P. 1
laporan viskositas.doc

laporan viskositas.doc

|Views: 420|Likes:
Published by Muliani Mely Amey
laporan laboratorium teknik kimia
laporan laboratorium teknik kimia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muliani Mely Amey on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/28/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU DASAR TEKNIK KIMIA I

Semester TahunAjaran Judul Percobaan Tgl. Percobaan Kelompok NAMA MULIANI : IV (Empat) : 2012/2013 : Viskositas : 11 Mei 2013 : X (Sepuluh) NIM 110405003

Keadaan ruangan Tekanan Ruangan Suhu : 760 mmHg : 30 oC

LABORATORIUM ILMU DASAR TEKNIK KIMIA I DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Viskositas adalah kekentalan suatu zat cair adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya gesar. Viskositas terjadi terutama karena adanya interaksi antara molekul-molekul cairan. Viskositas merupakan ukuran gesekan dibagian dalam suatu fluida. Fluida sebenarnya terdiri atas beberapa lapisan, karena adanya viskositas diperlukan gaya untuk meluncurkan suatu lapisan fluida diatas fluida lainnya (Roshima, 2010). Alasan dilakukan percobaan ini untuk menentukan viskositas suatu zat cair dengan menggunakan viskometer Ostwald dan menentukan pengaruh temperatur, konsentrasi, berat molekul, dan densitas sampel terhadap viskositas. 1.2 Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang terdapat dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Menentukan viskositas suatu zat cair menggunakan viskosimeter Ostwald. Menentukan densitas zat cair. Bagaimana pengaruh temperatur, konsentrasi, berat molekul dan densitas sampel terhadap viskositas. 1.3 Tujuan Percobaan Adapun tujuan–tujuan yang terdapat di dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Menentukan viskositas suatu zat cair menggunakan viskosimeter Ostwald. Menentukan densitas suatu zat cair. Menentukan pengaruh temperatur, konsentrasi, berat molekul, dan densitas sampel terhadap viskositas.

Departemen Teknik Kimia. dan densitas sampel terhadap viskositas. Volume untuk penentuan densitas sebanyak 25 mL sedangkan volume untuk penentuan viskositas sebanyak 15 mL. piknometer.5 Ruang Lingkup Percobaan Viskositas ini dilakukan di Laboratorium Kimia Fisika. 30 oC dan 50 oC). termometer. dan beaker glass. . stopwatch. gelas ukur. Mempelajari bagaimana menentukan viskositas suatu zat cair menggunakan viskosimeter Ostwald. Fakultas Teknik. karet penghisap. Menentukan pengaruh temperatur. Sedangkan peralatan yang digunakan di dalam percobaan ini adalah viskosimeter Ostwald. neraca elektrik.1.manfaat yang dapat diperoleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. . Universitas Sumatera Utara pada keadaan ruangan : Tekanan ruangan :760 mmHg Suhu : 30 oC Sampel yang digunakan di dalam percobaan ini adalah aquadest (H2O). aseton (CH3COCH3). dan “Buavita” dengan konsentrasi (30% dan 50%) dan pada suhu (10 oC. konsentrasi. 3. berat molekul. Mengetahui bagaimana menentukan densitas dari suatu zat cair.4 Manfaat Percobaan Adapun manfaat. 1. 2.

dengan k adalah konstanta yang bergantung pada bentuk geometris benda. viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas. Di dalam zat cair. . Satuan lain viskositas kinematik adalah Saybolt seconds (SUS) dan Saybolt Furol Seconds (SFS) namun sudah tidak terpakai. Apabila suatu benda bergerak dengan kelajuan v dalam suatu fluida kental yang koefisien viskositasnya.1 Viskositas Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan di dalam fluida.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.s). Beberapa definisi yang berkaitan dengan koefisien viskositas fluida antara lain: 1. Sedangkan dalam gas. maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. maka benda tersebut akan mengalami gaya gesekan fluida. Satuan SI untuk koefisien viskositas adalah Ns/m2 atau Pascal sekon (Pa. Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien viskositas. Berdasarkan perhitungan laboratorium (AAK. Makin besar viskositas suatu fluida. viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. 2012). Ketika Anda berbicara viskositas Anda berbicara tentang fluida sejati. Viskositas kinematik merupakan ukuran ketahanan fluida untuk tidak mengalir ke bawah pengaruh gaya grafitasi sendiri pada suhu tertentu (standar internasional diukur pada suhu 40oC dan 100oC) dinyatakan dalam satuan centi Skoke (cSt) atau dalam unit SI dengan cm2/s dengan 100 cSt. Fluida ideal tidak mempunyai koefisien viskositas.

s. sebagian energi translasi diubah menjadi energi vibrasi. Viskositas absolut juga disebut viskositas dinamik adalah merupakan hasil kali dari viskositas kinematik dengan densiti dari fluida tersebut. semakin kecil viskositasnya. Efek suhu .2 Hukum Stokes Pada tahun 1845 Sir George Stokes menunjukkan bahwa untuk benda yang bentuk geometrisnya berupa bola nilai k = 6 π r. Viskositas absolut = Viskositas Kinematik x Densitas Zat Cair (Hermawan. tumbukan antara partikel yang bentuknya tidak beraturan cenderung tidak elastik. Semakin tinggi suhu cairan. 2010). 2. Pernyataan ini dapat dijelaskan dengan teori kinetik. dan dinyatakan dengan centi Poise (cP) atau dengan unit SI dengan mili Pascal (mPa. maka diperoleh persamaan seperti berikut: (AAK.1 Hukum Stokes (AAK. Bila nilai k dimasukkan ke dalam persamaan.s) dimana 1 cP = 1 mPa.2. 2012) Viskositas cairan yang partikelnya besar dan berbentuk tak teratur lebih tinggi daripada yang partikelnya kecil dan bentuknya teratur. Dalam tumbukan tidak elastik. 2012) Gambar 2. Namun. dan akibatnya partikel menjadi lebih sukar bergerak dan cenderung berkoagulasi. Tumbukan antara partikel yang berbentuk bola atau dekat dengan bentuk bola adalah tumbukan elastik atau hampir elastik.

1 Metode Ostwald Metode ini ditentukan berdasrkan Hukum Poiseulle menggunakan alat Viskometer Ostwald. 2012) Penentukan Viskositas dapat dilakukan dengan dua metoda yaitu metode Ostwald dan metode bola jatuh (AAK. 2012). Koefisien viskositas juga kadang secara singkat disebut dengan viskositas dan diungkapkan dalam N.m dalam satuan SI (AAK.s.3. selain ditentukan oleh beda tekanan pada kedua ujung juga ditentukan oleh viskositas dan luas penampang. (AAK. Viskositas dihitung menggunakan persamaan Poiselle (AAK. 2012). 2. -2 2012). Hubungan tersebut dirumuskan oleh Poiseuille yang dikenal dengan Hukum Poiseuille.mirip dengan efek suhu pada gas. tetapi untuk fluida kental diperlukan perbedaan tekanan antar ujung pipa untuk menjaga kesinambungan aliran.3 Hukum Poiseuille Fluida ideal dapat mengalir melalui pipa yang bertingkat tanpa ada gaya. Banyaknya cairan yang mengalir pesatuan waktu melalui penampang melintang berbentuk silinder berjari-jari r. Cairan dibiarkan mengalir ke bawah dan waktu yang diperluka dari a ke b dicatat menggunakan stopwatch. yang panjangnya l. 2. 2012) . Penetapannya dilakukan dengan jalan mengukur wktu yang diperlukan untuk mengalirnya cairan dalam pipa kapiler dari a ke b. Sejumlah cairan yang akan diukur viskositasnya dimasukkan ke dalam viscometer. (AAK. Cairan kemudian diisap dengan pompa sampai diatas batas a.

(AAK. Selain itu bekerja gaya gesek yang arahnya ke atas sebesar: Fg = 6π ηrv 2012) (AAK.3 Viskometer Bola Jatuh (AAK.2 Viskometer Ostwald (AAK. 2012) .2 Metode Bola jatuh Penentuan ini berdasarkan hokum Stokes. Gaya berat yang menyebabkan bola turun ke bawah sebesar: Fw = 4/3 πr3(db – dc) g 2012) Dimana db dan dc masing-masing kerapatan bola dan cairan sedang g adalah percepatan gravitasi. Waktu yang diperlukan bola untuk jatuh melalui cairan dengan tinggi tertentu kemudian dicatat dengan stopwatch. 2012) 2. Bola dengan rapatan d dan jari-jari r dijatuhkan ke dalam tabung berisi cairan yang akan ditentukan viskositasnya. Gambar 2.3.Gambar 2.

pewarna alami karmin .2.2 °C Suhu Kritis : 235 oC Sifat Kimia Produk yang stabil Mudah larut dalam air dingin Tidak korosif dihadapan kaca Reaktif terhadap agen pengoksidasi Tidak terjadi polimerisasi 5 Berat molekul : 58.79 Titik lebur : -95. aseton bercampur dengan air dalam segala perbandingan (Tulus.1 Aseton Aseton adalah keton yang paling penting. vitamin C. 2. minuman lezat dan membuatmu menikmati minuman sari buah.4. Ia merupakan cairan volatil (titik didih 56oC) dan mudah terbakar. Unilever Indonesia. Kebaikan Buavita yaitu dibuat dengan buah jambu.08 g/mol Sumber : (Sciencelab. Komposisi yaitu Air. 2012). TBK.4 Teori Bahan 2. B6 bagian dari zat gizi penting (esensial). 2012).4. Tidak. B1. karenanya.2 Buavita Guava Buavita percaya setiap orang berhak untuk mendapatkan nutrisi buah setiap hari.. dengan vitamin A. B6 bagian dari zat gizi penting (esensial) dan vitamin C yang berperan sebagaiantioksidan yang bekerja bersama dengan antioksidan lain terutama vitamin E. B1. Tabel 2. perisa jambu. sukrosa.1 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Aseton No 1 2 3 4 Sifat Fisika Spesifik Grafitasi 0. dengan vitamin A. sumber vitamin C yang berperan sebagai antioksidan yang bekerja bersama dengan antioksidan lain terutama vitamin E. dkk. garam. kami pastikan hanya membuat buavita minuman sari buah jambu dengan buah jambu yang benar-benar nikmat rasanya. banyak digunakan sebagai pelarut pernis. Aseton adalah pelarut yang baik untuk macam-macam senyawa organik. Buah jambu. Diproduksi untuk PT.35 °C Titik didih : 56.

yang menyebabkan rendahnya nila ekonomis dari rumput laut. 2. Viskositas dan kekuatan gel Penjemuran hingga kadar air 30% diterapkan di karaginan merupakan sifat utama yang diperlukan untuk industri pangan dan farmasi (Wahyuddin.5 Aplikasi Viskositas dalam Industri 2. Namun pengolahannya hanya sebatas pengeringan secara konvensional atau penjemuran dengan sinar matahari. 2012). 2011). 50 hari temperatur. Salah satunya dapat dibuat dalam bentuk karaginan. Disiapkan dan volume lainlaut yang dalamcottonii campuran Pengukuran nilai viskositas ini bertujuan untuk menentukan nilai Pencucian dengan airviskositasnya laut kekentalan suatu larutan. pengatur keasaman asama sitrat.(CI73015). Penyiapan Larutan Alkali 2.2 Flowchart Pengaruh Pemanasan Ohmik Selama Alkalisasi terhadap Viskositas Kekuatan Alkilasidan dengan pemanasan Gel OhmikSemi-Refined Carrageenan (SRC) Rumput Laut Eucheuma cottonii Pengeringan Penepungan Tepung ATC Pengukuran : viskositas dan kekuatan gel Selesai . semakin tinggi nilai semakin tinggi tingkat kekentalan larutan tersebut.5. salah satu jenis Eucheuma yang banyak dibudidayakan dan dipasarkan di Sulawesi Selatan yakni Eucheuma cottonii. Oleh karena itu. Dewasa ini. rumput jenislarut Eucheuma umurtersebut.1 Pengaruh Pemanasan Ohmik Selama Alkalisasi terhadap Viskositas dan Kekuatan Gel Semi-Refined Carrageenan (SRC) Rumput Laut Eucheuma cottonii Eucheuma merupakan rumput laut dari kelompok Rhodopyceae (alga merah) yang mampu menghasilkan karaginan. vitamin A (TBK. Derajat kekentalan karaginan dipengaruhi oleh konsentrasi. diperlukan penanganan untuk meningkatkan nilai dari Mulai rumput laut. pemantap nabati. dkk..5.

.4 Flowchart Aplikasi Viskositas dalam Industri (Wahyuddin. dkk. 2012) .Gambar 2.

1 Bahan dan Fungsi 1. 2. Aquadest (H2O) Fungsi : Sebagai sampel dan pelarut. Neraca Elektrik Fungsi : Untuk menimbang sampel. Gelas Ukur Fungsi : Untuk mengukur volume sampel yang akan digunakan. Beaker Glass Fungsi : Untuk menampung sampel yang akan digunakan.2 Alat dan Fungsi 1. 3. Aseton (CH3COCH3) Fungsi 3. Karet Penghisap Fungsi : Untuk menghisap sampel agar naik ke batas atas pada viskosimeter.BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. 3. : Sebagai sampel yang akan diuji densitas dan viskositasnya. Buavita Fungsi : Sebagai sampel yang akan diuji densitas dan viskositasnya. 2. 4. .

. dimana volume (V) piknometer adalah 25. Kemudian viskosimeter Ostwald yang berisi sampel dihisap dengan karet penghisap sampai cairan melewati batas atas.5.3 Prosedur Percobaan 1. 3. 3. Piknometer Fungsi 6. b. Viskosimeter Ostwald Fungsi : Untuk mengukur viskositas dari suatu sampel. Menghitung densitas sampel dengan cara : a. c. Hitung densitas dengan menggunakan rumus ρ = m/v 4. 2. Piknometer yang berisi sampel ditimbang di neraca analitik dan beratnya dikurangkan dengan berat piknometer kosong hingga diperoleh berat sampel (m). 8. 7. Menimbang piknometer kosong. Alat–alat yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu. Piknometer diisi dengan sampel yang akan dicari densitasnya. Bahan–bahan yang dibutuhkan disiapkan yaitu bahan–bahan yang diberikan asisten di lembar penugasan. : Untuk mengukur densitas dari sampel. Sampel dituang sebanyak 10 ml ke dalam viskosimeter dengan suhu ruangan. Stopwatch Fungsi : Untuk menghitung waktu yang diperlukan sampel dari batas atas ke batas bawah.118 ml. 5. Termometer Fungsi : Untuk mengukur suhu. d. yaitu peralatan–peralatan yang sudah dituliskan di dalam peralatan percobaan.

yaitu (suhu 15 oC. 8. yaitu (methanol dan gliserol). . suhu ruangan dan suhu 60 oC). 7. Prosedur 1–7 diulangi untuk sampel berikutnya. Prosedur 5–6 diulangi hingga tiga kali dengan variasi suhu yang diberikan di lembar penugasan. Sampel dibiarkan turun hingga batas bawah dengan cara melepaskan karet penghisap dan selama sampel melewati batas atas hingga batas bawah dihitung waktu yang diperlukan lalu dicatat.6.

4 Flowchart Percobaan 3.3.4.1 Flowchart Penentuan Densitas .1 Flowchart Penentuan Densitas Mulai Piknometer kosong ditimbang Piknometer diisi dengan sampel sebanyak 25 ml Piknometer yang berisi sampel ditimbang. beratnya dikurangkan dengan berat kosong sehingga diperoleh berat sampel Ya Dihitung densitas dengan rumus ρ = m/v Apakah masih ada variasi Tidak suhu lain Tidak Ya Apakah masih ada variasi sampel lain Tidak Selesai Gambar 3.

3.2 Flowchart Penentuan Viskositas Mulai Alat-alat dibersihkan dan bahan-bahan disiapkan Sampel dituang 10 ml ke dalam viskosimeter Ostwald Sampel dihisap dengan karet penghisap sampai melewati batas atas Sampel dibiarkan mengalir sampai melewati batas bawah Waktu dicatat apabila sampel telah mencapai batas bawah Tidak Apakah masih ada variasi suhu lain Tidak Ya Ya Apakah masih ada variasi sampel lain Selesai Gambar 3.4.2 Flowchart Penentuan Viskositas Tidak .

868 1.575 Viskositas Praktek/ Persen Ralat (%) 0.395 Aquadest 100 Aseton (CH3COCH3) 30 50 30 Buavita 4.937 2.014 0.2 0.705 2.9 1.8796 1.9476 0.1 Hasil Percobaan Tabel 4.43 0.82 - Sampel µ (cP) 1.6 28.7 16.9544 0.9736 0.9344 0.994 0.1 Data Hasil Percobaan Konsentrasi (%) Suhu (oC) 10 30 50 10 30 50 10 30 50 10 30 50 10 50 30 50 Massa jenis/ ρ (gr/ml) 1.0176 0.556 1.9136 0.2 Pembahasan 4.8007 0.0016 Viskositas Teori/ µ (cP) 1.955 1.827 2.9056 0.684 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas .7 1.9 0.2.57 1.68 21.0136 1.09 0.986 1.3077 0.9 0.11 43.0216 1.0096 1.4 0.5494 2 1.

gaya kohesi ini berkurang dan mengakibatkan berkurangnya hambatan terhadap gerakan. 2.705 cP. 30 oC.684 cP. dan 50 oC berturut turut adalah 2. viskositas larutan aseton 50 % pada suhu 10 oC.4 cP dan 0.986 cP. 30oC. Sedangkan Kemudian. viskositas larutan buavita dengan konsentrasi 50 % pada suhu 10 oC.556 cP dan 1. Kemudian. 30 oC dan 50 oC berturut-turut adalah 1. 1. 2005).9 cP. viskositas dari suatu cairan akan meningkat dengan berkurangnya temperatur.09 cP dan 0. Dimana viskositas larutan aseton 30 % pada suhu 10 o C. Molekul-molekul zat cair jaraknya berdekatan dengan gaya kohesi yang kuat antara molekul dan hambatan terhadap gerak relatif antara lapisan-lapisan fluida yang bersebelahan berhubungan dengan gaya antara molekul ini.1 Grafik Pengaruh Temperatur Terhadap Viskositas Grafik di atas menunjukkan bahwa kurva mengalami penurunan untuk semua sampel. Dengan meningkatnya temperatur. Karena viskositas adalah indeks dari hambatan ini.43 cP dan 0. 1.827 cP. 1. Berdasarkan teori. 30 oC dan 50 o viskositas larutan buavita dengan konsentrasi 50% pada suhu 10 oC.868 cP. dan 50 oC berturut turut adalah 2. Secara matematis ditulis sebagai berikut : log η = A + B/T dimana: . C berturut-turut adalah 1.937 cP. maka viskositas berkurang dengan meningkatnya temperatur (Yazid.Gambar 4.305 cP.

dkk.2.A = konstantacairan B = konstantacairan T = suhucairan 2005) Viskositas pada fluida Newton bergantung terutama pada suhu disamping juga sedikit bergantung sedikit pada tekanan. K = viskositas pada 0 ºC (273 K) n = tetapan Viskositas gas hamper tidak bergantung pada tekanan. 4.Viskositasnya menurun bila suhu dinaikkan. Viskositas gas bertambah dengan suhu kira-kira menurut persamaan jenis : (McCabe. dkk. 1985) (Yazid. Sedangkan viskositas zat cair pada umumnya jauh lebih besar dari viskositas gas.2 Pengaruh Konsentrasi Terhadap Viskositas . Kebanyakan fluida nonNewton tidak bergantung dengan itu semua (McCabe. dimana µ = viskositas pada suhu absolut T... Maka dari grafik diatas dapat disimpulkan hasil percobaan sesuai dengan teori. 1985).

2 Grafik Pengaruh Konsentrasi Terhadap Viskositas Grafik di atas menunjukkan bahwa kurva mengalami kenaikan kecuali pada sampel aseton pada suhu 10 oC.985 cP. 50 oC . Viskositas larutan aseton pada saat suhu 30 oC berturut turut adalah 1. 40% dan 50% berturut turut adalah 3.498 cP. Viskositas aseton pada saat suhu 10 oC dengan konsentrasi 30%. Viskositas larutan buavita pada saat suhu 50 oC dengan konsentrasi 30%.% dimana: ρ = densitas h = beda ketinggian t = waktu v = volume L = panjang pipa (Yazid.776 cP.734 cP.437 cP. Viskositas aseton pada saat suhu 50 oC dengan konsentrasi 30%.Gambar 4. 2005) g = percepatan gravitasi r = jari-jari pipa Kebanyakan fluida non-Newton memiliki viskositas yang sangat tinggi karena memilki konsentrasi yang tinggi dan tidak bergantung pada laju geser. Berdasarkan teori. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut: μ = π ρ gh r 4t 8vl m dimana ρ = v M= 10.301 cP. dan 1. 40% dan 50% berturut turut adalah 0. dan 8. viskositasnya juga akan tinggi. sedangkan untuk larutan yang konsentrasinya rendah. 3.628 cP. 5. Viskositas larutan buavita pada saat suhu 30 oC dengan konsentrasi 30%.371 cP. dan 4.31 cP. dan 8.ρ Mr ρ= M. 40% dan 50% berturut turut adalah 1. 1.602 cP.307 cP. 30 oC. 1. 40% dan 50% berturut turut adalah 1.494 cP. 2005). Untuk viskositas larutan buavita pada saat suhu 10 oC dengan konsentrasi 30%.385 cP. dan 1. dan 0.519 cP.437 cP.248 cP. viskositasnya juga akan rendah (Yazid. Sementara fluida Newton memiliki viskositas yang lebih rendah .978 cP.Mr 10.%. 5.755 cP. 40% dan 50% berturut turut adalah 3. larutan yang konsentrasinya tinggi. 0.

Yang menjadi sumber kesalahan pada percobaan ini sehingga terdapat perbedaan hasil praktek dan teori adalah: Ketidaktepatan praktikan pada waktu mengamati larutan yang melewati batas atas hingga batas bawah.3 Grafik Pengaruh Berat Molekul Aseton Terhadap Viskositas . terlihat bahwa hasil yang diperoleh dari praktek untuk sampel buavita sesuai dengan teori.. Berdasarkan penjelasan diatas. Tidak sesuainya suhu pada percobaan dengan suhu yang digunakan dalam perhitungan hasil percobaan. 1985). dkk.2. Namun dalam sampel aseton tidak sesuai dengan teori.dibangdingkan fluida non-Newton karena konsentrasinya juga rendah (McCabe.3 Pengaruh BeratMolekul Terhadap Viskositas Gambar 4. 4.

Berdasarkan penjelasan diatas.Pada gambar menunjukkan bahwa kurva menunjukkan penurunan ketika berat molekul larutan semakin bertambah. viskositas berbanding lurus dengan berat molekul solut. Viskositas aseton pada 30 oC untuk berat molekul 30 gr/mol. Secara matematis ditulis sebagai berikut : [µ] = kMα dimana : [µ] = viskositas intrinsik α 2005) Pada fluida Newton bahwa berat molekul mempengaruhi kecepatan mengalirnya. 0. 4. Berdasarkan teori. dkk. terlihat bahwa hasil yang diperoleh dari praktek untuk sampel aseton dan buavita sesuai dengan teori.494 cP. 1. 34 gr/mol dan 38 gr/mol berturut turut adalah 1.2. Karena dengan adanya solut yang berat akan menghambat atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga menaikkan viskositas (Wahyuni. 34 gr/mol dan 38 gr/mol dan viskositas aseton pada 10 oC untuk berat molekul 30 gr/mol. Semakin kecil berat molekul semakin kecil viskositas dan semakin mudah mengalir (McCabe.4 Pengaruh Densitas Terhadap Viskositas = konstanta k = konstanta pelarut (Yazid. Viskositas aseton pada 50 oC untuk berat molekul 30 gr/mol. 34 gr/mol dan 38 gr/mol berturut turut adalah 0. 1.602. 34 gr/mol dan 38 gr/mol berturut turut adalah 1.734 cP . Dimana berat molekul metanol pada konsentrasi 30%. dan 1.. dan 1.31 cP.776 cP. 40% dan 50% berturut-turut adalah 30 gr/mol.248 cP .371 cP. 1985). dan 0.385 cP . 2012).755 cP. M = konsentrasi zat .

4 Grafik Pengaruh Densitas Terhadap Viskositas Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa kurva menunjukan kenaikan untuk semua sampel.987 cP. Dimana viskositas larutan aseton 30% pada suhu 10 °C dengan densitas 0.093 cP. dan pada suhu 50 °C didapatkan densitas sebesar 0.934 gr/ml dengan viskositas 0.948 gr/ml dan viskositas sebesar 1.Gambar 4.956 gr/ml dengan viskositas 1.557 cP.869 cP.438 cP.191 cP. pada suhu 30 °C didapatkan densitas sebesar 0.705 cP.022 gr/ml dengan viskositas sebesar 2.982 cP. pada suhu 30 °C didapatkan densitas sebesar 0. dan pada suhu 50 °C viskositas sebesar 2. pada suhu 30 °C didapatkan densitas sebesar 1.014 gr/ml dengan viskositas sebesar 2. dan pada suhu 50 °C didapatkan densitas sebesar 1.906 gr/ml dan viskositas sebesar 1.954 gr/ml dengan viskositas sebesar 1. dan pada suhu 50 °C didapatkan densitas sebesar 0.932 cP.014 gr/ml dan didapatkan densitas sebesar 0.002 gr/ml dengan viskositas 1.416 cP. . Viskositas larutan aseton 50% pada suhu 10 °C dengan densitas 0.914 gr/ml dengan viskositas sebesar 1. Viskositas larutan buavita 30% pada suhu 10 °C dengan densitas 1.01 gr/ml dan viskositas sebesar 1. pada suhu 30 °C didapatkan densitas sebesar 1. Viskositas larutan buavita 50% pada suhu 10 °C dengan densitas 1.88 gr/ml dengan viskositas 0.435 cP.863 cP.

Secara teori. Viskositas suatu cairan berbanding terbalik dengan berat molekul dari larutan sampel tersebut. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan–kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini. 2005). antara lain : 1. Viskositas suatu cairan berbanding lurus dengan konsentrasi dari larutan sampel tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas. Jadi. 3. bila densitas suatu cairan tinggi. Viskositas suatu cairan berbanding lurus dengan densitas dari larutan sampel tersebut. 4. . terlihat bahwa hasil yang diperoleh dari praktek sesuai dengan teori untuk sampel aseton dan buavita. Viskositas suatu cairan berbanding terbalik dengan temperatur dari larutan sampel tersebut. maka viskositas cairan tersebut juga akan meningkat (Yazid. nilai viskositas sebanding dengan nilai densitas suatu cairan. 2.

684 cP.82 %. 30 oC dan 50 oC adalah 0.6 % dan 28. 1. 2. 2. 1. seperti : debu dan angin. seperti dengan menggunakan viskosi meter elektrik. 0.827 cP dengan persen ralat adalah 1.7 %. Nilai viskositas praktek untuk aseton 50 % pada suhu 10 oC. 30 oC dan 50 oC adalah 1. 7.57 %. antara lain : 1. dan 0. 5.868 cP.014 gr/ml dan 0. 30 oC dan 50 oC adalah 1. Disarankan menggunakan metode pengukuran viskositas lain sebagai perbandingan. Penimbangan sampel diharapkan di ruangan khusus sehingga faktor-faktor.9056 gr/ml dan 0. 16. 1.955 gr/ml. yang memiliki tekanan yang dapat menyebabkan kesalahan penimbangan dapat dihindarkan. .9544 gr/ml.9476 gr/ml. 30 oC dan 50 oC adalah 1. Nilai densitas praktek untuk aseton 30 % pada suhu 10 oC.556 cP dan 1.0216 gr/ml. 6.937 cP dan nilai viskositas praktek untuk buavita 50 % pada suhu 10 oC. Nilai viskositas praktek untuk aseton 30 % pada suhu 10 oC. Nilai densitas untuk aseton 50 % pada suhu 10 oC. 30 oC dan 50 oC adalah 2.745 cP.9136 gr/ml. 21.09 cP dan 0. 30 oC dan 50 oC adalah 1. 1. Nilai densitas untuk buavita 50 % pada suhu 10 oC.0096 gr/ml dan 1. Nilai viskositas praktek untuk buavita 30 % pada suhu 10 oC. 30 oC dan 50 oC adalah 0.986 cP.43 cP dan 0. Nilai densitas praktek untuk buavita 30 % pada suhu 10 oC.68 %.9344 gr/ml. 8. 1.5.2 Saran Adapun saran–saran yang perlu diperhatikan oleh praktikan selanjutnya.395 cP.0136 gr/ml.8796 gr/ml.0016 gr/ml.9 cP dengan persen ralat adalah 0. 30 oC dan 50 oC adalah 2. 0.11 % dan 43.4 cP dan 0.

. . Disarankan untuk menggunakan suhu kalibrasi yang tepat dalam menentukan volume piknometer. P. Smith.. Viskositas. Sciencelab. dan Jasjfi. Viskositas. Operasi Teknik Kimia. Transport Process and Unit Operations. agar suhu larutan naik tanpa menunggu lama. McCabe. Geankoplis C J. Aceton. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta. C. 5. Disarankan saat memanaskan larutan gunakan water batch. Third Edition. Universitas Pendidikan Indonesia : Jakarta. Jakarta Roshima.3.sciencelab. 1999 . Disarankan dalam penggunaan viskosimeter Ostwald dilakukan secepat mungkin. Jilid Satu. AAK Nasional Sura. http://www. Hermawan. E. Pertemuan IV dan V Kimia Fisika (Viskositas).com. Diakses 30 Mei 2013. 2010. 4. 2010. Surakarta. Harriot. L. DAFTAR PUSTAKA AAK. 2012.. Penerbit : Erlangga. 2012. India: Prentice Hall. 1993. untuk menghindari turun atau naiknya suhu sampel..

. Dwi dan Agus. Fildzah. 2011. . Ultrajaya Milk Industri. 2012. PT. Pengaruh Pemanasan Ohmik Selama Alkalisasi terhadap Viskositas dan Kekuatan Gel SemiRefined Carrageenan (SRC) Rumput Laut Eucheuma Cottonni . Slamet..TBK. Diakses 30 Mei 2013.Supratomo. Buavita Mini Guava. Amir. Wahyuddin. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya : Surabaya. Teknologi Pertanian. Diakses 15 Maret 2013. Salengke. Aldehid dan Keton. 2008. Tulus. TBK.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->