P. 1
Pengaruh Modifikasi Pembelajaran Gerak Dalam Penjas Atau

Pengaruh Modifikasi Pembelajaran Gerak Dalam Penjas Atau

|Views: 193|Likes:
Published by Luky Pratama
modifikasi pembelajaran gerak olahraga
modifikasi pembelajaran gerak olahraga

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Luky Pratama on Jul 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $19.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/31/2013

$19.99

USD

pdf

text

original

INOVASI PEMBELAJARAN GERAK DALAM SKILLASTIC GAME TERHADAP TINGKAT EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENJAS DI SEKOLAH DASAR

A. Latarbelakang Masalah Pendidikan dasar merupakan pendidikan wajib belajar yang didalamnya mengandung aspek pengetahuan dan keterampilan. Salah satu tujuan pendidikan dasar adalah mengembangkan sikap dan keterampilan dasar. Usaha untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilaksanakan melalui pendidikan jasmani di sekolah dasar. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan yang mencakup aspek secara keseluruhan. Atau dengan kata lain, secara sederhana pendidikan jasmani itu tak lain adalah proses pendidikan melalui pembelajaran gerak. Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa penjas merupakan upaya pendidikan yang dilaksanakan melalui aktivitas gerak dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Melalui proses belajar tersebut, pendidikan jasmani ingin mewujudkan sumbangannya terhadap perkembangan anak. Perkembangan yang bersifat menyeluruh, sebab yang dikembangkan bukan saja aspek jasmaniah atau psikomotorik. Namun juga, perkembangan pengetahuan dan penalaran yang dikenal kognitif. Selain itu juga akan mencapai perkembangan watak serta sifatsifat kepribadiannya, atau dikenal dengan perkembangan afektif. Struktur dan kurikulum penjas di sekolah dasar yang ada sekarang ini memiliki ciri-ciri yaitu terdiri atas keterampilan teknik dasar beberapa cabang olahraga. Keterampilan teknik dasar olahraga ini, akan dapat dikuasai apabila sebelumnya siswa dapat menguasai keterampilan gerak dasar. Pada

Lebih berfokus pada pemahaman dan penguasaan teknik kecabangan olahraga yang baik. psikologis. Hasil analisis di lapangan. 4. didapat bahwa pembelajaran yang berfokus pada penguasaan teknik kecabangan olahraga terdapat beberapa kelemahan sebagai berikut: 1. akan tetapi guru penjas lebih berfokus pada penguasaan teknik kecabangan olahraga. sehingga guru kurang memperhatikan unsur-unsur kegembiraan dan selalu ada penggolongan tingkat keterampilan siswa (bisa & tidak bisa. Bila kita melihat usia anak sekolah dasar. Metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru penjas kebanyakan mempergunakan metode konvesional. pertumbuhan dan perkembangannya lebih mengarah pada perkembangan motorik atau gerak dasar. baik & buruk). Karena metodenya konvesional. 5. 3. Sehingga gerak aktif yang dilakukan oleh siswa tidak optimal dan guru kurang memperhatikan perkembangan gerak anak di sekolah dasar. Hal ini seperti digambarkan oleh Damiri (1992:18-19) yang memberikan gambaran secara luas tentang karakteristik perkembangan motorik anak usia sekolah dasar yang ditinjau dari segi fisik. 2. dan sosiologis penjelasannya adalah sebagai berikut: . Memerlukan pendukung berupa sarana dan prasarana yang lengkap. Minimnya waktu pembelajaran yang diberikan untuk pembelajaran penjas yang berfokus pada penguasaan teknik kecabangan olahraga.kenyataannya pembelajaran penjas di sekolah dasar kurang memperhatikan kepada keterampilan gerak dasar.

2. (d) Senang dengan permainan yang di organisasi. tetapi dengan peraturan yang tidak rumit. dan anak-anak pada saat ini mulai menyukai permainan yang kompetitif misalnya saling berlomba lari dengan teman dengan tujuan ingin memperlihatkan bahwa kemampuannya lebih baik dari temannya. (b) Senang suara-suara dan gerakan yang berirama. (d) Kemampuan kerja sistem peredaran darah. Hal ini sejalan dengan pendapat Rusli Lutan (2001: 21) yang menyatakan bahwa “kemampuan gerak dasar dapat diterapkan dalam aneka permainan. Untuk itulah penulis pada kesempatan ini akan mencoba menyajikan model pemainan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan gerak untuk anak-anak di sekolah dasar melalui pendekatan bermain.1. Untuk merangsang perkembangan motorik anak. Secara fisik pada usia ini (a) Pertumbuhan dan perkembangan fisik cukup pesat. tetapi masih memerlukan perlindungan orang dewasa. karena pada dasamya dunia anak-anak adalah bermain. (c) Lebih senang kegiatan-kegiatan yang bersifat kelompok dari pada bersifat Individu. (d) Senang kebebasan. dan aktivitas jasmani yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. (c) Koordinasi mata dan lengan bertambah baik. . Secara sosiologis pada usia ini (a) Perhatian terhadap kelompok kawan sebaya meningkat. Pada umumnya anak pada usia SD sudah mulai memusatkan perhatiannya dengan baik. Secara psikologis pada usia ini: (a) Spontanitas dan daya cipta berkembang. (e) Otot-otot berkembang. Salah satunya adalah skilllastik. (b) Mudah tersinggung jika di kritik. sangatlah tepat untuk mengembangkan keterampilan gerak dasar anak di sekolah dasar. (b) Koordinasi gerak dan keterampilan dasar berkembang. (f) Rasa ingin tahu tentang sesuatu sangat kuat. olahraga. sebaiknya guru penjas lebih menerapkan pada pola pembelajaran yang lebih menekankan pada permainan yang terkonsep. 3. (c) Senang mengulang-ulang aktivitas yang menyenangkan. Karakteristik sosiologis.” Melalui aktivitas bermain. (e) Senang aktivitas-aktivitas yang bersifat kompetisi atau bersaing. jantung dan pernafasan meningkat. Karakteristik fisik. Karakteristik psikologis.

Pola pemikiran yang akan dibentuk adalah melalui suatu permainan yang menyenangkan. Hal ini seperti diungkapkan oleh Parker (1989) yang dikutip oleh Vassiliki dkk (2007:2) bahwa: . yaitu diantaranya kriteria penggunaan waktu belajar atau sering disebut ALT-PE (academic learning time-physical education) dan proporsi jumlah siswa yang terlibat dalam pembelajaran gerak yang terfokus pada tujuan (student engagement). Pola permainan ini dikembangkan oleh Sandy Slade berkebangsaan Amerika. Suatu pola pembelajaran penjas yang baik agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. harus memenuhi kriteria keberhasilan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Participate in physically challenging but non-competitive exercise. Filosopi skillastic ini sama dengan falsafah penjas bahwa kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif.com menggambarkan bahwa: Skillastic games let every child-no matter his or her skill level.skillastic.Skillastik adalah suatu pola permainan yang didalamnya menyatukan berbagai keterampilan gerak dasar siswa. keduanya dapat dan harus beriringan bersama (Mahendra.2003:6). Hal ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Slade (2010) www. Inti dari skillastic games adalah membentuk pola pemikiran pada anak bahwa aktivitas fisik atau olahraga itu menyenangkan dan diharapkan akan menjadi pola gaya hidup di masa yang akan datang. The philosophy behind these special games is that if kids think of exercise is fun. Lebih lanjut. dilakukan secara berkelompok tanpa memperhatikan tingkatan kemampuan siswa per individu. they will get hooked and start a lifestyle of fitness and better health.

Masalah Penelitian Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas. Untuk kepentingan penelitian. Dalam melihat tingkat efektivitas pembelajarannya. the time a student is actually physically engaged in the activities. the portion of engaged time a student is involved in motor activity at an appropriate success rate (Parker. Class time was described in three measures: a) allocated time. 2009:32). penulis tertarik untuk meneliti tentang tingkat keberhasilan pembelajaran penjas yang menggunakan pola modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic di sekolah dasar. 1989). the time the teacher plans for students to be engaged in motor activities. dalam rangka menilai tingkat keberhasilan pembelajaran penjas dapat dilihat dari pemanfaatan waktu aktif belajar yang terfokus pada tujuan (ALT-PE) dan proporsi jumlah siswa dalam belajar yang terfokus pada tujuan (student enggagment) (Suherman. penulis menfokuskan pada pemanfaatan waktu aktif belajar (ALT-PE) dan proporsi jumlah keterlibatan siswa (student engagement). maka permasalahan yang dianggap penting untuk diteliti lebih lanjut sebagai berikut: 1. B. Berdasarkan latar belakang di atas. Bagaimana pengaruh modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic terhadap proporsi jumlah keterlibatan siswa dalam pembelajaran Penjas di Sekolah Dasar? . b) engaged time.Research on teaching physical education has focused on the relationship of class organization and student engagement time-variables with achievement. Bagaimana pengaruh modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic terhadap pemanfaatan waktu aktif belajar Penjas (ALT-PE) siswa Sekolah Dasar? 2. and c) academic learning time (ALT).

tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Model pendekatan pembelajaran yang dimaksud adalah Modifikasi Pembelajaran Gerak atau Skillastic. involves repeated measurements or observations over period of . Tujuan khusus.2. Luaran Yang Diharapkan Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat terciptanya satu buah model pendekatan pembelajaran Penjas. Desain Penelitian Desain penelitian yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah Time Series Design. 2. yang diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap efektivitas pembelajaran. Tujuan umum. 2. Meneliti pengaruh modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic terhadap pemanfaatan waktu aktif belajar Penjas (ALT-PE) siswa Sekolah Dasar. Mengenai desain ini Fraenkel (1993:254) menjelaskan bahwa “The typical pre. Meneliti pengaruh modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic terhadap proporsi jumlah keterlibatan siswa dalam pembelajaran Penjas di Sekolah Dasar. Yang menjadi tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut: 2. D.1.C. however. E. Diharapkan dalam penelitian ini dapat mendeskripsikan dan membuktikan pengaruh modifikasi pembelajaran gerak atau skillastic terhadap tingkat keberhasilan pembelajaran Penjas di Sekolah Dasar. Metode Penelitian 1.and posttest designs examined up to now involve observations or measurements taken immediately before and after treatment. A time-series design. Tujuan Penelitian Mengacu pada rumusan masalah yang diajukan.

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto 1992:115). .time both before and after treatment. 3. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil tempat di Sekolah Dasar Negeri Babakan Andir Bandung. Adapun mengenai objek yang hendak diteliti adalah dinamakan dengan populasi dan sample penelitian. Sedangkan sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto 1992:117). Adapun desain penelitian ini adalah sebagai berikut: O1 O2 O3 O4 O5 X O6 O7 O8 O9 O10 Dimana: O = Observasi. binatang atau pun benda sesuai dari tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian tersebut. Sumber dari penelitian tersebut bisa dari orang. Desain Penelitian 2. Populasi dan Sampel Untuk memperoleh hasil dari sebuah penelitian tentunya diperlukan sumber data untuk dijadikan objek dari penelitian yang dilakukan.” Dalam penelitian ini. X = Treatment Gambar 2. time-series design digunakan bertujuan untuk melihat atau mengobservasi keajegan pemanfaatan waktu aktif belajar yang terfokus pada tujuan (ALT) dan proporsi jumlah siswa aktif yang terfokus pada tujuan (student engagement) dalam suatu metode pembelajaran yaitu skillastic. Waktu penelitian dari pembuatan instrument (perlakuan dan observasi) sampai pada pengambilan data hasil alat ukur tersebut berlangsung 4 bulan.

dirasa cocok dengan tujuan yang hendak penulis capai. Dalam penelitian ini penulis mengambil populasi yaitu Siswa Sekolah Dasar Negeri Soka Bandung yang berjumlah 256 orang.Sampel dalam penelitian ini yaitu sampel untuk mengobservasi proses pembelajaran Penjas model Skillastic. maka pengambilan sampel sekurang-kurangnya 50% dari populasi. dengan tujuan memperoleh data tentang pemanfaatan alokasi waktu aktif belajar yang terfokus pada tujuan dan proporsi jumlah siswa yang terlibat aktif fokus pada tujuan dalam pembelajaran.15%) (35%) (35%) Jadi jumlah sampel sebesar 15.2819% x 256 orang = 39. Dalam penentuan jumlah sampel. Apabila ukuran populasi sama dengan atau lebih dari 1000. Untuk penentuan ukuran sampel. Riduan (2008:65) dirumuskan sebagai berikut: (50% . . penulis mengambil rumus yang dikemukan oleh Surakhmad (1994) yang dikutip oleh Riduan (2008) sebagai berikut: “Apabila ukuran populasi sebanyak kurang lebih 100.15%) (50% . ukuran sampel diharapkan sekurang-kurangnya 15% dari ukuran populasi”.140 (digenapkan jadi 40 orang).

2. dan 6 dadu untuk setiap kelompok masing-masing satu buah. Instrumennya terdiri dari 1 map tugas gerak atau aktivitas berukuran besar. Instrumen Penelitian Guna tercapainya keberhasilan penelitian yang akan diselenggarakan penulis. 6 miniatur map berukuran kecil di setiap kelompok. 4. . yaitu untuk mengetahui pemanfaatan waktu aktif belajar gerak yang terfokus pada tujuan dan proporsi jumlah siswa dalam belajar gerak fokus tujuan tersebut. Instrumen Perlakuan yaitu Skillastic Games. Instrumen Observasi yang menggabungkan dua tujuan. maka dirasa sesuai dengan persyaratan atau karakteristik penelitian yang penulis lakukan dan dapat mewakili populasi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan metode sederhana yaitu di kocok. maka instrumen penelitian yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian dan menguji hipotesis adalah: 1.Berdasarkan hasil perhitungan tersebut. 6 buah bola (map besar) dan pion (map kecil) beraneka warna.

ditambah oleh seorang ahli tes. dalam hal ini membuat instrument perlakuan yaitu Skillastic tools (yaitu map & dadu) dan instrument observasi setelah terbentuk instrument tersebut kemudian melakukan observasi atau pengambilan data sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh peneliti. Penafsiran dan Menyimpulkan Hasil Penelitian Hasil dari pengolahan dengan statistic selanjutnya di analisis atau ditafsirkan dengan merujuk pada ketentuan-ketentuan statistic yang digunakan. penafsiran data juga merujuk pada berbagai teori atau pendapat yang dikemukakan oleh para ahli.2009:32).Instrumen ini pernah digunakan oleh Komisi Nasional Pendidikan Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga (Komnas Penjasor) pada tahun 2007 (Suherman. Data hasil observasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistic SPSS 17. . 7. Hasil dari analisis dan penafsiaran data tersebut selanjutnya disimpulkan sebagai kesimpulan dari hasil penelitian. Data yang terkumpul adalah jenis data kuantitatif. Pengambilan data langsung dilakukan oleh peneliti dan anggota peneliti. Selain itu. 6. Pengumpulan Data Langkah-langkah yang diambil untuk pengumpulan data adalah menyiapkan instrumen. Teknik Analisis Data Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi penulis olah secermat mungkin untuk menguji hipotesis dan memberikan kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun pembuatan instrument dan pengambilan data diperkirakan membutuhkan waktu 4 bulan. 5.

F. Secara teoritis penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan bagi pemerintah khususnya bagi dunia pendidikan dalam rangka memperkaya pola atau model pembelajaran penjas di sekolah dasar. Namun dalam pelaksanaannya pembelajaran penjas bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat teoritis. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar dan internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Adapun manfaat yang bisa diambil dari penelitian ini adalah: 1. jujur kerjasama. G. terarah dan terencana. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis. seperti sportifitas. Pemberian pengalaman belajar itu difokuskan untuk membina. dan lain-lain. akan tetapi melibatkan unsur . Kegunaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan masukkan serta pertimbangan dalam upaya pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Sehingga bisa dijadikan alternative model pembelajaran penjas yang baru oleh guru penjas di sekolah dasar. bermain. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada anak untuk terlibat langsung dalam ragam pengalaman belajar melalui aktivitas fisik. Tinjauan Pustaka Pendidikan jasmani memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang diharapkan dapat berlangsung seumur hidup. Secara praktis penelitian ini dapat dijadikan sebagai alat untuk merangsang siswa aktif dalam pembelajaran penjas di sekolah dasar. 2.

yang bertujuan untuk mengembangkan jasmani.. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif. psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Kalau anak bermain atau diberi permainan dalam rangka pelajaran pendidikan jasmani. emosional dan sosial. maka anak akan melakukan permainan itu dengan rasa senang (pada umumnya anak merasa lebih senang melakukan permainan. intelektual. mental. disamping harus memahami dan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa. sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. dengan aktivitas jasmani sebagai wahananya.fisik. Permainan dalam Penjas di Sekolah Dasar dirasakan dapat memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran diharapkan. Usia Sekolah Dasar (6-12 tahun) kebanyakan dari mereka cenderung masih suka bermain. 2.2008). Perubahan yang paling mencolok adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis (Erna. Karena hal ini didasarkan pada dua alasan teori yaitu: 1. Dilihat dari karakteristik anak/siswa Sekolah Dasar. daripada melakukan cabang olahraga yang lain). Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran Penjas yang bisa diberikan di sekolah adalah melalui permainan. Karena rasa senang inilah maka anak akan mengungkap keadaan pribadinya yang asli pada saat . mental. emosi dan social anak menjadi baik.pendidikan jasmani itu merupakan bagian dari proses pendidikan umum. Hal ini seperti dikatakan oleh Bucher (1960) yang dikutip Sukintaka (1992:10) bahwa “ . Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif.” Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdik-metodik.

Atau dengan kata lain dalam permainan anak dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan potensi diri melalui aktivitas manusia dalam bentuk gerak.1992:11). maupun kebiasaan yang telah membentuk kepribadiannya (Sukintaka. Pencapaian Bermain dalam Pendidikan Dari hasil Temu Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja yang dikutip oleh Rico (2008) mengungkapkan bahwa pengaruh bermain terhadap perkembangan anak adalah:       Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak Bermain dapat digunakan sebagai terapi Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak Salah satu bentuk permainan terkonsep yang bisa diterapkan dalam Penjas adalah Skillastic. Skillastic adalah bentuk permainan terkonsep yang secara efektif dan efisien menggabungkan beberapa gerakan dalam suatu waktu. yang dirasakan cukup mengakomodasi beberapa anak dalam bermain.mereka bermain. . baik itu berupa watak asli. dan perilakunya. Sukintaka (1992:12) menggambarkan pencapaian bermain dalam pendidikan yaitu: Gambar 1. sikap.

Skillastic adalah pola pembelajaran yang dikemas seperti permainan bisa dipergunakan untuk mengurangi segala permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran Penjas di sekolah. Skillastic bisa dilakukan secara efektif berbagai tempat atau ruangan (multi purpose room). 1) allocating time for physical activity. and 2) finding physical activities that are easy to implement and that can get every child moving at one time. tanpa melihat usia atau kemampuan fisiknya. Skillastics® has solved these problems successfully in thousands of quality Afterschool programs throughout the country. We are here to help. Siswa bekerja sama secara berkelompok/tim untuk mencapai tugas gerak yang diberikan pada proses permainannya. Hal ini seperti diungkapkan oleh Slade (2010) bahwa: Many studies have shown that allowing children time to be physically active reduces discipline problems and enhances academic achievement (Ratey. 2. Selain bisa dilakukan oleh siswa dalam jumlah yang banyak dan bergerak pada waktu yang sama. 2008. The dilemma for Afterschool programs is two-pronged. 3. kelas. Tidak memerlukan ruangan yang luas. Dapat dilakukan oleh berbagai usia dalam sekali waktu. bisa melibatkan pengalaman belajar yang lain melalui aktivitas fisik (membaca. Skillastic mempunyai keuntungan seperti: mengajarkan anak nilai bekerja sama dalam mencapai tujuan. atau diluar ruangan. J. misalnya yaitu: alokasi waktu pembelajaran Penjas yang sedikit dan mencari kegiatan aktivitas fisik yang tepat yang bisa diraih oleh seluruh anak dalam sekali waktu. Teknik gerakan yang dilakukan pada Skillastic diambil dari gerakan yang bisa dilakukan oleh siswa. . Penulis menganalisis Skillastic ini mempunyai beberapa keuntungan bila diaplikasikan di Sekolah Dasar yaitu: 1. SPARK: The Revolutionary New Science of Exercise and the Brain).

dan membantu anak yang kurang aktif pengalaman belajar melalui aktivitas fisik. . ilmu pengetahuan).matematika.

Afterschool. Bandung. Suharsimi Ny. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. United States of America. Bandung. Inc. McGraw-Hill. Program Pasca Sarjana.(1992). Upaya Meningkatkan Kesegaran Jasmani Melalui Pendekatan Bermain Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani. UPI. Bina Aksara.etik@yahoo. How To Design and Evaluate Research In Education.wordpress. Departemen P&K. Alfabeta. . www. Perkembangan Gerak Dalam Belajar Gerak. Rico (2008). creating fitness fun. untuk D2 PGSD Penjaskes. Departemen Pendidikan Nasional. Revitalisasi Pengajaran Dalam Pendidikan Jasmani. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Teori Belajar Keterampilan Motorik: Konsep dan Penerapannya. Jakarta. Academic Learning Time in Physical Education (ALT-PE): is it related to fundamental movement skill acquisition & learning? Democritus University of Thrace. All inclusive fitness activity kits that do not require a fitness expert to teach. Ernawati (2008). Bintang Warli Artika.com. Riduan (2008). Adang (2009). ernawati. Direktorat Pendidikan Luar Biasa. Falsafah Pendidikan Jasmani. Sukintaka (1992). Jurnal: Vassiliki Derri etc (2007). Suherman. CV.com Fraenkel Jack R (1993). Proyek Pembinaan Tenaga Pendidikan.skillastic. Skillastic. Bandung. Damiri (1992).DAFTAR PUSTAKA Arikunto.com. Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak. Slade Sandy (2010). Mahendra Agus (2003). Joomlablog. Proyek Penataran Guru SLTP setara D III. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Teori Bermain. Rusli Lutan. Bandung.(2001).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->