P. 1
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

|Views: 30|Likes:
Published by Djoko Priyono

More info:

Published by: Djoko Priyono on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.

PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988; b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas, dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999. 2. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan; 3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2001; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang wewenang pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil; 9. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 10. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002; 11. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Memperhatikan : 1. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. 2. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K.26-30/V.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. M EMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan, adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 2. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil, adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.

metodologi dan teknik analisis tertentu. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.3. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 4. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. mengembangkan. Angka Kredit. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. kawasan hutan. 2. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Tim Penilai Angka Kredit. meliputi : 1. b. . 2. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. adalah menyiapkan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. 2. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. mau dan mampu memahami. d. Penyuluhan Kehutanan. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. Persiapan penyuluhan kehutanan. metodologi. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. BAB II RUMPUN JABATAN. 2. melaksanakan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. 3. c. 5. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. e. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 3. 7. terdiri dari : a. Pengembangan aspek tehnik. BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. 3. materi. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat vang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. meliputi : 1. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Pendidikan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. 4. 6.

Mengajar dan melatih di bidang penyuluhan kehutanan. c. Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Penyelia. . Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/b c. 2. 2. c. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penata Tingkat I. golongan ruang III/a. adalah : a. 6. Penata Muda Tingkat I.f. golongan ruang III/c 2. Penata Muda. 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Pengembangan profesi : 1. golongan ruang III/a 2. (2) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang III/c. Pengatur Tingkat I. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. 4. g. golongan ruang III/d Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. 2. Penyuluh Kehutanan Pertama. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Penata Tingkat I. golongan ruang II/c. 2. 7. b. terdiri dari: 1. b. Penata. golongan ruang III/b. 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Penata Tingkat I. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Penyuluh Kehutanan Muda. terdiri dari : 1. Pengatur. golongan ruang II/b. Memperoleh piagam kehormatan. b. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. adalah : a. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 3. b. buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan 3. Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. terdiri dari : 1. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/d. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. terdiri dari : 1. adalah a. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan Madya. BAB IV 3ENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah a. Penata Muda. 4. Penata. Menterjemahkan/menyadur kehutanan. terdiri dari : 1.

Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada kelompok tani binaan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 25. sebagai berikut : a. Melaksanakan temu lapang.c. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 24. b. 26. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). 4. 3. Penyuluh Kehutanan Madya. 20. Menyusun laporan triwulan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 7. 9. 3. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Malaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. golongan ruang IV/a. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 14. 3. 5. 17. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. golongan ruang IV/c. terdiri dari : 1. yaitu : 1. 6. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 2. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun laporan bulanan. 23. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 13. 2. 22. 5. 2. 18. 15. 19. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Pembina Tingkat I. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Menjadi pembimbing/instruktur widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. golongan ruang IV/b. Menyusun laporan tahunan. yaitu 1. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. dan potensi wilayah dan . Memberikan konsultasvpemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pembina Utama Muda. BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 8. wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat 21. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 4. Melakukan temu BPP/Kecamatan. 27. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 12. 16. 10. Pembina. 11.

Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. c. 27. 35. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 12. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada kelompok tani binaan. Menyusun rencana kerja tahunan. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demontrasi farm). 30. 34. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 33. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 4. 23. Menyusun laporan bulanan. 25. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 13. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan 38. Malaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Menyusun laporan triwulan. 26. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 37. .6. 29. 32. 11. 40. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi: 2. 18. 19. 36. 6. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Melakukan temu usaha. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 31. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 9. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 41. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 39. 24. 28. yaitu 1. 7. Pengolahan kehutanan. Menyusun/membuat meteri penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 20. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 5. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 14. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kebupaten/Kota. 3. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 8. 17. 15. 22. 7. 10. 21. 16.

(2) Rincian kegiatan Penyuluhan Kehutanan kategori keahlian. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Menyusun rencana kerja tahunan. 4. 34. 25. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/magang). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 8. 39. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa Penyuluhan kehutanan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Sebagai pembuat karya/desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 27. 13. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 30. yaitu 1. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 38. 12. 28. Mengolah. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/tokoh agama. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio[TV. 22. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kolompok sasaran. 31. 29. 3. 21. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 32. adalah sebagai berikut: a. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan bulletin). Menyusun laporan triwulan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyusun isntrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 35. 10. 20. . 11. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. laniut hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan 36. Sebagai pembuat karya/desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 6. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Menyusun laporan bulanan. Penyuluh Kehutanan Pertama. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamfiet. 15. 18. Menyusun laporan tahunan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Melakukan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada tokoh masyarakat/tokoh agama. 7. 26. 19. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 37. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 5. 23. 2. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 14. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 33. 16. 9. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Menyusun insrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 24.8. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. 17. Merekomendasi/tindak penyuluhan kehutanan.

17. 18. LSM. 13. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. cendekiawan. LSM. 12. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat nasional. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 11. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. materi. 7. 25. 9. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. 26. . dan pemerintah pusat. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 5. Pengusaha dan organisasi Kemasyarakatan lainnya. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. 2. 4. 17. 20.9. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada perguruan tinggi. 11. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 14. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 6. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada Pemda. Menyusun metoda/teknik pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 15. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 30. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainya. MenYusun/membLiat materi Penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Sebagai pembuat karya/desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 8. Menyusun rencana kerja tahunan. 13. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 16. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. 22. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 24. 15. 3. Menyusun laporan triwulan. Menyusun laporan tahunan. 23. Menyusun laporan bulanan. 29. 31. 19. dan pemerintah pusat. Sebagai Pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. 14. 27. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 10. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 12. 10. b. 21. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsisebagai Pembicara/penyaji. 16. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. cendekiawan. 28. menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamtlet. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.

30. 2. 19. diskusi/wawancara konsep laporan hasil . 29. Menumbuhkan kemitraan pengelolaan/pemasaran. sebagai nara sumber/pengisi acara pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 23. 16. 7. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 18. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 8. 27. 14. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 5. 21. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 10. c. 32. 25. 11. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan..18. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 17. Menumbuhkan koperasi/kelembagaan formal (badan hukum). materi. 35. 20. 13. Menyusun laporan triwulan. 12. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kegiatan. usaha kelompok sasaran dengan perusahaan 24. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 20. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 28. Menyusun laporan tahunan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 15. 9. sarana. Menyusun laporan bulanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 31. 3. 34. 26. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat intemasional. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/metodologi. 6. sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. 33. 22. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Menyusun laporan bulanan. Sebagai nara sumber/pengisi acara diskusi/wawancara melalui siaran radio/ TV. Menyusun laporan triwulan. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. 21. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 19.

materi. (2) Unsur utama terdiri dari a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. Unsur utama. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf g. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. b. c. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Persiapan penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. (3) Pengembangan profesi. sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. d. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. dan f. Pemantauan. golongan ruang IV/c. metodologi. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. .22. b. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). adalah sebagai berikut : a. e. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. dengan ketentuan : a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Unsur penunjang. Pengembangan penyuluhan kehutanan. ditetapkan sebagai berikut : a. Pendidikan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari a. b. Unsur penunjang. b. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. b. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya.

secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (2) Dalam menjalankan tugas. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagi berikut : a. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah a. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. d. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. c. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. b. golongan ruang III/d. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kahutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. c. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. . 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Seorang Ketua merangkap anggota. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. dibantu oleh : a. pangkat Penata Tingkat I. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi.(5) Penyuluh kehutanan penyelia. b. pejabat sebagimana dimaksud pada ayat (1). Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. d. pangkat Pembina Utama Muda. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi Kehutanan di Kabupaten/Kota. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. b. golongan ruang IV/c.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang beriaku. c.c. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturutturut. b. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN . (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi keda Penyuluh Kehutanan. c. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuiuh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Dapat aktif melakukan penilaian. d. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh a. (6) Apabila Tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. c. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. d. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. adalah a. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. b. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai.

(2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalarn jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhimya. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengon jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (SI)/Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan c. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). pangkat Pembina Tingkat I. Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. adalah : a. b. dan d. c. dan b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (Sl)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan.Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. apabila : a. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak . Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). pangkat Pengatur Muda tingkat 1. c. golongan ruang IV/b. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. pangkat Penata. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. golongan ruang III/a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. adalah : a. b. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-rundangan yang berlaku. Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan vang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. golongan ruang II/b. dan d. dibebaskan sementara dari jabatannya. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23.

(2) Pengangkatan kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa penurunan pangkat. memindahkan. atau c. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. c. Pasal3O Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. pangkat Pembina Utama Muda. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. dan ayat (3). Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. BAB XII . BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. atau e. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/d. apabila : a. Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). dinyatakan tetap berlaku. pangkat Penata Tingkat I. BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (5) Dengan berlakunya keputusan ini. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c. d.dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). (6) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pengalaman. ayat (2). (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). b. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila a. Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. b. dan pengembangan karir. kecuali hukuman disiplin berupa penutunan pangkat. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.

maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. ttd.PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. FEISAL TAMIN . maka Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapkan di Pada tanggal MENTERI : Jakarta : 3 Desember 2002 PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->