P. 1
Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan

Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan

|Views: 8|Likes:
Published by Aji Brahma NUgroho
latar belakang proklamasi
latar belakang proklamasi

More info:

Published by: Aji Brahma NUgroho on Jul 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

Laailahaillallah .....

Tiada Tuhan Selain Allah, mengawali kata yang tertulis atas izin dan ridho-Nya ini, terukir kisah dalam perjalanan spiritual menuju ridhoNya yang akan tetap membekas di dalam relung hati yang terdalam.Ukiran itu akan menjadi sejarah pencapaian diri yang telah Dia tetapkan dalam sebuah wujud keridhoan.

Tak mampu lisan serta tulisan ini menampung segala rasa yang mengalir dari jiwa, jika tertumpahkan dalam wujud lahiriah, bagaikan tetesan air hujan yang tak mampu kita tadah, di setiap butir- butirnya yang jatuh membasahi dahaga alam semesta. Ketika aliran rasa semakin deras mengalir, tiada daya upaya raga kita berupaya, Sungguh kita menyatu dalam kesatuan jiwa yang utuh. Mengalir dan bermuara bersama, pada satu jiwa. Bergulirnya waktu semakin mengikis kefanaan yang berwujud, raga yang menjadi tempat bersemayamnya keagungan dariNya akan melebur kembali dalam kehinaan yang nyata. Gemerlap cahaya kefananan yang indah telah membutakan mata lahir kita, semakin mengunci mata bathin kita menjadi sekat penghalang yang begitu gelap gulita. Cahaya- Nya yang nyata semakin meredup di kedalaman jiwa kita, cahaya yang akan menjadi penuntun langkah kita, kemanakah lagi akan kita pijakkan langkah kaki kita ini, jika arah tujuan tiada berujung. Kemanakah lagi angin akan berhembus, apabila tiada lagi hijaunya alam beserta isinya, maka dia akan kembali kepada Sang Pemiliknya. Apakah tiada kita menyadarinya, bahwa kita pula akan kembali pada-Nya dalam waktu yang di tetapkan-Nya. Sebelum kita kembali menghadap-Nya, apakah kita telah menyadari, bahwa Dia tlah memberi amanah untuk kita wujudkan. Tersadar dari ketiada sadaran diri yang selama ini telah dikunci oleh-Nya dan di buka oleh-Nya, bagaikan sadar dari pingsan berpuluh - puluh tahun yang mengejutkan inderawi kita, bahwa kita berada di atas bukit yang tinggi dalam selangkah saja kita akan terjatuh. Semakin menyadarkan diri kita, kebisaan dan ketidak bisaan kita telah Dia tetapkan dalam ridhoNya, bagaikan kita layang- layang yang tiada mampu terbang tanpa tali pengikat, dan hembusan angin yang membawa kita dapat terbang melayang tinggi. Saatnya jiwa kita mengembara untuk menuju tempat di mana jiwa kita berasal, di kedalaman diri kita terdapat tempat dan sebuah ruang yang rahasia di mana tempat bersemayamnya jiwa kita, membuka ruang yang selama ini terkunci dengan kunci yang bernama ridho Allah, untuk mulai melakukan perjalanan yang panjang untuk bertemu pada sejati sejatinya pemilik jiwa kita. Mengikuti aliran yang mengalir dari-Nya dan bermuara pada-Nya, di setiap perjalanan aliran itu akan bermuara, terdapat banyak sekali arah rintangan yang datang untuk menahan serta membendungnya, sehingga kita harus benar- benar sanggup untuk bertahan dalam penantian yang panjang .Jika Dia adalah sebuah cahaya, maka kita adalah biasan cahaya, ketika biasan cahaya menyatu dengan pusat cahaya, maka kita adalah sebuah bayang - bayang di balik sebuah wujud yang nyata, kita hanyalah sebuah biasan yang fana. Seluruh wujud alam semesta adalah biasan dari sebuah cinta dan kasih sayang-Nya yang dapat kita pandang dalam sisi dimensi dimana kita berada. Jika hati adalah ruang yang rahasia itu .... Di sanalah tempat dimana singgasana Illahi berada ... Maka tempat itu adalah sebuah istana yang megah ... Yang kita sebut dengan Baitullah .... Di bagian sudutnya terdapat satu utusan yang berasal dari-Nya .... Dalam wujud jiwa yaitu ruh suci dan penuh kemuliaan ... Dia - lah yang akan menjadi penuntun sejati kita .... Menuju pusat dari ruh itu berasal, yaitu Sang Illahi ...

. Mulailah kita menyadari dan membuka mata hati kita untuk meresapi setiap detail perjalanan hidup yang telah kita lewati.Bisikan Sang Illahi :: . bahwa Allah sungguh amatlah dekat dengan kita. sadarkah kita bahwa semua yang ada hanyalah sebuah titipan dari-Nya yang akan kembali pada-Nya. :: Bisikan .. diri yang lemah ini mengajak kalian untuk meresapkan dan merenungkan segala apa yang telah kita lewati dalam perjalanan hidup. yang akan melebur dan musnah dalam kikisan waktu yang terus berjalan. kita memohon ampunan pada-Nya dalam wujud taubat yang sesungguhnya. Marilah saudara dan saudariku yang telah membaca tulisan ini. Allah dan Allah. apakah kita telah berjalan di jalan yang benar ? Apakah yang selama ini kita anggap benar. adalah kesalahan nyata yang telah membutakan mata hati kita? Marilah memulai untuk menemukan kesalahan .. untuk apakah kita terlahir jika kita hanya menghabiskan masa-masa yang singkat ini untuk meraih kesenangan hidup yang tiada berujung.Hakikat dari pengembaraan kita ini adalah untuk bertemu dengan pemilik diri... untuk apakah kita hidup di alam yang fana ini.kesalahan yang ada dalam diri. Allah adalah tujuan kita . marilah kita menyadari dengan penuh kesadaran diri. apa saja hal yang telah kita perbuat. Allah ..Cahaya kasih-Nya akan memancar dalam diri. kekurangan kekurangan yang tiada kita sadari selama ini. jika bukan untuk mencari dan mengenal siapa pemilik diri ini. Di sanalah sebuah rahasia -rahasia dari-Nya yang akan membuka hakikat pejalanan hidup kita di dalam dunia yang telah membutakan mata hati kita ini. ketika kita mengenal siapa sejatinya diri kita....

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->