P. 1
Efek Progestin Dibandingkan Dengan Pil Kontrasepsi Oral Kombinasi Pada Laktasi

Efek Progestin Dibandingkan Dengan Pil Kontrasepsi Oral Kombinasi Pada Laktasi

|Views: 3|Likes:
Published by nikkitaihsan
efek progestin untuk kontraasepsi dibanding dengan pil kombinasi terhadap laktasi
efek progestin untuk kontraasepsi dibanding dengan pil kombinasi terhadap laktasi

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: nikkitaihsan on Jul 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

EFEK PIL PROGESTIN DIBANDINGKAN DENGAN PIL KONTRASEPSI ORAL KOMBINASI TERHADAP LAKTASI

Eve Espey, MD, MPH, Tony Ogburn, MD, Lawrence Leeman, MD, MPH, Rameet Singh, MD, MPH, Katie Ostrom, MD, and Ronald Schrader, PhDEve Espey, MD, MPH, Tony Ogburn, MD, Lawrence Leeman, MD, MPH, Rameet Singh, MD, MPH, Katie Ostrom, MD, and Ronald Schrader, PhD

TUJUAN: Untuk memperkirakan efek pil progestin saja dibandingkan dengan pil kontrasepsi hormonal kombinasi pada tingkat pemberian ASI pada wanita postpartum. Hasil sekunder meliputi parameter pertumbuhan bayi, metode kelanjutan kontrasepsi, dan kepuasan pasien terdahap menyusui dan metode kontrasepsi. METODE: Wanita menyusui postpartum yang menginginkan kontrasepsi oral telah dipilih secara acak untuk mengkonsumsi pil progestin saja dan pil kontrasepsi hormonal kombinasi. Pada postpartum minggu ke-2 dan ke-8, partisipan telah menyelesaikan kuesioner yang menilai lanjutan menyusui dan pemakaian kontrasepsi. Parameter pertumbuhan bayi seperti berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi dinilai pada postpartum minggu ke-8. Kuesioner via telepon yang menilai pemberian ASI, lanjutan kontrasepsi, dan kepuasan telah diselesaikan pada minggu ke-3 sampai minggu ke-7 dan 4 dan 6 bulan. Lanjutan menyusui dibandingkan antar kelompok menggunakan Cox proportional hazard regression. Perbedaan karakteristik demografi dasar dan variabel-variabel di antara grup yang diintervensi dibandingkan menggunakan 2 tes, Fisher exact test, atau two-sample t test yang sesuai. HASIL: Tingkat kelanjutan menyusui pada minggu ke-8 (progestin saja 63.5%, hormonal kombinasi 64.1%), kelanjutan kontrasepsi , dan parameter pertumbuhan bayi tidak terlalu berbeda secara signifikan antara yang mengkonsumsi pil progestin saja dan pil kontrasepsi hormonal. Suplementasi formula bayi dan persepsi maternal terhadap suplai ASI yang tidak adekuat berhubungan dengan berkurangnya tingkat pemberian ASI di kedua kelompok. KESIMPULAN: Pemilihan pil kontrasepsi hormonal kombinasi atau progestin saja yang dikonsumsi dari postpartum minggu ke-2 tidak terlalu berpengaruh ke tingkat pemberian ASI. REGISTRASI PENELITIAN KLINIS: ClinicalTrials.gov, www.clinicaltrials.gov, NCT01465022. (Obstet Gynecol 2012;119:5–13) DOI: 10.1097/AOG.0b013e31823dc015 KEKUATAN BUKTI: I

Perawat penelitian melakukan pendekatan ke partisipan yang telah melahirkan dan mendapatkan penjelasan dari penelitian ini.INTRODUKSI Kontrasepsi pada ibu menyusui seharusnya sangat efektif dan tidak mengganggu laktasi. dan kepuasan pasien dengan pemberian ASI dan kontrasepsi yang ditentukan. makan pil kombinasi akan menjadi pilihan kontrasepsi oral utama pada wanita menyusui. hipertensi tidak terkontrol. minggu ke-2.1. termasuk riwayat tromboemboli vena. Hasil sekunder meliputi pertumbuhan bayi. dan tingginya angka kelanjutan. kelanjutan metode kontrasepsi. Kompensasi moneter $20 diberikan pada pendaftaran.9 Namun. MATERIAL DAN METODE Penelitian double-blind randomized trial dilakukan di University of New Mexico antara Januari 2005 sampai Juni 2008. . Jika pil kombinasi memiliki efek klinis yang tidak terlalu berarti terhadap menyusui.2 Pil progestin saja secara tradisional merupakan salah satu pilihan kontrasepsi oral karena diyakini pil kombinasi dapat mengurangi produksi ASI. Inisiasi dini kontrasepsi pada persalinan mengurangi kecenderungan kehamilan yang tidak terduga. dan bulan ke-2 postpartum. pil progestin saja akan cenderung menjadi pilihan pada kebanyakan ibu menyusui yang menginginkan kontrasepsi oral. Kami mendaftarkan wanita postpartum berusia 15-45 tahun yang melahirkan di University of New Mexico Hospital yang menjalani pemberian ASI. efikasi yang lebih baik. seperti sedikitnya efek samping. berencana menggunakan kontrasepsi oral sebagai metode rencana keluarga. jika pil kombinasi memang mengurangi kualitas dan kuantitas dari ASI. Tujuan kami adalah untuk memperkirakan efek pemakaian postpartum pil progestin saja dibandingkan dengan pil kombinasi terhadap kelanjutan menyusui pada postpartum minggu ke-8. 2) kelahiran preterm (kurang dari 37 minggu). atau 4) bayi baru lahir dengan anomali kongenital mayor. dan bersedia untuk mengkonsumsi pil progestin saja atau pil kombinasi secara acak. The University of New Mexico Human Research Review Committee menyetujui penelitian ini dan semua wanita telah menyetujui informed consent tertulis. Informasi penelitian ini disebarkan melalui pamflet pada kunjungan pelayanan prenatal minggu ke-35 di klinik afiliasi New Mexico Health Sciences dan berencana untuk melahirkan di The University of New Mexico Hospital.3-7 Pada ibu yang tidak menyusui. dengan total $60 untuk wanita yang menyelesaikan penelitian. atapun sakit kepala migraine kompleks. dan diduga mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. pil kombinasi diketahui memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan pil progestin saja. dan akhirnya menyebabkan pennghentian dini pemberian ASI atau buruknya pertumbuhan bayi. 3) bayi lahir kecil pada usia gestasinya (kurang dari 2500 gram) atau bayi besar pada usia gestasinya (lebih dari 4500 gram).8. Wanita dieksklusikan jika: 1) kontraindikasi medis terhadap pil kombinasi.

Mereka yang melanjutkan menyusui dan berminat untuk berpartisipasi dijadwalkan untuk kunjungan penelitian selama 2 minggu sambil secara acak mengkonsumsi medikasi penelitian. Daftar urutan pengacakan dikirim via email ke apoteker penelitian. seperti penggunaan konvensional pada umumnya. Parameter pertumbuhan bayi (berat . Kami memilih kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung norethindrone dan pil progestin saja untuk mengeliminasi efek potensial dari jenis-jenis progestin pada lanjutan kontrasepsi oral. namun secara acak mengurut urutan tugas-tugas menggunakan standard statistical software (SAS). Urutan pengacakan dihasilkan dalam 6 blok oleh biostatik pusat penelitian klinis. sel dibungkus tertutup sampai partisipan membutuhkan produk untuk hari itu. diikuti dengan 7 hari mengkonsumsi pil plasebo.10 Dosis norethindrone pada kontrasepsi oral kombinasi lebih tinggi dibandingkan di pil progestin saja. dengan urutan nomor dari 1sampai 28. untuk meyakinkan semua wanita telah memiliki akses terhadap kontrasepsi.35 mg norethindrone sehari satu kali secara oral dan kelompok pil kombinasi diberikan 1 mg norethindrone dan 0. Perawat penelitian mengingatkan apoteker penelitian ketika pengacakan dibutuhkan dan apoteker membagikan suplai awal dari medikasi yang diacak yang telah diindikasikan di daftar urutan pengacakan. Pada 2 minggu postpartum. dan riwayat pemakaian kontrasepsi. Pada saat pendaftaran. persepsi tentang suplai ASI. Dikarenakan ada 7 plasebo diantara pil kombinasi yang tidak ada di pil progestin saja. Apoteker penelitian menyediakan pak pil yang telah dibuka bungkusannya dan ditempatkan di kapsul plastik merah. partisipan menyelesaikan kuesioner. Kelompok pil progestin saja diberikan 0.035 mg ethynil estradiol (E2) sehari satu kali selama 21 hari. setiap wanita diberi amplop berisi resep tertulis kontrasepsi oral pilihan penyedia yang harus diisi apakah mereka memilih tidak mengikuti penelitian. berat badan. riwayat menyusui. termasuk kelanjutan. dan partisipan mendapatkan medikasi. dan kepuasan dalam menyusui. Pada kunjungan penelitian selama 2 minggu. supplementasi dengan formula. para wanita menyelesaikan kuesioner tentang kemajuan menyusui. menugaskan partisipan untuk penatalaksanaan yang tersedia selanjutnya. partisipan kembali ke University of New Mexico Hospital dan menemui perawat penelitian. penilaian pertumbuhan bayi sudah dilakukan. Semua pil ditempatkan di dispenser pil bulanan untuk menyamarkan tampilannya. Setelah diisi oleh apoteker penelitian. riwayat merokok. dan lingkar kepala (oksipitofrontal) didapatkan menggunakan skala study-dedicated sepanjang partisipasi pasien untuk mencegah inkonsistensi pengukuran. Mereka yang tidak melanjutkan menyusui atau yang tidak ingin berpartisipasi didorong untuk memulai kontrasepsi dan follow-up dengan kunjungan postpartum rutin. partisipan dihubungi lewat telefon. yang memiliki akses terhadap pengacakan informasi untuk durasi penelitian.Partisipan menyelesaikan kuesioner yang termasuk karakteristik pasien seperti tipe asuransi. Pengukuran panjang badan bayi. apoteker yakin sel-sel diisi dalam urutan yang benar. Pengacakan terdiri dari memaksakan masing-masing blok yang terdiri dari 6 identifikasi partisipan untuk memiliki tiga tugas penatalaksanaan dari masing-masing dari 2 grup. Seminggu postpartum. Pada kunjungan ini.

Kalkulasi berdasarkan asumsi dimana 50% wanita masih melanjutkan menyusui di minggu ke-8 postpartum dan penelitian ini memiliki kekuatan dengan rasio hazard sebesar 2. Hasil sekunder yang kami ukur adalah berat badan dan panjang badan bayi. Perawat penelitian menginstruksikan partisipan tentang pentingnya mengkonsumsi pil dengan urutan yang sesuai. Perbedaan karakteristik demografi dasar dan variabel-variabel antara 2 kelompok yang diintervensi dibandingkan dengan tes X2. Poin kedua termasuk laju menyusui pada bulan ke4 dan bulan ke-6 postpartum. Seluruh personil penelitian dan partisipan benar-benar tidak mengetahui berapa durasi penelitian dari tugas tatalaksana. Kami memilih minggu ke-8 karena pada saat itu merupakan waktu dimana diprediksi akan muncul efek negatif dari kontrasepsi oral pada kelanjutan menyusui. berat badan. Partisipan ditelpon setiap minggu oleh perawat penelitian di antara minggu ke-3 dan minggu ke-7 postpartum dan menyelesaikan kuesioner verbal yang mengacu tentang kepuasan menyusui.2. dan lingkar kepala) didapatkan dan diplot ke dalam kurva. tes Fisher. dan kelanjutan dan kepuasan terhadap metode kontrasepsi.05. Analisis tambahan memeriksa alasanalasan menghentikan pemberian ASI. menghentikan kontrasepsi oral dan suplementasi makanan bayi dengan formula. Mengantisipasi kehilangan follow-up 20%. dan lingkar kepala bayi dicatat dan diplot ke kurva pertumbuhan. dan kepuasan pada kontrasepsi. Partisipan menerima suplai tambahan untuk 4 bulan ke depan.badan. Hasil primer yang kami ukur adalah kelanjutan menyusui pada wanita yang mengkonsumsi pil progestin saja dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi pil kombinasi pada minggu ke-8 postpartum. pemakaian formula suplemen. Analisis statistik dibantu dengan SAS 9. tinggi badan. Model survival digunakan untuk analisis hasil primer durasi menyusui. Kode acak dibuka dan dilihat oleh peneliti hanya setelah perekrutan partisipan dan pengumpulan data selesai. Panjang badan. atau tes 2 sampel t. partisipan kembali ke rumah sakit untuk kunjungan follow-up dan menyelesaikan kuesioner yang diberikan perawat yang hampir sama dengan kuesioner telpon. Pada 2 bulan postpartum. Partisipan dihubungi via telpon pada bulan ke-4 dan bulan ke-6 dan menyelesaikan kuesioner yang sama. mengindikasikan bahwa 120 partiipan dibagi rata ke dua grup akan menghasilkan kekuatan 80% pada tingkat signifikasi dua arah sebesar 5% untuk mendeteksi perbedaan kelanjutan menyusui pada 35% kelompok pil kombinasi dengan 60% kelompok pil progestin saja pada minggu ke-8 postpartum. angka partisipan ditingkatkan menjadi 150 partisipan. Para wanita mendapatkan kontrasepsi oral yang telah disamarkan sebelumnya untuk 8 minggu pada kunjungan ini dan perawat penelitian menyaksikan para wanita mengkonsumsi pil pertama. Kelanjutan menyusui antara 2 kelompok dibandingkan dengan menggunakan regresi Cox proporsional hazard menyesuaikan untuk kovariat waktu suplementasi formula (disuplementasi dengan . Signifikansi untuk semua analisis yaitu P<. Kalkulasi ukuran sampel berdasarkn dengan tujuan penelitian primer. Perekrutan ditingkatkan menjadi 200 wanita karena tingginya perkiraan kehilangan partisipan antara pendaftaran dan pengacakan.

64 menerima pil kombinasi dan 63 menerima pil progestin saja. Tujuh puluh pasien yang terdaftar tidak diacak. riwayat kontrasepsi oral yang bervariasi dan riwayat menyusui (dimana ada ketidakseimbangan kelompok pada baseline) dimasukkan sebagai kovariat. Tidak ada imputasi data yang sama yang diperlukan untuk hasil utama dari durasi menyusui. Kelompok tatalaksana sesuai sebagai faktor di model. memungkinkan waktu sampai berhenti menyusui menjadi diperlakukan sebagai variabel kontinu. jumlah perempuan menyusui secara eksklusif dan jumlah perempuan yang dianggap suplai ASI tidak adekuat tidak berbeda antar kelompok (Tabel 1). Analisis survival menunjukkan tidak ada perbedaan dalam hasil primer kelanjutan menyusui antara dua kelompok kontrasepsi oral selama 6 bulan penuh follow up (Gambar 2). sedangkan pengguna pil progestin saja lebih cenderung telah menyusui sebelumnya (Tabel 1). kecuali bahwa pengguna pil kombinasi lebih cenderung menggunakan kontrasepsi oral sebelumnya. 127 (63%) tetap memenuhi syarat dan diacak. 63. HASIL Sebanyak 197 wanita postpartum yang memenuhi kriteria inklusi telah terdaftar sebelum pulang dari rumah sakit. Hasil dari peserta penelitian dirangkum dalam diagram alir (Gambar 1). Tidak ada protokol penyimpangan terjadi. Untuk waktu kovariat yang bervariasi. Meskipun penelitian dinilai pada minggu ke-8 post partum. Data durasi menyusui disensor dari 2 sumber: wanita masih menyusui pada akhir penelitian dan wanita yang ikut penelitian beberapa minggu namun kehilangan follow up sebelum 6 bulan. Suplementasi menyusui ibu dengan rumus ("suplementasi") atau kesaadaran ibu terhadap tidak adekuatnya suplai ASI ("kesadaran ASI") adalah prediksi dari berhentinya menyusui . analisis survival menggunakan jangka waktu follow-up 6 bulan penuh. Pada 2 minggu postpartum. Wanita yang tidak diacak kebanyakan bukan lulusan SMA dan tidak bekerja. Pada panggilan telepon minggu ke-1. tanggal yang tepat untuk penghentian menyusui ditentukan oleh pewawancara. Karakteristik pasien serupa antara kedua kelompok. tidak seperti mereka yang diacak (Tabel 1). sebelum memulai mengkonsumsi pil. nilai terakhir yang tersedia diambil. ketika ada nilai yang hilang untuk jangka waktu tertentu. Pengukuran kelanjutan kontrasepsi oral dan kepuasan dinilai dengan regresi logistik setelah menyesuaikan dengan penggunaan terakhir kontrasepsi oral. Tes dua sampel t digunakan untuk menganalisis dua kelompok untuk pengukuran panjang badan dan berat badan bayi. peserta yang berhenti menyusui sebelum 8 minggu dihentikan dari penelitian dan parameter pertumbuhan bayi tidak diperoleh pada 8 minggu. Meskipun waktu kontak yang terpisah (minggu 2-8 dan bulan 4 dan 6). paling sering karena mereka tidak menepati janji follow up mereka.8% dari semua peserta studi secara eksklusif dan 22% dirasakan suplai tidak adekuat.suplementasi formula) dan produksi ASI yang adekuat (persepsi wanita dimana produksi ASI adekuat pada saat kontak dengan bayi).

1% wanita di kelompok pil kombinasi dan 63. maupun lingkar kepala (P=.79) (Gambar. jumlah perempuan yang melanjutkan menyusui antara kedua kelompok tidak berbeda: 64. Pada wanita yang menghentikan memberikan ASI.99). yaitu 44% dari kelompok pil progestin saja dan 55% dari . baik dalam persentase perubahan berat badan (P=.5% wanita di kelompok pil progestin saja masih menyusui (gambar 3) Selama periode 8 minggu penelitian. parameter pertumbuhan pada bayi tidak berbeda diantara kelompok yang ada.41). persentase wanita menyusui tidak berbeda pada mereka yang menggunakan pil kontrasepsi.(Tabel 2). jumlah wanita yang tidak melanjutkan follow up tidak berbeda antara kedua kelompok pada minggu ke 8 (P=. Diantara mereka yang melanjutkan menyusui sampai minggu ke 8. Pada akhir 8 minggu. panjang badan (P=. Pada titik waktu mingguan antara kunjungan minggu ke 2 dan 8.4).56). Alasan untuk berhenti menyusui atau berhenti menggunakan pil kontrasepsi pada kedua kelompok selama 6 bulan penelitian tidak berbeda (Tabel 3). Selain itu. Kotak keterangan pada Gambar 4 menunjukan adanya overlap distribusi variabel-variabel yang jelas pada kedua kelompok. 98% partisipan yang memakai pil kombinasi dan 100% partisipan yang memakai pil progestin saja melanjutkan konsumsi pil kontrasepsi (Gambar 3).

penggunaan kontrasepsi oral. . atau suplementasi dengan susu formula (P>. persepsi suplai ASI yang adekuat.kelompok pil kombinasi diperoleh informasi bahwa penghentian pemberian ASI dilakukan akibat anggapan tidak adanya suplai ASI (P=. Pada minggu ke 8. semua wanita yang melanjutkan pemberian ASI menunjukan kepuasan terhadap kontrasepsi oral yang digunakan dan 93% pengguna pil kombinasi serta 95% pengguna pil progestin saja menunjukan kepuasan terhadap pemberian ASI. Alasan lain yang diberikan untuk penghentian pemberian ASI atau penggunaan kontrasepsi oral ditunjukan Tabel 3. Tidak ada kehamilan yang dilaporkan selama 8 minggu pertama pada wanita yang melanjutkan penelitian dan dan tidak ada efek merugikan yang dilaporkan selama 6 bulan penuh periode follow up.05). Pada minggu ke-2 dan minggu ke 8. Pada wanita yang menghentikan konsumsi kontrasepsi oral. kedua kelompok tidak menunjukan perbedaan akan kepuasan terhadap pemberian ASI.80). 23% pengguna pil progestin saja dan 21% pengguna pil kombinasi melaporkan penghentian diakibatkan oleh dugaan efek negatif kontrasepsi oral yang digunakan terhadap suplai ASI.

Bahkan pada 2 minggu postpartum. hanya 28.11 Meskipun 64% partisipan penelitian acak kami menyusui pada 8 minggu. namun hanya 60% yang menyusui melalui sampai 2 bulan postpartum.12. sebanding dengan temuan tingkat pemberian ASI eksklusif umumnya rendah pada wanita AS antara 6 dan 12 minggu postpartum. 84% perempuan di New Mexico menginisiasi menyusui. Alasan yang dikutip dalam menghentikan menyusui tidak berbeda antara kedua kelompok. Secara keseluruhan. Kami menemukan bahwa pengenalan suplementasi dengan formula atau dirasakan kurangnya pasokan susu berkorelasi dengan penghentian menyusui.DISKUSI Kami menemukan bahwa durasi menyusui dan pertumbuhan bayi tidak berbeda antara perempuan yang menggunakan pil progestin saja dibandingkan dengan pil kombinasi pada 2 minggu postpartum. sedangkan jenis pil kontrasepsi oral yang digunakan tidak berpengaruh. 13 . sekitar sepertiga dari wanita sudah disuplementasi dengan formula dan seperlima wanita merasa suplai ASI tidak memadai. Angka menyusui pada 8 minggu dalam studi kami adalah serupa dengan data yang ditemukan di New Mexico Pregnancy Risk Assessment Monitoring System. persepsi ibu terhadap suplai susu yang tidak memadai adalah alasan yang paling umum dikutip.3% secara eksklusif.

14-16 Yang paling kuat adalah percobaan kuasi-acak tahun 1988. pemberian ASI.14 Penelitian sebelumnya. menunjukkan beberapa perbedaan dalam tingkat pemberian ASI dan hanya sedikit perbedaan dalam bayi dan anak.15 Selain itu. 5 Penelitian kami memiliki keterbatasan.3-7. Temuan kami menyoroti kebutuhan untuk uji coba terkontrol secara .4. beberapa penelitian menunjukkan tingkat kehamilan lebih rendah pada wanita yang menggunakan pil progestin saja. dibatasi oleh kelemahan metodologis.Penelitian lain telah memeriksa efek kontrasepsi hormonal terhadap laktasi dan pertumbuhan telah menunjukkan hasil yang bervariasi. Ukuran sampel dihitung untuk mengidentifikasi perbedaan 25% dalam kelanjutan menyusui pada 2 bulan antara kedua kelompok penelitian. dan alasan untuk berhenti menyusui.3 -5. pil progestin saja dibandingkan dengan pil kombinasi terdapat volume ASI yang lebih rendah dalam kelompok pil kombinasi tetapi tidak ada perbedaan antara kelompok dalam hal pertumbuhan bayi.

Meskipun wanita yang secara acak mengkonsumsi pil progestin saja lebih cenderung telah menyusui sebelumnya. dari efek pada pengurangan durasi menyusui. Mengingat luasnya suplementasi awal menyusui dengan susu formula dalam populasi kami. tidak kurang. Alat kontrasepsi oral kombinasi yang digunakan dalam penelitian ini mengandung 35 mikrogram etinil E2. hasil kami mendukung kelayakan studi seperti ini. dosis tertinggi yang umum digunakan saat ini. Tingginya angka follow-up yang hilang dalam penelitian kami dijelaskan sebagian oleh perekrutan banyak peserta dari klinik yang melayani populasi wanita yang tidak berdokumen dan mobile.acak yang besar dengan tujuan untuk menunjukkan persamaan antara pil progestin saja dan pil kombinasi. Kurangnya efek pada menyusui meyakinkan berkaitan dengan formulasi yang mengandung jumlah yang lebih rendah dari etinil E2. hasil kami hanya berlaku untuk wanita dengan siap dengan susu formula. tidak mungkin bahwa perbedaan ini berdampak pada hasil penelitian. yang umumnya Hispanik dan tanpa sumber pembayaran diidentifikasi untuk perawatan kesehatan. hasilnya mungkin tidak berlaku di luar populasi pasien dipelajari. Kriteria kelayakan medis pada penggunaan kontrasepsi . Selain itu. mereka cenderung akan memiringkan hasil untuk menunjukkan lebih. Rekomendasi untuk menggunakan atau menghindari pil kombinasi pada wanita menyusui postpartum bervariasi.

18 ini Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan kategori 4 (tidak dapat diterima Risiko kesehatan) untuk inisiasi pil kombinasi dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kategori 3 (risiko teoritis atau terbukti biasanya lebih besar daripada keuntungan) untuk inisiasi pil kombinasi dari 6 minggu sampai 6 bulan terutama menyusui women. Morton J. review Cochrane menyimpulkan bahwa data saat ini tidak cukup untuk membuat rekomendasi tentang pengaruh kontrasepsi hormonal pada kualitas dan kuantitas susu karena kurangnya metodologis suara trials. Geneva (Switzerland): World Health Organization. Schanler RJ. Gartner LM.20 Pada tahun 2010. 2007. Pediatrics 2005. O’Hare D.19 Rekomendasi dari Rencana Internasional Parenthood Federation mirip dengan orang-orang dari Kesehatan Dunia Organization.bh inisiasi pada 21-29 hari untuk perempuan berisiko rendah untuk tromboemboli berperingkat kategori 3 (risiko teoritis atau terbukti umumnya lebih besar daripada keuntungan) karena kekhawatiran tentang efek negatif pada menyusui.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat baru saja memperbarui pedoman tentang inisiasi pil kombinasi untuk wanita postpartum berdasarkan bukti bahwa peningkatan risiko tromboemboli muncul sampai 21 hari pascapersalinan. 2. Horta B. Victora C.21 Kurangnya literatur terbaru tentang efek kontrasepsi hormonal kombinasi pada menyusui mengejutkan mengingat popularitas di seluruh dunia kontrasepsi oral kombinasi dan pentingnya dan prevalensi menyusui. maka wanita yang menginginkan kontrasepsi oral harus didorong untuk menggunakan pil kombinasi. Miller GH.35:44 –50. Data kami meyakinkan bahwa pil kombinasi tidak memiliki pengaruh besar pada kelanjutan menyusui atau pertumbuhan bayi.22 Penelitian ini menunjukkan kelayakan studi kesetaraan yang lebih besar untuk menjelaskan pengaruh klinis kombinasi penggunaan kontrasepsi oral pada laktasi.115:496–506.17 The American College of Obstetricians dan Gynecologists mendukung recommendation. Lawrence RA. dan inisiasi di lebih dari 42 hari berperingkat kategori 2 (keuntungan umumnya lebih besar daripada risiko teoritis atau terbukti) . Lactation and genital involution effects of a new low-dose oral contraceptive on breast-feeding mothers and their infants. Jika. Pada wanita postpartum yang menyusui. systematic review and metaanalysis. Bahl R. et al. Breastfeeding and the use of human milk. dimulai tidak lebih awal dari 21 hari postpartum karena efektivitasnya lebih besar dan konsekuensi negatif kehamilan yang tidak diinginkan. Obstet Gynecol 1970. inisiasi sebelum 21 hari berada di kategori 4 (resiko kesehatan yang tidak bisa diterima). Evidence of the long-term effects of breastfeeding. REFERENSI 1. 3. . tidak ada perbedaan dalam efek hanya progestin pil dibandingkan dengan pil kombinasi pada menyusui hasil kelanjutan atau bayi. Martines J. Hughes LR. Naylor AJ. seperti penelitian kami menunjukkan.

Fertility regulation in nursing women: IV. 12. et al. World Health Organization (WHO) Task Force on Oral Contraceptives. 16. Bloemenkamp K. New Mexico Pregnancy Risk Assessment Monitoring System (PRAMS) Surveillance Report 2008. Diaz S.htm#tab1.19:361–9.4. MMWR July 2011 update to CDC’s U. 7. Herreros C. gov/breastfeeding/data/NIS_data/index. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2011. Kulier R. Effect of an oral contraceptive immediately postpartum on initiation of lactation. Nelson AL. Effects of hormonal contraceptives on breast milk composition and infant growth. CDC National Immunization Survey. Potts M. Contraceptive technology. 20th edition. Contraception 1983. Available at: http://www. Higgins JE. Available at: http://nmhealth. Contraception 1983. Hatcher RA. Types of progestogens in combined oral contraception: effectiveness and sideeffects. Becker C. medical eligibility criteria for contraceptive use. Juez G. Retrieved July 30. 15. The effects of a progestinonly oral contraceptive (levonorgestrel 0. Contraception 1993.cdc. DOI: 10. Breastfeeding Among U. 2011. Kaern T. Rosman AW. New York (NY): Ardent Media. 9.html.pdf. Nelson AL. McCann MF.S. Peralta O. 34443–57. No. Casado ME. 11. Mellbin T. Herreros C. 6. Moggia AV. 8. Nygren KG. Croxatto HB. Am J Obstet Gynecol.47:23–35. Dunson TR. Retrieved May 9. et al. 2008.27:13 25. Lawrie TA. Valentin J. Longterm influence of a low-dose combined oral contraceptive initiated at day 30 postpartum upon lactation and infant growth. Impact of early postpartum administration of progestinonly hormonal contraceptives compared with nonhormonal contraceptives on shortterm breast-feeding patterns. Contraception 1989.cdc. Children Born 1999–2007. Stud Fam Plann 1988. 5. To use or not use combined hormonal oral contraceptives during lactation. Nilsson S. Br Med J.186:1250–6. Hofvander Y. 33. 10.27: 1–11.org/erd/pdf/DOHPRAMS2008. Gu¨ lmezoglu AM. 1. Retrieved May 9. Fam Plann Perspect 1994. Maitra NK.pub2. Juez G. World Health Organization (WHO) Task Force on Oral Contraceptives. 2011. Issue 5.S. 17. Diaz S. Shortterm influence of a low-dose combined oral contraceptive upon lactation and infant growth. 1967. Halderman LD. 26:26 –30. Erwin PC.3:644 –5. Contraception 1986. Grubb GS. Available at: http://www. Sundelin C.: CD004861. 13. 2010: revised recommendations for the use of contraceptive methods during the postpartum period. Art.03 mg) on breast-feeding.CD004861. Salvatierra AM. McLaurin VL. Casado ME.1002/14651858. Long-term follow-up of children breast-fed by mothers using oral contraceptives.40:635–48. et al. Trussell J. 2002. Fertility regulation in nursing women: III. A multicenter clinical trial of a progestin-only oral contraceptive in lactating women. Peralta O. 2011.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6026a3. Helmerhorst FM. 14. .

22.cfm.39:18 – 38.: CD003988. 21. 3rd edition. Available at http://whqlibdoc. 19. The effects of unintended pregnancy on infant.CD003988. pdf. Use of hormonal contraception in women with coexisting medical conditions.ippf. Art.1002/14651858. Retrieved November 10. Stud Family Plann 2008. child. Combined hormonal versus nonhormonal versus progestin-only contraception in lactation. 73. Koenig MA.org/publications/educational_bulletins/pb073. Available at http://www. International Planned Parenthood Federation: directory of hormonal contraceptives medical and service delivery guidelines. WHO medical eligibility criteria. American College of Obstetricians and Gynecologists. Gipson JD. DOI: 10. 2009.int/publications/2010/9789241563888_eng. Grimes DA. 2004. Gallo MF. 2010. ACOG Practice Bulletin No.pdf.acog. Schulz KF.18. Hindin MJ. Truitt ST. Retrieved November 10. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2003. 4th edition. 2011.org/NR/rdonlyres/DD4055C9-8125-474A-9EC9C16571DD72F5/0/medservdelivery04. and parental health: a review of the literature. Lopez LM. Retrieved June 10. 2010. No. 20. Issue 2. . Fraser AB. Available at http://www.who.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->