BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Sejak zaman pra sejarah, dalam naskah kuno sudah tercatat bidan dari Mesir yang berani ambil resiko membela keselamatan bayi-bayi lakilaki bangsa Yahudi yang diperintahkan oleh Firaun untuk di bunuh. Mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada dalam posisi yang lemah, yang pada zaman modern ini, kita sebut peran advokasi. Sejarah menunjukkan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, kadangkala diperhadapkan pada pilihan dilematis disisi lain bidan harus bekerja dengan baik berdasarkan pandangan filosofis yang dianut, keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya.

1

B.

Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kode etik profesi bidan dan penerapan dalam pelayanan kebidanan.

2

Dalam bahasa Perancis. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan.sedangkan dalam bahasa latin.BAB II PEMBAHASAN A. sage femme (Bidan) berarti “ wanita bijaksana”. Pengertian Bidan Dalam bahasa inggris. yang membantu pelahiran bayi serta memberi perawatan maternal terkait). yang terakreditasi. Bidan merupakan salah satu profesi tertua didunia sejak adanya peradaban umat manusia. memenuhi kualifikasi untuk diregister. cum-mater (Bidan) bearti ”berkaitan dengan wanita”. that delivers babies and provides associated maternal care” (seorang petugas kesehatan yang terlatih secara formal ataupun tidak dan bukan seorang dokter. kata Midwife (Bidan) berarti “with woman”(bersama wanita. Yang diakui sebagai seorang profesional yang bertanggungjawab. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. wife = a woman. bermitra dengan 3 . mid = together. Definisi Bidan (ICM) : bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal. sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk praktek kebidanan. bidan adalah ” a health worker who may or may not formally trained and is a physician. Menurut churchill.

pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Penyimpangan mempunyai konotasi yang negative yang berhubungan dengan hukum. asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan. tidak seperti bidan yang 4 . persalinan dan nifas. Sesuai dengan peran dan fungsinya seorang bidan bertanggung jawab menolong persalinan. Seseorang bidan dikatakan professional bila ia mempunyai kekhususan. Dalam hal ini bidan mempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri yang harus mempunyai pengetahuan yang memadai dan harus selalu memperbaharui ilmunya dan mengerti tentang etika yang berhubungan dengan ibu dan bayi. Dengan demikian penyimpangan etik Mungkin saja akan terjadi juga dalam praktek kebidanan misalnya dalam praktek mandiri. B. memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak. apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya baik atau salah (Jones. juga mempengaruhi munculnya masalah/penyimpangan etik sebagai akibat kemajuan teknologi/ilmu pengetahuan yang menimbulkan konflik terhadap nilai. Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dunia. Arus kesejahteraan ini tidak dapat dibendung. 1994).perempuan dalam memberikan dukungan. Pengertian Etika Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan.

bekerja di RS. mempertanggungjawabkan sendiri apa yang dilakukan. C. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik. dan teknik. Dalam hal ini bidang yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas Mengontrol dirinya sendiri. Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Contoh profesi adalah pada bidang hukum. RB atau institusi Kesehatan lainnya. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Pengertian Profesi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. 5 . kode etik. D. keuangan. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu 3. yaitu: 1. Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi. Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. kedokteran. 2. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. militer.

dan wajarlah apabila bidan tersebut mendapat tunjangan profesional. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek. perlu dibahas bahwa bidan tergolong jabatan profesional. yaitu : 1. Dalam konteks inilah jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional. Hal tersebut akan terus diupayakan oleh para bidan sehubungan dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan profesional. sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara.4. dan selalu berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan. Bidan sebagai profesi memiliki ciri-ciri tertentu. Bidan disiapkan melalui pendidikan formal agar lulusannya dapat melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional 6 . Sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional. jabatan fungsional juga berorientasi kwalitatif. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi. pelatihan. Selain fungsi dan perannya yang vital dalam kehidupan masyarakat. Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan.

Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidan memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya Bidan memberi pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat 6. Kewajiban Bidan terhadap Profesinya 1. yaitu standar pelayanan kebidanan. Bidan memiliki alat yang dijadikan panduan dalam menjalankan profesinya. 7 . 5.dan etika kebidanan 3.2. Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya 4. kode etik. Profesi bidan dijadikan sebagai suatu pekerjaan dan sumber utama penghidupan. Bidan memiliki organisasi profesi Bidan memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan masyarakat 8. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat. 7. E. 2.

sedang petunjuk pelaksanaanya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional ( Rekernas ) IBI tahun 1991. Secara umum kode etik tersebut berisi 7 bab. Kode Etik Bidan indonesia mengandung beberapa kekuatan yang yang semuanya tertuang dalam mukadimah dan tujuan dan bab. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Kode Etik Bidan Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1988.3. F. b. Ketujuh bab dapat dibedakan atas tujuh bagian yaitu : a. Sebagai pedoman sdalam berperilaku. Kode Etik Kebidanan 1. Definisi Kode Etik Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai – nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. kemudian disempurnakan dan disahkan pada Kongres Nasional IBI ke XII tahun 1998. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat ( 6 butir ) Kewajiban bidan terhadap tugasnya ( 3 butir ) 8 .

b. bangsa dan tanah air ( 2 butir ) g. Kewajiban bidan terhadap profesinya ( 3 butir ) Kewajiban bidan terhadap diri sendiri ( 2 butir ) Kewajiban bidan terhadap pemerintah. Untuk menjunjung tinggi martabat dan citra profesi Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota Untuk meningkatkan pengabdian para anggoa profesi Untuk meningkatkan mutu profesi Dimensi kode etik : a. f. c. d. Kode etik profesi merupakan ”Suatu pernyataan komprehensif dari profesi yang memberikan tuntunan bagi anggotanya untuk melaksanakan praktik dalam bidang profesinya baik yang berhubun dengan klien/pasien. Anggota profesi dan klien/pasien b. masyarakat. Penutup ( 1 butir ) Setiap profesi mutlak mengenal atau mempunyai kode etik.c. profesi dan dirinya sendiri. Kode etik suatu profesi adalah berupa nroma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan didalm melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya dimasyarakat. keluarga. Tujuan kode etik adalah : a. Kewajiban Bidan terhadap sejawab dan tenaga kesehatan lainnya ( 2 butir ) d. e. Anggota profesi dan sistem kesehatan 9 . teman sejawat.

menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Melakukan tindakan yang benar c. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat 1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Mencegah tindakan yang dapat merugikan d. Menjelaskan dengan benar f. Menghargai otonomi b. Memperlakukan manusia dengan adil e. Anggota profesi dan sesama anggota profesi Prinsip kode etik : a. keluarga dan masyarakat 10 . Menepati janji yang telah disepakati g. Anggota profesi dan profesi kesehatan d. Menjaga kerahasiaan Beberapa kewajiban bidan yang diatur dalam pengabdian profesinya adalah : a.c. 2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas proofesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang yang utuh dan memelihara citra bidan 3) setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien.

6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya. Kewajiban Terhadap Tugasnya 1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. menghormati hak klien. keluarga dan masyarakat dengan indentitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.4) setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. dan menghormati nilai – nilai yang berlaku dimasyarakat 5) setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal b. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan kepentingan klien 11 . keluarga dan masyarakat 2) Setiap bidan berhak memberikan dalam pertolongan dan mempunyai kewenangan mengambil keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan 3) Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya.

Kewajiban bidan terhadap profesinya 1) setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat 2) Setiap harus senantiasa mengembangkan diri dan mmeningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meniingkatkan mutu dan citra profesinya e. d.c. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri 1) Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dalam melaksanakan tugas profesinya dengan baik 2) Setiap bidan harus berusaha secara terus – menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 12 . Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya 1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi 2) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.

Kewajiban bidan terhadap pemerintah nusa. khususnya dalam palayanan KIA / KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat 2) Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintahan untuk meningkatakan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA / KB dan kesehatan keluarga G. tidak punya perempuan. dan bayi. promosi. deteksi komplikasi pada ibu dan anak. persalinan normal. asuhan. dan masa nifas. senantiasa melaksanakan ketentuan – ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan.f. tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan. memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir. yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan. dan nasehat selama masa hamil. maka serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. Kegiatan ini mencakup pendidikan antenatal dan persiapan 13 . Asuhan ini mencakup upaya pencegahan. Prinsip Penerapan Kode Etik dalam Pelayanan Kebidanan Bidan diakui sebagai tenaga profesional yang bertanggung jawab dan akuntabel. masa persalinan. dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai. bangsa dan tanah air 1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya.

Lingkugan psikososial meliputi keluarga. rohani dan sosial sangat diperlukan. psikologis. mempunyai kebutuhan dasar yang unik dan bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangan. baik lingkungan fisik.menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan. biologis maupun budaya. Lingkungan Lingkungan merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan aktifitasnya. Padadigma kebidanan Bidan dalam bekerja memberikan pelayanan keprefesiannya berpegang pada paradigma. a. b. kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan / kondisi perempuan / ibu dalam keluarga. komunitas dan masyarakat. kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi dan asuhan anak. pelayanan kesehatan dam keturunan. berupa pandangan terhadap manusia / perempuan. Perempuan sebagai sumber daya insasi merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. 1. Perempuan sebagai penerus generasi. kelompok. perilaku. kelompok komunitas dan masyarakat. lingkungan. sehingga keberadaan perempuan yang sehat jasmani. Ibu selalu terlibat dalam interaksi keluarga. 14 . Perempuan Perempuan sebagaimana halnya manusia adalah mahluk bhio-psikososio-kultural yang utuh dan unik.

2) Layanan kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu dari sebuah proses kegiatan pelayanan kebidanan / kesehatan. d. dan masyarakat yang meliputi upaya peningkata. sikap dan tindakan. penyembuhan dan pemulihan pelayanan kebidanan dapat dibedakan menjadi : 1) Layanan primer ialah layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan. 3) Layanan rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan kesistem layanan yang lebih tinggi atau sebaliknya yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan dalam menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan juga layanan yang dilakukan oleh bidan ke tempat pelayanan 15 . Pelayanan kebidanan Adalah bagian integral dari sistem pelayanan yang diberikan oleh bidan yang telah terdaftar yang dapat dilakukan secara mandiri. kolaborasi atau rujukan sasaran pelayanan kebidanan adalah individu. keluarga. pencegahan.c. Perilaku Perilaku merupakan hasil seluruh pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan.

2. manusia yang sehat dilahirkan oleh ibu yang sehat. Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat j. Falsafah kebidanan Dalam menjalankan perannya bidan memiliki keyakinan yang dijadikan panduan dalam memberikan asuhan. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan. Kayakinan tersebut meliputi : a. Keyakinan tentang perempuan c. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga 16 . Keyakinan fungsi profesi dan manfaatnya d. i. Keturunan Merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas manusia. Keyakinan tentang tujuan asuhan f. Keyakinan tentang pemberdayaan perempuan dan membuat keputusan e. e.kesehatan lain secara horizontal maupun vertikal atau meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta bayinya. Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan b. Sebagai profesi bidan mempunyai pandangan hidup pancasila h. Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan g.

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan. termasuk dirumah. melaksanakan tindakan asuhan sesuai dengan kewarganegaraan atau bantuan lain jika diperlukan serta melaksanakan tindakan kegawat darurat. kegiatan ini harus mencakup pendidikan anrenutal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan manuisa/perempuan. masyarakat. klinik atau unit kesehatan lainnya. tetapi juga pada keluarga dan masyarakat. kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. Keluarga-keluarga yang berada di suatu wilayah / daerah membentuk masyarakat kumpulan dan masyarakat Indonesia terhimpun didalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Bidan dapat praktik diberbagai kalangan pelayanan. Etika yang berlaku 17 . rumah sakit. tidak hany pada perempuan. pertalangan persalinan normal. seyogyanya selalu menerapkan etika dalam sebagian besar aktifitas sehari-hari. Ruang lingkup pelayanan kebidanan Pelayanan kebidanan berfokus pada upaya pencegahan fromosi kesehatan. kelompok manusia. Etika dan hukum kesehatan bagi tenaga kesehatan Tenaga kesehatan (bidan) merupakan tenaga profesional. Etiak yang merupakan suatu norma perilaku atau biasa disebtu dengna azas moral. sebaiknya selalu dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat. deteksi komplikasi pada ibu dan anak.k. 4. 3.

Perilaku yang dilakukan telah sesuai. baik terhadap etika dan hukum profesi kesehatan 18 . d. Menurut Arief rahman dalam makalahnya makna nilai-nilai moral dalam etika bagi profesional kesehatan menyatakan yang prima kepada masyarakat. sehingga pada masing-masing profesi telah dibentuk suatu tatanan yang dinamakan kode etik profesi. dimana didalamnya membicarakan tentang pertanyaan-pertanyaan etis dasn suatu individu yang terlihat. Etika profesi dan hukum profesi kesehatan masing-masing mempunyai masalah terhadap sikap dan perilaku tenaga kesehatan yang berbeda-beda : a. Manajemen diri sendiri Keinginan untuk berprestasi Ketermpilan hubungan antar manusia Keterampilan melayani Keterampilan teknis. profesionalisme Keterampilan manajerial Mempuyai wawasan berpikir global. Sikap dan perilaku seseorang dibatasi oleh hukum dan moral. e. Hukum membatasi sisi sikap batiniyahnya. f. seseorang tenaga kesehatan harus mempunyai tujuh kompetensi andalah yaitu : a.dimasyarakat modern saat ini adaslah etika terapan yang biasanya menyangkut suatu profesi. c. g. b.

sesuai dengan agama dan kepercayaannya masingmasing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 19 . 5. baik terhadap etika dan hukum profesi kesehatan c. maka dalam memberikan pelayanan yanag berkualitas / pelayanan kesehatan yang prima terhadap masyarakat dibutuhkan sikap dan perilaku yang handal dan profesional bagi seluruh SDM-nya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku yang dilaksanakan berlawanan. 2) Manusia Indonesia percaya dan taqwaa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. d. Pelaksanaan pancasila dalam pelaksanaan tugas seorang bidan Seorang bidan yang profesional. Perilaku yang dilakuikan bertentangan dengan hukum tetapi sesuai dengan etika. Sesuai ulasan diatas. Butir-butir pancasila sebagai berikut : a. Perilaku yang dilakukan bertentangan dengan etika tetapi sesuai dengan hukum profesi kesehatan. perlu mengamalkan pancasila dalam kehidupan yaitu sehari-harinya. sesuai Pelaksanaan pancasila secara subyektif dengan butir-butir pancasila.b.

4) Membina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. keturunan. 2) Mengakui persamaan derajat. kepercayaan. 3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia 4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira 5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain 20 . persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia. 5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa 6) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.3) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tanpa membeda-bedakan suku. agama. kedudukan sosial. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. jenis kelamin. 7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. warna kulit dan sebagainya.

6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. kesatuan. 7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan 8) Berani membela kebenaran dan keadilan 9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia 10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 3) Mengembangkan rasacinta kepadaa tanah air dan bangsa 4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Persatuan Indonesia 1) Mampu menempatkan persatuan. 6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika 7) Memajukan pergaulan demi persatuan bangsa 21 . 2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. c. perdamaian abadi dan keadilan sosial.

nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. 7) di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan. 4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan 1) Sebagai warga negara dan warga masyarakat. 2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain 3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. 6) Dengan I’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.d. hak dan kewajiban yang sama. 22 . 9) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.

10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. 9) Suka bekerja keras 10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia 1) Mengembangkan perbuatan yang luhur. 6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. 7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. 11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 2) Mengembangkan sikap adil dan terhadap sesama 3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban 4) Menghormati hak orang lain 5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. 8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. e. 23 .

bidan mempunyai ciri khas yang khusus.Sebagai anggota profesi. Bagi organisasi diharapkan agar terus berupaya mengembangkan pelayanan dan pengetahuan bagi semua bidan secara adil dan merata. Saran 1. Kebidanan sebagai profesi merupakan komponen yang paling penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan meskipun kadangkala bidan diperhadapkan pada dilematis dalam menjalankan praktiknya. 2. Agar pemerintah terus berupaya mendukung profesi bidan dengan cara meningkatkan kwalitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas pendidikan bagi bidan. Oleh karena itu bidan sebagai profesional harus mentaati rambu-rambu pelayanannya yaitu kode etik profesi yang harus dilaksanakan dalam praktik pelayanannya. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. B. Kesimpulan Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. 3.BAB III PENUTUP A. Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam organisasi dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan etika profesi. 24 .

Etika dan Kode Etik Profesi Kebidanan.blogspot. Jogjakarta http://kakdewi.2008.DAFTAR PUSTAKA Marimbi.html 25 .com/2011/07/issue-etik-dalam-pelayanan-kebidanan. Mitra Cendikia Press. Hanum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful