PENGANTAR REDAKSI
Penerbitan Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 12 Nomor 02 ini menyajikan enam artikel yang membahas: Tinjauan Teoritis tentang Resistensi Petani, Membangun dan Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keluarga Berketahanan Sosial, Pelayanan Sosial Terkait Dengan Anak yang Dilibatkan dalam Perdagangan NAPZA, Peningkatan Kesejahteraan Sosial KAT Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Kehidupan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya. Masyarakat petani di Indonesia, faktanya merupakan masyarakat yang termarjinalisasi. Proses marjinalisasi ini sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Permasalahan ini dibahas oleh Oetami Dewi dalam tulisannya, “Resistensi Petani : Suatu Tinjauan Teoritis”. Diuraikan oleh Suradi dalam tulisannya “Membangun dan Memberdayakan Masyarakat : Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis”, bahwa pembangunan dalam rangka memberdayakan masyarakat yang tepat apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, maka intervensi pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat tersebut, dan mengintegrasikan berbagai dimensi yaitu sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan personal/spiritual. Melalui pendekatan terintegrasi ini, maka akan tercapai taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dewasa ini, keluarga menghadapi dampak perubahan sosial yang sangat cepat. Irmayani dalam tulisannya “Membangun Keluarga Berketahanan Sosial Dalam Era Modernisasi”, menguraikan, bahwa keluarga yang berketahanan sosial, adalah keluarga yang mampu bertahan terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pada era modernisasi ini, keluarga diharapkan mampu melaksanakan fungsinya, membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya, serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan sosial, dapat berdampak pada kehidupan anak antara lain anak terlibat dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, kareana melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja, tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Dalam hal ini, peranan pekerja sosial sangat penting, selain tentunya polisi, hukum, dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Permasalahan ini dibahas oleh Hari Hariyanto dalam tulisannya ”Pelayanan Sosial Bagi Anak Yang Dilibatkan Dalam Perdagangan Napza : Pengalaman Bekerja Bersana Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur”.

i

dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatan kesejahteraannya. Namun demikian. Syawie dalam tulisannya ”Mewujudkan Komunitas Adat Terpencil Sejajar dengan Masyarakat Pada Umumnya”. mereka perlu diberdayakan agar dapat menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. bahwa manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. mata air dan gunung. yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT. Oleh karena itu. upaya mewujudian KAT ini tampaknya masih dihadapkan pada berbagai kesulitan. Hidup serasi dengan alam ini dicontohkan oleh KAT. REDAKSI ii . Hal ini dibahas oleh Sugiyanto dan Moch. pepohonan. Oleh karena itu. KAT adalah komunitas yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya. Oleh karena itu.Rustanto dalam tulisannya ”Peningkatan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil Berbasis Kearifan Lokal’ menguraikan. mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjaga alam tetap lestari. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana.

Farmer ini juga digolongan sebagai kelompok petani lapisan atas yang mengadopsi budaya kelas dominan dalam struktur negara. That resistance can be divided into many meaning. Mereka sering disebut petani gurem. try to make many differences and understanding meaning from many references that talking about resistance relating to the peasant. because the concept for resistance actually came from the peasant. yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial pada jaman ini yakni: teori kelas Marxist. Peasant ini memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan farmer. dan termasuk buruh tani yang tidak memiliki tanah dan meng-gantungkan hidupnya pada kerja bagi hasil. For passive the characteristics are different than in active resistance by the appearance from the kind of how the peasant react to what they think it could be different from what they want to. sehingga kebudayaan farmer dalam terminologi Redfield dan Singer (1971) disebut Great Tradition. But for active resistance the appearance more destructive than in passive. Mereka ini disebut mengembangkan budaya kecil.RESISTENSI PETANI : SUATU TINJAUAN TEORITIS Oetami Dewi Abstract. petani yang termasuk dalam pengertian peasant adalah petani yang menguasai sedikit sumber daya alam. If we are talking about the resistance. we can’t avoid talking and discussing about the peasant. the peasant I. Secara umum kita dapat membedakan atau melihat empat tradisi konseptual utama dalam pembahasan tentang keberadaan kaum tani (peasantry) sebagai hal yang khusus. tipologi ilmu ekonomi khusus. Key word : resistance. meliputi seluruh jenis struktur sosial. Berbeda dengan farmer. Farmer adalah petani yang menguasai faktor produksi secara memadai. tahun 2007 1 . dan tradisi Durkheimian yang dikembangkan oleh Informasi. mampu mengakumulasi surplus usaha taninya. Pengertian petani dibedakan antara farmer dan peasant. since their willingness never gives more attention until they can’t stand up anymore. The form of resistance also many kinds relating to the situation. No. atau budaya marginal yang berbeda dengan budaya yang dikem-bangkan oleh lapisan penguasa. condition and the culture form the communities. tanah pertanian yang relatif luas. In this paper. seperti elite politik dan elite ekonomi. Mereka memiliki modal usaha dan jaringan sosial yang kuat dengan tokohtokoh dari kelas sosial atas. tradisi etnografi budaya. 02. PENDAHULUAN Konsep tentang petani perlu diperjelas terlebih dahulu sebelum berbicara konteks hubungan petani dengan kelompok sosial lainnya. Briefly in this paper I would like to convey that if we want to know deeply about the resistance we should now first about the history and concept for building the theory. and the main resistances are active and passive resistance. Vol. 12.

memandang struktur sosial petani ditentukan oleh suatu jenis ekonomi khusus. hidup kaum tani didominasi oleh orang luar. 1971: 13-14). Sedikit bagian dari pola budaya ini berhubungan dengan karakteristik masyarakat kecil. suatu tambahan mendeskripsikan masyarakat petani. Pendekatan ini dapat dilacak dari karya Marx dan Engels. Tindakan ekonomi melekat dengan hubungan keluarga. Tradisi Marxist tentang analisa kelas menggunakan perspektif pemahaman terhadap kaum tani dalam konteks pola hubungan kekuasaan. No. Pokok permasalahan politis mereka adalah antar hubungan dengan budaya subordinat dan ekploitasi ekonomi melalui pajak. hal yang sangat penting di mana kepalsuan dianggap cara keluarga petani bekerja. sewa. Posisi kaum tani tidak pernah diperhitungkan. Lahan pertanian merupakan alat utama mata pencarian yang secara langsung menyediakan bagian terbesar kebutuhan konsumsi. Ciri-ciri ini nampak dari sisa-sisa dasar struktur kekuatan sosial. keunggulan sikap kompromis dan tradisional.Kroeber dan sejawatnya dalam teori perubahan sosialnya ke sosiologi fungsional (Shanin. tapi secara eksplisit dibuat Vasil’cakov dan secara keseluruhan dibangun Chayanov. 2. Vol. kemampuan membangun hubungan sosial dan kesejahteraan. tahun 2007 . dan hanyalah kebun yang menyediakan kebutuhan konsumsi keluarga dan pembayaran kewajibankewajibannya kepada pemilik atau penguasa ekonomi dan politik. 12. Kroeber menempatkan masyarakat petani dalam posisi tengah bagian masyarakat dengan bagian budaya tersendiri. Menurut Shanin (1971: 14-15). yaitu berakar dari etnografi Eropa dan antropologi Barat tradisional yang cenderung mendekati petani sebagai representasi dari tradisi nasional awal. Kemudian petani (peasant) dipahami sebagai awal dari tata sosial. Petani digambarkan sebagai masyarakat produsen pre-capitalist yang dieksploitasi dan ditindas. Peasant sebagai bagian segmen telah diulas oleh Redfield. Produksi kebun keluarga sebagai unit utama bagi sosialisasi. Budaya tradisional yang khusus berhubungan dengan cara hidup masyarakat kecil. batasan terhadap masyarakat petani secara umum meliputi empat hal utama. dan diterima sebagai dasar konseptulisasi oleh mayoritas antropolog Amerika. 2 Informasi. pertimbangan tindakan individu dalam hal pengalaman masa lalu dan kehendak masyarakat. 02. kepentingan dan 3. Sebagai contoh. yakni: 1. 4. Tradisi ketiga. Pendekatan ini dikembangkan oleh Marx. Kebun keluarga petani merupakan unit dasar dari organisasi sosial yang multi-dimensional. yaitu. Dasar dualisme yang diterima oleh Durkheim dan generasinya membagi masyarakat ke dalam tradisional dan modern atau organik di atas pembagian kerja dan interaksi dari berbagai unit. telah mengikuti suatu alur yang agak kompleks. Hanyalah keluarga yang menyediakan tenaga kerja pada kebun. Corak budaya petani yang spesifik telah dicatat oleh berbagai peneliti. Tradisi kedua. Pertanian tradisional meliputi suatu kombinasi tugas spesifik pada suatu spesialisasi tingkat rendah dan latihan suatu kebebasan. Dampak alam yang secara terbatas penting bagi mata pencarian dari unit produksi kecil dengan sumber daya terbatas. dan alasan maksimalisasi laba dalam terminologi uang jarang nampak secara tegas atau eksplisit.

masyarakat petani dapat menolak penetrasi lebih lanjut oleh tuntutantuntutan dan tekanan-tekanan dari luar. Kebijakan pembangunan pertanian yang mengarah pada modernisasi sistem pertanian. memiliki tujuan interaksi tidak spesifik. Karakter ekonomi petani ini ditandai oleh bentuk usaha taninya yang bersifat subsisten. akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat petani ( peasant) karena dianggap mengancam keamanan subsistensi mereka. kaum tani digambarkan memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan segmen masyarakat lainnya. 1985: 26). ketetanggaan dan pengelompokkan yang bersifat lokal. Keberlangsungan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam jangka panjang lebih bermakna dari pada keuntungan besar jangka pendek. 1990: 31-32). Oleh karena itu. sehingga tidak menimbulkan gangguan yang serius di dalam kehidupan mereka. 02. Vol.pola perdagangan yang tidak disukai kaum tani. PERSPEKTIF TEORITIS RESISTENSI PETANI Dalam perspektif teoritis yang menyatakan petani sebagai sistem ekonomi khusus. kelompok primer dalam masyarakat petani sering berfungsi secara ekonomi. Prinsip harmoni sosial budaya dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa dikemukakan oleh Geertz (1983). Informasi. tahun 2007 3 . Sementara mereka memaksa anggotaanggotanya yang lebih beruntung untuk membagi sebagian dari kerja dan barangbarang mereka dengan tetangga-tetangga mereka yang kurang beruntung (Wolf. Kelompok primer dalam masyarakat petani ini berawal dari ikatan keluarga. Kelompok primer dapat berperan untuk mengatasi masalah subsistensi rumah tangga petani. masyarakat petani juga akan mendukung usaha mempertahankan hubungan-hubungan sosial yang tradi- sional. sosial dan politik. berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan kebutuhan pasar. Modernisasi pertanian terjadi seiring dengan proses penetrasi kapitalisme pada masyarakat petani akan ditentang keras karena mengancam kepentingan ekonomi mereka. No. namun beresiko bagi kejatuhan ekonomi rumah tangganya. Masyarakat petani cenderung untuk terus melekat pada cara hidupnya yang tradisional. Setiap hal yang baru menurut mereka akan membahayakan keseimbangan yang ada. Masyarakat petani biasanya berbentuk kelompok primer atau asosiasi kecil yang saling berhubungan dan terikat oleh hubungan emosional yang alamiah. ditandai oleh tertib sosial atau harmoni sosial yang tidak menyuburkan munculnya pertentangan kelas sosial akibat memburuknya hubungan kepemilikan tanah. dan pengeluaran dana-dana seremonial yang diperlukan untuk menopang hubungan-hubungan itu. mereka dapat berubah menjadi kaum proletariat yang revolusioner dalam perubahan waktu. Mereka ini merupakan petani tradisional dan berusaha keras mempertahankan tradisi-tradisi yang memberikan jaminan keamanan subsisten rumah tangganya. dan tidak dilandasi oleh prinsipprinsip hubungan yang rasional. Namun dalam beberapa kondisi. II. dan tetangga yang terdekat dapat membantu dengan memberi pinjaman untuk membeli bahan pangan (Blanckenburg dan Sachs. Bentuk-bentuk interaksi sosial dalam kelompok primer biasanya ditandai oleh adanya tingkat formalitas yang rendah. Selama hubungan-hubungan itu dapat dipertahankan. Pada waktu yang bersamaan. 12. Konsep harmoni sosial-budaya di dalam kehidupan masyarakat petani tersebut dapat meredam seluruh potensi konflik.

James Scott (1981) menyatakan. Basis premis yang dikembangkan Popkin adalah setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih perilaku yang paling efisien guna mencapai keuntungan yang maksimal bagi dirinya. bahwa semangat kolektif masyarakat petani yang terwujud dalam aktivitas tolong-menolong serta memandang permasalahan dari kepentingan kolektif merupakan mekanisme sosial untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang secara ekonomi rentan terhadap bahaya kekurangan pangan. Setiap petani dalam masyarakat petani pada dasarnya termotivasi menuntut keuntungan dari tindakan kolektif dengan partisipasi sekecil mungkin. Gerakan perlawanan petani terjadi ketika sebagian besar individu merasa dirugikan. Dalam perspektif teori Popkin. dan bukan sebagai reaksi defensif untuk mempertahankan institusi tradisional mereka dan norma-norma resiprositas yang ada dalam masyarakat. Popkin memiliki premis. mengupas bagaiman cara masyarakat petani yang lemah dan selalu kalah menentang kelakuan semena-mena dan eksploitatif dari kelompok ekonomi dan politik yang kuat. Scott (2000) dalam bukunya Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. BENTUK-BENTUK RESISTENSI PETANI James C. Prinsip mendahulukan keselamatan merupakan sumber kekuatan moral bagi masyarakat petani untuk menolak perubahan. resistensi petani merupakan pilihan rasional terhadap berbagai alternatif yang tersedia. 02. bahwa perilaku manusia selalu dilandasi motif mencari keuntungan atau kemanfaatan yang sebesar-besarnya. dengan pengertian membagikan secara merata apa yang terdapat di desa yang dilandasi kepercayaan kepada hak moral para petani untuk dapat hidup secara cukup. III. dan bersikap resisten terhadap perubahan atau kenyataan sosial yang tidak memberi pilihan lain. melainkan perlawanan terhadap kekuasaan elite desa dan petani kaya yang mengatasnamakan masyarakat petani. Relasi sosial dalam perspektif Popkin merupakan perjuangan kepentingan ekonominya sendiri bukan dilandasi oleh pertimbangan moral kolektif. Moralitas ekonomi mendahulukan keselamatan ini merupakan kunci untuk memahami resistensi petani. semua bentuk perlawanan petani bukan untuk menentang Revolusi Hijau atau perubahan. sehingga mereka lebih mengutamakan keselamatan ekonomi dalam jangka panjang dan tidak tertarik pada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek meskipun beresiko pada kehancuran ekonomi mereka. dari pada berorientasi pada maksimalisasi profit. No. baik yang berasal dari dalam masyarakat 4 Informasi. 12. Para petani menganut azas pemerataan. Petani cenderung menolak perubahan pola-pola hubungan ekonomi dan sosial yang selama ini dianggap merupakan jaminan bagi keamanan subsistensi mereka. Ada mekanisme sharing antara petani yang kaya kepada yang miskin melalui berbagai bentuk hubungan ekonomi dan sosial sebagai tanda bahwa petani kaya telah membagi surplus ekonominya kepada komunitas petani di desanya. tahun 2007 . Para petani menganut moral ekonomi mendahulukan selamat. Kehidupan ekonomi petani yang relatif miskin dan berada diambang garis kemiskinan. Vol. Bagi Popkin. padahal tujuan memperkuat institusi yang menguntungkan mereka. Perspektif moral ekonomi itu ditentang oleh Popkin (1979).

02. sehingga petani miskin cenderung menjadi semakin miskin. menggunakan pemahaman implisit serta jaringan informal. Masyarakat petani yang lemah pada dasarnya tidak pernah berhenti menentang ketidakadilan yang menimpa diri mereka. Petani lemah itu melakukan perlawanan sehari-hari secara terselubung. karena mereka tidak memiliki wadah organisasi politik formal. Perlawanan sehari-hari masyarakat petani ini secara empiris historis terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan Informasi. pelarian diri. telah menggeser hubungan antara petani kaya dan petani miskin. sebaliknya justru mengurangi kemampuan petani miskin untuk memanfaatkan isentif material yang ditawarkan oleh Revolusi Hijau. dan bunga dari mereka. pada akhirnya akan meneguhkan ‘batu karang’ ekonomi dan politik mereka. menjadi bertambah kaya. kapal besar yang bernama negara dapat saja kandas pada batu karang perlawanan rakyat petani ini (Scott. sewa. Vol. dan sebagainya. makanan. Dan setiap saat. bersifat purapura. tahun 2007 5 . bahwa program Revolusi Hijau telah merubah tatanan sosial ekonomi di perdesaan Malaysia. Petani miskin yang lemah dan selalu kalah menunjukkan eksistensinya melalui everyday form of resistance dalam bentuk perlawanan terselubung yang muncul sebagai reaksi terhadap everyday form of repression yang dilakukan tuan tanah dan petani kaya. 2000: xxiii-xxiv). antara lain memperlambat pekerjaan. sering mengambil bentuk mengurus sendiri. dan mereka secara khas menghindari konfrontasi simbolis yang langsung dengan penguasa.mereka sendiri maupun yang datang dari luar. Masyarakat petani yang lemah ini melakukan bentuk pertarungan jangka panjang. Teknik-teknik lowprofile ini sangat cocok untuk struktur sosial kelas petani. Sebagian besar dengan cara inilah kelas petani menyatakan kehadiran politisnya. Mereka hampir tidak memerlukan koordinasi atau perencanaan. Petani miskin secara perorangan melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap negara karena negara melakukan penetrasi di dalam proses transformasi hubungan-hubungan produksi dengan proses mekanisasi pertanian dan modernisasi pertanian. Perasaaan diperlakukan tidak adil inilah yang sering memicu timbulnya konflik antara masyarakat petani miskin dengan kelompok mapan yang mereka anggap sebagai sumber ketidakadilan. tanpa organisasi formal dan siap untuk melakukan kampanye defensif menghabiskan tenaga lawan dengan gaya gerilya. Dalam studinya di Sedaka . Perlawanan masyarakat petani yang lemah itu merupakan perlawanan terhadap dampak Revolusi Hijau yang mengancam keamanan subsistensi mereka. Cara-cara seperti ini dalam jangka panjang justru terbukti paling efektif. Negara memiliki peranan yang luas dalam proses tranformasi perdesaan melalui program modernisasi sistem pertanian padi.Malaysia tersebut Scott menunjukkan. No. penyabotan. 12. antara petani dan pihak yang mencoba menyerobot pekerjaan. Revolusi Hijau telah memperkuat daya akumulasi surplus ekonomi bagi petani kaya. pencurian. pura-pura memenuhi permohonan. diperkuat dengan budaya perlawanan rakyat dan diperbanyak ribuan kali. Senjata yang dipergunakan oleh masyarakat petani lemah ini. seperti pemerintah dan aparatnya yang memperlakukan mereka secara tidak adil. Tindakan-tindakan perlawanan yang dilakukan secara perorangan. berbeda dengan kelas menengah dan kaum cendekiawan yang memiliki organisasi politik dan pemimpin formal dalam memperjuangkan kepentingannya.

Gerakan ini merupakan wadah dari para petani miskin melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh tindakan semena-mena baik dari pihak kapitalis perkebunan. 2006 : 1-17 perlawanan formal dan terbuka. sesuai dengan karakteristk organisasi petani. masyarakat petani Perancis terbentuk dengan cara men-jumlahkan satuan-satuan yang sesuai. dan anggota-anggotanya hidup dalam kondisikondisi yang serupa. mereka tidak mampu menegakkan kepentingan kelas mereka atas nama mereka sendiri. pemberontakan petani Banten tahun 1888 dipimpin oleh tokohtokoh keagamaan seperti kyai dan guru tarekat yang merupakan sosok pemimpin karismatik di Banten. keras dan teroganisasi secara formal. Mode of production mereka mengisolasi mereka dalam hubungan timbal-balik. namun tanpa mengadakan hubungan yang bermacammacam satu sama lain. Pada abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke20. Kuntowijoyo (2002: 6) menyatakan bahwa kecenderungan petani menjadi bersikap radikal tidak dapat dilepaskan dari peran ideologi ratu adil atau jihad fi-sabilillah. Petani-petani kecil membentuk satu massa yang besar. Sebagai contoh. aparat pemerintah kolonial atau tindakan kolutif antara keduanya. Namun gerakan-gerakan itu dengan cepat dapat dibasmi oleh aparat kolonial Belanda dengan tindakan represif dan dengan korban manusia yang besar (Soetrisno. atau organisasi politik. 03. Namun karena di antara petani-petani kecil itu hanya saling hubungan bersifat lokal saja. Petani dengan lahan sempit hidup berdampingan. Pemimpin keagamaan 6 Informasi.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial. No. No. Menurut Landsberger dan Alexandrov (1981). 12. Pada umumnya bentuk perlawanan petani yang radikal sangat jarang dapat dikelola menjadi organisasi asosiasional dengan berbasiskan massa yang luas. Perlawanan petani dapat mengambil bentuk yang terbuka. Memperhatikan kondisi organisasi petani miskin ( peasant ) seperti yang digambarkan Marx di atas. apakah itu melalui parlemen atau melalui suatu konvensi. Hal ini terjadi karena gerakan petani tradisional pada umumnya diorganisasi tidak melebihi tingkat masyarakat petani yang bersangkutan. Radikalisasi petani merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan petani secara terbuka dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. 02. Berjutajuta keluarga hidup di bawah kondisikondisi eksistensi ekonomis yang memisahkan cara hidup mereka. Mereka tidak dapat mewakili mereka sendiri. ideologi merupakan wahana pembimbing alam pikiran bagi para pendukung gerakan sehingga mereka ini memiliki kesadaran kesamaan nasib dan oleh karena itu juga memiliki “musuh” yang sama. Karl Marx (1971: 230) menyatakan bahwa masyarakat petani yang tersebar luas di negeri Perancis itu ibarat sekarung kentang. maka mereka tidak merupakan kelas. dan beberapa puluh kampung membentuk sebuah distrik. Dengan cara seperti itu. Vol. sama seperti kentang-kentang dalam sebuah karung merupakan sekarung kentang (much as potatoes in a sack form a sack of potatoes). tetapi mereka harus diwakili. dan identitas kepentingan mereka tidak melahirkan persatuan. kepentingan-kepentingan mereka dan menempatkan mereka dalam kedudukan bermusuhan. di Pulau Jawa sering muncul gerakan Ratu Adil. Beberapa puluh dari mereka membentuk sebuah kampung. maka kebanyakan pemimpin dalam gerakan perlawanan petani yang radikal muncul dari lapisan kelas menengah di desa. kesatuan nasional. Vol 11. Oleh karena itu. 2000: xviii). tahun 2007 .

Pemberontakan Petani Banten 1888. dan Reihold Sachs. DAFTAR PUSTAKA Blanckenburg. sekuler dan kafir. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Bagi setiap anggota jamaah dihembuskan semangat jihad. tahun 2007 7 . Clifford. 1999. bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah pemerintahan orang asing. Ulrich Planck (Penyunting). Sasaran kultural biasanya ditujukan kepada pembasmian simbol-simbol adat yang bertentangan dengan agama. dan memiliki solidaritas keanggotaan yang kuat. Sedangkan Calhoun (1999: 663-664) menyebutkan. dengan sasaran kultural. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka. sasaran ekonomis ditujukan pada dominasi ekonomi pedagang Cina. Bahkan gerakan-gerakan modern. Kartodirdjo. halaman 28 – 40. “Masyarakat Tani Dalam Pembangunan”. dan sasaran sosial ditujukan kepada kaum ambtenaar atau priyayi yang melambangkan kekuasaan kolonial (Kuntowijoyo. 02. dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1. PENUTUP Tinjauan teoritis tentang resistensi petani menyadarkan. Informasi.Perlindungan Anak di Nusa Tenggara Barat (Suradi) ini mampu menyebarkan gagasan eskatologis Islam mengubah para anggota tarekat atau jamaahnya menjadi kelompok revolusioner yang militan. para kyai dan guru tarekat membangun kerangka penafsiran. Vol. Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi. Oxford: Blackwell Publishers. Salah satu ciri dari gerakan perlawanan petani radikal adalah tujuan gerakan perlawanan tersebut untuk mengubah tatanan sosial politik tertentu yang dianggap tidak benar atau merupakan kaum tani atau subyek pelaku gerakan tersebut (Giddens.. Proses marjinalisasi ini pada kontek Indonesia sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. untuk menumbangkan pemerintahan kafir dan menata kembali kehidupan sosial politik di Banten yang diridhoi Tuhan seperti sistem kesultanan pada masa lalu. bahwa masyarakat petani sebagai masyarakat yang termajinalisasi. 1994. upaya itu biasanya disertai dengan pemaksaan kehendak. Dalam kasus pemberontakan petani Banten 1888. Anthony. Jakarta: Pustaka Jaya. 1984). 1990. berperang di jalan Allah. No. baik oleh pemerintah maupun kaum kapitalis. ekonomis maupun sosial. Calhoun. 1983. bahwa gerakan radikal bertujuan mengubah struktur sosial yang sudah ada yang dianggap merugikan. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. 1984. 2002: 6). Sosiologi Pertanian. seperti Sarekat Islam tidak jarang memakai ideologi ratu adil di tingkat pengikut bawahan. Keanekaragaman dan Penentuan Nasib Sendiri. Sartono. C. Ideologi messianisme dan millenarianisme pada abad ke-19 banyak dimanfaatkan untuk menggalang mobilisasi petani kearah gerakan perlawanan yang radikal. Geertz. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Peter von. 1994: 1-2). Giddens. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologis di Indonesia. Ajaran tarekat nampaknya mempunyai daya tarik yang kuat bagi kaum tani yang tergolong lapisan sosial bawahan di Banten (Kartodirdjo. 12. Sarikat-Sarekat Islam lokal banyak terlibat dalam radikalisasi petani. IV.

Peasant and Peasant Societies. “City and Countryside: The Cultural Interdependence”. 2002. Shanin. Scott.Si. Middlesex: Penguin Books.. New York: Harper & Rowy. “Pengantar”. —————————. halaman 229-237. Yogyakarta: Bentang Budaya. Samuel L. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. James C. tahun 2007 . Teodor. M. 1969. Middlesex: Penguin Books. 1979. Soetrisno. Marx. Bekerja pada Biro Perencanaan. halaman 1-57. 8 Informasi. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Robert dan Milton B. “Introduction”. 1971. Esai-esai Sejarah Dr. Jakarta: LP3ES. Loekman.. Oetami Dewi. G. 2000. 1971. Kuntowijoyo: Radikalisasi Petani. Peasant and Peasant Societies. Alexandrov. James C. Singer. Departemen Sosial RI. 1971. “Masyarakat Desa dan Radikalisasi Petani”. Popkin. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. The Rational Peasant: The Political Economiy of Rural Society in Vietnam. Peasant Wars of Twentieth Century. Landsberger. Teodor Shanin (Editor). Karl. DR. Peasant and Peasant Societies. Berkeley: University of California Press. Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia. Teodor Shanin (Editor).. Henry dan Yu. 02. Teodor Shanin (Editor). 2000. 12. E. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Aktif mengikuti dan menjadi pembicara seminar/diskusi ilmiah di dalam maupun di luar negeri tentang pembangunan kesejahteraan sosial. “Peasantry as a Class”. Wolf. Redfield. Scott. 1981. No. Middlesex: Penguin Books. Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. Jakarta: Rajawali. Vol. 1981.J.Kuntowijoyo.

and supported by various practical principles and basic system in community development. namun kemajuan di bidang ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan di bidang sosial. Meskipun secara ekonomi terjadi pertumbuhan yang signifikan. Hal ini ditambah lagi dengan skema “sinterklas” dari program sosial yang sarat dengan motif pertolongan yang bersifat filantropis. Masyarakat miskin yang jumlahnya paling banyak. All these dimension show the complexity of the problems in the community. kini masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau masyarakat sebagai pusat pembangunan (people centered development). that integrated micro.MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis Suradi Abstract. prinsip partisipatif dan keswadayaan masyarakat belum sepenuhnya diterapkan di dalam programprogram sosial. Masyarakat Informasi. cause have social. cultural. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi. meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dari semula menempatkan masyarakat sebagai obyek. No. 12. bahwa masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri. karena pendekatan tersebut dinilai tidak mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat. dan mereka memiliki potensi dan sumbersumber daya yang dapat didayagunakan untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya. Vol. I. The fore. Pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan merupakan upaya memberdayakan masyarakat berdasarkan pada kekuatan atau keswadayaan masyarakat itu sendiri. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat merupakan akibat dari penerapan pendekatan yang berorientasi pertumbuhan ekonomi tersebut. in the frame of community development a strategy which is oriented to a solution of complex problems. Community is a complex social unity. mereka menikmati hasil pembangunan paling sedikit. tahun 2007 9 . bahwa masyarakat lebih mengetahui masalah dan kebutuhannya sendiri. messo and macro approaches in synergy. Asumsi ini yang mendasari prinsip self-determination. Is needed approach to this problems solution is a generalis approach. Pendahuluan Pendekatan pembangunan sosial telah mengalami pergeseran yang berarti. politic. Keyword : community empovernment. 02. economic. Program sosial sudah “siap saji”. Bahkan isu dalam pembangunan masyarakat adalah pemberdayaan yang tidak memberdayakan. Pergeseran pendekatan ini sebagai respon atas kegagalan pendekatan pembangunan yang dipaksakan dari pemerintah (top-down) . religious and enverimental dimension that affect each other. dimension and strategy.

Pemahaman terhadap kompleksitas masyarakat tersebut memerlukan berbagai perspektif ilmu sosial. antar individu. 02. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Hanya dengan menggunakan berbagai perspektif dalam memahami masyarakat. maka akan diperoleh anatomi masyarakat yang lengkap. tahun 2007 . Berdasarkan pemikiran tersebut. yaitu : 1. pegunungan. Konsep masyarakat (community) perlu dipahami dengan baik. karena masyarakat memiliki persoalan yang kompleks (many faced community) . 12. apabila ada anggota masyarakat yang sakit. maka akan tumbuh manusia-manusia baru. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya. Oleh karena dengan kumpulan manusia. Di dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang mutlak ataupun angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. timbullah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. Sebagaimana satu tubuh. No. yaitu (1) adanya kumpulan manusia dalam sebuah ikatan dan perasaan. utuh dan obyektif. industri dan lain-lain). Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. maka dirasakan pula oleh anggota masyarakat yang lain. angka minimumnya adalah dua orang yang hidup bersama. 3. Sebagai akibat hidup bersama itu. dan (4) adanya norma dan aturan-aturan yang disepakati untuk mengatur kehidupan bersama. Unsur demografi atau penduduk Pada unsur demografi ini di dalamnya meliputi : proporsi umur. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi. Akan tetapi secara teoritis. pertanian. masyarakat dapat dipahami dalam empat unsur : 1. pendidikan. Soerjono Soekanto (1990) mengemukakan ciri-ciri masyarakat. Manusia yang hidup bersama. jenis kelamin. terdapat empat syarat terjadinya masyarakat. (2) tinggal di suatu daerah atau wilayah yang sama atau mempunyai kesatuan ciri kelompok tertentu. Vol.perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan ide-ide guna mengatasi masalah yang dihadapi berdasarkan kekuatan yang dimiliki. sarana transportasi. MEMAHAMI MASYARAKAT 4. Mereka mengembangkan rasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh individu anggota masyarakat. pekerjaan. orbitasi dan lainlain. 2. Unsur geografi atau kewilayahan Pada unsur geografi ini di dalamnya meliputi : tipe wilayah (desa-kota : pantai. meja dan sebagainya. Unsur sosial budaya Pada unsur sosial budaya di dalamnya meliputi kelembagaan. menyebabkan terlembaganya perasaan bersaudara 2. II. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. (3) hidup dalam kesatuan sosial dalam waktu yang lama. 10 Informasi. kepranataan 3. pelabuhan. agama dan etnis/suku. Dengan menggunakan sudut pandang yang lain.

dan nilai sosial budaya lokal (adat. Kemudain sistem informasi yang mereka gunakan berkaitan dengan media informasi. interaksi sosial dan teknologi dan materi. agama. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonomisnya. Moore (Suradi et. Sementara itu. Sistem religi dan upacara keagamaan. Sistem pengetahuan. all. c. Ketiga . bahasa yang digunakan dan kesenian. unsur interaksi sosial. Kesenian. sistem pengetahuan. Menurutnya ada tujuh unsur di dalam konsep kebudayaan pada masyarakat secara universal. serta kemampuan adopsi dan adaptasi dalam proses interaksi sosial tersebut. 2003) menjelaskan bahwa ada tiga unsur di dalam perubahan sosial. dalam kaitannya dengan upaya perubahan sosial. sistem ekonomi yang digunakan (apakah mereka sudah/belum mengenal sistem ekonomi pasar dan alat tukar yang digunakan). Kedua. yang di dalamnya terdapat sistem religi dan upacara keagamaan. Sistem teknologi dan peralatan. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan sistem kepercayaan. yaitu nilai-nilai. peranan agama dalam kehidupan komunitas. yaitu : a. Pada dua ciri terakhir tersebut. tahun 2007 11 . cara mereka memperoleh pengetahuan dan pandangan tentang pendidikan. yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama. orang yang ada di dalam keperangkatan dan kepranaataan itu (kepengurusan adat). sistem religi dan lain-lain). Sistem mata pencaharian hidup. Urutan penomoran unsur-unsur perubahan tersebut dari yang Ketujuh unsur kebudayaan tersebut mengikuti tata urut sedemikian rupa. terutama bagi para praktisi ketika akan menyusun tahapan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. f. yang di dalamnya terdapat sistem dan mekanisme kemasyarakatan. apakah warga masyarakat masih menggunakan bahasa lokal atau campuran. Vol. Sistem dan mekanisasi kemasyarakatan. b. upacara keagamaan. Kemudian Koentjaraningrat (2004) melihat masyarakat dengan sistem budayanya. 12. Sistem ini menggambarkan ciri komunitas adat terpencil berkaitan dengan keperangkatan dan kepranataan (lembaga adat). ada hukum adat. d. baik penyebaran pengatahuan baru maupun informasi yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. teknologi dan peralatan yang digunakan. Pertama unsur nilai. dari unsur kebudayaan yang relatif sulit berubah sampai dengan unsur kebudayaan yang mudah berubah. 4. unsur teknologi yang di dalamnya terdapat sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi serta peralatan. Tata urut ini sangat penting. baik di dalam maupun di luar lingkungan kerumahtanggaan. Unsur infrastruktur Pada unsur infrastruktur sosial di dalamnya meliputi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. No. Bahasa. dan apakah masih mengembangkan kesenian lokal atau sudah campuran dengan memasukkan seni kontemporer. 02. dan pranata sosial Informasi. Kesemua ciri tersebut menggambarkan jarak sosial dan intensitas interaksi sosial warga masyarakat dengan komunitas luar. bahasa dan kesenian. pranata ekonomi (lembaga perekonomian lokal). e. g. sistem peribadatan.

citacita atau tujuan bersama yang mengikat kesatuan sosial yang bersangkutan (social media). penyesuaian diri dan pengawasan sosial bagi individuindividu. Kemudian masyarakat sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu yang pada hakikatnya sebagai anggota sebuah keluarga. semua unsur saling berinteraksi dan menentukan satu dengan yang lain. Kelompok yang masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf dan tingkat sosialnya walaupun tidak tergolong golongan yang miskin atau termiskin. c. Adanya struktur ini tidak memungkinkan terjadinya kesewenangwenangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh individu-individu sebagai warga masyarakat. Kelompok yang karena tercekam oleh kemiskinan mempunyai nilai untuk mengutamakan hasil dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pandangan menuju ke hari depan di masa datang. tahun 2007 .paling sulit berubah. No. b. Kelompok ini dikelompokkan sebagai kelompok menengah karena masih mempunyai cita-cita lanjut untuk naik tangga sosial lebih tinggi lagi. Berbagai karakteristik dan dimensi masyarakat tersebut menggambarkan. ketentuan sosial yang disepakati sebagai pedoman dalam pergaulan sosial (social standard) dan penegakan ketertiban hidup bersama (social control). 12 Informasi. Vol. 1999) dalam teori struktural-fungsional. baik sebagai individu. bahwa masyarakat merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya terdiri dari lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial yang berlapis-lapis. 12. bahwa betapapun sederhananya kehidupan suatu masyarakat. Di dalam sebuah sistem tersebut. apabila ada satu unsur dalam sistem tersebut yang tidak berfungsi. dikemukakan oleh Talcot Parson (Ihromi. maka setiap orang. Keluarga sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu anggota keluarga di dalamnya. Kelompok atas yang tidak atau kurang ada perhatian untuk naik lebih tinggi dalam tangga sosial. hingga yang relatif mudah berubah atau mengalami perubahan. Organisasiasi sosial itu pada intinya meliputi pengaturan hubungan sosial antar anggota (social alignment). Bagi kelompok ini masalah prestasi juga menjadi masalah yang dinomor duakan. 02. Struktur masyarakat mencakup berbagai hubungan sosial antara individu secara teratur. 1984) membagi masyarakat dalam tiga kelompok besar berdasarkan sikap sosialnya terhadap kemungkinan memperbaiki diri : a. Selanjutnya Norton dan Hunt (Astrid. anggota keluarga maupun anggota masyarakat terikat oleh keempat norma sosial tersebut dalam tatanan kehidupan masyarakat. Pemikiran bahwa suatu masyarakat sebagai sebuah sistem. Lebih lanjut dikemukakan oleh Budhisantoso (1995) dalam tulisannya “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. maka kinerja sebuah sistem akan terganggu. mengingat bahwa hal tersebut telah mereka capai. dan bahkan akan mengalami kehancuran. Fungsi dari struktur masyarakat ini yaitu pengendalian perilaku. Hal ini berarti. Berdasarkan pemikiran ini. pasti mengembangkan organisasiasi sosial yang masing-masing menjamin ketertiban dan pencapaian tujuan hidup bersama. Bagi kelompok ini berlaku nilai sikap menangguhkan suatu keuntungan yang dapat dicapai dalam jangka pendek demi suatu cita-cita atau hasil yang lebih besar di masa depan.

infrastruktur dan pelayanan sosial. Kemudian. yaitu : a. Penyediaan fasilitas rekreasi. perumahan dan jaminan hari tua. Berdasarkan pemahaman ini. guna menghindari terjadi konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam struktur sosial dan keberagaman kultur. merupakan bentuk-bentuk pelayanan sosial yang diperlukan masyarakat. kebudayaan dan advokasi. dan karenanya memerlukan berbagai sumber. DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT Pembangunan masyarakat dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. kesehatan. filosofi atau prinsipprinsip dasarnya. masyarakat juga memerlukan pelayanan sosial yang diarahkan untuk membangun kohesitas. Kemudian didesain sistem perubahan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Kemudian. etnis. harkat dan martabat masyarakat. Proses sosial dan berbagai aktivitas masyarakat tersebut mengikuti mekanisme partisipatori. pendidikan dan keterampilan. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan menarik industri baru ke masyarakat lokal dengan memberikan lingkungan yang kon-dusif untuk investasi. III. Maka dari itu. Masyarakat mendefinisikan kebutuhannya dan bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. tahun 2007 13 . Kebijakan pembangunan industri ini diarahkan untuk memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Pembangunan ekonomi Situasi perekonomian nasional maupun global berpengaruh terhadap kemampuan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudian pengembangan industri berbasis masyarakat lokal yang dimiliki dan dioperasionalkan oleh masyarakat lokal sendiri. b.Pembagian masyarakat ke dalam tiga kelompok tersebut. dan melahirkan aksi sosial bersama. ras dan gender. Pusat pertemuan masyarakat merupakan wahana yang diperlukan masyarakat untuk bertemu. berdiskusi. perlu dibangun Informasi. Menurut Jim Ife (2002). masya-rakat lokal yang memiliki ide-ide untuk usaha baru perlu difasilitasi dan didukung untuk merealisasikannya. diperlukan kebijakan perekonomian yang berpihak kepada kekuatan masyarakat atau kebijakan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu. pelayan krisis bagi perempuan. No. berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. misalnya rekreasi. yaitu berkaitan dengan upaya mengembangkan kualitas interaksi sosial masyarakat dalam berbagai kepentingan. Vol. ada enam dimensi pembangunan masyarakat yang terintegrasi. memberikan pengetahuan baru terkait dengan jenis program yang mesti dirancang-kembangkan untuk ketiga kelompok tersebut agar program tepat guna dan berhasil guna. yaitu keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan. 12. Animasi sosial merupakan aspek sangat penting dalam dimensi pembangunan sosial. maka di dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dimensi. untuk mendukung akivitas ekonomi masyarakat tersebut. 02. Pembangunan sosial Masyarakat memiliki kebutuhan sosial.

Organizing berkaitan dengan upaya pengorganisasian secara efektif untuk melakukan aksi sosial. No. c. Kemudian social action berkaitan dengan pencapaian tujuan pada berbagai bentuk peru-bahan dalam lingkungan eksternal. Pembangunan politik eksternal mengarah pada pemberdayaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan politik yang lebih luas. Pengembangan politik eksternal ini dilakukan melalui dua jalur. Melalui lembaga perekomian lokal ini masyarakat akan memperoleh kemudahan memperoleh kredit untuk investasi maupun pemenuhan kebutuhan hidup. Kegiatan utama di dalamnya. Consenciousness raising merupakan tahapan penting dalam relasi pada pengembangan politik internal karena berkaitan dengan semua aspek pembangunan masyarakat. Vol. yaitu consenciousness raising and organization. gender dan etnis. tetapi harus melakukan sesuatu berdasarkan rencana tindak yang disepakati. dan lebih mengarah lagi pada aksi sosial. struktur dan ketidakadilan. Misalnya.infrastruktur ekonomi seperti koperasi dan lembaga per-kreditan yang dikelola oleh masya-rakat. Mengembangkan prosedur secara demokratis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan. mewujudkan sarana transportasi yang lebih baik. dan membantu orang untuk saling tukar pengalaman dan refleksi terhadap situasi yang memungkinkan orang untuk bertindak. yaitu berkaitan dengan cara masyarakat mengorganisasi diri dalam suatu aturan yang berkaitan dengan masalah. mengurangi dampak negatif acara televisi. Sehubungan dengan itu. yaitu me-mantapkan struktur. etnis dan kelas. Pembangunan politik ini dilakukan dalam dua jalur. yang dicapai melalui dua jalur. Melalui media elektronik berbagai pesan-pesan propaganda disampaikan. d. 12. Kemudian organizing. dalam pembangunan politik ini diperlukan analisis untuk mengetahui distribusi kekuasan dan bagaimana kekuasan tersebut dalam masyarakat yang memiliki perbedan kelas. 02. Pembangunan politik internal berkaitan dengan proses partisipasi dan pembuatan keputusan dalam masyarakat. demokrasi dalam memaksimalkan partisipasi dan menciptakan kekuasaan secara efektif dalam area yang lebih luas. yaitu pengembangan politik internal dan eksternal. dan 14 Informasi. semuanya memiliki kesempatan secara adil dalam pembuatan keputusan dalam masyarakat. Pembangunan budaya Kemajuan teknologi di bidang informasi mempengaruhi keunikan kebudayaan masyarakat lokal. Prinsip penting dalam organizing untuk aksi sosial adalah orang tidak harus melakukan sesuatu menurut diri sendiri. Pembangunan politik Pembangunan politik erat berkaitan dengan isu kekuasaan. mengembangkan alternatif dan struktur yang otonomi. tahun 2007 . mempertahakan kelestarian lingkungan alam dan menghentikan atau penutupan industri lokal. menghentikan pem-bangunan biaya tinggi. yaitu organizing and social action. Bagaimana memaksimalkan partisipasi secara efekif sebagai anggota masyarakat.

makanan yang sehat dan udara yang bersih. dan kesulitan pula dalam mempertahankan kebudayaan lokal. Dalam prakteknya. Kerugian pada masyarakat diasosiasikan dengan kerugian pada identitas personal dan hilangnya rasa saling memiliki sebagai masyarakat. Vol. Selain itu.masyarakat tidak mampu melakukan seleksi. e. kerajinan rakyat. makanan daerah dan produk lainnya. kelangsungan hidup. menjadi dasar interaksi sosial dan basis dalam proses pengembangan masyarakat. tetapi lebih dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. Berbagai pelayanan yang diperlukan berkaitan dengan pertumbuhan personal ini adalah pelayanan kesehatan. bahasa lokal. mistik dan ilmu gaib. Padahal kebudayaan lokal sangat penting sebagai bagian dari perasaan bermasyarakat dan mempertahankan identitas diri. Lingkungan dalam pembangunan masyarakat merupakan komponen kritis. 12. tahun 2007 15 . serta olah raga rakyat. 02. No. Terjadinya polusi air dan udara harus dapat dicegah karena mengganggu kehidupan masyarakat. bahwa pembangunan personal secara kontekstual lebih baik daripada pembangunan impersonal pada struktur birokrasi pemerintah dan dunia usaha yang besar. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang juga merupakan komponen penting dalam agenda pembangunan personal. arena festival dan musik tradisional. berbagai bentuk kebudayaan lokal perlu dipertahankan. Masyarakat harus bertanggung jawab untuk melindungi dan merehabilitasi lingkungan fisik. Informasi. Pembahasan pembangunan personal tidak dapat dilepaskan dengan pertumbuhan personal. dan oleh karena itu penerapan pendekatan pembangunan memerlukan keterpaduan. pembangunan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. perumahan dan perawatan. pendidikan. Oleh karena itu. agar lingkungan alamiah maupun lingkungan yang diperbarui (buatan) tersebut memiliki daya dukung untuk kelangsungan hidup. seperti pertemuan kelompok. cara peribadatan. akan tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pembangunan lingkungan ini sangat penting karena berkaitan dengan isu kebutuhan manusia yang lebih mendesak. berbagai jenis terapi. f. Pembangunan lingkungan Pembangunan lingkungan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan. padahal nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan pembangunan masyarakat. seperti sejarah lokal. pembangunan personal dan pertumbuhan personal diasosiasikan ke dalam berbagai jenis aktivitas masyarakat. Upaya mempertahankan kebudayaan lokal ini tidak berarti menjadikan sebagai “museum” atau arti fisial yang statis. Masyarakat kesulitan untuk mencegah pengaruh propaganda tersebut. dan karena itu perlu dikembangkan rasa saling menghargai personal dan pengembangan kapasitas ke arah kehidupan yang lebih sejahtera. Salah satu jastifikasi dalam pembangunan masyarakat. air bersih. Pembangunan personal dan spiritual. Bahwa di dalam masyarakat terdapat sejumlah nilai yang mungkin mempengaruhi ideologi masyarakat.

tanah dan semua yang ada di dalamnya didefinisikan dalam hubungannya dengan lingkungan alam semesta. Kemudian pada masyarakat yang lain memprioritaskan pembangunan pribadi dan spiritual. penyembuhan stress dan juga akan memperoleh batuan dan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. tetapi dalam pengertian luas yang menjangkau berbagai pengalaman spiritual masyarakat seperti kontemplasi tentang laut. membaca sajak. 16 Informasi. Vol. Pembangunan dan pertumbuhan personal merupakan hal penting yang mengantarkan orang lebih berarti di dalam hidupnya. 2002) IV. menemukan kepuasan dalam relasi seksual. 02. partisipasi politik dan memperkuat identitas budaya. l cia o s C MUNIT OM Ecologicalsocial justice Y politic v ir on men tal /sp na l perso Gambar : Pembangunan Masyarakat Terintegrasi (Jim Ife. No. yaitu : a. degradasi lingkungan fisik. Tentunya disesuaikan dengan kondisi suatu masyarakat yang bersangkutan. 12. b. menggubah lagu. sosial dan lingkungan. Kata spiritual dan sacred digunakan di sini. Dari keenam dimensi pembangunan masyarakat tersebut tidak selalu memperoleh prioritas yang sama. Menolong masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menolong dirinya sendiri (help people help them self). lagu dan tarian. tahun 2007 tu al ir i CO Y MMUNIT en . Suatu masyarakat mungkin lebih memprioritaskan pada pembangunan ekonomi. Pinsip-prinsip dasar Pembangunan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa prinsip dasar. dan dengan itu tumbuh kesadaran bahwa manusia. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya atau tumbuhnya (self determination). karena berkaitan dengan eksistensi manusia. Hal ini akan lebih berarti lagi dengan adanya pembangunan spiritual. kesehatan. Semua orang memiliki spiritual. pembangunan kepercayaan diri dan mengembangkan kehidupan sosial yang harmonis. karena dimensi pembangunan spiritual tidak hanya dipahami dalam mainstream religi. struktur dan interaksi dalam masyarakat. partipasi dalam menciptakan musik. Melalui pendekatan ini orang akan dibantu dalam pemecahan masalah personal. STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT 1. Pada masyarakat yang lain memprioritaskan pelayanan bagi keluarga miskin. dan berbagai pengalaman tentang komunitas manusia.Suatu pendekatan berbasis masyarakat terhadap pembangunan dan pertumbuhan personal akan membantu orang menemukan cara secara individual untuk memperoleh kebutuhan melalui jaringan kerja. binatang.

Mendasarkan pada keunikan masyarakat (individualization). Proses pembangunan masyarakat didasarkan pada persetujuan bersama dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik. b. 1995). Pendekatan ini melihat masalah dari berbagai persepektif. Vol. tidak bisa secara parsial. Kualitas pribadi berkaitan dengan tanggung jawab. 1992. dan karena itu dalam penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi.c. No. Ashman dan Grafton H. percaya diri. Pembangunan masyarakat mampu mendefinisikan kebutuhan masyarakat seutuhnya. Menumbuhkembangkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan (participation) dan mengembangkan bentuk-bentuk kooperatif (Jusman. Pendekatan b. tokoh maupun pemerintah lokal. tenaga dan sumber daya. politik. ada tiga pendekatan yang dapat digunakan secara simultan. yaitu : a. Bagi CD Worker berbagai prinsip etis maupun prinsip praktis dalam pembangunan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan. Perubahan perilaku ini berkaitan dengan peranan dan tugas sosial individu yang harus dilakukan. Selain prinsip-prinsip tersebut. Menurut Karen K. Bekerja dengan kelompok (Mezzo Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaakan kelompok sebagai sistem sumber bagi penyandang masalah d. berkesinambungan dan harmonis. tokoh dan pemerintah lokal. kerja sama. bahwa masyarakatlah yang paling mengenal masalah. orientasi terhadap waktu dan karya. budaya. penampilan diri. Untuk dapat mengenal sumber daya lokal ini. CD Worker perlu menyadari. nilai-nilai maupun kearifan lokal. 2. Hull. konsumen. Kemudian CD Worker dituntut cerdas dalam menganalisa informasi-informasi yang diperoleh dari warga. baik sumber daya alam. Sarah Bank. antara lain : a. ekonomi. Kirst. sumber-sumber yang ada di sekitar mereka. Aktivitas pembangunan masyarakat terjadi dalam kerangka kerja yang saling mendukung. c. lingkungan dan personal/spiritual harus terintegrasi sesusai dengan kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat pada saat ini. kualitas pribadi dan sumber internal pada individuindividu. Dalam perkembangannya. Bekerja dengan individu (Micro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada upaya perubahan perilaku. Jim Ife (2002) mengembangkan sejumlah prinsip dalam pembangunan masyarakat. dan selanjutnya mampu merancang langkah-langkah yang benarbenar memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu mendefinisikan kebutuhan yang memerlukan peranan semua orang atau secara kelompok dan mengikutsertakan orang-orang untuk menentukan kebutuhan. 12. Pembangunan sosial. semangat hidup. dan ketika berhadapan dengan warga masyarakat tidak merasa lebih tahu. Jr (1993). d. CD Worker perlu belajar dengan baik dengan warga. ilmu pekerjaan sosial telah mengembangkan pendekatan dalam praktek pertolongan ke arah pendekatan generalis (generalis models). sumber daya manusia. 02. kebutuhannya dan Informasi. tahun 2007 17 .

terdapat unsur-unsur perubahan yang saling mempengaruhi dan menentukan keberhasilan. d. yaitu pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. sistem klien. b. No. tahun 2007 . Vol. Ada beberapa peranan kelompok sebagai sistem sumber. yaitu : a.sosial dalam pencapaian tujuan. Berbagai peranan yang dapat dilaksanakan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat. asosiasi dunia usaha dan sebagainya. Sistem klien Gambar : Sistem Dasar dalam Pembangunan Masyarakat 4. Peranan Pekerja Sosial Pengembangan Masyarakat (CD Worker) Di dalam praktek pertolongan. Dari berbagai jenis organisasi dan sistem sumber ini. baik dari unsur pemerintah di daerah. Berbagai organisasi ada di tengah-tengah masyarakat seperti organsisi sosial. yaitu masyarakat (sebagai sasaran perubahan). Beberapa jenis kelompok sosial tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti kerukunan berbasis agama. sistem sasaran dan sistem kegiatan. Sistem pelaksana perubahan Sistem kegiatan Sistem sasaran c. 12. Unsurunsur tersebut dapat digunakan pula dalam praktek pembangunan masyarakat. Sistem pelaksana perubahan (the change agen system). yaitu pekerja sosial dan instansi sosial. yaitu menjalurkan berbagai kepentingan. Pincus dan Minahan (1973) mengembangkan sebuah sistem dasar dalam praktek pertolongan yang di dalamnya mencakup empat unsur. Sistem sasaran/pelancar (the target system) . Sistem kegiatan (the action system). 3. yaitu pimpinan masyarakat dan tokoh adat/masyarakat lokal. 02. kerukunan berbasis lingkungan. bantuan mobilitas. yaitu : a. 18 Informasi. yaitu sistem pelaksana perubahan. yaitu memberikan kemudahan berupa sumber dan peluang bagi masyarakat dan mengambil langkah-langkah aktifproaktif dalam penyediaan sumber yang dibutuhkan oleh masyarakat. sehingga suatu sistem pelayanan memberikan mafaat langsung bagi masyarakat. Mediator. kerukunan berbasis etnis dan sebagainya. dan LSM/ Orsos/Ormas. organisasi profesi. dan bantuan teknis lainnya. Sistem Dasar b. yaitu: pemberi informasi. Fasilitator. organisasi berbasis agama. Bekerja dengan organisasi dan masyarakat (Macro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaatan organisasi dan segenap sistem sumber yang ada di masyarakat dalam mencapai tujuan. penyandang masalah sosial akan memperoleh sumber-sumber dan berbagai jenis pelayanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. c. Sistem klien (the client system) . lembaga swadaya masyarakat (LSM).

12. 3) Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembangunan masyarakat. komitmen. Vol. tanggung jawab. akan tetapi sebagai tuntutan profesi yang dapat dipertanggungjawabkan d. yaitu : a. tumbuh rasa saling percaya satu sama lain. tokoh masyarakat dan pemerintah lokal. 02. tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemegang orotitas lokal lainnya. kesadaran. No. Kontak dan Membangun Kesepakatan Tahap pertama dan menentukan dalam upaya pembangunan masyarakat adalah kontak dan kontrak. Kebutuhan dan Sumber Pemahaman terhadap kebutuhan. akan saling terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci mengenai situasi dan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran perubahan. Pemahaman yang baik mengenai peranan-peranan tersebut akan menempatkan CD Worker sebagai pelaku perubahan masyarakat yang proporsional dan profesional. Membangun kepercayaan. masalah dan sumber-sumber merupakan inti dari asesmen. Informasi dimaksud meliputi : kondisi geografis. 2) Pemberdaya. Pengenalan diri dilakukan agar pihak-pihak tersebut mengenal dengan baik identitas dan maksud CD Worker melakukan kegiatan di wilayahnya. peranan-peranan yang mesti dilakukan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dengan baik. demografis dan sosiografis secara lengkap dan mutakhir. Peranan yang dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat bukan sebagai kemauan pribadi CD Worker. yaitu meningkatkan pengertian. b. Tahap Pembangunan Masyarakat Saling tukar informasi. mengembangkan. Pada tahap ini pekerja sosial bersama-sama dengan masyarakat. Kontak dan kontrak dilakukan dengan masyarakat. Kemudian informasi dari CD Worker menyangkut skema pemberdayaan masyarakat dan dampak program bagi kesejahteraan masyarakat. yaitu menghimpun. Sedangkan kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih. tahun 2007 19 .c. Informan. memanfaatkan serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya pembangunan masyarakat. Setelah saling mengenai identitas dan saling tukar informasi. yang dalam hal ini antara pekerja sosial dengan masyarakat. Kontak dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan : 1) Pengenalan diri. Saling percaya ini merupakan modal dasar untuk melangkah kepada tahapan kegiatan berikutnya yang dalam prosesnya melibatkan warga masyarakat. Setelah antara CD Worker dengan warga. Pengenalan diri dilakukan oleh pemberdaya (CD worker) kepada masyarakat. tokoh dan aparat pemerintah setempat saling mengenal. Identifikasi Masalah. dan tokoh Informasi. Sebagaimana prinsip etis maupun prinsip praktis. 5. partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam pembangunan.

membuka kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu. dan SDS) yang memungkinkan digali dan dikembangkan bagi pembangunan masyarakat. tahun 2007 . advokasi sosial. e. Interaksi dialogis. V. Perencanaan kegiatan pembangunan masyarakat di dalamnya memuat jenis kegiatan. yaitu pembebasan lahan dan ganti rugi. No. ekonomi. Dalam pelaksanaan ini. yaitu sosial. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya adalah mengimplementasikan rencana di lapangan. Melalui pendekatan terintegrasi. Kemudian bersama-sama dengan pihak-pihak tersebut untuk mengidentifikasi sumber-sumber (SDM. oleh. Perencanaan Perencanaan merupakan proses menentukan tujuan melalui sejumlah kegiatan tertentu. CD Worker akan bekerja dengan segenap sistem perubahan yang ada di masyarakat.masyarakat (adat) mengidentifikasi permasalahan yang sedang dirasakan pada saat ini. 02. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. lingkungan dan personal/ spiritual. lokasi kegiatan. pemerintah tetap diperlukan terutama berkaitan dengan kebijakan yang mem-berikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan. dilaksanakan berdasarkan prinsip dari. Contoh situasi terkait dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak mengikuti proses ideal. politik. mekanisme kerja dan dana. 12. d. 2) Mengetahui dampak pemberdayaan dalam kehidupan masyarakat Memperoleh masukan untuk merancangkembangkan model pembangunan masyarakat lebih lanjut. Intervensi pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan dan keberdayaan masyarakat perlu mempertimbangkan integrasi dari berbagai dimensi. dan untuk masyarakat sendiri. SDM. SDA. land reform dan hal-hal yang terkait dengan pelayanan publik. tukar pengalaman. Dengan demikian proses pemberdayaan masyarakat sangat bergantung dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. PENUTUP Pembangunan masyarakat sebagai upaya membangun keberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. pada kasuskasus tertentu memungkinkan tahapan tersebut tidak dilakukan secara berurutan. c. Sehubungan dengan itu. 20 Informasi. budaya. Vol. Evaluasi Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh CD Worker bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan. 3) Dalam prakteknya. maka akan tercapai taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Ada tiga tujuan evaluasi adalah : 1) Memperoleh gambaran obyektif dari pencapaian tujuan dan hasilhasil kegiatan pembangunan masyarakat.

Social Work Practice : Model and Methode. Suradi et. Bandung : Refika Aditama. Jakarta : LP3ES. Sosiologi Pembangunan. Majalah INFORMASI. Ketua Dewan Redaksi INFORMASI. Jakarta : CIDES Kian Wie. Kanisius Press : Yogyakarta. Jakarta : Gramedia.: Suradi. Etika dan Filsafat Pekerjaan Sosial. Suharto. Jakarta : CV Rajawali. S. All. London : Mac. USA. Mentalitet dan Pembangunan. Kebudayaan. Menuju Masyarakat Partisipatif. 1996. Membangun Masyarakat. Understanding Generalist Practice. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. No. 1989. Informasi. tahun 2007 21 . Sosiologi Keluarga. Loekman. Susanto. Soetarso. Australia : Cath Godfrey Publisher. Soerjono. Sosiologi Keluarga. 1973. 1995. Badan Litbang Kesejahteraan Sosial. Jusman. Drs. Ihromi. Ginanjar. Soekanto. Pincus.United State :Cole Publishing Company. 02. Ethic and Value in Sosial Work. Illinois : Peacock Publisher Inc. M. 1993. (editor). 1992.DAFTAR PUSTAKA Bank. Karen K dan Grafton H. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. California. Milland Press Ltd. Koentjaraningrat. Jakarta : Bina Aksara. Jakarta : Puslitbang Kesos. Santoso. Anggota P2JP instansi pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. 2005. Vol. Allen and Anne Minahan. Kartasasmita. Memberdayakan Masyarakat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. 1992.. 2000. 2003.Thee. Nelson-Hall Publishers : Chicago. Sarah. 1990. 1999. Jr. Anthony. Compton. Jakarta : Puslitbang Kesos. Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Adat Terpencil. Hull. Praktek Pekerjaan Sosial dalam Pembangunan Masyarakat. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. 2002.Si. Jim. Gidden. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dengan Pemerataan. Peneliti Kebijakan Sosial. Jakarta : CV Rajawali. Suradi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Soetrisno. “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. “Strategi Pembangunan Masyarakat : Tinjauan Ke Arah Program Sosial Partisipatif”. The Third Way (Jalan Ketiga : Pembaruan Demokraasi Sosial) (Ketut Arya Mahardika : penterjemah). Kirdt – Ashman.1986. 1994. Edi. Iskandar. Fourth Edition. 2004. 12. Astrid S. 1995. Magister Sosiologi Kekhususan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia. Beulah R and Burt Galaway. Jurnal 40 Tahun 1994. Community Development : Community Based Activities in an Age of Globalization . Sosial Work Processes. Ife. 1999. dan anggota Tim Teknis pada Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. 1984. Budhi.

membangun seluruh potensinya menjadi sumber daya insani dan berbagai kemampuannya untuk sekaligus mendukung usaha pembangunan bangsa. Keywords : family. PENDAHULUAN Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. No. terjadi di dalam institusi yang bernama keluarga ini. tahun 2007 . economy. Besides requiring internal abilities is each family member. social resilience I. As place gather personals coexisting in family relationship. Pada satu sisi. meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pada kondisi seperti ini keluarga berada pada posisi yang serasi. keluarga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian agar mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pengayom seluruh anggota keluarga. Berbagai kalangan mengemukakan bahwa keluarga menjadi basis terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. cultural. do the family pertained harmonious or on the contrary.MEMBANGUN KELUARGA BERKETAHANAN SOSIAL DALAM ERA MODERNISASI Irmayani S Abstract. Itulah sebabnya setiap keluarga diharapkan mampu mendidik anakanaknya membangun budi pekerti yang luhur agar bisa selalu dan tetap menempatkan diri dalam masyarakat secara serasi. keluarga merupakan agen terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara individu dengan lingkungan. As smallest social unit. keadilan sosial dan nilai-nilai moral. seimbang. Vol. Dengan kata lain. covering prosperity of social and harmonious of life bounce him. Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. family share big in following to determine the condition of broader society. Pada sisi lain. selaras dan harmonis serta dinamis. 12. Pembangunan keluarga di masa mendatang dengan sendirinya mempunyai peran ganda. keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dan selalu siap melakukan penyesuaian terhadap lingkungan baru sekitarnya. change of social. kemanusiaan. kebangsaan. 22 Informasi. Pada konteks ini pelembagaan nilai-nilai luhur. Persemaian nilai-nilai agama. 02. do not less important is how the family can stay from all changes that happened around them. quality and pattern between person in the family very determining. dan selanjutnya diharapkan dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. or politic. seimbang dan harmonis. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh kembang.

diantaranya adalah: a. Kecenderungan lain yang sifatnya tertutup adalah bergesernya pola pembentukan keluarga yang tadinya dibentuk oleh ikatan perkawinan. orang tua bisa mengalami stress yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan antar anggota keluarga. Oleh sebab itu. Pengaruh lainnya. 12. Perubahan makna keluarga. Krisis tersebut salah satunya disebabkan oleh paradigma pembangunan selama masa Orde Baru yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tidak secara serentak berdampak pada pemerataan kesejahteraan masya-rakat. Perubahan sosial budaya masyarakat Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dalam keluarga akan mempengaruhi ketahanan keluarga. Keluarga dapat dijadikan sebagai jalan masuk dalam menghadapi setiap perubahan sosial yang terjadi melalui pengembangan dan pembinaan fungsi keluarga. Hal ini sejalan dengan mobilisasi sosial yang demikian tinggi. pengendalian. perlindungan. Hal ini sesuai dengan misi UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang “Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera”. dari nilai lama dianggap sebagai lembaga yang sakral. No. b. afeksi. salah satu yang perlu dikembangkan adalah kebijakan pengem-bangan dan pembinaan berdasarkan fungsi-fungsi tersebut.Krisis sosial ekonomi bisa menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat dan keluarga. dan mening-katnya jumlah anak yang kekurangan gizi. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara fisik material. Tujuannya adalah agar kesebelas fungsi keluarga (reproduksi. keagamaan. Direktorat Pemberdayaan Keluarga (2002) mengidentifikasikan bahwa terdapat isu kritis yang berpengaruh terhadap keberfungsian keluarga. Di dalam masyarakat terjadi gejala pergeseran struktur keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga inti. telah mengakibatkan disorientasi pola hubungan antar anggota keluarga yang mengarah pada munculnya konflik di antara mereka. mental spritual dan kebutuhan sosialnya. Selain akibat dari pengaruh budaya luar atau akibat dari akulturasi yang demikian cepat. Keterpisahan keluarga karena tuntutan pekerjaan. tahun 2007 23 . Informasi. pendidikan. 02. kehamilan di luar nikah dan lain-lain. Vol. serta per-masalahan lainnya. sosialisasi. pengembangan lingkungan. menurunkan kualitas intimasi antar anggota keluarga. nenek maupun antar saudara. baik antar suami istri. Kondisi masyarakat sampai saat ini masih ditandai oleh tingginya angka kemiskinan. sosial budaya. Karena situasi tersebut telah menimbulkan goncangan-goncangan yang menuntut adanya upaya dan kemampuan untuk menghadapinya. ke arah hubungan illegal termasuk di dalamnya keluarga lesbian/homoseksual. pengembangan dan partisipasi keluarga dalam kehidupan masyarakat. orang tua anak. Terjadinya perubahan struktur dan fungsi keluarga. Fenomena tersebut hampir tiap hari menjadi santapan kita melalui tayangan media cetak maupun elektronik. putus sekolah. Ketahanan sosial keluarga senantiasa terkait dengan sejauhmana fungsi keluarga secara optimal mengkondisikan konsep keluarga menjadi sebuah pranata yang dapat memberikan perlindungan. menjadi lembaga yang hanya dimaknai secara mekanistis yang terdiri dari hubungan-hubungan instrumental di antara anggota keluarga.

seperti Nimkoff (Gunarsa dan Gunarsa. rekreasi dan kontrol sosial) dapat dilaksanakan secara lebih aktif dan dikembangkan ke dalam peranan orang tua yang lebih operasional. Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat. peranan pemerintah dan tokoh masyarakat serta pranata sosial yang ada di masyarakat perlu ditingkatkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan keluarga agar keluarga memiliki ketahanan sosial. meliputi sedikitnya dua generasi dan terbentuk secara khusus melalui ikatan darah.ekonomi. Melalui keluarga. 2004) merumuskan keluarga sebagai miniatur dari organisasi sosial. 24 Informasi. TINJAUAN TENTANG KELUARGA Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah. No. 1989) mendefinisikan keluarga dengan menitikberatkan pada struktur keluarga yang menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan darah dan hubungan saudara. Belsky dkk (Tetrawanti. demikian yang dinyatakan dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik jasmani. atau ibu dan anaknya. ibu dan anak atau anak-anak. Hal ini terutama dikaitkan dengan peranannya di masyarakat yang berhubungan dengan fungsi sosialisasi dan memelihara stabilitas masyarakat. Perbedaan pendapat para ahli dan lembaga diatas adalah wajar mengingat dalam kenyataannya secara struktur dikenal keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah. biasanya meliputi ayah. 02. merupakan bagian penting dan cukup besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan masyarakat. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. umumnya terbatas hingga generasi ke empat. rohani maupun sosialnya. Keluarga sebagai kelompok primer punya peran besar dalam membentuk kepribadian anggota-anggotanya yang akan menjadi anggota masyarakat secara luas. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial diharapkan dapat menangkal dan mencegah perkembangan yang negatif. 2004) mendefinisikan keluarga sebagai ikatan yang sedikit banyak berlangsung lama antara suami dan istri. Sedangkan Summer dan Keller (Gunarsa dan Gunarsa. keluarga diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat yang merupakan wahana sosialisasi yang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. individu-individu dapat tumbuh dan berkembang. sinergis dan komprehensif agar didapat hasil yang diharapkan. atau ayah dan anaknya. Polish (Tetrawanti. Pembinaan ketahanan sosial keluarga dapat dilakukan dengan memantapkan kualitas fungsi keluarga secara lebih operasional. tahun 2007 . Sementara itu menurut Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial (2002). 12. II. 1989) mengatakan bahwa keluarga terdiri atas suami atau ayah. Pengembangan ketahanan sosial keluarga hendaknya bersifat integratif. dan keluarga luas ( extended family ) yang terdiri dari tiga generasi atau lebih. Oleh karena itu. Keluarga yang berketahanan sosial adalah cermin dari keluarga yang harmonis. istri atau ibu. Vol. serasi dan berkesejahteraan. Tidak seorangpun individu yang tidak terkait dengan keluarganya. Beberapa ahli mendefinisikan keluarga secara cukup menarik. ibu dan anak. dengan atau tanpa anak. atau suami istri dan anaknya. dan anak.

No. Biasanya mereka terdiri atas pamanbibi. bimbingan kepada putra-putrinya. dan norma-norma etnis moral seperti tindakan baik. orang tua-anak. mendorong dan membangkitkan semangat keluarganya. Tuhan Yang Maha Esa. Dari sudut biologi. Dari sudut pendidikan. Ayah yang berstatus sebagai kepala keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah utama.Kemudian Bell (Ihromi. tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada kerabat dekat. Ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga mempunyai peran sebagai pendamping suami. adopsi dan atau perkawinan. 02. keluarga adalah primer sebagai organisasi ekonomi. 3. tahun 2007 25 . misalnya hubungan antar teman akrab. memberikan pendidikan. memberikan perlindungan yang baik dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. dan antar saudara (siblings) 2. keluarga berfungsi untuk melanjutkan garis keturunan. penerus keturunan. Kerabat dekat (conventional kin) Kerabat dekat terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus. adopsi dan atau perkawinan. pengurus dan pengatur rumah tangga. Dari sudut psikologi perkembangan. Kerabat jauh (discretionary kin) Kerabat jauh terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. Fungsi keluarga juga tercermin dalam peranan masing-masing anggota keluarga (Direktorat Keluarga. 2003). dewasa dan harmonis. memberikan rasa aman. Dari sudut ekonomi. sesuai dengan istilah dalam bahasa Latin untuk arti lain dari keluarga yakni oikonomia. keluarga berfungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang. seperti suami istri. buruk yang djadikan pegangan dalam perilaku sehari-hari. Hubungan yang terjadi diantara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. Orang yang (fictive kin) dianggap kerabat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan. keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal. pendidikan dan sebagai tokoh keteladanan. keluarga berfungsi sebagai tempat untuk menanamkam aspek sosial agar bisa menjadi anggota masyarakat yang mampu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dari sudut agama. Adapun peranan yang harus dilaksanakannya adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ibu berperan sebagai pendorong dan pembangkit semangat suami agar suami dapat melaksanakan fungsi dan peranannya. pendidik dan pembimbing bagi putra-putrinya. 1999) mengatakan ada 3 jenis hubungan keluarga: 1. keluarga adalah tempat persemaian bagi benih-benih kesadaran akan adanya sesuatu yang luhur. tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuankemampuan dasar yang dimiliki sehingga b. keponakan dan sepupu. Dari sudut sosiologi. 12. Vol. Sedangkan uraian mengenai fungsi keluarga menurut Gunarsa dan Gunarsa (2004) bergantung dari sudut dan orientasi yang berbeda. yaitu : a. Informasi.

Dalam masyarakat. Fungsi Pendidikan. b. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan berbagai benturan peran dalam keluarga. c. ketentraman dan kedekatan. No. tahun 2007 . Anak berstatus sebagai pribadi yang merupakan bagian dari suatu keluarga. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan maupun sikap dan perilaku anggota-anggota keluarga guna mendukung proses penciptaan kehidupan dan peng-hidupan keluarga yang sejahtera. bentuk dan nilai dalam keluarga. mempersiapkan diri guna mengembangkan keturunan. sebagai teman bermain dan berbicara dari putra-putrinya. Fungsi Keagamaan yaitu kegiatan untuk meningkatkan hubungan anggota keluarga dengan Tuhan Yang Maha Esa. memberikan rasa aman. sementara ayah dianggap tidak pantas. antara lain disebabkan oleh adanya pergeseran struktur. 12. Anak dalam keluarga berperan dalam melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. Tidak optimalnya pelaksanaan peranan anggota keluarga. e.mendorong dan membangkitkan semangat putra-putrinya. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari situasi atau tindakan yang dapat membahayakan atau menghambat kelangsungan hidup. 26 Informasi. mengatur dan mengurus rumah tangga. d. sehingga keluarga dapat menjadi wahana persemaian nilai-nilai keagamaan guna membangun jiwa anggota keluarga yang beriman dan bertaqwa. pertumbuhan dan perkembangan secara wajar. wadah sosialisasi anak sebagai sarana kontrol sosial. yang mencakup kegiatan melanjutkan keturunan secara terencana sehingga menunjang terciptanya kesinambungan dan kesejahteraan sosial keluarga. Pendidikan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun membuka kesempatan yang luas untuk tidak hanya bekerja di rumah. Keluarga dalam lingkungan sosial masyarakat memiliki status sebagai bagian dari kesatuan masyarakat dan sebagai penghubung pribadi dengan struktur yang lebih luas (masyarakat). penerima nilai dan norma. mempunyai peran sebagai generasi penerus. c. d. Keluarga mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. Fungsi Perlindungan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Keluarga Departemen Sosial. Pergerseran peranan nampaknya masih belum diimbangi dengan pembagian tugas rumah tangga yang seimbang antara ayah dan ibu. Ibu walaupun bekerja di luar rumah tetap berkewajiban melaksanakan tugas rumah tangga. Fungsi Afeksi. meliputi kegiatan untuk menumbuhkembangkan hubungan sosial dan kejiwaan yang diwarisi kasih sayang. mendidik dan membimbing putra-putrinya menuju kedewasaan. fungsi-fungsi keluarga secara umum sebagai berikut : a. Vol. memberikan peneladanan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. mengamati tingkah laku putra-putrinya. Kesan “stereotype” dalam masyarakat nampaknya masih men-dominasi pelembagaan peranan dalam keluarga. tetapi juga bekerja di luar rumah. serta sebagai penerima pendidikan dan bimbingan. pemelihara fisik anggotanya dalam pembentukan kelestarian masyarakat. menambah pengetahuan dan keterampilan. keluarga berperan sebagai pelestari suatu masyarakat. melaksanakan bimbingan dan pendidikan dari orang tua. 02. Fungsi Reproduksi.

baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dalam rangka menciptakan keserasian antara kehidupan alam dan manusia. sosial. keluarga juga mempunyai sejumlah aturan berupa normanorma keluarga yang mencerminkan harapan tentang hubungan antara anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Fungsi Ekonomi yaitu kegiatan mencari nafkah. maka keluarga beserta anggota keluarga akan terbebas dari potensi gangguan pertumbuhan fisik. k. 12. sebagai satuan sosial terkecil keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan fisik. Dalam keluarga dan sistem kekerabatan dibutuhkan juga proses internalisasi nilai-nilai sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi dan peran keluarga/ kekerabatan dan masing-masing anggotanya. Sebagai satuan sosial. Fungsi Pengembangan Lingkungan yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan anggota keluarga guna melestarikan. merencanakan. perilaku dan nlai-nilai di dalam masyarakat. Sebagai unit sosial paling kecil. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari perilaku menyimpang. yaitu kegiatan mengisi waktu senggang. aman dan tentram. j. No. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial/ kebersamaan bagi anggota keluarga guna menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. berbicara dan mengikuti adat istiadat/ kebiasaan. meningkatkan pemeliharaan dan mendistribusikan penghasilan keluarga guna meningkatkan dan melangsungkan kesejahteraan keluarga. keluarga berperan besar dalam ikut menentukan kondisi masyarakat yang lebih luas. Dengan memahami peranan dan fungsi keluarga. h. memberdayakan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. serta membantu mengatasinya guna menciptakan suasana kehidupan keluarga dan masyarakat yang tertib. intelektual. anak dapat mempelajari bagaimana berpikir. Fungsi Kontrol Sosial. Melalui sosialisasi yang dilakukan keluarga. Dengan asumsi apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokok diatas. meliputi kesejahteraan sosial dan keharmonisan kehidupan mentalnya. Informasi. termasuk kebutuhan anak. i.f. Fungsi Rekreasi. Menurut Goldstein dkk (1973). Fungsi Sosialisasi. Proses tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melembaganya aktivitas keluarga/kekerabatan yang g. maka dapat dipahami betapa pentingnya keluarga sebagai unit sosial paling kecil dalam masyarakat atau sebagai tempat bermukimnya pribadi-pribadi menentukan keadaan keluarga. Dalam hal ini orangtua dianggap sebagai orang yang telah memahami kehidupan sementara anak yang masih dalam tahap belajar tentang kehidupan akan menjadikan orangtuanya sebagai model dalam berperilaku (modelling). psikologis dan sosial anak. 02. Vol. tahun 2007 27 . Fungsi Sosial Budaya yaitu kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya guna memperkaya khasanah budaya maupun integrasi sosial bangsa dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial keluarga. secara positif guna terciptanya suasana santai diantara keluarga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendayagunaan energi fisik dan psikis. emosional atau moralnya.

seperti komitmen. harus mendalam dan jujur serta cerdas. tanggung jawab. Selalu mengingatkan anak-anak tentang cinta dan memberitahu mereka tentang komitmen serta loyalitas untuk III. Komitmen. Mereka adalah prioritas tertinggi. Melalui jaringan sosial ini. kita harus pulang ke rumah. Komitmen pada pasangan yang menikah yaitu komitmen mendalam pada pernikahan atau orangtua terhadap anak-anaknya. harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling lengkap. bahwa begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuhnya. pola pengasuhan 28 Informasi. serta mudah diterapkan.terpola. Memberi prioritas bagi anak-anak dan keluarga dengan jelas dan konsisten di atas segala prioritas lainnya. pujian. 1999) melihat bahwa pemilahan jender menurut fungsi diperlukan karena adanya kepentingan internal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan sesama anggota keluarga. Dan anak-anak juga mengetahui bahwa merekalah prioritas utama dan sangat ternilai dibanding apapun. mengutamakan anak-anak. pembagian tugas di rumah dengan waktu dan frekuensi tertentu. Untuk mewujudkannya. masing-masing anggota keluarga memiliki jenjang-jenjang peluang dalam meniti suatu posisi tertentu. Tapi. Ada sembilan dan semuanya berkaitan dengan beberapa hal yang paling fundamental. Terlembaganya aktivitas keluarga/ kekerabatan dapat berupa kegiatan Halal Bihalal secara rutin. Kualitas dan pola ini disebut sebagai “Hukum Alam Pengasuhan”. 12. bahkan berhasil meraih kekuasaan tertinggi dalam struktur jaringan sosial yang dimilikinya. No. Kesembilan prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. Posisi dan peranan masing-masing anggota keluarga sesuai dengan jendernya seringkali ditemui adanya jaringan sosialnya sendiri sesuai kepentingannya. contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah. Kepercayaan. Eyre kemudian menganalogikan sembilan prinsip dan cerita yang mengilustrasikan prinsip-prinsip tersebut berasal dari alam. Maka dari itu. disiplin dan komunikasi. Ia berbicara tentang sifat mengasuh. keamanan. Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. 02. Vol. tahun 2007 . Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan otak. keamanan dan keyakinan yang diinginkan dirasakan oleh anak-anak berasal dari komitmen orangtua yang jelas dan terbuka. dan mengikuti les. Ini tentang memberi pelukan dalam jadwal. Hartman dan Dwyer (dalam Ihromi. bahkan terjadi pula antara suami dan istri. dinamakan hukum-hukum alam agar mudah diingat dan bersifat naluriah. dengan cara mengelola seperti itu. kehangatan untuk meringankan sesuatu. membiarkan anak-anak tahu apa yang orang tua katakan dan lakukan. Seperti angsa. Sebagai contoh. cukupkah mengasuh anak? Pengasuhan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan perasaan dan juga otak. seorang istri menurut jender dapat berperan sebagai kepala rumah tangga juga mempunyai jaringan sosialnya sendiri. pujian untuk yang tertekan. yang diilustrasikan sebagai hukum angsa. kualitas orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menciptakan suasana pengasuhan dan perawatan anak-anak yang mereka cintai. HUKUM-HUKUM ALAM YANG DAPAT MEMPERKAYA KEHIDUPAN KELUARGA Eyre (2006) menyatakan. yaitu tentang bagaimana membantu anak-anak melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan.

Hukum kura-kura adalah ingatlah selalu tujuan anak-anak dalam jangka panjang yang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fungsional 3. yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan. Komunikasi keluarga yang nyata dan berkomitmen. kita harus belajar meninggalkan cangkang keras kita yang berisi kritik dan menumbuhkan gaya memuji yang baru. seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap prilaku positif dibandingkan pada tindakan negatif. Kita seharusnya mempunyai ritual teratur dan bisa diandalkan serta tradisi tepat waktu agar keluarga khususnya anak-anak bisa menemukan keamanan dan identitas. Hukum kura-kura adalah konsistensi yang mantap tetapi tenang yang bisa membungkus anakanak dalam selimut kedamaian yang hangat. Perasaan diperhatikan. Komunikasi. 02. Seperti ikan paus. Komunikasi harus ditujukan untuk individual. kita seharusnya mendengarkan satu sama lain dan bukannya mengganggu. memerhatikan dan berbagi. Apakah hukum ikan paus itu? Inilah pelajaran komunikasi yang jujur. Ada beberapa hal tertentu yang mendasar dan konsisten yang bisa selalu diperhitungkan di dalam rumah. memuji daripada mengkritik. Kita harus mencari cara untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dengan selalu memuji dan bukannya menyepelekan melalui kritik terus-menerus. yang diilustrasikan sebagai hukum kepiting. Hukum kepiting mengajarkan hal yang berlawanan dengan apa yang dilakukan kepiting. menghindari banyak masalah dan memegang kunci untuk memecahkan dan mengurai masalah yang ada. setiap anak sangat unik. Salah satu prinsip yang hampir semua orangtua ketahui (tapi jarang dilakukan) adalah karena anak-anak membutuhkan perhatian. pola perintah dan jadwal yang berulang dan sejumlah cinta tak bersyarat yang tiada batasnya. kita harus belajar bahwa mendorong ke atas adalah jawabannya. Pesan kepiting adalah sebagaian besar masalah interpersonal dengan anak bisa diperbaiki dengan pujian yang tulus. kita harus mendukung dan bukannya bersaing satu sama lain. Memuji. 12. tahun 2007 29 . Komunikasi positif dalam keluarga mirip dengan pintu gerbang terbuka. Tidak masalah bagaimana kehidupan begitu berantakan dan dingin di luar rumah. No. kita seharusnya tidak pernah terlalu buruburu untuk mendengarkan. komunikasi yang disiplin sedangkan anak yang lain membutuhkan pendekatan yang lebih lunak. 2. bukan menekan ke bawah. akan muncul tekanan yang menyebabkan individu terisolasi. Kesimpulannya mendengarkan merupakan kunci komunikasi. Kita perlu menjadikan komuniksi tidak menggurui tapi berupa nyanyiannyanyian kejujuran dan saling menghargai. Seperti kura-kura. kesenangan dibagikan dan masalah dihadapi. Informasi. terbuka dan konstan. beberapa ritual keluarga yang bisa diandalkan. seorang anak mungkin memerlukan ketegasan. Vol.mereka. Ketika pintu gerbang ditutup. dan kita harus memuji usaha yang dilakukan dan memberi imbalan terhadap upaya yang jujur. Konsistensi. yang diilustrasikan sebagai hukum ikan paus. Tidak seperti kepiting. harus lebih menyukai suasana rumah dan menikmatinya dibanding tempat lain di manapun. yang diilustrasikan sebagai hukum kura-kura. yaitu dukungan dan perilaku positif – mengangkat ke atas daripada menekan ke bawah. 4.

mengetahui akar kita. kedekatan emosional yang konsisten. tahun 2007 . sangat tertarik. Seperti kayu merah. menghargai dan saling menjalin kebersamaan. ungkapan cinta yang terbuka. Anak-anak sangat memerlukan disiplin. Vol. yang diilustrasikan sebagai hukum katak. yang diilustrasikan sebagai hukum kayu merah. yang diilustrasikan sebagai hukum beruang. Disiplin. mencapai tujuan yang mulia. pembelajaran moral dan identitas keberhasilan. kita harus mencoba lebih keras untuk mengenali. kecemasan mereka dan kepedulian mereka. Harus menjadi berdarah hangat. kelembutan dan bantuan tanpa ada tekanan. Kurang kesadaran menjadikan masalah berubah lebih besar untuk ditangani dan membiarkan semua jenis peluang tidak diketahui. menghargai kekuatan dan keterkaitannya. Keluarga yang tumbuh dan berkembang bersama. dan mengajar anak-anak dengan teladan dan berharap mereka menerima tanggung jawab keluarga juga. harus memahami bahwa semua air (situasi. 12. memahami bahwa kita bisa mendapatkan keamanan dan mengidentifikasi asal-usulnya. anak-anak perlu menjalankan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak mengakibatkan hilangnya peluang mereka menikmati masa anak-anak dan mungkin pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan komunikasi yang akan membuat anak-anak tidak bisa menyelesaikan masalah yang akan mungkin mereka hadapi. Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab. Kesadaran.dan bahagia serta ikatan keluarga yang semakin kuat seiring dengan waktu. Cinta kita seharusnya memindahkan penghalang di jalan yang anak-anak kita lalui. cinta kita harus memberikan persetujuan dan menyelimuti mereka dengan kepercayaan. memerhatikan dan sensitif terhadap anak-anak. No. kita harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain. Memprioritaskan peran pengasuhan dibanding peranan lainnya. anak) tidaklah sama bahwa masingmasing berbeda dan kita harus memahami perbedaan itu. Seperti belalai gajah. mulai dari pekerjaan kecil ketika kanak-kanak sampai mendapatkan uang sakunya sendiri ketika remaja. Hukum katak adalah hukum kesadaran. saling menguatkan secara fisik. Namun. Kita 6. jauh dari dasar materialisme. harapan yang jelas dan tanggung jawab keluarga. 30 Informasi. Hukum belalai gajah adalah keseimbangan yang baik antara “cinta yang keras” dan “cinta yang lunak”. Hukum kayu merah adalah saling mendukung dalam keluarga. yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan anak. tetapi juga harus mengingatkan mereka secara keras dan jelas tentang adanya bahaya. 5. Hukum ini mengenai mengadopsi aspek terbaik dari dua akhir spektrum. merasakan serta menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan dalam hidup anak-anak serta di dalam benak mereka. 8. Rasa aman. bertahan terhadap banyak cobaan dan terbebas dari akar yang amoral. Tidak seperti katak. Tidak seperti pendaki yang lemah. 02. Tanggung jawab. tetap dalam harmoni yang paralel satu sama lain. anak-anak juga memerlukan toleransi. Kesadaran bisa menjadi aset terbesar orangtua. jadwal. tetapi membiarkan mereka menempuh jalan tersebut di bawah kekuatan mereka sendiri. yang diilustrasikan sebagai hukum belalai gajah. 7.

b. keluarga yang tinggal di lingkungan tidak menguntungkan. fungsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarganya. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas bertindak”. tidak ada batas artifisial bagi kebahagiaan atau potensi mereka. Karena itu tanggung jawab keluarga meliputi tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. yang diilustrasikan sebagai hukum kutu. anak-anak seharusnya tidak menerima pembatasan. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas dari”. Kebebasan didefinisikan sebagai kesadaran dan keleluasaan berpikir. Tidak seperti kutu. Kebebasan didefinisikan sebagai pemberdayaan dan peluang. juga sebagai keamanan dan proteksi. yaitu melindungi anak-anak kita dan melihat mereka meraih potensi mereka. termasuk daerah rawan bencana. keluarga yang menjadi korban PHK. KETAHANAN SOSIAL KELUARGA Achir (1994) menyatakan. pendidikan. Bebas untuk mengembangkan pikiran dan bakat mereka serta untuk menggapai potensi mereka. apa yang mampu ia lakukan dan kemana ia mengarah. diharapkan permasalahan sosial baru dapat dicegah. penuh dan individual dalam diri anak-anak. Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. Vol. Bebas dari kekerasan atau kecelakaan. Sebaliknya melalui kondisi ketahanan yang kokoh dalam keluarga. apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka butuhkan. Kebebasan. dari keteledoran dan kesalahan. Maka. keluarga miskin. ekonomi. kebebasan. keluarga tidak harmonis. 9. keluarga bermasalah sosial psikologis. satu kata ini. kita perlu memberikan anakanak kesadaran atas pilihan dan peluang serta luasnya perspektif impian yang baik. 12. Dengan optimalnya fungsi keluarga maka dipastikan ketahanan keluarga dapat terjalin secara kokoh. Bebas bermimpi. tahun 2007 31 . Bebas dari praduga dan kemampuan sedang-sedang saja. menetapkan dan meraih tujuan. Beberapa permasalahan keluarga yang terjadi dalam masyarakat diantaranya. konflik sosial dan keluarga yang mengalami masalah sosial. diharapkan dapat dijadikan sarana penciptaan mekanisme pemecahan masalah sosial dalam masyarakat. dimana mereka dengan kehidupan mereka. keluarga rawan masalah sosial ekonomi (kerentanan). kita tidak menginginkan anak-anak mematuhi dan mengikuti pola yang sama. Bebas dari hal yang merusak. Kita sebagai orangtua tidak ada yang tahu potensi unik.harus mengajukan pertanyaan tentang kemana kita bersama anak-anak. Pertimbangkan dua perspektif ini yang berkaitan dengan kebebasan: a. bahwa suatu keluarga dikatakan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi bila keluarga itu dapat berperan optimal dalam mewujudkan seluruh potensi anggota-anggotanya. mungkin melampaui dua keinginan dan insting pengasuhan kita yang paling mendasar. sosial budaya dan lain-lain. sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirnya. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh dalam masyarakat. No. 02. Permasalahan tersebut baik langsung maupun tidak langsung banyak disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan peranan. Informasi. IV.

Ini berarti juga bahwa hubungan emosional di antara suami istri menjadi lebih sentral dalam kehidupan keluarga yang memang menyebabkan hubungan mereka menjadi akrab. penghasilan dan ketrampilan. lingkungan adat. tempat tinggal juga secara tersendiri. kelompok. Vol.Goode (2000) menyatakan bahwa dalam era perubahan global seperti sekarang ini struktur keluarga dalam masyarakat juga mengalami perubahan menjadi bentuk konjugal. ekonomi. satuan kecil ini menjadi semakin berdikari. perumahan. dan 3) Relasi sosial dan jaringan. bermasyarakat dan bernegara. 2) Peluang usaha dan pendapatan. Sedangkan secara psikologis. baik dari pihak suami maupun istri. budaya dan politik yang terjadi. maupun pola hubungan sosial yang terjalin untuk mengimbangi proses perubahan yang sedang terjadi. keluarga konjugal itu berdiri sendiri. Keluarga juga mau berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di komunitasnya. Menurut Hambali (2005) konsep ketahanan sosial keluarga dapat diadopsi dari konsep dasar tersebut. pendidikan dan kesehatan. Kondisi ketahanan keluarga yang ingin dicapai adalah kondisi kesejahteraan dan keamanan. tidak bersatu dengan kerabat luas. atau kalaupun ada mereka terlindung di komunitasnya dan tetap bisa memperoleh dan menjangkau pelayanan sosial dasar. Akan tetapi kemungkinan keluarga pecah atau retak juga lebih besar karena yang mengikatnya hanya suami istri itu saja. baik dalam hal mencegah ataupun membantu mengatasi konflik tersebut. No. 02. Yaitu keluarga menjadi semakin mandiri melakukan peranannya lebih terlepas dari hubungan kerabat-kerabat luas. organisasi lokal maupun pihak lain. ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Secara ekonomi. Kemudian berpartisipasi 32 Informasi. termasuk merespon terhadap konflik sosial yang terjadi di sekitarnya. 12. Ketahanan sosial keluarga juga berarti kemampuan individu-individu sebagai anggota keluarga dalam mengembangkan hubungan sosial sehingga dapat mempertahankan konsistensinya dalam kehidupan keluarga. memiliki hubungan sosial dan jaringan dengan keluarga. Berdasarkan indikator ketahanan sosial masyarakat. Ketiga kriteria tersebut memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pekerjaan. Dalam proses industrialisasi yang sedang terjadi di masyarakat. baik dalam arti sempit seperti peluang memperoleh pekerjaan atau posisi tertentu. Ketahanan sosial keluarga dengan demikian dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga untuk bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992. Kriteria lain yang dapat dijadikan dasar bahwa suatu keluarga dapat berfungsi sosial dalam kehidupan apabila memiliki aspekaspek yang terdiri dari: 1) Pemenuhan kebutuhan dasar. tahun 2007 . mau tidak mau akan berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. lingkungan kerabat. sedangkan dalam keluarga tradisional masih ada anggota keluarga luas yang mengikat keluarga kecil. Mobilitas sosial dan ekonomi di masyarakat industrial jelas akan menjadikan peranan masing-masing individu dalam keluarga hendaknya memainkan posisinya yang lebih baik di dalam setiap berinteraksi dengan masyarakatnya. ketahanan sosial keluarga dapat diamati dalam hal tidak ada keluarga yang masuk kelompok rentan.

menolong atau peduli jika ada anggota komunitasnya mengalami keterlantaran. Daya tahan berarti kemampuan keluarga untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang mungkin dapat mengganggu keserasian dan keharmonisan keluarga. ketangguhan. Kemampuan memprediksi dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat ke depan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial adalah yang mampu berintegrasi dengan baik serta berfungsi optimal. sumber sosial secara arif berdasarkan kebiasaan yang ada. 2. Tindakan antisipasi adalah upaya satu-satunya yang dapat dilakukan. Informasi. atau dengan kata lain memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Resiko pasti terjadi sebagai akibat mengadopsi atau menolak perubahan. ketika keluarga tidak mampu membendung pengaruh perubahan di lingkungan keluarga.dalam memelihara sumber daya alam. 02. Kemampuan keluarga untuk mengatasi resiko yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan itu. kaidah-kaidah yang memberikan perlindungan bagi anggotanya untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terjadi. Vol. Berdasarkan pandangan yang muncul. Beberapa kajian yang dikembangkan Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat lebih memfokuskan pada peranan pranata sosial dalam ketahanan sosial masyarakat. Menurut Goode (2000) upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga dengan pendekatan struktural fungsional. Hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas. Kemampuan keluarga untuk memprediksi perubahan. 12. Kemampuan ini dapat digunakan oleh keluarga untuk menyikapi sedini mungkin tentang apa yang bakal terjadi dan bagaimana mengatasinya. Kemampuan keluarga untuk melakukan antisipasi terhadap perubahan yang dinilai akan merusak kemapanannya. sehingga mampu menumbuhkembangkan aspek-aspek: kekuatan ego. 2005). 3. No. norma. maksudnya sistem ketetanggaan. Antisipasi ini dilakukan melalui penguatan peran masing-masing atas dasar kesadaran dan tanggung jawab untuk membentuk keluarga harmonis dan serasi. 4. Upaya mengatasi resiko haruslah berawal dari kehendak dan motivasi anggota untuk melakukan perubahan tanpa meng-ganggu fungsifungsi sosial dan peranan sosial yang seharusnya ditampilkan. Perspektif daya tahan dimaknai dari nilai. Setiap keluarga haruslah melakukan kalkulasi terhadap resiko ini dan kemudian menyusun tindakan apa saja yang memungkinkan resiko yang dihadapi tidak mengganggu keseimbangan dan keselarasan di lingkungan keluarga. sehingga memiliki kualitaskualitas pribadi yang membuatnya berketahanan (resilient) dalam menjalani kehidupannya. maka ketahanan sosial keluarga dapat diformulasikan sebagai berikut : 1. yang perlu dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana agar terjadi keserasian dalam hal : 1. kemampuan bertahan dan plastisitas para anggotanya (Nainggolan. Kemampuan daya tahan terhadap arus perubahan. Namun ditemukan beberapa pandangan tentang ketahanan sosial yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami ketahanan sosial keluarga. Keluarga mempunyai fungsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anggotanya. tahun 2007 33 .

politik/pemerintahan. Vol. Pada gilirannya akan menghasilkan keluarga dan masyarakat yang hidup berkesejahteraan.institusi ekonomi. keluarga yang memiliki ketahanan sosial tinggi akan melahirkan masyarakat yang berketahanan sosial tinggi pula. PENUTUP 3. artinya keberadaan institusi tersebut akan mendukung terciptanya ketahanan sosial keluarga. Harry. dapat dikatakan bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat. ulet. institusi hukum. atau antara keluarga dengan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut yang pada gilirannya menghasilkan keluarga yang tangguh dalam menghadapi goncangan. DAFTAR PUSTAKA Adimihardja. agama dan lain-lain. serta mau memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam dan sumber sosial yang ada di masyarakat. yang terdiri dari berbagai bagian atau sub sistem yang saling berhubungan. 2001. Dalam kerangka pikir fungsionalstruktural. atau mampu melaksanakan fungsinya. Sebuah keluarga yang berketahanan sosial. maupun berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat untuk mencegah dan mengatasi konflik yang terjadi. Bandung. tahun 2007 . tahan goncangan yang pada akhirnya menghasilkan keluarga yang berketahanan tinggi. kerukunan. Hubungan antara keluarga dengan subsistemnya bisa berarti hubungan antara anggota keluarga. Hubungan antara keluarga dengan kepribadian anggotanya berkaitan dengan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama individu dalam kelompok primernya sehingga menghasilkan individu-individu dengan pribadi yang tangguh. bebas dari situasi rentan. dalam menghadapi berbagai masalah diperlukan kemampuan tertentu pada anggota keluarga baik internal maupun eksternal serta banyak hal yang mempengaruhinya. adalah keluarga yang mampu bertahan ditingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. V. ekonomi dan politik yang terjadi. 12. membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Sistem dalam pendekatan ini berada pada lapisan individual (perkembangan kepribadian). Bila tercipta keharmonisan maka dihasilkan kondisi ketahanan sosial keluarga yang tinggi. 34 Informasi. Participatory Research Appraisal (PRA) dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat . 2. Dari pendekatan tersebut. hubungan-hubungan internal di antara sub sistem-sub sistem yang ada dalam keluarga dan atau hubungan di antara keluarga serta kepribadian dari para anggota keluarga sebagai pribadi. Dalam kaitan menciptakan ketahanan sosial keluarga yang sejalan dengan pembangunan sosial. 02. masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis. luas. lapisan institusional (keluarga) dan pada lapisan masyarakat. keuletan dan lain-lain merupakan hal yang dianjurkan untuk dimiliki tiap keluarga. Suatu analisis fungsional terhadap keluarga menekankan pada hubungan antara keluarga dan masyarakat Untuk membentuk suatu keluarga yang berketahanan sosial. Kusnaka dan Hikmat. Humaniora Utama Press. Jadi. No. maka internalisasi nilai tentang kejujuran.

Gunarsa. 2006. CV Citra Media. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Departemen Sosial RI.Y. 2005. Departemen Sosial RI.Andayani. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat. Tinjauan Konseptual Ketahanan Sosial Keluarga. Departemen Sosial RI. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Psikologi Praktis: Anak. 2003. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Jakarta. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Jakarta. Singgih D dan Gunarsa. Jakarta. tinjauan berbagai pendekatan konseptual dan operasional. Surabaya. Jamilla. Petunjuk menjadi Keluarga Bahagia.Singgih D. 1999. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Bumi Aksara. Ainul Izza. Linda & Richard. BPK Gunung Mulia. Ny.Psi. Goode. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat Departemen Sosial RI. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial. tahun 2007 35 . Irmayani S. Jakarta. 2004. 02. Remaja dan Keluarga. SH. 2002. Tangkal bahaya HIV/ AIDS dengan penguatan kualitas ketahanan keluarga. 2004. WJ. Sosiologi Keluarga. Jakarta. sembilan hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga kita . M. 12. TO. PT Gramedia Pustaka Utama. Magister Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Psikologi Keluarga. Vol. Jakarta. Budi dan Koentjoro.2004. Jakarta. Media Ketahanan Sosial Masyarakat Edisi ke-4 Tahun 2004. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Jakarta. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga . No. Jakarta. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Informasi. Eyre. Ihromi. Departemen Sosial RI. 2005. Peran Ayah menuju Coparenting. 2003. Menuju Indikator Kesejahteraan Keluarga. Ketahanan Sosial Keluarga. Yayasan Obor Indonesia. Suatu Tinjauan Konseptual. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Pola Pemberdayaan Peran Keluarga.

401 orang. The main problem of the current law is the children are not well protected and it does not distinguish between a child and an adult. tahun 2002 sebanyak 3. dan sebagian besar korban penyalahgunaan NAPZA berumur 15 sampai 25 tahun (Depsos. No. dan tahun 2004 sebanyak 8. Penyalahgunaan NAPZA merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan berbagai segi kehidupan.2 persen atau kurang lebih 3. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkotika.PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Pengalaman Bekerja Bersama Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur Hari Harjanto Setiawan Abstract. Key words : child drugs trafficking (CDT). obat-obat psikotropika dan zat adiktif NAPZA menunjukan gejala peningkatan kuantitas. tahun 2000 sebanyak 3. dengan responden 92 anak yang terlibat di dalam perdagangan dan peredaran NAPZA. 2003 . tahun 2001 sebanyak 3. bahkan mengancam stabilitas negara.833 orang. defines children’s involvement in the production. 12. tahun 2003 sebanyak 7. dan lebih menyedihkan lagi adalah 20 persen dari mereka yang terlibat penyalahgunaan NAPZA adalah usia anakanak. the communities do not see the issue as significant. Indonesia’s main policy in dealing with drug problems has been try to reduce abuse and dealing in drugs through enforcement of a number of law. Tahun 1999 sebanyak 1. 2000) memperkirakan sekitar 1. the newly child protection Act No. victimization. Most children are in the situation because of adult pressure and/or wider social factors.617 orang. Data tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya. Some children become a courier because their parents sell drugs for themselves. Hal ini terjadi karena penyalahguna NAPZA termasuk hidden population.140 orang. tahun 2007 . Peer pressure and pressure from adults in the community is very important. Vol. social work service. sebanyak 45 persen mereka berusia 14-17 tahun. I. sebanyak 55 persen berusia 18-19 tahun dan 95 persen dari mereka terlibat penjualan NAPZA sejak umur kurang dari 18 tahun.478 orang.23/2003. serta berakibat negatif terhadap pelaku. Kemudian hasil Rapid Assesment yang dilakukan Irwanto dari Unika Atmajaya bekerja sama dengan ILO (2003). sale and trafficking of drugs as an act of victimization. lingkungan sosial maupun masyarakat sekitarnya. 36 Informasi. However. Data dari MABES POLRI (2004) tentang korban penyalahgunaan NAPZA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. korban. 02. kualitas maupun tingkat persebarannya.751 orang.2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia menyalahgunakan NAPZA. keluarga. At same time. UNDCP.

ada empat kelompok anak yang berhasil diidentifikasi yaitu. sebanyak 56 persen Informasi. karena satu orang trafficker rata-rata menjual kepada 20 sampai 30 orang pengguna. bujukan dan desakan bandar. Pendekatan tersebut memerlukan tindakan hati-hati dan berbasis proses. anak yang beresiko terlibat. Anak-anak yang terlibat dalam penjualan dan perdagangan NAPZA relatif sulit diidentifikasi. tahun 2007 37 . maka dengan sendirinya 20 sampai 30 orang pengguna terselesaikan dengan sendirinya. Dalam arti. karena yang sangat sensitif secara politis. apabila kita dapat mengeluarkan satu orang anak trafficker. Menurut data hasil temuan dari “ Drug Prevention Program for Street Children Community in East Jakarta.Perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak telah banyak di berbagai negara. permasalahan penyalahgunaan NAPZA tidak pernah selesai. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. PERMASALAHAN SOSIAL ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Masalah yang berkaitan dengan NAPZA pada anak bukan hanya sebatas pada pengguna saja. sosial dan hukum. tetapi juga telah mengarahkan anak-anak pada resiko-resiko yang sangat mengganggu pertumbuhan kejiwaannya. Menurut ILO IPEC. 22% dari mereka adalah anak jalanan perempuan dan 18 persen dari mereka sudah lepas dari keluarga (homeless). tidak adanya jaminan keamanan serta kesulitan menemukan jalan untuk mengatasi permasalahannya. dan perlu tindakan segera dalam menanganinya. anak pengguna narkoba. II. Disisi lain. anak penjual. karena disamping perdagangan narkoba sendiri merupakan perbuatan ilegal dan melanggar hukum. Maka dari itu. Selain itu maupun dalam proses operasionalnya tersebut yang bersifat ilegal. Hal ini berarti. Indonesia” yang dilakukan oleh ILO IPEC ( 2004). Penanganan ini penuh dengan tantangan dan pendekatan secara khusus oleh seorang pekerja sosial. 75 persen dari mereka berusia 5-18 tahun dan 25 persen berusia 19-21 tahun. dan 51 persen anak-anak ini masih sekolah. tetapi lebih jauh dari itu mereka juga terlibat dalam produksi. Berdasarkan pekerjaan. karena bisnis ini sangat menjanjikan secara ekonomi. telah menjangkau 225 anak jalanan (85% berjenis kelamin laki-laki). No. anak biasanya lebih bebas bergerak tanpa dicurigai dan penegak hukum biasanya sering bertindak lemah terhadap anak. 02. Penanganan terhadap permasalahan NAPZA ini banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM. Tetapi sampai saat ini masih dipusatkan pada pengguna ( user ) dan belum menangani pengedar ( traficker ). dan anak yang menjual sekaligus menggunakan NAPZA. 12. Penanganan ter-hadap kasus ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran di masa yang akan datang. Vol. sikap dan kepribadian tertentu dalam penanganan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. anak-anak dianggap sebagai tenaga kerja murah dan memiliki pemahaman pengetahuan yang terbatas terhadap perdagangan narkoba ilegal serta relatif “lebih aman” . Penanganan permasalahan pada trafficker dinilai sangat efektif. Pekerja sosial mempunyai peran. misalnya Pakistan dan Thailand. Anakanak yang dilibatkan dalam penjualan dan peredaran NAPZA dapat disebabkan antara lain “keterpaksaan” guna mendapatkan uang secara mudah dan banyak. Keterlibatan tersebut sangat membahayakan. penjualan dan peredaran (drugs trafficking).

Sistem ini beroperasi dengan cara upliner mencari downliner untuk menjual NAPZA. dulu saya masih pakai Putaw (Suntik) karena melihat teman-teman banyak yang mati karena overdosis. Dalam bisnis ini dikenal dengan istilah upliner (senior) dan downliner Faktor-faktor yang menyebabkan anak dilibatkan dalam perdagangan NAPZA antara lain : a. Berikut kutipan satu kasus yang dapat menggambarkan kehidupan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA. umur saya 18 tahun jalan. (junior) seperti yang digunakan dalam MLM ( multi level marketing ). “Saya biasa di panggil oleh teman-teman DS. 115 anak sebagai pemakai saja dan 100 anak yang rawan untuk terlibat dalam pemakaian produksi dan penjualan). 12. Ketagihan saya kepada barang tersebut ya bayangin aja di rumah.adalah pengamen. No. kalau mereka mengantarkan NAPZA. Ekonomi . kue dan permen. pendapatannya ya kadang banyak-kadang sedikit tergantung yang ngasih. maka untuk memenuhi kebutuhan pakai ganja dan minuman saya itulah saya terpaksa menjual. 02. Informasi. 25 anak sebagai penjual dan pemakai. Untuk mendapatkan penghasilan secara cepat dan adanya tawaran yang menggiurkan maka anak tersebut mencari jalan pintas dengan terlibat perdagangan gelap NAPZA. saat nongkrong itulah dari pada bete mendingan mabuk biar banyak teman dan ngulangin pusing sekalian saat kerja juga enak biar semangat dan berani” Anak sebagai penjual adalah mereka dijadikan kurir oleh para bandar. saya bekerja sehari-hari sebagai Timer di depan ITC Cempaka putih. tahun 2007 38 . tinggal di Pedongkelan. ketidakmampuan orang tuanya menyebabkan anak tersebut terpaksa bekerja. Upliner akan memberikan komisi dari aktifitas tersebut kepada downliner baik dalam bentuk uang maupun NAPZA. ganja. Sedangkan anak yang bekerja sebagai pemroduksi. 13 anak sebagai pemroduksi. dan lain-lain. Terkadang tanpa sepengetahuan anak. 13 anak sebagai penjual dan pemroduksi. depan rumah teman. Pengedar merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. tempat nongkrong barang-barang tersebut tersedia dan saya pun banyak tidak bekerjanya sehingga banyak nongkrong. penjual dan pemakai. padahal usia anak adalah tugasnya belajar. dan disamping itu saya juga pernah mencari sampingan dikarenakan kebutuhan keluarga saya dan juga kebutuhan pribadi saya untuk obat dan minuman. dan minuman biasa lah seperti bir. 1 anak sebagai pemroduksi saja. Seseorang akan mendapatkan keuntungan besar bila mampu menjual NAPZA dengan jumlah banyak dan posisinya dalam kelompok akan meningkat. Sehubungan dengan anak yang terlibat peredaran NAPZA sebanyak 2 anak sebagai penjual saja. Vol. Kalau pendapatanya sedikit bagaimana nih cara agar supaya banyak ya maksamaksain deh ama sopir atau kernet mobil. Pendapatan saya kurang maka akhirnya saya menjual obat-obatan berupa ganja yang ditelah diracik sendiri setelah dibeli perpaket maka dijual perlinting dan itupun dicampur dengan rokok samsu dan akan menjadi beberapa lintingan. 17 persen adalah jualan koran dan 10% adalah jualan rokoh. Saya sampai saat ini “pemakai” tapi tidak seberat yang dulu sekarang agak sadar. maka saya menghindar dan sekarang pakai yang biasa saja seperti Lesotan. adalah mereka yang dilibatkan dalam pencampuran obat maupun pengepakan/pembungkusan.

02. Lingkungan keluarga. No. Informasi. menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Dipaksa oleh orang dewasa. f. keluarga yang retak dan kurang harmonis dapat menyebabkan individu terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA sebagai mekanisme kompensasi g. jenuh dan lain-lain. c. Ciri-ciri kepribadian tertentu juga dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap NAPZA. maka untuk mendapatkan NAPZA harus menjualkan terlebih dahulu agar mendapatkan komisi berupa NAPZA yang dinginkan. disitulah terjadi suatu fase ingin mencari jati diri dan keinginan untuk diakui dalam kelompok pergaulannya. antara lain adanya sifat mudah kecewa. Awalnya anak diberikan NAPZA dalam bentuk permen atau makanan berulang kali sampai anak tersebut merasa ketagihan. untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar para pengedar lebih memilih melibatkan anak-anak dibanding harus membayar mahal pada orang dewasa. Anak adalah pekerja murah. kondisi seperti ini adanya orang dewasa yang mempergunakan seorang anak sebagai alat untuk melakukan kejahatan yaitu mengedarkan NAPZA. hukuman hanya bisa dilakukan pada orang dewasa. Ditipu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus kedalam penyalahgunaan NAPZA yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama dan norma moral dalam masyarakat. Vol. tahun 2007 39 . mudah memberontak. Dari pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang. e. tidak sabar. i. Cacat Hukum. Tingkat agama dan moral rendah . karena kalau tidak mau taruhannya adalah nyawa. yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi para pemakainya (adiktif) sehinga para pengedar memanfaatkan sifat NAPZA ini. Sehingga orangorang seperti inilah yang mudah terjerumus dalam peredaran NAPZA. efek farmakologis NAPZA. karena dengan tingkat pendidikan yang rendah maka seorang anak cenderung mudah untuk dimanfaatkan karena ketidaktahuan terhadap bahaya tersendiri. Tingkat pendidikan rendah. Sehingga apabila ditangkap anak tidak bisa dihukum seperti orang dewasa. h.b. walaupun orang yang pendidikannya tinggi juga tidak terlepas dari bahaya NAPZA. d. Setelah ketagihan anak dipaksa membeli dan apabila anak tersebut tidak mampu membeli. Lingkungan pertemanan. mudah bosan. Disinilah terjadi peredaran antar teman sepermainan atau teman sekelompok. 12. bahwa anak adalah posisi lemah untuk dipaksa mengedarkan oleh orang dewasa baik oleh preman dan bahkan oleh orang tuanya sendiri. Ketika seseorang tidak mengikuti “aturan main” dalam suatu kelompok maka seseorang tidak akan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Dalam hal ini anak adalah sebagai korban (victim). bahwa sifat keingintahuan seseorang terbilang besar ketika memasuki masa remaja.

Untuk mendapatkan NAPZA terkadang sampai mencuri barang-barang milik orang tuanya sendiri dan bahkan ada yang menjual diri. merativikasi Konvensi ILO 138 melalui undang-undang No. instansi kesehatan. RAN tersebut ditetapkan bahwa pelibatan anak dalam produksi. tahun 2007 . Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Penjangkauan dan Pendampingan terhadap CDT dilakukan oleh pekerja sosial di lokasi. keimigrasian. dan ketentuan tentang batasan usia minimum bekerja adalah 15 tahun. Apabila hal ini dibiarkan lama maka terbentuklah kondisi masyarakat yang permisif (menganggap biasa dan tidak merasa berdosa terhadap peredaran NAPZA) menyebabkan tidak adanya kontrol dari masyarakat. Selanjutnya dibentuk Komite Aksi Nasional (KAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI 40 Informasi. Kemiskinan. Karena ketidakmampuan untuk mencapai keinginan. 02. karena menyangkut kehidupan anak maupun juga lingkungan dan masyarakat. Nomor 12 tahun 2001 dan komite ini telah menghasilkan Rencana Aksi nasional (RAN) tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Strategi pelayanan sosial yang dilakukan yaitu : a. perdagangan dan peredaran narkoba menjadi prioritas dari jenis pekerjaan terburuk untuk anak yang dihapuskan dalam waktu 5 tahun. serta menyangkut kebijakan keimigrasian. yang Menyikapi permasalahan tersebut. dan dunia usaha. ratifikasi Konvensi ILO 192 melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 2001 tentang Pelarangan dan Tindakan Segera Terhadap Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. Berbagai landasan hukum tersebut merupakan landasan moral dan operasional bagi pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan perdagangan NAPZA anak. masyarakat. Ketika sudah tidak ada yang dijual lagi maka satu-satunya untuk mendapatkan NAPZA dengan cara mengedarkan untuk memperoleh komisi. Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mensahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk menangani hal tersebut diperlukan strategi yang tepat dan multidimensi. diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak.20/1999 tentang Batasan Usia Minimum Anak Diperbolehkan Bekerja. antara lain keluarga. No. kepolisian. Bahkan dalam masyarakat seperti ini tidak jarang orang tuanya sendiri yang menyuruh untuk menjual barang haram ini. Kondisi sosial Masyarakat. terutama pada rendahnya tingkat ekonomi keluarga maka menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu. j. STRATEGI PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Permasalahan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA sangat kompleks.pelarian dari masalah yang dihadapi dalam keluarga. merupakan strategi yang efektif dalam rangka pelayanan sosial terhadap anak. maka frustasi tersebut dilampiaskan dalam bentuk penyalahgunaan dan peredaran NAPZA. 12. Vol. Strategi tersebut akan dijalankan melalui program-program yang bersifat teknis dalam upaya mengeluarkan anak dari permasalahan maupun sifatnya mencegah. III.

juga sebagai tempat untuk melakukan asemen mendalam kepada anak dampingan. 02. pekerja sosial mengarahkan dan memotivikasi anak-anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. mendapatkan informasi tentang NAPZA. dengan tujuan untuk menghindari kecurigaan anak. Dalam pertemuan itu membahas permasalahanpermasalahan. Rumah Perlindungan Sementara Rumah Perlindungan Sementara adalah rumah yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi anak untuk melakukan tukar pengalaman. dimana pekerja sosial mereka anggap sebagai kakak. sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin setiap minggu untuk tukar pengalaman dan studi kasus di wilayah dampingan masing-masing. dan telah mengikuti pelatihan untuk melakukan pendampingan bersama pekerja sosial. c. Program yang dijalankan untuk menjangkau mereka. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka untuk menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan anak yang terlibat peredaran NAPZA. Vol. diciptakan aturanaturan yang disepakati di antara Informasi. Peer Educator (PE) PE adalah anak jalanan/mantan Child Drugs Trafficker (CDT) yang mempunyai pengaruh terhadap-temantemannya. isu-isu terbaru maupun harapan anak dampingan. No.dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. 12. Pemilihan berdasarkan pada pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. karena anak lebih terbuka dengan sikap pekerja sosial yang memposisikan diri seperti kawan atau kakak. pekerja sosial melakukan asesmen terhadap anak jalanan yang teridentifikasi sebagai drugs trafficker . tahun 2007 41 . sehingga memudahkan untuk kehidupan mereka. Di rumah ini dibangun pola hubungan. teman atau orang tua dan. menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya. Strategi ini lebih efektif. setiap minggu masingmasing PE melakukan pertemuan dengan temannya di jalanan bersama dengan pekerja sosial di lapangan atau wilayah dampingan. Dalam proses tersebut. b. Setelah dipilih kemudian pekerja sosial melatih mereka tentang peran dan fungsi serta pengetahuannya tentang penggunaan dan peredaran NAPZA. Dalam kegiatan ini. Dalam melakukan pendampingan pekerja sosial membaur dengan anak di kantong-kantong aktivitas anak jalanan. antara lain melalui pertandingan sepak bola antar anak jalanan sebagai olah raga yang menjadi hobi mereka. Setelah pelatihan. Program PE dilakukan melalui pemilihan setelah pekerja sosial menjangkau mereka lewat tournamen sepak bola. Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat resosialisasi nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini tidak mereka dapatkan di tempat lain. PE dipilih dari mereka yang berpengaruh. Selain itu. Pendampingan yang dilakukan ditujukan untuk mengubah pola pikir anak jalanan tentang NAPZA. Melalui pertandingan sepak bola pekerja sosial mendapat kepercayaan. konsultasi.

h. Setelah pelatihan kerja anak-anak dihdapkan pada permasalahan pekerjaan. Pelatihan Keterampilan Kerja Salah satu kebutuhan anak jalanan untuk lepas dari permasalahan child drugs trafficking adalah keterampilan kerja (vocational skill). d. melalui kegiatan seminar gabungan antar kelompok-kelompok anak setiap 3 bulan sekali. pembentukan jaringan lembaga yang menangani NAPZA. dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan anak. f. Bogasari. menjahit sablon. Jaringan kerja tersebut antara lain dengan Rumah Sakit Duren Sawit.mereka. bengkel motor. permainan peran. Proses penelusuran minat dan bakat ini dilakukan pada waktu penjangkauan dan pendampingan. proses mereferal anak kepada lembaga yang berkaitan dengan permasalahan masing-masing anak. dan Bina Muda Citra Gemilang. Vol. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin (diskusi kelompok. RS Persahabatan. Jenis-jenis pelatihan keterampilan kerja yang dapat dijalankan. bahwa salah satu faktor penyebab anak jalanan terlibat drugs trafficker adalah frustasi terhadap masa depan mereka yang terkait dengan masalah ekonomi. sedangkan di dunia usaha bekerja sama dengan Astra. Peningkatan Penghasilan dan Magang Kerja Program ini diperuntukan bagi anak jalanan dan orang tuanya yang telah mengikuti program pembinaan. Misalnya. Program ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan mengerti terhadap isu CDT. membuat kerajinan tangan. anak diberi kebebasan untuk memilih jenis kursus sesuai dengan minat dan bakat dari mereka. baik di jalan maupun di rumah singgah. Sistem Rujukan (pembentukan jaringan penanganan anak dengan pihak lain) Ada dua kegiatan pokok dalam rujukan ini yaitu pertama . kelompok sebaya dan pemangku kepentingan) Kapasitas yang dimaksud adalah kegiatan maupun training yang dapat meningkatkan kinerja pelaksana 42 Informasi. 02. berkaitan dengan kesehatan. e. Wisma Adiksi dan Puskesmas Cipinang. sehingga ada koordinasi secara periodik untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan penanganan masalah CDT . maka dirujuk ke rumah sakit. No. games dan lain-lain) peer educator dengan kelompok dampingan setiap minggu sekali. Program yang dijalankan di rumah perlindugan sementara antara lain konseling terhadap anak yang bermasalah dan keterampilan hidup. perlu kegiatan yang berorientasi yaitu peningkatan penghasilan. Selain itu. Penyuluhan Penyuluhan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan tentang bahaya anak yang terlibat dalam drugs trafficker . Untuk itu. musik. kegiatan rekreasi edukatif satu kali kegiatan untuk setiap anak dan penyuluhan tentang NAPZA. g. kedua. Hal ini didasarkan pada pemikrian. untuk mengisi waktu luang (mencegah anak terlibat CDT) dan membangun karir untuk masa depan anak-anak yang sudah terlibat CDT. Dalam kegiatan ini. antara lain kursus komputer. Selain itu. tahun 2007 . Pengembangan Kapasitas (bagi pekerja sosial. 12.

No. tahun 2007 43 . Vol. Anggota jaringan ini adalah para pemangku kepentingan (yaitu : orang yang berpengaruh terhadap anak-anak dampingan) yang terdiri dari tokoh masyarakat. 350 anak jalanan yang beresiko dicegah untuk masuk dalam perdagangan NAPZA dan 750 anak jalanan terjangkau melalui pendidikan alternatif khususnya tentang pencegahan terhadap peredaran NAPZA. education and community support” Tujuan Pengembangan : Diharapkan program ini memberi kontribusi secara efektif mengeliminasi pekerja anak di Indonesia. 12. 4). 50 anak jalanan yang terlibat peredaran NAPZA mengikuti vocational training dan magang. 02. 5). PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Dari strategi di atas. Pelatihan peer educator. 2). Nama program : “Tackling street children in drugs trafficking through skill training. secara operasional dapat dijalankan melalui program pelayanan pekerjaan sosial sebagai berikut: b. Terbentuk jaringan masyarakat yang dapat memonitor kasus-kasus perdagangan NAPZA Informasi. dan memperkuat program yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan i. Setelah selesai pelatihan. Permasalahan sosial dan psikososial anak jalanan yang teridentifikasi dalam aktivitas outreach. Lima puluh orang anak jalanan teridentifikasi dan dibebaskan dari peredaran NAPZA. 350 anak jalanan yang beresiko dalam peredaran narkoba mengikuti vocational skill training. mereka difasilitasi untuk membuat program penanganan maupun pencegahan terhadap penggunaan anak dalam perdagangan NAPZA. Sedangkan kegiatan tidak langsung adalah pertemuan pemangku kepentingan ( stake holder ) yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelembagaan yang berkaitan dengan penyebaran pengaruh. khususnya anak yang dipekerjakan dalam perdagangan NAPZA. 3). Output : 1). Pembentukan “Community Watch” Jaringan ini dibentuk dengan maksud untuk mengawasi dan berbuat sesuatu dalam mencegah peredaran NAPZA. Para stakeholder ini dilatih secara khusus. Tujuan Khusus : a.pelayanan langsung maupun tidak langsung. Pelatihan pekerja sosial untuk memperkuat kapasitas dalam pelayanan. tokoh agama dan orang dewasa yang berpengaruh terhadap anak-anak. IV. Kegiatan langsung adalah pelatihan untuk pekerja sosial berkaitan dengan penanganan CDT guna meningkatkan ketrampilan pekerja sosial dalam proses pendampingan.

mental. No. tahun 2007 . Elektro plating. Las. b. BPPK Kota madya Jaktim menerima pelatihan Teknisi Mekanik Otomotif. Tehnik Audio video. j. Kelompok I : Upaya pendidikan lanjut a. berupa : 1) 2) 3) kualitas sesuai yang diharapkan dengan evaluasi Pendampingan yang kuat : lebih kurang 3 bulan Perencanaan program yang baik c. elektro. De Mono (unit usaha koperasi DeMono. i. 02. Kegiatan yang bersifat mencari dukungan adalah lokakarya yang mengundang berbagai pihak yang peduli dalam menangani masalah CDT. PAPPRI. mengembangkan bakat Suku dinas Bintal dan Kesos mempunyai program Bimlat keterampilam untuk anak jalanan berupa. PSBR Bambu Apus mempunyai program bimbingan fisik. 12. d. Rohis/keagamaan. Instalasi listrik. YPI. menjahit. b.B dan C. Kegiatan keterampilan Asosiasi ikatan penata mempunyai program. bimlat las. Setelah prorgam berakhir. test HIV/AIDS. montir dan las) PKBM Paksi Safa Kawijayan mempunyai Kegiatan pendidikan non formal baik kegiatan untuk anak maupun orang tua: Kegiatan keaksaraan fungsional/buta huruf. Mesin perkakas. outbond INKOWAPI (induk koperasi wanita pengusaha Indonesia) mempunyai program kursus catering. 3 sertifikat (De-Mono. sosial dan keterampilan (salon. f. mempunyai program dampingan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Kegiatan melatih anak-anak yang berminat dalam bermain musik. diadakan lokakarya yang bertujuan untuk melibatkan banyak pihak. Pembentukan jaringan Community watch sebagai lembaga independen di masyarakat untuk mengontrol dan mencegah peredaran NAPZA. Kegiatan paket A. Depkes. h. Handphone. Pembentukan jaringan referral system (yang meliputi organisasi sekolah dan lembaga kursus maupun pemerintah) yang peduli terhadap CDT. Komputer. program lanjutan. Pelatihan informasi kesehatan HIV/AIDS. menyanyi dan mencipta lagu APKLINDO (Asosiasi klining service Indonesia) Ibu Naya Johan kegiatannya adalah pelatihan: cleaning service skill dan leadership. Depnaker) e. montir motor. busana 2). 44 Informasi. LPKK g. Sepeda motor. Design grafis SMU Yaspri mempunyai program membimbing anak-anak dengan cara: kursus (paket). Kelompok II : Upaya program pemagangan a. Berikut adalah hasil lokakarya yang diadakan sebagai gambaran kepedulian masyarakat. narkoba dana kespro. Vol. karena keterlibatan mereka sangat diperlukan. BNP dapat membantu ‘Tools’ PAPPRI. Rujukan layanan kesehatan reproduksi dan konseling.Output : 1). Kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Dalam lokakarya tersebut dibentuk kelompok program/kegiatan yang merumuskan apa yang akan dilakukan sesuai dengan kompetensi masing-masing.

main musik. Komitmen anak Registrasi terhadap anak Telah mengikuti kursus atau training. Membantu meningkatkan kemampuan anak yang terlibat peredaran NAPZA supaya mampu hidup mandiri di masyarakat. Syarat – syaratnya : b. 12. Sebagai Fasilitator a. PT Ciptaning 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. Keterampilan Autocad Keterampilan Mesin Hambatan kualifikasi (ijazah) Hambatan kualitas (Pelatihan?) Dukungan yang dibutuhkan : Pendampingan dan modal usaha (pemerintah?). Kebutuhan dan peluang 1) Informasi. Peran pekerja sosial sebagai pendamping CDT sebagai berikut : 1. dan sebagainya Outsource . Dalam bidang Kewirausahaan dibutuhkan Skill. tidak ada kualifikasi yang jelas dan tempat terbatas. Mempertinggi peran kelompok anak untuk bisa keluar dari permasalahannya. Kegiatan mapping/assessment. tahun 2007 45 . karena mereka mengalami ikatan sistem perdagangan. Kunci berhasilnya pelayanan terletak pada kemampuan Pekerja Sosial dalam menganalisis dan menetapkan prioritas kebutuhan serta mencapai beberapa keseimbangan dalam melakukan tugas secara berkesinam-bungan. PERAN SEORANG SOSIAL DALAM MENDAMPINGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Kelompok III : Upaya program kewirausahaan a. Vol. 2) Jumlah peluangnya sebanyak 20 orang yang terbagi kedalam 1 kelompok (pilot proyek) Seleksi dari 20 orang untuk dijadikan pendamping buat anakanak jalanan. Menyelenggarakan konveksi (sebagai proses wirausaha). Setelah mengikuti pelatihan 2) 3) Tujuan akhir dari program pendampingan terhadap anak yang dilibatkan dalam peredaran NAPZA atau yang disebut C hild Drugs Trafficker (CDT) adalah membantu mereka agar mampu membuat keputusan sendiri. No. Untuk bisa keluar dari sistem itu. kegiatan yang mendukung : 1) Pembentukkan forum bisnis remaja (FBR) dimana perangkatan selama 6 bulan. Melakukan training psikososial sebelum menjadi profesi wirausaha. cipta lagu. maka dilawan 4) b. LSM : Donor dan capacity building Pemerintah : capacity building 3) c. 02.4) Dari 38 anak akan dicoba diakomodasi sebagai . Dukungan LSM/Pemerintah 1) 2) V. 1) 2) 3) c. nyanyi.

c. Sebagai Pelatih a.dengan memperkuat sistem (kelompok) yang sama-sama ingin terbebas dari trafficker. Sebagai Advokat/Pembela a. Membantu menganalisis dan mengartikulasikan isu kritis yang berkaitan dengan anak maupun permasalahan yang terkait dengan NAPZA dan HIV/AIDS. tahun 2007 . c. c. Membantu merencanakan dan menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas anak. Membantu anak untuk memahami dan melakukan refleksi atas isu tersebut. 2. Mendampingi anak yang terlibat perdagangan gelap NAPZA yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan resiko yang cukup tinggi. Membantu anak untuk merespon kepentingan masyarakat sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat secara wajar. Menyelenggarakan analisis tentang sumber dan potensi anak sebagai bahan membuat program yang dapat dijalankan oleh anak. Untuk itu pekerja sosial 46 Informasi. Mempermudah konsep-konsep dan keterampilan penelitian yang tepat agar masyarakat memiliki daya tarik terhadap konsepkonsep dan keterampilan penelitian tersebut. Vol. No. Memperkirakan kebutuhan pelatihan bagi anak. Membantu peer educator dalam mengadakan perencanaan di antara mereka. Terlibat dalam integrasi sosial untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang tersebut. dan selanjutnya dijadikan leason learn untuk melangkah dalam kehidupan selanjutnya. 5. b. b. yang meliputi strategi dan kegiatan aksi alternatif yang tepat. 3. c. Sebagai Perencana a. b. Membantu menyusun kegiatan peer educator/mantan CDT untuk mencapai tujuan yang diharapkan. dan merancang program pelatihan yang cocok bagi mereka. 4. 12. d. Sebagai Peneliti a. Membantu peer educator dalam melatih teman-teman (CDT) lainnya Membantu dalam pengembangan peer educator dan CDT dalam hal keterampilan dan sikap untuk hidup bermasyarakat dan berorganisasi. b. d. Menyelenggarakan analisis sosial yang berkaitan dengan isu anak yang terlibat peredaran NAPZA dan membangun opini masyarakat yang positif karena selama ini masyarakat berpandangan negatif terhadap anak yang terlibat peredaran NAPZA Terlibat dalam penelitian partisipatory di mana peer educator / mantan CDT belajar keterampilan untuk terlibat dalam pengumpulan data. c. Membangkitkan dan merangsang diskusi dan aksi kegiatan yang berarti dalam rangka memerangi masalah NAPZA. 02.

pendamping CDT perlu memelihara rasa humor. Keluwesan Pekerja sosial perlu sensitif terhadap perubahan situasi yang sangat cepat. Visi dan misi dari pelayanan harus jelas. antara lain komitmen dan kepedulian pada anak yang tinggi. No. 3. 2. 02. Sebelum menolong orang lain. terarah dan terencana. maka pekerja sosial perlu menolong diri sendiri dari beban yang dialami. Kepribadian yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Permasalahan bukan muncul dari diri kelayan saja tetapi bisa juga muncul dari pribadi pekerja sosial pendamping maupun dari timwork. tidak meski memanjakan mereka dari penderitaan dan perjuangan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kepribadian yang kuat. Sistem nilai personal (pribadi) perlu dievaluasi secara konstan dalam proses bekerja dengan CDT. Pendamping CDT hendaknya tidak berpikiran bahwa menolong orang secara tulus merupakan beban. Informasi. Suatu program tidak akan berhasil apabila tidak ulet. Para pekerja sosial yang sungguh-sungguh perlu mencintai kelayan. tahun 2007 47 . Pandangan Kedepan Pendamping anak yang terlibat peredaran NAPZA perlu mengetahui kemana akan mengarahkan penanganan anak. 6. Oleh karena itu. Vol. antara lain : 1. Fleksibitas membentuk penyesuaian atas situasi yang dihadapi agar mencapai tujuan mendasar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sikap Sopan Sikap sopan harus dimiliki pekerja sosial sehingga dengan sikap kita yang sopan akan ada peng-hormatan dari kelayan (CDT) maupun pemangku kepentingan. 4. Rasa Humor Menghadapi berbagai tekanan dan frustasi. sehingga bisa secara efektif dalam mempengaruhi orang lain. dan oleh karenanya pendamping harus bersikap sesuai harapan CDT. sehingga rencana bisa disesuaikan sedemikian rupa. Didalam keuletan melekat pula sifat sabar dalam menghadapi permasalahan. Cinta Sejati Untuk Kelayan (CDT) Kebanyakan pekerja sosial menginterprestasikan kecintaan terhadap kelayan (CDT) untuk melindungi mereka dengan memanjakan. dan meningkatkan kemampuan untuk tertawa dan belajar dari kekurangan. Kepribadian dasar tersebut bisa dipelajari walaupun butuh waktu yang lama dan akan melalui pengalaman dan pelatihan.perlu memiliki beberapa kepribadian dasar selain keterampilan pekerjaan sosial. Bahkan terkadang seorang pekerja sosial perlu memberikan tantangan hidup supaya kelayan mampu menolong dirinya sendiri. 5. 12. Keuletan Pekerja sosial perlu bertahan dengan aktivitas harian pada saat dia tergoda untuk berhenti. Kepribadian dasar tersebut. pekerja sosial dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan mempunyai keyakinan untuk berhasil dalam melakukan praktek pendampingan. Dengan demikian seorang pendamping perlu banyak mengenal nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

8. Pekerja sosial perlu mampu mendefinisikan kerja dalam konteks nyata. Berpikir Kritis Seorang pekerja sosial senantiasa bertanya : Apa yang disebut program? Untuk siapa program yang akan dijalankan? Ini akan membantu menetapkan pendirian dan sudut pandang pribadi sehubungan dengan bagaimana Pekerja sosial hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam memerangi permasalahan CDT. dan pengambilan keputusan berdasarkan kapasitas dan prinsip seseorang mengantarkan pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Komitmen untuk melayani CDT tidak pernah dipaksakan kepada seorang pekerja sosial pendamping. Sheafor. (1989). Social Work: A profesion of Many Faces Massachusset Allyn and Bacon. Dalam hal ini. karena melanggar hak-hak anak. Armando dan Bradford W. 02. akan tetapi mereka adalah partner aktif dalam mengejar perubahan-perubahan mendasar untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik. Morales. tetapi ada proses internal tertentu yang terjadi dalam pribadi orang yang bersangkutan. Namun dengan adanya pemahaman kritis atas kebutuhan dan tanggung jawab. Max (1975). Peranan pekerja sosial sangat penting. Sedangkan peranan pekerja sosial sebagai pendamping dapat dilihat dari berbagai segi. VI. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Tidak selamanya pelatihan keterampilan menjamin seorang menjadi Pekerja Sosial yang efektif. No. maka ia akan hidup sehari . hukum dan kedokteran yang selama ini menanganinya. dengan visi pemberdayaan dan kepercayaan diri. Vol. mengingat posisi anak-anak merupakan korban. dia perlu memiliki pemahaman yang kritis tentang teori dan sejarah manusia sebagai petunjuk untuk kerja yang terorganisasi. New York : MacMillan. Ajarilah dia bagaimana memperoleh ikan. Siporin. Semoga kontribusi di bidang pekerjaan sosial dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak. maka ia akan hidup sepanjang umurnya …… “ Pepatah di atas sesuai dengan prinsip pekerja sosial yaitu “Help People to Help Them Self” (menolong seseorang agar seseorang tersebut dapat menolong dirinya sendiri). Dengan memahami kondisi anak maka pekerja sosial akan dapat bekerja bersama dengan mereka. PENUTUP Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Penyesuaian Diri Bekerja dengan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA perlu memahami situasi kehidupan mereka. 48 Informasi. dan sudah memasuki wilayah hukum. Ada pepatah yang bisa dijadikan prinsip oleh seorang pekerja sosial DAFTAR PUSTAKA Siporin. Introduction to Social Work Practice . yaitu : “Berilah seseorang seekor ikan. tahun 2007 . 12. CDT bukanlah penerima pasif kebaikan. selain polisi.7. Prinsip ini menggambarkan peran dari Pekerja Sosial untuk mencapai perubahan.

M.05/TH IV/ Mei 2006. menyelesaikan S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tahun 2001 pada Universitas Indonesia. 02. No.Si. education and community support” Jakarta 2006. 12.Action Research and Training Institud (ARTI). Saat ini bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Informasi. Pernah aktif di salah satu NGO (eRKa) yang bergerak pada pelayanan sosial terhadap anak. Hari Harjanto Setiawan. tahun 2007 49 . Assesing The Situation of Children in The Production. Narkoba di Kalangan Remaja Sudah Melewati Ambang kekhawatiran. Alumnus STKS Bandung. Drs. Sales and Trafficking of Drugs in Indonesia . Jakarta 2006. SADAR. Departemen Sosial RI. Vol. Jakarta 2004. BNN No. Laporan kegiatan “Tackling street children in drugs traffiking through skill training. ILO.

Mengapa isu-isu lingkungan hidup penting menjadi bahasan pekerja sosial? Sebagaimana dilaporkan oleh The World Bank (2003). PENDAHULUAN Pekerja sosial berbicara tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari sudut pandang pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial merupakan hal yang sudah lazim. 12. 02. pekerja sosial dituntut untuk memberikan respon isu tersebut. Ciri-cirinya dapat dilihat dari angka melek huruf menurun dari 47 persen pada tahun 1980 menjadi 25 persen pada tahun 2000. No. dan pendapatan perkapita penduduk hanya meningkat sedikit dari tahun 1980 sebesar $ 989 menjadi $ 1. Empowerment of indigenous people (KAT) must pay attention to the relation between human with nature as eco-system.354 pada tahun 2000. tahun 2007 . Kemiskinan dan daya dukung lingkungan itulah yang merupakan kondisi yang menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup.PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Bambang Rustanto Abstract. I. dan dengan kondisi miskin dengan pendapatan kurang dari $ 1 per hari. Vol. Sejalan dengan isu-isu pembangunan pada tingkat global tentang lingkungan hidup. penduduk di negaranegara berkembang yang mencapai dua milyar dengan kondisi miskin dan dengan daya dukungan lingkungan hidup sangat rendah. Saat ini. dan menentukan kesejahteraan umat manusia. Menurut laporan tersebut ada hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan penurunan daya dukung lingkungan. Pertambahan penduduk semakin meningkat pesat dengan angka mutasi sebesar dua persen pertahun dan menjadikan kekhawatiran dunia. 50 Informasi. empowerment of indigenous people. Masyarakat miskin masih belum terlibat dalam memperoleh kesempatan (akses) kepada pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Key word : social welfare. Sosial welfare always linked with economy growth but actually the economy growth has contributed to natural resources damaged. bahwa hampir tiga milyar penduduk dunia hidup dan memerlukan daya dukung lingkungan hidup. karena lingkungan hidup sebagai aspek yang tidak dapat dilepaskan dengan kesejahteraan sosial. Indigenous people (KAT) which stay in these circumstances often get impact from damaged of natural resources. Lebih dari dua milyar penduduk itu ada di negaranegara berkembang. So natural resources management for indigenous people (KAT) life must be adequate proper with the natural power support.

2. Contoh: masyarakat diperbolehkan membuat peraturan sendiri seperti peraturan desa. 12. yaitu : 1. Contoh: kalau dahulu HPH hanya dimiliki oleh swasta sekarang HPH juga dapat dimiliki oleh KAT (lihat UU No. baik flora dan fauna setiap tahunnya hampir mencapai 1. dan ada 23 persen rusak berat terutama hutan di daerah tropis. perlu adanya perubahan kebijakan dalam pendistribusian sumber daya alam ini yang adil dan bertanggung jawab. Banyak sumber daya alam yang tak terbarui (non renewable) seperti hasil tambang dan bahan galian dikuras habis untuk kemakmuran negara maju. gunung. Banyak sumber daya alam terbarui (renewable) seperti kayu di babat habis. Kerusakan lingkungan hidup terutama terjadi di daerah perdesaan dan pedalaman. 3. dan dibalak secara illegal untuk kepentingan pemilik modal. Hampir 100 kilometer pantai dan terumbu karang rusak setiap tahunnya. baik yang tak terbarui maupun terbarui dibawa para kapitalis negara maju. maka dunia juga akan kehilangan biodiversity. Sebagai akibatnya sepertiga penduduk kehilangan dan kesulitan memperoleh sumber air bersih. Kondisi yang paling mengkhawatirkan bahwa setiap tahun terjadi pengurangan hutan tropis sebesar lima persen.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). No.Kemudian hampir dua milyar hektar tanah terlantarkan. Advokasi Sosial Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memberi kesempatan kepada masyarakat perdesaan dan pedalaman untuk menyampaikan aspirasinya dalam bentuk: a. Untuk itu. 02. Ada tiga agenda global dalam kaitannya dengan distribusi sumber daya alam. sumber air dan lahan pertanian semakin menurun daya dukungnya. Hak Atas Aset Pemberian hak atas aset sumber daya alam untuk menggunakan dan memiliki secara bertanggung jawab bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. dan bahkan seringkali memicu terjadinya konflik antar penduduk. Akibat terakhir dari semua itu. Menurut hasil kajian para ahli sosial kebijakan pertumbuhan ekonomi yang dikedepankan menyebabkan distribusi sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang.4 persen. Hampir satu milyar penduduk di dunia hidup di perdesaan dan sebanyak 300 juta jiwa hidup di pedalaman (termasuk KAT). (lihat Peraturan Pemerintah No. peraturan banjar dan lain-lain. 67 tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa). peraturan nagari. dan tidak sebanding dengan peningkatan populasi penduduk. salah satunya adalah Indonesia. tahun 2007 51 . dan diprediksikan pada tahun 2025 terjadi tanah gundul dimana-mana dengan berbagai dampaknya bagi penduduk. Vol. b. Perlindungan Sosial Pemberian hak khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan sosial budaya bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. Ekosistem perdesaan dan pedalaman seperti hutan tropis. Lebih parah lagi kerusakan lingkungan hidup itu akan terjadi lebih parah di 25 negara-negara berkembang. Memberi Informasi Memberi Tanggapan Untuk Sedia dan Menolak Informasi. Hampir $ 100 triliun harta dan kekayaan dari sumber daya alam.

c. perumahan. masyarakat yang mempunyai uanglah yang dapat II. Kemudian dikemukakan oleh Paul Hogget ( Fritzpatrick. KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Sebelum melakukan pemberdayaan KAT. tahun 2007 . Memberi Perlindungan Hukum Secara Adat dan Budaya Lokal Mendemokratisasikan dalam Pengambilan Keputusan Contoh : ada rencana pembangunan pertambangan di wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT). maka kita akan mengerti mengapa penting mengkaitkan sumber daya alam serta kearifan lokal dengan kesejahteraan sosial. Jadi masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan masyarakat lainnya bila masyarakat itu mampu 52 Informasi. Welfare Consumerism Kesejahteraan (well being) ditentukan dan diukur oleh kemampuan orang untuk mendapatkan barang material (jumlah dan variasi) dan pelayanan sosial. yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan. 2002). Arti lebih luas lagi dikemukakan oleh James Midley (2005). 2002). terlebih dahulu perlu dipahami hubungan kesejahteraan sosial dengan lingkungan alam. maka masyarakat harus menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemrakarsa (pemerintah atau swasta) (Lihat Peraturan Pemerintah No. Jadi masyarakat berkesejahteraan sosial adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah sosial. bentuk. ada tiga dimensi kesejahteraan sosial. Dengan pemahaman tentang kesejahteraan sosial. sehingga barang material dan pelayanan sosial yang tersedia dijual dan dapat dibeli oleh masyarakat. Semua hal dihitung dengan konsep uang. mengatasi masalah sosialnya. bahwa kesejahteraan sosial terjadi pada masyarakat yang mampu menciptakan kesempatan sosial bagi para penduduknya untuk meningkatkan dan merealisasikan potensi-potensi yang ada. Artinya. pendidikan.40 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Dengan adanya tiga agenda utama tersebut diharapkan masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk di dalamnya KAT dapat ikut mendayagunakan dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. cara dan perubahan paradigmanya. 02. yaitu (1) pemecahan masalah sosial. (2) pemenuhan kebutuhan hidup dan (3) peningkatan kesempatan bagi warga. mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena secara global hak asasi KAT dan kelompok marginal lainnya perlu mendapat tempat di peraturan perundanganundangan. Untuk mencapai kesejahteraan sosial seharusnya masyarakat dapat memenuhi ketiga persyaratan atau dimensi kesejahteraan sosial tersebut. sandang dan pangannya. 2005) kesejahteraan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial. No. Menurut Richard Titmuss (Midgley. Pengertian lain menurut Tonys (Fitzpatrick. d. Vol. dan mampu memberi kesempatan warganya untuk mendayagunakan potensi yang ada. bahwa masyarakat yang berkesejahteraan sosial. 12. bahwa ada tiga pendekatan menuju masyarakat berkesejahteraan sosial atau disebut ”good society ” yaitu: 1. Dari tiga pengertian di atas. Pemahaman ini menyangkut pengertian.

Kaum liberal menjunjung tinggi kesempatan yang sama untuk menggunakan bakat dan kapasitasnya dalam bersaing dengan orang lain. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warga atau sering disebut welfare state. 02. tapi tetap aja KAT-nya miskin dan tidak mendapat keuntungan dengan kedatangan turisturis itu. Contoh : Santunan Langsung Tunai. Artinya. Dengan konsep kesejahteraan ini. pendidikan dan lain-lain diswastakan dan masyarakat harus membayar penuh. semua orang adalah sama dan harus berjuang secara rasional untuk dapat hidup. No. Beras miskin (Raskin).menikmati kebutuhan hidup dan pelayanan sosial. sehingga timbul jurang sosial. Konsep kapitalisme didasari oleh pandangan liberalisme dimana kaum liberal menegaskan komitmen pada konsep kesetaraan. Ada kelompok yang kaya dan miskin yang saling berjauhan satu dengan yang lainnya. tetapi dapat menyebabkan mereka sangat tergantung kepada bantuan negara. Informasi. Konsep welfare consumerism ini menimbulkan konflik antara kaum pemenang (the winner) dan kaum kalah (the losser). Semua barang dan pelayanan sosial hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang berhak. bahkan menjadi provider bagi pendistribusian barang dan pelayanan sosial. Konsep welfare statism ini memang memberi rasa keadilan bagi kelompok kurang beruntung. dan rasionalitas. tidak ada subsidi atau kompensasi. Ini berarti negara mengatur dan mengurus. bantuan dan kompensasi yang diberikan oleh negara kepada warga masyarakat. kebebasan. Pelayanan kesehatan. individualitas. 12. tetapi negara memberikan dana pengganti atau talangan. Landasan dasar dari konsep welfare consumerism adalah ideologi kapitalisme. tahun 2007 53 . Akibatnya KAT akan semakin tersingkir dan terisolir. Meskipun masyarakat kurang beruntung ini tidak punya uang. maka KAT tidak memperoleh perlindungan. kesenjangan sosial dan jarak sosial. karena akan diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya yang sudah lebih maju. Vol. atau sekarang sering disebut privatisasi pelayanan sosial. bahkan terbuang dari peradaban maju. 2. Mungkin hanya akan menjadi tontonan sebagai daerah wisata atau musium. Pendekatan kesejahteraan ini lebih mengedepankan aspek ekonomi dengan pemupukan modal atau kapitalisme. Artinya. Masyarakat liberal adalah masyarakat yang menghargai egalitarian dan menolak bahwa seseorang tunduk secara alami pada orang lain. Konsep liberal ini dikembangkan dari pandangan Max Weber yang melihat masyarakat secara instrumental dan rasional. masyarakat kurang ber-untung mendapat insentive khusus dari pemerintah dalam bentuk bantuan barang maupun pelayanan sosial. Welfare Statism Kesejahteraan hidup (well being) masyarakat ditentukan atau diukur dengan tersedianya barang dan pelayanan sosial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa variasi pilihan yang beragam. Di Indonesia hal ini terjadi dimana KAT (di suatu daerah) hampir setiap hari dikunjungi turis manca negara maupun turis lokal. Asuransi kesehatan keluarga miskin (Askes Gakin) dan lain-lain. Disini ada subsidi.

Sehingga pendekatan kesejahteraan ini lebih memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup. tahun 2007 .dibabat --penyusutan --. tetapi selalu dipelihara untuk kelangsungan hidup masyarakatnya saat ini dan di masa yang akan datang. Hal ini tentu saja sangat membebani negara dan me-nambah sengsara rakyat. terutama sumber energi fosil semakin menipis dan akan habis. Untuk itu perlu adanya upaya konservasi atau perlindungan sumber daya alam dengan menggunakan sistem konsumerisme hijau yang 54 Informasi. Konsep welfare statism ini sebenarnya hanya dapat dilakukan apabila negara telah memiliki sumber dana yang cukup. Kelompok ini memperbaiki pandangan Marxis yang terlalu radikal dengan mengedepankan keadilan sosial sama rata . 02. 12.konsumsi --. Jadi. Konsep kesejahteraan ini didasari oleh gerakan hijau (green movement) yang memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup atau ekosistem. 3. Kemudian Eduart Bernstein merevisi pandangan Marx dengan pengaturan keadilan sosial yang tidak kaku dengan cara. Contoh : KAT (suatu daerah) hampir semua kebutuhan warganya selama tiga tahun dipenuhi oleh negara. kapan KAT akan mampu hidup sendiri.limbah Gerakan hijau tidak setuju dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi diukur dengan GDP atau GNP. dan mendayagunakan potensi sumber daya yang mereka miliki. No. Tetapi yang terjadi di Indonesia semua skema bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau dengan sebutan lainnya dilakukan melalui dana hutang kepada luar negeri. Vol. Saat ini sumber daya alam yang tak terbarui. karena akan terjadi kerusakan pada lingkungan hidup.produksi --. Pemenuhan kebutuhan masyarakat atau warga (people) harus sesuai dengan daya dukung lingkungan hidupnya (nature). negara memberi ruang kewajiban sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung.Pendekatan ini didasari oleh pandangan kelompok sosial demokrat. Pendekatan ini berpihak pada pendayagunaan sumber daya alam yang tidak dikuras habishabisan.sama rasa. pengelolaan lingkungan hidup saat ini hanya menghabiskan sumber daya alam dan memperbesar limbah dengan penggambaran sebagai berikut: Sumber daya alam --. Pandangan gerakan hijau melihat. maka KAT menjadi tanggung jawab negara seperti pemberian jatah hidup (jadup) pemberian perumahan (Satuan Pemukiman/SP) pemberian alat pertanian (Saprodi) dan lain-lain. karena akan merusak dan menghilangkan biodiversity dan generasi berikutnya. Sehingga ada hak-hak masyarakat yang diatur dan diberikan oleh negara yang dilakukan melalui perundang-undangan. Ecowelfarism Kesejahteraan (well being) masyarakat ditentukan dan diukur kepada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan kekuatannya sendiri. Dengan konsep kesejahteraan ini. Menurut Herman Daly. bahwa praktek ekonomi kapitalisme merupakan praktek ekonomi yang tidak sehat. Sedangkan sumber daya alam terbarui semakin habis dan tidak dilakukan reboisasi kembali.

Bahkan ada yang membatasi jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dengan mekanisme alamiah. Sehingga setiap kelompok masyarakat dan juga KAT bebas menjalankan kehidupannya sesuai dengan tradisi dan adat istiadatnya masing masing atau disebut deep citizenship. Berpikir secara global. maknanya bahwa manusia baik di perdesaan maupun di pedalaman (termasuk KAT) diberi kebebasan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Di dalam kehidupan pada tataran global. Untuk menyelamatkan kerakusan manusia secara ekonomi tersebut. No. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membuat ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. dan pekarangan. konsep yang menunjukkan bahwa kita ini bagian dari masyarakat global. globalisasi yang dapat dilihat dari negara tanpa batas. dan kelompok lainnya harus menghormati tradisi atau adat istiadat itu. ada dua Informasi. dengan demikian masyarakat global yang kuat ini mempunyai keistimewaan dihadapan negara. merupakan bagian dari masyarakat global. Kelompok tidak tergantung kepada kelompok lain. justru sebaliknya daya dukung lingkungan semakin menurun. dan mengembangkan cara-cara tradisional atau kearifan lokal untuk memelihara lingkungan. tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membentuk identitas sebagai ciri masingmasing yang membedakan dengan kelompok lainnya. perlu merubah kebiasaan manusia yang merusak lingkungan. ladang. Pertama. BERFIKIR GLOBAL DAN BERTINDAK LOKAL Pada peradaban manusia maju dan era globalisasi saat ini. dimana kalau kelebihan penduduk maka harus ada yang keluar. Bertindak secara lokal. Vol. pengawasan dan bantuan dari warga negara lain apabila diperlakukan secara tidak adil atau diskriminasi. Sehubungan dengan itu. Karena hidup setiap kelompok ditentukan sendiri oleh kelompok itu. tentang hak asasi manusia. 12. Dari bertindak lokal itu akan memunculkan perilaku hidup manusia yang bersahabat dengan alam. maknanya bahwa manusia. 02. Dan mencegah konversi atau pengalihan fungsi lahan untuk tujuan lain. tetapi kelompok akan tergantung kepada alam dimana dia bertempat tinggal.bertanggung jawab (responsible ) dan bertanggung gugat (accountable ). Kita hidup di tataran global antara negara kita dengan negara lain. sumber air. Artinya. Kehidupan masing-masing kelompok bahkan kelompok kecilpun seperti KAT yang hanya terdiri dari beberapa keluarga dilindungi oleh undang-undang untuk memiliki III. maka kelompok gerakan hijau mengeluarkan slogan ” Think Globally and Act Locally” artinya. bahwa setiap warga dimana saja mendapat perlindungan. Artinya. Contoh : ada KAT (suatu daerah ) yang membagi lahan secara berimbang antara hutan. baik yang hidup di desa maupun di pedalaman (termasuk KAT). Kedua. Peran negara semakin berkurang dan peran masyarakat semakin kuat. dan negara harus melindungi keanekaragaman ini melalui undang-undang. Sistem ini mengajak masyarakat meminimalisasi dampak lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. tahun 2007 55 . berpikirlah secara global dan bertindaklah secara lokal. pemukiman. saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi kita bisa pergi dan mendapat informasi dari negara lain. pekuburan.

Karena begitu pedulinya. karena adanya ketakutan pertambahan penduduk tidak mampu diikuti dengan penambahan jumlah persediaan pangan. Keberadaan dan kelestarian bumi adalah yang utama atau Earth Fist ”. No. sehingga biodiversity alam semakin berkurang. Vol. sehingga perkem-bangan penduduk menurut Teori Maltus harus dibatasi kalau perlu manusia dicegah untuk berkembang biak. Tetapi lambat laun terjadi degradasi keturunan. IV. 12. dan dengan tatap muka secara terus menerus akan menuju masyarakat demokrasi murni dan unik. karena setiap warga negara dicegah untuk memiliki anak. Belum lagi berapa besar limbah. 02. Masyarakat demikian ini memang maju dan modern.pemerintahan lokal sendiri atau sering disebut self governance . yaitu: 1. Masyarakat seperti ini memang makmur dan maju karena dengan jumlah penduduk sedikit dan sesuai dengan daya dukung alam. 2. dan sumber daya alam flora dan fauna semakin sedikit jumlah dan variasinya. air. 56 Informasi. Sebagai contoh masyarakat kota besar yang mendirikan hotel dan apartemen dimana-mana sebagai pengganti rumah tinggal. HUBUNGAN KOMUNITAS LOKAL DENGAN SUMBER DAYA ALAM Menurut Hartley Dean (Fitzpatrick. Ini dapat dilihat dengan gencarnya program keluarga berencana di seluruh dunia. Ini berarti kelompok KAT dapat diberdayakan menjadi masyarakat yang mempunyai pemerintahan lokal sendiri dan mengembangkan demokrasi lokal yang khas. Dimana mereka mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan alam melalui ekploitasi menggunakan teknologi modern yang menyebabkan alam cepat habis dan musnah. dan makanan serta sumber daya alam lainnya yang kita hamburhamburkan hanya untuk keperluan terbatas. berapa energi cahaya listik. mereka sangat memuliakan alam dibandingkan memulikan manusia. Menurut Gidden pemerintahan lokal yang baik adalah pemerintahan yang disusun atas dasar keintiman. yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan alam (ecocentris). tetapi mereka mengorbankan alam dan tidak meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. Deep Ecology Masyarakat ini sebaliknya dengan masyarakat ecological modernization . Untuk menginap di hotel atau apartemen. Kategorisasi kelompok tersebut berdasarkan hubungan antara komunitas manusia dengan sumber daya alam. Ecological Modernization Masyarakat ecological modernization lebih mengutamakan manusia dari pada alam (antropocentris). Seperti saat ini energi fosil semakin tipis persediaannya. tahun 2007 . Demikian juga menurut Habermas saluran komunikasi antar warga yang dilakukan secara langsung adalah komunikasi yang baik. dimana semakin dekatnya hubungan antara para warganya maka semakin erat hubungan sosialnya.2002) berpikir global dan bertindak lokal menyebabkan masyarakat terpragmentasi ke dalam beberapa kelompok. bahan berbahaya yang dibuang.

Untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. Vol. Menurut Marxis inilah ciri masyarakat yang teralinasi dan lari dari kenyataan sosial dan berlindung dengan kekuatan gaib. paranormal dan nyepi. 3. dan kemakmuran menyebabkan warga negara Singapura tidak mau mempunyai anak. 02. klenik. 4. tetapi memikirkan alam seperti dirinya. 12. Manusia tidak memikirkan dirinya. tahun 2007 57 . No. romantisme. sekarang ini Singapura menggalakkan agar setiap keluarga mempunyai anak sebanyakbanyaknya. Akibatnya muncul slogan ”oness nature” aku adalah alam dan alam adalah aku. Lama-lama menjadi kebiasaan dan sekarang ini dengan kemajuan ekonomi. mistik. aktivitas manusia harus dibatasi sebatas kemampuan daya dukung lingkungan hidup. Maka mereka lebih baik hidup seperti jaman batu menjadi peramu. Green Communitarian Masyarakat ini sangat peduli lingkungan hidup. Akan tetapi ada beberapa kelompok KAT yang sudah mengenal nilai tukar uang. Manusia harus mengembangkan kapasitasnya. Artinya. dan komersial serta terjadi pengekplotiasian alam secara besar-besar. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat KAT yang memanfaatkan sumber daya alam seperlunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. serta aktivitas sendiri lainnya. dan spritualitas atau masyarakat yang percaya kepada kegaiban alam. tetapi secara bertahap dan membangun dengan konsep berkelanjutan tidak mengabaikan kelestarian alam. Setiap kegiatan manusia diharapkan menimbulkan dampak yang minimal terhadap lingkungan hidup. Informasi. Manusia mengasingkan diri dari kemajuan dunia dan hidup menyendiri dengan alam. tetapi harus sesuai dengan konteks ekologi. Akibatnya mereka senang dengan takhayul. pemburu dan tidur di gua-gua. Manusia yang tidak percaya pada kekuatan diri dan rasionalnya sendiri. Perkembangan penduduk juga diikuti kemampuan terhadap perubahan ekologi sebagai spesies makluk hidup sama dengan makluk hidup lainnya. Masyarakat seperti ini menjadi mundur karena melarikan diri dari pergaulan dunia. Karena luas wilayah dan daya dukung lingkungan terbatas.Sebagai contoh di negara Singapura. Eco Sosialism Masyarakat ini sangat peduli kepada alam juga peduli kepada manusia. karena ekonominya masih bersifat subsisten dan belum di produksi secara massal dan dikomersialkan. sehingga ini menyatu dengan alam. Masyarakat seperti ini ingin maju. Manusia mengembangkan keahlian untuk mampu bertahan secara ekological. dan peradaban dunia dianggapnya hanya merusak alam. karena meyakini ada hubungan antara manusia dengan alam. maka pada awal kemerdekaan Singapura membatasi jumlah penduduk. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat kita yang masih senang pergi ke dukun.

Yang dimaksudkan dengan kebudayaan adalah semua pikiran. tetapi dihapal di setiap kepala penduduk dalam suatu masyarakat. Kemampuan adaptasi ini menjadi 58 Informasi. dan telah mengalami perubahan sosial yang menyebabkan mereka mampu beradaptasi dengan ling-kungannnya. Ternyata konsep alam takambang jadilah guru itu saat ini menjadi trend bahasan secara global. Falsafah lokal pada masyarakat Minangkabau tersebut sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom) . Manusia akan tetap bergantung dan hanya dapat hidup di bumi secara terus menerus dan turun temurun. jika bumi rusak dan hancur. karya dan karsa itu disebut juga kebudayaan. Bahan ajar ini tidak tertulis. Sampai saat ini manusia belum dapat menemukan planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup. berperilaku dan bertindak yang dituangkan dalam tatanan sosial. Kenapa demikian. sistem norma dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan dan masyarakatnnya. Hal ini terjadi karena masyarakat mendiami suatu daerah itu cukup lama. bijaksana dan tidak ingin menang sendiri. Kearifan lokal pada masyarakat bersifat relatif karena hanya berlaku dalam masyarakat tertentu. No. Sedangkan secara khusus kearifan lokal menurut Jim Ife (2002) merupakan nilainilai yang diciptakan. karena planet bumi ini tidak akan lama lagi umurnya kalau kita tidak peduli dan belajar dari alam. jenis-jenis fauna dan flora. karya dan karsa. tahun 2007 . baik di perdesaan maupun pedalaman selalu memiliki pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya. dan tidak berlaku pada masyarakat lain seperti kata pepatah Minangkabau adat selengkah nagari. tindakan. dan kondisi geografi. 12. apabila manusia peduli dan mau belajar dari alam. Di dalam kearifan lokal tercakup berbagai mekanisme dan cara untuk bersikap. Vol. konsisten. Pengetahuan Lokal Setiap masyarakat di manapun berada. perilaku. Kemudian dikemukakan oleh Koentjaraningrat (Rustanto. terutama para kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat. Kearifan lokal merupakan suatu nilai yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. Arti kearifan lokal dapat ditelusuri dari arti kata arif yang bermakna matang. Kearifan lokal merupakan semua kecerdasan lokal yang ditranformasikan ke dalam cipta. sehingga masyarakat dapat mandiri dalam berbagai iklim sosial yang terus berubah-ubah.V. dimana cipta. dikembangkan dan dipertahankan dalam masyarakat lokal dan karena kemampuannya untuk bertahan dan menjadi pedoman hidup masyarakatnya. dan sosiografi. 2005) pembudayaan atau dalam istilah Inggris dikenal dengan istilah ”Institusionalization” yaitu proses belajar yang dilalui setiap orang selama hidupnya untuk menyesuaikan diri di alam pikirannya serta sikapnya terhadap adat. legowo. 02. Pengetahuan lokal terkait dengan perubahan dan siklus iklim kemarau dan penghujan. Mengapa alam harus dijadikan guru? Apa ada landasan ilmiahnya atau itu hanya istilah adat saja atau istilah lokal petatahpetitih yang dihapal oleh masyarakat. demografi. dan sikap hidup yang selalu dilakukan orang setiap harinya. rela berkorban. Menurut Jim Ife (2002) kearifan lokal memiliki 6 (enam) dimensi yaitu: 1. KEARIFAN LOKAL BAGI KESEJAHTERAAN KAT Alam takambang jadilah guru adalah salah satu falsafah masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat.

02. setiap masyarakat memiliki aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotanya. manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. Keterampilan lokal ini biasanya hanya cukup dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing atau disebut dengan ekonomi subsisten. Setiap masyarakat mempunyai media untuk mengikat warganya yang dilakukan melalui ritual keagamaan dan upacara adat. Nilai-nilai ini biasanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Suku merupakan kesatuan hukum yang memerintah warganya untuk bertindak sebagai warga masyarakat. Masing-masing anggota masyarakat saling memberi dan menerima sesuai dengan bidang dan fungsinya masing-masing. tahun 2007 59 . sehingga keterampilan ini sangat tergantung pada kondisi geografi tempat dimana masyarakat itu bertempat tinggal. meramu. Masing-masing masyarakat mempunyai mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda–beda. sumber air. Vol.bagian dari pengetahuan lokal mereka dalam menaklukkan alam. 3. 6. Masya- rakat akan menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhannya dan tidak akan mengekpoitasi secara besarbesar atau dikomersialkan. 2. bercocok tanam sampai membuat industri rumah tangga. Keterampilan lokal ini juga bersifat keterampilan hidup (life skill). Kepemilikan sumber daya lokal ini biasanya bersifat kolektif atau communitarian. Sumber Daya Lokal Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam. Sumber daya lokal sudah dibagi peruntukkannya seperti hutan. yaitu sumber daya yang tak terbarui dan yang dapat diperbarui. Ada juga masyarakat yang melakukan secara bertingkat atau berjenjang naik turun. Informasi. Ada masyarakat yang melakukan secara demokratis atau duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Solidaritas Kelompok Lokal Ikatan komunal yang mempersatukan suatu masyarakat terletak pada solidaritas lokal. No. Keterampilan lokal dari yang paling sederhana seperti berburu. Nilai Lokal Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat. Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau disebut pemerintahan kesukuan. Nilainilai ini memiliki dimensi waktu. 5. masa kini dan masa datang. Seperti dalam solidaritas mengolah tanaman padi dan kerja bakti gotong royong. 4. dan nilai ini akan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan masyarakatnya. lahan pertanian. kebun. Keterampilan Lokal Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu memiliki keterampilan lokal. nilai masa lalu. 12. dan permukiman.

membuat perahu.Contoh 1 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam. Pada masyarakat Dayak Kenyah (Marwanti dalam Rustanto. berburu. Dayak Kenyah dibangun dari bahan-bahan yang berasal dari alam. obat-obatan bersumber dari alam. Anggota masyarakat satu memberi pelajaran kepada anggota masyarakat lainnya. Upacara ritual dan adat Dayak Kenyah juga berhubungan dengan alam baik. 02. maka suku Dayak Kenyah menerapkan kearifan lokal di dalam melestarikan alam. baik sebagai individu maupun anggota komunitas. Orang Dayak Kenyah memahami betul bagaimana memperlakukan alam secara arif dan bijak karena alam merupakan kehidupan dan dunia mereka. dan melihat hubungan antara tanaman dengan sistem pencahayaan. dan sebaliknya akan bisa marah jika kita merusaknya. Sejak jaman nenek moyang. namun sebenarnya anggota masyarakat mempunyai tujuan secara rasionalitas. Dengan tata cara tersebut. Alam dan orang Dayak Kenyah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling memberi pengaruh timbal balik. Sebagai 60 Informasi. Mereka mencari makanan dan minuman dari alam.2005) manusia dan alam adalah satu karena keduanya sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. meramu. Pekarangan rumah seperti nampak tidak teratur atau acakacakan. Semua sisisisi rumah panjang atau lamin. Vol. Alam dan manusia sama-sama memiliki roh. Alam juga sumber inspirasi untuk memberikan nama bagi orang Dayak Kenyah seperti Nggang (burung enggang) Merang (sejenis kayu) Tebun (sejenis burung) dan lainnya. Contoh 2 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Manusia. Setiap anggota kelompok tani belajar sifat fisologis tanaman pekarangan. Alam bisa menjadi ramah jika manusia memperlakukan secara arif. 1997) pekarangan rumah pada masyarakat pegunungan dijadikan wahana pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi warga masyarakat. Dan warga yang lebih tua memberi pelajaran kepada warga yang lebih muda. No. tahun 2007 . Pada masyarakat Selajambe (Kartono dalam Sorjani. Orang Dayak Kenyah berladang. mereka memandang alam sebagai sumber kehidupan dan tidak ada kehidupan mereka yang tidak terkait dengan alam sekitarnya. Di setiap pekarang dijadikan kebun percobaan dengan tanaman yang bervariasi. tarian ataupun nyanyian. Anggota warga belajar harus menghapal 197 jenis tanaman dan karakteristiknya. Setiap tanaman ditanam secara berbeda tempat sesuai dengan pencahayaan matahari. 12.

tanaman sirih seharusnya di tempat yang teduh. 12. 02. Contoh 3 : Pengintegrasian Pengembangan SDM dan SDA Pengintegrasian kearifan lokal di dalam pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam bagi masyarakat KAT. melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan informal dan non formal sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berbudaya. e. No. bahkan banyak pekarangan yang tidak berpagar. harus dilakukan secara bersama dengan Departemen dan Instansi lainnya. c. Maksudnya agar semua warga mempunyai hak sama untuk secara bebas melalui sebuah pekarangan. Menjamin agar seluruh anak dimanapun. tanggap dan kreatif terhadap lingkungan. Tetapi para warga belajar diajarkan menanam sirih ditempat terang dan terbuka. memahami dan mem- b. Vol. baik laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh akses yang sama pada semua jenis pendidikan dan tingkat pendidikan. Informasi. Selanjutnya berdasarkan kesepakatan dengan berbagai departemen dan instansi dirumuskan rencana nasional untuk memadukan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam melalui tindak pembangunan yang berkelanjutan VI. Mengembangkan budaya masyarakat yang sadar lingkungan hidup. sehingga tidak berdiri sendiri. Dengan wahana pekarangan semua orang bisa belajar dan tolong menolong sebagai tradisi luhur. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat dan komunitas lokal. STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DAN SDA UNTUK KESEJAHTERAAN KAT 1. tahun 2007 61 . Karena daun sirih berwarna kuning lebih disukai daripada daun sirih berwarna hijau. Warga belajar di Selajambe memiliki pandangan yang holistik antara tumbuhan dan tata letak tanah. Pengembangan SDM Berkelanjutan a. Memberikan pengetahuan. maka masyarakat Selajambe menerapkan kearifan di dalam pembelajaran pertanian bagi warganya. Dengan tata cara tersebut. Sehingga di daerah itu tidak ada bagian yang tidak terbuka. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal tentang lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. sehingga meng-hasilkan daun berwarna kuning. Hal ini diwujudkan melalui gerakan bersama secara terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai bentuk green for all.contoh. d.

kelompok. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya cukup dilihat dengan model hitungan semata. Mengefektivitaskan keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. c. e. tahun 2007 . Meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengembangan sistem hukum dan instrumen hukum. VII. Vol. d. Tujuan pendokumentasian tersebut. Menurunkan kerusakan lingkungan terutama keanekaragaman hayati. Pengembangan SDA Berkelanjutan a. Memetakan potensi dan ketersediaan keanekaragaman hayati dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan berkelanjutan. namun bagaimana melihat KAT sebagai komunitas manusia yang memiliki rasa cinta kepada sumber daya alam yang ada di lingkungan masing-masing. 02. Kelebihan kearifan lokal yang dimiliki KAT dalam mengelola sumber daya alam adalah pandangan KAT tentang sumber daya alam sebagai bagian kehidupan mereka. c. perlu didokumentasikan dengan baik. 62 Informasi. agar banyak orang dapat memahami bagaimana KAT mau dan mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. Studi etnoekologi adalah studi etnografi tentang hubungan manusia dengan sumber daya alam atau human ecologi. Keakraban hubungan KAT dengan alam dinyatakan dalam falsafah aku adalah alam dan alam adalah aku atau dalam bahasa global disebut ”Oness Nature” atau dalam bahasa lokal disebut ”Halubay”. 2. Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan. e. 3.berikan apresiasi terhadap kehidupan yang seimbang antara materiil dan immaterial dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. b. 12. Meningkatkan peran serta individu. Perlindungan SDA Berkelanjutan a. masyarakat dan jejaring dalam pengendalian dampak lingkungan. No. Mengembangkan kemampuan masyarakat dan komunitas lokal dalam melakukan inovasi lokal di bidang pelestarian lingkungan. Falsafah tersebut menegaskan bahwa sumber daya alam sebagai sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan materi maupun non materi. ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT Kearifan lokal yang dimiliki KAT tentang nilai-nilai budaya mengelola sumber daya alam secara lestari dan berskala kecil diberbagai tempat. Meningkatkan efisiensi dan berkelanjutan pemanfaatan serta mengurangi degradasi sumber daya keanekaragaman hayati. d. Tujuan studi ini untuk menggambarkan secara detail perilaku hidup suatu komunitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam dengan kearifan lokal untuk memenuhi kehidupan dan kesejah- b. Mengefektifkan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara terus menerus. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal dalam lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal.

Manusia bergantung kepada alam. Tujuan yang diharapkan dari studi etnoekologi adalah penggambaran kehidupan KAT berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. KAT dapat memenuhi kebutuhan hidup seharihari. norma dan adat istiadat atau dikenal dengan kearifan lokal. Etnoekologi merupakan pengembangan dari studi etnografi. Dengan pendekatan ini. 02. Terkait dengan itu. Perlakuan arif dan bijaksana ini dapat ditemukan pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). mata air dan gunung. maka upaya pemberdayaan KAT di satu sisi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. yang selanjutnya dikenal dengan nama etnoekologi. Sedangkan etnografi adalah salah satu metode di dalam kajian antropologi. VIII. pepohonan. Pemahaman ini salah satunya dapat dilihat dari perspektif KAT itu sendiri. Di sisi lain mempertahankan daya dukung alam. yaitu perspektif KAT yang selama ini mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya sebagai satu kesatuan sistem ekologi. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. tahun 2007 63 . kemudian dijadikan pijakan bagi KAT dan petugas pemberdayaan KAT untuk merancang suatu program atau kegiatan yang terencana dan sistematis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial KAT berbasis kearifan lokal. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Sehingga temuan etnoekologi KAT untuk masing-masing komunitas sangat berbeda dan beragam ini dapat menjadikan acuan untuk tidak membuat program atau kegiatan pemberdayaan KAT secara seragam. No. Dengan penggambaran tersebut diharapkan akan memberikan suatu pemahaman yang lebih jauh mengenai kesejahteraan sosial KAT yang bersandarkan kepada pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kehidupannya. Perspektif KAT ini juga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi pihak lain atau generasi muda dalam pendidikan berbasis lingkungan hidup atau ecoeducation. Pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan dengan menggunakan aturan atau nilai budaya adat yang diajarkan secara turun-temurun.teraannya. Etnografi berasal dari kata etno yang berarti suku bangsa dan grafi berarti tulisan. upaya pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan KAT perlu memperhatikan kearifan lokal KAT tersebut. PENUTUP Manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. Informasi. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. 12. Penemuan tentang perspektif KAT dalam memandang dirinya (siapa aku) dan alamnya (siapa alam) ini. jadi etnografi adalah penggambaran secara detail dan tertulis tentang kehidupan suatu suku bangsa tertentu. Vol. Keberhasilan studi etnografi untuk memotret kehidupan suatu masyarakat ini telah mengilhami berberapa ahli untuk mengembangkan kajian hubungan manusia dengan sumber daya alam. Mereka yang pada umumnya hidup secara subsisten berupaya untuk memperlakukan alam dengan baik berdasarkan nilai. karena alam memberikan sumber daya bagi manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Oleh karenanya.

64 Informasi. Drs. Kesepatan dan Rencana Tindak Nasional Keterpaduan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Model Pendekatan Sosial Budaya Dalam Persiapan dan Pemantapan Pemberdayaan KAT. 2003. 2006. Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: Jendela Fitzpatrick Tonys. Yogyakarta: Sinergi. 2002. Jakarta: UI Press Migdey James. Cambridge: University Ife Jim. Model Pengembangan Sumber Daya Manusia KAT. Kapital Sosial Dalam Perspektif Sosiologik. Enviromental Issues and Sosial Welfare. No. Vol. Oxford: Blackwell Ife Jim. 2005. Creating Community Alternatif Vision Analysys and Practice . Model Perlindungan dalam Pemberdayaan KAT. 12. 02. 2001. 2004 . Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. 2002.Hum adalah Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. 2004. Washington: WB. 2002. Australia: Longmann Kementerian Lingkungan Hidup. Manusia di Hutan Rakyat . Jakarta: Dir PKAT Easwell Roger. Towards Rights Based Practice. Etnoekologi. Dari Kearifan Lokal Menuju Gerakan Self Governance. Human Righys and Sosial Work. 2004. Ideologi Politik Kotemporer. Bandung: Lemlit STKS Soerjuni Mohammad. 1997. Bambang Rustanto. Community Development. tahun 2007 . Jakarta: UI Press San Awang. 2004. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. The World Bank. Sustainable Development In Dinamyc World. Jakarta: KLH Lawang MZ Robert. et all. 2004. 2004. Jakarta: UIN Rustanto Bambang et all. M.DAFTAR PUSTAKA Direktorat PKAT. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan.

Sebagaimana dikemukakan oleh Soebadio (Koentjaraningrat. Bahkan taraf hidup suku-suku bangsa bersangkutan menjadi kendala dalam usaha pembangunan sebagai bangsa. 02. tahun 2007 65 . ekonomi maupun politik dengan tujuh kriteria. Pemberdayaan KAT. 1993) sampai saat ini masih dirasakan kesenjangan sosialbudaya itu. pendidikan dan pengembangan secara umum yang kita nilai jauh dibawah standar menurut ukuran masa kini. Perbedaan tersebut menempatkan KAT sebagai komunitas yang menjalani kehidupan secara tradisional (masih terbelakang) dibandingkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang menjalani kehidupan secara modern. tertutup dan homogen. 12. Pada tahun 1973 dikenal dengan sebutan Suku Terasing. Selanjutnya. Indigenous people is local social culture groups. dan masih hidup dengan sistem ekonomi susbsisten (Dir. Terdapat perbedaan yang khas antara sosial budaya KAT dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia pada umumnya. PENDAHULUAN Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial. dengan perubahan pada karakteristiknya. kemudian pada tahun 1994 menjadi Masyarakat Terasing. No. separately and uninvolved in network and services in social. Kita merasa tidak mungkin membiarkan sebagian dari bangsa kita berada dalam taraf kesehatan. antara lain berbentuk komunitas relatif kecil. I. social welfare. The means of development are discontinuously to progress for people. Keyword : Indigenous people. Pada umumnya terpencil secara geografis dan secara sosial budaya tertinggal dengan masyarakat yang lebih luas.MEWUJUDKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SEJAJAR DENGAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA Sugiyanto dan Mochamad Syawie Abstract. The separated that mean social culture. dan terminologi yang digunakanpun telah mengalami perkembangan. and measured with awareness and capability a part of community have to better life and welfare. diakui bahwa “keterasingan” pada mereka dalam arti sosial budaya. there is gap between level of social culture in tribes with Indonesian conditions enclosed. empowerment. or politic. 2005). economic. “Progress” is useful toward humanity aspect from development. Demikianlah kita merasa bertanggung jawab atas pengembangan suku-suku Informasi. Persepsi tentang KAT di Indonesia masih beragam. Vol. Terakhir pada tahun 1999 menjadi Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Hidup bersama suku pedalaman di Riau merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi Kalipke. supaya mereka akhirnya mampu ikut hidup sesuai pola dan patokan kesehatan dan pendidikan masa kini. “kemajuan” sebaiknya selalu mengacu ke aspek manusiawi dari pembangunan. tanpa memperhatikan keperluan warga masyarakat yang mereka “bangun” dengan lebih seksama. Mereka menyelesaikan tugas yang telah ditargetkan dalam waktu yang sesingkat mungkin (kalau mungkin dengan cara memaksa). dan kemandirian komunitas adat terpencil 66 Informasi. pertama: disebut traditional community development approach (pendekatan pembangunan masyarakat yang tradisional). dan diukur dengan derajat kesadaran dan kemampuan sebagian besar warga masyarakat yang bersangkutan untuk hidup lebih nyaman dan sejahtera. bahwa pembangunan tidak selamanya berarti kemajuan bagi semua orang. ini akan menggali pemikiran asli dari warga suku pedalaman. kepemimpinan lokal. Pada saat bangsa Indonesia sendiri kurang mempedulikan kesulitan hidup yang dialami suku Sakai. Ahli antropologi G. di pedalaman Bengkalis. dengan memilih komunitas suku Sakai sebagai subyek. tahun 2007 . 02. Kalipke menetap selama tidak kurang 17 tahun. Lang (Koentjaraningrat. 1993) menyarankan suatu konsep yang relatif dapat digunakan sebagai pegangan untuk merencanakan beberapa kebijaksanaan pembangunan KAT. 2) perubahan tanpa kemajuan. Berdasarkan konsep “kemajuan” pada difinisi tersebut. dan 3) perubahan yang membawa kemajuan sosial ekonomi. Kabupaten Bengkalis. Perubahan degeneratif adalah perubahan yang telah merusak keseimbangan dari kehidupan sosial suatu masyarakat. dan seringkali juga merusak keseimbangan ekologi lingkungan alamnya. tengah bergulat dengan proses penghilangan eksistensi mereka seiring pembabatan kekayaan terbesar yang mereka miliki. yaitu hutan. Dia hanya berharap. Dalam tulisan berjudul The Meaning of Development yang ditulis oleh Seer (Koentjaraningrat. cenderung penelitian semacam ini sangat jarang diminati orang. sehingga mampu juga mengikuti usaha pembangunan yang tengah kita. yakni Suku Sakai. ia berpendapat.O. Kebijakan tersebut antara lain. Keadaan seperti ini dapat timbul karena para change agent hanya melakukan pendekatan bagi kepentingan mereka sendiri. sekaligus menyedihkan. Provinsi Riau. riset yang didukung Universitas Hamburg. Di tengah kemiskinan suku yang terbiasa dengan pakaian berbahan kulit kayu inilah. dan Bukit Kapur. Menyedihkan karena suku Sakai cenderung kurang mendapat perhatian penuh dari bangsanya sendiri. sebaiknya memperhatikan sumber daya lokal. Menurutnya. suatu suku pedalaman. Vol. Kalipke justru menetap di tengah keluarga Sakai. 12. bergaul. Jerman. jauh di pedalaman hutan Mandau. 1993) mengenai kebijaksanaan membangun serta mengubah masyarakat pada umumnya. Mendukung pendapat Seers.bersangkutan. Hidup bersama. menetap. Oleh karena itu. Hans Kalipke (Orin Basuki. maka semua upaya pembangunan paling tidak dapat mengakibatkan : 1) perubahan degeneratif. No. dan mengikuti cara hidup suku Sakai yang berpindah-pindah pada saat membuka lahan untuk berladang. Kesedihan itu dirasakan ketika mengawali proyek penelitiannya yang diberi tema “Pikiran dan Pengertian Asal”. Minas. 2003) mengungkapkan bahwa pada tahun 1979.

12. lapisan sosial dan suku bangsa di Indonesia (Koentjaraningrat. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek. karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik pasti bermanfaat Secara umum. istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat.yang akan dibangun. populasi dan persebaran pemberdayaan komunitas adat terpencil adalah yang sudah diberdayakan sebesar 61. yang sedang diberdayakan 13. relatif sulit memperoleh sarana transpotasi. Orang rimba di Provinsi Jambi. Vol. Kalau kita memecahkan persoalan itu dengan jawaban bahwa masyarakat terpencil di negara kita tidak maju karena lokasinya terpencil. Demikian pula.488. buta huruf dan bahkan ada KAT yang menolak masuknya pendidikan karena dinilai pendidikan bertentangan dengan adat istiadat mereka. No. 02. Mereka pada umumya berjalan kaki berjam-jam untuk meninggalkan kampung halamannya. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KAT Mengutip pandangan Ismid Hadad (1980) bahwa. berdasarkan prinsip bahwa change agent hanya memberi modal dan teknologi untuk memudahkan pembangunan yang dikembangkan dengan sumber daya lokal (dari bawah) dan kepemimpinan lokal. fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut. jawaban itu juga tidak seluruhnya benar. Pada umumnya KAT berpendidikan rendah. tapi juga membawa perdebatan yang tak habishabisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas. Misalnya. senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. Pada lokasi tertentu. apapun makna. bagi orang luar yang bermaksud memasuki lokasi KAT. dan sama sekali tidak atau hanya sedikit mengalami hubungan dengan dunia luar. II. Sarana transportasi masih sangat terbatas untuk keluar maupun masuk ke lokasi KAT. Transportasi. Informasi. dan sempurna bagi semua golongan. kuda atau Sebagian besar bangsa Indonesia berasumsi dan mempunyai keyakinan bahwa pembangunan nasional membawa kemajuan yang berarti. Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2005. kehidupan yang lebih aman. kita tentu perlu mempersoalkan mengapa hingga sekarang masih ada warganegara Indonesia yang hidup dalam masyarakat terpencil yang kita anggap terbelakang dan tidak maju.185 (Direktorat Pemberdayaan. untuk ke lokasi KAT digunakan perahu kelotok. disebut paternalistic approach (pendekatan paternalistik) berdasarkan gagasan bahwa masyarakat yang dibangun masih sangat rendah kemampuannya. Ia mengandung begitu banyak makna. menimbulkan begitu banyak harapan. Namun. Pendidikan. engineering physical infrastructure approach (pendekatan prasarana fisik). permasalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan KAT disebabkan oleh dua hal mendasar yang terkait satu sama lain.177. mempunyai fungsi begitu berganda. sejahtera. dan yang belum diberdayakan sebesar 193. yaitu (1) keterbatasan sumberdaya manusia dan (2) keterbatasan keterpaduan program. Komunitas Adat Terpencil. 2. 2005). Ketiga. Kedua. 1993). Dalam rangka itu. tahun 2007 67 . Permasalahan yang dihadapi oleh KAT seperti : 1.

terhadap rangsangan unsurunsur yang datang dari luar. 5. sehingga terkesan program penanganan kemiskinan berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya pun kurang optimal. Koordinasi. 1. walaupun cara hidup yang baru itu dapat membawa kemajuan baginya. menjadi alasan enggannya tenaga pengajar ditugaskan ke lokasi KAT. 4. KAT sebagai bagian dari kemiskinan perlu ditangani secara koordinatif dari berbagai instansi sektoral. No. Warga masyarakat terasing (baca komunitas adat terpencil) sebenarnya mau menerima pengaruh dari luar yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi mereka. Fasilitas pemerintah. 1993). Komunitas adat terpencil memang ingin maju. dan karena itu mereka tetap hidup dengan cara yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka. Dalam perspektif di atas. yaitu: Mengubah kebudayaan berarti mengubah adat-istiadat. dimana warga dari KAT mengorganisasi diri dalam kelompok dan 68 Informasi. kebiasaan dan gaya hidup seseorang yang telah lama dipelajari. 6. 3. karena ia harus meninggalkan dan akan kehilangan pegangan hidupnya. Tenaga medis. yang dapat membawa kemajuan dalam hidup mereka. air bersih dan sebagainya. KEBUDAYAAN SEBAGAI REFERENSI PERUBAHAN Teori antropologi tentang perubahan kebudayaan menyarankan agar diperhatikan respons dari masyarakat (“sejajar dengan masyarakat pada umumnya”). 02. 12. III. Komunitas adat terpencil memang tidak mau berubah. Pembangunan komunitas dapat dilihat sebagai proses. 3. menjadi alasan enggannya tenaga medis untuk ditugaskan ke lokasi KAT. intervensi yang terbaik dalam memberdayakan KAT adalah pembangunan komunitas tersebut. Tenaga pengajar. Vol. Di lokasi tersebut masih sangat terbatas tersedianya fasilitas dan sarana umum seperti jalan untuk kendaraan roda empat. atau dengan perkataan lain.kendaraan roda empat yang khusus untuk kondisi alam yang sulit. kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. 2. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan masih terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. Sama halnya alasan pada terbatasnya tenaga pengajar. jembatan. Sedikitnya ada tiga respons terhadap tiga macam pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari luar. dikenal dan dibudayakan sejak kecil. Namun mereka tidak atau belum mampu melakukan perubahan kebudayaan. tahun 2007 . listrik. Untuk itu perlu motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam atau dari luar. Hal itu tentu dirasakan sangat berat. Kenyataannya sangat sulit untuk membangun koordinasi ini. dan berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang selama mungkin dengan cara menolak setiap unsur pengaruh yang datang dari luar (Koentjaraningrat. namun mereka menganggap bahwa pihak luar tidak mau membagi unsur-unsur kebudayaan yang membawa kemajuan itu dengan mereka.

merasakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi atau masalah-masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup (Parsudi Suparlan, 2003). Kelompok ini membuat rencana-rencana kerja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi, atau mengatasi masalahmasalah yang mereka hadapi untuk dapat diatasi bersama. Berdasarkan hal tersebut mereka mengorganisasi diri dalam bentuk kelompok-kelompok kerja atau perkumpulan-perkumpulan untuk melaksanakannya.

Khairina, “Kami Sekolah Hanya Dua Minggu Sekali”, dalam Kompas, 22/8/ 2005 Basuki, Orin, Sebuah Kamus Untuk Warga Sakai, dalam Kompas, 2/1/2003. Koentjaraningrat, dkk, 1993, Masyarakat Terasing di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Departemen Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Pemberdyaan Komunitas Adat Terpencil, 2005, Profil Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pada 8 Provinsi, Jakarta. Suparlan, Parsudi, 2003, Pembangunan Komuniti Terpencil (KAT), Makalah Seminar Hasil Penelitian KAT Departemen Sosial & Pranata Pembanguna UI, Jakarta.

IV. PENUTUP
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, upaya mewujudkan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada kesulitan apabila tidak memperhatikan penanganan yang serius terhadap persoalan kemiskinan, pendidikan, serta masalah kesehatan. Karena akar masalah yang dihadapi KAT terletak pada ketiga persoalan mendasar tersebut. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT, dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sugiyanto , Alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Program Studi Pengembangan Masyarakat. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Mochamad Syawie, Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sosiologi. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat dan Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Hadad, Ismid, 1980, Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan, dalam Prisma, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial , LP3ES, Jakarta.

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

69

INDEKS
A
Accountable, 55 Achir (1994), 31 Advokasi Sosial, 20 Afeksi, 26 Alexandrov (1981), 6 Anayomi, 10 Antropologi, 2 Antropopcentris, 56 APKLINDO ( Asosiasi Klining Service Indonesia), 44 Child Drugs Trafficking (CDT), i Community Watch, 43, 44 Consenciousness raising and organization, 14 Conventional Kin, 25

D
Deep Citizenship, 55 Degradasi, 16, 62 Depsos, 2003 ; UNDCP, 36 Discretionary Kin, 25 Downliner, 38 Drugs Trafficker, 41 Drugs Trafficking, 37 Durkheim, 2

B
Blckkenburg dan Sachs, 1990: 31-31, 3 Bell (Ihromi, 1999), 25 Biodiversity, 51, 54, 56 Birokrasi, 15 Budi santoso (1995), 12

E
Earth Fist, 56 Ecocentris, 56 Ecoeducation, 63 Ecologycal Modernization, 56 Ekologycal, 57 Eplisit, 2 Etnoekologi, 62 Etnografi, 1, 2, 62, 63

C
Calhoun (1999: 663-664), 7 CDT (Child Drugs Trafficker), 41, 42, 43, 45, 46, 48 Change Agent, 66, 67 Chayanov, 2

70

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

Everyday form of repression, 5 Extended Family, 24 Eyre (2006), 28

HIF/AIDS, 46 Homeless, 37 Human Ecology, 62, 63

F
Farmer, 1 Fictive,25 Filantropis, 9 Fisologis, 60

I
ILO (2003),36, 37, 40 Impersonal, 15 Implisit, 5 Individualization, 17 INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita), 44 Institusional, 34 Institusionalization, 58 Integrasi social, 27 Interaksi, 3, 11, 13 Intervensi, 20, 68

G
Giddens, 1995: 1-2, 7, 56 Gunarsa dan Gunarsa (2004), 24 Geertz (1983), 3 General models, 17 Goldstein dkk (1973), 27 Good Society, 52 Goode (2000), 32, 33 Great Tradition, 1 Green Communitarian, 57 Green for All, 61 Green Movement, 54

J
James C. Scott (2000), 4 James Midley (2005), 52 James scott (1981), 4 Jihad fi-sabilillah, 6 Jim ife (2002), 13, 17

H
Habermas, 56 Halubay,62 Hambali (2005), 32 Hartley Dean (Fitzpatrick, 2002), 56 Hartmandan Dwyer, 28 Help people help them self, 16, 48

K
Kartodirjo (1984), 7 Kuntowijoyo (2002: 60), 7 Kalipke, 66 KAN (Komite Aksi Nasional), 40 Karen K. Kirst, Ashmandan Grafton H. Hull, Jr (1993), 17

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

71

29 Konsumerisme. 38 Mode ofproduction. 1. 41. 39. 12. 48 Nature. 6 Modelling 27 Modernisasi. 12 Nuclear Family. 18 Main stream. 1984). 46. 2 Marwanti dalam Rustanto. 40. 60 72 Informasi. 43. i. 51 Norton Dan Hunt (Astrid. 47. 02. 4 Much as potatoes in a snack of potatos. Vol. No. 62 Orbitasi. 14 Orin Basuki. tahun 2007 . i. 17 Micro practice Skill. 25 Oness Nature. 65. 24 O ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). 44 LSM/Orsos/Ormas. 7 Koentjaraningrat (1993). 6 Multidimensi. 6 Konfrontasi simbolis. 11. 2005. 2 N L Lamin. ii. 58 Low profile. 60 KAT. 24 Non Renewable. 54 Nimkoff. 3 Moralitas. 10 Organizing and social action. 40. 66 Outrech. 38. 61. 36. 2 Kuntowijoyo (2002. 16 Mark dan Engels. 5 LPKK.Karl mark (1971: 230). 66. 62. 40 Multy-dimensional. 68 Kolutif. 54 Mezzo Practice Skill. 37. 33 NAPZA.1997. 2005. 6 Kartono dalam sorjani. 57. 43 M Macro Practice Skill. (2003). 2 Mark. 59 Local Wisdom. i. 65 Kaum abtenaar. 54 Kontemplasi. 44 Oikonomia. 23 Life Skill. 18 Nainggolan. 44. 20 Legowo. 6 Marxist. 5 Konsistensi. 6). 16 Kroeber. 60 Land reform. 17 MLM (Multi Level Marketing). 58 Lesbian/Homoseksual. 45.

4 Provider. 3 Richard Titmus (Midley.P Pakistan. 12 Soerjono Soekanto (1990). 17 Partisipatori.2002). 56 Self-determination. (2003). 33 Resistensi. 14 Social alignment. tahun 2007 73 . 4 Pre-capitalist.Thailand. 5 SDM. 16 Self Governance. 4. i.SDS. 59 R RAN (Rencana Aksi Nasional). 69 Participation. 55 Revolusioner. 9 Shanin ( 1971: 14-15 ). 53 PSBR. 2 Premis. 23. 46 People centered development. 16 SDM dan SDA. 6 Resilient. 52 S Scott. 4. 40 Rapid Assesment. 44 Polish (Tetrawanti. 6 Sacred. 44 Paul Hogget (Fritzpatrick. 31. 12 Informasi. 4 Social action. 2000: xxiii-xxiv. 44 Psikotropika. 24 Talcot parson (Ihromi 1999). No. 52 Parsudi Suparlan. 43 Stereotype. 02. 4 Responsible. 52 Peasant. 13 Paternalistic Approach. 18 PKBM. 24 Popkin (1979). 68 Pincus dan Minahan (1973). 36 Represif. 1989). 3. 12. 53 Ratu adil. 6 Peasantry. 2005). 26 Subsisten. 61 Self determination. 2. 36 Raskin (Beras Miskin).16 Stake holder. 42. 6 Referal System. Vol. 37 Paradigma.SDA. 1. 44 T Tetrawanti (1989). 63. 67 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). 10 Spiritual. 1 Peer Educator. 20 Soetrisno. 18. 2000: xviii. 2 Sharing. 9 Perspektif. 63 Survival.

55 Toleransi. 53 Wellfare Statism. 30 Tonys (Fitzpatrick.18 The looser. 02. 53 The Maining of Development. 53 74 Informasi. 66 The target system. 12. Vol. 9 Tournamen. 2002). 39 Vocational training. tahun 2007 . 18 The change agent system. 66 Trafficker. 43 W Wolf (1985: 26). 18 The Winner. 52. 1 Terminologi. 32 Traditional Community Development Approach. No. 41 Tradisional. 2 Terminology. 11 Upliner. 37 U Universal. 18 The client system. 38 V Vasil‘cakov. 2 Victim. 50 Think Globaly and Act Locally. 65 The action system. 53 Well Being. 53 The World Bank. 3 Welfare Consumerism.Terminologi Redfield dan Singer (1971 ). 52 Top-down.