HAKIKAT KURIKULUM

Dalam era globalisasi dan pasar bebas kita dihadapkan pada perubahan-perubahan yang tidak menentu. Ibarat ”nelayan dilautan bebas” yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki ”kompas” sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Begitu juga dengan pendidikan dimana membutuhkan pedoman untuk dapat mencapai tujuan. Pedoman dalam hal ini ialah kurikulum.

I. Pengertian Kurikulum a. Pengertian Tradisional Pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dan dipakai dalam dunia pendidikan yang berarti “sejumlah plejaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”. Pengertian tradisional ini telah diterapkan dalam penyusunan kurikulum seperti Kurikulum SD dengan nama “Rencana Pelajaran Sekolah Rakyat” tahun 1927 sampai pada tahun 1964 yang isinya sejumlah mata pelajaran yang diberikan pada kelas I s.d. kelas VI.

b. Pengertian Modern „Kurikulum‟ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar ‘curere’. Kata ini bermaksud „laluan‟ atau „jejak‟. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah „jurusan‟ seperti dalam rangkai kata jurusan peperangan‟. Perkataan‟kurikulum‟ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian „jelmaan‟ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahawa perkataan kurikuluin‟ ialah „laluan dan satu peringkat ke satu peningkat‟. Perluasan makna ini memberikan pengertian „kurikulum‟ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa Inggeris sebagai jurusan pengajian yang diikuti di sekolah. (Kliebard, 1982) www.karyanet.com.my/knet/ebook Kurukulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UU. No.20 Bab 1. Pasal I. butir 19) Menurut Saylor J. Gallen & William N. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning” menyatakan Kurikulum adalah “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun diluar sekolah”.

www. Adanya perubahan kebijakan pejabat pemerintah yang berwenang . (Nengly and Evaras. yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik. evaluasi untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada pebelajar dibawah tanggung jawab sekolah atau lembaga penyelenggara pendidikan untuk mencapai suatu tujuan II.Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk. sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 1967).com/ppi@freelists.org/msg29777. alat/bahan. Kurikulum menggambarkan dari hasil pengajaran.Perencanaan tersebut disusun secara terstrukturuntuk suatu bidang studi.sarana dan prasarana. 1966).Ragan) Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan.html Kurikulum pada sekolah modern dapat definisikan seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah (Robert S.Flaming). pebelajar. (Grayson 1977) Dari berbagai pengertian kurikulum diatas penulis menyimpulkan bahwa Kurikulum adalah suatu pedoman yang terencana dan terorganisir dimana didalamnya tercakup tujuan. pembelajar. Kurikulum ialah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah (William B. (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik. a. Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja. (Inlow. Perubahan Kurikulum Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu .mail- archive. Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out7 comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. (Beane dkk). (2) kurikulum sebagai program.

Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Adanya pengaruh dari luar akibat globalisasi. Sebab. Adanya penemuan atau penelitian baru d. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. ekonomi. kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Ketinggalan zaman (tidak relevan) Dalam perjalanan sejarah. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. kecerdasan. Kurikulum 1968 dan Sebelumnya Awalnya pada tahun 1947.b. 2004 dan 2006 (KTSP). emosional/artistik. 2004). Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. c. dan jasmani. 1975. Pada saat itu. 1994. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. yaitu Pancasila dan UUD 1945. Usai tahun 1952. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. menjelang tahun 1964. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. yaitu pengembangan moral. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. 1964. 1952. 1. . Setelah Rentjana Pelajaran 1947. sosial budaya. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. sejak tahun 1945. yaitu pada tahun 1947. 1984. 1968. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. keprigelan. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda.

dan sehat jasmani. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). 3. dan keyakinan beragama. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. moral. . 2. pengetahuan dasar. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranya sebagai berikut. dan kecakapan khusus.Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. budi pekerti. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan. Berorientasi pada tujuan Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. Kurikulum 1984 Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. kuat.

yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. .Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang. Oleh karena itu. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. afektif. baik dalam ranah kognitif. maupun psikomotor. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Berorientasi kepada tujuan instruksional. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. intelektual. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. mental. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal.

Keterampilan proses adalah pendekatan belajat mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. di antaranya sebagai berikut. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. semiabstrak. Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan . pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. Akibatnya. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Kurikulum 1994 Pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. 4.Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. semikonkret. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. yaitu kurikulum 1984. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran.

dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan kegiatan. Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum. di antaranya sebagai berikut. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. dan sosial. Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. dimungkinkan lebih dari satu jawaban).Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) Kurikulum 1994 bersifat populis. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. divergen (terbuka. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. dan penyelidikan. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. yaitu . baik secara mental. dari hal yang mudah ke hal yang sulit. fisik. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994.

Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. materi pelajaran. Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar . Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. 5. pembelajaran. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 dan 2004 Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soejadi (1994:36). Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. evaluasi. dan proses pembelajaran. seperti penyempurnaan kurikulum. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. seperti tujuan materi. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar. khususnya dalam mata pelajaran matematika mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran matematika di jenjang persekolahan merupakan suatu kegiatan yang harus dikaji terus menerus dan jika perlu diperbaharui agar dapat sesuai dengan kemampuan murid serta tuntutan lingkungan. Kurikukum yang dikembangkan saat ini diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap.Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagai sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. potensi siswa. yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum.

maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi.performance yang telah ditetapkan. kegiatan belajar mengajar. Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. dalam arti memiliki pengetahuan. (Puskur. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran. . 2002a). yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. Competency Based Education is education geared toward preparing indivisuals to perform identified competencies (Scharg dalam Hamalik. Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. Kompetensi merupakan pengetahuan. penilaian. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. 2002a). 2002a). dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. 2000: 89). Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan. keterampilan. Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. keterampilan. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut.

dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika. keterampilan. (Puskur. Kompetensi dasar matematika merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. pemecahan masalah. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika merupakan gambaran kompetensi yang seharusnya dipahami. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Kompetensi dasar tersebut dirumuskan untuk mencapai keterampilan (kecakapan) matematika yang mencakup kemampuan penalaran. disikapi. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. yaitu: pemilihan kompetensi yang sesuai. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran matematika.Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. (Puskur. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Struktur kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi (kemampuan) dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. dan dilakukan siswa sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran matematika. Sumber belajar bukan hanya guru. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 2002b). pengembangan sistem pembelajaran. Mari kita lihat contohnya dalam mata pelajaran matematika. komunikasi. spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. . atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. diketahui. 2002a).

presentasi. dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. Hasil belajar mencerminkan keluasan. Indikator bukan berarti dirumuskan dengan rentang yang sempit. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan. yaitu: (1)standar isi. Misalkan. yaitu tidak dimaksudkan untuk membatasi berbagai aktivitas pembelajaran siswa. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan. terarah. disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut. peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. (3)standar kompetensi lulusan. olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. jika indikator menyatakan bahwa siswa mampu menjelaskan konsep atau gagasan tertentu. “Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?”. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. olahpikir.Struktur kompetensi dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dirinci dalam komponen aspek. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati. (2)standar proses. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. dan berkesinambungan. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran. “Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?”. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana. Guru akan menggunakan indikator sebagai dasar untuk menilai apakah siswa telah mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. juga tidak dimaksudkan untuk menentukan bagaimana guru melakukan penilaian. kelas dan semester. maka ini dapat ditunjukkan dengan kegiatan menulis. (4)standar pendidik . Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan. atau melalui kinerja atau melakukan tugas lainnya. kedalaman.

hingga pengembangan silabusnya. 19/2005. KTSP terdiri atas: • • Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. mulai dari tujuan. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. yaitu: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. visi – misi. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan. Secara substansial. (6)standar pengelolaan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sumber belajar bukan hanya guru. struktur dan muatan kurikulum. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). Akan tetapi. . pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan. yaitu PP No. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter). isi. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. dan (7)standar penilaian pendidikan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.dan tenaga kependidikan. beban belajar. standar pembiayaan. kalender pendidikan. yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. (5)standar sarana dan prasarana. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Merencanakan. dan peserta didik. 2. sistem semester.adaptif dan aplikatif. sistem kredit. Yang perlu direncanakan. sitem administrasi. dan Silabus. PENGEMBANGAN KURIKULUM Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datang dari luar atau dari dalam dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. . sosial budaya masyarakat setempat. KTSP dikembangkan sesuai dengan : satuan pendidikan.• • • • • • Kalender pendidikan. sistem bimbingan. dirancang dan diprogramkan ialah seluruh komponen penunjang dalam kurikulum seperti. sistem evaluasi. Tujuan yang akan dicapai Dalam pengajaran bukan hanya penguasan pada bahan ajar tetapi lebih pada pembinaan. bimbingan untuk menuju pendewasaan bagi peserta didik. Oleh karena itu pengembangan kurikulum harus bersifat antisipatif. 4. potensi/karakteristik daerah. III.Dakir (2004) pada dasarnya pengembangan kurikulum didasarkan pada 4 unsur yaitu : 1. struktur program (silabus dan RPP). Karakteristik peserta didik Karakter peserta didik sekarang ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK dan globalisasi. APA YANG PERLU DIKEMBANGKAN ? Menurut H. merancangkan dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar. 3. Kriteria – kriteria untuk mencapai tujuan Kriteria pengembangan kurikulum hendaknya disesuaikan dengan Pancaasila dan UUD 1945 serta memperhatikan karakteristik peserta didik.

kurikulum yang ada juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tadi tanpa mengurangi tujuan utamanya. Pihak ahli yang relevan yaitu semua pihak yang membutuhkan sesuai dengan bidangnya. 3. Paradigma Lama Pengajaran di kelas Penyerapan informasi secara pasif Paradigma Baru Pengajaran eksploratif Sistem magang (apprenticenship) untuk menyerap informasi secara aktif Bekerja secara individual Belajar berkelompok . Otonomi Daerah. berbangsa dan bernegara.SIAPA YANG MENGEMBANGKAN ? 1. Kemudian kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarat. Pihak guru yaitu semua guru yang profesional dan berkompeten di bidangnya. nilai nilai mendasar yang diyakini. Di Indonesia cita – cita tersebut dapat dirumuskan dalam kalimat sederhana dan padat yaitu terbentuknya Pribadi Pancasila Pengembangan kurikulum harus memiliki landasan yang kuat yaitu berdasarkan kondisi masyarakat yang nyata yang terjadi dilapangan. Millenium Goals 2015 (Globalisasi). Demokratisasi. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan maka. dan Intelektual. kondisi anak yang benar serta pengetahuan dan konsep – konsep ilmu yang mutakhir. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 2. terkandung cita – cita pendidikan nasional. Pihak produsen yaitu semua yang terkait dalam lembaga pendidikan. Perkembangan IPTEKS. Pihak konsumen yaitu semua pihak yang membutuhkan pendidikan. filosofis. Pengembangan kurikulum juga berlandaskan pada spritual. Adapun perubahan yang terjadi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam ruang lingkup nasional yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke 4. Pengembangan kurikulum didasari dengan memperhatikan konteks pendidikan yakni. Clean and Good Government. Pembangunan berkelanjutan. Dalam kurikulum ideal yang dimiliki oleh setiap negara. sosiologis dan psikologis. Moral. serta Ekonomi Berbasis Spritual. 4. terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus diadakan penyempurnaan kurikulum. Karena tuntutan kebutuhan tersebut maka terjadilah pengembangan kurikulum dari paradigma lama ke paradigma yang baru. Kebangkitan Islam.

22 dan 23. 2. 3. dikembangkan. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. IV. Peraturan pemerintah No. Pengertian KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. Karena teori kurikulam itu memberikan perangkat konseptual untuk menilai rencana kurikulum.23 Tahun 2006 tentang Standart Kompetensi Lulusan. 3.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Undang – undang no. 2.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 36. No. 4. masyarakat. Tujuan diterapkannya KTSP adalah : 1. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan UU. mengevaluasi dan mereformasi . Permendiknas No. karekteristik sekolah. seolah hanya penting bagi para ahli saja. Landasan pengembangan KTSP adalah sebagai berikut : 1. daerah. Permendiknas No. teori kurikulum dianggap tidak penting karena mereka hanya pelaksana saja. 5. KELUWESAN KURIKULUM Teori kurikulum memang tidak terlalu populer. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Sementara bagi praktisi. Sebenarnya anggapan tersebut keliru.Guru sebagai sumber belajar tunggal “yang Guru maha tahu “ Isi pelajaran relatif tetap Strategi/metode relatif homogen berperan sebagai pemandu/ pembimbing Isi pelajaran berubah secara tepat Strategi/metode heterogen Sistem pendidikan di Indonesia pada saat ini telah melaksanakan sutu kurikulum yang dikenal sebagai kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan). mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik.22 Tahun 2006 tentang Standart isi. Permendiknas No. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. potensi sekolah. sosial budaya. 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan.

d. misi. Perkembangan kurikulum harus dilakukan secara fleksibel. sasaran dan tujuan setiap program studi dimana didalamnya tercakup wawasan pengetahuan yang mampu menjawab tuntutan. lingkungan sekolah dan masyarakat. Bahkan seorang pendidik yang baik itu harus selalu menyadari bahwa kurikulum itu harus terus berubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. kebutuhan masa kini dan masa akan datang yang akan menjamin profil lulusan yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan dan selalu berpedoman pada Pancasila maka kurikulum haruslah fleksibel dalam artian seorang pembelajar harus mampu berbuat untuk mengembangkan kurikulum yang sudah ditetapkan dengan melihat situasi dan kondisi peserta didik. Kurikulum dirancang berdasarkan tujuan umum yang ingin dicapai dalam pendidikan tersebut. Apabila ada keterkaitan yang jelas antara komponen . c. pada prinsifnya Fleksibel mangandung makna bahwa pelaksanaan program. dicapai dan diharapkan dari pendidikan tersebut. Kurikulum sangat relevan dengan visi.kurikulum. Fleksibel dalam kurikulum dapat dikaji dari 2 sudut pandang yang berbeda yaitu Felksibel sebagai suatu pemikiran pendidikan dan fleksibel sebagai kaedah dalam penerapan kurikulum. POSISI KURIKULUM DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Pendidikan akan berjalan dan berhasil sesuai dengan yang diharapkan apabila mempunyai kurikulum sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. sedangkan fleksibel sebagai suatu kaedah dalam penerapan kurikulum berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum tersebut. Sebagai seorang pembelajar harus mampu berbuat secara aktif dan kreatif untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fleksibel sebagai suatu pemikiran pendidikan berkaitan dengan dimensi peserta didik dan kelulusan. Kurikulum terdiri dari empat komonen utama yaitu : a. tujuan isi bidang studi strategi penyampaian evaluasi Disetiap komponen tersebut harus tertera jelas apa yang ingin dilakukan. b. peserta didik dan kelulusan memiliki ruang gerak dan kebebasan dalam bertindak. V.

Dikutip dari buku Pemikiran Kependidikan oleh Prof. Karena Kurikulum dijadikan suatu acuan untuk melaksanakan pendidikan. guru adalah sutradaranya dan kurikulum adalah skenarionya. Kurikulum harus memuat rancangan – rancangan atau program –program pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (yang senantiasa selalu . siswa adalah pemainnya. pendidikan socio-civics dan pendidikan intelektual. yaitu : pendidikan kepribadian. Jadi kurikulum mempunyai posisi yang sangat vital dalam pembangunan pendidikan. Dwi Nugroho Hidayanto bahwa diibaratkan sebuah pertunjukan sandiwara. Pendidikan akan menjadi bermakna dan terarah apabila dirangkum dalam suatu kurikulum yang tepat. Pengembangan ini meliputi 3 misi utama (Dimyati. Pengembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa lepas dari misi utama pendidikan yang tertuang dalam tujuan pendidkan nasional yang berdasarkan Pancasila. garis besar materi dari bidang studi yang dipilih untuk dijadikan obyek belajar panduan dan buku pelajaran yang disusun untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar 5. bentuk dan jenis kegiatan belajar mengajar yang dialami oleh pelajar.tersebut dan didukung oleh sarana dan prasarana serta guru yang berkompeten maka tujuan pendidikan yang diharapkan akan tercapai. nilai dan sikap yang harus dimiliki oleh peserta didik 2. Soedijarto membaginya dalam lima tingkatan.nilai dan sikap bagi peserta didik 3. sebagai warga masyarakat dan warga negara. 4. sebagai pribadi. termasuk bentuk. Pentingnya kurikulum dalam pendidikan bisa dilihat dari pengertian kurikulum itu sendiri. bahwa kurikulum itu : 1. siapa yang akan tertarik dengan pementasan tersebut. serangkaian tujuan pendidikan yang menggambarkan kemampuan. lingkungan sekolah adalah panggungnya. Bisa dibayangkan apabila ada sebuah pementasan tanpa mempunyai skenario yang jelas dan sistematis. Pembangunan pendidikan pada dasarnya bertujuan mengembangkan kualitas manusia meliputi segala aspek manusia dalam harkatnya sebagai mahluk yang berakal budi.1992). kerangka materi yang menggambarkan bidang pelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai kemampuan. maka kurikulum tersebut juga menjadi penentu akan keberhasilan dalam pembangunan pendidikan.jenis dan frekuensi evaluasi.

my/definasi. 2007. Pemikiran Kependidikan . Jakarta.com. Depdiknas.CV.kpm.Dakir. Rineka Cipta. <! –[endif]www.berkembang ) dan kemajuan peradaban dunia dengan tetap berpedoman pada Pancasila. Bandung. Apabila suatu kurikulum mampu membuat hal tersebut maka pembangunan pendidikan di Indonesia akan berkembang dan berhasil dalam menciptakan anak bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan yang dilandasi oleh Imtaq. D. 2006. Transwacana. PT. Bandung Hidayanto. Mulyasa. E. Mulyasa.ppk. 2003 Sikdiknas Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 <! –[if ! supportLists] 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum.my/knet/ebook www.Remaja Rosdakarya. Kurikulum Yang Disempurnakan.mail-archive.htm Beberapa Pengertian Kurikulum www.karyanet.org/msg29777. E. Jakarta.html .Remaja Rosdakarya.2004.N. DAFTAR PUSTAKA H. PT.com/ppi@freelists. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful