Pengertian imtaq dan iptek

Prinsip dasar yang ada dalam imtaq yaitu unsur-unsur dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman penyusunan target sasaran hasil bentukan perilaku yang dimiliki oleh dunia pendidikan. Unsur-unsur dasar tersebut menurut Durkheim terdiri dari: disiplin, kebutuhan untuk mampu mengontrol, mengendalikan, mengekang diri terhadap keinginan-keinginan yang melampaui batas, keterikatan dengan kelompok masyarakat yang ada dalam suatu komunitas kehidupan, dan otonomi dalam makna menyangkut keputusan pribadi dengan mengetahui dan memahami sepenuhnya konsekuensi-konsekuensi dari tindakan atau perilaku yang diperbuat. Imtaq merupakan wahana yang akan mengarahkan dunia pendidikan menuju target yang dituju, yakni menciptakan generasi beriman dan berilmu yang mampu bersaing dan beriman kepada Allah SWT. Imtaq (SQ) akan menjadi peneguh karakter penerus bangsa guna menjaga nilai moral bangsa di tengah era globalisasi. Agama Islam yang mengajarkan umatnya untuk berdisiplin, merupakan salah satu unsur imtaq yang tercantum di dalamnya. Pengertian berdisiplin itu sendiri merupakan disiplin jasmani maupun rohani. Dengan keseimbangan disiplin antara keduanya akan mampu menumbuhkan penerus bangsa yang berdisiplin dalam setiap sektor dalam hidupnya. Disiplin yang tinggi dan seimbang dapat menjadikan siswa mampu mengontrol segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Kemampuan tersebut akan membawa siswa menuju ke kepribadian yang bijaksana. Kebijaksanaan itulah yang akan membuat siswa mampu mengendalikan diri dan lingkungannya, sebagai life skill yang kelak akan berguna saat dia harus terjun ke masyrakat. Hal-hal tersebut akan menuntun siswa ke arah kemandirian yang bertaqwa kepada Allah SWT. Siswa dapat mengekang diri terhadap keinginan-keinginan yang melampaui batas, hal inilah yang menjadikan keterpurukan dunia pendidikan kita, yang merupakan negara Pancasila yang beragama dengan mayoritas beragama Islam. Selain itu, siswa juga mampu berketerikatan dengan kelompok masyarakat yang ada dalam suatu komunitas kehidupan, dan otonomi dalam makna menyangkut keputusan pribadi dengan mengetahui

Konsep dasar sains mencakup unsur-unsur fundamental minimal: taraf dan keadaan ilmu pengetahuan yang sekarang dan perkembangannya. Awal untuk melihat IQ seorang anak adalah pada saat ia mulai berkata-kata. Apabila seorang anak dengan IQ tinggi masuk sekolah. Sedangkan prinsip iptek itu sendiri yakni: konsep dasar sains. IQ yang tinggi memudahkan seorang murid belajar dan memahami berbagai ilmu. IQ (Intelligence Quastion) adalah tingkat kecerdasan dalam menangkap sesuatu. Daya tangkap sangat dipengaruhi oleh garis keturunan (genetic) yang dibawanya dari keluarga ayah dan ibu di samping faktor gizi makanan yang cukup. penguasaan bahasanya akan cepat dan banyak. Emotional intellegence atau disingkat EQ adalah kemampuan merasakan. Konsep dasar teknologi mencakup unsur-unsur dasar minimal: makna teknologi. taraf keadaan. dan aktivitas dinamis berlandaskan konsep dinamis “creativity” secara konkrit menciptakan atau memodifikasi teknologi sederhana yang dapat ditemukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. jenis-jenis teknologi yang ada dan pemanfaatannya pada saat ini. seperti gangguan fisik (demam. kecuali bila ada sebab kemunduran fungsi otak seperti penuaan dan kecelakaan. Tingkat kecerdasan seorang anak yang ditentukan secara metodik oleh IQ (Intellegentia Quotient) memegang peranan penting untuk suksesnya anak dalam belajar. Kawasan bahan ajar kedua tipe tersebut minimal mencakup pengembangan domain kemampuan kognitif. Ada hubungan langsung antara kemampuan bahasa si anak dengan IQ nya. Daya tangkap yang kurang merupakan penyebab kesulitan belajar pada seorang murid. IQ atau daya tangkap ini dianggap takkan berubah sampai seseorang dewasa. 1998). dan konsep dasar teknologi. dan fungsi ilmu pengetahuan. yakni IQ dan EQ. IQ atau daya tangkap seseorang mulai dapat ditentukan sekitar umur 3 tahun. afektif. Menurut penyelidikan. aktivitas dinamis yang berlandaskan konsep “heuristic” berkonotasi kepada upaya pengungkapan atau penemuan diri. Iptek didukung oleh dua faktor dari pelaku iptek tersebut. sakit-sakitan) dan gangguan emosional. Kesuksesan yang ingin dicapai dibutuhkan bukan hanya “cognitive intelligence” tetapi juga “emotional intellegence”. lemah. disamping faktor lain. dan psikomotor. memahami.dan memahami sepenuhnya konsekuensi-konsekuensi dari tindakan atau perilaku yang diperbuat. . dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang manusiawi(Cooper dan Sawaf.

Sedangkan persentase ketergantungan IQ terhadap keberhasilan seseorang (siswa) hanyalah 20%. Perlunya emotional intelligence dalam dunia kerja merupakan suatu bidang yag seringkali dianggap lebih banyak menggunakan “cara berpikir analitis” daripada melibatkan perasaan atau emosi. Sedangkan 80% yang lainnya lebih didominasi oleh faktor yang lain (Goleman 1997) .Ataupun kemampuan untuk untuk mengendalikan hal-hal negatif seperti kemarahan dan keragu-raguan atau rasa kurang percaya diri dan juga kemampuan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal positif seperti rasa percaya diri dan keharmonisan dengan orang-orang disekeliling. sementara EQ dapat berubah sehingga bisa dibentuk dan dipelajari. Selain itu IQ bersifat relatif tetap. Menurutnya setiap orang dalam perusahaan atau organisasi dituntut untuk memiliki EQ yang tinggi.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.