P. 1
syarat rumah sehat

syarat rumah sehat

|Views: 303|Likes:
Published by Louisa Salossa

More info:

Published by: Louisa Salossa on Jul 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2015

pdf

text

original

 

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rumah

2.1.1. Pengertian Rumah Setiap manusia dimanapun berada membutuhkan tempat untuk tinggal yang disebut rumah. Rumah berfungsi sebagai tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga, tempat berlindung dan menyimpan barang berharga, dan rumah juga merupakan status lambang sosial (Mukono, 2000). Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia dan juga merupakan determinan kesehatan masyarakat. Karena itu pengadaan perumahan merupakan tujuan fundamental yang kompleks dan tersedianya standar perumahan merupakan isu penting dari kesehatan masyarakat. Perumahan yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan sehingga penghuninya tetap sehat. Perumahan yang sehat tidak lepas dari ketersediaan prasarana dan sarana yang terkait, seperti penyediaan air bersih, sanitasi pembuangan sampah, transportasi, dan tersedianya pelayanan sosial (Krieger and Higgins, 2002). Menurut Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 1992 menjelaskan bahwa rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempa ttinggal dan sarana pembinaan keluarga. Menurut WHO (2004), rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan keluarga dan individu.

Universitas Sumatera Utara

 

Menurut Dinas Perumahan dan Pemukiman RI (2008), rumah adalah rumah sebagai tempat tinggal yang memenuhi ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah dari bahaya atau gangguan kesehatan, sehingga memungkinkan penghuni memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Menurut WHO (2004), rumah sehat dapat diartikan rumah berlindung, bernaung, dan tempat untuk beristirahat, sehingga menimbulkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani, sosial. 2.2. Standar Rumah Sehat Menurut Depkes RI (2002), ada beberapa prinsip standar rumah sehat. Prinsip ini dapat dibedakan atas dua bagian : 1. Yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan, terdiri atas : a. Perlindungan terhadap penyakit menular, melalui pengadaan air minum, sistem sanitasi, pembuangan sampah, saluran air, kebersihan personal dan domestik, penyiapan makanan yang aman dengan struktur rumah yang aman dengan memberi perlindungan. b. Perlindungan terhadap trauma/benturan, keracunan dan penyakit kronis dengan memberikan perhatian pada struktur rumah, polusi udara rumah, polusi udara dalam rumah, keamanan dari bahaya kimia dan perhatian pada pnggunaan rumah sebagai tempat bekerja.

Universitas Sumatera Utara

 

c. Stress psikologi dan sosial melalui ruang yang adekuat, mengurangi privasi, nyaman, memberi rasa aman pada individu, keluarga dan akses pada rekreasi dan sarana komunitas pada perlindungan terhadap bunyi. 2. Berkaitan dengan kegiatan melindungi dan meningkatkan kesehatan terdiri atas : a. Informasi dan nasehat tentang rumah sehat dilakukan oleh petugas kesehatan umumnya dan kelompok masyarakat melalui berbagai saluran media dan kampanye. b. Kebijakan sosial ekonomi yang berkaitan dengan perumahan harus mendukung penggunaan tanah dan sumber daya perumahan untuk memaksimalkan aspek fisik, mental dan sosial. c. Pembangunan sosial ekonomi yang berkaitan dengan perumahan dan hunian harus didasarkan pada proses perencanaan, formulasi dan pelaksanaan kebijakan publik dan pemberian pelayanan dengan kerjasama intersektoral dalam manajemn dan perencanaan pembangunan, perencanaan perkotaan dan penggunaan tanah, standar rumah, disain, dan konstruksi rumah, pengadaan pelayanan bagi masyarakat dan monitoring serta analisis situasi secara terus menerus. d. Pendidikan pada masyarakat profesional, petugas kesehatan, perencanaan dan penentuan kebijakan akan pengadaan dan penggunaan rumah sebagai sarana peningkatan kesehatan. e. Keikutsertaan masyarakat dalam berbagai tingkat melalui kgiatan mandiri diantara keluarga dan perkampungan.

Universitas Sumatera Utara

Sekurang-kurangnya 60 cm diatas tanah dan ruang bawah tanah harus ada aliran air yang baik. indikator rumah yang dinilai adalah komponen rumah yang terdiri dari : langit-langit.2. permukaan lantai harus rata dan mudah dibersihkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasanan lantai adalah : a. 2. 2. semen. pembukaan jendela ruang keluarga. pembersihan rumah dan halaman. Lantai anah stabilitas Lantai tanah stabilitas terdiri dari tanah.pasir. Bahan untuk lantai biasanya digunakan ubin. yang terdiri dari: 1. lantai. Komponen Rumah 1. Universitas Sumatera Utara .1. dapur dan pencahayaan dan aspek perilaku. seperti tanah tercampur kapur dan semen.  Menurut Depkes RI (2002). dan untuk mencegah masuknya air kedalam rumah sebaiknya lantai dinaikkan 20 cm dari permukaan tanah. atau bambu dengan syarat-syarat tidak licin. ventilasi. stabil tidak lentur waktu diinjak. jendela kamar tidur. Lantai Lantai harus cukup kuat untuk manahan beban di atasnya. Lantai papan Pada umumnya lantai papan dipakai di daerah basah/rawa. jendela ruang keluarga dan ruang tamu. Aspek perilaku penghuni adalah pembukaan jendela kamar tidur. dan kapur.kayu plesteran. dinding. tidak mudah aus.

  b. dan bila sebagai dinding pemikul harus pula dapat memikul beban diatasnya. Lebih baik jika lantai seperti ini dilapisi dengan perlak atau kampal plastik ini juga berfungsi sebagai penahan kelembaban yang naik dari dikolong rumah.sehingga tidak ada lubang-lubang ataupun lekukan dimana debu bisa bertepuk. agar air tanah tidak dapat meresap naik keatas. beban tekanan angin. c. sehingga dinding tembok terhindar dari basah dan lembab dan tampak bersih tidak berlumut. 3. Dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan air rapat air sekurangkurangnya 15 cm di bawah permukaan tanah sampai 20 cm di atas lantai bangunan. Dinding Adapun syarat-syarat untuk dinding antara lain: 1. Lantai ubin Lantai ubin adalah lantai yang terbanyak digunakan pada bangunan perumahan karena : Lantai ubin murah/tahan lama.dapat mudah dibersihkan dan tidak dapat mudah dirusak rayap. 2. Universitas Sumatera Utara . 2. Dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat sendiri. Untuk kayu-kayu yang tertanam dalam air harus yang tahan air dan rayap serta untuk konstruksi diatasnya agar digunakan lantai kayu yang telah dikeringkan dan diawetkan. Lantai harus disusun dengan rapi dan rapat satu sama lain.

c. Langit – langit Dibawah kerangka atap/ kuda-kuda biasanya dipasang penutup yang disebut langit-langit yang tujuannya antara lain: 1.40 dari permukaan lantai d. 4. 3. Langit-langit harus dapat menahan debu dan kotoran lain yang jatuh dari atap. 2. 3. Untuk menutup seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangga agar tidak terlihat dari bawah. b.dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah titik kurang dari 1.75m Universitas Sumatera Utara . Untuk memperkuat berdirinya tembok ½ bata digunakan rangka pengkaku yang terdiri dari plester-plester atau balok beton bertulang setiap luas 12 meter.batu tersusun tegak diatas lubang harus dipasang balok lantai dari beton bertulang atau kayu awet.40 m. bila lebarnya kurang dari 1 m dapat diberi susunan batu tersusun tegak diatas batu. Lubang jendela dan pintu pada dinding. Langit-langit harus menutup rata kerangka atap kuda-kuda penyangga dengan konstruksi bebas tikus. Untuk membuat ruangan antara yang berguna sebagai penyekat sehingga panas atas tidak mudah menjalar kedalam ruangan dibawahnya. Langit-langit kasaunya miring sekurang-kurangnya mempunyai tinggi rumah 2. Untuk menahan debu yang jatuh dan kotoran yang lain juga menahan tetesan air hujan yang menembus melalui celah-celah atap. Adapun persyaratan untuk langit-langit yang baik adalah: a. sehingga ruangan terlihat rapi dan bersih. Tinggi langit-langit sekurang-kurangnya 2.  3.

oleh karena itu harus dipilih penutup atap yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Atap Secara umum konstruksi atap harus didasarkan kepada perhitungan yang teliti dan dapat dipertanggung jawabkan kecuali untuk atap yang sederhana tidak disyaratkan adanya perhitungan-perhitungan. jamban. 4.40 m. Pada bidang atap miring mendaki paling banyak digunakan penutup/atap genteng karena harga rumah dan cukup awet. kamar mandi. dapur. bahwa rumah sehat harus mmpunyai cukup banyak ruangan-ruangan seperti : ruang duduk/ruang makan. dengan tujuan agar setiap penghuninya merasa nikmat dan merasa betah tinggal di rumah tersebut. Tidak mudah terbakar dan bobotnya ringan dan tahan lama Bentuk atap yang biasa digunakan ialah bentuk atap datar dari konstruksi beton bertulang dan bidang atap miring dari genteng. Ruang cuci dan ruang kamar mandi diperbolehkan sekurang kurangnya sampai 2. tempat berekreasi dan tempat beristirahat. Adapun syarat-syarat pembagian ruangan yang baik adalah sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara . Rapat air serta padat dan Letaknya tidak mudah bergeser 2. 5. sirap. kamar tidur. tempat cuci pakaian. Maksud utama dari pemasangan atap adalah untuk melindungi bagian-bagian dalam bangunan serta penghuninya terhadap panas dan hujan. seng gelombang atau asbes semen gelombang. Pembagian Ruangan Telah dikemukakan dalam persyaratan rumah sehat.  e.

tempat cuci peralatan dan air bersih. dalam hal ini harus dipisah. Setiap kamar mandi dan jamban paling sedikit salah satu dari dindingnya yang berlubang ventilasi berhubungan dengan udara luar. luas dapur tidak boleh kurang dari 3 m2. 2. Dapur (a) Luas dapur minimal 14 m2 dan lebar minimal 1. Bila tidak Universitas Sumatera Utara . Kamar Mandi dan jamban keluarga a. Bila ruang duduk digabung dengan ruang tidur. 14 m2 bila digunakan 2 orang. Atau makanan yang siap disajikan yang dapat mencegah pengotoran makanan oleh lalat. (d) Didapur harus tersedia tempat penyimpanan bahan makanan. agar memudahkan komunikasi dan perhubungan antara ruangan didalam rumah dan juga menjamin kebebasan dan kerahasiaan pribadi masing-masing terpenuhi. 5. Tersedianya jumlah kamar/ruangan kediaman yang cukup dengan luas lantai sekurang-kurangnya 6 m2 agar dapat memenuhi kebutuhan penghuninya untuk melakukan kgiatan kehidupan. 3. maka luas lantai tidak boleh kurang dari 11 m2 untuk 1 orang. (c) Di dapur harus tersedia alat-alat pengolahan makanan. 6. alat-alat masak. terutama anak-anak yang sudah dewasa. debu dan lain-lain dan mencegah sinar matahari langsung.  1. 4. Adanya pemisah yang baik antara ruangan kamar tidur kepala keluarga (suami istri) dengan kamar tidur anak-anak.5 m2. (b) Bila penghuni tersebut lebih dari 2 orang. baik laki-laki maupun perempuan. Memilih tata ruangan yang baik.

1989) : 1. Bertambahnya kadar asam karbon (CO2) dari pernafasan manusia. Dengan adanya ventilasi silang (cross ventilation) akan terjamin adanya gerak udara yang lancar dalam ruang kediaman. Ventilasi harus lancar diperlukan untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan kesehatan manusia pada suatu ruangan kediaman yang tertutup atau kurang ventilasi. 5. dkk. Pengaruh-pengaruh buruk itu ialah (Sanropie. 3. 4. b.  harus dilengkapi dengan ventilasi mekanis untuk mengeluarkan udara dari kamar mandi dan jamban tersebut. sehingga tidak mengotori ruangan lain. Berkurangnya kadar oksigen diudara dalam ruangan kediaman. Ventilasi Ventilasi adalah proses penyediaan udara segar kedalam suatu ruangan dan pengeluaran udara kotoran suatu ruangan tertutup baik alamiah maupun secara buatan. Pada setiap kamar mandi harus bersih untuk mandi yang cukup jumlahnya. c. kelembaban udara dalam ruang kediaman bertambah karena penguapan air dan kulit pernafasan manusia. 6. Jamban harus berleher angsa dan 1 jamban tidak boleh dari 7 orang bila jamban tersebut terpisah dari kamar mandi. Suhu udara dalam ruangan naik karena panas yang dikeluarkan oleh badan manusia. Caranya ialah dengan memasukkan Universitas Sumatera Utara . Bau pengap yang dikeluarkan oleh kulit. 2. pakaian dan mulut manusia.

95 diatas permukaan lantai. Diberi lubang hawa atau saluran angin pada ban atau dekat permukaan langit-langit (ceiling) yang luas bersihnya sekurang-kurangnya 5% dari luas lantai yang bersangkutan. yang antara lain : masuk angin. Universitas Sumatera Utara . sekurang-kurangnya terdapat satu atau lebih banyak jendela/lubang yang langsung berhubungan dengan udara dan bebas dari rintangan-rintangan. akan mengakibatkan penurunan suhu badan secara mendadak dan menyebabkan jaringan selaput lendir akan berkurang sehingga mengurangi daya tahan pada jaringan dan memberikan kesempatan kepada bakteri-bakteri penyakit berkembang biak. Gejala ini terutama terjai pada orang yang peka terhadap udara dingin. tetapi jangan pula terlalu sedikit. jumlah luas bersih jendela/lubang itu harus sekurang-kurangnya sama 1/10 dari luas lantai ruangan. Tetapi gerak udara ini harus dijaga jangan sampai terlalu besar dan keras. Pemberian lubang hawa/saluran angin dekat dengan langit-langit bergua sekali untuk mengluarkan udara panas dibagian atas dalam ruangan tersebut. Jendela/lubang angin itu harus meluas kearah atas sampai setinggi minimal 1. sedangkan udara kotor dikeluarkan melalui jendela/lubang angin di dinding yang berhadapan.  kedalam ruangan udara yang bersih dan segar melalaui jendela atau lubang angin di dinding. Agar dalam ruang kediaman. dan selanjutnya menyebabkan gangguan kesehatan. maka jendela atau lubang ventilasi jangan terlalu besar/banyak. dan setengah dari jumlah luas jendela/lubang itu harus dapat dibuka. karena gerak angin atau udara angin yang berlebihan meniup badan seseorang. pilek atau kompilasi radang saluran pernafasan. Untuk menghindari akibat buruk ini .

7. Sinar sebaiknya tidak terhalang oleh bangunan. Untuk daerah pengunungan yang berhawa dingin dan banyak angin. Sedangkan untuk daerah pantai laut dan daerah rendah yang berhawa panas dan basah. Untuk memperbaiki keadaan udara dalam ruangan. dkk (1989) dalam Mukono (2000) bahwa cahaya yang cukup kuat untuk penerangan didalam rumah merupakan kebutuhan manusia. maka jumlah luas bersih jendela. fan atau exhauster). Penerangan ini dapat diperoleh dengan pengaturan cahaya buatan dan cahaya alam. celah-celah atau bagian ruangan yang terbuka. maka luas jendela/lubang angin dapat dikurangi sampai dengan 1/20 dari luas ruangan.  Ketentuan luas jendela/lubang angin tersebut hanya sebagai pedoman yang umum dan untuk daerah tertentu. 1. Jika ventilasi alamiah untuk pertukaran udara dalam ruangan kurang memenuhi syarat. sistem mekanis ini harus bekerja terus menerus selama ruangan yang dimaksud digunakan. lubang angin harus diperbesar dan dapat mncapai 1/5 dari luas lantai ruangan. atau air conditioning. maka diperlukan suatu sistem pembaharuan udara mekanis. Pencahayaan Menurut Sanropie. pohon-pohon maupun tembok pagar yang Universitas Sumatera Utara . Pencahayaan alam Pencahayaan alam diperoleh dengan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan melalaui jendela. Alat mekanis yang biasa digunakan/dipakai untuk sistem pembaharuan udara mekanis adalah kipas angin (ventilating. harus disesuaikan dengan keadaan iklim daerah tersebut. sehingga udara dalam ruangan akan berbau pengap.

Pencahayaan buatan Penerangan pada rumah tinggal dapat diatur dengan memilih sistem penerangan dengan suatu pertimbangan hendaknya penerangan tersebut dapat menumbuhkan suasana rumah yang lebih menyenangkan. d. Buruk. Kebutuhan standar cahaya alam yang memenuhi syarat kesehatan untuk kamar keluarga dan kamar tidur mnurut WHO 60-120 Lux. adalah sebagai berikut : a. Suatu cara untuk menilai baik atau tidaknya penerangan alam yang terdapat dalam rumah. Bila ingin menggunakan lampu pijar sebaiknya dipilih yang warna putih dengan dikombinasikan beberapa lampu neon. bila samar-samar membaca huruf kecil. Baik. Lampu Flouresen (neon) sebagai sumber cahaya dapat memenuhi kebutuhan penerangan karena pada penerangan yang relatif rendah mampu menghasilkan cahaya yang baik bila dibandingkan dengan penggunaan lampu pijar. Cukup. Universitas Sumatera Utara . Kurang. 2. Apabila luas jendela melebihi 20 % dapat menimbulkan kesilauan dan panas. bila sukar membaca huruf besar. bila jelas membaca koran dengan huruf kecil.  tinggi. Pemenuhan kebutuhan cahaya untuk penerangan alamiah sangat ditentukan oleh letak dan lebar jendela. Untuk memperoleh jumlah cahaya matahari pada pagi hari secara optimal sebaiknya jendela kamar tidur menghadap ke timur. c. bila hanya huruf besar yang terbaca. sedangkan sebaliknya kalau terlalu kecil dapat menimbulkan suasana gelap dan pengap. b. Luas jendela yang baik paling sedikit mempunyai luas 10-20 % dari luas lantai.

Jumlah air untuk keperluan rumah tangga per hari per kapita tidaklah sama pada tiap negara. Pada sumur gali sedalam 3 meter dari permukaan tanah dibuat kedap air. sumur artesis atau terminal air perpipaan/kran atau sumur gali terjaga kebersihannya dan dipelihara rutin. Pada umumnya dapat dikatakan dinegara-negara yang sudah maju. tempat pembuangan sampah. Yang perlu diperhatikan antara lain: a. penerangan minimum adalah 150 lux sama dengan 10 watt lampu TL.yaitu dilengkapi dengan cincin dan bibir sumur c.  Untuk penerangan malam hari alam ruangan terutama untuk ruang baca dan ruang kerja.2002). Sarana air bersih adalah semua sarana yang dipakai sebagai sumber air bagi penghuni rumah untuk digunakan bagi penghuni rumah yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Jarak antara sumber air dengan sumber pengotoran (seperti septik tank. b. Penampungan air hujan pelindung air. Air minum adalah air yang syaratnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum yang berasal dari penyediaan air minum (Dep Kes RI. Penyediaan Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. 2.2.2. Sarana Sanitasi A. air limbah) minimal 10 meter. atau Universitas Sumatera Utara . atau 40 watt dengan lampu pijar.

4. Kualitas air bersih apabila ditinjau berdasarkan kandungan bakterinya menurut SK. Disamping itu.91 dan SK JUKLAK Pedoman Kualitas Air Tahun 2000/2001. sumur artetis atau air tanah dalam. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak. air tanah dangkal. 1/PO. Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990. Air bersih didapat dari sumber mata air yaitu air tanah. Penggunaan Jamban Pembuangan tinja manusia yang terinfeksi yang dilaksanakan secara tidak layak tanpa memenuhi persyaratan sanitasi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan sumber-sumber penyediaan air. sumur.03. 2. Dirjen PPM dan PLP No. 3. Air bersih kelas A ketegori baik mengandung total koliform kurang dari 50 Air bersih kelas B kategori kurang baik mengandung koliform 51-100 Air bersih kelas C kategori jelek mengandung koliform 101-1000 Air bersih kelas D kategori amat jelek mengandung koliform 1001-2400 Air bersih kelas E kategori sangat amat jelek mengandung koliform lebih 2400 B. 5.04. Air bersih ini termasuk golongan B yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum.PA.  jumlah pemakaian air per hari per kapita lebih besar dari pada negara-negara yang sedang berkembang. dapat dibedakan ke dalam 5 kategori sebagai berikut: 1. juga akan Universitas Sumatera Utara .

Universitas Sumatera Utara . menarik hewan ternak. 2. 6. 4. Atas dasar hal tersebut. 3. Adapun persyaratan sarana pembuangan tinja yang baik dan memenuhi syarat kesehatan adalah: 1. Tidak terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin masuk ke mata air atau sumur. serta membawa infeksi. Tidak terjadi kontaminasi pada air permukaan. 7. Tidak terjadi kontaminasi pada tanah permukaan. Excreta tidak dapat dijangkau oleh lalat atau kuman. Metode yang digunakan harus sederhana serta murah dalam pembangunan dan penyelenggaraannya. bersarang. makan bahan tersebut. tikus serta serangga lain yang dapat menyebarkan tinja dan kadang-kadang menimbulkan bau yang tidak dapat ditolerir. 5. Harus bebas dari bau serta kondisi yang tidak sedap. Apabila tidak dapat dihindarkan. maupun pencemaran lingkungan pada umumnya. harus ditekan seminimal mungkin. dan dapat dicegah terjadinya penularan faecal borne diseases dari penderita kepada orang yang sehat.  dapat memberi kesempatan bagi lalat-lalat dari species tertentu untuk bertelur. maka perlu dilakukan penanganan pembungan tinja yang memenuhi persyaratan sanitasi. Tidak terjadi penanganan Excreta segar. Tujuan dilakukannya pembuangan tinja secara saniter adalah untuk menampung serta mengisolir tinja sedemikian rupa sehingga dapat tercegah terjadinya hubungan langsung maupun tidak langsung antara tinja dengan manusia.

atau tangki pembusukan.  Cara pembuangan tinja yang dianjurkan dari aspek kesehatan lingkungan. Tinja dan air seni jatuh melalui pipa pemasukan ke dalam tangki dan mengalami dekomposisi anaerobik. yang dimaksud dengan jamban adalah suatu bangunan yang diperlukan untuk membuang tinja atau kotoran manusia. 2002). lubang hasil pengeboran. b. dilengkapi dengan lantai tempat jongkok. Jamban cubluk (pit privy) ialah jamban yang terdiri dari lubang tanah yang digali dengan tangan. di dalamnya terdapat pipa pemasukan tinja yang tergantung pada lantai jamban. Kakus cair (agua privy) c. Jamban leher angsa (angsa trine) atau jamban tuang siram yang menggunakan sekat air ialah Jamban yang terdiri dari lantai beton yang dilengkapi leher angsa. yaitu: (Suparmin. Kakus leher angsa atau angsa trine Menurut Notoatmodjo (2003). dan dibuat rumah jamban di atasnya. antara lain: a. Lubang berfungsi untuk mengisolasi dan menyimpan tinja manusia sedemikian rupa sehingga bakteri yang berbahaya tidak dapat berpindah ke inang yang baru. 1. Tehnik yang menggunakan jamban tipe utama a. Jamban air (agua privy) ialah jamban yang terdiri dari sebuah tangki berisi air. Dengan adanya sekat air pada leher Universitas Sumatera Utara . c. Kakus Cubluk (pit privy) b. dan dapat langsung dipasang diatas lubang galian. Ada tiga kelompok teknik pembuangan tinja dengan sistem jamban.

menimbulkan bau dan pemandangan yang tidak sedap. dengan diameter sama dengan diameter mata bor yang digunakan dan lebih dalam. Jamban keranjang (bucket latrine). Tanah galian ditumpuk disekitar lubang dan dimanfaatkan untuk menutup tinja yang telah dibuang. 3. air tanah. Penggunaan jamban keranjang memungkinkan penanganan tinja segar. Jamban bor (bored-hole latrin) merupakan variasi dari jamban cubluk yang lubangnya dibuat dengan cara dibor. atau jamban kotak. Lubangnya mempunyai penampang melintang yang lebih kecil. Tehnik yang menggunakan jamban untuk situasi khusus. 2. akibatnya menarik lalat dalam jumlah besar. Tehnik yang menggunakan jamban tipe yang kurang dianjurkan a. biasanya berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 30 x 30 cm dan kedalaman 40 cm. selalu ada bahaya terjadinya pencemaran tanah. dan bau tidak dapat keluar dari lubang itu. air permukaan. c. Jamban parit (trench latrine) yaitu Jamban dengan lubang diatas tanah.  angsa. Jamban gantung (overhung privy) ialah jamban yang dipasang diatas kedalam air sedemikian rupa sehingga dasarnya tidak akan pernah kelihatan pada musim kering atau pasang surut. atau kaleng yaitu tinja ditampung sementara kemudian dibuang ketempat pembuangan. a. dan dicampur dengan Universitas Sumatera Utara . Jamban kompos (compost privy) yaitu jamban tempat penampunggan tinja yang memiliki dua atau lebih lubang penampungan. d. b. lalat tidak dapat mencapai bahan yang terdapat pada lubang jamban.

limbah dapur. Tidak mencemari sumber air minum. c. d. b. Jamban kimia (chemical toilet) yaitu jamban yang terdiri dari sebuah tangki logam yang berisi larutan soda kaustik.  sampah organik (jerami. potongan rumput dan sebagainya). Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok agar tidak mencemari tanah disekitarnya. penampung gas dan sistem perpipaan untuk menyalurkan gas bio dari tangki pencernaan ke penampungan gas dan dari penampungan gas ke tempat pemakaian gas (kompor. Mudah dibersihkan dan aman penggunaanya. 2002). Tangki dilengkapi dengan pipa ventilasi yang ujungnya menjorok sampai ke atas atap rumah. alat penerangan. Tempat duduk atau tempat jongkok dengan penutupnya ditempatkan langsung diatas tangki. dan sebagainya). 1. Universitas Sumatera Utara . 3. letak lubang penampungan berjarak 10 – 15 meter dari sumber air minum 2. Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamak oleh serangga maupun tikus. tangki pencerna. yang produk akhirnya dapat digunakan untuk pupuk. Jamban gas bio ini selain dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar juga menghasilkan kompos untuk menyuburkan tanaman Jamban keluarga sehat adalah jamban yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : (Depkes RI. Jamban gas bio yaitu jamban yang terdiri dari rumah jamban. 4. Jamban kolam yaitu bentuk jamban dengan memanfaatkan tinja yang dibuang secara langsung ke air untuk makanan ikan yang dipelihara.

Tersedia air dan alat pembersih C. 7. Penyimpanan setempat (onsite storage) Penyimpanan sampah setempat harus menjamin tidak bersarangnya tikus.2006) Pembuangan sampah yang berada di tingkat pemukiman yang perlu diperhatikan adalah: a. Lantai kedap air. Ada dua istilah yang harus dibedakan dalam lingkup pembuangan sampah solid waste (pembuangan sampah saja) dan final disposal (pembuangan akhir). b. lalat dan binatang pengganggu lainnya serta tidak menimbulkan bau. D. 8. Cukup penerangan. Pengumpulan sampah Terjaminnya kebersihan lingkungan pemukiman dari sampah juga tergantung pada pengumpulan sampah yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah atau oleh pengurus kampung atau pihak pengelola apabila dikelola oleh suatu real estate Universitas Sumatera Utara . Oleh karena itu persyaratan kontainer sampah harus mendapatkan perhatian. Ventilasi cukup baik 9. 6. Sarana Pembuangan Sampah Pembuangan sampah adalah kegiatan menyingkirkan sampah dengan metode tertentu dengan tujuan agar sampah tidak lagi mengganggu kesehatan lingkungan atau kesehatan masyarakat. Dilengkapi dinding dan atap pelindung. dinding kedap air dan berwarna terang. (Sarudji.  5.

2006) D. pabrik tinta dan pabrik cat 4.3. Lalat merupakan salah satu vektor penyakit terutama penyakit saluran pencernaan seperti Thypus abdominalis. penggunaan Universitas Sumatera Utara . kualifikasi. restoran. Keberlanjutan dan keteraturan pengambilan sampah ke tempat pengumpulan merupakan jaminan bagi kebersihan lingkungan pemukiman. Penerapan Rumah Sehat Penerapan rumah sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Sampah terutama yang mudah membusuk (garbage) merupakan sumber makanan lalat dan tikus. Pembuangan Air Limbah Air limbah adalah air yang tidak bersih mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia ataupun hewan. bangunan. manajemen. Diare dan Dysentri (Sarudji. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi. dari kamar mandi. Berasal dari industri seperti dari pabrik baja. 2. dapur. Berasal dari rumah tangga misalnya air. dan lain sebagainya. sumber air limbah yang lazim dikenal adalah : 1. adaptasi.  misalnya. Cholera. Berasal dari perusahaan misalnya dari hotel. berasal dari sumber lainnya seperti air tinja yang tercampur air comberan. dan lazimnya karena hasil perbuatan manusia. 2. kolam renang 3.

menyimpan makanan. mencuci. Kebebasan dan kesempatan bagi setiap keluarga yang normal. Empat syarat tersebut adalah (Depkes RI. Bertitik tolak dengan teori di atas. b.  dan pemeliharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya. rekreasi dan tempat anak-anak bermain. g. (2) Memenuhi Kebutuhan Pisikologis a. b. Universitas Sumatera Utara . maka penerapan rumah sehat dapat dilihat dari keadaan rumah tersebut. 2002). Tentang illuminasi cahaya siang yang cukup. Ketentuan tentang cahaya buatan yang cukup baik. Membuat ketentuan tentang kadar pengotoran udara yang diperkenankan oleh bahan-bahan kimia. e. d. Ketentuan tentang direct sunlight yang diperkenankan. Ketentuan-ketentuan tentang privacy yang cukup bagi setiap individu. c. Menurut American Public Health Association (APHA) Rumah yang sehat menurut harus memenuhi empat persyaratan yang dianggap pokok. f.2002) (1) Memenuhi kebutuhan fisiologis a. serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak. Perlindungan terhadap gangguan suara/keributan yang berlebihan. Memepertahankan temperatur lingkungan untuk menjaga keseimbangan pengeluaran panas tubuh dan kelembaban ruangan. serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Soedjajadi. Adapun lapangan terbuka untuk olah raga.

Mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan jatuh dan kecelakaan lainnya d. f. Fasilitas yang memungkinkan pelaksanaan pekerjaan tanpa menyebabkan kelelahan fisik dan mental e. d. Kebebasan dan kesempurnaan hidup bermasyarakat. Membuata indeks standar standar sosial dari masyarakat yang secara lokal. Perlindungan terhadap bahaya keracunan oleh gas f. Perlindungan terhadap Electrical shock e. (3) Perlindungan terhadap penularan penyakit a. Ketentuan tentang fasilitas pembuangan kotoran ( Jamban) d. Ketentuan tentang “Space” dikamar tidur g. Membuat kontruksi rumah yang kokoh untuk menghindarkan ambruk. Menghindarkan insanitary condition sekitar rumah f. Melindungi interior rumah terhadap sewage contamination e. Menghindarkan bahaya-bahaya lalulintas kendaraan Menurut Depkes RI (2002).  c. Menghindarkan adanya sarangan tikus dan kutu busuk dalam rumah (4) Terhindar dari kecelakaan a. Ketentuan tentang kenyamanan dirumah dan sekitarnya. Penyediaan air sehat bagi setiap penduduk b. Fasilitas-fasilitas untuk mempertahankan kebersihan rumah dan lingkungan. suatu rumah dikatakan sehat apabila : Universitas Sumatera Utara . Menghindarkan bahaya kebakaran c. b. g. Ketentuan tentang perlindungan air minum dari pencemaran c.

Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan jalan.  1. cukup sinar matahari pagi. komunikasi yang sehat antar anggota dan penghuni rumah. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. komponen yang tidak roboh. besar keluarga. Karakteristik Masyarakat Karakteristik individu adalah keseluruhan dari ciri-ciri yang terdapat pada masyarakat baik cirri individu seperti umur. mengemukakan bahwa pendidikan sebagai suatu proses atau kegiatan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan individu Universitas Sumatera Utara . terlindunginya makanan dan minuman dari pencemaran. Karakteristik masyarakat mempunyai kaitan dengan kepemilikan rumah sehat. terhindar dari kebisingan yang mengganggu. tidak mudah terbakar. Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. a. 2. penglolaan tinja dan limbah rumah tangga. bebas dari tikus. Pendidikan Menurut Azwar (2007).4. Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup. pekerjaan. 4. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. 3. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. dan jenis kelamin maupun ciri sosial seperti pendidikan. 2.

1998). Pendidikan adalah segala usaha untuk membina kepribadian dan mengembangkan kemampuan manusia Indonesia jasmani dan rohani yang berlangsung seumur hidup. Menurut Koentjoroningrat (1997). baik di dalam maupun di luat sekolah dalam rangka pembangunan persatuan Indonesia dan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila (Hasibuan. b. Tingkat pendidikan sangat menentukan daya nalar seseorang yang lebih baik. Seperti diketahui bahwa pendidikan formal yang ada di Indonesia adalah tingkat sekolah dasar. sekolah lanjutan tingkat pertama. Pekerjaan Pekerjaan adalah kegiatan yang dilakukan atau pencaharian yang dijadikan pokok penghidupan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan hasil (Depdikbud. Pekerjaan lebih banyak dilihat dari kemungkinan keterpaparan Universitas Sumatera Utara . 2005). dan tingkat akademik/perguruan tinggi. semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah untuk dapat menyerap pengetahuan. pengetahuan.  atau masyarakat. Ini berarti bahwa pendidikan adalah suatu pembentukan watak yaitu sikap disertai kemampuan dalam bentuk kecerdasan. mengatakan pendidikan adalah kemahiran menyerap pengetahuan atau meningkatkan sesuai dengan pendidikan seseorang dan kemampuan ini berhubungan erat dengan sikap sesorang terhadap pengetahuan sesoerang yang diserapnya. sekolah lanjutan tingkat atas. sehingga memungkinkan menyerap informasiinformasi juga dapat berpikir secara rasional dalam menanggapi informasi atau setiap masalah yang dihadapi. dan keterampilan.

juga semakin tinggi penghasilan keluarga semakin baik pula status gizi masyarakat (BPS. Keadaan ekonomi atau penghasilan memegang peranan penting dalam meningkatkan status kesehatan keluarga. Universitas Sumatera Utara . Tingkat pendapatan yang baik memungkinkan anggota keluarga untuk memperoleh yang lebih baik. pengembangan karir dan sebagainya. dimana bila penghasilan tinggi maka pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit juga meningkat. dibandingkan dengan penghasilan rendah akan berdampak pada kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam hal pemeliharaan kesehatan karena daya beli obat maupun biaya transportasi dalam mengunjungi pusat pelayanan kesehatan (Notoatmodjo.  khusus dan derajat keterpaparan tersebut serta besarnya risiko menurut sifat pekerjaan juga akan berpengaruh pada lingkungan kerja dan sifat sosial ekonomi karyawan pada pekerjaan tertentu (Notoatmodjo. semakin tinggi penghasilan semakin tinggi pula persentase pengeluaran yang dibelanjakan untuk barang. 2003). c. 2006). Demikian pula sebaliknya jika pendapatan lemah akan maka hambatan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut.2004). Jenis pekerjaan orangtua erat kaitannya dengan tingkat penghasilan dan lingkungan kerja. misalnya di bidang pendidikan. makanan. Pendapatan Pendapatan adalah tingkat penghasilan penduduk. kesehatan.

Dari kedua contoh tersebut terlihat bahwa si ibu telah mempunyai sikap yang pasif untuk mendukung KB. perilaku merupakan respon atau reaksi individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.  2. perilaku dipandang dari segi biologis adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respon organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek. Jadi perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri. Contoh lain seseorang yang menganjurkan orang lain untuk mengikuti keluarga berencana (KB) meskipun ia tidak ikut KB. sikap dan tindakan. perilaku manusia merupakan hasil dari pada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan. Respon ini berbentuk dua macam yaitu : (Notoatmodjo. Dengan kata lain. Misalnya seorang ibu tahu bahwa imunisasi itu dapat mencegah suatu penyakit tertentu. Menurut Sarwono (2004). yaitu yang terjadi dalam diri manusia dan tidak secara langsung dapat terlihat oleh orang lain. Perilaku Kesehatan Menurut Notoatmodjo (2003). misalnya berpikir. tanggapan atau sikap batin dan pengetahuan. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan) maupun aktif (disertai tindakan). meskipun dia sendiri belum melakukan secara Universitas Sumatera Utara . 2003) (1) Bentuk pasif Adalah respon internal.5.

pendengaran.  konkrit terhadap kedua hal tersebut. menguraikan. oleh karena itu perilaku mereka ini masih terselubung (Cover Behavior). Universitas Sumatera Utara . Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. mendefinisikan. penciuman. Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Termasuk kedalam pengetahuan tinkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. misalnya pada contoh kedua tersebut diatas si ibu suadah membawa anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain untuk imunisasi dan orang pada kasus kedua sudah menjadi aksptor KB. 2003). Ada enam tingkatan pengetahuan yaitu : a. Oleh karena itu perilaku mereka ini sudah tampak dalam bentuk tindakan nyata ( Overt Behavior). rasa dan raba sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari dengan menyebutkan. (2) Bentuk aktif Yaitu apabila perilaku tersebut jelas dapat di observasi secara langsung. Berikut ini adalah beberapa domain perilaku yaitu: 1. menyatakan dan sebagainya. yakni dengan indera penglihatan..

Memahami (Comprehansion) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Sintesis (Synthesis) Sintesis yaitu menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. seperti dapat menggambarkan (membuat bagan). menyebutkan contoh. dapat merencanakan. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan. membedakan. mengelompokkan dan sebagainya. c. dapat menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu tiori atau rumusan-rumusan yang telah ada. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). d. dan masih ada kaitannya satu sama lain. menyimpulkan dan meramalkan terhadap objek yang dipelajari. dapat meringkaskan. memisahkan. e. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja. Misalnya dapat menyusun. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen. Universitas Sumatera Utara .  b.

Dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. (2) kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap suatu objek. Notoatmodjo (2004). Evaluasi (Evaluation) Evaluasi yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Sikaap tidak dapat langsung dilihat. atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. Allport (1954). mengatakan bahwa Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tidakan (overt behavior). pengetahuan. Dalam penentuan sikap yang utuh ini.  f. 2. Tindakan atau Praktek (Practice). tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Misalnya dapat menanggapi terjadinya diare di suatu tempat dan sebagainya (Notoatmojdo. ide dan konsep terhadap suatu objek. Untuk terwujudnya sikap menjadi Universitas Sumatera Utara . 2004). Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu cerita yang ditentukan sendiri. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. berpikir. menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok. 2003). Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). 3. dan (3) kecendrungan untuk bertindak (trend to behave). yaitu : (1) kepercayaan (keyakinan). Sikap (Attitude) Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. keyakinan dan emosi memegang peranan penting (Notoatmodjo.

Faktor keturunan atau faktor genetik adalah sifat alami didalam diri seseorang yang dianggap mempunyai pengaruh primer dan juga sebagai penyebab penyakit. Di samping faktor fasilitas juga diperlukan faktor dukungan (support) dari pihak lain. dan tidak mudah tergelincir. 2. rumah yang sehat adalah rumah yang memenuhi (1) kebutuhan fisiologis seperti pencahayaan. menjelaskan bahwa faktorfaktor yang memengaruhi kesehatan.L Blum (1974) dalam Sarwono (2004). Menurut Depkes RI (1999). (2) memenuhi kebutuhan psikologis yaitu terjaga privacy. yaitu perilaku perorangan dan kebiasaan yang mengabaikan hygiene perorangan. sirkulasi udara. (3) memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antara penghuni rumah dengan penyediaan air bersih. pembuangan tinja dan limbah rumah tangga. dan faktor pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan lingkungan. dan bebas dari vektor penyakit. dan (4) memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik ditimbulkan karena keadaan luar maupun dalam rumah seperti kontruksi yang tidak mudah roboh. Landasan Teori Menurut H. Universitas Sumatera Utara . baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat. dan tidak bising. Faktor lingkungan yaitu karakter fisik alamiah dari lingkungan dan faktor individu berupa perilaku.  suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan.6. antara lain adalah fasilitas. tidak mudah terbakar.

perilaku kesehatan yang dimaksud adalah penerapan rumah sehat yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Menurut Natoadmodjo (2004). Dari batasan ini. yaitu upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita sakit atau kecelakaan. makanan. keluarga dan masyarakat. pekerjaan. yaitu bagaimana seseorang merespon lingkungan. perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit. dan minuman serta lingkungan. yaitu perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara/menerapkan atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bila sakit. pengetahuan. sehingga lingkungan tidak memengaruhi kesehatan individu. baik fisik. pendidikan. Perilaku pencarian pengobatan (health seeking behavior). Universitas Sumatera Utara . c. persepsi adalah suatu proses tentang petunjuk-petunjuk inderawi (sensory) dan pengalaman masa lampau yang relevan diorganisasikan untuk memberikan kepada kita gambaran yang terstruktur dan bermakna pada suatu situasi tertentu.  Salah satu faktor yang bersumber dari individu yang memengaruhi sanitasi perumahan yaitu karakteristik individu meliputti umur. Perilaku ini mulai dari mengobati sendiri sampai mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan tradisional maupun modern. sosial budaya. b. serta persepsi masyarakat. Menurut Rachmat (1998). Perilaku pemeliharaaan kesehatan (health maintenance). Perilaku kesehatan lingkungan. sistem pelayanan kesehatan.

pendidikan.  Universitas Sumatera Utara .1 di atas. diketahui bahwa variabel bebas dalam penelitian ini adalah variabel karaktersitik masyarakat yang terdiri dari umur. pekerjaan. pengetahuan.  2. Kerangka Konsep Penelitian Berdasarkan Gambar 2.1.7. besar keluarga jarak rumah dengan pantai. sarana sanitasi dan tindakan penghuni rumah. komponen rumah. dan sikap. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah variabel penerapan rumah sehat yang dilihat dari dari indikator rumah sehat. pendapatan. Kerangka Konsep Penelitian Variabel Bebas Karakteristik Masyarakat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umur Pendidikan Pekerjaan Pendapatan Besar Keluarga Jarak Rumah Pengetahuan Sikap Variabel Terikat Penerapan Rumah Sehat Gambar 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->