BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rumah

2.1.1. Pengertian Rumah Setiap manusia dimanapun berada membutuhkan tempat untuk tinggal yang disebut rumah. Rumah berfungsi sebagai tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga, tempat berlindung dan menyimpan barang berharga, dan rumah juga merupakan status lambang sosial (Mukono, 2000). Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia dan juga merupakan determinan kesehatan masyarakat. Karena itu pengadaan perumahan merupakan tujuan fundamental yang kompleks dan tersedianya standar perumahan merupakan isu penting dari kesehatan masyarakat. Perumahan yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan sehingga penghuninya tetap sehat. Perumahan yang sehat tidak lepas dari ketersediaan prasarana dan sarana yang terkait, seperti penyediaan air bersih, sanitasi pembuangan sampah, transportasi, dan tersedianya pelayanan sosial (Krieger and Higgins, 2002). Menurut Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 1992 menjelaskan bahwa rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempa ttinggal dan sarana pembinaan keluarga. Menurut WHO (2004), rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan keluarga dan individu.

Universitas Sumatera Utara

 

Menurut Dinas Perumahan dan Pemukiman RI (2008), rumah adalah rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah dari bahaya atau gangguan kesehatan, sehingga memungkinkan penghuni memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Menurut WHO (2004), rumah sehat dapat diartikan rumah berlindung, bernaung, dan tempat untuk beristirahat, sehingga menimbulkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani, sosial. 2.2. Standar Rumah Sehat Menurut Depkes RI (2002), ada beberapa prinsip standar rumah sehat. Prinsip ini dapat dibedakan atas dua bagian : 1. Yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan, terdiri atas : a. Perlindungan terhadap penyakit menular, melalui pengadaan air minum, sistem sanitasi, pembuangan sampah, saluran air, kebersihan personal dan domestik, penyiapan makanan yang aman dengan struktur rumah yang aman dengan memberi perlindungan. b. Perlindungan terhadap trauma/benturan, keracunan dan penyakit kronis dengan memberikan perhatian pada struktur rumah, polusi udara rumah, polusi udara dalam rumah, keamanan dari bahaya kimia dan perhatian pada pnggunaan rumah sebagai tempat bekerja.

Universitas Sumatera Utara

 

c. Stress psikologi dan sosial melalui ruang yang adekuat, mengurangi privasi, nyaman, memberi rasa aman pada individu, keluarga dan akses pada rekreasi dan sarana komunitas pada perlindungan terhadap bunyi. 2. Berkaitan dengan kegiatan melindungi dan meningkatkan kesehatan terdiri atas : a. Informasi dan nasehat tentang rumah sehat dilakukan oleh petugas kesehatan umumnya dan kelompok masyarakat melalui berbagai saluran media dan kampanye. b. Kebijakan sosial ekonomi yang berkaitan dengan perumahan harus mendukung penggunaan tanah dan sumber daya perumahan untuk memaksimalkan aspek fisik, mental dan sosial. c. Pembangunan sosial ekonomi yang berkaitan dengan perumahan dan hunian harus didasarkan pada proses perencanaan, formulasi dan pelaksanaan kebijakan publik dan pemberian pelayanan dengan kerjasama intersektoral dalam manajemn dan perencanaan pembangunan, perencanaan perkotaan dan penggunaan tanah, standar rumah, disain, dan konstruksi rumah, pengadaan pelayanan bagi masyarakat dan monitoring serta analisis situasi secara terus menerus. d. Pendidikan pada masyarakat profesional, petugas kesehatan, perencanaan dan penentuan kebijakan akan pengadaan dan penggunaan rumah sebagai sarana peningkatan kesehatan. e. Keikutsertaan masyarakat dalam berbagai tingkat melalui kgiatan mandiri diantara keluarga dan perkampungan.

Universitas Sumatera Utara

jendela kamar tidur. permukaan lantai harus rata dan mudah dibersihkan. 2. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasanan lantai adalah : a.pasir. jendela ruang keluarga dan ruang tamu. dinding. seperti tanah tercampur kapur dan semen. Bahan untuk lantai biasanya digunakan ubin.1. dan kapur. dapur dan pencahayaan dan aspek perilaku. semen. indikator rumah yang dinilai adalah komponen rumah yang terdiri dari : langit-langit.kayu plesteran. lantai. pembukaan jendela ruang keluarga. Lantai anah stabilitas Lantai tanah stabilitas terdiri dari tanah. ventilasi. tidak mudah aus. pembersihan rumah dan halaman. atau bambu dengan syarat-syarat tidak licin. Universitas Sumatera Utara . 2. Lantai Lantai harus cukup kuat untuk manahan beban di atasnya. Sekurang-kurangnya 60 cm diatas tanah dan ruang bawah tanah harus ada aliran air yang baik.  Menurut Depkes RI (2002). Lantai papan Pada umumnya lantai papan dipakai di daerah basah/rawa. stabil tidak lentur waktu diinjak. Aspek perilaku penghuni adalah pembukaan jendela kamar tidur. yang terdiri dari: 1. dan untuk mencegah masuknya air kedalam rumah sebaiknya lantai dinaikkan 20 cm dari permukaan tanah.2. Komponen Rumah 1.

3. 2. Universitas Sumatera Utara . sehingga dinding tembok terhindar dari basah dan lembab dan tampak bersih tidak berlumut. Lantai harus disusun dengan rapi dan rapat satu sama lain.sehingga tidak ada lubang-lubang ataupun lekukan dimana debu bisa bertepuk. Dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan air rapat air sekurangkurangnya 15 cm di bawah permukaan tanah sampai 20 cm di atas lantai bangunan.  b.dapat mudah dibersihkan dan tidak dapat mudah dirusak rayap. Lantai ubin Lantai ubin adalah lantai yang terbanyak digunakan pada bangunan perumahan karena : Lantai ubin murah/tahan lama. 2. agar air tanah tidak dapat meresap naik keatas. Untuk kayu-kayu yang tertanam dalam air harus yang tahan air dan rayap serta untuk konstruksi diatasnya agar digunakan lantai kayu yang telah dikeringkan dan diawetkan. c. beban tekanan angin. Lebih baik jika lantai seperti ini dilapisi dengan perlak atau kampal plastik ini juga berfungsi sebagai penahan kelembaban yang naik dari dikolong rumah. dan bila sebagai dinding pemikul harus pula dapat memikul beban diatasnya. Dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat sendiri. Dinding Adapun syarat-syarat untuk dinding antara lain: 1.

Adapun persyaratan untuk langit-langit yang baik adalah: a.batu tersusun tegak diatas lubang harus dipasang balok lantai dari beton bertulang atau kayu awet. 3. Untuk menahan debu yang jatuh dan kotoran yang lain juga menahan tetesan air hujan yang menembus melalui celah-celah atap. Untuk memperkuat berdirinya tembok ½ bata digunakan rangka pengkaku yang terdiri dari plester-plester atau balok beton bertulang setiap luas 12 meter. Langit-langit harus menutup rata kerangka atap kuda-kuda penyangga dengan konstruksi bebas tikus. bila lebarnya kurang dari 1 m dapat diberi susunan batu tersusun tegak diatas batu. Untuk membuat ruangan antara yang berguna sebagai penyekat sehingga panas atas tidak mudah menjalar kedalam ruangan dibawahnya. Langit-langit harus dapat menahan debu dan kotoran lain yang jatuh dari atap. c. Langit – langit Dibawah kerangka atap/ kuda-kuda biasanya dipasang penutup yang disebut langit-langit yang tujuannya antara lain: 1.  3. sehingga ruangan terlihat rapi dan bersih. Lubang jendela dan pintu pada dinding. Tinggi langit-langit sekurang-kurangnya 2. 3. 4. Langit-langit kasaunya miring sekurang-kurangnya mempunyai tinggi rumah 2. b.dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah titik kurang dari 1.75m Universitas Sumatera Utara . 2. Untuk menutup seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangga agar tidak terlihat dari bawah.40 dari permukaan lantai d.40 m.

oleh karena itu harus dipilih penutup atap yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Rapat air serta padat dan Letaknya tidak mudah bergeser 2. Ruang cuci dan ruang kamar mandi diperbolehkan sekurang kurangnya sampai 2. dapur. dengan tujuan agar setiap penghuninya merasa nikmat dan merasa betah tinggal di rumah tersebut. kamar mandi. kamar tidur. Pembagian Ruangan Telah dikemukakan dalam persyaratan rumah sehat. tempat berekreasi dan tempat beristirahat. tempat cuci pakaian.40 m. Maksud utama dari pemasangan atap adalah untuk melindungi bagian-bagian dalam bangunan serta penghuninya terhadap panas dan hujan. Pada bidang atap miring mendaki paling banyak digunakan penutup/atap genteng karena harga rumah dan cukup awet. Tidak mudah terbakar dan bobotnya ringan dan tahan lama Bentuk atap yang biasa digunakan ialah bentuk atap datar dari konstruksi beton bertulang dan bidang atap miring dari genteng. Adapun syarat-syarat pembagian ruangan yang baik adalah sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara . 4. 5. seng gelombang atau asbes semen gelombang. jamban. bahwa rumah sehat harus mmpunyai cukup banyak ruangan-ruangan seperti : ruang duduk/ruang makan. Atap Secara umum konstruksi atap harus didasarkan kepada perhitungan yang teliti dan dapat dipertanggung jawabkan kecuali untuk atap yang sederhana tidak disyaratkan adanya perhitungan-perhitungan.  e. sirap.

Kamar Mandi dan jamban keluarga a. tempat cuci peralatan dan air bersih. Tersedianya jumlah kamar/ruangan kediaman yang cukup dengan luas lantai sekurang-kurangnya 6 m2 agar dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk melakukan kgiatan kehidupan. 14 m2 bila digunakan 2 orang.5 m2. 4. Memilih tata ruangan yang baik. dalam hal ini harus dipisah. Adanya pemisah yang baik antara ruangan kamar tidur kepala keluarga (suami istri) dengan kamar tidur anak-anak.  1. 6. luas dapur tidak boleh kurang dari 3 m2. alat-alat masak. (c) Di dapur harus tersedia alat-alat pengolahan makanan. baik laki-laki maupun perempuan. Bila tidak Universitas Sumatera Utara . (d) Didapur harus tersedia tempat penyimpanan bahan makanan. terutama anak-anak yang sudah dewasa. Dapur (a) Luas dapur minimal 14 m2 dan lebar minimal 1. Setiap kamar mandi dan jamban paling sedikit salah satu dari dindingnya yang berlubang ventilasi berhubungan dengan udara luar. Atau makanan yang siap disajikan yang dapat mencegah pengotoran makanan oleh lalat. agar memudahkan komunikasi dan perhubungan antara ruangan didalam rumah dan juga menjamin kebebasan dan kerahasiaan pribadi masing-masing terpenuhi. maka luas lantai tidak boleh kurang dari 11 m2 untuk 1 orang. debu dan lain-lain dan mencegah sinar matahari langsung. 3. (b) Bila penghuni tersebut lebih dari 2 orang. 2. Bila ruang duduk digabung dengan ruang tidur. 5.

Caranya ialah dengan memasukkan Universitas Sumatera Utara . c. 2. Berkurangnya kadar oksigen diudara dalam ruangan kediaman. dkk. kelembaban udara dalam ruang kediaman bertambah karena penguapan air dan kulit pernafasan manusia. 6. sehingga tidak mengotori ruangan lain. 5. Pengaruh-pengaruh buruk itu ialah (Sanropie. Pada setiap kamar mandi harus bersih untuk mandi yang cukup jumlahnya. Jamban harus berleher angsa dan 1 jamban tidak boleh dari 7 orang bila jamban tersebut terpisah dari kamar mandi. b. pakaian dan mulut manusia. Bertambahnya kadar asam karbon (CO2) dari pernafasan manusia. Ventilasi Ventilasi adalah proses penyediaan udara segar kedalam suatu ruangan dan pengeluaran udara kotoran suatu ruangan tertutup baik alamiah maupun secara buatan. 3. 1989) : 1.  harus dilengkapi dengan ventilasi mekanis untuk mengeluarkan udara dari kamar mandi dan jamban tersebut. Bau pengap yang dikeluarkan oleh kulit. Suhu udara dalam ruangan naik karena panas yang dikeluarkan oleh badan manusia. Ventilasi harus lancar diperlukan untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan kesehatan manusia pada suatu ruangan kediaman yang tertutup atau kurang ventilasi. 4. Dengan adanya ventilasi silang (cross ventilation) akan terjamin adanya gerak udara yang lancar dalam ruang kediaman.

tetapi jangan pula terlalu sedikit. karena gerak angin atau udara angin yang berlebihan meniup badan seseorang. dan selanjutnya menyebabkan gangguan kesehatan.95 diatas permukaan lantai. Diberi lubang hawa atau saluran angin pada ban atau dekat permukaan langit-langit (ceiling) yang luas bersihnya sekurang-kurangnya 5% dari luas lantai yang bersangkutan. Jendela/lubang angin itu harus meluas kearah atas sampai setinggi minimal 1. dan setengah dari jumlah luas jendela/lubang itu harus dapat dibuka. yang antara lain : masuk angin. pilek atau kompilasi radang saluran pernafasan. Tetapi gerak udara ini harus dijaga jangan sampai terlalu besar dan keras. Universitas Sumatera Utara . Untuk menghindari akibat buruk ini . akan mengakibatkan penurunan suhu badan secara mendadak dan menyebabkan jaringan selaput lendir akan berkurang sehingga mengurangi daya tahan pada jaringan dan memberikan kesempatan kepada bakteri-bakteri penyakit berkembang biak. sekurang-kurangnya terdapat satu atau lebih banyak jendela/lubang yang langsung berhubungan dengan udara dan bebas dari rintangan-rintangan. jumlah luas bersih jendela/lubang itu harus sekurang-kurangnya sama 1/10 dari luas lantai ruangan.  kedalam ruangan udara yang bersih dan segar melalaui jendela atau lubang angin di dinding. Gejala ini terutama terjai pada orang yang peka terhadap udara dingin. maka jendela atau lubang ventilasi jangan terlalu besar/banyak. sedangkan udara kotor dikeluarkan melalui jendela/lubang angin di dinding yang berhadapan. Pemberian lubang hawa/saluran angin dekat dengan langit-langit bergua sekali untuk mengluarkan udara panas dibagian atas dalam ruangan tersebut. Agar dalam ruang kediaman.

Pencahayaan alam Pencahayaan alam diperoleh dengan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan melalaui jendela.  Ketentuan luas jendela/lubang angin tersebut hanya sebagai pedoman yang umum dan untuk daerah tertentu. 7. Penerangan ini dapat diperoleh dengan pengaturan cahaya buatan dan cahaya alam. Pencahayaan Menurut Sanropie. dkk (1989) dalam Mukono (2000) bahwa cahaya yang cukup kuat untuk penerangan didalam rumah merupakan kebutuhan manusia. harus disesuaikan dengan keadaan iklim daerah tersebut. Sinar sebaiknya tidak terhalang oleh bangunan. Untuk memperbaiki keadaan udara dalam ruangan. maka jumlah luas bersih jendela. fan atau exhauster). maka luas jendela/lubang angin dapat dikurangi sampai dengan 1/20 dari luas ruangan. pohon-pohon maupun tembok pagar yang Universitas Sumatera Utara . Sedangkan untuk daerah pantai laut dan daerah rendah yang berhawa panas dan basah. sehingga udara dalam ruangan akan berbau pengap. Jika ventilasi alamiah untuk pertukaran udara dalam ruangan kurang memenuhi syarat. maka diperlukan suatu sistem pembaharuan udara mekanis. 1. atau air conditioning. lubang angin harus diperbesar dan dapat mncapai 1/5 dari luas lantai ruangan. sistem mekanis ini harus bekerja terus menerus selama ruangan yang dimaksud digunakan. Alat mekanis yang biasa digunakan/dipakai untuk sistem pembaharuan udara mekanis adalah kipas angin (ventilating. Untuk daerah pengunungan yang berhawa dingin dan banyak angin. celah-celah atau bagian ruangan yang terbuka.

Baik. sedangkan sebaliknya kalau terlalu kecil dapat menimbulkan suasana gelap dan pengap. Apabila luas jendela melebihi 20 % dapat menimbulkan kesilauan dan panas. 2. Pencahayaan buatan Penerangan pada rumah tinggal dapat diatur dengan memilih sistem penerangan dengan suatu pertimbangan hendaknya penerangan tersebut dapat menumbuhkan suasana rumah yang lebih menyenangkan. d. Kurang. Untuk memperoleh jumlah cahaya matahari pada pagi hari secara optimal sebaiknya jendela kamar tidur menghadap ke timur. Luas jendela yang baik paling sedikit mempunyai luas 10-20 % dari luas lantai. Suatu cara untuk menilai baik atau tidaknya penerangan alam yang terdapat dalam rumah. bila sukar membaca huruf besar. c. b. Universitas Sumatera Utara . Kebutuhan standar cahaya alam yang memenuhi syarat kesehatan untuk kamar keluarga dan kamar tidur mnurut WHO 60-120 Lux. adalah sebagai berikut : a. bila hanya huruf besar yang terbaca. Lampu Flouresen (neon) sebagai sumber cahaya dapat memenuhi kebutuhan penerangan karena pada penerangan yang relatif rendah mampu menghasilkan cahaya yang baik bila dibandingkan dengan penggunaan lampu pijar. Pemenuhan kebutuhan cahaya untuk penerangan alamiah sangat ditentukan oleh letak dan lebar jendela. Cukup.  tinggi. Bila ingin menggunakan lampu pijar sebaiknya dipilih yang warna putih dengan dikombinasikan beberapa lampu neon. Buruk. bila jelas membaca koran dengan huruf kecil. bila samar-samar membaca huruf kecil.

sumur artesis atau terminal air perpipaan/kran atau sumur gali terjaga kebersihannya dan dipelihara rutin. Jumlah air untuk keperluan rumah tangga per hari per kapita tidaklah sama pada tiap negara. Jarak antara sumber air dengan sumber pengotoran (seperti septik tank. Air minum adalah air yang syaratnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum yang berasal dari penyediaan air minum (Dep Kes RI. Pada sumur gali sedalam 3 meter dari permukaan tanah dibuat kedap air. Yang perlu diperhatikan antara lain: a.2. atau 40 watt dengan lampu pijar. Penampungan air hujan pelindung air. Sarana air bersih adalah semua sarana yang dipakai sebagai sumber air bagi penghuni rumah untuk digunakan bagi penghuni rumah yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Pada umumnya dapat dikatakan dinegara-negara yang sudah maju. air limbah) minimal 10 meter. Sarana Sanitasi A.2.yaitu dilengkapi dengan cincin dan bibir sumur c. b. penerangan minimum adalah 150 lux sama dengan 10 watt lampu TL. tempat pembuangan sampah.2002). Penyediaan Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.  Untuk penerangan malam hari alam ruangan terutama untuk ruang baca dan ruang kerja. atau Universitas Sumatera Utara . 2.

Kualitas air bersih apabila ditinjau berdasarkan kandungan bakterinya menurut SK. Air bersih didapat dari sumber mata air yaitu air tanah. Air bersih ini termasuk golongan B yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum. dapat dibedakan ke dalam 5 kategori sebagai berikut: 1.04.91 dan SK JUKLAK Pedoman Kualitas Air Tahun 2000/2001. 3. 4. Disamping itu. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak. sumur.03. 5. juga akan Universitas Sumatera Utara . Dirjen PPM dan PLP No.PA. 2. Air bersih kelas A ketegori baik mengandung total koliform kurang dari 50 Air bersih kelas B kategori kurang baik mengandung koliform 51-100 Air bersih kelas C kategori jelek mengandung koliform 101-1000 Air bersih kelas D kategori amat jelek mengandung koliform 1001-2400 Air bersih kelas E kategori sangat amat jelek mengandung koliform lebih 2400 B. Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990. Penggunaan Jamban Pembuangan tinja manusia yang terinfeksi yang dilaksanakan secara tidak layak tanpa memenuhi persyaratan sanitasi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan sumber-sumber penyediaan air. air tanah dangkal.  jumlah pemakaian air per hari per kapita lebih besar dari pada negara-negara yang sedang berkembang. sumur artetis atau air tanah dalam. 1/PO.

Adapun persyaratan sarana pembuangan tinja yang baik dan memenuhi syarat kesehatan adalah: 1. Tidak terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin masuk ke mata air atau sumur. Atas dasar hal tersebut. 4. menarik hewan ternak.  dapat memberi kesempatan bagi lalat-lalat dari species tertentu untuk bertelur. maka perlu dilakukan penanganan pembungan tinja yang memenuhi persyaratan sanitasi. harus ditekan seminimal mungkin. Tujuan dilakukannya pembuangan tinja secara saniter adalah untuk menampung serta mengisolir tinja sedemikian rupa sehingga dapat tercegah terjadinya hubungan langsung maupun tidak langsung antara tinja dengan manusia. dan dapat dicegah terjadinya penularan faecal borne diseases dari penderita kepada orang yang sehat. Tidak terjadi kontaminasi pada tanah permukaan. Harus bebas dari bau serta kondisi yang tidak sedap. Tidak terjadi kontaminasi pada air permukaan. Excreta tidak dapat dijangkau oleh lalat atau kuman. 5. serta membawa infeksi. Universitas Sumatera Utara . tikus serta serangga lain yang dapat menyebarkan tinja dan kadang-kadang menimbulkan bau yang tidak dapat ditolerir. Metode yang digunakan harus sederhana serta murah dalam pembangunan dan penyelenggaraannya. 3. 7. maupun pencemaran lingkungan pada umumnya. Apabila tidak dapat dihindarkan. 2. bersarang. Tidak terjadi penanganan Excreta segar. makan bahan tersebut. 6.

di dalamnya terdapat pipa pemasukan tinja yang tergantung pada lantai jamban. 2002). Kakus leher angsa atau angsa trine Menurut Notoatmodjo (2003). Kakus Cubluk (pit privy) b. Jamban air (agua privy) ialah jamban yang terdiri dari sebuah tangki berisi air. c. atau tangki pembusukan. dilengkapi dengan lantai tempat jongkok. Tinja dan air seni jatuh melalui pipa pemasukan ke dalam tangki dan mengalami dekomposisi anaerobik. dan dapat langsung dipasang diatas lubang galian. Dengan adanya sekat air pada leher Universitas Sumatera Utara . Jamban leher angsa (angsa trine) atau jamban tuang siram yang menggunakan sekat air ialah Jamban yang terdiri dari lantai beton yang dilengkapi leher angsa. Kakus cair (agua privy) c. lubang hasil pengeboran. Ada tiga kelompok teknik pembuangan tinja dengan sistem jamban. b. dan dibuat rumah jamban di atasnya. Tehnik yang menggunakan jamban tipe utama a. 1. yang dimaksud dengan jamban adalah suatu bangunan yang diperlukan untuk membuang tinja atau kotoran manusia. Lubang berfungsi untuk mengisolasi dan menyimpan tinja manusia sedemikian rupa sehingga bakteri yang berbahaya tidak dapat berpindah ke inang yang baru. antara lain: a.  Cara pembuangan tinja yang dianjurkan dari aspek kesehatan lingkungan. Jamban cubluk (pit privy) ialah jamban yang terdiri dari lubang tanah yang digali dengan tangan. yaitu: (Suparmin.

dan bau tidak dapat keluar dari lubang itu. akibatnya menarik lalat dalam jumlah besar.  angsa. atau kaleng yaitu tinja ditampung sementara kemudian dibuang ketempat pembuangan. biasanya berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 30 x 30 cm dan kedalaman 40 cm. c. b. d. air tanah. a. Tehnik yang menggunakan jamban tipe yang kurang dianjurkan a. Jamban keranjang (bucket latrine). Jamban bor (bored-hole latrin) merupakan variasi dari jamban cubluk yang lubangnya dibuat dengan cara dibor. 2. dengan diameter sama dengan diameter mata bor yang digunakan dan lebih dalam. lalat tidak dapat mencapai bahan yang terdapat pada lubang jamban. selalu ada bahaya terjadinya pencemaran tanah. atau jamban kotak. Lubangnya mempunyai penampang melintang yang lebih kecil. Jamban parit (trench latrine) yaitu Jamban dengan lubang diatas tanah. air permukaan. Penggunaan jamban keranjang memungkinkan penanganan tinja segar. 3. Tanah galian ditumpuk disekitar lubang dan dimanfaatkan untuk menutup tinja yang telah dibuang. Tehnik yang menggunakan jamban untuk situasi khusus. dan dicampur dengan Universitas Sumatera Utara . Jamban gantung (overhung privy) ialah jamban yang dipasang diatas kedalam air sedemikian rupa sehingga dasarnya tidak akan pernah kelihatan pada musim kering atau pasang surut. Jamban kompos (compost privy) yaitu jamban tempat penampunggan tinja yang memiliki dua atau lebih lubang penampungan. menimbulkan bau dan pemandangan yang tidak sedap.

Tidak mencemari sumber air minum. dan sebagainya). Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamak oleh serangga maupun tikus. potongan rumput dan sebagainya). 2002).  sampah organik (jerami. 4. Tempat duduk atau tempat jongkok dengan penutupnya ditempatkan langsung diatas tangki. Jamban kimia (chemical toilet) yaitu jamban yang terdiri dari sebuah tangki logam yang berisi larutan soda kaustik. Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok agar tidak mencemari tanah disekitarnya. Jamban kolam yaitu bentuk jamban dengan memanfaatkan tinja yang dibuang secara langsung ke air untuk makanan ikan yang dipelihara. Jamban gas bio yaitu jamban yang terdiri dari rumah jamban. b. penampung gas dan sistem perpipaan untuk menyalurkan gas bio dari tangki pencernaan ke penampungan gas dan dari penampungan gas ke tempat pemakaian gas (kompor. Universitas Sumatera Utara . c. Jamban gas bio ini selain dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar juga menghasilkan kompos untuk menyuburkan tanaman Jamban keluarga sehat adalah jamban yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : (Depkes RI. limbah dapur. 3. yang produk akhirnya dapat digunakan untuk pupuk. tangki pencerna. d. Mudah dibersihkan dan aman penggunaanya. 1. alat penerangan. letak lubang penampungan berjarak 10 – 15 meter dari sumber air minum 2. Tangki dilengkapi dengan pipa ventilasi yang ujungnya menjorok sampai ke atas atap rumah.

Oleh karena itu persyaratan kontainer sampah harus mendapatkan perhatian. Tersedia air dan alat pembersih C. Sarana Pembuangan Sampah Pembuangan sampah adalah kegiatan menyingkirkan sampah dengan metode tertentu dengan tujuan agar sampah tidak lagi mengganggu kesehatan lingkungan atau kesehatan masyarakat.2006) Pembuangan sampah yang berada di tingkat pemukiman yang perlu diperhatikan adalah: a. Penyimpanan setempat (onsite storage) Penyimpanan sampah setempat harus menjamin tidak bersarangnya tikus. Pengumpulan sampah Terjaminnya kebersihan lingkungan pemukiman dari sampah juga tergantung pada pengumpulan sampah yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah atau oleh pengurus kampung atau pihak pengelola apabila dikelola oleh suatu real estate Universitas Sumatera Utara . Ventilasi cukup baik 9. Lantai kedap air. 6. D. Cukup penerangan. Dilengkapi dinding dan atap pelindung. 7.  5. Ada dua istilah yang harus dibedakan dalam lingkup pembuangan sampah solid waste (pembuangan sampah saja) dan final disposal (pembuangan akhir). 8. b. lalat dan binatang pengganggu lainnya serta tidak menimbulkan bau. (Sarudji. dinding kedap air dan berwarna terang.

penggunaan Universitas Sumatera Utara . Sampah terutama yang mudah membusuk (garbage) merupakan sumber makanan lalat dan tikus. kolam renang 3. Berasal dari perusahaan misalnya dari hotel. dan lain sebagainya.  misalnya. dan lazimnya karena hasil perbuatan manusia. dari kamar mandi. Penerapan Rumah Sehat Penerapan rumah sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya.3. Cholera. Diare dan Dysentri (Sarudji. Lalat merupakan salah satu vektor penyakit terutama penyakit saluran pencernaan seperti Thypus abdominalis. restoran. dapur. 2. Berasal dari rumah tangga misalnya air. 2006) D. 2. Keberlanjutan dan keteraturan pengambilan sampah ke tempat pengumpulan merupakan jaminan bagi kebersihan lingkungan pemukiman. Berasal dari industri seperti dari pabrik baja. bangunan. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi. adaptasi. kualifikasi. sumber air limbah yang lazim dikenal adalah : 1. Pembuangan Air Limbah Air limbah adalah air yang tidak bersih mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia ataupun hewan. pabrik tinta dan pabrik cat 4. manajemen. berasal dari sumber lainnya seperti air tinja yang tercampur air comberan.

Memepertahankan temperatur lingkungan untuk menjaga keseimbangan pengeluaran panas tubuh dan kelembaban ruangan. Tentang illuminasi cahaya siang yang cukup. Bertitik tolak dengan teori di atas. serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Soedjajadi. Membuat ketentuan tentang kadar pengotoran udara yang diperkenankan oleh bahan-bahan kimia. (2) Memenuhi Kebutuhan Pisikologis a. serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak. Adapun lapangan terbuka untuk olah raga. Universitas Sumatera Utara . menyimpan makanan. b. Ketentuan-ketentuan tentang privacy yang cukup bagi setiap individu.2002) (1) Memenuhi kebutuhan fisiologis a. Empat syarat tersebut adalah (Depkes RI. d. f. Ketentuan tentang cahaya buatan yang cukup baik. maka penerapan rumah sehat dapat dilihat dari keadaan rumah tersebut. Perlindungan terhadap gangguan suara/keributan yang berlebihan. rekreasi dan tempat anak-anak bermain.  dan pemeliharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya. b. Ketentuan tentang direct sunlight yang diperkenankan. e. c. mencuci. 2002). Menurut American Public Health Association (APHA) Rumah yang sehat menurut harus memenuhi empat persyaratan yang dianggap pokok. g. Kebebasan dan kesempatan bagi setiap keluarga yang normal.

Melindungi interior rumah terhadap sewage contamination e. Ketentuan tentang “Space” dikamar tidur g. Fasilitas yang memungkinkan pelaksanaan pekerjaan tanpa menyebabkan kelelahan fisik dan mental e. Perlindungan terhadap Electrical shock e. Ketentuan tentang fasilitas pembuangan kotoran ( Jamban) d. Menghindarkan adanya sarangan tikus dan kutu busuk dalam rumah (4) Terhindar dari kecelakaan a. Membuata indeks standar standar sosial dari masyarakat yang secara lokal. Kebebasan dan kesempurnaan hidup bermasyarakat. Menghindarkan bahaya-bahaya lalulintas kendaraan Menurut Depkes RI (2002). Perlindungan terhadap bahaya keracunan oleh gas f. (3) Perlindungan terhadap penularan penyakit a. g. d.  c. Ketentuan tentang perlindungan air minum dari pencemaran c. Membuat kontruksi rumah yang kokoh untuk menghindarkan ambruk. f. Penyediaan air sehat bagi setiap penduduk b. b. Menghindarkan bahaya kebakaran c. Fasilitas-fasilitas untuk mempertahankan kebersihan rumah dan lingkungan. Menghindarkan insanitary condition sekitar rumah f. suatu rumah dikatakan sehat apabila : Universitas Sumatera Utara . Ketentuan tentang kenyamanan dirumah dan sekitarnya. Mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan jatuh dan kecelakaan lainnya d.

2.  1. cukup sinar matahari pagi. Pendidikan Menurut Azwar (2007). Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup. Karakteristik Masyarakat Karakteristik individu adalah keseluruhan dari ciri-ciri yang terdapat pada masyarakat baik cirri individu seperti umur. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih. komponen yang tidak roboh. bebas dari tikus. komunikasi yang sehat antar anggota dan penghuni rumah. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. dan jenis kelamin maupun ciri sosial seperti pendidikan. Karakteristik masyarakat mempunyai kaitan dengan kepemilikan rumah sehat. 4. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. a. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. 2. pekerjaan. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan jalan. mengemukakan bahwa pendidikan sebagai suatu proses atau kegiatan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan individu Universitas Sumatera Utara . besar keluarga. 3. tidak mudah terbakar. penglolaan tinja dan limbah rumah tangga.4. terlindunginya makanan dan minuman dari pencemaran. Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan.

baik di dalam maupun di luat sekolah dalam rangka pembangunan persatuan Indonesia dan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila (Hasibuan. Ini berarti bahwa pendidikan adalah suatu pembentukan watak yaitu sikap disertai kemampuan dalam bentuk kecerdasan. sekolah lanjutan tingkat pertama. b.  atau masyarakat. Menurut Koentjoroningrat (1997). semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah untuk dapat menyerap pengetahuan. Pekerjaan lebih banyak dilihat dari kemungkinan keterpaparan Universitas Sumatera Utara . Pekerjaan Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan atau pencaharian yang dijadikan pokok penghidupan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan hasil (Depdikbud. sekolah lanjutan tingkat atas. mengatakan pendidikan adalah kemahiran menyerap pengetahuan atau meningkatkan sesuai dengan pendidikan seseorang dan kemampuan ini berhubungan erat dengan sikap sesorang terhadap pengetahuan sesoerang yang diserapnya. 2005). Seperti diketahui bahwa pendidikan formal yang ada di Indonesia adalah tingkat sekolah dasar. pengetahuan. Pendidikan adalah segala usaha untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan manusia Indonesia jasmani dan rohani yang berlangsung seumur hidup. dan tingkat akademik/perguruan tinggi. dan keterampilan. sehingga memungkinkan menyerap informasiinformasi juga dapat berpikir secara rasional dalam menanggapi informasi atau setiap masalah yang dihadapi.1998). Tingkat pendidikan sangat menentukan daya nalar seseorang yang lebih baik.

Universitas Sumatera Utara . makanan. dimana bila penghasilan tinggi maka pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit juga meningkat. kesehatan. dibandingkan dengan penghasilan rendah akan berdampak pada kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam hal pemeliharaan kesehatan karena daya beli obat maupun biaya transportasi dalam mengunjungi pusat pelayanan kesehatan (Notoatmodjo. semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula persentase pengeluaran yang dibelanjakan untuk barang.2004). Demikian pula sebaliknya jika pendapatan lemah akan maka hambatan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. 2003).  khusus dan derajat keterpaparan tersebut serta besarnya risiko menurut sifat pekerjaan juga akan berpengaruh pada lingkungan kerja dan sifat sosial ekonomi karyawan pada pekerjaan tertentu (Notoatmodjo. c. Tingkat pendapatan yang baik memungkinkan anggota keluarga untuk memperoleh yang lebih baik. Jenis pekerjaan orangtua erat kaitannya dengan tingkat penghasilan dan lingkungan kerja. Keadaan ekonomi atau penghasilan memegang peranan penting dalam meningkatkan status kesehatan keluarga. misalnya di bidang pendidikan. pengembangan karir dan sebagainya. juga semakin tinggi penghasilan keluarga semakin baik pula status gizi masyarakat (BPS. 2006). Pendapatan Pendapatan adalah tingkat penghasilan penduduk.

perilaku merupakan respon atau reaksi individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.  2. Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek. meskipun dia sendiri belum melakukan secara Universitas Sumatera Utara . Misalnya seorang ibu tahu bahwa imunisasi itu dapat mencegah suatu penyakit tertentu.5. sikap dan tindakan. Respon ini berbentuk dua macam yaitu : (Notoatmodjo. perilaku dipandang dari segi biologis adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. 2003) (1) Bentuk pasif Adalah respon internal. Menurut Sarwono (2004). perilaku manusia merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan. tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. misalnya berpikir. Jadi perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri. Dengan kata lain. yaitu yang terjadi dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan) maupun aktif (disertai tindakan). Contoh lain seseorang yang menganjurkan orang lain untuk mengikuti keluarga berencana (KB) meskipun ia tidak ikut KB. Perilaku Kesehatan Menurut Notoatmodjo (2003). Dari kedua contoh tersebut terlihat bahwa si ibu telah mempunyai sikap yang pasif untuk mendukung KB.

Ada enam tingkatan pengetahuan yaitu : a. yakni dengan indera penglihatan. Berikut ini adalah beberapa domain perilaku yaitu: 1. penciuman. 2003). oleh karena itu perilaku mereka ini masih terselubung (Cover Behavior). Oleh karena itu perilaku mereka ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata ( Overt Behavior). Termasuk kedalam pengetahuan tinkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. mendefinisikan. rasa dan raba sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari dengan menyebutkan. menyatakan dan sebagainya. Universitas Sumatera Utara .. menguraikan. (2) Bentuk aktif Yaitu apabila perilaku tersebut jelas dapat di observasi secara langsung. pendengaran.  konkrit terhadap kedua hal tersebut. misalnya pada contoh kedua tersebut diatas si ibu suadah membawa anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain untuk imunisasi dan orang pada kasus kedua sudah menjadi aksptor KB.

e. Universitas Sumatera Utara . mengelompokkan dan sebagainya. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut. Misalnya dapat menyusun. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan.  b. c. dapat menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu tiori atau rumusan-rumusan yang telah ada. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. d. Sintesis (Synthesis) Sintesis yaitu menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. membedakan. dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja. menyimpulkan dan meramalkan terhadap objek yang dipelajari. memisahkan. seperti dapat menggambarkan (membuat bagan). Memahami (Comprehansion) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. menyebutkan contoh. dapat meringkaskan. dapat merencanakan.

Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok. 2. atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Tindakan atau Praktek (Practice). Sikap (Attitude) Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. 2003). ide dan konsep terhadap suatu objek. tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikaap tidak dapat langsung dilihat. 2004).  f. yaitu : (1) kepercayaan (keyakinan). (2) kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap suatu objek. berpikir. 3. Untuk terwujudnya sikap menjadi Universitas Sumatera Utara . Notoatmodjo (2004). dan (3) kecendrungan untuk bertindak (trend to behave). Misalnya dapat menanggapi terjadinya diare di suatu tempat dan sebagainya (Notoatmojdo. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu cerita yang ditentukan sendiri. pengetahuan. keyakinan dan emosi memegang peranan penting (Notoatmodjo. mengatakan bahwa Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tidakan (overt behavior). Allport (1954). Dalam penentuan sikap yang utuh ini. Dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.

Landasan Teori Menurut H. Faktor lingkungan yaitu karakter fisik alamiah dari lingkungan dan faktor individu berupa perilaku.  suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Menurut Depkes RI (1999). dan faktor pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan lingkungan. tidak mudah terbakar. rumah yang sehat adalah rumah yang memenuhi (1) kebutuhan fisiologis seperti pencahayaan. pembuangan tinja dan limbah rumah tangga.6. baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. dan tidak mudah tergelincir. menjelaskan bahwa faktorfaktor yang memengaruhi kesehatan. Di samping faktor fasilitas juga diperlukan faktor dukungan (support) dari pihak lain. (3) memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antara penghuni rumah dengan penyediaan air bersih. dan (4) memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik ditimbulkan karena keadaan luar maupun dalam rumah seperti kontruksi yang tidak mudah roboh.L Blum (1974) dalam Sarwono (2004). 2. (2) memenuhi kebutuhan psikologis yaitu terjaga privacy. antara lain adalah fasilitas. dan bebas dari vektor penyakit. Faktor keturunan atau faktor genetik adalah sifat alami didalam diri seseorang yang dianggap mempunyai pengaruh primer dan juga sebagai penyebab penyakit. yaitu perilaku perorangan dan kebiasaan yang mengabaikan hygiene perorangan. Universitas Sumatera Utara . sirkulasi udara. dan tidak bising.

baik fisik. Menurut Rachmat (1998). Perilaku kesehatan lingkungan. keluarga dan masyarakat. Dari batasan ini. serta persepsi masyarakat. makanan. pengetahuan. Universitas Sumatera Utara . Perilaku ini mulai dari mengobati sendiri sampai mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan tradisional maupun modern. Menurut Natoadmodjo (2004).  Salah satu faktor yang bersumber dari individu yang memengaruhi sanitasi perumahan yaitu karakteristik individu meliputti umur. yaitu bagaimana seseorang merespon lingkungan. Perilaku pemeliharaaan kesehatan (health maintenance). persepsi adalah suatu proses tentang petunjuk-petunjuk inderawi (sensory) dan pengalaman masa lampau yang relevan diorganisasikan untuk memberikan kepada kita gambaran yang terstruktur dan bermakna pada suatu situasi tertentu. sehingga lingkungan tidak memengaruhi kesehatan individu. dan minuman serta lingkungan. perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. sistem pelayanan kesehatan. pekerjaan. sosial budaya. perilaku kesehatan yang dimaksud adalah penerapan rumah sehat yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior). pendidikan. b. yaitu upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita sakit atau kecelakaan. yaitu perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara/menerapkan atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bila sakit. c.

1.7. diketahui bahwa variabel bebas dalam penelitian ini adalah variabel karaktersitik masyarakat yang terdiri dari umur. dan sikap. komponen rumah. pendapatan. besar keluarga jarak rumah dengan pantai. pendidikan.1 di atas. Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian Variabel Bebas Karakteristik Masyarakat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umur Pendidikan Pekerjaan Pendapatan Besar Keluarga Jarak Rumah Pengetahuan Sikap Variabel Terikat Penerapan Rumah Sehat Gambar 2.  Universitas Sumatera Utara . sarana sanitasi dan tindakan penghuni rumah. pengetahuan.  2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah variabel penerapan rumah sehat yang dilihat dari dari indikator rumah sehat. pekerjaan.