PENGANTAR REDAKSI
Penerbitan Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 12 Nomor 02 ini menyajikan enam artikel yang membahas: Tinjauan Teoritis tentang Resistensi Petani, Membangun dan Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keluarga Berketahanan Sosial, Pelayanan Sosial Terkait Dengan Anak yang Dilibatkan dalam Perdagangan NAPZA, Peningkatan Kesejahteraan Sosial KAT Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Kehidupan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya. Masyarakat petani di Indonesia, faktanya merupakan masyarakat yang termarjinalisasi. Proses marjinalisasi ini sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Permasalahan ini dibahas oleh Oetami Dewi dalam tulisannya, “Resistensi Petani : Suatu Tinjauan Teoritis”. Diuraikan oleh Suradi dalam tulisannya “Membangun dan Memberdayakan Masyarakat : Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis”, bahwa pembangunan dalam rangka memberdayakan masyarakat yang tepat apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, maka intervensi pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat tersebut, dan mengintegrasikan berbagai dimensi yaitu sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan personal/spiritual. Melalui pendekatan terintegrasi ini, maka akan tercapai taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dewasa ini, keluarga menghadapi dampak perubahan sosial yang sangat cepat. Irmayani dalam tulisannya “Membangun Keluarga Berketahanan Sosial Dalam Era Modernisasi”, menguraikan, bahwa keluarga yang berketahanan sosial, adalah keluarga yang mampu bertahan terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pada era modernisasi ini, keluarga diharapkan mampu melaksanakan fungsinya, membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya, serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan sosial, dapat berdampak pada kehidupan anak antara lain anak terlibat dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, kareana melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja, tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Dalam hal ini, peranan pekerja sosial sangat penting, selain tentunya polisi, hukum, dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Permasalahan ini dibahas oleh Hari Hariyanto dalam tulisannya ”Pelayanan Sosial Bagi Anak Yang Dilibatkan Dalam Perdagangan Napza : Pengalaman Bekerja Bersana Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur”.

i

pepohonan. Oleh karena itu. mereka perlu diberdayakan agar dapat menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. Oleh karena itu. Oleh karena itu. bahwa manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing.Rustanto dalam tulisannya ”Peningkatan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil Berbasis Kearifan Lokal’ menguraikan. REDAKSI ii . Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Syawie dalam tulisannya ”Mewujudkan Komunitas Adat Terpencil Sejajar dengan Masyarakat Pada Umumnya”. Namun demikian. Hal ini dibahas oleh Sugiyanto dan Moch. upaya mewujudian KAT ini tampaknya masih dihadapkan pada berbagai kesulitan. KAT adalah komunitas yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya. mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjaga alam tetap lestari. mata air dan gunung. dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatan kesejahteraannya. Hidup serasi dengan alam ini dicontohkan oleh KAT. yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Key word : resistance. Peasant ini memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan farmer. Farmer ini juga digolongan sebagai kelompok petani lapisan atas yang mengadopsi budaya kelas dominan dalam struktur negara. condition and the culture form the communities. tanah pertanian yang relatif luas. Berbeda dengan farmer. Pengertian petani dibedakan antara farmer dan peasant. Farmer adalah petani yang menguasai faktor produksi secara memadai. the peasant I. The form of resistance also many kinds relating to the situation. sehingga kebudayaan farmer dalam terminologi Redfield dan Singer (1971) disebut Great Tradition. 02. Mereka ini disebut mengembangkan budaya kecil. That resistance can be divided into many meaning. dan termasuk buruh tani yang tidak memiliki tanah dan meng-gantungkan hidupnya pada kerja bagi hasil. try to make many differences and understanding meaning from many references that talking about resistance relating to the peasant. For passive the characteristics are different than in active resistance by the appearance from the kind of how the peasant react to what they think it could be different from what they want to. 12. seperti elite politik dan elite ekonomi. Secara umum kita dapat membedakan atau melihat empat tradisi konseptual utama dalam pembahasan tentang keberadaan kaum tani (peasantry) sebagai hal yang khusus. because the concept for resistance actually came from the peasant.RESISTENSI PETANI : SUATU TINJAUAN TEORITIS Oetami Dewi Abstract. atau budaya marginal yang berbeda dengan budaya yang dikem-bangkan oleh lapisan penguasa. In this paper. dan tradisi Durkheimian yang dikembangkan oleh Informasi. But for active resistance the appearance more destructive than in passive. tipologi ilmu ekonomi khusus. PENDAHULUAN Konsep tentang petani perlu diperjelas terlebih dahulu sebelum berbicara konteks hubungan petani dengan kelompok sosial lainnya. we can’t avoid talking and discussing about the peasant. and the main resistances are active and passive resistance. mampu mengakumulasi surplus usaha taninya. Mereka sering disebut petani gurem. petani yang termasuk dalam pengertian peasant adalah petani yang menguasai sedikit sumber daya alam. If we are talking about the resistance. meliputi seluruh jenis struktur sosial. No. Mereka memiliki modal usaha dan jaringan sosial yang kuat dengan tokohtokoh dari kelas sosial atas. tradisi etnografi budaya. Briefly in this paper I would like to convey that if we want to know deeply about the resistance we should now first about the history and concept for building the theory. since their willingness never gives more attention until they can’t stand up anymore. tahun 2007 1 . Vol. yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial pada jaman ini yakni: teori kelas Marxist.

telah mengikuti suatu alur yang agak kompleks. hal yang sangat penting di mana kepalsuan dianggap cara keluarga petani bekerja. kemampuan membangun hubungan sosial dan kesejahteraan. memandang struktur sosial petani ditentukan oleh suatu jenis ekonomi khusus. Petani digambarkan sebagai masyarakat produsen pre-capitalist yang dieksploitasi dan ditindas. Tradisi ketiga. Posisi kaum tani tidak pernah diperhitungkan. Pendekatan ini dikembangkan oleh Marx. dan alasan maksimalisasi laba dalam terminologi uang jarang nampak secara tegas atau eksplisit. keunggulan sikap kompromis dan tradisional. Menurut Shanin (1971: 14-15). suatu tambahan mendeskripsikan masyarakat petani. Hanyalah keluarga yang menyediakan tenaga kerja pada kebun. Tindakan ekonomi melekat dengan hubungan keluarga. Pendekatan ini dapat dilacak dari karya Marx dan Engels. dan diterima sebagai dasar konseptulisasi oleh mayoritas antropolog Amerika. 2 Informasi. Lahan pertanian merupakan alat utama mata pencarian yang secara langsung menyediakan bagian terbesar kebutuhan konsumsi. Ciri-ciri ini nampak dari sisa-sisa dasar struktur kekuatan sosial. 12. Vol. hidup kaum tani didominasi oleh orang luar. Tradisi Marxist tentang analisa kelas menggunakan perspektif pemahaman terhadap kaum tani dalam konteks pola hubungan kekuasaan.Kroeber dan sejawatnya dalam teori perubahan sosialnya ke sosiologi fungsional (Shanin. Budaya tradisional yang khusus berhubungan dengan cara hidup masyarakat kecil. Corak budaya petani yang spesifik telah dicatat oleh berbagai peneliti. yaitu. tapi secara eksplisit dibuat Vasil’cakov dan secara keseluruhan dibangun Chayanov. sewa. Kemudian petani (peasant) dipahami sebagai awal dari tata sosial. 1971: 13-14). dan hanyalah kebun yang menyediakan kebutuhan konsumsi keluarga dan pembayaran kewajibankewajibannya kepada pemilik atau penguasa ekonomi dan politik. Dasar dualisme yang diterima oleh Durkheim dan generasinya membagi masyarakat ke dalam tradisional dan modern atau organik di atas pembagian kerja dan interaksi dari berbagai unit. Kroeber menempatkan masyarakat petani dalam posisi tengah bagian masyarakat dengan bagian budaya tersendiri. Sedikit bagian dari pola budaya ini berhubungan dengan karakteristik masyarakat kecil. yakni: 1. Dampak alam yang secara terbatas penting bagi mata pencarian dari unit produksi kecil dengan sumber daya terbatas. Tradisi kedua. Sebagai contoh. Peasant sebagai bagian segmen telah diulas oleh Redfield. 4. Produksi kebun keluarga sebagai unit utama bagi sosialisasi. Kebun keluarga petani merupakan unit dasar dari organisasi sosial yang multi-dimensional. No. Pertanian tradisional meliputi suatu kombinasi tugas spesifik pada suatu spesialisasi tingkat rendah dan latihan suatu kebebasan. 02. kepentingan dan 3. yaitu berakar dari etnografi Eropa dan antropologi Barat tradisional yang cenderung mendekati petani sebagai representasi dari tradisi nasional awal. tahun 2007 . Pokok permasalahan politis mereka adalah antar hubungan dengan budaya subordinat dan ekploitasi ekonomi melalui pajak. batasan terhadap masyarakat petani secara umum meliputi empat hal utama. 2. pertimbangan tindakan individu dalam hal pengalaman masa lalu dan kehendak masyarakat.

1990: 31-32). memiliki tujuan interaksi tidak spesifik. Keberlangsungan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam jangka panjang lebih bermakna dari pada keuntungan besar jangka pendek. Selama hubungan-hubungan itu dapat dipertahankan. sosial dan politik. mereka dapat berubah menjadi kaum proletariat yang revolusioner dalam perubahan waktu. berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan kebutuhan pasar. masyarakat petani dapat menolak penetrasi lebih lanjut oleh tuntutantuntutan dan tekanan-tekanan dari luar. 1985: 26). Konsep harmoni sosial-budaya di dalam kehidupan masyarakat petani tersebut dapat meredam seluruh potensi konflik. masyarakat petani juga akan mendukung usaha mempertahankan hubungan-hubungan sosial yang tradi- sional. Kebijakan pembangunan pertanian yang mengarah pada modernisasi sistem pertanian. dan pengeluaran dana-dana seremonial yang diperlukan untuk menopang hubungan-hubungan itu. akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat petani ( peasant) karena dianggap mengancam keamanan subsistensi mereka. 02. Informasi. Setiap hal yang baru menurut mereka akan membahayakan keseimbangan yang ada. Bentuk-bentuk interaksi sosial dalam kelompok primer biasanya ditandai oleh adanya tingkat formalitas yang rendah. dan tetangga yang terdekat dapat membantu dengan memberi pinjaman untuk membeli bahan pangan (Blanckenburg dan Sachs. Prinsip harmoni sosial budaya dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa dikemukakan oleh Geertz (1983). Mereka ini merupakan petani tradisional dan berusaha keras mempertahankan tradisi-tradisi yang memberikan jaminan keamanan subsisten rumah tangganya. dan tidak dilandasi oleh prinsipprinsip hubungan yang rasional. PERSPEKTIF TEORITIS RESISTENSI PETANI Dalam perspektif teoritis yang menyatakan petani sebagai sistem ekonomi khusus. kaum tani digambarkan memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan segmen masyarakat lainnya. Kelompok primer dalam masyarakat petani ini berawal dari ikatan keluarga. No. Vol. Pada waktu yang bersamaan. ketetanggaan dan pengelompokkan yang bersifat lokal. sehingga tidak menimbulkan gangguan yang serius di dalam kehidupan mereka. Karakter ekonomi petani ini ditandai oleh bentuk usaha taninya yang bersifat subsisten. Masyarakat petani cenderung untuk terus melekat pada cara hidupnya yang tradisional. II. Sementara mereka memaksa anggotaanggotanya yang lebih beruntung untuk membagi sebagian dari kerja dan barangbarang mereka dengan tetangga-tetangga mereka yang kurang beruntung (Wolf. Oleh karena itu. kelompok primer dalam masyarakat petani sering berfungsi secara ekonomi.pola perdagangan yang tidak disukai kaum tani. Kelompok primer dapat berperan untuk mengatasi masalah subsistensi rumah tangga petani. Namun dalam beberapa kondisi. 12. Modernisasi pertanian terjadi seiring dengan proses penetrasi kapitalisme pada masyarakat petani akan ditentang keras karena mengancam kepentingan ekonomi mereka. tahun 2007 3 . namun beresiko bagi kejatuhan ekonomi rumah tangganya. Masyarakat petani biasanya berbentuk kelompok primer atau asosiasi kecil yang saling berhubungan dan terikat oleh hubungan emosional yang alamiah. ditandai oleh tertib sosial atau harmoni sosial yang tidak menyuburkan munculnya pertentangan kelas sosial akibat memburuknya hubungan kepemilikan tanah.

Prinsip mendahulukan keselamatan merupakan sumber kekuatan moral bagi masyarakat petani untuk menolak perubahan. sehingga mereka lebih mengutamakan keselamatan ekonomi dalam jangka panjang dan tidak tertarik pada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek meskipun beresiko pada kehancuran ekonomi mereka. tahun 2007 . bahwa semangat kolektif masyarakat petani yang terwujud dalam aktivitas tolong-menolong serta memandang permasalahan dari kepentingan kolektif merupakan mekanisme sosial untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang secara ekonomi rentan terhadap bahaya kekurangan pangan. Kehidupan ekonomi petani yang relatif miskin dan berada diambang garis kemiskinan. semua bentuk perlawanan petani bukan untuk menentang Revolusi Hijau atau perubahan. Basis premis yang dikembangkan Popkin adalah setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih perilaku yang paling efisien guna mencapai keuntungan yang maksimal bagi dirinya. Relasi sosial dalam perspektif Popkin merupakan perjuangan kepentingan ekonominya sendiri bukan dilandasi oleh pertimbangan moral kolektif. Petani cenderung menolak perubahan pola-pola hubungan ekonomi dan sosial yang selama ini dianggap merupakan jaminan bagi keamanan subsistensi mereka. resistensi petani merupakan pilihan rasional terhadap berbagai alternatif yang tersedia. Popkin memiliki premis. mengupas bagaiman cara masyarakat petani yang lemah dan selalu kalah menentang kelakuan semena-mena dan eksploitatif dari kelompok ekonomi dan politik yang kuat. bahwa perilaku manusia selalu dilandasi motif mencari keuntungan atau kemanfaatan yang sebesar-besarnya. Moralitas ekonomi mendahulukan keselamatan ini merupakan kunci untuk memahami resistensi petani. 02. III. melainkan perlawanan terhadap kekuasaan elite desa dan petani kaya yang mengatasnamakan masyarakat petani. Dalam perspektif teori Popkin. baik yang berasal dari dalam masyarakat 4 Informasi. Gerakan perlawanan petani terjadi ketika sebagian besar individu merasa dirugikan.James Scott (1981) menyatakan. dan bersikap resisten terhadap perubahan atau kenyataan sosial yang tidak memberi pilihan lain. dari pada berorientasi pada maksimalisasi profit. 12. Vol. dengan pengertian membagikan secara merata apa yang terdapat di desa yang dilandasi kepercayaan kepada hak moral para petani untuk dapat hidup secara cukup. BENTUK-BENTUK RESISTENSI PETANI James C. Scott (2000) dalam bukunya Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Para petani menganut azas pemerataan. padahal tujuan memperkuat institusi yang menguntungkan mereka. Perspektif moral ekonomi itu ditentang oleh Popkin (1979). Ada mekanisme sharing antara petani yang kaya kepada yang miskin melalui berbagai bentuk hubungan ekonomi dan sosial sebagai tanda bahwa petani kaya telah membagi surplus ekonominya kepada komunitas petani di desanya. Bagi Popkin. dan bukan sebagai reaksi defensif untuk mempertahankan institusi tradisional mereka dan norma-norma resiprositas yang ada dalam masyarakat. No. Para petani menganut moral ekonomi mendahulukan selamat. Setiap petani dalam masyarakat petani pada dasarnya termotivasi menuntut keuntungan dari tindakan kolektif dengan partisipasi sekecil mungkin.

dan sebagainya. Dan setiap saat. Teknik-teknik lowprofile ini sangat cocok untuk struktur sosial kelas petani. pura-pura memenuhi permohonan.Malaysia tersebut Scott menunjukkan. Mereka hampir tidak memerlukan koordinasi atau perencanaan. antara lain memperlambat pekerjaan. menggunakan pemahaman implisit serta jaringan informal. Perlawanan sehari-hari masyarakat petani ini secara empiris historis terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan Informasi. tahun 2007 5 . telah menggeser hubungan antara petani kaya dan petani miskin. seperti pemerintah dan aparatnya yang memperlakukan mereka secara tidak adil. dan bunga dari mereka. 12. sewa. Perasaaan diperlakukan tidak adil inilah yang sering memicu timbulnya konflik antara masyarakat petani miskin dengan kelompok mapan yang mereka anggap sebagai sumber ketidakadilan.mereka sendiri maupun yang datang dari luar. Revolusi Hijau telah memperkuat daya akumulasi surplus ekonomi bagi petani kaya. berbeda dengan kelas menengah dan kaum cendekiawan yang memiliki organisasi politik dan pemimpin formal dalam memperjuangkan kepentingannya. diperkuat dengan budaya perlawanan rakyat dan diperbanyak ribuan kali. No. Sebagian besar dengan cara inilah kelas petani menyatakan kehadiran politisnya. sehingga petani miskin cenderung menjadi semakin miskin. bersifat purapura. Petani miskin secara perorangan melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap negara karena negara melakukan penetrasi di dalam proses transformasi hubungan-hubungan produksi dengan proses mekanisasi pertanian dan modernisasi pertanian. pencurian. karena mereka tidak memiliki wadah organisasi politik formal. sebaliknya justru mengurangi kemampuan petani miskin untuk memanfaatkan isentif material yang ditawarkan oleh Revolusi Hijau. 02. sering mengambil bentuk mengurus sendiri. Perlawanan masyarakat petani yang lemah itu merupakan perlawanan terhadap dampak Revolusi Hijau yang mengancam keamanan subsistensi mereka. Senjata yang dipergunakan oleh masyarakat petani lemah ini. Dalam studinya di Sedaka . penyabotan. menjadi bertambah kaya. tanpa organisasi formal dan siap untuk melakukan kampanye defensif menghabiskan tenaga lawan dengan gaya gerilya. makanan. kapal besar yang bernama negara dapat saja kandas pada batu karang perlawanan rakyat petani ini (Scott. antara petani dan pihak yang mencoba menyerobot pekerjaan. Petani miskin yang lemah dan selalu kalah menunjukkan eksistensinya melalui everyday form of resistance dalam bentuk perlawanan terselubung yang muncul sebagai reaksi terhadap everyday form of repression yang dilakukan tuan tanah dan petani kaya. pada akhirnya akan meneguhkan ‘batu karang’ ekonomi dan politik mereka. Tindakan-tindakan perlawanan yang dilakukan secara perorangan. Masyarakat petani yang lemah ini melakukan bentuk pertarungan jangka panjang. 2000: xxiii-xxiv). Vol. bahwa program Revolusi Hijau telah merubah tatanan sosial ekonomi di perdesaan Malaysia. dan mereka secara khas menghindari konfrontasi simbolis yang langsung dengan penguasa. pelarian diri. Negara memiliki peranan yang luas dalam proses tranformasi perdesaan melalui program modernisasi sistem pertanian padi. Petani lemah itu melakukan perlawanan sehari-hari secara terselubung. Masyarakat petani yang lemah pada dasarnya tidak pernah berhenti menentang ketidakadilan yang menimpa diri mereka. Cara-cara seperti ini dalam jangka panjang justru terbukti paling efektif.

Menurut Landsberger dan Alexandrov (1981). sesuai dengan karakteristk organisasi petani. kesatuan nasional. apakah itu melalui parlemen atau melalui suatu konvensi. maka kebanyakan pemimpin dalam gerakan perlawanan petani yang radikal muncul dari lapisan kelas menengah di desa. keras dan teroganisasi secara formal. No. 12. maka mereka tidak merupakan kelas. Namun gerakan-gerakan itu dengan cepat dapat dibasmi oleh aparat kolonial Belanda dengan tindakan represif dan dengan korban manusia yang besar (Soetrisno. No. Pemimpin keagamaan 6 Informasi. Radikalisasi petani merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan petani secara terbuka dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. 2006 : 1-17 perlawanan formal dan terbuka. di Pulau Jawa sering muncul gerakan Ratu Adil. Pada umumnya bentuk perlawanan petani yang radikal sangat jarang dapat dikelola menjadi organisasi asosiasional dengan berbasiskan massa yang luas. atau organisasi politik. dan identitas kepentingan mereka tidak melahirkan persatuan. 02. Perlawanan petani dapat mengambil bentuk yang terbuka. Dengan cara seperti itu. Pada abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke20.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial. Petani-petani kecil membentuk satu massa yang besar. Vol. Karl Marx (1971: 230) menyatakan bahwa masyarakat petani yang tersebar luas di negeri Perancis itu ibarat sekarung kentang. namun tanpa mengadakan hubungan yang bermacammacam satu sama lain. Memperhatikan kondisi organisasi petani miskin ( peasant ) seperti yang digambarkan Marx di atas. aparat pemerintah kolonial atau tindakan kolutif antara keduanya. kepentingan-kepentingan mereka dan menempatkan mereka dalam kedudukan bermusuhan. Gerakan ini merupakan wadah dari para petani miskin melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh tindakan semena-mena baik dari pihak kapitalis perkebunan. Petani dengan lahan sempit hidup berdampingan. tetapi mereka harus diwakili. Beberapa puluh dari mereka membentuk sebuah kampung. Oleh karena itu. dan beberapa puluh kampung membentuk sebuah distrik. Vol 11. Kuntowijoyo (2002: 6) menyatakan bahwa kecenderungan petani menjadi bersikap radikal tidak dapat dilepaskan dari peran ideologi ratu adil atau jihad fi-sabilillah. masyarakat petani Perancis terbentuk dengan cara men-jumlahkan satuan-satuan yang sesuai. Berjutajuta keluarga hidup di bawah kondisikondisi eksistensi ekonomis yang memisahkan cara hidup mereka. Mode of production mereka mengisolasi mereka dalam hubungan timbal-balik. Namun karena di antara petani-petani kecil itu hanya saling hubungan bersifat lokal saja. pemberontakan petani Banten tahun 1888 dipimpin oleh tokohtokoh keagamaan seperti kyai dan guru tarekat yang merupakan sosok pemimpin karismatik di Banten. sama seperti kentang-kentang dalam sebuah karung merupakan sekarung kentang (much as potatoes in a sack form a sack of potatoes). Hal ini terjadi karena gerakan petani tradisional pada umumnya diorganisasi tidak melebihi tingkat masyarakat petani yang bersangkutan. dan anggota-anggotanya hidup dalam kondisikondisi yang serupa. Mereka tidak dapat mewakili mereka sendiri. Sebagai contoh. 03. tahun 2007 . 2000: xviii). mereka tidak mampu menegakkan kepentingan kelas mereka atas nama mereka sendiri. ideologi merupakan wahana pembimbing alam pikiran bagi para pendukung gerakan sehingga mereka ini memiliki kesadaran kesamaan nasib dan oleh karena itu juga memiliki “musuh” yang sama.

1984. dengan sasaran kultural. bahwa gerakan radikal bertujuan mengubah struktur sosial yang sudah ada yang dianggap merugikan. “Masyarakat Tani Dalam Pembangunan”. 1983. Proses marjinalisasi ini pada kontek Indonesia sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Dalam kasus pemberontakan petani Banten 1888. Geertz. upaya itu biasanya disertai dengan pemaksaan kehendak. Oxford: Blackwell Publishers. 1984). No. Kartodirdjo. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.Perlindungan Anak di Nusa Tenggara Barat (Suradi) ini mampu menyebarkan gagasan eskatologis Islam mengubah para anggota tarekat atau jamaahnya menjadi kelompok revolusioner yang militan. dan sasaran sosial ditujukan kepada kaum ambtenaar atau priyayi yang melambangkan kekuasaan kolonial (Kuntowijoyo. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologis di Indonesia. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. 1990. para kyai dan guru tarekat membangun kerangka penafsiran. Sartono. Sasaran kultural biasanya ditujukan kepada pembasmian simbol-simbol adat yang bertentangan dengan agama. ekonomis maupun sosial. 1994. Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1. Anthony. dan Reihold Sachs. baik oleh pemerintah maupun kaum kapitalis. Clifford. Calhoun. Ajaran tarekat nampaknya mempunyai daya tarik yang kuat bagi kaum tani yang tergolong lapisan sosial bawahan di Banten (Kartodirdjo. 1999. Jakarta: Pustaka Jaya. Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi. C. Bahkan gerakan-gerakan modern. sekuler dan kafir. Ulrich Planck (Penyunting). Vol. dan memiliki solidaritas keanggotaan yang kuat. 1994: 1-2). seperti Sarekat Islam tidak jarang memakai ideologi ratu adil di tingkat pengikut bawahan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah pemerintahan orang asing. sasaran ekonomis ditujukan pada dominasi ekonomi pedagang Cina. Giddens. dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Informasi. IV. berperang di jalan Allah. Sedangkan Calhoun (1999: 663-664) menyebutkan. 12. Bagi setiap anggota jamaah dihembuskan semangat jihad. Ideologi messianisme dan millenarianisme pada abad ke-19 banyak dimanfaatkan untuk menggalang mobilisasi petani kearah gerakan perlawanan yang radikal. PENUTUP Tinjauan teoritis tentang resistensi petani menyadarkan. tahun 2007 7 . DAFTAR PUSTAKA Blanckenburg.. Salah satu ciri dari gerakan perlawanan petani radikal adalah tujuan gerakan perlawanan tersebut untuk mengubah tatanan sosial politik tertentu yang dianggap tidak benar atau merupakan kaum tani atau subyek pelaku gerakan tersebut (Giddens. Sosiologi Pertanian. Sarikat-Sarekat Islam lokal banyak terlibat dalam radikalisasi petani. 2002: 6). untuk menumbangkan pemerintahan kafir dan menata kembali kehidupan sosial politik di Banten yang diridhoi Tuhan seperti sistem kesultanan pada masa lalu. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka. halaman 28 – 40. bahwa masyarakat petani sebagai masyarakat yang termajinalisasi. Peter von. Keanekaragaman dan Penentuan Nasib Sendiri. 02. Pemberontakan Petani Banten 1888.

Middlesex: Penguin Books. Vol. 1971. Singer. Departemen Sosial RI. “Pengantar”. halaman 229-237. No. Yogyakarta: Bentang Budaya. Alexandrov. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. “Masyarakat Desa dan Radikalisasi Petani”. Samuel L. Peasant and Peasant Societies. Shanin. Bekerja pada Biro Perencanaan.Kuntowijoyo. 1979. Peasant Wars of Twentieth Century. 12. 1969. Popkin. The Rational Peasant: The Political Economiy of Rural Society in Vietnam. 2002. Scott. halaman 1-57. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. 02. Marx. Jakarta: Rajawali. James C. —————————. New York: Harper & Rowy. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. “Peasantry as a Class”. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1971.Si. Middlesex: Penguin Books. Jakarta: LP3ES. Kuntowijoyo: Radikalisasi Petani. Teodor Shanin (Editor). Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia. E. 1981. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Robert dan Milton B. Wolf. Middlesex: Penguin Books. Peasant and Peasant Societies.. Teodor Shanin (Editor). Karl. Oetami Dewi. Loekman. 2000. Teodor Shanin (Editor).. 8 Informasi. “City and Countryside: The Cultural Interdependence”. Landsberger.. Teodor. tahun 2007 . G. Peasant and Peasant Societies. 2000. DR. “Introduction”. Soetrisno. M. Redfield. Berkeley: University of California Press. James C. Henry dan Yu. Scott. Esai-esai Sejarah Dr.J. Aktif mengikuti dan menjadi pembicara seminar/diskusi ilmiah di dalam maupun di luar negeri tentang pembangunan kesejahteraan sosial. 1971. 1981.

cause have social. Pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan merupakan upaya memberdayakan masyarakat berdasarkan pada kekuatan atau keswadayaan masyarakat itu sendiri. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi. dari semula menempatkan masyarakat sebagai obyek. Community is a complex social unity. Pergeseran pendekatan ini sebagai respon atas kegagalan pendekatan pembangunan yang dipaksakan dari pemerintah (top-down) . All these dimension show the complexity of the problems in the community. Vol. economic. Keyword : community empovernment. Pendahuluan Pendekatan pembangunan sosial telah mengalami pergeseran yang berarti. Asumsi ini yang mendasari prinsip self-determination. dimension and strategy. kini masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau masyarakat sebagai pusat pembangunan (people centered development). Bahkan isu dalam pembangunan masyarakat adalah pemberdayaan yang tidak memberdayakan. and supported by various practical principles and basic system in community development. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat merupakan akibat dari penerapan pendekatan yang berorientasi pertumbuhan ekonomi tersebut. 02. that integrated micro. Masyarakat miskin yang jumlahnya paling banyak. Meskipun secara ekonomi terjadi pertumbuhan yang signifikan. namun kemajuan di bidang ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan di bidang sosial. 12. tahun 2007 9 . dan mereka memiliki potensi dan sumbersumber daya yang dapat didayagunakan untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya. No. bahwa masyarakat lebih mengetahui masalah dan kebutuhannya sendiri. bahwa masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri. karena pendekatan tersebut dinilai tidak mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat. cultural. Hal ini ditambah lagi dengan skema “sinterklas” dari program sosial yang sarat dengan motif pertolongan yang bersifat filantropis. Masyarakat Informasi. mereka menikmati hasil pembangunan paling sedikit. religious and enverimental dimension that affect each other. Is needed approach to this problems solution is a generalis approach. I. Program sosial sudah “siap saji”. in the frame of community development a strategy which is oriented to a solution of complex problems. prinsip partisipatif dan keswadayaan masyarakat belum sepenuhnya diterapkan di dalam programprogram sosial.MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis Suradi Abstract. meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. The fore. messo and macro approaches in synergy. politic.

Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. jenis kelamin. pegunungan. Berdasarkan pemikiran tersebut. industri dan lain-lain). kepranataan 3.perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan ide-ide guna mengatasi masalah yang dihadapi berdasarkan kekuatan yang dimiliki. menyebabkan terlembaganya perasaan bersaudara 2. (3) hidup dalam kesatuan sosial dalam waktu yang lama. Dengan menggunakan sudut pandang yang lain. agama dan etnis/suku. orbitasi dan lainlain. tahun 2007 . oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya. Sebagai akibat hidup bersama itu. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. sarana transportasi. dan (4) adanya norma dan aturan-aturan yang disepakati untuk mengatur kehidupan bersama. Di dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang mutlak ataupun angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. 3. No. Mereka mengembangkan rasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh individu anggota masyarakat. Vol. Soerjono Soekanto (1990) mengemukakan ciri-ciri masyarakat. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. maka akan tumbuh manusia-manusia baru. angka minimumnya adalah dua orang yang hidup bersama. Unsur sosial budaya Pada unsur sosial budaya di dalamnya meliputi kelembagaan. Unsur geografi atau kewilayahan Pada unsur geografi ini di dalamnya meliputi : tipe wilayah (desa-kota : pantai. Oleh karena dengan kumpulan manusia. terdapat empat syarat terjadinya masyarakat. Akan tetapi secara teoritis. timbullah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. pelabuhan. utuh dan obyektif. yaitu : 1. pekerjaan. Hanya dengan menggunakan berbagai perspektif dalam memahami masyarakat. Sebagaimana satu tubuh. masyarakat dapat dipahami dalam empat unsur : 1. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. yaitu (1) adanya kumpulan manusia dalam sebuah ikatan dan perasaan. maka akan diperoleh anatomi masyarakat yang lengkap. 12. 02. pendidikan. antar individu. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. karena masyarakat memiliki persoalan yang kompleks (many faced community) . (2) tinggal di suatu daerah atau wilayah yang sama atau mempunyai kesatuan ciri kelompok tertentu. 2. apabila ada anggota masyarakat yang sakit. Unsur demografi atau penduduk Pada unsur demografi ini di dalamnya meliputi : proporsi umur. maka dirasakan pula oleh anggota masyarakat yang lain. MEMAHAMI MASYARAKAT 4. pertanian. Pemahaman terhadap kompleksitas masyarakat tersebut memerlukan berbagai perspektif ilmu sosial. meja dan sebagainya. II. 10 Informasi. Konsep masyarakat (community) perlu dipahami dengan baik. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi. Manusia yang hidup bersama.

yang di dalamnya terdapat sistem dan mekanisme kemasyarakatan. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan sistem kepercayaan. d. baik penyebaran pengatahuan baru maupun informasi yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. Kesenian. f. yaitu : a. interaksi sosial dan teknologi dan materi. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonomisnya. Sistem teknologi dan peralatan. Kemudain sistem informasi yang mereka gunakan berkaitan dengan media informasi. Kedua. Ketiga . dari unsur kebudayaan yang relatif sulit berubah sampai dengan unsur kebudayaan yang mudah berubah. g. teknologi dan peralatan yang digunakan. sistem pengetahuan. baik di dalam maupun di luar lingkungan kerumahtanggaan.dan nilai sosial budaya lokal (adat. Sistem ini menggambarkan ciri komunitas adat terpencil berkaitan dengan keperangkatan dan kepranataan (lembaga adat). unsur interaksi sosial. Unsur infrastruktur Pada unsur infrastruktur sosial di dalamnya meliputi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. 4. Sistem pengetahuan. Pertama unsur nilai. No. c. e. cara mereka memperoleh pengetahuan dan pandangan tentang pendidikan. Sistem religi dan upacara keagamaan. Pada dua ciri terakhir tersebut. sistem ekonomi yang digunakan (apakah mereka sudah/belum mengenal sistem ekonomi pasar dan alat tukar yang digunakan). terutama bagi para praktisi ketika akan menyusun tahapan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Sistem dan mekanisasi kemasyarakatan. peranan agama dalam kehidupan komunitas. 12. sistem religi dan lain-lain). Sementara itu. 02. serta kemampuan adopsi dan adaptasi dalam proses interaksi sosial tersebut. Kesemua ciri tersebut menggambarkan jarak sosial dan intensitas interaksi sosial warga masyarakat dengan komunitas luar. Kemudian Koentjaraningrat (2004) melihat masyarakat dengan sistem budayanya. bahasa yang digunakan dan kesenian. upacara keagamaan. b. dan pranata sosial Informasi. Bahasa. yaitu nilai-nilai. Menurutnya ada tujuh unsur di dalam konsep kebudayaan pada masyarakat secara universal. Urutan penomoran unsur-unsur perubahan tersebut dari yang Ketujuh unsur kebudayaan tersebut mengikuti tata urut sedemikian rupa. all. tahun 2007 11 . orang yang ada di dalam keperangkatan dan kepranaataan itu (kepengurusan adat). 2003) menjelaskan bahwa ada tiga unsur di dalam perubahan sosial. pranata ekonomi (lembaga perekonomian lokal). yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama. yang di dalamnya terdapat sistem religi dan upacara keagamaan. apakah warga masyarakat masih menggunakan bahasa lokal atau campuran. sistem peribadatan. unsur teknologi yang di dalamnya terdapat sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi serta peralatan. bahasa dan kesenian. Tata urut ini sangat penting. Vol. ada hukum adat. dalam kaitannya dengan upaya perubahan sosial. dan apakah masih mengembangkan kesenian lokal atau sudah campuran dengan memasukkan seni kontemporer. Sistem mata pencaharian hidup. agama. Moore (Suradi et.

dan bahkan akan mengalami kehancuran.paling sulit berubah. 1999) dalam teori struktural-fungsional. Bagi kelompok ini berlaku nilai sikap menangguhkan suatu keuntungan yang dapat dicapai dalam jangka pendek demi suatu cita-cita atau hasil yang lebih besar di masa depan. penyesuaian diri dan pengawasan sosial bagi individuindividu. 12. c. Organisasiasi sosial itu pada intinya meliputi pengaturan hubungan sosial antar anggota (social alignment). 1984) membagi masyarakat dalam tiga kelompok besar berdasarkan sikap sosialnya terhadap kemungkinan memperbaiki diri : a. pasti mengembangkan organisasiasi sosial yang masing-masing menjamin ketertiban dan pencapaian tujuan hidup bersama. 12 Informasi. hingga yang relatif mudah berubah atau mengalami perubahan. dikemukakan oleh Talcot Parson (Ihromi. bahwa masyarakat merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya terdiri dari lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial yang berlapis-lapis. apabila ada satu unsur dalam sistem tersebut yang tidak berfungsi. mengingat bahwa hal tersebut telah mereka capai. b. Selanjutnya Norton dan Hunt (Astrid. baik sebagai individu. Vol. Kemudian masyarakat sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu yang pada hakikatnya sebagai anggota sebuah keluarga. Berbagai karakteristik dan dimensi masyarakat tersebut menggambarkan. Adanya struktur ini tidak memungkinkan terjadinya kesewenangwenangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh individu-individu sebagai warga masyarakat. Kelompok ini dikelompokkan sebagai kelompok menengah karena masih mempunyai cita-cita lanjut untuk naik tangga sosial lebih tinggi lagi. citacita atau tujuan bersama yang mengikat kesatuan sosial yang bersangkutan (social media). Berdasarkan pemikiran ini. Kelompok atas yang tidak atau kurang ada perhatian untuk naik lebih tinggi dalam tangga sosial. Pemikiran bahwa suatu masyarakat sebagai sebuah sistem. ketentuan sosial yang disepakati sebagai pedoman dalam pergaulan sosial (social standard) dan penegakan ketertiban hidup bersama (social control). semua unsur saling berinteraksi dan menentukan satu dengan yang lain. bahwa betapapun sederhananya kehidupan suatu masyarakat. 02. tahun 2007 . Keluarga sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu anggota keluarga di dalamnya. maka kinerja sebuah sistem akan terganggu. anggota keluarga maupun anggota masyarakat terikat oleh keempat norma sosial tersebut dalam tatanan kehidupan masyarakat. No. Lebih lanjut dikemukakan oleh Budhisantoso (1995) dalam tulisannya “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Bagi kelompok ini masalah prestasi juga menjadi masalah yang dinomor duakan. Hal ini berarti. Di dalam sebuah sistem tersebut. Kelompok yang karena tercekam oleh kemiskinan mempunyai nilai untuk mengutamakan hasil dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pandangan menuju ke hari depan di masa datang. Kelompok yang masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf dan tingkat sosialnya walaupun tidak tergolong golongan yang miskin atau termiskin. maka setiap orang. Struktur masyarakat mencakup berbagai hubungan sosial antara individu secara teratur. Fungsi dari struktur masyarakat ini yaitu pengendalian perilaku.

Kebijakan pembangunan industri ini diarahkan untuk memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Kemudian pengembangan industri berbasis masyarakat lokal yang dimiliki dan dioperasionalkan oleh masyarakat lokal sendiri. merupakan bentuk-bentuk pelayanan sosial yang diperlukan masyarakat. maka di dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dimensi. Masyarakat mendefinisikan kebutuhannya dan bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. yaitu : a. pendidikan dan keterampilan. yaitu keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan. ada enam dimensi pembangunan masyarakat yang terintegrasi. Kemudian didesain sistem perubahan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Penyediaan fasilitas rekreasi. diperlukan kebijakan perekonomian yang berpihak kepada kekuatan masyarakat atau kebijakan ekonomi kerakyatan. perumahan dan jaminan hari tua. Vol. Kemudian. DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT Pembangunan masyarakat dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. pelayan krisis bagi perempuan. Berdasarkan pemahaman ini. Pusat pertemuan masyarakat merupakan wahana yang diperlukan masyarakat untuk bertemu. Menurut Jim Ife (2002). b. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan menarik industri baru ke masyarakat lokal dengan memberikan lingkungan yang kon-dusif untuk investasi. dan karenanya memerlukan berbagai sumber. Pembangunan sosial Masyarakat memiliki kebutuhan sosial. berdiskusi. berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Oleh karena itu. perlu dibangun Informasi. No. Maka dari itu. kesehatan. tahun 2007 13 . masya-rakat lokal yang memiliki ide-ide untuk usaha baru perlu difasilitasi dan didukung untuk merealisasikannya. dan melahirkan aksi sosial bersama. 12. masyarakat juga memerlukan pelayanan sosial yang diarahkan untuk membangun kohesitas. Pembangunan ekonomi Situasi perekonomian nasional maupun global berpengaruh terhadap kemampuan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. infrastruktur dan pelayanan sosial. ras dan gender. yaitu berkaitan dengan upaya mengembangkan kualitas interaksi sosial masyarakat dalam berbagai kepentingan. guna menghindari terjadi konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam struktur sosial dan keberagaman kultur. untuk mendukung akivitas ekonomi masyarakat tersebut.Pembagian masyarakat ke dalam tiga kelompok tersebut. filosofi atau prinsipprinsip dasarnya. Proses sosial dan berbagai aktivitas masyarakat tersebut mengikuti mekanisme partisipatori. III. 02. etnis. Kemudian. kebudayaan dan advokasi. memberikan pengetahuan baru terkait dengan jenis program yang mesti dirancang-kembangkan untuk ketiga kelompok tersebut agar program tepat guna dan berhasil guna. misalnya rekreasi. harkat dan martabat masyarakat. Animasi sosial merupakan aspek sangat penting dalam dimensi pembangunan sosial.

c. etnis dan kelas. struktur dan ketidakadilan. Pembangunan budaya Kemajuan teknologi di bidang informasi mempengaruhi keunikan kebudayaan masyarakat lokal. dan membantu orang untuk saling tukar pengalaman dan refleksi terhadap situasi yang memungkinkan orang untuk bertindak. Pengembangan politik eksternal ini dilakukan melalui dua jalur. dan lebih mengarah lagi pada aksi sosial. Consenciousness raising merupakan tahapan penting dalam relasi pada pengembangan politik internal karena berkaitan dengan semua aspek pembangunan masyarakat. tetapi harus melakukan sesuatu berdasarkan rencana tindak yang disepakati. Melalui media elektronik berbagai pesan-pesan propaganda disampaikan. tahun 2007 . Kemudian organizing. Organizing berkaitan dengan upaya pengorganisasian secara efektif untuk melakukan aksi sosial. gender dan etnis. No. Bagaimana memaksimalkan partisipasi secara efekif sebagai anggota masyarakat. d. Mengembangkan prosedur secara demokratis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan. yaitu consenciousness raising and organization. yaitu organizing and social action. Prinsip penting dalam organizing untuk aksi sosial adalah orang tidak harus melakukan sesuatu menurut diri sendiri. demokrasi dalam memaksimalkan partisipasi dan menciptakan kekuasaan secara efektif dalam area yang lebih luas. mengurangi dampak negatif acara televisi. Pembangunan politik eksternal mengarah pada pemberdayaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan politik yang lebih luas. yaitu pengembangan politik internal dan eksternal.infrastruktur ekonomi seperti koperasi dan lembaga per-kreditan yang dikelola oleh masya-rakat. semuanya memiliki kesempatan secara adil dalam pembuatan keputusan dalam masyarakat. yaitu me-mantapkan struktur. yaitu berkaitan dengan cara masyarakat mengorganisasi diri dalam suatu aturan yang berkaitan dengan masalah. Pembangunan politik ini dilakukan dalam dua jalur. 12. Pembangunan politik Pembangunan politik erat berkaitan dengan isu kekuasaan. Kegiatan utama di dalamnya. Vol. dalam pembangunan politik ini diperlukan analisis untuk mengetahui distribusi kekuasan dan bagaimana kekuasan tersebut dalam masyarakat yang memiliki perbedan kelas. mempertahakan kelestarian lingkungan alam dan menghentikan atau penutupan industri lokal. dan 14 Informasi. Misalnya. Sehubungan dengan itu. menghentikan pem-bangunan biaya tinggi. Pembangunan politik internal berkaitan dengan proses partisipasi dan pembuatan keputusan dalam masyarakat. Kemudian social action berkaitan dengan pencapaian tujuan pada berbagai bentuk peru-bahan dalam lingkungan eksternal. 02. mengembangkan alternatif dan struktur yang otonomi. yang dicapai melalui dua jalur. mewujudkan sarana transportasi yang lebih baik. Melalui lembaga perekomian lokal ini masyarakat akan memperoleh kemudahan memperoleh kredit untuk investasi maupun pemenuhan kebutuhan hidup.

akan tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. serta olah raga rakyat. Bahwa di dalam masyarakat terdapat sejumlah nilai yang mungkin mempengaruhi ideologi masyarakat. f. Masyarakat harus bertanggung jawab untuk melindungi dan merehabilitasi lingkungan fisik. seperti sejarah lokal. Masyarakat kesulitan untuk mencegah pengaruh propaganda tersebut. dan kesulitan pula dalam mempertahankan kebudayaan lokal. menjadi dasar interaksi sosial dan basis dalam proses pengembangan masyarakat. seperti pertemuan kelompok. pembangunan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. berbagai jenis terapi. Pembahasan pembangunan personal tidak dapat dilepaskan dengan pertumbuhan personal. arena festival dan musik tradisional. 12. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang juga merupakan komponen penting dalam agenda pembangunan personal. Upaya mempertahankan kebudayaan lokal ini tidak berarti menjadikan sebagai “museum” atau arti fisial yang statis. Pembangunan personal dan spiritual. Selain itu. Dalam prakteknya. perumahan dan perawatan. No. pendidikan. air bersih. tahun 2007 15 . bahasa lokal. berbagai bentuk kebudayaan lokal perlu dipertahankan. Vol. Informasi. Salah satu jastifikasi dalam pembangunan masyarakat. makanan daerah dan produk lainnya. bahwa pembangunan personal secara kontekstual lebih baik daripada pembangunan impersonal pada struktur birokrasi pemerintah dan dunia usaha yang besar. Pembangunan lingkungan ini sangat penting karena berkaitan dengan isu kebutuhan manusia yang lebih mendesak. mistik dan ilmu gaib. Berbagai pelayanan yang diperlukan berkaitan dengan pertumbuhan personal ini adalah pelayanan kesehatan. Padahal kebudayaan lokal sangat penting sebagai bagian dari perasaan bermasyarakat dan mempertahankan identitas diri. makanan yang sehat dan udara yang bersih. cara peribadatan. kelangsungan hidup. agar lingkungan alamiah maupun lingkungan yang diperbarui (buatan) tersebut memiliki daya dukung untuk kelangsungan hidup. tetapi lebih dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. padahal nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan pembangunan masyarakat.masyarakat tidak mampu melakukan seleksi. pembangunan personal dan pertumbuhan personal diasosiasikan ke dalam berbagai jenis aktivitas masyarakat. dan oleh karena itu penerapan pendekatan pembangunan memerlukan keterpaduan. Pembangunan lingkungan Pembangunan lingkungan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan. 02. kerajinan rakyat. Kerugian pada masyarakat diasosiasikan dengan kerugian pada identitas personal dan hilangnya rasa saling memiliki sebagai masyarakat. dan karena itu perlu dikembangkan rasa saling menghargai personal dan pengembangan kapasitas ke arah kehidupan yang lebih sejahtera. e. Oleh karena itu. Lingkungan dalam pembangunan masyarakat merupakan komponen kritis. Terjadinya polusi air dan udara harus dapat dicegah karena mengganggu kehidupan masyarakat.

Hal ini akan lebih berarti lagi dengan adanya pembangunan spiritual. karena berkaitan dengan eksistensi manusia. membaca sajak. Menolong masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menolong dirinya sendiri (help people help them self). 2002) IV. b. dan berbagai pengalaman tentang komunitas manusia. menggubah lagu. penyembuhan stress dan juga akan memperoleh batuan dan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. Suatu masyarakat mungkin lebih memprioritaskan pada pembangunan ekonomi. degradasi lingkungan fisik. Kemudian pada masyarakat yang lain memprioritaskan pembangunan pribadi dan spiritual. Kata spiritual dan sacred digunakan di sini. Pinsip-prinsip dasar Pembangunan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa prinsip dasar. Semua orang memiliki spiritual.Suatu pendekatan berbasis masyarakat terhadap pembangunan dan pertumbuhan personal akan membantu orang menemukan cara secara individual untuk memperoleh kebutuhan melalui jaringan kerja. kesehatan. sosial dan lingkungan. tahun 2007 tu al ir i CO Y MMUNIT en . partipasi dalam menciptakan musik. tanah dan semua yang ada di dalamnya didefinisikan dalam hubungannya dengan lingkungan alam semesta. pembangunan kepercayaan diri dan mengembangkan kehidupan sosial yang harmonis. tetapi dalam pengertian luas yang menjangkau berbagai pengalaman spiritual masyarakat seperti kontemplasi tentang laut. Pembangunan dan pertumbuhan personal merupakan hal penting yang mengantarkan orang lebih berarti di dalam hidupnya. lagu dan tarian. Dari keenam dimensi pembangunan masyarakat tersebut tidak selalu memperoleh prioritas yang sama. partisipasi politik dan memperkuat identitas budaya. yaitu : a. Pada masyarakat yang lain memprioritaskan pelayanan bagi keluarga miskin. struktur dan interaksi dalam masyarakat. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya atau tumbuhnya (self determination). No. Melalui pendekatan ini orang akan dibantu dalam pemecahan masalah personal. Vol. menemukan kepuasan dalam relasi seksual. binatang. Tentunya disesuaikan dengan kondisi suatu masyarakat yang bersangkutan. karena dimensi pembangunan spiritual tidak hanya dipahami dalam mainstream religi. STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT 1. 02. dan dengan itu tumbuh kesadaran bahwa manusia. 16 Informasi. l cia o s C MUNIT OM Ecologicalsocial justice Y politic v ir on men tal /sp na l perso Gambar : Pembangunan Masyarakat Terintegrasi (Jim Ife. 12.

Untuk dapat mengenal sumber daya lokal ini. 1995). politik. dan karena itu dalam penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi. tenaga dan sumber daya. Bagi CD Worker berbagai prinsip etis maupun prinsip praktis dalam pembangunan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan. Hull. budaya. Selain prinsip-prinsip tersebut. Kemudian CD Worker dituntut cerdas dalam menganalisa informasi-informasi yang diperoleh dari warga. tokoh dan pemerintah lokal. c. Kualitas pribadi berkaitan dengan tanggung jawab. No. Kirst. dan ketika berhadapan dengan warga masyarakat tidak merasa lebih tahu. Pendekatan b. kerja sama. ekonomi. d. baik sumber daya alam. 2. antara lain : a. penampilan diri. tahun 2007 17 . Mendasarkan pada keunikan masyarakat (individualization). Bekerja dengan individu (Micro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada upaya perubahan perilaku. tokoh maupun pemerintah lokal. 12. berkesinambungan dan harmonis. Pembangunan sosial. Vol. Proses pembangunan masyarakat didasarkan pada persetujuan bersama dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik. kualitas pribadi dan sumber internal pada individuindividu. Menurut Karen K. ilmu pekerjaan sosial telah mengembangkan pendekatan dalam praktek pertolongan ke arah pendekatan generalis (generalis models). lingkungan dan personal/spiritual harus terintegrasi sesusai dengan kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat pada saat ini. bahwa masyarakatlah yang paling mengenal masalah. Ashman dan Grafton H. orientasi terhadap waktu dan karya. ada tiga pendekatan yang dapat digunakan secara simultan. b. Menumbuhkembangkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan (participation) dan mengembangkan bentuk-bentuk kooperatif (Jusman. Selain itu mendefinisikan kebutuhan yang memerlukan peranan semua orang atau secara kelompok dan mengikutsertakan orang-orang untuk menentukan kebutuhan. 1992. Bekerja dengan kelompok (Mezzo Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaakan kelompok sebagai sistem sumber bagi penyandang masalah d. Dalam perkembangannya. semangat hidup.c. Jr (1993). kebutuhannya dan Informasi. tidak bisa secara parsial. Sarah Bank. Jim Ife (2002) mengembangkan sejumlah prinsip dalam pembangunan masyarakat. CD Worker perlu belajar dengan baik dengan warga. konsumen. percaya diri. Pendekatan ini melihat masalah dari berbagai persepektif. Aktivitas pembangunan masyarakat terjadi dalam kerangka kerja yang saling mendukung. 02. CD Worker perlu menyadari. sumber daya manusia. Perubahan perilaku ini berkaitan dengan peranan dan tugas sosial individu yang harus dilakukan. Pembangunan masyarakat mampu mendefinisikan kebutuhan masyarakat seutuhnya. yaitu : a. nilai-nilai maupun kearifan lokal. dan selanjutnya mampu merancang langkah-langkah yang benarbenar memenuhi kebutuhan masyarakat. sumber-sumber yang ada di sekitar mereka.

No. Sistem klien Gambar : Sistem Dasar dalam Pembangunan Masyarakat 4. 12. Vol. c. Dari berbagai jenis organisasi dan sistem sumber ini. Sistem klien (the client system) . organisasi profesi. d. yaitu sistem pelaksana perubahan. yaitu menjalurkan berbagai kepentingan. penyandang masalah sosial akan memperoleh sumber-sumber dan berbagai jenis pelayanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Beberapa jenis kelompok sosial tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti kerukunan berbasis agama. dan LSM/ Orsos/Ormas. 02. Peranan Pekerja Sosial Pengembangan Masyarakat (CD Worker) Di dalam praktek pertolongan. Berbagai organisasi ada di tengah-tengah masyarakat seperti organsisi sosial. Sistem sasaran/pelancar (the target system) . asosiasi dunia usaha dan sebagainya. sehingga suatu sistem pelayanan memberikan mafaat langsung bagi masyarakat. Sistem Dasar b. yaitu masyarakat (sebagai sasaran perubahan). yaitu pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. Sistem kegiatan (the action system). Berbagai peranan yang dapat dilaksanakan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat. 18 Informasi.sosial dalam pencapaian tujuan. yaitu : a. organisasi berbasis agama. Pincus dan Minahan (1973) mengembangkan sebuah sistem dasar dalam praktek pertolongan yang di dalamnya mencakup empat unsur. Sistem pelaksana perubahan (the change agen system). yaitu: pemberi informasi. Bekerja dengan organisasi dan masyarakat (Macro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaatan organisasi dan segenap sistem sumber yang ada di masyarakat dalam mencapai tujuan. terdapat unsur-unsur perubahan yang saling mempengaruhi dan menentukan keberhasilan. kerukunan berbasis lingkungan. Mediator. baik dari unsur pemerintah di daerah. Ada beberapa peranan kelompok sebagai sistem sumber. sistem sasaran dan sistem kegiatan. dan bantuan teknis lainnya. Sistem pelaksana perubahan Sistem kegiatan Sistem sasaran c. b. yaitu pimpinan masyarakat dan tokoh adat/masyarakat lokal. bantuan mobilitas. kerukunan berbasis etnis dan sebagainya. yaitu memberikan kemudahan berupa sumber dan peluang bagi masyarakat dan mengambil langkah-langkah aktifproaktif dalam penyediaan sumber yang dibutuhkan oleh masyarakat. Fasilitator. sistem klien. tahun 2007 . yaitu : a. yaitu pekerja sosial dan instansi sosial. lembaga swadaya masyarakat (LSM). Unsurunsur tersebut dapat digunakan pula dalam praktek pembangunan masyarakat. 3.

tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemegang orotitas lokal lainnya. kesadaran. Tahap Pembangunan Masyarakat Saling tukar informasi. Identifikasi Masalah. partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam pembangunan. memanfaatkan serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya pembangunan masyarakat. tahun 2007 19 . 2) Pemberdaya. mengembangkan. Pengenalan diri dilakukan agar pihak-pihak tersebut mengenal dengan baik identitas dan maksud CD Worker melakukan kegiatan di wilayahnya. Kontak dan Membangun Kesepakatan Tahap pertama dan menentukan dalam upaya pembangunan masyarakat adalah kontak dan kontrak. Saling percaya ini merupakan modal dasar untuk melangkah kepada tahapan kegiatan berikutnya yang dalam prosesnya melibatkan warga masyarakat. No. 02. 12. Sebagaimana prinsip etis maupun prinsip praktis. yaitu : a. 5. masalah dan sumber-sumber merupakan inti dari asesmen. Kemudian informasi dari CD Worker menyangkut skema pemberdayaan masyarakat dan dampak program bagi kesejahteraan masyarakat. tokoh masyarakat dan pemerintah lokal. Pengenalan diri dilakukan oleh pemberdaya (CD worker) kepada masyarakat. tanggung jawab. Kebutuhan dan Sumber Pemahaman terhadap kebutuhan. Informan. yaitu menghimpun. Setelah antara CD Worker dengan warga. tumbuh rasa saling percaya satu sama lain. demografis dan sosiografis secara lengkap dan mutakhir. Kontak dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan : 1) Pengenalan diri. akan tetapi sebagai tuntutan profesi yang dapat dipertanggungjawabkan d. Sedangkan kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih. yaitu meningkatkan pengertian. Membangun kepercayaan. Setelah saling mengenai identitas dan saling tukar informasi. komitmen. b. akan saling terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci mengenai situasi dan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran perubahan. dan tokoh Informasi. yang dalam hal ini antara pekerja sosial dengan masyarakat. 3) Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembangunan masyarakat. tokoh dan aparat pemerintah setempat saling mengenal. Informasi dimaksud meliputi : kondisi geografis. Pada tahap ini pekerja sosial bersama-sama dengan masyarakat. peranan-peranan yang mesti dilakukan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dengan baik. Vol.c. Kontak dan kontrak dilakukan dengan masyarakat. Peranan yang dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat bukan sebagai kemauan pribadi CD Worker. Pemahaman yang baik mengenai peranan-peranan tersebut akan menempatkan CD Worker sebagai pelaku perubahan masyarakat yang proporsional dan profesional.

membuka kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu. Sehubungan dengan itu. SDM. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. dan untuk masyarakat sendiri. c. tahun 2007 . Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya adalah mengimplementasikan rencana di lapangan. Vol. 12. Intervensi pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan dan keberdayaan masyarakat perlu mempertimbangkan integrasi dari berbagai dimensi. No. Interaksi dialogis. budaya. 2) Mengetahui dampak pemberdayaan dalam kehidupan masyarakat Memperoleh masukan untuk merancangkembangkan model pembangunan masyarakat lebih lanjut. lokasi kegiatan. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. Perencanaan kegiatan pembangunan masyarakat di dalamnya memuat jenis kegiatan. dilaksanakan berdasarkan prinsip dari. e. ekonomi. pada kasuskasus tertentu memungkinkan tahapan tersebut tidak dilakukan secara berurutan. CD Worker akan bekerja dengan segenap sistem perubahan yang ada di masyarakat. land reform dan hal-hal yang terkait dengan pelayanan publik. SDA. PENUTUP Pembangunan masyarakat sebagai upaya membangun keberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki.masyarakat (adat) mengidentifikasi permasalahan yang sedang dirasakan pada saat ini. politik. Kemudian bersama-sama dengan pihak-pihak tersebut untuk mengidentifikasi sumber-sumber (SDM. Dalam pelaksanaan ini. dan SDS) yang memungkinkan digali dan dikembangkan bagi pembangunan masyarakat. pemerintah tetap diperlukan terutama berkaitan dengan kebijakan yang mem-berikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. maka akan tercapai taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. advokasi sosial. Perencanaan Perencanaan merupakan proses menentukan tujuan melalui sejumlah kegiatan tertentu. mekanisme kerja dan dana. Evaluasi Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh CD Worker bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan. lingkungan dan personal/ spiritual. V. d. Contoh situasi terkait dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak mengikuti proses ideal. Melalui pendekatan terintegrasi. tukar pengalaman. Dengan demikian proses pemberdayaan masyarakat sangat bergantung dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat. oleh. yaitu pembebasan lahan dan ganti rugi. 02. yaitu sosial. Ada tiga tujuan evaluasi adalah : 1) Memperoleh gambaran obyektif dari pencapaian tujuan dan hasilhasil kegiatan pembangunan masyarakat. 3) Dalam prakteknya. waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan. 20 Informasi.

Beulah R and Burt Galaway. Soekanto. Kirdt – Ashman. California. Pincus. Fourth Edition. Ethic and Value in Sosial Work. dan anggota Tim Teknis pada Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Ihromi. 1995. Vol.: Suradi. Milland Press Ltd. Community Development : Community Based Activities in an Age of Globalization . 1990. (editor). Membangun Masyarakat. Mentalitet dan Pembangunan. Allen and Anne Minahan. Jusman. Majalah INFORMASI. Budhi. Sosiologi Keluarga. 2005. Magister Sosiologi Kekhususan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia. Kebudayaan. Jakarta : CV Rajawali. Soetarso. Understanding Generalist Practice. Jakarta : Bina Aksara. 1999. Karen K dan Grafton H. Astrid S. Compton. Edi.United State :Cole Publishing Company. Social Work Practice : Model and Methode. Sosiologi Pembangunan. 1996. Nelson-Hall Publishers : Chicago. Jakarta : CV Rajawali. 1984. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dengan Pemerataan. Koentjaraningrat. Etika dan Filsafat Pekerjaan Sosial. Susanto. Gidden. Ife. 1989. Drs. Suradi et. Kartasasmita. Loekman. Jakarta : Puslitbang Kesos. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. 1994. Suharto. London : Mac. The Third Way (Jalan Ketiga : Pembaruan Demokraasi Sosial) (Ketut Arya Mahardika : penterjemah).Thee. Anggota P2JP instansi pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. No. “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Anthony. Jurnal 40 Tahun 1994. Australia : Cath Godfrey Publisher. Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Adat Terpencil. Suradi. 12. Jakarta : CIDES Kian Wie. Informasi.. Memberdayakan Masyarakat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. 2004. tahun 2007 21 . 02. USA. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Peneliti Kebijakan Sosial. 1992. Hull. 1999. Kanisius Press : Yogyakarta. M. Santoso. Sarah. 1973. Jr. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Ketua Dewan Redaksi INFORMASI. Menuju Masyarakat Partisipatif. Jim. 1992.DAFTAR PUSTAKA Bank. 2003. Jakarta : LP3ES. Bandung : Refika Aditama. Jakarta : Puslitbang Kesos.1986. Badan Litbang Kesejahteraan Sosial. Soerjono. Sosiologi Keluarga. Sosial Work Processes. All. Illinois : Peacock Publisher Inc. 2002. S. Praktek Pekerjaan Sosial dalam Pembangunan Masyarakat. Ginanjar.Si. 2000. “Strategi Pembangunan Masyarakat : Tinjauan Ke Arah Program Sosial Partisipatif”. 1995. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. Jakarta : Gramedia. 1993. Soetrisno. Iskandar.

quality and pattern between person in the family very determining. As smallest social unit. Pada satu sisi. Vol. dan selanjutnya diharapkan dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. 22 Informasi. change of social. Berbagai kalangan mengemukakan bahwa keluarga menjadi basis terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. or politic.MEMBANGUN KELUARGA BERKETAHANAN SOSIAL DALAM ERA MODERNISASI Irmayani S Abstract. Pada konteks ini pelembagaan nilai-nilai luhur. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh kembang. Keywords : family. Persemaian nilai-nilai agama. Dengan kata lain. keluarga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian agar mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pengayom seluruh anggota keluarga. meningkatkan kesejahteraan keluarga. keluarga merupakan agen terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara individu dengan lingkungan. do the family pertained harmonious or on the contrary. kebangsaan. membangun seluruh potensinya menjadi sumber daya insani dan berbagai kemampuannya untuk sekaligus mendukung usaha pembangunan bangsa. economy. 02. tahun 2007 . social resilience I. Pada kondisi seperti ini keluarga berada pada posisi yang serasi. keadilan sosial dan nilai-nilai moral. covering prosperity of social and harmonious of life bounce him. seimbang dan harmonis. No. family share big in following to determine the condition of broader society. Pembangunan keluarga di masa mendatang dengan sendirinya mempunyai peran ganda. PENDAHULUAN Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kemanusiaan. terjadi di dalam institusi yang bernama keluarga ini. cultural. As place gather personals coexisting in family relationship. 12. Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. selaras dan harmonis serta dinamis. keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dan selalu siap melakukan penyesuaian terhadap lingkungan baru sekitarnya. seimbang. Itulah sebabnya setiap keluarga diharapkan mampu mendidik anakanaknya membangun budi pekerti yang luhur agar bisa selalu dan tetap menempatkan diri dalam masyarakat secara serasi. do not less important is how the family can stay from all changes that happened around them. Pada sisi lain. Besides requiring internal abilities is each family member.

Di dalam masyarakat terjadi gejala pergeseran struktur keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga inti. baik antar suami istri. pendidikan. telah mengakibatkan disorientasi pola hubungan antar anggota keluarga yang mengarah pada munculnya konflik di antara mereka. Pengaruh lainnya. Perubahan makna keluarga. sosialisasi. orang tua bisa mengalami stress yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan antar anggota keluarga. afeksi. diantaranya adalah: a. No. pengendalian. Oleh sebab itu. mental spritual dan kebutuhan sosialnya. Kecenderungan lain yang sifatnya tertutup adalah bergesernya pola pembentukan keluarga yang tadinya dibentuk oleh ikatan perkawinan. Ketahanan sosial keluarga senantiasa terkait dengan sejauhmana fungsi keluarga secara optimal mengkondisikan konsep keluarga menjadi sebuah pranata yang dapat memberikan perlindungan. tahun 2007 23 . Hal ini sesuai dengan misi UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang “Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera”. 02. dari nilai lama dianggap sebagai lembaga yang sakral. 12. Krisis tersebut salah satunya disebabkan oleh paradigma pembangunan selama masa Orde Baru yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tidak secara serentak berdampak pada pemerataan kesejahteraan masya-rakat. menurunkan kualitas intimasi antar anggota keluarga. Hal ini sejalan dengan mobilisasi sosial yang demikian tinggi. Vol. Terjadinya perubahan struktur dan fungsi keluarga. nenek maupun antar saudara. serta per-masalahan lainnya. Kondisi masyarakat sampai saat ini masih ditandai oleh tingginya angka kemiskinan. b. Tujuannya adalah agar kesebelas fungsi keluarga (reproduksi.Krisis sosial ekonomi bisa menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat dan keluarga. menjadi lembaga yang hanya dimaknai secara mekanistis yang terdiri dari hubungan-hubungan instrumental di antara anggota keluarga. Fenomena tersebut hampir tiap hari menjadi santapan kita melalui tayangan media cetak maupun elektronik. putus sekolah. Informasi. orang tua anak. Selain akibat dari pengaruh budaya luar atau akibat dari akulturasi yang demikian cepat. Direktorat Pemberdayaan Keluarga (2002) mengidentifikasikan bahwa terdapat isu kritis yang berpengaruh terhadap keberfungsian keluarga. Keterpisahan keluarga karena tuntutan pekerjaan. perlindungan. keagamaan. sosial budaya. kehamilan di luar nikah dan lain-lain. Keluarga dapat dijadikan sebagai jalan masuk dalam menghadapi setiap perubahan sosial yang terjadi melalui pengembangan dan pembinaan fungsi keluarga. salah satu yang perlu dikembangkan adalah kebijakan pengem-bangan dan pembinaan berdasarkan fungsi-fungsi tersebut. dan mening-katnya jumlah anak yang kekurangan gizi. Karena situasi tersebut telah menimbulkan goncangan-goncangan yang menuntut adanya upaya dan kemampuan untuk menghadapinya. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara fisik material. Perubahan sosial budaya masyarakat Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dalam keluarga akan mempengaruhi ketahanan keluarga. pengembangan lingkungan. pengembangan dan partisipasi keluarga dalam kehidupan masyarakat. ke arah hubungan illegal termasuk di dalamnya keluarga lesbian/homoseksual.

Melalui keluarga. peranan pemerintah dan tokoh masyarakat serta pranata sosial yang ada di masyarakat perlu ditingkatkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan keluarga agar keluarga memiliki ketahanan sosial. Perbedaan pendapat para ahli dan lembaga diatas adalah wajar mengingat dalam kenyataannya secara struktur dikenal keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah. Oleh karena itu. Keluarga yang berketahanan sosial adalah cermin dari keluarga yang harmonis. 2004) merumuskan keluarga sebagai miniatur dari organisasi sosial. sinergis dan komprehensif agar didapat hasil yang diharapkan. ibu dan anak. 24 Informasi. Polish (Tetrawanti. TINJAUAN TENTANG KELUARGA Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah. II. rohani maupun sosialnya. Pengembangan ketahanan sosial keluarga hendaknya bersifat integratif. Hal ini terutama dikaitkan dengan peranannya di masyarakat yang berhubungan dengan fungsi sosialisasi dan memelihara stabilitas masyarakat. rekreasi dan kontrol sosial) dapat dilaksanakan secara lebih aktif dan dikembangkan ke dalam peranan orang tua yang lebih operasional. umumnya terbatas hingga generasi ke empat. Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat. Pembinaan ketahanan sosial keluarga dapat dilakukan dengan memantapkan kualitas fungsi keluarga secara lebih operasional. serasi dan berkesejahteraan. dengan atau tanpa anak. atau ibu dan anaknya. atau suami istri dan anaknya. No. 12. Keluarga sebagai kelompok primer punya peran besar dalam membentuk kepribadian anggota-anggotanya yang akan menjadi anggota masyarakat secara luas. demikian yang dinyatakan dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik jasmani. Beberapa ahli mendefinisikan keluarga secara cukup menarik. Belsky dkk (Tetrawanti. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. individu-individu dapat tumbuh dan berkembang. tahun 2007 . seperti Nimkoff (Gunarsa dan Gunarsa. istri atau ibu. dan anak. 02. 1989) mendefinisikan keluarga dengan menitikberatkan pada struktur keluarga yang menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan darah dan hubungan saudara. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial diharapkan dapat menangkal dan mencegah perkembangan yang negatif.ekonomi. 1989) mengatakan bahwa keluarga terdiri atas suami atau ayah. keluarga diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat yang merupakan wahana sosialisasi yang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. Tidak seorangpun individu yang tidak terkait dengan keluarganya. atau ayah dan anaknya. Vol. 2004) mendefinisikan keluarga sebagai ikatan yang sedikit banyak berlangsung lama antara suami dan istri. meliputi sedikitnya dua generasi dan terbentuk secara khusus melalui ikatan darah. merupakan bagian penting dan cukup besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan masyarakat. biasanya meliputi ayah. Sedangkan Summer dan Keller (Gunarsa dan Gunarsa. dan keluarga luas ( extended family ) yang terdiri dari tiga generasi atau lebih. ibu dan anak atau anak-anak. Sementara itu menurut Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial (2002).

seperti suami istri. No. Tuhan Yang Maha Esa. adopsi dan atau perkawinan.Kemudian Bell (Ihromi. Ibu berperan sebagai pendorong dan pembangkit semangat suami agar suami dapat melaksanakan fungsi dan peranannya. sesuai dengan istilah dalam bahasa Latin untuk arti lain dari keluarga yakni oikonomia. keponakan dan sepupu. dan antar saudara (siblings) 2. memberikan perlindungan yang baik dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. 2003). Informasi. keluarga adalah tempat persemaian bagi benih-benih kesadaran akan adanya sesuatu yang luhur. memberikan pendidikan. keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal. pengurus dan pengatur rumah tangga. Dari sudut pendidikan. 3. Adapun peranan yang harus dilaksanakannya adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. tahun 2007 25 . keluarga berfungsi sebagai tempat untuk menanamkam aspek sosial agar bisa menjadi anggota masyarakat yang mampu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dari sudut agama. Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus. Dari sudut sosiologi. Kerabat dekat (conventional kin) Kerabat dekat terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. 1999) mengatakan ada 3 jenis hubungan keluarga: 1. Vol. tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuankemampuan dasar yang dimiliki sehingga b. buruk yang djadikan pegangan dalam perilaku sehari-hari. 02. 12. Dari sudut ekonomi. Fungsi keluarga juga tercermin dalam peranan masing-masing anggota keluarga (Direktorat Keluarga. Orang yang (fictive kin) dianggap kerabat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan. tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada kerabat dekat. pendidikan dan sebagai tokoh keteladanan. mendorong dan membangkitkan semangat keluarganya. bimbingan kepada putra-putrinya. orang tua-anak. adopsi dan atau perkawinan. keluarga berfungsi untuk melanjutkan garis keturunan. Dari sudut biologi. Dari sudut psikologi perkembangan. pendidik dan pembimbing bagi putra-putrinya. memberikan rasa aman. keluarga berfungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang. Ayah yang berstatus sebagai kepala keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah utama. Hubungan yang terjadi diantara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. dan norma-norma etnis moral seperti tindakan baik. misalnya hubungan antar teman akrab. keluarga adalah primer sebagai organisasi ekonomi. Sedangkan uraian mengenai fungsi keluarga menurut Gunarsa dan Gunarsa (2004) bergantung dari sudut dan orientasi yang berbeda. Kerabat jauh (discretionary kin) Kerabat jauh terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. Biasanya mereka terdiri atas pamanbibi. Ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga mempunyai peran sebagai pendamping suami. dewasa dan harmonis. yaitu : a. penerus keturunan.

pertumbuhan dan perkembangan secara wajar. mempersiapkan diri guna mengembangkan keturunan. memberikan peneladanan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. sebagai teman bermain dan berbicara dari putra-putrinya. Dalam masyarakat. keluarga berperan sebagai pelestari suatu masyarakat. tetapi juga bekerja di luar rumah. mempunyai peran sebagai generasi penerus. Ibu walaupun bekerja di luar rumah tetap berkewajiban melaksanakan tugas rumah tangga. Keluarga dalam lingkungan sosial masyarakat memiliki status sebagai bagian dari kesatuan masyarakat dan sebagai penghubung pribadi dengan struktur yang lebih luas (masyarakat). Berdasarkan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Keluarga Departemen Sosial. c. bentuk dan nilai dalam keluarga. wadah sosialisasi anak sebagai sarana kontrol sosial. antara lain disebabkan oleh adanya pergeseran struktur. melaksanakan bimbingan dan pendidikan dari orang tua. Fungsi Perlindungan. memberikan rasa aman. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan maupun sikap dan perilaku anggota-anggota keluarga guna mendukung proses penciptaan kehidupan dan peng-hidupan keluarga yang sejahtera. Fungsi Keagamaan yaitu kegiatan untuk meningkatkan hubungan anggota keluarga dengan Tuhan Yang Maha Esa. yang mencakup kegiatan melanjutkan keturunan secara terencana sehingga menunjang terciptanya kesinambungan dan kesejahteraan sosial keluarga. 02. sehingga keluarga dapat menjadi wahana persemaian nilai-nilai keagamaan guna membangun jiwa anggota keluarga yang beriman dan bertaqwa. ketentraman dan kedekatan. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari situasi atau tindakan yang dapat membahayakan atau menghambat kelangsungan hidup. Pergerseran peranan nampaknya masih belum diimbangi dengan pembagian tugas rumah tangga yang seimbang antara ayah dan ibu. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan berbagai benturan peran dalam keluarga. No. Keluarga mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. Kesan “stereotype” dalam masyarakat nampaknya masih men-dominasi pelembagaan peranan dalam keluarga. c. e. Anak dalam keluarga berperan dalam melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. menambah pengetahuan dan keterampilan. b. penerima nilai dan norma. Fungsi Reproduksi. Fungsi Afeksi. 12. mendidik dan membimbing putra-putrinya menuju kedewasaan. 26 Informasi. Tidak optimalnya pelaksanaan peranan anggota keluarga. tahun 2007 . mengatur dan mengurus rumah tangga.mendorong dan membangkitkan semangat putra-putrinya. meliputi kegiatan untuk menumbuhkembangkan hubungan sosial dan kejiwaan yang diwarisi kasih sayang. d. d. Fungsi Pendidikan. sementara ayah dianggap tidak pantas. Pendidikan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun membuka kesempatan yang luas untuk tidak hanya bekerja di rumah. Anak berstatus sebagai pribadi yang merupakan bagian dari suatu keluarga. Vol. pemelihara fisik anggotanya dalam pembentukan kelestarian masyarakat. serta sebagai penerima pendidikan dan bimbingan. mengamati tingkah laku putra-putrinya. fungsi-fungsi keluarga secara umum sebagai berikut : a.

aman dan tentram. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial/ kebersamaan bagi anggota keluarga guna menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. emosional atau moralnya. Fungsi Sosialisasi. keluarga juga mempunyai sejumlah aturan berupa normanorma keluarga yang mencerminkan harapan tentang hubungan antara anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dalam rangka menciptakan keserasian antara kehidupan alam dan manusia. Dengan asumsi apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokok diatas. j. Vol. meliputi kesejahteraan sosial dan keharmonisan kehidupan mentalnya. Sebagai satuan sosial. i. yaitu kegiatan mengisi waktu senggang. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari perilaku menyimpang. Dengan memahami peranan dan fungsi keluarga. No. sosial. Fungsi Ekonomi yaitu kegiatan mencari nafkah. Fungsi Pengembangan Lingkungan yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan anggota keluarga guna melestarikan. secara positif guna terciptanya suasana santai diantara keluarga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendayagunaan energi fisik dan psikis. Fungsi Sosial Budaya yaitu kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya guna memperkaya khasanah budaya maupun integrasi sosial bangsa dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial keluarga. Sebagai unit sosial paling kecil. maka dapat dipahami betapa pentingnya keluarga sebagai unit sosial paling kecil dalam masyarakat atau sebagai tempat bermukimnya pribadi-pribadi menentukan keadaan keluarga. psikologis dan sosial anak. 12. h. Fungsi Kontrol Sosial. Dalam keluarga dan sistem kekerabatan dibutuhkan juga proses internalisasi nilai-nilai sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi dan peran keluarga/ kekerabatan dan masing-masing anggotanya. memberdayakan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. meningkatkan pemeliharaan dan mendistribusikan penghasilan keluarga guna meningkatkan dan melangsungkan kesejahteraan keluarga. intelektual. termasuk kebutuhan anak. Proses tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melembaganya aktivitas keluarga/kekerabatan yang g. tahun 2007 27 . Dalam hal ini orangtua dianggap sebagai orang yang telah memahami kehidupan sementara anak yang masih dalam tahap belajar tentang kehidupan akan menjadikan orangtuanya sebagai model dalam berperilaku (modelling). keluarga berperan besar dalam ikut menentukan kondisi masyarakat yang lebih luas. k. sebagai satuan sosial terkecil keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan fisik. Menurut Goldstein dkk (1973). Fungsi Rekreasi. maka keluarga beserta anggota keluarga akan terbebas dari potensi gangguan pertumbuhan fisik. berbicara dan mengikuti adat istiadat/ kebiasaan.f. 02. serta membantu mengatasinya guna menciptakan suasana kehidupan keluarga dan masyarakat yang tertib. perilaku dan nlai-nilai di dalam masyarakat. anak dapat mempelajari bagaimana berpikir. Melalui sosialisasi yang dilakukan keluarga. merencanakan. Informasi.

Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan otak. dengan cara mengelola seperti itu. Ada sembilan dan semuanya berkaitan dengan beberapa hal yang paling fundamental. Hartman dan Dwyer (dalam Ihromi. Ini tentang memberi pelukan dalam jadwal. membiarkan anak-anak tahu apa yang orang tua katakan dan lakukan. harus mendalam dan jujur serta cerdas. Kualitas dan pola ini disebut sebagai “Hukum Alam Pengasuhan”. Maka dari itu. mengutamakan anak-anak. pujian untuk yang tertekan. Memberi prioritas bagi anak-anak dan keluarga dengan jelas dan konsisten di atas segala prioritas lainnya. cukupkah mengasuh anak? Pengasuhan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan perasaan dan juga otak. Kesembilan prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. kita harus pulang ke rumah. Kepercayaan. yang diilustrasikan sebagai hukum angsa. dinamakan hukum-hukum alam agar mudah diingat dan bersifat naluriah. Dan anak-anak juga mengetahui bahwa merekalah prioritas utama dan sangat ternilai dibanding apapun. pembagian tugas di rumah dengan waktu dan frekuensi tertentu. 1999) melihat bahwa pemilahan jender menurut fungsi diperlukan karena adanya kepentingan internal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan sesama anggota keluarga. bahkan terjadi pula antara suami dan istri. serta mudah diterapkan. bahwa begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuhnya. Melalui jaringan sosial ini. masing-masing anggota keluarga memiliki jenjang-jenjang peluang dalam meniti suatu posisi tertentu. keamanan. Posisi dan peranan masing-masing anggota keluarga sesuai dengan jendernya seringkali ditemui adanya jaringan sosialnya sendiri sesuai kepentingannya. Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. Sebagai contoh. dan mengikuti les. keamanan dan keyakinan yang diinginkan dirasakan oleh anak-anak berasal dari komitmen orangtua yang jelas dan terbuka. bahkan berhasil meraih kekuasaan tertinggi dalam struktur jaringan sosial yang dimilikinya. kualitas orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menciptakan suasana pengasuhan dan perawatan anak-anak yang mereka cintai. Seperti angsa. pola pengasuhan 28 Informasi. harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling lengkap. tahun 2007 . Vol. pujian. disiplin dan komunikasi. Tapi. Eyre kemudian menganalogikan sembilan prinsip dan cerita yang mengilustrasikan prinsip-prinsip tersebut berasal dari alam. Selalu mengingatkan anak-anak tentang cinta dan memberitahu mereka tentang komitmen serta loyalitas untuk III. tanggung jawab. 02. Komitmen. contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah. Terlembaganya aktivitas keluarga/ kekerabatan dapat berupa kegiatan Halal Bihalal secara rutin. Komitmen pada pasangan yang menikah yaitu komitmen mendalam pada pernikahan atau orangtua terhadap anak-anaknya. 12. Ia berbicara tentang sifat mengasuh. No. yaitu tentang bagaimana membantu anak-anak melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan. HUKUM-HUKUM ALAM YANG DAPAT MEMPERKAYA KEHIDUPAN KELUARGA Eyre (2006) menyatakan. Untuk mewujudkannya. seperti komitmen. kehangatan untuk meringankan sesuatu. seorang istri menurut jender dapat berperan sebagai kepala rumah tangga juga mempunyai jaringan sosialnya sendiri. Mereka adalah prioritas tertinggi.terpola.

Seperti ikan paus. Memuji. komunikasi yang disiplin sedangkan anak yang lain membutuhkan pendekatan yang lebih lunak. Salah satu prinsip yang hampir semua orangtua ketahui (tapi jarang dilakukan) adalah karena anak-anak membutuhkan perhatian. Kita seharusnya mempunyai ritual teratur dan bisa diandalkan serta tradisi tepat waktu agar keluarga khususnya anak-anak bisa menemukan keamanan dan identitas. Informasi. Kita harus mencari cara untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dengan selalu memuji dan bukannya menyepelekan melalui kritik terus-menerus. yang diilustrasikan sebagai hukum ikan paus. kita seharusnya tidak pernah terlalu buruburu untuk mendengarkan. Pesan kepiting adalah sebagaian besar masalah interpersonal dengan anak bisa diperbaiki dengan pujian yang tulus. 2. bukan menekan ke bawah. Apakah hukum ikan paus itu? Inilah pelajaran komunikasi yang jujur. kita harus mendukung dan bukannya bersaing satu sama lain. yaitu dukungan dan perilaku positif – mengangkat ke atas daripada menekan ke bawah. Vol. No. Kita perlu menjadikan komuniksi tidak menggurui tapi berupa nyanyiannyanyian kejujuran dan saling menghargai. Hukum kepiting mengajarkan hal yang berlawanan dengan apa yang dilakukan kepiting. harus lebih menyukai suasana rumah dan menikmatinya dibanding tempat lain di manapun. 4. Konsistensi. dan kita harus memuji usaha yang dilakukan dan memberi imbalan terhadap upaya yang jujur. 02. Komunikasi. Ada beberapa hal tertentu yang mendasar dan konsisten yang bisa selalu diperhitungkan di dalam rumah. akan muncul tekanan yang menyebabkan individu terisolasi. menghindari banyak masalah dan memegang kunci untuk memecahkan dan mengurai masalah yang ada. kita seharusnya mendengarkan satu sama lain dan bukannya mengganggu. kita harus belajar bahwa mendorong ke atas adalah jawabannya. terbuka dan konstan. Komunikasi harus ditujukan untuk individual. beberapa ritual keluarga yang bisa diandalkan. Tidak seperti kepiting. yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan. Hukum kura-kura adalah ingatlah selalu tujuan anak-anak dalam jangka panjang yang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fungsional 3. memuji daripada mengkritik. memerhatikan dan berbagi. Komunikasi keluarga yang nyata dan berkomitmen. kita harus belajar meninggalkan cangkang keras kita yang berisi kritik dan menumbuhkan gaya memuji yang baru. seorang anak mungkin memerlukan ketegasan. 12. Kesimpulannya mendengarkan merupakan kunci komunikasi. yang diilustrasikan sebagai hukum kepiting. yang diilustrasikan sebagai hukum kura-kura. pola perintah dan jadwal yang berulang dan sejumlah cinta tak bersyarat yang tiada batasnya. Komunikasi positif dalam keluarga mirip dengan pintu gerbang terbuka. Seperti kura-kura. setiap anak sangat unik. tahun 2007 29 . Ketika pintu gerbang ditutup. Tidak masalah bagaimana kehidupan begitu berantakan dan dingin di luar rumah. Hukum kura-kura adalah konsistensi yang mantap tetapi tenang yang bisa membungkus anakanak dalam selimut kedamaian yang hangat. Perasaan diperhatikan. kesenangan dibagikan dan masalah dihadapi. seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap prilaku positif dibandingkan pada tindakan negatif.mereka.

kita harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain. menghargai dan saling menjalin kebersamaan. Hukum ini mengenai mengadopsi aspek terbaik dari dua akhir spektrum. Hukum belalai gajah adalah keseimbangan yang baik antara “cinta yang keras” dan “cinta yang lunak”. Kita 6. harapan yang jelas dan tanggung jawab keluarga. Namun. anak-anak juga memerlukan toleransi. mencapai tujuan yang mulia. ungkapan cinta yang terbuka. Hukum kayu merah adalah saling mendukung dalam keluarga. No. Vol. 02. menghargai kekuatan dan keterkaitannya. merasakan serta menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan dalam hidup anak-anak serta di dalam benak mereka. kita harus mencoba lebih keras untuk mengenali. Anak-anak sangat memerlukan disiplin. Tidak seperti katak. 8. memahami bahwa kita bisa mendapatkan keamanan dan mengidentifikasi asal-usulnya. mulai dari pekerjaan kecil ketika kanak-kanak sampai mendapatkan uang sakunya sendiri ketika remaja. Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab. anak-anak perlu menjalankan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga. Memprioritaskan peran pengasuhan dibanding peranan lainnya. bertahan terhadap banyak cobaan dan terbebas dari akar yang amoral. cinta kita harus memberikan persetujuan dan menyelimuti mereka dengan kepercayaan. anak) tidaklah sama bahwa masingmasing berbeda dan kita harus memahami perbedaan itu. Kurang kesadaran menjadikan masalah berubah lebih besar untuk ditangani dan membiarkan semua jenis peluang tidak diketahui. 7. pembelajaran moral dan identitas keberhasilan. sangat tertarik. Hukum katak adalah hukum kesadaran. 30 Informasi. harus memahami bahwa semua air (situasi. 12. yang diilustrasikan sebagai hukum kayu merah. jadwal. kecemasan mereka dan kepedulian mereka. Keluarga yang tumbuh dan berkembang bersama. memerhatikan dan sensitif terhadap anak-anak. Cinta kita seharusnya memindahkan penghalang di jalan yang anak-anak kita lalui. dan mengajar anak-anak dengan teladan dan berharap mereka menerima tanggung jawab keluarga juga. Tidak seperti pendaki yang lemah. Seperti belalai gajah. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak mengakibatkan hilangnya peluang mereka menikmati masa anak-anak dan mungkin pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan komunikasi yang akan membuat anak-anak tidak bisa menyelesaikan masalah yang akan mungkin mereka hadapi. Rasa aman. mengetahui akar kita. yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan anak. kedekatan emosional yang konsisten.dan bahagia serta ikatan keluarga yang semakin kuat seiring dengan waktu. Disiplin. Seperti kayu merah. Tanggung jawab. tetapi membiarkan mereka menempuh jalan tersebut di bawah kekuatan mereka sendiri. tetapi juga harus mengingatkan mereka secara keras dan jelas tentang adanya bahaya. Kesadaran. Harus menjadi berdarah hangat. yang diilustrasikan sebagai hukum katak. tahun 2007 . yang diilustrasikan sebagai hukum beruang. jauh dari dasar materialisme. yang diilustrasikan sebagai hukum belalai gajah. tetap dalam harmoni yang paralel satu sama lain. 5. saling menguatkan secara fisik. kelembutan dan bantuan tanpa ada tekanan. Kesadaran bisa menjadi aset terbesar orangtua.

yaitu melindungi anak-anak kita dan melihat mereka meraih potensi mereka. No. Bebas untuk mengembangkan pikiran dan bakat mereka serta untuk menggapai potensi mereka. Dengan optimalnya fungsi keluarga maka dipastikan ketahanan keluarga dapat terjalin secara kokoh. menetapkan dan meraih tujuan. Informasi. dari keteledoran dan kesalahan. keluarga rawan masalah sosial ekonomi (kerentanan). Bebas dari praduga dan kemampuan sedang-sedang saja. diharapkan dapat dijadikan sarana penciptaan mekanisme pemecahan masalah sosial dalam masyarakat. tidak ada batas artifisial bagi kebahagiaan atau potensi mereka. Permasalahan tersebut baik langsung maupun tidak langsung banyak disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan peranan. keluarga yang tinggal di lingkungan tidak menguntungkan. diharapkan permasalahan sosial baru dapat dicegah. juga sebagai keamanan dan proteksi. Maka. fungsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarganya. dimana mereka dengan kehidupan mereka. Vol. keluarga yang menjadi korban PHK. 9. termasuk daerah rawan bencana. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh dalam masyarakat. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas dari”. apa yang mampu ia lakukan dan kemana ia mengarah. Kebebasan didefinisikan sebagai kesadaran dan keleluasaan berpikir. yang diilustrasikan sebagai hukum kutu. kebebasan. Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. satu kata ini.harus mengajukan pertanyaan tentang kemana kita bersama anak-anak. Beberapa permasalahan keluarga yang terjadi dalam masyarakat diantaranya. IV. konflik sosial dan keluarga yang mengalami masalah sosial. sosial budaya dan lain-lain. Karena itu tanggung jawab keluarga meliputi tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. Bebas bermimpi. sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirnya. kita tidak menginginkan anak-anak mematuhi dan mengikuti pola yang sama. KETAHANAN SOSIAL KELUARGA Achir (1994) menyatakan. Kebebasan didefinisikan sebagai pemberdayaan dan peluang. Tidak seperti kutu. Kebebasan. keluarga bermasalah sosial psikologis. penuh dan individual dalam diri anak-anak. bahwa suatu keluarga dikatakan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi bila keluarga itu dapat berperan optimal dalam mewujudkan seluruh potensi anggota-anggotanya. Kita sebagai orangtua tidak ada yang tahu potensi unik. pendidikan. anak-anak seharusnya tidak menerima pembatasan. b. 02. keluarga miskin. Bebas dari kekerasan atau kecelakaan. Sebaliknya melalui kondisi ketahanan yang kokoh dalam keluarga. Pertimbangkan dua perspektif ini yang berkaitan dengan kebebasan: a. 12. Bebas dari hal yang merusak. ekonomi. tahun 2007 31 . Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas bertindak”. mungkin melampaui dua keinginan dan insting pengasuhan kita yang paling mendasar. keluarga tidak harmonis. apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka butuhkan. kita perlu memberikan anakanak kesadaran atas pilihan dan peluang serta luasnya perspektif impian yang baik.

Menurut Hambali (2005) konsep ketahanan sosial keluarga dapat diadopsi dari konsep dasar tersebut. maupun pola hubungan sosial yang terjalin untuk mengimbangi proses perubahan yang sedang terjadi. perumahan. satuan kecil ini menjadi semakin berdikari. Mobilitas sosial dan ekonomi di masyarakat industrial jelas akan menjadikan peranan masing-masing individu dalam keluarga hendaknya memainkan posisinya yang lebih baik di dalam setiap berinteraksi dengan masyarakatnya. Akan tetapi kemungkinan keluarga pecah atau retak juga lebih besar karena yang mengikatnya hanya suami istri itu saja. tahun 2007 . 02. Kondisi ketahanan keluarga yang ingin dicapai adalah kondisi kesejahteraan dan keamanan. termasuk merespon terhadap konflik sosial yang terjadi di sekitarnya. Ketahanan sosial keluarga juga berarti kemampuan individu-individu sebagai anggota keluarga dalam mengembangkan hubungan sosial sehingga dapat mempertahankan konsistensinya dalam kehidupan keluarga. lingkungan adat. Kriteria lain yang dapat dijadikan dasar bahwa suatu keluarga dapat berfungsi sosial dalam kehidupan apabila memiliki aspekaspek yang terdiri dari: 1) Pemenuhan kebutuhan dasar.Goode (2000) menyatakan bahwa dalam era perubahan global seperti sekarang ini struktur keluarga dalam masyarakat juga mengalami perubahan menjadi bentuk konjugal. baik dalam arti sempit seperti peluang memperoleh pekerjaan atau posisi tertentu. baik dalam hal mencegah ataupun membantu mengatasi konflik tersebut. Kemudian berpartisipasi 32 Informasi. baik dari pihak suami maupun istri. tempat tinggal juga secara tersendiri. dan 3) Relasi sosial dan jaringan. 12. ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992. mau tidak mau akan berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. Yaitu keluarga menjadi semakin mandiri melakukan peranannya lebih terlepas dari hubungan kerabat-kerabat luas. Ketahanan sosial keluarga dengan demikian dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga untuk bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. tidak bersatu dengan kerabat luas. Keluarga juga mau berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di komunitasnya. atau kalaupun ada mereka terlindung di komunitasnya dan tetap bisa memperoleh dan menjangkau pelayanan sosial dasar. sedangkan dalam keluarga tradisional masih ada anggota keluarga luas yang mengikat keluarga kecil. ketahanan sosial keluarga dapat diamati dalam hal tidak ada keluarga yang masuk kelompok rentan. penghasilan dan ketrampilan. No. kelompok. bermasyarakat dan bernegara. Secara ekonomi. Dalam proses industrialisasi yang sedang terjadi di masyarakat. keluarga konjugal itu berdiri sendiri. budaya dan politik yang terjadi. Ini berarti juga bahwa hubungan emosional di antara suami istri menjadi lebih sentral dalam kehidupan keluarga yang memang menyebabkan hubungan mereka menjadi akrab. organisasi lokal maupun pihak lain. 2) Peluang usaha dan pendapatan. Sedangkan secara psikologis. Vol. pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan indikator ketahanan sosial masyarakat. Ketiga kriteria tersebut memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pekerjaan. lingkungan kerabat. memiliki hubungan sosial dan jaringan dengan keluarga. ekonomi.

tahun 2007 33 . Antisipasi ini dilakukan melalui penguatan peran masing-masing atas dasar kesadaran dan tanggung jawab untuk membentuk keluarga harmonis dan serasi. 2. Menurut Goode (2000) upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga dengan pendekatan struktural fungsional. ketangguhan. Vol. Namun ditemukan beberapa pandangan tentang ketahanan sosial yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami ketahanan sosial keluarga. Resiko pasti terjadi sebagai akibat mengadopsi atau menolak perubahan. No. 2005). Kemampuan keluarga untuk memprediksi perubahan. Daya tahan berarti kemampuan keluarga untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang mungkin dapat mengganggu keserasian dan keharmonisan keluarga. norma. Perspektif daya tahan dimaknai dari nilai. maksudnya sistem ketetanggaan. 12. Kemampuan memprediksi dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat ke depan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial adalah yang mampu berintegrasi dengan baik serta berfungsi optimal. Kemampuan keluarga untuk mengatasi resiko yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan itu. Hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas. atau dengan kata lain memiliki kepekaan sosial yang tinggi. kemampuan bertahan dan plastisitas para anggotanya (Nainggolan. 3. menolong atau peduli jika ada anggota komunitasnya mengalami keterlantaran.dalam memelihara sumber daya alam. Berdasarkan pandangan yang muncul. Informasi. Setiap keluarga haruslah melakukan kalkulasi terhadap resiko ini dan kemudian menyusun tindakan apa saja yang memungkinkan resiko yang dihadapi tidak mengganggu keseimbangan dan keselarasan di lingkungan keluarga. sehingga mampu menumbuhkembangkan aspek-aspek: kekuatan ego. Kemampuan keluarga untuk melakukan antisipasi terhadap perubahan yang dinilai akan merusak kemapanannya. 4. yang perlu dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana agar terjadi keserasian dalam hal : 1. kaidah-kaidah yang memberikan perlindungan bagi anggotanya untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terjadi. sumber sosial secara arif berdasarkan kebiasaan yang ada. Upaya mengatasi resiko haruslah berawal dari kehendak dan motivasi anggota untuk melakukan perubahan tanpa meng-ganggu fungsifungsi sosial dan peranan sosial yang seharusnya ditampilkan. Keluarga mempunyai fungsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anggotanya. sehingga memiliki kualitaskualitas pribadi yang membuatnya berketahanan (resilient) dalam menjalani kehidupannya. Beberapa kajian yang dikembangkan Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat lebih memfokuskan pada peranan pranata sosial dalam ketahanan sosial masyarakat. ketika keluarga tidak mampu membendung pengaruh perubahan di lingkungan keluarga. Kemampuan ini dapat digunakan oleh keluarga untuk menyikapi sedini mungkin tentang apa yang bakal terjadi dan bagaimana mengatasinya. maka ketahanan sosial keluarga dapat diformulasikan sebagai berikut : 1. 02. Tindakan antisipasi adalah upaya satu-satunya yang dapat dilakukan. Kemampuan daya tahan terhadap arus perubahan.

atau antara keluarga dengan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut yang pada gilirannya menghasilkan keluarga yang tangguh dalam menghadapi goncangan. atau mampu melaksanakan fungsinya. No. ekonomi dan politik yang terjadi. Hubungan antara keluarga dengan subsistemnya bisa berarti hubungan antara anggota keluarga. 2. artinya keberadaan institusi tersebut akan mendukung terciptanya ketahanan sosial keluarga. Vol. Pada gilirannya akan menghasilkan keluarga dan masyarakat yang hidup berkesejahteraan. 34 Informasi. maka internalisasi nilai tentang kejujuran. institusi hukum. lapisan institusional (keluarga) dan pada lapisan masyarakat. yang terdiri dari berbagai bagian atau sub sistem yang saling berhubungan. Harry. adalah keluarga yang mampu bertahan ditingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. 02. dapat dikatakan bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat. Jadi. Suatu analisis fungsional terhadap keluarga menekankan pada hubungan antara keluarga dan masyarakat Untuk membentuk suatu keluarga yang berketahanan sosial. politik/pemerintahan. Sistem dalam pendekatan ini berada pada lapisan individual (perkembangan kepribadian). tahan goncangan yang pada akhirnya menghasilkan keluarga yang berketahanan tinggi. maupun berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat untuk mencegah dan mengatasi konflik yang terjadi. tahun 2007 . Participatory Research Appraisal (PRA) dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat . Sebuah keluarga yang berketahanan sosial. hubungan-hubungan internal di antara sub sistem-sub sistem yang ada dalam keluarga dan atau hubungan di antara keluarga serta kepribadian dari para anggota keluarga sebagai pribadi. ulet. kerukunan. Dalam kaitan menciptakan ketahanan sosial keluarga yang sejalan dengan pembangunan sosial. PENUTUP 3. Bila tercipta keharmonisan maka dihasilkan kondisi ketahanan sosial keluarga yang tinggi. keuletan dan lain-lain merupakan hal yang dianjurkan untuk dimiliki tiap keluarga. masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis. 12. V. Kusnaka dan Hikmat. agama dan lain-lain. membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Dalam kerangka pikir fungsionalstruktural. serta mau memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam dan sumber sosial yang ada di masyarakat. Hubungan antara keluarga dengan kepribadian anggotanya berkaitan dengan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama individu dalam kelompok primernya sehingga menghasilkan individu-individu dengan pribadi yang tangguh. bebas dari situasi rentan. keluarga yang memiliki ketahanan sosial tinggi akan melahirkan masyarakat yang berketahanan sosial tinggi pula. Dari pendekatan tersebut. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Adimihardja. luas. dalam menghadapi berbagai masalah diperlukan kemampuan tertentu pada anggota keluarga baik internal maupun eksternal serta banyak hal yang mempengaruhinya.institusi ekonomi. Humaniora Utama Press. 2001.

Psi. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. sembilan hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga kita . Budi dan Koentjoro. Jamilla. No. 2005. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Singgih D dan Gunarsa. Departemen Sosial RI. PT Gramedia Pustaka Utama. Ny. Tinjauan Konseptual Ketahanan Sosial Keluarga. Ihromi. Jakarta. 2004. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. 1999. Jakarta. Jakarta.2004. Peran Ayah menuju Coparenting. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat. Vol. Departemen Sosial RI. tahun 2007 35 . 2002.Singgih D. M. WJ. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. Menuju Indikator Kesejahteraan Keluarga. Jakarta. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Tangkal bahaya HIV/ AIDS dengan penguatan kualitas ketahanan keluarga. Gunarsa. Magister Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Jakarta. SH. 2003. 12. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga . Petunjuk menjadi Keluarga Bahagia. Jakarta. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Remaja dan Keluarga. Media Ketahanan Sosial Masyarakat Edisi ke-4 Tahun 2004. Psikologi Keluarga. Bumi Aksara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Yayasan Obor Indonesia. Departemen Sosial RI. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat Departemen Sosial RI. CV Citra Media. Psikologi Praktis: Anak. TO. Goode. Suatu Tinjauan Konseptual. Ainul Izza. Surabaya. Eyre. 02. Pola Pemberdayaan Peran Keluarga. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. BPK Gunung Mulia. 2006. Jakarta. Ketahanan Sosial Keluarga. Linda & Richard. 2003. Jakarta.Andayani.Y. 2004. tinjauan berbagai pendekatan konseptual dan operasional. 2005. Departemen Sosial RI. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Informasi. Jakarta. Irmayani S. Sosiologi Keluarga.

sale and trafficking of drugs as an act of victimization. Data dari MABES POLRI (2004) tentang korban penyalahgunaan NAPZA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Penyalahgunaan NAPZA merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan berbagai segi kehidupan. 12. tahun 2003 sebanyak 7.2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia menyalahgunakan NAPZA. I. Some children become a courier because their parents sell drugs for themselves. serta berakibat negatif terhadap pelaku. However. 02.833 orang. victimization.PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Pengalaman Bekerja Bersama Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur Hari Harjanto Setiawan Abstract. tahun 2002 sebanyak 3. Vol. Kemudian hasil Rapid Assesment yang dilakukan Irwanto dari Unika Atmajaya bekerja sama dengan ILO (2003). tahun 2000 sebanyak 3. dan lebih menyedihkan lagi adalah 20 persen dari mereka yang terlibat penyalahgunaan NAPZA adalah usia anakanak. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkotika. 2003 . Most children are in the situation because of adult pressure and/or wider social factors. the communities do not see the issue as significant. Peer pressure and pressure from adults in the community is very important. tahun 2001 sebanyak 3.23/2003. At same time.2 persen atau kurang lebih 3. Indonesia’s main policy in dealing with drug problems has been try to reduce abuse and dealing in drugs through enforcement of a number of law. Key words : child drugs trafficking (CDT).140 orang. No.401 orang. UNDCP.751 orang. Hal ini terjadi karena penyalahguna NAPZA termasuk hidden population. dengan responden 92 anak yang terlibat di dalam perdagangan dan peredaran NAPZA. sebanyak 55 persen berusia 18-19 tahun dan 95 persen dari mereka terlibat penjualan NAPZA sejak umur kurang dari 18 tahun. lingkungan sosial maupun masyarakat sekitarnya. The main problem of the current law is the children are not well protected and it does not distinguish between a child and an adult. 36 Informasi.617 orang. korban. tahun 2007 . dan sebagian besar korban penyalahgunaan NAPZA berumur 15 sampai 25 tahun (Depsos. Data tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya. keluarga. sebanyak 45 persen mereka berusia 14-17 tahun. defines children’s involvement in the production. bahkan mengancam stabilitas negara. kualitas maupun tingkat persebarannya. social work service. 2000) memperkirakan sekitar 1.478 orang. the newly child protection Act No. obat-obat psikotropika dan zat adiktif NAPZA menunjukan gejala peningkatan kuantitas. Tahun 1999 sebanyak 1. dan tahun 2004 sebanyak 8.

Dalam arti. tetapi lebih jauh dari itu mereka juga terlibat dalam produksi. anak-anak dianggap sebagai tenaga kerja murah dan memiliki pemahaman pengetahuan yang terbatas terhadap perdagangan narkoba ilegal serta relatif “lebih aman” . tahun 2007 37 . anak biasanya lebih bebas bergerak tanpa dicurigai dan penegak hukum biasanya sering bertindak lemah terhadap anak. Menurut ILO IPEC. Indonesia” yang dilakukan oleh ILO IPEC ( 2004). Selain itu maupun dalam proses operasionalnya tersebut yang bersifat ilegal. 22% dari mereka adalah anak jalanan perempuan dan 18 persen dari mereka sudah lepas dari keluarga (homeless). Keterlibatan tersebut sangat membahayakan. Penanganan terhadap permasalahan NAPZA ini banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM. 75 persen dari mereka berusia 5-18 tahun dan 25 persen berusia 19-21 tahun. No. Anakanak yang dilibatkan dalam penjualan dan peredaran NAPZA dapat disebabkan antara lain “keterpaksaan” guna mendapatkan uang secara mudah dan banyak. karena satu orang trafficker rata-rata menjual kepada 20 sampai 30 orang pengguna. dan anak yang menjual sekaligus menggunakan NAPZA. penjualan dan peredaran (drugs trafficking). Menurut data hasil temuan dari “ Drug Prevention Program for Street Children Community in East Jakarta. II. sikap dan kepribadian tertentu dalam penanganan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA.Perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak telah banyak di berbagai negara. karena yang sangat sensitif secara politis. anak yang beresiko terlibat. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. maka dengan sendirinya 20 sampai 30 orang pengguna terselesaikan dengan sendirinya. PERMASALAHAN SOSIAL ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Masalah yang berkaitan dengan NAPZA pada anak bukan hanya sebatas pada pengguna saja. anak penjual. sebanyak 56 persen Informasi. tidak adanya jaminan keamanan serta kesulitan menemukan jalan untuk mengatasi permasalahannya. tetapi juga telah mengarahkan anak-anak pada resiko-resiko yang sangat mengganggu pertumbuhan kejiwaannya. dan 51 persen anak-anak ini masih sekolah. karena disamping perdagangan narkoba sendiri merupakan perbuatan ilegal dan melanggar hukum. Penanganan ter-hadap kasus ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran di masa yang akan datang. Maka dari itu. Penanganan ini penuh dengan tantangan dan pendekatan secara khusus oleh seorang pekerja sosial. Anak-anak yang terlibat dalam penjualan dan perdagangan NAPZA relatif sulit diidentifikasi. anak pengguna narkoba. ada empat kelompok anak yang berhasil diidentifikasi yaitu. Vol. misalnya Pakistan dan Thailand. Berdasarkan pekerjaan. bujukan dan desakan bandar. telah menjangkau 225 anak jalanan (85% berjenis kelamin laki-laki). Pekerja sosial mempunyai peran. permasalahan penyalahgunaan NAPZA tidak pernah selesai. Tetapi sampai saat ini masih dipusatkan pada pengguna ( user ) dan belum menangani pengedar ( traficker ). Pendekatan tersebut memerlukan tindakan hati-hati dan berbasis proses. dan perlu tindakan segera dalam menanganinya. Disisi lain. apabila kita dapat mengeluarkan satu orang anak trafficker. Penanganan permasalahan pada trafficker dinilai sangat efektif. sosial dan hukum. Hal ini berarti. karena bisnis ini sangat menjanjikan secara ekonomi. 02. 12.

Kalau pendapatanya sedikit bagaimana nih cara agar supaya banyak ya maksamaksain deh ama sopir atau kernet mobil. Upliner akan memberikan komisi dari aktifitas tersebut kepada downliner baik dalam bentuk uang maupun NAPZA. pendapatannya ya kadang banyak-kadang sedikit tergantung yang ngasih. 1 anak sebagai pemroduksi saja. (junior) seperti yang digunakan dalam MLM ( multi level marketing ). kalau mereka mengantarkan NAPZA. 17 persen adalah jualan koran dan 10% adalah jualan rokoh. tahun 2007 38 . penjual dan pemakai. Pengedar merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. adalah mereka yang dilibatkan dalam pencampuran obat maupun pengepakan/pembungkusan. Sistem ini beroperasi dengan cara upliner mencari downliner untuk menjual NAPZA. 115 anak sebagai pemakai saja dan 100 anak yang rawan untuk terlibat dalam pemakaian produksi dan penjualan). dan minuman biasa lah seperti bir. tinggal di Pedongkelan. 13 anak sebagai pemroduksi. dan disamping itu saya juga pernah mencari sampingan dikarenakan kebutuhan keluarga saya dan juga kebutuhan pribadi saya untuk obat dan minuman. “Saya biasa di panggil oleh teman-teman DS. saya bekerja sehari-hari sebagai Timer di depan ITC Cempaka putih. ketidakmampuan orang tuanya menyebabkan anak tersebut terpaksa bekerja. saat nongkrong itulah dari pada bete mendingan mabuk biar banyak teman dan ngulangin pusing sekalian saat kerja juga enak biar semangat dan berani” Anak sebagai penjual adalah mereka dijadikan kurir oleh para bandar. depan rumah teman. maka saya menghindar dan sekarang pakai yang biasa saja seperti Lesotan. No. Untuk mendapatkan penghasilan secara cepat dan adanya tawaran yang menggiurkan maka anak tersebut mencari jalan pintas dengan terlibat perdagangan gelap NAPZA. umur saya 18 tahun jalan. dulu saya masih pakai Putaw (Suntik) karena melihat teman-teman banyak yang mati karena overdosis. kue dan permen. Saya sampai saat ini “pemakai” tapi tidak seberat yang dulu sekarang agak sadar. Informasi. maka untuk memenuhi kebutuhan pakai ganja dan minuman saya itulah saya terpaksa menjual. dan lain-lain. 25 anak sebagai penjual dan pemakai. Berikut kutipan satu kasus yang dapat menggambarkan kehidupan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA. 12. padahal usia anak adalah tugasnya belajar. 13 anak sebagai penjual dan pemroduksi. Sehubungan dengan anak yang terlibat peredaran NAPZA sebanyak 2 anak sebagai penjual saja. Dalam bisnis ini dikenal dengan istilah upliner (senior) dan downliner Faktor-faktor yang menyebabkan anak dilibatkan dalam perdagangan NAPZA antara lain : a. Seseorang akan mendapatkan keuntungan besar bila mampu menjual NAPZA dengan jumlah banyak dan posisinya dalam kelompok akan meningkat. Terkadang tanpa sepengetahuan anak. ganja. Sedangkan anak yang bekerja sebagai pemroduksi. tempat nongkrong barang-barang tersebut tersedia dan saya pun banyak tidak bekerjanya sehingga banyak nongkrong.adalah pengamen. Ketagihan saya kepada barang tersebut ya bayangin aja di rumah. Ekonomi . 02. Vol. Pendapatan saya kurang maka akhirnya saya menjual obat-obatan berupa ganja yang ditelah diracik sendiri setelah dibeli perpaket maka dijual perlinting dan itupun dicampur dengan rokok samsu dan akan menjadi beberapa lintingan.

efek farmakologis NAPZA. kondisi seperti ini adanya orang dewasa yang mempergunakan seorang anak sebagai alat untuk melakukan kejahatan yaitu mengedarkan NAPZA. Disinilah terjadi peredaran antar teman sepermainan atau teman sekelompok. Anak adalah pekerja murah. Lingkungan keluarga. 12. mudah bosan. d. No. Lingkungan pertemanan. i. Dipaksa oleh orang dewasa.b. mudah memberontak. tahun 2007 39 . antara lain adanya sifat mudah kecewa. bahwa anak adalah posisi lemah untuk dipaksa mengedarkan oleh orang dewasa baik oleh preman dan bahkan oleh orang tuanya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus kedalam penyalahgunaan NAPZA yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama dan norma moral dalam masyarakat. disitulah terjadi suatu fase ingin mencari jati diri dan keinginan untuk diakui dalam kelompok pergaulannya. Tingkat pendidikan rendah. maka untuk mendapatkan NAPZA harus menjualkan terlebih dahulu agar mendapatkan komisi berupa NAPZA yang dinginkan. tidak sabar. untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar para pengedar lebih memilih melibatkan anak-anak dibanding harus membayar mahal pada orang dewasa. jenuh dan lain-lain. Dalam hal ini anak adalah sebagai korban (victim). Awalnya anak diberikan NAPZA dalam bentuk permen atau makanan berulang kali sampai anak tersebut merasa ketagihan. keluarga yang retak dan kurang harmonis dapat menyebabkan individu terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA sebagai mekanisme kompensasi g. Dari pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang. h. f. Vol. menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Ditipu. Informasi. yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi para pemakainya (adiktif) sehinga para pengedar memanfaatkan sifat NAPZA ini. karena dengan tingkat pendidikan yang rendah maka seorang anak cenderung mudah untuk dimanfaatkan karena ketidaktahuan terhadap bahaya tersendiri. c. 02. bahwa sifat keingintahuan seseorang terbilang besar ketika memasuki masa remaja. walaupun orang yang pendidikannya tinggi juga tidak terlepas dari bahaya NAPZA. Ketika seseorang tidak mengikuti “aturan main” dalam suatu kelompok maka seseorang tidak akan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. hukuman hanya bisa dilakukan pada orang dewasa. Sehingga orangorang seperti inilah yang mudah terjerumus dalam peredaran NAPZA. Setelah ketagihan anak dipaksa membeli dan apabila anak tersebut tidak mampu membeli. karena kalau tidak mau taruhannya adalah nyawa. e. Sehingga apabila ditangkap anak tidak bisa dihukum seperti orang dewasa. Ciri-ciri kepribadian tertentu juga dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap NAPZA. Cacat Hukum. Tingkat agama dan moral rendah .

dan dunia usaha. serta menyangkut kebijakan keimigrasian. Vol. terutama pada rendahnya tingkat ekonomi keluarga maka menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Penjangkauan dan Pendampingan terhadap CDT dilakukan oleh pekerja sosial di lokasi. tahun 2007 . kepolisian. perdagangan dan peredaran narkoba menjadi prioritas dari jenis pekerjaan terburuk untuk anak yang dihapuskan dalam waktu 5 tahun. Bahkan dalam masyarakat seperti ini tidak jarang orang tuanya sendiri yang menyuruh untuk menjual barang haram ini. merupakan strategi yang efektif dalam rangka pelayanan sosial terhadap anak. yang Menyikapi permasalahan tersebut. dan ketentuan tentang batasan usia minimum bekerja adalah 15 tahun. Berbagai landasan hukum tersebut merupakan landasan moral dan operasional bagi pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan perdagangan NAPZA anak. Selanjutnya dibentuk Komite Aksi Nasional (KAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI 40 Informasi. No. Untuk itu. antara lain keluarga. diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak. Karena ketidakmampuan untuk mencapai keinginan. karena menyangkut kehidupan anak maupun juga lingkungan dan masyarakat. RAN tersebut ditetapkan bahwa pelibatan anak dalam produksi.20/1999 tentang Batasan Usia Minimum Anak Diperbolehkan Bekerja. merativikasi Konvensi ILO 138 melalui undang-undang No. keimigrasian. Strategi pelayanan sosial yang dilakukan yaitu : a. Untuk menangani hal tersebut diperlukan strategi yang tepat dan multidimensi. Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mensahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 12. Apabila hal ini dibiarkan lama maka terbentuklah kondisi masyarakat yang permisif (menganggap biasa dan tidak merasa berdosa terhadap peredaran NAPZA) menyebabkan tidak adanya kontrol dari masyarakat. Nomor 12 tahun 2001 dan komite ini telah menghasilkan Rencana Aksi nasional (RAN) tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Strategi tersebut akan dijalankan melalui program-program yang bersifat teknis dalam upaya mengeluarkan anak dari permasalahan maupun sifatnya mencegah. 02. instansi kesehatan. III. Kemiskinan. ratifikasi Konvensi ILO 192 melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 2001 tentang Pelarangan dan Tindakan Segera Terhadap Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. Ketika sudah tidak ada yang dijual lagi maka satu-satunya untuk mendapatkan NAPZA dengan cara mengedarkan untuk memperoleh komisi. j. masyarakat. STRATEGI PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Permasalahan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA sangat kompleks. maka frustasi tersebut dilampiaskan dalam bentuk penyalahgunaan dan peredaran NAPZA.pelarian dari masalah yang dihadapi dalam keluarga. Untuk mendapatkan NAPZA terkadang sampai mencuri barang-barang milik orang tuanya sendiri dan bahkan ada yang menjual diri. Kondisi sosial Masyarakat.

dan telah mengikuti pelatihan untuk melakukan pendampingan bersama pekerja sosial. No. menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya. karena anak lebih terbuka dengan sikap pekerja sosial yang memposisikan diri seperti kawan atau kakak. PE dipilih dari mereka yang berpengaruh. Dalam pertemuan itu membahas permasalahanpermasalahan. Rumah Perlindungan Sementara Rumah Perlindungan Sementara adalah rumah yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi anak untuk melakukan tukar pengalaman. isu-isu terbaru maupun harapan anak dampingan. sehingga memudahkan untuk kehidupan mereka. 02. konsultasi. pekerja sosial mengarahkan dan memotivikasi anak-anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Setelah pelatihan. dengan tujuan untuk menghindari kecurigaan anak. sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin setiap minggu untuk tukar pengalaman dan studi kasus di wilayah dampingan masing-masing. 12. tahun 2007 41 . teman atau orang tua dan. c. setiap minggu masingmasing PE melakukan pertemuan dengan temannya di jalanan bersama dengan pekerja sosial di lapangan atau wilayah dampingan. pekerja sosial melakukan asesmen terhadap anak jalanan yang teridentifikasi sebagai drugs trafficker . Dalam kegiatan ini. mendapatkan informasi tentang NAPZA. Pemilihan berdasarkan pada pengaruh seseorang terhadap kelompoknya.dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. Program PE dilakukan melalui pemilihan setelah pekerja sosial menjangkau mereka lewat tournamen sepak bola. Vol. Peer Educator (PE) PE adalah anak jalanan/mantan Child Drugs Trafficker (CDT) yang mempunyai pengaruh terhadap-temantemannya. b. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka untuk menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan anak yang terlibat peredaran NAPZA. Dalam proses tersebut. Di rumah ini dibangun pola hubungan. Melalui pertandingan sepak bola pekerja sosial mendapat kepercayaan. Program yang dijalankan untuk menjangkau mereka. Selain itu. dimana pekerja sosial mereka anggap sebagai kakak. Dalam melakukan pendampingan pekerja sosial membaur dengan anak di kantong-kantong aktivitas anak jalanan. Pendampingan yang dilakukan ditujukan untuk mengubah pola pikir anak jalanan tentang NAPZA. Setelah dipilih kemudian pekerja sosial melatih mereka tentang peran dan fungsi serta pengetahuannya tentang penggunaan dan peredaran NAPZA. Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat resosialisasi nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini tidak mereka dapatkan di tempat lain. antara lain melalui pertandingan sepak bola antar anak jalanan sebagai olah raga yang menjadi hobi mereka. Strategi ini lebih efektif. diciptakan aturanaturan yang disepakati di antara Informasi. juga sebagai tempat untuk melakukan asemen mendalam kepada anak dampingan.

tahun 2007 . Sistem Rujukan (pembentukan jaringan penanganan anak dengan pihak lain) Ada dua kegiatan pokok dalam rujukan ini yaitu pertama . 12. proses mereferal anak kepada lembaga yang berkaitan dengan permasalahan masing-masing anak. berkaitan dengan kesehatan. bahwa salah satu faktor penyebab anak jalanan terlibat drugs trafficker adalah frustasi terhadap masa depan mereka yang terkait dengan masalah ekonomi. Bogasari. melalui kegiatan seminar gabungan antar kelompok-kelompok anak setiap 3 bulan sekali. pembentukan jaringan lembaga yang menangani NAPZA. Hal ini didasarkan pada pemikrian. 02. Setelah pelatihan kerja anak-anak dihdapkan pada permasalahan pekerjaan. Untuk itu. Penyuluhan Penyuluhan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan tentang bahaya anak yang terlibat dalam drugs trafficker . Jaringan kerja tersebut antara lain dengan Rumah Sakit Duren Sawit. Wisma Adiksi dan Puskesmas Cipinang. musik. sehingga ada koordinasi secara periodik untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan penanganan masalah CDT . Selain itu. f. Selain itu. perlu kegiatan yang berorientasi yaitu peningkatan penghasilan. dan Bina Muda Citra Gemilang. Vol. bengkel motor. RS Persahabatan. h. kelompok sebaya dan pemangku kepentingan) Kapasitas yang dimaksud adalah kegiatan maupun training yang dapat meningkatkan kinerja pelaksana 42 Informasi. untuk mengisi waktu luang (mencegah anak terlibat CDT) dan membangun karir untuk masa depan anak-anak yang sudah terlibat CDT. Jenis-jenis pelatihan keterampilan kerja yang dapat dijalankan. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin (diskusi kelompok. antara lain kursus komputer. dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan anak. kegiatan rekreasi edukatif satu kali kegiatan untuk setiap anak dan penyuluhan tentang NAPZA. maka dirujuk ke rumah sakit. Program ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan mengerti terhadap isu CDT. anak diberi kebebasan untuk memilih jenis kursus sesuai dengan minat dan bakat dari mereka. Dalam kegiatan ini. d. baik di jalan maupun di rumah singgah. Program yang dijalankan di rumah perlindugan sementara antara lain konseling terhadap anak yang bermasalah dan keterampilan hidup. Peningkatan Penghasilan dan Magang Kerja Program ini diperuntukan bagi anak jalanan dan orang tuanya yang telah mengikuti program pembinaan. membuat kerajinan tangan. permainan peran. Proses penelusuran minat dan bakat ini dilakukan pada waktu penjangkauan dan pendampingan. Misalnya. games dan lain-lain) peer educator dengan kelompok dampingan setiap minggu sekali. menjahit sablon.mereka. Pengembangan Kapasitas (bagi pekerja sosial. kedua. g. Pelatihan Keterampilan Kerja Salah satu kebutuhan anak jalanan untuk lepas dari permasalahan child drugs trafficking adalah keterampilan kerja (vocational skill). No. e. sedangkan di dunia usaha bekerja sama dengan Astra.

Sedangkan kegiatan tidak langsung adalah pertemuan pemangku kepentingan ( stake holder ) yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelembagaan yang berkaitan dengan penyebaran pengaruh. secara operasional dapat dijalankan melalui program pelayanan pekerjaan sosial sebagai berikut: b. tahun 2007 43 . Pelatihan peer educator. Pembentukan “Community Watch” Jaringan ini dibentuk dengan maksud untuk mengawasi dan berbuat sesuatu dalam mencegah peredaran NAPZA. Kegiatan langsung adalah pelatihan untuk pekerja sosial berkaitan dengan penanganan CDT guna meningkatkan ketrampilan pekerja sosial dalam proses pendampingan. dan memperkuat program yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan i. tokoh agama dan orang dewasa yang berpengaruh terhadap anak-anak. Setelah selesai pelatihan. Lima puluh orang anak jalanan teridentifikasi dan dibebaskan dari peredaran NAPZA. Pelatihan pekerja sosial untuk memperkuat kapasitas dalam pelayanan. 350 anak jalanan yang beresiko dalam peredaran narkoba mengikuti vocational skill training. Permasalahan sosial dan psikososial anak jalanan yang teridentifikasi dalam aktivitas outreach. 12. 50 anak jalanan yang terlibat peredaran NAPZA mengikuti vocational training dan magang. education and community support” Tujuan Pengembangan : Diharapkan program ini memberi kontribusi secara efektif mengeliminasi pekerja anak di Indonesia. 2). mereka difasilitasi untuk membuat program penanganan maupun pencegahan terhadap penggunaan anak dalam perdagangan NAPZA. IV. Output : 1).pelayanan langsung maupun tidak langsung. No. Nama program : “Tackling street children in drugs trafficking through skill training. 350 anak jalanan yang beresiko dicegah untuk masuk dalam perdagangan NAPZA dan 750 anak jalanan terjangkau melalui pendidikan alternatif khususnya tentang pencegahan terhadap peredaran NAPZA. 4). 5). 02. khususnya anak yang dipekerjakan dalam perdagangan NAPZA. Terbentuk jaringan masyarakat yang dapat memonitor kasus-kasus perdagangan NAPZA Informasi. Para stakeholder ini dilatih secara khusus. Vol. Tujuan Khusus : a. Anggota jaringan ini adalah para pemangku kepentingan (yaitu : orang yang berpengaruh terhadap anak-anak dampingan) yang terdiri dari tokoh masyarakat. 3). PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Dari strategi di atas.

i. montir motor. narkoba dana kespro. BPPK Kota madya Jaktim menerima pelatihan Teknisi Mekanik Otomotif. mengembangkan bakat Suku dinas Bintal dan Kesos mempunyai program Bimlat keterampilam untuk anak jalanan berupa. No. Sepeda motor. menjahit. Tehnik Audio video. De Mono (unit usaha koperasi DeMono. Rohis/keagamaan. Pembentukan jaringan referral system (yang meliputi organisasi sekolah dan lembaga kursus maupun pemerintah) yang peduli terhadap CDT. program lanjutan. LPKK g. Design grafis SMU Yaspri mempunyai program membimbing anak-anak dengan cara: kursus (paket). Instalasi listrik. 12. 3 sertifikat (De-Mono. Komputer. diadakan lokakarya yang bertujuan untuk melibatkan banyak pihak. montir dan las) PKBM Paksi Safa Kawijayan mempunyai Kegiatan pendidikan non formal baik kegiatan untuk anak maupun orang tua: Kegiatan keaksaraan fungsional/buta huruf. PAPPRI. Kelompok II : Upaya program pemagangan a. Pembentukan jaringan Community watch sebagai lembaga independen di masyarakat untuk mengontrol dan mencegah peredaran NAPZA. Dalam lokakarya tersebut dibentuk kelompok program/kegiatan yang merumuskan apa yang akan dilakukan sesuai dengan kompetensi masing-masing. BNP dapat membantu ‘Tools’ PAPPRI. Elektro plating. Rujukan layanan kesehatan reproduksi dan konseling. Kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). menyanyi dan mencipta lagu APKLINDO (Asosiasi klining service Indonesia) Ibu Naya Johan kegiatannya adalah pelatihan: cleaning service skill dan leadership. 44 Informasi.Output : 1). Kegiatan melatih anak-anak yang berminat dalam bermain musik. Kegiatan keterampilan Asosiasi ikatan penata mempunyai program. mental. Depkes. j. b. 02. Mesin perkakas.B dan C. d. Vol. outbond INKOWAPI (induk koperasi wanita pengusaha Indonesia) mempunyai program kursus catering. test HIV/AIDS. Pelatihan informasi kesehatan HIV/AIDS. busana 2). elektro. mempunyai program dampingan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Depnaker) e. PSBR Bambu Apus mempunyai program bimbingan fisik. Las. Kegiatan paket A. h. bimlat las. tahun 2007 . karena keterlibatan mereka sangat diperlukan. Setelah prorgam berakhir. YPI. sosial dan keterampilan (salon. Kegiatan yang bersifat mencari dukungan adalah lokakarya yang mengundang berbagai pihak yang peduli dalam menangani masalah CDT. Handphone. Kelompok I : Upaya pendidikan lanjut a. f. Berikut adalah hasil lokakarya yang diadakan sebagai gambaran kepedulian masyarakat. berupa : 1) 2) 3) kualitas sesuai yang diharapkan dengan evaluasi Pendampingan yang kuat : lebih kurang 3 bulan Perencanaan program yang baik c. b.

Komitmen anak Registrasi terhadap anak Telah mengikuti kursus atau training. Kegiatan mapping/assessment. Melakukan training psikososial sebelum menjadi profesi wirausaha. main musik. Membantu meningkatkan kemampuan anak yang terlibat peredaran NAPZA supaya mampu hidup mandiri di masyarakat. Kebutuhan dan peluang 1) Informasi. 2) Jumlah peluangnya sebanyak 20 orang yang terbagi kedalam 1 kelompok (pilot proyek) Seleksi dari 20 orang untuk dijadikan pendamping buat anakanak jalanan. tahun 2007 45 . Keterampilan Autocad Keterampilan Mesin Hambatan kualifikasi (ijazah) Hambatan kualitas (Pelatihan?) Dukungan yang dibutuhkan : Pendampingan dan modal usaha (pemerintah?). kegiatan yang mendukung : 1) Pembentukkan forum bisnis remaja (FBR) dimana perangkatan selama 6 bulan. Untuk bisa keluar dari sistem itu. Peran pekerja sosial sebagai pendamping CDT sebagai berikut : 1. 1) 2) 3) c. PT Ciptaning 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. Menyelenggarakan konveksi (sebagai proses wirausaha). Vol. dan sebagainya Outsource . Mempertinggi peran kelompok anak untuk bisa keluar dari permasalahannya. Kunci berhasilnya pelayanan terletak pada kemampuan Pekerja Sosial dalam menganalisis dan menetapkan prioritas kebutuhan serta mencapai beberapa keseimbangan dalam melakukan tugas secara berkesinam-bungan. Syarat – syaratnya : b. tidak ada kualifikasi yang jelas dan tempat terbatas. No.4) Dari 38 anak akan dicoba diakomodasi sebagai . nyanyi. Dalam bidang Kewirausahaan dibutuhkan Skill. 02. karena mereka mengalami ikatan sistem perdagangan. 12. Setelah mengikuti pelatihan 2) 3) Tujuan akhir dari program pendampingan terhadap anak yang dilibatkan dalam peredaran NAPZA atau yang disebut C hild Drugs Trafficker (CDT) adalah membantu mereka agar mampu membuat keputusan sendiri. PERAN SEORANG SOSIAL DALAM MENDAMPINGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Kelompok III : Upaya program kewirausahaan a. Dukungan LSM/Pemerintah 1) 2) V. Sebagai Fasilitator a. LSM : Donor dan capacity building Pemerintah : capacity building 3) c. maka dilawan 4) b. cipta lagu.

4. 5. c. Membantu merencanakan dan menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas anak. tahun 2007 . c. b.dengan memperkuat sistem (kelompok) yang sama-sama ingin terbebas dari trafficker. dan selanjutnya dijadikan leason learn untuk melangkah dalam kehidupan selanjutnya. d. 12. Memperkirakan kebutuhan pelatihan bagi anak. Vol. b. Terlibat dalam integrasi sosial untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang tersebut. 2. c. Membantu peer educator dalam mengadakan perencanaan di antara mereka. Membantu menyusun kegiatan peer educator/mantan CDT untuk mencapai tujuan yang diharapkan. d. Membantu peer educator dalam melatih teman-teman (CDT) lainnya Membantu dalam pengembangan peer educator dan CDT dalam hal keterampilan dan sikap untuk hidup bermasyarakat dan berorganisasi. Sebagai Perencana a. 02. b. Sebagai Advokat/Pembela a. No. Untuk itu pekerja sosial 46 Informasi. c. yang meliputi strategi dan kegiatan aksi alternatif yang tepat. c. Mempermudah konsep-konsep dan keterampilan penelitian yang tepat agar masyarakat memiliki daya tarik terhadap konsepkonsep dan keterampilan penelitian tersebut. 3. Mendampingi anak yang terlibat perdagangan gelap NAPZA yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan resiko yang cukup tinggi. dan merancang program pelatihan yang cocok bagi mereka. Membantu anak untuk memahami dan melakukan refleksi atas isu tersebut. Sebagai Pelatih a. Menyelenggarakan analisis sosial yang berkaitan dengan isu anak yang terlibat peredaran NAPZA dan membangun opini masyarakat yang positif karena selama ini masyarakat berpandangan negatif terhadap anak yang terlibat peredaran NAPZA Terlibat dalam penelitian partisipatory di mana peer educator / mantan CDT belajar keterampilan untuk terlibat dalam pengumpulan data. Membangkitkan dan merangsang diskusi dan aksi kegiatan yang berarti dalam rangka memerangi masalah NAPZA. Membantu menganalisis dan mengartikulasikan isu kritis yang berkaitan dengan anak maupun permasalahan yang terkait dengan NAPZA dan HIV/AIDS. Menyelenggarakan analisis tentang sumber dan potensi anak sebagai bahan membuat program yang dapat dijalankan oleh anak. b. Membantu anak untuk merespon kepentingan masyarakat sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat secara wajar. Sebagai Peneliti a.

tahun 2007 47 . tidak meski memanjakan mereka dari penderitaan dan perjuangan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kepribadian yang kuat. Sikap Sopan Sikap sopan harus dimiliki pekerja sosial sehingga dengan sikap kita yang sopan akan ada peng-hormatan dari kelayan (CDT) maupun pemangku kepentingan. maka pekerja sosial perlu menolong diri sendiri dari beban yang dialami. Oleh karena itu. Kepribadian dasar tersebut bisa dipelajari walaupun butuh waktu yang lama dan akan melalui pengalaman dan pelatihan. 3. Rasa Humor Menghadapi berbagai tekanan dan frustasi. 5. Didalam keuletan melekat pula sifat sabar dalam menghadapi permasalahan. 2. Bahkan terkadang seorang pekerja sosial perlu memberikan tantangan hidup supaya kelayan mampu menolong dirinya sendiri. pendamping CDT perlu memelihara rasa humor. 02. sehingga rencana bisa disesuaikan sedemikian rupa. antara lain : 1. No. Keuletan Pekerja sosial perlu bertahan dengan aktivitas harian pada saat dia tergoda untuk berhenti. Suatu program tidak akan berhasil apabila tidak ulet. Pandangan Kedepan Pendamping anak yang terlibat peredaran NAPZA perlu mengetahui kemana akan mengarahkan penanganan anak. Fleksibitas membentuk penyesuaian atas situasi yang dihadapi agar mencapai tujuan mendasar yang telah ditetapkan sebelumnya. Cinta Sejati Untuk Kelayan (CDT) Kebanyakan pekerja sosial menginterprestasikan kecintaan terhadap kelayan (CDT) untuk melindungi mereka dengan memanjakan. Sebelum menolong orang lain. dan oleh karenanya pendamping harus bersikap sesuai harapan CDT. Informasi. dan meningkatkan kemampuan untuk tertawa dan belajar dari kekurangan. Sistem nilai personal (pribadi) perlu dievaluasi secara konstan dalam proses bekerja dengan CDT.perlu memiliki beberapa kepribadian dasar selain keterampilan pekerjaan sosial. Dengan demikian seorang pendamping perlu banyak mengenal nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. antara lain komitmen dan kepedulian pada anak yang tinggi. 6. Para pekerja sosial yang sungguh-sungguh perlu mencintai kelayan. 4. terarah dan terencana. Vol. sehingga bisa secara efektif dalam mempengaruhi orang lain. Visi dan misi dari pelayanan harus jelas. Pendamping CDT hendaknya tidak berpikiran bahwa menolong orang secara tulus merupakan beban. 12. Keluwesan Pekerja sosial perlu sensitif terhadap perubahan situasi yang sangat cepat. Permasalahan bukan muncul dari diri kelayan saja tetapi bisa juga muncul dari pribadi pekerja sosial pendamping maupun dari timwork. Kepribadian dasar tersebut. pekerja sosial dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan mempunyai keyakinan untuk berhasil dalam melakukan praktek pendampingan. Kepribadian yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial sebagai pendamping CDT.

dan sudah memasuki wilayah hukum. Ada pepatah yang bisa dijadikan prinsip oleh seorang pekerja sosial DAFTAR PUSTAKA Siporin. mengingat posisi anak-anak merupakan korban. Social Work: A profesion of Many Faces Massachusset Allyn and Bacon. akan tetapi mereka adalah partner aktif dalam mengejar perubahan-perubahan mendasar untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik. karena melanggar hak-hak anak. VI. 02. No. dia perlu memiliki pemahaman yang kritis tentang teori dan sejarah manusia sebagai petunjuk untuk kerja yang terorganisasi. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. 8. hukum dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Ajarilah dia bagaimana memperoleh ikan. Dalam hal ini. selain polisi. Dengan memahami kondisi anak maka pekerja sosial akan dapat bekerja bersama dengan mereka. Tidak selamanya pelatihan keterampilan menjamin seorang menjadi Pekerja Sosial yang efektif. Introduction to Social Work Practice . tetapi ada proses internal tertentu yang terjadi dalam pribadi orang yang bersangkutan. CDT bukanlah penerima pasif kebaikan. Siporin. Semoga kontribusi di bidang pekerjaan sosial dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak. Komitmen untuk melayani CDT tidak pernah dipaksakan kepada seorang pekerja sosial pendamping. dengan visi pemberdayaan dan kepercayaan diri. 48 Informasi. Armando dan Bradford W. Prinsip ini menggambarkan peran dari Pekerja Sosial untuk mencapai perubahan. maka ia akan hidup sepanjang umurnya …… “ Pepatah di atas sesuai dengan prinsip pekerja sosial yaitu “Help People to Help Them Self” (menolong seseorang agar seseorang tersebut dapat menolong dirinya sendiri). tahun 2007 . PENUTUP Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Pekerja sosial perlu mampu mendefinisikan kerja dalam konteks nyata. Sheafor.7. (1989). maka ia akan hidup sehari . Namun dengan adanya pemahaman kritis atas kebutuhan dan tanggung jawab. yaitu : “Berilah seseorang seekor ikan. Sedangkan peranan pekerja sosial sebagai pendamping dapat dilihat dari berbagai segi. Peranan pekerja sosial sangat penting. Vol. New York : MacMillan. dan pengambilan keputusan berdasarkan kapasitas dan prinsip seseorang mengantarkan pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Penyesuaian Diri Bekerja dengan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA perlu memahami situasi kehidupan mereka. 12. Max (1975). Morales. Berpikir Kritis Seorang pekerja sosial senantiasa bertanya : Apa yang disebut program? Untuk siapa program yang akan dijalankan? Ini akan membantu menetapkan pendirian dan sudut pandang pribadi sehubungan dengan bagaimana Pekerja sosial hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam memerangi permasalahan CDT.

ILO. Informasi. Hari Harjanto Setiawan. 02. tahun 2007 49 . SADAR. BNN No. Sales and Trafficking of Drugs in Indonesia . education and community support” Jakarta 2006. Vol. Jakarta 2004. Drs. Departemen Sosial RI. Saat ini bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Laporan kegiatan “Tackling street children in drugs traffiking through skill training.Si. M.Action Research and Training Institud (ARTI). Jakarta 2006. No. menyelesaikan S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tahun 2001 pada Universitas Indonesia. Alumnus STKS Bandung. Assesing The Situation of Children in The Production. Narkoba di Kalangan Remaja Sudah Melewati Ambang kekhawatiran. Pernah aktif di salah satu NGO (eRKa) yang bergerak pada pelayanan sosial terhadap anak. 12.05/TH IV/ Mei 2006.

Ciri-cirinya dapat dilihat dari angka melek huruf menurun dari 47 persen pada tahun 1980 menjadi 25 persen pada tahun 2000. Lebih dari dua milyar penduduk itu ada di negaranegara berkembang. pekerja sosial dituntut untuk memberikan respon isu tersebut. 50 Informasi.354 pada tahun 2000. karena lingkungan hidup sebagai aspek yang tidak dapat dilepaskan dengan kesejahteraan sosial. Empowerment of indigenous people (KAT) must pay attention to the relation between human with nature as eco-system. Key word : social welfare. Kemiskinan dan daya dukung lingkungan itulah yang merupakan kondisi yang menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup. dan menentukan kesejahteraan umat manusia. Saat ini. Sejalan dengan isu-isu pembangunan pada tingkat global tentang lingkungan hidup.PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Bambang Rustanto Abstract. bahwa hampir tiga milyar penduduk dunia hidup dan memerlukan daya dukung lingkungan hidup. So natural resources management for indigenous people (KAT) life must be adequate proper with the natural power support. 02. dan pendapatan perkapita penduduk hanya meningkat sedikit dari tahun 1980 sebesar $ 989 menjadi $ 1. dan dengan kondisi miskin dengan pendapatan kurang dari $ 1 per hari. Menurut laporan tersebut ada hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan penurunan daya dukung lingkungan. empowerment of indigenous people. Vol. tahun 2007 . I. 12. Indigenous people (KAT) which stay in these circumstances often get impact from damaged of natural resources. Sosial welfare always linked with economy growth but actually the economy growth has contributed to natural resources damaged. No. PENDAHULUAN Pekerja sosial berbicara tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari sudut pandang pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial merupakan hal yang sudah lazim. Mengapa isu-isu lingkungan hidup penting menjadi bahasan pekerja sosial? Sebagaimana dilaporkan oleh The World Bank (2003). penduduk di negaranegara berkembang yang mencapai dua milyar dengan kondisi miskin dan dengan daya dukungan lingkungan hidup sangat rendah. Masyarakat miskin masih belum terlibat dalam memperoleh kesempatan (akses) kepada pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Pertambahan penduduk semakin meningkat pesat dengan angka mutasi sebesar dua persen pertahun dan menjadikan kekhawatiran dunia.

Kerusakan lingkungan hidup terutama terjadi di daerah perdesaan dan pedalaman. Akibat terakhir dari semua itu. dan tidak sebanding dengan peningkatan populasi penduduk. Sebagai akibatnya sepertiga penduduk kehilangan dan kesulitan memperoleh sumber air bersih. Hak Atas Aset Pemberian hak atas aset sumber daya alam untuk menggunakan dan memiliki secara bertanggung jawab bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. salah satunya adalah Indonesia. Contoh: kalau dahulu HPH hanya dimiliki oleh swasta sekarang HPH juga dapat dimiliki oleh KAT (lihat UU No. Menurut hasil kajian para ahli sosial kebijakan pertumbuhan ekonomi yang dikedepankan menyebabkan distribusi sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang. 3. b. Perlindungan Sosial Pemberian hak khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan sosial budaya bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. dan ada 23 persen rusak berat terutama hutan di daerah tropis. Banyak sumber daya alam terbarui (renewable) seperti kayu di babat habis. sumber air dan lahan pertanian semakin menurun daya dukungnya. peraturan nagari. Advokasi Sosial Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memberi kesempatan kepada masyarakat perdesaan dan pedalaman untuk menyampaikan aspirasinya dalam bentuk: a. Contoh: masyarakat diperbolehkan membuat peraturan sendiri seperti peraturan desa.4 persen. maka dunia juga akan kehilangan biodiversity.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). Untuk itu. Hampir satu milyar penduduk di dunia hidup di perdesaan dan sebanyak 300 juta jiwa hidup di pedalaman (termasuk KAT). dan dibalak secara illegal untuk kepentingan pemilik modal. peraturan banjar dan lain-lain. gunung. dan bahkan seringkali memicu terjadinya konflik antar penduduk. Memberi Informasi Memberi Tanggapan Untuk Sedia dan Menolak Informasi. 12. Banyak sumber daya alam yang tak terbarui (non renewable) seperti hasil tambang dan bahan galian dikuras habis untuk kemakmuran negara maju.Kemudian hampir dua milyar hektar tanah terlantarkan. 67 tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa). Hampir 100 kilometer pantai dan terumbu karang rusak setiap tahunnya. No. Kondisi yang paling mengkhawatirkan bahwa setiap tahun terjadi pengurangan hutan tropis sebesar lima persen. Ekosistem perdesaan dan pedalaman seperti hutan tropis. perlu adanya perubahan kebijakan dalam pendistribusian sumber daya alam ini yang adil dan bertanggung jawab. Hampir $ 100 triliun harta dan kekayaan dari sumber daya alam. dan diprediksikan pada tahun 2025 terjadi tanah gundul dimana-mana dengan berbagai dampaknya bagi penduduk. baik flora dan fauna setiap tahunnya hampir mencapai 1. tahun 2007 51 . Ada tiga agenda global dalam kaitannya dengan distribusi sumber daya alam. 02. Lebih parah lagi kerusakan lingkungan hidup itu akan terjadi lebih parah di 25 negara-negara berkembang. Vol. 2. (lihat Peraturan Pemerintah No. baik yang tak terbarui maupun terbarui dibawa para kapitalis negara maju. yaitu : 1.

KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Sebelum melakukan pemberdayaan KAT. Karena secara global hak asasi KAT dan kelompok marginal lainnya perlu mendapat tempat di peraturan perundanganundangan.c. Untuk mencapai kesejahteraan sosial seharusnya masyarakat dapat memenuhi ketiga persyaratan atau dimensi kesejahteraan sosial tersebut. Vol. 12. pendidikan. d. perumahan. Jadi masyarakat berkesejahteraan sosial adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah sosial. tahun 2007 . No. 2002). Semua hal dihitung dengan konsep uang. Dari tiga pengertian di atas. Memberi Perlindungan Hukum Secara Adat dan Budaya Lokal Mendemokratisasikan dalam Pengambilan Keputusan Contoh : ada rencana pembangunan pertambangan di wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT). bahwa kesejahteraan sosial terjadi pada masyarakat yang mampu menciptakan kesempatan sosial bagi para penduduknya untuk meningkatkan dan merealisasikan potensi-potensi yang ada. bahwa ada tiga pendekatan menuju masyarakat berkesejahteraan sosial atau disebut ”good society ” yaitu: 1.40 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Jadi masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan masyarakat lainnya bila masyarakat itu mampu 52 Informasi. Dengan adanya tiga agenda utama tersebut diharapkan masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk di dalamnya KAT dapat ikut mendayagunakan dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. 02. maka kita akan mengerti mengapa penting mengkaitkan sumber daya alam serta kearifan lokal dengan kesejahteraan sosial. cara dan perubahan paradigmanya. yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan. dan mampu memberi kesempatan warganya untuk mendayagunakan potensi yang ada. Kemudian dikemukakan oleh Paul Hogget ( Fritzpatrick. yaitu (1) pemecahan masalah sosial. Welfare Consumerism Kesejahteraan (well being) ditentukan dan diukur oleh kemampuan orang untuk mendapatkan barang material (jumlah dan variasi) dan pelayanan sosial. sehingga barang material dan pelayanan sosial yang tersedia dijual dan dapat dibeli oleh masyarakat. mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Arti lebih luas lagi dikemukakan oleh James Midley (2005). Pengertian lain menurut Tonys (Fitzpatrick. ada tiga dimensi kesejahteraan sosial. masyarakat yang mempunyai uanglah yang dapat II. bahwa masyarakat yang berkesejahteraan sosial. Menurut Richard Titmuss (Midgley. Artinya. (2) pemenuhan kebutuhan hidup dan (3) peningkatan kesempatan bagi warga. mengatasi masalah sosialnya. maka masyarakat harus menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemrakarsa (pemerintah atau swasta) (Lihat Peraturan Pemerintah No. 2002). 2005) kesejahteraan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial. terlebih dahulu perlu dipahami hubungan kesejahteraan sosial dengan lingkungan alam. sandang dan pangannya. Dengan pemahaman tentang kesejahteraan sosial. bentuk. Pemahaman ini menyangkut pengertian.

maka KAT tidak memperoleh perlindungan. 02. Artinya. bahkan menjadi provider bagi pendistribusian barang dan pelayanan sosial. 2. Asuransi kesehatan keluarga miskin (Askes Gakin) dan lain-lain. karena akan diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya yang sudah lebih maju. Beras miskin (Raskin). Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warga atau sering disebut welfare state. tetapi dapat menyebabkan mereka sangat tergantung kepada bantuan negara. Disini ada subsidi. Konsep welfare statism ini memang memberi rasa keadilan bagi kelompok kurang beruntung. No. tetapi negara memberikan dana pengganti atau talangan. masyarakat kurang ber-untung mendapat insentive khusus dari pemerintah dalam bentuk bantuan barang maupun pelayanan sosial. Di Indonesia hal ini terjadi dimana KAT (di suatu daerah) hampir setiap hari dikunjungi turis manca negara maupun turis lokal. Akibatnya KAT akan semakin tersingkir dan terisolir. bahkan terbuang dari peradaban maju. tidak ada subsidi atau kompensasi. Informasi. sehingga timbul jurang sosial. Welfare Statism Kesejahteraan hidup (well being) masyarakat ditentukan atau diukur dengan tersedianya barang dan pelayanan sosial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa variasi pilihan yang beragam. Pendekatan kesejahteraan ini lebih mengedepankan aspek ekonomi dengan pemupukan modal atau kapitalisme.menikmati kebutuhan hidup dan pelayanan sosial. Ada kelompok yang kaya dan miskin yang saling berjauhan satu dengan yang lainnya. dan rasionalitas. 12. Contoh : Santunan Langsung Tunai. Mungkin hanya akan menjadi tontonan sebagai daerah wisata atau musium. Dengan konsep kesejahteraan ini. Pelayanan kesehatan. individualitas. Masyarakat liberal adalah masyarakat yang menghargai egalitarian dan menolak bahwa seseorang tunduk secara alami pada orang lain. Meskipun masyarakat kurang beruntung ini tidak punya uang. Ini berarti negara mengatur dan mengurus. kebebasan. bantuan dan kompensasi yang diberikan oleh negara kepada warga masyarakat. Konsep kapitalisme didasari oleh pandangan liberalisme dimana kaum liberal menegaskan komitmen pada konsep kesetaraan. Landasan dasar dari konsep welfare consumerism adalah ideologi kapitalisme. Vol. Konsep liberal ini dikembangkan dari pandangan Max Weber yang melihat masyarakat secara instrumental dan rasional. semua orang adalah sama dan harus berjuang secara rasional untuk dapat hidup. Kaum liberal menjunjung tinggi kesempatan yang sama untuk menggunakan bakat dan kapasitasnya dalam bersaing dengan orang lain. atau sekarang sering disebut privatisasi pelayanan sosial. pendidikan dan lain-lain diswastakan dan masyarakat harus membayar penuh. tahun 2007 53 . kesenjangan sosial dan jarak sosial. tapi tetap aja KAT-nya miskin dan tidak mendapat keuntungan dengan kedatangan turisturis itu. Artinya. Semua barang dan pelayanan sosial hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang berhak. Konsep welfare consumerism ini menimbulkan konflik antara kaum pemenang (the winner) dan kaum kalah (the losser).

karena akan merusak dan menghilangkan biodiversity dan generasi berikutnya. pengelolaan lingkungan hidup saat ini hanya menghabiskan sumber daya alam dan memperbesar limbah dengan penggambaran sebagai berikut: Sumber daya alam --.konsumsi --.produksi --. tahun 2007 . Untuk itu perlu adanya upaya konservasi atau perlindungan sumber daya alam dengan menggunakan sistem konsumerisme hijau yang 54 Informasi. Sehingga ada hak-hak masyarakat yang diatur dan diberikan oleh negara yang dilakukan melalui perundang-undangan.limbah Gerakan hijau tidak setuju dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi diukur dengan GDP atau GNP. Konsep kesejahteraan ini didasari oleh gerakan hijau (green movement) yang memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup atau ekosistem. Contoh : KAT (suatu daerah) hampir semua kebutuhan warganya selama tiga tahun dipenuhi oleh negara. Sehingga pendekatan kesejahteraan ini lebih memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup. karena akan terjadi kerusakan pada lingkungan hidup. Ecowelfarism Kesejahteraan (well being) masyarakat ditentukan dan diukur kepada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan kekuatannya sendiri. negara memberi ruang kewajiban sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung. maka KAT menjadi tanggung jawab negara seperti pemberian jatah hidup (jadup) pemberian perumahan (Satuan Pemukiman/SP) pemberian alat pertanian (Saprodi) dan lain-lain. No. Kelompok ini memperbaiki pandangan Marxis yang terlalu radikal dengan mengedepankan keadilan sosial sama rata . Hal ini tentu saja sangat membebani negara dan me-nambah sengsara rakyat. Jadi. Menurut Herman Daly. 02. Saat ini sumber daya alam yang tak terbarui. Kemudian Eduart Bernstein merevisi pandangan Marx dengan pengaturan keadilan sosial yang tidak kaku dengan cara. bahwa praktek ekonomi kapitalisme merupakan praktek ekonomi yang tidak sehat.Pendekatan ini didasari oleh pandangan kelompok sosial demokrat. Pendekatan ini berpihak pada pendayagunaan sumber daya alam yang tidak dikuras habishabisan. tetapi selalu dipelihara untuk kelangsungan hidup masyarakatnya saat ini dan di masa yang akan datang. Dengan konsep kesejahteraan ini.sama rasa. 3. 12.dibabat --penyusutan --. Pandangan gerakan hijau melihat. kapan KAT akan mampu hidup sendiri. Tetapi yang terjadi di Indonesia semua skema bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau dengan sebutan lainnya dilakukan melalui dana hutang kepada luar negeri. Vol. Sedangkan sumber daya alam terbarui semakin habis dan tidak dilakukan reboisasi kembali. dan mendayagunakan potensi sumber daya yang mereka miliki. terutama sumber energi fosil semakin menipis dan akan habis. Pemenuhan kebutuhan masyarakat atau warga (people) harus sesuai dengan daya dukung lingkungan hidupnya (nature). Konsep welfare statism ini sebenarnya hanya dapat dilakukan apabila negara telah memiliki sumber dana yang cukup.

maka kelompok gerakan hijau mengeluarkan slogan ” Think Globally and Act Locally” artinya. Dari bertindak lokal itu akan memunculkan perilaku hidup manusia yang bersahabat dengan alam.bertanggung jawab (responsible ) dan bertanggung gugat (accountable ). Sistem ini mengajak masyarakat meminimalisasi dampak lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain. Peran negara semakin berkurang dan peran masyarakat semakin kuat. Artinya. tentang hak asasi manusia. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membentuk identitas sebagai ciri masingmasing yang membedakan dengan kelompok lainnya. maknanya bahwa manusia baik di perdesaan maupun di pedalaman (termasuk KAT) diberi kebebasan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya. saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi kita bisa pergi dan mendapat informasi dari negara lain. Sehingga setiap kelompok masyarakat dan juga KAT bebas menjalankan kehidupannya sesuai dengan tradisi dan adat istiadatnya masing masing atau disebut deep citizenship. Bertindak secara lokal. perlu merubah kebiasaan manusia yang merusak lingkungan. Vol. maknanya bahwa manusia. Untuk menyelamatkan kerakusan manusia secara ekonomi tersebut. dan pekarangan. Contoh : ada KAT (suatu daerah ) yang membagi lahan secara berimbang antara hutan. ladang. sumber air. Kehidupan masing-masing kelompok bahkan kelompok kecilpun seperti KAT yang hanya terdiri dari beberapa keluarga dilindungi oleh undang-undang untuk memiliki III. Kita hidup di tataran global antara negara kita dengan negara lain. justru sebaliknya daya dukung lingkungan semakin menurun. BERFIKIR GLOBAL DAN BERTINDAK LOKAL Pada peradaban manusia maju dan era globalisasi saat ini. tahun 2007 55 . Pertama. pekuburan. Bahkan ada yang membatasi jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dengan mekanisme alamiah. merupakan bagian dari masyarakat global. Dan mencegah konversi atau pengalihan fungsi lahan untuk tujuan lain. dengan demikian masyarakat global yang kuat ini mempunyai keistimewaan dihadapan negara. Kelompok tidak tergantung kepada kelompok lain. baik yang hidup di desa maupun di pedalaman (termasuk KAT). dan mengembangkan cara-cara tradisional atau kearifan lokal untuk memelihara lingkungan. pemukiman. No. Kedua. ada dua Informasi. Artinya. Di dalam kehidupan pada tataran global. 12. bahwa setiap warga dimana saja mendapat perlindungan. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membuat ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Berpikir secara global. Sehubungan dengan itu. tetapi kelompok akan tergantung kepada alam dimana dia bertempat tinggal. konsep yang menunjukkan bahwa kita ini bagian dari masyarakat global. Karena hidup setiap kelompok ditentukan sendiri oleh kelompok itu. dan kelompok lainnya harus menghormati tradisi atau adat istiadat itu. berpikirlah secara global dan bertindaklah secara lokal. dan negara harus melindungi keanekaragaman ini melalui undang-undang. 02. pengawasan dan bantuan dari warga negara lain apabila diperlakukan secara tidak adil atau diskriminasi. dimana kalau kelebihan penduduk maka harus ada yang keluar. globalisasi yang dapat dilihat dari negara tanpa batas.

56 Informasi. Kategorisasi kelompok tersebut berdasarkan hubungan antara komunitas manusia dengan sumber daya alam. 2. Seperti saat ini energi fosil semakin tipis persediaannya. Vol. dan sumber daya alam flora dan fauna semakin sedikit jumlah dan variasinya. Masyarakat seperti ini memang makmur dan maju karena dengan jumlah penduduk sedikit dan sesuai dengan daya dukung alam. Menurut Gidden pemerintahan lokal yang baik adalah pemerintahan yang disusun atas dasar keintiman. karena setiap warga negara dicegah untuk memiliki anak. Dimana mereka mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan alam melalui ekploitasi menggunakan teknologi modern yang menyebabkan alam cepat habis dan musnah. berapa energi cahaya listik. Ini berarti kelompok KAT dapat diberdayakan menjadi masyarakat yang mempunyai pemerintahan lokal sendiri dan mengembangkan demokrasi lokal yang khas. Belum lagi berapa besar limbah. yaitu: 1. sehingga perkem-bangan penduduk menurut Teori Maltus harus dibatasi kalau perlu manusia dicegah untuk berkembang biak. tahun 2007 . IV. 02. Keberadaan dan kelestarian bumi adalah yang utama atau Earth Fist ”. dan makanan serta sumber daya alam lainnya yang kita hamburhamburkan hanya untuk keperluan terbatas. No. Demikian juga menurut Habermas saluran komunikasi antar warga yang dilakukan secara langsung adalah komunikasi yang baik. air. tetapi mereka mengorbankan alam dan tidak meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. Masyarakat demikian ini memang maju dan modern. mereka sangat memuliakan alam dibandingkan memulikan manusia. bahan berbahaya yang dibuang. Karena begitu pedulinya. sehingga biodiversity alam semakin berkurang. yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan alam (ecocentris). Ecological Modernization Masyarakat ecological modernization lebih mengutamakan manusia dari pada alam (antropocentris). HUBUNGAN KOMUNITAS LOKAL DENGAN SUMBER DAYA ALAM Menurut Hartley Dean (Fitzpatrick. dimana semakin dekatnya hubungan antara para warganya maka semakin erat hubungan sosialnya. Sebagai contoh masyarakat kota besar yang mendirikan hotel dan apartemen dimana-mana sebagai pengganti rumah tinggal.2002) berpikir global dan bertindak lokal menyebabkan masyarakat terpragmentasi ke dalam beberapa kelompok. 12. Ini dapat dilihat dengan gencarnya program keluarga berencana di seluruh dunia. Untuk menginap di hotel atau apartemen. karena adanya ketakutan pertambahan penduduk tidak mampu diikuti dengan penambahan jumlah persediaan pangan. Deep Ecology Masyarakat ini sebaliknya dengan masyarakat ecological modernization . dan dengan tatap muka secara terus menerus akan menuju masyarakat demokrasi murni dan unik.pemerintahan lokal sendiri atau sering disebut self governance . Tetapi lambat laun terjadi degradasi keturunan.

12. karena ekonominya masih bersifat subsisten dan belum di produksi secara massal dan dikomersialkan. dan spritualitas atau masyarakat yang percaya kepada kegaiban alam. Informasi. Akibatnya mereka senang dengan takhayul. dan komersial serta terjadi pengekplotiasian alam secara besar-besar. sekarang ini Singapura menggalakkan agar setiap keluarga mempunyai anak sebanyakbanyaknya. aktivitas manusia harus dibatasi sebatas kemampuan daya dukung lingkungan hidup. Masyarakat seperti ini menjadi mundur karena melarikan diri dari pergaulan dunia. Maka mereka lebih baik hidup seperti jaman batu menjadi peramu. dan kemakmuran menyebabkan warga negara Singapura tidak mau mempunyai anak. Untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. Karena luas wilayah dan daya dukung lingkungan terbatas. tetapi secara bertahap dan membangun dengan konsep berkelanjutan tidak mengabaikan kelestarian alam. karena meyakini ada hubungan antara manusia dengan alam. sehingga ini menyatu dengan alam. Artinya. Manusia mengasingkan diri dari kemajuan dunia dan hidup menyendiri dengan alam. 02. klenik. serta aktivitas sendiri lainnya. Masyarakat seperti ini ingin maju. Manusia mengembangkan keahlian untuk mampu bertahan secara ekological. Manusia tidak memikirkan dirinya. tetapi memikirkan alam seperti dirinya. Menurut Marxis inilah ciri masyarakat yang teralinasi dan lari dari kenyataan sosial dan berlindung dengan kekuatan gaib. Setiap kegiatan manusia diharapkan menimbulkan dampak yang minimal terhadap lingkungan hidup. Green Communitarian Masyarakat ini sangat peduli lingkungan hidup. dan peradaban dunia dianggapnya hanya merusak alam. Perkembangan penduduk juga diikuti kemampuan terhadap perubahan ekologi sebagai spesies makluk hidup sama dengan makluk hidup lainnya. maka pada awal kemerdekaan Singapura membatasi jumlah penduduk. tetapi harus sesuai dengan konteks ekologi. Manusia yang tidak percaya pada kekuatan diri dan rasionalnya sendiri. Akibatnya muncul slogan ”oness nature” aku adalah alam dan alam adalah aku. 4. Akan tetapi ada beberapa kelompok KAT yang sudah mengenal nilai tukar uang. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat KAT yang memanfaatkan sumber daya alam seperlunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.Sebagai contoh di negara Singapura. Eco Sosialism Masyarakat ini sangat peduli kepada alam juga peduli kepada manusia. 3. Manusia harus mengembangkan kapasitasnya. pemburu dan tidur di gua-gua. Lama-lama menjadi kebiasaan dan sekarang ini dengan kemajuan ekonomi. paranormal dan nyepi. tahun 2007 57 . romantisme. Vol. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat kita yang masih senang pergi ke dukun. No. mistik.

sistem norma dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan dan masyarakatnnya. Pengetahuan Lokal Setiap masyarakat di manapun berada. No. Kemudian dikemukakan oleh Koentjaraningrat (Rustanto. dan sosiografi. sehingga masyarakat dapat mandiri dalam berbagai iklim sosial yang terus berubah-ubah. karya dan karsa. dan telah mengalami perubahan sosial yang menyebabkan mereka mampu beradaptasi dengan ling-kungannnya. legowo. Kearifan lokal pada masyarakat bersifat relatif karena hanya berlaku dalam masyarakat tertentu. Kearifan lokal merupakan suatu nilai yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. Kenapa demikian. Sedangkan secara khusus kearifan lokal menurut Jim Ife (2002) merupakan nilainilai yang diciptakan. tahun 2007 . baik di perdesaan maupun pedalaman selalu memiliki pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya. apabila manusia peduli dan mau belajar dari alam. dan sikap hidup yang selalu dilakukan orang setiap harinya. Vol. Kearifan lokal merupakan semua kecerdasan lokal yang ditranformasikan ke dalam cipta. 12. dan kondisi geografi. karena planet bumi ini tidak akan lama lagi umurnya kalau kita tidak peduli dan belajar dari alam. Mengapa alam harus dijadikan guru? Apa ada landasan ilmiahnya atau itu hanya istilah adat saja atau istilah lokal petatahpetitih yang dihapal oleh masyarakat. 2005) pembudayaan atau dalam istilah Inggris dikenal dengan istilah ”Institusionalization” yaitu proses belajar yang dilalui setiap orang selama hidupnya untuk menyesuaikan diri di alam pikirannya serta sikapnya terhadap adat. jika bumi rusak dan hancur. demografi. Menurut Jim Ife (2002) kearifan lokal memiliki 6 (enam) dimensi yaitu: 1. 02. Sampai saat ini manusia belum dapat menemukan planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup.V. dan tidak berlaku pada masyarakat lain seperti kata pepatah Minangkabau adat selengkah nagari. Falsafah lokal pada masyarakat Minangkabau tersebut sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom) . bijaksana dan tidak ingin menang sendiri. Di dalam kearifan lokal tercakup berbagai mekanisme dan cara untuk bersikap. Bahan ajar ini tidak tertulis. rela berkorban. terutama para kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat. karya dan karsa itu disebut juga kebudayaan. tetapi dihapal di setiap kepala penduduk dalam suatu masyarakat. Manusia akan tetap bergantung dan hanya dapat hidup di bumi secara terus menerus dan turun temurun. dikembangkan dan dipertahankan dalam masyarakat lokal dan karena kemampuannya untuk bertahan dan menjadi pedoman hidup masyarakatnya. Arti kearifan lokal dapat ditelusuri dari arti kata arif yang bermakna matang. Kemampuan adaptasi ini menjadi 58 Informasi. dimana cipta. Yang dimaksudkan dengan kebudayaan adalah semua pikiran. tindakan. konsisten. berperilaku dan bertindak yang dituangkan dalam tatanan sosial. Pengetahuan lokal terkait dengan perubahan dan siklus iklim kemarau dan penghujan. Ternyata konsep alam takambang jadilah guru itu saat ini menjadi trend bahasan secara global. Hal ini terjadi karena masyarakat mendiami suatu daerah itu cukup lama. jenis-jenis fauna dan flora. perilaku. KEARIFAN LOKAL BAGI KESEJAHTERAAN KAT Alam takambang jadilah guru adalah salah satu falsafah masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat.

4. Sumber Daya Lokal Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam. Keterampilan lokal ini biasanya hanya cukup dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing atau disebut dengan ekonomi subsisten. sehingga keterampilan ini sangat tergantung pada kondisi geografi tempat dimana masyarakat itu bertempat tinggal. kebun. bercocok tanam sampai membuat industri rumah tangga. sumber air. Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau disebut pemerintahan kesukuan. Nilai Lokal Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat. manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. Nilai-nilai ini biasanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. 6. Sumber daya lokal sudah dibagi peruntukkannya seperti hutan. Masing-masing masyarakat mempunyai mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda–beda.bagian dari pengetahuan lokal mereka dalam menaklukkan alam. Ada juga masyarakat yang melakukan secara bertingkat atau berjenjang naik turun. 2. Keterampilan lokal ini juga bersifat keterampilan hidup (life skill). tahun 2007 59 . 5. 12. setiap masyarakat memiliki aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotanya. masa kini dan masa datang. dan nilai ini akan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan masyarakatnya. Vol. No. Nilainilai ini memiliki dimensi waktu. 02. Setiap masyarakat mempunyai media untuk mengikat warganya yang dilakukan melalui ritual keagamaan dan upacara adat. nilai masa lalu. Suku merupakan kesatuan hukum yang memerintah warganya untuk bertindak sebagai warga masyarakat. Keterampilan lokal dari yang paling sederhana seperti berburu. Kepemilikan sumber daya lokal ini biasanya bersifat kolektif atau communitarian. yaitu sumber daya yang tak terbarui dan yang dapat diperbarui. lahan pertanian. 3. Masing-masing anggota masyarakat saling memberi dan menerima sesuai dengan bidang dan fungsinya masing-masing. meramu. Seperti dalam solidaritas mengolah tanaman padi dan kerja bakti gotong royong. dan permukiman. Keterampilan Lokal Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu memiliki keterampilan lokal. Ada masyarakat yang melakukan secara demokratis atau duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Solidaritas Kelompok Lokal Ikatan komunal yang mempersatukan suatu masyarakat terletak pada solidaritas lokal. Informasi. Masya- rakat akan menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhannya dan tidak akan mengekpoitasi secara besarbesar atau dikomersialkan.

dan melihat hubungan antara tanaman dengan sistem pencahayaan. Sejak jaman nenek moyang.2005) manusia dan alam adalah satu karena keduanya sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Sebagai 60 Informasi. baik sebagai individu maupun anggota komunitas. Anggota warga belajar harus menghapal 197 jenis tanaman dan karakteristiknya. Contoh 2 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Manusia. Upacara ritual dan adat Dayak Kenyah juga berhubungan dengan alam baik. Alam dan orang Dayak Kenyah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling memberi pengaruh timbal balik. Pada masyarakat Selajambe (Kartono dalam Sorjani. tahun 2007 . Anggota masyarakat satu memberi pelajaran kepada anggota masyarakat lainnya. Alam bisa menjadi ramah jika manusia memperlakukan secara arif. 1997) pekarangan rumah pada masyarakat pegunungan dijadikan wahana pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi warga masyarakat. Dayak Kenyah dibangun dari bahan-bahan yang berasal dari alam. Alam juga sumber inspirasi untuk memberikan nama bagi orang Dayak Kenyah seperti Nggang (burung enggang) Merang (sejenis kayu) Tebun (sejenis burung) dan lainnya. Di setiap pekarang dijadikan kebun percobaan dengan tanaman yang bervariasi. Setiap anggota kelompok tani belajar sifat fisologis tanaman pekarangan. maka suku Dayak Kenyah menerapkan kearifan lokal di dalam melestarikan alam.Contoh 1 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam. Orang Dayak Kenyah memahami betul bagaimana memperlakukan alam secara arif dan bijak karena alam merupakan kehidupan dan dunia mereka. No. namun sebenarnya anggota masyarakat mempunyai tujuan secara rasionalitas. obat-obatan bersumber dari alam. 02. Alam dan manusia sama-sama memiliki roh. berburu. mereka memandang alam sebagai sumber kehidupan dan tidak ada kehidupan mereka yang tidak terkait dengan alam sekitarnya. Orang Dayak Kenyah berladang. Dengan tata cara tersebut. Mereka mencari makanan dan minuman dari alam. 12. tarian ataupun nyanyian. Dan warga yang lebih tua memberi pelajaran kepada warga yang lebih muda. Pekarangan rumah seperti nampak tidak teratur atau acakacakan. membuat perahu. Semua sisisisi rumah panjang atau lamin. dan sebaliknya akan bisa marah jika kita merusaknya. meramu. Setiap tanaman ditanam secara berbeda tempat sesuai dengan pencahayaan matahari. Pada masyarakat Dayak Kenyah (Marwanti dalam Rustanto. Vol.

Hal ini diwujudkan melalui gerakan bersama secara terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai bentuk green for all. Vol. c. 12. Maksudnya agar semua warga mempunyai hak sama untuk secara bebas melalui sebuah pekarangan. Dengan tata cara tersebut. sehingga meng-hasilkan daun berwarna kuning. memahami dan mem- b. tanaman sirih seharusnya di tempat yang teduh. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat dan komunitas lokal. d.contoh. 02. Karena daun sirih berwarna kuning lebih disukai daripada daun sirih berwarna hijau. Dengan wahana pekarangan semua orang bisa belajar dan tolong menolong sebagai tradisi luhur. tahun 2007 61 . Memberikan pengetahuan. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal tentang lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. Warga belajar di Selajambe memiliki pandangan yang holistik antara tumbuhan dan tata letak tanah. harus dilakukan secara bersama dengan Departemen dan Instansi lainnya. Menjamin agar seluruh anak dimanapun. Tetapi para warga belajar diajarkan menanam sirih ditempat terang dan terbuka. Mengembangkan budaya masyarakat yang sadar lingkungan hidup. Sehingga di daerah itu tidak ada bagian yang tidak terbuka. maka masyarakat Selajambe menerapkan kearifan di dalam pembelajaran pertanian bagi warganya. e. Pengembangan SDM Berkelanjutan a. Selanjutnya berdasarkan kesepakatan dengan berbagai departemen dan instansi dirumuskan rencana nasional untuk memadukan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam melalui tindak pembangunan yang berkelanjutan VI. sehingga tidak berdiri sendiri. Contoh 3 : Pengintegrasian Pengembangan SDM dan SDA Pengintegrasian kearifan lokal di dalam pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam bagi masyarakat KAT. bahkan banyak pekarangan yang tidak berpagar. tanggap dan kreatif terhadap lingkungan. baik laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh akses yang sama pada semua jenis pendidikan dan tingkat pendidikan. STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DAN SDA UNTUK KESEJAHTERAAN KAT 1. No. Informasi. melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan informal dan non formal sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berbudaya.

d. agar banyak orang dapat memahami bagaimana KAT mau dan mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. namun bagaimana melihat KAT sebagai komunitas manusia yang memiliki rasa cinta kepada sumber daya alam yang ada di lingkungan masing-masing.berikan apresiasi terhadap kehidupan yang seimbang antara materiil dan immaterial dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 62 Informasi. Studi etnoekologi adalah studi etnografi tentang hubungan manusia dengan sumber daya alam atau human ecologi. Tujuan pendokumentasian tersebut. Kelebihan kearifan lokal yang dimiliki KAT dalam mengelola sumber daya alam adalah pandangan KAT tentang sumber daya alam sebagai bagian kehidupan mereka. Meningkatkan peran serta individu. VII. 2. 12. c. Tujuan studi ini untuk menggambarkan secara detail perilaku hidup suatu komunitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam dengan kearifan lokal untuk memenuhi kehidupan dan kesejah- b. Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan. Meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengembangan sistem hukum dan instrumen hukum. c. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal dalam lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. Perlindungan SDA Berkelanjutan a. Mengefektifkan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara terus menerus. tahun 2007 . Pengembangan SDA Berkelanjutan a. Mengembangkan kemampuan masyarakat dan komunitas lokal dalam melakukan inovasi lokal di bidang pelestarian lingkungan. masyarakat dan jejaring dalam pengendalian dampak lingkungan. 3. No. e. b. 02. ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT Kearifan lokal yang dimiliki KAT tentang nilai-nilai budaya mengelola sumber daya alam secara lestari dan berskala kecil diberbagai tempat. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya cukup dilihat dengan model hitungan semata. Memetakan potensi dan ketersediaan keanekaragaman hayati dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan berkelanjutan. Vol. d. Falsafah tersebut menegaskan bahwa sumber daya alam sebagai sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan materi maupun non materi. Mengefektivitaskan keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. Menurunkan kerusakan lingkungan terutama keanekaragaman hayati. Meningkatkan efisiensi dan berkelanjutan pemanfaatan serta mengurangi degradasi sumber daya keanekaragaman hayati. perlu didokumentasikan dengan baik. e. Keakraban hubungan KAT dengan alam dinyatakan dalam falsafah aku adalah alam dan alam adalah aku atau dalam bahasa global disebut ”Oness Nature” atau dalam bahasa lokal disebut ”Halubay”. kelompok.

teraannya. Terkait dengan itu. Pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan dengan menggunakan aturan atau nilai budaya adat yang diajarkan secara turun-temurun. pepohonan. tahun 2007 63 . Perlakuan arif dan bijaksana ini dapat ditemukan pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). KAT dapat memenuhi kebutuhan hidup seharihari. Tujuan yang diharapkan dari studi etnoekologi adalah penggambaran kehidupan KAT berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. kemudian dijadikan pijakan bagi KAT dan petugas pemberdayaan KAT untuk merancang suatu program atau kegiatan yang terencana dan sistematis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial KAT berbasis kearifan lokal. VIII. mata air dan gunung. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Pemahaman ini salah satunya dapat dilihat dari perspektif KAT itu sendiri. Sehingga temuan etnoekologi KAT untuk masing-masing komunitas sangat berbeda dan beragam ini dapat menjadikan acuan untuk tidak membuat program atau kegiatan pemberdayaan KAT secara seragam. upaya pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan KAT perlu memperhatikan kearifan lokal KAT tersebut. Keberhasilan studi etnografi untuk memotret kehidupan suatu masyarakat ini telah mengilhami berberapa ahli untuk mengembangkan kajian hubungan manusia dengan sumber daya alam. yaitu perspektif KAT yang selama ini mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya sebagai satu kesatuan sistem ekologi. Sedangkan etnografi adalah salah satu metode di dalam kajian antropologi. yang selanjutnya dikenal dengan nama etnoekologi. Perspektif KAT ini juga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi pihak lain atau generasi muda dalam pendidikan berbasis lingkungan hidup atau ecoeducation. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Oleh karenanya. No. maka upaya pemberdayaan KAT di satu sisi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Penemuan tentang perspektif KAT dalam memandang dirinya (siapa aku) dan alamnya (siapa alam) ini. Informasi. Etnografi berasal dari kata etno yang berarti suku bangsa dan grafi berarti tulisan. Manusia bergantung kepada alam. Mereka yang pada umumnya hidup secara subsisten berupaya untuk memperlakukan alam dengan baik berdasarkan nilai. Dengan penggambaran tersebut diharapkan akan memberikan suatu pemahaman yang lebih jauh mengenai kesejahteraan sosial KAT yang bersandarkan kepada pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kehidupannya. Di sisi lain mempertahankan daya dukung alam. Dengan pendekatan ini. karena alam memberikan sumber daya bagi manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. jadi etnografi adalah penggambaran secara detail dan tertulis tentang kehidupan suatu suku bangsa tertentu. 12. Vol. 02. Etnoekologi merupakan pengembangan dari studi etnografi. PENUTUP Manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. norma dan adat istiadat atau dikenal dengan kearifan lokal.

Model Perlindungan dalam Pemberdayaan KAT. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Jakarta: UIN Rustanto Bambang et all. Model Pengembangan Sumber Daya Manusia KAT. et all. 2004. tahun 2007 . 2004. Human Righys and Sosial Work. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan.Hum adalah Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Washington: WB. 2003. Jakarta: UI Press San Awang. Yogyakarta: Jendela Fitzpatrick Tonys. The World Bank. Jakarta: Dir PKAT Easwell Roger. Community Development. Cambridge: University Ife Jim. 2006. Sustainable Development In Dinamyc World. Towards Rights Based Practice. Manusia di Hutan Rakyat . Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. 1997. 2004. Bambang Rustanto. 2002. Kapital Sosial Dalam Perspektif Sosiologik. Yogyakarta: Sinergi.DAFTAR PUSTAKA Direktorat PKAT. 2004 . Drs. 2002. 2004. Vol. Etnoekologi. 2002. Model Pendekatan Sosial Budaya Dalam Persiapan dan Pemantapan Pemberdayaan KAT. Dari Kearifan Lokal Menuju Gerakan Self Governance. 2001. Ideologi Politik Kotemporer. 2005. Oxford: Blackwell Ife Jim. 02. Bandung: Lemlit STKS Soerjuni Mohammad. Jakarta: UI Press Migdey James. Kesepatan dan Rencana Tindak Nasional Keterpaduan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Creating Community Alternatif Vision Analysys and Practice . Jakarta: KLH Lawang MZ Robert. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Enviromental Issues and Sosial Welfare. 12. M. No. 2004. 64 Informasi. Australia: Longmann Kementerian Lingkungan Hidup.

diakui bahwa “keterasingan” pada mereka dalam arti sosial budaya. Vol. dan terminologi yang digunakanpun telah mengalami perkembangan. “Progress” is useful toward humanity aspect from development. Sebagaimana dikemukakan oleh Soebadio (Koentjaraningrat. 12.MEWUJUDKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SEJAJAR DENGAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA Sugiyanto dan Mochamad Syawie Abstract. 02. Pada tahun 1973 dikenal dengan sebutan Suku Terasing. ekonomi maupun politik dengan tujuh kriteria. pendidikan dan pengembangan secara umum yang kita nilai jauh dibawah standar menurut ukuran masa kini. or politic. PENDAHULUAN Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial. No. Terakhir pada tahun 1999 menjadi Komunitas Adat Terpencil (KAT). antara lain berbentuk komunitas relatif kecil. and measured with awareness and capability a part of community have to better life and welfare. 2005). 1993) sampai saat ini masih dirasakan kesenjangan sosialbudaya itu. kemudian pada tahun 1994 menjadi Masyarakat Terasing. Bahkan taraf hidup suku-suku bangsa bersangkutan menjadi kendala dalam usaha pembangunan sebagai bangsa. economic. Perbedaan tersebut menempatkan KAT sebagai komunitas yang menjalani kehidupan secara tradisional (masih terbelakang) dibandingkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang menjalani kehidupan secara modern. The separated that mean social culture. Selanjutnya. separately and uninvolved in network and services in social. Demikianlah kita merasa bertanggung jawab atas pengembangan suku-suku Informasi. dengan perubahan pada karakteristiknya. Pemberdayaan KAT. social welfare. tertutup dan homogen. The means of development are discontinuously to progress for people. there is gap between level of social culture in tribes with Indonesian conditions enclosed. Kita merasa tidak mungkin membiarkan sebagian dari bangsa kita berada dalam taraf kesehatan. tahun 2007 65 . Persepsi tentang KAT di Indonesia masih beragam. I. Terdapat perbedaan yang khas antara sosial budaya KAT dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Pada umumnya terpencil secara geografis dan secara sosial budaya tertinggal dengan masyarakat yang lebih luas. dan masih hidup dengan sistem ekonomi susbsisten (Dir. Keyword : Indigenous people. Indigenous people is local social culture groups. empowerment.

Minas. “kemajuan” sebaiknya selalu mengacu ke aspek manusiawi dari pembangunan. cenderung penelitian semacam ini sangat jarang diminati orang. Menyedihkan karena suku Sakai cenderung kurang mendapat perhatian penuh dari bangsanya sendiri. menetap. Hidup bersama. yakni Suku Sakai. Kesedihan itu dirasakan ketika mengawali proyek penelitiannya yang diberi tema “Pikiran dan Pengertian Asal”. 12. Berdasarkan konsep “kemajuan” pada difinisi tersebut. Jerman. Ahli antropologi G. Kebijakan tersebut antara lain. Dia hanya berharap. bahwa pembangunan tidak selamanya berarti kemajuan bagi semua orang. Vol. dan seringkali juga merusak keseimbangan ekologi lingkungan alamnya. 02. yaitu hutan. dan kemandirian komunitas adat terpencil 66 Informasi. 1993) menyarankan suatu konsep yang relatif dapat digunakan sebagai pegangan untuk merencanakan beberapa kebijaksanaan pembangunan KAT. Provinsi Riau. dan diukur dengan derajat kesadaran dan kemampuan sebagian besar warga masyarakat yang bersangkutan untuk hidup lebih nyaman dan sejahtera. Kalipke justru menetap di tengah keluarga Sakai. dengan memilih komunitas suku Sakai sebagai subyek. Kabupaten Bengkalis. No. bergaul. sekaligus menyedihkan. dan mengikuti cara hidup suku Sakai yang berpindah-pindah pada saat membuka lahan untuk berladang. di pedalaman Bengkalis. maka semua upaya pembangunan paling tidak dapat mengakibatkan : 1) perubahan degeneratif.O. jauh di pedalaman hutan Mandau. ia berpendapat. 2003) mengungkapkan bahwa pada tahun 1979. riset yang didukung Universitas Hamburg. suatu suku pedalaman. sebaiknya memperhatikan sumber daya lokal. sehingga mampu juga mengikuti usaha pembangunan yang tengah kita. Mereka menyelesaikan tugas yang telah ditargetkan dalam waktu yang sesingkat mungkin (kalau mungkin dengan cara memaksa). tahun 2007 . tengah bergulat dengan proses penghilangan eksistensi mereka seiring pembabatan kekayaan terbesar yang mereka miliki. Kalipke menetap selama tidak kurang 17 tahun. Mendukung pendapat Seers.bersangkutan. tanpa memperhatikan keperluan warga masyarakat yang mereka “bangun” dengan lebih seksama. ini akan menggali pemikiran asli dari warga suku pedalaman. Hans Kalipke (Orin Basuki. dan Bukit Kapur. 1993) mengenai kebijaksanaan membangun serta mengubah masyarakat pada umumnya. Menurutnya. Pada saat bangsa Indonesia sendiri kurang mempedulikan kesulitan hidup yang dialami suku Sakai. 2) perubahan tanpa kemajuan. Oleh karena itu. Hidup bersama suku pedalaman di Riau merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi Kalipke. Dalam tulisan berjudul The Meaning of Development yang ditulis oleh Seer (Koentjaraningrat. pertama: disebut traditional community development approach (pendekatan pembangunan masyarakat yang tradisional). dan 3) perubahan yang membawa kemajuan sosial ekonomi. Keadaan seperti ini dapat timbul karena para change agent hanya melakukan pendekatan bagi kepentingan mereka sendiri. Lang (Koentjaraningrat. Perubahan degeneratif adalah perubahan yang telah merusak keseimbangan dari kehidupan sosial suatu masyarakat. kepemimpinan lokal. supaya mereka akhirnya mampu ikut hidup sesuai pola dan patokan kesehatan dan pendidikan masa kini. Di tengah kemiskinan suku yang terbiasa dengan pakaian berbahan kulit kayu inilah.

disebut paternalistic approach (pendekatan paternalistik) berdasarkan gagasan bahwa masyarakat yang dibangun masih sangat rendah kemampuannya. berdasarkan prinsip bahwa change agent hanya memberi modal dan teknologi untuk memudahkan pembangunan yang dikembangkan dengan sumber daya lokal (dari bawah) dan kepemimpinan lokal. Komunitas Adat Terpencil. Pendidikan. Orang rimba di Provinsi Jambi. tapi juga membawa perdebatan yang tak habishabisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek. dan sempurna bagi semua golongan. yaitu (1) keterbatasan sumberdaya manusia dan (2) keterbatasan keterpaduan program. Dalam rangka itu. dan yang belum diberdayakan sebesar 193. tahun 2007 67 . Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2005. Pada lokasi tertentu. Kedua. Sarana transportasi masih sangat terbatas untuk keluar maupun masuk ke lokasi KAT. 02. Ia mengandung begitu banyak makna. lapisan sosial dan suku bangsa di Indonesia (Koentjaraningrat. Permasalahan yang dihadapi oleh KAT seperti : 1.185 (Direktorat Pemberdayaan. senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik pasti bermanfaat Secara umum. Pada umumnya KAT berpendidikan rendah. Vol. 1993). yang sedang diberdayakan 13. istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KAT Mengutip pandangan Ismid Hadad (1980) bahwa. kita tentu perlu mempersoalkan mengapa hingga sekarang masih ada warganegara Indonesia yang hidup dalam masyarakat terpencil yang kita anggap terbelakang dan tidak maju. Transportasi. Informasi. engineering physical infrastructure approach (pendekatan prasarana fisik). mempunyai fungsi begitu berganda.177. bagi orang luar yang bermaksud memasuki lokasi KAT. Mereka pada umumya berjalan kaki berjam-jam untuk meninggalkan kampung halamannya. II. No.488.yang akan dibangun. fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut. relatif sulit memperoleh sarana transpotasi. kehidupan yang lebih aman. menimbulkan begitu banyak harapan. buta huruf dan bahkan ada KAT yang menolak masuknya pendidikan karena dinilai pendidikan bertentangan dengan adat istiadat mereka. Demikian pula. Namun. Kalau kita memecahkan persoalan itu dengan jawaban bahwa masyarakat terpencil di negara kita tidak maju karena lokasinya terpencil. kuda atau Sebagian besar bangsa Indonesia berasumsi dan mempunyai keyakinan bahwa pembangunan nasional membawa kemajuan yang berarti. Misalnya. 2005). permasalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan KAT disebabkan oleh dua hal mendasar yang terkait satu sama lain. Ketiga. 2. 12. apapun makna. untuk ke lokasi KAT digunakan perahu kelotok. jawaban itu juga tidak seluruhnya benar. dan sama sekali tidak atau hanya sedikit mengalami hubungan dengan dunia luar. populasi dan persebaran pemberdayaan komunitas adat terpencil adalah yang sudah diberdayakan sebesar 61. sejahtera.

Dalam perspektif di atas. air bersih dan sebagainya. karena ia harus meninggalkan dan akan kehilangan pegangan hidupnya. atau dengan perkataan lain. 3. 4. dikenal dan dibudayakan sejak kecil. kebiasaan dan gaya hidup seseorang yang telah lama dipelajari. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan masih terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. 02. 12. Sama halnya alasan pada terbatasnya tenaga pengajar. 1993).kendaraan roda empat yang khusus untuk kondisi alam yang sulit. Di lokasi tersebut masih sangat terbatas tersedianya fasilitas dan sarana umum seperti jalan untuk kendaraan roda empat. menjadi alasan enggannya tenaga medis untuk ditugaskan ke lokasi KAT. Sedikitnya ada tiga respons terhadap tiga macam pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari luar. yang dapat membawa kemajuan dalam hidup mereka. 5. yaitu: Mengubah kebudayaan berarti mengubah adat-istiadat. dan karena itu mereka tetap hidup dengan cara yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka. Kenyataannya sangat sulit untuk membangun koordinasi ini. Komunitas adat terpencil memang ingin maju. dan berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang selama mungkin dengan cara menolak setiap unsur pengaruh yang datang dari luar (Koentjaraningrat. Tenaga medis. Hal itu tentu dirasakan sangat berat. tahun 2007 . kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. III. Namun mereka tidak atau belum mampu melakukan perubahan kebudayaan. 3. KAT sebagai bagian dari kemiskinan perlu ditangani secara koordinatif dari berbagai instansi sektoral. Koordinasi. 1. dimana warga dari KAT mengorganisasi diri dalam kelompok dan 68 Informasi. Tenaga pengajar. jembatan. listrik. intervensi yang terbaik dalam memberdayakan KAT adalah pembangunan komunitas tersebut. Untuk itu perlu motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam atau dari luar. terhadap rangsangan unsurunsur yang datang dari luar. menjadi alasan enggannya tenaga pengajar ditugaskan ke lokasi KAT. Fasilitas pemerintah. walaupun cara hidup yang baru itu dapat membawa kemajuan baginya. 2. No. KEBUDAYAAN SEBAGAI REFERENSI PERUBAHAN Teori antropologi tentang perubahan kebudayaan menyarankan agar diperhatikan respons dari masyarakat (“sejajar dengan masyarakat pada umumnya”). Warga masyarakat terasing (baca komunitas adat terpencil) sebenarnya mau menerima pengaruh dari luar yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi mereka. Vol. namun mereka menganggap bahwa pihak luar tidak mau membagi unsur-unsur kebudayaan yang membawa kemajuan itu dengan mereka. Komunitas adat terpencil memang tidak mau berubah. Pembangunan komunitas dapat dilihat sebagai proses. 6. sehingga terkesan program penanganan kemiskinan berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya pun kurang optimal.

merasakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi atau masalah-masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup (Parsudi Suparlan, 2003). Kelompok ini membuat rencana-rencana kerja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi, atau mengatasi masalahmasalah yang mereka hadapi untuk dapat diatasi bersama. Berdasarkan hal tersebut mereka mengorganisasi diri dalam bentuk kelompok-kelompok kerja atau perkumpulan-perkumpulan untuk melaksanakannya.

Khairina, “Kami Sekolah Hanya Dua Minggu Sekali”, dalam Kompas, 22/8/ 2005 Basuki, Orin, Sebuah Kamus Untuk Warga Sakai, dalam Kompas, 2/1/2003. Koentjaraningrat, dkk, 1993, Masyarakat Terasing di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Departemen Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Pemberdyaan Komunitas Adat Terpencil, 2005, Profil Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pada 8 Provinsi, Jakarta. Suparlan, Parsudi, 2003, Pembangunan Komuniti Terpencil (KAT), Makalah Seminar Hasil Penelitian KAT Departemen Sosial & Pranata Pembanguna UI, Jakarta.

IV. PENUTUP
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, upaya mewujudkan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada kesulitan apabila tidak memperhatikan penanganan yang serius terhadap persoalan kemiskinan, pendidikan, serta masalah kesehatan. Karena akar masalah yang dihadapi KAT terletak pada ketiga persoalan mendasar tersebut. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT, dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sugiyanto , Alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Program Studi Pengembangan Masyarakat. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Mochamad Syawie, Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sosiologi. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat dan Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Hadad, Ismid, 1980, Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan, dalam Prisma, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial , LP3ES, Jakarta.

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

69

INDEKS
A
Accountable, 55 Achir (1994), 31 Advokasi Sosial, 20 Afeksi, 26 Alexandrov (1981), 6 Anayomi, 10 Antropologi, 2 Antropopcentris, 56 APKLINDO ( Asosiasi Klining Service Indonesia), 44 Child Drugs Trafficking (CDT), i Community Watch, 43, 44 Consenciousness raising and organization, 14 Conventional Kin, 25

D
Deep Citizenship, 55 Degradasi, 16, 62 Depsos, 2003 ; UNDCP, 36 Discretionary Kin, 25 Downliner, 38 Drugs Trafficker, 41 Drugs Trafficking, 37 Durkheim, 2

B
Blckkenburg dan Sachs, 1990: 31-31, 3 Bell (Ihromi, 1999), 25 Biodiversity, 51, 54, 56 Birokrasi, 15 Budi santoso (1995), 12

E
Earth Fist, 56 Ecocentris, 56 Ecoeducation, 63 Ecologycal Modernization, 56 Ekologycal, 57 Eplisit, 2 Etnoekologi, 62 Etnografi, 1, 2, 62, 63

C
Calhoun (1999: 663-664), 7 CDT (Child Drugs Trafficker), 41, 42, 43, 45, 46, 48 Change Agent, 66, 67 Chayanov, 2

70

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

Everyday form of repression, 5 Extended Family, 24 Eyre (2006), 28

HIF/AIDS, 46 Homeless, 37 Human Ecology, 62, 63

F
Farmer, 1 Fictive,25 Filantropis, 9 Fisologis, 60

I
ILO (2003),36, 37, 40 Impersonal, 15 Implisit, 5 Individualization, 17 INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita), 44 Institusional, 34 Institusionalization, 58 Integrasi social, 27 Interaksi, 3, 11, 13 Intervensi, 20, 68

G
Giddens, 1995: 1-2, 7, 56 Gunarsa dan Gunarsa (2004), 24 Geertz (1983), 3 General models, 17 Goldstein dkk (1973), 27 Good Society, 52 Goode (2000), 32, 33 Great Tradition, 1 Green Communitarian, 57 Green for All, 61 Green Movement, 54

J
James C. Scott (2000), 4 James Midley (2005), 52 James scott (1981), 4 Jihad fi-sabilillah, 6 Jim ife (2002), 13, 17

H
Habermas, 56 Halubay,62 Hambali (2005), 32 Hartley Dean (Fitzpatrick, 2002), 56 Hartmandan Dwyer, 28 Help people help them self, 16, 48

K
Kartodirjo (1984), 7 Kuntowijoyo (2002: 60), 7 Kalipke, 66 KAN (Komite Aksi Nasional), 40 Karen K. Kirst, Ashmandan Grafton H. Hull, Jr (1993), 17

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

71

2 N L Lamin. 58 Low profile. 60 72 Informasi. 24 O ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). 18 Main stream. 54 Mezzo Practice Skill. 12. 17 MLM (Multi Level Marketing). 2005. No. 17 Micro practice Skill. 68 Kolutif.29 Konsumerisme. 3 Moralitas. 6 Kartono dalam sorjani. 37. 43. 48 Nature. 02. 24 Non Renewable. 44. 46. 2 Mark. 40 Multy-dimensional. 5 LPKK. 7 Koentjaraningrat (1993). 10 Organizing and social action. 45. 60 KAT. 14 Orin Basuki. 66 Outrech. 6 Modelling 27 Modernisasi. tahun 2007 . 39. 25 Oness Nature. 36. 65 Kaum abtenaar. 58 Lesbian/Homoseksual. 54 Nimkoff. 20 Legowo. 41.Karl mark (1971: 230). 66. 33 NAPZA. 51 Norton Dan Hunt (Astrid. 4 Much as potatoes in a snack of potatos. 44 LSM/Orsos/Ormas. 62. 1984). i. i. 59 Local Wisdom. 38 Mode ofproduction. ii. 2005. 6). 6 Konfrontasi simbolis. 23 Life Skill. 54 Kontemplasi. 16 Kroeber. 11. 43 M Macro Practice Skill. 6 Multidimensi. 6 Marxist. 2 Marwanti dalam Rustanto. 40. 5 Konsistensi. 62 Orbitasi. 38. 12 Nuclear Family. 44 Oikonomia. 16 Mark dan Engels. 57. Vol. 2 Kuntowijoyo (2002. 61. 65. (2003). 18 Nainggolan. 1. 40. 47. 60 Land reform.1997. i.

52 Parsudi Suparlan. 26 Subsisten. 24 Talcot parson (Ihromi 1999). 1 Peer Educator. 53 Ratu adil. 63. 6 Sacred. 31. 4 Social action. 16 SDM dan SDA. 61 Self determination. 2. 53 PSBR. 37 Paradigma. 12 Soerjono Soekanto (1990). 16 Self Governance. 63 Survival. 1989). 68 Pincus dan Minahan (1973). 67 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). 3. (2003). 1. 4 Pre-capitalist. 12 Informasi. 69 Participation. 59 R RAN (Rencana Aksi Nasional). 55 Revolusioner. 40 Rapid Assesment. 5 SDM. 9 Perspektif. 36 Represif.Thailand. 24 Popkin (1979). 6 Referal System. 9 Shanin ( 1971: 14-15 ). 13 Paternalistic Approach. 44 Paul Hogget (Fritzpatrick. 23. 42. 44 T Tetrawanti (1989).2002). 17 Partisipatori.SDA. 12. 14 Social alignment. 2005). 44 Polish (Tetrawanti. tahun 2007 73 .P Pakistan.16 Stake holder.SDS. i. 10 Spiritual. 33 Resistensi. 52 S Scott. 4 Provider. 4. 20 Soetrisno. 2000: xxiii-xxiv. Vol. 2 Sharing. 36 Raskin (Beras Miskin). 52 Peasant. 6 Peasantry. No. 18 PKBM. 2000: xviii. 4 Responsible. 6 Resilient. 44 Psikotropika. 56 Self-determination. 46 People centered development. 43 Stereotype. 02. 3 Richard Titmus (Midley. 18. 2 Premis. 4.

9 Tournamen. 2 Victim. 52 Top-down. 32 Traditional Community Development Approach. 18 The Winner. 41 Tradisional. No. 66 The target system. 43 W Wolf (1985: 26). tahun 2007 . 53 74 Informasi. 37 U Universal. 38 V Vasil‘cakov.18 The looser. 2 Terminology. 53 The Maining of Development. 3 Welfare Consumerism. 52.Terminologi Redfield dan Singer (1971 ). 18 The change agent system. 02. 18 The client system. 30 Tonys (Fitzpatrick. 12. 2002). 11 Upliner. 55 Toleransi. Vol. 65 The action system. 39 Vocational training. 53 Well Being. 53 Wellfare Statism. 1 Terminologi. 66 Trafficker. 53 The World Bank. 50 Think Globaly and Act Locally.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful