P. 1
Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk

Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk

|Views: 1,248|Likes:
Published by NenK's NewLife

More info:

Published by: NenK's NewLife on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2014

pdf

text

original

Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk Pembeda antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah klausa

yang ada di dalam kalimat. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. Contoh kalimat tunggal • Ibu memasak nasi • Kami menonton film horor Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara), kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat), dan kalimat majemuk kompleks. A. Kalimat Majemuk Koordinatif (kalimat majemuk setara) Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama, yang setara, atau yang sederajat. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif, yaitu dan, atau, tetapi, dan lalu. Namun demikian tidak menutup kemungkinan konjungsi dalam kalimat jenis ini tidak digunakan. Contoh : Dia datang dan duduk di sebelah saya. Saya sudah makan banyak, tetapi masih saja lapar. Saya duduk, ayah berdiri, dan adik berlari-lari. Dia datang, lalu menyuruh kami makan. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara. 1. Hubungan 'penjumlahan' Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun. Contoh: Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan. 2. Hubungan 'perlawanan' Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi, melainkan. • Adikku belum bersekolah, tetapi dia sudah pandai membaca. 3. Hubungan 'pemilihan' Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau. • Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku? B. Kalimat Majemuk Subordinatif (kalimat majemuk bertingkat) Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara atau tidak sederajat. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak

selagi. seraya. bilamana. Pertama dipandang sebagai hasil proses menggabungkan dua buah klausa atau lebih. 5. dan anak kalimat pengganti keterangan. Hubungan 'perbandingan' . ibu juga akan pergi. Meskipun ada larangan merokok. • Penghubung kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya. meskipun. Karena banyak yang tidak berangkat. ketika. 3. 1. semenjak. anak kalimat pengganti predikat. dan karena. sedari. anak kalimat pengganti objek. sesudah. klausa “ Nenek membaca majalah ” berstatus sebagai klausa atasan. sungguhpun. Pandangan kedua. seusai. Untuk memperlihatkan hubungan antar klausa yang terdapat dalam kalimat maemuk bertingkat dibutuhkan kata penghubung atau konjungsi. tatkala. meskipun. sedangkan yang lain disebut klausa bawahan (anak kalimat). sesudah. selama. serta. ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya. sebelum. jika. sampai. andaikata. kakek tetap merokok. hingga. kendatipun. setelah. Pembentukan kalimat majemuk subordinatif memiliki dua sudut yang bertentangan. Dari contoh tersebut terlihat frasa tadi siang yang merupakan bagian dari klausa “Nen ek membaca majalah tadi siang” diluaskan (dideskripsikan) menjadi “ ketika kakek pergi ke pasar”. Dari kalimat tersebut. Dari pandangan ini muncullah istilah anak kalimat pengganti subjek. dan biar. Contoh : Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. konstruksi kalimat subordinatif dianggap sebagai hasil proses perluasan terhadap salah satu unsur klausanya. sementara. Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. Hubungan 'waktu' Kata penghubung yang digunakan adalah sejak. 2. 4. Hubungan 'syarat' Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya.sebagai klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. sedangkan klausa “ Kakek pergi ke pasar “ berkedudukan sebagai klausa bawahan. ketika. Seperti dalam jenis koordinatif. saya akan bercerita. hingga. Hubungan 'konsesif' Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun. agar supaya. • Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi. • Sejak anak-anak. • Walaupun hatinya sedih. Berikut ini beberapa konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat besrta hubungan antarklausa yang diciptakan. Dalam pandangan yang kedua ini dinyatakan bahwa setiap unsur kalimat dapat diperluas untuk dijadikan anak kalimat. Contoh : Kalau ayah pergi. sehabis. Hubungan 'tujuan' Kata penghubung yang digunakan adalah agar. sambil. saya sudah terbiasa hidup sederhana. • Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya. supaya. Kalimat tunggal tersebut kemudian diubah menjadi kalimat majemuk Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. Penghubung atau konjungsi nyang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau. dalam jenis ini pun terkadang konjungsi tidak selalu digunakan. • Jika Anda mau mendengarkannya. kuliah diliburkan. di mana klausa yang satu dianggap sebagai klausa atasan atau klausa utama (kadang disebut induk kalimat). Contoh : Nenek membaca majalah tadi siang.

• Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap. ibarat. • Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya. 7. • Wajah Tono cemberut. kakek mengambil uang di tabungan dan membe rikannya kepada ayah. alih-alih. atau gabungan frasa dengan frasa. titik dua (:). • Dia pura-pura tidak tahu. yaitu intonasi berita. 10.Kata penghubung yang digunakan adalah seperti. Hubungan 'sangkalan' Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah. kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. intonasi perintah. • Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya. tanya. • Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan. 8. sampai. padahal dia tahu banyak hal. yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan predikat. gabungan kata dengan frasa. Hubungan 'kenyataan' Kata penghubung yang digunakan adalah padahal. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. dan intonasi kagum. atau tanda seru (!). diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. Ciri-Ciri Kalimat . C. • Karena ayah sedang kesulitan. Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran. 9.). Pendahuluan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). atau titik koma (. tanda tanya (?). • Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi. Hubungan 'hasil' Kata penghubung yang digunakan adalah makanya. dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (. Contoh : • Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. diselingi atau tidak diselingi tanda koma (.). 11. seakan-akan. Hubungan 'akibat' Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga. 12. bagaikan. makanya saya takut untuk mendekatinya. 6. • Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya. Hubungan 'penyebaban' Kata penghubung yang digunakan adalah sebab. Dalam bahasa lisan. karena. di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. Hubungan 'cara' Kata penghubung yang digunakan adalah dengan. kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. Kalimat Majemuk Kompleks (kalimat majemuk campuran) Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih. (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. laksana.). Hubungan 'penjelasan' Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa. sedangkan. Dalam bahasa tulis. maka. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit.

Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefik ber. 3. Tidak semua kalimat harus mengandung semua fungsi sintaksis itu. (5) dapat disertai pewatas yang. Mengandung urutan logis. predikat berada langsung di belakang subjek. yaitu predikat. 3) predikat umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. 2) dalam kalimat susun biasa. objek. tanda tanya. objek (O). 4. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain.Widjono (2007:147) menjelaskan ciri-ciri kalimat sebagai berikut. mengkhususkan objek. Mengandung satuan makna. dalam. sedangkan unsur lainnya. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. dan lain-lain. (7) tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. Predikat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. dan keterangan (ket). 1. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat.dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks ter-. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. (4) dapat disertai kata ini atau itu. kepada. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. 4) dalam kalimat susun biasa (S-P) predikat berintonasi lebih rendah. predikat intransitif dapat disertai pelengkap. 2. 5) predikat merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah. Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. predikat. 2) berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif). 3) dapat diganti enklitik –nya. 6) predikat dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat).). atau tanda seru. pelengkap(Pel. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan predikat. (6) tidak didahului preposisi di. untuk. Sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. Mengandung pikiran yang utuh. pada. predikat (P). atau pesan yang jelas. ide. Wujud fungsi sintaksis adalah subjek (S). pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. Fungsi Sintaksis dalam Kalimat Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah tempat yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu. Pelengkap (pel. 4) objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. ku atau –mu. dan melengkapi struktur kalimat. (3) berupa kata atau frasa benda (nomina).) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berupa nomina atau frasa nominal. bagi. (2) dapat didahului oleh kata bahwa. 2) pelengkap merupakan unsur kalimat yang . Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif. Predikat transitif disertai objek. Ciri-ciri subjek yaitu: (1) jawaban apa atau siapa. yaitu objek.

Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. frasa adjektival. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. aktif atau netral. Kalimat Inti dan kalimat Non-Inti Kalimat inti sering juga disebut sebagai kalimat dasar atau biasa didefinisikan sebagai kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. (pengingkaran) Pukulah lalat itu! (perintah) Siapa yang memukul lalat? (penanyaan) Memukul lalat Nita. pemerintahan. Kalimat tersebut menjadi kalimat transformasional (noninti). adjektiva. Contoh : Nita memukul lalat. penanyaan. 5) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif. Kalimat tersebut dapat menjadi noninti yaitu: Lalat dipukul Nita. tanpa mengalami perluasan pada salah satu unsurnya. Merupakan kalimat inti dengan berbagai ciri atau struktur yang tertera di atas. jika tidak ada objek. tujuan. pelesapan. dan klausa terikat. dll. pengingkaran.kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verba adalah. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. 4) pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. seperti transformasi pemasifan. walaupun masih merupakan kalimat mayor. perbandingan. 5. Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. penginversian. Kalimat inti juga biasa didefinisikan sebagai kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur pusat. Perubahan dari kalimat inti menjadi kalimat transformasional dapat dilakukan dengan cara mengubah tata urut unsurunsur intinya. waktu. cara. sebab. dan menjadi. inti tersebut. (pemasifan) Nita tidak memukul lalat. dan penambahan. merupakan. . kalimat tersebut tidak menjadi kalimat inti lagi. Jika kalimat inti telah mengalami perubahan berupa susunan katanya atau intonasinya. atau memperluas kalimat. dan afirmatif. frasa adverbial. alat. (inversi) dan sebagainya. Kalimat inti dapat berubah menjadi kalimat noninti dengan melalui proses transformasi. syarat. Pembagian jenis-jenis kalimat didasarkan pada beberapa kriteria. Secara umum para ahli mengklasifikasikan kalimat dalam beberapa jenis yaitu: 1. akibat. Kalimat Tunggal dan Majemuk Pembeda antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah klausa yang ada di dalam kalimat. yaitu unsur subjek dan predikat. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat. misalnya keterangan tempat. 3) keterangan diisi oleh adverbia. Fungsi keterangan ini memiliki banyak jenis. ialah. 2. 2) keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. 3) dalam kalimat. mengubah intonasi netralnya. pelengkap berada di belakang objek.

Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih. adverbial. adjektiva. 3. kalimat seruan. dan numeria. ataupun keterangan saja. bagus! 4. yaitu dan. Konteks di sini menyangkut konteks kalimat. yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara). 5. yaitu kalimat yang predikatnya berupa kata atau frasa berkatagori verba. kalimat tersebut dikatakan sebagai kalimat mayor. Sedangkan kalimat non-verba merupakan kalimat yang predikatnya bukan merupakan kata atau frasa berkatagori verba (non-verba). perintah. yang setara. objek saja. misalnya hanya mengandung unsur subjek saja. Penghubung atau konjungsi yang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau. Kalimat Verbal dan Non-Verbal Kalimat verbal merupakan kalimat yang dibentuk oleh klausa verbal. dan lain sebagainya yang memiliki konteks dalam pembicaraan. predikat saja. kalimat minor walaupun tidak memiliki unsure yang lengkap sebagai sebuah kalimat. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif. Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama. Jika kalimat tersebut lengkap atau sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat Mayor dan Kalimat Minor Pembedaan kalimat menjadi kalimat mayor dan minor didasarkan pada kelengkapan Klausa yang menjadi konstituen dasar kalimat tersebut. seperti nominal. tetap mudah untuk dipahami. Contoh kalimat minor: Sedang mengetik. Jika kalimat atau klausa yang menjadi dasar kalimat tersebut tidak lengkap. Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara atau tidak sederajat. atau. di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak sebagai klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. maka kalimat tersebut dikatakan sebagai kalimat minor. meskipun. Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat Pengklasifikasian kalimat menjadi kalimat bebas dan kalimat terikat terkait dengan kedudukan kalimat dalam wacana. Termasuk dalam jenis kalimat minor misalnya: jawaban singkat. kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat). Kalimat dalam paragraph merupakan kesatuan yang berhubungan satu sama lain yang pada . karena dan lain sebagainya. Dalam wacana / paragraph kalimat bukan merupakan satuan yang berdiri sendiri yang tidak berkaitan satu dengan yang lain. tetapi.Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis. kalimat salam. Hal tersebut karena kalimat minor terikat oleh konteks pembicaraan yang diketahui oleh pendengar dan pembicaraanya. konteks situasi. Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran. dan konteks topic pembicaraan. (Predikat saja) Cepat tutup! (perintah) Selamat pagi! (salam) Maju terus pantang mundur! Kurang ajar! Ya. Seperti diketahui bahwa wacana tersusun atas kalimatkalimat yang membentuk satu kesatuan. dan lalu. ketika. dan kalimat majemuk kompleks. atau yang sederajat.

yakni kalimat yang memerlukan objek dan pelengkap secara sekalius. Kalimat terikat biasanya menggunakan salah satu tanda ketergantungan. tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai kedua imbuhan tersebut. S P Ket. Namun demikian. kalimat di atas termasuk kalimat aktif. oleh karenanya. c. Selain penanda anaforis (-nya). a. Soal-soal itu sedang mereka kerjakan. predikat kalimat itu berupa kata kerja yang berawalan me(N)dan ber-.akhirnya dapat membentuk sebuah paragraph atau wacana yang utuh dan memiliki makna. d. Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. S P O Pel. ditandai oleh predikatnya yang berawalan di. atau menjadi pembuka paragraph/ wacana tanpa bantuan konteks. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu hal atau tindakan. yakni kalimat yang predikatnya memerlukan pelengkap. b. S P Pel. Toni memukul Toni. (2) Ayah membelanjai ibu pakaian. subjek (Toni) berperan sebagai pelaku suatu kegiatan. baik itu disengaja ataupun tidak. Kalimat aktif semitransitif. (1) Usahanya hanva bermodalkan kejujuran dan keberanian. Ciri penting yang menandai kalimat aktif. Dalam kalimat diatas. 1. S P O K b. Kalimat aktif dwitransitif. S P O Pel. Subjek (S) dalam kalimat aktif melakukan aktifitas. a. Supaya sistem pencernaan kita sehat. dan penanda anaforis. yaitu kalimat aktif dan pasif. oleh karena itu. 2.atau ter-. seperti penanda rangkaian. kalimat aktif dapat dibagi kedalam empat kelompok. Berdasarkan hubungan antara predikat dengan objeknya. d. hal ini membawa konsekuensi predikat (P) dalam kalimat aktif harus diisi oleh kata kerja aktif. b. jadi). antara lain. Contoh: (1) Kakak meminjami kawannya sebuah novel. Contoh: (1) Pengembangan industri nasional bergantung pada ntutu SDM-nya. S P O (2) Narapidana itu sudah mencuri ayam milik Pak Lurah dua kali. Kalimat Aktif dan Pasif Kalimat dilihat dari peran subjeknya dibedakan menjadi 2. c. Contoh: (l) Ibu memasak di dapur. atau dapat memulai sebuah paragraph/ wacana tanpa bantuan konteks atau kalimat lain yang menjelaskannya. yaitu memukul. (2) Ani bernyanyi. S P Pel. Kalimat aktif intransitif. Ali terkejut mendengar kematian sahabatnya. Kalimat aktif (transitif) yakni kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek. Contoh: a. c. Kalimat bebas merupakan kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap. Saya akan pergi sekarang juga. Pameran itu akan dibuka oleh Pak Bupati. Bu Lurah sedang asyik makan tape. penunjukan. Sedangkan kalimat terikat merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. Kalimat Efektif Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran . (1) Pemerintah tengah mengembangkan industri mobil nasional. yakni kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek ataupun pelengkap. setiap pagi kita perlu minum air putih. Dalam kaitan inilah kalimat dibedakan menjadi 2 yaitu kalimat bebas dan kalimat terikat. konjungsi antarkalimat juga merupakan penanda sebuah kalimat terikat (makanya. Kalima aktif.

pengujian. Kalimat b tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya. bentuk kedua juga menggunakan verba. Contoh: a. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. sebagai berikut. Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. b. Ø Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. pengujian sistem pembagian air. ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat. Pertama. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas.pembicara atau penulis. Kalau bentuk pertama menggunakan verba. seperti tercantum di bawah ini. (Benar) b. dan kelogisan bahasa. yaitu kata pengecatan. yaitu kesepadanan struktur. dan sebagainya di depan subjek. pengujian sistem pembagian air. Atau Ø Kami datang terlambat. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal Contoh: Ø Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. bentuk kedua menggunakan nomina. (benar) c. Oleh karena itu. saya dibantu oleh para dosen. kalau bentuk pertama menggunakan nomina. sebagai berikut “Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di. dan pengaturan tata ruang. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Keparalelan Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Tidak terdapat subjek yang ganda Cotoh: Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. Kalimat (a) tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda. tentang. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu yaitu “Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes”. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas. a. pemasangan penerangan. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. ketegasan makna. yaitu dibekukan dan kenaikan. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. menurut. mengenai. Kesepadanan Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. d. (salah) Dalam menyusun laporan itu. Contoh: a. kami tidak dapat mengikuti acara pertama. sebagai. Ketegasan . dan pengaturan. dalam bagi untuk. keparalelan bentuk. Artinya. dan pengaturan tata ruang”. (Salah) b. kecermatan penalaran. memasang penerangan. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. kehematan kata. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial. memasang. kepaduan gagasan. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. pada.

mahasiswa atau perguran tinggi.Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. frasa. dan para menteri. Anak itu tidak malas dan curang. Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Misal kata merah sudah mencakupi kata warna (Ia memakai baju warna merah dapat diperhemat menjadi Ia memakai baju merah). sejuta. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). Seharusnya: Bukan seratus. 1. Kalimat 1 memiliki makna ganda. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. 3. tetapi berjuta-juta rupiah. 1. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan. sejauh tidak menyalahi kaidah tatabahasa. 4. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Contoh: Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. 5. Ø Perhatikan kalimat berikut. atau sejuta. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. Penekanannya Harapan presiden. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Misalnya: para tamu-tamu seharusnya para tamu Kecermatan Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata. 1. seribu. seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah. tetapi rajin dan jujur. Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. . tetapi berjuta-juta rupiah. Jadi. yaitu siapa yang terkenal. Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja. yaitu berapa jumlah uang. Penekanannya ialah presiden mengharapkan. 2. saya suka akan kelembutan mereka. 4. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Membuat urutan kata yang bertahap Bukan seribu. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Kalimat 2 memiliki makna ganda. para hulubalang. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). Ø Perhatikan kalimat berikut. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. 2. 3. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. Saudaralah yang bertanggung jawab. 2. atau seratus. Kalimat itu member penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Saya suka kecantikan mereka. Melakukan pengulangan kata (repetisi). Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. Misal kata naik bersinonim dengan ke atas. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan.

Waktu dan tempat kami persilakan. b. Contoh kalimat tidak padu: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka membicarakan kehendak rakyat. Seharusnya: a. Haryanto Arbi meraih juara pertama Jepang Terbuka. Kalimat tersebut seharusnya “Yang diceritakan ialah putra -putri raja. 3. Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka. para hulubalang. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. Perhatikan kalimat ini a. 1. kami teruskan acara ini. Perhatikan kalimat di bawah ini. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat. d. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat. Kepaduan Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Seharusnya kalimat itu berbentuk a. Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. kami teruskan acara ini. b.Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan. Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Oleh karena itu. Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. a. b. Yang logis adalah sebagai berikut. b. a. yaitu diceritakan dan menceritakan. b. dan para menteri”. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat. 2. kita hidari kalimat yang panjang dan bertele-tele. . Untuk mempersingkat waktu. Kalimat itu tidak logis (tidak masuk akal). Hermawan Susanto menduduki juara pertama Cina Terbuka. Surat itu saya sudah baca. Hermawan Susanto menjadi juara pertama Cina Terbuka. Untuk menghemat waktu. Bapak Menteri kami persilakan. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. c. Surat itu sudah saya baca.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->