PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SMASH DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW MAHASISWA FIK UNIMA

SKRIPSI OLEH SINALIPON SUKEL 03310408 Diajukan Guna Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Olahraga Pada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado 2009 LEMBAR PERSETUJUAN Diterima dan disetujui oleh dosen pembimbing untuk diajukan kepada panitia ujian sarjana pendidikan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado di Tondano, guna memenuhi sebagian dari pada syarat-syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan Menyetujui

1. Pembimbing I Drs. D. Th. Sirang, M.For NIP. 131 866 347 1. Pembimbing II Drs. A. Mokoagow, M.Pd NIP. 131 794 046
Ketua Jurusan POR Drs. J.J. Mangindaan. M.Kes NIP. 131 671 373 Mengetahui Dekan FIK UNIMA Drs. Edison Areros. M.Sc NIP. 131 128 818

i
LEMBAR PANITIA UJIAN PANITIA UJIAN SARJANA PENDIDIKAN, JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO DI TONDANO.

KETUA WAKIL KETUA SEKRETARIS ANGGOTA PENGUJI : : :

:

1. …………………………….

2. …………………………….. 3. …………………………….. 4. …………………………….

ii
5. …………………………… DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN……………………………………………………………….

i

LEMBAR PANITIA UJIAN……………………………………………………………………. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………………….. iii ABSTRAK……………………………………………………………………………………………. iv KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………….. v DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………. vii DAFTAR TABEL……………………………………………………………………………… ix BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………. …. 1 1. Latar Belakang Masalah…………………………………………………………….. 1 2. Identifikasi Masalah……………………………………………………………………. 5 3. Pembatasan Masalah………………………………………………………………… 5 4. Perumusan Masalah………………………………………………………………….. 6 5. Tujuan Penelitian………………………………………………………………………. 6 6. Kegunaan Penelitian…………………………………………………………………. 6 BAB II TINJAUAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN ……….. HIPOTESA PENELITIAN………………………………………………………. …. 7 1. Tinjauan Teoritis…………………………………………………………………….. …. 7 A. B. C. D. E. F. Program Latihan……………………………………………………………………. 7 Latihan Kekuatan…………………………………………………………………. 8 Kontraksi Otot ………………………………………………………………………. 9 Komponen-Komponen Latihan…………………………………………….. 12 Kemampuan Smash……………………………………………………………… 14 Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai

vii

Terhadap Kemampuan Smash…………………………………………….. 18 1. Kerangka Berpikir………………………………………………………………………. 20 2. Hipotesa Penelitian……………………………………………………………………. 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN……………………………………………….. …. 22 A. Tujuan Penelitian Secara Operasional……………………………………….. 22 B. Variabel Penelitian……………………………………………………………………… 22 C. Definisi Operasional Penelitian………………………………………………….. 22 D. Rancangan Penelitian………………………………………………………………… 23 E. Metode Penelitian……………………………………………………………………….. 24 F. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………………………… 24 G. Populasi dan Sampel………………………………………………………………….. 24 H. Instrumen Penelitian…………………………………………………………………… 24 I. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………… 25 J. Teknik Analisis Data…………………………………………………………………….. 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………………………….. 27 1. Penyajian data …………………………………………………………………………… 27 2. Analisis data …………………………………………………………………………….. 31 3. Pengujian hipotesa penelitian ………………………………………………….. 37 4. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………………………. 41 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………………………. 42 1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………….. 42 2. Saran ………………………………………………………………………………………… 42 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….. 44 LAMPIRAN………………………………………………………………………………………..…. 45

iv viii
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat Tuntunan-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul : “Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Smash dalam Permainan Sepak Takraw Mahasiswa FIK UNIMA”.

Kes Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga Ibu Dra. B. 4. selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Olahraga. 2. FIK UNIMA. Bapak Dr. arahan. Edison Areros. Seluruh teman-teman Mahasiswa Angkatan 2003 10. Bapak Drs. Bapak Drs. Podung. Apner. MS selaku Pembantu Dekan III. Juni 2009 Penulis vi vi v ABSTRAK . Tondano. 4. M. FIK UNIMA. Verry.Pd sebagai pembimbing II.Pd selaku Pembantu Dekan I. biarlah Tuhan yang empunya hidup ini. Syahrain. M. petunjuk dan arahan oleh pembimbing sangat bermanfaat dan membantu penulis dalam meneliti dan menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. 3. Mokoagow. FIK UNIMA. Pinangkaan. dan bimbingan yang disadari oleh penulis bahwa peranan. namun bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak. A.FOr sebagai pembimbing I dan bapak Drs. Jamles. Teman-teman seperjuangan: Arsyad. Mangindaan. senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua. Para dosen FIK Jurusan POR serta staf administrasi Fakultas Ilmu Keolahragaan. S.Kes. E. pak Adam.Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk melengkapi persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Manado.J. M. J. D. A. DEA selaku Rektor UNIMA dan seluruh jajarannya. Akhirnya segala bimbingan dan bantuan yang membangun dari seluruh pihak. 5. Ibu Dra. A. Sirang. Th. J. Bapak Drs. M. Seluruh rekan-rekan yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi. M. v 5. 3. 2. M.R. Tuerah. Jien.Kes selaku Pembantu Dekan II. 11. A. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih kepada Bapak Drs. Odham. M. M.Si.Sc selaku Dekan FIK UNIMA. E. M. Penulis juga ingin menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian studi : 1. baik berupa petunjuk. Dalam menyusun skripsi ini penulis menyadari banyak kekurangan dan kendala yang dihadapi. Ph. Bapak Dr. penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. 1.J. Sengkey.

yang selalu mendoakanku . iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO: “Carilah Tuhan Maka Kamu Akan Hidup” (Amos 5 : 69) “Hormatilah Ayahmu dan Ibumu ini adalah suatu perintah yang penting. Tondano. 2009. apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga”…(11 Tomotius 2 : 5) SKRIPSI INI KUPERSEMBAHKAN KEPADA : 1. Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Smash dalam Permainan Sepak Takraw Mahasiswa FIK UNIMA.01 lebih besar dari ttabel = 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancanganRandomized Control Group Pre-Test Post-Test Design dengan sampel 20 orang mahasiswa FIK UNIMA di Tondano yang dibagi ke dalam grup eksperimen dan kontrol.021. Kedua kelompok ini diberikan tes awal dan tes akhir. mendidik. Skripsi. sehingga kesimpulannya menolak hipotesis statistik (H0) dan menerima hipotesis (HA) bahwa kelompok eksperimen yang dilatih dengan latihan kekuatan otot tungkai memberikan pengaruh terhadap kemampuan smash pada permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA di Tondano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian uji-thitung = 4. Metode statistik yang digunakan dalam menganalisis data adalah statistik uji – t dengan taraf nyata signifikan α 0. membiayai dan selalu diiringi dengan doa restu demi keberhasilanku. Fakultas Ilmu Keolahragaan. seperti yang nyata dari janji ini.Sinalipon Sukel: Nim. sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA. . Almarhum Ayahku yang tidak sempat melihat keberhasilan studiku. supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu dibumi”…. Kelompok eksperimen diberikan latihan kekuatan otot tungkai dengan perlakuan squat jump. 2. Maka hasil ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash pada permainan sepak takraw. serta Mama tersayang.. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA. yang dengan susah payah membesarkan.(Efesus 6 : 2-3) “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara. Tuhan Jesus Kristus yang selalu menjaga. Universitas Negeri Manado. memelihara setiap hari. 3.05. Adikku Siombali Sukel. 03 310 408.

Yudistira. Jakarta. Sejarah Perkembangan Teknik Dasar Metode Latihan dan Peraturan Permainan Sepak Takraw. Pedoman Atlet. Hairi. Sajono Dalam I Putu Gede Adiatmika. 1986. Beladiri II untuk SGO. Belajar Bermain Volley. 2002. Dahara Prize Semarang.. Diknas. Jacobs Lucy Cheser and Asyhar Rasavich. Jakarta. Depdikbud. pelajar. Surabaya. Bandung. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Depdikbud Dirjen Dikti. Pedoman Pengalaman Lapangan Kepelatihan Olahraga. Pioner Jaya Bandung Bompa. Ilmu Coching. Marhijanto Bambang. 2002. CV. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah. dkk. Pt. Psikologi Olahraga. Teori dan Praktek Pendidikan Jasmani. Belajar Bermain Volley. Jakarta. Hakim Lukman. Muhajir. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Buku III. 1986. 5. Bintang terang Surabaya. dan umum. Nala Ngurah.dkk. CV. Direktorat Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Haryadi Iman. 2000. 1982. Terjemahan Arief Furhan. Denpasar. Usaha Nasional. Bapak Hilarious Totuuk dan Ibu Fermina Taong yang telah memberikan dukungan moral serta doa. Lutan Rusli. Dirjen Dikti P2TK. Balley James A.4. yang setia dan sabar mendampingiku serta mendoakan keberhasilan studiku 6. Kamus ilmiah istilah popular pegangan para intelektual. 1992. 1988. Pencegahan dan Perawatan Cedera. program Pasca Sarjana. Beuthel Sthal Dieter. iii DAFTAR PUSTAKA Adiatmika I Putu Gede. T. Almamaterku FIK UNIMA di Tondano. 44 45 Moeh Saleh. Harsono. Donal Arief. 1993. IKIP Malang. 1998. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Belajar Keterampilan Motorik Pengantar Teori dan Metode. Kamus lengkap Bahasa Indonesia Masa Kini. . Edisi terbaru. Penerbit terang surabaya. Depdiknas. Denpasar. 2002. Denpasar. Pioneer Jaya Bandung. Dieter Beuthel Sthal. USA Kendal/Hunt Publishing Company Darwis Ratinus dan Basa Penghulu. Pemeriksaan Kebudayaan Jasmani. 1982. Olahraga Pilihan Sepak Takraw. 1986. Prinsip-Prinsip Program Latihan. 2000. Pemeriksaan KebudayaanJasmani. Theory And Methodology of Training. Yang Terkasih Herlina totuuk. PIO Koni Pusat Jakarta. Program Studi Fisiologi Olahraga Universitas Udayana.

Yusup Ucup. artistik. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Dirjen P2LPTK. bola basket. Pembinaan olahraga merupakan salah satu aspek dalam dimensi pembangunan di Indonesia. Sehingga ada mahasiswa yang mempelajari keterampilan olahraga sepak takraw untuk meraih prestasi. A. Pt raja grafindo persada BAB I PENDAHULUAN 1. bulu tangkis dan lain-lain sangat memasyarakat di bandingkan jenis olahraga sepak takraw. Bagian Proyek Pembinaan Kelas Olahraga. 2001. Pembelajaran Permainan Sepak Takraw. Jakarta. Tarsito. Depdikbud. Salah satu cabang olahraga yang dapat dimanfaatkan sebagai wahana untuk peningkatan kesegaran jasmani sekaligus untuk prestasi adalah olahraga sepak takraw.Sajoto. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Gerakan-gerakannya sungguh menarik. Latar Belakang Masalah Dewasa ini olahraga mulai digemari oleh masyarakat baik wanita maupun pria dari anak-anak sampai orang tua. Jakarta. dan memerlukan keberanian yang cukup tinggi. seperti sepak bola.”[1] . Pembinaan dan Peningkatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. bola voly. Depdikbud. Metode Statistik. Bandung. di mana kontak langsung dari lompatan dan tendangan (smash) akan dapat mengakibatkan cedera oleh sebab itu. Imam Hariadi mengatakan bahwa : “sepak takraw adalah cabang olahraga yang mempunyai ciri khas tersendiri. teknik-teknik dasar harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. H. sehingga bisa dikatakan sebagai olahraga aerobik. maka kecenderungan dalam melakukan aktivitas olahraga oleh sebagian masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kesegaran jasmani sedangkan yang lainnya bertujuan untuk peningkatan prestasi. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Jakarta Wahjoedi. 1 Menyadari akan manfaat olahraga tersebut. Gerakan-gerakan teknik dasarnya dimainkan dengan seluruh bagian badan kecuali tangan.1998. melakukan smash dalam permainan sepak takraw. Permainan sepak takraw termasuk kategori olahraga keras dalam pelaksanaannya. dengan olahraga dapat memberikan kesempatan dan manfaat bagi setiap manusia untuk sehat. 1986. Syaifuddin. kuat fisik dan mental serta memiliki kemampuan dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan secara berkesinambungan. Di antara sekian banyak jenis olahraga di Indonesia. Sajoto Mochamad. dkk. Pada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado permainan sepak takraw merupakan mata kuliah yang diajarkan dalam perkuliahan. 1988. Sebab olahraga mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk individu yang selaras antara perkembangan jasmani dan rohani. Jakarta. Sudjana.

Pada olahraga sepak takraw. Sebab lemah salah satu komponen fisik akan mengakibatkan melemahnya dan tidak efektivitas smash dalam permainan sepak takraw.”[2] Untuk dapat mengembangkan teknik dasar smash. kelentukan. yang harus dilakukan secara teratur. Oleh karena itu. kecepatan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Melakukan Smash Pada Permainan Sepak Takraw Mahasiswa FIK UNIMA”. keseimbangan. karena dengan adanya kekuatan otot tungkai yang baik maka seorang pemain dapat melakukansmash dengan baik pula. Latihan kondisi fisik adalah suatu bagian latihan yang harus diperhatikan dalam penyusunan program latihan. dengan demikian komponen-komponen tersebut haruslah dilatih dengan baik. Untuk dapat mengembangkan teknik dasar smash. tetapi hal ini harus ditunjang dengan komponen-komponen kondisi fisik yang dapat meningkatkan dan berpengaruh pada kemampuan melakukansmash dalam permainan sepak takraw. maka dapat diidentifikasi berbagai permasalahan yaitu sebagai berikut : Apakah terdapat pengaruh antara latihan kekuatan . sebab hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang pemain takraw yang baik. hal ini terlihat pada minimnya kemampuan mahasiswa dalam melakukansmash dalam permainan sepak takraw. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian yang telah diuraikan pada latar belakang masalah. Dari berbagai komponen-komponen kondisi fisik di atas. Sejalan dengan itu kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya pada mahasiswa FIK UNIMA masih banyak mahasiswa yang belum menguasai teknik melakukan smashdengan baik. smash adalah teknik dasar yang sering digunakan dalam pertandingan sepak takraw karena sangat efektif dalam mematikan bola dan dalam perolehan nilai/angka. hal ini disebabkan oleh salah satu faktor yaitu faktor kondisi fisik. 1. Salah satu teknik dasar dalam olahraga sepak takraw adalah smash. B. Tanpa mengabaikan teknik dasar yang lain. di samping teknikteknik dan mental. Keteraturan yang dimaksud yaitu menyangkut penyusunan program latihan yang baik. kelincahan dan pengembangan koordinasi. Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan otot tungkai. maka kekuatan memegang peranan yang sangat penting dalam permainan sepak takraw khususnya dalam melakukan smash. Kondisi fisik yang dimaksud adalah kekuatan otot tungkai. penempatan tujuan dan sasaran dari suatu latihan serta masih banyak hal lainnya termasuk kedisiplinan dalam berlatih. Ratinus Darwis dan penghulu basa mengemukakan bahwa “smash adalah gerak kerja yang terpenting dan merupakan gerak akhir dari gerak kerja serangan ke daerah lawan. Mencermati tentang Kondisi fisik yang dimaksud dalam hal ini kekuatan otot tungkai mahasiswa FIK UNIMA masih jauh dari yang diharapkan sehingga hal ini akan berdampak pada kemampuan melakukan smash dalam permainan sepak takraw. dengan adanya kondisi fisik yang baik akan memberi kontribusi yang sangat besar dalam upaya pencapaian prestasi secara maksimal. maka hal ini tidak lepas dari suatu proses berlatih. maka harus ditunjang dengan komponenkomponen kondisi fisik yang merupakan syarat dalam melakukan serangansmash yang benar seperti kekuatan. pemilihan bentuk-bentuk latihan yang tepat. seorang pemain harus menguasai teknik dasar yang baik.

Tahun 1992. Tinjauan Teoritis 2. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA PENELITIAN 1. Sebagai bahan pemikiran atau bahan masukan bagi guru. Untuk menunjang terwujudnya atlet-atlet berprestasi dalam cabang olahraga sepak takraw. Teknik Dasar metodik Latihan dan PeraturanPermainan Sepak Ta kraw. pelatih dalam usaha pembinaan prestasi atlet sepak takraw. maka untuk jelasnya fokus masalah perlu dibatasi sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh antara latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan melakukan smash kaki pada permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA? Faktor kondisi fisik manakah yang dapat menunjang keterampilan teknik smash dalam permainan sepak takraw? 1. Dirjen Dikti. 1. 6 [2] Ratinus Darwis dan Penghulu Basa. Depdikbud. 3. Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah di kemukakan di atas. A. Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian ini sebagai berikut : 1. IKIP Malang. Program Latihan 7 . E. 69 BAB II TINJAUAN TEORITIS. [1] Iman Haryadi. D. 2. C. Hal. Hal. 1. Untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya cabang olahraga sepak takraw. Tahun 2000. pelatih dan pembinaan olahraga sepak takraw dalam upaya penyempurnaan latihan fisik dalam rangka pembentukan prestasi atlet. 4. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini didasarkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan otot tungkai terhadap kemampuan melakukan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA.otot tungkai terhadap kemampuan melakukan smash pada permainan? Faktor kondisi fisik manakah yang dapat menunjang keterampilan tekniksmash dalam permainan sepak takraw? Apakah dengan adanya latihan kekuatan otot tungkai dapat mempengaruhi kemampuan smash dalam permainan sepak takraw? Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kemampuan mahasiswa FIK UNIMA dalam melakukan smash pada permainan sepak takraw? 1. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah terdapat pengaruh antara latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan melakukan smash pada permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA”. F. P2TK. Olahraga Pilihan Sepak Takraw. Untuk memperoleh bahan pengetahuan bagi atlet. 1. Sejarah Perkembangan. Pembatasan Masalah Dari latar belakang dan identifikasi masalah yang telah di kemukakan di atas.

tenaga pengajar dan waktu yang tersedia. Ini adalah suatu sifat penting bagi organisme. kemudian Saleh Moeh mengatakan bahwa : “Di samping masalah kekuatan adalah hal-hal yang perlu diketahui yaitu masalah yang ada hubungannya dengan kekuatan”[4]. yang menyangkut masalah seorang atlet pada saat mempergunakan kelompok otot-ototnya. kemampuan saat itu. dkk. Sitoplasma ini . “Springfield college menemukan tentang kekuatan dapat ditingkatkan melalui latihan kontraksi statis pendek (short static atau isometric contraction exercise)”. umur.[1] 1. tepat apabila rencana tersebut telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. Hal ini harus dilakukan para dosen mata kuliah sepak takraw untuk membuat program latihan dan memiliki alternatif yang tepat sebagai tuntutan yang perlu dilaksanakan dalam upaya penerapan mata kuliah sepak takraw yang melahirkan bibit-bibit atlet pada mahasiswa khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMA di Tondano. Kekuatan otot pada setiap cabang olahraga sangat dibutuhkan terutama pada cabang olahraga sepak takraw khususnya saat melakukansmash dalam permainan sepak takraw. 3. “kekuatan (strength) adalah komponen kondisi fisik yang menyangkut masalah kemampuan seorang atlet pada saat menggunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu kerja tertentu”[5] 1.Salah satu usaha atau strategi untuk mencapai kekuatan otot tungkai adalah dengan menyusun dan melaksanakan program latihan yang optimal. Masalah program latihan ini Suharto mengemukakan bahwa : program latihan dikatakan baik. Kegunaan kekuatan otot di samping mencapai prestasi maksimal juga untuk mempermudah mempelajari teknik dan juga untuk mencegah terjadinya cedera dalam berolahraga. Latihan Kekuatan Kekuatan otot tungkai pada dasarnya adalah kemampuan otot pada saat melakukan kontraksi. gerak sel terjadi karena sitoplasma berubah bentuk. seorang atlet/pemain harus melatih otot-ototnya terutama otot besar yaitu otot tungkai yang merupakan kelompok dasar dari gerak tubuh. Faktor itu antara lain : bakat/materi atlet.”[2] Selanjutnya James A. 2. Dengan demikian fungsi otot tungkai dalam permainan sepak takraw sangat dominan sehingga perlu terus dilatih untuk mencapai kekuatan yang maksimal. Berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli di atas. Kekuatan merupakan faktor utama dalam melakukan aktivitas fisik dan juga kemampuan dari otot yang dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas. Yang terpenting dalam setiap latihan haruslah dilakukan sedemikian rupa sehingga atlet/pemain haruslah menggunakan tenaga yang maksimal seperti yang dikemukakan oleh Mochamad Sajoto bahwa : “kekuatan atau strength adalah komponen kondisi fisik. dana. “otot yang kuat akan memberikan stabilitas yang kuat bagi persendian. menerima beban waktu tertentu. Kontraksi Otot Otot merupakan suatu organ atau alat yang memungkinkan tubuh dapat bergerak. dan oleh karena otot yang kuat memperkecil kemungkinan akan terkilir”[3]. Balley menambahkan bahwa. Seperti yang dikemukakan oleh Hairi dan Sadjono yang di kutip oleh I Putu Gede Adiatmika. sarana dan prasarana. Dalam permainan sepak takraw kekuatan otot tungkai berperan dalam melakukan smash.

”[6] Wahjoedi mengemukakan bahwa “Springfield college menemukan tentang kekuatan dapat ditingkatkan melalui latihan kontraksi statis pendek (short static atau isometric contraction exercise)”. otot Proneus longus. Hal ini didukung oleh pendapat Harsono dalam bukunya ilmucoaching yang mengatakan “mungkin satu-satunya faktor yang esensial dan mutlak diperlukan peningkatan prestasi olahraga adalah kekuatan atau strength[8]”. otot Eibialis anterior. guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. otot Abductor paha.[7] Latihan yang teratur akan mendapatkan suatu hasil yang maksimal dan mendapatkan suatu otot yang kuat. Otot-otot yang berkontraksi ini dipengaruhi juga adanya refleks gerakan yang merupakan bagian dari gerak tubuh yang terjadi lebih cepat dan dengan sendirinya otot-otot akan bergerak. otot Vastus lateralis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Otot Tibialis anterior Otot Extensor digitorum longus Tendon extensor untuk jari kaki Retinakula Bawah Maleoulus medialis Otot Soleus Tl. Kekuatan otot adalah kemampuan yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. otot Gluteus maximus.Tibia Otot peroneus longus Tendon sartorius Patela Extensor Atas tendon rektus femoris .merupakan benang-benang halus yang panjang. yang disebut miofbril akan memendek. Lebih lanjut Muhajir mengemukakan bahwa : “kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi. otot Rectus femoris. otot paha medial dan lateral. Beberapa otot tungkai yang terlibat dalam kegiatan melakukan smash antara lain. otot Gastrocnemus. ototSartorius. otot Soleus. dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya ke arah tertentu. Pada saat melakukan smash kekuatan diperoleh dari kecepatan otot tungkai bawah dan otot tungkai atas / paha berkontraksi dengan cepat. otot Digitorium lengus. ototTensor fasialata.

Oleh karena itu komponen ini dapat dikatakan sebagai syarat penting untuk mendapatkan teknik. 1.Otot gastroknemius Otot Gluteus maxsimus Otot Adduktor Otot paha lateral Otot gastroknemius Ruang popliteum Otot paha medial Tendon akhiles Kalkaneus Otot-otot superficial dari paha kanan. Jumlah pengulangan bentuk latihan. kekuatan hal utama karena otot yang kuat. lentur dan terlatih menghasilkan teknik yang sempurna. Volume Latihan Volume latihan sering dipandang sebagai komponen utama dalam latihan sebab menyangkut pada jumlah keseluruhan latihan yang dilakukan dalam latihan atau juga menyangkut jumlah kerja yang dilakukan selama satu kali latihan. Volume latihan dapat ditingkatkan melalui : Memperpanjang waktu latihan Meningkatkan jumlah waktu latihan persiklus latihan Menambah jumlah pengulangan pada waktu tertentu . taktik dan kondisi fisik yang diinginkan. atau elemen terbaik persatuan waktu. pandangan anterior dan posterior”[9] 1. Untuk lebih jelas volume latihan dapat diuraikan sebagai berikut : Waktu atau jangka waktu yang digunakan. Teori di atas diperkuat lagi oleh Rusli Lutan yang mengatakan bahwa “metode bagian atau parsial dapat diterapkan apabila struktur gerak agak kompleks sehingga kemungkinan untuk memperoleh hasil yang maksimal akan diperoleh jika komponen-komponen gerakan dilatih”[10]. a. Jarak atau jumlah tegangan yang dapat dilakukan persatuan waktu. 4. Dalam cabang olahraga sepak takraw kekuatan dan kelenturan sangatlah dibutuhkan untuk melakukan suatusmash maupun dengan jenis smash di cabang olahraga lainnya. Komponen-komponen latihan Dalam setiap cabang olahraga.

sebab kemampuan smash memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. kemampuan smash Dalam permainan sepak takraw smash merupakan salah satu teknik dasar dan cara yang efektif untuk mendapatkan poin/angka. Ucup Yusup. sebab bagaimanapun juga terlalu tinggi peningkatan volume latihan dapat merusak atlet. Smash kepala 2. 3. Mempersingkat istirahat interval di antara masing-masing pengulangan atau set. Lebih banyak kerja diberikan dalam satuan waktu akan lebih tinggi intensitasnya.”[13] Ucup yusup mengemukakan bahwa dalam permainan sepak takraw smash terdiri atas 2 jenis yaitu : 1. Meningkatkan jumlah latihan “[11]. Akan tetapi peningkatan volume latihan tetap selalu dipertimbangkan. dkk mengatakan bahwa “kemampuan smash adalah kekuatan yang melalui koordinasi gerakan keseimbangan untuk melakukan reaksi terhadap setiap perubahan posisi tubuh”[12]. 1. mengemukakan bahwa “smash adalah tindakan pukulan terhadap bola yang lurus ke bawah sehingga bola akan bergerak dengan cepat dan menukik melewati jaring/net menuju ke sasaran yang diinginkan. Intensitas latihan menunjukkan pada kekuatan rangsangan syaraf pada waktu latihan dilakukan yang tergantung pada : Beban / kecepatan gerakan Variasi internal istirahat di antara ulangan Tekanan kejiwaan sewaktu latihan Untuk memperbanyak intensitas latihan dapat melalui beberapa cara : 1. Smash kepala meliputi :  Dahi/kening  Samping kanan kepala  Samping kiri kepala . 2. 5. Selanjutnya Ucup Yusup dkk. 5. Meningkatkan rasio antara intensitas mutlak dengan hasilnya sehingga intensitas absolutnya dapat dipakai. Meningkatkan kekuatan dalam jarak waktu tertentu atau meningkatkan waktunya. b. Meningkatkan intensitas latihan. Kemampuan smash merupakan keterampilan yang tidak mudah. 1.- Meningkatkan jarak yang harus ditempuh untuk setiap pengulangan latihan. Intensitas Latihan Interaksi latihan merupakan salah satu komponen latihan yang sangat penting berkaitan dengan kualitas kerja dalam satuan waktu yang diberikan. Smash kaki 3. 4. Gerakan smash merupakan suatu gerakan yang kompleks atau suatu serangkaian gerakan yang serempak tidak terputus dan disertai dengan tenaga yang besar.

Pelaksanaan Teknik smash. dengan keadaan posisi persiapan. Langkah tumpuan adalah anak coba mengangkat kaki kiri sekuat-kuatnya dengan posisi badan dan lutut mengeper sehingga titik berat berada pada persendian kaki kanan. anak coba menarik kaki kiri setinggi pinggang atau dengan kemampuan disertai dengan putaran badan ke samping kanan. kaki kiri agak lurus ke belakang. Melayang 4. Mendarat Pengambilan ancang-ancang Anak coba melakukan ancang-ancang dengan berdiri rapat membelakangi jarring/net. Melayang Dengan cepat. smash 5. memiliki kelenturan dan kemampuan untuk smash sekeras mungkin”[14]. dibantu dengan tolakan kaki kanan kemudian melayang. Bola dilambungkan kearah subjek berdasarkan keinginan yang dikehendaki. Adapun rangkaian gerakan untuk melakukan smash adalah : 1. . Subjek akan melompat dan melakukan smash bola melewati atas net kelapangan lawan. anak coba langsung melakukan smash dengan mengayunkan kaki kanan lurus ke atas melewati kepala kemudian punggung kaki diarahkan pada bola yang mengarah sasaran di daerah lawan.”[15] Pembahasan tentang latihan smash 1. 3. Mendarat Pada saat anak coba melakukan pendaratan.1. Smash kaki meliputi :  Kaki bagian dalam  Kaki bagian luar/kura-kura kaki  Bagian telapak kaki Contoh smash yang diambil adalah smash kaki. Subjek mengambil tempat di depan net dengan jarak yang sudah diukur dan siap melakukan smash. Beuthel Sthal Dieter mengemukakan bahwa “seorang yang pandai melakukan smash atau istilah asing smasher harus memiliki kegesitan. Bisa saja pengambilan ancang-ancang ini dengan posisi anak coba loncat-loncat di tempat tumpuan. yaitu smash bagian luar/punggung kaki. Smash Pada saat di udara. 2. Tumpuan 3. Gambar 1. Pengambilan ancang-ancang 2. Atau dengan kekuatan full si pelaku melakukansmash dengan gerakan back rool di udara. posisi kaki kanan yang melakukan smashsudah dalam keadaan lurus ke bawah diikuti dengan kaki kiri bersamaan untuk menjaga keseimbangan tubuh pada saat mendarat kemudian kembali pada posisi semula. pandai melompat. biasanya setinggi 3 meter di udara dekat net.

lari atau gerakan berpindah diperlukan adanya keseimbangan dinamik”[16]. hal ini tentunya ditunjang dengan kondisi fisik yang prima agar dapat melaksanakan smash yang diharapkan. atau menendang bola lebih jauh. Kegiatan yang tinggi 5. Smash ini mempunyai sasaran yang mengarah pada bola. dan lebih efisien. ketepatan dan fleksibilitas. smash yang baik dapat diperoleh apabila badan benar-benar berada pada posisi tertentu dengan keseimbangan yang stabil. 3. Ada beberapa alasan mengapa kekuatan merupakan faktor utama dalam meningkatkan kondisi fisik. Pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan Smash Dari pendapat para ahli di atas dapat dikatakan bahwa kekuatan adalah suatu komponen kondisi fisik yang harus dimiliki oleh setiap para atlet untuk dapat mempermudah mempelajari teknik-teknik dasar dan juga mencegah terjadinya cedera serta untuk mencapai prestasi maksimal atau untuk menerima beban sewaktu melakukan aktivitas. Kelenturan yang maksimal 2. karena kekuatan otot tungkai adalah salah satu faktor yang sangat dominan dalam melakukan smash. Memiliki Power yang besar 4. Vertical jump atau daya loncat yang tinggi 3.”[17] Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot dapat menunjang suatu keterampilan teknik smash dalam cabang olahraga sepak takraw. “Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik 2. seperti yang dikemukakan oleh Muhajir sebagai berikut: 1. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh rangsangan untuk serangan dengan kecepatan tertentu dan sasaran yang tepat seperti yang dikatakan Sajoto bahwa “kekuatan atau strength adalah kondisi fisik yang menyangkut masalah seorang atlet pada saat mempergunakan ototnya. melempar. Sehubungan dengan itu. Ngurah Nala berpendapat bahwa : “dalam keseimbangan statis adalah ketika duduk atau berdiri diam. Dengan kekuatan atlet akan dapat berlari lebih cepat.”[18] . Seorang atlet sepak takraw memungkinkan ia melakukan smash dengan baik saat ia dalam keseimbangan yang sempurna. Setiap subjek diberi 8 kali kesempatan. Atas dasar teori inilah dikatakan bahwa untuk dapat melakukan smash dengan baik haruslah memiliki : 1. keseimbangan dinamis yaitu ketika sedang berjalan. Memiliki koordinator gerakan yang baik antara kecepatan. Kekuatan otot tungkai merupakan salah satu faktor utama dalam melakukan suatusmash pada cabang olahraga sepak takraw. Kekuatan memegang peranan yang penting dalam melindungi atlet atau orang dari kemungkinan cedera. menerima beban atau rangsangan dalam melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan tertentu. 1.4. memukul bola lebih keras serta dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. Memiliki daya ledak yang benar 6. 6.

Pedoman Atlet. maka peneliti berasumsi bahwa: latihan kekuatan otot tungkai ternyata memberikan pengaruh koordinasi gerakan yang sangat erat dalam melakukan smash dalam permainan sepak takraw. yaitu gerak melompat keatas sehingga kedua kaki lurus dan saat turun kedua lutut agak ditekuk dengan posisi hanya sedikit diturunkan. 2002. 6 [2] Sajoto. 23 [6] Muhajir. Yudistira. 245-256. Misalnya latihan kekuatan otot tungkai dapat menunjang suatu keterampilan teknik dasar smash dalam cabang olahraga sepak takraw. Namun demikian untuk mencapai suatu prestasi yang maksimal bukanlah hal yang dapat dicapai dengan melalui program latihan-latihan secara sensitif yang menggunakan pendekatan ilmiah dan prinsip-prinsip pendidikan secara teratur dan direncanakan. Latihan Half Squat Jump 1. Pelaksanaan latihan kekuatan otot tungkai ini adalah dengan cara half squad jump. Bandung. Latihan kekuatan otot tungkai memiliki fungsi yang sangat besar bagi olahragawan antara lain. Kerangka Berpikir Berdasarkan tinjauan teoritis sebelumnya. Berdasarkan uraian di atas maka penulis beranggapan bahwa seorang atlet khususnya sepak takraw dalam melakukan smash kadang harus mempunyai gerakan yang kompleks atau suatu gerakan yang serempak dan tidak putus-putus disertai tenaga yang kuat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Agar lebibh jelasnya bisa dilihat dalam gambar ini : Gambar 2. Keberhasilan dalam suatu latihan akan dapat diperoleh apabila atlet benar-benar mengerti dan memahami apa dan bagaimana tujuan dari suatu latihan.Otot yang kuat dapat dikembangkan lagi agar lebih kuat melakukan aktivitas olahraga. Pt raja grafindo persada. Hal. termasuk mencegah tidak terjadi cedera yang akan merugikan penampilan atlet atau pemain itu sendiri. Hal. maka hipotesa dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “Diduga terdapat pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA”. Balley. Dahara Prize Semarang. Depdikbud Dirjen P2LPTK. Hal. [3] James A. Jakarta Tahun 1988. Untuk itu agar dapat tercapai tujuan smash tersebut maka atlet diharuskan menguasai teknik-teknik dasar dengan ditunjang kondisi fisik yang prima. Teori dan Praktek Pendidikan Jasmani. bekerja untuk memulihkan jangkauan gerakan secara normal. Tahun 2005. B. [1] Wahjoedi. Denpasar. 1. Hal. Jakarta. C. dalam olahraga sepak takraw. 141. Hal 56. Pemeriksaan KebudayaanJasmani. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Perumusan Hipotesa Berdasarkan kerangka berpikir di atas. 1986. [4] [5] Hairi dan Sajono dalam I Putu Gede Adiatmika. kekuatan otot tungkai sangat berperan penting untuk melakukan smash yang maksimal. memperbaiki kekenyalan otot. .dkk. Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga.

1998. 1986. 41 [16] Ngurah Nala. Program Pascasarjana Program Studi Fisiologi Olahraga Universitas Udayana. Tujuan Penelitian Secara Operasional Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw Mahasiswa FIK UNIMA. Kekuatan otot tungkai pada dasarnya adalah kemampuan otot pada saat melakukan kontraksi. Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat. Pioner Jaya Bandung. 141.Cit. 1. B. 82 [17] Ibid. 1. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Belajar Bermain Volley. 47. 1. Hal. Jakarta. PIO Koni Pusat Jakarta. Hal.[7] Wahjoedi. Ilmu Coaching. Pembinaan Kondisi Fisik dalam Olahraga. guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Theory And Methodology of Training. Depdikbud. yang terpenting dalam setiap latihan dilakukan sedemikian rupa sehingga atlet/pemain dapat menggunakan tenaga yang maksimal. Hal. Hal. 42 [14] Beuthel Sthal Dieter. Prinsip Pelatihan Fisik Olahraga. Denpasar. Depdikbud Dirjen P2LPTK. 41 [13] Ibid. [12] Ucup Yusup. Smash adalah tindakan pukulan terhadap bola yang harus lurus ke bawah sehingga bola akan bergerak dengan cepat dan menukik melewati jarring/ net menuju ke sasaran yang diinginkan. Kekuatan otot adalah kemampuan yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Jakarta. Belajar Keterampilan Motorik Pengantar Teori dan Metode. Tahun 2001. Hal. Hal. 1986. Bagian Proyek Pembinaan Kelas olahraga. Hal. Jakarta. Hal 23 [15] Ucup Yusup. 1988.Syaifuddin. 6 [8] Harsono. Definisi Operasional Variabel 22 Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi. dkk. Hal. [9] H. Hal. D. C. Variabel Penelitian Variabel bebas : Kekuatan otot tungkai Variabel terikat : smash sepak takraw. Pt raja grafindo persada. Op. Hal. 17. USA Kendal/Hunt Publishing Company. Jakarta Tahun 1988. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. 96 [18] Sajoto. 47 [10] Rusli Lutan. Rancangan Penelitian . Hal. Dirjen Dikti. Pembelajaran Permainan Sepak Takraw. T. Penerbit Buku Kedokteran EGC. CV. A. 141 [11] Bompa.

2. A B : Kelompok Eksperimen : Kelompok kontrol Pre – Test X1 Y1 Treatment T - Post-Test X2 Y2 X1 : Pre-test untuk kelompok eksperimen Y1 : Pre-test untuk kelompok kontrol T : Perlakuan X2 : Post-test untuk kelompok eksperimen Y2 : Post-test untuk kelompok kontrol 1. 1. G. Sedangkan dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang berjumlah 20 orang yang diambil secara acak. “Untuk mengukur kekuatan otot tungkai digunakan back and leg dynamometer test.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Pre Test Post Test Randomized Two Group Design”[1] yang rancangannya sebagai berikut : Kelompok R A B Keterangan . H. Waktu penelitian : Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu sejak dikeluarkannya SK Izin Survei. 1. Sedangkan untuk mengukur kemampuan smash digunakan Test Brady dengan menggunakan alat sebagai berikut : Lapangan sepak takraw Bola sepak takraw Sempritan Stop Watch     . Tempat penelitian : Penelitian ini dilaksanakan di GOR UNIMA Tondano. F. E. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah 40 orang mahasiswa FIK UNIMA jurusan POR. Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini adalah : 1. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen lapangan yaitu dengan pemberian efek dari latihan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash. 2. 1.

4. 7. Tongkat pegangan digenggam dengan posisi tangan menghadap belakang. Data Kemampuan Smash Untuk mengumpulkan data variabel Y.05 rumusnya sebagai berikut : = nilai rata – rata kemampuan passing atas untuk kelompok eksperimen = Nilai rata – rata kemampuan passing atas untuk kelompok kontrol S = Standar deviasi gabungan 1. 2. Baca petunjuk pada skala back and leg dynamometer saat nilai maksimum tercapai dan ulangi pengukuran 6. Teknik Pengumpulan Data 2. Hasil pengukuran adalah skor tertinggi yang dicapai dalam tiga kali kesempatan. Data Kekuatan Otot Tungkai Untuk mengumpulkan data variabel X. Pegang rantai back and leg dynamometer diatur sedemikian rupa sehingga posisi tongkat pegangan melintang di kedua paha 4. 2. Para peserta tes diberikan kesempatan 8 (delapan) kali melakukan smash semua nilai yang diperoleh dijumlahkan untuk digunakan sebagai data penelitian 1. Pakai ikat pinggang atau sabuk yang bisa mengikat antara punggung dengan tongkat pegangan dan back and leg dynamometer 3. J. Kecepatan dihitung pada saat pelaku melakukan smash. 3. Teknik Analisis Data Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis Uji-t berdasarkan dua sampel yang independen dengan taraf signifikansi = 0. yaitu kekuatan otot tungkai dengan menggunakan alat “back and leg dynamometer” dengan cara sebagai berikut : 1. Seorang pemain (subjek) berdiri dalam tumpuan back and leg dynamometer. Kapur tulis  Net dan tiang  Alat tulis menulis  Formulir isian”[2] 1. dan tarik tongkat sekuat mungkin dengan cara meluruskan sendi lutut secara perlahan 5. dengan lutut ditekuk membentuk sudut 1300 sampai dengan 1400 dan badan tegak lurus 2. = Nilai varians kelompok eksperimen . yaitu kemampuan smash dengan menggunakan test keterampilan dari Brandy dengan cara sebagai berikut : Lapangan sepak takraw yang sudah dilengkapi dengan fasilitas net/tiang Subjek berdiri di tengah-tengah lapangan sebagai pengumpan bila yang di test Anak coba atau peserta berdiri rapat membelakangi net Pengumpan melambungkan bola di atas kepala pelaku kemudian melakukan smashmenjatuhkan bola di sebelah lapangan 5. perkenaan bola pada kaki dengan kecepatan bola jatuh di atas lantai 6. I. b. a.

Jakarta. Penyajian Data Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah program latihan kekuatan otot tungkai mempunyai pengaruh terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA. Hal. Terjemahan Arief Furhan.= Nilai varians kelompok kontrol n1 = Jumlah sampel kelompok eksperimen n2 = Jumlah sampel kelompok kontrol”[3] [1] Arief Donal. Tarsito Bandung. 157 [3] Sudjana. 232. dan data selisih antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah sebagai berikut : TABEL I DATA HASIL PENGUKURAN KELOMPOK EKSPERIMEN NO PRE-TEST 154 148 150 152 180 159 150 POST-TEST 161 152 159 160 190 168 159 27 156 SELISIH (X1) 7 4 9 8 10 9 9 150 156 171 163 182 6 7 11 . 1982. Usaha Nasional. post-test design sebagai data yang dianalisa adalah selisih antara pre-test. 356. Hal. 1986. 2001. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani. Pengantar Penelitian dalamPendidikan. Surabaya. Metode Statistic. A. [2] Nurhasan. Hal. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah randomized pre-test. Cheser Lucy Jacobs and Rasavich Asyhar. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. post-test.

125 152 105 136 142 143 136 140 132 150 TABEL II 130 156 118 141 158 147 147 150 140 158 5 4 13 5 16 4 11 10 8 8 DATA HASIL PENGUKURAN KELOMPOK KONTROL NO PRE-TEST 154 145 147 140 143 140 149 148 151 153 156 160 159 162 POST-TEST 157 148 156 148 145 144 152 150 159 157 158 165 165 167 SELISIH (X1) 3 3 9 8 2 4 3 2 8 4 2 5 6 5 .

KELOMPOK EKSPERIMEN (X1) 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 8 9 9 9 10 10 11 KELOMPOK KONTROL (X2) 1 2 2 2 2 3 3 3 4 4 5 5 6 6 6 7 7 .135 138 144 132 137 150 TABEL III 136 140 150 138 144 157 1 2 6 6 7 7 DATA SELISIH KEKUASTAN OTOT TUNGKAI KEDUA KELOMPOK NO.

1.65 Sd2 =2.39 Sd22 = 5.05 1. Langkah ketiga : Menghitung Zi.99 n2 = 20 = 4. maka dilakukan pengujian Normalitas data dengan uji Lilliefors. F(Zi).9856 = 9. a. Analisis Data Untuk menguji apakah program latihan kekuatan otot tungkai yang disajikan selama tiga bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu mempunyai pengaruh terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw Mahasiswa FIK UNIMA.71 1.16 Sd12 = 9. Pengujian Normalitas Data Kelompok Eksperimen Untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. 1.7121 = 5. B.2 Sd1 = 3. b. Langkah petama : Menentukan Hipotesa Pengujian Hipotesa pengujian adalah : Ho : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal HA : sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal 1. digunakan analisis dengan teknik statistik yang tepat dalam menguji hipotesa penelitian. Pengujian Normalitas dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1..11 13 16 8 8 9 Dengan menggunakan kalkulator fx-3600p maka diperoleh harga – harga atau besaran statistik sebagai berikut : n1 = 20 = 8. S(Zi) dan selisih F(Zi).S(Zi) dan masukan ke dalam tabel. . c. maka dilakukan pengujian persyaratan analisis yang harus dipenuhi yaitu pengujian Normalitas dan pengujian homogenitas populasi. Langkah kedua : Menentukan Kriteria Pengujian Kriteria pengujian adalah: Terima Ho jika Lo ≤ Lt Tolak Ho jika Lo > Lt taraf signifikansi α 0.

6500 0.7157 0..0082 0.0513 0.6500 0.5000 0.47 F(Zi) 0.25 0.0.9500 1.9932 S(Zi) 0.1000 0.8750 0.0688 0.38 .06 .2420 0.Dik: n = 8.25 0.70 .0.2420 0.01 -1.3000 0. Langkah keempat : Menyimpulkan Hasil Perhitungan .33 -1.78 1.S(Zi) 0.7157 0.38 .7750 0.57 0.33 -1.0082 0.78 0.0239 0.4761 0.5987 0.57 0.2250 0.0513 0.5987 0.33 -1.16 TABEL IV PENGUJIAN NORMALITAS DATA KELOMPOK EKSPERIMEN NO Xi 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 8 9 9 9 10 10 11 11 13 16 Zi -1.3750 0.0513 0.5000 0.0580 0.0082 0.0617 0.0688 0.3750 0.0143 0.0068 1.01 -0.0.3520 0.0918 0.0230 0.0.25 0.1562 0.0593 0.5987 0.4761 0.0239 0.8750 0.8133 0.9357 0.0000 F(Zi).06 0.1562 0.0617 0.1000 0.0.2250 0.0918 0.7750 0.0593 0.52 2.0230 0.5000 0.1000 0.0239 0.0918 0.06 . d.3520 0.6500 0.2 = 20 Sd1 = 3.8133 0.

0. berdasarkan kriteria pengujian jika Lo < Lt maka Ho diterima. S(Zi) dan selisih F(Zi).0130 0. c.69 F(Zi) 0.0415 0.65 Sd2 = 2.190.1335 0.1750 0.. Pengujian Normalitas Data Kelompok Kontrol Untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.05 dengan dk 20 ditemukan Ltabel senilai 0.3500 0.3500 F(Zi).1. Jadi Lobservasi < Ltabel yaitu 0.S(Zi) dan masukan ke dalam tabel. 1. maka dilakukan pengujian Normalitas data dengan uji Lilliefors.11 -1.0. Dengan demikian kesimpulan pengujian adalah sampel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal.69 .0688 < 0. Pengujian Normalitas dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. b.11 .1049 . 2. Dik : n = 20 = 4.190.S(Zi) 0.2451 S(Zi) 0..Dari perhitungan yang tercantum pada tabel IV.2451 0. Berdasarkan tabel nilai kritis L uji Lilliefors pada α 0.11 -1.0688.11 -1. diperoleh selisih yang tertinggi atau Lobservasi senilai 0.1750 0.0500 0.53 .0415 0.1049 0.0630 0.1. Langkah petama : Menentukan Hipotesa Pengujian Hipotesa pengujian adalah Ho : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal HA : sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal 1.0415 0.1335 0.1335 0. a.1335 0. Langkah ketiga : Menghitung Zi.1750 0.39 TABEL V PENGUJIAN NORMALITAS DATA KELOMPOK KONTROL NO 1 2 3 4 5 6 7 Xi 1 2 2 2 2 3 3 Zi .0415 0. F(Zi). Langkah kedua : Menentukan Kriteria Pengujian Kriteria pengujian adalah: Terima Ho jika Lo ≤ Lt Tolak Ho jika Lo > Lt 1.1750 0.

0123 0. Pengujian Homogenitas Varians Untuk menguji kesamaan varians dari populasi asal sampel penelitian digunakan rumus sebagai berikut: Adapun pengujian homogenitas varians dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. dk 9) .9250 0.15 0.1049.05 dengan dk 20 ditemukan Ltabel senilai 0.5596 0.0115 0.0058 0.5750 0.5750 0.7000 0.5596 0. b.9192 0.1049 < 0. Jadi Lobservasi < Ltabel yaitu 0.3936 0.4750 0.190.82 0. Dengan demikian kesimpulan pengujian adalah sampel penelitian berasal dari populasi yang berdistribusi normal.69 .15 0.0.9250 1.98 1.27 0.7000 0.0154 0.0115 0.4 1.0. d. Berdasarkan tabel nilai kritis L uji Lilliefors pada α 0.98 0.8365 0. 3.2451 0.0814 0.0. diperoleh selisih yang tertinggi atau Lobservasi senilai 0.0154 0.0814 0.4750 0.56 0.1049 0.27 .3936 0.05.05.190.4 1.7123 0.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 3 4 4 5 5 6 6 6 7 7 8 8 9 .56 0.3500 0.8250 0. Langkah kedua : Menentukan kriteria pengujian Kriteria pengujian adalah: Terima Ho jika Fo ≤ Ft (α 0.8365 0. 1.0000 0.8250 0.7123 0. Berdasarkan kriteria pengujian jika Lo < Lt maka Ho diterima.0123 0.0123 0. Langkah pertama : Menentukan Hipotesa Pengujian Hipotesa pengujian adalah : Ho : Varians homogen (S12 = S22) HA : Varians tidak homogen (S12 ≠ S22) 1.7000 0.9656 0.56 0.0344 1.7123 0. a. Langkah keempat : Menyimpulkan Hasil Perhitungan Dari perhitungan yang tercantum pada tabel V.0058 0. dk 9) Tolak Ho jika Fo > Ft (α 0.9192 0.

c. maka perlu dilakukan analisis dengan menggunakan statistik uji t. 1.16 Sd12 = 9. HA : rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok kontrol.15. Berdasarkan tabel nilai kritis F.15.39 Sd22 = 5.71 1. Hipotesa yang akan di uji pada penelitian ini adalah rata-rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada rata-rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok kontrol. Pengujian Hipotesa Penelitian Untuk menguji hipotesa yang menyatakan latihan kekuatan otot tungkai yang disajikan dengan program latihan kekuatan otot tungkai berpengaruh terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw. b. Berdasarkan kriteria pengujian jika Fo < Ftmaka Ho diterima. Untuk menguji hipotesa tersebut berarti membandingkan rata-rata selisih pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan statistik uji t dengan rumus: Di mana Perhitungan pengujian hipotesa dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. dk 38) Tolak H0 jika t0 ≥ tt (α 0. a. Langkah ketiga: Menghitung Fobservasi melalui rumus Dik : Sd1 = 3. Oleh sebab itu pengujian hipotesa penelitian dapat dilanjutkan. pada α 0. diperoleh Fobservasi senilai .05. dk 38) . d. Hipotesa pengujian adalah : H0 : rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok eksperimen sama dengan rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok kontrol.1.99 Sd2 = 2. Langkah keempat: Menyimpulkan hasil perhitungan Dari perhitungan diatas. Atau dengan simbol : H0 : µ1 ≠ µ0 H A : µ1 ≠ µ1 1. C. Menentukan Kriteria Pengujian. Dengan demikian kesimpulan pengujian adalah varians dari kedua populasi di mana sampel penelitian adalah homogen. Menentukan Hipotesa Pengujian.05. Jadi Fobservasi lebih kecil Ftabel yaitu < 2.05 dengan dk penyebut = 19 dan dk pembilang = 19 ditemukan Ftabel senilai 2.9856 = 9. Kriteria pengujian adalah Terima H0 jika t0 ≤ tt (α 0. Berdasarkan pengujian persyaratan analisis (uji normalitas dan uji homogenitas) ternyata syarat untuk menganalisa hipotesa penelitian memenuhi syarat.7121 = 5.

Kesimpulan Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tobservasi) lebih besar dari ttabel atau diperoleh to senilai 4. Jadi tobservasi lebih besar darittabel yaitu 4.39 Sd22 = 5. 1.01.05 dengan dk 38. Dengan demikian berarti kesimpulan pengujian adalah ditolak H0 yang berarti terima HA atau hipotesis yang menyatakan rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada rata – rata latihan kekuatan otot tungkai kelompok kontrol. Menyimpulkan Hasil Perhitungan Dari perhitungan di atas diperoleh tobservasi (thitung) diperoleh to senilai 4.021.65 Sd2 = 2.71 1. Oleh sebab itu hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa program latihan kekuatan otot tungkai selama dua bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu mempunyai pengaruh terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA.021. dengan demikian rata-rata latihan kekuatan otot tungkai mahasiswa FIK UNIMA setelah diberikan program latihan selama dua bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu lebih baik dari pada rata-rata latihan kekuatan otot tungkai mahasiswa sebelum latihan.1. Berdasarkan tabel nilai kritis t dengan taraf kepercayaan 95 % atau α 0. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa penerapan program latihan kekuatan otot tungkai selama dua bulan dengan frekuensi tiga kali seminggu mempunyai pengaruh terhadap kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA. maka dihitung standar deviasi gabungan (S).021.01. d. A.01 > 2.16 Sd12 = 9. ditemukan ttabel senilai 2.7121 = 5. atau dapat dikatakan .9856 = 9.05 dengan dk 38. Hal ini berarti bahwa rata-rata kemampuan smash kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada ratarata kemampuan smash kelompok kontrol dalam permainan sepak takraw. berdasarkan tabel nilai kritis t dengan taraf kepercayaan 95% atau α 0. Memasukkan Besaran Statistik ke dalam Rumus Sebelum menerapkan pada rumus Uji-t. Diketahui : n1 = 20 = 8. c.2 Sd1 = 3. ditemukan ttabel senilai 2. D. Jadi tobservasi lebih besar dari ttabel yaitu 4. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesa penelitian (HA) diterima.99 n2 = 20 = 4.021. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1. atau dapat dikatakan bahwa program latihan kekuatan otot tungkai memberikan pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan smash dalam permainan sepak takraw pada mahasiswa FIK UNIMA.01 > 2.

bahwa program latihan kekuatan tungkai memberikan pengaruh yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan smash dalam permainan sepak takraw mahasiswa FIK UNIMA. maka penulis menyarankan bahwa : 1. Dalam pembinaan dan peningkatan prestasi khususnya pada permainan sepak takraw perlu diperhatikan secara baik. Posted by afreli Tanuek on 24 Agustus 2010 in SKRIPSI. Saran 42 Dari kesimpulan hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas. Banggai kepulauan Lihat semua tulisan oleh afreli Tanuek » Komentar ditutup. Kab. lahir di desa Palapat. Buko selatan. 1.. 2. B. asal daerah Banggai. Navigasi tulisan ← Previous PostNext Post →  o o o o  o o o o Kategori Afreli Punya KESAKSIANKU SKRIPSI Uncategorized Meta Daftar Masuk RSS Entri RSS Komentar . untuk meningkatkan kemampuan smash pada permainan sepak takraw maka harus meningkatkan latihan pada otot tungkai. About these ads Suka Memuat. kec. 3. Bagi para pelatih olahraga sepak takraw serta guru maupun calon guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (guru Penjasorkes). Tinggalkan Sebuah Komentar Tentang afreli Tanuek Nama : afreli tanuek. Perlu adanya penelitian lanjutan sehubungan dengan masalah ini dan diuji.cobakan kepada sampel dan tempat yang berbeda dalam kurung waktu yang lama pula..

o  WordPress.com S « Mei S R K J S M Jan » 1 2 9 16 23 30 3 10 17 24 31 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 8 15 22 29 Agustus 2010  o o o o Kategori Afreli Punya KESAKSIANKU SKRIPSI Uncategorized .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful