin. tahun 2007 . suatu tambahan mendeskripsikan masyarakat petani. Kroeber menempatkan masyarakat petani dalam posisi tengah bagian masyarakat dengan bagian budaya tersendiri. dan alasan maksimalisasi laba dalam terminologi uang jarang nampak secara tegas atau eksplisit. Ciri-ciri ini nampak dari sisa-sisa dasar struktur kekuatan sosial. Pokok permasalahan politis mereka adalah antar hubungan dengan budaya subordinat dan ekploitasi ekonomi melalui pajak. Dasar dualisme yang diterima oleh Durkheim dan generasinya membagi masyarakat ke dalam tradisional dan modern atau organik di atas pembagian kerja dan interaksi dari berbagai unit. 4. Kebun keluarga petani merupakan unit dasar dari organisasi sosial yang multi-dimensional. Dampak alam yang secara terbatas penting bagi mata pencarian dari unit produksi kecil dengan sumber daya terbatas. Corak budaya petani yang spesifik telah dicatat oleh berbagai peneliti. Budaya tradisional yang khusus berhubungan dengan cara hidup masyarakat kecil. Produksi kebun keluarga sebagai unit utama bagi sosialisasi. Kemudian petani (peasant) dipahami sebagai awal dari tata sosial. sewa. 02. Menurut Shanin (1971: 14-15). No. 1971: 13-14). 2 Informasi. Pendekatan ini dapat dilacak dari karya Marx dan Engels. yaitu berakar dari etnografi Eropa dan antropologi Barat tradisional yang cenderung mendekati petani sebagai representasi dari tradisi nasional awal. 12. Lahan pertanian merupakan alat utama mata pencarian yang secara langsung menyediakan bagian terbesar kebutuhan konsumsi. yaitu. Sebagai contoh. batasan terhadap masyarakat petani secara umum meliputi empat hal utama. Petani digambarkan sebagai masyarakat produsen pre-capitalist yang dieksploitasi dan ditindas. hidup kaum tani didominasi oleh orang luar. Posisi kaum tani tidak pernah diperhitungkan. 2. Tradisi ketiga.

dan tidak dilandasi oleh prinsipprinsip hubungan yang rasional. Kebijakan pembangunan pertanian yang mengarah pada modernisasi sistem pertanian. kelompok primer dalam masyarakat petani sering berfungsi secara ekonomi. mereka dapat berubah menjadi kaum proletariat yang revolusioner dalam perubahan waktu. ketetanggaan dan pengelompokkan yang bersifat lokal. Sementara mereka memaksa anggotaanggotanya yang lebih beruntung untuk membagi sebagian dari kerja dan barangbarang mereka dengan tetangga-tetangga mereka yang kurang beruntung (Wolf. Karakter ekonomi petani ini ditandai oleh bentuk usaha taninya yang bersifat subsisten. Mereka ini merupakan petani tradisional dan berusaha keras mempertahankan tradisi-tradisi yang memberikan jaminan keamanan subsisten rumah tangganya. II. 12. Oleh karena itu. Modernisasi pertanian terjadi seiring dengan proses penetrasi kapitalisme pada masyarakat petani akan ditentang keras karena mengancam kepentingan ekonomi mereka. No. 1990: 31-32). Kelompok primer dapat berperan untuk mengatasi masalah subsistensi rumah tangga petani. tahun 2007 3 . Konsep harmoni sosial-budaya di dalam kehidupan masyarakat petani tersebut dapat meredam seluruh potensi konflik. sosial dan politik. Keberlangsungan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam jangka panjang lebih bermakna dari pada keuntungan besar jangka pendek. masyarakat petani juga akan mendukung usaha mempertahankan hubungan-hubungan sosial yang tradi- sional. Vol. Masyarakat petani biasanya berbentuk kelompok primer atau asosiasi kecil yang saling berhubungan dan terikat oleh hubungan emosional yang alamiah. akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat petani ( peasant) karena dianggap mengancam keamanan subsistensi mereka. Kelompok primer dalam masyarakat petani ini berawal dari ikatan keluarga. Namun dalam beberapa kondisi. Setiap hal yang baru menurut mereka akan membahayakan keseimbangan yang ada. Prinsip harmoni sosial budaya dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa dikemukakan oleh Geertz (1983). masyarakat petani dapat menolak penetrasi lebih lanjut oleh tuntutantuntutan dan tekanan-tekanan dari luar. Pada waktu yang bersamaan.pola perdagangan yang tidak disukai kaum tani. PERSPEKTIF TEORITIS RESISTENSI PETANI Dalam perspektif teoritis yang menyatakan petani sebagai sistem ekonomi khusus. 02. 1985: 26). memiliki tujuan interaksi tidak spesifik. ditandai oleh tertib sosial atau harmoni sosial yang tidak menyuburkan munculnya pertentangan kelas sosial akibat memburuknya hubungan kepemilikan tanah. Selama hubungan-hubungan itu dapat dipertahankan. dan tetangga yang terdekat dapat membantu dengan memberi pinjaman untuk membeli bahan pangan (Blanckenburg dan Sachs. berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan kebutuhan pasar. Bentuk-bentuk interaksi sosial dalam kelompok primer biasanya ditandai oleh adanya tingkat formalitas yang rendah. Informasi. namun beresiko bagi kejatuhan ekonomi rumah tangganya. kaum tani digambarkan memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan segmen masyarakat lainnya. sehingga tidak menimbulkan gangguan yang serius di dalam kehidupan mereka. dan pengeluaran dana-dana seremonial yang diperlukan untuk menopang hubungan-hubungan itu. Masyarakat petani cenderung untuk terus melekat pada cara hidupnya yang tradisional.

melainkan perlawanan terhadap kekuasaan elite desa dan petani kaya yang mengatasnamakan masyarakat petani. Petani cenderung menolak perubahan pola-pola hubungan ekonomi dan sosial yang selama ini dianggap merupakan jaminan bagi keamanan subsistensi mereka. bahwa perilaku manusia selalu dilandasi motif mencari keuntungan atau kemanfaatan yang sebesar-besarnya. resistensi petani merupakan pilihan rasional terhadap berbagai alternatif yang tersedia. Dalam perspektif teori Popkin. semua bentuk perlawanan petani bukan untuk menentang Revolusi Hijau atau perubahan. Kehidupan ekonomi petani yang relatif miskin dan berada diambang garis kemiskinan. Bagi Popkin. padahal tujuan memperkuat institusi yang menguntungkan mereka. Basis premis yang dikembangkan Popkin adalah setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih perilaku yang paling efisien guna mencapai keuntungan yang maksimal bagi dirinya. 12. III. Vol. Prinsip mendahulukan keselamatan merupakan sumber kekuatan moral bagi masyarakat petani untuk menolak perubahan.James Scott (1981) menyatakan. Popkin memiliki premis. Moralitas ekonomi mendahulukan keselamatan ini merupakan kunci untuk memahami resistensi petani. Perspektif moral ekonomi itu ditentang oleh Popkin (1979). BENTUK-BENTUK RESISTENSI PETANI James C. dari pada berorientasi pada maksimalisasi profit. Ada mekanisme sharing antara petani yang kaya kepada yang miskin melalui berbagai bentuk hubungan ekonomi dan sosial sebagai tanda bahwa petani kaya telah membagi surplus ekonominya kepada komunitas petani di desanya. baik yang berasal dari dalam masyarakat 4 Informasi. Scott (2000) dalam bukunya Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. 02. dengan pengertian membagikan secara merata apa yang terdapat di desa yang dilandasi kepercayaan kepada hak moral para petani untuk dapat hidup secara cukup. No. Para petani menganut moral ekonomi mendahulukan selamat. Gerakan perlawanan petani terjadi ketika sebagian besar individu merasa dirugikan. Relasi sosial dalam perspektif Popkin merupakan perjuangan kepentingan ekonominya sendiri bukan dilandasi oleh pertimbangan moral kolektif. mengupas bagaiman cara masyarakat petani yang lemah dan selalu kalah menentang kelakuan semena-mena dan eksploitatif dari kelompok ekonomi dan politik yang kuat. Para petani menganut azas pemerataan. tahun 2007 . sehingga mereka lebih mengutamakan keselamatan ekonomi dalam jangka panjang dan tidak tertarik pada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek meskipun beresiko pada kehancuran ekonomi mereka. dan bukan sebagai reaksi defensif untuk mempertahankan institusi tradisional mereka dan norma-norma resiprositas yang ada dalam masyarakat. Setiap petani dalam masyarakat petani pada dasarnya termotivasi menuntut keuntungan dari tindakan kolektif dengan partisipasi sekecil mungkin. dan bersikap resisten terhadap perubahan atau kenyataan sosial yang tidak memberi pilihan lain. bahwa semangat kolektif masyarakat petani yang terwujud dalam aktivitas tolong-menolong serta memandang permasalahan dari kepentingan kolektif merupakan mekanisme sosial untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang secara ekonomi rentan terhadap bahaya kekurangan pangan.

dan mereka secara khas menghindari konfrontasi simbolis yang langsung dengan penguasa. pura-pura memenuhi permohonan. Tindakan-tindakan perlawanan yang dilakukan secara perorangan. sehingga petani miskin cenderung menjadi semakin miskin. dan bunga dari mereka. tahun 2007 5 .mereka sendiri maupun yang datang dari luar. pada akhirnya akan meneguhkan ‘batu karang’ ekonomi dan politik mereka. diperkuat dengan budaya perlawanan rakyat dan diperbanyak ribuan kali. sewa. sering mengambil bentuk mengurus sendiri. Petani miskin yang lemah dan selalu kalah menunjukkan eksistensinya melalui everyday form of resistance dalam bentuk perlawanan terselubung yang muncul sebagai reaksi terhadap everyday form of repression yang dilakukan tuan tanah dan petani kaya.Malaysia tersebut Scott menunjukkan. bahwa program Revolusi Hijau telah merubah tatanan sosial ekonomi di perdesaan Malaysia. Teknik-teknik lowprofile ini sangat cocok untuk struktur sosial kelas petani. karena mereka tidak memiliki wadah organisasi politik formal. Masyarakat petani yang lemah pada dasarnya tidak pernah berhenti menentang ketidakadilan yang menimpa diri mereka. sebaliknya justru mengurangi kemampuan petani miskin untuk memanfaatkan isentif material yang ditawarkan oleh Revolusi Hijau. Sebagian besar dengan cara inilah kelas petani menyatakan kehadiran politisnya. tanpa organisasi formal dan siap untuk melakukan kampanye defensif menghabiskan tenaga lawan dengan gaya gerilya. Perlawanan sehari-hari masyarakat petani ini secara empiris historis terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan Informasi. Cara-cara seperti ini dalam jangka panjang justru terbukti paling efektif. Mereka hampir tidak memerlukan koordinasi atau perencanaan. antara petani dan pihak yang mencoba menyerobot pekerjaan. Perasaaan diperlakukan tidak adil inilah yang sering memicu timbulnya konflik antara masyarakat petani miskin dengan kelompok mapan yang mereka anggap sebagai sumber ketidakadilan. pencurian. Dan setiap saat. antara lain memperlambat pekerjaan. pelarian diri. telah menggeser hubungan antara petani kaya dan petani miskin. bersifat purapura. Revolusi Hijau telah memperkuat daya akumulasi surplus ekonomi bagi petani kaya. Petani miskin secara perorangan melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap negara karena negara melakukan penetrasi di dalam proses transformasi hubungan-hubungan produksi dengan proses mekanisasi pertanian dan modernisasi pertanian. Petani lemah itu melakukan perlawanan sehari-hari secara terselubung. Perlawanan masyarakat petani yang lemah itu merupakan perlawanan terhadap dampak Revolusi Hijau yang mengancam keamanan subsistensi mereka. Senjata yang dipergunakan oleh masyarakat petani lemah ini. Vol. seperti pemerintah dan aparatnya yang memperlakukan mereka secara tidak adil. menggunakan pemahaman implisit serta jaringan informal. Masyarakat petani yang lemah ini melakukan bentuk pertarungan jangka panjang. makanan. berbeda dengan kelas menengah dan kaum cendekiawan yang memiliki organisasi politik dan pemimpin formal dalam memperjuangkan kepentingannya. 2000: xxiii-xxiv). menjadi bertambah kaya. Negara memiliki peranan yang luas dalam proses tranformasi perdesaan melalui program modernisasi sistem pertanian padi. penyabotan. Dalam studinya di Sedaka . kapal besar yang bernama negara dapat saja kandas pada batu karang perlawanan rakyat petani ini (Scott. dan sebagainya. 12. No. 02.

apakah itu melalui parlemen atau melalui suatu konvensi. dan beberapa puluh kampung membentuk sebuah distrik. Pemimpin keagamaan 6 Informasi. Hal ini terjadi karena gerakan petani tradisional pada umumnya diorganisasi tidak melebihi tingkat masyarakat petani yang bersangkutan. ideologi merupakan wahana pembimbing alam pikiran bagi para pendukung gerakan sehingga mereka ini memiliki kesadaran kesamaan nasib dan oleh karena itu juga memiliki “musuh” yang sama. keras dan teroganisasi secara formal. 2006 : 1-17 perlawanan formal dan terbuka. Vol 11. mereka tidak mampu menegakkan kepentingan kelas mereka atas nama mereka sendiri. 03. kesatuan nasional. Perlawanan petani dapat mengambil bentuk yang terbuka. Radikalisasi petani merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan petani secara terbuka dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. sama seperti kentang-kentang dalam sebuah karung merupakan sekarung kentang (much as potatoes in a sack form a sack of potatoes). dan anggota-anggotanya hidup dalam kondisikondisi yang serupa. dan identitas kepentingan mereka tidak melahirkan persatuan. kepentingan-kepentingan mereka dan menempatkan mereka dalam kedudukan bermusuhan. tetapi mereka harus diwakili. Memperhatikan kondisi organisasi petani miskin ( peasant ) seperti yang digambarkan Marx di atas. Berjutajuta keluarga hidup di bawah kondisikondisi eksistensi ekonomis yang memisahkan cara hidup mereka. Gerakan ini merupakan wadah dari para petani miskin melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh tindakan semena-mena baik dari pihak kapitalis perkebunan. Namun gerakan-gerakan itu dengan cepat dapat dibasmi oleh aparat kolonial Belanda dengan tindakan represif dan dengan korban manusia yang besar (Soetrisno. Mereka tidak dapat mewakili mereka sendiri. Oleh karena itu. No. masyarakat petani Perancis terbentuk dengan cara men-jumlahkan satuan-satuan yang sesuai. Beberapa puluh dari mereka membentuk sebuah kampung. Karl Marx (1971: 230) menyatakan bahwa masyarakat petani yang tersebar luas di negeri Perancis itu ibarat sekarung kentang. maka kebanyakan pemimpin dalam gerakan perlawanan petani yang radikal muncul dari lapisan kelas menengah di desa. atau organisasi politik. aparat pemerintah kolonial atau tindakan kolutif antara keduanya. 02. 12. Mode of production mereka mengisolasi mereka dalam hubungan timbal-balik. Petani-petani kecil membentuk satu massa yang besar. Sebagai contoh. No.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial. tahun 2007 . maka mereka tidak merupakan kelas. Vol. Menurut Landsberger dan Alexandrov (1981). di Pulau Jawa sering muncul gerakan Ratu Adil. sesuai dengan karakteristk organisasi petani. Namun karena di antara petani-petani kecil itu hanya saling hubungan bersifat lokal saja. Pada umumnya bentuk perlawanan petani yang radikal sangat jarang dapat dikelola menjadi organisasi asosiasional dengan berbasiskan massa yang luas. 2000: xviii). Petani dengan lahan sempit hidup berdampingan. Kuntowijoyo (2002: 6) menyatakan bahwa kecenderungan petani menjadi bersikap radikal tidak dapat dilepaskan dari peran ideologi ratu adil atau jihad fi-sabilillah. namun tanpa mengadakan hubungan yang bermacammacam satu sama lain. Pada abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke20. pemberontakan petani Banten tahun 1888 dipimpin oleh tokohtokoh keagamaan seperti kyai dan guru tarekat yang merupakan sosok pemimpin karismatik di Banten. Dengan cara seperti itu.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Vol. upaya itu biasanya disertai dengan pemaksaan kehendak. Dalam kasus pemberontakan petani Banten 1888. 1994. Clifford. Salah satu ciri dari gerakan perlawanan petani radikal adalah tujuan gerakan perlawanan tersebut untuk mengubah tatanan sosial politik tertentu yang dianggap tidak benar atau merupakan kaum tani atau subyek pelaku gerakan tersebut (Giddens. 12. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka. para kyai dan guru tarekat membangun kerangka penafsiran. IV. 1983. “Masyarakat Tani Dalam Pembangunan”. Ulrich Planck (Penyunting). dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Sarikat-Sarekat Islam lokal banyak terlibat dalam radikalisasi petani. dan sasaran sosial ditujukan kepada kaum ambtenaar atau priyayi yang melambangkan kekuasaan kolonial (Kuntowijoyo. Pemberontakan Petani Banten 1888. Giddens. ekonomis maupun sosial.. Peter von. 2002: 6). halaman 28 – 40. Informasi. PENUTUP Tinjauan teoritis tentang resistensi petani menyadarkan. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologis di Indonesia. dan memiliki solidaritas keanggotaan yang kuat. Ajaran tarekat nampaknya mempunyai daya tarik yang kuat bagi kaum tani yang tergolong lapisan sosial bawahan di Banten (Kartodirdjo.Perlindungan Anak di Nusa Tenggara Barat (Suradi) ini mampu menyebarkan gagasan eskatologis Islam mengubah para anggota tarekat atau jamaahnya menjadi kelompok revolusioner yang militan. Kartodirdjo. 1999. tahun 2007 7 . sekuler dan kafir. untuk menumbangkan pemerintahan kafir dan menata kembali kehidupan sosial politik di Banten yang diridhoi Tuhan seperti sistem kesultanan pada masa lalu. Sedangkan Calhoun (1999: 663-664) menyebutkan. seperti Sarekat Islam tidak jarang memakai ideologi ratu adil di tingkat pengikut bawahan. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. Sosiologi Pertanian. 1990. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. DAFTAR PUSTAKA Blanckenburg. Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi. 1984). Bagi setiap anggota jamaah dihembuskan semangat jihad. Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1. berperang di jalan Allah. Sartono. Calhoun. No. Bahkan gerakan-gerakan modern. Oxford: Blackwell Publishers. sasaran ekonomis ditujukan pada dominasi ekonomi pedagang Cina. C. Keanekaragaman dan Penentuan Nasib Sendiri. bahwa masyarakat petani sebagai masyarakat yang termajinalisasi. Sasaran kultural biasanya ditujukan kepada pembasmian simbol-simbol adat yang bertentangan dengan agama. Proses marjinalisasi ini pada kontek Indonesia sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. baik oleh pemerintah maupun kaum kapitalis. 1984. Geertz. dengan sasaran kultural. 1994: 1-2). bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah pemerintahan orang asing. bahwa gerakan radikal bertujuan mengubah struktur sosial yang sudah ada yang dianggap merugikan. Ideologi messianisme dan millenarianisme pada abad ke-19 banyak dimanfaatkan untuk menggalang mobilisasi petani kearah gerakan perlawanan yang radikal. Anthony. 02. Jakarta: Pustaka Jaya. dan Reihold Sachs.

Bekerja pada Biro Perencanaan. No. 1969. 1979. Scott.. Shanin. Robert dan Milton B. Teodor. Singer. 2000. Redfield. “Pengantar”. Middlesex: Penguin Books. 12. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Middlesex: Penguin Books. Peasant Wars of Twentieth Century. Landsberger. Esai-esai Sejarah Dr. James C. Alexandrov. “Introduction”. Popkin. Marx. Peasant and Peasant Societies. The Rational Peasant: The Political Economiy of Rural Society in Vietnam. Loekman. James C. 1981. Oetami Dewi. Kuntowijoyo: Radikalisasi Petani. Teodor Shanin (Editor). Vol. Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia. 02. “Masyarakat Desa dan Radikalisasi Petani”. —————————.Si. 1971. “City and Countryside: The Cultural Interdependence”. Jakarta: LP3ES. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Samuel L. Teodor Shanin (Editor). 1971. New York: Harper & Rowy. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Henry dan Yu. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Yogyakarta: Bentang Budaya. Aktif mengikuti dan menjadi pembicara seminar/diskusi ilmiah di dalam maupun di luar negeri tentang pembangunan kesejahteraan sosial.Kuntowijoyo. Middlesex: Penguin Books.J. M.. G. 2000. Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. Jakarta: Rajawali. Scott. Teodor Shanin (Editor). 1981. halaman 229-237. Departemen Sosial RI. 1971. Soetrisno. 8 Informasi. halaman 1-57. E. “Peasantry as a Class”. Berkeley: University of California Press. 2002. Peasant and Peasant Societies.. Karl. DR. tahun 2007 . Wolf. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Peasant and Peasant Societies.

economic. dimension and strategy. 12. Pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan merupakan upaya memberdayakan masyarakat berdasarkan pada kekuatan atau keswadayaan masyarakat itu sendiri. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat merupakan akibat dari penerapan pendekatan yang berorientasi pertumbuhan ekonomi tersebut. messo and macro approaches in synergy. Asumsi ini yang mendasari prinsip self-determination. dari semula menempatkan masyarakat sebagai obyek. mereka menikmati hasil pembangunan paling sedikit. Vol. Pendahuluan Pendekatan pembangunan sosial telah mengalami pergeseran yang berarti. All these dimension show the complexity of the problems in the community. Hal ini ditambah lagi dengan skema “sinterklas” dari program sosial yang sarat dengan motif pertolongan yang bersifat filantropis. tahun 2007 9 . dan mereka memiliki potensi dan sumbersumber daya yang dapat didayagunakan untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya. Pergeseran pendekatan ini sebagai respon atas kegagalan pendekatan pembangunan yang dipaksakan dari pemerintah (top-down) . Is needed approach to this problems solution is a generalis approach. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi. and supported by various practical principles and basic system in community development. in the frame of community development a strategy which is oriented to a solution of complex problems. bahwa masyarakat lebih mengetahui masalah dan kebutuhannya sendiri. meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Community is a complex social unity. Keyword : community empovernment. Meskipun secara ekonomi terjadi pertumbuhan yang signifikan. cultural. cause have social. No. bahwa masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri. Program sosial sudah “siap saji”. Masyarakat miskin yang jumlahnya paling banyak. that integrated micro. I. Bahkan isu dalam pembangunan masyarakat adalah pemberdayaan yang tidak memberdayakan. religious and enverimental dimension that affect each other. politic. kini masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau masyarakat sebagai pusat pembangunan (people centered development). namun kemajuan di bidang ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan di bidang sosial. The fore. prinsip partisipatif dan keswadayaan masyarakat belum sepenuhnya diterapkan di dalam programprogram sosial. 02. karena pendekatan tersebut dinilai tidak mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat.MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis Suradi Abstract. Masyarakat Informasi.

Soerjono Soekanto (1990) mengemukakan ciri-ciri masyarakat. pendidikan. maka dirasakan pula oleh anggota masyarakat yang lain. meja dan sebagainya. oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya. tahun 2007 . menyebabkan terlembaganya perasaan bersaudara 2. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Pemahaman terhadap kompleksitas masyarakat tersebut memerlukan berbagai perspektif ilmu sosial. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Berdasarkan pemikiran tersebut. dan (4) adanya norma dan aturan-aturan yang disepakati untuk mengatur kehidupan bersama. industri dan lain-lain). apabila ada anggota masyarakat yang sakit. jenis kelamin. utuh dan obyektif. Akan tetapi secara teoritis. sarana transportasi. Unsur demografi atau penduduk Pada unsur demografi ini di dalamnya meliputi : proporsi umur. 2. pelabuhan. 3. Dengan menggunakan sudut pandang yang lain. Unsur sosial budaya Pada unsur sosial budaya di dalamnya meliputi kelembagaan. Oleh karena dengan kumpulan manusia. II. yaitu (1) adanya kumpulan manusia dalam sebuah ikatan dan perasaan. pegunungan. timbullah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. kepranataan 3. (3) hidup dalam kesatuan sosial dalam waktu yang lama. agama dan etnis/suku. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. 10 Informasi. 02. Sebagaimana satu tubuh. angka minimumnya adalah dua orang yang hidup bersama. Manusia yang hidup bersama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. No. Di dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang mutlak ataupun angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Konsep masyarakat (community) perlu dipahami dengan baik. pekerjaan. MEMAHAMI MASYARAKAT 4. yaitu : 1. pertanian.perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan ide-ide guna mengatasi masalah yang dihadapi berdasarkan kekuatan yang dimiliki. antar individu. Vol. Sebagai akibat hidup bersama itu. (2) tinggal di suatu daerah atau wilayah yang sama atau mempunyai kesatuan ciri kelompok tertentu. maka akan diperoleh anatomi masyarakat yang lengkap. terdapat empat syarat terjadinya masyarakat. Hanya dengan menggunakan berbagai perspektif dalam memahami masyarakat. orbitasi dan lainlain. Mereka mengembangkan rasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh individu anggota masyarakat. maka akan tumbuh manusia-manusia baru. masyarakat dapat dipahami dalam empat unsur : 1. 12. Unsur geografi atau kewilayahan Pada unsur geografi ini di dalamnya meliputi : tipe wilayah (desa-kota : pantai. karena masyarakat memiliki persoalan yang kompleks (many faced community) .

baik di dalam maupun di luar lingkungan kerumahtanggaan. baik penyebaran pengatahuan baru maupun informasi yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. Sistem ini menggambarkan ciri komunitas adat terpencil berkaitan dengan keperangkatan dan kepranataan (lembaga adat). peranan agama dalam kehidupan komunitas. Vol. 12. bahasa yang digunakan dan kesenian. yaitu : a. dalam kaitannya dengan upaya perubahan sosial. d. serta kemampuan adopsi dan adaptasi dalam proses interaksi sosial tersebut. 4. No. Sistem religi dan upacara keagamaan. all. Kemudian Koentjaraningrat (2004) melihat masyarakat dengan sistem budayanya. terutama bagi para praktisi ketika akan menyusun tahapan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. dari unsur kebudayaan yang relatif sulit berubah sampai dengan unsur kebudayaan yang mudah berubah. agama. Moore (Suradi et. b. tahun 2007 11 . yang di dalamnya terdapat sistem dan mekanisme kemasyarakatan. Sistem mata pencaharian hidup. teknologi dan peralatan yang digunakan. dan apakah masih mengembangkan kesenian lokal atau sudah campuran dengan memasukkan seni kontemporer. yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan sistem kepercayaan. upacara keagamaan. pranata ekonomi (lembaga perekonomian lokal). yaitu nilai-nilai. e. Kemudain sistem informasi yang mereka gunakan berkaitan dengan media informasi. 02. g. Tata urut ini sangat penting. apakah warga masyarakat masih menggunakan bahasa lokal atau campuran. Kesenian. Pertama unsur nilai. Sementara itu. sistem religi dan lain-lain). Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonomisnya. sistem pengetahuan. cara mereka memperoleh pengetahuan dan pandangan tentang pendidikan. Kesemua ciri tersebut menggambarkan jarak sosial dan intensitas interaksi sosial warga masyarakat dengan komunitas luar. Sistem dan mekanisasi kemasyarakatan. Sistem teknologi dan peralatan. orang yang ada di dalam keperangkatan dan kepranaataan itu (kepengurusan adat). Menurutnya ada tujuh unsur di dalam konsep kebudayaan pada masyarakat secara universal. Sistem pengetahuan. Kedua. sistem ekonomi yang digunakan (apakah mereka sudah/belum mengenal sistem ekonomi pasar dan alat tukar yang digunakan). Bahasa. sistem peribadatan. f. unsur teknologi yang di dalamnya terdapat sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi serta peralatan. Pada dua ciri terakhir tersebut.dan nilai sosial budaya lokal (adat. bahasa dan kesenian. ada hukum adat. dan pranata sosial Informasi. c. 2003) menjelaskan bahwa ada tiga unsur di dalam perubahan sosial. yang di dalamnya terdapat sistem religi dan upacara keagamaan. Ketiga . unsur interaksi sosial. interaksi sosial dan teknologi dan materi. Unsur infrastruktur Pada unsur infrastruktur sosial di dalamnya meliputi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Urutan penomoran unsur-unsur perubahan tersebut dari yang Ketujuh unsur kebudayaan tersebut mengikuti tata urut sedemikian rupa.

apabila ada satu unsur dalam sistem tersebut yang tidak berfungsi. Hal ini berarti. 1999) dalam teori struktural-fungsional. Kemudian masyarakat sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu yang pada hakikatnya sebagai anggota sebuah keluarga. citacita atau tujuan bersama yang mengikat kesatuan sosial yang bersangkutan (social media). 12 Informasi. Di dalam sebuah sistem tersebut. Adanya struktur ini tidak memungkinkan terjadinya kesewenangwenangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh individu-individu sebagai warga masyarakat. b. hingga yang relatif mudah berubah atau mengalami perubahan. Vol.paling sulit berubah. Lebih lanjut dikemukakan oleh Budhisantoso (1995) dalam tulisannya “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. ketentuan sosial yang disepakati sebagai pedoman dalam pergaulan sosial (social standard) dan penegakan ketertiban hidup bersama (social control). Fungsi dari struktur masyarakat ini yaitu pengendalian perilaku. Selanjutnya Norton dan Hunt (Astrid. Struktur masyarakat mencakup berbagai hubungan sosial antara individu secara teratur. Bagi kelompok ini masalah prestasi juga menjadi masalah yang dinomor duakan. c. semua unsur saling berinteraksi dan menentukan satu dengan yang lain. Kelompok ini dikelompokkan sebagai kelompok menengah karena masih mempunyai cita-cita lanjut untuk naik tangga sosial lebih tinggi lagi. Kelompok yang karena tercekam oleh kemiskinan mempunyai nilai untuk mengutamakan hasil dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pandangan menuju ke hari depan di masa datang. bahwa masyarakat merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya terdiri dari lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial yang berlapis-lapis. pasti mengembangkan organisasiasi sosial yang masing-masing menjamin ketertiban dan pencapaian tujuan hidup bersama. baik sebagai individu. Berbagai karakteristik dan dimensi masyarakat tersebut menggambarkan. 02. dan bahkan akan mengalami kehancuran. 1984) membagi masyarakat dalam tiga kelompok besar berdasarkan sikap sosialnya terhadap kemungkinan memperbaiki diri : a. mengingat bahwa hal tersebut telah mereka capai. tahun 2007 . 12. maka setiap orang. Kelompok atas yang tidak atau kurang ada perhatian untuk naik lebih tinggi dalam tangga sosial. anggota keluarga maupun anggota masyarakat terikat oleh keempat norma sosial tersebut dalam tatanan kehidupan masyarakat. No. dikemukakan oleh Talcot Parson (Ihromi. Organisasiasi sosial itu pada intinya meliputi pengaturan hubungan sosial antar anggota (social alignment). Bagi kelompok ini berlaku nilai sikap menangguhkan suatu keuntungan yang dapat dicapai dalam jangka pendek demi suatu cita-cita atau hasil yang lebih besar di masa depan. maka kinerja sebuah sistem akan terganggu. Pemikiran bahwa suatu masyarakat sebagai sebuah sistem. Berdasarkan pemikiran ini. penyesuaian diri dan pengawasan sosial bagi individuindividu. Kelompok yang masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf dan tingkat sosialnya walaupun tidak tergolong golongan yang miskin atau termiskin. bahwa betapapun sederhananya kehidupan suatu masyarakat. Keluarga sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu anggota keluarga di dalamnya.

Oleh karena itu. yaitu keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan. tahun 2007 13 . infrastruktur dan pelayanan sosial. masyarakat juga memerlukan pelayanan sosial yang diarahkan untuk membangun kohesitas. 02. yaitu berkaitan dengan upaya mengembangkan kualitas interaksi sosial masyarakat dalam berbagai kepentingan. ras dan gender. guna menghindari terjadi konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam struktur sosial dan keberagaman kultur. No. berdiskusi. Kemudian. diperlukan kebijakan perekonomian yang berpihak kepada kekuatan masyarakat atau kebijakan ekonomi kerakyatan. ada enam dimensi pembangunan masyarakat yang terintegrasi. Pembangunan ekonomi Situasi perekonomian nasional maupun global berpengaruh terhadap kemampuan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama.Pembagian masyarakat ke dalam tiga kelompok tersebut. Maka dari itu. pelayan krisis bagi perempuan. Penyediaan fasilitas rekreasi. Pusat pertemuan masyarakat merupakan wahana yang diperlukan masyarakat untuk bertemu. pendidikan dan keterampilan. misalnya rekreasi. filosofi atau prinsipprinsip dasarnya. etnis. masya-rakat lokal yang memiliki ide-ide untuk usaha baru perlu difasilitasi dan didukung untuk merealisasikannya. Kemudian. maka di dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dimensi. yaitu : a. Animasi sosial merupakan aspek sangat penting dalam dimensi pembangunan sosial. Vol. Pembangunan sosial Masyarakat memiliki kebutuhan sosial. Proses sosial dan berbagai aktivitas masyarakat tersebut mengikuti mekanisme partisipatori. Masyarakat mendefinisikan kebutuhannya dan bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. dan karenanya memerlukan berbagai sumber. Berdasarkan pemahaman ini. perumahan dan jaminan hari tua. b. untuk mendukung akivitas ekonomi masyarakat tersebut. DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT Pembangunan masyarakat dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. kesehatan. memberikan pengetahuan baru terkait dengan jenis program yang mesti dirancang-kembangkan untuk ketiga kelompok tersebut agar program tepat guna dan berhasil guna. Kemudian didesain sistem perubahan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. kebudayaan dan advokasi. harkat dan martabat masyarakat. Menurut Jim Ife (2002). III. perlu dibangun Informasi. 12. Kebijakan pembangunan industri ini diarahkan untuk memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan menarik industri baru ke masyarakat lokal dengan memberikan lingkungan yang kon-dusif untuk investasi. merupakan bentuk-bentuk pelayanan sosial yang diperlukan masyarakat. dan melahirkan aksi sosial bersama. Kemudian pengembangan industri berbasis masyarakat lokal yang dimiliki dan dioperasionalkan oleh masyarakat lokal sendiri.

mewujudkan sarana transportasi yang lebih baik. dan 14 Informasi. dalam pembangunan politik ini diperlukan analisis untuk mengetahui distribusi kekuasan dan bagaimana kekuasan tersebut dalam masyarakat yang memiliki perbedan kelas. Pembangunan budaya Kemajuan teknologi di bidang informasi mempengaruhi keunikan kebudayaan masyarakat lokal. yaitu pengembangan politik internal dan eksternal. semuanya memiliki kesempatan secara adil dalam pembuatan keputusan dalam masyarakat. dan membantu orang untuk saling tukar pengalaman dan refleksi terhadap situasi yang memungkinkan orang untuk bertindak. Consenciousness raising merupakan tahapan penting dalam relasi pada pengembangan politik internal karena berkaitan dengan semua aspek pembangunan masyarakat. Mengembangkan prosedur secara demokratis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan. dan lebih mengarah lagi pada aksi sosial.infrastruktur ekonomi seperti koperasi dan lembaga per-kreditan yang dikelola oleh masya-rakat. Pembangunan politik internal berkaitan dengan proses partisipasi dan pembuatan keputusan dalam masyarakat. tetapi harus melakukan sesuatu berdasarkan rencana tindak yang disepakati. yaitu consenciousness raising and organization. Pembangunan politik ini dilakukan dalam dua jalur. Pengembangan politik eksternal ini dilakukan melalui dua jalur. Prinsip penting dalam organizing untuk aksi sosial adalah orang tidak harus melakukan sesuatu menurut diri sendiri. Kegiatan utama di dalamnya. Pembangunan politik eksternal mengarah pada pemberdayaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan politik yang lebih luas. Organizing berkaitan dengan upaya pengorganisasian secara efektif untuk melakukan aksi sosial. menghentikan pem-bangunan biaya tinggi. yaitu berkaitan dengan cara masyarakat mengorganisasi diri dalam suatu aturan yang berkaitan dengan masalah. Vol. struktur dan ketidakadilan. Melalui lembaga perekomian lokal ini masyarakat akan memperoleh kemudahan memperoleh kredit untuk investasi maupun pemenuhan kebutuhan hidup. d. Sehubungan dengan itu. Melalui media elektronik berbagai pesan-pesan propaganda disampaikan. yaitu organizing and social action. 12. Bagaimana memaksimalkan partisipasi secara efekif sebagai anggota masyarakat. mengembangkan alternatif dan struktur yang otonomi. yang dicapai melalui dua jalur. 02. yaitu me-mantapkan struktur. Kemudian social action berkaitan dengan pencapaian tujuan pada berbagai bentuk peru-bahan dalam lingkungan eksternal. etnis dan kelas. Pembangunan politik Pembangunan politik erat berkaitan dengan isu kekuasaan. Kemudian organizing. mengurangi dampak negatif acara televisi. mempertahakan kelestarian lingkungan alam dan menghentikan atau penutupan industri lokal. tahun 2007 . c. Misalnya. No. demokrasi dalam memaksimalkan partisipasi dan menciptakan kekuasaan secara efektif dalam area yang lebih luas. gender dan etnis.

f.masyarakat tidak mampu melakukan seleksi. Informasi. Selain itu. air bersih. tetapi lebih dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. Bahwa di dalam masyarakat terdapat sejumlah nilai yang mungkin mempengaruhi ideologi masyarakat. Masyarakat kesulitan untuk mencegah pengaruh propaganda tersebut. No. makanan daerah dan produk lainnya. Pembangunan personal dan spiritual. 02. 12. dan karena itu perlu dikembangkan rasa saling menghargai personal dan pengembangan kapasitas ke arah kehidupan yang lebih sejahtera. makanan yang sehat dan udara yang bersih. padahal nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan pembangunan masyarakat. akan tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. seperti pertemuan kelompok. bahasa lokal. mistik dan ilmu gaib. berbagai bentuk kebudayaan lokal perlu dipertahankan. pembangunan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. e. Pembangunan lingkungan ini sangat penting karena berkaitan dengan isu kebutuhan manusia yang lebih mendesak. Lingkungan dalam pembangunan masyarakat merupakan komponen kritis. bahwa pembangunan personal secara kontekstual lebih baik daripada pembangunan impersonal pada struktur birokrasi pemerintah dan dunia usaha yang besar. Upaya mempertahankan kebudayaan lokal ini tidak berarti menjadikan sebagai “museum” atau arti fisial yang statis. Pembangunan lingkungan Pembangunan lingkungan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan. Dalam prakteknya. Salah satu jastifikasi dalam pembangunan masyarakat. perumahan dan perawatan. arena festival dan musik tradisional. serta olah raga rakyat. tahun 2007 15 . Berbagai pelayanan yang diperlukan berkaitan dengan pertumbuhan personal ini adalah pelayanan kesehatan. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang juga merupakan komponen penting dalam agenda pembangunan personal. cara peribadatan. pembangunan personal dan pertumbuhan personal diasosiasikan ke dalam berbagai jenis aktivitas masyarakat. berbagai jenis terapi. Terjadinya polusi air dan udara harus dapat dicegah karena mengganggu kehidupan masyarakat. Oleh karena itu. menjadi dasar interaksi sosial dan basis dalam proses pengembangan masyarakat. dan oleh karena itu penerapan pendekatan pembangunan memerlukan keterpaduan. Pembahasan pembangunan personal tidak dapat dilepaskan dengan pertumbuhan personal. Vol. Masyarakat harus bertanggung jawab untuk melindungi dan merehabilitasi lingkungan fisik. seperti sejarah lokal. Kerugian pada masyarakat diasosiasikan dengan kerugian pada identitas personal dan hilangnya rasa saling memiliki sebagai masyarakat. kelangsungan hidup. kerajinan rakyat. pendidikan. dan kesulitan pula dalam mempertahankan kebudayaan lokal. Padahal kebudayaan lokal sangat penting sebagai bagian dari perasaan bermasyarakat dan mempertahankan identitas diri. agar lingkungan alamiah maupun lingkungan yang diperbarui (buatan) tersebut memiliki daya dukung untuk kelangsungan hidup.

dan dengan itu tumbuh kesadaran bahwa manusia. Pinsip-prinsip dasar Pembangunan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa prinsip dasar. partisipasi politik dan memperkuat identitas budaya. menggubah lagu. sosial dan lingkungan. Vol. karena dimensi pembangunan spiritual tidak hanya dipahami dalam mainstream religi. binatang. penyembuhan stress dan juga akan memperoleh batuan dan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. Dari keenam dimensi pembangunan masyarakat tersebut tidak selalu memperoleh prioritas yang sama. kesehatan. tetapi dalam pengertian luas yang menjangkau berbagai pengalaman spiritual masyarakat seperti kontemplasi tentang laut. karena berkaitan dengan eksistensi manusia. No. Kemudian pada masyarakat yang lain memprioritaskan pembangunan pribadi dan spiritual. Semua orang memiliki spiritual. Melalui pendekatan ini orang akan dibantu dalam pemecahan masalah personal. menemukan kepuasan dalam relasi seksual. 02. dan berbagai pengalaman tentang komunitas manusia. Pembangunan dan pertumbuhan personal merupakan hal penting yang mengantarkan orang lebih berarti di dalam hidupnya. Kata spiritual dan sacred digunakan di sini. degradasi lingkungan fisik. STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT 1. membaca sajak. pembangunan kepercayaan diri dan mengembangkan kehidupan sosial yang harmonis. Hal ini akan lebih berarti lagi dengan adanya pembangunan spiritual. 2002) IV. 12. Tentunya disesuaikan dengan kondisi suatu masyarakat yang bersangkutan. Pada masyarakat yang lain memprioritaskan pelayanan bagi keluarga miskin. Menolong masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menolong dirinya sendiri (help people help them self). struktur dan interaksi dalam masyarakat. yaitu : a. partipasi dalam menciptakan musik. tanah dan semua yang ada di dalamnya didefinisikan dalam hubungannya dengan lingkungan alam semesta.Suatu pendekatan berbasis masyarakat terhadap pembangunan dan pertumbuhan personal akan membantu orang menemukan cara secara individual untuk memperoleh kebutuhan melalui jaringan kerja. tahun 2007 tu al ir i CO Y MMUNIT en . Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya atau tumbuhnya (self determination). 16 Informasi. Suatu masyarakat mungkin lebih memprioritaskan pada pembangunan ekonomi. b. lagu dan tarian. l cia o s C MUNIT OM Ecologicalsocial justice Y politic v ir on men tal /sp na l perso Gambar : Pembangunan Masyarakat Terintegrasi (Jim Ife.

02. antara lain : a. 12. Bekerja dengan kelompok (Mezzo Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaakan kelompok sebagai sistem sumber bagi penyandang masalah d. Menurut Karen K. Menumbuhkembangkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan (participation) dan mengembangkan bentuk-bentuk kooperatif (Jusman. budaya. Ashman dan Grafton H. kualitas pribadi dan sumber internal pada individuindividu. 1992. konsumen. Mendasarkan pada keunikan masyarakat (individualization). dan karena itu dalam penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi. ekonomi. d. tokoh dan pemerintah lokal. CD Worker perlu menyadari. penampilan diri. Kirst. c. dan selanjutnya mampu merancang langkah-langkah yang benarbenar memenuhi kebutuhan masyarakat. berkesinambungan dan harmonis. Pendekatan b. CD Worker perlu belajar dengan baik dengan warga. kebutuhannya dan Informasi. Kemudian CD Worker dituntut cerdas dalam menganalisa informasi-informasi yang diperoleh dari warga. ilmu pekerjaan sosial telah mengembangkan pendekatan dalam praktek pertolongan ke arah pendekatan generalis (generalis models). 2. bahwa masyarakatlah yang paling mengenal masalah. Pembangunan sosial. tenaga dan sumber daya. orientasi terhadap waktu dan karya. b. Untuk dapat mengenal sumber daya lokal ini. Pembangunan masyarakat mampu mendefinisikan kebutuhan masyarakat seutuhnya. tidak bisa secara parsial. Dalam perkembangannya. No. Bagi CD Worker berbagai prinsip etis maupun prinsip praktis dalam pembangunan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan. Vol. Pendekatan ini melihat masalah dari berbagai persepektif. Jim Ife (2002) mengembangkan sejumlah prinsip dalam pembangunan masyarakat. tahun 2007 17 . Sarah Bank. percaya diri. Kualitas pribadi berkaitan dengan tanggung jawab. Hull. Selain itu mendefinisikan kebutuhan yang memerlukan peranan semua orang atau secara kelompok dan mengikutsertakan orang-orang untuk menentukan kebutuhan. Bekerja dengan individu (Micro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada upaya perubahan perilaku. Jr (1993). sumber-sumber yang ada di sekitar mereka. Proses pembangunan masyarakat didasarkan pada persetujuan bersama dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik. tokoh maupun pemerintah lokal.c. politik. Selain prinsip-prinsip tersebut. ada tiga pendekatan yang dapat digunakan secara simultan. baik sumber daya alam. nilai-nilai maupun kearifan lokal. Perubahan perilaku ini berkaitan dengan peranan dan tugas sosial individu yang harus dilakukan. sumber daya manusia. kerja sama. lingkungan dan personal/spiritual harus terintegrasi sesusai dengan kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat pada saat ini. dan ketika berhadapan dengan warga masyarakat tidak merasa lebih tahu. Aktivitas pembangunan masyarakat terjadi dalam kerangka kerja yang saling mendukung. semangat hidup. yaitu : a. 1995).

Fasilitator. Mediator. Peranan Pekerja Sosial Pengembangan Masyarakat (CD Worker) Di dalam praktek pertolongan. Dari berbagai jenis organisasi dan sistem sumber ini. Sistem klien Gambar : Sistem Dasar dalam Pembangunan Masyarakat 4. yaitu : a. terdapat unsur-unsur perubahan yang saling mempengaruhi dan menentukan keberhasilan. 3. bantuan mobilitas. yaitu pimpinan masyarakat dan tokoh adat/masyarakat lokal. Sistem klien (the client system) . dan bantuan teknis lainnya. tahun 2007 . Sistem sasaran/pelancar (the target system) . c. yaitu pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. yaitu menjalurkan berbagai kepentingan. dan LSM/ Orsos/Ormas. yaitu: pemberi informasi. yaitu masyarakat (sebagai sasaran perubahan).sosial dalam pencapaian tujuan. 12. asosiasi dunia usaha dan sebagainya. yaitu pekerja sosial dan instansi sosial. Bekerja dengan organisasi dan masyarakat (Macro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaatan organisasi dan segenap sistem sumber yang ada di masyarakat dalam mencapai tujuan. kerukunan berbasis etnis dan sebagainya. yaitu memberikan kemudahan berupa sumber dan peluang bagi masyarakat dan mengambil langkah-langkah aktifproaktif dalam penyediaan sumber yang dibutuhkan oleh masyarakat. Vol. Sistem pelaksana perubahan Sistem kegiatan Sistem sasaran c. baik dari unsur pemerintah di daerah. yaitu : a. Ada beberapa peranan kelompok sebagai sistem sumber. Sistem pelaksana perubahan (the change agen system). 18 Informasi. Unsurunsur tersebut dapat digunakan pula dalam praktek pembangunan masyarakat. sehingga suatu sistem pelayanan memberikan mafaat langsung bagi masyarakat. penyandang masalah sosial akan memperoleh sumber-sumber dan berbagai jenis pelayanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. sistem klien. Pincus dan Minahan (1973) mengembangkan sebuah sistem dasar dalam praktek pertolongan yang di dalamnya mencakup empat unsur. Sistem Dasar b. 02. sistem sasaran dan sistem kegiatan. kerukunan berbasis lingkungan. Sistem kegiatan (the action system). Berbagai organisasi ada di tengah-tengah masyarakat seperti organsisi sosial. organisasi profesi. organisasi berbasis agama. lembaga swadaya masyarakat (LSM). d. Berbagai peranan yang dapat dilaksanakan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat. b. Beberapa jenis kelompok sosial tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti kerukunan berbasis agama. No. yaitu sistem pelaksana perubahan.

kesadaran. 5. No. yaitu : a. partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam pembangunan. Informan. Sedangkan kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Kontak dan Membangun Kesepakatan Tahap pertama dan menentukan dalam upaya pembangunan masyarakat adalah kontak dan kontrak. Saling percaya ini merupakan modal dasar untuk melangkah kepada tahapan kegiatan berikutnya yang dalam prosesnya melibatkan warga masyarakat. tokoh masyarakat dan pemerintah lokal. Setelah antara CD Worker dengan warga. demografis dan sosiografis secara lengkap dan mutakhir. b. 02. yaitu menghimpun. Kemudian informasi dari CD Worker menyangkut skema pemberdayaan masyarakat dan dampak program bagi kesejahteraan masyarakat. Peranan yang dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat bukan sebagai kemauan pribadi CD Worker. Pada tahap ini pekerja sosial bersama-sama dengan masyarakat. akan saling terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci mengenai situasi dan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran perubahan. Tahap Pembangunan Masyarakat Saling tukar informasi. 12.c. memanfaatkan serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya pembangunan masyarakat. 3) Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembangunan masyarakat. Setelah saling mengenai identitas dan saling tukar informasi. komitmen. Kontak dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan : 1) Pengenalan diri. Kebutuhan dan Sumber Pemahaman terhadap kebutuhan. tanggung jawab. Informasi dimaksud meliputi : kondisi geografis. Sebagaimana prinsip etis maupun prinsip praktis. yang dalam hal ini antara pekerja sosial dengan masyarakat. peranan-peranan yang mesti dilakukan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dengan baik. tokoh dan aparat pemerintah setempat saling mengenal. Membangun kepercayaan. yaitu meningkatkan pengertian. masalah dan sumber-sumber merupakan inti dari asesmen. 2) Pemberdaya. Kontak dan kontrak dilakukan dengan masyarakat. tahun 2007 19 . Pemahaman yang baik mengenai peranan-peranan tersebut akan menempatkan CD Worker sebagai pelaku perubahan masyarakat yang proporsional dan profesional. Pengenalan diri dilakukan agar pihak-pihak tersebut mengenal dengan baik identitas dan maksud CD Worker melakukan kegiatan di wilayahnya. tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemegang orotitas lokal lainnya. dan tokoh Informasi. tumbuh rasa saling percaya satu sama lain. akan tetapi sebagai tuntutan profesi yang dapat dipertanggungjawabkan d. mengembangkan. Vol. Pengenalan diri dilakukan oleh pemberdaya (CD worker) kepada masyarakat. Identifikasi Masalah.

Perencanaan Perencanaan merupakan proses menentukan tujuan melalui sejumlah kegiatan tertentu. dilaksanakan berdasarkan prinsip dari. V. politik. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya adalah mengimplementasikan rencana di lapangan. waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan. membuka kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu. Intervensi pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan dan keberdayaan masyarakat perlu mempertimbangkan integrasi dari berbagai dimensi. advokasi sosial. Ada tiga tujuan evaluasi adalah : 1) Memperoleh gambaran obyektif dari pencapaian tujuan dan hasilhasil kegiatan pembangunan masyarakat. yaitu pembebasan lahan dan ganti rugi. Contoh situasi terkait dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak mengikuti proses ideal. Dengan demikian proses pemberdayaan masyarakat sangat bergantung dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat. oleh. lingkungan dan personal/ spiritual. dan SDS) yang memungkinkan digali dan dikembangkan bagi pembangunan masyarakat. Perencanaan kegiatan pembangunan masyarakat di dalamnya memuat jenis kegiatan. pemerintah tetap diperlukan terutama berkaitan dengan kebijakan yang mem-berikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. 20 Informasi. 2) Mengetahui dampak pemberdayaan dalam kehidupan masyarakat Memperoleh masukan untuk merancangkembangkan model pembangunan masyarakat lebih lanjut. SDM. Vol. lokasi kegiatan. maka akan tercapai taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Melalui pendekatan terintegrasi. tahun 2007 . pada kasuskasus tertentu memungkinkan tahapan tersebut tidak dilakukan secara berurutan. Kemudian bersama-sama dengan pihak-pihak tersebut untuk mengidentifikasi sumber-sumber (SDM. yaitu sosial. e. CD Worker akan bekerja dengan segenap sistem perubahan yang ada di masyarakat. ekonomi. Evaluasi Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh CD Worker bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan. Sehubungan dengan itu. dan untuk masyarakat sendiri. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. Dalam pelaksanaan ini. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. tukar pengalaman. land reform dan hal-hal yang terkait dengan pelayanan publik. No. SDA. 3) Dalam prakteknya.masyarakat (adat) mengidentifikasi permasalahan yang sedang dirasakan pada saat ini. PENUTUP Pembangunan masyarakat sebagai upaya membangun keberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Interaksi dialogis. d. c. 02. 12. mekanisme kerja dan dana. budaya.

Sarah. Drs. Mentalitet dan Pembangunan. 2005. Jakarta : LP3ES.Si. “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Social Work Practice : Model and Methode. 2002. Susanto. Jr. tahun 2007 21 . 02. Suharto. Gidden. Sosiologi Keluarga. S. London : Mac.United State :Cole Publishing Company. Praktek Pekerjaan Sosial dalam Pembangunan Masyarakat. Anthony. Ihromi.1986. dan anggota Tim Teknis pada Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. 2004. Kartasasmita. USA. Peneliti Kebijakan Sosial. Hull. Koentjaraningrat. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. Beulah R and Burt Galaway. 1999. Nelson-Hall Publishers : Chicago. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dengan Pemerataan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 2000. (editor). “Strategi Pembangunan Masyarakat : Tinjauan Ke Arah Program Sosial Partisipatif”. Jakarta : Puslitbang Kesos. Allen and Anne Minahan. Jakarta : Bina Aksara. Ketua Dewan Redaksi INFORMASI. Majalah INFORMASI. Pincus. California. Fourth Edition. Membangun Masyarakat. Suradi. 1973. Badan Litbang Kesejahteraan Sosial. Jakarta : CIDES Kian Wie. Astrid S. Understanding Generalist Practice. Illinois : Peacock Publisher Inc. Santoso. Sosial Work Processes. 1995. Suradi et. Soerjono. Ethic and Value in Sosial Work. Ife. Jakarta : Gramedia.Thee. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Iskandar. 1995. Community Development : Community Based Activities in an Age of Globalization . Jusman. Vol. Anggota P2JP instansi pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial.DAFTAR PUSTAKA Bank. Loekman. 12. Jakarta : Puslitbang Kesos. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. Kirdt – Ashman. 1992. Edi. 1999. All. Jakarta : CV Rajawali.. 2003. Ginanjar. Menuju Masyarakat Partisipatif. M. 1990. Milland Press Ltd. Magister Sosiologi Kekhususan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia. 1996. Jim. Kanisius Press : Yogyakarta. 1993. The Third Way (Jalan Ketiga : Pembaruan Demokraasi Sosial) (Ketut Arya Mahardika : penterjemah). Sosiologi Pembangunan. Budhi. Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Adat Terpencil. Bandung : Refika Aditama. 1994. No. 1992. Etika dan Filsafat Pekerjaan Sosial. Kebudayaan. Compton. Memberdayakan Masyarakat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Soetrisno. 1989. Soetarso. Soekanto. Australia : Cath Godfrey Publisher. Sosiologi Keluarga.: Suradi. Informasi. Jurnal 40 Tahun 1994. Jakarta : CV Rajawali. 1984. Karen K dan Grafton H.

keluarga merupakan agen terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara individu dengan lingkungan. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh kembang. No. 22 Informasi. 12. As smallest social unit. As place gather personals coexisting in family relationship. 02. tahun 2007 . Besides requiring internal abilities is each family member. seimbang. Dengan kata lain. membangun seluruh potensinya menjadi sumber daya insani dan berbagai kemampuannya untuk sekaligus mendukung usaha pembangunan bangsa. Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. kebangsaan. keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dan selalu siap melakukan penyesuaian terhadap lingkungan baru sekitarnya. kemanusiaan. seimbang dan harmonis. Persemaian nilai-nilai agama. selaras dan harmonis serta dinamis. Itulah sebabnya setiap keluarga diharapkan mampu mendidik anakanaknya membangun budi pekerti yang luhur agar bisa selalu dan tetap menempatkan diri dalam masyarakat secara serasi.MEMBANGUN KELUARGA BERKETAHANAN SOSIAL DALAM ERA MODERNISASI Irmayani S Abstract. social resilience I. Keywords : family. Vol. economy. family share big in following to determine the condition of broader society. Pada kondisi seperti ini keluarga berada pada posisi yang serasi. Pada konteks ini pelembagaan nilai-nilai luhur. change of social. meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pada satu sisi. terjadi di dalam institusi yang bernama keluarga ini. Pada sisi lain. quality and pattern between person in the family very determining. do not less important is how the family can stay from all changes that happened around them. Pembangunan keluarga di masa mendatang dengan sendirinya mempunyai peran ganda. PENDAHULUAN Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. covering prosperity of social and harmonious of life bounce him. keluarga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian agar mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pengayom seluruh anggota keluarga. do the family pertained harmonious or on the contrary. or politic. Berbagai kalangan mengemukakan bahwa keluarga menjadi basis terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. dan selanjutnya diharapkan dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. keadilan sosial dan nilai-nilai moral. cultural.

Keterpisahan keluarga karena tuntutan pekerjaan. Ketahanan sosial keluarga senantiasa terkait dengan sejauhmana fungsi keluarga secara optimal mengkondisikan konsep keluarga menjadi sebuah pranata yang dapat memberikan perlindungan. b. 02. No. putus sekolah. Selain akibat dari pengaruh budaya luar atau akibat dari akulturasi yang demikian cepat. Di dalam masyarakat terjadi gejala pergeseran struktur keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga inti. perlindungan. afeksi. diantaranya adalah: a. Hal ini sejalan dengan mobilisasi sosial yang demikian tinggi. kehamilan di luar nikah dan lain-lain. Karena situasi tersebut telah menimbulkan goncangan-goncangan yang menuntut adanya upaya dan kemampuan untuk menghadapinya. 12. menurunkan kualitas intimasi antar anggota keluarga. Terjadinya perubahan struktur dan fungsi keluarga. pendidikan. nenek maupun antar saudara. Perubahan sosial budaya masyarakat Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dalam keluarga akan mempengaruhi ketahanan keluarga. Vol. keagamaan. Kecenderungan lain yang sifatnya tertutup adalah bergesernya pola pembentukan keluarga yang tadinya dibentuk oleh ikatan perkawinan. Fenomena tersebut hampir tiap hari menjadi santapan kita melalui tayangan media cetak maupun elektronik. pengembangan dan partisipasi keluarga dalam kehidupan masyarakat. Tujuannya adalah agar kesebelas fungsi keluarga (reproduksi. baik antar suami istri. Informasi. serta per-masalahan lainnya. pengendalian. ke arah hubungan illegal termasuk di dalamnya keluarga lesbian/homoseksual. Hal ini sesuai dengan misi UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang “Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera”. sosial budaya. dari nilai lama dianggap sebagai lembaga yang sakral.Krisis sosial ekonomi bisa menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat dan keluarga. orang tua bisa mengalami stress yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan antar anggota keluarga. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara fisik material. Oleh sebab itu. telah mengakibatkan disorientasi pola hubungan antar anggota keluarga yang mengarah pada munculnya konflik di antara mereka. tahun 2007 23 . Kondisi masyarakat sampai saat ini masih ditandai oleh tingginya angka kemiskinan. Direktorat Pemberdayaan Keluarga (2002) mengidentifikasikan bahwa terdapat isu kritis yang berpengaruh terhadap keberfungsian keluarga. mental spritual dan kebutuhan sosialnya. sosialisasi. dan mening-katnya jumlah anak yang kekurangan gizi. Pengaruh lainnya. pengembangan lingkungan. Keluarga dapat dijadikan sebagai jalan masuk dalam menghadapi setiap perubahan sosial yang terjadi melalui pengembangan dan pembinaan fungsi keluarga. salah satu yang perlu dikembangkan adalah kebijakan pengem-bangan dan pembinaan berdasarkan fungsi-fungsi tersebut. Krisis tersebut salah satunya disebabkan oleh paradigma pembangunan selama masa Orde Baru yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tidak secara serentak berdampak pada pemerataan kesejahteraan masya-rakat. orang tua anak. Perubahan makna keluarga. menjadi lembaga yang hanya dimaknai secara mekanistis yang terdiri dari hubungan-hubungan instrumental di antara anggota keluarga.

Sedangkan Summer dan Keller (Gunarsa dan Gunarsa. 02. merupakan bagian penting dan cukup besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan masyarakat. atau ibu dan anaknya. atau ayah dan anaknya. seperti Nimkoff (Gunarsa dan Gunarsa. ibu dan anak atau anak-anak. Hal ini terutama dikaitkan dengan peranannya di masyarakat yang berhubungan dengan fungsi sosialisasi dan memelihara stabilitas masyarakat. TINJAUAN TENTANG KELUARGA Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah. 2004) mendefinisikan keluarga sebagai ikatan yang sedikit banyak berlangsung lama antara suami dan istri. Beberapa ahli mendefinisikan keluarga secara cukup menarik. Keluarga yang berketahanan sosial adalah cermin dari keluarga yang harmonis. dan anak. umumnya terbatas hingga generasi ke empat. demikian yang dinyatakan dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. No. Tidak seorangpun individu yang tidak terkait dengan keluarganya. Polish (Tetrawanti. tahun 2007 . Vol. serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik jasmani. biasanya meliputi ayah. rohani maupun sosialnya. serasi dan berkesejahteraan. 12. Oleh karena itu. rekreasi dan kontrol sosial) dapat dilaksanakan secara lebih aktif dan dikembangkan ke dalam peranan orang tua yang lebih operasional. dengan atau tanpa anak. 2004) merumuskan keluarga sebagai miniatur dari organisasi sosial. II. Pengembangan ketahanan sosial keluarga hendaknya bersifat integratif. individu-individu dapat tumbuh dan berkembang. Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial diharapkan dapat menangkal dan mencegah perkembangan yang negatif. Keluarga sebagai kelompok primer punya peran besar dalam membentuk kepribadian anggota-anggotanya yang akan menjadi anggota masyarakat secara luas. istri atau ibu. atau suami istri dan anaknya. Belsky dkk (Tetrawanti. Sementara itu menurut Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial (2002). Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri.ekonomi. peranan pemerintah dan tokoh masyarakat serta pranata sosial yang ada di masyarakat perlu ditingkatkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan keluarga agar keluarga memiliki ketahanan sosial. meliputi sedikitnya dua generasi dan terbentuk secara khusus melalui ikatan darah. Perbedaan pendapat para ahli dan lembaga diatas adalah wajar mengingat dalam kenyataannya secara struktur dikenal keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah. sinergis dan komprehensif agar didapat hasil yang diharapkan. ibu dan anak. Pembinaan ketahanan sosial keluarga dapat dilakukan dengan memantapkan kualitas fungsi keluarga secara lebih operasional. keluarga diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat yang merupakan wahana sosialisasi yang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. Melalui keluarga. dan keluarga luas ( extended family ) yang terdiri dari tiga generasi atau lebih. 24 Informasi. 1989) mengatakan bahwa keluarga terdiri atas suami atau ayah. 1989) mendefinisikan keluarga dengan menitikberatkan pada struktur keluarga yang menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan darah dan hubungan saudara.

seperti suami istri. Dari sudut ekonomi. No. adopsi dan atau perkawinan. Orang yang (fictive kin) dianggap kerabat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan. Tuhan Yang Maha Esa. 3. 12. Vol. dan antar saudara (siblings) 2. Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus. buruk yang djadikan pegangan dalam perilaku sehari-hari. bimbingan kepada putra-putrinya. memberikan rasa aman. yaitu : a. Kerabat jauh (discretionary kin) Kerabat jauh terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada kerabat dekat. orang tua-anak. Hubungan yang terjadi diantara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. memberikan pendidikan. Adapun peranan yang harus dilaksanakannya adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. misalnya hubungan antar teman akrab.Kemudian Bell (Ihromi. Fungsi keluarga juga tercermin dalam peranan masing-masing anggota keluarga (Direktorat Keluarga. Biasanya mereka terdiri atas pamanbibi. tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuankemampuan dasar yang dimiliki sehingga b. Sedangkan uraian mengenai fungsi keluarga menurut Gunarsa dan Gunarsa (2004) bergantung dari sudut dan orientasi yang berbeda. 2003). Ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga mempunyai peran sebagai pendamping suami. keluarga berfungsi sebagai tempat untuk menanamkam aspek sosial agar bisa menjadi anggota masyarakat yang mampu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dari sudut agama. Kerabat dekat (conventional kin) Kerabat dekat terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. 1999) mengatakan ada 3 jenis hubungan keluarga: 1. dan norma-norma etnis moral seperti tindakan baik. dewasa dan harmonis. Dari sudut psikologi perkembangan. 02. tahun 2007 25 . Informasi. mendorong dan membangkitkan semangat keluarganya. keluarga adalah primer sebagai organisasi ekonomi. sesuai dengan istilah dalam bahasa Latin untuk arti lain dari keluarga yakni oikonomia. Ibu berperan sebagai pendorong dan pembangkit semangat suami agar suami dapat melaksanakan fungsi dan peranannya. keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal. keponakan dan sepupu. Dari sudut sosiologi. Ayah yang berstatus sebagai kepala keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah utama. pendidik dan pembimbing bagi putra-putrinya. Dari sudut pendidikan. memberikan perlindungan yang baik dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. penerus keturunan. keluarga berfungsi untuk melanjutkan garis keturunan. Dari sudut biologi. adopsi dan atau perkawinan. keluarga adalah tempat persemaian bagi benih-benih kesadaran akan adanya sesuatu yang luhur. pengurus dan pengatur rumah tangga. pendidikan dan sebagai tokoh keteladanan. keluarga berfungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang.

yang mencakup kegiatan melanjutkan keturunan secara terencana sehingga menunjang terciptanya kesinambungan dan kesejahteraan sosial keluarga. serta sebagai penerima pendidikan dan bimbingan. Keluarga mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. mempersiapkan diri guna mengembangkan keturunan. Fungsi Afeksi. Anak dalam keluarga berperan dalam melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. ketentraman dan kedekatan. Keluarga dalam lingkungan sosial masyarakat memiliki status sebagai bagian dari kesatuan masyarakat dan sebagai penghubung pribadi dengan struktur yang lebih luas (masyarakat). tetapi juga bekerja di luar rumah. Kesan “stereotype” dalam masyarakat nampaknya masih men-dominasi pelembagaan peranan dalam keluarga. e. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari situasi atau tindakan yang dapat membahayakan atau menghambat kelangsungan hidup. No. Fungsi Pendidikan. Fungsi Perlindungan. melaksanakan bimbingan dan pendidikan dari orang tua. fungsi-fungsi keluarga secara umum sebagai berikut : a. Fungsi Reproduksi. bentuk dan nilai dalam keluarga. pemelihara fisik anggotanya dalam pembentukan kelestarian masyarakat. Berdasarkan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Keluarga Departemen Sosial. 26 Informasi. Dalam masyarakat. sebagai teman bermain dan berbicara dari putra-putrinya. penerima nilai dan norma. antara lain disebabkan oleh adanya pergeseran struktur. memberikan peneladanan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. keluarga berperan sebagai pelestari suatu masyarakat. meliputi kegiatan untuk menumbuhkembangkan hubungan sosial dan kejiwaan yang diwarisi kasih sayang. mengatur dan mengurus rumah tangga. sementara ayah dianggap tidak pantas. d. Ibu walaupun bekerja di luar rumah tetap berkewajiban melaksanakan tugas rumah tangga. mengamati tingkah laku putra-putrinya. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan maupun sikap dan perilaku anggota-anggota keluarga guna mendukung proses penciptaan kehidupan dan peng-hidupan keluarga yang sejahtera. wadah sosialisasi anak sebagai sarana kontrol sosial. pertumbuhan dan perkembangan secara wajar. 12. c. Vol. menambah pengetahuan dan keterampilan. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan berbagai benturan peran dalam keluarga. Pergerseran peranan nampaknya masih belum diimbangi dengan pembagian tugas rumah tangga yang seimbang antara ayah dan ibu. Fungsi Keagamaan yaitu kegiatan untuk meningkatkan hubungan anggota keluarga dengan Tuhan Yang Maha Esa. memberikan rasa aman. Anak berstatus sebagai pribadi yang merupakan bagian dari suatu keluarga. mempunyai peran sebagai generasi penerus. mendidik dan membimbing putra-putrinya menuju kedewasaan. b. Pendidikan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun membuka kesempatan yang luas untuk tidak hanya bekerja di rumah. Tidak optimalnya pelaksanaan peranan anggota keluarga.mendorong dan membangkitkan semangat putra-putrinya. d. sehingga keluarga dapat menjadi wahana persemaian nilai-nilai keagamaan guna membangun jiwa anggota keluarga yang beriman dan bertaqwa. 02. c. tahun 2007 .

maka keluarga beserta anggota keluarga akan terbebas dari potensi gangguan pertumbuhan fisik. sebagai satuan sosial terkecil keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan fisik. Sebagai satuan sosial. sosial.f. perilaku dan nlai-nilai di dalam masyarakat. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari perilaku menyimpang. anak dapat mempelajari bagaimana berpikir. memberdayakan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. Menurut Goldstein dkk (1973). Fungsi Pengembangan Lingkungan yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan anggota keluarga guna melestarikan. Informasi. Fungsi Rekreasi. j. Vol. maka dapat dipahami betapa pentingnya keluarga sebagai unit sosial paling kecil dalam masyarakat atau sebagai tempat bermukimnya pribadi-pribadi menentukan keadaan keluarga. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dalam rangka menciptakan keserasian antara kehidupan alam dan manusia. No. Fungsi Ekonomi yaitu kegiatan mencari nafkah. Melalui sosialisasi yang dilakukan keluarga. meningkatkan pemeliharaan dan mendistribusikan penghasilan keluarga guna meningkatkan dan melangsungkan kesejahteraan keluarga. Proses tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melembaganya aktivitas keluarga/kekerabatan yang g. termasuk kebutuhan anak. i. Dalam hal ini orangtua dianggap sebagai orang yang telah memahami kehidupan sementara anak yang masih dalam tahap belajar tentang kehidupan akan menjadikan orangtuanya sebagai model dalam berperilaku (modelling). intelektual. emosional atau moralnya. 02. tahun 2007 27 . psikologis dan sosial anak. Dengan memahami peranan dan fungsi keluarga. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial/ kebersamaan bagi anggota keluarga guna menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. berbicara dan mengikuti adat istiadat/ kebiasaan. Fungsi Sosial Budaya yaitu kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya guna memperkaya khasanah budaya maupun integrasi sosial bangsa dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial keluarga. merencanakan. k. Sebagai unit sosial paling kecil. h. Fungsi Sosialisasi. Fungsi Kontrol Sosial. meliputi kesejahteraan sosial dan keharmonisan kehidupan mentalnya. 12. secara positif guna terciptanya suasana santai diantara keluarga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendayagunaan energi fisik dan psikis. Dalam keluarga dan sistem kekerabatan dibutuhkan juga proses internalisasi nilai-nilai sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi dan peran keluarga/ kekerabatan dan masing-masing anggotanya. aman dan tentram. keluarga juga mempunyai sejumlah aturan berupa normanorma keluarga yang mencerminkan harapan tentang hubungan antara anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. serta membantu mengatasinya guna menciptakan suasana kehidupan keluarga dan masyarakat yang tertib. yaitu kegiatan mengisi waktu senggang. Dengan asumsi apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokok diatas. keluarga berperan besar dalam ikut menentukan kondisi masyarakat yang lebih luas.

Komitmen pada pasangan yang menikah yaitu komitmen mendalam pada pernikahan atau orangtua terhadap anak-anaknya. Vol. bahwa begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuhnya. Komitmen. Kepercayaan. Melalui jaringan sosial ini. cukupkah mengasuh anak? Pengasuhan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan perasaan dan juga otak.terpola. membiarkan anak-anak tahu apa yang orang tua katakan dan lakukan. Untuk mewujudkannya. Posisi dan peranan masing-masing anggota keluarga sesuai dengan jendernya seringkali ditemui adanya jaringan sosialnya sendiri sesuai kepentingannya. Tapi. Mereka adalah prioritas tertinggi. pembagian tugas di rumah dengan waktu dan frekuensi tertentu. Kualitas dan pola ini disebut sebagai “Hukum Alam Pengasuhan”. Terlembaganya aktivitas keluarga/ kekerabatan dapat berupa kegiatan Halal Bihalal secara rutin. Ada sembilan dan semuanya berkaitan dengan beberapa hal yang paling fundamental. masing-masing anggota keluarga memiliki jenjang-jenjang peluang dalam meniti suatu posisi tertentu. HUKUM-HUKUM ALAM YANG DAPAT MEMPERKAYA KEHIDUPAN KELUARGA Eyre (2006) menyatakan. dengan cara mengelola seperti itu. mengutamakan anak-anak. Dan anak-anak juga mengetahui bahwa merekalah prioritas utama dan sangat ternilai dibanding apapun. tanggung jawab. Seperti angsa. kehangatan untuk meringankan sesuatu. disiplin dan komunikasi. contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah. harus mendalam dan jujur serta cerdas. harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling lengkap. bahkan berhasil meraih kekuasaan tertinggi dalam struktur jaringan sosial yang dimilikinya. pola pengasuhan 28 Informasi. Sebagai contoh. Ia berbicara tentang sifat mengasuh. Maka dari itu. Kesembilan prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. 1999) melihat bahwa pemilahan jender menurut fungsi diperlukan karena adanya kepentingan internal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan sesama anggota keluarga. bahkan terjadi pula antara suami dan istri. pujian untuk yang tertekan. keamanan dan keyakinan yang diinginkan dirasakan oleh anak-anak berasal dari komitmen orangtua yang jelas dan terbuka. Eyre kemudian menganalogikan sembilan prinsip dan cerita yang mengilustrasikan prinsip-prinsip tersebut berasal dari alam. keamanan. Ini tentang memberi pelukan dalam jadwal. yaitu tentang bagaimana membantu anak-anak melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan. seperti komitmen. Selalu mengingatkan anak-anak tentang cinta dan memberitahu mereka tentang komitmen serta loyalitas untuk III. pujian. No. dinamakan hukum-hukum alam agar mudah diingat dan bersifat naluriah. tahun 2007 . kita harus pulang ke rumah. Memberi prioritas bagi anak-anak dan keluarga dengan jelas dan konsisten di atas segala prioritas lainnya. dan mengikuti les. serta mudah diterapkan. Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan otak. 12. Hartman dan Dwyer (dalam Ihromi. kualitas orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menciptakan suasana pengasuhan dan perawatan anak-anak yang mereka cintai. yang diilustrasikan sebagai hukum angsa. Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. seorang istri menurut jender dapat berperan sebagai kepala rumah tangga juga mempunyai jaringan sosialnya sendiri. 02.

kita seharusnya tidak pernah terlalu buruburu untuk mendengarkan. beberapa ritual keluarga yang bisa diandalkan. kita seharusnya mendengarkan satu sama lain dan bukannya mengganggu. bukan menekan ke bawah. No. Tidak masalah bagaimana kehidupan begitu berantakan dan dingin di luar rumah. harus lebih menyukai suasana rumah dan menikmatinya dibanding tempat lain di manapun. kita harus belajar bahwa mendorong ke atas adalah jawabannya. yang diilustrasikan sebagai hukum kepiting. Tidak seperti kepiting. seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap prilaku positif dibandingkan pada tindakan negatif. terbuka dan konstan. Memuji. Komunikasi harus ditujukan untuk individual. menghindari banyak masalah dan memegang kunci untuk memecahkan dan mengurai masalah yang ada. 12. Kita seharusnya mempunyai ritual teratur dan bisa diandalkan serta tradisi tepat waktu agar keluarga khususnya anak-anak bisa menemukan keamanan dan identitas. Komunikasi. Apakah hukum ikan paus itu? Inilah pelajaran komunikasi yang jujur. Hukum kura-kura adalah konsistensi yang mantap tetapi tenang yang bisa membungkus anakanak dalam selimut kedamaian yang hangat. memuji daripada mengkritik. akan muncul tekanan yang menyebabkan individu terisolasi. komunikasi yang disiplin sedangkan anak yang lain membutuhkan pendekatan yang lebih lunak. Pesan kepiting adalah sebagaian besar masalah interpersonal dengan anak bisa diperbaiki dengan pujian yang tulus. Komunikasi positif dalam keluarga mirip dengan pintu gerbang terbuka. Perasaan diperhatikan. yang diilustrasikan sebagai hukum kura-kura. Kita harus mencari cara untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dengan selalu memuji dan bukannya menyepelekan melalui kritik terus-menerus. 2. memerhatikan dan berbagi. Vol. Kita perlu menjadikan komuniksi tidak menggurui tapi berupa nyanyiannyanyian kejujuran dan saling menghargai. Hukum kepiting mengajarkan hal yang berlawanan dengan apa yang dilakukan kepiting.mereka. Ketika pintu gerbang ditutup. 02. Informasi. tahun 2007 29 . Seperti kura-kura. seorang anak mungkin memerlukan ketegasan. Salah satu prinsip yang hampir semua orangtua ketahui (tapi jarang dilakukan) adalah karena anak-anak membutuhkan perhatian. kita harus mendukung dan bukannya bersaing satu sama lain. 4. Ada beberapa hal tertentu yang mendasar dan konsisten yang bisa selalu diperhitungkan di dalam rumah. yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan. kita harus belajar meninggalkan cangkang keras kita yang berisi kritik dan menumbuhkan gaya memuji yang baru. yaitu dukungan dan perilaku positif – mengangkat ke atas daripada menekan ke bawah. Seperti ikan paus. Komunikasi keluarga yang nyata dan berkomitmen. kesenangan dibagikan dan masalah dihadapi. Kesimpulannya mendengarkan merupakan kunci komunikasi. pola perintah dan jadwal yang berulang dan sejumlah cinta tak bersyarat yang tiada batasnya. yang diilustrasikan sebagai hukum ikan paus. setiap anak sangat unik. Hukum kura-kura adalah ingatlah selalu tujuan anak-anak dalam jangka panjang yang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fungsional 3. Konsistensi. dan kita harus memuji usaha yang dilakukan dan memberi imbalan terhadap upaya yang jujur.

Hukum kayu merah adalah saling mendukung dalam keluarga. bertahan terhadap banyak cobaan dan terbebas dari akar yang amoral. 02. Keluarga yang tumbuh dan berkembang bersama. anak-anak juga memerlukan toleransi. Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab. kelembutan dan bantuan tanpa ada tekanan. harus memahami bahwa semua air (situasi. mengetahui akar kita. Tidak seperti katak. 5. Hukum belalai gajah adalah keseimbangan yang baik antara “cinta yang keras” dan “cinta yang lunak”. yang diilustrasikan sebagai hukum belalai gajah. Vol. harapan yang jelas dan tanggung jawab keluarga. Seperti belalai gajah. ungkapan cinta yang terbuka. mulai dari pekerjaan kecil ketika kanak-kanak sampai mendapatkan uang sakunya sendiri ketika remaja. cinta kita harus memberikan persetujuan dan menyelimuti mereka dengan kepercayaan. anak) tidaklah sama bahwa masingmasing berbeda dan kita harus memahami perbedaan itu. Disiplin. tetapi membiarkan mereka menempuh jalan tersebut di bawah kekuatan mereka sendiri. kita harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain. Harus menjadi berdarah hangat. menghargai kekuatan dan keterkaitannya. Kesadaran. tahun 2007 . Memprioritaskan peran pengasuhan dibanding peranan lainnya. tetapi juga harus mengingatkan mereka secara keras dan jelas tentang adanya bahaya. pembelajaran moral dan identitas keberhasilan. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak mengakibatkan hilangnya peluang mereka menikmati masa anak-anak dan mungkin pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan komunikasi yang akan membuat anak-anak tidak bisa menyelesaikan masalah yang akan mungkin mereka hadapi. yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan anak. 12. Hukum ini mengenai mengadopsi aspek terbaik dari dua akhir spektrum. merasakan serta menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan dalam hidup anak-anak serta di dalam benak mereka. yang diilustrasikan sebagai hukum beruang. dan mengajar anak-anak dengan teladan dan berharap mereka menerima tanggung jawab keluarga juga. saling menguatkan secara fisik. Kita 6. Kurang kesadaran menjadikan masalah berubah lebih besar untuk ditangani dan membiarkan semua jenis peluang tidak diketahui. tetap dalam harmoni yang paralel satu sama lain. mencapai tujuan yang mulia. 30 Informasi. Tanggung jawab. Kesadaran bisa menjadi aset terbesar orangtua. memahami bahwa kita bisa mendapatkan keamanan dan mengidentifikasi asal-usulnya. memerhatikan dan sensitif terhadap anak-anak. kecemasan mereka dan kepedulian mereka.dan bahagia serta ikatan keluarga yang semakin kuat seiring dengan waktu. Namun. kita harus mencoba lebih keras untuk mengenali. kedekatan emosional yang konsisten. Rasa aman. 8. No. Cinta kita seharusnya memindahkan penghalang di jalan yang anak-anak kita lalui. 7. menghargai dan saling menjalin kebersamaan. Hukum katak adalah hukum kesadaran. Tidak seperti pendaki yang lemah. jauh dari dasar materialisme. yang diilustrasikan sebagai hukum kayu merah. yang diilustrasikan sebagai hukum katak. anak-anak perlu menjalankan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga. jadwal. Anak-anak sangat memerlukan disiplin. Seperti kayu merah. sangat tertarik.

Kita sebagai orangtua tidak ada yang tahu potensi unik. Bebas untuk mengembangkan pikiran dan bakat mereka serta untuk menggapai potensi mereka. dimana mereka dengan kehidupan mereka. diharapkan permasalahan sosial baru dapat dicegah. Kebebasan didefinisikan sebagai kesadaran dan keleluasaan berpikir. Kebebasan didefinisikan sebagai pemberdayaan dan peluang. keluarga yang tinggal di lingkungan tidak menguntungkan. sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirnya. ekonomi. KETAHANAN SOSIAL KELUARGA Achir (1994) menyatakan. keluarga yang menjadi korban PHK. keluarga miskin. diharapkan dapat dijadikan sarana penciptaan mekanisme pemecahan masalah sosial dalam masyarakat. kita tidak menginginkan anak-anak mematuhi dan mengikuti pola yang sama. penuh dan individual dalam diri anak-anak. apa yang mampu ia lakukan dan kemana ia mengarah. b. Karena itu tanggung jawab keluarga meliputi tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. pendidikan. 12. yang diilustrasikan sebagai hukum kutu. Kebebasan. mungkin melampaui dua keinginan dan insting pengasuhan kita yang paling mendasar. Bebas dari kekerasan atau kecelakaan. Bebas bermimpi. menetapkan dan meraih tujuan. Pertimbangkan dua perspektif ini yang berkaitan dengan kebebasan: a. Permasalahan tersebut baik langsung maupun tidak langsung banyak disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan peranan. Beberapa permasalahan keluarga yang terjadi dalam masyarakat diantaranya. yaitu melindungi anak-anak kita dan melihat mereka meraih potensi mereka. keluarga bermasalah sosial psikologis. tidak ada batas artifisial bagi kebahagiaan atau potensi mereka. dari keteledoran dan kesalahan. sosial budaya dan lain-lain. Informasi. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas bertindak”. Tidak seperti kutu. keluarga rawan masalah sosial ekonomi (kerentanan). tahun 2007 31 . keluarga tidak harmonis.harus mengajukan pertanyaan tentang kemana kita bersama anak-anak. satu kata ini. Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. 02. kebebasan. juga sebagai keamanan dan proteksi. Sebaliknya melalui kondisi ketahanan yang kokoh dalam keluarga. Vol. kita perlu memberikan anakanak kesadaran atas pilihan dan peluang serta luasnya perspektif impian yang baik. bahwa suatu keluarga dikatakan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi bila keluarga itu dapat berperan optimal dalam mewujudkan seluruh potensi anggota-anggotanya. 9. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh dalam masyarakat. fungsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarganya. Bebas dari praduga dan kemampuan sedang-sedang saja. Dengan optimalnya fungsi keluarga maka dipastikan ketahanan keluarga dapat terjalin secara kokoh. Bebas dari hal yang merusak. IV. anak-anak seharusnya tidak menerima pembatasan. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas dari”. Maka. No. apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka butuhkan. konflik sosial dan keluarga yang mengalami masalah sosial. termasuk daerah rawan bencana.

02. 2) Peluang usaha dan pendapatan. Mobilitas sosial dan ekonomi di masyarakat industrial jelas akan menjadikan peranan masing-masing individu dalam keluarga hendaknya memainkan posisinya yang lebih baik di dalam setiap berinteraksi dengan masyarakatnya. 12.Goode (2000) menyatakan bahwa dalam era perubahan global seperti sekarang ini struktur keluarga dalam masyarakat juga mengalami perubahan menjadi bentuk konjugal. ketahanan sosial keluarga dapat diamati dalam hal tidak ada keluarga yang masuk kelompok rentan. Kondisi ketahanan keluarga yang ingin dicapai adalah kondisi kesejahteraan dan keamanan. lingkungan kerabat. tahun 2007 . Kemudian berpartisipasi 32 Informasi. Ini berarti juga bahwa hubungan emosional di antara suami istri menjadi lebih sentral dalam kehidupan keluarga yang memang menyebabkan hubungan mereka menjadi akrab. baik dari pihak suami maupun istri. perumahan. budaya dan politik yang terjadi. lingkungan adat. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992. penghasilan dan ketrampilan. Ketiga kriteria tersebut memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pekerjaan. mau tidak mau akan berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. tempat tinggal juga secara tersendiri. Yaitu keluarga menjadi semakin mandiri melakukan peranannya lebih terlepas dari hubungan kerabat-kerabat luas. Ketahanan sosial keluarga juga berarti kemampuan individu-individu sebagai anggota keluarga dalam mengembangkan hubungan sosial sehingga dapat mempertahankan konsistensinya dalam kehidupan keluarga. Menurut Hambali (2005) konsep ketahanan sosial keluarga dapat diadopsi dari konsep dasar tersebut. termasuk merespon terhadap konflik sosial yang terjadi di sekitarnya. maupun pola hubungan sosial yang terjalin untuk mengimbangi proses perubahan yang sedang terjadi. Berdasarkan indikator ketahanan sosial masyarakat. Kriteria lain yang dapat dijadikan dasar bahwa suatu keluarga dapat berfungsi sosial dalam kehidupan apabila memiliki aspekaspek yang terdiri dari: 1) Pemenuhan kebutuhan dasar. bermasyarakat dan bernegara. satuan kecil ini menjadi semakin berdikari. baik dalam arti sempit seperti peluang memperoleh pekerjaan atau posisi tertentu. Dalam proses industrialisasi yang sedang terjadi di masyarakat. organisasi lokal maupun pihak lain. ekonomi. Akan tetapi kemungkinan keluarga pecah atau retak juga lebih besar karena yang mengikatnya hanya suami istri itu saja. pendidikan dan kesehatan. atau kalaupun ada mereka terlindung di komunitasnya dan tetap bisa memperoleh dan menjangkau pelayanan sosial dasar. sedangkan dalam keluarga tradisional masih ada anggota keluarga luas yang mengikat keluarga kecil. keluarga konjugal itu berdiri sendiri. Sedangkan secara psikologis. Vol. tidak bersatu dengan kerabat luas. ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Keluarga juga mau berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di komunitasnya. No. Secara ekonomi. baik dalam hal mencegah ataupun membantu mengatasi konflik tersebut. Ketahanan sosial keluarga dengan demikian dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga untuk bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. memiliki hubungan sosial dan jaringan dengan keluarga. kelompok. dan 3) Relasi sosial dan jaringan.

dalam memelihara sumber daya alam. Kemampuan keluarga untuk mengatasi resiko yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan itu. Daya tahan berarti kemampuan keluarga untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang mungkin dapat mengganggu keserasian dan keharmonisan keluarga. 2005). Hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas. 02. Upaya mengatasi resiko haruslah berawal dari kehendak dan motivasi anggota untuk melakukan perubahan tanpa meng-ganggu fungsifungsi sosial dan peranan sosial yang seharusnya ditampilkan. Setiap keluarga haruslah melakukan kalkulasi terhadap resiko ini dan kemudian menyusun tindakan apa saja yang memungkinkan resiko yang dihadapi tidak mengganggu keseimbangan dan keselarasan di lingkungan keluarga. Kemampuan memprediksi dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat ke depan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi. Namun ditemukan beberapa pandangan tentang ketahanan sosial yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami ketahanan sosial keluarga. kemampuan bertahan dan plastisitas para anggotanya (Nainggolan. Kemampuan daya tahan terhadap arus perubahan. sehingga mampu menumbuhkembangkan aspek-aspek: kekuatan ego. sumber sosial secara arif berdasarkan kebiasaan yang ada. 12. Resiko pasti terjadi sebagai akibat mengadopsi atau menolak perubahan. 3. No. yang perlu dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana agar terjadi keserasian dalam hal : 1. kaidah-kaidah yang memberikan perlindungan bagi anggotanya untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terjadi. Kemampuan ini dapat digunakan oleh keluarga untuk menyikapi sedini mungkin tentang apa yang bakal terjadi dan bagaimana mengatasinya. Tindakan antisipasi adalah upaya satu-satunya yang dapat dilakukan. 4. tahun 2007 33 . Kemampuan keluarga untuk melakukan antisipasi terhadap perubahan yang dinilai akan merusak kemapanannya. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial adalah yang mampu berintegrasi dengan baik serta berfungsi optimal. Informasi. Berdasarkan pandangan yang muncul. norma. 2. maksudnya sistem ketetanggaan. Beberapa kajian yang dikembangkan Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat lebih memfokuskan pada peranan pranata sosial dalam ketahanan sosial masyarakat. maka ketahanan sosial keluarga dapat diformulasikan sebagai berikut : 1. atau dengan kata lain memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Vol. sehingga memiliki kualitaskualitas pribadi yang membuatnya berketahanan (resilient) dalam menjalani kehidupannya. Keluarga mempunyai fungsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anggotanya. Kemampuan keluarga untuk memprediksi perubahan. ketika keluarga tidak mampu membendung pengaruh perubahan di lingkungan keluarga. Antisipasi ini dilakukan melalui penguatan peran masing-masing atas dasar kesadaran dan tanggung jawab untuk membentuk keluarga harmonis dan serasi. menolong atau peduli jika ada anggota komunitasnya mengalami keterlantaran. Perspektif daya tahan dimaknai dari nilai. ketangguhan. Menurut Goode (2000) upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga dengan pendekatan struktural fungsional.

yang terdiri dari berbagai bagian atau sub sistem yang saling berhubungan. V. dalam menghadapi berbagai masalah diperlukan kemampuan tertentu pada anggota keluarga baik internal maupun eksternal serta banyak hal yang mempengaruhinya. atau antara keluarga dengan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut yang pada gilirannya menghasilkan keluarga yang tangguh dalam menghadapi goncangan. Suatu analisis fungsional terhadap keluarga menekankan pada hubungan antara keluarga dan masyarakat Untuk membentuk suatu keluarga yang berketahanan sosial. atau mampu melaksanakan fungsinya. No. tahan goncangan yang pada akhirnya menghasilkan keluarga yang berketahanan tinggi. institusi hukum. Bandung. Sebuah keluarga yang berketahanan sosial.institusi ekonomi. dapat dikatakan bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat. Dalam kaitan menciptakan ketahanan sosial keluarga yang sejalan dengan pembangunan sosial. Kusnaka dan Hikmat. tahun 2007 . Pada gilirannya akan menghasilkan keluarga dan masyarakat yang hidup berkesejahteraan. masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis. 2. Hubungan antara keluarga dengan subsistemnya bisa berarti hubungan antara anggota keluarga. kerukunan. bebas dari situasi rentan. 2001. 34 Informasi. Hubungan antara keluarga dengan kepribadian anggotanya berkaitan dengan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama individu dalam kelompok primernya sehingga menghasilkan individu-individu dengan pribadi yang tangguh. artinya keberadaan institusi tersebut akan mendukung terciptanya ketahanan sosial keluarga. PENUTUP 3. Dalam kerangka pikir fungsionalstruktural. keluarga yang memiliki ketahanan sosial tinggi akan melahirkan masyarakat yang berketahanan sosial tinggi pula. politik/pemerintahan. maka internalisasi nilai tentang kejujuran. Vol. Dari pendekatan tersebut. serta mau memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam dan sumber sosial yang ada di masyarakat. lapisan institusional (keluarga) dan pada lapisan masyarakat. Jadi. Bila tercipta keharmonisan maka dihasilkan kondisi ketahanan sosial keluarga yang tinggi. membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. hubungan-hubungan internal di antara sub sistem-sub sistem yang ada dalam keluarga dan atau hubungan di antara keluarga serta kepribadian dari para anggota keluarga sebagai pribadi. 12. 02. DAFTAR PUSTAKA Adimihardja. Humaniora Utama Press. Sistem dalam pendekatan ini berada pada lapisan individual (perkembangan kepribadian). ulet. agama dan lain-lain. luas. Participatory Research Appraisal (PRA) dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat . keuletan dan lain-lain merupakan hal yang dianjurkan untuk dimiliki tiap keluarga. Harry. maupun berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat untuk mencegah dan mengatasi konflik yang terjadi. ekonomi dan politik yang terjadi. adalah keluarga yang mampu bertahan ditingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial.

Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial. Psikologi Keluarga. Psikologi Praktis: Anak. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Jakarta. Tinjauan Konseptual Ketahanan Sosial Keluarga. Departemen Sosial RI. 2005. Jakarta. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Peran Ayah menuju Coparenting. Goode. Informasi. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Surabaya.Y. M. 1999. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat Departemen Sosial RI.Singgih D. TO.Andayani. WJ. Sosiologi Keluarga. Eyre. Departemen Sosial RI. No. Jakarta. SH. tahun 2007 35 . Linda & Richard. CV Citra Media.2004. Jakarta. Departemen Sosial RI. 2004. 2004. Petunjuk menjadi Keluarga Bahagia. Remaja dan Keluarga. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.Psi. Ny. Ketahanan Sosial Keluarga. Tangkal bahaya HIV/ AIDS dengan penguatan kualitas ketahanan keluarga. Gunarsa. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga . Media Ketahanan Sosial Masyarakat Edisi ke-4 Tahun 2004. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. sembilan hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga kita . Jakarta. tinjauan berbagai pendekatan konseptual dan operasional. 02. Pola Pemberdayaan Peran Keluarga. Jakarta. 2003. Jamilla. Vol. Jakarta. 2005. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Budi dan Koentjoro. Menuju Indikator Kesejahteraan Keluarga. Bumi Aksara. Irmayani S. Ihromi. Suatu Tinjauan Konseptual. Singgih D dan Gunarsa. 2002. BPK Gunung Mulia. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Departemen Sosial RI. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat. 2006. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. 12. Magister Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 2003. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Ainul Izza.

dan tahun 2004 sebanyak 8. dan sebagian besar korban penyalahgunaan NAPZA berumur 15 sampai 25 tahun (Depsos. 12. No. sale and trafficking of drugs as an act of victimization. bahkan mengancam stabilitas negara. The main problem of the current law is the children are not well protected and it does not distinguish between a child and an adult. kualitas maupun tingkat persebarannya.401 orang. Some children become a courier because their parents sell drugs for themselves.2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia menyalahgunakan NAPZA. Key words : child drugs trafficking (CDT). Vol.478 orang. obat-obat psikotropika dan zat adiktif NAPZA menunjukan gejala peningkatan kuantitas. Indonesia’s main policy in dealing with drug problems has been try to reduce abuse and dealing in drugs through enforcement of a number of law.833 orang. At same time. tahun 2001 sebanyak 3.2 persen atau kurang lebih 3. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkotika. tahun 2000 sebanyak 3. 2000) memperkirakan sekitar 1. defines children’s involvement in the production. UNDCP. tahun 2007 .PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Pengalaman Bekerja Bersama Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur Hari Harjanto Setiawan Abstract. social work service. the newly child protection Act No. tahun 2003 sebanyak 7.617 orang. korban. I.140 orang. Data tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya. Peer pressure and pressure from adults in the community is very important. tahun 2002 sebanyak 3.23/2003. serta berakibat negatif terhadap pelaku. However. Most children are in the situation because of adult pressure and/or wider social factors. Hal ini terjadi karena penyalahguna NAPZA termasuk hidden population. 36 Informasi. Penyalahgunaan NAPZA merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan berbagai segi kehidupan. sebanyak 45 persen mereka berusia 14-17 tahun. Data dari MABES POLRI (2004) tentang korban penyalahgunaan NAPZA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kemudian hasil Rapid Assesment yang dilakukan Irwanto dari Unika Atmajaya bekerja sama dengan ILO (2003). Tahun 1999 sebanyak 1. 2003 . keluarga. dan lebih menyedihkan lagi adalah 20 persen dari mereka yang terlibat penyalahgunaan NAPZA adalah usia anakanak. the communities do not see the issue as significant. 02. lingkungan sosial maupun masyarakat sekitarnya. dengan responden 92 anak yang terlibat di dalam perdagangan dan peredaran NAPZA. sebanyak 55 persen berusia 18-19 tahun dan 95 persen dari mereka terlibat penjualan NAPZA sejak umur kurang dari 18 tahun.751 orang. victimization.

Maka dari itu. Berdasarkan pekerjaan. Vol. dan 51 persen anak-anak ini masih sekolah. ada empat kelompok anak yang berhasil diidentifikasi yaitu. dan anak yang menjual sekaligus menggunakan NAPZA. 02. Anak-anak yang terlibat dalam penjualan dan perdagangan NAPZA relatif sulit diidentifikasi. dan perlu tindakan segera dalam menanganinya. Indonesia” yang dilakukan oleh ILO IPEC ( 2004). karena bisnis ini sangat menjanjikan secara ekonomi. anak-anak dianggap sebagai tenaga kerja murah dan memiliki pemahaman pengetahuan yang terbatas terhadap perdagangan narkoba ilegal serta relatif “lebih aman” . anak pengguna narkoba. tidak adanya jaminan keamanan serta kesulitan menemukan jalan untuk mengatasi permasalahannya. anak yang beresiko terlibat. Pendekatan tersebut memerlukan tindakan hati-hati dan berbasis proses. Pekerja sosial mempunyai peran. telah menjangkau 225 anak jalanan (85% berjenis kelamin laki-laki). II. Menurut data hasil temuan dari “ Drug Prevention Program for Street Children Community in East Jakarta. karena disamping perdagangan narkoba sendiri merupakan perbuatan ilegal dan melanggar hukum. Penanganan permasalahan pada trafficker dinilai sangat efektif. 75 persen dari mereka berusia 5-18 tahun dan 25 persen berusia 19-21 tahun. tetapi juga telah mengarahkan anak-anak pada resiko-resiko yang sangat mengganggu pertumbuhan kejiwaannya. Tetapi sampai saat ini masih dipusatkan pada pengguna ( user ) dan belum menangani pengedar ( traficker ). anak biasanya lebih bebas bergerak tanpa dicurigai dan penegak hukum biasanya sering bertindak lemah terhadap anak. Keterlibatan tersebut sangat membahayakan. tahun 2007 37 . Anakanak yang dilibatkan dalam penjualan dan peredaran NAPZA dapat disebabkan antara lain “keterpaksaan” guna mendapatkan uang secara mudah dan banyak. sebanyak 56 persen Informasi. Penanganan terhadap permasalahan NAPZA ini banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM. bujukan dan desakan bandar. Dalam arti. apabila kita dapat mengeluarkan satu orang anak trafficker. 22% dari mereka adalah anak jalanan perempuan dan 18 persen dari mereka sudah lepas dari keluarga (homeless). tetapi lebih jauh dari itu mereka juga terlibat dalam produksi. PERMASALAHAN SOSIAL ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Masalah yang berkaitan dengan NAPZA pada anak bukan hanya sebatas pada pengguna saja. maka dengan sendirinya 20 sampai 30 orang pengguna terselesaikan dengan sendirinya.Perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak telah banyak di berbagai negara. Selain itu maupun dalam proses operasionalnya tersebut yang bersifat ilegal. Disisi lain. No. sosial dan hukum. Hal ini berarti. karena satu orang trafficker rata-rata menjual kepada 20 sampai 30 orang pengguna. karena yang sangat sensitif secara politis. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Penanganan ter-hadap kasus ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran di masa yang akan datang. Menurut ILO IPEC. sikap dan kepribadian tertentu dalam penanganan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. misalnya Pakistan dan Thailand. anak penjual. permasalahan penyalahgunaan NAPZA tidak pernah selesai. penjualan dan peredaran (drugs trafficking). Penanganan ini penuh dengan tantangan dan pendekatan secara khusus oleh seorang pekerja sosial. 12.

1 anak sebagai pemroduksi saja. 13 anak sebagai pemroduksi. Terkadang tanpa sepengetahuan anak. 13 anak sebagai penjual dan pemroduksi.adalah pengamen. Sedangkan anak yang bekerja sebagai pemroduksi. 12. kalau mereka mengantarkan NAPZA. maka untuk memenuhi kebutuhan pakai ganja dan minuman saya itulah saya terpaksa menjual. Sistem ini beroperasi dengan cara upliner mencari downliner untuk menjual NAPZA. No. 25 anak sebagai penjual dan pemakai. Upliner akan memberikan komisi dari aktifitas tersebut kepada downliner baik dalam bentuk uang maupun NAPZA. dan minuman biasa lah seperti bir. maka saya menghindar dan sekarang pakai yang biasa saja seperti Lesotan. saat nongkrong itulah dari pada bete mendingan mabuk biar banyak teman dan ngulangin pusing sekalian saat kerja juga enak biar semangat dan berani” Anak sebagai penjual adalah mereka dijadikan kurir oleh para bandar. adalah mereka yang dilibatkan dalam pencampuran obat maupun pengepakan/pembungkusan. dan lain-lain. Ekonomi . Berikut kutipan satu kasus yang dapat menggambarkan kehidupan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA. depan rumah teman. 115 anak sebagai pemakai saja dan 100 anak yang rawan untuk terlibat dalam pemakaian produksi dan penjualan). ganja. dan disamping itu saya juga pernah mencari sampingan dikarenakan kebutuhan keluarga saya dan juga kebutuhan pribadi saya untuk obat dan minuman. Pendapatan saya kurang maka akhirnya saya menjual obat-obatan berupa ganja yang ditelah diracik sendiri setelah dibeli perpaket maka dijual perlinting dan itupun dicampur dengan rokok samsu dan akan menjadi beberapa lintingan. Informasi. umur saya 18 tahun jalan. saya bekerja sehari-hari sebagai Timer di depan ITC Cempaka putih. Saya sampai saat ini “pemakai” tapi tidak seberat yang dulu sekarang agak sadar. Sehubungan dengan anak yang terlibat peredaran NAPZA sebanyak 2 anak sebagai penjual saja. 17 persen adalah jualan koran dan 10% adalah jualan rokoh. Seseorang akan mendapatkan keuntungan besar bila mampu menjual NAPZA dengan jumlah banyak dan posisinya dalam kelompok akan meningkat. ketidakmampuan orang tuanya menyebabkan anak tersebut terpaksa bekerja. tempat nongkrong barang-barang tersebut tersedia dan saya pun banyak tidak bekerjanya sehingga banyak nongkrong. (junior) seperti yang digunakan dalam MLM ( multi level marketing ). kue dan permen. “Saya biasa di panggil oleh teman-teman DS. padahal usia anak adalah tugasnya belajar. pendapatannya ya kadang banyak-kadang sedikit tergantung yang ngasih. 02. penjual dan pemakai. tahun 2007 38 . Untuk mendapatkan penghasilan secara cepat dan adanya tawaran yang menggiurkan maka anak tersebut mencari jalan pintas dengan terlibat perdagangan gelap NAPZA. Kalau pendapatanya sedikit bagaimana nih cara agar supaya banyak ya maksamaksain deh ama sopir atau kernet mobil. tinggal di Pedongkelan. Vol. Ketagihan saya kepada barang tersebut ya bayangin aja di rumah. Dalam bisnis ini dikenal dengan istilah upliner (senior) dan downliner Faktor-faktor yang menyebabkan anak dilibatkan dalam perdagangan NAPZA antara lain : a. dulu saya masih pakai Putaw (Suntik) karena melihat teman-teman banyak yang mati karena overdosis. Pengedar merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA.

Setelah ketagihan anak dipaksa membeli dan apabila anak tersebut tidak mampu membeli. Tingkat agama dan moral rendah . 12. keluarga yang retak dan kurang harmonis dapat menyebabkan individu terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA sebagai mekanisme kompensasi g. walaupun orang yang pendidikannya tinggi juga tidak terlepas dari bahaya NAPZA. kondisi seperti ini adanya orang dewasa yang mempergunakan seorang anak sebagai alat untuk melakukan kejahatan yaitu mengedarkan NAPZA. Disinilah terjadi peredaran antar teman sepermainan atau teman sekelompok. Sehingga orangorang seperti inilah yang mudah terjerumus dalam peredaran NAPZA. d. i. efek farmakologis NAPZA. Dipaksa oleh orang dewasa. Ditipu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus kedalam penyalahgunaan NAPZA yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama dan norma moral dalam masyarakat. yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi para pemakainya (adiktif) sehinga para pengedar memanfaatkan sifat NAPZA ini. antara lain adanya sifat mudah kecewa. jenuh dan lain-lain. Vol. hukuman hanya bisa dilakukan pada orang dewasa. bahwa sifat keingintahuan seseorang terbilang besar ketika memasuki masa remaja. mudah memberontak.b. menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. tahun 2007 39 . untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar para pengedar lebih memilih melibatkan anak-anak dibanding harus membayar mahal pada orang dewasa. Lingkungan keluarga. maka untuk mendapatkan NAPZA harus menjualkan terlebih dahulu agar mendapatkan komisi berupa NAPZA yang dinginkan. 02. Awalnya anak diberikan NAPZA dalam bentuk permen atau makanan berulang kali sampai anak tersebut merasa ketagihan. tidak sabar. Anak adalah pekerja murah. Sehingga apabila ditangkap anak tidak bisa dihukum seperti orang dewasa. Cacat Hukum. mudah bosan. e. f. bahwa anak adalah posisi lemah untuk dipaksa mengedarkan oleh orang dewasa baik oleh preman dan bahkan oleh orang tuanya sendiri. Dari pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang. karena dengan tingkat pendidikan yang rendah maka seorang anak cenderung mudah untuk dimanfaatkan karena ketidaktahuan terhadap bahaya tersendiri. disitulah terjadi suatu fase ingin mencari jati diri dan keinginan untuk diakui dalam kelompok pergaulannya. No. Tingkat pendidikan rendah. c. Ciri-ciri kepribadian tertentu juga dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap NAPZA. karena kalau tidak mau taruhannya adalah nyawa. Lingkungan pertemanan. Informasi. h. Ketika seseorang tidak mengikuti “aturan main” dalam suatu kelompok maka seseorang tidak akan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Dalam hal ini anak adalah sebagai korban (victim).

antara lain keluarga. dan dunia usaha. serta menyangkut kebijakan keimigrasian. maka frustasi tersebut dilampiaskan dalam bentuk penyalahgunaan dan peredaran NAPZA. instansi kesehatan. Apabila hal ini dibiarkan lama maka terbentuklah kondisi masyarakat yang permisif (menganggap biasa dan tidak merasa berdosa terhadap peredaran NAPZA) menyebabkan tidak adanya kontrol dari masyarakat. Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Penjangkauan dan Pendampingan terhadap CDT dilakukan oleh pekerja sosial di lokasi. Vol. Karena ketidakmampuan untuk mencapai keinginan. RAN tersebut ditetapkan bahwa pelibatan anak dalam produksi. terutama pada rendahnya tingkat ekonomi keluarga maka menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. masyarakat. Bahkan dalam masyarakat seperti ini tidak jarang orang tuanya sendiri yang menyuruh untuk menjual barang haram ini. kepolisian. Selanjutnya dibentuk Komite Aksi Nasional (KAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI 40 Informasi. tahun 2007 . Untuk mendapatkan NAPZA terkadang sampai mencuri barang-barang milik orang tuanya sendiri dan bahkan ada yang menjual diri. Kondisi sosial Masyarakat. j. merupakan strategi yang efektif dalam rangka pelayanan sosial terhadap anak. III. keimigrasian. ratifikasi Konvensi ILO 192 melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 2001 tentang Pelarangan dan Tindakan Segera Terhadap Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. karena menyangkut kehidupan anak maupun juga lingkungan dan masyarakat.20/1999 tentang Batasan Usia Minimum Anak Diperbolehkan Bekerja. 02. Strategi tersebut akan dijalankan melalui program-program yang bersifat teknis dalam upaya mengeluarkan anak dari permasalahan maupun sifatnya mencegah. Untuk itu.pelarian dari masalah yang dihadapi dalam keluarga. merativikasi Konvensi ILO 138 melalui undang-undang No. Nomor 12 tahun 2001 dan komite ini telah menghasilkan Rencana Aksi nasional (RAN) tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mensahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. STRATEGI PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Permasalahan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA sangat kompleks. Strategi pelayanan sosial yang dilakukan yaitu : a. yang Menyikapi permasalahan tersebut. No. Berbagai landasan hukum tersebut merupakan landasan moral dan operasional bagi pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan perdagangan NAPZA anak. Ketika sudah tidak ada yang dijual lagi maka satu-satunya untuk mendapatkan NAPZA dengan cara mengedarkan untuk memperoleh komisi. perdagangan dan peredaran narkoba menjadi prioritas dari jenis pekerjaan terburuk untuk anak yang dihapuskan dalam waktu 5 tahun. 12. Kemiskinan. diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak. dan ketentuan tentang batasan usia minimum bekerja adalah 15 tahun. Untuk menangani hal tersebut diperlukan strategi yang tepat dan multidimensi.

sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin setiap minggu untuk tukar pengalaman dan studi kasus di wilayah dampingan masing-masing. Program yang dijalankan untuk menjangkau mereka. Vol. karena anak lebih terbuka dengan sikap pekerja sosial yang memposisikan diri seperti kawan atau kakak. Dalam melakukan pendampingan pekerja sosial membaur dengan anak di kantong-kantong aktivitas anak jalanan. No. 12. Strategi ini lebih efektif. sehingga memudahkan untuk kehidupan mereka. PE dipilih dari mereka yang berpengaruh. Setelah dipilih kemudian pekerja sosial melatih mereka tentang peran dan fungsi serta pengetahuannya tentang penggunaan dan peredaran NAPZA. setiap minggu masingmasing PE melakukan pertemuan dengan temannya di jalanan bersama dengan pekerja sosial di lapangan atau wilayah dampingan. Di rumah ini dibangun pola hubungan. Peer Educator (PE) PE adalah anak jalanan/mantan Child Drugs Trafficker (CDT) yang mempunyai pengaruh terhadap-temantemannya. diciptakan aturanaturan yang disepakati di antara Informasi. mendapatkan informasi tentang NAPZA. Pendampingan yang dilakukan ditujukan untuk mengubah pola pikir anak jalanan tentang NAPZA. menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya. konsultasi. isu-isu terbaru maupun harapan anak dampingan. Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat resosialisasi nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini tidak mereka dapatkan di tempat lain. 02. tahun 2007 41 . Melalui pertandingan sepak bola pekerja sosial mendapat kepercayaan. Program PE dilakukan melalui pemilihan setelah pekerja sosial menjangkau mereka lewat tournamen sepak bola. juga sebagai tempat untuk melakukan asemen mendalam kepada anak dampingan. b. antara lain melalui pertandingan sepak bola antar anak jalanan sebagai olah raga yang menjadi hobi mereka.dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. Setelah pelatihan. Dalam pertemuan itu membahas permasalahanpermasalahan. dengan tujuan untuk menghindari kecurigaan anak. pekerja sosial melakukan asesmen terhadap anak jalanan yang teridentifikasi sebagai drugs trafficker . Pemilihan berdasarkan pada pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. Dalam kegiatan ini. pekerja sosial mengarahkan dan memotivikasi anak-anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka untuk menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan anak yang terlibat peredaran NAPZA. c. dimana pekerja sosial mereka anggap sebagai kakak. Rumah Perlindungan Sementara Rumah Perlindungan Sementara adalah rumah yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi anak untuk melakukan tukar pengalaman. teman atau orang tua dan. dan telah mengikuti pelatihan untuk melakukan pendampingan bersama pekerja sosial. Selain itu. Dalam proses tersebut.

Jaringan kerja tersebut antara lain dengan Rumah Sakit Duren Sawit. kelompok sebaya dan pemangku kepentingan) Kapasitas yang dimaksud adalah kegiatan maupun training yang dapat meningkatkan kinerja pelaksana 42 Informasi. Dalam kegiatan ini. dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan anak. menjahit sablon. f. Untuk itu. Selain itu. g. 12. bengkel motor. tahun 2007 . Program ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan mengerti terhadap isu CDT. Proses penelusuran minat dan bakat ini dilakukan pada waktu penjangkauan dan pendampingan. No. games dan lain-lain) peer educator dengan kelompok dampingan setiap minggu sekali. Pelatihan Keterampilan Kerja Salah satu kebutuhan anak jalanan untuk lepas dari permasalahan child drugs trafficking adalah keterampilan kerja (vocational skill). kedua. pembentukan jaringan lembaga yang menangani NAPZA. maka dirujuk ke rumah sakit. e. antara lain kursus komputer. Selain itu. Hal ini didasarkan pada pemikrian. sedangkan di dunia usaha bekerja sama dengan Astra. d. kegiatan rekreasi edukatif satu kali kegiatan untuk setiap anak dan penyuluhan tentang NAPZA. baik di jalan maupun di rumah singgah. musik.mereka. Setelah pelatihan kerja anak-anak dihdapkan pada permasalahan pekerjaan. sehingga ada koordinasi secara periodik untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan penanganan masalah CDT . Bogasari. bahwa salah satu faktor penyebab anak jalanan terlibat drugs trafficker adalah frustasi terhadap masa depan mereka yang terkait dengan masalah ekonomi. Peningkatan Penghasilan dan Magang Kerja Program ini diperuntukan bagi anak jalanan dan orang tuanya yang telah mengikuti program pembinaan. perlu kegiatan yang berorientasi yaitu peningkatan penghasilan. dan Bina Muda Citra Gemilang. RS Persahabatan. Sistem Rujukan (pembentukan jaringan penanganan anak dengan pihak lain) Ada dua kegiatan pokok dalam rujukan ini yaitu pertama . berkaitan dengan kesehatan. Pengembangan Kapasitas (bagi pekerja sosial. permainan peran. untuk mengisi waktu luang (mencegah anak terlibat CDT) dan membangun karir untuk masa depan anak-anak yang sudah terlibat CDT. Wisma Adiksi dan Puskesmas Cipinang. Jenis-jenis pelatihan keterampilan kerja yang dapat dijalankan. proses mereferal anak kepada lembaga yang berkaitan dengan permasalahan masing-masing anak. Misalnya. anak diberi kebebasan untuk memilih jenis kursus sesuai dengan minat dan bakat dari mereka. Penyuluhan Penyuluhan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan tentang bahaya anak yang terlibat dalam drugs trafficker . Program yang dijalankan di rumah perlindugan sementara antara lain konseling terhadap anak yang bermasalah dan keterampilan hidup. h. Vol. membuat kerajinan tangan. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin (diskusi kelompok. 02. melalui kegiatan seminar gabungan antar kelompok-kelompok anak setiap 3 bulan sekali.

3). No. Pelatihan pekerja sosial untuk memperkuat kapasitas dalam pelayanan. Pembentukan “Community Watch” Jaringan ini dibentuk dengan maksud untuk mengawasi dan berbuat sesuatu dalam mencegah peredaran NAPZA. 50 anak jalanan yang terlibat peredaran NAPZA mengikuti vocational training dan magang. 350 anak jalanan yang beresiko dalam peredaran narkoba mengikuti vocational skill training. PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Dari strategi di atas. Lima puluh orang anak jalanan teridentifikasi dan dibebaskan dari peredaran NAPZA. Pelatihan peer educator. 4). Permasalahan sosial dan psikososial anak jalanan yang teridentifikasi dalam aktivitas outreach. 2). IV. Nama program : “Tackling street children in drugs trafficking through skill training. khususnya anak yang dipekerjakan dalam perdagangan NAPZA. tahun 2007 43 .pelayanan langsung maupun tidak langsung. Setelah selesai pelatihan. secara operasional dapat dijalankan melalui program pelayanan pekerjaan sosial sebagai berikut: b. Kegiatan langsung adalah pelatihan untuk pekerja sosial berkaitan dengan penanganan CDT guna meningkatkan ketrampilan pekerja sosial dalam proses pendampingan. Para stakeholder ini dilatih secara khusus. Terbentuk jaringan masyarakat yang dapat memonitor kasus-kasus perdagangan NAPZA Informasi. dan memperkuat program yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan i. 5). Sedangkan kegiatan tidak langsung adalah pertemuan pemangku kepentingan ( stake holder ) yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelembagaan yang berkaitan dengan penyebaran pengaruh. tokoh agama dan orang dewasa yang berpengaruh terhadap anak-anak. 02. Output : 1). 12. Anggota jaringan ini adalah para pemangku kepentingan (yaitu : orang yang berpengaruh terhadap anak-anak dampingan) yang terdiri dari tokoh masyarakat. education and community support” Tujuan Pengembangan : Diharapkan program ini memberi kontribusi secara efektif mengeliminasi pekerja anak di Indonesia. 350 anak jalanan yang beresiko dicegah untuk masuk dalam perdagangan NAPZA dan 750 anak jalanan terjangkau melalui pendidikan alternatif khususnya tentang pencegahan terhadap peredaran NAPZA. Vol. mereka difasilitasi untuk membuat program penanganan maupun pencegahan terhadap penggunaan anak dalam perdagangan NAPZA. Tujuan Khusus : a.

12. 02. Pembentukan jaringan referral system (yang meliputi organisasi sekolah dan lembaga kursus maupun pemerintah) yang peduli terhadap CDT. PAPPRI.Output : 1). De Mono (unit usaha koperasi DeMono. b. montir dan las) PKBM Paksi Safa Kawijayan mempunyai Kegiatan pendidikan non formal baik kegiatan untuk anak maupun orang tua: Kegiatan keaksaraan fungsional/buta huruf. Kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). b. mental. BNP dapat membantu ‘Tools’ PAPPRI. Design grafis SMU Yaspri mempunyai program membimbing anak-anak dengan cara: kursus (paket). h. Pelatihan informasi kesehatan HIV/AIDS. f. Instalasi listrik. Pembentukan jaringan Community watch sebagai lembaga independen di masyarakat untuk mengontrol dan mencegah peredaran NAPZA. menyanyi dan mencipta lagu APKLINDO (Asosiasi klining service Indonesia) Ibu Naya Johan kegiatannya adalah pelatihan: cleaning service skill dan leadership. narkoba dana kespro. diadakan lokakarya yang bertujuan untuk melibatkan banyak pihak. Sepeda motor. mengembangkan bakat Suku dinas Bintal dan Kesos mempunyai program Bimlat keterampilam untuk anak jalanan berupa. outbond INKOWAPI (induk koperasi wanita pengusaha Indonesia) mempunyai program kursus catering. BPPK Kota madya Jaktim menerima pelatihan Teknisi Mekanik Otomotif. 44 Informasi. j. elektro. Komputer. test HIV/AIDS. montir motor. Kegiatan yang bersifat mencari dukungan adalah lokakarya yang mengundang berbagai pihak yang peduli dalam menangani masalah CDT. Kelompok II : Upaya program pemagangan a. Depkes. Berikut adalah hasil lokakarya yang diadakan sebagai gambaran kepedulian masyarakat. busana 2). Handphone. berupa : 1) 2) 3) kualitas sesuai yang diharapkan dengan evaluasi Pendampingan yang kuat : lebih kurang 3 bulan Perencanaan program yang baik c. karena keterlibatan mereka sangat diperlukan. Las. program lanjutan. PSBR Bambu Apus mempunyai program bimbingan fisik. YPI. Kegiatan paket A. d. Mesin perkakas. Rujukan layanan kesehatan reproduksi dan konseling. Tehnik Audio video. menjahit. i. Dalam lokakarya tersebut dibentuk kelompok program/kegiatan yang merumuskan apa yang akan dilakukan sesuai dengan kompetensi masing-masing. Kelompok I : Upaya pendidikan lanjut a. Kegiatan keterampilan Asosiasi ikatan penata mempunyai program. Vol.B dan C. Setelah prorgam berakhir. Depnaker) e. 3 sertifikat (De-Mono. Elektro plating. Rohis/keagamaan. bimlat las. sosial dan keterampilan (salon. mempunyai program dampingan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Kegiatan melatih anak-anak yang berminat dalam bermain musik. LPKK g. No. tahun 2007 .

Dalam bidang Kewirausahaan dibutuhkan Skill.4) Dari 38 anak akan dicoba diakomodasi sebagai . tidak ada kualifikasi yang jelas dan tempat terbatas. maka dilawan 4) b. Kebutuhan dan peluang 1) Informasi. Syarat – syaratnya : b. LSM : Donor dan capacity building Pemerintah : capacity building 3) c. Menyelenggarakan konveksi (sebagai proses wirausaha). Sebagai Fasilitator a. kegiatan yang mendukung : 1) Pembentukkan forum bisnis remaja (FBR) dimana perangkatan selama 6 bulan. Mempertinggi peran kelompok anak untuk bisa keluar dari permasalahannya. Membantu meningkatkan kemampuan anak yang terlibat peredaran NAPZA supaya mampu hidup mandiri di masyarakat. Keterampilan Autocad Keterampilan Mesin Hambatan kualifikasi (ijazah) Hambatan kualitas (Pelatihan?) Dukungan yang dibutuhkan : Pendampingan dan modal usaha (pemerintah?). 12. Untuk bisa keluar dari sistem itu. Melakukan training psikososial sebelum menjadi profesi wirausaha. 1) 2) 3) c. main musik. No. dan sebagainya Outsource . 2) Jumlah peluangnya sebanyak 20 orang yang terbagi kedalam 1 kelompok (pilot proyek) Seleksi dari 20 orang untuk dijadikan pendamping buat anakanak jalanan. karena mereka mengalami ikatan sistem perdagangan. Peran pekerja sosial sebagai pendamping CDT sebagai berikut : 1. tahun 2007 45 . 02. Dukungan LSM/Pemerintah 1) 2) V. Komitmen anak Registrasi terhadap anak Telah mengikuti kursus atau training. Vol. PERAN SEORANG SOSIAL DALAM MENDAMPINGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Kelompok III : Upaya program kewirausahaan a. cipta lagu. Setelah mengikuti pelatihan 2) 3) Tujuan akhir dari program pendampingan terhadap anak yang dilibatkan dalam peredaran NAPZA atau yang disebut C hild Drugs Trafficker (CDT) adalah membantu mereka agar mampu membuat keputusan sendiri. Kunci berhasilnya pelayanan terletak pada kemampuan Pekerja Sosial dalam menganalisis dan menetapkan prioritas kebutuhan serta mencapai beberapa keseimbangan dalam melakukan tugas secara berkesinam-bungan. Kegiatan mapping/assessment. PT Ciptaning 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. nyanyi.

dan selanjutnya dijadikan leason learn untuk melangkah dalam kehidupan selanjutnya. c. Membantu anak untuk memahami dan melakukan refleksi atas isu tersebut. Mendampingi anak yang terlibat perdagangan gelap NAPZA yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan resiko yang cukup tinggi. tahun 2007 . Membantu merencanakan dan menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas anak. c. Sebagai Perencana a. Membantu anak untuk merespon kepentingan masyarakat sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat secara wajar. Memperkirakan kebutuhan pelatihan bagi anak. Mempermudah konsep-konsep dan keterampilan penelitian yang tepat agar masyarakat memiliki daya tarik terhadap konsepkonsep dan keterampilan penelitian tersebut. 02. Sebagai Peneliti a. b. Membangkitkan dan merangsang diskusi dan aksi kegiatan yang berarti dalam rangka memerangi masalah NAPZA. yang meliputi strategi dan kegiatan aksi alternatif yang tepat. Membantu menganalisis dan mengartikulasikan isu kritis yang berkaitan dengan anak maupun permasalahan yang terkait dengan NAPZA dan HIV/AIDS. b. 3. Menyelenggarakan analisis tentang sumber dan potensi anak sebagai bahan membuat program yang dapat dijalankan oleh anak. No. Menyelenggarakan analisis sosial yang berkaitan dengan isu anak yang terlibat peredaran NAPZA dan membangun opini masyarakat yang positif karena selama ini masyarakat berpandangan negatif terhadap anak yang terlibat peredaran NAPZA Terlibat dalam penelitian partisipatory di mana peer educator / mantan CDT belajar keterampilan untuk terlibat dalam pengumpulan data. dan merancang program pelatihan yang cocok bagi mereka. c. d. 5. Vol. Untuk itu pekerja sosial 46 Informasi. c. Membantu menyusun kegiatan peer educator/mantan CDT untuk mencapai tujuan yang diharapkan. c. b. b. Sebagai Pelatih a. 4. 12. Sebagai Advokat/Pembela a. d. 2. Membantu peer educator dalam mengadakan perencanaan di antara mereka.dengan memperkuat sistem (kelompok) yang sama-sama ingin terbebas dari trafficker. Membantu peer educator dalam melatih teman-teman (CDT) lainnya Membantu dalam pengembangan peer educator dan CDT dalam hal keterampilan dan sikap untuk hidup bermasyarakat dan berorganisasi. Terlibat dalam integrasi sosial untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang tersebut.

Keuletan Pekerja sosial perlu bertahan dengan aktivitas harian pada saat dia tergoda untuk berhenti. Sistem nilai personal (pribadi) perlu dievaluasi secara konstan dalam proses bekerja dengan CDT. dan meningkatkan kemampuan untuk tertawa dan belajar dari kekurangan. Sebelum menolong orang lain. 6. Sikap Sopan Sikap sopan harus dimiliki pekerja sosial sehingga dengan sikap kita yang sopan akan ada peng-hormatan dari kelayan (CDT) maupun pemangku kepentingan. antara lain : 1. 2. antara lain komitmen dan kepedulian pada anak yang tinggi. Visi dan misi dari pelayanan harus jelas. Dengan demikian seorang pendamping perlu banyak mengenal nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kepribadian yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial sebagai pendamping CDT. sehingga rencana bisa disesuaikan sedemikian rupa. Vol. terarah dan terencana. No. Fleksibitas membentuk penyesuaian atas situasi yang dihadapi agar mencapai tujuan mendasar yang telah ditetapkan sebelumnya. pendamping CDT perlu memelihara rasa humor. 5. sehingga bisa secara efektif dalam mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu. Suatu program tidak akan berhasil apabila tidak ulet. maka pekerja sosial perlu menolong diri sendiri dari beban yang dialami.perlu memiliki beberapa kepribadian dasar selain keterampilan pekerjaan sosial. dan oleh karenanya pendamping harus bersikap sesuai harapan CDT. 4. Pendamping CDT hendaknya tidak berpikiran bahwa menolong orang secara tulus merupakan beban. pekerja sosial dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan mempunyai keyakinan untuk berhasil dalam melakukan praktek pendampingan. 12. tidak meski memanjakan mereka dari penderitaan dan perjuangan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kepribadian yang kuat. 02. Informasi. Kepribadian dasar tersebut bisa dipelajari walaupun butuh waktu yang lama dan akan melalui pengalaman dan pelatihan. tahun 2007 47 . Pandangan Kedepan Pendamping anak yang terlibat peredaran NAPZA perlu mengetahui kemana akan mengarahkan penanganan anak. Para pekerja sosial yang sungguh-sungguh perlu mencintai kelayan. Cinta Sejati Untuk Kelayan (CDT) Kebanyakan pekerja sosial menginterprestasikan kecintaan terhadap kelayan (CDT) untuk melindungi mereka dengan memanjakan. Permasalahan bukan muncul dari diri kelayan saja tetapi bisa juga muncul dari pribadi pekerja sosial pendamping maupun dari timwork. Kepribadian dasar tersebut. 3. Bahkan terkadang seorang pekerja sosial perlu memberikan tantangan hidup supaya kelayan mampu menolong dirinya sendiri. Keluwesan Pekerja sosial perlu sensitif terhadap perubahan situasi yang sangat cepat. Rasa Humor Menghadapi berbagai tekanan dan frustasi. Didalam keuletan melekat pula sifat sabar dalam menghadapi permasalahan.

Peranan pekerja sosial sangat penting. Social Work: A profesion of Many Faces Massachusset Allyn and Bacon. Penyesuaian Diri Bekerja dengan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA perlu memahami situasi kehidupan mereka. No.7. New York : MacMillan. yaitu : “Berilah seseorang seekor ikan. Dengan memahami kondisi anak maka pekerja sosial akan dapat bekerja bersama dengan mereka. hukum dan kedokteran yang selama ini menanganinya. akan tetapi mereka adalah partner aktif dalam mengejar perubahan-perubahan mendasar untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik. PENUTUP Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. maka ia akan hidup sehari . Komitmen untuk melayani CDT tidak pernah dipaksakan kepada seorang pekerja sosial pendamping. karena melanggar hak-hak anak. Siporin. Introduction to Social Work Practice . Dalam hal ini. 12. (1989). Pekerja sosial perlu mampu mendefinisikan kerja dalam konteks nyata. Berpikir Kritis Seorang pekerja sosial senantiasa bertanya : Apa yang disebut program? Untuk siapa program yang akan dijalankan? Ini akan membantu menetapkan pendirian dan sudut pandang pribadi sehubungan dengan bagaimana Pekerja sosial hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam memerangi permasalahan CDT. CDT bukanlah penerima pasif kebaikan. VI. 02. mengingat posisi anak-anak merupakan korban. selain polisi. 8. Sedangkan peranan pekerja sosial sebagai pendamping dapat dilihat dari berbagai segi. tahun 2007 . maka ia akan hidup sepanjang umurnya …… “ Pepatah di atas sesuai dengan prinsip pekerja sosial yaitu “Help People to Help Them Self” (menolong seseorang agar seseorang tersebut dapat menolong dirinya sendiri). dan sudah memasuki wilayah hukum. dan pengambilan keputusan berdasarkan kapasitas dan prinsip seseorang mengantarkan pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Ada pepatah yang bisa dijadikan prinsip oleh seorang pekerja sosial DAFTAR PUSTAKA Siporin. Morales. Namun dengan adanya pemahaman kritis atas kebutuhan dan tanggung jawab. Semoga kontribusi di bidang pekerjaan sosial dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak. dia perlu memiliki pemahaman yang kritis tentang teori dan sejarah manusia sebagai petunjuk untuk kerja yang terorganisasi. Tidak selamanya pelatihan keterampilan menjamin seorang menjadi Pekerja Sosial yang efektif. dengan visi pemberdayaan dan kepercayaan diri. Max (1975). Prinsip ini menggambarkan peran dari Pekerja Sosial untuk mencapai perubahan. 48 Informasi. Ajarilah dia bagaimana memperoleh ikan. Vol. Sheafor. Armando dan Bradford W. tetapi ada proses internal tertentu yang terjadi dalam pribadi orang yang bersangkutan.

12. Saat ini bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Assesing The Situation of Children in The Production. menyelesaikan S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tahun 2001 pada Universitas Indonesia. Alumnus STKS Bandung. education and community support” Jakarta 2006. tahun 2007 49 .05/TH IV/ Mei 2006. BNN No.Si. Departemen Sosial RI. Jakarta 2006. Informasi. Laporan kegiatan “Tackling street children in drugs traffiking through skill training. Hari Harjanto Setiawan.Action Research and Training Institud (ARTI). SADAR. ILO. No. 02. Vol. M. Drs. Sales and Trafficking of Drugs in Indonesia . Jakarta 2004. Narkoba di Kalangan Remaja Sudah Melewati Ambang kekhawatiran. Pernah aktif di salah satu NGO (eRKa) yang bergerak pada pelayanan sosial terhadap anak.

pekerja sosial dituntut untuk memberikan respon isu tersebut. bahwa hampir tiga milyar penduduk dunia hidup dan memerlukan daya dukung lingkungan hidup. I. dan menentukan kesejahteraan umat manusia. Masyarakat miskin masih belum terlibat dalam memperoleh kesempatan (akses) kepada pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. dan pendapatan perkapita penduduk hanya meningkat sedikit dari tahun 1980 sebesar $ 989 menjadi $ 1. Pertambahan penduduk semakin meningkat pesat dengan angka mutasi sebesar dua persen pertahun dan menjadikan kekhawatiran dunia. Ciri-cirinya dapat dilihat dari angka melek huruf menurun dari 47 persen pada tahun 1980 menjadi 25 persen pada tahun 2000. Vol. So natural resources management for indigenous people (KAT) life must be adequate proper with the natural power support. Indigenous people (KAT) which stay in these circumstances often get impact from damaged of natural resources. 02. Empowerment of indigenous people (KAT) must pay attention to the relation between human with nature as eco-system. Sosial welfare always linked with economy growth but actually the economy growth has contributed to natural resources damaged. PENDAHULUAN Pekerja sosial berbicara tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari sudut pandang pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial merupakan hal yang sudah lazim. empowerment of indigenous people.PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Bambang Rustanto Abstract. 50 Informasi. karena lingkungan hidup sebagai aspek yang tidak dapat dilepaskan dengan kesejahteraan sosial. Key word : social welfare. Sejalan dengan isu-isu pembangunan pada tingkat global tentang lingkungan hidup. Saat ini. Mengapa isu-isu lingkungan hidup penting menjadi bahasan pekerja sosial? Sebagaimana dilaporkan oleh The World Bank (2003). dan dengan kondisi miskin dengan pendapatan kurang dari $ 1 per hari.354 pada tahun 2000. penduduk di negaranegara berkembang yang mencapai dua milyar dengan kondisi miskin dan dengan daya dukungan lingkungan hidup sangat rendah. No. 12. Lebih dari dua milyar penduduk itu ada di negaranegara berkembang. tahun 2007 . Kemiskinan dan daya dukung lingkungan itulah yang merupakan kondisi yang menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Menurut laporan tersebut ada hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan penurunan daya dukung lingkungan.

Kondisi yang paling mengkhawatirkan bahwa setiap tahun terjadi pengurangan hutan tropis sebesar lima persen. tahun 2007 51 . salah satunya adalah Indonesia. 67 tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa). 2. Banyak sumber daya alam yang tak terbarui (non renewable) seperti hasil tambang dan bahan galian dikuras habis untuk kemakmuran negara maju. 3. Hampir satu milyar penduduk di dunia hidup di perdesaan dan sebanyak 300 juta jiwa hidup di pedalaman (termasuk KAT). dan tidak sebanding dengan peningkatan populasi penduduk. sumber air dan lahan pertanian semakin menurun daya dukungnya. Advokasi Sosial Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memberi kesempatan kepada masyarakat perdesaan dan pedalaman untuk menyampaikan aspirasinya dalam bentuk: a. Banyak sumber daya alam terbarui (renewable) seperti kayu di babat habis. peraturan banjar dan lain-lain. baik yang tak terbarui maupun terbarui dibawa para kapitalis negara maju. Hak Atas Aset Pemberian hak atas aset sumber daya alam untuk menggunakan dan memiliki secara bertanggung jawab bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. 12. maka dunia juga akan kehilangan biodiversity. baik flora dan fauna setiap tahunnya hampir mencapai 1. Akibat terakhir dari semua itu. Sebagai akibatnya sepertiga penduduk kehilangan dan kesulitan memperoleh sumber air bersih. Untuk itu. Memberi Informasi Memberi Tanggapan Untuk Sedia dan Menolak Informasi. dan ada 23 persen rusak berat terutama hutan di daerah tropis. dan dibalak secara illegal untuk kepentingan pemilik modal. Lebih parah lagi kerusakan lingkungan hidup itu akan terjadi lebih parah di 25 negara-negara berkembang. Contoh: masyarakat diperbolehkan membuat peraturan sendiri seperti peraturan desa. Menurut hasil kajian para ahli sosial kebijakan pertumbuhan ekonomi yang dikedepankan menyebabkan distribusi sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang.4 persen. yaitu : 1. Vol. b. Ekosistem perdesaan dan pedalaman seperti hutan tropis.Kemudian hampir dua milyar hektar tanah terlantarkan. dan bahkan seringkali memicu terjadinya konflik antar penduduk. Kerusakan lingkungan hidup terutama terjadi di daerah perdesaan dan pedalaman. gunung. perlu adanya perubahan kebijakan dalam pendistribusian sumber daya alam ini yang adil dan bertanggung jawab. dan diprediksikan pada tahun 2025 terjadi tanah gundul dimana-mana dengan berbagai dampaknya bagi penduduk. Ada tiga agenda global dalam kaitannya dengan distribusi sumber daya alam. (lihat Peraturan Pemerintah No. 02. Contoh: kalau dahulu HPH hanya dimiliki oleh swasta sekarang HPH juga dapat dimiliki oleh KAT (lihat UU No. Hampir $ 100 triliun harta dan kekayaan dari sumber daya alam. Perlindungan Sosial Pemberian hak khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan sosial budaya bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. Hampir 100 kilometer pantai dan terumbu karang rusak setiap tahunnya.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). No. peraturan nagari.

Artinya. No. bentuk. bahwa kesejahteraan sosial terjadi pada masyarakat yang mampu menciptakan kesempatan sosial bagi para penduduknya untuk meningkatkan dan merealisasikan potensi-potensi yang ada. Semua hal dihitung dengan konsep uang. mengatasi masalah sosialnya. perumahan. ada tiga dimensi kesejahteraan sosial. Pengertian lain menurut Tonys (Fitzpatrick. Menurut Richard Titmuss (Midgley. yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan. Jadi masyarakat berkesejahteraan sosial adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah sosial. Karena secara global hak asasi KAT dan kelompok marginal lainnya perlu mendapat tempat di peraturan perundanganundangan. Untuk mencapai kesejahteraan sosial seharusnya masyarakat dapat memenuhi ketiga persyaratan atau dimensi kesejahteraan sosial tersebut. cara dan perubahan paradigmanya. Pemahaman ini menyangkut pengertian. 2002). Memberi Perlindungan Hukum Secara Adat dan Budaya Lokal Mendemokratisasikan dalam Pengambilan Keputusan Contoh : ada rencana pembangunan pertambangan di wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT). bahwa masyarakat yang berkesejahteraan sosial.40 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). pendidikan. masyarakat yang mempunyai uanglah yang dapat II. (2) pemenuhan kebutuhan hidup dan (3) peningkatan kesempatan bagi warga. 2005) kesejahteraan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial. Vol. tahun 2007 . terlebih dahulu perlu dipahami hubungan kesejahteraan sosial dengan lingkungan alam. sandang dan pangannya. 2002). mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. sehingga barang material dan pelayanan sosial yang tersedia dijual dan dapat dibeli oleh masyarakat. d. Arti lebih luas lagi dikemukakan oleh James Midley (2005). yaitu (1) pemecahan masalah sosial. Kemudian dikemukakan oleh Paul Hogget ( Fritzpatrick. Dengan adanya tiga agenda utama tersebut diharapkan masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk di dalamnya KAT dapat ikut mendayagunakan dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. bahwa ada tiga pendekatan menuju masyarakat berkesejahteraan sosial atau disebut ”good society ” yaitu: 1. KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Sebelum melakukan pemberdayaan KAT. dan mampu memberi kesempatan warganya untuk mendayagunakan potensi yang ada. Welfare Consumerism Kesejahteraan (well being) ditentukan dan diukur oleh kemampuan orang untuk mendapatkan barang material (jumlah dan variasi) dan pelayanan sosial.c. Dari tiga pengertian di atas. Dengan pemahaman tentang kesejahteraan sosial. 12. Jadi masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan masyarakat lainnya bila masyarakat itu mampu 52 Informasi. 02. maka masyarakat harus menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemrakarsa (pemerintah atau swasta) (Lihat Peraturan Pemerintah No. maka kita akan mengerti mengapa penting mengkaitkan sumber daya alam serta kearifan lokal dengan kesejahteraan sosial.

Dengan konsep kesejahteraan ini. Konsep welfare consumerism ini menimbulkan konflik antara kaum pemenang (the winner) dan kaum kalah (the losser). Landasan dasar dari konsep welfare consumerism adalah ideologi kapitalisme. tetapi negara memberikan dana pengganti atau talangan. Beras miskin (Raskin). 12. Contoh : Santunan Langsung Tunai. Informasi. Masyarakat liberal adalah masyarakat yang menghargai egalitarian dan menolak bahwa seseorang tunduk secara alami pada orang lain. Vol. Semua barang dan pelayanan sosial hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang berhak. atau sekarang sering disebut privatisasi pelayanan sosial. tetapi dapat menyebabkan mereka sangat tergantung kepada bantuan negara. tahun 2007 53 . No. 02. Di Indonesia hal ini terjadi dimana KAT (di suatu daerah) hampir setiap hari dikunjungi turis manca negara maupun turis lokal. Pelayanan kesehatan. Kaum liberal menjunjung tinggi kesempatan yang sama untuk menggunakan bakat dan kapasitasnya dalam bersaing dengan orang lain. Ada kelompok yang kaya dan miskin yang saling berjauhan satu dengan yang lainnya. maka KAT tidak memperoleh perlindungan. Welfare Statism Kesejahteraan hidup (well being) masyarakat ditentukan atau diukur dengan tersedianya barang dan pelayanan sosial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa variasi pilihan yang beragam. Konsep kapitalisme didasari oleh pandangan liberalisme dimana kaum liberal menegaskan komitmen pada konsep kesetaraan. Akibatnya KAT akan semakin tersingkir dan terisolir. pendidikan dan lain-lain diswastakan dan masyarakat harus membayar penuh. kebebasan. Mungkin hanya akan menjadi tontonan sebagai daerah wisata atau musium. sehingga timbul jurang sosial.menikmati kebutuhan hidup dan pelayanan sosial. Ini berarti negara mengatur dan mengurus. Konsep liberal ini dikembangkan dari pandangan Max Weber yang melihat masyarakat secara instrumental dan rasional. individualitas. Disini ada subsidi. tapi tetap aja KAT-nya miskin dan tidak mendapat keuntungan dengan kedatangan turisturis itu. Artinya. semua orang adalah sama dan harus berjuang secara rasional untuk dapat hidup. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warga atau sering disebut welfare state. Meskipun masyarakat kurang beruntung ini tidak punya uang. Pendekatan kesejahteraan ini lebih mengedepankan aspek ekonomi dengan pemupukan modal atau kapitalisme. bahkan terbuang dari peradaban maju. dan rasionalitas. bantuan dan kompensasi yang diberikan oleh negara kepada warga masyarakat. karena akan diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya yang sudah lebih maju. tidak ada subsidi atau kompensasi. 2. Artinya. masyarakat kurang ber-untung mendapat insentive khusus dari pemerintah dalam bentuk bantuan barang maupun pelayanan sosial. kesenjangan sosial dan jarak sosial. bahkan menjadi provider bagi pendistribusian barang dan pelayanan sosial. Asuransi kesehatan keluarga miskin (Askes Gakin) dan lain-lain. Konsep welfare statism ini memang memberi rasa keadilan bagi kelompok kurang beruntung.

kapan KAT akan mampu hidup sendiri. Pemenuhan kebutuhan masyarakat atau warga (people) harus sesuai dengan daya dukung lingkungan hidupnya (nature). 02. negara memberi ruang kewajiban sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung. Menurut Herman Daly. pengelolaan lingkungan hidup saat ini hanya menghabiskan sumber daya alam dan memperbesar limbah dengan penggambaran sebagai berikut: Sumber daya alam --. Sedangkan sumber daya alam terbarui semakin habis dan tidak dilakukan reboisasi kembali. Hal ini tentu saja sangat membebani negara dan me-nambah sengsara rakyat.sama rasa.Pendekatan ini didasari oleh pandangan kelompok sosial demokrat. Pandangan gerakan hijau melihat. Kemudian Eduart Bernstein merevisi pandangan Marx dengan pengaturan keadilan sosial yang tidak kaku dengan cara. Untuk itu perlu adanya upaya konservasi atau perlindungan sumber daya alam dengan menggunakan sistem konsumerisme hijau yang 54 Informasi. Vol. Konsep welfare statism ini sebenarnya hanya dapat dilakukan apabila negara telah memiliki sumber dana yang cukup. Dengan konsep kesejahteraan ini. Pendekatan ini berpihak pada pendayagunaan sumber daya alam yang tidak dikuras habishabisan. Sehingga pendekatan kesejahteraan ini lebih memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup. karena akan merusak dan menghilangkan biodiversity dan generasi berikutnya. tahun 2007 . karena akan terjadi kerusakan pada lingkungan hidup. Ecowelfarism Kesejahteraan (well being) masyarakat ditentukan dan diukur kepada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan kekuatannya sendiri. Tetapi yang terjadi di Indonesia semua skema bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau dengan sebutan lainnya dilakukan melalui dana hutang kepada luar negeri. No.konsumsi --. tetapi selalu dipelihara untuk kelangsungan hidup masyarakatnya saat ini dan di masa yang akan datang. Saat ini sumber daya alam yang tak terbarui. 3.limbah Gerakan hijau tidak setuju dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi diukur dengan GDP atau GNP. Contoh : KAT (suatu daerah) hampir semua kebutuhan warganya selama tiga tahun dipenuhi oleh negara.dibabat --penyusutan --. bahwa praktek ekonomi kapitalisme merupakan praktek ekonomi yang tidak sehat. Jadi. Sehingga ada hak-hak masyarakat yang diatur dan diberikan oleh negara yang dilakukan melalui perundang-undangan. 12. Kelompok ini memperbaiki pandangan Marxis yang terlalu radikal dengan mengedepankan keadilan sosial sama rata . Konsep kesejahteraan ini didasari oleh gerakan hijau (green movement) yang memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup atau ekosistem. maka KAT menjadi tanggung jawab negara seperti pemberian jatah hidup (jadup) pemberian perumahan (Satuan Pemukiman/SP) pemberian alat pertanian (Saprodi) dan lain-lain. terutama sumber energi fosil semakin menipis dan akan habis. dan mendayagunakan potensi sumber daya yang mereka miliki.produksi --.

baik yang hidup di desa maupun di pedalaman (termasuk KAT). Artinya. Sistem ini mengajak masyarakat meminimalisasi dampak lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membuat ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. konsep yang menunjukkan bahwa kita ini bagian dari masyarakat global. Contoh : ada KAT (suatu daerah ) yang membagi lahan secara berimbang antara hutan. saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi kita bisa pergi dan mendapat informasi dari negara lain. No. sumber air. Kita hidup di tataran global antara negara kita dengan negara lain. pemukiman. Dan mencegah konversi atau pengalihan fungsi lahan untuk tujuan lain. Untuk menyelamatkan kerakusan manusia secara ekonomi tersebut. justru sebaliknya daya dukung lingkungan semakin menurun. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membentuk identitas sebagai ciri masingmasing yang membedakan dengan kelompok lainnya.bertanggung jawab (responsible ) dan bertanggung gugat (accountable ). globalisasi yang dapat dilihat dari negara tanpa batas. 02. ladang. Kehidupan masing-masing kelompok bahkan kelompok kecilpun seperti KAT yang hanya terdiri dari beberapa keluarga dilindungi oleh undang-undang untuk memiliki III. Dari bertindak lokal itu akan memunculkan perilaku hidup manusia yang bersahabat dengan alam. Artinya. tentang hak asasi manusia. Pertama. Sehubungan dengan itu. Bertindak secara lokal. Di dalam kehidupan pada tataran global. bahwa setiap warga dimana saja mendapat perlindungan. ada dua Informasi. dan pekarangan. pengawasan dan bantuan dari warga negara lain apabila diperlakukan secara tidak adil atau diskriminasi. dan mengembangkan cara-cara tradisional atau kearifan lokal untuk memelihara lingkungan. Berpikir secara global. tetapi kelompok akan tergantung kepada alam dimana dia bertempat tinggal. perlu merubah kebiasaan manusia yang merusak lingkungan. maknanya bahwa manusia. maknanya bahwa manusia baik di perdesaan maupun di pedalaman (termasuk KAT) diberi kebebasan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Vol. pekuburan. BERFIKIR GLOBAL DAN BERTINDAK LOKAL Pada peradaban manusia maju dan era globalisasi saat ini. dan negara harus melindungi keanekaragaman ini melalui undang-undang. Peran negara semakin berkurang dan peran masyarakat semakin kuat. Kedua. merupakan bagian dari masyarakat global. Sehingga setiap kelompok masyarakat dan juga KAT bebas menjalankan kehidupannya sesuai dengan tradisi dan adat istiadatnya masing masing atau disebut deep citizenship. Karena hidup setiap kelompok ditentukan sendiri oleh kelompok itu. Bahkan ada yang membatasi jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dengan mekanisme alamiah. tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain. tahun 2007 55 . berpikirlah secara global dan bertindaklah secara lokal. dan kelompok lainnya harus menghormati tradisi atau adat istiadat itu. 12. Kelompok tidak tergantung kepada kelompok lain. dengan demikian masyarakat global yang kuat ini mempunyai keistimewaan dihadapan negara. maka kelompok gerakan hijau mengeluarkan slogan ” Think Globally and Act Locally” artinya. dimana kalau kelebihan penduduk maka harus ada yang keluar.

dan dengan tatap muka secara terus menerus akan menuju masyarakat demokrasi murni dan unik. Karena begitu pedulinya. karena setiap warga negara dicegah untuk memiliki anak. Menurut Gidden pemerintahan lokal yang baik adalah pemerintahan yang disusun atas dasar keintiman. tahun 2007 . yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan alam (ecocentris). mereka sangat memuliakan alam dibandingkan memulikan manusia. Deep Ecology Masyarakat ini sebaliknya dengan masyarakat ecological modernization . IV. Kategorisasi kelompok tersebut berdasarkan hubungan antara komunitas manusia dengan sumber daya alam. yaitu: 1. bahan berbahaya yang dibuang. air. sehingga biodiversity alam semakin berkurang. Belum lagi berapa besar limbah. dan makanan serta sumber daya alam lainnya yang kita hamburhamburkan hanya untuk keperluan terbatas. 12. Vol. Masyarakat demikian ini memang maju dan modern. Demikian juga menurut Habermas saluran komunikasi antar warga yang dilakukan secara langsung adalah komunikasi yang baik. Untuk menginap di hotel atau apartemen. Tetapi lambat laun terjadi degradasi keturunan. Masyarakat seperti ini memang makmur dan maju karena dengan jumlah penduduk sedikit dan sesuai dengan daya dukung alam. 02. Ecological Modernization Masyarakat ecological modernization lebih mengutamakan manusia dari pada alam (antropocentris). dan sumber daya alam flora dan fauna semakin sedikit jumlah dan variasinya. 2. tetapi mereka mengorbankan alam dan tidak meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. Keberadaan dan kelestarian bumi adalah yang utama atau Earth Fist ”. HUBUNGAN KOMUNITAS LOKAL DENGAN SUMBER DAYA ALAM Menurut Hartley Dean (Fitzpatrick. Ini berarti kelompok KAT dapat diberdayakan menjadi masyarakat yang mempunyai pemerintahan lokal sendiri dan mengembangkan demokrasi lokal yang khas. Ini dapat dilihat dengan gencarnya program keluarga berencana di seluruh dunia. Sebagai contoh masyarakat kota besar yang mendirikan hotel dan apartemen dimana-mana sebagai pengganti rumah tinggal. dimana semakin dekatnya hubungan antara para warganya maka semakin erat hubungan sosialnya. 56 Informasi. karena adanya ketakutan pertambahan penduduk tidak mampu diikuti dengan penambahan jumlah persediaan pangan. sehingga perkem-bangan penduduk menurut Teori Maltus harus dibatasi kalau perlu manusia dicegah untuk berkembang biak. Seperti saat ini energi fosil semakin tipis persediaannya. berapa energi cahaya listik. Dimana mereka mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan alam melalui ekploitasi menggunakan teknologi modern yang menyebabkan alam cepat habis dan musnah.2002) berpikir global dan bertindak lokal menyebabkan masyarakat terpragmentasi ke dalam beberapa kelompok. No.pemerintahan lokal sendiri atau sering disebut self governance .

sekarang ini Singapura menggalakkan agar setiap keluarga mempunyai anak sebanyakbanyaknya. Akibatnya mereka senang dengan takhayul. Green Communitarian Masyarakat ini sangat peduli lingkungan hidup. 02. Artinya. Setiap kegiatan manusia diharapkan menimbulkan dampak yang minimal terhadap lingkungan hidup. Karena luas wilayah dan daya dukung lingkungan terbatas. klenik. tetapi harus sesuai dengan konteks ekologi. 12. Masyarakat seperti ini ingin maju. Vol. Lama-lama menjadi kebiasaan dan sekarang ini dengan kemajuan ekonomi. dan peradaban dunia dianggapnya hanya merusak alam. Maka mereka lebih baik hidup seperti jaman batu menjadi peramu. paranormal dan nyepi. maka pada awal kemerdekaan Singapura membatasi jumlah penduduk. 3. karena meyakini ada hubungan antara manusia dengan alam. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat kita yang masih senang pergi ke dukun. Masyarakat seperti ini menjadi mundur karena melarikan diri dari pergaulan dunia. dan komersial serta terjadi pengekplotiasian alam secara besar-besar. mistik. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat KAT yang memanfaatkan sumber daya alam seperlunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Eco Sosialism Masyarakat ini sangat peduli kepada alam juga peduli kepada manusia. Informasi. karena ekonominya masih bersifat subsisten dan belum di produksi secara massal dan dikomersialkan. dan kemakmuran menyebabkan warga negara Singapura tidak mau mempunyai anak. Manusia tidak memikirkan dirinya. Manusia mengasingkan diri dari kemajuan dunia dan hidup menyendiri dengan alam. serta aktivitas sendiri lainnya. tahun 2007 57 . Manusia harus mengembangkan kapasitasnya. No. Manusia yang tidak percaya pada kekuatan diri dan rasionalnya sendiri.Sebagai contoh di negara Singapura. 4. dan spritualitas atau masyarakat yang percaya kepada kegaiban alam. Akan tetapi ada beberapa kelompok KAT yang sudah mengenal nilai tukar uang. Akibatnya muncul slogan ”oness nature” aku adalah alam dan alam adalah aku. Manusia mengembangkan keahlian untuk mampu bertahan secara ekological. pemburu dan tidur di gua-gua. tetapi secara bertahap dan membangun dengan konsep berkelanjutan tidak mengabaikan kelestarian alam. Untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. Perkembangan penduduk juga diikuti kemampuan terhadap perubahan ekologi sebagai spesies makluk hidup sama dengan makluk hidup lainnya. sehingga ini menyatu dengan alam. tetapi memikirkan alam seperti dirinya. Menurut Marxis inilah ciri masyarakat yang teralinasi dan lari dari kenyataan sosial dan berlindung dengan kekuatan gaib. aktivitas manusia harus dibatasi sebatas kemampuan daya dukung lingkungan hidup. romantisme.

Kearifan lokal merupakan suatu nilai yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. Arti kearifan lokal dapat ditelusuri dari arti kata arif yang bermakna matang. Kearifan lokal pada masyarakat bersifat relatif karena hanya berlaku dalam masyarakat tertentu. karya dan karsa itu disebut juga kebudayaan. dan telah mengalami perubahan sosial yang menyebabkan mereka mampu beradaptasi dengan ling-kungannnya. berperilaku dan bertindak yang dituangkan dalam tatanan sosial. No. dan tidak berlaku pada masyarakat lain seperti kata pepatah Minangkabau adat selengkah nagari. dikembangkan dan dipertahankan dalam masyarakat lokal dan karena kemampuannya untuk bertahan dan menjadi pedoman hidup masyarakatnya. karena planet bumi ini tidak akan lama lagi umurnya kalau kita tidak peduli dan belajar dari alam. Ternyata konsep alam takambang jadilah guru itu saat ini menjadi trend bahasan secara global. KEARIFAN LOKAL BAGI KESEJAHTERAAN KAT Alam takambang jadilah guru adalah salah satu falsafah masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat. Vol. Menurut Jim Ife (2002) kearifan lokal memiliki 6 (enam) dimensi yaitu: 1. Kemampuan adaptasi ini menjadi 58 Informasi. karya dan karsa. Manusia akan tetap bergantung dan hanya dapat hidup di bumi secara terus menerus dan turun temurun. konsisten. apabila manusia peduli dan mau belajar dari alam. dan sikap hidup yang selalu dilakukan orang setiap harinya. baik di perdesaan maupun pedalaman selalu memiliki pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya. Falsafah lokal pada masyarakat Minangkabau tersebut sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom) . sehingga masyarakat dapat mandiri dalam berbagai iklim sosial yang terus berubah-ubah. Kearifan lokal merupakan semua kecerdasan lokal yang ditranformasikan ke dalam cipta. tahun 2007 . Sedangkan secara khusus kearifan lokal menurut Jim Ife (2002) merupakan nilainilai yang diciptakan.V. jenis-jenis fauna dan flora. tindakan. dimana cipta. Di dalam kearifan lokal tercakup berbagai mekanisme dan cara untuk bersikap. Bahan ajar ini tidak tertulis. Hal ini terjadi karena masyarakat mendiami suatu daerah itu cukup lama. dan sosiografi. Sampai saat ini manusia belum dapat menemukan planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup. Pengetahuan lokal terkait dengan perubahan dan siklus iklim kemarau dan penghujan. perilaku. Yang dimaksudkan dengan kebudayaan adalah semua pikiran. legowo. Kemudian dikemukakan oleh Koentjaraningrat (Rustanto. terutama para kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat. Kenapa demikian. Pengetahuan Lokal Setiap masyarakat di manapun berada. jika bumi rusak dan hancur. 02. tetapi dihapal di setiap kepala penduduk dalam suatu masyarakat. 12. bijaksana dan tidak ingin menang sendiri. rela berkorban. Mengapa alam harus dijadikan guru? Apa ada landasan ilmiahnya atau itu hanya istilah adat saja atau istilah lokal petatahpetitih yang dihapal oleh masyarakat. 2005) pembudayaan atau dalam istilah Inggris dikenal dengan istilah ”Institusionalization” yaitu proses belajar yang dilalui setiap orang selama hidupnya untuk menyesuaikan diri di alam pikirannya serta sikapnya terhadap adat. dan kondisi geografi. demografi. sistem norma dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan dan masyarakatnnya.

lahan pertanian. Ada masyarakat yang melakukan secara demokratis atau duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Keterampilan lokal ini biasanya hanya cukup dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing atau disebut dengan ekonomi subsisten. Nilai Lokal Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat. Sumber daya lokal sudah dibagi peruntukkannya seperti hutan. yaitu sumber daya yang tak terbarui dan yang dapat diperbarui. Suku merupakan kesatuan hukum yang memerintah warganya untuk bertindak sebagai warga masyarakat. 12. Informasi. dan nilai ini akan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan masyarakatnya. Setiap masyarakat mempunyai media untuk mengikat warganya yang dilakukan melalui ritual keagamaan dan upacara adat. 5. Kepemilikan sumber daya lokal ini biasanya bersifat kolektif atau communitarian.bagian dari pengetahuan lokal mereka dalam menaklukkan alam. tahun 2007 59 . 4. Keterampilan lokal ini juga bersifat keterampilan hidup (life skill). manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. 3. 02. kebun. Keterampilan Lokal Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu memiliki keterampilan lokal. Nilai-nilai ini biasanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Seperti dalam solidaritas mengolah tanaman padi dan kerja bakti gotong royong. 2. No. Masya- rakat akan menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhannya dan tidak akan mengekpoitasi secara besarbesar atau dikomersialkan. Sumber Daya Lokal Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam. setiap masyarakat memiliki aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotanya. Solidaritas Kelompok Lokal Ikatan komunal yang mempersatukan suatu masyarakat terletak pada solidaritas lokal. bercocok tanam sampai membuat industri rumah tangga. Masing-masing masyarakat mempunyai mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda–beda. sehingga keterampilan ini sangat tergantung pada kondisi geografi tempat dimana masyarakat itu bertempat tinggal. sumber air. Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau disebut pemerintahan kesukuan. masa kini dan masa datang. 6. meramu. Keterampilan lokal dari yang paling sederhana seperti berburu. Masing-masing anggota masyarakat saling memberi dan menerima sesuai dengan bidang dan fungsinya masing-masing. nilai masa lalu. dan permukiman. Vol. Nilainilai ini memiliki dimensi waktu. Ada juga masyarakat yang melakukan secara bertingkat atau berjenjang naik turun.

Alam bisa menjadi ramah jika manusia memperlakukan secara arif.Contoh 1 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam. 1997) pekarangan rumah pada masyarakat pegunungan dijadikan wahana pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi warga masyarakat. Upacara ritual dan adat Dayak Kenyah juga berhubungan dengan alam baik. mereka memandang alam sebagai sumber kehidupan dan tidak ada kehidupan mereka yang tidak terkait dengan alam sekitarnya. meramu. obat-obatan bersumber dari alam. Orang Dayak Kenyah berladang. berburu. dan melihat hubungan antara tanaman dengan sistem pencahayaan. tarian ataupun nyanyian. namun sebenarnya anggota masyarakat mempunyai tujuan secara rasionalitas. maka suku Dayak Kenyah menerapkan kearifan lokal di dalam melestarikan alam. No. 12. Anggota warga belajar harus menghapal 197 jenis tanaman dan karakteristiknya. Pekarangan rumah seperti nampak tidak teratur atau acakacakan. Anggota masyarakat satu memberi pelajaran kepada anggota masyarakat lainnya. Alam dan manusia sama-sama memiliki roh. Di setiap pekarang dijadikan kebun percobaan dengan tanaman yang bervariasi. baik sebagai individu maupun anggota komunitas. Alam juga sumber inspirasi untuk memberikan nama bagi orang Dayak Kenyah seperti Nggang (burung enggang) Merang (sejenis kayu) Tebun (sejenis burung) dan lainnya. Setiap anggota kelompok tani belajar sifat fisologis tanaman pekarangan. Dayak Kenyah dibangun dari bahan-bahan yang berasal dari alam. tahun 2007 . dan sebaliknya akan bisa marah jika kita merusaknya. Orang Dayak Kenyah memahami betul bagaimana memperlakukan alam secara arif dan bijak karena alam merupakan kehidupan dan dunia mereka. Sejak jaman nenek moyang. Pada masyarakat Dayak Kenyah (Marwanti dalam Rustanto. Mereka mencari makanan dan minuman dari alam.2005) manusia dan alam adalah satu karena keduanya sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Pada masyarakat Selajambe (Kartono dalam Sorjani. Dengan tata cara tersebut. Setiap tanaman ditanam secara berbeda tempat sesuai dengan pencahayaan matahari. Contoh 2 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Manusia. Semua sisisisi rumah panjang atau lamin. 02. membuat perahu. Alam dan orang Dayak Kenyah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling memberi pengaruh timbal balik. Vol. Dan warga yang lebih tua memberi pelajaran kepada warga yang lebih muda. Sebagai 60 Informasi.

Maksudnya agar semua warga mempunyai hak sama untuk secara bebas melalui sebuah pekarangan. Informasi. bahkan banyak pekarangan yang tidak berpagar. Tetapi para warga belajar diajarkan menanam sirih ditempat terang dan terbuka. melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan informal dan non formal sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berbudaya. Memberikan pengetahuan. harus dilakukan secara bersama dengan Departemen dan Instansi lainnya. e. memahami dan mem- b. Warga belajar di Selajambe memiliki pandangan yang holistik antara tumbuhan dan tata letak tanah. Karena daun sirih berwarna kuning lebih disukai daripada daun sirih berwarna hijau. Dengan wahana pekarangan semua orang bisa belajar dan tolong menolong sebagai tradisi luhur. Pengembangan SDM Berkelanjutan a. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal tentang lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. Selanjutnya berdasarkan kesepakatan dengan berbagai departemen dan instansi dirumuskan rencana nasional untuk memadukan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam melalui tindak pembangunan yang berkelanjutan VI. tanggap dan kreatif terhadap lingkungan. sehingga meng-hasilkan daun berwarna kuning. d. 02. maka masyarakat Selajambe menerapkan kearifan di dalam pembelajaran pertanian bagi warganya. 12. tahun 2007 61 . baik laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh akses yang sama pada semua jenis pendidikan dan tingkat pendidikan. Contoh 3 : Pengintegrasian Pengembangan SDM dan SDA Pengintegrasian kearifan lokal di dalam pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam bagi masyarakat KAT. tanaman sirih seharusnya di tempat yang teduh. Vol. STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DAN SDA UNTUK KESEJAHTERAAN KAT 1. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat dan komunitas lokal. Sehingga di daerah itu tidak ada bagian yang tidak terbuka. Menjamin agar seluruh anak dimanapun. sehingga tidak berdiri sendiri. Dengan tata cara tersebut.contoh. Mengembangkan budaya masyarakat yang sadar lingkungan hidup. c. Hal ini diwujudkan melalui gerakan bersama secara terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai bentuk green for all. No.

Vol. d. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal dalam lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. Kelebihan kearifan lokal yang dimiliki KAT dalam mengelola sumber daya alam adalah pandangan KAT tentang sumber daya alam sebagai bagian kehidupan mereka. Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan. namun bagaimana melihat KAT sebagai komunitas manusia yang memiliki rasa cinta kepada sumber daya alam yang ada di lingkungan masing-masing. e. Mengefektifkan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara terus menerus. ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT Kearifan lokal yang dimiliki KAT tentang nilai-nilai budaya mengelola sumber daya alam secara lestari dan berskala kecil diberbagai tempat. Falsafah tersebut menegaskan bahwa sumber daya alam sebagai sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan materi maupun non materi. Keakraban hubungan KAT dengan alam dinyatakan dalam falsafah aku adalah alam dan alam adalah aku atau dalam bahasa global disebut ”Oness Nature” atau dalam bahasa lokal disebut ”Halubay”. b. Perlindungan SDA Berkelanjutan a. No. Memetakan potensi dan ketersediaan keanekaragaman hayati dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan berkelanjutan. Menurunkan kerusakan lingkungan terutama keanekaragaman hayati. perlu didokumentasikan dengan baik. kelompok. e. agar banyak orang dapat memahami bagaimana KAT mau dan mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. Meningkatkan efisiensi dan berkelanjutan pemanfaatan serta mengurangi degradasi sumber daya keanekaragaman hayati. Tujuan studi ini untuk menggambarkan secara detail perilaku hidup suatu komunitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam dengan kearifan lokal untuk memenuhi kehidupan dan kesejah- b. 2. Meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengembangan sistem hukum dan instrumen hukum. c. 62 Informasi. tahun 2007 . d. Pengembangan SDA Berkelanjutan a. 12. c. Mengefektivitaskan keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. 3.berikan apresiasi terhadap kehidupan yang seimbang antara materiil dan immaterial dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 02. Tujuan pendokumentasian tersebut. Mengembangkan kemampuan masyarakat dan komunitas lokal dalam melakukan inovasi lokal di bidang pelestarian lingkungan. VII. masyarakat dan jejaring dalam pengendalian dampak lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya cukup dilihat dengan model hitungan semata. Studi etnoekologi adalah studi etnografi tentang hubungan manusia dengan sumber daya alam atau human ecologi. Meningkatkan peran serta individu.

Oleh karenanya. kemudian dijadikan pijakan bagi KAT dan petugas pemberdayaan KAT untuk merancang suatu program atau kegiatan yang terencana dan sistematis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial KAT berbasis kearifan lokal. pepohonan. Terkait dengan itu. Manusia bergantung kepada alam. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan.teraannya. Tujuan yang diharapkan dari studi etnoekologi adalah penggambaran kehidupan KAT berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Etnografi berasal dari kata etno yang berarti suku bangsa dan grafi berarti tulisan. tahun 2007 63 . mata air dan gunung. Di sisi lain mempertahankan daya dukung alam. 02. Keberhasilan studi etnografi untuk memotret kehidupan suatu masyarakat ini telah mengilhami berberapa ahli untuk mengembangkan kajian hubungan manusia dengan sumber daya alam. 12. Dengan pendekatan ini. yaitu perspektif KAT yang selama ini mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya sebagai satu kesatuan sistem ekologi. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. Perspektif KAT ini juga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi pihak lain atau generasi muda dalam pendidikan berbasis lingkungan hidup atau ecoeducation. Vol. Pemahaman ini salah satunya dapat dilihat dari perspektif KAT itu sendiri. Informasi. maka upaya pemberdayaan KAT di satu sisi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. No. Pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan dengan menggunakan aturan atau nilai budaya adat yang diajarkan secara turun-temurun. PENUTUP Manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. KAT dapat memenuhi kebutuhan hidup seharihari. Sedangkan etnografi adalah salah satu metode di dalam kajian antropologi. jadi etnografi adalah penggambaran secara detail dan tertulis tentang kehidupan suatu suku bangsa tertentu. Penemuan tentang perspektif KAT dalam memandang dirinya (siapa aku) dan alamnya (siapa alam) ini. Mereka yang pada umumnya hidup secara subsisten berupaya untuk memperlakukan alam dengan baik berdasarkan nilai. Etnoekologi merupakan pengembangan dari studi etnografi. VIII. Perlakuan arif dan bijaksana ini dapat ditemukan pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). yang selanjutnya dikenal dengan nama etnoekologi. upaya pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan KAT perlu memperhatikan kearifan lokal KAT tersebut. Dengan penggambaran tersebut diharapkan akan memberikan suatu pemahaman yang lebih jauh mengenai kesejahteraan sosial KAT yang bersandarkan kepada pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kehidupannya. norma dan adat istiadat atau dikenal dengan kearifan lokal. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Sehingga temuan etnoekologi KAT untuk masing-masing komunitas sangat berbeda dan beragam ini dapat menjadikan acuan untuk tidak membuat program atau kegiatan pemberdayaan KAT secara seragam. karena alam memberikan sumber daya bagi manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.

Dari Kearifan Lokal Menuju Gerakan Self Governance. 12. 2003. Model Perlindungan dalam Pemberdayaan KAT.DAFTAR PUSTAKA Direktorat PKAT. Model Pendekatan Sosial Budaya Dalam Persiapan dan Pemantapan Pemberdayaan KAT. Ideologi Politik Kotemporer. Yogyakarta: Jendela Fitzpatrick Tonys. 2004. Cambridge: University Ife Jim. Model Pengembangan Sumber Daya Manusia KAT. Bandung: Lemlit STKS Soerjuni Mohammad. Yogyakarta: Sinergi. Human Righys and Sosial Work. 2001. Vol. Oxford: Blackwell Ife Jim. 2005. 2004. Enviromental Issues and Sosial Welfare. Washington: WB. Jakarta: KLH Lawang MZ Robert. 2006. Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. 64 Informasi. Sustainable Development In Dinamyc World. Creating Community Alternatif Vision Analysys and Practice . Jakarta: UI Press Migdey James. The World Bank. tahun 2007 . et all.Hum adalah Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Kapital Sosial Dalam Perspektif Sosiologik. 2004. 2002. Towards Rights Based Practice. Manusia di Hutan Rakyat . Kesepatan dan Rencana Tindak Nasional Keterpaduan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Berkelanjutan. 02. 2004. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. 1997. 2004. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. M. Jakarta: Dir PKAT Easwell Roger. Community Development. No. 2002. Bambang Rustanto. Jakarta: UI Press San Awang. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan. 2004 . 2002. Jakarta: UIN Rustanto Bambang et all. Australia: Longmann Kementerian Lingkungan Hidup. Drs. Etnoekologi.

I. separately and uninvolved in network and services in social. Indigenous people is local social culture groups. Sebagaimana dikemukakan oleh Soebadio (Koentjaraningrat. 12. Pada tahun 1973 dikenal dengan sebutan Suku Terasing. economic. Selanjutnya. dan masih hidup dengan sistem ekonomi susbsisten (Dir. Demikianlah kita merasa bertanggung jawab atas pengembangan suku-suku Informasi. Vol. and measured with awareness and capability a part of community have to better life and welfare. Persepsi tentang KAT di Indonesia masih beragam. dengan perubahan pada karakteristiknya. or politic. diakui bahwa “keterasingan” pada mereka dalam arti sosial budaya. Bahkan taraf hidup suku-suku bangsa bersangkutan menjadi kendala dalam usaha pembangunan sebagai bangsa. 02. there is gap between level of social culture in tribes with Indonesian conditions enclosed. ekonomi maupun politik dengan tujuh kriteria.MEWUJUDKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SEJAJAR DENGAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA Sugiyanto dan Mochamad Syawie Abstract. PENDAHULUAN Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial. The means of development are discontinuously to progress for people. No. Terakhir pada tahun 1999 menjadi Komunitas Adat Terpencil (KAT). kemudian pada tahun 1994 menjadi Masyarakat Terasing. 1993) sampai saat ini masih dirasakan kesenjangan sosialbudaya itu. social welfare. Pada umumnya terpencil secara geografis dan secara sosial budaya tertinggal dengan masyarakat yang lebih luas. Terdapat perbedaan yang khas antara sosial budaya KAT dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Kita merasa tidak mungkin membiarkan sebagian dari bangsa kita berada dalam taraf kesehatan. “Progress” is useful toward humanity aspect from development. pendidikan dan pengembangan secara umum yang kita nilai jauh dibawah standar menurut ukuran masa kini. antara lain berbentuk komunitas relatif kecil. Pemberdayaan KAT. Keyword : Indigenous people. Perbedaan tersebut menempatkan KAT sebagai komunitas yang menjalani kehidupan secara tradisional (masih terbelakang) dibandingkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang menjalani kehidupan secara modern. tahun 2007 65 . The separated that mean social culture. tertutup dan homogen. empowerment. 2005). dan terminologi yang digunakanpun telah mengalami perkembangan.

12. Provinsi Riau. dan Bukit Kapur. Perubahan degeneratif adalah perubahan yang telah merusak keseimbangan dari kehidupan sosial suatu masyarakat. Kesedihan itu dirasakan ketika mengawali proyek penelitiannya yang diberi tema “Pikiran dan Pengertian Asal”. No. kepemimpinan lokal. Kebijakan tersebut antara lain. Vol. 2) perubahan tanpa kemajuan. Di tengah kemiskinan suku yang terbiasa dengan pakaian berbahan kulit kayu inilah. Dia hanya berharap. supaya mereka akhirnya mampu ikut hidup sesuai pola dan patokan kesehatan dan pendidikan masa kini. Kalipke justru menetap di tengah keluarga Sakai.O. tahun 2007 . 02. bergaul. dengan memilih komunitas suku Sakai sebagai subyek. Minas. maka semua upaya pembangunan paling tidak dapat mengakibatkan : 1) perubahan degeneratif. menetap. cenderung penelitian semacam ini sangat jarang diminati orang. pertama: disebut traditional community development approach (pendekatan pembangunan masyarakat yang tradisional). Menyedihkan karena suku Sakai cenderung kurang mendapat perhatian penuh dari bangsanya sendiri. dan kemandirian komunitas adat terpencil 66 Informasi. bahwa pembangunan tidak selamanya berarti kemajuan bagi semua orang. ia berpendapat. Berdasarkan konsep “kemajuan” pada difinisi tersebut. suatu suku pedalaman. yakni Suku Sakai. jauh di pedalaman hutan Mandau. Hidup bersama suku pedalaman di Riau merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi Kalipke. sebaiknya memperhatikan sumber daya lokal. Jerman. tanpa memperhatikan keperluan warga masyarakat yang mereka “bangun” dengan lebih seksama. Dalam tulisan berjudul The Meaning of Development yang ditulis oleh Seer (Koentjaraningrat. Ahli antropologi G. 1993) mengenai kebijaksanaan membangun serta mengubah masyarakat pada umumnya. riset yang didukung Universitas Hamburg. Keadaan seperti ini dapat timbul karena para change agent hanya melakukan pendekatan bagi kepentingan mereka sendiri. Mereka menyelesaikan tugas yang telah ditargetkan dalam waktu yang sesingkat mungkin (kalau mungkin dengan cara memaksa). sekaligus menyedihkan. Kabupaten Bengkalis. 1993) menyarankan suatu konsep yang relatif dapat digunakan sebagai pegangan untuk merencanakan beberapa kebijaksanaan pembangunan KAT. ini akan menggali pemikiran asli dari warga suku pedalaman. Mendukung pendapat Seers. dan seringkali juga merusak keseimbangan ekologi lingkungan alamnya.bersangkutan. Kalipke menetap selama tidak kurang 17 tahun. Lang (Koentjaraningrat. Hans Kalipke (Orin Basuki. Oleh karena itu. yaitu hutan. Menurutnya. dan diukur dengan derajat kesadaran dan kemampuan sebagian besar warga masyarakat yang bersangkutan untuk hidup lebih nyaman dan sejahtera. Hidup bersama. “kemajuan” sebaiknya selalu mengacu ke aspek manusiawi dari pembangunan. 2003) mengungkapkan bahwa pada tahun 1979. Pada saat bangsa Indonesia sendiri kurang mempedulikan kesulitan hidup yang dialami suku Sakai. di pedalaman Bengkalis. sehingga mampu juga mengikuti usaha pembangunan yang tengah kita. dan 3) perubahan yang membawa kemajuan sosial ekonomi. dan mengikuti cara hidup suku Sakai yang berpindah-pindah pada saat membuka lahan untuk berladang. tengah bergulat dengan proses penghilangan eksistensi mereka seiring pembabatan kekayaan terbesar yang mereka miliki.

untuk ke lokasi KAT digunakan perahu kelotok. 2. mempunyai fungsi begitu berganda. populasi dan persebaran pemberdayaan komunitas adat terpencil adalah yang sudah diberdayakan sebesar 61. Misalnya. Informasi. menimbulkan begitu banyak harapan. Kalau kita memecahkan persoalan itu dengan jawaban bahwa masyarakat terpencil di negara kita tidak maju karena lokasinya terpencil. 12. Ia mengandung begitu banyak makna. lapisan sosial dan suku bangsa di Indonesia (Koentjaraningrat. tahun 2007 67 . 02. permasalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan KAT disebabkan oleh dua hal mendasar yang terkait satu sama lain. yang sedang diberdayakan 13. kita tentu perlu mempersoalkan mengapa hingga sekarang masih ada warganegara Indonesia yang hidup dalam masyarakat terpencil yang kita anggap terbelakang dan tidak maju.177. Kedua. 2005). apapun makna. dan sama sekali tidak atau hanya sedikit mengalami hubungan dengan dunia luar. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KAT Mengutip pandangan Ismid Hadad (1980) bahwa. Permasalahan yang dihadapi oleh KAT seperti : 1. dan yang belum diberdayakan sebesar 193. jawaban itu juga tidak seluruhnya benar. senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. Dalam rangka itu. II. Komunitas Adat Terpencil. karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik pasti bermanfaat Secara umum. Pada lokasi tertentu. relatif sulit memperoleh sarana transpotasi. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek. buta huruf dan bahkan ada KAT yang menolak masuknya pendidikan karena dinilai pendidikan bertentangan dengan adat istiadat mereka. bagi orang luar yang bermaksud memasuki lokasi KAT. kuda atau Sebagian besar bangsa Indonesia berasumsi dan mempunyai keyakinan bahwa pembangunan nasional membawa kemajuan yang berarti. Demikian pula. istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat. Mereka pada umumya berjalan kaki berjam-jam untuk meninggalkan kampung halamannya. No. Pada umumnya KAT berpendidikan rendah. disebut paternalistic approach (pendekatan paternalistik) berdasarkan gagasan bahwa masyarakat yang dibangun masih sangat rendah kemampuannya. engineering physical infrastructure approach (pendekatan prasarana fisik). Sarana transportasi masih sangat terbatas untuk keluar maupun masuk ke lokasi KAT. Namun. 1993). fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut. Vol. dan sempurna bagi semua golongan.yang akan dibangun. sejahtera. berdasarkan prinsip bahwa change agent hanya memberi modal dan teknologi untuk memudahkan pembangunan yang dikembangkan dengan sumber daya lokal (dari bawah) dan kepemimpinan lokal. yaitu (1) keterbatasan sumberdaya manusia dan (2) keterbatasan keterpaduan program. tapi juga membawa perdebatan yang tak habishabisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas. Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2005. Pendidikan. Ketiga. Orang rimba di Provinsi Jambi. Transportasi. kehidupan yang lebih aman.488.185 (Direktorat Pemberdayaan.

1. jembatan. walaupun cara hidup yang baru itu dapat membawa kemajuan baginya. Untuk itu perlu motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam atau dari luar. terhadap rangsangan unsurunsur yang datang dari luar. Komunitas adat terpencil memang tidak mau berubah. 3. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan masih terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. 3. sehingga terkesan program penanganan kemiskinan berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya pun kurang optimal. Pembangunan komunitas dapat dilihat sebagai proses. dimana warga dari KAT mengorganisasi diri dalam kelompok dan 68 Informasi. Di lokasi tersebut masih sangat terbatas tersedianya fasilitas dan sarana umum seperti jalan untuk kendaraan roda empat. 12. Hal itu tentu dirasakan sangat berat. No. Sedikitnya ada tiga respons terhadap tiga macam pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari luar. III. 5. kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. Koordinasi. kebiasaan dan gaya hidup seseorang yang telah lama dipelajari. Tenaga pengajar. Warga masyarakat terasing (baca komunitas adat terpencil) sebenarnya mau menerima pengaruh dari luar yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi mereka. KAT sebagai bagian dari kemiskinan perlu ditangani secara koordinatif dari berbagai instansi sektoral. Namun mereka tidak atau belum mampu melakukan perubahan kebudayaan. listrik. KEBUDAYAAN SEBAGAI REFERENSI PERUBAHAN Teori antropologi tentang perubahan kebudayaan menyarankan agar diperhatikan respons dari masyarakat (“sejajar dengan masyarakat pada umumnya”). Tenaga medis. tahun 2007 . yaitu: Mengubah kebudayaan berarti mengubah adat-istiadat. namun mereka menganggap bahwa pihak luar tidak mau membagi unsur-unsur kebudayaan yang membawa kemajuan itu dengan mereka. Dalam perspektif di atas. Vol. 02. menjadi alasan enggannya tenaga medis untuk ditugaskan ke lokasi KAT. menjadi alasan enggannya tenaga pengajar ditugaskan ke lokasi KAT.kendaraan roda empat yang khusus untuk kondisi alam yang sulit. air bersih dan sebagainya. Kenyataannya sangat sulit untuk membangun koordinasi ini. Komunitas adat terpencil memang ingin maju. 6. dan berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang selama mungkin dengan cara menolak setiap unsur pengaruh yang datang dari luar (Koentjaraningrat. intervensi yang terbaik dalam memberdayakan KAT adalah pembangunan komunitas tersebut. atau dengan perkataan lain. 1993). yang dapat membawa kemajuan dalam hidup mereka. dan karena itu mereka tetap hidup dengan cara yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka. Sama halnya alasan pada terbatasnya tenaga pengajar. 2. karena ia harus meninggalkan dan akan kehilangan pegangan hidupnya. 4. Fasilitas pemerintah. dikenal dan dibudayakan sejak kecil.

merasakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi atau masalah-masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup (Parsudi Suparlan, 2003). Kelompok ini membuat rencana-rencana kerja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi, atau mengatasi masalahmasalah yang mereka hadapi untuk dapat diatasi bersama. Berdasarkan hal tersebut mereka mengorganisasi diri dalam bentuk kelompok-kelompok kerja atau perkumpulan-perkumpulan untuk melaksanakannya.

Khairina, “Kami Sekolah Hanya Dua Minggu Sekali”, dalam Kompas, 22/8/ 2005 Basuki, Orin, Sebuah Kamus Untuk Warga Sakai, dalam Kompas, 2/1/2003. Koentjaraningrat, dkk, 1993, Masyarakat Terasing di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Departemen Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Pemberdyaan Komunitas Adat Terpencil, 2005, Profil Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pada 8 Provinsi, Jakarta. Suparlan, Parsudi, 2003, Pembangunan Komuniti Terpencil (KAT), Makalah Seminar Hasil Penelitian KAT Departemen Sosial & Pranata Pembanguna UI, Jakarta.

IV. PENUTUP
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, upaya mewujudkan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada kesulitan apabila tidak memperhatikan penanganan yang serius terhadap persoalan kemiskinan, pendidikan, serta masalah kesehatan. Karena akar masalah yang dihadapi KAT terletak pada ketiga persoalan mendasar tersebut. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT, dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sugiyanto , Alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Program Studi Pengembangan Masyarakat. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Mochamad Syawie, Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sosiologi. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat dan Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Hadad, Ismid, 1980, Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan, dalam Prisma, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial , LP3ES, Jakarta.

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

69

INDEKS
A
Accountable, 55 Achir (1994), 31 Advokasi Sosial, 20 Afeksi, 26 Alexandrov (1981), 6 Anayomi, 10 Antropologi, 2 Antropopcentris, 56 APKLINDO ( Asosiasi Klining Service Indonesia), 44 Child Drugs Trafficking (CDT), i Community Watch, 43, 44 Consenciousness raising and organization, 14 Conventional Kin, 25

D
Deep Citizenship, 55 Degradasi, 16, 62 Depsos, 2003 ; UNDCP, 36 Discretionary Kin, 25 Downliner, 38 Drugs Trafficker, 41 Drugs Trafficking, 37 Durkheim, 2

B
Blckkenburg dan Sachs, 1990: 31-31, 3 Bell (Ihromi, 1999), 25 Biodiversity, 51, 54, 56 Birokrasi, 15 Budi santoso (1995), 12

E
Earth Fist, 56 Ecocentris, 56 Ecoeducation, 63 Ecologycal Modernization, 56 Ekologycal, 57 Eplisit, 2 Etnoekologi, 62 Etnografi, 1, 2, 62, 63

C
Calhoun (1999: 663-664), 7 CDT (Child Drugs Trafficker), 41, 42, 43, 45, 46, 48 Change Agent, 66, 67 Chayanov, 2

70

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

Everyday form of repression, 5 Extended Family, 24 Eyre (2006), 28

HIF/AIDS, 46 Homeless, 37 Human Ecology, 62, 63

F
Farmer, 1 Fictive,25 Filantropis, 9 Fisologis, 60

I
ILO (2003),36, 37, 40 Impersonal, 15 Implisit, 5 Individualization, 17 INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita), 44 Institusional, 34 Institusionalization, 58 Integrasi social, 27 Interaksi, 3, 11, 13 Intervensi, 20, 68

G
Giddens, 1995: 1-2, 7, 56 Gunarsa dan Gunarsa (2004), 24 Geertz (1983), 3 General models, 17 Goldstein dkk (1973), 27 Good Society, 52 Goode (2000), 32, 33 Great Tradition, 1 Green Communitarian, 57 Green for All, 61 Green Movement, 54

J
James C. Scott (2000), 4 James Midley (2005), 52 James scott (1981), 4 Jihad fi-sabilillah, 6 Jim ife (2002), 13, 17

H
Habermas, 56 Halubay,62 Hambali (2005), 32 Hartley Dean (Fitzpatrick, 2002), 56 Hartmandan Dwyer, 28 Help people help them self, 16, 48

K
Kartodirjo (1984), 7 Kuntowijoyo (2002: 60), 7 Kalipke, 66 KAN (Komite Aksi Nasional), 40 Karen K. Kirst, Ashmandan Grafton H. Hull, Jr (1993), 17

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

71

18 Nainggolan. 57. 37. 44 Oikonomia. 43 M Macro Practice Skill. 2 Mark. 2005. 51 Norton Dan Hunt (Astrid. 10 Organizing and social action. 17 Micro practice Skill. 5 Konsistensi. 16 Kroeber. 62. 6). 6 Modelling 27 Modernisasi. 25 Oness Nature. 60 Land reform. 59 Local Wisdom. 43. 7 Koentjaraningrat (1993). 20 Legowo. 38. 24 O ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). 12 Nuclear Family. 65 Kaum abtenaar. 3 Moralitas. 33 NAPZA. 1. 12. 62 Orbitasi. 6 Konfrontasi simbolis. i. 2 N L Lamin. 17 MLM (Multi Level Marketing).29 Konsumerisme. No. 23 Life Skill. 45. 66 Outrech. i. 61. (2003). 65. 60 72 Informasi. 11. 58 Low profile.1997. 47. 2005. 14 Orin Basuki. 2 Kuntowijoyo (2002. 68 Kolutif. 6 Multidimensi. 41. Vol. 1984). 39. 6 Kartono dalam sorjani. 36. 18 Main stream.Karl mark (1971: 230). 40. 54 Mezzo Practice Skill. 4 Much as potatoes in a snack of potatos. 40. 46. 16 Mark dan Engels. 44 LSM/Orsos/Ormas. 60 KAT. 6 Marxist. 66. 44. tahun 2007 . 02. 48 Nature. 40 Multy-dimensional. 54 Kontemplasi. 24 Non Renewable. 38 Mode ofproduction. 5 LPKK. 54 Nimkoff. ii. 2 Marwanti dalam Rustanto. 58 Lesbian/Homoseksual. i.

(2003). 14 Social alignment.Thailand. 52 Peasant. 12 Informasi. 43 Stereotype. 1 Peer Educator. 16 Self Governance. 33 Resistensi. 12. 63. 63 Survival. 18 PKBM. 23.SDA. 18. 44 Psikotropika. 4 Social action. 36 Represif. 44 Paul Hogget (Fritzpatrick. 68 Pincus dan Minahan (1973). No. 13 Paternalistic Approach. 37 Paradigma.16 Stake holder. 46 People centered development. 2005). 55 Revolusioner. 4 Pre-capitalist. 1989). 4. 1. 44 T Tetrawanti (1989). 26 Subsisten. 52 S Scott. 69 Participation. 24 Talcot parson (Ihromi 1999). 12 Soerjono Soekanto (1990).SDS. i. 44 Polish (Tetrawanti. 9 Shanin ( 1971: 14-15 ). 31. 4. 6 Resilient. 61 Self determination. 24 Popkin (1979). 2 Premis. Vol. 16 SDM dan SDA. 2 Sharing.P Pakistan. 6 Peasantry. 02. 67 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). 53 Ratu adil. 2000: xxiii-xxiv. 10 Spiritual. 52 Parsudi Suparlan. tahun 2007 73 . 4 Responsible. 4 Provider. 53 PSBR. 40 Rapid Assesment. 20 Soetrisno. 17 Partisipatori. 6 Referal System. 3. 5 SDM. 36 Raskin (Beras Miskin). 42. 2000: xviii. 59 R RAN (Rencana Aksi Nasional).2002). 6 Sacred. 3 Richard Titmus (Midley. 56 Self-determination. 2. 9 Perspektif.

52 Top-down. Vol. 65 The action system. 11 Upliner. 3 Welfare Consumerism. 38 V Vasil‘cakov. 66 The target system. 53 Wellfare Statism. tahun 2007 . 9 Tournamen. 53 74 Informasi. 30 Tonys (Fitzpatrick. 37 U Universal. 18 The Winner. 50 Think Globaly and Act Locally. 18 The client system. 53 Well Being. 55 Toleransi. 32 Traditional Community Development Approach. 53 The Maining of Development. 41 Tradisional. 43 W Wolf (1985: 26). 12.18 The looser. 53 The World Bank. 2002). 2 Terminology. 39 Vocational training. 02. 2 Victim. 52. 18 The change agent system.Terminologi Redfield dan Singer (1971 ). 66 Trafficker. No. 1 Terminologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful