BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ilmu kependudukan dan demografi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang struktur dan proses penduduk di suatu wilayah tertentu (Mantra, 2000). Struktur masyarakat tersebut meliputi jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur tersebut akan selalu berubah oleh proses demografi yang meliputi fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi (perpindahan penduduk). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1992, yang dimaksud dengan penduduk adalah orang yang dalam matranya sebagai pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu. Ilmu kependudukan sangatlah penting untuk dipelajari. Hal tersebut disebabkan karena ilmu kependudukan mampu menjawab pertanyaan sosial “mengapa” keadaan kependudukan yang diperkirakan terjadi. Ilmu tersebut juga mampu menghubungkan antara penduduk dengan sistem sosial yang nantinya digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar masalah masyarakat seperti kemiskinan, masalah kesehatan, kesenjangan pendidikan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan unsur demografi masyarakat. Dalam perjalanan hidupnya, manusia tidak akan lepas dari kejadian penyakit (morbiditas) dan kematian (mortalitas). Setiap individu pasti pernah mengalami suatu penyakit dan nantinya setiap manusia ditakdirkan untuk mengalami kematian. Kedua unsur tersebut di atas merupakan ranah ilmu dari demografi dan kependudukan. Namun, di sisi lain, ilmu kependudukan bukan hanya digunakan untuk memahami struktur dan proses kependudukan masyarakat di suatu wilayah melalui demografi, namun juga melihat dari faktor sosial budaya. Kekompleksan cakupan masalah yang dipelajari dengan ilmu kependudukan mampu menambah pengertian tentang masyarakat melalui proses analisis kependudukan. Oleh karena itu, analisis kependudukan harus kita pahami bersama, sehingga nantinya diharapkan kita mampu mengenal dan memahami masyarakat, segala masalah yang sedang terjadi di dalam masyarakat, serta dapat mencari solusi untuk masalah tersebut dengan memegang teguh prinsip ilmu kependudukan. Dan melalui karya tulis ini, penulis memfokuskan pada analisis kependudukan terkait mortalitas dan morbiditas.
Analisis Kependudukan - Mortalitas dan Morbiditas 1

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan analisis kependudukan terkait mortalitas dan morbiditas antara lain adalah : 1.2.1 Apa konsep dari analisis mortalitas dan morbiditas kependudukan ? 1.2.2 Sumber data apa yang digunakan dalam analisis mortalitas dan morbiditas kependudukan ? 1.2.3 Bagaimana cara pengukuran mortalitas dan morbiditas dalam analisis kependudukan ? 1.2.4 Bagaimana trend mortalitas dan morbiditas dalam analisis kependudukan ? 1.2.5 Apa saja determinan dari analisis mortalitas dan morbiditas kependudukan ? 1.2.6 Apa saja teori yang digunakan dalam analisis mortalitas dan morbiditas ? 1.2.7 Bagaimana perkembangan kebijakan terkait mortalitas dan morbiditas masyarakat ? 1.2.8 Apa saja program penurunan mortalitas dan morbiditas yang telah dilakukan oleh pemerintah ? 1.3 Tujuan Dari rumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah : 1.3.1 Memberikan informasi yang jelas dan terpercaya terkait mortalitas dan morbiditas dalam analisis kependudukan kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pada umumnya, khususnya dari Universitas Jember. 1.3.2 Mampu menjawab segala masalah seputar mortalitas dan morbiditas yang terjadi di Indonesia dengan mengacu pada konsep dasar analisis kependudukan terkait mortalitas dan morbiditas.

Analisis Kependudukan - Mortalitas dan Morbiditas

2

1 Konsep Mortalitas dan Morbiditas Mortalitas merupakan salah satu dari tiga komponen proses demografi.Bab II ISI 2. kematian klinik yakni kematian orang tersebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian sebagai suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. telah dinyatakan bahwa mati adalah berhentinya fungsi jantung dan paru. kerusakan otak yang tidak dapat pulih c. Secara etimologi. maka sudut pandang tentang definisi kematian meliputi tiga hal pokok. kematian otak b. Analisis Kependudukan . Mati karena berhentinya darah mengalir Dalam peraturan pemerintah nomor 18 tahun 1981. Hal ini terjadi pada proses resusitasi yang berhasil dan menimbulkan kesan seolah-olah nyawa manusia dapat ditarik kembali. Dari hal tersebut. Mortalitas diartikan sebagai kematian yang terjadi pada anggota penduduk. Konsep kematian ini tidak dapat digunakan lagi oleh karena adanya alat yang dapat memacu kerja jantung ataupun paru kepada seseorang yang hampir mati (alat resusitasi). terdapat empat konsep tentang kematian. Mati sebagai terlepasnya nyawa dari tubuh Konsep ini menimbulkan keraguan kepada masyarakat. kematian jaringan.Mortalitas dan Morbiditas 3 . Sedangkan secara definitif. 2. Teknologi tersebut memungkinkan jantung dan paru yang semula berhenti bekerja dapat dipulihkan kembali. antara lain adalah : a. Di negara Indonesia. kematian (death) berasal dari kata deeth atau deth yang berarti keadaan mati atau kematian. kematian adalah terhentinya fungsi jantung dan paru secara menetap atau terhentinya kerja otak secara permanen. selain fertilitas dan migrasi. Konsep tersebut antara lain adalah : 1.

mental. Mati sebagai hilangnya kemampuan tubuh secara permanen Konsep ini tidak digunakan lagi. konsep penyakit timbul diakibatkan karena adanya ketidakseimbangan di antara empat komponen hidup manusia. Pusat pengendalian manusia ini terletak pada batang otak. Sesuai dengan konsep H. layanan kesehatan. budaya. dan lingkungan. spiritual. maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU RI No. ekonomi. 4. Oleh karena itu. perilaku masyarakat. agama. baik secara fisik maupun sosial. Morbiditas diartikan sebagai penyakit dan kesakitan yang dapat menimpa manusia lebih dari satu kali.L. Namun secara moral. dan adat. Blum. Konsep ini dipertanyakan karena organ manusia tetap berfungsi secara mandiri tanpa terkendali walaupun otak telah mati (kondisi koma). di mana kesehatan memiliki arti suatu kondisi sehat. Morbiditas merupakan penyimpangan dari keadaan normal dan biasanya dibatasi pada kesehatan fisik dan mental. tidak dapat diterima karena pada kenyataannya organ tubuh masih berfungsi meskipun tidak terpadu lagi. Morbiditas kumulatif akhirnya akan menghasilkan peristiwa yang disebut dengan mortalitas (kematian). banyak dipergunakan. ras. sosial. Mati sebagai hilangnya manusia secara permanen untuk kembali sadar dan melakukan interaksi sosial Pergerakan dari otak. Lingkungan dalam konsep di sini mencakup unsur ideologi. baik secara fisik. Serangkaian morbiditas yang terjadi di masyarakat tersebut disebut dengan morbiditas kumulatif. 1999). 2. Penyakit merupakan lawan dari kesehatan.Mortalitas dan Morbiditas 4 .3. apabila batang otak telah mati. kalangan medis sering menempuh pilihan tidak meneruskan resusitasi (Amir. dapat diyakini bahwa manusia itu secara fisik dan sosial telah mati. Keempat cara tersebut antara lain adalah : Analisis Kependudukan . yakni unsur genetik. Dalam keadaan seperti ini. Morbiditas adalah nama lain dari penyakit atau kesakitan.36 tahun 2009 tentang Kesehatan).2 Sumber Data Mortalitas dan Morbiditas Sumber data mortalitas dan morbiditas dapat ditemukan melalui empat cara.

status kawin. 3. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkesh) nomor 269 tahun 2008 tentang rekam medis. Namun survei lebih menekankan pada karakteristik penduduk. sedangkan untuk pencatatan setiap kematian yang terjadi pada seseorang dapat dengan cara menunjukkan surat pengantar dari pihak dokter atau tim medis terkait informasi kematian orang tersebut. dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Setiap kelahiran yang terjadi (fertilitas) dicatat dengan pengeluaran surat akta kelahiran. Dari rekam medik inilah upaya statistik kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik. Survei lebih memiliki data yang terkonsentrasi pada satu tujuan tertentu. tindakan. Pencatatan kematian ini nantinya menghasilkan sertifikat kematian. Sumber data dari populasi Sumber data dari populasi mencakup data sensus penduduk. suku atau etnis. Analisis Kependudukan . Survei kesehatan Survei tidak jauh berbeda dengan sensus. Informasi yang didapatkan meliputi alamat. Sensus merupakan keseluruhan proses pengumpulan data. dan menerbitkan data-data yang berkaitan dengan semua orang pada waktu tertentu di suatu negara dan satu wilayah tertentu. jenis kelamin. Di antara kelebihannya. yakni sebagai upaya perkembangan kesehatan masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita pada penyakit tertentu. hubungan dengan kepala keluarga. agama. umur. dan apakah orang tersebut berasal dari warga negara Indonesia asli atau bukan. Sensus penduduk dilaksanakan setiap sepuluh (10) tahun sekali oleh badan pemerintahan terkait.1. pengobatan. tahun kelahiran. Pelaporan dan pencatatan penyakit Pelaporan dan pencatatan penyakit yang dilakukan akan menghasilkan suatu rekam medik. sistem registrasi vital akan memiliki data yang bertahan lama dan mudah diperoleh kapan saja saat dibutuhkan. nama. Survei hanya mengambil beberapa sampel dari masyarakat. dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. rekam medik adalah berkas yang berisi catatan tentang identitas pasien. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI). 2. menghimpun.Mortalitas dan Morbiditas 5 . 4. Survei kesehatan yang telah dilaksanakan di Indonesia meliputi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). pemeriksaan. menyusun. Catatan peristiwa vital (registrasi vital) Registrasi vital merupakan upaya pengumpulan data-data mengenai peristiwa penting yang menyangkut hal kelahiran dan kematian.

insiden. Data tersebut digunakan untuk menganalisa demografi/kependudukan suatu masyarakat yang secara geografis perlu untuk diketahui berapa jumlah penduduk yang tinggal di suatu daerah. Akan tetapi perlu dicatat bahwa keadaan kesakitan atau kematian dari suatu penduduk tidaklah dapat diwakili oleh hanya suatu angka tunggal saja. Sedangkan pembilang dinyatakan sebagai peristiwa kematian yang dialami oleh populasi yang sama dengan yang disebut penyebut. Pengukuran tersebut dimulai dari yang paling sederhana hingga pengukuran yang cukup kompleks. ataupun gambar. berapa yang masuk (moving-in) dan keluar/mati (moving out). dan migrasi) 3. Populasi size and distribution 2. Annual Crude Death Rate (ACDR) Merupakan ukuran kematian yang paling sering digunakan sebagai acuan derajat kesehatan suatu komunitas atau masyarakat. berapa angka kelahiran dalam tahun berjalan. bagaimana penyebaran masyarakat terjadi. Ketiga kategori utama tersebut antara lain adalah : 1. Analisis Kependudukan . Populasi structure and characteristic 2. merupakan sumber data. Jenis informasi penduduk yang ingin kita ketahui terdiri dari tiga kategori utama.3 Pengukuran Mortalitas dan Morbiditas Ukuran mortalitas dan morbiditas digunakan sebagai dasar untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat kesakitan atau kematian suatu komunitas penduduk. proporsi. mortalitas. dan person years lived. Terdapat beberapa ukuran kesakitan dan kematian yang telah dikenal. penyebut dinyatakan sebagai populasi yang berisiko mengalami kematian. Beberapa ukuran yang digunakan dalam studi mortalitas dan morbiditas adalah angka rasio. Populasi process (fertilitas.Mortalitas dan Morbiditas 6 . grafik. baik dalam bentuk angka. segala terbitan resmi. Ukuran mortalitas berhubungan dengan peristiwa kematian yang dinyatakan dalam bentuk rate dan rasio.Secara umum. Beberapa macam terkait pengukuran mortalitas adalah sebagai berikut : 1. prevalensi. Dalam bentuk rate. Pada umumnya berbagai macam ukuran dipakai sekaligus guna mencerminkan keadaan penduduk secara keseluruhan.

Untuk menghitung rata-rata harapan hidup (angka harapan hidup) Rumus dari ASDR adalah : 3. dan masa nifas yang dicatat selama satu tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Beberapa manfaat dari ASDR adalah sebagai berikut : a. Pelayanan terhadap ibu hamil d. persalinan. Kesehatan ibu sebelum hamil.Mortalitas dan Morbiditas 7 . Untuk mengetahui dan menggambarkan derajat kesahatan masyarakat dengan melihat kematian tertinggi pada golongan umur b. Rumus dari MMR adalah : Tinggi rendahnya angka MMR tergantung kepada: a. Maternal Mortality Rate (MMR) Merupakan ukuran kematian yang disebabkan oleh karena kematian pada proses melahirkan akibat komplikasi kehamilan.Rumus dari ACDR adalah : 2. Sosial ekonomi b. Untuk membandingkan taraf kesehatan masyarakatdi berbagai wilayah c. Pertolongan persalinan dan perawatan masa nifas Analisis Kependudukan . dan masa nasa nifas c. Annual Spesific Death Rate (ASDR) Merupakan ukuran kematian pada kelompok masyarakat pada usia tertentu. persalinan.

Untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan faktor penyebab kematian bayi b. Untuk mengetahui kondisi lingkungan dan sosial ekonomi Rumus IMR adalah : Analisis Kependudukan . Untuk mengetahui status gizi ibu hamil d. Salah satu bentuk penyesuaian yang bisa dilakukan adalah mengelompokkan bayi yang meninggal sesuai dengan tahun kelahirannya. Oleh karena itulah. diperlukan beberapa penyesuaian.Dibawah ini merupakan tren AKI Indonesia kurun waktu 1986-2001. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan program Keluarga Berencana (KB) e. Infant Mortality Rate (IMR) Penentuan jumlah kematian bayi pada usia di bawah satu tahun memerlukan perhatian khusus karena seringkali peristiwa kelahiran dari bayi yang meninggal terjadi pada periode sebelumnya.Mortalitas dan Morbiditas 8 . Untuk mengetahui tingkat pelayanan antenatal c. 4. Manfaat IMR adalah : a.

Rumus NMR adalah : 6. Sebagai gambaran status kesehatan masyarakat b. Neonatal Mortality Rate (NMR) Pegukuran ini merupakan bentuk upaya untuk memahami kejadian kematian pada bayi baru lahir yang merupakan kondisi spesifik dari angka kematian bayi (AKB). Sebagai gambaran kondisi lingkungan dan biologis e. Untuk menghitung laju pertumbuhan penduduk Analisis Kependudukan .Mortalitas dan Morbiditas 9 .Di bawah ini merupakan IMR Indonesia pada kurun waktu 1971-2000. Sebagai gambaran kondisi sosial ekonomi d. 5. Manfaat penggunaan CDR antara lain adalah : a. Cause of Death Rasio (CDR) CDR menyatakan tingkat kematian berdasarkan penyebab tertentu seperti penyakit. Sebagai gambaran tingkat permasalahan penyakit dalam masyarakat c.

Rumus CMR adalah : Pembilang (x) = jumlah kematian anak balita (1-4 tahun) pada suatu wilayah dan periode waktu tertentu Penyebut (y) = jumlah seluruh penduduk usia 1-4 pada pertengahan tahun dalam tahun dan wilayah yang sama Konstanta (K) = 1000 Manfaat dari CMR adalah untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan anak balita. Insidensi adalah jumlah kasus baru suatu penyakit yang muncul dalam suatu periode waktu dibandingkan dengan unit populasi tertentu dalam periode waktu tertentu. gangguan. sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu tentang: Analisis Kependudukan . angka dari beberapa periode dapat digunakan untuk melihat kecenderungan dan fluktuasi penyakit. mengetahui tingkat keberhasilan program KIA/Posyandu. Manfaat dari pengukuran tersebut antara lain adalah mengetahui potret masalah penyakit tertentu. Dua ukuran morbiditas antara lain adalah : 1.Mortalitas dan Morbiditas 10 .Rumus CDR adalah : 7. dan menilai kondisi sanitasi lingkungan. mengetahui tingkat pelayanan KIA/Posyandu. Pengukuran morbiditas berhubungan dengan tingkat kesakitan masyarakat akibat penyakit tertentu. pemantauan dan evaluasi upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit. Incident Rate (IR) Insidensi digunakan sebagai alat ukur rate dari kasus baru penyakit. atau cedera yang terjadi dalam satu populasi. Untuk dapat menghitung angka insidensi suatu penyakit. Child Mortality Rate (CMR) CMR atau Angka Kematian Anak (AKA) adalah jumlah kematian anak berumur 1-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu. serta perbandingan angka insidensi antar wilayah dan antar waktu.

Prevalence Rate (PR) Prevalensi titik suatu penyakit menyatakan jumlah penduduk yang sakit pada titik waktu tertentu. pendudukan Jepang (1942-1945). Rumuas PR adalah : 2. PR yang ditentukan pada periode tertentu (misal 1 Januari 2000 s/d 31 Desember 2000) disebut Periode Prevalence Rate. selama periode waktu tertentu. politik.4 Trend Mortalitas dan Morbiditas Trend mortalitas dan morbiditas dimulai pada tahun 1930. Prevalensi periode suatu penyakit menyatakan jumlah penduduk yang sakit.a. Mortalitas sangat fluktuatif oleh penyakit dengan angka harapan hidup 30-35 tahun. mortalitas menurun perlahan dengan angka harapan hidup meningkat sekitar 40-44 tahun. Pada tahun 1950. dan kesehatan masyarakat. Maksud dari ketiga komponen tersebut antara lain adalah sebagai berikut : Analisis Kependudukan . Jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru (Population at Risk) Rumus insidensi (IR) adalah sebagai berikut : 2. morbiditas dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam faktor penyebab. PR yang ditentukan pada waktu tertentu (misal pada Juli 2000) disebut Point Prevalence Rate. tanpa memperhitungkan kapan kasus penyakit itu telah dimulai.Mortalitas dan Morbiditas 11 . 2. Angka prevalensi titik adalah rasio antara prevalensi dengan penduduk atau jumlah orang yang berisiko pada titik waktu tersebut. dan perang kemerdekaan (19451950). Prevalensi periode merupakan jumlah antara prevalensi titik pada awal suatu periode waktu dan insiden selama periode waktu tersebut. agent. baik sakit lama maupun baru. Antara lain adalah host. mortalitas menurun tetapi fluktuatif oleh karena fluktuasi produksi pangan.5 Determinan Mortalitas dan Morbiditas Terkait determinannya. Data tentang jumlah penderita baru b. Sebelum PD II. mortalitas sangat tinggi (28-35 per 1000 penduduk). Pada tahun 1930. Pada tahun 1960. mortalitas menurun namun meningkat lagi oleh karena PD II. dan environment.

tumor prostat ditemukan pada laki-laki sedangkan tumor leher rahim ditemukan pada wanita. serta beberapa jenis penyakit kelainan darah. Pekerjaan Para manajer yang memimpin suatu perusahaan lebih sering menderita penyakit ketegangan jiwa dari pada bawahan atau karyawan lainnya. d. h. tentu dalam batas-batas tertentu beberapa jenis penyakit akan dapat diselesaikan. Status perkawinan Sering disebutkan bahwa para jejaka ternyata mempunyai risiko kecelakaan yang lebih tinggi daripada yang telah berkeluarga. Jenis kelamin Beberapa penyakit tertentu ditemukan hanya pada jenis kelamin tertentu saja. Umur Pada saat ini banyak penyakit dikenal penyakit tertentu yang hanya menyerang golongan umur tertentu saja. kelainan jiwaan. e. seperti penyakit hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat. dan kelompok) . b. f. Ras Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa jenis penyakit tertentu.Mortalitas dan Morbiditas 12 . Kebiasaan hidup Seseorang yang terbiasa hidup kurang bersih. Mekanisme pertahanan tubuh Secara umum mekanisme pertahanan tubuh dapat dibedakan atas dua macam yakni pertahanan tubuh umum (pertahanan tingkat pertama dan tingkat kedua) dan pertahanan tubuh khusus (bersifat selular. Misalnya. dan difteri yang banyak ditemukan pada anak-anak. Jika kedua mekanisme pertahanan tubuh ini baik. hormonal. Faktor keturunan Dalam dunia kedokteran dikenal berbagai macam penyakit yang dapat diturunkan seperti misalnya penyakit alergi. a. polio. Analisis Kependudukan . tentunya lebih mudah terkena panyakit infeksi darippada sebaliknya.1. Pejamu (Host) Pejamu adalah semua yang terdapat pada diri manusia dan dapat mempengaruhi timbulnya panyakit atau dapat menyebabkan kesakitan. c. Misalnya penyakit campak. g.

Analisis Kependudukan . protozoa. mineral. dan jamur. d. kelembaban. hewan. riketsia. c. lemak.2. e. nilai. b. norma. bakteri. Contohnya adalah metazoa (arthropoda dan helminte). Golongan mekanik Hampir sama seperti golongan fisik. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh antara lain karbohidrat.Mortalitas dan Morbiditas 13 . keadaan geografis. b. Bibit penyakit (Agent) Yang dimaksud dengan bibit penyakit adalah suatu substansi atau elemen yang kehadiran atau ketidak-hadirannya dapat menimbulkan penyakit atau menyebabkan kesakitan. a. dan air. namun pada mekanik ada campur tangan manusia di dalamnya. vitamin. Lingkungan terbagi menjadi dua. kebisingan. Seperti pukulan dan benturan. Golongan fisik Golongan fisik seperti suhu yang terlalu dingin atau terlalu rendah. Golongan biologik Penyebab penyakit yang termasuk golongan biologik antara lain berupa mikroorganisme. Lingkungan (Environment) Lingkungan adalah seluruh kondisi dan pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisme. musim. maupun tumbuhan. Lingkungan non-fisik Lingkungan yang muncul sebagai akibat adanya interaksi antar manusia. Lingkungan fisik ini antara lain adalah cuaca. gas beracun. yakni : a. atau debu maka akan menimbulkan beberapa penyakit tertentu. dan geologi. tekanan udara. Golongan kimia Apabila tubuh terkena atau kemasukan zat kimia tertentu seperti logam berat. Jika seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan zat gizi ini maka dapat menimbulkan penyakit tertentu. dan radiasi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit karena peranannya yang mempengaruhi fisiologis tubuh. Lingkungan fisik Lingkungan alamiah yang terdapat di sekitar manusia. dan adat istiadat. 3. Golongan nutrien Zat gizi dibutuhkan oleh tubuh untuk melangsungkan fungsi kehidupan. Dalam lingkungan non-fisik ini termasuk faktor sosial budaya. protein. virus.

baik yang ditularkan secara langsung maupu tidak langsung. Gaya hidup yang berisiko terhadap kematian. dan kesehatan lingkungan dapat memperkecil angka kematian yang terjadi dalam masyarakat. kondisi fisik yang kurang baik saat berkendara. dan berkendara dalam pengaruh obat. Kemiskinan menyebabkan beberapa elemen masyarakat tidak dapat mengakses pelayanan kesehatan yang akhirnya dapat menimbulkan tingkat kematian tinggi. Kepercayaan dan nilai-nilai Kepercayaan yang berkembang di masyarakat terkait adat istiadat dan kebiasaan yang belum terbukti kebenarannya dapat mempengaruhi tingkat kematian. Mengkonsumsi makanan cepat saji atau makanan instan merupakan kecenderungan gaya hidup yang berisiko terhadap kesehatan. dan kesehatan lingkungan. disamping karena kandungan zat kimia yang terdapat dalam makanan olahannya. Pengetahuan tentang kesehatan. 2. namun jika tingkat pengetahuan masyarakat rendah. ISPA merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian bayi dan balita yang umumnya disebabkan oleh faktor gizi buruk dan higiene sanitasi yang kurang baik.Sedangkan untuk determinan mortalitas. 7. seperti kepercayaan budaya pada beberapa masyarakat yang lebih percaya berobat pada dukun daripada berobat pada dokter. Kemiskinan Faktor kemiskinan merupakan faktor yang sangat krusial di negara ini. seperti HIV/AIDS. ketidakpatuhan terhadap aturan lalu lintas. Kematian yang disebabkan oleh kecelakaan dapat timbul karena berbagai faktor seperti kondisi jalan yang kurang baik. 3. Penyakit menular Penyakit menular. gizi. seperti nilai-nilai yang ada di daerah suku di Papua yang akan mengasingkan perempuan ketika mengalami haid. 4. hepatitis. Nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat juga dapat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kematian. dan demam berdarah dapat menyebabkan kematian karena penyakit menular kurang tertangani dengan baik. 6. 5.Mortalitas dan Morbiditas 14 . Penyakit sistem pernapasan bagian atas (ISPA) dan diare merupakan penyakit karena infeksi kuman. Pengetahuan masyarakat yang tinggi mengenai kesehatan. Kecelakaan Kecelakaan masih menyumbangkan angka yang tinggi untuk kematian. gizi. beberapa aspek yang dilihat antara lain adalah : 1. maka dapat terjadi yang sebaliknya. juga nilai gizi yang terdapat dalam makanan cepat saji dan makanan instan tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Analisis Kependudukan .

1985).Mortalitas dan Morbiditas 15 . Di samping hak. Hal tersebut tertuang dalam UU RI no. demikian sebaliknya apabila pendidikannya tinggi maka mortalitasnya akan rendah. Pada pasal 5 hingga 8 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan memaparkan serangkaian hak yang diterima oleh masyarakat Indonesia. Pada pasal 4 juga disebutkan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan. Pasal 1. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik. Kebijakan lain yang mengatur hal tersebut adalah pada Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya. terintegrasi. tumbuh.5 Teori Mortalitas dan Morbiditas Kasus kematian. Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak meliputi kesempatan anak Indonesia untuk hidup sehat. Indikator kematian berguna untuk memonitor kinerja pemerintah pusat maupun lokal dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat (Budi Utomo.6 Perkembangan Kebijakan Mortalitas dan Morbiditas Bertambahnya penduduk miskin sebagai akibat krisis ekonomi yang terjadi sejak 1998 telah membatasi akses dan kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak bagi golongan miskin. dan sosial. dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit. ayat 11 yakni berupa upaya kesehatan yang merupakan setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu. pengobatan penyakit. berkaitan dengan masalah sosial. Teori Caldwell menyatakan bahwa pendidikan memberi wanita kekuasaan dan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan atas tanggung jawab wanita itu sendiri. 2.2. adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Analisis Kependudukan . 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. mental spiritual. dan berkembang secara optimal menjadi semakin terbuka. pasal 12. ekonomi. masyarakat Indonesia juga berkewajiban untuk berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan. mempertahankan. Hal ini mengidentikkan bahwa wanita yang pendidikannya rendah akan memiliki mortalitas yang tinggi. dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. peningkatan kesehatan. terutama yang dalam jumlah banyak.

menanggulangi gizi buruk. Pelayanan Penanganan Komplikasi Obstetri dan Neonatal Dasar (PONED) Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) betujuan untuk mengatasi masalah AKI dengan faktor penyebab langsung. serta Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Angka Kematian Ibu (AKI) secara nasional pada periode 1994-2007 menunjukkan penurunan secara signifikan.Mortalitas dan Morbiditas 16 . ibu nifas dan bayi untuk keluarga miskin. serta kepedulian terhadap kelangsungan dan perkembangan dini anak. dan masyarakat melalui penyediaan air bersih (PAB). antara lain dengan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan gratis bagi ibu hamil. upaya-upaya ini termaktub dalam tiga program kesehatan nasional. pengendalian penyebaran dan penurunan kasus baru Tuberkulosis (TB). yaitu Program Lingkungan Sehat. Indonesia telah menurunkan prevalensi balita dengan berat badan rendah atau kekurangan gizi. Dalam dokumen Propenas 2000–2004. Pada 2010. meningkatkan cakupan imunisasi. pemberantasan penyakit menular. Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat. Program Upaya Kesehatan. dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Program P4K bertujuan untuk mengatasi masalah AKI dengan penyebab tidak langsung. mengendalikan penyebaran. pemerintah telah meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bidang kesehatan. Strategi dan usaha untuk mendukung upaya penurunan kematian bayi dan balita tersebut antara lain adalah meningkatkan kebersihan (hygiene) dan sanitasi di tingkat individu. Sementara target MDG-5 adalah menurunkan angka kematian Ibu hingga ¾ pada tahun 2015 menjadi 102 per 100. PONED berupa pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang terjadi pada ibu hamil. serta mulai menurunkan kasus baru malaria. Dalam upaya pencapaian MDG’s 2015. menurunkan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB/AKA). b.2. ibu bersalin. ibu Analisis Kependudukan . meningkatkan perilaku hidup sehat.000 kelahiran hidup. Selain program-program rutin pelayanan kesehatan ibu dan anak. AKI nasional adalah 214 per 100. serta promosi pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif dan pemantauan pertumbuhan. Persalinan. kurang energi kronik dan anemi.000 kelahiran hidup. keluarga. Program Perencanaan. dan meningkatkan pelayanan kesehatan reproduksi termasuk pelayanan kontrasepsi dan ibu. Beberapa program yang dilakukan untuk mempercepat penurunan AKI adalah sebagai berikut : a.7 Program Penurunan Mortalitas dan Morbiditas Selama ini upaya penurunan angka kematian bayi dan balita (AKB/AKA) merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan. serta bantuan pembangunan sarana kesehatan.

komprehensif. Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di semua fasilitas kesehatan e. serta melakukan upaya monitoring. Bukan hanya usaha dalam negeri saja yang telah dilakukan. Program imunisasi tersebut telah berhasil menekan tujuh penyakit menular di Indonesia. pemerintah juga telah menjalankan program imunisasi. Hal ini sejalan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional atau GAIN UCI yang bertujuan meningkatkan cakupan dan pemerataan pelayanan imunisasi sampai ke seluruh desa di Indonesia. Semua upaya atau program yang dilakukan bertujuan untuk menekan morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Program kemitraan bidan-dukun d. pemerintah telah melakukan pendekatan “Total Football” secara intensif. Penyediaan jaminan persalinan (Jampersal) bagi ibu hamil Sedangkan untuk mengatasi masalah penyakit HIV/AIDS. Semua program tersebut berlandaskan pada eradikasi. eliminasi. Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Regional Asia Tenggara telah menyepakati tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI). untuk menekan angka kejadian penyakit (morbiditas) penyakit menular lainnya. Peningkatan upaya pengobatan dan rehabilitasi penderita AIDS di 322 RS Rujukan ARV. dan penelitian. Ketujuh penyakit menular tersebut antara lain adalah tuberkulosis. Pelayanan Penanganan Komplikasi Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Upaya konkrit yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menurunkan AKI adalah : a. c. dan terkoordinasi (Pepres 75/2006). evaluasi. khususnya di daerah DTPK b. populasi rawan terinfeksi dan ODHA dengan Kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) bagi remaja untuk peningkatan pengetahuan HIV/AIDS b. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. pertusis.Mortalitas dan Morbiditas 17 . campak. Selain penyakit HIV/AIDS. tetanus. Penempatan bidan PTT di desa. polio. difteri. dan hepatitis B. Upaya tersebut terwujud dalam program pemerintah berupa : a. Peningkatan kualitas penanganan rujukan di rumah sakit kabupaten atau kota c. menyeluruh. atau reduksi.bersalin maupun ibu dalam masa nifas dengan komplikasi obstetri yang mengancam jiwa ibu maupun janinnya. Analisis Kependudukan . temasuk remaja 15-24 tahun.

Kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah Indonesia terkait mortalitas dan morbiditas adalah dengan perundang-undangan. IMR. Analisis Kependudukan . mental.Sedangkan pada mortalitas mencakup hal – hal yang berhubungan dengan penyakit menular. ASDR. dan survei kesehatan. Teori yang digunakan dalam analisis kependudukan mortalitas dan morbiditas adalah teori Caldwell. dan juga kemiskinan. gaya hidup berisiko.BAB III PENUTUP 3. pelaporan dan pencatatan penyakit. agent. Pengukuran mortalitas meliputi pengukuran atas ACDR. dan CMR. Sedangkan pengukuran pada morbiditas meliputi IR dan PR. NMR. Sumber data mortalitas dan morbiditas berasal dari empat cara. Morbiditas (penyakit atau kesakitan) adalah kondisi tidak sehat. yakni sumber data dari populasi. g. Kematian di sini merupakan berhenti bekerjanya batang otak manusia.Mortalitas dan Morbiditas 18 . Determinan dari morbiditas meliputi unsur host. antara lain adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. c. h.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis kependudukan terkait mortalitas dan morbiditas adalah sebagai berikut : a. d. spiritual. Teori Caldwell menyatakan bahwa pendidikan memberi wanita kekuasaan dan kepercayaan diri untuk mengambil keputusan atas tanggung jawab wanita itu sendiri. kecelakaan. catatan peristiwa vital. baik secara fisik. CDR. MMR. maupun sosial yang tidak memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. dan environment. pemenuhan gizi. Trend mortalitas dan morbiditas dimulai pada tahun 1930 hingga 1960 dan mengalami perubahan hingga saat ini namun dengan konsep yang sama. e. Mortalitas (kematian) adalah hilangnya manusia secara permanen untuk kembali sadar dan melakukan interaksi sosial. b. f.

Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di semua fasilitas kesehatan. masalah yang berhubungan dengan mortalitas dan morbiditas akan terus bertambah sehingga kebijakan dan program untuk menyelesaikan masalah tersebut juga akan terus berubah. Persalinan. Pelayanan Penanganan Komplikasi Obstetri dan Neonatal Dasar (PONED). yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah adalah Program Perencanaan. 3.i. terutama pada AKI. Karena dapat dipastikan bahwa seiring berjalannya waktu.2 Saran Pemahaman konsep dasar dari analisis kependudukan terkait mortalitas dan morbiditas sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah di dalam masyarakat. dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program kemitraan bidan-dukun. terutama dalam hal kebijakan dan program yang akan dilakukan pemerintah dalam melaksanakan penurunan mortalitas dan morbiditas. serta Pelayanan Penanganan Komplikasi Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).Mortalitas dan Morbiditas 19 . Diharapkan para pembaca terus menggali segala informasi terkait mortalitas dan morbiditas. Program penurunan mortalitas. Analisis Kependudukan .

undip.id/28539/11/sri_handayani_2.scribd. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan.pdf (serial online: 8 Februari 2013) http://dinkes.Daftar Pustaka Amir. Jusuf.go. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.php/berita/press-release/2127-menkes-sebagian-besar-sasaranmdgs-akan-tercapai.go.com/web/sosialisasi-panca-upaya-penurunan-angka-kematian-ibu-anak/ (serial online: 8 Februari 2013) http://depkes.com/2011/11/program-imunisasi-berhasil-tekan-morbiditas-danmortalitas-7-penyakit-di-indonesia/ (serial online: 8 Februari 2013) http://labparahita.com/doc/112042413/makalah-ukuran-morbiditas (serial online: 9 Februari 2013) Analisis Kependudukan .rsundata. http://www.scribd. Jakarta: EGC.net/lilyanti/landasan-teori (serial online: 9 Februari 2013) http://www. Mantra.id/index.go.depkes. Amri dan Hanafiah.com/doc/54575543/UKURAN-MORTALITAS (serial online: 9 Februari 2013) http://www.html (serial online: 8 Februari 2013) http://amelisaanzeli.ac.Mortalitas dan Morbiditas 20 .id/userimage/subdin/PONED%20sebagai%20Strategi%20untuk%2 0Persalinan%20yang%20Aman%20print.B. Peraturam Menteri Kesehatan Nomor 269 tahun 2008 tentang Rekam Medis.com/2012/06/27/program-perencanaan-persalinan-danpencegahan-komplikasi/ (serial online: 8 Februari 2013) http://eprints. I. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.slideshare.2000.pdf (serial online: 8 Februari 2013) http://www.Demografi Umum.id/archives/artikel/upaya-percepatan-penurunan-angkakematian-ibu-dan-bayi-baru-lahir-di-indonesia (serial online: 8 Februari 2013) http://www.jatimprov.wordpress. M. 1999.gizikia.

Mortalitas dan Morbiditas 21 .asp?id=1#top (serial online: 9 Februari 2013) http://dr-suparyanto.pdf (serial online: 9 Februari 2013) (serial Analisis Kependudukan .html online: 9 Februari 2013) http://balatbangbengkulu.or.com/2010/06/mortalitas_bkkbn07.wordpress.ac.who.uii.id/upload/klinik/elearning/ikm/Ilmu%20Kesehatan%20Masyarakat.blogspot.files.http://www.pdf (serial online: 9 Februari 2013) http://medicine.id/ind/products/ow6/sub2/display.com/2010/05/ukuran-ukuran-dalam-epidemiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful