BAB I. PENDAHULUAN II.1 Masyarakat Madani I.

1 Latar Belakang Masyarakat madani merupakan sistem kenegaraan dengan politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai peraturan ekonomi politik, serta dalam pengambilan keputusan. Masyarakat madani merupakan kondisi masyarakat ideal, dan tentunya proses pembentukan masyarakat tersebut tidaklah lepas dari pengaruh lingkungan hidup suatu masyarakat. Merujuk pada kondisi masyarakat Indonesia, ditemukan fakta bahwa adanya perbedaan perlakuan yang diterima secara luas oleh masyarakat di sekitar kita. Sebagai contohnya adalah dalam konsep ekonomi, di mana terdapat perbedaan drastis antara masyarakat yang mampu dan tidak mampu. Secara umum, ditemukan penggolongan yaitu golongan bawah, menengah, dan atas. Setiap golongan ini akan memperoleh pengaruh kuat dari lingkungannya masing-masing, yang memengaruhi bagaimana pola hidup dan pola interaksi mereka. Hal ini juga mempengaruhi suatu kelompok atau golongan masyarakat dalam prosesnya menuju masyarakat madani. Membicarakan masyarakat madani, sering kali pendapat yang muncul adalah hal pertama yang harus dilihat dalam sebuah masyarakat madani adalah bahwa ia mampu secara finansial, dengan kata lain mapan. Karenanya, muncul anggapan bahwa golongan menengah ke atas lebih berpotensi untuk terwujudnya menjadi masyarakat madani karena posisi mereka yang lebih mapan. Satu faktor penting yang perlu disadari bahwa lingkungan hidup sangat berperan dalam proses perkembangan suatu masyarakat menuju masyarakat madani, karena pada hakikatnya masyakarat madani adalah masyarakat yang tidak hanya mampu secara finansial, namun mereka juga memiliki kepekaan terhadap sesama, toleransi, rasa keadilan sosial, serta demokratis. Karena itu, dari berbagai lingkungan yang berbeda, sesungguhnya ada proses menuju masyarakat madani yang dapat diamati. Hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan makalah ini, yaitu kesadaran akan fakta bahwa masyarakat madani (meski belum sepenuhnya) dapat ditemui melalui beberapa ciri yang nyata pada setiap kelompok masyarakat yang berbeda-beda.

PEMBAHASAN

I.2 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Mempelajari lebih jauh mengenai masyarakat madani dan fenomena proses pembentukannya. 2. Mengetahui lebih jauh mengenai pengaruh lingkungan hidup terhadap proses pembentukan masyarakat madani.

I.3 Permasalahan Permasalahan yang kami angkat dalam makalah ini adalah sejauh mana pengaruh lingkungan hidup terhadap proses pembentukan masyarakat madani, serta bagaimana mengintegrasikan lingkungan-lingkungan tersebut ke dalam satu kesatuan sehingga terbentuk masyarakat yang ideal, madani secara sepenuhnya.

BAB II.

Secara harfiah, masyarakat madani atau civil society itu sendiri adalah terjemahan dari istilah Latin, civilis societas, yang mula-mula dipakai oleh CICERO (106-43 S.M),--seorang orator dan pujangga Roma-Pengertiannya mengacu kepada gejala budaya perorangan dan masyarakat. Masyarakat sipil disebutnya sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antar individu menandai keberadaban suatu jenis masyarakat tersendiri. Masyarakat seperti itu, di zaman dahulu adalah masyarakat yang tinggal di kota. Dalam kehidupan kota, penghuninya telah menundukkan hidupnya di bawah satu dan lain bentuk hukum sipil (civil law) sebagai dasar dan yang mengatur kehidupan bersama. Bahkan bisa pula dikatakan bahwa proses pembentukan masyarakat sipil itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. Rahardjo (1997-1724) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, civil society. Dengan konsep civility (kewargaan) dan urbanity (budaya kota), maka kota dipahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk, melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan. Di zaman modern, istilah itu diambil dan dihidupkan lagi oleh John Locke (1632-1704) dan Rousseau (1712-1778) untuk mengungkapkan pemikirannya mengenai masyarakat dan politik. Locke umpamanya, mendefinisikan masyarakat sipil sebagai "masyarakat politik" ( political society). Pengertian tentang gejala tersebut dihadapkan dengan pengertian tentang gejala "otoritas paternal" (peternal authority) atau "keadalan alami" ( state of nature) suatu kelompok manusia. Ciri dari suatu masyarakat sipil, selain terdapatnya tata kehidupan politik yang terikat pada hukum, juga adanya kehidupan ekonomi yang didasarkan pada sistem uang sebagai alat tukar, terjadinya kegiatan tukar menukar atau perdagangan dalam suatu pasar bebas, demikian pula terjadinya perkembangan teknologi yang dipakai untuk mensejahterakan dan memuliakan hidup sebagai ciri dari suatu masyarakat yang telah beradab. Merujuk pada Bahmueller (1997), ada beberapa karakteristik masyarakat madani, diantaranya: 1. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok eksklusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. 2. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. 3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat. 4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. 5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejimrejim totaliter. 6. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individuindividu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. 7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. Namun untuk menjadi masyarakat madani yang sepenuhnya tidaklah mudah, ada tujuh prasyarat masyarakat madani, sebagai berikut:

1

misalnya saja dalam dimensi ekonomi: sebagian anggota masyarakat mempunyai kekayaan yang berlimpah dan kesejahteraan hidupnya terjamin. 2. lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. 3. yaitu Marx dan Weber. ataupun pola masyarakat lainnya. kelas didefinisikan sebagai bentuk posisi pasar yang berhubungan dengan hak pemilikan. umur. Adanya jaminan. Berkaitan dengan fungsi lingkungan hidup di atas. Pembedaan ini sering kali dilakukan bahkan mungkin diperlukan. Menurut Marx. masyarakat pada kelas menengah adalah masyarakat yang sangat heterogen. 23 tahun 1997. Stratifikasi masyarakat memiliki dua pandangan utama. menengah. melainkan dari cara konsumsi tersebut. 6. Suka atau tidak suka inilah realitas masyarakat. Dari perbedaan tersebut.2 Lingkungan Hidup dan Kaitannya dengan Masyarakat Madani Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. 3. Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. Sebagai kontrol terhadap negara 4. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3. Rukun Tetangga. baik itu masyarakat yang madani sepenuhnya. tantangan. masyarakat dapat dipisahkan menjadi dua kelas. Penyesuaian diri alloplastis berarti individu tersebut berusaha mengubah lingkungannya. atau pendidikan. didapatkan golongan menengah ke bawah yang menjadikan barang konsumsi sebagai milik bersama. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (social capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. yaitu lingkungan antar manusia yang meliputi pola-pola hubungan sosial serta kaidah pendukungnya yang berlaku dalam suatu lingkungan spasial (ruang). Dengan posisi lingkungan hidup sebagai alat pergaulan. tinggi badan. Rukun Warga. baik langsung ataupun secara tidak langsung. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antarmereka secara teratur. pendapatan. Secara umum. manusia merupakan bagian dari sistem sosial masyarakat yang secara berkelompok membentuk budaya. dan mayoritas yang menjadi penghasil produksi. di mana golongan menengah ke atas memiliki tingkat penghasilan tinggi dan golongan menengah ke bawah memiliki tingkat penghasilan rendah. Ada banyak sosiolog yang mencetuskan stratifikasi masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi. 4. tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. kalangan bisnis. namun dalam kehidupan sehari-hari. II. tempat tinggal. sedangkan yang lain dikuasai. 5. koperasi.3 Pengelompokan Masyarakat Masyarakat terdiri dari beragam kelompok orang yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna kulit. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. Konsumsi ini dilihat bukan hanya dari tingkat dan barang yang dikonsumsi. pemberdayaan masyarakat madani perlu ditekankan. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembagalembaga ekonomi. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 2. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. Sebagai makhluk sosial. 1. sesuatu yang diikuti.1. Sedangkan menurut Weber. hukum. Beberapa peran lingkungan terhadap individu antara lain: Sebagai alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. serta golongan menengah ke atas yang memiliki 'privatisasi cara konsumsi'. misalnya berupa perjanjian. agama. dan kesempatan-kesempatan hidup. Objek penyesuaian diri bagi individu. setidaknya realitas yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan kemampuan berpikir manusia. Adanya hak. kenyataan itu adalah ketidaksamaan. tentunya dapat dipahami bahwa manusia membutuhkan dirinya untuk menjadi bagian dari lingkungannya. II. Beberapa pendapat lainnya adalah menurut Dick (1993 dan 1985). dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. politik. dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. dan kelompok dalam masyarakat. yaitu kelas bawah. kepercayaan. dan oleh tingkat rasa integrasi mereka yang berada di dalamnya. Namun. Tantangan bagi individu. hal yang membedakan adalah kekayaan. Beberapa pendapat sosiologis mengatakan dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di berbagai bidang. 2 . sehingga pada kasus kali ini pembagiannya dipersempit menjadi golongan menengah ke bawah dan golongan menengah ke atas. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya. keluarga. apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Adanya kohesifitas antarkelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan. Dalam dimensi yang lain misalnya kekuasaan: sebagian orang mempunyai kekuasaan. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. secara umum masyarakat dapat dibagi menjadi tiga golongan. tentunya lingkunganlah yang akan secara langsung dan tidak langsung membentuk suatu masyarakat. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”. sedangkan sisanya miskin dan hidup dalam kondisi yang jauh dari sejahtera. baik secara allopatis maupun autoplastis. 2. dan berkeinginan untuk berinteraksi dengan komunitas. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. yaitu bahwa ciri yang membedakan masyarakat adalah dari konsumsinya. 7. Sesuatu yang diikuti individu. dan atas. kekayaan. terbuka dan terpercaya. Peran lingkungan hidup itu sendiri tentunya tidak dapat dilepaskan dari proses pembentukan masyarakat madani. yang ruang lingkupnya ditentukan oleh keberlakuan pola-pola hubungan sosial tersebut. antara lain melalui peranannya sebagai berikut: 1. Berdasarkan UU No. dan objek penyesuaian diri. jenis kelamin. dan bentuk organisasi-organsasi lainnya. Sekalipun kita mengetahui bahwa pada dasarnya semua manusia adalah sama. 4. yaitu minoritas yang mengendalikan alat produksi.

yaitu civitas akademika. sebagai contohnya di kompleks perumahan. terbuka dan terpercaya. Adanya golongan ketiga. ada tidaknya pendidikan secara tidak langsung mengubah teori penggolongan tersebut. melainkan lebih ke hukum rimba. Orang yang berpenghasilan tinggi cenderung lebih leluasa dalam mempergunakan uangnya. Dan. sedangkan hal sebaliknya terjadi pada golongan menengah ke atas. sistem pemerintahan dan lembaga-lembaga ekonomi. Secara gamblang. secara umum akan lebih mendapatkan penghormatan dari masyarakat. dan golongan menengah ke atas berperan sebagai 'yang menyuruh'. kepastian dan kepercayaan antara jaringanjaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur.1 Masyarakat Golongan Menengah ke Bawah Lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap perkembangan masyarakat madani.4. Minimnya tingkat pendidikan menyebabkan hukum yang berlaku pada masyarakat ini bukanlah hukum seperti yang diatur oleh undang-undang. untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari pun cukup sulit. bahkan cenderung kurang. mandiri dalam berkehendak agar mampu untuk menjalankan inisiatif lokal dalam menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. Di lihat dari penghasilan mereka yang sangat minim. Pelayanan sosial sangat perlu dilaksanakan. pun dalam mengatur pola 3 . dan wawasan terutama mengenai politik dan pemerintahan Indonesia. Namun. dalam kelompok masyarakat ini justru lebih terjalin kepercayaan diri dan relasi sosial antar kelompok. dan adanya keengganan untuk berbagi wewenang dan sumber daya yang ada pada pemerintah kepada masyarakat. dan berikut adalah pengaruh lingkungan hidup terhadap proses pembentukan masyarakat madani di setiap kelompok masyarakat.2 Masyarakat Golongan Menengah ke Atas Gaya hidup seseorang sangat ditentukan oleh tingkat penghasilannya. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. keluarga dan kelompok dalam masyarakat. dengan semua yang dimilikinya. membuat golongan menengah kebawah ini cukup sulit untuk berkembang menuju masyarakat madani.4. Namun patut disayangkan. Maka. Mayoritas masyarakat menengah ke bawah cenderung memiliki interaksi sosial yang tinggi. dan justru mampu menerima semuanya dan bekerja sama seperti layaknya masyarakat yang ideal. karena melihat kondisi diantara mereka tidak sedikit yang sangat memprihatinkan. hukum. karena kondisi masyarakat golongan menengah ke bawah yang lemah. seperti lingkungan tempat tinggal mereka. II. Perkembangan modal manusia (human capital) dan modal sosial (social capital) yang tidak kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan. Masalah dan tantangan dalam pengelolaan lingkungan mengharuskan pemerintah mengubah paradigma dalam mewujudkan setiap kebijakan dengan mengutamakan pola-pola keberpihakan pada masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah melalui perwujudan good governance. Peran masyarakat harus dipandang sebagai hal yang dinamis dan memberikan suatu peluang bagi pemerintah yang bermaksud membangun kredibilitas negara melalui potensinya dalam membangun koalisi dan aksi kolektif. keterampilan.4 Pengaruh Lingkungan Hidup terhadap Proses Pembentukan Masyarakat Madani Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya. maka pembangunan harus melibatkan masyarakat. Golongan menengah ke bawah sangat lemah dan bahkan seringkali menjadi korban dari hukum. bantaran sungai. kawasan konservasi. Pemerintah kurang tanggap dalam menangani masalah ini. kondisi kemiskinan yang dialami. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. kurangnya pengetahuan. Pembentukan masyarakat madani tidak lepas dari faktor lingkungan hidup. adalah suatu kewajaran jika cita-cita dari suatu bangsa adalah menjadikan masyarakatnya menjadi masyarakat yang madani seutuhnya. yaitu adanya jaminan. Golongan menengah ke atas. masyarakat madani sesungguhnya adalah kondisi masyarakat ideal. dan sosial tidak terselenggara secara produktif. secara aktif tidak saja memperjuangkan aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus. tidak akan ada strategi yang mampu bertahan lama. sedangkan golongan menengah ke atas adalah mereka yang memiliki tempat tinggal paten. namun mereka memiliki kesamaan yang diperoleh dari proses pendidikannya. apalagi jika ditambah memenuhi kebutuhan untuk berbagai kelompok yang berada dalam masyarakat sekitarnya. tetapi juga melakukan inisiatif lokal. bahwa yang kuatlah yang akan menjadi pemenang. Selanjutnya adalah adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antarbudaya dan kepercayaan. 2. Selanjutnya. dan lain sebagainya Masyarakat dengan kondisi menengah ke bawah ternyata masih perlu menimbulkan kesadaran dan kepahaman akan haknya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggung jawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya. yaitu mampu melakukan tuntutan untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Tanpa partisipasi masyarakat. dan kurang efektif dalam memberikan bantuan terhadap masyarakat menengah ke bawah. Namun. Perlu dikembangkan lebih lanjut bahwa masyarakat menengah ke bawah memiliki potensi untuk menuju masyarakat madani. contoh golongan menengah ke bawah adalah mereka yang hidup di lingkungan yang dapat dikatakan sederhana. Kemudian berdaya. Terakhir. Sebagian besar masyarakat menengah ke bawah belum memenuhi kebutuhan dasar. Hal ini juga berlaku dalam kekuasaan pekerjaan. berupa kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial. Selanjutnya adalah ukuran kehormatan. apakah itu di kawasan hutan. menarik untuk disadari bahwa salah satu ciri utama masyarakat madani justru dapat dilihat dari kelompok masyarakat ini. terutama keterlibatannya pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial. bahwa interaksi antar masyarakat pada golongan menengah ke bawah lebih dominan. Namun di sisi lain. 2.Pembeda selanjutnya adalah ukuran kekuasaan. Masyarakat seperti ini cenderung tidak memperdulikan SARA yang ada dalam setiap individu di antara mereka. ketiadaan diskriminasi itulah yang menjadi satu poin plus bagi masyarakat menengah ke bawah dalam kaitannya dengan masyarakat madani. di mana salah satu karakteristiknya adalah mendorong partisipasi dan kemitraan dengan masyarakat. Namun. yaitu golongan menengah ke bawah beperan sebagai 'yang disuruh'. serta lingkungan hidup mereka. dan kepedulian mayarakatnya dalam memecahkan masalah kemasyarakatan termasuk didalamnya masalah lingkungan. dan golongan menengah ke bawah tidak begitu mendapatkan penghormatan dari masyarakat.

Pada civitas akademika. masyarakat seperti ini justru jauh dari nilai demokratis itu sendiri. terdapat fakta yang cukup unik. dan sulit bagi mereka untuk bertoleransi dengan kelompok lain yang menghabiskan waktunya dengan cara lain. Selanjutnya adalah mengenai kesadaran dalam berdemokrasi. bahkan mungkin interaksi terjauh dengan komponen masyarakat lainnya hanya sekedar bertegur sapa. Hal ini dapat dilihat semisal pada pembagian kerja dalam kelembagaan. Kebalikan dengan masyarakat menengah ke bawah. Sebagai contoh dari civitas akademika adalah mahasiswa. dengan faktor penyebab seperti yang telah disebutkan di atas. Kebiasaan dan pembentukan lingkungan yang menjadikan mereka lebih terfokus pada pemenuhan kebutuhan masing-masing membuat masyarakat menengah ke atas tidak tahu menahu mengenai kondisi sekitarnya. pada saat yang sama kurang peduli pada orang lain. Hal ini dikarenakan masyarakat menengah ke atas yang cenderung memiliki interaksi sosial lebih rendah terhadap sesamanya.3 Civitas Akademika Civitas akademika merujuk pada golongan masyarakat yang berasal dari kondisi ekonomi dan sosial yang berbeda-beda.4. Walaupun secara teoritis mereka lebih mampu menjadi masyarakat madani. hal ini dapat dididik dengan baik jika mereka mau menghargai perbedaan satu sama lain dan mencoba melihat dunia mereka lebih jauh. hal-hal seperti pengaturan pembagian tanggung jawab dan kekuasaan relatif lebih teratur. seperti pulsa telepon yang tidak sedikit. Sudah menjadi fakta umum bahwa belum tentu penghuni kompleks suatu perumahan saling mengenal satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dari beberapa ciri atau prasyarat masyarakat madani yang telah terpenuhi. namun pada kenyataannya keheterogenan itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Namun. yaitu lingkungan yang senantiasa memberikan pendidikan dan pengajaran kepada masyarakatnya dalam berbagai aspek kehidupan. maka masyarakat menengah ke atas pun ternyata tengah berproses menuju masyarakat madani.kehidupannya. Masyarakat menengah ke atas. bahkan berlebih. sehingga lebih mampu bertoleransi dan tidak mendiskriminasi pihak lain tanpa alasan yang jelas. Pemenuhan prasyarat ini tentunya tidak lepas dari pengaruh lingkungan hidup civitas akademika. Saat ini cukup banyak tayangan berita pada media elektronik yang memiliki segmen di mana penonton dapat menyuarakan aspirasinya. dosen. 4 . Mengenai perkembangan modal manusia dan modal sosial. dan komponen-komponen yang terkait. namun pengaruh lingkungannya baru menjadikan mereka mumpuni dalam hal ekonomi. Sebagai contoh. Kelompok ini diidentifikasi melalui tingkat pendidikannya yang relatif tinggi dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Namun kenyataannya. sekalipun memiliki tanggung jawab di kelembagaan yang berbeda-beda namun tetap bisa bekerja sama satu sama lain. Lingkungan masyarakat menengah ke atas sebenarnya mendidik masyarakatnya untuk menjadi demokratis. untuk menyuarakan aspirasi dibutuhkan beberapa pengorbanan. Masyarakat yang demokratis. semisal mengenai penyaluran aspirasi via media. idealnya dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan SARA. tentu secara tidak langsung menjadikan kesempatan beraspirasi ini tertutup bagi mereka yang tidak mampu memenuhi 'syarat pulsa'. Sebagai contoh. dan belum dalam hal lainnya. Mahasiswa. Jika dikaitkan dengan proses pembentukan masyarakat madani. termasuk juga bagaimana komponen-komponennya dapat terjalin kepercayaan dan relasi sosial. pada golongan masyarakat ini. karena pendidikan pada umumnya telah membukakan mata masyarakatnya untuk mendaya usahakan segala potensi agar mampu memenuhi kebutuhan. 2. dan terjalin kerja sama yang baik antara satu pemegang tanggung jawab dengan lainnya. namun sebaliknya justru terbuka lebar bagi mereka yang memiliki cukup uang untuk membeli pulsa ataupun membayar tagihan telepon. Civitas akademika relatif lebih cepat tanggap terhadap segala isu dan permasalahan yang terjadi di Indonesia. Tentu. Tidak seperti masyarakat menengah ke bawah yang cukup sulit bila ingin mengemukakan aspirasi. pelajar. kegiatan yang akan dilakukan. dapat dikatakan bahwa civitas akademika adalah kelompok masyarakat yang paling medekati menuju masyarakat madani. Sebagai contoh. dalam satu lembaga pendidikan. Jadi. Hal ini sesuai dengan salah satu karakterisitik masyarakat madani. dapat ditarik benang merah bahwa masyarakat menengah ke atas masih belum merupakan masyarakat madani. dengan beberapa aspek yang telah diterapkan dalam kehidupan mereka. Jika berbicara mengenai toleransi dan pluralisme. Satu hal yang menjadi kesamaan para civitas akademika adalah pendidikan yang diperoleh. atau berbicara jika ada perlunya saja. dan sebagainya. Pada kondisi masyarakat menengah ke atas. Lingkungan yang cenderung borjuisme lebih mendorong masyarakat menengah ke atas untuk peduli pada dirinya sendiri. Kelompok menengah ke atas juga ditandai dengan kepemilikan barangbarang kebutuhan sekunder yang mencukupi. Kecenderungan untuk mengelompok dan self-centered menjadikan mereka secara umum kurang menghargai kedemokratisan itu sendiri. Setiap individu memegang peranannya masing-masing. hal ini justru terasa jauh bagi masyarakat menengah ke atas. Civitas akademika juga memiliki pandangan yang lebih dewasa mengenai perbedaan. Mengenai toleransi. Sibuk dengan agenda masing-masing. Mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk menentukan barang yang akan dibeli. yaitu peka terhadap lingkungan sekitar. apalagi mengetahui kondisi dan bertoleransi terhadap orang-orang di sekitarnya. dan mereka pula yang biasa memberikan respon paling pertama terhadap apa yang tengah terjadi. pada masyarakat menengah ke atas modal manusia dan modal sosial relatif lebih berkembang karena lebih tersedianya sumber daya. sebagai kompensasi atas 'lebih luasnya' dunia pergaulan mereka. terdapat orang-orang yang sangat heterogen. kelompok masyarakat yang senang menghabiskan waktu untuk berbelanja akan mengelompok sendiri. namun kepercayaan dan relasi sosialnya justru kurang terbangun. pemenuhan kebutuhan dasar lebih terjamin untuk terpenuhi. hal ini juga terasa jauh bagi masyarakat menengah ke atas sebab lingkungan mereka cenderung mengelompok dan menjunjung tinggi setiap kelompoknya masing-masing. Jika dilihat dari pola hidup masyarakat menengah ke atas. melalui koneksi yang luas masyarakat menengah ke atas dapat dengan lebih mudah mengakses kegiatan publik dan menyalurkan aspirasinya. secara tidak langsung memiliki ruang publik yang bebas sebagai sarana untuk mengemukakan aspirasi. terpenuhinya kebutuhan dasar tiap individu bergantung pada kondisi ekonomi dan sosial masing-masing. pada civitas akademika hal ini relatif lebih berkembang. atau pada saat yang sama justru tidak demokratis. yang tentunya berbeda tiap individunya. Seperti yang telah dibahas mengenai kaitan antara karakteristik masyarakat madani dengan lingkungan hidup masyarakat menengah ke bawah. Pada civitas akademika. Adanya keharusan untuk berada dalam 'waiting line' dengan tidak menutup telepon.

II. keterampilan. 6. menjadi tanggung jawab departemen tersebut agar menjembatani perbedaan itu demi terciptanya masyarakat madani. maupun masyarakatnya sendiri. BAB III. 7. Seperti yang telah diketahui bersama. Pengaruh lingkungan hidup terhadap masyarakat golongan menengah ke atas pun ternyata turut andil dalam pembentukan karakteristik mereka. Pluralisme kosmopolitan. dan wawasan terutama mengenai politik dan pemerintahan Indonesia. Namun ternyata belum semua masyarakat dalam golongan itu sadar. kedua golongan itu memiliki potensi untuk menjadi masyarakat madani. Perlindungan atas mereka yang lemah. Akan tetapi. diharapkan agar menggunakan ilmu yang telah didapat untuk secara aktif mewujudkan masyarakat madani sebagai bentuk rasa peduli. 3. 3. Konservatisme filosofis. Selanjutnya adalah Departemen Pendidikan. Berdasarkan uraian telah diketahui bahwa salah satu faktor yang paling memengaruhi proses pembentukan masyarakat madani adalah pendidikan.2 Saran Adapun saran yang dapat kami ajukan sesuai dengan permasalahan yang kami bahas antara lain: 1. memiliki ciri. Adanya persamaan hak sebagai warga negara tanpa adanya diskriminasi terhadap orang-orang yang tidak mampu. Sudah menjadi fakta pula bahwa adanya gap yang lumayan besar antara lingkungan masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke atas. terutama departemen yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kemasyarakatan. faktanya pada saat ini belumlah sedemikin ideal. 1997) Jika dikonversi sebagai daftar hal yang harus dilakukan. seperti individualisme. dan adanya keengganan untuk berbagi wewenang dan sumber daya yang ada pada pemerintah kepada masyarakat. Namun. III. Kedua kelompok ini 5 . 5. antara lain dengan memberlakukan sikap-sikap sebagai berikut: 1. Sedangkan masyarakat menengah keatas. Kebebasan sebagai otonomi. Maka. serta mengalokasikan kelebihan yang dimiliki demi kesejahteraan bersama. Namun bagaimana mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan? Ada beberapa solusi yang dapat mendukung terbentuknya masyarakat madani yang ideal. jadi civitas akademika sendiri masih dalam proses menuju masyarakat madani. dan kesadaran mereka terhadap pentingnya menjadi masayarakat madani. Kepada masyarakat menengah ke bawah. PENUTUP III. bagaimana masyarakat menengah ke bawah berusaha meningkatkan taraf hidup mereka tanpa mengurangi kriteria masyarakat madani yang telah mereka punya. Lingkungan Hidup. Karena masyarakat menengah ke bawah masih kurang pengetahuan. Hal tersebut tergantung dari lingkungan hidup yang membentuk karakter mereka. 2. 2. Kepada pemerintah. egois dan sifat-sifat lain yang menjadikan mereka jauh dari karakteristik masyarakat madani. kondisi kemiskinan yang dialami. pluralisme. mereka memiliki fasilitas-fasilitas yang mencukupi untuk menuju masyarakat madani. serta lingkungan hidup mereka.5 Solusi Alternatif Untuk mewujudkan masyarakat madani yang ideal. maka civitas akademika (dalam kondisi ideal) merupakan potret yang paling mendekati masyarakat madani itu sendiri. rasa saling tidak percaya satu sama lain. karena masyarakat madani adalah poin penting bagi berlangsungnya kehidupan yang baik di sebuah negara. belum mampu menjadi masyarakat madani yang seutuhnya. diharapkan untuk berusaha meningkatkan taraf hidup dan pendidikan terutama. baik masyarakat menengah ke bawah dan menengah keatas. Tak ada hak tanpa tanggungjawab. dan saling menghargai yang telah terbina sejak awal. (Blakeley dan Suggate. Tak ada otoritas tanpa demokrasi. diharapkan untuk berusaha membuka mata lebih lebar dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kepada civitas akademika. karena masyarakat madani adalah cita-cita bersama. Maka menjadi tanggung jawab departemen ini pada khususnya untuk merumuskan kurikulum dan proses pendidikan agar dapat lebih meluas ke segala lapisan masyarakat. Pada kasus kali ini pembagiannya dipersempit menjadi golongan menengah ke bawah dan golongan menengah ke atas. dan bagaimana masyarakat menengah ke atas berusaha untuk lebih peduli dan toleransi terhadap sesamanya ataupun terhadap komponen masyarakat lain.ciri masyarakat madani tetapi belum dikatakan sepenuhnya menjadi masyarakat madani. maka solusi alternatif untuk mewujudkan masyarakat madani ini menjadi tanggung jawab berbagai pihak sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai contohnya adalah Departemen yang membawahi mengenai lingkungan hidup. 4. lingkungan hidup memegang peranan yang sangat penting dalam terbentuknya masyarakat madani. 4.Berdasarkan uraian di atas. dengan tetap mempertahankan sikap toleransi. Sedangkan bagi masyarakat secara umum. solusinya terletak pada diri masing-masing. Kepada masyarakat menengah ke atas. tentu banyak hal yang harus dilakukan baik oleh Departemen Pendidikan. alangkah baiknya jika memberikan perhatian lebih kepada permasalahan ini.1 Kesimpulan Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai kelompok masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful