P. 1
DEFINISI LINGKUNGAN

DEFINISI LINGKUNGAN

|Views: 40|Likes:
Published by Yohanes Sri Yono

More info:

Published by: Yohanes Sri Yono on Jul 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan mempunyai arti penting bagi manusia, dengan lingkungan fisik manusia dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan materilnya, dengan lingkungan biologi manusia dapat memenuhi kebutuhan jasmaninya, dan dengan lingkungan sosial manusia dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya. Lingkungan dipandang sebagai tempat beradanya manusia dalam melakukan segala aktivitas kesehariannya.

Lingkungan hidup menyediakan kebutuhan-kebutuhan hidup manusia. Begitupun sebaliknya, kehidupan manusia sangat tergantung pada tersedianya sumber daya alam yang memadai dalam lingkungan hidup. Manusia dan lingkungan hidup selalu terjadi interaksi timbal balik, manusia mempengaruhi lingkungan dan sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Demikian pula manusia membentuk lingkungan hidupnya dan manusia dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup memegang peranan penting dalam kebudayaan manusia, mulai dari manusia primitif sampai pada yang modern.

Persoalan lingkungan mulai menjadi topik dunia ketika manusia mulai merasakan dampaknya yang semakin meluas yakni terlihat pada banyaknya bencana

Universitas Sumatera Utara

yang terjadi di muka bumi ini akibat berbagai aktivitas manusia itu sendiri seperti banjir, tanah longsor, pencemaran air akibat limbah industri, dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti ini, lingkungan hidup perlu diatur dan dikelola dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal, mencukupi kebutuhan generasi saat ini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan generasi yang akan datang. Salah satu isu global yang sangat penting dan mendapat perhatian serius saat ini adalah masalah lingkungan. Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) dan pemerintah baik negara maju maupun negara berkembang telah dan terus memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan. Dalam hal ini misalnya saja di Indonesia pada tanggal 24 Februari 2010 telah diadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Nusa Dua Bali dimana dalam hal ini presiden mengajak masyarakat dunia menyelamatkan bumi dari ancaman kerusakan lingkungan kemudian pada tanggal 25 Februari 2011 telah dilaksanakan Konferensi Internasional Pemuda di Yogyakarta yang dihadiri 144 pemuda dari 37 negara menghasilkan 32 rekomendasi penanganan perubahan iklim dan lingkungan untuk setiap negara di dunia, yang dituangkan dalam "Yogyakarta youth Declaration" diakses

(http://www.mediaindonesia.com/foto/2818/Konfrensi-Lingkungan-Hiduppada tanggal 01 maret 2011 pukul 15:30 WIB).

Masalah lingkungan hidup merupakan persoalan kolektif yang membutuhkan partisipasi bersama dari semua komponen bangsa, dan harus ada upaya serius untuk mengatasinya, misalnya saja dengan membudayakan kepekaan dan cinta lingkungan hidup melalui dunia pendidikan atau institusi pendidikan, dengan tujuan untuk

Universitas Sumatera Utara

wanita. kecintaan dan kepedulian akan lingkungan hidup perlu untuk ditingkatkan. perkumpulan. limbah industri pabrik yang tidak bertanggung jawab. dalam hal ini peranan partisipasi melalui organisasi pecinta alam. dan peranan para pemuda. penerangan. organisasi. Dalam hal ini tentunya karena peranan pemuda juga sangat penting sebagai generasi penerus yang akan mewarisi lingkungan hidup yang baik. komunitas. ataupun kelompok sosial. pencemaran dan lain sebagainya. misalnya penebangan pohon. Kelompok pecinta alam sebagai organisasi yang bergerak dalam dunia lingkungan dan alam pada hakikatnya berada dalam gerakan enviromentalisme Universitas Sumatera Utara . penegakan hukum disertai pemberian rangsangan atau motivasi atas peran aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup. namun kenyataannya masih banyak anggota masyarakat dalam hal ini oknum-oknum tertentu yang belum sadar akan makna lingkungan hidup itu sendiri. Kepekaan masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan hidup perlu terus ditingkatkan misalnya melalui penyuluhan. illegal logging. Setiap orang diharapkan agar peduli akan lingkungan hidup.menginternalisasikan dan menanamkan nilai-nilai budaya yang cinta akan lingkungan hidup. pendidikan. Pada saat ini. dengan adanya partisipasi dari kelompok-kelompok masyarakat sangatlah penting misalnya tokoh agama. Hal ini terbukti dari banyaknya kelompok-kelompok tertentu yang melakukan aktivitas dengan tujuan tertentu dan meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampaknya pada lingkungan hidup. sehingga mereka melakukan hal yang memberikan dampak buruk pada lingkungan hidup.

Pecinta alam dunia dengan gerakan enviromentalisme yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam patut kita contoh sebagai salah satu gerakan untuk masa depan. lebih menekankan pada seruan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik atau melarang untuk melakukan sesuatu yang dianggap merugikan lingkungan hidup. begitu juga dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. dan tidak jarang aktivitas para pecinta alam berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam. hal ini dikarenakan motivasi yang tidak jelas pada saat membentuk organisasi pecinta alam. Perkembangan pecinta alam Indonesia dewasa ini semakin pesat sehingga terjadi pergeseran nilai. Organisasi pecinta alam selama ini. selain itu dengan paham kebebasan individu pecinta alam yang salah kaprah dan pada akhirnya kebebasan individu pecinta alam itu terlihat tidak proporsional.(wawasan lingkungan) yang dalam pengertian lebih luas lagi adalah suatu paham yang menempatkan lingkungan hidup sebagai pola dan gerakannya. Inilah sebenarnya yang harus dikembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka. sehingga penampilan diri dan prilaku dari oknum anggota pecinta alam terlihat kontra produktif dengan kode etik pecinta alam Indonesia. kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pecinta alam. seperti terjadinya praktek-paktek vandalisme. Universitas Sumatera Utara .

com/2010/02/22/pecinta-alam-dan-paradigma-gerakanlingkungan/ diakses pada tanggal 21 September 2010. camping.kompasiana. yaitu bentuk upaya pelestarian yang dilakukan masih bersifat sporadis dan tidak terintegrasi dengan bagian-bagian lainnya. Dengan demikian banyak diantara para pecinta alam itu hanya sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat (http://sosbud. yang kemudian mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan yang hendak dicapai. agar pecinta lingkungan bisa terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang baik. atau dengan kata lain upaya tersebut tidak lebih dari gerakan moral semata. Dalam hal ini.Model gerakan lingkungan yang berasal dari pecinta alam pada periode kelahirannya lebih menekankan pada kecintaan terhadap alam yang diwujudkan dengan naik gunung. pelatihan konservasi. dan penghijauan di lereng-lereng gunung. Pada perkembangannya banyak muncul kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai kelompok pecinta alam. Selasa pukul 21:36 WIB). akan tetapi keberadaaan kelompok pecinta alam tersebut belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Aktivitasnya cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan oleh kelompok pecinta alam lainnya. Pada kenyataannya. pecinta lingkungan harus dibekali secara Universitas Sumatera Utara . serta belum mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam. masih banyak kekurangan dari gerakan kelompok pecinta alam dalam hal meningkatkan partisipasi masyarakat dan anggotanya untuk menjaga lingkungan hidup. Inilah titik lemah dari seruan yang dikumandangkan oleh pecinta alam.

pelatihan konservasi.. hal ini akan menciptakan lingkungan yang bersih. apabila setiap pecinta lingkungan memiliki kesadaran diri dan rasa tanggung jawab pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan.wordpress. Kompas USU memiliki berbagai kegiatan seperti aksi bersih bantaran sungai. Adapun tujuan dari organisasi ini yakni membina insan akademis yang sadar. Usianya yang masih sangat muda dapat memberikan suatu contoh yang baik dalam upaya penjagaan kebersihan dan kelestarian lingkungan. sebagai organisasi yang bertujuan menyalurkan minat dan bakat dalam kegitan alam terbuka. Bila ini dilakukan sejak dini.cukup tentang pengetahuan. Dengan memulai dari suatu hal yang paling kecil. sama hal nya dengan Kompas. Universitas Sumatera Utara . kita yakin masa depan lingkungan dan kondisi alam bisa lebih baik ke depan.com/2010/04/07/peran-pecinta- alam-generasi-muda-dalam-upaya-pelestarian-lingkungan/ diakses selasa 21-09-2010 pukul 21:28 WIB). Kompas adalah singkatan dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup yang merupakan sebuah organisasi internal USU yang khususnya bergerak dalam bidang pecinta alam dan studi lingkungan hidup. kesadaran dan keterampilan tentang bagaimana menjaga kelestarian alam. (http://purpalaperjuangan. mampu dan bertanggung jawab melestarikan alam sebagai lingkungan hidup yang sehat. Organisasi pecinta alam di Indonesia baik itu dalam wadah kelompok pecinta alam (KPA) yang bersifat independen maupun dalam wadah organisasi yang dinaungi oleh suatu institusi kampus atau mahasiswa pecinta alam (MPA) merupakan suatu organisasi kepemudaan yang terbilang cukup lama berdiri di Indonesia.

kesadaran. Generasi muda merupakan salah satu bagian dari masyarakat yang berperan penting dalam proses perubahan sosial. Senin pukul 20:36 Wib).unri.pdf diakses pada tanggal 18 April 2011. penanaman pohon. ekspedisi. pergerakan sosial.diskusi tentang lingkungan. Organisasi pecinta alam merupakan salah satu cara yang tepat untuk membangkitkan kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan hidup. Kesadaran pada masalah-masalah lingkungan hidup perlu diberdayakan untuk menghindari kerusakan sumber-sumber daya alam yang akan menjaga kelangsungan hidup di bumi. seperti lomba lintas alam. penanaman pohon. Dan dalam hal ini diharapkan dengan adanya generasi muda yang tercakup dalam kelompok pecinta alam dapat menumbuhkan pengetahuan. dan sebagainya.ac.id/karya_tulis/720tinahubunganpeng etahuanlingkungan2067-71. dan pembangunan. Setiap tahunnya juga Kompas USU mengadakan berbagai macam kegiatan yang pada inti dan dasarnya mengajak kita semua untuk mencintai lingkungan dan alam. dengan adanya pendidikan pengetahuan lingkungan hidup dalam organisasi pecinta alam berperan untuk memastikan keadaan lingkungan hidup dapat dijaga dan tidak mengalami kerusakan. dan semua kegiatan ini dilakukan di daerah-daerah tertentu serta studi lingkungan hidup ( penelitian ) juga menjadi kegiatan yang sering dilakukan Kompas USU. Universitas Sumatera Utara . dan sikap peduli lingkungan hidup yang akan memotivasi minat yang dapat diimplementasikan dan ditumbuhkembangkan(http://biologifkip. penanaman bibit buah.

2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah organisasi kompas USU berperan dalam meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup ? 1. 1.Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk membahasnya. sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang hal tersebut. 1. sehingga mengangkat judul skripsi yaitu: “Peran Organisasi Kompas USU Dalam Meningkatkan Partisipasi Anggota Untuk Menjaga Lingkungan Hidup (Studi Deskriptif Pada Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup)”.3 Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah organisasi kompas USU berperan dalam meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup dalam konteks ilmu sosiologi. Manfaat Teoritis Secara teoritis.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : a. Universitas Sumatera Utara . penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan nyata tentang peran dari organisasi kompas USU dalam meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup yang dikaji secara sosiologis serta dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang terkait.

khusunya kajian yang berhubungan dengan peran organisasi kompas USU dalam meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup yang dikaji secara sosiologis.b.5. apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat 2. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Suatu peranan paling tidak mencakup tiga hal berikut : 1. penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan literatur kajian terhadap perkembangan ilmu sosiologi sekaligus menjadi acuan bagi penelitian berikutnya.1 Teori Peran Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi sosial tertentu yang merupakan bentuk pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan status sosialnya. Manfaat Praktis Secara praktis.5 Kerangka Teori 1. maka dia telah menjalankan perannya. 1. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi Universitas Sumatera Utara . Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan. yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Artinya.

Dapat dikatakan bahwa peran itu merupakan aspek dinamis dari pada status.5.scribd. Jelasnya peranan seseorang tidak lepas dari pada statusnya. Psikolog mengatakan bahwa individu mempunyai berbagai keinginan yang tidak terhingga. Dengan demikian antara status dan peranan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Disamping itu mereka juga mempunyai berbagai keinginan yang selalu mereka usahakan guna memuaskan apa yang mereka butuhkan.41 WIB). Kenyataan yang ada hanya memperlihatkan bahwa Universitas Sumatera Utara .2 Teori Partisipasi Dalam Berorganisasi Dalam menjalani kehidupan. manusia mempunyai beberapa kebutuhan seperti kebutuhan biologis. tingkah laku dan perbuatan seseorang di dalam hidup bermasyarakat sesuai dengan statusnya ( Wiyargi. Peran yang berupa cara bertindak seseorang didalam hidup bermasyarakat tidak lepas dari pada posisi atau kedudukan yang dimilikinya dalam masyarakat. yaitu yang berupa segala cara. Dalam masyarakat. 1. Dengan demikian pola peran sama dengan pola perilaku.com/doc/13055094/Makalah-Sosiologi-Peran-Norma- Status diakses pada Jumat 15 Juli 2011 pukul 10. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial (http://www. Keinginan ini belum pernah dapat terpenuhi sepenuhnya. 2008: 121 ). kebutuhan sosial. sikap. peran dianggap sangat penting karena peran mengatur perilaku seseorang berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat. kebutuhan cita-cita dan lain-lain.3. Dalam hal ini dilihat dari adanya peran organisasi Kompas USU sesuai dengan status Kompas sebagai sebuah organisasi yang bergerak pada kecintaan terhadap lingkungan hidup. tidak mungkin ada status tanpa ada peranan dan sebaliknya tidak mungkin ada peranan tanpa status.

Daya tarik ini ditimbulkan oleh adanya interaksi antara sesama organisasi. setiap individu selalu akan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat ataupun kehidupan berkelompok. Partisipasi sosial merupakan derajat partisipasi individu dalam kehidupan sosial. suatu proses komunikasi atau kegiatan berasama dalam suatu situasi sosial tertentu. ketiga dan seterusnya. Partisipasi menurut Soerjono Soekanto (1993: 355) merupakan setiap proses identifikasi atau menjadi peserta. keterlibatan juga didasarkan atas teori kedekatan. Partisipasi itu terdiri dari beberapa jenis diantaranya partisipasi sosial dan partisipasi politik. kesadaran atas dasar sukarela dan lain-lain. manusia menginginkan penampilannya sebaik mungkin yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kesemuanya itu akhirnya akan menimbulkan kehidupan berkelompok yang dinamakan kelompok sosial atau organisasi sosial. Menurut teori ini. Keterlibatan seseorang dalam berorganisasi atau berkelompok. Kepentingan-kepentingan itu tidak disalurkan melalui lembaga-lembaga sosial melainkan disalurkan melalui bentuk-bentuk persekutuan manusia yang relatif teratur dan formal.kebutuhan yang pertama menjadi penting sampai dapat dipenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Disamping itu. Setelah itu akan muncul kebutuhan kedua. seseorang tersebut dapat Universitas Sumatera Utara . Kesempatan berinteraksi ini secara langsung mempunyai pengaruh terhadap daya tarik dan pembentukan kelompok. Keterlibatan seseorang dalam suatu organisasi sosial biasanya disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor kepentingan. minat. ditentukan oleh adanya daya tarik. Dalam hidup bersama atau berkelompok.

Partisipasi juga ikut meningkatkan perasaan ikut memiliki yang menghasilkan suatu “we felling” atau rasa memiliki dengan organisasi. Setiap organisasi yang mempunyai anggota yang aktif berpartisipasi akan menyebabkan terjadi pertukaran pendapat.com/2009/03/teori-partisipasi-dalam-dinamika-sosial.blogspot.berhubungan dengan orang lain karena adanya kedekatan ruang dan daerahnya. maupun bukan sukarela peran anggotanya dipandang penting. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi kecenderungan mereka menunjukkan loyalitas dan pada gilirannya loyalitas akan menghasilkan kohesi kelompok. Partisipasi merupakan salah satu cara untuk memotivasi yang mempunyai ciri khas yang lain daripada yang lain. Yang terpenting dalam teori ini adalah bahwa kelompok-kelompok itu cenderung memberikan kepuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial yang mendasar dan substansial dari orang-orang yang mengelompok tersebut (http://lppbi- fiba. artinya dengan jalan melibatkan seseorang didalamnya. komunikasi yang lebih erat dan konflik argumentasi yang lebih menonjol yang pada gilirannya akan membawa serta pengembangan organisasi itu sendiri. selanjutnya kohesi kelompok ini akan mengakibatkan para anggota tetap setia tinggal sebagai anggota organisasi. Menurut Allport Universitas Sumatera Utara . informal. Arti pentingnya partisipasi anggota juga berkaitan dengan loyalitas anggotanya. maka orang tersebut akan ikut bertanggung jawab. Hal ini disebabkan partisipasi lebih ditekankan pada segi psikologis daripada segi materi. Dalam suatu organisasi. sukarela.html)diakses pada tanggal 5 Juni 2011 pukul 16:17 WIB). baik organisasi formal.

Keterlibatan ini bersifat psikologis tidak hanya fisik. yaitu : a. partisipasi berbeda dari kesepakatan. yakni keterlibatan. Ini berarti bahwa partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang didalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok atau berbagai tanggung jawab pencapaian tujuan tersebut.(Sastropoetro.unud. bukan hanya keterampilannya. Partisipasi sangat Universitas Sumatera Utara . Partisipasi lebih dari sekadar upaya untuk memperoleh kesepakatan atas sesuatu yang telah diputuskan. Motivasi kontribusi Gagasan kedua yang penting dalam partisipasi adalah memotivasi orangorang yang memberikan kontribusi. Adapun dibawah ini penjelasan dari ketiga gagasan penting dari partisipasi organisasi.id/abstrak/kartika%20dewi.ac. kontribusi. dan tanggung jawab (http://ejournal.pdf diakses pada Selasa 13 Juli 2011 pukul 16:05 WIB). Keterlibatan mental dan emosional/inisiatif Partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional yang tidak hanya berupa aktivitas fisik. Mereka diberi kesempatan untuk menyalurkan sumber inisiatif dan kreativitasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Dari beberapa definisi yang ada dapat disimpulkan bahwa partisipasi memiliki tiga gagasan penting. seseorang yang berpartisipasi sebenarnya mengalami keterlibatan dirinya/egonya yang sifatnya lebih daripada keterlibatan dalam pekerjaan atau tugas saja. Dengan demikian. b. Diri orang itu sendiri yang terlibat. seseorang yang berpartisipasi berarti terlibat egonya tidak hanya terlibat tugas. 1998 : 12).

Ini juga merupakan proses sosial yang melaluinya orang-orang menjadi terlibat sendiri dalam organisasi dan mau mewujudkan keberhasilannya. c. dikemukakan oleh George Hommans yang melihat keterlibatan itu didasarkan pada aktifitas-aktifitas. Ketiga elemen ini saling berhubungan secara langsung dengan alasan bahwa semakin banyak dilakukan aktifitas seseorang dengan hal yang berhubungan dengan orang lain. Pada saat orang-orang mau menerima tanggung jawab aktivitas kelompok. Teori lain. maka semakin banyak kemungkinan aktifitas dan sentimen yang ditularkan kepada orang lain.bernilai karena dapat meningkatkan motivasi dan membantu anggota untuk memahami dan menjelaskan mereka mencapai tujuan. mereka melihat adanya peluang untuk melakukan hal-hal yang mereka inginkan. Universitas Sumatera Utara . Sementara itu. semakin banyak aktifitas yang ditularkan kepada orang lain dan semakin banyak sentimen seseorang dipahami oleh orang lain. yaitu merasa bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaannya. menurut Helbert dan Ray keterlibatan seseorang dalam berorganisasi didasarkan pada keinginan untuk memuaskan tujuan-tujuan pribadinya. Dan yang terakhir. Tanggung jawab Gagasan ketiga adalah partisipasi mendorong orang-orang untuk menerima tanggung jawab dalam aktivitas kelompok. interaksi-interaksi dan sentimen-sentimen (perasaan ataupun emosi). maka semakin banyak pula kemungkinan ditularkannya aktifitas-aktifitas dan interaksi-interaksi. semakin beraneka interaksinya dan juga semakin kuat tumbuhnya sentimen-sentimen mereka. Semakin banyak interaksi antara seseorang dengan yang lainnya.

Manusia yang hidup dalam suatu lingkungan. Dengan demikian. Dalam usaha untuk memenuhi kehendak dan kepentingan tersebut. antara manusia dan lingkungannya terjadi interaksi.blogspot.5.com/2009/03/teori-partisipasidalam-dinamika-sosial.3 Manusia dan Lingkungan Hidup Dalam perkembangan hidup manusia mulai sejak lahir sampai akhir hayatnya. Dengan kata lain.Organisasi dapat menuntunnya untuk mencapai cita-citanya yang tidak dapat dicapai dengan sendirian. Menurut Abdulsyani keterlibatan seorang dalam kelompok didasarkan karena hasratnya untuk bersatu dengan manusia-manusia yang lain disekitarnya. Dari hasil interaksi tadi. proses untuk mencapai tujuan tersebut dapat melalui kerjasama dan berfikir secara bersama-sama pula. mengadakan interaksi sesamanya dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. tidak dapat dilakukan sendirian melainkan harus dilakukan secara bersama-sama.html)diakses pada tanggal 5 Juni 2011 pukul 16:17 WIB). maka diperoleh pangalaman yang mengembangkan nilai hubungan antar manusia dan Universitas Sumatera Utara . 1. Dasar lainnya ialah karena organisasi merupakan mobilitas bagi usaha pencapaian tersebut. Tetapi dipihak lain. dan interaksi ini dapat berlangsung positif dalam arti mengembangkan daya dukung lingkungan dalam menjamin hidupnya. karena naluri manusia itu ingin hidup bersama atas kehendak dan kepentingan yang tidak terbatas. tetapi dapat pula berlangsung negatif dengan pengertian merusak lingkungan tersebut. manusia dibina oleh lingkungannya. bagaimanapun kondisinya manusia juga mempengaruhi lingkungan disekitarnya. (http://lppbi-fiba.

Kondisi yang sama dapat terjadi pada ilustrasi sebaliknya. oleh karena itu itu sebuah lingkungan memiliki arti yang sangat penting atas eksistensi manusia sebagai makhluk yang memiliki multi potensi (http://blog. maka semakin besar kemungkinan manusia yang ada didalamnya untuk berperilaku baik.6 Hipotesis Adapun hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian mengenai peran organisasi kompas USU dalam upaya meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup adalah: .ac. 1. dalam hal ini yakni terdapat adanya Universitas Sumatera Utara .nilai hubungan antara manusia dengan lingkungannya.Hipotesis Nol (H0) adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y).id/young/sosiologi-lingkungan diakses pada tanggal 25 Oktober 2010 pukul 10:01 WIB). Dalam hal ini jika dikaitkan dengan harapan atas terciptanya manusia. Sifat dan sikap merusak lingkungan ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh agar kondisi lingkungan tidak menjadi bumerang bagi dirinya dan bagi umat manusia pada umumnya. semakin baik lingkungan tempat beradanya manusia. tetapi dilain pihak dapat juga disebut sebagai perusak.unila. Ditinjau dari kondisi lingkungan.Hipotesis Kerja (H1) adalah menyatakan adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). manusia juga di satu pihak menjadi penjaga dan pelindung alam. . dalam hal ini yakni tidak adanya peran dari organisasi Kompas USU dalam membentuk tindakan sosial anggota sehingga meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup tersebut.

1. Kompas USU Kompas USU adalah Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup. c. Konsep sangat diperlukan dalam penelitian agar dapat menjadi masalah dan menghindari timbulnya kekacauan ataupun kesalahan-kesalahan yang dapat mengaburkan penelitian. Adapun konsep-konsep penting dalam penelitian ini adalah : a. Peran Peran adalah perilaku yang diharapkan dari suatu status. dan berada dalam suatu struktur kepemimpinan yang jelas.peran dari organisasi Kompas USU dalam membentuk tindakan sosial anggota sehingga meningkatkan partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup tersebut. Organisasi Organisasi adalah kumpulan sekelompok orang yang memiliki visi dan misi yang sama yang berkumpul dalam suatu wadah yang mempunyai programprogram yang bermanfaat untuk anggotanya dan orang lain. b. Dalam hal ini Kompas merupakan suatu organisasi internal USU atau merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) organisasi yang bergerak pada bentuk kecintaan terhadap lingkungan dan merupakan Universitas Sumatera Utara .7 Defenisi Konsep Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian. keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian. Peran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah fungsi-fungsi apa saja yang dilakukan oleh Kompas sesuai dengan status Kompas sebagai sebuah organisasi yang bergerak pada kecintaan terhadap lingkungan hidup.

Variabel Bebas ( Peran Organisasi Kompas USU ) dengan indikator : 1. 1. Partisipasi Partisipasi adalah suatu proses identifikasi dalam suatu proses komunikasi atau kegiatan bersama dalam suatu situasi sosial tertentu. Program kegiatan Dalam hal ini.8 Operasional Variabel a. program kegiatan merupakan bentuk dari rangkaian-rangkaian kegiatan yang dilakukan Organisasi Kompas USU dalam pencapaian tujuannya.organisasi minat dan bakat mahasiswa dibidang kepencintaalaman dan studi lingkungan hidup. d. • Mengadakan pembibitan dan penanaman pohon Universitas Sumatera Utara . Adapun program kegiatan nya berupa : • Sosialisasi pengetahuan dan pemahaman lingkungan hidup dan konservasi sumber daya alam hayati pada anggota Kompas USU seperti : diskusi lingkungan hidup dan seminar lingkungan hidup. • Monitoring. • Mengkoordinir kegiatan Hari Lingkungan Hidup dan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan hidup seperti : kegiatan daur ulang barang bekas dan kegiatan aksi damai menyuarakan lingkungan hidup. Dalam hal ini yaitu partisipasi anggota Kompas USU dalam menjaga lingkungan hidup. Evaluasi dan memberi solusi tentang masalah lingkungan hidup di Kompas USU seperti : kegiatan penyuluhan tentang lingkungan hidup.

Universitas Sumatera Utara . Tujuan dari orientasi diri ini adalah menggerakkan seseorang agar muncul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau tujuan tertentu. ketepatan sasaran dapat dilihat dari terlaksananya kegiatankegiatan diatas dengan baik yakni yang dilakukan sesuai dengan program kerja Kompas USU. b.• • Aksi bersih Lingkungan Inventarisasi masalah konservasi sumber daya alam 2. Variabel Antara 1. Ketepatan sasaran Dalam hal ini. c. Tindakan Sosial Tindakan sosial adalah tindakan yang penuh arti dari individu yakni tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Variabel Terikat ( Partisipasi Anggota Menjaga Lingkungan Hidup ) dengan indikator : 1. Orientasi diri Orientasi diri adalah suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

3. 1. Internalisasi diri Internalisasi adalah proses pemasukan nilai pada seseorang yang akan membentuk pola pikirnya dalam melihat makna realitas pengalaman.9 Bagan Operasional Variabel PERAN ORGANISASI KOMPAS USU BAB II TINDAKAN SOSIAL PARTISIPASI ANGGOTA MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP BAB II Universitas Sumatera Utara . Pemaknaan atas nilai inilah yang mewarnai pemaknaan dan penyikapan manusia terhadap diri.2. Peningkatan kepekaan terhadap lingkungan hidup Hal ini dapat dilihat dari adanya partisipasi anggota untuk menjaga lingkungan hidup serta adanya kepedulian anggota terhadap lingkungan hidup yang diaplikasikan pada diri individu anggota tersebut yang kemudian disosialisasikan kepada orang lain dan sekitarnya. lingkungan dan kenyataan disekelilingnya. Dan dalam hal ini yang dilihat apakah dengan adanya kegiatan-kegiatan Kompas USU yang kemudian dijalankan oleh anggota terinternalisasi ke diri individu tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->