P. 1
HAKEKAT KURIKULUM

HAKEKAT KURIKULUM

|Views: 31|Likes:
Published by Zulfa Arifandhi

More info:

Published by: Zulfa Arifandhi on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

HAKIKAT KURIKULUM

Dalam era globalisasi dan pasar bebas kita dihadapkan pada perubahan-perubahan yang tidak menentu. Ibarat ”nelayan dilautan bebas” yang dapat menyesatkan jika tidak memiliki ”kompas” sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Begitu juga dengan pendidikan dimana membutuhkan pedoman untuk dapat mencapai tujuan. Pedoman dalam hal ini ialah kurikulum.

I. Pengertian Kurikulum a. Pengertian Tradisional Pertengahan abad ke XX pengertian kurikulum berkembang dan dipakai dalam dunia pendidikan yang berarti “sejumlah plejaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas atau ijazah”. Pengertian tradisional ini telah diterapkan dalam penyusunan kurikulum seperti Kurikulum SD dengan nama “Rencana Pelajaran Sekolah Rakyat” tahun 1927 sampai pada tahun 1964 yang isinya sejumlah mata pelajaran yang diberikan pada kelas I s.d. kelas VI.

b. Pengertian Modern „Kurikulum‟ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar ‘curere’. Kata ini bermaksud „laluan‟ atau „jejak‟. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah „jurusan‟ seperti dalam rangkai kata jurusan peperangan‟. Perkataan‟kurikulum‟ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian „jelmaan‟ atau ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua-dua bahasa ini menghasilkan makna bahawa perkataan kurikuluin‟ ialah „laluan dan satu peringkat ke satu peningkat‟. Perluasan makna ini memberikan pengertian „kurikulum‟ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa Inggeris sebagai jurusan pengajian yang diikuti di sekolah. (Kliebard, 1982) www.karyanet.com.my/knet/ebook Kurukulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UU. No.20 Bab 1. Pasal I. butir 19) Menurut Saylor J. Gallen & William N. Alexander dalam bukunya “Curriculum Planning” menyatakan Kurikulum adalah “Keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung dikelas, dihalaman maupun diluar sekolah”.

Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out7 comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Kurikulum menggambarkan dari hasil pengajaran. (Beane dkk). (Grayson 1977) Dari berbagai pengertian kurikulum diatas penulis menyimpulkan bahwa Kurikulum adalah suatu pedoman yang terencana dan terorganisir dimana didalamnya tercakup tujuan. Kurikulum adalah susunan rangkaian dari hasil belajar yang disengaja.org/msg29777.Perencanaan tersebut disusun secara terstrukturuntuk suatu bidang studi. (Inlow. a. alat/bahan. pembelajar. yang dilakukan oleh sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik.sarana dan prasarana.Flaming). pebelajar.Kurikulum yakni bahwa konsep kurikulum dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) kurikulum sebagai produk. 1967). (2) kurikulum sebagai program.Ragan) Kurikulum adalah semua pengalaman yang direncanakan.com/ppi@freelists. evaluasi untuk menciptakan suatu pengalaman belajar pada pebelajar dibawah tanggung jawab sekolah atau lembaga penyelenggara pendidikan untuk mencapai suatu tujuan II. Kurikulum ialah semua pengalaman anak yang menjadi tanggung jawab sekolah (William B.mail- archive. Perubahan Kurikulum Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu . (3) kurikulum sebagai hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi peserta didik.html Kurikulum pada sekolah modern dapat definisikan seluruh pengalaman belajar anak yang menjadi tanggung jawab sekolah (Robert S. Adanya perubahan kebijakan pejabat pemerintah yang berwenang . (Nengly and Evaras. www. 1966). sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. sejak tahun 1945. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. c. 2004 dan 2006 (KTSP). 1968. dan jasmani. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. yaitu pengembangan moral. Adanya pengaruh dari luar akibat globalisasi. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Sebab. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. 1952. ekonomi. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Adanya penemuan atau penelitian baru d. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. 1964. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. 1984. emosional/artistik. Ketinggalan zaman (tidak relevan) Dalam perjalanan sejarah. keprigelan. 2004). pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. sosial budaya. yaitu Pancasila dan UUD 1945. Setelah Rentjana Pelajaran 1947. kecerdasan. 1994. 1975. Kurikulum 1968 dan Sebelumnya Awalnya pada tahun 1947. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Pada saat itu. menjelang tahun 1964. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.b. Usai tahun 1952. yaitu pada tahun 1947. . 1. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.

Dari segi tujuan pendidikan. 3. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranya sebagai berikut. . Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Kurikulum 1984 Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut. Berorientasi pada tujuan Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. 2. Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan keyakinan beragama. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. kuat. pengetahuan dasar. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. moral. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. dan sehat jasmani.Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. budi pekerti. dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik.

afektif. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Berorientasi kepada tujuan instruksional. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. baik dalam ranah kognitif. intelektual. maupun psikomotor. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. . oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum.Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang. mental. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. Oleh karena itu. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.

sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. semikonkret. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Keterampilan proses adalah pendekatan belajat mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. di antaranya sebagai berikut. 4. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan . Kurikulum 1994 Pada kurikulum sebelumnya.Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. yaitu kurikulum 1984. Akibatnya. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. semiabstrak. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan.

divergen (terbuka. Dalam pelaksanaan kegiatan. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. baik secara mental. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. dan sosial. Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. dan penyelidikan. di antaranya sebagai berikut. fisik. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa.Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) Kurikulum 1994 bersifat populis. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. yaitu . guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar.

Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap. seperti penyempurnaan kurikulum. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagai sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soejadi (1994:36). potensi siswa.Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. materi pelajaran. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. 5. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. evaluasi. yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. Kurikukum yang dikembangkan saat ini diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi. dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. dan proses pembelajaran. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. khususnya dalam mata pelajaran matematika mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran matematika di jenjang persekolahan merupakan suatu kegiatan yang harus dikaji terus menerus dan jika perlu diperbaharui agar dapat sesuai dengan kemampuan murid serta tuntutan lingkungan. pembelajaran. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar. seperti tujuan materi. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar . Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 dan 2004 Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.

penilaian. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. 2002a). kegiatan belajar mengajar. keterampilan. 2002a). dalam arti memiliki pengetahuan. Implikasinya adalah perlu dikembangkan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman pembelajaran. 2000: 89). Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur. keterampilan. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. 2002a). Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. . (Puskur. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.performance yang telah ditetapkan. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut. Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan. yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. Competency Based Education is education geared toward preparing indivisuals to perform identified competencies (Scharg dalam Hamalik. Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. Kompetensi merupakan pengetahuan. Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur.

dan dilakukan siswa sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran matematika. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. disikapi. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran matematika. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika merupakan gambaran kompetensi yang seharusnya dipahami. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. keterampilan. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. yaitu: pemilihan kompetensi yang sesuai. (Puskur. . Mari kita lihat contohnya dalam mata pelajaran matematika. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. komunikasi. Sumber belajar bukan hanya guru.Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. Kompetensi dasar tersebut dirumuskan untuk mencapai keterampilan (kecakapan) matematika yang mencakup kemampuan penalaran. spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. pengembangan sistem pembelajaran. dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika. 2002a). pemecahan masalah. (Puskur. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. Kompetensi dasar matematika merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. diketahui. Struktur kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi (kemampuan) dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. 2002b).

peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. yaitu: (1)standar isi. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. “Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?”. Hasil belajar mencerminkan keluasan. juga tidak dimaksudkan untuk menentukan bagaimana guru melakukan penilaian. (2)standar proses. olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. olahpikir. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. kedalaman. kelas dan semester. “Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?”. maka ini dapat ditunjukkan dengan kegiatan menulis. Guru akan menggunakan indikator sebagai dasar untuk menilai apakah siswa telah mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. Misalkan. yaitu tidak dimaksudkan untuk membatasi berbagai aktivitas pembelajaran siswa. jika indikator menyatakan bahwa siswa mampu menjelaskan konsep atau gagasan tertentu.Struktur kompetensi dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dirinci dalam komponen aspek. presentasi. terarah. (3)standar kompetensi lulusan. dan berkesinambungan. Keterampilan dan pengetahuan dalam setiap mata pelajaran. (4)standar pendidik . Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan. Indikator bukan berarti dirumuskan dengan rentang yang sempit. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana. atau melalui kinerja atau melakukan tugas lainnya.

hingga pengembangan silabusnya. beban belajar. (5)standar sarana dan prasarana. pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. KTSP terdiri atas: • • Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. Sumber belajar bukan hanya guru. Secara substansial. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masingmasing satuan pendidikan. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. struktur dan muatan kurikulum. Akan tetapi. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. 19/2005. standar pembiayaan. yaitu: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. dan (7)standar penilaian pendidikan. mulai dari tujuan.dan tenaga kependidikan. yaitu PP No. isi. visi – misi. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter). (6)standar pengelolaan. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. . kalender pendidikan. Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

adaptif dan aplikatif. Kriteria – kriteria untuk mencapai tujuan Kriteria pengembangan kurikulum hendaknya disesuaikan dengan Pancaasila dan UUD 1945 serta memperhatikan karakteristik peserta didik. dirancang dan diprogramkan ialah seluruh komponen penunjang dalam kurikulum seperti. bimbingan untuk menuju pendewasaan bagi peserta didik. sistem bimbingan. merancangkan dan memprogramkan bahan ajar dan pengalaman belajar. 3. 4.• • • • • • Kalender pendidikan. potensi/karakteristik daerah. Merencanakan. struktur program (silabus dan RPP).Dakir (2004) pada dasarnya pengembangan kurikulum didasarkan pada 4 unsur yaitu : 1. sistem kredit. 2. APA YANG PERLU DIKEMBANGKAN ? Menurut H. KTSP dikembangkan sesuai dengan : satuan pendidikan. . Karakteristik peserta didik Karakter peserta didik sekarang ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK dan globalisasi. sistem semester. dan Silabus. III. Yang perlu direncanakan. dan peserta didik. PENGEMBANGAN KURIKULUM Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datang dari luar atau dari dalam dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. sistem evaluasi. sitem administrasi. sosial budaya masyarakat setempat. Tujuan yang akan dicapai Dalam pengajaran bukan hanya penguasan pada bahan ajar tetapi lebih pada pembinaan. Oleh karena itu pengembangan kurikulum harus bersifat antisipatif.

kurikulum yang ada juga harus disesuaikan dengan kebutuhan tadi tanpa mengurangi tujuan utamanya. 4. filosofis. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan maka. Kemudian kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarat. Di Indonesia cita – cita tersebut dapat dirumuskan dalam kalimat sederhana dan padat yaitu terbentuknya Pribadi Pancasila Pengembangan kurikulum harus memiliki landasan yang kuat yaitu berdasarkan kondisi masyarakat yang nyata yang terjadi dilapangan. Moral. Adapun perubahan yang terjadi dapat dilihat pada tabel dibawah ini. berbangsa dan bernegara. nilai nilai mendasar yang diyakini. Millenium Goals 2015 (Globalisasi). Karena tuntutan kebutuhan tersebut maka terjadilah pengembangan kurikulum dari paradigma lama ke paradigma yang baru. Clean and Good Government. Pihak produsen yaitu semua yang terkait dalam lembaga pendidikan. dan Intelektual. 2. sosiologis dan psikologis. Pihak konsumen yaitu semua pihak yang membutuhkan pendidikan. terkandung cita – cita pendidikan nasional. Perkembangan IPTEKS. Pengembangan kurikulum didasari dengan memperhatikan konteks pendidikan yakni. Pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam ruang lingkup nasional yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke 4. Demokratisasi. Pihak guru yaitu semua guru yang profesional dan berkompeten di bidangnya. Kebangkitan Islam. Paradigma Lama Pengajaran di kelas Penyerapan informasi secara pasif Paradigma Baru Pengajaran eksploratif Sistem magang (apprenticenship) untuk menyerap informasi secara aktif Bekerja secara individual Belajar berkelompok . 3. serta Ekonomi Berbasis Spritual. Dalam kurikulum ideal yang dimiliki oleh setiap negara. terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus diadakan penyempurnaan kurikulum. Pembangunan berkelanjutan. Pihak ahli yang relevan yaitu semua pihak yang membutuhkan sesuai dengan bidangnya. Otonomi Daerah.SIAPA YANG MENGEMBANGKAN ? 1. kondisi anak yang benar serta pengetahuan dan konsep – konsep ilmu yang mutakhir. Pengembangan kurikulum juga berlandaskan pada spritual.

potensi sekolah. Peraturan pemerintah No. mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. dikembangkan. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. daerah. 3. Permendiknas No. 2. Sebenarnya anggapan tersebut keliru. 3. 22 dan 23. Permendiknas No. karekteristik sekolah. Karena teori kurikulam itu memberikan perangkat konseptual untuk menilai rencana kurikulum. masyarakat. 4.23 Tahun 2006 tentang Standart Kompetensi Lulusan. teori kurikulum dianggap tidak penting karena mereka hanya pelaksana saja. IV. Undang – undang no. KELUWESAN KURIKULUM Teori kurikulum memang tidak terlalu populer. Landasan pengembangan KTSP adalah sebagai berikut : 1.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 36. Sementara bagi praktisi. Permendiknas No. seolah hanya penting bagi para ahli saja. KTSP dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan peserta didik.Guru sebagai sumber belajar tunggal “yang Guru maha tahu “ Isi pelajaran relatif tetap Strategi/metode relatif homogen berperan sebagai pemandu/ pembimbing Isi pelajaran berubah secara tepat Strategi/metode heterogen Sistem pendidikan di Indonesia pada saat ini telah melaksanakan sutu kurikulum yang dikenal sebagai kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan). Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Pengertian KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. mengevaluasi dan mereformasi . 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional Pendidikan. No. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan UU.22 Tahun 2006 tentang Standart isi. sosial budaya. 5. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. 2. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Tujuan diterapkannya KTSP adalah : 1.

kurikulum. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan dan selalu berpedoman pada Pancasila maka kurikulum haruslah fleksibel dalam artian seorang pembelajar harus mampu berbuat untuk mengembangkan kurikulum yang sudah ditetapkan dengan melihat situasi dan kondisi peserta didik. V. b. Sebagai seorang pembelajar harus mampu berbuat secara aktif dan kreatif untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. lingkungan sekolah dan masyarakat. Apabila ada keterkaitan yang jelas antara komponen . misi. sasaran dan tujuan setiap program studi dimana didalamnya tercakup wawasan pengetahuan yang mampu menjawab tuntutan. pada prinsifnya Fleksibel mangandung makna bahwa pelaksanaan program. Bahkan seorang pendidik yang baik itu harus selalu menyadari bahwa kurikulum itu harus terus berubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum dirancang berdasarkan tujuan umum yang ingin dicapai dalam pendidikan tersebut. tujuan isi bidang studi strategi penyampaian evaluasi Disetiap komponen tersebut harus tertera jelas apa yang ingin dilakukan. c. peserta didik dan kelulusan memiliki ruang gerak dan kebebasan dalam bertindak. Fleksibel sebagai suatu pemikiran pendidikan berkaitan dengan dimensi peserta didik dan kelulusan. Kurikulum sangat relevan dengan visi. Kurikulum terdiri dari empat komonen utama yaitu : a. kebutuhan masa kini dan masa akan datang yang akan menjamin profil lulusan yang diharapkan. Perkembangan kurikulum harus dilakukan secara fleksibel. dicapai dan diharapkan dari pendidikan tersebut. sedangkan fleksibel sebagai suatu kaedah dalam penerapan kurikulum berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum tersebut. POSISI KURIKULUM DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN Pendidikan akan berjalan dan berhasil sesuai dengan yang diharapkan apabila mempunyai kurikulum sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Fleksibel dalam kurikulum dapat dikaji dari 2 sudut pandang yang berbeda yaitu Felksibel sebagai suatu pemikiran pendidikan dan fleksibel sebagai kaedah dalam penerapan kurikulum. d.

termasuk bentuk. Dikutip dari buku Pemikiran Kependidikan oleh Prof. maka kurikulum tersebut juga menjadi penentu akan keberhasilan dalam pembangunan pendidikan. lingkungan sekolah adalah panggungnya. sebagai pribadi.jenis dan frekuensi evaluasi. Kurikulum harus memuat rancangan – rancangan atau program –program pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (yang senantiasa selalu . kerangka materi yang menggambarkan bidang pelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai kemampuan.1992). nilai dan sikap yang harus dimiliki oleh peserta didik 2. bentuk dan jenis kegiatan belajar mengajar yang dialami oleh pelajar. Soedijarto membaginya dalam lima tingkatan. siswa adalah pemainnya. sebagai warga masyarakat dan warga negara.nilai dan sikap bagi peserta didik 3. 4. Dwi Nugroho Hidayanto bahwa diibaratkan sebuah pertunjukan sandiwara. serangkaian tujuan pendidikan yang menggambarkan kemampuan. garis besar materi dari bidang studi yang dipilih untuk dijadikan obyek belajar panduan dan buku pelajaran yang disusun untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar 5.tersebut dan didukung oleh sarana dan prasarana serta guru yang berkompeten maka tujuan pendidikan yang diharapkan akan tercapai. Jadi kurikulum mempunyai posisi yang sangat vital dalam pembangunan pendidikan. bahwa kurikulum itu : 1. Bisa dibayangkan apabila ada sebuah pementasan tanpa mempunyai skenario yang jelas dan sistematis. pendidikan socio-civics dan pendidikan intelektual. Pentingnya kurikulum dalam pendidikan bisa dilihat dari pengertian kurikulum itu sendiri. Pengembangan ini meliputi 3 misi utama (Dimyati. Pembangunan pendidikan pada dasarnya bertujuan mengembangkan kualitas manusia meliputi segala aspek manusia dalam harkatnya sebagai mahluk yang berakal budi. yaitu : pendidikan kepribadian. Pendidikan akan menjadi bermakna dan terarah apabila dirangkum dalam suatu kurikulum yang tepat. Pengembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa lepas dari misi utama pendidikan yang tertuang dalam tujuan pendidkan nasional yang berdasarkan Pancasila. guru adalah sutradaranya dan kurikulum adalah skenarionya. Karena Kurikulum dijadikan suatu acuan untuk melaksanakan pendidikan. siapa yang akan tertarik dengan pementasan tersebut.

Apabila suatu kurikulum mampu membuat hal tersebut maka pembangunan pendidikan di Indonesia akan berkembang dan berhasil dalam menciptakan anak bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan yang dilandasi oleh Imtaq.org/msg29777. Pemikiran Kependidikan . Jakarta. Transwacana. E. 2007. 2007. Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.kpm. <! –[endif]www. D. Bandung.com.my/knet/ebook www.ppk. E.Remaja Rosdakarya. Depdiknas.htm Beberapa Pengertian Kurikulum www.2004.mail-archive. PT. 2006. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. DAFTAR PUSTAKA H.N. Kurikulum Yang Disempurnakan.Remaja Rosdakarya.berkembang ) dan kemajuan peradaban dunia dengan tetap berpedoman pada Pancasila.html . 2003 Sikdiknas Undang-Undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 <! –[if ! supportLists] 1.karyanet. Jakarta. PT.my/definasi.Dakir. Rineka Cipta.com/ppi@freelists. Bandung Hidayanto.CV. Mulyasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->