PENGANTAR REDAKSI
Penerbitan Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 12 Nomor 02 ini menyajikan enam artikel yang membahas: Tinjauan Teoritis tentang Resistensi Petani, Membangun dan Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keluarga Berketahanan Sosial, Pelayanan Sosial Terkait Dengan Anak yang Dilibatkan dalam Perdagangan NAPZA, Peningkatan Kesejahteraan Sosial KAT Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Kehidupan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya. Masyarakat petani di Indonesia, faktanya merupakan masyarakat yang termarjinalisasi. Proses marjinalisasi ini sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Permasalahan ini dibahas oleh Oetami Dewi dalam tulisannya, “Resistensi Petani : Suatu Tinjauan Teoritis”. Diuraikan oleh Suradi dalam tulisannya “Membangun dan Memberdayakan Masyarakat : Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis”, bahwa pembangunan dalam rangka memberdayakan masyarakat yang tepat apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, maka intervensi pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat tersebut, dan mengintegrasikan berbagai dimensi yaitu sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan personal/spiritual. Melalui pendekatan terintegrasi ini, maka akan tercapai taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dewasa ini, keluarga menghadapi dampak perubahan sosial yang sangat cepat. Irmayani dalam tulisannya “Membangun Keluarga Berketahanan Sosial Dalam Era Modernisasi”, menguraikan, bahwa keluarga yang berketahanan sosial, adalah keluarga yang mampu bertahan terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pada era modernisasi ini, keluarga diharapkan mampu melaksanakan fungsinya, membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya, serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan sosial, dapat berdampak pada kehidupan anak antara lain anak terlibat dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, kareana melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja, tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Dalam hal ini, peranan pekerja sosial sangat penting, selain tentunya polisi, hukum, dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Permasalahan ini dibahas oleh Hari Hariyanto dalam tulisannya ”Pelayanan Sosial Bagi Anak Yang Dilibatkan Dalam Perdagangan Napza : Pengalaman Bekerja Bersana Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur”.

i

Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Oleh karena itu. Hal ini dibahas oleh Sugiyanto dan Moch. Hidup serasi dengan alam ini dicontohkan oleh KAT. pepohonan. Namun demikian. yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT. Oleh karena itu.Rustanto dalam tulisannya ”Peningkatan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil Berbasis Kearifan Lokal’ menguraikan. mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjaga alam tetap lestari. mata air dan gunung. KAT adalah komunitas yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatan kesejahteraannya. Syawie dalam tulisannya ”Mewujudkan Komunitas Adat Terpencil Sejajar dengan Masyarakat Pada Umumnya”. bahwa manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. Oleh karena itu. REDAKSI ii . upaya mewujudian KAT ini tampaknya masih dihadapkan pada berbagai kesulitan. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. mereka perlu diberdayakan agar dapat menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya.

Key word : resistance. That resistance can be divided into many meaning. For passive the characteristics are different than in active resistance by the appearance from the kind of how the peasant react to what they think it could be different from what they want to. But for active resistance the appearance more destructive than in passive. the peasant I. Farmer adalah petani yang menguasai faktor produksi secara memadai. yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial pada jaman ini yakni: teori kelas Marxist. since their willingness never gives more attention until they can’t stand up anymore. In this paper. Secara umum kita dapat membedakan atau melihat empat tradisi konseptual utama dalam pembahasan tentang keberadaan kaum tani (peasantry) sebagai hal yang khusus. 02. tanah pertanian yang relatif luas. and the main resistances are active and passive resistance. meliputi seluruh jenis struktur sosial. Mereka sering disebut petani gurem. seperti elite politik dan elite ekonomi. PENDAHULUAN Konsep tentang petani perlu diperjelas terlebih dahulu sebelum berbicara konteks hubungan petani dengan kelompok sosial lainnya.RESISTENSI PETANI : SUATU TINJAUAN TEORITIS Oetami Dewi Abstract. petani yang termasuk dalam pengertian peasant adalah petani yang menguasai sedikit sumber daya alam. dan tradisi Durkheimian yang dikembangkan oleh Informasi. condition and the culture form the communities. try to make many differences and understanding meaning from many references that talking about resistance relating to the peasant. 12. because the concept for resistance actually came from the peasant. tipologi ilmu ekonomi khusus. No. Berbeda dengan farmer. we can’t avoid talking and discussing about the peasant. Peasant ini memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan farmer. Mereka memiliki modal usaha dan jaringan sosial yang kuat dengan tokohtokoh dari kelas sosial atas. mampu mengakumulasi surplus usaha taninya. If we are talking about the resistance. atau budaya marginal yang berbeda dengan budaya yang dikem-bangkan oleh lapisan penguasa. Briefly in this paper I would like to convey that if we want to know deeply about the resistance we should now first about the history and concept for building the theory. sehingga kebudayaan farmer dalam terminologi Redfield dan Singer (1971) disebut Great Tradition. The form of resistance also many kinds relating to the situation. dan termasuk buruh tani yang tidak memiliki tanah dan meng-gantungkan hidupnya pada kerja bagi hasil. tradisi etnografi budaya. Pengertian petani dibedakan antara farmer dan peasant. Farmer ini juga digolongan sebagai kelompok petani lapisan atas yang mengadopsi budaya kelas dominan dalam struktur negara. Vol. Mereka ini disebut mengembangkan budaya kecil. tahun 2007 1 .

tahun 2007 . 02. Tradisi Marxist tentang analisa kelas menggunakan perspektif pemahaman terhadap kaum tani dalam konteks pola hubungan kekuasaan. yaitu berakar dari etnografi Eropa dan antropologi Barat tradisional yang cenderung mendekati petani sebagai representasi dari tradisi nasional awal. dan diterima sebagai dasar konseptulisasi oleh mayoritas antropolog Amerika. Pendekatan ini dikembangkan oleh Marx. Kroeber menempatkan masyarakat petani dalam posisi tengah bagian masyarakat dengan bagian budaya tersendiri. yaitu. hidup kaum tani didominasi oleh orang luar. Pertanian tradisional meliputi suatu kombinasi tugas spesifik pada suatu spesialisasi tingkat rendah dan latihan suatu kebebasan. Vol. Ciri-ciri ini nampak dari sisa-sisa dasar struktur kekuatan sosial. yakni: 1. Pendekatan ini dapat dilacak dari karya Marx dan Engels. 12. 1971: 13-14). keunggulan sikap kompromis dan tradisional. Tindakan ekonomi melekat dengan hubungan keluarga. Produksi kebun keluarga sebagai unit utama bagi sosialisasi. Sedikit bagian dari pola budaya ini berhubungan dengan karakteristik masyarakat kecil. Sebagai contoh. hal yang sangat penting di mana kepalsuan dianggap cara keluarga petani bekerja. Menurut Shanin (1971: 14-15). Corak budaya petani yang spesifik telah dicatat oleh berbagai peneliti. Posisi kaum tani tidak pernah diperhitungkan. No. batasan terhadap masyarakat petani secara umum meliputi empat hal utama. Kemudian petani (peasant) dipahami sebagai awal dari tata sosial. Kebun keluarga petani merupakan unit dasar dari organisasi sosial yang multi-dimensional. Pokok permasalahan politis mereka adalah antar hubungan dengan budaya subordinat dan ekploitasi ekonomi melalui pajak. Dasar dualisme yang diterima oleh Durkheim dan generasinya membagi masyarakat ke dalam tradisional dan modern atau organik di atas pembagian kerja dan interaksi dari berbagai unit. Budaya tradisional yang khusus berhubungan dengan cara hidup masyarakat kecil. 4.Kroeber dan sejawatnya dalam teori perubahan sosialnya ke sosiologi fungsional (Shanin. sewa. Tradisi ketiga. suatu tambahan mendeskripsikan masyarakat petani. 2. Lahan pertanian merupakan alat utama mata pencarian yang secara langsung menyediakan bagian terbesar kebutuhan konsumsi. pertimbangan tindakan individu dalam hal pengalaman masa lalu dan kehendak masyarakat. kepentingan dan 3. Petani digambarkan sebagai masyarakat produsen pre-capitalist yang dieksploitasi dan ditindas. Dampak alam yang secara terbatas penting bagi mata pencarian dari unit produksi kecil dengan sumber daya terbatas. Hanyalah keluarga yang menyediakan tenaga kerja pada kebun. Peasant sebagai bagian segmen telah diulas oleh Redfield. Tradisi kedua. dan alasan maksimalisasi laba dalam terminologi uang jarang nampak secara tegas atau eksplisit. tapi secara eksplisit dibuat Vasil’cakov dan secara keseluruhan dibangun Chayanov. 2 Informasi. memandang struktur sosial petani ditentukan oleh suatu jenis ekonomi khusus. telah mengikuti suatu alur yang agak kompleks. kemampuan membangun hubungan sosial dan kesejahteraan. dan hanyalah kebun yang menyediakan kebutuhan konsumsi keluarga dan pembayaran kewajibankewajibannya kepada pemilik atau penguasa ekonomi dan politik.

Konsep harmoni sosial-budaya di dalam kehidupan masyarakat petani tersebut dapat meredam seluruh potensi konflik. akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat petani ( peasant) karena dianggap mengancam keamanan subsistensi mereka. Oleh karena itu. Modernisasi pertanian terjadi seiring dengan proses penetrasi kapitalisme pada masyarakat petani akan ditentang keras karena mengancam kepentingan ekonomi mereka. Namun dalam beberapa kondisi. masyarakat petani juga akan mendukung usaha mempertahankan hubungan-hubungan sosial yang tradi- sional. Bentuk-bentuk interaksi sosial dalam kelompok primer biasanya ditandai oleh adanya tingkat formalitas yang rendah. ketetanggaan dan pengelompokkan yang bersifat lokal. namun beresiko bagi kejatuhan ekonomi rumah tangganya. Vol. dan pengeluaran dana-dana seremonial yang diperlukan untuk menopang hubungan-hubungan itu. masyarakat petani dapat menolak penetrasi lebih lanjut oleh tuntutantuntutan dan tekanan-tekanan dari luar. sosial dan politik. 1990: 31-32). berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan kebutuhan pasar. kaum tani digambarkan memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan segmen masyarakat lainnya. Karakter ekonomi petani ini ditandai oleh bentuk usaha taninya yang bersifat subsisten. 02. Masyarakat petani biasanya berbentuk kelompok primer atau asosiasi kecil yang saling berhubungan dan terikat oleh hubungan emosional yang alamiah. Pada waktu yang bersamaan. Kelompok primer dapat berperan untuk mengatasi masalah subsistensi rumah tangga petani. kelompok primer dalam masyarakat petani sering berfungsi secara ekonomi. dan tetangga yang terdekat dapat membantu dengan memberi pinjaman untuk membeli bahan pangan (Blanckenburg dan Sachs. Keberlangsungan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam jangka panjang lebih bermakna dari pada keuntungan besar jangka pendek. No. Kebijakan pembangunan pertanian yang mengarah pada modernisasi sistem pertanian. 12. memiliki tujuan interaksi tidak spesifik. dan tidak dilandasi oleh prinsipprinsip hubungan yang rasional. Setiap hal yang baru menurut mereka akan membahayakan keseimbangan yang ada. sehingga tidak menimbulkan gangguan yang serius di dalam kehidupan mereka. Kelompok primer dalam masyarakat petani ini berawal dari ikatan keluarga. Selama hubungan-hubungan itu dapat dipertahankan. ditandai oleh tertib sosial atau harmoni sosial yang tidak menyuburkan munculnya pertentangan kelas sosial akibat memburuknya hubungan kepemilikan tanah. 1985: 26). mereka dapat berubah menjadi kaum proletariat yang revolusioner dalam perubahan waktu. PERSPEKTIF TEORITIS RESISTENSI PETANI Dalam perspektif teoritis yang menyatakan petani sebagai sistem ekonomi khusus.pola perdagangan yang tidak disukai kaum tani. Mereka ini merupakan petani tradisional dan berusaha keras mempertahankan tradisi-tradisi yang memberikan jaminan keamanan subsisten rumah tangganya. Masyarakat petani cenderung untuk terus melekat pada cara hidupnya yang tradisional. tahun 2007 3 . Prinsip harmoni sosial budaya dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa dikemukakan oleh Geertz (1983). Informasi. II. Sementara mereka memaksa anggotaanggotanya yang lebih beruntung untuk membagi sebagian dari kerja dan barangbarang mereka dengan tetangga-tetangga mereka yang kurang beruntung (Wolf.

dengan pengertian membagikan secara merata apa yang terdapat di desa yang dilandasi kepercayaan kepada hak moral para petani untuk dapat hidup secara cukup. Relasi sosial dalam perspektif Popkin merupakan perjuangan kepentingan ekonominya sendiri bukan dilandasi oleh pertimbangan moral kolektif. melainkan perlawanan terhadap kekuasaan elite desa dan petani kaya yang mengatasnamakan masyarakat petani. dan bersikap resisten terhadap perubahan atau kenyataan sosial yang tidak memberi pilihan lain. Ada mekanisme sharing antara petani yang kaya kepada yang miskin melalui berbagai bentuk hubungan ekonomi dan sosial sebagai tanda bahwa petani kaya telah membagi surplus ekonominya kepada komunitas petani di desanya. Dalam perspektif teori Popkin. tahun 2007 . Para petani menganut moral ekonomi mendahulukan selamat. BENTUK-BENTUK RESISTENSI PETANI James C. bahwa perilaku manusia selalu dilandasi motif mencari keuntungan atau kemanfaatan yang sebesar-besarnya. Scott (2000) dalam bukunya Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. sehingga mereka lebih mengutamakan keselamatan ekonomi dalam jangka panjang dan tidak tertarik pada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek meskipun beresiko pada kehancuran ekonomi mereka. Kehidupan ekonomi petani yang relatif miskin dan berada diambang garis kemiskinan. bahwa semangat kolektif masyarakat petani yang terwujud dalam aktivitas tolong-menolong serta memandang permasalahan dari kepentingan kolektif merupakan mekanisme sosial untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang secara ekonomi rentan terhadap bahaya kekurangan pangan. 02. Para petani menganut azas pemerataan.James Scott (1981) menyatakan. mengupas bagaiman cara masyarakat petani yang lemah dan selalu kalah menentang kelakuan semena-mena dan eksploitatif dari kelompok ekonomi dan politik yang kuat. semua bentuk perlawanan petani bukan untuk menentang Revolusi Hijau atau perubahan. Popkin memiliki premis. No. III. padahal tujuan memperkuat institusi yang menguntungkan mereka. dari pada berorientasi pada maksimalisasi profit. resistensi petani merupakan pilihan rasional terhadap berbagai alternatif yang tersedia. Basis premis yang dikembangkan Popkin adalah setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih perilaku yang paling efisien guna mencapai keuntungan yang maksimal bagi dirinya. Perspektif moral ekonomi itu ditentang oleh Popkin (1979). Petani cenderung menolak perubahan pola-pola hubungan ekonomi dan sosial yang selama ini dianggap merupakan jaminan bagi keamanan subsistensi mereka. Gerakan perlawanan petani terjadi ketika sebagian besar individu merasa dirugikan. Moralitas ekonomi mendahulukan keselamatan ini merupakan kunci untuk memahami resistensi petani. Prinsip mendahulukan keselamatan merupakan sumber kekuatan moral bagi masyarakat petani untuk menolak perubahan. 12. dan bukan sebagai reaksi defensif untuk mempertahankan institusi tradisional mereka dan norma-norma resiprositas yang ada dalam masyarakat. baik yang berasal dari dalam masyarakat 4 Informasi. Vol. Setiap petani dalam masyarakat petani pada dasarnya termotivasi menuntut keuntungan dari tindakan kolektif dengan partisipasi sekecil mungkin. Bagi Popkin.

2000: xxiii-xxiv). bahwa program Revolusi Hijau telah merubah tatanan sosial ekonomi di perdesaan Malaysia. Cara-cara seperti ini dalam jangka panjang justru terbukti paling efektif. Petani miskin yang lemah dan selalu kalah menunjukkan eksistensinya melalui everyday form of resistance dalam bentuk perlawanan terselubung yang muncul sebagai reaksi terhadap everyday form of repression yang dilakukan tuan tanah dan petani kaya. 12. dan sebagainya. Dan setiap saat. Masyarakat petani yang lemah ini melakukan bentuk pertarungan jangka panjang.Malaysia tersebut Scott menunjukkan. telah menggeser hubungan antara petani kaya dan petani miskin. dan bunga dari mereka. Teknik-teknik lowprofile ini sangat cocok untuk struktur sosial kelas petani. No.mereka sendiri maupun yang datang dari luar. sering mengambil bentuk mengurus sendiri. pada akhirnya akan meneguhkan ‘batu karang’ ekonomi dan politik mereka. Perlawanan sehari-hari masyarakat petani ini secara empiris historis terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan Informasi. tanpa organisasi formal dan siap untuk melakukan kampanye defensif menghabiskan tenaga lawan dengan gaya gerilya. Perlawanan masyarakat petani yang lemah itu merupakan perlawanan terhadap dampak Revolusi Hijau yang mengancam keamanan subsistensi mereka. Negara memiliki peranan yang luas dalam proses tranformasi perdesaan melalui program modernisasi sistem pertanian padi. pura-pura memenuhi permohonan. pencurian. kapal besar yang bernama negara dapat saja kandas pada batu karang perlawanan rakyat petani ini (Scott. antara petani dan pihak yang mencoba menyerobot pekerjaan. berbeda dengan kelas menengah dan kaum cendekiawan yang memiliki organisasi politik dan pemimpin formal dalam memperjuangkan kepentingannya. antara lain memperlambat pekerjaan. Masyarakat petani yang lemah pada dasarnya tidak pernah berhenti menentang ketidakadilan yang menimpa diri mereka. sehingga petani miskin cenderung menjadi semakin miskin. menjadi bertambah kaya. pelarian diri. penyabotan. dan mereka secara khas menghindari konfrontasi simbolis yang langsung dengan penguasa. 02. makanan. karena mereka tidak memiliki wadah organisasi politik formal. Petani miskin secara perorangan melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap negara karena negara melakukan penetrasi di dalam proses transformasi hubungan-hubungan produksi dengan proses mekanisasi pertanian dan modernisasi pertanian. tahun 2007 5 . sebaliknya justru mengurangi kemampuan petani miskin untuk memanfaatkan isentif material yang ditawarkan oleh Revolusi Hijau. diperkuat dengan budaya perlawanan rakyat dan diperbanyak ribuan kali. sewa. Revolusi Hijau telah memperkuat daya akumulasi surplus ekonomi bagi petani kaya. menggunakan pemahaman implisit serta jaringan informal. Mereka hampir tidak memerlukan koordinasi atau perencanaan. Sebagian besar dengan cara inilah kelas petani menyatakan kehadiran politisnya. Perasaaan diperlakukan tidak adil inilah yang sering memicu timbulnya konflik antara masyarakat petani miskin dengan kelompok mapan yang mereka anggap sebagai sumber ketidakadilan. Dalam studinya di Sedaka . Senjata yang dipergunakan oleh masyarakat petani lemah ini. Petani lemah itu melakukan perlawanan sehari-hari secara terselubung. bersifat purapura. Vol. seperti pemerintah dan aparatnya yang memperlakukan mereka secara tidak adil. Tindakan-tindakan perlawanan yang dilakukan secara perorangan.

Vol 11.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial. tetapi mereka harus diwakili. maka mereka tidak merupakan kelas. Pada abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke20. Menurut Landsberger dan Alexandrov (1981). 12. Radikalisasi petani merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan petani secara terbuka dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. dan beberapa puluh kampung membentuk sebuah distrik. Memperhatikan kondisi organisasi petani miskin ( peasant ) seperti yang digambarkan Marx di atas. keras dan teroganisasi secara formal. Gerakan ini merupakan wadah dari para petani miskin melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh tindakan semena-mena baik dari pihak kapitalis perkebunan. Kuntowijoyo (2002: 6) menyatakan bahwa kecenderungan petani menjadi bersikap radikal tidak dapat dilepaskan dari peran ideologi ratu adil atau jihad fi-sabilillah. 2000: xviii). Sebagai contoh. sesuai dengan karakteristk organisasi petani. tahun 2007 . Mode of production mereka mengisolasi mereka dalam hubungan timbal-balik. 02. Berjutajuta keluarga hidup di bawah kondisikondisi eksistensi ekonomis yang memisahkan cara hidup mereka. Beberapa puluh dari mereka membentuk sebuah kampung. ideologi merupakan wahana pembimbing alam pikiran bagi para pendukung gerakan sehingga mereka ini memiliki kesadaran kesamaan nasib dan oleh karena itu juga memiliki “musuh” yang sama. pemberontakan petani Banten tahun 1888 dipimpin oleh tokohtokoh keagamaan seperti kyai dan guru tarekat yang merupakan sosok pemimpin karismatik di Banten. masyarakat petani Perancis terbentuk dengan cara men-jumlahkan satuan-satuan yang sesuai. Mereka tidak dapat mewakili mereka sendiri. 2006 : 1-17 perlawanan formal dan terbuka. 03. Petani-petani kecil membentuk satu massa yang besar. Hal ini terjadi karena gerakan petani tradisional pada umumnya diorganisasi tidak melebihi tingkat masyarakat petani yang bersangkutan. Oleh karena itu. kesatuan nasional. Namun gerakan-gerakan itu dengan cepat dapat dibasmi oleh aparat kolonial Belanda dengan tindakan represif dan dengan korban manusia yang besar (Soetrisno. Dengan cara seperti itu. dan anggota-anggotanya hidup dalam kondisikondisi yang serupa. di Pulau Jawa sering muncul gerakan Ratu Adil. sama seperti kentang-kentang dalam sebuah karung merupakan sekarung kentang (much as potatoes in a sack form a sack of potatoes). Karl Marx (1971: 230) menyatakan bahwa masyarakat petani yang tersebar luas di negeri Perancis itu ibarat sekarung kentang. No. kepentingan-kepentingan mereka dan menempatkan mereka dalam kedudukan bermusuhan. Perlawanan petani dapat mengambil bentuk yang terbuka. No. atau organisasi politik. dan identitas kepentingan mereka tidak melahirkan persatuan. Namun karena di antara petani-petani kecil itu hanya saling hubungan bersifat lokal saja. Vol. Pada umumnya bentuk perlawanan petani yang radikal sangat jarang dapat dikelola menjadi organisasi asosiasional dengan berbasiskan massa yang luas. apakah itu melalui parlemen atau melalui suatu konvensi. aparat pemerintah kolonial atau tindakan kolutif antara keduanya. Pemimpin keagamaan 6 Informasi. mereka tidak mampu menegakkan kepentingan kelas mereka atas nama mereka sendiri. Petani dengan lahan sempit hidup berdampingan. maka kebanyakan pemimpin dalam gerakan perlawanan petani yang radikal muncul dari lapisan kelas menengah di desa. namun tanpa mengadakan hubungan yang bermacammacam satu sama lain.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. tahun 2007 7 . Ulrich Planck (Penyunting). 1999. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologis di Indonesia. Salah satu ciri dari gerakan perlawanan petani radikal adalah tujuan gerakan perlawanan tersebut untuk mengubah tatanan sosial politik tertentu yang dianggap tidak benar atau merupakan kaum tani atau subyek pelaku gerakan tersebut (Giddens. Ideologi messianisme dan millenarianisme pada abad ke-19 banyak dimanfaatkan untuk menggalang mobilisasi petani kearah gerakan perlawanan yang radikal. dan memiliki solidaritas keanggotaan yang kuat. Geertz. 1984. PENUTUP Tinjauan teoritis tentang resistensi petani menyadarkan. seperti Sarekat Islam tidak jarang memakai ideologi ratu adil di tingkat pengikut bawahan. dengan sasaran kultural. 1984). Dalam kasus pemberontakan petani Banten 1888. Clifford. C. Sedangkan Calhoun (1999: 663-664) menyebutkan. Pemberontakan Petani Banten 1888. Sarikat-Sarekat Islam lokal banyak terlibat dalam radikalisasi petani. Anthony. 02. 1990. 1994: 1-2). 1983. 1994. Informasi. Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1. Sasaran kultural biasanya ditujukan kepada pembasmian simbol-simbol adat yang bertentangan dengan agama. dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah pemerintahan orang asing. No. 2002: 6). baik oleh pemerintah maupun kaum kapitalis. dan Reihold Sachs. sekuler dan kafir. Vol. Jakarta: Pustaka Jaya. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. untuk menumbangkan pemerintahan kafir dan menata kembali kehidupan sosial politik di Banten yang diridhoi Tuhan seperti sistem kesultanan pada masa lalu. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka. bahwa masyarakat petani sebagai masyarakat yang termajinalisasi. Bahkan gerakan-gerakan modern. 12. ekonomis maupun sosial.Perlindungan Anak di Nusa Tenggara Barat (Suradi) ini mampu menyebarkan gagasan eskatologis Islam mengubah para anggota tarekat atau jamaahnya menjadi kelompok revolusioner yang militan. Giddens. Sosiologi Pertanian. upaya itu biasanya disertai dengan pemaksaan kehendak. Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi. halaman 28 – 40. bahwa gerakan radikal bertujuan mengubah struktur sosial yang sudah ada yang dianggap merugikan. Kartodirdjo. Sartono. Proses marjinalisasi ini pada kontek Indonesia sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Peter von. Keanekaragaman dan Penentuan Nasib Sendiri. dan sasaran sosial ditujukan kepada kaum ambtenaar atau priyayi yang melambangkan kekuasaan kolonial (Kuntowijoyo.. Calhoun. “Masyarakat Tani Dalam Pembangunan”. para kyai dan guru tarekat membangun kerangka penafsiran. Bagi setiap anggota jamaah dihembuskan semangat jihad. Ajaran tarekat nampaknya mempunyai daya tarik yang kuat bagi kaum tani yang tergolong lapisan sosial bawahan di Banten (Kartodirdjo. sasaran ekonomis ditujukan pada dominasi ekonomi pedagang Cina. berperang di jalan Allah. Oxford: Blackwell Publishers. IV. DAFTAR PUSTAKA Blanckenburg.

1971. 1979. Scott. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.J. Yogyakarta: Bentang Budaya. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Peasant and Peasant Societies.. “Masyarakat Desa dan Radikalisasi Petani”. Vol. 1969. Samuel L. Middlesex: Penguin Books. Popkin. Peasant and Peasant Societies. Alexandrov. Middlesex: Penguin Books. Landsberger. tahun 2007 . halaman 229-237. James C. Marx. The Rational Peasant: The Political Economiy of Rural Society in Vietnam. E. Redfield. Henry dan Yu. Peasant Wars of Twentieth Century. Peasant and Peasant Societies. Departemen Sosial RI. Teodor Shanin (Editor). 02. 2000. 1971. DR. 12. Teodor Shanin (Editor). 1971. Middlesex: Penguin Books. Singer. Jakarta: LP3ES. 2000. G. Jakarta: Rajawali.Kuntowijoyo. James C. Karl. “Peasantry as a Class”. Kuntowijoyo: Radikalisasi Petani. 1981. Bekerja pada Biro Perencanaan.. “Pengantar”. Soetrisno. New York: Harper & Rowy. —————————. “City and Countryside: The Cultural Interdependence”. 2002. Shanin. 8 Informasi.Si. Oetami Dewi. Berkeley: University of California Press. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Esai-esai Sejarah Dr. Teodor Shanin (Editor). Robert dan Milton B. halaman 1-57.. No. Scott. 1981. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia. Teodor. Loekman. “Introduction”. M. Wolf. Aktif mengikuti dan menjadi pembicara seminar/diskusi ilmiah di dalam maupun di luar negeri tentang pembangunan kesejahteraan sosial.

that integrated micro. Pergeseran pendekatan ini sebagai respon atas kegagalan pendekatan pembangunan yang dipaksakan dari pemerintah (top-down) . tahun 2007 9 . namun kemajuan di bidang ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan di bidang sosial. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat merupakan akibat dari penerapan pendekatan yang berorientasi pertumbuhan ekonomi tersebut. Hal ini ditambah lagi dengan skema “sinterklas” dari program sosial yang sarat dengan motif pertolongan yang bersifat filantropis. Program sosial sudah “siap saji”. Community is a complex social unity. No. kini masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau masyarakat sebagai pusat pembangunan (people centered development). economic. in the frame of community development a strategy which is oriented to a solution of complex problems. All these dimension show the complexity of the problems in the community. 02. and supported by various practical principles and basic system in community development. meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. mereka menikmati hasil pembangunan paling sedikit. Is needed approach to this problems solution is a generalis approach.MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis Suradi Abstract. dimension and strategy. Masyarakat Informasi. cultural. Vol. I. dan mereka memiliki potensi dan sumbersumber daya yang dapat didayagunakan untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya. Masyarakat miskin yang jumlahnya paling banyak. 12. Meskipun secara ekonomi terjadi pertumbuhan yang signifikan. karena pendekatan tersebut dinilai tidak mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Bahkan isu dalam pembangunan masyarakat adalah pemberdayaan yang tidak memberdayakan. bahwa masyarakat lebih mengetahui masalah dan kebutuhannya sendiri. Asumsi ini yang mendasari prinsip self-determination. bahwa masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri. Keyword : community empovernment. religious and enverimental dimension that affect each other. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi. The fore. dari semula menempatkan masyarakat sebagai obyek. politic. messo and macro approaches in synergy. Pendahuluan Pendekatan pembangunan sosial telah mengalami pergeseran yang berarti. Pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan merupakan upaya memberdayakan masyarakat berdasarkan pada kekuatan atau keswadayaan masyarakat itu sendiri. prinsip partisipatif dan keswadayaan masyarakat belum sepenuhnya diterapkan di dalam programprogram sosial. cause have social.

tahun 2007 . meja dan sebagainya. Pemahaman terhadap kompleksitas masyarakat tersebut memerlukan berbagai perspektif ilmu sosial. pelabuhan. Hanya dengan menggunakan berbagai perspektif dalam memahami masyarakat. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi. Di dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang mutlak ataupun angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. sarana transportasi. 12. pendidikan. kepranataan 3. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. masyarakat dapat dipahami dalam empat unsur : 1. Unsur geografi atau kewilayahan Pada unsur geografi ini di dalamnya meliputi : tipe wilayah (desa-kota : pantai. Soerjono Soekanto (1990) mengemukakan ciri-ciri masyarakat. industri dan lain-lain). pertanian. Mereka mengembangkan rasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh individu anggota masyarakat. MEMAHAMI MASYARAKAT 4. karena masyarakat memiliki persoalan yang kompleks (many faced community) . Dengan menggunakan sudut pandang yang lain. agama dan etnis/suku. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. utuh dan obyektif. yaitu : 1. 02. Unsur demografi atau penduduk Pada unsur demografi ini di dalamnya meliputi : proporsi umur. (3) hidup dalam kesatuan sosial dalam waktu yang lama. antar individu. 10 Informasi. Sebagai akibat hidup bersama itu. Oleh karena dengan kumpulan manusia. Manusia yang hidup bersama. II. angka minimumnya adalah dua orang yang hidup bersama. jenis kelamin. pekerjaan. apabila ada anggota masyarakat yang sakit. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya.perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan ide-ide guna mengatasi masalah yang dihadapi berdasarkan kekuatan yang dimiliki. Berdasarkan pemikiran tersebut. Vol. dan (4) adanya norma dan aturan-aturan yang disepakati untuk mengatur kehidupan bersama. maka akan diperoleh anatomi masyarakat yang lengkap. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. (2) tinggal di suatu daerah atau wilayah yang sama atau mempunyai kesatuan ciri kelompok tertentu. maka dirasakan pula oleh anggota masyarakat yang lain. maka akan tumbuh manusia-manusia baru. timbullah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. Konsep masyarakat (community) perlu dipahami dengan baik. No. Akan tetapi secara teoritis. pegunungan. Unsur sosial budaya Pada unsur sosial budaya di dalamnya meliputi kelembagaan. Sebagaimana satu tubuh. menyebabkan terlembaganya perasaan bersaudara 2. yaitu (1) adanya kumpulan manusia dalam sebuah ikatan dan perasaan. orbitasi dan lainlain. 3. 2. terdapat empat syarat terjadinya masyarakat.

sistem religi dan lain-lain). 4. Sistem pengetahuan. orang yang ada di dalam keperangkatan dan kepranaataan itu (kepengurusan adat). cara mereka memperoleh pengetahuan dan pandangan tentang pendidikan. bahasa yang digunakan dan kesenian. No. terutama bagi para praktisi ketika akan menyusun tahapan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. 2003) menjelaskan bahwa ada tiga unsur di dalam perubahan sosial. f. baik penyebaran pengatahuan baru maupun informasi yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. interaksi sosial dan teknologi dan materi. unsur interaksi sosial. sistem peribadatan. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonomisnya. Vol. baik di dalam maupun di luar lingkungan kerumahtanggaan. Moore (Suradi et. yang di dalamnya terdapat sistem religi dan upacara keagamaan. yaitu : a. Sistem teknologi dan peralatan. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan sistem kepercayaan. dalam kaitannya dengan upaya perubahan sosial. Unsur infrastruktur Pada unsur infrastruktur sosial di dalamnya meliputi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari dalam memenuhi berbagai kebutuhannya.dan nilai sosial budaya lokal (adat. unsur teknologi yang di dalamnya terdapat sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi serta peralatan. d. all. peranan agama dalam kehidupan komunitas. yaitu nilai-nilai. Menurutnya ada tujuh unsur di dalam konsep kebudayaan pada masyarakat secara universal. c. Kesenian. Sistem mata pencaharian hidup. Pertama unsur nilai. 12. Kesemua ciri tersebut menggambarkan jarak sosial dan intensitas interaksi sosial warga masyarakat dengan komunitas luar. Ketiga . Sementara itu. teknologi dan peralatan yang digunakan. sistem ekonomi yang digunakan (apakah mereka sudah/belum mengenal sistem ekonomi pasar dan alat tukar yang digunakan). g. dan apakah masih mengembangkan kesenian lokal atau sudah campuran dengan memasukkan seni kontemporer. b. Pada dua ciri terakhir tersebut. dari unsur kebudayaan yang relatif sulit berubah sampai dengan unsur kebudayaan yang mudah berubah. Tata urut ini sangat penting. agama. pranata ekonomi (lembaga perekonomian lokal). ada hukum adat. 02. dan pranata sosial Informasi. Kemudian Koentjaraningrat (2004) melihat masyarakat dengan sistem budayanya. yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama. upacara keagamaan. yang di dalamnya terdapat sistem dan mekanisme kemasyarakatan. e. Urutan penomoran unsur-unsur perubahan tersebut dari yang Ketujuh unsur kebudayaan tersebut mengikuti tata urut sedemikian rupa. apakah warga masyarakat masih menggunakan bahasa lokal atau campuran. Kedua. Sistem dan mekanisasi kemasyarakatan. Sistem ini menggambarkan ciri komunitas adat terpencil berkaitan dengan keperangkatan dan kepranataan (lembaga adat). bahasa dan kesenian. Sistem religi dan upacara keagamaan. sistem pengetahuan. serta kemampuan adopsi dan adaptasi dalam proses interaksi sosial tersebut. tahun 2007 11 . Kemudain sistem informasi yang mereka gunakan berkaitan dengan media informasi. Bahasa.

Lebih lanjut dikemukakan oleh Budhisantoso (1995) dalam tulisannya “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. pasti mengembangkan organisasiasi sosial yang masing-masing menjamin ketertiban dan pencapaian tujuan hidup bersama. citacita atau tujuan bersama yang mengikat kesatuan sosial yang bersangkutan (social media). Di dalam sebuah sistem tersebut.paling sulit berubah. No. dikemukakan oleh Talcot Parson (Ihromi. 02. Fungsi dari struktur masyarakat ini yaitu pengendalian perilaku. apabila ada satu unsur dalam sistem tersebut yang tidak berfungsi. maka kinerja sebuah sistem akan terganggu. 12. baik sebagai individu. Kelompok atas yang tidak atau kurang ada perhatian untuk naik lebih tinggi dalam tangga sosial. 12 Informasi. Pemikiran bahwa suatu masyarakat sebagai sebuah sistem. Hal ini berarti. Struktur masyarakat mencakup berbagai hubungan sosial antara individu secara teratur. Kemudian masyarakat sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu yang pada hakikatnya sebagai anggota sebuah keluarga. Berbagai karakteristik dan dimensi masyarakat tersebut menggambarkan. Vol. Adanya struktur ini tidak memungkinkan terjadinya kesewenangwenangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh individu-individu sebagai warga masyarakat. bahwa betapapun sederhananya kehidupan suatu masyarakat. anggota keluarga maupun anggota masyarakat terikat oleh keempat norma sosial tersebut dalam tatanan kehidupan masyarakat. Bagi kelompok ini masalah prestasi juga menjadi masalah yang dinomor duakan. bahwa masyarakat merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya terdiri dari lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial yang berlapis-lapis. Bagi kelompok ini berlaku nilai sikap menangguhkan suatu keuntungan yang dapat dicapai dalam jangka pendek demi suatu cita-cita atau hasil yang lebih besar di masa depan. tahun 2007 . Kelompok yang karena tercekam oleh kemiskinan mempunyai nilai untuk mengutamakan hasil dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pandangan menuju ke hari depan di masa datang. ketentuan sosial yang disepakati sebagai pedoman dalam pergaulan sosial (social standard) dan penegakan ketertiban hidup bersama (social control). Kelompok yang masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf dan tingkat sosialnya walaupun tidak tergolong golongan yang miskin atau termiskin. Organisasiasi sosial itu pada intinya meliputi pengaturan hubungan sosial antar anggota (social alignment). Kelompok ini dikelompokkan sebagai kelompok menengah karena masih mempunyai cita-cita lanjut untuk naik tangga sosial lebih tinggi lagi. 1999) dalam teori struktural-fungsional. Selanjutnya Norton dan Hunt (Astrid. 1984) membagi masyarakat dalam tiga kelompok besar berdasarkan sikap sosialnya terhadap kemungkinan memperbaiki diri : a. b. Berdasarkan pemikiran ini. maka setiap orang. semua unsur saling berinteraksi dan menentukan satu dengan yang lain. mengingat bahwa hal tersebut telah mereka capai. Keluarga sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu anggota keluarga di dalamnya. penyesuaian diri dan pengawasan sosial bagi individuindividu. hingga yang relatif mudah berubah atau mengalami perubahan. dan bahkan akan mengalami kehancuran. c.

yaitu berkaitan dengan upaya mengembangkan kualitas interaksi sosial masyarakat dalam berbagai kepentingan. 12. dan karenanya memerlukan berbagai sumber. Berdasarkan pemahaman ini. Masyarakat mendefinisikan kebutuhannya dan bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. yaitu keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan. Pembangunan ekonomi Situasi perekonomian nasional maupun global berpengaruh terhadap kemampuan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. masya-rakat lokal yang memiliki ide-ide untuk usaha baru perlu difasilitasi dan didukung untuk merealisasikannya. etnis. tahun 2007 13 . Pusat pertemuan masyarakat merupakan wahana yang diperlukan masyarakat untuk bertemu. Vol. infrastruktur dan pelayanan sosial. perumahan dan jaminan hari tua. Kemudian. III. Pembangunan sosial Masyarakat memiliki kebutuhan sosial. masyarakat juga memerlukan pelayanan sosial yang diarahkan untuk membangun kohesitas. Kemudian didesain sistem perubahan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Penyediaan fasilitas rekreasi. diperlukan kebijakan perekonomian yang berpihak kepada kekuatan masyarakat atau kebijakan ekonomi kerakyatan. Kemudian. guna menghindari terjadi konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam struktur sosial dan keberagaman kultur. Kebijakan pembangunan industri ini diarahkan untuk memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. kebudayaan dan advokasi. kesehatan. b. ada enam dimensi pembangunan masyarakat yang terintegrasi. No. filosofi atau prinsipprinsip dasarnya. yaitu : a. pendidikan dan keterampilan. perlu dibangun Informasi. Animasi sosial merupakan aspek sangat penting dalam dimensi pembangunan sosial. pelayan krisis bagi perempuan. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan menarik industri baru ke masyarakat lokal dengan memberikan lingkungan yang kon-dusif untuk investasi. DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT Pembangunan masyarakat dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. memberikan pengetahuan baru terkait dengan jenis program yang mesti dirancang-kembangkan untuk ketiga kelompok tersebut agar program tepat guna dan berhasil guna. dan melahirkan aksi sosial bersama. 02. Proses sosial dan berbagai aktivitas masyarakat tersebut mengikuti mekanisme partisipatori. misalnya rekreasi. Maka dari itu. harkat dan martabat masyarakat. berdiskusi. Oleh karena itu. Menurut Jim Ife (2002). merupakan bentuk-bentuk pelayanan sosial yang diperlukan masyarakat. maka di dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dimensi. berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama.Pembagian masyarakat ke dalam tiga kelompok tersebut. Kemudian pengembangan industri berbasis masyarakat lokal yang dimiliki dan dioperasionalkan oleh masyarakat lokal sendiri. untuk mendukung akivitas ekonomi masyarakat tersebut. ras dan gender.

yaitu pengembangan politik internal dan eksternal. dalam pembangunan politik ini diperlukan analisis untuk mengetahui distribusi kekuasan dan bagaimana kekuasan tersebut dalam masyarakat yang memiliki perbedan kelas. Organizing berkaitan dengan upaya pengorganisasian secara efektif untuk melakukan aksi sosial. Mengembangkan prosedur secara demokratis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan. d. Melalui lembaga perekomian lokal ini masyarakat akan memperoleh kemudahan memperoleh kredit untuk investasi maupun pemenuhan kebutuhan hidup. Pengembangan politik eksternal ini dilakukan melalui dua jalur. mempertahakan kelestarian lingkungan alam dan menghentikan atau penutupan industri lokal. yaitu me-mantapkan struktur. mengurangi dampak negatif acara televisi. Consenciousness raising merupakan tahapan penting dalam relasi pada pengembangan politik internal karena berkaitan dengan semua aspek pembangunan masyarakat. Vol. Kegiatan utama di dalamnya. dan membantu orang untuk saling tukar pengalaman dan refleksi terhadap situasi yang memungkinkan orang untuk bertindak. demokrasi dalam memaksimalkan partisipasi dan menciptakan kekuasaan secara efektif dalam area yang lebih luas. mewujudkan sarana transportasi yang lebih baik. Sehubungan dengan itu. Bagaimana memaksimalkan partisipasi secara efekif sebagai anggota masyarakat. Prinsip penting dalam organizing untuk aksi sosial adalah orang tidak harus melakukan sesuatu menurut diri sendiri. dan 14 Informasi. Kemudian organizing. semuanya memiliki kesempatan secara adil dalam pembuatan keputusan dalam masyarakat. tetapi harus melakukan sesuatu berdasarkan rencana tindak yang disepakati.infrastruktur ekonomi seperti koperasi dan lembaga per-kreditan yang dikelola oleh masya-rakat. etnis dan kelas. Kemudian social action berkaitan dengan pencapaian tujuan pada berbagai bentuk peru-bahan dalam lingkungan eksternal. yaitu consenciousness raising and organization. struktur dan ketidakadilan. Pembangunan politik ini dilakukan dalam dua jalur. 12. Melalui media elektronik berbagai pesan-pesan propaganda disampaikan. dan lebih mengarah lagi pada aksi sosial. yaitu organizing and social action. Pembangunan politik eksternal mengarah pada pemberdayaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan politik yang lebih luas. yang dicapai melalui dua jalur. yaitu berkaitan dengan cara masyarakat mengorganisasi diri dalam suatu aturan yang berkaitan dengan masalah. tahun 2007 . Pembangunan politik Pembangunan politik erat berkaitan dengan isu kekuasaan. No. Misalnya. mengembangkan alternatif dan struktur yang otonomi. Pembangunan politik internal berkaitan dengan proses partisipasi dan pembuatan keputusan dalam masyarakat. gender dan etnis. menghentikan pem-bangunan biaya tinggi. Pembangunan budaya Kemajuan teknologi di bidang informasi mempengaruhi keunikan kebudayaan masyarakat lokal. 02. c.

mistik dan ilmu gaib. tahun 2007 15 . 12. pembangunan personal dan pertumbuhan personal diasosiasikan ke dalam berbagai jenis aktivitas masyarakat. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang juga merupakan komponen penting dalam agenda pembangunan personal. Berbagai pelayanan yang diperlukan berkaitan dengan pertumbuhan personal ini adalah pelayanan kesehatan. makanan yang sehat dan udara yang bersih. Upaya mempertahankan kebudayaan lokal ini tidak berarti menjadikan sebagai “museum” atau arti fisial yang statis. serta olah raga rakyat. berbagai bentuk kebudayaan lokal perlu dipertahankan. Lingkungan dalam pembangunan masyarakat merupakan komponen kritis. Pembahasan pembangunan personal tidak dapat dilepaskan dengan pertumbuhan personal. f. Pembangunan personal dan spiritual. No. seperti pertemuan kelompok.masyarakat tidak mampu melakukan seleksi. air bersih. Bahwa di dalam masyarakat terdapat sejumlah nilai yang mungkin mempengaruhi ideologi masyarakat. Masyarakat kesulitan untuk mencegah pengaruh propaganda tersebut. Padahal kebudayaan lokal sangat penting sebagai bagian dari perasaan bermasyarakat dan mempertahankan identitas diri. Pembangunan lingkungan ini sangat penting karena berkaitan dengan isu kebutuhan manusia yang lebih mendesak. 02. e. Salah satu jastifikasi dalam pembangunan masyarakat. dan oleh karena itu penerapan pendekatan pembangunan memerlukan keterpaduan. Selain itu. Terjadinya polusi air dan udara harus dapat dicegah karena mengganggu kehidupan masyarakat. Dalam prakteknya. kerajinan rakyat. Kerugian pada masyarakat diasosiasikan dengan kerugian pada identitas personal dan hilangnya rasa saling memiliki sebagai masyarakat. agar lingkungan alamiah maupun lingkungan yang diperbarui (buatan) tersebut memiliki daya dukung untuk kelangsungan hidup. pendidikan. makanan daerah dan produk lainnya. perumahan dan perawatan. bahasa lokal. akan tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. seperti sejarah lokal. Vol. kelangsungan hidup. dan kesulitan pula dalam mempertahankan kebudayaan lokal. pembangunan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. arena festival dan musik tradisional. Oleh karena itu. bahwa pembangunan personal secara kontekstual lebih baik daripada pembangunan impersonal pada struktur birokrasi pemerintah dan dunia usaha yang besar. dan karena itu perlu dikembangkan rasa saling menghargai personal dan pengembangan kapasitas ke arah kehidupan yang lebih sejahtera. menjadi dasar interaksi sosial dan basis dalam proses pengembangan masyarakat. padahal nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan pembangunan masyarakat. berbagai jenis terapi. Masyarakat harus bertanggung jawab untuk melindungi dan merehabilitasi lingkungan fisik. tetapi lebih dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. Informasi. cara peribadatan. Pembangunan lingkungan Pembangunan lingkungan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan.

menemukan kepuasan dalam relasi seksual. binatang. sosial dan lingkungan. Vol. 16 Informasi. Kemudian pada masyarakat yang lain memprioritaskan pembangunan pribadi dan spiritual. partipasi dalam menciptakan musik. lagu dan tarian. Menolong masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menolong dirinya sendiri (help people help them self). No. dan berbagai pengalaman tentang komunitas manusia. pembangunan kepercayaan diri dan mengembangkan kehidupan sosial yang harmonis. b. menggubah lagu. struktur dan interaksi dalam masyarakat. tetapi dalam pengertian luas yang menjangkau berbagai pengalaman spiritual masyarakat seperti kontemplasi tentang laut. membaca sajak. penyembuhan stress dan juga akan memperoleh batuan dan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. l cia o s C MUNIT OM Ecologicalsocial justice Y politic v ir on men tal /sp na l perso Gambar : Pembangunan Masyarakat Terintegrasi (Jim Ife.Suatu pendekatan berbasis masyarakat terhadap pembangunan dan pertumbuhan personal akan membantu orang menemukan cara secara individual untuk memperoleh kebutuhan melalui jaringan kerja. Kata spiritual dan sacred digunakan di sini. Hal ini akan lebih berarti lagi dengan adanya pembangunan spiritual. 02. yaitu : a. 12. tahun 2007 tu al ir i CO Y MMUNIT en . Suatu masyarakat mungkin lebih memprioritaskan pada pembangunan ekonomi. Dari keenam dimensi pembangunan masyarakat tersebut tidak selalu memperoleh prioritas yang sama. Pembangunan dan pertumbuhan personal merupakan hal penting yang mengantarkan orang lebih berarti di dalam hidupnya. kesehatan. karena dimensi pembangunan spiritual tidak hanya dipahami dalam mainstream religi. Pada masyarakat yang lain memprioritaskan pelayanan bagi keluarga miskin. degradasi lingkungan fisik. tanah dan semua yang ada di dalamnya didefinisikan dalam hubungannya dengan lingkungan alam semesta. STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT 1. karena berkaitan dengan eksistensi manusia. 2002) IV. dan dengan itu tumbuh kesadaran bahwa manusia. Melalui pendekatan ini orang akan dibantu dalam pemecahan masalah personal. Pinsip-prinsip dasar Pembangunan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa prinsip dasar. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya atau tumbuhnya (self determination). Semua orang memiliki spiritual. partisipasi politik dan memperkuat identitas budaya. Tentunya disesuaikan dengan kondisi suatu masyarakat yang bersangkutan.

Untuk dapat mengenal sumber daya lokal ini.c. CD Worker perlu belajar dengan baik dengan warga. Jr (1993). dan selanjutnya mampu merancang langkah-langkah yang benarbenar memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Karen K. tidak bisa secara parsial. tokoh maupun pemerintah lokal. b. 1995). dan ketika berhadapan dengan warga masyarakat tidak merasa lebih tahu. Kualitas pribadi berkaitan dengan tanggung jawab. Ashman dan Grafton H. orientasi terhadap waktu dan karya. berkesinambungan dan harmonis. yaitu : a. Dalam perkembangannya. ada tiga pendekatan yang dapat digunakan secara simultan. sumber-sumber yang ada di sekitar mereka. 2. baik sumber daya alam. No. tenaga dan sumber daya. Mendasarkan pada keunikan masyarakat (individualization). kualitas pribadi dan sumber internal pada individuindividu. Bekerja dengan kelompok (Mezzo Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaakan kelompok sebagai sistem sumber bagi penyandang masalah d. Pembangunan sosial. dan karena itu dalam penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi. d. Vol. lingkungan dan personal/spiritual harus terintegrasi sesusai dengan kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat pada saat ini. c. 02. Kirst. Aktivitas pembangunan masyarakat terjadi dalam kerangka kerja yang saling mendukung. Pendekatan ini melihat masalah dari berbagai persepektif. penampilan diri. Sarah Bank. ekonomi. Jim Ife (2002) mengembangkan sejumlah prinsip dalam pembangunan masyarakat. Perubahan perilaku ini berkaitan dengan peranan dan tugas sosial individu yang harus dilakukan. sumber daya manusia. Kemudian CD Worker dituntut cerdas dalam menganalisa informasi-informasi yang diperoleh dari warga. tahun 2007 17 . Selain itu mendefinisikan kebutuhan yang memerlukan peranan semua orang atau secara kelompok dan mengikutsertakan orang-orang untuk menentukan kebutuhan. nilai-nilai maupun kearifan lokal. Pendekatan b. semangat hidup. bahwa masyarakatlah yang paling mengenal masalah. antara lain : a. 12. percaya diri. politik. Bekerja dengan individu (Micro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada upaya perubahan perilaku. Selain prinsip-prinsip tersebut. Hull. kerja sama. tokoh dan pemerintah lokal. budaya. Proses pembangunan masyarakat didasarkan pada persetujuan bersama dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Menumbuhkembangkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan (participation) dan mengembangkan bentuk-bentuk kooperatif (Jusman. ilmu pekerjaan sosial telah mengembangkan pendekatan dalam praktek pertolongan ke arah pendekatan generalis (generalis models). konsumen. Bagi CD Worker berbagai prinsip etis maupun prinsip praktis dalam pembangunan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan. kebutuhannya dan Informasi. 1992. CD Worker perlu menyadari. Pembangunan masyarakat mampu mendefinisikan kebutuhan masyarakat seutuhnya.

Peranan Pekerja Sosial Pengembangan Masyarakat (CD Worker) Di dalam praktek pertolongan. Sistem pelaksana perubahan (the change agen system). No. organisasi profesi. sistem sasaran dan sistem kegiatan. d. Berbagai peranan yang dapat dilaksanakan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat. Dari berbagai jenis organisasi dan sistem sumber ini. yaitu : a. yaitu menjalurkan berbagai kepentingan. baik dari unsur pemerintah di daerah. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Vol. 18 Informasi. yaitu masyarakat (sebagai sasaran perubahan). bantuan mobilitas. Sistem Dasar b. Ada beberapa peranan kelompok sebagai sistem sumber. b. penyandang masalah sosial akan memperoleh sumber-sumber dan berbagai jenis pelayanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Mediator. kerukunan berbasis lingkungan. Pincus dan Minahan (1973) mengembangkan sebuah sistem dasar dalam praktek pertolongan yang di dalamnya mencakup empat unsur. yaitu sistem pelaksana perubahan. yaitu pekerja sosial dan instansi sosial. kerukunan berbasis etnis dan sebagainya. sistem klien. yaitu pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. organisasi berbasis agama. Beberapa jenis kelompok sosial tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti kerukunan berbasis agama. Sistem sasaran/pelancar (the target system) . Sistem klien (the client system) . Unsurunsur tersebut dapat digunakan pula dalam praktek pembangunan masyarakat.sosial dalam pencapaian tujuan. Sistem kegiatan (the action system). yaitu pimpinan masyarakat dan tokoh adat/masyarakat lokal. dan LSM/ Orsos/Ormas. tahun 2007 . c. Fasilitator. dan bantuan teknis lainnya. terdapat unsur-unsur perubahan yang saling mempengaruhi dan menentukan keberhasilan. yaitu : a. sehingga suatu sistem pelayanan memberikan mafaat langsung bagi masyarakat. yaitu memberikan kemudahan berupa sumber dan peluang bagi masyarakat dan mengambil langkah-langkah aktifproaktif dalam penyediaan sumber yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bekerja dengan organisasi dan masyarakat (Macro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaatan organisasi dan segenap sistem sumber yang ada di masyarakat dalam mencapai tujuan. Sistem klien Gambar : Sistem Dasar dalam Pembangunan Masyarakat 4. Sistem pelaksana perubahan Sistem kegiatan Sistem sasaran c. 02. 3. yaitu: pemberi informasi. asosiasi dunia usaha dan sebagainya. 12. Berbagai organisasi ada di tengah-tengah masyarakat seperti organsisi sosial.

yaitu : a. tokoh masyarakat dan pemerintah lokal. Kebutuhan dan Sumber Pemahaman terhadap kebutuhan. Setelah antara CD Worker dengan warga. 02. mengembangkan. 2) Pemberdaya. 12. 5. tumbuh rasa saling percaya satu sama lain. Sedangkan kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih. tanggung jawab. yaitu menghimpun. Kontak dan Membangun Kesepakatan Tahap pertama dan menentukan dalam upaya pembangunan masyarakat adalah kontak dan kontrak. tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemegang orotitas lokal lainnya. komitmen. 3) Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembangunan masyarakat. Tahap Pembangunan Masyarakat Saling tukar informasi. Saling percaya ini merupakan modal dasar untuk melangkah kepada tahapan kegiatan berikutnya yang dalam prosesnya melibatkan warga masyarakat. Pengenalan diri dilakukan oleh pemberdaya (CD worker) kepada masyarakat. tahun 2007 19 . akan tetapi sebagai tuntutan profesi yang dapat dipertanggungjawabkan d. yang dalam hal ini antara pekerja sosial dengan masyarakat. Kemudian informasi dari CD Worker menyangkut skema pemberdayaan masyarakat dan dampak program bagi kesejahteraan masyarakat. Kontak dan kontrak dilakukan dengan masyarakat. Pada tahap ini pekerja sosial bersama-sama dengan masyarakat. masalah dan sumber-sumber merupakan inti dari asesmen. Peranan yang dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat bukan sebagai kemauan pribadi CD Worker. Pemahaman yang baik mengenai peranan-peranan tersebut akan menempatkan CD Worker sebagai pelaku perubahan masyarakat yang proporsional dan profesional. Vol. b. dan tokoh Informasi. peranan-peranan yang mesti dilakukan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dengan baik. Sebagaimana prinsip etis maupun prinsip praktis. Setelah saling mengenai identitas dan saling tukar informasi. partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam pembangunan. Membangun kepercayaan. akan saling terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci mengenai situasi dan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran perubahan. No. Identifikasi Masalah. memanfaatkan serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya pembangunan masyarakat. Informan. Pengenalan diri dilakukan agar pihak-pihak tersebut mengenal dengan baik identitas dan maksud CD Worker melakukan kegiatan di wilayahnya. Informasi dimaksud meliputi : kondisi geografis. Kontak dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan : 1) Pengenalan diri. demografis dan sosiografis secara lengkap dan mutakhir. kesadaran. yaitu meningkatkan pengertian. tokoh dan aparat pemerintah setempat saling mengenal.c.

Perencanaan kegiatan pembangunan masyarakat di dalamnya memuat jenis kegiatan. Sehubungan dengan itu. Melalui pendekatan terintegrasi. 02. Kemudian bersama-sama dengan pihak-pihak tersebut untuk mengidentifikasi sumber-sumber (SDM. e. No. mekanisme kerja dan dana. lokasi kegiatan. SDA. V. Evaluasi Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh CD Worker bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan. SDM. Dengan demikian proses pemberdayaan masyarakat sangat bergantung dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat. pada kasuskasus tertentu memungkinkan tahapan tersebut tidak dilakukan secara berurutan. tukar pengalaman. 2) Mengetahui dampak pemberdayaan dalam kehidupan masyarakat Memperoleh masukan untuk merancangkembangkan model pembangunan masyarakat lebih lanjut. c. 3) Dalam prakteknya. waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan. CD Worker akan bekerja dengan segenap sistem perubahan yang ada di masyarakat. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. 20 Informasi. 12. budaya. dan SDS) yang memungkinkan digali dan dikembangkan bagi pembangunan masyarakat. maka akan tercapai taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Perencanaan Perencanaan merupakan proses menentukan tujuan melalui sejumlah kegiatan tertentu. land reform dan hal-hal yang terkait dengan pelayanan publik. yaitu pembebasan lahan dan ganti rugi. yaitu sosial. d. Interaksi dialogis. Ada tiga tujuan evaluasi adalah : 1) Memperoleh gambaran obyektif dari pencapaian tujuan dan hasilhasil kegiatan pembangunan masyarakat. pemerintah tetap diperlukan terutama berkaitan dengan kebijakan yang mem-berikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. membuka kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu. tahun 2007 . Dalam pelaksanaan ini.masyarakat (adat) mengidentifikasi permasalahan yang sedang dirasakan pada saat ini. oleh. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya adalah mengimplementasikan rencana di lapangan. Intervensi pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan dan keberdayaan masyarakat perlu mempertimbangkan integrasi dari berbagai dimensi. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. advokasi sosial. dan untuk masyarakat sendiri. Contoh situasi terkait dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak mengikuti proses ideal. politik. ekonomi. dilaksanakan berdasarkan prinsip dari. lingkungan dan personal/ spiritual. Vol. PENUTUP Pembangunan masyarakat sebagai upaya membangun keberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.

Social Work Practice : Model and Methode. Praktek Pekerjaan Sosial dalam Pembangunan Masyarakat.. Ethic and Value in Sosial Work. Anthony. Menuju Masyarakat Partisipatif. Peneliti Kebijakan Sosial. Suharto. 1992. Jakarta : CV Rajawali. 1990. Iskandar. 1995. Hull. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. Suradi et. Karen K dan Grafton H. 1999. Jakarta : Gramedia.United State :Cole Publishing Company.1986. Compton. Illinois : Peacock Publisher Inc. Jakarta : Puslitbang Kesos. Mentalitet dan Pembangunan. Edi. Nelson-Hall Publishers : Chicago. 1996. Susanto. Gidden. (editor). Jakarta : LP3ES. dan anggota Tim Teknis pada Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Ketua Dewan Redaksi INFORMASI. Understanding Generalist Practice. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. California. 1999. Suradi. No. 2005. 1973. 1984. Membangun Masyarakat. Drs. Informasi. London : Mac. Vol. Community Development : Community Based Activities in an Age of Globalization . Allen and Anne Minahan. “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Magister Sosiologi Kekhususan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia. 2000. Sarah. Jakarta : Puslitbang Kesos. Soetrisno. 12. “Strategi Pembangunan Masyarakat : Tinjauan Ke Arah Program Sosial Partisipatif”. Bandung : Refika Aditama. Badan Litbang Kesejahteraan Sosial. Soerjono. Australia : Cath Godfrey Publisher. 1989.Thee. Kebudayaan. Jr. 1993. 2002. 2003. Kirdt – Ashman. Soekanto. Ihromi. 1992. Soetarso. Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Adat Terpencil. Jim. Santoso. USA. 02.Si. Koentjaraningrat. The Third Way (Jalan Ketiga : Pembaruan Demokraasi Sosial) (Ketut Arya Mahardika : penterjemah).: Suradi. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Jurnal 40 Tahun 1994. M. Loekman. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dengan Pemerataan. Pincus. Sosiologi Pembangunan. 1994. 1995.DAFTAR PUSTAKA Bank. Etika dan Filsafat Pekerjaan Sosial. Sosiologi Keluarga. Jakarta : CV Rajawali. Fourth Edition. All. Kartasasmita. Ife. Majalah INFORMASI. Astrid S. Jakarta : Bina Aksara. Jakarta : CIDES Kian Wie. Milland Press Ltd. Jusman. Ginanjar. tahun 2007 21 . Sosial Work Processes. Sosiologi Keluarga. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. Kanisius Press : Yogyakarta. S. Beulah R and Burt Galaway. Memberdayakan Masyarakat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. 2004. Budhi. Anggota P2JP instansi pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial.

Persemaian nilai-nilai agama. covering prosperity of social and harmonious of life bounce him. do not less important is how the family can stay from all changes that happened around them. No. keadilan sosial dan nilai-nilai moral.MEMBANGUN KELUARGA BERKETAHANAN SOSIAL DALAM ERA MODERNISASI Irmayani S Abstract. meningkatkan kesejahteraan keluarga. Vol. Besides requiring internal abilities is each family member. Pembangunan keluarga di masa mendatang dengan sendirinya mempunyai peran ganda. 22 Informasi. tahun 2007 . PENDAHULUAN Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada satu sisi. quality and pattern between person in the family very determining. social resilience I. Keywords : family. family share big in following to determine the condition of broader society. Pada kondisi seperti ini keluarga berada pada posisi yang serasi. keluarga merupakan agen terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara individu dengan lingkungan. do the family pertained harmonious or on the contrary. 02. or politic. seimbang dan harmonis. dan selanjutnya diharapkan dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. Itulah sebabnya setiap keluarga diharapkan mampu mendidik anakanaknya membangun budi pekerti yang luhur agar bisa selalu dan tetap menempatkan diri dalam masyarakat secara serasi. keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dan selalu siap melakukan penyesuaian terhadap lingkungan baru sekitarnya. kebangsaan. Berbagai kalangan mengemukakan bahwa keluarga menjadi basis terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Pada sisi lain. selaras dan harmonis serta dinamis. 12. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh kembang. terjadi di dalam institusi yang bernama keluarga ini. Pada konteks ini pelembagaan nilai-nilai luhur. keluarga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian agar mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pengayom seluruh anggota keluarga. seimbang. As place gather personals coexisting in family relationship. As smallest social unit. cultural. membangun seluruh potensinya menjadi sumber daya insani dan berbagai kemampuannya untuk sekaligus mendukung usaha pembangunan bangsa. kemanusiaan. economy. change of social. Dengan kata lain.

kehamilan di luar nikah dan lain-lain. Kondisi masyarakat sampai saat ini masih ditandai oleh tingginya angka kemiskinan. pengembangan dan partisipasi keluarga dalam kehidupan masyarakat. perlindungan. sosialisasi. telah mengakibatkan disorientasi pola hubungan antar anggota keluarga yang mengarah pada munculnya konflik di antara mereka. Krisis tersebut salah satunya disebabkan oleh paradigma pembangunan selama masa Orde Baru yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tidak secara serentak berdampak pada pemerataan kesejahteraan masya-rakat.Krisis sosial ekonomi bisa menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat dan keluarga. Keterpisahan keluarga karena tuntutan pekerjaan. diantaranya adalah: a. 12. menjadi lembaga yang hanya dimaknai secara mekanistis yang terdiri dari hubungan-hubungan instrumental di antara anggota keluarga. Hal ini sesuai dengan misi UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang “Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera”. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara fisik material. 02. Vol. pengendalian. pendidikan. orang tua anak. Informasi. keagamaan. Karena situasi tersebut telah menimbulkan goncangan-goncangan yang menuntut adanya upaya dan kemampuan untuk menghadapinya. Ketahanan sosial keluarga senantiasa terkait dengan sejauhmana fungsi keluarga secara optimal mengkondisikan konsep keluarga menjadi sebuah pranata yang dapat memberikan perlindungan. Tujuannya adalah agar kesebelas fungsi keluarga (reproduksi. pengembangan lingkungan. Fenomena tersebut hampir tiap hari menjadi santapan kita melalui tayangan media cetak maupun elektronik. Perubahan makna keluarga. Di dalam masyarakat terjadi gejala pergeseran struktur keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga inti. tahun 2007 23 . Direktorat Pemberdayaan Keluarga (2002) mengidentifikasikan bahwa terdapat isu kritis yang berpengaruh terhadap keberfungsian keluarga. dan mening-katnya jumlah anak yang kekurangan gizi. mental spritual dan kebutuhan sosialnya. No. baik antar suami istri. nenek maupun antar saudara. b. afeksi. Hal ini sejalan dengan mobilisasi sosial yang demikian tinggi. menurunkan kualitas intimasi antar anggota keluarga. Pengaruh lainnya. ke arah hubungan illegal termasuk di dalamnya keluarga lesbian/homoseksual. Oleh sebab itu. orang tua bisa mengalami stress yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan antar anggota keluarga. putus sekolah. sosial budaya. Keluarga dapat dijadikan sebagai jalan masuk dalam menghadapi setiap perubahan sosial yang terjadi melalui pengembangan dan pembinaan fungsi keluarga. Selain akibat dari pengaruh budaya luar atau akibat dari akulturasi yang demikian cepat. Perubahan sosial budaya masyarakat Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dalam keluarga akan mempengaruhi ketahanan keluarga. Terjadinya perubahan struktur dan fungsi keluarga. serta per-masalahan lainnya. dari nilai lama dianggap sebagai lembaga yang sakral. Kecenderungan lain yang sifatnya tertutup adalah bergesernya pola pembentukan keluarga yang tadinya dibentuk oleh ikatan perkawinan. salah satu yang perlu dikembangkan adalah kebijakan pengem-bangan dan pembinaan berdasarkan fungsi-fungsi tersebut.

Sedangkan Summer dan Keller (Gunarsa dan Gunarsa. 1989) mengatakan bahwa keluarga terdiri atas suami atau ayah. dan keluarga luas ( extended family ) yang terdiri dari tiga generasi atau lebih. 12. No. 1989) mendefinisikan keluarga dengan menitikberatkan pada struktur keluarga yang menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan darah dan hubungan saudara. Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat.ekonomi. rohani maupun sosialnya. Tidak seorangpun individu yang tidak terkait dengan keluarganya. Perbedaan pendapat para ahli dan lembaga diatas adalah wajar mengingat dalam kenyataannya secara struktur dikenal keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah. ibu dan anak. Hal ini terutama dikaitkan dengan peranannya di masyarakat yang berhubungan dengan fungsi sosialisasi dan memelihara stabilitas masyarakat. ibu dan anak atau anak-anak. Pembinaan ketahanan sosial keluarga dapat dilakukan dengan memantapkan kualitas fungsi keluarga secara lebih operasional. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. 24 Informasi. umumnya terbatas hingga generasi ke empat. atau suami istri dan anaknya. Melalui keluarga. merupakan bagian penting dan cukup besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan masyarakat. serasi dan berkesejahteraan. serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik jasmani. keluarga diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat yang merupakan wahana sosialisasi yang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. Keluarga yang berketahanan sosial adalah cermin dari keluarga yang harmonis. 2004) merumuskan keluarga sebagai miniatur dari organisasi sosial. istri atau ibu. tahun 2007 . II. sinergis dan komprehensif agar didapat hasil yang diharapkan. Vol. peranan pemerintah dan tokoh masyarakat serta pranata sosial yang ada di masyarakat perlu ditingkatkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan keluarga agar keluarga memiliki ketahanan sosial. Belsky dkk (Tetrawanti. 2004) mendefinisikan keluarga sebagai ikatan yang sedikit banyak berlangsung lama antara suami dan istri. 02. Sementara itu menurut Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial (2002). Keluarga sebagai kelompok primer punya peran besar dalam membentuk kepribadian anggota-anggotanya yang akan menjadi anggota masyarakat secara luas. TINJAUAN TENTANG KELUARGA Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah. biasanya meliputi ayah. rekreasi dan kontrol sosial) dapat dilaksanakan secara lebih aktif dan dikembangkan ke dalam peranan orang tua yang lebih operasional. dan anak. individu-individu dapat tumbuh dan berkembang. seperti Nimkoff (Gunarsa dan Gunarsa. Oleh karena itu. dengan atau tanpa anak. Polish (Tetrawanti. Pengembangan ketahanan sosial keluarga hendaknya bersifat integratif. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial diharapkan dapat menangkal dan mencegah perkembangan yang negatif. demikian yang dinyatakan dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. meliputi sedikitnya dua generasi dan terbentuk secara khusus melalui ikatan darah. Beberapa ahli mendefinisikan keluarga secara cukup menarik. atau ibu dan anaknya. atau ayah dan anaknya.

dan antar saudara (siblings) 2. Dari sudut biologi. Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus. orang tua-anak. sesuai dengan istilah dalam bahasa Latin untuk arti lain dari keluarga yakni oikonomia. misalnya hubungan antar teman akrab. pendidik dan pembimbing bagi putra-putrinya. Kerabat dekat (conventional kin) Kerabat dekat terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. seperti suami istri. Adapun peranan yang harus dilaksanakannya adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal. keponakan dan sepupu. pengurus dan pengatur rumah tangga. keluarga adalah primer sebagai organisasi ekonomi. Ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga mempunyai peran sebagai pendamping suami. tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuankemampuan dasar yang dimiliki sehingga b.Kemudian Bell (Ihromi. bimbingan kepada putra-putrinya. dewasa dan harmonis. Dari sudut sosiologi. pendidikan dan sebagai tokoh keteladanan. Biasanya mereka terdiri atas pamanbibi. keluarga berfungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang. dan norma-norma etnis moral seperti tindakan baik. Fungsi keluarga juga tercermin dalam peranan masing-masing anggota keluarga (Direktorat Keluarga. Vol. keluarga berfungsi sebagai tempat untuk menanamkam aspek sosial agar bisa menjadi anggota masyarakat yang mampu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dari sudut agama. tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada kerabat dekat. Dari sudut ekonomi. 1999) mengatakan ada 3 jenis hubungan keluarga: 1. 12. 3. memberikan rasa aman. Hubungan yang terjadi diantara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. yaitu : a. 02. penerus keturunan. Ibu berperan sebagai pendorong dan pembangkit semangat suami agar suami dapat melaksanakan fungsi dan peranannya. 2003). Dari sudut pendidikan. keluarga adalah tempat persemaian bagi benih-benih kesadaran akan adanya sesuatu yang luhur. memberikan pendidikan. keluarga berfungsi untuk melanjutkan garis keturunan. Informasi. adopsi dan atau perkawinan. adopsi dan atau perkawinan. Kerabat jauh (discretionary kin) Kerabat jauh terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. buruk yang djadikan pegangan dalam perilaku sehari-hari. Dari sudut psikologi perkembangan. Sedangkan uraian mengenai fungsi keluarga menurut Gunarsa dan Gunarsa (2004) bergantung dari sudut dan orientasi yang berbeda. tahun 2007 25 . Ayah yang berstatus sebagai kepala keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah utama. Tuhan Yang Maha Esa. memberikan perlindungan yang baik dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. mendorong dan membangkitkan semangat keluarganya. Orang yang (fictive kin) dianggap kerabat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan. No.

Fungsi Pendidikan. Keluarga dalam lingkungan sosial masyarakat memiliki status sebagai bagian dari kesatuan masyarakat dan sebagai penghubung pribadi dengan struktur yang lebih luas (masyarakat). mempersiapkan diri guna mengembangkan keturunan. Anak dalam keluarga berperan dalam melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. Pergerseran peranan nampaknya masih belum diimbangi dengan pembagian tugas rumah tangga yang seimbang antara ayah dan ibu. Fungsi Afeksi. 02. Ibu walaupun bekerja di luar rumah tetap berkewajiban melaksanakan tugas rumah tangga. ketentraman dan kedekatan. fungsi-fungsi keluarga secara umum sebagai berikut : a.mendorong dan membangkitkan semangat putra-putrinya. melaksanakan bimbingan dan pendidikan dari orang tua. 26 Informasi. No. mengamati tingkah laku putra-putrinya. c. d. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari situasi atau tindakan yang dapat membahayakan atau menghambat kelangsungan hidup. keluarga berperan sebagai pelestari suatu masyarakat. e. mengatur dan mengurus rumah tangga. Vol. d. memberikan rasa aman. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan berbagai benturan peran dalam keluarga. meliputi kegiatan untuk menumbuhkembangkan hubungan sosial dan kejiwaan yang diwarisi kasih sayang. b. tetapi juga bekerja di luar rumah. Fungsi Perlindungan. sebagai teman bermain dan berbicara dari putra-putrinya. tahun 2007 . 12. menambah pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Keluarga Departemen Sosial. Fungsi Keagamaan yaitu kegiatan untuk meningkatkan hubungan anggota keluarga dengan Tuhan Yang Maha Esa. serta sebagai penerima pendidikan dan bimbingan. penerima nilai dan norma. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan maupun sikap dan perilaku anggota-anggota keluarga guna mendukung proses penciptaan kehidupan dan peng-hidupan keluarga yang sejahtera. Pendidikan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun membuka kesempatan yang luas untuk tidak hanya bekerja di rumah. sehingga keluarga dapat menjadi wahana persemaian nilai-nilai keagamaan guna membangun jiwa anggota keluarga yang beriman dan bertaqwa. Keluarga mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. Anak berstatus sebagai pribadi yang merupakan bagian dari suatu keluarga. Fungsi Reproduksi. wadah sosialisasi anak sebagai sarana kontrol sosial. Kesan “stereotype” dalam masyarakat nampaknya masih men-dominasi pelembagaan peranan dalam keluarga. Tidak optimalnya pelaksanaan peranan anggota keluarga. mendidik dan membimbing putra-putrinya menuju kedewasaan. memberikan peneladanan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. c. yang mencakup kegiatan melanjutkan keturunan secara terencana sehingga menunjang terciptanya kesinambungan dan kesejahteraan sosial keluarga. antara lain disebabkan oleh adanya pergeseran struktur. sementara ayah dianggap tidak pantas. mempunyai peran sebagai generasi penerus. Dalam masyarakat. bentuk dan nilai dalam keluarga. pemelihara fisik anggotanya dalam pembentukan kelestarian masyarakat. pertumbuhan dan perkembangan secara wajar.

k. Informasi. yaitu kegiatan mengisi waktu senggang. berbicara dan mengikuti adat istiadat/ kebiasaan. keluarga juga mempunyai sejumlah aturan berupa normanorma keluarga yang mencerminkan harapan tentang hubungan antara anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. keluarga berperan besar dalam ikut menentukan kondisi masyarakat yang lebih luas. memberdayakan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. meningkatkan pemeliharaan dan mendistribusikan penghasilan keluarga guna meningkatkan dan melangsungkan kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini orangtua dianggap sebagai orang yang telah memahami kehidupan sementara anak yang masih dalam tahap belajar tentang kehidupan akan menjadikan orangtuanya sebagai model dalam berperilaku (modelling). termasuk kebutuhan anak. meliputi kesejahteraan sosial dan keharmonisan kehidupan mentalnya.f. Vol. sosial. Fungsi Pengembangan Lingkungan yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan anggota keluarga guna melestarikan. maka keluarga beserta anggota keluarga akan terbebas dari potensi gangguan pertumbuhan fisik. h. Menurut Goldstein dkk (1973). Fungsi Sosial Budaya yaitu kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya guna memperkaya khasanah budaya maupun integrasi sosial bangsa dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial keluarga. maka dapat dipahami betapa pentingnya keluarga sebagai unit sosial paling kecil dalam masyarakat atau sebagai tempat bermukimnya pribadi-pribadi menentukan keadaan keluarga. psikologis dan sosial anak. emosional atau moralnya. sebagai satuan sosial terkecil keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan fisik. intelektual. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial/ kebersamaan bagi anggota keluarga guna menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Fungsi Kontrol Sosial. Sebagai satuan sosial. secara positif guna terciptanya suasana santai diantara keluarga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendayagunaan energi fisik dan psikis. Fungsi Sosialisasi. tahun 2007 27 . Fungsi Rekreasi. Dengan memahami peranan dan fungsi keluarga. serta membantu mengatasinya guna menciptakan suasana kehidupan keluarga dan masyarakat yang tertib. 02. Dengan asumsi apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokok diatas. No. anak dapat mempelajari bagaimana berpikir. Dalam keluarga dan sistem kekerabatan dibutuhkan juga proses internalisasi nilai-nilai sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi dan peran keluarga/ kekerabatan dan masing-masing anggotanya. merencanakan. Sebagai unit sosial paling kecil. Melalui sosialisasi yang dilakukan keluarga. aman dan tentram. Fungsi Ekonomi yaitu kegiatan mencari nafkah. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dalam rangka menciptakan keserasian antara kehidupan alam dan manusia. 12. perilaku dan nlai-nilai di dalam masyarakat. j. Proses tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melembaganya aktivitas keluarga/kekerabatan yang g. i. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari perilaku menyimpang.

Posisi dan peranan masing-masing anggota keluarga sesuai dengan jendernya seringkali ditemui adanya jaringan sosialnya sendiri sesuai kepentingannya. Komitmen. Tapi. Ada sembilan dan semuanya berkaitan dengan beberapa hal yang paling fundamental. Kepercayaan. seorang istri menurut jender dapat berperan sebagai kepala rumah tangga juga mempunyai jaringan sosialnya sendiri. Ia berbicara tentang sifat mengasuh. contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah. HUKUM-HUKUM ALAM YANG DAPAT MEMPERKAYA KEHIDUPAN KELUARGA Eyre (2006) menyatakan. bahkan berhasil meraih kekuasaan tertinggi dalam struktur jaringan sosial yang dimilikinya. dengan cara mengelola seperti itu. seperti komitmen. pujian untuk yang tertekan. Memberi prioritas bagi anak-anak dan keluarga dengan jelas dan konsisten di atas segala prioritas lainnya. bahwa begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuhnya. yaitu tentang bagaimana membantu anak-anak melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan. tanggung jawab. Selalu mengingatkan anak-anak tentang cinta dan memberitahu mereka tentang komitmen serta loyalitas untuk III. Melalui jaringan sosial ini. serta mudah diterapkan. disiplin dan komunikasi. Dan anak-anak juga mengetahui bahwa merekalah prioritas utama dan sangat ternilai dibanding apapun. Maka dari itu. keamanan dan keyakinan yang diinginkan dirasakan oleh anak-anak berasal dari komitmen orangtua yang jelas dan terbuka. keamanan. 1999) melihat bahwa pemilahan jender menurut fungsi diperlukan karena adanya kepentingan internal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan sesama anggota keluarga. Ini tentang memberi pelukan dalam jadwal. dinamakan hukum-hukum alam agar mudah diingat dan bersifat naluriah. Terlembaganya aktivitas keluarga/ kekerabatan dapat berupa kegiatan Halal Bihalal secara rutin. Kualitas dan pola ini disebut sebagai “Hukum Alam Pengasuhan”. No. 12. tahun 2007 . harus mendalam dan jujur serta cerdas. Sebagai contoh. yang diilustrasikan sebagai hukum angsa. pujian. kehangatan untuk meringankan sesuatu. Vol. pola pengasuhan 28 Informasi. Seperti angsa.terpola. Kesembilan prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. Untuk mewujudkannya. masing-masing anggota keluarga memiliki jenjang-jenjang peluang dalam meniti suatu posisi tertentu. Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. dan mengikuti les. Hartman dan Dwyer (dalam Ihromi. cukupkah mengasuh anak? Pengasuhan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan perasaan dan juga otak. kita harus pulang ke rumah. kualitas orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menciptakan suasana pengasuhan dan perawatan anak-anak yang mereka cintai. pembagian tugas di rumah dengan waktu dan frekuensi tertentu. mengutamakan anak-anak. membiarkan anak-anak tahu apa yang orang tua katakan dan lakukan. Komitmen pada pasangan yang menikah yaitu komitmen mendalam pada pernikahan atau orangtua terhadap anak-anaknya. bahkan terjadi pula antara suami dan istri. 02. harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling lengkap. Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan otak. Mereka adalah prioritas tertinggi. Eyre kemudian menganalogikan sembilan prinsip dan cerita yang mengilustrasikan prinsip-prinsip tersebut berasal dari alam.

Salah satu prinsip yang hampir semua orangtua ketahui (tapi jarang dilakukan) adalah karena anak-anak membutuhkan perhatian. seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap prilaku positif dibandingkan pada tindakan negatif. Kita harus mencari cara untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dengan selalu memuji dan bukannya menyepelekan melalui kritik terus-menerus. Informasi. Ketika pintu gerbang ditutup. yang diilustrasikan sebagai hukum kepiting. kita harus belajar meninggalkan cangkang keras kita yang berisi kritik dan menumbuhkan gaya memuji yang baru. kita seharusnya tidak pernah terlalu buruburu untuk mendengarkan. kita harus mendukung dan bukannya bersaing satu sama lain. No. memerhatikan dan berbagi. 2. seorang anak mungkin memerlukan ketegasan.mereka. Tidak masalah bagaimana kehidupan begitu berantakan dan dingin di luar rumah. Komunikasi keluarga yang nyata dan berkomitmen. Hukum kepiting mengajarkan hal yang berlawanan dengan apa yang dilakukan kepiting. Hukum kura-kura adalah konsistensi yang mantap tetapi tenang yang bisa membungkus anakanak dalam selimut kedamaian yang hangat. Kita seharusnya mempunyai ritual teratur dan bisa diandalkan serta tradisi tepat waktu agar keluarga khususnya anak-anak bisa menemukan keamanan dan identitas. kesenangan dibagikan dan masalah dihadapi. beberapa ritual keluarga yang bisa diandalkan. yang diilustrasikan sebagai hukum ikan paus. setiap anak sangat unik. terbuka dan konstan. Tidak seperti kepiting. Komunikasi. Konsistensi. harus lebih menyukai suasana rumah dan menikmatinya dibanding tempat lain di manapun. pola perintah dan jadwal yang berulang dan sejumlah cinta tak bersyarat yang tiada batasnya. Seperti kura-kura. Perasaan diperhatikan. 12. kita seharusnya mendengarkan satu sama lain dan bukannya mengganggu. Vol. 4. memuji daripada mengkritik. Komunikasi harus ditujukan untuk individual. akan muncul tekanan yang menyebabkan individu terisolasi. Memuji. Ada beberapa hal tertentu yang mendasar dan konsisten yang bisa selalu diperhitungkan di dalam rumah. Komunikasi positif dalam keluarga mirip dengan pintu gerbang terbuka. Apakah hukum ikan paus itu? Inilah pelajaran komunikasi yang jujur. yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan. 02. Kita perlu menjadikan komuniksi tidak menggurui tapi berupa nyanyiannyanyian kejujuran dan saling menghargai. bukan menekan ke bawah. yaitu dukungan dan perilaku positif – mengangkat ke atas daripada menekan ke bawah. Kesimpulannya mendengarkan merupakan kunci komunikasi. yang diilustrasikan sebagai hukum kura-kura. dan kita harus memuji usaha yang dilakukan dan memberi imbalan terhadap upaya yang jujur. Seperti ikan paus. Pesan kepiting adalah sebagaian besar masalah interpersonal dengan anak bisa diperbaiki dengan pujian yang tulus. kita harus belajar bahwa mendorong ke atas adalah jawabannya. komunikasi yang disiplin sedangkan anak yang lain membutuhkan pendekatan yang lebih lunak. Hukum kura-kura adalah ingatlah selalu tujuan anak-anak dalam jangka panjang yang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fungsional 3. menghindari banyak masalah dan memegang kunci untuk memecahkan dan mengurai masalah yang ada. tahun 2007 29 .

Hukum katak adalah hukum kesadaran. Hukum kayu merah adalah saling mendukung dalam keluarga. Tidak seperti katak. Rasa aman. Kesadaran bisa menjadi aset terbesar orangtua. pembelajaran moral dan identitas keberhasilan. Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab. harapan yang jelas dan tanggung jawab keluarga. yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan anak. Disiplin. yang diilustrasikan sebagai hukum belalai gajah. Hukum belalai gajah adalah keseimbangan yang baik antara “cinta yang keras” dan “cinta yang lunak”. 7. anak-anak juga memerlukan toleransi. memerhatikan dan sensitif terhadap anak-anak. anak) tidaklah sama bahwa masingmasing berbeda dan kita harus memahami perbedaan itu. dan mengajar anak-anak dengan teladan dan berharap mereka menerima tanggung jawab keluarga juga. mengetahui akar kita. sangat tertarik. tetapi juga harus mengingatkan mereka secara keras dan jelas tentang adanya bahaya. mulai dari pekerjaan kecil ketika kanak-kanak sampai mendapatkan uang sakunya sendiri ketika remaja. kecemasan mereka dan kepedulian mereka. kita harus mencoba lebih keras untuk mengenali. 02. menghargai dan saling menjalin kebersamaan. 8. ungkapan cinta yang terbuka. tetapi membiarkan mereka menempuh jalan tersebut di bawah kekuatan mereka sendiri. Vol. kita harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain. bertahan terhadap banyak cobaan dan terbebas dari akar yang amoral.dan bahagia serta ikatan keluarga yang semakin kuat seiring dengan waktu. Hukum ini mengenai mengadopsi aspek terbaik dari dua akhir spektrum. jadwal. Cinta kita seharusnya memindahkan penghalang di jalan yang anak-anak kita lalui. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak mengakibatkan hilangnya peluang mereka menikmati masa anak-anak dan mungkin pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan komunikasi yang akan membuat anak-anak tidak bisa menyelesaikan masalah yang akan mungkin mereka hadapi. harus memahami bahwa semua air (situasi. yang diilustrasikan sebagai hukum katak. Kita 6. kedekatan emosional yang konsisten. Tidak seperti pendaki yang lemah. 12. kelembutan dan bantuan tanpa ada tekanan. Seperti belalai gajah. mencapai tujuan yang mulia. Keluarga yang tumbuh dan berkembang bersama. Kesadaran. 5. merasakan serta menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan dalam hidup anak-anak serta di dalam benak mereka. yang diilustrasikan sebagai hukum beruang. Namun. tetap dalam harmoni yang paralel satu sama lain. Tanggung jawab. No. cinta kita harus memberikan persetujuan dan menyelimuti mereka dengan kepercayaan. Kurang kesadaran menjadikan masalah berubah lebih besar untuk ditangani dan membiarkan semua jenis peluang tidak diketahui. menghargai kekuatan dan keterkaitannya. Memprioritaskan peran pengasuhan dibanding peranan lainnya. Anak-anak sangat memerlukan disiplin. 30 Informasi. jauh dari dasar materialisme. Harus menjadi berdarah hangat. anak-anak perlu menjalankan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga. yang diilustrasikan sebagai hukum kayu merah. saling menguatkan secara fisik. memahami bahwa kita bisa mendapatkan keamanan dan mengidentifikasi asal-usulnya. Seperti kayu merah. tahun 2007 .

mungkin melampaui dua keinginan dan insting pengasuhan kita yang paling mendasar. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas dari”. tahun 2007 31 . pendidikan. Kebebasan didefinisikan sebagai pemberdayaan dan peluang. satu kata ini. kita tidak menginginkan anak-anak mematuhi dan mengikuti pola yang sama. tidak ada batas artifisial bagi kebahagiaan atau potensi mereka. keluarga yang menjadi korban PHK. kita perlu memberikan anakanak kesadaran atas pilihan dan peluang serta luasnya perspektif impian yang baik. 12. Karena itu tanggung jawab keluarga meliputi tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. termasuk daerah rawan bencana. Dengan optimalnya fungsi keluarga maka dipastikan ketahanan keluarga dapat terjalin secara kokoh. Bebas untuk mengembangkan pikiran dan bakat mereka serta untuk menggapai potensi mereka. 02. diharapkan dapat dijadikan sarana penciptaan mekanisme pemecahan masalah sosial dalam masyarakat. penuh dan individual dalam diri anak-anak. Bebas bermimpi. dari keteledoran dan kesalahan. yang diilustrasikan sebagai hukum kutu. Tidak seperti kutu. sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirnya. yaitu melindungi anak-anak kita dan melihat mereka meraih potensi mereka. keluarga yang tinggal di lingkungan tidak menguntungkan. anak-anak seharusnya tidak menerima pembatasan. Kita sebagai orangtua tidak ada yang tahu potensi unik. Beberapa permasalahan keluarga yang terjadi dalam masyarakat diantaranya. Vol. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh dalam masyarakat. Kebebasan didefinisikan sebagai kesadaran dan keleluasaan berpikir. sosial budaya dan lain-lain. Bebas dari praduga dan kemampuan sedang-sedang saja. Maka. KETAHANAN SOSIAL KELUARGA Achir (1994) menyatakan. apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka butuhkan.harus mengajukan pertanyaan tentang kemana kita bersama anak-anak. IV. fungsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarganya. No. Permasalahan tersebut baik langsung maupun tidak langsung banyak disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan peranan. b. apa yang mampu ia lakukan dan kemana ia mengarah. dimana mereka dengan kehidupan mereka. keluarga bermasalah sosial psikologis. keluarga rawan masalah sosial ekonomi (kerentanan). keluarga miskin. Bebas dari kekerasan atau kecelakaan. 9. Sebaliknya melalui kondisi ketahanan yang kokoh dalam keluarga. Bebas dari hal yang merusak. Pertimbangkan dua perspektif ini yang berkaitan dengan kebebasan: a. konflik sosial dan keluarga yang mengalami masalah sosial. menetapkan dan meraih tujuan. Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. kebebasan. Kebebasan. keluarga tidak harmonis. juga sebagai keamanan dan proteksi. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas bertindak”. bahwa suatu keluarga dikatakan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi bila keluarga itu dapat berperan optimal dalam mewujudkan seluruh potensi anggota-anggotanya. Informasi. diharapkan permasalahan sosial baru dapat dicegah. ekonomi.

Sedangkan secara psikologis. ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Akan tetapi kemungkinan keluarga pecah atau retak juga lebih besar karena yang mengikatnya hanya suami istri itu saja. organisasi lokal maupun pihak lain. baik dalam arti sempit seperti peluang memperoleh pekerjaan atau posisi tertentu. Ketahanan sosial keluarga juga berarti kemampuan individu-individu sebagai anggota keluarga dalam mengembangkan hubungan sosial sehingga dapat mempertahankan konsistensinya dalam kehidupan keluarga. Vol. lingkungan adat. tempat tinggal juga secara tersendiri. kelompok. Kriteria lain yang dapat dijadikan dasar bahwa suatu keluarga dapat berfungsi sosial dalam kehidupan apabila memiliki aspekaspek yang terdiri dari: 1) Pemenuhan kebutuhan dasar. 2) Peluang usaha dan pendapatan. atau kalaupun ada mereka terlindung di komunitasnya dan tetap bisa memperoleh dan menjangkau pelayanan sosial dasar. ekonomi. Ini berarti juga bahwa hubungan emosional di antara suami istri menjadi lebih sentral dalam kehidupan keluarga yang memang menyebabkan hubungan mereka menjadi akrab. keluarga konjugal itu berdiri sendiri. baik dari pihak suami maupun istri. Secara ekonomi. Kondisi ketahanan keluarga yang ingin dicapai adalah kondisi kesejahteraan dan keamanan. Berdasarkan indikator ketahanan sosial masyarakat. No. Ketahanan sosial keluarga dengan demikian dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga untuk bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. termasuk merespon terhadap konflik sosial yang terjadi di sekitarnya. tidak bersatu dengan kerabat luas. memiliki hubungan sosial dan jaringan dengan keluarga. Menurut Hambali (2005) konsep ketahanan sosial keluarga dapat diadopsi dari konsep dasar tersebut. sedangkan dalam keluarga tradisional masih ada anggota keluarga luas yang mengikat keluarga kecil. maupun pola hubungan sosial yang terjalin untuk mengimbangi proses perubahan yang sedang terjadi. Kemudian berpartisipasi 32 Informasi. tahun 2007 . pendidikan dan kesehatan. Dalam proses industrialisasi yang sedang terjadi di masyarakat. dan 3) Relasi sosial dan jaringan. Keluarga juga mau berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di komunitasnya. bermasyarakat dan bernegara. perumahan. satuan kecil ini menjadi semakin berdikari. baik dalam hal mencegah ataupun membantu mengatasi konflik tersebut. Mobilitas sosial dan ekonomi di masyarakat industrial jelas akan menjadikan peranan masing-masing individu dalam keluarga hendaknya memainkan posisinya yang lebih baik di dalam setiap berinteraksi dengan masyarakatnya. 02. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992. mau tidak mau akan berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. penghasilan dan ketrampilan. Ketiga kriteria tersebut memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pekerjaan. ketahanan sosial keluarga dapat diamati dalam hal tidak ada keluarga yang masuk kelompok rentan. budaya dan politik yang terjadi. 12. lingkungan kerabat. Yaitu keluarga menjadi semakin mandiri melakukan peranannya lebih terlepas dari hubungan kerabat-kerabat luas.Goode (2000) menyatakan bahwa dalam era perubahan global seperti sekarang ini struktur keluarga dalam masyarakat juga mengalami perubahan menjadi bentuk konjugal.

Setiap keluarga haruslah melakukan kalkulasi terhadap resiko ini dan kemudian menyusun tindakan apa saja yang memungkinkan resiko yang dihadapi tidak mengganggu keseimbangan dan keselarasan di lingkungan keluarga. Menurut Goode (2000) upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga dengan pendekatan struktural fungsional. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial adalah yang mampu berintegrasi dengan baik serta berfungsi optimal. Daya tahan berarti kemampuan keluarga untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang mungkin dapat mengganggu keserasian dan keharmonisan keluarga. 2. 3. ketangguhan. 4. Namun ditemukan beberapa pandangan tentang ketahanan sosial yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami ketahanan sosial keluarga. menolong atau peduli jika ada anggota komunitasnya mengalami keterlantaran. Informasi. Kemampuan ini dapat digunakan oleh keluarga untuk menyikapi sedini mungkin tentang apa yang bakal terjadi dan bagaimana mengatasinya. Kemampuan keluarga untuk memprediksi perubahan. Perspektif daya tahan dimaknai dari nilai. ketika keluarga tidak mampu membendung pengaruh perubahan di lingkungan keluarga. Upaya mengatasi resiko haruslah berawal dari kehendak dan motivasi anggota untuk melakukan perubahan tanpa meng-ganggu fungsifungsi sosial dan peranan sosial yang seharusnya ditampilkan. sehingga memiliki kualitaskualitas pribadi yang membuatnya berketahanan (resilient) dalam menjalani kehidupannya. 2005). kemampuan bertahan dan plastisitas para anggotanya (Nainggolan. Beberapa kajian yang dikembangkan Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat lebih memfokuskan pada peranan pranata sosial dalam ketahanan sosial masyarakat. Hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas. Antisipasi ini dilakukan melalui penguatan peran masing-masing atas dasar kesadaran dan tanggung jawab untuk membentuk keluarga harmonis dan serasi. Tindakan antisipasi adalah upaya satu-satunya yang dapat dilakukan. maksudnya sistem ketetanggaan. maka ketahanan sosial keluarga dapat diformulasikan sebagai berikut : 1. sehingga mampu menumbuhkembangkan aspek-aspek: kekuatan ego. Resiko pasti terjadi sebagai akibat mengadopsi atau menolak perubahan. Kemampuan keluarga untuk melakukan antisipasi terhadap perubahan yang dinilai akan merusak kemapanannya. 02. tahun 2007 33 . Kemampuan keluarga untuk mengatasi resiko yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan itu.dalam memelihara sumber daya alam. Vol. kaidah-kaidah yang memberikan perlindungan bagi anggotanya untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terjadi. atau dengan kata lain memiliki kepekaan sosial yang tinggi. No. Berdasarkan pandangan yang muncul. norma. Keluarga mempunyai fungsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anggotanya. Kemampuan daya tahan terhadap arus perubahan. sumber sosial secara arif berdasarkan kebiasaan yang ada. 12. yang perlu dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana agar terjadi keserasian dalam hal : 1. Kemampuan memprediksi dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat ke depan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi.

luas. DAFTAR PUSTAKA Adimihardja. Suatu analisis fungsional terhadap keluarga menekankan pada hubungan antara keluarga dan masyarakat Untuk membentuk suatu keluarga yang berketahanan sosial. ulet. institusi hukum. 2001. maupun berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat untuk mencegah dan mengatasi konflik yang terjadi. Hubungan antara keluarga dengan kepribadian anggotanya berkaitan dengan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama individu dalam kelompok primernya sehingga menghasilkan individu-individu dengan pribadi yang tangguh. Hubungan antara keluarga dengan subsistemnya bisa berarti hubungan antara anggota keluarga. tahun 2007 . membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. dalam menghadapi berbagai masalah diperlukan kemampuan tertentu pada anggota keluarga baik internal maupun eksternal serta banyak hal yang mempengaruhinya. serta mau memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam dan sumber sosial yang ada di masyarakat. Dari pendekatan tersebut. atau mampu melaksanakan fungsinya. Sebuah keluarga yang berketahanan sosial. keuletan dan lain-lain merupakan hal yang dianjurkan untuk dimiliki tiap keluarga. adalah keluarga yang mampu bertahan ditingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. keluarga yang memiliki ketahanan sosial tinggi akan melahirkan masyarakat yang berketahanan sosial tinggi pula.institusi ekonomi. Vol. 2. ekonomi dan politik yang terjadi. politik/pemerintahan. 12. 34 Informasi. artinya keberadaan institusi tersebut akan mendukung terciptanya ketahanan sosial keluarga. dapat dikatakan bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat. tahan goncangan yang pada akhirnya menghasilkan keluarga yang berketahanan tinggi. masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis. Humaniora Utama Press. Sistem dalam pendekatan ini berada pada lapisan individual (perkembangan kepribadian). atau antara keluarga dengan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut yang pada gilirannya menghasilkan keluarga yang tangguh dalam menghadapi goncangan. Dalam kerangka pikir fungsionalstruktural. V. Pada gilirannya akan menghasilkan keluarga dan masyarakat yang hidup berkesejahteraan. Dalam kaitan menciptakan ketahanan sosial keluarga yang sejalan dengan pembangunan sosial. lapisan institusional (keluarga) dan pada lapisan masyarakat. PENUTUP 3. Bila tercipta keharmonisan maka dihasilkan kondisi ketahanan sosial keluarga yang tinggi. agama dan lain-lain. Participatory Research Appraisal (PRA) dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat . kerukunan. bebas dari situasi rentan. Bandung. 02. Kusnaka dan Hikmat. Jadi. hubungan-hubungan internal di antara sub sistem-sub sistem yang ada dalam keluarga dan atau hubungan di antara keluarga serta kepribadian dari para anggota keluarga sebagai pribadi. No. Harry. maka internalisasi nilai tentang kejujuran. yang terdiri dari berbagai bagian atau sub sistem yang saling berhubungan.

M. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial. 2005. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. 2004. sembilan hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga kita .Andayani. Departemen Sosial RI. 2003. Irmayani S. Sosiologi Keluarga. Bumi Aksara. No. Media Ketahanan Sosial Masyarakat Edisi ke-4 Tahun 2004. TO. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. 2003. Pola Pemberdayaan Peran Keluarga. Jakarta. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Jakarta. Budi dan Koentjoro. BPK Gunung Mulia. PT Gramedia Pustaka Utama. Gunarsa. Magister Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Eyre. 02. Goode. Petunjuk menjadi Keluarga Bahagia. 2002. Tangkal bahaya HIV/ AIDS dengan penguatan kualitas ketahanan keluarga. Ihromi. Ketahanan Sosial Keluarga. Tinjauan Konseptual Ketahanan Sosial Keluarga. Linda & Richard. Psikologi Praktis: Anak. Ainul Izza. Jamilla. Informasi. 1999. Departemen Sosial RI. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.Y. SH. Singgih D dan Gunarsa. tinjauan berbagai pendekatan konseptual dan operasional. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat. Jakarta.Singgih D. 2004.Psi. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. 2006. Jakarta. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat Departemen Sosial RI. Jakarta. WJ. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Ny. Jakarta. Departemen Sosial RI. Peran Ayah menuju Coparenting. 2005. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. CV Citra Media. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga . Psikologi Keluarga. 12. Jakarta. tahun 2007 35 . Menuju Indikator Kesejahteraan Keluarga. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Departemen Sosial RI. Vol.2004. Suatu Tinjauan Konseptual. Surabaya. Remaja dan Keluarga. Jakarta. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

Vol.617 orang. Data tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya. 2000) memperkirakan sekitar 1. 12. keluarga. However. sale and trafficking of drugs as an act of victimization. sebanyak 45 persen mereka berusia 14-17 tahun. Key words : child drugs trafficking (CDT). tahun 2003 sebanyak 7. Some children become a courier because their parents sell drugs for themselves. 2003 . obat-obat psikotropika dan zat adiktif NAPZA menunjukan gejala peningkatan kuantitas.751 orang. No. victimization. 36 Informasi. 02. I.140 orang. Penyalahgunaan NAPZA merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan berbagai segi kehidupan. Peer pressure and pressure from adults in the community is very important. Hal ini terjadi karena penyalahguna NAPZA termasuk hidden population.478 orang. the communities do not see the issue as significant.23/2003. tahun 2000 sebanyak 3. At same time. korban. dan lebih menyedihkan lagi adalah 20 persen dari mereka yang terlibat penyalahgunaan NAPZA adalah usia anakanak. dengan responden 92 anak yang terlibat di dalam perdagangan dan peredaran NAPZA. serta berakibat negatif terhadap pelaku.833 orang. defines children’s involvement in the production.401 orang. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkotika. Most children are in the situation because of adult pressure and/or wider social factors. tahun 2007 . Tahun 1999 sebanyak 1. bahkan mengancam stabilitas negara. kualitas maupun tingkat persebarannya.2 persen atau kurang lebih 3. sebanyak 55 persen berusia 18-19 tahun dan 95 persen dari mereka terlibat penjualan NAPZA sejak umur kurang dari 18 tahun. tahun 2002 sebanyak 3.PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Pengalaman Bekerja Bersama Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur Hari Harjanto Setiawan Abstract. dan tahun 2004 sebanyak 8. social work service. Data dari MABES POLRI (2004) tentang korban penyalahgunaan NAPZA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. dan sebagian besar korban penyalahgunaan NAPZA berumur 15 sampai 25 tahun (Depsos. Indonesia’s main policy in dealing with drug problems has been try to reduce abuse and dealing in drugs through enforcement of a number of law. The main problem of the current law is the children are not well protected and it does not distinguish between a child and an adult. the newly child protection Act No.2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia menyalahgunakan NAPZA. UNDCP. Kemudian hasil Rapid Assesment yang dilakukan Irwanto dari Unika Atmajaya bekerja sama dengan ILO (2003). lingkungan sosial maupun masyarakat sekitarnya. tahun 2001 sebanyak 3.

maka dengan sendirinya 20 sampai 30 orang pengguna terselesaikan dengan sendirinya. PERMASALAHAN SOSIAL ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Masalah yang berkaitan dengan NAPZA pada anak bukan hanya sebatas pada pengguna saja. Pekerja sosial mempunyai peran. apabila kita dapat mengeluarkan satu orang anak trafficker. Berdasarkan pekerjaan. ada empat kelompok anak yang berhasil diidentifikasi yaitu. telah menjangkau 225 anak jalanan (85% berjenis kelamin laki-laki). misalnya Pakistan dan Thailand. 02. dan anak yang menjual sekaligus menggunakan NAPZA. 22% dari mereka adalah anak jalanan perempuan dan 18 persen dari mereka sudah lepas dari keluarga (homeless).Perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak telah banyak di berbagai negara. Maka dari itu. Disisi lain. tetapi juga telah mengarahkan anak-anak pada resiko-resiko yang sangat mengganggu pertumbuhan kejiwaannya. Penanganan terhadap permasalahan NAPZA ini banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM. Penanganan permasalahan pada trafficker dinilai sangat efektif. permasalahan penyalahgunaan NAPZA tidak pernah selesai. Keterlibatan tersebut sangat membahayakan. II. anak pengguna narkoba. Penanganan ter-hadap kasus ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran di masa yang akan datang. karena bisnis ini sangat menjanjikan secara ekonomi. penjualan dan peredaran (drugs trafficking). Anakanak yang dilibatkan dalam penjualan dan peredaran NAPZA dapat disebabkan antara lain “keterpaksaan” guna mendapatkan uang secara mudah dan banyak. tidak adanya jaminan keamanan serta kesulitan menemukan jalan untuk mengatasi permasalahannya. Menurut data hasil temuan dari “ Drug Prevention Program for Street Children Community in East Jakarta. sebanyak 56 persen Informasi. Menurut ILO IPEC. karena yang sangat sensitif secara politis. No. Penanganan ini penuh dengan tantangan dan pendekatan secara khusus oleh seorang pekerja sosial. tetapi lebih jauh dari itu mereka juga terlibat dalam produksi. Pendekatan tersebut memerlukan tindakan hati-hati dan berbasis proses. Vol. anak penjual. tahun 2007 37 . Hal ini berarti. anak yang beresiko terlibat. karena disamping perdagangan narkoba sendiri merupakan perbuatan ilegal dan melanggar hukum. 12. Anak-anak yang terlibat dalam penjualan dan perdagangan NAPZA relatif sulit diidentifikasi. karena satu orang trafficker rata-rata menjual kepada 20 sampai 30 orang pengguna. anak-anak dianggap sebagai tenaga kerja murah dan memiliki pemahaman pengetahuan yang terbatas terhadap perdagangan narkoba ilegal serta relatif “lebih aman” . sosial dan hukum. dan 51 persen anak-anak ini masih sekolah. 75 persen dari mereka berusia 5-18 tahun dan 25 persen berusia 19-21 tahun. bujukan dan desakan bandar. Dalam arti. Tetapi sampai saat ini masih dipusatkan pada pengguna ( user ) dan belum menangani pengedar ( traficker ). Selain itu maupun dalam proses operasionalnya tersebut yang bersifat ilegal. Indonesia” yang dilakukan oleh ILO IPEC ( 2004). dilakukan secara sembunyi-sembunyi. anak biasanya lebih bebas bergerak tanpa dicurigai dan penegak hukum biasanya sering bertindak lemah terhadap anak. sikap dan kepribadian tertentu dalam penanganan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. dan perlu tindakan segera dalam menanganinya.

Berikut kutipan satu kasus yang dapat menggambarkan kehidupan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA. dan disamping itu saya juga pernah mencari sampingan dikarenakan kebutuhan keluarga saya dan juga kebutuhan pribadi saya untuk obat dan minuman. padahal usia anak adalah tugasnya belajar. 12. adalah mereka yang dilibatkan dalam pencampuran obat maupun pengepakan/pembungkusan.adalah pengamen. dulu saya masih pakai Putaw (Suntik) karena melihat teman-teman banyak yang mati karena overdosis. Vol. dan lain-lain. ketidakmampuan orang tuanya menyebabkan anak tersebut terpaksa bekerja. 115 anak sebagai pemakai saja dan 100 anak yang rawan untuk terlibat dalam pemakaian produksi dan penjualan). saat nongkrong itulah dari pada bete mendingan mabuk biar banyak teman dan ngulangin pusing sekalian saat kerja juga enak biar semangat dan berani” Anak sebagai penjual adalah mereka dijadikan kurir oleh para bandar. Terkadang tanpa sepengetahuan anak. 25 anak sebagai penjual dan pemakai. Informasi. tinggal di Pedongkelan. “Saya biasa di panggil oleh teman-teman DS. Ekonomi . 13 anak sebagai pemroduksi. 1 anak sebagai pemroduksi saja. 17 persen adalah jualan koran dan 10% adalah jualan rokoh. dan minuman biasa lah seperti bir. kue dan permen. tempat nongkrong barang-barang tersebut tersedia dan saya pun banyak tidak bekerjanya sehingga banyak nongkrong. Sistem ini beroperasi dengan cara upliner mencari downliner untuk menjual NAPZA. Untuk mendapatkan penghasilan secara cepat dan adanya tawaran yang menggiurkan maka anak tersebut mencari jalan pintas dengan terlibat perdagangan gelap NAPZA. pendapatannya ya kadang banyak-kadang sedikit tergantung yang ngasih. Seseorang akan mendapatkan keuntungan besar bila mampu menjual NAPZA dengan jumlah banyak dan posisinya dalam kelompok akan meningkat. Ketagihan saya kepada barang tersebut ya bayangin aja di rumah. (junior) seperti yang digunakan dalam MLM ( multi level marketing ). Dalam bisnis ini dikenal dengan istilah upliner (senior) dan downliner Faktor-faktor yang menyebabkan anak dilibatkan dalam perdagangan NAPZA antara lain : a. Sehubungan dengan anak yang terlibat peredaran NAPZA sebanyak 2 anak sebagai penjual saja. 02. penjual dan pemakai. ganja. umur saya 18 tahun jalan. saya bekerja sehari-hari sebagai Timer di depan ITC Cempaka putih. depan rumah teman. Upliner akan memberikan komisi dari aktifitas tersebut kepada downliner baik dalam bentuk uang maupun NAPZA. Pendapatan saya kurang maka akhirnya saya menjual obat-obatan berupa ganja yang ditelah diracik sendiri setelah dibeli perpaket maka dijual perlinting dan itupun dicampur dengan rokok samsu dan akan menjadi beberapa lintingan. No. Kalau pendapatanya sedikit bagaimana nih cara agar supaya banyak ya maksamaksain deh ama sopir atau kernet mobil. maka untuk memenuhi kebutuhan pakai ganja dan minuman saya itulah saya terpaksa menjual. Sedangkan anak yang bekerja sebagai pemroduksi. kalau mereka mengantarkan NAPZA. tahun 2007 38 . Pengedar merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. Saya sampai saat ini “pemakai” tapi tidak seberat yang dulu sekarang agak sadar. 13 anak sebagai penjual dan pemroduksi. maka saya menghindar dan sekarang pakai yang biasa saja seperti Lesotan.

Vol. mudah memberontak. menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. No. efek farmakologis NAPZA. Sehingga orangorang seperti inilah yang mudah terjerumus dalam peredaran NAPZA. kondisi seperti ini adanya orang dewasa yang mempergunakan seorang anak sebagai alat untuk melakukan kejahatan yaitu mengedarkan NAPZA. Sehingga apabila ditangkap anak tidak bisa dihukum seperti orang dewasa. Anak adalah pekerja murah. tidak sabar. Dalam hal ini anak adalah sebagai korban (victim). bahwa sifat keingintahuan seseorang terbilang besar ketika memasuki masa remaja. Tingkat agama dan moral rendah . Disinilah terjadi peredaran antar teman sepermainan atau teman sekelompok. Dipaksa oleh orang dewasa. f. Cacat Hukum. Dari pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang. jenuh dan lain-lain. tahun 2007 39 . Ketika seseorang tidak mengikuti “aturan main” dalam suatu kelompok maka seseorang tidak akan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. keluarga yang retak dan kurang harmonis dapat menyebabkan individu terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA sebagai mekanisme kompensasi g. 12. bahwa anak adalah posisi lemah untuk dipaksa mengedarkan oleh orang dewasa baik oleh preman dan bahkan oleh orang tuanya sendiri. Setelah ketagihan anak dipaksa membeli dan apabila anak tersebut tidak mampu membeli. e. karena dengan tingkat pendidikan yang rendah maka seorang anak cenderung mudah untuk dimanfaatkan karena ketidaktahuan terhadap bahaya tersendiri. d. c. mudah bosan. yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi para pemakainya (adiktif) sehinga para pengedar memanfaatkan sifat NAPZA ini. Ciri-ciri kepribadian tertentu juga dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap NAPZA. Awalnya anak diberikan NAPZA dalam bentuk permen atau makanan berulang kali sampai anak tersebut merasa ketagihan. Lingkungan pertemanan. karena kalau tidak mau taruhannya adalah nyawa. 02. hukuman hanya bisa dilakukan pada orang dewasa. h. Hal ini dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus kedalam penyalahgunaan NAPZA yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama dan norma moral dalam masyarakat. maka untuk mendapatkan NAPZA harus menjualkan terlebih dahulu agar mendapatkan komisi berupa NAPZA yang dinginkan. untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar para pengedar lebih memilih melibatkan anak-anak dibanding harus membayar mahal pada orang dewasa. Lingkungan keluarga.b. Tingkat pendidikan rendah. walaupun orang yang pendidikannya tinggi juga tidak terlepas dari bahaya NAPZA. disitulah terjadi suatu fase ingin mencari jati diri dan keinginan untuk diakui dalam kelompok pergaulannya. Informasi. i. antara lain adanya sifat mudah kecewa. Ditipu.

RAN tersebut ditetapkan bahwa pelibatan anak dalam produksi. Kemiskinan. Bahkan dalam masyarakat seperti ini tidak jarang orang tuanya sendiri yang menyuruh untuk menjual barang haram ini. masyarakat.20/1999 tentang Batasan Usia Minimum Anak Diperbolehkan Bekerja. karena menyangkut kehidupan anak maupun juga lingkungan dan masyarakat. instansi kesehatan. Untuk itu. diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak. j. keimigrasian. No. maka frustasi tersebut dilampiaskan dalam bentuk penyalahgunaan dan peredaran NAPZA. serta menyangkut kebijakan keimigrasian. merupakan strategi yang efektif dalam rangka pelayanan sosial terhadap anak. 02. Selanjutnya dibentuk Komite Aksi Nasional (KAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI 40 Informasi. ratifikasi Konvensi ILO 192 melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 2001 tentang Pelarangan dan Tindakan Segera Terhadap Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. terutama pada rendahnya tingkat ekonomi keluarga maka menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mensahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Apabila hal ini dibiarkan lama maka terbentuklah kondisi masyarakat yang permisif (menganggap biasa dan tidak merasa berdosa terhadap peredaran NAPZA) menyebabkan tidak adanya kontrol dari masyarakat. dan ketentuan tentang batasan usia minimum bekerja adalah 15 tahun. kepolisian. Strategi pelayanan sosial yang dilakukan yaitu : a. Ketika sudah tidak ada yang dijual lagi maka satu-satunya untuk mendapatkan NAPZA dengan cara mengedarkan untuk memperoleh komisi. Berbagai landasan hukum tersebut merupakan landasan moral dan operasional bagi pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan perdagangan NAPZA anak. perdagangan dan peredaran narkoba menjadi prioritas dari jenis pekerjaan terburuk untuk anak yang dihapuskan dalam waktu 5 tahun. Kondisi sosial Masyarakat. STRATEGI PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Permasalahan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA sangat kompleks. tahun 2007 . III. yang Menyikapi permasalahan tersebut. merativikasi Konvensi ILO 138 melalui undang-undang No. Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Penjangkauan dan Pendampingan terhadap CDT dilakukan oleh pekerja sosial di lokasi. antara lain keluarga. dan dunia usaha. Untuk mendapatkan NAPZA terkadang sampai mencuri barang-barang milik orang tuanya sendiri dan bahkan ada yang menjual diri.pelarian dari masalah yang dihadapi dalam keluarga. Nomor 12 tahun 2001 dan komite ini telah menghasilkan Rencana Aksi nasional (RAN) tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Untuk menangani hal tersebut diperlukan strategi yang tepat dan multidimensi. Strategi tersebut akan dijalankan melalui program-program yang bersifat teknis dalam upaya mengeluarkan anak dari permasalahan maupun sifatnya mencegah. 12. Vol. Karena ketidakmampuan untuk mencapai keinginan.

Melalui pertandingan sepak bola pekerja sosial mendapat kepercayaan. isu-isu terbaru maupun harapan anak dampingan. diciptakan aturanaturan yang disepakati di antara Informasi. b. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka untuk menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan anak yang terlibat peredaran NAPZA. Peer Educator (PE) PE adalah anak jalanan/mantan Child Drugs Trafficker (CDT) yang mempunyai pengaruh terhadap-temantemannya. Selain itu. dengan tujuan untuk menghindari kecurigaan anak. Strategi ini lebih efektif. Setelah dipilih kemudian pekerja sosial melatih mereka tentang peran dan fungsi serta pengetahuannya tentang penggunaan dan peredaran NAPZA.dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. sehingga memudahkan untuk kehidupan mereka. setiap minggu masingmasing PE melakukan pertemuan dengan temannya di jalanan bersama dengan pekerja sosial di lapangan atau wilayah dampingan. menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya. c. No. Dalam proses tersebut. Dalam pertemuan itu membahas permasalahanpermasalahan. pekerja sosial mengarahkan dan memotivikasi anak-anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. 12. Pendampingan yang dilakukan ditujukan untuk mengubah pola pikir anak jalanan tentang NAPZA. tahun 2007 41 . Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat resosialisasi nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini tidak mereka dapatkan di tempat lain. 02. mendapatkan informasi tentang NAPZA. antara lain melalui pertandingan sepak bola antar anak jalanan sebagai olah raga yang menjadi hobi mereka. Vol. konsultasi. sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin setiap minggu untuk tukar pengalaman dan studi kasus di wilayah dampingan masing-masing. Di rumah ini dibangun pola hubungan. teman atau orang tua dan. Program PE dilakukan melalui pemilihan setelah pekerja sosial menjangkau mereka lewat tournamen sepak bola. PE dipilih dari mereka yang berpengaruh. Setelah pelatihan. karena anak lebih terbuka dengan sikap pekerja sosial yang memposisikan diri seperti kawan atau kakak. Pemilihan berdasarkan pada pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. dan telah mengikuti pelatihan untuk melakukan pendampingan bersama pekerja sosial. juga sebagai tempat untuk melakukan asemen mendalam kepada anak dampingan. Rumah Perlindungan Sementara Rumah Perlindungan Sementara adalah rumah yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi anak untuk melakukan tukar pengalaman. Dalam melakukan pendampingan pekerja sosial membaur dengan anak di kantong-kantong aktivitas anak jalanan. Program yang dijalankan untuk menjangkau mereka. Dalam kegiatan ini. dimana pekerja sosial mereka anggap sebagai kakak. pekerja sosial melakukan asesmen terhadap anak jalanan yang teridentifikasi sebagai drugs trafficker .

Misalnya. antara lain kursus komputer. perlu kegiatan yang berorientasi yaitu peningkatan penghasilan. games dan lain-lain) peer educator dengan kelompok dampingan setiap minggu sekali. Program ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan mengerti terhadap isu CDT. pembentukan jaringan lembaga yang menangani NAPZA. dan Bina Muda Citra Gemilang. proses mereferal anak kepada lembaga yang berkaitan dengan permasalahan masing-masing anak. Wisma Adiksi dan Puskesmas Cipinang. Bogasari. Selain itu. No. Pelatihan Keterampilan Kerja Salah satu kebutuhan anak jalanan untuk lepas dari permasalahan child drugs trafficking adalah keterampilan kerja (vocational skill). untuk mengisi waktu luang (mencegah anak terlibat CDT) dan membangun karir untuk masa depan anak-anak yang sudah terlibat CDT. musik. Penyuluhan Penyuluhan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan tentang bahaya anak yang terlibat dalam drugs trafficker . 12. bengkel motor. membuat kerajinan tangan. dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pengembangan Kapasitas (bagi pekerja sosial. 02. e. g. baik di jalan maupun di rumah singgah. sehingga ada koordinasi secara periodik untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan penanganan masalah CDT . Jenis-jenis pelatihan keterampilan kerja yang dapat dijalankan. Vol. berkaitan dengan kesehatan. melalui kegiatan seminar gabungan antar kelompok-kelompok anak setiap 3 bulan sekali. Peningkatan Penghasilan dan Magang Kerja Program ini diperuntukan bagi anak jalanan dan orang tuanya yang telah mengikuti program pembinaan. Dalam kegiatan ini. maka dirujuk ke rumah sakit. f. tahun 2007 . menjahit sablon. kegiatan rekreasi edukatif satu kali kegiatan untuk setiap anak dan penyuluhan tentang NAPZA. kedua. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin (diskusi kelompok. Hal ini didasarkan pada pemikrian. Program yang dijalankan di rumah perlindugan sementara antara lain konseling terhadap anak yang bermasalah dan keterampilan hidup. permainan peran. Jaringan kerja tersebut antara lain dengan Rumah Sakit Duren Sawit. kelompok sebaya dan pemangku kepentingan) Kapasitas yang dimaksud adalah kegiatan maupun training yang dapat meningkatkan kinerja pelaksana 42 Informasi. Sistem Rujukan (pembentukan jaringan penanganan anak dengan pihak lain) Ada dua kegiatan pokok dalam rujukan ini yaitu pertama . sedangkan di dunia usaha bekerja sama dengan Astra. RS Persahabatan. Setelah pelatihan kerja anak-anak dihdapkan pada permasalahan pekerjaan. d. Selain itu.mereka. anak diberi kebebasan untuk memilih jenis kursus sesuai dengan minat dan bakat dari mereka. h. Proses penelusuran minat dan bakat ini dilakukan pada waktu penjangkauan dan pendampingan. Untuk itu. bahwa salah satu faktor penyebab anak jalanan terlibat drugs trafficker adalah frustasi terhadap masa depan mereka yang terkait dengan masalah ekonomi.

Output : 1). 350 anak jalanan yang beresiko dicegah untuk masuk dalam perdagangan NAPZA dan 750 anak jalanan terjangkau melalui pendidikan alternatif khususnya tentang pencegahan terhadap peredaran NAPZA. 350 anak jalanan yang beresiko dalam peredaran narkoba mengikuti vocational skill training. Vol. 02. 2). 5). Nama program : “Tackling street children in drugs trafficking through skill training. Pembentukan “Community Watch” Jaringan ini dibentuk dengan maksud untuk mengawasi dan berbuat sesuatu dalam mencegah peredaran NAPZA. Kegiatan langsung adalah pelatihan untuk pekerja sosial berkaitan dengan penanganan CDT guna meningkatkan ketrampilan pekerja sosial dalam proses pendampingan. Lima puluh orang anak jalanan teridentifikasi dan dibebaskan dari peredaran NAPZA. 50 anak jalanan yang terlibat peredaran NAPZA mengikuti vocational training dan magang. Pelatihan pekerja sosial untuk memperkuat kapasitas dalam pelayanan. Sedangkan kegiatan tidak langsung adalah pertemuan pemangku kepentingan ( stake holder ) yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelembagaan yang berkaitan dengan penyebaran pengaruh. 3).pelayanan langsung maupun tidak langsung. secara operasional dapat dijalankan melalui program pelayanan pekerjaan sosial sebagai berikut: b. Para stakeholder ini dilatih secara khusus. education and community support” Tujuan Pengembangan : Diharapkan program ini memberi kontribusi secara efektif mengeliminasi pekerja anak di Indonesia. Anggota jaringan ini adalah para pemangku kepentingan (yaitu : orang yang berpengaruh terhadap anak-anak dampingan) yang terdiri dari tokoh masyarakat. PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Dari strategi di atas. khususnya anak yang dipekerjakan dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan sosial dan psikososial anak jalanan yang teridentifikasi dalam aktivitas outreach. 4). tokoh agama dan orang dewasa yang berpengaruh terhadap anak-anak. tahun 2007 43 . Pelatihan peer educator. Tujuan Khusus : a. Setelah selesai pelatihan. IV. mereka difasilitasi untuk membuat program penanganan maupun pencegahan terhadap penggunaan anak dalam perdagangan NAPZA. 12. No. Terbentuk jaringan masyarakat yang dapat memonitor kasus-kasus perdagangan NAPZA Informasi. dan memperkuat program yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan i.

Kegiatan paket A. d. Pelatihan informasi kesehatan HIV/AIDS. 02. Vol. f. Depkes. PAPPRI. Design grafis SMU Yaspri mempunyai program membimbing anak-anak dengan cara: kursus (paket).B dan C. LPKK g. Las. Tehnik Audio video. De Mono (unit usaha koperasi DeMono. diadakan lokakarya yang bertujuan untuk melibatkan banyak pihak. program lanjutan. b. Kelompok I : Upaya pendidikan lanjut a. Pembentukan jaringan Community watch sebagai lembaga independen di masyarakat untuk mengontrol dan mencegah peredaran NAPZA. bimlat las. Instalasi listrik. b. Komputer. j. menyanyi dan mencipta lagu APKLINDO (Asosiasi klining service Indonesia) Ibu Naya Johan kegiatannya adalah pelatihan: cleaning service skill dan leadership. i. karena keterlibatan mereka sangat diperlukan. YPI. montir dan las) PKBM Paksi Safa Kawijayan mempunyai Kegiatan pendidikan non formal baik kegiatan untuk anak maupun orang tua: Kegiatan keaksaraan fungsional/buta huruf. Handphone. Rohis/keagamaan. berupa : 1) 2) 3) kualitas sesuai yang diharapkan dengan evaluasi Pendampingan yang kuat : lebih kurang 3 bulan Perencanaan program yang baik c. Dalam lokakarya tersebut dibentuk kelompok program/kegiatan yang merumuskan apa yang akan dilakukan sesuai dengan kompetensi masing-masing. Elektro plating. No. BPPK Kota madya Jaktim menerima pelatihan Teknisi Mekanik Otomotif. Kelompok II : Upaya program pemagangan a. Depnaker) e. mental. Kegiatan keterampilan Asosiasi ikatan penata mempunyai program. BNP dapat membantu ‘Tools’ PAPPRI. Kegiatan melatih anak-anak yang berminat dalam bermain musik. montir motor. test HIV/AIDS. tahun 2007 . menjahit. mempunyai program dampingan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS). PSBR Bambu Apus mempunyai program bimbingan fisik.Output : 1). outbond INKOWAPI (induk koperasi wanita pengusaha Indonesia) mempunyai program kursus catering. Rujukan layanan kesehatan reproduksi dan konseling. Mesin perkakas. Kegiatan yang bersifat mencari dukungan adalah lokakarya yang mengundang berbagai pihak yang peduli dalam menangani masalah CDT. mengembangkan bakat Suku dinas Bintal dan Kesos mempunyai program Bimlat keterampilam untuk anak jalanan berupa. elektro. narkoba dana kespro. Kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). h. 3 sertifikat (De-Mono. Pembentukan jaringan referral system (yang meliputi organisasi sekolah dan lembaga kursus maupun pemerintah) yang peduli terhadap CDT. Berikut adalah hasil lokakarya yang diadakan sebagai gambaran kepedulian masyarakat. Sepeda motor. sosial dan keterampilan (salon. busana 2). Setelah prorgam berakhir. 44 Informasi. 12.

Mempertinggi peran kelompok anak untuk bisa keluar dari permasalahannya. 02. Menyelenggarakan konveksi (sebagai proses wirausaha). kegiatan yang mendukung : 1) Pembentukkan forum bisnis remaja (FBR) dimana perangkatan selama 6 bulan. Dukungan LSM/Pemerintah 1) 2) V.4) Dari 38 anak akan dicoba diakomodasi sebagai . Kunci berhasilnya pelayanan terletak pada kemampuan Pekerja Sosial dalam menganalisis dan menetapkan prioritas kebutuhan serta mencapai beberapa keseimbangan dalam melakukan tugas secara berkesinam-bungan. Dalam bidang Kewirausahaan dibutuhkan Skill. maka dilawan 4) b. 12. Peran pekerja sosial sebagai pendamping CDT sebagai berikut : 1. 1) 2) 3) c. No. Keterampilan Autocad Keterampilan Mesin Hambatan kualifikasi (ijazah) Hambatan kualitas (Pelatihan?) Dukungan yang dibutuhkan : Pendampingan dan modal usaha (pemerintah?). Kegiatan mapping/assessment. PERAN SEORANG SOSIAL DALAM MENDAMPINGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Kelompok III : Upaya program kewirausahaan a. Sebagai Fasilitator a. 2) Jumlah peluangnya sebanyak 20 orang yang terbagi kedalam 1 kelompok (pilot proyek) Seleksi dari 20 orang untuk dijadikan pendamping buat anakanak jalanan. Membantu meningkatkan kemampuan anak yang terlibat peredaran NAPZA supaya mampu hidup mandiri di masyarakat. PT Ciptaning 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. Komitmen anak Registrasi terhadap anak Telah mengikuti kursus atau training. tidak ada kualifikasi yang jelas dan tempat terbatas. main musik. Untuk bisa keluar dari sistem itu. Kebutuhan dan peluang 1) Informasi. Setelah mengikuti pelatihan 2) 3) Tujuan akhir dari program pendampingan terhadap anak yang dilibatkan dalam peredaran NAPZA atau yang disebut C hild Drugs Trafficker (CDT) adalah membantu mereka agar mampu membuat keputusan sendiri. tahun 2007 45 . dan sebagainya Outsource . karena mereka mengalami ikatan sistem perdagangan. Vol. Melakukan training psikososial sebelum menjadi profesi wirausaha. nyanyi. LSM : Donor dan capacity building Pemerintah : capacity building 3) c. Syarat – syaratnya : b. cipta lagu.

tahun 2007 . Membantu anak untuk memahami dan melakukan refleksi atas isu tersebut. No. Menyelenggarakan analisis tentang sumber dan potensi anak sebagai bahan membuat program yang dapat dijalankan oleh anak. Sebagai Peneliti a. Untuk itu pekerja sosial 46 Informasi. 02. c. c. Memperkirakan kebutuhan pelatihan bagi anak. Vol. yang meliputi strategi dan kegiatan aksi alternatif yang tepat. Membantu menyusun kegiatan peer educator/mantan CDT untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 3. Membangkitkan dan merangsang diskusi dan aksi kegiatan yang berarti dalam rangka memerangi masalah NAPZA. Mempermudah konsep-konsep dan keterampilan penelitian yang tepat agar masyarakat memiliki daya tarik terhadap konsepkonsep dan keterampilan penelitian tersebut. dan merancang program pelatihan yang cocok bagi mereka. Terlibat dalam integrasi sosial untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang tersebut. b. dan selanjutnya dijadikan leason learn untuk melangkah dalam kehidupan selanjutnya. Membantu peer educator dalam mengadakan perencanaan di antara mereka. Membantu merencanakan dan menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas anak. Sebagai Perencana a. b. Membantu peer educator dalam melatih teman-teman (CDT) lainnya Membantu dalam pengembangan peer educator dan CDT dalam hal keterampilan dan sikap untuk hidup bermasyarakat dan berorganisasi. 4. d. b. c. Membantu menganalisis dan mengartikulasikan isu kritis yang berkaitan dengan anak maupun permasalahan yang terkait dengan NAPZA dan HIV/AIDS. Sebagai Pelatih a. 12. c. c. b. Menyelenggarakan analisis sosial yang berkaitan dengan isu anak yang terlibat peredaran NAPZA dan membangun opini masyarakat yang positif karena selama ini masyarakat berpandangan negatif terhadap anak yang terlibat peredaran NAPZA Terlibat dalam penelitian partisipatory di mana peer educator / mantan CDT belajar keterampilan untuk terlibat dalam pengumpulan data. 5. 2. Mendampingi anak yang terlibat perdagangan gelap NAPZA yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan resiko yang cukup tinggi. Membantu anak untuk merespon kepentingan masyarakat sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat secara wajar.dengan memperkuat sistem (kelompok) yang sama-sama ingin terbebas dari trafficker. Sebagai Advokat/Pembela a. d.

3. pendamping CDT perlu memelihara rasa humor. pekerja sosial dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan mempunyai keyakinan untuk berhasil dalam melakukan praktek pendampingan. Pandangan Kedepan Pendamping anak yang terlibat peredaran NAPZA perlu mengetahui kemana akan mengarahkan penanganan anak. Kepribadian yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Keuletan Pekerja sosial perlu bertahan dengan aktivitas harian pada saat dia tergoda untuk berhenti. maka pekerja sosial perlu menolong diri sendiri dari beban yang dialami. Fleksibitas membentuk penyesuaian atas situasi yang dihadapi agar mencapai tujuan mendasar yang telah ditetapkan sebelumnya. Kepribadian dasar tersebut. sehingga rencana bisa disesuaikan sedemikian rupa. Sistem nilai personal (pribadi) perlu dievaluasi secara konstan dalam proses bekerja dengan CDT. sehingga bisa secara efektif dalam mempengaruhi orang lain. Suatu program tidak akan berhasil apabila tidak ulet. 12. antara lain : 1. No. Rasa Humor Menghadapi berbagai tekanan dan frustasi.perlu memiliki beberapa kepribadian dasar selain keterampilan pekerjaan sosial. Visi dan misi dari pelayanan harus jelas. tidak meski memanjakan mereka dari penderitaan dan perjuangan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kepribadian yang kuat. Permasalahan bukan muncul dari diri kelayan saja tetapi bisa juga muncul dari pribadi pekerja sosial pendamping maupun dari timwork. dan oleh karenanya pendamping harus bersikap sesuai harapan CDT. Keluwesan Pekerja sosial perlu sensitif terhadap perubahan situasi yang sangat cepat. Bahkan terkadang seorang pekerja sosial perlu memberikan tantangan hidup supaya kelayan mampu menolong dirinya sendiri. Sebelum menolong orang lain. Oleh karena itu. Pendamping CDT hendaknya tidak berpikiran bahwa menolong orang secara tulus merupakan beban. Sikap Sopan Sikap sopan harus dimiliki pekerja sosial sehingga dengan sikap kita yang sopan akan ada peng-hormatan dari kelayan (CDT) maupun pemangku kepentingan. Kepribadian dasar tersebut bisa dipelajari walaupun butuh waktu yang lama dan akan melalui pengalaman dan pelatihan. Didalam keuletan melekat pula sifat sabar dalam menghadapi permasalahan. Cinta Sejati Untuk Kelayan (CDT) Kebanyakan pekerja sosial menginterprestasikan kecintaan terhadap kelayan (CDT) untuk melindungi mereka dengan memanjakan. 6. dan meningkatkan kemampuan untuk tertawa dan belajar dari kekurangan. 2. Dengan demikian seorang pendamping perlu banyak mengenal nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. terarah dan terencana. antara lain komitmen dan kepedulian pada anak yang tinggi. Para pekerja sosial yang sungguh-sungguh perlu mencintai kelayan. 4. Informasi. 5. Vol. tahun 2007 47 . 02.

tetapi ada proses internal tertentu yang terjadi dalam pribadi orang yang bersangkutan. 02. dia perlu memiliki pemahaman yang kritis tentang teori dan sejarah manusia sebagai petunjuk untuk kerja yang terorganisasi. Dalam hal ini. Introduction to Social Work Practice . karena melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. No. tahun 2007 . Ajarilah dia bagaimana memperoleh ikan. Morales. 12. mengingat posisi anak-anak merupakan korban. dengan visi pemberdayaan dan kepercayaan diri. Siporin. CDT bukanlah penerima pasif kebaikan. yaitu : “Berilah seseorang seekor ikan. Namun dengan adanya pemahaman kritis atas kebutuhan dan tanggung jawab. Prinsip ini menggambarkan peran dari Pekerja Sosial untuk mencapai perubahan.7. 48 Informasi. Peranan pekerja sosial sangat penting. Dengan memahami kondisi anak maka pekerja sosial akan dapat bekerja bersama dengan mereka. Berpikir Kritis Seorang pekerja sosial senantiasa bertanya : Apa yang disebut program? Untuk siapa program yang akan dijalankan? Ini akan membantu menetapkan pendirian dan sudut pandang pribadi sehubungan dengan bagaimana Pekerja sosial hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam memerangi permasalahan CDT. Max (1975). Tidak selamanya pelatihan keterampilan menjamin seorang menjadi Pekerja Sosial yang efektif. VI. Sheafor. Komitmen untuk melayani CDT tidak pernah dipaksakan kepada seorang pekerja sosial pendamping. selain polisi. Pekerja sosial perlu mampu mendefinisikan kerja dalam konteks nyata. Ada pepatah yang bisa dijadikan prinsip oleh seorang pekerja sosial DAFTAR PUSTAKA Siporin. Armando dan Bradford W. akan tetapi mereka adalah partner aktif dalam mengejar perubahan-perubahan mendasar untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik. dan pengambilan keputusan berdasarkan kapasitas dan prinsip seseorang mengantarkan pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Social Work: A profesion of Many Faces Massachusset Allyn and Bacon. Semoga kontribusi di bidang pekerjaan sosial dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak. 8. PENUTUP Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Penyesuaian Diri Bekerja dengan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA perlu memahami situasi kehidupan mereka. maka ia akan hidup sepanjang umurnya …… “ Pepatah di atas sesuai dengan prinsip pekerja sosial yaitu “Help People to Help Them Self” (menolong seseorang agar seseorang tersebut dapat menolong dirinya sendiri). New York : MacMillan. Vol. hukum dan kedokteran yang selama ini menanganinya. (1989). Sedangkan peranan pekerja sosial sebagai pendamping dapat dilihat dari berbagai segi. dan sudah memasuki wilayah hukum. maka ia akan hidup sehari .

Drs. Departemen Sosial RI. Sales and Trafficking of Drugs in Indonesia .05/TH IV/ Mei 2006.Action Research and Training Institud (ARTI). education and community support” Jakarta 2006. No. 12. menyelesaikan S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tahun 2001 pada Universitas Indonesia. Assesing The Situation of Children in The Production. Informasi. Jakarta 2004. ILO. M. Hari Harjanto Setiawan. Laporan kegiatan “Tackling street children in drugs traffiking through skill training. Pernah aktif di salah satu NGO (eRKa) yang bergerak pada pelayanan sosial terhadap anak. Jakarta 2006. SADAR. BNN No. 02. Alumnus STKS Bandung. Narkoba di Kalangan Remaja Sudah Melewati Ambang kekhawatiran. Vol. tahun 2007 49 . Saat ini bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial.Si.

Sejalan dengan isu-isu pembangunan pada tingkat global tentang lingkungan hidup. Mengapa isu-isu lingkungan hidup penting menjadi bahasan pekerja sosial? Sebagaimana dilaporkan oleh The World Bank (2003).PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Bambang Rustanto Abstract. 02. dan dengan kondisi miskin dengan pendapatan kurang dari $ 1 per hari. Menurut laporan tersebut ada hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan penurunan daya dukung lingkungan. 12. Ciri-cirinya dapat dilihat dari angka melek huruf menurun dari 47 persen pada tahun 1980 menjadi 25 persen pada tahun 2000. tahun 2007 . Saat ini. Sosial welfare always linked with economy growth but actually the economy growth has contributed to natural resources damaged. bahwa hampir tiga milyar penduduk dunia hidup dan memerlukan daya dukung lingkungan hidup. karena lingkungan hidup sebagai aspek yang tidak dapat dilepaskan dengan kesejahteraan sosial. Empowerment of indigenous people (KAT) must pay attention to the relation between human with nature as eco-system. dan menentukan kesejahteraan umat manusia. Key word : social welfare. No. empowerment of indigenous people.354 pada tahun 2000. Pertambahan penduduk semakin meningkat pesat dengan angka mutasi sebesar dua persen pertahun dan menjadikan kekhawatiran dunia. dan pendapatan perkapita penduduk hanya meningkat sedikit dari tahun 1980 sebesar $ 989 menjadi $ 1. penduduk di negaranegara berkembang yang mencapai dua milyar dengan kondisi miskin dan dengan daya dukungan lingkungan hidup sangat rendah. 50 Informasi. I. pekerja sosial dituntut untuk memberikan respon isu tersebut. Kemiskinan dan daya dukung lingkungan itulah yang merupakan kondisi yang menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. Masyarakat miskin masih belum terlibat dalam memperoleh kesempatan (akses) kepada pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Lebih dari dua milyar penduduk itu ada di negaranegara berkembang. Vol. PENDAHULUAN Pekerja sosial berbicara tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari sudut pandang pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial merupakan hal yang sudah lazim. Indigenous people (KAT) which stay in these circumstances often get impact from damaged of natural resources. So natural resources management for indigenous people (KAT) life must be adequate proper with the natural power support.

baik flora dan fauna setiap tahunnya hampir mencapai 1. Sebagai akibatnya sepertiga penduduk kehilangan dan kesulitan memperoleh sumber air bersih. 3. dan diprediksikan pada tahun 2025 terjadi tanah gundul dimana-mana dengan berbagai dampaknya bagi penduduk. sumber air dan lahan pertanian semakin menurun daya dukungnya. Hak Atas Aset Pemberian hak atas aset sumber daya alam untuk menggunakan dan memiliki secara bertanggung jawab bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. 12. peraturan banjar dan lain-lain. dan dibalak secara illegal untuk kepentingan pemilik modal. 02. baik yang tak terbarui maupun terbarui dibawa para kapitalis negara maju. Contoh: kalau dahulu HPH hanya dimiliki oleh swasta sekarang HPH juga dapat dimiliki oleh KAT (lihat UU No. salah satunya adalah Indonesia. Hampir satu milyar penduduk di dunia hidup di perdesaan dan sebanyak 300 juta jiwa hidup di pedalaman (termasuk KAT). Akibat terakhir dari semua itu. dan tidak sebanding dengan peningkatan populasi penduduk. 67 tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa). Contoh: masyarakat diperbolehkan membuat peraturan sendiri seperti peraturan desa. gunung. b. Ada tiga agenda global dalam kaitannya dengan distribusi sumber daya alam. Banyak sumber daya alam yang tak terbarui (non renewable) seperti hasil tambang dan bahan galian dikuras habis untuk kemakmuran negara maju.4 persen. dan bahkan seringkali memicu terjadinya konflik antar penduduk. Perlindungan Sosial Pemberian hak khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan sosial budaya bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. Kondisi yang paling mengkhawatirkan bahwa setiap tahun terjadi pengurangan hutan tropis sebesar lima persen. perlu adanya perubahan kebijakan dalam pendistribusian sumber daya alam ini yang adil dan bertanggung jawab. Untuk itu. Banyak sumber daya alam terbarui (renewable) seperti kayu di babat habis. maka dunia juga akan kehilangan biodiversity. Kerusakan lingkungan hidup terutama terjadi di daerah perdesaan dan pedalaman. tahun 2007 51 . Lebih parah lagi kerusakan lingkungan hidup itu akan terjadi lebih parah di 25 negara-negara berkembang. 2. Advokasi Sosial Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memberi kesempatan kepada masyarakat perdesaan dan pedalaman untuk menyampaikan aspirasinya dalam bentuk: a. yaitu : 1.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). No. peraturan nagari. dan ada 23 persen rusak berat terutama hutan di daerah tropis. Ekosistem perdesaan dan pedalaman seperti hutan tropis. Hampir 100 kilometer pantai dan terumbu karang rusak setiap tahunnya. (lihat Peraturan Pemerintah No. Hampir $ 100 triliun harta dan kekayaan dari sumber daya alam.Kemudian hampir dua milyar hektar tanah terlantarkan. Menurut hasil kajian para ahli sosial kebijakan pertumbuhan ekonomi yang dikedepankan menyebabkan distribusi sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang. Memberi Informasi Memberi Tanggapan Untuk Sedia dan Menolak Informasi. Vol.

02. mengatasi masalah sosialnya. KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Sebelum melakukan pemberdayaan KAT. bahwa ada tiga pendekatan menuju masyarakat berkesejahteraan sosial atau disebut ”good society ” yaitu: 1. dan mampu memberi kesempatan warganya untuk mendayagunakan potensi yang ada. mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. maka kita akan mengerti mengapa penting mengkaitkan sumber daya alam serta kearifan lokal dengan kesejahteraan sosial. bahwa kesejahteraan sosial terjadi pada masyarakat yang mampu menciptakan kesempatan sosial bagi para penduduknya untuk meningkatkan dan merealisasikan potensi-potensi yang ada. Karena secara global hak asasi KAT dan kelompok marginal lainnya perlu mendapat tempat di peraturan perundanganundangan. sehingga barang material dan pelayanan sosial yang tersedia dijual dan dapat dibeli oleh masyarakat. 2002).40 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). sandang dan pangannya.c. yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan. masyarakat yang mempunyai uanglah yang dapat II. d. Artinya. (2) pemenuhan kebutuhan hidup dan (3) peningkatan kesempatan bagi warga. Dengan pemahaman tentang kesejahteraan sosial. Pemahaman ini menyangkut pengertian. terlebih dahulu perlu dipahami hubungan kesejahteraan sosial dengan lingkungan alam. No. Untuk mencapai kesejahteraan sosial seharusnya masyarakat dapat memenuhi ketiga persyaratan atau dimensi kesejahteraan sosial tersebut. Dengan adanya tiga agenda utama tersebut diharapkan masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk di dalamnya KAT dapat ikut mendayagunakan dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Semua hal dihitung dengan konsep uang. bentuk. Jadi masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan masyarakat lainnya bila masyarakat itu mampu 52 Informasi. ada tiga dimensi kesejahteraan sosial. Arti lebih luas lagi dikemukakan oleh James Midley (2005). Welfare Consumerism Kesejahteraan (well being) ditentukan dan diukur oleh kemampuan orang untuk mendapatkan barang material (jumlah dan variasi) dan pelayanan sosial. 12. Menurut Richard Titmuss (Midgley. Pengertian lain menurut Tonys (Fitzpatrick. 2002). Vol. pendidikan. Memberi Perlindungan Hukum Secara Adat dan Budaya Lokal Mendemokratisasikan dalam Pengambilan Keputusan Contoh : ada rencana pembangunan pertambangan di wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT). 2005) kesejahteraan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial. maka masyarakat harus menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemrakarsa (pemerintah atau swasta) (Lihat Peraturan Pemerintah No. cara dan perubahan paradigmanya. Jadi masyarakat berkesejahteraan sosial adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah sosial. bahwa masyarakat yang berkesejahteraan sosial. perumahan. tahun 2007 . yaitu (1) pemecahan masalah sosial. Dari tiga pengertian di atas. Kemudian dikemukakan oleh Paul Hogget ( Fritzpatrick.

Meskipun masyarakat kurang beruntung ini tidak punya uang. pendidikan dan lain-lain diswastakan dan masyarakat harus membayar penuh. Konsep welfare statism ini memang memberi rasa keadilan bagi kelompok kurang beruntung. karena akan diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya yang sudah lebih maju. Artinya. 2. 02. Welfare Statism Kesejahteraan hidup (well being) masyarakat ditentukan atau diukur dengan tersedianya barang dan pelayanan sosial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa variasi pilihan yang beragam. Ini berarti negara mengatur dan mengurus.menikmati kebutuhan hidup dan pelayanan sosial. Disini ada subsidi. Beras miskin (Raskin). Landasan dasar dari konsep welfare consumerism adalah ideologi kapitalisme. Pendekatan kesejahteraan ini lebih mengedepankan aspek ekonomi dengan pemupukan modal atau kapitalisme. semua orang adalah sama dan harus berjuang secara rasional untuk dapat hidup. Contoh : Santunan Langsung Tunai. individualitas. tapi tetap aja KAT-nya miskin dan tidak mendapat keuntungan dengan kedatangan turisturis itu. dan rasionalitas. Dengan konsep kesejahteraan ini. Konsep liberal ini dikembangkan dari pandangan Max Weber yang melihat masyarakat secara instrumental dan rasional. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warga atau sering disebut welfare state. Ada kelompok yang kaya dan miskin yang saling berjauhan satu dengan yang lainnya. tahun 2007 53 . Mungkin hanya akan menjadi tontonan sebagai daerah wisata atau musium. tetapi dapat menyebabkan mereka sangat tergantung kepada bantuan negara. Informasi. Pelayanan kesehatan. Kaum liberal menjunjung tinggi kesempatan yang sama untuk menggunakan bakat dan kapasitasnya dalam bersaing dengan orang lain. kebebasan. bahkan terbuang dari peradaban maju. Konsep kapitalisme didasari oleh pandangan liberalisme dimana kaum liberal menegaskan komitmen pada konsep kesetaraan. Artinya. No. Di Indonesia hal ini terjadi dimana KAT (di suatu daerah) hampir setiap hari dikunjungi turis manca negara maupun turis lokal. Masyarakat liberal adalah masyarakat yang menghargai egalitarian dan menolak bahwa seseorang tunduk secara alami pada orang lain. kesenjangan sosial dan jarak sosial. Akibatnya KAT akan semakin tersingkir dan terisolir. bahkan menjadi provider bagi pendistribusian barang dan pelayanan sosial. Semua barang dan pelayanan sosial hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang berhak. bantuan dan kompensasi yang diberikan oleh negara kepada warga masyarakat. atau sekarang sering disebut privatisasi pelayanan sosial. 12. tetapi negara memberikan dana pengganti atau talangan. maka KAT tidak memperoleh perlindungan. tidak ada subsidi atau kompensasi. Asuransi kesehatan keluarga miskin (Askes Gakin) dan lain-lain. Konsep welfare consumerism ini menimbulkan konflik antara kaum pemenang (the winner) dan kaum kalah (the losser). masyarakat kurang ber-untung mendapat insentive khusus dari pemerintah dalam bentuk bantuan barang maupun pelayanan sosial. sehingga timbul jurang sosial. Vol.

terutama sumber energi fosil semakin menipis dan akan habis. Sehingga pendekatan kesejahteraan ini lebih memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup. dan mendayagunakan potensi sumber daya yang mereka miliki. Hal ini tentu saja sangat membebani negara dan me-nambah sengsara rakyat. Tetapi yang terjadi di Indonesia semua skema bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau dengan sebutan lainnya dilakukan melalui dana hutang kepada luar negeri. Saat ini sumber daya alam yang tak terbarui.Pendekatan ini didasari oleh pandangan kelompok sosial demokrat. Jadi. Pandangan gerakan hijau melihat.sama rasa. Contoh : KAT (suatu daerah) hampir semua kebutuhan warganya selama tiga tahun dipenuhi oleh negara. Kelompok ini memperbaiki pandangan Marxis yang terlalu radikal dengan mengedepankan keadilan sosial sama rata . tahun 2007 . Sehingga ada hak-hak masyarakat yang diatur dan diberikan oleh negara yang dilakukan melalui perundang-undangan.produksi --. Kemudian Eduart Bernstein merevisi pandangan Marx dengan pengaturan keadilan sosial yang tidak kaku dengan cara. Vol. Pemenuhan kebutuhan masyarakat atau warga (people) harus sesuai dengan daya dukung lingkungan hidupnya (nature). Sedangkan sumber daya alam terbarui semakin habis dan tidak dilakukan reboisasi kembali. Konsep kesejahteraan ini didasari oleh gerakan hijau (green movement) yang memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup atau ekosistem. 12. negara memberi ruang kewajiban sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung.konsumsi --. karena akan merusak dan menghilangkan biodiversity dan generasi berikutnya. tetapi selalu dipelihara untuk kelangsungan hidup masyarakatnya saat ini dan di masa yang akan datang. karena akan terjadi kerusakan pada lingkungan hidup. 3. Konsep welfare statism ini sebenarnya hanya dapat dilakukan apabila negara telah memiliki sumber dana yang cukup. Untuk itu perlu adanya upaya konservasi atau perlindungan sumber daya alam dengan menggunakan sistem konsumerisme hijau yang 54 Informasi. Pendekatan ini berpihak pada pendayagunaan sumber daya alam yang tidak dikuras habishabisan. bahwa praktek ekonomi kapitalisme merupakan praktek ekonomi yang tidak sehat. Menurut Herman Daly.limbah Gerakan hijau tidak setuju dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi diukur dengan GDP atau GNP. kapan KAT akan mampu hidup sendiri. maka KAT menjadi tanggung jawab negara seperti pemberian jatah hidup (jadup) pemberian perumahan (Satuan Pemukiman/SP) pemberian alat pertanian (Saprodi) dan lain-lain. Dengan konsep kesejahteraan ini. No.dibabat --penyusutan --. 02. pengelolaan lingkungan hidup saat ini hanya menghabiskan sumber daya alam dan memperbesar limbah dengan penggambaran sebagai berikut: Sumber daya alam --. Ecowelfarism Kesejahteraan (well being) masyarakat ditentukan dan diukur kepada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan kekuatannya sendiri.

Kelompok tidak tergantung kepada kelompok lain. Dari bertindak lokal itu akan memunculkan perilaku hidup manusia yang bersahabat dengan alam. pemukiman. Sistem ini mengajak masyarakat meminimalisasi dampak lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Sehingga setiap kelompok masyarakat dan juga KAT bebas menjalankan kehidupannya sesuai dengan tradisi dan adat istiadatnya masing masing atau disebut deep citizenship. Pertama. bahwa setiap warga dimana saja mendapat perlindungan. saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi kita bisa pergi dan mendapat informasi dari negara lain. konsep yang menunjukkan bahwa kita ini bagian dari masyarakat global. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membentuk identitas sebagai ciri masingmasing yang membedakan dengan kelompok lainnya. maka kelompok gerakan hijau mengeluarkan slogan ” Think Globally and Act Locally” artinya. tentang hak asasi manusia. tahun 2007 55 . baik yang hidup di desa maupun di pedalaman (termasuk KAT). sumber air. Dan mencegah konversi atau pengalihan fungsi lahan untuk tujuan lain. Artinya. maknanya bahwa manusia. berpikirlah secara global dan bertindaklah secara lokal. justru sebaliknya daya dukung lingkungan semakin menurun. Untuk menyelamatkan kerakusan manusia secara ekonomi tersebut. dan pekarangan. Bertindak secara lokal. Sehubungan dengan itu. dengan demikian masyarakat global yang kuat ini mempunyai keistimewaan dihadapan negara. ada dua Informasi. tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain. Kita hidup di tataran global antara negara kita dengan negara lain. Di dalam kehidupan pada tataran global.bertanggung jawab (responsible ) dan bertanggung gugat (accountable ). Kehidupan masing-masing kelompok bahkan kelompok kecilpun seperti KAT yang hanya terdiri dari beberapa keluarga dilindungi oleh undang-undang untuk memiliki III. Berpikir secara global. Contoh : ada KAT (suatu daerah ) yang membagi lahan secara berimbang antara hutan. globalisasi yang dapat dilihat dari negara tanpa batas. ladang. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membuat ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. dan mengembangkan cara-cara tradisional atau kearifan lokal untuk memelihara lingkungan. BERFIKIR GLOBAL DAN BERTINDAK LOKAL Pada peradaban manusia maju dan era globalisasi saat ini. merupakan bagian dari masyarakat global. Karena hidup setiap kelompok ditentukan sendiri oleh kelompok itu. 12. Vol. No. pengawasan dan bantuan dari warga negara lain apabila diperlakukan secara tidak adil atau diskriminasi. perlu merubah kebiasaan manusia yang merusak lingkungan. Kedua. Artinya. dimana kalau kelebihan penduduk maka harus ada yang keluar. dan kelompok lainnya harus menghormati tradisi atau adat istiadat itu. 02. pekuburan. maknanya bahwa manusia baik di perdesaan maupun di pedalaman (termasuk KAT) diberi kebebasan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya. tetapi kelompok akan tergantung kepada alam dimana dia bertempat tinggal. Peran negara semakin berkurang dan peran masyarakat semakin kuat. Bahkan ada yang membatasi jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dengan mekanisme alamiah. dan negara harus melindungi keanekaragaman ini melalui undang-undang.

pemerintahan lokal sendiri atau sering disebut self governance . dan sumber daya alam flora dan fauna semakin sedikit jumlah dan variasinya. Vol. Dimana mereka mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan alam melalui ekploitasi menggunakan teknologi modern yang menyebabkan alam cepat habis dan musnah. HUBUNGAN KOMUNITAS LOKAL DENGAN SUMBER DAYA ALAM Menurut Hartley Dean (Fitzpatrick. Ini berarti kelompok KAT dapat diberdayakan menjadi masyarakat yang mempunyai pemerintahan lokal sendiri dan mengembangkan demokrasi lokal yang khas. IV. sehingga perkem-bangan penduduk menurut Teori Maltus harus dibatasi kalau perlu manusia dicegah untuk berkembang biak. dimana semakin dekatnya hubungan antara para warganya maka semakin erat hubungan sosialnya. Sebagai contoh masyarakat kota besar yang mendirikan hotel dan apartemen dimana-mana sebagai pengganti rumah tinggal.2002) berpikir global dan bertindak lokal menyebabkan masyarakat terpragmentasi ke dalam beberapa kelompok. sehingga biodiversity alam semakin berkurang. karena setiap warga negara dicegah untuk memiliki anak. Ecological Modernization Masyarakat ecological modernization lebih mengutamakan manusia dari pada alam (antropocentris). yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan alam (ecocentris). bahan berbahaya yang dibuang. Seperti saat ini energi fosil semakin tipis persediaannya. Keberadaan dan kelestarian bumi adalah yang utama atau Earth Fist ”. Masyarakat demikian ini memang maju dan modern. 02. tetapi mereka mengorbankan alam dan tidak meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. yaitu: 1. karena adanya ketakutan pertambahan penduduk tidak mampu diikuti dengan penambahan jumlah persediaan pangan. Ini dapat dilihat dengan gencarnya program keluarga berencana di seluruh dunia. mereka sangat memuliakan alam dibandingkan memulikan manusia. Untuk menginap di hotel atau apartemen. Karena begitu pedulinya. Tetapi lambat laun terjadi degradasi keturunan. 2. dan dengan tatap muka secara terus menerus akan menuju masyarakat demokrasi murni dan unik. dan makanan serta sumber daya alam lainnya yang kita hamburhamburkan hanya untuk keperluan terbatas. Belum lagi berapa besar limbah. tahun 2007 . 56 Informasi. No. Masyarakat seperti ini memang makmur dan maju karena dengan jumlah penduduk sedikit dan sesuai dengan daya dukung alam. berapa energi cahaya listik. Kategorisasi kelompok tersebut berdasarkan hubungan antara komunitas manusia dengan sumber daya alam. Demikian juga menurut Habermas saluran komunikasi antar warga yang dilakukan secara langsung adalah komunikasi yang baik. Deep Ecology Masyarakat ini sebaliknya dengan masyarakat ecological modernization . 12. Menurut Gidden pemerintahan lokal yang baik adalah pemerintahan yang disusun atas dasar keintiman. air.

romantisme. 02. No. dan komersial serta terjadi pengekplotiasian alam secara besar-besar. Masyarakat seperti ini menjadi mundur karena melarikan diri dari pergaulan dunia. pemburu dan tidur di gua-gua. Manusia yang tidak percaya pada kekuatan diri dan rasionalnya sendiri. Artinya. Untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. Akan tetapi ada beberapa kelompok KAT yang sudah mengenal nilai tukar uang. Eco Sosialism Masyarakat ini sangat peduli kepada alam juga peduli kepada manusia. Green Communitarian Masyarakat ini sangat peduli lingkungan hidup. sekarang ini Singapura menggalakkan agar setiap keluarga mempunyai anak sebanyakbanyaknya. mistik. dan kemakmuran menyebabkan warga negara Singapura tidak mau mempunyai anak. Manusia mengembangkan keahlian untuk mampu bertahan secara ekological. Manusia harus mengembangkan kapasitasnya. 4. Informasi. tetapi memikirkan alam seperti dirinya. Maka mereka lebih baik hidup seperti jaman batu menjadi peramu. Masyarakat seperti ini ingin maju. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat KAT yang memanfaatkan sumber daya alam seperlunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap kegiatan manusia diharapkan menimbulkan dampak yang minimal terhadap lingkungan hidup. maka pada awal kemerdekaan Singapura membatasi jumlah penduduk.Sebagai contoh di negara Singapura. Karena luas wilayah dan daya dukung lingkungan terbatas. karena ekonominya masih bersifat subsisten dan belum di produksi secara massal dan dikomersialkan. 3. tetapi secara bertahap dan membangun dengan konsep berkelanjutan tidak mengabaikan kelestarian alam. Menurut Marxis inilah ciri masyarakat yang teralinasi dan lari dari kenyataan sosial dan berlindung dengan kekuatan gaib. tahun 2007 57 . Akibatnya mereka senang dengan takhayul. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat kita yang masih senang pergi ke dukun. paranormal dan nyepi. Vol. serta aktivitas sendiri lainnya. Manusia tidak memikirkan dirinya. tetapi harus sesuai dengan konteks ekologi. aktivitas manusia harus dibatasi sebatas kemampuan daya dukung lingkungan hidup. Akibatnya muncul slogan ”oness nature” aku adalah alam dan alam adalah aku. karena meyakini ada hubungan antara manusia dengan alam. Perkembangan penduduk juga diikuti kemampuan terhadap perubahan ekologi sebagai spesies makluk hidup sama dengan makluk hidup lainnya. 12. sehingga ini menyatu dengan alam. dan spritualitas atau masyarakat yang percaya kepada kegaiban alam. dan peradaban dunia dianggapnya hanya merusak alam. Manusia mengasingkan diri dari kemajuan dunia dan hidup menyendiri dengan alam. klenik. Lama-lama menjadi kebiasaan dan sekarang ini dengan kemajuan ekonomi.

bijaksana dan tidak ingin menang sendiri. Pengetahuan Lokal Setiap masyarakat di manapun berada. karena planet bumi ini tidak akan lama lagi umurnya kalau kita tidak peduli dan belajar dari alam. Sedangkan secara khusus kearifan lokal menurut Jim Ife (2002) merupakan nilainilai yang diciptakan. Kemampuan adaptasi ini menjadi 58 Informasi. dan kondisi geografi. dikembangkan dan dipertahankan dalam masyarakat lokal dan karena kemampuannya untuk bertahan dan menjadi pedoman hidup masyarakatnya. karya dan karsa itu disebut juga kebudayaan. apabila manusia peduli dan mau belajar dari alam. Kearifan lokal pada masyarakat bersifat relatif karena hanya berlaku dalam masyarakat tertentu. berperilaku dan bertindak yang dituangkan dalam tatanan sosial. Mengapa alam harus dijadikan guru? Apa ada landasan ilmiahnya atau itu hanya istilah adat saja atau istilah lokal petatahpetitih yang dihapal oleh masyarakat. Vol. tetapi dihapal di setiap kepala penduduk dalam suatu masyarakat. terutama para kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat. sistem norma dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan dan masyarakatnnya. konsisten. jenis-jenis fauna dan flora. 2005) pembudayaan atau dalam istilah Inggris dikenal dengan istilah ”Institusionalization” yaitu proses belajar yang dilalui setiap orang selama hidupnya untuk menyesuaikan diri di alam pikirannya serta sikapnya terhadap adat. dimana cipta. Bahan ajar ini tidak tertulis. rela berkorban. dan sikap hidup yang selalu dilakukan orang setiap harinya. 02. Menurut Jim Ife (2002) kearifan lokal memiliki 6 (enam) dimensi yaitu: 1. Kemudian dikemukakan oleh Koentjaraningrat (Rustanto. Kearifan lokal merupakan suatu nilai yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. tindakan. perilaku. Hal ini terjadi karena masyarakat mendiami suatu daerah itu cukup lama. baik di perdesaan maupun pedalaman selalu memiliki pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya. sehingga masyarakat dapat mandiri dalam berbagai iklim sosial yang terus berubah-ubah. Kenapa demikian. Di dalam kearifan lokal tercakup berbagai mekanisme dan cara untuk bersikap. dan tidak berlaku pada masyarakat lain seperti kata pepatah Minangkabau adat selengkah nagari. Pengetahuan lokal terkait dengan perubahan dan siklus iklim kemarau dan penghujan. Falsafah lokal pada masyarakat Minangkabau tersebut sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom) .V. No. Sampai saat ini manusia belum dapat menemukan planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup. Ternyata konsep alam takambang jadilah guru itu saat ini menjadi trend bahasan secara global. Yang dimaksudkan dengan kebudayaan adalah semua pikiran. dan sosiografi. legowo. Manusia akan tetap bergantung dan hanya dapat hidup di bumi secara terus menerus dan turun temurun. karya dan karsa. tahun 2007 . KEARIFAN LOKAL BAGI KESEJAHTERAAN KAT Alam takambang jadilah guru adalah salah satu falsafah masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat. jika bumi rusak dan hancur. 12. dan telah mengalami perubahan sosial yang menyebabkan mereka mampu beradaptasi dengan ling-kungannnya. Arti kearifan lokal dapat ditelusuri dari arti kata arif yang bermakna matang. Kearifan lokal merupakan semua kecerdasan lokal yang ditranformasikan ke dalam cipta. demografi.

Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau disebut pemerintahan kesukuan. 02. Ada masyarakat yang melakukan secara demokratis atau duduk sama rendah berdiri sama tinggi. 12. Keterampilan lokal dari yang paling sederhana seperti berburu. No. Ada juga masyarakat yang melakukan secara bertingkat atau berjenjang naik turun. lahan pertanian. Setiap masyarakat mempunyai media untuk mengikat warganya yang dilakukan melalui ritual keagamaan dan upacara adat.bagian dari pengetahuan lokal mereka dalam menaklukkan alam. Nilainilai ini memiliki dimensi waktu. Vol. 3. Keterampilan lokal ini biasanya hanya cukup dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing atau disebut dengan ekonomi subsisten. Kepemilikan sumber daya lokal ini biasanya bersifat kolektif atau communitarian. Informasi. Keterampilan Lokal Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu memiliki keterampilan lokal. Keterampilan lokal ini juga bersifat keterampilan hidup (life skill). 5. bercocok tanam sampai membuat industri rumah tangga. 4. sehingga keterampilan ini sangat tergantung pada kondisi geografi tempat dimana masyarakat itu bertempat tinggal. sumber air. Masya- rakat akan menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhannya dan tidak akan mengekpoitasi secara besarbesar atau dikomersialkan. Masing-masing masyarakat mempunyai mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda–beda. setiap masyarakat memiliki aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotanya. yaitu sumber daya yang tak terbarui dan yang dapat diperbarui. Nilai-nilai ini biasanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. 2. 6. Seperti dalam solidaritas mengolah tanaman padi dan kerja bakti gotong royong. meramu. Suku merupakan kesatuan hukum yang memerintah warganya untuk bertindak sebagai warga masyarakat. dan nilai ini akan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan masyarakatnya. kebun. dan permukiman. manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. nilai masa lalu. masa kini dan masa datang. tahun 2007 59 . Nilai Lokal Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat. Solidaritas Kelompok Lokal Ikatan komunal yang mempersatukan suatu masyarakat terletak pada solidaritas lokal. Sumber Daya Lokal Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam. Masing-masing anggota masyarakat saling memberi dan menerima sesuai dengan bidang dan fungsinya masing-masing. Sumber daya lokal sudah dibagi peruntukkannya seperti hutan.

Pada masyarakat Selajambe (Kartono dalam Sorjani. Vol. obat-obatan bersumber dari alam. Dayak Kenyah dibangun dari bahan-bahan yang berasal dari alam. Alam dan orang Dayak Kenyah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling memberi pengaruh timbal balik. baik sebagai individu maupun anggota komunitas. namun sebenarnya anggota masyarakat mempunyai tujuan secara rasionalitas. Di setiap pekarang dijadikan kebun percobaan dengan tanaman yang bervariasi. tahun 2007 . Semua sisisisi rumah panjang atau lamin. Pada masyarakat Dayak Kenyah (Marwanti dalam Rustanto. 02. Sebagai 60 Informasi.Contoh 1 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam. maka suku Dayak Kenyah menerapkan kearifan lokal di dalam melestarikan alam. membuat perahu. Orang Dayak Kenyah berladang. No. Anggota warga belajar harus menghapal 197 jenis tanaman dan karakteristiknya. Dan warga yang lebih tua memberi pelajaran kepada warga yang lebih muda. Setiap anggota kelompok tani belajar sifat fisologis tanaman pekarangan. tarian ataupun nyanyian. Dengan tata cara tersebut. Contoh 2 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Manusia. meramu.2005) manusia dan alam adalah satu karena keduanya sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Setiap tanaman ditanam secara berbeda tempat sesuai dengan pencahayaan matahari. Orang Dayak Kenyah memahami betul bagaimana memperlakukan alam secara arif dan bijak karena alam merupakan kehidupan dan dunia mereka. dan sebaliknya akan bisa marah jika kita merusaknya. 12. berburu. Mereka mencari makanan dan minuman dari alam. dan melihat hubungan antara tanaman dengan sistem pencahayaan. Alam bisa menjadi ramah jika manusia memperlakukan secara arif. Pekarangan rumah seperti nampak tidak teratur atau acakacakan. 1997) pekarangan rumah pada masyarakat pegunungan dijadikan wahana pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi warga masyarakat. Alam dan manusia sama-sama memiliki roh. Sejak jaman nenek moyang. Upacara ritual dan adat Dayak Kenyah juga berhubungan dengan alam baik. Alam juga sumber inspirasi untuk memberikan nama bagi orang Dayak Kenyah seperti Nggang (burung enggang) Merang (sejenis kayu) Tebun (sejenis burung) dan lainnya. Anggota masyarakat satu memberi pelajaran kepada anggota masyarakat lainnya. mereka memandang alam sebagai sumber kehidupan dan tidak ada kehidupan mereka yang tidak terkait dengan alam sekitarnya.

c. STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DAN SDA UNTUK KESEJAHTERAAN KAT 1. memahami dan mem- b. d. Dengan wahana pekarangan semua orang bisa belajar dan tolong menolong sebagai tradisi luhur. Informasi. Menjamin agar seluruh anak dimanapun. Dengan tata cara tersebut. Warga belajar di Selajambe memiliki pandangan yang holistik antara tumbuhan dan tata letak tanah. 12. e. Memberikan pengetahuan. Contoh 3 : Pengintegrasian Pengembangan SDM dan SDA Pengintegrasian kearifan lokal di dalam pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam bagi masyarakat KAT. tanggap dan kreatif terhadap lingkungan. sehingga tidak berdiri sendiri. sehingga meng-hasilkan daun berwarna kuning. Maksudnya agar semua warga mempunyai hak sama untuk secara bebas melalui sebuah pekarangan. tanaman sirih seharusnya di tempat yang teduh. baik laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh akses yang sama pada semua jenis pendidikan dan tingkat pendidikan. Sehingga di daerah itu tidak ada bagian yang tidak terbuka.contoh. Mengembangkan budaya masyarakat yang sadar lingkungan hidup. Selanjutnya berdasarkan kesepakatan dengan berbagai departemen dan instansi dirumuskan rencana nasional untuk memadukan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam melalui tindak pembangunan yang berkelanjutan VI. harus dilakukan secara bersama dengan Departemen dan Instansi lainnya. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal tentang lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. Vol. bahkan banyak pekarangan yang tidak berpagar. 02. tahun 2007 61 . Tetapi para warga belajar diajarkan menanam sirih ditempat terang dan terbuka. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat dan komunitas lokal. No. Hal ini diwujudkan melalui gerakan bersama secara terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai bentuk green for all. melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan informal dan non formal sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berbudaya. Karena daun sirih berwarna kuning lebih disukai daripada daun sirih berwarna hijau. Pengembangan SDM Berkelanjutan a. maka masyarakat Selajambe menerapkan kearifan di dalam pembelajaran pertanian bagi warganya.

masyarakat dan jejaring dalam pengendalian dampak lingkungan. Meningkatkan peran serta individu. Pengembangan SDA Berkelanjutan a. b. agar banyak orang dapat memahami bagaimana KAT mau dan mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal dalam lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. 2. Perlindungan SDA Berkelanjutan a. c. d. tahun 2007 . e. namun bagaimana melihat KAT sebagai komunitas manusia yang memiliki rasa cinta kepada sumber daya alam yang ada di lingkungan masing-masing. Memetakan potensi dan ketersediaan keanekaragaman hayati dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan berkelanjutan. Mengembangkan kemampuan masyarakat dan komunitas lokal dalam melakukan inovasi lokal di bidang pelestarian lingkungan. d. Mengefektifkan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara terus menerus. Tujuan studi ini untuk menggambarkan secara detail perilaku hidup suatu komunitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam dengan kearifan lokal untuk memenuhi kehidupan dan kesejah- b. Falsafah tersebut menegaskan bahwa sumber daya alam sebagai sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan materi maupun non materi. perlu didokumentasikan dengan baik. Mengefektivitaskan keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. Tujuan pendokumentasian tersebut. Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan. 62 Informasi. Keakraban hubungan KAT dengan alam dinyatakan dalam falsafah aku adalah alam dan alam adalah aku atau dalam bahasa global disebut ”Oness Nature” atau dalam bahasa lokal disebut ”Halubay”. c. Meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengembangan sistem hukum dan instrumen hukum. kelompok. VII. Meningkatkan efisiensi dan berkelanjutan pemanfaatan serta mengurangi degradasi sumber daya keanekaragaman hayati. No. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya cukup dilihat dengan model hitungan semata. 3. ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT Kearifan lokal yang dimiliki KAT tentang nilai-nilai budaya mengelola sumber daya alam secara lestari dan berskala kecil diberbagai tempat. 02. Kelebihan kearifan lokal yang dimiliki KAT dalam mengelola sumber daya alam adalah pandangan KAT tentang sumber daya alam sebagai bagian kehidupan mereka. e. Vol. 12. Menurunkan kerusakan lingkungan terutama keanekaragaman hayati.berikan apresiasi terhadap kehidupan yang seimbang antara materiil dan immaterial dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Studi etnoekologi adalah studi etnografi tentang hubungan manusia dengan sumber daya alam atau human ecologi.

norma dan adat istiadat atau dikenal dengan kearifan lokal. yang selanjutnya dikenal dengan nama etnoekologi. mata air dan gunung. upaya pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan KAT perlu memperhatikan kearifan lokal KAT tersebut. pepohonan. Informasi. Dengan pendekatan ini. Keberhasilan studi etnografi untuk memotret kehidupan suatu masyarakat ini telah mengilhami berberapa ahli untuk mengembangkan kajian hubungan manusia dengan sumber daya alam. 02. karena alam memberikan sumber daya bagi manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. jadi etnografi adalah penggambaran secara detail dan tertulis tentang kehidupan suatu suku bangsa tertentu. Manusia bergantung kepada alam. VIII. Pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan dengan menggunakan aturan atau nilai budaya adat yang diajarkan secara turun-temurun. Tujuan yang diharapkan dari studi etnoekologi adalah penggambaran kehidupan KAT berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. KAT dapat memenuhi kebutuhan hidup seharihari. Sehingga temuan etnoekologi KAT untuk masing-masing komunitas sangat berbeda dan beragam ini dapat menjadikan acuan untuk tidak membuat program atau kegiatan pemberdayaan KAT secara seragam. Mereka yang pada umumnya hidup secara subsisten berupaya untuk memperlakukan alam dengan baik berdasarkan nilai. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. Perspektif KAT ini juga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi pihak lain atau generasi muda dalam pendidikan berbasis lingkungan hidup atau ecoeducation. 12. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Vol. kemudian dijadikan pijakan bagi KAT dan petugas pemberdayaan KAT untuk merancang suatu program atau kegiatan yang terencana dan sistematis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial KAT berbasis kearifan lokal. Terkait dengan itu. maka upaya pemberdayaan KAT di satu sisi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. PENUTUP Manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing.teraannya. Oleh karenanya. No. Di sisi lain mempertahankan daya dukung alam. Etnografi berasal dari kata etno yang berarti suku bangsa dan grafi berarti tulisan. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. tahun 2007 63 . Dengan penggambaran tersebut diharapkan akan memberikan suatu pemahaman yang lebih jauh mengenai kesejahteraan sosial KAT yang bersandarkan kepada pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kehidupannya. Penemuan tentang perspektif KAT dalam memandang dirinya (siapa aku) dan alamnya (siapa alam) ini. Pemahaman ini salah satunya dapat dilihat dari perspektif KAT itu sendiri. yaitu perspektif KAT yang selama ini mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya sebagai satu kesatuan sistem ekologi. Sedangkan etnografi adalah salah satu metode di dalam kajian antropologi. Perlakuan arif dan bijaksana ini dapat ditemukan pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). Etnoekologi merupakan pengembangan dari studi etnografi.

Hum adalah Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Yogyakarta: Jendela Fitzpatrick Tonys. Washington: WB. 2004. Vol. Towards Rights Based Practice. 2002. et all. Sustainable Development In Dinamyc World. Cambridge: University Ife Jim. Model Perlindungan dalam Pemberdayaan KAT. Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. Drs. Australia: Longmann Kementerian Lingkungan Hidup. 2002. 2003. Oxford: Blackwell Ife Jim. Yogyakarta: Sinergi. 2004.DAFTAR PUSTAKA Direktorat PKAT. 12. 2004 . 2001. 2004. Jakarta: KLH Lawang MZ Robert. Jakarta: UI Press San Awang. Kapital Sosial Dalam Perspektif Sosiologik. tahun 2007 . The World Bank. Human Righys and Sosial Work. Model Pengembangan Sumber Daya Manusia KAT. Etnoekologi. Ideologi Politik Kotemporer. M. Creating Community Alternatif Vision Analysys and Practice . Bandung: Lemlit STKS Soerjuni Mohammad. Dari Kearifan Lokal Menuju Gerakan Self Governance. Jakarta: Dir PKAT Easwell Roger. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan. Kesepatan dan Rencana Tindak Nasional Keterpaduan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: UIN Rustanto Bambang et all. 2004. Jakarta: UI Press Migdey James. 2004. 1997. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Community Development. Manusia di Hutan Rakyat . 2006. Enviromental Issues and Sosial Welfare. No. 2005. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Model Pendekatan Sosial Budaya Dalam Persiapan dan Pemantapan Pemberdayaan KAT. Bambang Rustanto. 64 Informasi. 02. 2002.

Kita merasa tidak mungkin membiarkan sebagian dari bangsa kita berada dalam taraf kesehatan. Selanjutnya. antara lain berbentuk komunitas relatif kecil.MEWUJUDKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SEJAJAR DENGAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA Sugiyanto dan Mochamad Syawie Abstract. The separated that mean social culture. dan masih hidup dengan sistem ekonomi susbsisten (Dir. Vol. Pemberdayaan KAT. dan terminologi yang digunakanpun telah mengalami perkembangan. Indigenous people is local social culture groups. kemudian pada tahun 1994 menjadi Masyarakat Terasing. The means of development are discontinuously to progress for people. 12. Pada umumnya terpencil secara geografis dan secara sosial budaya tertinggal dengan masyarakat yang lebih luas. 2005). Terakhir pada tahun 1999 menjadi Komunitas Adat Terpencil (KAT). Pada tahun 1973 dikenal dengan sebutan Suku Terasing. separately and uninvolved in network and services in social. diakui bahwa “keterasingan” pada mereka dalam arti sosial budaya. social welfare. PENDAHULUAN Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial. and measured with awareness and capability a part of community have to better life and welfare. economic. No. 1993) sampai saat ini masih dirasakan kesenjangan sosialbudaya itu. there is gap between level of social culture in tribes with Indonesian conditions enclosed. I. Persepsi tentang KAT di Indonesia masih beragam. 02. Perbedaan tersebut menempatkan KAT sebagai komunitas yang menjalani kehidupan secara tradisional (masih terbelakang) dibandingkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang menjalani kehidupan secara modern. tahun 2007 65 . Demikianlah kita merasa bertanggung jawab atas pengembangan suku-suku Informasi. Terdapat perbedaan yang khas antara sosial budaya KAT dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Keyword : Indigenous people. ekonomi maupun politik dengan tujuh kriteria. Sebagaimana dikemukakan oleh Soebadio (Koentjaraningrat. dengan perubahan pada karakteristiknya. “Progress” is useful toward humanity aspect from development. Bahkan taraf hidup suku-suku bangsa bersangkutan menjadi kendala dalam usaha pembangunan sebagai bangsa. pendidikan dan pengembangan secara umum yang kita nilai jauh dibawah standar menurut ukuran masa kini. or politic. tertutup dan homogen. empowerment.

12. ia berpendapat. dan Bukit Kapur. Menurutnya. supaya mereka akhirnya mampu ikut hidup sesuai pola dan patokan kesehatan dan pendidikan masa kini. 1993) menyarankan suatu konsep yang relatif dapat digunakan sebagai pegangan untuk merencanakan beberapa kebijaksanaan pembangunan KAT. kepemimpinan lokal. Hidup bersama suku pedalaman di Riau merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi Kalipke. dan kemandirian komunitas adat terpencil 66 Informasi. dan seringkali juga merusak keseimbangan ekologi lingkungan alamnya. dan diukur dengan derajat kesadaran dan kemampuan sebagian besar warga masyarakat yang bersangkutan untuk hidup lebih nyaman dan sejahtera. Hidup bersama. Jerman. dengan memilih komunitas suku Sakai sebagai subyek. tahun 2007 . yaitu hutan. Dalam tulisan berjudul The Meaning of Development yang ditulis oleh Seer (Koentjaraningrat. bergaul. cenderung penelitian semacam ini sangat jarang diminati orang. ini akan menggali pemikiran asli dari warga suku pedalaman. Keadaan seperti ini dapat timbul karena para change agent hanya melakukan pendekatan bagi kepentingan mereka sendiri. Perubahan degeneratif adalah perubahan yang telah merusak keseimbangan dari kehidupan sosial suatu masyarakat. No. menetap. Kalipke menetap selama tidak kurang 17 tahun. maka semua upaya pembangunan paling tidak dapat mengakibatkan : 1) perubahan degeneratif. Hans Kalipke (Orin Basuki. dan mengikuti cara hidup suku Sakai yang berpindah-pindah pada saat membuka lahan untuk berladang. Pada saat bangsa Indonesia sendiri kurang mempedulikan kesulitan hidup yang dialami suku Sakai. Vol. tanpa memperhatikan keperluan warga masyarakat yang mereka “bangun” dengan lebih seksama. jauh di pedalaman hutan Mandau. Mereka menyelesaikan tugas yang telah ditargetkan dalam waktu yang sesingkat mungkin (kalau mungkin dengan cara memaksa). sebaiknya memperhatikan sumber daya lokal. Kabupaten Bengkalis. Mendukung pendapat Seers. sekaligus menyedihkan. Dia hanya berharap. riset yang didukung Universitas Hamburg. Ahli antropologi G. Oleh karena itu. tengah bergulat dengan proses penghilangan eksistensi mereka seiring pembabatan kekayaan terbesar yang mereka miliki. bahwa pembangunan tidak selamanya berarti kemajuan bagi semua orang. 02. “kemajuan” sebaiknya selalu mengacu ke aspek manusiawi dari pembangunan. pertama: disebut traditional community development approach (pendekatan pembangunan masyarakat yang tradisional). sehingga mampu juga mengikuti usaha pembangunan yang tengah kita. Berdasarkan konsep “kemajuan” pada difinisi tersebut. 1993) mengenai kebijaksanaan membangun serta mengubah masyarakat pada umumnya. 2003) mengungkapkan bahwa pada tahun 1979. Kesedihan itu dirasakan ketika mengawali proyek penelitiannya yang diberi tema “Pikiran dan Pengertian Asal”. Kebijakan tersebut antara lain.bersangkutan.O. Lang (Koentjaraningrat. di pedalaman Bengkalis. Minas. dan 3) perubahan yang membawa kemajuan sosial ekonomi. suatu suku pedalaman. 2) perubahan tanpa kemajuan. yakni Suku Sakai. Provinsi Riau. Menyedihkan karena suku Sakai cenderung kurang mendapat perhatian penuh dari bangsanya sendiri. Di tengah kemiskinan suku yang terbiasa dengan pakaian berbahan kulit kayu inilah. Kalipke justru menetap di tengah keluarga Sakai.

bagi orang luar yang bermaksud memasuki lokasi KAT. Demikian pula. Transportasi. fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut. jawaban itu juga tidak seluruhnya benar. Namun. Komunitas Adat Terpencil. buta huruf dan bahkan ada KAT yang menolak masuknya pendidikan karena dinilai pendidikan bertentangan dengan adat istiadat mereka. lapisan sosial dan suku bangsa di Indonesia (Koentjaraningrat. dan yang belum diberdayakan sebesar 193. dan sama sekali tidak atau hanya sedikit mengalami hubungan dengan dunia luar. 2005). dan sempurna bagi semua golongan. kehidupan yang lebih aman. menimbulkan begitu banyak harapan. Permasalahan yang dihadapi oleh KAT seperti : 1. tahun 2007 67 . Pendidikan. yaitu (1) keterbatasan sumberdaya manusia dan (2) keterbatasan keterpaduan program. relatif sulit memperoleh sarana transpotasi. kita tentu perlu mempersoalkan mengapa hingga sekarang masih ada warganegara Indonesia yang hidup dalam masyarakat terpencil yang kita anggap terbelakang dan tidak maju. Pada umumnya KAT berpendidikan rendah. Orang rimba di Provinsi Jambi. Kalau kita memecahkan persoalan itu dengan jawaban bahwa masyarakat terpencil di negara kita tidak maju karena lokasinya terpencil. Informasi. yang sedang diberdayakan 13. Dalam rangka itu. disebut paternalistic approach (pendekatan paternalistik) berdasarkan gagasan bahwa masyarakat yang dibangun masih sangat rendah kemampuannya. II. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek. istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat. Sarana transportasi masih sangat terbatas untuk keluar maupun masuk ke lokasi KAT. berdasarkan prinsip bahwa change agent hanya memberi modal dan teknologi untuk memudahkan pembangunan yang dikembangkan dengan sumber daya lokal (dari bawah) dan kepemimpinan lokal.488. 1993). Vol. senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. 02. engineering physical infrastructure approach (pendekatan prasarana fisik). Misalnya. Ia mengandung begitu banyak makna. Ketiga. populasi dan persebaran pemberdayaan komunitas adat terpencil adalah yang sudah diberdayakan sebesar 61. Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2005. Pada lokasi tertentu.177. karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik pasti bermanfaat Secara umum. apapun makna. mempunyai fungsi begitu berganda. permasalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan KAT disebabkan oleh dua hal mendasar yang terkait satu sama lain. No. 2. kuda atau Sebagian besar bangsa Indonesia berasumsi dan mempunyai keyakinan bahwa pembangunan nasional membawa kemajuan yang berarti. 12.yang akan dibangun. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KAT Mengutip pandangan Ismid Hadad (1980) bahwa. untuk ke lokasi KAT digunakan perahu kelotok. Mereka pada umumya berjalan kaki berjam-jam untuk meninggalkan kampung halamannya. tapi juga membawa perdebatan yang tak habishabisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas.185 (Direktorat Pemberdayaan. sejahtera. Kedua.

air bersih dan sebagainya. Dalam perspektif di atas.kendaraan roda empat yang khusus untuk kondisi alam yang sulit. KEBUDAYAAN SEBAGAI REFERENSI PERUBAHAN Teori antropologi tentang perubahan kebudayaan menyarankan agar diperhatikan respons dari masyarakat (“sejajar dengan masyarakat pada umumnya”). Koordinasi. KAT sebagai bagian dari kemiskinan perlu ditangani secara koordinatif dari berbagai instansi sektoral. No. 6. Kenyataannya sangat sulit untuk membangun koordinasi ini. Fasilitas pemerintah. dimana warga dari KAT mengorganisasi diri dalam kelompok dan 68 Informasi. Komunitas adat terpencil memang tidak mau berubah. 12. yang dapat membawa kemajuan dalam hidup mereka. Namun mereka tidak atau belum mampu melakukan perubahan kebudayaan. karena ia harus meninggalkan dan akan kehilangan pegangan hidupnya. Hal itu tentu dirasakan sangat berat. jembatan. sehingga terkesan program penanganan kemiskinan berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya pun kurang optimal. terhadap rangsangan unsurunsur yang datang dari luar. yaitu: Mengubah kebudayaan berarti mengubah adat-istiadat. listrik. Sama halnya alasan pada terbatasnya tenaga pengajar. 2. 3. Untuk itu perlu motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam atau dari luar. Tenaga pengajar. kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. Vol. dan karena itu mereka tetap hidup dengan cara yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka. tahun 2007 . intervensi yang terbaik dalam memberdayakan KAT adalah pembangunan komunitas tersebut. Sedikitnya ada tiga respons terhadap tiga macam pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari luar. Komunitas adat terpencil memang ingin maju. 4. 02. Warga masyarakat terasing (baca komunitas adat terpencil) sebenarnya mau menerima pengaruh dari luar yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi mereka. 3. atau dengan perkataan lain. menjadi alasan enggannya tenaga medis untuk ditugaskan ke lokasi KAT. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan masih terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. dikenal dan dibudayakan sejak kecil. dan berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang selama mungkin dengan cara menolak setiap unsur pengaruh yang datang dari luar (Koentjaraningrat. Di lokasi tersebut masih sangat terbatas tersedianya fasilitas dan sarana umum seperti jalan untuk kendaraan roda empat. Tenaga medis. Pembangunan komunitas dapat dilihat sebagai proses. III. namun mereka menganggap bahwa pihak luar tidak mau membagi unsur-unsur kebudayaan yang membawa kemajuan itu dengan mereka. kebiasaan dan gaya hidup seseorang yang telah lama dipelajari. menjadi alasan enggannya tenaga pengajar ditugaskan ke lokasi KAT. 1. walaupun cara hidup yang baru itu dapat membawa kemajuan baginya. 1993). 5.

merasakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi atau masalah-masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup (Parsudi Suparlan, 2003). Kelompok ini membuat rencana-rencana kerja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi, atau mengatasi masalahmasalah yang mereka hadapi untuk dapat diatasi bersama. Berdasarkan hal tersebut mereka mengorganisasi diri dalam bentuk kelompok-kelompok kerja atau perkumpulan-perkumpulan untuk melaksanakannya.

Khairina, “Kami Sekolah Hanya Dua Minggu Sekali”, dalam Kompas, 22/8/ 2005 Basuki, Orin, Sebuah Kamus Untuk Warga Sakai, dalam Kompas, 2/1/2003. Koentjaraningrat, dkk, 1993, Masyarakat Terasing di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Departemen Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Pemberdyaan Komunitas Adat Terpencil, 2005, Profil Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pada 8 Provinsi, Jakarta. Suparlan, Parsudi, 2003, Pembangunan Komuniti Terpencil (KAT), Makalah Seminar Hasil Penelitian KAT Departemen Sosial & Pranata Pembanguna UI, Jakarta.

IV. PENUTUP
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, upaya mewujudkan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada kesulitan apabila tidak memperhatikan penanganan yang serius terhadap persoalan kemiskinan, pendidikan, serta masalah kesehatan. Karena akar masalah yang dihadapi KAT terletak pada ketiga persoalan mendasar tersebut. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT, dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sugiyanto , Alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Program Studi Pengembangan Masyarakat. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Mochamad Syawie, Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sosiologi. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat dan Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Hadad, Ismid, 1980, Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan, dalam Prisma, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial , LP3ES, Jakarta.

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

69

INDEKS
A
Accountable, 55 Achir (1994), 31 Advokasi Sosial, 20 Afeksi, 26 Alexandrov (1981), 6 Anayomi, 10 Antropologi, 2 Antropopcentris, 56 APKLINDO ( Asosiasi Klining Service Indonesia), 44 Child Drugs Trafficking (CDT), i Community Watch, 43, 44 Consenciousness raising and organization, 14 Conventional Kin, 25

D
Deep Citizenship, 55 Degradasi, 16, 62 Depsos, 2003 ; UNDCP, 36 Discretionary Kin, 25 Downliner, 38 Drugs Trafficker, 41 Drugs Trafficking, 37 Durkheim, 2

B
Blckkenburg dan Sachs, 1990: 31-31, 3 Bell (Ihromi, 1999), 25 Biodiversity, 51, 54, 56 Birokrasi, 15 Budi santoso (1995), 12

E
Earth Fist, 56 Ecocentris, 56 Ecoeducation, 63 Ecologycal Modernization, 56 Ekologycal, 57 Eplisit, 2 Etnoekologi, 62 Etnografi, 1, 2, 62, 63

C
Calhoun (1999: 663-664), 7 CDT (Child Drugs Trafficker), 41, 42, 43, 45, 46, 48 Change Agent, 66, 67 Chayanov, 2

70

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

Everyday form of repression, 5 Extended Family, 24 Eyre (2006), 28

HIF/AIDS, 46 Homeless, 37 Human Ecology, 62, 63

F
Farmer, 1 Fictive,25 Filantropis, 9 Fisologis, 60

I
ILO (2003),36, 37, 40 Impersonal, 15 Implisit, 5 Individualization, 17 INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita), 44 Institusional, 34 Institusionalization, 58 Integrasi social, 27 Interaksi, 3, 11, 13 Intervensi, 20, 68

G
Giddens, 1995: 1-2, 7, 56 Gunarsa dan Gunarsa (2004), 24 Geertz (1983), 3 General models, 17 Goldstein dkk (1973), 27 Good Society, 52 Goode (2000), 32, 33 Great Tradition, 1 Green Communitarian, 57 Green for All, 61 Green Movement, 54

J
James C. Scott (2000), 4 James Midley (2005), 52 James scott (1981), 4 Jihad fi-sabilillah, 6 Jim ife (2002), 13, 17

H
Habermas, 56 Halubay,62 Hambali (2005), 32 Hartley Dean (Fitzpatrick, 2002), 56 Hartmandan Dwyer, 28 Help people help them self, 16, 48

K
Kartodirjo (1984), 7 Kuntowijoyo (2002: 60), 7 Kalipke, 66 KAN (Komite Aksi Nasional), 40 Karen K. Kirst, Ashmandan Grafton H. Hull, Jr (1993), 17

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

71

44 LSM/Orsos/Ormas. 3 Moralitas. 16 Mark dan Engels. 2005. 4 Much as potatoes in a snack of potatos. 48 Nature. 18 Nainggolan. 7 Koentjaraningrat (1993). 39. 62 Orbitasi. 23 Life Skill. 2 Kuntowijoyo (2002. 6). (2003).1997. 6 Marxist. 2 N L Lamin. 43 M Macro Practice Skill. 68 Kolutif. 62. 40. 60 Land reform. 2 Marwanti dalam Rustanto. 12. 6 Multidimensi. 17 Micro practice Skill. 54 Kontemplasi. 58 Lesbian/Homoseksual. 58 Low profile. 65. 17 MLM (Multi Level Marketing). 66 Outrech. 6 Kartono dalam sorjani. 1984). 57. 1. 40 Multy-dimensional. 45. 6 Modelling 27 Modernisasi. 24 O ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). 2 Mark. 47. 61. 33 NAPZA. 14 Orin Basuki. 44 Oikonomia. 44. 37. 60 KAT. 66. 38 Mode ofproduction. 2005. 18 Main stream. 41. i. Vol. 24 Non Renewable. ii. 6 Konfrontasi simbolis. i. 10 Organizing and social action. 46. 65 Kaum abtenaar. 59 Local Wisdom. 5 Konsistensi. 20 Legowo.29 Konsumerisme. 02. 16 Kroeber.Karl mark (1971: 230). 12 Nuclear Family. 51 Norton Dan Hunt (Astrid. 43. 54 Nimkoff. 5 LPKK. 25 Oness Nature. 60 72 Informasi. 11. tahun 2007 . 36. 38. 54 Mezzo Practice Skill. No. i. 40.

1. 18 PKBM. 10 Spiritual. 6 Referal System. 16 SDM dan SDA.16 Stake holder. 36 Raskin (Beras Miskin).P Pakistan. 37 Paradigma.SDS. 63. 68 Pincus dan Minahan (1973). 59 R RAN (Rencana Aksi Nasional).Thailand. 14 Social alignment. 52 Peasant. 02. 31. 4 Provider. 52 S Scott. 3. 24 Talcot parson (Ihromi 1999). 9 Perspektif. 17 Partisipatori. 6 Resilient. 53 Ratu adil. 18. 2000: xxiii-xxiv. tahun 2007 73 .2002). 6 Sacred. 40 Rapid Assesment. 53 PSBR. 2. 44 Polish (Tetrawanti. 4 Social action. 44 T Tetrawanti (1989). 16 Self Governance. 2000: xviii. 44 Psikotropika. 12. 43 Stereotype. 42. 12 Soerjono Soekanto (1990). 46 People centered development. 4 Responsible. 13 Paternalistic Approach. 1 Peer Educator. 4 Pre-capitalist. 63 Survival. 2 Sharing. 55 Revolusioner. No. 5 SDM. 67 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).SDA. 69 Participation. 23. Vol. 26 Subsisten. (2003). 1989). 56 Self-determination. 4. 3 Richard Titmus (Midley. 9 Shanin ( 1971: 14-15 ). 6 Peasantry. 36 Represif. 4. 2 Premis. 61 Self determination. 20 Soetrisno. 33 Resistensi. 44 Paul Hogget (Fritzpatrick. 52 Parsudi Suparlan. 24 Popkin (1979). 12 Informasi. 2005). i.

02. 3 Welfare Consumerism. 18 The client system. 18 The change agent system. 53 Well Being. 2 Terminology. 9 Tournamen. 11 Upliner. 2 Victim. 18 The Winner.18 The looser. 38 V Vasil‘cakov. 66 Trafficker. 55 Toleransi. Vol. 37 U Universal. No. 43 W Wolf (1985: 26). tahun 2007 . 52 Top-down. 2002). 53 74 Informasi. 53 The World Bank. 41 Tradisional. 53 Wellfare Statism. 50 Think Globaly and Act Locally. 12. 65 The action system. 52. 1 Terminologi. 30 Tonys (Fitzpatrick. 32 Traditional Community Development Approach.Terminologi Redfield dan Singer (1971 ). 39 Vocational training. 53 The Maining of Development. 66 The target system.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful