P. 1
Dampak Adanya Gulma Pada

Dampak Adanya Gulma Pada

|Views: 82|Likes:
gulma
gulma

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Tika Fajar Wulandari on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

DAMPAK ADANYA GULMA PADA TANAMAN BUDIDAYA

Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen Agronomi dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan

1. 2. 3. 4.

Disusun Oleh : Gunawan (110321100081) Amrul Setiawan Jodi (110321100013) Rizka Puspita Q (110321100033) Ajie Santoso (110321100019)

Jurusan : Agribisnis “A” Fakultas : Pertanian

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2011
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan kasih-Nya , sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul”Dampak Adanya Gulma Pada Tanaman Budidaya”. karya tulis ini ditujukan dalam rangka memenuhi tugas yang

Limnocharis flava. atau spesies baru yang telah berkembang sejak timbulnya pertanian. gulma perkebunan. Dengan membahas satu persatu dari gulma di atas.diberikan dosen Agronomi dalam kegiatan perkuliahan. Pengklasifikasian tersebut berdasarkan daur hidupnya. sehingga bisa diselesaikan sesuai degan apa yang diinginkan. gulma obligat dan lainnya. Untuk mempermudah mengenali jenis-jenis gulma. Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada semua masyarakat agar bisa mengetahui bagaimana dampak adanya gulma pada tanaman budidaya dan bagaimana cara pengendalian gulma sehingga produksi tanaman budidaya bisa memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan. Teriring doa dan harap semoga Allah meridhoi upaya yang penyusun lakukan. Echinochola colonum. Monochoria vaginalis. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini. Echinochola crusgalli. Contohnya gulma tahunan. Yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah gulma yang terdapat di areal persawahan (tanah sawah). Meskipun gulma tidak mengakibatkan kematian pada tanaman tetapi akan menimbulkan hasil yang kurang memuaskan karena didalam tanah terjadi persaingan pengambilan zat makanan. maka di bentuknya pengklasifikasian. kita semua dapat mengetahui sacara teori dan fisik dari gulma . Macam-macam gulma di areal persawahan antara lain. gulma darat. Penyusun berharap karya ilmiah ini bisa bermanfaat baik bagi penyusun maupun bagi pembaca pada umumnya. gulma berdaun lebar. Gulma ini akan merugikan tumbuhan pokok. karena dapat mengambil zat hara dalam tanah sehingga tanaman pokok terganggu. Marsilea crenata. Gulma merupakan tumbuhan yang berasal dari spesies liar yang telah lama menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. karena masyarakat disekitar kita mayoritas bekerja di lingkungan persawahan. saat berkecambah dan tumbuhnya. 1 Januari 2012 Penyusun BAB 1 PENDAHULUAN I. gulma teki. morfologinya.1 Latar Belakang Pada saat kita menanam tanaman. sering kali tumbuhan yang kita tanam diikuti dengan tumbuhnya rerumputan atau gulma. serta kepekaannya terhadap macam bekerjanya herbisida. Shalawat serta salam semoga tercurah pula kepada Rasulullah SAW dan para sahabat. gulma sawah. gulma rerumputan. Bangkalan. gulma air.

3 Tujuan Masalah  Untuk mengetahui pengertian dari gulma  Untuk mengetahui jenis-jenis dari gulma  Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari adanya gulma  Untuk mengetahui bagaimana cara untuk mengendalikan gulma BAB 2 PEMBAHASAN 2.tersebut. 1 Pengertian Gulma . I. serta dapat membedakan cara pengendalian yang aman bagi kehidupan di sekitar tanaman persawahan tersebut.2 Rumusan Masalah  Apa yang dimaksud dengan gulma ?  Apa jenis-jenis dari gulma ?  Apa saja kerugian yang ditimbulkan akibat adanya gulma ?  Bagaimana cara pengendalian gulma ? I.

bahkan mengeluarkan zat di sekitar tempat tumbuhnya yang dapat meracuni tumbuhan lain (peristiwa Allelopati). persaingan gulma dengan padi dapat menurunkan hasil padi 10-40 %. ini pulalah yang memungkinkan gulma dapat berkembang biak dengan cepat. inilah yang memungkinkan gulma unggul dalam persaingan dengan tanaman budidaya. dan secara kimiawi untuk air. coklat 11. 2.9 %. Menurut percobaan-percobaan pemberantasan gulma pada padi terdapat penurunan oleh persaingan gulma tersebut antara 25-50 %.7 %.5 % dan kacang tanah 11. menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas maupun kuantitas. Sifat inilah yang membedakan gulma dengan tanaman yang dibudidayakan. Disamping itu gulma juga dapat membentuk biji dalam jumlah banyak. Luasnya penyebaran karena daun dapat dimodifikasikan. Gulma juga ada yang memberikan bau serta rasa yang kurang sedap. kedelai 13. tebu 15. nutrisi. ruang dan cahaya. Gulma menyaingi tanaman dalam pengambilan unsur hara. Secara fisik. Selain itu juga gulma memiliki sifat mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda.2 Jenis-jenis Gulma . Cramer (1975) menyebutkan kerugian berupa penurunan produksi dari beberapa tanaman dalah sebagai berikut : padi 10. mulai dari tempat yang miskin nutrisi sampai yang kaya nutrisi. air. Perilaku gulma yang mengganggu tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya meneybabkan tanaman gulma dijadikan sebagai musuh petani karena dengan adanya gulma secara otomatis menurunkan hasil dari produksi pertanian. baik gulma maupun tanaman budidaya. tergantung pada spesies dan kepadatan gulma. berada pada jumlah yang patut diperebutkan. gas-gas penting. sorgum 17. demikian pula pada bagian-bagian lain. cahaya. pasokan air dan keadaan iklim (Nantasomsaran dan Moody. 1993).Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat menurunkan hasil tanaman yang dibudidayakan bila tidak dikendalikan secara efektif. Selain itu juga gulma merupakan salah satu faktor biotik yang menyebabkan kehilangan hasil panen. Di lahan irigasi. dan dalam peristiwa allelopati.8 %.8 %.8 %. Persaingan antara gulma dengan tanaman budidaya dalam mengambil unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Kemampuan gulma mengadakan regenerasi besar sekali. khususnya pada gulma perennial. jagung 13 %. jenis tanah. gulma bersaing dengan tanaman budidaya untuk ruang. Gulma perennial dapat menyebar dengan cara vegetatif. Persaingan dapat berlangsung bila komponen yang dibutuhkan oleh.

maka tumbuhan ini dibagi perennial sederhana dan perennial merayap.). dll. Jenis gulma berdasarkan lama hidupnya. serta berdasarkan morfologi bentuk.).). Gulma semusim atau setahun (annual) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya dari biji. dua tahun atau tahunan). dari jenis monokotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C4. Contoh gulma berdaun sempit adalah jajagoan. dari jenis dikotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C3. hanya menyebar dengan biji. Contoh gulma dua tahun adalah Daun Sendok (Plantago sp. Gulma dua tahun (biennial) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selama antara satu sampai dua tahun. 1. c. b. Karena beda penyebarannya. Urang Aring (Eclipta prostrate L.Karena jenis-jenis gulma jumlahnya sangat banyak. maka gulma dapat dibedakan menjadi beberapa golongan : sesuai dengan bentuk daun (daun lebar atau daun sempit). b. Gulma perennial sederhana. Contoh gulma semusim adalah Jekeng atau Teki Rendul (Cyperus iria L. Gulma berdaun sempit Tumbuhan ini mempunyai daun sempit dan panjang. Jenis gulma berdasarkan bentuk daun. dibedakan menjadi : a. Karena banyaknya biji yang dibentuk. 2. meskipun dapat . dibedakan menjadi : a. Bunga dibentuk pada tahun kedua.Sunduk welut (Cyperus difformis L. Contoh gulma berdaun lebar adalah Sambung rambut (Mikania michranta). bebontengan dll. maka persisten. Gulma tahunan (perennial) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selama lebih dari dua tahun. Kebanyakan tumbuhan ini membentuk biji banyak untuk penyebaran dan dapat pula menyebar secara vegetatif. Gulma berdaun lebar Tumbuhan ini mempinyai bentuk daun lebar. lama hidupnya (setahun atau semusim.). dll. tumbuhan sampai mati selama semusim atau setahun. dan Putri Malu (Mimosa pudica).

Teki yang tumbuh tahunan mempunyai umbi atau rizom/rimpang di dalam tanah seperti teki berumbi (Cyperus rotundus). Gulma Rumput (Grasses) Umumnya gulma ini termasuk ke dalam famili Gramineae/Poaceae. dll. Contoh lain: Cyperus iria. Ada yang monokotil dan banyak yang dikotil. Pada dasarnya ada beberapa jenis gulma yang sering ditemukan petani. C.C. Pada batang menjalar biasanya terjadi pembengkakan batang yang disebut “buku”. Tepi daun umumnya rata sedangkan uraturatdaun sejajar dengan panjang daun. menyebar dengan akar yang merayap. b. dibedakan menjadi : a. Helai daunbiasanya tipis. akar lunak dan tumbuh meluas. dll. Gulma Teki (Sedges) Umumnya termasuk golongan Cyperacea. Contoh: Echinochloa crus-galli. Fimbristylis miliacea. Karena banyaknya jenis gulma. Ligula tidak ada. Daun terdiri dari pelepah daun dan helai daun. Gulma Berdaun Lebar (Broadleaf weeds) Gulma ini tidak tergolong gulma teki dan gulma rumput. kadang-kadang bulat tak berongga. Jenis gulma berdasarkan morfologi bentuk. sempit dan memanjang. Buku akan muncul secara reguler pada panjang ruasan tertentu. Cynodon dactylon. Leptochloa chinensis dll. sehinngga para petani mesti mengetahui mengenai beberapa jenis gulma berikut ini: 1. Gulma ini mirip dengan gulma rumput. Pelepah daun menjadi satu membentuk pembuluh pada pangkal batang. c. stolon (bagian merayap di atas tanah) dan Rizhoma (bagian merayap didalam tanah). Limnocharis flava. Lidah/ligula yang berbulu muncul padabatas antara pelepah dan helai daun.) D. Gulma perennial merayap. Kakawatan (Cyndon dactylon L.). difformis. berbentuk agak bulat atau lonjong dengan urat daun seperti jala tidak teratur. dan kebanyakan berongga. 3. Contoh gulma tahunan adalah Kremek (Alternanthera sessilis (L. dll. Batang berbentuk segitiga.menyebar secara vegetatif bila tumbuhan ini terpotong. Imperata Cylindrica (Alang-alang) . Pres).). Ludwigia octovalvis. Tumbuhan tersebut memiliki batang berbentuk bulat kadang-kadang agak pipih. Helai daun akan muncul berselang-seling dari kedua sisi batang pada setiap buku. Jajahean atau lampuyangan (Panicum repens L. Daun melebar sepenuhnya. Contoh: Monochoria vaginalis. maka sangat sulit sekali jika harus dikaji secara merinci satu persatu. Daun-daun tersusun dalam tiga deretan.

Taksonomi teki adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Subdivisio Klas : Angiospermeae : Monokotiledoneae Ordo : Cyperales Familia : Cyperaceae Genus : Cyperus Spesies : Cyperus Rotundus Deskripsi = gulma ini hampir selalu ada disekitar tanaman budidaya. karena mempunyai kemampuan tinggi untuk beradaptasi pada jenis tanah yang beragam. Disamping sifat agresif (stolon) dan sebagai pesaing kuat. Jepang. 2. Ekologi = gulma adalah tersebar luas dan dapat tumbuh pada tanah terbuka yang belum maupun yang sudah diolah. pelepah daun lembut.Alang-alang mempunyai daerah penyebaran yang cukup luas. tulang daun utama keputihan. India. Afganistan. terutama pada daerah Afrika. Cyperus Rotundus (Teki) Gulma ini termasuk yang cukup ganas dan penyebarannya luas. Daun agak tegak. dan Leucaena glauca dapat dipergunakan untuk kebutuhan tersebut. Gulma ini termasuk gulma . Gulma ini dapat berreproduksi secara vegetatif dan generatif atau dapat tumbuh pada jenis tanah yang beragam. dengan sistem rhizoid yang meluas serta tinggi batang mencapai 60-100 cm. Australia dan Eropa Selatan. Pengendalian = gulma alang-alang agak sulit karena rhizoma yang padat dan tumbuh cepat (termasuk regenerasinya). Indonesia. Namun dibawah naungan gulma ini akan tertekan tumbuhnya. daun atas lebih pendek daripada daun sebelah bawah. Taksonomi alang-alang adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Kelas : Monokotiledonae Ordo : Glumiflorae Familia : Gramineae Genus : Imperata Spesies : Imperata Cylindrica Deskripsi = alang-alang adalah gulma perennial. Cina.

berwarna coklat.perennial dengan bagian dalam tanah terdiri dari akar dan umbi. Tetapi kapan saat teki berkecambah. Umbi pertama kali dibentuk pada tiga minggu setelah pertumbuhan awal. dan curah hujan antara 1500-4000 mm per tahun. apakah serentak apa tidak. maka akan diperoleh hasil yng cukup memuaskan. bunga tegak dan bertandan (5-10 tandan) kemudian merunduk (5-21 cm). daya tumbuhnya akan hilang. Helai daun bergaris dan berwana hijau tua mengkilat. tebal dan panjang 2-3. selama 14 hari dibawah sinar matahari. gulma ini berdaun sempit. Umbi tersebut membentuk akar ramping dan umbi lagi. pelepah daun tertutup tanah. namun bila pengendalian dimulai pada saat mulai berkecambah.600 umbi). Batang berbentuk tumpul atau segitiga. Akar serabut tumbuh pada pankal batang. Buah (kariopsis) bentuk lonjong. Bunga mempunyai benang sari tiga helai. sedang tangkai putik bercabang tiga. Kemampuan berkembang umbi-umbi teki menjadi tumbuhan baru inilah yang membuat teki tahn menghadapi penekanan yang sifatnya berupa sentuhan bagian atas tanah saja. Umbi tidak tahan kering. Ekologi = Teki dapat tumbuh meluas terutama didaerah tropis kering. 3. Gulma ini berbatang tegak dan mempunyai ketinggian 30-60 cm serta berkembang biak dengan biji. Echinochloa Cruss-Galli ( Jawan ) Taksonomi jawan adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Monokotiledoneae Ordo : Graminales Familia : Gramineae Genus : Echinocloa Spesies : Echinochloa cruss-galli Deskripsi = Gulma yang sering nampak pada pertanian padi sawah ini kemampuan maupun sifatnya mirip padi. Biji yang telah tua berwarna coklat sampai hitam dengan bagian bawah tumpul.5 mm. hanya ada penelitian yang menyatakan alachlor secara pra tumbuh dapat sedikit mengurangi. kepala sari kuning cerah. Daun pada pangkal batang terdiri dari 4-10 helai. berkisar pada ketinggian 1-1000 m dpl. . Pengendalian = Mengingat sifat ekologimya teki sulit untuk diberantas denagn cara apapun. demikian seterusnya (1 m2 sedalam 10 cm = 1.

dan berkembang biak dengan biji (dapat tumbuh hingga 200 m dpl). 4. Daun terdiri dari dua baris. Dengan demikian kondisi yang sedikit saja tak menguntungkan akan membuat gulma ini cepat mati. tersusun seperti genting. dan sebagainya. bulir menjari 3-5. Pelepah menempel kuat. Eleusine Indica (Lulangan) Gulma ini adalah gulma semusim. Gulma ini sangat peka pada keadaan lingkunganny. kecipir. anak bulir berseling-seling.4. Misalnya saja dengan menggunakan zat kimia pembunuh rerumputan (herbisida). Pada pangkal helai daun berambut. di tepi saluran air. menempel pipih. dilaksanakan secara manual. Pengendalian = Untuk pengendalian gulma yang tidak begitu luas. tetapi kasar pada tiap ujung. Taksonomi Lulangan adalah sebagai berikut : Divisio : spermatophyta Klas : Monocotiledoneae Ordo : Glummiflorae Familia : Gramineae Genus : Eleusine Spesies : Eleusine Indica Deskripsi = Gulma ini khususnya berada disekitar tanaman kacang-kacang. Ciri khas gulma lulangan ini adalah mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan. Ekologi = Gulma lulangan ini akan cepat tumbuh dan berkembang bila memperoleh cahaya cukup banyak dan air pengairan berlimpah. pada saat dua minggu setelah tanam.. Penggunaan herbisida dimungkinkan untuk pemberantasannya pada tempat-tempat seperti sepanjang tepi jalan. Begitu pula pertumbuhan vegetatif sangat teredusir pada musim kemarau atau bila kelembaban tanah sangat rendah. dan batang sering kali bercabang. padi dan ubi kayu. Pengendalian = Gulma ini dapat dikendalikan dengan berbagai cara. Herbisida seperti 2. .. berkumpul pada sisi poros yang bersayap dan bertunas. misalnya menderita penaungan.Ekologi = Gulma ini terutama sangat perlu air untuk pertumbuhannya dan perlu media tumbuh yang berlumpur. lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun. Gulma ini dominan pada tanaman kacang-kacangan.5 lt ha-1 ) dapat dipergunakan. Untuk mencegah perkecambahan gulma ini selama tiga bulan dapat digunakan di-feramida. berumur pendek.D (0.8-1 lt ha-1 ) dan MCPA (91-1. Bunga. Pertumbuhan akan cepat bila tersedia cukup air dan akan mati bila jumlah air berkurang.

permukaanya tertutup kulit yang agak berkerut. Taksonomi krokot adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Monokotiledoneae Ordo : Portulacales Familia : Portulaceae Genus : Portulaca Spesies : Portulaca oleracea Deskripsi = Krokot dalam gulma semusim yang membentuk biji untuk perbanyakannya dan dapat dari bagian batang bila tumbuh pada tanah yang lembab. batang penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata yang tergantung cahaya. serta membentuk bunga. Disamping itu terjadi defoliasi daun tua.28 kg ha-1 mengakibatkan gejala pada daun menjadi bintik-bintik. Suhu optimal yang dibutuhkan ialah antara 150-350 C dimana bunga dan biji dihasilkan dengan baik sekali. dimana ruas tua tak berambut. Pengendalian = Penggunaan Oksifluorfen 0. panjang kurang lebih 10-50 cm. Batang berdaging. ujung daun melekuk kedalam. Bunga terbentuk sepanjang musim didaerah tropis (daur hidupnya 3-5 bulan) di bawah kondisi ternaung akan tumbuh membentang dan tegak. . Sebaliknya dibawah intensitas cahaya tinggi krokot ini dapat layu. bulat atau tumpul (0. Gulma ini termasuk golongan semusim. Daunsebagian tersebar. daun muda atau terjadi absisi. Penyiangan secara manual juga digunakan pada gulma jenis ini. permeabilitas jaringan daun diubah dan stomata menjadi tertutup. Biji (0.2-4 cm). berhadapan. Buah berbentuk kotak dan berbiji banyak (4-8 mm). yang berasosiasi dengan 45 jenis pertanaman. Portulaca Oleracea (krokot) Suatu gulma yang sukulen.5. bertangkai pendek. Ekologi = Gulma ini pada awal pertumbuhannya tumbuh lambat dan menjadi cepat setelah 15 hari dan pada akhir minggu ke-4 terbentuk 10 daun. terbentang dan berwarna kemerah-merahan.5 mm) berbentuk oval warna hitammengkilat. bentuk bulat.

berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah. bentuk lonceng berlekuk lima (1-15 mm). Ekologi = Gulma ini dapat tumbuh di sembarang tempat yang tak tergenang air didaerah tropis dan subtropis dari ketinggian 1-1. sedang bagian teratas dan bertangkai pendek. teh dan karet. Bunga mengelompok berbentuk cawan.5 mm). Duduk daun bawah berhadapan. Pengendalian = Pada luas pertanaman yang sempit pengendalian dengan penyiangan secara manual.6. palawija. mampu berasosiasi dengan tanaman biji-bijian. dan paraquat. Bila gulma ini berasosiasi dengan jagung. runcing. Daunnya bertangkai cukup panjang. tembakau. keras bergerigi lima. setiap bulir terdiri dari 60-75 bunga. Pengendalian dengan herbisida dapat dilaksanakan sebagai pra tumbuh. kopi. Suhu optimal untuk tumbuhnya 160-240C. intensitas cahaya tinggi yang dibutuhkan oleh gulma ini sehingga pertumbuhan diredusir bila ternaungi. buah berwarna putih (2-3. glifosat. Penyebaran dengan biji. bulat bercabang. gulma ini juga dapat mengeluarkan alelopat. tepi bergerigi dan berbulu. Mahkota dengan tabung sempit. . rambut sisik ada lima. Secara umum dapat digunakan dalapon. legum tebu. atau kedelai.200 m dpl. maka dipergunakan Alachlor. Batang tegak. Ageratum Conyzoides (wedusan) Gulma dari golongan semusim mempunyai penyebaran cukup luas (tropis dan sub tropis). Taksonomi Wedusan adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Dikotiledoneae Ordo : Asterales Familia : Asteraceae Genus : Ageratum Spesies : Ageratum Conyzoides Deskripsi = Wedusan berbatang tegak mencapai ketinggian pada saat berbunga 60-120 cm. tepi sempit. putih atau violet. bentuk bulat telur. Gulma ini dapat tumbuh berasosiasi dengan padi gogo. Warna biru muda. kelapa sawit dan cengkeh. kacang tanah.

sehingga merusak pertumbuhannya. baik bagi tanaman budidaya maupun bagi manusia sendiri. unsur-unsur hara dari tanah. kimia. Pengendalian gulma secara Mekanik .3 Kerugian Akibat Gulma Gulma adalah tanaman pengganggu yang merugikan para petani. penyiangan. dan pada akhirnya menurunkan hasil produksi. misalnya menambah tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah.4 Cara pengendalian Gulma Jika dilihat dari beberapa dampak yang ditimbulkan dengan adanya gulma disekitar tanaman budidaya. biologis. misalnya ada suatu gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi. 1. diantaranya pengendalian secara mekanik. tanaman ini sering tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan.2. Kenaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian. kehadiran gulma dapat menghambat pertumbuhan. perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi 3. Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi 8. cahaya dan ruang lingkup. Hasil produk pertanian menjadi kotor karena terkontaminasi oleh biji-bijian gulma Beberapa jenis gulma bisa menjadi perantara hama. diantaranya sebagai berikut : 1. Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya. Persaingan antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi. Akibatnya. 6. maka hasil produksi akan mengalami penurunan. maka sangat jelas sekali bahwa tanaman gulma memang sangat merugikan sekali. dan pengendalian gulma secara terpadu. 5. terjadi persaingan dalam pengambilan air. misalnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tumbuhan inang hama ganjur pada padi. 4. Selain itu juga dampak dengan adanya gulma disekitar tanaman budidaya menimbulkan berbagai dampak. Gangguan kesehatan manusia. Apabila gulma pada tanaman budidaya tidak segera diatasi. Adapun beberapa cara yang digunakan untuk mengendalikan gulma bisa dengan beberapa cara. 2. 7. Biaya untuk produksi semakin meningkat karena adanya gulma 2.

Pengendalian gulma secara biologis Pengendalian secara biologis didefinisikan sebagai upaya pengendalian gulma dengan menggunakan organisme hidup. 1. 1984). dalam barisan dan guludan dimana alat besar sulit untuk mencapainya dan didaerah yang cukup banyak tenaga kerja. alat sederhana maupun alat berat. 1. Telah diketahui bahwa insekta dan jamur merupakan hama dan penyakit bagi pertanaman.4 Pembubuhan mulsa Untuk menghalangi sampainya cahaya matahari pada gulma dan menghalangi pertumbuhan bagian atas. baik dengan tangan biasa. dan terutama murah jika diterapkan pada suatu area yang tidak luas. dan tanaman pesaing untuk membatasi infestasi gulma (Gupta.1 Pencabutan dengan tangan (Penyiangan) Cara semacam ini sangat praktis. seperti di halaman. dengan tinggi sekitar 15-25 cm selama 3-8 minggu.2 Pengolahan tanah Suatu usaha yang cukup praktis pada pengendalian gulma annual.3 Penggenangan Pelaksanaan penggenangan biasanya berhasil pada gulma perennial. maka selapis bahan mulsa yang ditutupkan diatas gulma akan sangat berhasil. Dalam pengendalian gulma annual cukup dibajak dangkal saja. Demikian pula pengenalan insecta pemakan daun (chryssalnia spp) di Kalifornia dapat menekan sejenis gulma. Gulma “ganas” yangt perennial dan tumbuh dengan padi sawah pada umumnya diberantas dengan cara ini dan sangat berhasil pada tanah ringan. ikan pemakan tanaman dan hewan lainnya. Sebelumnya dibajak terlebih dahulu dan tak dibenarkan ada tumbuhan yang mencuat diatas permukaan air. 2. Namun perlu . maka kaktus (opuntia) yang menghuni lahan sekitar 25 juta ha selama 12 tahun dapat ditekan sampai 95%. dan bagi perennial kedua bagian dibawah dan diatas tanah dirusakkan. seperti serangga. organisme penyakit. Insekta tersebut jadinya dapat memberantas gulma sebagai contoh klasik ialah setelah diperkenalkan sejenis penggerek argentine (cactoblastis cactorum) di Queensland. ialah cara pengolahan tanah. dengan cara ini gulma tersebut dirusakan bagian atas tanah saja. Adapun beberapa cara melalui pengendalian secara mekanik ini adalah sebagai berikut : 1. Penggenangan dibatasi dengan galanagan. sedanga pada tanah berat tidak dianjurkan. 1. efisien. sedang untuk biennial bagian atas tanah dan mahkota. Dilain pihak bila ada insekta yang “memakan” gulma. maka masalahnya jadi lain. dan perennial. biennial.Pengendalian gulma dengan cara ini hanya mengandalkan kekuatan fisik atau mekanik.

. rotundus) atau alangalang (Imperata cylindrica) yang peka naungan (Rijn. Penggunaan spesies tanaman pesaing. yaitu organisme yang menyerang semua spesies gulma. Pengendalian dengan cara ini membutuhkan alat penyebar herbisida serta pengetahuan tentang herbisida itu sendiri. yaitu: 1. Seperti perpaduan antara pengendalaian secara mekanik diteruskan dengan pemberian herbisida pasca tumbuh. penegendalian secara mekanik sendiri tidak sempurna dalam mengatasi gulma tertentu. stu jenis spesies tanaman kurang mampu menekan pertumbuhan gulma. misalnya tanaman ubi jalar untuk mengurangi pertumbuhan teki berumbi (C. Pengendalian gulma secara kimia Penegendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan bahan kimiawi yang dapat menekan atau bahkan mematikan gulma. 2000). Maka timbulah pemikiran bahwa paduan antara beberapa cara pengendalain dalam satu musim tanam diharapkan dapat mengatasi masalahnya. jangan sampai setelah gulma dimangasa tanamanpun dapat pula diganggu. Pada dasarnya pengendalian gulma secara biologis mempunyai tiga pendekatan.diingat bahwa penggunaan musuh gulma tersebut harus hati-hati. agar pengen dalian yang dilakukan dapat berhasil. penggunaan herbisida pra tumbuh diteruskan herbisida pasca tumbuh dan lain lagi perpaduan yang sekiranya dapat menekan investasi gulma yang sulit untuk dibasmi. Pengendalian gulma secara terpadu Suatu pengendalian yang efektif melibatkan beberapa cara dalam waktu yang berurutan dalam suatu musim tanam. 4. Bahan kimiawi itu disebut herbisida: herba = gulma dan sida = membunuh. yaitu organisme yang menyerang satu atau hanya beberapa spesies gulma 2. Misalnya saja. Penggunaan organisme nonselektif. dan 3. Penggunaan organisme selektif. yaitu tanaman yang bersaing dengan spesies gulma untuk satu faktor atau lebih. jadi herbisida adalah zat kimiawi yang dapat mematikan gulma. 3.

bagimana cara penanganan gulma yang benar. 3.2 Saran Dalam menghadapi merebaknya gulma di areal pertanian seharusnya kita harus mengetahui atau mengenali apa itu gulma.1 Simpulan Dari penjelasan mengenai gulma diatas. Akibat dari adanya gulma ini apabila tidak segera ditangani maka akan berdampak besar terhadap hasil produksi. sehingga semua petani perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai gulma. tetapi gulma tetap saja meraja lela. sehingga dalam melakukan pengendalian tidak membuang-buang biaya karena penanganan yang tidak tepat. jelas sekali bahwa tanaman gulma merupakan musuh bagi tanaman sekaligus musuh bagi petani. sehingga hasil dari produksi pertanian akan mengalami penurunan. . sehingga walaupun sudah dikendalikan. selain itu juga tanaman gulma menjadi musuh bagi petani karena bisa menurunkan pendapatan petani karena hasil dari tanaman budidayanya menurun. jenis-jenis gulma. Musuh bagi tanaman karena tanaman gulma melakukan kompetisi dengan tanaman budidaya sehingga tanaman budidaya akan mengalami kekurangan nutrisi hara.BAB 3 PENUTUP 3.

Bull. Hlm. Buku 2. 1981.S. S.Daftar Pustaka Bangun. Puslitbangtan. MARDI.). No. dan M. Manila. K. Paper Presented at the Rice Symposium. Moody. et al. “Weed Management in Wet-Seeded Rice in Tropical Asia”. Philippines: IRRI. 1989. “Postplanting Weed Control in Direct-Seeded Rice”. Kinerja Penelitian Tanaman Pangan. Ismunadi et al. 364. Teknologi Pengendalian Gulma pada Pertanaman Padi di Sawah Pasang Surut. Badan Litbang Pertanian. dkk. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Moody. (Ed. 73–88. 442 p.C.). 1990. Jody. Ext. Manila.1993. K. K. 25–27 September 1990. Bogor: Puslitbangtan Moenandir. Malaysia. Philippines: IRRI. Moody. . Moody. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. Hlm. In Weed control in rice. Taiwan: Food & Fertilizer Technology Center. 1989. P. Taipeh. 1992. P. Padi Buku 2. Simatupang. 579–599. Drost. “The Role of Cropping Systems on Weeds in Rice”. 1993. Dalam Syam. M. Dalam M. (Ed. K dan D. “Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi”. Weeds Reported in Rice in South and Southeast Asia. Syam. 624– 633. Penang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->