P. 1
Informasi Vol 12_ No. 02 2007

Informasi Vol 12_ No. 02 2007

|Views: 60|Likes:
Published by Etty Rauf
ebook
ebook

More info:

Published by: Etty Rauf on Jul 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Sections

  • I.PENDAHULUAN
  • II.MEMAHAMI MASYARAKAT
  • III.DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT
  • IV.STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT
  • V.PENUTUP
  • VI.PENUTUP
  • VII.ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT
  • VIII.PENUTUP

PENGANTAR REDAKSI
Penerbitan Informasi Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial Volume 12 Nomor 02 ini menyajikan enam artikel yang membahas: Tinjauan Teoritis tentang Resistensi Petani, Membangun dan Memberdayakan Masyarakat, Membangun Keluarga Berketahanan Sosial, Pelayanan Sosial Terkait Dengan Anak yang Dilibatkan dalam Perdagangan NAPZA, Peningkatan Kesejahteraan Sosial KAT Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Kehidupan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya. Masyarakat petani di Indonesia, faktanya merupakan masyarakat yang termarjinalisasi. Proses marjinalisasi ini sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. Permasalahan ini dibahas oleh Oetami Dewi dalam tulisannya, “Resistensi Petani : Suatu Tinjauan Teoritis”. Diuraikan oleh Suradi dalam tulisannya “Membangun dan Memberdayakan Masyarakat : Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis”, bahwa pembangunan dalam rangka memberdayakan masyarakat yang tepat apabila dilaksanakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, maka intervensi pemerintah perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan masyarakat tersebut, dan mengintegrasikan berbagai dimensi yaitu sosial, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan personal/spiritual. Melalui pendekatan terintegrasi ini, maka akan tercapai taraf kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dewasa ini, keluarga menghadapi dampak perubahan sosial yang sangat cepat. Irmayani dalam tulisannya “Membangun Keluarga Berketahanan Sosial Dalam Era Modernisasi”, menguraikan, bahwa keluarga yang berketahanan sosial, adalah keluarga yang mampu bertahan terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pada era modernisasi ini, keluarga diharapkan mampu melaksanakan fungsinya, membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya, serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya. Keluarga yang tidak memiliki ketahanan sosial, dapat berdampak pada kehidupan anak antara lain anak terlibat dalam perdagangan NAPZA. Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, kareana melanggar hak-hak anak. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja, tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. Dalam hal ini, peranan pekerja sosial sangat penting, selain tentunya polisi, hukum, dan kedokteran yang selama ini menanganinya. Permasalahan ini dibahas oleh Hari Hariyanto dalam tulisannya ”Pelayanan Sosial Bagi Anak Yang Dilibatkan Dalam Perdagangan Napza : Pengalaman Bekerja Bersana Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur”.

i

Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Namun demikian. Oleh karena itu. KAT adalah komunitas yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan sosial dasarnya.Rustanto dalam tulisannya ”Peningkatan Kesejahteraan Sosial Komunitas Adat Terpencil Berbasis Kearifan Lokal’ menguraikan. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Syawie dalam tulisannya ”Mewujudkan Komunitas Adat Terpencil Sejajar dengan Masyarakat Pada Umumnya”. yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT. Oleh karena itu. mata air dan gunung. bahwa manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. Hal ini dibahas oleh Sugiyanto dan Moch. Hidup serasi dengan alam ini dicontohkan oleh KAT. manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. Oleh karena itu. mereka perlu diberdayakan agar dapat menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya. mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjaga alam tetap lestari. dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatan kesejahteraannya. pepohonan. REDAKSI ii . upaya mewujudian KAT ini tampaknya masih dihadapkan pada berbagai kesulitan.

Berbeda dengan farmer. meliputi seluruh jenis struktur sosial. Briefly in this paper I would like to convey that if we want to know deeply about the resistance we should now first about the history and concept for building the theory. Secara umum kita dapat membedakan atau melihat empat tradisi konseptual utama dalam pembahasan tentang keberadaan kaum tani (peasantry) sebagai hal yang khusus. That resistance can be divided into many meaning. Farmer ini juga digolongan sebagai kelompok petani lapisan atas yang mengadopsi budaya kelas dominan dalam struktur negara. Mereka ini disebut mengembangkan budaya kecil. yang mempengaruhi ilmu pengetahuan sosial pada jaman ini yakni: teori kelas Marxist. petani yang termasuk dalam pengertian peasant adalah petani yang menguasai sedikit sumber daya alam. Farmer adalah petani yang menguasai faktor produksi secara memadai. If we are talking about the resistance. For passive the characteristics are different than in active resistance by the appearance from the kind of how the peasant react to what they think it could be different from what they want to. because the concept for resistance actually came from the peasant. the peasant I. condition and the culture form the communities. In this paper. seperti elite politik dan elite ekonomi. Pengertian petani dibedakan antara farmer dan peasant. Key word : resistance. Vol. The form of resistance also many kinds relating to the situation. atau budaya marginal yang berbeda dengan budaya yang dikem-bangkan oleh lapisan penguasa. we can’t avoid talking and discussing about the peasant. Mereka sering disebut petani gurem. and the main resistances are active and passive resistance. dan tradisi Durkheimian yang dikembangkan oleh Informasi. dan termasuk buruh tani yang tidak memiliki tanah dan meng-gantungkan hidupnya pada kerja bagi hasil. PENDAHULUAN Konsep tentang petani perlu diperjelas terlebih dahulu sebelum berbicara konteks hubungan petani dengan kelompok sosial lainnya. tahun 2007 1 . 02. tipologi ilmu ekonomi khusus. since their willingness never gives more attention until they can’t stand up anymore. No. mampu mengakumulasi surplus usaha taninya.RESISTENSI PETANI : SUATU TINJAUAN TEORITIS Oetami Dewi Abstract. Peasant ini memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan farmer. try to make many differences and understanding meaning from many references that talking about resistance relating to the peasant. Mereka memiliki modal usaha dan jaringan sosial yang kuat dengan tokohtokoh dari kelas sosial atas. tradisi etnografi budaya. But for active resistance the appearance more destructive than in passive. 12. tanah pertanian yang relatif luas. sehingga kebudayaan farmer dalam terminologi Redfield dan Singer (1971) disebut Great Tradition.

Sebagai contoh. Budaya tradisional yang khusus berhubungan dengan cara hidup masyarakat kecil. suatu tambahan mendeskripsikan masyarakat petani. Pendekatan ini dikembangkan oleh Marx. dan hanyalah kebun yang menyediakan kebutuhan konsumsi keluarga dan pembayaran kewajibankewajibannya kepada pemilik atau penguasa ekonomi dan politik. yakni: 1.Kroeber dan sejawatnya dalam teori perubahan sosialnya ke sosiologi fungsional (Shanin. kemampuan membangun hubungan sosial dan kesejahteraan. Peasant sebagai bagian segmen telah diulas oleh Redfield. sewa. Pendekatan ini dapat dilacak dari karya Marx dan Engels. 02. batasan terhadap masyarakat petani secara umum meliputi empat hal utama. memandang struktur sosial petani ditentukan oleh suatu jenis ekonomi khusus. hal yang sangat penting di mana kepalsuan dianggap cara keluarga petani bekerja. telah mengikuti suatu alur yang agak kompleks. Tradisi kedua. Pertanian tradisional meliputi suatu kombinasi tugas spesifik pada suatu spesialisasi tingkat rendah dan latihan suatu kebebasan. 1971: 13-14). Pokok permasalahan politis mereka adalah antar hubungan dengan budaya subordinat dan ekploitasi ekonomi melalui pajak. 2. Tindakan ekonomi melekat dengan hubungan keluarga. Tradisi Marxist tentang analisa kelas menggunakan perspektif pemahaman terhadap kaum tani dalam konteks pola hubungan kekuasaan. Kemudian petani (peasant) dipahami sebagai awal dari tata sosial. pertimbangan tindakan individu dalam hal pengalaman masa lalu dan kehendak masyarakat. Ciri-ciri ini nampak dari sisa-sisa dasar struktur kekuatan sosial. Dasar dualisme yang diterima oleh Durkheim dan generasinya membagi masyarakat ke dalam tradisional dan modern atau organik di atas pembagian kerja dan interaksi dari berbagai unit. Sedikit bagian dari pola budaya ini berhubungan dengan karakteristik masyarakat kecil. Hanyalah keluarga yang menyediakan tenaga kerja pada kebun. dan diterima sebagai dasar konseptulisasi oleh mayoritas antropolog Amerika. yaitu berakar dari etnografi Eropa dan antropologi Barat tradisional yang cenderung mendekati petani sebagai representasi dari tradisi nasional awal. keunggulan sikap kompromis dan tradisional. dan alasan maksimalisasi laba dalam terminologi uang jarang nampak secara tegas atau eksplisit. Dampak alam yang secara terbatas penting bagi mata pencarian dari unit produksi kecil dengan sumber daya terbatas. Corak budaya petani yang spesifik telah dicatat oleh berbagai peneliti. Posisi kaum tani tidak pernah diperhitungkan. hidup kaum tani didominasi oleh orang luar. Lahan pertanian merupakan alat utama mata pencarian yang secara langsung menyediakan bagian terbesar kebutuhan konsumsi. No. 2 Informasi. tapi secara eksplisit dibuat Vasil’cakov dan secara keseluruhan dibangun Chayanov. Kroeber menempatkan masyarakat petani dalam posisi tengah bagian masyarakat dengan bagian budaya tersendiri. 4. Vol. 12. Menurut Shanin (1971: 14-15). yaitu. Petani digambarkan sebagai masyarakat produsen pre-capitalist yang dieksploitasi dan ditindas. Tradisi ketiga. tahun 2007 . kepentingan dan 3. Produksi kebun keluarga sebagai unit utama bagi sosialisasi. Kebun keluarga petani merupakan unit dasar dari organisasi sosial yang multi-dimensional.

mereka dapat berubah menjadi kaum proletariat yang revolusioner dalam perubahan waktu. kaum tani digambarkan memiliki sistem ekonomi yang berbeda dengan segmen masyarakat lainnya. Kelompok primer dalam masyarakat petani ini berawal dari ikatan keluarga. Pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk interaksi sosial dalam kelompok primer biasanya ditandai oleh adanya tingkat formalitas yang rendah. Modernisasi pertanian terjadi seiring dengan proses penetrasi kapitalisme pada masyarakat petani akan ditentang keras karena mengancam kepentingan ekonomi mereka. masyarakat petani juga akan mendukung usaha mempertahankan hubungan-hubungan sosial yang tradi- sional. dan pengeluaran dana-dana seremonial yang diperlukan untuk menopang hubungan-hubungan itu. 12. akan mendapat reaksi negatif dari masyarakat petani ( peasant) karena dianggap mengancam keamanan subsistensi mereka. Prinsip harmoni sosial budaya dalam kehidupan masyarakat petani di Jawa dikemukakan oleh Geertz (1983). II. Masyarakat petani biasanya berbentuk kelompok primer atau asosiasi kecil yang saling berhubungan dan terikat oleh hubungan emosional yang alamiah. 02. dan tetangga yang terdekat dapat membantu dengan memberi pinjaman untuk membeli bahan pangan (Blanckenburg dan Sachs. Namun dalam beberapa kondisi. masyarakat petani dapat menolak penetrasi lebih lanjut oleh tuntutantuntutan dan tekanan-tekanan dari luar. ditandai oleh tertib sosial atau harmoni sosial yang tidak menyuburkan munculnya pertentangan kelas sosial akibat memburuknya hubungan kepemilikan tanah. sehingga tidak menimbulkan gangguan yang serius di dalam kehidupan mereka. namun beresiko bagi kejatuhan ekonomi rumah tangganya. sosial dan politik. No. Masyarakat petani cenderung untuk terus melekat pada cara hidupnya yang tradisional. Karakter ekonomi petani ini ditandai oleh bentuk usaha taninya yang bersifat subsisten. dan tidak dilandasi oleh prinsipprinsip hubungan yang rasional. ketetanggaan dan pengelompokkan yang bersifat lokal. tahun 2007 3 . Keberlangsungan pemenuhan kebutuhan keluarga dalam jangka panjang lebih bermakna dari pada keuntungan besar jangka pendek. Konsep harmoni sosial-budaya di dalam kehidupan masyarakat petani tersebut dapat meredam seluruh potensi konflik. Kelompok primer dapat berperan untuk mengatasi masalah subsistensi rumah tangga petani. Oleh karena itu. PERSPEKTIF TEORITIS RESISTENSI PETANI Dalam perspektif teoritis yang menyatakan petani sebagai sistem ekonomi khusus. Informasi. berorientasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan kebutuhan pasar. kelompok primer dalam masyarakat petani sering berfungsi secara ekonomi. Sementara mereka memaksa anggotaanggotanya yang lebih beruntung untuk membagi sebagian dari kerja dan barangbarang mereka dengan tetangga-tetangga mereka yang kurang beruntung (Wolf.pola perdagangan yang tidak disukai kaum tani. Selama hubungan-hubungan itu dapat dipertahankan. Kebijakan pembangunan pertanian yang mengarah pada modernisasi sistem pertanian. Vol. 1990: 31-32). 1985: 26). memiliki tujuan interaksi tidak spesifik. Setiap hal yang baru menurut mereka akan membahayakan keseimbangan yang ada. Mereka ini merupakan petani tradisional dan berusaha keras mempertahankan tradisi-tradisi yang memberikan jaminan keamanan subsisten rumah tangganya.

No. III. sehingga mereka lebih mengutamakan keselamatan ekonomi dalam jangka panjang dan tidak tertarik pada kemungkinan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek meskipun beresiko pada kehancuran ekonomi mereka. 12. dengan pengertian membagikan secara merata apa yang terdapat di desa yang dilandasi kepercayaan kepada hak moral para petani untuk dapat hidup secara cukup. Setiap petani dalam masyarakat petani pada dasarnya termotivasi menuntut keuntungan dari tindakan kolektif dengan partisipasi sekecil mungkin. tahun 2007 . bahwa perilaku manusia selalu dilandasi motif mencari keuntungan atau kemanfaatan yang sebesar-besarnya. resistensi petani merupakan pilihan rasional terhadap berbagai alternatif yang tersedia. dan bukan sebagai reaksi defensif untuk mempertahankan institusi tradisional mereka dan norma-norma resiprositas yang ada dalam masyarakat. Moralitas ekonomi mendahulukan keselamatan ini merupakan kunci untuk memahami resistensi petani.James Scott (1981) menyatakan. dan bersikap resisten terhadap perubahan atau kenyataan sosial yang tidak memberi pilihan lain. mengupas bagaiman cara masyarakat petani yang lemah dan selalu kalah menentang kelakuan semena-mena dan eksploitatif dari kelompok ekonomi dan politik yang kuat. Perspektif moral ekonomi itu ditentang oleh Popkin (1979). Vol. Prinsip mendahulukan keselamatan merupakan sumber kekuatan moral bagi masyarakat petani untuk menolak perubahan. Ada mekanisme sharing antara petani yang kaya kepada yang miskin melalui berbagai bentuk hubungan ekonomi dan sosial sebagai tanda bahwa petani kaya telah membagi surplus ekonominya kepada komunitas petani di desanya. baik yang berasal dari dalam masyarakat 4 Informasi. Popkin memiliki premis. melainkan perlawanan terhadap kekuasaan elite desa dan petani kaya yang mengatasnamakan masyarakat petani. Scott (2000) dalam bukunya Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Gerakan perlawanan petani terjadi ketika sebagian besar individu merasa dirugikan. bahwa semangat kolektif masyarakat petani yang terwujud dalam aktivitas tolong-menolong serta memandang permasalahan dari kepentingan kolektif merupakan mekanisme sosial untuk menyelamatkan diri dari kondisi yang secara ekonomi rentan terhadap bahaya kekurangan pangan. BENTUK-BENTUK RESISTENSI PETANI James C. Para petani menganut moral ekonomi mendahulukan selamat. Dalam perspektif teori Popkin. dari pada berorientasi pada maksimalisasi profit. Relasi sosial dalam perspektif Popkin merupakan perjuangan kepentingan ekonominya sendiri bukan dilandasi oleh pertimbangan moral kolektif. Para petani menganut azas pemerataan. Petani cenderung menolak perubahan pola-pola hubungan ekonomi dan sosial yang selama ini dianggap merupakan jaminan bagi keamanan subsistensi mereka. padahal tujuan memperkuat institusi yang menguntungkan mereka. Bagi Popkin. semua bentuk perlawanan petani bukan untuk menentang Revolusi Hijau atau perubahan. 02. Kehidupan ekonomi petani yang relatif miskin dan berada diambang garis kemiskinan. Basis premis yang dikembangkan Popkin adalah setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih perilaku yang paling efisien guna mencapai keuntungan yang maksimal bagi dirinya.

tanpa organisasi formal dan siap untuk melakukan kampanye defensif menghabiskan tenaga lawan dengan gaya gerilya. sebaliknya justru mengurangi kemampuan petani miskin untuk memanfaatkan isentif material yang ditawarkan oleh Revolusi Hijau.mereka sendiri maupun yang datang dari luar. Dalam studinya di Sedaka . kapal besar yang bernama negara dapat saja kandas pada batu karang perlawanan rakyat petani ini (Scott. Teknik-teknik lowprofile ini sangat cocok untuk struktur sosial kelas petani. Masyarakat petani yang lemah pada dasarnya tidak pernah berhenti menentang ketidakadilan yang menimpa diri mereka. Tindakan-tindakan perlawanan yang dilakukan secara perorangan. Cara-cara seperti ini dalam jangka panjang justru terbukti paling efektif. karena mereka tidak memiliki wadah organisasi politik formal. 02. dan mereka secara khas menghindari konfrontasi simbolis yang langsung dengan penguasa. bahwa program Revolusi Hijau telah merubah tatanan sosial ekonomi di perdesaan Malaysia. antara petani dan pihak yang mencoba menyerobot pekerjaan.Malaysia tersebut Scott menunjukkan. seperti pemerintah dan aparatnya yang memperlakukan mereka secara tidak adil. Perasaaan diperlakukan tidak adil inilah yang sering memicu timbulnya konflik antara masyarakat petani miskin dengan kelompok mapan yang mereka anggap sebagai sumber ketidakadilan. sering mengambil bentuk mengurus sendiri. Petani miskin secara perorangan melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap negara karena negara melakukan penetrasi di dalam proses transformasi hubungan-hubungan produksi dengan proses mekanisasi pertanian dan modernisasi pertanian. Masyarakat petani yang lemah ini melakukan bentuk pertarungan jangka panjang. telah menggeser hubungan antara petani kaya dan petani miskin. Dan setiap saat. Mereka hampir tidak memerlukan koordinasi atau perencanaan. diperkuat dengan budaya perlawanan rakyat dan diperbanyak ribuan kali. pura-pura memenuhi permohonan. Senjata yang dipergunakan oleh masyarakat petani lemah ini. sewa. bersifat purapura. 12. tahun 2007 5 . Revolusi Hijau telah memperkuat daya akumulasi surplus ekonomi bagi petani kaya. makanan. Negara memiliki peranan yang luas dalam proses tranformasi perdesaan melalui program modernisasi sistem pertanian padi. sehingga petani miskin cenderung menjadi semakin miskin. dan sebagainya. 2000: xxiii-xxiv). antara lain memperlambat pekerjaan. penyabotan. Sebagian besar dengan cara inilah kelas petani menyatakan kehadiran politisnya. Petani miskin yang lemah dan selalu kalah menunjukkan eksistensinya melalui everyday form of resistance dalam bentuk perlawanan terselubung yang muncul sebagai reaksi terhadap everyday form of repression yang dilakukan tuan tanah dan petani kaya. pelarian diri. menjadi bertambah kaya. Petani lemah itu melakukan perlawanan sehari-hari secara terselubung. dan bunga dari mereka. menggunakan pemahaman implisit serta jaringan informal. Perlawanan masyarakat petani yang lemah itu merupakan perlawanan terhadap dampak Revolusi Hijau yang mengancam keamanan subsistensi mereka. pencurian. Vol. pada akhirnya akan meneguhkan ‘batu karang’ ekonomi dan politik mereka. berbeda dengan kelas menengah dan kaum cendekiawan yang memiliki organisasi politik dan pemimpin formal dalam memperjuangkan kepentingannya. No. Perlawanan sehari-hari masyarakat petani ini secara empiris historis terbukti lebih tangguh dibandingkan dengan Informasi.

atau organisasi politik. Oleh karena itu. keras dan teroganisasi secara formal.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Usaha Kesejahteraan Sosial. Mode of production mereka mengisolasi mereka dalam hubungan timbal-balik. namun tanpa mengadakan hubungan yang bermacammacam satu sama lain. mereka tidak mampu menegakkan kepentingan kelas mereka atas nama mereka sendiri. No. Pada abad ke-19 sampai dengan permulaan abad ke20. 12. masyarakat petani Perancis terbentuk dengan cara men-jumlahkan satuan-satuan yang sesuai. Memperhatikan kondisi organisasi petani miskin ( peasant ) seperti yang digambarkan Marx di atas. kepentingan-kepentingan mereka dan menempatkan mereka dalam kedudukan bermusuhan. Beberapa puluh dari mereka membentuk sebuah kampung. Menurut Landsberger dan Alexandrov (1981). ideologi merupakan wahana pembimbing alam pikiran bagi para pendukung gerakan sehingga mereka ini memiliki kesadaran kesamaan nasib dan oleh karena itu juga memiliki “musuh” yang sama. Mereka tidak dapat mewakili mereka sendiri. dan beberapa puluh kampung membentuk sebuah distrik. Namun gerakan-gerakan itu dengan cepat dapat dibasmi oleh aparat kolonial Belanda dengan tindakan represif dan dengan korban manusia yang besar (Soetrisno. Vol 11. dan anggota-anggotanya hidup dalam kondisikondisi yang serupa. Kuntowijoyo (2002: 6) menyatakan bahwa kecenderungan petani menjadi bersikap radikal tidak dapat dilepaskan dari peran ideologi ratu adil atau jihad fi-sabilillah. Namun karena di antara petani-petani kecil itu hanya saling hubungan bersifat lokal saja. Radikalisasi petani merupakan istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan petani secara terbuka dan menggunakan cara kekerasan dalam mencapai tujuan. aparat pemerintah kolonial atau tindakan kolutif antara keduanya. Perlawanan petani dapat mengambil bentuk yang terbuka. Berjutajuta keluarga hidup di bawah kondisikondisi eksistensi ekonomis yang memisahkan cara hidup mereka. maka kebanyakan pemimpin dalam gerakan perlawanan petani yang radikal muncul dari lapisan kelas menengah di desa. apakah itu melalui parlemen atau melalui suatu konvensi. tetapi mereka harus diwakili. Vol. Sebagai contoh. dan identitas kepentingan mereka tidak melahirkan persatuan. di Pulau Jawa sering muncul gerakan Ratu Adil. Gerakan ini merupakan wadah dari para petani miskin melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh tindakan semena-mena baik dari pihak kapitalis perkebunan. sama seperti kentang-kentang dalam sebuah karung merupakan sekarung kentang (much as potatoes in a sack form a sack of potatoes). Hal ini terjadi karena gerakan petani tradisional pada umumnya diorganisasi tidak melebihi tingkat masyarakat petani yang bersangkutan. pemberontakan petani Banten tahun 1888 dipimpin oleh tokohtokoh keagamaan seperti kyai dan guru tarekat yang merupakan sosok pemimpin karismatik di Banten. Petani dengan lahan sempit hidup berdampingan. 02. tahun 2007 . No. Pemimpin keagamaan 6 Informasi. 2000: xviii). Pada umumnya bentuk perlawanan petani yang radikal sangat jarang dapat dikelola menjadi organisasi asosiasional dengan berbasiskan massa yang luas. 2006 : 1-17 perlawanan formal dan terbuka. maka mereka tidak merupakan kelas. 03. sesuai dengan karakteristk organisasi petani. Karl Marx (1971: 230) menyatakan bahwa masyarakat petani yang tersebar luas di negeri Perancis itu ibarat sekarung kentang. Dengan cara seperti itu. Petani-petani kecil membentuk satu massa yang besar. kesatuan nasional.

Jakarta: Pustaka Jaya. Ajaran tarekat nampaknya mempunyai daya tarik yang kuat bagi kaum tani yang tergolong lapisan sosial bawahan di Banten (Kartodirdjo. Informasi. Anthony. dan memiliki solidaritas keanggotaan yang kuat. bahwa pemerintahan kolonial Belanda adalah pemerintahan orang asing. Mereka terus menerus menghadapi tekanan-tekanan dan kebijakan yang tidak berpihak pada kesejahteraan mereka.Perlindungan Anak di Nusa Tenggara Barat (Suradi) ini mampu menyebarkan gagasan eskatologis Islam mengubah para anggota tarekat atau jamaahnya menjadi kelompok revolusioner yang militan. No. 1984. dan sasaran sosial ditujukan kepada kaum ambtenaar atau priyayi yang melambangkan kekuasaan kolonial (Kuntowijoyo. 02. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologis di Indonesia. 1994. ekonomis maupun sosial. Sosiologi Pertanian. Bahkan gerakan-gerakan modern. Giddens. 2002: 6). Sedangkan Calhoun (1999: 663-664) menyebutkan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Sasaran kultural biasanya ditujukan kepada pembasmian simbol-simbol adat yang bertentangan dengan agama. 1999. upaya itu biasanya disertai dengan pemaksaan kehendak. bahwa masyarakat petani sebagai masyarakat yang termajinalisasi. IV. Keanekaragaman dan Penentuan Nasib Sendiri. sekuler dan kafir. Salah satu ciri dari gerakan perlawanan petani radikal adalah tujuan gerakan perlawanan tersebut untuk mengubah tatanan sosial politik tertentu yang dianggap tidak benar atau merupakan kaum tani atau subyek pelaku gerakan tersebut (Giddens. sasaran ekonomis ditujukan pada dominasi ekonomi pedagang Cina. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Beyond Left and Right: The Future of Radical Politics. untuk menumbangkan pemerintahan kafir dan menata kembali kehidupan sosial politik di Banten yang diridhoi Tuhan seperti sistem kesultanan pada masa lalu. Ideologi messianisme dan millenarianisme pada abad ke-19 banyak dimanfaatkan untuk menggalang mobilisasi petani kearah gerakan perlawanan yang radikal. dengan sasaran kultural. Kartodirdjo. dan Reihold Sachs. Geertz. C.. DAFTAR PUSTAKA Blanckenburg. Clifford. 1983. 1994: 1-2). Sarikat-Sarekat Islam lokal banyak terlibat dalam radikalisasi petani. 1984). Wacana Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1. Peter von. PENUTUP Tinjauan teoritis tentang resistensi petani menyadarkan. halaman 28 – 40. Calhoun. Bagi setiap anggota jamaah dihembuskan semangat jihad. Sartono. baik oleh pemerintah maupun kaum kapitalis. 1990. Nasionalisme dan Civil Society: Demokrasi. Pemberontakan Petani Banten 1888. Proses marjinalisasi ini pada kontek Indonesia sudah terjadi pada abad 18 hingga abad 20 ini. bahwa gerakan radikal bertujuan mengubah struktur sosial yang sudah ada yang dianggap merugikan. seperti Sarekat Islam tidak jarang memakai ideologi ratu adil di tingkat pengikut bawahan. dan kebijakan itu malahan semakin menjadikan mereka hidup dalam kesulitan. “Masyarakat Tani Dalam Pembangunan”. Vol. tahun 2007 7 . para kyai dan guru tarekat membangun kerangka penafsiran. Ulrich Planck (Penyunting). berperang di jalan Allah. 12. Oxford: Blackwell Publishers. Dalam kasus pemberontakan petani Banten 1888.

Peasant Wars of Twentieth Century. Vol. “Peasantry as a Class”. Samuel L. DR. 1981. Departemen Sosial RI. Peasant and Peasant Societies. Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. Peasant and Peasant Societies. Shanin. Karl. 1971. Robert dan Milton B. Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. Teodor. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Soetrisno. Middlesex: Penguin Books. Henry dan Yu. M. The Rational Peasant: The Political Economiy of Rural Society in Vietnam. Senjatanya Orang-orang Yang Kalah. “Masyarakat Desa dan Radikalisasi Petani”. Teodor Shanin (Editor). 1971.. —————————. “Pengantar”. Loekman. James C. Popkin. New York: Harper & Rowy. Scott. Middlesex: Penguin Books. Oetami Dewi.Si. 12. 1981. Singer. Berkeley: University of California Press. Landsberger.. James C. Wolf. 8 Informasi. Teodor Shanin (Editor). halaman 229-237. Jakarta: LP3ES.Kuntowijoyo. G. 2000. Esai-esai Sejarah Dr.. 1971. Yogyakarta: Bentang Budaya. Doktor Sosiologi dari Universitas Indonesia. Jakarta: Rajawali. Alexandrov. “Introduction”. Marx. Redfield. E. Scott. Aktif mengikuti dan menjadi pembicara seminar/diskusi ilmiah di dalam maupun di luar negeri tentang pembangunan kesejahteraan sosial. No. “City and Countryside: The Cultural Interdependence”. 2002. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1979. Middlesex: Penguin Books. tahun 2007 . 1969. Bekerja pada Biro Perencanaan. Peasant and Peasant Societies.J. halaman 1-57. 2000. Kuntowijoyo: Radikalisasi Petani. Teodor Shanin (Editor). 02.

politic. dimension and strategy. Hal ini ditambah lagi dengan skema “sinterklas” dari program sosial yang sarat dengan motif pertolongan yang bersifat filantropis. I. Program sosial sudah “siap saji”. cultural. bahwa masyarakat lebih mengetahui masalah dan kebutuhannya sendiri. Is needed approach to this problems solution is a generalis approach. Keyword : community empovernment. dari semula menempatkan masyarakat sebagai obyek. prinsip partisipatif dan keswadayaan masyarakat belum sepenuhnya diterapkan di dalam programprogram sosial. Masyarakat Informasi. and supported by various practical principles and basic system in community development. cause have social. Terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat merupakan akibat dari penerapan pendekatan yang berorientasi pertumbuhan ekonomi tersebut. economic. Pergeseran pendekatan ini sebagai respon atas kegagalan pendekatan pembangunan yang dipaksakan dari pemerintah (top-down) . karena pendekatan tersebut dinilai tidak mampu menjawab berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Masyarakat miskin yang jumlahnya paling banyak. messo and macro approaches in synergy. dan mereka memiliki potensi dan sumbersumber daya yang dapat didayagunakan untuk mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhannya. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi. Asumsi ini yang mendasari prinsip self-determination. Bahkan isu dalam pembangunan masyarakat adalah pemberdayaan yang tidak memberdayakan. tahun 2007 9 . mereka menikmati hasil pembangunan paling sedikit. meskipun sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. religious and enverimental dimension that affect each other.MEMBANGUN DAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT Pendekatan Pekerjaan Sosial Generalis Suradi Abstract. No. Pendekatan pembangunan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan merupakan upaya memberdayakan masyarakat berdasarkan pada kekuatan atau keswadayaan masyarakat itu sendiri. 12. Pendahuluan Pendekatan pembangunan sosial telah mengalami pergeseran yang berarti. 02. Meskipun secara ekonomi terjadi pertumbuhan yang signifikan. All these dimension show the complexity of the problems in the community. Community is a complex social unity. Vol. that integrated micro. The fore. kini masyarakat ditempatkan sebagai subyek atau masyarakat sebagai pusat pembangunan (people centered development). in the frame of community development a strategy which is oriented to a solution of complex problems. namun kemajuan di bidang ekonomi tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan di bidang sosial. bahwa masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri.

maka akan diperoleh anatomi masyarakat yang lengkap. dan (4) adanya norma dan aturan-aturan yang disepakati untuk mengatur kehidupan bersama. Di dalam ilmu sosial tidak ada ukuran yang mutlak ataupun angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. angka minimumnya adalah dua orang yang hidup bersama. Soerjono Soekanto (1990) mengemukakan ciri-ciri masyarakat. yaitu : 1. pendidikan. Unsur demografi atau penduduk Pada unsur demografi ini di dalamnya meliputi : proporsi umur. Akan tetapi secara teoritis. 3. 12. 10 Informasi. pelabuhan. Sebagai akibat hidup bersama itu. timbullah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. pegunungan. utuh dan obyektif. Vol. Unsur sosial budaya Pada unsur sosial budaya di dalamnya meliputi kelembagaan. apabila ada anggota masyarakat yang sakit. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi. antar individu. yaitu (1) adanya kumpulan manusia dalam sebuah ikatan dan perasaan. sarana transportasi. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. 02. industri dan lain-lain).perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan ide-ide guna mengatasi masalah yang dihadapi berdasarkan kekuatan yang dimiliki. jenis kelamin. Mereka mengembangkan rasa empati terhadap situasi yang dihadapi oleh individu anggota masyarakat. (3) hidup dalam kesatuan sosial dalam waktu yang lama. meja dan sebagainya. No. Sebagaimana satu tubuh. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Dengan menggunakan sudut pandang yang lain. pekerjaan. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. masyarakat dapat dipahami dalam empat unsur : 1. II. oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya. Unsur geografi atau kewilayahan Pada unsur geografi ini di dalamnya meliputi : tipe wilayah (desa-kota : pantai. (2) tinggal di suatu daerah atau wilayah yang sama atau mempunyai kesatuan ciri kelompok tertentu. Berdasarkan pemikiran tersebut. maka akan tumbuh manusia-manusia baru. karena masyarakat memiliki persoalan yang kompleks (many faced community) . agama dan etnis/suku. kepranataan 3. Oleh karena dengan kumpulan manusia. terdapat empat syarat terjadinya masyarakat. Konsep masyarakat (community) perlu dipahami dengan baik. tahun 2007 . maka dirasakan pula oleh anggota masyarakat yang lain. menyebabkan terlembaganya perasaan bersaudara 2. Manusia yang hidup bersama. orbitasi dan lainlain. MEMAHAMI MASYARAKAT 4. Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan. Hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. pertanian. Hanya dengan menggunakan berbagai perspektif dalam memahami masyarakat. Pemahaman terhadap kompleksitas masyarakat tersebut memerlukan berbagai perspektif ilmu sosial. 2.

yang di dalamnya terdapat sistem dan mekanisme kemasyarakatan. Pada dua ciri terakhir tersebut. Pertama unsur nilai. interaksi sosial dan teknologi dan materi. No. c. baik penyebaran pengatahuan baru maupun informasi yang berkaitan dengan aktivitas sosial kemasyarakatan. yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama. 02. serta kemampuan adopsi dan adaptasi dalam proses interaksi sosial tersebut. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan sistem kepercayaan. all. sistem ekonomi yang digunakan (apakah mereka sudah/belum mengenal sistem ekonomi pasar dan alat tukar yang digunakan). cara mereka memperoleh pengetahuan dan pandangan tentang pendidikan. Kesenian. Kemudian Koentjaraningrat (2004) melihat masyarakat dengan sistem budayanya. peranan agama dalam kehidupan komunitas. Sistem pengetahuan. Kesemua ciri tersebut menggambarkan jarak sosial dan intensitas interaksi sosial warga masyarakat dengan komunitas luar. Sistem mata pencaharian hidup. 4. unsur teknologi yang di dalamnya terdapat sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi serta peralatan. unsur interaksi sosial. d. 12. g. terutama bagi para praktisi ketika akan menyusun tahapan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu.dan nilai sosial budaya lokal (adat. teknologi dan peralatan yang digunakan. Vol. f. bahasa yang digunakan dan kesenian. dalam kaitannya dengan upaya perubahan sosial. Kemudain sistem informasi yang mereka gunakan berkaitan dengan media informasi. Bahasa. sistem peribadatan. b. agama. e. yaitu nilai-nilai. bahasa dan kesenian. sistem pengetahuan. yaitu : a. apakah warga masyarakat masih menggunakan bahasa lokal atau campuran. upacara keagamaan. pranata ekonomi (lembaga perekonomian lokal). Sistem dan mekanisasi kemasyarakatan. Ketiga . Menurutnya ada tujuh unsur di dalam konsep kebudayaan pada masyarakat secara universal. orang yang ada di dalam keperangkatan dan kepranaataan itu (kepengurusan adat). yang di dalamnya terdapat sistem religi dan upacara keagamaan. dari unsur kebudayaan yang relatif sulit berubah sampai dengan unsur kebudayaan yang mudah berubah. sistem religi dan lain-lain). Moore (Suradi et. dan apakah masih mengembangkan kesenian lokal atau sudah campuran dengan memasukkan seni kontemporer. tahun 2007 11 . Tata urut ini sangat penting. dan pranata sosial Informasi. Urutan penomoran unsur-unsur perubahan tersebut dari yang Ketujuh unsur kebudayaan tersebut mengikuti tata urut sedemikian rupa. Sistem ini menggambarkan ciri masyarakat berkaitan dengan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonomisnya. Kedua. baik di dalam maupun di luar lingkungan kerumahtanggaan. Sistem ini menggambarkan ciri komunitas adat terpencil berkaitan dengan keperangkatan dan kepranataan (lembaga adat). Sistem teknologi dan peralatan. 2003) menjelaskan bahwa ada tiga unsur di dalam perubahan sosial. ada hukum adat. Sistem religi dan upacara keagamaan. Unsur infrastruktur Pada unsur infrastruktur sosial di dalamnya meliputi sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas sehari-hari dalam memenuhi berbagai kebutuhannya.

dan bahkan akan mengalami kehancuran. citacita atau tujuan bersama yang mengikat kesatuan sosial yang bersangkutan (social media). Struktur masyarakat mencakup berbagai hubungan sosial antara individu secara teratur.paling sulit berubah. Vol. bahwa betapapun sederhananya kehidupan suatu masyarakat. 1984) membagi masyarakat dalam tiga kelompok besar berdasarkan sikap sosialnya terhadap kemungkinan memperbaiki diri : a. Kelompok yang karena tercekam oleh kemiskinan mempunyai nilai untuk mengutamakan hasil dalam jangka pendek dan tidak mempunyai pandangan menuju ke hari depan di masa datang. mengingat bahwa hal tersebut telah mereka capai. Bagi kelompok ini berlaku nilai sikap menangguhkan suatu keuntungan yang dapat dicapai dalam jangka pendek demi suatu cita-cita atau hasil yang lebih besar di masa depan. 1999) dalam teori struktural-fungsional. Organisasiasi sosial itu pada intinya meliputi pengaturan hubungan sosial antar anggota (social alignment). 12. penyesuaian diri dan pengawasan sosial bagi individuindividu. pasti mengembangkan organisasiasi sosial yang masing-masing menjamin ketertiban dan pencapaian tujuan hidup bersama. Keluarga sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu anggota keluarga di dalamnya. ketentuan sosial yang disepakati sebagai pedoman dalam pergaulan sosial (social standard) dan penegakan ketertiban hidup bersama (social control). Hal ini berarti. Kelompok ini dikelompokkan sebagai kelompok menengah karena masih mempunyai cita-cita lanjut untuk naik tangga sosial lebih tinggi lagi. maka kinerja sebuah sistem akan terganggu. maka setiap orang. Fungsi dari struktur masyarakat ini yaitu pengendalian perilaku. c. baik sebagai individu. dikemukakan oleh Talcot Parson (Ihromi. Selanjutnya Norton dan Hunt (Astrid. Berbagai karakteristik dan dimensi masyarakat tersebut menggambarkan. Bagi kelompok ini masalah prestasi juga menjadi masalah yang dinomor duakan. anggota keluarga maupun anggota masyarakat terikat oleh keempat norma sosial tersebut dalam tatanan kehidupan masyarakat. 12 Informasi. Di dalam sebuah sistem tersebut. tahun 2007 . semua unsur saling berinteraksi dan menentukan satu dengan yang lain. apabila ada satu unsur dalam sistem tersebut yang tidak berfungsi. 02. No. hingga yang relatif mudah berubah atau mengalami perubahan. b. Lebih lanjut dikemukakan oleh Budhisantoso (1995) dalam tulisannya “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. bahwa masyarakat merupakan sebuah bangunan yang di dalamnya terdiri dari lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial yang berlapis-lapis. Adanya struktur ini tidak memungkinkan terjadinya kesewenangwenangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh individu-individu sebagai warga masyarakat. Pemikiran bahwa suatu masyarakat sebagai sebuah sistem. Kelompok yang masih mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf dan tingkat sosialnya walaupun tidak tergolong golongan yang miskin atau termiskin. Kemudian masyarakat sebagai sebuah sistem terdiri dari sub-sub sistem yaitu individu-individu yang pada hakikatnya sebagai anggota sebuah keluarga. Kelompok atas yang tidak atau kurang ada perhatian untuk naik lebih tinggi dalam tangga sosial. Berdasarkan pemikiran ini.

ras dan gender. untuk mendukung akivitas ekonomi masyarakat tersebut. perumahan dan jaminan hari tua. ada enam dimensi pembangunan masyarakat yang terintegrasi. Kemudian. masya-rakat lokal yang memiliki ide-ide untuk usaha baru perlu difasilitasi dan didukung untuk merealisasikannya. Masyarakat mendefinisikan kebutuhannya dan bekerja bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan menarik industri baru ke masyarakat lokal dengan memberikan lingkungan yang kon-dusif untuk investasi. Pembangunan ekonomi Situasi perekonomian nasional maupun global berpengaruh terhadap kemampuan dan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudian. etnis. guna menghindari terjadi konflik sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam struktur sosial dan keberagaman kultur. harkat dan martabat masyarakat. No. III. merupakan bentuk-bentuk pelayanan sosial yang diperlukan masyarakat. masyarakat juga memerlukan pelayanan sosial yang diarahkan untuk membangun kohesitas. tahun 2007 13 . berinteraksi dan melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. perlu dibangun Informasi. yaitu berkaitan dengan upaya mengembangkan kualitas interaksi sosial masyarakat dalam berbagai kepentingan. 02. pendidikan dan keterampilan. Kebijakan pembangunan industri ini diarahkan untuk memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Penyediaan fasilitas rekreasi. pelayan krisis bagi perempuan. dan melahirkan aksi sosial bersama. Proses sosial dan berbagai aktivitas masyarakat tersebut mengikuti mekanisme partisipatori. diperlukan kebijakan perekonomian yang berpihak kepada kekuatan masyarakat atau kebijakan ekonomi kerakyatan. 12. misalnya rekreasi. dan karenanya memerlukan berbagai sumber. kebudayaan dan advokasi. DIMENSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT Pembangunan masyarakat dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup. Vol. memberikan pengetahuan baru terkait dengan jenis program yang mesti dirancang-kembangkan untuk ketiga kelompok tersebut agar program tepat guna dan berhasil guna. filosofi atau prinsipprinsip dasarnya. maka di dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dimensi. Menurut Jim Ife (2002). Maka dari itu. Kemudian didesain sistem perubahan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Oleh karena itu.Pembagian masyarakat ke dalam tiga kelompok tersebut. Pusat pertemuan masyarakat merupakan wahana yang diperlukan masyarakat untuk bertemu. Kemudian pengembangan industri berbasis masyarakat lokal yang dimiliki dan dioperasionalkan oleh masyarakat lokal sendiri. Animasi sosial merupakan aspek sangat penting dalam dimensi pembangunan sosial. Pembangunan sosial Masyarakat memiliki kebutuhan sosial. b. yaitu : a. kesehatan. Berdasarkan pemahaman ini. yaitu keterlibatan masyarakat mulai dari tahap perencanaan. infrastruktur dan pelayanan sosial. berdiskusi.

dan membantu orang untuk saling tukar pengalaman dan refleksi terhadap situasi yang memungkinkan orang untuk bertindak. struktur dan ketidakadilan. Pembangunan politik ini dilakukan dalam dua jalur. 02. dan lebih mengarah lagi pada aksi sosial. Misalnya. dan 14 Informasi. yang dicapai melalui dua jalur. mempertahakan kelestarian lingkungan alam dan menghentikan atau penutupan industri lokal. mengurangi dampak negatif acara televisi. tahun 2007 . Melalui media elektronik berbagai pesan-pesan propaganda disampaikan. demokrasi dalam memaksimalkan partisipasi dan menciptakan kekuasaan secara efektif dalam area yang lebih luas. c. menghentikan pem-bangunan biaya tinggi. semuanya memiliki kesempatan secara adil dalam pembuatan keputusan dalam masyarakat. Kemudian social action berkaitan dengan pencapaian tujuan pada berbagai bentuk peru-bahan dalam lingkungan eksternal. yaitu organizing and social action. tetapi harus melakukan sesuatu berdasarkan rencana tindak yang disepakati. Pembangunan politik eksternal mengarah pada pemberdayaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan politik yang lebih luas. d. yaitu consenciousness raising and organization. Kemudian organizing. mewujudkan sarana transportasi yang lebih baik. yaitu pengembangan politik internal dan eksternal. Pembangunan politik internal berkaitan dengan proses partisipasi dan pembuatan keputusan dalam masyarakat. No. 12. Pembangunan politik Pembangunan politik erat berkaitan dengan isu kekuasaan. Prinsip penting dalam organizing untuk aksi sosial adalah orang tidak harus melakukan sesuatu menurut diri sendiri. yaitu me-mantapkan struktur. Pembangunan budaya Kemajuan teknologi di bidang informasi mempengaruhi keunikan kebudayaan masyarakat lokal. Consenciousness raising merupakan tahapan penting dalam relasi pada pengembangan politik internal karena berkaitan dengan semua aspek pembangunan masyarakat. Pengembangan politik eksternal ini dilakukan melalui dua jalur. Melalui lembaga perekomian lokal ini masyarakat akan memperoleh kemudahan memperoleh kredit untuk investasi maupun pemenuhan kebutuhan hidup. Sehubungan dengan itu. mengembangkan alternatif dan struktur yang otonomi. Bagaimana memaksimalkan partisipasi secara efekif sebagai anggota masyarakat.infrastruktur ekonomi seperti koperasi dan lembaga per-kreditan yang dikelola oleh masya-rakat. Organizing berkaitan dengan upaya pengorganisasian secara efektif untuk melakukan aksi sosial. Mengembangkan prosedur secara demokratis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan. Kegiatan utama di dalamnya. etnis dan kelas. gender dan etnis. yaitu berkaitan dengan cara masyarakat mengorganisasi diri dalam suatu aturan yang berkaitan dengan masalah. dalam pembangunan politik ini diperlukan analisis untuk mengetahui distribusi kekuasan dan bagaimana kekuasan tersebut dalam masyarakat yang memiliki perbedan kelas. Vol.

pembangunan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. tetapi lebih dinamis mengikuti perkembangan masyarakat. Semua itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang juga merupakan komponen penting dalam agenda pembangunan personal. 02. Masyarakat kesulitan untuk mencegah pengaruh propaganda tersebut. serta olah raga rakyat. Pembangunan personal dan spiritual. bahasa lokal. akan tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal kebudayaan lokal sangat penting sebagai bagian dari perasaan bermasyarakat dan mempertahankan identitas diri. Terjadinya polusi air dan udara harus dapat dicegah karena mengganggu kehidupan masyarakat. makanan daerah dan produk lainnya. e. Upaya mempertahankan kebudayaan lokal ini tidak berarti menjadikan sebagai “museum” atau arti fisial yang statis. 12. Oleh karena itu. mistik dan ilmu gaib. dan karena itu perlu dikembangkan rasa saling menghargai personal dan pengembangan kapasitas ke arah kehidupan yang lebih sejahtera. Informasi. Selain itu. padahal nilai-nilai tersebut tidak sesuai dengan pembangunan masyarakat. Lingkungan dalam pembangunan masyarakat merupakan komponen kritis. Dalam prakteknya. agar lingkungan alamiah maupun lingkungan yang diperbarui (buatan) tersebut memiliki daya dukung untuk kelangsungan hidup. Pembangunan lingkungan Pembangunan lingkungan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan. pembangunan personal dan pertumbuhan personal diasosiasikan ke dalam berbagai jenis aktivitas masyarakat. seperti sejarah lokal. Pembangunan lingkungan ini sangat penting karena berkaitan dengan isu kebutuhan manusia yang lebih mendesak. Salah satu jastifikasi dalam pembangunan masyarakat. arena festival dan musik tradisional. Kerugian pada masyarakat diasosiasikan dengan kerugian pada identitas personal dan hilangnya rasa saling memiliki sebagai masyarakat. f. dan oleh karena itu penerapan pendekatan pembangunan memerlukan keterpaduan. berbagai bentuk kebudayaan lokal perlu dipertahankan. air bersih. kelangsungan hidup. kerajinan rakyat. menjadi dasar interaksi sosial dan basis dalam proses pengembangan masyarakat. Bahwa di dalam masyarakat terdapat sejumlah nilai yang mungkin mempengaruhi ideologi masyarakat. Pembahasan pembangunan personal tidak dapat dilepaskan dengan pertumbuhan personal. bahwa pembangunan personal secara kontekstual lebih baik daripada pembangunan impersonal pada struktur birokrasi pemerintah dan dunia usaha yang besar. perumahan dan perawatan. makanan yang sehat dan udara yang bersih. No. seperti pertemuan kelompok. Vol. dan kesulitan pula dalam mempertahankan kebudayaan lokal. pendidikan. berbagai jenis terapi.masyarakat tidak mampu melakukan seleksi. tahun 2007 15 . cara peribadatan. Masyarakat harus bertanggung jawab untuk melindungi dan merehabilitasi lingkungan fisik. Berbagai pelayanan yang diperlukan berkaitan dengan pertumbuhan personal ini adalah pelayanan kesehatan.

pembangunan kepercayaan diri dan mengembangkan kehidupan sosial yang harmonis. membaca sajak. kesehatan. Pinsip-prinsip dasar Pembangunan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa prinsip dasar. sosial dan lingkungan. partisipasi politik dan memperkuat identitas budaya. yaitu : a. karena dimensi pembangunan spiritual tidak hanya dipahami dalam mainstream religi. 2002) IV. Melalui pendekatan ini orang akan dibantu dalam pemecahan masalah personal. dan berbagai pengalaman tentang komunitas manusia. penyembuhan stress dan juga akan memperoleh batuan dan dukungan dari keluarga dan teman-teman mereka. binatang. Suatu masyarakat mungkin lebih memprioritaskan pada pembangunan ekonomi. Semua orang memiliki spiritual. STRATEGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT 1. Menolong masyarakat agar masyarakat tersebut dapat menolong dirinya sendiri (help people help them self). 02.Suatu pendekatan berbasis masyarakat terhadap pembangunan dan pertumbuhan personal akan membantu orang menemukan cara secara individual untuk memperoleh kebutuhan melalui jaringan kerja. karena berkaitan dengan eksistensi manusia. degradasi lingkungan fisik. partipasi dalam menciptakan musik. 12. dan dengan itu tumbuh kesadaran bahwa manusia. lagu dan tarian. Dari keenam dimensi pembangunan masyarakat tersebut tidak selalu memperoleh prioritas yang sama. 16 Informasi. Pembangunan dan pertumbuhan personal merupakan hal penting yang mengantarkan orang lebih berarti di dalam hidupnya. struktur dan interaksi dalam masyarakat. Kemudian pada masyarakat yang lain memprioritaskan pembangunan pribadi dan spiritual. menggubah lagu. b. Pada masyarakat yang lain memprioritaskan pelayanan bagi keluarga miskin. Tentunya disesuaikan dengan kondisi suatu masyarakat yang bersangkutan. l cia o s C MUNIT OM Ecologicalsocial justice Y politic v ir on men tal /sp na l perso Gambar : Pembangunan Masyarakat Terintegrasi (Jim Ife. tanah dan semua yang ada di dalamnya didefinisikan dalam hubungannya dengan lingkungan alam semesta. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan apa yang terbaik untuk dirinya atau tumbuhnya (self determination). tetapi dalam pengertian luas yang menjangkau berbagai pengalaman spiritual masyarakat seperti kontemplasi tentang laut. Vol. Hal ini akan lebih berarti lagi dengan adanya pembangunan spiritual. tahun 2007 tu al ir i CO Y MMUNIT en . menemukan kepuasan dalam relasi seksual. Kata spiritual dan sacred digunakan di sini. No.

sumber daya manusia. antara lain : a. Hull. b. lingkungan dan personal/spiritual harus terintegrasi sesusai dengan kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat pada saat ini. 2. kebutuhannya dan Informasi. 12. Selain itu mendefinisikan kebutuhan yang memerlukan peranan semua orang atau secara kelompok dan mengikutsertakan orang-orang untuk menentukan kebutuhan. Jim Ife (2002) mengembangkan sejumlah prinsip dalam pembangunan masyarakat. CD Worker perlu menyadari. tokoh maupun pemerintah lokal. No. ekonomi. Untuk dapat mengenal sumber daya lokal ini. c. tokoh dan pemerintah lokal. 1992. Kirst. Sarah Bank. kualitas pribadi dan sumber internal pada individuindividu. dan karena itu dalam penanganannya memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Kemudian CD Worker dituntut cerdas dalam menganalisa informasi-informasi yang diperoleh dari warga. penampilan diri. 1995). Dalam perkembangannya.c. orientasi terhadap waktu dan karya. konsumen. Kualitas pribadi berkaitan dengan tanggung jawab. CD Worker perlu belajar dengan baik dengan warga. Selain prinsip-prinsip tersebut. Aktivitas pembangunan masyarakat terjadi dalam kerangka kerja yang saling mendukung. nilai-nilai maupun kearifan lokal. Pembangunan masyarakat mampu mendefinisikan kebutuhan masyarakat seutuhnya. Pendekatan b. politik. baik sumber daya alam. semangat hidup. Bagi CD Worker berbagai prinsip etis maupun prinsip praktis dalam pembangunan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan. yaitu : a. budaya. Perubahan perilaku ini berkaitan dengan peranan dan tugas sosial individu yang harus dilakukan. ilmu pekerjaan sosial telah mengembangkan pendekatan dalam praktek pertolongan ke arah pendekatan generalis (generalis models). Pembangunan sosial. dan selanjutnya mampu merancang langkah-langkah yang benarbenar memenuhi kebutuhan masyarakat. Vol. sumber-sumber yang ada di sekitar mereka. bahwa masyarakatlah yang paling mengenal masalah. Jr (1993). tidak bisa secara parsial. dan ketika berhadapan dengan warga masyarakat tidak merasa lebih tahu. Menumbuhkembangkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan (participation) dan mengembangkan bentuk-bentuk kooperatif (Jusman. Proses pembangunan masyarakat didasarkan pada persetujuan bersama dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Pendekatan ini melihat masalah dari berbagai persepektif. ada tiga pendekatan yang dapat digunakan secara simultan. Menurut Karen K. d. percaya diri. tahun 2007 17 . kerja sama. Mendasarkan pada keunikan masyarakat (individualization). Bekerja dengan kelompok (Mezzo Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaakan kelompok sebagai sistem sumber bagi penyandang masalah d. Bekerja dengan individu (Micro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada upaya perubahan perilaku. tenaga dan sumber daya. Ashman dan Grafton H. 02. berkesinambungan dan harmonis.

kerukunan berbasis etnis dan sebagainya. c. Sistem klien (the client system) . bantuan mobilitas. 3. terdapat unsur-unsur perubahan yang saling mempengaruhi dan menentukan keberhasilan. d. 02. sistem klien. Beberapa jenis kelompok sosial tumbuh di tengah-tengah masyarakat seperti kerukunan berbasis agama. Unsurunsur tersebut dapat digunakan pula dalam praktek pembangunan masyarakat. yaitu pekerja sosial dan instansi sosial. No. yaitu masyarakat (sebagai sasaran perubahan). Berbagai peranan yang dapat dilaksanakan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat. asosiasi dunia usaha dan sebagainya. Sistem pelaksana perubahan Sistem kegiatan Sistem sasaran c. yaitu : a. Sistem klien Gambar : Sistem Dasar dalam Pembangunan Masyarakat 4.sosial dalam pencapaian tujuan. yaitu sistem pelaksana perubahan. Vol. sistem sasaran dan sistem kegiatan. penyandang masalah sosial akan memperoleh sumber-sumber dan berbagai jenis pelayanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Fasilitator. Pincus dan Minahan (1973) mengembangkan sebuah sistem dasar dalam praktek pertolongan yang di dalamnya mencakup empat unsur. Sistem kegiatan (the action system). lembaga swadaya masyarakat (LSM). yaitu memberikan kemudahan berupa sumber dan peluang bagi masyarakat dan mengambil langkah-langkah aktifproaktif dalam penyediaan sumber yang dibutuhkan oleh masyarakat. organisasi profesi. Bekerja dengan organisasi dan masyarakat (Macro Practice Skill) Metode yang ditujukan pada pemanfaatan organisasi dan segenap sistem sumber yang ada di masyarakat dalam mencapai tujuan. organisasi berbasis agama. tahun 2007 . sehingga suatu sistem pelayanan memberikan mafaat langsung bagi masyarakat. Sistem Dasar b. Peranan Pekerja Sosial Pengembangan Masyarakat (CD Worker) Di dalam praktek pertolongan. Sistem pelaksana perubahan (the change agen system). 12. baik dari unsur pemerintah di daerah. Mediator. 18 Informasi. Ada beberapa peranan kelompok sebagai sistem sumber. yaitu pemangku kepentingan (stakeholders) setempat. yaitu: pemberi informasi. dan bantuan teknis lainnya. yaitu menjalurkan berbagai kepentingan. b. Berbagai organisasi ada di tengah-tengah masyarakat seperti organsisi sosial. Dari berbagai jenis organisasi dan sistem sumber ini. kerukunan berbasis lingkungan. Sistem sasaran/pelancar (the target system) . dan LSM/ Orsos/Ormas. yaitu : a. yaitu pimpinan masyarakat dan tokoh adat/masyarakat lokal.

Setelah antara CD Worker dengan warga. tanggung jawab. yaitu meningkatkan pengertian. akan tetapi sebagai tuntutan profesi yang dapat dipertanggungjawabkan d. Kebutuhan dan Sumber Pemahaman terhadap kebutuhan. tokoh masyarakat/tokoh adat dan pemegang orotitas lokal lainnya.c. memanfaatkan serta menyediakan data dan informasi yang berkaitan dengan upaya pembangunan masyarakat. dan tokoh Informasi. akan saling terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih rinci mengenai situasi dan kondisi masyarakat yang akan menjadi sasaran perubahan. Vol. partisipasi dan kemampuan masyarakat dalam pembangunan. Informasi dimaksud meliputi : kondisi geografis. 2) Pemberdaya. yaitu : a. Saling percaya ini merupakan modal dasar untuk melangkah kepada tahapan kegiatan berikutnya yang dalam prosesnya melibatkan warga masyarakat. tokoh masyarakat dan pemerintah lokal. Pemahaman yang baik mengenai peranan-peranan tersebut akan menempatkan CD Worker sebagai pelaku perubahan masyarakat yang proporsional dan profesional. Sedangkan kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Informan. 5. mengembangkan. No. Kemudian informasi dari CD Worker menyangkut skema pemberdayaan masyarakat dan dampak program bagi kesejahteraan masyarakat. tokoh dan aparat pemerintah setempat saling mengenal. Kontak dan Membangun Kesepakatan Tahap pertama dan menentukan dalam upaya pembangunan masyarakat adalah kontak dan kontrak. Kontak dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan tujuan : 1) Pengenalan diri. Identifikasi Masalah. yang dalam hal ini antara pekerja sosial dengan masyarakat. 3) Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam pembangunan masyarakat. Tahap Pembangunan Masyarakat Saling tukar informasi. kesadaran. Pengenalan diri dilakukan oleh pemberdaya (CD worker) kepada masyarakat. peranan-peranan yang mesti dilakukan oleh CD Worker dalam pembangunan masyarakat perlu dipahami dengan baik. Membangun kepercayaan. 02. yaitu menghimpun. Pengenalan diri dilakukan agar pihak-pihak tersebut mengenal dengan baik identitas dan maksud CD Worker melakukan kegiatan di wilayahnya. tahun 2007 19 . Setelah saling mengenai identitas dan saling tukar informasi. komitmen. Sebagaimana prinsip etis maupun prinsip praktis. Pada tahap ini pekerja sosial bersama-sama dengan masyarakat. masalah dan sumber-sumber merupakan inti dari asesmen. b. tumbuh rasa saling percaya satu sama lain. Kontak dan kontrak dilakukan dengan masyarakat. 12. demografis dan sosiografis secara lengkap dan mutakhir. Peranan yang dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat bukan sebagai kemauan pribadi CD Worker.

c. lingkungan dan personal/ spiritual. 12. Perencanaan kegiatan pembangunan masyarakat di dalamnya memuat jenis kegiatan. Evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan. pemerintah tetap diperlukan terutama berkaitan dengan kebijakan yang mem-berikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan dan sumber-sumber lain yang dibutuhkan. Perencanaan Perencanaan merupakan proses menentukan tujuan melalui sejumlah kegiatan tertentu. Interaksi dialogis. ekonomi. Ada tiga tujuan evaluasi adalah : 1) Memperoleh gambaran obyektif dari pencapaian tujuan dan hasilhasil kegiatan pembangunan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan pada dasarnya adalah mengimplementasikan rencana di lapangan. e.masyarakat (adat) mengidentifikasi permasalahan yang sedang dirasakan pada saat ini. lokasi kegiatan. dilaksanakan berdasarkan prinsip dari. advokasi sosial. Kemudian bersama-sama dengan pihak-pihak tersebut untuk mengidentifikasi sumber-sumber (SDM. maka akan tercapai taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Contoh situasi terkait dengan proses pemberdayaan masyarakat yang tidak mengikuti proses ideal. waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan. politik. membuka kesempatan untuk melakukan tindakan tertentu. tahun 2007 . PENUTUP Pembangunan masyarakat sebagai upaya membangun keberdayaan masyarakat berdasarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian proses pemberdayaan masyarakat sangat bergantung dan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat. CD Worker akan bekerja dengan segenap sistem perubahan yang ada di masyarakat. budaya. 20 Informasi. yaitu pembebasan lahan dan ganti rugi. mekanisme kerja dan dana. tukar pengalaman. Evaluasi Evaluasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh CD Worker bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan. SDA. land reform dan hal-hal yang terkait dengan pelayanan publik. yaitu sosial. merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan. dan untuk masyarakat sendiri. pada kasuskasus tertentu memungkinkan tahapan tersebut tidak dilakukan secara berurutan. Vol. SDM. 3) Dalam prakteknya. No. 2) Mengetahui dampak pemberdayaan dalam kehidupan masyarakat Memperoleh masukan untuk merancangkembangkan model pembangunan masyarakat lebih lanjut. 02. V. d. Intervensi pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan dan keberdayaan masyarakat perlu mempertimbangkan integrasi dari berbagai dimensi. oleh. Dalam pelaksanaan ini. dan SDS) yang memungkinkan digali dan dikembangkan bagi pembangunan masyarakat. Sehubungan dengan itu. Melalui pendekatan terintegrasi.

1984. 2003. Jusman. Understanding Generalist Practice. All. Fourth Edition. Jakarta : LP3ES. Menuju Masyarakat Partisipatif. S. 2004. Koentjaraningrat. tahun 2007 21 .Thee. Soerjono. Kirdt – Ashman.United State :Cole Publishing Company. 1992. Gidden. 1995. Sosiologi Pembangunan. 1993. Badan Litbang Kesejahteraan Sosial. Suradi et. Praktek Pekerjaan Sosial dalam Pembangunan Masyarakat.1986. Etika dan Filsafat Pekerjaan Sosial. Drs. Nelson-Hall Publishers : Chicago. (editor). Jakarta : Bina Aksara. 02. Kehidupan Sosial Budaya Komunitas Adat Terpencil. Suradi. Membangun Masyarakat. Jurnal 40 Tahun 1994. Iskandar. 1994. Karen K dan Grafton H. Jr. Social Work Practice : Model and Methode. 1999. Soetrisno. Mentalitet dan Pembangunan. Ihromi. Soetarso. Susanto. No. Anthony. California. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Jim. Pincus. Santoso. Majalah INFORMASI. 1996. dan anggota Tim Teknis pada Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Jakarta : Puslitbang Kesos.. The Third Way (Jalan Ketiga : Pembaruan Demokraasi Sosial) (Ketut Arya Mahardika : penterjemah). Budhi. 12. Australia : Cath Godfrey Publisher. “Ketahanan Keluarga sebagai Basis bagi Pembinaan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Beulah R and Burt Galaway.: Suradi. Memberdayakan Masyarakat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Community Development : Community Based Activities in an Age of Globalization . 1999. Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. Soekanto. Magister Sosiologi Kekhususan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Universitas Indonesia. Compton. Illinois : Peacock Publisher Inc. USA. 1973. Ketua Dewan Redaksi INFORMASI. Vol.Si. Informasi.DAFTAR PUSTAKA Bank. 1990. London : Mac. “Strategi Pembangunan Masyarakat : Tinjauan Ke Arah Program Sosial Partisipatif”. 1992. Sarah. Anggota P2JP instansi pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dengan Pemerataan. 2000. Hull. Sosiologi Keluarga. Jakarta : CV Rajawali. 1995. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial. Sosial Work Processes. Jakarta : CV Rajawali. Bandung : Refika Aditama. Milland Press Ltd. Kartasasmita. 2002. 2005. Peneliti Kebijakan Sosial. Bandung : KOPMA Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Suharto. Allen and Anne Minahan. Kebudayaan. Loekman. Edi. Jakarta : Puslitbang Kesos. Ginanjar. Sosiologi Keluarga. 1989. M. Jakarta : CIDES Kian Wie. Jakarta : Gramedia. Ife. Ethic and Value in Sosial Work. Astrid S. Kanisius Press : Yogyakarta.

quality and pattern between person in the family very determining. do the family pertained harmonious or on the contrary. keadilan sosial dan nilai-nilai moral. keluarga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dan selalu siap melakukan penyesuaian terhadap lingkungan baru sekitarnya. membangun seluruh potensinya menjadi sumber daya insani dan berbagai kemampuannya untuk sekaligus mendukung usaha pembangunan bangsa. dan selanjutnya diharapkan dapat mengurangi timbulnya masalah-masalah sosial. Keluarga merupakan pranata sosial pertama dan utama yang mengemban fungsi strategis dalam membekali nilai-nilai kehidupan bagi anak manusia yang tengah tumbuh kembang. covering prosperity of social and harmonious of life bounce him. As smallest social unit. Keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia.MEMBANGUN KELUARGA BERKETAHANAN SOSIAL DALAM ERA MODERNISASI Irmayani S Abstract. PENDAHULUAN Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. do not less important is how the family can stay from all changes that happened around them. Pada satu sisi. economy. 12. kebangsaan. Itulah sebabnya setiap keluarga diharapkan mampu mendidik anakanaknya membangun budi pekerti yang luhur agar bisa selalu dan tetap menempatkan diri dalam masyarakat secara serasi. keluarga diharapkan dapat mengadakan penyesuaian agar mampu melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pengayom seluruh anggota keluarga. Dengan kata lain. Pembangunan keluarga di masa mendatang dengan sendirinya mempunyai peran ganda. selaras dan harmonis serta dinamis. 22 Informasi. seimbang. terjadi di dalam institusi yang bernama keluarga ini. seimbang dan harmonis. kemanusiaan. Persemaian nilai-nilai agama. family share big in following to determine the condition of broader society. As place gather personals coexisting in family relationship. Vol. keluarga merupakan agen terpenting yang berfungsi meneruskan budaya melalui proses sosialisasi antara individu dengan lingkungan. Besides requiring internal abilities is each family member. Pada kondisi seperti ini keluarga berada pada posisi yang serasi. 02. Pada sisi lain. No. social resilience I. cultural. Pada konteks ini pelembagaan nilai-nilai luhur. meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keywords : family. tahun 2007 . or politic. change of social. Berbagai kalangan mengemukakan bahwa keluarga menjadi basis terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia.

Direktorat Pemberdayaan Keluarga (2002) mengidentifikasikan bahwa terdapat isu kritis yang berpengaruh terhadap keberfungsian keluarga. sosial budaya. ke arah hubungan illegal termasuk di dalamnya keluarga lesbian/homoseksual. baik antar suami istri. Pengaruh lainnya. sosialisasi. Keluarga dapat dijadikan sebagai jalan masuk dalam menghadapi setiap perubahan sosial yang terjadi melalui pengembangan dan pembinaan fungsi keluarga.Krisis sosial ekonomi bisa menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat dan keluarga. Karena situasi tersebut telah menimbulkan goncangan-goncangan yang menuntut adanya upaya dan kemampuan untuk menghadapinya. Keterpisahan keluarga karena tuntutan pekerjaan. Di dalam masyarakat terjadi gejala pergeseran struktur keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga inti. mental spritual dan kebutuhan sosialnya. Vol. orang tua bisa mengalami stress yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan antar anggota keluarga. Kecenderungan lain yang sifatnya tertutup adalah bergesernya pola pembentukan keluarga yang tadinya dibentuk oleh ikatan perkawinan. serta per-masalahan lainnya. 12. b. tahun 2007 23 . afeksi. pengembangan lingkungan. menjadi lembaga yang hanya dimaknai secara mekanistis yang terdiri dari hubungan-hubungan instrumental di antara anggota keluarga. perlindungan. putus sekolah. keagamaan. 02. pengendalian. Informasi. Terjadinya perubahan struktur dan fungsi keluarga. Tujuannya adalah agar kesebelas fungsi keluarga (reproduksi. No. dari nilai lama dianggap sebagai lembaga yang sakral. dan mening-katnya jumlah anak yang kekurangan gizi. Hal ini sesuai dengan misi UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang “Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera”. pendidikan. Ketahanan sosial keluarga senantiasa terkait dengan sejauhmana fungsi keluarga secara optimal mengkondisikan konsep keluarga menjadi sebuah pranata yang dapat memberikan perlindungan. Fenomena tersebut hampir tiap hari menjadi santapan kita melalui tayangan media cetak maupun elektronik. diantaranya adalah: a. menurunkan kualitas intimasi antar anggota keluarga. nenek maupun antar saudara. Hal ini sejalan dengan mobilisasi sosial yang demikian tinggi. Oleh sebab itu. Perubahan makna keluarga. telah mengakibatkan disorientasi pola hubungan antar anggota keluarga yang mengarah pada munculnya konflik di antara mereka. kehamilan di luar nikah dan lain-lain. Kondisi masyarakat sampai saat ini masih ditandai oleh tingginya angka kemiskinan. Keluarga yang memiliki ketahanan adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga secara fisik material. salah satu yang perlu dikembangkan adalah kebijakan pengem-bangan dan pembinaan berdasarkan fungsi-fungsi tersebut. Selain akibat dari pengaruh budaya luar atau akibat dari akulturasi yang demikian cepat. pengembangan dan partisipasi keluarga dalam kehidupan masyarakat. orang tua anak. Perubahan sosial budaya masyarakat Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonomi dalam keluarga akan mempengaruhi ketahanan keluarga. Krisis tersebut salah satunya disebabkan oleh paradigma pembangunan selama masa Orde Baru yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang tidak secara serentak berdampak pada pemerataan kesejahteraan masya-rakat.

serasi dan berkesejahteraan. Melalui keluarga. umumnya terbatas hingga generasi ke empat. 12. Hal ini terutama dikaitkan dengan peranannya di masyarakat yang berhubungan dengan fungsi sosialisasi dan memelihara stabilitas masyarakat. Oleh karena itu. Beberapa ahli mendefinisikan keluarga secara cukup menarik. individu-individu dapat tumbuh dan berkembang. ibu dan anak atau anak-anak. atau ayah dan anaknya. Vol. dan keluarga luas ( extended family ) yang terdiri dari tiga generasi atau lebih. 02.ekonomi. seperti Nimkoff (Gunarsa dan Gunarsa. Polish (Tetrawanti. Keluarga yang berketahanan sosial adalah cermin dari keluarga yang harmonis. demikian yang dinyatakan dalam UU Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. sinergis dan komprehensif agar didapat hasil yang diharapkan. Pembinaan ketahanan sosial keluarga dapat dilakukan dengan memantapkan kualitas fungsi keluarga secara lebih operasional. keluarga diartikan sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat yang merupakan wahana sosialisasi yang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. Belsky dkk (Tetrawanti. TINJAUAN TENTANG KELUARGA Keluarga adalah sekelompok orang yang diikat oleh perkawinan atau darah. ibu dan anak. biasanya meliputi ayah. rohani maupun sosialnya. serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya baik jasmani. 2004) mendefinisikan keluarga sebagai ikatan yang sedikit banyak berlangsung lama antara suami dan istri. dan anak. 1989) mengatakan bahwa keluarga terdiri atas suami atau ayah. rekreasi dan kontrol sosial) dapat dilaksanakan secara lebih aktif dan dikembangkan ke dalam peranan orang tua yang lebih operasional. merupakan bagian penting dan cukup besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan masyarakat. dengan atau tanpa anak. Sedangkan Summer dan Keller (Gunarsa dan Gunarsa. peranan pemerintah dan tokoh masyarakat serta pranata sosial yang ada di masyarakat perlu ditingkatkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan keluarga agar keluarga memiliki ketahanan sosial. atau suami istri dan anaknya. meliputi sedikitnya dua generasi dan terbentuk secara khusus melalui ikatan darah. tahun 2007 . No. Tidak seorangpun individu yang tidak terkait dengan keluarganya. istri atau ibu. Keluarga sebagai unit sosial terkecil di masyarakat. 2004) merumuskan keluarga sebagai miniatur dari organisasi sosial. Pengembangan ketahanan sosial keluarga hendaknya bersifat integratif. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri. Sementara itu menurut Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial (2002). 1989) mendefinisikan keluarga dengan menitikberatkan pada struktur keluarga yang menyatakan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai ikatan darah dan hubungan saudara. Keluarga sebagai kelompok primer punya peran besar dalam membentuk kepribadian anggota-anggotanya yang akan menjadi anggota masyarakat secara luas. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial diharapkan dapat menangkal dan mencegah perkembangan yang negatif. atau ibu dan anaknya. Perbedaan pendapat para ahli dan lembaga diatas adalah wajar mengingat dalam kenyataannya secara struktur dikenal keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah. II. 24 Informasi.

Seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus. Hubungan yang terjadi diantara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga. tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada kerabat dekat. sesuai dengan istilah dalam bahasa Latin untuk arti lain dari keluarga yakni oikonomia. 1999) mengatakan ada 3 jenis hubungan keluarga: 1. seperti suami istri. Dari sudut biologi. keluarga adalah tempat persemaian bagi benih-benih kesadaran akan adanya sesuatu yang luhur. 3. dan norma-norma etnis moral seperti tindakan baik. Fungsi keluarga juga tercermin dalam peranan masing-masing anggota keluarga (Direktorat Keluarga. Ayah yang berstatus sebagai kepala keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah utama. keluarga berfungsi untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian sehingga bayi yang kecil menjadi anak besar yang berkembang dan diperkembangkan seluruh kepribadiannya sehingga tercapai gambaran kepribadian yang matang. keluarga berfungsi sebagai tempat untuk menanamkam aspek sosial agar bisa menjadi anggota masyarakat yang mampu berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dari sudut agama. adopsi dan atau perkawinan. keluarga berfungsi sebagai tempat pendidikan informal. Kerabat dekat (conventional kin) Kerabat dekat terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. Ibu berperan sebagai pendorong dan pembangkit semangat suami agar suami dapat melaksanakan fungsi dan peranannya. Dari sudut ekonomi. pendidikan dan sebagai tokoh keteladanan. 02. Vol. misalnya hubungan antar teman akrab. mendorong dan membangkitkan semangat keluarganya. memberikan pendidikan. Orang yang (fictive kin) dianggap kerabat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki dan memperlihatkan perubahan perilaku dalam berbagai aspeknya seperti yang diharapkan atau direncanakan. memberikan rasa aman. 2003). bimbingan kepada putra-putrinya. memberikan perlindungan yang baik dan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Adapun peranan yang harus dilaksanakannya adalah mencukupi kebutuhan rumah tangga. dan antar saudara (siblings) 2.Kemudian Bell (Ihromi. No. keluarga adalah primer sebagai organisasi ekonomi. pendidik dan pembimbing bagi putra-putrinya. Tuhan Yang Maha Esa. yaitu : a. buruk yang djadikan pegangan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan uraian mengenai fungsi keluarga menurut Gunarsa dan Gunarsa (2004) bergantung dari sudut dan orientasi yang berbeda. Ibu yang berstatus sebagai ibu rumah tangga mempunyai peran sebagai pendamping suami. Dari sudut psikologi perkembangan. Kerabat jauh (discretionary kin) Kerabat jauh terdiri atas individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah. Dari sudut sosiologi. tahun 2007 25 . Informasi. Biasanya mereka terdiri atas pamanbibi. orang tua-anak. 12. adopsi dan atau perkawinan. dewasa dan harmonis. keponakan dan sepupu. pengurus dan pengatur rumah tangga. Dari sudut pendidikan. tempat dimana anak memperkembangkan dan diperkembangkan kemampuankemampuan dasar yang dimiliki sehingga b. keluarga berfungsi untuk melanjutkan garis keturunan. penerus keturunan.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Keluarga Departemen Sosial. tahun 2007 . Fungsi Afeksi. Hal ini yang kemudian seringkali menimbulkan berbagai benturan peran dalam keluarga. serta sebagai penerima pendidikan dan bimbingan. Kesan “stereotype” dalam masyarakat nampaknya masih men-dominasi pelembagaan peranan dalam keluarga. 26 Informasi. keluarga berperan sebagai pelestari suatu masyarakat. tetapi juga bekerja di luar rumah. sementara ayah dianggap tidak pantas. Keluarga mempunyai fungsi-fungsi tersendiri. c. mempersiapkan diri guna mengembangkan keturunan. pertumbuhan dan perkembangan secara wajar. b. memberikan rasa aman. melaksanakan bimbingan dan pendidikan dari orang tua. Fungsi Pendidikan. mengamati tingkah laku putra-putrinya. mempunyai peran sebagai generasi penerus. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan maupun sikap dan perilaku anggota-anggota keluarga guna mendukung proses penciptaan kehidupan dan peng-hidupan keluarga yang sejahtera. sebagai teman bermain dan berbicara dari putra-putrinya. No. d. yang mencakup kegiatan melanjutkan keturunan secara terencana sehingga menunjang terciptanya kesinambungan dan kesejahteraan sosial keluarga. Ibu walaupun bekerja di luar rumah tetap berkewajiban melaksanakan tugas rumah tangga. Anak dalam keluarga berperan dalam melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. Tidak optimalnya pelaksanaan peranan anggota keluarga. Fungsi Reproduksi. Anak berstatus sebagai pribadi yang merupakan bagian dari suatu keluarga. Fungsi Keagamaan yaitu kegiatan untuk meningkatkan hubungan anggota keluarga dengan Tuhan Yang Maha Esa. meliputi kegiatan untuk menumbuhkembangkan hubungan sosial dan kejiwaan yang diwarisi kasih sayang. d. fungsi-fungsi keluarga secara umum sebagai berikut : a. Pergerseran peranan nampaknya masih belum diimbangi dengan pembagian tugas rumah tangga yang seimbang antara ayah dan ibu. pemelihara fisik anggotanya dalam pembentukan kelestarian masyarakat. antara lain disebabkan oleh adanya pergeseran struktur. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari situasi atau tindakan yang dapat membahayakan atau menghambat kelangsungan hidup. Vol. memberikan peneladanan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Keluarga dalam lingkungan sosial masyarakat memiliki status sebagai bagian dari kesatuan masyarakat dan sebagai penghubung pribadi dengan struktur yang lebih luas (masyarakat). Pendidikan perempuan yang meningkat dari tahun ke tahun membuka kesempatan yang luas untuk tidak hanya bekerja di rumah. ketentraman dan kedekatan.mendorong dan membangkitkan semangat putra-putrinya. mengatur dan mengurus rumah tangga. Dalam masyarakat. c. penerima nilai dan norma. bentuk dan nilai dalam keluarga. sehingga keluarga dapat menjadi wahana persemaian nilai-nilai keagamaan guna membangun jiwa anggota keluarga yang beriman dan bertaqwa. mendidik dan membimbing putra-putrinya menuju kedewasaan. Fungsi Perlindungan. menambah pengetahuan dan keterampilan. e. wadah sosialisasi anak sebagai sarana kontrol sosial. 02. 12.

anak dapat mempelajari bagaimana berpikir. keluarga berperan besar dalam ikut menentukan kondisi masyarakat yang lebih luas. Dalam hal ini orangtua dianggap sebagai orang yang telah memahami kehidupan sementara anak yang masih dalam tahap belajar tentang kehidupan akan menjadikan orangtuanya sebagai model dalam berperilaku (modelling). meningkatkan pemeliharaan dan mendistribusikan penghasilan keluarga guna meningkatkan dan melangsungkan kesejahteraan keluarga. sosial. Fungsi Ekonomi yaitu kegiatan mencari nafkah. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dalam rangka menciptakan keserasian antara kehidupan alam dan manusia. Vol. Dengan asumsi apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi pokok diatas. No. Sebagai satuan sosial. secara positif guna terciptanya suasana santai diantara keluarga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pendayagunaan energi fisik dan psikis. keluarga juga mempunyai sejumlah aturan berupa normanorma keluarga yang mencerminkan harapan tentang hubungan antara anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Fungsi Pengembangan Lingkungan yaitu kegiatan yang ditujukan untuk memberdayakan anggota keluarga guna melestarikan. intelektual. Dalam keluarga dan sistem kekerabatan dibutuhkan juga proses internalisasi nilai-nilai sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi dan peran keluarga/ kekerabatan dan masing-masing anggotanya. meliputi kesejahteraan sosial dan keharmonisan kehidupan mentalnya. yaitu kegiatan mengisi waktu senggang. Informasi. Proses tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melembaganya aktivitas keluarga/kekerabatan yang g. h. Melalui sosialisasi yang dilakukan keluarga. 02. Fungsi Rekreasi. berbicara dan mengikuti adat istiadat/ kebiasaan. sebagai satuan sosial terkecil keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggungjawab untuk melayani kebutuhan fisik. k. yaitu menghindarkan anggota keluarga dari perilaku menyimpang. i. mencakup kegiatan yang ditujukan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai sosial/ kebersamaan bagi anggota keluarga guna menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. perilaku dan nlai-nilai di dalam masyarakat.f. emosional atau moralnya. Fungsi Sosial Budaya yaitu kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sosial budaya guna memperkaya khasanah budaya maupun integrasi sosial bangsa dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial keluarga. psikologis dan sosial anak. tahun 2007 27 . aman dan tentram. Dengan memahami peranan dan fungsi keluarga. Sebagai unit sosial paling kecil. 12. serta membantu mengatasinya guna menciptakan suasana kehidupan keluarga dan masyarakat yang tertib. Fungsi Kontrol Sosial. maka keluarga beserta anggota keluarga akan terbebas dari potensi gangguan pertumbuhan fisik. merencanakan. termasuk kebutuhan anak. Fungsi Sosialisasi. memberdayakan dan meningkatkan daya dukung lingkungan. j. maka dapat dipahami betapa pentingnya keluarga sebagai unit sosial paling kecil dalam masyarakat atau sebagai tempat bermukimnya pribadi-pribadi menentukan keadaan keluarga. Menurut Goldstein dkk (1973).

Vol. membiarkan anak-anak tahu apa yang orang tua katakan dan lakukan. Mereka adalah prioritas tertinggi.terpola. Selalu mengingatkan anak-anak tentang cinta dan memberitahu mereka tentang komitmen serta loyalitas untuk III. Memberi prioritas bagi anak-anak dan keluarga dengan jelas dan konsisten di atas segala prioritas lainnya. 02. Eyre kemudian menganalogikan sembilan prinsip dan cerita yang mengilustrasikan prinsip-prinsip tersebut berasal dari alam. keamanan. tahun 2007 . Melalui jaringan sosial ini. kehangatan untuk meringankan sesuatu. yang diilustrasikan sebagai hukum angsa. harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling lengkap. 1999) melihat bahwa pemilahan jender menurut fungsi diperlukan karena adanya kepentingan internal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan sesama anggota keluarga. tanggung jawab. contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah. Kesembilan prinsip itu adalah sebagai berikut : 1. pembagian tugas di rumah dengan waktu dan frekuensi tertentu. keamanan dan keyakinan yang diinginkan dirasakan oleh anak-anak berasal dari komitmen orangtua yang jelas dan terbuka. bahwa begitu banyak orang tua sekarang yang lebih mampu mengelola anak-anaknya dibandingkan mengasuhnya. Hukum angsa adalah komitmen dan prioritas. Sebagai contoh. bahkan berhasil meraih kekuasaan tertinggi dalam struktur jaringan sosial yang dimilikinya. masing-masing anggota keluarga memiliki jenjang-jenjang peluang dalam meniti suatu posisi tertentu. pujian untuk yang tertekan. kualitas orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk menciptakan suasana pengasuhan dan perawatan anak-anak yang mereka cintai. dinamakan hukum-hukum alam agar mudah diingat dan bersifat naluriah. bahkan terjadi pula antara suami dan istri. Seperti angsa. Komitmen pada pasangan yang menikah yaitu komitmen mendalam pada pernikahan atau orangtua terhadap anak-anaknya. Hartman dan Dwyer (dalam Ihromi. serta mudah diterapkan. Ini tentang memberi pelukan dalam jadwal. Terlembaganya aktivitas keluarga/ kekerabatan dapat berupa kegiatan Halal Bihalal secara rutin. Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan otak. disiplin dan komunikasi. No. harus mendalam dan jujur serta cerdas. Komitmen. Kepercayaan. cukupkah mengasuh anak? Pengasuhan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan perasaan dan juga otak. seperti komitmen. Ia berbicara tentang sifat mengasuh. Posisi dan peranan masing-masing anggota keluarga sesuai dengan jendernya seringkali ditemui adanya jaringan sosialnya sendiri sesuai kepentingannya. Maka dari itu. dengan cara mengelola seperti itu. Kualitas dan pola ini disebut sebagai “Hukum Alam Pengasuhan”. pujian. seorang istri menurut jender dapat berperan sebagai kepala rumah tangga juga mempunyai jaringan sosialnya sendiri. Tapi. dan mengikuti les. kita harus pulang ke rumah. Untuk mewujudkannya. Ada sembilan dan semuanya berkaitan dengan beberapa hal yang paling fundamental. Dan anak-anak juga mengetahui bahwa merekalah prioritas utama dan sangat ternilai dibanding apapun. mengutamakan anak-anak. yaitu tentang bagaimana membantu anak-anak melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan. pola pengasuhan 28 Informasi. HUKUM-HUKUM ALAM YANG DAPAT MEMPERKAYA KEHIDUPAN KELUARGA Eyre (2006) menyatakan. 12.

Seperti kura-kura. bukan menekan ke bawah. Komunikasi harus ditujukan untuk individual. menghindari banyak masalah dan memegang kunci untuk memecahkan dan mengurai masalah yang ada. Apakah hukum ikan paus itu? Inilah pelajaran komunikasi yang jujur. memerhatikan dan berbagi. kita seharusnya tidak pernah terlalu buruburu untuk mendengarkan. Perasaan diperhatikan. Komunikasi keluarga yang nyata dan berkomitmen. Hukum kepiting mengajarkan hal yang berlawanan dengan apa yang dilakukan kepiting. Informasi. tahun 2007 29 . harus lebih menyukai suasana rumah dan menikmatinya dibanding tempat lain di manapun. Hukum kura-kura adalah ingatlah selalu tujuan anak-anak dalam jangka panjang yang akan tumbuh menjadi orang dewasa yang fungsional 3. terbuka dan konstan. beberapa ritual keluarga yang bisa diandalkan. Komunikasi positif dalam keluarga mirip dengan pintu gerbang terbuka. Salah satu prinsip yang hampir semua orangtua ketahui (tapi jarang dilakukan) adalah karena anak-anak membutuhkan perhatian. Memuji. yang diilustrasikan sebagai hukum ikan paus. 02. 4. setiap anak sangat unik. kita harus belajar meninggalkan cangkang keras kita yang berisi kritik dan menumbuhkan gaya memuji yang baru. seharusnya memberi lebih banyak perhatian terhadap prilaku positif dibandingkan pada tindakan negatif. seorang anak mungkin memerlukan ketegasan.mereka. yaitu dukungan dan perilaku positif – mengangkat ke atas daripada menekan ke bawah. kita seharusnya mendengarkan satu sama lain dan bukannya mengganggu. Vol. Tidak masalah bagaimana kehidupan begitu berantakan dan dingin di luar rumah. Hukum kura-kura adalah konsistensi yang mantap tetapi tenang yang bisa membungkus anakanak dalam selimut kedamaian yang hangat. kita harus mendukung dan bukannya bersaing satu sama lain. yang diilustrasikan sebagai hukum kura-kura. Seperti ikan paus. No. Ada beberapa hal tertentu yang mendasar dan konsisten yang bisa selalu diperhitungkan di dalam rumah. dan kita harus memuji usaha yang dilakukan dan memberi imbalan terhadap upaya yang jujur. yang memungkinkan nilai-nilai diajarkan. kita harus belajar bahwa mendorong ke atas adalah jawabannya. 12. Kita seharusnya mempunyai ritual teratur dan bisa diandalkan serta tradisi tepat waktu agar keluarga khususnya anak-anak bisa menemukan keamanan dan identitas. kesenangan dibagikan dan masalah dihadapi. 2. memuji daripada mengkritik. Kita perlu menjadikan komuniksi tidak menggurui tapi berupa nyanyiannyanyian kejujuran dan saling menghargai. Pesan kepiting adalah sebagaian besar masalah interpersonal dengan anak bisa diperbaiki dengan pujian yang tulus. Tidak seperti kepiting. Komunikasi. yang diilustrasikan sebagai hukum kepiting. Konsistensi. Kita harus mencari cara untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dengan selalu memuji dan bukannya menyepelekan melalui kritik terus-menerus. akan muncul tekanan yang menyebabkan individu terisolasi. komunikasi yang disiplin sedangkan anak yang lain membutuhkan pendekatan yang lebih lunak. pola perintah dan jadwal yang berulang dan sejumlah cinta tak bersyarat yang tiada batasnya. Kesimpulannya mendengarkan merupakan kunci komunikasi. Ketika pintu gerbang ditutup.

harus memahami bahwa semua air (situasi. kecemasan mereka dan kepedulian mereka. Namun. 30 Informasi. Tidak seperti pendaki yang lemah. bertahan terhadap banyak cobaan dan terbebas dari akar yang amoral. Kita 6. yang diilustrasikan sebagai hukum beruang. tetap dalam harmoni yang paralel satu sama lain. No. Vol. kedekatan emosional yang konsisten. 5. Memprioritaskan peran pengasuhan dibanding peranan lainnya. Harus menjadi berdarah hangat. tetapi membiarkan mereka menempuh jalan tersebut di bawah kekuatan mereka sendiri. kelembutan dan bantuan tanpa ada tekanan. tetapi juga harus mengingatkan mereka secara keras dan jelas tentang adanya bahaya. ungkapan cinta yang terbuka. merasakan serta menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan dalam hidup anak-anak serta di dalam benak mereka. 8. Hukum beruang adalah hukum tanggung jawab. 7. pembelajaran moral dan identitas keberhasilan. kita harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain. Kurang kesadaran menjadikan masalah berubah lebih besar untuk ditangani dan membiarkan semua jenis peluang tidak diketahui. Cinta kita seharusnya memindahkan penghalang di jalan yang anak-anak kita lalui. dan mengajar anak-anak dengan teladan dan berharap mereka menerima tanggung jawab keluarga juga. 12. sangat tertarik. Hukum kayu merah adalah saling mendukung dalam keluarga. cinta kita harus memberikan persetujuan dan menyelimuti mereka dengan kepercayaan. Tidak seperti katak. Seperti belalai gajah. menghargai kekuatan dan keterkaitannya. anak-anak perlu menjalankan tanggung jawab pekerjaan rumah tangga. yang diilustrasikan sebagai hukum kayu merah. Anak-anak sangat memerlukan disiplin. Rasa aman. memahami bahwa kita bisa mendapatkan keamanan dan mengidentifikasi asal-usulnya. saling menguatkan secara fisik. Hukum katak adalah hukum kesadaran. Hukum belalai gajah adalah keseimbangan yang baik antara “cinta yang keras” dan “cinta yang lunak”. Melarikan diri dari tanggung jawab sehari-hari kepada anak-anak mengakibatkan hilangnya peluang mereka menikmati masa anak-anak dan mungkin pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya kepercayaan dan komunikasi yang akan membuat anak-anak tidak bisa menyelesaikan masalah yang akan mungkin mereka hadapi. mengetahui akar kita. harapan yang jelas dan tanggung jawab keluarga. mencapai tujuan yang mulia. tahun 2007 . Disiplin. anak-anak juga memerlukan toleransi. Seperti kayu merah. jauh dari dasar materialisme. mulai dari pekerjaan kecil ketika kanak-kanak sampai mendapatkan uang sakunya sendiri ketika remaja. yang diilustrasikan sebagai hukum katak. menghargai dan saling menjalin kebersamaan.dan bahagia serta ikatan keluarga yang semakin kuat seiring dengan waktu. Keluarga yang tumbuh dan berkembang bersama. jadwal. kita harus mencoba lebih keras untuk mengenali. 02. Hukum ini mengenai mengadopsi aspek terbaik dari dua akhir spektrum. yaitu mengambil tanggung jawab penuh dan lengkap bagi keluarga dan anak. Kesadaran bisa menjadi aset terbesar orangtua. yang diilustrasikan sebagai hukum belalai gajah. Kesadaran. Tanggung jawab. memerhatikan dan sensitif terhadap anak-anak. anak) tidaklah sama bahwa masingmasing berbeda dan kita harus memahami perbedaan itu.

keluarga bermasalah sosial psikologis. fungsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarganya. Karena itu tanggung jawab keluarga meliputi tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga. Bebas dari praduga dan kemampuan sedang-sedang saja. Vol. sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk membantu setiap anak menemukan siapa dirnya. satu kata ini. Bebas bermimpi. menetapkan dan meraih tujuan. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas dari”. Sebaliknya melalui kondisi ketahanan yang kokoh dalam keluarga. Kebebasan seperti yang kita inginkan agar anak-anak “bebas bertindak”. juga sebagai keamanan dan proteksi. apa yang mampu ia lakukan dan kemana ia mengarah. penuh dan individual dalam diri anak-anak. Tidak seperti kutu. b. dimana mereka dengan kehidupan mereka. keluarga rawan masalah sosial ekonomi (kerentanan). Bebas dari hal yang merusak. kita perlu memberikan anakanak kesadaran atas pilihan dan peluang serta luasnya perspektif impian yang baik. sosial budaya dan lain-lain. Bebas dari kekerasan atau kecelakaan.harus mengajukan pertanyaan tentang kemana kita bersama anak-anak. 12. 9. yaitu melindungi anak-anak kita dan melihat mereka meraih potensi mereka. diharapkan dapat dijadikan sarana penciptaan mekanisme pemecahan masalah sosial dalam masyarakat. Kebebasan. tidak ada batas artifisial bagi kebahagiaan atau potensi mereka. diharapkan permasalahan sosial baru dapat dicegah. pendidikan. Hukum kutu adalah hukum pemberdayaan dan kebebasan. No. Pertimbangkan dua perspektif ini yang berkaitan dengan kebebasan: a. Melalui ketahanan keluarga yang kokoh dalam masyarakat. termasuk daerah rawan bencana. IV. 02. Beberapa permasalahan keluarga yang terjadi dalam masyarakat diantaranya. bahwa suatu keluarga dikatakan memiliki ketahanan dan kemandirian yang tinggi bila keluarga itu dapat berperan optimal dalam mewujudkan seluruh potensi anggota-anggotanya. Kita sebagai orangtua tidak ada yang tahu potensi unik. keluarga miskin. Permasalahan tersebut baik langsung maupun tidak langsung banyak disebabkan oleh ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan peranan. Maka. anak-anak seharusnya tidak menerima pembatasan. Dengan optimalnya fungsi keluarga maka dipastikan ketahanan keluarga dapat terjalin secara kokoh. tahun 2007 31 . keluarga tidak harmonis. KETAHANAN SOSIAL KELUARGA Achir (1994) menyatakan. keluarga yang menjadi korban PHK. ekonomi. Bebas untuk mengembangkan pikiran dan bakat mereka serta untuk menggapai potensi mereka. keluarga yang tinggal di lingkungan tidak menguntungkan. mungkin melampaui dua keinginan dan insting pengasuhan kita yang paling mendasar. dari keteledoran dan kesalahan. apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka butuhkan. yang diilustrasikan sebagai hukum kutu. kebebasan. konflik sosial dan keluarga yang mengalami masalah sosial. Kebebasan didefinisikan sebagai kesadaran dan keleluasaan berpikir. Kebebasan didefinisikan sebagai pemberdayaan dan peluang. kita tidak menginginkan anak-anak mematuhi dan mengikuti pola yang sama. Informasi.

keluarga konjugal itu berdiri sendiri. 2) Peluang usaha dan pendapatan. ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. baik dari pihak suami maupun istri. Dalam proses industrialisasi yang sedang terjadi di masyarakat. No. Ketahanan sosial keluarga juga berarti kemampuan individu-individu sebagai anggota keluarga dalam mengembangkan hubungan sosial sehingga dapat mempertahankan konsistensinya dalam kehidupan keluarga. baik dalam arti sempit seperti peluang memperoleh pekerjaan atau posisi tertentu. bermasyarakat dan bernegara. Yaitu keluarga menjadi semakin mandiri melakukan peranannya lebih terlepas dari hubungan kerabat-kerabat luas. Kondisi ketahanan keluarga yang ingin dicapai adalah kondisi kesejahteraan dan keamanan. tempat tinggal juga secara tersendiri. Kriteria lain yang dapat dijadikan dasar bahwa suatu keluarga dapat berfungsi sosial dalam kehidupan apabila memiliki aspekaspek yang terdiri dari: 1) Pemenuhan kebutuhan dasar. Secara ekonomi. Ketiga kriteria tersebut memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pekerjaan. baik dalam hal mencegah ataupun membantu mengatasi konflik tersebut. sedangkan dalam keluarga tradisional masih ada anggota keluarga luas yang mengikat keluarga kecil. perumahan. Keluarga juga mau berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di komunitasnya. Mobilitas sosial dan ekonomi di masyarakat industrial jelas akan menjadikan peranan masing-masing individu dalam keluarga hendaknya memainkan posisinya yang lebih baik di dalam setiap berinteraksi dengan masyarakatnya. pendidikan dan kesehatan. tidak bersatu dengan kerabat luas. mau tidak mau akan berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. 12. atau kalaupun ada mereka terlindung di komunitasnya dan tetap bisa memperoleh dan menjangkau pelayanan sosial dasar. Menurut UU Nomor 10 Tahun 1992. kelompok. memiliki hubungan sosial dan jaringan dengan keluarga. Berdasarkan indikator ketahanan sosial masyarakat. ketahanan sosial keluarga dapat diamati dalam hal tidak ada keluarga yang masuk kelompok rentan. lingkungan kerabat. termasuk merespon terhadap konflik sosial yang terjadi di sekitarnya. Sedangkan secara psikologis. dan 3) Relasi sosial dan jaringan. Ini berarti juga bahwa hubungan emosional di antara suami istri menjadi lebih sentral dalam kehidupan keluarga yang memang menyebabkan hubungan mereka menjadi akrab. Menurut Hambali (2005) konsep ketahanan sosial keluarga dapat diadopsi dari konsep dasar tersebut. ekonomi. satuan kecil ini menjadi semakin berdikari. budaya dan politik yang terjadi. maupun pola hubungan sosial yang terjalin untuk mengimbangi proses perubahan yang sedang terjadi. 02. organisasi lokal maupun pihak lain. lingkungan adat. Kemudian berpartisipasi 32 Informasi. penghasilan dan ketrampilan. Akan tetapi kemungkinan keluarga pecah atau retak juga lebih besar karena yang mengikatnya hanya suami istri itu saja. tahun 2007 . Vol. Ketahanan sosial keluarga dengan demikian dapat diartikan sebagai kemampuan keluarga untuk bertahan di tingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial.Goode (2000) menyatakan bahwa dalam era perubahan global seperti sekarang ini struktur keluarga dalam masyarakat juga mengalami perubahan menjadi bentuk konjugal.

sumber sosial secara arif berdasarkan kebiasaan yang ada. sehingga mampu menumbuhkembangkan aspek-aspek: kekuatan ego. norma. Hubungan antara keluarga dengan unit-unit sosial yang lebih luas. Kemampuan keluarga untuk memprediksi perubahan. Kemampuan keluarga untuk mengatasi resiko yang ditimbulkan sebagai akibat perubahan itu. kemampuan bertahan dan plastisitas para anggotanya (Nainggolan. Setiap keluarga haruslah melakukan kalkulasi terhadap resiko ini dan kemudian menyusun tindakan apa saja yang memungkinkan resiko yang dihadapi tidak mengganggu keseimbangan dan keselarasan di lingkungan keluarga. Resiko pasti terjadi sebagai akibat mengadopsi atau menolak perubahan. yang perlu dilakukan adalah berkaitan dengan bagaimana agar terjadi keserasian dalam hal : 1. 3. Kemampuan ini dapat digunakan oleh keluarga untuk menyikapi sedini mungkin tentang apa yang bakal terjadi dan bagaimana mengatasinya. ketika keluarga tidak mampu membendung pengaruh perubahan di lingkungan keluarga. Upaya mengatasi resiko haruslah berawal dari kehendak dan motivasi anggota untuk melakukan perubahan tanpa meng-ganggu fungsifungsi sosial dan peranan sosial yang seharusnya ditampilkan. Antisipasi ini dilakukan melalui penguatan peran masing-masing atas dasar kesadaran dan tanggung jawab untuk membentuk keluarga harmonis dan serasi. Informasi. menolong atau peduli jika ada anggota komunitasnya mengalami keterlantaran. Namun ditemukan beberapa pandangan tentang ketahanan sosial yang dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk memahami ketahanan sosial keluarga. Keluarga yang memiliki ketahanan sosial adalah yang mampu berintegrasi dengan baik serta berfungsi optimal. 2005). tahun 2007 33 . maksudnya sistem ketetanggaan. Tindakan antisipasi adalah upaya satu-satunya yang dapat dilakukan. Kemampuan keluarga untuk melakukan antisipasi terhadap perubahan yang dinilai akan merusak kemapanannya. Kemampuan memprediksi dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat ke depan tentang berbagai kemungkinan yang terjadi. No. 02. Daya tahan berarti kemampuan keluarga untuk menangkal berbagai pengaruh dari luar yang mungkin dapat mengganggu keserasian dan keharmonisan keluarga. maka ketahanan sosial keluarga dapat diformulasikan sebagai berikut : 1. Berdasarkan pandangan yang muncul. atau dengan kata lain memiliki kepekaan sosial yang tinggi. 2. kaidah-kaidah yang memberikan perlindungan bagi anggotanya untuk mengantisipasi berbagai pengaruh yang terjadi. Keluarga mempunyai fungsi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anggotanya.dalam memelihara sumber daya alam. sehingga memiliki kualitaskualitas pribadi yang membuatnya berketahanan (resilient) dalam menjalani kehidupannya. Beberapa kajian yang dikembangkan Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat lebih memfokuskan pada peranan pranata sosial dalam ketahanan sosial masyarakat. ketangguhan. 4. Kemampuan daya tahan terhadap arus perubahan. Vol. Perspektif daya tahan dimaknai dari nilai. Menurut Goode (2000) upaya peningkatan ketahanan sosial keluarga dengan pendekatan struktural fungsional. 12.

lapisan institusional (keluarga) dan pada lapisan masyarakat. agama dan lain-lain. Suatu analisis fungsional terhadap keluarga menekankan pada hubungan antara keluarga dan masyarakat Untuk membentuk suatu keluarga yang berketahanan sosial. 2. tahun 2007 . Dari pendekatan tersebut. Dalam kerangka pikir fungsionalstruktural. Pada gilirannya akan menghasilkan keluarga dan masyarakat yang hidup berkesejahteraan. Participatory Research Appraisal (PRA) dalam Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat . luas. PENUTUP 3. V. atau antara keluarga dengan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga tersebut yang pada gilirannya menghasilkan keluarga yang tangguh dalam menghadapi goncangan. DAFTAR PUSTAKA Adimihardja. adalah keluarga yang mampu bertahan ditingkat komunitas lokal terhadap berbagai perubahan sosial. Sistem dalam pendekatan ini berada pada lapisan individual (perkembangan kepribadian). Bandung. 2001.institusi ekonomi. artinya keberadaan institusi tersebut akan mendukung terciptanya ketahanan sosial keluarga. serta mau memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam dan sumber sosial yang ada di masyarakat. hubungan-hubungan internal di antara sub sistem-sub sistem yang ada dalam keluarga dan atau hubungan di antara keluarga serta kepribadian dari para anggota keluarga sebagai pribadi. keluarga yang memiliki ketahanan sosial tinggi akan melahirkan masyarakat yang berketahanan sosial tinggi pula. bebas dari situasi rentan. masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang dinamis. atau mampu melaksanakan fungsinya. Sebuah keluarga yang berketahanan sosial. Jadi. Kusnaka dan Hikmat. ekonomi dan politik yang terjadi. politik/pemerintahan. No. Humaniora Utama Press. institusi hukum. 34 Informasi. Bila tercipta keharmonisan maka dihasilkan kondisi ketahanan sosial keluarga yang tinggi. Hubungan antara keluarga dengan subsistemnya bisa berarti hubungan antara anggota keluarga. dapat dikatakan bahwa keluarga adalah bagian dari masyarakat. ulet. 12. Dalam kaitan menciptakan ketahanan sosial keluarga yang sejalan dengan pembangunan sosial. Vol. keuletan dan lain-lain merupakan hal yang dianjurkan untuk dimiliki tiap keluarga. tahan goncangan yang pada akhirnya menghasilkan keluarga yang berketahanan tinggi. 02. Hubungan antara keluarga dengan kepribadian anggotanya berkaitan dengan bagaimana peran orang tua dalam menjalankan fungsinya sebagai pendidik utama individu dalam kelompok primernya sehingga menghasilkan individu-individu dengan pribadi yang tangguh. dalam menghadapi berbagai masalah diperlukan kemampuan tertentu pada anggota keluarga baik internal maupun eksternal serta banyak hal yang mempengaruhinya. maupun berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat untuk mencegah dan mengatasi konflik yang terjadi. maka internalisasi nilai tentang kejujuran. Harry. yang terdiri dari berbagai bagian atau sub sistem yang saling berhubungan. kerukunan. membina dan menjaga hubungan dengan keluarga besarnya serta mampu mencegah dan mengatasi masalahnya.

Singgih D. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga . Jakarta. Sosiologi Keluarga. Menuju Indikator Kesejahteraan Keluarga. CV Citra Media. 2004. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. 2004. Psikologi Praktis: Anak. Jakarta. Ihromi. Bumi Aksara. Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat Departemen Sosial RI. tinjauan berbagai pendekatan konseptual dan operasional. Departemen Sosial RI. M. 2003. Tangkal bahaya HIV/ AIDS dengan penguatan kualitas ketahanan keluarga. 2006. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Ainul Izza. Jakarta. Ny. Jakarta.Psi. tahun 2007 35 . Remaja dan Keluarga. Jakarta. Tinjauan Konseptual Ketahanan Sosial Keluarga. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Petunjuk menjadi Keluarga Bahagia. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Goode. Jamilla. Peran Ayah menuju Coparenting. Pola Pemberdayaan Peran Keluarga. 2005. Jakarta. No. 2003. Suatu Tinjauan Konseptual. TO. Eyre.Y. Singgih D dan Gunarsa. Budi dan Koentjoro. Media Ketahanan Sosial Masyarakat Edisi ke-4 Tahun 2004. Surabaya. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. Jakarta. Ketahanan Sosial Keluarga. Departemen Sosial RI. SH. Vol. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. WJ. Linda & Richard. Psikologi Keluarga. 1999. Direktorat Pemberdayaan Peran Keluarga Departemen Sosial RI. 2005.Andayani. Magister Psikologi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial. Jakarta.2004. sembilan hukum alam yang dapat memperkaya kehidupan keluarga kita . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. BPK Gunung Mulia. 12. Irmayani S. PT Gramedia Pustaka Utama. Gunarsa. 02. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial. 2002. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat. Departemen Sosial RI. Informasi. Departemen Sosial RI.

tahun 2000 sebanyak 3. Key words : child drugs trafficking (CDT). obat-obat psikotropika dan zat adiktif NAPZA menunjukan gejala peningkatan kuantitas. tahun 2001 sebanyak 3. PENDAHULUAN Penyalahgunaan narkotika. I. social work service. UNDCP. Peer pressure and pressure from adults in the community is very important. dan lebih menyedihkan lagi adalah 20 persen dari mereka yang terlibat penyalahgunaan NAPZA adalah usia anakanak. Most children are in the situation because of adult pressure and/or wider social factors. keluarga. Some children become a courier because their parents sell drugs for themselves.2 juta orang dari jumlah penduduk Indonesia menyalahgunakan NAPZA.PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Pengalaman Bekerja Bersama Anak Jalanan di Rumah Pendampingan Sementara di Jakarta Timur Hari Harjanto Setiawan Abstract. Hal ini terjadi karena penyalahguna NAPZA termasuk hidden population. 12.2 persen atau kurang lebih 3. sebanyak 45 persen mereka berusia 14-17 tahun. 2003 . Vol. No. Kemudian hasil Rapid Assesment yang dilakukan Irwanto dari Unika Atmajaya bekerja sama dengan ILO (2003). At same time. dengan responden 92 anak yang terlibat di dalam perdagangan dan peredaran NAPZA.401 orang. sebanyak 55 persen berusia 18-19 tahun dan 95 persen dari mereka terlibat penjualan NAPZA sejak umur kurang dari 18 tahun.833 orang. lingkungan sosial maupun masyarakat sekitarnya. tahun 2003 sebanyak 7. The main problem of the current law is the children are not well protected and it does not distinguish between a child and an adult. defines children’s involvement in the production. the communities do not see the issue as significant. tahun 2002 sebanyak 3. sale and trafficking of drugs as an act of victimization. Tahun 1999 sebanyak 1.751 orang. Data dari MABES POLRI (2004) tentang korban penyalahgunaan NAPZA menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. dan sebagian besar korban penyalahgunaan NAPZA berumur 15 sampai 25 tahun (Depsos. Indonesia’s main policy in dealing with drug problems has been try to reduce abuse and dealing in drugs through enforcement of a number of law. 02. Penyalahgunaan NAPZA merupakan masalah kompleks yang berkaitan dengan berbagai segi kehidupan.140 orang. the newly child protection Act No. 2000) memperkirakan sekitar 1. Data tersebut belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya. tahun 2007 . korban. victimization. dan tahun 2004 sebanyak 8. serta berakibat negatif terhadap pelaku. kualitas maupun tingkat persebarannya. 36 Informasi. However.23/2003.478 orang.617 orang. bahkan mengancam stabilitas negara.

Dalam arti. Hal ini berarti. anak yang beresiko terlibat. 75 persen dari mereka berusia 5-18 tahun dan 25 persen berusia 19-21 tahun. Pekerja sosial mempunyai peran. Keterlibatan tersebut sangat membahayakan. karena satu orang trafficker rata-rata menjual kepada 20 sampai 30 orang pengguna. anak penjual. tahun 2007 37 . Disisi lain. misalnya Pakistan dan Thailand.Perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak telah banyak di berbagai negara. Menurut ILO IPEC. dan anak yang menjual sekaligus menggunakan NAPZA. dilakukan secara sembunyi-sembunyi. anak-anak dianggap sebagai tenaga kerja murah dan memiliki pemahaman pengetahuan yang terbatas terhadap perdagangan narkoba ilegal serta relatif “lebih aman” . anak pengguna narkoba. Selain itu maupun dalam proses operasionalnya tersebut yang bersifat ilegal. Penanganan permasalahan pada trafficker dinilai sangat efektif. Tetapi sampai saat ini masih dipusatkan pada pengguna ( user ) dan belum menangani pengedar ( traficker ). apabila kita dapat mengeluarkan satu orang anak trafficker. penjualan dan peredaran (drugs trafficking). tidak adanya jaminan keamanan serta kesulitan menemukan jalan untuk mengatasi permasalahannya. dan 51 persen anak-anak ini masih sekolah. tetapi juga telah mengarahkan anak-anak pada resiko-resiko yang sangat mengganggu pertumbuhan kejiwaannya. 22% dari mereka adalah anak jalanan perempuan dan 18 persen dari mereka sudah lepas dari keluarga (homeless). 02. permasalahan penyalahgunaan NAPZA tidak pernah selesai. sebanyak 56 persen Informasi. Penanganan terhadap permasalahan NAPZA ini banyak dilakukan oleh pemerintah maupun LSM. II. Maka dari itu. sosial dan hukum. telah menjangkau 225 anak jalanan (85% berjenis kelamin laki-laki). Vol. Anak-anak yang terlibat dalam penjualan dan perdagangan NAPZA relatif sulit diidentifikasi. maka dengan sendirinya 20 sampai 30 orang pengguna terselesaikan dengan sendirinya. Pendekatan tersebut memerlukan tindakan hati-hati dan berbasis proses. Berdasarkan pekerjaan. Penanganan ini penuh dengan tantangan dan pendekatan secara khusus oleh seorang pekerja sosial. Indonesia” yang dilakukan oleh ILO IPEC ( 2004). tetapi lebih jauh dari itu mereka juga terlibat dalam produksi. bujukan dan desakan bandar. karena bisnis ini sangat menjanjikan secara ekonomi. Menurut data hasil temuan dari “ Drug Prevention Program for Street Children Community in East Jakarta. No. Penanganan ter-hadap kasus ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran di masa yang akan datang. karena yang sangat sensitif secara politis. sikap dan kepribadian tertentu dalam penanganan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. Anakanak yang dilibatkan dalam penjualan dan peredaran NAPZA dapat disebabkan antara lain “keterpaksaan” guna mendapatkan uang secara mudah dan banyak. PERMASALAHAN SOSIAL ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Masalah yang berkaitan dengan NAPZA pada anak bukan hanya sebatas pada pengguna saja. 12. anak biasanya lebih bebas bergerak tanpa dicurigai dan penegak hukum biasanya sering bertindak lemah terhadap anak. dan perlu tindakan segera dalam menanganinya. karena disamping perdagangan narkoba sendiri merupakan perbuatan ilegal dan melanggar hukum. ada empat kelompok anak yang berhasil diidentifikasi yaitu.

tempat nongkrong barang-barang tersebut tersedia dan saya pun banyak tidak bekerjanya sehingga banyak nongkrong. adalah mereka yang dilibatkan dalam pencampuran obat maupun pengepakan/pembungkusan. 1 anak sebagai pemroduksi saja. penjual dan pemakai. Sehubungan dengan anak yang terlibat peredaran NAPZA sebanyak 2 anak sebagai penjual saja. Seseorang akan mendapatkan keuntungan besar bila mampu menjual NAPZA dengan jumlah banyak dan posisinya dalam kelompok akan meningkat. Dalam bisnis ini dikenal dengan istilah upliner (senior) dan downliner Faktor-faktor yang menyebabkan anak dilibatkan dalam perdagangan NAPZA antara lain : a. Pengedar merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang menyalahgunakan NAPZA. 13 anak sebagai pemroduksi. maka untuk memenuhi kebutuhan pakai ganja dan minuman saya itulah saya terpaksa menjual. Sistem ini beroperasi dengan cara upliner mencari downliner untuk menjual NAPZA. depan rumah teman. tinggal di Pedongkelan. ganja.adalah pengamen. 02. kalau mereka mengantarkan NAPZA. Sedangkan anak yang bekerja sebagai pemroduksi. Upliner akan memberikan komisi dari aktifitas tersebut kepada downliner baik dalam bentuk uang maupun NAPZA. “Saya biasa di panggil oleh teman-teman DS. Berikut kutipan satu kasus yang dapat menggambarkan kehidupan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA. Informasi. dan disamping itu saya juga pernah mencari sampingan dikarenakan kebutuhan keluarga saya dan juga kebutuhan pribadi saya untuk obat dan minuman. (junior) seperti yang digunakan dalam MLM ( multi level marketing ). Ketagihan saya kepada barang tersebut ya bayangin aja di rumah. saat nongkrong itulah dari pada bete mendingan mabuk biar banyak teman dan ngulangin pusing sekalian saat kerja juga enak biar semangat dan berani” Anak sebagai penjual adalah mereka dijadikan kurir oleh para bandar. saya bekerja sehari-hari sebagai Timer di depan ITC Cempaka putih. No. Kalau pendapatanya sedikit bagaimana nih cara agar supaya banyak ya maksamaksain deh ama sopir atau kernet mobil. 12. padahal usia anak adalah tugasnya belajar. maka saya menghindar dan sekarang pakai yang biasa saja seperti Lesotan. dulu saya masih pakai Putaw (Suntik) karena melihat teman-teman banyak yang mati karena overdosis. kue dan permen. dan minuman biasa lah seperti bir. umur saya 18 tahun jalan. 25 anak sebagai penjual dan pemakai. Saya sampai saat ini “pemakai” tapi tidak seberat yang dulu sekarang agak sadar. Vol. ketidakmampuan orang tuanya menyebabkan anak tersebut terpaksa bekerja. Pendapatan saya kurang maka akhirnya saya menjual obat-obatan berupa ganja yang ditelah diracik sendiri setelah dibeli perpaket maka dijual perlinting dan itupun dicampur dengan rokok samsu dan akan menjadi beberapa lintingan. 13 anak sebagai penjual dan pemroduksi. Ekonomi . tahun 2007 38 . 17 persen adalah jualan koran dan 10% adalah jualan rokoh. pendapatannya ya kadang banyak-kadang sedikit tergantung yang ngasih. 115 anak sebagai pemakai saja dan 100 anak yang rawan untuk terlibat dalam pemakaian produksi dan penjualan). dan lain-lain. Untuk mendapatkan penghasilan secara cepat dan adanya tawaran yang menggiurkan maka anak tersebut mencari jalan pintas dengan terlibat perdagangan gelap NAPZA. Terkadang tanpa sepengetahuan anak.

karena dengan tingkat pendidikan yang rendah maka seorang anak cenderung mudah untuk dimanfaatkan karena ketidaktahuan terhadap bahaya tersendiri. Cacat Hukum. d. Dari pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus kedalam penyalahgunaan NAPZA yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama dan norma moral dalam masyarakat. Tingkat agama dan moral rendah . Sehingga apabila ditangkap anak tidak bisa dihukum seperti orang dewasa. Dipaksa oleh orang dewasa. Lingkungan pertemanan. Tingkat pendidikan rendah. Dalam hal ini anak adalah sebagai korban (victim). Lingkungan keluarga. tidak sabar. tahun 2007 39 . bahwa anak adalah posisi lemah untuk dipaksa mengedarkan oleh orang dewasa baik oleh preman dan bahkan oleh orang tuanya sendiri. yang dapat menimbulkan ketergantungan bagi para pemakainya (adiktif) sehinga para pengedar memanfaatkan sifat NAPZA ini. mudah memberontak. keluarga yang retak dan kurang harmonis dapat menyebabkan individu terjerumus dalam penyalahgunaan NAPZA sebagai mekanisme kompensasi g. Anak adalah pekerja murah. Ciri-ciri kepribadian tertentu juga dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap NAPZA. Sehingga orangorang seperti inilah yang mudah terjerumus dalam peredaran NAPZA. e. No. hukuman hanya bisa dilakukan pada orang dewasa. f. jenuh dan lain-lain. Vol. Ditipu. kondisi seperti ini adanya orang dewasa yang mempergunakan seorang anak sebagai alat untuk melakukan kejahatan yaitu mengedarkan NAPZA. disitulah terjadi suatu fase ingin mencari jati diri dan keinginan untuk diakui dalam kelompok pergaulannya. mudah bosan. i. untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar para pengedar lebih memilih melibatkan anak-anak dibanding harus membayar mahal pada orang dewasa. antara lain adanya sifat mudah kecewa. h. bahwa sifat keingintahuan seseorang terbilang besar ketika memasuki masa remaja.b. karena kalau tidak mau taruhannya adalah nyawa. c. 12. Awalnya anak diberikan NAPZA dalam bentuk permen atau makanan berulang kali sampai anak tersebut merasa ketagihan. Disinilah terjadi peredaran antar teman sepermainan atau teman sekelompok. walaupun orang yang pendidikannya tinggi juga tidak terlepas dari bahaya NAPZA. Informasi. Ketika seseorang tidak mengikuti “aturan main” dalam suatu kelompok maka seseorang tidak akan diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Setelah ketagihan anak dipaksa membeli dan apabila anak tersebut tidak mampu membeli. menyebabkan seseorang tidak dapat membedakan mana yang salah dan mana yang benar. 02. maka untuk mendapatkan NAPZA harus menjualkan terlebih dahulu agar mendapatkan komisi berupa NAPZA yang dinginkan. efek farmakologis NAPZA.

Strategi pelayanan sosial yang dilakukan yaitu : a. Nomor 12 tahun 2001 dan komite ini telah menghasilkan Rencana Aksi nasional (RAN) tentang penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Bahkan dalam masyarakat seperti ini tidak jarang orang tuanya sendiri yang menyuruh untuk menjual barang haram ini. RAN tersebut ditetapkan bahwa pelibatan anak dalam produksi. Untuk mendapatkan NAPZA terkadang sampai mencuri barang-barang milik orang tuanya sendiri dan bahkan ada yang menjual diri. Vol. maka frustasi tersebut dilampiaskan dalam bentuk penyalahgunaan dan peredaran NAPZA. Strategi tersebut akan dijalankan melalui program-program yang bersifat teknis dalam upaya mengeluarkan anak dari permasalahan maupun sifatnya mencegah. merativikasi Konvensi ILO 138 melalui undang-undang No. Untuk menangani hal tersebut diperlukan strategi yang tepat dan multidimensi. Kemiskinan. 12. Ketika sudah tidak ada yang dijual lagi maka satu-satunya untuk mendapatkan NAPZA dengan cara mengedarkan untuk memperoleh komisi.20/1999 tentang Batasan Usia Minimum Anak Diperbolehkan Bekerja. perdagangan dan peredaran narkoba menjadi prioritas dari jenis pekerjaan terburuk untuk anak yang dihapuskan dalam waktu 5 tahun. Untuk itu. j. instansi kesehatan. dan ketentuan tentang batasan usia minimum bekerja adalah 15 tahun. No. Penjangkauan dan Pendampingan (Outreach) Penjangkauan dan Pendampingan terhadap CDT dilakukan oleh pekerja sosial di lokasi. karena menyangkut kehidupan anak maupun juga lingkungan dan masyarakat. dan dunia usaha. keimigrasian.pelarian dari masalah yang dihadapi dalam keluarga. tahun 2007 . Berbagai landasan hukum tersebut merupakan landasan moral dan operasional bagi pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan perdagangan NAPZA anak. Apabila hal ini dibiarkan lama maka terbentuklah kondisi masyarakat yang permisif (menganggap biasa dan tidak merasa berdosa terhadap peredaran NAPZA) menyebabkan tidak adanya kontrol dari masyarakat. 02. diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak. merupakan strategi yang efektif dalam rangka pelayanan sosial terhadap anak. kepolisian. serta menyangkut kebijakan keimigrasian. III. ratifikasi Konvensi ILO 192 melalui Undang-Undang Nomor 12 tahun 2001 tentang Pelarangan dan Tindakan Segera Terhadap Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. Karena ketidakmampuan untuk mencapai keinginan. antara lain keluarga. yang Menyikapi permasalahan tersebut. STRATEGI PELAYANAN SOSIAL TERHADAP ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Permasalahan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA sangat kompleks. Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak dan mensahkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kondisi sosial Masyarakat. Selanjutnya dibentuk Komite Aksi Nasional (KAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI 40 Informasi. terutama pada rendahnya tingkat ekonomi keluarga maka menuntut seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. masyarakat.

Selain itu. Strategi ini lebih efektif.dilibatkan dalam perdagangan NAPZA. diciptakan aturanaturan yang disepakati di antara Informasi. No. Program yang dijalankan untuk menjangkau mereka. Setelah pelatihan. Vol. konsultasi. Rumah Perlindungan Sementara Rumah Perlindungan Sementara adalah rumah yang berfungsi sebagai tempat sementara bagi anak untuk melakukan tukar pengalaman. Rumah ini juga berfungsi sebagai tempat resosialisasi nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini tidak mereka dapatkan di tempat lain. setiap minggu masingmasing PE melakukan pertemuan dengan temannya di jalanan bersama dengan pekerja sosial di lapangan atau wilayah dampingan. b. sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin setiap minggu untuk tukar pengalaman dan studi kasus di wilayah dampingan masing-masing. Pendampingan yang dilakukan ditujukan untuk mengubah pola pikir anak jalanan tentang NAPZA. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka untuk menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan anak yang terlibat peredaran NAPZA. Melalui pertandingan sepak bola pekerja sosial mendapat kepercayaan. dengan tujuan untuk menghindari kecurigaan anak. 12. dan telah mengikuti pelatihan untuk melakukan pendampingan bersama pekerja sosial. sehingga memudahkan untuk kehidupan mereka. isu-isu terbaru maupun harapan anak dampingan. mendapatkan informasi tentang NAPZA. juga sebagai tempat untuk melakukan asemen mendalam kepada anak dampingan. tahun 2007 41 . Dalam kegiatan ini. pekerja sosial mengarahkan dan memotivikasi anak-anak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Dalam pertemuan itu membahas permasalahanpermasalahan. teman atau orang tua dan. Dalam proses tersebut. Dalam melakukan pendampingan pekerja sosial membaur dengan anak di kantong-kantong aktivitas anak jalanan. karena anak lebih terbuka dengan sikap pekerja sosial yang memposisikan diri seperti kawan atau kakak. antara lain melalui pertandingan sepak bola antar anak jalanan sebagai olah raga yang menjadi hobi mereka. 02. Di rumah ini dibangun pola hubungan. Program PE dilakukan melalui pemilihan setelah pekerja sosial menjangkau mereka lewat tournamen sepak bola. PE dipilih dari mereka yang berpengaruh. Setelah dipilih kemudian pekerja sosial melatih mereka tentang peran dan fungsi serta pengetahuannya tentang penggunaan dan peredaran NAPZA. menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya. Peer Educator (PE) PE adalah anak jalanan/mantan Child Drugs Trafficker (CDT) yang mempunyai pengaruh terhadap-temantemannya. pekerja sosial melakukan asesmen terhadap anak jalanan yang teridentifikasi sebagai drugs trafficker . dimana pekerja sosial mereka anggap sebagai kakak. c. Pemilihan berdasarkan pada pengaruh seseorang terhadap kelompoknya.

anak diberi kebebasan untuk memilih jenis kursus sesuai dengan minat dan bakat dari mereka. tahun 2007 . Selain itu. h. membuat kerajinan tangan. maka dirujuk ke rumah sakit. untuk mengisi waktu luang (mencegah anak terlibat CDT) dan membangun karir untuk masa depan anak-anak yang sudah terlibat CDT. 02. antara lain kursus komputer. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin (diskusi kelompok. Program ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten dan mengerti terhadap isu CDT. permainan peran. berkaitan dengan kesehatan. Setelah pelatihan kerja anak-anak dihdapkan pada permasalahan pekerjaan. sedangkan di dunia usaha bekerja sama dengan Astra. pembentukan jaringan lembaga yang menangani NAPZA. sehingga ada koordinasi secara periodik untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan penanganan masalah CDT . Peningkatan Penghasilan dan Magang Kerja Program ini diperuntukan bagi anak jalanan dan orang tuanya yang telah mengikuti program pembinaan. bengkel motor. Misalnya. Vol. Pelatihan Keterampilan Kerja Salah satu kebutuhan anak jalanan untuk lepas dari permasalahan child drugs trafficking adalah keterampilan kerja (vocational skill). Program yang dijalankan di rumah perlindugan sementara antara lain konseling terhadap anak yang bermasalah dan keterampilan hidup. kedua. Proses penelusuran minat dan bakat ini dilakukan pada waktu penjangkauan dan pendampingan. RS Persahabatan. Penyuluhan Penyuluhan yang dimaksud adalah memberikan pengetahuan tentang bahaya anak yang terlibat dalam drugs trafficker . Jenis-jenis pelatihan keterampilan kerja yang dapat dijalankan.mereka. dan lain-lain yang sesuai dengan kebutuhan anak. g. kelompok sebaya dan pemangku kepentingan) Kapasitas yang dimaksud adalah kegiatan maupun training yang dapat meningkatkan kinerja pelaksana 42 Informasi. Jaringan kerja tersebut antara lain dengan Rumah Sakit Duren Sawit. menjahit sablon. perlu kegiatan yang berorientasi yaitu peningkatan penghasilan. melalui kegiatan seminar gabungan antar kelompok-kelompok anak setiap 3 bulan sekali. kegiatan rekreasi edukatif satu kali kegiatan untuk setiap anak dan penyuluhan tentang NAPZA. games dan lain-lain) peer educator dengan kelompok dampingan setiap minggu sekali. proses mereferal anak kepada lembaga yang berkaitan dengan permasalahan masing-masing anak. e. Dalam kegiatan ini. dan Bina Muda Citra Gemilang. Wisma Adiksi dan Puskesmas Cipinang. Pengembangan Kapasitas (bagi pekerja sosial. 12. f. musik. Bogasari. No. Hal ini didasarkan pada pemikrian. baik di jalan maupun di rumah singgah. Untuk itu. Selain itu. Sistem Rujukan (pembentukan jaringan penanganan anak dengan pihak lain) Ada dua kegiatan pokok dalam rujukan ini yaitu pertama . bahwa salah satu faktor penyebab anak jalanan terlibat drugs trafficker adalah frustasi terhadap masa depan mereka yang terkait dengan masalah ekonomi. d.

Lima puluh orang anak jalanan teridentifikasi dan dibebaskan dari peredaran NAPZA. 2). tokoh agama dan orang dewasa yang berpengaruh terhadap anak-anak. Para stakeholder ini dilatih secara khusus.pelayanan langsung maupun tidak langsung. Vol. Terbentuk jaringan masyarakat yang dapat memonitor kasus-kasus perdagangan NAPZA Informasi. 50 anak jalanan yang terlibat peredaran NAPZA mengikuti vocational training dan magang. 5). 02. secara operasional dapat dijalankan melalui program pelayanan pekerjaan sosial sebagai berikut: b. Tujuan Khusus : a. mereka difasilitasi untuk membuat program penanganan maupun pencegahan terhadap penggunaan anak dalam perdagangan NAPZA. tahun 2007 43 . Anggota jaringan ini adalah para pemangku kepentingan (yaitu : orang yang berpengaruh terhadap anak-anak dampingan) yang terdiri dari tokoh masyarakat. Pelatihan peer educator. dan memperkuat program yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan i. Pelatihan pekerja sosial untuk memperkuat kapasitas dalam pelayanan. Pembentukan “Community Watch” Jaringan ini dibentuk dengan maksud untuk mengawasi dan berbuat sesuatu dalam mencegah peredaran NAPZA. 350 anak jalanan yang beresiko dicegah untuk masuk dalam perdagangan NAPZA dan 750 anak jalanan terjangkau melalui pendidikan alternatif khususnya tentang pencegahan terhadap peredaran NAPZA. Permasalahan sosial dan psikososial anak jalanan yang teridentifikasi dalam aktivitas outreach. 350 anak jalanan yang beresiko dalam peredaran narkoba mengikuti vocational skill training. PROSES PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Dari strategi di atas. education and community support” Tujuan Pengembangan : Diharapkan program ini memberi kontribusi secara efektif mengeliminasi pekerja anak di Indonesia. 12. 3). IV. khususnya anak yang dipekerjakan dalam perdagangan NAPZA. Kegiatan langsung adalah pelatihan untuk pekerja sosial berkaitan dengan penanganan CDT guna meningkatkan ketrampilan pekerja sosial dalam proses pendampingan. Output : 1). Sedangkan kegiatan tidak langsung adalah pertemuan pemangku kepentingan ( stake holder ) yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelembagaan yang berkaitan dengan penyebaran pengaruh. 4). Setelah selesai pelatihan. No. Nama program : “Tackling street children in drugs trafficking through skill training.

elektro. Mesin perkakas. test HIV/AIDS. PAPPRI. menyanyi dan mencipta lagu APKLINDO (Asosiasi klining service Indonesia) Ibu Naya Johan kegiatannya adalah pelatihan: cleaning service skill dan leadership. De Mono (unit usaha koperasi DeMono. Depkes. outbond INKOWAPI (induk koperasi wanita pengusaha Indonesia) mempunyai program kursus catering.Output : 1). Handphone. Sepeda motor. YPI. montir dan las) PKBM Paksi Safa Kawijayan mempunyai Kegiatan pendidikan non formal baik kegiatan untuk anak maupun orang tua: Kegiatan keaksaraan fungsional/buta huruf. program lanjutan. tahun 2007 . Tehnik Audio video. menjahit. Komputer. Kegiatan keterampilan Asosiasi ikatan penata mempunyai program. PSBR Bambu Apus mempunyai program bimbingan fisik. Vol. BPPK Kota madya Jaktim menerima pelatihan Teknisi Mekanik Otomotif. karena keterlibatan mereka sangat diperlukan. Elektro plating. sosial dan keterampilan (salon. d. 3 sertifikat (De-Mono. mental. Setelah prorgam berakhir. Pelatihan informasi kesehatan HIV/AIDS. f. Las. BNP dapat membantu ‘Tools’ PAPPRI. Pembentukan jaringan Community watch sebagai lembaga independen di masyarakat untuk mengontrol dan mencegah peredaran NAPZA. busana 2). 12. Design grafis SMU Yaspri mempunyai program membimbing anak-anak dengan cara: kursus (paket). No. Kegiatan yang bersifat mencari dukungan adalah lokakarya yang mengundang berbagai pihak yang peduli dalam menangani masalah CDT. Kegiatan melatih anak-anak yang berminat dalam bermain musik. 02. Kegiatan paket A. b. mempunyai program dampingan dan dukungan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS). i. Kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Dalam lokakarya tersebut dibentuk kelompok program/kegiatan yang merumuskan apa yang akan dilakukan sesuai dengan kompetensi masing-masing. j. LPKK g. diadakan lokakarya yang bertujuan untuk melibatkan banyak pihak. montir motor. 44 Informasi. Kelompok I : Upaya pendidikan lanjut a. berupa : 1) 2) 3) kualitas sesuai yang diharapkan dengan evaluasi Pendampingan yang kuat : lebih kurang 3 bulan Perencanaan program yang baik c. mengembangkan bakat Suku dinas Bintal dan Kesos mempunyai program Bimlat keterampilam untuk anak jalanan berupa. Depnaker) e. Kelompok II : Upaya program pemagangan a. Instalasi listrik. bimlat las. Rohis/keagamaan. h. narkoba dana kespro.B dan C. Berikut adalah hasil lokakarya yang diadakan sebagai gambaran kepedulian masyarakat. Pembentukan jaringan referral system (yang meliputi organisasi sekolah dan lembaga kursus maupun pemerintah) yang peduli terhadap CDT. b. Rujukan layanan kesehatan reproduksi dan konseling.

LSM : Donor dan capacity building Pemerintah : capacity building 3) c. tidak ada kualifikasi yang jelas dan tempat terbatas. nyanyi. 2) Jumlah peluangnya sebanyak 20 orang yang terbagi kedalam 1 kelompok (pilot proyek) Seleksi dari 20 orang untuk dijadikan pendamping buat anakanak jalanan. Mempertinggi peran kelompok anak untuk bisa keluar dari permasalahannya. Kunci berhasilnya pelayanan terletak pada kemampuan Pekerja Sosial dalam menganalisis dan menetapkan prioritas kebutuhan serta mencapai beberapa keseimbangan dalam melakukan tugas secara berkesinam-bungan. Untuk bisa keluar dari sistem itu. Setelah mengikuti pelatihan 2) 3) Tujuan akhir dari program pendampingan terhadap anak yang dilibatkan dalam peredaran NAPZA atau yang disebut C hild Drugs Trafficker (CDT) adalah membantu mereka agar mampu membuat keputusan sendiri. tahun 2007 45 . main musik. 02. Syarat – syaratnya : b. 1) 2) 3) c. cipta lagu. Peran pekerja sosial sebagai pendamping CDT sebagai berikut : 1. karena mereka mengalami ikatan sistem perdagangan. Keterampilan Autocad Keterampilan Mesin Hambatan kualifikasi (ijazah) Hambatan kualitas (Pelatihan?) Dukungan yang dibutuhkan : Pendampingan dan modal usaha (pemerintah?). Melakukan training psikososial sebelum menjadi profesi wirausaha.4) Dari 38 anak akan dicoba diakomodasi sebagai . No. Membantu meningkatkan kemampuan anak yang terlibat peredaran NAPZA supaya mampu hidup mandiri di masyarakat. maka dilawan 4) b. 12. PT Ciptaning 1) 2) 3) 4) 5) 6) d. Sebagai Fasilitator a. Komitmen anak Registrasi terhadap anak Telah mengikuti kursus atau training. kegiatan yang mendukung : 1) Pembentukkan forum bisnis remaja (FBR) dimana perangkatan selama 6 bulan. Dalam bidang Kewirausahaan dibutuhkan Skill. Kebutuhan dan peluang 1) Informasi. Menyelenggarakan konveksi (sebagai proses wirausaha). Dukungan LSM/Pemerintah 1) 2) V. dan sebagainya Outsource . Kegiatan mapping/assessment. Vol. PERAN SEORANG SOSIAL DALAM MENDAMPINGI ANAK YANG DILIBATKAN DALAM PERDAGANGAN NAPZA Kelompok III : Upaya program kewirausahaan a.

Mendampingi anak yang terlibat perdagangan gelap NAPZA yang penuh dengan hal-hal yang menantang dan resiko yang cukup tinggi. Menyelenggarakan analisis sosial yang berkaitan dengan isu anak yang terlibat peredaran NAPZA dan membangun opini masyarakat yang positif karena selama ini masyarakat berpandangan negatif terhadap anak yang terlibat peredaran NAPZA Terlibat dalam penelitian partisipatory di mana peer educator / mantan CDT belajar keterampilan untuk terlibat dalam pengumpulan data. Menyelenggarakan analisis tentang sumber dan potensi anak sebagai bahan membuat program yang dapat dijalankan oleh anak. b. 2. c. dan selanjutnya dijadikan leason learn untuk melangkah dalam kehidupan selanjutnya. d. Membantu menyusun kegiatan peer educator/mantan CDT untuk mencapai tujuan yang diharapkan. c. Membantu peer educator dalam mengadakan perencanaan di antara mereka.dengan memperkuat sistem (kelompok) yang sama-sama ingin terbebas dari trafficker. Memperkirakan kebutuhan pelatihan bagi anak. Membantu menganalisis dan mengartikulasikan isu kritis yang berkaitan dengan anak maupun permasalahan yang terkait dengan NAPZA dan HIV/AIDS. Vol. b. 4. c. c. Sebagai Perencana a. Membantu anak untuk memahami dan melakukan refleksi atas isu tersebut. b. No. Sebagai Peneliti a. Sebagai Pelatih a. Sebagai Advokat/Pembela a. c. Membantu anak untuk merespon kepentingan masyarakat sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat secara wajar. 3. tahun 2007 . b. d. Terlibat dalam integrasi sosial untuk memahami fenomena sosial dari sudut pandang tersebut. Membangkitkan dan merangsang diskusi dan aksi kegiatan yang berarti dalam rangka memerangi masalah NAPZA. yang meliputi strategi dan kegiatan aksi alternatif yang tepat. 5. Mempermudah konsep-konsep dan keterampilan penelitian yang tepat agar masyarakat memiliki daya tarik terhadap konsepkonsep dan keterampilan penelitian tersebut. dan merancang program pelatihan yang cocok bagi mereka. 12. 02. Untuk itu pekerja sosial 46 Informasi. Membantu peer educator dalam melatih teman-teman (CDT) lainnya Membantu dalam pengembangan peer educator dan CDT dalam hal keterampilan dan sikap untuk hidup bermasyarakat dan berorganisasi. Membantu merencanakan dan menyelenggarakan program pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas anak.

Oleh karena itu. Sebelum menolong orang lain. dan meningkatkan kemampuan untuk tertawa dan belajar dari kekurangan. dan oleh karenanya pendamping harus bersikap sesuai harapan CDT. Permasalahan bukan muncul dari diri kelayan saja tetapi bisa juga muncul dari pribadi pekerja sosial pendamping maupun dari timwork. Fleksibitas membentuk penyesuaian atas situasi yang dihadapi agar mencapai tujuan mendasar yang telah ditetapkan sebelumnya. pendamping CDT perlu memelihara rasa humor. 4. sehingga rencana bisa disesuaikan sedemikian rupa. 5. 3. 12. 6. pekerja sosial dituntut untuk mempunyai wawasan yang tinggi dan mempunyai keyakinan untuk berhasil dalam melakukan praktek pendampingan. terarah dan terencana. Suatu program tidak akan berhasil apabila tidak ulet. Pendamping CDT hendaknya tidak berpikiran bahwa menolong orang secara tulus merupakan beban.perlu memiliki beberapa kepribadian dasar selain keterampilan pekerjaan sosial. Vol. No. Para pekerja sosial yang sungguh-sungguh perlu mencintai kelayan. Informasi. Cinta Sejati Untuk Kelayan (CDT) Kebanyakan pekerja sosial menginterprestasikan kecintaan terhadap kelayan (CDT) untuk melindungi mereka dengan memanjakan. antara lain komitmen dan kepedulian pada anak yang tinggi. Keluwesan Pekerja sosial perlu sensitif terhadap perubahan situasi yang sangat cepat. sehingga bisa secara efektif dalam mempengaruhi orang lain. maka pekerja sosial perlu menolong diri sendiri dari beban yang dialami. 2. tahun 2007 47 . Bahkan terkadang seorang pekerja sosial perlu memberikan tantangan hidup supaya kelayan mampu menolong dirinya sendiri. Kepribadian dasar tersebut bisa dipelajari walaupun butuh waktu yang lama dan akan melalui pengalaman dan pelatihan. Didalam keuletan melekat pula sifat sabar dalam menghadapi permasalahan. antara lain : 1. Pandangan Kedepan Pendamping anak yang terlibat peredaran NAPZA perlu mengetahui kemana akan mengarahkan penanganan anak. 02. Keuletan Pekerja sosial perlu bertahan dengan aktivitas harian pada saat dia tergoda untuk berhenti. Kepribadian dasar tersebut. Kepribadian yang perlu dimiliki oleh pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Dengan demikian seorang pendamping perlu banyak mengenal nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Sistem nilai personal (pribadi) perlu dievaluasi secara konstan dalam proses bekerja dengan CDT. Rasa Humor Menghadapi berbagai tekanan dan frustasi. Visi dan misi dari pelayanan harus jelas. Sikap Sopan Sikap sopan harus dimiliki pekerja sosial sehingga dengan sikap kita yang sopan akan ada peng-hormatan dari kelayan (CDT) maupun pemangku kepentingan. tidak meski memanjakan mereka dari penderitaan dan perjuangan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kepribadian yang kuat.

PENUTUP Permasalahan anak yang terlibat dalam perdagangan NAPZA atau Child Drugs Trafficking (CDT) merupakan masalah yang harus segera diselesaikan. Sedangkan peranan pekerja sosial sebagai pendamping dapat dilihat dari berbagai segi. maka ia akan hidup sepanjang umurnya …… “ Pepatah di atas sesuai dengan prinsip pekerja sosial yaitu “Help People to Help Them Self” (menolong seseorang agar seseorang tersebut dapat menolong dirinya sendiri). 02. Morales. tetapi ada proses internal tertentu yang terjadi dalam pribadi orang yang bersangkutan. Ada pepatah yang bisa dijadikan prinsip oleh seorang pekerja sosial DAFTAR PUSTAKA Siporin. dan sudah memasuki wilayah hukum. Sheafor. 12. Ajarilah dia bagaimana memperoleh ikan. selain polisi. Social Work: A profesion of Many Faces Massachusset Allyn and Bacon. CDT bukanlah penerima pasif kebaikan. No. Tidak selamanya pelatihan keterampilan menjamin seorang menjadi Pekerja Sosial yang efektif. akan tetapi mereka adalah partner aktif dalam mengejar perubahan-perubahan mendasar untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik. tahun 2007 . 48 Informasi. Max (1975). Komitmen untuk melayani CDT tidak pernah dipaksakan kepada seorang pekerja sosial pendamping. dan pengambilan keputusan berdasarkan kapasitas dan prinsip seseorang mengantarkan pekerja sosial sebagai pendamping CDT. Penyelesaian masalah ini tidak bisa oleh satu pihak saja tetapi semua pihak perlu saling bekerjasama. yaitu : “Berilah seseorang seekor ikan. maka ia akan hidup sehari .7. Armando dan Bradford W. dia perlu memiliki pemahaman yang kritis tentang teori dan sejarah manusia sebagai petunjuk untuk kerja yang terorganisasi. dengan visi pemberdayaan dan kepercayaan diri. hukum dan kedokteran yang selama ini menanganinya. mengingat posisi anak-anak merupakan korban. VI. Prinsip ini menggambarkan peran dari Pekerja Sosial untuk mencapai perubahan. Pekerja sosial perlu mampu mendefinisikan kerja dalam konteks nyata. Berpikir Kritis Seorang pekerja sosial senantiasa bertanya : Apa yang disebut program? Untuk siapa program yang akan dijalankan? Ini akan membantu menetapkan pendirian dan sudut pandang pribadi sehubungan dengan bagaimana Pekerja sosial hendaknya dapat memberikan kontribusi dalam memerangi permasalahan CDT. Dalam hal ini. Semoga kontribusi di bidang pekerjaan sosial dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan perdagangan NAPZA yang melibatkan anak-anak. Penyesuaian Diri Bekerja dengan anak yang dilibatkan dalam perdagangan NAPZA perlu memahami situasi kehidupan mereka. Siporin. 8. Introduction to Social Work Practice . New York : MacMillan. Vol. karena melanggar hak-hak anak. Peranan pekerja sosial sangat penting. Dengan memahami kondisi anak maka pekerja sosial akan dapat bekerja bersama dengan mereka. (1989). Namun dengan adanya pemahaman kritis atas kebutuhan dan tanggung jawab.

Informasi. 12. Assesing The Situation of Children in The Production. Laporan kegiatan “Tackling street children in drugs traffiking through skill training. Departemen Sosial RI. No.Action Research and Training Institud (ARTI). ILO. menyelesaikan S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Tahun 2001 pada Universitas Indonesia. Drs. Saat ini bekerja di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. SADAR. tahun 2007 49 . Sales and Trafficking of Drugs in Indonesia . Jakarta 2006. BNN No. Narkoba di Kalangan Remaja Sudah Melewati Ambang kekhawatiran. Pernah aktif di salah satu NGO (eRKa) yang bergerak pada pelayanan sosial terhadap anak. Alumnus STKS Bandung. M. Hari Harjanto Setiawan. Jakarta 2004. education and community support” Jakarta 2006. 02.Si. Vol.05/TH IV/ Mei 2006.

karena lingkungan hidup sebagai aspek yang tidak dapat dilepaskan dengan kesejahteraan sosial. Masyarakat miskin masih belum terlibat dalam memperoleh kesempatan (akses) kepada pelayanan publik dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. tahun 2007 . 12. penduduk di negaranegara berkembang yang mencapai dua milyar dengan kondisi miskin dan dengan daya dukungan lingkungan hidup sangat rendah. Menurut laporan tersebut ada hubungan yang signifikan antara kemiskinan dan penurunan daya dukung lingkungan. bahwa hampir tiga milyar penduduk dunia hidup dan memerlukan daya dukung lingkungan hidup. Pertambahan penduduk semakin meningkat pesat dengan angka mutasi sebesar dua persen pertahun dan menjadikan kekhawatiran dunia. Empowerment of indigenous people (KAT) must pay attention to the relation between human with nature as eco-system. dan dengan kondisi miskin dengan pendapatan kurang dari $ 1 per hari. 50 Informasi. 02. empowerment of indigenous people. No.354 pada tahun 2000. Vol. I. pekerja sosial dituntut untuk memberikan respon isu tersebut. Lebih dari dua milyar penduduk itu ada di negaranegara berkembang. Indigenous people (KAT) which stay in these circumstances often get impact from damaged of natural resources. Sosial welfare always linked with economy growth but actually the economy growth has contributed to natural resources damaged. Kemiskinan dan daya dukung lingkungan itulah yang merupakan kondisi yang menggambarkan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup.PENINGKATAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KOMUNITAS ADAT TERPENCIL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Bambang Rustanto Abstract. Sejalan dengan isu-isu pembangunan pada tingkat global tentang lingkungan hidup. So natural resources management for indigenous people (KAT) life must be adequate proper with the natural power support. Ciri-cirinya dapat dilihat dari angka melek huruf menurun dari 47 persen pada tahun 1980 menjadi 25 persen pada tahun 2000. PENDAHULUAN Pekerja sosial berbicara tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari sudut pandang pelayanan sosial dan pemberdayaan sosial merupakan hal yang sudah lazim. dan pendapatan perkapita penduduk hanya meningkat sedikit dari tahun 1980 sebesar $ 989 menjadi $ 1. Saat ini. Key word : social welfare. Mengapa isu-isu lingkungan hidup penting menjadi bahasan pekerja sosial? Sebagaimana dilaporkan oleh The World Bank (2003). dan menentukan kesejahteraan umat manusia.

gunung. Hak Atas Aset Pemberian hak atas aset sumber daya alam untuk menggunakan dan memiliki secara bertanggung jawab bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. 67 tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa). Ada tiga agenda global dalam kaitannya dengan distribusi sumber daya alam. (lihat Peraturan Pemerintah No. Banyak sumber daya alam yang tak terbarui (non renewable) seperti hasil tambang dan bahan galian dikuras habis untuk kemakmuran negara maju. tahun 2007 51 . Memberi Informasi Memberi Tanggapan Untuk Sedia dan Menolak Informasi. Untuk itu. Hampir 100 kilometer pantai dan terumbu karang rusak setiap tahunnya. dan bahkan seringkali memicu terjadinya konflik antar penduduk. yaitu : 1. Contoh: masyarakat diperbolehkan membuat peraturan sendiri seperti peraturan desa. sumber air dan lahan pertanian semakin menurun daya dukungnya. No. 12. perlu adanya perubahan kebijakan dalam pendistribusian sumber daya alam ini yang adil dan bertanggung jawab. b. 02. Hampir satu milyar penduduk di dunia hidup di perdesaan dan sebanyak 300 juta jiwa hidup di pedalaman (termasuk KAT).Kemudian hampir dua milyar hektar tanah terlantarkan. Advokasi Sosial Peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan memberi kesempatan kepada masyarakat perdesaan dan pedalaman untuk menyampaikan aspirasinya dalam bentuk: a. baik flora dan fauna setiap tahunnya hampir mencapai 1. maka dunia juga akan kehilangan biodiversity. Menurut hasil kajian para ahli sosial kebijakan pertumbuhan ekonomi yang dikedepankan menyebabkan distribusi sumber daya alam hanya dinikmati segelintir orang. dan ada 23 persen rusak berat terutama hutan di daerah tropis.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). Perlindungan Sosial Pemberian hak khusus untuk melestarikan dan mengembangkan kehidupan sosial budaya bagi masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk Komunitas Adat Terpencil. Ekosistem perdesaan dan pedalaman seperti hutan tropis. dan tidak sebanding dengan peningkatan populasi penduduk. peraturan banjar dan lain-lain. Contoh: kalau dahulu HPH hanya dimiliki oleh swasta sekarang HPH juga dapat dimiliki oleh KAT (lihat UU No. Kondisi yang paling mengkhawatirkan bahwa setiap tahun terjadi pengurangan hutan tropis sebesar lima persen. dan diprediksikan pada tahun 2025 terjadi tanah gundul dimana-mana dengan berbagai dampaknya bagi penduduk. Lebih parah lagi kerusakan lingkungan hidup itu akan terjadi lebih parah di 25 negara-negara berkembang. Vol. salah satunya adalah Indonesia. 2. Banyak sumber daya alam terbarui (renewable) seperti kayu di babat habis. Akibat terakhir dari semua itu. peraturan nagari. dan dibalak secara illegal untuk kepentingan pemilik modal. 3. Sebagai akibatnya sepertiga penduduk kehilangan dan kesulitan memperoleh sumber air bersih. baik yang tak terbarui maupun terbarui dibawa para kapitalis negara maju. Hampir $ 100 triliun harta dan kekayaan dari sumber daya alam. Kerusakan lingkungan hidup terutama terjadi di daerah perdesaan dan pedalaman.4 persen.

pendidikan.40 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Dari tiga pengertian di atas. yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti kesehatan. ada tiga dimensi kesejahteraan sosial. 2002). yaitu (1) pemecahan masalah sosial. bahwa masyarakat yang berkesejahteraan sosial. No. masyarakat yang mempunyai uanglah yang dapat II. bahwa kesejahteraan sosial terjadi pada masyarakat yang mampu menciptakan kesempatan sosial bagi para penduduknya untuk meningkatkan dan merealisasikan potensi-potensi yang ada. d. sandang dan pangannya. Untuk mencapai kesejahteraan sosial seharusnya masyarakat dapat memenuhi ketiga persyaratan atau dimensi kesejahteraan sosial tersebut. Vol. Welfare Consumerism Kesejahteraan (well being) ditentukan dan diukur oleh kemampuan orang untuk mendapatkan barang material (jumlah dan variasi) dan pelayanan sosial. maka masyarakat harus menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemrakarsa (pemerintah atau swasta) (Lihat Peraturan Pemerintah No. Jadi masyarakat berkesejahteraan sosial adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah sosial. Menurut Richard Titmuss (Midgley. Karena secara global hak asasi KAT dan kelompok marginal lainnya perlu mendapat tempat di peraturan perundanganundangan. sehingga barang material dan pelayanan sosial yang tersedia dijual dan dapat dibeli oleh masyarakat. Semua hal dihitung dengan konsep uang. KESEJAHTERAAN SOSIAL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM Sebelum melakukan pemberdayaan KAT. Kemudian dikemukakan oleh Paul Hogget ( Fritzpatrick. dan mampu memberi kesempatan warganya untuk mendayagunakan potensi yang ada. 12. Dengan adanya tiga agenda utama tersebut diharapkan masyarakat perdesaan dan pedalaman termasuk di dalamnya KAT dapat ikut mendayagunakan dan melestarikan lingkungan hidup dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Jadi masyarakat akan lebih sejahtera dibandingkan masyarakat lainnya bila masyarakat itu mampu 52 Informasi. Memberi Perlindungan Hukum Secara Adat dan Budaya Lokal Mendemokratisasikan dalam Pengambilan Keputusan Contoh : ada rencana pembangunan pertambangan di wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT). tahun 2007 . Pengertian lain menurut Tonys (Fitzpatrick. perumahan. cara dan perubahan paradigmanya. Pemahaman ini menyangkut pengertian. bahwa ada tiga pendekatan menuju masyarakat berkesejahteraan sosial atau disebut ”good society ” yaitu: 1. (2) pemenuhan kebutuhan hidup dan (3) peningkatan kesempatan bagi warga. bentuk. mengatasi masalah sosialnya. mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. terlebih dahulu perlu dipahami hubungan kesejahteraan sosial dengan lingkungan alam. maka kita akan mengerti mengapa penting mengkaitkan sumber daya alam serta kearifan lokal dengan kesejahteraan sosial. 2005) kesejahteraan sosial adalah kemampuan masyarakat untuk mengatur dan mengatasi masalah sosial. Arti lebih luas lagi dikemukakan oleh James Midley (2005). 02. Dengan pemahaman tentang kesejahteraan sosial.c. 2002). Artinya.

kebebasan. tetapi dapat menyebabkan mereka sangat tergantung kepada bantuan negara. Pelayanan kesehatan. Artinya. Artinya. Contoh : Santunan Langsung Tunai. tapi tetap aja KAT-nya miskin dan tidak mendapat keuntungan dengan kedatangan turisturis itu.menikmati kebutuhan hidup dan pelayanan sosial. bantuan dan kompensasi yang diberikan oleh negara kepada warga masyarakat. tetapi negara memberikan dana pengganti atau talangan. Masyarakat liberal adalah masyarakat yang menghargai egalitarian dan menolak bahwa seseorang tunduk secara alami pada orang lain. bahkan menjadi provider bagi pendistribusian barang dan pelayanan sosial. Disini ada subsidi. Landasan dasar dari konsep welfare consumerism adalah ideologi kapitalisme. tahun 2007 53 . sehingga timbul jurang sosial. pendidikan dan lain-lain diswastakan dan masyarakat harus membayar penuh. Beras miskin (Raskin). Vol. individualitas. Di Indonesia hal ini terjadi dimana KAT (di suatu daerah) hampir setiap hari dikunjungi turis manca negara maupun turis lokal. Konsep liberal ini dikembangkan dari pandangan Max Weber yang melihat masyarakat secara instrumental dan rasional. semua orang adalah sama dan harus berjuang secara rasional untuk dapat hidup. Kaum liberal menjunjung tinggi kesempatan yang sama untuk menggunakan bakat dan kapasitasnya dalam bersaing dengan orang lain. dan rasionalitas. 02. Meskipun masyarakat kurang beruntung ini tidak punya uang. bahkan terbuang dari peradaban maju. maka KAT tidak memperoleh perlindungan. Welfare Statism Kesejahteraan hidup (well being) masyarakat ditentukan atau diukur dengan tersedianya barang dan pelayanan sosial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa variasi pilihan yang beragam. No. 12. karena akan diperlakukan sama dengan warga masyarakat lainnya yang sudah lebih maju. Asuransi kesehatan keluarga miskin (Askes Gakin) dan lain-lain. atau sekarang sering disebut privatisasi pelayanan sosial. Mungkin hanya akan menjadi tontonan sebagai daerah wisata atau musium. Konsep welfare statism ini memang memberi rasa keadilan bagi kelompok kurang beruntung. Akibatnya KAT akan semakin tersingkir dan terisolir. Ada kelompok yang kaya dan miskin yang saling berjauhan satu dengan yang lainnya. Ini berarti negara mengatur dan mengurus. kesenjangan sosial dan jarak sosial. tidak ada subsidi atau kompensasi. Pendekatan kesejahteraan ini lebih mengedepankan aspek ekonomi dengan pemupukan modal atau kapitalisme. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warga atau sering disebut welfare state. Semua barang dan pelayanan sosial hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang berhak. Informasi. Konsep kapitalisme didasari oleh pandangan liberalisme dimana kaum liberal menegaskan komitmen pada konsep kesetaraan. Konsep welfare consumerism ini menimbulkan konflik antara kaum pemenang (the winner) dan kaum kalah (the losser). Dengan konsep kesejahteraan ini. 2. masyarakat kurang ber-untung mendapat insentive khusus dari pemerintah dalam bentuk bantuan barang maupun pelayanan sosial.

bahwa praktek ekonomi kapitalisme merupakan praktek ekonomi yang tidak sehat. Tetapi yang terjadi di Indonesia semua skema bantuan melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau dengan sebutan lainnya dilakukan melalui dana hutang kepada luar negeri.Pendekatan ini didasari oleh pandangan kelompok sosial demokrat.dibabat --penyusutan --. Jadi. Untuk itu perlu adanya upaya konservasi atau perlindungan sumber daya alam dengan menggunakan sistem konsumerisme hijau yang 54 Informasi. Contoh : KAT (suatu daerah) hampir semua kebutuhan warganya selama tiga tahun dipenuhi oleh negara. karena akan merusak dan menghilangkan biodiversity dan generasi berikutnya. Sehingga pendekatan kesejahteraan ini lebih memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup.sama rasa. Pandangan gerakan hijau melihat. Hal ini tentu saja sangat membebani negara dan me-nambah sengsara rakyat. 3. Kelompok ini memperbaiki pandangan Marxis yang terlalu radikal dengan mengedepankan keadilan sosial sama rata . Pemenuhan kebutuhan masyarakat atau warga (people) harus sesuai dengan daya dukung lingkungan hidupnya (nature). tetapi selalu dipelihara untuk kelangsungan hidup masyarakatnya saat ini dan di masa yang akan datang. pengelolaan lingkungan hidup saat ini hanya menghabiskan sumber daya alam dan memperbesar limbah dengan penggambaran sebagai berikut: Sumber daya alam --. Sedangkan sumber daya alam terbarui semakin habis dan tidak dilakukan reboisasi kembali. dan mendayagunakan potensi sumber daya yang mereka miliki. Dengan konsep kesejahteraan ini. Ecowelfarism Kesejahteraan (well being) masyarakat ditentukan dan diukur kepada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan kekuatannya sendiri. Kemudian Eduart Bernstein merevisi pandangan Marx dengan pengaturan keadilan sosial yang tidak kaku dengan cara. negara memberi ruang kewajiban sosial kepada masyarakat yang kurang beruntung. tahun 2007 . Konsep kesejahteraan ini didasari oleh gerakan hijau (green movement) yang memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup atau ekosistem.limbah Gerakan hijau tidak setuju dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi diukur dengan GDP atau GNP. Menurut Herman Daly. Saat ini sumber daya alam yang tak terbarui. No.konsumsi --. kapan KAT akan mampu hidup sendiri. Vol.produksi --. terutama sumber energi fosil semakin menipis dan akan habis. 02. Konsep welfare statism ini sebenarnya hanya dapat dilakukan apabila negara telah memiliki sumber dana yang cukup. karena akan terjadi kerusakan pada lingkungan hidup. 12. maka KAT menjadi tanggung jawab negara seperti pemberian jatah hidup (jadup) pemberian perumahan (Satuan Pemukiman/SP) pemberian alat pertanian (Saprodi) dan lain-lain. Sehingga ada hak-hak masyarakat yang diatur dan diberikan oleh negara yang dilakukan melalui perundang-undangan. Pendekatan ini berpihak pada pendayagunaan sumber daya alam yang tidak dikuras habishabisan.

Pertama. dan mengembangkan cara-cara tradisional atau kearifan lokal untuk memelihara lingkungan. tidak boleh ada campur tangan dari pihak lain. justru sebaliknya daya dukung lingkungan semakin menurun. Kita hidup di tataran global antara negara kita dengan negara lain. Kelompok tidak tergantung kepada kelompok lain. Artinya. Bahkan ada yang membatasi jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah dengan mekanisme alamiah. Dan mencegah konversi atau pengalihan fungsi lahan untuk tujuan lain. dimana kalau kelebihan penduduk maka harus ada yang keluar. sumber air. tentang hak asasi manusia. pemukiman.bertanggung jawab (responsible ) dan bertanggung gugat (accountable ). dengan demikian masyarakat global yang kuat ini mempunyai keistimewaan dihadapan negara. 02. Berpikir secara global. Sehingga setiap kelompok masyarakat dan juga KAT bebas menjalankan kehidupannya sesuai dengan tradisi dan adat istiadatnya masing masing atau disebut deep citizenship. pengawasan dan bantuan dari warga negara lain apabila diperlakukan secara tidak adil atau diskriminasi. dan kelompok lainnya harus menghormati tradisi atau adat istiadat itu. ada dua Informasi. merupakan bagian dari masyarakat global. Dari bertindak lokal itu akan memunculkan perilaku hidup manusia yang bersahabat dengan alam. Bertindak secara lokal. pekuburan. Artinya. ladang. tahun 2007 55 . Karena hidup setiap kelompok ditentukan sendiri oleh kelompok itu. berpikirlah secara global dan bertindaklah secara lokal. Sistem ini mengajak masyarakat meminimalisasi dampak lingkungan atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. 12. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membuat ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat masing-masing sesuai dengan kebutuhannya. Sehubungan dengan itu. dan pekarangan. Peran negara semakin berkurang dan peran masyarakat semakin kuat. tetapi kelompok akan tergantung kepada alam dimana dia bertempat tinggal. saat ini dengan kemajuan teknologi dan informasi kita bisa pergi dan mendapat informasi dari negara lain. Masing-masing kelompok masyarakat boleh membentuk identitas sebagai ciri masingmasing yang membedakan dengan kelompok lainnya. baik yang hidup di desa maupun di pedalaman (termasuk KAT). Kehidupan masing-masing kelompok bahkan kelompok kecilpun seperti KAT yang hanya terdiri dari beberapa keluarga dilindungi oleh undang-undang untuk memiliki III. globalisasi yang dapat dilihat dari negara tanpa batas. maka kelompok gerakan hijau mengeluarkan slogan ” Think Globally and Act Locally” artinya. Di dalam kehidupan pada tataran global. dan negara harus melindungi keanekaragaman ini melalui undang-undang. Kedua. konsep yang menunjukkan bahwa kita ini bagian dari masyarakat global. No. perlu merubah kebiasaan manusia yang merusak lingkungan. Contoh : ada KAT (suatu daerah ) yang membagi lahan secara berimbang antara hutan. maknanya bahwa manusia baik di perdesaan maupun di pedalaman (termasuk KAT) diberi kebebasan untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya. BERFIKIR GLOBAL DAN BERTINDAK LOKAL Pada peradaban manusia maju dan era globalisasi saat ini. Vol. maknanya bahwa manusia. bahwa setiap warga dimana saja mendapat perlindungan. Untuk menyelamatkan kerakusan manusia secara ekonomi tersebut.

dan makanan serta sumber daya alam lainnya yang kita hamburhamburkan hanya untuk keperluan terbatas. No. Keberadaan dan kelestarian bumi adalah yang utama atau Earth Fist ”. sehingga biodiversity alam semakin berkurang. Demikian juga menurut Habermas saluran komunikasi antar warga yang dilakukan secara langsung adalah komunikasi yang baik. tetapi mereka mengorbankan alam dan tidak meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya. 56 Informasi. sehingga perkem-bangan penduduk menurut Teori Maltus harus dibatasi kalau perlu manusia dicegah untuk berkembang biak. Ini dapat dilihat dengan gencarnya program keluarga berencana di seluruh dunia.pemerintahan lokal sendiri atau sering disebut self governance . yaitu masyarakat yang sangat peduli dengan alam (ecocentris). berapa energi cahaya listik. karena setiap warga negara dicegah untuk memiliki anak. Tetapi lambat laun terjadi degradasi keturunan. bahan berbahaya yang dibuang. yaitu: 1. Ecological Modernization Masyarakat ecological modernization lebih mengutamakan manusia dari pada alam (antropocentris). Kategorisasi kelompok tersebut berdasarkan hubungan antara komunitas manusia dengan sumber daya alam. mereka sangat memuliakan alam dibandingkan memulikan manusia. Sebagai contoh masyarakat kota besar yang mendirikan hotel dan apartemen dimana-mana sebagai pengganti rumah tinggal. IV. Dimana mereka mencukupi kebutuhannya dengan memanfaatkan alam melalui ekploitasi menggunakan teknologi modern yang menyebabkan alam cepat habis dan musnah. Masyarakat seperti ini memang makmur dan maju karena dengan jumlah penduduk sedikit dan sesuai dengan daya dukung alam. Untuk menginap di hotel atau apartemen. dan sumber daya alam flora dan fauna semakin sedikit jumlah dan variasinya. Seperti saat ini energi fosil semakin tipis persediaannya. dan dengan tatap muka secara terus menerus akan menuju masyarakat demokrasi murni dan unik. Menurut Gidden pemerintahan lokal yang baik adalah pemerintahan yang disusun atas dasar keintiman. tahun 2007 . Karena begitu pedulinya. Vol. 2. dimana semakin dekatnya hubungan antara para warganya maka semakin erat hubungan sosialnya. Deep Ecology Masyarakat ini sebaliknya dengan masyarakat ecological modernization . HUBUNGAN KOMUNITAS LOKAL DENGAN SUMBER DAYA ALAM Menurut Hartley Dean (Fitzpatrick. air. Masyarakat demikian ini memang maju dan modern. 02. Belum lagi berapa besar limbah. 12. Ini berarti kelompok KAT dapat diberdayakan menjadi masyarakat yang mempunyai pemerintahan lokal sendiri dan mengembangkan demokrasi lokal yang khas. karena adanya ketakutan pertambahan penduduk tidak mampu diikuti dengan penambahan jumlah persediaan pangan.2002) berpikir global dan bertindak lokal menyebabkan masyarakat terpragmentasi ke dalam beberapa kelompok.

dan komersial serta terjadi pengekplotiasian alam secara besar-besar. sekarang ini Singapura menggalakkan agar setiap keluarga mempunyai anak sebanyakbanyaknya. Manusia mengasingkan diri dari kemajuan dunia dan hidup menyendiri dengan alam. Lama-lama menjadi kebiasaan dan sekarang ini dengan kemajuan ekonomi. tetapi memikirkan alam seperti dirinya. karena meyakini ada hubungan antara manusia dengan alam.Sebagai contoh di negara Singapura. Manusia tidak memikirkan dirinya. pemburu dan tidur di gua-gua. Perkembangan penduduk juga diikuti kemampuan terhadap perubahan ekologi sebagai spesies makluk hidup sama dengan makluk hidup lainnya. klenik. Artinya. Informasi. tetapi secara bertahap dan membangun dengan konsep berkelanjutan tidak mengabaikan kelestarian alam. romantisme. Vol. 02. Green Communitarian Masyarakat ini sangat peduli lingkungan hidup. Maka mereka lebih baik hidup seperti jaman batu menjadi peramu. Manusia yang tidak percaya pada kekuatan diri dan rasionalnya sendiri. Karena luas wilayah dan daya dukung lingkungan terbatas. karena ekonominya masih bersifat subsisten dan belum di produksi secara massal dan dikomersialkan. paranormal dan nyepi. No. tetapi harus sesuai dengan konteks ekologi. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat KAT yang memanfaatkan sumber daya alam seperlunya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. dan kemakmuran menyebabkan warga negara Singapura tidak mau mempunyai anak. dan peradaban dunia dianggapnya hanya merusak alam. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat kita yang masih senang pergi ke dukun. serta aktivitas sendiri lainnya. Untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut. 12. mistik. Menurut Marxis inilah ciri masyarakat yang teralinasi dan lari dari kenyataan sosial dan berlindung dengan kekuatan gaib. Manusia mengembangkan keahlian untuk mampu bertahan secara ekological. Masyarakat seperti ini menjadi mundur karena melarikan diri dari pergaulan dunia. dan spritualitas atau masyarakat yang percaya kepada kegaiban alam. sehingga ini menyatu dengan alam. Eco Sosialism Masyarakat ini sangat peduli kepada alam juga peduli kepada manusia. Manusia harus mengembangkan kapasitasnya. maka pada awal kemerdekaan Singapura membatasi jumlah penduduk. Akibatnya muncul slogan ”oness nature” aku adalah alam dan alam adalah aku. Akibatnya mereka senang dengan takhayul. aktivitas manusia harus dibatasi sebatas kemampuan daya dukung lingkungan hidup. Masyarakat seperti ini ingin maju. 4. Akan tetapi ada beberapa kelompok KAT yang sudah mengenal nilai tukar uang. Setiap kegiatan manusia diharapkan menimbulkan dampak yang minimal terhadap lingkungan hidup. tahun 2007 57 . 3.

tindakan. Kemudian dikemukakan oleh Koentjaraningrat (Rustanto. karya dan karsa. berperilaku dan bertindak yang dituangkan dalam tatanan sosial. Falsafah lokal pada masyarakat Minangkabau tersebut sering disebut sebagai kearifan lokal (local wisdom) . 12. karya dan karsa itu disebut juga kebudayaan. Mengapa alam harus dijadikan guru? Apa ada landasan ilmiahnya atau itu hanya istilah adat saja atau istilah lokal petatahpetitih yang dihapal oleh masyarakat. KEARIFAN LOKAL BAGI KESEJAHTERAAN KAT Alam takambang jadilah guru adalah salah satu falsafah masyarakat Minangkabau di Provinsi Sumatera Barat. 2005) pembudayaan atau dalam istilah Inggris dikenal dengan istilah ”Institusionalization” yaitu proses belajar yang dilalui setiap orang selama hidupnya untuk menyesuaikan diri di alam pikirannya serta sikapnya terhadap adat. bijaksana dan tidak ingin menang sendiri. Sampai saat ini manusia belum dapat menemukan planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup. dan telah mengalami perubahan sosial yang menyebabkan mereka mampu beradaptasi dengan ling-kungannnya. Bahan ajar ini tidak tertulis. Pengetahuan Lokal Setiap masyarakat di manapun berada. karena planet bumi ini tidak akan lama lagi umurnya kalau kita tidak peduli dan belajar dari alam. Pengetahuan lokal terkait dengan perubahan dan siklus iklim kemarau dan penghujan. dikembangkan dan dipertahankan dalam masyarakat lokal dan karena kemampuannya untuk bertahan dan menjadi pedoman hidup masyarakatnya. dan sikap hidup yang selalu dilakukan orang setiap harinya. Yang dimaksudkan dengan kebudayaan adalah semua pikiran. dimana cipta. Kearifan lokal pada masyarakat bersifat relatif karena hanya berlaku dalam masyarakat tertentu. dan tidak berlaku pada masyarakat lain seperti kata pepatah Minangkabau adat selengkah nagari. legowo. rela berkorban. jenis-jenis fauna dan flora. Di dalam kearifan lokal tercakup berbagai mekanisme dan cara untuk bersikap. tetapi dihapal di setiap kepala penduduk dalam suatu masyarakat. sistem norma dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan dan masyarakatnnya.V. Kearifan lokal merupakan semua kecerdasan lokal yang ditranformasikan ke dalam cipta. Arti kearifan lokal dapat ditelusuri dari arti kata arif yang bermakna matang. Kemampuan adaptasi ini menjadi 58 Informasi. demografi. tahun 2007 . 02. Vol. Hal ini terjadi karena masyarakat mendiami suatu daerah itu cukup lama. apabila manusia peduli dan mau belajar dari alam. Ternyata konsep alam takambang jadilah guru itu saat ini menjadi trend bahasan secara global. dan sosiografi. perilaku. Kenapa demikian. Kearifan lokal merupakan suatu nilai yang diajarkan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat. No. terutama para kepala adat dan tokoh-tokoh masyarakat. Menurut Jim Ife (2002) kearifan lokal memiliki 6 (enam) dimensi yaitu: 1. Manusia akan tetap bergantung dan hanya dapat hidup di bumi secara terus menerus dan turun temurun. dan kondisi geografi. konsisten. Sedangkan secara khusus kearifan lokal menurut Jim Ife (2002) merupakan nilainilai yang diciptakan. sehingga masyarakat dapat mandiri dalam berbagai iklim sosial yang terus berubah-ubah. jika bumi rusak dan hancur. baik di perdesaan maupun pedalaman selalu memiliki pengetahuan lokal yang terkait dengan lingkungan hidupnya.

setiap masyarakat memiliki aturan atau nilai-nilai lokal yang ditaati dan disepakati bersama oleh seluruh anggotanya. 6. Masya- rakat akan menggunakan sumber daya lokal sesuai dengan kebutuhannya dan tidak akan mengekpoitasi secara besarbesar atau dikomersialkan. Keterampilan lokal ini juga bersifat keterampilan hidup (life skill). dan nilai ini akan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan masyarakatnya. Sumber daya lokal sudah dibagi peruntukkannya seperti hutan. Suku merupakan kesatuan hukum yang memerintah warganya untuk bertindak sebagai warga masyarakat. manusia dengan alam dan manusia dengan Tuhannya. Informasi. nilai masa lalu. lahan pertanian. Solidaritas Kelompok Lokal Ikatan komunal yang mempersatukan suatu masyarakat terletak pada solidaritas lokal. Keterampilan lokal dari yang paling sederhana seperti berburu. 4. 02. tahun 2007 59 . Seperti dalam solidaritas mengolah tanaman padi dan kerja bakti gotong royong. 3. Setiap masyarakat mempunyai media untuk mengikat warganya yang dilakukan melalui ritual keagamaan dan upacara adat. Ada juga masyarakat yang melakukan secara bertingkat atau berjenjang naik turun. 5. 12. Ada masyarakat yang melakukan secara demokratis atau duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Masing-masing anggota masyarakat saling memberi dan menerima sesuai dengan bidang dan fungsinya masing-masing. dan permukiman. Keterampilan lokal ini biasanya hanya cukup dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing atau disebut dengan ekonomi subsisten. 2. masa kini dan masa datang. meramu. Sumber Daya Lokal Sumber daya lokal ini pada umumnya adalah sumber daya alam. Nilai Lokal Untuk mengatur kehidupan bersama antara warga masyarakat.bagian dari pengetahuan lokal mereka dalam menaklukkan alam. yaitu sumber daya yang tak terbarui dan yang dapat diperbarui. Nilainilai ini memiliki dimensi waktu. No. Keterampilan Lokal Kemampuan bertahan hidup (survival) dari setiap masyarakat dapat dipenuhi apabila masyarakat itu memiliki keterampilan lokal. sumber air. sehingga keterampilan ini sangat tergantung pada kondisi geografi tempat dimana masyarakat itu bertempat tinggal. Vol. bercocok tanam sampai membuat industri rumah tangga. kebun. Mekanisme Pengambilan Keputusan Lokal Menurut ahli adat dan budaya sebenarnya setiap masyarakat itu memiliki pemerintahan lokal sendiri atau disebut pemerintahan kesukuan. Masing-masing masyarakat mempunyai mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda–beda. Nilai-nilai ini biasanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Kepemilikan sumber daya lokal ini biasanya bersifat kolektif atau communitarian.

dan melihat hubungan antara tanaman dengan sistem pencahayaan. Pada masyarakat Selajambe (Kartono dalam Sorjani. Setiap anggota kelompok tani belajar sifat fisologis tanaman pekarangan. meramu. Pekarangan rumah seperti nampak tidak teratur atau acakacakan. Alam dan manusia sama-sama memiliki roh. Anggota warga belajar harus menghapal 197 jenis tanaman dan karakteristiknya. Semua sisisisi rumah panjang atau lamin. Setiap tanaman ditanam secara berbeda tempat sesuai dengan pencahayaan matahari. tahun 2007 . mereka memandang alam sebagai sumber kehidupan dan tidak ada kehidupan mereka yang tidak terkait dengan alam sekitarnya. namun sebenarnya anggota masyarakat mempunyai tujuan secara rasionalitas. berburu. membuat perahu. tarian ataupun nyanyian. 12. Mereka mencari makanan dan minuman dari alam. Upacara ritual dan adat Dayak Kenyah juga berhubungan dengan alam baik. 02. Alam juga sumber inspirasi untuk memberikan nama bagi orang Dayak Kenyah seperti Nggang (burung enggang) Merang (sejenis kayu) Tebun (sejenis burung) dan lainnya. Orang Dayak Kenyah berladang. 1997) pekarangan rumah pada masyarakat pegunungan dijadikan wahana pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia bagi warga masyarakat. Sebagai 60 Informasi. Contoh 2 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Manusia. Alam bisa menjadi ramah jika manusia memperlakukan secara arif. baik sebagai individu maupun anggota komunitas.2005) manusia dan alam adalah satu karena keduanya sama-sama ciptaan Yang Maha Kuasa. Pada masyarakat Dayak Kenyah (Marwanti dalam Rustanto. Anggota masyarakat satu memberi pelajaran kepada anggota masyarakat lainnya. Di setiap pekarang dijadikan kebun percobaan dengan tanaman yang bervariasi. Dan warga yang lebih tua memberi pelajaran kepada warga yang lebih muda. Orang Dayak Kenyah memahami betul bagaimana memperlakukan alam secara arif dan bijak karena alam merupakan kehidupan dan dunia mereka. Alam dan orang Dayak Kenyah adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya saling memberi pengaruh timbal balik. Dayak Kenyah dibangun dari bahan-bahan yang berasal dari alam.Contoh 1 : Kearifan Lokal dan Sumber Daya Alam. No. maka suku Dayak Kenyah menerapkan kearifan lokal di dalam melestarikan alam. Vol. Sejak jaman nenek moyang. dan sebaliknya akan bisa marah jika kita merusaknya. Dengan tata cara tersebut. obat-obatan bersumber dari alam.

c. sehingga tidak berdiri sendiri. Sehingga di daerah itu tidak ada bagian yang tidak terbuka. Contoh 3 : Pengintegrasian Pengembangan SDM dan SDA Pengintegrasian kearifan lokal di dalam pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam bagi masyarakat KAT.contoh. bahkan banyak pekarangan yang tidak berpagar. Mengembangkan budaya masyarakat yang sadar lingkungan hidup. STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DAN SDA UNTUK KESEJAHTERAAN KAT 1. Hal ini diwujudkan melalui gerakan bersama secara terintegrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup sebagai bentuk green for all. Maksudnya agar semua warga mempunyai hak sama untuk secara bebas melalui sebuah pekarangan. Informasi. melalui penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan informal dan non formal sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang berbudaya. tanaman sirih seharusnya di tempat yang teduh. Selanjutnya berdasarkan kesepakatan dengan berbagai departemen dan instansi dirumuskan rencana nasional untuk memadukan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam melalui tindak pembangunan yang berkelanjutan VI. Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat dan komunitas lokal. Memberikan pengetahuan. 02. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal tentang lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. tanggap dan kreatif terhadap lingkungan. baik laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dan memperoleh akses yang sama pada semua jenis pendidikan dan tingkat pendidikan. maka masyarakat Selajambe menerapkan kearifan di dalam pembelajaran pertanian bagi warganya. Karena daun sirih berwarna kuning lebih disukai daripada daun sirih berwarna hijau. No. d. Dengan wahana pekarangan semua orang bisa belajar dan tolong menolong sebagai tradisi luhur. Pengembangan SDM Berkelanjutan a. Dengan tata cara tersebut. Menjamin agar seluruh anak dimanapun. e. Tetapi para warga belajar diajarkan menanam sirih ditempat terang dan terbuka. 12. sehingga meng-hasilkan daun berwarna kuning. harus dilakukan secara bersama dengan Departemen dan Instansi lainnya. tahun 2007 61 . memahami dan mem- b. Vol. Warga belajar di Selajambe memiliki pandangan yang holistik antara tumbuhan dan tata letak tanah.

Mengefektifkan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara terus menerus. tahun 2007 . c. b. Meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan. Melindungi dan mengembangkan nilai kearifan lokal dalam lingkungan hidup yang ada di masyarakat dan komunitas lokal. masyarakat dan jejaring dalam pengendalian dampak lingkungan. Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya cukup dilihat dengan model hitungan semata. Kelebihan kearifan lokal yang dimiliki KAT dalam mengelola sumber daya alam adalah pandangan KAT tentang sumber daya alam sebagai bagian kehidupan mereka. 02. Studi etnoekologi adalah studi etnografi tentang hubungan manusia dengan sumber daya alam atau human ecologi. Menurunkan kerusakan lingkungan terutama keanekaragaman hayati. c. agar banyak orang dapat memahami bagaimana KAT mau dan mampu mengelola sumber daya alam secara baik dan benar. d. Falsafah tersebut menegaskan bahwa sumber daya alam sebagai sumber kehidupan untuk memenuhi kebutuhan materi maupun non materi. Meningkatkan efisiensi dan berkelanjutan pemanfaatan serta mengurangi degradasi sumber daya keanekaragaman hayati. Meningkatkan peran serta individu. Memetakan potensi dan ketersediaan keanekaragaman hayati dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan berkelanjutan. ETNOEKOLOGI UNTUK KESEJAHTERAAN SOSIAL KAT Kearifan lokal yang dimiliki KAT tentang nilai-nilai budaya mengelola sumber daya alam secara lestari dan berskala kecil diberbagai tempat. 62 Informasi. Tujuan studi ini untuk menggambarkan secara detail perilaku hidup suatu komunitas lokal dan pengelolaan sumber daya alam dengan kearifan lokal untuk memenuhi kehidupan dan kesejah- b. Vol. Mengembangkan kemampuan masyarakat dan komunitas lokal dalam melakukan inovasi lokal di bidang pelestarian lingkungan. Pengembangan SDA Berkelanjutan a. VII. Keakraban hubungan KAT dengan alam dinyatakan dalam falsafah aku adalah alam dan alam adalah aku atau dalam bahasa global disebut ”Oness Nature” atau dalam bahasa lokal disebut ”Halubay”. Mengefektivitaskan keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal dalam pengelolaan keanekaragaman hayati. Perlindungan SDA Berkelanjutan a. Tujuan pendokumentasian tersebut. 3. e. namun bagaimana melihat KAT sebagai komunitas manusia yang memiliki rasa cinta kepada sumber daya alam yang ada di lingkungan masing-masing. e. 2. d. No. 12. perlu didokumentasikan dengan baik. kelompok. Meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengembangan sistem hukum dan instrumen hukum.berikan apresiasi terhadap kehidupan yang seimbang antara materiil dan immaterial dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.

Dengan penggambaran tersebut diharapkan akan memberikan suatu pemahaman yang lebih jauh mengenai kesejahteraan sosial KAT yang bersandarkan kepada pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kehidupannya. Penemuan tentang perspektif KAT dalam memandang dirinya (siapa aku) dan alamnya (siapa alam) ini. Mereka yang pada umumnya hidup secara subsisten berupaya untuk memperlakukan alam dengan baik berdasarkan nilai. Vol. mata air dan gunung. PENUTUP Manusia dan lingkungan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling menentukan kelangsungan hidup masing-masing. jadi etnografi adalah penggambaran secara detail dan tertulis tentang kehidupan suatu suku bangsa tertentu. yang selanjutnya dikenal dengan nama etnoekologi. Oleh karenanya. norma dan adat istiadat atau dikenal dengan kearifan lokal. tahun 2007 63 .teraannya. Manusia bergantung kepada alam. maka upaya pemberdayaan KAT di satu sisi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. 12. Di sisi lain mempertahankan daya dukung alam. Pengelolaan sumber daya alam ini dilakukan dengan menggunakan aturan atau nilai budaya adat yang diajarkan secara turun-temurun. Tujuan yang diharapkan dari studi etnoekologi adalah penggambaran kehidupan KAT berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. karena alam memberikan sumber daya bagi manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. yaitu perspektif KAT yang selama ini mengelola atau memanfaatkan sumber daya alam di lingkungannya sebagai satu kesatuan sistem ekologi. Perlakuan arif dan bijaksana ini dapat ditemukan pada Komunitas Adat Terpencil (KAT). manusia hendaknya dapat memperlakukan alam secara arif dan bijaksana. kemudian dijadikan pijakan bagi KAT dan petugas pemberdayaan KAT untuk merancang suatu program atau kegiatan yang terencana dan sistematis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial KAT berbasis kearifan lokal. Sehingga temuan etnoekologi KAT untuk masing-masing komunitas sangat berbeda dan beragam ini dapat menjadikan acuan untuk tidak membuat program atau kegiatan pemberdayaan KAT secara seragam. Sedangkan etnografi adalah salah satu metode di dalam kajian antropologi. Informasi. 02. Keberhasilan studi etnografi untuk memotret kehidupan suatu masyarakat ini telah mengilhami berberapa ahli untuk mengembangkan kajian hubungan manusia dengan sumber daya alam. KAT dapat memenuhi kebutuhan hidup seharihari. Perspektif KAT ini juga dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi pihak lain atau generasi muda dalam pendidikan berbasis lingkungan hidup atau ecoeducation. Melalui kearifan lokal dan persahabatan dengan hutan. Etnografi berasal dari kata etno yang berarti suku bangsa dan grafi berarti tulisan. No. Pemahaman ini salah satunya dapat dilihat dari perspektif KAT itu sendiri. Terkait dengan itu. Dengan pendekatan ini. sehingga alam mampu memberikan daya dukung secara berkelanjutan dari generasi ke generasi. Etnoekologi merupakan pengembangan dari studi etnografi. upaya pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan KAT perlu memperhatikan kearifan lokal KAT tersebut. pepohonan. VIII.

Human Righys and Sosial Work. 2002. Kapital Sosial Dalam Perspektif Sosiologik. Creating Community Alternatif Vision Analysys and Practice . Drs. Model Perlindungan dalam Pemberdayaan KAT. Model Pendekatan Sosial Budaya Dalam Persiapan dan Pemantapan Pemberdayaan KAT. et all. 2004. Australia: Longmann Kementerian Lingkungan Hidup. Cambridge: University Ife Jim. 2005. Oxford: Blackwell Ife Jim. Bandung: Lemlit STKS Soerjuni Mohammad. 02. tahun 2007 . Yogyakarta: Jendela Fitzpatrick Tonys. The World Bank. 2002. Ideologi Politik Kotemporer. Dari Kearifan Lokal Menuju Gerakan Self Governance. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Jakarta: UIN Rustanto Bambang et all. Jakarta: KLH Lawang MZ Robert. 2004. 2004. 2004 . Kesepatan dan Rencana Tindak Nasional Keterpaduan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Berkelanjutan. 2003. 2004. Jakarta: UI Press San Awang. Sustainable Development In Dinamyc World.DAFTAR PUSTAKA Direktorat PKAT. Model Pengembangan Sumber Daya Manusia KAT. 2002. Jakarta: UI Press Migdey James. 2001. Yogyakarta: Sinergi. Manusia di Hutan Rakyat . 1997. 64 Informasi.Hum adalah Dosen Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. 2006. Bambang Rustanto. Etnoekologi. 2004. Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial. 12. Washington: WB. M. Jakarta: Dir PKAT Easwell Roger. Towards Rights Based Practice. No. Community Development. Vol. Jakarta: Dir PKAT Direktorat PKAT. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan. Enviromental Issues and Sosial Welfare.

there is gap between level of social culture in tribes with Indonesian conditions enclosed. or politic. I. 12. Bahkan taraf hidup suku-suku bangsa bersangkutan menjadi kendala dalam usaha pembangunan sebagai bangsa. kemudian pada tahun 1994 menjadi Masyarakat Terasing. “Progress” is useful toward humanity aspect from development. tahun 2007 65 . Pada umumnya terpencil secara geografis dan secara sosial budaya tertinggal dengan masyarakat yang lebih luas. Terakhir pada tahun 1999 menjadi Komunitas Adat Terpencil (KAT). Selanjutnya. Kita merasa tidak mungkin membiarkan sebagian dari bangsa kita berada dalam taraf kesehatan. The means of development are discontinuously to progress for people. and measured with awareness and capability a part of community have to better life and welfare. Perbedaan tersebut menempatkan KAT sebagai komunitas yang menjalani kehidupan secara tradisional (masih terbelakang) dibandingkan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya yang menjalani kehidupan secara modern. Terdapat perbedaan yang khas antara sosial budaya KAT dengan kondisi sosial budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Pada tahun 1973 dikenal dengan sebutan Suku Terasing. Vol. 1993) sampai saat ini masih dirasakan kesenjangan sosialbudaya itu. PENDAHULUAN Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar serta kurang atau belum terlibat dalam jaringan dan pelayanan baik sosial. tertutup dan homogen. Demikianlah kita merasa bertanggung jawab atas pengembangan suku-suku Informasi. social welfare. diakui bahwa “keterasingan” pada mereka dalam arti sosial budaya. antara lain berbentuk komunitas relatif kecil. Persepsi tentang KAT di Indonesia masih beragam. pendidikan dan pengembangan secara umum yang kita nilai jauh dibawah standar menurut ukuran masa kini. separately and uninvolved in network and services in social. Indigenous people is local social culture groups. ekonomi maupun politik dengan tujuh kriteria. dan terminologi yang digunakanpun telah mengalami perkembangan. Pemberdayaan KAT. No.MEWUJUDKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SEJAJAR DENGAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA Sugiyanto dan Mochamad Syawie Abstract. The separated that mean social culture. dan masih hidup dengan sistem ekonomi susbsisten (Dir. 02. Keyword : Indigenous people. empowerment. 2005). Sebagaimana dikemukakan oleh Soebadio (Koentjaraningrat. economic. dengan perubahan pada karakteristiknya.

sekaligus menyedihkan. dan Bukit Kapur. Kalipke justru menetap di tengah keluarga Sakai. bergaul. Mendukung pendapat Seers. Lang (Koentjaraningrat. sehingga mampu juga mengikuti usaha pembangunan yang tengah kita. dan diukur dengan derajat kesadaran dan kemampuan sebagian besar warga masyarakat yang bersangkutan untuk hidup lebih nyaman dan sejahtera. jauh di pedalaman hutan Mandau. dan mengikuti cara hidup suku Sakai yang berpindah-pindah pada saat membuka lahan untuk berladang. 1993) mengenai kebijaksanaan membangun serta mengubah masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu. Menyedihkan karena suku Sakai cenderung kurang mendapat perhatian penuh dari bangsanya sendiri. Kalipke menetap selama tidak kurang 17 tahun. Menurutnya. supaya mereka akhirnya mampu ikut hidup sesuai pola dan patokan kesehatan dan pendidikan masa kini. Vol. bahwa pembangunan tidak selamanya berarti kemajuan bagi semua orang. Keadaan seperti ini dapat timbul karena para change agent hanya melakukan pendekatan bagi kepentingan mereka sendiri. riset yang didukung Universitas Hamburg. Hidup bersama suku pedalaman di Riau merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi Kalipke.O. Di tengah kemiskinan suku yang terbiasa dengan pakaian berbahan kulit kayu inilah. dan kemandirian komunitas adat terpencil 66 Informasi. Hidup bersama. Kabupaten Bengkalis. Perubahan degeneratif adalah perubahan yang telah merusak keseimbangan dari kehidupan sosial suatu masyarakat. 2003) mengungkapkan bahwa pada tahun 1979. pertama: disebut traditional community development approach (pendekatan pembangunan masyarakat yang tradisional). yakni Suku Sakai. ini akan menggali pemikiran asli dari warga suku pedalaman. 2) perubahan tanpa kemajuan. dan seringkali juga merusak keseimbangan ekologi lingkungan alamnya.bersangkutan. 12. kepemimpinan lokal. Kebijakan tersebut antara lain. dengan memilih komunitas suku Sakai sebagai subyek. “kemajuan” sebaiknya selalu mengacu ke aspek manusiawi dari pembangunan. Pada saat bangsa Indonesia sendiri kurang mempedulikan kesulitan hidup yang dialami suku Sakai. Provinsi Riau. Kesedihan itu dirasakan ketika mengawali proyek penelitiannya yang diberi tema “Pikiran dan Pengertian Asal”. Hans Kalipke (Orin Basuki. di pedalaman Bengkalis. Ahli antropologi G. tengah bergulat dengan proses penghilangan eksistensi mereka seiring pembabatan kekayaan terbesar yang mereka miliki. Dalam tulisan berjudul The Meaning of Development yang ditulis oleh Seer (Koentjaraningrat. Dia hanya berharap. maka semua upaya pembangunan paling tidak dapat mengakibatkan : 1) perubahan degeneratif. 1993) menyarankan suatu konsep yang relatif dapat digunakan sebagai pegangan untuk merencanakan beberapa kebijaksanaan pembangunan KAT. dan 3) perubahan yang membawa kemajuan sosial ekonomi. No. Minas. cenderung penelitian semacam ini sangat jarang diminati orang. suatu suku pedalaman. Mereka menyelesaikan tugas yang telah ditargetkan dalam waktu yang sesingkat mungkin (kalau mungkin dengan cara memaksa). 02. Jerman. tanpa memperhatikan keperluan warga masyarakat yang mereka “bangun” dengan lebih seksama. sebaiknya memperhatikan sumber daya lokal. yaitu hutan. tahun 2007 . menetap. ia berpendapat. Berdasarkan konsep “kemajuan” pada difinisi tersebut.

2005). dan sama sekali tidak atau hanya sedikit mengalami hubungan dengan dunia luar. permasalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan KAT disebabkan oleh dua hal mendasar yang terkait satu sama lain. apapun makna. sejahtera. kehidupan yang lebih aman. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KAT Mengutip pandangan Ismid Hadad (1980) bahwa.yang akan dibangun. istilah “pembangunan” dewasa ini semakin berkembang laksana mukjizat. Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2005. Pada umumnya KAT berpendidikan rendah. 12. Pendidikan. engineering physical infrastructure approach (pendekatan prasarana fisik). yaitu (1) keterbatasan sumberdaya manusia dan (2) keterbatasan keterpaduan program. Permasalahan yang dihadapi oleh KAT seperti : 1. senantiasa ada suatu nilai positif yang melekat atau dilekatkan padanya. untuk ke lokasi KAT digunakan perahu kelotok. bagi orang luar yang bermaksud memasuki lokasi KAT. Ketiga. Kalau kita memecahkan persoalan itu dengan jawaban bahwa masyarakat terpencil di negara kita tidak maju karena lokasinya terpencil. tapi juga membawa perdebatan yang tak habishabisnya di kalangan masyarakat yang semakin meluas. tahun 2007 67 . Kedua. jawaban itu juga tidak seluruhnya benar. Dalam rangka itu. populasi dan persebaran pemberdayaan komunitas adat terpencil adalah yang sudah diberdayakan sebesar 61. dan yang belum diberdayakan sebesar 193. II. kita tentu perlu mempersoalkan mengapa hingga sekarang masih ada warganegara Indonesia yang hidup dalam masyarakat terpencil yang kita anggap terbelakang dan tidak maju. Misalnya. Demikian pula.185 (Direktorat Pemberdayaan. fungsi dan harapan yang terkait pada istilah tersebut.488. lapisan sosial dan suku bangsa di Indonesia (Koentjaraningrat. Informasi. Namun. yang sedang diberdayakan 13. Hampir tidak ada pihak yang mengatakan bahwa pembangunan itu jelek. Vol. Ia mengandung begitu banyak makna. Komunitas Adat Terpencil. menimbulkan begitu banyak harapan. Pada lokasi tertentu. kuda atau Sebagian besar bangsa Indonesia berasumsi dan mempunyai keyakinan bahwa pembangunan nasional membawa kemajuan yang berarti. karena ada semacam kesepakatan umum bahwa pembangunan itu harus otomatis baik pasti bermanfaat Secara umum. Orang rimba di Provinsi Jambi. 2. Transportasi. Sarana transportasi masih sangat terbatas untuk keluar maupun masuk ke lokasi KAT. berdasarkan prinsip bahwa change agent hanya memberi modal dan teknologi untuk memudahkan pembangunan yang dikembangkan dengan sumber daya lokal (dari bawah) dan kepemimpinan lokal. Mereka pada umumya berjalan kaki berjam-jam untuk meninggalkan kampung halamannya. mempunyai fungsi begitu berganda. dan sempurna bagi semua golongan. 02. 1993). buta huruf dan bahkan ada KAT yang menolak masuknya pendidikan karena dinilai pendidikan bertentangan dengan adat istiadat mereka. disebut paternalistic approach (pendekatan paternalistik) berdasarkan gagasan bahwa masyarakat yang dibangun masih sangat rendah kemampuannya. No. relatif sulit memperoleh sarana transpotasi.177.

KAT sebagai bagian dari kemiskinan perlu ditangani secara koordinatif dari berbagai instansi sektoral. III. walaupun cara hidup yang baru itu dapat membawa kemajuan baginya. 1993). Untuk itu perlu motivasi atau dorongan yang kuat dari dalam atau dari luar. Warga masyarakat terasing (baca komunitas adat terpencil) sebenarnya mau menerima pengaruh dari luar yang dapat memberikan kenyamanan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi mereka. listrik. Vol. yaitu: Mengubah kebudayaan berarti mengubah adat-istiadat. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan masih terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. kebiasaan dan gaya hidup seseorang yang telah lama dipelajari. 5. namun mereka menganggap bahwa pihak luar tidak mau membagi unsur-unsur kebudayaan yang membawa kemajuan itu dengan mereka. jembatan. KEBUDAYAAN SEBAGAI REFERENSI PERUBAHAN Teori antropologi tentang perubahan kebudayaan menyarankan agar diperhatikan respons dari masyarakat (“sejajar dengan masyarakat pada umumnya”). Fasilitas pemerintah. Komunitas adat terpencil memang ingin maju. Sedikitnya ada tiga respons terhadap tiga macam pengaruh unsur-unsur kebudayaan dari luar. Kenyataannya sangat sulit untuk membangun koordinasi ini.kendaraan roda empat yang khusus untuk kondisi alam yang sulit. air bersih dan sebagainya. tahun 2007 . kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya sarana transportasi serta fasilitas hidup lainnya. dikenal dan dibudayakan sejak kecil. 6. karena ia harus meninggalkan dan akan kehilangan pegangan hidupnya. sehingga terkesan program penanganan kemiskinan berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya pun kurang optimal. 1. 02. Di lokasi tersebut masih sangat terbatas tersedianya fasilitas dan sarana umum seperti jalan untuk kendaraan roda empat. 4. Tenaga pengajar. menjadi alasan enggannya tenaga medis untuk ditugaskan ke lokasi KAT. 3. Namun mereka tidak atau belum mampu melakukan perubahan kebudayaan. No. 12. terhadap rangsangan unsurunsur yang datang dari luar. Dalam perspektif di atas. dan karena itu mereka tetap hidup dengan cara yang diwariskan oleh nenek-moyang mereka. dan berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang selama mungkin dengan cara menolak setiap unsur pengaruh yang datang dari luar (Koentjaraningrat. Sama halnya alasan pada terbatasnya tenaga pengajar. Komunitas adat terpencil memang tidak mau berubah. 3. Koordinasi. 2. intervensi yang terbaik dalam memberdayakan KAT adalah pembangunan komunitas tersebut. Pembangunan komunitas dapat dilihat sebagai proses. yang dapat membawa kemajuan dalam hidup mereka. atau dengan perkataan lain. Hal itu tentu dirasakan sangat berat. menjadi alasan enggannya tenaga pengajar ditugaskan ke lokasi KAT. dimana warga dari KAT mengorganisasi diri dalam kelompok dan 68 Informasi. Tenaga medis.

merasakan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi atau masalah-masalah yang harus diatasi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup (Parsudi Suparlan, 2003). Kelompok ini membuat rencana-rencana kerja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka penuhi, atau mengatasi masalahmasalah yang mereka hadapi untuk dapat diatasi bersama. Berdasarkan hal tersebut mereka mengorganisasi diri dalam bentuk kelompok-kelompok kerja atau perkumpulan-perkumpulan untuk melaksanakannya.

Khairina, “Kami Sekolah Hanya Dua Minggu Sekali”, dalam Kompas, 22/8/ 2005 Basuki, Orin, Sebuah Kamus Untuk Warga Sakai, dalam Kompas, 2/1/2003. Koentjaraningrat, dkk, 1993, Masyarakat Terasing di Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Departemen Sosial R.I, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktorat Pemberdyaan Komunitas Adat Terpencil, 2005, Profil Keberhasilan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Pada 8 Provinsi, Jakarta. Suparlan, Parsudi, 2003, Pembangunan Komuniti Terpencil (KAT), Makalah Seminar Hasil Penelitian KAT Departemen Sosial & Pranata Pembanguna UI, Jakarta.

IV. PENUTUP
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, upaya mewujudkan KAT sebagaimana masyarakat pada umumnya dihadapkan pada kesulitan apabila tidak memperhatikan penanganan yang serius terhadap persoalan kemiskinan, pendidikan, serta masalah kesehatan. Karena akar masalah yang dihadapi KAT terletak pada ketiga persoalan mendasar tersebut. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah kebijakan dan program yang menjembatani kepentingan KAT, dan menerjemahkan nilai-nilai sosial budaya mereka ke dalam kegiatan nyata untuk memperbaiki kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Sugiyanto , Alumnus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Program Studi Pengembangan Masyarakat. Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Mochamad Syawie, Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Program Studi Sosiologi. Peneliti pada Pusat Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat dan Dosen Luar Biasa Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Hadad, Ismid, 1980, Persoalan dan Perkembangan Pemikiran dalam Teori Pembangunan, dalam Prisma, Majalah Kajian Ekonomi dan Sosial , LP3ES, Jakarta.

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

69

INDEKS
A
Accountable, 55 Achir (1994), 31 Advokasi Sosial, 20 Afeksi, 26 Alexandrov (1981), 6 Anayomi, 10 Antropologi, 2 Antropopcentris, 56 APKLINDO ( Asosiasi Klining Service Indonesia), 44 Child Drugs Trafficking (CDT), i Community Watch, 43, 44 Consenciousness raising and organization, 14 Conventional Kin, 25

D
Deep Citizenship, 55 Degradasi, 16, 62 Depsos, 2003 ; UNDCP, 36 Discretionary Kin, 25 Downliner, 38 Drugs Trafficker, 41 Drugs Trafficking, 37 Durkheim, 2

B
Blckkenburg dan Sachs, 1990: 31-31, 3 Bell (Ihromi, 1999), 25 Biodiversity, 51, 54, 56 Birokrasi, 15 Budi santoso (1995), 12

E
Earth Fist, 56 Ecocentris, 56 Ecoeducation, 63 Ecologycal Modernization, 56 Ekologycal, 57 Eplisit, 2 Etnoekologi, 62 Etnografi, 1, 2, 62, 63

C
Calhoun (1999: 663-664), 7 CDT (Child Drugs Trafficker), 41, 42, 43, 45, 46, 48 Change Agent, 66, 67 Chayanov, 2

70

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

Everyday form of repression, 5 Extended Family, 24 Eyre (2006), 28

HIF/AIDS, 46 Homeless, 37 Human Ecology, 62, 63

F
Farmer, 1 Fictive,25 Filantropis, 9 Fisologis, 60

I
ILO (2003),36, 37, 40 Impersonal, 15 Implisit, 5 Individualization, 17 INKOWAPI (Induk Koperasi Wanita), 44 Institusional, 34 Institusionalization, 58 Integrasi social, 27 Interaksi, 3, 11, 13 Intervensi, 20, 68

G
Giddens, 1995: 1-2, 7, 56 Gunarsa dan Gunarsa (2004), 24 Geertz (1983), 3 General models, 17 Goldstein dkk (1973), 27 Good Society, 52 Goode (2000), 32, 33 Great Tradition, 1 Green Communitarian, 57 Green for All, 61 Green Movement, 54

J
James C. Scott (2000), 4 James Midley (2005), 52 James scott (1981), 4 Jihad fi-sabilillah, 6 Jim ife (2002), 13, 17

H
Habermas, 56 Halubay,62 Hambali (2005), 32 Hartley Dean (Fitzpatrick, 2002), 56 Hartmandan Dwyer, 28 Help people help them self, 16, 48

K
Kartodirjo (1984), 7 Kuntowijoyo (2002: 60), 7 Kalipke, 66 KAN (Komite Aksi Nasional), 40 Karen K. Kirst, Ashmandan Grafton H. Hull, Jr (1993), 17

Informasi, Vol. 12, No. 02, tahun 2007

71

i. 17 Micro practice Skill. (2003). 60 KAT. 44 LSM/Orsos/Ormas. 12 Nuclear Family. 68 Kolutif. 11. 5 LPKK. tahun 2007 . 39. 23 Life Skill.29 Konsumerisme. 62. 45. 12. 47. 3 Moralitas. 6 Konfrontasi simbolis. 41. 65 Kaum abtenaar. 6 Modelling 27 Modernisasi. ii. 20 Legowo. 10 Organizing and social action. 44. 5 Konsistensi. 37. 38. 54 Nimkoff. 48 Nature. i. 2 Kuntowijoyo (2002. 43 M Macro Practice Skill. 14 Orin Basuki. 2005. 43. 40 Multy-dimensional. 46. 61. i. Vol. 02. No. 25 Oness Nature. 2 Mark. 6 Multidimensi.Karl mark (1971: 230). 57. 1. 4 Much as potatoes in a snack of potatos. 2 Marwanti dalam Rustanto. 2 N L Lamin. 7 Koentjaraningrat (1993). 60 Land reform. 59 Local Wisdom. 66. 60 72 Informasi. 33 NAPZA. 6 Marxist. 40. 6). 36. 18 Main stream. 2005. 54 Mezzo Practice Skill.1997. 58 Low profile. 1984). 51 Norton Dan Hunt (Astrid. 40. 16 Mark dan Engels. 6 Kartono dalam sorjani. 62 Orbitasi. 65. 38 Mode ofproduction. 44 Oikonomia. 17 MLM (Multi Level Marketing). 54 Kontemplasi. 18 Nainggolan. 66 Outrech. 24 Non Renewable. 58 Lesbian/Homoseksual. 16 Kroeber. 24 O ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

44 Paul Hogget (Fritzpatrick. 36 Raskin (Beras Miskin). 02. 24 Talcot parson (Ihromi 1999). 40 Rapid Assesment. 16 SDM dan SDA.2002).SDS. 4. 16 Self Governance. 46 People centered development. Vol. 69 Participation. i. 52 Peasant. 36 Represif. 18 PKBM. 31. (2003). 2 Sharing.P Pakistan. 6 Sacred. 59 R RAN (Rencana Aksi Nasional). 20 Soetrisno. 3 Richard Titmus (Midley. 2000: xxiii-xxiv. 4. 6 Referal System. 68 Pincus dan Minahan (1973). 55 Revolusioner. tahun 2007 73 . 61 Self determination. 33 Resistensi. 2. 23. 13 Paternalistic Approach. 1989).Thailand. 2 Premis. 3. 5 SDM. 43 Stereotype. 24 Popkin (1979). 9 Shanin ( 1971: 14-15 ). 2000: xviii. 53 PSBR. 44 Psikotropika. 9 Perspektif. 4 Provider. 37 Paradigma. 18. 4 Social action.SDA. 2005). 67 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).16 Stake holder. 6 Peasantry. 44 T Tetrawanti (1989). 12. 26 Subsisten. 52 S Scott. No. 56 Self-determination. 6 Resilient. 44 Polish (Tetrawanti. 10 Spiritual. 17 Partisipatori. 42. 12 Soerjono Soekanto (1990). 1 Peer Educator. 1. 14 Social alignment. 53 Ratu adil. 12 Informasi. 4 Pre-capitalist. 4 Responsible. 52 Parsudi Suparlan. 63 Survival. 63.

18 The client system. 65 The action system. 66 The target system. 37 U Universal. 38 V Vasil‘cakov. tahun 2007 . 43 W Wolf (1985: 26). 66 Trafficker. 52 Top-down. 53 The World Bank. 55 Toleransi. 2002). 12. 11 Upliner. 39 Vocational training. No. 9 Tournamen.Terminologi Redfield dan Singer (1971 ). 53 74 Informasi. 53 Wellfare Statism. 18 The Winner. 41 Tradisional. 2 Victim. 50 Think Globaly and Act Locally. 2 Terminology. 52. 30 Tonys (Fitzpatrick. Vol. 53 Well Being. 18 The change agent system. 32 Traditional Community Development Approach. 1 Terminologi. 53 The Maining of Development. 02.18 The looser. 3 Welfare Consumerism.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->