Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk Pembeda antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah klausa

yang ada di dalam kalimat. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. Contoh kalimat tunggal • Ibu memasak nasi • Kami menonton film horor Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara), kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat), dan kalimat majemuk kompleks. A. Kalimat Majemuk Koordinatif (kalimat majemuk setara) Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama, yang setara, atau yang sederajat. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif, yaitu dan, atau, tetapi, dan lalu. Namun demikian tidak menutup kemungkinan konjungsi dalam kalimat jenis ini tidak digunakan. Contoh : Dia datang dan duduk di sebelah saya. Saya sudah makan banyak, tetapi masih saja lapar. Saya duduk, ayah berdiri, dan adik berlari-lari. Dia datang, lalu menyuruh kami makan. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara. 1. Hubungan 'penjumlahan' Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun. Contoh: Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan. 2. Hubungan 'perlawanan' Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi, melainkan. • Adikku belum bersekolah, tetapi dia sudah pandai membaca. 3. Hubungan 'pemilihan' Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau. • Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku? B. Kalimat Majemuk Subordinatif (kalimat majemuk bertingkat) Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara atau tidak sederajat. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak

dalam jenis ini pun terkadang konjungsi tidak selalu digunakan. sedangkan yang lain disebut klausa bawahan (anak kalimat). Penghubung atau konjungsi nyang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau. Karena banyak yang tidak berangkat. Meskipun ada larangan merokok. Contoh : Kalau ayah pergi. sebelum. Hubungan 'perbandingan' . ibu juga akan pergi. andaikata. sementara. anak kalimat pengganti predikat. bilamana. kuliah diliburkan. klausa “ Nenek membaca majalah ” berstatus sebagai klausa atasan. Contoh : Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. konstruksi kalimat subordinatif dianggap sebagai hasil proses perluasan terhadap salah satu unsur klausanya. Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. sehabis. di mana klausa yang satu dianggap sebagai klausa atasan atau klausa utama (kadang disebut induk kalimat). dan anak kalimat pengganti keterangan. 2. meskipun. Berikut ini beberapa konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat besrta hubungan antarklausa yang diciptakan.sebagai klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. • Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya. jika. sambil. Dari kalimat tersebut. sesudah. meskipun. serta. Dalam pandangan yang kedua ini dinyatakan bahwa setiap unsur kalimat dapat diperluas untuk dijadikan anak kalimat. sampai. Untuk memperlihatkan hubungan antar klausa yang terdapat dalam kalimat maemuk bertingkat dibutuhkan kata penghubung atau konjungsi. seraya. • Jika Anda mau mendengarkannya. 5. anak kalimat pengganti objek. setelah. Hubungan 'syarat' Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya. saya akan bercerita. Kalimat tunggal tersebut kemudian diubah menjadi kalimat majemuk Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. Pandangan kedua. 1. dan biar. Seperti dalam jenis koordinatif. sesudah. sedangkan klausa “ Kakek pergi ke pasar “ berkedudukan sebagai klausa bawahan. Hubungan 'konsesif' Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun. 4. sungguhpun. ketika. • Walaupun hatinya sedih. ketika. hingga. tatkala. Hubungan 'waktu' Kata penghubung yang digunakan adalah sejak. Dari contoh tersebut terlihat frasa tadi siang yang merupakan bagian dari klausa “Nen ek membaca majalah tadi siang” diluaskan (dideskripsikan) menjadi “ ketika kakek pergi ke pasar”. hingga. Pertama dipandang sebagai hasil proses menggabungkan dua buah klausa atau lebih. ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya. saya sudah terbiasa hidup sederhana. semenjak. selagi. • Penghubung kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya. • Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi. selama. kakek tetap merokok. agar supaya. sedari. Contoh : Nenek membaca majalah tadi siang. 3. kendatipun. Pembentukan kalimat majemuk subordinatif memiliki dua sudut yang bertentangan. Hubungan 'tujuan' Kata penghubung yang digunakan adalah agar. seusai. • Sejak anak-anak. dan karena. Dari pandangan ini muncullah istilah anak kalimat pengganti subjek. supaya.

8. Hubungan 'kenyataan' Kata penghubung yang digunakan adalah padahal. di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. • Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya.Kata penghubung yang digunakan adalah seperti.). Ciri-Ciri Kalimat . dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (. 11. tanya. • Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya. Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran. Hubungan 'cara' Kata penghubung yang digunakan adalah dengan. intonasi perintah. makanya saya takut untuk mendekatinya. Manaf (2009:11) lebih menjelaskan dengan membedakan kalimat menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. • Karena ayah sedang kesulitan. C. • Dia pura-pura tidak tahu. 7. kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital. Hubungan 'penjelasan' Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa. 10. gabungan kata dengan frasa. • Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya. baik unsur fungsi itu eksplisit maupun implisit. 9. karena. dan intonasi kagum. atau gabungan frasa dengan frasa. atau tanda seru (!). Hubungan 'sangkalan' Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah. sedangkan. yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan predikat. Hubungan 'hasil' Kata penghubung yang digunakan adalah makanya. padahal dia tahu banyak hal.). • Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap. Hubungan 'penyebaban' Kata penghubung yang digunakan adalah sebab. Dalam bahasa tulis. • Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan. seakan-akan. maka. 12. (2) satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal. kalimat adalah satuan bahasa yang mempunyai ciri sebagai berikut: (1) satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata. tanda tanya (?). ibarat. Dalam bahasa lisan. diselingi atau tidak diselingi tanda koma (. laksana. diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final. Kalimat Majemuk Kompleks (kalimat majemuk campuran) Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih. • Wajah Tono cemberut. Contoh : • Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. yaitu intonasi berita. sampai. • Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi. bagaikan. Hubungan 'akibat' Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga. titik dua (:). Pendahuluan Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono:146). kakek mengambil uang di tabungan dan membe rikannya kepada ayah.). 6. atau titik koma (. alih-alih.

Pelengkap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) pelengkap kehadirannya dituntut oleh predikat aktif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefik ber. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi. dan keterangan) disusun dalam satuan menurut fungsinya. atau pesan yang jelas. (6) tidak didahului preposisi di. 3. predikat berada langsung di belakang subjek. (5) dapat disertai pewatas yang. mengkhususkan objek. ku atau –mu. 5) predikat merupakan unsur kalimat yang mendapatkan partikel –lah.dan predikat pasif yang diisi oleh verba yang dilekati oleh prefiks ter-. predikat intransitif dapat disertai pelengkap.) bentuknya mirip dengan objek karena sama-sama diisi oleh nomina atau frasa nominal dan keduanya berpotensi untuk berada langsung di belakang predikat. bagi. Predikat transitif disertai objek. Objek Fungsi objek adalah unsur kalimat yang kehadirannya dituntut oleh verba transitif pengisi predikat dalam kalimat aktif.). 3) predikat umumnya diisi oleh verba atau frasa verba. objek (O). Mengandung urutan logis. pada. objek. tetapi dapat diingkarkan dengan kata bukan. untuk. dan melengkapi struktur kalimat. Predikat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) bagian kalimat yang menjelaskan pokok kalimat. Tidak semua kalimat harus mengandung semua fungsi sintaksis itu. yaitu objek. Dalam bahasa lisan diawali dengan kesenyapan dan diakhiri dengan kesenyapan. Subjek Fungsi subjek merupakan pokok dalam sebuah kalimat. 2. pelengkap dan keterangan merupakan unsur penunjang dalam kalimat. kepada. Pokok kalimat itu dibicarakan atau dijelaskan oleh fungsi sintaksis lain. Wujud fungsi sintaksis adalah subjek (S). 2) pelengkap merupakan unsur kalimat yang . sedangkan unsur lainnya. Ciri-ciri subjek yaitu: (1) jawaban apa atau siapa. atau tanda seru. 4) objek dapat menggantikan kedudukan subjek ketika kalimat aktif transitif dipasifkan. 3) dapat diganti enklitik –nya. Predikat Predikat merupakan unsur yang membicarakan atau menjelaskan pokok kalimat atau subjek. Mengandung satuan makna. yaitu predikat. tanda tanya.Widjono (2007:147) menjelaskan ciri-ciri kalimat sebagai berikut. 2) dalam kalimat susun biasa. 2) berada langsung di belakang predikat (yang diisi oleh verba transitif). Mengandung pikiran yang utuh. Fungsi sintaksis akan dijelaskan berikut ini. dan lain-lain. predikat. Unsur fungsi sintaksis yang harus ada dalam setiap kalimat adalah subjek dan predikat. ide. 6) predikat dapat merupakan jawaban dari pertanyaan apa yang dilakukan (pokok kalimat) ataubagaimana (pokok kalimat). (2) dapat didahului oleh kata bahwa. Dalam bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (3) berupa kata atau frasa benda (nomina). pelengkap(Pel. 1. Fungsi Sintaksis dalam Kalimat Fungsi sintaksis pada hakikatnya adalah tempat yang dapat diisi oleh bentuk bahasa tertentu. Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih. 4. Objek mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berupa nomina atau frasa nominal. 4) dalam kalimat susun biasa (S-P) predikat berintonasi lebih rendah. setiap kata atau kelompok kata yang mendukung fungsi (subjek. dalam. predikat (P). (4) dapat disertai kata ini atau itu. kalimat-kalimat disusun dalam satuan makna pikiran yang saling berhubungan. Sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. Pelengkap (pel. dan keterangan (ket). (7) tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak.

Kalimat tersebut menjadi kalimat transformasional (noninti). Kalimat inti dapat berubah menjadi kalimat noninti dengan melalui proses transformasi.kehadirannya mengikuti predikat yang diisi oleh verba adalah. syarat. aktif atau netral. yaitu unsur subjek dan predikat. dan afirmatif. 5. merupakan. Jika kalimat inti telah mengalami perubahan berupa susunan katanya atau intonasinya. Fungsi keterangan ini memiliki banyak jenis. 5) satuan bahasa pengisi pelengkap dalam kalimat aktif tidak mampu menduduki fungsi subjek apabila kalimat aktif itu dijadikan kalimat pasif. pengingkaran. (inversi) dan sebagainya. Kalimat Inti dan kalimat Non-Inti Kalimat inti sering juga disebut sebagai kalimat dasar atau biasa didefinisikan sebagai kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. tanpa mengalami perluasan pada salah satu unsurnya. Keterangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) umumnya merupakan keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat. misalnya keterangan tempat. pelengkap terletak langsung di belakang predikat. waktu. dan klausa terikat. kalimat tersebut tidak menjadi kalimat inti lagi. frasa adjektival. . (pengingkaran) Pukulah lalat itu! (perintah) Siapa yang memukul lalat? (penanyaan) Memukul lalat Nita. dll. cara. Sebagian besar unsur keterangan merupakan unsur tambahan dalam kalimat. dan menjadi. pelesapan. pelengkap berada di belakang objek. Merupakan kalimat inti dengan berbagai ciri atau struktur yang tertera di atas. penginversian. seperti transformasi pemasifan. atau memperluas kalimat. penanyaan. perbandingan. tetapi kalau predikat diikuti oleh objek. 4) pelengkap tidak dapat diganti dengan pronomina –nya. 3) keterangan diisi oleh adverbia. adjektiva. sebab. 3) dalam kalimat. Kalimat inti juga biasa didefinisikan sebagai kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur pusat. Kalimat Tunggal dan Majemuk Pembeda antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah klausa yang ada di dalam kalimat. tujuan. frasa adverbial. alat. inti tersebut. Pembagian jenis-jenis kalimat didasarkan pada beberapa kriteria. Kalimat tersebut dapat menjadi noninti yaitu: Lalat dipukul Nita. jika tidak ada objek. akibat. pemerintahan. walaupun masih merupakan kalimat mayor. Secara umum para ahli mengklasifikasikan kalimat dalam beberapa jenis yaitu: 1. 2) keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. Contoh : Nita memukul lalat. Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang memberikan keterangan kepada seluruh kalimat. (pemasifan) Nita tidak memukul lalat. ialah. 2. dan penambahan. Perubahan dari kalimat inti menjadi kalimat transformasional dapat dilakukan dengan cara mengubah tata urut unsurunsur intinya. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. mengubah intonasi netralnya.

atau. Hal tersebut karena kalimat minor terikat oleh konteks pembicaraan yang diketahui oleh pendengar dan pembicaraanya. ataupun keterangan saja. predikat saja. di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. tetapi. yaitu kalimat yang predikatnya berupa kata atau frasa berkatagori verba. yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara). 5. yaitu dan. Kalimat Verbal dan Non-Verbal Kalimat verbal merupakan kalimat yang dibentuk oleh klausa verbal. dan lalu. karena dan lain sebagainya. Jika kalimat tersebut lengkap atau sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. dan konteks topic pembicaraan. kalimat seruan. dan numeria. Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama. ketika. Contoh kalimat minor: Sedang mengetik. perintah. Termasuk dalam jenis kalimat minor misalnya: jawaban singkat. meskipun. Jika kalimat atau klausa yang menjadi dasar kalimat tersebut tidak lengkap. Seperti diketahui bahwa wacana tersusun atas kalimatkalimat yang membentuk satu kesatuan. kalimat salam. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak sebagai klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. Kalimat Mayor dan Kalimat Minor Pembedaan kalimat menjadi kalimat mayor dan minor didasarkan pada kelengkapan Klausa yang menjadi konstituen dasar kalimat tersebut. yang setara. dan kalimat majemuk kompleks. Konteks di sini menyangkut konteks kalimat. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif. kalimat tersebut dikatakan sebagai kalimat mayor. bagus! 4. Penghubung atau konjungsi yang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau. konteks situasi. Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih.Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis. Kalimat dalam paragraph merupakan kesatuan yang berhubungan satu sama lain yang pada . Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran. adjektiva. kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat). maka kalimat tersebut dikatakan sebagai kalimat minor. misalnya hanya mengandung unsur subjek saja. adverbial. Dalam wacana / paragraph kalimat bukan merupakan satuan yang berdiri sendiri yang tidak berkaitan satu dengan yang lain. dan lain sebagainya yang memiliki konteks dalam pembicaraan. Sedangkan kalimat non-verba merupakan kalimat yang predikatnya bukan merupakan kata atau frasa berkatagori verba (non-verba). atau yang sederajat. seperti nominal. tetap mudah untuk dipahami. kalimat minor walaupun tidak memiliki unsure yang lengkap sebagai sebuah kalimat. (Predikat saja) Cepat tutup! (perintah) Selamat pagi! (salam) Maju terus pantang mundur! Kurang ajar! Ya. Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara atau tidak sederajat. objek saja. Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat Pengklasifikasian kalimat menjadi kalimat bebas dan kalimat terikat terkait dengan kedudukan kalimat dalam wacana. 3.

Kalimat aktif semitransitif. d. tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai kedua imbuhan tersebut. dan penanda anaforis. Kalimat terikat biasanya menggunakan salah satu tanda ketergantungan. seperti penanda rangkaian. yakni kalimat yang predikatnya memerlukan pelengkap. kalimat aktif dapat dibagi kedalam empat kelompok. ditandai oleh predikatnya yang berawalan di. (1) Pemerintah tengah mengembangkan industri mobil nasional. (2) Ani bernyanyi. Subjek (S) dalam kalimat aktif melakukan aktifitas. Toni memukul Toni. c. atau menjadi pembuka paragraph/ wacana tanpa bantuan konteks. setiap pagi kita perlu minum air putih. antara lain. 2. Kalimat Efektif Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran . Dalam kaitan inilah kalimat dibedakan menjadi 2 yaitu kalimat bebas dan kalimat terikat. Pameran itu akan dibuka oleh Pak Bupati.akhirnya dapat membentuk sebuah paragraph atau wacana yang utuh dan memiliki makna. S P O Pel. kalimat di atas termasuk kalimat aktif. Contoh: (1) Kakak meminjami kawannya sebuah novel. (1) Usahanya hanva bermodalkan kejujuran dan keberanian. S P O K b. Kalimat aktif (transitif) yakni kalimat aktif yang predikatnya memerlukan objek. a. Namun demikian. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu hal atau tindakan. Kalimat aktif dwitransitif. Dalam kalimat diatas. predikat kalimat itu berupa kata kerja yang berawalan me(N)dan ber-. yaitu memukul. konjungsi antarkalimat juga merupakan penanda sebuah kalimat terikat (makanya. jadi). oleh karena itu. Kalimat Aktif dan Pasif Kalimat dilihat dari peran subjeknya dibedakan menjadi 2. yaitu kalimat aktif dan pasif. 1. Contoh: (l) Ibu memasak di dapur. hal ini membawa konsekuensi predikat (P) dalam kalimat aktif harus diisi oleh kata kerja aktif. yakni kalimat yang memerlukan objek dan pelengkap secara sekalius. S P Ket.atau ter-. Contoh: a. Soal-soal itu sedang mereka kerjakan. Kalimat aktif intransitif. Kalima aktif. Sedangkan kalimat terikat merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap. yakni kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek ataupun pelengkap. atau dapat memulai sebuah paragraph/ wacana tanpa bantuan konteks atau kalimat lain yang menjelaskannya. (2) Ayah membelanjai ibu pakaian. Saya akan pergi sekarang juga. Ali terkejut mendengar kematian sahabatnya. Selain penanda anaforis (-nya). Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang predikatnya melakukan suatu pekerjaan. S P O (2) Narapidana itu sudah mencuri ayam milik Pak Lurah dua kali. S P Pel. Ciri penting yang menandai kalimat aktif. d. a. oleh karenanya. Kalimat bebas merupakan kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap. S P Pel. b. S P O Pel. baik itu disengaja ataupun tidak. b. c. Contoh: (1) Pengembangan industri nasional bergantung pada ntutu SDM-nya. c. Supaya sistem pencernaan kita sehat. subjek (Toni) berperan sebagai pelaku suatu kegiatan. Bu Lurah sedang asyik makan tape. Berdasarkan hubungan antara predikat dengan objeknya. penunjukan.

kami tidak dapat mengikuti acara pertama. pada. bentuk kedua juga menggunakan verba. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. sebagai berikut “Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. dan kelogisan bahasa. sebagai berikut.pengujian. Ketegasan . Kesepadanan Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat. kehematan kata. b. d. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nomial. (Salah) b. a. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. keparalelan bentuk. yaitu dibekukan dan kenaikan. dan sebagainya di depan subjek. dalam bagi untuk. dan pengaturan tata ruang”. seperti tercantum di bawah ini. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. dan pengaturan tata ruang. pengujian sistem pembagian air. sebagai. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu yaitu “Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes”. Pertama.pembicara atau penulis. Kalau bentuk pertama menggunakan verba. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas. ketegasan makna. bentuk kedua menggunakan nomina. Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. saya dibantu oleh para dosen. Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. tentang. kepaduan gagasan. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal Contoh: Ø Kami datang agak terlambat. Contoh: a. mengenai. Keparalelan Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Kalimat (a) tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. Contoh: a. Ø Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. memasang penerangan. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. kecermatan penalaran. Atau Ø Kami datang terlambat. Artinya. (benar) c. menurut. Kalimat b tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya. memasang. (Benar) b. Oleh karena itu. dan pengaturan. yaitu kesepadanan struktur. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. pemasangan penerangan. yaitu kata pengecatan. (salah) Dalam menyusun laporan itu. kalau bentuk pertama menggunakan nomina. pengujian sistem pembagian air. Tidak terdapat subjek yang ganda Cotoh: Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen.

Saya suka kecantikan mereka.Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. sejauh tidak menyalahi kaidah tatabahasa. para hulubalang. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. 4. Membuat urutan kata yang bertahap Bukan seribu. Melakukan pengulangan kata (repetisi). Penekanannya Harapan presiden. Penekanannya ialah presiden mengharapkan. seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah. Seharusnya: Bukan seratus. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. Kalimat itu member penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan. Kalimat 1 memiliki makna ganda. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. atau seratus. dan para menteri. Jadi. tetapi berjuta-juta rupiah. Anak itu tidak malas dan curang. 1. 3. Saudaralah yang bertanggung jawab. Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. seribu. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. tetapi rajin dan jujur. 1. Misalnya: para tamu-tamu seharusnya para tamu Kecermatan Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). 2. Contoh: Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata. 1. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja. 3. . sejuta. Misal kata naik bersinonim dengan ke atas. yaitu siapa yang terkenal. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. frasa. 4. 2. atau sejuta. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Kalimat 2 memiliki makna ganda. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. mahasiswa atau perguran tinggi. 5. Ø Perhatikan kalimat berikut. saya suka akan kelembutan mereka. tetapi berjuta-juta rupiah. yaitu berapa jumlah uang. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. 2. Misal kata merah sudah mencakupi kata warna (Ia memakai baju warna merah dapat diperhemat menjadi Ia memakai baju merah). Ø Perhatikan kalimat berikut. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.

Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Kalimat tersebut seharusnya “Yang diceritakan ialah putra -putri raja. b. a. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. Mereka membicarakan kehendak rakyat. Seharusnya kalimat itu berbentuk a. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. kita hidari kalimat yang panjang dan bertele-tele. a. Untuk mempersingkat waktu. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat. b. kami teruskan acara ini. Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka. Contoh kalimat tidak padu: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab. Waktu dan tempat kami persilakan. Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. 2. 3. Hermawan Susanto menduduki juara pertama Cina Terbuka. Surat itu sudah saya baca. Surat itu saya sudah baca. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat. Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. Untuk menghemat waktu. Haryanto Arbi meraih juara pertama Jepang Terbuka. . 1. Hermawan Susanto menjadi juara pertama Cina Terbuka. Kalimat itu tidak logis (tidak masuk akal). Oleh karena itu. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat. Perhatikan kalimat ini a. b. Kepaduan Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. para hulubalang. b. Perhatikan kalimat di bawah ini. yaitu diceritakan dan menceritakan. Bapak Menteri kami persilakan. d. kami teruskan acara ini. Seharusnya: a. dan para menteri”. Yang logis adalah sebagai berikut.Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan. c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful